Angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

B. Angin lokal Angin lokal adalah jenis angin yang hanya berhembus di wilayah-wilayah dan waktu-waktu tertentu saja. Beberapa contoh angin jenis ini antara lain yaitu angin darat-angin laut, angin gunung-angin lembah, angin siklon-angin antisiklon dan angin fohn.

1. Angin darat dan angin laut Bagi penduduk di pesisir pantai pasti tidak asing dengan adanya angin darat dan angin laut. Sering angin jenis ini digunakan oleh nelayan tradisional untuk mengembangkan layar kapal guna mencari ikan.

Angin darat bertiup dari daratan menuju laut sedangkan angin laut bergerak dari laut menuju darat. Kita semua tahu bahwa daratan merupakan benda padat, oleh karenanya daratan akan lebih mudah untuk menerima dan melepas energi panas.

Nah, akibatnya jika hari telah malam, maka suhu daratan akan lebih dingin daripada laut sehingga memiliki tekanan udara angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin lebih besar. Hal ini mengakibatkan aliran angin berhembus dari daratan menuju lautan. Inilah yang dinamakan sebagai angin darat. Pada siang hari, daratan akan lebih cepat menerima energi panas daripada laut sehingga tekanan di darat menjadi lebih rendah daripada laut.

Hal ini mengakibatkan munculnya aliran angin dari laut menuju daratan. Inilah yang dinamakan sebagai angin laut. Untuk lebih jelaskan, perhatikan gambar di bawah ini; Gambar. Arah angin darat dan Angin laut (Sumber: Eni Anjayani,2009) 2. Angin gunung dan angin lembah Pada wilayah pegunungan terdapat pula angin lokal yaitu angin gunung dan lembah yang terjadi sebagai akibat perbedaan suhu antara kedua wilayah tersebut. Pada pagi sampai menjelang siang hari, bagian lereng atau punggung pegunungan lebih dulu disinari Matahari dibandingkan dengan wilayah lembah.

Akibatnya, wilayah lereng lebih cepat panas dan menjadi pusat tekanan rendah sedangkan suhu udara di daerah lembah masih relatif dingin sehingga menjadi pusat tekanan tinggi.

Maka massa udara bergerak dari lembah ke lereng atau bagian punggung gunung massa udara yang bergerak ini disebut angin lembah. Pada malam hari, suhu udara di wilayah gunung sudah sedemikian rendah sehingga terjadi pengendapan massa udara padat dari wilayah gunung ke lembah yang masih relatif lebih hangat.

Gerakan udara ini dikenal dengan angin gunung (Bambang Utoyo, 2006). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini; Gambar. Angin gunung dan angin lembah (Sumber: Eni Anjayani, 2009) 3. Angin siklon dan angin antisiklon Angin siklon adalah angin yang berputar dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum dengan arah ke dalam.

Angin antisiklon adalah angin yang berputar dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum dengan arah ke luar.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

Pasti Anda akan bingung -apa sih maksud dari arah ke dalam/luar, iya kan ?-nah biar lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini… Gambar: Bagan angin siklon dan antisiklon (Sumber: Rahayu, Saptanti.2009. Nuansa Geografi) Garis-garis anak panah pada gambar di angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin menunjukan arah angin. Yang perlu kita cermati yakni arah putaran anginnya, dimana pada bumi bagian utara arah angin siklon berputar berlawanan dengan arah jarum jam sedangkan angin antisiklon berputar searah jarum jam.

Nah, sedangkan pada bumi bagian selatan putaran angin siklonnya akan searah dengan jarum jam sedangkan angin antisiklonnya berputar berlawanan dengan jarum jam. 4. Angin Fohn Angin fohn merupakan angin yang bergerak menuruni pegunungan.

Selain pada umumnya bersifat membawa panas dan kering, angin ini juga terjadi dalam satu rangkaian dengan hujan orografik. Proses terjadinya angin fohn dimulai dengan gerakan massa udara dari wilayah pantai yang banyak mengandung uap air. Massa udara itu lalu naik melalui lereng gunung. Oleh karena naik, maka suhunya menjadi menjadi semakin berkurang (Ingat: setiap naik ketinggian 100 m dari permukaan laut, maka suhu akan turun sekitar 0,6°C).

Akibat terus-menerus terjadi penurunan suhu, pada ketinggian tertentu terjadilah proses kondensasi (pengembunan) dan terbentuk awan yang selanjutnya dijatuhkan sebagai hujan orografis di daerah lereng pegunungan yang menghadap pantai. Gambar: Proses terjadinya hujan orografis dan angin fohn Massa udara yang telah kering karena uap airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini terus bergerak menuruni lereng pegunungan yang membelakangi pantai (daerah bayangan hujan).

Massa udara yang bergerak turun melintasi daerah bayangan hujan ini dinamakan angin fohn atau angin jatuh. Oleh karena gerakan angin terus turun dari ketinggian, maka suhu angin akan mengalami peningkatan.

Hal inilah yang menyebabkan pada umumnya angin fohn bersifat panas dan kering. [color-box]Anjayani, Eni.2009. Geografi: Untuk Kelas X SMA/MA. Klaten: PT Cempaka Putih. Hartono.2007. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta.

Bandung: CV. Citra Praya. Rahayu, Saptanti.2009. Nuansa Geografi. Solo: PT Widya Duta Grafika. Utoyo, Bambang.2006. Geografi 1 Membuka Cakrawala Dunia. Bandung: PT. Pribumi Mekar.[/color-box] Berdasarkan gerakan dan sifatnya, angin dibedakan menjadi tiga sebagai berikut: 1. Angin Siklon Angin siklon adalah angin yang berputar menuju pusat tekanan udara rendah atau minimum (-). Sesuai dengan hukum Buys Ballot, sambil bertiup ke arah pusat, angin siklon membentuk gerakan spiral.

Arah pusatan siklon di belahan utara berlawanan dengan arah putaran jarum jam, sedangkan di belahan selatan searah dengan arah putaran jarum jam.

Di pusat siklon, udara bergerak ke atas dan kadang-kadang disertai bentukan ekor awan berbentuk kerucut. Jika kerucut awan dari sebuah siklon yang kuat menyentuh permukaan bumi akan menghancurkan rumah-rumah dan pohon-pohon.

2. Angin Antisiklon Angin antisiklon adalah angin yang berputar keluar dari pusat tekanan udara tinggi atau maksimum. 3. Angin Muson Angin muson adalah angin yang setiap setengah tahun berganti arah. Berdasarkan sifat dan asalnya, angin muson dibedakan menjadi angin muson barat dan angin muson timur. 4. Angin Fohn Angin fohn adalah angin yang mempunyai sifat panas dan kering. Angin fohn adalah angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan tersebut.

Suhu udara akan mengalami penurunan sebesar 0,640°C setiap naik 100 meter. Tetapi setelah melewati pegunungan, akan mengalami kenaikan suhu sebesar 10°C setiap turun 100 meter. Hal ini akan menyebabkan sebagian besar angin terjun karena massa udaranya panas. Angin fohn di Sumatera Utara disebut dengan angin bohorok, di Jawa Barat disebut angin kumbang, di Jawa Timur disebut angin gending, dan di Biak (Papua) disebut angin wambrau.

5. Angin Lembah Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke arah gunung. Angin ini bertiup pada siang hari. 6. Angin Gunung Angin gunung adalah angin yang bertiup dari gunung ke arah lembah. Angin gunung terjadi pada malam hari. 7. Angin Darat Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari. 8. Angin Laut Angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari.
Assalamu'alaikum teman-teman.

Sebelum mengikuti PTS semester ke-2, kamu harus melalui dulu ulangan harian mata pelajaran geografi pada bab 6. Bab 6 mapel geografi di kelas 10 membahas tentang dinamika atmosfer dan dampaknya bagi kehidupan. Langsung saja, saya bagikan latihan soal untuk menghadapi ulangan harian bab 6. Monggo dipelajari. Soal berbentuk pilihan ganda. Silahkan memilih salah satu dari pilihan jawaban soal antara a, b, c, d atau e.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

Usahakanlah kerjakan sesuai kemampuanmu terlebih dahulu. Baru kemudian lihatlah pembahasan dari latihan soal ini di akhir postingan. Langsung saja, monggo dipelajari. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar! 1. Berikut ini yang termasuk dalam jenis awan menengah adalah . a. cirrus b.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

stratus c. cumulus d. alto stratus e. cirro stratus 2. Perbandingan uap air yang terkandung dalam setiap unit massa udara disebut . a. angin lokal b. kelembapan absolut c. kelembapan relatif d. kelembapan nisbi e.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

kelembapan netral 3. Perbedaan suhu tempat satu dengan tempat yang lainnya di wilayah Indonesia umumnya dipengaruhi oleh . a. angin lokal b. ketinggian tempat c. letak lintang d. tekanan udara e. curah hujan 4. Iklim pada dataran tinggi dengan perbedaan temperatur siang dan malam yang besar disebut iklim .

a. matahari b. fisik c. kontinental d. ugahari e. maritim 5. Penggolongan tipe iklim matahari adalah . a. iklim kutub, sedang, tropis, dan subtropis b. iklim kutub utata, sedang, dan kutub selatan c. iklim sedang, kutub utara, dan dingin d. iklim dingin, kutub selatan, dan kutub utara e. iklim tropis, subtropis, dan kutub 6. Angin lembah terjadi pada waktu .

a. pagi hari b. siang hari c. sore hari d. malam hari e. setiap waktu 7. Berdasarkan pembagian iklim matahari, daerah dengan iklim tropis berada pada garis astronomis . a. 23,5 oLU - 23,5 oLS b. 23,5 oLU - 35 oLU c. 23,5 oLS - 35 oLU d. 66,5 oLU - 90 oLU e. 66,5 oLS - 90 oLU 8. Angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin . a. muson b. fohn c. pasat d. monsun e. anti pasat 9. Lapisan udara yang berfungsi melindungi bumi dari jatuhnya meteor adalah lapisan .

a. stratosfer b. mesosfer c. eksosfer d. troposfer e. termosfer 10. Peningkatan CO2 sehingga menyebabkan suhu di muka bumi bertambah panas dikenal dengan istilah . a. pemanasan global b.

el nino c. inversi udara d. gradien termis e. goyangan iklim 11. Angin yang disebabkan oleh perbedaan temperatur sehingga tekanan udara juga berbeda yang mengakibatkan terjadi aliran udara dari lembah ke gunung disebut angin . a. lembah b. laut c. darat d. gunung e. muson 12. Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan adalah . a. higrometer b. ombrometer c. anemometer d. barometer e.

termometer 13. Jumlah uap air yang terdapat pada udara, dinyatakan dalam jumlah gram uap air tiap-tiap 1 m2 udara disebut .

a. kelembapan relatif b. tekanan udara c.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

kelembapan mutlak d. kelembapan udara e. suhu udara 14. Yang dimaksud dengan angin fohn ialah . a. angin yang bertiup dari daratan menuju ke laut b. angin dari pantai naik ke daratan c. angin yang bertiup dan bersifat panas, kering, miskin uap air, suhu tinggi, dan gerakannya lebih cepat d. angin yang naik ke pegunungan dan setelah melalui puncak kemudian turun ke lembah e. angin turun dari atas menuju ke daratan 15. Dalam istilah meteorologi, penyebaran udara panas secara berputat-putar disebut .

a.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

konduksi b. turbulensi c. adveksi d. konveksi e. frontal 16. Udara yang mengandung uap air menaiki lereng pegunungan sehingga mengalami kondensasi dan akhirnya turun sebagai hujan . a. zenital b. konveksi c. orografis d. muson e. frontal 17. Daerah sangat dingin dengan ketinggian 2.500 - 3.000 meter di atas permukaan laut cocok untuk habitat tumbuhan .

a. hutan musim b. rumput-rumput kerdil c. hutan tropis d. cokelat e. teh dan kopi 18.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

Berikut ini yang merupakan manfaat megetahui informasi tentang iklim dan cuaca untuk bidang pertanian adalah . a. mengetahui kapan harus pulang kampung b. mengetahui pergerakan angin c.

untuk mengetahui jenis pertanian yang sesuai dengan iklim d. untuk mengetahui saatnya memupuk tanaman e. untuk mengetahui potensi daerah 19. Satuan yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah . a. barometer b. termometer c. anemometer d. milibar e.

obrometer 20. Gas berikut ini yang paling banyak terdapat di dalam atmosfer ialah . a. nitrogen b. argon c. metana d. karbon dioksida e. oksigen • Alemannisch • Aragonés • العربية • Asturianu • Azərbaycanca • Boarisch • Български • भोजपुरी • Català • Čeština • Kaszëbsczi • Dansk • Deutsch • Zazaki • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • Galego • עברית angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • ქართული • Қазақша • 한국어 • Lombard • Lietuvių • Македонски • മലയാളം • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • Polski • Português • Română • Русский • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Türkçe • Українська • Tiếng Việt • 吴语 • მარგალური • 中文 • Bân-lâm-gú Angin fohn atau angin lokal atau angin terjun adalah angin yang terjadi apabila ada gerakan massa udara yang menaiki suatu pegunungan dengan ketinggian lebih dari 200 meter.

Massa udara yang mencapai puncak pegunungan akan mengalami kondensasi dan akhirnya timbul hujan pada satu sisi lereng. Adapun pada lereng yang lain tidak terjadi hujan karena terhalang tingginya pegunungan. Daerah yg tidak mengalami hujan disebut daerah bayangan hujan. Pada daerah bayangan hujan itu angin dari atas pegunungan akan bergerak menuruni lereng pegunungan dengan kecepatan tinggi.

Hal itu menyebabkan naiknya suhu udara, karena setiap turun 100 meter udara naik 1 °C. Dengan demikian angin yang turun bersifat panas dan kering. Angin itulah yang disebut angin fohn. Angin fohn yang terjadi di Indonesia antara lain sebagai berikut: • Angin Bahorok ( Deli, Sumatra Utara) • Angin Kumbang ( Cirebon, Jawa Barat) • Angin Gending ( Probolinggo, Jawa Timur) • Angin Brubu ( Makassar, Sulawesi Selatan) • Angin Wambraw ( Biak, Papua) Bacaan lanjutan [ sunting - sunting sumber ] • McKnight, TL & Hess, Darrel (2000).

Foehn/Chinoonk Winds. In, Physical Geography: A Landscape Appreciation, pp. 132. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall. ISBN 0-13-020263-0 Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) Illustration Kategori tersembunyi: • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman ini terakhir diubah pada 17 Desember 2021, pukul 01.55.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Halo Keysha, Kaka bantu jawab ya.

Jawaban untuk soal ini adalah B. Berikut adalah penjelasan nya! Angin yang bergerak menuruni lereng gunung di daerah bayangan hujan disebut juga angin fohn. Angin ini berhembus setelah terjadinya hujan orografis di sisi lereng yang lain, yaitu daerah hadapan hujan.

Hujan orografis tidak turun di daerah bayangan hujan karena terhalang oleh ketinggian gunung. Angin fohn yang bergerak menuruni lereng di daerah bayangan hujan bersifat kering dan panas. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan suhu sebesar1°C saat ketinggian tempat turun 100 meter. Dengan demikian jawaban yang tepat adalah B.

Semoga membantu ya :) Wilayah berbatuan gamping sering mengalami kekeringan karena . (1) Kerapatan tanaman di permukaan jarang (2) Air terinfiltrasi dan masuk ke dalam diaklas (3) Durasi curah hujan relatif pendek (4) Air berada jauh di bawah permukaan tanah A. Jika (1), (2) dan (3) benar B. Jika (1) dan (3) benar C. Jika (2) dan (4) benar D. Jika hanya (4) benar E. Jika semuanya benar Penyebaran pengaruh kebudayaan daerah di Indonesia dapat berwujud fisik dan nonfisik. salah satu wujud fisik pengaruh kebudayaan tersebut dapat diamati melalui masyarakat minang yang merantau keberbagai daerah.

Banyak orang minang yang mendirikan rumah makan padang ditempat merantau. Pengaruh kebudayaan bersifat fisik berdasarkan wacana tersebut disebabkan oleh faktor.
Jawaban B Angin fohn atau angin lokal atau angin terjun adalah angin yang terjadi apabila ada gerakan massa udara yang menaiki suatu pegunungan dengan ketinggian lebih dari 200 meter.

Massa udara yang mencapai puncak pegunungan akan mengalami kondensasi dan akhirnya timbul hujan pada satu sisi lerengAngin adalah gerakan massa udara dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Kekuatan dan kecepatan angin dipengaruhi oleh gradien barometer, ketinggian tempat, relief daratan, dan jarak antardaerah.

Besarnya kecepatan dan arah angin diukur dengan menggunakan alat anemometer mangkok dan hasil catatannya disebut anemogram. Angin selalu bertiup dari tempat dengan tekanan udara tinggi ke tempat dengan tekanan udara yang lebih rendah.

Jika tidak ada gaya lain yang mempengaruhi, angin akan bergerak secara langsung dari udara bertekanan tinggi ke udara yang bertekanan rendah. Akan tetapi, perputaran bumi pada sumbunya akan menimbulkan gaya yang akan mempengaruhi arah pergerakan angin.

Pengaruh perputaran bumi terhadap arah angin disebut pengaruh coriolis (Coriolis Effect). Pengaruh ini menyebabkan angin bergerak searah jarum jam mengitari daerah bertekanan renah di angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin bumi selatan.

Sebaliknya bergerak dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi utara.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

Berdasarkan gerakan dan sifatnya, angin dibedakan menjadi tiga sebagai berikut: 1. Angin Siklon Sesuai dengan hukum Buys Ballot, angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin bertiup ke arah pusat, angin siklon membentuk gerakan spiral.

Arah pusatan siklon di belahan utara berlawanan dengan arah putaran jarum jam, sedangkan di belahan selatan searah dengan arah putaran jarum jam. Di pusat siklon, udara bergerak ke atas dan kadang-kadang disertai bentukan ekor awan berbentuk kerucut. Jika kerucut awan dari sebuah siklon yang kuat menyentuh permukaan bumi akan menghancurkan rumah-rumah dan pohon-pohon.

2. Angin Antisinklon Suhu udara akan mengalami penurunan sebesar 0,640°C setiap naik 100 meter. Tetapi setelah melewati pegunungan, akan mengalami kenaikan suhu sebesar 10°C setiap turun 100 meter. Hal ini akan menyebabkan sebagian besar angin terjun karena massa udaranya panas.

Angin fohn di Sumatera Utara disebut dengan angin bohorok, di Jawa Barat disebut angin kumbang, di Jawa Timur disebut angin gending, dan di Biak (Papua) disebut angin wambrau.

5. Angin Lembah Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke arah gunung. Angin ini bertiup pada siang hari. 6. Angin Gunung Angin gunung adalah angin yang bertiup dari gunung ke arah lembah. Angin gunung terjadi pada malam hari. 7. Angin Darat Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari.

8. Angin Laut Angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari. Baca lebih lengkap DISINI
Angin yang kita ketahui selama ini, ternyata memiliki nama tersendiri, salah satunya yakni angin katabatik. Salah satu ciri dari angin katabatik yakni ditemukan di daerah pegunungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu angin katabatik, mari disimak penjelasannya di bawah ini! Pengertian Angin Katabatik Istilah katabatik sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni “katabasis” yang memiliki arti turun. Angin katabatik ( Katabatic Wind) merupakan angin gunung yang berada di lereng bawah. Dengan kata lain, angin katabatik adalah angin yang membawa udara dengan kepadatan tinggi dari ketinggian yang lebih tinggi ke bagian lereng. Angin ini terkadang bisa disebut juga sebagai angin jatuh yang terbentuk saat permukaan gunung menjadi lebih dingin daripada udara di sekitarnya.

Akibatnya memaksa angin untuk segera menuruni lereng, bahkan saat dalam kondisi badai kecepatan angin dapat mencapai 80 mil per jam. Hal yang perlu diperhatikan bahwa tidak semua angin lereng merupakan angin katabatik. Angin katabatik dapat meluas hingga ke wilayah yang cukup besar, seperti yang terjadi di California selatan yang menciptakan angin Santa Anna.

Penyebab Terjadinya Angin Katabatik Penyebab terjadinya angin katabatik menurut para ahli yakni angin yang berasal dari proses pendinginan udara di puncak gunung, gletser, dataran tinggi, atau bukit, karena adanya kerapatan udara yang berbanding terbalik dengan tekanan di atas, udara akan dipaksa mengalir ke bawah dan memanas dalam proses penurunan.

Selain itu suhu udara juga ditentukan oleh adanya tingkat laju penurunan ketinggian dan suhu absolut di wilayah sumber. Terkadang angin menjadi panas saat telah mencapai permukaan air laut.

Perlu diketahui semakin besar perbedaan suhu udara, maka semakin kuat angin yang dihasilkan nantinya. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya angin katabatik antara lain: • Tingkat pendinginan yang terjadi di sepanjang lereng.

Semakin dingin permukaan lereng maka potensi untuk terbentuknya angin semakin besar. • Kekasaran lereng juga mempengaruhi terbentuknya angin katabatik sebab semakin halus suatu lereng, maka potensi terbentuknya angin semakin besar dan kuat sebab tidak ada yang menghalanginya. • Tingkat kecuraman lereng menjadi pengaruh terbentuknya angin katabatik. Semakin curam suatu lereng, maka semakin besar pula kemungkinan terbentuknya angin gunung dan bercampur dengan udara netral yang berada di sekitarnya.

Proses Terjadinya Angin Katabatik Angin katabatik tergolong angin lokal yang hanya terjadi di wilayah pegunungan dan lembah saja. Proses terjadinya angin katabatik berlangsung saat malam hari tepatnya ketika sore hari atau matahari telah terbenam, yakni ketika udara yang berada di puncak gunung mengalami pendinginan oleh adanya proses konduksi. Udara tersebut terbentuk menjadi lebih padat dan membuatnya menuruni lembah.

Pada wilayah lembah suhu udara relatif lebih tinggi dibandingkan dengan suhu yang berada di gunung atau pegunungan. Akibatnya tekanan udara di lembah menjadi lebih rendah, dan membuat angin bergerak dari arah gunung ke lembah. Ketika malam hari, daratan di sekitar puncak atau lereng gunung menjadi lebih dingin akibat kehilangan radiasi matahari. Oleh karena itu, puncak gunung memiliki tekanan yang lebih tinggi dibandingan wilayah yang berada di lembah.

Udara yang dingin tersebut mempunyai kerapatan udara (densitas) lebih besar, kemudian mengalirkan udara ke arah lembah, maka terciptalah angin katabatik. Dampak Terjadinya Angin Katabatik Umumnya angin katabatik banyak terjadi di lapisan es besar yang berada di daerah Greenland dan Antartika.

Adanya penumpukan udara dingin dengan kerapatan udara tinggi yang berada di lapisan atas es, menciptakan energi gravitasi yang besar. Akibatnya angin tersebut semakin terkonsentrasi di wilayah lembah pesisir, bahkan angin bertiup jauh melebihi kekuatan angin saat badai, yakni 300 km per jam. Di Greenland angin ini lebih dikenal dengan nama piteraq dan akan semakin kuat setiap kali berada di daerah bertekanan rendah, yakni kawasan pantai.

Di Antartika yang penuh dengan salju, angin katabatik membawa salju-salju mengarah ke lembah kering atau oasis Antartika, seperti yang terjadi di Lembah Kering Angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin.

Saat angin katabatik turun, angin ini cendrung memiliki kelembaban relatif rendah yang cukup untuk mengeringkan wilayah tersebut. Di tempat lain, angin katabatik memberikan efek yang kecil yang mengarah ke area es biru, membuat salju di suatu kawasan hilang dan permukaan lapisan es menyublim, namun lapisan tersebut diisi ulang oleh aliran gletser yang berasal dari hulu.

Sedangkan di Amerika Selatan tepatnya di Kepulauan Fuegian (Tierra del Fuego) dan Amerika Utara (Alaska), angin katabatik dikenal dengan sebutan williwaw yang sangat berbahaya bagi kapal-kapal yang ingin berlabuh.

Angin williwaw ini berasal dari padang salju dan es di pegunungan pesisir, serta memiliki kecepatan lebih dari 220 km per jam.
Jawaban B Kandungan unsur pada lapisan troposfer, yaitu: • Uap air sebanyak 99% • Nitrogen sebanyak 78% • Oksigen sebanyak 21% • Hidrogen.

• Karbondioksida. • Jejak argon. • Asap. • Polutan. 2. Lapisan pada atmosfer yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap kehidupan di bumi adalah. • termosfer • mesosfer • tropopause • stratosfer • troposfer Jawaban E Troposfer sangat berpengaruh terhadap kehidupan di bumi karena pada lapisan ini selain terjadi peristiwa seperti cuaca dan iklim, juga terdapat kira-kira 80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer. 3. Jenis angin lokal yang bersifat panas dan bertiup di wilayah Pulau Biak disebut angin.

• kumbang • gending • brubu • bohorok • wambrau Angin fohn atau angin lokal atau angin terjun adalah angin yang terjadi apabila ada gerakan massa udara yang menaiki suatu pegunungan dengan ketinggian lebih dari 200 meter. Massa udara yang mencapai puncak pegunungan akan mengalami kondensasi dan akhirnya timbul hujan pada satu sisi lereng.

Adapun pada lereng yang lain tidak terjadi hujan karena terhalang tingginya pegunungan. Daerah yg tidak mengalami hujan disebut daerah bayangan hujan. Pada daerah bayangan hujan itu angin dari atas pegunungan akan bergerak menuruni lereng pegunungan dengan kecepatan tinggi.

Hal itu menyebabkan naiknya suhu udara, karena setiap turun 100 meter udara naik 1 °C. Dengan demikian angin yang turun bersifat panas dan kering. Angin itulah yang disebut angin fohn. Angin fohn yang terjadi di Indonesia antara lain sebagai berikut: • Angin Bahorok (Deli, Sumatra Utara) • Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat) • Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur) • Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan) • Angin Wambraw (Biak, Irian Jaya) 4.

Lingkaran pada sinar yang mengelilingi matahari atau bulan sebagai akibat pembiasan kristal-krital es disebut. • pelangi • fatamorgana • librasi • halo • aurora Jawaban D Konveksi yaitu pemanasan atau penyebaran panas yang terjadi akibat adanya gerakan udara secara vertikal, sehingga udara di atas yang belum panas menjadi panas karena pengaruh udara di bawahnya yang sudah panas 7.

Perbedaan suhu tempat satu dengan tempat yang lainnya di wilayah indonesia umumnya dipengaruhi oleh. • angin lokal • ketinggian tempat • letak lintang • tekanan udara • curah hujan Perbedaan suhu di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh perbedaan ketinggian tempat, misal antara dataran rendah suhunya lebih panas bila dibandingkan dengan dataran tinggi ataupun daerah pegunungan.

8. Angin yang bertiup di dua daerah bertekanan maksimum subtropik utara dan selatan secara terus menerus ke arah ekuator atau khatulistiwa disebut angin.

• muson • lokal • pasat • monsun • antipasat Jawaban C Angin pasat adalah angin yang bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropis menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Angin ini terdiri dari Angin Pasat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara dan Angin Pasat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.

Pada gambar di bawah ini, angin pasat ditunjukkan oleh anak panah berwarna merah. Jawaban D Iklim ugahari adalah salah satu iklim yang bisa dikatakan mungkin sangat jarang diketahui oleh banyak orang.

Salah satu hal yang bisa kita ketahui adalah iklim ugahari ini merupakan salah satu dari beberapa jenis iklim di Indonesia. Jenis iklim ini sendiri termasuk kedalam jenis iklim fisik.

Hal ini berarti iklim ini sangat di pengaruhi oleh kondisi atau kenampakan lingkungan disekitarnya. Iklim ugahari ini sendiri memiliki ciri khusus yaitu tingginya suhu pada siang hari dan rendahnya suhu ketika malam hari. 10. Angin musim barat menyebabkan sebagian besar Indonesia mengalami musim hujan. Angin ini disebabkan oleh. • suhu udara di Australia lebih tinggi dibanding Asia • tekanan udara di Australia lebih dingin dibanding tekanan udara di Asia • tekanan udara di Australia lebih rendah dibanding tekanan udara di Asia • adanya pengaruh musim pancaroba • adanya badai siklon tropis Jawaban C Muson barat atau muson musim dingin timur laut adalah angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin yang bertiup pada bulan Oktober-April di Indonesia.

Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia sedang mengalami musim panas, berakibat pada tekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, berakibat memiliki tekanan maksimum dan bersifat basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Bertiupnya angin ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara di belahan bumi utara dan selatan. Pada saat itu utara musim dingin sehingga menyebabkan tekanan di utara lebih tinggi dari pada selatan, maka angin bertiup dari utara (Asia dan Samudera Pasifik) menuju Australia melewati Indonesia.

Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan).

11. Daerah DKAT sering menimbulkan arus naik vertikal yang menyebabkan hujan. • zenithal • frontal • orografis • lokal • salju Jawaban A DKAT atau Daerah Konvergensi Antar Tropik adalah wilayah yang memiliki suhu tertinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya.

Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang banyak, mengakibatkan daerah ini memiliki kelembaban yang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan turunnya hujan zenit atau hujan konveksi.

12. Pemberian panas oleh gerakan udara dengan arah mendatar disebut. • konveksi • radiasi • difusi • adveksi • evaporasi Jawaban D Adveksi adalah perambatan panas oleh gerakan udara secara horizontal atau mendatar. 13. Angin bohorok di Sumatera Utara bersifat panas dan kering. Sifat tersebut diperoleh karena angin bohorok.

• bergerak turun setelah menjatuhkan hujan • bergerak turun menuju dataran rendah • berasal dari Puncak Bukitbarisan • berasal dari daerah yang miskin uap air • berasal dari daerah bertemperatur tinggi Jawaban A Angin bahorok akan terjadi ketika angin yang mempunyai massa kemudian bergerak ke arah pegunungan dengan ketinggian 200 meter lebih.

Bahorok yang memiliki massa udara tersebut selanjutnya akan menunjukkan perubahan yang signifikan. Salah satu dampak yang ditimbulkan angin bahorok adalah terjadinya hujan di sekitar sisi lereng gunung. Hal tersebut bisa terjadi karena massa angin ada di sekitar puncak gunung tertinggi.

Namun tidak semua bagian sisi lereng mengalami hujan. Salah satu sisinya saja lah yang akan hujan karena angin ini. Bagian sisi lereng yang tidak hujan disebut dengan istilah daerah bayangan hujan. Di daerah bayangan hujan, angin yang berasal dari bagian atas pegunungan dengan cepat akan menuruni lereng pegunungan.

Hal tersebutlah yang pada akhirnya mengakibatkan suhu udara naik. Angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin pada dasarnya, suhu udara akan naik sebesar 1°C setiap turun sekitar 100 meter. 14. Lapisan atmosfer yang mempunyai karakteristik suhu udara meningkat secara tajam sehingga menyebabkan terjadinya ionisasi unsur-unsur kimia dan fisika adalah lapisan.

• termosfer • eksosfer • stratosfer • mesosfer • troposfer Jawaban A Lapisan termosfer merupakan lapisan yang berada di sekitar 85 kilometer dari permukaan bumi. Karena lapisan- lapisan atmosfer ini terdiri dari berlapis- lapis, maka antara lapisan satu dengan lapisan lainnya mempunyai keadaan transisi atau keadaan peralihan.

Transisi terjadi dari lapisan mesosfer ke lapisan termosfer ini mulai terjadi pada ketinggian kurang lebih 81 kilometer. Transisi ini terjadi karena adanya serapan radiasi sinar ultra violet. Radiasi ini dapat menyebabkan terjadinya sebuah reaksi kimia sehingga terbentuklan lapisan yang bermuatan listrik. Lapisan yang bermuatan listrik ini disebut dengan ionosfer.

Lapisan ionosfer ini mempunyai kemampuan untuk memantulkan gelombang radio. 15. Penggolongan tipe iklim matahari adalah. • iklim kutub, sedang, tropis, dan subtropis • iklim kutub utara, sedang, dan kutub selatan • iklim sedang, kutub utara, dan dingin • iklim dingin, kutub selatan, dan kutub utara • iklim tropis, subtropis, dan kutub Jawaban A Angin pasat bertiup di dua daerah bertekanan maksimum subtropika utara dan selatan menuju ke arah ekuator.

18. Berdasarkan pembagian iklim matahari, daerah dengan iklim tropis berada pada garis astronomis. • 23,5 LU - 23,5 LS • 23,5 LU - 23,5 LU • 23,5 LS - 23,5 LS • 66,5 LU - 90 LU • 66,5 LS - 90 LU Jawaban D Angin fohn yang terjadi di Indonesia antara lain sebagai berikut: • Angin Bahorok (Deli, Sumatra Utara) • Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat) • Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur) • Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan) • Angin Wambraw (Biak, Irian Jaya) 23.

Berikut ini merupakan susunan lapisan atmosfer dari bawah adalah. • stratosfer, mesosfer, troposfer, termosfer, dan eksosfer • troposfer, termosfer, stratosfer, mesosfer, dan eksosfer • troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer • troposfer, stratosfer, mesosfer, eksosfer, dan termosfer • eksosfer, termosfer, mesosfer, stratosfer, dan troposfer Jawaban B Angin fohn atau angin lokal atau angin terjun adalah angin yang terjadi apabila ada gerakan massa udara yang menaiki suatu pegunungan dengan ketinggian lebih dari 200 meter.

Massa udara yang mencapai puncak pegunungan akan mengalami kondensasi dan akhirnya timbul hujan pada satu sisi lereng 25. Berikut ini yang bukan merupakan sifat atmosfer adalah. • tidak berwarna • tidak berbau • transparan • elastis • tidak memiliki berat Jawaban B Pada pagi hari sampai kira-kira pukul 14.00, gunung atau pegunungan lebih cepat menerima panas matahari jika dibandingkan dengan lembah.

Oleh karena itu, pada siang hari suhu udara di gunung atau pegunungan lebih tinggi jika dibandingkan dengan lembah. Hal ini menyebabkan tekanan udara di lembah lebih tinggi sehingga berembuslah angin dari lembah menuju gunung. Itulah yang dinamakan angin lembah.Jadi, angin lembah terjadi pada pagi hari sampai menjelang sore hari.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

Karena pada siang hari, lereng gunung mendapatkan panas secara cepat akibat radiasi yang diterima lebih besar. Di dataran rendah udara menjadi lebih dingin dibandingkan udara di atas lereng gunung.Karena itu udara lereng gunung menjadi labil dan cenderung menaiki lereng hal ini disebut juga arus anabatik (anabatic flows). 28. Jika sinar ultraviolet masuk ke bumi akibat hilangnya lapisan ozon, akan menyebabkan bencana-bencana di bawah ini, kecuali.

• menyebabkan gempa bumi • menyebabkan kerusakan kulit • tumbuh-tumbuhan banyak yang mati • pembuluh darah bisa pecah • menyebabkan kanker kulit Jawaban A Jawaban B, C, D, dan E merupakan dampak yang terjadi apabila sinar ultraviolet masuk ke bumi, sedangkan jawaban A tidak ada hubungannya. 29. Peningkatan CO2 sehingga menyebabkan suhu di muka bumi bertambah panas dikenal dengan istilah.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin pemanasan global • el nino • inversi udara • gradien termis • goyangan iklim Jawaban A Pemanasan global adalah proses peningkatan suhu bumi yang berlebihan. Penyebabnya, gas rumah kaca yang tentu juga berlebihan. Dalam 200 tahun terakhir, manusia menghasilkan karbon dioksida yang berlebih.

Kita menghasilkan karbon dioksida lewat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas bumi. Pembakaran yang masif ini dimulai sejak abad ke-18, ketika dunia memasuki Revolusi Industri.

Gas rumah kaca yang makin tebal ini membuat panas matahari lebih banyak terperangkap di bumi. Akibatnya, bumi makin hangat. Dibanding masa sebelum Revolusi Industri, bumi makin panas sekitar 1,1 derajat celsius. Inilah yang dimaksud dengan pemanasan global. 30. Perbedaan antara iklim dan cuaca ditentukan oleh. • suhu dan tekanan udara • bujur dan lintang tempat • waktu dan tempat • jauh dan dekatnya kutub • lama tidaknya peristiwa terjadi Jawaban E Perbedaan antara iklim dan cuaca ditentukan oleh lama tidaknya peristiwa tersebut.

Cuaca terjadi dalam waktu yang relatif singkat hanya beberapa jam, sedangkan iklim terjadi dalam waktu yang relatif lama yaitu lebih dari 30 tahun. B. Soal Uraian 1. Apakah penyebab dari adanya perubahan iklim global?

Ada beberapa faktor penyebab perubahan iklim, diantaranya: 1. Efek gas rumah kaca 2. Pemanasan Global 3. Kerusakan lapisan ozon 4. Kerusakan fungsi hutan 5. Penggunaan Cloro Flour Carbon (CFC) yang tidak terkontrol 6. Gas buang industri 2. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan tingginya curah hujan di Indonesia! Beberapa faktor yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia adalah sebagai berikut: 1.

Jarak dari sumber air Sumber air atau laut merupakan sumber penguapan yang tentu saja akan mempengaruhi curah hujan di suatu tempat. Semakin dekat suatu tempat dengan laut maka curah hujan yang dimilikinya akan semakin tinggi. Sebaliknya, tempat yang jauh dari sumber air maka curah hujannya rendah. Hal ini karena kondensasi awan akan mencir sebelum mencapai tempat tersebut. 2. Perbedaan Suhu tanah dan perairan Perbedaan antara suhu daratan dan perairan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi curah hujan.

Apabila suhu tanah atau daratan lebih tinggi daripada perairan maka hujan akan sering terjadi di perairan, sebaliknya apabila suhu lebih tinggi di perairan daripada di daratan maka hujan akan lebih sering terjadi di daratan. 3. Arah angin Faktor selanjutnya yang mempengaruhi curah hujan yang ada di suatu tempat adalah faktor arah angin. Angin merupakan media yang membawa awan menuju ke suatu tempat sebelum menurunkan hujan.

Dengan demikian daerah- daerah yang kurang memiliki angin banyak maka, kemungkinan untuk turun hujan juga lebih kecil daripada daerah yang dilalui oleh banyak angin. Sebagai contoh daerah- daerah yang semacam ini adalah di padang pasir atau padang rumput yang biasa terdapat di Nusa Tenggara Timur.

4. Tinggi tempat Faktor ketinggian tempat adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh.

angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin

Hal ini karena ketinggian tersebut menentukan banyak sedikitnya hujan yang turun. Apabila semakin tinggi suatu tempat, maka tempat tersebut memiliki curah hujan yang rendah. Sebaliknya semakin rendah suatu tempat maka curah hujannya semakin banyak. Hal ini karena tinggi tempat berpegaruh juga terhadap suhu udara. Semakin tinggi suatu tempat maka suhu udara yang yang dimiliki akan semakin rendah.

5. Garis lintang Faktor garis lintang adalah salah satu yang mempengaruhi curah hujan. Daerah yang memiliki curah hujan terbanyak adalah yang berada di lintang rendah atau mendekati garis khatulistiwa. Semakin jauh suatu tempat dengan khatulistiwa maka curah hujannya semakin sedikit. 6. Luas daratan Siapa bilang besar kecilnya wilayah tidak berpengaruh terhadap curah hujan? Ternyata luas daerah yang luas membuat curah hujan di daerah tersebut sedikit atau rendah.

Sebaliknya apabila luas daratan tempit maka hujan akan lebih sering terjadi. 7. Deratan pegunungan Deretan pegunungan bagaikan benteng yang menghalangi awan untuk mencapai daerah dari balik gunung, akibatnya daerah balik gunung memiliki curah hujan yang rendah.

Apabila awan sampai menjumpai deratan gunung maka awan akan terus naik dan belum berhenti sebelum mampu melewati gunung. Dengan demikian daerah yang berada di sekitar pegunungan akan meiliki curah hujan rendah. 3. Sebutkan hukum Buys Ballot yang berkaitan dengan angin! Hukum Buys Ballot : Angin mengalir dari tempat yang bertekanan maksimum (dingin) ke tempat yang bertekanan minimum (panas).

Angin yang datang dari belahan Utara dibelokkan ke kanan, sedangkan angin yang datang dari belahan Selan dibelokkan ke kiri 4. Sebutkan contoh angin lokal yang pernah terjadi di Indonesia! Contoh angin lokal yang pernah terjadi di Indonesia, antara lain: 1. Angin Bahorok (Deli, Sumatra Utara) 2.

Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat) 3. Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur) 4. Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan) 5. Angin Wambraw (Biak, Irian Jaya) 5. Apakah manfaat adanya prakiraan cuaca dalam kehidupan sehari-hari?

Berikut adalah manfaat prakiraan cuaca bagi kehidupan : 1. Memperkirakan waktu tanam dan jenis tanaman yang cocok untuk ditanam Faktor cuaca seperti suhu udara, curah hujan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Misalnya padi memerlukan curah hujan tinggi namun tembakau cocok pada wilayah kering.

Karena itu diperlukan perkiraan cuaca yang tepat agar tanaman yang,ditanam bisa tumbuh dan tidak menyebabkan gagal panen. 2. Menjaga Keselamatan Transportasi Cuaca buruk sangat mengganggu keamanan transportasi. Banyak kecelakaan kapal laut terjadi akibat angin yang melintasi wilayah pegunungan dan bergerak menuruni lereng pegunungan disebut angin besar akibat hujan dan badai.

Sekitar 12% dari semua kecelakaan pesawat disebabkan oleh kondisi cuaca. Karena itu, penerbangan sering batal terbang ketika kondisi cuaca dianggap berbahaya, seperti kondisi badai, angin kencang dan bahkan kabut. Cuaca buruk juga mengancam perjalanan darat dengan terjadinya longsor dan jalan licin. Untuk itu, diperlukan peramalan cuaca yang akurat untuk membantu menjamin keselamatan transportasi. 3. Membantu merencanakan kegiatan sehari-hari Dengan melihat perkiraan cuaca seseorang dapat merencanakan kegiatannya, seperti harus membawa payung bila diperkirakan akan hujan.

4. Melakukan pencegahan bencana Bencana alam dapat terjadi bila kondisi cuaca memburuk. Misalnya hujan deras akan menyebabkan banjir dan longsor. Dengan mengtahui kondisi cuaca yang akan datang, kita dapat mempersiapkan resiko bencana yang ada.

menikmati angin segar dan sejuk di awal musim dingin di tepi pantai




2022 www.videocon.com