Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran kedua ini, ini diharapkan kalian mampu dan menjabarkan faktor internal maupun factor eksternal. B. Uraian Materi Tumbuhan bisa berkembang seperti kita, ada 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

Yuk, kita pelajari lebih lanjut mengenai faktor-faktor pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ! 1. Factor dalam (internal) Faktor dalam (internal) yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman meliputi faktor genetis dan fitohormon.

Gen merupakan faktor hereditas atau pembawa sifat yang terdapat dalam tubuh tanaman. Faktor ini sangat berperanan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain faktor genetis, faktor internal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah zat pengatur tumbuh yang disebut fitohormon.

Hormon pertumbuhan merupakan zat organik yang dihasilkan oleh jaringan tertentu dan diedarkan ke jaringan lainnya, yang dalam jumlah sedikit dapat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Fitohormon adalah sekumpulan zat yang membantu pertumbuhan, sering disebut sebagai zat penumbuh atau hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan pada tumbuhan ada bermacam-macam diantaranya: (1) auksin; (2) giberelin (3)sitokinin; (4) asam absisat, (5) etilen Hormon pertumbuhan Hormon pertumbuhan bertugas memacu atau merangsang bagian tertentu untuk melakukan pembelahan sel agar tumbuhan semakin besar.

Hormon yang utama yaitu : a. Auksin (Bahasa Yunani Auxein = meningkatkan) Banyak terdapat di ujung-ujung koleoptil, atau ujung-ujung tunas. Diketahui sebagai senyawa Asam Indol Asetat (AIA) atau Indol Acetic Acid (IAA). Kerjanya akan efektif bila tak ada cahaya.

Bekerja mempengaruhi/mempercepat proses pembelahan sel-sel meristem di ujung-ujung tunas (batang dan akar) Dengan sifat auksin ini, tumbuhan dapat tumbuh sangat cepat ditempat gelap (etiolasi). Dalam percobaan dilaboratorium, auksin juga memacu pertumbuhan daun, bunga, buah dan batang rerumputan dan kelompok cemara.

Sifat auksin ini digunakan oleh para petani buah untuk merangsang bunga menjadi buah tanpa pembuahan terlebih dahulu, sehingga kini muncul jenis buah tanpa biji, seperti semangka, jeruk, dan durian. Proses pembentukan buah tanpa pembuahan ini disebut Partenokarpi.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Auksin juga dipakai untuk memacu tumbuhnya akar pada batang-batang stek. Mengapa tanaman tumbuh bisa melengkung ? apa penyebabnya? Buncup apikal yang sedang tumbuh menghasilkan hormon auksin. Sementara itu, kerja auksin dihambat oleh adanya cahaya. Apabila sebagian kuncup apikal diarahkan pada cahaya matahari, akan terjadi pengangkutan auksin dari bagian yang terkena cahaya ke bagian yang terlindung dari cahaya. Pada keadaan demikian, auksin akan merangsang pertumbuhan selsel pada bagian yang terlindung tersebut.

Pada saat yang bersamaan, pertumbuhan selsel pada bagian yang terkena cahaya matahari akan terhambat karena konsentrasi auksin yang rendah. Akibatnya, batang akan tumbuh melengkung ke arah datangnya cahaya matahari. b. Giberelin (Dari kata Gibbrela fujijuroi) Gibberella fujikuroi adalah jamur yang menghasilkan hormon giberelin.

Secara liar, Gibberella fujikuroi menginjeksikan tanaman lain dan mengeluarkan ekstrak giberelin. Akibatnya tanaman inang tumbuh raksasa.

Setelah ditemukan pada Gibberela fujikuroi sebanyak 25 macam senyawa giberelin, ternyata ditemukan pula 73 macam lainnya pada tumbuhan tinggi. Giberelin dapat mempercepat tumbuhnya tunas, dan mempercepat perbungaan (vernalisasi), yang berarti mempercepat pembuahan.

Sekarang dapat ditemukan produk buah-buahan melimpah sebelum musimnya. Ini berkat penggunaan giberelin oleh para petani buah diluar musim berbuah. Didunia pertanian, giberelin banyak dimanfaatkan karena fungsinya yang istimewa, antara lain - Digunakan untuk partenokarpi, menghasilkan buah tanpa biji. - Mempercepat penuaan daun (sayuran) dan buah (Jeruk) - Memacu pertumbuhan padang rumput untuk ternak.

- Menyebabkan gerombol buah anggur lebih panjang. - Anggur tahan cendawan - Mendorong produksi benih - Oleh pembuat bir digunakan untuk mempercepat proses pembuatan malt - Merenyahkan tangkai daun seledri - Meningkatkan tanaman tebu dan produksi gulanya.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

c. Sitokinin Dinamakan sitoinin karena memacu sitokinesis (Pembelahan plasma sel). Sitokinin terdpat dijaringan pembuluh berbagai jenis tumbuhan.

Sitokinin ditemukan pula pada endosperma cair buah kelapa muda, kapang, bakteri, dan bahkan hewan primata, lumut, ganggang coklat, ganggang merah, pinus, dan diatom.

Sitokinin paling banyak terdapat disekitar biji muda, buah muda, dan tunas daun, serta ujung akar. Didunia pertanian, sitokinin diperlukan untuk: - Pertumbuhan pada kultur jaringan - Menunda penuaan bagian tubuh tumbuhan - Memacu pembesaran sel-sel keping biji dan sel daun dikotil.

- Memacu perkembangan kloroplas dan sintesis klorofil d. Asam Absisat Musim dingin atau masa kering merupakan waktu dimana tanaman beradaptasi menjadi dorman (penundaan pertumbuhan). Pada saat itu, ABA yang dihasilkan oleh kuncup menghambat pembelahan sel pada jaringan meristem apikal dan pada cambium pembuluh sehingga menunda pertumbuhan primer maupun sekunder. ABA juga memberi sinyal pada kuncup untuk membentuk sisik yang akan melindungi kuncup dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Dinamai dengan asam absisat karena diketahui bahwa ZPT ini menyebabkan absisi/rontoknya daun tumbuhan pada musim gugur. Nama tersebut telah popular walaupun para peneliti tidak pernah membuktikan kalau ABA terlibat dalam gugurnya daun.

Pada kehidupan suatu tumbuhan, merupakan hal yang menguntungkan untuk menunda/menghentikan pertumbuhan sementara. Dormansi biji sangat penting terutama bagi tumbuhan setahun di daerah gurun atau daerah semiarid, karena proses perkecambahan dengan suplai air terbatas akan mengakibatkan kematian.

Sejumlah faktor lingkungan diketahui mempengaruhi dormansi biji, tetapi pada banyak tanaman ABA tampaknya bertindak sebagai penghambat utama perkecambahan. Biji-biji tanaman setahun tetap dorman di dalam tanah sampai air hujan mencuci ABA keluar dari biji. Peranan Asam Absisat (ABA) - Dormansi Biji - Menahan cekaman kekeringan - Asam absisat menginduksi dormansi pada biji. Ketika mekanisme kerjanya terblokir, dalam hal ini, dengan mutasi yang menyebabkan faktor transkripsi yang mengatur asam absisat, menyebabkan perkecambahan sebelum waktunya.

e.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Etilen Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selain etilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat).

Etilen sintetik ini sering digunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah. Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.

f. Kalin: Kalin adalah hormon yang merangsang pembentukan organ tubuh. Berdasarkan organ yang dibentuknya, kalin dibedakan atas: Kaulokalin : merangsang pembentukan batang Rhyzokalin : merangsang pembentukan akar.

Sekarang telah diketahui bahwa rhyzokalin identik dengan vitamin B1 (thiamin) Filokalin : merangsang pembentukan daun Antokalin : merangsang pembentukan bunga g. Asam traumalin : Batang atau akar tumbuhan dapat mengalami luka.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Tumbuhan memiliki kemampuan untuk memperbaiki bagian yang luka, disebut daya restitusi atau regenerasi. Peristiwa ini terjadi dengan bantuan hormon luka atau kambium luka atau asam traumalin. Luka luka yang terjadi dapat tertutup kembali dengan membentuk jaringan kalus dan jaringan yang rusak dapat diganti dengan yang baru.

Bahkan dari luka pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan dapat tumbuh tunas baru. 2. Faktor Luar(eksternal) Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Faktor eksternal tersebut antara lain nutrisicahaya, suhu, kelembapan dan aerasi. a. Nutrisi Nutrisi adalah unsur makronutrien dan mikronutrien, misalnya karbondioksida.

Nutrisi diperlukan sebagai sumber energi dan sebagai penyusun komponenkomponen sel bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Apabila suatu unsur tidak dapat tercukupi, tanaman akan mengalami defisiensi. Defisiensi suatu unsur akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu. Coba kita lihat contoh daun dari tanaman yang mengalami defisiensi dibawah ini : - Defisiensi nitrogen menyebabkan tumbuhan tumbuh jelek dan berwarna hijau muda. Permukaan daun bagian bawah berwarna kuning atau cokelat muda dan batang pendek serta kurus - Defisiensi potasium (kalium) menyebabkan tumbuhan memiliki tunas yang kecil dan ujungujung daun mudanya mati.

Daun yang lebih tua memperlihatkan gejala klorosis dengan ujung pinggirnya mengering dan berwarna kecokelatan. Pada pinggir daun biasanya terdapat banyak bercak cokelat - Defisiensi fosfor menyebabkan tumbuhan tumbuh jelek dengan daun berwarna hijau kebiruan.

Bagian bawah daun kadang berwarna seperti karat dengan bercak ungu atau cokelat - Defisiensi magnesium akan menunjukkan gejala klorosis (daun tidak berwarna hijau karena kekurangan klorofil). Hal itu terjadi karena magnesium diperlukan untuk pembentukan klorofl. Fungsi Berbagai Nutrisi bagi Tanaman b.

Cahaya Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tanaman sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Selain nutrisi, cahaya dan air juga memiliki fungsinya sendiri sebagai faktor eksternal dalam perkembangan sebuah tumbuhan.

Lamanya penyinaran dapat direspon oleh tumbuhan dengan berbeda-beda Respon tumbuhan terhadap lama waktu terang (siang) dan gelap (malam) setiap harinya disebut dengan foto periodisme. - Interval penyinaran sehari-hari terhadap tumbuhan mempengaruhi proses pembungaan.

- Lama siang hari di daerah tropis kira-kira 12 jam. - Sedangkan, di daerah yang memiliki empat musim dapat mencapai 16 sampai 20 jam. - Fotoperiodisme dipengaruhi oleh fitokrom (pigmen penyerap cahaya). - Fotoperiodisme menjelaskan mengapa pada spesies tertentu biasanya berbunga serempak. - Tumbuhan yang berbunga bersamaan ini sangat menguntungkan, karena memberi kesempatan terjadinya penyerbukan silang.

c. Suhu Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Enzim merupakan senyawa protein yang dapat berperan sebagai katalisator dalam reaksireaksi kimia di dalam sel.

Enzim hanya dapat bekerja secara optimal jika suhunya optimal. Peran suhu terhadap transpirasi, jika suhu naik, transpirasi meningkat, sehingga tanaman kekurangan air dan hal ini akan mengganggu pertumbuhan d. Kelembaban Berpengaruh terhadap laju penguapan atau transpirasi, Jika kelembapan rendah, laju transpirasi meningkat sehingga penyerapan air dan zatzat mineral juga meningkat, Hal itu akan meningkatkan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman.

e. Aerasi Kandungan oksigen di dalam tanah, dipergunakan untuk aerasi pada akar, jika kandungan oksigen cukup maka aerasinya baik dan hal ini bermanfaat dalam perkembangan selsel akar dan juga berguna untuk membantu penyerapan nutrisi Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka.

Rangkuman 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan Pertumbuhan tanaman dikendalikan oleh dua faktor yaitu faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal).

2. Gen merupakan faktor hereditas atau pembawa sifat yang terdapat dalam tubuh tanaman 3. Hormon pertumbuhan pada tumbuhan ada bermacam-macam diantaranya (1) auksin; (2) giberelin (3)sitokinin; (4) asam absisat, (5) etilen 4. Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Faktor eksternal tersebut antara lain nutrisicahaya, suhu, kelembapan dan aerasi D. Penugasan Mandiri Setelah kalian mempelajari materi tentang factor yang mempengaruhi pertumbuhan, jawablah tugas mandiri di bawah ini agar kalian lebih memahami materi yang sedang di bahas : 1.

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan. Apa itu faktor dalam dan apa saja faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ?

2. Cahaya diperlukan untuk melakukan proses fotosintesis, namun disisi lain cahaya merupakan factor yang menghambat pertumbuhan.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Jelaskan pernyataan tersebut ! 3. Membengkoknya batang tanaman yang tumbuh dapat disebabkan oleh faktor horman dan cahaya pada tanaman. Bagaimana proses tersebut dapat terjadi ?

jelaskan dengan singkat. 4. Silahkan lakukan percobaan mandiri tentang faktor luar ( factor cahaya) yang mempengaruhi pertumbuhan dan apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka laporan hasil percobaannya ! E. Latihan Soal 1. Para pedagang buah biasanya memetik buah sebelum masak. Setelah beberapa hari buah disimpan atau diangkat keluar kota, buah ternyata sudah masak, faktor yang dapat mengakibatkan pemasakan buah ini adalah.

A. Kekurangan oksigen karena disimpan dalam tempat tertutup. B. Tidak terkena cahaya pada saat penyimpanan. C. Buah mengeluarkan hormon etilen. D. Buah menyerap sitokinin. E. Suhu lebih tinggi karena diperam 2. Perhatikan gambar perbandingan A dan B. Hormon yang mempengaruhi perbedaan kecepatan pertumbuhan tanaman tersebut adalah. A. Sitokinin B. Auksin C. Giberelin D. Asam Absisat E. Gas etilen 3. Etiolasi adalah pertumbuhan yang …. A. Tidak dipengaruhi cahaya B. Lambat jika ada cahaya C.

Sangat cepat jika ada cahaya D. Lambat dalam kondisi gelap E. Sangat cepat dalam kondisi gelap 5. Seseorang menginginkan pohon jambu di depan rumahnya rimbun sehingga membuat teduh.

Cara yang harus dilakukan untuk merangsang tumbuhan seperti yang diharapkan adalah . A. Menyiram dengan jumlah air yang berlebih B. Menggores-gores batang C. Menyemprot ujung batang dengan auksin D. Mencangkul tanah disekitarnya E. Memotong ujung batang tanaman 6. Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman adalah . A. Suhu, tanah, kelembapan, hormone B. Suhu, cahaya, kelembapan, hormone C.

Suhu, pupuk, jenis tanaman, hormone D. Tanah, jenis tanaman, kelembapan, suhu E. Cahaya, pupuk, jenis tanaman, hormone Fungsi hormon auksin pada perkembangan tumbuhan berperan dalam pertumbuhan sel-sel tumbuhan. Auksin adalah hormon pada tumbuhan yang terletak pada jaringan meristem apika l (meristem ujung). Bagian tumbuhan yang terdapat jaringan meristem apikal adalah ujung-ujung tumbuhan seperti pucuk batang, daun, atau akar.

Hormon auksin juga dapat dijumpai pada tunas, bunga, dan buah. Hormon auksin pertama kali ditemukan oleh Frits Went melalui percobaannya pada ujung kecambah gandum Avena sativa.

Dari percobaan Went tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa hormon auksin terakumulasi pada sisi batang yang tidak terkena cahaya.

Aktivtas hormon auksin juga berkaitan dengan gerak tanaman akan menuju arah datangnya sinar ( fototropisme). Sisi batang yang tidak mendapatkan cahaya akan lebih panjang dibanding bagian batang yang terkena cahaya karena aktivitas hormon auksin. Akibatnya terjadi pembengkokan batang tumbuhan menuju arah datang cahaya. Hormon auksin diproduksi pada bagian-bagian ujung tumbuhan.

Seperti pada meristem apikal tunas dan daun-daun muda yang merupakan tempat utama sintesis auksin.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Hormon auksin juga diproduksi pada meristem akar dan biji/buah yangs edang berkembang. Hormon auksin tidak hanya berperan dalam pemanjangan tumbuh tumbuhan. Namun, hormon auksin pada perkembangan tumbuhan juga berperan dalam hal lain. Fungsi Hormon Auksin Tumbuhan bertambah tinggi karena adanya pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem (titik tumbuh). Selain itu, pertumbuhan apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka tanaman terjadi karena terdapat pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel.

Di mana, pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tumbuhan salah satunya dikarenakan terdapat hormon-hormon tumbuhan seperti hormon auksin. Selain berperan dalam memembuat bagian tumbuhan menjadi lebih panjang, hormon auksin juga memiliki fungsi lain. Beberapa fungsi hormon auksin pada perkembangan tumbuhan adalah sebagai berikut: • Merangsang perpanjangan sel (elongasi sel) dengan melemahkan dinding sel • Mengatur pembentukan bunga/buah dan pemanjangan titik buah • Berperan dalam proses fototropisme dan geotropisme • Merangsang pembentukan akar lateral (akar samping) yang berguna untuk membentuk cabang-cabang akar.

• Merangsang terjadinya proses diferensiasi yaitu proses pendewasaan sel pada tanaman. Baca Juga: Macam-Macam Gerak pada Tumbuhan Cara Kerja Hormon Auksin pada Pertumbuhan Tanaman Hormon auksin pada perkembangan tumbuhan berfungsi sebagai untuk merangsang pemanjangan batang. Kerja hormon auksin memiliki sifat menghindari cahaya atau dapat rusak karena cahaya. Aktifitas hormon auksin akan maksimal saat tidak terkena cahaya. Tumbuhan memiliki hormon auksin yang berperan untuk merangsang dominansi apikal yaitu pertumbuhan kuncup apikal yang sangat cepat.

Kondisi tersebut akan menghambat pertumbuhan kuncup lateral yang ada di bawahnya. Kuncup apikal yang sedang tumbuh menghasilkan hormon auksin. Di mana diketahui bahwa kerja dari hormon auksin sangat dipengaruhi oleh keberadaan cahaya.

Keberadaan cahaya matahari dapat menghambat aktivitas hormon auksin. Apabila sebagian kuncup apikal diarahkan pada cahaya matahari, akan terjadi pengangkutan auksin menuju bagian tumbuhan yang terlindung dari cahaya. Keberadaan hormon auksin pada bagian tumbuhan tersebut akan merangsang pertumbuhan sel-sel.

Sehingga pada bagian tumbuhan yang tidak/sedikit mendapat cahaya matahari akan lebih panjang. Di sisi lain, pada waktu yang sama terdapat bagian tumbuhan yang memiliki konsentrasi auksin rendah.

Akibatnya, bagian tumbuhan akan membengkok menuju arah datangnya cahaya matahari. Gerak tumbuhan seperti ini disebut fototropisme yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi cahaya dan arah rangsang. Secara ringkas, cara kerja hormon auksin diberikan seperti daftar berikut. • Cahaya matahari mengenai salah satu sisi bagian tumbuhan.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

• Auksin berpindah pada sisi tumbuhan yang lebih sedikit atau tidak terkena cahaya sehingga memiliki konsentrasi auksin yang tinggi. • Bagian tumbuhan dengan konsentrasi auksin tinggi akan lebih cepat panjang. • Bagian tumbuhan dengan konsentrasi auksin rendah akan lebih lambat untuk panjang.

• Terjadi pembekongkan bagian tumbuhan menuju arah datangnua sinar. Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup Contoh Soal dan Pembahasan Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih! Contoh 1 – Soal Fungsi Hormon Aukisn Auksin yang dibentuk pada ujung kecambah dipengaruhi oleh cahaya dan hormon ini berfungsi merangsang pembelahan dan pemanjangan sel-sel tumbuhan. Apabila disinari pada satu sisi saja, maka kecambah tersebut tumbuh ke arah datangnya cahaya. Hal ini disebabkan oleh …. A. sifat pertumbuhan ujung tanaman B.

cahaya merangsang pembentukan hormon C. hormon auksin terurai jika kena cahaya D. tumbuhan peka terhadap cahaya E. cahaya merangsang pertumbuhan Pembahasan: Pada kecambah yang sedang tumbuh terdapat hormon auksin yang bertanggung jawab pada pemanjangan sel-sel tumbuhan. Kerja hormon auksin dapat terganggu karena adanya cahaya matahari. Cahaya yang mengenai satu bagian/sisi kecambah akan membuat penyebaran auksin menjadi tidak merata.

Kondisi ini menyebabkan pemanjangan sel menjadi tidak sama pada setiap bagainnya, sehingga kecambah akan menekuk menuju arah datangnya cahaya.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Jawaban: C Contoh 2 – Soal Fungsi Hormon Auksin Pembahasan: Bagian tumbuhan yang paling banyak terdapat hormon auksin dapat dikenali dengan bagian tumbuhan yang menjadi lebih panjang. Gambar nomor 4 menunjukkan bahwa bagian tersebut lebih panjang dari bagian tumbuhan lainnya. Jadi, daerah yang paling banyak terdapat auksin adalah (4). Jawaban: D Contoh 3 – Soal Cara Kerja Hormon Auksin Perhatikan gambar di bawah!

Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka yang tepat sesuai dengan gambar tersebut adalah …. A) arah pertumbuhan tanaman A dan B berbeda karena intensitas cahaya tidak sama. B) tanaman A tumbuh lambat, sedangkan tanaman B tumbuh cepat sehingga tanaman B membelok ke arah cahaya. C) tanaman A tumbuh lurus karena sebaran auksin tidak merata, sedangkan tanaman B tumbuh lebih panjang karena kandungan auksin lebih tinggi. D) cahaya mempercepat produksi auksiiin pada tanaman A, sedangkan cahaya menghambat produksi auksin pada tanaman B sehingga tumbuh membengkok.

E) tanaman A tumbuh lurus karena sebaran auksin merata, sedangkan tanaman B tumbuh ke arah cahaya karena auksin akan terurai jika terkena cahaya. Pembahasan: Bagian tumbuhan yang memiliki konsentrasi auksin merata akan tumbuh lurus karena aktivitas auksin adalah sama. Sedangkan bagian tumbuhan dengan aktivitas auksin lebih tinggi akan membuat bagian tumbuhan menjadi lebih cepat untuk panjang.

Sebaliknya, bagian tumbuhan dengan konsentrasi auksin rendah akan membuat bagian tumbuhan menjadi lebih lambat untuk panjang.

Sehingga, perbedaan konsentrasi hormon auksin pada bagian tumbuhan akan membuat tumbuhan mengalami penekukkan.

Arah menekuk akan menuju arah datangnya sinar matahari karena bagian yang lebih banyak terkena cahaya akan lebih lama untuk memanjang. Jadi, pernyataan yang tepat sesuai dengan gambar tersebut adalah tanaman A tumbuh lurus karena sebaran auksin merata, sedangkan tanaman B tumbuh ke arah cahaya karena auksin akan terurai jika terkena cahaya. Jawaban: E Contoh 4 – Soal Fungsi Hormon Auksin Perhatikan grafik hasil percobaan pertumbuhan kecambah di tempat gelap, teduh, dan terang di bawah!

Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa X dan Z secara berurutan merupakan kecambah di tempat …. A. terang dan gelap B. gelap dan terang C. terang dan teduh D. gelap dan teduh E. teduh dan terang Pembahasan: Horman auksin lebih aktif pada kondisi gelap sehingga akan membuat batang tanaman tumbuh dengan cepat panjang.

Sebaliknya, hormon auksin menjadi kurang aktif pada kondisi terang sehingga membuat tumbuhan lebih lama untuk menjadi panjang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa X dan Z secara berurutan merupakan kecambah di tempat gelap dan terang. Jawaban: B Demikianlah tadi ulasan fungsi hormon auksin pada perkembangan tumbuhan. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat! Baca Juga: Uji Fotosintesis
Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka.

A.terbentuknya hormon auksin dan pertumbuhan batang semakin cepat B.terjadi pertumbuhan sel-sel di kuncup apikal C.kerja auksin terhambat dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari D.pembentukan tunas lateral terhambat E.hormon auksin aktif dan batang tumbuh menjauhi arah cahaya matahari pendahuluan: apikal adalah jaringan meristem yang terletak di ujung-ujung tanaman [ pucuk daun dan ujung² akar] pembahasaan: jika kuncup apikal yg sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari makat erjadi pengangkutan auksin dari bagian yang terkena cahaya ke bagian yang terlindungi cahaya dan pertumbuhan sel-sel di bagian yang terkena cahaya akan terhambat dan mengakibatkan batang akan tumbuh melengkung ke arah datangnya cahaya matahari.

jadi jawaban nya adalah C. kerja auksin terhambat dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari detail jawaban mapel: IPA biologi kelas : 12 materi: pertumbuhan #Sekian.

salam aintis Jawaban: Jika kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka akan terjadi pengangkutan auksin dari bagian yang terkena cahaya ke bagian yang terlindungi cahaya dan pertumbuhan sel-sel di bagian yang terkena cahaya akan terhambat dan mengakibatkan batang akan tumbuh melengkung ke arah datangnya cahaya Jadi Jawaban nya : C.kerja auksin terhambat dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari Jawaban: kerja auksin terhambat dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari Penjelasan: Kuncup apikal yang sedang tumbuh akan menghasilkan hormon auksin.

Sifat hormon auksin adalah aktivasinya dihambat oleh adanya cahaya. Jika kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka akan terjadi pengangkutan auksin dari bagian yang terkena cahaya ke bagian yang terlindungi cahaya dan pertumbuhan sel-sel di bagian yang terkena cahaya akan terhambat dan mengakibatkan batang akan tumbuh melengkung ke arah datangnya cahaya matahari.
Pertanyaan Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka .

A. terbentuknya hormon auksin dan per­tumbuhan batang semakin cepat B. terjadi pertumbuhan sel-sel di kuncup apikal C. kerja auksin terhambat dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari D. pembentukan tunas lateral terhambat E. hormon auksin aktif dan batang tumbuh menjauhi arah cahaya matahari Halo Panthera, kakak coba bantu jawab yaa :) Jawaban yang tepat adalah C.

Yuk kita bahas :) Auksin adalah salah satu hormon tumbuhan. Kerja auksin tidak dapat bertahan dengan cahaya matahari yang tinggi.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Peran hormon auksin ini dalah membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan, baik itu pertumbuhan akar maupun pertumbuhan batang, mempercepat perkecambahan, membantu dalam proses pembelahan sel, mempercepat pemasakan buah, mengurangi jumlah biji dalam buah.

Jika intensitas cahaya matahari tinggi, maka auksin akan rusak. Pertumbuhan pada bagian batang yang terkena cahaya berlangsung lebih lambat dibandingkan bagian batang yang tidak terkena cahaya. Hal tersebut akan mengakibatkan batang tumbuh membelok ke arah cahaya. Semoga membantu!
Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka ….

A. terbentuknya hormon auksin dan pertumbuhan batang semakin cepat B. terjadi pertumbuhan sel-sel di kuncup apikal C. kerja auksin terhambat dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari D. pembentukan tunas lateral terhambat E. hormon auksin aktif dan batang tumbuh menjauhi arah cahaya matahari Pembahasan : Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka kerja auksin terhambat dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari.Squad, walaupun Ujian Tengah Semester masih beberapa minggu lagi, coba persiapkan diri dari sekarang yuk!

Agar nilai ulangan kamu mendapatkan hasil terbaik, kamu tentu harus banyak belajar dan latihan soal. Nah, kali ini kita akan latihan UTS mata pelajaran Biologi untuk kelas 12 ya. Langsung aja cek soal-soal latihan berikut! Topik : Pertumbuhan dan Perkembangan 1.

Masuknya air ke dalam biji (imbibisi) saat proses perkecambahan akan menyebabkan perubahan kondisi di dalam sel, yaitu. • aktifnya hormon pertumbuhan • aktifnya enzim yang mempercepat reaksi biokimiawi • terbentuknya embrio yang matang • terbentuknya komponen-komponen sel • meningkatkan nutrisi di dalam sel Kunci : B Pembahasan : Air yang masuk ke dalam biji saat peristiwa imbibisi merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi proses perkecambahan.

Air akan mengaktifkan enzim-enzim yang akan mengkatalis atau mempercapat reaksi biokimiawi saat perkecambahan. Proses biokimiawi tersebut diantaranya reaksi pembongkaran cadangan makanan yang ada pada kotiledon. Hasil reaksi biokimiawi tersebut yang akan digunakan untuk sumber energi, bahan penyusun komponen sel dan pertumbuhan embrio. Topik : Pertumbuhan dan Perkembangan 2.

Apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka. • terbentuknya hormon auksin dan pertumbuhan batang semakin cepat • terjadi pertumbuhan sel-sel di kuncup apikal • kerja auksin apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka dan batang tumbuh melengkung ke arah cahaya matahari • pembentukan tunas lateral terhambat • hormon auksin aktif dan batang tumbuh menjauhi arah cahaya matahari Kunci : C Pembahasan : Kuncup apikal yang sedang tumbuh akan menghasilkan hormon auksin.

Sifat hormon auksin adalah aktivasinya dihambat oleh adanya cahaya. Jika kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka akan terjadi pengangkutan auksin dari bagian yang terkena cahaya ke bagian yang terlindungi cahaya dan pertumbuhan sel-sel di bagian yang terkena cahaya akan terhambat dan mengakibatkan batang akan tumbuh melengkung ke arah datangnya cahaya matahari.

Topik : Metabolisme Sel Enzim 3. Meskipun terdapat ribuan enzim di dalam tubuh makhluk hidup, tetapi tidak akan pernah terjadi kesalahan reaksi seperti suatu substrat dikatalis oleh enzim yang salah. Hal tersebut merupakan sifat enzim yaitu. • mempercepat laju reaksi kimia • tidak ikut bereaksi • sebagai biokatalisator • sebagai katalisator organik • bekerja secara spesifik Kunci : E Pembahasan : Salah satu sifat enzim yaitu merupakan katalisator berbahan organik yang bekerja secara spesifik.

Artinya satu jenis enzim hanya dapat mengatalisis/mempercepat satu jenis reaksi kimia. Misalnya enzim amilase di mulut hanya dapat mengkatalis reaksi pemecahan amilum menjadi glukosa.

apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka

Topik : Metabolisme Sel Enzim 4. Enzim disebut sebagai biokatalisator, yang berarti. • senyawa apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka yang mempercepat metabolisme • senyawa organik yang menghambat metabolisme • senyawa anorganik yang tidak ikut bereaksi dalam metabolisme • senyawa organik yang mempercepat metabolisme • senyawa organik yang ikut bereaksi dalam metabolisme Kunci : D Pembahasan : Biokatalisator adalah senyawa organik berupa protein yang berfungsi meningkatkan laju reaksi kimia terutama dalam proses metabolisme, tetapi tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut.

Metabolisme akan mengakibatkan perubahan molekul dan menyebabkan perubahan energi. Topik : Metabolisme Sel Katabolisme Karbohidrat 5. Produk glikolisis yang diolah sebagai bahan proses anabolisme karbohidrat adalah.

• asam piruvat • glikogen • polisakarida • 3-fosfoenol piruvat (PEP) • fosfogliseraldehid Kunci : E Pembahasan : Terdapat 10 tahapan reaksi glikolisis saat memecah komponen glukosa menjadi asam piruvat, ATP dan NADH. Diantara 10 tahapan tersebut terdapat tahapan pengubahan 3-fosfogliseroil fosfat menjadi 3-fosfogliseraldehid dan ATP. Diketahui bahwa fosfogliseraldehid (PG) merupakan salah satu bahan dalam siklus calvin pada reaksi gelap anabolisme karbohidrat (Fotosintesis).

Fosfogliseraldehid (PG) dalam siklus calvin akan apabila kuncup apikal yang sedang tumbuh diarahkan pada cahaya matahari maka menggunakan ATP menjadi gliseraldehid 3-fosfat yang akan meregenerasi RuBP hingga siklus calvin dapat berlanjut. Topik : Metabolisme Sel Katabolisme Karbohidrat 6.

Fermentasi merupakan proses penguraian senyawa organik yang menggunakan. sebagai akseptor elektron terakhirnya. • senyawa organik • senyawa anorganik • oksigen • karbon dioksida • ATP Kunci : D Pembahasan : Fermentasi merupakan proses respirasi anaerob karena tidak menggunakan oksigen sebagai akseptor terakhir elektronnya.

Pada fermentasi, senyawa antara yang menjadi akseptor elektron terakhir. Senyawa antara tersebut di antaranyan asam piruvat, asetaldehid dan karbon dioksida. Topik : Metabolisme Sel Anabolisme 7. Tahap pertama fotosintesis adalah. • Energi cahaya dipanen, elektron tereksitasi. • Energi cahaya dipanen, klorofil menghasilkan elektron. • Energi cahaya dipanen, klorofil menghasilkan elektron.

• Energi cahaya dipanen, karbon dioksida direduksi. • Energi cahaya dipanen, terjadi pembentukan ATP. Kunci : A Pembahasan : Reaksi fotosintesis terdiri dari dua tahap yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.

Pada reaksi terang terjadi penyerapan energi matahari oleh klorofil. Pada tahapan awal reaksi terang terjadi penyerapan cahaya matahari oleh klorofil b (P680). Adanya pemanenan cahaya tersebut mengakibatkan elektron dalam klorofil tereksitasi atau terlepas dan selanjutnya elektron tersebut akan ditangkap oleh akseptor elektron dan menyebabkan adanya rantai transpor elektron dalam reaksi terang.

Topik : Metabolisme Sel Anabolisme 8. Bakteri Nitrosomonas termasuk ke dalam bakteri kemosintetik yang akan mengubah. • amonium menjadi nitrat • nitrat menjadi karbon dioksida • amonium menjadi nitrit • nitrit menjadi nitrat • nitrat menjadi karbonat Kunci : C Pembahasan : Bakteri Nitrosomonas disebut juga sebagai bakteri nitrit yaitu akan mengubah amonium (NH 4 ) menjadi Nitrit (NO 2 ) dengan reaksi sebagai berikut : Topik : Materi Genetik 9.

Seseorang yang memiliki gen kulit putih, tetapi hidup di daerah panas kemungkinan warna kulitnya bisa berwarna agak hitam. Hal tersebut dapat terjadi karena. • fenotip yang muncul hanya dipengaruhi oleh gen • gen akan mengatur segala sifat yang tampak pada organisme • fenotip merupakan hasil interaksi antara gen dan lingkungan • lingkungan dapat mempengaruhi pembentukan gen • sifat yang tampak tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan Kunci : C Pembahasan : Kulit putih merupakan fenotip atau sifat yang tampak.

Sifat yang tampak ini merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Maka jika seseorang memiliki gen kulit putih tetapi berada di lingkungan yang panas maka sinar matahari dapat mengubah sifat yang tampak tersebut sehingga berubah menjadi agak hitam.

Topik : Materi Genetik 10. Suatu rantai sense DNA memiliki urutan basa AUGGACCAGGATATATGA. Berdasarkan hal tersebut, pernyataan yang benar adalah.

• Urutan basa tersebut mengode 6 asam amino. • Urutan basa tersebut mengode 18 asam amino. • Urutan basa tersebut terdiri atas 18 kodon. • Urutan antikodonnya adalah UTCCUGGUCCUAUAUACU. • Urutan kodogennya adalah AUGGACCAGGATATATGA. Kunci : E Pembahasan : Urutan rantai sense DNA disebut juga kodogen, sehingga urutan kodogen akan sama dengan rantai sense DNA yaitu AUGGACCAGGATATATGA.

Urutan tersebut akan diubah menjadi triplet kodon yaitu UACAUGUACUAUAUACU dan akan mengode 5 asam amino karena AUG merupakan start kodon sehingga tidak akan ditranslasi mejadi asam amino. Nah, Squad. Mudah atau susah nih soalnya? Apakah semua soalnya dapat kamu jawab dengan baik? Kalau kamu merasa kesulitan dalam mengerjakan latihan soal atau tugas sekolah apapun, kamu bisa lho nanya sama tutor-tutor terbaik di bidangnya.

Caranya gampang banget! Kamu hanya perlu daftar di ruanglesonline. Kamu hanya perlu kirim foto soal yang kamu mau tanyakan dan nanti tutor terbaik Ruangguru siap selalu menjawab pertanyaan dari kamu! Tanya soal jadi lebih mudah bukan? Ayo daftar sekarang!

AUKSIN - Etiolasi, Batang bengkok, Dominasi Apikal




2022 www.videocon.com