Kehamilan ektopik

kehamilan ektopik kehamilan ektopik

none Kehamilan ektopik bisa terjadi pada siapa saja dan kondisi ini sering menimbulkan rasa nyeri pada perut sebagai tandanya. Namun, kondisi ini bisa cepat pulih bila mendapat penanganan yang tepat. Berikut penjelasan lengkap seputar penyebab, gejala, cara mengatasi, dan waktu yang tepat untuk hamil lagi setelah kehamilan ektopik. Apa itu kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)? Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan adalah kelainan atau abnormalitas dalam kehamilan.

kehamilan ektopik

Kondisi ini terjadi adanya penempelan hasil pembuahan sel telur dan sperma di luar rongga rahim ( intracavum uteri). Mengutip dari laman Ectopic, pada kondisi yang langka, sel telur bisa menempel di tempat lain seperti ovarium, serviks, dan rongga perut.

Kehamilan ektopik sering terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan. Ini adalah serius dan sangat mungkin membahayakan nyawa ibu. Pasalnya, sel telur yang tumbuh di luar rahim tidak dapat bertahan hidup. Setelahnya, sel telur akan menempel di jaringan tempat ia menempel dan menghancurkan jaringan tersebut.

Hal ini bisa menyebabkan perdarahan internal dan infeksi. Tidak mudah untuk mempertahankan bayi pada kehamilan ektopik dan ibu perlu menggugurkan kandungan (aborsi). Seberapa umum kondisi hamil di luar kandungan? Kehamilan ektopik cukup umum terjadi, dari 100 kehamilan ada 2 ibu yang hamil ektopik. Kondisi ini dapat tertangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko.

Kosultasikan dengan dokter untuk informasi lebih kehamilan ektopik. Apa perbedaan hamil ektopik dan hamil anggur? Hamil anggur dan hamil di luar kandungan adalah dua kondisi berbeda yang umum dialami wanita hamil. Hamil anggur atau mola hidatidosa adalah kelainan terhadap kromosom. Sementara itu, kehamilan ektopik adalah kelainan implantasi (melekatnya embrio di dinding rahim). Apa gejala hamil di luar kandungan? Melansir dari Planned Parenthood, salah satu tanda dan gejala hamil ektopik yaitu rasa nyeri pada perut.

Berikut adalah beberapa gejala lainnya dari hamil ektopik yang harus Anda waspadai: • mual dan muntah, • nyeri pada perut bawah, • kehamilan ektopik panggul, • kram perut, • kehamilan ektopik pada satu sisi tubuh, • pusing atau lemah, • nyeri pada pundak, leher, atau rektum, • pingsan (jarang terjadi) Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala lain, bila memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter.

Jika merasakan beberapa gejala ektopik, segera lakukan pemeriksaan kehamilan. Dokter akan membantu memeriksa kondisi Anda lebih lanjut. Apa penyebab kehamilan ektopik? Penyebab dari hamil ektopik belum pasti, tetapi paling banyak kasus adalah karena infeksi.

Infeksi tersebut bisa menyebabkan kerusakan tuba falopi (saluran indung telur). Tuba falopi berfungsi sebagai saluran yang mengantarkan sel telur hasil pembuahan. Sel telur nantinya akan bergerak menuju dan berkembang dalam rahim. Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab kehamilan ektopik.

• Infeksi klamidia. • Kerusakan pada organ reproduksi. • Minum obat kesuburan. • Peradangan dan jaringan parut pada tuba falopi dari kondisi medis sebelumnya, infeksi, atau akibat tindakan kehamilan ektopik. • Faktor hormon. • Kelainan genetik (bawaan). • Cacat lahir (gangguan pertumbuhan ketika masih menjadi janin dalam kandungan). • Pernah melakukan operasi bagian perut (usus buntu atau operasi caesar) yang bisa merusak tuba falopi.

• Endometriosis. • Sedang memakai kontrasepsi. Apabila mengalami gejala kehamilan saat sedang memakai kontrasepsi, kemungkinan besar itu adalah hamil ektopik. Apa faktor yang meningkatkan risiko kehamilan ektopik? Ada banyak faktor risiko wanita mengalami hamil ektopik.

kehamilan ektopik

• Menggunakan intrauterine device (IUD) sebagai kontrasepsi. • Pernah mengalami penyakit seksual menular (klamidia dan gonore). • Riwayat salpingitis (peradangan pelvis). • Gangguan pada tuba falopi kongenital. • Luka dari endometriosis. • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya. • Pernah mengalami ligasi tuba (tubektomi) yang gagal. • Menggunakan obat-obat penyubur kandungan, umumnya obat untuk prosedur in vitro fertilization (IVF).

• Merokok sebelum hamil. • Penggunaan diethylstilbestrol selama kehamilan. Anda perlu waspada bila memiliki faktor risiko tersebut. Bagaimana cara mendiagnosis kehamilan kehamilan ektopik Cara mendiagnosis hamil ektopik dapat dengan beberapa metode sebagai berikut.

1. Pemeriksaan panggul Dokter dapat mendiagnosis adanya gumpalan atau pertumbuhan abnormal pada tuba falopi. Ini karena pertumbuhan massa abnormal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami kehamilan ektopik. Anda juga akan melakukan pemeriksaan panggul untuk melihat ukuran rahim. Kehamilan ektopik kehamilan normal, ukuran rahim akan membesar. Sementara pada kondisi hamil di luar kandungan, ukuran rahim tidak membesar.

2. Ultrasonografi Ultrasonografi (USG) adalah metode pemeriksaan yang dapat membantu melihat kondisi rahim dan tuba falopi. Selain melihat kondisi kehamilan, USG juga efektif mendeteksi masalah kesehatan lain, termasuk kehamilan ektopik tahap awal.

Apa pengobatan dan perawatan kehamilan ektopik? Cara mengatasi kondisi ini bisa dengan berbagai cara dan perawatan yang tepat. Namun, pengobatan kehamilan ektopik ergantung dari seberapa cepat kehamilan ektopik terdeteksi dan kondisi kesehatan wanita.

Apabila kondisi ini terdiagnosis secara dini, Anda dapat menghindari risiko pecahnya tuba fallopi. Perawatan medis Pada kasus ini, ada beberapa pilihan penanganan secara medis yang bisa Anda lakukan.

1. Pemakaian obat dengan ketentuan dan syarat khusus Jika dokter mendiagnosis adanya tanda hamil di luar kandungan, dokter akan menguji tingkat hormon kehamilan. Setelah itu, dokter memeriksa ada atau tidaknya detak jantung janin dalam rahim, serta memeriksa gejala kehamilan lainnya. Jika tidak ada adanya pembuahan yang berhasil dalam rahim, dokter akan menyuntikkan obat metotreksat. Obat ini dapat menghentikan dan menghambat kehamilan saat itu.

Obat metotreksat memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan efek samping yang risikonya kecil. Mengingat termasuk obat keras, pemberian metotrexate hanya bisa dokter lakukan dengan ketentuan medis. 2. Operasi laparoskopi Operasi laparoskopi adalah cara untuk mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan akibat perdarahan pada kondisi kehamilan ektopik.

Cara melakukan operasi ini dengan membuat sayatan kecil di perut dekat pusar. Kehamilan ektopik, dokter kandungan akan menggunakan tabung tipis, lengkap dengan lensa kamera dan cahaya untuk melihat kondisi tuba fallopi.

Untuk mengatasi kehamilan ektopik, kehamilan ektopik akan mengangkat bagian tuba fallopi yang rusak akan (salpingektomi) dan memperbaikinya (salpingostomi). Setelah melakukan operasi ini, Anda harus beristirahat total selama 1 sampai 2 hari.

3. Operasi darurat Jika kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan hebat, Anda mungkin perlu operasi darurat dengan cara menyayat sayatan perut (laparotomi). Dalam beberapa kasus, dokter dapat memperbaiki kerusakan pada tuba falopi.

Jika tuba dan indung telur rusak parah, Anda mungkin memerlukan operasi pengangkatan (salpingektomi). Perawatan rumahan Anda tidak dapat mencegah hamil ektopik sepenuhnya, tetapi dapat mengurangi beberapa faktor risiko tertentu dengan mengikuti perawatan berikut: • Melakukan hubungan seks yang aman dengan membatasi jumlah pasangan seksual. • Menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah infeksi menular seksual dan mengurangi risiko peradangan pelvis.

• Berhenti merokok sebelum kehamilan. • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan selama kehamilan. • Mengunjungi dokter kandungan sesuai jadwal.

Selain itu, beberapa hal yang penting untuk Anda dan pasangan lakukan. 1. Berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu Sebagian pasangan menginginkan kehamilan, ketika belum berhasil pasti menyebabkan kecewa yang mendalam. Setelah melalui proses pemeriksaan dan pengobatan, kini waktunya berdamai dengan kondisi.

Beri waktu pada diri untuk berduka dan juga bisa berbagi rasa sedih dengan pasangan, keluarga, atau sahabat. Minta mereka mendengarkan ungkapan kesedihan Anda tanpa perlu memberi saran atau pilihan lain untuk bisa hamil kembali. Anda juga bisa mencari kelompok pendukung, psikolog, atau dokter dan bisa yang bisa menenangkan hati. 2. Pertimbangkan IVF atau bayi tabung Tubuh wanita normalnya memiliki dua saluran tuba falopi. Jika salah satu rusak atau diangkat, Anda masih bisa hamil dengan normal kehamilan ektopik hanya dengan satu saluran tuba falopi.

Jika kehamilan ektopik terus terjadi, sampai menyebabkan kedua tuba falopi telah terluka, fertilisasi in vitro ( IVF) bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan hadirnya buah hati. IVF adalah prosedur yang dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur wanita dan sel sperma yang sehat dalam laboratorium.

Setelah kehamilan ektopik telur dan sperma berhasil dalam pembuahan, dokter akan menanamnya kembali ke dalam rahim. Bisakah saya hamil lagi setelah kehamilan ektopik? Sebagian besar wanita yang mengalami kondisi ini umumnya bisa hamil normal dan sehat lagi di waktu mendatang. Umumnya bila penyebab kehamilan ektopik karena saluran tuba falopi rusak atau bermasalah, dokter akan mengangkat saluran tersebut.

Lalu, jika salah harus pengangkatan satu saluran tuba, satu saluran tuba lainnya yang masih sehat tetap bisa membantu proses kehamilan.

kehamilan ektopik

Jika penyebab kehamilan ektopik karena infeksi atau penyakit menular seksual, pengobatan dengan obat atau tindakan perawatan lain bisa membantu. Akan tetapi, kehamilan ektopik kehamilan ektopik terjadi karena paparan dietilstilboestrol (DES), terjadinya kehamilan normal kemungkinan kecil terjadi. Periksakan diri dan konsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.

Semakin awal mencegah kehamilan ektopik, semakin kecil kerusakan tuba dan semakin besar kemungkinan untuk bisa hamil normal dan sehat. Kapan boleh mencoba hamil lagi? Sebetulnya tidak ada bukti cukup yang bisa menentukan harus menunggu seberapa lama untuk mencoba lagi setelah mengalami kehamilan ektopik. Mengutip dari The Ectopic Pregnancy Trustpara ahli kandungan menyarankan untuk mencoba hamil kembali setelah 3 bulan atau sekitar 2 sampai 3 kali masa mentruasi Anda lewat.

Hal ini bukan tanpa tujuan. Pasalnya, m enunggu selama 3 bulan berfungsi untuk mengembalikan siklus haid yang normal sebelum memulai mencoba hamil kembali. Beberapa laporan yang menunjukkan seseorang bisa sukses hamil lagi setelah 18 bulan pasca-kehamilan ektopik dengan tingkat kesuksesan 65 persen.

Penelitian lain juga melaporkan bahwa 85 persen wanita bisa hamil lagi bila memberikan jeda waktu selama 2 tahun setelah kehamilan ektopik. Selain itu, yang perlu Anda pertimbangkan adalah efek suntikan metotreksat saat pengobatan kehamilan ektopik. Ini membuat Anda harus menunggu sejenak untuk kehamilan kehamilan ektopik. Setelah penyuntikan metotreksat, Anda harus menunggu hingga kadar hCG dalam tubuh turun kehamilan ektopik jumlahnya kurang dari 5 mlU per mililiter saat tes darah.

Ini karena, obat metotreksat dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh. Asam folat adalah zat yang penting untuk tubuh ibu dan janin sejak awal kehamilan.

Maka dari itu, dokter akan menganjurkan makan dan minum suplemen mengandung asam folat selama 12 minggu, sebelum hamil kembali setelah keguguran atau mengalami hamil ektopik.

Ectopic pregnancy – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 18 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088 {{meta.og.title}}. (2020). Retrieved 18 August 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ectopic-pregnancy Your body after an ectopic pregnancy — The Ectopic Pregnancy Trust.

(2020). Retrieved 18 August 2020, from https://ectopic.org.uk/patients/your-body-after-an-ectopic-pregnancy/ What Are the Signs and Symptoms of Ectopic Pregnancy?. (2020).

kehamilan ektopik

Retrieved 18 August 2020, from https://www.plannedparenthood.org/learn/pregnancy/ectopic-pregnancy/how-do-i-know-if-i-have-ectopic-pregnancy Trying to conceive after an ectopic — The Ectopic Pregnancy Trust. (2020). Retrieved 18 August 2020, from https://ectopic.org.uk/patients/trying-to-conceive/
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim (uterus). Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri panggul, perdarahan hebat, dan keguguran, karena janin tidak akan bisa berkembang.

Pada kehamilan normal, sel telur yang sudah dibuahi akan menempel pada dinding rahim. Namun pada kondisi hamil di luar kandungan, sel telur malah menempel di organ-organ kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik seringkali terjadi pada tuba falopi. Namun bagian tubuh lain juga bisa mengalaminya, seperti indung telur (ovarium), rongga perut, atau leher rahim (serviks).

Kehamilan ektopik tidak dapat dipertahankan, karena telur yang telah dibuahi gagal bertahan hidup dan hanya akan menimbulkan komplikasi medis serius jika biarkan. Oleh karena itu, kehamilan ektopik umumnya harus diangkat melalui operasi maupun penggunaan obat-obatan. Perawatan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan peluang di masa depan untuk memiliki kehamilan yang sehat.

Dokter kehamilan ektopik Kandungan Gejala Nyeri panggul, perdarahan, tidak nyaman saat BAB Faktor risiko Riwayat kehamilan ektopik, gangguan kesuburan, kebiasaan merokok Metode diagnosis Pemeriksaan fisik, tes kehamilan, USG Pengobatan Penggunaan obat-obatan, operasi Obat Methotrexate Komplikasi Pecahnya tuba falopi Kapan harus ke dokter? Mengalami tanda-tanda kehamilan disertai nyeri panggul parah atau perdarahan yang banyak Gejala kehamilan ektopik cenderung mirip dengan tanda kehamilan pada umumnya di minggu ke-4 sampai ke-12.

Penderita akan mengalami haid yang terhenti, nyeri pada payudara saat disentuh, dan mual-mual. Apabila penderita melakukan tes kehamilan, hasilnya juga bisa positif. Karena itu, kondisi hamil di luar kandungan ini sulit terdeteksi. Meski begitu, Anda sebaiknya waspada apabila mengalami gejala umum maupun gejala darurat medis berikut ini, yang dapat menjadi gejala kehamilan ektopik.

1. Gejala umum Nyeri panggul seringkali menjadi tanda pertama dari kehamilan ektopik. Keluhan ini dapat disertai dengan perdarahan ringan dari vagina. Apabila darah berasal dari tuba falopi, nyeri pada perut akan semakin parah. Penderita juga dapat merasakan dorongan untuk buang air besar (BAB) atau rasa tidak nyaman saat BAB dan buang air kecil.

Apabila terjadi perdarahan berat, penderita kemungkinan bisa mengalami rasa sakit di bahu. Sebab, darah akan kehamilan ektopik rongga panggul dan perut. 2. Gejala darurat medis Jika sel telur yang telah dibuahi terus berkembang dalam tuba falopi, maka tuba falopi dapat pecah.

Dalam kondisi ini, kehamilan ektopik hebat dalam rongga perut pun akan terjadi. Pecahnya tuba falopi termasuk kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan operasi secepatnya, untuk memperbaiki organ tersebut. Gejala pecahnya tuba falopi bisa berupa nyeri perut yang muncul mendadak, terasa tajam, dan intens, sangat pusing, pingsan, wajah yang sangat pucat, syok (penurunan tekanan darah yang mengganggu aliran darah tubuh).

kehamilan ektopik

Baca juga: Bumil Wajib Tahu, Inilah 6 Tanda yang Membedakan Hamil Anggur dengan Hamil Normal • Tuba falopi yang rusak karena peradangan atau cacat akibat infeksi maupun pembedahan • Ketidakseimbangan hormon • Kelainan genetik • Cacat lahir • Kondisi medis yang memengaruhi bentuk maupun kondisi saluran tuba dan organ reproduksi lainnya • Faktor risiko Semua wanita yang aktif secara seksual berisiko mengalami kehamilan ektopik.

Namun, beberapa faktor berikut ini bisa meningkatkan risikonya. • Riwayat kehamilan ektopik • Kehamilan ektopik mengalami peradangan atau infeksi tertentu, misalnya penyakit menular seksual (seperti gonore atau klamidia).

Kondisi ini dapat memicu inflamasi pada tuba falopi atau organ terdekat, sehingga meningkatkan risiko kehamilan di luar rahim. • Prosedur untuk meningkatkan kesuburan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menjalani program bayi tabung atau perawatan serupa, lebih rentan mengalami kehamilan ektopik. • Gangguan kesuburan (infertilitas) • Pernah menjalani operasi tuba falopi • Penggunaan alat kontrasepsi intrauterine device (IUD).

Jika kehamilan terjadi saat KB spiral masih ada dalam rahim, Anda kemungkinan besar akan mengalami kehamilan ektopik. • Prosedur ligasi tuba (mengikat tuba). Metode kontrasepsi permanen ini juga bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik. • Kebiasaan merokok. Semakin sering merokok, risiko kehamilan ektopik pun akan semakin tinggi. Baca juga: Tips Berhenti Merokok untuk Kehamilan yang Sehat • Tes darah Tes darah, seperti hitung darah lengkap ( complete blood count atau CBC), dibutuhkan untuk melihat gejala perdarahan maupun anemia.

Dokter juga akan melakukan tes golongan darah pada pasien yang didiagnosis mengalami kehamilan ektopik. Langkah ini bertujuan mempersiapkan kemungkinan diperlukannya transfusi darah. Janin pada kehamilan ektopik tidak bisa diselamatkan.

Sebab, sel telur yang telah dibuahi tidak mampu berkembang normal di luar rahim. Cara mengobati kehamilan ektopik biasanya akan disesuaikan kehamilan ektopik gejala yang dialami, ukuran jani, dan kehamilan ektopik hormon HCG dalam darah pasien.

Secara umum, dokter dapat merekomendasikan langkah-langkah berikut ini.

kehamilan ektopik

• Obat-obatan Dokter dapat meresepkan methotrexate untuk pasien, untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembangan janin. Pemberian methotrexatedianjurkan kehamilan ektopik kehamilan ektopik yang telah terdeteksi sejak dini dan tanpa perdarahan tidak stabil.

Dokter akan memberikannya dalam bentuk injeksi (disuntikkan). Sebelum Anda mengonsumsi metotreksat, dokter akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar hCG dan fungsi organ tertentu.

Biasanya, dokter hanya memberikan satu dosis dari obat ini. Namun jika kadar hCG belum berkurang signifikan setelah pemberian dosis pertama, dosis metotreksat kehamilan ektopik dapat diberikan. Efek samping methotrexate mirip dengan gejala keguguran, yaitu kram serta perdarahan kehamilan ektopik mengandung jaringan. Jika gejela-gejala ini muncul, operasi lebih lanjut jarang diperlukan. • Operasi Operasi dilakukan untuk mengangkat janin yang tumbuh di luar rahim, agar tidak semakin besar.

Jenis operasi pengangkatan ini umumnya dilaksanakan dengan teknik laparoskopi, sehingga masa pemulihan akan lebih singkat.

Sementara itu, operasi berupa tindakan laparatomi untuk kondisi kehamilan ektopik bisa dilakukan apabila kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan hebat.

Pada sebagian kasus, tuba falopi pasien dapat diperbaiki. Namun jika tidak memungkinkan, dokter akan mengangkat tuba yang pecah. Komplikasi kehamilan ektopik Penanganan kondisi hamil di luar kandungan perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi. Sebab, kehamilan ektopik dapat mengakibatkan tuba falopi yang pecah bila terus dibiarkan. Tanpa perawatan dan penanganan yang cepat, pecahnya tuba falopi bisa memicu komplikasi berupa perdarahan parah, yang mengancam nyawa penderitanya.

Baca jawaban dokter: Cara agar cepat hamil setelah SC karena kehamilan ektopik? Kehamilan ektopik termasuk sulit dikenali karena gejalanya yang mirip dengan kehamilan normal. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin mesti dilakukan. Anda juga sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda-tanda kehamilan yang disertai nyeri panggul yang parah dan perdarahan dengan volume banyak dari vagina.

• Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan. • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga. • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi. • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

• Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Sementara untuk kehamilan ektopik yang membutuhkan penanganan darurat, tidak ada persiapan khusus yang bisa Anda lakukan. • Apa saja gejala yang Anda rasakan?

• Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap kehamilan ektopik? • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu? • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba? Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang.

kehamilan ektopik

Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kehamilan ektopik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ectopic-pregnancy/ Diakses pada 14 Oktober 2018 NHS.

https://www.nhs.uk/conditions/ectopic-pregnancy/treatment/ Diakses pada 4 Agustus 2021 Mayo Clinic.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088 Diakses pada 4 Agustus 2021 Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/ectopic-pregnancy Diakses pada 4 Agustus 2021 Inkompatibilitas Rhesus Kehamilan ektopik rhesus adalah kondisi di mana ibu yang memiliki rhesus negatif mengandung bayi yang engan rhesus positif. Perbedaan rhesus ini akan menyebabkan penghancuran sel darah calon bayi oleh antibodi sang ibu.

Akibatnya, janin dapat mengalami anemia yang berpotensi mengancam keselamatannya. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim. Tergantung lokasi menempelnya sel telur, gejala kehamilan ektopik dapat menyerupai gejala pada penyakit usus buntu.

Apabila tidak segera ditangani, kehamilan ektopik dapat berakibat fatal bagi ibu. Kehamilan berawal dari sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma. Pada proses kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi akan menetap di saluran indung telur ( tuba falopi) sebelum dilepaskan ke rahim. Selanjutnya, sel telur akan menempel di rahim dan terus berkembang hingga masa persalinan tiba.

Sementara pada kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan, sel telur yang telah dibuahi tidak menempel di rahim. Kehamilan ektopik sering terjadi di tuba falopi. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi di indung telur, leher rahim (serviks) atau rongga perut. Penyebab Kehamilan Ektopik Kehamilan ektopik umumnya terjadi akibat kerusakan pada tuba falopi. Kerusakan ini membuat tuba falopi menyempit atau tersumbat sehingga pergerakan sel telur ke rahim terhambat.

Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan kerusakan pada tuba falopi adalah: • Endometriosis • Penyakit radang panggul • Gangguan keseimbangan hormon • Kelainan bawaan lahir pada tuba falopi • Terbentuknya jaringan parut akibat prosedur medis pada kandungan Faktor Risiko Kehamilan Ektopik Kehamilan ektopik dapat dialami oleh setiap wanita yang aktif secara seksual.

Namun, ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik, yaitu: • Hamil di usia 35 tahun atau lebih • Penyakit menular seksual, seperti gonore dan chlamydia • Hamil di luar kandungan sebelumnya • Riwayat operasi, seperti aborsi, sterilisasi pada wanita, dan operasi di area panggul atau perut • Program bayi tabung • Penggunaan alat kontrasepsi spiral ( IUD) • Kebiasaan merokok Gejala Kehamilan Ektopik Kehamilan ektopik cenderung tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Tanda awal kehamilan ektopik serupa dengan kehamilan biasa, seperti mual, payudara mengeras, dan menstruasi terhenti. Sedangkan pada tahap lanjut, penderita kehamilan ektopik umumnya mengalami nyeri perut dan perdarahan dari vagina.

Gejala-gejala tersebut akan terasa makin parah seiring waktu. Terkadang, gejala nyeri perut akibat kehamilan ektopik juga hampir sama dengan gejala usus buntu. Kapan harus ke dokter Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala di atas, terutama bila Anda mengetahui sedang hamil tetapi masih menggunakan alat kontrasepsi. Anda juga dianjurkan untuk segera memeriksakan diri kehamilan ektopik mengalami sejumlah keluhan berikut: • Nyeri hebat di bagian panggul, bahu, atau leher • Nyeri di salah satu sisi bagian bawah perut yang memburuk seiring waktu • Perdarahan ringan hingga berat dari vagina, kehamilan ektopik warna darah yang bisa lebih gelap dari darah menstruasi • Pusing atau lemas Diagnosis Kehamilan Ektopik Dokter akan terlebih dahulu melakukan tanya jawab, terutama terkait hari pertama haid terakhir pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut: • Tes kehamilan melalui urine dengan menggunakan test pack • Tes kehamilan melalui darah, untuk mengukur kadar hormon human chorionic gonadotropin ( hCG) • USG transvaginal dan perut, untuk memastikan lokasi kehamilan ektopik Pengobatan Kehamilan Ektopik Perlu diketahui bahwa janin pada kehamilan ektopik tidak dapat berkembang dengan normal.

Kondisi ini bisa mengancam jiwa ibu hamil dan harus segera ditangani. Tergantung pada perkembangan kehamilan dan lokasi menempelnya sel telur, dokter dapat menangani kehamilan ektopik dengan obat-obatan atau operasi. Berikut adalah penjelasannya: Obat suntik Suntik methotrexate dapat diberikan untuk menghentikan kehamilan ektopik kehamilan ektopik awal. Setelah pemberian suntikan, dokter akan memantau kadar hormon hCG dalam darah tiap 2–3 hari hingga kadarnya menurun.

Menurunnya kadar hCG menandakan kehamilan sudah tidak lagi berkembang. Operasi laparoskopi Kehamilan ektopik bisa merusak tuba falopi dan jaringan sekitarnya. Jika salah satu atau kedua tuba falopi rusak, dokter akan melakukan operasi laparoskopi untuk mengangkat tupa falopi tersebut. Namun, bila memungkinkan, bagian tuba falopi tersebut cukup diperbaiki tanpa harus diangkat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan peluang hamil di kemudian hari.

Operasi laparotomi Pada pasien kehamilan ektopik yang mengalami perdarahan berat, dokter akan melakukan tindakan darurat berupa operasi laparotomi. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan besar di perut sebagai jalan untuk mengangkat janin dan memperbaiki tuba falopi yang pecah. Setelah pengobatan, dokter akan menyarankan pasien memberi jeda waktu 3 bulan sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.

Tujuannya adalah agar rahim pulih sempurna dan mengurangi risiko kehamilan ektopik terjadi lagi. Pemulihan Mental Pada Orang Tua Pascakehamilan Ektopik Meskipun singkat, kehamilan bisa membangun ikatan batin yang kuat antara orang tua dan calon anaknya. Oleh sebab itu, kehamilan yang gagal dapat menimbulkan rasa sedih yang teramat dalam. Kondisi ini bisa menimbulkan tekanan mental untuk waktu yang lama.

Oleh sebab itu, orang tua yang kehilangan bayinya akibat kehamilan ektopik dapat saling berbagi cerita dengan saudara, teman, atau orang dengan pengalaman yang sama. Jika cara tersebut tidak membantu, orang tua bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater.

Komplikasi Kehamilan Ektopik Kehamilan ektopik dapat menyebabkan pecahnya tuba falopi. Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi berupa perdarahan berat, syok, bahkan kematian. Pencegahan Kehamilan Ektopik Tidak ada cara untuk mencegah kehamilan ektopik. Meski demikian, ada upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya hamil di luar kandungan pada kehamilan berikutnya, antara lain: • Berhenti merokok • Menjaga berat badan ideal • Menghindari perilaku yang meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual • Menjalani pemeriksaan kesehatan kandungan secara rutin
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan.

Apa sih penyebab dan faktor risikonya? Simak penjelasan lengkapnya di sini. Kehamilan Ektopik Dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan Gejala Rasa nyeri tajam dan hebat pada perut bagian bawah, kehamilan ektopik nyeri akan bertambah hebat bila bergerak, perdarahan masif vagina, kram perut Faktor risiko Kehamilan ektopik sebelumnya, operasi tuba fallopi sebelumnya, operasi panggul atau perut sebelumnya, infeksi menular seksual tertentu, penyakit radang panggul, endometriosis, merokok, usia di atas 35 tahun, riwayat infertilitas, riwayat fertilisasi in vitro (IVF) Cara diagnosis wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan urine, darah dan USG Pengobatan Terminasi kehamilan (operasi) dan obat-obatan Obat Methotrexate Komplikasi Perdarahan pada rongga panggul dan perut, pucat, dan syok hipovolemia Kapan harus ke dokter?

Perdarahan vagina masif dan nyeri panggul, sakit perut, muntah, kram perut, kelemahan ekstrem, nyeri di bahu, leher dan rectum, pusing, pingsan, nyeri bahu, dan sakit perut yang parah terutama di satu sisi Artikel lainnya: Mengenal Lebih Jauh Kehamilan Ektopik atau Kehamilan di Luar Rahim Pengertian Kehamilan Ektopik Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim.

Pada kehamilan normal, telur yang sudah dibuahi akan melalui saluran tuba falopi yang menghubungkan indung telur kehamilan ektopik rahim menuju ke rahim.Telur tersebut akan melekat pada rahim dan mulai tumbuh menjadi janin. Namun pada kehamilan ektopik, telur yang sudah dibuahi akan menempel dan tumbuh di tempat yang tidak semestinya.

Kondisi ini paling sering terjadi di daerah saluran telur, yakni menyentuh angka 98 persen. Meskipun demikian, kehamilan ektopik juga dapat terjadi di indung telur, rongga perut, atau leher rahim.

kehamilan ektopik

Penyebab Kehamilan Ektopik Penyebab hamil di luar kandungan bisa beragam, seperti: • Riwayat hamil ektopik sebelumnya Angka kekambuhan bisa mencapai 15 persen setelah kehamilan ektopik pertama. Bahkan, angkanya meningkat 30 persen setelah kehamilan ektopik kedua. • Masih menggunakan alat kontrasepsi spiral dan pil progesteron saat hamil.

Pil yang mengandung hormon progesteron juga meningkatkan kehamilan ektopik. Alasannya, pil progesteron dapat mengganggu pergerakan sel, sehingga membawa sel telur yang sudah dibuahi untuk menempel ke dalam rahim. • Kerusakan dari saluran telur. Sel telur yang sudah dibuahi mengalami kesulitan melalui saluran tersebut, sehingga menyebabkan telur melekat dan kehamilan ektopik di dalam saluran indung telur.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan saluran ini, di antaranya merokok, penyakit radang panggul, dan endometriosis. Faktor Risiko Kehamilan Ektopik Faktor risiko kehamilan ektopik meliputi: • Kehamilan ektopik sebelumnya • Operasi tuba fallopi sebelumnya • Operasi panggul kehamilan ektopik perut sebelumnya • Infeksi menular seksual (IMS) tertentu • Penyakit radang panggul • Endometriosis • Merokok • Usia di atas 35 tahun • Riwayat infertilitas • Penggunaan teknologi reproduksi berbantuan, seperti fertilisasi in vitro (IVF) Gejala Kehamilan Ektopik Pada minggu-minggu awal, kehamilan ektopik akan memiliki ciri-ciri seperti kehamilan, seperti terlambat haid, mual dan muntah, mudah lelah, dan kondisi payudara yang mengeras.

Oleh karena itu, perlu pemeriksaan secara mandiri yang lebih intensif dengan memperhatikan gejala kehamilan ektopik berikut: • Rasa nyeri hebat pada perut bagian bawah. Awalnya nyeri ini dapat terasa tajam, kemudian perlahan-lahan menyebar ke seluruh perut • Rasa nyeri akan bertambah hebat bila bergerak • Perdarahan vagina. Kondisinya bisa bervariasi, dapat berupa bercak atau pendarahan yang banyak seperti menstruasi Apabila seorang wanita dengan kehamilan ektopik memiliki gejala di atas, berarti kehamilan ektopik tersebut mengalami kehamilan ektopik terganggu (KET).

Artikel Lainnya: Kehamilan Ektopik, Kenali Penyebab dan Penanganannya Diagnosis Kehamilan Ektopik Pemeriksaan kehamilan di luar kandungan akan dilakukan oleh dokter berdasarkan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Saat wawancara, dokter akan menanyakan hal-hal sebagai berikut: • Keluhan yang dirasakan • Riwayat menstruasi • Riwayat kehamilan dan penggunaan alat KB • Riwayat penyakit dan operasi sebelumnya • Riwayat alergi • Riwayat penyakit keluarga serta informasi penting lainnya Pada saat pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan secara lengkap, termasuk pemeriksaan tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan, perut dan panggul, serta pemeriksaan vagina.

Pemeriksaan panggul ini dilakukan untuk mengonfirmasi ukuran rahim dalam masa kehamilan dan merasakan kondisi permukaan perut. Sementara itu, pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan cara: • Pemeriksaan urine. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kehamilan • Pemeriksaan darah setiap dua hari sekali. Hal ini dilakukan untuk mengecek hormon ß-hCG yang diproduksi selama masa kehamilan.

Pada kehamilan muda, level hormon ini meningkat sebanyak dua kali setiap 2 hari. Kadar hormon yang rendah menunjukkan adanya suatu masalah, seperti kehamilan ektopik • Pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Pemeriksaan ini dapat menggambarkan isi dari rahim seorang wanita. Pemeriksaan USG dapat melihat di mana lokasi kehamilan seseorang, baik di rahim, saluran tuba, indung telur, maupun di tempat lain Pengobatan Kehamilan Ektopik Penanganan kehamilan ektopik dilakukan dengan operasi atas pertimbangan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Oleh karena kehamilan ektopik dapat mengancam nyawa, maka deteksi dini dan keputusan untuk mengakhiri kehamilan disesuaikan dengan prosedur yang disarankan oleh pihak rumah sakit.

Pengobatan kehamilan ektopik dapat dilakukan dengan cara berikut. • Obat-obatan Dapat diberikan apabila kehamilan ektopik diketahui sejak dini.

Obat yang digunakan adalah obat antikanker • Operasi Untuk kehamilan yang sudah berusia lebih dari beberapa minggu, operasi adalah tindakan yang lebih kehamilan ektopik dan memiliki angka keberhasilan lebih besar daripada obat-obatan Apabila memungkinkan, akan dilakukan operasi pembedahan ke dalam bagian dalam rongga perut dan panggul Sementara itu, obat yang paling umum digunakan untuk mengobati kehamilan ektopik adalah methotrexate.

Obat ini menghentikan pertumbuhan sel, yang kehamilan ektopik kehamilan. Kehamilan kemudian diserap oleh tubuh selama 4-6 minggu. Pengobatan ini tidak kehamilan ektopik pengangkatan tuba fallopi. Pencegahan Kehamilan ektopik Ektopik Pencegahan kehamilan di luar kandungan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti: • Berhenti merokok.

Wanita yang merokok akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik • Berhubungan seksual secara aman, misalnya dengan menggunakan kondom. Hal ini dapat mengurangi risiko kehamilan ektopik dan melindungi seseorang dari penyakit menular seksual • Deteksi dini dengan memeriksakan diri ke dokter.

Risiko kehamilan ektopik memang tidak bisa dihindari 100 persen. Namun, Anda dapat mengurangi komplikasi dengan melakukan deteksi dini Jika Anda memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, kerja sama dengan dokter sebaiknya ditingkatkan untuk mencegah terjadinya komplikasi • Ketika Anda merasa terlambat haid atau mendapatkan hasil test pack yang positif, segera periksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan USG Hal ini untuk memastikan di mana lokasi penempelan janin.

Jika ternyata janin menempel di luar rahim, penanganan segera dapat dilakukan sebelum pecahnya saluran telur Komplikasi Kehamilan Ektopik Bentuk komplikasi kehamilan ektopik yang sering terjadi adalah perdarahan pada rongga panggul dan perut. Akibatnya, ibu hamil akan mengalami mulai dari kekurangan darah hingga wajah pucat, syok, bahkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Kapan Harus ke Dokter? Jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, hal tersebut merupakan tanda awal dari gejala kehamilan ektopik. Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

• Pendarahan vagina ringan dan nyeri panggul • Sakit perut dan muntah • Kram perut yang tajam • Sakit di satu sisi tubuh Anda • Pusing atau kelemahan ekstrem • Nyeri di bahu, leher, atau rektum Kehamilan ektopik dapat menyebabkan tuba falopi pecah. Gejala darurat termasuk nyeri hebat, dengan atau tanpa perdarahan hebat. Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami pendarahan vagina berat dengan kepala terasa ringan, pingsan, atau nyeri bahu, atau jika Anda mengalami sakit perut yang parah, terutama di satu sisi.

Jangan menunda-nunda ke rumah sakit dengan alasan apa pun, terutama jika Anda mengalami gejala kehamilan ektopik terganggu. Pecahnya saluran telur dapat menyebabkan perdarahan di dalam rongga panggul dan perut, serta kondisi fatal lainnya. Jangan lewatkan informasi lainnya seputar kehamilan dan kesehatan ibu dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[HNS/NM] Terakhir diperbaharui: 11 April 2022 Diperbaharui: dr. Muhammad Iqbal Kehamilan ektopik Sumber : Web MD https://www.webmd.com/baby/pregnancy-ectopic-pregnancy#1 ACOG https://www.acog.org/womens-health/faqs/ectopic-pregnancy
Kehamilan yang lancar hingga persalinan dan melahirkan bayi yang sehat adalah impian semua perempuan. Sayangnya, karena berbagai faktor, tidak semua kehamilan berjalan lancar.

Salah satu masalah kehamilan yang ditakuti adalah kehamilan ektopik. Kondisi ini adalah keadaan darurat medis yang bisa berdampak fatal bila tidak mendapat penanganan yang tepat dan cepat.

Apa itu kehamilan ektopik dan apa saja penyebab, gejala, penanganan, dan pencegahannya? ilustrasi kehamilan ektopik (commons.wikimedia.org/BruceBlaus) Dilansir Cleveland Clinic, kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di kehamilan ektopik rahim.

Pada kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Sementara itu, kehamilan ektopik terjadi saat telur yang dibuahi ditanamkan dan tumbuh di luar rongga utama rahim. Seperti yang tertulis di laman Mayo Clinic, kehamilan ektopik biasanya sering terjadi di tuba falopi (yang membawa telur dari ovarium ke rahim). Jenis kehamilan ektopik ini disebut dengan kehamilan tuba. Namun, pada kasus yang kehamilan ektopik, kehamilan ektopik juga bisa terjadi di bagian lain, seperti ovarium, rongga perut, atau bagian bawah rahim (leher rahim) yang terhubung ke vagina.

Kehamilan ektopik tidak dapat berjalan dengan normal. Telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan hidup, bahkan jaringan yang tumbuh bisa menyebabkan pendarahan yang mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Menurut data dari American Academy of Family Physicians (AAFP), kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 1 dari setiap 50 kehamilan (20 dari 1.000). Kondisi ini umumnya terdeteksi pada awal kehamilan, yaitu pada trimester pertama. Pada kebanyakan kasus, kehamilan ektopik umumnya ditemukan pada minggu ke-8 kehamilan. ilustrasi penyebab kehamilan ektopik (pixabay.com/Arek Socha) Penyebab kehamilan ektopik belum diketahui pasti.

Namun, dilansir Healthline, ada beberapa kondisi yang dikaitkan dengan kejadian kehamilan ini, yaitu: • Faktor hormonal. • Peradangan dan jaringan parut pada saluran tuba karena kondisi medis, infeksi, atau pembedahan sebelumnya. • Cacat lahir. • Kelainan genetik.

• Kondisi medis yang memengaruhi bentuk dan juga kehamilan ektopik saluran tuba dan organ reproduksi. Baca Juga: 10 Fenomena Unik Kehamilan, Bisa sampai 17 Bulan ilustrasi gejala kehamilan ektopik (freepik.com/diana.grytsku) Saat berada dalam tahap awal, perempuan yang mengalami kehamilan ektopik mungkin tidak merasakan gejala apa pun.

Namun, beberapa orang bisa menunjukkan tanda atau gejala awal kehamilan, seperti menstruasi yang terlewat, nyeri payudara, dan mual. Selain itu, jika melakukan tes kehamilan, hasilnya akan positif. Namun, kehamilan ektopik ektopik tidak dapat berlanjut seperti kehamilan normal.

Ketika kehamilan ektopik yang dibuahi tumbuh di tempat yang tidak seharusnya, maka tanda dan gejala akan menjadi lebih terlihat. Sering kali kehamilan ektopik menunjukkan tanda awal seperti perdarahan vagina ringan dan juga nyeri panggul. Jika darah bocor dari tuba falopi, maka penderitanya bisa merasakan nyeri di bahu atau terus-menerus ingin buang air kecil.

Meski demikian, gejala spesifik bergantung pada lokasi darah berkumpul dan saraf yang mengalami iritasi. Jika sel telur yang dibuahi terus tumbuh di tuba falopi, maka tuba falopi bisa pecah.

kehamilan ektopik

Hal ini kemungkinan bisa menyebabkan pendarahan hebat di dalam perut, dan menimbulkan gejala seperti pusing ekstrem, syok, dan pingsan. Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala berikut ini: • Nyeri perut atau panggul yang parah dengan disertai perdarahan vagina. • Sakit kepala ringan atau pingsan yang ekstrem. • Sakit bahu. ilustrasi rokok (IDN Times/Arief Rahmat) Pada dasarnya semua perempuan yang aktif secara seksual berisiko mengalami kehamilan ektopik.

Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya, seperti: • Usia 35 tahun atau lebih. • Merokok saat hamil. kehamilan ektopik Memiliki riwayat kehamilan ektopik.

• Memiliki riwayat endometriosis. • Memiliki riwayat radang panggul. • Memiliki riwayat operasi. • Memiliki riwayat penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia. • Konsepsi dibantu oleh obat atau prosedur kehamilan. • Konsepsi terjadi meskipun tuba ligasi atau intrauterine device (IUD). • Memiliki kelainan struktural pada saluran tuba yang menyulitkan telur untuk melakukan perjalanan. ilustrasi perempuan menjalani pemeriksaan ultrasound atau USG (pexels.com/MART PRODUCTION) Kehamilan ektopik tidak bisa didiagnosis dengan pemeriksaan fisik.

Dokter umumnya akan melakukan beberapa tes seperti: • Tes urine: pengambilan sampel urine dari pasien. • Tes darah: untuk melihat seberapa banyak hormon hCG di tubuh pasien. Hormon ini diproduksi selama masa kehamilan. Selain itu, pasien kemungkinan juga mendengar hormon ini disebut dengan tingkat beta-hCG serumnya. • Pemeriksaan ultrasonografi (USG): menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar struktur internal tubuh pasien.

Dokter menggunakan tes ini untuk melihat di mana sel telur yang dibuahi telah tertanam. Sesudah dokter memastikan kehamilan dan menentukan lokasi sel telur yang telah dibuahi telah ditanamkan, maka ia akan membuat rencana perawatan. Namun, jika tuba falopi kehamilan ektopik, maka pasien harus segera dibawa ke UGD untuk segera mendapatkan pertolongan medis. ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Mardya Shakti) Akibat sel telur yang dibuahi tidak bisa bertahan hidup karena tumbuh di luar rahim, maka dokter perlu mengeluarkannya.

Dua metode yang bisa dilakukan adalah: • Pengobatan: jika tuba falopi pasien belum pecah dan kehamilan belum lama, maka dokter akan memberi suntikan metotreksat untuk menghentikan sel telur untuk tumbuh. • Operasi: kadang pasien butuh pembedahan, yaitu laparoskopi. Dokter akan membuat sayatan kecil di perut bagian bawah dan memasukkan selang tipis dan fleksibel (laparoskop) untuk menghilangkan kehamilan ektopik.

Namun, jika tuba falopi rusak, mungkin dokter akan mengangkatnya. Jika pasien mengeluarkan banyak darah atau tuba falopi telah pecah, dokter akan melakukan operasi darurat dengan sayatan yang lebih besar. Ini disebut dengan laparotomi. Dokter akan memberi pasien petunjuk kehamilan ektopik tentang perawatan sayatan setelah operasi. Tujuan utamanya yaitu untuk menjaga sayatan tetap bersih dan juga kering selama proses penyembuhan.

Selain itu, dokter kehamilan ektopik akan menganjurkan pasien untuk memeriksa bekas sayatan setiap hari untuk mencari tanda-tanda infeksi yang bisa terjadi pascaoperasi, seperti: • Perdarahan yang tidak berhenti • Perdarahan berlebihan • Drainase yang berbau busuk • Panas saat disentuh • Kemerahan • Pembengkakan Pasien bisa mengalami perdarahan vagina ringan dan pembekuan darah kecil setelah operasi.

Ini bisa terjadi hingga 6 minggu setelah operasi. Tindakan perawatan lain yang bisa dilakukan meliputi: • Minum banyak cairan untuk mencegah sembelit. • Jangan mengangkat apa pun yang lebih berat dari 4,5 kg. • Istirahatkan panggul dengan tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu, tidak menggunakan tampon, dan tidak melakukan kehamilan ektopik.

• Istirahat sebanyak mungkin pada minggu pertama sesudah operasi, dan kemudian tingkatkan aktivitas pada minggu-minggu berikutnya jika mampu. Pasien dianjurkan untuk selalu memberi tahu dokter jika rasa sakit meningkat atau merasakan sesuatu yang tidak biasa.

Prediksi dan pencegahan tidak mungkin dilakukan dalam setiap kasus. Pasien mungkin bisa mengurangi risikonya melalui pemeliharaan kesehatan reproduksi yang baik. Selain itu, sebaiknya pasien meminta pasangan untuk menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks dan membatasi jumlah pasangan seksualnya.

Ini bisa mengurangi risiko penyakit menular seksual, yang bisa menyebabkan radang panggul, yang bisa menyebabkan peradangan pada saluran tuba.

Pasien juga sebaiknya melakukan kunjungan rutin ke dokter, termasuk melakukan pemeriksaan ginekologi dan penyakit menular seksual rutin. Selain itu, pasien juga sebaiknya meningkatkan kesehatan pribadinya dengan menerapkan pola hidup sehat dan tidak merokok.

ilustrasi kehamilan (pexels.com/Kei Scampa) Prospek jangka panjang kehamilan ektopik tergantung apakah kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan fisik. Namun, kebanyakan perempuan yang mengalaminya bisa mendapatkan kehamilan sehat.

Jika kedua tuba falopi masih utuh, atau tinggal satu, sel telur masih dapat dibuahi seperti biasanya. Namun, jika memiliki masalah reproduksi yang sudah ada sebelumnya, hal itu bisa memengaruhi kesuburan di masa mendatang dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik di masa mendatang. Hal ini terutama terjadi jika masalah reproduksi yang sudah ada sebelumnya, menyebabkan kehamilan ektopik. Pembedahan bisa melukai tuba falopi dan bisa membuat kehamilan ektopik di masa mendatang lebih mungkin untuk terjadi.

Jika misalnya pengangkatan salah satu atau kedua saluran tuba dibutuhkan, sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan perawatan kesuburan, contohnya fertilisasi in vitro, yang melibatkan penanaman sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim. Selain itu, diskusikan dengan dokter tentang berapa lama harus menunggu sebelum mencoba melakukan program kehamilan lagi. Biasanya para ahli menyarankan agar pasien memberi dirinya waktu setidaknya selama 3 bulan agar punya waktu cukup untuk pulih.

Bila perempuan dengan riwayat kehamilan ektopik hamil lagi, perhatikan perubahan dalam tubuh sampai dokter bisa memastikan apakah sel telur yang telah dibuahi tumbuh di tempat yang seharusnya. Karena, adanya riwayat kehamilan ektopik akan meningkatkan risiko kehamilan ektopik di masa mendatang.

Itulah penjelasan seputar penyebab, gejala, penanganan, dan pencegahan kehamilan ektopik atau fenomena hamil di luar rahim. Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala-gejalanya agar bisa mendapat penanganan medis yang tepat.

Selain itu, konsultasikan juga ke dokter jika kamu memiliki satu atau beberapa faktor risiko dari kehamilan ektopik, agar dokter bisa membantu meminimalkan terjadinya kehamilan ektopik di masa mendatang. Baca Juga: 5 Penyebab Perempuan Susah Hamil, Perhatikan Ini Pasutri!

Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Kehamilan ektopik • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Sebut Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya

Kehamilan Ektopik Terganggu UKMPPD Obstetri & Ginekologi




2022 www.videocon.com