Apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Selain menjadi alat pendengaran, telinga juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Yuk, kenali dan simak bagian-bagian telinga beserta fungsinya. Telinga adalah panca indera manusia yang memiliki fungsi utama untuk mendengar dan mendukung komunikasi.

Namun, telinga juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Ukuran telinga pada setiap orang berbeda-beda. Menurut studi dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery, umumnya telinga pria lebih besar daripada telinga wanita. Selain itu, ukuran telinga ikut membesar sejalan dengan bertambahnya usia.

Setiap bagian telinga memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Telinga Juga memiliki reseptor khusus untuk menyaring dan mengenali setiap bunyi yang berasal dari gendang telinga. Nah, yuk simak bagian-bagian telinga dan fungsinya. Enggak perlu ribet lagi, sekarang top-up pulsa, paket data hingga e-money bisa lebih praktis di sini!

Bagian-Bagian Telinga Sumber Gambar: HPCwire Telinga tersusun menjadi tiga bagian yang saling bekerja sama sehingga proses mendengar dapat tercipta, antara lain: • Telinga bagian luar • Telinga bagian tengah, dan • Telinga bagian dalam Baca Juga: Metamorfosis Kupu-Kupu, dari Telur Hingga Kupu-Kupu Dewasa 1.

Telinga Bagian Luar Sumber Gambar: Melbourne ENT Group Telinga luar merupakan bagian telinga yang kontak langsung dengan lingkungan luar. Fungsi utama telinga luar apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama adalah menangkap bunyi dari sekitar dan kemudian diteruskan ke telinga tengah. Telinga luar terdiri dari dua bagian, antara lain: • Pinna Pinna merupakan satu-satunya telinga yang terlihat atau yang sering kita sebut dengan daun telinga. Daun telinga merupakan bagian pertama dari telinga yang bereaksi dengan suara.

Fungsi dari bagian ini adalah bertindak seperti corong yang membantu mengarahkan suara lebih jauh ke telinga. Tanpa corong ini, gelombang suara akan masuk ke kanal pendengaran dan membuat kita lebih sulit untuk mendengar dan memahami suara. Pinna juga berfungsi untuk mengatasi masalah perbedaan tekanan udara antara bagian dalam dan luar dari telinga. Agar gelombang suara masuk ke telinga dengan lebih baik, serta membuat transisi menjadi lebih lancar. • Saluran Telinga Saluran telinga kira-kira berukuran 3 cm pada orang dewasa dan sedikit berbentuk S.

Fungsi saluran telinga yaitu mentransmisikan suara dari pinna ke gendang telinga. 2. Telinga Bagian Tengah Sumber Gambar: Mayo Clinic Bagian tengah apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama dipisahkan dari saluran telinga luar oleh gendang telinga. Fungsi dari telinga bagian tengah adalah untuk mentransfer getaran gendang telinga ke cairan bagian dalam. Pemindahan getaran suara ini dihantarkan melalui rantai tulang-tulang kecil yang dapat bergerak yang disebut ossicles.

Bagian tengah telinga terdiri dari: • Gendang Telinga Gendang Telinga atau juga disebut membran timpani. Gendang telinga merupakan membran yang berada di ujung saluran pendengaran dan menandai awal telinga yang berbentuk kerucut pipih. Bagian gendang telinga sangat sensitif terhadap dari gelombang suara membuat gendang telinga bergetar. Baca Juga: 25 Kata Motivasi untuk Mengembalikan Semangat Belajar • Ossicles Ossicles merupakan tulang-tulang yang menyusun telinga tengah yang menghubungkan membran timpani dengan telinga bagian dalam.

Ada tiga tulang yaitu malleus (palu), incus (landasan) dan stapes (sanggurdi). Gelombang suara yang masuk akan menyebabkan adanya getaran pada gendang telinga. Kemudian, dari getaran tersebut akan dilanjutkan ke ossicles yang akan memperkuat suara tersebut dan mentransmisikan suara dari membran timpani ke telinga bagian dalam. • Tuba Eustachius Tuba eustachius memiliki fungsi untuk membantu ventilasi telinga tengah dan menjaga tekanan udara apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama sama di kedua sisi membran timpani.

Tuba akan tertutup saat istirahat dan akan terbuka saat kita menelan sehingga telinga kita tidak mengalami tekanan yang berlebihan. 3. Telinga Bagian Dalam Sumber Gambar: Mayo Clinic Telinga bagian dalam merupakan bagian terakhir dari telinga yang berfungsi untuk menerjemahkan gelombang suara menjadi informasi yang dapat dikenali. Telinga bagian dalam terdiri dari: • Koklea Koklea bisa disebut dengan rumah siput.

Koklea ini dilapisi dengan lebih dari 15.000 rambut kecil dan memiliki cairan (perilymph) yang bergerak di dalamnya. Di koklea, gelombang suara diubah menjadi impuls listrik yang kemudia dikirim ke otak. Otak selanjutnya menerjemahkan impuls ke dalam suara yang kita ketahui dan pahami. • Vestibular Bagian penting dari telinga lain adalah untuk mengatur keseimbangan. Bagian penting tersebut terdiri dari utricle dan saccule, yaitu sel rambut yang menjaga keseimbangan posisi kepala terhadap gaya gravitasi.

Mereka ini juga disebut reseptor gravitasi. • Semikular Semikular merupakan saluran setengah lingkaran yang terdiri dari tiga saluran berbeda, yakni kanalis semisirkularis horizontal, kanalis semisirkularis vertikal atas dan kanalis semisirkularis belakang. Di mana masing-masing kanalis ini terdapat ampula. Ampula sendiri memiliki fungsi mengatur keseimbangan dinamis yang menentukan kesadaran posisi kepala saat terjadi gerakan memutar atau rotasi.

Baca juga: Penyebab Perang Diponegoro, Kronologi dan Tokohnya Nah itu dia Toppers, penjelasan mengenai bagian-bagian dari telinga beserta fungsinya. Ternyata, mata tidak hanya berguna sebagai alat pendengar, namun telinga juga membantu manusia untuk menjaga keseimbangan tubuh, lho. Lengkapi seluruh kebutuhan belajarmu, mulai dari buku sekolah, alat tulis hingga voucher belajar untuk mengakses portal e-Learning dan kursus online terbaik hanya di Tokopedia.

Beli voucher game permainan favoritmu dan naikkan levelmu ke tingkat yang lebih tinggi. Penulis: Amir tirto.id - Kehilangan pendengaran adalah suatu gangguan kesehatan, di mana seseorang tidak dapat mendengar sebagian atau seluruhnya di salah satu atau kedua telinga.

Kehilangan pendengaran biasanya terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) melaporkan bahwa sekitar 25 persen dari mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun mengalami gangguan pendengaran. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), ada tiga tipe dasar gangguan pendengaran, masing-masing disebabkan oleh faktor yang mendasari. Tiga penyebab paling umum dari penurunan pendengaran adalah gangguan pendengaran konduktif, gangguan pendengaran sensorineural (SNHL), dan gangguan pendengaran campuran.

Jika gangguan tersebut terus dibiarkan, maka akan semakin bertambah parah. Apalagi jika kita tidak tahu gejala gangguan pendengaran. Untuk itu, kita perlu mengetahui berbagai jenis gangguan pendengaran serta cara mengatasinya. Tiga jenis gangguan pendengaran beserta penyebab dan cara mengatasi 1. Gangguan Pendengaran Konduktif Dilansir dari laman Hearing Loss, gangguan pendengaran konduktif disebabkan oleh masalah pada saluran telinga, gendang telinga, atau telinga tengah dan tulang-tulang kecilnya (malleus, incus, dan stapes).

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Penyebab gangguan pendengaran konduktif - Malformasi telinga luar, saluran telinga, atau struktur telinga tengah - Cairan di telinga tengah akibat masuk angin - Infeksi telinga - Alergi - Fungsi tabung eustachius yang buruk - Gendang telinga berlubang - Tumor jinak - Kotoran telinga yang terkena dampak - Infeksi di liang telinga - Benda asing di telinga - Otosklerosis (kelainan keturunan dengan pertumbuhan tulang terbentuk di sekitar tulang kecil di telinga tengah sehingga mencegahnya bergetar saat dirangsang oleh suara.

Cara mengatasi gangguan pendengaran konduktif -Tindakan operasi Pengobatan satu ini mampu memperbaiki gangguan pendengaran konduktif yang dikarenakan oleh tidak adanya saluran telinga bawaan atau kegagalan saluran telinga untuk terbuka saat lahir, tidak adanya kongenital, malformasi, atau disfungsi struktur telinga tengah (yaitu dari trauma kepala), dan otosklerosis - Perawatan kedua berupa amplifikasi Penggunaan alat bantu dengar konduksi tulang, atau alat osseointegrasi yang ditanamkan melalui pembedahan (misalnya, sistem baha atau ponto), atau alat bantu dengar konvensional, tergantung pada status saraf pendengaran.

- Obat antibiotik Digunakan untuk mengobati infeksi telinga kronis atau cairan tengah kronis. Namun, untuk kasus berupa tumor biasanya membutuhkan tindakan operasi. 2.

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Gangguan Pendengaran Sensorineural Gangguan pendengaran berikutnya, yaitu gangguan pendengaran sensorineural (SNHL). Jenis gangguan satu ini disebabkan oleh masalah telinga bagian dalam, yang juga dikenal sebagai gangguan pendengaran terkait saraf.

Penyebab gangguan pendengaran sensorineural - Paparan suara keras - Penuaan (presbycusis) - Trauma kepala - Virus atau penyakit - Penyakit telinga bagian dalam autoimun - Keturunan - Malformasi telinga bagian dalam - Penyakit Ménière - Otosklerosis - Tumor Pengobatan gangguan pendengaran sensorineural - Kortikosteroid Gangguan pendengaran sensorineural mendadak (SSHL), yang diduga berasal dari virus, adalah keadaan darurat otologis yang secara medis diobati dengan kortikosteroid.

Laman Hearing Loss, menyebutkan kortikosteroid digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan sel rambut koklea setelah terpapar suara keras.

Penyakit telinga bagian dalam autoimun, juga dapat diobati secara medis dengan kortikosteroid jangka panjang dan terkadang dengan terapi obat. - Operasi darurat Operasi darurat dilakukan ketika terjadi trauma kepala atau perubahan mendadak pada tekanan udara (misalnya pesawat turun), yang dapat menyebabkan kebocoran pada kompartemen cairan telinga bagian dalam, yang dapat menjadi racun bagi telinga bagian dalam.

- Gangguan pendengaran sensorineural yang tidak dapat dipulihkan Bentuk gangguan pendengaran yang paling umum, dapat ditangani dengan apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama bantu dengar.

Jika alat bantu dengar tidak cukup, gangguan pendengaran jenis ini dapat ditangani secara operasi dengan implan koklea. 3. Gangguan Pendengaran Campuran Jenis gangguan pendengaran ketiga ini disebabkan oleh kombinasi kerusakan konduktif di telinga luar atau tengah dan kerusakan sensorineural di telinga bagian dalam (koklea) atau saraf pendengaran. Gejala gangguan pendengaran campuran - Berlangsungnya gangguan pendengaran yang mengganggu aktivitas sehari-hari - Gangguan pendengaran menjadi lebih buruk atau tidak kunjung hilang - Adanya kemunculan gangguan pendengaran yang lebih buruk di satu telinga - Terjadi gangguan pendengaran mendadak - Muncul suara seperti dering di telinga - Mengalami sakit telinga bersama dengan masalah pendengaran - Sakit kepala - Mati rasa - Lemas Dikutip dari Healthline, jika sakit kepala, mati rasa, apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama rasa lemas bersama dengan salah satu dari gejala berikut ini: panas dingin, nafas cepat, leher kaku, muntah, kepekaan terhadap cahaya, dan agitasi mental perlu segera mendapatkan perawatan medis darurat.

Gejala ini dapat terjadi dengan kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis segera, seperti meningitis. Tes untuk mendiagnosis gangguan pendengaran - Tes fisik Dilansir dari Mayoclinic, dokter akan memeriksa kemungkinan penyebab gangguan pendengaran, seperti kotoran telinga atau peradangan akibat infeksi. - Tes skrining umum Pada laman yang sama, disebutkan bahwa dokter akan melakukan tes bisikan, yakni meminta pasien untuk menutupi telinga satu per satu.

Tes ini bertujuan melihat seberapa baik pasien mendengar kata-kata yang diucapkan pada berbagai volume dan bagaimana pasien menanggapi suara lain.

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Akurasinya bisa dibatasi. - Tes pendengaran berbasis aplikasi Tes satu ini dapat dilakukan dengan mamanfaatkan aplikasi seluler guna menyaring gangguan pendengaran sedang. - Tes garpu tala Tes sederhana dengan garpu tala dapat membantu dokter untuk mendeteksi ganguan pendengaran. Evaluasi ini juga dapat memberikan jawaban bagian telinga mana yang mengalami kerusakan.

- Tes audiometer Tes ini dilakukan dengan menggunakan earphone dan mendengarkan suara serta kata-kata yang diarahkan ke setiap telinga. Setiap nada diulangi pada tingkat yang samar untuk menemukan suara paling pelan yang dapat didengar. Laman Betterhealth.vic.goc.au menyebutkan, banyak orang dengan gangguan pendengaran mengalami penurunan harga diri dan kepercayaan diri karena gangguan kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Untuk itu, mari kita deteksi lebih awal untuk mengenali gangguan pendengaran.
Gangguan pendengaran adalah istilah untuk semua kondisi dan penyakit yang menyebabkan terjadinya gangguan pada proses mendengar. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari paparan suara bising dalam waktu yang lama hingga gangguan pada sistem saraf pendengaran.

Telinga adalah organ pendengaran yang berperan penting dalam menghantarkan dan menerima suara atau bunyi. Telinga terdiri dari 3 bagian, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Saat terjadi gangguan pada bagian-bagian telinga tersebut, maka akan terjadi gangguan dalam proses mendengar. Akibatnya, suara bisa terdengar tidak jelas atau bahkan tidak terdengar sama sekali.

Penyebab Gangguan pendengaran Ada 3 tipe gangguan pendengaran yang dapat terjadi, yaitu gangguan pendengaran konduktif, gangguan pendengaran sensorineural, dan gangguan pendengaran campuran. Berikut adalah penjelasannya: Gangguan pendengaran konduktif Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika proses penghantaran bunyi atau suara terganggu akibat adanya gangguan pada telinga. Beberapa kondisi atau penyakit yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran konduktif adalah: • Adanya penumpukan cairan di telinga bagian tengah akibat pilek atau rhinitis • Infeksi telinga tengah atau otitis media • Infeksi telinga luar atau otitis eksterna • Gangguan atau kerusakan pada tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga dengan hidung dan tenggorokan • Gendang telinga robek atau perforasi membran timpani • Tumor atau pertumbuhan jaringan yang tidak normal di telinga bagian luar dan telinga bagian tengah, seperti kolesteatoma • Kotoran telinga yang menumpuk dan menyumbat saluran telinga atau serumen prop • Adanya benda asing yang tersangkut saluran saluran telinga, apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama batu kerikil atau manik-manik • Kalainan bentuk telinga atau malformasi telinga, seperti mikrotia, tidak terbentuknya daun telinga, atau adanya kelainan tulang-tulang pendengaran • Penyakit pada tulang-tulang pendengaran, seperti otosklerosis Gangguan pendengaran sensorineural Gangguan pendengaran sensorineural terjadi ketika ada kerusakan telinga bagian dalam dan gangguan pada jalur saraf antar telinga bagian dalam dan otak.

Ada beberapa kondisi dan penyakit yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural, yaitu: • Penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun yang menyerang telinga atau penyakit Meniere • Penggunaan obat yang bisa menimbulkan efek samping pada telinga, seperti antibiotik aminoglikosida, obat kemoterapi, aspirin dosis tinggi, dan loop diuretic • Kondisi genetik tertentu yang diturunkan di dalam keluarga • Gangguan pembentukan telinga bagian dalam • Proses penuaan yang disebut juga presbikusis • Pukulan atau cedera di kepala • Paparan suara keras yang berlangsung dalam waktu lama, seperti bekerja di proyek dengan kebisingan tinggi Gangguan pendengaran campuran Gangguan pendengaran campuran terjadi ketika timbul gangguan pendengaran konduktif bersamaan dengan gangguan pendengaran sensorineural.

Kondisi ini dapat menunjukan adanya kerusakan pada telinga bagian luar, tengah, dan bagian dalam, atau jalur saraf ke otak. Faktor Risiko Gangguan Pendengaran Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran, yaitu: • Proses penuaan, yang menyebabkan perubahan struktur pada telinga bagian dalam • Faktor genetik, beberapa gangguan pendengaran bisa di turunkan dari orang tua • Paparan suara keras, seperti suara dari ledakan, polusi suara, pesawat terbang, mesin jet, konstruksi atau pabrik, musik, acara tv, atau senjata api • Mengalami penyakit infeksi selama kehamilan, seperti infeksi TORCH yang meningkatkan risiko terjadinya kelainan bawaan termasuk gangguan pendengaran pada bayi yang dilahirkan • Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, stroke, tumor, dan cedera otak Gejala Gangguan Pendengaran Telinga terdiri dari 3 bagian utama, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam.

Gelombang suara masuk lewat telinga bagian luar dan menyebabkan getaran pada gendang telinga. Gendang telinga dan 3 tulang kecil di telinga bagian tengah kemudian melipatgandakan getaran ke telinga bagian dalam. Selanjutnya, getaran masuk ke dalam cairan di rumah siput (koklea) yang berisi rambut tipis. Getaran kemudian menempel ke saraf rambut tipis tersebut dan diubah menjadi apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama listrik yang dikirimkan ke otak.

Sinyal listrik akhirnya diubah otak menjadi suara yang didengar. Saat terjadi gangguan dari proses pengiriman getaran suara dan penerimaan suara yang telah diolah, maka pendengaran akan terganggu. Di bawah ini adalah gejala yang dapat timbul akibat gangguan pendengaran: • Suara atau perkataan terdengar pelan • Selalu menyetel suara TV dan musik dengan volume keras • Telinga berdenging atau tinnitus • Kesulitan mendengar perkataan orang lain dan salah menangkap hal yang dimaksud, terutama ketika berada di keramaian • Kesulitan mendengar suara konsonan dan suara bernada tinggi • Perlu berkonsentrasi keras untuk mendengar hal yang dikatakan orang • Sering meminta orang lain untuk mengulang pembicaraan, berbicara dengan lebih jelas, pelan, atau keras • Sering menghindar dari situasi sosial Gejala-gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak sedikit berbeda dengan orang dewasa.

Beberapa gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak adalah: • Tidak kaget saat mendengar suara nyaring • Tidak menoleh ke arah sumber suara (bagi bayi yang berusia 4 bulan ke atas) • Tidak bisa menyebutkan satu kata pun saat sudah berusia sekitar 15 bulan • Tidak mendengar ketika dipanggil namanya dan baru menyadari kehadiran seseorang ketika melihat • Lambat saat belajar bicara atau tidak jelas ketika berbicara • Sering berbicara dengan lantang atau menyetel TV dengan volume keras • Jawaban anak tidak sesuai dengan pertanyaan • Anak meminta Anda untuk mengulang perkataan atau pertanyaan Kapan harus ke dokter Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala di atas, terutama ketika gangguan pendengaran tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari.

Segera temui dokter bila mendadak tidak bisa mendengar apa pun. Lakukan kontrol ke dokter jika Anda merasa bahwa kemampuan pendengaran Anda menurun secara bertahap, terutama jika Anda pernah menderita infeksi telinga, diabetes, hipertensi, gangguan jantung, stroke, dan cedera otak, sebelumnya. Idealnya, pemeriksaan pendengaran sebaiknya dilakukan setiap tahun atau setidaknya setiap 10 tahun sekali hingga Anda berusia 50 tahun. Setelah usia 50 tahun, lakukan pemeriksaan pendengaran minimal setiap 3 tahun sekali.

Diagnosis Gangguan Pendengaran Dokter akan bertanya mengenai keluhan yang diderita dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga menanyakan kepada pasien mengenai suara yang sering didengar, dan kegiatan yang sering dilakukan atau baru dilakukan sebelum mengalami gangguan pendengaran. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan otoskop untuk memeriksa saluran telinga bagian luar dan melihat gendang telinga. Dari pemeriksaan itu, dokter akan melihat apakah ada kerusakan pada gendang telinga, sumbatan, peradangan, atau infeksi pada saluran telinga.

Selain pemeriksaan tersebut, dokter akan meminta pasien menjalani tes pendengaran berupa: • Tes garpu tala, untuk memeriksa apakah terjadi gangguan pendengaran dan mendeteksi letak kerusakan pada telinga • Tes audiometri apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama, untuk mengetahui seberapa lembut atau seberapa kecil perkataan yang dapat didengar dan dimengerti • Tes audiometri nada murni, untuk mengetahui rentang nada yang dapat didengar • Tes timpanometri, untuk mengukur tekanan pada membran telinga dan telinga bagian tengah serta mendeteksi adanya hambatan atau kelainan pada gendang telinga Pengobatan Gangguan Pendengaran Tujuan pengobatan gangguan pendengaran untuk mengatasi penyebab yang mendasari dan mencegah semakin memburuknya gangguan yang terjadi.

Jika disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga luar, atau infeksi telinga tengah, umumnya gangguan pendengaran bisa disembuhkan.

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Sementara itu, pada gangguan pendengaran sensorineural, terutama akibat proses penuaan, pengobatan bertujuan untuk meningkatkan fungsi pendengaran atau membantu pasien untuk beradaptasi dan mampu berkomunikasi dengan cara lain.

Metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati gangguan pendengaran dan membantu penderita berkomunikasi antara lain: • Membersihkan tumpukan kotoran di dalam telinga dengan pemberian obat tetes telinga, irigasi telinga, atau penggunaan alat penyedot khusus • Melakukan operasi untuk mengobati kelainan pada gendang telinga dan tulang telinga • Mengganti obat atau menyesuaikan dosis obat yang diduga menyebabkan gangguan pendengaran • Mengobati penyakit lain yang diduga memicu gangguan pendengaran • Menggunakan alat bantu dengar untuk membantu proses penghantaran suara • Memasang implan koklea untuk menstimulasi saraf pendengaran, khususnya bagi penderita yang saraf audiotorinya normal namun tidak dapat dibantu dengan alat bantu dengar • Memasang implan auditori batang otak untuk mengirimkan sinyal listrik langsung ke otak dengan kabel khusus, yang ditujukan bagi penderita gangguan pendengaran yang parah • Melakukan implan telinga bagian tengah untuk melipatgandakan gelombang suara sehingga terdengar lebih jelas dan keras, khususnya bagi orang yang telinganya tidak pas dengan bentuk alat bantu dengar • Mengajarkan dan melatih penggunaan bahasa isyarat atau pembacaan bibir, baik oleh penderita gangguan pendengaran maupun orang di sekitarnya agar mampu saling berkomunikasi • Menggunakan assistive listening devices (ALDs) untuk membantu agar suara tv, musik, atau telepon dari seseorang bisa langsung tersambung ke alat bantu dengar yang digunakan Komplikasi Gangguan Pendengaran Gangguan pendengaran akan mengganggu aktivitas dan produktifitas penderitanya.

Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi dan malu atau rendah diri. Selain itu, gangguan pendengaran yang disebabkan oleh adanya gangguan bagian dalam telinga juga bisa menyebabkan timbulnya gangguan keseimbangan.

Pencegahan Gangguan Pendengaran Untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan pendengaran, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut: • Melindungi telinga dari suara keras, dengan menggunakan penutup telinga, seperti headphone atau earphone, earplug atau penyumbat telinga berukuran kecil, dan earmuff atau penutup telinga yang berbentuk seperti headphone • Mengikuti tes pendengaran setiap tahun jika memungkinkan, atau setidaknya melakukan tes pendengaran setiap 10 tahun sekali jika berusia di bawah 50 tahun, atau setiap 3 tahun sekali bila berusia di atas 50 tahun • Mendengarkan musik atau menonton TV dengan volume suara yang tidak terlalu keras • Mengeringkan telinga apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama mandi atau berenang • Menanyakan kepada dokter mengenai pengaruh obat yang digunakan terhadap pendengaran • Mengikuti anjuran dan penanganan yang diberikan oleh dokter saat mengalami infeksi telinga atau menderita penyakit lain • Mendapatkan vaksin dan mengimunisasi anak dengan vaksin, seperti vaksin meningitis dan vaksin MR atau MMR • Tidak merokok dan memasukkan jari, cotton bud, atau tisu ke dalam telinga • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, sehingga kesehatan ibu hamil dan janin dapat terpantau Berkurangnya Pendengaran adalah penurunan fungsi pendengaran pada salah satu ataupun kedua telinga.

Tuli adalah penurunan fungsi pendengaran yang sangat berat. PENYEBAB Penurunan fungsi pendengaran bisa disebabkan oleh: # Suatu masalah mekanis di dalam saluran telinga atau di dalam telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara (penurunan fungsi pendengaran konduktif) # Kerusakan pada telinga dalam, saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak (penurunan fungsi pendengaran sensorineural).

Penurunan fungsi pendengaran sensorineural dikelompokkan lagi menjadi: - Penurunan fungsi pendengaran apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama (jika kelainannya terletak pada telinga dalam) - Penurunan fungsi pendengaran neural (jika kelainannya terletak pada saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak).

Penurunan fungsi pendengaran sensorik bisa merupakan penyakit keturunan, tetapi mungkin juga disebabkan oleh: - Trauma akustik (suara yang sangat keras) - Infeksi virus pada telinga dalam - Obat-obatan tertentu - Penyakit Meniere.

Penurunan fungsi pendengaran neural bisa disebabkan oleh: - Tumor otak yang juga menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf di sekitarnya dan batang otak - Infeksi - Berbagai penyakit otak dan saraf (misalnya stroke) - Beberapa penyakit keturunan (misalnya penyakit Refsum). Pada anak-anak, kerusakan saraf pendengaran bisa terjadi akibat: - Gondongan - Campak Jerman (rubella) - Meningitis - Infeksi telinga dalam.

Kerusakan jalur saraf pendengaran di otak bisa terjadi akibat penyakit demielinasi (penyakit yang menyebabkan kerusakan pda selubung saraf). GEJALA Penderita penurunan fungsi pendengaran bisa mengalami beberapa atau seluruh gejala berikut: - kesulitan dalam mendengarkan percakapan, terutama jika di sekelilingnya berisik - terdengar gemuruh atau suara berdenging di telinga (tinnitus) - tidak dapat mendengarkan suara televisi atau radio dengan volume yang normal - kelelahan dan iritasi karena penderita berusaha keras untuk bisa mendengar - pusing atau gangguan keseimbangan.

DIAGNOSA 1.

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Pemeriksaan Dengan Garputala Pada dewasa, pendengaran melalui hantaran udara dinilai dengan menempatkan garputala yang telah digetarkan di dekat telinga sehingga suara harus melewati udara agar sampai ke telinga. Penurunan fungsi pendengaran atau ambang pendengaran subnormal bisa menunjukkan adanya kelainan pada saluran telinga, telinga tengah, telinga dalam, sarat pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak.

Pada dewasa, pendengaran melalui hantaran tulang dinilai dengan menempatkan ujung pegangan garputala yang telah digetarkan pada prosesus mastoideus (tulang yang menonjol di belakang telinga).

Getaran akan diteruskan ke seluruh tulang tengkorak, termasuk tulang koklea di telinga dalam. Koklea mengandung sel-sel rambut yang merubah getaran menjadi gelombang saraf, yang selanjutnya akan berjalan di sepanjang saraf pendengaran.

Pemeriksaan ini hanya menilai telinga dalam, saraf pendengaran dan jalur saraf pendengaran di otak. Jika pendengaran melalui hantaran udara menurun, tetapi pendengaran melalui hantaran tulang normal, dikatakan terjadi tuli konduktif. Jika pendengaran melalui hantaran udara dan tulang menurun, maka terjadi tuli sensorineural. Kadang pada seorang penderita, tuli konduktif dan sensorineural terjadi secara bersamaan. 2. Audiometri Audiometri dapat mengukur penurunan fungsi pendengaran secara tepat, yaitu dengan menggunakan suatu alat elektronik (audiometer) yang menghasilkan suara dengan ketinggian dan volume tertentu.

Ambang pendengaran untuk serangkaian nada ditentukan dengan mengurangi volume dari setiap nada sehingga penderita tidak lagi dapat mendengarnya. Telinga kiri dan telinga kanan diperiksa secara terpisah.

Untuk mengukur pendengaran melalui hantaran udara digunakan earphone, sedangkan untuk mengukur pendengaran melalui hantaran tulang digunakan sebuah alat yang digetarkan, yang kemudian diletakkan pada prosesus mastoideus.

3. Audimetri Ambang Bicara Audiometri ambang bicara mengukur seberapa keras suara harus diucapkan supaya bisa dimengerti. Kepada penderita diperdengarkan kata-kata yang terdiri dari 2 suku kata yang memiliki aksentuasi yang sama, pada apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama tertentu.

Dilakukan perekaman terhadap volume dimana penderita dapat mengulang separuh kata-kata yang diucapkan dengan benar. 4. Diskriminasi Dengan diskriminasi dilakukan penilaian terhadap kemampuan untuk membedakan kata-kata yang bunyinya hampir sama.

Digunakan kata-kata yang terdiri dari 1 suku kata, yang bunyinya hampir sama. Pada tuli konduktif, nilai diskriminasi (persentasi kata-kata yang diulang dengan benar) biasanya berada dalam batas normal.

Pada tuli sensori, nilai diskriminasi berada di bawah normal. Pada tuli neural, nilai diskriminasi berada jauh di bawah normal. 5. Timpanometri Timpanometri merupakan sejenis audiometri, yang mengukur impedansi (tahanan terhadap tekanan) pada telinga tengah. Timpanometri digunakan untuk membantu menentukan penyebab dari tuli konduktif.

Prosedur in tidak memerlukan partisipasi aktif dari penderita dan biasanya digunakan pada anak-anak. Timpanometer terdiri dari sebuah mikrofon dan sebuah sumber suara yang terus menerus menghasilkan suara dan dipasang di saluran telinga.

Dengan alat ini bisa diketahui berapa banyak suara yang melalui telinga tengah dan berapa banyak suara yang dipantulkan kembali sebagai perubahan tekanan di saluran telinga. Hasil pemeriksaan menunjukkan apakah masalahnya berupa: - penyumbatan tuba eustakius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung bagian belakang) - cairan di dalam telinga tengah - kelainan pada rantai ketiga tulang pendengaran yang menghantarkan suara melalui telinga tengah.

Timpanometri juga bisa menunjukkan adanya perubahan pada kontraksi otot stapedius, yang melekat pada tulang stapes (salah satu tulang pendengaran di telinga tengah). Dalam keadaan normal, otot ini memberikan respon terhadap suara-suara yang keras/gaduh (refleks akustik) sehingga mengurangi penghantaran suara dan melindungi telinga tengah.

Jika terjadi penurunan fungsi pendengaran neural, maka refleks akustik akan berubah atau menjadi lambat. Dengan refleks yang lambat, otot stapedius tidak dapat tetap berkontraksi selama telinga menerima suara yang gaduh.

6. Respon Auditoris Batang Otak Pemeriksaan ini mengukur gelombang saraf di otak yang timbul akibat rangsangan pada saraf pendengaran. Respon auditoris batang otak juga dapat digunakan untuk memantau fungsi otak tertentu pada penderita koma atau penderita yang menjalani pembedahan otak.

7. Elektrokokleografi Elektrokokleografi digunakan untuk mengukur aktivitas koklea dan saraf pendengaran. Kadang pemeriksaan ini bisa membantu menentukan penyebab dari penurunan fungsi pendengaran sensorineural. Elektrokokleografi dan respon auditoris batang otak bisa digunakan untuk menilai pendengaran pada penderita yang tidak dapat atau tidak mau memberikan respon bawah sadar terhadap suara.

Misalnya untuk mengetahui ketulian pada anak-anak dan bayi atau untuk memeriksa hipakusis psikogenik (orang yang berpura-pura tuli). Beberapa pemeriskaan pendengaran bisa mengetahui adanya kelainan pada daerah yang mengolah pendengaran di otak. Pemeriksaan tersebut mengukur kemampuan untuk: - mengartikan dan memahami percakapan yang dikacaukan - memahami pesan yang disampaikan ke telinga kanan pada saat telinga kiri menerima pesan yang lain - menggabungkan pesan yang tidak lengkap yang disampaikan pada kedua telinga menjadi pesan yang bermakna - menentukan sumber suara pada saat suara diperdengarkan di kedua telinga pada waktu yang bersamaan.

Jalur saraf dari setiap telinga menyilang ke sisi otak yang berlawanan, karena itu kelainan pada otak kanan akan mempengaruhi pendengaran pada telinga kiri. Kelainan pada batang otak bisa mempengaruhi kemampuan dalam menggabungkan pesan yang tidak lengkap menjadi pesan yang bermakna dan dalam menentukan sumber suara.

PENGOBATAN Pengobatan untuk penurunan fungsi pendengaran tergantung kepada penyebabnya. Jika penurunan fungsi pendengaran konduktif disebabkan oleh adanya cairan di telinga tengah atau kotoran di saluran telinga, maka dilakukan pembuangan cairan dan kotoran tersebut.

Jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka digunakan alat bantu dengar atau kadang dilakukan pencangkokan koklea. ALAT BANTU DENGAR Alat bantu dengar merupakan suatu alat elektronik yang dioperasikan dengan batere, yang berfungsi memperkuat dan merubah suara sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lancar.

Alat bantu dengar terdiri dari: - Sebuah mikrofon untuk menangkap suara - Sebuah amplifier untuk meningkatkan volume suara - Sebuah speaker utnuk menghantarkan suara yang volumenya telah dinaikkan. Berdasarkan hasil tes fungsi pendengaran, seorang audiologis bisa menentukan apakah penderita sudah memerlukan alat bantu dengar atau belum (audiologis adalah seorang profesional kesehatan yang ahli dalam mengenali dan menentukan beratnya gangguan fungsi pendengaran).

Alat bantu dengar sangat membantu proses pendengaran dan pemahaman percakapan pada penderita penurunan fungsi pendengaran sensorineural. Dalam menentukan suatu alat bantu dengar, seorang audiologis biasanya akan mempertimbangkan hal-hal berikut: - kemampuan mendengar penderita - aktivitas di rumah maupun di tempat bekerja - keterbatasan fisik - keadaan medis - penampilan - harga.

Alat Bantu Dengar Hantaran Udara Alat ini paling banyak digunakan, biasanya dipasang di dalam saluran telinga dengan sebuah penutup kedap udara atau sebuah selang kecil yang terbuka. - Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Badan Digunakan pada penderita tuli dan merupakan alat bantu dengar yang paling kuat. Alat ini disimpan dalam saku kemeja atau celana dan dihubungkan dengan sebuah kabel ke alat yang dipasang di saluran telinga. Alat ini seringkali dipakai oleh bayi dan anak-anak karena pemakaiannya lebih mudah dan tidak mudah rusak.

- Alat Bantu Dengar Yang Dipasang Di Belakang Telinga Digunakan untuk penderita gangguan fungsi pendengaran sedang sampai berat. Alat ini dipasang di belakang telinga dan relatif tidak terlihat oleh orang lain.

- CROS (contralateral routing of signals) Alat ini digunakan oleh penderita yang hanya mengalami gangguan fungsi pendengaran pada salah satu telinganya. Mikrofon dipasang pada telinga yang tidak berfungsi dan suaranya diarahkan kepada telinga yang berfungsi melalui sebuah kabel atau sebuah transmiter radio berukuran mini.

Dengan alat ini, penderita dapat mendengarkan suara dari sisi telinga yang tidak berfungsi. - BICROS (bilateral CROS) Jika telinga yang masih berfungsi juga mengalami penuruna fungsi pendengaran yang ringan, maka suara dari kedua telinga bisa diperkeras dengan alat ini.

Alat Bantu Dengar Hantaran Tulang Alat ini digunakan oleh penderita yang tidak dapat memakai alat bantu dengar hantaran udara, misalnya penderita yang terlahir tanpa saluran telinga atau jika dari telinganya keluar cairan (otore).

Alat ini dipasang di kepala, biasanya di belakang telinga dengan bantuan sebuah pita elastis. Suara dihantarkan melalui tulang tengkorak ke telinga dalam. Beberapa alat bantu dengar hantaran tulang bisa ditanamkan pada tulang di belakang telinga. PENCANGKOKAN KOKLEA Pencangkokan koklea (implan koklea) dilakukan pada penderita tuli berat yang tidak dapat mendengar meskipun telah menggunakan alat bantu dengar.

Alat ini dicangkokkan di bawah kulit di belakang telinga dan terdiri dari 4 bagian: - Sebuah mikrofon untuk menangkap suara dari sekitar - Sebuah prosesor percakapan yang berfungsi memilih dan mengubah suara yang tertangkap oleh mikrofon - Sebuah transmiter dan stimulator/penerima yang berfungsi menerima sinyal dari prosesor percakapan dan merubahnya menjadi gelombang listrik - Elektroda, berfungsi mengumpulkan gelombang dari stimulator dan mengirimnya ke otak.

Suatu implan tidak mengembalikan ataupun menciptakan fungsi pendengaran yang normal, tetapi bisa memberikan pemahaman auditoris kepada penderita tuli dan membantu mereka dalam memahami percakapan. Implan koklea sangat berbeda dengan alat bantu dengar. Alat bantu dengar berfungsi memperkeras suara.

Implan koklea menggantikan fungsi dari bagian telinga dalam yang mengalami kerusakan. Jika fungsi pendengaran normal, gelombang suara diubah menjadi gelombang listrik oleh telinga dalam. Gelombang listrik ini lalu dikirim ke otak dan kita menerimanya sebagai suara.

Implan koklea bekerja dengan cara yang sama. Secara elektronik, implan koklea menemukan bunyi yang berarti dan kemudian mengirimnya ke otak. Otosklerosis adalah suatu penyakit dimana tulang-tulang di sekitar telinga tengah dan telinga dalam tumbuh secara berlebihan sehingga menghalangi pergerakan tulang stapes (tulang telinga tengah yang menempel pada telinga dalam), akibatnya tulang stapes tidak dapat menghantarkan suara sebagaimana mestinya. Penyakit ini biasanya mulai timbul pada akhir masa remaja atau dewasa awal.

PENYEBAB Otosklerosis merupakan suatu penyakit keturunan dan merupakan penyebab tersering dari tuli apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama progresif pada dewasa yang gendang telinganya normal.

Jika pertumbuhan berlebih ini menjepit dan menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf yang menghubungkan telinga dalam dengan otak, maka bisa terjadi tuli sensorineural. GEJALA Tuli dan telinga berdenging (tinnitus). DIAGNOSA Untuk mengetahui beratnya ketulian bisa dilakukan pemeriksaan audiometri/audiologi. CT scan atau rontgen kepala dilakukan untuk membedakan otosklerosis dengan penyebab ketulian lainnya.

PENGOBATAN Pengangkatan tulang stapes dan menggantinya dengan tulang buatan bisa mengembalikan pendengaran penderita. Ada 2 pilihan prosedur, yaitu: # Stapedektomi (pengangkatan tulang stapes dan penggantian dengan protese) # Stapedotomi (pembuatan lubang pada tulang stapes untuk memasukkan protese).

Jika penderita enggan menjalani pembedahan, bisa digunakan alat bantu dengar. Ketulian Mendadak adalah kehilangan pendengaran yang berat, biasanya hanya menyerang 1 telinga, yang terjadi selama beberapa jam atau kurang. PENYEBAB Ketulian mendadak biasanya disebabkan oleh penyakit virus, seperti: # Gondongan # Campak # Influenza # Cacar air # Mononukleosis infeksiosa.

Kadang aktivitas yang berat (misalnya angkat besi) bisa menekan dan menyebabkan kerusakan pada telinga dalam sehingga terjadi ketulian mendadak dan vertigo (perasaan berputar). Ketulian mendadak juga bisa terjadi akibat suara ledakan yang hebat. GEJALA Biasanya ketulian bersifat berat tetapi sebagian besar penderita mengalami penyembuhan total dalam waktu 10-14 hari dan hanya sebagian kecil yang mengalami penyembuhan parsial.

Ketulian mendadak bisa disertai oleh tinnitus (telinga berdenging) dan vertigo. Vertigo biasanya menghilang dalam waktu beberapa hari tetapi tinnitus seringkali menetap. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. PENGOBATAN Belum ada pengobatan yang memuaskan. Biasanya diberikan corticosteroid per-oral (melalui mulut) dan penderita dianjurkan apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama menjalani tirah baring.

Berkurangnya Pendengaran Akibat Kegaduhan adalah penurunan fungsi pendengaran yang terjadi setelah telinga menerima suara-suara yang berisik/gaduh. PENYEBAB Suara bising, misalnya yang berasal dari alat-alat tukang kayu, gergaji, mesin besar, tembakan atau pesawat terbang bisa menyebabkan ketulian dengan cara merusak sel-sel rambut penerima pendengaran di telinga dalam.

Penyebab lainnya adalah pemakaian headphone dan berdiri di dekat speakers (pengeras suara). Kepekaan terhadap suara bising pada setiap orang berbeda-beda, tetapi hampir setiap orang akan mengalami ketulian jika telinganya terpapar oleh bising dalam waktu cukup lama.

Setiap bunyi dengan kekuatan diatas 85 dB bisa menyebabkan kerusakan. Ledakan juga bisa apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama ketulian yang sama (trauma akustik).

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

GEJALA Penurunan fungsi pendengaran yang terjadi biasanya bersifat menetap dan disertai dengan telinga berdenging (tinnitus). DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. PENGOBATAN Penderita yang mengalami penurunan fungsi pendengaran yang berat biasanya akan memerlukan alat bantu dengar. PENCEGAHAN Hindari suara-suara yang bising/gaduh.

Gunakan pelindung telinga (misalnya menggunakan plastik yang dimasukkan ke saluran telinga atau penutup telinga yang mengandung gliserin). Berkurangnya Pendengaran Akibat Pertambahan Usia (Presbikusis) adalah penurunan fungsi pendengaran sensorineural yang terjadi sebagai bagian dari proses penuaan yang normal. PENYEBAB Penurunan fungsi pendengaran ini merupakan bagian dari proses penuaan. Lebih sering terjadi pada pria dan penurunan fungsi pendengarannya lebih berat.

GEJALA Fungsi pendengaran mulai menurun setelah usia 20 tahun, yang pertama kali terkena adalah nada-nada tinggi dan kemudian disusul dengan nada-nada rendah. Beratnya penurunan fungsi pendengaran bervariasi; beberapa orang hampir tuli total pada usia 60 tahun, sedangkan yang lainnya pada usia 90 tahun memiliki pendengaran yang masih berfungsi dengan baik.

DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. PENGOBATAN Tidak ada pengobatan yang dapat mencegah atau memperbaiki penurunan fungsi pendengaran akibat penuaan. Untuk mengatasinya, penderita bisa belajar membaca isyarat bibir, isyarat tubuh atau menggunakan alat bantu dengar. Beberapa obat, seperti: - antibiotik tertentu - diuretik (terutama asam etakrinat dan furosemid) - Aspirin dan zat-zat yang menyerupai Aspirin (salisilat) - kuinin bisa menyebabkan kerusakan pada telinga.

Obat-obat tertentu menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan, tetapi sebagian besar obat lebih banyak menyebabkan gangguan pendengaran. Hampir seluruh obat tersebut dibuang dari tubuh melalui ginjal. Karena itu setiap kelainan fungsi ginjal akan meningkatkan kemungkinan penimbunan obat di dalam darah dan mencapai kadar yang bisa menyebabkan kerusakan. Dari semua jenis antibiotik, neomisin memiliki efek yang paling berbahaya terhadap pendengaran, diikuti oleh kanamisin dan amikasin.

Viomisin, gentamisin dan tobramisin bisa mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan. Antibiotik streptomisin lebih banyak mempengaruhi keseimbangan. Vertigo (perasaan berputar) dan gangguan keseimbangan akibat streptomisin cenderung bersifat sementara. Tetapi kadang bisa terjadi sindroma Dandy, dimana gangguan keseimbangan bersifat menetap dan berat sehingga penderita mengalami kesulitan jika berjalan dalam ruangan yang gelap.

Jika diberikan suntikan asam etakrinat dan furosemid kepada penderita gagal ginjal yang juga menjalani pengobatan dengan antibiotik, akan terjadi tuli permanen apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama tuli sementara. Aspirin dalam dosis yang sangat tinggi yang digunakan dalam jangka panjang bisa menyebabkan tuli dan tinnitus (telinga berdenging), yang biasanya bersifat sementara. Kuinin bisa menyebabkan tuli permanen.

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Jika terjadi perforasi gendang telinga, obat-obat yang bisa menyebabkan kerusakan telinga tidak dioleskan/diteteskan langsung ke dalam telinga karena bisa diserap ke dalam cairan di telinga dalam. Antibiotik yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran tidak diberikan kepada: - wanita hamil - usia lanjut - orang yang sebelumnya telah menderita ketulian.

Kepekaan setiap orang terhadap obat-obat tersebut bervarisi, tetapi biasanya ketulian bisa dihindari jika kadar obat dalam darah berada dalam kisaran yang dianjurkan. Karena itu biasanya dilakukan pemantauan terhadap kadar obat dalam darah.

Jika memungkinkan, sebelum dan selama menjalani pengobatan dilakukan tes pendengaran. Biasanya tanda awal dari kerusakan adalah ketidakmampuan untuk mendengarkan suara dengan nada tinggi. Bisa terjadi tinnitus (telinga berdenging) atau vertigo Unknown 27 Oktober 2017 02.37 Bagaimana mengobati kencing nanah tanpa obat? Mengobati kencing nanah tanpa obat mungkin sangat kecil kemungkinan yang bisa dilakukan dengan cara ini.

Karena jika anda menderita penyakit maka anda harus melakukan pemeriksaan dan pengobatan dengan dokter yang tentunya akan diberikan obat yang sesuai dengan penyebabnya. Apa yang anda rasakan jika anda terkena atau terinfeksi penyakit menular seksual ini? 1. Stress, Malu, Takut di Kucilkan 2. Putus asa 3. Malu untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter "Jika anda merasakan gejala atau tanda2 kencing nanah, jangan merasa malu untuk melakukan pemeriksaan.

segera lakukan pengobatan secepat mungkin untuk membantu anda agar terhindar dari infeksi penyakit lain yang dapat di timbulkan dari penyakit kencing nanah." Silahkan konsultasikan keluhan yang anda rasakan pada kami. Klinik apollo merupakan salah satu klinik sepesialis kulit dan klamin terbaik di jakata.

Ditunjang tekhnologi modern serta dokter yang sudah berpengalaman dibidangnya, kami dapat membantu memberikan solusi untuk keluhan penyakit kelamin yang anda rasakan. Kunjungi halaman facebook kami di : Klinik Spesialis Kelamin Apollo Kulup panjang - Kulup bermasalah tidak usah mau sunat Ejakulasi dini bisa sembuh - Sunat dewasa di klinik apollo Chat - Klini chat Balas Hapus
Kondisi ini menyebabkan beberapa gejala muncul pada penderitanya, seperti rasa nyeri pada telinga, demam, masalah pendengaran, hingga keluarnya cairan dari telinga.

Infeksi yang terjadi di dalam telinga umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri yang berkembang biak di telinga tengah. Beberapa masalah kesehatan seperti alergi, infeksi sinus, atau flu dapat memicu kemunculan kondisi tersebut.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menghilang dengan sendirinya tanpa memerlukan apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama medis. Namun, terkadang kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yang cukup serius, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis yang diderita.

Seberapa umumkah kondisi ini? Otitis media adalah kondisi kesehatan yang tergolong sangat umum terjadi.

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Meskipun sebenarnya kondisi ini dapat terjadi pada individu usia berapa saja, sekitar 80 hingga 90 persen kasus kejadiannya ditemukan pada anak-anak di bawah usia 6 tahun.

Selain itu, diperkirakan sebanyak 3 dari 4 anak pernah mengalami kondisi ini satu kali sebelum mereka berusia 3 tahun. Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa walaupun angka kejadiannya sangat sedikit. Dalam beberapa riset, kasus kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Jenis Apa saja jenis-jenis dari otitis media?

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Penyakit infeksi ini dapat dibagi menjadi tiga jenis. Berikut penjelasan mengenai masing-masing jenisnya: 1. Otitis media akut Otitis media akut merupakan infeksi telinga yang paling umum terjadi dan tidak berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang berarti. Kondisi ini digolongkan akut karena terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Otitis media akut terjadi ketika cairan dan lendir menumpuk di dalam telinga, sehingga peradangan dan pembengkakan pun muncul.

Anak akan merasakan nyeri telinga, gangguan pendengaran, serta demam saat infeksi terjadi. 2. Otitis media dengan efusi (cairan) Kondisi ini umumnya terjadi akibat otitis media akut yang tidak kunjung membaik.

Setelah infeksi mereda, kemungkinan masih terdapat penumpukan cairan yang tersisa di balik gendang telinga. 3. Otitis media kronis Berbeda dengan otitis media akut, penumpukan cairan di dalam telinga pada jenis ini berlangsung dalam jangka waktu panjang. Bahkan, ketika infeksi telinga biasa sudah mulai membaik, penumpukan cairan akan terjadi secara berulang.

Kondisi ini dapat berakibat pada gangguan telinga yang jauh lebih serius serta tubuh akan kesulitan melawan infeksi. Dalam kasus yang lebih parah, gendang telinga penderita pun berisiko mengalami kerusakan. Tanda-tanda dan gejala Apa saja tanda-tanda dan gejala otitis media? Tanda-tanda dan gejala dari otitis media umumnya bervariasi pada setiap individu.

Namun, gejala-gejala yang paling umum terjadi adalah nyeri, gangguan pendengaran, hingga demam. Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang paling umum muncul: • Nyeri pada telinga (otalgia) • Mudah marah • Gangguan tidur • Menarik-narik telinga • Mudah rewel dan menangis • Demam lebih dari 38 derajat Celsius • Telinga keluar cairan berwarna kuning, bening, atau bahkan berdarah • Kehilangan keseimbangan • Gangguan pendengaran • Mual dan muntah • Diare • Menurunnya nafsu makan • Hidung tersumbat Gejala tambahan lainnya yang mungkin muncul pada sejumlah penderita meliputi: • Kesadaran menurun • Vertigo • Batuk Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kapan saya harus periksa ke dokter? Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini: • Gejala tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik setelah 2-3 hari • Telinga terasa sangat sakit • Keluarnya nanah atau cairan dari telinga – beberapa orang mengalami keluarnya cairan secara terus menerus tanpa rasa sakit yang berlangsung selama beberapa bulan • Kondisi kesehatan lain, seperti cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan, yang dapat memperburuk komplikasi.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu memeriksakan apapun gejala Anda ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab Apa penyebab otitis media? Infeksi pada telinga bagian tengah umumnya disebabkan oleh adanya bakteri atau virus. Infeksi ini merupakan akibat dari masalah kesehatan lain, seperti demam, flu, atau alergi yang menyebabkan terjadinya peningkatan produksi lendir. Produksi lendir dan cairan yang meningkat di dalam sinus dapat membuat cairan-cairan tersebut menumpuk.

Hal ini menyebabkan pembuangan cairan pada saluran eustachius pun terhambat. Berikut penjelasannya: 1. Infeksi yang berhubungan dengan saluran eustachius Saluran eustachius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan bagian belakang hidung. Jika terjadi infeksi atau alergi pernapasan, saluran eustachius akan tersumbat. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan di telinga tengah. Kondisi telinga tengah yang lembap dan basah akibat cairan yang menumpuk dapat menjadi sarang berkembangbiaknya bakteri.

2. Infeksi yang berhubungan dengan adenoid Adenoid adalah lapisan jaringan yang terletak di bagian belakang rongga hidung. Adenoid berperan penting sebagai sistem imun tubuh dengan cara melawan bakteri atau virus yang masuk. Namun, terkadang terdapat bakteri yang masih tersisa pada adenoid. Kondisi ini dapat memicu terjadinya infeksi dan inflamasi pada saluran eustachius dan telinga tengah.

Faktor-faktor risiko Apa yang apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama risiko saya untuk mengalami otitis media? Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya infeksi pada telinga tengah: 1. Usia Anak-anak berusia di bawah 3 tahun jauh lebih mudah mengalami infeksi telinga tengah. Hal ini karena ukuran dan bentuk saluran eustachius yang dimiliki anak masih terlalu besar. 2. Jenis kelamin Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.

Apabila Anda atau anak Anda berjenis kelamin laki-laki, risiko untuk menderita infeksi ini jauh lebih tinggi. 3. Berada di tempat dengan kadar polusi yang tinggi Apabila Anda sering beraktivitas di tempat dengan kualitas udara yang buruk, Anda lebih risiko untuk mengidap penyakit ini.

4. Merokok Entah itu perokok aktif maupun perokok pasif, keduanya sama-sama berisiko mengalami infeksi telinga di bagian tengah. Hati-hati, asap rokok dapat masuk ke dalam telinga secara langsung dan menyebabkan infeksi telinga. 5. Memiliki sistem imun tubuh yang buruk Sistem imun tubuh yang bermasalah dapat menyebabkan tubuh lebih mudah terpapar serangan bakteri maupun virus, sehingga infeksi dapat terjadi. Orang-orang dengan penyakit autoimun, seperti arthritis dan HIV, juga berisiko terkena infeksi telinga tengah.

6. Berada di tempat ramai Apabila Anda sering menitipkan anak di tempat penitipan yang ramai, anak Anda lebih rentan terkena flu atau demam yang ditularkan dari anak-anak lain. Kondisi ini mengakibatkan peluang terserang infeksi bakteri dan virus semakin besar. 7. Keturunan keluarga Apabila terdapat anggota keluarga Anda yang pernah mengalami infeksi telinga, khususnya yang tergolong kronis, kesempatan Anda untuk terkena infeksi pun lebih besar. 8. Bayi menyusui dari botol Bayi yang minum dari botol, terutama dengan posisi tidur, lebih mudah terkena infeksi telinga dibanding dengan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

9. Menderita gangguan pernapasan kronis Jika Anda pernah atau sedang apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama gangguan pernapasan yang kronis, seperti cystic fibrosis atau asma, peluang Anda untuk mengalami penyakit infeksi telinga tengah jauh lebih besar. 10. Musim tertentu Otitis media akut lebih sering terjadi di musim tertentu, seperti musim dingin atau musim hujan. Orang-orang dengan kondisi alergi yang sering kambuh di musim-musim tertentu berisiko mengalami infeksi ini.

11. Memiliki kondisi bibir sumbing Penderita bibir sumbing memiliki struktur tulang dan apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama yang berbeda dengan orang normal. Kondisi ini menyebabkan pembuangan cairan pada saluran eustachius lebih sulit untuk dilakukan, sehingga risiko untuk terkena infeksi pun lebih tinggi. Komplikasi Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh otitis media? Jika otitis media tidak segera ditangani, pada kasus yang langka dapat menyebabkan beberapa komplikasi: 1.

Gangguan pendengaran Dikutip dari Mayo Clinic, kehilangan pendengaran bersifat sementara dan lebih ringan adalah gejala umum yang muncul pada penderita infeksi ini. Pada penderita yang memiliki infeksi kronis, penderita berisiko mengalami kehilangan pendengaran permanen. 2. Infeksi menyebar ke jaringan sekitar telinga Infeksi yang tidak segera diatasi atau tidak membaik setelah diobati dapat menyebar ke jaringan-jaringan di sekitar telinga.

Salah satu jenis infeksi yang dapat terjadi adalah mastoiditis. 3. Kemampuan berbicara tertunda Bayi atau balita yang mengalami infeksi telinga tengah mungkin akan mengalami penundaan atau gangguan pada kemampuan bicara dan bersosialisasi. Hal ini disebabkan karena fungsi pendengaran yang tidak dapat bekerja secara maksimal.

4. Gendang telinga terluka atau pecah Dalam kasus yang cukup parah, infeksi berpotensi menyebabkan luka atau pecahnya gendang telinga. Kondisi ini umumnya akan membaik dalam 72 jam. Namun, dalam beberapa kasus, prosedur operasi diperlukan untuk memperbaiki gendang telinga.

5. Vertigo dan hilang keseimbangan Otitis media dapat menyebabkan vertigo karena cairan infeksinya akan menyumbat saluran eustachius yang terdapat di bagian dalam telinga. Ketika saluran eustachius bermasalah, Anda akan mengalami sakit kepala hebat khas vertigo yang membuat tubuh mudah goyah.

6. Meningitis Infeksi telinga akibat bakteri dan virus pada anak-anak dan orang dewasa dapat menyebabkan meningitis. Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput pembungkus sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges).

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

7. Abses otak Abses otak adalah salah satu komplikasi infeksi otitis media yang paling serius. Cairan berisi bakteri yang tadinya mengenang dalam telinga bisa mengalir ke otak dan akhirnya menumpuk di sana.

Lama kelamaan, cairan yang menumpuk di otak akan berubah menjadi nanah. 8. Lumpuh wajah Penyakit Bell’s palsy adalah risiko komplikasi infeksi telinga tengah lainnya. Bell’s palsy ditandai dengan kelumpuhan wajah akibat peradangan dan pembengkakan pada saraf perifer yang mengontrol otot salah satu sisi wajah.

Diagnosis Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Dokter biasanya akan mendiagnosis kondisi ini berdasarkan pada gejala-gejala yang Anda atau anak Anda alami, serta riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita. Setelah itu, dokter mungkin akan menggunakan alat bernama otoskop. Alat ini dilengkapi dengan senter yang berfungsi untuk melihat bagian dalam telinga, saluran hidung, serta tenggorokan. Apabila diperlukan, dokter mungkin akan menggunakan otoskop khusus atau pneumatik.

Alat ini dapat mendeteksi adanya cairan di balik gendang telinga. Dengan alat ini, dokter akan meniupkan sedikit udara pada gendang telinga. Dokter akan melakukan tes tambahan apabila Anda diduga menderita kondisi infeksi yang lebih serius: • Timpanometri untuk mengukur pergerakan gendang telinga • Reflektometri akustik untuk mengukur seberapa banyak suara yang memantul dari gendang telinga • Timpanosentesis untuk membuka gendang telinga, sehingga cairan yang menumpuk di telinga tengah akan keluar Pengobatan Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis.

SELALU konsultasikan pada dokter Anda. Bagaimana mengobati otitis media? Terdapat beberapa cara untuk mengobati infeksi telinga tengah. Pengobatan dan penanganan medis yang diberikan akan tergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta riwayat kesehatan. Berikut pilihan pengobatan yang mungkin direkomendasikan apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama 1.

Obat penghilang nyeri Dokter akan meresepkan obat-obatan bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit. 2. Terapi antibiotik Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan antibiotik oral. Antibiotik diberikan pada anak berusia dibawah 6 bulan yang sudah terkonfirmasi menderita otitis media.

3. Miringotomi Apabila infeksi telinga kambuh kembali dalam waktu beberapa bulan atau satu tahun, dokter akan menganjurkan prosedur bedah yang disebut dengan miringotomi. Miringotomi adalah penanganan medis di mana dokter akan membuat sayatan kecil di gendang telinga Anda, sehingga cairan yang menumpuk di dalam dapat dikeluarkan.

Pengobatan di rumah Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi otitis media? Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi otitis media: • Jaga kebersihan telinga • Jangan biarkan anak mengunyah benda yang kotor • Hindari asap dan polusi yang dapat mempengaruhi tenggorokan • Berikan imunisasi anak sesuai dengan waktunya Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Ear infection (middle ear) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616 Otitis Media. (2020). Retrieved 15 October 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/otitis-media staff, f.

(2018). Otitis Media (with Effusion) – Symptoms – Treatment - familydoctor.org. Retrieved 15 October 2020, from https://familydoctor.org/condition/otitis-media-with-effusion/ Ear infections. (2018). Retrieved 15 October 2020, apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama https://www.nhs.uk/conditions/ear-infections/
Apa itu hiperakusis? Hiperakusis adalah sejenis gangguan pendengaran yang menyebabkan seseorang jadi terlalu peka saat menangkap suara.

Orang yang mengidap hiperakusis akan menerima suara dalam tingkat yang lebih keras. Dengan kata lain, pendengarannya lebih sensitif daripada orang pada umumnya. Pada setiap orang yang mengidap hiperakusis, bentuknya bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, ada orang yang terlampau peka terhadap suara tangisan anak kecil tetapi bisa menerima suara musik yang terlalu keras. Ada juga orang yang tidak tahan dengan suara dentingan alat makan, tapi tidak begitu merasa terganggu dengan suara gergaji mesin.

Namun, ada juga pengidap kondisi ini yang sama sekali tidak tahan dengan suara berisik, apa pun itu sumbernya. Beberapa orang dengan hiperakusis bahkan akan merasa sangat tidak nyaman dengan suara-suara normal yang ada di sekitarnya sehari-hari. Hiperakusis yang cukup parah bisa sangat mengganggu aktivitas harian pengidapnya. Kasus hiperakusis termasuk kondisi yang jarang ditemukan di seluruh dunia.

Menurut situs University of California San Franciscoprevalensinya adalah 1 dari setiap 50.000 orang. Meski begitu, kondisi ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu, baik orang dewasa, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan bisa mengalaminya.

Gangguan pendengaran ini bisa muncul seketika atau perlahan-lahan. Apakah saja tanda dan gejala hiperakusis? Gejala dan ciri-ciri hiperakusis hampir tidak bisa dibedakan dengan rasa jengkel atau terganggu yang biasanya dirasakan semua orang ketika ada suara berisik. Namun, bila mengidap hiperakusis, Anda mungkin akan bereaksi secara berlebihan terhadap suara-suara tersebut.

apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama

Misalnya, saat mendengar suara keras, Anda mengalami hal-hal yaitu: • merasa sangat tidak nyaman, • marah, gugup, cemas, gelisah, tegang, dan ketakutan, • rasa sakit pada telinga, • sulit berkonsentrasi, atau • insomnia. Selain itu, Anda selalu ingin menghindari keramaian atau tempat-tempat yang berisik atau sangat tidak tahan pada jenis suara tertentu. Apa yang dapat menyebabkan hiperakusis? Melansir American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, hiperakusis atau pendengaran sensitif menggambarkan masalah dalam cara otak dalam memproses pendengaran dan merasakan kebisingan.

Namun, hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab utama yang mendasari munculnya gangguan pendengaran ini. Jika Anda tidak tahan dengan suara tertentu atau pendengaran terlalu sensitif, bisa jadi Anda sedang menderita penyakit atau kondisi tertentu yang sebagai pemicunya.

Berikut adalah beberapa kondisi yang meningkatkan risiko Anda terhadap hiperakusis. • Tinnitus yaitu telinga berdenging. • Stres dan depresi. • Penyakit Bell’s palsy yaitu kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah.

• Penyakit Meniere atau gangguan telinga dalam. • Efek samping obat-obatan. • Ketergantungan valium. • Sindrom kelelahan kronis. • Beberapa jenis epilepsi. • Sakit kepala sebelah (migrain). Selain itu, hiperakusis juga bisa terjadi bila Anda mengalami kerusakan pada otak atau telinga. Misalnya cedera pada kepala, operasi telinga, efek mengangkat kotoran telingaatau infeksi telinga kronis. Orang yang sehari-hari bekerja dengan suara mesin yang sangat berisik atau memiliki trauma tertentu juga berisiko mengalami hal ini, contohnya tentara yang trauma terhadap suara ledakan atau dentuman senjata.

Hiperakusis juga dapat terjadi pada anak-anak yang mengidap gangguan spektrum autistik, sindrom Williams, cerebral palsypenyakit autoimun, serta anak-anak dengan cedera otak. Apakah hiperakusis berbahaya? Bahaya atau tidaknya kondisi ini tergantung dari kondisi penyakit yang mendasarinya. Kondisi ini bisa dikatakan parah bila kondisi ini terjadi akibat cedera pada kepala atau gangguan saraf.

Hiperakusis mungkin membutuhkan penanganan serius dari dokter. Tujuannya untuk segera mengobati penyakit yang menyebabkan pendengaran Anda menjadi sangat sensitif.

Jadi, bila Anda mengalami pendengaran hipersensitif yang berlangsung cukup lama dan tidak kunjung berhenti, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter. Di sisi lain, kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas hidup Anda. Pada kasus tertentu, hiperakusis bisa menyebabkan rasa takut atau benci terhadap suara yang juga dikenal dengan sebutan misophonia. Beberapa orang yang tidak tahan dengan suara bising yang mengganggu juga jadi takut keluar rumah apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama menarik diri dari lingkungan sosialnya.

Jika Anda atau orang terdekat Anda menderita depresi karena hiperakusis, segera mencari bantuan dari tenaga profesional. Apakah hiperakusis bisa disembuhkan? Penanganan atau pengobatan yang diberikan bagi penderita telinga sensitif biasanya berbeda-beda tergantung pada faktor pemicunya. Pada kebanyakan kasus, gangguan ini akan hilang setelah penyakit atau kondisi yang memicunya sembuh. Namun, selama faktor pemicunya belum hilang, hiperakusis hanya bisa diringankan gejalanya.

Tidak ada pembedahan khusus untuk memperbaiki hiperakusis. Anda dapat menjalani terapi untuk melatih kembali pusat pemrosesan pendengaran di otak agar bisa beradaptasi dengan suara sehari-hari. Berikut ini terapi-terapi yang mungkin akan Anda peroleh. 1. Pemberian obat penenang Dokter mungkin akan meresepkan obat penenang untuk membantu mengendalikan kecemasan atau stres akibat pendengaran yang terlalu sensitif.

Obat ini biasanya diberikan bila kondisi kecemasan Anda sangat mengganggu aktivitas sehari-hari atau orang lain di sekitar. 2. Terapi dengan ahli Anda juga disarankan untuk menjalani terapi bersama psikolog, psikiater, atau ahli saraf. Terapi yang bisa dicoba untuk mengatasi hiperakusis antara lain terapi kognitif dan perilaku (CBT) serta terapi suara.

Terapi suara dilakukan dengan menggunakan alat khusus untuk mengurangi kepekaan Anda terhadap suara yang mengganggu. 3. Relaksasi Anda juga mungkin akan diajari teknik relaksasi untuk mengurangi tekanan atau ketidaknyamanan ketika mendengar suara-suara tertentu. Anda juga bisa menggunakan sumbat telinga ( earplug ) saat berada di tempat-tempat umum. Namun, hindari menggunakannya terlalu sering agar telinga Anda dapat terlatih terhadap suara keras.

4. Hindari menyendiri Bila menderita hiperakusis, Anda mungkin akan memilih berada di tempat yang apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama dan bebas dari suara-suara yang menurut Anda mengganggu. Namun menurut National Health Service, tidak disarankan untuk menghindari keramaian.

Pasalnya hal itu hanya akan membuat Anda semakin sulit beradaptasi dengan suara berisik. Hyperacusis. (2019). Retrieved 3 December 2021, from https://www.ucsfhealth.org/conditions/hyperacusis/ Hyperacusis. Retrieved 3 December 2021, from https://www.ucsfhealth.org/conditions/hyperacusis/ Hyperacusis – ENT Health. Retrieved 3 December 2021, from https://www.enthealth.org/conditions/hyperacusis/Manusia mempunyai 5 organ deria iaitu kulit, hidung, lidah, telinga dan mata.

Contoh rangsangan yang dikesan oleh manusia ialah sentuhan, tekanan, sakit, sejuk, haba, bahan kimia, bunyi dan cahaya. Setiap satu organ deria hanya sensitif terhadap satu jenis ransangan. Semua organ-organ deria yang lengkap dengan penerima/reseptor deria iaitu hujung saraf yang boleh mengesan rangsangan.

1. Kulit (Deria Sentuhan) Ransangan yang dikesankan oleh kulit ialah rangsangan sejuk, haba, sakit, sentuhan dan tekanan.Kulit merupakan organ yang terbesar di badan manusia. Deria sentuhan merupakan deria yang sensitif terhadap rangsangan sentuhan yang dikenakan oleh objek yang tertentu. Kegunaan kepekaan kulit dalam kehidupan seharian: • Tempat suntikan pada badan.

Pesakit biasanya diberi suntikan pada lengan atau punggung (pinggul). Ini adalah kerana bahagian kulit ini mempunyai epidermis yang tebal. Jadi, pesakit akan kurang merasa kesakitan apabila disuntik. • Membaca ‘Braille’. Orang buta menggunakan hujung jari mereka untuk mengenal pasti huruf dan membaca Braille. Ini adalah kerana bahagian hujung jari mempunyai epidermis yang nipis serta banyak reseptor, yang sensitif terhadap rangsangan mana-mana sentuhan 2.

Hidung (Deria Bau) Deria bau (sense of smell) adalah deria yang boleh mengesan rangsangan (stimuli) yang dihasilkan oleh bahan kimia yang tajam (pungent chemicals).Organ yang terlibat dalam deria bau adalah hidung (nose). Kepekaan (sensitivity) hidung kepada rangsangan adalah dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: • Kekuatan bau. Bau yang lebih kuat akan lebih mudah dikesan oleh hidung berbanding dengan bau yang lebih lemah.

Jika sel-sel deria dirangsang oleh bau yang kuat, bau-bau yang lain (yang lebih lemah baunya) tidak akan dikesan pada masa yang sama. • Kehadiran mukus dalam hidung. Mukus yang banyak akan mengurangkan kepekaan hidung kerana kurang bahan-bahan kimia yang merangsang sel-sel deria. Sebaliknya, ketiadaan mukus menyebabkan rongga hidung kering dan menyebabkan bau tidak dapat dikesan dengan betul.

3. Lidah (Deria Rasa) Deria rasa (sense of taste) adalah salah satu yang dapat mengesan rangsangan yang dihasilkan oleh bahan kimia berperisa (flavoured chemicals). Lidah (tongue) merupakan organ deria yang sensitif terhadap rangsangan kimia / bahan berperisa. Lidah merupakan organ berotot yang terletak di dalam rongga mulut. 4. Telinga (Deria Pendengaran) Deria pendengaran (sense of hearing) adalah deria yang boleh mengesan sumber bunyi yang dihasilkan oleh objek bergetar. Deria keseimbangan adalah deria yang bertanggungjawab untuk mengawal keseimbangan (equilibrium) apabila badan bergerak.

Telinga (ear) adalah organ pendengaran manusia. Manusia mempunyai dua telinga yang terletak di sisi kepala. Struktur dan fungsi telinga manusia. • Telinga terbahagi kepada tiga bahagian iaitu, telinga luar, telinga apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama dan telinga dalam. • Telinga luar dan telinga tengah dipenuhi dengan udara, manakala telinga dalam dipenuhi dengan cecair. 5. Mata (Deria Penglihatan) Deria penglihatan adalah deria yang boleh mengesan rangsangan cahaya (light stimulus).

Mata (eye) adalah organ penglihatan yang penting bagi manusia. Manusia mempunyai dua mata yang terletak dalam soket tengkorak (skull). Mata manusia berbentuk sfera dan sedikit menonjol.

Mata manusia apakah kepekaan telinga pada setiap orang sama daripada tiga lapisan tisu iaitu sklera (lapisan paling luar), koroid (lapisan tengah) dan retina (lapisan paling dalam). Di bahagian hadapan, mata dilindungi oleh kelopak mata yang boleh tertutup dengan sendirinya.

Mata juga dilincirkan oleh air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata (tear gland). Laman ini akan membincangkan mengenai matapelajaran KAIMal ( kemahiran asas murid bermasalah penglihatan) tahun 1. Blogroll • An introduction to sense organs • FIVE SENSES : FACTS (SCIENCE) • FUN ENGLISH LESSON FOR SPECIAL EDUCATION CHILDREN • KENALI FOTOGRAFI • Malaysian Association for the Blind • MATEMATIK: MATA WANG DAN PECAHAN • PORTAL IPIK Galeri

SEKIAN LAMA GAK ADA KABAR, BEGINILAH KONDISI IBU BEBY SEKARANG ‼️




2022 www.videocon.com