Samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Mengisahkan Nabi Harun عليه السلام tidak lepas dari kisah Nabi Musa عليه السلام, kerana beliau adalah juru bicara Nabi Musa عليه السلام ketika menghadap Firaun ataupun umat Nabi Musa عليه السلام sendiri. Kisahnya ketika Nabi Musa عليه السلام berhasil membawa umatnya keluar dari wilayah Mesir dan selamat dari kejaran Firaun yang ingin membunuh mereka.

Berbalik kepada kisah Nabi Harun عليه السلام yang ditugaskan oleh Nabi Musa عليه السلام untuk menjaga kaumnya sepeninggalan beliau naik ke Gunung Thursina. Ketika Nabi Musa عليه السلام turun dari bukit Thursina beliau terkejut, kaumnya telah tersesat. Mereka berpesta dan mensyirikkan Allah dengan menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas.

Nabi Musa عليه السلام menegur saudaranya yaitu Harun yang telah diamanahkan agar menjaga umatnya. Setelah diselidiki ternyata Samiri-lah orang yang mengajak orang – orang itu membuat patung anak sapi dan menyembahnya.

Nabi Musa عليه السلام marah sekali sehingga Samiri diusir, dan tidak boleh bergaul dengan masyarakat. Disebabkan Samiri terkena kutukan, jika ia disentuh atau menyentuh manusia maka badannya akan menjadi demam panas itulah siksaan di dunia, adapun nanti di akhirat ia akan di masukkan ke dalam neraka.

Nabi Musa berkata kepada Samiri: "Jika demikian, pergilah, (engkau adalah diusir dan dipulaukan), kerana sesungguhnya telah ditetapkan bagimu akan berkata dalam kehidupan dunia ini: ` Jangan sentuh daku ', dan sesungguhnya telah dijanjikan lagi untukmu satu balasan akhirat yang engkau tidak sekali-kali akan terlepas daripadanya. Dan (sekarang) lihatlah kepada ILAHmu yang engkau sekian lama menyembahnya, sesungguhnya kami akan membakarnya kemudian kami akan menghancur dan menaburkan serbuknya di laut sehingga hilang lenyap.

Dan (kenangkanlah) ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya: " Wahai kaumku!

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan sebab kamu menyembah patung anak lembu itu, maka bertaubatlah kamu kepada Allah yang menjadikan kamu; iaitu bunuhlah diri kamu.

Yang demikian itu lebih baik bagi kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani". Kemudian Nabi Musa عليه السلام memerintahkan kaumnya yang telah mengIlahkan patung anak sapi supaya bertaubat kepada Allah سبحانه و تعالى dengan sebenar – benarnya taubat. Tujuh puluh orang di antara kaumnya yang beriman dengan Nabi Musa عليه السلام diajak ke bukit Thursina.

Di ajak Nabi Musa عليه السلام untuk memohonkan ampun buat kaumnya yang berdosa. Setibanya di atas bukit, datanglah awan tebal yang meliputi seluruh bukit, Nabi Musa عليه السلام dan kaumnya masuk ke dalam awan itu dan mereka segera bersujud. Selagi bersujud mereka mendengar percakapan Nabi Musa عليه السلام dengan Robb-Nya. Pada saat itu timbullah keinginan di benak mereka untuk melihat Allah سبحانه و تعالى. Sebagai jawapan atas kelancangan mereka itu Allah سبحانه و تعالى mengirim halilintar yang menyambar dan meragut nyawa mereka sekaligus.

Nabi Musa عليه السلام sedih melihat nasib kelompok tujuh puluh itu, mereka adalah di kalangan orang yang beriman yang dikumpulkan dari kaumnya. Ia memohon kepada Allah سبحانه و تعالى agar mereka diampuni dosa-dosa mereka dan dihidupkan lagi. Dan (ingatlah) ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan kamu semasa Kami angkatkan bukit Tursina itu ke atas kamu (sambil kami berfirman): "Ambilah (dan amalkanlah ajaran Kitab Taurat) yang Kami berikan kepada kamu itu dengan bersungguh-sungguh, dan dengarlah (apa yang diperintahkan kepada kamu dengan mematuhinya)".

Mereka menjawab: "Kami dengar, dan kami menderhaka". Sedang kegemaran menyembah (patung) anak lembu itu telah mesra dan sebati di dalam hati mereka, dengan sebab kekufuran mereka. Katakanlah (wahai Muhammad صلى الله عليه وسلم):" Amatlah jahatnya apa yang disuruh oleh iman kamu itu kalaulah kamu orang-orang yang beriman".

• ▼ 2018 (36) • ► May (1) • ► April (3) • ► March (15) • ▼ February (17) • CUKUP CUKUPLAH WAHABI SESATKAN KEBENARAN YANG HAQ!! • CINTA AHLUL BAYT GERBANG KE TAMAN CINTA RASULALLAH ﷺ • Pengalaman WSC adalah pengalaman PALING BERNILAI d. • Pembuatan Kapal Diejek Oleh Orang-Orang Kafir I Ki. • Kisah Kesabaran Nabi Ismail (Sejarah Hari Idul Adha) • Ketabahan Nabi Yusuf Menepis segala Godaan • KISAH NABI IDRIS ALAIHI SALAM • kisah Nabi Adam Alaihisalam • KAUM YANG BERIMAN DISESATKAN SAMIRI - KISAH NABI H.

• Masih Ramai Yang Tidak Tahu Kelebihan Doa Nabi Yun. • KISAH PARA NABI DAN RASUL SEBARKAN SYAHADAH LAILAH. • Kisah Nabi Luth Alaihi Salam • Diseksa Dengan angin yang dasyat selama tujuh mala.

• Kisah Nabi Sulaiman Alaihissalam dan Ratu Balqis • 'Jangan samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah Syiah, Wahabi lebih bahaya' • Orang Kafir MELIHAT Api, Nabi Ibrahim 'Alahissalam. • Diazab kerana MERAGUi dan MENOLAK Kalimah LAILAHAI. • ► 2017 (1) • ► November (1) Mengisahkan Nabi Harun عليه السلام tidak lepas dari kisah Nabi Musa عليه السلام, kerana beliau adalah juru bicara Nabi Musa عليه السلام ketika menghadap Firaun ataupun umat Nabi Musa عليه السلام sendiri.

Kisahnya ketika Nabi Musa عليه السلام berhasil membawa umatnya keluar dari wilayah Mesir dan selamat dari kejaran Firaun yang ingin membunuh mereka. Berbalik kepada kisah Nabi Harun عليه السلام yang ditugaskan oleh Nabi Musa عليه السلام untuk menjaga kaumnya sepeninggalan beliau naik ke Gunung Thursina.

Ketika Nabi Musa عليه السلام turun dari bukit Thursina beliau terkejut, kaumnya telah tersesat. Mereka berpesta dan mensyirikkan Allah dengan menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas. Nabi Musa عليه السلام menegur saudaranya yaitu Harun yang telah diamanahkan agar menjaga umatnya. Setelah diselidiki ternyata Samiri-lah orang yang mengajak orang – orang itu membuat patung anak sapi dan menyembahnya.

Nabi Musa عليه السلام marah sekali sehingga Samiri diusir, dan tidak boleh bergaul dengan masyarakat. Disebabkan Samiri terkena kutukan, jika ia disentuh atau menyentuh manusia maka badannya akan menjadi demam panas itulah siksaan di dunia, adapun nanti di akhirat ia akan di masukkan ke dalam neraka.

Nabi Musa berkata kepada Samiri: "Jika demikian, pergilah, (engkau adalah diusir dan dipulaukan), kerana sesungguhnya telah ditetapkan bagimu akan berkata dalam kehidupan dunia ini: ` Jangan sentuh daku ', dan sesungguhnya telah dijanjikan lagi untukmu satu balasan akhirat yang engkau tidak sekali-kali akan terlepas daripadanya.

Dan samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah lihatlah kepada ILAHmu yang engkau sekian lama menyembahnya, sesungguhnya kami akan membakarnya kemudian kami akan menghancur dan menaburkan serbuknya di laut sehingga hilang lenyap.

Dan (kenangkanlah) ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya: " Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan sebab kamu menyembah patung anak lembu itu, maka bertaubatlah kamu kepada Allah yang menjadikan kamu; iaitu bunuhlah diri kamu.

Yang demikian itu lebih baik bagi kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani". Kemudian Nabi Musa عليه السلام memerintahkan kaumnya yang telah mengIlahkan patung anak sapi supaya bertaubat kepada Allah سبحانه و تعالى dengan sebenar – benarnya taubat. Tujuh puluh orang di antara kaumnya yang beriman dengan Nabi Musa عليه السلام diajak ke bukit Thursina.

Di ajak Nabi Musa عليه السلام untuk memohonkan ampun buat kaumnya yang berdosa. Setibanya di atas bukit, datanglah awan tebal yang meliputi seluruh bukit, Nabi Musa عليه السلام dan kaumnya masuk ke dalam awan itu dan mereka segera bersujud.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Selagi bersujud mereka mendengar percakapan Nabi Musa عليه السلام dengan Robb-Nya. Pada saat itu timbullah keinginan di benak mereka untuk melihat Allah سبحانه و تعالى. Sebagai jawapan atas kelancangan mereka itu Allah سبحانه و تعالى mengirim halilintar yang menyambar dan meragut nyawa mereka sekaligus. Nabi Musa عليه السلام sedih melihat nasib kelompok tujuh puluh itu, mereka adalah di kalangan orang yang beriman yang dikumpulkan dari kaumnya. Ia memohon kepada Allah سبحانه و تعالى agar mereka diampuni dosa-dosa mereka dan dihidupkan lagi.

Dan (ingatlah) ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan kamu semasa Kami angkatkan bukit Tursina itu ke atas kamu (sambil kami berfirman): "Ambilah (dan amalkanlah ajaran Kitab Taurat) yang Kami berikan kepada kamu itu dengan bersungguh-sungguh, dan dengarlah (apa samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah diperintahkan kepada kamu dengan mematuhinya)". Mereka menjawab: "Kami dengar, dan kami menderhaka". Sedang kegemaran menyembah (patung) anak lembu itu telah mesra dan sebati di dalam hati mereka, dengan sebab kekufuran mereka.

Katakanlah (wahai Muhammad صلى الله عليه وسلم):" Amatlah jahatnya apa yang disuruh oleh iman kamu itu kalaulah kamu orang-orang yang beriman".
Samiri Menyuruh Kaum Nabi Musa Dan Nabi Harun Menyembah Aug 22, 2021 Samiri, Pencipta Patung Sapi di Zaman Nabi Musa yang Kisahnya Abadi di Dalam Al-Qur’an - Boombastis Samiri, Pencipta Patung Sapi di Zaman Nabi Musa yang Kisahnya Abadi di Dalam Al-Qur’an - Boombastis Menengok Patung Samiri di Sinai dan Makam Nabi Harun Patung Sapi Betina Samiri yang Bisa Bersuara - Ebook Anak Saling Bunuh Umat Nabi Musa Setelah Penyembahan Sapi, Korban 70.000 Orang Patung Sapi Betina Samiri yang Bisa Bersuara - Ebook Anak Kisah Nabi Harun, Saudara yang Selalu Setia Menemani Dakwah Nabi Musa - KABAR NUSANTARA Samiri, Pencipta Patung Samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah di Zaman Nabi Musa yang Kisahnya Abadi di Dalam Al-Qur’an - Boombastis Siapakah Samiri (Musa bin Zhufar) atau Musa Samiri Nabi Harun Mengukir Tuhan Patung Lembu Emas?

- askislam Samiri, Pencipta Patung Sapi di Zaman Nabi Musa yang Kisahnya Abadi di Dalam Al-Qur’an - Boombastis ALKITAB DAN ALQURAN BERSELISIH TENTANG PATUNG ANAK LEMBU EMAS - Dakwah Agama Kisah Pengkhianatan Samiri dalam Al-Quran Sekilas tentang Nabi Musa AS, Nabi Harun AS dan Samiri - tazakka.or.id Dongeng Anak Islami - Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun Kisah Nabi Musa dan Kisah Nabi Harun adalah cerita anak muslim yang paling kakak ingat.

Cerita anak islami ini diceritakan oleh guru Kisah Nabi Harun A.S, dan Pemberontakan Korah terhadap firaun Kisah Nabi Harun a.s. - Religious Studies - Quizizz Sejarah Lengkap Kisah Nabi Musa AS - SEJARAH Blog Kisah Bani Israil Penyembah Patung Sapi - Aktual.com Bani Israel Minta Musa Memperlihatkan Tuhan - Ebook Anak Dongeng Legenda & Cerita Rakyat - ~¤{Kisah Nabi Harun AS dan Patung Anak Sapi}¤~ Mengisahkan Nabi Harun AS tidak bisa lepas dari kisah Nabi Musa, karena ia adalah juru bicara Nabi Musa Menengok Patung Samiri di Sinai dan Makam Nabi Harun Sejarah Lengkap Kisah Nabi Musa AS - SEJARAH Blog Cerita Anak Muslim : Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun Kisah Firaun Dan Nabi Musa, Serta Dialog Dengan Allah Dongeng Legenda & Cerita Rakyat - ~☆[Kisah Nabi Musa As]☆~ Nabi Musa lahir dan diutus untuk berdakwah di Mesir ditemani oleh saudaranya yang bernama Nabi Harun.

Setelah melalui berbagai rintangan dan cobaan, Kelas 4 Kisah keteladanan Nabi Musa dan Harun - Quizizz Kisah Nabi Musa & Nabi Harun AS Lengkap Kisah Nabi Musa & Para Penyembah Anak Sapi – Hisbah.net Cara Samiri Membuat Patung Emas Anak Sapi - Literasi, Buku anak, Dongeng sebelum tidur Bagaimana Cara Nabi Musa Mencegah Umatnya Menyembah Patung Anak Sapi? - Ebook Anak Kisah Nabi Harun, Saudara yang Setia Mendampingi Nabi Musa - kumparan.com Kisah Asal usul Nabi Harun dan Mukjizatnya - Kuwaluhan.com Kisah Samiri dan taubat di zaman Nabi Musa Kisah Nabi Harun, Saudara yang Setia Mendampingi Nabi Musa - kumparan.com Kisah Pengkhianatan Samiri - Republika Online Kisah Nabi Harun, Sang Juru Bicara Nabi Musa - jadiberita.com √ Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat Harun - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kisah Lengkap Nabi Harun as - Dunia Nabi Samiri, Pencipta Patung Sapi di Zaman Nabi Musa yang Kisahnya Abadi di Dalam Al-Qur’an - Boombastis Kisah Nabi Harun a.s.

- Religious Studies - Quizizz Tuhan-Tuhan Bani Israel dan Misi Tauhid Nabi Musa • Nabi Musa -alaihis salam- Samiri dan Debu Kuda Malaikat Jibril - Ebook Anak Kisah 25 Nabi dan Rasul - 15. Musa AS Nabi Musa AS diutus untuk berdakwah di negeri Mesir, dan mengajak Bani Israil menyembah Allah SWT.

Musa dan Harun adalah keturunan ke-4 dari Kisah Nabi Harun, Saudara yang Setia Mendampingi Nabi Musa - kumparan.com Kisah Nabi Harun yang Selalu Setia Menemani Dakwah Nabi Musa Bani Israil Menyembah Anak Sapi - Majalah Islam Asy-Syariah Kisah Nabi Musa as [16] - islamaktual Kisah Nabi Harun, Saudara yang Selalu Setia Menemani Dakwah Nabi Musa - Merdeka.com - LINE TODAY Kisah Nabi Musa as: Lahir Hingga Wafat (Lengkap) - Ilmusiana SEJARAH NABI HARUN AS DAN APA TUGASNYA – Sejarah Perkembangan Islam di Dunia PENILAIAN PAIDBP KELAS IV KISAH NABI HARUN DAN NABI ZULKIFLI - Quizizz Kisah Nabi Musa As dan Nabi Harun AS - Membangun Inspirasi Kisah Nabi: Kutukan Penyakit Demam di Masa Nabi Musa dan Harun Nabi Harun AS, Saat Terakhir di Puncak Gunung Hor Nabi Harun dan Perjalanannya Dari Lahir Sampai Wafat [Complete] Nabi Harun : Menjaga Kaum Bani Israil Dari Kekufuran Nabi Harun dan Perjalanannya Dari Lahir Sampai Wafat [Complete] Kritik Kabinet Indonesia Maju dan “Oknum” Samiri Halaman all - Kompasiana.com Kisah Samiri dan Patung Anak Sapi - Republika Online Kisah Nabi Musa Dan Nabi Harun - Kisah Dongeng Dan Cerita Rakyat Bagaimana Sikap Samiri Sepeninggal Nabi Musa?

- Agama, Sepuluh, Patung Mengupas tentang islam dari A sampai Z - KISAH NABI HARUN Mengisahkan nabi Harun tidak lepas dari kisah nabi Musa, kerena ia adalah juru bicara nabi Musa ketika menghadap Fir”aun ataupun umat Kisah Nabi Musa as: Lahir Hingga Wafat (Lengkap) - Ilmusiana Kisah Nabi Harun, Saudara yang Setia Mendampingi Nabi Musa - kumparan.com Kisah Nabi Harun, Sang Juru Bicara Nabi Musa - jadiberita.com Apa Alasan Nabi Musa Memarahi Nabi Harun?

- Ebook Anak Afrakids - Harun dilahirkan empat tahun sebelum Musa. Beliau yang fasih berbicara dan mempunyai pendirian tetap sering mengikuti Musa dalam menyampaikan dakwah kepada Firaun, Hamman dan Qarun. Nabi Musa sendiri mengakui saudaranya Kisah Lengkap Nabi Musa dan Harun ‘Alaihimasssalam – Muslimah Salafy Musa - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kesetiaan Nabi Harun, Kawan Seperjalanan Nabi Musa Menengok Patung Samiri di Sinai dan Makam Nabi Harun Nabi Musa 1527 SM – 1407 SM ~ Perpustakaan Tanah Impian bacakan bahasa arabnya dan ceritakan yang kalian tahu tentang kisah nabiharun a.s.

- Brainly.co.id Musa - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kisah Nabi Harun, Sang Juru Bicara Nabi Musa - Cerita Islami KISAH NABI MUSA DAN NABI HARUN AS - Jamaah tabligh, Dakwah Tabligh, Khuruj, Bayan Musa - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Dajjal Sudah Ada di Sebuah Pulau - Mimpi pejuang Kisah Nabi Musa, Nabi Harun Serta Kaum Bani Isra’il - STAI DARUNNAJAH JAKARTA Kisah Nabi Musa Dan Kezaliman Raja Fir’aun - STAI DARUNNAJAH JAKARTA Apakah Samiri adalah Dajjal?.

Samiri adalah pengikut Nabi Musa… - by Wiji Al Jawi - Islampedia Pin on ebookanak.com Kaum yang beriman disesatkan samiri kisah nabi harun عليه السلام rojak sambal by Mohd Azmir - issuu Prophet Muhammad, Ayyub, Musa, Harun & Zulkifli, - Quizizz Pesan Bonda - Harun bin Imran bin Qahats bin Azar bin Lawi bin Yaakub bin Ishak samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah Ibrahim.

Beliau adalah kakak Nabi Musa, diutus untuk membantu Musa memimpin Bani Israel ke jalan Kisah Nabi Musa - PDF Kisah Nabi Musa as: Lahir Hingga Wafat (Lengkap) - Ilmusiana Kisah Keteladanan Nabi Harun as - Quizizz Nabi Musa Menghidupkan Orang Meninggal - Panduan belajar, Literasi, Buku anak Sekilas tentang Nabi Musa AS, Nabi Harun AS dan Samiri - tazakka.or.id Musa - Wikiwand Kisah Nabi Musa AS - JiwarOsak pengikut Nabi Musa yang murtad yang membuat patung sapi adalah - Brainly.co.id Kisah islami - Kisah Nabi Harun As Dan Patung Anak Sapi - Facebook Nilai-nila Kepemimpinan Musa AS Nabi Harun dan Perjalanannya Dari Lahir Sampai Wafat [Complete] Kisah Nabi Harun, Saudara yang Selalu Setia Menemani Dakwah Nabi Musa - merdeka.com Senam Kesegaran Jasmani Termasuk Senam Butuh Seseorang Yang Mengerti Contoh Murtad Tanpa Sadar Tokoh Idola Islam Macam Macam Segitiga Dan Sifatnya Alat Ukir Batu Listrik Elemen Sistem Informasi Gambar Zaman Arkaekum Don T Talk Too Much Annunaki • Perang padri merupakan konflik yang terjadi antara kaum padri dan kaum adat karena • Latar belakang terjadinya perang antara kaum padri dan kaum adat adalah • Perang pertama kali dilakukan oleh kaum muslimin terhadap kaum musyrikin quraisy adalah • Perang yang pertama kali dilakukan kaum muslimin melawan kaum quraisy adalah • Salah satu sikap yang meneladani keberanian nabi musa as yaitu • Kisah nabi musa memberi contoh kepada kita tentang • Bagaimana reaksi kaum quraisy terhadap hijrah nabi muhammad dan pengikutnya • Nabi dan rasul yang diutus untuk kaum bani israil adalah • Tugu batu yang berfungsi untuk menyembah roh nenek moyang disebut • Setelah nabi muhammad saw berdakwah kepada kaum kafir quraisy sikap mereka • Setelah nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam berdakwah kepada kaum kafir quraisy sikap mereka • Setelah nabi muhammad berdakwah kepada kaum kafir quraisy sikap mereka • Apa yang kamu lakukan jika guru menyuruh menerangkan sebuah gambar • Ayat yang menyuruh kita untuk menafkahkan harta adalah • Mansa musa ruled during the "golden age" of _____.

• Which of the following was a consequence of mansa musa's pilgrimage to mecca in 1324–1325? • Which was an unintended result of musa’s pilgrimage to mecca? • Mansa musa, the monarch of 14th century mali, is most remembered for • Nabi yahya as terkenal sebagai seorang nabi yang teguh pendirian dalam • Diantara nabi berikut ini yang menerima suhuf adalah nabi
Sinai – Kisah perjuangan mendakwahkan tauhid oleh Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS selalu mendapatkan rintangan.

Setelah berhasil lolos dari kejaran Firaun dan bala tentaranya, kedua Rasul kakak beradik itu dihadapkan pada tantangan internal, yaitu dari salah satu pengikutnya: Samiri. Dialah yang membelokkan kembali kaum Nabi Musa AS untuk menyembah berhala dalam bentuk patung seekor lembu Samiri adalah salah seorang tokoh dalam barisan pengikut Nabi Musa yang telah berkhianat.

Kisahnya, silahkan simak ayat-ayat Surat Thaha 77-98 berikut ini: (وَلَقَدۡ أَوۡحَیۡنَاۤ إِلَىٰ مُوسَىٰۤ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِی فَٱضۡرِبۡ لَهُمۡ طَرِیقࣰا فِی ٱلۡبَحۡرِ یَبَسࣰا لَّا تَخَـٰفُ دَرَكࣰا وَلَا تَخۡشَىٰ ۝ فَأَتۡبَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ بِجُنُودِهِۦ فَغَشِیَهُم مِّنَ ٱلۡیَمِّ مَا غَشِیَهُمۡ ۝ وَأَضَلَّ فِرۡعَوۡنُ قَوۡمَهُۥ وَمَا هَدَىٰ ۝ یَـٰبَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ قَدۡ أَنجَیۡنَـٰكُم مِّنۡ عَدُوِّكُمۡ وَوَ ٰ⁠عَدۡنَـٰكُمۡ جَانِبَ ٱلطُّورِ ٱلۡأَیۡمَنَ وَنَزَّلۡنَا عَلَیۡكُمُ ٱلۡمَنَّ وَٱلسَّلۡوَىٰ ۝ كُلُوا۟ مِن طَیِّبَـٰتِ مَا رَزَقۡنَـٰكُمۡ وَلَا تَطۡغَوۡا۟ فِیهِ فَیَحِلَّ عَلَیۡكُمۡ غَضَبِیۖ وَمَن یَحۡلِلۡ عَلَیۡهِ غَضَبِی فَقَدۡ هَوَىٰ ۝ وَإِنِّی لَغَفَّارࣱ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحࣰا ثُمَّ ٱهۡتَدَىٰ ۝ ۞ وَمَاۤ أَعۡجَلَكَ عَن قَوۡمِكَ یَـٰمُوسَىٰ ۝ قَالَ هُمۡ أُو۟لَاۤءِ عَلَىٰۤ أَثَرِی وَعَجِلۡتُ إِلَیۡكَ رَبِّ لِتَرۡضَىٰ ۝ قَالَ فَإِنَّا قَدۡ فَتَنَّا قَوۡمَكَ مِنۢ بَعۡدِكَ وَأَضَلَّهُمُ ٱلسَّامِرِیُّ ۝ فَرَجَعَ مُوسَىٰۤ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ غَضۡبَـٰنَ أَسِفࣰاۚ قَالَ یَـٰقَوۡمِ أَلَمۡ یَعِدۡكُمۡ رَبُّكُمۡ وَعۡدًا حَسَنًاۚ أَفَطَالَ عَلَیۡكُمُ ٱلۡعَهۡدُ أَمۡ أَرَدتُّمۡ أَن یَحِلَّ عَلَیۡكُمۡ غَضَبࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ فَأَخۡلَفۡتُم مَّوۡعِدِی ۝ قَالُوا۟ مَاۤ أَخۡلَفۡنَا مَوۡعِدَكَ بِمَلۡكِنَا وَلَـٰكِنَّا حُمِّلۡنَاۤ أَوۡزَارࣰا مِّن زِینَةِ ٱلۡقَوۡمِ فَقَذَفۡنَـٰهَا فَكَذَ ٰ⁠لِكَ أَلۡقَى ٱلسَّامِرِیُّ) (فَأَخۡرَجَ لَهُمۡ عِجۡلࣰا جَسَدࣰا لَّهُۥ خُوَارࣱ فَقَالُوا۟ هَـٰذَاۤ إِلَـٰهُكُمۡ وَإِلَـٰهُ مُوسَىٰ فَنَسِیَ ۝ أَفَلَا یَرَوۡنَ أَلَّا یَرۡجِعُ إِلَیۡهِمۡ قَوۡلࣰا وَلَا یَمۡلِكُ لَهُمۡ ضَرࣰّا وَلَا نَفۡعࣰا ۝ وَلَقَدۡ قَالَ لَهُمۡ هَـٰرُونُ مِن قَبۡلُ یَـٰقَوۡمِ إِنَّمَا فُتِنتُم بِهِۦۖ وَإِنَّ رَبَّكُمُ ٱلرَّحۡمَـٰنُ فَٱتَّبِعُونِی وَأَطِیعُوۤا۟ أَمۡرِی ۝ قَالُوا۟ لَن نَّبۡرَحَ عَلَیۡهِ عَـٰكِفِینَ حَتَّىٰ یَرۡجِعَ إِلَیۡنَا مُوسَىٰ ۝ قَالَ یَـٰهَـٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذۡ رَأَیۡتَهُمۡ ضَلُّوۤا۟ ۝ أَلَّا تَتَّبِعَنِۖ أَفَعَصَیۡتَ أَمۡرِی ۝ قَالَ یَبۡنَؤُمَّ لَا تَأۡخُذۡ بِلِحۡیَتِی وَلَا بِرَأۡسِیۤۖ إِنِّی خَشِیتُ أَن تَقُولَ فَرَّقۡتَ بَیۡنَ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ وَلَمۡ تَرۡقُبۡ قَوۡلِی ۝ قَالَ فَمَا خَطۡبُكَ یَـٰسَـٰمِرِیُّ ۝ قَالَ بَصُرۡتُ بِمَا لَمۡ یَبۡصُرُوا۟ بِهِۦ فَقَبَضۡتُ قَبۡضَةࣰ مِّنۡ أَثَرِ ٱلرَّسُولِ فَنَبَذۡتُهَا وَكَذَ ٰ⁠لِكَ سَوَّلَتۡ لِی نَفۡسِی ۝ قَالَ فَٱذۡهَبۡ فَإِنَّ لَكَ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ أَن تَقُولَ لَا مِسَاسَۖ وَإِنَّ لَكَ مَوۡعِدࣰا لَّن تُخۡلَفَهُۥۖ وَٱنظُرۡ إِلَىٰۤ إِلَـٰهِكَ ٱلَّذِی ظَلۡتَ عَلَیۡهِ عَاكِفࣰاۖ لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُۥ فِی ٱلۡیَمِّ نَسۡفًا ۝ إِنَّمَاۤ إِلَـٰهُكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِی لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۚ وَسِعَ كُلَّ شَیۡءٍ عِلۡمࣰا [سورة طه 77 – 98] 77.

Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, engkau tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).” 78. Kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.

79. Dan Fir‘aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk 80. Wahai Bani Israil!

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa. 81. Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia. 82. Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.

83 “Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?” 84. Dia (Musa) berkata, “Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau ridha (kepadaku).” 85. Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.” 86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati.

Dia (Musa) berkata, “Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?” 87. Mereka berkata, “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir‘aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya, 88.

kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, “Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa.” 89.

Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat mau-pun mendatangkan manfaat kepada mereka? 90. Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.” 91.

Mereka menjawab, “Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami.” 92.

Mereka menjawab, “Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami.” 93. Dia (Musa) berkata, “Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat, 94. (sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?” 95.

Dia (Harun) menjawab, “Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), ‘Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku.’” 96.

Dia (Musa) berkata, “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?” 97. Dia (Samiri) menjawab, “Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku.” 98.

Dia (Musa) berkata, “Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku),’. Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak akan dapat engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya.

Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan). 99. Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” (كَذَ ٰ⁠لِكَ نَقُصُّ عَلَیۡكَ مِنۡ أَنۢبَاۤءِ مَا قَدۡ سَبَقَۚ وَقَدۡ ءَاتَیۡنَـٰكَ مِن لَّدُنَّا ذِكۡرࣰا ۝ مَّنۡ أَعۡرَضَ عَنۡهُ فَإِنَّهُۥ یَحۡمِلُ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ وِزۡرًا ۝ خَـٰلِدِینَ فِیهِۖ وَسَاۤءَ لَهُمۡ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ حِمۡلࣰا ۝ یَوۡمَ یُنفَخُ فِی ٱلصُّورِۚ وَنَحۡشُرُ ٱلۡمُجۡرِمِینَ یَوۡمَىِٕذࣲ زُرۡقࣰا) [سورة طه 99 – 102] 100.

Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al-Qur’an) dari sisi Kami. 101. Barangsiapa berpaling darinya (Al-Qur’an), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat, 102. mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat, 103.

pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram, Jadi, inti samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah Nabi Musa AS adalah tauhid: Meng-Esa-kan Allah SWT.

Maka, segala bentuk penyimpangan dari tauhid akan binasa sebagaimana binasanya musuh-musuh Musa itu. Penggalan kisah ini diceritakan kembali kepada Nabi Muhammad SAW yang direkam dalam Al-Quran. Agar kisah-kisah itu menjadi peringatan bagi kita semuanya. @anangrikza Sinai, 5 Desember 2019
• l • b • s Musa bin Zafar [1] ( Arab: موسى بن ظفر السامري Musa bin Zafar Samaria; السامري as-Sāmirī) adalah seseorang dari bani Israel yang membuat berhala sapi emas, karena bani Israel selalu meminta alat peraga untuk menyembah Allah.

[2] Ia dikisahkan menjadi pengikut Nabi Musa yang kemudian menjadi sesat, dan ia merupakan salah satu tokoh kafir yang disebut dalam Al-Qur'an. Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Biografi • 3 Hukuman bagi Bani Israel • 4 Lihat pula • 5 Catatan kaki • 6 Referensi • 7 Pranala luar Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Musa bin Zafar yang lebih dikenal sebagai Samiri, karena menurut pendapat sahabat nabi, ia penduduk desa Samarra [1] [3] atau as-Samirah.

Pendapat lain mengatakan nama Samiri adalah penisbatan kepada salah satu kabilah bani Israil, [4] sedangkan menurut pendapat lain mengatakan bahwa, Musa Samiri adalah orang Bajarma, [1] salah seorang penduduk yang menyembah sapi. Samiri berasal dari bahasa Arab dan digunakan secara meluas oleh penduduk Albania. Samiri adalah sebuah variasi dari " Samir" bagi pengguna bahasa Albania, Arab, India dan Iran yang berasal dari bahasa Arab yaitu " Samara". [5] Bentuk feminim dari " Samir" adalah " Samira".

[6] Secara etimologi kata Samiri sering dihubungkan dengan wilayah Samaria atau kerajaan Israel Utara, meski belum ada bukti yang kuat mengenai keterkaitan antara seorang Israel bernama Samiri dengan wilayah yang ditempati sebagian Bani Israel di Utara Tanah Kana'an. Biografi [ sunting - sunting sumber ] Menurut Muhammad Ibnu Ishaq (704 M-767 M) penyusun kitab "Sirat ar-Rasulullah", meriwayatkan kisah dari Ibnu Abbas, mengatakan bahwa, “ Samiri adalah samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah penduduk Bajarma dan dia berasal daripada kaum yang menyembah berhala.

Dalam dirinya telah tertanam kecintaan kepada penyembahan terhadap patung dan berhala sapi. Samiri menampakkan dirinya adalah pengikut Musa di hadapan Bani Israil namun hatinya bergelojak dengan kepercayaan nenek-moyangnya.

Menurut Muhammad Ibnu Ishaq, Samiri adalah nama panggilan bagi seorang individu kufur bernama Musa bin Zafar.” Dalam kisah-kisah Islam, baik dari Al-Qur'an ataupun riwayat-riwayat, Samiri dikisahkan merupakan tokoh yang menyesatkan Bani Israel. Bani Israel diperintahkan oleh Samiri untuk membawa perhiasan emas milik orang-orang Mesir, lalu Samiri menganjurkan agar perhiasan itu dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakannya dalam suatu lubang untuk dijadikan patung berbentuk anak lembu.

Kemudian mereka melemparkannya dan diikuti pula oleh Samiri. Akhirnya Samiri berhasil membuat berhala anak sapi betina terbuat dari emas. Setelah berhala itu jadi, dikatakannya sebagai Tuhan Bani Israel dan Tuhan Musa. Kejadian tersebut sewaktu Musa menerima wahyu Taurat di bukit Sinai. Samiri meletakkan bekas jejak kuda malaikat Jibril yang memimpin Musa dan Bani Israel melewati Laut Merah, sehingga bisa mengeluarkan suara jika tertiup angin.

Ia memiliki ilmu sihir, sebuah ilmu yang ia dipelajari sewaktu berada di Mesir. Belum hilang pula kepercayaannya terhadap kekuatan dewa yang ia yakini, yaitu agama paganisme, Samiri harus mempercayai ke-Esaan Tuhan Musa. Sekte pagan yang memengaruhi Samiri adalah ajaran yang terdapat di Mesir Kuno.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Sebuah bukti penting yang mendukung kesimpulan ini adalah bahwa anak sapi emas yang disembah bani Israil saat Musa berada di Gunung Sinai, sebenarnya adalah tiruan dari berhala Mesir, yaitu Hathor dan Aphis.

[7] Seorang penulis yang beragama Kristen Richard Rives dalam bukunya yang berjudul " Too Long in the Sun", menulis: "Hathor dan Aphis, dewa-dewa sapi betina dan jantan bangsa Mesir, merupakan perlambang dari penyembahan matahari. Penyembahan mereka hanyalah satu tahapan di dalam sejarah pemujaan matahari oleh bangsa Mesir.

Anak sapi emas di Gunung Sinai adalah bukti yang lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa pesta yang dilakukan berhubungan dengan penyembahan matahari…." [8] Setelah berhala anak sapi itu dihancurkan dengan cara dibakar oleh Musa dan dibuang ke laut, [9] lalu ia di usir dari kelompoknya dan tak pernah ada yang tahu lagi keberadaannya. Ritual pemujaan berhala sapi emas dibuat oleh Nicolas Poussin: citra yang di tampilkan terpengaruh gaya Romawi Greco bacchanal Hukuman bagi Bani Israel [ sunting - sunting sumber ] Setelah ada perintah Allah untuk hijrah dari Mesir ke Baitul Maqdis, beberapa Bani Israel ada yang ingkar kepada Allah, salah satunya adalah Samiri dan Allah memberikan hukuman kepada mereka dengan mengurung mereka selama empat puluh tahun di Padang Tih.

Selama itu mereka tak tahu jalan arah, mereka hanya berputar-putar disana. Selama itu pula Allah tetap memberikan karunia kepada mereka dengan melindungi mereka dengan awan, sehingga mereka tidak kepanasan dan menurunkan makanan yang bernama Manna dan Salwa. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Fir'aun • Haman • Qarun • Ubay bin Khalaf • Anak lembu emas Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c Musa said to As-Samiri, " What caused you to do what you did?

What presented such an idea to you causing you to do this?" Muhammad bin Ishaq reported from Ibnu `Abbas that he said, " As-Samiri was a man from the samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah of Bajarma, a people who worshipped cows. He still had the love of cow worshipping in his soul. However, he acted as though he had accepted Islam with the Children of Israel.

His name was Musa bin Zafar." Qatadah said, " He was from the village of Samarra." "How As-Samiri made the Calf" written by Ibn Kathir. • ^ "Sejarah Singkat Bani Israil " 10.

Pada saat itu seorang Yahudi, “Musa Samiri” membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah oleh Bani Israil, karena orang Yahudi selalu minta alat peraga untuk menyembah Yehowa. • ^ "Qatadah said, "He was from the village of Samarra. ". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2009-07-28. • ^ Sekilas Tentang Samiri di Asy-Syariah.com • ^ Arti Samiri disitus web babynamespedia.com • ^ Bentuk feminim dari Samir disitus web babynamespedia.com • ^ Anak sapi emas • ^ Richard Rives, "Too Long in the Sun", Partakers Pub., 1996, hal.

130-31 • ^ Musa berkata: "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: "Janganlah menyentuh (aku)"[941], dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).

( Surat Thaha20:97) Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Pesantren virtual.com Samiri dari suku Assamirah Diarsipkan 2014-10-24 di Wayback Machine.

• kisah dibalik Kaballah • Kisah Samiri Pembuat Anak Sapi • Ibrah (Pelajaran) “Kisah Sapi Betina“ Al-Ustadz Abu Muhammad Harits di Asy-Syariah.com Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) Tafsir (Sura 7: verse 152) - false religion (the golden calf) • (Inggris) Tafsir Ibn Kathir Tafsir.com Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine.

• Samiri di Media Isnet.org • Halaman ini terakhir diubah pada 16 Februari 2022, pukul 03.55. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Nabi Harun Di antara Nabi yang wajib diimani oleh umat Islam, Rasul Harun yaitu salah satunya. Ia ialah Rasul yang selalu dikaitkan dengan Rasul Musa. Salah satu alasannya adalah karena keduanya masih ternilai bersanak. Keduanya diutus maka itu Halikuljabbar untuk berdakwah dan membela legalitas.

Serta mengajarkan tajali nan baik kepada sekalian umat Anak lelaki Israel. Memahami sejarah dan kisah hidup Rasul Harun tidak kalah bermanfaat bikin dilakukan. Sehingga, selain memercayai manusia pula harus cekut pelajaran dan tauladan darinya. Dengan demikian, turunan akan senantiasa memperbaiki diri sehingga menjadi manusia yang bertambah baik lagi lewat hipotetis para Utusan tuhan. Berikut ini adalah beberapa kisah Nabi Harun yang tercatat di dalam khazanah Selam.

Kisah Nabi Harun Ibarat Juru Bicara Utusan tuhan Musa Nama Harun seorang sekurang-kurangnya disebutkan sebanyak 20 mungkin di dalam kitab suci Al-Qur’an. Ia memiliki nama contoh Harun Kacang Imran Bin Qahats Kedelai Azar Bin Lawi Kacang Ya’qub Bin Ishak Kacang Ibrahim.

Harun lahir terlebih dahulu dibandingkan Musa. Empat hari sesudah Utusan tuhan Harun lahir, barulah Nabi Musa dilahirkan dari kandungan yang selevel.

Sehingga, beliau adalah kakak dari Utusan tuhan Musa. Harun adalah keseleo suatu Nabi nan diciptakan maka itu Sang pencipta kerjakan menggauli dan kontributif Nabi Musa di dalam menegakkan ajaran Almalik. Diangkat Nabi Harun menjadi koteng Rasul adalah plong perian 1450 an SM. Ia ditugaskan untuk mengerjakan dakwah dan memberi peringatan kepada Fir’aun dan juga Ibnu Israil di Mesir. Rasul Harun dilahirkan andai seseorang yang sangat tukang kerumahtanggaan bersabda.

Di samping itu, sira juga memiliki pendirian yang sangat tegas dan berani. Sehingga, ia bersama Nabi Musa akan menyampaikan ajaran dan dakwah kepada para yamtuan yang sesat dan bertele-tele. Bahkan, kelebihannya dalam berbicara diakui maka itu Rasul Musa dalam sebuah riwayat. Anda pula dinobatkan ibarat juru wicara Nabi Musa. Dijadikannya Nabi Harun sebagai juru bicara karuan sekadar bukan minus alasan.

Pada suatu ketika, suka-suka kejadian tertentu nan membuat lidah Nabi Musa menjadi kelu dan tidak dapat berbicara dengan fasih. Karena saat Fir’aun menyuruh Musa untuk memilih antara api dan juga roti, Halikuljabbar memberikan ramalan untuk memintal jago merah mudahmudahan ia selamat dari Fir’aun.

Dengan hadirnya Utusan tuhan Harun, maka ia menjadi sangat meringankan beban dakwah yang diemban oleh Rasul Musa. Bahkan, Nabi Harun sering membantu dan menggantikan posisi Nabi Musa cak bagi memimpin umat. Salah satu sosok nan pertautan dihadapi maka itu Utusan tuhan Harun adalah Fir’aun yang merupakan ayah angkat Utusan tuhan Musa. Kisah Nabi Harun dan Nabi Musa Menghadap Samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah Sreg satu detik, karena miris melihat Ibni Israel yang di bawah belenggu kedzaliman, maka Nabi Musa dan Nabi Harun hendak melakukan dakwah dan mengasihkan peringatan kepada Fir’aun.

Rasul Harun sekali lagi merasa sangat bergembira karena Anak lelaki Israil akan segera bebas dan dikeluarkan dari Mesir. Mereka berhasrat Allah akan mengebumikan dan menerimakan kekuatan kepada mereka. Ketika mereka sedang memasrahkan suatu peringatan kepada Fir’aun, ia malah mengolok dan mengejek keduanya. Fir’aun merasa sangat kesal karena Utusan tuhan Musa nan dirawatnya sejak mungil sampai-sampai menciptakan menjadikan onar dan melarikan diri.

Kemudian, saat Nabi Musa berusaha bikin mengajak Fir’aun kepada agama dan kebaikan, Fir’aun apalagi mengingkari semua keadaan tersebut.

Bahkan, Fir’aun kembali menegaskan bahwa rasul yang ditugaskan untuk memberikan suatu dakwah dan peringatan merupakan orang-orang sinting.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Dan Fir’aun sama sekali enggak beriman dengan Utusan tuhan Musa. Kemudian menanyakan suatu bukti kepadanya sehingga kerasulan Musa bisa diakui.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Menuruti permintaan dari Fir’aun, Nabi Musa pun serempak menggagalkan sebuah tongkat. Ketika tongkat tersebut dilempar, maka ia langsung berubah menjadi ular bura. Dan ketika Nabi Musa mengulurkan tangannya kepada sang ular cindai tersebut, ia pun sekali lagi menjadi sebuah tongkat.

Dan ketika Musa memasukkan tangan ke dompet bajunya, maka muncullah rona kudrati berkilau yang memukau. Menyaksikan peristiwa tersebut Fir’aun menuduh bahwa Nabi Musa sedang mengamalkan sihir dan beliau termasuk golongan penyihir. Belaka, Nabi Musa dan Nabi Harun sekali-kali tidak menyerah. Akhirnya, merekapun diadu bersama dengan banyak penyihir. Sahaja, saat Nabi Musa tampil, semua orang terheran-heran.

Menariknya, semua basyar pun bersedia mengakui bahwa apa nan dilakukan Nabi Musa bukanlah sihir. Menyaksikan hal tersebut, para penyihir nan cak semau mengakui mukjizat Nabi Musa dan dilapangkan hatinya untuk memohon ampun kepada Halikuljabbar. Melihat situasi semacam ini, Fir’aun merasa geram dan keirian. Sekadar, keimanan para penyihir tersebut dahulu lestari dan bukan tergoyahkan sesekali.

Kisah Nabi Harun dan Samiri Puas suatu tahun, Utusan tuhan Musa, Nabi Harun beserta rombongannya paruh melakukan pengelanaan ke suatu negeri. Area tersebut dikenal dengan negeri Kan’an. Di tengah avontur, mereka semua melewati jabal nan diberi segel bukit Sinai.

Di atas bukit tersebut, Nabi Musa hendak menerima wahyu dari Allah. Peristiwa ini disebutkan di dalam Al-Qur’an QS Al-A’raf: 142. Tajali yang diterima oleh Nabi Musa berupa Kitab Taurat yang ia songsong selama 40 hari. Ketika Rasul Musa meninggalkan kepemimpinannya, ia merasa mamang akan apa yang terjadi tubin. Salah satu kekhawatiran engkau ia miliki ialah jika jikalau kaum Ibni Israil membuat satu kebinasaan jika di kawasan tersebut lain ada yang memimpin.

Karena itulah, kamu membagi amanat kepada Nabi Harun cak bagi memimpin.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Namun, di perdua perjalanan menggantikan Utusan tuhan Musa memandu Bani Israil, Nabi Harun menghadapi permasalahan yang tak bisa anda atasi. Semua kaum Anak laki-laki Israil membantu sebuah patung sapi berbahan radiks emas. Hal ini dilakukan atas godaan dan pengaruh seseorang yang bernama Samiri. Akan halnya perhiasan-perhiasan kencana yang dipakai tersebut asalnya yakni bermula perhiasan yang mereka bawa.

Melihat keadaan tersebut, Nabi Harun sepatutnya ada telah mengingatkan mereka. Keadaan ini ia lakukan sepanjang sering kali namun tetap saja bukan membuahkan hasil. Suku bangsa Ibnu Israil tetap hanya menyembah patung sapi emas yang mereka untuk sendiri.

Nabi Harun kembali terus membagi peringatan kepada mereka bahwa jika hal itu terus dilanjutkan, maka Allah akan murka kepada kaum Bani Israil itu seorang. Peringatan dan bermacam ragam usaha yang dilakukan Nabi Harun ternyata sama sekali bukan didengarkan maka dari itu kaum Bani Israil. Hingga start waktunya Nabi Musa kembali ke lokasi kaumnya di ancala Sinai. Rasul Musa pun marah besar saat melihat kaumnya kembali menyembah fetis. Selain berang kepada kaumnya, ia lagi marah kepada Rasul Harun karena dianggap tidak bisa menjaga amanah yang ia berikan.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah merasa kecut hati kepada Utusan tuhan Harun yang lain lain yakni kakaknya, Nabi musa sekali lagi memegangi kepada dan juga janggutnya sekali lalu berkata: “Hai Harun, apa yang sudah menyergap saat engkau menyaksikan bahwa mereka telah sesat?

(QS Taaha: 92)” Bakal mengikuti perjalananku ke gunung Sinai bersama dengan kabilah yang beriman, apakah engkau melembarkan bagi melanggar perintahku dengan kesengajaan?”(QS Taaha: 93). Mendengar hal tersebut, kesannya Utusan tuhan Harun pun menjawab: “Wahai engkau yang menjadi putra ibuku. Jangan kau rampas janggut dan lagi rambutku. Aku merasa takut jika engkau nantinya akan mengatakan, engkau sudah lalu memecah kaum Ibni Israil dan tidak sekali lagi mengindahkan apa yang aku katakan’’ (QS Thaaha: 94).

Kemudian Rasul Harun pun menjelaskan bahwa ia sudah lalu memberikan peringatan kepada kabilah Bani Israil. Namun, mereka patuh membalah tambahan pula akan samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah membunuhnya. Sesudah itu, kamu juga menjelaskan bahwa yang memicu kaumnya adalah yuridiksi dari Samiri. Dengan demikian, salah faham antara Nabi Musa dan Rasul Harun berakhir.

Selanjutnya, Nabi Musa pun berorientasi Samiri dan mempersunting alasan mengapa anda berbuat situasi tersebut. Pasca- Samiri memberitahu alasannya, Rasul Musa pula menghacurkan seluruh patung nan dibuat hingga sama sekali tak tersisa.

Sedangkan sisa reruntuhannya dibuang ke lautan. Sesudah kejadian tersebut, Allah pun memberitahukan kepada Nabi Musa bahwa Utusan tuhan Harun sudah berusaha bagi menghentikan mereka. Namun sebabat sekali lain membuahkan hasil.

Alhasil, Nabi Musa merasa mati karena saudaranya tidak melakukan perbuatan syirik tersebut. Kembalinya Umat dan Hilangnya Kesalahpahaman Nabi Musa kepada Nabi Harun Pada akhirnya, Rasul Musa juga sadar bahwa Nabi Harun ataupun saudaranya tersebut telah menjalankan tugas dengan sebaik mungkin. Sehingga, ia pun memohon ampan kepada Almalik atas kesalahan dirinya dan saudaranya itu. Sedangkan Samiri nan telah mengajak umatnya menyimpang kesannya diusir dan tidak diperbolehkan lagi untuk beramah-tamah dengan kaumnya.

Karena ulahnya, Samiri juga terkena satu kutukan bahwa apabila dirinya disentuh ataupun mencapai manusia, maka tubuhnya akan merasa panas. Itu menjadi penderitaan nan akan anda alami baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Dan akhirnya ia akan masuk neraka. Sesaat sesudah itu, Rasul Musa pun memberikan perintah kepada kaumnya untuk bertaubat kepada Sang pencipta dengan penuh kesungguhan. Dari beberapa kaumnya, ada sekitar 70 manusia terbaik diajaknya ke suatu gunung. Gunung tersebut bernama gunung Thursina. Mereka oleh Allah diajak lakukan memohon suatu ampunan karena kaumnya sudah melakukan suatu dosa besar. Mereka berharap akan mendapatkan rahmat dan ampunan dari Almalik nan Maha Pengampun Dosa.

Detik mereka telah sebatas di atas gunung, mereka menemui awan yang habis tebal. Merekapun memasuki peledak tersebut sembari bersujud kepada Almalik.

Bilang saat kemudian, mereka pun mendengarkan percakapan Nabi Musa dengan Sang pencipta. Sesaat sesudah itu, mereka sekali lagi bercita-cita untuk melihat Yang mahakuasa sinkron menggunakan netra pengarah mereka koteng. Sesudah percakapan antara Utusan tuhan Musa dengan Allah radu, mereka pun berkata bahwa berat ekor beriman kepada Allah jika belum melihatNya secara jelas dan kasat mata.

Seketika, ada halilintar yang menyambar dengan persisten dan mematikan mereka semua. Menyaksikan kejadian itu, Rasul Musa merasa lampau sedih karena hidup nan menimpa kaumnya. Karena mereka sesungguhnya adalah orang-turunan nan terbaik. Kemudian, Nabi Musa pun memohon kepada Tuhan agar berkenan menghidupkan mereka kembali dan mengampuni dosa yang sudah diperbuat. Allah pula menjawab doa Nabi Musa dan lamar manusia-insan tersebut agar menjadikan Kitab Taurat sebagai karier hidup. Mereka sekali lagi diwajibkan untuk pelalah menjalankan perintah Yang mahakuasa dan menjauhi laranganNya.

Narasi Rasul Harun dan Penolakan Korah Nabi Harun dan lagi Utusan tuhan Musa memiliki seorang sepupu nan bernama Korah Bin Yizhar Kedelai Kehat Bin Lewi. Sepupunya tersebut mengajaj anak anak asuh Eliab, On Bin Pelet, Abiram dan Datan serta orang-insan yang lain untuk memberontak kepada Rasul Musa dan Nabi Harun.

Mirisnya, pemberontakan tersebut mengikutsertakan pemimpin-pemimpin umat dan pula 250 an orang Israel. Kesemua orang yang memberontak tersebut masih tergolong orang yang ternama. Kemudian saat mereka berkumpul di hadapan Musa dan Harun seraya mengatakan bahwa mereka berdua merupakan khalayak yang kerap melantangkan diri di bawah jama’ah Tuhan. Sebenarnya, hal itu dilakukan lantaran Korah sirik dengan diri Harun. Antara kedua belah pihak berdiri di sisi-sisi yang berbeda.

Bekumpulkan kedua kelompok menjadi dua jihat tersebut adalah atas perintah berpokok Tuhan. Dimana Nabi Musa menyerahkan semua keputusan kepadaNya. Hasilnya, mayapada kembali menjadi terbelah, tepatnya ada di bawah kelompok Korah.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Sehabis itu, bumi pun menelanjangi mulutnya kemudian menelan orang-basyar tersebut. Tidak hanya itu, rumah mereka pun pun turut tertelan. Bumi menudungi kehidupan mereka karena ditenggelamkan bagaikan hamba allah yang sudah senyap. Hal ini terjadi karena tingkah dari mereka sendiri yang semena-mena dan mengamalkan kedzaliman.

Kemudian, keluarlah api besar yang langsung dikirimkan oleh Allah pada kala itu, Jago merah tersebut memakan semua cucu adam yang ada di sana, termuat 250 individu Israel yang turut memberontak kepada Nabi Musa dan Nabi Harun.

Keesokan harinya, semua rakyat dan umat merasa sangat heran kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Sesaat sesudah itu, turunkan wahyu dari Tuhan yang memerintahkan Utusan tuhan Musa dan Nabi Harun bagi menuju ke paruh-tengah umat. Dan balasannya mereka mengadakan satu perdamaian kepada semua bangsa. Narasi Wafatnya Nabi Harun Nabi Harun dan Nabi Musa tidak diperkenankan bikin masuk ke daerah tanah Kan’an.

Hal itu disebabkan karena keduanya kombinasi berbuat suatu kesalahan di kawasan mata air Meriba yang lokasinya ada di kota kadesh. Mereka pun keluar dari kawasan Kadesh cak bagi cenderung ke suatu gelanggang.

Hingga, tibalah mereka di salah suatu argo yang dikenal dengan nama bukit Hor di kawasan perbatasan Edom. Rasi itu, Nabi Harun juga naik gunung tersebut bersama dengan Nabi Musa dan salah seorang putranya yang bernama Eleazar. Hal ini mereka lakukan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah. Sesaat sesudah itu, Nabi Musa lagi melepaskan rok yang dikenakan maka itu Nabi Harun. Kemudian memakaikannya kepada putra Rasul Harun.

Kemudian, Nabi Harun pun menghembuskna nafas terakhirnya di puncak gunung Hor tersebut. Lalu, Rasul Musa bersama dengan Eleazar pun juga dan jatuh dari ardi tersebut.

Berita mengenai kematian Nabi Harun sekali lagi terdengar olah semua umat dan jamaah. Mendapati bahwa Nabi Harun mutakadim ranah, bangsa Israel pun menangisinya bahkan hingga mencapai 30 hari sesudah kematiannya. Nabi Harun dipanggil oleh Allah tepat 40 waktu pasca- nasion Israel keluar dari kawasan Mesir.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Dan beralaskan kepada pendamping Selam, makam Rasul Harun terdapat di kawasan gunung Harun. Lokasi ini tergolong sangat dekat dengan Petra yang terletak di Yordania. Ini merupakan tempat yang suci bagi para penduduk di sana dan masih tercatat puncak tertinggi yang ada di daerah itu. Kisah semasa hidup Nabi Harun mengasihkan berbagai pembelajaran kepada umat manusia. Bersumber Nabi Harun, bisa diambil pembelajaran mengenai kesabaran, kegigihan dan keikhlasannya di dalam berjuang.

Sehingga, ini boleh dijadikan sebagai keseleo suatu tauladan bagi seluruh umat momen ini. Sekian pembahasan Kisah Rasul Harun, silahkan disebarluaskan, moga membawa manfaat bagi kita semua. Ayo berintegrasi dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.
Samiri disebut Al-Quran sebagai sebuah nama perorangan dan bukan julukan seperti Al-Quran menyebut Fir’aun yang merujuk pada julukan raja Mesir.

Namun disebutkannya nama Samiri di dalam Al-Quran bukan dalam konotasi positif, yaitu menjadi teladan. Penyebutan nama Samiri dalam Al-Quran ternyata sebagai contoh seorang yang ingkar kepada Allah. Al-Quran bahkan mengisahkannya sebagai seorang penghasut kesesatan bagi teman-temannya, umat Nabi Musa, sehingga ia disebut sebagai penghianat.

Kisah Pengkhianatan Samiri dalam Al-Quran terdapat pada rangkaian surah Thaha ayat 85-98.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Identitas Samiri menurut para mufassir Lakon kisah Samiri dalam Al-Quran diceritakan dengan lakon Nabi Musa dan juga Nabi Harun. Ini menandakan bahwa Samiri hidup pada zaman Nabi Musa. Menariknya Al-Quran menyebut nama Samiri ini sebagai nama seseorang atau individu.

Para mufassir pun mulai menyingkap identitas Samiri hingga beberapa riwayat israiliyyat juga ikut meramaikannya. Namun, di sini penulis hanya mengambil penjelasan mufassir yang mengenyampingkan riwayat israiliyyat. Mengenai penafsiran ayat Al-Quran yang menyebutkan lafadz “samiry”, Quraish Shihab menjelaskan kata tersebut diambil dari lafadz “samirah”. Kata “samirah” tersebut adalah nama dari salah satu suku Bani Israil, sehingga Samiri merujuk pada salah seorang dari suku Samirah.

Disebutkan juga oleh Ibnu Asyur dalam kitab tafsirnya al-Tahwir wa al-Tanwir bahwa suku tersebut bermukim di Palestina. Kemudian mereka berbaur dengan Bani Israil lalu mengikuti ajaran Nabi Musa meskipun dengan beberapa cara yang berbeda dengan Bani Israil.

Baca juga: Meski di Bawah Pimpinan Firaun, Allah Tak Perintahkan Nabi Musa Untuk Berontak Al-Qurthubi dalam al-Jami’ li Ahkam al-Quran menyatakan tiga pendapat mengenai Samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah ini. Pertama, ia merujuk riwayat Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa dulunya Samiri berasal dari suatu kaum yang menyembah anak sapi. Kemudian ia datang ke Mesir dan masuk agama Bani Israil meskipun dalam batinnya mereka masih senang menyembah anak sapi.

Pendapat kedua mengatakan bahwa Samiri berasal dari suku Qibti, ia tetangga Nabi Musa, lalu beriman kepadanya dan ikut bersama Nabi Musa lari dari kejaran Fir’aun. Pendapat ketiga menyebutkan bahwa Samiri adalah seorang pemuda Bani Israil yang berasal dari kabilah Samirah, yaitu penduduk Karman yang tinggal di Syam. Terlepas dari perbedaan asal mengenai Samiri, Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar menyimpulkan inti bahwa Samiri merupakan orang yang mengakui dirinya sebagai pengikut Nabi Musa secara lahir saja.

Dalam hatinya Samiri bermaksud melakukan tipu daya terhadap pengikut Nabi Musa yang lemah imannya untuk diajak menyembah selain Allah, yaitu anak sapi. Kisah Pengkhianatan Samiri terhadap ajaran Nabi Musa Dalam surah Thaha ayat 85 Allah mengisahkan cerita Nabi Musa yang menurut Al-Qurthubi sedang mengalami ujian dari-Nya, berupa fitnah. Quraish Shihab menyatakan bahwa lafadz “fatannaa” pada surah Thaha ayat 85 tersebut adalah jamak, yang itu mengisyaratkan bahwa adanya keterlibatan makhluk Samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah dalam ujian tersebut.

Artinya, bukan Allah yang menyesatkan kaum tersebut secara langsung melainkan adanya hasutan dari Samiri. Fitnah tersebut dimulai tatkala Nabi Musa menunaikan janjinya kepada Rabbnya untuk bermunajat yang menurut penuturan Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Quran al-‘Ahdim selama empat puluh malam seraya berpuasa sepanjang hari.

Sekembalinya Nabi Musa dari bermunajat, ia sangat marah karena mendapati kaumnya yang tidak lagi menyembah Allah, malah menyembah patung anak sapi. Baca juga: Kisah Qarun Dalam Al-Quran: Orang Paling Kaya Pada Zaman Nabi Musa Sebagaimana dalam surah Thaha ayat 92-93, Nabi Musa marah kepada Nabi Harun. Ia bertanya kepada saudaranya tersebut mengapa ia membiarkan ketika melihat kesesatan kaumnya, padahal Nabi Harun sebelumnya telah diamanahi tampuk kepemimpinan risalah sepanjang Nabi Musa bermunajat.

Namun, dalam surah Thaha ayat 94, Nabi Harun pun menjawab ajuan pertanyaan Nabi Musa tersebut dengan penuh hormat. Menurut penuturan Ibnu Katsir, Nabi Harun meminta meminta maaf akan hal tersebut seraya memberi penjelasan bahwa jika ia datang menemui Nabi Musa untuk melaporkan hal ini, bisa dipastikan kaumnya Bani Israil akan terpecah belah.

Dalam surah Thaha ayat 95, Nabi Musa kemudian bertanya kepada Samiri mengenai alasan perbuatannya. Seperti dalam surah Thaha ayat 95-95, Samiri menjawab “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak Rasul lalu aku melemparkannya dan demikianlah nafsuku membujukku” Ath Thabari dalam Jami’ al-Bayan fi Takwil al-Qur’an menjelaskan ketika kaum Nabi Musa menyeberangi laut mereka tidak kuat membawa banyak perhiasan dari Bani Qibti Mesir, harta yang mereka ambil dari bala tentara Fir’aun yang tenggelam.

Samiri mengambil kesempatan ini dan membujuk Bani Israil untuk membuang perhiasan tersebut untuk diserahkan kepada Samiri. Oleh Samiri perhiasan tersebut dilelehkan dengan api dan dibuat menjadi patung anak sapi emas.

Sesuai dengan penjelasan Samiri kepada Nabi Musa, bahwa ia menggosokkan “jejak rasul” kepada patung tersebut yang akhirnya membuat patung itu bisa bersuara. Baca juga: Kisah Masa Kecil Nabi Isa as dan Awal Mula Wahyu Turun Kepadanya Ath-Thabari dan Al-Qurthubi memberikan pendapat senada bahwa “jejak rasul” yang dimaksud Samiri adalah ia melihat bekas kaki Jibril pada saat lautan terbelah oleh tongkat Nabi Musa dan menggelamkan bala tentara Fir’aun.

Namun Buya Hamka dan menjelaskan bahwa yang diungkapkan Samiri kepada Nabi Musa adalah bohong. Buya Hamka berargumentasi bahwa tidak mungkin Samiri yang berhati kotor dapat melihat malaikat Jibril. Quraish Shihab mengatakan bahwa yang dilakukan Samiri hanyalah tipu daya semata. Al-Quran menjelaskan akhir kisah ini dalam surah Thaha ayat 97. Di sana diceritakan bahwa setelah Samiri menjelaskan perbuatannya, Nabi Musa marah, lalu menyuruhnya pergi. Al-Qurthubi memberikan keterangan bahwa Samiri melarikan diri ke hutan belantara, ia hidup bersama hewan dan biantang di sana.

samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah

Ia seperti hidup di pengasingan, karena manusia tidak ada yang menjamahnya. Sedangkan terhadap patung anak sapi tersebut, Nabi Musa memerintahkan untuk membakarnya dan membuang abunya ke laut. Wallahu a’lam[] TENTANG KAMIDengan semangat membangun peradaban islami berbasis tafsir Al Quran, kami berusaha memenuhi asupan kebutuhan masyarakat terhadap kitab suci Al Quran, baik terjemah, tafsir tematik dengan materi yang aktual di masyarakat, maupun Ulumul Quran yang merupakan perangkat keilmuan dalam memahami Alquran
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada ILAH (yang hak) melainkan Aku [La Ilaha illAllah], maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.

[Surah Al Anbiya, 21 : 25] Mengisahkan Nabi Harun عليه السلام tidak lepas dari kisah Nabi Musa عليه السلام, kerana beliau adalah juru bicara Nabi Musa عليه السلام ketika menghadap Firaun ataupun umat Nabi Musa عليه السلام sendiri. Kisahnya ketika Nabi Musa عليه السلام berhasil membawa umatnya keluar dari wilayah Mesir dan selamat dari kejaran Firaun yang ingin membunuh mereka. Kini tibalah saatnya Nabi Musa عليه السلام untuk menerima wahyu dari Allah سبحانه و تعالى, beliau memerintahkan Nabi Harun عليه السلام agar menjaga umatnya, jangan sampai mereka kufur, lalu Nabi Musa عليه السلام naik ke gunung Thursina, untuk berkhalwat dan berpuasa sempat empat puluh hari.

Berbalik kepada kisah Nabi Harun عليه السلام yang ditugaskan oleh Nabi Musa عليه السلام untuk menjaga kaumnya sepeninggalan beliau naik ke Gunung Thursina. Ketika Nabi Musa عليه السلام turun dari bukit Thursina beliau terkejut, kaumnya telah tersesat. Mereka berpesta dan mensyirikkan Allah dengan menyembah patung anak sapi yang terbuat dari emas. Nabi Musa عليه السلام menegur saudaranya yaitu Harun yang telah diamanahkan agar menjaga umatnya. Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, [Surah Taha, 20 : 92] (sehingga) kamu tidak mengikuti aku?

Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?” [Surah Taha, 20 : 93] Nabi Harun عليه السلام berkata bahawa beliau sudah memperingatkan mereka agar tidak mensyirikkan Allah dengan sembahan anak patung sapi emas serta berdakwah dengan kalimah Laa Ilaha illAllah, namun mereka tidak mempedulikannya malah Nabi Harun عليه السلام dianggap orang yang lemah. Dan demi sesungguhnya, Nabi Harun telahpun berkata kepada mereka sebelum itu: “Wahai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diperdayakan dengan patung itu, dan sesungguhnya Robb kamu ialah Allah yang melimpah-limpah rahmatNya; oleh itu, ikutlah daku dan taatlah akan perintahku” [Surah Taha, 20 : 90] Mereka menjawab: “Kami tidak sekali-kali akan meninggalkan penyembahan patung ini, (bahkan) kami akan tetap menyembahnya hingga Nabi Musa kembali kepada kami”.

[Surah Taha, 20 : 91] Setelah diselidiki ternyata Samiri-lah orang yang mengajak orang – orang itu membuat patung anak sapi dan menyembahnya. Nabi Musa عليه السلام marah sekali sehingga Samiri diusir, dan tidak boleh bergaul dengan masyarakat. Disebabkan Samiri terkena kutukan, jika ia disentuh atau menyentuh manusia maka badannya akan menjadi demam panas itulah siksaan di dunia, adapun nanti di akhirat ia akan di masukkan ke dalam samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah.

Berkata Musa: “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?” [Surah Taha, 20 : 95] Ia menjawab:” Aku mengetahui dan menyedari apa yang tidak diketahui oleh mereka, lalu aku mengambil segenggam dari kesan jejak Rasul itu, kemudian aku mencampakkannya; dan demikianlah aku dihasut oleh hawa nafsuku”. [Surah Taha, 20 : 96] Nabi Musa berkata kepada Samiri: “Jika demikian, pergilah, (engkau adalah diusir dan dipulaukan), kerana sesungguhnya telah ditetapkan bagimu akan berkata dalam kehidupan dunia ini: ` Jangan sentuh daku ‘, dan sesungguhnya telah dijanjikan lagi untukmu satu balasan akhirat yang engkau tidak sekali-kali akan terlepas daripadanya.

Dan (sekarang) lihatlah kepada ILAHmu yang engkau sekian lama menyembahnya, sesungguhnya kami akan membakarnya kemudian kami akan menghancur dan menaburkan serbuknya di laut sehingga hilang lenyap. [Surah Taha, 20 : 97] “Sesungguhnya ILAH kamu hanya Allah, yang tidak ada ILAH melainkan Samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah, yang meliputi pengetahuanNya akan tiap-tiap sesuatu”. [Surah Taha, 20 : 98] Nabi Musa عليه السلام berkata kepada kaumnya Dan (kenangkanlah) ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya: ” Wahai kaumku!

Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan sebab kamu menyembah patung anak lembu itu, maka bertaubatlah kamu kepada Allah yang menjadikan kamu; iaitu bunuhlah diri kamu. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani”.

[Surah Al Baqarah, 2 : 54] Kemudian Nabi Musa عليه السلام memerintahkan kaumnya yang telah mengIlahkan patung anak sapi supaya bertaubat kepada Allah سبحانه و تعالى dengan sebenar – benarnya taubat. Tujuh puluh orang di antara kaumnya yang beriman dengan Nabi Musa عليه السلام diajak ke bukit Thursina. Di ajak Nabi Musa عليه السلام untuk memohonkan ampun buat kaumnya yang berdosa.

Setibanya di atas bukit, datanglah awan tebal yang meliputi seluruh bukit, Nabi Musa عليه السلام dan kaumnya masuk ke dalam awan itu dan mereka segera bersujud. Selagi bersujud mereka mendengar percakapan Nabi Musa عليه السلام dengan Robb-Nya. Pada saat itu timbullah keinginan di benak mereka untuk melihat Allah سبحانه و تعالى. Setelah Nabi Musa عليه السلام selesai bercakap – cakap dengan Allah سبحانه و تعالى, mereka berkata kepada Nabi Musa عليه السلام : ”Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami dapat melihat Allah dengan terang dan nyata”.

Dan (kenangkanlah) ketika kamu berkata: “Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang (dengan mata kepala kami)”. Maka kerana itu kamu disambar petir, sedang kamu semua melihatnya.

[Sural Al Baqarah, 2 : 55] Sebagai jawapan atas kelancangan mereka itu Allah سبحانه و تعالى mengirim halilintar yang menyambar dan meragut nyawa mereka sekaligus. Nabi Musa عليه السلام sedih melihat nasib kelompok tujuh puluh itu, mereka adalah di kalangan orang yang beriman yang dikumpulkan dari kaumnya.

Ia memohon kepada Allah سبحانه و تعالى agar mereka diampuni dosa-dosa mereka dan dihidupkan lagi. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.

[Surah Al Baqarah, 2 : 56] Allah Subhanahu wa ta’ala mengabulkan doanya, tujuh puluh orang yang sudah mati itu dihidupkan kembali, Nabi Musa عليه السلام kemudian menyuruh orang – orang itu bersumpah untuk berpegang samiri menyuruh kaum nabi musa as dan nabi harun as menyembah dengan kitab Taurat sebagai pedoman hidup. Melaksanakan perintah – Nya dan menjauhi larangan- Nya. Dan (ingatlah) ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan kamu semasa Kami angkatkan bukit Tursina itu ke atas kamu (sambil kami berfirman): “Ambilah (dan amalkanlah ajaran Kitab Taurat) yang Kami berikan kepada kamu itu dengan bersungguh-sungguh, dan dengarlah (apa yang diperintahkan kepada kamu dengan mematuhinya)”.

Mereka menjawab: “Kami dengar, dan kami menderhaka”. Sedang kegemaran menyembah (patung) anak lembu itu telah mesra dan sebati di dalam hati mereka, dengan sebab kekufuran mereka. Katakanlah (wahai Muhammad صلى الله عليه وسلم):” Amatlah jahatnya apa yang disuruh oleh iman kamu itu kalaulah kamu orang-orang yang beriman”. [Surah Al Baqarah, 2 : 93] Catatan Kisah Nabi Harun Alaihi Salam Nabi Harun عليه السلام hidup selama 122 tahun. Beliau wafat 11 bulan sebelum kematian Musa, di daerah al Tiih, yaitu sebelum Bani Israil memasuki Palestina.

Tentang Bani Israil, mereka memang nakal, banyak permasalahan dan susah dipimpin, tapi dengan ketabahan Nabi Musa عليه السلام dan Nabi Harun عليه السلام, mereka dapat dipimpin agar mengikuti syariat Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagaimana terkandung dalam Taurat ketika itu.

Setelah Harun dan Musa wafat dunia, Bani Israel dipimpin oleh Yusya’ bin Nun. akan tetapi, setelah Yusya’ mati, sebahagian besar dari mereka meninggalkan ajaran Taurat. Malah, ada kelompok mereka yang mengubah hukum di dalam kitab tersebut, sehingga menimbulkan perselisihan dan perbezaan pendapat, akhirnya menyebabkan perpecahan Bani Israil.

Sumber : khazanahakhirat Recent Posts • Syahadah dan Iman Tidak Boleh dipisahkan. Tahukah kita ALLAH سبحانه و تعالى sengaja tidak muncul di dunia sebab mahu uji iman?

March 31, 2018 • Anda Ingat ALLAH ketika makan? Bagaimana? Itulah Rahsia Sunnah semasa Makan March 30, 2018 • Sheikh Dr Ismail Kassim Auliya’ Allah March 16, 2018 • Peringatan Persediaan Diri Akhir Zaman – Syahadah March 16, 2018 • Perjalanan Hati Menyaksi ILAH ALLAH March 16, 2018
Berkata Musa: "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: "Janganlah menyentuh (aku)".

Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).

(QS Thaha : 97)

Kisah samiri yang menyesatkan 70 ribu bani israil_patung emas anak sapi yang bisa bicara




2022 www.videocon.com