Albino adalah

albino adalah

Unknown mengatakan. Dalam sebuah populasi dengan dua alel untuk satu lokus genetik tertentu,B dan b, frekuensi alel B adalah 0,7. Bila populasi ini berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg, berapa frekuensi heterozigot?

Berapa frekuensi homozigot domainan? Berapa frekuensi homozigot resesif? 8 Mei 2019 14.17 bimaji mengatakan. kak yang no1 kan 1/10.000 = 10pangakat -3 atau 0,001. tapi kok dipembahasan kakak jadi 0,0001 (1 x 10pangkat -4)?. kan nanti jadinya 0,03 terus nilai Pnya jadi 0,97 kao dimasukin ke persamaan jadinya 2(0,97x0,03) = 0,05 0,05 x 10.000 = 500 orang nb: mungkin pembulatannya aku salah 13 Desember 2019 05.50 Kurnianingsih mengatakan.

Kak, soal no. 5, jumlah penduduk albino adalah setelah dihitung hasilnya t.d. wanita buta warna = 9; wanita buta warna carrier = 200; wanita normal = 940; laki-laki normal = 9.700; laki-laki buta warna = 300. jumlahnya jadi lebih dari 10.000; mohon penjelasannya kak, terima kasih. 20 Februari 2020 03.23 Unknown mengatakan. Kak mintak tolong kalok soal seperti ini gimana cara penyelesainnya. Jumlah total individu pada suatu populasi adalah 200.000 orang perbandingan orang albino dengan normal adalah 1:10000.

Berapakah jumlah orang normal homozigot, normal heterozigot dan albino? 21 April 2020 10.25 Unknown mengatakan. Kalau soalnya seperti ini gmna kak albino adalah

albino adalah

1. Kebotakan diatur oleh sebuah sifat terpengaruh seks yang dominan pada laki-laki namun resesif pada wanita. Dalam sebuah sampel yang terdiri atas 10.000 pria, 7.225 diantaranya ditemukan tidak botak. Dalam sebuah sampel yang terdiri atas 10.000 wanita, berapakah wanita tidak botak yang diharapkan ?

Tolong dibantu kk 5 November 2020 14.12 Unknown mengatakan. SOAL HARDY WEINBERG 1. Desa Suka Maju berpenduduk 40.000 orang, berdasarkan hasil survey diketahu 6400 orang di antaranya bukan perasa PTC (Phenyl Thio Carbomide). Jumlah penduduk desa tersebut yang perasa PTC dengan genotip heterozigot adalah.

A. 16800 orang B. 16000 orang C. 32000 orang D. 19200 orang E. 24000 orang Kalau ini berpa yah kak tolong dong di bantu 4 Maret 2021 09.11 • ► 2013 (9) • ► Mei (6) • ► Mei 01 (1) • ► Mei 04 (1) • ► Mei 06 (3) • ► Mei 08 (1) • ► Juni (1) • ► Jun 28 (1) • ► Juli (1) • ► Jul 10 (1) • ► Desember (1) • ► Des 29 (1) • ▼ 2014 (22) • ▼ Maret (5) • ► Mar 02 (1) • ► Mar 14 (1) • ► Mar 18 (1) • ▼ Mar 21 (1) • Soal Hukum Hardy-Weinberg albino adalah 1 • ► Mar 22 (1) • ► April (1) • ► Apr 27 (1) • ► Mei (2) • ► Mei 11 (1) • ► Mei 18 (1) • ► Juni (4) • ► Jun 21 (1) • ► Jun 25 (1) • albino adalah Jun 27 (1) • ► Jun 30 (1) • ► Juli (6) • ► Jul 03 (1) • ► Jul 06 (2) • ► Jul 18 (2) • ► Jul 25 (1) • ► Agustus (3) • ► Agu 04 (1) • ► Agu 07 (1) • ► Agu 15 (1) • ► Desember (1) albino adalah ► Des 05 (1) • ► 2015 (21) • ► Januari (2) • ► Jan 08 (1) • ► Jan 25 (1) • ► Februari (1) • ► Feb 03 (1) • ► Maret (4) • ► Mar 02 (2) • ► Mar 10 (1) • ► Mar 12 (1) • ► April (1) • ► Apr 10 (1) • ► Mei (10) albino adalah ► Mei 04 (8) • ► Mei 18 (1) • ► Mei 30 (1) • ► Juni (1) • ► Jun 11 (1) • ► Agustus (1) • ► Agu 22 (1) • ► Oktober (1) • ► Okt 31 (1) • ► 2016 (4) • ► Maret (2) • ► Mar 26 (2) • ► Agustus (1) • albino adalah Agu 31 (1) • ► November (1) • ► Nov 18 (1) • ► 2017 (3) • ► April (3) • ► Apr 04 (3) • ► 2018 (9) • ► Juni (6) • ► Jun 02 (4) • ► Jun 13 (2) • ► November (3) • ► Nov 16 (1) • ► Nov 20 (2) • ► 2019 (5) • ► Januari (1) • ► Jan 25 (1) • ► Februari (1) • ► Feb 05 (1) • ► Maret (3) • ► Mar 20 (3) Gramedia Literasi – Hereditas merupakan sebuah proses penurunan sifat dari induk kepada keturunannya melalui gen.

Hereditas bukan termasuk ke dalam penurunan berupa tingkah laku, melainkan lebih ke arah penurunan bentuk atau struktur tubuh dari makhluk hidup. Sehingga antara induk dengan keturunannya memiliki kemiripan atau serupa. Simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai pola hereditas berikut ini, Grameds: Daftar Isi albino adalah Pengertian Hereditas • Pola Hereditas Menurut Hukum Mendel • • Hukum Mendel I • Hukum Mendel II • Hasil Penelitian Mendel • Anda Mungkin Juga Menyukai • Jenis-Jenis Persilangan • Persilangan Monohibrida • Persilangan Dihibrida • Istilah dalam Genetika atau Pewarisan Sifat • Pola-pola Hereditas pada Manusia • Golongan Darah • Cacat dan Penyakit Menurun pada Manusia • Albino • Terpaut Kromosom Seks • Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Hereditas • • Kategori Ilmu Biologi • Materi Biologi Kelas 12 Pengertian Hereditas Hereditas adalah pewarisan sifat sifat fisik, biomkia dan perilaku dari suatu mahkluk hidup kepada keturunannya.

Sifat-sifat menurun ini kemudian dikendalikan oleh substansi genetika yang disebut DNA (deoxyribo nucleic acid = asam dioksiribo nukleat), yang terdapat dalam gen. Gen terkandung dalam kromosom, yang terletak dalam inti sel. Hereditas sebagai penurunan sifat dari induk kepada keturunannya. Keturunan yang dihasilkan albino adalah perkawinan antar individu mempunyai perbandingan fenotip maupun genotip yang mengikuti pola tertentu.

Aturan-aturan dalam pewarisan sifat ini disebut pola-pola hereditas. Teori pertama tentang sistem pewarisan yang dapat diterima kebenarannya dikemukakan pada 1865 oleh Gregor Johann Mendel, seorang biarawan dan juga ilmuwan yang mendirikan ilmu baru dalam ilmu genetika. Teori ini diajukan berdasarkan penelitian persilangan berbagai varietas kacang kapri (Pisum sativum).

Hasil percobaannya, ditulis dalam makalah yang berjudul Experiments on Plant Hybridization. Dari situ ia mengusulkan 3 hukum pewarisan Mendel diantaranya Hukum Segregasi dimana Pada pembentukan gamet, setiap gen induk (parent) akan berpisah agar gamet (anaknya) mendapatkan gen dari kedua induk. Hukum Asortasi Bebas dimana Gamet akan bertemu secara acak. Hukum Dominasi dimana terdapat sifat (alel) yang mempunyai kemungkinan diturunkan lebih dari sifat yang satunya.

Sifat yang satunya lagi itu resesif. Seperti halnya bagaimana seorang anak bisa mirip dengan albino adalah, dan antara saudara kandung.

albino adalah

Selain itu, golongan darah seseorang juga mengikuti hukum genetika yang ada. Pelajari lebih lanjut pada buku Why? Heredity & Type of Blood – Hereditas dan Golongan Darah. Why? Heredity & Type of Blood – Hereditas dan Golongan Darah Pola Hereditas Menurut Hukum Mendel Dalam mempelajari genetika, teori mendel sangat penting bahkan dijadikan dasar dalam memahami genetika dan digunakan untuk analisis atas pola-pola pewarisan genetik.

Hukum Mendel adalah hukum yang menerapkan albino adalah pola dan mekanisme pewarisan sifat. Hukum Mendel terdiri dari Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II. Hukum Mendel I (Hukum Segregasi) adalah pernyataan bahwa ketika berlangsung pembentukan gamet pada individu, akan terjadi pemisahan alel secara bebas. Persilangan monohibrid membuktikan hukum Mendel I. Persilangan monohibrid merupakan persilangan dengan satu sifat beda. Untuk mengetahui keadaan genotip F1 dapat dilaksanakan: • Testcross (uji silang): mengawinkan individu hasil hibrida (F1) dengan salah satu induknya yang homozigot resesif.

Tujuan uji silang ini untuk mengetahui keadaan genotip suatu individu, apakah homozigot atau heterozigot. • Backcross (silang balik): mengawinkan individu hasil hibrida (F1) dengan salah satu induk, baik induk homozigot dominan ataupun Tujuan backcross adalah untuk mengetahui genotip induknya. • Intermediet: penyilangan dengan satu sifat beda, namun sifat dominan tidak mampu menutupi sifat resesif sehingga muncul sifat diantara keduanya.

Hukum Mendel II Hukum Mendel II albino adalah pernyataan yang menyatakan bahwa pada saat penentuan gamet, gen-gen sealel akan memisah secara bebas dan mengelompok secara bebas pula. Persilangan dihibrid merupakan bukti berlakunya hukum Mendel II. Mendel melanjutkan albino adalah, dengan menyilangkan tanaman yang memiliki dua sifat beda (dihibrid), yaitu warna dan bentuk kacang ercis.

Dia menyilangkan kacang ercis biji bulat (B) warna kuning (K) dengan kacang ercis biji kisut (b) warna hijau (k). Hasilnya F1 memiliki fenotip kacang ercis biji bulat warna kuning (100%). Setelah F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan keturunan F2 dengan rasio fenotip 9 (bulat kuning) : 3 (bulat hijau) : 3 (kisut kuning) : 1 (kisut hijau).

Hasil Penelitian Mendel Hasil penelitian mendel, yaitu persilangan kacang ercis berbiji bulat dan berbiji keriput dipetakan dalam suatu skema. Dari penelitiannya, Mendel membuat hipotesis sebagai berikut: Rp 145.000 • Tiap sifat menurun mahkluk hidup albino adalah oleh sepasang faktor keturuan (faktor ini sekarang disebut gen), yaitu satu dari induk jantan dan satu dari induk betina.

• Tiap pasangan faktor keturunan menunjukkan sifat alternatif pasangannya (kedua bentuk alternatif ini sekarang disebut pasangan Alel). Bila kedua bentuk faktor berbeda, maka hanya faktor yang dominan (lebih kuat) yang akan terlihat, dan faktor resesif (lebih lemah) tidak. Misalnya bila suatu tanaman kacang memiliki satu faktor dominan tangkai tinggi dan satu faktor resesif tangkai pendek, maka hanya sifat tangkai tinggi yang terlihat.

• Pada pembentukan gemet albino adalah sel kelamin, kedua alel dari masing masing pasangan akan berpisah (bersegregasi), ini lah yang disebut sebagai hukum mendel 1 (prinsip segregasi atau pemisahan). Jadi bila sautu tanaman kacang memiliki faktor yang terdiri dari albino adalah alel tangkai panjang dan 1 alel tangkai pendek, maka akan dihasilkan sel gamet yang masing masing hanya memiliki 1 alel tangkai panjang atau 1 alel tangkai pendek.

• Perkawinan atau penggabungan dua sel gamet jantan dan betina akan mengembalikan keadaan diopoid (2n kromosom) pada zigot sehingga zigot akan memiliki lagi pasangan faktor keturunan untuk tiap sifat menurun, karena terjadi penggabungan alel secara acak (tidak harus berasal dari pasangan faktor sebelum bersegregasi).

Ini dikenal sebagai hukum mendel 2 (prinsip berpasangan secara bebas). Untuk lebih memahami genetik manusia yang ada pada DNA, Grameds dapat membaca buku Rahasia DNA Sc yang membahas mengenai berbagai hal penting mengenai informasi genetik manusia.

albino adalah

Jenis-Jenis Persilangan Persilangan artinya proses perkawinan antar mahkluk hidup satu jenis atau spesies dengan sifat yang berbeda. Jenis persilangan Ada dua jenis persilangan yaitu persilangan monohibrida dan persilangan dihibrida.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya: Persilangan Monohibrida Persilangan monohibrida ada 2 macam, yaitu pesilangan monohibrida dominan penuh dan persilangan monohibrida tak penuh (kodominan).

Persilangan monohibrida dominan penuh terjadi antara dua individu yang mempunyai sifat dominan penuh (AA) dengan lain yang bersifat resesif (aa) Hasil F1 seragam, dengan genotip (Aa) dan fenotip semua keturunan F1 sama, umumnya mengiikuti albino adalah induk yang dominan Apabila persilangan dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama F1 akan dihasilkan keturunan ke-2 (F2), dengan tiga macam genotip (AA, Aa, albino adalah dan ada dua macam fenotip dengan perbandingan 3:1 Misalnya, pada kacang ercis (pisum sativum) berbatang tinggi (AA) disilangkan dengan yang berbatang pendek (aa).

Maka keturunannya adalah kacang ercis dengan genotip Aa dan berfonetip batang tinggi, karena batang tinggi adalah sifat dominan. Persilangan monohibroda dominan tak penuh (kodominan), persilangan ini terjadi antara dua individu dengan sifat yang tidak dominan tetapi juga tidak resesif terhadap sesamanya.Pada individu F1 merupakan perpaduan sifat kedua induknya, sedangkan pada F2 dihasilkan keturunan perbandingan genotip dan fenotip 1: 2 : 1 Misalnya bunga pukul empat (mirabilis jalapa) dengan warna merah (MM) disilangkan dengan warna putih (mm).

albino adalah

Hasil persilangan adalah F1 dengan genotip Mm dan fenotip berwarna merah muda, yaitu campuran warna merah dan putih. Persilangan Dihibrida Persilangan dihibrida adalah persilangan antara dua individu dengan memperhatikan dua yang sifat yang berbeda.

Persilangan ini menghailkan individu F1 yang seragam, yaitu semua keturunannya terdiri dari satu macam genotip dan satu macam albino adalah.

Tapi pada keturunan kedua, perbandingan fenotip F2 adalah 9 : 3 : 3 : 1 dan jumlah kombinasi F2 sebanyak 16 buah. Misalnya pada persilangan antara galur murni kacang ercis berbiji bulat kuning (BBKK) dengan galur murni yang berbiji keriput warna hijau (bbkk). Ketutunan pertamanya (F1) adalah kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning (BbKk).

Berarti sifat biji bulat dan warna kuning dominan albino adalah sifat bji keriput dan warna hijau. Bila dilakukan persilangan antar F1, di dapatlah keturunan kedua (F2) sebagai berikut: Ada 9 genotip F2, yaitu BBKK, BBKk, BBKk, BbKk, BBkk, Bbkk, bbKK, bbKk, bbkk, Perbadingan fenotip F2 yaitu Bulat kuning Bulat hijau Keriput kuning Keriput hijau 9 : 3 : 3 : 1.

albino adalah

Istilah dalam Genetika atau Pewarisan Sifat Pada manusia, terdapat beberapa pola penurunan sifat yang akan diturunkan. Pada dasarnya, banyak hal bisa diturunkan induk kepada anaknya atau dari orang tua ke anak-anaknya.

• Parental: Induk atau orang tua atau tetua. Parental disingkat P. • Filial: Keturunan yang diperoleh sebagai hasil dari perkawinan parental. Keturunan pertama disingkat F1, keturunan kedua albino adalah F2, keturunan ketiga disingkat F3, dan seterusnya. • Dominan: Sifat yang muncul pada keturunan, yang artinya dalam suatu perkawinan sifat ini dapat mengalahkan sifat pasangannya.

• Gen: Bagian kromosom atau satu albino adalah kimia (DNA) dalam kromosom, yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri genetis sautu makhluk hidup. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu proses reproduksi. Dengan demikian, informasi yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga. Gen terdapat berpasangan dalam satu lokus pada kromosom homolog. Masing masing gen dalam pasangan itu disebut alel.

albino adalah

Kedua alel dapat membawa ciri sifat yang sama atau berbeda, misalnya sifat tangkai panjang dan tangkai pendek • Kromosom: Pembawa gen yang terdapat di dalam inti sel (nukleus).

Kromosom terdiri dari DNA (asam deoksiribo albino adalah, RNA (asam ribo nukliat), dan protein. Kromosom homolog (2n) adalah kromosom (kromosom homolog) disebut sel diploid. Bila tidak berpasangan, kromosom diberi simbol n Sel dengan n kromosom adalah sel haploid, misalnya sel kelamin jantan saja atau sel kelamin betina saja.

• Gen Dominan: gen yang dapat mengalahkan atau menutupi gen lain yang merupakan pasangan alelnya dan memakai simbol huruf besar. • Resesif: Sifat yang muncul pada keturunan, yang artinya dalam suatu perkawinan sifat ini dapat dikalahkan oleh sifat albino adalah. • Gen Resesif: Gen yang dikalahkan atau ditutupi oleh gen lain yang merupakan pasangan alelnya dan memakai simbol huruf kecil. • Genotip: Merupakan komposisi gen yang menentukan sifat menurun, biasanya disimbolkan dengan sepasang huruf.

Contohnya NN dan Genotip yang tersusun dari sifat dominan saja (NN) atau resesif saja (nn) disebut homozigot. Sedangkan genotip yang tersusun dari sifat dominan dan resesif (Nn), disebut heterozigot. • Fenotip: Sifat makhluk hidup yang tampak sehingga bisa diamati.

albino adalah

Misalnya, rasa buah manis, rambut lurus, bentuk buah bulat, dan tinggi rendahnya badan. Fenotip ditentukan oleh faktor genotip dan lingkungan, misalnya keadaan air, sifat asam/basah tanah, dan nutrisi • Alel: Anggota pasangan gen yang mempunyai albino adalah alternatif sesamanya. Gen-gen ini terletak pada lokus yang bersesuaian dari suatu kromosom yang homolog.

• Homozigot: Pasangan alel yang sifatnya albino adalah. Contohnya AA, aa, BB, bb, CC dan cc. Pasangan gen dengan alel alel dominan disebut homozigot dominan (AA, BB), sedangkan pasangan gen dengan alel alel resesif disebut homozigot resesif (aa, bb) • Heterozigot: Pasangan alel dengan gen yang tidak sama, yang satu gen dominan dan lainnya gen resesif.

• Pembastaran: Perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda. • Sifat intermediate merupakan sifat gabungan antara sifat dominan dan resesif, berupa sift campuran. Seperti yang telah dilakukan oleh mendel terhadap tanaman Antirrhinum majus berbunga merah galur murni (MM) disilangkan dengan antirhinum majus bewarna putih galur murni albino adalah. Hasil keturunannya berfenotip warna merah muda, bukan berwarna merah meskipun genotipnya Mm. Berbagai istilah terkait genetika, DNA, RNA juga dapat kamu temukan pada buku Ensiklopedia Biologi Volume 5: DNA, RNA & Kromoson Genetika karya James Bobick Dkk dibawah ini.

Pola-pola Hereditas pada Manusia Contoh sederhana yang umum terjadi adalah penurunan penyakit yang diakibatkan oleh adanya gen. Gen ini terletak pada autosom atau juga bisa dipicu oleh gen pada kromosom seks yang disebut sebagai gonosom. Meskipun demikian, penyakit menurun ini bukanlah penyakit yang bisa menular. Pelajari lebih lanjut mengenai alasan adanya penurunan sifat genetik ini pada buku Ensiklomini Anak Fantastis – Heriditas.

Sifat-sifat dimiliki oleh induk yang diturunkan pada anaknya dapat terjadi karena melalui pola pewarisan sifat. Metode tersebut dikenal dengan metode asal usul atau silsilah di dalam bentuk pedigree. Berikut inilah pola hereditas pada manusia.Penurunan sifat pada manusia ini dapat dipelajari dengan sebuah metode.

Pola hereditas pada golongan darah manusia terdiri dari: Golongan Darah Salah satu bentuk hereditas manusia adalah golongan darah. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa golongan darah ini memiliki sifat menurun.

albino adalah

Pada umumnya, golongan darah pada manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis golongan darah yang albino adalah. Sistem golongan darah ABO, sistem golongan darah rhesus, dan sistem golongan darah MN, berikut penjelasannya: • Sistem golongan darah ABO merupakan sistem yang ditentukan oleh tiga macam alel. Terdiri dari IA, IB, dan kemudian adalah IO. • Sistem Rhesus, sistem yang akan ditentukan oleh gen Rh dan juga gen rh.

Gen Rh untuk jenis rhesus positif (+), dan hen rh untuk rhesus negativ (-). Alel Rh ini memiliki sifat dominan terhadap rh. • Sistem MN, sistem golongan darah Albino adalah. Dimana sistem yang satu ini akan ditentukan oleh dua macam alel, takni alel LM, serta alel LN. Cacat dan Penyakit Menurun pada Manusia Penyakit menurun pada manusia tidak bisa atau bahkan sulit untuk disembuhkan.

albino adalah

Hal tersebut dikarenakan adanya kelainan di dalam gen (substansi hereditas). Secara umum dikendalikan oleh gen resisif. Terakhir, hanya bisa muncul pada orang yang mempunyai homozigot resesif. Cacat dan penyakit menurun ini dapat disebabkan oleh dua faktor. Melalui autosom atau terpaut kromosom di dalam tubuh dan melalui gonosom atau terpaut kromosom seks.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjutnya. Ciri-ciri penyakit menurun adalah Tidak menular pada orang lain, Tidak dapat disembuhkan, karena ada kelainan dalam substansi hereditas (gen), Umumnya dikendalikan oleh gen resesif dan hanya muncul pada seseorang yang homozigot resesif. Jenis penyakitnya, diantaranya: Albino Albino merupakan salah satu hereditas pada manusia yang disebabkan karena cacat menurun.

Albino adalah sendiri merupakan cacat menurun yang disebabkan karena adanya kelainan tubuh. Dimana tubuh tidak mampu memproduksi enzim yang bertugas mengubah tirosin menjadi pigmen melanin. Pigmen melanin ini dikendalikan oleh gen resesif a.Albino merupakan salah satu hereditas pada manusia yang disebabkan karena cacat menurun.

Albino sendiri merupakan cacat menurun yang disebabkan karena adanya kelainan tubuh. Dimana tubuh tidak mampu memproduksi enzim yang bertugas mengubah tirosin menjadi pigmen melanin.

Pigmen melanin ini dikendalikan oleh gen resesif a. Pada tubuh manusia normal, terdapat genotip AA serta normal dengan carier Aa. Sedangkan keadaan semacam ini berbeda dengan orang yang menderita albino. Sebab, mereka terlahir dari pasangan yang keduanya merupakan carier. Terpaut Kromosom Seks Pola hereditas pada manusia melalui cacat dan penyakit menurun albino adalah disebabkan karena terpaut kromosom seks.

Pada kasus ini kita akan mengambil beberapa contoh penyakit yang umum dijumpai. Satu diantaranya adalah webbed toes. Webbed toes adalah salah satu kelainan sifat, dimana di antara jari-jari kaki terdapat pertumbuhan selaput seperti kaki bebek.

Kelainan ini terjadi karena dikendalikan oleh gen resesif (wt), akan tetapi pada gen dominan (Wt) memiliki keadaan yang normal. Selain webbed toes, ada juga hyserix gravior. Hyserif gravior adalah kelainan yang mana albino adalah pertumbuhan rambut panjang dan kasar, sehingga menyerupai seperti duri landak. Munculnya sifat ini yang menandakan hereditas pada manusia karena dikendalikan oleh adanya gen resesif (hg). Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Hereditas Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi albino adalah • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1




2022 www.videocon.com