Tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

• Аԥсшәа • Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Atikamekw • Авар • Kotava • अवधी • Aymar aru • Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

• تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Chamoru • ᏣᎳᎩ • کوردی • Corsu • Nēhiyawēwin / ᓀᐦᐃᔭᐍᐏᐣ • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Thuɔŋjäŋ • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • ཇོང་ཁ • Eʋegbe • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • tempat di permukaan bumi कोंकणी / Gõychi Konknni • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Gĩkũyũ • Қазақша • Kalaallisut • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • Къарачай-малкъар • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

• Latgaļu • Latviešu • Madhurâ • मैथिली • Basa Banyumasan • Мокшень • Malagasy • Олык марий • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Nouormand • Sesotho sa Leboa • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Pälzisch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • Ποντιακά • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Romani čhib • Ikirundi • Română • Armãneashti • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • سرائیکی • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • Sesotho • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • Tayal • ತುಳು • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Lea faka-Tonga • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Тыва дыл • Удмурт • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Хальмг • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya.

Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian di Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

[23] Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan.

[24] Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan. Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, [25] dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer.

Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es; es padat di Antarktika dan es laut di paket es kutub. Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel. Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari atau satu tahun sideris.

[catatan 7] Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan periode satu tahun tropis (365,24 hari matahari). [26] Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu.

Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi. Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. [27] Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia global.

[28] Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan aksi militer. Daftar isi • 1 Nama dan etimologi • 2 Komposisi dan struktur • 2.1 Bentuk • 2.2 Komposisi kimiawi • 2.3 Struktur dalam • 2.4 Panas • 2.5 Lempeng tektonik • 2.6 Permukaan • 2.7 Hidrosfer • 2.8 Atmosfer • 2.8.1 Cuaca dan iklim • 2.8.2 Atmosfer atas • 2.9 Medan magnet • 3 Rotasi dan orbit • 3.1 Rotasi • 3.2 Orbit • 3.3 Kemiringan sumbu dan musim • 4 Kelaikhunian • 4.1 Biosfer • 4.2 Evolusi kehidupan • 4.3 Sumber daya alam dan pemanfaatan lahan • 4.4 Bencana alam dan lingkungan • 4.5 Persebaran manusia • 5 Sudut pandang sejarah dan budaya • 6 Kronologi • 6.1 Pembentukan • 6.2 Sejarah geologi • 6.3 Masa depan • 7 Bulan • 8 Asteroid dan satelit buatan • 9 Perbandingan • 10 Lihat pula • 11 Catatan • 12 Referensi • 13 Bacaan lanjutan • 14 Pranala luar Nama dan etimologi Dalam bahasa Inggris modern, kata benda earth dikembangkan dari kata bahasa Inggris Pertengahan erthe (dicatat pada 1137), yang berasal dari kata bahasa Inggris Kuno eorthe (sebelum 725), sedangkan kata itu sendiri berasal dari kata Proto-Jermanik * erthō.

Earth memiliki kata kerabat pada semua bahasa Jermanik lainnya, termasuk aarde dalam bahasa Belanda, Erde dalam bahasa Jerman, dan jord dalam bahasa Swedia, Denmark, dan Norwegia.

[29] Earth adalah perumpamaan untuk dewi paganisme Jermanik (atau Jörð dalam mitologi Norse, ibu dari dewa Thor). [30] Dalam bahasa Indonesia, kata bumi berasal dari bahasa Sanskerta bhumi, yang berarti tanah, dan selalu ditulis dengan huruf kapital ("Bumi"), untuk merujuk pada planet Bumi, sementara "bumi" dengan huruf kecil merujuk pada permukaan dunia, atau tanah.

[31] Komposisi dan struktur Informasi lebih lanjut: Tabel karakteristik fisik Bumi Bumi tergolong planet kebumian yang umumnya terdiri dari bebatuan, bukannya raksasa gas seperti Jupiter.

Bumi adalah planet terbesar dari empat planet kebumian lainnya menurut ukuran dan massa. Dari keempat planet tersebut, Bumi merupakan planet dengan kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan tertinggi, medan magnet terkuat, dan rotasi tercepat, [32] dan diperkirakan juga merupakan satu-satunya planet dengan tektonik lempeng yang aktif. [33] Bentuk Awan stratokumulus di atas Pasifik, dilihat dari orbit.

Bentuk Bumi kira-kira menyerupai sferoid pepat, bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang sumbu dari kutub ke kutub sehingga terdapat tonjolan di sekitar khatulistiwa. [34] Tonjolan ini muncul akibat rotasi Bumi, yang menyebabkan diameter khatulistiwa 43 km (kilometer) lebih besar dari diameter kutub ke kutub. [35] Karena hal ini, titik terjauh permukaan Bumi dari pusat Bumi adalah gunung api Chimborazo di Ekuador, yang berjarak 6.384 kilometer dari pusat Bumi, atau sekitar 2 kilometer lebih jauh jika dibandingkan dengan Gunung Everest.

[36] Diameter rata-rata bulatan Bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira setara dengan 40.000 km / π, karena satuan meter pada awalnya dihitung sebagai 1/10.000.000 jarak dari khatulistiwa ke Kutub Utara melewati Paris, Prancis. [37] Topografi Bumi mengalami deviasi dari bentuk sferoid ideal, meskipun dalam skala global deviasi ini tergolong kecil: Bumi memiliki tingkat toleransi sekitar 584, atau 0,17% dari sferoid sempurna, lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat toleransi pada bola biliar (0,22%).

[38] Deviasi tertinggi dan terendah pada permukaan Bumi terdapat di Gunung Everest (8.848 m di atas permukaan laut) dan Palung Mariana ( 10.911 m di bawah permukaan laut). Karena adanya tonjolan khatulistiwa, lokasi di permukaan Bumi yang berada paling jauh dari pusat Bumi adalah puncak Chimborazo di Ekuador dan Huascarán di Peru. [39] [40] [41] Komposisi kimia kerak Bumi [42] Senyawa Rumus Komposisi Daratan Lautan Silika SiO 2 60.2% 48.6% Alumina Al 2O 3 15.2% 16.5% Kapur CaO 5.5% 12.3% Magnesia MgO 3.1% 6.8% Besi(II) oksida FeO 3.8% 6.2% Sodium oksida Na 2O 3.0% 2.6% Kalium oksida K 2O 2.8% 0.4% Besi(III) oksida Fe 2O 3 2.5% 2.3% Air H 2O 1.4% 1.1% Karbon dioksida CO 2 1.2% 1.4% Titanium dioksida TiO 2 0.7% 1.4% Fosforus pentoksida P 2O 5 0.2% 0.3% Total 99.6% 99.9% Komposisi kimiawi Lihat pula: Kelimpahan unsur kimia Bumi Massa Bumi adalah sekitar 5,98 ×10 24 kg.

Komposisi Bumi sebagian besarnya terdiri dari besi (32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), belerang (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%); sisanya terdiri dari unsur-unsur lainnya (1,2%). Akibat segregasi massa, bagian inti Bumi diyakini mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), belerang (4,5%), dan kurang dari 1% unsur-unsur lainnya.

[43] Ahli geokimia F. W. Clarke menghitung lebih dari 47% kerak Bumi mengandung oksigen. Konstituen batuan yang umumnya terdapat pada kerak Bumi hampir semuanya merupakan senyawa oksida; klorin, belerang, dan fluor adalah tiga pengecualian, dan jumlah total kandungan unsur ini dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida utama yang terkandung dalam kerak Bumi adalah silika, alumina, besi oksida, kapur, magnesia, kalium, dan soda.

Silika pada umumnya berfungsi sebagai asam, yang membentuk silikat, dan mineral paling umum yang terdapat pada batuan beku adalah senyawa ini. Berdasarkan analisisnya terhadap 1.672 jenis batuan di kerak Bumi, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% kerak Bumi terdiri dari 11 oksida (lihat tabel di sebelah kanan). [44] Struktur dalam Artikel utama: Struktur Bumi Interior Bumi, seperti halnya planet kebumian lainnya, dibagi menjadi sejumlah lapisan menurut kandungan fisika atau kimianya ( reologi).

Namun, tidak seperti planet kebumian lainnya, Bumi memiliki inti luar dan inti dalam yang berbeda. Lapisan luar Bumi secara kimiawi berupa kerak padat silikat yang diselimuti oleh mantel viskose padat. Kerak Bumi dipisahkan dari mantel oleh diskontinuitas Mohorovičić, dengan ketebalan kerak yang bervariasi; ketebalan rata-ratanya adalah 6 km di bawah lautan dan 30- 50 km di bawah daratan.

Kerak Bumi, serta bagian kaku dan dingin di puncak mantel atas, secara kolektif dikenal dengan litosfer, dan pada lapisan inilah tektonika lempeng terjadi. Di bawah litosfer terdapat astenosfer, lapisan dengan tingkat viskositas yang relatif rendah dan menjadi tempat melekat bagi litosfer.

Perubahan penting struktur kristal di dalam mantel terjadi pada kedalaman 410 dan 660 km di bawah permukaan Bumi, yang juga mencakup zona transisi yang memisahkan mantel atas dengan mantel bawah. Di bawah mantel, terdapat fluida inti luar dengan viskositas yang sangat rendah di atas inti dalam. [45] Inti dalam Bumi mengalami perputaran dengan kecepatan sudut yang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan bagian planet lainnya, sekitar 0,1-0,5° per tahun.

[46] Lapisan geologi Bumi [47] Penampang Bumi dari inti ke eksosfer. Kedalaman [48] km Lapisan komponen Kepadatan g/cm 3 0–60 Litosfer [catatan 8] — 0–35 Kerak [catatan 9] 2.2–2.9 35–60 Mantel atas 3.4–4.4 35–2890 Mantel 3.4–5.6 100–700 Astenosfer — 2890–5100 Inti luar 9.9–12.2 5100–6378 Inti dalam 12.8–13.1 Panas Panas dalam Bumi berasal dari perpaduan antara panas endapan dari akresi planet (sekitar 20%) dan panas yang dihasilkan oleh peluruhan radioaktif (80%). [49] Isotop penghasil panas utama Bumi adalah kalium-40, uranium-238, uranium-235, dan torium-232.

[50] Di pusat Bumi, suhu bisa mencapai 6.000 °C, [51] dan tekanannya mencapai 360 GPa. [52] Karena sebagian besar panas Bumi dihasilkan oleh peluruhan radioaktif, para ilmuwan percaya bahwa pada awal sejarah Bumi, sebelum isotop dengan usia pendek terkuras habis, produksi panas Bumi yang dihasilkan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan saat ini.

Panas yang dihasilkan pada masa itu diperkirakan dua kali lebih besar daripada saat ini, kira-kira 3 miliar tahun yang lalu, [49] dan hal tersebut akan meningkatkan gradien suhu di dalam Bumi, meningkatkan tingkat konveksi mantel dan tektonik lempeng, serta memungkinkan pembentukan batuan beku seperti komatiites, yang tidak bisa terbentuk pada masa kini.

[53] Isotop utama penghasil panas Bumi saat ini [54] Isotop Pelepasan panas W kg isotop Paruh hidup tahun Konsentrasi mantel rata-rata kg isotop kg mantel Pelepasan panas W kg mantel 238U 9.46 × 10 −5 4.47 × 10 9 30.8 × 10 −9 2.91 × 10 −12 235U 5.69 × 10 −4 7.04 × 10 8 0.22 × 10 −9 1.25 × 10 −13 232Th 2.64 × 10 −5 1.40 × 10 10 124 × 10 −9 3.27 × 10 −12 40K 2.92 × 10 −5 1.25 × 10 9 36.9 × 10 −9 1.08 × 10 −12 Rata-rata pelepasan panas Bumi adalah 87 mW m −2, dan 4.42 × 10 13 W untuk panas global.

[55] Sebagian energi panas di dalam inti Bumi diangkut menuju kerak oleh bulu mantel; bentuk konveksi yang terdiri dari batuan bersuhu tinggi yang mengalir ke atas. Bulu mantel ini mampu menghasilkan bintik panas dan basal banjir. [56] Panas Bumi yang selebihnya dilepaskan melalui lempeng tektonik oleh mantel yang terhubung dengan punggung tengah samudra.

Pelepasan panas terakhir dilakukan melalui konduksi litosfer, yang umumnya terjadi di samudra karena kerak di sana jauh lebih tipis jika dibandingkan dengan kerak benua. [57] Lempeng tektonik Lempeng utama Bumi [58] Nama lempeng Area 10 6 km 2 Artikel utama: Tektonika lempeng Lapisan luar Bumi yang berbentuk lapisan kaku, disebut dengan litosfer, terpecah menjadi potongan-potongan yang disebut dengan lempeng tektonik. Lempeng-lempeng ini merupakan segmen kaku yang saling berhubungan dan bergerak pada salah satu dari tiga jenis batas lempeng.

Ketiga batas lempeng tersebut adalah batas konvergen, tempat dua lempeng bertumbukan; batas divergen, tempat dua lempeng saling menjauh; dan batas peralihan, tempat dua lempeng saling bersilangan secara lateral. Gempa bumi, aktivitas gunung berapi, pembentukan gunung, dan pembentukan palung laut terjadi di sepanjang batas lempeng ini. [59] Lempeng tektonik berada di atas astenosfer, lapisan mantel yang bentuknya padat, tetapi tidak begitu kental yang bisa mengalir dan bergerak bersama lempeng, [60] dan pergerakan ini disertai dengan pola konveksi dalam mantel Bumi.

Karena lempeng tektonik berpindah di seluruh Bumi, lantai samudra mengalami penunjaman di bawah tepi utama lempeng pada batas konvergen.

Pada saat yang bersamaan, material mantel pada batas divergen membentuk punggung tengah samudra. Perpaduan kedua proses ini secara berkelanjutan terus mendaur ulang kerak samudra kembali ke dalam mantel. Karena proses daur ulang ini, sebagian besar lantai samudra berusia kurang dari 100 Ma.

Kerak samudra tertua berlokasi di Pasifik Barat, yang usianya diperkirakan 200 Ma. [61] [62] Sebagai perbandingan, kerak benua tertua berusia 4030 Ma. [63] Tujuh lempeng utama di Bumi adalah Lempeng Pasifik, Amerika Utara, Eurasia, Afrika, Antarktika, Lempeng Indo-Australia, tempat di permukaan bumi Amerika Selatan.

Lempeng terkemuka lainnya adalah Lempeng Arab, Lempeng Karibia, Lempeng Nazca di pantai barat Amerika Selatan, dan Lempeng Scotia di Samudra Atlantik selatan. Lempeng Australia menyatu dengan Lempeng India kira-kira 50 sampai 55 juta tahun yang lalu. Lempeng dengan pergerakan tercepat adalah lempeng samudra; Lempeng Cocos bergerak dengan laju kecepatan 75 mm/tahun, [64] dan Lempeng Pasifik bergerak 52–69 mm/tahun.

Sedangkan lempeng dengan pergerakan terlambat adalah Lempeng Eurasia, dengan laju pergerakan sekitar 21 mm/tahun. [65] Permukaan Busur pulau vulkanik, palung laut, gunung api dasar laut, dan perbukitan (3.7%) Permukaan Bumi bervariasi dari tempat ke tempat. Sekitar 70,8% [13] permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan terdapat banyak landas benua di bawah permukaan laut.

Luas permukaan Bumi yang ditutupi oleh air setara dengan 361,132 million km 2 (139,43 juta sq mi). [66] Permukaan Bumi yang terendam memiliki bentang pegunungan, termasuk rangkaian punggung tengah samudra dan gunung api bawah laut, [35] bentang lainnya adalah palung laut, lembah bawah laut, dataran tinggi samudra, dan dataran abisal. Sisanya, 29,2% ( 148,94 million km 2 atau 57,51 juta sq mi) permukaan Bumi dilingkupi oleh daratan, yang terdiri dari pegunungan, padang gurun, dataran tinggi, pesisir, dan geomorfologi lainnya.

Permukaan Bumi mengalami pembentukan kembali pada periode waktu geologi karena aktivitas tektonik dan erosi. Permukaan Bumi yang terbentuk atau mengalami deformasi akibat tektonika lempeng merupakan permukaan yang mengalami pelapukan oleh curah hujan, siklus termal, dan pengaruh kimia.

Glasiasi, erosi pantai, pembentukan terumbu karang, dan tubrukan meteorit besar [67] merupakan beberapa peristiwa yang memicu pembentukan kembali lanskap permukaan Bumi. Altimetri dan batimetri Bumi saat ini. Data dari TerrainBase Digital Terrain Model Pusat Data Geofisika Nasional.

Kerak benua terdiri dari material dengan kepadatan rendah seperti batuan beku granit dan andesit. Batuan dengan persentase kecil adalah basal, batuan vulkanik padat yang merupakan konstituen utama lantai samudra.

[68] Batuan sedimen terbentuk dari akumulasi sedimen yang terpadatkan. Hampir 75% permukaan benua ditutupi oleh batuan sedimen, meskipun batuan itu sendiri hanya membentuk 5% bagian kerak Bumi. [69] Batuan ketiga yang paling umum terdapat di permukaan Bumi adalah batuan metamorf, yang terbentuk dari transformasi batuan yang sudah ada akibat tekanan tinggi, suhu tinggi, atau keduanya.

Mineral silikat yang ketersediaannya paling melimpah di permukaan Bumi adalah kuarsa, feldspar, amfibol, mika, piroksen, dan olivin. [70] Sedangkan mineral karbonat paling umum adalah kalsit (ditemukan pada batu kapur dan dolomit). [71] Pedosfer adalah lapisan terluar Bumi yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan tanah. Lapisan ini terletak pada antarmuka litosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Total permukaan tanah saat ini adalah 13,31% dari luas total permukaan Bumi, dan dari jumlah tersebut, hanya 4,71% yang ditanami secara permanen.

[14] Hampir 40% permukaan tanah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan padang rumput, dengan rincian 1,3 ×10 7 km 2 lahan pertanian dan 3,4 ×10 7 km 2 padang rumput. [72] Ketinggian permukaan tanah Bumi bervariasi.

Titik terendah berada pada ketinggian −418 m di Laut Mati, sedangkan titik tertinggi adalah 8.848 m di puncak Gunung Everest. Ketinggian rata-rata permukaan tanah dihitung dari permukaan laut adalah 840 m.

[73] Secara logis, Bumi dibagi menjadi Belahan Utara dan Selatan yang berpusat di masing-masing kutub. Namun, Bumi secara tidak resmi juga dibagi menjadi Belahan Bumi Barat dan Timur. Permukaan Bumi secara tradisional dibagi menjadi tujuh benua dan berbagai laut.

Setelah manusia menghuni dan mengelola Bumi, hampir semua permukaan dibagi menjadi negara-negara. Hingga tahun 2013, terdapat 196 negara berdaulat dengan jumlah penduduk sekitar 7 miliar yang menghuni permukaan Bumi. [74] Hidrosfer Histogram ketinggian permukaan Bumi. Ketersediaan air yang begitu banyak di permukaan Bumi merupakan hal unik yang membedakan "Planet Biru" dengan planet lainnya di Tata Surya. Hidrosfer Bumi pada umumnya terdiri dari lautan, namun secara teknis juga mencakup semua perairan yang terdapat di permukaan Bumi, termasuk danau, sungai, laut pedalaman, dan air bawah tanah di kedalaman 2.000 m.

Perairan terdalam dari permukaan Bumi adalah Challenger Deep di Palung Mariana, Samudra Pasifik, dengan kedalaman 10.911,4 m di bawah permukaan laut. [catatan 11] [75] Massa lautan kira-kira 1,35 ×10 18 metrik ton, atau sekitar 1/4400 dari massa total Bumi.

Lautan mencakup area seluas 3,618 ×10 8 km 2, dengan kedalaman rata-rata 3682 m, dan volume air sekitar 1,332 ×10 9 km 3.

[76] Jika daratan di permukaan Bumi tersebar merata, maka ketinggian air akan naik lebih dari 2,7 km. [catatan 12] Sekitar 97,5% perairan Bumi adalah air asin, sedangkan 2,5% sisanya adalah air tawar. Sekitar 68,7% air tawar yang terdapat di permukaan Bumi pada saat ini adalah es, sedangkan selebihnya membentuk danau, sungai, mata air, dan baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

[77] Tingkat keasinan rata-rata lautan di Bumi adalah 35 gram garam per kilogram air laut (3,5% garam). [78] Sebagian besar garam ini dihasilkan oleh aktivitas vulkanis atau hasil ekstraksi batuan beku. [79] Lautan juga menjadi reservoir bagi gas atmosfer terlarut, yang keberadaannya sangat penting bagi kelangsungan hidup sebagian besar organisme air.

[80] Air laut memiliki pengaruh besar terhadap iklim dunia; lautan berfungsi sebagai reservoir panas utama. [81] Perubahan suhu di lautan juga bisa menyebabkan perubahan cuaca di berbagai belahan dunia, misalnya El Niño–Osilasi Selatan. [82] Atmosfer Foto yang memperlihatkan bagaimana Bumi bersinar dalam cahaya ultraungu.

Rata-rata tekanan atmosfer di permukaan Bumi adalah 101,325 kPa, dengan ketingggian skala sekitar 5 km. [3] Atmosfer mengandung 78% nitrogen dan 21% oksigen, selebihnya adalah uap air, karbon dioksida, dan molekul gas lainnya.

Ketinggian troposfer beragam menurut garis lintang, berkisar antara 8 km di wilayah kutub hingga 17 km di wilayah khatulistiwa, dan beberapa variasi yang diakibatkan oleh faktor musim dan cuaca. [83] Biosfer Bumi secara perlahan telah memermak komposisi atmosfer.

Fotosintesis oksigenik berevolusi 2,7 miliar tahun yang lalu, yang membentuk atmosfer nitrogen-oksigen utama saat ini. [84] Peristiwa ini memungkinkan terjadinya proliferasi organisme aerobik, serta pembentukan lapisan ozon yang menghalangi radiasi surya ultraungu memasuki Bumi dan menjamin kelangsungan kehidupan di darat. Fungsi atmosfer lainnya yang penting bagi kehidupan di Bumi adalah mengangkut uap air, menyediakan gas bernilai guna, membakar meteor berukuran kecil sebelum menghantam permukaan Bumi, dan memoderatori suhu.

[85] Fenomena yang terakhir dikenal dengan efek rumah kaca; proses penangkapan energi panas yang dipancarkan dari permukaan Bumi pada atmosfer sehingga meningkatkan suhu rata-rata. Uap air, karbon dioksida, metana, dan ozon merupakan gas rumah kaca utama pada atmosfer Bumi.

Tanpa pemancaran panas ini, suhu rata-rata di permukaan Bumi akan mencapai −18 °C, berbeda jauh dengan suhu rata-rata saat ini (+15 °C), dan kehidupan kemungkinan besar tidak akan bisa bertahan. [86] Cuaca dan iklim Foto satelit tudung awan di Bumi menggunakan MRIS NASA. Atmosfer Bumi tidak memiliki batas pasti, secara perlahan menipis dan mengabur ke angkasa luar. Tiga perempat massa atmosfer berada pada ketinggian 11 kilometer dari permukaan Bumi.

Lapisan terbawah ini disebut dengan troposfer. Energi dari Matahari memanaskan lapisan ini, serta permukaan di bawahnya, yang menyebabkan terjadinya pemuaian udara. Udara pada lapisan ini kemudian bergerak naik dan digantikan oleh udara dingin dengan kelembaban yang lebih tinggi. Akibatnya, terjadi sirkulasi atmosferik yang memicu pembentukan cuaca dan iklim melalui pendistribusian kembali energi panas. [87] Dampak utama sirkulasi atmosferik adalah terjadinya angin pasat di wilayah khatulistiwa yang berada pada garis lintang 30° dan angin barat di wilayah-wilayah lintang tengah antara 30° dan 60°.

[88] Arus laut juga menjadi faktor penting dalam menentukan iklim, terutama sirkulasi termohalin yang menyebarkan energi panas dari lautan di khatulistiwa ke wilayah kutub.

[89] Uap air yang dihasilkan melalui penguapan di permukaan Bumi diangkut oleh pola sirkulasi di atmosfer. Saat atmosfer melakukan pengangkatan udara hangat dan lembap, uap air akan mengalami kondensasi dan mengendap ke permukaan Bumi melalui proses presipitasi. [87] Air yang diturunkan ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan kemudian diangkut menuju ketinggian yang lebih rendah oleh sungai dan biasanya kembali ke laut atau bermuara di danau.

Peristiwa ini disebut dengan siklus air, yang merupakan mekanisme penting untuk mendukung kelangsungan kehidupan di darat dan faktor utama yang menyebabkan erosi di permukaan Bumi pada periode geologi. Pola presipitasi atau curah hujan ini sangat beragam, berkisar dari beberapa meter air per tahun hingga kurang dari satu milimeter. Sirkulasi atmosferik, topologi, dan perbedaan suhu juga menentukan curah hujan rata-rata yang turun di setiap wilayah.

[90] Besar energi surya yang mencapai Bumi akan menurun seiring dengan meningkatnya lintang. Pada lintang yang lebih tinggi, cahaya matahari mencapai permukaan Bumi pada sudut yang lebih rendah dan harus melewati kolom atmosfer yang lebih tebal. Akibatnya, suhu rata-rata di permukaan laut menurun sekitar 0,4 °C per derajat jarak lintang dari khatulistiwa. [91] Bumi bisa dibagi menjadi zona lintang spesifik berdasarkan perkiraan kesamaan iklim.

Pembagian ini berkisar dari wilayah khatulistiwa hingga ke wilayah kutub, yakni zona iklim tropis (atau khatulistiwa), subtropis, iklim sedang, dan kutub. [92] Iklim juga bisa diklasifikasikan menurut suhu dan curah hujan, yang ditandai dengan wilayah iklim dengan massa udara yang seragam. Yang paling umum digunakan adalah sistem klasifikasi iklim Köppen (dicetuskan oleh Wladimir Köppen).

Klasifikasi ini membagi Bumi menjadi lima zona iklim (tropis lembap, kering, lintang tengah lembap, kontinental, dan kutub dingin), yang kemudian dibagi lagi menjadi subjenis yang lebih spesifik. [88] Atmosfer atas Lihat pula: Luar angkasa Di atas troposfer, atmosfer terbagi menjadi stratosfer, mesosfer, dan termosfer.

[85] Masing-masing lapisan ini memiliki tingkat lincir berbeda, yang umumnya didasarkan pada tingkat perubahan suhu dan ketinggian. Di luar lapisan ini, terdapat lapisan eksosfer dan magnetosfer, tempat medan magnet Bumi berinteraksi dengan angin surya. [93] Di dalam stratosfer terdapat lapisan ozon, komponen yang berperan melindungi permukaan Bumi dari sinar ultraungu dan memiliki peran penting bagi kehidupan di Bumi.

Garis Kármán, yang dihitung 100 km di atas permukaan Bumi, adalah garis khayal yang membatasi atmosfer dengan luar angkasa. [94] Energi panas menyebabkan beberapa molekul di tepi luar atmosfer Bumi meningkatkan kecepatan sehingga bisa melepaskan diri dari gravitasi Bumi. Hal ini menyebabkan terjadinya kebocoran atmosfer ke luar angkasa. Hidrogen, yang memiliki berat molekul rendah, bisa mencapai kecepatan lepas yang lebih tinggi dan lebih mudah mengalami kebocoran ke luar angkasa jika dibandingkan dengan gas lainnya.

[95] Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. hidrogen ke luar angkasa mendorong keadaan Bumi dari yang awalnya mengalami reduksi menjadi oksidasi.

Fotosintesis menyediakan sumber oksigen bebas bagi kehidupan di Bumi, tetapi ketiadaan agen pereduksi seperti hidrogen menyebabkan meluasnya penyebaran oksigen di atmosfer. [96] Kemampuan hidrogen untuk melepaskan diri dari atmosfer turut memengaruhi sifat kehidupan yang berkembang di Bumi. [97] Saat ini, atmosfer yang kaya oksigen mengubah hidrogen menjadi air sebelum memiliki kesempatan untuk melepaskan diri. Sebaliknya, sebagian besar peristiwa pelepasan hidrogen terjadi akibat penghancuran metana di atmosfer atas.

[98] Medan magnet Artikel utama: Medan magnet Bumi Medan magnet Bumi diperkirakan terbentuk karena dipole magnetik, dengan kutub magnet berada pada kutub geografi Bumi. Pada khatulistiwa medan magnet, kekuatan medan magnet di permukaan Bumi mencapai 3.05 × 10 −5 T, dengan momen dipole magnet global 7.91 × 10 15 T m 3.

[99] Menurut teori dinamo, medan magnet dihasilkan di dalam wilayah inti luar tempat energi panas menciptakan gerakan konveksi material tempat di permukaan bumi dan menghasilkan arus listrik. Proses ini pada gilirannya menciptakan medan magnet Bumi. Gerakan konveksi pada inti Bumi berlangsung dengan tidak teratur; kutub magnet melayang dan secara berkala mengubah arah gaya magnet.

Hal ini memicu terjadinya pembalikan medan pada interval tak beraturan, yang berlangsung beberapa kali setiap jutaan tahun. Pembalikan medan terakhir terjadi sekitar 700.000 tahun yang lalu. [100] [101] Medan magnet membentuk lapisan magnetosfer, yang berfungsi membiaskan partikel yang terkandung dalam angin surya.

Tepi medan magnet yang mengarah ke Matahari berjarak sekitar 13 kali radius Bumi. Tabrakan antara medan magnet dan angin surya menghasilkan sabuk radiasi Van Allen, yakni area berbentuk torus konsentris dengan partikel bermuatan energi.

Saat plasma memasuki atmosfer Bumi pada kutub magnet, maka terbentuklah aurora. [102] Rotasi dan orbit Rotasi Kemiringan sumbu Bumi (atau obliquitas) dan hubungannya dengan sumbu rotasi dan bidang orbit.

Kala rotasi Bumi yang bersifat relatif terhadap Matahari – disebut hari Matahari – adalah 86.400 detik dari waktu Matahari rata-rata (86.400,0025 SI detik). [103] Karena periode hari Matahari Bumi saat ini lebih panjang dari periode ketika abad ke-19 akibat akselerasi pasang surut, setiap hari bervariasi antara 0 hingga 2 SI ms lebih panjang.

[104] [105] Kala rotasi Bumi yang relatif terhadap bintang tetap, dinamakan hari bintang oleh International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), adalah 86.164,098903691 detik dari waktu Matahari rata-rata (UT1), atau 23 h 56 m 4,098903691 s. [2] [catatan 13] Kala rotasi Bumi yang relatif terhadap presesi atau pergerakan ekuinoks vernal, dinamakan hari sideris, adalah 86.164,09053083288 detik dari waktu Matahari rata-rata (UT1) (23 h 56 m 4.09053083288 s) hingga 1982 [update].

[2] Dengan demikian, hari sideris kira-kira lebih singkat 8,4 ms dari hari bintang. [106] Panjang hari Matahari rata-rata dalam satuan detik SI dihitung oleh IERS untuk periode 1623–2005 [107] dan 1962–2005.

[108] Selain meteor pada atmosfer dan satelit berorbit rendah, gerakan utama benda langit di atas Bumi adalah ke arah barat, dengan laju 15°/jam = 15'/menit. Untuk benda langit di dekat khatulistiwa angkasa, pergerakannya terlihat pada diameter Matahari dan Bulan setiap dua menit; baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. permukaan Bumi, ukuran Matahari dan Bulan kurang lebih sama.

[109] [110] Orbit Animasi yang menampilkan rotasi Bumi. Bumi mengorbit Matahari pada jarak rata-rata sekitar 150 juta kilometer setiap 365,2564 hari Matahari rata-rata, atau satu tahun sideris. Dari Bumi, akan terlihat jelas gerakan Matahari ke arah timur dengan tempat di permukaan bumi sekitar 1°/hari, yang memperjelas diameter Bulan atau Bumi setiap 12 jam.

Karena pergerakan ini, Bumi membutuhkan waktu rata-rata 24 jam (atau hari Matahari) untuk menyelesaikan putaran penuh pada porosnya sehingga Matahari bisa kembali ke meridian.

Rata-rata kecepatan orbit Bumi adalah 29,8 km/s (107.000 km/h), cukup cepat untuk menempuh jarak yang sama dengan diameter planet, atau sekitar 12.742 km dalam waktu tujuh menit, dan jarak ke Bulan, 384.000 km dalam waktu 3,5 jam.

[111] Bulan berputar dengan Bumi mengelilingi barisentrum setiap 27,32 hari. Saat dipadukan dengan sistem revolusi Bumi-Bulan mengelilingi Matahari, periode Bulan sinodik dari bulan baru ke bulan baru adalah 29,53 hari.

Jika dilihat dari kutub utara langit, gerakan Bumi, Bulan, dan rotasi sumbu mereka berlawanan dengan jarum jam. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang di atas kutub utara, baik Matahari dan Bumi, Bumi berputar dengan arah berlawanan mengelilingi Matahari.

Bidang orbit dan sumbu Bumi tidak teratur; sumbu Bumi miring sekitar 23,4 derajat dari serenjang bidang orbit Bumi-Matahari ( ekliptika), dan bidang orbit Bumi-Bulan miring sekitar ±5,1 derajat dari bidang orbit Bumi-Matahari. Tanpa kemiringan ini, akan muncul gerhana setiap dua minggu, bergantian antara gerhana bulan dan gerhana matahari.

[3] [112] Bukit sfer, atau lingkup pengaruh gravitasi Bumi, adalah sekitar 1,5 Gm atau 1.500.000 km di radius. [113] [catatan 14] Ini adalah jarak maksimum saat pengaruh gravitasi Bumi lebih kuat daripada Matahari dan planet-planet jauh. Objek harus mengorbit Bumi dalam radius ini, atau mereka akan terkena dampak tempat di permukaan bumi gravitasi Matahari.

Bumi, bersama dengan Tata Surya, terletak di galaksi Bima Sakti dan mengorbit sekitar 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Saat ini, Bumi berada sekitar 20 tahun cahaya di atas bidang galaktik di lengan spiral Orion. [114] Kemiringan sumbu dan musim Bumi dan Bulan dari Mars, dipotret oleh Mars Reconnaissance Orbiter. Dari luar angkasa, bentuk Bumi berubah dari waktu ke waktu, mirip dengan fase bulan. Karena kemiringan sumbu Bumi, jumlah sinar matahari yang jatuh pada titik tertentu di permukaan Bumi bervariasi sepanjang tahun.

Hal ini menyebabkan perubahan musim pada iklim. Musim panas di belahan utara terjadi saat Kutub Utara mengarah tepat ke Matahari, dan musim dingin berlangsung di saat sebaliknya. Ketika musim panas, hari berlangsung lebih lama dan Matahari naik lebih tinggi di langit. Pada musim dingin, iklim pada umumnya menjadi lebih dingin dan hari berjalan dengan lebih pendek.

Di atas Lingkar Arktik, peristiwa ekstrem terjadi saat tidak ada siang hari dan malam berlangsung lebih dari 24 jam sehubungan dengan fenomena malam kutub. Di belahan selatan, situasinya berkebalikan dengan Kutub Utara; orientasi Kutub Selatan berlawanan dengan arah Kutub Utara. Secara astronomis, empat musim ditentukan oleh titik balik matahari – titik saat kemiringan sumbu maksimum orbit menuju atau menjauh dari Matahari – dan ekuinoks, saat arah kemiringan dan arah Matahari berada pada satu garis tegak lurus (serenjang).

Di belahan utara, titik balik matahari musim dingin terjadi pada tanggal 21 Desember, titik balik tempat di permukaan bumi musim panas pada 21 Juni, ekuinoks musim semi sekitar tanggal 20 Maret, dan ekuinoks musim gugur tanggal 23 September. Di belahan selatan, situasinya terbalik; titik balik matahari musim panas dan musim dingin terjadi sebaliknya dan ekuinoks musim semi dan musim gugur dipertukarkan tanggalnya.

[115] Pesawat ruang angkasa Cassini NASA memotret Bumi dan Bulan (terlihat pada kanan bawah) dari Saturnus (19 Juli 2013). Sudut kemiringan Bumi relatif stabil dalam jangka waktu yang lama. Kemiringan ini mengalami nutasi; gerakan kecil dan tidak teratur dengan periode utama 18,6 tahun.

[116] Orientasi (bukannya sudut) dari sumbu Bumi juga berubah dari waktu ke waktu, yang mengalami presesi di sekeliling lingkaran penuh setiap 25.800 tahun; presesi inilah yang menyebabkan perbedaan antara tahun sideris dan tahun tropis.

Kedua gerakan ini disebabkan oleh adanya daya tarik yang beragam dari Matahari dan Bulan terhadap tonjolan khatulistiwa Bumi.

Dari sudut pandang Bumi, kutub juga berpindah beberapa meter di sepanjang permukaan. Gerakan kutub ini memiliki beberapa komponen siklis, yang secara kolektif dikenal dengan gerakan kuasiperiodik. Selain komponen tersebut, terdapat siklus 14 bulanan yang dinamakan gerakan Chandler. Kecepatan rotasi Bumi juga bervariasi, yang dikenal dengan fenomena variasi panjang hari.

[117] Di zaman modern, perihelion Bumi terjadi sekitar tanggal 3 Januari, dan aphelion pada tanggal 4 Juli. Tanggal ini akan berubah seiring waktu karena proses presesi dan faktor orbital lainnya, yang mengikuti pola siklus yang dikenal dengan siklus Milankovitch. Perubahan jarak antara Bumi dan Matahari menyebabkan meningkatnya energi surya yang mencapai Bumi sebesar 6,9%.

[catatan 15] Karena belahan bumi selatan miring menghadap Matahari ketika Bumi mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari, belahan selatan menerima energi surya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan belahan utara selama setahun. Dampak fenomena ini jauh lebih besar daripada perubahan energi total yang disebabkan oleh kemiringan sumbu, dan sebagian besar kelebihan energi tersebut diserap oleh air dalam jumlah banyak di belahan selatan.

[118] Kelaikhunian Kawah tubrukan meteor, saat ini dipenuhi oleh air, menandai permukaan Bumi. Sebuah planet yang bisa mendukung kehidupan disebut dengan planet laik huni, meskipun kehidupan tersebut tidak berasal dari sana. Bumi memiliki air – lingkungan tempat molekul organik kompleks merakit diri dan berinteraksi, dan memiliki energi yang cukup untuk mempertahankan metabolisme.

[119] Jarak Bumi dari Matahari, eksentrisitas orbit, laju rotasi, kemiringan sumbu, sejarah geologi, atmosfer, dan medan magnet pelindung merupakan faktor-faktor yang bersumbangsih terhadap kondisi iklim di permukaan Bumi saat ini. [120] Biosfer Terumbu karang dan pantai. Kehidupan Bumi secara keseluruhan membentuk biosfer.

Biosfer Bumi diperkirakan mulai berevolusi sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. [84] Biosfer terbagi menjadi sejumlah bioma, yang dihuni oleh hewan dan tumbuhan sejenis. Di daratan, bioma dibagi menurut perbedaan lintang, ketinggian dari permukaan laut, dan kelembaban. Bioma kebumian membentang di Lingkar Antarktika dan Arktik, di lintang tinggi atau wilayah kering, yang umumnya memiliki tumbuhan dan hewan yang jarang; keanekaragaman spesies mencapai puncaknya di dataran rendah di lintang khatulistiwa.

[121] Evolusi kehidupan Model komputer beberapa DNA. Peristiwa kimia yang sangat energik diperkirakan telah menciptakan sebuah molekul yang mampu mereplika dirinya sendiri sekitar 4 miliar tahun yang lalu. Setengah miliar tahun kemudian, nenek moyang pertama dari semua kehidupan muncul. [122] Proses fotosintesis menyebabkan energi surya bisa dinikmati secara langsung oleh bentuk kehidupan; oksigen yang dihasilkan melalui fotosintesis terkumpul di atmosfer dan membentuk lapisan ozon (bentuk oksigen molekul [O 3]) di atmosfer bagian atas.

[84] Penggabungan sel-sel kecil di dalam sel yang lebih besar menyebabkan perkembangan sel-sel kompleks yang disebut dengan eukariota. [123] Organisme multisel terbentuk sebagai sel di dalam koloni khusus. Dengan diserapnya radiasi ultraungu berbahaya oleh lapisan ozon, kehidupan berkembang di permukaan Bumi. [124] Bukti awal kehidupan di Bumi adalah grafit berusia 3,7 miliar tahun yang ditemukan di batuan metasedimen di Greenland Barat [125] dan fosil lapisan mikrob berusia 3,48 miliar tahun yang ditemukan di batu pasir di Australia Barat.

[126] [127] Sejak 1960-an, muncul hipotesis yang menitikberatkan peristiwa glasial yang terjadi antara 750 hingga 580 juta tahun yang lalu pada era Neoproterozoikum, ketika sebagian besar permukaan Bumi ditutupi oleh lapisan es. Hipotesis ini disebut dengan " Bumi Bola Salju", dan diperhitungkan karena terjadi sebelum ledakan Kambrium, saat bentuk kehidupan multisel mulai berkembang biak.

[128] Setelah ledakan Kambrium sekitar 535 juta tahun yang lalu, terjadi lima peristiwa kepunahan massal besar. [129] Peristiwa terakhir terjadi 66 juta tahun yang lalu, saat hantaman asteroid mengakibatkan kepunahan dinosaurus dan reptil besar lainnya, tetapi beberapa hewan kecil seperti mamalia pengerat berhasil selamat.

Selama 66 juta tahun terakhir, kehidupan mamalia telah mengalami diversifikasi, dan beberapa juta tahun sebelumnya, primata seperti kera Afrika Orrorin tugenensis mulai memiliki kemampuan untuk berdiri tegak.

[130] Hal ini mendorong berkembangnya komunikasi dan memberikan nutrisi dan stimulan yang dibutuhkan bagi otak, yang memicu terjadinya evolusi umat manusia. Berkembangnya pertanian, dan diikuti oleh peradaban, memungkinkan manusia untuk menguasai Bumi dalam waktu singkat karena tidak adanya bentuk kehidupan lain yang mendominasi Bumi. [131] Hal ini turut memengaruhi sifat dan kuantitas bentuk kehidupan lainnya. Sumber daya alam dan pemanfaatan lahan Artikel utama: Sumber daya alam dan Pemanfaatan lahan Perkiraan pemanfaatan lahan oleh manusia, 2000 [132] Pemanfaatan lahan Mha Lahan pertanian 1.510–1.611 Padang rumput 2.500–3.410 Hutan alam 3.143–3.871 Hutan ditanami 126–215 Kawasan perkotaan 66–351 Lahan produktif, tidak dimanfaatkan 356–445 Bumi menyediakan sumber daya yang digunakan oleh manusia untuk tujuan yang bermanfaat.

Beberapa di antaranya adalah sumber daya tak terbarukan, seperti bahan bakar mineral, yang sulit untuk ditambah atau diperbarui dalam waktu singkat. Sebagian besar bahan bakar fosil terkandung dalam kerak Bumi, yang terdiri dari batu bara, minyak bumi, gas alam, dan metana klarat. Sumber daya ini dimanfaatkan oleh manusia untuk memproduksi energi atau sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan-bahan kimia.

Bijih mineral juga terbentuk di dalam kerak Bumi melalui proses genesis bijih, yang disebabkan oleh aktivitas erosi dan tektonik lempeng.

[133] Mineral ini menjadi sumber konsentrasi bagi banyak logam dan unsur kimia bernilaiguna lainnya. Biosfer Bumi memproduksi banyak produk-produk biologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, termasuk makanan, kayu, obat-obatan, oksigen, dan pendaurulangan limbah-limbah organik.

Ekosistem darat bergantung pada humus dan air tawar, sedangkan ekosistem laut bergantung pada nutrisi terlarut yang diluruhkan dari darat. [134] Pada tahun 1980, 5.053 Mha lahan di permukaan Bumi terdiri dari hutan dan rimba, 6.788 Mha padang rumput dan lahan peternakan, dan sisanya 1.501 Mha dibudidayakan sebagai lahan pertanian.

[135] Jumlah lahan irigasi pada tahun 1993 diperkirakan 2.481.250 km 2. [14] Manusia juga hidup di darat dengan memanfaatkan bahan bangunan untuk membangun tempat tinggal. Bencana alam dan lingkungan Gunung berapi menyemburkan awan panas ke atmosfer. Sebagian besar wilayah di permukaan Bumi mengalami cuaca ekstrem seperti siklon tropis, badai, hurikan, atau taifun yang mengancam kehidupan di wilayah tersebut.

Dari tahun 1980 sampai 2000, bencana-bencana tersebut telah mengakibatkan kematian setidaknya 11.800 jiwa per tahun. [136] Akibat aktivitas Bumi atau tindakan manusia, banyak wilayah di permukaan Bumi yang dilanda oleh gempa bumi, tanah longsor, tsunami, letusan gunung berapi, tornado, badai salju, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan bencana alam lainnya. Akibat tindakan manusia, wilayah-wilayah tertentu di permukaan Bumi juga kerap mengalami polusi udara atau air, hujan asam dan zat beracun, musnahnya vegetasi ( deforestasi, desertifikasi), kepunahan spesies, degradasi tanah, penipisan tanah, erosi, dan pengenalan spesies invasif.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, konsensus ilmiah saat ini mengaitkan aktivitas manusia dengan pemanasan global akibat emisi karbon dioksida industri. Fenomena ini diperkirakan akan menyebabkan perubahan seperti mencairnya gletser dan lapisan es, suhu menjadi lebih ekstrem, perubahan cuaca, dan naiknya permukaan laut. [137] Persebaran manusia Bumi di malam hari pada tahun 2000, yang menggabungkan data iluminasi dari DMSP/OLS.

Terlihat lampu-lampu kota bersinar di berbagai benua. Kartografi, atau ilmu dan praktik pembuatan peta, serta cabang geografi terapan lainnya, secara historis telah menjadi disiplin ilmu yang bertujuan untuk menggambarkan Bumi. Survei (penentuan lokasi dan jarak) dan navigasi (penentuan posisi dan arah) berkembang sejalan dengan kartografi dan geografi, yang mampu menyediakan dan mengukur kesesuaian informasi yang diperlukan mengenai Bumi.

Penduduk Bumi telah mencapai angka 7 miliar pada tanggal 31 Oktober 2011. [139] Populasi manusia global diperkirakan akan mencapai 9,2 miliar pada tahun 2050. [140] Pertumbuhan penduduk ini diperkirakan terjadi di negara berkembang.

Kepadatan penduduk sangat beragam di seluruh dunia, dengan sebagian besar penduduk dunia berada di Asia. Pada tahun baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…., 60% penduduk dunia diperkirakan baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. di kawasan perkotaan, bukannya di perdesaan.

[141] Dari keseluruhan permukaan Bumi, hanya seperdelapan yang bisa dihuni oleh manusia, sedangkan tiga perempatnya diselimuti oleh lautan, dan selebihnya merupakan wilayah gurun (14%), [142] pegunungan tinggi (27%), [143] dan relief lainnya yang tidak laik huni. Permukiman permanen paling utara di Bumi adalah Alert di Nunavut, Kanada (82°28′LU). [144] Sedangkan permukiman yang terletak paling selatan adalah Stasiun Kutub Selatan Amundsen-Scott di Antarktika (90°LS). Negara berdaulat merdeka menguasai seluruh permukaan darat Bumi, kecuali beberapa wilayah di Antarktika dan wilayah tanpa klaim Bir Tawil di perbatasan Mesir dan Sudan.

Hingga tahun 2013, terdapat 206 negara berdaulat, termasuk 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, terdapat 59 wilayah dependensi, dan sejumlah wilayah otonom, wilayah yang dipersengketakan, dan entitas lainnya. [14] Sepanjang sejarahnya, Bumi tidak pernah memiliki pemerintahan berdaulat yang memiliki kewenangan atas seluruh dunia, meskipun beberapa negara berupaya untuk mendominasi dunia dan gagal.

[145] Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah sebuah organisasi antarpemerintah di seluruh dunia yang bertujuan untuk menjadi penengah dalam persengketaan antarnegara, sehingga terhindar dari konflik bersenjata. [146] PBB terutama sekali berfungsi sebagai forum bagi diplomasi internasional dan hukum internasional.

Ketika konsensus keanggotaan memperbolehkan, maka akan disepakati mekanisme untuk melakukan intervensi militer. [147] Foto pertama Bumi yang dipotret oleh astronaut dari Apollo 8.

Manusia pertama yang mengorbit Bumi adalah Yuri Gagarin pada tanggal 12 April 1961. [148] Secara keseluruhan, hingga 30 Juli 2010, sekitar 487 orang telah mengunjungi luar angkasa dan mencapai orbit Bumi, dan dua belas di antaranya telah menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

[149] [150] [151] Keberadaan manusia di luar angkasa hanya terdapat di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Awak stasiun, saat ini berjumlah enam orang, akan diganti setiap enam bulan sekali. [152] Perjalanan terjauh yang dilakukan oleh manusia dari Bumi adalah sejauh 400.171 km, yang ditempuh dalam misi Apollo 13 pada tahun 1970.

[153] Sudut pandang sejarah dan budaya Simbol astronomi standar Bumi berbentuk palang yang dikelilingi oleh sebuah lingkaran.

[154] Tidak seperti planet lainnya di Tata Surya, sebelum abad ke-16, manusia tidak menganggap Bumi sebagai objek tempat di permukaan bumi yang mengelilingi Matahari pada orbitnya. [155] Bumi sering kali diumpamakan sebagai dewa atau dewi. Dalam banyak budaya, dewi semesta juga dilambangkan sebagai dewa kesuburan. Mitos penciptaan dalam sudut pandang berbagai agama menjelaskan bahwa Bumi diciptakan oleh Tuhan atau dewa.

Sejumlah agama, terutama kaum fundamental Protestan [156] atau Islam, [157] menyatakan bahwa kisah penciptaan Bumi dan asal usul kehidupan dalam kitab suci adalah kebenaran hakiki dan harus dipertimbangkan untuk menggantikan teori ilmiah. [158] Pernyataan tersebut ditentang oleh kalangan ilmiah [159] [160] dan oleh kelompok keagamaan lainnya.

[161] [162] [163] Perdebatan yang cukup menonjol adalah kontroversi penciptaan evolusi. Pada masa lalu, terdapat anggapan yang meyakini bahwa Bumi itu datar, [164] namun anggapan ini digantikan oleh Bumi bulat, konsep yang diperkenalkan oleh Pythagoras (abad ke-6 SM).

[165] Kebudayaan manusia telah mengembangkan berbagai pandangan mengenai Bumi, termasuk perumpamaan sebagai dewa planet, bentuknya yang datar, posisinya sebagai pusat alam semesta, dan Prinsip Gaia pada zaman modern, yang menyatakan bahwa Bumi adalah organisme tunggal yang mampu mengatur dirinya sendiri.

Kronologi Pembentukan Lukisan mengenai kelahiran Tata Surya. Material paling awal yang ditemukan di Tata Surya berusia 4,5672 ±0,0006 Ga. [166] Dengan demikian, Bumi diperkirakan terbentuk akibat akresi yang terjadi pada masa itu. Sekitar 4,54 ±0,04 miliar tahun yang lalu, [23] Bumi primordial diperkirakan telah terbentuk.

Pembentukan dan evolusi Tata Surya terjadi baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. dengan Matahari. Secara teori, nebula surya memisahkan volume awan molekul akibat keruntuhan gravitasi, yang mulai berputar dan berpencar di cakram sirkumstelar, dan kemudian planet-planet terbentuk bersamaan dengan bintang.

Nebula mengandung gas, serat es, dan debu (termasuk nuklida primordial). Menurut teori nebula, planetesimal mulai terbentuk sebagai partikulat akibat penggumpalan kohesif dan gravitasi. Proses pembentukan Bumi primordial terus berlanjut selama 10– 20 Ma kemudian. [167] Bulan terbentuk tak lama sesudah pembentukan Bumi, sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu.

[168] Pembentukan Bulan masih diperdebatkan oleh para ilmuwan. Hipotesis yang disepakati menjelaskan bahwa Bulan terbentuk akibat akresi materi yang terlepas dari Bumi setelah objek seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi. [169] Meskipun demikian, hipotesis ini dianggap tidak konsisten.

Menurut hipotesis ini, massa Theia adalah 10% dari massa Bumi, [170] yang bertubrukan dengan Bumi dalam tabrakan sekilas, [171] dan sebagian massa Theia menyatu dengan Bumi. Sekitar 3,8 dan 4,1 miliar tahun yang lalu, hantaman sejumlah besar asteroid menyebabkan perubahan besar pada lingkungan permukaan Bulan yang berlubang-lubang dan lebih besar dari permukaan Bumi. Sejarah geologi Animasi pemisahan Pangaea. Lautan dan atmosfer Bumi terbentuk akibat aktivitas vulkanis dan pelepasan gas, termasuk uap air.

Lautan terbentuk karena proses kondensasi yang dipadukan dengan penambahan es dan air yang dibawa oleh asteroid, protoplanet, dan komet. [172] Menurut hipotesis saat ini, " gas rumah kaca" atmosferik menjaga agar lautan tidak membeku saat Matahari hanya memiliki tingkat luminositas sebesar 70%.

[173] 3,5 miliar tahun yang lalu, medan magnet Bumi terbentuk, yang melindungi atmosfer dari serangan angin surya. [174] Kerak terbentuk saat lapisan luar Bumi yang cair berubah bentuk menjadi padat akibat pendinginan setelah uap air mulai terkumpul di atmosfer. Hipotesis lainnya [175] menjelaskan bahwa massa daratan telah stabil seperti saat ini, [176] atau mengalami pertumbuhan yang cepat [177] pada awal sejarah Bumi, [178] yang diikuti oleh penstabilan wilayah benua dalam jangka panjang.

[179] [180] [181] Benua terbentuk akibat tektonik lempeng, proses yang secara berkelanjutan menyebabkan berkurangnya panas pada interior Bumi. Dalam skala waktu yang berlangsung selama ratusan juta tahun, superbenua telah terbentuk dan terbelah sebanyak tiga kali.

Sekitar 750 juta tahun yang lalu, salah satu superbenua paling awal yang diketahui, Rodinia, mulai terpisah. Benua yang terpisah kemudian membentuk Pannotia (600-540 juta tahun yang lalu) dan Pangaea, yang juga terpecah pada 180 juta tahun yang lalu. [182] Periode zaman es dimulai sekitar 40 juta tahun yang lalu, dan kemudian meluas pada masa Pleistosen sekitar 3 juta tahun yang lalu. Wilayah yang terletak pada lintang tinggi telah mengalami siklus glasiasi dan pencairan es berkali-kali, yang berulang setiap 40-100.000 tahun.

Glasiasi benua terakhir terjadi 10.000 tahun yang lalu [183] Masa depan Artikel utama: Masa depan Bumi Perkiraan mengenai berapa lama lagi Bumi sanggup menopang kehidupan berkisar dari 500 juta tahun hingga 2,3 miliar tahun dari sekarang. [184] [185] [186] Masa depan Bumi berkaitan erat dengan Matahari. Akibat penumpukan helium di inti Matahari, luminositas total Matahari akan meningkat secara perlahan.

Luminositas Matahari akan meningkat sebesar 10% dalam waktu 1,1 miliar tahun ke depan dan 40% dalam waktu 3,5 miliar tahun. [187] Peningkatan radiasi yang mencapai Bumi cenderung memiliki dampak yang mengerikan, termasuk menghilangnya lautan di planet ini. [188] Meningkatnya suhu di permukaan Bumi akan mempercepat siklus CO 2 anorganik, mengurangi konsentrasi yang akan menyebabkan kematian tanaman di Bumi (10 ppm untuk fotosintesis C4), yang diperkirakan terjadi pada 500-900 juta tahun ke depan.

[184] Kurangnya vegetasi akan menyebabkan ketiadaan oksigen di atmosfer, sehingga hewan akan punah dalam beberapa juta tahun lagi. [189] Miliaran tahun kemudian, semua air di permukaan Bumi akan habis [185] dan suhu global akan mencapai 70 °C ( 158 °F). [189] Bumi diperkirakan efektif untuk dihuni dalam waktu 500 juta tahun dari sekarang, [184] namun jangka huni ini mungkin bisa diperpanjang hingga 2,3 miliar tahun jika nitrogen di atmosfer habis. [186] Bahkan jika Matahari tetap ada dan stabil, 27% air di samudra akan turun ke mantel Bumi dalam waktu satu miliar tahun lagi akibat berkurangnya ventilasi uap di punggung tengah samudra.

[190] Siklus hidup Matahari Matahari akan berevolusi menjadi raksasa merah sekitar 5 miliar tahun lagi. Radius Matahari diperkirakan akan lebih luas 250 kali dari radius sekarang, atau sekitar 1 SA (150 juta km). [187] [191] Sedangkan nasib Bumi masih belum jelas.

Sebagai raksasa merah, Matahari akan kehilangan massa sekitar 30%. Akibatnya, tidak ada efek pasang surut, dan orbit Bumi akan berpindah 1,7 SA (250 juta km) dari Matahari saat bintang raksasa tersebut mencapai radius maksimum. Bumi diperkirakan akan melindungi dirinya dengan cara memperluas atmosfer luarnya. Meskipun demikian, kehidupan di Bumi tetap akan punah akibat meningkatnya tingkat luminositas Matahari (dengan tingkat luminositas 5.000 kali lebih besar dari sekarang).

[187] Penelitian pada tahun 2008 menunjukkan bahwa orbit Bumi akan rusak karena efek pasang surut dan daya tarik Matahari, sehingga Bumi akan memasuki atmosfer Matahari dan menguap akibat panas. [191] Setelah peristiwa ini terjadi, inti Matahari akan luruh menjadi katai putih dan lapisan luarnya dimuntahkan ke angkasa menjadi nebula planet.

Materi Bumi di dalam Matahari akan dilepaskan ke angkasa antarbintang, yang di kemudian hari mungkin akan membentuk planet generasi baru dan benda langit lainnya. Bulan Bulan purnama dilihat dari belahan bumi utara. Bulan adalah satelit mirip planet besar dengan sifat kebumian, yang berdiameter sekitar seperempat dari diameter Bumi dan merupakan satelit alami terbesar dalam Tata Surya menurut ukuran relatif planet, meskipun Charon lebih besar untuk ukuran planet katai Pluto.

Satelit alami yang mengorbit planet lainnya juga dinamakan "bulan", sesuai dengan nama satelit Bumi. Daya tarik gravitasi antara Bumi dengan Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut di Bumi, sedangkan Bulan mengalami penguncian pasang surut akibat fenomena yang sama; periode rotasinya sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit Tempat di permukaan bumi.

Oleh sebab itu, Bulan selalu memperlihatkan sisi yang sama ke Bumi. Karena Bulan mengorbit Bumi, sisi Bulan yang menghadap Bumi disinari oleh Matahari, yang menyebabkan terjadinya fase bulan; sisi Bulan yang gelap tidak menerima cahaya karena terhalang oleh terminator surya.

Karena interaksi pasang surut antara Bulan dan Bumi, Bulan surut dari Bumi dengan jarak sekitar 38 mm per tahun. Selama jutaan tahun terakhir, fenomena ini telah menyebabkan perubahan besar pada lama hari di Bumi. [192] Pada era Devonian (sekitar 410 juta tahun yang lalu), satu hari berlangsung selama 21,8 jam. Selain itu, lama hari di Bumi juga meningkat kurang lebih 23 µs per tahun. [193] Bulan diperkirakan telah memengaruhi perkembangan kehidupan dengan cara memoderasi iklim di Bumi.

Bukti paleontologi dan baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. komputer menunjukkan bahwa kemiringan sumbu Bumi distabilkan oleh interaksi pasang surut dengan Bulan. [194] Beberapa pakar meyakini bahwa tanpa penstabilan torsi yang dilakukan oleh Matahari dan planet lainnya terhadap tonjolan khatulistiwa Bumi, sumbu rotasi mungkin akan kacau dan tidak stabil selama jutaan tahun, seperti yang terjadi pada Mars.

[195] Jika dilihat dari Bumi, ukuran Bulan tampaknya tidak lebih besar dari ukuran Matahari. Diameter sudut (atau sudut padat) kedua objek ini sama karena perbedaan jarak antara Matahari dan Bulan dari Bumi; meskipun diameter Matahari 400 kali lebih besar dari diameter Bulan, jarak antara keduanya juga 400 kali lebih jauh.

[110] Hal ini menyebabkan terjadinya gerhana matahari total dan cincin di Bumi. Teori mengenai asal usul Bulan yang paling diterima secara luas, yakni teori tubrukan besar, menjelaskan bahwa Bulan terbentuk akibat pelepasan materi yang terjadi setelah tubrukan antara protoplanet seukuran Mars bernama Theia dengan Bumi. Hipotesis ini antara lain menjelaskan bahwa komposisi Bulan hampir identik dengan kerak Bumi karena terdapatnya kandungan besi dan volatil dalam jumlah kecil di Bulan.

[196] Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah salah satu satelit buatan yang mengorbit Bumi. Bumi setidaknya memiliki lima asteroid orbital, termasuk 3753 Cruithne dan 2002 AA 29. [197] [198] Sebuah asteroid troya pendamping bernama 2010 TK 7 menyeimbangkan diri di segitiga Lagrange, L4, pada orbit Bumi mengelilingi Matahari. [199] [200] Hingga tahun 2011, terdapat 931 satelit operasional buatan manusia yang mengorbit Bumi. [201] Selain itu, terdapat banyak satelit bekas pakai tidak berfungsi dan lebih dari 300.000 kepingan sampah angkasa.

Satelit buatan terbesar Bumi adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional. [200] • ^ Oleh Persatuan Astronomi Internasional, istilah terra hanya digunakan untuk menamai benda langit dengan baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. luas selain Bumi. Cf. Blue, Jennifer (2007-07-05).

"Descriptor Terms (Feature Types)". Gazetteer of Planetary Nomenclature. USGS. Diakses tanggal 2007-07-05. • ^ Semua penjumlahan astronomi bervariasi, baik sekuler dan periodik.

Jumlah yang dinyatakan adalah J2000.0 menurut perhitungan sekuler, yang mengabaikan semua perhitungan periodik. • ^ a b aphelion = a × (1 + e); perihelion = a × (1 – e), dengan a adalah sumbu semimayor dan e adalah eksentrisitas.

Perbedaan antara perihelion dan aphelion Bumi adalah 5 kilometer (akurat untuk lima angka signifikan). • ^ Referensi mencantumkan bujur node menaik adalah −11.26064°, yang setara dengan 348.73936°, dengan catatan setiap sudut sama, ditambah 360°.

• ^ Referensi mencantumkan bujur perihelion, penjumlahan dari bujur node menaik dan argumen perihelion, yang besarnya 114.20783° + (−11.26064°) = 102.94719°. • ^ Karena fluktuasi alami, ambiguitas di sekitar lapisan es dan konvensi pemetaan untuk datum vertikal yang menghitung nilai pasti jumkah cakupan lautan dan daratan tidak berarti. Berdasarkan data dari Peta Vektor dan Global Landcover Diarsipkan 2015-03-26 di Wayback Machine., nilai ekstrem cakupan danau dan sungai adalah 0,6% dan 1,0% dari permukaan Bumi.

Ladang es Antarktika dan Greenland dihitung sebagai daratan, meskipun sebagian besar batuan yang menopang kedua wilayah tersebut terletak di bawah permukaan laut. • ^ Hari matahari lebih pendek dari hari sideris karena pergerakan orbit Bumi mengelilingi Matahari menyebabkan bertambahnya satu putaran planet pada sumbunya.

• ^ Bervariasi antara 5 dan 200 km. • ^ Bervariasi antara 5 dan 70 km. • ^ Termasuk Lempeng Somalia, yang saat ini sedang dalam proses pembentukan dari Lempeng Afrika. Lihat: Chorowicz, Jean (October 2005). "The East African rift system". Journal of African Earth Sciences. 43 (1–3): 379–410. Bibcode: 2005JAfES.43.379C. doi: 10.1016/j.jafrearsci.2005.07.019. • ^ Ini adalah pengukuran yang dilakukan oleh kapal Kaikō pada bulan Maret 1995 dan diyakini merupakan pengukuran paling akurat hingga saat ini.

Lihat Challenger Deep untuk penjelasan yang lebih rinci. • ^ Luas total permukaan Bumi adalah 5,1 ×10 8 km 2. To first approximation, the average depth would be the ratio of the two, or 2.7 km. • ^ Aoki, sumber utama dari angka-angka ini, menggunakan istilah "detik dari UT1", bukannya "detik dari waktu matahari rata-rata". – Seidelmann, S.; Kinoshita, H.; Guinot, B.; Kaplan, G.

H.; McCarthy, D. D.; Seidelmann, P. K. (1982). "The new definition of universal time". Astronomy and Astrophysics. 105 (2): 359–361. Bibcode: 1982A&A.105.359A. • ^ Untuk Bumi, radius Bukit adalah R H = a ( m 3 M ) 1 3 {\displaystyle R_{H}=a\left({\frac {m}{3M}}\right)^{\frac {1}{3}}}dengan m adalah massa Bumi, a adalah Satuan Astronomi (AU), dan M massa Matahari. Jadi, radiusnya dalam AU adalah ( 1 3 ⋅ 332946 ) 1 3 = 0.01 {\displaystyle \left({\frac {1}{3\cdot 332,946}}\right)^{\frac {1}{3}}=0.01}.

• ^ Aphelion adalah 103,4% dari jarak ke perihelion. Karena hukum kuadrat terbalik, radiasi di perihelion adalah sekitar 106,9% energi di aphelion. Referensi • ^ a b Standish, Tempat di permukaan bumi. Myles; Williams, James C. "Orbital Ephemerides of the Sun, Moon, and Planets" (PDF). International Astronomical Union Commission 4: (Ephemerides). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-10-14.

Diakses tanggal 2010-04-03. See table 8.10.2. Calculation based upon 1 AU = 149,597,870,700(3) m. • ^ a b c d Staff (2007-08-07). "Useful Constants". International Earth Rotation and Reference Systems Service. Diakses tanggal 2008-09-23. • ^ a b c d e f g h i j k l Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama earth_fact_sheet • ^ Allen, Clabon Walter; Cox, Arthur N.

(2000). Allen's Astrophysical Quantities. Springer. hlm. 294. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2011-03-13. • ^ US Space Command (March 1, 2001).

"Reentry Assessment – US Space Command Fact Sheet". SpaceRef Interactive. Diakses tanggal 2011-05-07. • ^ Various (2000). David R. Lide, ed. Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-81st). CRC. ISBN 0-8493-0481-4. • ^ "Selected Astronomical Constants, 2011". The Astronomical Almanac.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-26. Diakses tanggal 2011-02-25. • ^ a b World Geodetic System ( WGS-84). Available online Diarsipkan 2020-03-11 di Wayback Machine.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

from National Geospatial-Intelligence Agency. • ^ Cazenave, Anny (1995). "Geoid, Topography and Distribution of Landforms". Dalam Ahrens, Thomas J. Global earth physics a handbook of physical constants (PDF). Washington, DC: American Geophysical Union. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2006-10-16. Diakses tanggal 2008-08-03. • ^ IERS Working Groups (2003). "General Definitions and Numerical Standards". Dalam McCarthy, Dennis D.; Petit, Gérard.

IERS Technical Note No. 32. U.S. Naval Observatory and Bureau International des Poids et Mesures. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-02-01. Diakses tanggal 2008-08-03. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • ^ Humerfelt, Sigurd (October 26, 2010). "How WGS 84 defines Earth". Diakses tanggal 2011-04-29. • ^ Keliling Bumi (hampir) tepat 40.000 km karena meter dikalibrasi berdasarkan ketepatannnya pada pengukuran ini – lebih khusus, 1/10 kesejuta dari jarak antara kutub dan khatulistiwa.

• ^ a b Pidwirny, Michael (2006-02-02). "Surface area of our planet covered by oceans and continents.(Table 8o-1)". University of British Columbia, Okanagan. Diakses tanggal 2007-11-26. • ^ a b c d Staff (2008-07-24). "World". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-01-05. Diakses tanggal 2008-08-05. • ^ "Solar System Exploration: Earth: Facts & Figures".

NASA.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

13 Dec 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 2012-01-22. • ^ Yoder, Charles F. (1995). T. J. Ahrens, ed. Global Earth Physics: A Handbook of Physical Constants. Washington: American Geophysical Union. hlm. 12. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-21.

Diakses tanggal 2007-03-17. • ^ Allen, Clabon Walter; Cox, Arthur N. (2000). Allen's Astrophysical Quantities. Springer. hlm. 296. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2010-08-17. • ^ Arthur N. Cox, ed. (2000). Allen's Astrophysical Quantities (edisi ke-4th). New York: AIP Press. hlm.

244. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2010-08-17. • ^ "World: Lowest Temperature". WMO Weather and Climate Extremes Archive. Arizona State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-16. Diakses tanggal 2010-08-07. • ^ Kinver, Mark (December 10, 2009). "Global average temperature may hit record level in 2010". BBC Online. Diakses tanggal 2010-04-22. • ^ "World: Highest Temperature". WMO Weather and Climate Extremes Archive. Arizona State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-04.

Diakses tanggal 2010-08-07. • ^ National Oceanic & Atmospheric Administration (NOAA) – Earth System Research Laboratory (ESRL), Trends in Carbon Dioxide.

• ^ a b Lihat: • Dalrymple, G.B. (1991). The Age of the Earth. California: Stanford University Press. ISBN 0-8047-1569-6. • Newman, William L. (2007-07-09). "Age of the Earth". Publications Services, USGS. Diakses tanggal 2007-09-20. • Dalrymple, G. Brent (2001). "The age of the Earth in the twentieth century: a problem (mostly) solved". Geological Society, London, Special Publications.

190 (1): 205–221. Bibcode: 2001GSLSP.190.205D. doi: 10.1144/GSL.SP.2001.190.01.14. Diakses tanggal 2007-09-20. • Stassen, Chris (2005-09-10). "The Age of the Earth". TalkOrigins Archive.

Diakses tanggal 2008-12-30. • ^ Harrison, Roy M.; Hester, Ronald E. (2002). Causes and Environmental Implications of Increased UV-B Radiation. Royal Society of Chemistry. ISBN 0-85404-265-2. • ^ "NOAA – Ocean". Noaa.gov.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-24. Diakses tanggal 2013-05-03. • ^ Yoder, Charles F. (1995). T. J. Ahrens, ed. Global Earth Physics: A Handbook of Physical Constants. Washington: American Geophysical Union. hlm. 8. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-21. Diakses tanggal 2007-03-17. • ^ May, Robert M.

(1988). "How many species are there on earth?". Science. 241 (4872): 1441–1449. Bibcode: 1988Sci.241.1441M. doi: 10.1126/science.241.4872.1441. PMID 17790039. • ^ United States Census Bureau (2 November 2011). "World POP Clock Projection". United States Census Bureau International Database. Diakses tanggal 2011-11-02. • ^ Barnhart, Robert K. (1995). Originally. from a Semitic (Arabic/Hebrew) root: أرض- aarth-or, ארץ aerets (Hebrew) is the word for land, country and Earth.

As per later Germanic roots, the Barnhart Concise Dictionary of Etymology, pages 228–229. HarperCollins. ISBN 0-06-270084-7 • ^ Simek, Rudolf (2007) translated by Angela Hall. Dictionary of Northern Mythology, page 179. D.S. Brewer ISBN tempat di permukaan bumi • ^ Lihat definisi kata "bumi" di KBBI. • ^ Stern, David P. (2001-11-25). "Planetary Magnetism". NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-14. Diakses tanggal 2007-04-01. • ^ Tackley, Paul J. (2000-06-16). "Mantle Convection and Plate Tectonics: Toward an Integrated Physical and Chemical Theory".

Science. 288 (5473): 2002–2007. Bibcode: 2000Sci.288.2002T. doi: 10.1126/science.288.5473.2002. PMID 10856206. • ^ Milbert, D. G.; Smith, D. A. "Converting GPS Height into NAVD88 Elevation with the GEOID96 Geoid Height Model". National Geodetic Survey, NOAA. Diakses tanggal 2007-03-07.

• ^ a b Sandwell, D. T.; Smith, W. H. F. (2006-07-07). "Exploring the Ocean Basins with Satellite Altimeter Data". NOAA/NGDC. Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ The 'Highest' Spot on Earth? NPR.org Consultado el 25-07-2010 • ^ Mohr, P. J.; Taylor, B. N. (October 2000). "Unit of length (meter)". NIST Reference on Constants, Units, and Uncertainty.

NIST Physics Laboratory. Diakses tanggal 2007-04-23. • ^ Staff (November 2001). "WPA Tournament Table & Equipment Specifications". World Pool-Billiards Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-02-02. Diakses tanggal 2007-03-10. • ^ Senne, Joseph H. (2000). "Did Edmund Hillary Climb the Wrong Mountain". Professional Surveyor. 20 (5): 16–21. • ^ Sharp, David (2005-03-05). "Chimborazo and the old kilogram".

The Lancet. 365 (9462): 831–832. doi: 10.1016/S0140-6736(05)71021-7. PMID 15752514. • ^ "Tall Tales about Highest Peaks". Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 2008-12-29. • ^ Brown, Geoff C.; Mussett, Alan E. (1981). The Inaccessible Earth (edisi ke-2nd). Taylor & Francis. hlm. 166. ISBN 0-04-550028-2. Note: After Ronov and Yaroshevsky (1969). • ^ Morgan, J. W.; Anders, E. (1980). "Chemical composition of Earth, Venus, and Mercury". Proceedings of the National Academy of Sciences.

77 (12): 6973–6977. Bibcode: 1980PNAS.77.6973M. doi: 10.1073/pnas.77.12.6973. PMC 350422. PMID 16592930. • ^ Satu atau lebih kalimat sebelum ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Petrology". Encyclopædia Britannica (edisi ke-11). Cambridge University Press. • ^ Tanimoto, Toshiro (1995). Thomas J. Ahrens, ed.

Crustal Structure of the Earth (PDF). Washington, DC: American Geophysical Union. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2006-10-16. Diakses tanggal 2007-02-03. • ^ Kerr, Richard A. (2005-09-26). "Earth's Inner Core Is Running a Tad Faster Than the Rest of the Planet". Science. 309 (5739): 1313. doi: 10.1126/science.309.5739.1313a. PMID 16123276. • ^ Jordan, T.

H. (1979). "Structural geology of the Earth's interior". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.

76 (9): 4192–4200. Bibcode: 1979PNAS.76.4192J. doi: 10.1073/pnas.76.9.4192. PMC 411539. PMID 16592703. • ^ Robertson, Eugene C. (2001-07-26). "The Interior of the Earth". USGS. Diakses tanggal 2007-03-24.

• ^ a b Turcotte, D. L.; Schubert, G. (2002). "4". Geodynamics (edisi ke-2). Cambridge, England, UK: Cambridge University Press. hlm. 136–137. ISBN 978-0-521-66624-4. • ^ Sanders, Robert (2003-12-10). "Radioactive potassium may be major heat source in Earth's core". UC Berkeley News. Diakses tanggal 2007-02-28. • ^ "When the Earth mantle finds its core".

www.esrf.eu. • ^ Alfè, D.; Gillan, M. J.; Vocadlo, L.; Brodholt, J.; Price, G. D. (2002). "The ab initio simulation of the Earth's core" (PDF). Philosophical Transactions of the Royal Society. 360 (1795): 1227–1244. Bibcode: 2002RSPTA.360.1227A. doi: 10.1098/rsta.2002.0992. Diakses tanggal 2007-02-28. • ^ Vlaar, N (1994). "Cooling of the Earth in the Archaean: Consequences of pressure-release melting in a hotter mantle" (PDF). Earth and Planetary Science Letters.

121 (1–2): 1. Bibcode: 1994E&PSL.121.1V. doi: 10.1016/0012-821X(94)90028-0. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-03-19. Diakses tanggal 2014-04-24. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Turcotte, D. L.; Schubert, G. (2002). "4". Geodynamics (edisi ke-2). Cambridge, England, UK: Cambridge University Press. hlm. 137. ISBN 978-0-521-66624-4. • ^ Pollack, Henry N.; Hurter, Suzanne J.; Johnson, Jeffrey R.

(August 1993). "Heat flow from the Earth's interior: Analysis of the global data set". Reviews of Geophysics. 31 (3): 267–280. Bibcode: 1993RvGeo.31.267P. doi: 10.1029/93RG01249. • ^ Richards, M. A.; Duncan, R. A.; Courtillot, V. E. (1989). "Flood Basalts and Hot-Spot Tracks: Plume Heads and Tails". Science. 246 (4926): 103–107. Bibcode: 1989Sci.246.103R. doi: 10.1126/science.246.4926.103. PMID 17837768. • ^ Sclater, John G (1981). "Oceans and Continents: Similarities and Differences in the Mechanisms of Heat Loss".

Journal of Geophysical Research. 86 (B12): 11535. Bibcode: 1981JGR.8611535S. doi: 10.1029/JB086iB12p11535. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Brown, W.

K.; Wohletz, K. H. (2005). "SFT and the Earth's Tectonic Plates". Los Alamos National Laboratory. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-17. Diakses tanggal 2007-03-02. • ^ Kious, W. J.; Tilling, R. I. (1999-05-05). "Understanding plate motions". USGS. Diakses tanggal 2007-03-02. • ^ Seligman, Courtney (2008). "The Structure of the Terrestrial Planets". Online Astronomy eText Table of Contents. cseligman.com. Diakses tanggal 2008-02-28. • ^ Duennebier, Fred (1999-08-12). "Pacific Plate Motion".

University of Hawaii. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Mueller, R. D.; et al. (2007-03-07). "Age of the Ocean Floor Poster". NOAA. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Bowring, Samuel A.; Williams, Ian S. (1999). baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

(4.00–4.03 Ga) orthogneisses from northwestern Canada". Contributions to Mineralogy and Petrology. 134 (1): 3. Bibcode: 1999CoMP.134.3B. doi: 10.1007/s004100050465. • ^ Meschede, Martin; Barckhausen, Udo (2000-11-20).

"Plate Tectonic Evolution of the Cocos-Nazca Spreading Center". Proceedings of the Ocean Drilling Program. Texas A&M University. Diakses tanggal 2007-04-02. • ^ Staff. "GPS Time Series". NASA JPL. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-22. Diakses tanggal 2007-04-02. • ^ "CIA – The World Factbook". Cia.gov. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-01-05. Diakses tanggal 2012-11-02.

• ^ Kring, David A. "Terrestrial Impact Cratering and Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. Environmental Tempat di permukaan bumi. Lunar and Planetary Laboratory. Diakses tanggal 2007-03-22. • ^ Staff. "Layers of the Earth". Volcano World. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-19. Diakses tanggal 2007-03-11. • ^ Jessey, David. "Weathering and Sedimentary Rocks".

Cal Poly Pomona. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-03. Diakses tanggal 2007-03-20. • ^ de Pater, Imke; Lissauer, Jack J.

(2010). Planetary Sciences (edisi ke-2nd). Cambridge University Press. hlm. 154. ISBN 0-521-85371-0. • ^ Wenk, Hans-Rudolf; Bulakh, Andreĭ Glebovich (2004). Minerals: their constitution and origin. Cambridge University Press. hlm. 359. ISBN 0-521-52958-1. • ^ FAO Staff (1995). FAO Production Yearbook 1994 (edisi ke-Volume 48). Rome, Italy: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

ISBN 92-5-003844-5. • ^ Sverdrup, H. U.; Fleming, Richard H. (1942-01-01). The oceans, their physics, chemistry, and general biology. Scripps Institution of Oceanography Archives.

ISBN 0-13-630350-1. Diakses tanggal 2008-06-13. • ^ Number of countries • ^ "7,000 m Class Remotely Operated Vehicle KAIKO 7000". Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC). Diakses tanggal 2008-06-07. • ^ Charette, Matthew A.; Smith, Walter H. F. (June 2010). "The Volume of Earth's Ocean" (PDF). Oceanography.

23 (2): baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. doi: 10.5670/oceanog.2010.51. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-11-02.

Diakses tanggal 2013-06-06. • ^ Shiklomanov, Igor A. (1999). "World Water Resources and their use Beginning of the 21st century Prepared in the Framework of IHP UNESCO". State Hydrological Institute, St. Petersburg. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-03. Diakses tanggal 2006-08-10.

• ^ Kennish, Michael J. (2001). Practical handbook of marine science. Marine science series (edisi ke-3rd).

CRC Press. hlm. 35. ISBN 0-8493-2391-6. • ^ Mullen, Leslie (2002-06-11). "Salt of the Early Earth". NASA Astrobiology Magazine. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Morris, Ron M. "Oceanic Processes". NASA Astrobiology Magazine.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-15. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Scott, Michon (2006-04-24). "Earth's Big heat Bucket". NASA Earth Observatory. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Sample, Sharron (2005-06-21). "Sea Surface Temperature". NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-08. Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ Geerts, B.; Linacre, E. (November 1997). "The height of the tropopause". Resources in Atmospheric Sciences. University of Wyoming. Diakses tanggal 2006-08-10.

• ^ a b c Zimmer, Carl (3 October 2013). "Earth's Oxygen: A Mystery Easy to Take for Granted". New York Times. Diakses tanggal 3 October 2013. • ^ a b Staff (2003-10-08). "Earth's Atmosphere". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Pidwirny, Michael (2006). "Fundamentals of Physical Geography (2nd Edition)". PhysicalGeography.net. Diakses tanggal 2007-03-19.

• ^ a b Moran, Joseph M. (2005). "Weather". World Book Online Reference Center. NASA/World Book, Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2005-08-24. Diakses tanggal 2007-03-17. • ^ a b Berger, Wolfgang H. (2002). "The Earth's Climate System". University of California, San Diego. Diakses tanggal 2007-03-24. • ^ Rahmstorf, Stefan (2003).

"The Thermohaline Ocean Circulation". Potsdam Institute for Climate Impact Research. Diakses tanggal 2007-04-21.

• ^ Various (1997-07-21). "The Hydrologic Cycle". University of Illinois. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-27. Diakses tanggal 2007-03-24. • ^ Sadava, David E.; Heller, H. Craig; Orians, Gordon H. (2006). Life, the Science of Biology (edisi ke-8th). MacMillan. hlm. 1114. ISBN 0-7167-7671-5. • ^ Staff. "Climate Zones". UK Department for Environment, Food and Rural Affairs. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-08-08. Diakses tanggal 2007-03-24. • ^ Staff (2004). "Stratosphere and Weather; Discovery of the Stratosphere".

Science Week. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ de Córdoba, S. Sanz Fernández (2004-06-21). "Presentation of the Karman separation line, used as the boundary separating Aeronautics and Astronautics".

Fédération Aéronautique Internationale. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-09. Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ Liu, S. C.; Donahue, T. M. (1974). "The Aeronomy of Hydrogen in the Atmosphere of the Earth".

Journal of Atmospheric Sciences. 31 (4): 1118–1136. Bibcode: 1974JAtS.31.1118L. doi: 10.1175/1520-0469(1974)031<1118:TAOHIT>2.0.CO;2. • ^ Catling, David C.; Zahnle, Kevin J.; McKay, Christopher P. (2001). "Biogenic Methane, Hydrogen Escape, and the Irreversible Oxidation of Early Earth". Science. 293 (5531): 839–843. Bibcode: 2001Sci.293.839C. doi: 10.1126/science.1061976. PMID 11486082.

• ^ Abedon, Stephen T. (1997-03-31). "History of Earth". Ohio State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-03-10. Diakses tanggal 2007-03-19. • ^ Hunten, D. M.; Donahue, T. M (1976). "Hydrogen loss from the terrestrial planets".

Annual review of earth and planetary sciences. 4 (1): 265–292. Bibcode: 1976AREPS.4.265H. doi: 10.1146/annurev.ea.04.050176.001405. • ^ Lang, Kenneth R.

(2003). The Cambridge guide to the solar system. Cambridge University Press. hlm. 92. ISBN 0-521-81306-9. • ^ Fitzpatrick, Richard (2006-02-16). "MHD dynamo theory". NASA WMAP. Diakses tanggal 2007-02-27. • ^ Campbell, Wallace Hall (2003). Introduction to Geomagnetic Fields. New York: Cambridge University Press. hlm. 57. ISBN 0-521-82206-8. • ^ Stern, David P. (2005-07-08). "Exploration of the Earth's Magnetosphere". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ McCarthy, Dennis D.; Hackman, Christine; Nelson, Robert A.

(November 2008). "The Physical Basis of the Leap Second". The Astronomical Journal. 136 (5): 1906–1908. Bibcode: 2008AJ.136.1906M. doi: 10.1088/0004-6256/136/5/1906. • ^ "Leap seconds". Time Service Department, USNO. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-27. Diakses tanggal 2008-09-23. • ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-03-14. Diakses tanggal 2014-02-26.

• ^ Seidelmann, P. Kenneth (1992). Explanatory Supplement to the Astronomical Almanac. Mill Valley, CA: University Science Books. hlm. 48. ISBN 0-935702-68-7. • ^ Staff. "IERS Excess of the duration of the day to 86400s . since 1623". International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS).

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-03. Diakses tanggal 2008-09-23. —Graph at end. • ^ Staff. "IERS Variations in the duration of the day 1962–2005". International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-13. Diakses tanggal 2008-09-23. • ^ Zeilik, M.; Gregory, S. A. (1998). Introductory Astronomy & Astrophysics (edisi ke-4th).

Saunders College Publishing. hlm. 56. ISBN 0-03-006228-4.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

• ^ a b Williams, David R. (2006-02-10). "Planetary Fact Sheets". NASA. Diakses tanggal 2008-09-28. —See the apparent baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. on the Sun and Moon pages. • ^ Williams, David R. (16 Maret 2017). "Earth Fact Sheet". NASA/Goddard Space Flight Center. Diakses tanggal 26 Juli 2018. • ^ Williams, David R.

(2004-09-01). "Moon Fact Sheet". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Vázquez, M.; Rodríguez, P. Montañés; Palle, E. (2006). "The Earth as an Object of Astrophysical Interest in the Search for Extrasolar Planets" (PDF).

Instituto de Astrofísica de Canarias. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Astrophysicist team (2005-12-01). "Earth's location in the Milky Way". NASA. Diakses tanggal 2008-06-11. • ^ Bromberg, Irv (2008-05-01). "The Lengths of the Seasons (on Earth)". University of Toronto. Diakses tanggal 2008-11-08. • ^ Lin, Haosheng (2006). "Animation of precession of moon orbit". Survey of Astronomy AST110-6. University of Hawaii at Manoa.

Diakses tanggal 2010-09-10. • ^ Fisher, Rick (1996-02-05). "Earth Rotation and Equatorial Coordinates". National Radio Astronomy Observatory. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-22. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Williams, Jack (2005-12-20). "Earth's tilt creates seasons".

USAToday. Diakses tanggal 2007-03-17. • ^ Staff (September 2003). "Astrobiology Roadmap". NASA, Lockheed Martin. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-17. Diakses tanggal 2007-03-10. • ^ Dole, Stephen H. (1970). Habitable Planets for Man (edisi ke-2nd). American Elsevier Publishing Co.

ISBN 0-444-00092-5. Diakses tanggal 2007-03-11. • ^ Hillebrand, Helmut (2004). "On the Generality of the Latitudinal Gradient". American Naturalist. 163 (2): 192–211. doi: 10.1086/381004. PMID 14970922. • ^ Doolittle, W. Ford; Worm, Boris (February 2000).

"Uprooting the tree of life" (PDF). Scientific American. 282 (6): 90–95. doi: 10.1038/scientificamerican0200-90.

PMID 10710791. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-01-31. Diakses tanggal 2014-04-24. • ^ Berkner, L. V.; Marshall, L. C. (1965). "On the Origin and Rise of Oxygen Concentration in the Earth's Atmosphere". Tempat di permukaan bumi of Atmospheric Sciences. 22 (3): 225–261. Bibcode: 1965JAtS.22.225B. doi: 10.1175/1520-0469(1965)022<0225:OTOARO>2.0.CO;2. • ^ Burton, Kathleen (2002-11-29).

"Astrobiologists Find Evidence of Early Life on Land". NASA. Diakses tanggal 2007-03-05. • ^ Yoko Ohtomo, Takeshi Kakegawa, Akizumi Ishida, Toshiro Nagase, Minik T. Rosing (8 December 2013). "Evidence for biogenic graphite in early Archaean Isua metasedimentary rocks".

Nature Geoscience. doi: 10.1038/ngeo2025. Diakses tanggal 9 Dec 2013. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penulis ( link) • ^ Borenstein, Seth (13 November 2013). "Oldest fossil found: Meet your microbial mom". AP News. Diakses tanggal 15 November 2013. • ^ Noffke, Nora; Christian, Daniel; Wacey, David; Hazen, Robert M.

(8 November 2013). "Microbially Induced Sedimentary Structures Recording an Ancient Ecosystem in the ca. 3.48 Billion-Year-Old Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. Formation, Pilbara, Western Australia". Astrobiology (jurnal).

doi: 10.1089/ast.2013.1030. Diakses tanggal 15 November 2013. • ^ Kirschvink, J. L. (1992). Schopf, J.W.; Klein, C. and Des Maris, D, ed. Late Proterozoic low-latitude global glaciation: the Snowball Earth. The Proterozoic Biosphere: A Multidisciplinary Study. Cambridge University Press. hlm. 51–52. ISBN 0-521-36615-1.

Pemeliharaan CS1: Menggunakan tempat di permukaan bumi penyunting ( link) • ^ Raup, D. M.; Sepkoski Jr, J. J. (1982). "Mass Extinctions in the Marine Fossil Record".

Science. 215 (4539): 1501–1503. Bibcode: 1982Sci.215.1501R. doi: 10.1126/science.215.4539.1501. PMID 17788674. • ^ Gould, Stephan J. (October 1994). "The Evolution of Life on Earth". Scientific American. 271 (4): 84–91. doi: 10.1038/scientificamerican1094-84. PMID 7939569. Diakses tanggal 2007-03-05. • ^ Wilkinson, B. H.; McElroy, B. J. (2007). "The impact of humans on continental erosion and sedimentation".

Bulletin of the Geological Society of America. 119 (1–2): 140–156. Bibcode: 2007GSAB.119.140W. doi: 10.1130/B25899.1. Diakses tanggal 2007-04-22. • ^ Lambina, Eric F.; Meyfroidt, Patrick (March 1, 2011). "Global land use change, economic globalization, and the looming land scarcity" (PDF). Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. National Academy of Sciences. 108 (9): 3465–3472. Bibcode: 2011PNAS.108.3465L.

doi: 10.1073/pnas.1100480108. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-09-03. Diakses tanggal 2013-04-2013. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) See Table 1. • ^ Staff (2006-11-24). "Mineral Genesis: How do minerals form?". Non-vertebrate Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

Laboratory, Texas Memorial Museum. Diakses tanggal 2007-04-01. • ^ Rona, Peter A. (2003). "Resources of the Sea Floor". Science. 299 (5607): 673–674. doi: 10.1126/science.1080679. PMID 12560541. Diakses tanggal 2007-02-04.

• ^ Turner, B. L., II (1990). The Earth As Transformed by Human Action: Global And Regional Changes in the Biosphere Over the Past 300 Years. CUP Archive. hlm. 164. ISBN 0521363578. • ^ Walsh, Patrick J. (1997-05-16). Sharon L. Smith, Lora E. Fleming, ed. Oceans and human health: risks and remedies from the seas. Academic Press, 2008. hlm. 212. ISBN 0-12-372584-4. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • ^ Staff (2007-02-02). "Evidence is now 'unequivocal' that humans are causing global warming – UN report".

United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-21. Diakses tanggal 2007-03-07. • ^ World, National Geographic – Xpeditions Atlas. 2006. Washington, DC: National Geographic Society. • ^ "Various '7 billionth' babies celebrated worldwide". Diakses tanggal tempat di permukaan bumi.

• ^ Staff. "World Population Prospects: The 2006 Revision". United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-09-05. Diakses tanggal 2007-03-07. • ^ Staff (2007). "Human Population: Fundamentals of Growth: Growth". Population Reference Bureau. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-10. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Peel, M. C.; Finlayson, B. L.; McMahon, T. A. (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification".

Hydrology and Earth System Sciences Discussions. 4 (2): 439–473. doi: 10.5194/hessd-4-439-2007. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Staff. "Themes & Issues". Secretariat of the Convention on Biological Diversity. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-04-07. Diakses tanggal 2007-03-29.

• ^ Staff (2006-08-15). "Canadian Forces Station (CFS) Alert". Information Management Group. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Kennedy, Paul (1989). The Rise and Fall of the Great Powers (edisi ke-1st). Vintage. ISBN 0-679-72019-7. • ^ "U.N. Charter Index". United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-20. Diakses tanggal 2008-12-23. • ^ Staff.

"International Law". United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-31. Diakses tanggal 2007-03-27. • ^ Kuhn, Betsy (2006). The race for space: the United States and the Soviet Union compete for the new frontier. Twenty-First Century Books. hlm. 34. ISBN 0-8225-5984-6. • ^ Ellis, Lee (2004). Who's who of NASA Astronauts.

Americana Group Publishing. ISBN 0-9667961-4-4. • ^ Shayler, David; Vis, Bert (2005). Russia's Cosmonauts: Inside the Yuri Gagarin Training Center. Birkhäuser. ISBN 0-387-21894-7. • ^ Wade, Mark (2008-06-30). "Astronaut Tempat di permukaan bumi. Encyclopedia Astronautica. Diakses tanggal 2008-12-23. • ^ "Reference Guide to the International Space Station". NASA. 2007-01-16. Diakses tanggal 2008-12-23. • ^ Cramb, Auslan (2007-10-28). "Nasa's Discovery extends space station".

Telegraph. Diakses tanggal 2009-03-23. • ^ Liungman, Carl G. (2004). "Group 29: Multi-axes symmetric, both soft and straight-lined, closed signs with crossing lines". Symbols – Encyclopedia of Western Signs and Ideograms. New York: Ionfox AB. hlm. 281–282. ISBN 91-972705-0-4. • ^ Arnett, Bill (July 16, 2006). "Earth". The Nine Planets, A Multimedia Tour of the Solar System: one star, eight planets, and more.

Diakses tanggal 2010-03-09. • ^ Dutch, S. I. (2002). "Religion as belief versus religion as fact" (PDF). Journal of Geoscience Education. 50 (2): 137–144. Diakses tanggal 2008-04-28. • ^ Edis, Taner (2003). A World Designed by God: Science and Creationism in Contemporary Islam (PDF). Amherst: Prometheus. ISBN 1-59102-064-6. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-05-27. Diakses tanggal 2008-04-28.

• ^ Ross, M. R. (2005). "Who Believes What? Clearing up Confusion over Intelligent Design and Young-Earth Creationism" (PDF). Journal of Geoscience Education. 53 (3): 319. Diakses tanggal 2008-04-28. • ^ Pennock, R. T. (2003). "Creationism and intelligent design". Annual Review of Genomics Human Genetics.

4 (1): 143–63. doi: 10.1146/annurev.genom.4.070802.110400. PMID 14527300. • ^ National Academy of Sciences, Institute of Medicine (2008). Science, Evolution, and Creationism. Washington, D.C: National Academies Press. ISBN 0-309-10586-2. Diakses tanggal 2011-03-13. • ^ Colburn, A.; Henriques, Laura (2006). "Clergy views on evolution, creationism, science, and religion". Journal of Research in Science Teaching.

43 (4): 419–442. Bibcode: 2006JRScT.43.419C. doi: 10.1002/tea.20109. • ^ Frye, Roland Mushat (1983). Is God a Creationist? The Religious Case Against Creation-Science. Scribner's. ISBN 0-684-17993-8.

• ^ Gould, S. J. (1997). "Nonoverlapping magisteria" (PDF). Natural History. 106 (2): 16–22. Diakses tanggal 2008-04-28. • ^ Russell, Jeffrey B. "The Myth of the Flat Earth". American Scientific Affiliation. Diakses tanggal 2007-03-14.

; but see also Cosmas Indicopleustes. • ^ Jacobs, James Q. (1998-02-01). "Archaeogeodesy, a Key to Prehistory". Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ Bowring, S.; Housh, T. (1995). "The Earth's early evolution". Science. 269 (5230): 1535–40. Bibcode: 1995Sci.269.1535B. doi: 10.1126/science.7667634. PMID 7667634. • ^ Yin, Qingzhu; Jacobsen, S. B.; Yamashita, K.; Blichert-Toft, J.; Télouk, P.; Albarède, F. (2002). "A short timescale for terrestrial planet formation from Hf-W chronometry of meteorites".

Nature. 418 (6901): 949–952. Bibcode: 2002Natur.418.949Y. doi: 10.1038/nature00995. PMID 12198540. • ^ Kleine, Thorsten; Palme, Herbert; Mezger, Klaus; Halliday, Alex N. (2005-11-24). "Hf-W Chronometry of Lunar Metals and the Age and Early Differentiation of the Moon". Science. 310 (5754): 1671–1674.

Bibcode: 2005Sci.310.1671K. doi: 10.1126/science.1118842. PMID 16308422. • ^ Reilly, Michael (October 22, 2009). "Controversial Moon Origin Theory Rewrites History". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-01-09. Diakses tanggal 2010-01-30.

• ^ Canup, R. M.; Asphaug, E. (Fall Meeting 2001). "An impact origin of the Earth-Moon system". Abstract #U51A-02. American Geophysical Union. Bibcode: 2001AGUFM.U51A.02C. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Canup, R.; Asphaug, E. (2001). "Origin of the Moon in a giant impact near the end of the Earth's formation". Nature. 412 (6848): 708–712. Bibcode: 2001Natur.412.708C. doi: 10.1038/35089010. PMID 11507633. • ^ Morbidelli, A.; et al. (2000). "Source regions and time scales for the delivery of water to Earth".

Meteoritics & Planetary Science. 35 (6): 1309–1320. Tempat di permukaan bumi 2000M&PS.35.1309M. doi: 10.1111/j.1945-5100.2000.tb01518.x. • ^ Guinan, E. F.; Ribas, I. "Our Changing Sun: The Role of Solar Nuclear Evolution and Magnetic Activity on Earth's Atmosphere and Climate". Dalam Benjamin Montesinos, Alvaro Gimenez and Edward F.

Guinan. ASP Conference Proceedings: The Evolving Sun and its Influence on Planetary Environments. San Francisco: Astronomical Society of the Pacific. Bibcode: 2002ASPC.269.85G. ISBN 1-58381-109-5. • ^ Staff (March 4, 2010). "Oldest measurement of Earth's magnetic field reveals battle between Sun and Earth for our atmosphere".

Physorg.news. Diakses tanggal 2010-03-27. • ^ Rogers, John James William; Santosh, M. (2004). Continents and Supercontinents. Oxford University Press US. hlm. 48. ISBN 0-19-516589-6. • ^ Hurley, P. M.; Rand, J. R. (1969). "Pre-drift continental nuclei". Science. 164 (3885): 1229–1242.

Bibcode: 1969Sci.164.1229H. doi: 10.1126/science.164.3885.1229. PMID 17772560. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ De Smet, J.; Van Den Berg, A.P.; Vlaar, N.J.

(2000). "Early formation and long-term stability of continents resulting from decompression melting in a convecting mantle". Tectonophysics. 322 (1–2): 19. Bibcode: 2000Tectp.322.19D. doi: 10.1016/S0040-1951(00)00055-X. • ^ Armstrong, R. L. (1968). "A model for the evolution of strontium and lead isotopes in a dynamic earth". Reviews of Geophysics.

6 (2): 175–199. Bibcode: 1968RvGSP.6.175A. doi: 10.1029/RG006i002p00175. • ^ Harrison, T.; et al. (December 2005). "Heterogeneous Hadean hafnium: evidence of continental crust at 4.4 to 4.5 ga". Science. 310 (5756): 1947–50. Bibcode: 2005Sci.310.1947H. doi: 10.1126/science.1117926. PMID 16293721. • ^ Hong, D.; Zhang, Jisheng; Wang, Tao; Wang, Shiguang; Xie, Xilin (2004). "Continental crustal growth and the supercontinental cycle: evidence from the Central Asian Orogenic Belt". Journal of Asian Earth Sciences.

23 (5): 799. Bibcode: 2004JAESc.23.799H. doi: 10.1016/S1367-9120(03)00134-2. • ^ Armstrong, R. L. (1991). "The persistent myth of crustal growth". Australian Journal of Earth Sciences. 38 (5): 613–630. Bibcode: 1991AuJES.38.613A. doi: 10.1080/08120099108727995. • ^ Murphy, J. B.; Nance, R. D. (1965). "How do supercontinents assemble?". American Scientist. 92 (4): 324–33. doi: 10.1511/2004.4.324. Diakses tanggal 2007-03-05. • ^ Staff. "Paleoclimatology – The Study of Ancient Climates".

Page Paleontology Science Center. Diakses tanggal 2007-03-02. • ^ a b c Britt, Robert (2000-02-25). "Freeze, Fry or Dry: How Long Tempat di permukaan bumi the Earth Got?". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-06-05. Diakses tanggal 2014-02-25. • ^ a b Carrington, Damian (2000-02-21). "Date set for desert Earth". BBC News. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ a b Li, King-Fai; Pahlevan, Kaveh; Kirschvink, Joseph L.; Yung, Yuk L. (2009). "Atmospheric pressure as a natural climate regulator for a terrestrial planet with a biosphere" (PDF).

Proceedings of the National Academy of Sciences. 106 (24): 9576–9579. Bibcode: 2009PNAS.106.9576L. doi: 10.1073/pnas.0809436106. PMC 2701016. PMID 19487662. Diakses tanggal 2009-07-19.

• ^ a b c Sackmann, I.-J.; Boothroyd, A. I.; Kraemer, K. E. (1993). "Our Sun. III. Present and Future". Astrophysical Journal. 418: 457–468. Bibcode: 1993ApJ.418.457S. doi: 10.1086/173407. • ^ Kasting, J.F. (1988). "Runaway and Moist Greenhouse Atmospheres and the Evolution of Earth and Venus". Icarus. 74 (3): 472–494.

Bibcode: 1988Icar.74.472K. doi: 10.1016/0019-1035(88)90116-9. PMID 11538226. • ^ a b Ward, Peter D.; Brownlee, Donald (2002). The Life and Death of Planet Earth: How the New Science of Astrobiology Charts the Ultimate Fate of Our World. New York: Times Books, Henry Holt and Company. ISBN 0-8050-6781-7.

• ^ Bounama, Christine; Franck, S.; Von Bloh, W. (2001). "The fate of Earth's ocean" (PDF). Hydrology and Earth System Sciences. Germany: Potsdam Institute for Climate Impact Research. 5 (4): 569–575. Bibcode: 2001HESS.5.569B. doi: 10.5194/hess-5-569-2001. Diakses tanggal 2009-07-03. • ^ a b Schröder, K.-P.; Connon Smith, Robert (2008).

"Distant future of the Sun and Earth revisited". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 386 (1): 155. arXiv: 0801.4031. Bibcode: 2008MNRAS.386.155S.

doi: 10.1111/j.1365-2966.2008.13022.x. See also Palmer, Jason (2008-02-22). "Hope dims that Earth will survive Sun's death". NewScientist.com news service. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-03-17. Diakses tanggal 2008-03-24. • ^ Espenak, F.; Meeus, J. (2007-02-07). "Secular acceleration of the Moon". NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-05. Diakses tanggal 2007-04-20. • ^ Poropudas, Hannu K. J. (1991-12-16). "Using Coral as a Clock". Skeptic Tank. Diakses tanggal 2007-04-20.

• ^ Laskar, J.; et al. (2004). "A long-term numerical solution for the insolation quantities of tempat di permukaan bumi Earth". Astronomy and Astrophysics. 428 (1): 261–285. Bibcode: 2004A&A.428.261L. doi: 10.1051/0004-6361:20041335. • ^ Murray, N.; Holman, M. (2001). "The role of chaotic resonances in the solar system".

Nature. 410 (6830): 773–779. arXiv: astro-ph/0111602. doi: 10.1038/35071000. PMID 11298438. • ^ Canup, R.; Asphaug, E. (2001). "Origin of the Moon in a giant impact near the end of the Earth's formation". Nature. 412 (6848): 708–712. Bibcode: 2001Natur.412.708C. doi: 10.1038/35089010. PMID 11507633. • ^ Whitehouse, David (2002-10-21). "Earth's little brother found". BBC News.

Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Christou, Apostolos A.; Asher, David J. (March 31, 2011). "A long-lived horseshoe companion to the Earth". arΧiv: 1104.0036 [astro-ph.EP]. See table 2, p. 5. • ^ Connors, Martin; Wiegert, Paul; Veillet, Christian (July 27, 2011). "Earth's Trojan asteroid". Nature. 475 (7357): 481–483. Bibcode: 2011Natur.475.481C. doi: 10.1038/nature10233. PMID 21796207.

Diakses tanggal 2011-07-27. • ^ a b Choi, Charles Q. (July 27, 2011). "First Asteroid Companion of Earth Discovered at Last". Space.com. Diakses tanggal 2011-07-27. • ^ "UCS Satellite Database". Nuclear Weapons & Global Security. Union of Concerned Scientists. January 31, 2011. Diakses tanggal 2011-05-12. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "blueplanet" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya.

Bacaan lanjutan • Comins, Neil Tempat di permukaan bumi. (2001). Discovering the Essential Universe (edisi ke-2nd). W. H. Freeman. Bibcode: 2003deu.book.C. ISBN 0-7167-5804-0. Pranala luar Cari tahu mengenai Bumi pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku • Earth – Profile Diarsipkan 2013-05-11 di Wayback Machine. – Solar System Exploration – NASA.

• Earth – Temperature and Precipitation Extremes Diarsipkan 2012-05-25 di Archive.is – NCDC. • Earth – Climate Changes Cause Shape to Change – NASA. • Earth – Geomagnetism Program – USGS. • Earth – Astronaut Photography Gateway Diarsipkan 2009-04-30 di Wayback Machine. – NASA. • Earth – Observatory – NASA. • Earth – Audio (29:28) – Cain/Gay – Astronomy Cast (2007). • Earth – Videos – International Space Station: • Video (01:02) – Earth (Time-Lapse). • Video (00:27) – Earth and Aurora (Time-Lapse).

• Bumi • Bulan • Satelit Bumi lainnya • Mars • Fobos • Deimos • Jupiter • Ganimede • Kalisto • Io • Europa • 79 satelit • Saturnus • Titan • Rhea • Iapetus • Dione • Tethys • Enceladus • Mimas • Hyperion • Phoebe • 82 satelit • Uranus • Titania • Oberon • Umbriel • Ariel • Miranda • 27 satelit • Neptunus • Triton • Proteus • Nereid • 14 satelit • Pluto • Charon • Nix • Hydra • Kerberos • Styx • Eris • Dysnomia • Haumea • Hiʻiaka • Namaka • Makemake • S/2015 (136472) 1 Penjelajahan ( Garis besar) • Kolonisasi • Penemuan • astronomi tempat di permukaan bumi model historis • garis waktu • Misi antariksa berawak • stasiun luar angkasa • daftar • Prob antariksa • garis waktu • daftar • Merkurius • Venus • Bulan • penambangan • Mars • Ceres • Asteroid • penambangan • Komet • Jupiter • Saturnus • Uranus • Neptunus • Pluto • Antariksa dalam Objek hipotetis • Komet • Damokloid • Meteoroid • Planet minor • Nama dan arti • bulan • Planetisimal • Pelintas Merkurius • Pelintas Venus • Troya Venus • Objek dekat Bumi • Pelintas Bumi • Troya Bumi • Pelintas Mars • Troya Mars • Sabuk asteroid • Asteroid • Ceres • Pallas • Juno • Vesta • aktif • 1.000 pertama • keluarga • istimewa • Celah Kirkwood • Pelintas Jupiter • Troya Jupiter • Centaur • Pelintas Saturnus • Pelintas Uranus • Troya Uranus • Pelintas Neptunus • Troya Neptunus • Objek cis-Neptunus • Objek trans-Neptunus • Sabuk Kuiper • Cubewano • Plutino • Objek terlepaskan • Awan Hills • Awan Oort • Sednoid Pembentukan dan evolusi • Garis besar Tata Surya • Portal Tata Surya • Portal Astronomi • Portal Ilmu bumi Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta Setiap panah ( →) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".

Bumi → Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta Setiap panah ( →) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".

Terkait Kategori tersembunyi: • Templat webarchive tautan wayback • Halaman dengan kesalahan referensi • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list • Artikel Wikipedia yang memuat kutipan dari Encyclopaedia Britannica 1911 • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penulis • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting • Galat CS1: tanggal • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Articles with redirect hatnotes needing review • Artikel dengan parameter tanggal yang tidak valid pada templat • All articles containing potentially dated statements • Templat webarchive tautan archiveis • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Artikel Wikipedia dengan penanda WorldCat-VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Artikel pilihan • Semua artikel pilihan • Halaman ini terakhir diubah pada 23 April 2022, pukul 11.53.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • none
Artikel latihan soal penilaian akhir semester 2019 ini, akan melatih para siswa terbiasa menjawab dan memahami soal dengan baik dan benar. -- Sebagai seorang anak yang menyandang status sebagai pelajar, pastinya selama kamu duduk di bangku kelas, mengikuti kegiatan belajar mengajar, berdiskusi dengan teman sekolah, membaca buku-buku pelajaran, sudah cukup membuat kamu memiliki dan mendapat pengetahuan yang luas.

Kemudian kamu bisa menentukan minat kamu ada pada bidang apa. Nah khusus buat kamu yang sekarang kelas 7 dan kamu minat pada bidang IPS terpadu, latihan-latihan soalini ditujukan untuk kamu. Selama 1 semester di tahun 2019 ini, pastinya kamu sudah mendapat banyak pengetahuan baru tentang ilmu pengetahuan sosial. Mulai dari pengetahuan tentang kondisi geografis negara kita dan dunia, bagaimana sistem sosial terbentuk dan bekerja, tentang sejarah, perekonomian, dan banyak hal lainnya.

Untuk melihat sejauh mana perkembangan ilmu pengetahuan kamu yang didapat selama 1 semester, sekolah mengadakan ujian penilaian yang bernama Penilaian Akhir Semester. Hasil dari ujian ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kamu sebagai siswa, juga guru sebagai pengajar. Nah, untuk membuktikan bahwa kamu itu sudah menguasai materi yang diajarkan, yuk perbanyak latihan soal, supaya kamu lebih paham dan siap menghadapi penilaian akhir semester nanti.

Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Ruang dan Interaksi Antarruang Level Kognitif : C1 (LOTS) 1. Tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. • wilayah • tempat • habitat • ruang Jawaban: D Pembahasan: Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang muka bumi meliputi ruang darat, ruang laut dan perairan lain, serta ruang udara.

Jawaban yang tepat adalah D. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Letak dan Luas Indonesia Level Kognitif : C1 (LOTS) 2. Secara geologis, Indonesia terletak di zona pertemuan tiga lempeng besar dunia, yaitu….

• Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik • Eurasia, Pasifik, dan Amerika • India, Eurasia, dan Hindia • Pasifik, Indo-Australia, dan Antartika Jawaban: A Pembahasan: Secara geologis, Indonesia terletak di zona pertemuan lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Posisi ini menjadikan Indonesia menjadi rawan terhadap bencana gempa bumi dan gunung meletus.

Jawaban yang tepat adalah A. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Letak dan Luas Indonesia Level Kognitif : C3 (MOTS) 3.

Jika di Bogor menunjukkan waktu pukul 10.00 WIB, maka waktu di Jayapura menunjukkan waktu pukul…. • 12.00 WIT • 11.00 WIT • 09.00 WIT • 08.00 WIT Jawaban: A Pembahasan: Kota Bogor terletak di wilayah waktu Indonesia bagian barat. Sementara itu, Kota Jayapura terletak di wilayah waktu Indonesia bagian timur.

Oleh sebab itu, waktu di Jayapura lebih cepat dua jam dibandingkan waktu di Bogor. Jika, waktu di Bogor menunjukkan waktu pukul 10.00 WIB, maka waktu di Jayapura menunjukkan waktu tempat di permukaan bumi 12.00 WIT.

Jawaban yang tepat adalah A. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Letak dan Luas Indonesia Level Kognitif : C2 (MOTS) 4. Contoh objek yang bisa digambarkan dengan warna hijau pada peta adalah….

• jalan raya • danau • permukiman • hutan Jawaban: D Pembahasan: Simbol warna digunakan untuk mewakili kenampakan objek yang berbeda-beda di muka bumi. Simbol warna hijau digunakan untuk mewakili objek vegetasi di sebuah wilayah, seperti hutan.

Selain itu, warna hijau juga digunakan untuk menggambarkan wilayah dataran rendah. Jawaban yang tepat adalah D. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Kondisi Alam Indonesia Level Kognitif : C1 (LOTS) 5.

Berikut ini sungai yang terdapat di Pulau Sumatra adalah…. • Sungai Serayu • Sungai Mamberamo • Batang Hari • Sungai Barito Jawaban: C Pembahasan: Indonesia memiliki banyak aliran sungai yang mengaliri wilayahnya. Sungai-sungai ini memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan karakteristiknya.

Salah satunya adalah Batang Hari, yang merupakan sungai terpanjang di Provinsi Jambi, Sumatra. Sungai ini dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, aktivitas pertambangan pasir, pariwisata air, dan juga sarana transportasi. Jawaban yang tepat adalah C. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Level Kognitif : C3 (MOTS) 6. Perhatikan gambar berikut ini: Daerah yang ditunjukkan oleh huruf X merupakan daerah penghasil…. • emas • minyak bumi • timah • tembaga Jawaban: C Pembahasan: Daerah yang ditunjukkan oleh baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

X adalah Kepulauan Bangka Belitung. Daerah ini merupakan penghasil timah terbesar di Indonesia. Jawaban yang tepat adalah C. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Dinamika Kependudukan Indonesia Level Kognitif : C1 (LOTS) 7.

Suku yang berasal dari Provinsi Sumatra Barat adalah…. • Batak • Minahasa • Anak Dalam • Minangkabau Jawaban: D Pembahasan: Salah satu suku yang berasal dari Provinsi Sumatra Barat adalah suku Minangkabau atau Minang. Suku ini merupakan suku yang menganut dari sistem matrilineal atau mengambil garis keturunan ibu.

Budaya suku Minangkabau banyak dipengaruhi oleh ajaran agama Islam. Jawaban yang tepat adalah D. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Dinamika Kependudukan Indonesia Level Kognitif : C5 (HOTS) 8. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia.

Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduknya yang tinggi. Upaya yang bisa dilakukan untuk menekan angka pertumbuhan penduduk Indonesia adalah…. • menggiatkan kampanye banyak anak banyak rezeki • menghilangkan undang-undang yang mengatur batas usia menikah • mendorong pernikahan usia muda • meningkatkan program keluarga berencana Jawaban: D Pembahasan: Jumlah penduduk di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah penduduk ini dapat menimbulkan dampak buruk jika tidak diatasi dengan baik.

Oleh sebab itu, Indonesia perlu menekan angka laju pertumbuhan penduduk. Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan program keluarga berencana dan mengatur batas usia menikah di Indonesia. Jawaban yang tepat adalah D. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Perubahan Akibat Interaksi Antarruang Level Kognitif : C4 (HOTS) 9.

Puncak, Bogor merupakan salah satu daerah tujuan wisata penduduk perkotaan, terutama Jakarta dan Depok. Hal ini menjadikan terjadinya peningkatan pembangunan villa-villa dan penginapan di Puncak. Namun, pembangunan ini menjadikan potensi banjir di Jakarta semakin meningkat.

Faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah…. • intensitas curah hujan yang sangat tinggi • berkurangnya daerah resapan air • meningkatnya sampah di perkotaan • penyempitan badan aliran sungai Jawaban: B Pembahasan: Interaksi antarruang antara daerah Puncak dan Jakarta menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan hutan menjadi villa-villa atau penginapan.

Seperti yang kita ketahui, salah satu fungsi hutan adalah sebagai daerah resapan air hujan. Dengan adanya alih fungsi lahan hutan di Puncak, maka daerah resapan air hujan akan berkurang dan menyebabkan terjadinya banjir di Jakarta. Jawaban yang tepat adalah B. Topik : Keruangan dan Interaksi Antarruang di Indonesia Subtopik : Perubahan Akibat Interaksi Antarruang Level Kognitif : C2 (MOTS) 10.

Perubahan pekerjaan dari yang tadinya tempat di permukaan bumi pada sumber daya alam seperti petani menjadi pekerjaan yang berorientasi pada kegiatan tempat di permukaan bumi dan jasa, merupakan dampak dari interaksi antarruang dalam bidang….

• sosial dan budaya • komposisi penduduk • penggunaan lahan • orientasi mata pencaharian Jawaban: D Pembahasan: Interaksi spasial umumnya terjadi karena adanya kepentingan ekonomi. Daerah yang menjadi tujuan pergerakan penduduk akan ditempati oleh penduduk dengan pekerjaan yang beragam. Jenis pekerjaan juga dapat berkembang karena adanya kebutuhan akan barang dan jasa yang semakin beragam.

Orientasi pekerjaan dapat berubah dari yang tadinya berorientasi pada sumber daya alam, khususnya petani, menjadi pekerjaan lainnya. Jawaban yang tepat adalah D. Topik: Interaksi Sosial Subtopik: Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Level Kognitif: C1 (LOTS) 11. Berikut ini yang termasuk tindakan dari kontak sosial primer adalah ….

• Ibu sedang melihat-lihat baju di toko online melalui smartphone • Fathur menulis sebuah artikel untuk sebuah majalah • Rizal berdiskusi dengan ayahnya tentang hasil pemilihan presiden • Arimbi menulis surat untuk sahabat penanya di luar negeri Jawaban: C Pembahasan: Rizal yang berdikusi dengan ayahnya merupakan kontak primer karena syarat dari interaksi adalah lebih dari dua orang, memiliki kesamaan tujuan, dan adanya kontak dan komunikasi.

Kemudian, pada kontak sosial primer haruslah dilakukan secara langsung oleh pelakunya. Jadi, jawaban yang tepat adalah C. Topik: Pengaruh Interaksi terhadap Pembentukan Lembaga Sosial Subtopik: Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial Level Kognitif: C4 (HOTS) 12. Polda Metro Jaya kembali menggelar Operasi Patuh Jaya di wilayah DKI Jakarta.

Sasaran operasi lalu lintas ini yaitu pengemudi yang melawan arus, pengemudi di bawah umur, pengguna rotator atau sirine bukan peruntukannya, menggunakan hp saat berkendara, sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara yang gunakan narkoba atau mabuk dan pengendara yang berkendara melebihi batas kecepatan. Tujuan lembaga kepolisian melakukan hal tersebut adalah ….

• menjalankan perintah atasan • menjaga kewibawaan sebagai polisi • membatasi kegiatan berkendara masyarakat • menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Jawaban: D Pembahasan: Lembaga politik dan hukum merupakan suatu lembaga yang mengatur pelaksanaan dan wewenang yang menyangkut kepentingan masyarakat agar tercapai suatu keteraturan dan tata tertib kehidupan bermasyarakat.

Lembaga kepolisian merupakan salah satu contoh lembaga politik dan hukum yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Topik: Interaksi Sosial Subtopik: Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial Level Kognitif: C4 (HOTS) 13. Perhatikan gambar berikut!

Sumber: https://1.bp.blogspot.com/-vQJkArYaK6U/V-plVkBR4WI/AAAAAAAAAFs/FIg3TcZZAS4Hfh0Hm33-2XU2DYs2BxN9ACLcB/s640/Memberi1.jpg Faktor pendorong interaksi yang terbentuk sesuai dengan gambar di atas adalah …. • identifikasi • imitasi • sugesti • empati Jawaban: D Pembahasan: Memberian bantuan bersedekah kepada orang yang membutuhkan dikategorikan sebagai empati.

Hal tersebut dikarenakan empati merupakan wujud tindakan dan menciptakan keinginan untuk menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan. Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Topik: Pengaruh Interaksi terhadap Pembentukan Lembaga Sosial Subtopik: Nilai dan Norma dalam Kehidupan Sosial Level Kognitif: C4 (HOTS) 14.

Lani pergi ke acara pesta ulang tahun salah satu teman sekolahnya. Sayangnya, ia melupakan tentang aturan kostum acara tersebut. Saat tiba di lokasi pesta, ternyata tema kostum acara tersebut adalah hitam, sementara ia memakai gaun pesta berwarna kuning. Teman-teman Lani pun mengejek Lani karena telah salah kostum.

Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa perilaku yang terjadi tempat di permukaan bumi norma …. • mores • usage • customs • folkways Jawaban: B Pembahasan: Ilustrasi pada soal menunjukkan Lani yang diejek akibat salah kostum di acara ulang tahun salah satu teman sekolahnya. Dalam hal ini, perilaku Lani merupakan pelanggaran terhadap norma usage atau cara dalam hal aturan mengenakan kostum. Sanksinya tidak terlalu berat, biasanya hanya berupa ejekan atau dicemooh oleh orang di sekitarnya karena telah melanggar norma tersebut.

Jadi, jawaban yang tepat adalah Tempat di permukaan bumi. Topik: Interaksi Sosial Subtopik: Bentuk Interaksi Asosiatif Level Kognitif: C4 (HOTS) 15. Perhatikan gambar berikut! + = Masjid yang biasa disebut Masjid Al Manar (Mesjid Menara) dengan nama resmi “Masjid Al Aqsa Manarat Qudus”ini berada di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Ada keunikan dari masjid ini karena memiliki menara yang serupa bangunan candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Buddhis sehingga menunjukkan terjadinya proses perpaduan dalam pengislaman Jawa. Hal ini juga menjadi simbol toleransi yang menjadi warisan dari dakwah Islam Sunan Kudus.

Penjelasan di atas menunjukkan adanya interaksi yang bersifat asosiatif, yaitu …. • akulturasi • asimilasi • kerjasama • konflik Jawaban: A Pembahasan: Interaksi yang bersifat asosiatif terdiri dari tiga bentuk, yaitu kerjasama, asimilasi, dan akulturasi. Perpaduan dua kebudayaan yang berbeda dengan tidak menghilangkan ciri kebudayaan lama merupakan Akulturasi. Sedangkan asimilasi merupakan percampuran dua kebudayaan yang menghilangkan budaya lama dan menghasilkan budaya yang benar-benar baru.

Kerjasama merupakan usaha bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Topik: Pengaruh Interaksi terhadap Pembentukan Lembaga Sosial Subtopik: Interaksi Sosial dan Kehidupan Tempat di permukaan bumi Level Kognitif: C2 (MOTS) 16.

Perhatikan gambar berikut! Sumber: http://infopublik.id/assets/upload/headline//20180607034926.jpeg Kegiatan pada gambar tersebut menunjukkan adanya sebuah interaksi di bidang …. • sosial • ekonomi • pendidikan • kebudayaan Jawaban: B Pembahasan: Kegiatan yang ditunjukkan dalam gambar transaksi jual beli antara penjual dan pembeli di pasar tradisional. Seorang pelanggan memilih-milih sayuran yang akan dibeli dan penjual menawarkan produk yang terbaik untuk pembelinya.

Hal ini menunjukkan interaksi di bidang ekonomi. Di pasar, penjual dan pembeli saling berinteraksi melalui kegiatan jual beli agar kebutuhan hidupnya terpenuhi. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Topik: Interaksi Sosial Subtopik: Bentuk Interaksi Disosiatif Level Kognitif: C2 (MOTS) 17.

Pertentangan antarkelompok suporter bola merupakan fenomena sosial yang termasuk interaksi disosiatif, yaitu …. • ajudikasi • kerjasama • konflik • konsiliasi Jawaban: C Pembahasan: Interaksi disosiatif terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu kompetisi, kontravensi, dan konflik.

Pertentangan antarkelompok suporter bola merupakan salah satu contoh dari interaksi disosiatif yang bernama konflik/pertentangan, karena ada usaha untuk menyingkirkan pihak lawan agar tujuannya bisa tercapai.

Jadi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. yang tepat adalah C. Topik: Pengaruh Interaksi terhadap Pembentukan Lembaga Sosial Subtopik: Nilai dan Norma dalam Kehidupan Sosial Level Kognitif: C4 (HOTS) 18. Adanya norma yang dianut sebagai bentuk aturan dan tata cara berperilaku menjadikan manusia dalam berkegiatan sehari-hari tidak dapat bertindak semaunya atau sebebas mungkin.

Berdasarkan penjelasan tersebut, tujuan dari norma yang dianut adalah …. • sebagai pedoman agar tercipta masyarakat yang teratur dan tentram • sebagai aturan keras dalam meningkatkan kedisiplinan • mewujudkan sesuatu yang ajeg dan hanya aturan dalam bentuk tertulis • tindakan yang mengatur kehidupan individu dan kelompok Jawaban: C Pembahasan: Norma memiliki tujuan sebagai pedoman, arahan, dasar, dan tata tertib bagi anggota masyarakat agar tercipta masyarakat yang teratur.

Norma juga berfungsi untuk mengatur tingkah laku masyarakat serta membedakan mana yang salah dan benar. Norma yang berlaku di masyarakat dapat berbentuk tertulis maupun tidak tertulis. Jadi, jawaban yang tepat adalah C. Subtopik: Bentuk Interaksi Akomodatif Level Kognitif: C1 (LOTS) 19. Perhatikan gambar berikut! Istilah yang biasa digunakan dalam menggambarkan ilustrasi pada gambar tersebut adalah …. • konsiliasi • mediasi • arbitrasi • ajudikasi Jawaban: D Pembahasan: Gambar pada soal menunjukkan suasana pengadilan.

Gambar tersebut mengilustrasikan suasana pengadilan yang menggunakan alas meja berwarna hijau. Salah satu cara bentuk akomodasi melalui pengadilan atau meja hijau disebut dengan ajudikasi. Jadi, jawaban yang tepat adalah D. Topik: Pengaruh Interaksi terhadap Pembentukan Lembaga Sosial Subtopik: Interaksi Sosial dan Kehidupan Masyarakat Level Kognitif: C4 (HOTS) 20. Interaksi yang terjadi di sekolah yang dilakukan oleh para siswa dan guru memiliki pola komunikasi dalam proses interaksi, berikut ini contoh pola komunikasi satu arah yang terjadi di lingkungan sekolah adalah ….

• ketua ekstrakurikuler teater sekolah mengajak berdiskusi dengan seluruh anggota agar mengetahui kendala-kendala yang terjadi • Bela dan Rara berdiskusi bersama di perpustakaan sekolah • Pak Adit yang sedang memberikan kisi-kisi ujian dan para siswa mendengarkan • kegiatan pasca ujian tengah semester di sekolah diisi dengan lomba futsal dan memasak antarkelas Jawaban: C Pembahasan: Dalam komunikasi satu arah ini, Pak Adit sebagai guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa tempat di permukaan bumi penerima aksi, yaitu dengan mendengarkan.

Guru hanya aktif memberikan pesan tetapi para siswa pasif tanpa membalas pesan, sehingga komunikasi seperti ini jelas kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar. Contoh jenis kegiatan pembelajaran ini adalah dengan metode ceramah. Jadi, jawaban yang tepat adalah C. Dari semua soal yang sudah kamu lihat dan jawab, apa kamu merasa familiar? Kalau iya, berarti kamu sudah cukup memahami materi yang diajarkan oleh guru di dalam kelas.

Atau kamu justru asing dengan soal-soal tadi? Wah, kalau begitu, berarti kamu masih harus banyak belajarlagi nih. Supaya kamu tempat di permukaan bumi memahami materi pelajaran dengan lebih mudah, kamu bisa belajar dengan melihat seberapa -berfungsinya teori pada kehidupan sehari-hari. Materi-materi pelajaran kontekstual seperti itu, bisa kamu dapatkan di ruangbelajar.

Dengan video belajar yang dikemas dengan sangat menarik, juga latihan-latihan soal yang beragam, kamu akan dapat menguasai bahkan memahami materi yang diajarkan. Jadi, jangan lupa belajar ya, di mana saja, dan kapan saja. • Аԥсшәа • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Gaelg • Hausa • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Мокшень • Олык марий • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Papiamentu • Picard • Polski • پنجابی • Português • Runa Simi • Romani čhib • Română • Armãneashti • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • ತುಳು • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Laut berpengaruh bagi pembangunan dan perdagangan manusia seperti di Singapura, kota pelabuhan tersibuk di dunia.

Laut adalah sebuah perairan asin besar yang dikelilingi secara menyeluruh atau sebagian oleh daratan. [1] [2] [a] Dalam arti yang lebih luas, " laut" adalah sistem perairan samudra berair asin yang saling terhubung di Bumi yang dianggap sebagai satu samudra global atau sebagai beberapa samudra utama.

Laut mempengaruhi iklim Bumi dan memiliki peran penting dalam siklus air, siklus karbon, dan siklus nitrogen. Meskipun laut telah dijelajahi dan diarungi sejak zaman prasejarah, kajian ilmiah modern terhadap laut yaitu oseanografi baru dimulai pada masa ekspedisi HMS Challenger dari Britania Raya pada tahun 1870-an. [3] Laut pada umumnya dibagi menjadi lima samudra besar yang meliputi empat samudra yang diakui Organisasi Hidrografi Internasional [4] ( Samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, dan Arktik) dan Samudra Selatan.

[5] Akibat pergeseran benua, saat ini Belahan Bumi Utara memiliki rasio antara luas daratan dan laut yang lebih seimbang (sekitar 2:3) daripada Belahan Bumi Selatan yang nyaris keseluruhan merupakan samudra (1:4,7). [6] Kadar salinitas di samudra lepas secara umum bernilai sekitar 3,5%, tetapi variasi dapat ditemukan di perairan yang lebih dikelilingi daratan, di dekat muara sungai besar, atau di kedalaman besar.

Sekitar 85% dari zat yang terlarut di lautan lepas adalah natrium klorida. Perbedaan salinitas dan suhu di antara wilayah-wilayah laut menimbulkan arus termohalin. Pengaruh ombak, yang dihasilkan oleh angin dan oleh pasang surut laut, menimbulkan arus permukaan. Arah aliran arus diatur oleh daratan di permukaan dan bawah laut serta oleh efek Coriolis akibat rotasi Bumi.

Perubahan ketinggian permukaan laut pada masa lalu meninggalkan landas benua, yaitu wilayah dangkal di laut yang dekat dengan darat. Wilayah yang kaya akan nutrien ini dihuni oleh kehidupan yang menjadi sumber makanan bagi manusia seperti ikan, mamalia, krustasea, moluska, dan rumput laut, baik yang ditangkap dari alam liar baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

yang dikembangkan dalam tambak. Keanekaragaman hayati laut yang paling beragam berada di wilayah terumbu karang tropis. Dahulu, perburuan paus di laut lepas umum dilakukan, tetapi jumlah paus yang kian menurun memicu upaya konservasi dari berbagai negara yang menghasilkan sebuah moratorium terhadap perburuan paus komersial.

Kehidupan di laut juga dapat ditemukan di kedalaman yang jauh dari jangkauan sinar matahari. Ekosistem di laut dalam didukung oleh keterdapatan nutrien dari celah-celah hidrotermal.

Kehidupan di Bumi kemungkinan bermula dari sana dan mikrob air umumnya dianggap sebagai pemicu peristiwa peningkatan oksigen zaman dahulu di atmosfer Bumi. Baik tumbuhan maupun hewan mula-mula berevolusi di laut. Laut juga merupakan unsur penting bagi aktivitas perdagangan, transportasi, dan industri manusia serta sebagai sumber tenaga pembangkit listrik.

Hal-hal tersebut membuat laut diperhitungkan dalam strategi peperangan. Di sisi lain, laut juga dapat menjadi sumber ancaman bencana seperti tsunami dan siklon tropis.

Pengaruh-pengaruh tersebut menjadikan laut sebagai aspek penting dalam kebudayaan manusia. Mulai dari berbagai dewa-dewa laut yang dapat ditemukan di berbagai kebudayaan, puisi epos karya penulis Yunani Kuno yaitu Homeros, atau penguburan manusia di laut hingga perubahan yang ditimbulkan oleh Pertukaran Kolumbus, seni kelautan hiperealis, dan musik yang terinspirasi dari laut seperti " Laut dan Kapal Sinbad" karya Nikolai Rimsky-Korsakov. Laut juga menjadi tempat kegiatan-kegiatan waktu luang manusia seperti berenang, menyelam, selancar, dan berlayar.

Akan tetapi, pertumbuhan penduduk, industrialisasi, dan pertanian intensif kini menimbulkan polusi laut. Karbon dioksida di atmosfer yang makin meningkat jumlahnya menurunkan nilai pH laut melalui proses pengasaman samudra. Pemancingan berlebihan juga menjadi masalah bagi laut yang merupakan kepemilikan bersama.

Daftar isi • 1 Definisi • 2 Ilmu fisik • 2.1 Air laut • 2.2 Arus • 2.3 Pasang laut • 2.4 Ombak • 2.5 Tsunami • 2.6 Pesisir • 2.7 Cekungan • 2.8 Permukaan laut • 2.9 Siklus air • 2.10 Siklus karbon • 2.11 Peningkatan keasaman • 3 Kehidupan laut • 3.1 Habitat • 3.2 Alga dan tumbuhan • 3.3 Hewan dan kehidupan lain • 4 Manusia dan laut • 4.1 Sejarah navigasi dan penjelajahan • 4.2 Sejarah oseanografi dan penjelajahan laut dalam • 4.3 Perjalanan • 4.4 Rekreasi • 4.5 Perdagangan • 4.6 Perikanan • 4.7 Hukum • 4.8 Perang • 4.9 Perompakan • 4.10 Pembangkit listrik • 4.11 Industri ekstraktif • 4.12 Polusi • 4.13 Suku laut asli • 4.14 Dalam budaya • 5 Catatan • 6 Referensi • 7 Pranala luar Definisi [ sunting - sunting sumber ] Sistem saling terhubung dari samudra-samudra dunia dan berbagai pembagian mereka.

Dalam artian yang lebih luas, "laut" adalah sistem saling terhubung dari samudra-samudra di Bumi, termasuk Samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, Selatan, dan Arktik. [7] Namun, istilah "laut" juga sering kali memiliki cakupan yang lebih sempit, seperti Laut Utara atau Laut Jawa. Berdasarkan definisi ini, tidak ada perbedaan khusus antara laut dan samudra selain ukuran laut yang lebih kecil dan biasanya dibatasi oleh wilayah daratan luas.

[8] Laut Sargasso, yang batasnya ditentukan dari empat arah arus Pusaran Atlantik Utara, dikecualikan dari definisi ini. [9] :90 Laut umumnya lebih besar ketimbang danau dan berisi air asin. Meskipun definisi ukuran dan pembatasan oleh wilayah daratan merupakan definisi yang umum dipakai, tidak ada definisi teknis yang resmi untuk istilah laut yang dipakai oleh oseanografer. [b] Dalam hukum internasional, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) menyatakan bahwa semua samudra adalah laut ( bahasa Inggris: the sea).

[12] [c] Ilmu fisik [ sunting - sunting sumber ] Foto " Kelereng Biru" dalam orientasi aslinya, menampilkan wilayah pertemuan antara Samudra Hindia dan Samudra Atlantik di Tanjung Harapan. Bumi adalah satu-satunya planet yang diketahui memiliki lautan air cair di permukaannya, [9] :22 meskipun planet lain seperti Mars juga diketahui memiliki tudung es dan baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

serupa di luar tata surya dapat memiliki samudra. [14] Masih tidak jelas dari mana air di Bumi berasal, tetapi dilihat dari ruang angkasa, planet Bumi tampak seperti sebuah " kelereng biru" dari berbagai bentukannya—samudra, lapisan es, dan awan. [15] Laut di Bumi memiliki volume sebesar 1.335.000.000 kilometer kubik yang mencakup sekitar 96,5% dari seluruh air di Bumi yang diketahui [16] [17] [d] dan meliputi lebih dari 70% permukaan Bumi.

[9] :7 Sementara itu, 1,74% air di Bumi dapat ditemukan dalam bentuk beku di es laut Samudra Arktik, lapisan es Antarktika dan laut-laut di sekitarnya, serta berbagai gletser dan endapan es di permukaan di seluruh dunia. Air sisanya (sekitar 1,72%) tersedia sebagai air tanah atau di tahapan-tahapan siklus air, yang terdiri dari air tawar di danau, sungai, dan pada air hujan dan uap air di udara dan awan.

[16] Sastrawan Inggris, Arthur C. Clarke, menyebut bahwa "Bumi" (bahasa Inggris: earth) lebih pantas disebut sebagai "Samudra". [9] :7 Hidrologi merupakan kajian ilmiah terhadap air dan siklus air di Bumi. Hidrodinamika mengkaji fisika pada air yang bergerak. Ilmu yang mempelajari laut secara khusus adalah oseanografi yang mengkaji kondisi air laut, gelombang, pasang surut, arus, pesisir, dasar laut, dan mengkaji kehidupan laut.

[21] Cabang ilmu yang mengkaji gaya yang terjadi di laut beserta gerakannya adalah oseanografi fisik. [22] Biologi laut (oseanografi biologi) mengkaji tumbuhan, hewan dan organisme lain yang hidup di dalam ekosistem laut. Oseanografi kimia yang mengkaji interaksi unsur dan molekul dalam samudra terutama pada peran samudra dalam siklus karbon dan peran karbon dioksida dalam peningkatan keasaman air laut saat ini.

Geografi laut dan maritim mengkaji bentuk laut. Geologi laut (oseanografi geologi) mempelajari pergeseran benua, komposisi dan struktur Bumi, serta sedimentasi, vulkanisme, dan seismologi di laut. [23] Air laut [ sunting - sunting sumber ] Peta yang menggambarkan variasi tingkat keasinan (salinitas) di dunia.

Merah = 40‰, ungu = 30‰ Zat terlarut dalam air laut (salinitas 3,5%) [24] Zat Kadar (‰) % dari total garam Klorida 19,3 55 Natrium 10,8 30,6 Sulfat 2,7 7,7 Magnesium 1,3 3,7 Kalsium 0,41 1,2 Kalium 0,40 1,1 Bikarbonat 0,10 0,4 Bromida 0,07 0,2 Karbonat 0,01 0,05 Stronsium 0,01 0,04 Borat 0,01 0,01 Fluorida 0,001 <0,01 Zat larut lainnya <0,001 <0,01 Air di laut diduga berasal dari gunung berapi di Bumi, mulai dari 4 miliar tahun yang lalu melalui proses pengeluaran gas dari lelehan batuan.

[9] :24–25 Beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa sebagian besar air di Bumi dapat berasal dari komet. [25] Ciri khas utama air laut adalah sifatnya yang asin.

Walaupun tingkat keasinannya (salinitas) dapat beragam, sekitar 90% air di samudra memiliki 34─35 g zat padat yang terlarut per liter, sehingga menghasilkan tingkat salinitas sebesar 3,4─3,5%.

[26] Agar dapat lebih mudah mendeskripsikan perbedaan-perbedaan yang kecil, salinitas umumnya dinyatakan dalam satuan permil (‰) atau perseribu ( part per thousand, ppt). Salinitas permukaan air laut di Belahan Bumi Utara pada umumnya mendekati angka 34‰, sementara di Belahan Bumi Selatan mencapai 35‰.

[6] Salinitas di Laut Tengah sedikit lebih tinggi daripada laut pada umumnya yaitu senilai 38‰. [27] Sementara itu, di Laut Merah bagian utara, salinitas bahkan dapat mencapai 41‰. [28] Komposisi zat larut di dalam samudra relatif stabil. [24] [29] Natrium dan klorida, yang merupakan unsur pembentuk garam biasa, mencakup sekitar 85% dari zat padat yang terlarut dalam air laut. Terdapat pula ion-ion logam seperti magnesium, kalsium, dan ion- ion negatif seperti sulfat, karbonat, dan bromida.

Air laut terlalu asin untuk diminum oleh manusia dan ginjal manusia tidak mampu mengeluarkan urin yang seasin air laut. [30] Walaupun jumlah garam di samudra relatif konstan selama jutaan tahun, beberapa faktor dapat mempengaruhi perubahan salinitas air laut. [31] Faktor yang dapat meningkatkan salinitas adalah evaporasi dan pembentukan es laut (karena saat es terbentuk, garam yang terlarut tidak akan ikut beku sehingga bercampur dengan air laut di sekitar es) dapat meningkatkan salinitas sementara faktor yang dapat menurunkan salinitas adalah presipitasi, pelelehan es, serta air tawar yang masuk dari sungai dan limpasan permukaan ( runoff).

[31] Sebagai contoh, air di Laut Baltik memiliki tingkat keasinan yang sangat rendah hingga dapat tergolong sebagai air payau karena ada banyak sungai yang mengalir ke laut ini. [32] Sementara itu, air Laut Merah memiliki salinitas yang tinggi akibat tingkat evaporasinya yang juga tinggi. [33] Rata-rata tingkat oksigen di permukaan laut pada tahun 2009, dari 0,15 (nila muda) hingga 0,45 (merah muda) mol O₂ per meter kubik. Air laut dengan salinitas 35‰ memiliki titik beku sekitar −1,8 °C.

[35] Jika suhunya sudah cukup rendah, kristal es akan terbentuk di permukaan. Kristal-kristal ini akan pecah menjadi kepingan-kepingan kecil dan membentuk suspensi yang dikenal dengan sebutan frazil. Jika laut sedang tenang, frazil akan membeku menjadi lembaran-lembaran es tipis yang disebut nilas, yang akan menjadi semakin tebal jika es-es baru terbentuk di bawahnya. Di lautan yang tidak tenang, kristal-kristal frazil dapat saling bergabung menjadi piringan-piringan datar yang disebut "panekuk".

Piringan-piringan ini nantinya akan bersatu dan membentuk drift ice. Saat membeku, air garam dan udara dapat terperangkap di antara kristal-kristal es. Sementara itu, nilas dapat memiliki salinitas sebesar 12─15 ‰. Es laut berusia satu tahun dapat memiliki salinitas yang lebih rendah yaitu sekitar 4─6 ‰. [36] Kadar oksigen di dalam air laut utamanya dipengaruhi oleh organisme fotosintesis yang tinggal di dalamnya seperti alga, fitoplankton, dan tumbuhan seperti rumput laut.

Pada siang hari, organisme-organisme ini melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang larut ke dalam air laut. Oksigen terlarut ini lalu dimanfaatkan oleh hewan laut. Pada malam hari, organisme tersebut tidak melakukan fotosintesis dan jumlah oksigen yang terlarut pun mengalami penurunan.

Cahaya sangat penting untuk proses fotosintesis. Sudut matahari, kondisi cuaca, dan kekeruhan air menentukan tingkat cahaya yang dapat menembus ke dalam laut. Kebanyakan cahaya dipantulkan di permukaan. Cahaya merah akan terserap di bagian atas. Cahaya kuning dan hijau dapat menjangkau kedalaman yang lebih besar sementara cahaya biru dan nila bisa menembus kedalaman hingga 1.000 m. Di bawah kedalaman 200 m, tidak terdapat cukup cahaya untuk melakukan fotosintesis.

[37] Oleh karena itu, teradapt sangat sedikit oksigen terlarut di laut dalam. Kehidupan laut dalam seperti bakteri anaerobik mengurai materi organik yang jatuh dari atas untuk menghasilkan hidrogen sulfida (H₂S).

[38] Pemanasan global diperkirakan akan semakin mengurangi oksigen baik di laut dalam atau bahkan di permukaan laut karena kelarutan oksigen akan mengalami penurunan jika suhu laut meningkat. [39] Arus [ sunting - sunting sumber ] Arus termohalin. Garis dan tanda panah menunjukkan arus dan pergerakan arus. Warna merah menunjukkan arus hangat sementara warna biru menunjukkan arus dingin.

Angin yang berhembus di permukaan laut menyebabkan pergesekan antara udara dan laut. Pergesekan ini dapat membentuk ombak dan membuat air laut di permukaan bergerak searah dengan angin. Meskipun arah angin sering kali berbeda-beda, kebanyakan angin berhembus dari satu arah sehingga arus di permukaan dapat terbentuk. Angin barat paling sering ditemukan di wilayah lintang sedang sementara angin timur mendominasi wilayah tropis. [40] Dengan adanya arus, air laut berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan air laut di sekitarnya akan mengisi tempatnya yang sebelumnya itu dan begitupun seterusnya.

Rangkaian peristiwa ini kemudian membentuk arus yang bergerak melingkar di samudra berupa pusaran. Terdapat lima pusaran utama di samudra-samudra dunia yaitu dua di Samudra Pasifik, dua di Samudra Atlantik, dan satu di Samudra Hindia.

[6] Pusaran lainnya yang lebih kecil dapat ditemukan di laut-laut kecil. Terdapat pula satu pusaran di sekitaran Antarktika. Pusaran-pusaran ini telah bergerak sedemikian rupa selama beberapa milenium, dipengaruhi oleh topografi daratan, arah angin, serta Efek Coriolis. Arus permukaan laut di Belahan Bumi Utara mengalir searah jarum jam sementara arus permukaan laut di Belahan Bumi Selatan mengalir berlawanan dengan arah jarum jam.

Arus yang bergerak menjauhi khatulistiwa membawa air laut yang bersuhu hangat sementara arus yang bergerak menuju khatulistiwa cenderung lebih dingin. Arus-arus tersebut berpengaruh terhadap iklim Bumi. Arus tempat di permukaan bumi mendinginkan wilayah khatulistiwa dan menghangatkan wilayah lintang sedang dan tinggi. [41] Arus laut merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam model iklim global. [42] Model-model samudra memanfaatkan ilmu-ilmu dari bidang dinamika fluida geofisika yang mengkaji arus fluida berskala besar seperti air di samudra.

[43] Arus di permukaan hanya mempengaruhi air laut yang terletak beberapa ratus meter di atas. Sementara itu, di kedalaman, terdapat arus yang dipicu oleh pergerakan air di dasar laut.

Terdapat pula arus yang mengalir di seluruh samudra dunia yang disebut arus termohalin yang bergerak lambat dan didorong oleh perbedaan massa jenis air yang akibat perbedaan salinitas dan suhu.

[44] Di wilayah lintang tinggi dengan suhu atmosfer yang rendah, air laut menjadi dingin serta semakin asin akibat proses pembentukan es air laut. Karena dua faktor tersebut, massa jenis air laut di sana menjadi semakin tinggi dan air pun turun ke kedalaman. Dari laut dalam di dekat Greenland, air tersebut mengalir ke arah selatan. Ketika aliran air tersebut mencapai wilayah Antarktika, datang pula air dari wilayah dingin lainnya lalu air tersebut akan mengalir ke timur. Aliran air kemudian terbagi menjadi dua ke arah utara, yaitu ke Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Di samudra-samudra tersebut air mulai menghangat, massa jenisnya berkurang, dan naik ke permukaan serta akhirnya berputar kembali ke arah selatan. Sebagian akan mengalir kembali ke Samudra Atlantik. Satu siklus di dalam sirkulasi termohalin memerlukan waktu ribuan tahun. [41] Selain pusaran samudra, terdapat pula arus permukaan yang bersifat sementara dan hanya muncul dalam kondisi-kondisi tertentu.

Ombak yang pecah di pesisir pada sudut tertentu dapat membentuk arus sejajar pantai ( longshore current) yang membuat air mengalir sejajar dengan garis pantai. Arus sejajar pantai akan semakin kuat jika ombak yang pecah semakin besar, pantainya semakin panjang, dan sudut ombak yang mendekati semakin serong. [45] Arus tersebut dapat memindahkan pasir atau kerikil dalam jumlah yang besar, yang kemudian dapat menghasilkan spit, mengikis pantai, atau membuat saluran air terisi dengan lanau.

[41] Sementara itu, rip current dapat terjadi ketika air dari ombak yang terakumulasi di dekat pesisir bergerak kembali ke arah laut baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. dasar perairan. Arus ini dapat muncul di celah di gosong pasir atau di dekat struktur buatan manusia seperti groyne. Rip current dapat memiliki kecepatan hingga 0,9 m/detik dan dapat terjadi di pantai mana pun yang bergelombang, sehingga arus ini membahayakan perenang yang dapat terjebak di dalamnya.

[46] Selain itu, terdapat pula arus pembalikan massa air ( upwelling) yang bersifat sementara dan terjadi ketika angin mendorong air di permukaan menjauhi daratan sehingga air yang ada di bawahnya terbawa ke atas. Air di arus ini dingin dan umumnya kaya akan nutrien yang baik bagi pertumbuhan fitoplankton dan produktivitas laut.

[41] Pasang laut [ sunting - sunting sumber ] Pasang naik (biru) di titik terdekat dan terjauh Bumi dari Bulan Pasang laut adalah naik dan turunnya permukaan air di laut yang disebabkan oleh pengaruh gravitasi Bulan dan Matahari serta rotasi Bumi. Setiap kali terjadi pasang laut, permukaan laut akan mencapai ketinggian maksimum yang dikenal dengan sebutan "pasang naik", dan lalu kembali ke ketinggian minimum yang disebut "pasang surut".

Saat air sedang surut, akan ada semakin banyak wilayah yang berada di atas air, yang juga dikenal dengan istilah mintakat pasang surut. Perbedaan ketinggian antara pasang naik dengan pasang surut disebut tunggang pasang surut. [47] [48] Kebanyakan tempat mengalami dua pasang naik setiap harinya dengan selang waktu sekitar 12 jam 25 menit, atau setengah dari jangka waktu yang diperlukan oleh Bumi untuk melakukan perputaran penuh dan mengembalikan Bulan ke posisi semula relatif terhadap pengamatnya.

Massa Bulan tercatat sekitar 27 juta kali lebih kecil ketimbang Matahari, tetapi jaraknya 400 kali lebih dekat dengan Bumi. [49] Gaya pasang surut akan semakin rendah jika jarak semakin jauh, sehingga pengaruh Bulan terhadap pasang laut dua kali lebih besar ketimbang Matahari. [49] Sebuah tonjolan akan terbentuk di samudra, tepatnya di tempat ketika Bumi berada di titik paling dekat dengan Bulan, karena ini juga merupakan tempat yang paling terkena pengaruh gravitasi Bulan. Sementara itu, di sisi yang berlawanan dengan tempat tersebut di Bumi, gaya dari bulan ada pada titik terlemahnya, sehingga tonjolan lain juga ikut terbentuk.

Bulan berputar mengelilingi Bumi, sehingga tonjolan samudra ini juga ikut bergerak di sekitaran Bumi. Gaya gravitasi Matahari juga berdampak terhadap laut, tetapi tidak sekuat Bulan. Ketika Matahari, Bulan, dan Bumi saling sejajar, akan dihasilkan "pasang laut purnama". Di sisi lain, jika Matahari berada di sudut 90° dari Bulan saat dilihat dari Bumi (membentuk sudut tegak lurus), pengaruh gravitasi gabungan dari keduanya terhadap pasang laut menjadi lebih rendah, sehingga terjadilah "pasang laut perbani".

[47] Pasang laut menghadapi resistensi dari inersia air dan dapat dipengaruhi oleh daratan. Di tempat-tempat seperti Teluk Meksiko, daratan membatasi pergerakan tonjolan, sehingga hanya satu pasang laut yang terjadi setiap harinya.

Sementara itu, di dekat pantai suatu pulau bisa terjadi empat pasang naik dalam sehari. Selat di dekat Halkis, Euboea, bahkan menghadapi arus pasang surut yang kuat yang dapat secara mendadak berganti arah, biasanya empat kali per hari tetapi bisa mencapai dua belas kali per hari saat Bulan dan Matahari membentuk sudut tegak lurus. [50] Apabila terdapat teluk atau muara yang berbentuk seperti corong, tunggang pasang surut dapat membesar. Contohnya adalah Teluk Fundy yang dapat mengalami pasang laut purnama dengan ketinggian 15 m.

Walaupun pasang laut terjadi sekala berkala dan dapat diprediksi, ketinggian pasang naik dapat diturunkan oleh angin di lepas pantai dan dinaikkan oleh angin di darat. Tekanan tinggi di pusat sebuah antisiklon mendorong air ke bawah dan terkait dengan pasang surut yang abnormal, sementara kawasan bertekanan rendah dapat mengakibatkan pasang naik yang ekstrem.

[47] Pusuan ribut dapat terjadi ketika angin kencang mengakibatkan akumulasi air di kawasan pesisir yang dangkal, dan pusuan ribut jika diiringi dengan sistem bertekanan rendah dapat meningkatkan permukaan laut secara signifikan selama peristiwa pasang naik.

Pada tahun 1900, Galveston, Texas, mengalami pusuan ribut setinggi 15 kaki (5 m) selama peristiwa angin ribut yang menewaskan lebih dari 3.500 orang dan menghancurkan 3.636 rumah. [51] Ombak [ sunting - sunting sumber ] Saat memasuki perairan dangkal, ombak akan melambat dan amplitudonya juga bertambah Angin yang berhembus di atas permukaan laut membentuk ombak yang tegak lurus terhadap arah angin. Gaya gesek antara angin sepoi-sepoi dengan air di kolam akan membentuk riak, tetapi angin yang kencang di samudra akan menghasilkan ombak yang lebih besar.

Ombak akan mencapai ketinggian maksimal ketika kecepatannya hampir menyamai kecepatan angin. Apabila angin berhembus secara terus menerus di perairan terbuka (seperti angin Roaring Forties di Belahan Selatan), akan terbentuk gelombang besar ( swell).

[9] (hlm.83–84) [52] [53] Apabila angin mereda, pembentukan ombak juga berkurang, tetapi ombak yang sudah terbentuk akan terus bergerak ke daratan. Besarnya ombak bergantung pada fetch (jarak perjalanan tempuh gelombang dari awal pembentukannya) serta pada kekuatan dan durasi angin.

Jika ombak bertemu dengan ombak lain dari arah yang berbeda, akan terjadi interferensi di antara keduanya, yang membuat ombak di laut menjadi sulit diprediksi. [52] Interferensi konstruktif dapat menghasilkan gelombang raksasa ( rogue waves). [54] Sebagai catatan, kebanyakan ombak tingginya tidak melebihi 3 m [54] dan saat terjadi badai tingginya bisa naik dua atau tiga kali lipat. [55] Namun, tinggi gelombang raksasa telah tercatat di atas angka 25 m. [56] [57] Bagian atas ombak disebut "puncak", sementara bagian terbawah yang terletak di antara dua ombak disebut "dasar", dan jarak di antara kedua puncak dijuluki "panjang gelombang".

Angin mendorong ombak di permukaan laut, tetapi sebenarnya ini merupakan perpindahan energi dan bukanlah pergerakan air secara horizontal. Saat ombak mendekati air dangkal, perilakunya akan berubah. Definisi "air dangkal" tergantung pada besar ombaknya; jika kedalaman sama dengan setengah panjang gelombang, ombak akan mulai "merasakan" dasar laut. Pergesekan antara dasar laut dengan air akan mengubah kecepatan, arah, dan bentuk ombak.

Ombak akan melambat dan panjang gelombang berkurang. Jika ombak mendekat dengan sudut tertentu atau garis pantai yang didekati tidak merata, beberapa bagian akan melambat terlebih dahulu setelah "merasakan" dasar laut, sehingga ombak pun mengalami refraksi dan menyelimuti daerah tanjung.

Saat perairan menjadi semakin dangkal, energi di ombak tidak dapat bergerak ke bawah dan malah mengarah ke atas, sehingga meningkatkan tinggi ombak. Bagian puncak ombak pun condong ke arah depan, dan akhirnya ombak pecah di pesisir. [52] Tsunami [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Tsunami Tsunami adalah jenis ombak tak lazim yang disebabkan oleh peristiwa besar dan mendadak seperti gempa bumi, tubrukan meteorit, letusan gunung berapi, longsor di bawah laut, atau tanah yang longsor ke laut.

Terdapat beberapa perbedaan antara tsunami dengan ombak yang dihasilkan oleh angin: [58] Tsunami Ombak biasa Penyebab Gempa bumi, longsor, aktivitas gunung berapi, aktivitas cuaca tertentu, tubrukan meteorit Angin yang berhembus di permukaan samudra Letak energi Dari permukaan hingga dasar samudra Permukaan samudra Panjang gelombang 100–480 km 90–180 m Kecepatan Lebih dari 800 km/jam di perairan dalam, 30–50 km/jam di dekat pesisir 10–100 km/jam Tsunami pada tahun 2004 di Thailand Apabila penyebabnya adalah gempa bumi, pergeseran patahan dapat mengakibatkan pergeseran dasar laut secara vertikal, dan hal ini akan menaikkan atau menurunkan permukaan laut di kawasan yang terkena dampak kejadian ini untuk sementara waktu.

[59] Energi potensial dari air laut yang terdorong ke atas berubah menjadi energi kinetik, [59] sehingga menghasilkan gelombang yang menyebar dengan kecepatan yang proporsional dengan akar kuadrat percepatan gravitasi dikali kedalaman air. [60] Maka dari itu, jika perairan semakin dalam, maka pergerakan tsunami akan semakin cepat. [58] Gelombang tsunami akan kehilangan energi secara bertahap, sehingga semakin jauh gelombang dari tempat pemicu tsunami, maka semakin lemah gelombangnya.

Namun, kecepatannya tidak seragam karena sekali lagi perlu diingat bahwa kecepatan gelombang dipengaruhi oleh kedalaman air. Hal ini berdampak terhadap arah muka gelombang (fenomena yang disebut refraksi), yang dapat memperkuat tsunami di beberapa wilayah dan melemahkannya di tempat lainnya, tergantung pada topografi di bawah laut.

[61] [62] Saat tsunami mendekati perairan dangkal, kecepatannya akan melambat, panjang gelombangnya memendek, dan amplitudonya naik drastis. [60] Puncak atau dasar gelombang tsunami dapat tiba di wilayah pesisir terlebih dahulu. [59] Apabila yang sampai pertama adalah puncak gelombang tsunami, air akan surut, sehingga dapat menjadi peringatan bagi orang-orang yang tinggal di daratan.

[63] Jika yang datang pertama adalah dasar gelombang tsunami, tsunami akan langsung membanjiri daratan yang ada di hadapannya. Kehancuran dapat diakibatkan oleh air yang surut ke laut setelah terjadinya tsunami, dan orang-orang dan puing-puing juga dapat hanyut oleh air. Seringkali beberapa tsunami dipicu oleh satu peristiwa geologi dan tiba dalam rentang waktu antara delapan menit hingga dua jam. Gelombang pertama yang tiba di pesisir mungkin bukanlah yang terbesar maupun yang paling merusak.

[59] Terkadang tsunami dapat berubah menjadi gelombang yang disebut tidal bore di daerah teluk yang dangkal atau muara. [58] Pesisir [ sunting - sunting sumber ] Pantai Praia da Marinha di Algarve, Portugal Zona tempat bertemunya daratan dengan lautan dikenal dengan sebutan pesisir ( coast), sementara bagian yang terletak di antara titik pasang laut purnama terendah dan batas tertinggi yang dapat dijangkau ombak dijuluki bibir pantai ( shore).

Pantai ( beach) adalah tempat berkumpulnya pasir atau kerikil di tepi laut. [64] Tanjung adalah bagian daratan yang menjorok ke laut, dan tanjung yang sangat luas disebut semenanjung. Sementara itu, perairan yang menjorok ke daratan (khususnya yang diapit oleh dua tanjung) disebut teluk. [65] Garis pantai dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang meliputi kekuatan ombak yang datang menghampiri di bibir pantai, kemiringan batas tanah, komposisi dan kerasnya bebatuan di pesisir, kemiringan lereng di lepas pantai, dan perubahan ketinggian daratan.

Biasanya gelombang akan bergulung ke bibir pantai dengan frekuensi enam hingga delapan kali per menit, dan ini dikenal sebagai gelombang konstruktif karena cenderung memindahkan materi ke atas pantai dan dampak erosinya juga kecil. Namun, gelombang badai juga dapat tiba di bibir pantai dengan frekuensi yang tinggi, dan gelombang semacam ini disebut gelombang destruktif karena akan memindahkan materi ke arah laut.

Selama pasang naik, kekuatan gelombang badai yang menerpa kaki tebing akan memiliki dampak yang merusak, karena udara di dalam celah-celah dan retakan-retakan di tebing akan mengalami pemampatan, dan lalu mengalami perluasan selama proses pengeluaran tekanan. Pada saat yang sama, pasir dan bebatuan memiliki dampak erosi saat terhujam ke arah bebatuan. Akibatnya, bagian bawah tebing pun terkikis, dan jika ditambah dengan proses pelapukan yang lazimnya terjadi, kehancuran akan terjadi.

Meskipun begitu, seiring berjalannya waktu, paparan pantai ( wave-cut platform) akan terbentuk di kaki bukit dan bentang alam tersebut akan melindungi tebing dan mengurangi dampak erosi yang dipicu oleh ombak. [64] Materi yang terkikis dari tepi daratan pada akhirnya terbawa ke laut. Di situ materi-materi tersebut mengalami atrisi akibat arus yang mengalir sejajar dengan pesisir.

Di sisi lain, sedimen yang terbawa oleh sungai ke laut akan mengendap dan membentuk delta-delta di muara. Seluruh materi tersebut terbawa kesana kemari oleh ombak, pasang laut, dan arus. [64] Pengerukan dapat mengeluarkan materi dan memperdalam saluran air, tetapi bisa mengakibatkan hal yang tak diinginkan di tempat lain di garis pantai. Untuk mencegah banjir di daratan, pemerintah dapat membangun pemecah gelombang, dinding laut, atau tanggul. Contohnya, di Inggris, Pembatas Thames melindungi London dari pusuan ribut, [66] sementara jebolnya tanggul-tanggul di sekitaran New Orleans selama Badai Katrina mengakibatkan krisis di Amerika Serikat.

Reklamasi daratan juga dapat dilakukan, seperti perluasan dua pulau kecil yang memungkinkan pembangunan Bandar Udara Internasional Hong Kong. [67] Cekungan [ sunting - sunting sumber ] Tiga jenis batas lempeng Bumi terbagi menjadi inti yang magnetik, bagian mantel yang kebanyakan cair, dan kulit terluar yang keras dan padat ( litosfer). Litosfer terdiri dari kerak dan bagian teratas mantel Bumi. Di daratan, kerak dikenal dengan sebutan kerak benua, sementara yang berada di dasar laut disebut kerak samudra.

Kerak samudra terdiri dari basal yang relatif padat dan memiliki ketebalan sekitar lima hingga sepuluh kilometer. Litosfer yang relatif tipis mengambang di atas mantel yang lebih panas dan terbagi menjadi sejumlah lempeng tektonik. [68] Di tengah samudra, magma terus menerus terdorong di antara lempeng-lempeng yang saling bersebelahan dan membentuk punggung tengah samudra, dan di sini arus konveksi di dalam mantel cenderung menjauhkan lempeng-lempeng tersebut.

Akibat perbedaan masa jenis, salah satu lempeng samudra dapat menunjam ke bawah lempeng lainnya, dan proses ini dikenal dengan sebutan subduksi. Palung di samudra terbentuk di tempat seperti ini, dan prosesnya diiringi oleh tumbukan. Tumbukan ini dapat mengakibatkan gempa bumi, sementara panas juga dihasilkan dan magma terdorong ke atas, sehingga membentuk gunung bawah laut, dan beberapa dapat menghasilkan gugusan kepulauan vulkanik yang terletak di dekat palung.

Di dekat beberapa batas antara laut dan daratan, lempeng samudra yang agak lebih padat menunjam ke bawah lempeng kontinental, sehingga terbentuklah lebih banyak palung subduksi. Saat keduanya saling bertumbukan, lempeng kontinental akan mengalami perubahan bentuk dan menghasilkan aktivitas gempa bumi dan pembentukan gunung. [69] [70] Palung terdalam di Bumi adalah Palung Mariana yang terbentang sekitar 2.500 km di dasar laut.

Palung tersebut berada di dekat Kepulauan Mariana, sebuah kepulauan vulkanik di Samudra Pasifik Barat. Rata-rata lebar palung ini tercatat sebesar 68 km, sementara titik terdalamnya adalah 10.994 kilometer di bawah permukaan laut. [71] Sebuah palung yang lebih panjang terbentang sekitar 5.900 km di pesisir Peru dan Chili dengan kedalaman yang mencapai 8.065 m. Palung tersebut muncul di tempat terjadinya subduksi Lempeng Nazca (yang merupakan lempeng samudra) ke bawah Lempeng Amerika Selatan (yang merupakan lempeng kontinental), dan terkait dengan aktivitas gunung berapi di Andes.

[72] Permukaan laut [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Permukaan laut Selama sebagian besar sejarah Bumi, permukaan laut memiliki ketinggian yang berada di atas tingginya saat ini. [9] :74 Faktor utama yang memengaruhi perubahan tinggi permukaan laut pada sepanjang sejarahnya adalah perubahan kerak samudra, dengan pola penurunan yang diperkirakan akan tetap berlangsung dalam waktu panjang ke depan.

[73] Pada periode Glasial Maksimum Terakhir sekitar 20.000 tahun yang lalu, permukaan laut ada pada ketinggian 120 m lebih rendah daripada ketinggiannya saat ini. Akan tetapi, selama 100 tahun terakhir, tinggi permukaan laut telah naik dengan rata-rata kenaikan sebanyak 1,8 mm per tahun. [74] Sebagian besar dari kenaikan ini dipicu oleh peningkatan suhu laut yang menyebabkan pemuaian air laut di kedalaman 0–500 m dari permukaan.

Faktor-faktor lain yang turut menaikkan tinggi permukaan laut (sekitar seperempatnya) berasal dari sumber air di daratan, seperti melelehnya salju dan gletser serta pengambilan air tanah untuk irigasi dan keperluan manusia lainnya. [75] Pola kenaikan permukaan laut yang dipicu oleh pemanasan global diperkirakan akan berlanjut paling tidak hingga akhir abad ke-21. [76] Siklus air [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Siklus air Laut merupakan bagian dari siklus air, yaitu ketika air menguap dari samudra, bergerak melalui atmosfer dalam bentuk uap, mengalami kondensasi, lalu turun ke bumi (biasanya dalam bentuk hujan atau salju), dan akhirnya kembali ke laut.

[77] Bahkan di Gurun Atacama (sebuah kawasan yang sangat jarang dituruni hujan), awan-awan kabut padat yang dikenal dengan sebutan camanchaca datang dari laut dan menjadi sumber air bagi tumbuhan-tumbuhan di kawasan lomas. [78] Di wilayah daratan yang luas, terdapat kenampakan-kenampakan geologi yang dapat membentuk wilayah cekungan endoreik. Cekungan-cekungan ini terkadang menghasilkan danau garam permanen karena air yang mengalir masuk menguap sementara mineralnya terakumulasi.

Contohnya adalah Laut Kaspia di Asia Tengah serta Great Salt Lake di Amerika Serikat. [79] Air dari cekungan-cekungan tersebut dapat kembali ke laut melalui proses penguapan, aliran air tanah, dan (dalam waktu yang lama) pergeseran benua.

Siklus karbon [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Siklus karbon samudra Samudra memiliki kuantitas karbon terbesar yang didaur secara aktif, dan jumlah karbon yang terkandung di dalam samudra juga merupakan yang terbesar kedua setelah litosfer. [80] Lapisan permukaan samudra mengandung banyak sekali karbon organik terlarut, yang sering kali ditukar dengan karbon di atmosfer. Sementara itu, konsentrasi karbon anorganik terlarut di lapisan dalam samudra tercatat sekitar 15 persen lebih tinggi ketimbang konsentrasi di lapisan permukaan, [81] dan karbon di lapisan dalam akan tetap berada di sana dalam waktu yang panjang.

[82] Arus termohalin menukar karbon di antara kedua lapisan tersebut. [80] Karbon dari atmosfer memasuki samudra dan mengalami pelarutan di lapisan permukaan, dan lalu berubah menjadi asam karbonat, karbonat dan bikarbonat: [83] CO 2 (gas) CO 2 (aq) CO 2 (aq) + H 2O H 2CO 3 H 2CO 3 HCO 3 − + H + HCO 3 − CO 3 2− + 2 H + Karbon juga masuk ke laut lewat sungai dalam bentuk karbon organik terlarut, dan lalu diubah oleh organisme yang ber fotosintesis menjadi karbon organik.

Karbon ini dapat didaur di rantai makanan atau mengalami presipitasi ke lapisan yang lebih dalam dan kaya akan karbon sebagai jaringan lunak mati atau di dalam cangkang-cangkang dan tulang-tulang sebagai kalsium karbonat. Karbon ini beredar di lapisan ini dalam waktu yang panjang sebelum mengendap sebagai sedimen atau kembali ke permukaan melalui arus termohalin.

[82] Peningkatan keasaman [ sunting - sunting sumber ] Perkiraan perubahan pH air laut yang diakibatkan oleh karbon dioksida yang dihasilkan manusia Air laut bersifat sedikit alkali dan memiliki rata-rata pH sekitar 8,2 selama 300 juta tahun terakhir. [84] Baru-baru ini, aktivitas manusia dengan cepat meningkatkan kadar karbon dioksida di atmosfer. Sekitar 30–40% dari tambahan CO 2 diserap oleh samudra, sehingga membentuk asam karbonat dan menurunkan pH (sekarang di bawah 8,1 [84]) melalui proses yang disebut peningkatan keasaman samudra.

[85] [86] [87] Kadar pH diperkirakan akan turun hingga 7,7 (peningkatan konsentrasi ion hidrogen sebesar 3 kali lipat) pada tahun 2100, yang merupakan perubahan besar dalam kurun waktu satu abad. [88] [e] Salah satu unsur penting dalam pembentukan material kerangka pada hewan-hewan laut adalah kalsium, tetapi kalsium karbonat menjadi semakin mudah larut jika tekanan semakin tinggi, sehingga cangkang dan kerangka akan mengalami pelarutan apabila berada di bawah kedalaman kompensasi karbonat.

[90] Kalsium karbonat juga menjadi semakin mudah larut jika kadar pH lebih rendah, sehingga pengasaman samudra kemungkinan akan berdampak besar terhadap organisme-organisme laut yang memiliki cangkang seperti tiram, kerang, bulu babi, dan koral, [91] karena kemampuan mereka untuk membentuk cangkang akan berkurang, [92] dan kedalaman kompensasi karbonat akan semakin mendekati permukaan laut.

Organisme planktonik yang juga akan terkena dampak dari pengasaman meliputi moluska-moluska mirip siput yang dikenal sebagai pteropoda, serta alga bersel tunggal yang disebut kokolitofor dan foraminifera.

Organisme-organisme ini merupakan bagian penting dari rantai makanan dan penurunan jumlah mereka akan berdampak besar terhadap ekosistem. Di kawasan tropis, koral akan sangat terdampak karena koral akan semakin sulit membentuk kerangka yang terbuat dari kalsium karbonat, [93] dan ini akan berdampak pada hewan-hewan lainnya yang tinggal di terumbu karang.

[88] Dalam riwayat geologi Bumi, belum ada peristiwa yang sebanding dengan perubahan tingkat keasaman di laut seperti yang terjadi saat ini, sehingga tidak diketahui secara pasti bagaimana ekosistem laut akan beradaptasi. [94] Hal ini dapat semakin diperparah oleh efek dari peningkatan suhu dan penurunan kadar oksigen. [95] Kehidupan laut [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Kehidupan laut Samudra adalah tempat tinggal beranekaragam kehidupan yang memanfaatkannya sebagai habitat.

Sinar matahari hanya menerangi lapisan-lapisan atas laut, sehingga sebagian besar samudra berada dalam kegelapan permanen. Di setiap tingkatan kedalaman dan zona suhu, terdapat habitat-habitat tersendiri untuk spesies-spesies yang unik, sehingga lingkungan laut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

[96] Terdapat bermacam-macam habitat laut, dari baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

di permukaan laut hingga palung yang paling dalam. Beberapa contohnya adalah terumbu karang, hutan kelp, padang lamun, kolam pasang-surut, dasar laut yang berlumpur, berpasir dan berbatu, serta zona pelagik terbuka. Organisme yang hidup di laut juga bermacam-macam, dari paus dengan panjang yang mencapai 30 meter hingga fitoplankton dan zooplankton mikroskopis, fungi, dan bakteri.

Kehidupan laut berperan penting dalam siklus karbon sebagai organisme fotosintetik yang mengubah karbon dioksida terlarut menjadi karbon organik. [97] [98] (hlm.204–29) Kehidupan mungkin bermula di laut dan semua filum hewan terwakili di sana.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

Para ilmuwan saat ini masih memperdebatkan tempat kemunculan kehidupan secara pasti: percobaan Miller-Urey menunjukkan bahwa kehidupan mungkin muncul secara abiogenesis di sebuah "sup" kimia encer di perairan terbuka, tetapi baru-baru ini muncul dugaan bahwa kehidupan pertama kali muncul di mata air panas vulkanik, sedimen tanah liat, atau ventilasi hidrotermal di dasar laut, dan semua tempat ini akan melindungi kehidupan awal dari radiasi ultraviolet yang tidak diserap oleh atmosfer Bumi pada masa itu.

[9] (hlm.138–40) • l • b • s Secara horizontal, habitat laut dapat dibagi menjadi habitat lautan terbuka dan pesisir. Habitat pesisir terbentang dari garis pantai hingga ujung landas benua. Kebanyakan kehidupan laut dapat ditemui di habitat pesisir, meskipun landas benua hanya mencakup 7% dari luas seluruh samudra.

Habitat lautan terbuka terletak di samudra dalam di landas benua. Selain pembagian secara horizontal, habitat laut dapat dibagi secara vertikal menjadi habitat pelagik (perairan terbuka), demersal (di atas dasar laut), dan bentik (dasar laut).

Pembagian ketiga adalah menurut garis lintang: dari perairan tropis, sedang, sampai kutub. [9] (hlm.150f) Terumbu karang, yang disebut "hutan hujan di laut", menduduki kurang dari 0,1 persen permukaan samudra dunia, tetapi ekosistemnya mencakup 25 persen dari seluruh spesies laut.

[99] Terumbu karang yang paling dikenal adalah terumbu karang tropis seperti Great Barrier Reef di Australia. [9] (hlm.204–07) Walaupun begitu, karang juga dapat ditemui di perairan dingin, dan terdapat enam spesies koral yang terlibat dalam pembentukan karang di perairan tersebut, yaitu Lophelia pertusa, Madrepora oculata, Goniocorella dumosa, Oculina varicosa, Enallopsammia profunda, dan Solenosmilia variabilis. [100] Alga dan tumbuhan [ sunting - sunting sumber ] Diatom adalah salah satu jenis fitoplankton yang paling tersebar di laut.

Produsen primer seperti tumbuhan dan plankton tersebar luas di laut dan juga sangat penting bagi ekosistem. Diperkirakan setengah dari oksigen dunia dihasilkan oleh fitoplankton.

[101] [102] Sekitar 45 persen produksi primer di laut dihasilkan oleh diatom. [103] Alga yang jauh lebih besar, yang umum dikenal dengan sebutan gulma laut, juga penting di tingkatan lokal: Sargassum mengambang di permukaan, sementara kelp membentuk hutan dasar laut.

[98] (hlm.246–55) Tumbuhan berbunga dalam bentuk lamun tumbuh di " padang rumput" di perairan dangkal berpasir, [104] sementara pohon bakau menghiasi daerah pesisir di kawasan tropis dan subtropis, [105] dan tumbuhan-tumbuhan yang toleran terhadap garam berkembang di rawa asin yang mengalami banjir secara berkala.

[106] Semua habitat tersebut dapat menangkap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang besar, dan juga menopang keragaman hayati yang terdiri dari hewan-hewan besar dan kecil. [107] Sinar hanya dapat menembus permukaan laut di atas 200 m, sehingga tumbuhan hanya dapat tumbuh di bagian ini.

[37] Bagian permukaan sering kali kekurangan komponen-komponen nitrogen yang aktif secara biologis. Siklus nitrogen di laut terdiri dari proses transformasi mikrobial yang meliputi pengikatan nitrogen, asimilasi nitrogen, nitrifikasi, anamoks, dan denitrifikasi. [108] Beberapa proses tersebut terjadi di laut dalam, sehingga pertumbuhan tumbuhan lebih besar di daerah yang mengalami pembalikan massa air, dan juga di daerah dekat muara yang mengandung nutrien yang terbawa dari daratan. Maka dari itu, wilayah yang paling produktif, kaya akan plankton, dan juga kaya akan ikan umumnya terletak di daerah pesisir.

[9] (hlm.160–63) Hewan dan kehidupan lain [ sunting - sunting sumber ] Lumba-lumba Terdapat beranekaragam hewan di laut, tetapi ada banyak spesies laut yang masih belum diketahui keberadaannya dan jumlah spesies yang telah ditemukan terus bertambah setiap tahunnya.

[109] Beberapa vertebrata seperti burung laut, anjing laut, dan penyu kembali ke daratan untuk berkembangbiak, tetapi ikan, cetacea, dan ular laut hanya hidup di laut, dan begitu pula berbagai filum invertebrata. Samudra penuh dengan kehidupan dan memiliki banyak mikrohabitat yang beranekaragam. [109] Salah satu contohnya adalah lapisan permukaan yang menjadi tempat tinggal bakteri, fungi, mikroalga, protozoa, telur ikan, dan berbagai larva, meskipun lapisan ini sering kali terombang-ambing oleh ombak.

[110] Zona pelagik dihuni oleh makro- dan mikrofauna dan banyak sekali zooplankton yang bergerak searah dengan arus. Kebanyakan organisme terkecil adalah larva ikan dan invertebrata laut yang mengeluarkan telur dalam jumlah besar karena kemungkinan embrio dapat bertahan sampai dewasa sangat baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. [111] Zooplankton memakan fitoplankton dan zooplankton lainnya, dan merupakan bagian dasar dari rantai makanan yang kompleks: zooplankton dimakan oleh ikan dan organisme nektonik lain, dan lalu ikan dimangsa oleh hewan seperti hiu dan lumba-lumba.

[112] Beberapa hewan laut melakukan migrasi, seperti migrasi musiman ke wilayah lain di samudra, atau migrasi harian secara vertikal untuk mencari makan di bagian atas pada malam hari dan lalu kembali ke bagian bawah untuk berlindung pada siang hari. [113] Kapal-kapal juga dapat membawa atau menyebarkan spesies invasif saat kapal-kapal tersebut mengeluarkan isi ballast atau dengan mengangkut organisme yang telah mengalami akumulasi di lambung kapal.

[114] Cacing-cacing Osedax yang menempel di sisa tulang belulang paus Zona demersal menopang kehidupan banyak hewan yang memakan organisme bentik atau yang mencari perlindungan dari para predator. Dasar laut menyediakan habitat di atas atau tempat di permukaan bumi bawah permukaan substrat yang dipakai oleh organisme yang telah ber evolusi pada kondisi tersebut. Mintakat pasang surut yang terpapar udara secara berkala merupakan tempat tinggal teritip, moluska, dan krustasea. Zona neritik memiliki banyak organisme yang membutuhkan sinar untuk berkembang.

Di sana, Porifera, Echinodermata, Polychaeta, anemon laut, dan invertebrata-invertebrata lainnya tinggal di bebatuan yang diselimuti alga. Karang sering kali dihuni oleh simbion-simbion fotosintetik dan dapat ditemui di perairan dangkal yang dapat ditembus cahaya.

Kerangka kapur yang dibentuk olehnya merupakan kenampakan dasar laut yang penting. Sementara itu, tidak banyak kehidupan di laut yang lebih dalam, tetapi kehidupan laut juga berkembang di sekitaran gunung laut, tempat ikan dan hewan-hewan lainnya berkumpul dan mencari makan. Ikan demersal tinggal di dekat dasar laut dan memangsa organisme pelagik atau invertebrata bentik.

[115] Penjelajahan laut dalam sendiri telah menguak dunia baru yang sebelumnya tak pernah dilihat oleh para ilmuwan. Beberapa hewan seperti detritivora bergantung pada materi organik yang jatuh ke dasar samudra ("salju laut"). Kehidupan lainnya berkumpul di sekitaran ventilasi hidrotermal di dasar laut, dan dari situ keluar air yang kaya akan mineral yang menopang berbagai macam organisme, dengan produsen primer berupa bakteri kemoautotrofik yang mengoksidasi sulfida, dan para konsumennya meliputi Bivalvia terspesialisasi, anemon laut, teritip, kepiting, cacing, dan ikan yang biasanya tidak dapat ditemui di tempat lain.

[9] (hlm.212) Paus yang sudah mati dan tenggelam ke dasar samudra juga menjadi sumber makanan bagi sejumlah organisme yang turut bergantung pada bakteri pengoksidasi sulfur. Bangkai paus (termasuk kerangkanya yang kaya akan lipid) menopang bioma-bioma unik dengan banyak mikrob baru dan kehidupan-kehidupan lainnya yang belum ditemukan. [116] Manusia dan laut [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Sejarah navigasi, Sejarah kartografi, dan Sejarah maritim Manusia telah menjelajahi laut sejak zaman prasejarah, biasanya dengan menggunakan rakit dan perahu lesung, perahu alang-alang, dan kano dari kulit pohon.

Sekitar tahun 3000 SM, bangsa Austronesia di Taiwan sudah mulai menyebar ke wilayah kepulauan di Asia Tenggara. [117] Kemudian, orang-orang " Lapita" dari rumpun Austronesia menyebar luas di wilayah yang terbentang dari Kepulauan Bismarck hingga ke Fiji, Tonga, dan Samoa. [118] Keturunan mereka mengarungi lautan sejauh ribuan kilometer dari satu pulau ke pulau lainnya hanya dengan menggunakan sebuah kano, [119] dan dalam prosesnya mereka menemukan banyak pulau baru, termasuk Hawaii, Pulau Paskah (Rapa Nui), dan Selandia Baru.

[120] Bangsa Mesir Kuno dan Fenisia telah menjelajahi Laut Tengah dan Laut Merah, sementara Hannu dari Mesir berhasil mencapai Semenanjung Arab dan Pesisir Afrika sekitar tahun 2750 SM. [121] Pada milenium pertama SM, bangsa Fenisia dan Yunani telah mendirikan koloni-koloni di pesisir Laut Tengah dan Laut Hitam, [122] Sekitar tahun 500 SM, seorang navigator Kartago yang bernama Hanno menulis catatan perjalanannya yang menunjukkan bahwa ia paling tidak telah mencapai pesisir Senegal, atau mungkin malah hingga sejauh Gunung Kamerun.

[123] [124] Pada abad pertengahan awal, bangsa Viking berhasil melintasi Samudra Atlantik Utara hingga mencapai ujung timur laut benua Amerika. [9] (hlm.12–13) Orang-orang Novgorod juga telah berlayar di Laut Putih dari abad ke-13 atau bahkan sebelumnya. [125] Sementara itu, laut beserta dengan pesisir Asia timur dan selatan dimanfaatkan oleh pedagang Arab dan Tionghoa.

[126] Dinasti Ming di Tiongkok bahkan memiliki armada yang terdiri dari 317 kapal dengan 37.000 awak yang dipimpin oleh Cheng Ho pada awal abad ke-15; armada ini menjelajahi wilayah pesisir Samudra Hindia dan Pasifik.

[9] (hlm.12–13) Pada akhir abad ke-15, para pelaut Eropa Barat mulai mencari jalur dagang yang baru. Bartolomeu Dias mengelilingi Tanjung Harapan pada tahun 1487 dan Vasco da Gama mencapai India lewat tanjung tersebut pada tahun 1498.

Kristoforus Kolumbus berlayar dari Cadiz pada tahun 1492 dalam upaya untuk mencapai wilayah India di timur dengan cara berlayar ke barat. Ia malah mendarat di sebuah pulau di Laut Karibia, dan beberapa tahun kemudian seorang navigator Venesia yang bernama Giovanni Caboto berhasil mencapai Newfoundland. Penjelajah Italia Amerigo Vespucci, yang menjadi asal nama benua Amerika, menjelajahi pesisir Amerika Selatan dari tahun 1497 hingga 1502, dan ia juga menemukan mulut Sungai Amazon.

[9] (hlm.12–13) Pada tahun 1519, seorang navigator Portugis yang bernama Fernando de Magelhaens memimpin ekspedisi pertama yang bertujuan mengelilingi dunia. [9] (hlm.12–13) Peta dunia karya Gerardus Mercator dari tahun 1569. Garis pantai Dunia Lama digambarkan dengan cukup akurat, tetapi proyeksi untuk kawasan-kawasan di lintang tinggi menjadi terlalu besar. Terkait dengan sejarah alat navigasi, kompas pertama kali digunakan oleh orang Yunani dan Tionghoa kuno untuk menunjukkan orientasi utara dan mengetahui ke mana kapal mengarah.

Garis lintang ditentukan dengan menggunakan astrolab, tongkat Jacob, atau sekstan, sementara garis bujur hanya dapat dihitung dengan kronometer yang akurat untuk menunjukkan perbedaan waktu yang pasti antara kapal dengan titik yang telah ditentukan, seperti Meridian Greenwich. Pada tahun 1759, seorang pembuat jam yang bernama John Harrison merancang alat semacam itu dan James Cook menggunakan alat ini selama perjalanannya mengarungi samudra.

[127] Kini Sistem Pemosisi Global (GPS) menggunakan lebih dari tiga puluh satelit untuk memungkinkan navigasi secara akurat di seluruh dunia. [127] Terkait dengan peta yang juga sangat penting untuk navigasi, pada abad kedua, Ptolemeus telah memetakan wilayah-wilayah dunia yang dikenal pada masa itu, dari " Fortunatae Insulae" ( Tanjung Verde atau Kepulauan Kanari) di barat hingga Teluk Thailand di timur.

Peta ini digunakan pada tahun 1492 oleh Kristoforus Kolumbus. [128] Kemudian, Gerardus Mercator membuat peta dunia pada tahun 1538 dengan proyeksi yang meluruskan garis-garis rhumb, [9] (hlm.12–13) sehingga menghasilkan proyeksi yang terlalu besar untuk wilayah-wilayah di lintang tinggi seperti wilayah Artik.

Pada abad ke-18, peta yang tersedia sudah lebih baik daripada sebelumnya, dan salah satu tujuan perjalanan James Cook adalah untuk melakukan pemetaan lebih lanjut.

Penelitian ilmiah berlanjut dengan pengukuran kedalaman oleh Tuscarora, penelitian samudra oleh ekspedisi Challenger (1872–1876), kiprah pelaut Skandinavia Roald Amundsen dan Fridtjof Nansen, ekspedisi Michael Sars pada tahun 1910, ekspedisi Atlantik Jerman pada tahun 1925, survei Discovery II di Antarktika pada tahun 1932, dan seterusnya.

[23] Selain itu, pada tahun 1921, didirikan Organisasi Hidrografi Internasional yang merupakan badan yang kompeten dalam melakukan survei hidrografi dan pemetaan bahari. [129] Sejarah oseanografi dan penjelajahan laut dalam [ sunting - sunting sumber ] Don Walsh (kiri) dan Jacques Piccard (tengah) di dalam batiskaf selam Trieste Oseanografi ilmiah bermula dari pelayaran Kapten James Cook dari tahun 1768 hingga 1779 yang mendeskripsikan Lautan Pasifik dari 71 derajat Selatan hingga 71 derajat Utara dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

[9] (hlm.14) Kronometer buatan John Harrison membantu navigasi dan pemetaan yang dilakukan oleh James Cook selama dua perjalanannya, dan keberhasilan ini lalu meningkatkan standar upaya-upaya penelitian berikutnya. [9] (hlm.14) Ekspedisi-ekspedisi lainnya dilancarkan pada abad ke-19 oleh Rusia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat, serta Britania Raya.

[9] (hlm.15) Kemudian, di atas HMS Beagle yang ditumpangi oleh Charles Darwin selama perjalanan yang memberikannya ilham untuk menulis buku On the Origin of Species, nakhoda kapalnya, Robert FitzRoy, memetakan lautan dan pesisir dan menerbitkan laporan yang terdiri dari empat volume mengenai tiga perjalanan kapal tersebut pada tahun 1839. [9] (hlm.15) Buku Edward Forbes dari tahun 1854 yang berjudul Distribution of Marine Life berpendapat bahwa kehidupan tidak bisa tumbuh di bawah kedalaman 600 meter, tetapi hal ini kemudian dibantah oleh ahli biologi Britania W.

B. Carpenter dan C. Wyville Thomson yang menemukan kehidupan di laut dalam dengan metode pengerukan pada tahun 1868. [9] (hlm.15) Wyville Thompson lalu menjadi kepala ilmuwan ekspedisi Challenger pada 1872–1876, yang menjadi perintis ilmu oseanografi. [9] (hlm.15) Dalam perjalanan keliling dunia sepanjang 68.890 mil laut (127.580 km), HMS Challenger menemukan sekitar 4.700 spesies laut baru, dan juga melakukan 492 pemeruman laut dalam, 133 pengerukan dasar laut, 151 pemukatan perairan lepas, dan 263 pengamatan suhu air.

[130] Di Samudra Atlantik Selatan pada tahun 1898/1899, Carl Chun di atas Valdivia menemukan banyak bentuk kehidupan baru dari kedalaman yang melebihi 4.000 m. Pengamatan hewan laut dalam di lingkungan alami mereka pertama kali dilakukan pada tahun 1930 oleh William Beebe dan Otis Barton yang turun hingga kedalaman 434 m dengan menggunakan batisfer yang terbuat dari baja.

[131] Kemudian, pada tahun 1960, Jacques Piccard mengembangkan batiskaf selam Trieste yang berhasil membawa Don Walsh dan Jacques Piccard ke dasar Palung Mariana di Samudra Pasifik dan mencapai rekor kedalaman 10.915 m. [132] Pencapaian yang sama baru terulang pada tahun 2012 ketika James Cameron mengemudikan Deepsea Challenger ke kedalaman serupa.

[133] Pakaian selam atmosfer dapat dikenakan untuk menjelajahi dasar laut, dan rekor dunia untuk penjelajahan terdalam dengan menggunakan pakaian ini dicetak pada tahun 2006 ketika seorang penyelam Angkatan Laut Amerika Serikat mencapai kedalaman 610 m. [134] Di laut dalam, sinar matahari tidak dapat tembus dan tekanannya sangat tinggi.

Untuk menjelajahi laut dalam, diperlukan kendaraan-kendaraan khusus, baik itu kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jauh dan dlengkapi dengan pencahayaan dan kamera, atau kendaraan selam yang dapat ditumpangi awak. Kendaraan selam Mir dapat ditumpangi oleh tiga awak dan turun hingga kedalaman 6.000 m. Kendaraan tersebut dilengkapi dengan cahaya 5.000 watt, perlengkapan video, dan lengan mekanik untuk mengumpulkan sampel atau memasang alat peneliti.

[135] Batimetri adalah pemetaan dan pengkajian topografi dasar lautan. Metode yang digunakan untuk mengukur kedalaman laut meliputi perum gema, laser airborne depth sounder, atau penghitungan kedalaman dari data penginderaan jauh dari satelit. Informasi ini digunakan untuk menentukan rute kabel dan pipa bawah laut, untuk menentukan lokasi anjungan lepas pantai yang sesuai, dan untuk mencari tempat penangkapan ikan yang baru.

[136] Penelitian oseanografi yang sedang berlangsung saat ini adalah penelitian kehidupan laut, konservasi, lingkungan laut, kimia laut, dinamika iklim dan permodelannya, batas udara-laut, pola cuaca, sumber daya laut, energi terbarukan, ombak dan arus, serta perancangan dan pengembangan alat-alat dan teknologi-teknologi baru untuk meneliti laut dalam.

[137] Pada era 1960-an dan 1970-an, penelitian berfokus pada taksonomi dan biologi dasar, tetapi pada era 2010-an perhatian telah teralih ke topik-topik besar seperti perubahan iklim. [138] Untuk mengumpulkan data lapisan permukaan, para peneliti dapat memanfaatkan penginderaan jauh dari satelit, tetapi untuk memperoleh data dari laut dalam diperlukan pengukuran yang dilakukan secara in situ, seperti kapal penelitian, alat pengamatan yang ditambatkan, serta kendaraan bawah laut.

[139] Perjalanan [ sunting - sunting sumber ] RMS Titanic, kapal penumpang raksasa yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 Kapal layar atau kapal paket mengangkut surat ke seberang laut. Salah satu kapal paket pertama berlayar dari Belanda ke Batavia pada tahun 1670-an. [140] Penumpang boleh naik, tetapi kondisi di dalam kapal tidak layak.

Pelayaran penumpang terjadwal kemudian berkembang, tetapi waktu pelayarannya tergantung cuaca. Ketika kapal uap menggantikan kapal layar, kapal samudra menjelma sebagai kapal penumpang. Pada awal abad ke-20, pelayaran lintas Atlantik memakan lima hari.

Banyak perusahaan kapal berlomba-lomba membuat kapal terbesar dan tercepat. Blue Riband adalah penghargaan tak resmi yang dipersembahkan kepada kapal tercepat yang melintasi Atlantik dengan jadwal rutin.

Mauretania memegang rekor kecepatan 26,06 knot (48,26 km/jam) selama dua puluh tahun sejak 1909. [141] Hales Trophy, penghargaan pelayaran komersial tercepat melintasi Atlantik, dimenangkan oleh United States pada tahun 1952 dengan masa berlayar 3 hari 10 jam 40 menit.

[142] Kapal samudra nyaman, tetapi bahan bakar dan stafnya memakan biaya yang besar. Masa kejayaan kapal penumpang lintas Atlantik berakhir seiring murahnya biaya penerbangan lintas benua. Pada tahun 1958, penerbangan rutin antara New York dan Paris dengan masa tempuh tujuh jam mengguncang industri kapal penumpang transatlantik. Kapal demi kapal dipensiunkan. Beberapa kapal diloakkan dan sisanya dijadikan kapal pesiar untuk industri pelancongan dan hotel mengapung.

[143] Namun, laut masih menjadi pilihan bagi pengungsi yang menaiki perahu taklayak. Mereka biasanya membayar penyelundup agar bisa berlayar. Ada yang baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. karena berlindung dari penindasan dan ada pula yang mengungsi karena mencari penghidupan layak di luar negeri. [144] Rekreasi [ sunting - sunting sumber ] Gambar seorang penyelam lengkap dengan masker selam, tabung oksigen, dan kaki katak Pemanfaatan laut untuk rekreasi tempat di permukaan bumi wisata sudah dimulai pada abad ke-19, dan lalu menjadi industri yang besar pada abad ke-20.

[145] Terdapat berbagai macam aktivitas rekreasi di laut, seperti yachting, balap perahu motor [146] memancing, [147] naik kapal pesiar, [148] serta kegiatan pariwisata ekologi seperti melihat paus dan mengamati burung laut.

[149] Banyak manusia yang senang bermain, berendam, atau bersantai di pantai. Namun, berendam di laut baru mulai menjadi kegiatan yang populer di Eropa pada abad ke-18 setelah Dr.

William Buchan menganjurkannya demi kesehatan. [150] Sementara itu, selancar adalah olahraga menaiki sebilah papan untuk bermanuver di atas ombak. Olahraga laut lainnya meliputi selancar layang, [151] selancar angin, [152] dan ski air. [153] Selam bebas merupakan olahraga yang mencoba mencapai kedalaman tanpa alat bantu pernapasan. Para pemburu mutiara tradisional biasanya menyemiri kulit mereka dengan minyak, memasukkan kapas ke dalam telinga mereka, menjepit hidup mereka, dan lalu menyelam sedalam 12 m dengan keranjang untuk mengumpulkan tiram mutiara.

[154] Mata manusia tidak cocok untuk digunakan di bawah air, tetapi penglihatan dapat ditunjang dengan memakai masker selam. Alat-alat lainnya yang juga berguna untuk melakukan selam bebas adalah kaki katak dan snorkel. Sementara itu, alat bantu pernapasan bawah air memungkinkan penapasan di kedalaman selama berjam-jam. [155] Namun, para penyelam dibatasi oleh menguatnya tekanan semakin dalam mereka menyelam, dan mereka harus menghindari penyakit dekompresi saat kembali ke permukaan.

Penyelam yang hanya ingin berekreasi disarankan untuk tetap berada di atas kedalaman 30 m, karena jika mereka menyelam lebih dalam dapat terserang narkosis nitrogen.

Penyelaman yang lebih dalam dari penyelaman rekreasional sendiri hanya dapat dilakukan dengan alat dan pelatihan khusus. [155] Perdagangan [ sunting - sunting sumber ] Peta yang menunjukkan kepadatan relatif pada rute perkapalan komersial di seluruh dunia Perdagangan laut sudah ada selama beberapa milenium. Wangsa Ptolemaios berdagang dengan India dengan menggunakan pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah, sementara pada milenium pertama SM orang-orang Arab, Fenisia, Bani Israil, dan India memperdagangkan barang-barang mewah seperti rempah-rempah, emas, dan batu-batu mulia.

[156] Orang-orang Fenisia dikenal sebagai pedagang yang ulung, dan pada masa Yunani dan Romawi perdagangan terus berkembang. Meskipun perdagangan di Eropa sempat mengalami kemunduran akibat runtuhnya Kekaisaran Romawi, perdagangan masih berkembang di wilayah-wilayah lainnya seperti Afrika, Timur Tengah, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara.

[157] Saat ini, banyak barang yang diangkut lewat laut, khususnya lewat Samudra Atlantik dan di sekitaran Lingkar Pasifik. Rute perdagangan besar melintasi Pilar-Pilar Herkules, Laut Tengah, Terusan Suez, Samudra Hindia, dan Selat Malaka; banyak kapal dagang yang juga melewati Selat Inggris. [158] Jalur-jalur perkapalan dipakai oleh kapal-kapal muatan, yang memanfaatkan arus dan angin. Lebih dari 60% lalu lintas kapal kontainer dunia melewati dua puluh rute dagang utama.

[159] Peningkatan pelelehan es di Artik sejak tahun 2007 juga membuat kapal-kapal dapat melewati Perlintasan Barat Laut selama beberapa minggu pada musim panas, sehingga kapal-kapal ini dapat menghindari rute-rute lain yang lebih panjang (seperti rute lewat Terusan Panama).

[160] Secara keseluruhan, nilai barang yang diangkut lewat laut diperkirakan melebihi US$4 triliun setiap tahunnya. [161] Terdapat dua jenis muatan, yaitu muatan curah dan muatan break bulk atau muatan umum.

Komoditas-komoditas dalam bentuk cair, bubuk, atau partikel diangkut dalam kapal muatan curah dan meliputi minyak, gandum, batubara, bijih, logam bekas, pasir, dan kerikil. Muatan break bulk biasanya terdiri dari barang-barang jadi dan diangkut dalam kemasan-kemasan yang sering kali diletakkan di atas palet.

Sebelum terjadinya kontainerisasi pada era 1950-an, barang-barang dimuat, diangkut, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit. [162] Pemakaian kontainer sangat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya pengangkutan, [163] dan kini kebanyakan muatan dipindahkan dengan menggunakan kontainer yang dapat dikunci dan berukuran standar yang diangkut di kapal- kapal kontainer. [164] [164] Perikanan [ sunting - sunting sumber ] Sekitar 400 ton ikan makerel sedang diangkat dengan menggunakan pukat cincin di perairan Peru.

Ikan dan produk perikanan lainnya merupakan sumber protein dan nutrien-nutrien lainnya yang diperlukan demi keseimbangan nutrisi. [165] Pada tahun 2009, 16,6% dari asupan protein hewani dan 6,5% dari asupan protein di seluruh dunia diperoleh dari ikan. [165] Untuk memenuhi kebutuhan yang besar ini, negara-negara pesisir memanfaatkan sumber daya laut di zona ekonomi eksklusif, tetapi kapal-kapal nelayan juga semakin banyak yang pergi menangkap ikan di perairan internasional.

[166] Pada tahun 2011, jumlah produksi ikan dunia (termasuk akuakultur) diperkirakan mencapai 154 juta ton, kebanyakan untuk dikonsumsi oleh manusia. [165] Sekitar 90 juta ton dari antaranya diperoleh dari penangkapan ikan di alam bebas, sementara sisanya berasal dari budi daya perairan. [165] Kawasan yang paling produktif adalah Samudra Pasifik Barat Laut dengan jumlah tangkapan sebesar 20,9 juta ton (27% tangkapan laut global) pada tahun 2010.

[165] Selain itu, pada tahun 2010, diperkirakan terdapat 4,36 juta kapal penangkap ikan di seluruh dunia, dan sektor perikanan juga menjadi mata pencaharian bagi 54,8 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2010. [165] Jika digabung dengan pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan perikanan, seperti pemrosesan, pemasaran, distribusi, pembuatan alat penangkap ikan, produksi es, pembangunan kapal, atau penelitian, diperkirakan perikanan secara keseluruhan menunjang kehidupan sekitar 660-820 juta orang atau 10-12% populasi dunia.

[165] Beberapa jenis kapal penangkap ikan modern adalah kapal pukat hela, kapal pukat tarik, kapal rawai, serta kapal pemrosesan ikan yang dapat berada di lautan selama berminggu-minggu dan membekukan dan memroses banyak sekali ikan.

Peralatan yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan adalah pukat cincin, pukat-pukat lainnya, jaring insang, dan tali pancing panjang. Sementara itu, jenis ikan yang paling sering ditangkap adalah haring, kod, teri, tuna, ikan sebelah, belanak, cumi-cumi, dan salmon. [167] Namun, penangkapan ikan secara berlebihan telah menjadi permasalahan yang serius. Overeksploitasi tidak hanya berdampak terhadap ikan yang ditangkap, tetapi juga terhadap predator-predator besar.

[168] Hasil kajian Myers & Worm yang diterbitkan di jurnal Nature pada tahun 2003 menunjukkan bahwa perikanan yang terindustrialisasi umumnya mengurangi biomassa komunitas sebesar 80% dalam kurun waktu 15 tahun setelah dimulainya eksploitasi. [168] Untuk menghindari overeksploitasi, banyak negara yang telah menetapkan kuota penangkapan di perairan mereka.

[167] Namun, upaya untuk memulihkan sektor perikanan dapat mengakibatkan penurunan hasil tangkapan dan keuntungan nelayan, sehingga banyak negara yang enggan mengambil tindakan yang tidak populer seperti ini. [169] Meskipun begitu, hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada April 2018 menunjukkan bahwa negara-negara dapat memulihkan sektor perikanan mereka dengan mengganyang penangkapan ikan ilegal.

[169] Menurut hasil penelitian tersebut, semenjak Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti mengalakkan kebijakan yang agresif dalam memberantas kapal-kapal penangkap ikan ilegal, upaya tangkap berkurang sebesar 25%.

[169] Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan jumlah tangkapan sebesar 14% dan keuntungan sebesar 12%. [169] Dengan mengambil langkah semacam ini, ekonomi dan persediaan pangan setempat tidak perlu dikorbankan demi proses pemulihan. [169] Tempat budi daya salmon di perairan Vestmanna, Kepulauan Faroe. Sekitar 79 juta ton produk makanan dan non-makanan juga dihasilkan dengan cara budi daya perairan pada tahun 2010. Terdapat sekitar 600 spesies air yang dibudidayakan, termasuk produksi untuk memberi makan populasi di alam bebas.

Hewan-hewan yang dibudidayakan termasuk ikan bersirip, krustasea, moluska, teripang, bulu babi, dan ubur-ubur. [165] Keuntungan budi daya dalam bentuk marikultur adalah ketersediaan makanan berupa plankton, dan limbah dari proses budi daya juga tersingkirkan secara alami. [170] Terdapat beberapa metode yang digunakan.

Mata jaring terapung dapat digunakan untuk ikan bersirip di laut terbuka, sementara kandang dapat dipakai di perairan yang lebih terlindungi atau kolam yang dapat disegarkan dengan air setiap kali terjadi pasang naik. Udang dapat dibudidayakan di kolam-kolam dangkal yang terhubung dengan laut terbuka. [171] Tali rentang dapat dipasang di air untuk membudidayakan alga, tiram, dan kerang. Teripang dapat diternak di dasar perairan. [172] Program pengembangbiakkan di penangkaran juga telah membesarkan larva lobster yang kemudian dilepaskan ke alam bebas, sehingga menambah tangkapan lobster di Maine.

[173] Sementara itu, terdapat paling tidak 145 spesies rumput laut yang dikonsumsi di seluruh dunia, dan beberapa telah lama dibudidayakan di Jepang dan negara-negara Asia lainnya; selain itu, terdapat pula potensi yang besar dalam mengembangkan algakultur.

[174] Terkait dengan tumbuhan-tumbuhan berbunga di laut, tidak banyak yang dijadikan makanan, tetapi salah satu contohnya adalah Salicornia europaea yang dapat dimakan mentah maupun matang. [175] Salah satu kesulitan terbesar dalam melakukan budi daya perairan adalah kecenderungan monokultur dan risiko dari penyebaran penyakit. Pada era 1990-an, wabah penyakit mengakibatkan kematian massal kapis farrer dan udang putih, sehingga mereka harus digantikan oleh spesies yang lain.

[176] Selain itu, budi daya perairan juga dapat berdampak terhadap lingkungan; contohnya, budi daya udang menyebabkan kehancuran hutan- hutan bakau di Asia Tenggara. [177] Hukum [ sunting - sunting sumber ] Peta Zona Ekonomi Eksklusif di Samudra Pasifik Hukum laut adalah bagian dari hukum internasional yang mengatur isu-isu maritim.

Pada tahun 1609, seorang ahli hukum yang bernama Hugo Grotius menulis sebuah risalah yang berjudul Mare Liberum. Risalah ini menyampaikan argumen-argumen yang mendukung kebebasan laut, yaitu konsep yang menyatakan bahwa laut bebas digunakan oleh semua dan tidak ada yang boleh melarang negara lain menggunakannya. [178] Cornelius van Bynkershoek lalu mengembangkan gagasan yang menyatakan bahwa negara memiliki hak atas perairan yang terletak bersebelahan dengan wilayah pesisirnya. [179] Menurutnya, wilayah perairan suatu negara terbentang hingga sejauh mana meriam di daratan dapat menjangkau.

[180] Pada masa ketika ia mengeluarkan pernyataan tersebut, jangkauan maksimal meriam di daratan adalah 3 mil laut (5.556 m), [180] sehingga negara-negara maritim pun mulai menetapkan batas tiga mil.

[180] Namun, klaim sepihak Presiden Harry S. Truman atas cadangan minyak di landas benua Amerika pada tahun 1945 [181] mengakhiri tatanan yang berlaku sebelumnya.

[182] Kemudian, diadakan tiga putaran konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut yang merombak hukum maritim internasional, tetapi Amerika Serikat masih belum meratifikasi perjanjian yang dihasilkan oleh konferensi-konferensi tersebut. Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut ( United Nations Convention on the Law of the Sea, disingkat UNCLOS) mulai berlaku pada tahun 1994, setelah Guyana menjadi negara ke-60 yang me ratifikasi perjanjian tersebut. [182] Pasal 87(1) Konvensi tersebut menyatakan bahwa " laut lepas terbuka untuk semua negara, baik negara pantai atau terkurung daratan", dan pasal ini juga berisi contoh-contoh kebebasan laut lepas yang meliputi kebebasan berlayar, penerbangan, pemasangan kabel bawah laut, pembangunan pulau-pulau buatan, perikanan, dan penelitian ilmiah.

[183] Konvensi ini memperluas laut teritorial hingga jarak 12 mil laut (22,2 km) dari garis pangkal yang umumnya merupakan (tetapi tidak selalu sama dengan) garis air rendah. "Perairan internal" sendiri terletak dari garis pangkal ke arah daratan dan sepenuhnya dikendalikan oleh negara pantai. Di sisi lain, "zona tambahan" terletak hingga sejauh 12 mil laut dari laut teritorial, dan di sini negara dapat melakukan pengejaran seketika terhadap kapal-kapal yang dinyatakan melanggar hukum bea cukai, perpajakan, imigrasi, atau polusi di laut teritorial.

Selain itu, " zona ekonomi eksklusif" atau ZEE terletak sejauh 200 mil laut dari garis pangkal dan memberikan hak untuk mengeksploitasi kehidupan laut dan mineral kepada negara pantai. Sementara itu, dalam ranah hukum, "landas benua" dianggap sebagai dasar laut atau tanah di bawahnya "yang terletak di luar laut teritorialnya sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratannya hingga pinggiran luar tepi kontinen, atau hingga suatu jarak 200 mil laut dari garis pangkal darimana lebar laut teritorial diukur".

[184] Negara pantai berhak untuk mengeksploitasi sumber daya alam di landas benua. [185] Perang [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Perang laut Kendali atas laut merupakan hal yang penting untuk menjaga keamanan suatu negara maritim, dan blokade terhadap pelabuhan dapat menghentikan pasokan makanan dan barang-barang lainnya.

Pertempuran telah berkecamuk di lautan selama lebih dari 3.000 tahun. Sekitar tahun 1210 SM, Raja Het Suppiluliuma II berhasil mengalahkan dan membakar armada dari Alashiya ( Siprus modern). [186] Dalam Pertempuran Salamis pada tahun 480 SM, Themistokles mampu menjebak armada Persia yang jauh lebih besar jumlahnya di sebuah selat yang sempit, dan akhirnya berhasil menghancurkan 200 kapal Persia dengan mengorbankan 40 kapal Yunani. [187] Salah satu pertempuran laut lain yang terkenal berlangsung pada tahun 1805, ketika armada Inggris yang dipimpin oleh Horatio Nelson berhasil mengalahkan kekuatan armada gabungan Prancis dan Spanyol dalam Pertempuran Trafalgar.

[188] Serangan Pearl Harbor Seiring dengan perkembangan teknologi dan industri, kapal-kapal perang menjadi semakin mutakhir dengan daya tembak yang semakin besar. Pada tahun 1905, armada Jepang berhasil mengalahkan armada Rusia yang telah berkelana sejauh 18.000 mil laut (33.000 km) dalam Pertempuran Tsushima. [189] Pada tahun 1906, Britania Raya mulai menggunakan kapal HMS Dreadnought yang baru saja selesai dibangun. Kapal yang dikenal akan senapan-senapan raksasanya ini memicu perlombaan senjata laut yang sengit di antara Britania Raya dengan Kekaisaran Jerman, dan kemudian negara-negara lain juga ikut membuat kapal dreadnought mereka sendiri.

[190] Kapal semacam ini baru digunakan untuk berperang dalam Pertempuran Jutland selama Perang Dunia Pertama. [191] Pada masa Perang Dunia II, kemenangan besar Britania dalam Pertempuran Taranto tahun 1940 menunjukkan pentingnya kekuatan udara di laut untuk mengalahkan kapal-kapal perang raksasa. [192] Maka dari itu, pertempuran-pertempuran laut besar yang terjadi di Teater Pasifik (seperti Pertempuran Laut Karang, Midway, Laut Filipina, dan Teluk Leyte) didominasi oleh kapal-kapal induk.

[193] [194] Kapal selam mulai menjadi bagian yang penting dalam peperangan di laut setelah kapal-kapal selam Jerman yang dijuluki U-Boot menenggelamkan hampir 5.000 kapal pedagang milik negara-negara Sekutu, [195] termasuk kapal RMS Lusitania yang menjadi faktor yang mendorong Amerika Serikat bergabung dengan pihak Sekutu selama Perang Dunia I.

[196] Pada masa Perang Dunia II, hampir 3.000 kapal Sekutu ditenggelamkan oleh U-Boot yang mencoba menghentikan pengiriman persediaan ke Britania, [197] tetapi Sekutu berhasil mematahkan blokade ini dalam Pertempuran Atlantik dan menenggelamkan 783 U-Boot. [198] Semenjak tahun 1960, beberapa negara telah memiliki armada kapal selam misil balistik bertenaga nuklir, yang dapat meluncurkan misil balistik ber senjata nuklir dari dasar laut.

Beberapa kapal selam semacam ini melakukan patroli secara permanen. [199] [200] Perompakan [ sunting - sunting sumber ] Para perompak Somalia dengan senapan baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. AKM, granat berpeluncur roket RPG-7, dan pistol semi otomatis. Perompakan di laut sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, dan kemungkinan kegiatan semacam ini muncul bersamaan dengan dimulainya pengiriman barang lewat kapal.

[201] Selat-selat sempit yang dilalui oleh kapal-kapal dagang sering kali dimanfaatkan oleh para perompak yang mencari keuntungan. [202] Pada awal abad ke-21, perompakan masih menjadi masalah yang serius, dan pada tahun 2004 kegiatan pembajakan di laut diperkirakan mengakibatkan kerugian sebesar US$16 miliar per tahun. [203] Contoh perairan yang masih menghadapi ancaman dari para perompak adalah Selat Malaka [204] dan pesisir Somalia.

[205] Dalam hukum internasional, para perompak dianggap sebagai hostis humani generis atau "musuh kemanusiaan". [206] Tindakan pembajakan di laut dipandang sebagai ancaman terhadap keamanan dunia, dan tindakan tersebut juga sering kali dilakukan di laut lepas yang berada di luar kendali negara berdaulat, sehingga tindakan perompakan pun masuk ke dalam cakupan yurisdiksi universal.

[206] Maka dari itu, semua negara dapat mengambil tindakan untuk membasmi mereka, dan para pelaku perompakan dapat diseret ke meja hijau di pengadilan negara manapun.

[206] Berdasarkan Pasal 101 UNCLOS, tindakan pembajakan di laut dapat didefinisikan sebagai "setiap tindakan kekerasan atau penahanan yang tidak sah, atau setiap tindakan memusnahkan, yang dilakukan untuk tujuan pribadi oleh awak kapal atau penumpang dari suatu kapal (.) swasta, dan ditujukan di laut lepas, terhadap kapal (.) lain atau terhadap orang atau barang yang ada di atas kapal (.) demikian, [atau] terhadap suatu kapal (.), orang, atau barang di suatu tempat di luar yurisdiksi negara manapun", [207] sehingga tindakan pembajakan di laut tidak sama dengan peperangan di laut yang berlangsung di antara pihak-pihak yang diakui sebagai subjek hukum internasional.

[206] Pembangkit listrik [ sunting - sunting sumber ] Pembangkit listrik tenaga pasang surut pertama di dunia: Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Rance dengan panjang satu kilometer, yang menghasilkan sekitar 540 GWh per tahun, sekitar 3% dari total konsumsi listrik di Bretagne pada tahun 2011.

[208] Di laut terdapat persediaan energi yang amat besar dalam bentuk ombak, pasang laut, perbedaan salinitas, dan perbedaan suhu samudra, dan sumber-sumber energi baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. [209] Energi laut yang ramah lingkungan meliputi energi pasang surut, tenaga arus laut, tenaga osmosis, tenaga panas samudra, dan tenaga ombak. [209] [210] Tenaga pasang surut menggunakan generator untuk menghasilkan listrik dari pasang laut, terkadang dengan menggunakan bendungan untuk menyimpan dan kemudian mengeluarkan air laut. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Rance dengan panjang satu kilometer di dekat St Malo, Bretagne, dibuka pada tahun 1967; pembangkit listrik tersebut menghasilkan sekitar 0,5 GW, tetapi tidak banyak yang mencoba mengikuti langkah membangun pembangkit listrik semacam ini.

[9] (hlm.111–112) Energi ombak yang besar dan sering kali berubah-ubah menjadikan tenaga ini sebagai tenaga dengan kemampuan merusak yang dahsyat, sehingga mesin ombak yang murah dan dapat diandalkan sulit untuk dikembangkan.

Pembangkit listrik tenaga ombak dengan kapasitas 2 MW yang disebut "Osprey" dibangun di Skotlandia Utara pada tahun 1995, sekitar 300 meter di lepas pantai. Mesin tersebut kemudian rusak akibat ombak, dan lalu hancur akibat badai. [9] (hlm.112) Sementara itu, energi arus samudra dapat memenuhi kebutuhan energi daerah yang dekat dengan laut. [211] Pada dasarnya, energi tersebut dapat dimanfaatkan dengan menggunakan turbin; sistem turbin di dasar laut juga dapat dibuat, tetapi terbatas di kedalaman sekitar 40 m.

[212] Energi angin lepas pantai diperoleh dari pergerakan turbin angin yang ditempatkan di laut; pembangkit listrik semacam ini memiliki keunggulan, karena kecepatan angin di laut lebih tinggi daripada di daratan, walaupun ladang angin sebenarnya membutuhkan biaya yang lebih besar untuk dibangun di lepas pantai.

[213] Ladang angin lepas pantai pertama didirikan di Denmark pada tahun 1991, [214] dan kapasitas kincir angin di lepas pantai Eropa mencapai 3 GW pada 2010. [215] Pembangkit listrik sering kali terletak di pesisir atau di samping muara agar laut dapat dimanfaatkan sebagai pembuang panas.

Pembuang panas yang lebih dingin akan membuat pembangkit listrik menjadi lebih efisien, yang sangat penting untuk pembangkit listrik yang mahal seperti pembangkit listrik tenaga nuklir. [216] Industri ekstraktif [ sunting - sunting sumber ] Anjungan lepas pantai di perairan Brasil Di dasar laut terdapat banyak cadangan mineral yang dapat dieksploitasi dengan melakukan pengerukan.

Keunggulan pengerukan bila dibandingkan dengan penambangan di daratan adalah peralatannya yang dapat dibuat di galangan kapal khusus serta biaya infrastruktur yang lebih rendah. Namun, terdapat pula beberapa kerugian, yaitu masalah yang dipicu oleh ombak dan pasang laut, risiko akumulasi lanau akibat penggalian, serta bahan buangan dari kegiatan penambangan yang dapat terbawa oleh air.

Terdapat pula risiko erosi wilayah pesisir dan kerusakan lingkungan hidup. [217] Fasilitas desalinasi yang menggunakan proses osmosis terbalik Endapan-endapan sulfida dalam jumlah yang besar di dasar laut dapat menjadi sumber perak, emas, tembaga, timbal, seng, dan logam-logam lainnya. Endapan-endapan tersebut terbentuk ketika air yang mengalami pemanasan secara geotermal dikeluarkan dari ventilasi hidrotermal di laut dalam.

Bijih-bijihnya bermutu tinggi, tetapi terlalu mahal untuk diambil. [218] Penambangan berskala kecil di dasar laut sedang dikembangkan di lepas pantai Papua Nugini dengan menggunakan teknik-teknik robotik, tetapi rintangannya sangat besar. [219] Terdapat cadangan minyak dan gas yang besar di bebatuan di bawah dasar laut. Anjungan lepas pantai dan anjungan pengeboran menyedot minyak atau gas dan menyimpannya untuk diangkut ke darat.

Proses produksi minyak dan gas lepas pantai tidaklah mudah akibat lingkungan yang keras dan terpencil. [220] Pengeboran minyak di laut memiliki dampak terhadap lingkungan. Hewan-hewan bisa salah arah akibat gelombang-gelombang tempat di permukaan bumi yang digunakan untuk mencari cadangan minyak, dan hal ini mungkin mengakibatkan terdamparnya paus. [221] Unsur-unsur beracun seperti raksa, timbal, dan arsenik dapat dikeluarkan selama produksi minyak.

Infranstrukturnya juga bisa menyebabkan kerusakan dan minyaknya dapat mengalami kebocoran. [222] Metana klatrat dalam jumlah yang besar dapat ditemui di dasar laut dan di sedimen lautan pada suhu sekitar 2 °C, dan senyawa ini dianggap sebagai sumber energi potensial. Diperkirakan jumlahnya berkisar antara satu hingga lima juta kilometer kubik. [223] Di dasar laut juga terdapat nodul mangan yang terdiri dari lapisan besi, mangan, dan hidroksida-hidroksida lainnya di sekeliling bagian inti.

Di Samudra Pasifik, nodul mangan mungkin melapisi sekitar 30% dasar laut. Mineral ini mengalami reaksi pengendapan dari air laut. Kemungkinan untuk mengambil sumber daya ini untuk memperoleh nikel sempat diselidiki pada era 1970-an, tetapi kemudian ditinggalkan karena terdapat sumber-sumber lain yang lebih mudah untuk dimanfaatkan.

[224] Di tempat-tempat yang sesuai, berlian dikumpulkan dari dasar laut dengan menggunakan selang penghisap untuk membawa kerikil ke permukaan. Di Namibia, berlian-berlian sekarang lebih banyak dikumpulkan dari laut ketimbang melalui metode-metode konvensional di darat. [225] Di laut terdapat banyak sekali mineral terlarut yang berharga. [226] Mineral yang paling penting adalah garam untuk keperluan rumah tangga dan industri, yang telah dikumpulkan dengan memanfaatkan penguapan di kolam-kolam dangkal semenjak zaman prasejarah.

Bromin (yang mengalami akumulasi setelah terbawa dari daratan) dapat diambil dari Laut Merah, dan di situ kandungan bromin tercatat sebesar 55.000 ppm ( parts per million atau sepersejuta). [227] Desalinasi adalah teknik untuk mengeluarkan garam dari air laut untuk menghasilkan air tawar yang layak untuk diminum atau untuk irigasi. Terdapat dua metode pengolahan utama, yaitu distilasi vakum dan osmosis terbalik, tetapi kedua metode ini membutuhkan energi yang besar. Desalinasi biasanya hanya dilakukan saat air tawar dari sumber lainnya sangat terbatas atau apabila energi berlimpah, seperti misalnya kelebihan panas yang ditimbulkan dari pembangkit listrik.

Air garam yang menjadi produk sampingan mengandung bahan-bahan beracun, sehingga dikembalikan ke laut. [228] Polusi [ sunting - sunting sumber ] Dampak polusi raksa di samudra: raksa mengalami bioakumulasi pada ikan dan mencemari rantai makanan Banyak zat yang mencemari laut akibat kegiatan manusia. Produk-produk pembakaran terbawa oleh udara dan lalu mengendap di laut setelah terjadinya presipitasi. Limbah industri, pertanian, dan rumah tangga mengakibatkan masuknya logam berat, pestisida, PCB, disinfektan, produk pembersih, dan bahan kimia sintetik lainnya ke dalam laut.

Zat-zat ini pun menumpuk di permukaan dan di sedimen laut, terutama di lumpur muara. Dampak dari limbah-limbah ini tidak diketahui secara pasti akibat banyaknya zat yang masuk dan kurangnya informasi tentang dampaknya secara biologis. [229] Logam-logam berat yang paling mengkhawatirkan adalah tembaga, timbal, raksa, kadmium, dan seng, yang dapat mengalami bioakumulasi pada invertebrata-invertebrata laut. Logam-logam berat ini kemudian akan mencemari rantai makanan. [230] Citra dari satelit yang terlihat seperti lukisan Malam Berbintang karya Vincent van Gogh, tetapi sebenarnya gambar ini menunjukkan peristiwa ledakan populasi alga di perairan di sekitaran Gotland, sebuah pulau milik Swedia di Laut Baltik, yang disebabkan oleh kelebihan nutrien yang dibawa oleh arus di dasar ke permukaan yang disinari matahari Kebanyakan sampah plastik yang mengambang di lautan tidak dapat langsung tempat di permukaan bumi.

[231] Akibatnya, terdapat pulau sampah raksasa yang kebanyakan terdiri dari sampah plastik di tengah girus Pasifik [232] dan di Samudra Atlantik.

[233] Burung-burung laut seperti albatros dan petrel dapat mengira sampah sebagai makanan, sehingga plastik pun akan mengalami akumulasi di dalam sistem pencernaan mereka. Penyu dan paus juga telah ditemukan dengan kantong plastik dan benang pancing di dalam perut mereka. Sementara itu, mikroplastik dapat tenggelam, sehingga mengancam hewan penyaring di dasar laut. [234] Kebanyakan polusi minyak di laut berasal dari kota dan industri.

[235] Minyak dapat membahayakan hewan-hewan laut. Misalnya, minyak yang menutupi bulu burung-burung laut dapat mengurangi efek insulasi dan gaya apung si burung, dan minyak juga dapat tertelan dan meracuni burung ketika mereka mencoba menjilati bulu-bulunya untuk menghilangkan minyak tersebut.

Mamalia laut tidak terlalu terkena dampak polusi minyak, tetapi dapat mengalami kedinginan akibat berkurangnya efek insulasi, dan mereka juga bisa buta, dehidrasi, atau keracunan. Invertebrata-invertebrata bentik juga dapat terkontaminasi ketika minyak tenggelam, sementara ikan akan keracunan dan rantai makanan pun terganggu.

Dalam jangka pendek, tumpahan minyak dapat mengurangi populasi di alam bebas dan membuat ekosistem menjadi tidak seimbang, mengganggu rekreasi dan pariwisata, serta merusak mata pencaharian orang-orang yang bergantung pada laut. [236] Meskipun begitu, bakteri-bakteri di laut dapat menghilangkan minyak dari lautan. Di Teluk Meksiko, bakteri pemakan minyak sudah ada dan hanya perlu waktu beberapa hari untuk mengonsumsi tumpahan minyak.

[237] Pupuk dari lahan pertanian telah menjadi sumber polusi yang besar di beberapa wilayah. Air limbah yang masuk ke laut juga memiliki dampak yang serupa. Nutrien tambahan dari kedua limbah ini dapat mengakibatkan eutrofikasi atau pertumbuhan tanaman dan alga secara berlebihan. Hal ini dapat mengurangi kadar oksigen di air dan membunuh hewan-hewan laut. Peristiwa semacam ini telah menghasilkan zona-zona mati di Laut Baltik dan Teluk Meksiko.

[235] Beberapa peristiwa ledakan populasi alga disebabkan oleh sianobakteri, yang dapat meracuni kerang-kerangan yang memakan organisme-organisme tersebut dengan cara menyaring, sehingga juga akan membahayakan hewan-hewan lain seperti berang-berang laut. [238] Fasilitas nuklir juga dapat mencemari laut. Laut Irlandia terkontaminasi oleh sesium-137 yang bersifat radioaktif dan berasal dari pabrik pemrosesan bahan bakar nuklir Sellafield.

[239] Kecelakaan nuklir juga dapat mengakibatkan masuknya materi-materi radioaktif ke dalam laut, seperti yang terjadi selama bencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I pada tahun 2011. [240] Pembuangan limbah (termasuk minyak, cairan berbahaya, limbah, dan sampah) ke laut diatur oleh hukum internasional. Konvensi London (1972) adalah sebuah perjanjian internasional yang bertujuan mengendalikan pembuangan sampah dan limbah ke samudra, dan perjanjian tersebut telah diratifikasi oleh 89 negara pada tanggal 8 Juni 2012.

[241] Selain itu, terdapat konvensi MARPOL 73/78 yang dimaksudkan untuk meminimalisasi polusi yang diakibatkan oleh kapal-kapal di laut.

Pada Mei 2013, 152 negara maritim telah meratifikasi MARPOL. [242] Suku laut asli [ sunting - sunting sumber ] Suku Bajau Di wilayah Maritim Asia Tenggara terdapat beberapa masyarakat nomaden yang tinggal di perahu dan mencukupi hampir seluruh kebutuhan mereka dari sumber daya laut.

Suku Moken dapat dijumpai di pesisir Thailand dan Myanmar serta kepulauan di Laut Andaman. [243] Suku Bajau menempati wilayah pesisir Kepulauan Sulu, Mindanao, Sulawesi, Kalimantan bagian utara, hingga Maluku dan Timor.

[244] Suku-suku laut nomaden ini merupakan penyelam bebas yang handal dan mampu mencapai kedalaman 30 m, meskipun beberapa di antara mereka juga tinggal di daratan. [245] [246] Di wilayah Arktik, suku-suku asli seperti suku Chukchi, Inuit, Inuvialuit, dan Yupik memburu mamalia-mamalia laut seperti anjing laut dan paus. [247] Sementara itu, penduduk Kepulauan Selat Torres di Papua Nugini dan Australia menjalani kehidupan tradisional dengan berburu, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…., berkebun, dan berdagang dengan suku-suku tetangga di daratan utama.

[248] Dalam budaya [ sunting - sunting sumber ] Lukisan The Gulf Stream (1899) karya Winslow Homer. Dalam kebudayaan manusia, laut telah ditafsirkan dengan sudut pandang yang saling berlawanan: laut dianggap kuat tetapi tenang, atau indah tetapi berbahaya. [9] (hlm.10) Laut telah digambarkan dalam sastra, seni, puisi, film, drama, musik klasik, mitologi, dan agama. [249] Bangsa-bangsa kuno menciptakan personifikasi laut, dan meyakini bahwa laut dikendalikan oleh dewa/dewi.

Laut juga dianggap sebagai tempat yang tidak bersahabat, dan juga sebagai tempat tinggal makhluk-makhluk besar seperti Lewiatan dalam Alkitab, [250] Skilla dalam mitologi Yunani, [251] Isonade dalam mitologi Jepang, [252] dan kraken dalam mitologi Nordik akhir. [253] Laut, kehidupan di dalamnya, dan kapal-kapal telah digambarkan dalam seni rupa, dari gambar-gambar sederhana di dinding pondok-pondok di Lamu [249] hingga lukisan bentang laut karya Joseph Turner.

Dalam lukisan Zaman Keemasan Belanda, seniman-seniman seperti Jan Porcellis, Hendrick Dubbels, Willem van de Velde de Oude dan anaknya, dan Ludolf Bakhuizen memuliakan laut dan angkatan laut Republik Belanda pada puncak kejayaannya. [254] [255] Seniman Jepang Katsushika Hokusai juga membuat seni ukiyo-e yang menggambarkan laut, termasuk Ombak Besar di Kanagawa. [9] (hlm.8) Ombak Besar di Kanagawa karya Hokusai dari sekitar tahun 1829 Musik juga telah diilhami oleh samudra, termasuk komponis yang tinggal atau bekerja di dekat pesisir dan melihat laut dari berbagai sudut pandang.

Yel-yel laut dinyanyikan oleh para marinir untuk meringankan tugas-tugas berat, dan semenjak itu langgam semacam ini telah meresap ke dalam komposisi musik, termasuk musik yang menggambarkan air yang tenang, ombak yang menghantam, dan badai di laut.

[256] Musik klasik yang terkait dengan laut meliputi Der fliegende Holländer karya Richard Wagner, [257] La mer (1903–05) karya Claude Debussy, [258] Songs of the Sea (1904) dan Songs of the Fleet (1910) karya Charles Villiers Stanford, Sea Pictures (1899) karya Edward Elgar, dan A Sea Symphony (1903–1909) karya Ralph Vaughan Williams. [259] Sebagai sebuah simbol, laut telah menjadi tema dalam sastra, puisi, dan mimpi.

Terkadang laut digambarkan sebagai latar belakang yang tenang, tetapi tema-tema yang sering kali digunakan adalah badai, kapal karam, pertempuran, kesulitan, bencana, pupusnya harapan, atau kematian. [260] Contohnya, Homeros di dalam wiracaritanya yang berjudul Odisseia menceritakan perjalanan sepuluh tahun seorang pahlawan Yunani yang bernama Odisseus, yang berjuang untuk pulang dan harus mengarungi lautan yang sangat berbahaya seusai perang yang digambarkan dalam Iliad.

[261] Laut juga sering kali menjadi tema dalam puisi-puisi Haiku karya penyair Jepang dari Zaman Edo, Matsuo Bashō (松尾 芭蕉) (1644–1694). [262] Dalam sastra modern, novel-novel yang diilhami oleh laut telah ditulis oleh Joseph Conrad (yang didasarkan pada pengalamannya sendiri di laut), [263] Herman Wouk, [264] dan Herman Melville.

[265] Dalam karya-karya psikiater Carl Jung, laut melambangkan ketidaksadaran kolektif dan pribadi di dalam penafsiran mimpi, sementara kedalaman laut merupakan simbol kedalaman budi tak-sadar. [266] Walaupun asal mula kehidupan di Bumi masih diperdebatkan, [267] ilmuwan dan penulis Rachel Carson di dalam buku The Sea Around Us yang ditulis pada tahun 1951 menulis bahwa, "Memang aneh bahwa laut, yang merupakan tempat asal manusia, kini terancam oleh aktivitas-aktivitas salah satu jenis kehidupan itu.

Namun laut, walaupun berubah dengan cara yang beralamat buruk, akan tetap ada: ancaman itu adalah ancaman terhadap kehidupan itu sendiri". [268] Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Catatan: ini adalah sebuah definisi umum yang secara konseptual ada pada sumber-sumber dari teknis, bahan ajar, hingga kamus (kamus menjadi standar penggunaan oleh orang pada umumnya).

Baca lebih lanjut pada isi utama artikel dan catatan kaki lainnya mengenai arti lengkap dari istilah ini. • ^ Satu definisi menyatakan bahwa laut adalah bagian dari samudra, meskipun sekarang Organisasi Hidrografi Internasional mendefinisikan batas-batas samudra dunia dengan menggunakan perairan yang tidak termasuk wilayah laut [4] sehingga pada dasarnya definisi ditentukan hanya dari kebiasaan tanpa mematok ketentuan khusus. [10] Definisi yang digunakan dalam bahan ajar, dengan mempertimbangkan antara pengertian teknis dan sehari-hari, umumnya menyatakan bahwa "laut" adalah istilah untuk perairan asin yang "terkunci daratan", dengan pengecualian kemudian harus dibuat untuk laut yang dibatasi oleh arus samudra seperti Laut Sargasso.

[1] [2] Definisi ketiga menyatakan bahwa laut harus memiliki bagian dasar yang terbentuk dari kerak samudra. Definisi ini dapat meliputi Laut Kaspia yang sebagiannya merupakan samudra pada zaman dahulu. [11] • ^ Konvensi UNCLOS tidak mencakup Laut Kaspia yang sebagai gantinya disebut "danau internasional" dalam ranah hukum. [13] • ^ Penelitian terhadap mineral ringwoodit hidrat yang timbul dari letusan gunung berapi menunjukkan bahwa zona transisi antara mantel Bumi bagian bawah dan atas mengandung air yang jumlahnya setara [18] hingga tiga kali lipat [19] dari seluruh air di samudra di permukaan.

Eksperimen yang mereka ulang kondisi mantel Bumi bawah juga menunjukkan bahwa masih banyak air yang dapat ditemukan yang jumlahnya dapat mencapai lima kali lipat dari yang terdapat di samudra-samudra dunia. [20] • ^ Sebagai gambaran untuk mengetahui seberapa besar perubahan ini, jika pH plasma darah manusia meningkat dari kadar normal sebesar 7,4 menjadi di atas 7,8, atau turun hingga di bawah 6,8, kematian akan terjadi.

[89] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b National Geographic (2011-09-27). "Sea". National Geographic. Diakses tanggal 2017-01-07. • ^ a b Karleskint, G. (2009). Introduction to Marine Biology.

Boston: Cengage Learning. hlm. 47. ISBN 9780495561972. Diakses tanggal 2017-01-07. • ^ Bishop, T.; et al. "Then and Now: The HMS Challenger Expedition and the 'Mountains in the Sea' Expedition".

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 2018-09-04. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ a b Organisasi Hidrografi Internasional (1953). Limits of Oceans and Seas (Special Publication №28) (PDF) (edisi ke-ke-3).

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-10-08. Diakses tanggal 2010-02-07. • ^ Oxford English Dictionary, 1st ed. "sea, n." Oxford University Press 1911.

• ^ a b c Reddy, M. P. M. (2001). Descriptive Physical Oceanography. Leiden: A.A. Balkema. hlm. 112. ISBN 90-5410-706-5. • ^ "Sea". Merriam-webster.com. Diakses tanggal 13 Maret 2013.

• ^ NOS Staff (2014-03-25). "What's the Difference between an Ocean and a Sea?". Ocean Facts. National Ocean Service (NOS), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Diakses tanggal 2017-01-07 – via OceanService.NOAA.gov. • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa Stow, Dorrik A.V. (2004). Encyclopedia of the Oceans. Oxford: Oxford University Press.

ISBN 0198606877. Diakses tanggal 2017-01-07. • ^ American Society of Civil Engineers (1994). The Glossary of the Mapping Sciences. ASCE Publication. hlm. 365. ISBN 0-7844-7570-9. • ^ Conforti, B.

(2005). The Italian Yearbook of International Law Vol. 14. Martinus Nijhoff. hlm. 237. ISBN 978-90-04-15027-0. • ^ Vukas, B. (2004). The Law of the Sea: Selected Writings. Martinus Nijhoff. hlm. 271. ISBN 978-90-04-13863-6. • ^ Gokay, B. (2001). The Politics of Caspian Oil. Palgrave Macmillan.

hlm. 74. ISBN 978-0-333-73973-0. • ^ Ravilious, K. (2009-04-21). "Most Earthlike Planet Yet Found May Have Liquid Oceans". National Geographic. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-12. • ^ National Aeronautics and Space Administration. "NASA Visible Earth: The Blue Marble". National Aeronautics and Space Administration. Diakses tanggal 2018-09-11. • ^ a b United States Geological Survey (2016-12-02). "How much water is there on Earth, from the USGS Water Science School".

Diakses tanggal 2018-09-11. • ^ Frederick, John E. (2008). Principles of Atmospheric Science. Jones and Bartlett. hlm. 80. • ^ Oskin, B. (2014-03-12). "Rare Diamond Confirms that Earth's Mantle Holds an Ocean's Worth of Water". Scientific American. Diakses tanggal 2018-09-11. • ^ Schmandt, B.; Jacobsen, S. D.; Becker, T. W.; Liu, Z.; Dueker, K. G. (2014).

"Dehydration melting at the top of the lower mantle". Science. 344 (6189): 1265–68. Bibcode: 2014Sci.344.1265S. doi: 10.1126/science.1253358. • ^ Murakami, M. (2002). "Water in Earth's Lower Mantle". Science. 295 (5561): 1885–87. Bibcode: 2002Sci.295.1885M. doi: 10.1126/science.1065998. • ^ b., R. N. R.; Russell, F. S.; Yonge, C. M. (1929). "The Seas: Our Knowledge of Life in the Sea and How It is Gained".

The Geographical Journal. 73 (6): 571. doi: 10.2307/1785367. JSTOR 1785367. • ^ Stewart, R. H. (2008). "Introduction To Physical Oceanography" (PDF). Texas A & M University. hlm. 2–3. • ^ a b Monkhouse, F.J.

(1975). Principles of Physical Geography. Hodder & Stoughton. hlm. 327–328. ISBN 978-0-340-04944-0. • ^ a b Millero, F. J.; Feistel, R.; Wright, D. G.; McDougall, T. J. (2008). "The composition of Standard Seawater and the definition of the Reference-Composition Salinity Scale".

Deep-Sea Research Part I: Oceanographic Research Papers. 55: 50–72. Bibcode: 2008DSRI.55.50M. doi: 10.1016/j.dsr.2007.10.001. • ^ Cowen, R. (5 Oktober 2011). "Comets take pole position as water bearers". Nature. Diakses tanggal 10 September 2013. • ^ Pond, S. (1978). Introductory Dynamic Oceanography. Pergamon Pres. hlm. 5. ISBN 0750624965. • ^ "Ocean salinity". Science Learning Hub (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-07-02.

• ^ Anati, D. A. (1999). "The salinity of hypersaline brines: Concepts and misconceptions". International Journal of Salt Lake Research. 8: 55. doi: 10.1023/A:1009059827435. Diakses tanggal 3 Februari 2016. • ^ Swenson, H. "Why is the Ocean Salty?". US Geological Survey. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-04-18. • ^ "Drinking Seawater Can Be Deadly to Humans".

NOAA. 2013-01-11. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ a b Talley, L. D. (2002). "Salinity Patterns in the Ocean". Dalam MacCracken, M. C.; Perry, J. S. Encyclopedia of Global Environmental Change, Volume 1, The Earth System: Physical and Chemical Dimensions of Global Environmental Change. John Wiley & Sons. hlm. 629–630. ISBN 0-471-97796-9. • ^ Feistel, R.; et al. (2010). "Density and Absolute Salinity of the Baltic Sea 2006–2009". Ocean Tempat di permukaan bumi.

6: 3-24. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ Talley, Lynne D (2011). Descriptive Physical Oceanography: An Introduction (edisi ke-6). Elsevier. hlm. 381. ISBN 978-0-7506-4552-2. • ^ Gordon, A. (2004). "Ocean Circulation".

The Climate System. Columbia University. • ^ "Sea Water, Freezing of". Water Encyclopedia. Diakses tanggal 12 Oktober 2013. • ^ Jeffries, Martin O. (2012). "Sea ice". Encyclopedia Britannica. Britannica Online Encyclopedia. Diakses tanggal 21 April 2013. • ^ a b Russell, F.S. (1928) The Seas. hlm. 225–27. Frederick Warne. • ^ Swedish Meteorological and Hydrological Institute (2010). "Oxygen in the Sea". • ^ Shaffer, G. .; Olsen, S. M.; Pedersen, J. O. P. (2009). "Long-term ocean oxygen depletion in response to carbon dioxide emissions from fossil fuels".

Nature Geoscience. 2 (2): 105–09. Bibcode: 2009NatGe.2.105S. doi: 10.1038/ngeo420. • ^ Ahrens, C. Donald; Jackson, Peter Lawrence; Jackson, Christine E. J.; Jackson, Christine E. O. tempat di permukaan bumi. Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment.

Cengage Learning. hlm. 283. ISBN 0-17-650039-1. • ^ a b c d "Ocean Currents". Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. • ^ Pope, Vicky (2 Februari 2007).

"Models 'key to climate forecasts '". BBC. • ^ Cushman-Roisin, Benoit; Beckers, Jean-Marie (2011). Introduction to Geophysical Fluid Dynamics: Physical and Numerical Aspects. Academic Press. ISBN 978-0-12-088759-0. • ^ Wunsch, C. (2002). "What Is the Thermohaline Circulation?".

Science. 298 (5596): 1179–81. doi: 10.1126/science.1079329. PMID 12424356. • ^ "Long-shore currents". Orange County Lifeguards.

2007. • ^ "Rip current characteristics". Rip currents. University of Delaware Sea Grant College Program. • ^ a b c "Tides and Water Levels". NOAA Oceans and Coasts. NOAA Ocean Service Education. Diakses tanggal 20 April 2013. • ^ "Tidal amplitudes". University of Guelph. Diakses tanggal 12 September 2013. • ^ a b "Tides". Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. • ^ Untuk penjelasannya, lihat Eginitis, D.

(1929). "The problem of the tide of Euripus". Astronomische Nachrichten. 236 (19–20): 321–28. Bibcode: 1929AN.236.321E. doi: 10.1002/asna.19292361904. Lihat pula komentar tentang penjelasan ini dalam Lagrange, E. (1930).

"Les marées de l'Euripe". Ciel et Terre (Bulletin of the Société Belge d'Astronomie) (dalam bahasa French). 46: 66–69. Bibcode: 1930C&T.46.66L. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Cline, Isaac M. (4 Februari 2004). "Galveston Storm of 1900". National Oceanic and Atmospheric Administration. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 21 April 2013. • ^ a b c "Ocean waves". Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration.

Tempat di permukaan bumi tanggal 17 April 2013. • ^ Young, I. R. (1999). Wind Generated Ocean Waves. Elsevier. hlm. 83. ISBN 0-08-043317-0. • ^ a b Garrison, Tom (2012). Essentials of Oceanography. Edisi ke-6. hlm. 204 ff. Brooks/Cole, Belmont. ISBN 0321814053. • ^ National Meteorological Library and Archive (2010). "Fact Sheet 6—The Beaufort Scale". Met Office ( Devon) • ^ Holliday, N. P.; Yelland, M.

J.; Pascal, R.; Swail, V. R.; Taylor, P. K.; Griffiths, C. R.; Kent, E. (2006). "Were extreme waves in the Rockall Trough the largest ever recorded?". Geophysical Research Letters. 33 (5): L05613. Bibcode: 2006GeoRL.33.5613H. doi: 10.1029/2005GL025238. • ^ Laird, Anne (2006). "Observed Statistics of Extreme Waves".

Naval Postgraduate School ( Monterey). • ^ a b c "Physics of Tsunamis". National Tsunami Warning Center of the USA. Diakses tanggal 14 Oktober 2018. • ^ a b c d "Life of a Tsunami". Tsunamis & Earthquakes. US Geological Survey. • ^ a b "The Physics of Tsunamis". Earth and Space Sciences. University of Washington. • ^ Our Amazing Planet staff (12 Maret 2012). "Deep Ocean Floor Can Focus Tsunami Waves". Livescience. Diakses tanggal 4 Oktober 2013. • ^ Berry, M. V. (2007). "Focused tsunami waves".

Proceedings of the Royal Society: A. 463. doi: 10.1098/rspa.2007.0051. • ^ Bureau of Meteorology of the Australian Government. " Tsunami Facts and Information". • ^ a b c Monkhouse, F. J. (1975). Principles of Physical Geography. Hodder & Stoughton. hlm. 280–91. ISBN 978-0-340-04944-0. • ^ Whittow, John B. (1984). The Penguin Dictionary of Physical Geography. Penguin Books. hlm. 29, 80, 246. ISBN 978-0-14-051094-2. • ^ "Thames Barrier engineer says second defence needed".

BBC News. 5 Januari 2013. • ^ Plant, G.W.; Covil, C.S; Hughes, R.A. (1998). Site Preparation for the New Hong Kong International Airport. Thomas Telford. hlm. 1–4, 43. ISBN 978-0-7277-2696-4. • ^ Pidwirny, Michael (28 Maret 2013). "Structure of the Earth". The Encyclopedia of Earth. • ^ Pidwirny, Michael (28 Maret 2013).

"Plate tectonics". The Encyclopedia of Earth. • ^ "Plate Tectonics: The Mechanism". University of California Museum of Paleontology. • ^ "Scientists map Mariana Trench, deepest known section of ocean in the world". The Telegraph. 7 Desember 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-11-10. Diakses tanggal 2018-05-01. • ^ "Peru-Chile Trench". Encyclopædia Britannica online. • ^ Muller, R. D.; et al. (2008). "Long-Term Sea-Level Fluctuations Driven by Ocean Basin Dynamics".

Science. 319 (5868): 1357–62. Bibcode: 2008Sci.319.1357M. doi: 10.1126/science.1151540. PMID 18323446. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ Douglas, B. C. (1997).

"Global sea rise: a redetermination". Surveys in Geophysics. 18 (2/3): 279–92. Bibcode: 1997SGeo.18.279D. doi: 10.1023/A:1006544227856. • ^ Bindoff, N. L.; et al. (2007).

Observations: Oceanic Climate Change and Sea Level. Cambridge University Press. hlm. 385–428. ISBN 978-0-521-88009-1. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ Meehl, G. A.; Washington, W. M.; Collins, W. D.; Arblaster, J. M.; Hu, A.; Buja, L. E.; Strand, W. G.; Teng, H. (2005). "How Much More Global Warming and Sea Level Rise?" (Full free text). Science. 307 (5716): 1769–72.

Bibcode: 2005Sci.307.1769M. doi: 10.1126/science.1106663. PMID 15774757. • ^ "The Water Cycle: The Oceans". US Geological Survey. • ^ Vesilind, P. J. (2003). "The Driest Place on Earth".

National Geographic. • ^ "Endorheic Lakes: Waterbodies That Don't Flow to the Sea". The Watershed: Water from the Mountains into the Sea. United Nations Environment Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2018-05-02. • ^ a b Falkowski, P.; Scholes, R. J.; Boyle, E.; Canadell, J.; Canfield, D.; Elser, J.; Gruber, N.; Hibbard, K.; Högberg, P.; Linder, S.; MacKenzie, F.

T.; Moore b, 3.; Pedersen, T.; Rosenthal, Y.; Seitzinger, S.; Smetacek, V.; Steffen, W. (2000). "The Global Carbon Cycle: A Test of Our Knowledge of Earth as a System". Science. 290 (5490): 291–96. Bibcode: 2000Sci.290.291F. doi: 10.1126/science.290.5490.291. PMID 11030643. • ^ Sarmiento, J. L.; Gruber, N.

(2006). Ocean Biogeochemical Dynamics. Princeton University Press. • ^ a b Prentice, I. C. (2001). Houghton, J. T., ed. "The carbon cycle and atmospheric carbon dioxide". Climate change 2001: the scientific basis: contribution of Working Group I to the Third Assessment Report of the Intergouvernmental Panel on Climate Change.

• ^ McSween, Harry Y.; McAfee, Steven (2003). Geochemistry: Pathways and Processes. Columbia University Press. hlm. 143. • ^ a b "Ocean Acidification". National Geographic. 27 April 2017. Diakses tanggal 9 Oktober 2018. • ^ Feely, R. A.; Sabine, C. L.; Lee, K; Berelson, W; Kleypas, J; Fabry, V. J.; Millero, F. J. (2004). "Impact of Anthropogenic CO 2 on the CaCO 3 System in the Oceans".

Science. 305 (5682): 362–66. Bibcode: 2004Sci.305.362F. doi: 10.1126/science.1097329. PMID 15256664. • ^ Zeebe, R. E.; Zachos, J. C.; Caldeira, K.; Tyrrell, T. (2008). "OCEANS: Carbon Emissions and Acidification". Science. 321 (5885): 51–52.

doi: 10.1126/science.1159124. PMID 18599765. • ^ Gattuso, J.-P.; Hansson, L. (2011). Ocean Acidification. Oxford University Press. Tempat di permukaan bumi 978-0-19-959109-1. OCLC 730413873. • ^ a b "Ocean acidification". Department of Sustainability, Environment, Water, Population & Communities: Australian Antarctic Division. 28 September 2007. • ^ Tanner, G. A. (2012). "Acid-Base Homeostasis". Dalam Rhoades, R. A.; Bell, D. R. Medical Physiology: Principles for Clinical Medicine.

Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 978-1-60913-427-3. • ^ Pinet, Paul R. (1996). Invitation to Oceanography.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

West Publishing Company. hlm. 126, 134–35. ISBN 978-0-314-06339-7. • ^ "What is Ocean Acidification?". NOAA PMEL Carbon Program. • ^ Orr, J. C.; Fabry, V. J.; Aumont, O.; Bopp, Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. Doney, S. C.; Feely, R. A.; Gnanadesikan, A.; Gruber, N.; Ishida, A.; Joos, F.; Key, R. M.; Lindsay, K.; Maier-Reimer, E.; Matear, R.; Monfray, P.; Mouchet, A.; Najjar, R.

G.; Plattner, G. K.; Rodgers, K. B.; Sabine, C. L.; Sarmiento, J. L.; Schlitzer, R.; Slater, R. D.; Totterdell, I. J.; Weirig, M. F.; Yamanaka, Y.; Yool, A. (2005). "Anthropogenic ocean acidification tempat di permukaan bumi the twenty-first century and its impact on calcifying organisms".

Nature. 437 (7059): 681–86. Bibcode: 2005Natur.437.681O. doi: 10.1038/nature04095. PMID 16193043. • ^ Cohen, A.; Holcomb, M. (2009). "Why Corals Care About Ocean Acidification: Uncovering the Mechanism". Oceanography. 22 (4): 118–27. doi: 10.5670/oceanog.2009.102. • ^ Honisch, B.; Ridgwell, A.; Schmidt, D. N.; Thomas, E.; Gibbs, S. J.; Sluijs, A.; Zeebe, R.; Kump, L.; Martindale, R. C.; Greene, S. E.; Kiessling, W.; Ries, J.; Zachos, J.

C.; Royer, D. L.; Barker, S.; Marchitto Jr, T. M.; Moyer, R.; Pelejero, C.; Ziveri, P.; Foster, G. L.; Williams, B. (2012). "The Geological Record of Ocean Acidification". Science. 335 (6072): 1058–63. Bibcode: 2012Sci.335.1058H. doi: 10.1126/science.1208277. PMID 22383840. • ^ Gruber, N. (2011). "Warming up, turning sour, losing breath: Ocean biogeochemistry under global change".

Philosophical Transactions of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences. 369 (1943): 1980–96. Bibcode: 2011RSPTA.369.1980G. doi: 10.1098/rsta.2011.0003. • ^ "Profile". Department of Natural Environmental Studies: University of Tokyo. • ^ Levinton, Jeffrey S. (2010). "18. Fisheries and Food from the Sea". Marine Biology: International Edition: Function, Biodiversity, Ecology.

Oxford University Press. ISBN 978-0-19-976661-1. • ^ a b Illustrated Encyclopedia of the Ocean. Dorling Kindersley. 2011. ISBN 978-1-4053-3308-5. • ^ Spalding, M. D.; Grenfell, A. M. (1997). "New estimates of global and regional coral reef areas". Coral Reefs. 16 (4): 225–30. doi: 10.1007/s003380050078. • ^ Neulinger, Sven (2008–2009). "Cold-water reefs". CoralScience.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 2018-05-04. • ^ Roach, John (7 Juni 2004). "Source of Half Earth's Oxygen Gets Little Credit".

National Geographic News. Diakses tanggal 4 April 2016. • ^ New evidence for enhanced ocean primary production triggered by tropical cyclone I. Lin, W. Timothy Liu, Chun-Chieh Wu, George T. F. Wong, Zhiqiang Che, Wen-Der Liang, Yih Yang and Kon-Kee Liu.

Geophysical Research Letters Volume 30, Issue 13, Juli 2003. DOI: 10.1029/2003GL017141 • ^ Yool, A.; Tyrrell, T. (2003). "Role of diatoms in regulating the ocean's silicon cycle". Global Biogeochemical Cycles.

17 (4): n/a. Bibcode: 2003GBioC.17.1103Y. doi: 10.1029/2002GB002018. • ^ Van Der Heide, T.; Van Nes, E. H.; Van Katwijk, M. M.; Olff, H.; Smolders, A. J. P. (2011). "Positive Feedbacks in Seagrass Ecosystems – Evidence from Large-Scale Empirical Data". PLoS ONE. 6 (1): e16504. Bibcode: 2011PLoSO.616504V. doi: 10.1371/journal.pone.0016504. PMC 3025983. PMID 21283684. • ^ "Mangal (Mangrove)". Mildred E. Mathias Botanical Garden. • ^ "Coastal Salt Marsh". Mildred E. Mathias Botanical Garden.

• ^ "Facts and figures on marine biodiversity". Marine biodiversity. UNESCO. 2012. • ^ Voss, M.; Bange, H. W.; Dippner, J. W.; Middelburg, J. J.; Montoya, J. P.; Ward, B.

(2013). "The marine nitrogen cycle: Recent discoveries, uncertainties and the potential relevance of climate change". Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences. 368 (1621): 20130121. doi: 10.1098/rstb.2013.0121. PMC 3682741. PMID 23713119. • ^ a b Thorne-Miller, Boyce (1999). The Living Ocean: Understanding and Protecting Marine Biodiversity.

Island Press. hlm. 2. ISBN 978-1-59726-897-4. • ^ Thorne-Miller, Boyce (1999). The Living Ocean: Understanding and Protecting Marine Biodiversity. Island Press. hlm. 88. ISBN 978-1-59726-897-4. • ^ Kingsford, Michael John. "Marine ecosystem: Plankton". Encyclopædia Britannica online Encyclopedia.

• ^ Walrond, Carl. "Oceanic Fish". The Encyclopedia of New Zealand. New Zealand Government. • ^ Steele, John H.; Thorpe, Steve A.; Turekian, Karl K., ed.

(2010). Marine Ecological Processes: A Derivative of the Encyclopedia of Ocean Sciences. Academic Press. hlm. 316. ISBN 978-0-12-375724-1. • ^ "Invasive species". Water: Habitat Protection.

Environmental Protection Agency. 6 Maret 2012. • ^ Sedberry, G. R.; Musick, J. A. (1978). "Feeding strategies of some demersal fishes of the continental slope and rise off the Mid-Atlantic Coast of the USA". Marine Biology.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

44 (4): 357–75. doi: 10.1007/BF00390900. • ^ Committee on Biological Diversity in Marine Systems, National Research Council (1995).

"Waiting for a whale: human hunting and deep-sea biodiversity". Understanding Marine Biodiversity. National Academies Press. ISBN 978-0-309-17641-5. • ^ Hage, P.; Marck, J.

(2003). "Matrilineality and the Melanesian Origin of Polynesian Y Chromosomes". Current Anthropology. 44: S121. doi: 10.1086/379272. • ^ Bellwood, Peter (1987). The Polynesians – Prehistory of an Island People. Thames and Hudson. hlm. 45–65. ISBN 0500274509. • ^ Clark, Liesl (15 Februari 2000).

"Polynesia's Genius Navigators". NOVA. • ^ Kayser, M.; Brauer, S; Cordaux, R; Casto, A; Lao, O; Zhivotovsky, L. A.; Moyse-Faurie, C; Rutledge, Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

B.; Schiefenhoevel, W; Gil, D; Lin, A. A.; Underhill, P. A.; Oefner, P. J.; Trent, R. J.; Stoneking, M (2006). "Melanesian and Asian Origins of Polynesians: MtDNA and Y Chromosome Gradients Across the Pacific" (PDF).

Molecular Biology and Evolution. 23 (11): 2234–44. doi: 10.1093/molbev/msl093. PMID 16923821. • ^ "The Ancient World – Egypt". Mariners' Museum. 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-23. Diakses tanggal 5 Maret 2012. • ^ Greer, Thomas H.; Lewis, Gavin (2004). A Brief History Of The Western World. Thomson Wadsworth. hlm.

63. ISBN 978-0-534-64236-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Harden, Donald (1962). The Phoenicians, p. 168. Penguin (Harmondsworth). • ^ Warmington, Brian H. (1960) Carthage, hlm. 79. Penguin (Harmondsworth). • ^ "Зацепились за Моржовец" (dalam bahasa Russian).

Русское географическое общество. 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-21. Diakses tanggal 5 Maret 2012. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Tibbets, Gerald Randall (1979). A Comparison of Medieval Arab Methods of Navigation with Those of the Pacific Islands. Coimbra. • ^ a b "A History of Navigation". History. BBC. Diakses tanggal 13 September 2013. • ^ Jenkins, Simon (1992). "Four Cheers for Geography".

Geography. 77 (3): 193–197. JSTOR 40572190. • ^ "International Hydrographic Organization". 15 Maret 2013. Diakses tanggal 14 September 2013. • ^ Weyl, Peter K. (1970). Oceanography: an introduction to the marine environment. John Wiley & Sons. hlm. 49. ISBN 978-0-471-93744-9.

• ^ "Underwater Exploration - History, Oceanography, Instrumentation, Diving Tools and Techniques, Deep-sea Submersible Vessels, Key Findings in Underwater Exploration, Deep-sea pioneers".

Science Encyclopedia. Net Industries. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ "Jacques Piccard: Oceanographer and pioneer of deep-sea exploration". The Independent. 5 November 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-02-25. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ James Cameron. "The expedition". Deepsea Challenge. National Geographic.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-14. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ Logico, Mark G. (8 April 2006). "Navy Chief Submerges 2,000 Feet, Sets Record". America's Navy. United States Navy. Diakses tanggal 12 September 2013. • ^ "The Marvelous Mirs". Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 5 Juli 2013. • ^ "Marine and Coastal: Bathymetry".

Geoscience Australia. Diakses tanggal 25 September 2013. • ^ "Research topics". Scripps Institution of Oceanography. Diakses tanggal 16 September 2013.

• ^ "Research". The South African Association for Marine Biological Research. 2013. Diakses tanggal 20 September 2013. • ^ "Research at Sea". National Oceanography Centre. 2013. Diakses tanggal 20 September 2013. • ^ Public Record Office (1860). Calendar of state papers, domestic series, of the reign of Charles II: preserved in the state paper department of Her Majesty's Public Record Office, Volume 1.

Longman, Green, Longman & Roberts. • ^ Newman, Jeff. "The Blue Riband of the North Atlantic". Great Ships. Diakses tanggal 11 September 2013. • ^ Smith, Jack (1985). "Hales Trophy, won in 1952 by SS United States remains at King's Point as Challenger succumbs to the sea". Yachting (November): 121. • ^ Norris, Gregory J. (1981). "Evolution of cruising". Cruise Travel (Desember): 28. • ^ "No evidence to support Foreign Minister Bob Carr's economic migrants claims".

ABC News. 15 Agustus 2013. Diakses tanggal 21 Agustus 2013. • ^ "The voice of the recreational marine industry worldwide". International Council of Marine Industry Associations. 2013. • ^ "Yachting". YachtingMagazine.com. • ^ Aas, Øystein, ed.

(2008). Global Challenges in Recreational Fisheries. John Wiley and Sons. hlm. 5. ISBN 0-470-69814-4. • ^ Dowling, Ross Kingston, ed. (2006). Cruise Ship Tourism. CABI. hlm. 3. ISBN tempat di permukaan bumi. • ^ Cater, Carl; Cater, Erlet (2007). Marine Ecotourism: Between the Devil and the Deep Blue Sea. CABI. hlm. 8. ISBN 1-84593-260-9. • ^ "Health Benefits of Sea Bathing". MedClick. • ^ Nickel, C.; Zernial, O.; Musahl, V.; Hansen, U.; Zantop, T.; Petersen, W. (2004). "A Prospective Study of Kitesurfing Injuries".

American Journal of Sports Medicine. 32 (4): 921–27. doi: 10.1177/0363546503262162. PMID 15150038. • ^ "The disciplines of windsurfing". World of Windsurfing. 15 April 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-25.

• ^ "Water skiing disciplines". ABC of Skiing. • ^ Catelle, W. R. (1907). "Methods of Fishing". The Pearl: Its Story, Its Charm, and Its Value.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

J. B. Lippincott. hlm. 171. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 2018-05-07. • ^ a b US Navy Diving Manual, 6th revision (PDF). US Naval Sea Systems Command. 2006. Diakses tanggal 14 Oktober 2018.

• ^ Shaw, Ian (2003). The Oxford History of Ancient Egypt. Oxford University Press. hlm. 426. ISBN 0-19-280458-8. • ^ Curtin, Philip D. (1984). Cross-Cultural Trade in World History. Cambridge University Press. hlm. 88–104. ISBN 978-0-521-26931-5. • ^ Halpern, B. S.; Walbridge, S.; Selkoe, K. A.; Kappel, C. V.; Micheli, F.; d'Agrosa, C.; Bruno, J.

F.; Casey, K. S.; Ebert, C.; Fox, H. E.; Fujita, R.; Heinemann, D.; Lenihan, H. S.; Madin, E. M. P.; Perry, M. T.; Selig, E. R.; Spalding, M.; Steneck, R.; Watson, R. (2008). "A Global Map of Human Impact on Marine Ecosystems" (PDF). Science. 319 (5865): 948–52. Bibcode: 2008Sci.319.948H.

doi: 10.1126/science.1149345. PMID 18276889. • ^ "Trade routes". World Shipping Council. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 2018-05-06. • ^ Roach, John (17 September 2007). "Arctic Melt Opens Northwest Passage".

National Geographic. • ^ "Global trade". World Shipping Council. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 2018-05-06. • ^ Joint Chief of Staff (31 Agustus 2005). "Bulk cargo" (PDF). Department of Defense Dictionary of Military and Associated Terms. Washington DC: Department of Defense. hlm. 73. • ^ Reed Business Information (22 Mei 1958). "Fork lift trucks aboard". News and Comments. New Scientist. 4 (79): 10. • ^ a b Sauerbier, Charles L.; Meurn, Robert J. (2004). Marine Cargo Operations: a guide to stowage.

Cambridge, Md: Cornell Maritime Press. hlm.

tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

1–16. ISBN 0-87033-550-2. • ^ a b c d e f g h The State of World Fisheries and Aquaculture 2012 (PDF). FAO Fisheries and Aquaculture Department. 2012. ISBN 978-92-5-107225-7. Diakses tanggal 23 April 2013. • ^ "Fisheries: Latest data". GreenFacts. Diakses tanggal 23 April 2013. • ^ a b Evans, Michael (3 Juni 2011). "Fishing". The Earth Times. Diakses tanggal 23 April 2013.

• ^ a b Myers, R. A.; Worm, B. (2003). "Rapid worldwide depletion of tempat di permukaan bumi fish communities". Nature. 423 (6937): 280–83. Bibcode: 2003Natur.423.280M. doi: 10.1038/nature01610. PMID 12748640. • ^ a b c d e Cabral, Reniel B.; et al. (April 2018). "Rapid and lasting gains from solving illegal fishing". Nature Ecology & Evolution. 2: 650–658. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al.

yang eksplisit ( link) • ^ Soto, D. (ed.) (2009). Integrated mariculture. Fisheries and Aquaculture Technical Paper. No. 529. FAO. ISBN 978-92-5-106387-3. Diakses tanggal 25 April 2013. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ "About shrimp farming". Shrimp News International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-02-01.

Diakses tanggal 25 April 2013. • ^ "Sea cucumber ranching improves livelihoods". WorldFish. Diakses tanggal 25 April 2013. • ^ Anderson, Genny (15 Juni 2009). "Lobster mariculture". Marine Science. Diakses tanggal 25 April 2013. • ^ Winterman, Denise (30 Juli 2012). "Future foods: What will we be eating in 20 years' time?". BBC. Diakses tanggal 24 April 2013.

• ^ "Samphire". BBC: Good Food. Diakses tanggal 24 April 2013. • ^ " An Overview of China's Aquaculture", hlm. 6. Netherlands Business Support Office (Dalian), 2010. • ^ Black, K. D. (2001). "Mariculture, Environmental, Economic and Social Impacts of". Dalam Steele, John H.; Thorpe, Steve A.; Turekian, Karl K. Encyclopedia of Ocean Sciences. Academic Press. hlm.

1578–84. doi: 10.1006/rwos.2001.0487. ISBN 9780122274305. • ^ Lihat Grotius, Hugo. Mare Liberum. 1609. (Latin) • ^ Lihat Bynkershoek, Cornelius (1702). De dominio maris. (Latin) • ^ a b c "The Three-Mile Limit as a Rule of International Law". Columbia Law Review. Columbia Law Review Association. 23 (5): 472–476. 1923. doi: 10.2307/1112336. JSTOR 1112336. • ^ Truman, Harry (28 September 1945).

Presidential Proclamation No. 2667: Policy of the United States with Respect to the Natural Resources of the Subsoil of the Sea Bed and the Continental Shelf. baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. Washington). Diambil dari situs National University of Singapore. • ^ a b "The United Nations Convention on the Law of the Sea (A historical perspective)".

Oceans & Law of the Sea. Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Hukum. (New York), 2012. • ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §87(1). • ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §76(1). • ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §77(1). • ^ D'Amato, Raphaelo; Salimbeti, Andrea (2011). Bronze Age Greek Warrior 1600–1100 BC. Oxford: Osprey Publishing Company. hlm. 24. ISBN 978-1-84908-195-5. • ^ Strauss, Barry (2004).

The Battle of Salamis: The Naval Encounter That Saved Greece—and Western Civilization. Simon and Schuster. hlm. 26. ISBN 0-7432-4450-8. • ^ Fremont-Barnes, Gregory; Hook, Christa (2005).

Trafalgar 1805: Nelson's Crowning Victory. Osprey Publishing. hlm. 1. ISBN 1-84176-892-8. • ^ Sterling, Christopher H. (2008). Military communications: from ancient times to the 21st century. ABC-CLIO. hlm. 459. ISBN 1-85109-732-5. The naval battle of Tsushima, the ultimate contest of the 1904–1905 Russo-Japanese War, was one of the most decisive sea battles in history.

• ^ Gardiner, Robert, ed. (1992). The Eclipse of the Big Gun: The Warship, 1906–45. Conway's History of the Ship. London: Conway Maritime Press. hlm. 18. ISBN 0-85177-607-8. • ^ Campbell, John (1998). Jutland: An Analysis of the Fighting, hlm. 2.

Lyons Press. ISBN 1-55821-759-2. • ^ Simpson, Michael (2004). A life of Admiral of the Fleet Andrew Cunningham: A Twentieth-century Naval Leader. Routledge. hlm. 74. ISBN 978-0-7146-5197-2. • ^ Crocker III, H.

W. (2006). Don't Tread on Me: A 400-Year History of America at War. Three Rivers Press (Crown Forum). hlm. 294–297, 322, 326–327. ISBN 978-1-4000-5364-3.

• ^ Thomas, Evan (2007). Sea of Thunder. Simon and Schuster. hlm. 3–4. ISBN 0-7432-5222-5. • ^ Helgason, Guðmundur. "Finale". Uboat.net. Diakses tanggal 13 September 2013. • ^ Preston, Diana (2003). Wilful Murder: The Sinking of the Lusitania. Black Swan. hlm. 497–503. ISBN 978-0-552-99886-4. • ^ Crocker III, H. W. (2006). Don't Tread on Me. New York: Crown Forum.

hlm. 310. ISBN 978-1-4000-5363-6. • ^ Bennett, William J (2007). America: The Last Best Hope, Volume 2: From a World at War to the Triumph of Freedom 1914–1989. Nelson Current. hlm. 301.

ISBN 978-1-59555-057-6. • ^ "Q&A: Trident replacement". BBC News. 22 September 2010. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ "Submarines of the Cold War". Baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

Center for Military History. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ Gosse, Philip (2012). The History of Piracy. Dover Publications. hlm. 1. • ^ Pennell, C. R. (2001). "The Geography of Piracy: Northern Morocco in the Mod-Nineteenth Century". Dalam Pennell, C.

R. Bandits at Sea: A Pirates Reader. NYU Press. hlm. 56. ISBN 978-0-8147-6678-1. Sea raiders [.] were most active where the maritime environment gave them most opportunity. Narrow straits which funneled shipping into places where ambush was easy, and escape less chancy, called the pirates into certain areas.

• ^ "Foreign Affairs – Terrorism Goes to Sea". Diarsipkan dari versi asli tanggal December 14, 2007. Diakses tanggal December 8, 2007. • ^ "Worrying rise in piracy attacks around Malacca Strait". Deutsche Welle. 11 Juli 2014. Diakses tanggal 11 Oktober 2018. • ^ "Piracy and armed robbery against ships". International Maritime Organization.

Diakses tanggal 11 Oktober 2018. • ^ a b c d Cormier, Monique; Simpson, Gerry. "Piracy". Oxford Bibliographies. Diakses tanggal 11 Oktober 2018. • ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §101.

• ^ Ovdak, Alla (2013). " Offshore Wind Energy in France". • ^ a b "Ocean Energy". Ocean Energy Systems. 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-05. • ^ Cruz, João (2008). Ocean Wave Energy – Current Status and Future Perspectives.

Springer. hlm. 2. ISBN 3-540-74894-6. • ^ US Department of the Interior (Mei 2006). "Ocean Current Energy Potential on the U.S. Outer Continental Shelf" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-05-16.

Diakses tanggal 2018-05-07. • ^ Ponta, F. L.; Jacovkis, P. M. (2008). "Marine-current power generation by diffuser-augmented floating hydro-turbines". Renewable Energy. 33 (4): 665–73. doi: 10.1016/j.renene.2007.04.008. • ^ Lynn, Paul A. (2011). Onshore and Offshore Wind Energy: An Introduction. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-119-96142-0. • ^ Environmental and Energy Study Institute (Oktober 2010). "Offshore Wind Energy" (PDF). • ^ Tillessen, Teena (2010).

"High demand for wind farm installation vessels". Hansa International Maritime Journal. 147 (8): 170–71. • ^ "Cooling power plants". World Nuclear Association.

1 September 2013. Diakses tanggal 14 September 2013. • ^ Nurok, G. A.; Bubis, I. V. (1970–1979). "Mining, Undersea". The Great Soviet Encyclopedia, 3rd Edition. • ^ Kohl, Keith (2013). "Underwater Mining Companies". Wealth Daily. • ^ Miner, Meghan (1 Februari 2013). "Will Deep-sea Mining Yield an Underwater Gold Rush?". National Geographic. • ^ Lamb, Robert (2011). "How offshore drilling works". HowStuffWorks. • ^ Nixon, Robin (25 Juni 2008).

"Oil Drilling: Risks and Rewards". LiveScience. • ^ Horton, Jennifer (2011). "Effects of offshore drilling: energy vs. environment". HowStuffWorks. • ^ Milkov, A. V. (2004). "Global estimates of hydrate-bound gas in marine sediments: How much is really out there?". Earth-Science Reviews. 66 (3–4): 183–97. Bibcode: 2004ESRv.66.183M. doi: 10.1016/j.earscirev.2003.11.002.

• ^ Achurra, L.E.; Lacassie, J.P.; Le Roux, J.P.; Marquardt, C.; Belmar, M.; Ruiz-del-Solar, J.; Ishman, S.E. (2009). "Manganese nodules in the Miocene Bahía Inglesa Formation, north-central Chile: Petrography, geochemistry, genesis and palaeoceanographic significance".

Sedimentary Geology. 217 (1–4): 128–39. Bibcode: 2009SedG.217.128A. doi: 10.1016/j.sedgeo.2009.03.016. • ^ "Diamonds". Geological Survey of Namibia. Ministry of Mines and Energy. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-04-06. • ^ "Chemistry: Mining the Sea". Time. 15 Mei 1964.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-24. Diakses tanggal 2018-05-07. • ^ Al-Weshah, R. A. (2000). "The water balance of the Dead Sea: An integrated approach". Hydrological Processes. 14: tempat di permukaan bumi. Bibcode: 2000HyPr.14.145A. doi: 10.1002/(SICI)1099-1085(200001)14:1<145::AID-HYP916>3.0.CO;2-N. • ^ Hamed, O. A. (2005). "Overview of hybrid desalination systems — current status and future prospects". Desalination. 186: 207–214. doi: 10.1016/j.desal.2005.03.095.

• ^ "Toxic Pollution". Ocean Briefing Book. SeaWeb. • ^ Ansari, T. M.; Marr, I. L.; Tariq, N. (2004). "Heavy Metals in Marine Pollution Perspective–A Mini Review" (PDF). Journal of Applied Sciences. 4: 1–20. Bibcode: 2004JApSc.4.1. doi: 10.3923/jas.2004.1.20. • ^ Barnes, D. K. A.; Galgani, F.; Thompson, R. C.; Barlaz, M. (2009). "Accumulation and fragmentation of plastic debris in global environments". Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences.

364 (1526): 1985–98. doi: 10.1098/rstb.2008.0205. PMC 2873009. PMID 19528051. • ^ Karl, D. M. (1999). "Minireviews: A Sea of Change: Biogeochemical Variability in the North Pacific Subtropical Gyre" (PDF). Ecosystems. 2 (3): 181–214. doi: 10.1007/s100219900068. JSTOR 3658829. • ^ Lovett, Richard A. (2 Maret 2010). "Huge Garbage Patch Found in Atlantic too".

National Geographic. • ^ Moore, C. J. (2008). "Synthetic polymers in the marine environment: A rapidly increasing, long-term threat". Environmental Research. 108 (2): 131–39. Bibcode: 2008ER.108.131M. doi: 10.1016/j.envres.2008.07.025. PMID 18949831. • ^ a b "Marine problems: Pollution". World Wildlife Fund. • ^ "How Does the BP Oil Spill Impact Wildlife and Habitat?". National Wildlife Federation. • ^ American Chemical Society (9 April 2013).

"Gulf of Mexico Has Greater-Than-Believed Ability to Self-Cleanse Oil Spills". Science Daily. • ^ Dell'Amore, Christine (12 April 2013). "New Diseases, Toxins Harming Marine Life". National Geographic Daily News. National Geographic. Diakses tanggal 23 April 2013. • ^ Jefferies, D.

F.; Preston, A.; Steele, A. K. (1973). "Distribution of caesium-137 in British coastal waters". Marine Pollution Bulletin. 4 (8): 118–122. doi: 10.1016/0025-326X(73)90185-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Tsumunea, Daisuke; Tsubonoa, Takaki; Aoyamab, Michio; Hirosec, Katsumi (2012). "Distribution of oceanic 137–Cs from the Fukushima Dai-ichi Nuclear Power Plant simulated numerically by a regional ocean model".

Journal of Environmental Radioactivity. 111: 100–108. doi: 10.1016/j.jenvrad.2011.10.007. PMID 22071362. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "London Convention and Protocol". International Maritime Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-06. Diakses tanggal 2018-05-08. • ^ "International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL 73/78)".

International Maritime Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-09-19. Diakses tanggal 2018-05-08. • ^ "Environmental, social and cultural settings of the Surin Islands". Sustainable Development in Coastal Regions and Small Islands. UNESCO. • ^ "Samal – Orientation". Countries and Their Cultures. • ^ Langenheim, Johnny (18 September 2010). "The last of the sea nomads". The Guardian. • ^ Ivanoff, Jacques (1 April 2005). "Sea Gypsies of Myanmar".

National Geographic. • ^ Hovelsrud, G. K.; McKenna, M.; Huntington, H. P. (2008). "Marine Mammal Harvests and Other Interactions with Humans". Ecological Applications. 18 (2 Suppl): S135–47. doi: 10.1890/06-0843.1. JSTOR 40062161. PMID 18494367. • ^ "Traditional Owners of the Great Barrier Reef". Great Barrier Reef Marine Park Authority. • ^ a b Westerdahl, C. (1994). "Maritime cultures and ship types: Brief comments on the significance of maritime archaeology". International Journal of Nautical Archaeology.

23 (4): 265–270. doi: 10.1111/j.1095-9270.1994.tb00471.x. • ^ Ayub 41:1–34 • ^ Kerenyi, C. (1974). The Gods of the Greeks. Thames and Hudson. hlm. 37–40. ISBN 0-500-27048-1.

• ^ Shunsen, Takehara (1841). Ehon Hyaku Monogatari (絵本百物語, "Picture Book of a Hundred Stories") (dalam bahasa Japanese). Kyoto: Ryûsuiken. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Pontoppidan, Erich (1839). The Naturalist's Library, Volume 8: The Kraken. W. H. Lizars. hlm. 327–36. • ^ Slive, Seymour (1995). Dutch Painting, 1600–1800. Yale University Press. hlm. 213–216. ISBN 0-300-07451-4.

• ^ Johnson, Ken (30 Juli 2009). "When Galleons Ruled the Waves". New York Times. Diakses tanggal 19 September 2013. • ^ Tymieniecka, Anna–Teresa, ed. (1985). Poetics of the Elements in the Human Condition: Part I – The Sea: From Elemental Stirrings to the Symbolic Inspiration, Language, and Life-Significance in Literary Interpretation and Theory.

Springer. hlm. 4–8. ISBN 978-90-277-1906-5. • ^ Wagner, Richard (1843). "An Autobiographical Sketch". The Wagner Library. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-11. Diakses tanggal 2018-05-08. • ^ Potter, Caroline; Trezise, Simon, ed. (1994). "Debussy and Nature". The Cambridge Companion to Debussy. Cambridge Companions to Music. Cambridge University Press. hlm. 149. ISBN 0-521-65478-5. • ^ Schwartz, Elliot S. (1964). The Symphonies of Ralph Vaughan Williams.

University of Massachusetts Press. ASIN B0007DESPS. • ^ Tymieniecka, Anna–Teresa, ed. (1985). Poetics of the Elements in the Human Condition: Part I – The Sea: From Elemental Stirrings to the Symbolic Inspiration, Language, and Life-Significance in Literary Interpretation and Theory. Springer. hlm. 45. ISBN 978-90-277-1906-5. • ^ Porter, John (8 Mei 2006). "Plot Outline for Homer's Odyssey".

University of Saskatchewan. Diakses tanggal 10 September 2013. • ^ Basho, Matsuo. "A Selection of Matsuo Basho's Haiku". Greenleaf. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-18. Diakses tanggal 27 April 2013. • ^ Najder, Zdzisław (2007). Joseph Conrad: A Life. Camden House. hlm. 187. • ^ "The Caine Mutiny". Pulitzer Prize First Edition Guide. 2006. Diakses tanggal 25 Mei 2013. • ^ Van Doren, Carl (1921). "Chapter 3. Romances of Adventure. Section 2. Herman Melville". The American Novel.

Bartleby.com. Diakses tanggal 21 Agustus 2013. • ^ Jung, Carl Gustav (1985). Dreams. Translated by Hull, R.F.C. Ark Paperbacks. hlm. 122, 192. ISBN 978-0-7448-0032-6. • ^ Lal, Ashwini Kumar (2008). "Origin of Life". Astrophysics and Space Science. 317 (3–4): 267–278. doi: 10.1007/s10509-008-9876-6. • ^ Winchster, Simon (2010). Atlantic: A vast ocean of a million stories. London: Harper Press. hlm. 354–356. ISBN 978-0-00-736459-6. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Situs resmi National Oceanic and Atmospheric Administration—NOAA Diarsipkan 2013-04-24 di Wayback Machine.

• Oceans di Curlie (dari DMOZ) Kategori tersembunyi: • Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Templat webarchive tautan wayback • Artikel berpranala Curlie • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Halaman ini terakhir diubah pada 24 Maret 2022, pukul 10.56.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan tempat di permukaan bumi • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
pu·sat n 1 tempat yang letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; 2 titik yang di tengah-tengah benar (dalam bulatan bola, lingkaran, dan sebagainya): -- bumi; -- lingkaran; 3 pusar; 4 pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dan sebagainya): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan; 5 orang yang membawahkan berbagai bagian; orang yang menjadi pumpunan dari bagian-bagian; -- biaya tempat, orang, bagian alat, atau bagian lain perusahaan yang biayanya dapat dipastikan dan yang dapat dipakai sebagai patokan pengendalian biaya; -- data organisasi yang mengumpulkan, menampung, mengolah, dan menyajikan data perlengkapan pengolah data elektronik; -- dingin daerah di belahan bumi selatan dan di belahan bumi utara, yang hingga kini merupakan daerah terendah suhunya; -- diversifikasi Hut daerah geografis yang banyak memiliki galur yang dibudidayakan; -- jala bagian jala yang di pertengahan; -- kebudayaan tempat membina dan mengembangkan kebudayaan; -- komunikasi pusat informasi meteorologi yang mengumpulkan data untuk disebarkan secara internasional; -- panas Bio bagian dalam sistem saraf pusat yang mengontrol produksi dan pelepasan panas; -- pemberitaan Kom tempat pengumpulan berita yang masuk; -- pembicaraan pokok pembicaraan ; -- pemerintahan tempat yang menjadi pokok kedudukan pemerintahan; -- perdagangan pusat perniagaan; -- perhatian yang menjadi sasaran perhatian; -- perniagaan tempat (kota dan sebagainya) yang terutama untuk melakukan perdagangan; -- pertokoan tempat yang diperuntukkan bagi pertokoan yang mudah dikunjungi pembeli berbagai lapisan masyarakat; -- produksi siaran Kom tempat pembuatan siaran; -- tenaga listrik pabrik pembangkit listrik; -- usaha daerah yang merupakan pusat kegiatan pelayanan ekonomi dengan segala fasilitasnya, misalnya perkantoran, perdagangan, keuangan, dan rekreasi; ber·pu·sat v berpangkal atau berpokok di (pada, kepada): usaha ini ~ pada pengurangan jumlah kaum tuna-aksara; me·mu·sat·kan v mengarahkan (mengumpulkan dan sebagainya) ke satu titik (tempat, hal, dan sebagainya): dia sekarang ~ seluruh perhatiannya ke pendidikan anak-anaknya; pe·mu·sat·an n 1 proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pada tempat-tempat yang strategis; 2 Pol perubahan kekuasaan politik dari badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; 3 Pol penyerahan kekuasaan dari pembuat undang-undang kepada anggota eksekutif; ~ kekuasaan penempatan seluruh kekuasaan pada satu pusat atau tokoh; se·pu·sat a 1 memiliki satu pusat bersama: lingkaran ~; 2 mengenai satu titik yang terdapat tepat di tengah-tengah; konsentrik ★ Pencarian populer hari ini lirih,luruh,papah,tapak,larah,remang aktivitas-atau-aktifitas kalangan halalbihalal sinonim izin-atau-ijin cecak aktifitas cari abjad-atau-abjat dedikasi akomodasi miliar-atau-milyar komoditi-atau-komoditas justifikasi interpretasi tapaktilas aktivitas analisis zaman-atau-jaman cabai-atau-cabe apotek-atau-apotik implikasi komprehensif efektifitas-atau-efektivitas analisis-atau-analisa antre-atau-antri detail-atau-detil efektif integrasi gendala seperti andal-atau-handal azan-atau-adzan rekonsiliasi praktik-atau-praktek eksistensi kerja kapasitas resiko signifikan risiko-atau-resiko bani konsekuensi asas-atau-azaz pengaruh informasi praktik modern implisit ★ Mana penulisan kata yang benar?

✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini merupakan KBBI Daring (Dalam Jaringan / Online tidak resmi) yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata (lema/sub lema). Berbeda dengan beberapa situs web ( website) sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya.

Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database Utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa).

Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal".

Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan ( link) yang mengarah ke situs ini tetap tersedia.

Untuk mencari kata dari KBBI edisi V (terbaru), silakan merujuk ke website resmi di kbbi.kemdikbud.go.id ✔ Fitur KBBI Daring • Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus • Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan • Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang ( reload/refresh) jendela atau laman web ( website) untuk mencari kata berikutnya • Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema.

Berikut beberapa penjelasannya: • Jenis kata atau keterangan istilah semisal n (nomina), v (verba) dengan warna merah muda (pink) dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya (belum semua ada keterangannya) • Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran • Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru • Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye • Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning • Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server • Pranala ( Pretty Permalink/Link) yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya : • Kata 'rumah' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/rumah • Kata 'pintar' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/pintar • Kata 'komputer' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/komputer • dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala ( link) tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan.

• Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web ( website) KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone ( Tablet pc, iPad, iPhone, Tab), termasuk komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. • Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III • Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya: yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa.

✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdisi dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya.

Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya: ajar,program,komputer (untuk mencari kata ajar, program dan komputer).

Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan. Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya (dengan kosakata yang lebih banyak).

Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline (tidak memerlukan koneksi internet), silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email: ebta.setiawan -- gmail -- com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas.

Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website kbbi.web.id, ini silakan klik Laporkan Iklan [{"x":5,"w":"akar","d":"akar<\/b> n<\/em> 1<\/b> bagian tumbuhan yang biasanya tertanam di dalam tanah sebagai penguat dan pengisap air serta zat makanan: ~ pohon ini dapat dibuat obat<\/em>; 2<\/b> ki<\/em> asal mula; pokok; pangkal; yang menjadi sebab(-sebabnya): yang perlu dibasmi adalah -- segala kejahatan;<\/em> 3<\/b> Ling<\/em> unsur yang menjadi dasar pembentukan kata (seperti graf<\/em> pada grafik, biografi, apektrograf)<\/em>; 4<\/b> Mat<\/em> suatu operasi aljabar, yang biasanya dinyatakan dengan simbol ?, misalnya (akar a sama dengan b), berarti; b2 = a, jadi (akar pangkat _n dari _a sama dengan _c), berarti cn = a, jadi-- adventisius<\/b> akar yang tumbuh dari daun atau batang, bukan dari pangkal pohon; -- apung<\/b> akar tumbuhan sebagai alat untuk mengapung, seperti pada enceng gondok; -- bahar<\/b> tumbuhan laut, biasanya dibuat gelang tangan untuk mencegah penyakit sengal; -- batang<\/b> akar yang besar dan panjang pada pohon, menjulur dari atas ke bawah, biasanya terdapat pada pohon beringin; -- batu<\/b> akar yang tumbuh di bukit-bukit, batangnya berwarna hitam dan tidak berdaun, biasanya dibuat ikat pinggang sebagai penangkal sakit pinggang; -- belit<\/b> akar yang keluar dari batang di atas tanah dan berfungsi untuk memanjat dengan melilit penunjangnya; -- beluru<\/b> tumbuhan sulur-suluran, akar dan polongnya dapat dibuat obat; Entada phaseoloides<\/em>; -- bilangan<\/b> Mat<\/em> bilangan yang diperoleh dari suatu bilangan yang diuraikan dengan pangkatnya; -- bulu<\/b> akar rambut; -- cabang<\/b> akar yang tumbuh dari akar lain (juga disebut akar sekunder kalau akar tersebut merupakan cabang dari akar utama); -- dagun<\/b> tumbuhan, Gnetum temi folium;<\/em> -- embun<\/b> tumbuhan memanjat, Leoinanthus erubescens<\/em>; -- gambir<\/b> perdu memanjat keluarga Combretaceae<\/em>; -- gantung<\/b> akar yang tumbuh pada cabang dan tidak mencecah tanah, seperti pada pohon beringin; -- gerit-gerit<\/b> tumbuhan yang getahnya seperti karet, Urceola brachysepala<\/em>; -- gigi<\/b> pangkal gigi yang di dalam gusi; -- isap<\/b> akar benalu untuk mengisap air serta zat makanan dari tanaman (pohon) tumpangan; haustorium; -- jangkar<\/b> akar yang menyerupai jangkar seperti terdapat pada pandan; -- kait-kait<\/b> tumbuhan (akar-akaran) merambat yang batangnya berduri; Uncaria acida;<\/em> -- kambing-kambing<\/b> tumbuhan memanjat, Sarcolobus globosus<\/em>; -- kata<\/b> Ling<\/em> bagian kata yang menjadi dasar arti kata lain yang dibentuk dari kata tersebut; -- kemenyan<\/b> tumbuhan memanjat, Diescorea appositifiola<\/em>; -- kerayun<\/b> akar yang-yang; -- kijil<\/b> tumbuhan memanjat,Smilase helferi<\/em>; -- kucing<\/b> tumbuhan merambat, panjang 2—20 m, beraroma pahit dan tajam, digunakan sebagai bumbu, obat mag, obat penurun panas; Toddalia aculeata;<\/em> -- kuning<\/b> tumbuhan merambat, tinggi 5—15 m, tumbuh di hutan liar atau hutan bambu, daunnya mengandung alkali dan dapat dipakai sebagai obat sakit kepala; Fibraurea chloroleuca;<\/em> -- larak<\/b> tumbuhan menjalar yang dapat dipakai sebagai alat pengikat apabila sudah kering; -- layak<\/b> tumbuhan memanjat, Uvaria purpurea<\/em>; -- lekat<\/b> akar yang keluar dari buku batang dan berfungsi melekatkan tumbuhan itu pada penunjangnya, misalnya pada sirih; -- lembaga<\/b> akar yang keluar dari benih; -- liar<\/b> akar yang tumbuh di tempat yang tidak semestinya, misalnya pada daun atau ruas; -- lingkar<\/b> akar yang pertumbuhannya tidak masuk ke dalam tanah, tetapi hanya melingkar di dekat permukaan tanah; -- lupang<\/b> tumbuhan menjalar, Micaria apanders<\/em>; -- lupuk<\/b> tumbuhan membelit, Adenia acuminata;<\/em> -- lutut<\/b> akar atau bagian akar yang tumbuh ke udara, membengkok, dan masuk lagi ke dalam tanah (sehingga membentuk gambaran seperti lutut) serta berfungsi untuk pernapasan, terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah payau seperti pada Bruguiera parvifolia<\/em>; -- melata <\/b> 1<\/b> akar tumbuhan yang merambat, seperti ubi jalar yang semakin lama semakin banyak; 2<\/b> ki<\/em> bertambah lama bertambah banyak (tentang utang); -- melibat<\/b> akar melilit; -- melilit<\/b> akar yang membelit dan melekat pada pohon lain; -- mempelas<\/b> tumbuhan perdu yang merambat, batangnya kecil pipih, dibuat sebagai pengikat; Tetracera indica<\/em>; -- mempelas hari betina<\/b> akar rempelas; -- napas<\/b> akar yang keluar secara tegak lurus dari akar yang terbenam dalam tanah dan berfungsi untuk pernapasan, misalnya pada pedada; -- pahit<\/b> akar yang dipakai untuk obat penyakit sesak napas atau asma; Cyclea laxiflora<\/em>; -- parsi<\/b> rumput-rumputan keras yang tunasnya dapat dimakan sebagai sayuran; asparagus; Asparagus officinalis<\/em>; -- primer<\/b> akar pertama yang tumbuh pada saat biji berkecambah; akar tunggang; -- puntianak<\/b> udani; -- pusat<\/b> akar yang langsung tumbuh dari tudung akar; -- putat<\/b> tumbuhan, Gnetum funiculare<\/em>; -- rambut<\/b> bulu halus pada ujung akar; -- rempelas<\/b> tumbuhan perdu yang merambat, batangnya liat, dibuat tali yang kasar, daunnya kasap, digunakan untuk menggosok kayu; Tetracera scandens<\/em>; -- samping<\/b> akar cabang; -- sarikan<\/b> tumbuhan perdu yang merambat, tangkainya dapat dibuat tali; Spatholobus ferrugineus;<\/em> -- saut<\/b> perdu yang merambat, buahnya berwarna merah dan beracun, kulit kayunya dapat dibuat tali; Adenia singaporeana;<\/em> -- senduduk<\/b> tumbuhan, Marumia muscosa<\/em>; -- sentagi<\/b> tumbuhan menjalar yang akarnya digunakan sebagai obat; -- sepulih<\/b> tumbuhan yang dibuat obat; Ophioxylon serpentinum<\/em>; -- serabut<\/b> akar samping yang keluar dari pangkal batang atau buku umumnya bergerombol dan berfungsi menggantikan akar tunggang yang tidak berkembang; -- serapat<\/b> tumbuhan merambat; -- serau<\/b> tumbuhan akar gerip putih; Parameria barbata<\/em>; -- serumat<\/b> tumbuhan, akar tapak rimau; Canthium aciculatum;<\/em> -- seruntun<\/b> tumbuhan yang dapat dipakai sebagai obat; bratawali yang pahit rasanya; Tinospora tuberculata<\/em>; -- sulung<\/b> tumbuhan memanjat, Gynochtodes sublanceolata<\/em>; -- susu<\/b> akar tunggang; -- tempelas<\/b> tumbuhan, Tetracera indica<\/em>; -- teriba<\/b> tumbuhan yang akarnya digunakan untuk mengobati kurap, Rhinacanthus nasuta;<\/em> -- tikus<\/b> tumbuhan tropis yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, akarnya dibuat obat, Rauwolfia serpentina<\/em>; -- tinggal<\/b> rimpang yang sederhana, tidak bercabang-cabang, (seperti pada pisang); -- tombak<\/b> akar tunggal; -- tuba<\/b> tumbuhan berbunga kupu-kupu, akarnya mengandung zat racun untuk mematikan ikan dan serangga; Derris elliptica;<\/em> -- tunggang<\/b> akar utama yang tumbuh dari biji, tegak ke bawah dan darinya keluar cabang akar; -- tunjang<\/b> akar yang tumbuh dari batang di atas tanah dan masuk ke tanah untuk menunjang batang supaya tidak roboh, misalnya pada pandan duri;<\/em> -- udara<\/b> akar yang tumbuh dari bagian batang di atas tanah dan menggantung di udara; -- umbi<\/b> akar tunggang yang mengandung zat tepung dan sebagainya dan dapat dimakan; -- wangi<\/b> akar berbau harum yang biasa dibuat kipas atau ditaruh di antara pakaian; narwastu; Andropogon zizanivides;<\/em> -- yang-yang<\/b> tumbuhan memanjang; akar kerayun; Vitis hastata;<\/em>akar-akar·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> sesuatu yang menyerupai akar; 2<\/b> berbagai jenis akar;ber·a·kar<\/b> v<\/em> 1<\/b> ada akarnya; keluar akarnya; 2<\/b> ki<\/em> mendalam benar; berpegang teguh: nasihat orang tuanya telah ~ dalam sanubarinya;<\/em> 3<\/b> ki<\/em> sudah beranak cucu; 4<\/b> lama benar menetap di suatu tempat: ia sudah ~ di Lampung;<\/em>meng·a·kar<\/b> v<\/em> 1<\/b> menjadi akar; 2<\/b> menyerupai akar; 3<\/b> ki<\/em> mendalam atau menyatu benar di dalam hati, pikiran, dan sebagainya (tentang ajaran, adat, dan sebagainya);per·a·kar·an<\/b> n<\/em> hal-hal yang berkaitan dengan akar: stratifikasi sistem ~ dapat dijadikan petunjuk untuk memahami struktur vegetasi<\/em>","msg":""},{"x":5,"w":"daerah","d":"da·e·rah<\/b> \/daérah\/ n<\/em> 1<\/b> bagian permukaan bumi dalam kaitannya dengan keadaan alam dan sebagainya yang khusus: -- khatulistiwa (kutub, padang pasir, pantai, pegunungan, dan sebagainya)<\/em>; 2<\/b> lingkungan pemerintah; wilayah: -- kabupaten (provinsi, negara, dan sebagainya)<\/em>; 3<\/b> selingkungan tempat yang dipakai untuk tujuan khusus; kawasan: -- industri (perkantoran, pertokoan, dan sebagainya)<\/em>; 4<\/b> tempat sekeliling atau yang termasuk dalam lingkungan suatu kota (wilayah dan sebagainya): -- Jakarta dan sekitarnya<\/em>; 5<\/b> tempat dalam satu lingkungan yang sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dan sebagainya): -- tropis; -- penghasil kopra<\/em>; 6<\/b> tempat yang terkena peristiwa yang sama: -- banjir (bergolak, pertempuran, wabah, dan sebagainya)<\/em>; 7<\/b> bagian permukaan tubuh: -- payudara (pergelangan kaki, perut, dan sebagainya)<\/em>;-- aliran sungai<\/b> daerah sekitar sungai, yang melebar sampai ke punggung bukit (gunung) yang merupakan daerah sumber air, tempat semua curahan air hujan yang jatuh di atasnya mengalir ke dalam sungai: -- aliran sungai yang gundul itu harus dihutankan kembali dan dilestarikan<\/em>; -- artikulasi<\/b> Ling<\/em> tempat artikulasi; -- banjir<\/b> daerah yang sering dilanda banjir; -- banjir pertama<\/b> daerah pertama dilanda banjir karena paling dekat ke sungai; -- buta<\/b> Tek<\/em> lapisan tersembunyi yang tidak terdeteksi oleh isyarat geofisik; -- gawang<\/b> daerah sekitar gawang, tempat penjaga gawang boleh memegang bola: pelanggaran itu terjadi di -- gawang pemain lawan sehingga wasit menunjuk titik putih yang berarti harus dilakukan tendangan hukuman<\/em>; -- haram<\/b> daerah suci sekitar Mekah dan Medinah yang mempunyai batasan tertentu, di dalamnya orang dilarang menumpahkan darah dan sebagainya; -- hitam <\/b> 1<\/b> lingkungan tempat orang melakukan kejahatan; 2<\/b> lingkungan pelacuran dan sebagainya; -- irigasi<\/b> kesatuan wilayah atau hamparan tanah yang mendapat air dari satu jaringan irigasi; -- istimewa<\/b> daerah yang mempunyai aturan pemerintahan khusus yang kadang-kadang menyimpang dari peraturan umum: -- Istimewa Yogyakarta dan -- Istimewa Aceh<\/em>; -- jatuh<\/b> daerah yang diramalkan atau dirancang sebagai tempat jatuhnya benda terbang atau diterbangkan; -- kantong<\/b> daerah kecil bagian wilayah negara yang dikuasai oleh para pejuang kemerdekaan: Tentara Nasional Indonesia melancarkan perang terhadap tentara pendudukan Belanda dari -- kantong<\/em>; -- kebudayaan<\/b> daerah yang menyatukan sejumlah kebudayaan suku bangsa yang memiliki persamaan ciri yang mencolok; -- khatulistiwa<\/b> bagian permukaan bumi di sekitar garis khatulistiwa, antara 23,5o lintang utara dan 23,5o lintang selatan; -- Khusus Ibu Kota<\/b> daerah pemerintahan ibu kota yang tingkatnya disamakan dengan provinsi (kepala daerahnya seorang gubernur); -- kumuh<\/b> daerah atau perkampungan yang miskin dan kotor; -- kuno<\/b> daerah geografis tempat tersebarnya kebudayaan suku bangsa yang mengandung unsur kuno, biasanya terletak di pinggiran suatu daerah kebudayaan; -- lampu merah<\/b> lingkungan tempat pelacuran; -- litoral<\/b> daerah perairan yang dangkal dekat pantai, yang menunjang kehidupan tanaman berakar; -- maksiat<\/b> daerah dalam wilayah suatu kota tempat judi dan pelacuran; -- mata air<\/b> daerah yang mendapat air dari satu mata air; -- minus<\/b> daerah yang kurang memiliki sumber penghidupan bagi penduduknya; -- operasi<\/b> daerah tempat melakukan suatu kegiatan; -- otonom<\/b> daerah yang berdiri sendiri, mempunyai batas wilayah tertentu, mempunyai undang-undang dan peraturan yang khusus berlaku untuk daerahnya dengan tidak menyalahi undang-undang pemerintah pusat; daerah swatantra; -- pantai<\/b> daerah di pinggir laut; -- pasang surut<\/b> daerah yang secara teratur terkena perubahan (pasang surut) air oleh air pasang; -- pedalaman<\/b> daerah yang terletak jauh dari kota atau dari pantai; -- pemilihan<\/b> daerah untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, yang terdiri atas daerah pemilihan tingkat I dan daerah pemilihan tingkat II; -- penalti<\/b> Olr<\/em> bagian lapangan sepak bola di muka gawang yang diberi berbatas, apabila terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain dari kesebelasan yang sedang mempertahankan gawangnya di daerah itu, kesebelasan itu dikenakan hukuman berupa tendangan bebas ke arah gawang; -- pendudukan<\/b> daerah yang dirampas dan diduduki (dikuasai) oleh tentara asing; -- perbatasan<\/b> daerah di sepanjang batas dua negara; -- permukiman<\/b> bagian kota wilayah besar yang khusus digunakan untuk tempat tinggal penduduk; -- pertanian<\/b> daerah yang digunakan untuk bercocok tanam dengan atau tanpa pengairan; -- perwalian<\/b> Pol<\/em> daerah yang tidak mempunyai pemerintahan sendiri, tetapi ditempatkan di bawah sistem perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa; -- pesisir<\/b> daerah di sekitar pantai; -- pinggiran<\/b> daerah yang terletak di pinggir kota; -- pusat perdagangan<\/b> daerah di dalam kota yang merupakan pusat kegiatan dagang dengan toko dan lembaga perdagangan lain; -- rawan<\/b> daerah yang terganggu keamanan dan ketenteramannya (merupakan daerah berbahaya, tidak tertib, kemelut, dan sebagainya); -- seberang <\/b> 1<\/b> daerah (pulau) di luar daerah sendiri; 2<\/b> cak<\/em> sebutan untuk daerah di luar Pulau Jawa; -- seberang lautan<\/b> 1<\/b> daerah yang harus dicapai dengan menyeberangi lautan; 2<\/b> daerah jajahan; -- serang<\/b> daerah untuk mulai melakukan serangan bagi para pemain baris depan dalam permainan voli; -- sublitoral <\/b> 1<\/b> daerah pantai yang biasanya mempunyai kedalaman kurang dari 200 m; 2<\/b> daerah pantai yang mencakup permukaan air sampai ke batas terendah tempat tanaman dapat tumbuh; -- swapraja<\/b> daerah yang berpemerintahan sendiri, tetapi dengan kekuasaan sangat terbatas, seperti kesultanan; -- swasembada<\/b> daerah yang dapat mencukupi kebutuhannya sendiri, tidak bergantung kepada daerah lain; -- swatantra<\/b> daerah otonom; -- tadah<\/b> Hid<\/em> daerah penampungan air yang mengalirkan air ke sebagian atau keseluruhan dari saluran air; -- takluk<\/b> daerah yang tunduk pada hukum negara tertentu; -- tidak bertuan<\/b> daerah yang tidak dikuasai oleh salah satu pemerintahan; -- Tingkat I<\/b> provinsi; -- Tingkat II<\/b> 1<\/b> kabupaten; 2<\/b> kota; -- tropis<\/b> daerah sekitar khatulistiwa yang beriklim panas; -- tujuan wisata<\/b> 1<\/b> daerah yang memiliki objek wisata yang ditunjang oleh masyarakat dan prasarana pariwisata; 2<\/b> tempat yang menjadi sasaran kunjungan wisata; 3<\/b> daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan; -- vulkanis<\/b> daerah yang tanahnya berasal dari letusan gunung berapi dan di tempat itu diperkirakan masih terdapat gunung berapi;ke·da·e·rah·an<\/b> n<\/em> sifat-sifat atau segala sesuatu mengenai daerah"},{"x":5,"w":"depresi","d":"dep·re·si<\/b> \/déprési\/ n<\/em> 1<\/b> Ek<\/em> keadaan perniagaan yang sukar dan lesu; 2<\/b> Psi<\/em> gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan); 3<\/b> Geo<\/em> daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pada waktu yang sama; 4<\/b> Met<\/em> daerah yang bertekanan rendah;-- pusat<\/b> Geo<\/em> depresi yang luas yang dikelilingi oleh depresi yang lebih kecil; -- tropis<\/b> Geo<\/em> 1<\/b> depresi yang berasal dari daerah tropis; 2<\/b> gangguan tropis yang kecepatan anginnya lebih rendah dari 34 knot; -- utama<\/b> Geo<\/em> depresi induk, tempat terjadinya beberapa depresi lain"},{"x":5,"w":"kantor","d":"kan·tor<\/b> n<\/em> 1<\/b> balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan (perusahaan dan sebagainya); 2<\/b> tempat bekerja;-- bank<\/b> kantor (perusahaan) yang mengurus soal pinjam- meminjam uang, tabungan, dan sebagainya; -- berita<\/b> Kom<\/em> badan atau lembaga yang mengumpulkan dan menyediakan bahan berita untuk media massa (pers, radio, dan televisi), baik berita nasional maupun internasional; -- besar<\/b> kantor yang menjadi induk kantor cabang; kantor pusat; -- cabang<\/b> kantor yang mengurus kepentingan suatu perusahaan (instansi) di tempat lain atau yang kedudukannya berada di bawah kantor pusat; -- departemen<\/b> perwakilan suatu departemen pada tingkat kabupaten atau kota baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

-- dinas<\/b> perwakilan suatu departemen pada tingkat kecamatan; -- kawat<\/b> kantor telepon dan telegram (yang mengurusi pengiriman berita dengan telepon atau telegram); -- lelang<\/b> tempat penyelenggaraan pelelangan barang; balai lelang; -- pengadilan<\/b> kantor tempat memeriksa suatu perkara (mengadili tertuduh atau tergugat); -- perwakilan<\/b> kantor atau instansi pemerintah (usaha dagang dan sebagainya) yang mewakili urusan kantor induk di tempat lain; -- polisi<\/b> kantor tempat mengerjakan urusan kepolisian; -- pos<\/b> kantor yang mengurus pengiriman surat, paket, dan sebagainya dengan pos; -- pusat<\/b> kantor besar yang menjadi induk kantor cabang; -- tera<\/b> kantor tempat mengurus (menguji) benar tidaknya alat ukur (timbangan, meteran, dan sebagainya); kantor metrologi; -- wilayah<\/b> perwakilan suatu departemen pada tingkat provinsi;ber·kan·tor<\/b> v<\/em> 1<\/b> membuka kantor di; kantornya berada di: perusahaan pelayaran itu ~ di Tanjung Priok;<\/em> 2<\/b> berdinas;per·kan·tor·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> hal yang berkaitan dengan kantor; 2<\/b> kompleks atau tempat berkantor"},{"x":5,"w":"kota1<\/sup>","d":"ko·ta1<\/sup><\/b> n<\/em> 1<\/b> daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat; 2<\/b> Dem<\/em> daerah pemusatan penduduk dengan kepadatan tinggi serta fasilitas modern dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar pertanian; 3<\/b> dinding (tembok) yang mengelilingi tempat pertahanan;-- administratif <\/b> 1<\/b> kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan wilayah atau daerah tertentu; 2<\/b> wilayah yang dikepalai seorang wali kota, yang bertanggung jawab kepada kepala wilayah kabupaten yang bersangkutan, dan tidak memiliki DPRD sendiri; -- batik<\/b> sebutan lain untuk kota Pekalongan; -- buaya<\/b> sebutan lain untuk kota Surabaya; -- hujan<\/b> sebutan lain untuk kota Bogor; -- industri <\/b>kota yang merupakan tempat konsentrasi industri penduduk yang sebagian besar terlibat dalam kegiatan itu; -- kembang<\/b> sebutan lain untuk kota Bandung; -- kosmopolitan<\/b> kota besar yang mempunyai sifat internasional dengan banyaknya lembaga yang mewakili lembaga negara lain dan banyaknya penduduk yang merasa dirinya mewakili kebudayaan dan pemikiran internasional; -- madya<\/b> 1<\/b> kota yang merupakan ibu kota daerah tingkat dua (setingkat dengan kabupaten); 2<\/b> wilayah yang dikepalai oleh seorang wali kota; -- metropolitan<\/b> kota besar yang menguasai daerah sekelilingnya dengan adanya kota satelit dan kota pinggiran; -- pahlawan<\/b> sebutan lain untuk kota Surabaya; -- pelabuhan<\/b> kota yang merupakan peluasan suatu pelabuhan; -- pelajar<\/b> sebutan lain untuk kota Yogyakarta; -- perdagangan<\/b> kota besar ataupun kecil yang berpusat pada suatu pasar atau pusat perdagangan; -- pinggiran<\/b> kota kecil atau komunitas yang berdekatan dengan kota metropolitan yang sangat bergantung padanya di bidang ekonomi; -- praja<\/b> daerah dan pemerintahan kota yang setingkat dengan kabupaten; -- pusat religi<\/b> kota yang berpusat pada pusat keagamaan seperti candi, kuil, dan biara; -- satelit<\/b> 1<\/b> kota baru yang dibangun di dekat atau di pinggir sebuah kota besar dalam rangka peluasan kota; 2<\/b> kota yang terletak di pinggir atau berdekatan dengan kota besar, yang secara ekonomis, sosial, administratif, dan politis tergantung pada kota besar itu; -- suci<\/b> kota yang menjadi pusat peribadatan dan tradisi seperti Mekah, Roma, Yerusalem; -- udang<\/b> sebutan lain untuk kota Cirebon;ber·ko·ta<\/b> kl v<\/em> berbenteng; berdinding batu;me·ngo·ta<\/b> v<\/em> 1<\/b> mendirikan tembok sekeliling; membenteng; 2<\/b> cak<\/em> datang bermukim ke kota;me·ngo·tai<\/b> kl v<\/em> memberi berbenteng; membentengi; memagari dengan dinding batu;me·ngo·ta·kan<\/b> kl v<\/em> 1<\/b> menjadikan seperti kota; menjadikan bersifat kota; menjadikan sebagai konsumsi orang kota; 2<\/b> memperkuat dengan benteng; memakai sesuatu untuk benteng;pe·ngo·ta·an<\/b> v<\/em> proses, cara, perbuatan mengotakan;per·ko·ta·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> daerah (kawasan) kota; 2<\/b> kelompok pemukiman yang terdiri atas tempat tinggal dan tempat kerja pertanian;ke·ko·ta·an<\/b> v<\/em> berhubungan dengan sifat atau keadaan kota;ke·ko·ta-ko·ta·an<\/b> a<\/em> berlaku (berlagak) sebagai orang kota"},{"x":5,"w":"makna","d":"mak·na<\/b> n<\/em> 1<\/b> arti: ia memperhatikan -- setiap kata yang terdapat dalam tulisan kuno baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

2<\/b> maksud baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut…. atau penulis; pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan;-- afektif<\/b> makna emotif; -- denotasi<\/b> Ling<\/em> makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa, seperti orang, benda, tempat, sifat, proses, kegiatan; -- denotatif<\/b> makna yang bersifat denotasi; -- ekstensi<\/b> Ling<\/em> makna yang mencakupi semua objek yang dapat dirujuk dengan kata itu; -- emotif<\/b> Ling<\/em> makna kata atau frasa yang ditautkan dengan perasaan (ditentukan oleh perasaan): -- gramatikal<\/b> Ling<\/em> makna yang didasarkan atas hubungan antara unsur-unsur bahasa dalam satuan yang lebih besar, misalnya hubungan antara kata dan kata lain dalam frasa atau klausa; -- intensi<\/b> makna yang mencakupi semua ciri yang diperlukan untuk keterterapan suatu kata (istilah); -- khusus<\/b> makna kata atau istilah yang pemakaiannya terbatas pada bidang tertentu; -- kiasan<\/b> makna kata atau kelompok kata yang bukan makna yang sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu, misalnya mahkota wanita<\/em> berarti 'rambut wanita'; -- kognitif<\/b> Ling<\/em> aspek-aspek makna satuan bahasa yang berhubungan dengan ciri-ciri dalam alam di luar bahasa atau penalaran; -- konotasi<\/b> Ling<\/em> makna (nilai rasa) yang timbul karena adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi; -- konotatif<\/b> Ling<\/em> makna yang bersifat konotasi; -- kontekstual<\/b> Ling<\/em> makna yang didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu; -- leksikal<\/b> Ling<\/em> mak-na unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa, dan sebagainya; -- lokusi<\/b> Ling<\/em> makna yang dimaksudkan penutur dalam perbuatan berbahasa; -- luas<\/b> Ling<\/em> makna ujaran yang lebih luas daripada makna pusatnya, misalnya makna sekolah<\/em> dalam kalimat ia bersekolah lagi di Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut)<\/em> yang lebih luas daripada makna 'gedung tempat belajar'; -- pusat<\/b> Ling<\/em> makna kata yang umumnya dapat dimengerti walaupun kata itu diberikan tanpa konteks; -- referensial<\/b> Ling<\/em> makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi; -- sempit<\/b> Ling<\/em> makna ujaran yang lebih sempit daripada makna pusatnya; -- suratan<\/b> Ling<\/em> makna denotasi; -- tak berciri<\/b> Ling<\/em> makna pusat; -- tautan<\/b> konotasi; -- umum<\/b> Ling<\/em> kata atau istilah yang pemakaiannya menjadi unsur bahasa umum;ber·mak·na<\/b> v<\/em> berarti; mempunyai (mengandung) arti penting (dalam): kalimat itu - rangkap<\/em>;- berbilang<\/b> mempunyai (mengandung) beberapa arti;mem·ber·mak·na·kan<\/b> v<\/em> menjadikan bermakna: terampilnya siswa berbahasa Indonesia berarti keberhasilan dalam - pengajaran bahasa Indonesia<\/em>;me·mak·na·kan<\/b> v<\/em> menerangkan arti (maksud) suatu kata dan sebagainya"},{"x":5,"w":"perintah","d":"pe·rin·tah<\/b> n<\/em> 1<\/b> perkataan yang bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas -- sang Pangeran, beberapa pelayan datang;<\/em> 2<\/b> aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dengan --;<\/em> 3<\/b> aturan dari pihak atas yang harus dilakukan: ia membacakan -- yang berkenaan dengan pembasmian penyelundupan;<\/em>me·me·rin·tah<\/b> v<\/em> 1<\/b> memberi perintah; menyuruh melakukan sesuatu: tidak ada seorang pun berani ~ dia;<\/em> 2<\/b> menguasai dan mengurus (negara, daerah, dan sebagainya): tidak salah jika dikatakan bahwa Gajah Mada yang ~ Majapahit pada masa itu;<\/em>me·me·rin·tahi<\/b> v<\/em> 1<\/b> memberi perintah kepada: kerjanya hanya ~ jongos-jongos;<\/em> 2<\/b> membawahkan: lebih senang ~ orang pandai-pandai daripada ~ orang bodoh;<\/em> Raja Palembang yang bernama Demang Lebar Daun ~ daerah itu;<\/em>me·me·rin·tah·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> menyuruh orang lain melakukan sesuatu; menyuruh mengerjakan: Pangeran Diponegoro telah ~ penghentian tembak-menembak;<\/em> 2<\/b> memerintah; mengelola: ia tidak dapat lagi ~ daerah perkebunan yang selalu diganggu gerombolan bersenjata<\/em>;ter·pe·rin·tah<\/b> v<\/em> diperintah; dikuasai: bangsa itu lama ~ oleh kekuasaan asing;<\/em>pe·me·rin·tah<\/b> n<\/em> 1<\/b> sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2<\/b> sekelompok orang yang secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; 3<\/b> penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yang kuat dan bijaksana;<\/em> 4<\/b> badan tertinggi yang memerintah suatu negara (seperti kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri;<\/em> 5<\/b> negara atau negeri (sebagai lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat;<\/em> 6<\/b> pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang;<\/em>~ bayang-bayang<\/b> pemerintah yang disusun dan disiapkan untuk melakukan tugasnya jika diperlukan; ~ bayangan<\/b> kelompok rahasia yang dituduh membuat kebijakan umum, kelompok ini tidak dapat dikritik oleh rakyat ataupun dibatalkan (ditarik kembali) oleh para pemilih; ~ berdaulat<\/b> sekelompok orang yang bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk mempertahankan kesinambungan nasional yang otonom; ~ daerah<\/b> penguasa yang memerintah di daerah, seperti gubernur, bupati; ~ defacto<\/b> pemerintah yang berkuasa atas rakyatnya dan diakui pula oleh rakyatnya; ~ desa<\/b> pemerintah terendah langsung di bawah pimpinan kepala desa atau lurah yang menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri dan terdiri atas kepala desa dan lembaga musyawarah desa; ~ kesatuan<\/b> sistem politik dalam seluruh kekuasaan yang dipusatkan pada pemerintah nasional; ~ kolonial<\/b> pemerintah yang dibangun di bawah inspirasi filsafat merkantilisme yang tercermin dalam pemerintahan wilayah yang diduduki; ~ nasional<\/b> bentuk pemerintahan suatu negara yang diatur oleh bangsa negara itu sendiri; ~ pusat<\/b> penguasa yang bertugas di pusat, melingkungi seluruh pemerintah daerah; ~ sendiri<\/b> pemerintah yang melibatkan partisipasi warga negara melalui sistem pemilihan dan perwakilan;pe·me·rin·tah·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> proses, cara, perbuatan memerintah: ~ yang berdasarkan demokrasi; gubernur memegang tampuk ~ di Daerah Tingkat I;<\/em> 2<\/b> segala urusan yang dilakukan oleh negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan negara;~ daerah<\/b> pemerintahan yang mewakili pemerintah pusat di daerah dalam wilayah suatu negara; ~ kembar<\/b> dua pemerintahan bersama-sama menguasai suatu daerah; ~ negara<\/b> segala bentuk mekanisme, daya upaya, dan proses lembaga negara dalam menentukan, merumuskan, mengatur, dan mengusahakan tercapainya tujuan negara; ~ oligarki<\/b> sistem pemerintahan yang ketiga kekuasaan pemerintahan negara berada di tangan beberapa orang atau golongan; ~ otokrasi<\/b> sistem pemerintahan negara yang ketiga kekuasaan pemerintahan berada dalam satu tangan, misalnya pada kerajaan absolut; ~ otoriter<\/b> pemerintahan yang didasarkan kekuasaan mutlak; ~ presidentil<\/b> pemerintahan republik yang kepala negaranya langsung memimpin kabinet; ~ sementara<\/b> pemerintahan setelah jatuhnya suatu kabinet sampai terbentuknya kabinet baru; ~ sentral<\/b> pemerintah pusat (terdapat di ibu kota negara yang tidak selalu terletak di tengah-tengah wilayah negara dan sebagainya); ~ sipil<\/b> pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang sipil (bukan pemerintahan militer);ber·pe·me·rin·tah·an<\/b> v<\/em> memiliki pemerintahan; ada pemerintahan"},{"x":1,"w":"pusat","d":"pu·sat<\/b> n<\/em> 1<\/b> tempat yang letaknya di bagian tengah: Istana Merdeka letaknya di -- kota Jakarta; <\/em>2<\/b> titik yang di tengah-tengah benar (dalam bulatan bola, lingkaran, dan sebagainya): -- bumi; -- lingkaran;<\/em> 3<\/b> pusar; 4<\/b> pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dan sebagainya): perguruan tinggi harus menjadi -- berbagai ilmu pengetahuan;<\/em> 5<\/b> orang yang membawahkan berbagai bagian; orang yang menjadi pumpunan dari bagian-bagian;-- biaya<\/b> tempat, orang, bagian alat, atau bagian lain perusahaan yang biayanya dapat dipastikan dan yang dapat dipakai sebagai patokan pengendalian biaya; -- data<\/b> organisasi yang mengumpulkan, menampung, mengolah, dan menyajikan data perlengkapan pengolah data elektronik; -- dingin<\/b> daerah di belahan bumi selatan dan di belahan bumi utara, yang hingga kini merupakan daerah terendah suhunya; -- diversifikasi<\/b> Hut<\/em> daerah geografis yang banyak memiliki galur yang dibudidayakan; -- jala<\/b> bagian jala yang di pertengahan; -- kebudayaan<\/b> tempat membina dan mengembangkan kebudayaan; -- komunikasi<\/b> pusat informasi meteorologi yang mengumpulkan data untuk disebarkan secara internasional; -- panas<\/b> Bio<\/em> bagian dalam sistem saraf pusat yang mengontrol produksi dan pelepasan panas; -- pemberitaan<\/b> Kom<\/em> tempat pengumpulan berita yang masuk; -- pembicaraan<\/b> pokok pembicaraan ; -- pemerintahan<\/b> tempat yang menjadi pokok kedudukan pemerintahan; -- perdagangan<\/b> pusat perniagaan; -- perhatian<\/b> yang menjadi sasaran perhatian; -- perniagaan<\/b> tempat (kota dan sebagainya) yang terutama untuk melakukan perdagangan; -- pertokoan<\/b> tempat yang diperuntukkan bagi pertokoan yang mudah dikunjungi pembeli berbagai lapisan masyarakat; -- produksi siaran<\/b> Kom<\/em> tempat pembuatan siaran; -- tenaga listrik<\/b> pabrik pembangkit listrik; -- usaha<\/b> daerah yang merupakan pusat kegiatan pelayanan ekonomi dengan segala fasilitasnya, misalnya perkantoran, perdagangan, keuangan, dan rekreasi;ber·pu·sat<\/b> v<\/em> berpangkal atau berpokok di (pada, kepada): usaha ini ~ pada pengurangan jumlah kaum tuna-aksara;<\/em>me·mu·sat·kan<\/b> v<\/em> mengarahkan (mengumpulkan dan sebagainya) ke satu titik (tempat, hal, dan sebagainya): dia sekarang ~ seluruh perhatiannya ke pendidikan anak-anaknya;<\/em>pe·mu·sat·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> proses, cara, perbuatan memusatkan: ~ tenaga dan pikiran; ~ kapal perang pada tempat-tempat yang strategis;<\/em> 2<\/b> Pol<\/em> perubahan kekuasaan politik dari badan-badan pemeritah daerah ke pemerintah pusat; 3<\/b> Pol<\/em> penyerahan kekuasaan dari pembuat undang-undang kepada anggota eksekutif;~ <\/em>kekuasaan<\/b> penempatan seluruh kekuasaan pada satu pusat atau tokoh;se·pu·sat<\/b> a<\/em> 1<\/b> memiliki satu pusat bersama: lingkaran ~;<\/em> 2<\/b> mengenai satu titik yang terdapat tepat di tengah-tengah; konsentrik"},{"x":5,"w":"sesat","d":"se·sat<\/b> a<\/em> 1<\/b> tidak melalui jalan yang benar; salah jalan: malu bertanya -- di jalan; mati --;<\/em> 2<\/b> ki<\/em> salah (keliru) benar; berbuat yang tidak senonoh; menyimpang dari kebenaran (tentang agama dan sebagainya): ajaran yang --;<\/em>-- surut, terlangkah kembali, pb<\/em> memperbaiki kesalahan yang telah dibuat;-- air<\/b> salah didik (sukar diajar); -- akal<\/b> gila; -- barat<\/b> salah jalan sama sekali; -- lalu<\/b> menempuh jalan yang salah; -- langkah<\/b> melakukan perbuatan yang tidak patut; berbuat yang tidak senonoh; -- pikiran<\/b> salah pendirian (pendapat); -- pusat<\/b> bingung;ber·se·sat<\/b> a<\/em> dalam keadaan salah jalan; kesasar;me·nye·sat·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> membawa ke jalan yang salah; menyebabkan sesat (salah jalan): mereka memang sengaja - kita;<\/em> 2<\/b> ki<\/em> menyebabkan keliru (salah) dan sebagainya: - pandangan; - pikiran;<\/em>ter·se·sat<\/b> v<\/em> salah jalan; kesasar: mudah- mudahan ia tidak - di tengah jalan;seperti sebuah biji - dalam rumput, pb<\/em> 1<\/b> orang yang hina tidak kelihatan oleh orang; 2<\/b> sesuatu yang kecil;ke·se·sat·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> kebingungan; 2<\/b> ki<\/em> kesalahan jalan atau pikiran; kekeliruan; sesuatu yang sesat;pe·nye·sat·an<\/b> n<\/em> proses, cara, perbuatan menyesatkan"},{"x":5,"w":"tali1<\/sup>","d":"ta·li1<\/sup><\/b> n<\/em> 1<\/b> barang yang berutas-utas panjang, dibuat dari bermacam-macam bahan (sabut kelapa, ijuk, plastik, dan sebagainya) ada yang dipintal ada yang tidak, gunanya untuk mengikat, mengebat, menghela, menarik, dan sebagainya; 2<\/b> ki<\/em> hubungan: mempererat -- persaudaraan;<\/em>-- busur tidak selamanya dapat diregang, pb<\/em> orang tidak selamanya bekerja terus-menerus, tetapi mesti ada istirahatnya; -- jangan putus, kaitan jangan rekah, pb<\/em> perkara harus diputus seadil-adilnya agar kedua belah pihak yang beperkara sama-sama senang; -- putus keluan putus, pb<\/em> anak muda (gadis) yang telah bebas berbuat sekehendak hatinya setelah orang yang menjaganya (orang tuanya) meninggal; -- yang tiga lembar itu tak suang-suang putus, pb<\/em> bersatu teguh, bercerai runtuh; bagai menghela -- jala, pb<\/em> sangat berhati-hati; sepanjang -- beruk, pb<\/em> terlalu panjang sehingga membosankan (tentang pidato, doa yang panjang);-- air <\/b> 1<\/b> selokan; saluran air; bendar; 2<\/b> ceruk kecil sepanjang tepi kusen dengan tembok; 3<\/b> aliran arus; 4<\/b> pengairan; -- alir<\/b> pancing dengan umpan hidup untuk menangkap buaya; -- api<\/b> tali dari sabut dan sebagainya yang dipakai sebagai api-api; tali kain yang dibakar apabila memasang rokok orang besar pada zaman dahulu; -- ari-ari<\/b> tali pusar; -- arus<\/b> aliran arus (listrik, suara, dan sebagainya); -- barut <\/b> 1<\/b> tali pengikat (pembarut); 2<\/b> ikat pinggang; kendit; -- bawat<\/b> Lay<\/em> tali yang diikatkan pada palang layar untuk menggerakkan layar supaya mendapat angin; -- belati<\/b> tali buatan Eropa (dibuat dari serat sisal dan sebagainya); -- bicara<\/b> pesawat telepon; -- busur<\/b> tali perentang pada busur (untuk melentingkan anak panah); -- dahi layar<\/b> Lay<\/em> tali yang mengikatkan layar yang di sebelah atas; -- duga<\/b> tali untuk menentukan dalamnya laut; -- dugang <\/b> 1<\/b> Lay<\/em> tali penahan tiang dan sebagainya yang dipegang untuk menyeimbangkan perahu dengan badan; 2<\/b> tali penahan pohon yang akan ditebang agar tidak menimpa rumah, pohon lain, dan sebagainya dan jatuhnya diarahkan ke tempat yang diinginkan; -- gai<\/b> Lay<\/em> giuk; -- hidung<\/b> ceruk memanjang antara hidung dan bibir atas; -- jantung<\/b> ki<\/em> kekasih; kesayangan; -- jiwa<\/b> pangkal hidup; jantung hati; yang disayangi (dikasihi); -- kail<\/b> tali untuk menggantungkan mata kail; -- kang<\/b> tali kekang; tali kendali (pada kuda tunggang); -- kawat<\/b> tali berbentuk garis lembar-lembar kawat berukuran lebih dari 2,5 cm yang pelilitannya dilakukan secara khusus, biasanya digunakan pada tahang penggulung untuk menarik alat angkut dalam sumur tambang; -- kekang<\/b> tali untuk mengekang (kuda tunggang); tali kendali; -- kekerabatan<\/b> hubungan antara orang-orang sekerabat (sanak saudara); -- keledor<\/b> sabuk pengaman (di mobil, kapal terbang); -- kembar<\/b> tali (kawat, kabel) yang dipilin dari dua utas; -- kendali<\/b> tali kekang; -- kendit<\/b> ikat pinggang; -- kepala<\/b> tali yang diikatkan pada kepala sapi atau kuda untuk memudahkan menuntun atau mengikat hewan itu; -- kipas<\/b> tali karet untuk memutar kipas mesin mobil; -- labrang<\/b> Lay<\/em> tali kapal (perahu) untuk memperkuat tiang berdiri dan sebagainya; -- lalai<\/b> lay<\/em> tali kapal (perahu) untuk memutar kayu palang tempat menggantungkan layar; -- leher<\/b> dasi; -- lidah<\/b> urat di bawah lidah; -- liung<\/b> ikat pinggang dari emas; -- liung-liung<\/b> tali untuk mengikat keris ke pinggang; -- manila<\/b> serat manila; -- monyet<\/b> tali yang diikatkan pada laberang sekoci sebagai tempat tempat di permukaan bumi penumpang sekoci pada waktu sekoci diturunkan;-- nyawa<\/b> yang dikasihi (disayangi); jantung hati; tali jiwa; -- pangkat<\/b> jerat; -- penambat<\/b> tali atau rantai yang diikatkan pada ternak sehingga ternak itu dapat merumput dan bergerak dalam radius sepanjang tali itu; -- pengaman<\/b> sabuk pengaman; -- penggulung<\/b> tali tempat sangkar bergantung dalam sumur tegak pada sistem angkutan tambang bawah tanah melalui tahang penggulung dan ditarik oleh mesin angkat; -- penyandang<\/b> sabuk untuk menggendong atau menyandang alat untuk menyemprot bahan pemberantasan hama dan penyakit tumbuhan peliharaan; -- peranti<\/b> adat kebiasaan; tradisi; -- pergantungan<\/b> ki<\/em> 1<\/b> kekasih; 2<\/b> orang tempat mengharapkan bantuan; -- persaudaraan<\/b> hubungan antarsesama sanak saudara; -- perut<\/b> usus; -- pinggang<\/b> ikat pinggang; kendit; -- pintal<\/b> tali yang terpilin; -- pusar<\/b> tali pusat -- pusat <\/b> 1<\/b> usus yang menghubungkan tembuni dengan perut (pada pusar) bayi; 2<\/b> Bot<\/em> bagian buah yang menghubungkan biji dengan dinding buah; -- rasa<\/b> ki<\/em> hubungan batin antara seseorang dan orang lain (biasanya orang yang mempunyai hubungan dekat); -- sawar<\/b> tali untuk menghela kerbau dan sebagainya; -- sepatu<\/b> tali untuk mengikat (mengatupkan) sepatu sewaktu dipakai; -- silaturahmi<\/b> hubungan persaudaraan; -- singkil<\/b> ikat pinggang (dipakai oleh perempuan yang sedang hamil); -- sipat <\/b> 1<\/b> tali (benang) diberi berdawat hitam dan sebagainya untuk menandai kayu yang akan digergaji; 2<\/b> tali pada batu anting; -- temali <\/b> 1<\/b> bermacam-macam tali; 2<\/b> berkait-kaitan; banyak berkaitan dengan; -- tudung <\/b> 1<\/b> tali pada tudung; 2<\/b> cambang tipis yang sampai di bawah agu; -- tum<\/b> cak<\/em> tali kekang; -- tunda<\/b> tali untuk menghela perahu dan sebagainya; -- ulang<\/b> tali yang melalui beberapa kapi (kayu kerek); -- usai<\/b> Lay<\/em> tali untuk menarik (kapi, kerek, dan sebagainya);ber·ta·li<\/b> v<\/em> 1<\/b> memakai tali; ada talinya: bungkusan yang ~ merah itu kepunyaanku;<\/em> 2<\/b> ki<\/em> sudah bertunangan: gadis itu sudah ~;diberi ~ panjang, pb<\/em> diberi kebebasan yang seluas-luasnya; dibiarkan berbuat sesuka hatinya: ~ boleh dieret, bertampuk boleh dijinjing, pb<\/em> ada tanda (bukti) yang jelas atau yang boleh dipegang teguh; tergantung tidak ~pb<\/em> perempuan yang tidak diurus lagi oleh suaminya, tetapi tidak dapat meminta cerai;~ darah<\/b> berkerabat; seketurunan;ta·li-ber·ta·li<\/b> v<\/em> ada sangkut-pautnya; bertali-tali;ber·ta·li-ta·li<\/b> v<\/em> 1<\/b> bersambung-sambung; sambung-menyambung; terus-menerus; beruntun-runtun: kata-kata keji ~ keluar dari mulutnya; bukit-bukit itu ~ dari utara ke selatan sepanjang 1.000 km;<\/em> 2<\/b> berjalin-jalin; berlibat-libat; berbelit-belit: banyak hal yang ~ dengan masalah kenakalan remaja;<\/em>ber·ta·li·an<\/b> v<\/em> berkenaan (dengan); berhubungan; ada sangkut pautnya (dengan): larangan itu dikeluarkan yang berwajib ~ dengan situasi tanah air pada akhir-akhir ini;<\/em>per·ta·li·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> perhubungan; sangkut paut (kekeluargaan); perkariban: ~ kedua orang yang berbeda suku itu akhir-akhir ini semakin erat;<\/em> 2<\/b> Ling<\/em> hubungan antara unsur bahasa dalam kesatuan yang utuh, misalnya pertalian antara kalimat dan kalimat dalam wacana;~ batin<\/b> pertalian yang tidak kelihatan; ~ darah<\/b> hubungan kekerabatan;mem·per·ta·li·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengikat menjadi satu: mereka ~ semua tawanan itu sebelum diseret ke markas;<\/em> 2<\/b> menjalin-jalinkan; memperhubungkan: jangan ~ perkara itu dengan urusan pribadimu;<\/em> 3<\/b> menghubungkan: urat saraf yang ~ otak dengan mata;<\/em> dilaluinya kampung yang ~ Kota Serang dengan Pandeglang;<\/em> 4<\/b> menjodohkan: ia hendak ~ anak gadisnya dengan pemuda itu;<\/em> 5 <\/b>menjadikan bertali;pe·na·li<\/b> n<\/em> 1<\/b> pengikat; 2<\/b> kesimpulan; pembatasan (definisi)"},{"x":5,"w":"titik1<\/sup>","d":"ti·tik1<\/sup><\/b> n<\/em> noktah (pada huruf, tanda, tanda baca, dan sebagainya): setiap kalimat berita diakhiri dengan tanda --;<\/em>-- akhir<\/b> tempat berakhirnya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dan sebagainya; -- api<\/b> Fis<\/em> pusat pertemuan sinar yang dibalikkan di kaca yang cekung atau yang sudah dipecah oleh lensa (suryakanta): matahari terletak pada salah satu -- api elips lintasan bumi; --<\/em> aries<\/b> salah satu dari titik perpotongan ekliptika dengan khatulistiwa langit; -- artikulasi<\/b> Ling<\/em> tempat terjadinya persentuhan atau penyempitan pada saluran suara (ketika alat ucap aktif menempel atau mendekati alat ucap pasif) dalam pembentukan bunyi bahasa; -- awal<\/b> tempat dimulainya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dan sebagainya: setelah ada aba-aba, kami meninggalkan -- awal;<\/em> -- balik<\/b> titik di dalam suatu kurva hasil yang menjadi batas kenaikan hasil mulai berbalik menurun; -- beku<\/b> derajat suhu yang menunjukkan suatu barang cair membeku (menjadi padat); -- burjamhal<\/b> titik aries; -- cair<\/b> suhu tertentu yang menunjukkan benda padat mulai meleleh atau mencair; -- didih<\/b> batas derajat suhu yang menunjukkan suatu barang cair mulai mendidih: -- didih air ialah pada suhu 100o C;<\/em> -- dua<\/b> tanda baca (:) untuk menandai pemerian dan sebagainya; -- embun<\/b> Fis<\/em> derajat suhu tempat suatu campuran gas (udara) menjadi jenuh dan mengembunkan cairan; -- impas<\/b> titik yang menunjukkan hasil penjualan hanya untuk menutup harga pokok produk (tidak ada untung atau rugi); -- kabut<\/b> Hidm<\/em> suhu udara (dalam sangkar) pada saat terbentuk kabut; -- kata<\/b> keputusan; -- kedalaman<\/b> kedudukan titik yang telah dihitung kedalamannya; -- koma<\/b> tanda baca berupa titik dan koma (;) untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara, juga untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung; -- koordinat<\/b> titik utama pada pedoman atau kompas, yaitu titik utara, selatan, timur, dan barat; -- kulminasi<\/b> titik puncak (tertinggi): perlahan-lahan bulan merangkak dari kaki langit menuju -- kulminasi;<\/em> -- lebur<\/b> derajat suhu tempat suatu bahan (zat) padat mencair di bawah tekanan normal: tiap zat padat mempunyai -- lebur yang khas;<\/em> -- lidah<\/b> ki<\/em> kata; perkataan; -- librasi<\/b> titik di dalam susunan benda langit yang secara teoritis menunjukkan bahwa benda langit ketiga berada dalam keadaan tidak bergerak untuk jangka waktu tak terbatas karena segala daya yang bekerja di titik tersebut (termasuk dalam bidang gravitasi karena benda langit itu) saling meniadakan; -- mata <\/b> 1<\/b> titik yang menjadi pusat segenap penglihatan (pada gambar pemandangan); 2<\/b> sesuatu yang menarik perhatian orang banyak; pusat perhatian (minat); -- nyala<\/b> Kim<\/em> derajat suhu terendah tempat suatu minyak menguap cukup banyak dan cukup reaktif untuk dapat terbakar seketika; -- optimum<\/b> titik puncak (terbaik dan sebagainya): meningkatkan penggunaan kayu pada -- optimum;<\/em> -- ordinat<\/b> letak titik perpotongan pada garis horizontal dengan garis vertikal; -- panas<\/b> Fis<\/em> derajat suhu tempat logam dan sebagainya mulai lebur: -- panas timah 332oC;<\/em> -- pangkal<\/b> yang menjadi pangkal ketika memikirkan (membicarakan dan sebagainya) sesuatu; -- pegangan<\/b> Fis<\/em> tanda di medan pandangan sistem optis yang dipakai sebagai acuan dalam pengukuran; -- pusar<\/b> titik pusat; -- pusat<\/b> titik pada pusat bidang (bulatan dan sebagainya); -- selera<\/b> sangat ingin (akan makan dan sebagainya); -- temu<\/b> 1<\/b> titik tempat dua buah garis atau lebih dan sebagainya bertemu; -- tengah<\/b> titik pusat; -- tolak<\/b> 1<\/b> titik pangkal; 2<\/b> ki<\/em> pokok kesepakatan: kedua kubu belum mencapai -- tolak dalam perundingan itu<\/em>; -- tumpu <\/b> 1<\/b> titik tempat berpijak; 2<\/b> tempat tertentu untuk berdiri (tentang titik awal perlombaan dan sebagainya); -- uap<\/b> derajat suhu yang menunjukkan benda cair mulai menguap"},{"x":5,"w":"urus1<\/sup>","d":"urus1<\/sup><\/b> v<\/em> rawat; piara; pelihara; atur: tidak --cak<\/em> tidak terpelihara; tidak terurus;ber·u·rus·an<\/b> v<\/em> 1<\/b> ada urusan (dengan); berhubungan (dengan): saya tidak mau ~ dengan dia lagi;<\/em> 2<\/b> tersangkut dalam suatu hal (perkara kepolisian dan sebagainya): karena tidak mau membayar utang, ia harus ~ dengan polisi;<\/em>meng·u·rus<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengatur segala-galanya (tentang suatu urusan atau hal dan bertanggung jawab mengenai hal itu): untuk perpisahan itu ada yang ~ keuangan, ada yang ~ acara kesenian, dan sebagainya;<\/em> 2<\/b> mengatur menjadi baik; menata; merapikan; mengemasi; membenahi; membereskan: sesudah menyapu lantai, ia ~ tempat tidur;<\/em> 3<\/b> menyelenggarakan (perayaan, pertemuan, dan sebagainya); memelihara dan menjaga (kebun, rumah tangga, dan sebagainya); merawat (kendaraan dan sebagainya); menjaga baik-baik: panitia sibuk ~ perayaan Hari Kemerdekaan RI; ~ kebun cengkih memang tidak mudah; <\/em>4<\/b> mengusahakan (perdagangan, perusahaan, dan sebagainya); mengelola; memimpin dan mengatur (sekolah, perkumpulan, dan sebagainya): tiap anak diserahi tugas ~ toko; tidak mudah ~ koperasi;<\/em> 5<\/b> mengusut atau menyelidiki suatu hal; menyelesaikan (persoalan, perkara, perselisihan, dan sebagainya): bapaknya diminta datang ke sekolah untuk ~ persoalan anaknya; perkara perkelahian itu sudah ada yang ~;<\/em>~ buku<\/b> mencatat keluar-masuknya uang dalam perniagaan; ~ diri<\/b> merawat kesehatan diri;meng·u·rusi<\/b> v<\/em> mengatur baik-baik; menjaga dan merawat: keluarga itu berantakan karena suami ataupun istri tidak pernah ~ keadaan rumah tangganya;<\/em>meng·u·rus·kan<\/b> v<\/em> 1<\/b> mengurusi; 2<\/b> menyelesaikan (membereskan) sesuatu untuk orang lain: kalau Tuan tidak mampu menyelesaikan sendiri, saya sanggup ~ nya sampai selesai;<\/em>ter·u·rus<\/b> v<\/em> terpelihara (terawat, teratur) baik-baik: anak-anaknya tidak ~;<\/em>urus·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> sesuatu yang diurus: ada ~ penting;<\/em> 2<\/b> perkara; masalah; hal ihwal; persoalan: untuk ~ ini, polisi telah menahan orang yang dicurigai; ~ politik adalah tanggung jawab kita juga; itu ~ mu, bukan ~ ku;<\/em> 3<\/b> sesuatu yang berhubungan atau ada sangkut-pautnya dengan: setelah ~ pabean selesai, kita masih berurusan dengan calo-calo taksi<\/em>; 4<\/b> bagian pekerjaan (jawatan, dinas, dan sebagainya) yang mengurus sesuatu: jawatan ~ pajak; bagian ~ pegawai;<\/em> kantor ~ pegawai;<\/em> 5<\/b> cara mengurus (merawat, menyelenggarakan, dan sebagainya): kurang beres ~ nya;<\/em>~ belakang <\/b> 1<\/b> hal-hal yang berkenaan dengan kebutuhan dapur; 2<\/b> perkara nanti (yang akan diselesaikan) di kemudian hari; ~ kecil<\/b> hal yang tidak penting (tidak berarti); ~ umum<\/b> urusan mengenai berbagai hal;peng·u·rus<\/b> n<\/em> 1<\/b> orang(-orang) yang mengurus; 2<\/b> sekelompok orang yang mengurus dan memimpin perkumpulan (partai dan sebagainya); pemimpin; direksi: Kepala Desa menunjuk beberapa orang menjadi ~ Lembaga Sosial Desa; ~ cabang terdiri atas seorang ketua, seorang sekretaris, dan seorang bendahara;<\/em> 3<\/b> penyelenggara (pertemuan dan sebagainya);~ besar<\/b> pengurus yang ada di pusat perkumpulan (partai dan sebagainya); pemimpin tertinggi; pengurus pusat; ~ cabang<\/b> pengurus yang berada pada cabang organisasi; ~ harian<\/b> pengurus yang melakukan tugas (perkumpulan, partai, dan sebagainya) sehari-hari; ~ inti<\/b> pengurus tetap yang biasanya terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara; ~ pusat<\/b> pengurus yang berada di pusat organisasi; pengurus besar; ~ ranting<\/b> pengurus yang berada pada ranting organisasi; ~ sementara<\/b> pengurus yang ditunjuk untuk sementara sampai ada pengurus tetap; ~ terpilih<\/b> pengurus yang ditunjuk berdasarkan pemilihan; ~ tetap<\/b> pengurus yang sudah resmi dan sah berdasarkan pemilihan dan tempat di permukaan bumi n<\/em> proses, cara, perbuatan mengurus: mereka adalah para pemimpin yang berkecimpung di dalam ~ negara; ia bertugas dalam bidang ~ bahan makanan dan kerumahtanggaan istana;<\/em>ke·u·rus<\/b> Jk v<\/em> terurus; terpelihara: karena terlalu sibuk, dirinya sendiri tidak ~ lagi;<\/em>ke·u·rus·an<\/b> Jk v<\/em> keurus;ke·peng·u·rus·an<\/b> n<\/em> 1<\/b> seluk-beluk yang berhubungan dengan tugas pengurus: akhirnya tercapai kesepakatan tentang ~ partai itu; <\/em>2<\/b> hal-hal yang bersangkut-paut dengan cara mengurus sesuatu: diciptakan ~ yang sejalan dengan hasil kongres<\/em>"},{"x":5,"w":"vokal","d":"vo·kal<\/b> 1<\/b> a<\/em> mengenai suara; 2<\/b> n Ling<\/em> bunyi bahasa yang dihasilkan oleh arus udara dari paru-paru melalui pita suara dan penyempitan pada saluran suara di atas glotis; 3<\/b> n Ling<\/em> satuan fonologis yang diwujudkan dalam lafal tanpa pergeseran, seperti [a, i, u, e, o]; 4<\/b> a ki<\/em> berani mengemukakan pendapat; berani bersuara (mengkritik dan sebagainya): dia adalah anggota DPR yang --;<\/em>-- bawah<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah di bagian bawah mulut, misalnya [a]; -- belakang<\/b> vokal tempat di permukaan bumi dihasilkan dengan lidah ditarik ke arah belakang rongga mulut, misalnya [u]; -- buka<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah dalam posisi yang agak rendah; -- bundar<\/b> vokal yang diucapkan dengan bibir membundar; -- depan<\/b> vokal yang dihasilkan dengan menggerakkan bagian lidah ke arah langit-langit, misalnya vokal [e]; -- hambat<\/b> vokal dalam suku kata tertutup; -- hampar<\/b> vokal yang dihasilkan dengan bibir melebar, misalnya [e] dalam teh<\/em>;-- kardinal<\/b> salah satu seri vokal dengan ciri-ciri artikulasi tertentu, berguna sebagai dasar perbandingan vokal sebuah bahasa dan di antara bahasa-bahasa (diciptakan oleh Daniel Jones); -- kendur<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan otot agak kendur, misalnya \/i\/ pada saling<\/em>; -- pusat<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah dalam posisi tidak di depan dan tidak di belakang; -- rendah<\/b> vokal yang diucapkan dengan lidah dalam posisi serendah-rendahnya; -- sempit<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan mulut terbuka sedikit dan dengan lidah diangkat ke depan atau belakang; -- setengah terbuka<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan lidah dalam posisi medium rendah; -- setengah tertutup<\/b> vokal yang diartikulasikan dengan lidah dalam posisi medium tinggi; -- takbersuara<\/b> vokal yang dihasilkan dengan saluran suara ada dalam posisi vokal dan membiarkan udara mengalir dan menghasilkan aspirasi sebelum pita suara bergetar; -- takbundar<\/b> vokal hampar; -- tegang<\/b> vokal yang dihasilkan dengan otot menegang, misalnya [i] dalam kiri<\/em>; -- tengah<\/b> vokal yang dihasilkan dengan lidah dalam posisi tidak tinggi, tidak rendah; -- ternasal<\/b> vokal yang mengandung nasal sebagai ciri sekunder; -- tinggi<\/b> bunyi vokal yang dihasilkan dengan lidah terletak tinggi di dalam rongga mulut, misalnya [i, e, u]"},{"x":5,"w":"pemerintah","d":"pemerintah<\/b> n<\/em> 1<\/b> sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya; 2<\/b> sekelompok orang yang secara bersamasama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan; baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal disebut….

penguasaan suatu negara (bagian negara): masyarakat menginginkan ~ yang kuat dan bijaksana<\/em> ; 4<\/b> badan tertinggi yang memerintah suatu negara (seperti kabinet merupakan suatu pemerintah): Ketua DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR<\/em> ; 5<\/b> negara atau negeri (sebagai lawan partikelir atau swasta): sekolah ~ seharusnya tidak membayar<\/em> ; 6<\/b> pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan pertambangan<\/em> ; ~ daerah<\/b> penguasa yang memerintah di daerah; ~ pusat<\/b> penguasa yang bertugas di pusat yang melingkupi seluruh pemerintah daerah; berpemerintahan<\/b> v<\/em> memiliki pemerintahan; ada pemerintahan

Sumber: Kamus Bahasa Indonesia edisi elektronik (Pusat Bahasa, 2008)<\/div>"}]

Latihan Soal IPS_SMP_Kls 7




2022 www.videocon.com