Setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

tirto.id - Terdapat beberapa sifat wajib bagi para Rasul dalam agama Islam. Rasul merupakan manusia pilihan Allah SWT yang menyampaikan wahyu kepada umatnya. Para rasul bertugas sebagai pemberi petunjuk, pembawa kabar gembira, dan peringatan kepada umat manusia.

Tentu saja tugas seperti ini tidak mudah dijalankan oleh seorang manusia biasa, demikian seperti dikutip dari situs Kementerian Agama ( Kemenag). Dikutip NU Onlinebilangan nabi dan rasul sebenarnya ada banyak, namun hanya Allah SWT yang mengetahui jumlah pastinya, Namun, ada 25 nabi dan rasul yang diceritakan dalam Al-Quran yang wajib kita percayai dengan pasti. Selanjutnya di antara 25 orang itu ada 5 orang Rasul yang mempunyai kelebihan yang istimewa.

Mereka itu dinamakan Ulul-Azmi (اولوالعزم) artinya para Nabi dan Rasul yang mempunyai ketabahan luar biasa. Mereka itu adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nabi Muhammad SAW. Mengimani rasul-rasul Allah SWT merupakan kewajiban hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, kita wajib menerima ajaran yang dibawa rasul-rasul Allah SWT tersebut.

Perintah beriman kepada rasul disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini: يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اٰمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ مِنۡ قَبۡلُ‌ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيۡدًا Yaaa ayyuhal laziina aamanuuu aaminuu billaahi wa Rasuulihii wal Kitaabil lazii nazzala 'alaa Rasuulihii wal Kitaabil laziii anzala min qabl; wa mai yakfur billaahi wa Malaaa'ikatihii wa Kutubihii wa Rusulihii wal Yawmil Aakhiri faqad dalla dalaalam ba'ii Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman!

Tetaplah beriman setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh".

(QS.Ani-Nisa: 136) Meskipun para rasul itu adalah seorang manusia pada umumnya, tetapi sebagai manusia pilihan Allah SWT, rasul memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang rasul. Sifat-sifat rasul ini patut dicontoh oleh kita, sebagai umatnya. Sifat ini disebut dengan sifat wajib bagi rasul. 4 Sifat Wajib bagi para Rasul Sifat wajib ini ada 4, berikut uraiannya: 1.

Shidiq (صِدْقٌ) Shidiq artinya selalu benar. Para rasul selalu berkata yang benar, baik benar dalam menyampaikan wahyu yang bersumber dari Allah SWT, maupun benar dalam perkataan-perkataan yang berhubungan dengan persoalan keduniaan.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Contohnya apa yang dikatakan Nabi Ibrahim as. kepada bapaknya adalah perkataan yang benar. Apa yang disembah oleh bapaknya Ibrahim adalah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan mudarat. Peristiwa ini diabadikan dalam firman Allah SWT: وَاذۡكُرۡ فِى الۡكِتٰبِ اِبۡرٰهِيۡمَ ۚ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيۡقًا نَّبِيًّا Wazkur fil Kitaabi Ibraahiim; innahuu kaana siddiiqan Nabiyyaa Artinya: "Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi".

(Q.S. Maryam: 41) 2. Amanah (اَمَانَةٌ) Amanah artinya dapat dipercaya. Para rasul senantiasa menjalankan tugas kenabiannya sesuai dengan tugas yang diberikan Allah SWT. kepadanya. Demi terlaksananya tugas itu, mereka selalu menjaga jiwa dan raganya dari perbuatan-perbuatan dosa sehingga kepercayaan umat manusia terhadap dirinya senantiasa terjaga.

Cotohnya di saat kaum Nabi Nuh as. mendustakan apa yang dibawa olehnya. Allah SWT menegaskan bahwa Nuh as. adalah orang yang terpercaya (amanah). Hal ini seperti termaktub di surah berikut ini: اِذۡ قَالَ لَهُمۡ اَخُوۡهُمۡ نُوۡحٌ اَلَا تَتَّقُوۡنَ, اِنِّىۡ لَـكُمۡ رَسُوۡلٌ اَمِيۡنٌۙ Idz qoola lahum akhuuhum Nuuhun alaa tattaquun; Innii lakum Rasuulun amiin Artinya: “Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa"; Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (Q.S.

asy-Syu’ara: 106-107) 3. Tabligh (تَبْلِغٌ) Tabligh artinya menyampaikan perintah dan larangan, yaitu rasul selalu menyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi Muhammad saw dan tidak disampaikan kepada umatnya.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Ali bin Abi Talib ditanya tentang wahyu yang tidak terdapat dalam al-Quran, Ali pun menegaskan yang termaktub dalam ayat berikut: يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوۡلُ بَلِّغۡ مَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡكَ مِنۡ رَّبِّكَ‌ ؕ وَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسٰلَـتَهٗ‌ ؕ وَاللّٰهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ النَّاسِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡـكٰفِرِيۡنَ Yaaa ayyuhar Rasuulu balligh maaa unzila ilaika mir Rabbika wa il lam taf'al famaaa ballaghta Risaalatah; wallaahu ya'simuka minan naas; innal laaha laa yahdil qawmal kaafiriin Artinya: "Wahai Rasul!

Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib engkau tidak menyampaikan amanat-Nya.

Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir".

(QS. Al-Maidah: 67) 4. Fathonah (فَطَانَةٌ) Fathonah artinya cerdas. Maksudnya para rasul memiliki kecerdasan dalam menjalankan amanah, tugas, dan tanggung jawab sebagai seorang rasul. Mereka mampu memahami persoalan umat sekaligus memberikan jalan keluarnya. Mereka mampu menghadirkan hujjah atau argumentasi bagi orang-orang yang menentangnya.

Mereka juga mampu menanamkan kebenaran ke dalam hati orang-orang yang masih ragu kepadanya. Sebagai contoh ketika terjadi perselisihan antara kelompok kabilah di Mekah, setiap kelompok memaksakan kehendak untuk meletakkan Hajar Aswad (batu hitam) di atas Ka’bah.

Rasulullah SAW lalu menengahi dengan cara semua kelompok yang bersengketa agar memegang ujung kain yang dibawanya. Kemudian, Nabi meletakkan batu itu di tengahnya, dan mereka semua mengangkat hingga sampai di atas Ka’bah. Sungguh betapa cerdasnya Rasulullah SAW. Sebagai umat muslim, tentunya Parents perlu mengetahui beberapa sifat wajib rasul untuk bisa meneladaninya dan menanamkannya kepada buah hati tercinta.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Mendidik anak adalah sebuah amanah besar yang diberikan Tuhan kepada Parents. Sebagai orangtua, tentulah Parents ingin si kecil menjadi anak yang bermartabat, saleh, dan berperangai baik.

Oleh karena itu, yuk, simak di sini apa saja sifat baik yang ada pada suri tauladan Rasulullah yang perlu kita semua ketahui. Mengenal Sifat Wajib Rasul Dalam Islam, Rasulullah SAW adalah tokoh mulia yang bisa menjadi teladan untuk seluruh umatnya di dunia. Beliau adalah teladan terbaik baik kita dalam bersikap, mendidik, berdagang, dan melakukan perilaku sehari-hari kita. Allah SWT pun selalu memerintah kita untuk meneladani dan mempelajari segala sifat dari beliau.

Parents pun pasti menginginkan jika si kecil memiliki sifat dan sikap seperti Rasulullah SAW. Berikut ini adalah 4 sifat wajib yang harus diajarkan dan menjadi teladan dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari.

1. Shiddiq (Jujur) Shiddiq atau jujur adalah sebuah sikap yang menyatakan sesuatu sesuai dengan fakta. Tidak dilebihkan atau tidak dikurangi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jujur adalah sifat yang lurus harinya, tidak curang, dan tulus ikhlas dalam bersikap. Para rasul Allah sudah sangat teruji kejujurannya. Rasulullah Muhammad SAW adalah salah satu rasul Allah yang sangat jujur dalam perkataan maupun perbuatan.

Para sahabat bahkan musuhnya pun mengakui kejujuran beliau. Sebagai seorang pedagang pun beliau sangat terkenal dengan kejujurannya.

Sebagaimana sahabat beliau, Ali R.A. meriwayatkan bahwa Abu Jahal berkata kepada Rasulullah SAW, “Kami tidak mengatakan engkau dusta. Namun, kami menganggap dusta ajaran yang engkau bawa. Beliau selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan benar.” Sifat dan kisah Nabi Muhammad SAW yang membawa hikmah tentang kejujuran perlu Parents ceritakan kepada si kecil.

Cerita yang penuh pesan moral dapat membuat si kecil bisa memahami pentingnya berperilaku jujur seperti yang dilakukan para rasul Allah. Dengan cara seperti ini, anak-anak pun bisa dibiasakan jujur sedari kecil agar terbiasa sampai dewasa nanti. 2. Amanah (Dapat Dipercaya) Sifat lain yang perlu diteladani dari Rasulullah SAW adalah amanah. Istilah sifat amanah merujuk pada sebuah sikap yang dapat dipercaya.

Seseorang yang memiliki sifat amanah akan mudah dipercayai orang lain untuk mengurus atau memegang sesuatu tugas. Sebab, orang yang amanah akan melaksanakan urusan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Sifat amanah tentunya sangat perlu setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bersosial maupun dalam urusan pekerjaan. Rasulullah SAW yang diberikan tugas untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia dan mengerjakan perintah Allah pun menunjukkan sifat amanah yang luar biasa. Walaupun tantangan yang didapatkan sangat besar dari kaum Quraisy, tetapi beliau pantang menyerah dan tetap berjuang sampai akhir.

Itulah sifat amanah yang dimiliki rasul Allah. Parents bisa juga memberikan contoh sederhana kepada si kecil tentang sifat amanah. Misalnya, saat membuat janji kepada teman atau diberikan tugas oleh orangtua hendaknya si kecil bisa memenuhinya dengan baik.

3. Tabligh (Menyampaikan) Sifat wajib ketiga yang dimiliki rasul Allah adalah tabligh (menyampaikan). Sifat tabligh yang dimiliki para rasul yakni suatu sikap menyampaikan seluruh ajaran yang diberikan Allah SWT berupa wahyu untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia sebagai pedoman hidup.

Para rasul pun melakukan itu. Mereka menyampaikan seluruh ajaran yang diterimanya dari Allah SWT bahkan dari hal terkecil pun mereka sampaikan. Tujuannya agar kelak seluruh umat manusia memiliki pedoman untuk hidupnya. Parents pun perlu mengajarkan sifat tabligh kepada si kecil dengan cara yang sederhana, misalnya ketika si kecil diminta oleh teman atau gurunya menyampaikan sebuah informasi, maka ia harus menyampaikannya.

Sifat tabligh ini pun mengajarkan sikap tanggung jawab kepada si kecil. 4. Fathonah (Cerdas) Sifat wajib keempat yang dimiliki para rasul adalah fathonah (cerdas). Sifat fathonah sudah pasti harus dimiliki oleh para rasul. Sebab, tugas menjadi rasul tidaklah mudah, sehingga para rasul harus memiliki sifat fathonah (cerdas).

Bebas Bosan, Ajak Si Kecil Lakukan Aktivitas Seru Ini di Rumah Kecerdasan para rasul Allah sudah tidak diragukan lagi, ya, Parents. Rasulullah SAW terkenal sangat cerdas, panda, arif dan bijaksana. Setiap beliau memutuskan sesuatu pastilah sudah dipertimbangkan dengan sangat baik dan pemikiran yang matang.

Sebagai orangtua, Parents pastilah ingin si kecil memiliki sifat fathonah ( cerdas) seperti para rasul Allah.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Nah, salah satu tugas orangtua pun harus mendukung dan juga meneladani si kecil agar ia rajin belajar supaya pandai dan cerdas seperti para rasul. Artikel terkait: Ternyata cara sederhana ini bisa merangsang kecerdasan bayi! Selain itu, orangtua pun perlu mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan penunjang belajar si kecil, ya.

Cara lain selain belajar untuk mengasah kecerdasan si kecil adalah dengan melibatkan dan mengajak si kecil dalam memutuskan segala hal. Misalnya, memutuskan bersama tentang menu makan siang atau memutuskan ingin memakai baju apa setelah mandi. Hal sederhana seperti ini bisa melatih si kecil untuk bisa membuatnya lebih cerdas dalam memutuskan sesuatu kelak.

Sifat Mustahil bagi Rasul yang Perlu Dihindari Selain sifat wajib, ada pula sifat yang mustahil dimiliki oleh Rasul. Nah, berkebalikannya, sifat-sifat inilah yang perlu anak hindari. Parents bisa mengajarkan bahwa sifat-sifat mustahil ini tidaklah baik dan sebaiknya tidak dilakukan. Perbuatan ini termasuk ke dalam dosa karena dapat merugikan orang lain bahkan diri sendiri.

Beberapa sifat mustahil rasul yang perlu dihindari di antaranya: • Al-Kizzib (Bohong) Ini merupakan kebalikan dari sifat As-Sidiq yang berarti jujur. Ucapan lisan dan hati para rasul dijaga dan tidak mungkin memiliki sifat ini. Perbuatan bohong juga termasuk ke dalam hal yang tidak terpuji dan sebaiknya dihindari. • Al-Khiatan (Berkhianat). Merupakan sifat mustahil rasul yang perlu dihindari juga. Berkhiatan akan membuat kepercayaan orang lain pada kita menurun dan hal ini juga merugikan bagi yang melakukannya.

• Al-Kitman (Menyembunyikan). Menyembunyikan atau tidak mau berbagi merupakan sifat yang mustahil dimiliki oleh rasul. • Al-Baladah (Bodoh). Sifat ini tentunya mustahil dan tidak dimiliki rasul sehingga perlu juga dihindari oleh kita sebagai manusia.

Sebagai makhluk hidup, sudah menjadi kewajiban untuk kita terus belajar sebagai bentuk ibadah demi kebaikan di dunia dan akhirat. Artikel Terkait: 5 Hal sederhana yang membentuk karakter jujur pada anak, lakukan yuk Parents! Nah, itulah keempat sifat wajib rasul Allah yang perlu diteladani dan diajarkan kepada si kecil, serta sifat mustahilnya yang juga perlu dihindari.

S emoga bermanfaat, ya, Parents! *** • Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan • Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan
Nabi dan Rasul merupakan manusia terpilih yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya.

Sebagai manusia terpilih, Allah SWT menjaga Nabi dan Rasul dengan sifat yang baik agar menjadi contoh bagi para pengikutnya. Allah SWT mengaruniai Rasul dengan sifat-sifat yang baik agar dapat menjadi suri tauladan bagi manusia. Rasul memiliki empat sifat wajib yang harus kita yakni dan teladani. Apa saja sifat wajib Rasul tersebut? Canva.com, Edited by Romi Subhan Sifat wajib yang dimiliki oleh Rasul yang pertama adalah As-Siddiq yang berarti selalu benar atau jujur. Semua Rasul Allah SWT tidak pernah berbohong baik kepada Allah SWT atau pun kepada manusia lainnya.

Semua perkataan yang terucap dari mulut Rasul selalu benar setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib jujur. Sifat ini tertulis dalam Alquran Surat Maryam ayat 41 yang berbunyi sebagai berikut. وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِبْرَٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi.” (Q.S. Maryam: 41) Canva.com, Edited by Romi Subhan Selanjutnya, sifat wajib yang dimiliki oleh Rasul adalah Al-Amanah yang berarti dapat dipercaya.

Sifat Al-Amanah pada Rasul memiliki arti bahwa Rasul dapat dipercaya. Mulai dari perkataannya, hingga perbuatannya semua dapat dipercaya. Sifat ini tertulis dalam Alquran Surat Asy-Syu’ara ayat 106-107 yang berbunyi sebagai berikut. إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ Artinya: “Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa?’ Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (Q.S.

Asy-Syu’ara: 106-107) Canva.com, Edited by Romi Subhan Sifat wajib Rasul selanjutnya adalah At-Tabligh. Arti At-Tabligh sendiri adalah menyampaikan wahyu Allah SWT. Semua wahyu yang diberikan oleh Allah SWT selalu Rasul sampaikan semuanya kepada umatnya. Tidak ada satu wahyu pun yang disembunyikannya.

Sifat ini tertulis dalam Alquran Surat Al-Maidah ayat 67 yang berbunyi sebagai berikut. ۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya.

Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Maidah: 67) Canva.com, Edited by Romi Subhan Terakhir, Al-Fatanah atau yang berarti Rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Sifat ini wajib dimiliki oleh Rasul demi memerangi dan mengajak mereka yang masih enggan berjalan di jalan Allah SWT.

Selain itu, dalam menyampaikan wahyu dari Allah SWT, Rasul membutuhkan strategi, diplomasi, serta kemampuan khusus agar dapat diterima oleh kaumnya. Sifat ini tertulis dalam Alquran Surat Al-An’am ayat 83 yang berbunyi sebagai berikut.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَٰهَآ إِبْرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ Setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib “Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” (Q.S.

Al-An’am: 83). Itulah tadi empat sifat wajib Rasul yang patut kita teladani. Semoga kita bisa mencontoh sifat-sifat Rasul dan selalu mendapat berkah dari Allah SWT. Baca Juga: Meningkatkan Iman, Mari Mengenal 20 Sifat Wajib Allah SWT dan Artinya Baca Juga: Kisah Hidupnya Penuh Hikmah, Ini 25 Nabi dan Rasul dalam Agama Islam Baca Juga: Amalan Rasulullah dan Para Nabi Agar Wafat dalam Husnul Khotimah Sifat Wajib Rasul – Setiap Rasul memiliki sifat-sifat tertentu yang membedakan mereka dengan orang-orang biasa.

Tentunya sifat-sifat tersebut yang membuat mereka Istimewa dan menandakan sebagai seorang yang shalih. Rasul merupakan seorang hamba (laki-laki) Allah yang memperoleh wahyu dan mempunyai kewajiban untuk menyebarkan wahyu yang ia dapat kepada orang lain. Sifat Wajib Rasul Para Rasul sebagai utusan Allah di dunia ini memiliki 4 sifat wajib yang harus dipunya oleh setiap laki-laki yang menjadi utusan-Nya. Penting bagi kita untuk mengetahui sifat-sifat Rasul ini sebagai bahan untuk diteladani.

Mereka yang terpilih sebagai Rasul adalah orang-orang yang maksum (terjaga dari dosa). Apalagi sebagai umat Islam kita diwajibkan mentaati dan meneladani sifat Raslulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam merupakan utusan Allah, untuk itu kita harus mentaati apa yang beliau perintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang olehnya. Hal itu sebagai konsekuensi dari syahadat yang kita ucapkan. Allah ta’ala juga telah memerintahkan kita untuk mentaati Nabi Muhammad SAW begitu juga ketaatan pada-Nya, seperti yang telah disebutkan dalam banyak ayat Al Quran. Para rasul memiliki keteladanan yang patut dicontoh termasuk dalam hal akhlak. Akhlak para rasul tersebut berkaitan dengan sifat wajib pada diri mereka.

Sifat wajib rasul berarti sifat yang pasti ada dalam diri rasul. Tidak bisa disebut rasul bila orang tersebut tidak memiliki sifat-sifat wajib berikut ini. 1. Shiddiq (Sifat Wajib Rasul) Shiddiq berarti benar atau jujur.

Definisi dari shiddiq secara lebih rinci adalah hadirnya suatu kekuatan yang dapat melepaskan diri dari sifat dusta atau tidak jujur terhadap Tuhannya, Diri sendiri, maupun orang lain.

Memiliki sifat As-Siddiq berarti para rasul selalu benar ataui setiap rasul selalu menyampaikan kebenaran terutama yang berkaitan dengan wahyu-wahyu Allah yang diterimanya adalah sesuai apa adanya. Tidak dikurangi tidak pula ditambah-tambah. Andaikan setiap Rasul memiliki sifat sebaliknya, yaitu Kadzib atau berbohong pasti firman Allah tentang pembenaran terhadap para Nabi dan Raul pun juga bohong.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Segala perbuatan dan pernytaan para Rasul datangnya dari Allah melalui wahyu yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Tuhan tidak mungkin berbohong dan sangat tidak masuk akal. Kebenaran berita Allah yang ada pada setiap kitab yang diterima oleh Rasulnya adalah bukti nyata.

Di dalam surat Al Ahzab ayat 22 Allah ta’ala berfirman terkait sifat shiddiq: وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan orang-orang yang bersekutu itu mereka berkata: ”Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Benarlah Allah dan Rasul-Nya, dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.

2. Amanah Amanah atau dapat dipercaya, secara istilah amanah juga berarti segala sesuatu yang dipercayakan kepada manusia, baik yang menyangkut dirinya, hak orang lain, maupun hak Allah. Bisa juga berarti sesuatu yang diberikan kepada seseorang yang dinilai memili kemampuan untuk mengembannya.

Artinya para Rasul jauh dari hal-ahl yang dilarang baik secara dzahir maupun batin. Sehingga Allah menyerahkan amanah-Nya kepada para Rasul karena DIa percaya bahwa manusia pilihan-Nya bisa mengemban amanah tersebut. Lawan dari sifat amanah adalah khianat. Karakter amanah inilah yang mengangkat posisi Nabi Muhammad sebagai pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab pada setiap amanah yang diberikan kepadanya. Bahkan jauh sebelum beliau menjadi seorang Rasul pun, Muhammad telah mendapat gelar Al Amin, yakni yang dapat dipercaya.

Terkait sifat ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat ad Dukhan ayat 18: أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ Artinya: “ Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak).

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu.” 3. Tabligh (Sifat Wajib Rasul) Tabligh atau menyampaikan, secara istilah juga berarti menyampaikan ajaran-ajaran agama tauhid Allah.

Dimana setiap rasul selalu menyampaikan syariat-syariat yang ditetapkan oleh Allah (wahyu) sebagai petunjuk bagi manusia. Dengan adanya hal tersebut manusia di bumi jadi memiliki pedoman hidup. Isi yang palling pokok atau utama dari sifat ini adalah tabligh dalam hal amar ma’ruf nahi munkar. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri selalu mengajak umatnya untuk mengerjakan kebaikan dan melarang perbuatan keji, serta mengajak untuk beriman kepada Allah ta’ala.

Lawan dari tabligh adalah kitman atau menyembunyikan. Nabi Muhammad selalu menyampaikan wahyu Allah yang diperuntukkan bagi umat manusia. Al Maidah ayat 67 menjelaskan terkait sifat ini: يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ Artinya: “ Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu) berarti kamu tidak menyampaikan amanah-Nya.

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” 4.

Fatanah Fathanah atau cerdas, para rasul memiliki kepintaran yang tinggi dalam mengemukakan dasar-dasar agama pada orang lain sekaligus setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib tuduhan-tuduhan terhadap mereka.

Mereka juga mampu mencerna setiap apa yang Allah sampaikan kepada mereka tanpa keraguan karena kepintaran mereka.

Suatu ketika pernah terjadi perselisihan anatara para pemimpin kabilah di Mekah. Masing-masing pemimpin kabilah berkehendak untuk meletakkan Hajar Aswad ke atas ka’bah. Kala itu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam memiliki inisiatif unruk menengahi perselisihan mereka. Caranya dengan meletakkan Hajar Aswad pada selembar kain dimana ujung-ujung kain dipengang oleh setiap pemimpin kabilah. Hal itu membuat para pemimpin kabilah di Mekah kagum akan kepintaran Rasulullah SAW dan keadilannya.

Kebalikan dari sifat amanah ialah Baladah, yakni bodoh atau pelupa. Di dalam surat An Nahl ayat 125 allah berfirman terkait sifat ini: ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ Artinya: Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang dapat petunjuk. Lawan Sifat Wajib Rasul Keempat sifat wajib diatas pasti dimiliki seorang rasul dan keempat sifat tersebut juga memiliki sifat kebalikannya. • Siddiq lawan dari Khadzib, • Amanah lawan dari Khianat, • Tabligh lawan dari Kitman, • dan fathonah lawan dari Setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib.

Meskipun para rasul memiliki sifat-sifat wajib yang mulia bukan berarti mereka tidak bisa melakukan kesalahan. Nabi-Nabi dan Rasul juga merupakan manusia biasa yang bisa saja mengalami hal-hal lumrah lainnya yang dilakukan manusia biasa. Meski begitutidak sampai mengurangi derajat kemuliaannya sebagai seorang Rasul Allah.

dalam surat AL Furqan ayat 20 Allah berfirman: وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا Artinya: Dan Kami tidak Mengutus Rasul-rasul sebelummu melainkan mereka sungguh memakan makanan, berjalan di pasar, dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lainnya.

Maukah kamu bersabar? Adalah Tuhanmu Maha Melihat. Demikian penjelasan kami mengenai Sifat Wajib Rasul. Semoga bermanfaat.

Related posts: • Hukum Forex Trading (Jual Beli Valuta Asing) Menurut Islam • 6 Investasi Syariah Online yang Bisa Dicoba Pebisnis Muda • Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional dalam Pandangan Islam • Perbedaan Ekonomi Islam dan Konvensional [LENGKAP] • Pengertian Bunga Bank dan Hukumnya dalam Islam • Menabung Emas Di Pegadaian (Penjelasan Menurut Islam)
Jakarta - Para rasul utusan Allah SWT memiliki sifat-sifat khusus yang menjadi keistimewaannya dalam menjalankan tugas.

Salah satunya adalah siddiq yang artinya jujur atau benar. Sifat wajib siddiq ini dapat diartikan bahwa Rasulullah SAW selalu berkata jujur. Baik dalam menyampaikan wahyu yang datangnya dari Allah SWT atau pun dalam perkatannya sehari-hari, seperti yang dilansir dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII dari Kementerian Agama (Kemenag).

Bukti bahwa sifat siddiq dimiliki oleh para Rasul utusan Allah SWT termaktub dalam surat Maryam ayat 50, Baca juga: Arti Amanah, Sifat Terpuji Lawan dari Khianat Mengutip dari buku Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Anak yang Islami karya Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, Nabi Muhammad SAW sudah dikenal sebagai pribadi yang memiliki sifat siddiq bahkan sejak beliau belum diangkat menjadi rasul.

Beliau pun mendapat julukan dari orang-orang Quraisy yakni Al Shadiqu Al Amin (yang benar dan amanah). Sifat siddiq pada diri rasul menjadi suatu keharusan. Sebab, hal ini menjadi landasan pokok dalam menyampaikan firman Allah SWT.

Orang yang pernah berdusta atau pun menyampaikan sesuatu di luar dari kebiasaannya, tidak akan mungkin mendapat kepercayaan dari khalayak ramai. Terkait hal ini, bahkan dijelaskan dalam firman Allah QS Al Haqqah ayat 44-46 bahwa Allah akan menghukum rasul yang berdusta terkait dengan risalah Allah, (44) وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ (45) لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ (46) ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ Artinya: "Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.

Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya." Baca juga: Apa Arti Fana dalam Islam? Ini Penjelasannya Selain sifat siddiq yang artinya jujur atau benar, sifat wajib rasul lainnya yang perlu diteladani bagi umat muslim adalah sebagai berikut: - Amanah, artinya jujur, dapat dipercaya, dan tidak pernah ingkar janji - Tabligh, artinya menyampaikan semua kebenaran (wahyu Allah) yang telah diterima kepada umatnya - Fatanah, artinya cerdas, pandai, dan bijaksana Nah, itu dia penjelasan dari siddiq yang artinya jujur atau benar.

Setelah memahami sifat wajib rasul yang satu ini, semoga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ya. Selamat belajar, detikers! Simak Video " KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur'an Biar Khatam Pas Ramadan!" [Gambas:Video 20detik] (rah/erd)
• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Pada hakikatnya, Allah SWT telah memerintahkan Rasulnya untuk menyampaikan wahyu.

Para RNabi dan Rasul Allah ini kemudian memiliki sifat-sifat mulai yang disebut sebagai sifat wajib.

Sifat wajib sendiri merupakan sifat mulai yang Allah SWT karuniai kepada para Nabi dan Rasul agar dapat menjadi tauladan bagi seluruh umat manusia. Terdapat empat sifat wajib yang mencerminkan bahwa Nabi dan Rasul adalah manusia pilihan Allah SWR yang maksum.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Artinya terjaga untuk senantiasa melakukan hal baik dan terhindari dari hal tidak baik. Dari keempat sifat wajib Rasul, Mama bisa mengajarkannya pada anak untuk diyakini dan dicontoh dalam kehidupan harian mereka. Berikut empat sifat wajib Rasul yang bisa Mama ajarkan pada anak. Disimak yuk rangkuman Popmama.com berikut ini, Ma!

Youtube/Anak Muslim Sifat pertama yang wajib dimiliki Rasul ialah As-Siddiq yang berarti selalu benar atau jujur. Sifat ini berarti seorang Rasul sudah pasti jujur dan tak pernah berbohong kepada Allah SWT dan juga kepada orang lain. Hal ini seperti yang disebutkan Nabi Ibrahim A.S kepada ayahnya bahwa menyembah berhala termasuk perbuatan yang salah.

Peristiwa tersebut dijelaskan dalam Q.S. Maryam 19 : 41 yang berbunyi: وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا Artinya : Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi.

(QS. Maryam: 41) Youtube.com/Kisah Islami Sifat kedua ialah Al-Amanah yang berarti dapat dipercaya. Sifat ini memiliki arti bahwa Rasul sudah pasti dapat dipercaya, hal ini seperti yang dijelaskan dalam Q.S Asy-Syu’ara ayat 106-107 yang berbunyi: إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ. إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ Artinya : Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu. (QS. asy-Syu’ara: 106- 107) Dijelaskan bahwa kaum Nabi Setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib A.S mendustakan apa yang telah dibawa oleh Nabi Nuh. Kemudian Allah SWT menegaskan bahwa Nabi Nuh termasuk orang yang amanah atau dapat dipercaya.

Youtube.com/Kisah Islami Selanjutnya At-Tabligh yang berarti menyampaikan wahyu. Sebagai utusan Allah SWT, sudah pasti setiap Rasul akan menyampaikan wahyu dan tak ada satupun wahyu yang disembunyikan. Seperti halnya Nabi Muhammad S.A.W yang menyampaikan semua ayat-ayat Al-Quran kepada umatnya dan tidak ada satupun yang disembunyikan.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits bahwasanya sayyidina Ali berkata : “ Demi Zat yang membelah biji dan melepas napas, tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap al-Qur’an.“ Serta tertulis dalam surah Q.S.

Al-Maidah ayat 67 yang berbunyi: يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ Artinya: Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

(QS. al-Maidah: 67) Youtube.com/Kisah Islami Terakhir adalah Al-Fatanah, sifat ini berarti Rasul memiliki kecerdasan yang tinggi agar mampu memerangi kaum yang masih belum berada dijalan Allah SWT dan mengajak mereka untuk berada dijalan yang di ridhoi Allah SWT.

Dalam menyampaikan wahyu Allah SWT kepada umat manusia, dibutuhkan kemampuan, diplomasi, dan strategi khusus agar wahyu yang tersimpan di dalam hukum-hukum Allah dapat disampaikan dan diterima dengan baik oleh umat manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” (QS.

al-An’am, 83). Itulah keempat sifat wajib Rasul dan Nabi yang bisa Mama ajarkan pada anak untuk diyakini dan dicontoh agar kelak anak dapat merasakan kebaikan di kehidupannya. Sebab tak ada yang lebih berharga dari hidup yang selalu mendapat ridho Allah SWT, bukan? Semoga informasinya bermanfaat ya, Ma! Baca juga: • Mengajarkan Perbedaan Nabi dan Rasul pada Anak • 5 Rasul Ulul Azmi Beserta Mukjizatnya yang Perlu Anak Ketahui • 25 Nama Nabi dan Rasul yang Harus Dihafal Anak dalam Agama IslamSifat wajib rasul adalah sifat yang harus dimiliki oleh rasul.

Sifat wajib rasul adalah sebagai berikut seperti dikutip dari buku Aqidah Akhlaq karya Ahmad Kusaeri: 1. Siddiq Siddiq artinya benar. Seorang rasul selalu benar dalam perkataan dan perbuatan.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

2. Amanah Amanah artinya dapat dipercaya. Mereka dapat dipercaya untuk menyampaikan seluruh pesan yang diperintahkan oleh Allah, tanpa ditambah atau dikurangi. 3. Tablig Tablig artinya menyampaikan wahyu. Seorang rasul adalah penyampai wahyu Allah kepada manusia.

Sekalipun untuk menyampaikannya sangat pahit, bahkan mendapat rintangan berat. Hal ini sesuai firman Allah surat Al Maidah ayat 67: ۞ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗوَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗ ۗوَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ - ٦٧ Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya.

Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. 4.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Fatanah Fatanah artinya cerdas. Dengan kecerdasannya mereka dapat memberikan keterangan secara benar sehingga manusia dapat mengerti dan memahami hal yang diajarkan. Sebagai muslim, sahabat hikmah diharapkan dapat mencontoh sifat wajib rasul agar dapat menjadi orang-orang yang baik dan berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.

B. Sifat Mustahil Rasul Sifat mustahil rasul adalah sifat-sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh rasul. Sifat mustahil kebalikan dari sifat wajib rasul. Sifat mustahil rasul sebagai berikut: 1. Kizbu Kizbu artinya berbohong atau dusta. 2. Khianat Khianat artinya tidak dapat dipercaya. 3. Kitman Kitman artinya mennyembunyikan. 4. Baladah Baladah artinya bodoh atau dungu. C. Sifat Jaiz Rasul Sifat jaiz bagi rasul adalah sifat yang diperbolehkan bagi mereka.

Maksudnya kebolehan yang berupa sifat-sifat manusiawi yang dimiliki setiap orang pada umumnya sepanjang sifat-sifat tersebut tidak mengurangi martabat kerasulan yang mulia. Sifat-sifat manusia yang dibolehkan bagi rasul seperti makan, minum, tidur, dan beristri.
10 Sifat-sifat Wajib dan Mustahil bagi Para Rasul & Artinya Lengkap – Sifat wajib dan mustahil bagi rasul perlu diketahui umat muslim agar bisa dijadikan sebagai pedoman dalam bertindak.

Meneladani sifat di Asmaul Husna dan sifat yang ada pada rasul membantu banyak orang dalam bermasyarakat. Sifat-sifat Bagi Para Rasul Daftar Isi • Sifat-sifat Bagi Para Rasul • Sifat Wajib dan Mustahil bagi Rasul Lengkap dengan Artinya • 1. Sifat sabar pada Nabi Muhammad SAW. • 2. Sifat Al Amin yang berarti jujur • 3. As Siddiq yang berarti rasul selalu benar • 4. Al Amanah yang berarti dapat dipercaya • 5. At Tablig yang berarti menyampaikan wahyu • 6.

Al Fatanah artinya cerdas dalam banyak hal • 7. Al Kidzib yang berarti berdusta • 8. Al Khianah setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib artinya berkhianat • 9. Al Kitman yang artinya menyembunyikan kebenaran • 10. Al Baladah yang artinya bodoh Daftar Isi • Sifat-sifat Bagi Para Rasul • Sifat Wajib dan Mustahil bagi Rasul Lengkap dengan Artinya • 1.

Sifat sabar pada Nabi Muhammad SAW. • 2. Sifat Al Amin yang berarti jujur • 3. As Siddiq yang berarti rasul selalu benar • 4. Al Amanah yang berarti dapat dipercaya • 5. At Tablig yang berarti menyampaikan wahyu • 6. Al Fatanah artinya cerdas dalam banyak hal • 7. Al Kidzib yang berarti berdusta • 8. Al Khianah yang artinya berkhianat • 9. Al Kitman yang artinya menyembunyikan kebenaran • 10.

Al Baladah yang artinya bodoh unsplash.com/@alfasy Sebagai umat muslim rupanya meneladani apa yang dimiliki rasul dan nabi merupakan hal wajib. Terlebih berbagai manfaat dan keuntungan bisa didapat dengan meneladani sifat-sifat nabi dan rasul. Misalnya saja mempelajari sifat baik yang dimiliki oleh nabi dan rasul. Kamu bisa mengambil hikmah dari setiap sifat baik rasul dan melakukan hal yang sama saat masih hidup di dunia.

Meneladani beragam sifat wajib dan mustahil bagi rasul tidak hanya dengan mencontohnya di kehidupan nyata. Meneladani artinya ikut memahami peran sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Umat muslim juga memiliki kewajiban untuk menyebarkan sifat-sifat baik nabi dan rasul.

Langkah tersebut juga bisa dimulai dengan mengajarkan ajaran baik ke sesama muslim agar berperilaku baik. Tidak hanya sifat wajibnya saja yang bisa dicontoh umat muslim dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Rupanya sifat wajib dan mustahil bagi rasul dan nabi juga bisa menjadi pelajaran bagi umat muslim.

Seperti namanya berarti sifat-sifat mustahil tersebut tidak ada pada rasul dan nabi. Bagaimana meneladani sifat mustahil nabi dan rasul dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi pribadi yang baik? Caranya adalah dengan tidak meniru sifat yang mustahil bagi rasul dan nabi. Menjauhi hal-hal buruk terkadang sulit dilakukan namun dengan meneladani sifat mustahil rasul niscaya kamu menjadi pribadi yang baik. Sifat Wajib dan Mustahil bagi Rasul Lengkap dengan Artinya Sebelum meneladani setiap sifat Nabi dan Rasul tidak ada salahnya untuk memahami pengertiannya terlebih dahulu.

Keduanya memiliki pengertian yang kontras namun dapat diteladani sebagai suri tauladan. Sifat wajib dan mustahil bagi rasul berarti karakter yang dimiliki oleh para nabi dan rasulnya. Namun sifat wajib mengarah pada karakter baik yang sudah pasti ada di dalam diri nabi dan rasul Allah SWT. Sementara itu sifat mustahil merupakan karakter yang sudah pasti tidak ada di dalam diri nabi dan rasul.

Konotasi sifat mustahil tersebut biasanya diartikan sebagai karakter yang buruk. Kendati keduanya kontras namun umat muslim dapat menjadikannya sebagai contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah sifat wajib rasul beserta artinya dan karakter yang tidak ada pada nabi serta rasul. 1. Sifat sabar pada Nabi Muhammad SAW. Salah satu sifat yang sudah pasti ada pada rasul salah satunya yaitu sabar.

Karakter yang satu ini juga melekat pada diri Nabi Muhammad SAW dan semasa hidupnya. Kesabaran merupakan sifat wajib dan mustahil bagi rasul dicontoh oleh umat muslim di dunia. Berkat karakter tersebut Nabi Muhammad SAW mendapatkan gelar yang membanggakan dari para sahabat Nabi.

Nabi Muhammad SAW juga masuk ke dalam golongan Ulul ‘Azmi lantaran memiliki sifat sabar dan teguh. Salah satu perbuatan rasul yang mencerminkan kesabaran yaitu perjuangan menyebarkan agama Islam. Nabi Muhammad sangat memiliki kesabaran tinggi dalam menyebarkan agama Islam semasa hidup.

Dalam perjuangannya menyebarkan agama Islam rasul menemui banyak hambatan dan rintangan yang silih berganti. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga mendapatkan serangan dari para musuhnya semasa hidup. Hingga pada akhirnya kesabaran rasul membuahkan hasil hingga para musuhnya justru takluk dengan sifat sabarnya.

Berdasarkan kisah kesabaran rasul tersebut umat muslim dapat mengambil hikmahnya untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya sabar memperjuangkan cita-cita meski mendapat berbagai macam halangan dan rintangan di dunia. 2. Sifat Al Amin yang berarti jujur Sifat wajib dan mustahil bagi rasul salah satunya yaitu Al Amin. Karakter yang satu ini jika diterjemahkan berarti sifat jujur bagi Nabi dan rasul Allah SWT. Kejujuran adalah pondasi bagi umat muslim dalam menjalankan berbagai macam hal di dunia.

Rupanya sifat jujur juga diturunkan dari Nabi dan rasul Allah SWT salah setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW rupanya mempunyai karakter yang jujur semasa hidup. Karakter tersebut juga menjadi suri tauladan bagi para sahabat dan umat muslim semasa perjuangan Nabi Muhammad. Berkat sifat wajib dan mustahil bagi rasul jujurnya mendapat julukan Al Amin dari penduduk Mekah. Salah satu bukti kejujuran yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW dapat dilihat sewaktu berdagang.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah curang atau membohongi para pembeli saat berdagang. Karakter baik tersebut juga senantiasa dijaga dan diwujudkan di berbagai macam aspek kehidupan. Sebagai umat muslim tentunya kamu wajib meneladani sifat wajib dan mustahil bagi rasul tersebut. Sebagai contohnya ialah pada saat menjalakan berbagai macam usaha dan pekerjaan. Kejujuran yang dipupuk sejak dini akan membuahkan hasil baik di masa depan. Seperti seorang anak yang dididik jujur dalam perkataan akan tumbuh menjadi pribadi dewasa yang beriman kepada Allah SWT.

3. As Siddiq yang berarti rasul selalu benar Sifat wajib rasul yaitu karakter baik yang dipastikan ada pada diri nabi dan rasul Allah SWT. Salah satunya yaitu As Siddiq yang mempunyai makna selalu benar. Dalam hal ini diartikan sebagai karakter kebenaran yang ada pada diri rasul. Nabi dan rasul selalu mengucapkan kebenaran kepada setiap orang dan para sahabat semasa hidupnya.

Sifat wajib dan mustahil bagi rasul selalu benar juga dapat diteladani dari Nabi Ibraham as semasa hidupnya. Dalam sejarah Nabi Ibrahim as selalu mengucapkan kebenaran kepada ayahanda semasa hidup.

Semasa hidupnya Nabi Ibrahim as pernah berkata bahwa apa yang sedang disembah oleh ayahanda tidak memberi manfaat dan mudarat. Karena itulah Nabi Ibrahim as meminta untuk menjauhi hal-hal mudarat. Peristiwa tersebut juga tertulis di dalam kitab suci Al-Quran agar umat muslim bisa meneladaninya.

Seperti misalnya yang tertuang dalam QS. Maryam: 41 yang menjelaskan kisah nabi Ibrahim as. Dalam kehidupan sehari-hari umat muslim bisa meneladani sifat tersebut. Misalnya saat berkata dan menjelaskan perkara kepada setiap orang hendaknya didasari pada tindakan yang benar dan tidak sesat.

setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib

Baca Juga : Ada 20 Sifat-Sifat Wajib Bagi Allah, Arti & Penjelasannya Lengkap 4. Al Amanah yang berarti dapat dipercaya Sifat wajib dan mustahil bagi rasul satu diantaranya yaitu Al Amanah yang berarti dapat dipercaya. Nabi dan rasul selalu mengucapkan dan melakukan hal yang bisa dipercaya kebenarannya. Kisah yang berkaitan dengan sifat setiap rasul pasti benar dan jujur berarti rasul mempunyai sifat wajib dan rasul tersebut bisa dilihat dari cerita Nabi Nuh as.

Dalam sejarah dikisahkan kaum Nabi Nuh as yang berkata dusta. Namun kemudian Allah SWT kembali menegaskan bahwa Nabi Nuh as. Merupakan salah satu jemaat yang amanah alias terpercaya. Kisah tersebut juga tertuang dalam QS. Asy-Syu’ara ayat 106 sampai 107. Dalam kehidupan sehari-hari umat muslim dapat meneladani kisah Nabi Nuh as yang amanah. Bahkan tidak hanya Nabi Nuh as yang mempunyai sifat amanah melainkan juga ada pada Nabi Muhammad SAW.

Karakter amanah juga merupakan tonggak kehidupan manusia di dunia terutama bagi para pemimpin negara. Orang yang mempunyai karakter amanah akan bertindak berdasarkan analisa dan perhitungan. Baca Juga : Pengertian Asmaul Husna secara Istilah & Bahasa, Nama-nama Baik Allah dan Artinya 5. At Tablig yang berarti menyampaikan wahyu Sifat wajib rasul tablig artinya yaitu selalu menyampaikan wayu dari Allah SWT.

Dalam hal ini nabi dan rasul tidak pernah menyembunyikan ayat yang diturunkan Allah SWT kepadanya. Bahkan setiap wahyu tersebut telah disampaikannya kepada para hambanya semasa hidup. Kisah yang berkaitan dengan hal tersebut dapat dilihat dari cerita Ali bin Abi Talib saat ditanya mengenai wahyu dalam Al-Quran. Ali menjelaskan bahwa tidak ada yang dirahasiakan kecuali kitab suci Al-Quran.

Penjelasan mengenai kisah tersebut juga tertuang dalam QS. Al- Maidah ayat 67. Umat muslim juga dapat meneladani apa yang dilakukan oleh para rasul yang mengetahui waktu Allah. Apa yang didapat dari kitab suci Al-Quran sudah seyogyanya disampaikan sesuai dengan kebenarannya.

6. Al Fatanah artinya cerdas dalam banyak hal Sifat wajib dan mustahil bagi rasul keenam yaitu Al Fatanah yang memiliki makna cerdas.

Nabi dan rasul memiliki kecerdasan yang lumayan tinggi dalam banyak hal. Kisah sifat rasul tersebut dialami oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Pada saat itu beberapa kelompok ingin memaksakan kehendak yang berkaitan dengan peletakan Al Hajar Al Aswad di atas Ka’bah. Namun akhirnya Nabi Muhammad melerai perdebatan tersebut dengan cara yang bijak dan cerdas. Nabi kemudian meletakkan batu pada bagian tengah dan kelompok tersebut mengangkatnya sampai ke atas Ka’bah. Umat muslim dapat meneladani kecerdasan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW.

Misalnya melerai pertengkaran dengan cara yang bijak dan tidak menyakiti pihak-pihak yang sedang berseteru. Baca Juga : Inilah 10 Manfaat Membaca Asmaul Husna dalam Kehidupan Sehari-hari 7. Al Kidzib yang berarti berdusta Sifat mustahil rasul Kidzib artinya berbohong atau berdusta. Sesuai namanya karakter berkonotasi negatif yaitu suka berdusta tersebut mustahil ada pada diri nabi dan rasul Allah SWT.

Sifat negatif tersebut merupakan kebalikan dari karakter baik yang ada pada diri nabi dan rasul. Semua perkataan dan perbuatan yang dilakukan oleh para nabi dan rasul memiliki landasan kebenaran.

Sehingga mustahil bagi para nabi dan rasul untuk berkata dusta kepada para umatnya. Sifat mustahil tersebut juga dijelaskan pada QS. An Najm ayat 2 sampai 4. Umat muslim dapat menjadikan sifat mustahil tersebut sebagai larangan dalam bertindak dan berucap.

Sehingga umat muslim dapat terhindar dari karakter buruk selama hidup di dunia. 8. Al Khianah yang artinya berkhianat Sifat wajib dan mustahil bagi rasul selanjutnya yaitu Al Khianah yang mempunyai makna berkhianat. Mustahil bagi nabi dan rasul berkhianat kepada Allah SWT semasa hidupnya.

Sifat khianat adalah karakter yang buruk dan sudah pasti tidak ada di dalam pada nabi dan rasul. Hal tersebut terbukti dengan karakter yang dibawa rasul sebelumnya yaitu dapat dipercaya. Nabi dan rasul selalu menyebutkan setiap wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu umat muslim juga harus menjauhi sifat khianat karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Baca Juga : Inilah 10 Manfaat Membaca Asmaul Husna dalam Kehidupan Sehari-hari 9.

Al Kitman yang artinya menyembunyikan kebenaran Sifat mustahil rasul kitman artinya menyembunyikan kebenaran. Karakter buruk tersebut bertentangan dengan sifat wajib yang ada pada rasul seperti jujur, dapat dipercaya, dan amanah, dan cerdas.

Rasul tidak menyembunyikan kebenaran yang didapat dari wahyu Allah SWT. Para nabi dan rasul justru menjelaskan setiap wahyu Allah SWT dan tidak membelokannya agar sesat. 10. Al Baladah yang artinya bodoh Sifat wajib dan mustahil bagi rasul selanjutnya yaitu Al Baladah yang berarti bodoh.

Karakter tersebut jelas tidak ada pada diri nabi dan rasul karena bertentangan dengan sifat cerdas. Nabi dan rosul cerdas dalam berkata maupun bertindak sehingga tidak merugikan umatnya. Sebagai umat muslim sudah seyogyanya menjauhi sifat Al Baladah tersebut agar tidak menyesatkan orang lain. Jadi, lewat penjelasan 10 karakter di atas kamu bisa menjadikannya sebagai pedoman dalam bertindak dan berperilaku.

Sehingga meneladani sifat wajib dan mustahil bagi rasul akan membawa manfaat besar. Klik dan dapatkan info kost di dekatmu: Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah

SMAN 3 Ciamis' Personal Meeting Room




2022 www.videocon.com