Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

tirto.id - Penyebab kemunduran peradaban Islam menurut Ibnu Khaldun disebabkan oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Semenjak periode kedua dari periode Islam klasik, benih-benih kemunduran telah tampak.

Sejarah dunia mencatat bahwa pengaruh Islam pernah menduduki posisi penting dalam peradaban global. Istilahnya adalah masa kejayaan Islam atau the Islamic Goden Age, yang mendominasi sejak abad ke-8 hingga 13 Masehi. Kota-kota Islam seperti Baghdad, Cordoba, Damaskus, Alexandria, dan lain sebagainya merupakan pusat peradaban dan kebudayaan yang menjadi tujuan utama pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru bumi untuk menuntut ilmu. Berbagai cabang ilmu pengetahuan dari peradaban Yunani Kuno diterjemahkan dengan masif.

Selain itu, para ilmuwan muslim juga gencar menulis buku dan karya-karya ilmiah atau berupa penemuan. Selain perpustakaan, institusi pendidikan juga tumbuh subur. Bahkan, tiga universitas tertua di dunia berdiri di masa kejayaan Islam yang terus langgeng hingga sekarang, yaitu Universitas Al-Karaouine di Maroko, Universitas Al-Azhar di Mesir, dan Universitas Nizamiyya di Baghdad.

Dalam sejarah masa kejayaan Islam, semenjak era Kekhalifahan Rasyidin hingga Kesultanan Utsmaniyah, muncul tokoh-tokoh muslim yang amat berpengaruh dan menghasilkan karya atau penemuan di masing-masing bidang keilmuannya.

Banyak ilmuwan teologi maupun sains yang lahir di masa kejayaan Islam, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Kindi, Ibnu Khaldun, Al-Idrisi, dan lainnya. Namun, sebagaimana dicatat dalam " Rahmat Islam bagi Alam Semesta" yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, benih-benih kemunduran sudah terlihat sejak fase kedua dari periode Islam klasik (1000-1250 M).

Kemunduran drastis kemudian dimulai sejak periode Pertengahan Bagian Pertama (1250-1500 M), yang dikenal dengan Masa Kemunduran I. Baca juga: • Perkembangan Islam Dunia: Benua Australia & Populasi Muslim • Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam Dinasti Umayyah • Sejarah Kekhalifahan Umayyah, Kejayaan, Hingga Keruntuhannya Faktor Penyebab Kemunduran Peradaban Islam Ibnu Khaldun, pakar sejarah dan sosiologi klasik menjelaskan bahwa kemunduran peradaban Islam disebabkan karena faktor internal dan eksternal di tubuh pemerintahan Islam.

Pertama, faktor internal muncul dari menguatnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa untuk menerapkan gaya hidup bermewah-mewahan. Sementara itu, korupsi, kolusi, nepotisme, dan dekadensi moral tumbuh subur di badan pemerintahan. Kedua, faktor eksternal muncul dari ketidakpuasan tokoh dan intelektual di negaranya.

Akibatnya, mereka yang punya kapabilitas dan integritas pindah ke negara lain ( braindrain) yang mengurangi Sumber Daya Manusia (SDM) terampil di negara Islam. Baca juga: • Sejarah & Profil Sunan Gresik: Wali Penyebar Islam Pertama di Jawa • Perkembangan Islam Dunia Benua Amerika dan Pengaruh Muslim • Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Dinasti Abbasiyah Akibatnya, orang-orang yang mengisi posisi pemerintahan bukanlah orang yang kapabel yang menyebabkan menurunnya produktivitas.

Jangka panjangnya, pengembangan sistem politik dan pengetahuan juga turut menurun. Padahal, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya." (H.R. Bukhari).

Sejarah Kemunduran Peradaban Islam Dalam uraian " Penyebab Kemunduran Peradaban Islam pada Abad Klasik" yang diterbitkan Jurnal Pemikiran Islam, Syamruddin Nasution menjelaskan sejarah kemunduran peradaban Islam sebagai berikut: • Kemunduran Dinasti Abbasiyah Kemunduran Dinasti Abbasiyah dimulai dari pemerintahan Khalifah Al-Muktasim (833-842). Khalifah ini dipandang tidak cakap dalam menjalankan pemerintahan.

Namun, karena kepercayaan bahwa jabatan khalifah harus dipimpin oleh orang-orang keturunan Quraisy, alih-alih keturunan non-Arab, maka khalifah pendahulunya, Al-Makmun menyerahkan jabatan kepada saudaranya, Al-Muktasim.

Padahal, saat itu pengaruh orang-orang Persia dan Turki amat kuat di tubuh pemerintahan Islam. Akibatnya, jabatan khalifah seakan hanya simbol. Keputusan-keputusan penting disetir oleh bawahan-bawahannya. Baca juga: • Sejarah Singkat Kesultanan Cirebon: Kerajaan Islam Sunda Pertama • Perkembangan Islam Dunia Benua Eropa: dari Spanyol hingga Prancis • Sejarah Perkembangan Akulturasi Budaya Islam di Indonesia Setelah masa pemerintahan Al-Muktasim, khalifah-khalifah di bawahnya berada dalam dominasi orang-orang Persia dan Turki.

Konflik internal mencari pengaruh yang lebih kuat ini membuat sistem pemerintahan menjadi keropos. Akhirnya, pada abad ke-11 M, kekuatan orang-orang Turki semakin kuat dengan hadirnya pengaruh Turki Seljuk. Kemunduran Dinasti Abbasiyah juga disebabkan luasnya wilayah kekuasaan yang tidak diimbangi dengan kapabilitas pemimpinnya.

Pada saat bersamaan, sistem keuangan negara tidak stabil dan kontestasi politik yang demikian kuat menyebabkan Dinasti Abbasiyah kian terpuruk. Infografik SC Peradaban Islam.

tirto.id/fuad • Kemunduran Dinasti Umayyah Andalusia Setelah Dinasti Umayyah runtuh di Timur Tengah, kekuasaan berpindah ke Andalusia (Spanyol) berkat pelarian Abdurrahman, keturunan Bani Umayyah yang berhasil menegakkan pengaruh di wilayah semenanjung Iberia ini. Di Andalusia, ia mendirikan Dinasti Umayyah II yang sempat menjadi pusat peradaban dan kebudayaan Islam. Kemudian, pada masa khalifah Hajib Al-Mansur, mulai tampak benih-benih kemunduran di pemerintahan Islam.

Khalifah Hajib Al-Mansur mengambil-alih tampuk kekhalifahan dari khalifah sebenarnya, Hisyam II, yang saat itu masih berusia 11 tahun. Lantaran dipandang masih terlalu muda dan belum pantas menjalankan negara, Hajib Al-Mansur mencoba mengambil-alih pengaruh Hisyam II. Baca juga: • Sejarah Kerajaan Aceh: Sebab Runtuhnya Kesultanan & Silsilah Raja • Perkembangan Islam di Afrika: Ethiopia, Mesir hingga Afrika Barat • Hari Istiqlal 22 Februari: Sejarah Masjid Terbesar di Asia Tenggara Hajib Al-Mansur mempengaruhi para tentara Andalusia.

Akibatnya, amat sedikit tentara yang setia pada khalifah. Selanjutnya, Hisyam II tak memiliki pilihan lagi kecuali mempercayakan jabatan khalifah kepada Hajib Al-Mansur. Setelah Khalifah Hajib Al-Mansur wafat, terjadi perebutan kekuasaan di tubuh pemerintahan Dinasti Umayyah yang menjadikan kacaunya sistem politik masa itu. Pada 1013, Dewan Menteri menghapuskan jabatan khalifah dan Andalusia terpecah ke banyak negara kecil.

Dinasti Umayyah di Andalusia kemudian memasuki masa kemunduran yang dikenal dengan periode mulul al-thawaif. Sejak itu, jabatan pemerintahan hanya menjadi simbol belaka. Penguasanya adalah orang-orang Berber yang menyetir keputusan-keputusan politik dan kebijakan Dinasti Umayyah di Andalusia. Baca juga: • Masjid Menara Kudus: Sejarah, Pendiri, & Ciri Khas Arsitektur • Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Bidang Seni dan Bangunan • Adab Bepergian dalam Islam, Jenis dan Manfaat saat Melakukan Safar • Kemunduran Dinasti Fatimiyyah Dinasti Fatimiyyah mengalami kemuduran di masa khalifah Al-Hakim Biamrillah.

Usai ia meninggal, 8 khalifah sesudahnya jatuh pada problem korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sejak khalifah Al-Zafir (1021-1036) sampai khalifah terakhir Al-Adid (1160-1171 M), para pejabat pemerintahan tenggelam dalam kemewahan duniawi. Urusan pemerintahan diserahkan kepada perdana menteri yang mengambil dominasi di tubuh pemerintahan. Akibatnya, jabatan khalifah hanya menjadi lembang negara, sedangkan pengaruh politik berada di tangan para Perdana Menteri yang menjabat.

Selain itu, di masa khalifah Al-Hakim Biamrillah, terdapat konflik antara aliran Sunni dan Syiah. Khalifah ini menganut aliran Syiah dan ia mengangkatnya sebagai mazhab resmi negara. Padahal, mayoritas penduduk Mesir berpaham Sunni. Akibatnya, terjadi konflik antara rakyat dan penguasa.

Apalagi para qadhidan hakim dipaksa mengeluarkan putusan sesuai dengan ajaran Syiah yang melahirkan jurang perbedaan besar antara penduduk dan sistem hukumnya. 7 Faktor Penentu Kemunduran Peradaban Islam di Dunia Kaum muslimin di masa lampau mencapai puncak peradaban dan membawa pencerahan bagi dunia karena mereka mencintai ilmu.

Bangsa-bangasa Barat mengalami kemajuan, karena mereka mewarisi tradisi Islam tersebut. Sayangnya, umat Islam justru hanya bangga dengan kejayaan masa lalu, dan tidak mewarisi tradisinya, sehingga wajar saja jika umat Islam mengalami kemunduran peradaban. Sejarah umat manusia terus bergulir mengikuti “sunnatullah”, faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia hukum Allah Swt. yang berlaku bagi makhluk-Nya.

Siapa yang gigih berjuang dan memenuhi syarat untuk menang, maka dialah yang menang, dan begitu pun sebaliknya. Perjalanan panjang sejarah peradaban umat Islam telah mengalami pasang dan surut seiring dengan kuat-lemahnya daya juang dan spirit jihad dalam jiwa mereka. Yang menjadi faktor penentu kemunduran peradaban Islam di dunia adalah sebagai berikut, 1.

Umat Islam semakin jauh dari ajaran Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan beragama dan bernegara. Sedangkan al-Qur’an dan Hadits merupakan pedoman hidup umat Islam yang bisa mengangkat harkat dan martabat umat Islam 2. Meninggalkan cara-cara yang berlandaskan al-qu’an, sehingga umat Islam telah kehilangan nilai-nilai, prinsip dan tidak memiliki paradigma dan konsep dalam hidup. Pada akhirnya umat Islam mengikuti gaya kehidupan orang di luar Islam 3.

Terpecah belahnya umat Islam dan kurangnya persatuan antar umat Islam. 4. Adanya gazwul fikri oleh orang-orang yang benci terhadap umat Islam. Seperti umat Islam di pengaruhi untuk menjauhi nilai-nilai dan konsep Islam, contohnya ekonomi, poliitik dan sosial budaya yang tidak sesuai Islam.

5. Konflik konflik politik dan kepentingan banyak terjadi di kalangan umat Islam dan negara-negara Islam. 6. Para penguasa lebih mementingkan kenikmatan dunia menurut hawa nafsu dibandingkan kepentingan kemaslahatan umat.

7. Hilangnya semangat dan keberanian umat untuk berjihad di segala bidang, disebabkan sudah merasa puas dengan apa yang sudah dimilki.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Dalam sejarah peradaban islam, islam telah mengalami masa kemajuan dan terjadinya masa peralihan (kemunduran).

Awal mula dari puncak kemajuan peradaban islam terjadi pada masa pemerintahan khalifah Abbasiyah, pada masa ini khalifah Abbasiyah melakukan beberapa langkah awal dengan cara menata pemerintahannya baik secara internal maupun eksternal. Dapat diketahui bahwa masa kejayaan islam terjadi pada 650-1000 M dan hal ini  terjadi di masa Al-Hadi,  Al-Mansur, Al-Mahdi, Al- Makmun,  Al-Mu’tasim, Al-Mutawakkil, Al-Wathig,Harun al Rasyid.

Konsep pemerintahan dari Persia diadopsi oleh beberapa khalifah Abbasiyah dengan cara melakukan kawin silang dengan wanita persia. Perkawinan silang ini banyak melahirkan khalifah baru, salah satunya adalah al Makmun. Pada dinasti Abbasiyah membuka ruang bagi faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia di luar Arab yang ahli dalam bidang pemerintahan dan lainnya. Hal ini bisa dilihat dengan masuknya orang-orang Turki dan Persia. Pada masa pemerintahan Al-Mansur membentuk ibukota baru yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, administrasi, lalu lintas sektor ekonomi dan militer.

Al-Mansur memilih Baghdad menjadi ibukota baru tersebut, seiring waktu Baghdad menjadi kota yang penduduknya beragam suku, etnis, agama dan profesi. Bahkan ibukota Baghdad menjadi lalu lintas sektor perdagangan internasional.

Pencapaian tersebut secara tidak langsung menjadi faktor awal berkembangannya ilmu pengetahunan dan filsafat. Ada beberapa faktor yang mendorong kebangkitan filsafat dan sains antara lain, yaitu : Pertama, terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan.

Kedua, pluralistik dalam pemerintahan dan politik. Ketiga, stabilitas pertumbuhan ekonomi dan politik. Harun Al Rasyid memanfaatkan kemajuan perekonomian untuk pembangunan di sektor sosial dan pendidikan.

Keempat, gerakan penterjemahan. Karya-karya yang diterjemahkan pada masa ini mulai meluas dalam semua bidang ilmu pengetahuan. Kelima, berdirinya perpustakaan-perpustakaan dan menjadi pusat penterjemahan serta kajian ilmu pengetahuan. Al-Ma’mum mendirikan baitul hikmah yang berfunsi sebagai akademi, lembaga penelitian, perpustakaan, dan  pusat penerjemah. Pada zaman ini daerah islam meluas dan akhirnya ilmu pengetahuan berkembang dalam bidang agama, non agama serta kebudayaan islam.

Hal ini ditandai dengan munculnya ulama-ulama besar. Kemunduran peradaban islam terjadi pada masa pertengahan, sekitar 1250 sampai dengan 1500 masehi. Peradaban islam awalnya mengalami kemajuan yang sangat pesat pada masa Daulah Abbasiyah di Baghdad, Â Daulah Fatimiyah di Mesir dan Daulah Umaiyah di Cordova.

Penyerangan Kota Baghdad oleh bangsa Mongolia dipimpin oleh Hulaghu Khan, penyerangan ini disebut sebagai awal dari kemunduran peradaban islam dan pada saat itu juga kekuasaan politik islam mengalami kemunduran.

Akibat yang terjadi dalam kemunduran ini  wilayah kekuasaan islam terpecah menjadi kerajaan kecil. Dalam hal ini juga peninggalan budaya dan peradaban islam banyak yang hancur akibat serangan bangsa Mongolia.

Setelah menaklukkan kota Baghdad, Mongolia juga menaklukkan kerajaan islam lainnya, seperti Nablus, Gaza, Syria. Pada masa ini peradaban islam di Eropa mengalami kemunduran. Penyebab utamanya ialah invansi kristen di Eropa, yaitu di Spanyol. Artikel ini akan menjelaskan faktor-faktor penentu kemajuan peradaban Islam di dunia. Sebagaimana yang diketahui, Islam bukan hanya seperangkat ajaran Agama Allah Swt, tetapi lebih dari itu Islam merupakan sistem peradaban yang telah berhasil membawa masyarakat Arab di masa lalu keluar dari zaman kebodohan.

Bagaimana tidak, Arab pra Islam merupakan bangsa jahiliyah, tetapi semuanya dibasmi habis oleh peradaban Islam. Perdaban Islam terus mengalami kemajuan sejak zaman Rasulullah Saw, kemudian berlanjut sampai faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia zaman khulafaur rasyidin. Menurut para ahli, di periode empat khalifah sahabat utama Rasulullah Saw ini merupakan periode persiapan bagi kemajuan Islam puluhan tahun setelahnya. Khulafaur rasyidin menyiapkan sistem atau kerangka kerja untuk membangun peradaban yang lebih maju.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Sistem yang telah disiapkan oleh para Khulafaur rasyidin kemudian dilanjutkan pada masa pemerintahan dinasti-dinasti Islam. Setiap dinasti memiliki corak kemajuannya tersendiri. Masing-masing memiliki kontribusi bagi kemajuan faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia Islam di dunia. Kemajuan tersebut tergambar di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan. Lantas, apa saja faktor-faktor kemajuan peradaban Islam di dunia?

Nah, materi kali ini akan memberikan penjelasan lengkap mengenai faktor-faktor penyebab kemajuan peradaban Islam di dunia. Semoga setelah membaca materi ini, kita bisa memetik banyak pelajaran sebagai bahan renungan kemajuan Islam. Baca Juga: • Isi Piagam Madinah Yuk, berikut ini uraiannya. Faktor-Faktor Kemajuan Peradaban Islam di Dunia Faktor pertama kemajuan peradaban Islam di dunia adalah interaksi Islam dengan kebudayaan lain dengan menjunjung tinggi semangat toleransi. Ketika masa-masa awal penaklukan, Islam memasuki wilayah baru tetapi tidak melakukan pembasmian atau penghapusan terhadap kearifan lokal yang lebih dulu ada di wilayah tersebut, termasuk semua kebudayaan yang ada di dalamnya.

Islam mempelajari kebudayaan baru tersebut dan mengambil hal-hal positif yang terkandung di dalamnya. Islam menyadari bahwa kebudayaan merupakan hasil kreasi akal manusia yang harus dijunjung tinggi. Mereka memiliki semangat yang tinggi untuk mengetahui hal-hal baru dari kebudayaan bangsa lain. 2. Kepemimpinan Pemerintahan dan Politik Sesuai Keahlian Faktor kedua penyebab kemajuan peradaban Islam di dunia adalah penerapan ajaran Islam dalam sistem kepemimpinan pemerintahan dan politik.

Semua jabatan politik dan pemerintahan diserahkan kepada orang yang benar-benar ahli dibidangnya. Pelopor model kepemimpinan seperti ini adalah Dinasti Abbasiyah. Dinasti ini mengambil model yang berbeda dari dinasti sebelumnya yang bercorak ke Arab-araban. Pada masa Dinasti Abbasiyah dipimpin oleh Khalifah Al-Mansur, beberapa jabatan politik dan pemerintahan dipegang oleh orang-orang Non Arab, seperti Khalid bin Barmak seorang Persia yang diangkat menjadi Wazir atau Perdana Menteri Kerajaan.

Khalifah menghapus monopoli orang-orang Arab di dalam pemerintahannya. Sejarah kemudian mencatat Khalid bin Barmak sebagai seorang tokoh yang juga berjasa di bidang ilmu pengetahuan. Beliau juga pernah menjadi guru pribadi dari Harun Al-Rasyid. Langkah khalifah Al Masur ini menjadikan peradaban Islam menjadi lebih maju dengan mengambil unsur-unsur positif dari sistem Persia yang lebih dulu ada. Seluruh bidang politik dan pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya karena dijabat oleh orang yang benar-benar ahli.

Khalifah tidak terlalu memperhitungkan faktor kebangsaan dan kesukuan dalam jabatan politik. Khalifah hanya akan memberikan jabatan kepada orang yang dianggap mampu mengemban jabatan tersebut. 3. Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Politik Faktor ketika penyebab kemajuan peradaban Islam di dunia adalah keberhasil dalam menjaga stabilitis ekonomi dan politik. Para khalifah menyadari betul bahwa ekonomi merupakan faktor terpenting dalam pembangunan suatu negara.

Di masa kekhalifahan al-Mansur, beliau meletakkan kerangka perekonomian yang kuat bagi keberlangsungan dinasti untuk menjaga keuangan negara. Sejarah mencatat, setelah 22 tahun memerintah khalifah al-Mansur meninggalkan kas negara sebanyak 810 juta dirham. Stabilitas di bidang ekonomi tersebut selanjutnya berpengaruh kepada stabilitas politik.

Tidak ada gejolak dipemerintahan karena seluruh rakyat merasakan kesejahteraan yang baik. Kebutuhan dasar masyarakat benar-benar mendapat jaminan dari negara. Hal ini bisa terjadi karena kas negara mampu membiayai seluruh kebutuhan tersebut. 4. Semangat Belajar yang Tinggi Di masa kepemimpinan para Dinasti, umat Islam pada saat itu dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi.

Mereka melakukan gerakan penerjemahan dengan menerjemahkan buku-buku luar yang berasal bahasa lain. Karya-karya yang banyak diterjemahkan pada saat itu adalah astronomi, manthiq, filsafat, dan kedokteran. Gerakan penerjemahan ini massif dilakukan pada masa pemerintahan Al-Mansur sampai al-Ma'mun. Catatan-catatan berbahasa Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab setelah terlebih dahulu dialih bahasakan ke dalam bahasa Siriac (Bahasa Ilmu pengetahuan di Mesopotamia).

Khalifaf memiliki deratan para penerjemah handal untuk melakukan pekerjaan itu. Beberapa di antaranya yang cukup populer adalah: • Abu Bishr Matta ibn Yunus • Qusta bi Luqa • Tsabit bin Qurra • Ishaq ibn Hunain ibn Ishaq • Hunain ibn Ishaq Setelah penggunaan kertas pada tahun 300 H, seluruh karya terjemahan mulai disusun ke dalam bentuk buku atau kitab untuk disimpan diperpustakaan.

Buku kumpulan ilmu pengetahuan tersebut kemudian dipelajari secara luas oleh masyarakat. 5. Pendirian Perpustakaan Khalifah yang dikenal berjasa di bidang perpustakaan adalah khalifah Al-Ma'mun. Beliau membangun perpustakaan besar kerajaan yang dijadikan sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan dan penerjemahan buku.

Para penerjemah kerajaan melakukan pekerjaannya di dalam perpustakaan. Dari sini, gerakan intelektual mendapat angin segar menjadikan ilmu pengetahuan semakin maju. Khalifah menghimpun semua ulama, ilmuwan, dan sastrawan ke dalam lembaga pengetahuan.

Beberapa di antara mereka bertanggung jawab penuh terhadap perpustakaan kerajaan dan lembaga penelitian. Khalifah juga mendirikan perpustakaan pribadi untuk para keluarga kerajaan. Gerakan ilmu pengetahuan yang digagas oleh khalifah di masa selanjutnya mendorong lahirnya ulama dan ilmuwan besar Islam di berbagai bidang.

Berikut ini adalah beberapa nama yang terkenal sampai di masa sekarang: Ulama-Ulama Besar Seperti: • Imam Malik • Imam Abu Hanifah • Imam Syafi'i dan • Imam Ibn Hanbal dalam bidang hukum.

Dalam Tasawuf atau Mistisisme: • Zunnun al-Misri • Abu Yazid al-Bustami • dan al-Hallaj Dalam Bidang Filsafat: • al-Kindi • al-Farabi • Ibn Sina • Ibn Maskawaih Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan: • Ibn al-Haysam • Ibn Hayyan • al-Khawarizmi • al-Mas'udi • an al-Razi Dalam Bidang Teologi: • Imam al-Asy'ari • Imam al-Maturidi Munculnya Pemuka-Pemuka Mu'tazilah: • Wasil Ibn Ata' • Abu al-Huzail • al-Nazzam • al-Jubba'i Demikianlah Faktor-Faktor Kemajuan Peradaban Islam di Dunia. Bagikan materi ini agar orang lain juga bisa membacanya.

Terima kasih, semoga bermanfaat.
Mulyadhi Kartanegara, dalam bukunya Tradisi Ilmah Islam, menyebutkan faktor terpenting yang membuat umat Islam berjaya di masa lalu, yaitu karena mereka memiliki “tradisi ilmiah”.

Kaum muslimin saat itu benar-benar terinspirasi oleh wahyu yang pertama turun, yaitu perintah “membaca”. Mereka benar-benar menjadikan kegiatan “membaca” sebagai budaya/ tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, terlahirlah para ilmuwan handal di berbagai bidang keilmuan dengan karya-karya yang menakjubkan. Ibnu Sina (Avicenna) adalah salah satunya.

Dia lebih dikenalnya sebagai bapak kedokteran dunia, al-Qanμn fī at-Tibb adalah karya terbesarnya. Di samping itu, ia juga pakar di bidang lain, seperti filsafat. Salah satu karyanya di bidang filsafat ialah kitab al-Inșaf. Kitab ini memuat 28.000 masalah filsafat dan ditulis hanya dalam waktu enam bulan.

Jika diasumsikan setiap satu masalah membutuhkan satu halaman, maka al-Inshaf adalah buku setebal 28.000 halaman. Berarti Ibnu Sina menulis lebih dari 155 halaman setiap hari selama enam bulan. Kesimpulannya, kaum muslimin di masa lampau mencapai puncak peradaban dan membawa pencerahan bagi dunia karena mereka mencintai ilmu.

Bangsa-bangsa Barat mengalami kemajuan, karena mereka mewarisi tradisi Islam tersebut. Sayangnya, umat Islam justru hanya bangga dengan kejayaan masa lalu, dan tidak mewarisi tradisinya, sehingga wajar saja jika umat Islam hari ini terpuruk. Kerajaan ini merupakan kerajaan terakhir di India sebelum datangnya bangsa Mongol. Di antara rajanya ialah Muhammad bin Taglak dan Firus Syah.

Setelah kerajaan Taglak berdiri, kemudian berdirilah kerajaan Mongol Islam di India dengan raja-rajanya antara lain: Babur (1504-1530 M), Humayun (1530-1550 M), Akbar Agung (1556-1605 M), Jikangir (1605-1627 M) dan syah Jihan (1627-1657M) yang mecapai puncak kejayaannya. Syah Jihan membangun ”Taj Mahal” di Agra sebagai penghormatan kepada permaisurinya yang cantik dan dicintainya. Pembangunan Taj Mahal menelan waktu selama 22 tahun dengan tenaga 20.000 orang.

Jadi, di India pernah terjadi kejayaan Islam. Meskipun begitu, hingga sekarang umat Islam di India tetap sebagai warga minoritas. Sejumlah khasanah Islam dikuasai umat Hindu dan dijadikan objek wisata. Umat Islam di India sekarang sekitar 100 juta jiwa yang berarti India ketiga terbesar yang berpenduduk muslim, setelah Indonesia dan Pakistan. Umat Islam di India nasibnya juga sama dengan di negara-negara lain yang umat Islamnya minoritas, mereka ditekan, ditindas oleh penguasa. Sebagai contoh, penghancuran masjid Babri, Ayodhia, India pada bulan Desember 1992 di Bombay terjadi pembunuhan besarbesaran terhadap sekitar 100 ribu jiwa, oleh partai ekstremis hindu yang berkuasa.

Ribuan bangunan bersejarah yang dibangun raja-raja Islam kini menjadi puing yang mengenaskan, kemudian dijadikan objek wisata oleh umat Hindu. Pakistan merupakan Negara yang memisahkan diri dari India. Pada abad ke- 13 s.d 15 agama Islam berkembang dengan pesat di India, dengan bukti adanya kerajaan-kerajaan Islam di India dan bangunanbangunan tempat ibadah.

Arti penting negara ini dalam sejarah dan perkembangan Islam terutama disebabkan dua hal berikut ini. Islam di Pakistan dapat berkembang dengan pesat sehingga Pakistan merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar kedua di dunia. Bahkan hukum Islam telah diperlakukan di Pakistan. Sayid Qutub, tokoh Ikhwanul Muslim Mesir, pernah mengatakan bahwa kini telah muncul dua kekuatan besar Islam, yakni Indonesia (Asia Tenggara) dan Pakistan (Asia Selatan).

Kekuatan militer negara Pakistan ini juga diperhitungkan oleh dunia dengan adanya dugaan bahwa negara Pakistan mempunyai kemampuan persenjataan nuklir. Bahkan, Amerika menilai Pakistan, sebagai negara ”Bom Islam” (Islamic Bomb). Ide tentang pembentukan negara tersendiri bagi Umat Islam bermula dari Sayid Ahmad Khan, kemudian dicetuskan oleh Muhammad Iqbal dan akhirnya direalisasi oleh Muhammad Ali Jinnah.

Pada tahun 1947 Inggris menyerahkan kedaulatan kepada dua Dewan konstitusi, yaitu tanggal 14 Agustus 1947 faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia Pakistan dan tanggal 15 Agustus bagi India.

Sejak itulah Pakistan lahir sebagai negara Islam. Muhammad Ali Jinnah diangkat sebagai gubernur jendral dengan gelar ”Quaidi-Azam” atau pemimpin besar. Sejak negara Pakistan berdiri, umat Islam mencoba menerapkan konsep Islam yang sebenarnya dari negara Islam.

Persoalan itu merupakan bahan polemik yang berkepanjangan di pemerintahan diajukan oleh Majelis Nasional dengan berpedoman kepada Rancangan Undang-Undang hasil sidang Liga Muslim pada bulan Maret 1940, yaitu harus sesuai dengan Al-Qur an dan hadis. Sistem pemerintahan yang dirumuskan Liga Muslim tahun 1940 itu disahkan menjadi konstitusi tahun 1956. Dalam konstitusi itu negara kemudian bernama ”Republik Islam Pakistan”. Konstitusi ini kemudian ditinjau kembali sehingga lahir konstitusi tahun 1962, dengan faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia antara lain menghilangkan kata ”Islam” dan sebagai imbalannya mendirikan dua lembaga, yaitu Dewan Penasihat Ideologi Islam dan Lembaga Penelitian Islam.

Agama Islam masuk ke Afganistan sejak masa Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa Khalifah Usman bin Affan, Islam telah masuk ke Kabul, dan pada tahun 870 M Islam telah mengakar di seluruh negeri Afganistan. Perkembangan Islam di Afganistan selanjutnya berjalan dengan pesat, tidak ada hambatan, dengan bukti penduduk Afganistan 99 % beragama Islam.

Agama Islam sangat berpengaruh dalam segala aspek kehidupan mereka. Pada tahun 1933 muhammad Zahir Syah naik sebagai raja, kemudian Amerika Serikat dan Uni Soviet (sekarang Rusia) berusaha menanamkan pengaruhnya.

Tahun 1953, Raja Zahir mengangkat Muhammad Daud (kader komunis) sebagai perdana menteri. Melihat keadaan seperti ini, umat Islam menilai bahwa pemerintah Afganistan telah jauh menyimpang dari ajaran Islam. Kemudian umat Islam mulai bergerak, yaitu dengan munculnya organisasi Perjuangan Gabungan Muslim yang bernama ”Juanan Muslim” yang kemudian pada tahun 1968 berubah nama menjadi Al-Jamiah Al-Islamiyah di bawah pimpinan Burhanudin Rabbani. Uni Soviet (sekarang Rusia) semakin marah melihat perkembangan Islam itu.

Kemudian pada tahun 1972 di bawah pengaruh Uni Soviet(sekarang Rusia), Muhammad Daud menggantikan Zahir. Pada tahun 1978 Daud tewas dibunuh dan diganti oleh Nur Taraki sebagai Presiden.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Pada waktu itu, para ulama mengeluarkan fatwa untuk mengutuk dan mengafirkan Taraki serta mewajibkan jihad untuk menggulingkannya. Akibatnya timbul perjuangan mujahidin Afganistan. Kemudian pada tahun 1970 Uni Soviet (sekarang Rusia) memasuki Afganistan dengan membawa presiden bonekanya, Barak Kamal. Perbuatan itu mendapat kutukan internasional, antara lain Presiden Jimmy Carter yang memboikot Olimpiade Moskwa, dan banyak penduduk yang mengungsi ke Pakistan.

Perjuangan mujahidin semakin kuat dengan bergabungnya tujuh organisasi menjadi satu dengan nama ”Persatuan Mujahidin Islam Afganistan” dengan tujuan menegakkan kalimat Allah Swt., serta memerdekakan negara Afganistan dari kekuasaan kafir dan komunis dengan mendirikan pemerintahan Islam di Afganistan. Sebagai komando tertinggi ialah Abdu Rabbi Rasul Sayyaf. Pada tahun 1987 peperangan memuncak, dengan bantuan senjata dari Amerika dan Inggris, dan berakhir dengan Uni Soviet (sekarang Rusia) menderita kerugian besar.

Akhirnya, pada tahun 1989 Uni Soviet (sekarang Rusia) menarik seluruh tentaranya dari Afganistan. Pejuang mujahidin terus melawan pemerintah Najibullah (sejak 1987), karena para ulama mengeluarkan fatwa bahwa rezim tersebut adalah kafir dan mati dalam peperangan melawan rezim adalah mati syahid. Agama Islam masuk ke Wilayah Tiongkok sekitar abad ke-10, yaitu langsung dari bangsa Arab dan para saudagar yang datang dari India. Agama Islam masuk ke Tiongkok melalui perdagangan darat dan laut yang disebut jalan sutera.

Adapun pertama kali terjadinya penyebaran Islam di Tiongkok yaitu pada masa Dinasti Tang. H. Muhammad You Nusi Maliangjie (68) adalah salah satu pemimpin Islam di cina yang pernah berkunjung ke Indonesia. Beliau Imam besar Chin Cheen The She (Mesjid Agung) di RRC Tengah, salah satu delapan masjid terbesar di Cina. Masjid tersebut dibangun 1300 tahun yang lalu perpaduan khasanah arsitektur Islam dan Cina dan mampu menampung 8000 jamaah.

Menurut You Nusi, jumlah umat Islam di Tiongkok sekarang sekitar 20 juta. Agama Islam di Cina dapat berkembang dengan pesat, meskipun negara itu menganut komunis. Jumlah muslim yang menunaikan ibadah haji tiap tahun selalu meningkat, dan pada tahun 1994 mencapai 2000 orang. Ada satu kendala yang dirasakan umat Islam dalam pengembangannya, yaitu sistem komunisme yang membolehkan rakyatnya berproganda anti agama.

Perkembangan Islam di Singapura boleh dikatakan tidak ada hambatan, baik dari segi politik maupun birokratis. Muslim di Singapura ± 15 % dari jumlah penduduk, yaitu ± 476.000 orang Islam. Sebagai pusat kegiatan Islam ada ± 80 masjid yang ada di sana.

Pada tanggal 1 Juli 1968, dibentuklah MUIS (Majelis Ulama Islam Singapura) yang mempunyai tanggung jawab atas aktivitas keagamaan, kesehatan, pendidikan, perekonomian, kemasyarakatan dan kebudayaan Islam. Agama Islam masuk ke Thailand melalui Kerajaan Pasai (Aceh). Ketika Kerajaan Pasai ditaklukkan Thailand, raja Zainal Abidin dan orangorang Islam banyak yang ditawan. Setelah membayar tebusan mereka dikeluarkan dari tawanan, dan para tawanan tersebut ada yang pulang dan ada juga yang menetap di Thailand, sehingga mereka menyebarkan agama Islam.

Tekanan raja Thailand terhadap Sultan Muzaffar Syah (1424-1444) dari Malaka agar tetap tunduk kepada Thailand dengan membayar upeti sebanyak 40 tahil emas per tahun ditolaknya. Kemudian Raja Pra Chan Wadi menyerang Malaka, tetapi penyerangan tersebut gagal. Pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1444-1477) tentara Thailand di Pahang dapat dibersihkan. Wakil Raja Thailand yang bernama Dewa Sure dapat ditahan, tetapi beliau diperlakukan dengan baik. Bahkan, puterinya diambil istri oleh Mansyur Syah untuk menghilangkan permusuhan antara Thailand dengan Malaka.

Muslim di Filipina adalah minoritas dan nasib mereka sekarang sangat memprihatinkan. Seperti nasib muslim di Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, umat Islam mendapat gangguan, tekanan bahkan pembasmian dari pihak-pihak yang memusuhinya. Hingga kini muslim Moro terus berjuang untuk memperoleh otonomi karena mereka selalu ditindas dan diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh pemerintah Manila.

Oleh karena itu, muslim Moro terus berjuang mempertahankan diri, agama dan identitas sebagai muslim. Seorang ulama bernama Sidi Abdul Aziz dari Jeddah berhasil mengislamkan pejabat pemerintah Malaka kemudian terbentuklah kerajaan Islam di Malaka dengan rajanya yang pertama Sultan Permaisura. Setelah beliau wafat diganti oleh Sultan Iskandar Syah dan penyiaran Islam bertambah maju pada masa Sultan Mansyur Syah (1414-1477 M).

Sultan suka menyambung tali persahabatan dengan kerajaan lain seperti Siam, Majapahit, dan Tiongkok. Kejayaan Malaka dapat dibina lagi sedikit demi sedikit oleh Sultan Alaudin Syah I, sebagai pengganti Muhammad Syah. Kemudian memindahkan pusat pemerintahannya dari Kampar ke Johor (Semenanjung Malaka). Sultan Alaudin Syah I dikenal sebagai Sultan Johor yang pertama dan negeri Johor makin bertambah ramai dengan datangnya para pedagang dan pendatang.

Sampai sekarang perkembangan agama Islam di Malaysia makin pesat, dengan bukti banyaknya masjid yang dibangun, juga terlihat dalam penyelenggaraan jamaah haji yang begitu baik. Dapat dikatakan perkembangan Islam di Malaysia, tidak ada hambatan. Bahkan, ditegaskan dalam konstitusi negaranya bahwa Islam merupakan agama resmi negara. Di Kelantan, hukum hudud (pidana Islam) telah diberlakukan sejak 1992. Kelantan adalah negara bagian yang dikuasai partai oposisi, yakni Partai Al-Islam se-Malaysia (PAS) yang berideologi Islam.

Dalam pemilu 1990 PAS mengalahkan UMNO, dipimpin oleh Nik Mat Nik Abdul Azis yang menjabat sebagai Menteri Besar Kelantan. Agama Islam di Brunei dapat berkembang dengan baik tanpa ada hambatan.

Bahkan, agama Islam di Brunei merupakan agama resmi negara. Untuk pengembangan agama Islam lebih lanjut telah didatangkan ulama-ulama dari luar negeri, termasuk dari Indonesia. Masjid-masjid banyak didirikan. Umat Islam di Brunei menikmati kehidupan yang benar-benar sejahtera sesuai dengan namanya Darussalam (negeri yang damai). Ketika kaum muslimin di Makkah mendapat penganiayaan dari kafir Quraisy yang kian hari kian meningkat, maka pada suatu hari Nabi Muhammad saw.

memerintahkan kaum faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berhijrah ke Habasyah (Abysinia), karena di Habasyah (Ethiopia) tidak ada perbuatan sewenang-wenang dan penganiayaan dari pihak pemerintahannya. Beliau lebih suka dirinya dianiaya ataupun disiksa oleh faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia musyrikin Quraisy, daripada melihat kejadian-kejadian penganiayaan yang diterima oleh para pengikut beliau setiap hari.

Oleh sebab itu, pada suatu hari beliau mengumpulkan para pengikutnya (kaum muslimin) lalu bersabda yang artinya, “Jikalau kamu keluar berpindah ke negeri Habasyah, adalah lebih baik, karena di sana ada seorang raja yang di wilayahnya tidak ada seorang pun yang dianiaya sehingga Allah Swt.

menjadikan suatu masa kegirangan dan keluasan kepada kamu, daripada keadaan seperti sekarang ini.” Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Mesir ada di bawah kekuasaan Bizantium (Romawi Timur). Masyarakat Mesir sedang dilanda perpecahan dan pertentangan antara berbagai mazhab dan aliran agama Nasrani.

Itu semua antara lain disebabkan buruknya administrasi pemerintahan Bizantium, perlakuan kasar para penguasa Bizantium terhadap orang-orang Mesir, dan adanya beban ekonomi yang sangat berat, yang harus ditanggung oleh penduduk demi kejayaan imperium Romawi Timur. Hal yang demikian inilah yang menyebabkan umat Islam yang dipimpin oleh Panglima Perang Amru bin Ash dapat memukul pasukan pertahanan Bizantium. Daerah demi daerah jatuh ke tangan pasukan muslimin, dari mulai Peluse, Heliopolis sampai Aleksandria (Iskandariah).

Sebelum jatuhnya kota Iskandariah, sudah jatuh lebih dahulu daerah-daerah pinggiran bekas wilayah Babilonia yang sekarang dikenal dengan sebutan Kairo Lama. Iskandariah jatuh ke tangan kaum muslimin pada tahun 624 M. Pada masa jayanya kerajaan Romawi, daerah Afrika Utara ini termasuk sebahagian dari jajahannya yang terbagi dalam 5 propinsi yaitu; Propinsi Barca, Canasalia, Tripoli, Mauritania, dan Noumedia. Pada tahun 23 H (644 M) tentara Islam mulai memasuki daerah Afrika Utara dengan menguasai wilayah Barca, yaitu satu daerah di sebelah barat Mesir.

Pada tahun 446 M tentara Islam telah jauh maju ke sebelah barat menduduki Tripoli dan beberapa buah kota lainnya. Setelah 20 tahun kemudian, hampir seluruh Afrika Utara mulai dari Mesir sampai ke Samudera Atlantik telah dikuasai oleh umat Islam, hanya tinggal beberapa negeri saja, seperti Kartago dan Ceuta. Pada bulan Oktober 647 M (27 H), Khalifah Usman bin Affan mengizinkan Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah memasuki wilayah Bizantium di Afrika Utara.

Atas dasar inilah maka kaum muslimin membentuk pasukan di bawah pimpinan tokoh-tokoh terkemuka. Di bawah pimpinan Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sa’ad tersebut Umat Islam dapat mengalahkan tentara Romawi, Eropa dan Barbar di bawah pimpinan Gregorius. Pada tahun (665 M) (45 H) di bawah kekuasaan Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan umat Islam dapat menguasai Gelula dan Banzart. Setelah itu mulailah agama Islam tersiar di kalangan bangsa Barbar Afrika Utara.

Dalam perkembangan selanjutnya di bawah Gubernur Musa bin Nusair dari Afrika Utara ini dapat mengembangkan ajaran Islam ke Andalus (Spanyol), peristiwa ini terjadi di tahun 710 M = 91 H pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik.

Menurut beberapa pakar sejarah dan arkeolog, Islam masuk ke benua Amerika jauh sebelum Columbus menginjakkan kakinya di sana pada 21 Oktober 1492.

Berdasarkan penemuan berbagai bukti dan catatan sejarah, para pakar tersebut memperkirakan bahwa agama Islam sudah dipeluk oleh sejumlah suku Indian, di antaranya suku Iroquois dan Alqonquin sejak tahun 900 M. Amerika merupakan negara demokrasi liberal sekaligus sekuler atau menganut prinsip pemisahan antara agama dan negara (sparation of church and state) namun sangat luas memberi kebebasan beragama bagi rakyatnya. Semula agama Islam dianggap agama para imigran Timur-Tengah atau Pakistan yang bertempat tinggal di beberapa kota.

Kemudian semakin berkembang sehingga muncul suatu kekuatan Islam yang disebut “Black Moslem”. Black Moslem didirikan oleh Elijah Muhamad di Chicago. Sesuai dengan namanya Black Moslem mendapat banyak pengikut terutama dari orang-orang yang berkulit hitam. Black Moslem didukung oleh orang-orang berkulit hitam dan berjuang menuntut persamaan hak.

Elijah Muhamad dalam organisasinya mengambil prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang tidak membedakan warna kulit. Selama dalam pimpinannya perkembangan agama Islam semakin luas. Hal itu terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh yang masuk Islam, seperti Malcom seorang tokoh nasional Negro Amerika sebagai orator ulung dan Casius Clay bekas juara tinju kelas berat. Malcom setelah masuk Islam namanya diganti Al-Haji Malik Al-Sabah. Sedang Casius Clay berganti nama menjadi Muhamad Ali. Elijah berdakwah melalui media masa dengan menerbitkan majalah Muhammad Speak pada tahun 1960.

Elijah meninggal tanggal 25 februari dan digantikan putranya yang bernama Wallace Muhammad atau Warisudin Muhammad. Selama dalam kepemimpinan Warisudin, agama Islam bertambah maju tidak hanya dipeluk oleh kalangan orang-orang yang berkulit hitam, namun berkembang dalam kalangan masyarakat nasional Amerika.

Ajaran yang disampaikannya ialah agama Islam bukan hanya untuk orang-orang berkulit hitam saja, tetapi untuk seluruh manusia apa pun warna kulitnya. Pada tahun 1976 Walace Muhamad (Warisudin Muhamad) mengubah nama Nation of Islam menjadi World Community of Islam in West. Perubahan nama itu dimaksudkan agar sasaran ajaran dan dakwah agama Islam lebih luas lagi jangkauannya.

Pada tahun itu juga ia telah membentuk majelis imam (Council of Imam) terdiri atas enam orang yang mengkordinasi kegiatan-kegiatan keagamaan. Majalah Muhammad Speak diubah menjadi Bilalian News mengambil nama dari sahabat Bilal bin Rabah.

Tanggal 30 april 1980 organisasi World Comunity of Islam in West diganti namanya menjadi American Muslim Mission (AMM) agar lebih jelas misi organisasi tersebut sebagai dakwah. Di Chicago terdapat Islamic Institute. Gedung tersebut lengkap dengan Musala, ruang kuliah, aula, asrama, perpustakaan, ruang makan dan dapur sebagai proyek organisasi Konferensi Islam Internasional di Jeddah.

Di Los Angeles terdapat Islamic Center sebagai pusat ceramah dan sebagainya. Di Mansfield, Indianapolis Amerika terdapat suatu organisasi bernama Islamic Society of Nort of America (ISNA) yang telah memiliki sebidang tanah seluas 100 hektar. Di atas tanah tersebut dibangun sebuah masjid yang dapat menampung 1000 jamaah lengkap dengan perpustakaan, ruang studi dan lain sebagainya. ISNA mengkoordinasi organisasi-organisasi mahasiswa seperti Muslim Student Association (MSA), organisasi dokter muslim, dan sarjana muslim.

MSA sudah memiliki kantor tempat penerbitan buku, yaitu MSA Islamic Book Service, studio rekaman, memproduksi film-film tv dan percetakan. Majalah yang diterbitkan bernama Al-Ijtihad (persatuan). Di California berdiri sebuah madrasah Al-Madina, madrasah ini pada tahun 1972 hanya memiliki 42 anak, namun pada tahun berikutnya bertambah menjadi 105 anak.

Hal ini menunjukkan perkembangan Islam di sana cukup baik. Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia madrasah Al-Madina diajarkan semua ilmu agama, bahasa Arab, matematika, dan al-Qur’an. Dengan semakin berkembangnya populasi muslim di Amerika Serikat, maka bertambah pula jumlah mesjid.

Lebih dari 1.200 mesjid berdiri di beberapa kota Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Jumlah SD dan SMP yang mengajarkan al Al-Qur’an juga meningkat, kurang lebih ada 1000 pusat pendidikan di Amerika saat ini. Tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan pada komunitas muslim lebih tinggi jika dibandingkan dengan golongan lainnya yang juga menetap di Amerika. Data statistik menunjukkan bahwa pendapatan, hak kepemilikan dan tingkat pendidikan kaum Muslim makin bertambah di tahun-tahun selanjutnya.

Pada tahun 1995, rata-rata tingkat pendapatan muslim yang menetap di Amerika berkisar $51.966, tetapi sekarang meningkat menjadi $55.958. Selain itu hal yang sangat faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia adalah kaum muslim tinggal di kawasan dan lingkungan yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Menurut hasil jajak pendapat Institut Zogby, sebagian besar kaum muslim percaya bahwa situasi ini merupakan kesempatan yang baik untuk menyebarkan kesadaran tentang Islam di Amerika Serikat. Dengan diadakannya kampanye “Fight against Terror”, hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa kaum muslim di pemerintahan (23%) semakin yakin bahwa Amerika-lah yang sengaja menciptakan kampanye tersebut di dunia muslim, dan isu teroris dihembuskan untuk menyudutkan dunia Islam.

Pembahasan tentang perkembangan Islam di Benua Eropa pada bab ini dibatasi pada beberapa negara, sebagai gambaran umum tentang keberadaan Islam di Eropa, yaitu Andalusia (Spanyol), Rusia, dan Inggris secara sekilas.

Perkembangan Islam di wilayah lain di Benua Eropa dapat kalian telusuri dari berbagai sumber. Pada masa pemerintahan Bani Umayah di Damaskus, Andalusia dipimpin oleh Amir (gubernur) di antaranya oleh putra Musa sendiri, yaitu Abdul Aziz. Runtuhnya kebesaran Bani Umayah di Damaskus dengan berdirinya daulah Bani Abbasyah di bawah pimpinan Abdul Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia As Safah (penumpah darah) yang berpusat di Baghdad, yang menyebabkan seluruh keluarga Kerajaan Bani Umayah ditumpas.

Namun, salah seorang keturunan dari Bani Umayah, yaitu Abdur Rahman berhasil melarikan diri dan menyusup ke Spanyol. Di sana dia mendirikan Kerajaan Bani Umayah yang mampu bertahan sejak tahun 193-458 H (756-1065 M). Kondisi masyarakat Spanyol sebelum Islam mereka memeluk agama Katolik, dan sesudah Islam tersebar luas tidak sedikit dari mereka yang memeluk agama Islam secara suka rela.

Hubungan antar agama selama itu dapat berjalan dengan baik karena raja-raja Islam yang berkuasa memberi kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika di sana telah terjadi percampuran darah juga terdapat orang-orang yanng berbahasa Arab, beradat istiadat Arab, meskipun tetap memeluk agama nenek moyang mereka.

Keberadaan kerajaan Islam di Spanyol merupakan perantara sekaligus obor kebudayaan dan peradaban. Ilmu pengetahuan kuno dan filsafat ditemukan kembali. Di samping itu, Spanyol menjadi pusat kebudayaan, karena banyaknya para sarjana dan mahasiswa dari berbagai pelosok dunia berkumpul menuntut ilmu di Granada, Cordova, Seville, dan Toledo.

Di kota-kota tersebut banyak terlahir ilmuwan terkemuka, seperti Abdur Rabbi (sastrawan terkemuka), Ali ibnu Hazm (penulis 400 jilid buku sejarah, agama, logika, adat istiadat), Al Khatib (ahli sejarah), Ibnu Khaldun (ahli filsafat yang terkenal dengan bukunya “Muqaddimah”), Al Bakri dan Al Idrisi (ahli ilmu bumi), dan Ibnu Batuta (pengembara terkenal yang menjelajahi negeri-negeri Islam di dunia).

Kemudian lahir pula seorang ahli filsafat yang lain, yakni Solomon bin Gabirol, Abu Bakar Muhammad, Ibnu Bajjah (ahli filsafat abad ke-12 pentafsir karya-karya Aristoteles), dan Ibnu Rusyd (ahli bintang, sekaligus seorang dokter dan ahli filsafat).

Adapun sumbangan utama Ibnu Rusyd di bidang pengobatan ialah buku faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia dengan judul Al Kuliyat fit At Tibb, serta buku filsafat Thahafut At Tahafut.

Perlu pula diketahui bahwa peranan wanita-wanita muslim di Spanyol saat itu tidak hanya mengurus dapur mereka, tetapi mereka juga memberikan sumbangan besar di bidang kesusasteraan, seperti Nazhun, Zaynab, Hamda, Hafsah, Al-Kalayyah, Safia dan Marian dari Seville (adalah seorang guru terkenal).

Penulis-penulis wanita dan dokter-dokter wanita, seperti Sysyah, Hasanah At Tamiyah, dan Ummul Ula serta masih banyak lagi. Pada abad 12 di Spanyol didirikan pabrik kertas pertama. Kenangan pertama dari peristiwa itu ialah kata “Rim” melalui kata “Ralyme” (Perancis Selatan) diambil dari bahasa Spanyol “ Risma” dari bahasa Arab “Rizma” artinya bendel. Berakhirnya kekuasaan Bani Umayah di Spanyol di bawah kekuasaan Khalifah Sulaiman, diganti oleh dinasti-dinasti Islam kecil, seperti Al-Murabithin, Al-Muhades (Muwahidun), dan kerajaan Bani Ahmar.

Setelah delapan abad umat Islam menguasai Andalusia pada tahun 898 H (1492 M). Raja Abdullah menyerahkan kunci kota Granada kepada Ferdinand pemimpin kaum Salib, yang selanjutnya beliau menduduki istana Al Hambra, di mana sebelum itu Khalifah Abdullah bersedia menandatangani perjanjian yang terdiri atas 72 pasal. Di antara isinya antara lain Ferdinand akan menjamin keselamatan jiwa keluarga Raja Bani Ahmar, demikian pula kehormatan dan kekayaan mereka.

Dalam pada itu, kemerdekaan beragama pun akan dijamin terhadap kaum muslimin yang tinggal di Andalusia. Akan tetapi, di kemudian hari perjanjian tersebut diingkari oleh Ferdinand sendiri dan malah mendesak semua pasukan Raja Abdullah untuk masuk Kristen, jika menolak diusir dan harta bendanya disita. Pertumbuhan agama Islam di Eropa sekarang memang cukup sulit dibandingkan dengan berdakwah di Asia-Afrika, yang masyarakatnya terlanjur sekuler, namun karena kegigihan para mubaligh berdakwah sehingga dalam perkembangannya agama Islam semakin baik dalam kualitas maupun kuantitasnya.

Apalagi setelah Paus Paulus II membuka dialog antar umat beragama, seperti yang dilakukan terhadap tokoh-tokoh muslim khususnya dari Indonesia dan pada masa hidupnya Paus Paulus II pernah mengundang Menteri Agama RI untuk menjelaskan praktek kerukunan hidup beragama di tanah air.

Di Spanyol atau Andalusia pada tahun 1975 sekelompok pemuda masuk Islam, mereka mendirikan masyarakat muslim di Cordova.

Kemudian pada tahun 1978 mereka dapat melaksanakan Shalat Idul Adha di Kathedral (bekas masjid) setelah memohon izin Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia Cordoba Monseigneur Infantes Floredo. Bahkan, walikota Tulio Anguila melaksanakan teori kerukunan beragama. Ia menawarkan umat Islam menggunakan taman kota dengan diberi kemah besar untuk melaksanakan shalat Idul Adha dan shalat berjamaah.

Di sana terdapat madrasah yang dikelola Dr. Umar Faruq Abdullah yang mengajar bahasa Arab, ilmu al-Qur’an, tafsir, fiqih, hadis dan lain sebagainya. Sampai akhir abad ke-10 M orang-orang Rusia masih menyembah berhala. Rusia jatuh ke tangan Islam di bawah pimpinan panglima Qutaibah bin Muslim pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik sampai permulaan Khalifah Sulaiman. Pada saat itu Qutaibah mampu meluaskan penaklukan ke semua negeri yang terletak di dua sungai Jihun dan Sihun.

Qutaibah juga berdakwah kepada penduduk untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan penyembahan berhala. Karena kebijaksanaan Qutaibah, maka banyak penduduk negeri itu masuk agama Islam. Keberhasilan Qutaibah dimulai tahun 86 H sampai 91 H dan dapat menguasai semua negeri ini sampai mendekati perbatasan Cina.

Qutaibah berhasil mendirikan masjid besar di Bukhara yang dinamakan Jami Qutaibah.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Ia mengirim para ahli fiqih ke rumah-rumah rakyat untuk mengajarkan ajaran Islam, dan membolehkan menerjemahkan al-Qur’an ke dalam bahasa yang dikenal di daerah tersebut. Keberadaan pemerintahannya yang berpaham komunis yang anti Islam, cukup menjadi hambatan bagi perkembangan Islam di Rusia. Chechnya adalah salah satu korban keganasan tentara Rusia. Chechnya merupakan negara kecil di kawasan Kaukasus, Rusia yang berpenduduk 1,5 juta dan mayoritas beragama Islam. Presidennya yang bernama Dzhokar Dudayef adalah seorang muslim yang taat.

Pasca runtuhnya rezim Bolshevik yang anti-agama pada 1991, umat Islam Rusia bangkit lagi setelah hampir tiga perempat abad di bawah tekanan. Kebangkitan umat Islam di Rusia terlihat dari tingginya animo menunaikan haji dan umrah, minat mempelajari al-Qur’an, serta peningkatan jumlah jemaah dan masjid. Pada 2008, lebih dari 32.000 muslim Rusia menunaikan haji.

Diperkirakan sebanyak 7.000 masjid berdiri di seluruh Rusia, sementara ketika komunis tumbang hanya ada 100 masjid. Moskwa, dengan sekitar 2,5 juta muslim, menjadikannya sebagai kota dengan penduduk muslim terbesar di Eropa. Saat ini diperkirakan 18 persen dari total penduduk atau 25 juta warga Rusia memeluk agama Islam. Melihat perkembangan yang demikian pesat, sebagian pakar memprediksikan bahwa tahun 2050 Rusia akan menjadi Negara Islam terbesar di Eropa.

Inggris termasuk salah satu negara yang cukup bagus perkembangan Islamnya. Hal ini didukung dengan pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris.

Sejak itu Inggris mempunyai Universitas Cambridge dan Oxford. Mozarabes salah satu tokoh yang amat berjasa dan aktif dalam penyebaran ilmu pengetahuan agama Islam. Ia mengganti namanya menjadi Petrus Al Ponsi, dan beliau menjadi dokter istana Raja Henry I.

Pengembangan Islam dilakukan tiap hari libur, seperti hari Sabtu dan Ahad baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa organisasi Islam yang ada di Inggris adalah: Di pusat kota London dibangun Central Mosque (Masjid Agung) yang selesai pembangunannya pada tahun 1977 terletak di Regents Park, dan mampu menampung 4000 jamaah, dilengkapi perpustakaan dan ruang administrasi serta kegiatan sosial.

Di samping itu, orang-orang Islam Inggris juga membeli sebuah gereja seharga 85.000 poundsterling di pusat kota London yang akan dijadikan pusat pendidikan ilmu agama Islam. Pemeluk agama Islam di sini selain bangsa Inggris sendiri juga imigran Arab, Turki, Mesir, Cyprus, Yaman, Malaysia dan lain-lain yang jumlahnya ± 1 ½ juta orang (menurut catatan The Union of Moslem Organization), dan di sini agama Islam merupakan agama nomor dua setelah Kristen.

Al-Qur’an pertama kali diperkenalkan di Inggris oleh Robert Katton yang ditejemahkan ke dalam bahasa latin. Kemudian kamus Arab-Inggris pertama disusun sarjana Inggris E.W.Lanes. Di negeri ini juga pada tahun 1985 muncul seorang walikota muslim yang bernama Muhammad Ajeeb di Stradford Inggris.

Dan sejak itu, masyarakat muslim dan mahasiswa Universitas Oxford mendirikan “Pusat Kajian Islam”. Muslim di Australia memiliki sejarah yang panjang dan bervariasi yang diperkirakan sudah hadir faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia pemukiman Eropa. Beberapa pengunjung awal Australia adalah muslim dari Indonesia Timur.

Mereka membangun hubungan dengan daratan Australia sejak abad ke 16 dan 17. Migran muslim dari pesisir Afrika dan wilayah pulau di bawah Kerajaan Inggris datang ke Australia sebagai pelaut pada akhir dasawarsa 1700an. Populasi muslim semi permanen pertama dalam jumlah yang signifikan terbentuk dengan kedatangan penunggang unta (julukan untuk orang Arab yang menetap di pedalaman Australia) pada dasawarsa 1800-an. Salah satu proyek besar yang melibatkan penunggang unta Afganistan adalah pembangunan jaringan rel kereta api antara Port Augusta dan Alice Springs, yang kemudian dikenal sebagai Ghan.

Jalur kereta api dilanjutkan hingga ke Darwin pada 2004. Para penunggang unta ini juga memegang peran penting dalam pembangunan jalur telegrafi darat antara Adelaide dan Darwin pada 1870-1872, yang akhirnya menghubungkan Australia dengan London lewat India. Melalui karya awal ini, sejumlah kota Ghan berdiri di sepanjang jalur kereta api. Banyak dari antara kota-kota ini yang memiliki sedikitnya satu masjid, biasanya dibangun dari besi bergelombang dengan menara kecil.

Masjid pertama di Australia didirikan di Marree di sebelah utara Australia Selatan pada 1861. Masjid besar pertama dibangun di Adelaide pada 1890, dan satu lagi didirikan di Broken Hill (New South Wales) pada 1891. Jumlah umat Islam Australia modern meningkat dengan cepat setelah Perang Dunia Kedua. Pada 1947-1971, jumlah warga Muslim meningkat dari 2.704 menjadi 22.331. Hal ini terjadi terutama karena ledakan ekonomi pasca perang, yang membuka lapangan kerja baru. Banyak muslim Eropa, terutama dari Turki, memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari kehidupan dan rumah baru di Australia.

Pada Sensus 2006, tercatat 23.126 muslim kelahiran Turki di Australia. Muslim Australia sangat majemuk. Pada Sensus 2006, tercatat lebih dari 340.000 muslim di Australia, di mana dari jumlah tersebut sebanyak 128.904 lahir di Australia dan sisanya lahir di luar negeri. Selain migran dari Libanon dan Turki, negara asal muslim lainnya adalah Afganistan (15.965), Pakistan (13.821), Banglades (13.361), Irak (10.039), Indonesia (8.656).

Dalam tiga dasawarsa terakhir, banyak muslim bermigrasi ke Australia melalui program pengungsi atau kemanusiaan, dari negara-negara Afrika seperti Somalia dan Sudan. Masyarakat muslim Australia saat ini, sebagian besar terkonsentrasi di Sydney dan Melbourne. Perkembangan Islam di Australia sudah merambah ke kalangan masyarakat Aborigin, suku asli Benua Kanguru itu.

Dalam pertemuan organisasi Society for the Scientific Study of Religion di Baltimore akhir Oktober 2012 lalu, sejumlah peneliti dari Religioscope memaparkan kertas kerja mereka tentang pernyataan media dan komunitas muslim di Australia yang menyebutkan bahwa makin meningkatnya pemeluk Islam di kalangan masyarakat Aborigin, terutama di kalangan anak mudanya, merupakan “kebangkitan” Islam yang melanda suku Aborigin.

Gambaran ini terkait dengan sejarah Islam di Australia. Sejumlah muslim Aborigin mengklaim mereka membangun kembali identitas sejarah mereka dengan cara masuk Islam, karena ada gelombang perkawinan campur antara pendatang Muslim dengan orang-orang Aborigin pada abad ke-19.

Komunitas muslim ini adalah para pedagang yang berlayar dari Pulau Celebes (sekarang Sulawesi) di Indonesia dan orang-orang Arab (ketika itu disebut “Afghan”) yang menetap di pedalaman Australia dan dijuluki “Cameleers” atau penunggang unta.

Selain melakukan perkawinan campur, mereka juga berbagi budaya, termasuk sejumlah tradisi dalam Islam. Sensus tahun 2001 sampai 2006 menunjukkan peningkatan jumlah muslim Aborigin dari 622 menjadi 1.010 orang. Peneliti Helena Onnudottir dari Religioscope, Adam Possamai (University of Western Sydney) and Bryan S. Turner (Wellesley College) dalam kertas kerja mereka juga mengungkapkan bahwa identitas kekristenan pemerintahan kolonial dan dominasi orang kulit putih atas suku Aborigin kemungkinan menjadi alasan mengapa berdasarkan hasil sensus, persentase orang Aborigin yang memeluk agama Kristen makin menurun.

Agama Kristen Pantekosta, sebagai aliran Kristen yang paling berkembang di Australia, ternyata tidak mendapat tempat di kalangan masyarakat Aborigin. Ada beberapa jenis pemetaan periode sejarah Islam menurut para ahli, salah satunya adalah periodisasi menurut Harun Nasution.

Menurut beliau, sejarah Islam dapat dibagi menjadi tiga periode besar, yaitu Periode Klasik (650-1250M), Periode Pertengahan (1250-1800 M), dan Periode Modern (1800 M-sekarang). Periode klasik meliputi masa ekspansi, integrasi (penyatuan wilayah), dan faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia keemasan Islam (650-1000 M), dan masa disintegrasi (1000-1250 M).

Periode pertengahan juga memuat dua masa, yaitu masa kemunduran I (1250-1500 M) dan masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800 M). Masa Tiga Kerajaan Besar juga terdiri dari dua fase, yaitu Fase Kemajuan II (1500-1700 M) dan Fase Kemunduran II (1700-1800 M). Sedangkan Periode Modern (1800-sekarang) adalah periode kebangkitan umat Islam, terutama setelah ekspedisi Napoleon yang berakhir di Mesir tahun 1801 M.

Mereka tersadar dari tidur panjangnya dan melihat bahwa kemajuan peradaban sudah berpindah dari umat Islam ke dunia Barat. Kebangkitan tersebut kemudian melahirkan gerakan modernisasi dalam Islam. Dengan demikian, pembahasan pada sub ini berkisar pada awal masa klasik (650-1000 M), masa Tiga Kerajaan Besar bagian pertama (1500-1700 M), dan periode kebangkitan umat Islam (1800-sekarang).

Pada sub akan kita bahas sekilas tentang berbagai cabang keilmuan yang berkembang masa-masa tersebut beserta para tokohnya, contoh beberapa ilmuwan beserta pencapaiannya di bidang-bidang keahlian mereka. Para ilmuwan muslim pada umumnya menguasai lebih dari satu bidang keahlian, sehingga karya mereka juga menghiasi berbagai bidang keilmuan. Ibnu Sina (Avicienna) misalnya, di samping ia dikenal sebagai bapak kedokteran dunia karena kepakarannya di bidang itu, ia juga seorang filsuf yang banyak mewariskan karya ilmiah, seperti Al-Inshaf, yang memuat 28.000 masalah filsafat, dan ditulis hanya dalam waktu enam bulan.

Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M, selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad Ibnu Abd Al-Rahman (832-886 M). Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam menyuplai karya-karya ilmiah dan filosofis dalam jumlah besar ke Spanyol, sehingga, Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad. Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakar Muhammad ibnu Al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibnu Bajjah yang dilahirkan di Saragosa.

Seperti Al-Farabi (872-950 M) dan Ibnu Sina di Timur, masalah yang dikemukakannya bersifat etis dan eskatologis. Karya monumentalnya adalah Tadbir al-Mutawahhid. Tokoh faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia kedua adalah Abu Bakar ibnu Thufail, penduduk asli Wadi Asy, Granada.

Ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi, dan filsafat.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Karya filsafatnya yang sangat terkenal adalah Hay ibnu Yaqzhan. Tokoh lainnya adalah Ibnu Rusyd (1126-1198 M) dari Cordova. Dia juga ahli fikih dengan karyanya Bidayah al-Mujtahid, AI Kindi (805-873 M), dan Al Ghazali (450-505 H). Bidang kedokteran mengalami kemajuan yang luar biasa.

Banyak pakar kedokteran terlahir di berbagai wilayah Islam. Ibnu Sina (Avicenna) adalah tokoh paling terkemuka di bidang ini, di samping sebagai filsuf. Ia mewariskan sekitar 267 buku karyanya. Al-Qânûn fi at-Tibb adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran. Ibnu Rusyd (Averous), seorang filsuf, dokter sekaligus pakar fikih dari Andalusia. Al-Kulliyat, adalah salah satu bukunya yang terpenting dalam bidang kedokteran, berisi kajian ilmiah pertama faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia fungsi jaringan-jaringan dalam kelopak mata.

Az-Zahrawi, kelahiran Cordova, adalah orang pertama yang mengenalkan teknik pembedahan organ tubuh manusia. Karyanya berupa ensiklopedia pembedahan dijadikan referensi dasar dunia kedokteran dalam bidang pembedahan selama ratusan tahun. Ummi Al-Hasan binti Abi Ja’far dan saudara perempuan Al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.

Tokoh-tokoh lainnya di bidang kedokteran antara lain: Hunain Ibnu Ishaq (809-874 M), Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakaria Ar Razi (866-909 M), Abu Marwan Malik Ibnu abil ‘Ala Ibnu Zuhr (1091-1162 M), dan Abdul Qasim Az Zahrawi.

Az-Zarkalli, dari Cordova, adalah salah seorang ahli astronomi yang pertama kali mengenalkan astrolobe, yakni istrumen yang digunakan untuk mengukur jarak sebuah bintang dari horison bumi. Penemuan ini menjadi revolusioner karena dapat membantu navigasi laut yang kemudian mendorong berkembangnya dunia pelayaran secara pesat. Ibnu al-Haitsam, menulis buku berjudul Al-Manazir yang berisi tentang ilmu optik. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Frederick Reysnar, dan diterbitkan di kota Pazel, Swiss, pada tahun 1572 dengan judul Opticae Thesaurus.

Islah al-Majisti pada pertengahan abad dua belas menulis Pengantar faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia Risalah Astronomi, berisi tentang teori-teori trigonometrikal.

Hasan al-Marrakusyi telah melengkapi pada tahun 1229 di Maroko, suatu risalah astronomi dengan informasi trigonometri. Karyanya tersebut berisi tabel sinus untuk setiap setengah derajat, juga tabel untuk mengenal benar-benar sinus, arc sinus dan arc cotangen.

Observatorium Maragha, didirikan oleh Nasirudin At-Tusi, pada tahun 1259 di Azerbaijan, Persia, menjadi pusat studi astronomi dan alat-alat (baru) atau untuk memperbaiki alat-alat astronomi, kreatif dan terkenal untuk suatu periode yang singkat.

Pusat yang menarik bagi ahli astronomi dan pembuat alat-alat astronomi dari Persia dan China. Dalam bidang matematika, dikenal beberapa nama tokoh. Al-Khawarizmi, di samping sebagai pakar astronomi dan geografi, ia juga ahli matematika sekaligus penemu angka nol dan penemu salah satu cabang ilmu matematika, Algoritma, yang diambil dari namanya. Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa al-Khwarizmi (770-840) lahir di Khwarizm (Kheva), kota di selatan sungai Oxus (sekarang Uzbekistan) tahun 770 masehi.

Pengaruhnya dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah. Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada awal abad ke-12 oleh dua orang penerjemah terkemuka, yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmatikanya, seperti Kitab al-Jam’a wa at-Tafriq bi al-Hisab al-Hindi, Algebra dan Al-Maqal fî Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah hanya dikenal dari translasi berbahasa Latin.

Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa. Dalam bidang fisika, Abdul Rahman al-Khazini menulis kitab Mizanul Hikmah (The Scale of Wisdom), pada tahun 1121 sebagai karya fundamental dalam ilmu fisika di Abad Pertengahan, mewujudkan “tabel berat jenis benda cair dan padat” dan berbagai teoritentang fisika. Al-Kindi, di samping sebagai pakar filsafat, ia juga seorang fisikawan muslim.

Al-Kindi bahkan mewariskan sekitar 256 jilid buku. Lima belas buku di antaranya khusus mengenai meteorologi, anemologi, udara (iklim), kelautan, mata dan cahaya, dan dua buah buku mengenai musik. Jabir Ibnu Hayyan, masternya ilmu kimia yang diakui oleh dunia. Ide-ide eksperimen Jabir sekarang lebih dikenal sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur kimia, utamanya pada bahan metal, non-metal dan penguraian zat kimia. Pada abad pertengahan karya-karya beliau di bidang ilmu kimia termasuk kitabnya yang masyhur, Kitab al-Kimya dan Kitab as-Sab’in sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa latin.

Terjemahan Kitab al-Kimya bahkan telah diterbitkan oleh orang Inggris bernama Robert Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia tahun 1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy.

Buku kedua (Kitab as-Sab’in) diterjemahkan juga oleh Gerard Cremona. Lalu tak ketinggalan Berthelot pun menerjemahkan beberapa buku Jabir, yang di antaranya dikenal dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury. Abbas ibnu Farnas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Dialah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal.

Ibnu Jubair dari Valencia (1145- 1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania. Sicilia dan Ibnu Batuthah dari Tangier (1304-1377 M) mencapai Samudera Pasai dan China. Ibnu Al-Khatib (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada, sedangkan Ibnu Khaldun (1322-1406 M) dari Tunis adalah perumus filsafat sejarah.

Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol, yang kemudian pindah ke Afrika. Tokoh-tokoh sejarah yang lain di antaranya: Ibnu Qutaibah (213-276H), Muhammad Ibnu Ishaq Ibnu yasar (85-151 H), Ath Thabari.

Dalam bidang geografi, Zamakhsyari (wafat 1144) seorang Persia, menulis Kitabul Amkina waljibal wal Miyah (The Book of Places, Mountains and Waters). Yaqut menulis Mu’jamul Buldan (The Persian Book of Places), tahun 1228, berupa suatu daftar ekstensif data-data geografis menurut abjad termasuk fakta-fakta atas manusia dan geografi alam, arkeologi, astronomi, fisika, dan geografi sejarah. Al-Qazwini, tahun 1262 nenulis Aja’ib al-Buldan (The Wonders of Lands), dalam tujuh bagian yang berkaitan dengan iklim.

Muhammad ibnu Ali az-Zuhri dari Spanyol, menulis satu risalah teori geografi setelah tahun 1140. Al-Idrisi dari Sicilia, menulis untuk raja Normandia, Roger II, yang kemudian diketahui sebagai sebuah deskripsi geografi yang paling teliti di dunia.

Ia juga menggubah ensiklopedia geografi antara tahun 1154 dan 1166 untuk William I. Al-Mazini di Granada telah menulis geografi Islam Timur dan daerah Volga, keduanya didasarkan atas perjalanannya. Al-Idrisi faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia yang dikenal dengan nama Dreses di Barat, adalah pakar geografi.

Ia pernah membuat bola dunia dari bahan perak seberat 400 ons untuk Raja Roger II dari Sicilia. Globe buatan Al-Idrisi ini secara cermat memuat pula ketujuh benua dengan rute perdagangannya, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, dataran serta pegunungan. Ia memasukkan pula beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian secara tepat.

Bola dunianya itu, oleh Idris sengaja dilengkapi pula dengan Kitab ar-Rujari (Roger’s Book). Ialah yang pertama kali memperkenalkan teknik pemetaan dengan metod proyeksi; suatu metode yang baru dikembangkan oleh ilmuwan Barat, Mercator, empat abad kemudian.

Muhammad bin Ahmad al-Maqdisi. Bukunya, Ahsan at-Taqasim, merupakan buku geografi yang nilai sastra Arabnya paling tinggi. Buku tersebut menguraikan tentang semenanjung Arabia, Irak, Syam, Mesir, Maroko, Khurasan, Armenia, Azerbaijan, Chozistan, Persia, dan Karman.

Al-Khawarizmi, di samping sebagai matematikawan, ia juga faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia di bidang geografi. Buku geografinya berjudul Kitab Surat al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Geometri adalah cabang matematika yang menerangkan sifat-sifat garis, sudut, bidang, dan ruang. Ilmu geometri dapat dimanfaatkan antara lain untuk kepentingan para perancang bangunan agar kokoh dan tahan terhadap goncangan/bertahan lama. Tokoh-tokohnya antara lain; Al-Khawarizmi (780-850 M.), An Nuraizi (770 M-833 M.), Ali Hasan Ibnu Haitam (965 M.- 1023M), dan Umar Khayam. Dalam bidang musik dan seni suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya Al-Hasan ibnu Nafi yang dijuluki Zaryab.

Setiap kali diselenggarakan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. la juga terkenal sebagai penggubah lagu. Ilmu yang dimilikinya itu diturunkan kepada anak-anaknya, baik pria maupun wanita, dan juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas. Studi-studi musikal Islam, seperti telah diprakarsai oleh para teoritikus al-Kindi, Avicenna dan Farabi, telah diterjemahkan ke bahasa Hebrew dan Latin sampai periode pencerahan Eropa.

Banyak penulis-penulis dan musikolog Barat setelah tahun 1200, Gundi Salvus, Robert Kilwardi, Ramon Lull, Adam de Fulda, George Reish, dan Iain-lain, menunjuk kepada terjemahan Latin dari tulisan-tulisan musikal Farabi. Dua bukunya yang paling sering disebut adalah De Scientis dan De Ortu Scientiarum. Kontribusi Muslim yang penting terhadap warisan musik Barat adalah musik mensural dan nilai-nilai mensural dalam noot dan mode ritmik.

Tarian Morris di Inggris berasal dari Moorish mentas (Morise). Spanyol banyak menerapkan model-model musikal untuk sajak dan rima syair dari kebudayaan Muslim. Banyak risalah musikal yang telah di tulis oleh para tokoh Islam seperti Nasiruddin Tusi dan Qutubuddin Asy-Syairazi yang lebih banyak menyusun teori-teori musik.

Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang Islam dan non-Islam. Bahkan, penduduk asli Spanyol menomorduakan bahasa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa. Al-Qali (901-67 M), seorang profesor universitas Cordova kelahiran Armenia, awalnya belajar di Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia, baru kemudian disusul oleh Muhammad bin Hasan AI-Zubaydi (928-989).

Muslim Spanyol juga berjasa atas penyusunan tata bahasa (orang) Yahudi (Hebrew) yang secara esensial didasarkan atas tata Bahasa Arab. Di bidang sastra, terdapat juga faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia yang sangat berarti dan melahirkan banyak tokoh. Ibnu Abd Rabbih, seorang pujangga yang sezaman dengan Abd Rahman III, mengarang Al-’Iqd Al-Farid dan Al-Aghani.

Ali bin Hazm (terkenal dengan nama Ibnu Hazm) juga menulis sebuah antologi sya’ir cinta berjudul Tawq Al-Hamamah. Dalam bidang sya’ir, yang digabungkan dengan nyanyian, terdapat tokoh Abd AI-Wahid bin Zaydan (1003-1071) dan Walladah (meninggal 1087) yang melakukan improvisasi spektakuler dalam bidang ini. Karya mereka, muwashshah dan jazal merupakan karya monumental yang pernah mereka ciptakan pada masa itu, sehingga orang-orang Kristen mengadopsinya untuk himne-himne Kristiani mereka.

Tokoh-tokoh lain di antaranya: Ibnu Sayyidih, Ibnu Malik pengarang Alfiyah, Ibnu Khuruf, Ibnu Al-Hajj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Al-Hasan Ibnu Usfur, dan Abu Hayyan Al-Gharnathi. Di samping itu bursa buku adalah kegiatan yang sering ditemui di dunia Islam, terutama Baghdad dan Cordova. Suatu kondisi logis dari sebuah masyarakat intelek yang memusatkan perhatian kepada pengkajian-pengkajian ilmiah.

Managemen lay out berkembang seiring perkembangan perpustakaan tersebut, termasuk di dalamnya katalogisasi. Administrasi dan birokrasi peminjaman buku-buku dilaksanakan dengan baik dan tertib. Di antara tokoh fikih yang terkenal adalah empat imam pendiri mazhab fiqh, yaitu; Abu Hanifah, pendiri Mazhab Hanafi, Malik bin Anas, pendiri Mazhab Maliki, Imam Syafi’i, pendiri Mazhab Syafi’i, dan Ahmad bin Hambal, pendiri Mazhab Hambali. Di samping itu, masih banyak tokoh-tokoh pakar fikih yang lain, seperti Abu Bakr ibnu Al-Quthiyah, Munzir ibnu Sa’id Al-Baluthi, Ibnu Hazm, dan lain-lain yang terkenal.

Di samping pada aspek hukum syariat, aspek spiritual juga mengalami kemajuan. Tasawuf merupakan bagian dari aspek keagamaan dalam Islam yang menyentuh sisi ruhiyah (spiritual). Tokoh tasawuf di antaranya adalah; Rabiah al Adawiyah (713-801 M), Al Hallaj atau Abdul Muqith al bin Mansyur al Hallaj (244-309 H), Al Ghazali, Abdul Farid Zunun Al Misri (773-860 M), Abu Yazid al Bustami (874-947 M).

Beberapa Ilmuwan Muslim dan Karyanya Untuk mengenal lebih jauh para ilmuwan muslim yang telah berjasa dalam memberi pencerahan terhadap dunia, berikut ditampilkan biografi singkat beberapa ilmuwan muslim. Salah satu pencapaiannya yang terkenal dalam astronomi adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Al Battani juga menemukan sejumlah rumus matematika, seperti persamaan trigonometri, persamaan sin x = a cos x, mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen, cotangen dan menyusun tabel perhitungan tangen.

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia. Ia juga seorang penulis yang produktif, mengarang lebih dari 450 buku pada beberapa bidang, terutama pada bidang filsafat dan kedokteran.

Dia dianggap oleh banyak orang sebagai Bapak Kedokteran Modern. George Sarton menyebutnya sebagai “Ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu”. Karyanya yang paling terkenal, Al- Qanun fi al-Thib merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad. Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Cordova (Spanyol) pada tahun 520 H/1126 M.

Dikenal dengan sebutan Averroes. Ia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Filsuf jenius yang pengetahuannya ensiklopedik (bagai kamus). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume.

Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi). Di antara karyanya yang monumental adalah; Bidayat Al-Mujtahid, Kulliyaat fi At-Tib (Kuliah Kedokteran), Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at. terkenal dengan nama Aya Sofia. Asalnya adalah sebuah gereja yang bernama Hagia Sophia yang dirubah menjadi masjid ketika ditaklukkan tentara Islam. Di Aya Sofia dipamerkan surat-surat Khalifah (Usmans Fermans) yang menunjukkan kehebatan Khalifah Usmaniyah dalam memberikan jaminan perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun kepada orang asing pencari suaka, tanpa memandang agama mereka (toleransi).

c. Di beberapa kota gurun pasir juga masih dijumpai sistem distribusi air bawah tanah, yang disebut Qana. d. Masjid Sultan Ahmet, yang berhadapan dengan Aya Sofia dan merupakan Ikon Istambul. Masjid ini dibangun pada Abad 16 dan satu-satunya masjid yang punya enam menara. Bangunan masjid ini juga telah teruji tahan terhadap gempa. g. Di Spanyol, dibangun dam-dam, kanal-kanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan-jembatan air.

Sebuah sistem irigasi baru untuk masa itu, yang tidak dikenal sebelumnya. Di antara bangunan yang megah yang lain adalah mesjid Cordova (Mezquita) yang kini menjadi Katedral, kota Al-Zahra, Istana Ja’fariyah di Saragosa, tembok Toledo, istana Al-Makmun, mesjid Seville, dan istana Al-Hamra di Granada. Sejarah umat manusia terus bergulir mengikuti “sunnatullah”, yaitu hukum Allah Swt.

yang berlaku bagi makhluk-Nya. Siapa yang gigih berjuang dan memenuhi syarat untuk menang, maka dialah yang menang, dan begitu pun sebaliknya. Perjalanan panjang sejarah peradaban umat Islam telah mengalami pasang dan surut seiring dengan kuat-lemahnya daya juang dan spirit jihad dalam jiwa mereka.

Jika diamati dari sisi waktu, perjuangan dan peradaban umat Islam mengalami beberapa fase pasang dan surut. Berdasarkan periodisasi sejarah peradaban Islam menurut Harun Nasution, benih-benih perpecahan dan disintegrasi sudah muncul sejak fase kedua dari periode klasik (1000-1250 M.), meskipun pada masa-itu masih merupakan puncak keemasan peradaban Islam. Peradaban umat Islam kemudian mengalami kemunduran ketika memasuki periode Pertengahan bagian pertama (1250-1500 M), yang dikenal dengan Masa Kemunduran I.

Setelah kurang lebih dua setengah abad tenggelam dalam ketertinggalan, peradaban Islam kembali menggeliat dengan munculnya Tiga Kerajaan Besar (1500-1800M).,bahkan kembali mengalami kemajuan hingga memasuki abad ke-18 M. Setelah itu, grafik perkembangan peradaban umat Islam kembali menurun hingga memasuki abad ke-19 M., sebelum kemudian terjadi kebangkitan kembali di periode modern.

Menurut Ibnu Khaldun, faktor-faktor penyebab runtuhnya sebuah peradaban lebih bersifat internal daripada eksternal. Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negatif tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral.

Lebih jelas Ibnu Khaldun menyatakan: “Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat di kalangan mereka. Jiwa manusia dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara mencari nafkah, dan menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut.

Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba”. Tindakan-tindakan amoral di atas, menunjukkan hilangnya keadilan di masyarakat yang akibatnya merembes kepada elit penguasa dan sistem politik. Kerusakan moral penguasa dan sistem politik mengakibatkan berpindahnya Sumber Daya Manusia (SDM) ke negara lain (braindrain) dan berkurangnya pekerja terampil karena mekanisme rekrutmen yang terganggu.

Semua itu bermuara pada turunnya produktivitas pekerja dan di sisi lain menurunnya sistem pengembangan ilmu pengertahuan dan ketrampilan. “.mata pencaharian mereka yang mapan telah hilang, ….jika ini terjadi terus menerus, maka semua sarana untuk membangun peradaban akan rusak, dan akhirnya mereka benar-benar akan berhenti berusaha.

Ini semua mengakibatkan destruksi dan kehancuran peradaban. .Jika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya juga akan rusak, akhirnya ia akan berubah menjadi seperti hewan”.

Intinya, dalam pandangan Ibnu Khaldun, kehancuran suatu peradaban disebabkan oleh hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral. Pemahaman tentang peradaban Islam di faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia di bidang ilmu pengetahuan mutlak dilakukan, karena dunia Islam pernah menjadi pusat ilmu dan peradaban dunia.

Dalam sejarah tidak pernah menutup diri bagi pengaruh kemajuan Barat. Islam sangat terbuka menerima ilmu dan teknologi sepanjang memberi manfaat bagi umat. Kajian tentang peradaban Islam didunia bukan untuk nostalgia semata, tetapi yang lebih penting dapat digunakan sebagai: 1.

Sejarah peradaban umat Islam dari periode klasik hingga modern mengalami masa-masa pasang dan surut. Berdasarkan teori periodisasi dari Harun Nasution, masa-masa kejayaan peradaban Islam berada pada awal periode klasik (650-1000 M). Pada masa tersebut terjadi ekspansi dan integrasi (penyatuan wilayah), sedangkan bagian kedua dari periode klasik (1000-1250M) adalah masa mulai munculnya benih-benih perpecahan, meskipun masih berjaya.

2. Pada periode pertengahan bagian pertama (1250-1500 M), benih perpecahan sudah mulai berdampak, sehingga terjadi kemunduran. Pada masa berikutnya (1500-1700 M) peradaban Islam kembali mengalami kejayaan, yaitu pada masa-masa awal Tiga Kerajaan Besar. Sedangkan pada masa berikutnya (1700-1800 M), peradaban Islam kembali terpuruk, hingga timbul kesadaran kembali pada diri para tokoh Islam, untuk kembali bangkit dari keterpurukan, yaitu dari tahun 1800 hingga sekarang.

Kebangkitan tersebut kemudian melahirkan gerakan modernisasi dalam Islam. 3. Pada masa keemasannya, peradaban Islam mengalami kemajuan di semua bidang kehidupan. Di bidang sains dan keagamaan misalnya, hampir semua disiplin keilmuan mengalami kemajuan, seperti; filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, fisika, kimia, sejarah, geografi, geometri, kesenian, bahasa, sastra, kepustakaan, fiqh, tasawuf, dan bidang lain. 4. Pada setiap disiplin keilmuan tersebut, terlahir banyak pakar.

Banyak di antaranya bukan hanya pakar di satu bidang saja, melainkan juga ahli di berbagai bidang keahlian. Para ilmuwan tersebut banyak memberikan sumbangan nyata dalam memelopori kebangkitan dan pencerahan dunia, terutama Eropa dan sekitarnya. 5. Banyak tokoh dan ahli sejarah dari kalangan mereka yang secara jujur mengakui besarnya peran peradaban umat Islam terhadap dunia Barat.

Di antara ilmuwan Islam yang dimaksud adalah; Al-Kindi, Al-Farabi, Al-Battani, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu Batutah, Jabir Ibnu Hayyan, Umar Khayyam, Ibnu Nafis, dan lain-lain. 6. Para ilmuwan Islam tersebut juga banyak meninggalkan bukti fisik karya mereka, baik dalam bentuk arsitektur bangunan atau pun yang lain.

Masjid Kordoba, masjid Sultan Ahmet, Universitas Al-Azhar, makam Tajmahal, observatorium Margha, dan museum Aya Sofia, adalah sedikit dari sekian banyak bukti kejayaan peradaban Islam di masa lalu. 7. Hal terpenting bagi kita setelah mempelajari semua fakta sejarah peradaban umat Islam di masa lalu, menganalisis faktor pendukung kemajuan dan kemunduran, adalah mengambil ibrah (pelajaran) agar kita dapat mengulang kembali masa kejayaan tersebut dan mengantisipasi faktor yang meyebabkan kemunduran.

• ► 2022 (33) • ► May (1) • ► April (8) • ► March (13) • ► February (2) • ► January (9) • ▼ 2021 (119) • ► December (1) • ► November (7) • ► October (11) • ► September (6) • ► August (18) • ► July (13) • ► June (10) • ► May (7) • ► April (11) • ► March (10) • ▼ February (14) • Berwisata ke Bekasi Setelah Pandemi • Swedish Snus Has Lower Risk than Cigarettes • Perkembangan Properti dan Tips Beli Rumah Baru di .

• Cara Mudah Mendapatkan Aplikasi Banking dari BRI • 7 Inspirasi Dekorasi Imlek di Masa Pandemi • Ini Dia Rekomendasi TV Kabel untuk Menonton Drama . • Tips Membuat Parcel Imlek Sendiri di Rumah • Kemajuan dan Kemunduran Peradaban Islam di Dunia • Manfaat NPWP yang Harus Kamu Ketahui • Meraih Berkah dengan Mawaris • Tips Menabung dan Investasi Mata Uang Asing • Kreasi Nikmat Susu Kental Manis Frisian Flag Gold .

• 5 Produk Laptop Axioo Terbaik Ini Membanggakan • Iman Kepada Rasul-rasul Kekasih Allah • ► January (11) • ► 2020 (129) • ► December (10) • ► November (16) • ► October (11) • ► September (9) • ► August (13) • ► July (13) • ► June (13) • ► May (5) • ► April (9) • ► March (16) • ► February (10) • ► January (4) • ► 2019 (139) • ► December (20) • ► November (18) • ► October (10) • ► September (25) • ► August (13) • ► July (8) • ► June (7) • ► May (12) • ► April (8) • ► March (6) • ► February (8) • ► January (4) • ► 2018 (55) • ► December (6) • ► November (6) • ► October (4) • ► September (5) • ► August (7) • ► July (5) • ► June (4) • ► May (8) • ► April (1) • ► March (1) • ► February (8) • ► 2017 (70) • ► December (2) • ► November (10) • ► October (4) • ► September (6) • ► August (2) • ► July (10) • ► June (5) • ► May (10) • ► April (6) • ► March (5) • ► February (5) • ► January (5) • ► 2016 (83) • ► December (7) • ► Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia (9) • ► October (10) • ► September (10) • ► August (12) • ► July (9) • ► June (12) • ► April (2) • ► March (2) • ► February (8) • ► January (2) • ► 2015 (30) • ► December (7) • ► November (3) • ► October (3) • ► September (1) • ► August (3) • ► June (1) • ► May (6) • ► April (4) • ► March (1) • ► January (1) • ► 2014 (44) • ► December (6) • ► November (2) • ► October (4) • ► September (7) • ► August (11) • ► July (11) • ► June (1) • ► April (1) • ► January (1) • ► 2013 (173) • ► December (2) • ► November (3) • ► October (1) • ► September (5) • ► August (31) • ► July (83) • ► June (13) • ► May (9) • ► March (1) • ► February (2) • ► January (23) • ► 2012 (40) • ► December (1) • ► November (4) • ► October (6) • ► September (4) • ► August (1) • ► July (4) • ► April (3) • ► March (4) • ► February (13) • ► 2011 (92) • ► December (6) • ► November (18) • ► July (12) • ► June (10) • ► May (6) • ► April (2) • ► March (10) • ► February (16) • ► January (12) • ► 2010 (83) • ► December (26) • ► November (30) • ► October (26) • ► September (1)
Contents • 1 Faktor Kemajuan Islam di Dunia • 1.1 Asimilasi Antara Bangsa Arab dengan Bangsa Lain • 1.2 Pluralistik Dalam Pemerintahan dan Politik • 1.3 Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi dan Politik • 1.4 Gerakan Penterjemahan • 1.5 Berdirinya Perpustakaan • 2 Faktor Kemunduran Islam di Dunia • 2.1 Faktor internal Kemunduran Islam di Dunia • 2.2 Faktor eksternal Kemunduran Islam di Dunia • 3 Kesimpulan • 3.1 Terkait Faktor Kemajuan Islam di Dunia arikuncoromukti.com Pertama yang akan kita bahas dari Faktor kemajuan dan kemunduran islam di dunia adalah faktor kemajuannya.

Semua pencapaian yang telah didapat oleh umat islam di periode klasik dan menengah menjadi faktor awal berkembangnya Ilmu pengetahuan dan Filsafat. Adapun faktor-faktor Yang Mendorong Kebangkitan Filsafat Dan Sains yang lain adalah: Asimilasi Antara Bangsa Arab dengan Bangsa Lain Faktor yang pertama yaitu terjadinya asimilasi atau adanya suatu hubungan antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan.

ini merupakan permulaaan islam mengalami perkembangan peradaban pada masa kejayaan Berkat keberhasilan penyebaran Islam ke beberapa wilayah yang baru, Islam bertemu dengan berbagai kebudayaan baru yang memiliki khazanah pengetahuan yang baru pula dan ini bertemu dengan semangat Umat Islam yang terdorong ajaran agamanya untuk terus mencari dan mengembangkan ilmu dari mana pun.

Pluralistik Dalam Pemerintahan dan Politik hawramani.com Untuk mengokohkan dinastinya, al-Mansur mengambil strategi yang berbeda dengan Dinasti Umayyah. Zaman Abbasiyah sangat berbeda dengan zaman Umayyah, Dinasti Umayyah sangat bercorak ke Arab-araban. Al-Mansur memasukkan orang-orang Persia dalam struktur pemerintahan, contoh menerapkan sistem administrasi pemerintahan Persia dan mengangkat Khalid bin Barmak sebagai wazir.

Kemudian Khalid bin Barmak menjadi salah satu tokoh dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Bani Abbas menjadi guru bagi Harun al-Rasyid bahkan dia mengawini perempuan Persia dan memiliki keturunan khalifah yang mempunyai perhatian terhadap ilmu pengetahuan.

Konsep pemerintahan ala Persia juga diadopsi beberapa khalifah Abbasiyah dengan cara melakukan kawin silang dengan kaum wanita Persia (shi’i). Hasil perkawinan ini melahirkan khalifah baru, salah satunya adalah al-Makmun.

Pada zaman sekarang tata pemerintahan Islam tak lagi menjadi monopoli orang arab. Dinasti abbasiyah membuka ruang yang luas bagi orang di luar Arab, yang ahli di bidangnya, duduk di pemerintahan. Ini terbukti dengan masuknya orang – orang Turki dan Persia. Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi dan Politik http://mec.co.id Harun al-Rasyid memanfaatkan kemajuan perekonomian sebagai pembangunan di sektor Sosial dan Pendidikan. Seperti pengadaan sarana belajar bagi masyarakat umum.

Penyediaan infrastruktur yang dilakukan oleh Harun al-Rasyid pada akhirnya dilanjutkan oleh al-Ma’mun, khususnya dalam bidang pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, kehidupan intelektual serta kebudayaan.

Gerakan Penterjemahan Gerakan ini berlangsung dalam 3 (tiga) fase. Fase pertama, pada masa al-Mansur hingga Harun al-Rasyid. Pada gerakan pertama yang banyak diterjemahkan yaitu karya-karya bidang astronomi dan manthiq. Gerakan kedua berlangsung mulai masa al-Ma’mun sampai tahun 300 H. Buku yang banyak diterjemahkan antara lain dalam bidang filsafat dan kedokteran.

Gerakan ketiga, setelah tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Karya-karya mulai meluas diterjemahkan dalam semua bidang keilmuan. Manuskrip yang berbahasa Yunani diterjemahkan dahulu ke dalam bahasa Siriac-Bahasa Ilmu pengetahuan di Mesopotamia-kemudian diterjemahkan kedalam bahasa arab. Para penterjemah yang terkenal pada masa itu, antara lain : • Hunain ibn Ishaq, mahir berbahasa arab dan yunani.

Menerjemahkan 19+ buku Galen ke dalam bahasa Syiria dan 19+ buku dalam Bahasa Arab. • Ishaq ibn Hunain ibn Ishaq • Tsabit bin Qurra • Qusta bi Luqa • Abu Bishr Matta ibn Yunus Semua penterjemah ini, kecuali Tsabit ibn Qurra yang menyembah bintang, adalah penganut agama kristen.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Berdirinya Perpustakaan static.republika.co.id Al-Ma’mun menjadikan perpustakaan sebagai pusat penterjemahan dan kajian ilmu pengetahuan, mereka sangat mencintai ilmu pengetahuan, sampai kebijakan dibidang ilmu pengetahuan sangat menonjol yang mengakibatkan ketertarikan intelektual.

Ia mendirikan Baitul Hikmah yang berfungsi sebagai perpustakaan, akademi, pusat penterjemahan dan lembaga penelitian. Lingkungan istana juga berdiri perpustakaan pribadi khalifah faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia lembaga pengetahuan keluarga istana yang terhimpun didalamnya para ilmuwan, ulama dan para sastrawan.

Jadi pada masa inilah kemajuan islam mencapai pundaknya baik dibidang agama, non agama dan kebudayaan Islam. Hal ini dibuktikan dengan munculnya: Ulama-ulama besar seperti: • Imam Malik, • Imam Abu Hanifah, • Imam Syafi’I dan • Imam Ibn Hanbal dalam bidang hokum.

Dalam bidang teologi: • Imam al-Asy’ari, • Imam al-Maturidi, Pemuka-pemuka Mu’tazilah seperti: • Wasil Ibn Ata’, Abu al-Huzail, • al-Nazzam, dan • al-Jubba’i. Dalam tasawuf atau mistisisme: • Zunnun al-Misri, • Abu Yazid al-Bustami • dan al-Hallaj. Dalam bidang filsafat: • al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina • dan Ibn Maskawaih.

Dalam bidang ilmu pengetahuan: • Ibn al-Haysam, • Ibn Hayyan, • al-Khawarizmi, • al-Mas’udi d • an al-Razi. Baca artikel saya tentang perkembangan peradaban islam pada masa kejayaan di artikel sebelum ini untuk menambah wawasan kalian. Faktor Kemunduran Islam di Dunia warungmuslim.com Faktor kemajuan dan kemunduran islam di dunia kedua adalah faktor kemundurannya. Umat islam mengalami kemunduran karena kurang pelaksanaan ajaran agamanya dan Negara-negara barat mendominasi di beberapa bidang yaitu bidang politik dan peradaban.

Kemajuan – kemajuan yang telah berabad-abad lamanya dibangun, runtuh begitu mudahnya disebabkan oleh para pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Faktor – faktor kemunduran islam di antaranya adalah: • Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia di Bidang Politik • Krisis di Bidang Keagamaan • Krisis di Bidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Dari faktor tersebut dibagi menjadi dua faktor yaitu internal dan eksternal Faktor internal Kemunduran Islam di Dunia • Keruntuhan islam sering disebabkan karena tidak bertanggung jawab nya para pemimpin.

• Kemungkinan terjadinya desentralisasi dan pembagian kekuasaan didaerah-daerah. • Perpecahan antara arab dan non arab, muslim arab dan muslim non arab, antara muslim dengan non muslim. • Pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengincar kekuasaan. • Menerapkan pajak berlebihan menjadi kebijakan favorit yang dibebankan kepada semua rakyat, tak terkecuali.

• Wabah penyakit sering muncul seperti cacar, pes, malaria dan sejenis demam lainnya. • Menurunnya stabilitas keamanan dan bangunan yang kurang diperhatikan sampai sering terjadi banjir yang membawa malapetaka. • Banyaknya orang kelaparan yang tidak diperhatikan • Serangan al-Ghazali terhadap para filsafat dan ilmuwan, yang menyerang rasionalisme dan mengajukan tasawuf sebagai alternative yang paling mungkin untuk menjadi jalan hidup dan penemuan kebenaran agama.

Al-Ghazali berpengaruh di kemunduran Islam, sunni khususnya, sehingga berkurangnya minat orang terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan Faktor eksternal Kemunduran Islam di Dunia Penyebab eksternal sebagaimana berikut: • Pengaruh buruk dari aliran-aliran alam pikiran Islam periode sebelumnya • Pengaruh perang bumi hangus yang dilancarkan oleh bangsa Tartar dari Timur dan serangan Tentara Salib Nasrani dari Barat.

Kesimpulan Dari gambaran diatas penulis dapat mengambil sebuah konklusi bahwa: • Kemajuan pemikiran Islam erat kaitannya dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan. Masa keemasan puncaknya terjadi pada dinasti Abbasiyah (650-1000 M). • Beberapa factor yang mendorong kemajuan Islam, yaitu : terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan, pluralistic dalam pemerintahan dan politik.

• Stabilitas perkembangan ekonomi dan politik, gerakan penterjemahan dan berdirinya perpustakaan-perpustakaan yang jadi pusat penterjemahan dan kajian ilmu pengetahuan.

• Ada kemajuan pasti ada kemunduran. Tetapi kemajuan ini telah dihancurkan oleh orang Islam sendiri dengan prilakunya yang tidak mencerminkan sebagai seorang muslim. Seorang pembaharu islam dari mesir mengatakan “isla>m mahju>bun li al-muslim” (islam itu tertutupi oleh orang islam sendiri).

• Masa kemunduran terkait dengan bangsa Mongol dan dinasti Ilkhan, serangan Timur lenk dan dinasti Mamalik di sungai nil Mesir. • Adapun faktor yang mempengaruhi kemunduran Islam adalah adanya faktor internal dan eksternal. Hal ini sangat berpengaruh terhadap menurunnya ilmu pengetahuan yang sudah berkembang pesat pada masa Abbasiyah.Faktor-Faktor Kemajuan Peradaban Islam (Umayyah dan Abbasiyah) Februari 23, 2022 Kejayaan Islam di abad pertengahan merupakan pencapaian yang luar biasa yang mungkin tidak akan bisa terulang kembali.

Kejayaan Islam yang sangat pesat ini terjadi antara kurun waktu abad ketiga sampai dengan abad kelima Hijriah, yaitu pada masa pemerintahan daulah Abbasiyah.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Dalm kurun waktu tersebut telah banyak melahirkan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan muslim yang berkompeten dalam berbagai bidang keilmuan, baik itu kelimuan Islam maupun ilmu-ilmu umum. Olah karena itu, di periode ini disebut juga dengan periode kabangkitan pemikiran,budaya, ilmu pengetahuan, dan peradaban.

Masa kejayaan Islam terjadi pada sekitar tahun 650-1250. Periode ini disebut periode klasik. Pada kurun waktu itu, terdapat dua kerajaan besar, yaitu Kerajaan Ummayah atau sering disebut daulah Ummayah dan Kerajaann Abbasiyah faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia sering disebut daulah Abbasiyah.

Pada masa bani Ummayah, perkembangan Islam ditandai dengan meluasnya wilayah kekuasaan Islam dan berdirinya bangunan-bangunan sebagai pusat dakwah Islam. Kemajuan Islam pada masa ini meliputi bidang politik, keagamaan, ekonomi, ilmu bangunan (arsitektur), sosial, dan bidang militer.

Sementara perkembangan Islam pada masa bani Abbasiyah ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Kemajuan Islam pada masa ini meliputi bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, ilmu bangunan (arsitektur), sosial, dan bidang militer. Faktor-Faktor Kemajuan Peradaban Islam 1. Terjadinya Asimilasi antara Bangsa Arab dan Bangsa Lain 2. Gencarnya Gerakan Penerjemah 3. Berkembangnya Kebudayaan Islam secara Mandiri 4.

Termotivasi oleh Metode Berpikir Filsuf Yunani 5. Adanya semangat untuk Mancapai Kamajuan dalam Berbagai Ilmu Pengatahuan Faktor-Faktor Kemajuan Peradaban Islam Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kejayaan Islam juga ditunjang oleh beberapa faktor berikut.

1. Terjadinya Asimilasi antara Bangsa Arab dan Bangsa Lain Asimilasi dengan bangsa lain membuat perkembangan ilmu pengetahuan cukup terbantu. Salah satunya adalah asimilasi dengan Persia, yang pengaruhnya sangat kuat di bidang pemerintahan. Selain itu, juga berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat, dan sastra. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran, matematika, dan astronomi, sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjamahan dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat.

2. Gencarnya Gerakan Penerjemah Dalam proses terjemahan ini dilakukan dalam tiga fase, yaitu sebagai berikut. Pada masa Khalifah Al-Mansyur hingga Harun ar-Rasyid. Pada fase ini penerjemahan didominasi oleh karya-karya di bidang astronomi dan mantik. Pada masa Khalifah Al-Makmun hingga tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah bidang filsafat dan kedokteran. Setelah tahun 300H. Dalam fase ini proses penerjemahan semakin berkembang, terutama setelah adanya pembuatan kertas.

3. Berkembangnya Kebudayaan Islam secara Mandiri Hal ini ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam, madrasah-madrasah dan universitas-universitas yang merupakan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam.

Pada masa ini pendidikan Islam berkembang seiring dengan perkembangan dan kemajuan-kemajuan budaya Islam sendiri yang berlangsung sangat cepat. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awalnya memang merupakan perpaduan antara unsur-unsur pembawaan ajaran Islam sendiri dan unsur-unsur yang berasal dari luar, yaitu dari unsur budaya Persia, Yunani, Romawi, dan India dan unsur budaya lainnya. Kemudian, dalam perkembangannya potensi atau pembawaan Islam tidak merasa cukup hanya menerima saja unsur budaya dari luar itu, tetapi juga mengembangkannya lebih jauh sehingga kemudian warna dan unsur-unsur Islamnya tampak lebih dominan dalam perkembangan Ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

(deris_04)
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT MASA KEMAJUAN ISLAM (650-1000 M) Ada beberapa langkah-langkah awal yang dilakukan oleh pendiri khalifah Abbasiyah dalam menata pemerintahannya.

Salah satunya adalah melakukan penataan internal dan eksternal. Dibidang internal Abbasiyah membangun ibu kota baru, menata sumber penghasilan Negara, membentuk Biro Biro, Membangun sistem organisasi militer, menciptakan administrasi wilayah pemerintahan dan memberangus dominasi Arab di posisi pemerintahan strategis dan menggantinya dengan profesionalisme serta perluasan fungsi jawatan pos menandai adanya perubahan dalam tata pemerintahan yang ideal.

Sementara dibidang eksternal mereka membangun hubungan internasional dan melakukan ekspansi wilayah. Sebagaimana kita ketahui, puncak masa keemasan Islam terjadi pada masa Al-Mansur, al Mahdi, al Hadi, Harun al Rasyid, al Makmun, al Mu'tasim al Wathiq serta al Mutawakkil.

Konsep konsep pemerintahan dari Persia juga diadopsi beberapa khalifah Abbasiyah dengan cara melakukan kawin silang dengan wanita wanita Persia. Perkawinan ini melahirkan khalifah baru, salah satunya adalah al-Makmun. Pada masa ini pula tata pemerintahan Islam tak lagi menjadi monopoli orang arab. Dinasti abbasiyah membuka ruang yang luas bagi orang di luar Arab, yang ahli di bidangnya, duduk di pemerintahan. Ini terbukti dengan masuknya orang  orang Turki dan Persia.

Pembentukan ibukota baru yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, administrasi dan meliter serta lalu lintas ekonomi. Al-Mansur memilih Baghdad sebagai Ibu kota, tempat tersubur di Iraq yang memperoleh pengairan dari sungai Tigris dan Euphrate. Perlu diketahui pada masa Bani Umayyah ibukota pemerintahan berpusat di Damaskus. Pada perkembangannya kota Baghdad menjadi kota bercorak kosmopolitan dengan penduduk beragam suku, etnis agama dan profesi.

Selain itu Baghdad menjadi lalu lintas perdagangan internasional. Pada paruh pemerintahan, dibawah kepemimpinan al-Mansur, Dinasti Abbasiyah melakukan perubahan visi pemerintahan khalifah dari otoritas penuh khalifah menjadi tugas seorang perdana menteri. Yang membawahi kepala -- kepala departemen.

Beberapa departemen dibawah wazir masing masing adalah Departemen keuangan, Departemen Kehakiman, Departemen Perhubungan. Adapun urusan sekretriat negara dipimpin seorang Raisu al Kuttab yang membawahi ; Sekretaris Urusan Surat Menyurat, Sekretaris Urusan Keuangan, Sekretaris Urusan Tentara, dan Sekretaris Urusan Kehakiman. Orang pertama yang menjabat posisi wazir adalah Khalid bin Barmak asal Balkh (Bachtral) Persia.

Perkembangan lainnya terlihat pada serangkaian ekspansi wilayah kekuasaan ke Bizantium. Al- Mahdi adalah khalifah Abbasiyah pertama yang mengumandangkan perang melawan Bizantium, memulai serangan dan sukses brilian.

Pada 782 pasukan Arab, mencapai Bosporus dan memaksa Ratu Irene berdamai dengan membayar upeti sebesar 70-90 ribu dinar. Selama ekspedisi inilah harun memperlihatkan kepiawaiannya, sehigga ayahnya memberi gelar al-Rasyid dan mengangkatnya sebagai pewaris Musa al-Hadi saudaranya.

Kemudian Harun melanjutkan serangkaian ekspansi wilayah ke Asia Kecil, Heraklea, dan Tyna. Dinasti Abbasiyah terus berupaya memajukan Islam dengan membangun hubungan internasional pada masa Harun al-Rasyid. Diantaranya menjalin hubungan dengan Charlemagne. Dari hubungan ini Harun berkepentingan untuk menghadapi saingannya, Bani Umayyah, di Spanyol. Menurut Richard Coke sebagai mana dikutip Syalabi, pemerintahan Abbasiyah disegani di dalam maupun di luar negeri.

FAKTOR-FAKTOR KEMAJUAN ISLAM Semua capaian-capain diatas secara tidak langsung menjadi faktor awal berkembangannya Ilmu pengetahuan dan Filsafat. Adapun faktor-faktor Yang Mendorong Kebangkitan Filsafat Dan Sains yang lain adalah: • Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan. Berkat keberhasilan penyebaran Islam keberbagai wilayah yang baru, Islam bertemu dengan berbagai kebudayaan baru yang memiliki khazanah pengetahuan yang baru pula dan ini bertemu dengan semangat Umat Islam yang terdorong ajaran agamanya untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dari manapun.

• Pluralistik dalam pemerintahan dan politik. Untuk mengokohkan dinastinya, al-Mansur mengambil strategi yang berbeda dengan Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasiyah sangat berbeda Dinasti Umayyah yang sangat bercorak ke Araban.

Beberapa hal yang dilakukan oleh al-Mansur antara lain dengan memasukkan orang-orang Persia dalam struktur pemerintahan, seperti menerapkan sistem administrasi pemerintahan Persia dan mengangkat Khalid bin Barmak sebagai wazir-yang kemudian menjadi salah satu tokoh dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Bani Abbas- menjadi guru bagi Harun al-Rasyid bahkan dia mengawini perempuan Persia dan memiliki keturunan khalifah yang mempunyai perhatian terhadap ilmu pengetahuan.

Konsep konsep pemerintahan ala Persia juga diadopsi beberapa khalifah Abbasiyah dengan cara melakukan kawin silang dengan wanita -- wanita Persia (shi'i). Perkawinan ini melahirkan khalifah baru, salah satunya adalah al-Makmun.

Pada masa ini pula tata pemerintahan Islam tak lagi menjadi monopoli orang arab. Dinasti abbasiyah membuka ruang yang luas bagi orang di luar Arab, yang ahli di bidangnya, duduk di pemerintahan.

Ini terbukti dengan masuknya orang orang Turki dan Persia. • Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi dan Politik. Harun al-Rasyid memanfaatkan kemajuan perekonomian untuk pembangunan di sektor Sosial dan Pendidikan.

Seperti pengadaan sarana belajar bagi masyarakat umum. Penyediaan infrastruktur yang dilakukan oleh Harun al-Rasyid pada akhirnya dilanjutkan oleh al-Ma'mun, khususnya dalam bidang pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, kehidupan intelektual serta kebudayaan. • Gerakan Penterjemahan. Gerakan ini berlangsung dalam 3 (tiga) fase. Fase pertama, pada masa al-Mansur hingga Harun al-Rasyid.

Pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya bidang astronomi dan manthiq. Fase kedua berlangsung mulai masa al-Ma'mun hingga tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Fase ketiga, setelah tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Karya-karya yang diterjemahkan mulai meluas dalam semua bidang keilmuan. • Berdirinya perpusatakaan-perpustakaan dan menjadi pusat penterjemahan dan kajian ilmu pengetahuan. Al-Ma'mun yang berpaham mu'tazilah, sangat mencintai ilmu pengetahuan, sehingga kebijakan dibidang ilmu pengetahuan sangat menonjol yang mengakibatkan gairah intelektual mendapatkan wadah.

Ia mendirikan Baitul Hikmah yang berfungsi sebagai perpustakaan, akademi, pusat penterjemahan dan lembaga penelitian. Bahkan dilingkungan istana juga didirikan perpustakaan pribadi khalifah yang berfungsi sebagai lembaga pendidikan bagi keluarga istana dan terhimpun didalamnya para ilmuwan, ulama faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia para pujangga.

Jadi di zaman inilah daerah Islam meluas yang akhirnya ilmu pengetahuan berkembang dan memuncak baik dalam bidang agama, non agama dan kebudayaan Islam. Hal ini dibuktikan dengan munculnya ulama-ulama besar seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'I dan Imam Ibn Hanbal dalam bidang hokum.

Dalam bidang teologi : Imam al-Asy'ari, Imam al-Maturidi, pemuka-pemuka Mu'tazilah seperti Wasil Ibn Ata', Abu al-Huzail, al-Nazzam, dan al-Jubba'i. sedangkan dalam tasawuf atau mistisisme : Zunnun al-Misri, Abu Yazid al-Bustami dan al-Hallaj.

Dalam bidang filsafat : al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina dan Ibn Maskawaih. Dalam bidang ilmu pengetahuan : Ibn al-Haysam, Ibn Hayyan, al-Khawarizmi, al-Mas'udi dan al-Razi. MASA KEMUNDURAN ISLAM (1250-1500 M) 1. Kemunduran Islam di Bagdad Masa-masa kemajuan dunia islam yang telah berjalan beberapa abad lamanya, yang pengaruhnya telah merebak dan merambah jauh ke berbagai belahan dunia non muslim pada akhirnya juga mengalami masa-masa kemundurannya.

Berbagai macam krisis yang sangat komplek sekali telah menerpa dunia islam. Jatuhnya kota Bagdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah, tetapi merupakan juga awal kemunduran peradaban islam, karena Bagdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan mongol yang di pimpin Hulagu Khan.

Bagdad yang terkenal sebagai pusat kebudayaan dan pengetahuan islam, pada tahun 1258 M mendapat serbuan tentara mongol. Tentara mongol menyembelih seluruh penduduk dan menyapu Bagdad bersih dari permukaan bumi. Dihancurkan segala pusaka dan peradaban yang telah dibuat beratus-ratus tahun lamanya.

Diangkut kitab-kitab yang telah dikarang oleh ahli ilmu pengetahuan bertahun-tahun lalu dihanyutkan ke dalam sungai dajlah, sehingga berubah warna airnya lantaran tinta yang larut. Khalifah sendiri beserta keluarganya dimusnahkan sehingga terputuslah keturunan abbasiyyah dan hancurlah kerajaannya yang telah lama bertahta selama 500 tahun. 2. Kemunduran Islam di Andalusia (Spanyol) Pada tanggal 19 juli 711 M atas permintaan putra witiza yang kalah saingan dengan raja Roderick dalam memperebutkan kekuasaan di wilayah Andalusia gubernur afrika utara, Musa bin Nusair mengutus Thariq bin Ziyad untuk berangkat ke Andalusia untuk membebaskan rakyat dari tekanan raja Roderick.

Thariq membawa 7.000 pasukan yang sebagian terdiri dari orang-orang barbar. Sedangkan raja Roderick membawa 25.000 orang tetapi pasukan sebesar ini bisa dikalahkan oleh kaum muslimin yang bekerjasama dengan rakyat Ghatic untuk menggulingkan kekuasaan Roderick.

Setelah mengalahkan Roderick disusul dengan daerah daerah yang lainnya tanpa ada perlawanan yang berarti. Sehingga wilayah Andalusia seluruhnya telah dikuasai oleh orang-orang muslim. Dibawah pimpinan Thariq rakyat saling berdampingan baik muslim atau non muslim, arab atau non arab, merdeka atau budak sehingga dalam pemerintahannya mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Ketika Bagdad dihancurkan oleh tentara mongol yang dipimpin Hulagu Khan (anak Jenghiz Khan), sebanarnya Umayah di Andalusia juga sedang mengalami sebuah krisis pemerintahan dimana kekuasaan Islam sudah banyak yang terlepas karena mengalami berbagai macam faktor diantaranya mendapatkan serangan dari tentara-tentara kaum Kristen yang tidak rela tanahnya diduduki oleh pendatang.

Satu demi satu wilayah kekuasaan islam berhasil direbut kembali oleh kaum kristiani, kota Toledo yang menjadi pusat peradaban islam terbesar di eropa berhasil direbut oleh Alfonso VI dan Castilia pada tahun 1085, Alfonso VIII pada tahun 1212 berhasil merebut navas de Tolosa dan Andalusia.

Pada tahun 1236 M Cordova jatuh ke tangan Ferdinan III dari Castilia, dan pada tahun 1492 M kota Granada yang menjadi satu-satunya kota yang tersisa di tangan bani Umayah jatuh ke tangan raja Ferdinand dari Aragon yang beraliansi dengan ratu Isabella dari Castilia. Satu tahun (1493) setelah kemenangan tersebut dalam faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia untuk menghilangkan symbol-simbol atau jejak jejak Islam maka mereka menyapu bersih kaum muslimin dengan cara dipaksa, Masjid masjid disulap menjadi gereja gereja dan kebudayaan kebudayaan islam yang tak ternilai harganya dihancurkan dengan rasa gembira.

3. Kemunduran Islam di Mongol Bangsa mongol berasal dari daerah pegungungan Mongolia yang membentang dari asia tengah sampai Siberia utara, Tibert selatan dan Manchuria barat serta Turkistan timur. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan yang mempunyai dua putra kembar Tatar dan Mongol.

Kedua putra ini melahirkan dua suku bangsa besar, Mongol dan Tatar. Mongol mempunyai anak beranam Ilkhan yang melahirkan keturunan pimpinan bangsa Mongol di kemudian hari. Mereka adalah kabilah besar yang menyerupai sebuah bangsa pedalaman penduduk dan nomadic. Mereka adalah para pengembala yang hidup di dataran luas di daratan yang luas. Pekerjaan mereka sehari-hari adalah sebagai penggembala dan pemburu, sebagaimana orang nomad mereka memiliki karankter kasar, suka berperang, kejam.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Mayoritas mereka adalah para penyembah berhala dan penyembah kekuatan-kekuatan ghaib seperti jin dan setan. Bangsa Mongol mengalami kemajuan ketika di pimpin oleh Timujin yang bergelar Jenghis Khan (Raja yang perkasa). Ketika dia memimpin bangsa Mongol banyak daerah yang ditaklukannya seperti Cina, dan negeri-negeri Islam lainnya. Pada saat kondisi fisiknya mulai lemah, Jenghiskan mulai menyerahkan kepemimpinannya kepada anaknya yang bernama Hulagu Khan.

Ia berhasil mengalahkan pemerintahan abbasyiah yang dipimpin al-Mu'tashim dan menghacurkan peradaban dunia islam. Walaupun sudah dihancurkan, Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di Bagdad selam dua tahun, sebelum melanjutkan gerakan ke Syiria dan Mesir, tetapi mereka di Mesir dikalahkan oleh pasukan mamalik dalam perang 'ain jalut pada tanggal 3 september 1260.

Bagdad dan daerah-daerah yang ditaklukan Hulagu selanjutnya diperintah oleh dinasti Ilkhan. Ilkhan adalah gelar ayang diberikan kepada Hulagu Khan. Ilkhan berarti Khan yang Agung. Selajutnya gelar tersebut diwarisi oleh para keturunannya.

Keturunan dari Hulagu Khan yang beragama islam adalah Ahmad Taguder, tapi beliau mati ditangan para pembesar kerajaan yang lain. Selain Taguder, Mahmud Ghazan (1295-1304), raja yang ketujuh, dan raja-raja selanjutnya pemeluk agama islam, dengan masuknya beliau, islam mengalami kemenangan yang sangat besar terhadap agama syamanisme.

Berbeda dengan raja-raja sebelumnya, Ghazan mulai memperhatikan perkembangan peradaban. Ia seorang pelindung ilmu pengetahuan dan sastra.

Ia amat gemar kepada kesenian terutama arsitektur dan ilmu pengetahuan alam seperti astronomi, kimia minerologi, metalurti dan botani.

faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia

Ia membangun semacam biara untuk para darwi, perguruan tinggi madzhab Syafi'I dan hanafi, sebuah perpustakaan, observatorium dan gedung-gedung umum lainnya. Pada masa pemerintahan Abu Sa'id (1317-1334 M), terjadi kelaparan yang sangat menyedihkan dan angin topan dengan hujan es yang mendatangkan mala petaka.

Kerajaan Ilkhan yang didirikan oleh hulagu khan terpecah-pecah setelah pemerintahan Abu Sa'id kerajaan pecahan-pecahan tersebut ditaklukan oleh timur lenk. Penguasa islam yang terakhir dari keturunan Mongol adalah timur lenk yang berarti timur si pincang, berbeda dengan penguasa-penguasa islam lainya bahwa timur lenk sejak kecil sudah masuk islam. Sejak remaja dia sudah kelihatan keberaniannya sehingga ketika tanah kelahirannya diserbu oleh pasukan Tughluq timur khan, Timur lenk bangkit meminpin perlawanan untuk membela nasib kaumnya yang tertindas.

Ketika Timur lenk menjadi penguasa tunggal di tanah kelahirannya, ia mulai melakukan invasi-invasi ke wilayah-wilayah lain. Di Afganistan ia membangun menara, yang disusun dari 2000 mayat yang dibalut dengan tanah liat.

Di Isfahan, ia membantai lebih kurang 70.000 penduduk. Kepala-kepala mayat dipisahkan dari tubuhnya dan disusun menjadi menara. Pada tahun 1401 M ia memasuki daerah syiria utara. Tiga hari lamanya aleppo dihancur leburkan. Kepala dari 20.000 penduduk dibuat pyramid setinggi 10 hasta banyak bangunan dan sekolah dihancurkan. Sekalipun ia seorang penguasa yang sangat kejam terhadap penentangnya, sebagai seorang muslim ia tetap memperhatikan pengembangan islam.

Konon, ia adalah penganut syiah yang taat dan menyukai tasawuf tarekat naqsyabandiyah. Dalam invasi-invasi ia selalu membawa ulama, sastrawan dan seniman. Ulama dan ilmuan di hormatinya, dan yang menjadi heran adalah setiap pembantaian di wilayah-wilayah yang dikuasainya ia tidak membantai para ulama dan ilmuan bahkan ia membawa para ulama dan ilmuan tersebut ke negerinya.

Setelah kematian timur lenk pada tahun 1404. Kekuasaannya digantikan oleh anaknya yang bernama Syah Rukh (1404), ia seorang raja yang adil dan lemah lembut. Setelah wafat, ia diganti oleh anaknya Ulugh Bey, ia seorang raja yang alim dan sarjana ilmu pasti. Selama dua tahun memerintah ia dibunuh oleh anaknya yang haus kekuasaan, abul latif. Kerajaan timur lenk dan keturunannya berakhir ditangan abu sa'id, dimana ketika ia memerintah banyak wilayah-wilayah yang ditaklukannya memisahkan diri dan banyak huru-hara di sana-sini.

Abu said sendiri terbunuh ketika berperang melawan Uzun Hasan, pengusa Ak Koyunlu. 4. Kemunduran Islam di Mesir Satu-satunya negeri islam yang selamat dari serbuan-serbuan tentara mongol dan timur lenk, adalah Mesir.

Mongol dan timur lenk tidak mampu mengalah kan negeri mesir Karena di sana terdapat dinasti Mamalik. Mamalik adalah jamak dari mamluk yang berarti budak. Dinasti mamlik memang didirikan oleh para faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia. Pada awalnya para budak tersebut dibebaskan dan dijadikan tentara persisnya menjadi bodyguard (pengawal) para raja pada masa pemerintahan ayyubiyah karena prestasi yang diraihnya sangat besar maka para raja banyak mengambil para budak sebagai tentara.

Penguasa ayyubiyah yang terakhir al-Malik al-shalih meninggal (1249), kemudian digantikan oleh anaknya bernama Turansyah. Golongan mamalik merasa terancam karena Turansyah lebih dekat kepada tentara kurdi, sehingga para mamalik merencanakan pembunuhan kepada Turansyah dibawah pimpinan Aybak dan Baybars, keduanya berhasil membunuh Turansyah. Atas kesepakatan mamalik, istrinya (Syajar al-Durr) al-Malik menjadi raja menggantikan Turansyah selama 80 hari, kemudian ia menikah dengan aybak dan menyerahkan tampuk kepemimpinanya kepada suaminya.

 Dinasti mamalik mengalami perkembangan yang sangat pesat ketika dipimpin oleh baybars, ia seorang pimpinan militer yang tangguh dan cerdas. Pada masa ini banyak para ilmuan yang muncul baik ilmu pasti, umum ataupun agama.

Diantra para ilmuan tersebut, Ibn Khaldun, Ibn Hajr al-Asqalani, Ibn Taimiyah, Ibn Qayyim al-Jauziyah. Kemunduran dinasti mamalik disebabkan karena para sultan tidak lagi memperhatikan kesejahtraan rakyatnya mereka lebih mementingkan dirinya sendiri, menerapkan pajak yang sangat memberatkan rakyat. FAKTOR-FAKTOR KEMUNDURAN ISLAM Kemajuan-kemajaun yang telah berabad-abad lamanya dibangun, runtuh begitu mudahnya disebabkan oleh para pemimpin yang tidak bertanggung jawab.

Factor kemunduran islam terbagi kepada dua factor : 1. Faktor internal • Keruntuhan islam sering disebabkan oleh para pemimpin yang tidak bertanggung jawab. • Pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengincar kekuasaan. • Kemungkinan terjadinya desentralisasi dan pembagian kekuasaan didaerah-daerah. • Menerapkan pajak berlebihan menjadi faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam di dunia favorit yang dibebankan kepada semua rakyat, tak terkecuali.

• Garis perpecahan antara arab dan non arab, muslim arab dan muslim non arab, antara muslim dengan kaum dzimmi. • Menurunnya stabilitas keamanan dan bangunan yang tidak terperhatikan sehingga sering terjadi banjir yang membawa malapetaka.

• Banyaknya orang kelaparan yang tidak diperhatikan • Wabah penyakit sering muncul seperti cacar, pes, malaria dan sejenis demam lainnya. • Serangan al-Ghazali (w. 1111) terhadap para filosuf dan ilmuwan, yang menyerang rasionalisme dan mengajukan tasawuf sebagai alternative yang paling mungkin untuk menjadi jalan hidup dan penemuan kebenaran agama.

2. Factor eksternal Penyebab eksternal sebagaimana berikut : • Pengaruh negative dari aliran-aliran alam pikiran Islam periode sebelumnya • Pengaruh perang bumi hangus yang dilancarkan oleh bangsa Tartar dari Timur dan serangan Tentara Salib Nasrani dari Barat.

BAB 10 KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM DI DUNIA (MATERI PAI KELAS XII SMA/SMK)




2022 www.videocon.com