Proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 3.18.

Sebarkan ini: Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang saling berinteraksi dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dalam suatu kelompok. Kelompok sosial terbentuk karena tumbuhnya perasaan bersama akibat interaksi yang sering terjadi diantara mereka. Kelompok sosial didalam kehidupan bermasyarakat sangat banyak jumlahnya, dasar pembentukan kelompok tersebut pun berbeda-beda.

Sejak dilahirkan manusia telah memiliki dua hasrat pokok dalam dirinya yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekitarnya.

Pembentukan kelompok sosial merupakan salah satu usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya tersebut. • Menurut Sherif Kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga diantara individu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu, yang khas bagi kesatuan sosial tersebut.

• Menurut Roland Freedman Cs Kelompok sosial adalah organisasi terdiri atas dua atau lebih individu yang tergantung oleh ikatan-ikatan suatu sistem ukuran-ukuran kelakuan yang diterima dan disetujui oleh semua anggotanya. • Menurut Josep S. Roucek dan Roland S. Warren Kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia, yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.

• Menurut Robert K. Merton Kelompok sosial merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan. • Menurut RobertBierstedt Kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis, berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Kelompok sosial berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat karena kegiatan manusia berlangsung di dalamnya. Tanpa kita sadari, sejak lahir hingga kini kita telah menjadi anggota bermacam-macam kelompok sosial.

Baca Juga : Struktur Sosial Adalah Unsur-Unsur Kelompok Sosial Adapun yang menjadi persyaratan kelompok sosial harus mengandung unsur-unsur berikut, seperti yang dikemukakan oleh Soerjono soekamto (1997:125-126) : • Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.

Kesadaran anggota merupakan hal yang penting dalam sebuah kelompok. Hal itu akan menimbulkan rasa memiliki yang pada gilirannya kan memeliharan keutuhan kelompok. • Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.

Kekompakan atau solidaritas antara anggota akan memeberikan kontribusi bagi perkembangan kelompok. • Ada faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan mereka bertambah erat. Rasa senasib sepenanggungan atau sehidup semati dalam berkelompok bisa menimbulkan semangat untuk bekerja sama demi tujuan bersama. • Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.

Susunan kelompok, dan norma atau peraturan tidak akan terpisah dari sebuah ikatan guna menjaga kelangsungannya. • Bersistem dan berproses. Dimaksudkan, terdiri atas unsur yang saling menunjang satu dengan lainnya. Juga terdapat runtutan di dalam perkembangannya. Macam-Macam Kelompok Sosial Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial • Berdasarkan besar kecilnya anggota kelompok Menurut George Simmel, besar kecilnya jumlah anggota kelompok akan memengaruhi kelompok dan pola interaksi sosial dalam kelompok tersebut.

Dalam penelitiannya, Simmel memulai dari satu orang sebagai perhatian hubungan sosial yang dinamakan monad. Kemudian monad dikembangkan menjadi dua orang atau diad, dan tiga orang atau triad, dan kelompok-kelompok kecil lainnya. Hasilnya semakin banyak jumlah anggota kelompoknya, pola interaksinya juga berbeda.

• Berdasarkan derajat interaksi dalam kelompok Derajat interaksi ini juga dapat dilihat pada beberapa kelompok sosial yang berbeda. Kelompok sosial seperti keluarga, rukun tetangga, masyarakat desa, akan mempunyai kelompok yang anggotanya saling mengenal dengan baik (face-to-face groupings). Hal ini berbeda dengan kelompok sosial seperti masyarakat kota, perusahaan, atau negara, di mana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan erat. • Berdasarkan kepentingan dan wilayah Sebuah masyarakat setempat (community) merupakan suatu kelompok sosial atas dasar wilayah yang tidak mempunyai kepentingan-kepentingan tertentu.

Sedangkan asosiasi (association) adalah sebuah kelompok sosial yang dibentuk untuk memenuhi kepentingan tertentu. • Berdasarkan kelangsungan kepentingan Adanya kepentingan bersama merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terbentuknya sebuah kelompok sosial. Suatu kerumunan misalnya, merupakan kelompok yang keberadaannya hanya sebentar karena kepentingannya juga tidak berlangsung lama. Namun, sebuah asosiasi mempunyai kepentingan yang tetap.

• Berdasarkan derajat organisasi Kelompok sosial terdiri atas kelompok-kelompok sosial yang terorganisasi dengan rapi seperti negara, TNI, perusahaan dan sebagainya. Namun, ada kelompok sosial yang hampir tidak terorganisasi dengan baik, seperti kerumunan. Baca Juga : Pengertian Dan Penyebab Terjadinya Konflik Dalam Bermasyarakat Kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu Pada masyarakat yang kompleks, biasanya setiap manusia tidak hanya mempunyai satu kelompok sosial tempat ia menjadi anggotanya.

Namun, ia juga menjadi anggota beberapa kelompok sosial sekaligus. Terbentuknya kelompok-kelompok sosial ini biasanya didasari oleh kekerabatan, usia, jenis kelamin, pekerjaan atau kedudukan.

Keanggotaan masing-masing kelompok sosial tersebut akan memberikan kedudukan dan prestise tertentu. Namun yang perlu digarisbawahi adalah sifat keanggotaan suatu kelompok tidak selalu bersifat sukarela, tapi ada juga yang sifatnya paksaan. Misalnya, selain sebagai anggota kelompok di tempatnya bekerja, Pak Tomo juga anggota masyarakat, anggota perkumpulan bulu tangkis, anggota Ikatan Advokat Indonesia, anggota keluarga, anggota Paguyuban masyarakat Jawa dan sebagainya.

In-Group dan Out-Group Sebagai seorang individu, kita sering merasa bahwa aku termasuk dalam bagian kelompok keluargaku, margaku, profesiku, rasku, almamaterku, dan negaraku. Semua kelompok tersebut berakhiran dengan kepunyaan “ku”. Itulah yang dinamakan kelompok sendiri (In group) karena aku termasuk di dalamnya. Banyak kelompok lain dimana aku tidak termasuk keluarga, ras, suku bangsa, pekerjaan, agama dan kelompok bermain. Semua itu merupakan kelompok luar (out group) proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan aku berada di luarnya.

In-group dan out-group dapat dijumpai di semua masyarakat, walaupun kepentingan-kepentingannya tidak selalu sama. Pada masyarakat primitif yang masih terbelakang kehidupannya biasanya akan mendasarkan diri pada keluarga yang akan menentukan kelompok sendiri dan kelompok luar seseorang. Jika ada dua orang yang saling tidak proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan berjumpa maka hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari hubungan antara keduanya.

Jika mereka dapat menemukan adanya hubungan keluarga maka keduanya pun akan bersahabat karena keduanya merupakan anggota dari kelompok yang sama. Namun, jika mereka tidak dapat menemukan adanya kesamaan hubungan antaa keluarga maka mereka adalah musuh sehingga merekapun bereaksi.

Pada masyarakat modern, setiap orang mempunyai banyak kelompok sehingga mungkin saja saling tumpang tindih dengan kelompok luarnya. Siswa lama selalu memperlakukan siswa baru sebagai kelompok luar, tetapi ketika berada di dalam gedung olahraga mereka pun bersatu untuk mendukung tim sekolah kesayangannya. Kelompok Primer (Primary Group) dan Kelompok Sekunder (Secondary Group) Menurut Charles Horton Cooley, kelompok primer adalah kelompok-kelompok yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama yang erat yang bersifat pribadi.

Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi tadi adalah adanya peleburan individu-individu ke dalam kelompok-kelompok sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok juga.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Oleh karena itu hubungan sosial di dalam kelompok primer berisfat informal (tidak resmi), akrab, personal, dan total yang mencakup berbagai aspek pengalaman hidup seseorang.

Di dalam kelompok primer, seperti: keluarga, klan, atau sejumlah sahabat, hubungan sosial cenderung bersifat santai. Para anggota kelompok saling tertarik satu sama lainnya sebagai suatu pribadi.

Mereka menyatakan harapan-harapan, dan kecemasan-kecemasan, berbagi pengalaman, mempergunjingkan gosip, dan saling memenuhi kebutuhan akan keakraban sebuah persahabatan. Di sisi lain, kelompok sekunder adalah kelompok-kelompok besar yang terdiri atas banyak orang, antara dengan siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya juga tidak begitu langgeng.

Dalam kelompok sekunder, hubungan sosial bersifat formal, impersonal dan segmental (terpisah), serta didasarkan pada manfaat (utilitarian). Seseorang tidak berhubungan dengan orang lain sebagai suatu pribadi, tetapi sebagai seseorang yang berfungsi dalam menjalankan suatu peran.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Kualitas pribadi tidak begitu penting, tetapi cara kerjanya. Baca Juga : Pengertian Dan Faktor Pendorong Serta Penghalang Terjadinya Asimilasi Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft) Konsep paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesellschaft) dikemukakan oleh Ferdinand Tonnies. Pengertian paguyuban adalah suatu bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah, serta kekal.

Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Bentuk paguyuban terutama akan dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dan sebagainya.

Secara umum ciri-ciri paguyuban adalah: • Intimate, yaitu hubungan yang bersifat menyeluruh dan mesra. • Private, yaitu hubungan yang bersifat pribadi. • Exclusive, yaitu hubungan tersebut hanyalah untuk “kita” saja dan tidak untuk orang lain di luar “kita”.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Di dalam setiap masyarakat selalu dapat dijumpai salah satu di antara tiga tipe paguyuban berikut, yaitu : proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood), yaitu gemeinschaft atau paguyuban yang merupakan ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan.

Misalnya keluarga dan kelompok kekerabatan. • Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place), yaitu suatu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong-menolong. Misalnya kelompok arisan, rukun tetangga. • Paguyuban karena jiwa pikiran (gemeinschaft of mind), yaitu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang walaupun tidak mempunyai hubungan darah ataupun tempat tinggalnya tidak berdekatan, akan tetapi mereka mempunyai jiwa, pikiran, dan ideologi yang sama.

Ikatan pada paguyuban ini biasanya tidak sekuat paguyuban karena darah atau keturunan. Sebaliknya, patembayan (gesellschaft) adalah ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu yang pendek.

Patembayan bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis seperti sebuah mesin. Bentuk gesellschaft terutama terdapat di dalam hubungan perjanjian yang bersifat timbal balik. Misalnya, ikatan perjanjian kerja, birokrasi dalam suatu kantor, perjanjian dagang, dan sebagainya. Ciri-ciri hubungan paguyuban dengan patembayan dapat diketahui dari tabel berikut: Formal Group dan Informal Group Menurut Soerjono Soekanto, formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya.

Kriteria rumusan organisasi formal group merupakan keberadaan tata cara untuk memobilisasikan dan mengoordinasikan usaha-usaha demi tercapainya tujuan berdasarkan bagian-bagian organisasi yang bersifat khusus. Organisasi biasanya ditegakkan pada landasan mekanisme administratif. Misalnya, sekolah terdiri atas beberapa bagian, seperti kepala sekolah, guru, siswa, orang tua murid, bagian tata usaha dan lingkungan sekitarnya.

Organisasi seperti itu dinamakan birokrasi. Menurut Max Weber, organisasi yang didirikan secara birokrasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: • Tugas organisasi didistribusikan dalam beberapa posisi yang merupakan tugas-tugas jabatan. • Posisi dalam organisasi terdiri atas hierarki struktur wewenang.

• Suatu sistem peraturan memengaruhi keputusan dan pelaksanaannya. • Unsur staf yang merupakan pejabat, bertugas memelihara organisasi dan khususnya keteraturan organisasi. • Para pejabat berharap agar hubungan atasan dengan bawahan dan pihak lain bersifat orientasi impersonal. • Penyelenggaraan kepegawaian didasarkan pada karier. Sedangkan pengertian informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti.

Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulang kali. Dasar pertemuan-pertemuan tersebut adalah kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama.

Misalnya klik (clique), yaitu suatu kelompok kecil tanpa struktur formal yang sering timbul dalam kelompok-kelompok besar. Klik tersebut ditandai dengan adanya pertemuan-pertemuan timbal balik antaranggota yang biasanya hanya “antarakita” saja. Baca Juga : Kelompok Sosial Membership Group dan Reference Group Mengutip pendapat Robert K Merton, bahwa membership group adalah suatu kelompok sosial, di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut.

Batas-batas fisik yang dipakai untuk menentukan keanggotaan seseorang tidak dapat ditentukan secara mutlak. Hal ini disebabkan perubahan-perubahan keadaan. Situasi yang tidak tetap akan memengaruhi derajat interaksi di dalam kelompok tadi sehingga adakalanya seorang anggota tidak begitu sering berkumpul dengan kelompok tersebut walaupun secara resmi dia belum keluar dari kelompok itu. Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.

Dengan kata lain, seseorang yang bukan anggota kelompok sosial bersangkutan mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok tadi. Misalnya, seseorang yang ingin sekali menjadi anggota TNI, tetapi gagal memenuhi persyaratan untuk memasuki lembaga pendidikan militer. Namun, ia bertingkah laku layaknya seorang perwira TNI meskipun dia bukan anggota TNI.

Kelompok Okupasional dan Volunteer Pada awalnya suatu masyarakat, menurut Soerjono Soekanto, dapat melakukan berbagai pekerjaan sekaligus.

Artinya, di dalam masyarakat tersebut belum ada pembagian kerja yang jelas. Akan tetapi, sejalan dengan kemajuan peradaban manusia, sistem pembagian kerja pun berubah. Salah satu bentuknya adalah masyarakat itu sudah berkembang menjadi suatu masyarakat yang heterogen.

Pada masyarakat seperti ini, sudah berkembang sistem pembagian kerja yang didasarkan pada kekhususan atau spesialisasi. Warga masyarakat akan bekerja sesuai dengan bakatnya masing-masing.

Setelah kelompok kekerabatan yang semakin pudar fungsinya, muncul kelompok okupasional yang merupakan kelompok terdiri atas orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok semacam ini sangat besar peranannya di dalam mengarahkan kepribadian seseorang terutama para anggotanya.

Sejalan dengan berkembangnya teknologi komunikasi, hampir tidak ada masyarakat yang tertutup dari dunia luar sehingga ruang jangkauan suatu masyarakatpun semakin luas. Meluasnya ruang jangkauan ini mengakibatkan semakin heterogennya masyarakat tersebut. Akhirnya tidak semua kepentingan individual warga masyarakat dapat dipenuhi. Akibatnya dari tidak terpenuhinya kepentingan-kepentingan masyarakat secara keseluruhan, muncullah kelompok volunteer.

Kelompok ini mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang semakin luas jangkauannya tadi. Dengan demikian, kelompok volunteer dapat memenuhi kepentingan-kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara luas.

Beberapa kepentingan itu antara proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan • Kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. • Kebutuhan akan keselamatan jiwa dan harta benda. • Kebutuhan akan harga diri. • Kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri. • Kebutuhan akan kasih sayang. Baca Juga : Hukum Waris Kelompok Sosial yang Tidak Teratur • Kerumunan (Crowd) Kerumunan adalah sekelompok individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat pada waktu yang bersamaan.

Ukuran utama adanya kerumunan adalah kehadiran orang-orang secara fisik. Sedikit banyaknya jumlah kerumunan adalah sejauh mata dapat melihat dan selama telingan dapat mendengarkannya. Kerumunan tersebut segera berakhir setelah orang-orangnya bubar.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Oleh karena itu, kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat sementara (temporer). Secara garis besar Kingsley Davis membedakan bentuk kerumunan menjadi: • Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial Kerumunan ini dapat dibedakan menjadi: • Khalayak penonton atau pendengar formal (formal audiences), merupakan kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan tujuan yang sama. Misalnya, menonton film, mengikuti kampanye politik dan sebagainya.

• Kelompok ekspresif yang telah direncanakan (planned expressive group), yaitu kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, akan tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut.

• Kerumunan yang bersifat sementara (Casual Crowd) Kerumunan ini dibedakan menjadi: • Kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregations). Misalnya, orang yang sedang antri tiket, orang-orang yang menunggu kereta.

• Kumpulan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (panic crowds), yaitu orang-orang yang bersama-sama berusaha untuk menyelamatkan diri dari bahaya. Dorongan dalam diri individu-individu yang berkerumun tersebut mempunyai kecenderungan untuk mempertinggi rasa panik.

Misalnya, ada kebakaran dan gempa bumi. • Kerumunan penonton (spectator crowds), yaitu kerumunan yang terjadi karena ingin melihat kejadian tertentu. Misalnya, ingin melihat korban lalu lintas. Baca Juga : Akomodasi adalah • Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum (Lawless Crowd) Kerumunan ini dibedakan menjadi: • Kerumunan yang bertindak emosional (acting mobs), yaitu kerumunan yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Misalnya aksi demonstrasi dengan kekerasan. • Kerumunan yang bersifat immoral (immoral crowds), yaitu kerumunan yang hampir sama dengan kelompok ekspresif. Bedanya adalah bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Misalnya, orang-orang yang mabuk. • Publik Berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan.

Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi, seperti pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar, televisi, film, dan sebagainya.

Alat penghubung semacam ini lebih memungkinkan suatu publik mempunyai pengikut-pengikut yang lebih luas dan lebih besar. Akan tetapi, karena jumlahnya yang sangat besar, tidak ada pusat perhatian yang tajam sehingga kesatuan juga tidak ada.

Pendorong Timbulnya Kelompok Sosial Dalam melakukan sesuatu manusia biasanya didasari pada dorongan-dorongan tertentu. Sehingga dengan dorongan yang timbul tersebut manusia menjadi bersemangat untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Pada proses pembentukan kelompok sosial pun demikian, ada faktor-faktor tertentu yang mendorong manusia untuk membentuk dan bergabung dalam suatu kelompok sosial tertentu. Adapun dorongan tersebut antara lain : • Dorongan untuk mempertahankan hidup Dengan manusia membentuk atau bergabung dengan kelompok sosial yang telah ada, maka secara tidak langsung manusia tersebut telah berusaha mampertahankan hidupnya, karena kebutuhan hidupnya tidak mungkin akan terpenuhi dengan hidup menyendiri.

Selain itu dengan adanya kelompok sosial, hubungan manusia semakin luas sehingga kemanapun ia pergi akan senantiasa merasa aman.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

• Dorongan untuk meneruskan keturunan Tidak dapat dipungkiri bahwa semua makhluk hidup mempunyai sifat alamiah yang sama, yakni meneruskan keturunan. Dengan kelompok sosial itulah seseorang akan menemukan pasangannya masing-masing, sehingga dengan demikian dorongan untuk meneruskan keturunan ini dapat tercapai.

• Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja Di era modern seperti sekarang ini manusia dituntut untuk melakukan pekerjaan yang efektif dan efisien dan memperoleh hasil kerja yang maksimal. Oleh sebab itu dengan adanya kelompok sosial akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Misalnya pada kelompok formal, dengan adanya pembagian tugas yang jelas maka pekerjaan yang dihasilkan akan dapat maksimal.

Faktor pembentuk Kelompok Sosial Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan. • Kedekatan • Kedekatan geografis tempat tinggal Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur.

Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial.

Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan. • Kedekatan geografis daerah asal Ketika seseorang merantau ke suatu tempat dan bertemu dengan orang yang sama-sama merantau dan berasal dari daerah yang sama, maka orang tersebut merasa ada ikatan batin, meskipun semula belum saling mengenal ketika masih di daerah asal. Kesamaan Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya.

Sudah menjadi kebiasaan, orang lebih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan kesamaan yang dimaksud antara lain : • Kesamaan kepentingan Dengan adanya dasar utama adalah kesamaan kepentingan maka kelompok sosial ini akan bekerja sama demi mencapai kepentingan yang sama tersebut. • Kesamaan keturunan Sebuah kelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan keturunan biasanya orientasinya adalah untuk menyambung tali persaudaraan, sehingga masing-masing anggotanya akan saling berkomitmen untuk tetap aktif dalam kelompok sosial ini untuk menjaga tali persaudaraan agar tidak terputus.

• Kesamaan nasib Dengan kesamaan nasib/ pekerjaan/ profesi, maka akan terbentuk kelompok sosial yang mewadahinya untuk meningkatkan taraf maupun kinerja masing-masing anggotanya. Baca Juga : Integritas adalah Arti Penting Hidup Berkelompok Kita sebagai makhluk sosial tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Salah satu bentuk kerja sama kita dengan orang lain yaitu dengan membentuk kelompok sosial.

Dalam sebuah kelompok sosial dapat membantu kita untuk mempermudah menyelesaikan suatu urusan, tugas atau tujuan dengan cara bekerja sama. Pekerjaan yang terasa sulit kita kerjakan sendiri akan menjadi lebih mudah jika dikerjakan secara berkelompok sebab dalam suatu anggota kelompok, setiap anggota mempunyai keahlian khusus di bidangnya masing-masing, sehinga terjadilah pembagian tugas dan spesifikasi kerja yang membuat hasil dari pekerjaan tersebut menjadi maksimal.

Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa hidup berkelompok sangat penting untuk mempermudah memenuhi kebutuhan hidup. Ciri-Ciri Kelompok Sosial Adapun ciri-ciri kelompok sosial yang diantaranya yaitu: • Memiliki motif yang sama antara satu individu dengan individu lainnya sehingga kerjasama dan interaksi untuk mencapai tujuan yang sama lebih mudah terjadi.

• Anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia ialah bagian dari kelompok yang bersangkutan. • Terdapat hubungan timbal balik antar anggota. • Mempunyai struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung kepada kesungguhan anggotanya dalam menjalan peran mereka. • Memiliki norma dan aturan yang mengatur hubungan antar anggota.

• Merupakan satu kesatuan yang nyata sehingga dapat dibedakan dengan kelompok lainnya. Proses Pembentukan Kelompok Sosial Terbentuknya suatu kelompok sosial dipicu oleh naluri manusia yang tidak bisa hidup bersama dan ingin menyatu dengan menusia lain disekitarnya. Oleh karena itu bergabungnya seseorang dengan sebuah kelompok biasanya merupakan sesuatu yang murni muncul dari keinginannya sendiri. Dua faktor utama yang membuat seseorang bergabung dalam suatu kelompok ialah kedekatan dan kesamaan.

Pembentukan suatu kelompok akan diawali dengan adanya kontak sosial dan komunikasi sosial yang akan menghasilkan proses sosial dalam interaksi sosial.

Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersama dan “tango” yang artinya menyentuh. Secara harfiah kontak sosial dapat diartikan “sama-sama menyentuh” arti kata kontak dalam ilmu sosial tidaklah harus dengan sentuhan atau koneksi fisik.

Kontak sosial merupakan sebuah tindakan yang menimbulkan kesadaran untuk saling berhubungan dari satu pihak dengan pihak lainnya. Komunikasi ialah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya.

Pada umumnya komunikasi yang sering kita lihat dilakukan secara verbal “berbicara” dengan menggunakan cara yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, contohnya dengan menggunakan bahasa dari suatu negara tertentu. Kontak sosial dan komunikasi merupakan dua hal yang akan mengawali terbentuknya sebuah kelompok sosial.

Melalui kontak dan komunikasi tersebut maka seseorang akan menemukan dasar-dasar untuk membentuk suatu kelompok. Baca Juga : “Hedonisme” Pengertian & ( Penyebab – Dampak – Ciri – Jenis – Kelebihan – Kekurangan ) Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial Adapun syarat terbentuknya kelompok sosial yang diantaranya yaitu: • Setiap anggota memiliki kesadaran bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.

• Ada kesamaan faktor yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut sehingga hubungan mereka proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan eratan beberapa kesamaan tersebut antara lain, persamaan nasib, persamaan kepentingan, persamaan tujuan, persamaan ideologi, persamaan fisik atau persamaan lainnya. • Kelompok sosial memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku tertentu.

• Kelompok sosial ini bersistem dan berproses. Nilai Dan Norma Dalam Kelompok Sosial Sama halnya dengan perilaku sosial secara umum, perilaku sebuah kelompok sangat dipengaruhi oleh nilai, norma dan peraturan yang berlaku dalam kelompok tersebut. Kegiatan dalam kelompok tidak berlangsung secara acak dan bebas, melainkan harus sesuai dengan nilai dan norma tersebut.

Nilai dan norma ini muncul dari proses interaksi di antara anggota kelompok. Penilaian tersebut muncul dengan menilai kepantasan dan ketidakpantasan suatu perilaku yang berlangsung didalam kelompok yang bersangkutan. Klasifikasi Macam-Macam Jenis Kelompok Sosial Adapun klasifikasi macam-macam jenis kelompok sosial yang diantaranya yaitu: Berdasarkan Cara Terbentuknya Kelompok Semu Kelompok semu merupakan kelompok yang terbentuk ditengah-tengah pergaulan manusia, kelompok semu terbentuk secara sementara tidak mempunyai kemungkinan untuk memiliki ikatan erat antar anggota.

Kelompok semu biasanya disebut dengan khalayak umum atau keramaian, kelompok semu tidak mempunyai aturan yang bersifat mengekang. Ciri dari kelompok semu ialah: • Terbentuk secara tidak sengaja tanpa perencaan sebelumnya. • Tidak terorganisir.

• Interaksi antar anggota tidak berlangsung secara teratur menerus karena sifat kelompok ini hanya sementara. • Tidak ada kesadaran berkelompok. • Kehadirannya tidak konstan. Nah berdasarkan ciri-ciri tersebut maka kelompok semu dapat dibagi lagi menjadi yaitu: Kerumunan “Crowd” Kerumunan ialah kumpulan orang yang tidak teratur yang terjadi secara spontan.

Kerumunan merupakan kelompok sosial yang bersifat sementara, ukuran utama adanya kerumunan ialah hadirnya orang-orang secara fisik, kerumunan ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa bentu: • Kerumunan Formal “Formal Audience” Merupakan kerumunan yang biasa kita sebut dengan penonton atau pendengar resmi yang mempunyai suatu pusat perhatian dan persamaan tujuan, sifat formal audience ini sangatlah pasif.

Contohnya ialah penonton bioskop. • Planned Expressive Group Merupakan keremunan yang tidak terlalu memusatkan perhatiannya pada suatu hal tetapi mempunyai tujuan yang sama dan tujuan tersebut dicapai dengan melakukan suatu kegiatan atau keputusan. Biasanya kelompok ini hanya ingin melepaskan ketegangan yang dialami, contohnya ialah orang yang berpesta dan berekreasi.

• Inconvenient Casual Crowds Merupakan kerumunan yang terbentuk karena ingin menggunakan fasilitas yang samasifat dari kelompok ini sangatlah sementara, misalnya orang-orang yang sedang menunggu bus.

• Panic Casual Crowd Merupakan kerumunan yang terbentuk karena kepanikan dari orang-orang yang berusaha menyelamatkan dirinya dari suatu bahaya. • Spectator Casual Crowd Kerumunan yang terbentuk dengan tujuan untuk melihat peristiwa tertentu. Kerumunan ini hampir sama dengan penonton umum, bedanya mereka terbentuk tanpa direncanakan sebelumnya, contohnya ialah munculnya fenomena UFO di langit yang membentuk Spectator Casual Crowds.

• Acting Lawless Crowds Kerumunan yang terbentuk dengan tujuan tertentu dan biasanya mereka mewujudkan tujuan tersebut dengan menggunakan kekuatan fisik. Tindakan dari kerumunan ini akan akan berlawanan dengan norma-norma sosial yang berlaku contohnya ialah kerumunan tawuran.

• Immoral Lawless Crowds Kerumunan yang segala tindakannya berlawanan/tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Ciri khas dari immoral Lawless Crowds ialah mereka tidak memiliki tujuan positif saat membentuk kelompok tersebut.

Baca Juga : Assessment Adalah Masa Masa ialah kelompok sosial yang memiliki ciri hampir sama dengan kerumunan, tetapi masa terbentuk disengaja dan direncanakan dengan persiapan sehingga sifanta tidak spontan. Contohnya ialah orang yang dikumpulkan untuk melakukan demonstrasi. Publik Publik merupakan kumpulan orang yang terbentuk tidak pada suatu tempat yang sama, pembentukan publik biasanya direncanakan, publik disatukan melalui alat-alat komunikasi, artinya publik tidak harus selalu berada dalam suatu kelompok secara fisik.

Untuk memudahkan membentuk publik biasanya digunakan cara-cara yang berkaitan dengan nilai sosial dan kebiasaan dalam suatu masyarakat. Contoh publik ada orang-orang yang menonton acara yang sama pada salah satu saluran televisi. Kelompok Nyata Kelompok nyata merupakan kelompok yang terbentuk dengan satu ciri khusus yang sama yaitu kehadirannya selalu konstan.

Terdapat beberapa bentuk kelompok nyata yang terbentuk pada lingkungan masyarakat, antara lain ialah sebagai berikut: Kelompok Statistik “Statistical Group” Contohnya ialah ilmuwan-ilmuwan yang meneliti suatu kasus tertentu, ciri dari kelompok statistik ialah: • Terbentuk tidak direncanakan tetapi tidak terbentuk secara mendadak proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan sudah terbentuk dengan sendirinya.

• Tidak terhimpun dan tidak terikat dalam suatu wadah tertentu. • Tidak ada interaksi dan komunikasi secara terus menerus. • Tidak ada kesadaran untuk berkelompok.

• Kahadirannya konstan. Karena ada beberapa ciri yang bertolak belakang dengan ciri kelompok secara umum yaitu ciri tidak adanya komunikasi secara terus menerus dan tidak adanya kesadaran untuk berkelompok maka ada perdebatan tentang keberadaan kelompok statistik sebagai kelompok sosial.

Tetapi karena pembentukannya memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat maka kelompok statistik lebih sering dianggap sebagai suatu kelompok sosial. Baca Juga : Budaya Organisasi – Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Pentingnya, Tujuan & Jenisnya Kelompok Sosieta / Kemasyarakatan “Societal Group” Kelompok ini terbentuk karena adanya kesadaran akan kesamaan unsur-unsur yang dimiliki oleh seluruh anggota, contohnya kesamaan jenis kelamin, warna kulit, tempat tinggal, dll.

Tetapi interaksi sosial tidak selalu terjadi dalam kelompok ini, beberapa ciri utama dari kelompok sosieta ialah: • Tidak direncanakan dan terbentuk dengan sendirinya. • Kemungkinan terhimpun dan terikat dalam suatu wadah tertentu. • Bisa saja terjadi interaksi dan komunikasi antar anggota tetapi bisa juga tidak.

• Kemungkinan terdapat kesadaran kelompok. • Kehadirannya konstan. Kelompok Sosial “Social Group” Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama dalam kehidupan mereka. Pengamat sosial sering menyamakan kelompok sosial dengan masyarakat dalam artian khusus.

Kelompok sosial memiliki anggota sosial yang melakukan interaksi dan komunikasi secara terus menerus. Contohnya ialah kenalan, tetangga, teman sekota, teman sepermainan, dll. Kelompok Asosiasi Kelompok Asosiasi ialah kelompok sosial yang terorganisir dan memiliki struktur forma dalam kepengurusannya. Didalam kelompok sosial ini terdapat kesadaran dan kesamaan perhatian atau keinginan sehingga kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu lebih terlihatciri-ciri utama dari kelompok sosial asosiasi ialah sebagai berikut: • Direncanakan dan sengaja dibentuk.

• Terorganisir dan terikat secara nyata dalam suatu wadah. • Kesadaran kelompok yang kuat. • Interaksi dan komunikasi berlangsung secara terus menerus. • Kehadirannya konstan. Berdasarkan Kualitas Hubungan Antar Anggotanya Adapun berdasarkan kualitas hubungan antar anggotannya yaitu: Kelompok Primer “Primary Group” Kelompok primer ialah kelompok yang hubungan antar anggotannya bersifat informal, contohnya keluarga, kelompok dan sahabat.

Kelompok Sekunder “Secondary Group” Kelompok sekunder merupakan kelompok yang hubungan antar anggotannya bersifat formal karena didasarkan oleh manfaat dan tujuan yang ingin dicapai. Contohnya ialah persatuan guru indonesia, ikatan dokter indonesia, dll. Berdasarkan Ikatan Antar Anggotanya Adapun berdasarkan ikatan antar anggotanya yaitu: Paguyuban “Gameinschaft” Paguyuban merupakan kelompok sosial yang ikatan antara anggotanya merupakan ikatan batin murni, alamiah, kekal dan sangat kuat.

Hubungan antar anggotanya biasanya bersifat informal.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Contohnya ialah Paguyuban yang terbentuk karena ikatan darah dan paguyuban yang terbentuk karena ideologi. Patembayan “Gesselschaft” Patembayan merupakan kelompok sosial yang ikatan antara anggotanya tidak terlalu kuat karena berlangsung untuk waktu yang pendek. Strukturnya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.

Hubungan antar anggota biasanya bersifat formal dengan memperhitungkan nilai guna dari interaksi dan komunikasi yang terjadi, contohnya ialah ikatan antar pedagang dan pembeli yang terjadi di pasar.

Berdasarkan Pencapaian Tujuan Adapun berdasarkan pancapaian tujuan yang diantaranya yaitu: Kelompok Formal Kelompok formal merupakan kelompok yang memiliki peraturan, peraturan dan tugas yang sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya, contohnya ialah lembaga pendidikan. Kelompok Informal Kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang dan memiliki kepentingan dan memiliki pengalaman yang sama, contohnya teman.

Demikianlah pembahasan mengenai Kelompok Sosial – Pengertian, Macam, Klasifikasi, Syarat & Jenis semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Sosiologi Ditag apa sajakah bentuk bentuk kerumunan, artikel kelompok sosial, bagaimana terbentuknya kelompok sosial, bentuk kelompok sosial, bersistem dan berproses dalam syarat kelompok sosial, ciri ciri kelompok sosial, ciri ciri kelompok sosial in group dan out group, ciri ciri kelompok sosial menurut para ahli, ciri ciri kelompok sosial paguyuban, ciri kelompok sosial, ciri kelompok sosial dalam masyarakat, ciri kelompok sosial primer, contoh artikel kelompok sosial di masyarakat, contoh kelompok besar, contoh kelompok sosial, contoh kelompok sosial dalam sosiologi, contoh kelompok sosial di lingkungan masyarakat, contoh kelompok sosial paguyuban, contoh massa dalam sosiologi brainly, faktor pembentuk kelompok sosial, fungsi kelompok sosial, fungsi kelompok sosial individu dan masyarakat, jelaskan fungsi kelompok sosial sebagai sarana pendidikan bagi individu, jenis kelompok sosial, jurnal ciri dan fungsi kelompok, jurnal kelompok sosial pdf, jurnal organisasi sosial pdf, karakteristik masyarakat multikultural, kelompok sosial menurut emile durkheim, kelompok sosial menurut para ahli, kelompok sosial pdf, kelompok sosial ppt, kelompok sosial sosiologi, klasifikasi kelompok sosial, konsep kelompok dan klasifikasi kelompok, macam macam kelompok sosial, macam macam kelompok sosial beserta gambarnya, macam macam kelompok sosial menurut para ahli, macam macam kelompok sosial teratur, makalah kelompok sosial, makalah kelompok sosial sosiologi, materi kuliah kelompok sosial, norma sosial, pada prinsipnya kelompok sosial adalah, pendekatan sosiologi terhadap kelompok sosial, pengertian kelompok sosial menurut para ahli, perbedaan kelompok sosial dan kerumunan, persamaan paguyuban dan patembayan, ringkasan kelompok sosial, sebutkan 4 ciri ciri kelompok sosial, sebutkan ciri ciri kelompok sosial, sebutkan dan jelaskan penyebab terbentuknya kelompok sosial, suatu sikap dan perilaku seseorang yang menggambarkan pola perilaku suatu kelompok sosial disebut, syarat kelompok sosial, syarat kelompok sosial dan penjelasannya, syarat kelompok sosial menurut para ahli, syarat syarat kelompok sosial menurut para ahli, syarat syarat terbentuknya kelompok sosial, syarat terbentuknya kelompok sosial, tipe tipe kelompok sosial, tujuan kelompok sosial Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com Pewilayahan atau regionalisasi merupakan usaha untuk membagi wilayah-wilayah di permukaan bumi untuk tujuan tertentu berdasarkan kesamaan fisik maupun sosial.

Proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan pewilayahan di muka bumi antara lain. • Memisahkan sesuatu yang berguna dari yang kurang berguna • Mengurutkan keanekaragaman permukaan bumi • Menyederhanakan informasi dari suatu gejala atau fenomena di permukaan yang sangat beragam • Memantau perubahan-perubahan yang terjadi baik gejala alam maupun manusia Jadi, jawaban yang tepat adalah D.
Sebagai warga negara Indonesia, penting bagi kita untuk mengetahui ada wilayah apa saja didalamnya.

Alasannya sederhana, banyak hal yang dapat kita temukan dengan mengenal Indonesia dan kondisi geografisnya secara lebih dalam.

Katakan saja, terkait pembagian wilayah. Wilayah atau perwilayahan sendiri memiliki banyak arti, sebagaimana diungkapkan oleh para ahli. Cressey misalnya, yang menyatakan bahwa wilayah adalah keseluruhan dari lahan, air, udara dan manusia dalam hubungan yang saling menguntungkan.

Setiap region merupakan satu keutuhan yang batasnya jarang ditentukan secara tepat. Sementara itu, W.I.G Jeong menyebut wilayah sebagai suatu area yang mempunyai kondisi fisik yang sama/homogen.

Menurut Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, wilayah diartikan sebagai ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan aspek fungsional.

Dalam perjalannya, wilayah di Indonesia dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan baik status maupun kondisi fisiknya. Berdasarkan statusnya, bentuk wilayah Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu wilayah formal dan wilayah nonformal atau biasa dikenal dengan istilah wilayah fungsional.

Bedanya apa? Wilayah Formal Wilayah formal merupakan suatu wilayah yang memiliki karakteristik berdasarkan keseragaman atau biasa disebut dengan wilayah yang memiliki homogenitas tertentu.

Dalam hal ini, wilayah formal sering pula dikenal sebagai wilayah seragam (uniform region). Homogenitas tersebut dapat ditinjau atau dibagi berdasakan kriteria fisik, alam dan sosial budaya. Berdasarkan kriteria fisik, wilayah formal dapat didasarkan pada kesamaan topografi, vegetasi, iklim dan jenis batuan.

Contohnya wilayah pegunungan kapur, wilayah negetasi mangrove dan wilayah beriklim dingin. (Baca juga: Pengaruh Unsur Fisik, Biotik, dan Topologi Wilayah Indonesia) Wilayah formal yang dibagi berdasarkan aspek sosial budaya contohnya wilayah suku Asmat, wilayah kerajinan batik, wilayah industri dan lainnya.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Wilayah Fungsional Wilayah ini merupakan wilayah yang mempunyai ciri-ciri seperti adanya kegiatan atau aktivitas yang saling berhubungan secara fungsional dan meliputi beberapa pusat kegiatan yang berbeda. Sebagai contoh, wilayah fungsional kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang biasanya disebut Jabodetabek.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Wilayah ini secara fisik pun memiliki kondisi yang berbeda atau terdiri dari banyak kondiri (heterogen) namun secara fungsional saling berhubungan dalam memenuhi kebutuhan hidup penduduk di setiap wilayah.

Hal ini dikarenakan wilayah tersebut merupakan wilayah yang berdekatan. Pembagian wilayah menurut kondisi fisiknya dibagi menjadi 5, termasuk natural region, single feature region, generic region, spesific region, dan factor analysis region. Berikut penjelasannya.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Natural Region Natural region merupakan suatu wilayah yang tergolong berdasarkan onjek-objek yang bersifat alami dan mendominasi, seperti wilayah fisik pertanian, rawa-rawa dan kehutan. Single Feature Region Single feature region merupakan suatu wilayah yang tergolong berdasarkan hanya pada satu jenis ketampakan, seperti penggolongan wilayah berdasarkan vegetasi, iklim, atau hewan saja.

Karena hanya digolongkan berdasarkan satu ketampakan saja, maka wilayah ini memiliki karakteristik fenimena geosfer yang homogen. Generic Region Generic Region merupakan suatu wilayah yang tergolong berdasarkan penampakan yang mempunya tema atau jenis tertentu.

Contohnya adalah wilayah hutan hujan tropis, yang ditonjolkan hanyalah salah satu jenis flora tertentu yang terdapat di wilayah hutan tersebut, seperti hutan pinus. Spesific Region (Wilayah Spesifik atau Khusus) Ini merupakan suatu wilayah yang tergolong berdasarkan aspek spesifik yang dicirikan dengan kondisi geografis yang khas seperti hubungan kependudukan secara umum, tata letak, warna kulit dan ras tertentu.

Contohnya adalah wilayah Asia Barat Daya, Eropa Timur dan Asia Tenggara. Factor Analysis Region (Wilayah Analisis Faktor) Ini merupakan suatu proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan yang tergolong berdasarkan metode statistik-deskriptif atau pembagian wilayah yang berdasarkan dengan metode statistik-analitik.

Tujuan dari penentuan wilayah analisis faktor ini untuk memperoleh hal-hal yang bersifat produktif, seperti penentuan wilayah yang cocok untuk berkebun, bertani, atau beternak. Kelas Pintar Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik.

Related Topics • Geografi • Kelas 12 • Pembagian Wilayah • Wilayah dan Kewilayahan • Wilayah Indonesia Previous Article Pewilayahan atau regionalisasi merupakan usaha untuk membagi wilayah-wilayah di permukaan bumi untuk tujuan tertentu berdasarkan kesamaan fisik maupun sosial. Tujuan pewilayahan di muka bumi antara lain. • Memisahkan sesuatu yang berguna dari yang kurang berguna • Mengurutkan keanekaragaman permukaan bumi • Menyederhanakan informasi dari suatu gejala atau fenomena di permukaan yang sangat beragam • Memantau perubahan-perubahan yang terjadi baik gejala alam maupun manusia Jadi, jawaban yang tepat adalah A.
Perwilayahan adalah proses pengelompokkan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial.

Regionalisasi selalu didasarkan pada kriteria dan kepentingan tertentu, misalnya, pada pembagian region permukaan bumi berdasarkan iklim maka kriteria yang digunakan adalah unsur cuaca, seperti temperatur, curah hujan, penguapan, kelembapan, dan angin Secara garis besar metode pewilayahan dapat digolongkan ke dalam dua golongan besar, yaitu : • Regional Generalization (Penyamarataan wilayah) • Regional Classification (Klasifikasi wilayah) a) Generalisasi (Penyamarataan Wilayah) Penyamarataan wilayah ( generalisasi regional) adalah suatu proses/usaha untuk membagi permukaan bumi atau bagian dari permukaan bumi tertentu menjadi beberapa bagian dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor tertentu dalam populasi yang dianggap kurang penting atau kurang relevan, dengan maksud untuk menonjolkan karakter-karakter tertentu.

Walaupun pengertian penyamarataan itu sendiri memberi kesan yang bersifat kualitatif, namun dalam pelaksanaannya dapat pula dikerjakan secara kuantitatif.

Dalam mengadakan generalisasi regional, perlu memperhatikan hal berikut: 1. Skala Peta Skala merupakan faktor yang sangat penting dalam pemetaan, dalam generalisasi derajat generalisasinya pun dipengaruhi oleh besar-kecilnya skala yang digunakan dalam peta yang bersangkutan. Sebuah penelitian wilayah yang detail menghendaki ketelitian dan ketepatan pengukuran-pengukuran yang dilakukan dilapangan.

Umumnya peta-peta berskala besar digunakan sebagai visualisasi data. Daerah survey pada biasanya tidak meliputi daerah yang terlalu luas. Untuk generalisasi regional yang meliputi daerah luas, digunakan peta-peta berskala kecil.

Akibat yang timbul dari penggunaan skala peta yang berbeda sebagai berikut: i. makin besar skala peta yang digunakan (makin detail features yang diamati), akan makin kecil derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan; ii. makin kecil skala yang digunakan (makin tidak detail features yang diamati), akan semakin besar derajat penyamarataan wilayah yang dilakukan.

( James, 1952). 2 Tujuan Pewilayahan Tujuan pewilayahan akan mempengaruhi derajat generalisasi yang dilakukan. Untuk pemetaan tata guna tanah misalnya, akan mempunyai derajat geeralisasi yang lebih kecil dianding dengan generalisasi regional untuk tujuan analisis klimatologis.

Hal ini banyak dipengaruhi oleh ‘visual features’ yang ada dalam penelitian. Untuk ‘visual data’ akan mengalami derajat generalisasi yang lebih kecil dibanding dengan ‘unvisual data’, dengan pengertian bahwa faktor-faktor lain adalah sama. b) Delimitasi Delimitasi adalah cara-cara penentuan batas terluar suatu wilayah untuk tujuan tertentu. Dalam generalisasi wilayah, delimitasi dibedakan dalam dua kelompok, yaitu: (1) generalisasi wilayah dengan cara kualitatif (2) generalisasi wilayah dengan proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan kuantitatif.

(1) Generalisasi wilayah dengan cara kualitatif Delimitasi wilayah kualitatif yaitu cara pemberian batas wilayah bagian terluar yang memiliki perbedaan karateristik kemampakan yang tegas. Cara ini banyak dikerjakan dalam interpretasi foto udara.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Delimitasi kenampakan yang dijalankan berdasarkan rona, tekstur, dan pola yang ada dalam foto udara yang bersangkutan. Delimitasi kualitatif lebih menguntungkan dan dapat lebih dipercaya dibandingkan delimitasi yang menggunakan peta garis (line map). Untuk daerah yang sempit dapat digunakan foto udara dan daerah yang luas dapat digunakan citra satelit Sifat-sifat yang ada dalam suatu wilayah ditinjau secara menyeluruh akan menimbulkan image tentang kenampakan-kenampakan yang menyolok dari wilayah tersebut.

Dengan kata lain, kenampakan-kenampakan yang dominan pada sesuatu tempat akan memberi kesan yang lebih menyolok tentang wilayah yang bersangkutan. Masing-masing daerah secara konseptual akan dibatasi oleh suatu garis pemisah/garis batas.

Pada hakekatnya garis pemisah tersebut bukan merupakan batas yang tegas antara wilayah yang satu dengan yang lainnya, tetapi lebih merupakan suatu wilayah peralihan (zone of transition) antara dua kenampakan yang berbeda.

Jalur wilayah yang mempunyai deferensiasi kenampakan paling kabur adalah ‘zone of transition’ tersebut, sedangkan bagian wilayah yang mempunyai deferensiasi kenampakan paling tegas adalah core region ( Alexander, 1963).

Kelemahan Delimitasi Pada Pembagian Wilayah Pembangunan Indonesia Penggunaan delimitasi wilayah kualitatif dalam generalisasi mengandung sejumlah kelemahan. Hal ini disebabkan oleh cara memisah-misahkan wilayah yang satu dengan yang lain semata-mata mendasarkan pada pengamatan yang bersifat kualitatif.

Karena itu, delimitasi kualitatif sebetulnya hanya cocok diterapkan ‘ pre-planning period’, dimana gambaran umum tentang sesuatu wilayah diperlukan untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan langkah-langkah selanjutnya yang lebih konkrit dan tegas.

Berdasarkan regionalisasi wilayah wilayah pembangunan di Indonesia dapat diketahui bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi, antara lain sebagai berikut : a) berkaitan dengan pemasukan beberapa wilayah ke dalam unit pembangunan yang sama. Dalam unit wilayah pembangunan IV misalnya, dimasukkannya daerah Lampung dan sekitarnya kedalam unit wilayah pembangunan proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan juga meliputi Jawa Barat dan Jawa Tengah, jelas terlalu mendasarkan pada kriteria yang sifatnya kualitatif.

Kriteria-kriteria kualitatif ini jelas akan mengundang berbagai masalah yang sangat menyulitkan dan perlu dipecahkan, terutama berkaitan dengan derajat ketelitian dan derajat konsistensinya. b) berkaitan dengan penentuan batas masing-masing wilayah pembangunan.

Sebagai contoh dapat dikemukakan, batas antara wilayah pembangunan II dan wilayah pembangunan III, terlalu sulit dimengerti. Hal ini akan merupakan sumber persoalan yang serius pada bagian-bagian batas di daratan, karena gap antara garis yang satu dengan garis yang lain tidak sekedar jalur sempit ( transition zone) saja, tetapi meliputi daerah yang cukup luas untuk dapat disebut sebagai batas.

Lain halnya dengan gap yang terletak di daerah perairan, tentunya tidak akan menimbulkan masalah sedemikian besar seperti di daerah daratan, karena secara fisik tidak akasn menimbulkan akibat yang berarti.

(2) Delimitasi Kuantitatif Delimitasi yang dikerjakan pada golongan yang kedua ini tidak semata-mata menggunakan parameter-parameter yang sifatnya kualitatif, melainkan lebih ditekankan pada parameter-parameter yang sifatnya kuantitatif. Data yang digunakan sebagai dasar untuk generalisasi diambilkan dari berbagai bidang.

Dari data yang terkumpul kemudian dituangkan kedalam peta, dan akhirnya akan memberikan gambaran penyebaran data tersebut dalam hubungannya dengan ruang.

Salah satu contoh yang sederhana dalam hal ini adalah pewilayahan klimatologis yang dikerjakan oleh U. S. Weather Beureau. Dalam delimitasinya, badan ini mendasarkan regionalisasi pada lokasi station-station meteorologi yang tersebar di seluruh daerah.

Dengan menghubungkan beberapa titik (dalam hal ini diwakili oleh station-station meteorologi tersebut), kemudian dibuat garis-garis berat dari masing-masing garis penghubung antara dua station. Maka akan diperoleh wilayah-wilayah klimatologi dengan batas-batas garis berat, dengan station meteorologi sebagai pusatnya, dan wilayah tersebut berupa bentuk yang terkenal dengan sebutan polygon.

Cara ini mendasarkan pada teknik pembuatan polygon seperti dikemukakan oleh Thiesen dan dikenal dengan sebutan Thiesen Polygon (Haggett, 1970). Dalam bentuk model, teknik delimitasi tersebut tercermin dalam rumus sebagai berikut : d D A.B = 1 + P. B √ P.

A Keterangan : D A.B : merupakan batas terluar pengaruh pusat kegiatan, dihitung dalam mil atau kilometer sepanjang jalan dari A menuju B; P.A. : jumlah penduduk pada kota A; P.B. : jumlah penduduk pada kota B; d : jarak jalan utama yang menghubungkan antara pusat kegiatan A dan pusat kegiatan B dihitung dalam mil atau kilometer.

Limit antara dua titik pengaruh kemudian dihubung-hubungkan dan akan terdapat kesatuan-kesatuan wilayah yang dihasilkan secara kuantitatif. Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri dalam hal ini adalah bahwasanya dalam batas-batas tertentu derajat generalisasinya masih tampak besar.

c) Klasifikasi wilayah Klasifikasi wilayah adalah usaha untuk mengadakan penggolongan wilayah secara sistematis kedalam bagian-bagian tertentu berdasarkan properti tertentu. Penggolongan yang dimaksud haruslah memperhatikan keseragaman sifat dan semua individu. Semua individu dalam polulasi mendapatkan tempat dalam golongan masing-masing. Tujuan utama klasifikasi adalah untuk tidak menonjolkan sifat-sifat tertentu dari sejumlah individu, melainkan mencari diferensisasi antar golongan.

Cara klasifikasi dapat dikerjakan dengan sifat kualitatif maupun kuantitatif. Klasifikasi dapat bertujuan untuk mengetahui deferensiasi jenis dan deferensiasi tingkat. Berikut ini beberapa penggolongan atau klasifikasi wilayah tersebut. a. Core Region, yaitu inti wilayah yang biasanya berupa daerah metropolitan yang terdiri atas dua atau lebih kota-kota yang berkelompok.

Contoh: Kota Jakarta. b. Development Axes (poros pembangunan), yaitu daerah yang menghubungkan dua atau lebih core region. Biasanya berupa jalur memanjang di koridor transportasi. Contoh: Jalur transportasi yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

c. Resource Frontier Region, yaitu suatu wilayah baru yang mulai berkembang dan nantinya akan menjadi daerah yang produktif. Daerah ini biasanya terletak jauh dari core region. Contoh: daerah transmigrasi, kawasan industri, daerah perkebunan, dan lain sebagainya. d. Depresed Region atau daerah tertekan, yaitu suatu daerah yang mengalami penurunan tingkat ekonominya dan daerahnya sulit untuk berkembang. Daerah ini biasanya tertekan secara sosial dan ekonomi, sehingga cenderung menjadi daerah yang tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya.

e. Special Problem Region, yaitu suatu daerah yang terletak pada lokasi yang khusus dengan karakteristik tertentu. Contoh: daerah perbatasan, daerah cagar purbakala, perumahan militer, dan lain sebagainya Metode Dalam Klasifikasi Wilayah a. Metode Interval. Pembagian wilayah menjadi beberapa wilayah digunakan dasar kelas interval. Semakin banyak kelas yang dibentuk dalam deferensiasinya atau semakin kecilnya interval yang digunakan sebgai dasar penggolongan akan semakin banyak informasi yang dapat disadap dari data yang bersangkutan.

Contoh peta dengan cara ini: pembuatan wilayah peta curah hujan dengan cara isohyt yaitu garis yang menghubungkan titik yang mempunyai curah hujan yang sama, pembuatan wilayah topografi, dengan kontur yaitu garis menghubungkan tempat yang memiliki ketinggian yang sama. b. Metode Hirarkhis Dalam klasifikasi wilayah masing kelas mempunyai hubungan dengan kelas di bawahnya atau di atasnya karena orde yang lebih tinggi merupakan gabungan dari kelas yang ada dibawahnya.

Pembagian wilayah dalam klasifikasi wilayah dengan metode hirarkis seperti pembagian wilayah desa, wilayah kecamatan, wilayah kabupaten, wilayah provinsi, dan wilayah Indonesia.
Geografi merupakan ilmu yang berdasarkan diri pada analisis interelasi keruangan antar gejala geografi pada suatu wilayah atau region (Bahasa Inggris).

Nah, kali ini pintar nasi akan membahas tentang wilayah, mulai dari pengertian wilayah, jenis wilayah, ciri wilayah, serta pembagian wilayah. Nah, proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan kita akan membahas tentang pengertian wilayah secara umum, berikut ini adalah pengertian wilayah secara umum. • Pengertian Wilayah • Pengertian Wilayah Menurut Para Ahli • Perbedaan Perwilayahan dengan Wilayah • Penggolongan Wilayah • 1.

Natural Region • 2. Specific Region • 3. Generic Region • 4. Single Feature Region • 5. Faktor Analysis Region • Jenis-Jenis Wilayah • 1. Uniform Region • 2. Nodal Region • Ciri-Ciri Perwilayahan • 1.

proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan

Single topic region • 2. Total Proses pengelompokan wilayah berdasarkan ciri kesamaan atas dasar fisik dan sosial dinamakan • 3.Multi Topic Region Pengertian Wilayah Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai serta juga menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan tertentu.

Secara umum, pengertian wilayah atau region adalah suatu salah satu bagian permukaan yang yang ada di bumi yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik tertentu yang menggambarkan suatu keseragaman atau juga homogenitas, sehingga bisa dengan jelas dibedakan dari wilayah-wilayah lain yang ada disekitarnya. Wilayah merupakan suatu daerah yang ada di permukaan bumi dan dibatasi oleh adanya kenampakan tertentu yang memiliki karakteristik dan sifatnya itu khas serta juga membedakan wilayah tersebut dengan wilayah yang lainnya.

Contohnya saja adalah, wilayah perkotaan berbeda dengan wilayah pedesaan, wilayah hutan berbeda dengan wilayah pertanian serta wilayah perairan. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 Mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, wilayah adalah suatu ruang yang merupakan kesatuan geografis dan juga segenap unsur yang terkait padanya yang batas serta juga sistem yaitu ditentukan dengan berdasarkan aspek administratif serta juga aspek fungsional.

Baca Juga : Negara Berkembang Perbedaan Perwilayahan dengan Wilayah Seperti yang sudah dijelaskan di atas wilayah merupakan suatu salah satu bagian permukaan yang yang ada di bumi yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik tertentu yang menggambarkan suatu keseragaman atau juga homogenitas, sehingga bisa dengan jelas dibedakan dari wilayah-wilayah lain yang ada disekitarnya.

Sedangkan perwilayahan atau regionalisasi (Bahasa Inggris) merupakan suatu proses penggolongan wilayah dengan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang ada. penggolongan wilayah atau yang biasa disebut dengan klasifikasi wilayah bisa dilakukan dengan secara fungsional maupun secara formal. Dalam melakukan perencanaan pembangunan, pemerintah wajib memahami kondisi pada suatu wilayah tersebut, karena setiap wilayah itu memiliki kondisi dan karakteristik yang berbeda-beda.

Penggolongan Wilayah Secara garis besar penggolongan wilayah bisa dibedakan menjadi lima golongan, berikut ini adalah 5 penggolongan wilayah, diantaranya adalah: 1. Natural Region Natural region atau yang bisa juga disebut dengan wilayah alamiah, adalah wilayah yang berdasarkan kenampakan alami. Contohnya saja wilayah kehutanan serta juga wilayah pertanian. 2. Specific Region Specific Region atau yang bisa juga disebut dengan wilayah spesifik adalah wilayah yang dicirikan kondisi geografis yang khas hubungannya dengan letak, budaya, istiadat, adat, server kependudukan secara umum.

Contohnya saja wilayah Eropa Timur Asia Utara, Asia Tenggara, dan lain sebagainya. 5. Faktor Analysis Region Faktor Analysis Region bisa juga disebut dengan wilayah analisis faktor adalah wilayah yang berdasarkan metode statistik-deskriptif atau juga dengan metode statistik-analitik. Penentuan wilayah ini berdasarkan analisis faktor terutama yang memiliki tujuan yang bersikap produktif.contohnya saja penentuan wilayah untuk tanaman kentang serta jagung.

Baca Juga : Batas Wilayah Laut Indonesia 1. Single topic region Ciri yang pertama adalah single topic region, ciri yang satu ini juga bisa disebut dengan perwilayahan berciri tunggal, ciri perwilayahan yang satu ini merupakan suatu penetapan wilayah yang berdasarkan pada salah satu aspek geografi yang ada.

Contoh dari ciri perwilayahan yang satu ini seperti tekanan pada udara dapat digunakan untuk membedakan antara wilayah dataran tinggi dengan wilayah dataran rendah. Baca Juga : Peta Indonesia 2. Total Region Ciri perwilayahan yang kedua adalah total region atau bisa juga disebut dengan perwilayahan dengan bercirikan keseluruhan, ciri perwilayahan yang satu ini merupakan penetapan wilayah yang berdasarkan pada banyak sekali faktor yang menyangkut mulai dari lingkungan manusia, lingkungan alam, serta juga lingkungan biotik.

Contoh dari ciri perwilayahan yang satu ini adalah penetapan wilayah hutan pinus, hutan jati, dan lain sebagainya. 3.Multi Topic Region Ciri perwilayahan yang terakhir adalah multi topic region atau bisa juga disebut dengan perwilayahan yang berciri majemuk adalah penetapan wilayah yang berdasarkan pada faktor-faktor geografi. Contoh dari ciri perwilayahan yang satu ini adalah penetapan wilayah dengan berdasarkan kondisi alam atau iklim pada daerah tersebut, dalam penetapan iklim tersebut pasti akan digunakan faktor faktor geografi yang ada, seperti cocok angin, suhu, curah hujan, lain sebagainya.

EKONOMI KEMISKINAN, PERTEMUAN 7




2022 www.videocon.com