Pemberian vitamin a pada bayi dan balita

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Pemberian vitamin a pada bayi dan balita kepanjangan dari pos pelayanan terpadu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat atau biasa disingkat UKBM. Posyandu dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam membangun kesehatan masyarakat, guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkn pelayanan kesehatan dasar, sehingga terjadi penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi. UKBM adalah wahana pemberdayaan masyarakat, yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk dan bersama masyarakat, dengan bimbingan dari petugas Puskesmas, lintas sektor dan lembaga terkait lainnya (Kemenkes RI, 2011).

Adapun penyelenggara posyandu adalah kader yang terlaitih dibidang KB-Kesehatan, berasal dari PKK, tokoh masyarakat yang terlatih dan paham terkait kesehatan, pemuda yang telah dibimbing oleh tim pembina LKMD tingkat kecamatan. Kader yang bertanggungjawab di posyandu berasal dari masyarakat setempat yang dipilih dan telah disetujui LKMD sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan, yaitu: • Mau dan mampu bekerja secara sukarela • Dapat membaca dan menulis huruf latin • Mempunyai cukup waktu untuk bekerja bagi masyarakat.

• Memahami prosedur-prosedur di posyandu. Bayi dan balita adalah salah satu sasaran sekaligus tujuan penting dari posyandu. Hal tersebut disebabkan karena balita merupakan kelompok umur yang cukup besar dari kelompok umur penduduk Indonesia. Posyandu biasanya dijadwalkan sekali dalam sebulan ditempat yang mudah didatangi dan dijangkau oleh masyarakat setempat, salah satu contohnya di rumah kepala desa, rumah kepala RT atau RW, atau bahkan di puskesmas desa setempat. Sasaran posyandu pada umunya adalah bayi, balita, ibu hamil, dan wanita subur.

Kegiatan yang ada diposyandu bermacam-macam, mulai dari kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), imunisasi, dan gizi. Kegiatan yang paling sering diadakan di posyandu adalah mengenai kesehatan bayi dan balita. Pelayanan yang diperoleh oleh bayi dan balita di posyandu meliputi penimbangan, mengukur Panjang/tinggi badan, penentuan status gizi, penyuluhan tentang kesehatan bayi dan balita, dan jika ada petugas kesehatan dapat ditambahkan pemeriksaan kesehatan, imunisasi, dan deteksi dini tumbuh kembang.

Bila ditemukan adanya kelainanakan dirujuk ke Puskesmas. Selain itu juga pelayanan yang diperoleh oleh bayi dan balita dalam bidang gizi adalah mengukur tinggi/panjang dan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, pemberian vitamin A, serta pemberian sirup Fe. Tahukah Ibu, Agustus tak hanya menjadi bulan kampanye imunisasi measles rubella (MR), tapi juga bulan vitamin A?

Seluruh balita berusia 6-59 bulan yang berada pemberian vitamin a pada bayi dan balita wilayah kejadian luar biasa (KLB) campak harus mendapatkan suplementasi vitamin A dalam bentuk kapsul. Pemberian suplementasi tersebut biasanya berlangsung di sarana fasilitas kesehatan seperti puskesmas, posyandu, sekolah taman kanak-kanak, dan pos pendidikan anak usia dini (PAUD).

Tenaga kesehatan atau kader terlatih akan memberikan suplementasi vitamin A pada bayi dan balita. Pemberian vitamin A ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan RI yang dilaksanakan serentak. Lantas, kenapa suplementasi vitamin A penting bagi anak balita? Vitamin A meningkatkan kekebalan tubuh Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, kebutuhan vitamin A pada bayi dan anak-anak meningkat pada masa pertumbuhan.

Vitamin A juga dapat membantu tubuh Si Kecil melawan infeksi. Terlebih, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kondisi sebagai berikut. • Gangguan penglihatan (seperti xerophthalmia atau rabun malam dan kebutaan) • Peningkatan risiko kesakitan maupun kematian akibat infeksi seperti campak dan diare Selain itu, menurut Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI Doddy Izwardy, vitamin A bermanfaat mencegah morbiditas atau kondisi tidak sejahtera secara fisik, mental, dan sosial pada anak balita.

“Kalau anak diberi vitamin A dan dikonsumsi dengan baik, bisa disimpan di dalam organ hatinya selama 4-6 bulan. Itu alasannya mengapa pemerintah memiliki program Bulan Vitamin A dua kali dalam setahun (Februari dan Agustus),” terang Doddy seperti dilansir situs Kemenkes RI.

Pemberian kapsul vitamin A harus sesuai dosis Si Kecil pun pemberian vitamin a pada bayi dan balita diberikan vitamin A dengan dosis sesuai usianya. Ini karena pemberian vitamin a pada bayi dan balita yang digunakan dalam program pemerintah mengandung vitamin A dosis tinggi.

Berikut rekomendasi pemberian kapsul vitamin A berdasarkan usia anak. • Bayi 6-11 bulan: kapsul biru (100.000 SI) diberikan pada Februari atau Agustus (1 kali) • Anak balita 12-59 bulan: kapsul merah (200.000 SI) diberikan pada Februari dan Agustus (2 kali) Anak yang menderita campak, namun tidak mengalami gizi buruk diberikan kapsul vitamin A sebanyak 2 kali, yaitu 1 kapsul pada hari pertama dan 1 kapsul pada hari kedua (dosis sesuai usia).

Sementara, anak yang menderita campak dengan gizi buruk dan/atau komplikasi pada mata diberikan suplementasi vitamin A sebanyak 3 kali, yaitu 1 kapsul pada hari pertama, 1 kapsul pada hari kedua, dan 1 kapsul pada hari kelima belas (dosis sesuai usia). Mengapa anak penderita campak membutuhkan lebih banyak suplementasi vitamin A? Ini karena penelitian membuktikan, campak memiliki hubungan yang erat dengan kekurangan zat gizi mikro, yaitu vitamin A.

”Pastikan, dosis kapsul vitamin A yang diberikan sesuai dengan usia anak. Balita yang telah menerima kapsul vitamin A dalam jangka waktu kurang dari 30 hari tidak dianjurkan untuk diberi kapsul vitamin A lagi. Lalu pada saat pemberian vitamin A, pastikan anak tidak sedang mengalami sesak napas berat,” pesan Doddy. Cara pemberian kapsul vitamin A Saat pemberian kapsul vitamin A, Ibu akan ditanyai pernah atau tidaknya Si Kecil menerima kapsul Vitamin A dalam satu bulan terakhir.

Setelah itu, ujung kapsul biru atau merah dipotong menggunakan gunting yang bersih dan diteteskan pada rongga mulut anak sampai ia menelan semua isinya. Nah, sudah tahu betapa petingnya suplementasi vitamin A bagi buah hati kan, Bu? Jadi, pastikan Ibu mengikutsertakan Si Kecil pada program serentak ini, ya! Ibu dapat menghubungi pengurus Rukun Warga setempat untuk mengetahui jadwal pemberiannya di lingkunganmu.

(Febi/Dok. Shutterstock) Referensi lain: • Panduan Manajemen Suplementasi Vitamin A oleh Direktorat Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan • Artikel “Pentingnya Vitamin A Bagi Tumbuh Kembang Anak” pada Hello Sehat Related Topics • kesehatan anak • pertumbuhan anak • vitamin a
Pemberian vitamin A untuk anak adalah hal yang sangat penting. Setiap bulan Februari dan Agustus, pemerintah Indonesia mengadakan Bulan Vitamin A.

Bayi usia 6-59 bulan akan diberikan vitamin A untuk anak secara gratis di Posyandu atau fasilitas pelayanan terdekat. Dosis yang diberikan bagi bayi usia 6-11 bulan adalah 100.000 IU atau berupa kapsul biru, sedangkan anak umur 12-59 bulan diberikan kapsul merah (200.000 IU). Namun, dilansir dari Web MD, ternyata tidak semua anak membutuhkan vitamin tambahan. Terlebih anak yang sehat dan sudah tercukupi nutrisinya melalui makanan dan susu.

Pemberian vitamin justru membuat hipervitaminosis atau kelebihan vitamin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Lantas bagaimana dengan vitamin A untuk anak? Apakah semua anak membutuhkan vitamin A tambahan?

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini! Apa Manfaat Vitamin A untuk Anak-Anak? Bukan tanpa alasan, Kementrian Kesehatan Indonesia mencanangkan bulan vitamin A dua kali dalam setahun. Pasalnya, bayi terlahir dalam keadaan kekurangan vitamin A sehingga membutuhkan suplemen tambahan.

Dalam pemberiannya, WHO menganjurkan diberikan sesekali dalam dosis besar dibandingkan sering namun dengan dosis kecil. Kekurangan vitamin A mengakibatkan gangguan penglihatan seperti rabun senja dan gangguan kesehatan yang berujung kematian akibat infeksi. Kasus defisiensi vitamin A pada anak mencapai 190 kasus untuk anak prasekolah di Afrika dan Asia Tenggara.

Maka, pemberiannya sedari dini penting dilakukan karena manfaat vitamin A adalah membantu pertumbuhan dan mencegah terjadinya infeksi. Berikut manfaat vitamin A bagi buah hati: • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak dan diare.

• Membantu proses penglihatan terutama saat adaptasi dari tempat terang ke gelap. • Mencegah terjadinya kerusakan mata. • Berperan penting dalam masa pertumbuhan. • Mencegah kekeringan mata akibat proses metaplasia sel-sel epitel. • Membantu dalam proses pembentukan sel darah merah. • Meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Baca Juga: Vitamin Anak, Perlukah?

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Berapa Dosis Vitamin A untuk Anak? Pada dasarnya, tubuh yang sehat dapat meregulasi asupan vitamin sehingga kelebihannya tidak akan membahayakan. Meskipun begitu Anda tetap harus memastikan bahwa vitamin yang diberikan sesuai dengan kebutuhan buah hati.

Berikut kadar vitamin A yang dibutuhkan anak per harinya: • kebutuhan vitamin A per hari Bayi sampai usia 3 tahun membutuhkan 300 mcg per hari. • kebutuhan vitamin A per hari Anak usia 4-8 tahun membutuhkan 400 mcg per hari. • kebutuhan vitamin A per hari Anak usia 9-14 tahun membutuhkan 600 mcg per hari. Beberapa gejala yang timbul ketika kadar vitamin A pada bayi berlebihan antara lain mual, muntah, diare, serta penurunan fungsi hati dan kepadatan tulang.

Kondisi ini terjadi ketika adanya disfungsi pada tubuh yang mengakibatkan vitamin masuk ke dalam organ-organ yang tidak seharusnya. Maka, sebaiknya diskusikan dengan dokter anak terlebih dahulu sebelum pemberian suplemen apa pun. Cara mendapatkan vitamin A yang diberikan oleh pemerintah adalah dengan mengunjungi Posyandu, Puskesmas, pustu, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Terdapat dua macam kapsul, biru dan merah yang pemberiannya disesuaikan dengan usia si kecil. Adapun cara pemberian vitamin A pada bayi dan balita adalah sebagai berikut: • Potong ujung kapsul dengan menggunakan alat yang bersih. • Pencet kapsul dan pastikan tidak ada isi yang terbuang. • Bila anak sudah bisa menelan, berikan 1 kapsul untuk diminumkan.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Baca juga: 7 Buah Yang Mengandung Vitamin C Untuk Daya Tahan Tubuh 7 Buah yang Mengandung Vitamin A untuk Anak Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga perlu dipenuhi kebutuhannya melalui makanan ataupun suplemen. Ada banyak sumber vitamin A yang bisa didapatkan, seperti air susu ibu (ASI), bahan makanan hewani, produk olahan susu, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Berikut buah yang banyak mengandung vitamin A: 1. Mangga Satu buah mangga berukuran medium umumnya mengandung 181 mcg vitamin A. Ini menandakan bahwa 20% kebutuhan harian vitamin A untuk anak sudah terpenuhi. Anda bisa mengolah buah ini dengan menyantapnya secara langsung atau menjadikannya jus yang tanpa atau rendah gula. 2. Anggur Merah Ada banyak manfaat yang diberikan oleh anggur merah, antara lain menjaga kesehatan jantung dan otak, mempercantik kulit, dan menjaga berat badan.

Satu anggur merah berukuran medium mengandung 143 mcg vitamin A atau memenuhi 16% kebutuhan harian. 3. Semangka Selain menyegarkan, buah kaya kandungan air ini juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin A sebanyak 8% atas kadar 80 mcg. Selain itu, semangka juga diperkaya nutrisi berupa kalium, magnesium, vitamin B1, B5, B6 dan C.

4. Pepaya Buah berwarna oranye ini sangat kaya akan nutrisi, terutama vitamin C. Satu buah pepaya setidaknya memiliki 235 mg vitamin C yang mana jumlah tersebut 2-3 kali lipat dari kebutuhan. Sedangkan kandungan vitamin A pada pepaya berukuran kecil adalah 74 mcg atau 8% dari kebutuhan tubuh.

5. Jeruk Keprok Meskipun lebih dikenal dengan pemberian vitamin a pada bayi dan balita C, namun satu buah jeruk keprok juga mengandung 30 mcg vitamin A atau 3% dari kebutuhan tubuh. Di samping itu, pada jeruk terdapat pula zat besi, kalium, folat, serat dan flavonoid. 6. Jambu Biji Satu buah jambu biji mengandung 17 mcg atau 3% dari kebutuhan vitamin per hari pada tubuh.

Manfaat lain yang bisa dirasakan adalah meningkatkan kesehatan jantung, memperlancar pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. 7. Markisa Dengan mengonsumsi 1 buah markisa, Anda telah memenuhi 1% kebutuhan vitamin A dari kandungan 12 mcg.

Buah dengan rasa asam yang menyegarkan ini juga dapat menjaga gula darah tubuh, menangkal radikal bebas, dan menjaga kesehatan tulang dan sendi. Baca juga: 7 Makanan Kaya Vitamin D Untuk Bantu Jaga Kesehatan Anda 6 Sayuran yang Mengandung Vitamin A untuk Anak Selain buah-buahan, ada banyak sayuran yang juga mengandung tinggi vitamin A.

Tubuh akan memproduksi secara mandiri dengan karotenoid yang terdapat pada tumbuhan.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Karotenoid termasuk dalam beta-karoten dan alfa-karoten yang secara kolektif dikenal sebagai provitamin A. Berikut 6 sayuran yang dapat Anda konsumsi untuk menjaga kesehatan mata dan tubuh: • Ubi jalar. 1 cangkir mengandung 1.836 mcg atau 204% dari kebutuhan. • Kale. 1 cangkir mengandung 885 mcg atau 98% dari kebutuhan. • Wortel. 1 wortel sedang mengandung 392 mcg atau 44% dari kebutuhan.

• Paprika merah. 1 paprika besar mengandung 257 mcg atau 29% dari kebutuhan. • Bayam. 1 cangkir mengandung 141 mcg atau 16% dari kebutuhan. • Pemberian vitamin a pada bayi dan balita. Jenis selada romaine mengandung 122 mcg atau 14% dari kebutuhan. Apakah vitamin A hanya ada pada buah dan sayur? Tentu saja tidak. Ada banyak makanan yang mengandung vitamin A, antara lain telur, daging, ayam, bebek, hati, keju, dan susu.

Maka, Anda tidak perlu khawatir karena pada umumnya menu sehari-hari telah memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, tidak ada salahnya jika si kecil dilengkapi dengan suplemen anak untuk memastikan gizi terpenuhi dengan baik. Ada banyak vitamin tambahan yang bisa Anda dapatkan di apotek terdekat maupun secara online. Pastikan pula Anda telah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui suplemen apa saja yang diperlukan oleh buah hati.

WHO. Diakses pada November 2020. https://www.who.int/elena/titles/vitamina_children/en/ Dinas Kesehatan Pemerintah Aceh. Diakses pada November 2020. Bulan Februari & Agustus itu bulannya Vitamin A. https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2020/08/06/98/bulan-februari-agustus-itu-bulannya-vitamin-a.html#:~:text=Vitamin%20A%20yang%20dibagikan%20adalah,bayi%20hingga%20usia%2042%20hari).

Web Md. Diakses pada November 2020. Vitamins for Kids: Do Healthy Kids Need Supplements?. https://www.webmd.com/parenting/guide/vitamins-for-kids-do-healthy-kids-need-vitamins#1 Healthline. Diakses pada November 2020. 20 Foods That Are High in Vitamin A.

https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-vitamin-a#TOC_TITLE_HDR_4 Sumber • Beranda • Pelayanan Online • Pendaftaran Online • Jadwal Praktek Dokter • Antrean Pasien Poliklinik • Kuesioner Kepuasan Masyarakat • Profil • Sejarah • Visi & Misi • Nilai Dasar Layanan • Janji Layanan • Filosofi Logo • Hak & Kewajiban Pasien • Fasilitas • Rawat Inap • Rawat Jalan • Layanan 24 Jam • Penunjang Medis • Penunjang Lainnya • Kerjasama • Event • Unggulan Kami • Program Unggulan • Layanan Unggulan • Kontak Kami • ID • EN • ID Manfaat Vitamin A pada Bayi dan Balita Setiap bulan Februari dan Agustus yang merupakan Bulan Vitamin A, diposyandu atau di fasilitas kesehatan dibagikan vitamin A secara gratis untuk anak balita.

Kurang Vitamin A (KVA) masih merupakan masalah yang tersebar di seluruh dunia terutama di Negara berkembang dan dapat terjadi pada semua umur terutama pada masa pertumbuhan. Salah satu dampak kurang vitamin A adalah kelainan pada mata yang umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 4 tahun yang menjadi penyebab utama kebutaan di negara berkembang. Kurang Vitamin A pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP) atau gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang,termasuk zat gizi mikro dalam hal ini vitamin A.

Anak yang menderita kurang vitamin A mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan akut,campak,cacar air,diare dan infeksi lain karena daya tahan anak menurun. Namun masalah kekurangan vitamin A dapat juga terjadi pada keluarga dengan penghasilan cukup. Hal pemberian vitamin a pada bayi dan balita terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu tentang gizi yang baik. Gangguan penyerapan pada usus juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin A.

Manfaat Vitamin A Vitamin A yang disebut juga Retinol sangat banyak fungsinya, yaitu: membantu mata menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya dari terang ke gelap, mencegah kekeringan selaput lendir mata yang disebut xerosis konjungtiva, mencegah terjadinya kerusakan mata berlanjut yang akan menjadi bercak bitot sampai kebutaan, menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir saluran pernafasan, saluran kemih dan saluran pencernaan terhadap masuknya bakteri dan virus, membantu pertumbuhan tulang dan sistem reproduksi, membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, pembelahan sel, diferensiasi sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bersifat antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas penyebab kerusakan sel dan jaringan.

Hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi Vitamin A sebanyak 2 kali pertahun pada anak umur 6-59 bulan dapat mencegah kekurangan Vitamin A dan kebutaan (buta senja), juga meningkatkan sistim kekebalan tubuh sehingga mengurangi kejadian kesakitan dan kematian pada balita, karena vitamin ini dapat mencegah timbulnya komplikasi pada penyakit yang sering terjadi pada balita seperti campak dan diare.

Bagi Ibu menyusui, selain untuk mencegah kebutaan Vitamin A sangat dibutuhkan untuk pembentukan ASI yang berkualitas tinggi yang dibutuhkan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Pemerintah dalam menyikapi masalah tentang kekurangan vitamin A melalui suplementasi Vitamin A dosis tinggi kepada anak balita. Suplementasi Vitamin A adalah program intervensi pemberian Kapsul Vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan dan ibu nifas yang bertujuan selain untuk mencegah kebutaan juga untuk menanggulangi kekurangan Vitamin A (KVA) yang masih cukup tinggi pada balita (sebesar 14,6 % pada tahun 2006, Depkes) Sasaran program ini adalah balita dari usia 6 bulan sampai dengan 59 bulan.

Vitamin A yang dibagikan adalah vitamin A dosis tinggi. Ada 2 jenis vit A yang diberikan yaitu yang biru (100.000 IU) untuk bayi usia 6 sd 11 bulan, dan yang merah (200.000 IU) untuk usia 12 sd 59 bulan.

Vitamin A juga diberikan bagi ibu nifas ( menyusui bayi hingga usia 42 hari). Hal ini dilakukan karena berdasarkan kajian berbagai studi ditemukan bahwa Vitamin A merupakan zat gizi yang sangat diperlukan bagi manusia, karena zat gizi ini sangat penting agar proses-proses fisiologis dalam tubuh berlangsung secara normal, termasuk pertumbuhan sel, meningkatkan fungsi penglihatan, meningkatkan imunologis dan pertumbuhan badan.

Pemberian vitamin A dosis tinggi selain diberikan pada anak balita, ibu nifas tapi diberikan juga pada kasus dengan keadaan tertentu seperti anak menderita xeroptalmia, campak dan gizi buruk. Mungkin ada yang penasaran, kenapa sih kita harus mengkonsumsi Vitamin A? Seberapa penting Vitamin A untuk tubuh kita?

Berikut penjelasan mengenai vitamin A : Vitamin A adalah salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati,tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar.
• BERANDA • PROFIL • TENTANG DIREKTORAT • VISI & MISI • TUGAS DAN FUNGSI • PROFIL LEMBAGA • SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI KESEHATAN (KIE) • SUBDIREKTORAT ADVOKASI DAN KEMITRAAN (AK) • SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PM) • SUBDIREKTORAT POTENSI SUMBER DAYA PROMOSI KESEHATAN (PSDPK) • SUBBAGIAN TATA USAHA (TU) • STRUKTUR ORGANISASI • PROFIL PEJABAT pemberian vitamin a pada bayi dan balita CAPAIAN KINERJA • PROGRAM • HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) • DESA SIAGA • GERAKAN NASIONAL SADAR GIZI • PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) • GERMAS • PENCEGAHAN STUNTING • TOSS TB • ARTIKEL • KEGIATAN • BERITA • TOPIK KESEHATAN • DUNIA USAHA • DOWNLOAD Pemberian vitamin a pada bayi dan balita • MEDIA PUBLIKASI • KATEGORI MEDIA • MEDIA CETAK • BANNER • BACKDROP • BROSUR • BUKU • FLYER • INFOGRAFIS • KALENDER KESEHATAN • LAPORAN • LEAFLET • MATERI • MERCHANDISE • POSTER • SPANDUK • UMBUL-UMBUL • AUDIO VISUAL • VIDEO ILM • MEDIA SOSIAL • JINGLE • FILM PENDEK • PERATURAN DAN UNDANG-UNDANG • GALERI • GALERI FOTO • GALERI VIDEO • KALENDER KESEHATAN • INOVASI • SISTEM DUNIA USAHA • KEMITRAAN ONLINE • KONTAK Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A.

Di kedua bulan ini anak bisa mendapatkan berupa suplementasi vitamin A Kapsul Biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan Kapsul Merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A dalam bentuk kapsul merah juga diberikan kepada ibu nifas. Manfaat Pemberian Vitamin A untuk Anak Vitamin A/retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh.

Adapun vitamin Ajuga bisa mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas. Sedangkan apabila anak kekurangan vitamin A maka anak bisa menjadi rentan terserang penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak, dan diare.

Cara Mendapatkan Vitamin A untuk Anak Kapsul vitamin A ini bisa didapatkan di fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, Poskesdes/Polindes, Balai Pengobatan, Praktek Dokter, Bidan Praktek Swasta atau Posyandu dengan GRATIS.

• BERANDA • PROFIL • TENTANG KAMI • VISI & MISI • Tugas dan Fungsi • PROFIL LEMBAGA • SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI KESEHATAN (KIE) • SUBDIREKTORAT ADVOKASI DAN KEMITRAAN (AK) • SUBDIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PM) • SUBDIREKTORAT POTENSI SUMBER DAYA PROMOSI KESEHATAN (PSDPK) • SUBBAGIAN TATA USAHA (TU) • STRUKTUR ORGANISASI • PROFIL PEJABAT • CAPAIAN KINERJA • PROGRAM • HARI KESEHATAN NASIONAL (HKN) • DESA SIAGA • GERAKAN NASIONAL SADAR GIZI • PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) • GERMAS • PENCEGAHAN STUNTING • TOSS TB • ARTIKEL • KEGIATAN • BERITA • TOPIK KESEHATAN • DUNIA USAHA • DOWNLOAD MEDIA • MEDIA PUBLIKASI • KATEGORI MEDIA • MEDIA CETAK • BANNER • BACKDROP • BROSUR • BUKU • FLYER • INFOGRAFIS • KALENDER KESEHATAN • LAPORAN • LEAFLET • MATERI • MERCHANDISE • POSTER • SPANDUK • UMBUL-UMBUL • AUDIO VISUAL • VIDEO ILM • MEDIA SOSIAL • JINGLE • FILM PENDEK • PERATURAN DAN UNDANG-UNDANG • GALERI • GALERI FOTO • GALERI VIDEO • KALENDER KESEHATAN • INOVASI • SISTEM DUNIA USAHA • KEMITRAAN ONLINE • KONTAK
Vitamin A adalah salah satu vitamin yang sangat penting untuk perkembangan dan kesehatan bayi.

Karena alasan itulah Kementerian Kesehatan RI sampai mencanangkan bulan vitamin A di Februari dan Agustus, agar kebutuhannya pada anak-anak di Indonesia bisa terpenuhi. Pada program ini, vitamin A untuk bayi diberikan dalam bentuk cairan yang dikemas menggunakan kapsul dengan dosis yang berbeda sesuai usia. Advertisement Selain dari pemberian suplemen, vitamin A untuk bayi juga bisa didapatkan dari makanan sehat seperti sayur dan buah.

Kebutuhan vitamin jenis ini bisa berbeda pada tiap anak, tergantung dari usianya. Namun, ada hal perlu diingat bahwa meski kekurangan vitamin A bisa menghambat perkembangan dan kesehatan anak, bukan berarti memberinya vitamin tersebut secara berlebihan bisa berdampak baik. Sebab, kelebihan vitamin A pada anak malah akan menyebabkan gangguan kesehatan. Manfaat vitamin A untuk bayi Bukan tanpa alasan pemerintah begitu gencar menggalakkan pemberian vitamin A pada bayi dan balita di Indonesia.

Bahkan, selama pelaksanaan bulan vitamin A tersebut, ibu yang masih berada dalam masa nifas turut diberikan suplemen.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Lantas, apa yang membuat vitamin A dianggap begitu penting? Berikut ini manfaat vitamin A untuk bayi yang orang tua perlu tahu. • Pemberian vitamin a pada bayi dan balita pembentukan sel darah merah di tubuh • Mendukung sistem kekebalan tubuh bayi • Mencegah terjadinya berbagai penyakit infeksi pada bayi, seperti campak, diare, dan infeksi saluran pernapasan atas • Mendukung proses pertumbuhan bayi Sementara itu, bayi yang kekurangan vitamin A akan berisiko lebih tinggi mengalami rabun senja di kemudian hari.

Defisiensi vitamin ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan kematian pada bayi. Perlu diingat bahwa pada dasarnya, bayi terlahir dalam kondisi kekurangan vitamin A. Jadi, ibu perlu melakukan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk dengan memberikan ASI eksklusif, suplemen maupun makanan yang kaya akan vitamin A saat masa MPASI telah tiba. Kadar vitamin A yang dibutuhkan bayi Vitamin A memang penting untuk bayi, tapi Anda jangan sampai memberikan vitamin A lebih dari kadar rekomendasi hariannya.

Berikut ini kadar vitamin A optimal sesuai usia. • Bayi sampai anak berusia 3 tahun: 300 mcg per hari • Anak berusia 4-8 tahun: 400 mcg per hari • Anak berusia 9-14 tahun: 600 mcg per hari Apabila pemberian vitamin A pada bayi sampai berlebih, maka beberapa kondisi di bawah ini bisa terjadi: • Mual • Muntah-muntah • Diare • Kerusakan hati • Penurunan kepadatan tulang, yang meningkatkan risiko osteoporosis Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena kelebihan vitamin A akibat makanan sangat jarang terjadi.

Selain itu, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme tersendiri untuk menyimpan kelebihan vitamin yang ada di tubuh. Masalah baru akan terjadi saat fungsi penyimpanan ini rusak sehingga kelebihan vitamin masuk ke organ-organ yang tak seharusnya. Sumber vitamin A untuk bayi Cara mendapatkan vitamin A untuk bayi bisa secara alami dari makanan maupun ASI. Apabila Si Kecil sudah masuk periode MPASI, Anda bisa menambahkan makanan-makanan berikut ini untuk bantu memenuhi kebutuhan vitamin A-nya: • Wortel • Ubi • Bayam • Kale • Melon • Aprikot • Paprika • Mangga • Brokoli • Kacang polong • Jus tomat • Telur orak-arik • Keju cheddar • Pepaya • Buah peach • Hati • Ikan terutama tuna dan salmon • Keju Selain dari bahan alami, anak juga akan mendapatkan suplemen pada bulan vitamin A yang diselenggarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Pemberian ini dilakukan setiap bulan Februari dan Agustus. Anak yang berusia 6-11 bulan akan mendapatkan suplemen dengan dosis 100.000 IU dan anak berusia 12-59 bulan memperoleh suplemen dengan dosis 200.000 IU.

Selain anak-anak, ibu yang masih dalam masa nifas juga akan mendapatkan pemberian vitamin a pada bayi dan balita A sebesar 200.000 IU. Suplemen vitamin A ini bisa Anda dapatkan di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, hingga Posyandu secara gratis. Baca Juga • Dari Kebutaan Hingga Keguguran, Ini Akibat Kekurangan Vitamin A • Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan dan Sumber Makanan Terbaiknya • Rasakan Kesegaran Manfaat Jus Lidah Buaya yang Mungkin Tak Pernah Anda Sangka Catatan dari SehatQ Vitamin A untuk bayi sangat penting untuk dipenuhi.

Sebab, vitamin ini berperan dalam pertumbuhan dan dapat menurunkan risiko bayi terkena berbagai penyakit infeksi seperti campak hingga diare. Bayi yang kekurangan vitamin A berisiko lebih tinggi meninggal dunia di usia dini. Namun, kelebihan vitamin A juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan, sehingga orangtua harus bijak dalam mengukur kebutuhan vitamin A buah hatinya. Kementerian Kesehatan RI. http://www.kesmas.kemkes.go.id/portal/konten/~rilis-berita/020819-bulan-vitamin-a Diakses pada 3 Juni 2020 WHO.

https://www.who.int/elena/titles/vitamina_infants/en/ Diakses pada 3 Juni 2020 Baby Center. https://www.babycenter.com/0_vitamin-a-in-your-childs-diet_10324693.bc Diakses pada 3 Juni 2020 Parenting, First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/vitamin-a-for-kids-benefits-and-food-sources/ Diakses pada 3 Juni 2020Vitamin A berperan penting dalam kesehatan mata, sistem imun, dan pertumbuhan sel. Suplemen vitamin A bisa digunakan dalam pengobatan campak dan defisiensi (kekurangan) vitamin A, termasuk xerophthalmia.

Secara alami, kebutuhan vitamin A dapat dicukupi dari konsumsi makanan yang kaya akan vitamin ini, seperti susu, hati sapi, keju, yoghurt, telur, buah mangga, sayur bayam, wortel, atau minyak ikan. Untuk mencegah kekurangan vitamin A, Kementerian Kesehatan RI melakukan program pemberian suplemen vitamin A pada balita secara rutin. Ada dua macam kapsul vitamin A yang diberikan, yaitu kapsul biru untuk bayi usia 6–11 bulan, serta kapsul merah untuk anak usia 1–5 tahun. Vitamin A kapsul merah juga bisa diberikan kepada ibu yang baru melahirkan (nifas).

Merek dagang vitamin A: Eyevision Vitamin A and D Soft Capsule, GNC Vitamin A & D, Nature's Plus SP Antiox, Renovit Gold, Vitamin A IPI Apa Itu Vitamin A Golongan Obat pemberian vitamin a pada bayi dan balita dan resep Kategori Vitamin Manfaat Mencegah dan mengobati defisiensi vitamin A Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak Vitamin A untuk ibu hamil dan menyusui (Untuk dosis sesuai angka kecukupan gizi harian) Kategori A: Studi terkontrol pada wanita hamil tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin, dan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin.

(Untuk dosis melebihi >6.000 unit per hari) Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Vitamin A dapat terserap ke dalam ASI, tetapi masih aman bila dikonsumsi sesuai dengan nilai angka kecukupan gizi harian. Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan vitamin A jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Bentuk obat Tablet, kapsul Peringatan Sebelum Mengonsumsi Vitamin A Ada beberapa hal yang pemberian vitamin a pada bayi dan balita diperhatikan sebelum mengonsumsi vitamin A, yaitu: • Jangan mengonsumsi suplemen vitamin A jika Anda alergi terhadap vitamin ini.

• Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan vitamin A jika Ada sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.

• Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan vitamin A jika Anda menderita anemia, defisiensi zat besi atau zinc, penyakit ginjal, penyakit liver, cystic fibrosis, kurang gizi atau malnutrisi, penyakit pankreas, atau infeksi di saluran cerna.

• Jangan mengonsumsi minuman beralkohol jika Anda sedang menggunakan suplemen vitamin A, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati. • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan vitamin A jika Anda sedang menggunakan suplemen lain, produk herbal atau obat-obatan tertentu. • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi vitamin A.

Dosis dan Aturan Pakai Vitamin A Secara umum, berikut adalah pembagian dosis vitamin A sesuai dengan kondisi yang ingin ditangani: Kondisi: Kekurangan vitamin A • Dosis pengobatan adalah 10.000–20.000 unit per hari selama 2 bulan • Dosis pencegahan adalah 10.000–50.000 unit per hari.

Kondisi: Xerophthalmia • Dewasa: 200.000 unit per hari selama 2 hari. Pemberian diulang kembali setelah 2 minggu. Perempuan pada usia reproduksi dengan gejala rabun senja atau Bitot’s spot dosisnya adalah 5.000–10.000 unit per hari. • Bayi usia 0–6 bulan: 000 unit per hari selama 2 hari. Pemberian diulang kembali setelah 2 minggu. • Bayi usia 6–12 bulan: 000 unit per hari selama 2 hari, Pemberian diulang kembali setelah 2 minggu. Kondisi: Campak pada anak • Usia 0–6 bulan: 000 unit per hari selama 2 hari.

• Usia 6–11 bulan: 000 unit per hari selama 2 hari. • Usia ≥12 bulan: 000 unit per hari selama 2 hari. Kebutuhan Harian dan Batas Asupan Vitamin A Angka kecukupan gizi (AKG) harian vitamin A, tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan.

Jumlah asupan tersebut dapat diperoleh dari makanan, suplemen, atau gabungan dari keduanya. Berikut adalah AKG harian vitamin A berdasarkan usia: Usia Asupan ( mcgRAE) 0–5 bulan 375 6 bulan – 3 tahun 400 4–6 tahun 450 7–9 tahun 500 10–15 tahun 600 Pria 16–18 tahun 700 Pria ≥18 tahun 650 Wanita ≥16 tahun 600 Ibu hamil +300 Ibu menyusui +350 Cara Mengonsumsi Vitamin A dengan Benar Pastikan untuk mengonsumsi suplemen vitamin A sesuai petunjuk pada kemasan. Bila perlu, diskusikan dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat sesuai kondisi Anda.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Jangan melebihi dosis yang dianjurkan guna menghindari efek samping. Perlu diingat bahwa suplemen vitamin dan mineral dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap vitamin dan mineral, terutama ketika asupan vitamin dan mineral dari makanan saja tidak cukup. Suplemen vitamin A sebaiknya dikonsumsi bersama makanan agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Telan tablet atau kapsul vitamin A secara utuh.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Jangan membelah, mengunyah, atau menggerus suplemen. Jika lupa mengonsumsi vitamin A, segera minum suplemen ini bila belum mendekati jadwal konsumsi berikutnya.

Jika sudah mendekati, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya. Simpan tablet atau kapsul vitamin A dalam suhu ruangan, di tempat yang kering, dan terhindar dari panas dan paparan sinar matahari langsung. Jauhkan suplemen ini dari jangkauan anak-anak. Interaksi Vitamin A dengan Obat Lain Interaksi yang dapat terjadi bila suplemen vitamin A digunakan bersama obat-obatan tertentu antara lain: • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama warfarin • Peningkatan tekanan di dalam rongga kepala jika digunakan bersama demeclocycline, minocycline, atau tetracycline • Peningkatan risiko terjadinya hipervitaminosis A (kelebihan vitamin A dalam darah) jika digunakan bersama turunan vitamin A lain, seperti retinoid, tretinoin, atau isotretinoin • Penurunan efektivitas vitamin A jika digunakan bersama cholestyramine, colestipol, atau orlistat Efek Samping dan Bahaya Vitamin A Jika dikonsumsi sesuai anjuran dokter dan aturan penggunaan yang tertera di kemasan, suplemen vitamin A jarang sekali menimbulkan efek samping.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang, vitamin A dapat menyebabkan beberapa efek samping berikut: • Diare • Hilang nafsu makan • Demam • Sakit perut • Sakit kepala • Muntah • Kulit kering dan bibir pecah-pecah • Tubuh mudah lelah atau lemas • Rambut rontok • Gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda atau kabur • Kejang Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala di atas atau timbul reaksi alergi, yang bisa ditandai dengan ruam gatal pemberian vitamin a pada bayi dan balita kulit, bengkak pada wajah dan lidah, atau sesak napas, setelah mengonsumsi suplemen vitamin A.
Site map (Articles Categories) • Uncategorised • Data • Teori • Data kesehatan • Data lain • Info penyakit • Penyakit tidak menular • Penyakit menular • Opini • Opini sebelumnya • Opini bulan ini • Info umum • Serba Serbi • Transportasi • Yang perlu anda ketahui • Info khusus • Info Kristiani bulan ini • Info Pemberian vitamin a pada bayi dan balita sebelumnya • Info Kesehatan • Program kesehatan • Sanitasi • Berita kesehatan lain • Kesehatan Anak • Iklan Articles Most Read (tersering diakses) • Mari Kita Mempelajari Cara Kerja Lemari Es (Kulkas) • Batasan Usia Anak dan Pembagian Kelompok Umur Anak • Sistem Sirkulasi Darah dalam Tubuh Manusia • Cara memeriksa tekanan darah ( "tensi" ) anda sendiri • Penanganan Diare pada Bayi dan Anak Balita di Tingkat Rumah Tangga • Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) atau Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) • Gagal Ginjal Pemberian vitamin a pada bayi dan balita (Chronic Renal Failure) Stadium Akhir • Angka Kelahiran Kasar atau Crude Birth Rate (CBR) Provinsi-provinsi di Indonesia • Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta dan Alternatif Pemecahan Masalah (Mungkinkah Sebelum Kiamat Jakarta Bisa Bebas Macet Lalu Lintas?) • Pentingnya Pemberian Vitamin K1 Profilaksis pada Bayi Baru Lahir • Tahapan Perkembangan Anak Balita (0-59 bulan) dan Anak Pra-Sekolah (60-72 bulan) • Memelihara Kucing Tanpa Takut Terkena Toksoplasmosis (Toksoplasma) Latest News • Arti kata dan Singkatan dari "KW" • Daftar Barang2 "Remeh" dan Sepele Yang Wajib Ada di Rumah Kita • Evaluasi (Kritik dan Masukan) untuk Golden Memories Asia 2019 Indosiar • Isi Perjanjian Eazy Property • Sejarah (asal usul) nama Gunung Krakatau • Hati-hati Penipuan oleh Developer Bumi Sawangan Indah (BSI) • Orang Jakarta Kurang Hiburan Apakah anda memiliki anak balita atau keponakan yang masih balita?

Jangan lupa untuk memberikan suplementasi Vitamin A kepada balita anda. Vitamin A juga perlu dikonsumsi oleh ibu nifas (0-42 hari setelah bersalin).

Pemberian suplementasi vitamin A pada bayi usia 6-12 bulan dan anak balita 12-59 bulan sangat bermanfaat untuk mencegah kebutaan dan kekurangan Vitamin A, sedangkan pemberian suplementasi Vitamin A pada ibu nifas selain untuk mencegah kebutaan juga akan meningkatkan kualitas ASI sehingga meningkatkan daya tahan tubuh anak dan kesehatan ibu lebih cepat pulih setelah bersalin.

Manfaat Vitamin A Vitamin A yang disebut juga Retinol sangat banyak fungsinya, yaitu: membantu mata menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya dari terang ke gelap, mencegah kekeringan selaput lendir mata yang disebut xerosis konjungtiva, mencegah terjadinya kerusakan mata berlanjut yang akan menjadi bercak bitot sampai kebutaan, menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir saluran pernafasan, saluran kemih dan saluran pencernaan terhadap masuknya bakteri dan virus, membantu pertumbuhan tulang dan sistem reproduksi, membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, pembelahan sel, diferensiasi sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bersifat antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas penyebab kerusakan sel dan jaringan.

Hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi Vitamin A sebanyak 2 kali pertahun pada anak umur 6-59 bulan dapat mencegah kekurangan Vitamin A dan kebutaan (buta senja), juga meningkatkan sistim kekebalan tubuh sehingga mengurangi kejadian kesakitan dan kematian pada balita, karena vitamin ini dapat mencegah timbulnya komplikasi pada penyakit yang sering terjadi pada balita seperti campak dan diare.

Bagi Ibu menyusui, selain untuk mencegah kebutaan Vitamin A sangat dibutuhkan untuk pembentukan ASI yang berkualitas tinggi yang dibutuhkan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Sumber Vitamin A Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh.

Sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati, serta beberapa makanan nabati yang mengandung beta-karoten (pro-vitamin A, yang oleh tubuh diubah menjadi Vitamin A) yaitu yang berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna-warni seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat, dan kacang polong.

Sedangkan sumber Vitamin A hasil rekayasa adalah beberapa produk makanan yang diperkaya (fortifikasi) dengan Vitamin A antara lain dalam minyak goreng, margarin, susu dan beberapa jenis mie instan.

Ada lagi sumber Vitamin A yang sangat potensial karena gratis, mudah didapat dan dosisnya mencukupi yaitu Kapsul Vitamin A. Apakah Suplementasi Vitamin A? Suplementasi Vitamin A adalah program intervensi pemberian Kapsul Vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan dan ibu nifas yang bertujuan selain untuk mencegah kebutaan juga untuk menanggulangi kekurangan Vitamin A (KVA) yang masih cukup tinggi pada balita (sebesar 14,6 % pada tahun 2006, Depkes).

Gambar Kapsul Vitamin A dosis tinggi Kapsul Vitamin A yang digunakan dalam kegiatan Suplementasi Vitamin A adalah Kapsul Vitamin A dosis tinggi, yaitu: • Kapsul merah (mengandung Vitamin A 200.000 SI), diberikan kepada anak balita usia 12-59 bulan setiap bulan Februari dan Agustus; dan kepada ibu nifas (0-42 hari pasca bersalin) sebanyak 2 kali yaitu: 1 kapsul diberikan segera setelah persalinan dan 1 kapsul lagi diberikan 24 jam sesudah pemberian kapsul pertama.

Catatan: Jika setelah 24 jam ibu nifas belum memperoleh kapsul Vitamin A, maka dapat diberikan pada: • Kunjungan nifas yang ketiga (KN3) pada 8-28 hari setelah persalinan.

Pemberian Suplementasi Vitamin A Suplementasi Vitamin A dapat diperoleh di sarana pelayanan kesehatan seperti: Rumah sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Poskesdes, Polindes, Posyandu, dokter, bidan praktek swasta, dukun bersalin terlatih, dll. Suplementasi Vitamin A Pada Situasi Khusus Kapsul Vitamin A juga diberikan pada situasi khusus yaitu: 1. Kejadian Luar Biasa (KLB), diberikan kepada semua anak balita di daerah KLB campak dan infeksi lainnya, dengan catatan balita di daerah KLB tidak diberikan kapsul Vitamin A bila telah mendapat Kapsul Vitamin A dalam waktu kurang dari 30 hari.

2. Bila ditemukan kasus Xerophthalmia, campak, diare, ISPA dan gizi buruk, maka Kapsul Vitamin A diberikan pada: • Dua minggu berikutnya diberikan lagi 1kapsul warna merah atau biru (sesuai umur anak) 3.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Kejadian bencana alam, diberikan 1 Kapsul Vitamin A kepada seluruh anak balita (6-59 bulan) di daerah bencana alam/pengungsian dengan dosis sesuai umur anak. Cara memberikan Kapsul Vitamin A Gunting ujung kapsul, anak/ibu membuka mulutnya kemudian pencet kapsul sampai semua isinya masuk ke dalam mulut anak/ibu.

pemberian vitamin a pada bayi dan balita

Referensi • Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Depkes, 2005, Apa dan Mengapa Tentang Vitamin A. • Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Depkes, 2009, Panduan Manajemen Suplementasi Vitamin A.

• http://www.wikipedia.comdiakses pada 4 Januari 2010. • Prev

Tutorial Pemberian Vitamin A dimasa Pandemi




2022 www.videocon.com