Urgensi pendidikan kewarganegaraan

urgensi pendidikan kewarganegaraan

• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Urgensi Vs Tantangan Pendidikan Informal • Senjata Kimia Toksikan bagi Tentara dan Warga Negara • Pentingnya Pendidikan Inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus • Urgensi Pendidikan Formal • Pentingnya Pendidikan bagi Seluruh Elemen Masyarakat Indonesia • Pentingnya Pendidikan Agama Islam Sejak duduk dibangku sekolah dasar hingga dibangku kuliah, tak luput dari kita mempelajari pelajaraan pendidikan kewarganegaraan.

Tak jarang kita merasa jenuh dengan pelajaran tersebut karena materi yang disampaikan selalu berkaitan dengan politik dan sejarah diindonesia. Yang menjadi pertanyaan seluruh siswa, seberapa penting pendidikan kewarganegaraan bagi setiap orang? kenapa kita harus mempelajari pendidikan kewarganegaraan semenjak sekolah dasar hingga diperkuliahan?, apa saja yang mendasari kita harus mempelajari pendidikan kewarganegaraan?.

Pertanyaan demi pertanyaan timbul karena kejenuhan dari tiap siswa harus mempelajari pendidikan kewarganegaraan di setiap pendidikan yang ditempuhnya.

Pertanyaan mendasar kenapa kita harus mempelajari pendidikan kewarganegaraan?. Tujuan dari urgensi pendidikan kewarganegaraan kewarganegaraan tersebut menciptakan warga Negara yang professional akan tetapi memiliki wawasan kenegaraan.

Yang dimaksud disini adalah bagaimana pelajar di Indonesia dengan pendidikan lulusan terbaik urgensi pendidikan kewarganegaraan akan negaranya. Paham bagaimana kondisi negaranya sekarang. Pengertian pendidikan keawarganegaraan tersebut menrut peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 mata pelajaran yang menfokuskan pada pembentukan warga Negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamantkan oleh pancasila dan UUD 1945. Kemudiaan menurut Azis Wahab menyatakan bahwa pendidikan kewarganegaraan ialah media pengajaran yang meng-indonesiakan para pelajar secara sadar, cerdas, dan urgensi pendidikan kewarganegaraan tanggung jawab.

Aspek selanjutnya, menanamkan rasa cinta tanah air. Setiap individu harus memiliki perasaan cinta tanah air untuk negar dan bangsanya. Tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. Ada berbagai macam upaya dalam menanamkan rasa cinta air dan salah satunya adalah mempelajari pendidikan kewarganegaraan yang dimana pendidikan kewarganegaraan memuat konsep urgensi pendidikan kewarganegaraan ketatanegaraan, politik dan hukum, serta teori umum yang cocok untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Tak jarang disetiap generasi yang mendatang, selalu terkena dampat globalisasi meniru budaya budaya barat yang membuat Indonesia khususnya generasi penerus kehilangan identitas diri.

Mengikuti trend yang berkembang menjadi lupa akan kekayaan dan keragaman bangsa Indonesia. Disini pendidikan kewarganegaraan berperan penting untuk menanamkan sikap cinta tanah air Kebanggaan sebagai warga Negara Indonesia dalam diri generasi muda penerus.

Bangga akan bangsa sendiri, menyerahkan segenap jiwa dan raga untuk Indonesia dalam segi apapun. Bukan hanya budaya asing yang masuk ke Indonesia dan generasi penerus ikut akan trend budaya luar, melainkan mempromosikan bagaimana kekayaan kekayaan yang ada diindonesia ke khalayak ramai tentang kekayaan yang Indonesia miliki. Dengan pendidikan kewarganegaraan para generasi penerus diharapkan untuk memili kesadaran penuh dengan demokrasi dan HAM.

Memiliki kontribusi dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa, seperti konflik dan kekerasan yang terjadi dalam masyarakat dengan cara cerdas dan urgensi pendidikan kewarganegaraan dingin.

Sejarah pendidikan kewarganegaraan diawali dengan pendidikan moral di Indonesia yang berisi nilai nilai kemasyarakatan, adat dan agama. Berbagai perubahan kurikulum dari tahun 1957 hingga sekarang memiliki paradigm baru antara lain memiliki struktur organisasi keilmuan yang jelas berbasis pada ilmu politik, hukum, filsafat moral atau filsafat pancasila dam memilikidik visi yang kuat nation and character building.

Citizen empowerment (pemberdayaan warga Negara), yang mampu mengembangkan civil society (masyarakat kewarganegaraan) yang memiliki arti penting dalam pembaharuan pendidikan kewarganegaraan yang sejalan dengan system politik demokratis. Paradigm baru ini merupakan upaya untuk menggantikan paradigm urgensi pendidikan kewarganegaraan  antara lain bercirikan struktur keilmuan yang tidak jelas, materi disesuaikan dengan kepentingan politik rezim, memiliki visi untuk memperkuat state building (Negara otoriter birokratis) yang bermuara pada posisi warga Negara sebagai kaula atau obyek yang sangat lemah ketika berhadapan dengan penguasa.

Menelusuri Konsep dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan(PKN) dalam Pencerdasan Kehidupan Bangsa. Pernahkah Anda memikirkan atau memimpikan menjadi seorang sarjana atau profesional? Seperti apa sosok sarjana atau profesional itu?

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Apa itu sarjana dan apa itu profesional? Bila Anda memimpikannya berarti Anda tergerak untuk mengetahui apa yang dimaksud sarjana dan profesional yang menjadi tujuan Anda urgensi pendidikan kewarganegaraan pendidikan di perguruan tinggi ini. Meskipun demikian, pemahaman Anda perlu diuji kebenarannya, apakah pengertian sarjana atau profesional yang Anda maksud sama dengan definisi resmi. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, program sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah.

Lulusan program sarjana diharapkan akan menjadi intelektual dan/atau ilmuwan urgensi pendidikan kewarganegaraan berbudaya, mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan kerja, serta mampu mengembangkan diri menjadi profesional. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dapat menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, kemahiran, atau kecakapan, memiliki standar mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi.

Artikel Terkait: Alasan Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Apakah profesi yang akan Anda capai setelah menyelesaikan pendidikan sarjana atau profesional? Perlu Anda ketahui bahwa apa pun kedudukannya, sarjana atau profesional, dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara, bila memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan, maka Anda berstatus warga negara. Apakah warga negara dan siapakah warga negara Indonesia (WNI) itu?

Konsep warga negara (citizen; citoyen) dalam arti negara modern atau negara kebangsaan (nation-state) dikenal sejak adanya perjanjian Westphalia 1648 di Eropa sebagai kesepakatan mengakhiri perang selama 30 tahun di Eropa. Berbicara warga negara biasanya terkait dengan masalah pemerintahan dan urgensi pendidikan kewarganegaraan negara seperti lembaga Dewan Perwakilan Rakyat, Pengadilan, Kepresidenan dan sebagainya.

Dalam pengertian negara modern, istilah “warga negara” dapat berarti warga, anggota (member) dari sebuah negara. Warga negara adalah anggota dari sekelompok manusia yang hidup atau tinggal di wilayah hukum tertentu yang memiliki hak dan kewajiban. Di Indonesia, istilah “warga negara” adalah terjemahan dari istilah bahasa Belanda, staatsburger. Selain istilah staatsburger dalam bahasa Belanda dikenal pula istilah onderdaan.

Menurut Soetoprawiro (1996), istilah onderdaan tidak sama dengan warga negara melainkan bersifat semi warga negara atau kawula negara. Munculnya istiah tersebut karena Indonesia memiliki budaya kerajaan yang bersifat feodal sehingga dikenal istilah kawula negara sebagai terjemahan dari onderdaan. Setelah Indonesia memasuki era kemerdekaan dan era modern, istilah kawula negara telah mengalami pergeseran. Istilah kawula negara sudah tidak digunakan lagi dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini.

Istilah “warga negara” dalam kepustakaan Inggris dikenal dengan istilah “civic”, “citizen”, atau “civicus”. Apabila ditulis dengan mencantumkan “s” di bagian belakang kata civic mejadi “civics” berarti disiplin ilmu kewarganegaraan Konsep warga negara Indonesia adalah warga negara dalam arti modern, bukan warga negara seperti pada zaman Yunani Kuno yang hanya meliputi angkatan perang, artis, dan ilmuwan/filsuf. Baca juga: Contoh Makalah Sistem Politik Dan Ketatanegaraan Indonesia Siapa saja WNI?

Menurut undang-undang yang berlaku saat ini, warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Mereka dapat meliputi TNI, Polri, petani, pedagang, dan profesi serta kelompok masyarakat lainnya yang telah memenuhi syarat menurut undang-undang.

Menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia, yang dimaksud warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Apakah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) itu? Untuk menelusuri konsep PKn, Anda dapat mengkajinya secara etimologis, yuridis, dan teoretis. PKn dibentuk oleh dua kata, ialah kata “ pendidikan” dan kata “ kewarganegaraan”.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Untuk urgensi pendidikan kewarganegaraan istilah pendidikan, Anda dapat melihat Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) atau secara lengkap lihat definisi pendidikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat (1). Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

(UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1). Secara konseptual, istilah kewarganegaraan tidak bisa dilepaskan dengan istilah warga negara. Selanjutnya ia juga berkaitan dengan istilah pendidikan kewarganegaraan. Dalam literatur Inggris ketiganya dinyatakan dengan istilah citizen, citizenship dan citizenship education. Lalu apa hubungan dari ketiga istilah tersebut? Perhatikan pernyataan yang dikemukakan oleh John J. Cogan, & Ray Derricott dalam buku Citizenship for the 21st Century: An International Perspective on Education (1998), berikut ini: A citizen was defined as a ‘constituent member of society’.

Citizenship on the other hand, was said to be a set of characteristics of being a citizen’. And finally, citizenship education the underlying focal point of a study, was defined as ‘the contribution of education to the development of those charateristics of a citizen’.

Selanjutnya secara yuridis, istilah kewarganegaraan dan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia dapat ditelusuri dalam peraturan perundangan berikut ini. Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. ( Undang-Undang RI No.12 Tahun 2006 Pasal 1 Ayat 2) Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

( Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003, Penjelasan Pasal 37) Berikut ini ditampilkan satu definisi PKn menurut M. Nu’man Somantri (2001) sebagai berikut: Pendidikan Kewarganegaraan adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, pengaruh-pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua, yang kesemuanya itu diproses guna melatih para siswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan di mana pun umumnya bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik (good citizen). Kita dapat mencermati Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 37 Ayat (1) huruf b yang menyatakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat pendidikan kewarganegaraan. Demikian pula pada ayat (2) huruf b dinyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat pendidikan kewarganegaraan. Bahkan dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi lebih eksplisit dan tegas dengan menyatakan nama mata kuliah kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib.

Dikatakan bahwa mata kuliah kewarganegaraan adalah pendidikan yang mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika untuk membentuk mahasiswa menjadi warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Ada istilah kunci yang sudah banyak dikenal untuk menelusuri pendidikan kewarganegaraan di negara lain. Berikut ini adalah istilah pendidikan kewarganegaraan menurut Udin S. Winataputra (2006) dan diperkaya oleh Sapriya (2013) sebagai berikut : • Pendidikan Kewarganegaraan (Indonesia ) • Civics, Civic Education(USA) • Citizenship Education (UK ) • Ta’limatul Muwwatanah, Tarbiyatul Watoniyah(Timteng ) • Educacion Civicas(Mexico ) • Sachunterricht(Jerman ) • Civics, Social Studies ( A ustralia) • Social Studies(USA, New Zealand) • Life Orientation(Afrika Selatan) • People and Society(H ongaria) • Civics and Moral Education(Singapore ) • Obscesvovedinie(Rusia) • Pendidikan Sivik (M alaysia) • Fuqarolik Jamiyatin( Uzbekistan ) • Grajdanskiy Obrazavanie ( Russian Uzbekistan) Istilah-istilah di atas merupakan pengantar bagi Anda untuk menelusuri lebih lanjut tentang pendidikan kewarganegaraan di negara lain.

Adanya sejumlah istilah yang digunakan di sejumlah negara menunjukkan bahwa setiap negara menyelenggarakan pendidikan kewarganegaraan meskipun dengan istilah yang beragam. Apa makna dibalik fakta ini? Cobalah Anda kemukakan simpulan tersendiri tentang pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi suatu negara.
Penulisan ini bertujuan untuk membahas urgensi pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani.

Perubahan Indonesia menuju pada sistem demokrasi merupakan sesuatu yang tidak terelakkan lagi. Pasca jatuhnya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang lengser pada 21 Mei 1998, Indonesia mengalami proses pembentukan demokrasi meskipun berjalan setelah lebih dari 30 tahun Orde Baru berkuasa.

Transisi Indonesia menaiki demokrasi menimbulkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih cenderung melakukan penyelesaian konflik melalui cara-cara yang tidak demokratis, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, dan praktik money politics sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangarn reformis selama ini.

Perkembangan ini tentu saja merupakan fenomena yang tidak kondusif bagi transisi Indonesia menuju demokrasi yang berkeadaban ( Democratic Civility). Seiring dengan perkembangan gelombang demokrasi ketiga, tuntutan dmokratisasi dalam praktik dan sosial pasca rezim Orde Baru menjadi salah satu agenda kelompok gerakan reformasi yang mana salah satu tuntutannya adalah memperbaharui kembali pendidikan kewarganegaraan ( Civic Education) yang selama ini dirasakan tidak relevan dengan semangat reformasi.

Di dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadaban maka peranan pendidikan urgensi pendidikan kewarganegaraan ( Civics Education) dirasa sangat urgen dan mendesak sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia.

Urgensi pendidikan kewarganegaraan, S., (2008), Hak Asasi Manusia, Pustaka Utama Grafiti. Effendi, M., (2006), Perkembangan Dimensi Hak Asasi Manusia (HAM), dan Proses Dinamika Penyusunan Hukum Hak Asasi Manusia (HAKHAM), Ghalia Indonesia.

Latif, A., (2007), Mahkamah Konstitusi Dalam Upaya Mewujudkan Negara Hukum Demokrasi, Total Media, Yogjakarta. Rasuanto, B., (2005), Keadilan Sosial Pandangan Deontologis, Rawls dan Habermas Dua Teori Filsafat Politik Modern, Gramedia Pustaka Utama. Sabon, M.B., (2014). Hak Asasi Manusia Bahan Pendidikan Untuk Perguruan Tinggi, Universitas Atma Jaya. Sutiyoso, B., (2010), Reformasi Keadilan dan Penegakan Hukum di Indonesia, UII Press, Yogjakarta.

Sutrisno, E., (2007), Bunga Rampai Hukum & Globalisasi, Genta Press, Urgensi pendidikan kewarganegaraan.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Tilaar, H.A.R., (2002) Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogi Transformatif untuk Indonesia, PT GrasindoJakarta. Ubaedillah, A & Abdul R, (2008) Pendidikan Kewarganegaraan, DemokrasiHak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, Indonesian Center for Civic Education (ICCE), Kencana Prenada Media, Jakarta, 2008 Undang- Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Zamroni, (2001), Pendidikan untuk Demokrasi: Tantangan Menuju Civil Society, Yogjakarta, BIGRAF Publishing.

DOI: https://doi.org/10.24114/jupiis.v8i2.5167 Article Metrics Abstract view : 39213 times PDF - 3435 times PDF - 8860 times DOI (PDF): https://doi.org/10.24114/jupiis.v8i2.5167.g4586 DOI (PDF): https://doi.org/10.24114/jupiis.v8i2.5167.g4608 Apakah kewarganegaraan itu? Sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah akhir, pendidikan kewarganegaraan seperti pelajaran wajib bagi semua siswa yang menempuh pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hingga pada perguruan tinggi pun kewarganegaraan menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian. Dari pembukaan UUD’45 “…mencerdaskan kehidupan bangsa…” yang merupakan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Mempunyai arti bukan hanya mencerdaskan intelektualnya saja melainkan juga menyangkut kecerdasan sosial, emosional dan spiritual, yang diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mencerdaskan kehidupan bangsa dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, yang didasari oleh kekuatan ideology nasional yaitu Pancasila. Untuk itu pendidikan kewarganegaraan bukan hanya dipandang sebagai pendidikan dasar di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi melainkan sebagai bentuk sadar warga negara Indonesia dalam kedudukannya dan perannya di Negara Indonesia yang pola berfikirnya, pola sikapnya dan pola tindakannya mencerminkan tujuan nasional Indonesia.

Sehingga warga Negara Indonesia dalam mewujudkan tujuan nasional harus dilandasi dengan jiwa patriotisme dan cinta tanah air. Seperti dalam tujuan pendidikan nasional berikut ini: Untuk berkembangnya potensi warga agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab. (Pasal urgensi pendidikan kewarganegaraan UU RI 20 tahun 2003 tentang sisdiknas).

Dari uraian di atas jelas bahwa pendidikan kewarganegaraan dalam usia dini dan berkelanjutan adalah upaya bersifat strategis dalam menjaga kelangsungan hidup dan kejayaan bangsa Indonesia.

Karena urgensi pendidikan kewarganegaraan kita berfikir, mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu ada disetiap jenjang pendidikan di Indonesia?.

Oleh sebab itu dalam membangun jiwa patriotisme dalam pendidikan kewarganegaraan dilaksanakan oleh berbagai fungsi pemerintah, lembaga masyarakat dan swasta. Dalam hal ini pendidikan kewarganegaraan dimaksud adalah pendidikan kewarganegaraan dalam arti luas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menumbuhkan kesadaran hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara yang dilandasi jati diri dan moral bangsa, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Urgensi pendidikan kewarganegaraan tersebut tertuang dalam Pasal 31 Ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidíkan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang”.

Pengajaran Kewarganegaraan di Indonesia, dan di negara-negara Asia pada umumnya, lebih ditekankan pada aspek moral (karakter individu), kepentingan komunal, identitas nasional, dan perspektif internasional. Hal ini cukup berbeda dengan Pendidikan Kewarganegaraan di Amerika dan Australia yang lebih menekankan pada pentingnya hak dan tanggung jawab individu serta sistem dan proses demokrasi, HAM dan ekonomi pasar.

Dalam realita kehidupan pendidikan kewarganegaraan seperti hanya sebagai pendidikan formal yang ada di sekolah dan perguruan tinggi. Karena bentuk aplikasi pendidikan kewarganegaraan jarang ditemui sekarang ini.

Sehingga banyak pola fikir, pola sikap dan pola perilaku yang tidak mencerminkan tujuan nasional Indonesia, yang dicirikan banyaknya penyimpangan di masyarakat. Oleh karena itu agar fenomena tersebut tidak berkelanjutan, maka setiap warga sadar akan pentingnya pendidikan kewarganegaraan mulai dari usia dini hingga kapanpun.

Dalam pendidikan kewarganegaraan dipelajari pula Hak dan Kewajiban, Bela Negara, HAM, pertahanan nasional.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Yang akan menjadi acuan utama untuk menempatkan diri dalam kedudukan sebagai warganegara yang sadar terhadap tujuan nasional Indonesia.

Setiap generasi adalah masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian, dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun privat yang sejalan dengan demokrasi konstitusional. Sikap mental ini harus dipelihara dan dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan.

Demokrasi bukanlah “mesin yang akan berfungsi dengan sendirinya”, tetapi harus selalu secara sadar direproduksi dari suatu generasi ke generasi berikutnya (Toqueville dalam Branson, 1998:2).

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan kembali semangat kebangsaan generasi muda, khususnya para mahasiswa, dalam menghadapi pengaruh globalisasi dan mengukuhkan kesadaran bela negara. Kita sebagai warganegara harus memahami mengenai hak dan kewajiban, HAM, bela negara.

Misalkan wujud bela negara di jaman sekarang yang berbeda dengan masa lalu, karena di masa lalu saat negara ini dijajah mungkin kita akan ikut membela dengan jalan berperang melawan penjajah.

Sedangkan di era sekarang wujud bela negara misal dalam bidang ekonomi bisa dilakukan dengan mengkonsumsi produk urgensi pendidikan kewarganegaraan negeri sehingga tidak akan mematikan pasar dalam negeri karena dalam penilaian saya disaat ini bangsa Indonesia dijajah dengan cara seperti itu. Contoh lain yaitu hak dan kewajiban warga negara, yaitu hak mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan pengidupan yang layak, hak memeluk agama dan juga kewajiban bela negara, taat pada hukum urgensi pendidikan kewarganegaraan pemerintahan karena belum memahaminya warganegara tentang hukum yang berlaku sehingga masih banyak terjadi penyimpangan dalam masyarakat, dan lain-lain.

Pentingnya pendidikan kewarganegaraan masih dianggap tidak penting karena dalam penilaian tiap warga negara pendidikan kewarganegaraan hanya sebagai pendidikan wajib di sekolah dan perguruan tinggi tanpa disadari manfaat yang nyata dari pendidikan kewarganegaraan. Sehingga sering mengabaikan apa sebenarnya manfaat dan tujuan pentingnya pendidikan kewarganegaraan.

Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai manfaat dan tujuan: • Mampu memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur, dan demokratis serta ihklas sebagai warga negara terdidik dalam kehidupannya selaku warganegara Republik Indonesia yang bertanggung jawab; • Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang hendak diatasi dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional secara kritis dan bertanggungjawab; c.Mampu memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan serta patriotisme yang cinta tanah air, rela berkorban bagi nusa dan bangsa.

Maka pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi mahasiswa pada umumnya agar mahasiswa bisa menjadi warga negara yang memiliki pandangan terhadap nilai-nilai HAM, mahasiswa juga mampu berpartisipasi dalam memecahkan semua persoalan dengan solusi tanpa menimbulkan konflik, dan berfikir kritis terhadap semua persoalan.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Jadi pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang didapatkan sejak dijenjang sekolah hingga perguruan tinggi adalah untuk menimbulkan kesadaran warga negara terhadap tujuan nasional bangsa Indonesia agar berjiwa patriotisme dan cinta tanah air. Sumber : https://mardoto.com/2009/03/20/seri-012-mahasiswa-urgensi-pendidikan-kewarganegaraan-menurut-saya/ [Ditulis oleh: Erma Nurul Mahmudah/2008/270223/PA/12256/GEOFISIKA –> 90]
A. Pengertian Urgensi Dalam kamus bahasa Indonesia besar urgensi adalah keharusan yg mendesak; hal sangat penting:meningkatkan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan jelas, Maksud pengertian dari kamus bahasa Indonesia di atas adalah sebuah proses untuk meningkatkan sebuah kedisiplinan yang harus dilakukan oleh setiap warga Negara untuk mencapai suatu tujuan Negara dalam menggunakan bahasa Indonesia yang benar dan tepat agar tercermin warga Negara yang bisa mencerminkan suatu warga Negara dimana ia berada.

Disisi lain kita sudah mengetahui bahwasanya kita sebagai warga Negara Indonesia harus memakai bahasa Indonesia yang benar dan tepat dimana dengan bahasa Negara kita menunjukkan bahwa kita adalah warga Negara Indonesia.

Sedangkan menurut istilah urgensi menunjuk pada sesuatu yang mendorong kita, yang memaksa kita urgensi pendidikan kewarganegaraan diselesaikan. dengan demikian mengandaikan ada suatu masalah dan harus segera ditindak lanjuti. urgensi bisa juga berarti “pentingnya”… misalnya “urgensi kepemimpinan muda”.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

itu lebih berarti “pentingnya kepemimpinan muda”. B. Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Di Indonesia Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang berlangsung sejak tahun 1945 secara tak terduga berakhir pada tahun 1991.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Hal ini ditandai dengan beberapa momentum yang terjadi di negara-negara eks-komunis seperti digulingkannya diktator-diktator di Romania, Hungaria, dan Bulgaria, dirobohkannya Tembok Berlin, urgensi pendidikan kewarganegaraan yang paling menentukan adalah runtuhnya Uni Soviet, negara sentral komunisme, pada tahun 1991. Perang Dingin yang berlangsung selama beberapa dekade telah memanaskan suhu dunia dan menciptakan sebuah medan pertempuran politis, ideologis, kultural, dan militeristik.

Namun setelah perang tersebut berakhir, dunia seolah mengalami kevakuman. Kemunculam Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara adikuasa yang selama Perang Dingin yang mempromosikan liberalisme dan kapitalisme secara psikologis menempatkannya sebagai satu-satunya yang dapat mengatur dunia tanpa perlawanan dari negara manapun.

Pasca Perang Dingin, Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya dengan gencar mengampanyekan demokrasi, penegakan HAM, dan system pasar bebas ke negara-negara eks-komunis dan Dunia Ketiga, sebagai ‘pengisi kevakuman’ pasca Perang Dingin.

Namun pada praktiknya, kampanye tersebut menimbulkan ketidakpuasan dari masyarakat internasional manakala Amerika Serikat memaksakan kehendaknya sendiri dan menerapkan standar ganda.

Hal ini dapat dengan mudah kita lihat pada urgensi pendidikan kewarganegaraan terhadap Israel, Irak, Iran, dan Korea Utara. Isu-isu globalisasi yang mencakup HAM, demokrasi, liberalisasi, perdamaian dunia, dan lingkungan hidup kerap kali digunakan untuk menyudutkan dan mendiskreditkan bangsa dan negara lain. Dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya, globalisasi yang didengungkan negara-negara maju secara langsung maupun tidak langsung banyak berpengaruh pada tatanan sosial, politik, dan budaya bangsa lain termasuk Indonesia dan jelas urgensi pendidikan kewarganegaraan berpengaruh pada kondisi spiritual bangsa.

Untuk Indonesia, saat ini bangsa dan negara setidaknya dihadapkan pada tiga permasalahan utama, antara lain: pertama, tantangan dan mainstream globalisasi; kedua, permasalahan-permasalahan internal seperti korupsi, destabilisasi, separatisme, disintegrasi, dan terorisme; dan ketiga, penjagaan agar ‘roh’ dan semangat reformasi tetap berjalan pada relnya ( on the right track).

Permasalahan pertama dan kedua lebih didominasi oleh eksekutif dan legislatif, sementara permasalahan ketiga hendaknya dijawab oleh setiap elemen masyarakat. Pemberdayaan elemen masyarakat, khususnya elemen civitas academica, dapat dilakukan dengan pengajaran civic education atau Pendidikan Kewarganegaraan. Pengajaran tersebut diharapkan dapat membangkitkan dan meningkatkan kesadaran siswaddandmahasiswadakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara. Implementasi dari kesadaran tersebut dapat dilihat dari kontribusi dan partisipasi aktif mereka dalam usaha meningkatkan kualitas kehidupan sosial, politik, dan budaya bangsa dan negara secara keseluruhan.

Pengajaran Kewarganegaraan di Indonesia, dan di negara-negara Asia pada umumnya, lebih ditekankan pada aspek moral (karakter individu), kepentingan komunal, identitas nasional, dan perspektif internasional.

Hal ini cukup berbeda dengan Pendidikan Kewarganegaraan di Amerika dan Australia yang lebih menekankan pada pentingnya hak dan tanggungjawab.individu serta sistem dan proses demokrasi, HAM dan ekonomi pasar. Pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan di semua jenjang pendidikan di Indonesia adalah implementasi dari UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 9 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap jenis, jalur, dan jenjang Pendidikan di Indonesia Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Ditingkat Pendidikan Dasar hingga Menengah, substansi Pendidikan Kewarganegaraan digabungkan dengan Pendidikan Pancasila sehingga menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Untuk Perguruan Tinggi Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan sebagai MKPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian).

C. Perkembangan Materi Pendidikan Kewarganegaraan 1. Awal 1979, materi disusun oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti yang terdiri dari Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, politik dan Strategi Nasional, Politik dan Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional, sistem Hankamrata.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Mata kuliah ini bernama Pendidikan Kewiraan. 2. Tahun 1985, diadakan penyempurnaan oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti, terdiri atas pengantar yang bersisikan urgensi pendidikan kewarganegaraan umum tentang bahan ajar PKn dan interelasinya dengan bahan ajar mata kuliah lain, sedangkan materi lainnya tetap ada. 3. Tahun 1995, nama mata kuliah berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan yang bahan ajarnya disusun kembali oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti dengan materi pendahuluan, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik strategi nasional, politik dan strategi pertahanan dan keamanan nasional, sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta.

4. Tahun 2001, materi disusun oleh Lemhannas dengan materi pengantar dengan tambahan materi demokrasi, HAM, lingkungan hidup, bela negara, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional. 5.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Tahun 2002, Kep. Dirjen Dikti No. 38/Dikti/Kep/2002 materi berisi pengantar sebagai kaitan dengan MKP, demokrasi, HAM, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional. Sumber: http://zonepedia.blogspot.co.id/2011/10/makalah-urgensi-pendidikan.html# Blog yang berisi kumpulan artikel tentang pendidikan kewarganegaraan ini dibuat untuk membantu para mahasiswa, khususnya mahasiswa STIEKIA, dalam memperkaya wawasan dan pemahaman mereka terhadap materi disiplin ilmu kewarganegaraan.

Recent Posts • Menimbang Civil Society dan Masyarakat Madani • Pengertian Dan Sejarah Masyarakat Madani • Akhlak Antikorupsi • Sekilas KPK • Korupsi dan Demokrasi urgensi pendidikan kewarganegaraan Indonesia • Upaya Pemberantasan Korupsi • Penyebab Korupsi dan Cara Mengatasinya • Spektrum Ancaman di Era Global Terhadap Ketahanan Nasional • Mewujudkan Ketahanan Nasional Yang Tangguh • Konsep Astagatra dalam Konteks Ketahanan Nasional Categories • 01 Pengertian dan Tujuan PKN (5) • 02 Konsep Negara (5) • 03 Konsep Warga Negara (5) • 04 NKRI (5) • 05 Identitas Nasional (5) • 06 Perjanjian Luhur Bangsa (5) • 07 Konstitusi (5) • 08 Negara Hukum (5) • 09 Demokrasi (5) • 10 Hak Asasi Manusia (5) • 11 Wawasan Nusantara (5) • 12 Ketahanan Nasional urgensi pendidikan kewarganegaraan • 13 Anti Korupsi (5) • 14 Urgensi pendidikan kewarganegaraan Madani (2) • A Salam (1) • B Tugas Mahasiswa (1) Archives • January 2018 (22) • December 2017 (10) • October 2017 (35) • September 2017 (2) Top Links Top Posts & Pages • The Four Freedoms • Spektrum Ancaman di Era Global Terhadap Ketahanan Nasional • Hak dan Kewajiban Warga Negara Menurut Islam • Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Dipelajari Sampai di Perguruan Tinggi?

• Pranata Hukum dan Penegakannya di Indonesia Blog Stats • 51,084 pengunjung Follow KEWARGANEGARAAN on WordPress.com وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ ١٣٣ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣٤ وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ١٣٥ 133.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa 134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan 135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?

Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [Q.S.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Ali Imran 133-135] STIEKIA Berani Maju, Semakin Cerdas
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Urgensi pendidikan kewarganegaraan • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum urgensi pendidikan kewarganegaraan Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Urgensi pendidikan kewarganegaraan Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Peran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Menciptakan Generasi Muda Yang Memiliki Karakter Nasionalisme Kalian tau nggk sih apa itu urgensi?

Jika tidak, disini saya akan menjelaskan sedikit tentang urgensi.Yang saya baca dari beberapa buku dan mbah google Urgensi itu adalah sesuatu yang mendesak atau kita bisa artikan juga adalah hal yang sangat penting.

Jadi dari sini kita bisa melihat bahwa urgensi pendididkan kewarganegaraan adalah sesuatu pendidikan yang penting untuk diajarkan kepada masyarakat khususnya para generasi muda.karna,dengan kita mengajarkan pendidikan kewarganegaraan kita jadi tahu tentang ketuhanan, bagaimana menghargai sesama,sosial, budaya dan berjiwa kenegaraan.

         Seperti yang kita ketahui Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran yang penting untuk mengembangkan karakter nasionalisme.Tetapi, hal tersebut tidak cukup berhasil dalam menjalankan peran untuk mencapai pengembangan karakter tersebut.Pembahasan mengenai karakter sangat penting dilakukan khususnya untuk generasi muda.Sebelum membahas lebih jauh, kita harus lebih memahami apa itu karakter.

Seperti yang saya kutip dari sumber buku dan media massa kata "Karakter" berasal dari bahasa Yunani yang berarti to mark yang artinya  menandai.Jadi karakter adalah bagaimana kita menandai tingkah laku dan baik buruknya sesorang, karakter seseorang tercermin dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.Pembangunan karakter bangsa urgensi pendidikan kewarganegaraan sebagai tujuan utama dalam membangun karakter, yang mana hal tersebut diarahkan kepada hal positif terhadap pengembangan karakter.

\Yang saya lihat saat ini banyak sekali masyarakat yang tidak memiliki karakter nasionalisme khususnya para generasi muda.banyaknya budaya-budaya asing yang masuk ke negri ini manjadi faktor terbesar terhambatnya pembentukan karakter nasionalisme.Pendidikan karakter harus dimulai ditanamkan sejak dini kepada masyarakat agar setiap individu bisa mengaplikasikan pada bentuk sikap dan moral.

Dengan begitu sangat diharapkan sekali setiap individu bisa mempertahankan dan mempunyai kekuatan diri untuk tidak terpengaruh sama budaya asing yang mampu memudarkan karakter nasionalisme tersebut.Hal ini sesuai dengan konsep mengenai karakter individu yang mana nantinya kebaikan yang berguna bagi dirinya tetapi juga kebaikan untuk orang lain dan lingkungan sekitar.

urgensi pendidikan kewarganegaraan

Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan dapat mendorong kita untuk mempunyai karakter dan mempunyai hubungan yang unggul.Adapun secara rinci hubungan  tersebut adalah: • Hubungan Dengan Tuhan,yaitu  menjalankan ibadah yang diperintahkan urgensi pendidikan kewarganegaraan yang maha esa dan selalu berupaya untuk selalu patuh terhadap nilai-nilai ketuhanan dan ajaran agamanya.Pada saat sekarang ini banyak masyarakat yang sudah melalaikan perintah tuhannya bahkan mereka secara terang-terangan melakukan perbuatan yang dilarang oleh agamanya seperti berjudi,minum-minuman keras,berzina dan narkoba.oleh sebab itu sebagai warga negara yang baik kita harus bisa menghindari perbuatan tersebut dan kita harus lebih bisa mendekatkan hubungan kita dengan tuhan yang maha esa.

• Hubungan Dengan Diri Sendiri,yaitu  selalu bersikap disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, kerja keras, bergaya hidup sehat, berpikir logis, kreatif, mandiri dan bersikap cinta tanah air. • Hubungan Dengan Sesama,yaitu selalu sadar terhadap hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain, saling menghargai, saling toleransi,saling menghormati serta mempunyai sikap yang santun dan demokratis. • Hubungan Dengan Lingkungan,yaitu mempunyai sikap peduli terhadap lingkungan dan sosial,selain itu harus selalu manjaga lingkungan dari kerusakan dan selalu memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

• Hubungan Kebangsaan,yaitu mempunyai sikap nasionalisme dan patriotisme,saling menghargai dan selalu menyebarkan keamanan dan kedamaian. Yang saya kutip dari jurnal Puspa Dianti beliau mengatakan bahwa  pendidikan kewarganegaraan urgensi pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan potensi individu warga negara indonesia yang memiliki wawasandisposisi, serta keterampilan intelektual dan sosial kewarganegaraan yang memadai, yang memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga memiliki fungsi sebagai wahana untuk membentuk warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan di masyarakat.Indonesia adalah negara majemuk, negara yang memiliki ribuan pulau,memiliki banyak budaya,suku, agama,dan bahasa.dengan banyak perbedaan itu sangat mudah terjadinya perselisihan oleh sebab itu dengan adanya pendidikan kewarganegaraan yang di ajarkan kepada kita sejak dini membuat kita lebih tau dan membuat kita lebih sadar bahwa kita harus mempunyai sikap toleransi yang tinggi,mempunyai sikap yang berbudi luhur dan memiliki jiwa yang mandiri.

Pendidikan kewarganegaraan juga adalah pendidikan yang yang bersumber dari nilai-nilai pancasila yang mana kita ketahui pancasila adalah dasar negara dan nilai-nilai panacasila juga sangat berkaitan dengan kepribadian bangsa.Seperti yang kita ketahui pemuda adalah tonggak harapan bangsa maka dari itu dengan adanya pendidikan kewarganegaraan ini sangat diharapkan generasi muda memiliki kesadaran Tentang Demokrasi dan HAM karna kedua hal ini sangat erat kaitannya dengan pendidikan kewarganegaraan.• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Urgensi pendidikan kewarganegaraan • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Urgensi pendidikan kewarganegaraan • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata "didik" dengan memperoleh imbuhan "pe" serta akhiran "an", yang artinya langkah, sistem atau perubuatan mendidik.

Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran yang menciptakan suasana belajar mengembangkan potensi peserta didik untuk mengetahui jati dirinya, Â dan memiliki kekuatan spiritual, memiliki akhlak urgensi pendidikan kewarganegaraan baik, memilliki sikap mandiri, dan membentuk dirinya agar menjadi lebih dewasa dalam berfikir.

Pendidikan sangat penting bagi generasi penerus bangsa, karena maju atau tidaknya sebuah negara dilihat juga dari faktor pendidikan. Seperti yang kita ketahui pentingnya pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia yang baik. Salah satu pendidikan yang sangat penting bagi kita sebagai warga negara yaitu, Pendidikan Kewarganegaraan.

Karena kita akan mengetahui apa saja hak dan kewajiban kita sebagai warga negara agar negara kita menjadi negara yang lebih baik lagi. Terutama bagi generasi penerus bangsa, sangat penting untuk belajar tentang Pendidikan Kewarganegaraan.

Karena merekalah yang akan menjadi tolak ukur bagaimana kehidupan bangsa kita dikemudian hari, dan mereka juga yang akan bertanggung jawab atas keselamatan dan kejayaan bangsa. Menurut Zamroni, Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat befikir kritis, dan bertindak demokratis, melalui aktivitas menanamkan kepada generasi baru kesadaran bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat.

Sedangkan menurut Soedijarto, Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan politik yang bertujuan untuk membantu peserta didik untuk menjadi warga negara yang politik dewasa dan ikut sera membangun sistem politik yang demokratis.

Dari beberapa pendapat di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu kegiatan program pendidikan yang membina atau mengembangakan sikap warga yang baik, kritis, dan cerdas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan telah diajarkan bukan hanya di SD saja, tapi di SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi pun telah diajarkan tentang Pendidikan Kewarganegaraan.

Tujuannya untuk membangkitkan semangat generasi muda penerus bangsa sebagai warga negara khususnya mahasiswa diarea globalisasi agar mengokohkan semangatnya untuk membela negaranya. Menurut Maftuh dan Sapriya, tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah supaya setiap warga negara menjadi seorang warga yang baik. Dapat di artikan sebagai seorang warga negara yang mempunyai civics inteligence yakni kecerdasan dalam kewarganegaraan secara intelektual, sosial dan emosional serta kecerdasan kewarganegaraan secara spiritual.

Pendidikan Kewarganegaraan juga bertujuan untuk membuat seseorang berfikir krisis mengenai tentang negara dan mencari tahu hak dan kewajiban seseorang sebagai warga bernegara. Menurut Prof. Azyumardi Azra, Pendidika Kewarganegaraan adalah pendidikan yang didalamnya lebih luas dari pendidikan demokrasi dan HAM, karena mencakup kajian pembahasan tentang banyak hal, yaitu kegiatan yang meliputi seluruh program yang terdapat dalam pendidikan perguruan tinggi, maka dari itu mahasiswa akan urgensi pendidikan kewarganegaraan dengan nila-nilai kemanusiaan, dan nilai-nilai kewarganegaraan yang hakiki.

Seseorang di tuntut juga menjadi demokratis bertujuan untuk upaya pembelajaran pesera didik tidak hanya mengetahui sesuatu, tetapi mengetahui tentang tanggung jawabnya sebagai warga negara, dan belajar untuk melakukan apa yg dilandaskan pengetahuan yang dimilikinya sebagai warga negara.

Pendidikan Warganegara juga menimbulkan nilai-nilai HAM Â kepada warga negara agar tumbuh rasa penghormatan dan kesadaran, bahwa penjaminan dan perlindungan HAM Â sebagai sesuatu yang di dimiliki setiap manusia di muka bumi. Maka dari itu ada beberapa kepribadian penting yang di perlukan bangsa indonesia, yakni saling tolong menolong, bergotong-royong, saling menghargai satu sama lain, demokrasi indonesia, dan ramah terhadap sesama.

Namun, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya menunutut generasi penerus bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, berfikir krisis, dan mengetaui hak dan kewajibannya sebgai warga negara, tetapi juga mengajarkan tentang membangun diri penerus bangsa sebagai warga dunia yang lebih baik lagi.

 Berinteraksi dengan suku lain, dan bangsa lain dalam dinamika globalisasi, bahwa kita memiliki niali lokal dan tradisi yang selalu dijaga tanpa kita tertinggal secara global, urgensi pendidikan kewarganegaraan bertindak secara lokal, tetapi berfikir secara global. Nah, kita mengetahui bahwa di negara kita berbeda-beda, dan di pendidikan kewarganegaraan itu kita belajar untuk saling mengenal, itu potensi kita, dan kita dapat memanusiakan yang berbeda dengan cara beradab, kita bisa bersatu diantara yang berbeda dengan secara beradab, kita bisa membicarakan perbedaan secara musyawarah mufakat, kita akan membangun tujuan nasional kita, maka dari itu dibarengi dengan nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan agar menajdi warga negara yang baik.

 Contoh menjadi warga negara yang cerdas, berfikir krisis, dan baik adalah ia mengetahui sesuatu itu layak diikuti atau tidak, ia mengetahui sesuatu itu dapat di terima atau ditolak karena apa, jadi seseorang itu tidak hanya menjadi follower yang hanya ikut-ikutan, tetapi iya tahu dan cerdas kenapa seusatu itu diikuti dan kenapa di tolak. Misalnya sebuah kebijakan dari pemerintah, kemudian ia paham baik dan buruknya sesuai dengan nilai pancasila dan UUD 1945. Dan contoh lainnya, menjadi warga negara yang baik ialah pastisifatif, dan membangun komunikasi yang baik dan toleran, dan mengetahui bahwa perbedaan bukan menjadi masalah untuk tidak bersatu.

Urgensi pendidikan kewarganegaraan ini bertujuan membuat seseorang untuk belajar orientasi, sikap, dan perilaku yang baik menjadi warga negara, dan mengetaui cara seseorang memilih sesuatu, dan bagaimana untuk menolak sesuatu, bagaimana cara untuk menerapkan demokrasi, dan bagaimana cara untuk memilih pemimpin yang baik, dan itu yang membangun seseorang untuk menjadi cedas,baik dan dewasa.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora urgensi pendidikan kewarganegaraan Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Urgensi pendidikan kewarganegaraan • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Kita sebagai generasi muda sudah bukan lagi rahasia pribadi, bahwasannya 10 tahun yang akan datang kitalah generasi muda yang akan memimpin bangsa Indonesia.

Baik buruknya bangsa Indonesia akan kita tanggung bersama, jadi sepatutnya kita mempelajari pendidikan kewarganegaraan sejak awal supaya tidak menyesal di kemudian hari.

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan pelajar dan mahasiswa. Apalagi pendidikan kewarganegaraan yang mempunyai banyak sejarah dan pengetahuan penting bagi warga negara Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 267/Dikti/Kep/200 tentang Penyempurnaan Kurikulum Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi (Ubaedillah, 2008: 1) telah terwujudkan pendidikan kewarganegaraan yang ada di perguruan tinggi. Pendidikan kewarganegaraan diajarkan untuk menanamkan rasa nasionalisme, menumbuhkan nilai-nilai moral bangsa, menjadi patokan dalam menjalankan kewajiban dan memperoleh hak sebagai warga negara demi kejayaan dan kemuliaan bangsa, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangga menjadi warga negara Indonesia.

Urgensi dan orientasi pendidikan kewarganegaraan sebenarnya sudah diajarkan oleh guru-guru kita baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas. Urgensi merujuk dari pengertiannya sendiri  adalah sesuatu yang memaksa atau mendorong kita untuk melakukan sesuatu, dengan kata lain kita di haruskan untuk melakukan tindakan yang di dorong untuk ditindak lanjuti.

Sedangkan urgensi pendidikan kewarganegaraan adalah keberlangsungan bangsa dan negara yang didukung dengan dibentuknya generasi mudah atau warga negara yang cerdas (smart). Jika kita mempelajari pendidikan kewarganegaraan menjadi hal wajib kita mengetahui dasar negara Indonesia.

Dengan keberagaman suku, ras, budaya, etnis, agama, adat istiadat, bahasa menjadikan Indonesia sebagai negara yang majemuk.

Anggota yang tediri dari  berbagai latar belakang agama dan budaya yang berbeda membuat masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat multikultural.  Keberagaman suku, ras, agama, politik, budaya, adat istiadat, bahasa merupakan kekayaan bangsa yang ternilai harganya, kekayaan harus dimanfaatkan dan dikembangkan. Seperti pada saat ini keberagaman malah menjadi sesuatu hal yang di pandang berbeda.

Banyak konflik yang sudah terjadi di Indonesia akibat kita tidak bisa memanfaatkan perbedaan dengan baik seperti Konlflik Poso yang terjadi sejak 1998, Bom Bali tahun 2000, Konflik Sampit yang terjadi Tahun 2001, dan Konflik Mesuji 2003. Oleh karena itu sudah sepatutnya Pancasila sebagai dasar negara kita urgensi pendidikan kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari, diikuti dengan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki makna berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Maka dari itu diperlukan pendidikan kewarganegaraan yang berbasis multikulturalisme supaya keberagam Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik.

Berdasarkan sejarahnya pendidikan kewarganegaraan (civic education) di dunia pertama kali diperkenalkan pada tahun 1790 di Amerika dengan tujuan suapaya penduduk urgensi pendidikan kewarganegaraan yang latar belakang suku yang berbeda dari berbagai negara di dunia memiliki satu identitas yang sama sebagai bangsa Amerika.Â

URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN




2022 www.videocon.com