Joki vaksin

joki vaksin

KOMPAS.com - Seorang joki vaksin Covid-19 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan akhirnya ditangkap polisi. Diberitakan Kompas.com, Kamis (6/1/2022) joki vaksin berinisial G itu diketahui menggantikan orang lain setelah petugas Puskesmas Terminal, Kecamatan Banjarmasin Timur memeriksa identitas dirinya. Ketika petugas memeriksa kartu identitasnya, foto yang tertera tidak sesuai dengan dirinya.

G mengaku, rela joki vaksin vaksin Covid-19 karena tuntutan ekonomi. Fenomena joki vaksin bukan pertama kali terjadi, baru-baru ini ibu rumah tangga di Kota Semarang berinisial DS pun ketahuan menjadi joki vaksin dengan bayaran sebesar Rp.

500.000. Namun, peristiwa ini berhasil digagalkan pihak puskesmas dan kepolisian karena identitas penerima vaksin yang berbeda.

joki vaksin

Baca juga: Pria di Pinrang Mengaku Disuntik Vaksin 16 Kali, Ini Kata Pakar Maraknya joki vaksin tak lepas dari sosok yang pernah viral di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Pria bernama Abdul Rohim itu mengaku sudah disuntik vaksin sebanyak 16 kali. Dia pun mengklaim, selama menjadi joki vaksin bayaran yang diterimanya mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 800.000 per satu kali suntik. Efeknya bagi tubuh Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, bahwa sejauh ini belum ada riset berisi informasi yang cukup tentang dampak dari menerima banyak dosis vaksin Covid-19.

"Yang joki vaksin, dampak atau bahaya sejauh ini tidak ada, tapi ini (joki vaksin) membantah anggapan-anggapan bahwa vaksin berbahaya," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (7/1/2022). "Sebenarnya juga tidak ada manfaat yang berlebih juga, jadi tidak membuat dia jadi super kuat. Tidak ada data yang bisa membuktikan itu," tambahnya. Akan tetapi, Dicky berkata fenomena joki vaksin justru menempatkan masyarakat dalam posisi berbahaya. Artinya, orang yang menggunakan jasa joki vaksin tidak memiliki kekebalan untuk melawan virus corona.

"Tidak memiliki imunitas dalam situasi saat ini buruk, karena dia bisa menjadi inang, sarang untuk virus ini bereplikasi yang menghasilkan joki vaksin varian baru yang lebih mengerikan," papar Dicky.

joki vaksin

Kemudian, dia juga menerangkan jika dilihat dari Kejadian Ikut Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19, dampak yang ditimbulkan dari pemberian vaksin tidak terlalu berbahaya. "Sebetulnya dia jadi saksi hidup bahwa vaksin tidak berbahaya, dia juga jadi saksi bahwa vaksin tidak menyebabkan kematian atau kelumpuhan atau (efek) parah lainnya," imbuhnya. Baca juga: Vaksin Booster Indonesia, Satgas Covid-19 Ungkap Uji Klinis Tidak Ada KIPI Berat Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya.

Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Vaksinasi Covid-19 pada Ibu Hamil, Ini Efek Samping yang Umumnya Terjadi 5 Alasan Efek Samping Vaksin Covid-19 Lebih Sering Muncul pada Wanita ketimbang Pria Studi Nyata Efek Samping Vaksin Pfizer di Israel, Terbukti Vaksin Ini Aman Apa Efek Booster Vaksin pada Sistem Kekebalan?

Ahli Temukan Joki vaksin Efek Samping Pembekuan Darah Usai Vaksin Berita Terkait Vaksinasi Covid-19 pada Ibu Hamil, Ini Efek Samping yang Umumnya Terjadi 5 Alasan Efek Samping Vaksin Joki vaksin Lebih Sering Muncul pada Wanita ketimbang Pria Studi Nyata Efek Samping Vaksin Pfizer di Israel, Terbukti Vaksin Ini Aman Apa Efek Booster Vaksin pada Sistem Kekebalan? Ahli Temukan Pemicu Efek Samping Pembekuan Darah Usai Vaksin Nama Ilmiah Kambing dan Jenis-Jenis Kambing yang Ada di Indonesia https://www.kompas.com/sains/read/2022/01/07/174600923/nama-ilmiah-kambing-dan-jenis-jenis-kambing-yang-ada-di-indonesia https://asset.kompas.com/crops/oiAmk37Zv80LQwBG_0Nzetci_0s=/0x25:1280x878/195x98/data/photo/2022/01/07/61d80c31006ac.jpg HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Pendidikan • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Aktualitas • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA • BOLA • Inggris • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • MOTOGP 2022 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK • PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng • FIGUR • OPINI Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, beredar ada joki vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel), pihaknya sedang melakukan konfirmasi kebenaran informasi tersebut.

“Sedang dikonfirmasi ke Sulsel ya,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (21/12/2021). BACA JUGA Ini Gejala Khas Covid-19 Varian Omicron Sebagaimana beredar informasi bahwa ada seorang pria bernama Abdul Rahim asal Kabupaten Pinrang, Sulsel yang membuat pengakuan menjadi joki vaksin Covid-19. Rahim mengaku telah divaksin sebanyak 16 kali dan 14 di antaranya sebagai joki vaksin.

Ia juga mengaku mendapat bayaran dengan jumlah yang bervariasi mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 800.000 untuk menjadi joki vaksin. Saksikan joki vaksin streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com
tirto.id - Seorang warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Abdul Rahim (49) mengaku pernah 16 kali disuntik vaksin COVID-19.

Dia bilang dirinya telah menjadi joki untuk 14 orang. Abdul Rahim menyampaikan pengakuannya itu lewat sebuah video berdurasi 31 detik yang kini viral di media sosial. “Saya telah melakukan vaksinasi 14 orang pengganti vaksinasi. Adapun suntikan yang saya terima ada 16 kali,” kata Abdul Rahim dalam video tersebut. Dia menuturkan ingin menjadi joki vaksin COVID-19 karena alasan ekonomi.

Sehari-hari, Abdul Joki vaksin bekerja sebagai kuli bangunan, sehingga membutuhkan pendapatan tambahan. “Upah yang diberikan [joki vaksin] antara Rp100 ribu hingga Joki vaksin ribu,” kata dia. Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan tidak ada efek berbahaya untuk tubuh seseorang yang menjadi joki vaksin.

“Kita sudah lihat bersama ya, penampilannya dia [joki vaksin] sehat saat menjelaskan keterangan di video. Jadi secara nalar juga kalau orang disuntik berkali-kali ternyata ya tidak apa-apa, nggak berbahaya,” kata Hindra saat dihubungi reporter Tirto, Rabu (22/12/2021).

Hindra menambahkan, “Kalau ada dampak yang tidak menyenangkan, nggak mungkin dia mau divaksin sebanyak itu.” Lagi pula, kata dia, seseorang yang disuntik vaksin berkali-kali justru akan sia-sia saja. Sebab, antibodi sudah terbentuk setelah dua kali vaksinasi. Dia mengatakan antibodi seseorang akan menurun setelah enam bulan menerima vaksin terakhir.

Oleh karena itu, pemberian booster atau suntikkan ketiga dianjurkan setelah enam bulan dari vaksinasi dasar. “Kalau sebelum itu, kita [seseorang yang sudah divaksinasi] masih kebal. Jadi, tidak ada manfaatnya divaksin berkali-kali. Antibodi dari vaksin sebelumnya juga masih ada,” kata dia. Menurut Hindra, yang berbahaya justru seseorang yang menggunakan jasa joki vaksin COVID-19 tersebut. Sebab, mereka belum divaksinasi, tetapi memiliki sertifikat vaksin sehingga dapat berpergian secara bebas.

“Jadi orang seperti itu yang berbahaya, bisa menyebarkan virus joki vaksin orang lain,” kata dia. Baca juga: • Varian Omicron Terdeteksi Kala Target Vaksinasi COVID Belum Merata • Tantangan Berat Vaksinasi COVID-19 Anak: Ketidakpahaman Orang Tua Sementara itu, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan kejadian seseorang menerima suntikan vaksinasi COVID-19 hingga belasan kali belum ada dalam literatur.

Kasus Abdul Rahim adalah yang pertama. Oleh karena itu, kata Sri Rezeki, perlu dilakukan observasi lebih lanjut kepada subjek tersebut. “Belum ada yang tahu, perlu observasi,” kata Sri Rezeki saat dihubungi reporter Tirto, Rabu (22/12/2021). Sri Rezeki menyarankan agar publik menunggu keputusan Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut. Peneliti dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Mouhamad Bigwanto menyatakan, meskipun efek kesehatan karena mendapatkan vaksin COVID-19 berkali-kali belum diketahui secara pasti, akan tetapi risiko tersebut tetap ada.

“Namun, dampak kejadian ini menurut saya lebih besar pada aspek kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam mengelola vaksinasi, dan ini lebih serius dari kesehatan individu yang bersangkutan,” kata Bigwanto kepada reporter Tirto, Rabu (22/12/2021).

Baca juga: • Polemik Mulan Jameela Karantina Mandiri Saat Varian Omicron Merebak • Cara Agar Kondisi Terus Terkendali: Vaksinasi Tinggi & Prokes Ketat Respons Pemerintah Kementerian Kesehatan RI mengaku masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan terkait laporan joki vaksin COVID-19 yang dilakukan Abdul Rahim tersebut.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan saat ini kepolisian juga ikut menangani temuan kasus ini untuk joki vaksin kronologis runtut dan kebenaran informasi itu. Sehingga, hal tersebut bukan hanya dari pengakuan Abdul Rahim semata. "Saat ini sedang koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sulsel. Tentunya juga harus didalami dulu apakah betul atau tidak, bisa jadi hanya pengakuan joki vaksin Rahim] saja," kata Nadia kepada reporter Tirto, Rabu (22/12/2021).

joki vaksin

Dia juga joki vaksin sampai saat ini belum ada kajian soal efek pemberian vaksin Covid-19 dengan belasan dosis itu terhadap ketahanan imunitas seseorang. Sementara, pemeriksaan sampel darah perlu dilakukan untuk membuktikan pengakuan warga tersebut.

"Belum ada sampai saat ini kajian ataupun laporannya ya," kata Nadia. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang pun telah memeriksa kondisi kesehatan Abdul Rahim. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa dampak dalam tubuh dia usai disuntik vaksin COVID-19 hingga belasan kali. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Muhammadong, Rabu (22/12/2021) joki vaksin, pihaknya berkunjung dan memastikan kebenaran Abdul Rahim yang mengklaim sudah 16 kali disuntik, termasuk dua dosis vaksin untuk dirinya.

“Selain itu, sampel darah Abdul Rahim diambil untuk diteliti dan diuji untuk memastikan kebenaran puluhan dosis yang telah masuk dalam tubuhnya,” kata Muhammadong seperti dikutip Kompas.com. Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Joki vaksin • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Warga Makassar yang mengaku sudah divaksinasi 17 kali saat ini dalam kondisi sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Seorang warga asal Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, yang mengaku sudah 17 kali divaksinasi COVID-19 menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan tidak mengalami gangguan kesehatan. "Dari hasil pemeriksaan sampel darah di laboratorium, yang bersangkutan masih dalam batas normal (kondisinya)," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Arman Bausat di sela pelaksanaan joki vaksin COVID-19 di Gedung CCC Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/12).

Ia menjelaskan bahwa tim Dinas Kesehatan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan kejiwaan terhadap Abdul Rahim, yang mengaku telah 17 kali divaksinasi COVID-19. "Kita tahu yang bersangkutan ada riwayat pengguna. Hasil laboratorium dari fungsi hati itu normal, tidak ada dampak berlebihan dari vaksinasi 17 kali itu akan merusak dirinya, secara kebetulan fisiknya bagus," kata Arman. Baca Juga • Vaksinasi Merdeka I, II, III Dorong Akselerasi Capaian Hingga 120 Persen di Jakarta • Percepat Vaksinasi, Kemenparekraf Gandeng Homecare24 Bawa Mobil Vaksin ke Bali • Vaksinasi dan PPKM Jadi Isu Utama pada Tahun Kedua Pandemi Namun, mantan Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar itu mengemukakan bahwa Abdul Rahim telah merugikan negara dan warga yang lain karena membuat vaksin COVID-19 yang stoknya terbatas terbuang percuma.

Arman mengatakan bahwa Dinas Kesehatan selanjutnya akan memastikan petugas melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap warga yang hendak menjalani vaksinasi COVID-19 supaya tindakan sebagaimana yang dilakukan oleh Abdul Rahim tidak terulang. "Kami sudah ingatkan pada semua vaksinator untuk melakukan identifikasi, pendataan, harus mencocokkan KTP dengan wajah di KTP-nya," katanya. "Dulu memang kita terlalu fokus karena saking banyaknya orang divaksinasi, hanya lihat KTP lalu catat.

Joki vaksin dicocokkan wajahnya dengan wajah di KTP, " tambahnya. Abdul mengaku menjalani vaksinasi COVID-19 sampai 17 kali karena menjadi "joki" vaksinasi, menggantikan orang yang tidak mau divaksinasi dengan bayaranRp100 ribu hingga Rp800 ribu setiap kali vaksinasi.

Polisi sudah memeriksa pria berusia 49 tahun asal Kabupaten Pinrangitu dan menetapkan dia sebagai tersangka karena melanggar Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit joki vaksin dan peraturan tentang penanggulangan COVID-19.
Jakarta: Seorang pria warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan menjalani profesi sebagai joki vaksin dan telah mendapatkan 16 kali suntikan dalam kurun waktu 3 bulan.

Kasus joki vaksin ini juga mengundang reaksi dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi. Dikutip dari akun instagram @dr.tirta, ia membeberkan efek samping yang bisa terjadi kepada orang yang mendapatkan suntikan vaksin sebanyak 16 kali.

"Apa efeknya divaksin 16x? Tergantung kondisi badan masing-masing orang. Jika kuat ya nggak ada efeknya, tapi kalau nggak kuat bisa terjadi reaksi alergi yang parah," kata dr. Tirta. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? • Happy • Inspire • Confuse • Sad Dokter yang juga sekaligus pengusaha bisnis cuci sepatu ini juga menyoroti lemahnya verifikasi data jika memang fenomena joki vaksin ini memang benar adanya. "Ini pertanda verifikasi data kita masih nggak bagus.

Instruksi dari hulu tidak dilanjutkan dengan bagus ke hilir," sambungnya.

joki vaksin

Dalam pengakuannya, joki vaksin bernama Abdul Salim itu mengatakan dirinya mendapat bayaran mulai dari Rp100 ribu hingga Rp800 ribu.

"Upah yang diberikan kepada saya itu antara Rp100 ribu sampai Rp800 ribu," ujar Abdul dalam video yang menjadi viral di media sosial. Dinkes Kabupaten Pinrang joki vaksin kasus joki vaksin Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi, mengatakan pengakuan warga diketahui bernama Abdul Rahim, 49, itu masih deitelusuri.

Abdul Rahim adalah warga Berlian, Kecamatan Wattang Swaeitto, Kabupaten Pinrang. "Saat ini sudah ditangani dan ditelusuri kebenarannya oleh Satgas Covid-19.

joki vaksin

Bagaimana mungkin bisa melakukan vaksin berulang, sementara untuk vaksin kan mendaftar menggunakan KTP. Jadi sedang dipastikan kebenarannya," kata Dyah.
Pinrang joki vaksin Abdul Rahim (49), pria di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ( Sulsel), yang 16 kali disuntik vaksin COVID-19, mengaku telah 3 bulan beroperasi jadi joki vaksin.

Abdul hanya membawa KTP pelanggannya setiap datang ke lokasi vaksinasi. "Pakai KTP orang yang mau divaksin, mereka (petugas) cuma minta KTP, terus panggil nama," ujar Abdul saat dihadirkan di Mapolres Pinrang, Selasa (21/12/2021).

Abdul menyebut petugas tidak mengenalnya meski menggunakan KTP orang yang dia wakili untuk divaksinasi. Apalagi jika dia datang ke lokasi vaksinasi menggunakan masker. "Kadang pakai masker, kadang tidak," tuturnya.

Abdul mendapat upah Rp 80-800 ribu dari pelanggan yang ia wakili untuk joki vaksin. Hasilnya dipakai untuk kebutuhan sehari. "Hasilnya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, bayarannya tidak tentu, ada Rp 80 ribu, bahkan sampai Rp 800 ribu," tuturnya. Abdul mendapatkan pelanggan untuk diwakili divaksinasi dari mulut ke mulut. "Kalau ada tawaran dari teman, ya, langsung, ada beberapa teman juga yang mengetahui juga meminta (diwakili divaksinasi)," ungkapnya.

Baca juga: Dinkes Selidiki Joki Vaksinasi Covid-19 di Pinrang Sementara itu, selama 3 bulan menerima 16 kali vaksin COVID, Abdul mengaku hanya merasakan lemas.

joki vaksin

Tapi, setiap menjelang dan sesudah vaksinasi, dia selalu meminum air kelapa. "Tapi tidurnya enak, sebelum dan sesudah divaksin minum joki vaksin kelapa, dua minggu terakhir ini pernah 3 kali sehari," pungkasnya.

Simak Video: Joki Vaksin di Sulsel Joki vaksin Ngaku Pernah Disuntik 3 Kali Dalam Sehari [Gambas:Video 20detik] (nvl/nvl)PINRANG, KOMPAS.com - Satuan Reskrim Polres Pinrang Sulawesi Selatan, telah menetapkan Abdul Rahim, warga Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang, sebagai tersangka.

Rahim dianggap menghalang-halangi pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Pinrang. Sebab, dia menawarkan jasa vaksin mewakili orang lain hingga bersedia disuntik vaksin sebanyak 17 kali. Rahim kini telah menjadi tersangka. Lantas bagaimana status pengguna jasa Abdul Rahim? Baca juga: Perjalanan Kasus Abdul Rahim, Mengaku 16 Kali Divaksin hingga Ditetapkan Tersan gka Status hukum pengguna jasa Kasat Reskrim Polres Pinrang Sulawesi Selatan AKP Deki Marizaldi menjelaskan mengenai status hukum pengguna jasa vaksinasi Abdul Rahim saat ini.

"Status hukum Abdul Rahim dari saksi kita naikkan jadi tersangka.

joki vaksin

Sementara 15 pengguna jasa joki vaksin masih jadi saksi," kata AKP Deki Marizaldi, Kamis malam (30/12/2021). Namun, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Baca juga: Gara-gara Ada Joki Vaksin, Vaksinator Diminta Teliti Periksa KTP dan Wajah Orang yang Disuntik Tersangka bisa saja orang yang dianggap bekerja sama atau turut serta membantu aksi Abdul Rahim.

joki vaksin

Tetapi sejauh ini, para pengguna jasa mengaku mereka yang mendapatkan tawaran. "15 saksi atau pengguna jasa Abdul Rahim sang joki vaksin mengakui, jika Abdul Rahim yang menawarkan jasa kepada pengguna jasa," tutur Deki.

Baca juga: Tiga Pengguna Jasa Abdul Rahim, Joki Vaksin di Pinrang, Joki vaksin Divaksin Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir!

Berita Terkait Abdul Rahim, Joki Vaksin Covid-19 di Pinrang Sulsel, Ditetapkan sebagai Tersangka Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Joki Vaksin di Pinrang, KTP dan Kartu Vaksin Pengguna Jasa Disita Kejiwaan Abdul Rahim, Joki Vaksin Covid-19 di Pinrang, Diperiksa Tiga Pengguna Jasa Abdul Rahim, Joki Vaksin di Pinrang, Akhirnya Divaksin Berita Terkait Abdul Rahim, Joki Vaksin Covid-19 di Pinrang Sulsel, Ditetapkan sebagai Tersangka Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Joki Vaksin di Pinrang, KTP dan Kartu Vaksin Pengguna Jasa Disita Kejiwaan Abdul Rahim, Joki Vaksin Covid-19 di Pinrang, Diperiksa Tiga Pengguna Jasa Abdul Rahim, Joki Vaksin di Pinrang, Akhirnya Divaksin
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial joki vaksin Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Kemenkes dan Satgas belum bisa menjelaskan detail kasus joki Abdul Rahim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof Hindra Irawan Satari menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh Abdul Rahim.

Pria asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan itu sebelumnya mengaku telah joki vaksin vaksin Covid-19 sebanyak 16 kali. Baca Juga • Vaksin Merah Putih Dipersiapkan Menjadi Booster di Tahun 2022 • Pascavaksinasi Covid-19, Anak Perlu Diobservasi • Satgas: Vaksinasi Dosis Lengkap tak Bisa Cegah Penularan Kasus Menurut Hindra, antibodi Abdul Rahim akan terbentuk setelah dua kali vaksinasi. Pemberian suntikkan vaksin lebih dari 16 kali, kata dia, justru akan sia-sia.

Abdul Rahim membuat geger jagat dunia maya pada Senin (20/12), seusai mengaku menjadi joki vaksinasi Covid-19. Bahkan, Rahim mengaku telah disuntik vaksin sebanyak 16 kali, sebanyak 14 suntikan di antaranya sebagai joki vaksin. Hindra mengungkapkan, antibodi yang terbentuk sesuai dengan respons tubuh dan pasti akan terbentuk.

Namun, bila joki vaksin tinggi, maka suntikan vaksin berikutnya akan dinetralkan oleh antibodi yang masih ada, atau hasil joki vaksin sebelumnya. "Apabila ketika disuntik berikutnya masih ada antibodi tersebut, maka vaksin yang diberikan tidak akan memberikan manfaat, belum tentu akan naik," kata Hindra kepada Republika.co.id, Rabu (22/12). Karena itu, pemberian booster atau suntikkan ketiga dianjurkan setelah enam bulan dari vaksinasi dasar. Apabila jadwal tidak beraturan pada subyek, maka antibodi pada joki joki vaksin tidak dapat diramalkan.

Ada juga laporan yang memperlihatkan, setelah dua kali disuntik Sinovac dan di- booster dengan Astrazeneca akan juga memberikan kekebalan. Namun, berapa lama antibodi bertahan, masih harus diamati. "Pada yang bersangkutan, jadwal vaksinasi tidak sesuai dengan uji klinik, maka kekebalan joki vaksin didapat tidak dapat kita ramalkan," kata Hindra.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pengakuan joki Abdul Rahim masih diselidiki. "Saat ini sedang diselidiki oleh Polri. Mohon menunggu informasi selanjutnya," kata Wiku, Selasa (21/12).
Liputan6.com, Selandia Baru - Seorang pria di Selandia Baru, diduga menjadi joki vaksin Covid-19 dengan mendapat 10 dosis vaksin yang disuntikkan hanya dalam satu hari.

Pria yang tak disebutkan namanya itu nekat mendapat 10 suntikan vaksin setelah dibayar oleh orang lain untuk mendapatkan suntikan atas nama mereka. Melansir dari Oddity Central, Kamis (16/12/2021), Selandia Baru memang tengah dalam perjalanan mencapai tingkat vaksin Covid-19 sebelum Natal.

Sayangnya, hingga kini masih terkendala dengan masyarakat yang anti vaksin. Namun, mereka tetap mengincar sertifikat vaksinasi [Covid-19]( Covid-19 "") untuk mempermudah melakukan berbagai aktivitas mereka. * Untuk joki vaksin kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Untuk itu, mereka mencoba menghindari kebijakan tersebut dengan membayar orang lain untuk mendapatkan vaksin atas nama mereka. Dengan harga yang sesuai, orang-orang yang menjadi joki vaksin rela disuntik hingga 10 dosis vaksin ke dalam tubuh mereka.

joki vaksin

Orang tersebut dilaporkan mengunjungi beberapa pusat vaksinasi di Auckland dan menerima vaksin Covid-19 beberapa kali atas nama orang lain yang membayar jasanya. Dia bisa sangat mudah melakukannya, karena untuk mendapatkan vaksin, seseorang hanya perlu memberikan nama, tanggal lahir dan alamat kepada petugas kesehatan tanpa perlu menunjukkan identifikasi foto.

Manajer program vaksin dan imunisasi Covid-19 di Selandia Baru, Astrid Koornneef mengatakan kasus tersebut mendorong penyelidikan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. “Orang-orang yang tidak memiliki tanda pengenal foto secara tidak proporsional adalah orang-orang dalam kelompok rentan, seperti tunawisma atau transien, dan kami tidak ingin membuat hambatan untuk vaksinasi mereka,” kata Koornneef.

Sementara itu, ahli vaksin University of Auckland, Selandia Baru, Helen Petousis-Harris mengatakan bahwa penelitian tidak mencangkup penggunaan dosis berlebihan sepeti itu, sehingga sulit untuk memprediksi penggunaan vaksin dengan cara ini.

“Dosis yang lebih tinggi menghasilkan reaksi vaksin yang lebih umum, seperti demam, sakit kepada dan nyeri. Joki vaksin, itu akan membuat dia merasa sangat pusing keesokan harinya,” ucap Joki vaksin.

Viral Joki Vaksin Covid-19, Sudah Disuntik Belasan Kali




2022 www.videocon.com