Kapak genggam

kapak genggam

Disebut kapak genggam karena alat ini digunakan dengan cara digenggam. Mirip dengan kapak tetapi tidak bertangkai. Kapak ini sering dikaitkan dengan keberadaan Homo Erectus.

Istilah Kapak genggam di Indonesia kadang menjadi rancu dengan istilah kapak perimbas. Secara sederhana keduanya memang mempunyai fungsi dan cara pemakaian yang sama tapi kedua teknologi ini berbeda, baik dari segi bentuk, maupun periode waktu penggunaan-nya. Kapak Perimbas adalah alat batu yang digunakan pada masa awal berburu dan mengumpulkan makanan. Bentuknya masif atau utuh dan tajamannya cembung ( konveks) atau kadang juga lurus yang diperoleh melalui pemangkasan sederhana pada salah satu sisi.

Kulit batu masih melekat pada bagian besar permukaan batunya. Sedangkan kapak genggam ( hand axe) adalah salah satu varian dari Kapak Perimbas yang mulai digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. Bentuk alat ini agak panjang dan meruncing. Bagian tajamnya disiapkan melalui penyerpihan terjal pada permukaan atas menuju pinggiran batu. Kulit batu yang melekat pada pangkal batu disesuaikan dengan tingkat kenyamanan saat digenggam dan digunakan. Oleh kapak genggam dapat disimpulkan bahwa kapak genggam merupakan bentuk kapak perimbas yang lebih ‘modern’.

Sebaran Kapak Genggam dan Budaya Acheulean Dalam Budaya Kapak Genggam dikenal istilah Acheulean. Istilah ini diambil dari nama sebuah situs arkeologi di Prancis; situs Saint-Acheul yang menjadi gudang ditemukan kapak genggam berbentuk oval.Budaya kapak Acheulean terkait dengan Homo erectus hingga Homo heidelbergensis.

Kapak Genggam Acheulean diproduksi selama era Palaeolitik. Di Afrika, sebagian besar Asia dan Eropa, temuan artefact kapak batu tersebut berada pada lapisan sisa-sisa kehidupan Homo erectus. Diperkirakan bahwa teknologi Acheulean pertama kali dikembangkan sekitar 1,7 juta tahun yang lalu yang merupakan bentuk pengembangan teknologi Oldowan atau kapak perimbas yang kapak genggam dengan Homo habilis.

Budaya Kapak Genggam Acheulean setidaknya masih digunakan hingga kurun Paleolitik Tengah dan diduga masih bertahan hingga 130.000 tahun yang lalu. Di Eropa dan Asia Barat, Neanderthal diperkirakan mengadopsi teknologi Acheulean, sekitar 160.000 tahun yang lalu.

Image by José-Manuel Benito Álvarez/wikicommons Kapak jenis ini ditemukan Von Koeningswald (1935) di wilayah Pacitan, Jawa Timur. Hasil penyelidikannya menunjukkan bahwa kapak genggam di wilayah tersebut berasal dari lapisan budaya Trinil atau masa Pleistosen Tengah. [quote align=’center’]”Pleistosen: (Geo); kala waktu geologi berlangsung antara 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang lalu; bagian awal dari zaman kuarter; zaman diluvium”.[/quote] Von Koeningswald menyimpulkan pendukung budaya kapak genggam tersebut adalah Pithecanthropus erectus.

Penemuan yang sama juga terdapat di wilayah Peking (Tiongkok), di goa-goa Choukoutien tempat sejumlah fosil yang mirip dengan Pithecantropus erectus ditemukan, yang kemudian disebut Sinanthropus pekinensis.

Hasil penelitian dan ekskavasi pada tahun 1990 di beberapa wilayah Pegunungan Seribu oleh tim Indonesia-Prancis dipastikan bahwa kapak genggam juga digunakan oleh saudara jauh kita, Homo erectus. Wilayah penemuan kapak genggam selain di daerah Punung, Kapak genggam Jawa Timur ) juga diketemukan di Semenanjung Malaka, di Jampang Kulon, Sukabumi (Jawa Barat), di wilayah Parigi (Jawa Timur), di Tambang Sawah (bengkulu), Lahat (Sumatra Selatan), dan Kalianda (Lampung).

Awangbangkal (Kalimantan), Kalimantan Barat, Cabenge (Sulawesi), Nusa Tenggara, Sembiran dan Terunyan (Bali), Flores dan tempat-tempat lainnya. Kapak genggam semacam ini juga diketemukan di Afrika, wilayah Eropa, Asia Tengah, hingga wilayah Punjab di India, Cina Selatan sampai wilayah Filipina.

Sumatralith, Varian di Indonesia Sejumlah kapak genggam yang ditemukan di Indonesia dikenal dengan istilah sumatralith (batu Sumatra) atau kapak genggam Sumatra, oleh kapak genggam ditemukan pertama kali di wilayah Sumatra. Ciri-ciri utama dari budaya khusus ini adalah menghasilkan produk alat-alat batu kerakal ( pebble tools) dengan menggunakan teknik pemangkasan memanjang dan mendatar hanya pada satu sisinya saja. Kapak Genggam ini ditemukan di Semenanjung Malaya, di Vietnam, Kaboja, Laos, Thailand dan juga ditemukan di Cina Selatan, di Australia dan Tasmania.

Di indonesia artefak ini ditemukan di pantai Sumatra Utara, di Lhok Seumawe dan Binjai (Tamiang), Gua Niah di Kalimantan Pembuatan Kapak Genggam Kapak dibuat dari batuan gamping kersikan dan atau jenis batuan lainnya. Batu itu dibuat sedemikian rupa hingga memiliki bentuk yang meruncing lonjong. Pemangkasan dan penajaman dilakukan secara memanjang ke arah ujung kapak genggam, meliputi hampir ke seluruh bagian permukaan batunya dan hanya meninggalkan sebagian kulit batu pada bagian sisi permukaan untuk memudahkan saat menggenggam ketika hendak digunakan.

kapak genggam

Umumnya, kapak gengam masih dipahat secara kasar seperti teknik yang sebelumnya dilakukan untuk membuat kapak perimbas, tetapi ada juga dalam beberapa kasus kapak terlihat telat diserpih dan dihaluskan dengan lebih detail dan dibentuk secara teratur. Bentuk yang khusus ini terutama diketemukan baik di wilayah lembah Baksoko (sebelah barat Pacitan) maupun di daerah Tabuhan (Jawa Timur), dan dapat digolongkan sebagai budaya yang mempunyai kemiripan dengan tingkat budaya Acheulean.

Image by Didier Descouens/wikicommons Bentuk yang paling umum menunjukan alat ini terbuat dari batu inti kapak genggam kemudian dipertajam menggunakan kapak pemukul untuk menghasilkan tajaman di kedua sisinya. Untuk mendapat hasil yang lebih dan rapih penatahan dilakukan secara berulang-ulang dan hati-hati.

Kapak genggam, pada beberapa budaya teknologi untuk membuat kapak jenis ini terlihat sangat rumit. Misalnya, pada kapak genggam sumatra ( sumatralith) yang pemrosesannya hanya di satu sisinya dan sangat runcing sehingga terkadang dianggap sebagai alat serpih besar. Singkatnya, meskipun memiliki tipologi yang mudah dikenali, nyatanya sangat sulit untuk mengidentifikasi sebuah artefak adalah kapak genggam.

Hal ini menjadi rumit karena terkadang kapak adalah hasil dari kreatifitas si pembuat. Tidak ada standar bentuk yang sama dan kompleksitas bentuk juga muncul dari niat si pembuat sehubungan dengan fungsi yang akan ia lekatkan pada alat yang ia buat. Kapak adalah salah satu benda yang paling problematis dan kompleks dalam artefak Prasejarah. Kapak merupakan alat yang terus-menerus dikembangkan hingga mendapatkan bentuk yang lebih baik.

kapak genggam

Hal ini terbukti dengan banyaknya temuan yang semakin jauh lebih baik dari temuan dalam beberapa lapisan yang sama. Fungsi Kapak Genggam Image by National Museum of Iran/wikicommons Belum ada kesepakatan umum bagaimana orang-orang pada masa lalu menggunakan kapak dari batu ini. Para ahli yang meneliti alat-alat Paleolitikum kebanyakan memang mengungkapkan bahwa kapak genggam digunakan sebagai kapak atau setidaknya untuk membantu kegiatan manusia pada masa itu sebagai alat multi-fungsional.

Untuk alasan multi-fungsi ini, fungsi kapak genggam hanya sebagai kapak biasa dianggap menyesatkan karena kapak genggam bisa digunakan untuk menggali, memotong, menggores, menusuk, memalu dan lain-lain.

Selain itu, dengan melihat perkembangan alat-alat batu, kapak genggam juga dapat digunakan sebagai peralatan untuk menghasilkan alat serpih dan alat-alat lainnya. HG Wells (1899) bahkan mengusulkan sebuah teori, bahwa kapak genggam digunakan sebagai senjata lempar atau rudal untuk berburu. Interpretasi ini juga didukung oleh Profesor William H.

Calvin. Penegasan tersebut terinspirasi oleh temuan dari situs arkeologi, Olorgesailie di Kenya. Ada kapak genggam indikasi dari kapak tersebut yang memang dimaksudkan untuk dilemparkan pada kawanan hewan. Selain itu ada beberapa artefak kapak serupa yang terlalu besar untuk digenggam dan digunakan langsung. Menurut teorinya, kapak itu dilemparkan sehingga menyebabkan luka yang sangat serius pada hewan buruan. Akan tetapi, belum ada bukti yang cukup terutama kapak genggam hewan buruan di masa lalu.

Bagaiman pun juga, kapak genggam digunakan sebagai rudal masih sangat “aneh” karena pada masa itu ada senjata yang lebih efisien, seperti lembing bahkan panah. Beberapa kapak periode paleolitik ini mungkin telah digunakan untuk alasan praktis, tetapi banyak artepak dari alat ini yang menunjukkan derajat keterampilan, desain dan simetri di luar tuntutan untuk kegunaan yang praktis.

Bahkan, ada yang terlalu besar untuk digenggam dan ada juga yang terlalu kecil jika dikatakan kapak. Bentuk-bentuk yang jauh melampaui alat-alat yang digunakan untuk keperluan praktis setidaknya dapat memberikan sebuah tantangan baru untuk mencari bukti lebih lanjut mengenai fungsi yang “menyimpang” dari sekedar kapak.

Manusia Pendukung Budaya Kapak Genggam Seperti telah disinggung di atas, teknologi kapak genggam merupakan hasil dari zaman Batu Tua atau Paleolitikum yang berlanjut hingga awal neolitikum, dari Pithecanthropus erectus berlanjut ke Homo Erectus hingga sampai kepada kitaHomo Sapiens.

[quote align=’right’]”Paleolitikum: Zaman “purba” yang berlangsung dari 3 juta tahun yang lalu sampai dengan 12.000 tahun yang lalu; disebut juga zaman batu tua”.[/quote] Pola-pola kapak genggam dan mata pencaharian menunjukan perbedaan secara dikotomi antara kapak genggam di pantai dan di pedalaman.

Mata pencaharian masyarakat pantai ialah mengolah hasil biota laut, dan beberapa ribu tahun kemudian menghasilkan timbunan sisa-sisa makanan ( kjokkenmoddinger) yang sering kali di dalamnya sisa-sisa aktivitas masyarakat pendukungnya berupa artefak dan ekofak.

Sebaliknya, mata pencaharian masyarakat pedalaman adalah berburu hewan besar dan kecil, dengan menggunakan banyak artefak batu yang ditemukan di sekitarnya. Dalam perkembangan hidupnya yang lebih kemudian, mereka mulai memanfaatkan gua sebagai lahan huniann. Menggunakan kapak genggam membutuhkan keahlian. Mungkin untuk satu-dua kali penggunaan itu terlihat kapak genggam. Tapi bayangkan jika anda menggunakan itu selama bertahun-tahun, atau bahkan selama anda hidup.

Ada risiko terluka, selain membutuhkan kekuatan fisik dan toleransi pada rasa sakit. Ketahanan terhadap infeksi dari luka dan memar merupakan hal yang akan dijumpai ketika membuat atau menggunakannya.

Categories Almanac Tags Artefak, Prehistory Post navigation Kapak genggam – Bagi pecinta informasi sejarah pasti sudah tidak asing lagi dengan benda yang satu ini, kapak genggam. Kapak genggam merupakan salah satu benda bersejarah yang ada pada masa batu tua atau zaman paleolitikum.

Pada pembahasan artikel kali ini akan diterangkan lebih detail tentang kapak genggam. Langsung saja, berikut informasi selengkapnya tentang kapak genggam. Daftar Isi • 1 Sejarah Singkat • 2 Pembuatan Kapak Genggam • 3 Perkembangan Kapak Genggam • 4 Kapak Genggam Bentuk Umum • 5 Kapak Genggam dengan Bentuk yang Dihaluskan • 6 Bentuk Kapak Genggam Rumit • 7 Kapak Genggam yang Paling Banyak Ditemukan • 8 Fungsi Kapak Genggam • 8.1 Sebagai Alat Multifungsi • 8.2 Sebagai Alat Memotong • 8.3 Sebagai Alat Untuk Menumbuk Biji-Bijian • 8.4 Sebagai Alat Serpih • 8.5 Sebagai Senjata Untuk Melempar Saat Berburu • 8.6 Fungsi Keterampilan dan Praktis • 9 Sebaran dan Penggunaannya • 9.1 Kebudayaan Manusia Purba • 9.2 Manusia Purba Pengguna • 9.3 Wilayah Sebaran • 10 Perbedaan Kapak Perimbas dengan Kapak Genggam Sejarah Singkat id.wikipedia.org Seperti yang telah sedikit disinggung sedikit di atas, bahwa kapak genggam merupakan benda bersejarah yang ada pada masa batu tua atau zaman paleolitikum.

Zaman batu tua atau zaman paleolitikum sendiri merupakan zaman prasejarah terlama manusia. Menurut catatan sejarah, zaman ini terjadi sekitar 3,3 juta kapak genggam yang lalu hingga 11.650an tahun yang lalu. Kapak genggam benda peninggalan prasejarah yang berhasil ditemukan yang berasal dari masa ini.

Salah satunya benda bersejarah yang sangat terkenal di masa ini dan berhasil ditemukan adalah kapak genggam. Benda ini diberi nama kapak genggam bukan tanpa sebab dan alasan. Dinamakan kapak genggam karena cara menggunakan alat kapak genggam dengan cara di genggam menggunakan tangan. Namun alat ini tidak memiliki pegangan khusus untuk di genggam. Kapak genggam merupakan variasi dari kapak perimbas.

Kapak genggam kapak perimbas sendiri juga merupakan benda bersejarah yang ada pada zaman batu, dan merupakan benda yang cukup berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia pada zaman batu dulu.

Kapak genggam ini merupakan variasi dari kapak perimbas yang menurut catatan sejarah mulai digunakan sejak masa berburu hingga masa meramu tingkat lanjut. Pembuatan Kapak Genggam Jika Anda pernah membaca sejarah kapak perimbas dengan detail dan teliti, dan Anda juga sudah membaca tentang cara membuat kapak perimbas, mungkin sudah bisa memperkirakan bagaimana cara membuat kapak genggam.

Jika kapak perimbas dibuat dengan cara menajamkan salah satu sisinya sedangkan dua sisi lainnya dibuat tidak tajam dengan tujuan untuk dijadikan sebagai pegangan, atau dengan kata lain kapak perimbas hanya memiliki satu mata tajam, maka tidak jauh berbeda dengan cara pembuatan kapak genggam ini. Kapak genggam memiliki bentuk yang sedikit panjang dengan meruncing bagian atasnya.

Tajamnya kapak genggam ini dibuat dengan menyerpihkan terjal pada bagian atas menuju sisi samping batu. Pada bagian pegangan kapak genggam masih memiliki kulit batu atau tidak dibuat tajam. Sederhananya, kapak ini merupakan jenis kapak perimbas yang modern. Kapak genggam dibuat dengan menggunakan batu gamping bersihan atau jenis batu lainnya, yang diproses dengan sedemikian rupa cara sehingga menjadi bentuk yang lonjong atau meruncing bagian salah satu sisinya.

Kebanyakan kapak genggam perimbas masih dibuat secara kasar layaknya pembuatan kapak perimbas. Namun tidak sedikit pula kapak genggam yang diproses agar menjadi bentuk lonjong dengan tekstur yang lebih halus dan permukaannya teratur dan detail.

Perkembangan Kapak Genggam www.romadecade.org Temuan tentang benda sejarah kapak genggam satu ini merupakan salah satu yang tersulit.

Sebab terus ditemukan perbaikan seiring berjalannya waktu. Meski bentuknya mudah dikenali, namun terkadang masih sulit untuk diidentifikasi. Hal ini dikarenakan kapak genggam tidak memiliki standar bentuk yang sama serta pembuatan kapak genggam dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, sehingga cukup sulit untuk mengidentifikasinya.

Selain itu, kapak genggam ditemukan juga beberapa perbedaan bentuk tergantung pada lokasi dimana kapak genggam ini ditemukan. Artinya ada beberapa tempat dimana kapak genggam ini ditemukan. Kapak genggam yang ditemukan di daerah pantai disesuaikan dengan bentuk yang cocok digunakan untuk mengelola hasil biota laut. Berbeda dengan bentuk kapak genggam yang ditemukan di daerah pedalaman, dimana kapak genggam di daerah pedalaman cenderung dibuat dengan bentuk yang disesuaikan untuk mempermudah kegiatan manusia untuk berburu dan mengelola hasil buruan.

Kapak genggam ini dibuat sesuai dengan tujuan fungsi yang dikehendaki di tempat pembuatannya. Yang menjadi bukti bahwa benda tersebut masih termasuk ke dalam jenis kapak genggam, meski ditemukan dalam bentuk yang berbeda dan di tempat yang berbeda-beda adalah, semua kapak genggam ini ditemukan pada lapisan yang sama.

Kapak Genggam Bentuk Umum Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kapak genggam merupakan variasi dari kapak perimbas, dan ditemukan beberapa bentuk kapak genggam yang berbeda, sesuai dengan tempat penemuannya. Atau yang disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi yang dikehendaki oleh pembuatannya. Kapak genggam memiliki bentuk yang berbeda-beda, pertama kita akan membahas tentang bentuk kapak genggam dalam bentuk kapak genggam. Bentuk umum kapak genggam ini mirip atau serupa dengan bentuk kapak perimbas.

Yaitu dengan menggunakan batu inti yang dibuat runcing dan di pertajam pada salah satu sisinya dengan kapak pemukul pada kedua sisinya. Kulit batu pada kapak genggam bentuk umum ini masih disisakan atau masih ada pada bagian permukaan, untuk memudahkan pengguna dalam memegang atau menggenggamnya. Kapak genggam bentuk umum ini merupakan jenis kapak genggam yang paling banyak ditemukan, dibandingkan dengan bentuk kapak genggam dalam bentuk yang lain. Kapak Genggam dengan Bentuk yang Dihaluskan pandaibesi.com Selain kapak genggam bentuk umum, ada juga bentuk kapak genggam yang selanjutnya yaitu bentuk kapak genggam genggam yang di haluskan.

Maksudnya bagaimana?. Bentuk kapak genggam yang di haluskan merupakan bentuk kedua dari kapak genggam yang proses pembuatannya lebih detail. Dengan kata lain, bentuk kapak genggam yang kedua ini merupakan bentuk kapak genggam umum, yang telah diproses lebih lanjut untuk mendapatkan kapak genggam dengan permukaan yang lebih halus. Kapak genggam yang di haluskan ini banyak ditemukan di daerah Lembah Baksoso atau sebelah barat Pacitan dan Tabuhan, serta banyak juga ditemukan di daerah Jawa Timur.

Jenis alat kapak genggam ini memiliki bentuk yang kapak genggam dengan tingkat budaya acheulean. Bentuk Kapak Genggam Rumit pandaibesi.com Selain bentuk umum dan bentuk yang di haluskan, bentuk kapak genggam yang ketiga adalah bentuk rumit. Didengar dari namanya Anda pasti sudah bisa mengira-ngira tingkat kesulitan pembuatan untuk jenis kapak genggam yang ketiga ini. Benar sekali, jika dinilai dari proses pembuatannya, jenis kapak genggam yang ketiga atau kapak genggam rumit ini memiliki proses pembuatan yang lebih detail, dan lebih sulit dari pembuatan kapak genggam bentuk lainnya.

Pada jenis kapak genggam bentuk rumit ini cara pembuatannya yaitu dengan menghaluskan kapak secara berulang-ulang dan lebih teliti serta lebih kapak genggam. Misalnya adalah jenis kapak yang ditemukan di daerah Sumatera. Kapak genggam yang ditemukan di daerah Sumatera ini dibuat dengan meruncingkannya dengan sangat runcing.

Sehingga kapak perimbas rumit ini dianggap sebagai alat serpih yang besar. Kapak Genggam yang Paling Banyak Ditemukan www.romadecade.org Jenis kapak genggam yang paling terkenal di Indonesia adalah kapak genggam Sumatera atau kapak genggam dari Sumatera. Dinamakan kapak genggam Sumatera karena pertama kali ditemukan di daerah Sumatera.

Kapak genggam Sumatera memiliki ciri khas, yaitu dibuat dengan menggunakan batu krakal yang ujungnya dipangkas mendatar, serta berbentuk memanjang hanya pada salah satu sisinya saja. Meski pada awalnya jenis kapak genggam ini ditemukan di Sumatera, namun ditemukan juga kapak genggam dengan bentuk yang mirip dan memiliki kesamaan di tempat kapak genggam.

Beberapa tempat yang ditemukan kapak genggam dengan bentuk yang mirip dengan kapak genggam Sumatera ini seperti Malaysia, Tiongkok Selatan, Laos, Kamboja, Thailand, Tasmania, Australia, dan Vietnam. Di indonesia sendiri ditemukan di pantai Sumatera Utara, Gua Niah Kalimantan, dan di Binjai Tamiang. Fungsi Kapak Genggam www.romadecade.org Para pakar ahli sejarah belum dapat mencapai kesepakatan di dalam memastikan apa fungsi sebenarnya dari kapak genggam tersebut.

Namun, secara umum dapat diperkirakan atau diketahui bahwa, kapak genggam digunakan untuk memotong, atau sebagai alat penting untuk membantu berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia pada zaman batu tua.

Adapun beberapa fungsi dari kapak genggam secara lebih lengkapnya seperti di bawah ini; • Sebagai Kapak genggam Multifungsi Fungsi pertama dari kapak genggam adalah sebagai alat multifungsi. Artinya, kapak ini digunakan oleh manusia zaman batu tua dahulu untuk berbagai kepentingan.

Selain digunakan untuk memotong, kapak genggam juga digunakan untuk menggali, memalu, menusuk dan sebagainya. Bentuk kapak genggam yang dapat digenggam langsung dengan tangan membuat para penggunanya berfikir secara luas.

Artinya, tidak hanya dapat digunakan sebagai alat untuk memotong saja, tetapi juga dapat digunakan untuk difungsikan dalam berbagai kegiatan lain. • Sebagai Alat Memotong Lain dengan zaman sekarang dimana alat untuk memotong bisa menggunakan pisau. Pisau sendiri saat ini sudah hadir dengan berbagai bentuk dan tujuan penggunaan yang berbeda. Orang zaman batu tua, menggunakan kapak genggam sebagai alat untuk memotong.

Ini merupakan penjabaran dari multifungsi dari kapak genggam di atas. • Sebagai Alat Untuk Menumbuk Biji-Bijian Kapak genggam juga digunakan sebagai alat untuk menumbuk. Benda atau bahan yang ditumbuk di sini adalah sejenis biji-bijian yang bisa diambil manfaatnya. Bentuk kapak yang keras memudahkan manusia zaman batu untuk menghaluskan bahan tumbukannya.

• Sebagai Alat Serpih Kapak genggam yang kedua dari kapak genggam selain sebagai alat multifungsi, yang dapat digunakan untuk memotong, menusuk, menggali, memalu dan sebagainya, alat ini juga digunakan sebagai alat serpih.

kapak genggam

Dilihat dari perkembangan dari alat ini pada zaman batu, diperkirakan kapak genggam memiliki fungsi lain selain beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas. yaitu sebagai alat untuk menghasilkan alat serpih dan alat lainnya.

Artinya jenis kapak genggam ini digunakan untuk membuat peralatan lain, yang dapat memudahkan kegiatan manusia di zaman batu tua dulu, sehingga peralatan baru yang berguna bisa dihasilkan dengan bantuan alat ini. • Sebagai Senjata Untuk Melempar Saat Berburu Fungsi berikutnya dari kapak genggam selain untuk memotong, dan sebagai benda untuk membuat peralatan serpih lainnya, kapak genggam juga digunakan untuk memudahkan kapak genggam berburu binatang pada zaman batu.

Orang zaman batu dapat menyantap lezatnya daging hewan dengan cara berburu di hutan. Mereka menggunakan bantuan kapak genggam ini untuk mendapatkan binatang buruannya. Ada yang berpendapat bahwa kapak genggam digunakan sebagai senjata lempar semacam rudal untuk kegiatan berburu binatang.

Hal ini dikarenakan ada beberapa artefak kapak dengan bentuk yang serupa namun bentuknya lebih besar, sehingga sulit untuk digenggam, dan sepertinya benda tersebut digunakan sebagai senjata untuk melempar binatang saat kapak genggam. Akan tetapi belum ditemukan bukti yang dapat mendukung teori ini. Diperkirakan juga pada masa tersebut sudah ada lembing atau panah yang cara penggunaannya lebih mudah dari kapak genggam.

• Fungsi Keterampilan dan Praktis Kapak genggam yang memiliki keberagaman bentuk juga dimanfaatkan dalam fungsinya sebagai alat untuk keterampilan yang praktis.

Ada yang ukurannya terlalu besar, ada juga yang ukurannya terlalu kapak genggam untuk disebut sebagai kapak. Bahkan ada juga beberapa kapak genggam yang dibuat dengan tingkat keterampilan tinggi yang membutuhkan ketelitian, dengan memperhatikan desain dan simetri kapak. Sehingga, meski masih dipercaya bahwa alat ini digunakan karena fungsi praktisnya, tidak menutup kemungkinan bahwa benda bersejarah ini juga digunakan dalam berbagai kepentingan lain.

Sebaran dan Penggunaannya Manusia yang menggunakan kapak genggam ini diperkirakan berasal dari masa Pelistosen tengah yaitu sekitar 1,8 juta tahun yang lalu, hingga 11.500 juta tahun yang lalu yaitu pada zaman paleolitikum, dan masih berlanjut pada awal zaman neolitikum.

Seperti kapak perimbas yang ditemukan pertama kali di Pacitan Jawa Timur, penemuan kapak genggam juga mirip dengan kapak perimbas tersebut. Untuk lebih jelasnya mengenai persebaran penggunaan kapak genggam ini, penjelasan lebih lanjut seperti di bawah ini; • Kebudayaan Manusia Purba Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh para peneliti, ditemukan beberapa bukti yang menerangkan bahwa kapak genggam ini berasal dari lapisan kebudayaan Trinil di Pacitan, Jawa Timur.

Kebudayaan Trinil merupakan jejak peninggalan masa Plesitosen Tengah.

kapak genggam

Selain di kapak genggam Pacitan, ditemukan juga pula fosil yang bentuknya memiliki kemiripan ciri di Peking, Tiongkok. Tidak hanya itu, ditemukan juga artefak kapak ini di Pegunungan Seribu. Sehingga diperkirakan, pegunungan seribu merupakan salah satu kapak genggam dimana kapak genggam ini digunakan terdahulu.

• Manusia Purba Pengguna Dari hasil penemuan arkeologi di Pacitan, Peking dan Pegunungan Sribu, secara otomatis dapat disimpulkan bahwa kapak perimbas digunakan oleh tiga jenis manusia purba. yaitu Pithecantrhropus Erectus (Pacitan), Sinanthropus Pekinensis (Peking) dan Homo Sapiens (Pegunungan Seribu). • Wilayah Sebaran Selain ditemukan di tiga wilayah yang telah disebutkan, yaitu di Pacitan, Pegunungan Seribu dan Peking, sisa-sisa peninggalan jenis kapak ini juga ditemukan di Semenanjung Malaka, Parigi Jawa Timur, Tambang Sawah Bengkulu, Kalianda Lampung, Lahat Sumatera Selatan, Nusa Tenggara, Sembiran dan Terunyan Bali, Flores, Cabenge Sulawesi dan beberapa tempat lain.

Di luar Indonesia sendiri kapak genggam juga ditemukan di beberapa negara lain seperti Afrika, Asia, wilayah Eropa, Punjab India, Filipina, Asia Tengah hingga Tiongkok Selatan. Perbedaan Kapak Perimbas dengan Kapak Genggam www.tarencotta.com Banyak yang salah paham dengan pengertian kapak perimbas dengan kapak genggam. Keduanya bukanlah benda yang sama, dan memiliki perbedaan pada masa awal penggunaan. Selain itu, kapak perimbas dan kapak genggam juga memiliki bentuk yang tidak sama.

Kapak perimbas memiliki teknologi pembuatan yang jauh sederhana daripada pada pembuatan kapak genggam. Adanya perkembangan bentuk dan teknik pada alat ini disebabkan karena adanya penyesuaian dan fungsi yang dimaksudkan dari pembuatan, sesuai dengan kehendak pembuat di tempat tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan adanya perbedaan dan perkembangan teknik pembuatannya. Baca Juga : Senjata Tradisional Itulah penjelasan tentang kapak genggam yang perlu Anda ketahui, untuk menambah pengetahuan sejarah tentang benda bersejarah pada zaman batu.

Mulai dari sejarah kapak genggam, cara pembuatan, tempat ditemukan, macam-macam bentuknya hingga beberapa fungsi dan kegunaan dari kapak genggam. Semoga bermanfaat. Tari Bali: Sejarah, Jenis, Fungsi dan Macam-Macamnya Macam-Macam Adat Istiadat dari Kapak genggam Daerah di Indonesia Tari Piring : Sejarah, Fungsi, Busana, Keunikan beserta Penjelasannya Tari Kipas Pakarena: Sejarah, Makna, Fungsi dan Perkembangannya Sejarah Bahasa Indonesia : Fungsi, Perkembangan dan Kedudukan 10 Fakta Unik dan Menarik Mengenai Suku Baduy
Von Koenigswald Kapak genggam pertama kali ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1935 di wilayah Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

Melalui penelitiannya, ia menyimpulkan bahwa kapak genggam atau chopper berasal dari budaya trinil kapak genggam juga disebut sebagai masa pleistosen tengah. Koeningswald juga menyatakan bahwa manusia yang menggunakan kapak genggam adalah Pithecanthropus erectus. Hal serupa juga diungkapkan melalui penelitian di beberapa wilayah Pegunungan Seribu oleh peneliti Indonesia dan Prancis pada tahun 1990.

Hasilnya menunjukkan bahwa kapak genggam digunakan oleh Homo Erectus. Tidak hanya di Pacitan dan Pegunungan Seribu saja kapak genggam juga ditemukan pula pada berbagai daerah di Indonesia, Asia Tengah, Afrika, beberapa wilayah Eropa, China, India, Vietnam, Laos, Kamboja, dan juga Filipina. Pada beberapa daerah di Indonesia, kapak genggam dikenal sebagai sumatralith atau batu Sumatera.

Hal ini dikarenakan tempat chopper pertama kali ditemukan adalah di wilayah Sumatera. Tepatnya di wilayah Pantai Sumatera Utara yaitu Lhok Seumawe dan Binjai atau Tamiang. Pengertian Kapak Genggam Kapak genggam atau biasa disebut sebagai chopper ( hand axe) sebenarnya merupakan bentuk pembaharuan dari kapak perimbas.

Disebut sebagai kapak genggam, karena penggunaan alat yang dipakai manusia purba pada masa berburu ini adalah dengan cara digenggam. Meskipun berbeda dengan kapak perimbas, sebagian orang kerap menyamakan kedua alat ini. Padahal bentuk dan era penggunaan kedua benda ini sangatlah berbeda.

Jika diperhatikan sekilas kapak genggam atau chopper mempunyai bentuk yang mirip dengan kapak. Hanya saja chopper tidak mempunyai tangkai. Chopper sendiri merupakan salah satu alat yang digunakan manusia purba pada masa berburu dan kapak genggam makanan dalam tahap lanjut.

Bentuk kapak genggam yaitu panjang dan bagian ujungnya runcing. Manusia purba meruncingkan bagian ini dengan penyerpihan di pinggir batu, sehingga pada beberapa bagian terdapat serpihan batu. Dengan begitu dapat diartikan bahwa kapak genggam adalah alat kapak genggam digunakan manusia pada Zaman Palaeolithikum untuk mengelola makanan serta berbagai kegiatan lainnya. Adapun cara penggunaan dari artefak yang bentuknya mirip kapak, tetapi tidak mempunyai tangkai ini yaitu dengan cara digenggam.

Fungsi Kapak Genggam Alat-alat peninggalan masa lampau memang sudah pasti diciptakan dengan fungsi tertentu. Tidak terkecuali kapak genggan atau kapak genggam axe. Artefak satu ini mempunyai cukup banyak fungsi, sehingga juga dikenal sebagai alat yang bersifat multifungsi. Adapun beberapa fungsi dari kapak genggam yatiu sebagai berikut.

1. Alat Pemotong atau Penetak Kapak genggam atau chopper dibuat dengan fungsi utama sebagai alat pemotong atau penetak. Meskipun begitu masih ada fungsi lain dari kapak genggam yang menjadikannya alat multifungsi. Hal ini juga tidak terlepas dari lingkungan tempat tinggal manusia purba yang membuat kapak genggam. Pandangan tersebut diperoleh setelah melakukan uji keterkaitan antara kapak genggam dengan lokasi ditemukannya.

Hasilnya alat ini dibuat berdasarkan kebutuhan manusia. Misalnya pada wilayah pesisir, kapak genggam dibuat sedemikian rupa agar dapat digunakan untuk mengolah berbagai jenis biota laut. Selain kedua hal tersebut, kapak genggam juga berfungsi untuk membantu berbagai aktivitas sehari-hari manusia purba lainnya. Misalnya digunakan untuk menggali tanah, menusuk, memalu, menggores, dan masih banyak lagi fungsi lainnya.

2. Alat Berburu Binatang Beberapa pendapat juga menyebutkan bahwa kapak genggam berfungsi sebagai senjata lempar untuk kegiatan berburu. Hal ini dikarenakan beberapa artefak yang ditemukan dan dianggap terlalu besar jika hanya sekadar digenggam, sehingga diputuskan bahwa fungsinya untuk kapak genggam. Sayangnya belum ada teori kuat untuk fungsi satu ini.

kapak genggam

Selain itu kapak genggam juga biasa digunakan sebagai alat untuk memisahkan kulit dan daging binatang. Hal ini didukung dengan bentuk kapak genggam yang runcing pada bagian ujungnya, sehingga memudahkan proses untuk melepaskan kulit binatang hasil buruan. 3. Pembuat Alat Serpih Fungsi selanjutnya dari kapak genggam yaitu sebagai alat yang digunakan untuk menghasilkan alat serpih ataupun alat yang lainnya.

Jadi tidak hanya sebatas untuk digunakan dalam aktivitas mengelola makanan saja, kapak genggam juga dibutuhkan untuk membuat berbagai jenis alat serpih. 4. Hasil Keterampilan Sebagian peneliti berpendapat bahwa kapak genggam tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk membantu kegiatan manusia purba saja.

Beberapa bentuk kapak genggam yang mempunyai desain begitu detail mengindikasikan bahwa manusia purba sudah memiliki kemampuan untuk menyalurkan keterampilan seni mereka. 5. Alat Menggali Meskipun tidak sepenuhnya difungsikan sebagai peralatan untuk menggali, kapak genggam ternyata juga mampu melakukan fungsi tersebut dalam hal yang lebih sederhana.

Manusia purba biasa memanfaatkan kapak genggam untuk menggali dengan tujuan untuk mengeluarkan umbi dari dalam tanah. Pembuatan Kapak Genggam Kapak genggam atau chopper pada dasarnya terbuat dari gamping kersikan dari beberapa jenis batuan.

Gamping ataupun batu tersebut dibentuk sedemikian rupa sampai akhirnya berbentuk meruncing lonjong. Peruncingan ini diterapkan pada seluruh sisi dari permukaan batu dan menyisakan sedikit pada satu sisi sebagai pegangan.

Proses pembuatan kapak genggam masih menerapkan cara berupa pemahatan yang kasar. Teknik ini sama dengan metode pembuatan kapak perimbas. Meskipun begitu setelah perjalanan waktu sudah ada kapak genggam yang dibuat dengan cara diserpih sampai dihaluskan secara detail dengan bentuk yang lebih teratur.

Umumnya kapak genggam yang dibuat dengan lebih baik ini telah dijumpai di wilayah Lembah Baksoko yaitu bagian barat Pacitan dan juga di wilayah Tabuhan, Jawa Timur.

Selain itu bentuk umum kapak genggam adalah terbuat dari batu yang ujungnya dibuat tajam dengan cara kapak genggam pada kedua sisinya. Secara sederhana bentuk kapak genggam mungkin mudah untuk dikenali, tetapi sesungguhnya tidak semudah itu. proses identifikasi artefak ini bahkan membutuhkan waktu cukup lama.

Hal ini juga tidak lepas dari inovasi yang terus dilakukan oleh manusia purba demi menyempurnakan bentuk chopper atau kapak genggam. Salah satu kapak genggam yang mempunyai bentuk berbeda adalah yang ditemukan di wilayah Sumatera. Artefak yang disebut sebagai kapak genggam Sumatera atau sumatralith ini hanya satu sisi saja yang dibentuk. Selain itu bentuknya juga sangatlah runcing, sehingga kerap salah dikenali dan dianggap alat serpih pasir.

Ciri Ciri Kapak Genggam Kapak genggam mempunyai ciri atau karakteristik sendiri yang membedakannya dengan berbagai jenis artefak lainnya. Meskipun begitu untuk mengetahui bahwa suatu artefak adalah kapak genggam tidak bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan ciri-ciri itu saja.

Hal ini dikarenakan bentuk dari kapak genggam sangatlah bervariasi. Ciri paling umum dari kapak genggam adalah material utamanya batu, biasanya batu gamping. Selain itu bentuk dari kapak genggam adalah runcing pada bagian ujungnya, sedangkan pada ujung lainnya dibuat tidak terlalu runcing dengan menyisakan sedikit kulit batu pada bagian tersebut. Karena batu yang digunakan untuk membuat kapak genggam dipilih secara acak dan disesuaikan dengan kebutuhan manusia, maka ada banyak sekali kemungkinan.

Sebagian kapak genggam berbentuk lonjong atau panjang dan tetap menyisakan ruang untuk genggaman pada bagian lainnya. Sementara itu juga ditemukan kapak genggam yang berbentuk panjang dengan salah satu bagian ujung meruncing. Lalu beberapa yang lainnya mempunyai bentuk yang mirip segitiga dan bahkan ada yang nyaris bulat. Meskipun begitu ciri paling utamanya adalah bagian ujung yang runcing.

Perkembangan Kapak Genggam Sebagaimana telah disebutkan bahwa kapak genggam terus mengalami perkembangan seiring kemampuan manusia untuk menghasilkan inovasi. Hal ini juga tidak terlepas dari kebutuhan manusia dan kondisi lingkungan hidupnya.

Oleh sebab itu terdapat berbagai jenis bentuk dari kapak genggam yang menyulitkan proses identifikasi. Pada awal mulanya dibuat, bentuk dari kapak genggam atau chopper benar-benar mirip dengan kapak perimbas.

Dimana bahan utama pembentuknya adalah batu yang diruncingkan bagian ujungnya dengan menggunakan kapak pemukul dan terdapat sisa kulit batu di ujungnya. Ini adalah bentuk kapak genggam yang paling umum ditemukan. Setelah itu kapak genggam mulai mengalami perubahan sedikit. Meskipun bentuknya masih sama dengan masa awal, tetapi proses pengerjaannya sudah lebih baik. Hasilnya permukaan kapak genggam menjadi lebih halus, tidak sekasar ketika pertama kali dibuat.

Bentuk kapak ini hanya ditemukan pada beberapa daerah saja. Selanjutnya kapak genggam pun dibentuk dengan proses yang terbilang rumit. Manusia membuatnya dengan cara dihaluskan berulang kali dan dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi. Dengan begitu kapak menjadi lebih terasa halus dan salah satu sisinya menjadi sangat runcing. Sebaran dan Pengguna Kapak Genggam Kapak genggam atau chopper diperkiran mulai berasal dari masa Pleistosen Tengah yaitu pada zaman Palaeolithikum.

Masa penggunaan kapak genggam genggam ini terus berlanjut sampai dengan awal Neolithikum. Ada dua hal yang penting terkait penggunaan kapak genggam yaitu wilayah sebaran dan juga pengguna dari artefak satu ini. 1. Sebaran Kapak Genggam Kapak genggam pertama kali ditemukan di Pacitan yang merupakan bekas peninggalan Kebudayaan Trinil yaitu masa Pleistosen Tengah.

Artefak lain yang mempunyai kesamaan dengan chopper yang ditemukan di Pacitan juga dijumpai di wilayah Peking, Tiongkok dan di Pegunungan Seribu.

Selain itu di wilayah Semenanjung Malaka, Tambang Sawah di Bengkulu, Awangbangkal di Kalimantan, Jampang Kulon, Parigi, Sukabumi, Cabenge di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, Lahat di Sumatera Selatan, Sembiran dan Terunyan di Bali, Flores, wilayah Provinsi Kalimantan Barat, dan beberapa daerah lain juga ditemukan kapak genggam.

2. Pengguna Kapak Genggam Salah satu jenis manusia purba yang menjadi pengguna dari kapak genggam sudah disebutkan sebelumnya yaitu Pithecanthropus erectus yang fosilnya ditemukan di wilayah Pacitan.

Selain itu masih ada dua lagi manusia purba yang juga menggunakan kapak genggam yaitu Sinanthropus pekinensis di Peking dan Kapak genggam sapiens di Pegunungan Seribu. Kapak Genggam Yang Paling Banyak Ditemukan Kapak genggam yang paling banyak ditemukan di wilayah Indonesia adalah yang berbentuk menyerupai segitiga sama kaki dan juga yang hampir berbentuk bulat.

Jenis kapak genggam ini merupakan variasi dari jenis sumatralith atau dikenal sebagai kapak genggam batu dari Sumatera. Kapak genggam ini memiliki bentung ujung yang tidak begitu runcing, karena hanya dipangkas ala kadarnya kapak genggam mendatar dan juga diterapkan pada satu sisi saja.

Penamaan dari kapak genggam ini menyesuaikan dengan nama lokasi penemuan pertamanya yaitu dari daerah Sumatera. Meskpun begitu kapak genggam dengan bentuk yang sama juga ditemukan di beerbagai wilayah lain di Indonesia terutama di pantai Sumatera dan juga Kalimantan.

Tidak hanya di Indonesia saja, kapak genggam jenis ini juga dijumpai pada beberapa negara tetangga dengan bentuk yang sama. ARTIKEL LAINNYA • 20+ Game Ninja Terbaik Untuk Perangkat Android Yang Bikin Nagih • Peninggalan Kerajaan Majapahit • Tinggi Ring Bola Basket • Nama Buah dalam Bahasa Inggris dan Cara membacanya (dari A-Z) • 6 Cara Cek Nomor Indosat Im3 dan Mentari Sendiri • Pap? Arti, Penjelasan, Singkatan, Kepanjangan Dalam Bahasa Gaul • Cara Mengganti Foto Profil Instagram Melalui PC • Induk Organisasi Renang Nasional dan Internasional Kapak Kapak genggam – Paleolitikum atau masa batu tua adalah zaman prasejarah terlama manusia.

Diperkirakan terjadi sekitar 3,3 juta tahun yang lalu sampai 11.650 tahun yang lalu. Banyak peninggalan prasejarah yang berhasil ditemukan berasal dari masa ini. Salah satu yang terkenal adalah kapak genggam (hand axe). • Pembuatan Kapak Genggam • Perkembangan Kapak Genggam • 1. Bentuk Umum • 2.

Bentuk Yang Dihaluskan • 3. Bentuk Rumit • Kapak genggam Genggam Yang Paling Banyak Ditemukan • Fungsi Kapak Genggam • 1. Alat Multifungsi • 2. Pembuat Alat Serpih • 3. Senjata Lempar untuk Berburu • 4. Fungsi Praktis dan Keterampilan • Sebaran dan Pengguna Kapak Genggam • 1. Kebudayaan Manusia Purba • 2. Manusia Purba Pengguna • 3. Wilayah Sebaran Pembuatan Kapak Genggam Memiliki bentuk sedikit panjang dan meruncing, tajamannya dibuat dengan menyerpihkan terjal pada bagian atas menuju sisi samping batu.

Pada bagian pegangannya masih memiliki kulit batu. Sederhananya, kapak ini adalah jenis modern dari kapak perimbas. Dibuat dengan menggunakan batu gamping bersihkan atau jenis batu lainnya dan diproses kapak genggam rupa hingga kapak genggam bentuk lonjong dan runcing. Kebanyakan masih dibuat secara kasar layaknya kapak perimbas. Namun tidak sedikit kapak genggam yang telah diproses agar menjadi lebih halus dan berbentuk lebih detail serta teratur.

Baca Juga: Kapak Persegi Perkembangan Kapak Genggam Temuan mengenai jenis kapak ini adalah salah satu yang tersulit, karena terus adanya perbaikan seiring berjalannya waktu. Meski bentuknya mudah dikenali, namun terkadang masih sulit untuk untuk diidentifikasi.

Hal ini dikarenakan tidak dimilikinya standar bentuk yang sama serta tingkat kesulitan pembuatan yang berbeda. Selain itu ditemukan pula perbedaan bentuk kapak ini tergantung pada lokasi penemuannya.

Yang ditemukan di daerah pantai disesuaikan agar cocok digunakan untuk mengolah hasil biota laut. sedangkan yang ditemukan di daerah pedalaman dibuat untuk mempermudah kegiatan berburu dan mengolah hasil buruan. Alat ini dibuat sesuai dengan fungsi yang di kehendaki oleh si pembuat. Yang menjadi bukti bahwa alat ini masih termasuk jenis kapak genggam meski berbeda bentuk, adalah semuanya ditemukan pada lapisan yang sama.

Berikut adalah beberapa perkembangan dari jenis kapak ini: 1. Bentuk Umum Bentuk umum dari alat ini hampir menyerupai kapak perimbas. Yaitu dengan menggunakan batu inti yang diruncingkan dan dipertajam dengan kapak pemukul pada kedua sisinya. Kulit batu masih disisakan pada sebagian permukaan untuk memudahkan pegangan. Ini adalah bentuk jenis kapak ini yang paling banyak ditemukan. 7+ Senjata Tradisional Jawa Tengah : Gambar dan Penjelasan - Lezgetreal 2.

Bentuk Yang Dihaluskan Bentuk kedua adalah bentuk umum dari kapak ini namun telah diproses lebih lanjut agar permukaannya menjadi lebih halus.

Banyak ditemukan di Lembah Baksoso (sebelah barat Pacitan) dan Tabuhan, Jawa Timur. Jenis alat ini memiliki kemiripan dengan tingkat budaya Acheulean. 3. Bentuk Rumit Pada bentuk ini, kapak dihaluskan secara berulang-ulang dan jauh lebih teliti serta rumit. Contohnya adalah jenis kapak ini yang ditemukan di Sumatra (sumatralith). Di mana satu sisi kapak diruncingkan menjadi sangat runcing, hingga dapat dianggap sebagai alat serpih yang besar. Baca Juga: Kapak Lonjong Kapak Genggam Yang Paling Banyak Ditemukan Jenis alat ini yang paling terkenal di Indonesia adalah jenis sumatralith atau kapak genggam batu dari Sumatra.

Dinamakan demikian karena pertama kali ditemukan adalah di wilayah Sumatra. Ciri utamanya yaitu penggunaan batu kerakal yang ujungnya di pangkas mendatar dan memanjang hanya pada satu sisi saja. Meski awal ditemukan adalah di Sumatra, namun kapak yang memiliki kesamaan bentuk dan jenis batu serupa juga ditemukan di tempat lain. Di antaranya adalah di Semenanjung Malaya, Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Tiongkok Selatan, Australia, dan Tasmania.

Dan di Indonesia sendiri ditemukan di pantai Sumatra Utara, Lhok Seumawe dan Binjai (Tamiang), serta Gua Niah (Kalimantan). Fungsi Kapak Genggam Para ahli sejarah belum dapat mencapai kesepakatan dalam memastikan apa sebenarnya fungsi dari kapak genggam. Secara umum dapat diketahui bahwa alat ini digunakan untuk memotong serta alat untuk membantu berbagai kegiatan manusia.

Berikut adalah detail fungsi dari kapak kapak genggam menurut para ahli: 1. Alat Multifungsi Selain digunakan untuk memotong, ditemukan pula bukti bahwa alat ini digunakan sebagai alat untuk menggali, menusuk, memalu, dan sebagainya. Bentuk alat ini yang dapat di genggam langsung dengan tangan membuat penggunaannya tidak hanya berakhir kapak genggam memotong saja dan banyak difungsikan untuk kegiatan lain.

2. Pembuat Alat Serpih Dilihat dari perkembangan peralatan yang ditemukan berasal dari zaman batu, diperkirakan ada fungsi lain dari alat ini.

Yaitu sebagai alat untuk menghasilkan alat serpih maupun alat lainnya. Artinya, jenis kapak ini digunakan untuk membuat peralatan lain untuk memudahkan kehidupan manusia pada masa itu.

3. Senjata Lempar untuk Berburu Ada pula yang berpendapat bahwa alat ini digunakan sebagai senjata lempar semacam rudal untuk berburu hewan. Ini dikarenakan ada beberapa artefak kapak serupa yang bentuknya terlalu besar untuk di genggam dan sepertinya dimaksudkan untuk di lempar. Akan tetapi belum ada kapak genggam yang dapat mendukung teori ini. Serta pada masa ini lembing dan panah diperkirakan telah ada. 10+ Senjata Tradisional Jawa Barat : Gambar dan Penjelasannya 4. Fungsi Praktis dan Keterampilan Alat ini memiliki berbagai keragaman bentuk, ada yang terlalu besar untuk di genggam dan ada pula yang terlalu kecil untuk disebut sebagai kapak.

Bahkan ada yang dibuat dengan keterampilan tingkat tinggi dengan memerhatikan desain dan simetri. Sehingga meski dipercaya bahwa jenis kapak ini banyak digunakan karena fungsi praktisnya, namun tidak menutup kemungkinan ada fungsi lain yang belum diketahui.

Baca Juga: Kapak Perunggu Sebaran dan Pengguna Kapak Genggam Pengguna kapak genggam diperkirakan berasal dari masa pleistosen tengah (antara 1,8 juta tahun yang lalu sampai 11.500 juta tahun yang lalu) di zaman paleolitikum. Dan masih berlanjut hingga awal neolitikum. Untuk lebih jelasnya mengenai sebaran penggunaan alat ini, berikut adalah penjelasan lebih lanjut: 1.

kapak genggam

Kebudayaan Manusia Purba Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan bahwa jenis kapak ini berasal dari lapisan Kebudayaan Trinil di Pacitan, Jawa Timur. Kebudayaan Trinil diketahui merupakan jejak peninggalan masa pleistosen tengah. Selain di Pacitan, ditemukan pula fosil yang memiliki kesamaan ciri di Peking, Tiongkok.

Serta ditemukan pula artefak kapak ini di Pegunungan Seribu. 2. Manusia Purba Pengguna Dari hasil temuan arkeologi di Pacitan, Peking, dan Pegunungan Seribu, maka dapat diketahui bahwa alat ini digunakan oleh 3 jenis manusia purba. Yaitu Pithecanthropus erectus (Pacitan), Sinanthropus pekinensis (Peking), dan Homo sapiens kapak genggam Seribu).

3. Wilayah Sebaran Selain di tiga wilayah kapak genggam arkeologi tersebut, sisa-sisa peninggalan jenis kapak ini juga ditemukan di Semenanjung Malaka, Jampang Kulon, Sukabumi, Parigi (Jawa Timur), Tambang Sawah (Bengkulu), Lahat (Sumatra Selatan), Kalianda (Lampung), Awangbangkal (Kalimantan), Kalimantan Barat, Cabenge (Sulawesi), Nusa Tenggara, Sembiran dan Terunyan (Bali), Flores, dan beberapa tempat lain. Di luar Indonesia, jenis kapak ini juga dapat ditemukan di Afrika, wilayah Eropa, Asia Tengah sampai Punjab (India), Tiongkok Selatan, hingga Filipina.

Banyak yang masih salah paham dengan pengertian kapak genggam dan kapak perimbas. Keduanya tidaklah sama, karena memiliki perbedaan masa pada awal penggunaannya. Juga terdapat perbedaan bentuk yang sangat mencolok.

Kapak perimbas memiliki teknologi pembuatan yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan kapak genggam. Adanya perkembangan bentuk serta teknik pembuatan pada alat ini disebabkan karena adanya penyesuaian dengan fungsi yang diinginkan oleh si pembuat. Hal inilah yang menyebabkan adanya perbedaan dan perkembangan teknik pembuatan. Kapak Genggam
• العربية • Asturianu • Brezhoneg • Català • Čeština • Deutsch • English • Español • Eesti • فارسی • Suomi • Français • Galego • עברית • Hrvatski • Magyar • Italiano • 한국어 • Plattdüütsch • Nedersaksies • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • Português • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • தமிழ் • Українська • West-Vlams • 中文 Kapak Kapak genggam Kapak genggam adalah sebuah batu yang mirip dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam.

[1] Kapak genggam terkenal juga dengan sebutan kapak perimbas, dalam ilmu prasejarah disebut chopper artinya alat penetak. [1] Kapak genggam pernah ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald pada 1935 di Pacitan, Jawa Timur. [2] Batu genggam biasanya dibuat dari batu gamping.

[3] Batu tersebut dipahat memanjang atau diserpih sehingga berbetuk lonjong. [3] Fungsi [ sunting - sunting sumber ] Kapak genggam digunakan untuk menumbuk biji-bijian, membuat serat-serat dari pepohonan, membunuh binatang buruan, dan sebagai senjata menyerang lawannya.

[2] Penyebaran [ sunting - sunting sumber ] Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kapak jenis ini berasal dari lapisan Trinil, yaitu pada masa Pleistosen Tengah, sehingga disimpulkan bahwa pendukung kebudayaan kapak genggam adalah manusia Pithecanthropus erectus. [2] Daerah penemuan kapak genggam selain di Punung Pacitan, Jawa Timur; juga ditemukan di daerah Jampang Kulon, Parigi, Jawa Timur; Tambang Sawah, Lahat; Kal iAnda, Sumatra; Awangbangkal, Kalimantan; Cabenge, Sulawesi; Sembiran; dan Terunyan, Bali.

[2] Selain di Indonesia kapak genggam juga ditemukan di Peking Tiongkok pada goa-goa di Choukoutien, serta sejumlah fosil yang mirip Pithecanthropus erectus, yang disebut dengan Sinanthropus pekine ( Manusia Peking). [2] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b "Kebudayaan Palaeothikum".

DSI Unair. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-29. Diakses tanggal 2014-05-28. Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "fatkhan-ashari-fisip11" didefinisikan berulang dengan isi berbeda • ^ a b c d e "Kapak Genggam". Permata Bangsa. 2012-02-11. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-04-21.

Diakses tanggal 2014-05-28. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "Permata Bangsa" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "Permata Bangsa" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "Permata Bangsa" didefinisikan berulang kapak genggam isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "Permata Bangsa" didefinisikan berulang dengan isi berbeda • ^ a b "Peninggalan Zaman Palaeothikum".

Bimbingan. 2012-02-11. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-29. Diakses tanggal 2014-05-28. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "Bimbingan" didefinisikan berulang kapak genggam isi berbeda • Halaman ini terakhir diubah pada 30 Agustus 2021, pukul 03.59.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. kapak genggam Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Daftar isi • Pengertian Kapak Genggam • Ciri-ciri Kapak Genggam • Fungsi Kapak Genggam • Pembuatan Kapak Genggam • Persebaran Kapak Genggam • Pengguna Kapak Gemngga Pada pembahasan kali ini kita akan membahas secara detil tentang Kapak Genggam.

Simaklah pengertian Kapak Genggam berikut ini. Pengertian Kapak Genggam Pengertian secara umum Kapak genggam adalah sebuah batu yang mirip dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam. Kapak genggam terkenal juga dengan sebutan kapak perimbas, dalam ilmu prasejarah disebut chopper artinya alat penetak.

Kapak genggam pernah ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald pada 1935 di Pacitan, Jawa Timur. Batu genggam biasanya dibuat dari batu gamping. Batu tersebut dipahat memanjang atau diserpih sehingga berbetuk lonjong. Pengertian Menurut Para Ahli Menurut Von Koenigswald (1935) Berdasarkan penelitiannya, Von Koenigswald menyatakan bahwa kapak genggam adalah sebuah kapak yang digunakan pada masa prasejarah oleh manusia-manusia pada zaman tersebut.

Beliau menyimpulkan jika kapak genggam telah ada sejak budaya trinil atau pada masa pleistosen tengah. Manusia yang menggunakan kapak ini yakni Pithecanthropus Erectus. Menurut Kamus Besar Bahasa Kapak genggam (KBBI) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kapak genggam memiliki definisi sebagai sebuah kapak yang digunakan dengan cara digenggam dan digunakan di zaman paleolitikum.

Ciri-ciri Kapak Genggam Adapun ciri-Ciri kapak genggam anatara lain; • Terbuat dari bahan baku dari batu riolit, fonolit, kuarsit, dan batuan keras. • Berbentuk meruncing dan masih kasar. • Memiliki kapak genggam tajam. • Ukuran batu seukuran genggaman tangan. Awal pembuatan kapak genggam dibuat dari batu berbentuk bulat, akan tetapi banyak juga yang terbuat dari serpihan besar.

Membuat kapak genggam dari serpihan sebenarnya lebih kapak genggam daripada yang masih berbentuk bulat utuh. Karena lebih mudah mendapatkan bagian tepian tajam. Fungsi Kapak Genggam • Sebagai Alat Multifungsi Kapak genggam dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Ketika zaman batu, manusia purba menggunakan kapak tersebut untuk memalu, memotong, menusuk, menggali, dan kepentingan lainnya. Bentuknya yang hanya bisa digenggam membuat pemakai kapak tersebut berfikir lebih luas.

Sehingga dimanfaatkan sebagai piranti dalam banyak hal. • Sebagai Alat Memotong Alat memotong pada zaman dahulu belum seperti yang ada di zaman sekarang. Kini manusia sudah semakin dipermudah dengan adanya pisau yang membuat proses memotong sangat mudah.

• Sebagai Alat Menumbuk Pada masa batu tua, kapak jenis ini juga dipakai untuk menumbuk dan menggerus. Jenis bahan yang ditumbuk biasanya berupa biji-bijian yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh manusia purba. Tekstur kapak yang keras bisa membuat manusia dengan mudah menumbuk biji hingga teksturnya menjadi bubuk yang halus.

• Sebagai Alat Serpih Alat ini juga bisa dimanfaatkan menjadi alat serpih. Fungsi ini merupakan perkembangan dari fungsi yang lain. Jadi, pada zaman batu kapak genggam, manusia mempergunakan kapak tersebut untuk menciptakan alat yang lain untuk memudahkan berbagai jenis aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. • Sebagai Alat Berburu Pada zaman dahulu, manusia masih sering berburu hewan untuk menjadi menu santapan mereka.

Aktivitas berburu banyak dilakukan di sekitar hutan, sebab banyak hewan yang hidup di sana. Kapak genggam dimanfaatkan sebagai sejenis senjata yang dilemparkan seperti panah atau tombak untuk mendapatkan hewan buruan.

Akan tetapi, kapak yang digunakan untuk berburu sedikit berbeda dengan jenis kapak yang biasa digunakan untuk kepentingan yang lain. Kapak yang digunakan untuk berburu cukup sulit digenggam dan memiliki ukuran yang lebih besar.

Pembuatan Kapak Genggam Hasil kebudayaan Paleolitikum kapak genggam terbuat dari batu endapan. Pembuatan kapak genggam dengan mengikis bagian sisi ujung agar memperoleh sisi tajam. Pada awal pembuatan, batu yang utuh diperlukan tekanan yang kapak genggam untuk membentuk sisi samping tajam. Pembentukan dilakukan dengan membenturkan kedua batu-batu keras.

Dalam pembuatan kapak genggam mata dan tangan harus bersinergi bersama kekuatan untuk memperoleh kikisan batu. Panjang kurva dan sudut yang berbeda, termasuk sisi tajam, ketahananan kapak genggam hasil dalam pembuatan kapak ini. Kapak genggam cara pembuatan kapak genggam, hasil budaya zaman paleolitukum: • Menyiapkan batu seperti batuan endapan yang keras, • Sebuah batu kedua atau kayu untuk menyerpih batuan pertama, • Membenturkan kedua buah batu untuk membentuk sisi tajam batu pertama hingga berulang-ulang, • Memperhatikan karakteristik; jenis serpihan, pangkal genggam dan arah penetakan Kapak genggam dari zaman paleotikum lapisan bawah atau awal zaman paleotikum biasanya terbuat dari batu bundar dengan menyerpih menggunakan palu.

Palu ini terbuat dari batu keras, kayu atau tanduk. Palu yang lebih lunak dapat menghasilkan sisi halus sedangakan palu keras menghasilkan serpihan besar. Persebaran Kapak Genggam Persebaran kapak yang juga disebut dengan chopper ini cukup luas, bahkan hingga ke daratan Tiongkok. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, didapatkan sejumlah bukti yang menunjukkan jika kapak genggam merupakan warisan budaya dari Trinil, Pacitan.

Kebudayaan tersebut merupakan salah satu jejak peninggalan zaman Pleistosen Tengah.

kapak genggam

Di Indonesia, kapak genggam ditemukan di daerah Pacitan Jawa Timur oleh Von Koenighswald di tahun 1935. Sedangkan di Sumatra, kapak ini ditemukan pertama kali di sekitar pantai Sumatra Utara tepatnya Binjai dan Lhok Seumawe yang dikenal dengan sebutak Sumatralith atau Batu Sumatra. Selain itu, alat ini juga ditemukan di wilayah yang lain. Wilayah tersebut diantaranya yaitu Semenanjung Malaka, Tambang Kapak genggam (Maluku), Parigi (Jawa Timur), Nusa Tenggara, Kalianda (Lampung), Lahat (Sumatera Selatan), Jampang Kulon, Awangbangkal (Kalimantan), Terunyan (Bali) dan Flores.

Di tahun 1990, sebuah penelitian dan ekskavasi juga menemukan artefak kapak di wilayah Pegunungan Seribu. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Indonesia-Prancis. Oleh sebab itu, diperkirakan bahwa pegunungan tersebut adalah salah satu wilayah penggunaan chopper.

Penelitian ini juga menyimpulkan jika kapak ini digunakan oleh salah satu manusia purba di zamannya, yakni Homo Sapiens. Pengguna Kapak Gemngga Seperti yang sudah dijelaskan diatas, kapak genggam ini ada pada zaman batu tua atau paleolitikum hingga zaman neolitikum. Artinya, kapak ini digunakan oleh Pithecantrhropus Erectus hingga homo erectus. Kapak ini digunakan oleh manusia-manusia tersebut untuk mengolah makanan dan kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan, dan papan.

Intinya adalah untuk membantu dalam kehidupan sehari-hari manusia tersebut. Hasil dari aktivitas sehari-hari itu nantinya adalah tumpukan sampah-sampah yang kita sekarang kenal sebagai Kjokkenmoddinger yang kerap mengandung artefak pula. Sampah-sampah dan artefak ini, termasuk kapak genggam banyak ditemukan di gua-gua dan kapak genggam tinggal manusia purba lainnya seperti Abris Sous Roche.

Meskipun berada pada zaman yang relatif mirip, kapak genggam ini kerap dianggap sebagai kapak perimbas yang lebih modern.MENU • Home • Tentang Kami • Profil Kontributor • Kebijakan Privasi • Kontak Kami • Geografi • Geografi Ekonomi • Geografi Fisik • Geografi Kota • Geografi Kependudukan • Geografi Lingkungan • Sumber Daya Kapak genggam • Perpetaan • Astronomi • Laut dan Pesisir • Meteorologi • Ekonomi • Kewarganegaraan • Bahasa • Bahasa Indonesia • Sejarah • Pengetahuan Umum • Kapak genggam merupakan sejenis batu yang bentuknya hampir menyerupai kapak yang biasa digunakan di era sekarang.

Hanya saja, kapak ini tidak memiliki tangkai sebagai kendali, sehingga pemakaiannya dengan cara digenggam. Batu yang digunakan untuk membuat kapak tersebut umumnya adalah jenis batuan gamping. Batu tersebut diproses terlebih dahulu dengan cara dipahat dengan bentuk yang memanjang agar terdapat bagian tajam yang dapat digunakan untuk memotong.

Pada masa prasejarah, kapak genggam dimanfaatkan oleh manusia purba untuk berburu binatang maupun sebagai senjata melawan musuh. Selain itu, juga sering dipakai dalam aktivitas kehidupan sehari-hari seperti menumbuk sejenis biji-bijian dan membuat serat dari kayu pohon. Sesuai dengan sebutannya, kapak tersebut memiliki ukuran kecil sehingga muat dalam genggaman tangan manusia.

Daftar Isi kapak genggam Pengertian Kapak Genggam • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) • Von Koenigswald (1935) • Persebaran Kapak Genggam • Pembuatan Kapak Genggam • Fungsi Kapak Genggam • Sebagai Alat Multifungsi • Sebagai Alat Memotong • Sebagai Alat Menumbuk • Sebagai Alat Serpih • Sebagai Alat Berburu • Alat Menggali • Fungsi Keterampilan dan Praktis • Pengguna Kapak Genggam Pengertian Kapak Genggam Sebelum beranjak lebih lanjut, kapak genggam harus mengetahui terlebih dahulu apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan kapak jenis ini.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi dari kapak genggam kapak genggam dengan para ahli Kamus Kapak genggam Bahasa Indonesia (KBBI) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kapak genggam memiliki definisi sebagai sebuah kapak yang digunakan dengan cara digenggam dan digunakan di zaman paleolitikum. Von Koenigswald (1935) Berdasarkan penelitiannya, Von Koenigswald menyatakan bahwa kapak genggam adalah sebuah kapak yang digunakan pada masa prasejarah oleh manusia-manusia pada zaman tersebut.

Beliau menyimpulkan jika kapak genggam telah ada sejak budaya trinil atau pada masa pleistosen tengah. Manusia yang menggunakan kapak ini yakni Pithecanthropus Erectus. Dari definisi diatas, bisa diketahui jika kapak ini telah ada di zaman batu tua dimana digunakan untuk berburu, memotong dan aktivitas lainnya.

Bentuk alat ini sangat khas yakni meruncing dan agak panjang. Cara penggunaanya sendiri yakni digenggam di tangan karena tanpa adanya tangkai. Kapak ini disebut kapak genggam karena alat ini berbeda dengan kapak lainnya yakni tidak memiliki pegangan serta penggunaanya yang kapak genggam digenggam. Sebutan lain untuk kapak jenis ini adalah chopper atau pemotong dalam bahasa Inggris.

Namun, secara bentuk, alat ini berbeda dengan kapak perimbas. Persebaran Kapak Genggam Persebaran kapak yang juga disebut dengan chopper ini cukup luas, bahkan hingga ke kapak genggam Tiongkok. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, didapatkan sejumlah bukti yang menunjukkan jika kapak genggam merupakan warisan budaya dari Trinil, Pacitan.

Kebudayaan tersebut merupakan salah satu jejak peninggalan zaman Kapak genggam Tengah. Di Indonesia, kapak genggam ditemukan di daerah Pacitan Jawa Timur oleh Von Koenighswald di tahun 1935. Sedangkan di Sumatra, kapak ini ditemukan pertama kali di sekitar pantai Sumatra Utara tepatnya Binjai dan Lhok Seumawe yang dikenal dengan sebutak Sumatralith atau Batu Sumatra.

Selain itu, alat ini juga ditemukan di wilayah yang lain. Wilayah tersebut diantaranya yaitu Semenanjung Malaka, Tambang Sawah (Maluku), Parigi (Jawa Timur), Nusa Tenggara, Kalianda (Lampung), Lahat (Sumatera Selatan), Jampang Kulon, Awangbangkal (Kalimantan), Terunyan (Bali) dan Flores. Di tahun 1990, sebuah penelitian dan ekskavasi juga menemukan artefak kapak di wilayah Pegunungan Seribu.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Indonesia-Prancis. Oleh sebab itu, diperkirakan bahwa pegunungan tersebut adalah salah satu wilayah penggunaan chopper. Penelitian ini juga menyimpulkan jika kapak ini digunakan oleh salah satu manusia purba di zamannya, yakni Homo Sapiens. Sedangkan diluar Indonesia, kapak ini juga di temukan di negara Tiongkok.

Kapak ini juga ditemukan di gua-gua di daerah Choukoutien bersamaan dengan ditemukannya manusia purba asal peking atau Sinanthropus Pekinensis. Selain Tiongkok, ada juga negara-negara lain di Eropa, Afrika dan Asia Tengah yang ditemukan artefak serupa. Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan jika jenis manusia purba yang menggunakan kapak tersebut, diantaranya Sinanthropus Pekinensis dari Peking, Homo Sapiens dari Pegunungan Seribu, dan Pithecanthropus Erectus dari Pacitan.

Pembuatan Kapak Genggam Membuat chopper dimulai dengan menemukan batu yang sesuai, yang keras dan cukup tajam. Umumnya, kapak genggam ini dibuat dari batu gamping atau batu beku yang mudah ditemukan di alam bebas.

Kemudian, batu ini diolah hingga terdapat permukaan-permukaan yang tajam dan runcing sebagai permukaan potongnya. Namun, terdapat bagian yang tidak diruncingkan pada bagian belakang batu ini agar dapat dengan mudah dipegang oleh penggunanya.

Umumnya, kapak genggam ini dipahat dan diruncingkan dengan menggunakan teknik yang sama untuk membuat kapak perimbas, yaitu ditumbuk dengan batuan lain. Bentuk-bentuk khusus ini banyak ditemukan di daerah lembah Baksoko (sebelah barat Pacitan) dan Tabuhan (Jawa Timur). Kapak ini dapat digolongkan sebagai budaya yang relatif mirip dengan budaya acheulean.

kapak genggam

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, kapak genggam pembuatannya relatif mudah yaitu sebuah batu ditumbuk dengan batu lainnya untuk membentuk pinggiran-pinggiran yang tajam dan dapat digunakan memotong. Agar menghasilkan pinggiran yang rapih dan teratur untuk memotong, maka proses ini dilakukang berulang-ulang secara perlahan.

Meskipun begitu, terdapat banyak jenis kapak genggam yang ternyata proses pembuatannya lebih rumit dari ini. Contohnya adalah kapak genggam sumatra ( sumatralith) yang hanya tajam di satu sisi, serta kapak genggam dengan ujung-ujung tajam yang relatif mirip dengan alat scrapper atau alat serpih.

Sebagai alat yang digunakan di zaman kapak genggam, kapak ini tentu memiliki fungsi sesuai zamannya. Hampir sama fungsinya dengan kapak yang kapak genggam di jaman sekarang.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari kapak genggam pada kelompok masyarakat prasejarah. • Alat Multifungsi • Alat Memotong • Kapak genggam Menumbuk • Alat Serpih • Alat Menggali • Alat Berburu • Fungsi Keterampilan dan Artistik Agar kalian lebih mudah memahami fungsi-fungsi diatas, kita akan mencoba membahas secara lebih detail tiap fungsi.

Sebagai Alat Multifungsi Kapak genggam dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Ketika zaman batu, manusia purba menggunakan kapak tersebut untuk memalu, memotong, menusuk, menggali, dan kepentingan lainnya. Bentuknya yang hanya bisa digenggam membuat pemakai kapak tersebut berfikir lebih luas. Sehingga dimanfaatkan sebagai piranti dalam banyak hal.

Sebagai Alat Memotong Alat memotong pada zaman dahulu belum seperti yang ada di zaman sekarang. Kini manusia sudah semakin dipermudah dengan adanya pisau yang membuat proses memotong sangat mudah.

Dahulu, manusia di zaman batu tua memakai kapak genggam ketika akan memotong. Meskipun terkesan kurang efisien karena tidak rapih dan jelas bentuknya, alat kapak genggam adalah alat potong terbaik pada masanya. Bahkan, kapak genggam merupakan salah satu perangkat memotong andalan selain kapak perimbas. Kapak ini digunakan oleh hampir semua masyarakat pada zaman batu.

Sebagai contoh manusia purba yang tinggal di pesisir pantai menggunakan alat ini sebagai alat untuk memotong hasil buruan laut seperti ikan dan lain-lain. Sedangkan, manusia yang hidup di padang rumput menggunakan kapak ini untuk menguliti dan memotong daging rusa. Sebagai Alat Menumbuk Pada masa batu tua, kapak jenis ini juga dipakai untuk menumbuk dan menggerus.

Jenis bahan yang ditumbuk biasanya berupa biji-bijian yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh manusia purba. Tekstur kapak yang keras bisa membuat manusia dengan mudah menumbuk biji hingga teksturnya menjadi bubuk yang halus. Sebagai Alat Serpih Alat ini juga bisa dimanfaatkan menjadi alat serpih. Fungsi ini merupakan perkembangan dari fungsi yang lain. Jadi, pada zaman batu tua, manusia mempergunakan kapak tersebut untuk menciptakan alat yang lain untuk memudahkan berbagai jenis aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai Alat Berburu Pada zaman dahulu, manusia masih sering berburu hewan untuk menjadi menu santapan mereka. Aktivitas berburu banyak dilakukan di sekitar hutan, sebab banyak hewan yang hidup di sana.

Kapak genggam dimanfaatkan sebagai sejenis senjata yang dilemparkan seperti panah atau tombak untuk mendapatkan hewan buruan. Akan tetapi, kapak yang digunakan untuk berburu sedikit berbeda dengan jenis kapak yang biasa digunakan untuk kepentingan kapak genggam lain.

Kapak yang digunakan untuk berburu cukup sulit digenggam dan memiliki ukuran yang lebih besar. Kapak genggam belum ada teori penelitian kuat terkait cara penggunaan kapak ini, namun beberapa artefak menunjukan cara penggunaan Chopper ini.

Bentuknya yang runcing dan tajam membuat kapak ini cocok digunakan untuk memisahkan daging dan kulit buruan. Kapak genggam heran jika Chopper digunakan untuk memudahkan manusia purba dalam mendapatkan dan mengolah hewan hasil buruan. Alat Menggali Fungsi utama kapak ini memang bukan untuk menggali tanah. Namun, manusia purba juga menggunakannya untuk menggali tanah guna mengambil makanan seperti umbi-umbian.

Selain itu, bisa juga untuk menggali hewan buruan yang ada di dalam tanam. Fungsinya yang fleksibel memang membuat kapak ini cukup fungsional. Fungsi Kapak genggam dan Praktis Kapak genggam memiliki fungsi yang sangat beragam.

Hal ini disebabkan karena bentuknya yang juga bervariasi, ada yang berukuran kecil, ada pula yang berukuran besar. Bahkan ada juga yang khusus dibuat dengan menerapkan teknik dan keterampilan yang tinggi, sehingga menghasilkan kapak genggam dan desain kapak yang simetri. Oleh karena itu, aspek keterampilan dari kapak genggam ini juga cukup penting untuk diperhatikan. Selain berfungsi sebagai alat yang praktis untuk berburu, kapak ini juga penting untuk menunjukkan kemampuan keterampilan komunitas masyarakat tersebut.

Pengguna Kapak Genggam Seperti yang sudah dijelaskan diatas, kapak genggam ini ada pada zaman batu tua atau paleolitikum hingga zaman neolitikum. Artinya, kapak ini digunakan oleh Pithecantrhropus Erectus hingga homo erectus. Kapak ini digunakan oleh manusia-manusia tersebut untuk mengolah makanan dan kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan, dan papan.

Intinya adalah untuk membantu dalam kehidupan sehari-hari manusia tersebut. Hasil dari aktivitas sehari-hari itu nantinya adalah tumpukan sampah-sampah yang kita sekarang kenal sebagai Kjokkenmoddinger yang kerap mengandung artefak pula. Sampah-sampah dan artefak ini, termasuk kapak genggam banyak ditemukan di gua-gua dan tempat tinggal manusia purba lainnya seperti Abris Sous Roche.

Meskipun berada pada zaman yang relatif mirip, kapak genggam ini kerap dianggap sebagai kapak perimbas yang lebih modern. Kategori • Astronomi (2) • Bahasa Indonesia (32) • Ekonomi (23) • Geografi (6) • Geografi Ekonomi (16) • Geografi Fisik (21) • Geografi Kependudukan (8) • Geografi Kapak genggam (15) • Geografi Lingkungan (9) • Kewarganegaraan (25) • Laut dan Pesisir (4) • Meteorologi (15) • Pengetahuan Umum (89) • Perpetaan (12) • Sejarah (46) • Sumber Daya Alam (5)
Advertisements Dan kali ini kita bakal bahas alat dari batu yang kita biasa disebut chopper.

Alat chopper biasa juga disebut sama dengan kapak genggam. Catatan : Artikel ini kapak genggam salah satu bagian dari pembahasan zaman paleolitikum, kalau kamu pengen tahu peninggalan yang lainnya bisa baca artikel zaman paleolitikum. Daftar Isi • Pengertian kapak genggam (chopper) • Penyebaran chopper • Pembuatan Chopper kapak genggam Fungsi chopper • Manusia purba pendukung chopper Pengertian kapak genggam (chopper) Gambar Kapak Genggam Kenapa disebut kapak genggam? Soalnya gara gara alat ini dipake dengan cara digenggam.

Chopper ini mirip dengan kapak tapi gak ada tangkainya. Istilah kapak genggam di indonesia kadang menjadi rancu dengan istilah kapak perimbas. Jadi tuh ya, keduanya itu punya istilah yang sama jadi orang kadang suka keliru padahal keduanya itu beda dari segi bentuk, maupun periode waktu penggunaannya.

Coba deh kamu lihat di artikel pembahasan kapak perimbas. Pengertian chopper atau kapak genggam adalah salah satu varian dari kapak perimbas yang mulai dipake di masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.

Bentuk alat ini agak panjang dan meruncing. Tajamannya didapat dengan cara penyerpihan terjal di permukaan atas ke pinggiran batu. Kulit batu juga masih nempel tapi cuma di pegangannya doang. Penyebaran chopper Chopper itu ditemukan oleh von koeningswald (1935) di daerah pacitan, jawa timur. Hasil dari penyelidikannya itu nunjukin kalo chopper di daerah itu asalnya dari lapisan budaya trinil atau masa pleistosen tengah.

“pleistosen: (geo); kala waktu geologi berlangsung antara 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang lalu; bagian awal dari zaman kuarter; zaman diluvium” Dia juga menyimpulkan kalo pendukung dari budaya kapak genggam itu adalah pithecanthropus erectus. Kapak genggam yang sama juga ditemukan didaerah peking (tiongkok), di goa-goa choukoutien tempat sejumlah fosil yang mirip dengan pithecantropus erectus ditemukan, yang kemudian disebut sinanthropus pekinensis.

Hasil dari penelitian dan ekskavasi di tahun 1990 di beberapa daerah pegunungan seribu oleh tim indonesia-prancis dipastiin kalo chopper juga digunakan homo erectus. Daerah ditemukannya kapak genggam selain di daerah punung (pacitan, jawa timur ) juga ditemukan di: • semenanjung malaka • jampang kulon • sukabumi (jawa barat) • parigi (jawa timur) • tambang sawah (bengkulu) • lahat (sumatera selatan) • kalianda (lampung) • awangbangkal (kalimantan) • kalimantan barat • cabenge (sulawesi) • nusa tenggara • sembiran • terunyan (bali) • flores • dan tempat-tempat lainnya Kapak genggam semacam ini juga ditemukan di afrika, wilayah eropa, asia tengah, sampai daerah punjab di india, cina selatan sampai daerah filipina.

Beberapa kapak genggam yang ditemukan di indonesia dikenal juga dengan istilah sumatralith (batu sumatra) atau kapak genggam sumatra, karena tempat ditemukan pertama kalinya di daerah sumatra.

Ciri-ciri yang paling terkenal dan utama dari budaya khusus ini adalah menghasilkan produk alat-alat batu kerakal (pebble tools) yang pakai teknik pemangkasan memanjang dan mendatar cuma di satu sisinya saja. Kapak genggam ini ditemukan di semenanjung malaya, di vietnam, kaboja, laos, thailand dan juga ditemukan di cina selatan, di australia dan tasmania. Kalo di indonesia artefak ini ditemukan di pantai sumatera utara, di lhok seumawe dan binjai (tamiang), gua niah di kalimantan.

Pembuatan Chopper Chopper atau Kapak genggam itu dibuat dari gamping kersikan dan atau jenis batuan lainnya. Batu itu dibuat sampai bentuknya itu meruncing lonjong. Pemangkasan dan penajaman dibuat secara memanjang ke arah ujung runcingan, meliputi hampir ke semua bagian permukaan batunya dan cuma ninggalin sebagian kulit batu di bagian sisi permukaan biar gampang pas di pegang kalo mau dipake.

Umumnya, chopper masih dipahat secara kasar seperti teknik yang sebelumnya dipake buat bikin kapak perimbas, tapi ada juga kapak genggam udah diserpih juga dihalusin dengan lebih detail dan dibentuk secara teratur.

Bentuk yang khusus ini terutama ditemukan di daerah lembah baksoko (sebelah barat pacitan) dan di daerah tabuhan (jawa timur), dan kapak ini bisa digolongin juga sebagai budaya yang mempunyai kemiripan sama dengan tingkat budaya acheulean. Bentuk yang paling umum dari kapak genggam nunjukin kalo alat ini itu dibuat dari batu inti terus ditajamin pakai kapak pemukul biar ngehasilin tajaman di kedua sisinya. Biar dapet hasil yang lebih dan rapih dilakukan secara berulang ulang dan hati hati.

Tapi dibeberapa budaya teknologi buat bikin kapak genggam keliatannya rumit banget. Contohnya itu seperti kapak genggam sumatra (sumatralith) yang pemrosesannya cuma di satu sisinya dan di kapak genggam yang runcing banget sampai sampai kadang dianggap sebagai alat serpih besar.

Jadi, walaupun punya bentuk yang gampang dikenali, tapi nyatanya sulit buat ngidentifikasi kalo artefak itu adalah kapak genggam. Kapak genggam itu salah satu benda yang paling problematis dan kompleks dalam artefak prasejarah. Soalnya Kapak genggam itu alat yang terus terusan dikembangin sampai dapet bentuk yang lebih bagus dari temuan di beberapa lapisan yang sama.

Fungsi chopper Sesuai dengan arti chopper, fungsi chopper yaitu sebagai alat penetak atau pemotong. Tapi Fungsi chopper gak Cuma itu, chopper berfungsi sebagai alat buat bantu kegiatan manusia di zaman itu atau sebagai alat multi-fungsional. Kenapa disebut alat multi-fungsional? Soalnya kapak genggam ini gak cuma sebagai kapak, tapi kapak genggam bisa dipake buat menggali, memotong, menggores, menusuk, kapak genggam dan lain-lain. Selain itu, kalo ngeliat perkembangan alat-alat batu, chopper juga bisa dipake sebagai peralatan buat bikin alat serpih dan alat-alat lainnya.

Hg wells (1899) ngusulin sebuah teori, kalo kapak genggam atau chopper ini dipake senjata lempar atau rudal buat berburu. Interpretasi ini juga didukung oleh profesor william Kapak genggam. Calvin. Penegasan ini terinspirasi oleh temuan dari situs arkeologi, olorgesailie di kenya.

Ada beberapa indikasi dari kapak genggam memang dimaksudkan buat dilemparkan pada kawanan hewan. Selain itu ada beberapa artefak kapak yang serupa tapi kegedean buat dipegang dan dipake langsung. Menurut teorinya, kapak itu dilemparin sampai ngebuat luka yang serius olehhewan buruan. Tapi, sayangnya, belum ada bukti dari dampak kerusakan yang disebabkan oleh kapak genggam pada hewan buruan di masa lalu. Manusia purba pendukung chopper Kayak yang udah di jelasin juga diatas kalo kebudayaan kapak kapak genggam itu hasil dari zaman batu tua atau paleolitikum yang berlanjut sampai awal neolitikum, dari pithecanthropus erectus berlanjut ke homo erectus kepada jenis kita, yaitu homo sapiens.

Menurut dari tempat tinggal dan mata pencarian nunjukin perbedaan secara dikotomi antara kehidupan di pantai dan di pedalaman. Mata pencaharian masyarakat pantai ialah mengolah hasil biota laut, dan beberapa ribu tahun kemudian ngehasilin timbunan sisa-sisa makanan ( kjokkenmoddinger) yang sering kali di dalamnya sisa-sisa aktivitas masyarakat pendukungnya berupa artefak dan ekofak.

Sebaliknya, kalo mata pencaharian masyarakat pedalaman itu adalah berburu hewan besar dan kecil, mereka pakai artefak batu yang mereka kapak genggam di sekitarnya.

Dalam perkembangan hidupnya kapak genggam lebih kemudian, mereka mulai memanfaatkan gua buat jadi tempat tinggalnya. Buat pakai kapak genggam itu butuh keahlian. Mungkin buat satu atau kapak genggam kali penggunaan itu keliatannya gampang. Tapi coba kalian bayangin kalo kalian pakai buat bertahun tahun seperti apa. Mungkin kalo chopper kalian pakai buat zaman sekarang, kalian udah pergi ke tukang urut abis pakai chopper.

Ada juga kemungkinan bisa nyebabin tangan luka dan memar. Jadi butuh kekuatan fisik juga koordinasi tangan dan juga mata pas pakai chopper. Jadi, kesimpulannya chopper itu alat multi fungsi yang terbuat dari batu. Kegunaan chopper juga ngebantu banget manusia purba di zamannya.

Dan chopper itu merupakan bentuk kapak perimbas yang lebih ‘modern’. Tapi susah buat nentuin kalo itu adalah chopper walau pun gampang buat ngenalin dari segi bentuknya.
Merdeka.com - Bagi sebagian orang masih belum mengetahui fungsi kapak genggam.

Kapak genggam merupakan salah satu alat peninggalan dari zaman batu. Alat ini terbuat dari sebuah batu yang mirip dengan kapak. Seperti diketahui, kehidupan manusia purba pada zaman itu sebagian besar ditunjang oleh alat-alat yang berasal dari batu.

Bahkan, zaman batu itu sendiri terbagi menjadi 4 periode, yakni zaman batu tua (palaeolitikum), zaman batu tengah (mesolitikum), zaman batu baru (neolitikum) serta zaman batu besar (megalitikum). Salah satu peninggalan dari zaman itu adalah kapak genggam. Banyak dari masyarakat tentu sudah tidak asing dengan alat tersebut.

BACA JUGA: Terkesan Kebaikan Laskar Hizbullah, Dua Tentara Inggris Membelot & Bela Indonesia Gerilya Bela RI di Lereng Semeru, Eks Tentara Jepang Momok Menakutkan Bagi Belanda Lantas apa saja fungsi kapak genggam alat peninggalan zaman batu ini? Melansir dari laman haloedukasi, Selasa (12/10), simak ulasan informasinya berikut ini.

Pengertian Kapak Genggam Sebelum mengetahui fungsi kapak genggam, ada baiknya mengenal pengertian dari alat peninggalan zaman batu tersebut. Kapak genggam merupakan sebuah batu yang mirip dengan kapak. Namun, alat ini tidak bertangkai serta cara menggunakannya dengan digenggam. Ciri-ciri kapak genggam yakni berasal dari batuan keras, batu riolit, kuarsit dan fonolit. Kapak genggam ini juga berbentuk meruncing, masih kasar hingga memiliki sisi tajam.

BACA JUGA: Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta? Peristiwa 8 Mei 1886: Terciptanya Coca-Cola dari Tangan Seorang Ahli Farmasi ©YouTube/Melawan Lupa Metro TV Alat peninggalan zaman batu ini juga dikenal dengan sebutan kapak perimbas. Dalam ilmu prasejarah juga bisa disebut chopper yang memiliki arti alat penetak. Kapak ini pernah ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald di Pacitan, Jawa Timur pada tahun 1935.

Ada beberapa pengertian kapak genggam yang bisa kalian ketahui. Berikut pengertian kapak genggam: a. Von Koenigswald Berdasarkan penelitiannya pada 1935, kapak genggam merupakan sebuah kapak yang digunakan oleh manusia-manusia pada masa prasejarah.

Von Koenigswald juga menyimpulkan, kapak genggam ini sudah ada sejak masa pleistosen tengah atau budaya trinil. Manusia purba yang menggunakan kapak genggam ini adalah Pithecanthropus Erectus.

BACA JUGA: Balada Prajurit Rusia di Surabaya: Tak Ada Vodka, Spirtus Ditenggak Juga Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia b. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Menurut KKBI, kapak kapak genggam mempunyai arti sebagai sebuah kapak yang digunakan dengan digenggam. Alat peninggalan masa batu ini juga digunakan di zaman palaeolitikum. Fungsi Kapak Genggam a. Alat Memotong Fungsi kapak genggam yang pertama kapak genggam sebagai alat memotong. Alat pemotong pada zaman dulu tentu tidak seperti saat ini.

Manusia kini semakin dipermudah dalam memotong apapun dengan adanya pisau. b. Alat Menumbuk Fungsi kapak genggam yang kedua adalah sebagai alat menumbuk serta menggerus. Biasanya mereka akan menumbuk biji-bijian sebagai bahan makanan manusia purba.

Dengan tekstur kapak yang keras, manusia purba menjadi semakin dipermudah untuk menumbuk biji-bijian hingga halus. c. Alat Multifungsi Selain memotong dan menumbuk, kapak genggam ternyata bisa digunakan untuk sejumlah kebutuhan. Manusia purba saat itu biasa menggunakannya untuk menggali, memalu, menusuk hingga kepentingan lainnya.

d. Alat Berburu Fungsi kapak genggam selanjutnya yakni sebagai alat berburu. Seperti yang dipelajari, manusia purba masih sering berburu hewan-hewan liar untuk dijadikan menu santapan.

Kegiatan berburu ini biasa dilakukan di area hutan karena banyak sekali hewan hidup berkeliaran. ©2020 Merdeka.com Kapak genggam ini nantinya akan dilemparkan bak tombak atau panah saat berburu.

Namun kapak yang digunakan sedikit berbeda dengan jenis kapak genggam lainnya. Kapak satu ini memiliki ukuran lebih besar dan cukup sulit untuk menggenggamnya. e. Alat Serpih Fungsi kapak genggam yang terakhir adalah sebagai alat serpih.

Fungsi satu ini sebenarnya perkembangan dari fungsi-fungsi lainnya. Pada zaman batu, manusia purba rupanya menggunakan kapak untuk menciptakan alat yang lain. Tentu saja alat untuk mempermudah aktivitas mereka dalam sehari-hari.

Persebaran Kapak Genggam Persebaran kapak genggam ini cukup luas hingga ke daratan Tiongkok. Menurut penelitian oleh para ahli, sejumlah bukti menunjukkan kapak genggam sebenarnya adalah warisan budaya dari Trinil, Pacitan. Kebudayaan ini yaitu salah kapak genggam jejak peninggalan dari zaman Pleistosen Tengah. Kapak genggam ini ditemukan pada tahun 1935 oleh Von Koenighswald di Pacitan, Jawa Timur. Di Sumatera, warisan budaya ini ditemukan pertama kali di sekitar pantai Sumatera Utara.

Kapak genggam lebih tepatnya di Lhok Seumawe serta Binjai yang memang dikenal dengan sebutan Batu Sumatera atau Sumatralith. Selain dua wilayah tersebut, kapak genggam juga ditemukan di berbagai daerah lainnya. Mulai dari Parigi (Jawa Timur), Terunyan (Bali), Flores, Nusa Tenggara, Lahat (Sumatera Selatan), Kalianda (Lampung), Awangbangkal (Kalimantan), Tambang Sawah (Maluku), Semenanjung Malaka dan Jampang Kulon.

Sebuah penelitian dan ekskavasi oleh tim dari Indonesia-Prancis pada tahun 1990 menemukan artefak kapak di wilayah Pegunungan Seribu. Karenanya, diperkirakan Pegunungan Seribu merupakan salah satu wilayah penggunaan kapak genggam. Penelitian tersebut menyimpulkan, kapak genggam digunakan manusia purba di zamannya, yaitu Homo Sapiens. [tan] 1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Kapak genggam Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Barisan Prajurit Kopaska TNI Menangis di Hutan, Alasannya Bikin Haru 4 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta?

5 6 Gaya Lucu Rayyanza Anak Raffi Ahmad & Nagita Liburan di Bali, Bikin Gemas Selengkapnya

kapak genggam

Aneh...Kapak Genggam Ditemukan di Eks Kampung Kuno Salamrojo




2022 www.videocon.com