Bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

34. Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha dalam bidang pemerintahan adalah . A. Pemimpin masyarakat dipilih berdasarkan kastanya. B. Pimpinan masyarakat yang dipilih adalah orang yang dianggap tua dan bijaksana C. Pergantian pemimpin masyarakat berdasarkan atas keturunannya.

D. Gelar yang dipakai pemimpin masyarakat adalah Datuk Latihan soal pada bab ini akan saya bagi menjadi tiga bagian (3 part) dikarenakan untuk lebih fokus pada materi soal dan memudahkan dalam belajar.

Pada bagian ini (bagian pertama) khusus untuk membahas materi mengenai soal pada bagian kehidupan manusia masa pra aksara. Adapun materi pada bagian manusia masa pra aksara adalah Latihan soal terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda lengkap dengan kunci jawaban pada setiap soal dengan sistem spoiler (buka tutup).

Hal ini untuk mempermudah dalam belajar sekaligus berlatih soal. Nah semoga dengan latihan ini dapat lebih memperdalam materi khususnya bab 4 tentang Masyarakat Indonesia pada Masa Pra Aksara, Hindu-Budha, dan Islam.
Pengertian bangunan megalitikum adalah bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh para leluhur.

Pada umumnya, bangunan ini terbuat dari batu dan berukuran cukup besar. Bangunan megalitikum merupakan salah satu peninggalan dari zaman purba yang keberadaannya sampai saat ini tetap dilestarikan.

Ini merupakan salah satu khazanah budaya yang mampu menunjukkan tentang kebudayaan manusia pada masa lampau. Arca Arca ialah bangunan yang memiliki bentuk layaknya patung. Pembuatan arca seringkali dibentuk menyerupai binatang dan manusia.

Beberapa binatang yang kerap menjadi inspirasi pembuatan arca misalnya monyet, harimau, kerbau, gajah, sapi, dan burung. Sedangkan pembentukan arca manusia biasanya ditampikan secara ilustratif dengan perpaduan bentuk yang lain. Contoh peninggalan arca batu yaitu patung gajah di Pasemah, Sumatra Selatan.

Patung ini memiliki ukuran yang besar dan menggambarkan seseorang yang sedang menunggangi binatang buruannya. Daerah-daerah lain yang juga banyak ditemukan arca antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Dolmen Dolmen adalah meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Berbentuk layaknya meja, ukuran dolmen sangatlah besar.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Bangunan ini berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan sesajen yang dibutuhkan dalam penyelenggaran upacara pemujaan. Selain itu, dolmen juga sering digunakan untuk meletakkan mayat.

Dolmen yang demikian bisa disebut pula sebagai kuburan batu. Di Indonesia, wilayah yang paling banyak dijumpai dolmen antara lain Sumatra Selatan (Pasemah), Jawa Barat (Cupari, Kuningan), Jawa Timur (Bondowoso, Merawan, Jember), dan Nusa Tenggara Timur. Menhir Bangunan berbentuk tugu yang dibuat untuk menghormati arwah nenek moyang disebut menhir. Menhir dapat didirikan secara tunggal atau berjumlah banyak. Konon menhir merupakan simbol dari phallus yaitu dewa kesuburan bumi.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Menhir bisa dinamakan juga sebagai megalith alias batu besar, di mana dalam bahasa yunani, mega berarti besar dan lith berarti batu. Para arkeolog meyakini bahwa bangunan ini didirikan ketika periode Neolitikum dan digunakan dalam urusan religius pada waktu itu. Di samping Indonesia, menhir juga banyak terdapat di negara-negara lain seperti Inggris, Irlandia, Italia, Perancis, dan Spanyol. Peti Kubur Jenis bangunan peninggalan zaman megalitikun yang keempat yakni peti kubur.

Ini merupakan tempat yang dipakai untuk menyimpan jenazah. Peti tersebut terbuat dari material bahan bangunan berupa lempengan-lempengan batu yang disatukan sedemikian rupa hingga membentuk sebuah peti. Orang-orang di zaman purba mempercayai bahwa peti kubur ialah tempat tinggal manusia saat di alam ghaib. Oleh karena itu, mereka berlomba-lomba membuat peti kubur yang mempunyai ukuran cukup besar.

Selain itu, ukuran batu sekaligus juga merepresentasikan tingkat kemakmuran pemiliknya semasa hidup. Semakin besar wujud peti kubur tersebut, maka semakin menunjukkan sifat kebangsawanan orang yang meninggal. Punden Berundak Punden berundak adalah batu-batu berbentuk kepingan yang disusun secara berundak atau bertingkat-tingkat. Makna bangunan ini yaitu sebagai tempat pemujaan roh para leluhur yang telah meninggal.

Itulah kenapa punden berundak dianggap merupakan bangunan yang paling sakral. Punden berundak dibangun dari batu yang disusun dengan pola bertingkat. Kadang-kadang di tengahnya ditaruh menhir untuk tempat pemujaan.

Anda bisa menemukan bangunan paling menakjubkan berbentuk punden berundak ini di Lereng Bukit Hyang, Jawa Timur dan Lebak Sibedug, Banten. Sarkofagus Sarkofagus merupakan sebutan lain untuk keranda mayat atau peti jenazah yang terbuat dari batu.

Bangunan ini berbentuk layaknya lesung yang memiliki cekungan di dalamnya.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Sarkofagus juga dilengkapi dengan semacam penutup untuk melindungi mayat yang disimpan di dalamnya. Di dalam sarkofagus biasanya dapat dijumpai pula barang-barang sebagai bekal yang diklaim dapat melengkapi kehidupan si mayat di alam baka.

Contohnya yaitu perhiasan, periuk, kapak, serta benda-benda dari besi dan perunggu yang lainnya.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Keberadaan sarkofagus mudah sekali ditemukan di Bali karena masyarakat setempat telah mengenalnya sejak zaman logam. Waruga Terbuat dari batu, bentuk waruga ada yang balok dan bola. Bangunan ini adalah peti mati khas dari kebudayaan Minahasa pada zaman megalitikum. Bedanya dari peti kubur biasa, waruga bisa pula untuk menampung beberapa mayat sekaligus yang umumnya masih dalam satu keluarga. Ada bermacam-macam benda peninggalan yang pernah ditemukan di dalam waruga.

Di antaranya tulang dan gigi manusia, perhiasan, senjata, serta barang pecah belah. Hal ini dikarenakan masyarakat setempat pada zaman megalitik begitu meyakini bekal kubur untuk orang-orang yang sudah meninggal dunia.

Populer Kali Ini! • 1 Tanaman Layu Padahal Sudah Dirawat dengan Benar? Ini 5 Penyebabnya • 2 Mendekorasi Ruang Keluarga Sederhana yang Belum Anda Ketahui Nih • 3 Penyebab Air Kolam Renang Keruh Setelah Diguyur Hujan & Solusinya • 4 5 Cara Membuat Rumah Terasa Lebih Nyaman dan Menenangkan Hati • 5 Jangan Buang Ampas Kopi, Ini Manfaatnya untuk Bersihkan Rumah Kita • 6 Memasang dan Menggantung Lukisan di Dinding Juga Ada Aturannya • 7 9 Ide Bikin Rumah “Smart House” Hemat Energi & Ramah Lingkungan Arafuru.com menyajikan informasi seputar desain rumah, teknik pertukangan kayu, dan konstruksi bangunan untuk Indonesia melalui Arafuru.com.

Kami hadir untuk membantu Anda mewujudkan desain rumah impian Anda serta menciptakan tempat tinggal yang nyaman bagi Anda sekeluarga. Kami yakin Anda pasti bisa! Jawaban: B. Menhir Penjelasan: •Menhir adalah batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang yang telah meninggal •Sarkofagus adalah peti untuk menyimpan jenazah yang berbentuk seperti lesung dan telah diberi tutup •Dolmen adalah meja batu yang digunakan untuk tempat sesaji •Waruga adalah kubur batu yang tidak memiliki tutup.
Jawaban A.

sarkofagus menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali. Jawaban B. menhir menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban C. dolmen menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan. Jawaban D. waruga menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan. Jawaban E. Semua jawaban benar menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah B.

menhir Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.
KOMPAS.com - Menhir merupakan salah satu peninggalan zaman Megalitikum. Peninggalan ini banyak ditemukan di kawasan Sumatera Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Pasemah (Sumatera Selatan), Lampung, Kosala, Lebak Sibedug, Leles, Karang Muara, dan daerah lainnya.

Pengertian menhir Bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang yang telah meninggal disebut menhir.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Menurut H. A. Kholiq Arif dan Otto Sukatno dalam buku Mata Air Peradaban: Dua Milenium Wonosobo (2010), menhir berasal dari kata men dan hir. Men berarti batu, dan hir artinya berdiri. Jadi, menhir adalah batu berdiri yang biasanya digunakan untuk pemujaan terhadap arwah atau sebagai penolak bahaya yang mengancam.

Biasanya menhir, berupa pahatan batu berbentuk silinder (bulat dan panjang) yang terbuat dari batu monolit. Baca juga: Punden Berundak: Pengertian, Fungsi, dan Ciri-cirinya Dilansir dari buku Ensiklopedia Zaman Prasejarah (2010) oleh Etty Sugiarti, menhir didirikan sebagai bentuk peringatan dan untuk melambangkan kekuasaan arwah nenek moyang.

Oleh sebab itu, menhir digunakan menjadi benda pemujaan.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Fungsi menhir Dikutip dari jurnal Watu Lawang sebagai Peninggalan Megalitikum di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso: Kajian tentang Sejarah, Bentuk, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA (2019) oleh Syamsia Dwi Wulandari dkk, menhir menjadi salah satu benda buatan manusia yang digunakan sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Menhir juga sering digunakan sebagai penolak bahaya, dan tempat untuk memeringati seseorang, terutama kepala suku, yang telah meninggal.

Jika disimpulkan, fungsi menhir adalah: • Tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang • Penolak bahaya atau tanda peringatan • Untuk memeringati seseorang yang telah meninggal.★ SMP Kelas 7 / PAS IPS SMP Kelas 7 Bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang yang telah meninggal sebagaimana gambar di atas disebut … A.

sarkofagus B. dolmen C. waruga D. menhir Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Bersih dan Suci - Bab 4 Fiqih MI Kelas 4 Rukun wudhu yang kelima adalah ….

A. Istinsyaq (memasukan air ke dalam hidung) B. membasuh kedua kaki sampai ke mata kaki C. mengusap kepala D. membasuh kedua tangan sampai siku Materi Latihan Soal Lainnya: • Pribahasa - Bahasa Indonesia SD Kelas 6 • Try Out Matematika SD Kelas 6 • PAT Penjaskes PJOK Semester 2 Genap SD Kelas 4 • PAT Matematika SD Kelas 4 • Seni Budaya (SBDP) SD Kelas 6 • Bahasa Indonesia Tema 2 SD Kelas 4 • PAS Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 • Ulangan Tema 8 SD Kelas 4 • Ulangan Bahasa Jerman • Ulangan Harian Penjaskes PJOK SD Kelas 2 Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • Follow us: Facebook • Instagram • Twitter
Menhir adalah batu tunggal, biasanya berukuran besar, yang ditatah seperlunya sehingga berbentuk tugu dan biasanya diletakkan berdiri tegak di atas tanah.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Istilah menhir diambil dari bahasa Keltik, dari kata men (batu) dan hir (panjang). Jadi,artinya adalah batu Panjang. Menhir biasanya didirikan secara tunggal atau berkelompok sejajar di atas tanah, tetapi pada beberapa tradisi juga ada yang diletakkan terlentang di tanah.

Menhir, bersama-sama dengan dolmen dan sarkofagus, adalah megalit. Sebagai salah satu penciri utama budaya megalitik, pembuatan menhir telah dikenal sejak periode Neolitikum (mulai 6000 Sebelum Masehi). Beberapa menhir memiliki pahatan pada permukaannya sehingga membentuk figur tertentu atau menampilkan pola-pola hiasan.

Menhir semacam ini dikenal sebagai menhir arca ( statue menhir). Pada kebanyakan kebudayaan, tradisi pembuatan menhir telah berlalu, diganti dengan pembuatan bangunan; namun demikian di beberapa tempat, terutama di Nusantara, tradisi ini masih dilakukan hingga abad ke-20. Menhir berfungsi sebagai monumen masa prasejarah sebelum masehi. Lokasi penemuan menhir tercatat di Eropa, Timur Tengah, Afrika Barat, India, Korea, serta Nusantara.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Para arkeolog melihat bahwa menhir digunakan untuk tujuan religius dan memiliki makna simbolis sebagai sarana penyembahan arwah nenek moyang. Pada dasarnya menhir merupakan sebuah batu yang ditegakan. Dari penelitian-penelitian yang sudah banyak dilakukan dapat diketahui menhir berfungsi dalam penguburan dan upacara pemujaan.

bangunan berupa batu tegak atau tugu yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang disebut

Dengan demikian, menhir adalah peninggalan sejarah berupa batu dan biasanya digunakan sebagai sarana pemujaan arwah nenek moyang oleh masyarakat pada zaman batu yang menganut paham animisme.

Menhir dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan tujuan penyembahan yang akan dilakukan.

Kelas VII Mapel IPS Eps 6 Tentang Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Praaksara




2022 www.videocon.com