Mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • PORTAL PURWOKERTO - Mengapa Bulan Oktober disepakati sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia?

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

Simak pembahasan kunci jawaban dari tema 4 subtema 2 kelas 6 SD dan MI tentang peran Indonesia dalam bidang pendidikan di ASEAN. Adik-adik, berikut adalah penjelasan dari pertanyaan mengapa Bulan Oktober disepakati sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia. Adik-adik dapat mencari jawaban lainnya dengan bereksplorasi lebih lanjut, contoh jawaban ini tidak selamanya mutlak. Baca Juga: Sebutkan Organ Peredaran Darah pada Burung!

Kunci Jawaban Kelas 5 Tema 4 Sehat Itu Penting Sub Tema 1 Contoh kunci jawaban tema 4 subtema 2 kelas 6 SD dan MI ini hanya berlaku sebagai panduan untuk orang tua. Namun jika adik-adik mengalami kesulitan saat menjawab, adik-adik diperkenankan untuk bertanya kepada ayah dan ibu di rumah. Sebelum memulai pembahasan kali ini, adik-adik harus terlebih dahulu mempelajari tema 4 subtema 2, tentang peran Indonesia dalam bidang pendidikan di ASEAN.

Muatan pelajaran IPS kali ini akan menjelaskan pembahasan tentang peran Indonesia dalam bidang pendidikan di ASEAN. Tahukah kamu bahwa setiap bulan Oktober, Indonesia merayakannya sebagai bulan bahasa Indonesia? Mengapa bulan Oktober, bukan bulan lainnya? Bagaimana cara memperingati bulan bahasa dan sastra Indonesia dengan semestinya?

Barangkali memang peringatan bulan bahasa dan sastra Indonesia belum banyak diketahui bahkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia itu sendiri. Biasanya, kalangan akademisi, penggiat bahasa, pemerhati bahasa, serta orang-orang yang turut memfokuskan kegiatan dengan hal-hal kebahasaan saja yang mengetahuinya.

Pada bulan ini, kegiatan seperti lomba menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan perlombaan lain yang berkenaan dengan bahasa diadakan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai adanya bulan bahasa dan sastra Indonesia. Alasan bulan Oktober dipilih sebagai bulan bahasa dan sastra merujuk pada sejarah bangsa.

Pada bulan ini, tepatnya 28 Oktober yang diperingati sebagai Hari Sumpah pemuda, ditetapkan pula bahasa resmi yang akan digunakan untuk bermasyarakat, yakni bahasa Indonesia. Berikut isi ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan pada tahun 1928. Teks Sumpah Pemuda Asli ( image from http://www.kochiefrog.com) “ KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, Mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia INDONESIA” Bulan Bahasa dan Sastra Kini Bangsa Indonesia terbentuk dari beragam suku dan bahasa.

Menurut Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berdasarkan Summer Institute of Linguistics menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan. Sementara itu, Unesco baru mencatatkan 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup bahasa.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

Belum lagi dengan adanya pemakaian bahasa asing dalam keseharian, membuat bahasa yang digunakan di Indonesia semakin beragam. Memiliki keragaman seharusnya membuat kita menjadi lebih paham mengenai arti dari persatuan. Bahasa Indonesia ini, contohnya, diciptakan untuk memelihara persatuan, menghubungkan setiap suku untuk dapat berkomunikasi dengan suku lain menggunakan bahasa yang sama, bahasa Indonesia.

Kita harus percaya bahwa bahasalah yang meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan menjadikan kesatuan bangsa sebagai indentitas nasional kita. Oleh karena itu, pengutamaan bahasa Indonesia adalah sesuatu yang sangat perlu. Hal ini bukan hanya tugas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), melainkan juga tugas seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya, sebagai bentuk upaya BPPB untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan setiap tahun.

Tujuannya tidak lain sebagai bentuk memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

Mari rayakan bulan bahasa dan sastra Indonesia sebagai wujud kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia! Kamu mau merayakannya dengan cara apa? Update artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian. [Hanung W L dan Awita Ekasari/ Content Writer Mizanstore] Arsip • November 2021 • Oktober 2021 • September 2021 • Agustus 2021 • Juli 2021 • Juni 2021 • Mei 2021 • April 2021 • Maret 2021 • Februari 2021 • Januari 2021 • Desember 2020 • November 2020 • Oktober 2020 • September 2020 • Agustus 2020 • Juli 2020 • Juni 2020 • Mei 2020 • April 2020 • Maret 2020 • Februari 2020 • Januari 2020 • Desember 2019 • November 2019 • Oktober 2019 • September 2019 • Agustus 2019 • Juli 2019 • Juni 2019 • Mei 2019 • April 2019 • Maret 2019 • Februari 2019 • Januari 2019 • Desember 2018 • November 2018 • Oktober 2018 • September 2018 • Agustus 2018 • Juli 2018 • Juni 2018 • Mei 2018 • April 2018 • Maret 2018 • Februari 2018 • Januari 2018 • Desember 2017 • November 2017 • Oktober 2017 • September 2017 • Agustus 2017 • Juli 2017 • Juni 2017 • Mei 2017 • April 2017 • Maret 2017 • Februari 2017 • Januari 2017 • Desember 2016 • November 2016 • Oktober 2016 • September 2016 Meta • Masuk
Siedoo, BULAN Oktober ditetapkan sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan bangsa Indonesia memperingatinya setiap tahun.

Memang belum banyak yang tahu, mengapa peringatan itu dipilih bulan Oktober, bukan bulan lainnya? Selama ini kebanyakan baru kalangan akademisi, penulis, sastrawan, penggiat bahasa, atau pemerhati bahasa saja yang tahu dan memperingatinya. Mereka menggelar perhelatan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Indonesia. Seperti seminar, lomba pidato, parade puisi, lomba menulis cerpen, kegiatan literasi, dan sebagainya. Tujuannya untuk mengenalkan adanya Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia kepada masyarakat.

Perlu diketahui, alasan ditetapkannya bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut merujuk pada sejarah bangsa Indonesia.

Sejarah mencatat pada tanggal 28 Oktober 1928 dikumandangkan Sumpah Pemuda, dalam keputusan Kongres Pemuda II, di Jakarta. Selanjutnya setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Sumpah Pemuda. Sejak itulah ditetapkan pula bahasa resmi yang digunakan untuk bermasyarakat, yakni Bahasa Indonesia. Isi Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, sebagai berikut: “Kami Poetra dan Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah jang Satoe, Tanah Indonesia.

Kami Poetra dan Poetri Indonesia Mengakoe Berbangsa jang Satoe, Bangsa Indonesia.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

Kami Poetra mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia Poetri Indonesia Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.” Bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dan bahasa.

Dengan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, komunikasi antarwarga negara menjadi lebih lancar. Dengan demikian persatuan dan kesatuan bangsa menjadi mudah digalang. Data terbaru menurut Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mencatat di tahun 2018 ini, jumlah bahasa daerah di Indonesia, mencapai 652 bahasa.

Belum lagi dengan adanya pemakaian bahasa asing dalam keseharian, membuat bahasa yang digunakan di Indonesia semakin beragam. Dengan memiliki keragaman membuat kita menjadi lebih paham mengenai arti persatuan. Bahasa Indonesia ini diciptakan untuk memelihara persatuan, menghubungkan antarsuku untuk dapat berkomunikasi menggunakan bahasa yang sama, bahasa Indonesia.

Terbukti bahasa Indonesialah yang merobohkan sekat-sekat perbedaan dan menjadikan kesatuan bangsa sebagai indentitas nasional kita. Sehingga, mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sangatlah perlu. Hal itu bukan hanya menjadi tugas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), namun menjadi tugas seluruh rakyat Indonesia. Sebagai bentuk upaya BPPB dalam membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, diselenggarakan kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia setiap tahun.

Dengan tujuan memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra Indonesia. Dalam butir ketiga Sumpah Pemuda, menggunakan kalimat ‘menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia’. ‘Menjunjung tinggi’ artinya mengangkat sesuatu dan memosisikannya pada kedudukan yang tinggi. Butir ketiga tersebut memiliki makna bahwa pemuda Indonesia bersumpah menempatkan Bahasa Indonesia lebih tinggi dibanding bahasa-bahasa lain.

Butir ketiga itu juga menjelaskan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Hal tersebut dimaksudkan juga untuk memudahkan komunikasi di tengah banyaknya bahasa daerah yang kita miliki.

Namun, setelah 90 tahun Sumpah Pemuda dan 73 tahun merdeka, sudahkah kita menjunjung tinggi Bahasa Indonesia? Dapatkah kita melakukannya dengan bangga tanpa tertinggal arus globalisasi yang disertai tuntutan menguasai bahasa-bahasa asing?

Marilah kita mulai dari Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia ini kita melakukan yang terbaik dengan menanamkan kebanggaan berbahasa Indonesia pada diri sendiri, juga kepada orang lain. Dirgahayu Bahasa dan Sastra Indonesia! *Narwan, S.Pd Guru SD Negeri Jogomulyo, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah. 30 Oktober 2019 M Nur Ali Hot Minggu Ini • Dosen Cantik, Bagikan Ilmu secara Gratis 312 views - by M Nur Ali • UM Magelang Rangking ke 3 PTS se Indonesia 312 views - by Tyo Wahyu • UNBK Bocor, Akan Ditindak Tegas 311 views - by M Nur Ali • Foto Zaman Now dan Laru Mengkudu Raih Peringkat Nasional 309 views - by M Nur Ali • Mengoptimalkan Fungsi Perpustakaan Sekolah 304 views - by Narwan Sastra Kelana Telegram @siedoo_id Akmil (145) Anak (81) beasiswa (75) bencana (59) buku (63) CPNS (260) dosen (57) guru (206) Guru honorer (81) honorer (91) Inovasi (144) ITB (95) ITS (587) Kemenag (94) Kemendikbud (141) Kemenristekdikti (65) literasi (59) lomba (59) mahasiswa (165) mendikbud (103) Muhammadiyah (72) NU (51) P3K (136) pendidikan (165) pendidikan karakter (79) Penelitian (57) perpustakaan (70) PNS (81) PPDB (61) PPPK (86) prestasi (92) sd (122) sekolah (55) siswa (82) sma (78) SMK (114) smp (64) TNI (103) UGM (87) UI (50) UM Magelang (165) UNIMMA (143) Unpad (100) untidar (183) UNY (246) This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website.

Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are as essential for the working of basic functionalities of the website.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience. Oleh: Abdul Rahmat, Guru SDN 011 Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur KOMPAS.com - Dipilihnya bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia bukan tanpa alasan.

Pada Bulan Oktober terjadi sebuah peristiwa besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu peristiwa Sumpah Pemuda. Para pemuda yang pada saat itu berasal dari berbagai daerah, tentu sulit jika harus berkomunikasi dengan yang lain dengan keunikan bahasa daerah masing-masing.

Oleh karena itu, mereka perlu satu bahasa yang dapat memperlancar komunikasi. Dalam Kongres Pemuda II, para pemuda dari berbagai daerah merumuskan kesepakatan yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda yakni: Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Baca juga: Dampak Sumpah Pemuda Dapat kita perhatikan, salah satu isi dari Sumpah Pemuda ialah menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Poin terakhir dalam Sumpah Pemuda inilah yang menjadi alasan kuat mengapa bulan bahasa dan sastra Indonesia jatuh pada Bulan Oktober.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki keragaman suku, ras, dan budaya.

Salah satu yang tak bisa terlewati begitu saja adalah kekayaan ragam bahasa dan sastra yang tersebar di seantero nusantara. Mengutip Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, saat ini terdapat total 718 bahasa daerah yang sudah teridentifikasi di Indonesia per tahun 2020.

Dalam hal ini, bahasa memiliki nilai penting sebagai pemersatu. Dengan adanya bahasa, manusia sebagai makhluk sosial dapat membangun interaksi dengan sesama.

Meski setiap wilayah punya bahasa daerah masing-masing, masyarakat Indonesia tetap dapat saling berkomunikasi melalui bahasa resmi, bahasa Indonesia. Secercah tentang Bahasa dan Sastra Bahasa Indonesia memang menjadi bahasa resmi dan bahasa nasional mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia digunakan di Indonesia. Walaupun begitu, kalau memerhatikan realitas yang ada di sekitar, rasanya sebagian besar masyarakat Indonesia lebih condong mementingkan bahasa asing.

Terutama bahasa Inggris karena merupakan bahasa internasional. Bahkan sedari kecil, beberapa orang tua sudah menanamkan sang buah hati untuk berbahasa Inggris. Si anak pun tak fasih dengan bahasa ibunya. Memang tak ada yang salah jika kita belajar ataupun berkomunikasi dengan bahasa asing. Justru kemampuan berbahasa asing memang dibutuhkan dan menjadi bekal yang pasti berguna dalam hidup. Namun, alangkah lebih baik jika bisa menyeimbangkan kemampuan antara bahasa ibu kita dan bahasa-bahasa lainnya.

Jangan sampai sebagai warga negara Indonesia, kita lancar berbahasa asing, tetapi malah macet berbahasa Indonesia. Bicara mengenai bahasa, sepertinya tak lengkap jika tidak bercakap tentang sastra. Bahasa dan sastra menjadi dua hal yang sejatinya saling berkaitan. Dengan bahasa, kesastraan jadi lebih mekar sehingga muncul beragam karya sastra indah. Mulai dari puisi, sajak, prosa, dongeng, hingga syair. Salah satu pujangga senior di kalangan sastrawan Tanah Air ialah Sapardi Djoko Damono.

Tak hanya di Indonesia, karyanya bahkan telah ditafsirkan ke dalam berbagai bahasa dunia. Baca juga: Merayakan Bulan Bahasa dan Sastra, Ini Buku Sastra Best Seller yang Wajib Dibaca Bulan Bahasa dan Sastra Bulan Oktober diperingati Indonesia sebagai Bulan Bahasa dan Sastra. Tidak banyak yang melupakan, tapi tidak seberapa juga yang mengingat hal ini. Sebenarnya, mengapa diperingati pada bulan Oktober?

Sumber Foto: informazone.com Bahasa bisa dibilang termasuk senjata pemersatu bangsa. Hal tersebut bahkan telah bergaung sejak Indonesia belum merdeka, yakni saat mengikrarkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENGDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA Sepenggal ikrar pada poin ketiga naskah Sumpah Pemuda itulah yang menjadi bibit jadinya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Oleh karena benang merahnya dengan Sumpah Pemuda yang dahulu diikrarkan, Indonesia memeringati bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra.

Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra setiap bulan Oktober sendiri, kiranya ditujukan untuk mengingat bahwa kukuhnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bukan tanpa ancang-ancang dan sonder perjuangan. Agaknya inilah salah satu alasan kita perlu memeringati Bulan Bahasa dan Sastra. Agar sebagai putra dan putri Indonesia, kita lebih menghargai Bahasa Indonesia. Agar sebagai putra dan putri Indonesia, kita lebih berbangga terhadap Bahasa Indonesia.

Mari rayakan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia secara antusias, karena kalau bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi? Kita sebagai masyarakat Indonesia bisa memperingati Bulan Bahasa dan Sastra melalui berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan membaca buku-buku sastra, seperti berikut ini. Rekomendasi Buku-Buku Sastra Dua Muka Daun Pintu - Triskaidekaman Rayakan Bulan Bahasa dengan Baca Buku Sastra Ini! Cerita yang mengambil point of view dari selembar daun pintu baja, yang menjaga Garda dalam sebuah sel isolasi rahasia.

Setiap hari pintu baja ini mendengar kisah hidup Garda. Pintu ini macam jadi saksi dari berbagai peristiwa, dan kisah ini mampu membuatmu melihat cara pandang baru, dari sebuah pintu. Cantik itu Luka - Eka Kurniawan Baca E-Booknya di Sini! Berlatarbelakang pada masa penjajahan hingga masa G30S di Indonesia. Buku ini mengisahkan tentang wanita yang tak ingin anak-anaknya berparas cantik, bahkan anak terakhirnya ia doakan buruk rupa kala mengandung.

Hal ini dilakukan karena masa kelam yang pernah ia lewati, hingga merasa bahwa kecantikan malah akan berakibat mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia bagi anak-anaknya.

Sunyi adalah Minuman Keras - Sapardi Djoko Damono Baca Karya Sastra Terakhir Eyang di Sini! Almarhum Eyang Sapardi menulis buku ini hingga akhir hayatnya. Tentang seorang penulis terkenal bernama Rara, dan media sosial yang jadi tempat ia berinteraksi dengan orang-orang, hingga pamor namanya semakin meningkat. Namun semakin sibuk bekerja di dunia maya, ia malah merasa sepi. Tak ada teman berbagi yang hadir langsung di dekatnya.

Novel terakhir dari Eyang ini menceritakan tentang dunia maya dan nyata, ketenaran, serta rasa kesepian maupun kehilangan. Perjalanan Menuju Pulang - Lala Bohang & Lara Nuberg Baca Sastra dengan Kilas Balik Sejarah di Sini! Lala dan Lara mengeksplorasi banyak hal untuk menemukan jawaban apakah kehidupan pendahulu mereka berdua saling berkaitan.

Mereka ingin melihat apakah ada sejarah yang meninggalkan jejak pada garis keturunannya. Lala ingin membicarakan sejarah bukan hanya seperti yang diajarkan di sekolah, tapi juga dari peristiwa serta perubahan yang terjadi di keluarga sendiri, sehingga mampu mempengaruhi semua yang dijalani saat ini.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

Perjamuan Khong Guan - Joko Pinurbo Baca Puisinya di Sini! Karya puisi dari Joko Pinurbo tak perlu diragukan kembali. Termasuk menariknya buku kumpulan puisi ini yang membicarakan tentang agama, budaya, tradisi, kehidupan sosial, dan juga hal-hal lain di sekitar kita yang kala itu sempat ramai diperbincangkan.

Tiap katanya mampu membuatmu memperhatikan kembali hal-hal remeh namun penting. Kritik sosial yang dibawakan begitu menggelitik dengan cara satire dan komedi.

" Mari kita buka apa isi kaleng Khong Guan ini: biskuit, peyek, keripik, ampiang, atau rengginang? Simsalabim.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

Buka! Isinya ternyata ponsel, kartu ATM, tiket, voucer obat jimat, dan kepingan-kepingan rindu yang sudah membatu." Baca juga: Ini Dia Rekomendasi Buku Sastra Terpopuler Terbitan GPU Untuk meramaikan semarak Bulan Bahasa dan Sastra, Gramedia.com ikut memberikan kebahagiaan dengan promo-promo yang tak kalah menarik.

Ada banyak diskon melimpah sekaligus penawaran spesial yang buat jajan buku jadi lebih maksimal! Yuk, cek semua promonya di bawah ini! Temukan Semua Promo Spesial di Sini!
• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • KABAR JOGLOSEMAR - Murid Kelas 6 SD MI diminta untuk menjelaskan Mengapa Bulan Oktober disepakati sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia?

Pertanyaan tersebut ada pada materi tema 4 subtema 2 tentang peran Indonesia dalam bidang pendidikan di ASEAN. Negara Indonesia merupakan anggota ASEAN yang merupakan perkumpulan negara-negara di Asia Tenggara. Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 SD, Mengapa Bulan Oktober Disepakati Sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia? ASEAN memungkinkan setiap negara anggotnya saling berperan dan membantu satu sama lain agar mampu bersaing di dunia internasional.

Oleh karena berada di wilayah teritorial yang berdekatan, negara ASEAN memiliki beberapa kesamaan atau kemiripian, misalnya dalam hal bahasa dan budaya. Kiprah Indonesia di ASEAN cukup banyak termasuk dalam dunia pendidikan, salah satunya lewat Bahasa Indonesia.

Baca Juga: 5 Cara Menyikapi Keberagaman Ekonomi, Materi PPKN Kelas 6 SDPenulis : Nova Fitri Permatasari* Di bulan Oktober, masyarakat Indonesia merayakan peringatan bulan bahasa Indonesia. Biasanya di bulan ini banyak kegiatan lomba seperti menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan lain-lain yang masih berkaitan dengan keterampilan berbahasa. Alasan mengapa bulan Oktober menjadi bulan bahasa adalah karena pada bulan ini, bebarengan dengan peringatan hari sumpah pemuda.

Pada peristiwa sumpah pemuda tersebut ditetapkan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. (Baca juga: Itu loh Tuhanmu!) Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra setiap bulan Oktober sendiri, kiranya ditujukan untuk mengingat bahwa betapa hebatnya peran bahasa Indonesia sebagai media pemersatu bangsa.

Bahkan, boleh dibilang, bangsa Indonesia berhasil dipersatukan pertama kali oleh bahasa Indonesia. Bahasa yang juga disebut sebagai lingua franca ini merupakan hasil proses interaksi beragam suku bangsa di Nusantara selama berabad-abad. Pola pergaulan dalam hubungan dagang selama itulah yang akhirnya membentuk sebuah ragam bahasa pasar yang kemudian disepakati menjadi bahasa Indonesia.

Memori tentang sejarah bulan bahasa ini perlu ditransformasikan menjadi sebuah semangat untuk lebih mencintai bahasa nasional. Jangan sampai ada rasa minder ketika menggunakan bahasa Mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

(Baca juga: Semilir Waktu) Itulah salah satu alasan kita perlu memeringati Bulan Bahasa dan Sastra. Agar sebagai putra dan putri Indonesia, kita lebih menghargai bahasa Indonesia. Agar sebagai putra dan putri Indonesia, kita lebih bangga terhadap bahasa Indonesia.

(nov/jai) Penulis merupakan siswa kelas XI PK MA Unggulan Nuris yang aktif di ekstrakurikuler jurnalistik Berita Lainnya • Kuliah Umum Bersama Syekh Fadi Fuad Alamuddin dari Libanon di Ma’had Aly Nuris Jember • Itu loh Tuhanmu!

• Sejarah Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) • Ini Dia Daftar Siswa MA Unggulan Nuris Lolos PMDK-PA Polije Tahun 2022 • Capaian Prestasi Santri Nuris Jember Raih 149 Piala per Oktober 2021, Ada Piala Internasionalnya lho. ! Arsip Berita Kategori Berita • Bedah Buku • Berita • Informasi • Karya Sastra • Kegiatan • Kolom Alumni • Kolom KIR • Prestasi
Penulis : Nova Fitri Permatasari* Di bulan Oktober, masyarakat Indonesia merayakan peringatan bulan bahasa Indonesia.

Biasanya di bulan ini banyak kegiatan lomba seperti menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan lain-lain yang masih berkaitan dengan keterampilan berbahasa.

mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia

Alasan mengapa bulan Oktober menjadi bulan bahasa adalah karena pada bulan ini, bebarengan dengan peringatan hari sumpah pemuda. Pada peristiwa sumpah pemuda tersebut ditetapkan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. (Baca juga: hari perdamaian internasional) Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra setiap bulan Oktober sendiri, kiranya ditujukan untuk mengingat bahwa betapa hebatnya peran bahasa Indonesia sebagai media pemersatu bangsa. Bahkan, boleh dibilang, bangsa Indonesia berhasil dipersatukan pertama kali oleh bahasa Indonesia.

Bahasa yang juga disebut sebagai lingua franca ini merupakan hasil proses interaksi beragam suku bangsa di Nusantara selama berabad-abad. Pola pergaulan dalam hubungan dagang selama itulah yang akhirnya membentuk sebuah ragam bahasa mengapa bulan oktober disepakati sebagai bulan bahasa dan sastra indonesia yang kemudian disepakati menjadi bahasa Indonesia. Memori tentang sejarah bulan bahasa ini perlu ditransformasikan menjadi sebuah semangat untuk lebih mencintai bahasa nasional.

Jangan sampai ada rasa minder ketika menggunakan bahasa Indonesia. (Baca juga: sejarah singkat g30s-pki) Itulah salah satu alasan kita perlu memeringati Bulan Bahasa dan Sastra.

Agar sebagai putra dan putri Indonesia, kita lebih menghargai bahasa Indonesia. Agar sebagai putra dan putri Indonesia, kita lebih bangga terhadap bahasa Indonesia. (nov/jai) Penulis merupakan siswa kelas XI PK MA Unggulan Nuris yang aktif di ekstrakurikuler jurnalistik Pos-pos Terbaru • Goda dan Rayu Iblis dalam Berpuasa • MA Unggulan Nuris Juara 1 Festival Hadrah Pengadaian Kabupaten Jember • Bukber di Masjid Bolehkah? Ketahui Penjelasannya di Sini • Dapat Medali Emas di Bidang Matematika dan IPA Ajang NYSC-DM, Siswa Cerdas MI Unggulan Nuris Berprestasi Nasional • Pakai Obat Tetes Mata, Puasa jadi Batal?

Cek di Sini Penjelasannya Arsip • April 2022 • Maret 2022 • Februari 2022 • Januari 2022 • Desember 2021 • November 2021 • Oktober 2021 • September 2021 • Agustus 2021 • Juli 2021 • Juni 2021 • Mei 2021 • April 2021 • Maret 2021 • Februari 2021 • Januari 2021 • Desember 2020 • November 2020 • Oktober 2020 • September 2020 • Agustus 2020 • Juli 2020 • Juni 2020 • Mei 2020 • April 2020 • Maret 2020 • Februari 2020 • Januari 2020 • Desember 2019 • November 2019 • Oktober 2019 • September 2019 • Agustus 2019 • Juli 2019 • Juni 2019 • Mei 2019 • April 2019 • Maret 2019 • Februari 2019 • Januari 2019 • Desember 2018 • November 2018 • Oktober 2018 • September 2018 • Agustus 2018 • Juli 2018 • Juni 2018 • Mei 2018 • April 2018 • Maret 2018 • Februari 2018 • Januari 2018 • Desember 2017 • November 2017 • Oktober 2017 • September 2017 • Agustus 2017 • Juli 2017 • Juni 2017 • Mei 2017 • April 2017 • Maret 2017 • Februari 2017 • Januari 2017 • Desember 2016 • November 2016 • Oktober 2016 • September 2016 • Agustus 2016 • Juli 2016 • Juni 2016 • Mei 2016 • April 2016

Lomba Cipta Baca Puisi




2022 www.videocon.com