Kanker paru paru

kanker paru paru

Buka Tutup • Menurut American Cancer Society, kanker paru-paru kebanyakan terjadi pada orang dewasa yang usianya lebih tua. • Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko nomor satu penyebab kanker paru-paru, terhitung hampir 90% dari semua kasus • Paparan dari zat kimia seperti kanker paru paru, berilium, hingga kadmium dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker paru-paru. • Langkah paling utama untuk mencegah kanker paru adalah mulai berhenti merokok sekarang juga.

• Buah dan sayur mengandung kombinasi vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas. • Dapatkan paket medical check up dengan promo menarik kanker paru paru dokter berpengalaman melalui HDmall. • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan. Kanker paru terjadi ketika ada perubahan pada struktur DNA pada sel-sel paru.

Hal ini mengakibatkan sel-sel rusak tidak bisa diperbaiki hingga terus menumpuk dan membentuk massa. Masyarakat lebih awam mengenal rokok sebagai penyebab kanker paru yang paling utama. Selain itu, ternyata ada beberapa hal lainnya yang diam-diam dapat meningkatkan risiko kanker paru. Apa saja? Memahami proses terjadinya kanker Ketika ada sel tubuh yang rusak, sel-sel imun tubuh akan mencoba memperbaikinya sendiri. Namun, akibat paparan zat racun secara berulang-ulang, sel tubuh yang rusak tidak dapat kembali normal.

Seiring berjalannya waktu, sel tersebut mulai bermutasi secara tak terkendali dan akhirnya mengembangkan kanker. Sel-sel tubuh yang abrnomal tidak langsung menjadi ganas, tapi terlebih dahulu ada di fase pra-kanker.

Semakin banyak jumlah sel-sel abnormal, maka akan terus menumpuk dan membentuk tumor. Nah, tumor ini bisa bersifat jinak atau ganas yang mengancam nyawa. Penyebab kanker paru paling umum Merokok bukanlah satu-satunya penyebab kanker paru. Ada beberapa hal lainnya yang juga dapat meningkatkan risiko kanker paru, yaitu: 1. Genetika Risiko kanker paru dapat semakin meningkat jika ada anggota keluarga terdekat yang menderita kanker tersebut.

Maksud dari keluarga terdekat adalah: • Ibu • Ayah • Saudara kandung • Bibi • Paman • Eyang Jadi, Anda tetap berisiko tinggi mengalami kanker paru jika salah satu anggota keluarga Anda tersebut mengidap kanker paru. Hal ini terlepas dari apakah Anda seorang perokok atau tidak. 2. Usia Menurut American Cancer Society, kanker paru-paru kebanyakan terjadi pada orang dewasa yang usianya lebih tua.

Sekitar 2 dari 3 orang yang didiagnosis menderita kanker paru-paru berusia 65 tahun atau lebih. Semakin bertambahnya usia, maka risiko kanker paru akan semakin besar. Terlebih jika dibarengi dengan kebiasaan merokok atau terpapar bahan kimia yang menjadi penyebab kanker paru. 3. Riwayat penyakit paru-paru sebelumnya Kanker paru juga lebih besar peluangnya jika Anda memiliki riwayat penyakit paru-paru sebelumnya. Pasalnya, penyakit yang menyerang paru dapat memicu peradangan atau pembengkakan serta bekas luka di paru-paru.

Contohnya tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis kronisdan emfisema. 4. Terapi radiasi Terapi radiasi merupakan salah satu pengobatan untuk memberantas sel-sel kanker dalam tubuh. Namun, hati-hati sebab metode ini justru juga dapat memicu kanker.

Radioterapi yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker, seperti limfoma non-Hodgkin dan kanker payudara, dapat meningkatkan risiko munculnya kanker paru-paru. Risiko ini akan menjadi lebih tinggi jika Anda terbiasa merokok. 5. Asap rokok Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 90% kasus kanker paru disebabkan oleh merokok dan paparan asap rokok.

WHO telah memperkirakan tingkat kematian perokok pasif mencapai 600.000 jiwa per tahun atau sekitar 1 % dari angka kematian di dunia. Sekalipun Anda tidak merokok, namun paparan asap rokok yang terhirup dapat menjadi faktor penyebab kanker paru-paru.

Paparan asap rokok bisa terjadi di manapun Anda berada, seperti: • Rumah • Tempat kerja • Restoran atau kanker paru paru • Bar • Angkutan umum 6. Merokok Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko nomor satu penyebab kanker paru-paru, terhitung hampir 90% dari semua kasus, menurut CDC.

Tembakau dan asapnya mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia dan kebanyakan di antaranya bersifat karsinogenik. Contohnya nitrogen oksida dan karbon monoksida. Menghirup asap rokok mungkin tidak langsung memberikan dampak bagi tubuh, terutama di jaringan paru-paru. Tubuh Anda pun dapat memperbaiki kerusakan yang ada sesegera mungkin. Lain halnya jika terus terkena paparan asap rokok, tubuh akan kewalahan dan lambat laun tidak mampu memperbaiki kerusakan yang ada.

Semakin lama Anda merokok, maka semakin besar potensi dan risiko kanker paru-paru. 7. Pola makan yang salah Penyebab kanker paru juga bisa disebabkan kanker paru paru makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Apalagi jika Anda terbiasa mengonsumsi junkfood dan makanan tak sehat lainnya, sehingga melupakan pentingnya makan buah dan sayur. Dengan pola makan yang salah, tubuh tidak akan mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan.

Akibatnya, tubuh jadi rentan terkena infeksi maupun penyakit, termasuk juga kanker.

kanker paru paru

8. Radon Radon adalah gas radioaktif alami yang terjadi akibat penghancuran uranium di batuan dan tanah. Zat ini cenderung tidak berbau, tidak berwarna, dan hambar, tapi bisa meresap ke dalam fondasi bangunan dan ruang kerja Anda. Kebanyakan orang tidak akan sadar saat dirinya terpapar zat radon. Semakin sering tubuh Anda terpapar, maka semakin banyak zat radon yang terhirup dan memicu kanker paru. 9. Asbes Asbes adalah bahan industri yang digunakan sebagai atap dan penghambat api. Bila bahannya pecah, maka serat-serat kecil di dalamnya akan beterbangan di udara dan bisa terhirup hingga masuk ke dalam tubuh.

Hati-hati, asbes yang ada di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. 10. Paparan bahan kimia lainnya Paparan dari zat kimia lainnya juga dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker paru-paru. Beberapa zat kimia yang bisa menjadi penyebab kanker paru-paru adalah: • Arsenik • Berilium • Kadmium • Vinil klorida • Senyawa nikel • Senyawa kromium • Produk batubara • Gas kanker paru paru • Klorometil eter • Asap knalpot dari mesin diesel Cara mencegah kanker paru dari sekarang Walau tampak menakutkan dan mengancam nyawa, sebagian besar kasus kanker paru-paru dapat dicegah.

Kunci terpentingnya adalah dengan menghindari berbagai penyebab kanker paru supaya organ vital yang satu ini tetap sehat. Secara lengkap, berikut berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker paru, antara lain: 1.

Berhenti merokok Langkah paling penting dan paling utama untuk mencegah kanker paru adalah mulai berhenti merokok sekarang juga.

Pasalnya, frekuensi kanker paru paru intensitas waktu Anda merokok sangat memengaruhi kemampuan paru-paru untuk memperbaiki selnya sendiri.

kanker paru paru

Semakin cepat Anda berhenti merokok dan menghindari paparan asapnya, maka risiko kanker paru akan terus berkurang. Baca juga: • Manfaat Berhenti Merokok Bagi Kesehatan Fisik dan Mental • 13 Cara Berhenti Merokok yang Efektif 2.

Hindari paparan asbes dan radon Bekerja di tempat yang dikelilingi oleh asbes atau bahan berbahaya lainnya, membuat Anda sebisa mungkin harus lebih berhati-hati agar tidak terlalu sering terpapar bahan tersebut.

Memakai masker mungkin akan menjadi solusi untuk meminimalisir dampaknya. Jika Anda tinggal atau bekerja di sebuah bangunan tua dan menduga adanya radon atau asbes, lakukanlah pengujian untuk memastikan keamanannya agar Anda dapat tinggal atau beraktivitas dengan tenang tanpa rasa khawatir. 3. Konsumsi makanan sehat dan bergizi Asupan nutrisi yang baik sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Agar tubuh terhindar dari risiko kanker, perbanyaklah makan buah-buahan dan sayuran setidaknya 5 porsi per hari.

Buah dan sayur mengandung kombinasi vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas. Hindari makanan berlemak tinggi dan minuman beralkohol karena diam-diam bisa memicu kanker dalam tubuh. Kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti banyak orang, karena dapat menyebar dan bersifat mematikan. Di Indonesia sendiri, kanker paru-paru menjadi pembunuh nomor satu kaum pria dan lebih dari 70% kasusnya baru terdiagnosis pada stadium lanjut.

Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk mengetahui faktor penyebab kanker paru-paru, serta cara melakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit mematikan kanker paru paru. Jagalah selalu kesehatan Anda dan keluarga. Biasakanlah untuk selalu menerapkan kanker paru paru hidup sehat dan tidak meremehkan gejala-gejala penyakit yang mungkin dapat mengancam kesehatan Anda.

Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, kanker paru paru, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan kanker paru paru yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app Kanker paru-paru adalah kanker yang terbentuk di paru-paru. Kanker ini merupakan salah satu kanker yang umum terjadi di Indonesia.

Secara global, kanker paru-paru merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita. Meski sering terjadi pada perokok, kanker paru-paru juga bisa terjadi pada orang yang bukan perokok.

Pada orang bukan perokok, kanker paru-paru terjadi akibat sering terpapar asap rokok dari orang lain ( perokok pasif) atau paparan zat kimia di lingkungan kerja.

Jenis Kanker Paru-Paru Berdasarkan perkembangannya, kanker paru-paru dapat terbagi dalam dua jenis, yaitu: • Kanker paru-paru non-small cell Kanker paru-paru jenis ini merupakan yang paling sering terjadi, yaitu sekitar 87% dari seluruh kasus kanker paru-paru. Jenis ini memiliki tiga tipe utama, yaitu adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan large-cell carcinoma. • Kanker paru-paru small cell Kanker paru-paru jenis ini jarang terjadi.

Berbeda dengan kanker paru-paru non-small cell, kanker paru-paru small-cell dapat menyebar dengan sangat cepat. Sebagian besar kasus kanker paru jenis ini disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab dan Gejala Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru paling sering terjadi akibat kebiasaan merokok. Meski demikian, orang yang tidak merokok juga dapat menderita kanker paru-paru, terutama jika sering terpapar polusi udara, tinggal di lingkungan yang tercemar zat berbahaya, atau memiliki keluarga yang menderita kanker paru-paru.

Kanker paru-paru sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

kanker paru paru

Gejala baru muncul ketika kanker sudah cukup besar atau telah menyebar ke jaringan dan organ sekitar. Beberapa gejala yang dapat dirasakan penderita kanker paru-paru adalah batuk kronis, sesak napas, batuk darah, dan nyeri dada. Pengobatan dan Pencegahan Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru bisa diobati dengan berbagai kanker paru paru, tergantung kondisi penderita dan tingkat keparahan kanker.

Penanganan utama terhadap kanker paru-paru stadium awal adalah dengan operasi. Jika kanker telah mencapai stadium lanjut, maka penanganan dapat dilakukan dengan radioterapi dan kemoterapi. Pencegahan kanker paru-paru dapat dilakukan dengan berhenti merokok atau menghindari asap rokok.

Bagi seseorang yang berisiko terkena kanker paru-paru, pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan. Selain itu, disarankan untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
Kanker paru-paru terbagi menjadi dua berdasarkan bentuk sel yang terlihat di bawah mikroskop, yaitu: • Kanker sel kecil (SCLC). Lebih dari 80 persen kanker paru-paru di dunia merupakan tipe kanker pada paru-paru non-sel kecil.

• Kanker non-sel kecil (NSCLC). Kanker jenis ini juga terbagi tiga klasifikasi, yaitu adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel besar.

Statistik Kanker Paru Kanker ini adalah jenis yang paling banyak diderita, sekaligus paling banyak menyebabkan kematian di dunia.

Mayoritas penderita kanker pada paru-paru didominasi oleh laki-laki. Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, di Indonesia terdapat 25.322 kasus kanker pada paru-paru yang menimpa pria, sedangkan pada wanita terdapat 9.374 kasus. Berikut Gejala-Gejalanya Gejala yang akan dialami sangat sulit untuk dideteksi di awal. Biasanya gejala hanya akan ditemukan ketika kanker sudah mulai berkembang. Berikut gejalanya: • Suara berubah menjadi serak. • Wajah dan lengan membengkak.

• Batuk yang tidak kunjung sembuh, dan mengeluarkan darah. • Dada nyeri dan sesak. • Mudah lelah. • Sulit menelan sesuatu.

• Ujung jari berubah menjadi cembung. • Berat badan turun drastis. • Nyeri pada tulang. • Sakit kepala. Ini Penyebab Kanker Paru Biang keladi utama dari kanker ini tidak lain adalah rokok. Sebab lebih dari 80 persen kasus penyakit kanker paru-paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok penderitanya.

Pada survey yang dilakukan peneliti Oxford University, sepanjang tahun 2000 ada 90 persen kematian pasien laki-laki akibat kanker pada paru-parunya di negara maju disebabkan oleh merokok, aktif maupun pasif. Rokok mengandung lebih dari 50 zat pemicu kanker yang secara langsung dapat menyerang jaringan paru-paru.

Dua zat yang terkenal kanker paru paru nikotin serta tar. Nikotin biasa digunakan dalam insektisida, sedangkan tar digunakan dalam pembuatan aspal jalanan. Zat-zat inilah yang menjadi penyumbang karsinogen (pemicu tumbuhnya sel kanker) terbesar.

Kanker paru paru rokok, penyebab kanker ini yang lainnya berasal dari polusi udara, gas radon, atau terpaan zat karsinogenik seperti asbes, nikel, batu bara, silika, dan arsenik.

Riwayat keluarga pun bisa menjadi faktor pemicu kanker. Bagaimana Mendiagnosisnya Jika seorang pasien dicurigai menderita kanker, maka dokter dapat menyarankan beberapa langkah diagnosis seperti: • Tes pencitraan. Pasien akan diminta untuk menjalani pencitraan paru-parunya dengan sinar-X untuk melihat adanya jaringan tidak normal. Pencitraan dengan CT scan juga dapat memperlihatkan adanya lesi kecil pada paru-paru yang tidak terdeteksi oleh sinar-X. • Pemeriksaan sputum (dahak).

Dokter akan mengambil sampel sputum (dahak) pasien, untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. • Biopsi. Dokter juga dapat mengambil sampel sel-sel abnormal, untuk diteliti di laboratorium. Untuk menentukan tingkat keparahan kanker pada pasien, dokter memerlukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti tes pencitraan dengan CT scan, MRI, PET scan, atau scan tulang. Tingkat keparahan kanker dibedakan lima dimulai dari stadium 0, dimana kanker hanya berada di paru-paru.

Sedangkan tingkat yang terparah adalah stadium 4, dimana kanker dianggap ganas dan telah menyebar ke organ lain. Begini Cara Mengobatinya Langkah pengobatan setiap penderita kanker berbeda-beda, tergantung dari beberapa faktor seperti: • Kondisi kesehatan pasien. • Jenis dan tingkat keparahan kanker. • Preferensi pasien. Beberapa langkah pengobatan yang dapat ditempuh penderita kanker adalah: • Pembedahan: Dokter akan melakukan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terkena kanker.

kanker paru paru

• Terapi radiasi: Dokter akan menembakkan gelombang radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. • Kemoterapi: Pada prosedur kemoterapi, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk membasmi sel-sel kanker di seluruh tubuh pasien. • Radiosurgery: Beberapa gelombang radiasi akan ditembakkan ke sel-sel kanker dari segala arah. • Terapi target: Dokter akan meresepkan obat yang dapat membuat sel-sel kanker tidak dapat berkembang.

• Imunoterapi: Pasien akan diberikan obat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Komplikasi Yang Dapat Terjadi Jika tidak segera mendapatkan penanganan, penderita kanker dapat mengalami beberapa komplikasi seperti: • Nafas menjadi pendek.

Jika kanker tumbuh dan menyumbat saluran udara, maka penderita akan kesulitan untuk bernafas.

kanker paru paru

• Batuk berdarah. Kanker dapat menimbulkan perdarahan pada saluran udara, sehingga penderita mengalami batuk yang disertai keluarnya darah. • Nyeri. Kanker yang sudah ganas dan menyebar ke lapisan paru-paru atau ke organ lain dapat menimbulkan rasa nyeri. • Cairan pada dada. Kanker dapat menyebabkan berkumpulnya cairan pada rongga yang mengitari kanker.

kanker paru paru

• Kanker menyebar ke organ lainnya. Seringkali kanker menyebar ke organ lainnya, seperti otak atau tulang Seperti Ini Cara Mencegah Kanker Paru Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya kanker yaitu: • Hindari merokok. Berhenti merokok akan mengurangi risiko kanker.

• Jauhi perokok, supaya Anda tidak menjadi perokok pasif. • Periksalah kadar zat radon, di tempat tinggal Anda. Rendahnya kadar radon dapat membuat tempat tinggal Anda lebih aman dan sehat. • Hindari paparan zat karsinogen saat beraktifitas.

kanker paru paru

• Berolahraga setiap hari secara rutin. • Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran segar. Tags: cara menyembuhkan kanker paru-paru, gejala kanker paru-paru, herbal kanker, jamur antikanker, Jumlah penderita kanker paru-paru, kanker paru-paru, kanker paru paru kanker paru paru, mencegah kanker paru, mengobati kanker paru paru, obat kanker paru-paru, pasien kanker paru-paru, penyebab kanker paru-paru, pria, rasio penderita kanker, sel kanker ganas, statistik kanker paru-paru, wanita Tahukah Anda bahwa penyakit kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit yang berbahaya?

Penyakit ini banyak menyerang kalangan, terutama bagi mereka yang merupakan perokok aktif. Penyakit kanker paru merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian. Sudah kenalkah Anda dengan penyakit ini? Mari, simak penjelasan berikut! Kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya yang biasa disebut sebagai metastasis Siapa yang Berisiko Besar Terkena Penyakit Kanker Paru-Paru? Kanker paru-paru adalah sebuah penyakit yang timbul akibat adanya daging atau tumor yang ganas pada jaringan paru-paru.

Pada kondisi ini, sel-sel yang tumbuh, tumbuh secara tidak terkendali pada organ paru-paru. Kanker paru-paru ini sendiri dapat menyerang berbagai kalangan masyarakat. Namun, berikut adalah beberapa daftar siapa saja yang berpotensi besar terkena penyakit paru-paru, yaitu: Perokok Aktif Maupun Pasif Berdasarkan penelitian, sebesar 80 persen penderita kanker paru yang meninggal merupakan seseorang dengan kebiasaan merokok aktif.

Selain itu, perokok pasif yang sering terpapar oleh asap rokok juga memiliki potensi besar untuk terserang penyakit kanker paru-paru. Orang yang Terpapar Radon Radon atau gas radioaktif merupakan hasil pemecahan uranium dari tanah dan batu.

Gas ini berbahaya dikarenakan gas ini tidak dapat dilihat, dirasakan maupun dicium aromanya. Gas ini banyak kanker paru paru di ruang bawah tanah dan orang yang sering terkena paparan gas tersebut akan berpotensi besar terserang kanker paru-paru.

Orang yang Terpapar Asbes Serat mineral asbes ini banyak ditemukan di pertambangan, pabrik tekstil, galangan kapal dan tempat-tempat lainnya.

kanker paru paru

Asbes ini juga kerap digunakan sebagai bahan bangunan kanker paru paru orang yang sering terpapar asbes dan merokok memiliki potensi untuk terserang kanker paru-paru. Orang yang Terpapar Bahan Kimia Bahan kimia dapat menjadi penyebab adanya atau timbulnya penyakit kanker. Zat kimia seperti uranium, berilium, cadmium, silica, vinil klorida, senyawa nikel, senyawa kromium, produk batu bara, hingga gas mesin diesel merupakan zat-zat kimia yang berbahaya.

Pengguna Terapi Radiasi Efek penggunaan terapi radiasi ini tidak dapat dihindari, terutama ketika pasien menggunakan terapi radiasi ini pada bagian dada. Hal ini akan semakin meningkatkan potensi terkena kanker paru-paru ketika pasien juga merupakan perokok aktif. Orang yang Terpapar Polusi Udara Orang yang tinggal atau hidup di dekat atau di pinggir jalan raya dengan tingkat polusi yang tinggi akan menjadi salah satu penyebab terserangnya kanker paru-paru.

Penelitian memperkirakan bahwa kurang lebih lima persen pasien yang meninggal karena kanker paru-paru kanker paru paru oleh polusi udara. Bawaan dari Keluarga Faktor genetika bawaan dari keluarga memberikan peluang seseorang untuk terkena penyakit kanker paru. Seseorang yang memiliki keluarga atau saudara dengan riwayat penyakit kanker paru, perlu berwaspada terhadap penyakit ini. Salah satu gejala kanker paru adanya batuk yang tidak kunjung sembuh. Gejala Kanker Paru-Paru Kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya yang secara media disebut sebagai metastasis.

Untuk gejala keparahan pada penyakit kanker ini juga berbeda-beda. Berikut adalah beberapa gejala yang harus dikenali, yaitu: • Rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada dada • Batuk yang tidak kunjung reda dan semakin buruk dari waktu ke waktu • Mengalami masalah pernapasan • Sesak atau kesusahan bernapas (mengi) • Dahak berdarah (lendir batuk dari paru-paru) • Suara menjadi serak • Mengalami masalah saat menelan • Kehilangan napsu makan • Kehilangan berat badan secara tidak sadar • Suka merasa kelelahan • Terjadi peradangan atau sumbatan pada paru-paru • Terjadi pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening area dada Itulah beberapa gejala umum yang biasa dialami oleh para penderita penyakit kanker paru.

Penyebab Kanker Paru-Paru Banyak penyebab dari timbulnya penyakit ini dan kebanyakan kasus disebabkan akibat seseorang itu merokok. Rokok sendiri mengandung 60 zat beracun yang berbeda-beda yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, paparan zat beracun lainnya seperti arsen, asbes, silica, bensin, dan sebagainya juga mampu meningkatkan resiko terkena kanker paru.

Menghisap atau mengkonsumsi ganja juga menjadi salah satu penyebab terpaparnya penyakit ini. Pengobatan Kanker Paru-Paru Pengobatan pada pasien penyakit kanker ini dapat berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan penyakit yang diderita oleh pasien.

kanker paru paru

Pada stadium awal akan dilakukan operasi-operasi kecil untuk pengangkatan kanker paru yang ada. Namun ketika kanker telah mencapi stadium akhir atau lanjut, maka biasanya akan dilakukan penanganan berupa radioterapi dan kemoterapi guna menghancurkan sel-sel kanker yang ada. Beberapa pengobatan lainnya yang dapat dilakukan adalah terapi target, terapi ablasi, terapi fotodinamik dan krioterapi.

Pencegahan Kanker Paru-Paru Berikut ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker paru, yaitu: • Hindarilah konsumsi rokok • Hindarilah asap rokok • Lakukanlah diet rendah lemak, tinggi serat dan perbanyak konsumsi sayur, buah serta biji-bijian • Lakukanlah olahraga kanker paru paru teratur, misalnya aerobic dengan intensitas 150 menit per minggu Jadi, itulah beberapa informasi penting mengenai kanker paru yang perlu Anda ketahui.

kanker paru paru

Semoga informasi ini dapat menjadi wawasan baru bagi Anda dan semoga bermanfaat. Ingatlah bahwa kesehatan adalah hal utama yang perlu kita jaga, jadi jauhilah hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit itu timbul. Telah direview oleh dr. Sylvani Gani Source • Kanker Paru-Paru • Kanker Paru: SCLC dan NSCLC • Gejala Kanker Paru: Yang Harus Anda Ketahui
Kanker paru adalah tumor ganas yang berasal dari epitel saluran napas (epitel bronkus).

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian akibat keganasan di dunia Kira-kira 1/3 dari seluruh kematian kanker pada laki-laki. Dari berbagai penelitian di berbagai rumah sakir di Jakarta, kanker merupakan kasus kanker terbanyak pada laki-laki dan merupakan No.4 terbanyak yang terjadi pada perempuan.

kanker paru paru

Tetapi merupakan penyebab kematian utama. Siapa yang berisiko terkena kanker paru? Setiap orang mempunyai risiko untuk terkena kanker paru. Kewaspadaan harus ditingkatkan pada orang-orang yang mempunyai faktor-faktor risiko. Risiko akan berkurang jika dilakukan pengendalian pada faktor-faktor risiko sebagai usaha pencegahan Faktor Risiko Kanker Paru terdiri dari: 1.

Faktor yang dapat dikendalikan, yaitu: • Terpapar asap rokok (baik perokok aktif atau pasif) • Tinggal atau bekerja di area pertambangan atau pabrik yang mengandung bahan pencetus kanker (karsinogen) • Tinggal atau bekerja pada daerah dengan polusi tinggi • Paparan polusi dalam rumah, seperti asbes, asap dapur, pemakaian obat nyamuk berlebihan • Paparan polusi luar rumah, seperti asap kendaraan, asap pabrik, asap kebakaran hutan/lahan 2. Faktor yang tidak dapat dikendalikan, yaitu: • Usia lebih dari 40 tahun • Riwayat kanker dalam keluarga • Pernah menderita kanker lain sebelumnya.

Diagnosa Kanker Paru Untuk penegakan diagnosa kanker paru itu kanker paru paru beberapa pemeriksaan, yakni: • Pemeriksaan klinis oleh dokter sesuai kompetensinya • Pemeriksaan foto toraks dan CT-scan thoraks dengan kontras • Pemeriksaan dengan bronkoskop (bonkoskopi) • Tindakan untuk mendapatkan bahan/spesimen untuk penentuan jenis kanker paru paru kanker, misal biopsi, dll.

Catatan: Pada keadaan tertentu terkadang memerlukan pemeriksaan lain, seperti CT-scan otak, Bone scan, dan lain-lain Gejala Kanker Paru Gejala kanker paru bisa terlihat atau dirasakan pada bagian saluran nafas atau gejala lainnya yang dialami tubuh, yaitu: • Gangguan pada saluran napas/respirasi, seperti • batuk lama atau batuk yang tidak sembuh-sembuh • Batuk disertai darah • Sesak napas • Timbul nyeri dada Gejala Umum lainnya, antara lain ditunjukkan oleh: • Berat badan turun karena napsu makan berkurang • Kanker paru paru serak • Sakit kepala hebat • Kejang • Kelemahan anggota gerak terutama kaki • Benjolan di leher, pangkal leher dan ketiak • Bengkak di wajah, leher dan kadang-kadang di lengan Deteksi Kanker Paru Sampai saat ini belum ada metode skrining untuk mendeteksi dini kanker paru.

Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah Pengendalian Faktor Risiko Kanker Paru • Jika Anda masuk kelompok berisiko, maka lakukan pemeriksaan paru secara rutin dengan disertai foto Toraks minimal 1 tahun sekali. Jika memungkinkan 6 bulan sekali lakukan CT-Scan Toraks dengan kontras • Jika Anda masuk kelompok berisiko tinggi (Kelompok Berisiko dengan Gejala) • Tuberkulosis (TB) Paru: Evaluasi setelah pengobatan TB Paru adekuat selama 2-4 minggu. Jika ada perbaikan, maka lanjut pengobatan obat OAT.

Jika takada perbaikan, mintalah dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis paru • Bukan Tuberkulosis (TB) Paru, maka minta rujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialisparu Waspada Kanker Paru • Kanker paru paru satu usaha pencegahan keterlambatan diagnosis adalah dengan meningkatkan kewaspadaan pada penderita penyakit paru lainnya dengan gejala yang mirip kanker, khususnya tuberkulosis (TB) paru.

• Kewaspadaan perlu ditingkatkan pada penderita TB paru bakteriologis negatif dan pasien termasuk dalam kelompok risiko kanker paru. • Lakukan pemeriksaan untuk prosedur diagnosis kanker paru jika pada evaluasi hasil pengobatan 2 – 4 minggu tidak menunjukkan respon. Pengobatan Kanker Paru Pengobatan pada kanker paru didasarkan pada jenis sel kanker dan staging penyakit dan perubahan molekular(EGFR, ALK, PDL1) Pengobatan Kanker Paru, terdiri dari: • Bedah • Radioterapi • Kemoterapi • Terapi target • Imunotrerapi Sumber : • makalah presentasi Prinsip Tata Laksana Kanker Paru dalam acara Training Of Speakerssebagai rangkaian WORLD CANCER DAY 2019 yang diselenggarakan oleh KPKN, Kemenkes RI, RSCM, FKUI • brosur kanker paru dari KPKN Kemenkes RI http://kanker.kemkes.go.id/guidelines_read.php?id=4&cancer=7
KOMPAS.com - Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel abnormal atau tumor ganas yang menyerang organ paru-paru.

Kebanyakan kanker paru-paru disebabkan oleh paparan asap rokok. Namun, bisa juga orang yang tidak merokok terkena masalah kesehatan ini. Untuk memahami salah satu jenis penyakit kanker yang paling sering menyerang ini, kenali penyebab sampai ciri-ciri kanker paru-paru. Baca juga: Siapa yang Berisiko Besar Terkena Kanker paru paru Kanker Paru-paru? Apa penyebab kanker paru-paru? Kanker paru-paru dapat terjadi karena perubahan atau mutasi sel di paru-paru.

Penyebab kanker paru-paru bisa dipengaruhi beberapa faktor. Berikut beberapa di antaranya: • Rokok Melansir American Lung Association, paparan asap rokok adalah penyebab kanker paru-paru yang utama. Sekitar 90 persen kasus kanker paru-paru terkait dengan rokok. Asap rokok mengandung beragam bahan kimia yang bisa memicu kanker paru-paru tak cuma pada perokok aktif, melainkan juga perokok pasif.

Bahkan, orang yang sudah mandek merokok masih berisiko terkena kanker paru-paru. Namun, risikonya lebih rendah ketimbang perokok aktif. • Vape Dilansir dari WebMD, vape atau rokok elektrik juga bisa jadi penyebab kanker paru-paru seperti rokok.

kanker paru paru

Pasalnya, vape mengandung nikotin, bahan kimia penyedap, dan beragam zat beracun lain yang dihirup sampai ke paru-paru. Baca juga: 4 Gejala Kanker Paru-paru Sesuai Jenisnya • Gas radon Gas radon adalah zat kimia penyebab kanker paru-paru yang sulit dilihat, dicium, atau dirasakan.

Ini Gejala Kanker Paru-paru yang Diderita Sutopo Purwo Nugroho - iNews Pagi 08/07




2022 www.videocon.com