Air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

• Materi Siklus Air dan Bencana Kekeringan Bentuk Grafis • Jawablah pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama kelompokmu. • 1. Peristiwa apa saja yang terjadi pada teks “Siklus Air dan Bencana Kekeringan”?

• 2. Bagaimana proses siklus air menghasilkan air yang bersih? Jelaskan! • 3. Apa yang dimaksud dengan air tanah? • iv. Bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan? • five. Mengapa air permukaan biasanya lebih kotor dibandingkan dengan air tanah?

Jelaskan! • 6. Apa akibat dari musim kemarau yang panjang? • Ayo Berkreasi • Contoh Poster tentang dampak siklus air bagi kehidupan hasil karya anak kelas V SD/MI. Peristiwa siklus air merupakan peristiwa sehari-hari yang sering tidak disadari oleh manusia. Siklus air menghasilkan air bersih yang berguna untuk kehidupan manusia. Manusia memerlukan air bersih antara lain untuk keperluan rumah tangga, keperluan industri, dan juga pertanian. Siklus air menghasilkan air bersih.

Pada saat proses penguapan, kotoran pada air tidak ikut menguap. Uap air yang menguap adalah uap air yang bersih. Pada saat turun hujan, air yang dihasilkan pun adalah air bersih dan siap digunakan untuk berbagai keperluan. Air hujan yang jatuh, sebagian akan diserap oleh tanah, lalu menjadi air tanah. Air tanah adalah air yang mengalir di bawah permukaan tanah. Air ini biasanya lebih jernih dan bersih, karena sudah tersaring oleh lapisan tanah dan akar tumbuhan.

Untuk mendapatkan air tanah, manusia membuat sumur dengan cara menggali lubang. Air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akan terus mengalir menjadi air permukaan. Lalu, air itu menuju tempat yang lebih rendah seperti sungai, danau, dan laut. Air permukaan adalah air hujan yang tak dapat diserap oleh tanah tetapi diserap oleh permukaan tanah, sehingga mengalir di atas permukaan tanah dan kemudian menguap kembali. Air ini biasanya lebih kotor, karena mengandung lumpur. Air ini juga biasanya membawa berbagai macam material dari proses erosi.

Pada musim kemarau, air hujan yang turun menjadi berkurang. Air hujan yang turun biasanya langsung diserap oleh tanah menjadi air tanah. Jika air sungai dan danau surut akan menyebabkan berkurangnya penguapan air sebagai pembentuk titik-titik air di awan. Akibat dari semakin sedikitnya awan adalah semakin berkurangnya curah hujan.

Oleh karena itu, sumur-sumur penduduk pun menjadi kering. Di saat inilah biasanya terjadi kelangkaan air bersih. Jika kelangkaan air bersih terjadi dalam waktu yang panjang, bencana kekeringan akan terjadi. Mari kita biasakan menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. (Sumber: Scott Foresman. 2010. Scientific discipline. Illinois) Materi Siklus Air dan Bencana Kekeringan Bentuk Grafis materi Siklus Air dan Bencana Kekeringan dalam bentuk grafis, cocok untuk materi dan tugas online yang bisa dimanfaatkan guru untuk dibagikan dalam group watshap maupun telegram kelas V.

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama kelompokmu. one. Peristiwa apa saja yang terjadi pada teks “Siklus Air dan Bencana Kekeringan”? Jawaban : Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada teks bacaan Siklus Air dan Bencana Kekeringan yaitu: siklus air, penguapan air, hujan, air mengalir, dan terjadinya air tanah. two. Bagaimana proses siklus air menghasilkan air yang bersih? Jelaskan! Pada proses siklus air, ada tahap penguapan air dari permukaan bumi, yaitu dari laut, sungai, danau, dan genangan-genangan air lainnya.

Pada saat penguapan air, kotoran pada air akan tertinggal. Uap air yang naik dan membentuk awan merupakan uap air yang bersih. Saat awan menjadi mendung lalu turun menjadi hujan, air yang turun merupakan air bersih. three. Apa yang dimaksud dengan air tanah? Air tanah adalah air yang mengalir di bawah permukaan tanah.

4. Bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan? Air tanah lebih jernih dan bersih daripada air permukaan karena sudah tersaring oleh lapisan tanah dan akar tumbuhan. Oleh karena itu manusia biasa memanfaatkan air tanah untuk keperluan sehari-hari dengan membuat sumur. 5. Mengapa air permukaan biasanya lebih kotor dibandingkan dengan air tanah?

Jelaskan! Air permukaan merupakan air hujan yang tidak terserap oleh tanah. Air permukaan lebih kotor karena mengandung lumpur dan benda-benda lain yang terbawa aliran air di permukaan tanah. half-dozen. Apa akibat dari musim kemarau yang panjang? Saat musim kemarau panjang, air permukaan dan air tanah menyusut. Kekurangan air akan menyebabkan bencana kekeringan.

Beberapa hal yang harus dilakukan agar sumber air seperti sungai, mata air, sumur alam, dan danau dapat tetap lestari. Sumber Air Bersih Hal-Hal yang Dilakukan untuk Menjaga Kelestarian Sumber Air Sumur alam 1.

Penghijauan dan Penanaman Pohon. 2. Mengurangi penebangan hutan iii. Menanam tumbuhan penyerap air 4. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingya sumur alam Danau 1. Tidak membuang sampah dan limbah sembarangan di danau. 2. Jangan jadikan danau sebagai toilet raksasa. 3. Jagalah hutan di sekeliling danau agar tidak ditebang, dan four.

Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingya danau. Mata air 1. Penghijauan dan Penanaman Pohon 2. Mengurangi penebangan hutan 3. Menanam tumbuhan penyerap air di sekitar sumber air 4. Membersihkan sampah di daerah sumber-sumber air five. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingya sumber mata air Sungai ane.

Melestarikan Hutan di Hulu Sungai 2. Tidak Buang Air di Sungai atau Kali three. Tidak Membuang Sampah Ke Sungai 4. Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga dan Industri Ayo Berkreasi Berdasarkan bacaan “Siklus Air dan Bencana Kekeringan”, buatlah affiche tentang dampak siklus air bagi kehidupan. Buatlah semenarik mungkin. Contoh Poster tentang dampak siklus air bagi kehidupan hasil karya anak kelas Five SD/MI.

Pencarian Populer : Affiche siklus air dan bencana kekeringan,tema 8 gambar poster siklus air dan bencana kekeringan,buat lah poster tentang dampak siklus air bagi kehidupan,contoh poster poster dampak siklus air bagi kehidupan,Contoh Poster siklus air dan Bencana kekeringan,gambar poster dampak siklus air bagi kehidupan,penjelas\an tentang poster siklus air dan bencana kekeringan yang gampang,peristiwa apa saja yang terjadi pada teks siklus air dan bencana kekeringan,Affiche kekeringan air,Poster siklus air dsn bencana kekeringan Ayo kita hemst sir untuk generasi masa depan mstikan keran air jika tidak di gunakan Gambar Poster Tentang Siklus Air Bagi Kehidupan Source: https://gurune.net/siklus-air-dan-bencana-kekeringan/ Terbaru • Untuk Menambahkan Slide Baru Kita Dapat Menggunakan Cara • Cara Minum Susu Prenagen Esensis Folavit Dan Natur E • Seorang Peternak Ayam Mempunyai 100 M Kawat Berduri • Tidak Menyimpan Nomor Tapi Bisa Melihat Status Wa • Kelompok Ternak Kamdomain_7 Di Purwosari Girimulyo Kulon Progo • Cara Memakai Masker Rambut Makarizo Hair Energy • Cara Menghapus Pintasan Di Layar Utama Xiaomi • Nama Kepala Dinas Peternakan Provinsi Di Yogyakarta • Cara Memindahkan Foto Dari Cd Ke Hp Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized • HOME • NEWS • Politik dan Hukum • Ekonomi • Humaniora • Megapolitan • Nusantara • Internasional • Olahraga • VIEWS • Editorial • Podium • Opini • Kolom Pakar • Sketsa • FOTO air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses VIDEO • INFOGRAFIS • WEEKEND • SEPAK BOLA • SAJAK KOFE • OTOMOTIF • TEKNOLOGI • RAMADAN • LAINNYA • Live Streaming • Media Guru • Telecommunication Update INDONESIA merupakan negara yang dikenal akrab dengan berbagai bencana geologi, seperti gempa bumi dan gunung meletus.

Bencana itu merupakan konsekuensi dari kondisi geologi Indonesia yang unik dan kompleks. Salah satu bencana yang juga banyak terjadi di wilayah Indonesia ialah land subsidence atau amblesan tanah. Bencana ini dikenal juga sebagai a slowly developing geological disaster yang mempunyai karakter terjadi pada periode yang panjang dan terjadi secara pelahan-lahan (ukuran milimeter per tahun), tapi mempunyai daerah keterpengaruhan yang luas dan sulit dikendalikan dan dihentikan.

Faktor penyebabnya merupakan gabungan antara faktor alam dan antropogenik atau terkait aktivitas manusia yang sudah banyak diulas oleh banyak peneliti di berbagai jurnal ilmiah. Secara alami, amblesan tanah di antaranya disebabkan proses penurunan alami oleh oksidasi gambut, pemadatan lapisan lempung lunak, dan deformasi oleh struktur geologi.

Selain itu, bencana tersebut dapat dipercepat oleh berbagai aktivitas manusia, seperti proses pembebanan atau konstruksi yang masif, ekstraksi hidrokarbon, dan pengambilan air tanah yang berlebihan. Studi yang dilakukan Galloway, peneliti dari USGS Amerika Serikat, menunjukkan bahwa 80% dari kejadian amblesan tanah di Amerika Serikat terkait pengambilan air tanah.

Bencana itu juga dikategorikan sebagai bencana lingkungan karena sangat berhubungan dengan dampak lingkungan yang disebabkan berbagai aktivitas manusia. Di Indonesia, amblesan tanah banyak dijumpai di wilayah pantai utara Jawa. Banyak ahli menyatakan bahwa amblesan tanah di beberapa kota di pantura Jawa, seperti Jakarta dan Semarang, dipicu oleh semakin masifnya air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses air tanah di wilayah tersebut.

Wilayah pesisir sendiri merupakan wilayah dengan perkembangan paling pesat. Wilayah tersebut biasanya merupakan area pedataran yang terdiri atas endapan muda dan belum terkonsolidasi. Karena itu, mempunyai akuifer air tanah (lapisan berisi air tanah) yang sangat produktif dan menjadi sumber air utama masyarakat.

Sumber daya air tanah Pengetahuan umum mengategorikan air tanah ke dalam sumber daya yang terbarukan. Air tanah bisa leluasa diambil karena akan dengan air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses tergantikan oleh air hujan yang turun secara kontinu ke permukaan bumi. Konsep di atas benar, tapi tidak akurat.

Air tanah yang berada di bawah tanah merupakan air yang tidak selalu berumur muda, bahkan dari berbagai studi yang dilakukan, air tanah yang diambil melalui sumur-sumur air tanah mempunyai umur yang cukup tua, mencapai puluhan hingga ratusan tahun.

Ini mempunyai arti bahwa hujan yang jatuh di permukaan bumi akan mengisi perlahan ke akuifer melalui pori-pori tanah dan batuan sebelum disedot melalui sumur-sumur.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

Seharusnya air tanah diperlakukan dengan hati-hati dengan pengambilan yang diatur sehingga ‘tidak besar pasak daripada tiang’; pengambilan dilakukan secara masif, sedangkan proses imbuhan terjadi secara perlahan alias tidak seimbang.

Konsep tersebut terlihat sederhana, tapi membutuhkan kajian ilmiah yang tidak mudah. Setiap cekungan air tanah (CAT) atau wilayah keterdapatan air tanah mempunyai karakteristik dan potensi akuifer yang berbeda.

Kajian ilmiah mutlak diperlukan sehingga kondisi dan potensi air tanah bisa diketahui, termasuk berapa debit aman pengambilan air tanah untuk setiap sumur. Kalau diambil melebihi potensinya, air tanah akan terus berkurang dan membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk kembali pulih.

Bahkan, bisa terjadi kekeringan air tanah selamanya dan bencana ikutan akan terjadi, terutama amblesan tanah. Kajian ilmiah air tanah Salah satu kajian ilmiah untuk menentukan dampak pengambilan air tanah ialah dengan pemodelan yang membutuhkan input yang lengkap untuk menghasilkan output yang baik.

Salah satu input utama dalam pemodelan air tanah ialah jumlah pengambilan air tanah. Data pengambilan air tanah ini diketahui dari semua sumur pengambilan, baik sumur produksi untuk industri, pertanian, maupun sumur-sumur masyarakat. Bukan hanya sulit didapat, data pengambilan air tanah di Indonesia hampir mustahil untuk diketahui secara pasti. Izin pengambilan air tanah yang diakses dari instansi terkait sering kali tidak mempunyai data yang akurat.

Selain itu, masih sangat banyak sumur-sumur pengambilan berbagai sektor yang tidak tercatat sehingga kajian ilmiah menjadi tidak maksimal. Sampai saat ini, air tanah masih menjadi sumber air utama masyarakat Indonesia.

Air tanah sangat mudah diakses dan mempunyai kualitas yang baik untuk menjadi sumber air bersih. Dengan kemajuan teknologi, masyarakat bisa melakukan pengeboran sendiri hingga puluhan bahkan ratusan meter dengan mudah.

Data terakhir BPS (2016) menyebutkan bahwa air tanah merupakan sumber air bersih favorit masyarakat yang mencapai lebih dari 60%, sementara persentase air permukaan (air sungai, waduk, dll) dan air hujan hanya mencapai 1,43% dan 2,40%.

Penyediaan air bersih untuk masyarakat oleh negara melalui air perpipaan sendiri masih cukup rendah, baru mencapai 21,8% pada 2020. Sebagai konsekuensi, masyarakat harus mencari air bersih mereka sendiri dan dengan berbagai alasan di atas, air tanah merupakan pilihan yang paling mudah bagi masyarakat. Regulasi air tanah untuk perlindungan lingkungan Bagaimana air (termasuk air tanah) dikelola di Indonesia bisa dilihat dari UU yang mengaturnya.

Seperti yang kita tahu, Indonesia mempunyai UU No 17 Tahun 2019, undang-undang yang baru ditetapkan pada akhir 2019, menggantikan UU lama (UU No 7 Tahun 2004) yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Salah satu penyebab dibatalkannya UU lama ialah pemerintah dianggap menyerahkan kewajiban pemenuhan dan pelayanan air bersih kepada pihak ketiga sehingga bertentangan dengan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945. MK juga menegaskan bahwa air merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan manusia air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses menguasai hajat hidup orang banyak sehingga harus dikuasai negara.

Selain itu, dibutuhkan pembatasan yang sangat ketat dalam pemanfaatan air sebagai upaya untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan ketersediaan air. Walapun demikian, banyak pihak yang menyebutkan bahwa UU yang baru justru mewakili poros kiri, yakni semangat antiindustri dan terlalu memberikan kuasa penuh kepada pemerintah. Bukan ranah penulis untuk membahas detail pro-kontra undang-undang sumber daya air, melainkan lebih menyoroti tentang perlindungan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ketersediaan air yang memang menjadi salah satu amanat utama Mahkamah Konstistusi.

UU baru juga menyatakan bahwa semua penggunaan air untuk kategori kebutuhan usaha harus melalui proses perizinan yang didahului dengan pertimbangan teknis berdasarkan kajian ilmiah.

Apabila hal ini terlaksana dengan baik, data pengambilan air tanah akan tercatat dengan baik dan menjadi modal utama dalam kajian ilmiah air tanah. Selain itu, dalam UU dinyatakan bahwa apabila pengambilan air tanah dilakukan dalam debit besar dan berpotensi mengubah lingkungan, kebutuhan bukan usaha juga membutuhkan proses perizinan.

Kebutuhan bukan usaha meliputi kebutuhan penduduk dan kebutuhan untuk sosial, seperti tempat ibadah dan gedung-gedung pemerintah.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

Perizinan di sini dapat diartikan sebagai pencataan data. Karena itu, bisa digunakan untuk kepentingan kajian ilmiah dan berbagai kepentingan lain. Tidak selalu dikaitkan dengan pajak atau retribusi yang berpotensi memberatkan air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses. Pengambilan air tanah untuk pertanian juga seharusnya diperlakukan sama. Untuk peruntukan kebutuhan apa pun, pengambilan air tanah mempunyai potensi dampak yang sama.

CAT Ngawi-Ponorogo merupakan contoh cekungan yang didominasi wilayah pertanian yang dari data terakhir sudah mengalami penurunan air tanah yang cukup signifikan karena semakin maraknya pengambilan air tanah yang sebagian besar untuk sektor pertanian. Penutup Target 100% pemenuhan kebutuhan air masih menjadi target berat pemerintah yang harus terus dikejar. Salah satunya melalui pembangunan reservoir atau bendungan baru untuk penambahan sumber air baku. Apabila kebutuhan air bersih dapat segera terpenuhi, ketergantungan masyarakat terhadap air tanah tentu akan jauh berkurang.

Setelah tersendat karena pandemi, implementasi UU SDA melalui berbagai peraturan teknis juga segera dibutuhkan agar pengelolaan sumber daya air, terutama air tanah, menjadi terarah dan sesuai amanat MK, yaitu agar kelestarian lingkungan tetap terjaga dan ketersediaan air terus berlanjut.

Air tanah merupakan salah satu sumber daya yang selama ini terabaikan dan kurang teperhatikan. Namun, permasalahan terkait air tanah semakin lama semakin marak dan muncul di permukaan serta sudah menjadi perhatian dunia, salah satunya dengan diangkatnya tema Groundwater-making the invisible visible pada World Water Day tahun ini. Masyarakat juga memegang peran sangat penting dalam isu tersebut. Salah satunya mendukung gerakan hemat air yang terus dicanangkan pemerintah, salah satunya melalui Permen ESDM No 12 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah.

Sebagai organisasi besar yang mewadahi lebih dari 40 juta anggota, Nahdlatul Ulama juga sangat peduli terhadap isu-isu lingkungan, terutama melalui salah satu lembaga otonomnya, yaitu Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI-NU). Dalam buku Merintis Fiqh Lingkungan Hidup, KH Ali Yafie, salah satu ulama besar NU, menegaskan bahwa pemerintah diamanati memegang kekuasaan untuk memelihara dan melindungi lingkungan hidup.

Bukan sebaliknya, mengeksploitasi dan merusaknya. Mengutip bunyi UUD 1945 Pasal 33 ayat (3): bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pengelolaan air harus berorientasi pada kemakmuran rakyat. Apabila terjadi bencana kekeringan dan bencana lingkungan lain karena salah dalam pengelolaan, tentu saja akan membuat rakyat semakin menderita dan jauh dari kata makmur.
• Afrikaans • Alemannisch • العربية • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Bosanski • Català • Нохчийн • کوردی • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Հայերեն • ГӀалгӀай • Íslenska • 日本語 • ქართული • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kernowek • Кыргызча • Limburgs • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Polski • Português • Română • Русский • Русиньскый • Sicilianu • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • ತುಳು • తెలుగు • ไทย • Türkçe • Українська • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Air tanah adalah semua air yang berada di dalam ruang batuan dasar yang mengalir secara alami ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan.

Sumber utama dari air tanah yaitu air hujan yang meresap ke dalam tanah. Peresapan air hujan ini terjadi selama pengaliran air hujan ke laut atau ke aliran sungai. Air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses resapan air ke dalam tanah ditentukan oleh faktor ruang, waktu, kecuraman lereng, bahan penyusun permukaan tanah dan jenis serta banyaknya vegetasi dan curah hujan.

[1] Peran utama air tanah adalah sebagai sumber daya alam terbarukan dan sumber daya air yang menyediakan pasokan air untuk memenuhi berbagai keperluan manusia. [2] Perilaku masyarakat dalam memanfaatkan dan memelihara sanitasi lingkungan sangat mempengaruhi kondisi air didalam tanah. [3] Daftar isi • 1 Pembentukan • 1.1 Pembentukan alami • 1.2 Pembentukan buatan • 2 Jenis • 2.1 Berdasarkan letak dan kondisi lapisan tanah • 2.2 Berdasarkan asal mula • 2.3 Berdasarkan pengembangan sumber daya air • 3 Sirkulasi • 4 Zona • 5 Cekungan Air Tanah (CAT) • 6 Fenomena • 6.1 Mata air • 7 Kerusakan sumber air • 8 Kegunaan • 9 Permasalahan • 10 Referensi • 11 Daftar pustaka Pembentukan [ sunting - sunting sumber ] Pembentukan alami [ sunting - sunting sumber ] Air tanah sebagian besar berasal berasal dari resapan air hujan ke dalam tanah dan menjadi bagian dari air tanah.

Secara perlahan, air hujan mengalir ke laut. Dalam perjalanannya menuju ke laut, air hujan meresap ke dalam tanah atau bergabung dengan aliran sungai di permukaan tanah. [4] Air yang berhasil meresap ke bawah tanah akan mengalami pergerakan ke bawah. Pergerakan air akan berhenti saat mencapai lapisan tanah atau batuan yang jarak antar butirannya sangat-sangat sempit.

Kondisi ini membuat air tertahan dan terkumpul. Lapisan tanah yang tidak dapat ditembus oleh air disebut lapisan impermeabel, sedangkan lapisan yang dapat ditembus air disebut lapisan permeabel. [5] Air tanah mempunyai kandungan zat-zat kimia yang bervariasi, tergantung keadaan tanah dan kondisi geografis daerahnya.

Air tanah pegunungan berkapur umumnya mempunyai derajat kesadahan yang tinggi (>18°), karena terlarutnya garam-garam kalsium dan magnesium didalamnya. Air pegunungan mempunyai kadar iod yang sangat rendah, jika dikonsumsi terus-menerus sebagai air minum dapat menimbulkan terjadinya penyakit gondok dan kretin.Air tanah dari daratan rendah pantai menjadi asin rasanya pada musim kemarau.

Perbedaan jenis tanah mempengaruhi kedalaman permukaan air tanah. Contohnya di daerah gurun kedalamannya bisa mencapai 50 meter atau lebih, sehingga jarang tumbuh-tumbuhan yang hidup di situ karena akar tumbuhan tidak mampu menjangkau permukaan air. Penyebab lainnya adalah faktor musim. Pada musim kemarau permukaan air tanah akan lebih dalam jika dibandingkan pada musim penghujan.

Pembentukan buatan [ sunting - sunting sumber ] Air tanah dapat dibentuk melalui pembuatan sumur resapan. Air hujan yang pada dasarnya merupakan air bersih dialirkan ke dalam tanah melalui sumur resapan. Sisa air hujan yang tidak diresapkan kemudian dialirkan dan dibuang ke laut.

Tujuan pembuatan sumur resapan adalah untuk mengurangi aliran air permukaan yang dapat menyebabkan banjir. Pembuatan sumur resapan merupakan bentuk perlindungan sipil dalam bentuk bangunan sederhana.

Sumur resapan berfungsi untuk menampung, menahan dan meresapkan air permukaan ke dalam penyimpan air di dalam tanah. Pembangunan sumur resapan meningkatkan jumlah dan posisi muka air tanah sehingga air hujan dapat meresap ke dalam tanah menjadi air tanah. [6] Pembuatan sumur resapan juga berperan dalam melestarikan sumber daya air tanah serta memperbaiki kualitas lingkungan dan membudayakan kesadaran lingkungan. Pembentukan air tanah melalui sumur resapan dapat membantu menanggulangi kekurangan air bersih, menjaga kesetimbangan air di dalam tanah dalam sistem akuifer pantai, dan mengurangi limpasan permukaan dan erosi tanah.

[7] Jenis [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan letak dan kondisi lapisan tanah [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan letak dan kondisi lapisan tanahnya, air tanah dapat dibedakan menjadi: [8] • Air tanah freatis, merupakan air tanah yang berada di lokasi yang dangkal. Letaknya di antara air permukaan dan lapisan kedap air. • Air tanah artesis, merupakan air tanah yang berada di tempat yang dalam.

Letaknya di antara lapisan akuifer dan lapisan batuan kedap air. • Air tanah meteorit, merupakan air tanah yang terbentuk dari proses presipitasi hujan dari awan yang mengalami kondensasi campuran debu meteorit. • Air tanah baru, merupakan air tanah yang terbentuk karena intrusi magma di dalam bumi karena intrusi magma.

Bentuknya berupa geiser. Berdasarkan asal mula [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan asal mula pembentukan airnya, air tanah dibedakan menjadi: [9] • Air meteorik, merupakan air yang berasal dari atmosfer. Jenis air ini telah mencapai zona kejenuhan secara langsung maupun tidak langsung maupun tidak langsung.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

• Air juvenil, merupakan air tambahkan dari kerak bumi yang dalam pada zona kejenuhan. Jenis air juvenil meliputi air magmatik, air gunung api dan air kosmik. • Air diremajakan, merupakan air yang dikeluarkan dari siklus hidrologi oleh pelapukan untuk sementara waktu.

Pembentukan ulang siklus dilakukan melalui proses-proses metamorfisme, pemadatan atau proses-proses yang mirip. • Air konat, merupakan air yan mulanya terjebak pada beberapa batuan sedimen atau gunung. Selama terjebak, air ini mengalami mineralisasi sehingga mempunyai salinitas yang lebih tinggi daripada air laut. Berdasarkan pengembangan sumber daya air [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan pengembangan sumber daya airnya, air tanah dibedakan menjadi: [10] • Air tanah dataran aluvial, merupakan air tanah yang terbentuk karena pengaruh ketebalan, penyebaran dan permeabilitas dari akuifer yang terbentuk dalam alluvium dan diluvium yang mengendap dalam dataran.

Jenis air tanah dataran aluvial terbagi atas air susupan, air tanah di lapisan yang dalam, dan air tanah sepanjang pantai. • Air tanah di dalam kipas detrital, merupakan air tanah yang terbentuk dari hasil endapan kipas detrital. Jenisnya terbagi atas endapan di atas kipas, dan di bagian ujung bawah kipas. Endapan di atas kipas merupakan lapisan pasir dan kerikil yang tidak terpilih, sedangkan endapan yang menuju ke arah ujung bawah kipas cenderung tersusun oleh lempung.

• Air tanah di dalam teras diluvial, merupakan air tanah hasil pembentukan endapan di dalam teras diluvial yang agak tebal. Pembentukan air tanah ditentukan oleh keadaan bahan dasar dan daerah pengaliran dari teras. Letak air tanah ini berada pada lembah yang memiliki akuifer yang tebal dan biasanya terdapat mata air pada batuan dasar yang dangkal. Pengisian air menjadi besar jika teras diluvial terhubung dengan gunung api dan endapannya juga terhubung dengan endapan kasar gunung api.

• Air tanah di kaki gunung api, merupakan air tanah yang terbentuk di kaki gunung api yang memiliki topografi dan geografi yang khas. Pembentukan air tanah terjadi jika curah hujan tinggi dan terdapat banyak ruang pada celah-celah gunung api.

Celah yang luas membentuk air tanah dalam jumlah yang banyak dan dapat membentuk mata air di ujung teras. Air tanah dapat melewati sepanjang lembah jika di dasar aliran lava banyak terdapat retakan dan ruang.

• Air tanah di zona retakan, merupakan air tanah yang terbentuk pada lapisan-lapisan tanah tersier. Ciri lapisan tanah yang mampu membentuk air tanah ini yaitu memiliki kepadatan yang tinggi dan porositas yang kecil antarbutir tanah.

Sirkulasi [ sunting - sunting sumber ] Lapisan di dalam bumi yang dengan mudah dapat membawa atau menghantar air disebut lapisan pembawa air, pengantar air atau akufir, yang biasanya dapat merupakan penghantar yang baik yaitu lapisan pasir dan kerikil, atau di daerah tertentu, lava dan batu gampil.

Penyembuhan atau pengisian kembali air yang ada dalam tanah itu berlangsung akibat curah hujan, yang sebagian meresap kedalam tanah, bergantung pada jenis tanah dan batuan yang mengalasi suatu daerah curah hujan meresap kedalam bumi dalam jumlah besar atau kecil, ada tanah yang jarang dan ada tanah yang kedap.

Kesarangan (porositip) tidak lain ialah jumlah ruang kosong dalam bahan tanah atau batuan, biasanya dinyatakannya dalam persen. bahan yang dengan mudah dapat dilalaui air disebut lulus. Kelulusan tanah atau batuan merupakan ukuran mudah atau tidaknya bahan itu dilalui air.

Pasir misalnya, adalah bahan yang air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses air melewati pasir kasar dengan kecepatan antara 10 dan 100 sihosinya. Dalam lempeng, angka ini lebih kecil, tetapi dalam kerikil lebih besar. [11] Zona [ sunting - sunting sumber ] Keberadaan air tanah terbagi menjadi dua zona yaitu zona tak jenuh air dan zona jenuh air.

Pada zona tak jenuh air, air air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses berkumpul dengan air tak jenuh pertengahan dan air kapiler. Sedangkan pada zona jenuh air hanya terdapat air tanah. Pembatasan zona bergantung kepada potongan irisan tanah.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

Sebagian besar daerah air tanah pada zona air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses jenuh air digunakan untuk keperluan pertanian sebagai sumber air untuk tanaman. Keberadaan air tanah di dalam zona tak jenuh air dapat menghilang karena adanya transpirasi dari tanaman, evaporasi, dan perkolasi ketika air mulai jenuh.

Kedalaman zona air tanah antara 0,91 meter hingga 9,1 meter dan bergantung kepada jenis tanah dan vegetasi yang terbentuk. Zona tak jenuh air terbentuk karena dari pergerakan antar molekul-molekul sehingga ada daya kapilaritas yang melawan gaya gravitasi. Kecenderungan gerakan molekul adalah mengisi air tanah pada lapisan permukaan dari masing-masing partikel tanah.

Pada ruang-ruang kecil, daya kapilaritas mengisi air di antara partikel-partikel tanah. Keberadaan gaya gravitasi menimbulkan perkolasi ketika kapasitas air tanah karena daya kapilaritas sudah penuh.

[12] Di bawah zona air tanah tak jenuh terdapat zona tak jenuh air pertengahan. Air tanah pada zona ini bergerak ke bawah, tetapi sebagian ada yang tertahan tetapi tidak dapat diambil. Pada daerah lembah yang basah, zona ini sangat sulit ditemukan.

Keberadaan zona ini hanya ditemukan pada daerah kering. Hanya sedikit air tanah yang mampu mencapai muka air tanah karena perkolasi aliran dari air tanah pada zona tak jenuh air. [12] Di bagian bawah zona tak jenuh air pertengahan terdapat air kapiler. Pada zona ini, air dapat naik ke atas karena adanya gaya kapiler. Ukuran butiran tanah menjadi penentu besarnya pipa kapiler yang memberikan gaya tekan ke atas.

Pada sedimen kasar, kapilaritas tidak efektif tetapi air dapat naik hingga ketinggian 3 meter. Pada sedimen halus, air kapiler mengalami kejenuhan dan gaya fisik cairan sama dengan muka air di bawahnya. DI bawah air kapiler terdapat zona jenuh air yang dibatasi oleh muka air tanah.

Perembesan muka air tanah hanya merembes ke jarak yang pendek ke zona jenuh air. Pada sumur, perembesan muka air tanah diperkirakan melalui elevasi air permukaan pada sumur.

Jika air tanah mengalir secara horizontal, muka air tanah sangat terkait dengan elevasi muka air pada sumur. Perubahan bentuk aliran dan elevasi muka air dapat terjadi pada sumur. [13] Cekungan Air Tanah (CAT) [ sunting - sunting sumber ] Adanya krisis air akibat kerusakan lingkungan, perlu suatu upaya untuk menjaga keberadaan/ketersediaan sumber daya air tanah salah satunya dengan memiliki suatu sistem monitoring penggunaan air tanah yang dapat divisualisasikan dalam data spasial dan atributnya.

Dalam Undang-undang Sumber Daya Air, daerah aliran air tanah disebut Cekungan Air Tanah (CAT) yang didefinisikan sebagai suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbunan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

Menurut Danaryanto, dkk. (2004), CAT di Indonesia secara umum dibedakan menjadi dua buah yaitu CAT bebas dan CAT tertekan. CAT ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan total besarnya potensi masing-masing CAT adalah: • CAT Bebas: Potensi 1.165.971 juta m³/tahun • CAT Tertekan: Potensi 35.325 juta m³/tahun Elemen CAT adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah, jadi seakan-akan merupakan kebalikan dari air permukaan.

Fenomena [ sunting - sunting sumber ] Mata air [ sunting - sunting sumber ] Mata air dapat dibedakan berdasarkan proses munculnya ke permukaan tanah menjadi dua jenis. Pertama, mata air yang timbul akibat gaya gravitasi, sedangkan yang kedua ialah mata air yang berasal dari air tanah dalam. [14] Mata air muncul ke permukaan tanah secara alami dan membentuk tempat air. Kemunculan mata air terjadi pada suatu titik atau suatu area kecil sebagai hasil pelepasan air dari akuifer ke permukaan tanah.

Pelepasan air ini membentuk aliran air yang keluar dari dalam tanah menuju ke permukaan tanah. Sumber aliran tersebut dapat bersumber dari air tanah dangkal maupun dari air tanah dalam. Pembentukan mata air dimulai dari peresapan air permukaan ke dalam tanah menjadi air tanah. Air tanah kemudian mengalir melalui retakan dan atau celah di dalam tanah sehingga membentuk aliran bawah tanah.

Saat akuifer berada dalam jumlah yang terbatas, aka timbul tekanan di dalam tanah yang menyebabkan kemunculan mata air ke permukaan tanah. [15] Mata air banyak ditemukan di sepanjang alur sungai pada lembah yang cukup dalam. Pembentukan mata air ini disebabkan adanya zona permukaan freatik yang terpotong. Sedangkan pada daerah dengan letak air tanah yang sangat dalam, sulit terbentuk mata air.

[16] Kerusakan sumber air [ sunting - sunting sumber ] Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut di atas tentu saja perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya.

Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah: • Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.

• Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara memperoleh sumber air. • Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam penggunaan air serta melalaikan unsur konservasi. Air tanah juga dapat diartikan semua air yang berapa di bawah permukaan tanah merupakan air tanah. [17] [18] Kegunaan [ sunting - sunting sumber ] Air tanah yang cukup tinggi relatif berada di permukaan air sungai.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

Kemunculannya ke atas permukaan tanah dalam bentuk rembesan atau mata air yang disebut sebagai aliran dasar. Manusia memanfaatkan aliran dasar ini untuk memelihara aliran sungai dalam daerah aliran sungai selama periode musim kemarau. Selain itu, air tanah merupakan sumber air bersih yang utama bagi kepentingan umat manusia. [19] Masyarakat perkotaan menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Air tanah diperoleh melalui sumur gali dan sumur bor di daerah lapisan penyimpan air.

Masyarakat menggunakan air tanah untuk keperluan rumah tangga, kegiatan industri dan pertanian. [20] Air tanah merupakan salah satu sumber daya air. Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.

Di beberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%. [21] [22] Permasalahan [ sunting - sunting sumber ] Air tanah, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah urban dan dataran rendah memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi.

Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik.

Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut: • Air mengandung zat besi Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air tampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning.

Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning. • Air kuning permanen Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Prastistho, dkk. 2018, hlm. 19. • ^ Prastistho, dkk. 2018, hlm. 1. • ^ Delinom 2015, hlm. 2. • ^ Zuhdi 2019, hlm. 76. • ^ Zuhdi 2019, hlm. 77. • ^ USAID-IUWASH 2012, hlm. 5.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

• ^ USAID-IUWASH 2012, hlm. 6. • ^ Darwis 2018, hlm. 5-6. • ^ Darwis 2018, hlm. 6. • ^ Darwis 2018, hlm. 6-7. • ^ https://books.google.co.id/books?id=-Se-GwAACAAJ&dq=air+tanah&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwi8iqiJ-NrgAhVItY8KHVrtBXMQ6AEIKDAA Arsyad, Sitanala (2008).

Penyelamatan tanah, air, dan lingkungan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 288. ISBN 9789794617021. • ^ a b Kodoatie 2012, hlm.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

40. • ^ Kodoatie 2012, hlm. 42. • ^ Yuliantoro, dkk. 2016, hlm. 3. • ^ Yuliantoro, dkk. 2016, hlm. 2. • ^ Winarno, dkk. 2010, hlm. 26. • ^ Bernhard, Adrienne (2019-02-20). "Apa saja produk alami yang bisa menggantikan plastik?" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-22. • ^ Comic, Wong (2013). Aku ingin tahu Sains 20 - Air dan Hidrosfer. Elex Media Komputindo. hlm.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

48. ISBN 9786020004495. • ^ Winarno, dkk. 2010, hlm. 31. • ^ Delinom 2015, hlm. 3. • ^ Air tanah: rekayasa penyadapan dan pemanfaatannya untuk irigasi. Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan, Direktorat Bina Teknik kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency.

1999. • ^ "Penuh Manfaat, Selain Air Putih Ada Juga Jenis Air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses Minum Lain! - Semua Halaman - Nakita.ID". nakita.grid.id. Air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses tanggal 2019-02-27. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Darwis (2018). Pengelolaan Air Tanah (PDF). Yogyakarta: Pena Indis. ISBN 978-602-429-103-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Delinom, Robert M.

(ed) (2015). Ancaman Bawah Permukaan Jakarta: Tak Terlihat, Tak Terpikirkan, dan Tak Terduga (PDF). Jakarta: LIPI Press. ISBN 978-979-799-843-1. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • Kodoatie, Robert J. (2012). Tata Ruang Air Tanah.

Yogyakarta: Penerbit ANDI. ISBN 978-979-29-3250-8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Prastistho, dkk. (2018). Hubungan Struktur Geologi dan Sistem Air Tanah (PDF). Yogyakarta: LPPM UPN “Yogyakarta” Press. ISBN 978-602-5534-11-9.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • USAID-IUWASH (2012). Sumur Resapan: Sebuah Adaptasi Perubahan Iklim dan Konservasi Sumberdaya Air (PDF).

Jakarta: Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Winarno, dkk. (2010). Buku Ajar Hidrologi Hutan (PDF). Bandar Lampung: Penerbit Universitas Lampung. ISBN 978-602-8616-42-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Yuliantoro, dkk. (2016). Pohon Sahabat Air (PDF). Surakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Zuhdi, Muhammad (2019). Buku Ajar Pengantar Geologi (PDF). Mataram: Duta Pustaka Ilmu. ISBN 978-623-7004-21-9. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) [ pranala nonaktif permanen] • Halaman ini terakhir diubah pada 17 April 2022, pukul 02.23. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Air merupakan sumber kehidupan dibumi tanpa air makhluk yang ada dibumi tidak dapat hidup. Bahkan sebagian besar makhluk hidup tubuhnya terdiri atas air. Pentingnya air bagi kehidupan memang sangat vital sehingga air ini harus dimanfaatkan dengan seefisien mungkin dan terus dijaga karena saat ini jumlah sumber air bersih dibumi sudah sangat berkurang.

Salah satu sumber air bersih terbesar adalah sait tanah. Apa itu air tanah? untuk mengetahuinya lebih lanjut simak uraian penjelasan dibawah ini. Air tanah merupakan air yang letaknya dibawah permukaan tanah yaitu dalam zona jenuh air dimana air tersebut berasal dari berbagai sumber seperti dari air hujan, sungai, rawa, danau dan sebagainya. Siklus air tanah ini dimulai dari bergeraknya air pada permukaan tanah kemudian menguap ke udara karena paparan panas matahari lalu berubah menjadi awan saat sampai di atmosfer dan kembali ke permukaan tanah dalam bentuk air hujan yang selanjutnya meresap kedalam tanah atau dapat juga kembali ke sumber tempat awal air tersebut berasal.

Air hujan yang meresap kedalam tanah akan menjadi cadangan air yang masuk melalui pori-pori tanah dan juga batuan. Wilayah dibumi yang biasanya menyimpan banyak cadangan air adalah hutan hujan tropis, hutan lindung, taman dan sebagainya. Vegetasi tanaman yang banyak terjadi dihutan membuat air hujan yang turun disana tidak langsung kembali kesumber awal, melainkan diserap kedalam tanah dan menjadi cadangan air karena struktur tanahnya yang kokoh serta stabil.

Baca Juga : Pengertian Lingkungan • Air yang terdapat pada permukaan tanah seperti air sungai, air rawa, air danau, air laut dan sebagainya akan menguap ke udara akibat adanya paparan panas matahari. • Uap yang telah terkumpul diudara selanjutnya akan menjadi awan, awan yang terkena tekanan akan mencair dan turun ke bumi sebagai air hujan. • Air hujan yang telah berada pada permukaan bumi ada yang langsung mengalir kembali ke sumber awalnya dan ada juga yang meresap kedalam tanah melalui pori-pori tanah dan bebatuan.

• Air yang telah meresap akan menjadi air cadangan yang disebut sebagai air tanah dengan keadaan bersih yang tersimpan dalam sumber resapan air seperti hutan. Sebenarnya manfaat dari air sudah tidak perlu ditanyakan lagi karena memang sangat penting bagi bumi dan seisinya, berikut beberapa manfaat air tanah antara lain.

• Mendukung kebutuhan hidup manusia terutama air bersih yang digunakan untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. • Sebagai sumber air bagi tumbuhan dan hewan. • Sebagai sumber cadangan air bersih. • Pada siklus hidrologi air memiliki peran yang penting. Baca Juga : Proses Terjadinya Hujan Untuk itu kita harus mulai mengupayakan pelestarian air agar sumber kehidupan yang satu ini dapat terus terjaga.

Dibawah ini terdapat beberapa upaya pelestarian air tanah antara lain sebagai beirkut. • Reboisasi, hal ini dilakukan agar daerahdaerah yang awalnya kering dapat kembali hijau sehingga dapat menampung cadangan air dan memperbaiki kualitas air. • Menghemat penggunaan air tanah, maksudnya jangan membuang air tanpa penggunaan yang jelas.

• Tidak membuang limbah sembarangan karena hal ini merupakan salah satu hal yang membuat air tercemar, hal tersebut membuat jumlah air bersih semakin berkurang dan kualitas air semakin menurun apalagi jika limbah yang dibuang mengandung zat-zat beracun. Baca Juga : Pencemaran Air Nah itu tadi sedikit uraian materi air tanah yang keberadaannya sangat sangat penting bagi kehidupan bumi dan seisinya. Untuk itu mulai sekarang bijak-bijaklah dalam menggunakan air dan berbagai sumber daya alam lainnya.

Demikian sedikit informasi mengenai Siklus Air Tanah: Pengertian, Proses, Manfaat, Gambar. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih. Originally posted 2021-01-26 15:01:26.
KOMPAS.com - Bagi sebagian besar orang di Indonesia, tanah adalah sumber air bersih. Banyak rumah yang belum dialiri air pipa, menyedot air dari tanah. Tahukah kalian apa itu air tanah?

Pengertian air tanah Dilansir dari Dinamika Hidrosfer (2018), air tanah adalah air yang tersimpan dalam tanah. Air mengisi ruang antara butir tanah dan meresap ke dalam tanah.

Air tanah punya banyak kelebihan dibanding air permukaan. Air tanah lebih steril, temperatur lebih stabil, dan cadangannya melimpah meskipun musim kemarau. Baca juga: Air Permukaan: Bentuk, Macam, dan Fungsinya Proses air tanah Air hujan turun membasahi tanah. Tanah dengan banyak tumbuhan di atasnya memiliki pori-pori, rongga, atau celah bagi air hujan. Air hujan meresap hingga kedalaman beberapa puluh meter.

Air yang terserap ke tanah akan terus bergerak hingga mencapai lapisan tertentu. Ketika sampai di lapisan batuan yang padat, air tak bisa lewat dan mengisi rongga-rongga di sekitar atau di atasnya.
Tahukah Anda tentang Pengertian, Jenis dan Proses Pembentukan Air Tanah? Manusia pada dasarnya sudah paham, bagaimana air menjadi komponen penting dalam keberlangsungan hidupnya. Pengertian, Jenis dan Proses Pembentukan Air Tanah Seakan memang air adalah segalanya. Yang mana dari hal tersebut, kita bisa memasak sesuatu, mengubahnya menjadi kaldu yang sangat lezat.

Dan hal lainnya, yang mana kegiatan tersebut sangat membutuhkan komponen air.

air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses

Dan sudah sepatutnya kita sebagai manusia menjaga air di dunia ini, tetap ada, dalam keadaan bersih. Sehingga kita bisa memanfaatkannya lebih maksimal, serta tidak ada pencemaran air yang kini semakin melanda kehidupan manusia. Namun, jika kita bicara mengenai air, ada salah satu jenis air yang sama pentingnya bagi kehidupan manusia, serta berbagai makhluk lain yang juga tinggal di dunia ini.

Yakni air tanah. Pengertian Air Tanah Air tanah memiliki beberapa definisi, yang mana bisa kita pahami lebih dalam.

Ada yang mengatakan bahwa air tanah, merupakan jenis air yang berasal dari air hujan, lalu jatuh ke tanah dan terserap. Namun dalam penyerapannya, tergantung dari ketebalan permukaan tanah sendiri.

Dan pendapat ini berbeda dengan beberapa ahli. Menurut Soemarto dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1989, mendefinisikan air tanah, adalah jenis air yang bertempat pada rongga-rongga lapisan geologis tanah.

Lapisan ini memiliki dua jalur, yang mana persis terletak dalam bawah permukaan tanah. Yang pertama ada jalur jenuh. Lalu lajur selanjutnya yang terletak di atas lajur jenuh, dan berisi beberapa air dan oksigen atau udara. Berbeda menurut Asdak pada bukunya yang terbitan tahun 2002, mengatakan bahwa air tanah adalah aliran air hujan yang melewati lapisan geologi tanah.

Yang mana hal tersebut diakibatkan oleh struktur pelapisan, lalu kelembaban tanah, serta gaya gravitasi dari bumi. Maka jika kita bisa simpulkan, air tanah merupakan jenis air air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses berasal dari air hujan, lalu menyerap ke bagian bawah permukaan tanah. Hal tersebut dapat terjadi karena kelembaban dari tanah, serta gaya gravitasi dari bumi itu sendiri.

Jenis-jenis Air Tanah Tidak heran jika pada akhirnya, air tanah memiliki beberapa jenis, yang mana bisa kita ulik lebih dalam. Jadi, berikut beberapa daftar jenis air tanah. Jenis Freatik Merupakan air tanah yang biasanya masih dalam permukaan tanah, dan masih bisa kita manfaatkan. Contoh paling konkretnya adalah air sumur, yang mana jenis air ini berasal dari air hujan, yang tertampung.

Jenis Artesis Merupakan jenis air tanah, yang berada di kedalaman tanah. Letaknya tepat antara lapisan akuifer dan lapisan batu yang kedap air.

Jenis Vados Adalah jenis air tanah yang muncul akibat proses dari hujan, yang mana awan mengalami kondensasi, lalu bercampur dengan beberapa komponen debu meteorit. Jenis Junevil Jika kalian pernah ke pemandian air panas, dan mereka mengklaim bahwasannya air ini berasal dari gunung berapi.

Maka air tersebut berjenis air tanah Junevil. Air ini berasal dari intrusi magma, lalu menghasilkan air tanah dengan tingkat panas yang berbeda-beda. Jenis Konat Biasanya air jenis ini, mereka adalah jenis air yang tertinggal pada pori-pori dari batuan yang sedang mengalami proses pembentukannya. Biasanya mereka akan ada pada beberapa celah dari batu. Air yang tersisa pada pori-pori batu tersebut, biasanya berupa air tawar, maupun air laut.

Proses Pembentukan Air Tanah Dalam proses pembentukan air tanah, kita harus air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses terlebih dahulu mengenai apa itu siklus hidrologi. Siklus ini adalah pembentukan air tanah yang tidak pernah bisa berhenti selagi atmosfer yang jatuh ke bumi yang menjelma menjadi hujan ini, terus ada. Makanya dalam proses pembentukannya, air yang ada pada permukaan tanah, mereka akan menguap ke atas dalam kurun waktu tertentu.

Lalu mereka akan membentuk seperti awan, yang mana nantinya awan tersebut bertemu dengan awan lain yang berseberangan suhunya. Jika begitu, maka mereka akan membentuk awan abu, atau yang biasa kita namakan sebagai awan mendung, yang nantinya hal tersebut akan mengubah menjadi rintikan hujan. Dan untuk skala hujan turunnya sendiri berbeda-beda. Ada yang memang pyur hujan, ada juga hujan yang disertai dengan angin besar. Dan jika sudah ada tanda hujan beserta dengan anginnya, hal inilah yang harus manusia khawatirkan.

Bisa jadi hal tersebut berubah menjadi petaka bagi umat manusia, dan sebagainya. Dalam turunnya hujan, nantinya akan terbagi menjadi dua hal. Yang pertama adalah air hujan yang mengalir ke sungai, danau, dan sebagainya. Lalu yang lainnya menyerap ke permukaan tanah, yang nantinya mereka berubah menjadi air tanah ini. Wilayah dengan Jenis Air Tanah Terbanyak Untuk sampai dengan saat ini, Indonesia masih menjadi negara yang memang menduduki peringkat yang cukup penting dalam menyediakan air tanah yang ada.

Hal tersebut merujuk kepada Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Yang mana prosentasenya antara daratan dan lautan, condong lebih banyak lautan ketimbang daratan. Sekian ulasan kali ini tentang Pengertian, Jenis dan Proses Pembentukan Air Tanah, semoga bermanfaat Tinggalkan Balasan Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ruas yang wajib ditandai * Komentar Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.Gramedia Literasi – Air Tanah sebagai sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup di bumi. Tanpa air, bumi tidak akan pernah memiliki kehidupan. Dewasa ini, kebutuhan air kemudian menjadi hal utama di beberapa negara yang mengalami krisis air.

Kenali beberapa jenis air di bumi diantaranya air sungai, air laut, air hujan, dan air tanah. Air tanah dengan peranannya yang sangat penting bagi kehidupan. Mulai dari kebutuhan industri, keseimbangan alam, hingga ke kebutuhan rumah tangga. Simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai Air Tanah berikut ini! Daftar Isi • Pengertian Air Tanah • Manfaat Air Tanah • Anda Mungkin Juga Menyukai • Kandungan Unsur Air Tanah • Jenis Air Tanah • Faktor Penentu Kualitas Air Tanah • Kerusakan Sumber Air • Permasalahan Air Tanah • Cekungan Air Tanah (CAT) • Kategori Ilmu Berkaitan Geografi • Materi Geografi Pengertian Air Tanah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 mengenai Sumber Daya Air yang mendefinisikan air tanah sebagai air yang terdapat di lapisan batuan di bawah permukaan tanah.

Menurut Asdak di tahun 2002, Air tanah adalah segala bentuk aliran air hujan yang mengalir dibawah permukaan tanah sebagai akibat dari gaya gravitasi bumi, struktur perlapisan geologi, dan beda potensi kelembaban tanah.

Air bawah permukaan ini kemudian dikenal sebagai air tanah seperti halnya yang bisa kamu temukan penjelasan lengkapnya pada buku Air Tanah karya Iwayanredana. Sementara menurut para ahli, definisi air tanah diantaranya sebagai berikut: • Menurut Bouwer pada 1978, Air tanah merupakan sejumlah air di bawah permukaan bumi yang kemudian dapat dikumpulkan dengan sumur-sumur, terowongan, atau sistem drainase dengan pemompaan.

Dapat juga disebut aliran yang secara alami akan mengalir ke permukaan tanah melalui rembesan atau suatu pancaran. • Menurut Fetter pada 1994, Air tanah merupakan air yang tersimpan pada lajur jenuh hingga kemudian bergerak ke berbagai lapisan dan batuan tanah di bumi sampai air tersebut keluar sebagai mata air, atau terkumpul dalam satu danau, kolam, sungai, dan laut (Fetter, 1994). Batas atas lajur jenuh air disebut dengan muka air tanah (water table). • Menurut Soemarto, 1989 Air tanah merupakan air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi.

Lapisan tanah yang terletak di bawah permukaan tanah dinamakan juga sebagai lajur jenuh (saturated zone), dengan lajur tidak jenuh yang berada di atas lajur jenuh sampai ke permukaan tanah, dengan rongga-rongganya yang berisi udara dan air. Manfaat Air Tanah Secara umum air memiliki berbagai manfaat penting bagi kehidupan, tak hanya bagi manusia, tapi juga beragam mahluk hidup di Bumi seperti hewan dan tumbuhan. Dengan adanya permasalahan banjir dan kekeringan setiap tahun di Indonesia, masalah air ini menjadi sangat penting untuk diatasi.

Temukan solusinya pada buku Tata Ruang Air Tanah + Cd. Karenanya kelangkaan air tentu saja akan menyebabkan bencana kelaparan, kekeringan, bahkan kepunahan spesies. Menurut Kodoatie (2012) sendiri air yang berasal dari dalam tanah bermanfaat sebagai sumber air bagi flora, fauna, dan manusia. Selain itu, air juga berperan sebagai bagian utama dari siklus hidrologi. Air yang kemudian dimanfaatkan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari, mulai dari mandi, minum, mencuci, dan lain sebagainya.

Tak hanya pada manusia seluruh hewan juga membutuhkan air untuk minum dan bertahan hidup, terlebih pada hewan-hewan akuatik yang hidup di air, seperti sungai, danau, dan lautan.

Tumbuhan sendiri memanfaatkan air tanah yang diserap melalui akar untuk memperoleh unsur hara guna mendukung proses fotosintesisnya. Berikut ini adalah manfaat air tanah yang perlu kamu ketahui, yaitu diantaranya: Rp 89.000 • Air tanah sebagai bagian dari siklus hidrologi atau daur air yang terus berjalan berulang • Air juga berfungsi sebagai sumber pembangkit listrik, contohnya adalah pada sungai bawah tanah di daerah karst Gombong Selatan yang memanfaatkan aliran air bawah tanah untuk listrik mandiri • Air Tanah berfungsi Memenuhi berbagai keperluan rumah tangga, seperti mandi, memasak, minum, dan mencuci • Irigasi pertanian, pada sawah petani yang letaknya jauh dari sumber air seperti pada sungai umumnya kemudian akan membuat sumur bor untuk mencukupi berbagai kebutuhan air tanaman pertanian • Memenuhi berbagai kebutuhan industri yang memerlukan air dalam proses produksi, misalnya pada pabrik tekstil yang memerlukan air dalam pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan sebagainya • Air tanah berwujud sungai bawah tanah dapat menjadi lokasi penelitian alami mengenai sistem hidrologi, biota, dan lainnya.

• Air tanah yang berada dalam gua-gua bawah tanah kemudian juga dapat dikembangkan lagi menjadi objek-objek parawisata Kandungan Unsur Air Tanah Menurut Kodatie pada tahun 2002 mengungkapkan air dengan kandungan unsur kimia sesuai dengan sistem aliran air tanahnya. Sistem aliran air tanah ini kemudian dibagi lagi menjadi tiga, yakni sistem lokal, sistem antara dan sistem regional.

Unsur kimia yang mendominasi sistem lokal diantaranya HCO3, Ca, dan Mg. Kemudian pada sistem antara sebagian besar terdiri dari HCO3, Ca, dan Mg. Sedangkan air tanah sistem regional mengandung Na, Cl, serta hilangnya unsur Co2 dan O2. Air hujan kemudian meresap ke bawah permukaan tanah dalam bentuk peresapan dan penelusan, ia membawa berbagai unsur-unsur kimia. Air hujan yang melimpah ini juga bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Pelajari caranya pada buku Memanen Air Hujan: Sumber baru air minum.

Komposisi zat yang terlarut dalam air tanah sendiri kemudian dapat dikelompokkan lagi menjadi 4 kelompok (Hadipurwo, 2006) diantaranya: • Unsur utama air tanah (major constituents) yang memiliki kandungan 1,0 – 1000 mg/l, yaitu diantaranya terdapat pada kalsium, natrium, magnesium, sulfat, klorida, silika, dan bikarbonat • Unsur sekunder air tanah (secondary constituents) yang memiliki kandungan 0,01-10 mg/l, yaitu diantaranya terdapat pada besi, strountium, kalium, kabornat, nitrat, boron, dan florida • Unsur minor air tanah (minor constituents) yang memiliki kandungan kandungan 0,0001-0,1 mg/l, yaitu diantaranya terdapat pada aluminium, atimon, arsen, barium, cadmium, krom, brom, kobalt, tembaga, titanium, vanadium, germanium, jodium, fosfat, rubidium, selenium timbal, litium, molibdiunum, nikel, mangan, uranium, dan seng • Unsur langka air tanah (trace constituents) yang memiliki kandungan kurang dari 0,001 mg/l, yaitu diantaranya terdapat pada berilium, bismut, cerium, cesium, galium, emas, indium, lanthanum, niobium, platina, radium, ruthenium, scandium, perak, thalium, tharium, timah, tungsten, yttrium, zirkon Jenis Air Tanah Air tanah permukaan sebagai air yang berada di atas lapisan tanah atau batuan.

Air tanah dengan ciri- ciri mulai dari bagian atas dan bawah lapisannya yang memiliki kandungan air yang dibatasi oleh lapisan kedap, Lapisan yang mengandung air kemudian terletak di daerah siklinal dari suatu formasi yang berada di daerah lipatan Air tanah, ia dapat memancar jika mendapatkan tekanan pada daerah siklinal yang cukup kuat, dan jika tekanan yang ada tidak cukup kuat maka air dapat mengalir naik. Air tanah permukaan sendiri mengandung banyak manfaat dan sering dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai hal, seperti pertanian dan pengairan.

Air tanah kemudian dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu air tanah yang berdasarkan kepada letaknya di permukaan tanah dan berdasarkan kepada darimana ia berasal. Air tanah berdasarkan letaknya sendiri kemudian dibagi kembali menjadi 2 jenis, yaitu Air Tanah Freatik dan Air Tanah Dalam (Artesis).

• Air Tanah Freatik sebagai air tanah pada permukaan yang dangkal dimana letaknya tidak jauh dari permukaan tanah dan berada diatas lapisan kedap air contohnya ada pada air sumur. • Air Tanah Dalam atau disebut juga sebagai Artesis merupakan air tanah yang terletak di antara lapisan akuifer dan batuan kedap air, contohnya ada pada pada sumur artesis.

Air Artesis juga disebut dengan air tanah dalam, karena dapat ditemukan pada kedalaman 30 -80 meter dari permukaan tanah. Air tanah ini juga dapat diminum atau dikonsumsi secara langsung karena sudah mengalami penyaringan secara sempurna dan terbebas dari kuman ataupun bakteri. Biasanya jenis air tanah artesis sering digunakan untuk mengatasi kekeringan meskipun pada musim kemarau panjang.

Hal ini dikarenakan air tanah artesis sebagai kandungan dari beragam air tanah dengan debit air yang stabil, meskipun dalam membangun sumur artesis ini juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit sebab diperlukan suatu pompa air khusus berkapasitas besar, bahkan air tanah ini juga memiliki kemampuan untuk keluar sendiri jika tekanan airnya cukup besar, dan membentuk sumur artesis. Sementara air tanah berdasarkan asalnya kemudian dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Air Tanah Meteorit (Vados), Air Tanah Baru (Juvenil), dan Air Konat.

• Air Tanah Meteorit (Vados) merupakan air tanah yang berasal dari proses presipitasi (hujan) awan yang tercampur dengan debu meteorit dan kemudian mengalami kondensasi. • Air Tanah Baru (Juvenil) merupakan air tanah yang berasal dari dalam bumi karena tekanan intrusi magma, contohnya adalah pada geyser atau sumber air panas. • Air Konat merupakan air tanah yang terkurung pada lapisan batuan purba. Faktor Penentu Kualitas Air Tanah Kualitas air tanah ditentukan oleh berbagai sifat fisik dan sifat kimia yang terkandung.

Berdasarkan sifat fisik, kualitas air dapat diketahui mulai dari warna, bau, rasa, kekeruhan, kekentalan dan suhu air. Rasa air tanah juga dipengaruhi oleh unsur-unsur garam yang terlarut atau tersuspensi dalam air. Kekentalan air disebabkan oleh partikel yang terkandung dalam air, dimana semakin banyak kandungan yang ada maka akan semakin kental airnya.

Selain itu, keberadaan suhu air yang tinggi akan membuat air kemudian semakin ecer. Kekeruhan air ini juga turut dipengaruhi oleh kandungan zat yang tidak larut oleh air. Misalnya saja pada partikel lempung, lanau, zat organik dan mikroorganisme. Suhu air juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan, seperti kondisi musim ataupun cuaca yang terjadi saat siang dan malam serta lokasi air tanah.

Zat kimia yang terdapat dalam air tanah juga berpengaruh terhadap kualitas air, antara lain Kesadahan, Zat Padat Terluar (Total Disolve Solid atau TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), Keasaman dan Kandungan Ion. • Kesadahan Air merupakan tingkat kekerasan air yang pada umumnya disebabkan oleh unsur Ca dan Mg.

Air tanah dengan beberapa kandungan metal terlarut, seperti Na, Mg, Ca, dan Fe. Jika air tanah kemudian mengandung komponen logam dengan jumlah tinggi maka kemudian akan menyebabkan air sadah.

• Zat Padat yang Terlarut adalah total zat padat yang terlarut dalam air tanah atau semua zat yang tertinggal setelah air diuapkan pada suhu 103 derajat hingga 105 derajat Celcius. Air baku yang digunakan pada kebutuhan rumah tangga, dan air minum memiliki batas maksimal kandungan 1.000 mg/l atau disebut dengan baku mutu air kelas I. Zat-zat terlarut ini diantaranya seperti zat organik lain dalam jumlah kecil, serta gas, dan garam anorganik.

• Daya Hantar Listrik sebagai kemampuan air dalam menghantarkan listrik. Daya hantar ini dipengaruhi oleh kandungan unsur garam dalam air. Dengan semakin tingginya unsur garam tersebut maka akan semakin tinggi pula daya hantar listrik yang ia miliki.

Konduktivitas air kemudian dipengaruhi oleh zat pada terlarut, suhu air dan ion klorida. • Keasaman Air kemudian dinyatakan dalam pH dengan skala ukur antara 1-14. Air dengan kualitas yang baik adalah yang memiliki kandungan pH netral yaitu pH 7, jika pH air lebih dari 7 maka akan bersifat basa sementara jika kurang dari 7 maka akan bersifat asam. • Kandungan Ion baik itu kation dan anion yang terkandung pada air diukur dalam satuan part per million (ppm) atau air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses.

Ion-ion yang terkandung dalam air antara lain Na, K, Zn, Cl, SO4, H2SF, NH4, NO3, NO2, CO2, CO3, HCO3, Ca, Mg, Al, Fe, Mn, Cu, KMnO4, SiO2, Cr, Cd, Hg, Co, boron, ion-ion logam yang biasanya jarang dan bersifat racun antara lain Pb, Sn, As.

Kerusakan Sumber Air Kerusakan sumber daya air tidak umumnya tak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya misalnya saja tekanan penduduk, kerusakan lahan, dan vegetasi. Ketiga hal ini kemudian saling terkait dan mempengaruhi ketersediaan sumber air.

Kondisi ini tentunya juga perlu dicermati agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Dengan adanya permasalahan mengenai SDA tersebut, dalam pemanfaatan untuk pemenuhan kebutuhan terdapat hukum yang melindunginya, dan hal tersebut dapat Grameds temukan pada buku Hukum Sumber Daya Air. Beberapa faktor yang menyebabkan permasalahan diantaranya Pertumbuhan industri yang demikian pesat di suatu kawasan yang disertai juga oleh pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.

Pemakaian air sendiri cukup beragam sehingga tentu saja akan berbeda dalam hal kepentingan, maksud serta cara memperoleh sumber airnya. Diperlukan perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang saat ini cenderung boros dalam penggunaan air serta melalaikan pentingnya unsur konservasi. Permasalahan Air Tanah Air tanah, khususnya dalam pemakaian rumah tangga dan industri pada wilayah urban dan dataran rendah memiliki kecenderungan kandungan asam organik dan kadar besi yang tinggi.

Hal ini kemudian dapat diakibatkan dari kondisi geologis yang secara alami dengan deposit Fe tinggi terutama diakibatkan pula oleh aktivitas manusia yang berada di daerah lereng gunung. Sementara air dengan kandungan asam organik tinggi bisa diakibatkan oleh lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kandungan senyawa organik tinggi dan kadar besi tinggi bisa dilihat sebagai berikut: • Air dengan kandungan zat besi Air yang tinggi kemudian akan menyebabkan air berwarna kuning.

Saat keluar dari keran air akan tampak jernih namun beberapa saat setelahnya air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini juga disebabkan oleh air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning. • Air kuning permanen umumnya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik.

Berbeda dengan kuning yang diakibatkan oleh kadar besi tinggi, air tanah lebih bersih dari air permukaan karena sudah mengalami proses kuning permanen ini berwarna kuning saat pertama keluar dari kran hingga setelah di diamkan akan tetap berwarna demikian. Cekungan Air Tanah (CAT) Adanya krisis air yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan memerlukan upaya untuk menjaga keberadaan atau ketersediaan sumber daya air tanah salah satunya dengan memiliki sistem monitoring penggunaan air tanah yang dapat divisualisasikan dalam data spasial dan atributnya.

Pelajari cara menjaga dan mengelola sumber daya yang ada melalui buku Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Otonomi Daerah dibawah ini. Menurut Undang-undang Sumber Daya Air, daerah aliran air tanah disebut Cekungan Air Tanah (CAT) yang didefinisikan sebagai suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses penimbunan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Menurut Danaryanto, dkk.

(2004), CAT di Indonesia secara umum dibedakan menjadi dua buah yaitu CAT bebas (unconfined aquifer) dan CAT tertekan (confined aquifer). CAT ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan total besarnya potensi masing-masing CAT adalah: • CAT Bebas: Potensi 1.165.971 juta m³/tahun • CAT Tertekan: Potensi 35.325 juta m³/tahun Elemen CAT adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah, jadi seakan-akan merupakan kebalikan dari air permukaan. Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1

Air tanah




2022 www.videocon.com