Asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG Adapun asbabun Nuzul (sebab turunnya) Surah Al Kafirun ini, asbabun nuzul surat al-kafirun adalah dijelaskan oleh Ibnu Katsir di dalam tafsirnya. Bahwa kaum kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah SAW untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka juga akan menyembah Allah selama satu tahun.

Maka Allah SWT pun menurunkan surat ini. Pada masa penyebaran Islam di Mekkah, kaum Quraisy tak henti-hentinya mencari cara untuk menghentikan ancaman Islam terhadap asbabun nuzul surat al-kafirun adalah nenek moyang mereka.

Setelah gagal menghentikan Rasulullah dengan menyakiti beliau, mereka kemudian menawarkan harta dan jabatan. Lalu saat usaha itu juga gagal, mereka akhirnya mengambil jalan kompromi, di mana mereka menawarkan: jika Rasulullah mau memuja Tuhan mereka, maka merekapun akan memuja Tuhan sebagaimana konsep Islam.

Kemudian surah Al Kafirun inipun diturunkan untuk menjawab hal tersebut. Terjemahan dan Tafsir Surah Al Kafirun قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ Terjemahan: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Tafsir: Katakan, wahai Muhammad, “Hai orang-orang kafir yang bersikeras dalam kekafiran, لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ Terjemahan: Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Tafsir: (Aku tidak akan menyembah) maksudnya sekarang aku tidak akan menyembah (apa yang kalian sembah) yakni berhala-berhala yang kalian sembah itu. Baca Juga: Surah Al-Maidah Ayat 8-10; Seri Tadabbur Al Qur'an وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Terjemahan: Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Tafsir: (Dan kalian pun bukan penyembah) dalam waktu sekarang (Tuhan yang aku sembah) yaitu Allah SWT semata. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Terjemahan: Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Tafsir: Aku bukan penyembah seperti penyembahan kalian, karena kalian adalah orang-orang musyrik.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Terjemahan: dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Tafsir: (Dan kalian tidak mau pula menyembah) di masa mendatang (Tuhan yang aku sembah) Allah swt. telah mengetahui melalui ilmu-Nya, bahwasanya mereka di masa mendatang pun tidak akan mau beriman.

Disebutkannya lafal Maa dengan maksud Allah adalah hanya meninjau dari segi Muqabalahnya. Dengan kata lain, bahwa Maa yang pertama tidaklah sama dengan Maa yang kedua. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ Terjemahan: Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. Tafsir: (Untuk kalianlah agama kalian) yaitu agama kemusyrikan (dan untukkulah agamaku”) yakni agama Islam.

Ayat ini diturunkan sebelum Nabi saw. diperintahkan untuk memerangi mereka.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Ya Idhafah yang terdapat pada lafal ini tidak disebutkan oleh ahli qiraat sab’ah, baik dalam keadaan Waqaf atau pun Washal. Akan tetapi Imam Ya’qub menyebutkannya dalam kedua kondisi tersebut.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Baca Juga: Surah An-Najm Ayat 27-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an Keutamaan Surah Al Kafirun Surah ini juga mempunya keutamaan jika diamalkan sehari-hari. Di antara manfaatnya adalah sebagai berikut: 1.

Mengajarkan Toleransi Umat Islam di perintahkan untuk menghormati penganut asbabun nuzul surat al-kafirun adalah lain. Sebagaimana yang terdapat dalam potongan akhir ayat ini yang artinya ‘Untukmu agama mu dan untuk ku agama ku’. Meski demikian, Menurut Imam Qurthubi, sikap menghormati agama lain bukan berarti kita boleh larut membenarkan ajaran mereka, namun justru sebaliknya hal tersebut justru meneguhkan Iman kita dan menjauhkan diri dari kemusyrikan.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah. Sangat Ditakuti Iblis Surah ini dianggap sebagai surah yang sangat ditakuti oleh iblis. Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas, menurutnya: “Tidak ada dalam Al-Qur’an yang lebih menakutkan bagi Iblis dari Qul ya ayyuhal-Kafirun, sebab ia adalah tauhid dan pembebas dari kemusyrikan”. Imam ja’far mengatakan “Bacalah surah ini 7x dalam 1 hari untuk menjaga iman, barang siapa membiasakan membacanya pada saat matahari terbit dan terbenam, maka ia akan dijauhkan dari keraguan, kesyirikan, dan keyakinan yang buruk” 3.

Pahala Membacanya Sama dengan Membaca 1/4 Al-Qur’an Membaca surah Al Kafirun ternyata pahalanya setara dengan membaca 1/4 dari Al-Qur’an.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Annas “Qul Ya ayyuhal-Kafirun senilai dengan seperempat Al-Qur’an.” Baca Juga: Surah Ali Imran Ayat 30-37; Seri Tadabbur Al Qur'an 4. Dianjurkan Dibaca Ketika Shalat Hadist dari Jabir bin Abdullah: Seorang laki-laki berdiri lalu shalat fajar dua rakaat. Ia membaca di rakaat pertama Qul ya ayyuhal Kafirun (katakan hai orang-orang kafir) sampai akhir surah.

Lalu Nabi Saw bersabda: “Ini adalah hamba yang beriman kepada Tuhannya”. Kemudian ia membaca pada rakaat kedua Qul Huwallahu Ahad (Katakanlah Dia adalah Allah yang maha Esa sampai akhir surah. Lalu Nabi Saw bersabda: “Ini adalah hamba yang mengenal Tuhannya.” Thalhah berkata: Maka aku suka membaca dua surah ini dalam dua rakaat ini” 5. Membebaskan Kemusyrikan Hadits Riwayat Abu Dawud dari Farwah bin Naufal, dari ayahnya bahwa Nabi Saw bersabda: “Bacalah Qul ya ayyuhal-Kafirun kemudian tidurlah di akhirnya, sesungguhnya ayat tersebut membebaskan dari kemusyrikan”.

Wallahu a’lam. Mengapa dinamakan surat Al-Kafirun? Sebab ini, Nabi Muhammad diperintahkan untuk berbicara dengan orang-orang kafir. Bahwa beliau tidak akan pernah menyembah apa yang mereka sembah. Terima kasih telah setia asbabun nuzul surat al-kafirun adalah website kami, setelah kemaren kita belajar tentang ayat tentang sabar.Kali ini kita akan belajar tentang asbabun nuzul surat Al-Kafirun.

Siapa sih yang belum hafal surat Al-Kafirun? Tentu sudah hafal semua dong, apabila belum hafal mari segera dihafalin. Ngak susah hafalnya, asalkan ada niat dari kita pasti akan dipermudah. Daftar Isi • 1 Surat Al-Kafirun • 2 Arti Surat Al-Kafirun • 3 Apa Asbabun Nuzul Surat Al-Kafirun • 4 Asbabun Nusul Surat Al-kafirun • 4.1 Riwayat At-Thabrani • 4.2 Riwayat Ibnu Hatim • 4.3 Riwayat Abdurrazaq • 4.4 Isi Kandungan Surat Al-Kafirun • 4.5 Kesimpulan • 4.6 Bagikan ini: Surat Al-Kafirun قُلْ يٰۤاَ يُّهَا الْكٰفِرُوْنَ ۙ وَ لَاۤ اَنْـتُمْ عٰبِدُوْنَ مَاۤ اَعْبُدُ ۗ Walaa antum aabiduuna maa a’bud لَـكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ Lakum diinukum wa liyadiin Arti Surat Al-Kafirun • Katakanla Muhammad, wahai orang-orang kafir.

• Aku tidak akan pernah menyembah apa yang kamu sembah. • Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. • Dan aku tidak akan pernah menyembah apa yang kamu sembah. • Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah. • Bagimu agamamu bagiku agamaku Apa Asbabun Nuzul Surat Al-Kafirun sumber: youtube.com Sudah pada tau belum surat Al-kafirun menerangkan tentang apa?

Apabila belum tau mari kita cust baca artikel ini sampai tuntas. Nama lain dari surat al-Kafirun adalah Al-I’badah, Ad-din, Al-Munabadzah, dan Muqasyqasyah. Mengapa dinamakan surat ad- din? Karna surat ini memproklamatirkan ibadah hanya kepada Allah.

Baca juga: Asbabun nuzul surat Al-Kaustar Dengan itu orang kafir berusaha keras merayu dan membujuk Nabi Muhammad agar mengikuti ajaran mereka. Surat Al-Kafirun merupakan wahyu yang ke-18 yang diterima oleh Nabi Muhammad di Makkah. Ada beberapa riwayat tentang asbabun nuzul surat ini diantaranya: Riwayat At-Thabrani sumber: dailymtion.com Dalam asbabun nuzul surat Al-Kafirun yang bersumber dari Ibnu Abbaa. Bahwa mereka berusaha keras untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad dengan berbagai cara, diantaranya: Ditawarkan sebagai orang yang paling kaya di kota Mekkah, kemudian mereka berkata kepada Nabi Muhammad.

“Wahai Muhammad kami menyediakan ini hanya untuk kamu, tetapi ada satu syarat kamu jangan pernah mencaci maki tuhan kami”. Kemudian Nabi Muhammad menjawab aku masih menunggu wahyu dari tuhanku yaitu Allah. Ini adalah asbabun nuzul surat Al-Kafirun yang diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Ibnu Abbas.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Riwayat Ibnu Hatim sumber: nyontek.com Dalam riwayat ini diceritakan bahwa orang kafir berkata kepada Nabi Muhammad. “Wahai Muhammad marilah ikut bersama kami, kita akan bersukutu dalam segala urusan”. Sekarang kamu menyembah tuhan yang kami sembah, besok kami akan menyembah tuhan yang kamu sembah kita akan bergantian. kejadian inilah yang menjadi sebab turunnya surat Al-Kafirun yang diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Ibnu Abbas. Riwayat Abdurrazaq sumber: youtube.com Dalam riwayat ini diceritaka tidak jauh beda dengan riwayat sebelumnya.

Orang kafir merayu Nabi Muhammad untuk menyembah tuhan mereka dengan berbagai macam cara. Sebagaimana dalam sebuah riwayat: Nabi Muhammad tidak langsung memberikan jawaban kepada orang kafir setelah diberi pertanyaan di bawah ini. Isi Kandungan Surat Al-Kafirun sumber: islam.com Peristiwa yang terjadi dalam asbabun nuzul surat Al-kafirun menjadi landasan sejarah dalam kerukunan umat beragama. Adapun isi kandungannya sebagai berikut.

• Ayat………. disebutkan dua kali karna untuk penegasan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah menyembah apa yang telah disembah orang kafir. • Kerukunan umat beragama memang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Toleransi tetap ada batasannya, selama tidak menyangkut dalam hal ibadah. • Nabi Muhammad hanya menyembah Allah tidak pernah menyembah selainnya.

• Kita sebagai orang Islam harus tegas terhadap orang-orang yang mencela Al-Qir’an, menghina Allah, dan menyesatkan ajaran Nabi Muhammad. • Allah menyuruh kepada Nabi Muhammad untuk tidak mencampurkan keimanannya dalam menyembah Allah yang maha Esa.

• Yang disebut kafir disini adalah orang-orang yang mengingkari agama Islam. Apabila melihat kebenaran, maka akan memejamkan mata. Menutupi telinganya apabila mendengar ayat Al-Qur’an, karna mereka tidak mempertimbangkan dalil apapun setelah disampaikan kepadanya. • Penegasan keyakinan bahwa tuhan yang disembah Nabi Muhammad merupakan tuhan semesta alam. Kesimpulan sumber: dakwahdantarbiah.com Hidup di zaman sekarang ini asbabun nuzul surat al-kafirun adalah orang-orang kafir yang menyuruh kita untuk mengucapkan hari natal.

Padahal dalam ajaran Islam mengucapkan hari natal adalah haram. Tetapi yang kita herankan mengapa masih ada orang Islam yang merayakan hari natal. Asbabun nuzul surat al-kafirun adalah siapa yang merayakan hari natal itu sama saja mengikuti bahwa ada tuhan selain Allah. Jadi sebagai orang Islam harus tegas kepada orang-orang yang ingin membolak-balikan aqidah kita. Sebagai tambahan ilmu kepada teman-teman baca dulu asbabun nuzul surat Al-Ikhlas di link tersebut. Syukur alhamdulillah pelajaran tentang asbabun nuzul surat Al-Kafirun sudah selesai.

Semoga bisa menjadi tambahan ilmu kepada kita semua, kami ucapkan terima kasih karna sudah mampir ke web kami.
Sahijab – Salah satu surat dalam Al Quran yang harus kita pahami arti dan kandungannya adalah surat Al Kafirun. Surat yang merupakan surat ke 109 dalam susunan mushaf Alquran dan diturunkan di Mekkah setelah surat Al Maun.

Surat Al Kafirun terdiri dari enam ayat dan tergolong dalam surat Makkiyah. Arti surat ini adalah "orang-orang kafir" yang diambil dari ayat pertama surat ini. Latar belakang di turunkan surat ini adalah di saat saat kaum Quraisy menolak ajaran Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada waktu itu, mereka mengajukan penawaran kepada Rasulullah SAW di mana mereka meminta Sang Nabi memuja Tuhan mereka. Sebagai gantinya kaum Quraisy ingin memuja Tuhan sesuai konsep dan ajaran Islam.

Baca Juga: Syekh Al Azhar Tegaskan Masjid Al Aqsa Dibangun oleh Nabi Adam Laa a’budu maa ta’buduun وَلَاۤ اَنْـتُمْ عٰبِدُوْنَ مَاۤ اَعْبُدُ ۚ Asbabun nuzul surat al-kafirun adalah antum aabiduuna maa a’bud وَلَاۤ اَنَاۡ عَا بِدٌ مَّا عَبَدْ تُّمْ ۙ Walaa ana ‘aabidum maa abattum وَ لَاۤ اَنْـتُمْ عٰبِدُوْنَ مَاۤ اَعْبُدُ ۗ Walaa antum aabiduuna maa a’bud لَـكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ Lakum diinukum wa liyadiin Arti Surat Al-Kafirun • Katakanla Muhammad, wahai orang-orang kafir.

• Aku tidak akan pernah menyembah apa yang kamu sembah. • Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. • Dan aku tidak akan pernah menyembah apa yang kamu sembah.

• Dan kamu tidak pernah pula menjadi asbabun nuzul surat al-kafirun adalah apa yang aku sembah. • Bagimu agamamu bagiku agamaku Apa Asbabun Nuzul Surat Al-Kafirun Sudah pada tau belum surat Al-kafirun menerangkan tentang apa?

Apabila belum tau mari kita cust baca artikel ini sampai tuntas. Nama lain dari surat al-Kafirun adalah Al-I’badah, Ad-din, Al-Munabadzah, dan Muqasyqasyah. Mengapa dinamakan surat ad- din? Karna surat ini memproklamatirkan ibadah hanya kepada Allah. Asbabun Nusul Surat Al-kafirun Menjelaskan tentang asbabun nuzul surat Al-Kafirun yang menjadi kandungan pokok dalam agama. Surat ini menunjukan bahwa tuhan yang disembah orang kafir berbeda dengan tuhan yang disembah Nabi Muhammad.

Baca Juga : Sifat Wajib Allah dan Artinya Dengan itu orang kafir berusaha keras merayu dan membujuk Nabi Muhammad agar mengikuti ajaran mereka. Surat Al-Kafirun merupakan wahyu yang ke-18 yang diterima oleh Nabi Muhammad di Makkah. Ada beberapa riwayat tentang asbabun nuzul surat ini diantaranya: Riwayat At-Thabrani Dalam asbabun nuzul surat Al-Kafirun yang bersumber dari Ibnu Abbaa. Bahwa mereka berusaha keras untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad dengan berbagai cara, diantaranya: Ditawarkan sebagai orang yang paling kaya di kota Mekkah, kemudian mereka berkata kepada Nabi Muhammad.

“Wahai Muhammad kami menyediakan ini hanya untuk kamu, tetapi ada satu syarat kamu jangan pernah mencaci maki tuhan kami”.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Kemudian Nabi Muhammad menjawab aku masih menunggu wahyu dari tuhanku yaitu Allah. Ini adalah asbabun nuzul surat Al-Kafirun yang diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Ibnu Abbas. Riwayat Ibnu Hatim Dalam riwayat ini diceritakan bahwa orang kafir berkata kepada Nabi Muhammad. “Wahai Muhammad marilah ikut bersama kami, kita akan bersukutu dalam segala asbabun nuzul surat al-kafirun adalah.

Sekarang kamu menyembah tuhan yang kami sembah, besok kami akan menyembah tuhan yang kamu sembah kita akan bergantian. kejadian inilah yang menjadi sebab turunnya surat Al-Kafirun yang diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Ibnu Abbas. Riwayat Abdurrazaq Dalam riwayat ini diceritaka tidak jauh beda dengan riwayat sebelumnya. Orang kafir merayu Nabi Muhammad untuk menyembah tuhan mereka dengan berbagai macam cara. Sebagaimana dalam sebuah asbabun nuzul surat al-kafirun adalah Nabi Muhammad tidak langsung memberikan jawaban kepada orang kafir setelah diberi pertanyaan di bawah ini.

Apabila kamu menyembah tuhan kami selama satu tahun, maka kami akan menyembah tuhan yang kamu sembah kurun waktu satu tahun Nabi Muhammad sungguh tegas dalam masalah aqidah. Baca Juga : Lirik Mars GP Ansor & Banser Isi Kandungan Surat Al-Kafirun Peristiwa yang terjadi dalam asbabun nuzul surat Al-kafirun menjadi landasan sejarah dalam kerukunan umat beragama.

Adapun isi kandungannya sebagai berikut. • Ayat………. disebutkan dua kali karna untuk penegasan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah menyembah apa yang telah disembah orang kafir. • Kerukunan umat beragama memang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Toleransi tetap ada batasannya, selama tidak menyangkut dalam hal ibadah. • Nabi Muhammad hanya menyembah Allah tidak pernah menyembah selainnya. • Kita sebagai orang Islam harus tegas terhadap orang-orang yang mencela Al-Qir’an, menghina Allah, dan menyesatkan ajaran Nabi Muhammad.

• Allah menyuruh kepada Nabi Muhammad untuk tidak mencampurkan keimanannya dalam menyembah Allah yang maha Esa. • Yang disebut kafir disini adalah orang-orang yang mengingkari agama Islam. Apabila melihat kebenaran, maka akan memejamkan mata. Menutupi telinganya apabila mendengar ayat Al-Qur’an, karna mereka tidak mempertimbangkan dalil apapun setelah disampaikan kepadanya.

• Penegasan keyakinan bahwa tuhan yang disembah Nabi Muhammad merupakan tuhan semesta alam. Demikianlah artikel mengenai tentang Asbabun Nuzul Surat Al-Kafirun. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dan selalu melimpahkan hidayah untuk kita menjadi lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan ini. Wassalamualaikum wr.wb Baca Juga : • Tulisan Arab Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad • Arti Alhamdulillah • Arti Allahummaghfirlahu Warhamhu Share this: • Facebook • Tweet • WhatsApp Posted in Agama Tagged apa asbabun nuzul surat al kafirun, asbabun nuzul artinya, asbabun nuzul surat al ikhlas, asbabun nuzul surat al kafirun, asbabun nuzul surat al kafirun pdf, asbabun nuzul surat al lahab, asbabun nuzul surat al maun, isi kandungan surat al kafirun, jelaskan asbabun nuzul surat al kafirun, jelaskan asbabun nuzul surat al kafirun ayat 1-5, sebutkan asbabun nuzul surat al kafirun
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: vWCsKNROO2DQHv_vWDGJUGtimRg--NkDs5walmBQNnHcpBXTwgaWcA==
Surat Al Kafirun beserta Artinya, Tafsir dan Asbabun Nuzul Surat Al Kafirun (الكافرون) adalah surat ke-109 dalam Al Quran.

Berikut ini terjemahan, asbabun nuzul, dan tafsir Surat Al Kafirun. Surat ini terdiri dari enam ayat dan merupakan Surat Makkiyah. Dinamakan surat Al Kafirun yang berarti “orang-orang kafir” karena surat ini memerintahkan Rasulullah untuk berbicara kepada orang-orang kafir bahwa beliau takkan menyembah berhala yang mereka sembah. Ia dinamakan juga Surat Al ‘Ibadah. Karena surat ini memproklamirkan ibadah hanya kepada Allah dan takkan beribadah kepada berhala yang disembah orang kafir.

Dinamakan pula Surat Ad Din sebagaimana ayat terakhir. Nama lainnya adalah surat Al Munabadzah dan Muqasyqasyah. Dinamakan Muqasyqasyah atau Muqasyqisyah (penyembuh) karena kandungannya menyembuhkan dan menghilangkan penyakit kemusyrikan. Surat Al Kafirun beserta Artinya Berikut ini Surat Al Kafirun dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (Qul yaa ayyuhal kaafiruun, laa a’budu maa ta’buduun. Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Wa laa ana ‘aabidum maa ‘abadtum. Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Lakum diinukum waliya diin) Artinya: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak asbabun nuzul surat al-kafirun adalah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. Asbabun Nuzul Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul Surat Al Kafirun dalam tafsirnya. Bahwa orang-orang kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka akan menyembah Allah selama satu tahun.

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surat ini. Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait asbabun nuzul Surat Al Kafirun ini. Bahwa Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Mereka mengatakan, “Wahai Muhammad, marilah kami menyembah Tuhan yang kamu sembah dan kamu menyembah Tuhan yang kami sembah. Kita bersama-sama ikut serta dalam perkara ini. Jika ternyata agamamu lebih baik dari agama kami, kami telah ikut serta dan mengambil keuntungan kami dalam agamamu. Jika ternyata agama kami lebih baik dari agamamu, kamu telah ikut serta dan mengambil keuntunganmu dalam agama kami.” Penawaran seperti itu adalah penawaran yang bodoh dan konyol.

Maka Allah pun menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawaban tegas bahwa Rasulullah berlepas diri dari agama mereka. Sayyis Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Quran menjelaskan, bangsa Arab tidak mengingkari adanya Allah.

Akan tetapi, mereka tidak mengerti hakikat-Nya sehingga mempersekutukan-Nya. Mereka beribadah kepada berhala yang mereka buat untuk menggambarkan orang shalih atau malaikat yang menjadi perantara mendekatkan diri kepada Allah.

Mereka sendiri menganggap malaikat adalah anak perempuan Allah. Mereka merasa heran ketika Rasulullah mendakwahkan tauhid, untuk beribadah hanya kepada Allah. Mereka pun menentang dakwah itu dengan berbagai asbabun nuzul surat al-kafirun adalah. Setelah gagal menghentikan Rasulullah dengan menyakiti beliau, mereka menawarkan harta asbabun nuzul surat al-kafirun adalah jabatan.

Ketika upaya itu juga gagal, mereka mengambil jalan kompromi. Menawarkan kerjasama dengan bersama-sama menyembah Tuhan mereka selama satu tahun, lalu tahun berikutnya menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah pun menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawabannya.

Tafsir Surat Al Kafirun Tafsir surat Al Kafirun ini bukanlah tafsir baru. Kami berusaha mensarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah. Agar ringkas dan mudah dipahami. Surat Al Kafirun ayat 1 قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Kata qul (قل) yang berarti “katakanlah” merupakan firman Allah dan perintah-Nya agar Rasulullah menyampaikan ayat ini kepada orang-orang kafir, secara khusus kafir Quraisy.

Yakni sebagai jawaban atas tawaran mereka. Kata ini membuktikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan segala sesuatu yang diterimanya dari ayat-ayat Al Quran yang disampaikan oleh malaikat Jibril.

Seandainya ada sesuatu yang disembunyikan, yang paling wajar adalah menghilangkan kata qul ini. Kata al kaafiruun (الكافرون) berasal dari kata kafara (كفر) yang berarti menutup.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Disebut kafir karena hatinya tertutup, belum menerima hidayah Islam. Siapapun yang tidak menerima Islam, maka ia adalah kafir. Baik itu orang-orang musyrik maupun ahli kitab. Sebagaimana firman-Nya: إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ asbabun nuzul surat al-kafirun adalah نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.

Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al Bayyinah: 6) Namun secara spesifik, al kaarifuun yang diajak bicara di Surat Al Kafirun ini adalah orang-orang kafir Quraisy yang mengajak kerjasama menyembah Tuhan secara bergantian.

Sebagai penegasan bahwa tidak mungkin Rasulullah menyembah tuhan mereka dan tidak ada titik temu antara kemusyrikan dengan tauhid. Surat Al Kafirun ayat 2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Kata a’budu (أعبد) merupakan bentuk kata kerja masa kini dan akan datang (fi’il mudhari’). Ini merupakan penegasan bahwa Rasulullah tidak akan menyembah tuhan mereka baik di masa kini maupun masa depan.

Menurut Ibnu Katsir, makna maa ta’buduun adalah berhala-berhala dan sekutu-sekutu yang mereka ada-adakan. Rasulullah tidak akan menyembah mereka dan tidak akan memenuhi ajakan orang kafir dalam sisa usianya. Surat Al Kafirun ayat 3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu juga tidak akan menyembah Tuhan yang disembah Rasulullah di masa kini dan masa datang. Meskipun nantinya penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam, namun orang-orang yang mendatangi Asbabun nuzul surat al-kafirun adalah untuk mengajak menyembah tuhan mereka, semuanya tidak masuk Islam bahkan mati terbunuh dalam kondisi kafir.

Ibnu Katsir menjelaskan, maa a’bud (ما أعبد) adalah Allah semata. Lafazh maa bermakna man. Surat Al Kafirun ayat 4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah Ada sebagian mufassir yang menyamakan makna ayat 4 ini dengan ayat 2.

Dan menyamakan makna ayat 5 dengan ayat 3. Padahal jika diperhatikan kata yang digunakan, akan didapati makna yang terkandung di dalamnya. Kata ‘abadtum (عبدتم) merupakan bentuk kata kerja masa lampau (fi’il madhi).

Berbeda dengan kata ta’budun (تعبدون) pada ayat 2 yang merupakan fi’il mudhari’. Perbedaan maa ta’buduun dan maa ‘abadtum ini menunjukkan bahwa apa yang mereka sembah di masa kini dan esok bisa berbeda dengan apa yang mereka sembah di masa kemarin. Sedangkan untuk Allah yang diibadahi Rasulullah, digunakan kata yang sama yakni maa a’bud. Menunjukkan konsistensi ibadah dan ketaatan hanya kepada Allah.

Tidak akan berubah.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Surat Al Kafirun ayat 5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Perhatikan redaksi ayat 3 dan ayat 5 ini.

Sama-sama digunakan kata maa a’bud (ما أعبد) yang merupakan bentuk kata kerja masa kini dan masa datang (fi’il mudhari’). Menegaskan bahwa apa yang beliau sembah tidak berubah. Sayyid Qutb mengatakan bahwa ayat ini merupakan penegasan terhadap ayat sebelumnya agar tidak ada lagi salah sangka dan kesamaran.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Supaya tidak ada lagi prasangka dan syubhat. Syaikh Muhammad Abduh mengatakan, ayat 2 dan ayat 3 menjelaskan perbedaan yang disembah. Sedangkan ayat 4 dan 5 menjelaskan perbedaan cara beribadah.

Tegasnya, yang disembah lain, cara menyembah juga lain. Surat Al Kafirun ayat 6 لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Kata diin (دين) artinya adalah agama, balasan, kepatuhan dan ketaatan. Sebagian ulama memilih makna balasan karena menurut mereka orang kafir Quraisy tidak memiliki agama. Sedangkan yang mengartikan din sebagai agama, bukan berarti Rasulullah mengakui kebenaran agama mereka namun mempersilakan menganut apa yang mereka yakini. Didahulukannya kata lakum (لكم) dan liya (لي) menggambarkan kekhususan karena masing-masing agama berdiri sendiri dan tidak perlu dicampurbaurkan.

Ibnu Katsir mengutip Imam Bukhari bahwa lakum diinukum yakni kekafiran, sedangkan waliya diin yakni Islam. Sayyid Qutb menegaskan, “Aku di sini dan kamu di sana! Tidak ada penyeberangan, tidak ada jembatan dan tidak ada jalan kompromi antara aku dan kamu!” “Sesungguhnya jahiliyah adalah jahiliyah dan Islam adalah Islam.

Perbedaan antara keduanya sangat jauh.” Sedangkan Buya Hamka menegaskan dalam Tafsir Al Azhar, “Soal aqidah, di antara tauhid asbabun nuzul surat al-kafirun adalah Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampuradukkan dengan syirik. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya adalah kemenangan syirik.” Penutup Tafsir Surat Al Kafirun Surat Al Kafirun adalah jawaban tegas bahwa dalam aqidah tidak ada kompromi. Dalam ibadah tidak boleh ada pencampurbauran.

Tidak mungkin Rasulullah dan orang-orang beriman menyembah berhala dan sesembahan orang kafir meskipun hanya setahun, sehari bahkan sedetik. Karena itu adalah kemusyrikan dan kekafiran.

Surat ini juga menunjukkan manhaj yang jelas dalam dakwah Islam bahwa ia tidak boleh menerima tawaran apapun yang bertentangan dengan tauhid. Dan demikianlah hendaknya seluruh dai mengambil jalan sebagai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil jalan.Surat Al Kafirun (الكافرون) adalah surat ke-109 dalam Al Quran. Berikut ini terjemahan, asbabun nuzul, dan tafsir Surat Al Kafirun. Surat ini terdiri asbabun nuzul surat al-kafirun adalah enam ayat dan merupakan Surat Makkiyah.

Dinamakan surat Al Kafirun yang berarti “orang-orang kafir” karena surat ini memerintahkan Rasulullah untuk berbicara kepada orang-orang kafir bahwa beliau takkan menyembah berhala yang mereka sembah. Selain itu, surat ini juga memiliki nama Surat Al ‘Ibadah. Sebabnya, surat ini memproklamirkan ibadah hanya kepada Allah dan takkan beribadah kepada berhala yang disembah orang kafir. Dinamakan pula Surat Ad Din sebagaimana ayat terakhir. Nama lainnya adalah surat Al Munabadzah dan Muqasyqasyah.

Dinamakan Muqasyqasyah atau Muqasyqisyah (penyembuh) karena kandungannya menyembuhkan dan menghilangkan penyakit kemusyrikan. Daftar Isi • Surat Al Kafirun beserta Artinya • Asbabun Nuzul • Tafsir Surat Al Kafirun • Surat Al Kafirun ayat 1 • Surat Al Kafirun ayat 2 • Surat Al Kafirun ayat 3 • Surat Al Kafirun ayat 4 • Surat Al Kafirun ayat 5 • Surat Al Kafirun ayat 6 • Penutup Tafsir Surat Al Kafirun Surat Al Kafirun beserta Artinya Berikut ini Surat Al Kafirun dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ.

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (Qul yaa ayyuhal kaafiruun, laa a’budu maa ta’buduun. Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Wa laa ana ‘aabidum maa ‘abadtum. Wa laa asbabun nuzul surat al-kafirun adalah ‘aabiduuna maa a’bud. Lakum diinukum waliya diin) Artinya: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. Baca juga: Surat Yasin Asbabun Nuzul Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul Surat Al Kafirun dalam tafsirnya. Bahwa orang-orang kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka akan menyembah Allah selama satu tahun.

Maka, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surat ini. Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait asbabun nuzul Surat Al Kafirun ini. Bahwa Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka mengatakan, “Wahai Muhammad, marilah kami menyembah Tuhan yang kamu sembah dan kamu menyembah Tuhan yang kami sembah. Kita bersama-sama ikut serta dalam perkara ini.

Jika ternyata agamamu lebih baik dari agama kami, kami telah ikut serta dan mengambil keuntungan kami dalam agamamu. Jika ternyata agama kami lebih baik dari agamamu, kamu telah ikut serta dan mengambil keuntunganmu dalam agama kami.” Penawaran seperti itu adalah penawaran yang bodoh dan konyol. Maka Allah pun menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawaban tegas bahwa Rasulullah berlepas diri dari agama mereka. Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Quran menjelaskan, bangsa Arab tidak mengingkari adanya Allah.

Akan tetapi, mereka tidak mengerti hakikat-Nya sehingga mempersekutukan-Nya. Maka, mereka beribadah kepada berhala yang mereka buat untuk menggambarkan orang shalih atau malaikat yang menjadi perantara mendekatkan diri kepada Allah. Juga menganggap malaikat adalah anak perempuan Allah. Mereka merasa heran ketika Rasulullah mendakwahkan tauhid, untuk beribadah hanya kepada Allah.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Maka, mereka menentang dakwah itu dengan berbagai cara. Setelah gagal menghentikan Rasulullah dengan menyakiti beliau, mereka menawarkan harta dan jabatan. Ketika upaya itu juga gagal, mereka mengambil jalan kompromi. Menawarkan kerjasama dengan bersama-sama menyembah Tuhan mereka selama satu tahun, lalu tahun berikutnya menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah pun menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawabannya.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Baca juga: Ayat Kursi Tafsir Surat Al Kafirun Tafsir surat Al Kafirun ini bukanlah tafsir baru. Kami berusaha mensarikan dari Tafsir Ibnu Asbabun nuzul surat al-kafirun adalah, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah.

Agar ringkas dan mudah dipahami. Surat Al Kafirun ayat 1 قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Kata qul (قل) yang berarti “katakanlah” merupakan firman Allah dan perintah-Nya agar Rasulullah menyampaikan ayat ini kepada orang-orang kafir, secara khusus kafir Quraisy.

Yakni sebagai jawaban atas tawaran mereka. Kata ini membuktikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan segala sesuatu yang diterimanya dari ayat-ayat Al Quran yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Seandainya ada sesuatu yang disembunyikan, yang paling wajar adalah menghilangkan kata qul ini. Kata al kaafiruun (الكافرون) berasal dari kata kafara (كفر) yang berarti menutup. Disebut kafir karena hatinya tertutup, belum menerima hidayah Islam.

Siapapun yang tidak menerima Islam, maka ia adalah kafir. Baik itu orang-orang musyrik maupun ahli kitab. Sebagaimana firman-Nya: إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ asbabun nuzul surat al-kafirun adalah وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al Bayyinah: 6) Namun secara spesifik, al kaarifuun yang diajak bicara di Surat Al Kafirun ini adalah orang-orang kafir Quraisy yang mengajak kerjasama menyembah Tuhan secara bergantian.

Sebagai penegasan bahwa tidak mungkin Rasulullah menyembah tuhan mereka dan tidak ada titik temu antara kemusyrikan dengan tauhid. Surat Al Kafirun ayat 2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Kata a’budu (أعبد) merupakan bentuk kata kerja masa kini dan akan datang ( fi’il mudhari’). Ini merupakan penegasan bahwa Rasulullah tidak akan menyembah tuhan mereka baik di masa kini maupun masa depan.

Menurut Ibnu Katsir, makna maa ta’buduun adalah berhala-berhala dan sekutu-sekutu yang mereka ada-adakan. Rasulullah tidak akan menyembah mereka dan tidak akan memenuhi ajakan orang kafir dalam sisa usianya. Surat Al Kafirun ayat 3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu juga tidak akan menyembah Tuhan yang disembah Rasulullah di masa kini dan masa datang.

Meskipun nantinya penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam, namun orang-orang yang mendatangi Rasulullah untuk mengajak menyembah tuhan mereka, semuanya tidak masuk Islam bahkan mati terbunuh dalam kondisi kafir. Ibnu Katsir menjelaskan, maa a’bud (ما أعبد) adalah Allah semata. Lafazh maa bermakna man.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Surat Al Kafirun ayat 4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah Ada sebagian mufassir yang menyamakan makna ayat 4 ini dengan ayat 2.

Dan menyamakan makna ayat 5 dengan ayat 3. Padahal jika diperhatikan kata yang digunakan, akan didapati makna yang terkandung di dalamnya. Kata ‘abadtum (عبدتم) merupakan bentuk kata kerja masa lampau (fi’il madhi).

Berbeda dengan kata ta’budun (تعبدون) pada ayat 2 yang merupakan fi’il mudhari’. Perbedaan maa ta’buduun dan maa ‘abadtum ini menunjukkan bahwa apa yang mereka sembah di masa kini dan esok bisa berbeda dengan apa yang mereka sembah di masa kemarin.

Sedangkan untuk Allah yang diibadahi Rasulullah, digunakan kata yang sama yakni maa a’bud. Menunjukkan asbabun nuzul surat al-kafirun adalah ibadah dan ketaatan hanya kepada Allah. Tidak akan berubah. Baca juga: Surat Al Waqiah Surat Al Kafirun ayat 5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Perhatikan redaksi ayat 3 dan ayat 5 ini. Sama-sama digunakan kata maa a’bud (ما أعبد) yang merupakan bentuk kata kerja masa kini dan masa datang ( fi’il mudhari’).

Menegaskan bahwa apa yang beliau sembah tidak berubah. Sayyid Qutb mengatakan bahwa ayat ini merupakan penegasan terhadap ayat sebelumnya agar tidak ada lagi salah sangka dan kesamaran.

Supaya tidak ada lagi prasangka dan syubhat. Syaikh Muhammad Abduh mengatakan, ayat 2 dan ayat 3 menjelaskan perbedaan yang disembah. Sedangkan ayat 4 dan 5 menjelaskan perbedaan cara beribadah. Tegasnya, yang disembah lain, cara menyembah juga lain. Surat Al Kafirun ayat 6 لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Kata diin (دين) artinya adalah agama, balasan, kepatuhan dan ketaatan. Sebagian ulama memilih makna balasan karena menurut mereka orang kafir Quraisy tidak memiliki agama. Sedangkan yang mengartikan din sebagai agama, bukan berarti Rasulullah mengakui kebenaran agama mereka namun mempersilakan menganut apa yang mereka yakini. Didahulukannya kata lakum (لكم) dan liya (لي) menggambarkan kekhususan karena masing-masing agama berdiri sendiri dan tidak perlu dicampurbaurkan. Ibnu Katsir mengutip Imam Bukhari bahwa lakum diinukum yakni kekafiran, sedangkan waliya diin yakni Islam.

Sayyid Qutb menegaskan, “Aku di sini dan kamu di sana! Tidak ada penyeberangan, tidak ada jembatan dan tidak ada jalan kompromi antara aku dan kamu!” “Sesungguhnya jahiliyah adalah jahiliyah dan Islam adalah Islam. Perbedaan antara keduanya sangat jauh.” Sedangkan Buya Hamka menegaskan dalam Tafsir Al Azhar, “Soal aqidah, di antara tauhid mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampuradukkan dengan syirik.

Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya adalah kemenangan syirik.” Baca juga: Isi Kandungan Surat Al Kafirun Penutup Tafsir Surat Al Kafirun Surat Al Kafirun adalah jawaban tegas bahwa dalam aqidah tidak ada kompromi.

Dalam ibadah tidak boleh ada pencampurbauran. Tidak mungkin Rasulullah dan orang-orang beriman menyembah berhala dan sesembahan orang kafir meskipun hanya setahun, sehari bahkan sedetik. Karena itu adalah kemusyrikan dan kekafiran. Surat ini juga menunjukkan manhaj yang jelas dalam dakwah Islam bahwa ia tidak boleh menerima tawaran apapun yang bertentangan asbabun nuzul surat al-kafirun adalah tauhid.

Dan demikianlah hendaknya seluruh dai mengambil jalan sebagai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil jalan. Demikian Surat Al Kafirun mulai dari terjemahan, asbabun nuzul, hingga tafsir. Semoga semakin menguatkan tauhid dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] < Tafsir Sebelumnya Tafsir Berikutnya > Surat Al Kautsar Surat An Nasr Sertiap kali membaca artikel ini, selalu keluar ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an.

Disertai pilihgan jawaban yang menyudutkan, yaitu: Ya Saya Mau dan Maaf Belum Mau. Tolong diberi pilihan jawaban yang lebih bijak.

Misalnya, Alkhamdulillah, Saya Sudah Lancar Membaca Al Qur`an. Dengan begitu, kami yang sudah lancar membaca dan selalu tiga kali khatam dalam setiap bulan, tidak merasa melecehkan ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an. Sertiap kali membaca artikel ini, selalu keluar ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an. Disertai pilihgan jawaban yang menyudutkan, yaitu: Ya Saya Mau dan Maaf Belum Mau.

Tolong diberi pilihan jawaban yang lebih bijak.

asbabun nuzul surat al-kafirun adalah

Misalnya, Alkhamdulillah, Saya Sudah Lancar Membaca Al Qur`an. Dengan begitu, kami yang sudah lancar membaca dan selalu tiga kali khatam dalam setiap bulan, tidak merasa melecehkan ajakan untuk belajar membaca Al Qur`an.

INI SATU-SATUNYA KOMENTAR SAYA. SEHINGGA TIDAK BENAR KALAU DUPLIKASI.
Asbabun Nuzul adalah kitab yang menjelaskan tentang kejadian sebab turunnya Al Quran berdasarkan riwayat Hadits dari berbagai hadits shoheh termasuk Bukhori & Muslim. Kitab Asbabun Nuzul yang telah banyak dikenal dan dipelajari oleh kalangan orang-orang yang mendalami Al-Islam (khusunya tentang kajian Al Quran) adalah kitab Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, yang disusun oleh Imam Jalaludin Asshuyuti.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Al Walid bin Almughirah, al 'Ashi bin Wa'il, al Aswad bin al Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw. dan asbabun nuzul surat al-kafirun adalah : " Hai Muhammad, Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah, dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah, dan kita bersekutu dalam segala hal dan Engkaulah yang memimpin kami".

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. masuk kota Makkah pada waktu fathu Makkah, Khalid bin Walid diperintahkan memasuki Makkah dari jurusan dataran rendah untuk menggempur pasukan Quraisy (yang menyerangnya) serta merampas senjatanya.

Setelah memperoleh kemenangan, maka berbondong-bondonglah kaum Quraisy masuk Islam. Berkenaan dengan peristiwa tersebut di atas lalu turunlah ( QS Surat An-Nashr 1-3). Sebagai perintah untuk memuji syukur dengan Me-Maha Sucikan Allah atas kemenangannya dan meminta ampunan atas segala kesalahan.

• ► 2022 (35) • ► May (5) • ► April (6) • ► March (8) • ► February (9) • ► January (7) • ► 2021 (106) • ► December (9) • ► November (8) • ► October (9) • ► September (11) • ► August (14) • ► July (15) • ► June (9) • ► May (6) • ► April (5) • ► March (8) • ► February (5) • ► January (7) • ► 2020 (115) • ► December (9) • ► November (4) • ► October (10) • ► September (11) • ► August (13) • ► July (11) • ► June (7) • ► May (11) • ► April (5) • ► March (10) • ► February (9) • ► January (15) • ► 2019 (125) • ► December (11) • ► November (5) • ► October (4) • ► September (6) • ► August (14) • ► July (17) • ► June (11) • ► May (8) • ► April (16) • ► March (16) • ► February (10) • ► January (7) • ► 2018 (215) • ► December (9) • ► November (12) • ► October (15) • ► September (22) • ► August (14) • ► July (10) • ► June (11) • ► May (27) • ► April (22) • ► March (26) • ► February (20) • ► January (27) • ► 2017 (191) • ► December (32) • ► November (38) • ► October (32) • ► September (27) • ► August (11) • ► July (9) • ► June (4) • ► May (5) • ► April (8) • ► March (8) • ► February (10) • ► January (7) • ▼ 2016 (192) • ► December (6) • ► November (3) • ► October (10) • ► September (14) • ► August (21) • ► July (18) • ► June (27) • ► May (21) • ► April (37) • ▼ March (26) • SEBAB-SEBAB SUJUD SAHWI • SYARAT-SYARAT SAH MENGIKUTI IMAM SHOLAT • ASBABUN NUZUL SURAT, QURAISY, AL-MAAUN DAN AL-KAUTSAR • HAL-HAL YANG TERKAIT DENGAN TAYAMMUM • HUBUNGAN SUNNAH DENGAN AL-QURA'N • HUKUM MENGKAFIRKAN ORANG ISLAM • HUKUM SYARA' / SYARIAT • KEUTAMAAN DO'A DAN DZIKIR • ADA 6 ALASAN DAGING BABI TIDAK LAYAK DIKONSUMSI • ASBABUN NUZUL SURAT AL KAFIRUN DAN AN-NASHR • ASBABUN NUZUL AL-LAHAB DAN AL-IKHLAS • ASBABUN NUZUL SURAT AL-FALAQ DAN AN-NAAS • NIKMATNYA HIDUP DALAM KETAATAN • MENYERAHKAN DIRI HANYA KEPADA ALLAH • ADAB SHOLAT BERJAMA'AH DI MASJID • 8 MANFAAT PUASA SENIN & KAMIS • ARTI DAN KEUTAMAAN NIAT • ADA ENAM JENIS BUAH YANG ADA DI Asbabun nuzul surat al-kafirun adalah • ISLAM ITU INDAH RENUGKANLAH DENGAN NURANI • MEMPERBAIKI RIZKI DALAM PASANGAN SUAMI ISTRI • HARTA DAN KEKAYAAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN • ISLAM LARANG HIDUP MEMBUJANG • ISLAM ADALAH AGAMA FITRAH MANUSIA • KISAH ATHEIS/KAFIR YANG MENDAPAT AMPUNAN ALLAH • 10 JENIS HEWAN YANG DIJAMIN MASUK SYURGA • KELOMPOK MANUSIA YANG MENDAPAT KAROMAH ALLAH SWT.

• ► February (9)

ASBABUN NUZUL SURAH AL KAFIRUN




2022 www.videocon.com