Musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Alat musik Gambang merupakan alat musik yang berkembang dan populer di daerah Betawi, Jawa Tengah dan berbagai daerah di Nusantara. Di Betawi, alat musik Gambang identik dengan kesenian Gambang Kromong yaitu dikombinasi dengan alat musik Kromong. Kesenian Gambang Kromong banyak dipakai dalam acara-acara resmi misalnya acara pesta rakyat dan lain sebagainya. Nah, untuk lebih mengetahui mengenai alat musik gambang meliputi sejarahnya, asal daerah alat musiknya, cara memainkannya dan juga keterkaitannya dalam berbagai kesenian, mari disimak penjelasan berikut ini!

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Sejarah Alat Musik Gambang Berawal dari kesenian gambang kromong yaitu sejenis orkes yang memadukan antara gamelan dan instrumen Tionghoa, seperti tehyan, sukong dan kongahyan.

Sebutan gambang kromong berasal dari 2 buah instrumen perkusi yakni gambang dan kromong. Orkes gambang kromong bermula diperkenalkan oleh pemimpin komunitas dari Tionghoa bernama Nie Hoe Kong (yang diangkat oleh Belanda atau kapitan Cina dengan masa jabatan 1736-1740). Gambang memiliki bilahan sebanyak 18 buah, yang terbuat dari kayu suangking, manggarawan, huru batu, dan kayu jenis lainnya yang memiliki bunyi empuk ketika dipukul.

Sedangkan Kromong terbuat dari besi dan perunggu dengan jumlah bilah 10 buah (10 pencon). Alat musik gambang kromong yaitu gambang, kromong, gendang, gong, suling, kercek, tehyan atau kongahyan, dan sukong. Orkes gambang kromong pertama kali dimainkan hanya menggunakan alat musik gesek sukong, tehyan dan kongahyan.

Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat lokal mulai tertarik dengan kesenian tersebut sehingga mulai tersebar dan berkembang dalam masyarakat khususnya di Betawi.

Jenis lagu yang dibawakan dalam musik gambang kromong ialah lagu yang bersifat humor, ejekan atau sindiran dan penuh gembira. Lagunya dibawakan secara bergiliran antara lelaki dan perempuan (lawannya). Gambang kromong adalah musik Betawi yang telah tersebar secara merata persebarannya ke berbagai wilayahnya baik itu di Jakarta maupun saerah sekitar Jabodetabek. Dalam masyarakat Betawi yang musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah banyak penduduk peranakan Tionghoa, biasanya terdapat banyak grup orkes gambang kromong pula.

Saat ini ada sebutan “gambang kromong kombinasi” yaitu orkes gambang kromong yang mana istrumennya digabungkan dengan instrumen Barat modern seperti gitas, gitar melodis, bass, drum, saksofon, organ dan lainnya sehingga terjadi perubahan pada laras pentatonik menjadi laras diatonik namun tidak mengganggu. Walaupun demikian kekhasan musik gambang kromong masih tetap bagus. Namun perlu di ingat bahwa menurut beberapa pendapat bahwa asal mula kesenian gambang atau gambang kromong masih belum diketahui kebenarannya.

Sehingga masih perlu di bahas lebih dalam dan detail lagi oleh para seniman. Asal Daerah Alat Musik Gambang Alat musik gambang berasal dari daerah Jawa Tengah dan merupakan alat musik tradisional daerah tersebut. Kemudian Gambang menyebar ke daerah Betawi, dan alat musik gambang telah menjadi kebudayaan dalam kesenian Betawi yang digunakan untuk mengiringi pentas wayang.

Alat musik gambang juga menyebar dan berkembang ke Bali yang digunakan untuk mengiringi upacara adat. Selain itu, kesenian gambang juga telah menyebar dan tumbuh di daerah Padang. Akan tetapi memiliki perbedaan dengan kesenian gambang yang ada di daerah lain.

Dari segi instrumennya berbeda antara kesenian gambang di Betawi dengan di Padang. Alat musik gambang merupakan bagian dari alat musik gamelan.

Selain dari orkes gambang kromong dan kesenian gamelan. Kesenian gambang juga telah muncul di beberapa daerah di Nusantara yang dikenal erat musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah kebudayaan dari orang Tionghoa.

Walaupun demikian kesenian gambang memberikan hal positif bagi masyarakat seperti dalam pertunjukan sebagai wahana untuk tempak berinteraksi sosial.

Sehingga kesenian gambang juga dapat dikatakan dapat mempererat ikatan solidaritas antar sesama manusia walaupun berbeda garis keturunan. Dan dari segi penyajian kesenian gambangnya juga berbeda yaitu pada ansambel gambang di Betawi disebut Gambang Kromong menggunakan alat musik kromong, tehyan, khoyan; sedangkan di Jawa Tengah (Semarang) dimainkan dengan menggunakan unsur lawakan atau lelucon. Tetapi dari ketiga kesenian itu, mempunyai persamaan yaitu digunakan untuk seni pertunjukan rakyat dengan menggunakan alat musik Gambang sebagai alat musik utamanya.

Saat ini orkes gambang kromong tidak lagi sepopuler pada masa kejayaannya, jika dilihat berdasarkan intensitas pertunjukannya, jumlah orkesnya, dan regenerasi pemainnya. Namun walaupun begitu orkes gambang kromong belum punah dan masih digunakan dalam beberapa pertunjukan di berbagai daerah terutama di daerah Betawi.

Kesenian gambang masih populer bagi pendukungnya walaupun untuk saat ini belum mampu bersaing dengan berbagai jenis musik luar, akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika kesenian gambang mempunyai inovasi-inovasi baru sehingga dapat dilirik serta diminati lebih banyak kalangan. Karena dengan perkembangannya zaman, membuat kesenian gambang harus bisa beradaptasi dengan keadaan yang sekarang tanpa menghilangkan ciri khas yang melekat di dalamnya. Yaitu kondisi dimana kebanyakan musik luar lebih mudah diterima daripada musik tradisional.

Sehingga musik tradisional keberadaannya semakin terancam. Cara Memainkan Alat Musik Gambang Alat musik gambang mempunyai sumber suara sebanyak 18 bilah, memiliki bentuk reoenator seperti perahu, dimana di atas bibir kotak suaranya terlihat beberapa bilah nada berbentuk persegi empat panjang dan tipis.

Pada bagian ujung pangkal resonatornya berbentuk seperti piramid, yang berfungsi sebagai penutup bagian pangkal dan ujung gambang. Alat musik gambang dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan alat. Alat pemukul gambang terdiri dari 2 buah. Cara memainkannya yaitu kedua pemukulnya di pegang dengan tangan kiri dan tangan kanan untuk penabuh. Alat pemukul gambang berbentuk bulat yang dibalut dengan kain atau bahan yang membuat alat pemujuk empuk.

Sementara pada bagian batang alat pemukul bentuknya bulat panjang. Bilah nada pada alat musik gambang terbuat dari kayu atau bambu. Biasanya dari kayu jati, atau dari kayu besi (sulangkring).

Tangga nada dan bilah pada alat musik gambang : • Bilah yang bentuknya paling panjang dan paling lebar menghasilkan nada terendah. • Bentuk bilah paling pendek, tebal, lurus berbentuk trapesium dan tersempit menghasilkan nada tertinggi.

• Nada yang dihasilkan oleh alat musik gambang dapat ditinggikan dengan cara memotong atau menipiskan bilah gambang pada bagian ujung (pada bagian simpul). Sedangkan untuk merendahkan nadanya dapat dilakukan dengan cara menipiskan bilah gambang pada bagian perutnya. Getaran merupakan sumber bunyi yang telah dihasilkan. Dimana dengan adanya getaran musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah bunyi yang keluar dari alat musik tersebut dengan sendirinya. Dan ideofon ialah alat musik yang dengan sumber bunyi yang berasal dari adanya getaran dari alat musik.

Nah, dalam hal ini alat musik gambang merupakan alat musik yang sumber bunyinya ideofon, seperti alat musik lain yaitu gong, angklung dan sebagainya. Ansambel gambang kromong adalah musik tradisonal yang tidak mempunyai sistem penotasian ( non literate). Musik jenis ini menggunakan tangga nada pentatonis yakni sebagai nada pokok pada pola permainan alat musiknya.

Instrumen musik yang dijadikan tolak ukur nada dasar (nada dasar) ialah gambang dan kromong. Pos Terbaru • 10+ Rekomendasi Pembersih Wajah Terbaik untuk Pria (Terbaru 2022) • 10+ Rekomendasi Pelindung Cat Mobil Terbaik (Terbaru 2022) • 10+ Rekomendasi Penghilang Goresan Mobil Terbaik (Terbaru 2022) • 10+ Rekomendasi Face Toner Terbaik untuk Kulit Sensitif (Terbaru 2022) • 10+ Rekomendasi Tea Tree Oil Terbaik (Terbaru 2022) Gambang kromong (atau ditulis gambang keromong) adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan.

[1] Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Awal mula terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda ( kapitan Cina) bernama Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740).

[2] Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu, manggarawan atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon). Tangga nada yang digunakan dalam gambang kromong adalah tangga zero pentatonik Cina, [1] yang sering disebut salendro Cina atau salendro mandalungan.

Instrumen pada gambang kromong terdiri atas gambang, kromong, gong, gendang, suling, kecrek, dan sukong, tehyan, atau kongahyan sebagai pembawa melodi. Orkes gambang kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa. Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu sukong, tehyan, dan kongahyan. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendaharaan lagu-lagunya. Di samping lagu-lagu yang menunjukkan sifat pribumi, seperti lagu-lagu Dalem (Klasik) berjudul: Centeh Manis Berdiri, Cente Manis Madu, Petjah Piring, Mas Nona, Gula Ganting, Semar Gunem, Gunung Payung, Tanjung Burung, Kula Nun Salah, Tarik Balok, Mawar Tumpah dan sebagainya, dan lagu-lagu Sayur (Pop) berjudul: Jali-jali, Stambul, Cente Manis, Surilang, Persi, Balo-balo, Akang Haji, Renggong Buyut, Jepret Payung, Kramat Karem, Onde-onde, Gelatik Ngunguk, Lenggang Kangkung, Sirih Kuning dan sebagainya, terdapat pula lagu-lagu yang jelas bercorak Tionghoa, baik nama lagu, alur melodi maupun liriknya, seperti Phobin Kong Ji Liok, Sip Pat Mo, Poa Si Li Tan, Peh Pan Tau, Cit No Sha, Ma Cun Tay, Cu Te Pan, Cay Cu Teng, Cay Cu Siu, Lo Fuk Cen, Matodjin, Tjan Kun Leng, Djin Kwee Ke, Tje Siu Suh, Ban Kim Hwa dan sebagainya.

Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadang kala bersifat ejekan atau sindiran. [1] Pembawaan lagunya dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan sebagai lawannya. [1] Gambang kromong merupakan musik Betawi yang paling merata penyebarannya di wilayah budaya Betawi, baik di wilayah DKI Dki jakarta sendiri maupun di daerah sekitarnya (Jabotabek).

Jika terdapat lebih banyak penduduk peranakan Tionghoa dalam masyarakat Betawi setempat, terdapat lebih banyak pula grup-grup orkes gambang kromong. Di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, misalnya, terdapat lebih banyak jumlah grup gambang kromong dibandingkan dengan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. [3] Dewasa ini juga terdapat istilah “gambang kromong kombinasi”. [4] Gambang kromong kombinasi adalah orkes gambang kromong yang alat-alatnya ditambah atau dikombinasikan dengan alat-alat musik Barat modern seperti gitar melodis, bas, gitar, organ, saksofon, drum dan sebagainya, yang mengakibatkan terjadinya perubahan dari laras pentatonik musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah diatonik tanpa terasa mengganggu.

[5] Hal tersebut tidak mengurangi kekhasan suara gambang kromong sendiri, dan lagu-lagu yang dimainkan berlangsung secara wajar dan tidak dipaksakan.

[5] Maestro Terakhir Gambang Kromong Klasik [sunting - sunting sumber ] Pang Tjin Nio adalah Maestro lagu klasik Gambang Kromong yang pernah menjadi primadona pada tahun 1960-an ini musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah di Banten, 1925. Berasal dari keluarga peranakan Cina. Ibunya orang Indonesia asli berasal dari Mauk, sebuah daerah pinggir pantai utara Tangerang, provinsi Banten, sedangkan ayahnya orang Tionghoa.

Memiliki nama asli Pang Tjin Nio, sedangkan nama Masnah sendiri merupakan panggilan dari orang. Nama tersebut dilengkapi dengan “encim” didepannya, yang merupakan panggilan umum perempuan peranakan Tionghoa. Dilahirkan sebagai anak tunggal. Ibunya seorang penyanyi gambang kromong. Masnah yang tak sempat kenal ayahnya kemudian dinikahkan oleh ibunya dalam usia yang masih sangat muda. Pada usia 14 tahun, ia sudah menikah enam kali. Suaminya yang keenam, Kim Siu, juga tak berumur panjang.

Ia semakin terpukul ketika ibunya dan anak satu-satunya meninggal dunia. Awal mula bersentuhan dengan gambang kromong adalah ketika ia diajak temannya menonton gambang kromong.

Salah seorang pemusik, Oen Oen Hok, yang kemudian menjadi suaminya yang ketujuh, mengajaknya ikut manggung. Berbekal bakat menyanyi yang menurun dari ibunya, dalam tempo singkat ia langsung berhasil menghafal semua lagu-lagu klasik Betawi.

Kemampuan menyanyinya juga diasah oleh seniman gambang kromong tenar pada masa itu, Tek Kho. Sejak saat itu ia menjadi penyanyi gambang kromong yang beredar dari satu panggung ke panggung yang lain bersama Gambang Kromong Irama Masa pimpinan suaminya Oen Oen Hok.

Di tahun 1960-an nyaris tak ada waktu istirahat baginya. Beruntung pada masa itu penyanyi gambang kromong tak banyak, sehingga namanya dengan mudah cepat di kenal sebagai penyanyi gambang kromong terpopuler di seantero Jakarta dan Banten. Kesuksesannya tersebut sampai bisa membuatnya membeli sebuah rumah. Namun sayang, kariernya sempat terhenti pada tahun 1980-an lantaran ada larangan dari pemerintahan orde baru, dan baru di perbolehkan tampil kembali pada tahun 1990-a Pang Tjin Nio adalah segelintir seniman Gambang Kromong yang masih hapal lagu lagu dalem (klasik) tapi kini tinggal kenangan tanpa ada yang mewarisinya.

Daftar Beberapa Seniman Gambang Kromong Klasik [sunting - sunting sumber ] Seniman Gambang Kromong Klasik Oen Oen Hok (pimpinan Gambang Kromong Irama Masa) Pang Tjin Nio Tek Kho H.Jabar Lim Pei Tjis (pimpinan Gambang Kromong Cahaya Mustika) Rojali Lim Go Jin (pimpinan Gambang Kromong Selendang Sutra Emas) Ating Ira Kwee Talen Bulet Jami’an (pimpinan Gambang Kromong Irama Jaya) Minah Wempy Bening Mulyani Mumun Tan Win Nio Dompet Phang Tong Wie (pimpinan Gambang Kromong Sinar Kramat) Lim Tian Po/Limihardja (pimpinan Gambang Kromong Irama Tenang) Encong (pimpinan Gambang Kromong Selendang Mas) Ukar Sukardi (pimpinan Gambang Kromong Sinar Baru) • ^ a b c d Napsirudin dkk.

Pelajaran Pendidikan Seni. 2003. Djakarta.

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Penerbit: Yudhistira • ^ Situs Fauzi Bowo (diakses pada tanggal 25 Desember 2009) [ pranala nonaktif permanen ] • ^ Situs Strada (diakses pada tanggal 25 Desember 2009) [ pranala nonaktif permanen ] • ^ “Situs Pemerintah Kota Jakarta (diakses pada tanggal 25 Desember 2009)”.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-05-09. Diakses tanggal 2009-12-24. • ^ a b Situs Pariwisata Jakarta (diakses pada tanggal 25 Desember 2009) Lihat juga [sunting - sunting sumber ] • Anak Naga Beranak Naga, motion picture dokumenter Pranala luar [sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Gambang Musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah Diarsipkan 2009-05-xvi di Wayback Machine. • (Indonesia) Alat-alat gambang kromong serta beberapa syair lagu gambang kromong Diarsipkan 2007-02-19 di Wayback Machine.

• (Indonesia) Gambang Kromong dan Tradisi Cina Benteng Musik Tradisional Gambang Kromong Berasal Dari Daerah Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Gambang_keromong Terbaru • Cara Membuat Pot Bunga Dari Gelas Aqua • Jurnal Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Kuda • Untuk Menambahkan Slide Baru Kita Dapat Menggunakan Cara • Cara Minum Susu Prenagen Esensis Folavit Dan Natur E • Seorang Peternak Ayam Mempunyai 100 M Kawat Berduri • Tidak Menyimpan Nomor Tapi Bisa Melihat Status Wa • Kelompok Ternak Kamdomain_7 Di Purwosari Girimulyo Kulon Progo • Cara Memakai Masker Rambut Makarizo Hair Energy • Cara Menghapus Pintasan Di Layar Utama Xiaomi Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: LT2wDVuEkNuOLZ_Nae_6qkL6Az5KqbI2IJD7g0VX-52IZhLI_iHDrg== • Beranda • Opini • Alam • Lingkungan • Flora • Fauna • Laut • Budaya • Masyarakat • Tradisi • Religi • Politik • Ekonomi • Seni • Sastra • Bahasa • Arsitektur • Kuliner • Sejarah • Nusantara • Indonesia Modern • Tokoh • Kegiatan • Publikasi • Diskusi • Resensi • Media • Infografis • Kartun • Video • Tentang Kami • Index • Beranda • Opini • Alam • Lingkungan • Flora • Fauna • Laut • Budaya • Masyarakat • Tradisi • Religi • Politik • Ekonomi • Seni • Sastra • Bahasa • Arsitektur • Kuliner • Sejarah • Nusantara • Indonesia Modern • Tokoh • Kegiatan • Publikasi • Diskusi • Resensi • Media • Infografis • Kartun • Video • Tentang Kami • Index 1001indonesia.net – Gambang Kromong merupakan musik tradisional masyarakat Betawi hasil perpaduan antara gamelan dan musik China.

Perkembangan kesenian ini sangat berkaitan dengan masyarakat China peranakan di Jakarta. Istilah Gambang Kromong berasal dari kata gambang dan kromong. Pada waktu pertama kali muncul di Betawi, orkes ini hanya bernama gambang. Gambang merupakan alat musik yang terbuat dari kayu, dimainkan dengan cara dipukul. Bilahan gambang berjumlah 18 buah. Meskipun alat musik ini sudah ada dalam gamelan Jawa, Sunda, dan Bali dengan nada pelog dan selendro, permainan gambang dalam ensambel ini bernada khas China.

Sejak awal abad ke-20, mulai menggunakan instrumen tambahan, yaitu bonang atau kromong, sehingga orkes ini dinamakan Gambang Kromong.

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Kromong merupakan sejenis alat musik bonang khas Betawi. Kromong terbuat dari perunggu, terdiri atas 10 bilah ( pencon). Selain alat musik gambang dan kromong, kesenian ini juga menggunakan alat musik gamelan yang lain, seperti gong, kendang, suling, dan kecrek. Juga ada alat musik China untuk pengisi melodi, yaitu sukong, tehyan, dan juga kongahyan. Ketiganya merupakan hasil adaptasi dari alat musik gesek dari China.

Kongahyan berukuran paling kecil, kemudian tehyan, dan yang paling besar adalah sukong. Dalam perkembangannya masuk instrumen musik dari Barat, seperti terompet, gitar, biola, dan saksofon.

Orkes-orkes Gambang Kromong mencapai puncak kejayaannya sekitar tahun 1937. Salah satu yang terkenal adalah Gambang Kromong Ngo Hong Lao yang semua pemainnya beretnis Tionghoa. Pada masa itu hampir setiap daerah di Jakarta memiliki orkes Gambang Kromong.

Kesenian ini bahkan tersebar sampai daerah Karawang, Bekasi, Cibinong, Bogor, Sukabumi, Tangerang, dan Serang. Dulu, sudah menjadi adat dan kebiasaan bagi orang Tionghoa kaya untuk memeriahkan bermacam ragam pesta dan perayaan mereka dengan pertunjukan Gambang Kromong. Repertoar Gambang Kromong yang sangat dikenal oleh masyarakat penontonnya, antara lain Pecah Piring, Duri Rembang, Temenggung Menulis, Go Nio Rindu, Thio Kong len, Engko si Baba, dan lain-lain.

Adapun lagu yang terkenal adalah Jali-Jali dan Kincir-kincir yang menjadi lagu wajib dalam setiap penampilan Gambang Kromong. Orkes Betawi ini juga memiliki repertoar asli dalam bahasa China yang disebut sebagai lagu-lagu Phobin. Tapi, karena para penyanyinya kebanyakan terdiri atas wanita-wanita pribumi, maka repertoar Phobin tidak dinyanyikan, melainkan dimainkan sebagai sebagai musik instrumental.

Perkembangan orkes Musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah Kromong tidak terlepas dari jasa Nie Hoe Kong, seorang pemusik dan pemimpin golongan Tionghoa pada pertengahan abad XVIII di Jakarta. Atas prakarsanyalah, alat-alat musik yang biasa terdapat dalam gamelan ( pelog dan selendro) digabungkan dengan alat-alat musik China.

Pada masa silam, orkes Gambang Kromong hanya dimiliki oleh babah-babah peranakan yang tinggal di sekitar Tangerang, Bekasi, dan Jakarta.

Pada 1960-an, berkembanglah Gambang Kromong modern yang dirintis oleh seniman Betawi, Benyamin S. Keterkenalan Benyamin membuat kesenian tradisional Betawi ini semakin dikenal luas. Di samping untuk mengiringi lagu, Gambang Kromong biasa digunakan juga untuk pengiring Tari Cokek untuk menarik penonton agar mau menari bersama dan juga teater rakyat Lenong.

Gambang Kromong juga digunakan sebagai pengiring Lenong (teater rakyat Betawi). 1001 Indonesia adalah cerita tentang keragaman Indonesia dan sekaligus sebuah projek.

Kita tidak pernah sanggup meringkus hakikat Indonesia karena akan selalu ada yang luput. Keragaman Indonesia adalah kekayaan dan keindahan yang harus kita syukuri.

Di tanah nusantara, berbagai budaya diterima namun tumbuh dan berkembang dalam cita rasa nusantara. Kita menerima dan mengolahnya menjadi lebih indah.

Alamat: Graha STR, Jl. Ampera Raya No. 11, Jakarta Selatan 12550 [email protected] (021) 781 3911 Musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah Tulisan Kami mengundang para pembaca untuk menulis di 1001indonesia.net. Tulisan disajikan dengan ringan dan diharapkan dapat memberikan inspirasi positif bagi pembaca tentang kekayaan dan keberagaman Indonesia. Meski ringan, isi tulisan tetap harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tulisan dikirim ke [email protected]
Jakarta - Alat musik gambang kromong merupakan ungkapan ekspresi masyarakat Betawi yang berupa kesenian melalui media bunyi.

Gambang kromong terdiri dari beberapa instrumen alat musik. Lantas apa saja peralatan musik gambang kromong? Menurut jakarta.go.id, sejarah gambang kromong mulai populer sekitar tahun 1930-an di kalangan masyarakat Tionghoa Peranakan yang sekarang dikenal dengan nama Cina Benteng. Gambang kromong pertama kali muncul hanya bernama gambang. Namun sejak awal abad ke-20 menjadi gambang kromong karena ada penambahan instrumen berupa kromong.

Adapun orang yang memprakarsainya adalah Nie Hoe Kong. Masyarakat Betawi menjadikan gambang kromong sebagai sarana penyemarak upacara adat dalam rangka lingkaran hidup seseorang (perkawinan, nazar, dan sunatan).

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Dalam pementasannya, kesenian yang lahir sebagai bentuk dari pemuasan kebutuhan manusia akan rasa keindahan ini digunakan sebagai pengiring teater lenong, tari cokek, dan hiburan khas Betawi lainnya. Baca juga: 10 Alat Musik Jawa Tengah yang Populer, Apa saja? Pemain Gambang Kromong Dilansir dari laman resmi Kemdikbud, struktur organisasi sebuah grup gambang kromong terdapat seorang pemimpin yang bertugas mulai dari mengkoordinir anggota, mencari penanggap, menentukan harga pentas, hingga upah bagi panjak (pemain) berdasarkan keahlian yang dimiliki.

Seorang pemimpin sebuah grup gambang kromong dapat merangkap sebagai pemilik, anak/kerabat pemilik atau panjak yang diberi wewenang oleh pemimpin sebelumnya. Selain pemimpin, sebuah grup gambang kromong juga memiliki panjak (pemain) antara 8-25 orang, bergantung pada jenis musik yang dibawakan serta pesanan penanggapnya. Jumlah ini ada kaitannya dengan peranan panjak dalam setiap pementasan.

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Dalam konteks ini ada yang berperan sebagai: panjak gambang, panjak kromong, panjak teh-hian, panjak kong-a-hian, panjak su-kong, panjak gong dan kempul, panjak gong enam, panjak ningnong, panjak kecrek, panjak bangsing, terompet, organ, gitar melodi, bas elektrik, drum, penyanyi, penari, dan bahkan panjak lenong.

Alat Musik gambang kromong Sesuai dengan namanya, kesenian gambang kromong menggunakan dua buah alat musik utama berupa gambang dan seperangkat kromong. Keduanya selalu disertai oleh instrumen atau alat musik lain sebagai pelengkap. Contoh alat musik gambang kromong yaitu su-kong, teh-hian, kong-a-hian, bangsing (seruling), gong, gendang, kecrek (pan), dan ningnong (sio-lo).

Selanjutnya contoh alat musik tradisional gambang kromong >>>
KOMPAS.com - Gambang kromong merupakan kesenian musik yang berasal dari Betawi. Biasanya gambang kromong dimainkan saat mengiringi pertunjukan lenong serta tari cokek. Namun, gambang kromong juga bisa membawakan berbagai musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah vokal serta instrumen, tanpa pengiring lenong dan tari cokek. Kesenian musik ini sudah ada sejak 1930-an dan masih terus berkembang hingga saat ini. Bagaimana awal mula dari musik gambang kromong?

Perpaduan Barat dan China Dilansir dari situs Lembaga Kebudayaan Betawi, nama gambang kromong diambil dari alat musik yang bernama gambang dan kromong. Gambang merupakan alat musik tradisional yang sering disebut gambang kayu. Sedangkan kromong adalah bonang lima nada. Tidak hanya itu, gambang kromong juga diiringi dengan alat musik lainnya, seperti kongahyan, sukong, tehyan, gong, kempul, gong enam, ningnong serta kecrek.

Musik gambang kromong memiliki kaitan yang erat dengan masyarakat Tionghoa. Karena musik ini sangat populer di kalangan masyarakat Tionghoa, pada sekitar tahun 1930-an.

Kesenian musik ini sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Tionghoa, kala itu. Gambang kromong sering ditampilkan pada upacara pernikahan, perayaan Cap Go Meh, dan lain sebagainya. Baca juga: Ondel-ondel, Marching Band, hingga Gambang Kromong Sambut Persija di Balai Kota Terasa ada yang kurang jika kesenian musik gambang kromong tidak ditampilkan pada hari perayaan ataupun lainnya.

Mengutip dari portal resmi Provinsi DKI Jakarta, musik dalam gambang kromong merupakan perpaduan dari musik tradisional Betawi dengan musik Barat yang memiliki nada dasar pentatonis bercorak China.Gambang kromong (atau ditulis gambang keromong) adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan. Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Awal mula terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda (kapitan Cina) bernama Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740).

Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kay. sudinpusarjakpus.jakarta.go.id Musik Tradisional adalah musik yang berkembang secara tradisional di kalangan suku-suku tertentu. Lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan […] https://dapobas.kemdikbud.go.id/home?show=isidata&id=920 https://www.bukalapak.com/products/s/bangku-gambang-musik-kayu https://www.bukalapak.com/products/s/stitch-beragam-gambar-kristik kebudayaan betawi - Gambang Kromong merupakan kesenian hasil perpaduan beberapa budaya Betawi dan Ti http://repository.uph.edu/14908/4/Chapter%201.pdf theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia – 4 Jul 21 Gambang kromong merupakan kesenian musik tradisional khas Betawi.

Tak banyak yang tahu bahwa seni pertunjukan satu ini sangat dipengaruhi budaya Tiongkok. Paramabira Gambang kromong merupakan salah satu musik tradisional Indonesia yang berasal dari Betawi. Secara musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah, musik gambang kromong sudah ada dan populer sejak tahun 1930.

Gambang kromong biasanya dimainkan saat mengiringi tari cokek dan pertunjukkan. quizizz.com Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah salah satu tempat yang dikhususkan menjadi ruang reka cipta sebagai dapurnya Budaya Betawi.

Di sana pengunjung dapat melihat dan berinteraksi dengan Kebudayaan Betawi baik fisik maupun non fisik. katadata.co.id – 11 Nov 21 Suku Betawi yang tinggal di Jakarta memiliki alat musik tradisional. Contoh alat musik Betawi yang populer adalah gambang kromong, orkes Samrah, tanjidor, topeng Betawi dan masih banyak lagi. openlibrary.telkomuniversity.ac.id Indonesia Kaya Alat musik Betawi adalah alat musik cukup beragam yang berasal dari gabungan berbagai kebudayaan dan digunakan dalam berbagai acara kesenian.

Est. musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah time: 14 minutes repository.uinjkt.ac.id 7.76 MB Berikut penjelasan mengenai musik tradisional Gambang Kromong dan fungsinya dalam masyarakat Betawi.

repo.isi-dps.ac.id 14.80 KB https://www.orami.co.id/magazine/alat-musik-betawi/ musiktradisionalku.blogspot.com Alat musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah Indeed lately is being hunted by users around us, maybe one of you personally.

. https://journal.uhamka.ac.id/index.php/jhe/article/download/4719/1676 https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/18711/120710049.pdf?sequence=1&isAllowed=y Musik gambang kromong berasal dari.?. Question from @Fadhil93 - Sekolah Dasar - Seni https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/download/2997/2319 Google Books Google Books Pelaksanaan ulangan harian bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan oleh guru.

Agar siswa siap dalam menghadapi ulangan harian, tentunya perlu ditunjang dengan buku yang isinya.
Perpaduan antara dua budaya selalu menciptakan sesuatu yang unik nan indah. Tak terkecuali kesenian tradisional bernama Gambang Kromong. Musik khas Betawi ini memiliki hal yang sangat menarik untuk dikulik mulai dari sejarah, filosofi, hingga cara memainkannya.

Gambang kromong merupakan kesenian tradisional Betawi yang hingga saat ini masih eksis. Paduan alat musik kendang, gamelan, dan rebab mengalun menjadi sebuah simfoni dengan ciri khas tersendiri. Diiringi dengan lagu daerah yang mampu menambah warna khas dalam bermusik. Melansir laman Indonesia Kaya, nama Gambang Kromong diambil dari nama alat musik yang bernama Gambang musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah Kromong.

Gambang sendiri adalah sebuah alat musik yang terbuat dari kayu khusus yang disatukan berjumlah 18 bilah yang berbeda ukuran panjang, sehingga menghasilkan nada berbeda ketika dipukul. Sementara itu, Kromong merupakan alat musik yang terbuat dari besi dan bentuknya serupa dengan gamelan.

Kromong berjumlah 10 buah yang sering disebut juga dengan sepuluh pencon. Cara memainkannya juga dengan dipukul karena setiap penconnya menghasilkan nada yang berbeda. Artikel terkait: Mengenal Tanjidor dan Sejarahnya, Kesenian Asli Betawi yang Mulai Punah Bagaimana Sejarahnya?

Kesenian ini sepenuhnya dipengaruhi oleh budaya China yang tercermin dari alat musik yang digunakan yakni tehyan, kongahyan dan sukong. Zaman dulu, masyarakat Tiongkok sangat menggemari kesenian ini pada saat pesta atau acara lainnya. Foto: Indonesia Kaya Kesenian ini muncul di Tangerang dan berkembang pada abad ke 18. Dimulai dari sekelompok musisi pribumi yang berada di perkebunan milik Nie Hoe Kong yang pada saat itu didapuk sebagai pemimpin sekaligus pemusik dari Tionghoa.

Pada saat itu, kesenian ini biasa digunakan sebagai penyambut tamu yang datang ke kediaman orang Tionghoa. Selain itu, juga digunakan sebagai pengiring tari Cokek.

Namun di tahun 1880, Ian Wangwe berinisiatif mengembangkannya dengan dukungan dari Bek Teng Tjoe yang merupakan kepala wilayah kampung Cina yang ada di Pasar Senen. Kemudian orkes Gambang mulai disatukan dengan orkes Kromong yang kemudian dikenal sebagai Gambang Kromong.

Melansir laman 1001 Indonesia, Kesenian ini kemudian berkembang dan mencapai puncak kejayaannya di tahun 1937. Hanya saja, bukan berarti di tahun setelahnya menjadi tenggelam. Banyak musisi pribumi yang turut andil mengembangkannya.

Salah satu figur seniman yang ikut ambil bagian adalah Benyamin S. Ia akhirnya mengembangkan Gambang Kromong modern di tahun 1960-an sehingga kesenian ini masih dapat dinikmati. Saat ini, kesenian tersebut dipadukan dengan permainan alat musik modern seperti gitar, drum, dan berbagai musik ansambel lainnya.

Artikel terkait: 16 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia, Sudah Tahu? Cara main Gambang Kromong Alat musik Gambang yang terdiri dari 18 bilah musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah dimainkan dengan cara dipukul, begitu juga dengan Kromong dan dipadukan alat musik lainnya seperti kendang, ningnong, kecrek, gong dan kempul, tehyan, kongahyan dan sukong.

Tehyan, kongahyan dan sukong dimainkan dengan cara digesek menghasilkan nada musik Tiongkok yang khas.

Kesenian ini dimainkan oleh 8 hingga 12 personil ditambahkan dengan penari atau pemain lenong. Lagu-lagu yang dibawakan bisa bertema sindiran, humor ataupun kebahagiaan. Biasanya lagu dalam kesenian Gambang Kromong dinyanyikan oleh penyanyi wanita dan pria secara bergantian.

Foto: lembagakebudayaanbetawi.org Pada kesenian ini, biasanya dimainkan dengan diiringi 3 lagu yakni lagu pobin, dalem, dan sayur. Pembagian lagu dalam setiap pementasan juga terarah dengan baik. Lagu pobin sebagai lagu instrumental khas China. Lagu ini dapat ditemukan pada lagu tradisional Tiongkok, Fujian daerah Cina Selatan. Setelah lagu Pobin selesai dimainkan, berganti dengan lagu dalem yang berisikan pantun dalam bahasa Melayu-Betawi yang dinyanyikan hingga selesai.

Setelah lagu dalem selesai dimainkan, pemain kemudian menyanyikan lagu sayur yang merupakan lagu terakhir dalam pementasan. Lagu sayur diciptakan dengan nuansa yang ceria agar penontonnya merasa semakin terhibur dan berlanjut ngibing atau menari.

Contoh lagu sayur yang selama ini dikenal adalah Kicir-kicir, Jali-Jali, Kramat Karem, Ondel-ondel, Glatik Ngunguk, Surilang, Centeh Manis, Sayur Asem, dan Sayur Lodeh.

Artikel terkait: Mengulik Sejarah Pencak Silat, Seni Bela Diri Asli dari Nusantara Filosofi Bunda, Ini Dia Perkembangan Cara Berpikir Cepat Si Kecil di Usia 1-3 Tahun Akulturasi budaya dalam kesenian Gambang Kromong dapat terlihat dari instrumen musik yang digunakan di dalamnya.

Instrumen tiup dan gesek yang berasal dari Cina yakni tehyan, kongahyan, sukong dan bangsing. Sementara instrumen kromong, suling, gambang, kempul, dan kecrek dari Jawa dan instrumen kendang yang berasal dari Sunda. Dalam kesenian Gambang Kromong menggunakan nada pentatonis yang dalam bahasa Tionghoa dikenal sebagai: Liuh = sol U = la Siang = do Che = re Kong = mi Semua nada ini bersatu selaras dalam sebuah harmoni membentuk salendro khas Tiongkok yang disebut dengan Salendro Mandalungan.

Foto: Liputan6 Ada dua gaya yang dikenal dalam kesenian Gambang Kromong yakni Liau Wetan dan Liau Kulon. Disebut Liau Wetan karena berkembangnya di Jakarta Timur dan Bekasi sedangkan Liau Kulon berkembang di daerah Barat yakni Jakarta Barat dan hingga Tangerang. Perbedaan daerah persebaran juga membuat perbedaan musikalisasinya Pada Gambang Kromong Liau Kulon lebih kental dengan nuansa musik Tiongkok, sementara Gambang Kromong Liau Wetan lebih kental dengan nuansa Sunda-nya.

**** Itulah beberapa informasi tentang kesenian Gambang Kromong. Sebagai generasi yang terus berkembang, hendaknya kita dapat melestarikan kesenian tradisional ini agar tidak lekang oleh zaman.

Baca juga: 5 Fakta dan Sejarah Baju Cheongsam, Warisan Budaya China yang Mendunia Kaya Budaya! 123 Jenis Tarian Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia 8 Fakta Menarik Candi Borobudur, Candi Buddha Terbesar di Dunia • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan
• Java Jazz Festival • Java Rockin'Land • Java Soulnation • Java Soundsfair • Jazz Goes To Campus • Jazz Gunung • Rock In Solo • Ngayogjazz • We the Fest • Djakarta Warehouse Project • Ultra Bali • Sunny Side Up Tropical Festival • Synchronize Festival • The 90s Festival • Joyland Festival • Hammersonic Festival Media musik Billboard Indonesia Rolling Stone Indonesia MTV Indonesia Musik nasional Lagu kebangsaan " Indonesia Raya" Musik daerah Bentuk lokal Suling merupakan salah satu instrumen yang terdapat di dalam orkes musik gambang kromong.

Gambang kromong (atau ditulis gambang keromong) adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan. [1] Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong.

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Awal mula terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda ( kapitan Cina) bernama Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740).

[2] Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu, manggarawan atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon).

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

Tangga nada yang digunakan dalam gambang kromong adalah tangga nada pentatonik Cina, [1] yang sering disebut salendro Cina atau salendro mandalungan.

Instrumen pada gambang kromong terdiri atas gambang, kromong, gong, gendang, suling, kecrek, dan sukong, tehyan, atau kongahyan sebagai pembawa melodi. Orkes gambang kromong merupakan perpaduan yang serasi antara unsur-unsur pribumi dengan unsur Tionghoa.

Secara fisik unsur Tionghoa tampak pada alat-alat musik gesek yaitu sukong, tehyan, dan kongahyan. Perpaduan kedua unsur kebudayaan tersebut tampak pula pada perbendaharaan lagu-lagunya. Di samping lagu-lagu yang menunjukkan sifat pribumi,seperti lagu-lagu Dalem (Klasik) berjudul: Cente Manis Berdiri, Cente Manis Madu, Cente Manis Makan, Petjah Piring, Mas Nona, Gula Ganting, Semar Gunem, Gunung Payung, Tandjoeng Burung, Kula Nun Sala, Tarik/Seret Balok, Mawar Tumpah, Dendang Serani, Perak-Perak, Blenderan, Kudehel, Tjia Gwee Tjeit, Sawo Mateng dan sebagainya, dan lagu-lagu Sayur (Pop) berjudul: Jali-Jali (jalan kaki, bunga siantan, ujung menteng, pasar malem, pasar ikan, cengkareng, kacang buncis, kali jodo, gudang balok), Stambul (rusak, dua, seriwangi, jampang, bila, jengki, bujuk), Cente Manis (bilah, madu, makan, berdiri), Surilang, Persi (jalan, rusak, selamat datang), Balo-balo, Akang Haji, Renggong Buyut, Jepret Payung, Kramat Karem, Onde-onde, Gelatik Nguknguk, Lenggang Kangkung, Sirih Kuning, Sirem Kembang dan sebagainya, terdapat pula lagu-lagu yang jelas bercorak Tionghoa, baik nama lagu, alur melodi maupun liriknya, seperti Phobin Kong Ji Liok, Sip Pat Mo, Poa Si Li Tan, Pe Pan Tau, Tjit No Sha, Ma Tjun Tay, Tju Te Pan, Tjay Tju Teng, Tjay Tju Siu, Lo Fuk Tjen, Matodjin, Tjan Kun Leng, Djin Kwee Ke, Tje Siu Suh, Ban Kim Hwa, Hong Tian, Musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah Sai Hwe Ke, It Tie Kin, Tjay Peng Wan, Say Ho Liu, Lian Hoat Te dan sebagainya.

Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong adalah lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadang kala bersifat ejekan atau sindiran. [1] Pembawaan lagunya dinyanyikan secara bergilir antara musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah dan perempuan sebagai lawannya.

[1] Gambang kromong merupakan musik Betawi yang paling merata penyebarannya di wilayah budaya Betawi, baik di wilayah DKI Jakarta sendiri maupun di daerah sekitarnya (Jabotabek). Jika terdapat lebih banyak penduduk peranakan Tionghoa dalam masyarakat Betawi setempat, terdapat lebih banyak pula grup-grup orkes gambang kromong.

Di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, misalnya, terdapat lebih banyak jumlah grup gambang kromong dibandingkan dengan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. [3] Dewasa ini juga terdapat istilah "gambang kromong kombinasi". [4] Gambang kromong kombinasi adalah orkes gambang kromong yang alat-alatnya ditambah atau dikombinasikan dengan alat-alat musik Barat modern seperti gitar melodis, bas, gitar, organ, saksofon, drum dan sebagainya, yang mengakibatkan terjadinya perubahan dari laras pentatonik menjadi diatonik tanpa terasa mengganggu.

[5] Hal tersebut tidak mengurangi kekhasan suara gambang kromong sendiri, dan lagu-lagu yang dimainkan berlangsung secara wajar dan tidak dipaksakan.

[5] Daftar isi • 1 Maestro Terakhir Gambang Kromong Klasik • 2 Daftar Beberapa Seniman Gambang Kromong Klasik • 3 Referensi • 4 Lihat juga • 5 Pranala luar Maestro Terakhir Gambang Kromong Klasik [ sunting - sunting sumber ] Pang Tjin Nio adalah Maestro lagu klasik Gambang Kromong yang pernah menjadi primadona pada tahun 1960-an ini dilahirkan di Banten, 1925.

Berasal dari keluarga peranakan Cina. Ibunya orang Indonesia asli berasal dari Mauk, sebuah daerah pinggir pantai utara Tangerang, provinsi Banten, sedangkan ayahnya orang Tionghoa. Memiliki nama asli Pang Tjin Nio, sedangkan nama Masnah sendiri merupakan panggilan dari orang. Nama tersebut dilengkapi dengan “encim” didepannya, yang merupakan panggilan umum perempuan peranakan Tionghoa. Dilahirkan sebagai anak tunggal. Ibunya seorang penyanyi gambang kromong.

Masnah yang tak sempat kenal ayahnya kemudian dinikahkan oleh ibunya dalam usia yang masih sangat muda. Pada usia 14 tahun, ia sudah menikah enam kali. Suaminya yang keenam, Kim Siu, juga tak berumur panjang. Ia semakin terpukul ketika ibunya dan anak satu-satunya meninggal dunia. Awal mula bersentuhan dengan gambang kromong adalah ketika ia diajak temannya menonton gambang kromong.

Salah seorang pemusik, Oen Oen Hok, yang kemudian menjadi suaminya yang ketujuh, mengajaknya ikut manggung. Berbekal bakat menyanyi yang menurun dari ibunya, dalam tempo singkat ia langsung berhasil menghafal semua lagu-lagu klasik Betawi.

Kemampuan menyanyinya juga diasah oleh seniman gambang kromong tenar pada masa itu, Tek Kho. Sejak saat itu ia menjadi penyanyi gambang kromong yang beredar dari satu panggung ke panggung yang lain bersama Gambang Kromong Irama Masa pimpinan suaminya Oen Oen Hok. Di tahun 1960-an nyaris tak ada waktu istirahat baginya.

Beruntung pada masa itu penyanyi gambang kromong tak banyak, sehingga namanya dengan mudah cepat di kenal sebagai penyanyi gambang kromong terpopuler di seantero Jakarta dan Banten. Kesuksesannya tersebut sampai bisa membuatnya membeli sebuah rumah. Namun sayang, kariernya sempat terhenti pada tahun 1980-an lantaran ada larangan dari pemerintahan orde baru, dan baru di perbolehkan tampil kembali pada tahun 1990-a Pang Tjin Nio adalah segelintir seniman Gambang Kromong yang masih hapal lagu lagu dalem (klasik) tapi kini tinggal kenangan tanpa ada yang mewarisinya.

Daftar Beberapa Seniman Gambang Kromong Klasik [ sunting - sunting sumber ] Seniman Gambang Kromong Klasik Oen Oen Hok (pimpinan Gambang Kromong Irama Masa) Tek Kho (pimpinan Gambang Kromong Irama Persatuan) Tjiam Un Kim (pimpinan Gambang Kromong Ngo Hong Lauw) Lauw Tjong Hin (pimpinan Gambang Kromong Sinar Gembira) Tjang Guan (pimpinan Gambang Kromong Siapa Nyana) Lim Pei Tjis (pimpinan Gambang Kromong Cahaya Mustika) H.

Jampang/Tunah (pimpinan Gambang Kromong/Lenong Pekayon) Lim Go Jin (pimpinan Gambang Kromong Selendang Sutra Emas) Jami'an (pimpinan Gambang Kromong Irama Jaya) Phang Tong Wie (pimpinan Gambang Kromong Sinar Kramat) Boe Tiang Hay (pimpinan Gambang Kromong Naga Mas) Lim Tian Po/Limihardja (pimpinan Gambang Kromong Irama Tenang) Encong (pimpinan Gambang Kromong Selendang Mas) Ukar Sukardi (pimpinan Gambang Kromong Sinar Baru) Tan Buang (pimpinan Gambang Kromong Warna Sari) Penyanyi Gambang Kromong Klasik Pang Tjin Nio H.

Jabar Ating Ira Mama Ong Kwee Talen Bulet Minah Wempy Bening Mulyani Mumun Tan Win Nio Dompet Titin Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c d Napsirudin dkk. Pelajaran Pendidikan Seni. 2003. Jakarta. Penerbit: Yudhistira • ^ Situs Fauzi Bowo (diakses pada tanggal 25 Desember 2009) [ pranala nonaktif permanen] • ^ Situs Strada (diakses pada tanggal 25 Desember 2009) [ pranala nonaktif permanen] • ^ "Situs Pemerintah Kota Jakarta (diakses pada tanggal 25 Desember 2009)".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-05-09. Diakses tanggal 2009-12-24. • ^ a b Situs Pariwisata Jakarta (diakses pada tanggal 25 Desember 2009) Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Anak Naga Beranak Naga, film dokumenter Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Gambang Kromong Diarsipkan 2009-05-16 di Wayback Machine.

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

• (Indonesia) Alat-alat gambang kromong serta beberapa syair lagu gambang kromong Diarsipkan 2007-02-19 di Wayback Machine. • (Indonesia) Gambang Kromong dan Tradisi Cina Benteng • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 11.22.

musik tradisional gambang kromong berasal dari daerah

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Gambang Kromong modern Full mp3




2022 www.videocon.com