Adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian meminta masyarakat dapat belajar dari kasus pegiat media sosial, Adam Deni, untuk tidak sembarangan mengunggah dokumen elektronik pribadi seseorang tanpa izin. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, menyatakan, media sosial dapat dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Apabila tidak bijaksana dalam menggunakannya, maka dapat bersinggungan dengan tindak pidana. Ahmad Ramadhan mengungkapkan, Adam Deni ditetapkan menjadi tersangka karena diduga melakukan tindak pidana, yakni upload atau mengunggah dokumen elektronik pribadi orang lain tanpa seizin pemiliknya. Adam Deni dijerat UU ITE. " Upload-nya di media sosial. Jadi, makanya kami mengimbau juga ini menjadikan pelajaran berharga bagi masyarakat umum, agar tidak mengupload atau mentransmisikan informasi atau dokumen elektronik tanpa seizin pemiliknya ke medsos, karena dapat berakibat konsekuensi hukum," jelas Ahmad di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022).

Ahmad mengatakan bahwa polisi telah dijerat pakai uu ite status Adam Deni sebagai tersangka dalam kasus tersebut. "Sudah tersangka. Sejak tadi malam diamankan dan ditangkap statusnya tersangka," paparnya.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Menurut Ahmad, penangkapan Adam Deni berdasarkan Laporan Polisi dengan LP Nomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Dittipidsiber Bareskrim Polri tertanggal 27 Januari 2022, dengan pelapor atas nama SYD. Dia diduga melanggar Pasal Pasal 48 ayat 1, 2, dan 3 Jo Pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang ITE.

"Dokumen, yang jelas dokumen milik orang lain yang di- upload oleh orang yang tidak berhak ya. Jadi sementara itu. Yang lainnya adalah merupakan bagian dari proses penyidikan," ujarnya.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Jakarta: Polisi telah menetapkan pegiat media sosial Adam Deni sebagai tersangka. Pria yang melaporkan Jerinx itu ditangkap polisi kemarin malam. Adam Deni Adam Deni ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Dia langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan. "Statusnya sudah menjadi tersangka sejak kami tangkap tadi malam," kata Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Jakarta, Rabu (2/2/2022).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? • Happy • Inspire • Confuse • Sad Menurut Ramadhan, Adam Deni ditangkap terkait unggahannya di media sosial yang dilaporkan seorang berinisial SYD. Polisi menjerat Adam dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

"Yang jelas dokumen milik orang lain yang di-upload oleh orang yang tidak berhak. Yang lainnya adalah bagian dari proses penyelidikan," katanya.

Sebelum menciduk Adam Deni, polisi mengaku sudah memeriksan sejumlah saksi, termasuk saksi ahli. Hasilnya, dia dinyatakan terbukti melanggar UU ITE "Dalam pemeriksaan tersebut telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan saksi ahli.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Saksi ahli adalah ahli tindak pidana, ahli ITE," tutup Ramadhan. Adam Deni diduga ditangkap terkait fotonya yang disebarkan oleh Jerinx di pengadilan. Dalam foto itu, pria yang diduga Adam Deni menunjukkan jari tengah sembari memegang foto Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Ini bukan editan, ini foto asli, seorang pemuda yang oleh dokter Tirta diakui berinisial AD. Jadi foto ini sedang viral di Bali, bisa dicek di Instagramnya Ibu Ni Luh Djelantik," ujar Jerinx usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 25 Januari 2022.
AKURAT.CO, Pegiat sosial media, Adam Deni, ditangkap oleh tim Siber Bareskrim Polri pada Selasa (1/2) kemarin.

Adam Deni dibekuk sekitar pukul dijerat pakai uu ite WIB. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, Adam Deni ditangkap lantaran postingannya di media sosial yang berkaitan dokumen pribadi. Ramadhan tidak menjelaskan secara detail perihal dokumen apa yang dimaksud. "Dokumen, yang jelas dokumen milik orang lain yang di-upload oleh orang yang tidak berhak.

Yang lainnya adalah bagian dari proses penyelidikan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/2). baca juga: • Belajar dari Kasus Adam Deni • Penyidik Belum Terima Surat Penangguhan Penahanan Adam Deni • Adam Deni Ditangkap, Jerinx SID Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penghinaan Presiden Lebih lanjut, Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa Adam Deni sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, Adam Deni masih diperiksa secara intensif oleh aparat kepolisian.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

"Sudah tersangka. Sejak tadi malam diamankan dan ditangkap statusnya tersangka," jelas Brigjen Ahmad Ramadhan. Sejalan dengan itu, Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa Adam Deni ditangkap atas laporan yang dilayangkan oleh pelapor berinisial SYD. Kepada awak media, Ahmada mengatakan SYD memasukkan laporannya pada Januari 2022 lalu.

"Berdasarkan LP nomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Dittipidsiber Bareskrim Polri tanggal 27 Januari 2022 dengan pelapor saudara SYD," ungkapnya. Adam Deni dibekuk polisi karena memposting dokumen elektronik di media sosial tanpa persetujuan dari pemiliknya. Atas perbuatannya yang melanggar hukum tersebut, Adam Deni dijerat dengan UU ITE. "Atas tindak pidana melakukan upload dokumen elektronik pribadi tanpa seizin pemilik sebagaimana dimaksud pada pasal 48 ayat 1, 2, dan 3 juncto pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 UU ITE," tukas Ahmad Ramadhan.

Belum diketahui pasti dokumen apa yang diposting Adam Deni sehingga dirinya harus berurusan dengan hukum. Namun baru-baru ini, musisi Jerinx SID memperlihatkan foto seorang pria diduga Adam Deni sedang memegang bingkai foto presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dalam foto dijerat pakai uu ite, terlihat pria tersebut tengah mengacungkan jari tengahnya sambil memegang bingkai foto Joko Widodo. Ketika memperlihatkan foto tersebut, Jerinx SID meminta pihak kepolisian untuk memproses jika pria yang dimaksud adalah Adam Deni. Adam deni ditetapkan tersangka SID merupakan orang yang sebelumnya dilaporkan Adam Deni atas kasus dugaan tindakan pengancaman lewat media elektronik.

Jerinx SID kini telah menjadi terdakwa dan sidangnya masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.[] Justika adalah platform konsultasi hukum via online dengan puluhan konsultan hukum profesional dan berpengalaman. Per-Oktober 2021, lebih dari 19.000 masalah hukum di berbagai bidang hukum telah dikonsultasikan bersama Justika.

Justika memudahkan pengguna agar dapat menanyakan masalah hukum melalui fitur chat kapan pun dan di mana pun. Justika tidak hanya melayani konsultasi hukum, namun di semua fase kebutuhan layanan hukum, mulai dari pembuatan dokumen hingga pendampingan hukum. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi situs justika di www.justika.com atau tanya Admin Justika melalui email halo@justika.info atau Whatsapp di 0821 3000 7093.

Jerat Kasus Adam Deni dan Perbuatan yang Dilarang dalam UU ITE Oleh: Rizky Rahmawati Pasaribu, S.H., LL.M Penggiat media sosial Adam Deni ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga mengunggah dokumen pribadi seseorang tanpa hak.

Adam Deni ditangkap atas dugaan pelanggaran terhadap Pasal 48 ayat (1), (2), dan (3) jo. Pasal 32 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Transaksi dan Informasi Elektronik atau UU ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Merujuk pada kasus Adam Deni, seperti apa sebenarnya tindakan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang dilarang sesuai Pasal 32 UU ITE? Pasal 32 dijerat pakai uu ite (1) UU ITE menyebutkan bahwa “ Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik”.

Pasal tersebut secara eksplisit menerangkan bahwa seseorang yang dengan sengaja dan tidak berhak atau dengan melawan hukum: • Mengubah • Menambah; • Mengurangi; • Melakukan transmisi; • Merusak; • Menghilangkan; • Memindahkan; • Menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bukan miliknya tanpa izin merupakan perbuatan yang dilarang dalam UU. Misalnya, seseorang yang dengan sengaja mengedit sebuah video di sosial media milik orang lain tanpa ijin, sehingga video tersebut memiliki arti maupun tujuan yang berbeda.

Contoh kasus lainnya, seseorang yang secara sengaja dan tanpa izin dari orang yang bersangkutan, meneruskan sebuah pesan (melakukan transmisi) secara elektronik kepada pihak lain, yang berisikan suatu informasi rahasia dan dokumen yang bersifat pribadi. Pasal dijerat pakai uu ite ayat (3) menyebutkan bahwa “ Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan terbukanya suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia menjadi dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya”.

Suatu dokumen dikatakan bersifat rahasia karena dokumen/informasi tersebut memang sengaja disembunyikan karena bukan untuk diketahui oleh orang lain.
Pegiat media sosial, Adam Deni ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan mengunggah dokumen elektronik pribadi seorang di medsos tanpa seizin pemilik. (Keith Allison/Pixabay) Pegiat media sosial, Adam Deni ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan mengunggah dokumen elektronik pribadi seorang di media sosial ( medsos) tanpa seizin pemilik.

Adam Deni dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) "Statusnya sudah menjadi tersangka sejak kami tangkap tadi malam," kata Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (2/2).

Adam ditangkap sekitar pukul 19.00 WIB, kemarin malam.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Ia langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Laporan terhadap Adam teregister dengan nomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Dittipidsiber Bareskrim Polri tanggal 27 Januari 2022.

Polisi telah memeriksa 4 saksi dan 8 ahli terkait kasus ini. Ramadhan mengatakan Adam dilaporkan oleh seseorang berinisial SYD. Ia diduga melanggar Pasal 48 dijerat pakai uu ite (1), (2), dan (3) Jo Pasal 32 ayat (1), (2), dan (3) UU ITE. "Hal ini terkait tindak pidana upload atau mentransmisikan dokumen elektronik oleh orang yang tidak berhak," ujarnya. Sebelumnya, Adam Deni ramai dibicarakan terkait foto sosok 'AD' yang mirip dengannya mengacungkan jari tengah ke foto Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengenai foto itu, salah satunya dipersoalkan drummer SID Jerinx yang diadili kasus pengancaman terhadap Adam Deni. Artikel Asli
Jakarta - Bareskrim Polri telah menetapkan Adam Deni sebagai tersangka terkait kasus ITE. Nasib Adam Deni ditahan-tidaknya di kasus itu akan ditentukan setelah 24 jam pemeriksaan selesai.

"Masih dilakukan penangkapan dan masih proses ya penangkapannya tadi malam. Kita menunggu 1x24 jam apakah nanti dilakukan penahanan, nanti kita sampaikan kembali," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (2/2/2022).

Adam Deni ditetapkan sebagai tersangka di kasus UU ITE. Dia ditangkap pada Selasa (1/2) malam tadi oleh Tim Tipid Siber Bareskrim Polri.

Baca juga: Adam Deni Ditangkap Bareskrim, Jerinx: Karma karena Dia Terlalu Sombong Ramadhan menambahkan Adam Deni ditangkap karena memposting dokumen pribadi tanpa hak. Adam Deni meng -upload di media sosial pribadinya, "Dokumen, yang jelas dokumen milik orang lain yang di- upload oleh orang yang tidak berhak.

Jadi sementara itu, yang lainnya adalah merupakan bagian dari proses penyidikan," imbuhnya. Atas kasus tersebut, Adam Deni dijerat dengan Pasal 48 ayat 1, 2, dan 3 juncto Pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang ITE. Adam Deni ditangkap atas dasar laporan polisi bernomor LP B/0040/I/2022/SPKT/Direktorat Tindak Pidana Siber, tanggal 27 Januari 2022, dengan pelapor Saudara SYD. Ramadhan menjelaskan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus Adam Deni ini. Polisi juga telah meminta keterangan dari ahli.

Baca juga: Bareskrim Tetapkan Adam Deni Tersangka Usai Periksa 12 Orang Saksi "Dalam pemeriksaan tersebut telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan juga saksi ahli, saksi ahli adalah ahli tindak pidana dan ahli ITE," tuturnya. Sementara itu, Ramadhan mengimbau masyarakat tidak memposting dokumen yang sifatnya pribadi. "Pada kesempatan ini juga kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengambil data pribadi orang lain dan meng- uplaod ke media sosial tanpa seizin pemilik data yang tentunya dapat menimbulkan konsekuensi hukum ke depannya," tutupnya.Jakarta - Pegiat media sosial Adam Deni ditangkap Bareskrim Polri atas postingan di media sosial.

Adam Deni resmi ditetapkan sebagai tersangka di kasus tersebut. "Sudah tersangka. Sejak tadi malam diamankan dan ditangkap statusnya tersangka," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (2/2/2022). Ahmad Ramadhan menjelaskan Adam Deni ditangkap karena postingannya di media sosial.

Hanya, Ramadhan tidak menjelaskan lebih lanjut soal dokumen apa yang dimaksud. Baca juga: Adam Deni Ditangkap Gegara Posting Dokumen di Media Sosial Adam Deni ditangkap atas laporan pelapor berinisial SYD. Dia dilaporkan pada 27 Januari 2021. "Berdasarkan LP nomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Dittipidsiber Bareskrim Polri tanggal 27 Januari 2022 dengan pelapor saudara SYD," ujarnya. Ahmad Ramadhan mengatakan Adam Deni ditangkap karena postingan dokumen elektronik di media sosial.

Dia dijerat UU ITE. "Diamankan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri atas tindak pidana melakukan upload dokumen elektronik pribadi tanpa seizin pemilik sebagaimana dimaksud pada Pasal 48 ayat 1, 2, dan 3 Jo Pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 UU ITE," dijerat pakai uu ite /> Jakarta (ANTARA) - Sebagian masyarakat mempercayai adanya karma, hukum sebab akibat, perbuatan baik dibalas baik, begitu pula perbuatan jahat berbuah jahat pula, agaknya karma itu tengah menimpa Adam Deni Gearaka.

Penggiat media sosial itu juga ikut merasakan dinginnya ruang tahanan, seperti yang juga dirasakan I Gede Ari Astina atau yang dikenal dengan nama panggung Jerinx SID. Penggebuk drum band Adam deni ditetapkan tersangka Is Dead (SID) asal Bali itu dipidanakan oleh Adam Deni terkait dugaan pengancaman melalui media elektronik.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (24/2) memvonis Jerinx, satu tahun pidana penjara. Jerinx dituntut pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 50 juta, subsider dua bulan penjara.

Ia didakwa dengan Pasal 29 jo Pasal 45 B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dijerat pakai uu ite Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) serta Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 ayat (4) UUU ITE.

Sama halnya dengan Jerinx, Adam Deni Gearaka dilaporkan oleh seorang berinisial SYD atas dugaan pelanggaran UU ITE, laporan tersebut tercatat dengan nomor polisi LP/B/0040/I/2022/SPKT/Dit.Tipidsiber Bareskrim Polri tanggal 27 Januari 2022. Berdasarkan informasi dari kuasa hukum Adam Deni, SYD merupakan seorang pengacara yang diberikan kuasa untuk melaporkan kliennya ke Bareskrim Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan, Adam Deni diduga melakukan atau mentransmisikan dokumen elektronik oleh orang yang tidak berhak. “Yang jelas dokumen milik orang lain yang di-upload oleh orang yang tidak berhak,” kata Ramadhan.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Adam Deni pun ditangkap dan dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri pada tanggal 2 Februari 2022. Ia dijerat dengan Pasal 48 ayat (1), (2), dan (3) jo Pasal 32 ayat (1), (2), dan (3) UU ITE. Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa 12 orang saksi, terdiri atas empat saksi dan delapan ahli. Baca juga: Polri tegaskan profesional dan proporsional tangani kasus Adam Deni Dilaporkan setelah mengunggah Kasus Adam Deni menarik perhatian publik, terlebih munculnya nama Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dalam perkara tersebut.

Sebagaimana diketahui publik bahwa Dijerat pakai uu ite III bertangungjawab pada bidang tugas hukum, HAM dan keamanan, tak lain Polri ada di dalamnya Tim kuasa hukum Adam Deni lantas memberikan klarifikasi terkait kasus yang menimpa kliennya, beserta kronologis perbuatan hukum apa yang diduga dilakukannya hingga harus merasakan nasib serupa Jerinx SID.

Berawal dari unggahan video di media sosial Instagram milik Adam Deni, pada tanggal 27 Januari 2022 yang menampilkan beberapa lembar kertas berupa invoice dan packing list sedang dibuka dan pada detik terakhir ada kertas mencantukan nama Ahmad Sahroni. Video tersebut rupakan kiriman dari Olsen alias OS yang diterima Adam Deni pada pertengahan Januari 2022.

Nama Olsen muncul dalam video permintaan maaf Adam Deni kepada Ahmad Sahroni. Terkait unggahan tersebut, Ahmad Sahroni diwakili kuasa hukumnya Ahmad Suyud membuat laporan ke Direktorat Siber Bareskrim Polri dengan nomor Laporan Polisi : LP/B/0040/I/2022/SPKT/Dittipidsiber Bareskrim Polri tertanggal 27 Januari 2022, dengan sangkaan Pasal 48 ayat (1), (2), dan (3) jo Pasal 32 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang ITE.

Atas laporan tersebut, tanggal 1 Februari pukul 19.00 WIB, Adam Deni dijemput oleh beberapa anggota Direktorat Siber Bareskrim Polri di kediaman orang tuanya di Bekasi, Jawa Barat dengan menyertakan surat perintah penangkapan.

Lima hari setelah penangkapan, Adam Deni ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meng-upload dokumen pribadi milik orang lain tanpa ijin, dan dilakukan penahanan di rumah tahanan negara (Rutan) Bareskrim di Mabes Polri. Susandi, pengacara Adam Deni mengungkapkan, pada tanggal 14 Februari, Olsen alias OS yang menyuruh Adam Deni untuk menggunggah video kirimannya ditangkap dan ditahan oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri.

“Beliau ditangkap setelah melakukan perjalanan dari luar negeri menuju Jakarta,” ujar Susandi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/2). Baca juga: Kuasa hukum rilis video Adam Deni minta maaf kepada pelapor Proses hukum Proses hukum terhadap Adam Deni terbilang cepat, dilaporkan tanggal 27 Januari, kemudian ditangkap 1 Februari, lalu ditahan tanggal 2 Februari.

Dan berkas perkara tahap I dilimpahkan penyidik Adam deni ditetapkan tersangka Siber Bareskrim Polri kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung pada Rabu (9/2). Setelah diteliti dan dinilai layak memasuki ke tahap berikutnya, Senin (14/2) berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa, dan meminta penyidik Polri untuk melimpahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti untuk segera disidangkan ke pengadilan. Pelimpahan tahap II pun dilaksanakan oleh Polri pada Rabu (16/2).

“Pada hari Rabu tanggal 16 Februari 2022 pukul 16.00 WIB terhadap tersangka AD sudah dilimpahkan perkaranya ke JPU,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/2).

Polri menegaskan proses hukum terhadap Adam Deni dilakukan secara profesional dan proporsional, tidak terkait dengan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, sehingga lebih dulu ditanganinya. Berbeda dengan kasus yang menimpa Edy Mulyadi, dengan ujaran kebencian bermuatan SARA “tempat jin buang anak” juga sama-sama terkait UU ITE.

Ia dilaporkan tanggal 24 Januari dan ditetapkan sebagai tersangka tanggal 31 Januari, hingga kini menunggu untuk pelimpahan tahap II. Baca juga: Anggota DPR RI tanggapi permintaan maaf Adam Deni Minta maaf ke pelapor Pada tanggal 22 Februari 2022, kuasa hukum merilis video permintaan maaf Adam Deni yang dibuat dari balik tahanan, menggunakan kamera ponsel pada tanggal 14 Februari, atau setelah 13 hari ditahan di Rutan Bareskrim, Mabes Polri.

Menggunakan kemeja tahanan berwarna oranye dengan nomor 4 di bagian dada, Adam Deni meminta maaf kepada Ahmad Sahroni.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Dalam video berdurasi 1 menit 29 detik, ia menceritakan bagaimana kondisinya di dalam tahanan, terisolasi dan mulai sakit-sakitan. Dalam video itu, ia juga mengaku perbuatannya adalah bentuk kekhilafan, karena disuruh oleh Olsen.

Dan kini ia menyesalinya, berharap Ahmad Sahroni memaafkan, agar bisa menyudahi masalah tersebut, sehingga bisa bekerja lagi menafkahi ibunya. Video itupun dikirimkan kepada pelapor.

adam deni ditetapkan tersangka, dijerat pakai uu ite

Sehari setelah video tersebut dibuat, Rabu (16/2), Adam Deni pun dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR, dan menjalani isolasi mandiri di sel khusus di Rutan Bareskrim, Mabes Polri. Upaya permintaan maaf juga dilakukan pihak keluarga Adam Deni, ibu dan pacarnya pada Kamis (17/2) sekitar pukul 08.30 WIB mendatangi kediaman Ahmad Sahroni. Namun sayangnya, pemilik rumah tidak bisa ditemui karena sedang keluar rumah.

Susandi menyebutkan, alasan pihaknya merilis video permintaan dijerat pakai uu ite kliennya kepada pelapor untuk menjadi informasi publik, kemudian sebagai salah satu itikad baik kliennya dalam proses penanganan perkara tersebut. “Juga untuk mengimbangi pemberitaan diluar, yang mana ada dalam beberapa dari isi berita tersebut sedikit banyak telah menyudutkan posisi klien kami selama menjalani proses penahanan di dalam rumah tahanan Mabes Polri,” kata Susandi.

Baca juga: Jerinx: Perbuatan Adam Deni patut jadi pertimbangan hakim Edaran Kapolri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat edaran tentang penerapan UU ITE dengan nomor SE/2/11/2021 tertangal 19 Februari 2021 tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat dan Dijerat pakai uu ite. Surat edaran itu memuat 11 poin, salah satunya mengatur bahwa penyidik tidak perlu melakukan penahanan terhadap tersangka yang telah meminta maaf, berikutnya meminta penyidik polisi mengedepankan penyelesaian perkara dengan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

Kapolri juga meminta penyidik memprioritaskan langkah damai dalam menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan laporan dugaan pelanggaran UU ITE. Dan meminta jajaran kepolisian mengedepankan edukasi dan langkah persuasif dalam penanganan perkara UU ITE. Pada acara catatan akhir tahun di Mabes Polri (31/12) lalu, Kapolri mengatakan penerbitan surat edaran tersebut sebagai salah satu upaya Polri dalam mengurangi polemik dan perdebatan terkait pasal-pasal karet dalam UU ITE.

Selain surat edaran, Polri juga meluncurkan aplikasi Virtual Police yang menggubah pendekatan represif menjadi preventif dan preemtif khususnya konten-konten yang bersifat provokatif atau menimbulkan SARA diberikan teguran, akan tetapi polisi tidak segan-segan menindak bila menimbulkan gejolak sosial di masyarakat, dengan proses sesuai tahapan.

“Banyak masyarakat kemudian memahami dan memperbaiki, namun tidak mengurangi kebebasan berekspresi ataupun kritik-kritik,” kata Sigit. Setahun surat edaran Kapolri, sejumlah kasus pelanggaran UU ITE ditangani Bareskrim Polri, mulai dari ujaran kebencian bermuatan SARA oleh Muhamad Kace alias Muhamad Kece yang ditangkap akhir Agustus 2021, tak lama setelahnya, Wahya Waloni juga ditangkap karena kasus yang sama ujaran kebencian bermuatan SARA.

Yahya sudah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selama lima bulan penjara dan denda Rp50 juta. Vonis dibacakan Selasa (11/2), dan bebas dari Rutan Bareskrim Polri 31 Januari 2021. Ada juga kasus ujaran kebencian bermuatan SARA yang dilaporkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tehadap penggiat media sosial Ferninand Hutahaean, atas cuitannya “Allah mu lemah”.

Ia dijerat dengan Pasal 45A ayat dijerat pakai uu ite jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan/atau Pasal 156a KUHP.

Awal Januari 2022, saat ramai pembahasan Ibu Kota Negara (IKN), mantan jurnalis Edy Mulyadi melalui siaran podcast miliknya IKN di Kalimantan Timur, hingga menyatakan wilayah tersebut “tempat jin buang anak”. Pernyataan tersebut memicu kemarahan masyarakat setempat, Polri lantas menerima tiga laporan polisi dari sejumlah Polda, 16 pengaduan dan 18 pernyataan sikap. Edy Mulyadi dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang ITE jo Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Perhimpunan Hukum Pidana, jo Pasal 156 KUHP.

Baca juga: Jerinx dituntut penjara dua tahun atas kasus pengancaman Adam Deni Editor: Joko Susilo COPYRIGHT © ANTARA 2022 Mungkin anda suka Kemarin, pahlawan nasional hingga silaturahim Megawati-Jokowi 24 menit lalu Korlantas akhiri rekayasa lalu lintas jalan tol 9 Mei 2022 06:23 Verstappen kalahkan Leclerc di debut Grand Prix Miami 9 Mei 2022 04:48 Polisi normalkan jalur Tol Semarang-Jakarta pada pukul 02.30 WIB 9 Mei 2022 01:55 Manchester City jauhi kejaran Liverpool usai pesta gol lawan Newcastle 9 Mei 2022 00:55 Waspada hujan berangin di dua wilayah Jakarta Senin sore hingga malam 9 Mei 2022 00:33

Adam Deni Didakwa UU ITE, Langsung Ajukan Eksepsi




2022 www.videocon.com