Anemia adalah

anemia adalah

Kurang darah juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah.

anemia adalah

Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan asupan zat besi dari makanan, hemoglobin akan terganggu. Dikutip dari Mayo Clinic, jumlah darah merah (eritrosit) normal anemia adalah laki-laki berjumlah 4,32 – 5,72 juta sel/mcL dan perempuan sebanyak 3,90 – 5,02 juta sel/mcL.

Sementara itu, kadar hemoglobin normal untuk laki-laki adalah 13,2 – 16,6 gram/dL dan 11,6 – 15,0 gram/dL untuk perempuan.

Apabila, kurang dari itu, Anda juga bisa disebut kurang darah. Meski begitu, angka normal hemoglobin dapat berbeda-beda tergantung alat pemeriksaan yang digunakan oleh anemia adalah tersebut.

Jika Anda memiliki anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah yang mengandung banyak oksigen. Akibatnya, Anda mungkin merasa cepat lelah atau lemah. Anda juga mungkin mengalami gejala lain, seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala. Seberapa umum kondisi ini? Kondisi ini sangat umum terjadi dan dapat memengaruhi lebih dari 1,6 miliar orang di dunia.

anemia adalah

Wanita dan anemia adalah dengan penyakit kronis, seperti kanker, memiliki risiko tertinggi terkena kondisi ini. Kondisi kekurangan darah yang parah atau berlangsung lama dapat merusak jantung, otak, dan organ lain dalam tubuh Anda.

Tak jarang kondisi ini dapat menyebabkan kematian apabila sudah parah. Gejala Apa saja tanda dan gejala anemia?

Anemia pada taraf ringan mungkin tidak memunculkan gejala yang begitu berarti. Namun, umumnya, gejala anemia adalah: • Merasa mudah marah • Merasa lemah atau lelah lebih sering dari biasanya • Sakit kepala • Sulit berkonsentrasi atau berpikir Namun, kondisi ini bisa semakin parah apabila tidak kunjung ditangani.

Jika semakin memburuk, gejala kurang darah yang muncul bisa lebih berat, seperti: • Warna putih pada bagian dalam kelopak mata bawah • Kuku jari kaki dan tangan rapuh • Punya keinginan makan makanan tidak bernutrisi yang disebut sebagai pica (seperti makan es batu atau tanah) • Merasa pusing saat berdiri • Warna kulit pucat • Sesak napas Kapan saya harus ke dokter?

Apabila merasa mudah lelah tanpa aktivitas berat atau bahkan tanpa alasan tertentu, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter.

Terutama jika Anda mengalami gejala-gejala anemia adalah atas. Meski begitu, Anda belum tentu anemia sekalipun mengalami gejala di atas. Rasa lelah umumnya bisa jadi karena kadar hemoglobin rendah. Ini merupakan tanda awal Anda mungkin kekurangan zat besi atau penyebab lain. Anda bisa saja tak menyadari kadar Hb rendah. Hal ini umumnya diketahui ketika seseorang hendak melakukan donor darah tapi tak memenuhi kualifikasi karena anemia adalah yang rendah.

Periksakanlah ke dokter untuk penanganan dasar lebih lanjut. Penyebab Apa penyebab anemia? Penyebab anemia adalah kurangnya produksi sel darah merah. Ada banyak organ tubuh yang ikut bertanggung jawab untuk membantu membuat sel darah merah. Namun, sebagian besar pekerjaan ini dilakukan di sumsum tulang. Sumsum adalah jaringan lunak di tengah tulang yang membantu membentuk semua sel darah. Sel-sel darah merah yang masih muda umumnya dapat bertahan antara 90 – 120 hari.

Secara alami, tubuh kemudian akan mengganti sel-sel darah tua dan sudah rusak. Proses ini semua diatur oleh hormon erythropoietin (EPO) anemia adalah dibuat di ginjal. Hormon ini akan memberikan sinyal kepada sumsum tulang Anda untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Pada kebanyakan kasus, anemia disebabkan oleh kadar hemoglobin yang tidak mencukupi. Jenis-Jenis Jenis anemia berdasarkan penyebab Saat ini. ada lebih dari 400 jenis anemia yang telah teridentifikasi. Anemia akibat kekurangan zat besi, alias defisiensi besi adalah yang paling umum terjadi di seluruh dunia.

Berikut ini adalah pembagian jenis-jenis anemia. anemia adalah. Akibat kurang produksi sel darah merah • Anemia defisiensi zat besi, t erjadi karena kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi telah menurun. • Anemia kekurangan vitamin B-12 dan folat • Anemia karena penyakit kronis, seperti penyakit ginjal, leukemia atau kanker darah lainnya, lupus, HIV, dan rheumatoid arthritis. • A nemia akibat efek samping kemoterapi, menyebabkan produksi sel darah merah dalam tubuh berhenti sementara.

• Anemia aplastik adalah kondisi kekurangan darah merah akibat kegagalan fungsi sumsum tulang. 2. Akibat kehilangan darah merah • A nemia akibat kehilangan darah akut, bisa terjadi karena pembedahan, trauma, atau perdarahan akut dari luka • Anemia kehilangan darah kronis, dapat terjadi karena menstruasi berat (menorrhagia) atau karena perdarahan saluran pencernaan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi. 3. Akibat kerusakan sel darah merah • Anemia karena keturunan bisa terjadi akibat struktur hemoglobin atau sel darah merah berubah, sehingga membuatnya lebih rapuh atau berumur pendek, seperti anemia sel sabit, talasemia, defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase ( G6PD), defisiensi piruvat kinase, elliptocytosis herediter, dan spherocytosis herediter.

• Anemia hemolitik alloimun adalah jenis kurang anemia adalah akibat golongan darah yang tidak kompatibel. Ini bisa terjadi melalui reaksi transfusi atau pada kehamilan ketika darah ibu Anemia adalah dan darah janin Rh-positif.

• Anemia hemolitik autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh kekeliruan sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang dan menghancurkan sel darah merah. • Anemia induksi obat, terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap efek obat antibiotik. • Anemia hemolitik mekanis adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan fisik pada sel darah merah. Faktor pemicunya dapat berupa efek alat medis, tekanan darah tinggi, atau bahkan aktivitas berat. • Hemoglobinuria nokturnal paroksismal adalah jenis kekurangan darah yang terjadi ketika tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat.

Selain itu tubuh juga membuat setiap jenis sel darah terlalu sedikit. Faktor Risiko Siapa saja yang berisiko mengalami kurang darah? Faktor-faktor ini akan meningkatkan risiko Anda anemia adalah penyakit anemia: • Pola makan kurang vitamin atau kadar nutrisi tertentu, seperti zat besi atau vitamin B12 • Gangguan usus, seperti penyakit celiac dan penyakit Crohn • Menstruasi • Kehamilan • Punya penyakit kronis, seperti kanker, ginjal atau gagal hati.

• Riwayat keluarga • Faktor-faktor lain seperti pernah mengalami infeksi tertentu, penyakit darah, gangguan autoimun, alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, juga dapat menurunkan produksi sel darah merah Komplikasi Apa komplikasi yang mungkin terjadi? Jika tidak diobati, gangguan ini anemia adalah menyebabkan masalah kesehatan serius. Beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat anemia yang tak ditangani adalah: • Kelelahan berat. Anda mungkin akan mudah lelah sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas sehari-hari.

Anda mungkin terlalu lelah untuk bekerja atau bahkan beraktivitas ringan • Masalah jantung. Kondisi kekurangan darah ini dapat menyebabkan aritmia, yaitu denyut jantung yang cepat atau tidak teratur. Jantung Anda harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kekurangan oksigen dalam darah.

Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif. • Kematian. Beberapa kondisi keturunan, seperti anemia sel sabit, bisa menjadi serius dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Kehilangan banyak darah dengan cepat dan parah dapat berakibat fatal. Diagnosis & Pengobatan Bagaimana cara mendiagnosis anemia? Cara dokter mendiagnosis penyakit anemia adalah dengan lebih dulu memeriksa kondisi fisik pasien tersebut, dengan mencari tahu gejala-gejala yang muncul.

Jika gejala yang Anda rasakan dicurigai sebagai kurang darah, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap (juga disebut CBC, complete blood count) yang dapat menunjukkan jika Anda memiliki anemia normositik.

Jika tes darah lengkap Anda menunjukkan rendahnya jumlah sel darah merah yang berukuran normal, dokter mungkin akan merekomendasikan lebih banyak tes lanjutan untuk memastikan diagnosis secara resmi. Jika Anda lahir dengan kondisi ini, anggota keluarga yang lain juga mungkin perlu diuji.

Tes lain untuk mendiagnosis anemia adalah: • Tes kadar zat besi, vitamin B12, asam folat, dan vitamin dan mineral lainnya • Tes jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin • Tes jumlah retikulosit Tes-tes lain mungkin dilakukan untuk menemukan masalah medis yang dapat menyebabkan Anda mengalami kekurangan darah. Anemia adalah cara baca hasil diagnosis?

Pada orang dewasa, kondisi anemia dapat ditandai dengan jumlah darah yang dibawa batas normal. Berikut adalah jumlah normal darah orang dewasa: • Hemoglobin (Hb) laki-laki 13,2 – 16,6 gram/dL dan perempuan 11,6 – 15,0 gram/dL • Hematokrit laki-laki: 40 – 52%; wanita 35 – 47% Setelah mendiagnosis dan hasilnya positif, dokter Anda mungkin merujuk Anda ke ahli hematologi, seorang dokter yang berspesialisasi dalam gangguan darah, untuk menentukan penyebab tubuh yang kekurangan darah.

Apa tes medis lainnya yang dapat membantu diagnosis? Jika Anda dipastikan punya anemia, dokter Anda mungkin menganjurkan tes tambahan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Misalnya, defisiensi zat besi dapat disebabkan oleh perdarahan anemia adalah ulkus (luka), polip jinak di usus besar, kanker usus besar, tumor atau masalah ginjal.

Kadang mungkin perlu untuk mempelajari sampel sumsum tulang Anda untuk mendiagnosis kondisi kekurangan darah ini. Apa saja pilihan pengobatan untuk anemia? Pengobatan anemia umumnya dilakukan dengan tujuan mengatasi penyebab kekurangan darah Anda terlebih dahulu. Beberapa pengobatan dasar anemia yang akan dianjurkan dokter, biasanya: • Transfusi darah • Kortikosteroid atau obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh • Erythropoietin, obat yang membantu sumsum tulang Anda membuat lebih banyak sel darah • Suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin dan mineral lainnya Penyakit ini bisa menjadi sangat parah, kronis, atau bahkan fatal ketika jenisnya adalah yang diwariskan.

Namun, dengan pengobatan yang tepat, penyakit kekurangan darah yang paling parah sekalipun kemungkinan dapat diatasi. Pencegahan Bagaimana cara sederhana mengatasi dan mencegah anemia? Sering kali, Anda dapat mengatasi anemia dan mencegah kondisi kekurangan sel darah merah tanpa perlu perawatan medis khusus. Beberapa kondisi anemia memang tidak dapat dicegah. Namun, terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anemia defisiensi zat besi dan vitamin dengan cara memilih diet yang mencakup berbagai vitamin dan nutrisi, seperti: • Konsumsi zat besi • Konsumsi folat • Konsumsi vitamin B12 • Banyak konsumsi vitamin C staff, f.

(2017). Anemia – familydoctor.org. Retrieved 20 July 2020, anemia adalah https://familydoctor.org/condition/anemia/?adfree=true Anemia - NHLBI, NIH. (2019). Retrieved 20 July 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/anemia Anemia.

(2020). Retrieved 20 July 2020, from https://www.hematology.org/education/patients/anemia Office of Dietary Supplements – Iron. (2020). Retrieved 20 July 2020, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-HealthProfessional/ Office of Dietary Supplements – Folate. (2020). Retrieved 20 July 2020, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Folate-HealthProfessional/ Office of Dietary Supplements – Vitamin C. (2020). Retrieved 20 July 2020, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/ Anemia: MedlinePlus Medical Encyclopedia.

(2020). Retrieved 20 July 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000560.htm Complete blood count (CBC) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 20 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/complete-blood-count/about/pac-20384919 Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan.

Anemia adalah ini PakDosen akan membahas tentang Anemia? Mungkin anda pernah mendengar kata Anemia? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian menurut para ahli, kadar, tanda, proses, penyebab, akibat dan pencegahan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

8.1. Sebarkan ini: Anemia atau bahasa Yunani berarti tidak ada darah. Ini adalah penyakit tanpa darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin “Hb” dan sel darah merah dengan “sel darah merah” yang lebih rendah dari normal.

Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan jumlah sel darah merah, jumlah sel darah merah, dan karena itu tidak dapat membawa oksigen yang cukup ke jaringan perifer. Pengertian Anemia Menurut Para Ahli Berikut ini terdapat beberapa pengertian anemia menurut para ahli, antara lain: 1.

Tarwoto “2007” Anemia adalah suatu kondisi di mana sel-sel darah merah habis dan “tidak dapat bertindak sebagai pembawa oksigen ke semua jaringan karena mereka adalah massa sel darah merah atau hemoglobin dalam sirkulasi darah. 2. Bakta anemia adalah Karena anemia didefinisikan sebagai pengurangan jumlah sel darah merah, menurunkan kadar hemoglobin gagal berfungsi untuk memberikan oksigen yang cukup ke jaringan perifer.

3. Arisman “2007” Anemia adalah jumlah sel hemoglobin, hematokrit, dan darah merah subnormal. Anemia terjadi sebagai akibat dari kekurangan satu atau beberapa elemen makanan esensial yang dapat mempengaruhi perkembangan defisiensi.

Baca Lainnya : Paragraf Deduktif adalah 4. Budiyanto “2002” Anemia adalah suatu kondisi kekurangan sel darah merah seseorang “sel darah merah,” anemia dapat terjadi akibat kekurangan hemoglobin, yang juga berarti kurangnya oksigen sistemik.

Kadar Hemoglobin dan Kriteria Anemia Menurut WHO anemia adalah, kadar hemoglobin berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia adalah: • Pria: Hemoglobin <13 g / dL • Wanita Dewasa Non-Hamil: Hemoglobin <12 g / dL • Wanita hamil: Hemoglobin <11 g / dL • Anak-anak 6-14 tahun: Hemoglobin <12 g / dL • 6 bulan-6 tahun: Hemoglobin <11 g / dL Kriteria WHO untuk anemia berdasarkan kadar hemoglobin adalah: • Sangat ringan: Hb 10 g / dL hingga batas normal • Ringan: HB 8 g / dL hingga 9,9 g / dL • Sedang: Hb 6 g / dL hingga 7,9 g / dL • Berat: Hb <6 g / dL Departemen Kesehatan menetapkan kriteria anemia berikut: • Sangat ringan: Hb 11 g / dL hingga batas normal • Lampu: HB 8 g / dL hingga <11 g / dL • Sedang: HB 5 g anemia adalah dL hingga <8 g / dL • Berat: Hb <5 g / dL Tanda-Tanda Anemia Gejala anemia juga disebut sindrom anemia atau sindrom anemia.

Gejala umum anemia atau sindrom anemia adalah gejala yang terjadi pada semua jenis anemia dengan penurunan kadar hemoglobin di bawah titik tertentu. Gejala-gejala ini disebabkan oleh mekanisme kompensasi tubuh untuk anoksia pada organ target dan hilangnya hemoglobin. Ada tiga tanda umum anemia: “Kurniawan et al., 1998”. • Kusam, lemah, lelah, lelah, lalai “5L” • Sering mengeluh pusing atau pusing • Gejala selanjutnya adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit, dan telapak tangan membiru.

Gejala khas yang menjadi ciri setiap jenis anemia adalah “Handayani dan Haribowo, 2008”: • Anemia defisiensi besi: disfagia, atrofi papiler lidah, stomatitis • Anemia Kekurangan Asam Folat: Merah “Tan Buffy” • Anemia hemolitik: ikterus dan hepatosplenomegali • Anemia aplastik: Pendarahan kulit atau selaput lendir dan tanda-tanda infeksi Proses Terjadinya Anemia Mekanisme dasar anemia dalam tubuh disebabkan oleh tiga proses: kurangnya produksi normal sel darah merah oleh “pabrik”, kehilangan sejumlah besar sel darah merah, dan penghancuran sejumlah besar sel darah merah di tubuh.

Munculnya anemia mencerminkan kegagalan sumsum tulang, kehilangan sel darah merah yang berlebihan, atau keduanya. Baca Lainnya : Fiksi Adalah Disfungsi sumsum tulang terjadi karena kekurangan gizi, keracunan, tumor, atau sebagian besar penyebab yang tidak diketahui.

Dalam kasus terakhir, sel darah merah dapat hilang dengan perdarahan atau hemolisis (kerusakan). Masalahnya bisa karena efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan resistensi sel darah merah normal, atau beberapa faktor selain sel darah merah yang menyebabkan penghancuran sel darah merah.

Lisis sel darah merah (lisis) terjadi terutama pada fagosit atau sistem retikuloendotelial, terutama di hati dan limpa. Sebagai produk sampingan dari proses ini, anemia adalah yang dibentuk oleh fagosit memasuki aliran darah. Peningkatan penghancuran sel darah merah (hemolisis) segera direplikasi oleh peningkatan bilirubin plasma (konsentrasi biasanya di bawah 1 mg / dl). Pada tingkat 1,5 mg / dl, penyakit kuning terjadi di sklera.

Penyebab Anemia Faktor-faktor yang menyebabkan anemia defisiensi besi meliputi: Kekurangan zat besi dalam makanan yang dikonsumsi. Diare kronis, malabsorpsi zat besi akibat pembedahan spesifik pada saluran pencernaan seperti lambung (penyerapan zat besi kurang optimal). Zat besi diserap dari saluran pencernaan.

Paling sering zat besi diserap dari usus kecil bagian atas, terutama duodenum. Ketika gangguan pencernaan terjadi, penyerapan anemia adalah besi dari saluran pencernaan kurang optimal. Ini menyebabkan kekurangan zat besi dalam tubuh dan mencegah pembentukan sel darah merah. Siswa yang menderita anemia atau kekurangan darah kurang termotivasi untuk belajar karena mereka mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Tingkat hemoglobin yang rendah dari seorang siswa mengurangi kemampuan belajar dan daya tahannya. Akibatnya, sebagaimana telah disebutkan, anemia secara tidak langsung mempengaruhi proses belajar siswa. Akibat yang Ditimbulkan Anemia Gejala anemia defisiensi besi: kelelahan, palpitasi (terutama saat berolahraga), sesak napas dan anemia adalah kepala (terutama saat berolahraga), konsentrasi dan sakit kepala yang buruk, pucat kulit, kram pada ekstremitas bawah, insomnia, lapar, kertas makan, Aneh hal-hal seperti es, atau kotoran (kondisinya dikenal sebagai “pica”), kuku ke atas, rasa sakit, dan luka di mulut.

Baca Lainnya : 7 Tata Urutan Perundang-Undangan dari Tertinggi Sampai Terendah Efek anemia dapat meningkatkan risiko infeksi karena sistem kekebalan tubuh terganggu. Anemia juga dapat memengaruhi keputusan kinerja akademik siswa.

Siswa yang mengalami anemia dapat mengalami penurunan belajar dan konsentrasi, yang dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak. Efek anemia adalah terjadi lebih luas, seperti kelelahan dan kerentanan terhadap serangan penyakit, dan tidak bercita-cita untuk aktivitas yang dapat diandalkan. Namun pada kenyataannya, siswa juga harus dapat melakukan banyak kegiatan. Selain itu, wanita memiliki kadar Hb lebih rendah daripada pria, sehingga lebih banyak siswa perempuan memiliki gejala anemia daripada siswa pria.

Pencegahan Anemia Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah anemia termasuk “Tarwoto et al, 2010” di bawah ini. • Makanan yang mengandung zat besi dari bahan hewani “daging, ikan, ayam, hati, telur” dan bahan nabati “sayuran hijau tua, kacang-kacangan, tempe”.

• Misalnya, banyak sumber makanan vitamin C seperti jambu biji, jeruk, tomat, dan nanas membantu meningkatkan penyerapan zat besi. • Minum satu tablet penguat darah setiap hari, terutama selama menstruasi. • Jika Anda mengalami tanda atau gejala anemia, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatannya. Demikian Penjelasan Materi Tentang Penyebab Anemia: Pengertian Menurut Para Ahli, Kadar, Tanda, Proses, Akibat dan Pencegahan Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi Sebarkan ini: • Facebook • Twit • WhatsApp Posting pada SMA Ditag akibat kelebihan zat besi, anemia gravis adalah, anemia hemolitik adalah, anemia kronis, anemia megaloblastik adalah, anemia menurut who 2018, anemia unspecified adalah, apa penyebab leukemia, apa yang dimaksud dengan thalasemia, apa yang dimaksud leukemia, bahaya anemia, berapakah jumlah keping darah pada manusia, buah untuk kurang darah, buku anemia pdf, cara mencegah penyakit anemia brainly, cara pencegahan penyakit anemia, ciri-ciri kekurangan sel darah merah, dampak anemia pada wanita usia subur, diagnosa anemia, diagnosa anemia pada anak, diagnosa keperawatan anemia, etiologi anemia, faktor anemia pada ibu hamil, gejala anemia defisiensi besi pada bayi, gejala anemia pada wanita, gejala dan penyebab thalasemia, gejala klinis anemia gizi besi, hal yang tidak boleh dilakukan penderita anemia, infografis anemia, jenis anemia, kanker darah hb rendah, kerangka teori anemia pada remaja, klasifikasi anemia, klasifikasi anemia menurut who 2018, klasifikasi anemia pada ibu hamil, klasifikasi anemia pdf, komplikasi anemia defisiensi besi, konjungtiva anemis adalah pdf, makalah anemia, makalah anemia kmb, makalah anemia pada remaja, makalah anemia pdf, makanan untuk anemia, obat anemia, obat anemia di apotik, obat penambah zat besi, pemeriksaan laboratorium anemia pdf, penatalaksanaan anemia, pencegah penyakit hipertensi, pencegahan anemia, pencegahan anemia pada remaja putri, pencegahan hemofilia, pencegahan penyakit thalasemia, pencegahan tekanan darah rendah, pengertian anemia menurut who 2017, pengobatan anemia, penyakit berupa darah sukar membeku dinamakan, penyebab anemia brainly, penyebab anemia pada anak, penyebab anemia pada ibu hamil, penyebab anemia pada remaja, penyebab anemia pdf, perbedaan darah rendah dan kurang darah, pertanyaan tentang anemia pada ibu hamil, prosedur pemeriksaan laboratorium anemia, sebutkan 3 penyakit pada peredaran darah, sebutkan 6 fungsi darah pada manusia, terapi anemia defisiensi besi
Kurang darah atau a nemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.

Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah. Anemia bisa terjadi sementara atau dalam jangka panjang dengan tingkat keparahan ringan sampai berat.

Anemia anemia adalah gangguan darah atau kelainan hematologi yang terjadi ketika kadar hemoglobin (bagian utama dari sel darah merah yang mengikat oksigen) berada di bawah normal. Orang dewasa dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobinnya di bawah 14 gram per desiliter untuk laki-laki dan kurang dari 12 gram per desiliter untuk wanita. Anemia dengan kadar hemoglobin di bawah 8 gram per desiliter sudah tergolong berat. Kondisi ini disebut dengan anemia gravis. Pengobatan anemia tergantung kepada penyebab yang mendasarinya, mulai dari konsumsi suplemen zat besi, transfusi darah, sampai operasi.

Penyebab Anemia Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh tidak mendapat cukup oksigen dan tidak berfungsi secara normal ( hipoksemia). Secara garis besar, anemia terjadi akibat tiga kondisi berikut ini: • Produksi sel darah merah yang kurang • Kehilangan darah secara berlebihan • Hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat Berikut ini adalah jenis-jenis anemia yang umum terjadi berdasarkan penyebabnya: 1.

Anemia akibat kekurangan zat besi Kekurangan zat besi membuat tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb). Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dalam makanan, atau karena tubuh tidak mampu menyerap zat besi, misalnya akibat penyakit celiac. 2. Anemia pada masa kehamilan Ibu hamil memiliki nilai hemoglobin yang lebih rendah, tetapi hal ini normal. Meski demikian, kebutuhan hemoglobin meningkat saat hamil sehingga dibutuhkan lebih banyak zat pembentuk hemoglobin, yaitu zat besi, vitamin B12, dan asam folat.

Bila asupan ketiga nutrisi tersebut kurang, maka dapat terjadi anemia yang bisa membahayakan ibu hamil maupun janin. 3. Anemia akibat perdarahan Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam waktu lama atau terjadi seketika. Penyebabnya bisa cedera, gangguan menstruasi, wasir, peradangan pada lambung, kanker usus, atau efek samping obat, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Anemia karena perdarahan juga bisa jadi merupakan gejala cacingan akibat infeksi cacing tambang yang menghisap darah dari dinding usus.

4. Anemia aplastik Anemia aplastik terjadi ketika kerusakan pada sumsum tulang membuat tubuh tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah dengan optimal.

Kondisi ini diduga dipicu oleh infeksi, penyakit autoimun, paparan zat kimia beracun, serta efek samping obat antibiotik dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis.

5. Anemia hemolitik Anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah lebih cepat daripada pembentukannya. Kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua, atau didapat setelah lahir akibat kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun, serta efek samping obat-obatan, seperti paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria.

anemia adalah. Anemia akibat penyakit kronis Beberapa penyakit dapat memengaruhi proses pembentukan sel darah merah, terutama bila berlangsung dalam jangka panjang.

anemia adalah

Beberapa di antaranya adalah penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS. 7.

anemia adalah

Anemia sel sabit ( sickle cell anemia) Anemia sel sabit disebabkan oleh mutasi (perubahan) genetik pada hemoglobin. Akibatnya, hemoglobin menjadi lengket dan berbentuk tidak normal, yaitu seperti bulan sabit. Seseorang bisa terserang anemia sel sabit jika kedua orang tuanya sama-sama mengalami mutasi genetik tersebut.

8. Thalasemia Thalasemia disebabkan oleh mutasi gen yang memengaruhi produksi hemoglobin. Seseorang dapat menderita thalasemia jika satu atau kedua orang tuanya memiliki kondisi yang sama. Gejala Anemia Gejala anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya.

Penderita anemia bisa mengalami gejala berupa: • Lemas dan cepat lelah • Sakit kepala dan pusing • Sering mengantuk, misalnya mengantuk setelah makan • Kulit terlihat pucat atau kekuningan • Detak jantung tidak teratur • Napas pendek • Nyeri dada • Dingin di tangan dan kaki Gejala di atas awalnya sering tidak disadari oleh penderita, namun akan makin terasa seiring bertambah parahnya kondisi anemia.

Kapan harus ke dokter Periksakan diri Anda ke dokter apabila merasa cepat lelah atau mengalami gejala anemia yang anemia adalah lama makin memburuk. Bila Anda menderita anemia yang memerlukan pengobatan jangka panjang atau bahkan rutin menerima transfusi darah, maka lakukan kontrol rutin ke dokter anemia adalah memantau perkembangan penyakit.

Konsultasikan dengan dokter jika mengalami kondisi yang dapat menimbulkan anemia, seperti penyakit ginjal, gangguan menstruasi, kanker usus, atau wasir. Bagi ibu hamil, menurunnya Hb merupakan hal yang normal. Anemia adalah menjaga kesehatan ibu dan janin, periksakan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan. Dokter kandungan akan memberikan suplemen untuk mencegah anemia anemia adalah kehamilan.

Bila Anda menderita kelainan genetik yang dapat menyebabkan anemia, seperti thalasemia, atau memiliki keluarga yang menderita penyakit tersebut, disarankan untuk konsultasi dengan dokter sebelum berencana memiliki keturunan.

Diagnosis Anemia Untuk menentukan apakah pasien menderita anemia, dokter akan melakukan hitung darah lengkap. Melalui anemia adalah darah, dokter akan mengukur kadar zat besi, hematokrit, vitamin B12, dan asam folat dalam darah, serta memeriksa fungsi ginjal. Tujuan dari tes tersebut adalah untuk mengetahui penyebab dari anemia. Selain tes darah, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan lain untuk mencari penyebab anemia, seperti: • Endoskopi, guna melihat apakah lambung atau usus mengalami perdarahan • USG panggul, guna mengetahui penyebab gangguan menstruasi yang menimbulkan anemia • Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang, guna mengetahui kadar, bentuk, serta tingkat kematangan sel darah dari ‘pabriknya’ langsung • Pemeriksaan sampel cairan ketuban saat kehamilan guna mengetahui kemungkinan janin menderita kelainan genetik yang menyebabkan anemia Pengobatan Anemia Metode pengobatan anemia tergantung pada jenis anemia yang diderita pasien.

Perlu diketahui, pengobatan bagi satu jenis anemia bisa berbahaya bagi anemia jenis yang lain. Oleh karena itu, dokter tidak akan memulai pengobatan sebelum mengetahui penyebabnya dengan pasti. Beberapa contoh pengobatan anemia atau obat kurang darah berdasarkan jenisnya adalah: • Anemia akibat kekurangan zat besi Kondisi ini diatasi dengan mengonsumsi makanan dan suplemen zat besi.

Pada kasus yang parah, diperlukan transfusi darah. • Anemia pada masa kehamilan Kondisi ini ditangani dengan pemberian suplemen zat besi, asam folat, dan vitamin B12, yang dosisnya ditentukan oleh dokter. • Anemia akibat perdarahan Kondisi ini diobati dengan menghentikan perdarahan.

Bila diperlukan, dokter juga akan memberikan suplemen zat besi atau transfusi darah. • Anemia aplastik Pengobatannya adalah dengan transfusi darah untuk meningkatkan anemia adalah sel darah merah, atau transplantasi (cangkok) sumsum tulang bila sumsum tulang pasien tidak bisa lagi menghasilkan sel darah merah yang sehat. • Anemia hemolitik Pengobatannya dengan menghentikan konsumsi obat yang memicu anemia hemolitik, mengobati infeksi, mengonsumsi obat-obatan imunosupresan, atau pengangkatan limpa.

• Anemia akibat penyakit kronis Kondisi ini diatasi dengan mengobati penyakit yang mendasarinya. Pada kondisi tertentu, diperlukan transfusi darah dan suntik hormon eritropoietin untuk meningkatkan produksi sel darah merah. • Anemia sel sabit Kondisi ini ditangani dengan suplemen zat besi dan asam folat, cangkok sumsum tulang, dan pemberian kemoterapi, seperti hydroxyurea. Dalam kondisi tertentu, dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan antibiotik.

• Thalassemia Dalam menangani thalassemia, dokter dapat melakukan transfusi darah, pemberian suplemen asam folat, pengangkatan limpa, dan cangkok sumsum tulang.

Komplikasi Anemia Jika dibiarkan tanpa penanganan, anemia berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti: • Kesulitan melakukan aktivitas akibat kelelahan • Masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung ( aritmia) dan gagal jantung • Gangguan pada paru-paru, seperti hipertensi pulmonal • Komplikasi kehamilan, antara lain kelahiran prematur atau bayi terlahir dengan berat badan rendah • Gangguan proses tumbuh kembang jika anemia terjadi pada anak-anak atau bayi • Rentan terkena infeksi Pencegahan Anemia Beberapa jenis anemia, seperti anemia pada masa kehamilan dan anemia akibat kekurangan zat besi, dapat dicegah dengan pola makan kaya nutrisi, terutama: • Makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti daging, sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, roti, dan buah-buahan • Makanan kaya vitamin B12, seperti susu dan produk turunannya, serta makanan berbahan dasar kacang kedelai, seperti tempe dan tahu • Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya jeruk, melon, tomat, dan stroberi Selain dengan makanan, anemia akibat kekurangan zat besi juga dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi secara rutin.

Kadar Hb normal setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia dan jenis kelaminnya.

anemia adalah

Berikut adalah kisaran nilai Hb normal: • Laki-laki dewasa: 13 g/dL (gram per desiliter) • Wanita dewasa: 12 g/dL • Ibu hamil: 11 g/dL. • Bayi: 11 g/dL • Anak usia 1–6 tahun: 11,5 g/dL • Anak dan remaja usia 6—18 tahun: 12 g/dL Untuk mengetahui apakah asupan nutrisi Anda sudah cukup, diskusikanlah dengan dokter spesialis gizi. Bila keluarga Anda menderita anemia adalah akibat kelainan genetik, seperti anemia sel sabit atau thalasemia, konsultasikanlah dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan agar kondisi ini tidak terjadi pada anak.

Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada di bawah nilai normal (kurang darah). Nilai normal hemoglobin pada pria dewasa 13- 17,5 gr/dl dan pada wanita dewasa 12-15,5 gr/dl. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen.

Jika seseorang kekurangan sel darah merah, atau hemoglobin yang normal, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya tumbullah gejala anemia. Gejala anemia seperti lemah, letih dan lesu terjadi karena organ-organ tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik, yaitu oksigen dan nutrisi.

Kurang darah (anemia) ini anemia adalah dengan darah rendah. Darah rendah merupakan rendahnya tekanan darah, sedangkan anemia adalah kurangnya sel darah merah anemia adalah hemoglobin seperti telah disebutkan di atas. Hal ini perlu perjelas di sini karena masih banyak pasien yang salah dalam mengartikan anemia (kurang darah). Penyebab Anemia Terdapat lebih dari 400 jenis anemia berdasarkan penyebabnya, yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: 1.

Kehilangan Darah Sel darah merah dapat hilang ketika seseorang mengeluarkan darah atau berdarah oleh sebab apapun seperti kecelakaan, terluka, dsb. Namun perdarahan dapat terjadi perlahan-lahan dalam jangka waktu yang panjang, dan ada kalanya tidak terdeteksi. Ini disebut sebagai pendarahan kronis yang biasanya disebabkan oleh : • Penyakit pencernaan seperti maag, wasir, gastritis (radang lambung), dan kanker • Penggunaan obat anti-inflamasi (OAINS) seperti aspirin atau ibuprofen, yang dapat menyebabkan gastritis dan perdarahan di saluran pencernaan.

• Menstruasi dan melahirkan pada wanita, terutama jika perdarahan menstruasi yang berlebihan. Baca juga: BAB Berdarah 2. Kurangnya Produksi Sel Darah Merah Anemia bisa terjadi karena kurangnya kuantitas dan kualitas sel darah merah, yakni kurangnya produksi sel darah merah atau terganggunya pembentukan hemoglobin. Selain itu mungkin juga terbentuk sel darah merah dan hemoglobin yang tidak bagus sehingga fungsinya tidak optimal.

Penyebab anemia jenis ini biasanya terkait dengan kekurangan mineral dan vitamin yang dibutuhkan dalam memproduksi sel darah merah dan hemoglobin. Kondisi yang terkait dengan penyebab anemia ini antara lain : • Anemia sel sabit • Anemia defisiensi besi • Kekurangan vitamin B12, asam folat • Masalah sumsum tulang dan stem cell • Kondisi kesehatan lain 3.

Kerusakan Sel Darah Merah Ketika sel-sel darah merah rapuh dan tidak dapat menahan stres rutin dari sistem peredaran darah, maka sel tersebut dapat pecah secara prematur dan menyebabkan anemia hemolitik. Anemia hemolitik dapat muncul saat lahir atau berkembang di kemudian hari, dan terkadang tidak diketahui penyebabnya. Penyebab anemia hemolitik yang telah diketahui antara lain : • Kondisi yang diwariskan anemia adalah, seperti anemia sel sabit, thalassemia, leukima, hemolisis. • Stres seperti infeksi, obat-obatan, racun ular atau laba-laba, atau makanan tertentu.

• Racun dari penyakit hati lanjut (liver kronis) atau penyakit ginjal. • Serangan yang tidak tepat oleh sistem kekebalan tubuh (disebut penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, ketika itu terjadi pada janin yang dikandung wanita hamil). • Cangkok vaskular, katup jantung prostetik, tumor, luka bakar parah, paparan bahan kimia, hipertensi berat, dan gangguan pembekuan darah.

• Dalam kasus yang jarang terjadi, pembesaran limpa dapat menjebak sel darah merah dan menghancurkan mereka sebelum waktunya beredar habis. Faktor Risiko Anemia Berbeda anemia adalah penyebab anemia, faktor risiko berikut ini meningkatkan peluang seseorang untuk terkena anemia : • Kekurangan vitamin.

Kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folat meningkatkan resiko anemia. • Gangguan usus. Gangguan usus akan mengganggu penyerapan nutrisi, seperti penyakit Crohn dan penyakit Celiac, akibatnya dapat meningkatkan risiko anemia.

anemia adalah

• Menstruasi. Wanita anemia adalah masih menstruasi risiko anemianya lebih besar daripada laki-laki dan wanita pasca menopause, karena menstruasi menyebabkan hilangnya sel darah merah. • Kehamilan. Ibu hamil memiliki risiko anemia defisiensi besi karena zat besi harus melayani peningkatan volume darah serta pembentukan hemoglobin janin.

• Penyakit kronis. Penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal atau hati, dll. Biasa berupa anemia defisiensi besi. • Riwayat keluarga. Memiliki penyakit anemia seperti anemia sel sabit. • Faktor-faktor lain. Riwayat infeksi tertentu, penyakit darah dan gangguan autoimun (Baca: Penyakit Lupus), alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, dan penggunaan beberapa obat dapat mempengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia. Baca juga: Anemia Pada Ibu Hamil Ciri-Ciri Atau Gejala Anemia Seseorang yang mengalami anemia bisanya memiliki ciri-ciri dan gejala anemia sebagai berikut : • Kelelahan • Lemah dan cepat capek • Pucat • Konjuctiva anemis atau terlihat lebih putih • Mudah mengantuk • Sakit kepala • Tangan dan kaki dingin • Pingsan • Pusing, terutama ketika orang tersebut berdiri • Sesak napas, terutama saat beraktivitas • Detak jantung cepat atau jantung berdebar, terutama pada anemia adalah beraktivitas.

• Nyeri dada • Penurunan konsentrasi dan daya ingat Gejala anemia terkadang tidak jelas, terutama pada orang muda yang secara fisik terlihat sehat, padahal tingkat hemoglobinnya bisa jatuh secara signifikan tanpa menunjukkan gejala anemia sama sekali.

Dalam kasus lain, gejala anemia dapat berkembang secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun. Kapan Harus Ke Dokter? Jika Anda mengalami beberapa gejala anemia seperti di atas sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan memeriksa lebih lanjut apakah benar Anda mengalami anemia atau penyakit lain yang memiliki gejala yang mirip.

Untuk mendiagnosis anemia, dokter akan merekomendasikan : 1. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan conjunctiva mata, pemeriksaan akral tangan dan kaki, pemeriksaan jantung (frekuensi detak jantung, irama jantung), paru-paru (pernafasan), hati, limpaginjal untuk menentukan tingkat keparahan.

2. Pemeriksaan Anemia adalah Lengkap (CBC) Pemeriksaan darah lengkap ( Complete Blood Count/ CBC) digunakan untuk menghitung jumlah anemia adalah darah merah, kekentalan darah (hemtokrit), hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ukuran dan bentuk sel darah merah dengan melihat MCH ( Mean Corpuscular Haemoglobin) dan MCHC ( Mean Corpuscular Haemoglobin concentration). Nilai Normal Hematokrit • Pria = 38,8-50% • Wanita = 34,9-44,5% Nilai Normal Hemoglobin (Hb) • Pria = 13-17,5 gram per desiliter (g/dl) • Wanita = 12-15,5 gram per desiliter (g/dl) Beberapa sel darah merah juga dapat diperiksa ukuran, bentuk dan warnanya.

Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan diagnosis. Sebagai contoh, pada anemia defisiensi besi, sel darah merah lebih kecil dan lebih pucat warnanya (anemia hipokrom mikrositer). Dalam kasus anemia defisiensi vitamin, sel darah merah berukuran besar dan jumlahnya sedikit (anemia megaloblastik). Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai anemia adalah. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan anemia adalah yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi saat seseorang tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Salah satu alasannya adalah terjadinya kekurangan zat besi dan vitamin Anemia adalah untuk membuat sel darah merah. Hemoglobin adalah protein yang terkandung dalam sel darah merah yang membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh.Hemoglobin dalam pembentukannya membutuhkan zat besi dan vitamin seperti vitamin mecobalamin (B12) dan asam folat (B9).

Pesan Sekarang Seseorang yang jumlah sel darah merahnya tidak cukup, tubuhnya akan kekurangan oksigen, sehingga tubuh lemas, lemah dan mengalami nafas pendek.

Tipe anemia akibat kekurangan B12 atau B6 menyebabkan tubuh menghasilkan sel darah merah yang berukuran lebih besar dari normalnya dan anemia adalah dapat berfungsi secara normal. Sel darah merah yang terlalu besar ukurannya sulit keluar dari sumsum tulang untuk masuk ke pembuluh darah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Anemia ini sering disebut anemia makrosistik atau anemia megaloblastik atau pernisiosa. Gejala Anemia Gejala anemia karena kekurangan asam folat dan mecobalamin sesara umum meliputi : • Kekurangan energi (Lemah, Letih, Lesu) • Kelemahan otot • Rasa lelah yang berlebihan • Kulit menjadi pucat atau kekuningan • Denyut jantung tidak teratur • Sesak • Pusing • Nyeri dada • Tangan dan keringat dingin • Perubahan personalitas • Kebingungan atau mudah lupa Penyebab Anemia Dua penyebab umum anemia megaloblastik adalah kekurangan vitamin B12 dan/atau folat.

Kedua nutrien ini penting dalam pembentukan sel darah merah yang sehat. Saat tubuh kekurangan salah satu atau keduanya, pembentukan sel darah merah akan terpengaruh. Hal ini menyebabkan pembelahan dan reproduksi sel darah merah menjadi tidak normal. • Kekurangan Vitamin B12 Vitamin B12 dapat ditemukan anemia adalah makanan seperti ikan, daging, telur dan susu. Orang-orang yang tidak dapat menyerap vitamin B12 pada makanan mereka akan mengalami anemia megaloblastik.

anemia adalah

Kekurangan vitamin B12 juga sering disebabkan kekurangan protein dalam perut yang disebut dengan “faktor intrinsik”. Tanpa faktor intrinsik, vitamin B12 tidak dapat diserap seberapa banyak apapun kita mengonsumsinya. Selain itu, anemia megaloblastik juga bisa disebabkan kekurangan vitamin B12 pada makanan sehari-hari, gangguan pada penyerapan vitamin B12 (seperti operasi lambungm pertumbuhan bakteri yang tidak normal pada usus, penyakit usus seperti Crohn) • Kekurangan folat Folat adalah nutrien lain yang diperlukan dalam pembentukan sel darah merah yang sehat.

Folat ditemukan pada makanan seperti hati sapi, bayam, dan kecambah. Folat sering disalahartikan dengan asam folat. Secara teknis, asam folat adalah salah satu bentuk buatan dari folat, terkandung dalam suplemen. Asam folat juga banyak ditemukan di anemia adalah. Kekurangan folat dapat disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol. Penggunaan obat seperti antikejang juga dapat mengurangi penyerapan folat.

Alkohol memiliki sifat dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap asam folat. Anemia adalah hamil sering mengalami asam folat karena kebutuhan asam folat sangat tinggi pada perkembangan janin. Komplikasi Anemia Meskipun tidak umum, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan komplikasi, terutama jika seseorang pernah mengalami kekurangan vitamin B12 atau folat untuk beberapa waktu. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain: • Masalah pada sistem persarafan • Kondisi jantung • Komplikasi kehamilan dan cacat kelahiran • Kemandulan sementara Orang dewasa yang mengalami anemia juga mungkin mengalami gagal jantung.

Komplikasi dapat ditangani secara tepat, tetapi bila masalah sudah mencapai masalah persarafan, bisa menjadi permasalahan yang permanen. Penanganan Anemia Kebanyakan kasus anemia akibat kekurangan vitamin B12 dan folat ditangani dengan suntukan atau konsumsi tablet untuk mengganti vitamin yang hilang. Suplemen vitamin B12 juga biasanya diberikan pertama kali.

Kemudian, tergantung apakah kekurangna vitamin Anemia adalah berhubungan dengan makanan, seseorang akan mendapatkan baik tablet B12 di sela makan, atau suntikan secara rutin. Pengobatan ini akan dibutuhkan seumur hidup. Tablet folat biasanya digunakan untuk mengembalikan kadar folat ke normal.

Biasanya dikonsumsi selama empat bulan. Pada beberapa kasus, memperbaiki makanan dapat menyembuhkan dari anemia megaloblastik dan mencegah dari mengalami kembali. Vitamin B12 ditemukan pada daging, ikan, produk olahan susu, ekstrak ragi, dan makanan fortifikasi. Sumber terbaik folat adalah sayuran hijau anemia adalah brokoli, kecambah dan polong-polongan.

anemia adalah

Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab anemia adalah waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins.

anemia adalah

(gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, anemia adalah, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
Pengertian Anemia Anemia merupakan kondisi di mana seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh.

Mengalami anemia dapat membuat seseorang merasa lelah dan lemas. Terdapat berbagai jenis dari anemia, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Anemia dapat terjadi sementara atau dapat menetap selama jangka panjang, dan memiliki derajat keparahan yang anemia adalah dari ringan hingga berat.

Terdapatnya anemia dapat disebabkan oleh adanya kondisi kesehatan lain yang mendasarinya. Penanganan dari anemia dapat bervariasi, mulai dari konsumsi suplemen hingga menjalani prosedur medis tertentu. Sebagian jenis anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi diet sehat yang bervariasi dan bernutrisi. Artikel Lainnya: Kenali Perbedaan antara Anemia dan Tekanan Darah Rendah Penyebab Anemia Tubuh manusia memproduksi tiga tipe sel darah, yakni sel darah putih untuk melawan infeksi, trombosit anemia adalah membantu pembekuan darah, dan sel darah merah untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, sebuah protein kaya zat besi yang memberi warna merah pada darah. Hemoglobin membuat sel darah merah anemia adalah mengantarkan oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh lainnya, dan mengangkut karbon dioksida dari seluruh bagian tubuh ke paru-paru agar dapat dikeluarkan dari tubuh.

Sebagian besar sel darah, termasuk sel darah merah, diproduksi secara reguler di sumsum tulang, yang merupakan material berkonsistensi menyerupai spons yang terdapat pada celah dari banyak tulang besar. Untuk memproduksi hemoglobin dan sel anemia adalah merah, tubuh membutuhkan zat besi, vitamin B12, asam folat, dan berbagai zat gizi lainnya dari makanan anemia adalah dikonsumsi sehari-hari.

Anemia terjadi apabila seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat terjadi apabila: • Tubuh tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup • Perdarahan, yang menyebabkan seseorang untuk kehilangan sel anemia adalah merah lebih cepat dibandingkan jumlah sel darah merah yang diproduksi • Tubuh menghancurkan sel darah merah Berikut beberapa jenis anemia beserta penyebabnya: • Anemia defisiensi besi.

Ini merupakan tipe anemia yang tersering di seluruh dunia. Anemia defisiensi besi disebabkan oleh rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh. Artikel Lainnya: Makanan yang Wajib Dihindari Penderita Anemia Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Tanpa zat besi dalam jumlah yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup untuk membentuk sel darah merah. Tanpa suplementasi zat besi, anemia jenis ini dapat terjadi pada wanita hamil.

Selain itu, anemia defisiensi besi juga dapat disebabkan oleh anemia adalah darah. Misalnya akibat perdarahan menstruasi yang berat, ulkus, kanker, atau penggunaan rutin dari obat-obatan tertentu seperti aspirin. • Anemia defisiensi vitamin tertentu.

Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan asam folat dan vitamin B12 untuk memproduksi sel darah merah yang sehat dalam jumlah cukup. Pola makan yang rendah akan zat tersebut dan beberapa nutrisi penting lainnya dapat menyebabkan produksi sel darah merah menjadi berkurang. Sebagai tambahan, sebagian orang dapat mengonsumsi vitamin B12 dalam jumlah cukup, namun tubuh tidak dapat memproses vitamin tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi vitamin, yang disebut anemia pernisiosa.

• Anemia penyakit kronis. Beberapa penyakit, seperti kanker, HIV/AIDS, artritis reumatoid, penyakit ginjal, dan sebagainya, dapat memengaruhi produksi sel darah merah. • Anemia aplastik. Anemia yang langka dan mengancam jiwa ini dapat terjadi apabila tubuh tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup.

Penyebab dari anemia aplastik mencakup infeksi, konsumsi pengobatan tertentu, penyakit autoimun, dan paparan terhadap bahan kimia yang beracun. • Anemia terkait dengan penyakit sumsum tulang. Serangkaian penyakit, seperti leukemia dan myelofibrosis, dapat menyebabkan anemia karena memengaruhi produksi sel darah di sumsum tulang. Dampak dari penyakit tersebut dapat bervariasi dari ringan hingga mengancam jiwa.

• Anemia hemolitik. Anemia pada kelompok ini dapat terjadi saat sel darah merah dihancurkan lebih cepat dibandingkan penggantiannya oleh sumsum tulang. Beberapa penyakit darah tertentu dapat mempercepat penghancuran sel darah merah.

Anemia hemolitik dapat diturunkan atau terjadi pada usia dewasa. • Anemia sel sabit. Anemia yang diturunkan ini adalah salah satu jenis anemia hemolitik bawaan. Kondisi ini disebabkan oleh hemoglobin defektif yang membuat sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit.

Sel-sel yang berbentuk ireguler tersebut mengalami kematian prematur, yang kemudian menyebabkan kekurangan sel darah merah yang kronis. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami anemia, di antaranya adalah: • Diet yang rendah vitamin tertentu. Mengonsumsi diet yang secara konsisten mengandung zat besi, vitamin B12, atau asam folat yang rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia.

• Penyakit saluran cerna. Memiliki penyakit saluran cerna tertentu yang memengaruhi penyerapan dari zat gizi di usus dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia.

• Secara umum, wanita yang belum menopause memiliki risiko anemia defisiensi besi yang lebih tinggi dibandingkan pria dan wanita pascamenopause.

Hal ini dikarenakan menstruasi dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah. • Wanita hamil yang tiddak mengonsumsi asam folat dapat memiliki peningkatan risiko terjadinya anemia adalah. • Kondisi kronis tertentu. Seseorang dengan kanker, penyakit ginjal kronis, atau penyakit kornis lainnya dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia penyakit kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kekurangan sel darah merah.

Perlahan-lahan, perdarahan kronis di dalam tubuh dapat menghabiskan cadangan zat besi di dalam tubuh, yang kemudian menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi.

anemia adalah

• Riwayat keluarga. Orang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat anemia yang anemia adalah, seperti anemia sel sabit, dapamemiliki peningkatan risiko terjadinya kondisi tersebut. • Faktor lainnya. Riwayat infeksi tertentu, penyakit darah, penyakit autoimun, alkoholisme, paparan terhadap bahan kimia beracun, dan penggunaan obat-obatan tertentu dapat memengaruhi produksi anemia adalah darah merah dan menyebabkan terjadinya anemia.

• Orang di atas usia 65 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami anemia. Artikel Lainnya: Awas! 5 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Anemia pada Anak Gejala Anemia Tanda dan gejala dari anemia dapat bervariasi, bergantung dari penyebab anemia tersebut. Namun, beberapa tanda dan gejala yang dapat diamati pada anemia mencakup: • Rasa lelah • Kelemahan • Kulit yang pucat atau kekuningan • Denyut jantung yang tidak regular • Sesak napas • Rasa pusing • Nyeri dada • Tangan dan kaki teraba dingin • Nyeri kepala Pada awalnya, anemia dapat sangat ringan dan tidak menunjukkan tanda atau gejala.

Namun, seiring dengan bertambahnya derajat keparahan dari anemia, tanda dan gejala akan makin tampak. Diagnosis Anemia Untuk menentukan diagnosis anemia, dokter dapat melakukan wawancara medis terkait riwayat kesehatan dan riwayat keluarga. Selain itu juga melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang tertentu, seperti: • Pemeriksaan darah lengkap. Pemeriksaan darah lengkap umumnya ditujukan untuk menghitung jumlah sel darah dari sampel darah yang diambil.

Untuk menentukan anemia, dokter akan mengamati proporsi sel darah merah dalam darah (hematokrit) dan kadar hemoglobin darah. • Pemeriksaan untuk menentukan ukuran dan bentuk dari sel darah merah. Sampel darah yang diambil dapat dievaluasi lebih lanjut untuk mengamati adanya ukuran, bentuk, atau pewarnaan yang abnormal. • Pemeriksaan diagnostik tambahan. Pada orang yang telah terdiagnosis mengalami anemia, dokter dapat menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan tambahan guna menentukan penyebab yang mendasarinya.

Artikel Lainnya: Berbagai Gejala Anemia yang Harus Diwaspadai Penanganan Anemia Penanganan dari anemia bergantung dari penyebab yang mendasarinya. Terdapat beberapa jenis penanganan pada anemia, di antaranya: • Anemia defisiensi besi.

Penanganan pada anemia jenis ini umumnya mencakup konsumsi suplementasi zat besi dan perubahan diet. Apabila penyebab dari anemia defisiensi besi yang terjadi adalah kehilangan darah, selain akibat menstruasi, sumber perdarahan harus diinvestigasi lebih lanjut dan dihentikan.

• Anemia defisiensi vitamin tertentu. Penanganan untuk defisiensi asam folat dan vitamin B12 mencakup suplementasi gizi dan menambah asupan nutrisi tersebut di dalam diet sehari-hari. • Anemia penyakit kronis. Pada anemia jenis ini, penanganan difokuskan terhadap kondisi yang mendasarinya. Apabila terjadi perburukan gejala, transfusi darah atau injeksi eritropoietin (hormon yang diproduksi oleh ginjal) sintetik dapat membantu menstimulasi produksi sel darah merah dan mengurangi rasa lelah.

• Anemia aplastik. Penanganan anemia jenis ini anemia adalah mencakup transfusi darah untuk meningkatkan kadar sel darah merah. Apabila sumsum tulang mengalami gangguan dan tidak dapat memproduksi sel darah yang sehat, dapat dibutuhkan transplantasi sumsum tulang.

• Anemia terkait penyakit sumsum tulang. Penanganan untuk sekelompok kondisi tersebut dapat mencakup pengobatan, kemoterapi, atau transplantasi sumsum tulang. • Anemia hemolitik. Menangani anemia hemolitik dapat dilakukan dengan beberapa cara, termasuk menghindari konsumsi dari pengobatan yang dicurigai menyebabkan kondisi tersebut, menangani infeksi yang terkait, dan mengonsumsi pengobatan yang dibutuhkan. anemia adalah Anemia sel sabit.

Penanganan untuk anemia jenis ini dapat mencakup pemberian oksigen, pengobatan anti-nyeri, serta cairan oral dan intravena, untuk mengurangi nyeri dan mencegah komplikasi. Dokter juga dapat merekomendasikan untuk dilakukan transfusi darah, suplementasi asam folat, dan pemberian antibiotik apabila dinilai dibutuhkan.

anemia adalah

Artikel Lainnya: Mungkinkah Komplikasi Anemia Sebabkan Kematian? Pencegahan Anemia Sebagian jenis anemia tidak dapat dicegah. Namun, untuk sebagian jenis lainnya, beberapa strategi pencegahan yang dapat diterapkan adalah: • Mengonsumsi diet yang kaya vitamin dan mineral. Sebagai contoh, anemia defisiensi besi dan anemia defisiensi vitamin dapat dihindari dengan mengonsumsi diet yang mencakup berbagai vitamin anemia adalah zat gizi, termasuk zat besi (daging, kacang-kacangan, sereal yang difortifikasi zat besi, dan sayuran hijau), asam folat (buah-buahan, jus buah, sayuran hijau, kacang polong, kacang-kacangan, serta produk gandum seperti roti, sereal, pasta, dan nasi), vitamin B12 (daging, produk susu, sereal yang difortifikasi, dan produk kedelai), dan vitamin C (buah sitrus, brokoli, tomat, melon, dan stroberi).

• Mempertimbangkan konseling genetik. Pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan anemia yang diturunkan, seperti anemia sel sabit atau talasemia, mendiskusikan risiko untuk mengalami dan menurunkan kondisi tersebut dengan dokter atau konselor genetik dapat merupakan salah satu pilihan.

• Mengindari tertular malaria. Anemia dapat menjadi salah satu komplikasi dari malaria. Seseorang yang berencana untuk bepergian ke area di mana anemia adalah sering terjadi disarankan untuk berdiskusi dengan dokter terkait perlunya konsumsi obat-obatan preventif dan hal-hal yang dapat dilakukan untuk membatasi paparan terhadap nyamuk.

Anaemia (anemia) - classification (microcytic, normocytic and macrocytic) and pathophysiology




2022 www.videocon.com