Latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

SOAL 4 Perkembangan peradaban manusia di kepulauan Indonesia terus mengalami kemajuan dengan adanya sistem kepercayaan. Bermula dari pemujaan terhadap roh-roh nenek moyang diwujudkan pada batu-batu seperti menhir dan pemujaan lainnya. Sampai pada masuknya kebudayaan Hindu-Budha hingga agama Islam. Kaidah teks yang paling menonjol pada teks di atas adalah . Struktur teks sejarah dibagi menjadi 3 bagian yaitu : orientasi, rangkaian peristiwa, dan reorintasi.

Orientasi adalah pengenalan peristiwa atau pembukaan awal. Rangkaian peristiwa adalah pembahasan cerita awal hingga akhir sesuai dengan urutan terjadinya peristiwa. Reorientasi adalah bagian akhir dari teks, biasanya berisi pengulangan, kesimpulan, atau penutupan. Oryza sativa adalah istilah biologi yang berarti padi sehingga istilah ini jarang sekali digunakan dalam teks sejarah. tags soal dan jawaban bahasa indonesia kelas 11 soal dan jawaban teks cerita sejarah soal pilihan ganda bahasa indonesia soal essay bahasa indonesia contoh soal teks cerita sejarah dan jawabannya Table of Contents • Jawaban #2 untuk Pertanyaan: 3.

Keterangan mengenai waktu dan tempatterjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen-ta disebuta latarcamanatbalurd. tema​ • Jawaban #1 untuk Pertanyaan: latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.alur c.amanat d.tema • Video yang berhubungan Jawaban 3. Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar… - Apabila saat ini Anda sedang mencari artikel atau info mengenai Jawaban 3.

Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar…, maka Anda menemukan halaman yang tepat. Berikut ini adalah informasi mengenai Jawaban 3. Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar… yang kami kumpulkan di Ediserpo dari berbagai sumber.

Semoga informasi mengenai Jawaban 3. Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar… dibawah ini bisa bermanfaat untuk Anda! Apakah kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: 3. Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar…?

Nah Blog Tanya Jawab akan memberikan artikel yang berkaitan tentang pertanyaan yang sedang kamu cari. Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut. Pertanyaan 3. Keterangan mengenai waktu dan tempatterjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen-ta disebuta latarcamanatbalur d. tema​ Jawaban: a. latar Penjelasan: latar adalah kata lain dari keterangan: Jawaban #2 untuk Pertanyaan: 3. Keterangan mengenai waktu dan tempatterjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen-ta disebuta latarcamanatbalurd.

tema​ Jawaban: a.latar Penjelasan: amanat = pesan yg ingin disampaikan penulis kepada pembaca alur = jalan cerita tersebut apakan maju atau mundur (flash back) tema = isi tema tersebut membahas tentang apa Sekian artikel tanya-jawab tentang 3. Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar…, semoga dengan ini dapat membantu menjawab dari pertanyaan yang sedang kamu kerjakan.

Jika Anda tidak menemukan informasi mengenai Jawaban 3. Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar…, coba untuk refresh halaman ini. Namun jika masih tidak menemukan artikel Jawaban 3. Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cen- ta disebut a latar…, Anda bisa mencoba menggunakan kolom pencarian di bagian atas. Atau Anda bisa juga membaca artikel atau info lain di bawah ini.

Jawaban keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a… - Apabila saat ini Anda sedang mencari artikel atau info mengenai Jawaban keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a…, maka Anda menemukan halaman yang tepat.

Berikut ini adalah informasi mengenai Jawaban keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a… yang kami kumpulkan di Ediserpo dari berbagai sumber.

Semoga informasi mengenai Jawaban keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a… dibawah ini bisa bermanfaat untuk Anda! Apakah kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a…?

Nah Blog Tanya Jawab akan memberikan artikel yang berkaitan tentang pertanyaan yang sedang kamu cari. Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut. Pertanyaan keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.alur c.amanat d.tema Jawaban #1 untuk Pertanyaan: keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.alur c.amanat d.tema jawabannya a.latar semoga membantu cmiiw Sekian artikel tanya-jawab tentang keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a…, semoga dengan ini dapat membantu menjawab dari pertanyaan yang sedang kamu kerjakan.

Jika Anda tidak menemukan informasi mengenai Jawaban keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a…, coba untuk refresh halaman ini. Namun jika masih tidak menemukan artikel Jawaban keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa peristiwa dalam cerita disebut a.latar b.a…, Anda bisa mencoba menggunakan kolom pencarian di bagian atas. Atau Anda bisa juga membaca artikel atau info lain di bawah ini.

Keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita disebut? • latar • alur • amanat • tema • Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah: A.

latar. Dilansir dari Ensiklopedia, keterangan mengenai waktu dan tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah disebut latar.

Baca juga: Yang merupakan contoh sikap toleransi antar umat beragama yaitu?

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. latar adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban B. alur adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali.

Menurut saya jawaban C. amanat adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah kalau dipakai untuk pertanyaan lain.

Menurut saya jawaban D. tema adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah A. latar. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah. Unsur Intrinsik fabel: • Tema. Tema adalah gagasan umum yang mendasari sebuah karya sastra. • Tokoh. Tokoh adalah para pelaku yang terdapat dalam sebuah fiksi. Dalam teks fabel, binatang hadir sebagai personifikasi manusia, baik yang menyangkut penokohan lengkap dengan karakternya maupun persoalan hidup yang diungkapkannya.

• Alur. Alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian yang terjadi. Namun, tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain. • Latar. Latar atau setting yang disebut juga sebagai landasan tumpu, yang berisi pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

• Sudut Pandang. Sudut pandang digunakan untuk menentukan arah pandang pengarang terhadap peristiwa-peristiwa di dalam cerita latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah tercipta suatu kesatuan cerita yang utuh. • Amanat. Pesan yang ingin disampaikan melalui cerita. Sesuai dengan penjelasan unsur intrinsik tersebut, tempat dan waktu terjadinya cerita disebut latar. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.
Burung Hantu dan Belalang Burung hantu selalu tidur di siang hari.

Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga. Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur.

Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga.

Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela. “Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.

Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini.

Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.

“Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua.

Belalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya. Bahasa Republic of indonesia - Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan materi seputar teks narasi (cerita imajinasi) dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 9 revisi terbaru.

Adapun indikator pembelajaran yang akan dipaparkan kali ini adalah mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita imajinasi), menceritakan kembali isi teks narasi (cerita imajinasi), menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi), dan menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinatif.

Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi teks narasi (cerita imajinasi) dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 9 revisi terbaru.

Adapun indikator pembelajaran yang akan dipaparkan kali ini adalah mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita imajinasi), menceritakan kembali isi teks narasi (cerita imajinasi), menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi), dan menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinatif.

Untuk lebih jelasnya silakan simak penjelasannya berikut ini. A. Mengidentifikasi Teks Narasi (Cerita Imajinasi) one. Pengertian Teks Narasi (Teks Imajinasi) Cerita imajinasi merupakan cerita fiksi bergenre imajinasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis).

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Pada cerita imajinasi peristiwa yang tidak mungkin menjadi mungkin terjadi. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.

Tema imajinasi adalah majik, supernatural, dan futuristik. Menurut Kamus Besar Bahasa Republic of indonesia, cerita adalah tuturan yang membentangkan proses terjadinya suatu hal (peristiwa atau kejadian). Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.

Imajinasi memiliki arti hampir mirip dengan imajinasi. Fantasi adalah gambar (bayangan) dalam angan-angan; khayalan, atau daya untuk menciptakan sesuatu dalam angan-angan. Jadi, cerita imajinasi atau fantasi adalah gambaran peristiwa sesuai urutan waktu berdasarkan daya pikir dan daya khayal yang dituangkan dalam bentuk cerita. Cerita imajinasi tergolong teks narasi jenis sugestif.

Narasi sugestif merupakan rangkaian peristiwa yang disajikan untuk menimbulkan daya khayal pembaca. Bahasa yang digunakan pun terkesan konotatif sehingga lebih menampakkan daya khayal para pembaca, misalnya dongeng, cerita anak, cerita pendek, atau futuristik. two. Ciri-Ciri Teks Narasi (Cerita Imajinasi) Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri teks narasi (cerita imajinasi).

Adapun ciri-ciri teks tersebut adalah sebagai berikut. a. Cerita Imajinasi Mengandung Keajaiban Cerita imajinasi mengungkapkan aspek-aspek kemisteriusan, kegaiban yang tidak ditemui di dunia nyata. Cerita imajinasi berupa cerita fiksi bergenre imajinasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita imajinasi peristiwa atau keadaan tidak mungkin menjadi biasa atau mungkin.

b. Cerita Imajinasi Memiliki Ide Cerita Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis. Ide penulis tidak dibatasi oleh realitas atau kenyataan. Ide cerita juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan pengarang. Ide cerita bersifat sederhana, tetapi mampu menciptakan pesan yang menarik. Tema cerita imajinasi adalah gaib, superanatural, atau fururistik.

c. Cerita Imajinasi Menggunakan Latar Lintas Ruang dan Waktu Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Alur dan latar cerita imajinasi memiliki kakhasan. Rangkain peristiwa cerita imajinasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita imajinasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu. d. Tokoh Cerita Imajinasi Unik dan Memiliki Kesaktian Tokoh dalam cerita imajinasi biasanya unik dan tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh cerita memiliki kesaktian tertentu.

Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari. Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai ruang dan waktu.

due east. Cerita Imajinasi Bersifat Fiksi Cerita imajinasi bersifat fiksi (bukan kejadian nyata). Cerita imajinasi dapat diilhami oleh latar nyata atau objek yang ada dalam kehidupan sehari-hari, tetapi diberi unsur khayalan.

Imajinasi yang digunakan penulis harus sesuai dengan observasi yang telah dilakukannya. f. Bahasa Penggunaan sinonim dan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan sehari-hari (bukan bahasa formal).

three. Jenis-Jenis Cerita Narasi (Cerita Imajinasi) Jenis ceita imajinasi terbagi berdasarkan latar cerita dan kesesuaian dalam kehidupan nyata. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini. a. Berdasarkan Latar Cerita Berdasarkan latar cerita, cerita imajinasi dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut.

1. Latar Lintas Waktu Masa Lampau Cerita imajinasi terjadi pada masa lampau. Cerita imajinasi ini ditulis pada zaman kerajaan atau sebelum ada pergerakan nasional. Tokoh dan latar cerita menggunakan nama pada zaman dahulu. Cerita imajinasi tersebut seperti dongeng dan hikayat. ii. Latar Waktu Sezaman Cerita imajinasi terjadi pada masa sekarang.

Cerita imajinasi tersebut ditulis pada zaman sekarang. Tokoh dan latar cerita menggunakan nama dan latar pada zaman sekarang. Cerita imajinasi tersebut, misalnya cerpen dan novel yang menggunakan alur atau waktu saat ini. iii. Latar Lintas Waktu Futuristik (Masa yang Akan Datang) Cerita imajinasi terjadi pada masa yang akan datang (futuristik).

Cerita imajinasi tersebut ditulis pada zaman sekarang, tetapi berisi imajinasi penulis tentang peristiwa yang akan datang. Tokoh dan latar cerita menggunakan nama dan latar pada zaman yang akan datang. Cerita imajinasi tersebut seperti cerpen dan novel yang menggunakan alur atau waktu yang akan datang. b.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Berdasarkan Kesesuaian Kehidupan Nyata Berdasarkan kesesuaian dalam kehidupan nyata, cerita imajinasi dibedakan menjadi dua kategori sebagai berikut. 1. Cerita Imajinasi Total Cerita imajinasi total berisi imajinasi pengarang terhadap objek tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada semua cerita tidak terjadi dalam dunia nyata. Sebagai contoh, cerita imajinasi The Fiddling Dragon itu total imajinasi penulis.

Jadi, nana orang, nama objek, dan nama kota benar-benar rekaan pengarang. two. Cerita Imajinasi Irisan Cerita imajinasi irisan merupakan cerita imajinasi yang mengungkapkan imajinasi, tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata.

4. Unsur-Unsur Teks Narasi (Cerita Imajinasi) Unsur-unsur cerita imajinasi terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur instrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri seperti tema, latar, penokohan, sudut pandang, amanat, alur, dan konflik.

Dan unsur ekstrinsik meliputi bahasa, latar belakang pengarang, nilai-nilai yang terkandung dalam cerita imajinasi. Untuk lebih jelasnya, silakan simak penjelasannya berikut ini. a. Unsur Intrinsik Cerita Imajinasi ane.

Tema Tema merupakan makna yang dikandung oleh sebuah cerita. Tema dapat bersinonim dengan ide utama dan tujuan utama. Jadi, tema adalah gagasan dasar umum, dasar cerita sebuah karya yang digunakan pengarang untuk mengembangkan cerita. Tema yang sering diangkat dalam karya yaitu masalah kehidupan.

Masalah tersebut berupa pengalaman bersifat individual dan sosial. Contoh tema yang diangkat, antara lain cinta (cinta terhadap Tuhan, tanah air, orang tua, dan kekasih), kesetiakawanan, dan keadilan. Sementara itu, contoh tema cerita imajinasi yang berlatar masa depan antara lain keajaiban. 2. Latar Latar atau setting disebut landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

• Latar tempat, yaitu menyaran pada lokasi terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi. • Latar waktu, yaitu latar yang berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa -peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi. • Latar sosial, yaitu menyaran pada unsur-unsur yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial mencakup kebiasaan hidup, adat-istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir, dan bersikap.

3. Penokohan Penokohan merupakan pelukisan gambaran jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Pelukisan gambaran tokoh cerita ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan aspek yang dilakukan dalam tindakan. 4. Sudut Pandang Sudut pandang adalah cara pandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita.

Bentuk sudut pandang orang ketiga dan pertama. • Sudut pandang orang ketiga yaitu pengisahan cerita pada umumnya mempergunakan sudut pandang orang ketiga. Narator adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama diri atau kata ganti orang ketiga. Kata ganti tersebut misalnya, Potter, Hanum, ia, dia, dan mereka.

• Sudut pandang orang pertama yaitu dalam pengisahan cerita yang mempergunakan sudut pandang orang pertama, narator merupakan seorang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah “aku”, tokoh yang mengisahkan kesadaran diri sendiri. • Sudut pandang campuran yaitu dalam pengisahan cerita, pengarang menggabungkan penggunaan sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

5. Amanat Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah cerita. Pesan dalam sebuah cerita mencerminkan pandangan hidup pengarang. Pesan yang ingin disampaikan disebut pesan moral.

Pesan moral tersebut dapat berupa penerapan sikap dan tingkah laku para tokoh yang terdapat pada sebuah cerita. Melalui cerita, sikap, dan tingkah laku tokoh-tokoh tersebut diharapkan dapat menyajikan hikmah.

Jenis pesan moral yang disampaikan dalam yang disampaikan dalam cerita bersifat tidak terbatas. Pesan moral dapat mencakup persoalan hidup. Persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dikategorikan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, hubungan manusia dengan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhan. 6. Alur Alur merupakan jalan cerita yang memunyai hubungan sebab-akibat. Berikut macam-macam alur.

• Alur konvensional atau alur maju, yaitu peristiwa dalam cerita dinarasikan secara kronologis atau urut dari awal sampai akhir. • Alur nonkonvensional atau alur mundur, yaitu peristiwa latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah cerita dinarasikan dengan menoleh ke belakang atau membayangkan masa lalu.

• Alur campuran atau alur maju mundur, yaitu peristiwa dalam cerita meloncat-loncat antara masa lalu dan masa kini. Adapun alur cerita dalam drama melalui tahapan-tahapan sebagai berikut.

• Perkenalan, dalam tahap ini penulis memperkenalkan tokoh-tokoh dan latar cerita. • Konflik, tahap ini ketika mulai timbul permasalahan antartokoh. • Klimaks, tahap ini yaitu ketika masalah memuncak.

• Antiklimaks, yaitu tahap ini ketika mulai menurun karena sudah ada penyelesaian masalah. • Penyelesaian, pada tahap ini merupakan akhir cerita. Akhir cerita dapat berakhir bahagia, sedih, atau dibuat menggantung.

7. Konflik Konflik merupakan sesuatu yang dramatik. Konflik mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang, menyiratkan adanya aksi dan balasan aksi. Konflik akan terjadi apabila tidak adanya kesepakatan diantara dua pendapat dari pelaku cerita.

Konflik juga dapat terjadi jika tidak adanya kesepakatan antara ego satu dan ego yang lain. Konflik dibedakan menjadi dua, yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam diri seorang (tokoh).

Konflik ini juga sering disebut psychological disharmonize atau konflik kejiwaan. Konflik jenis ini biasanya berupa perjuangan seorang tokoh dalam melawan dirinya sendiri. Konflik eksternal juga dapat terjadi antara tokoh dengan lingkungan sekitarnya (alam). Konflik seperti ini sering disebut dengan physical or element conflict atau konflik sosial. Konflik jenis ini biasanya terjadi ketika tokoh tidak dapat menguasai dan atau memanfaatkan serta membudayakan alam sekitar sebagaimana mestinya.

b. Unsur Ekstrinsik Cerita Imajinasi 1. Bahasa Bahasa adalah sarana yang digunakan dalam karya sastra. Bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra dipengaruhi oleh bahasa pengarang. Unsur bahasa daerah dimungkinkan masuk ke karya sastra tersebut. Bahasa pengarang berkaitan erat dengan unsur ekstrinsik.

2. Latar Belakang Pengarang Latar belakang pengarang meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup pengarang dan juga sejarah hasil karangan-karangan yang ditulis pengarang sebelumnya. Latar belakang pengarang terdiri atas biografi pengarang, kondisi psikologis pengarang, dan aliran sastra yang dianut pengarang.

Cerita imajinasi mengandung nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut menggambarkan norma, tradisi, aturan, dan kepercayaan yang dianut atau dilakukan oleh masyarakat.

Nilai-nilai tersebut meliputi nilai moral, sosial, budaya atau adat istiadat, dan religi. • Nilai moral adalah nilai kehidupan berkaitan dengan akhlak atau budi pekerti (baik dan buruk).

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Contoh nilai moral yaitu berbakti kepada orang tua, jujur, sabar, dan ikhlas. • Nilai sosial adalah nilai kehidupan yang terkait dengan norma atau aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai sosial berhubungan latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah orang lain. Contoh nilai sosial yaitu saling memberi, tenggang rasa, dan saling menghormati pendapat orang lain.

• Nilai budaya adalah nilai-nilai berkaitan dengan kebiasaan atau tradisi yang berlaku dalam masyarakat. Contoh nilai budaya yaitu adat istiadat perkawinan atau kematian, adat cara berpakaian, budaya kesenian, dan upacara adat. • Nilai religi adalah nilai berkaitan dengan kehidupan beragama. Contoh nilai religi yaitu cara beribadah kepada Tuhan dan sistem kepercayaan.

• Nilai politik adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan gejolak tata pemerintahan latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah suatu daerah.

Gejolak tersebut menjadi latar cerita. Latar peristiwa politik dijadikan salah satu dokumen sejarah bangsa. B. Menceritakan Kembali Isi Cerita Teks Imajinasi Banyak cerita imajinasi yang dapat kita baca. Setelah membaca cerita imajinasi, kita dapat menceritakan kembali cerita imajinasi baik secara tertulis maupun secara lisan. ane.

Cerita Imajinasi Tertulis Cara mudah untuk menulis kembali sebuah cerita imajinasi secara tertulis sebagai berikut. • Membaca cerita imajinasi dengan saksama. • Menentukan peristiwa-peristiwa yan terdapat dalam cerita imajinasi. • Mengembangkan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sebuah cerita imajinasi dengan kalimat sendiri.

two. Cerita Imajinasi Lisan Isi cerita imajinasi dapat diceritakan secara lisan. Sebelum bercerita, kita harus memahami unsur-unsur intrinsik cerita imajinasi yang bersangkutan.

Adapun cara yang bisa kita gunakan adalah sebagai berikut. 1. Membaca keseluruhan kisah dalam cerita imajinasi Kita harus membaca atau mendengarkan dengan saksama pembacaan cerita imajinasi. Sebaiknya, kita membaca atau mendengarkan cerita imajinasi dari awal hingga akhir, jangan sepenggal-penggal. Jika membaca atau mendengarkan cerita imajinasi sepenggal-penggal, kita tidak dapat memahami isi cerita secara utuh.

two. Mencatat tokoh-tokoh dalam cerita imajinasi Cerita imajinasi memiliki beberapa tokoh. Tokoh-tokoh dalam cerita imajinasi terdiri atas tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis. Cerita imajinasi menampilkan kisah dari tokoh yang dapat dijadikan suatu nasihat atau pendidikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 3. Mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam cerita imajinasi Peristiwa-peristiwa penting akan menunjukkan tahap-tahap alur.

Peristiwa dalam cerita imajinasi disebut kejadian. Peristiwa merupakan sesuatu yang terjadi, dialami, dan mengandung tindakan tokoh. Kalimat-kalimat yang menunjukkan peristiwa merupakan kalimat yang mengandung tindakan tokoh. Banyak peristiwa ditampilkan dalam cerita imajinasi, tetapi tidak semua peristiwa tersebut berfungsi sebagai pendukung alur. Oleh karena itu, peristiwa-peristiwa dalam cerita imajinasi dibedakan menjadi peristiwa fungsional, kaitan, dan acuan.

a. Peristiwa Fungsional Peristiwa fungsional merupakan peristiwa-peristiwa yang menentukan dan memengaruhi perkembangan plot atau alur. Urutan-urutan peristiwa fungsional merupakan inti cerita yang bersangkutan.

Oleh karena itu, peristiwa-peristiwa fungsional dalam cerita imajinasi tidak boleh dihilangkan. Jika dihilangkan, cerita menjadi tidak logis. b. Peristiwa Kaitan Peristiwa kaitan merupakan peristiwa-peristiwa yang berfungsi mengaitkan peristiwa penting dalam urutan penyajian peristiwa. Peristiwa kaitan kurang mempengaruhi pengembangan alur sehingga jika peristiwa tersebut dihilangkan tidak akan memengaruhi inti cerita.

c. Peristiwa Acuan Peristiwa acuan adalah peristiwa yang secara tidak langsung berhubungan atau berpengaruh dengan perkembangan alur, tetapi mengacu unsur-unsur lain. Peristiwa acuan dapat dihilangkan dalam cerita imajinasi.

4. Mencatat latar cerita imajinasi Cerita imajinasi menyajikan tempat, waktu, dan suasana cerita. Keterangan tempat dalam cerita imajinasi, misalnya di kerajaan, di hutan, di laut, di sekolah, di kantor, di pasar atau di jalan. Sementara itu, keterangan waktu pada cerita imajinasi misalnya pada suatu hari, hari Minggu, malam hari, atau pagi hari, bahkan periode sejarah secara singkat. Keterangan suasana misalnya sepi, ramai, sedih, atau gembira. 5. Menceritakan kembali cerita imajinasi berdasarkan tokoh, peristiwa, dan latar yang telah dicatat Cerita imajinasi yang telah dibaca dapat diceritakan kembali dengan memahami cerita, tokoh, latar, dan peristiwa-peristiwa yang telah dicatat.

Ceritakan isi cerita imajinasi dengan menggunakan kalimat sendiri. Namun, nama. latar, dan peristiwa pada cerita imajinasi tidak boleh diubah. half dozen. Memperhatikan penampilan dan gerakan tubuh Cerita imajinasi yang telah dibaca dapat diceritakan isinya dengan gaya yang tidak dibuat-buat. Gunakan gerakan tubuh lain (wajah, mata, lengan) untuk mendukung cerita.Akan tetapi, ingat jangan menggunakan gerakan tubuh berlebihan (over acting).

seven. Memerhatikan intonasi, irama, artikulasi, dan lafal Cerita imajinasi yang telah kita baca dapat kita ceritakan kepada orang lain dengan menggunakan intonasi, irama, artikulasi, dan pelafalan jelas. Intonasi, irama, artikulasi, dan pelafalan bertujuan memperkuat isi cerita. 8. Menceritakan bagian pembuka, inti, dan penutup secara runtut Kita harus menceritakan isi cerita imajinasi secara runtut.

Jangan menceritakan isi cerita imajinasi secara sepenggal-penggal. Penceritaan isi cerita imajinasi yang tidak runtut dapat menyebabkan jalan cerita berbeda-beda dengan cerita imajinasi yang dibaca.

9. Mengakhiri dengan penutup cerita santun Setelah selesai menceritakan isi cerita imajinasi kepada orang lain, jangan lupa menutup cerita. Kita dapat menutup cerita dengan menyampaikan amanat atau nasihat dalam cerita imajinasi.

Sertai ajakan jika nasihat itu pantas menjadi teladan. Sebaliknya, sertai imbauan pelarangan jika perbuatan tokoh cerita tidak pantas dicontoh. C. Menelaah Teks Narasi (Cerita Imajinasi) 1. Menelaah Struktur Teks Cerita Imajinasi Struktur teks cerita imajinasi umumnya hampir sama dengan teks narasi. Struktur cerita imajinasi terdiri atas tiga bagian utama berikut. a.

Orientasi (orientation) Pada bagian ini pengarang melukiskan dunia untuk ceritanya. Bagian ini mengenalkan tempat dan waktu peristiwa terjadi serta para tokoh. b. Komplikasi (complexity) Pada bagian ini tokoh utama menghadapi rintangan ketika mencapai cita-citanya.

Dalam bagian ini konflik mulai terjadi. c. Resolusi (resolution) Bagian permasalahan yang dihadapi tokoh utama diselesaikan. Bagian ini memunyai dua kecenderungan, yaitu mengakhiri cerita dengan kebahagian (happy ending) atau mengakhiri cerita dengan kesedihan (lamentable ending). Akan tetapi, ada juga cerita imajinasi yang membiarkan pembaca atau pendengar menebak akhir cerita. ii. Kebahasaan Teks Cerita Imajinasi Ciri kebahasaan teks cerita imajinasi adalah sebagai berikut.

a. Penggunaan Kata Ganti Kata ganti dan nama orang digunakan sebagai sudut pandang penceritaan.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Contoh kata ganti yaitu aku, kamu, dia, Roy, dan Putri. b. Penggunaan Kata yang Mencerap Pancaindra untuk Mendeskripsikan Latar Dalam cerita imajinasi digunakan kata tertentu untuk menjelaskan latar waktu, tempat, atau suasana. Perhatikan contoh berikut!

1. Latar Tempat, Di dalam sebuah gubuk yang tua, terdapat seorang gadis yang bernama Elisa beserta ibu dan adiknya tinggal di dalamnya. 2. Latar suasana, Namun alangkah terkejutnya Elisa ketika hendak memasak jagung tersebut, sebab bisa tersebut adalah emas. 3. Latar waktu, Namun ketika Nindi dan ibunya belum pulang dari pasar, Andini yang merupakan saudara dari Nindi sangat kesal dan marah karena tidak ada makanan.

c. Penggunaan Pilihan Kata dengan Makna Kias dan Makna Khusus Pilihan kata kias dan khusus sering digunakan dalam cerita imajinasi. Perhatikan contoh berikut! Gadis itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang mancung menjulang ia mencium segala aroma di sekelilingnya.

d. Kata Sambung Penanda Urutan Waktu Penggunaan kata sambung urutan waktu untuk menandakan datangnya tokoh lain, perubahan latar dan perubahan kejadian. Kata sambung urutan waktu misalnya setelah itu, kemudian sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, sesudah. Perhatikan contoh berikut! 1. Setelah itu sisa duri dari ikan mas tersebut pun dikubur oleh Nindi. 2. Kemudian ia memutuskan untuk tinggal di hutan dan bertemu dengan tujuh kurcaci yang menjadi temannya selama hidup di hutan.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

e. Penggunaan Kata Ungkapan Keterkejutan Penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan berfungsi menggerakkan cerita (memulai masalah).

Perhatikan contoh berikut! 1. Tiba-tiba sekumpulan penjaga rumah Penyihir menyerang kami. 2. Tanpa diduga buku terjatuh dan halaman di buka. f. Penggunaan Dialog atau Kalimat Langsung dalam Cerita Perhatikan contoh berikut!

“Nah, makan ini!!” kata Wiz sambil menyerahkan belimbing tersebut, Wiz menatap kakak perempuan yang buruk rupa kemudian menjadi iba, Wiz lalu mengambil belimbing putih dan diberikan kepada sang kakak.

“Saya tidak sakit pak kurcaci,” kata sang kakak. D. Menyajikan Teks Cerita Imajinasi Berikut ini adalah lima cara dalam menyajikan sebuah teks imajinasi. ane. Menentukan Ide Biasanya, ide-ide ini berputar disekitar peristiwa utama, seperti perang atau kematian seseorang.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Ajukan pertanyaan-pertanyaan sederhan seperti mengapa, siapa yang melakukannya, kapan, bagaimana, artinya ini akan menjadi plot utama yang akan difokuskan pada peristiwa-peristiwa dalam cerita. 2. Menciptakan Tokoh Karena ini adalah imajinasi (cerita imajinasi), sang tokoh bisa merupakan suatu makhluk selain manusia atau semacamnya. iii. Menentukan Latar Agar teks cerita imajinasi lebih menarik. Pilihlah latar yang mendukung inti cerita dan putuskan di mana tokoh ciptaanmu itu hidup.

four.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Menciptakan Alur Tentukan peristiwa utama. Rancanglah supaya peristiwa itu dapat dipercaya dalam satu dan lain cara. Peristiwa ini akan mengisi ceritamu dengan perasaan dan rasa kemanusiaan. five. Mulai Menulis Buat pembaca tertarik dengan peragraf pertama dan hangatkan mereka di kisahmu yang penuh petualangan yang menarik dan menantang.

E. Contoh Teks Cerita Imajinasi Berikut ini adalah contoh teks cerita imajinasi yang berjudul “Pensil Ajaib”. Adapun contoh teksnya adalah sebagai berikut. Pensil Ajaib Laila adalah seorang gadis miskin yang pandai.

Sebagian besar waktunya ia gunakan untuk belajar dan juga membantu orangtuanya. Selain itu, Laila juga suka menghabiskan waktunya untuk menggambar. Sayangnya, kini ia tidak dapat menggambar lagi karena pensil yang dimilikinya sudah hampir habis dan sangat pendek sehingga tidak dapat digunakan lagi. Laila juga tidak bisa membeli pensil baru karena tidak memiliki cukup uang.

Dalam keseharian Laila, ia membantu orangtuanya memunguti plastik yang ada di jalan. Saat tengah mengambil plastik. Laila menemukan ada sebuah pensil yang tergeletak di jalan. Laila mengambilnya dengan senang, ia akan dapat menggambar lagi sepulang mencari plastik. Saat dirumah, Laila mulai mengeluarkan pensil yang ia temukan tadi di jalan. Laila mencoba menggambar bunga dikertasnya.

Alangkah kaget ia ketika selesai menggambar bunga, tiba-tiba bunga tersebut menjadi bunga sesungguhnya dan tergeletak diatas kertas tempat ia menggambar. Laila merasa kaget dan tidak percaya. Ia mulai menggambar ayam untuk memastikan apakah yang ia lihat memang nyata. Sesaat setelah ia menggambar ayam, alangkah kagetnya tiba-tiba dihadapannya ada seekor ayam hidup yang berkokok sangat kencang. Kini ia menyadari bahwa ia memiliki sebuah pensil ajaib.

Dengan sigap ia segera menggambar berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya. Ia menggambar beras, makanan, lauk-pauk, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya. Saat orangtua Laila datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah dipenuhi banyak benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia karena kebutuhan mereka dapat tercukupi. Meskipun begitu, Laila menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan menciptakan benda dengan pensil ajaibnya.

Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya. Latar Waktu Cerita Imajinasi Di Atas Adalah Source: https://www.anantakendek.com/2020/10/teks-narasi-cerita-imajinasi.html Terbaru • Cara Melihat Nomor Hp Orang Di Messenger • Jenis Sarana Dan Peralatan Budidaya Ternak Kesayangan • Cara Mengukur Penggaris Dari 0 Atau 1 • Cara Membuat Pistol Mainan Dari Botol Bekas • Jurnal Tesis Aplikasi Recording Andriod Peternakan • Cara Menggendong Bayi 2 Bulan Dengan Selendang • Sistem Kemitraan Pada Perusahaan Peternakan Ruminansia • Cara Pasang Elcb 3 Phase Yang Benar • Cara Membuat Lamaran Kerja via Email Pdf Di Hp Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized
Bacalah cerita berikut!

Mengadakan Siskamling Akhir-akhir ini, banyak warga RT 01 Swadaya menjadi korban pencurian. Contohnya, Bu Ratna kehilangan sepeda motornya karena dicuri saat subuh. Sehari berselang, Pak Joni pun melapor kepada Pak RT bahwa dirinya juga mengalami kejadian serupa dengan Bu Ratna.

Mendengar keluhan dari warga, Pak RT mengundang warga untuk rapat. la menyebarkan undangan rapat kepada warga RT 01 Swadaya. Rapat itu dilaksanakan di Balai Desa pada pukul 7 malam. Setelah warga berkumpul, Pak RT mulai melakukan pembagian giliran siskamling, khususnya untuk bapak-bapak.

Seluruh warga menyambut baik rencana Pak RT dalam mengadakan kegiatan siskamling. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya warga yang berkumpul dan memberikan saran agar kegiatan tersebut segera dilakukan.

Partisipasi tesebut juga dilakukan warga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan rukun. Latar tempat berkaitan dengan dimana peristiwa dalam cerpen itu terjadi. Sedangkan latar waktu berkaitan dengan kapan peristiwa dalam cerpen terjadi.

Latar tempat pada cerita di atas adalah di sebuah desa tepatnya di RT 01 Swadaya. Sesuai dengan penggalan " . Akhir-akhir ini, banyak warga RT 01 Swadaya menjadi korban pencurian. ." Sedangkan latar waktunya adalah malam hari ketika semua warga kumpul di balai desa. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut.

Rapat itu dilaksanakan di Balai Desa pada pukul 7 malam. Setelah warga berkumpul, Pak RT mulai melakukan pembagian giliran siskamling, khususnya untuk bapak-bapak. Dengan demikian, latar tempat cerita di atas adalaj lingkungan RT latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah Swadaya dan latar waktunya adalah malam hari.
MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Latar Cerita • Pengertian Latar Cerita Menurut Ahli • 1.

Kusnadi Dkk (2009) • 2. Indrawati (2009) • 3. Suparmin (2009) • 4. Abrams • 5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) • 6. Mido (dalam Sehandi: 2016) • 7. Aminuddin (2013) • 8. Leo Hamalin dan Frederick R. Karel (dalam Aminuddin: 2013) • 9. Tarigan (2011) • Fungsi Latar Cerita • Macam-macam Latar Cerita • 1. Latar Waktu • 2. Latar tempat • 3. Latar Suasana • 4. Latar Sosial • 5. Latar Alat • 6. Latar Belakang • 7. Latar Integral • Contoh Latar Cerita • 1.

Latar Waktu • 2. Latar Tempat • 3. Latar Suasana • 4. Latar Sosial • 5. Latar Alat Di dalam sebuah karya sastra, mengandung pengertian latar cerita. Biasanya latar cerita ini menjadi hal utama di dalam karya sastra untuk menggambarkan bagaimana situasi yang ada di dalam karya sastra tersebut. Pengertian latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah cerita berisi mengenai bagaimana suasana di dalam peristiwa sebuah karya sastra, di mana lokasinya, dan kapan terjadinya.

Latar cerita juga menjadi unsur intrinsik di dalam sebuah karya sastra yang tak boleh ditinggalkan saat menulis atau membuat karya sastra. Sebuah tulisan tidak bisa disebut sebagai karya sastra atau cerita jika tidak mengandung pengertian latar cerita di dalamnya.

Sehingga latar cerita menjadi salah satu unsur wajib yang harus ada di dalam sebuah karya sastra.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Lalu apa sebenarnya pengertian latar cerita yang menjadi unsur intrinsik atau unsur pembangun sebuah karya sastra? Di bawah ini, akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengertian latar cerita dan juga unsur-unsur serta hal pendukung lainnya. Pengertian Latar Cerita Pengertian latar cerita atau tumpu atau yang juga disebut setting cerita merupakan gambaran tempat kejadian yang ada di dalam cerita atau karya sastra.

Di dalam latar cerita juga memuat bagaimana situasi dan suasana terjadinya peristiwa. Di dalam pengertian latar cerita juga mengandung kapan terjadinya peristiwa di dalam karya sastra. Pada dasarnya, pengertian latar cerita merupakan informasi tentang waktu, ruang, dan suasana peristiwa di dalam karya sastra serta memuat segala informasi, instruksi penyaluran yang berkaitan dengan ruang, suasana dan waktu. Pengertian latar cerita tersebut telah mencakup adanya sebuah deskripsi seperti lokasi geografis, kegiatan karakter atau tokoh di dalam cerita, waktu terjadinya sebuah peristiwa, lingkungan keagamaan di dalam cerita, bagaimana moral yang terkandung, musim yang terjadi, kecerdasan sosial, dan karakter-karakter pendukung tokoh.

Pengertian latar cerita sangat erat hubungannya dengan tokoh atau pelaku di dalam karya sastra. Oleh sebab itu, latar cerita sangat mempengaruhi suasana peristiwa dan pokok persoalan serta bagaimana jalannya sebuah cerita di dalam karya sastra. Atau bisa juga, pengertian latar cerita adalah semua keterangan yang meliputi petunjuk pengaluran yang berhubungan dengan ruang, waktu, dan juga suasana.

Latar di antaranya meliputi bagaimana penggambaran tak hanya mengenai letak geografis tetapi juga emosional si pelaku atau tokoh dan intelektual sosialnya. Pengertian Latar Cerita Menurut Ahli Kesimpulan pengertian latar cerita adalah semua hal yang berkaitan dengan keterangan di dalam karya sastra atau cerita yang ditulis. Latar cerita tak hanya meliputi waktu, tempat, dan suasana cerita, tetapi juga mengandung berbagai pendukung lain misalnya agama, musim, moral, dan emosional tokoh atau pelaku.

Lalu bagaimana pengertian latar cerita menurut ahli? Bagi ahli di bidang yang relevan, tentu memiliki perbedaan pendapat mengenai pengertian latar cerita. Berikut ini berbagai pengertian latar cerita menurut para ahli.

1. Kusnadi Dkk (2009) Pengertian latar cerita menurut Kusnadi Dkk adalah latar tempat atau latar waktu di dalam sebuah karya sastra yang mempengaruhi inti cerita dan pengambilan nilai-nilai yang diungkapkan si pengarang. 2. Indrawati (2009) Menurut Indrawati, pengertian latar cerita adalah tempat dan waktu serta suasana yang digunakan di dalam sebuah cerita.

3. Suparmin (2009) Suparmin mengungkapkan pengertian latar cerita sebagai suatu keadaan yang melingkupi pelaku pada sebuah cerita. 4. Abrams Abrams berpendapat bahwa pengertian latar cerita adalah tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Di dalam pengertian latar cerita dapat diklasifikasikan menjadi latar tempat, waktu, dan sosial. 5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Menurut KBBI, pengertian latar cerita merupakan keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan di dalam sebuah karya sastra.

6. Mido (dalam Sehandi: 2016) Mido berpendapat bahwa pengertian latar cerita adalah gambaran tentang tempat, waktu, dan situasi terjadinya peristiwa.

Semakin jelas dan menarik latar yang digambarkan pengarang, latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah kualitas karyanya akan semakin tinggi. Sebaliknya, jika semakin kabur latar yang digambarkan, maka kualitas karya sastra akan semakin rendah. 7. Aminuddin (2013) Sementara itu, Aminuddin mengungkapkan bahwa pengertian latar cerita adalah berupa tempat, waktu, maupun peristiwa.

Sebagaimana tema, tokoh, dan penokohan, setting atau latar juga bersifat fiktif. Menurutnya, setting memiliki dua fungsi. Fungsi pertama yakni menggambarkan setting atau alur secara konkret atau dapat dilihat secara kasat mata. Sementara itu, fungsi kedua yakni fungsi psikologis yang menggambarkan latar atau setting secara abstrak atau tidak dapat dilihat secara kasat mata dan hanya bisa dirasakan saja.

8. Leo Hamalin dan Frederick R. Karel (dalam Aminuddin: 2013) Leo Hamalin dan Frederick R. Karel menjelaskan bahwa pengertian latar cerita karya sastra bukan hanya berupa tempat, waktu, peristiwa, suasana, serta benda-benda dalam lingkungan tertentu, melainkan juga dapat berupa suasana yang berhubungan dengan sikap, jalan pikiran, prasangka, maupun problem tertentu.

9. Tarigan (2011) Menurut Tarigan, pengertian latar cerita memiliki maksud dan tujuan yang dibagi menjadi tiga. Pertama, latar hadir untuk memperbesar keyakinan terhadap tokoh, gerak, serta tindakannya. Kedua, latar hadir karena memiliki relasi yang lebih langsung dengan arti keseluruhan dan arti yang umum di dalam suatu cerita. Terakhir, latar hadir untuk menciptakan atmosfer yang bermanfaat. Contohnya ketika seorang anak mendapatkan nilai buruk di sekolah, ia murung padahal sebentar lagi ia harus memilih universitas terbaiknya.

Tak hanya anak tersebut, orang tuanya merasa khawatir dan takut dengan nasib anaknya. Latar yang hadir di dalam cerita tersebut memiliki maksud dan tujuan. Baca Juga: • Pengertian Novel Menurut Para Ahli • Membuat Judul Buku dan Novel yang Menarik • Cara Riset untuk Menulis Novel • Ukuran Buku Novel Fungsi Latar Cerita Kini kita akan mempelajari mengenai fungsi latar cerita.

Tentu saja diciptakannya unsur di dalam karya sastra pasti memiliki fungsi, bukan? Lalu apa fungsi latar di dalam sebuah cerita atau karya sastra? Fungsi latar di dalam sebuah cerita pada dasarnya berisi mengenai ruang, waktu, serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam suatu cerita.

Fungsi adanya latar cerita adalah untuk memberikan suatu gambaran yang jelas supaya berbagai peristiwa yang terjadi di dalam jalannya cerita tersebut benar-benar terjadi atau memberikan informasi yang jelas mengenai situasi yang terjadi di dalam cerita tersebut. Setting atau pengertian latar cerita juga memiliki fungsi sebagai gambaran kepada pembaca tentang suasana yang benar-benar terjadi di dalam cerita tersebut. Latar ini berfungsi untuk memudahkan pembaca untuk membayangkan hal-hal yang digambarkan terhadap hasil karya sastra atau cerita tersebut.

Saat menulis cerita, penulis diharapkan mampu menampilkan sebuah latar atau setting dengan tepat dengan tujuan membuat cerita yang dibuat menjadi lebih kuat dan lebih hidup. Tanpa adanya sikap dari penulis mengenai latar, maka pembaca juga akan merasa kesulitan membayangkan adanya sebuah peristiwa yang terjadi di dalam jalannya cerita tersebut. Baca Juga: • 21 Jenis Novel Berdasarkan Genre • 6 Tips Sederhana Membuat Novel • 13 Cara Menjadi Penulis Profesional • Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel Macam-macam Latar Cerita Pengertian latar cerita yang berarti salah satu unsur penting di dalam karya sastra sudah kita ketahui bersama.

Pengertian latar cerita tak hanya mengenai waktu dan tempat terjadinya tetapi juga bagaimana suasana cerita yang meliputi kondisi intelektual tokoh dan masyarakatnya, bagaimana agama, moral, dan masih banyak lagi.

Latar cerita yang sudah dijelaskan di dalam pengertian latar cerita tersebut juga memuat berbagai macam latar yang dibagi berdasarkan jenisnya.

Macam-macam atau jenis-jenis latar tersebut antara lain: (1) latar waktu, (2) latar tempat, (3) latar suasana, (4) latar sosial, (5) latar alat, (6) latar belakang, dan (7) latar integral. Di bawah ini akan dijelaskan pengertian latar cerita menurut jenis-jenisnya tersebut.

1. Latar Waktu Latar waktu merupakan salah satu macam-macam latar cerita yang harus dimuat dalam sebuah karya sastra. Sesuai dengan namanya yakni latar waktu, maka di latar ini menggambarkan waktu di mana peristiwa di dalam cerita tersebut berlangsung.

Latar waktu juga kembali dibagi menjadi dua jenis yakni latar eksplisit dan latar implisit. a. Latar Eksplisit Latar eksplisit di dalam jenis pengertian latar cerita adalah latar waktu yang dijabarkan secara jelas di dalam sebuah cerita pada karya sastra. Biasanya, latar latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah eksplisit dituliskan dengan menyebutkan tanggal dan jam terjadinya peristiwa tersebut. Misalnya: Lina sudah berusaha menghubungi Dinda pada 7 Oktober 2020 pada pukul 18.00 WIB.

b.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Latar Implisit Sementara itu, latar implisit merupakan latar waktu yang tidak disebutkan secara langsung dan terperinci di dalam cerita tersebut dan juga tidak dituliskan kapan kejadian tepatnya. Biasanya, latar waktu implisit ini ditulis dengan kalimat: pada suatu hari, ketika itu, saat matahari terbit, saat matahari terbenam, dan lain sebagainya. 2. Latar tempat Macam-macam pengertian latar cerita yang selanjutnya adalah latar tempat. Latar tempat menunjukkan lokasi terjadinya suatu peristiwa.

Sama halnya seperti latar waktu, latar tempat juga dibagi atau bisa dijelaskan di dalam sebuah cerita dengan dua cara, yakni latar tempat eksplisit dan latar tempat implisit. a. Latar Eksplisit Latar eksplisit di dalam latar tempat biasanya dijelaskan secara detail dan jelas.

Misalnya: Ayah sudah sampai di Bandara Adi Sucipto. b. Latar Implisit Sementara itu, latar implisit di dalam latar tempat tidak dijelaskan dan tidak dituliskan dengan jelas, melainkan hanya menuliskan gambaran tempat saja. Misalnya: Orang itu tinggal di sebuah gubuk tak berjendela. 3. Latar Suasana Macam yang selanjutnya yakni latar suasana. Latar suasana merupakan salah satu macam-macam latar cerita yang menunjukkan bagaimana kondisi batin tokoh atau pelaku di dalam cerita.

Di latar suasana ini biasanya juga memuat bagaimana situasi dan kondisi lingkungan tokoh tersebut berada. Meski demikian, latar suasana ini kebanyakan tidak dijelaskan atau dituliskan secara detail dan gamblang pada sebuah cerita. Latar suasana biasanya disampaikan secara deskriptif di dalam sebuah karya sastra. Misalnya ketika tokoh di dalam cerita tersebut merasa terpuruk dan sedih, penulis tidak menggambarkannya dengan menulis bahwa tokoh tersebut sedih.

Contoh: Kakaknya yang paling tua masih belum bisa berkata-kata menghadapi kenyataan bahwa adiknya sudah tiada. Ia hanya duduk termenung sembari menundukkan kepalanya.

Sesekali, ia mengusap air mata yang jatuh di pipinya. 4. Latar Sosial Macam-macamnya yang keempat adalah latar sosial. Di dalam sebuah cerita, biasanya memuat latar sosial yang isinya menerangkan status sosial tokoh di dalam cerita tersebut atau bagaimana perilaku sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Misalnya dalam sebuah cerita dikisahkan tokoh yang merupakan anak sulung dan jadi tulang punggung keluarganya. Di situ, dikisahkan tokoh ini menjadi orang yang kuat dan diandalkan karena memang tak ada orang lain selain dirinya.

Tetapi ia tetap bisa bersekolah dengan baik meski kondisi keluarganya serba terbatas. 5. Latar Alat Latar pada pengertian latar cerita yang selanjutnya adalah latar alat. Latar alat ini menerangkan apa saja barang-barang atau alat-alat yang dipakai sebagai pendukung karakter tokoh di dalam cerita. Tak hanya biasa dipakai sebagai pendukung karakter dalam kehidupan sehari-harinya, barang atau alat yang dipakai ini juga ada saat tokoh memecahkan masalah.

Berbagai barang yang dipakai atau ada pada tokoh yang memerankan karakter di dalam cerita disebut latar alat. Misalnya ponsel tokoh, barang apa yang biasa dipakai, pedang, alat mandi, dan lain sebagainya. 6. Latar Belakang Setting latar belakang ini biasanya ditulis oleh penulis agar pembaca mampu mengetahui bagaimana latar belakang kisah atau cerita di dalam karya sastra tersebut terjadi.

Biasanya, latar ini menceritakan bagaimana terjadinya dan sejarah konflik di dalam cerita bisa terjadi. Fokusnya adalah pesan yang disampaikan akan mengandung moral dan amanat yang bisa dipetik.

7. Latar Integral Terakhir, di dalam pengertian latar cerita terdapat latar integral. Latar integral merupakan latar yang jadi bagian paling penting untuk mendukung waktu dan tempat penting terjadinya cerita. Misalnya cerita yang memuat mengenai peristiwa sejarah yang terjadi pada tahun 1800-an. Saat itu, belum ada teknologi, alat transportasi memadai, dan listrik, sehingga tokoh harus melakukan komunikasi menggunakan surat, melakukan perjalanan dengan naik kuda atau kerbau karena tidak ada transportasi modern seperti motor atau mobil, dan lain sebagainya.

Baca Juga: • Apa itu Prosa? Kenali Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap • Pengertian Dongeng dan Jenis-jenisnya • Pengertian Fabel dan Ciri-Cirinya • Tips Menumbuhkan Minat Baca • Pengertian dan Cara Membuat Audiobook Contoh Latar Cerita Pengertian latar cerita, fungsi, dan jenis latar cerita sudah kita ketahui bersama. Saat ini, ketahui juga beberapa contoh latar cerita yang akan dibahas di bawah ini. 1. Latar Waktu Eksplisit: – Pagi ini saya sudah bangun dan bersiap memulai aktivitas.

– Besok hari Jumat, ayah berjanji untuk datang. Implisit: – Saat matahari tenggelam, ia menutup pintu rumahnya. – Tepat saat ayam berkokok, aku berusaha membuka mataku. 2. Latar Tempat Eksplisit: – Kami sama-sama lahir dan besar di Kota Bandung. – Memilih untuk pergi ke kantin adalah pilihan Tina ketika merasa bosan dengan pekerjaannya.

Implisit: – Sang gajah terjebak di hamparan pasir yang luas. – Semua koleksi motor ayahku tersimpan rapi di tempatnya. 3. Latar Suasana – Yuna langsung menundukkan kepala dan kakinya tiba-tiba lemas. Ia memegang dadanya dan menitikkan air mata setelah melihat korban kecelakaan itu.

– Dengan senyum dan badan yang tegap, Surya maju ke depan untuk menerima penghargaan yang diperolehnya. 4. Latar Sosial – Menyadari kondisinya saat ini, Agung hanya bisa pasrah.

Ia berjanji untuk tetap menjaga adik-adiknya dan membagi waktunya antara bekerja paruh waktu, mengurus keluarga, dan sekolah untuk dapat bertahan hidup setelah kehilangan kedua orang tuanya. – Bianka bisa memilih pakaian dan barang apa saja yang ia inginkan. Tak perlu susah payah mencari uang, semua fasilitas yang dimilikinya sangat mempermudah untuknya memiliki banyak hal yang diinginkan.

5. Latar Alat – Si kakek terus berjalan menggunakan tongkatnya sembari mencari di mana ayam piaraannya pergi. – Pulpen yang dipegang Anita tiba-tiba terjatuh saat ia menerima telepon dari suara yang tak pernah ia duga sebelumnya.

Artikel Terkait: • Teknik Memilih Sudut Pandang (PoV) • Langkah Mudah Menulis Novel • Tips Menemukan Ide untuk Menulis • 20 Penulis Novel TerkenalMENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 4.1.

Sebarkan ini: Latar atau tumpu “setting” cerita adalah gambaran tempat waktu, atau segala situasi di tempat terjadinya peristiwa. Latar ini erat hubungannya dengan tokoh atau pelaku dalam suatu peristiwa. Oleh sebab itu, latar juga sangat mempengaruhi suasana peristiwa, pokok persoalan latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah cerita dan tema cerita.

• Menurut Kusnadi Dkk “2009:60” Latar tempat atau latar waktu dalam karya sastra akan mempengaruhi inti cerita dan pengambilan nilai-nilai yang ingin diungkapkan pengarang. • Menurut KBBI “2001:501” Latar ialah keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra.

• Menurut Suparmin “2009:54” Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud latar ialah tempat, waktu dan suasana yang digunakan dalam suatu cerita yang akan mempengaruhi inti cerita dan pengambilan nilai-nilai yang ingin diungkapkan pengarang, melingkupi keadaan pelaku dalam sebuah cerita. Jenis-Jenis Latar Jenis atau macam-macam latar diantaranya sebagai berikut ini: • Latar Waktu Yaitu saat dimana tokoh ataupun si pelaku melakukan sesuatu pada saat kejadian peristiwa dalam cerita yang sedang telah terjadi.

Seperti misalnya: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, dizaman dulu, dimasa depan dan lain sebagainya. • Latar Tempat Yaitu dimana tempat tokoh atau si pelaku mengalami kejadian atau peristiwa didalam cerita. Seperti misalnya: didalam bangunan tua, di sebuah gedung, dilautan, didalam hutan, di sekolah, disebuah pesawat, di ruang angkasa dan lain sebagainya.

• Latar Suasana Yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si pelaku melakukan sesuatu. Seperti misalnya: saat galau, gembira, lelah dan lain sebagainya. • Latar Alat Yaitu peralatan apa saja yang diperlukan atau dipakai si pelaku dalam suatu cerita, seperti misalnya: tombak, pistol, pedang, buku, pulpen dan lain sebagainya. Fungsi Latar Fungsi dari latar sendiri yaitu untuk memberikan suatu gambaran yang jelas supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi pada suatu karya sastra benar-benar terjadi atau memberikan informasi yang jelas mengenai situasi didalam sebuah cerita.

Contoh Latar Cerita Batu Golog Cerita dari Nusa Tenggara Barat Pada zaman dahulu di Daerah Padamara dekat Sungai Sawing, hiduplah sebuah keluarga miskin.

Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan ke desa-desa menawar-kan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah menumbuk padi, maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi.

latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah

Kedua anaknya ditaruhnya di atas sebuah batu ceper di dekat tempat ia bekerja. Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat anaknya duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: “Ibu batu ini makin tinggi.” Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja dan tidak menghiraukan anaknya.

Dijawabnya, “Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk,” kata Inaq tanpa memerhatikan anaknya. Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi. Batu Goloq itu makin lama makin tinggi.

Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Barulah Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq. Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan, doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib.

Dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya. Batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian kedua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh, sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.

Sementara kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia, maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya. Demikianlah pembahasan mengenai Latar Cerita adalah: Contoh, Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis dan Fungsi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: • Pengertian Unsur Intrinsik Terlengkap • Pengertian Cerita Daerah Beserta Jenis Dan Unsurnya • Pengertian, Ciri, Dan Jenis Dongeng Beserta Contohnya Terlengkap • 9 Pengertian Dongeng Menurut Para Ahli Terlengkap Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, SMA, SMK Ditag apa itu alur, apa itu alur cerita, apa itu amanat cerita, apa itu latar waktu, apa yang dimaksud dengan amanat dalam dongeng, apa yang dimaksud dengan latar sezaman, apa yang dimaksud latar waktu, apa yang dimaksud plot atau alur cerita, apa yg dimaksud latar suasana, apakah yang dimaksud dengan tema cerita, apakah yang dimaksud dengan tokoh antagonis, arti alur cerita, arti latar cerita adalah, berikut unsur intrinsik cerita kecuali, buatlah satu cerita rakyat yang anda ketahui, contoh cerita fantasi latar lintas waktu masa lampau, contoh cerita fantasi latar sezaman, contoh judul cerita fabel, contoh kalimat latar suasana, contoh kalimat latar tempat, contoh latar belakang cerita, contoh latar cerita, contoh latar cerita adalah, contoh latar cerita dalam cerpen, contoh latar cerita fantasi, contoh latar dalam cerita, contoh latar sosial, contoh latar sosial dalam cerpen, contoh latar sosial dalam novel persahabatan, contoh latar sosial seni, contoh latar suasana, contoh latar suasana bahasa jawa, contoh latar suasana dalam cerita fantasi, contoh latar suasana dalam fabel, contoh latar tempat, contoh latar waktu dalam paragraf, contoh penggambaran latar, contoh setting, contoh soal latar cerita, contoh soal latar sosial dalam cerpen, contoh soal menentukan latar cerita, contoh soal tentang latar cerita, jelaskan jenis-jenis alur dalam hikayat, jelaskan pengertian alur dalam sebuah cerita, jelaskan pengertian penokohan, jelaskan yang dimaksud ide cerita, jenis cerita fantasi berdasarkan latar cerita adalah, jenis suasana, kategori cerita fantasi ditinjau dari latar cerita adalah, kutipan cerpen, latar adalah, latar adalah brainly, latar belakang cerita adalah, latar cerita adalah brainly, latar cerita fiksi, latar dalam cerita adalah, latar dalam sebuah cerita adalah, latar dari cerita adalah, latar disertai bukti yang tepat dalam cerita adalah, latar dlm cerita adalah, latar keadaan yang melingkupi terjadinya peristiwa cerita adalah, latar merupakan keterangan yang berhubungan dengan, latar suasana cerpen, latar suatu cerita adalah, latar suatu cerita terdiri atas, latar sudut pandang penceritaan, latar tempat adalah, latar tempat dalam cerita adalah, latar tempat penggalan cerita tersebut adalah, latar waktu cerita adalah, macam macam latar, macam macam latar cerita adalah, macam macam latar suasana, macam-macam latar dalam cerita rakyat, menentukan latar cerita, pengembangan latar cerita, pengertian alur, pengertian amanat, pengertian dari latar cerita, pengertian latar cerita adalah, pengertian latar cerita menurut para ahli, pengertian latar dalam drama, pengertian latar waktu menurut para ahli, pengertian penokohan, pengertian sudut pandang, penjelasan tokoh dan wataknya, pergi ciko membuat orang tuanya cemas, pesan dalam cerpen disebut, sebut dan jelaskan macam-macam alur cerita, sebutkan ciri-ciri pesan moral, latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah contoh latar tempat dalam cerita fabel, sebutkan contoh latar waktu dalam cerita, sebutkan dua unsur cerpen, sebutkan jenis alur dan jelaskan, sebutkan macam-macam sifat manusia, sebutkan tentang berbagai jenis alur, sebutkan unsur intrinsik dalam sebuah cerita, sebutkan unsur-unsur intrinsik pada cerpen, setting artinya, tema cerita adalah, tempat dimana tokoh atau si pelaku, terangkan pengertian gaya bahasa, terangkan pengertian koda, terangkan pengertian latar, tuliskan tiga cara melestarikan lingkungan, unsur intrinsik suatu cerita adalah, watak tokoh adalah, yang dimaksud dengan latar cerita adalah, yang dimaksud latar cerita adalah, yang tidak termasuk latar cerita adalah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita diatas adalah – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com

Biasanya, karya sastra memuat sebuah tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, serta sudut pandang. Menurut Burhan Nurgiyantoro dalam Teori Pengkajian Sastra (2009:23), unsur instrinsik didefinisikan sebagai penyusun karya yang identitasnya terdapat dalam karya itu sendiri. Baik secara jelas (eksplisit), maupun tidak (implisit), biasanya pembaca dapat mengetahui unsur-unsur tersebut setelah membaca tulisan terlebih dahulu. Di antara beberapa unsur ini, terdapat salah satu pembangun yang disebut latar.

Latar dibagi menjadi tiga jenis, yaitu latar waktu, suasana, dan tempat. Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam menggambarkan kondisi tokoh, lingkungan atau kejadian, dan kapan peristiwa itu berlangsung.

Sebenarnya, pemahaman latar bukan hanya dipakai untuk memahami informasi dalam karya sastra saja (implisit dan ekspilsit). Namun, bisa juga untuk mengetahui sesuatu yang terjadi dalam berita, tulisan sejarah, dan lain-lain (kebanyakan eksplisit). Lantas, apa arti tiga jenis latar ini? Pengertian Latar Waktu, Suasana, dan Tempat Dalam buku Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Untuk SMA & MA Kelas X (halaman 25-26) yang diterbitkan Grasindo, latar waktu merupakan penggambaran kapan peristiwa dalam sebuah karya itu berlangsung.

Sementara latar suasana adalah kondisi batin tokoh (perasaan individu) dan fisik sekitar (kondisi lingkungan) yang bisa membawa pembaca mengetahui bagaimana perasaan dalam tulisan. Sedangkan latar tempat mengungkapkan di mana lokasi terjadinya sebuah cerita yang ditulis pengarang. Penulis biasanya memiliki pilihannya masing-masing ketika ingin mencantumkan ketiga latar ini, mulai dari penggambaran langsung melalui kata-kata (eksplisit) hingga memberikan isyarat tertentu agar pembaca bisa menelaahnya sendiri (implisit).

Berikut ini contoh latar dalam pelajaran bahasa Indonesia. Contoh Latar Waktu Eksplisit: 1. Setiap pagi saya mandi. 2. Dua tahun lalu kamu meninggalkanku. 3. Bapak pulang kampung besok. 4. Tiap malam saya begadang. 5. Tahun depan Budi pindah ke luar negeri. Implisit: 1. Monica berangkat sekolah ( pagi hari). 2. Ayam berkokok ( waktu fajar). 3. Sebulan ini saya tidak boleh makan dan minum ( bulan Ramadan).

4. Adzan maghrib terdengar ( sekitar jam 6 sore). 5. Besok, semua orang akan saling memaafkan ( Hari Raya Idul Fitri). Contoh Latar Suasana Eksplisit: 1. Saya sangat senang melihat Anda. 2. Ibu sedih melihat saya nakal. 3. Budi merasa cemas karena tidak mengerjakan PR. 4. Guru olahraga itu marah ketika siswanya malas. 5. Saya dan adik saya takut menonton film horor.

Implisit: 1. Di sini tidak ada orang ( sepi). 2. Pestanya terlalu banyak orang ( ramai). 3. Kedua pasangan itu saling berpegangan tangan ( romantis). 4. Para tentara diam-diam memantau musuhnya ( sunyi). 5. Semua binatang di Ragunan bersuara ( berisik). Contoh Latar Tempat Eksplisit: 1. Saya berada di Jakarta.

2. London adalah tempat kelahiran saya. 3. Perpustakaan itu ada di ujung lorong. 4. Ruangan itu penuh hantu. 5. Sekarang saya belajar di rumah. Implisit: 1. Seluruh buku tersusun rapi di sini ( perpustakaan). 2. Saya dikelilingi pohon setiap berjalan ( hutan). 3. Di atas pasir kami melihat matahari dan hamparan ombak ( pantai). 4. Saya tinggal di bawah atap surga ( rumah).

5. Lalu lalang kereta terdengar jelas di sini ( dekat rel).

Presentasi Resume Teks Cerita Sejarah dan Novel Sejarah




2022 www.videocon.com