Efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

Jakarta (ANTARA) - Pihak Pfizer-BioNTech dan Moderna telah melakukan pengujian terkait efek samping dosis ketiga atau booster vaksin mereka. Hasil uji menunjukkan efek kedua vaksin serupa seperti nyeri di bekas tempat efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster, kelelahan dan sakit kepala. Menurut pihak Pfizer, seperti dikutip dari Medical Daily, Jumat, berdasarkan analisis data dari partisipan uji coba, efek samping yang paling umum booster yakni rasa sakit di tempat suntikan (dialami sekitar 83 persen peserta).

Efek samping lain yang sangat umum pada penerima booster Pfizer yakni kelelahan yang dilaporkan 63,7 persen peserta, sakit kepala sebesar 48,4 persen peserta. Baca juga: Amankah pakai vaksin COVID-19 berbeda untuk booster? Baca juga: Panel penasihat CDC dukung 'booster' vaksin Pfizer untuk usia 12-15 Efek samping lain yang dilaporkan oleh lebih sedikit peserta yaitu nyeri otot dan kedinginan.

Sementara itu, efek samping yang paling jarang dilaporkan dalam uji coba termasuk nyeri sendi, diare, muntah, dan demam. Uji coba Pfizer juga menemukan, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala dan efek samping seperti flu setelah menerima suntikan booster dibandingkan dengan individu berusia 18-55 tahun. Namun, Ketua Kelompok Kerja Alokasi dan Distribusi Vaksin COVID-19 Mayo Clinic Melanie Swift, MD, mengatakan hasil ini sama sekali tidak mengejutkan karena efek samping sebenarnya berfungsi sebagai indikasi reaksi sistem kekebalan terhadap vaksin.

Menurut dia, orang dewasa yang lebih tua memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan kurang kuat, sehingga tubuh mereka cenderung tidak mendapatkan respons kekebalan. Sama seperti Pfizer, Moderna juga melakukan uji coba untuk menentukan efek samping umum dari suntikan boosternya. Berdasarkan data, dosis ketiga Moderna juga menyebabkan efek samping atau gejala yang serupa pada penerimanya seperti rasa sakit di tempat suntikan sebagai yang paling sering dilaporkan peserta (76 persen).

Gejala paling umum lainnya berupa kelelahan dan nyeri otot masing-masing sebesar 47,4 persen, sakit kepala (42,1 persen) dan nyeri sendi (39,5 persen). Efek samping lain yang dilaporkan peserta juga mencakup menggigil, demam dan mual. Menurut pihak Moderna, tidak ada masalah keamanan yang dilaporkan selama uji coba dan orang dewasa yang lebih tua (berusia 65 tahun ke atas) juga mengalami lebih sedikit gejala dibandingkan dengan orang berusia 18 hingga 64 tahun.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, efek samping vaksin mRNA COVID-19 biasanya ringan hingga sedang. Beberapa dari vaksin dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari mereka, tetapi efek samping akan hilang dalam beberapa hari.

Ada kasus di mana penerima tidak mengalami efek samping sama sekali, sedangkan reaksi alergi terhadap suntikan booster sangat jarang terjadi. Sama seperti dua dosis pertama vaksin, para pakar kesehatan juga mengingatkan Anda harus segera menghubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan jika mengalami kemerahan atau nyeri di tempat suntikan memburuk setelah 24 jam vaksinasi. Bantuan profesional juga diperlukan jika gejala usai vaksinasi tidak hilang. Baca juga: Kapan sebaiknya dapat booster Moderna setelah dua dosis Pfizer?

Baca juga: Polisi telusuri dugaan vaksinasi booster ilegal di Surabaya Baca juga: Aman dan efektif, pemerintah ajak masyarakat lakukan vaksinasi penguat Pewarta: Lia Wanadriani Santosa Editor: Alviansyah Pasaribu COPYRIGHT © ANTARA 2022 Mungkin anda suka Liga Inggris : Manchester City bantai Newcastle 5-0 9 menit lalu MDA Bali minta edukasi wisatawan sebelum berkunjung ke tempat suci 21 menit lalu Menengok tradisi Mandura, budaya Lebaran masyarakat Palu 21 menit lalu Senin, Polda Metro siapkan lima gerai SIM Keliling di Jakarta 9 Mei 2022 08:50 Polda Kaltara minta bantuan Mabes Polri periksa kontainer Briptu HSB 9 Mei 2022 08:03 Pemain sepatu roda diminta manfaatkan JIRTA Sunter 9 Mei 2022 07:42 Vaksin AstraZeneca sebagai vaksin booster memiliki peningkatan nilai rata-rata titer antibodi IgG dari 1792 (sebelum suntik dosis vaksin booster) menjadi 3746.

Adapun efek samping yang mungkin ditimbulkan dari vaksin booster AstraZeneca adalah: • Nyeri di lokasi suntikan. • Kemerahan. • Gatal. • Terdapat pembengkakan. • Sakit kepala.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

• Meriang atau demam. • Mual. • Rasa lelah. Vaksin Zifivax memiliki tingkatan titer antibodi netralisir lebih dari 30 kali bagi yang telah mendapatkan dosis primer Sinovac atau Sinopharm. Efek samping yang bisa timbul setelah pemberian vaksin booster Zifivax adalah: • Nyeri pada lokasi suntikan • Nyeri otot atau myalgia • Sakit kepala • Merasa kelelahan • Demam • Mual • Diare (tingkat keparahan grade satu dan dua) • Rasa mual Hasil evaluasi BPOM terhadap aspek keamanan lima vaksin booster atau dosis ketiga di atas menunjukkan bahwa frekuensi, jenis dan keparahan dari Kejadian Tidak Diinginkan atau KTD yang dilaporkan setelah pemberian dosis booster pada umumnya bersifat ringan dan sedang.(sumber: cnbcindonesia.com) Penulis : Media Network Editor : Juniar
Menurut pihak Pfizer, seperti dikutip dari Medical Daily, berdasarkan analisis data dari partisipan uji coba, efek samping yang paling umum booster yakni rasa sakit di tempat suntikan, dialami sekitar 83 persen peserta.

Efek samping lain yang sangat umum pada penerima booster Pfizer yakni kelelahan, yang dilaporkan 63,7 persen peserta, sakit kepala 48,4 persen. Efek samping lain yang dilaporkan oleh lebih sedikit peserta yaitu nyeri otot dan kedinginan. Sementara itu, efek samping yang paling jarang dilaporkan dalam uji coba termasuk nyeri sendi, diare, muntah, dan demam. Uji coba Pfizer juga menemukan, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas lebih kecil kemungkinan mengalami gejala dan efek samping seperti flu setelah menerima suntikan booster dibandingkan dengan yang berusia 18-55 tahun.

Namun, Ketua Kelompok Kerja Alokasi dan Distribusi Vaksin COVID-19 Mayo Clinic, Melanie Swift, mengatakan hasil ini sama sekali tidak mengejutkan karena efek samping sebenarnya berfungsi sebagai indikasi reaksi sistem kekebalan terhadap vaksin.

Menurutnya, orang dewasa yang efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster tua memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan kurang kuat sehingga tubuh cenderung tidak mendapatkan respons kekebalan. Sama seperti Pfizer, Moderna juga melakukan uji coba untuk menentukan efek samping umum booster-nya.

Berdasarkan data, dosis ketiga Moderna juga menyebabkan efek samping atau gejala serupa pada penerimanya, seperti rasa sakit di tempat suntikan sebagai yang paling sering dilaporkan peserta (76 persen).

Gejala paling umum lain berupa kelelahan dan nyeri otot, masing-masing 47,4 persen, sakit kepala (42,1 persen), dan nyeri sendi (39,5 persen). Efek samping lain yang dilaporkan peserta juga mencakup menggigil, demam, dan mual.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

Menurut pihak Moderna, tidak ada masalah keamanan yang dilaporkan selama uji coba dan lansia juga mengalami lebih sedikit gejala dibandingkan dengan yang berusia 18 -64 tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan efek samping vaksin mRNA COVID-19 biasanya ringan hingga sedang.

Beberapa vaksin dapat mempengaruhi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari tetapi efek samping akan hilang dalam beberapa hari. Ada kasus di mana penerima tidak mengalami efek samping sama sekali sedangkan reaksi alergi terhadap suntikan booster sangat jarang terjadi. Sama seperti dua dosis pertama vaksin, para pakar kesehatan juga mengingatkan Anda harus segera menghubungi dokter jika mengalami kemerahan atau nyeri di tempat suntikan memburuk setelah 24 jam vaksinasi.

Bantuan profesional juga diperlukan jika gejala usai vaksinasi tidak hilang. Baca juga: 5 Efek Samping Vaksin Covid-19 yang Tak Biasa tapi Harus Diwaspadai Ada beberapa vaksin yang disetujui untuk menjadi vaksin booster, yakni Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Efek samping vaksin Covid-19 Pfizer bisa dirasakan oleh sebagian orang beberapa jam setelah divaksin.

Berikut efek samping vaksin Pfizer yang sering dirasakan. -Sakit di tempat suntikan -Kelelahan -Sakit kepala -Nyeri otot atau sendi -Meriang Sementara itu, survei di Israel menunjukkan mayoritas orang yang menerima dosis ketiga vaksin Covid-19 Pfizer merasakan efek samping yang serupa atau lebih sedikit daripada yang dirasakan setelah vaksinasi kedua.

Efek samping vaksin Covid-19 ringan sampai sedang, berlangsung kira-kira dua hari setelah menerima vaksin booster. Bagi yang akan disuntik booster, syaratnya adalah enam bulan setelah divaksin dosis kedua. Efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster.

Samir Sinha, direktur geriatri di rumah sakit Sinai Health and University Health Network di Toronto, Kanada, menuturkan efek samping yang terjadi pada vaksin Covid-19 dan booster tidak berbeda dengan vaksin sebelumnya.

Dia mengatakan sistem kekebalan tubuh sedang benar-benar bekerja dan merespons sebagaimana mestinya terhadap vaksin yang disuntikkan ke tubuh. Selain itu, keamanan booster juga sama dengan vaksin dosis sebelumnya. Namun, sebagian orang juga mungkin mengalami reaksi yang lebih intens terhadap suntikan dengan sakit kepala, tubuh menggigil dan kelelahan. Yang lain hanya merasakan nyeri di lengan yang disuntik.
Jakarta - Ketahui efek vaksin booster Moderna hingga Pfizer.

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (UEA) kepada lima merek vaksin sebagai dosis booster atau lanjutan di Indonesia. Untuk diketahui, kelima vaksin untuk booster COVID-19 tersebut adalah: • Moderna • CoronaVac atau Vaksin COVID-19 Bio Farma • Vaxzevria dan Kconecavac dari AstraZeneca • Zifivax • Comirnaty dari Pfizer.

Berikut ini efek samping Moderna hingga Pfizer, dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Kamis (20/1/2022): Efek vaksin booster Moderna Vaksin Moderna merupakan vaksin mRNA atau vaksin yang dibuat dari spike protein yang ada di permukaan virus corona. Suntikan Moderna akan langsung bekerja untuk mengenali spike protein virus.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

Dikutip dari CNN Indonesia, Ines Atmosukarto, doktor dan ahli molekuler dan biologi seluler dari Universitas Adelaide Australia, menyebut efek sampingnya tidak jauh berbeda dengan vaksin-vaksin merek lain. "Ya rasa tidak enak, panas, ngilu, meriang itu karena sistem imun kita terstimulasi.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) tersebut sifatnya sementara. Setelah 24-48 jam biasanya hilang. Memang ada laporan myocarditis (inflamasi jantung) pada orang muda, umumnya laki-laki," kata Ines beberapa waktu lalu.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

"Namun ini juga sementara. Setelah beberapa hari hilang. Jangan lupa penyakit COVID-19 malah menyebabkan myocarditis yang lebih lama," ujarnya. Sementara itu dalam laporannya, FDA menyebut efek vaksin Moderna saat uji klinis termasuk: • Rasa sakit, bengkak, kemerahan pada area suntikan • Kelelahan • Sakit kepala • Nyeri otot • Kedinginan • Mual dan muntah • Demam • Ruam merah.

Efek vaksin booster CoronaVac Vaksin CoronaVac/Sinovac memperoleh izin penggunaan darurat pada Januari 2021 silam. Untuk efek sampingnya, BPOM menyebut Sinovac bersifat ringan-sedang.

Beberapa efek samping vaksin booster Sinovac antara lain: • Reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan • Kemerahan • Umumnya tingkat keparahan grade 1-2. Efek vaksin booster AstraZeneca Data keamanan dari vaksin AstraZeneca dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping atau KIPI dilaporkan bersifat ringan dan sedang (ringan 55%, sedang 37%).

Efek vaksin AstraZeneca antara lain: • Nyeri di area suntikan • Sakit kepala • Kelelahan • Myalgia • Malaise • Demam • Tubuh menggigil • Mual • Artralgia (nyeri atau kaki pada sendi). Efek vaksin booster Zifivax Vaksin Zifivax dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, kemudian dikembangkan di Indonesia bekerjasama dengan PT JBio. Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyebut tidak ada efek samping berat dari vaksin Zifivax.

Efek samping berupa efek samping sistemik paling sering dilaporkan yakni, sakit kepala, kelelahan, dan demam. Efek vaksin booster Pfizer (Comirnaty) Efek samping yang dirasakan penerima vaksin booster Pfizer tidak berbeda jauh dengan vaksin-vaksin lain. Beberapa efek samping vaksin Pfizer antara lain:
• HOME • NEWS • Politik dan Hukum • Ekonomi • Humaniora • Megapolitan • Nusantara • Internasional • Olahraga • VIEWS • Editorial • Podium • Opini • Kolom Pakar • Sketsa • FOTO • VIDEO • INFOGRAFIS • WEEKEND • SEPAK BOLA • SAJAK KOFE • OTOMOTIF • TEKNOLOGI • RAMADAN • LAINNYA • Live Streaming • Media Guru • Telecommunication Update VAKSIN covid-19 dosis ketiga (booster) makin gencar dilakukan di Tanah Air.

Presiden Joko Widodo menekankan vaksinasi secara umum dapat membantu mencegah penularan varian Omikron.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

"Kunci dalam pengendalian covid-19 saat ini, utamanya varian Omikron ada dua, yang pertama kecepatan vaksinasi baik vaksinasi suntikan kedua maupun suntikan penguat atau booster," ujar Jokowi. Dilansir dari Medical Daily, ada dua vaksin booster yaitu Pfizer-BioNTech dan Moderna yang telah melakukan pengujian terkait efek samping dosis ketiga atau booster vaksin mereka. Hasil uji menunjukkan efek kedua vaksin serupa seperti nyeri di bekas tempat suntikan, kelelahan dan sakit kepala.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, efek samping vaksin mRNA Covid-19 biasanya ringan hingga sedang. Beberapa dari vaksin dapat memengaruhi kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari mereka, tetapi efek samping akan hilang dalam beberapa hari.

Ada kasus di mana efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster vaksin booster tidak mengalami efek samping sama sekali, sedangkan reaksi alergi terhadap suntikan booster sangat jarang terjadi. Para pakar kesehatan meminta agar masyarakat segera menghubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan, jika mengalami kemerahan atau nyeri di tempat suntikan memburuk setelah 24 jam vaksinasi.

Bantuan profesional juga diperlukan jika gejala usai vaksinasi tidak hilang. Pfizer Menurut pihak Pfizer, berdasarkan analisis data dari partisipan uji coba, efek samping yang paling umum booster yakni rasa sakit di tempat suntikan (dialami sekitar 83 persen peserta). Efek samping lain yang sangat umum pada penerima booster Pfizer yakni kelelahan yang dilaporkan 63,7 persen peserta, sakit kepala sebesar 48,4 persen peserta.

Efek samping lain yang dilaporkan oleh lebih sedikit peserta yaitu nyeri otot dan kedinginan. Sementara itu, efek samping yang paling jarang dilaporkan dalam uji coba termasuk nyeri sendi, diare, muntah, dan demam. Uji coba vaksin booster Pfizer juga menemukan, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala dan efek samping seperti flu setelah menerima suntikan booster dibandingkan dengan individu berusia 18-55 tahun.

Namun, Ketua Kelompok Kerja Alokasi dan Distribusi Vaksin Covid-19 Mayo Clinic Melanie Swift, MD, mengatakan hasil ini sama sekali tidak mengejutkan, karena efek samping sebenarnya berfungsi sebagai indikasi reaksi sistem kekebalan terhadap vaksin.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

"Orang dewasa yang lebih tua memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan kurang kuat, sehingga tubuh mereka cenderung tidak mendapatkan respons kekebalan," ujar Melanie. Moderna Sama seperti Pfizer, Moderna juga melakukan uji coba untuk menentukan efek samping umum dari suntikan dosis ketiga. Berdasarkan data, booster Moderna juga menyebabkan efek samping atau gejala yang serupa pada penerimanya, seperti rasa sakit di tempat suntikan sebagai yang paling sering dilaporkan peserta (76 persen).

Gejala paling umum lainnya dari vaksin booster Moderna berupa kelelahan dan nyeri otot masing-masing sebesar 47,4 persen, sakit kepala (42,1 persen) dan nyeri sendi (39,5 persen).

Efek samping lain yang dilaporkan peserta juga mencakup menggigil, demam dan mual. Menurut pihak Moderna, tidak ada masalah keamanan yang dilaporkan selama uji coba dan orang dewasa yang lebih tua (berusia 65 tahun ke atas) juga mengalami lebih sedikit gejala dibandingkan dengan orang berusia 18 hingga 64 tahun.

(Medcom.id/Ant/H-2)Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 Sentimen The Fed Bisa Jadi Momentum Beli Saham, Tapi… LIVE : 2 menit perdagangan, IHSG anjlok 2,4 persen (09:02 WIB) LIVE : Harga emas 24 karat Pegadaian hari ini (08:19 WIB) 2. Efek samping booster Moderna Vaksin Booster Moderna memiliki formula yang sama dengan vaksin Covid-19.

Bedanya, hanya setengah dari dosis asli yang diberikan kepada pasien. Bagi para penerima suntikan booster Moderna, mungkin Anda akan merasakan gejala berikut. 1. Nyeri di tempat suntikan 2. Kelelahan 3. Sakit kepala 4. Nyeri otot 5. Sendi kaku 6. Meriang 7. Mual/muntah 8. Pembengkakan kelenjar getah bening 9. Demam 10. Ruam 11. Bengkak dan kemerahan di tempat suntikan Sinha mengatakan tidak ada data konkret yang menunjukkan bahwa satu merek vaksin akan menimbulkan lebih banyak efek samping dibandingkan dengan yang lain.

Namun, dia menilai usia bisa menjadi faktor yang berkontribusi. Pasalnya, orang yang lebih muda merasakan lebih banyak efek daripada orang yang lebih tua. 3. Efek samping booster AstraZeneca Jika Anda tidak mendapatkan Pfizer atau Moderna karena alergi, kemungkinan Anda akan menerima vaksin AstraZeneca sebagai suntikan dosis ketiga.

Untuk masyarakat Indonesia, booster AstraZeneca diberikan kepada orang yang menerima vaksin primer Sinovac untuk dosis 1 dan 2. Berdasarkan uji klinis, berikut reaksi atau efek samping booster AstraZeneca yang terjadi menurut situs The Standard: 1. Nyeri di sekitar tempat suntikan 2. Sakit kepala 3. Merasa lelah 4. Demam 5. Menggigil 6. Nyeri sendi 7. Nyeri otot 8. Malaise/tidak enak badan 9.

Mual Reaksi ini terjadi 1-2 hari setelah pemberian vaksin booster. Efek samping dari AstraZeneca umumnya lebih ringan dan dilaporkan lebih jarang pada orang dewasa yang lebih tua (65 tahun ke atas) dibandingkan pada orang yang lebih muda. Terpopuler • Sinopsis Film Viral, Sci-fi Horor tentang Virus Mematikan di Bioskop Trans TV • 4 Langkah Penting Penanganan Hepatitis Akut efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster Bunda, Begini Cara Mengelola THR Anak agar Tak Habis Sia-sia • Lagi Naik Daun, Ini 3 Karakter Utama Drakor The Sound of Magic • Sinopsis Ghost Rider: Spirit of Vengeance, Aksi Laga Nicolas Cage di Bioskop Trans TV
Suara.com - Pemerintah RI melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat (EUA) terhadap lima jenis vaksin yang akan digunakan dalam program vaksin booster atau vaksin dosis ketiga.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

Lalu bagaimana efek samping vaksin booster tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

Berdasarkan informasi melalui situs Pom.go.id, jenis vaksin yang digunakan untuk booster antara lain: Sinovac (CoronaVac), AstraZeneca, Moderna, Zifivax, dan Pfizer. Tentu, vaksin booster yang akan diberikan memiliki efek samping tersendiri di setiap jenisnya. Berikut ini efek samping vaksin booster yang akan digunakan untuk vaksinasi booster. 1. Sinovac Vaksin sinovac merupakan vaksin pertama yang telah memperoleh izin penggunaan darurat pada Januari 2021 silam. Efek samping yang dialami setelah melakukan vaksinasi sinovac seperti nyeri bekas suntikan, nyeri pada otot, pembengkakan pada area suntikan, sakit kepala dan bisa menyebabkan diare.

Baca Juga: Inilah Tanda Boleh Vaksin Booster Covid-19, Catat Baik-baik Sebelum Ikut Vaksinasi 2. AstraZeneca Vaksin AstraZeneca ini memiliki efek samping yang ringan hingga berat yang bisa dialami siapa pun yang menggunakan vaksin ini. Efek samping yang dialami setelah melakukan vaksinasi AstraZeneca adalah nyeri bekas suntikan, sakit kepala, demam, tubuh menggigil, myalgia, malaise, nyeri sendi, hingga mengalami kelelahan.

3. Moderna Baca Juga: Solusi Belum Dapat E-tiket Vaksin Booster Gratis, Penerima Vaksin Lansia Jangan Panik! Vaksin Pfizer memiliki efek samping yang umum dan tidak berbeda jauh dengan merek vaksin lainnya yang digunakan di Indonesia.

Efek samping tersebut seperti nyeri otot, nyeri sendi dan demam. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time.

efek samping moderna hingga pfizer yang jadi vaksin booster

There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: XsaDy0fDQSsXS5oZ2u8gtQck_96wydtu_AweZXYXirEwpvbvqPQ2Aw==

Efek Samping Pfizer, AstraZeneca, Coronavac, Moderna dan Zifivax sebagai Vaksin Booster




2022 www.videocon.com