Surat yusuf ayat 1-16

surat yusuf ayat 1-16

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ Arab-Latin: alif lām rā, tilka āyātul-kitābil mubīn Artinya: Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). — Surat Yusuf Ayat 1 Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Surat Yusuf Ayat 1-16 Terdokumentasikan bermacam penafsiran dari berbagai pakar tafsir mengenai makna surat yusuf ayat 1-16, di antaranya seperti termaktub: Alif lam Ro.

Keterangan tentang huruf-huruf yang terpotong-potong (diawal surat) telah berlalu di muka pada permulaan surat al-baqarah. Ini adalah ayat-ayat kitab yang nyata lagi jelas dalam makna-maknanya, halal dan haramnya, serta hidayahnya.

(Tafsir al-Muyassar) Alif Lām Rā. Pembahasan tentang huruf-huruf ini dan yang semacam dengannya sudah ada di awal surah Al-Baqarah. Ayat-ayat yang diturunkan dalam surah ini termasuk ayat-ayat Al-Qur`ān yang jelas isi kandungannya. (Tafsir al-Mukhtashar) Allah menamai surah ini dengan surah yang mengandung sebaik-baik kisah, ayat bagi orang-orang mukmin, pelajaran bagi orang yang memiliki akal, dan pembenar bagi kitab-kitab samawi sebelumnya.

Sebab turunnya surah ini yaitu bahwa orang-orang kafir Mekah bertemu dengan orang-orang Yahudi, lalu mereka berbicara tentang Muhammad SAW, lalu orang-orang Yahudi berkata: “Bertanyalah kepadanya, kenapa keluarga Ya’kub tidak pindah dari Syam menuju Mesir, yaitu tentang kisah Yusuf,” lalu turunlah surah ini 1. {Alif Lam Ra’} Alif, Lam Ra’, berfungsi untuk menunukkan kekokohan Al-Qur’an dan menantang bangsa Arab untuk menyainginya meskipun itu terdiri dari huruf-huruf bahasa Arab yang mana mereka pandai menjelaskan dan fasih dalam bahasa itu.

Ayat-ayat dalam surah ini termasuk ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu dari sisi Allah. (Tafsir al-Wajiz) تِلْكَ ءَايٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِينِ(Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah)) Yakni inilah ayat-ayat yang diturunkan kepadamu dalam surat ini, ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang jelas, yakni jelas bahwa ia diturunkan dari sisi Allah, jelas bahwa ia merupakan mukjizat, serta jelas dalam hukum-hukum yang dikandungnya.

(Zubdatut Tafsir) إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Arab-Latin: innā anzalnāhu qur`ānan 'arabiyyal la'allakum ta'qilụn Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. — Surat Yusuf Ayat 2 Sesungguhnya kami telah menurunkan al-qur’an ini dengan berbahasa arab, agar kalian (wahai bangsa arab), dapat mencerna makna-maknanya dan memahaminya serta mengamalkan petunjuknya.

(Tafsir al-Muyassar) Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur`ān dengan menggunakan bahasa Arab supaya kalian -wahai orang-orang Arab- bisa memahami maknanya. (Tafsir al-Mukhtashar) Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an ini dengan bahasa Arab supaya kalian mengerti makna-maknanya dan memahami isinya guna membangun manusia individu dan sosial (Tafsir al-Wajiz) إِنَّآ أَنزَلْنٰهُ (Sesungguhnya Kami menurunkannya) Yakni al-Qur’an.

قُرْءٰنًا عَرَبِيًّا(berupa Al Quran dengan berbahasa Arab) Yakni dengan berbahasa arab. لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ(agar kamu memahaminya) Yakni agar kalian mengetahui makna-maknanya dan memahami kandungannya. (Zubdatut Tafsir) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَٰفِلِينَ Arab-Latin: naḥnu naquṣṣu 'alaika aḥsanal-qaṣaṣi bimā auḥainā ilaika hāżal-qur`āna wa ing kunta ming qablihī laminal-gāfilīn Artinya: Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

— Surat Yusuf Ayat 3 Kami menceritakan kepadamu (wahai rasul), kisah terbaik dengan mewahyukan al-qur’an ini kepadamu, dan kamu sebelum turunnya al-qur’an itu benar-benar termasuk orang yang tidak mengerti berita-berita tersebut, tidak mengetahuinya sama sekali. (Tafsir al-Muyassar) Kami menceritakan kepadamu -wahai Rasul- kisah-kisah terbaik karena kebenarannya dan keindahan kata-katanya dengan cara menurunkan Al-Qur`ān ini kepadamu.

Padahal sebelum turunnya Al-Qur`ān ini engkau termasuk di antara orang-orang yang tidak surat yusuf ayat 1-16 kisah-kisah itu. (Tafsir al-Mukhtashar) Wahai Nabi, Kami akan mengisahkan sebaik-baik kisah (berita-berita) tentang umat-umat terdahulu dengan mewahyukan Al-Qur’an yang bisa menentukan hukum ini kepadamu.

Dan sesungguhnya sebelum menerima wahyu, kamu belum tahu apapun tentang kisah ini dan kisah lainnya dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an.

Surah ini dinamakan dengan sebaik-baik kisah, yang mana di dalamnya terdapat pelajaran, kisah-kisah nabi yang shalih, para malaikat, tuan, budak, perdagangan, laki-laki dan perempuan, karena sesungguhnya masing-masing yang disebutkan itu termasuk orang-orang yang berbahagia. Ibnu Abbas berkata: “Mereka berkata: “Waha rasulullah, Maukah kamu bercerita kepada kami?” lalu turunkah ayat {Nahnu Naqushshu ‘alaika ahsanal qashashi} [ayat 3]” (Tafsir al-Wajiz) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ (Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik) Tentang umat-umat terdahulu dan ketetapan-ketetapan Allah bagi hamba-Nya.

Dan ini merupakan perkataan paling baik bagi orang lain. وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ الْغٰفِلِينَ (dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui) Terhadap kisah ini dan kisah lainnya yang diwahyukan Allah kepadamu Surat ini mengandung kisah-kisah terbaik karena mengandung ibrah, pelajaran, dan hikmah yang tidak terdapat pada surat lainnya.

Surat ini menyebutkan tentang para nabi, orang-orang shalih, para malaikat, kisah para raja, para budak, para saudagar, para lelaki, serta para perempuan, perhiasannya dan tipu dayanya. Dan karena semua yang disebutkan didalamnya memiliki kesudahan yang bahagia.

(Zubdatut Tafsir) إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ Arab-Latin: iż qāla yụsufu li`abīhi yā abati innī ra`aitu aḥada 'asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra`aituhum lī sājidīn Artinya: (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku". — Surat Yusuf Ayat 4 Sebutkanlah (wahai rasul), surat yusuf ayat 1-16 kaummu perkataan yusuf kepada ayahnya, ”sesungguhnya aku bermimpi melihat dalam tidurku sebelas bintang, matahari dan bulan, aku melihat mereka semua itu bersujud kepadaku.” mimpi ini menjadi pembuka kabar gembira atas martabat yang dicapai oleh yusuf berupa kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.

(Tafsir al-Muyassar) Kami menceritakan kepadamu -wahai Rasul- tatkala Yusuf berkata kepada ayahnya Ya'qūb, "Wahai Ayahku! Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang.

Dan aku juga melihat matahari dan bulan. Aku melihat semuanya bersujud kepadaku." Mimpi itu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk Yusuf -'alaihissalām. surat yusuf ayat 1-16 al-Mukhtashar) Ingatlah ketika Yusuf AS berkata kepada ayahnya, Ya’kub AS: surat yusuf ayat 1-16 ayahku (mengganti ya’ mutakalim dengan ta’ ketika memanggil ayah atau ibu) Sesungguhnya dalam mimpi aku melihat 11 bintang (yaitu saudaranya) matahari, dan bulan (ayah dan ibunya) bersujud kepadaku.” Mereka digambarkan dengan gambaran orang yang berakal, karena sujud yang dilakukan itu adalah sujud penghormatan, bukan sujud ibadah.

(Tafsir al-Wajiz) لِأَبِيهِ (kepada ayahnya) Yakni nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. إِنِّى رَأَيْتُ (sesungguhnya aku bermimpi) Dalam tidur. أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا(sebelas bintang) Takwilnya adalah para saudaranya. وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ(matahari dan bulan) Takwilnya adalah bapak dan ibunya. رَأَيْتُهُمْ لِى سٰجِدِينَ(kulihat semuanya sujud kepadaku) Benda-benda ini dihikayatkan seperti benda hidup yang berakal karena untuk mngibaratkan sifat orang berakal, yaitu benda-benda itu melakukan sujud.

(Zubdatut Tafsir) قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ surat yusuf ayat 1-16 لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ Arab-Latin: qāla yā bunayya lā taqṣuṣ ru`yāka 'alā ikhwatika fa yakīdụ laka kaidā, innasy-syaiṭāna lil-insāni 'aduwwum mubīn Artinya: Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu.

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia". — Surat Yusuf Ayat 5 Ya’qub berkata kepada putranya, yusuf, ”wahai putraku, janganlah kamu sebutkan mimpi ini kepada saudara-saudara lelakimu, nanti mereka akan dengki kepadamu, lalu memusuhimu dan merencanakan makar untuk membinasakanmu. Sesungguhnya setan bagi manusia adalah musuh yang surat yusuf ayat 1-16 permusuhannya (Tafsir al-Muyassar) Ya'qūb berkata kepada putranya, Yusuf, "Wahai Anakku!

Jangan engkau ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu! Karena mereka bisa memahaminya kemudian merasa surat yusuf ayat 1-16 hati kepadamu. Lalu mereka akan membuat rencana jahat terhadapmu karena terdorong rasa iri dan dengki. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Tafsir al-Mukhtashar) Ya’kub bin ishaq berkata: “Wahai anakku, janganlah engkau beritahu saudara-saudaramu terkait mimpi itu supaya mereka tidak dengki terhadapmu, lalu membuat rencana rahasia untuk mencelakakanmu.

Dan yang terpenting adalah bisa menimbulkan fitnah di antara manusia.” (Tafsir al-Wajiz) قَالَ يٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ (Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu) Nabi Ya’kub melarang nabi Yusuf, anaknya, untuk menceritakan mimpinya kepada para saudaranya karena Nabi Ya’kub telah mengetahui takwil mimpi itu, dan ia khawatir jika ia menceritakannya kepada para saudaranya maka mereka juga akan memahami takwilnya sehingga timbul dalam diri mereka kedengkian kepadanya.

فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ(maka mereka membuat makar) Yakni karena aku khawatir mereka akan membuat tipu daya yang tidak kamu pahami, sehingga mereka akan membinasakanmu karena kedengkian mereka. إِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْإِنسٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ (Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia) Sehingga menggiring mereka untuk melakukan hal tersebut, sebab dia merupakan musuh bagi manusia yang terang-terangan dalam permusuhannya.

(Zubdatut Tafsir) وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ Arab-Latin: wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu'allimuka min ta`wīlil-aḥādīṡi wa yutimmu ni'matahụ 'alaika wa 'alā āli ya'qụba kamā atammahā 'alā abawaika ming qablu ibrāhīma wa is-ḥāq, inna rabbaka 'alīmun ḥakīm Artinya: Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. — Surat Yusuf Ayat 6 Sebagiamana tuhanmu telah memperlihatkan mimpi ini kepadamu, demikian pula Dia memilihmu dan mengajarkan kepadamu ta’bir mimpi yang dilihat manusia dalam tidur mereka, yang ditakwil kepada peristiwa nyata yang akan terjadi, dan menyempurnakan kenikmatanNya padamu dan pada keluarga ya’qub dengan karunia kenabian dan risalah, sebagaimana telah disempurnakanNya pada dua bapakmu;Ibrahim dan ishaq, dengan karunia kenabian dan risalah.

Sesungguhnya tuhanmu maha mengetahui siapa yang pantas dipilihNya dari hamba-hambaNya juga mahabijaksana dalam pengaturan urusan-urusan makhluk-makhlukNya.” (Tafsir al-Muyassar) Dan sebagaimana engkau telah melihat mimpi itu, Tuhanmu pun akan memilihmu -wahai Yusuf- dan mengajarkan ilmu tabir mimpi kepadamu. Dan Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dengan surat yusuf ayat 1-16, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua leluhurmu sebelum dirimu, Ibrahim dan Isḥāq.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui perihal makhluk-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam mengurus makhluk-Nya.

surat yusuf ayat 1-16

(Tafsir al-Mukhtashar) Seperti pemilihan tersebutlah Tuhanmu memilihmu di antara seluruh hamba untuk mengemban kepentingan yang agung dan mengajarkanmu untuk memaknai mimpi, yaitu berita tentang sesuatu yang hilangnya sesuatu.

Dia juga menyempurnakan nikmatNya kepadamu dengan memberi wahyu kenabian dan kerajaan. Dalam hal itu ada kebaikan dunia dan akhirat. Dia menyempurnakan nikmat atas keturunan Ya’kub sebagaimana Dia menyempurnakan nikmat kenabian atas kakekmu, Ibrahim, tatkala Dia menyelamatkannya dari api dan mengangkatnya sebagai Khalil, nabi, dan rasul.

Serta Ishaq yang juga dijadikan sebagai nabi dan rasul. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui keluargha yang layak dipilih dan Maha Bijaksana dalam membuat dan mengatur hal tersebut. Dia meletakkan sesuatu pada tempatnya yang tepat. Kata {Aali} tidak digunakan kecuali untuk menyertakan orang yang agung dengan orang-orang agung lainnya.

(Tafsir surat yusuf ayat 1-16 وَكَذٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ (Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu) Kemudian menjadikanmu seorang Nabi, Dia memilihmu dari hamba-hamba-Nya yang lain dan menjadikan mereka bagimu seperti matahari, bulan, dan bintang dalam mimpimu yang sujud didepanmu. وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ (dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi) Yakni takwil mimpi.

وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ(dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu) Sehingga mengumpulkan bagimu kenabian dan kekuasaan sebagaimana yang ditunjukkan oleh mimpi yang diperlihatkan Allah kepadamu; dan yang demikian itu terdapat kebaikan bagimu di dunia dan di akhirat. كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرٰهِيمَ (sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim) Allah menyelamatkan nabi Ibrahim dari kobaran api, dan menjadikannya sebagai seorang nabi dan kekasih-Nya.

وَإِسْحٰقَ ۚ (dan Ishak) Allah menjadikannya seorang Nabi. Kemudian dari Nabi Ibrahim dan Ishaq Allah memberikan mereka keturunan yang shaleh. (Zubdatut Tafsir) ۞ لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٌ لِّلسَّآئِلِينَ Arab-Latin: laqad kāna fī yụsufa wa ikhwatihī āyātul lis-sā`ilīn Artinya: Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.

— Surat Yusuf Ayat 7 Sesungguhnya dalam kisah yusuf dan saudara-saudara lelakinya terdapat pelajaran-pelajaran dan bukti-bukti petunjuk yang menunjukan kekuasaan Allah dan hikmahNya bagi orang yang mau bertanya tentang kisah-kisah mereka dan berkeinginan untuk mengetahuinya. (Tafsir al-Muyassar) Sungguh kisah Yusuf dan kisah saudara-saudaranya benar-benar mengandung banyak pelajaran dan nasihat bagi orang-orang yang bertanya tentang kisah mereka.

(Tafsir al-Mukhtashar) Sesungguhnya dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya itu terdapat pelajaran dan nasehat bagi orang-orang muslim, bukti-bukti dan tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran kenabian Muhammad bagi orang-orang yang bertanya (orang yang meminta penjelasan) kepadanya, yaitu orang Yahudi tentang kisah Yusuf, sebagaimana penjalasan sebelumnya, serta dalil-dalil tentang kuasa, hikmah dan kelembutah Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang dipilih menjadi nabi (Tafsir al-Wajiz) ءَايٰتٌ لِّلسَّآئِلِينَ (tanda-tanda bagi orang-orang yang bertanya) Tanda-tanda yang menunjukkan kenabian Nabi Muhammad bagi orang-orang Yahudi yang bertanya kepadanya.

Diriwayatkan Allah orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi Muhammad ketika beliau masih di Makkah, sedangkan di Makkah ketika itu tidak terdapat orang-orang ahli kitab atau orang-orang yang mengetahui kisah para Nabi, maka Allah menurunkan surat Yusuf satu kali turun sekaligus. (Zubdatut Tafsir) إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ Arab-Latin: iż qālụ layụsufu wa akhụhu aḥabbu ilā abīnā minnā wa naḥnu 'uṣbah, inna abānā lafī ḍalālim mubīn Artinya: (Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat).

Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. — Surat Yusuf Ayat 8 ketika saudara-saudara yusuf seayah berkata di antara mereka sendiri, ”sesungguhnya yusuf dan saudara kandungnya lebih dicintai ayah kita daripada kita, dia lebih mengutamakan mereka berdua di atas kita, padahal kita kumpulan orang yang berjumlah lebih banyak.

sesungguhnya ayah kita benar-benar dalam kekeliruan yang nyata, lantaran lebih mengutamakan mereka berdua daripada kita, tanpa ada alasan benar menurut pandangan kita. (Tafsir al-Muyassar) Tatkala saudara-saudaranya (seayah) berbicara satu sama lain, "Sungguh Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita.

Padahal kita mayoritas. Jadi, bagaimana mungkin ayah kita lebih mengutamakan mereka berdua daripada kita?! Sesungguhnya kita benar-benar melihat ayah kita melakukan kesalahan yang nyata ketika dia lebih mengutamakan keduanya daripada kita tanpa didasari alasan yang jelas bagi kita.

surat yusuf ayat 1-16 al-Mukhtashar) Sungguh terdapat pelajaran ketika saudara-saudara Yusuf (yang berjumlah 11) berkata kepada ayah mereka: “Sumpah, Yusuf, dan saudara kandungnya, Benyamin yang lahir dari Ibu yang sama itu lebih dicintai ayah daripada kita semua, meskipun kita kuat dan mampu mengabdi kepadanya.

Sesungguhnya ayah berada dalam kesalahan dengan lebih mencintai Yusuf dan saudaranya, bukan kita.” (Tafsir al-Wajiz) إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا ((Yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri) Yakni Binyamin. Mereka menyebutnya dengan sebutan saudara padahal mereka semua merupakan saudaranya karena ia merupakan saudara kandung dari nabi Yusuf, adapun saudara yang lainnya merupakan saudara seayah.

وَنَحْنُ عُصْبَةٌ(padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat)) Makna (العصبة) yakni berkelompok. Terdapat pendapat mengatakan maknyanya adalah sekelompok orang yang berjumlah antara surat yusuf ayat 1-16 sampai 40 orang. إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلٰلٍ surat yusuf ayat 1-16 ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata) Dengan lebih condong kepada mereka berdua daripada kepada kami dan lebih mengutamakan mereka.

(Zubdatut Tafsir) ٱقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًا صَٰلِحِينَ Arab-Latin: uqtulụ yụsufa awiṭraḥụhu arḍay yakhlu lakum waj-hu abīkum wa takụnụ mim ba'dihī qauman ṣāliḥīn Artinya: Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik".

— Surat Yusuf Ayat 9 Bunuhlah yusuf atau buanglah dia ke daerah asing lagi jauh dari pemukiman, niscaya cinta ayah kalian dan perhatiannya kepada kalian akan murni menjadi milik kalian, dan dia tidak akan menoleh surat yusuf ayat 1-16 kalian kepada selain kalian, lalu setelah membunuh yusuf atau membuangnya jauh, kalian menjadi orang yang bertaubat kepada Allah, memohon ampunan kepadaNya setelah dosa yang kalian perbuat.

(Tafsir al-Muyassar) Bunuhlah Yusuf! Atau buanglah dia ke tempat yang jauh agar perhatian ayah kalian tercurah kepada kalian, sehingga dia mencintai kalian secara utuh. Dan setelah kalian membunuhnya atau membuangnya kalian bisa menjadi orang-orang yang saleh setelah kalian bertobat dari dosa-dosa kalian." (Tafsir al-Mukhtashar) Kebanyakan saudara-saudara Yusuf tersebut berkata: “Bunuhlah Yusuf, atau buang dia di tempat yang jauh dari ayah atau tempat yang jauh dari pemukiman, maka perhatian dan cinta ayah akan diberikan kepada kalian.

Dan setelah melakukan pembunuhan ini, kalian akan menjadi orang yang shalih dalam urusan agama dan dunia kalian bersama ayah, dengan menjauhkan kegelisahan jiwa, kecemburuan dan kedengkian. Lalu ayah hanya akan memperhatikan kalian.” (Tafsir al-Wajiz) اقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا (Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah) Yakni mereka berkata: “lakukanlah kepadanya dengan salah satu cara baik itu membunuhnya atu membuangnya di suatu tempat”. Atau maksudnya adalah sebagian mereka menyarankan agar ia dibunuh, dan sebagian lainnya menyarankan agar ia dibuang.

يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ(supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja) Yakni agar pikiran ayahmu bersih dan jernih dari Yusuf sehingga perhatiannya tertuju kepada kalian dan mencintai kalian dengan seutuhnya. مِنۢ بَعْدِهِۦ (sesudah itu) Yakni setelah selesai membunuhnya atau membuangnya. Pendapat lain mengatakan yakni setelah dosa yang kalian perbuat terhadap Yusuf.

قَوْمًا صٰلِحِينَ (orang-orang yang baik) Dalam urusan agama kalian dan ketaatan kepada ayah kalian. Atau orang-orang yang damai dalam urusan dunia kalian sebab kalian telah terbebas dari kedengkian terhadap Yusuf. (Zubdatut Tafsir) قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا۟ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَٰعِلِينَ Arab-Latin: qāla qā`ilum min-hum lā taqtulụ yụsufa wa alqụhu fī gayābatil-jubbi yaltaqiṭ-hu ba'ḍus-sayyārati ing kuntum fā'ilīn Artinya: Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat".

— Surat Yusuf Ayat 10 Ada orang yang berkata dari saudara-saudara yusuf, ”janganlah kalian membunuh yusuf, akan tetapi lemparkanlah dia ke dalam dasar sumur agar sebagian orang yang melintas dari orang-orang musafir akan memungutnya, sehingga kalian akan bebas darinya, dan tidak ada perlunya membunuh dia, jika kalian memang bertekad untuk melakukan apa yang kalian katakan.

(Tafsir al-Muyassar) Salah satu dari mereka berkata, "Jangan bunuh Yusuf! Tetapi buanglah dia ke dalam sumur agar dipungut oleh para musafir yang menemukannya. Ini lebih kecil resikonya daripada membunuhnya, jika kalian benar-benar mantap untuk menjalankan apa yang kalian rencanakan tentang Yusuf." (Tafsir al-Mukhtashar) Salah satu saudara Yusuf, yaitu Yahudza berkata: “Janganlah kalian membunuh Yusuf, lemparkan saja dia ke dalam lubang sumur yang jarang diperhatikan, jika tujuan kalian adalah menjauhkannya dari ayah.” Dan mereka itu bukanlah nabi.

(Tafsir al-Wajiz) قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ (Seorang diantara mereka berkata) Terdapat pendapat mengatakan, ia adalah Yahudza. فِى غَيٰبَتِ الْجُبِّ (ke dasar sumur) Dasar sumur yang tidak tampak oleh penglihatan. يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ (supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir) Sehingga mereka membawanya ke tempat yang jauh, yang tidak terjangkau dan diketahui oleh ayahnya.

إِن كُنتُمْ فٰعِلِينَ (jika kamu hendak berbuat) Berbuat sesuai dengan saranku kepada kalian. Hal ini menunjukkan bahwa saudara-saudara Yusuf bukanlah para nabi. (Zubdatut Tafsir) قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَ۫نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَٰصِحُونَ Arab-Latin: qālụ yā abānā mā laka lā ta`mannā 'alā yụsufa wa innā lahụ lanāṣiḥụn Surat yusuf ayat 1-16 Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.

— Surat Yusuf Ayat 11 berkata saudara-saudara yusuf, setelah bersepakat membuang yusuf, ”wahai ayah kami, mengapa engkau tidak menganggap kami orang-orang yang dapat di percaya atas yusuf, padahal yusuf adalah saudara kami sendiri, sedang kami menginginkan kebaikan baginya, menyayanginya dan perhatian kepadanya, serta mengistimewakan dengan niat tulus kami kepadanya?

(Tafsir al-Muyassar) Setelah sepakat untuk membuang Yusuf mereka berkata kepada ayah mereka, Ya'qūb"Wahai Ayah kami! Mengapa engkau tidak surat yusuf ayat 1-16 Yusuf kepada kami? Sesungguhnya kami benar-benar menyayanginya. Kami siap menjaganya dari setiap bahaya yang mengancamnya. Kami siap menjaga dan melindunginya sampai dia kembali kepadamu dengan selamat. Jadi, mengapa engkau tidak mau melepasnya untuk pergi bersama kami?!

(Tafsir al-Mukhtashar) Setelah sepakat untuk menjauhkan Yusuf, saudara-saudaranya tersebut berkata: “Wahai ayah, kenapa engkau tidak mempercayai kami dan mengkhawatirkan surat yusuf ayat 1-16 yang kami perbuat atas Yusuf, padahal kami adalah orang yang akan bersimpati dan menginginkan kebaikan baginya” (Tafsir al-Wajiz) قَالُوا۟ يٰٓأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَ۫نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ (Mereka berkata: “Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf) Ketika itu nabi Ya’kub tidak rela untuk membiarkan nabi Yusuf pergi bersama mereka karena besarnya cinta kepadanya, dan hal ini karena ia mengkhawatirkan nabi Yusuf dari makar mereka, dan kemungkinan mereka telah meminta nabi Ya’kub agar dapat membawa pergi Yusuf bersama mereka namun ia menolak.

وَإِنَّا لَهُۥ لَنٰصِحُونَ (padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya) Dengan menjaga dan melindunginya sehingga kami dapat mengembalikannya kepadamu. (Zubdatut Tafsir) أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Arab-Latin: arsil-hu ma'anā gaday yarta' wa yal'ab wa innā lahụ laḥāfiẓụn Artinya: Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya".

— Surat Yusuf Ayat 12 biarkanlah dia pergi bersama kami besok, ketika kami pergi keluar menuju padang rumput, tempat kami menggembala, agar dia dapat berlari, beraktifitas, bergembira, dan dapat bermain berloma-lomba dan lainnya dari berbagai macam permainan yang boleh.

Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya dari segala yang engkau khawatirkan padanya.” (Tafsir al-Muyassar) Izinkanlah kami mengajaknya pergi esok hari untuk bersenang-senang dan bermain. Sesungguhnya kami benar-benar siap menjaganya dari segala hal yang bisa membahayakan keselamatannya." (Tafsir al-Mukhtashar) Utuslah dia bersama kami ketika kami ke luar di padang rumput, dia bisa makan buah-buahan dan tanam-tanaman, dia akan bermain panahan dan permainan yang diperbolehkan.

Sesungguhnya kami akan menjaga agar tidak ditimpa keburukan dan akan menjauhkannya dari mara bahaya (Tafsir al-Wajiz) يَرْتَعْ (agar dia (dapat) bersenang-senang) Bersenang-senang. Makna (اللعب) yakni melakukan permainan yang mubah untuk sekedar menghilangkan penat. (Zubdatut Tafsir) قَالَ إِنِّى لَيَحْزُنُنِىٓ أَن تَذْهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَخَافُ أَن يَأْكُلَهُ ٱلذِّئْبُ وَأَنتُمْ عَنْهُ غَٰفِلُونَ Arab-Latin: qāla innī layaḥzununī an taż-habụ bihī wa akhāfu ay ya`kulahuż-żi`bu wa antum 'an-hu gāfilụn Artinya: Berkata Ya'qub: "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya".

— Surat Yusuf Ayat 13 Ya’qub berkata, ”sesungguhnya amat menyedihkan diriku perpisahan dengannya, bila kalian pergi bersamanya kepadang rumput, dan aku takut serigala akan memangsanya, saat kalian lalai terhadapnya dan sibuk dengan urusan kalian sendiri. (Tafsir al-Muyassar) Ya'qūb -'alaihissalām- berkata kepada anak-anaknya, "Sesungguhnya kepergian kalian bersamanya benar-benar membuatku sedih.

Karena aku tak sanggup berpisah dengannya. Aku khawatir dia akan diterkam serigala sementara kalian lalai menjaganya karena terlalu asyik bersenang-senang dan bermain." (Tafsir al-Mukhtashar) Ya’kub berkata kepada mereka; “Sesunggunya aku akan bersedih karena kehilangan dan berpisah dari Yusuf ketika dia pergi bersama kalian.

Aku khawatir Aku khawatir dia akan diterkam serigala buas, sedangkan kalian mengabaikannya karena terlalu asik dan sibuk dengan permainan atau semacamnya” (Tafsir al-Wajiz) إِنِّى لَيَحْزُنُنِىٓ أَن تَذْهَبُوا۟ بِهِۦ (Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku) Nabi Ya’qub memberitahu mereka bahwa ia sedih jika membiarkan Yusuf pergi karena kecintaan dan kekhawatirannya kepada Yusuf yang sangat besar.

وَأَخَافُ أَن يَأْكُلَهُ الذِّئْبُ(dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala) Terdapat pendapat mengatakan bahwa nabi Ya’qub mengatakan ini karena khawatir terhadap nabi Yusuf dari makar saudara-saudaranya, maka ia mengibaratkan mereka dengan serigala. وَأَنتُمْ عَنْهُ غٰفِلُونَ(sedang kamu lengah dari padanya) Karena kesibukan kalian dengan kesenangan dan permainan. Atau kerena mereka tidak siaga dalam menjaga Yusuf. (Zubdatut Tafsir) قَالُوا۟ لَئِنْ أَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّآ إِذًا لَّخَٰسِرُونَ Arab-Latin: qālụ la`in akalahuż-żi`bu wa naḥnu 'uṣbatun innā iżal lakhāsirụn Artinya: Mereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi".

— Surat Yusuf Ayat 14 Sauadara-saudara yusuf berkata kepada ayah mereka, ”bila dia dimangsa serigala, padahal kami kumpulan orang yang kuat, maka sesungguhnya jika demikian, kami adalah orang-orang yang rugi, tidak ada kebaikan pada diri kami lagi dan tidak ada manfaat dari kami yang dapat diharap-harapkan.

(Tafsir al-Muyassar) Mereka berkata kepada ayah mereka, "Sungguh, jikalau Yusuf diterkam serigala sedangkan kami adalah satu kelompok, maka dalam hal ini kami tidak punya kebaikan sama sekali. Dan kami benar-benar merugi jika kami tidak melindunginya dari serigala." (Tafsir al-Mukhtashar) Mereka berkata kepada ayah mereka: “Demi Allah jika dia surat yusuf ayat 1-16 serigala, sedangkan kami semua kuat, niscaya kami adalah orang lemah dan merugi.” (Tafsir al-Wajiz) إِنَّآ إِذًا لَّخٰسِرُونَ (sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi) Yakni orang-orang yang binasa karena kelemahannya sebab tidak mampu melakukan sesuatu yang sangat remeh.

(Zubdatut Tafsir) فَلَمَّا ذَهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَجْمَعُوٓا۟ أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ Arab-Latin: fa lammā surat yusuf ayat 1-16 bihī wa ajma'ū ay yaj'alụhu fī gayābatil-jubb, wa surat yusuf ayat 1-16 ilaihi latunabbi`annahum bi`amrihim hāżā wa hum lā yasy'urụn Artinya: Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi".

— Surat Yusuf Ayat 15 Maka ya’qub melepasnya pergi bersama mereka. Lalu ketika mereka berhasil membawanya pergi bersama mereka dan telah bersepakat untuk melemparkannya ke dasar sumur, kami wahyukan kepada yusuf bahwa ”sesunggguhnya kamu nantinya benar-benar akan memberitahukan kepada saudara-saudaramu pada waktu yang akan datang tentang tindakan mereka yang mereka perbuat kepadamu, sedang mereka tidak merasa dan menyadari hal tersebuat.

(Tafsir al-Muyassar) Akhirnya Ya'qūb melepas Yusuf untuk pergi bersama saudara-saudaranya. Setelah mereka membawa Yusuf pergi ke tempat yang jauh dan berniat membuangnya ke dalam sumur, Kami wahyukan kepada Yusuf dalam keadaan seperti itu, "Sungguh engkau benar-benar akan menceritakan kepada mereka perihal perbuatan mereka ini, sedang mereka tidak menyadari siapa dirimu ketika engkau menceritakan hal itu kepada mereka." (Tafsir al-Mukhtashar) Ketika saudara-saudara Yusuf pergi bersamanya, mereka memutuskan untuk melemparkannya ke dalam lubang sumur, lalu mengabaikannya setelah melemparnya ke dalam sumur dalam keadaan masih remaja, yaitu 17 tahun dan menjadikannya budak.

Sungguh kamu akan memberitahu saudara-saudaramu tentang apa yang mereka lakukan terhadapmu atau perbuatan mereka ini. Dan mereka itu tidak merasa bahwa kamu Yusuf, sebagaimana yang akan dijelaskan di ayat [89] (Tafsir al-Wajiz) فَلَمَّا ذَهَبُوا۟ بِهِۦ (Maka tatkala mereka membawanya) Dari sisi Ya’qub.

وَأَجْمَعُوٓا۟ (dan sepakat) Yakni bersepakat dalam keputusan mereka. أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيٰبَتِ الْجُبِّ ۚ (memasukkannya ke dasar sumur) Tafsir dari kata (الغيابة) telah disebutkan pada ayat ke 10.

وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ (dan Kami wahyukan kepada Yusuf) Sebagai penenang dari ketakutannya, padahal ketika itu ia masih kecil. Saudara-saudaranya yang berjumlah sepuluh orang sepakat untuk menjerumuskan kedalam bahaya dengan penuh kekerasan hati yang telah dicabut darinya rasa kasih sayang. لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هٰذَا (Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan surat yusuf ayat 1-16 ini) Yakni kamu akan memberitahukan kepada saudara-saudaramu apa yang mereka perbuat terhadapmu setelah kamu terbebas dari makar yang mereka rencanakan untukmu.

Pemberitahuannya ini akan disebutkan pada ayat 89 ketika mereka bertamu kepadanya setelah ia menjadi bendahara negeri Mesir. (Zubdatut Tafsir) وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءً يَبْكُونَ Arab-Latin: wa jā`ū abāhum 'isyā`ay yabkụn Artinya: Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.

— Surat Yusuf Ayat 16 Dan datanglah keluarga-keluarga Yusuf kepada ayah mereka pada waktu isya di permulaan malam dalam keadaan menangis dan memperlihatkan perasaan sesal lagi gelisah. (Tafsir al-Muyassar) Saudara-saudara Yusuf datang kepada ayah mereka di waktu Isya sambil berpura-pura menangis agar tipu daya mereka berhasil.

(Tafsir al-Mukhtashar) Mereka kembali kepada ayah mereka di waktu sore dengan pura-pura menangis untuk menutupi perbuatan dan kebohongan mereka. Mereka membuat ayah mereka percaya bahwa mereka itu jujur. (Tafsir al-Wajiz) وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءً يَبْكُونَ (Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis) Mereka pura-pura menangis untuk menghiasi kedustaan mereka dan menyembunyikan makar mereka.

(Zubdatut Tafsir) Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Demikian beberapa penjelasan dari para mufassirin mengenai kandungan dan arti surat yusuf ayat 1-16 (arab, latin, artinya), moga-moga berfaidah bagi kita bersama.

Bantulah kemajuan kami dengan memberikan backlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com. TafsirWeb Updates • al-Kautsar • al-Insyirah • Al-Isra 1 • Al-Isra 23 • ‘Abasa • al-Fil • Yunus 40-41 • al-Ma’un • An-Nur 2 • Luqman 14 • Ali ‘Imran 159 • Yusuf 4 • Al-Baqarah 153 • al-Kahfi • Al-Isra 32 • Al-Hujurat 12 • Yasin • al-Balad • Al-Ma’idah 3 • Al-Mujadalah 11 نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَٰفِلِينَ Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia". وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ surat yusuf ayat 1-16 أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ (Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا۟ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَٰعِلِينَ Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat".
Ibn-Kathir 16.

And they came to their father in the early part of the night weeping. 17. They said: “O surat yusuf ayat 1-16 father! We went racing with one another, and left Yusuf by our belongings and a wolf devoured him; but you will never believe us even when we speak the truth.” 18. And they brought his shirt stained with false blood.

He said: “Nay, but your own selves have made up a tale. So (for me) patience is most fitting. And it is Allah (Alone) Whose help can be sought against that (lie) which you describe.” Yusuf’s Brothers try to deceive Their Father Allah narrates to us the deceit that Yusuf’s brothers resorted to, after they threw him to the bottom of the well.

They went back to their father, during the darkness of the night, crying and showing sorrow and grief for losing Yusuf. They started giving excuses to their father for what happened to Yusuf, falsely claiming that, ﴿وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صَـدِقِينَ﴾ (but you will never believe us even when we speak the truth.) They tried to lessen the impact of the grave news they were delivering.

They said, `We know that you will not believe this news, even if you consider us truthful. So what about when you suspect that we are not truthful, especially since you feared that the wolf might devour Yusuf and that is what happened’ Therefore, they said, `You have reason not to believe us because of the strange coincidence and the amazing occurrence that happened to us.

‘ ﴿وَجَآءُوا عَلَى قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ﴾ (And they brought his shirt stained with false blood.) on it, to help prove plot that they all agreed on. They slaughtered a sheep, according to Mujahid, As-Suddi and several other scholars, and stained Yusuf’s shirt with its blood. They claimed that this was the shirt Yusuf was wearing when the wolf devoured him, being stained with his blood. But, they forgot to tear the shirt, and this is why Allah’s Prophet Ya`qub did not believe them.

Rather, he told them what he felt about what they said to him, thus refusing their false claim, 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31 .

surat yusuf ayat 1-16

32. 33. 34. 35. 36. 37 .

surat yusuf ayat 1-16

38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84 .

surat yusuf ayat 1-16

85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97. 98. 99. 100. 101. 102. 103. 104. 105. 106. 107. 108. 109. surat yusuf ayat 1-16. 111 (6) Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya ni’mat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni’mat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jika ditelaah lebih lanjut akan tampak lebih jelas bahwa kata tersebut menyuruh kita untuk membaca. Apabila kita lihat dari sudut pandang ilmu Nahwu atau Nahwiyyah, yang mana ilmu tersebut adalah salah satu ayat yang surat yusuf ayat 1-16 untuk menafsirkan Al Quran, kata Iqra’ masuk kedalam “Harfu Nida” Atau jika diterjemahkan berarti “kalimat penyeru”. Yang berarti didalam kata Iqra’ tersebut Alloh bermaksud menyuruh kita untuk membaca.
يوسف‎ Yusuf “Joseph” Revelation: Meccan No.

of Ayat: 111 verses Chapter of Qur’an: #12 Position: Juz 12 & 13 Inspirational Quote: “O my son, do not relate your vision to your brothers or they will contrive against you a plan. Indeed Satan, to man, is a manifest enemy.” Yusuf Ayat 5 About this Surah: This story of Prophet Yusuf contains many beautiful lessons, not just Muslims, but for all people.

Prophet Yusuf get’s betrayed by his brothers, sold as a slave, and imprisoned unjustly but he kept his faith and took it in stride. This Surah recounts the full story of Prophet Yusuf, may peace be upon him. The lesson we can take is to keep faith in Allah (سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ), exercise sabr (patience), and Allah will raise our status and open new doors for us.

Just keep plugging away and work towards our potential. Do more than what is expected just as Prophet Yusuf had the habit of doing and Allah will take care of the rest. About this site: Our mission is to make it easy to read and understand the Qur’an.

🤲 Here you can read Surah Yusuf in Arabic text. 🤲 Not strong in reading Arabic? Read with transliteration to help surat yusuf ayat 1-16 with the pronunciation. 🤲 Understand the Qur’an with various respected English translations. Also includes Hindi, Urdu, Malay. 🤲 You can listen to the MP3 audio of Surah Yusuf with the beautiful recitation by Mishary Al-Alfasy.

🤲 Auto-scroll feature: Press play and the ayah will automatically be highlighted and the screen will scroll to give the correct position. Minimize audio player for more screen space. 🤲 Change audio playback speed if you want to read a little faster. 🤲 Explore Tafsir by visiting the individual ayat pages.

🤲 Tap on a word or hover with mouse on desktop for word-by-word translation of Surah Yusuf. Keyboard Shortcuts: Q: Qur’an Surah Menu T: Tafsir Menu S: Settings R: Repeat verse, loop ayat D: hiDe the media player. Spacebar: Play/Pause Arrow-keys: Previous verse / Next verse SHOW MORE keyboard_arrow_down Read Surah Yusuf Translation and Transliteration Abul Ala Maududi: (As you have seen in the dream), so will your Lord choose you (for His task) and will impart to you the comprehension of the deeper meaning of things and will bestow the full measure of His favour upon you and upon the house of Jacob even as He earlier bestowed it in full measure upon your forefathers, Abraham and Isaac.

Surely your Lord is All- Knowing, All-Wise.” Muhsin Khan: “Thus will your Lord choose you and teach you the interpretation of dreams (and other things) and perfect His Favour on you and on the offspring of Ya’qub (Jacob), as He perfected it on your fathers, Ibrahim (Abraham) and Ishaque (Isaac) aforetime!

surat yusuf ayat 1-16

Verily, your Lord is All-Knowing, All-Wise.” Dr. Ghali: And thus your Lord will select you and teach you (a portion) of the interpretation of discourses, and perfect His favor upon you, and upon the house of Yaaq‍û ‍b, (Jacob) as He perfected it earlier upon your two fathers, Ibrahîm (Abraham) andIshaq.

(Isaac) Surely your Lord is Ever-Knowing, Ever-Wise.” Muhammad Junagarhi: اور اسی طرح تجھے تیرا پروردگار برگزیده کرے گا اور تجھے معاملہ فہمی (یا خوابوں کی تعبیر) بھی سکھائے گا اور اپنی نعمت تجھے بھرپور عطا فرمائے گا اور یعقوب کے گھر والوں کو بھی، جیسے کہ اس نے اس سے پہلے تیرے دادا اور پردادا یعنی ابراہیم واسحاق کو بھی بھرپور اپنی نعمت دی، یقیناً تیرا رب بہت بڑے علم واﻻ اور زبردست حکمت واﻻ ہے Suhel Farooq Khan: और (जो तुमने देखा है) ऐसा ही होगा कि तुम्हारा परवरदिगार तुमको बरगुज़ीदा (इज्ज़तदार) करेगा और तुम्हें ख्वाबो की ताबीर सिखाएगा और जिस तरह इससे surat yusuf ayat 1-16 तुम्हारे दादा परदादा इबराहीम और इसहाक़ पर अपनी नेअमत पूरी कर चुका है और इसी तरह तुम पर और याक़ूब की औलाद पर अपनी नेअमत पूरी करेगा बेशक तुम्हारा परवरदिगार बड़ा वाक़िफकार हकीम है Abdullah Muhammad Basmeih: Dan demikianlah caranya Tuhanmu memilihmu, dan akan mengajarmu takbir mimpi, serta akan menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Yaakub: sebagaimana Ia telah menyempurnakannya kepada datuk nenekmu dahulu: Ibrahim dan Ishak.

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana”. Abdullah Muhammad Basmeih: (Kisah itu bermula) ketika saudara-saudara Yusuf berkata (sesama sendiri): “Sesungguhnya Yusuf dan adiknya, lebih disayangi oleh bapa kita daripada kita, padahal kita ini satu kumpulan (yang ramai dan berguna).

Sesungguhnya bapa kita adalah dalam keadaan tidak adil yang nyata.” Abdullah Muhammad Basmeih: Setelah mereka pergi dengan membawanya bersama dan setelah mereka sekata hendak melepaskan dia ke dalam perigi, (mereka pun melakukan yang demikian), dan kami pula ilhamkan kepadanya:” Sesungguhnya engkau (wahai Yusuf, akan terselamat, dan) akan memberi tahu mereka tentang hal perbuatan mereka ini, sedang mereka tidak sedar (dan tidak mengingatinya lagi) “.

Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka berkata: “Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami telah pergi berlumba-lumba berburu dan kami telah tinggalkan Yusuf menjaga barang-barang kami, lalu ia dimakan oleh serigala; dan sudah tentu ayah tidak akan percaya kepada kata-kata kami ini, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar”. Abul Ala Maududi: And they brought Joseph’s shirt, stained with false blood.

Seeing this their father exclaimed: “Nay (this is not true); rather your evil souls have made it easy for you to commit a heinous act. So I will bear this patiently, and in good grace. It is Allah’s help alone that I seek against your fabrication.” Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (bagi mengesahkan dakwaan itu) mereka pula melumurkan baju Yusuf dengan darah palsu. Bapa mereka berkata: “Tidak!

Bahkan nafsu kamu memperelokkan kepada kamu suatu perkara (yang tidak diterima akal). Kalau demikian, bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya, dan Allah jualah yang dipohonkan pertolonganNya, mengenai apa yang kamu katakan itu.” Abul Ala Maududi: And a caravan came, and they sent their water drawer to draw water.

As he let down his bucket in the well he (observed Joseph) and cried out: “This is good news. There is a boy.” They concealed him, considering him as part of their merchandise, while Allah was well aware of what they did. Suhel Farooq Khan: और (ख़ुदा की शान देखो) एक काफ़ला (वहाँ) आकर उतरा उन लोगों ने अपने सक्के (पानी भरने वाले) को (पानी भरने) भेजा ग़रज़ उसने अपना डोल डाला ही था (कि यूसुफ उसमें बैठे और उसने ख़ीचा तो निकल आए) वह पुकारा आहा ये तो लड़का है और काफला वालो ने यूसुफ को क़ीमती सरमाया समझकर छिपा रखा हालॉकि जो कुछ ये लोग करते थे ख़ुदा उससे ख़ूब वाकिफ था Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (semasa Yusuf dalam perigi) datanglah ke tempat itu satu rombongan (ahli perniagaan) yang sedang dalam perjalanan; lalu mereka menghantarkan seorang pencari air bagi mereka; (setelah sampainya ke perigi itu) dia pun menghulurkan timbanya (dan manakala ia melihat Yusuf bergantung pada timbanya) ia berseru dengan katanya: “Hai, (ini) sungguh mengembirakan!

Ini adalah seorang budak lelaki (yang cantik parasnya)”. (Setelah mengetahui hal itu, saudara-saudara Yusuf pun datang) serta mereka sembunyikan keadaan Yusuf yang sebenarnya (untuk dijual) sebagai barang dagangan.

Dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan. وَقَالَ ٱلَّذِى ٱشْتَرَىٰهُ مِن مِّصْرَ لِٱمْرَأَتِهِۦٓ أَكْرِمِى مَثْوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ surat yusuf ayat 1-16 ٱلْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ Sahih International: And the one from Surat yusuf ayat 1-16 who bought him said to his wife, “Make his residence comfortable.

Perhaps he will benefit us, or we will adopt him as a son.” And thus, We established Joseph in the land that We might teach him the interpretation of events. And Allah is predominant over His affair, but most of the people do not know. Yusuf Ali: The man in Egypt who bought him, said to his wife: “Make his stay (among us) honourable: may be he will bring us much good, or we shall adopt him as a son.” Thus did We establish Joseph in the land, that We might teach him the interpretation of stories (and events).

And Allah hath full power and control over His affairs; but most among mankind know it not. Abul Ala Maududi: The man from Egypt who bought him said to his wife: “Take good surat yusuf ayat 1-16 of him, possibly he might be of benefit to us or we might adopt him as a son.” Thus We found a way for Joseph to become established in that land and in order that We might teach him to comprehend the deeper meaning of things.

Allah has full power to implement His design although most people do not know that. Muhsin Khan: And he (the man) from Egypt who bought him, said to his wife: “Make his stay comfortable, may be he will profit us or we shall adopt him as a son.” Thus did We establish Yusuf (Joseph) in the land, that We might teach him the interpretation of events.

And Allah has full power and control over His Affairs, but most of men know not. Pickthall: And he of Egypt who purchased him said unto his wife: Receive him honourably. Perchance he may prove useful to us or we may adopt him as a son. Thus we established Joseph in the land that We might teach him the interpretation of events. And Allah was predominant in His career, but most of mankind know not.

Dr. Ghali: And he who traded him, being of Misr, (Egypt) said to his wife, “Give him honorable lodging; it may be that he will profit us, or it may be that we take him to ourselves (as) a son.” And thus, We established Yû‍suf (Joseph) in the land, and that We may teach him some of the interpretation of 115 discourses. And Allah is Overcomer with (Literally: Over) His Command, but most men do not know.

Muhammad Junagarhi: مصر والوں میں سے جس نے اسے خریدا تھا اس نے اپنی بیوی سے کہا کہ اسے بہت عزت واحترام کے ساتھ رکھو، بہت ممکن ہے کہ یہ ہمیں فائده پہنچائے یا اسے ہم اپنا بیٹا ہی بنا لیں، یوں ہم نے مصر کی سرزمین میں یوسف کا قدم جما دیا surat yusuf ayat 1-16 ہم اسے خواب کی تعبیر کا کچھ علم سکھا دیں۔ اللہ اپنے ارادے پر غالب ہے لیکن اکثر لوگ بے علم ہوتے ہیں Suhel Farooq Khan: (यूसुफ को लेकर मिस्र पहुँचे और वहाँ उसे बड़े नफे में बेच डाला) और मिस्र के लोगों से (अज़ीजे मिस्र) जिसने (उनको ख़रीदा था अपनी बीवी (ज़ुलेख़ा) से कहने लगा इसको इज्ज़त व आबरु से रखो अजब नहीं ये हमें कुछ नफा पहुँचाए या (शायद) इसको अपना बेटा ही बना लें और यू हमने यूसुफ को मुल्क (मिस्र) में surat yusuf ayat 1-16 देकर) क़ाबिज़ बनाया और ग़रज़ ये थी कि हमने उसे ख्वाब की बातों की ताबीर सिखायी और ख़ुदा तो अपने काम पर (हर तरह के) ग़ालिब व क़ादिर है मगर बहुतेरे लोग (उसको) नहीं जानते Abdullah Muhammad Basmeih: Dan surat yusuf ayat 1-16 Yusuf dijualkan di negeri Mesir), berkatalah orang yang membeli Yusuf kepada isterinya: “Berilah dia layanan yang sebaik-baiknya; semoga ia berguna kepada kita, atau kita jadikan dia anak”.

Dan demikianlah caranya kami menetapkan kedudukan Yusuf di bumi (Mesir untuk dihormati dan disayangi), dan untuk kami mengajarnya sebahagian dari ilmu takbir mimpi. Dan Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara yang telah ditetapkanNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Abul Ala Maududi: And it so happened that the lady in whose house Joseph was living, sought to tempt him to herself, and one day bolting the doors she said: “Come on now!” Joseph answered: “May Allah grant me refuge! My Lord has provided an honourable abode for me (so how can I do something so evil)?

Such wrong-doers never prosper.” Muhsin Khan: And she, in whose house he was, sought to seduce him (to do an evil act), she closed the doors and said: “Come on, O you.” He said: “I seek refuge in Allah (or Allah forbid)! Truly, he (your husband) is my master! He made my stay agreeable! (So I will never betray him). Verily, the Zalimun (wrong and evil-doers) will never be successful.” Dr. Ghali: And she in whose home he was solicited him, (Literally: she solicited him about himself) and bolted the doors (on them), and said, “Come!

Surat yusuf ayat 1-16 is ready for you.” (i.e., take me) He said, ” Allah be my refuge! Surely he is my lord (i.e., your husband is my lord) who has given me the fairest of lodging.

Surely the unjust (ones) do not prosper.” Suhel Farooq Khan: और जिस औरत ज़ुलेखा के घर में यूसुफ रहते थे उसने अपने (नाजायज़) मतलब हासिल करने के लिए ख़ुद उनसे आरज़ू की और सब दरवाज़े बन्द कर दिए और (बे ताना) कहने लगी लो आओ यूसुफ ने कहा माज़अल्लाह वह (तुम्हारे मियाँ) मेरा मालिक हैं उन्होंने मुझे अच्छी तरह रखा है मै ऐसा ज़ुल्म क्यों कर सकता हूँ बेशक ऐसा ज़ुल्म करने वाले फलाह नहीं पाते Abdullah Muhammad Basmeih: Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-sungguh memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan perempuan itupun menutup pintu-pintu serta berkata: “Marilah ke mari, aku bersedia untukmu”.

Yusuf menjawab: “Aku berlindung kepada Allah (dari perbuatan yang keji itu); sesungguhnya Tuhanku telah memuliharaku dengan sebaik-baiknya; sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya”. Abdullah Muhammad Basmeih: Dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadanya, dan Surat yusuf ayat 1-16 pula (mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah ia tidak menyedari kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu).

Demikianlah (takdir Kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan yang keji, kerana sesungguhnya ia dari hamba-hamba Kami yang dibersihkan dari segala dosa.

Abul Ala Maududi: Then both of them rushed to the door, each seeking to get ahead of the other, and she tore Joseph’s shirt from behind. Then both of them found the husband of the lady at the door. Seeing him she said: “What should be the punishment of him who has foul designs on your wife except that he should be imprisoned or subjected to painful chastisement?” Muhsin Khan: So they raced with one another to the door, and she tore his shirt from the back.

They both found her lord (i.e. her husband) at the door. She said: “What is the recompense (punishment) for him who intended an evil design against your wife, except that he be put in prison or a painful torment?” Dr.

Ghali: And they raced with one another to the door, and she ripped his shirt from the rear. And they came upon her master close to the door. She said, “What is the recompense of him who was willing to (commit) an odious (deed) to your family except that he should be imprisoned or (receive) a painful torment?” Suhel Farooq Khan: और दोनों दरवाजे क़ी तरफ झपट पड़े और surat yusuf ayat 1-16 (ने पीछे से उनका कुर्ता पकड़ कर खीचा और) फाड़ डाला और दोनों ने ज़ुलेखा के ख़ाविन्द को दरवाज़े के पास खड़ा पाया ज़ुलेख़ा झट (अपने शौहर से) कहने लगी कि जो तुम्हारी बीबी के साथ surat yusuf ayat 1-16 का इरादा करे उसकी सज़ा इसके सिवा और कुछ नहीं कि या तो कैद कर दिया जाए Abdullah Muhammad Basmeih: Dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu, serta perempuan itu mengoyakkan baju Yusuf dari belakang; lalu terserempaklah keduanya dengan suami perempuan itu di muka pintu.

Tiba-tiba perempuan itu berkata (kepada suaminya): Tidak ada balasan bagi orang yang mahu membuat jahat terhadap isterimu melainkan dipenjarakan dia atau dikenakan azab yang menyiksanya”. Abdullah Muhammad Basmeih: Yusuf pula berkata: “Dia lah yang memujukku berkehendakkan diriku”.

(Suaminya tercengang mendengarnya) dan seorang dari keluarga perempuan itu (yang ada bersama-sama) tampil memberi pendapatnya dengan berkata:” “Jika baju Yusuf koyak dari depan maka benarlah tuduhan perempuan itu, dan menjadilah Yusuf dari orang-orang yang dusta. Dr. Ghali: And (some) women folk in the city said, “The wife of the governor (Literally: the ever-mighty Al-Azîz) is soliciting her page; (Literally: seeking to win his self ) he surat yusuf ayat 1-16 already smitten (her heart) with love; (Literally: affected her pericardium, i.e., infatuated her) surely we indeed see her in evident error.” Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir (mencaci hal Zulaikha dengan) berkata: Isteri Al-Aziz itu memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan dirinya, sesungguhnya cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam lipatan hatinya; sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan yang nyata.” فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًۭٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍۢ مِّنْهُنَّ سِكِّينًۭا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا هَـٰذَا بَشَرًا إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا مَلَكٌۭ كَرِيمٌۭ Sahih International: So when she heard of their scheming, she sent for them and prepared for them a banquet and gave each one of them a knife and said [to Joseph], “Come out before them.” And when they saw him, they greatly admired him and cut their hands and said, “Perfect is Allah!

This is not a man; this is none but a noble angel.” Yusuf Ali: When she heard of their malicious talk, she sent for them and prepared a banquet for them: she gave each of them a knife: and she said (to Joseph), “Come out before them.” When they saw him, they did extol him, and (in their amazement) cut their hands: they said, “Allah preserve us! no mortal is this! this is none other than a noble angel!” Abul Ala Maududi: Hearing of their surat yusuf ayat 1-16 talk the chief’s wife sent for those ladies, and arranged for them a banquet, and got ready couches, and gave each guest a knife.

Then, while they were cutting and eating the fruit, she signalled Joseph: “Come out to them.” When the ladies saw him they were so struck with admiration that they cut their hands, exclaiming: “Allah preserve us. This is no mortal human. This is nothing but a noble angel!” Muhsin Khan: So when she heard of their accusation, she sent for them and prepared a banquet for them; she gave each one of them a knife (to cut the foodstuff with), and she said [(to Yusuf (Joseph)]: “Come out before them.” Then, when they saw him, they exalted him (at his beauty) and (in their astonishment) cut their hands.

They said: “How perfect is Allah (or Allah forbid)! No man is this! This is none other than a noble angel!” Pickthall: And when she heard of their sly talk, she sent to them and prepared for them a cushioned couch (to lie on at the feast) and gave to every one of them a knife and said (to Joseph): Come out unto them! And when they saw him they exalted him and cut their hands, exclaiming: Allah Blameless! This is no a human being. This is not other than some gracious angel.

Dr. Ghali: So, as soon as she heard their scheming, she sent for them, and she readied for them a reclining (couch). And she brought each one of surat yusuf ayat 1-16 a knife, and said, (to Yû‍suf), “Go out to them.” So, as soon as they saw him, they were greatly (amazed) at him and cut their hands severely (The Arabic verb form implies something done repeatedly or to a high degree or surat yusuf ayat 1-16 extent) and said, ” Allah forbid!

(i.e. Allah forbid that Yû‍suf could have ever solicited her!) In no way is this a mortal; decidedly this is nothing else except an honorable angel.” Abdul Haleem: When she heard their malicious talk, she prepared a banquet and sent for them, giving each of them a knife.

She said to Joseph, ‘Come out and show yourself to them!’ and when the women saw him, they were stunned by his beauty, and cut their hands, exclaiming, ‘Great God! He cannot be mortal! He must be a precious angel!’ Muhammad Junagarhi: اس نے جب ان کی اس پر فریب غیبت کا حال سنا تو انہیں بلوا بھیجا اور ان کے لئے ایک مجلس مرتب کی اور ان میں سے ہر ایک کو چھری دی۔ اور کہا اے یوسف! ان کے سامنے چلے آؤ، ان عورتوں نے جب اسے دیکھا تو بہت بڑا جانا اور اپنے ہاتھ کاٹ لئے، اور زبان سے نکل گیا کہ حاشاللہ!

یہ انسان تو ہرگز نہیں، یہ تو یقیناً کوئی بہت ہی بزرگ فرشتہ ہے Suhel Farooq Khan: तो जब ज़ुलेख़ा ने उनके ताने सुने तो उस ने उन औरतों को बुला भेजा और उनके लिए एक मजलिस आरास्ता की और उसमें से हर एक के हाथ में एक छुरी और एक (नारंगी) दी (और कह दिया कि जब तुम्हारे सामने आए तो काट के एक फ़ाक उसको दे देना) और यूसुफ़ से कहा कि अब इनके सामने से निकल तो जाओ तो जब उन औरतों ने उसे देखा तो उसके बड़ा हसीन पाया तो सब के सब ने (बे खुदी में) अपने अपने हाथ काट डाले और कहने लगी हाय अल्लाह ये आदमी नहीं है ये तो हो न हो बस एक मुअज़िज़ (इज्ज़त वाला) फ़रिश्ता है Abdullah Muhammad Basmeih: Maka apabila ia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberi kepada – tiap seorang di antara mereka sebilah pisau.

Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf): “Keluarlah di hadapan mereka”. Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: “Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!” Suhel Farooq Khan: (तब ज़ुलेख़ा उन औरतों से) बोली कि बस ये वही तो है जिसकी बदौलत तुम सब मुझे मलामत (बुरा भला) करती थीं और हाँ बेशक मैं उससे अपना मतलब हासिल करने की खुद उससे आरज़ू surat yusuf ayat 1-16 थी मगर ये बचा रहा और जिस काम का मैं हुक्म देती हूँ अगर ये न करेगा तो ज़रुर क़ैद भी किया जाएगा और ज़लील भी होगा (ये सब बातें यूसुफ ने मेरी बारगाह में) अर्ज़ की Abdullah Muhammad Basmeih: (Zulaikha) berkata: “Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya!

Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan, dan akan menjadi dari orang-orang yang hina.” Abdullah Muhammad Basmeih: Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: “Wahai Tuhanku!

Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku surat yusuf ayat 1-16 dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya”. Sahih International: And there entered the prison with him two young men. One of them said, “Indeed, I have seen myself [in a dream] pressing wine.” The other said, “Indeed, I have seen myself carrying upon my head [some] bread, from which the birds were eating.

Inform us of its interpretation; indeed, we see you to be of those who do good.” Yusuf Ali: Now with him there came into the prison two young men. Said one of them: “I see myself (in a dream) pressing wine.” said the other: “I see myself (in a dream) carrying bread on my head, and birds are eating, thereof.” “Tell us” (they said) “The truth and meaning thereof: for we see thou art one that doth good (to all).” Abul Ala Maududi: And with Joseph two other slaves entered the prison.

One of them said: “I saw myself pressing wine in a dream”; and the other said: “I saw myself carrying bread on my head of which the birds were eating.” Both said: “Tell us what is its interpretation; for we consider you to be one of those who do good.” Muhsin Khan: And there entered with him two young men in the prison.

One of them said: “Verily, I saw myself (in a dream) pressing wine.” The other said: “Verily, I saw myself (in a dream) carrying bread on my head and birds were eating thereof.” (They said): “Inform us of the interpretation of this. Verily, we think you are one of the Muhsinun (doers of good – see V. 2:112).” Dr. Ghali: And two pages entered the prison with him. One of them said, “Surely I (do) see myself (in a 116 dream) that I was pressing wine.

“And the other said, “Surely I (do) see myself (in a dream) that I was carrying above my head bread that birds were eating of. Fully inform us of its interpretation; surely we see you (are) (one) of the fair-doers.” Abdul Haleem: Two young men went into prison alongside him. One of them said, ‘I dreamed that I was pressing grapes’; the other said, ‘I dreamed that I was carrying bread on my head and that the birds were eating it.’ [They said], ‘Tell us what this means- we can see that you are a knowledgeable man.’ Muhammad Junagarhi: اس کے ساتھ ہی دو اور جوان بھی جیل خانے میں داخل ہوئے، ان میں سے ایک نے کہا کہ میں نے خواب میں اپنے آپ کو شراب نچوڑتے دیکھا ہے، اور دوسرے نے کہا میں نے اپنے آپ کو دیکھا ہے کہ میں اپنے سر پر روٹی اٹھائے ہوئے ہوں جسے پرندے کھا رہے ہیں، ہمیں آپ اس کی تعبیر بتایئے، ہمیں تو آپ خوبیوں والے شخص دکھائی دیتے ہیں Suhel Farooq Khan: कि कुछ मियाद के लिए उनको क़ैद ही करे दें और यूसुफ के साथ और भी दो जवान आदमी (क़ैद ख़ाने) में दाख़िल हुए (चन्द दिन के बाद) उनमें से एक ने कहा कि मैने ख्वाब में देखा है कि मै (शराब बनाने के वास्ते अंगूर) निचोड़ रहा हूँ और दूसरे ने कहा (मै ने भी ख्वाब में) अपने को देखा कि मै अपने सर पर रोटिया उठाए हुए हूँ और चिड़ियाँ उसे खा रही हैं (यूसुफ) हमको उसकी ताबीर (मतलब) बताओ क्योंकि हम तुमको यक़ीनन नेकी कारों से समझते हैं Abdullah Muhammad Basmeih: Dan masuklah bersama-samanya ke penjara dua orang khadam raja.

Salah seorang di antaranya (bertanya kepada Yusuf dengan) berkata: “Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku memerah anggur “. Dan berkata pula yang seorang lagi: “Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku menjunjung roti atas kepalaku, yang sebahagiannya dimakan oleh burung.” (kemudian keduanya berkata): “Terangkanlah kepada kami akan takbirnya.

Sesungguhnya kami memandangmu: dari orang-orang yang berbuat kebaikan (untuk umum)”. Sahih International: He said, “You will not surat yusuf ayat 1-16 food that is provided to you except that I will inform you of its interpretation before it comes to you. That is from what my Lord has taught me. Indeed, I have left the religion of a people who do not believe in Allah, and they, in the Hereafter, are disbelievers.

Yusuf Ali: He said: “Before any food comes (in due course) to feed either of you, I will surely reveal to you the truth and meaning of this ere it befall you: that is part of the (duty) which my Lord hath taught me. I have (I assure you) abandoned the ways of a people that believe not in Allah and that (even) deny the Hereafter.

Muhsin Khan: He said: “No food will come to you (in wakefulness or in dream) as your provision, but I will inform (in wakefulness) its interpretation before it (the food) comes. This is of that which my Lord has taught me.

Verily, I have abandoned the religion of a people that believe not in Allah and are disbelievers in the Hereafter (i.e. the Kan’aniun of Egypt who were polytheists and used to worship sun and other false deities). Dr. Ghali: He said, “No food will come up to you (both) to be provided with except that I will (fully) inform you about its interpretation before it comes up to you; (i.e., I will inform you of the surat yusuf ayat 1-16 before the food comes to you) that (i.e., these two interpretations) is (part) of what my Lord taught me.

Surely I have left the creed of a people who do not believe in Allah, and they are they (who) are disbelievers in the Hereafter. Yû‍suf Suhel Farooq Khan: यूसुफ ने कहा जो खाना तुम्हें (क़ैद ख़ाने से) दिया जाता है वह आने भी न पाएगा कि मै उसके तुम्हारे पास आने के क़ब्ल ही तुम्हे उसकी ताबीर बताऊँगा ये ताबीरे ख्वाब भी उन बातों के साथ है जो मेरे परवरदिगार ने मुझे तालीम फरमाई है मैं उन लोगों का मज़हब छोड़ बैठा हूँ जो ख़ुदा पर ईमान नहीं लाते और वह लोग आख़िरत के भी मुन्किर है Abdullah Muhammad Basmeih: Yusuf menjawab: “(Aku bukan sahaja dapat menerangkan takbir mimpi kamu itu, bahkan) tidak datang kepada kamu sesuatu makanan yang diberikan kepada kamu (tiap-tiap hari dalam penjara), melainkan aku juga dapat memberitahu kepada kamu akan nama dan jenisnya, sebelum ia dibawa kepada kamu.

Yang demikian itu ialah sebahagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Dengan sebab itu aku meninggalkan ugama kaum yang tidak beriman kepada Allah serta tidak pula percayakan hari akhirat. Abul Ala Maududi: and I have adopted the way of my forefathers – Abraham and Isaac and Jacob. It is not surat yusuf ayat 1-16 us to associate any with Allah in His Divinity. It is out of Allah’s grace upon us and upon mankind (that He did not require of us to serve any other than Allah), and yet most people do not give thanks.

Muhsin Khan: “And I have followed the religion of my fathers, – Ibrahim (Abraham), Ishaque (Isaac) and Ya’qub (Jacob)], and never could we attribute any partners whatsoever to Allah.

This is from the Grace of Allah to us and to mankind, but most men thank not (i.e. they neither believe in Allah, nor worship Him). Abdullah Muhammad Basmeih: “Dan aku menurut ugama bapa dan datuk nenekku: Ibrahim dan Ishak serta Yaakub. Tidaklah sepatutnya kita mempersekutukan sesuatupun dengan Allah. Mentauhid – mengesakan Allah ialah hasil dari limpah kurnia Allah kepada kita dan kepada umat manusia. Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. Sahih International: You worship not besides Him except [mere] names you have named them, you and your fathers, for which Allah has sent down no authority.

Legislation is not but for Allah. He has commanded that you worship not except Him. That is the correct religion, but most of the people do not know. Abul Ala Maududi: Those whom you serve beside Him are merely idle names that you and your fathers have fabricated, without Allah sending down any sanction for them.

All authority to govern rests only with Allah. He has commanded that you serve none but Him. This is the Right Way of life, though most people are altogether unaware. Muhsin Khan: “You do not worship besides Him but only names which you have named (forged), you and your fathers, for which Allah has sent down no authority.

The command (or the judgement) is for none but Allah. He has commanded that you worship none but Him (i.e. His Monotheism), that is the (true) straight religion, but most men know not. Dr. Ghali: In no way do you worship, apart from Him, except names you have named, you and your fathers; in no way has Allah sent down any all-binding authority concerning them. Decidedy judgment (belongs to none) except to Allah; He has commanded that you should not worship any except Him (only).

That is the most upright religion, but most (of) mankind do not know. Muhammad Junagarhi: اس کے سوا تم جن کی پوجا پاٹ کر رہے ہو وه سب نام surat yusuf ayat 1-16 نام ہیں جو تم نے اور تمہارے باپ دادوں نے خود ہی گھڑ لئے ہیں۔ اللہ تعالیٰ نے ان کی کوئی دلیل نازل نہیں فرمائی، فرمانروائی صرف اللہ تعالیٰ ہی کی ہے، اس کا فرمان ہے کہ تم سب سوائے اس کے کسی اور کی عبادت نہ کرو، یہی دین درست ہے لیکن اکثر لوگ نہیں جانتے Suhel Farooq Khan: तुम लोग तो ख़ुदा को छोड़कर बस उन चन्द नामों ही को परसतिश करते हो जिन को तुमने और तुम्हारे बाप दादाओं ने गढ़ लिया है ख़ुदा ने उनके लिए कोई दलील नहीं नाज़िल की हुकूमत तो बस ख़ुदा ही के वास्ते ख़ास है उसने तो हुक्म दिया है कि उसके सिवा किसी की इबादत न करो यही साीधा दीन है मगर (अफसोस) बहुतेरे लोग नहीं जानते हैं Abdullah Muhammad Basmeih: Apa yang kamu sembah, yang lain dari Surat yusuf ayat 1-16, hanyalah nama-nama yang kamu menamakannya, kamu dan datuk nenek kamu, Allah tidak pernah menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya.

Sebenarnya hukum (yang menentukan amal ibadat) hanyalah bagi Allah. Ia memerintahkan supaya kamu jangan menyembah melainkan Dia. Yang demikian itulah Ugama yang betul, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Suhel Farooq Khan: ऐ मेरे क़ैद ख़ाने के दोनो रफीक़ो (अच्छा अब ताबीर सुनो तुममें से एक (जिसने अंगूर देखा रिहा होकर) अपने मालिक को शराब पिलाने का काम करेगा और (दूसरा) जिसने रोटियाँ सर पर (देखी हैं) तो सूली दिया जाएगा और चिड़िया उसके सर से (नोच नोच) कर खाएगी जिस अम्र को तुम दोनों दरयाफ्त करते थे (वह ये है और) फैसला हो चुका है Abdullah Muhammad Basmeih: “Wahai sahabatku berdua yang sepenjara!

(Takbir mimpi kamu itu ialah): adapun salah seorang dari kamu, maka ia akan memberi minum arak kepada tuannya. Ada pun yang seorang lagi, maka ia akan dipalang, serta burung pula akan makan dari kepalanya. Telah selesailah (dan tetaplah berlakunya) perkara yang kamu tanyakan itu”.

Muhsin Khan: And he said to the one whom he knew to be saved: “Mention me to your lord (i.e. your king, so as to get me out of the prison).” But Shaitan (Satan) made him forget to mention it to his Lord [or Satan made [(Yusuf (Joseph)] to forget the remembrance of his Lord (Allah) as to ask for His Help, instead of others]. So [Yusuf (Joseph)] stayed in prison a few (more) years.

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan berkatalah Yusuf kepada orang yang ia percaya akan terselamat di antara mereka berdua: “Sebutkanlah perihalku kepada tuanmu”. (Setelah orang itu dibebaskan dari penjara) maka ia dilupakan oleh syaitan untuk menyebutkan (hal Yusuf) kepada tuannya. Dengan sebab itu tinggalah Yusuf dalam penjara beberapa tahun. Abul Ala Maududi: And once the king said: “I have dreamt that there are seven fat cows and seven lean cows are devouring them, and there are seven fresh green ears of corn and seven others dry and withered.

My nobles! Tell me what is the interpretation of this dream, if you are well-versed in interpretation of dreams.” Suhel Farooq Khan: और (इसी असना (बीच) में) बादशाह ने (भी ख्वाब देखा और) कहा मैने देखा है कि सात मोटी ताज़ी गाए हैं उनको सात दुबली पतली गाय खाए surat yusuf ayat 1-16 हैं और सात ताज़ी सब्ज़ बालियॉ (देखीं) और फिर (सात) सूखी बालियॉ ऐ (मेरे दरबार के) सरदारों अगर तुम लोगों को ख्वाब की ताबीर देनी आती हो तो मेरे (इस) ख्वाब के बारे में हुक्म लगाओ Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (pada suatu hari) raja Mesir berkata: “Sesungguhnya aku mimpi melihat: tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus, dan aku melihat tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau dan tujuh tangkai lagi yang kering.

Wahai ketua-ketua kaum (yang hadir, terangkanlah kepadaku tentang mimpiku ini, kalau kamu orang yang pandai menafsirkan mimpi”. Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (pada saat itu) berkatalah orang yang terselamat di antara mereka yang berdua itu, dan yang baharu mengingati (akan pesanan Yusuf) sesudah berlalu suatu masa yang lanjut: “Aku akan memberi tahu kepada surat yusuf ayat 1-16 tafsirannya.

Oleh itu hantarkanlah daku pergi (kepada orang yang mengetahui tafsirannya) “. Abul Ala Maududi: Then he went to Joseph and said to him: “Joseph, O truthfulness incarnate, tell the true meaning of the dream in which seven fat cows are devoured by seven lean ones; and there are seven green ears of corn and seven others dry and withered so that I may return to the people and they may learn.” Abdullah Muhammad Basmeih: (Setelah ia surat yusuf ayat 1-16 dengan Yusuf, berkatalah ia): “Yusuf, Wahai orang yang benar (pada segala-galanya)!

tafsirkanlah kepada kami (seorang bermimpi melihat): tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus; surat yusuf ayat 1-16 tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau serta tujuh tangkai lagi yang kering; (tafsirkanlah) supaya aku kembali kepada orang-orang yang mengutusku itu, semoga mereka dapat mengetahui tafsirannya”. Dr. Ghali: And the king said, “Come up with him (i.e., Bring him) to me!” Then as soon as the messenger came to him, he (Y‍ûsuf) said, “Return to your lord and so ask him, What about the women folk who severely cut (The Arabic verb from implies an action that is done repeatedly or to high degree or to a great extent) their hands?

surat yusuf ayat 1-16

Surely my Lord is Ever-Knowing of their scheming.” Suhel Farooq Khan: (ये ताबीर सुनते ही) बादशाह ने हुक्म दिया कि यूसुफ को मेरे हुज़ूर में तो ले आओ फिर जब (शाही) चौबदार (ये हुक्म लेकर) यूसुफ के पास आया तो युसूफ ने कहा कि तुम अपनी सरकार के पास पलट जाओ और उनसे पूछो कि (आप को) कुछ उन औरतों का हाल भी मालूम है जिन्होने (मुझे देख कर) अपने अपने हाथ काट डाले थे कि या मैं उनका तालिब था Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (apabila mendengar tafsiran itu) berkatalah raja Mesir:” Bawalah dia kepadaku!

“Maka tatkata utusan raja datang kepada Yusuf (menjemputnya mengadap raja), Yusuf berkata kepadanya: Kembalilah kepada tuanmu kemudian bertanyalah kepadanya: “Apa halnya perempuan-perempuan yang melukakan tangan mereka ?

Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka”. Sahih International: Said [the king to the women], “What was your condition when you sought to seduce Joseph?” They said, “Perfect is Allah! We know about him no evil.” The wife of al-‘Azeez said, “Now the truth has become evident. It was I who sought to seduce him, and indeed, he is of the truthful. Yusuf Ali: (The king) said (to the ladies): “What was your affair when ye did seek to seduce Joseph from his (true) self?” The ladies said: “Allah preserve us!

no evil know we against him!” Said the ‘Aziz’s wife: “Now is the truth manifest (to all): it was I who sought to seduce him from his (true) self: He is indeed of those who are (ever) true (and virtuous).

Muhsin Khan: (The King) said (to the women): “What was your affair when you did seek to seduce Yusuf (Joseph)?” The women said: “Allah forbid! No evil know we against him!” The wife of Al-‘Aziz said: “Now the truth is manifest (to all), it was I who sought to seduce him, and he is surely of the truthful.” Dr.

Ghali: He said, (i.e., the king said to the women) “What was your concern as you solicited Yû‍suf?” They said, ” Allah forbid! In no way do we know any odious (deeds) against him.” The wife of 117 the governor (Literally: the ever-mighty Al-Aîz) said, “Now the truth has come to light; I did solicit him; and surely he is indeed one of the sincere. Muhammad Junagarhi: بادشاه نے پوچھا اے عورتو! اس وقت کا صحیح واقعہ کیا ہے surat yusuf ayat 1-16 تم داؤ فریب کر کے یوسف کو اس کی دلی منشا سے بہکانا چاہتی تھیں، انہوں نے صاف جواب دیا کہ معاذ اللہ ہم نے یوسف میں کوئی برائی نہیں پائی، پھر تو عزیز کی بیوی بھی بول اٹھی کہ اب تو سچی بات نتھر آئی۔ میں نے ہی اسے ورغلایا تھا، اس کے جی سے، اور یقیناً وه سچوں میں سے ہے Suhel Farooq Khan: या surat yusuf ayat 1-16 (मेरी) इसमें तो शक़ ही नहीं कि मेरा surat yusuf ayat 1-16 ही उनके मक्र से खूब वाक़िफ है चुनान्चे बादशाह ने (उन औरतों को तलब किया) और पूछा कि जिस वक्त तुम लोगों ने यूसुफ से अपना मतलब हासिल करने की खुद उन से तमन्ना की थी तो हमें क्या मामला पेश आया था वह सब की सब अर्ज क़रने लगी हाशा अल्लाह हमने यूसुफ में तो किसी तरह की बुराई नहीं देखी (तब) अज़ीज़ मिस्र की बीबी (ज़ुलेख़ा) बोल उठी अब तू ठीक ठीक हाल सब पर ज़ाहिर हो ही गया (असल बात ये है कि) मैने खुद उससे अपना मतलब हासिल करने की तमन्ना की थी और बेशक वह यक़ीनन सच्चा है Abdullah Muhammad Basmeih: Setelah perempuan-perempuan surat yusuf ayat 1-16 dipanggil), raja bertanya kepada mereka: “Apahal kamu, semasa kamu memujuk Yusuf mengenai dirinya?” Mereka menjawab: JauhNya Allah dari segala cacat cela, kami tidak mengetahui sesuatu kejahatan terhadap Yusuf”.

Isteri Al-Aziz pun berkata: “Sekarang ternyatalah kebenaran (yang selama ini tersembunyi), akulah yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya (tetapi ia telah menolak); dan sesungguhnya adalah ia dari orang-orang yang benar. Abdullah Muhammad Basmeih: “Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu).

Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” Suhel Farooq Khan: इसमें शक़ नहीं कि मेरा परवरदिगार बड़ा बख्शने वाला मेहरबान है और बादशाह ने हुक्म दिया कि यूसुफ को मेरे पास ले आओ तो मैं उनको अपने ज़ाती काम के लिए ख़ास कर लूंगा फिर उसने यूसुफ से बातें की तो यूसुफ की आला क़ाबलियत साबित हुई (और) उसने हुक्म दिया कि तुम आज (से) हमारे सरकार में यक़ीन बावक़ार (और) मुअतबर हो Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (setelah mendengar pengakuan perempuan-perempuan itu), raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, aku hendak menjadikan dia orang yang khas untuk aku surat yusuf ayat 1-16 dengannya.

Setelah (Yusuf dibawa mengadap, dan raja) berkata-kata dengannya (serta mengetahui kebijaksanaannya) berkatalah raja kepadanya: “Sesungguhnya engkau pada hari ini (wahai Yusuf), seorang yang berpangkat tinggi, lagi dipercayai di kalangan kami “. Abdullah Muhammad Basmeih: Dan demikianlah caranya, Kami tetapkan kedudukan Yusuf memegang kuasa di bumi Mesir; ia bebas tinggal di negeri itu di mana sahaja yang disukainya.

Kami limpahkan rahmat Kami kepada sesiapa sahaja yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menghilangkan balasan baik orang-orang yang berbuat kebaikan. Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (selepas itu) berkatalah Yusuf kepada orang-orang suruhannya. “Masukkanlah barang-barang surat yusuf ayat 1-16 mereka pada tempat simpanan barang di kenderaan mereka, supaya mereka mengetahuinya kelak ketika mereka kembali kepada keluarga mereka, dan supaya mereka datang lagi (ke negeri ini)”.

Abdullah Muhammad Basmeih: Maka ketika mereka kembali kepada bapa mereka, berkatalah mereka: “Wahai ayah kami! Kami (tetap diberi amaran bahawa kami) tidak akan mendapat lagi bekalan makanan (kiranya Bunyamin tidak pergi bersama). Oleh itu, hantarkanlah dia bersama-sama kami, supaya kami dapat lagi bekalan makanan; dan sesungguhnya kami akan menjaganya dengan sebaik-baiknya”.

Abdullah Muhammad Basmeih: Bapa mereka berkata: “(Jika aku lepaskan dia pergi bersama-sama kamu), aku tidak menaruh kepercayaan kepada kamu menjaganya melainkan seperti kepercayaanku kepada kamu menjaga saudaranya dahulu (yang telah kamu hampakan.

Oleh itu aku hanya menaruh kepercayaan kepada Allah), kerana Allah jualah Penjaga yang sebaik-baiknya, dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani dari sesiapa sahaja yang menaruh belas kasihan”. Sahih International: And when they opened their baggage, they found their merchandise returned to them. They said, “O our father, what [more] could we desire? This is our merchandise returned to us.

And we will obtain supplies for our family and protect our brother and obtain an increase of a camel’s load; that is an easy measurement.” Yusuf Ali: Then when they opened their baggage, they found their stock-in-trade had been returned to them. They said: “O our father! What (more) can we desire? this our stock-in-trade has been returned to us: so we shall get (more) food for our family; We shall take care of our brother; and add (at the same time) a full camel’s load (of grain to our provisions).

This is but a small quantity. Abul Ala Maududi: And when they opened their things they found that their goods had been given back to them. Thereupon they cried: “Father! What else would we desire? Look, even our goods have been given back to us, so we shall go now and bring supplies for our family, we shall protect our brother, and bring another camel-load of corn.

That additional supply will be easily secured.” Muhsin Khan: And when they opened their bags, they found their money had been returned to them. They said: “O our father! What (more) can we desire? This, our money has been returned to us, so we shall get (more) food for our family, and we shall guard our brother and add one more measure of a camel’s load. This quantity is easy (for the king to give).” Pickthall: And when they opened their belongings they discovered that their merchandise had been returned to them.

They said: O our father! What (more) can we ask? Here is our merchandise returned to us. We shall get provision for our folk and guard our brother, and we shall have the extra measure of a camel (load). This (that we bring now) is a light measure. Dr. Ghali: And as soon as they opened their belongings, they found their merchandise turned back to them. They said, “O our father, what (more) should we seek? This is our merchandise turned back to us, and we will cater for our family, and we will take good care of (i.e., preserve) our brother; and we will have an added measure of a camel’s (load).

That is an easy measure.” Abdul Haleem: Then, when they opened their packs, they discovered that their goods had been returned to them and they said, ‘Father! We need no more [goods to barter]: look, our goods have been returned to us. We shall get corn for our household; we shall keep our brother safe; we shall be entitled to another camel-load of grain- an extra measure so easily achieved!’ Muhammad Junagarhi: جب انہوں نے اپنا اسباب surat yusuf ayat 1-16 تو اپنا سرمایہ موجود پایا جو ان کی جانب لوٹا دیا گیا تھا۔ کہنے لگے اے ہمارے باپ ہمیں اور کیا چاہیئے۔ دیکھئے تو یہ ہمارا سرمایہ بھی ہمیں واپس لوٹا دیا گیا ہے۔ ہم اپنے خاندان کو رسد ﻻدیں گے اور اپنے بھائی کی نگرانی رکھیں گے اور ایک اونٹ کے بوجھ کا غلہ زیاده ﻻئیں گے۔ یہ ناپ تو بہت آسان ہے Suhel Farooq Khan: और जब उन लोगों ने अपने अपने असबाब खोले तो अपनी अपनी पूंजी को देखा कि (वैसे ही) वापस कर दी गई है तो (अपने बाप से) कहने लगे ऐ अब्बा हमें (और) क्या चाहिए (देखिए) यह हमारी जमा पूंजी हमें वापस दे दी गयी है और (ग़ल्ला मुफ्त मिला अब इब्ने यामीन को जाने दीजिए तो) हम अपने एहलो अयाल के वास्ते ग़ल्ला surat yusuf ayat 1-16 और अपने भाई की पूरी हिफाज़त करेगें और एक बार यतर ग़ल्ला और बढ़वा लाएंगें Abdullah Muhammad Basmeih: Dan semasa mereka membuka barang-barang mereka, mereka dapati barang-barang dagangan mereka telah dikembalikan kepada mereka.

Mereka berkata dengan gembiranya: “Wahai ayah kami! Apa yang kita kehendaki lagi? Ini dia barang-barang dagangan yang kita jadikan tukaran (bagi mendapat gandum) itu telah dikembalikan kepada kita. Dan (dengan kemurahan hati menteri yang berbudi itu) akan dapatlah kami membawa lagi bekalan makanan kepada keluarga kami, dan kami pula akan dapat menjaga saudara kami, serta akan dapat tambahan benda-benda makanan sebanyak muatan seekor unta lagi.

Pemberian tambahan yang sebanyak itu mudah sekali ditunaikannya”. Yusuf Ali: (Jacob) said: “Never will I send him with you until ye swear a solemn oath to me, in Allah’s name, that ye will be sure to bring him back to me unless ye are yourselves hemmed in (and made powerless). And when they had sworn their solemn oath, he said: “Over all that we say, be Allah the witness and guardian!” Abul Ala Maududi: Their father said: “I shall never send him with you until you give me a solemn promise in the name of Allah that you will bring him back to me, unless you yourselves are surrounded.” Then after they had given him their solemn promise, he said.

“Allah watches over what we have said.” Muhsin Khan: He [Ya’qub (Jacob)] said: “I will not send him with you until you swear a solemn oath to me in Allah’s Name, that you will bring him back to me unless you are yourselves surrounded (by enemies, etc.),” And when they had sworn their solemn oath, he said: “Allah is the Witness over what we have said.” Dr. Ghali: He said, “I will never send him with you until you bring me a binding compact by Allah that indeed you will definitely bring him (back) to me, excepting (if) you are encompassed.” So, as soon as they had brought him their binding compact, he said, ” Allah is The Ever-Trusted Trustee over what we say.” Muhammad Junagarhi: یعقوب (علیہ السلام) نے کہا!

میں تو اسے ہرگز ہرگز تمہارے ساتھ نہ بھیجوں گا جب تک کہ تم اللہ کو بیچ میں رکھ کر مجھے قول وقرار نہ دو کہ تم اسے میرے پاس پہنچا دو گے، سوائے اس ایک صورت کے کہ تم سب گرفتار کر لئے جاؤ۔ جب انہوں نے پکا قول قرار دے دیا تو انہوں نے کہا کہ ہم جو کچھ کہتے ہیں اللہ اس پر نگہبان ہے Suhel Farooq Khan: ये जो अबकी दफा लाए थे थोड़ा सा ग़ल्ला है याकूब ने कहा जब तक तुम लोग मेरे सामने खुदा से एहद न कर लोगे कि तुम उसको ज़रुर मुझ तक (सही व सालिम) ले आओगे मगर हाँ जब तुम खुद घिर जाओ तो मजबूरी है वरना मै तुम्हारे साथ हरगिज़ उसको न भेजूंगा फिर जब उन लोगों ने उनके सामने एहद कर लिया तो याक़ूब ने कहा कि हम लोग जो कह रहे हैं ख़ुदा उसका ज़ामिन है Abdullah Muhammad Basmeih: Bapa mereka berkata:” Aku tidak sekali-kali akan melepaskan dia (Bunyamin) pergi bersama-sama kamu, sehingga kamu memberi kepadaku satu perjanjian yang teguh (bersumpah) dengan nama Allah, bahawa kamu akan membawanya kembali kepadaku dengan selamat, kecuali jika kamu semua dikepong dan dikalahkan oleh musuh”.

Maka ketika mereka memberikan perjanjian yang teguh (bersumpah) kepadanya, berkatalah ia: “Allah jualah yang menjadi Saksi dan Pengawas atas apa yang kita semua katakan itu.” Dr. Ghali: And he said, “O my sons, (Or: my seeds) do not enter by one gate, and enter by separate gates; and in no way can I avail you anything (whatever) against Allah. Decidedly judgment belongs to none except Allah.

On Him I have put my trust, and in Him let (all) the trusting ones then put their trust.” 118 Muhammad Junagarhi: اور (یعقوب علیہ السلام) نے کہا اے میرے بچو! تم سب ایک دروازے سے نہ جانا بلکہ کئی جدا جدا دروازوں میں سے داخل ہونا۔ میں اللہ کی طرف سے آنے surat yusuf ayat 1-16 کسی چیز کو تم سے ٹال نہیں سکتا۔ حکم صرف اللہ ہی کا چلتا ہے۔ میرا surat yusuf ayat 1-16 بھروسہ اسی پر ہے اور ہر ایک بھروسہ کرنے والے کو اسی پر بھروسہ کرنا چاہئے Suhel Farooq Khan: और याक़ूब ने (नसीहतन चलते वक्त बेटो से) कहा ऐ फरज़न्दों (देखो ख़बरदार) सब के सब एक ही दरवाजे से न दाख़िल होना (कि कहीं नज़र न लग जाए) और मुताफरिक़ (अलग अलग) दरवाज़ों से दाख़िल होना और मै तुमसे (उस बात को जो) ख़ुदा की तरफ से (आए) कुछ टाल भी नहीं सकता हुक्म तो (और असली) ख़ुदा ही के वास्ते है मैने उसी पर भरोसा किया है और भरोसा करने वालों को उसी पर भरोसा करना चाहिए Abdullah Muhammad Basmeih: Dan ia berkata lagi: “Wahai anak-anakku!

Janganlah kamu masuk (ke bandar Mesir) dari sebuah pintu sahaja, tetapi masuklah dari beberapa buah pintu yang berlainan. Dan aku (dengan nasihatku ini), tidak dapat menyelamatkan kamu dari sesuatu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Kuasa menetapkan sesuatu (sebab dan musabab) itu hanya tertentu bagi Allah. KepadaNyalah aku berserah diri, dan kepadaNyalah hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri”.

Sahih International: And when they entered from where their father had ordered them, it did not avail them against Allah at all except [it was] a need within the soul of Jacob, which he satisfied. And indeed, he was a possessor of knowledge because of what We had taught him, but most of the people do not know.

Abul Ala Maududi: And it so happened that when they entered the city (by many gates) as their father had directed surat yusuf ayat 1-16, this precautionary measure proved ineffective against Allah’s will. There was an uneasiness in Jacob’s soul which he so tried to remove. Surely he was possessed of knowledge owing to the knowledge that We bestowed upon him. But most people do not know the truth of the matter.

Dr. Ghali: And as soon as they entered from where their father commanded them, in no way did it avail them anything whatever with Allah, except (that it was) a need in Yaaq‍ûb’s (Jacob’s) self that he (so) accomplished. And surely he was indeed an owner of a knowledge for what We taught him; but most of mankind do not know.

Muhammad Junagarhi: جب وه انہی راستوں سے جن کا حکم ان کے والد نے انہیں دیا تھا، گئے۔ کچھ نہ تھا کہ اللہ نے جو بات مقرر کر دی ہے وه اس سے انہیں ذرا بھی بچا لے۔ مگر یعقوب (علیہ السلام) کے دل میں ایک خیال (پیدا ہوا) جسے اس نے پورا کر لیا، بلاشبہ وه ہمارے سکھلائے ہوئے علم کا عالم تھا لیکن surat yusuf ayat 1-16 لوگ نہیں جانتے Suhel Farooq Khan: और जब ये सब भाई जिस तरह उनके वालिद ने हुक्म दिया था उसी तरह (मिस्र में) दाख़िल हुए मगर जो हुक्म ख़ुदा की तरफ से आने को था उसे याक़ूब कुछ भी टाल नहीं सकते थे मगर (हाँ) याक़ूब के दिल में एक तमन्ना थी जिसे उन्होंने भी युं पूरा कर लिया क्योंकि इसमे तो शक़ नहीं कि उसे चूंकि हमने तालीम दी थी साहिबे इल्म ज़रुर था मगर बहुतेरे लोग (उससे भी) वाक़िफ नहीं Abdullah Muhammad Basmeih: Dan ketika mereka masuk menurut arah yang diperintahkan oleh bapa mereka, tidaklah perintahnya itu dapat menyelamatkan mereka dari apa yang telah ditakdirkan oleh Allah sedikitpun, tetapi yang demikian itu hanyalah melahirkan hajat yang terpendam dalam hati Nabi Yaakub.

Dan sesungguhnya ia orang yang berilmu, kerana kami telah mengajarnya (dengan perantaraan wahyu); tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (akan rahsia takdir Tuhan). Sahih International: So he began [the search] with their bags before the bag of his brother; then he extracted it from the bag of his brother. Thus did We plan for Joseph. He could not have taken his brother within the religion of the king except that Allah willed. We raise in degrees whom We will, but over every possessor of knowledge is one [more] knowing.

Yusuf Ali: So he began (the search) with their baggage, before (he came to) the baggage of his brother: at length he brought it out of his brother’s baggage. Thus did We plan for Joseph. He could not take his brother by the law of the king except that Allah willed it (so). We raise to degrees (of wisdom) whom We please: but over all endued with knowledge is one, the All-Knowing. Abul Ala Maududi: Then Joseph began searching their bags before searching his own brother’s bag.

Then he brought forth the drinking-cup from his brother’s bag. Thus did We contrive to support Joseph. He had no right, according to the religion of the king (i.e.

the law of Egypt), to take his brother, unless Allah so willed. We exalt whomsoever We will over others by several degrees. And above all those who know is the One Who truly knows. Muhsin Khan: So he [Yusuf (Joseph)] began (the search) in their bags before the bag of his brother. Then he brought it out of his brother’s bag. Thus did We plan for Yusuf (Joseph). He could not take his brother by the law of the king (as a slave), except that Allah willed it.

(So Allah made the brothers to bind themselves with their way of “punishment, i.e. enslaving of a thief.”) We raise to degrees whom We please, but over all those endowed with knowledge is the All-Knowing (Allah). Pickthall: Then he (Joseph) began the search with their bags before his brother’s bag, then he produced it from his brother’s bag. Thus did We contrive for Joseph. He could not have taken his brother according to the king’s law unless Allah willed.

We raise by grades (of mercy) whom We will, and over every lord of knowledge there is one more knowing. Dr. Ghali: So he began with their sacks before his brother’s sack; thereafter he drew it forth out of his brother’s sack. Thus We plotted for Yû‍suf; in no way indeed could he take his brother, in the king’s religion (OR: law) except that Allah decided.

We raise in degree (s) whomever We decide; and above every (man) owning knowledge is One Who is Ever-Knowing. Abdul Haleem: [Joseph] began by searching their surat yusuf ayat 1-16, then his brother’s, and he pulled it out from his brother’s bag.

In this way We devised a plan for Joseph- if God had not willed it so, he could not have detained his brother as a penalty under the king’s law- We raise the rank of whoever We will. Above everyone who has knowledge there is the One who is all knowing. Muhammad Junagarhi: پس یوسف نے ان کے سامان کی تلاشی شروع کی، اپنے بھائی کے سامان کی تلاشی سے پہلے، پھر اس پیمانہ کو اپنے بھائی کے سامان (زنبیل) سے نکالا۔ ہم نے یوسف کے لئے اسی طرح یہ تدبیر کی۔ اس بادشاه کے قانون کی رو سے یہ اپنے بھائی کو نہ لے سکتا تھا مگر یہ کہ اللہ کو منظور ہو۔ ہم جس کے چاہیں درجے بلند کر دیں، ہر ذی علم پر فوقیت رکھنے واﻻ دوسرا ذی علم موجود ہے Suhel Farooq Khan: हम लोग तो (अपने यहाँ) ज़ालिमों (चोरों) को इसी तरह सज़ा दिया करते हैं ग़रज़ यूसुफ ने अपने भाई का थैला खोलने ने से क़ब्ल दूसरे भाइयों के थैलों से (तलाशी) शुरू की उसके बाद (आख़िर में) उस प्याले को यूसुफ ने अपने भाई के थैले से बरामद किया यूसुफ को भाई के रोकने की हमने यू तदबीर बताइ वरना (बादशाह मिस्र) के क़ानून के मुवाफिक़ अपने भाई को रोक नहीं सकते थे मगर हाँ जब ख़ुदा चाहे हम जिसे चाहते हैं उसके दर्जे बुलन्द कर देते हैं और (दुनिया में) हर साहबे इल्म से बढ़कर एक और आलिम है Abdullah Muhammad Basmeih: Maka Yusuf pun mulailah memeriksa tempat-tempat barang mereka sebelum memeriksa tempat barang saudara kandungnya (Bunyamin) kemudian ia mengeluarkan benda yang hilang itu dari tempat simpanan barang saudara kandungnya.

Demikianlah Kami jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf. Tidaklah ia akan dapat mengambil saudara kandungnya menurut undang-undang raja, kecuali jika dikehendaki oleh Allah.

(Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki, dan tiap-tiap orang yang berilmu pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui, Abul Ala Maududi: They said: “No wonder that he steals for a brother of his stole before.” But Joseph kept his reaction to himself without disclosing the truth to them. He merely said to himself: “You are an evil lot.

Allah knows well the truth of the accusation that you are making against me (to my face).” Muhsin Khan: They [(Yusuf’s (Joseph) brothers] said: “If he steals, there was a brother of his [Yusuf (Joseph)] who did steal before (him).” But these things did Yusuf (Joseph) keep in himself, revealing not the secrets to them.

He said (within himself): “You are in worst case, and Allah knows best the truth of what you assert!” Suhel Farooq Khan: (ग़रज़) इब्ने यामीन रोक लिए गए तो ये लोग कहने लगे अगर उसने चोरी की तो (कौन ताज्जुब है) इसके पहले इसका भाई (यूसुफ) चोरी कर चुका है तो यूसुफ ने (उसका कुछ जवाब न दिया) उसको अपने दिल में पोशीदा (छुपाये) रखा और उन पर ज़ाहिर न होने दिया मगर ये कह दिया कि तुम लोग बड़े ख़ाना ख़राब (बुरे surat yusuf ayat 1-16 हो Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka berkata:” Kalau dia mencuri, maka (tidaklah pelik), kerana sesungguhnya saudara kandungnya pernah juga mencuri dahulu.

(Mendengar kata-kata yang menyinggung itu) maka Yusuf pun menyembunyikan perasaannya, dan tidak menyatakannya kepada mereka, sambil berkata (dalam hati): “Kamulah yang lebih buruk keadaannya; dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu katakan itu”. فَلَمَّا ٱسْتَيْـَٔسُوا۟ مِنْهُ خَلَصُوا۟ نَجِيًّۭا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُم مَّوْثِقًۭا مِّنَ ٱللَّهِ وَمِن قَبْلُ مَا فَرَّطتُمْ فِى يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ ٱلْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِىٓ أَبِىٓ أَوْ يَحْكُمَ ٱللَّهُ لِى ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَـٰكِمِينَ Sahih International: So when they had despaired of him, they secluded themselves in private consultation.

The eldest surat yusuf ayat 1-16 them said, “Do you not know that your father has taken upon you an oath by Allah and [that] before you failed in [your duty to] Joseph? So I will never leave [this] land until my father permits me or Allah decides for me, and He is the best of judges. Yusuf Ali: Now when they saw no hope of his (yielding), they held a conference in private.

The leader among them said: “Know ye not that your father did take an oath from you in Allah’s name, and how, before this, ye did fail in your duty with Joseph? Therefore will I not leave this land until my father permits me, or Allah commands me; and He is the best to command. Abul Ala Maududi: Then, when they had despaired of Joseph they went to a corner and counselled together.

The eldest of them said: “Do you not know that your father has taken a solemn promise from you in the name of Allah, and you failed in your duty towards Joseph? So I will not depart from this land until my father permits me, or Allah pronounces His judgement in my favour. He is the best of those who judge.” Muhsin Khan: So, when they despaired of him, they held a conference in private. The eldest among them said: “Know you not that your father did take an oath from you in Allah’s Name, and before this you did fail in your duty with Yusuf (Joseph)?

Therefore I will not leave this land until my father permits me, or Allah decides my case (by releasing Benjamin) and He is the Best of the judges. Pickthall: So, When they despaired of (moving) him, they conferred together apart. The eldest of them said: Know ye not how your father took an undertaking from you in Allah’s name and how ye failed in the case of Joseph aforetime?

Therefore I shall not go forth from the land until my father giveth leave or Allah judgeth for me. He is the Best of Judges. Dr. Ghali: Then as soon as they finally despaired of (moving) him, they conferred privily apart. The great one (i.e., the leader, the eldest) of them said, “Do you not know that your father has taken a binding compact from you by Allah, and even before you neglected regarding Y‍ûsuf?

(Joseph) Never will I leave off from (this) land, until my father gives me permission (to do so) or Allah judges for me, and He is The Most Charitable of judges.

Abdul Haleem: When they lost hope of [persuading] him, they withdrew to confer with each other: the eldest of them said, ‘Do you not remember that your father took a solemn pledge from you in the name of God and before that you failed in your duty with regard to Joseph? I will not leave this land until my father gives me leave or God decides for me- He is the best decider- Muhammad Junagarhi: جب یہ اس سے مایوس ہو گئے تو تنہائی میں بیٹھ کر مشوره کرنے لگے۔ ان میں جو سب سے بڑا تھا اس نے کہا تمہیں معلوم نہیں کہ تمہارے والد نے تم سے اللہ کی قسم لے کر پختہ قول قرار لیا ہے اور اس سے پہلے یوسف کے بارے میں تم کوتاہی کر چکے ہو۔ پس میں تو اس سرزمین سے نہ ٹلوں گا جب تک کہ والد صاحب خود مجھے اجازت نہ دیں یا اللہ تعالیٰ میرے معاملے کا فیصلہ کر دے، وہی بہترین فیصلہ کرنے واﻻ ہے Suhel Farooq Khan: फिर जब यूसुफ की तरफ से मायूस हुए तो बाहम मशवरा करने के लिए अलग खड़े हुए तो जो शख़्श उन सब में बड़ा था (यहूदा) कहने लगा (भाइयों) क्या तुम को मालूम नहीं कि तुम्हार वालिद ने तुम लोगों से ख़ुदा का एहद करा लिया था और उससे तुम लोग यूसुफ के बारे में क्या कुछ ग़लती कर ही चुके हो तो (भाई) जब तक मेरे वालिद मुझे इजाज़त (न) दें या खुद ख़ुदा मुझे कोई हुक्म (न) दे मै उस सर ज़मीन से हरगिज़ न हटूंगा और ख़ुदा तो सब हुक्म देने वालो से कहीं बेहतर है Abdullah Muhammad Basmeih: Maka apabila mereka berputus asa daripada mendapat pertolongannya, merekapun mengasingkan diri lalu bermesyuarat tentang hal itu.

Berkatalah ketua mereka (saudaranya yang sulung): “Tidakkah kamu ketahui bahawa bapa kita telah mengambil janji dari kamu yang dikuatkan dengan nama Allah, dan dahulu pun kamu telah mencuaikan janji dan sumpah kamu dalam perkara menjaga keselamatan Yusuf? Oleh itu, aku tidak sekali-kali akan meninggalkan negeri (Mesir) ini sehingga bapaku izinkan aku (kembali atau sehingga Allah menghukum bagiku (untuk meninggalkan negeri ini), dan Dia lah Hakim yang seadil-adilnya.

Abdullah Muhammad Basmeih: (Setelah mereka kembali dan menyampaikan hal itu kepada bapa mereka) berkatalah ia: “(Tidaklah benar apa yang kamu katakan itu) bahkan nafsu kamu telah memperelokkan pada pandangan kamu suatu perkara (yang kamu rancangkan).

Jika demikian, bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan Allah mengembalikan mereka semua kepadaku. Sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. Dr. Ghali: Then, as soon as they entered to him, (i.e., Yûsuf) they said, “O you mighty (Governor), (Literally: the ever-mighty Al-Azîz) adversity has touched us and our family and we have come with scant merchandise.

So, fill up to us the measure and donate to us; surely ة Allah recompenses the constant donators.” Suhel Farooq Khan: फिर जब ये लोग यूसुफ के पास गए तो (बहुत गिड़गिड़ाकर) अर्ज़ की कि ऐ अज़ीज़ हमको और हमारे (सारे) कुनबे को कहत की वजह से बड़ी तकलीफ हो रही है और हम कुछ थोड़ी सी पूंजी लेकर आए हैं तो हम को (उसके ऐवज़ पर पूरा ग़ल्ला दिलवा दीजिए और (क़ीमत ही पर नहीं) हम को (अपना) सदक़ा खैरात दीजिए इसमें तो शक़ नहीं कि ख़ुदा सदक़ा ख़ैरात देने वालों को जजाए ख़ैर देता है Abdullah Muhammad Basmeih: Maka (bertolaklah mereka ke Mesir, dan) setelah mereka masuk mengadap Yusuf, berkatalah mereka: “Wahai Datuk Menteri, kami dan keluarga kami telah menderita kesusahan (kemarau), dan kami datang dengan membawa barang-barang yang kurang baik dan tidak berharga (untuk menjadi tukaran bagi benda-benda makanan negeri ini).

Oleh itu, sempurnakanlah sukatan bekalan makanan bagi kami dan mendermalah kepada kami, sesungguhnya Allah membalas dengan sebaik-baik balasan kepada orang-orang yang bermurah hati menderma”. Muhsin Khan: They said: “Are you indeed Yusuf (Joseph)?” He said: “I am Yusuf (Joseph), and this is my brother (Benjamin). Allah has indeed been gracious to us.

Verily, he who fears Allah with obedience to Him (by abstaining from sins and evil deeds, and by performing righteous good deeds), and is patient, then surely, Allah makes not the reward of the Muhsinun (good-doers – see V.

2:112) to be lost.” Suhel Farooq Khan: (उस पर वह लोग चौके) और कहने लगे (हाए) क्या तुम ही यूसुफ हो, यूसुफ ने कहा हाँ मै ही यूसुफ हूँ और यह मेरा भाई है बेशक ख़ुदा ने मुझ पर अपना फज़ल व (करम) किया है क्या इसमें शक़ नहीं कि जो शख़्श (उससे) डरता है (और मुसीबत में) सब्र करे तो ख़ुदा हरगिज़ (ऐसे नेको कारों का) अज्र बरबाद नहीं करता Abdullah Muhammad Basmeih: Mereka bertanya (dengan hairan): “Engkau ini Yusufkah?

” Ia menjawab: “Akulah Yusuf dan ini adikku (Bunyamin). Sesungguhnya Allah telah mengurniakan nikmatNya kepada kami. Sebenarnya sesiapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

surat yusuf ayat 1-16

Abdullah Muhammad Basmeih: Dan semasa kafilah (mereka meninggalkan Mesir menunju ke tempat bapa mereka di Palestin), berkatalah bapa mereka (kepada kaum kerabatnya yang ada di sisinya): “Sesungguhnya aku ada terbau akan bau Yusuf. Jika kamu tidak menyangka aku sudah nyanyuk (tentulah kamu akan percaya)”. Abdullah Muhammad Basmeih: Maka sebaik-baik sahaja datang pembawa khabar berita yang mengembirakan itu, dia pun surat yusuf ayat 1-16 baju Yusuf pada muka Nabi Yaakub, lalu menjadilah ia celik kembali seperti sediakala.

Nabi Yaakub berkata: “Bukankah aku telah katakan kepada kamu, sesungguhnya aku mengetahui (dengan perantaraan wahyu) dari Allah akan apa yang kamu tidak mengetahuinya?” وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًۭا ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَبَتِ هَـٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَـٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّۭا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَـٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌۭ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ Wa raf’a abawaihi ‘alal ‘arshi wa kharroo lahoo sujjadaa; wa qaala yaaa abati haaza taaweelu ru’yaaya min qablu qad ja’alahaa Rabbee haqqaa; wa qad ahsana beee iz akhrajanee minas sijni wa jaaa’a bikum minal badwi mim ba’di an nazaghash Shaitaanu bainee wa baina ikhwatee; inna Rabbee lateeful limaa yashaaa’; innahoo Huwal ‘Aleemul Hakeem Sahih International: And he raised his parents upon the throne, and they bowed to him in prostration.

And he said, “O my father, this is the explanation of my vision of before. My Lord has made it reality. And Surat yusuf ayat 1-16 was certainly good to me when He took me out of prison and brought you [here] from bedouin life after Satan had induced [estrangement] between me and my brothers. Indeed, my Lord is Subtle in what He wills. Indeed, it is He who is the Knowing, the Wise. Yusuf Ali: And he raised his parents high on the throne (of dignity), and they fell down in prostration, (all) before him.

He said: “O my father! this is the fulfilment of my vision of old! Allah hath made it come true! He was indeed good to me when He took me out of prison and brought you (all here) out of the desert, (even) after Satan had sown enmity between me and my brothers.

Verily my Lord understandeth best the mysteries of all that He planneth to do, for verily He is full of knowledge and wisdom. Abul Ala Maududi: And after they had entered the city, Joseph raised his parents to the throne beside himself, and they (involuntarily) bowed in prostration before him.

Joseph said: “Father! This is the fulfilment of the vision I had before – one that My Lord has caused to come true. He was kind to me when He rescued me from the prison, and brought you from the desert after Satan had stirred discord between me and my brothers. Certainly my Lord is Subtle in the fulfilment of His will; He is All-Knowing, All-Wise. Muhsin Khan: And he raised his parents to the throne and they fell down before him prostrate.

And he said: “O my father!

surat yusuf ayat 1-16

This is the interpretation of my dream aforetime! My Lord has made it come true! He was indeed good to me, when He took me out of the prison, and brought you (all here) out of the bedouin-life, after Shaitan (Satan) had sown enmity between me and my brothers. Certainly, my Lord is the Most Courteous and Kind unto whom He will.

surat yusuf ayat 1-16

Truly He! Only He is the All-Knowing, the All-Wise. Pickthall: And he placed his parents on the dais and surat yusuf ayat 1-16 fell down before him prostrate, and he said: O my father! This is the interpretation of my dream of old. My Lord hath made it true, and He hath shown me kindness, since He took me out of the prison and hath brought you from the desert after Satan had made strife between me and my brethren.

Lo! my Lord is tender unto whom He will. He is the Knower, the Wise. Dr. Ghali: And he raised his two parents (Or: two fathers. See verse 6 of this sûurah) upon the throne, and they (The pronoun is plural, not dual; i.e., three or more) collapsed prostrating to him.

surat yusuf ayat 1-16

And he said, “O my father, this is the interpretation of my vision earlier; my Lord has already made it true; and He has already dealt me fairly as He brought me out of the prison and made you come forward from the desert, even after Ash-Shaytan (The all-vicious (one), i.e., the Devil) incited (jealousy) between me and my brothers.

Surely my Lord is Ever-Kind to what He decides; surely He, Ever He, is The Ever-Knowing, The Ever-Wise. Abdul Haleem: and took them up to [his] throne. They all bowed down before him and he said, ‘Father, this is the fulfilment of that dream I had surat yusuf ayat 1-16 ago. My Lord has made it come true and has been gracious to me- He released me from prison and He brought you here from the desert- after Satan sowed discord between me and my brothers.

My Lord is most subtle in achieving what He will; He is the All Knowing, the Truly Wise. Muhammad Junagarhi: اور اپنے تخت پر اپنے ماں باپ کو اونچا بٹھایا اور سب اس کے سامنے سجدے surat yusuf ayat 1-16 گر گئے۔ تب کہا کہ اباجی! یہ میرے پہلے کے خواب کی تعبیر ہے میرے رب نے اسے سچا کر دکھایا، اس نے میرے ساتھ بڑا احسان کیا جب کہ مجھے جیل خانے سے نکالا اور آپ لوگوں کو صحرا سے لے آیا اس اختلاف کے بعد جو شیطان نے مجھ میں اور میرے بھائیوں میں ڈال دیا تھا۔ میرا رب جو چاہے اس کے لئے بہترین تدبیر کرنے واﻻ ہے۔ اور وه بہت علم وحکمت واﻻ ہے Suhel Farooq Khan: (ग़रज़) पहुँचकर यूसुफ ने अपने माँ बाप को तख्त पर बिठाया और सब के सब यूसुफ की ताज़ीम के वास्ते उनके सामने सजदे में गिर पड़े (उस वक्त) यूसुफ ने कहा ऐ अब्बा ये ताबीर है मेरे उस पहले ख्वाब की कि मेरे परवरदिगार ने उसे सच कर दिखाया बेशक उसने मेरे साथ एहसान किया जब उसने मुझे क़ैद ख़ाने से निकाला और बावजूद कि मुझ में और मेरे भाईयों में शैतान ने फसाद डाल दिया था उसके बाद भी आप लोगों को गाँव से (शहर में) ले आया (और मुझसे मिला दिया) बेशक मेरा परवरदिगार जो कुछ करता है उसकी तद्बीर खूब जानता है बेशक वह बड़ा वाकिफकार हकीम है Abdullah Muhammad Basmeih: Dan ia dudukkan kedua ibu bapanya (bersama-samanya) di atas kerusi kebesaran.

Dan setelah itu mereka semuanya tunduk memberi hormat kepada Yusuf. Dan (pada saat itu) berkatalah Yusuf: “Wahai ayahku!

Inilah dia tafsiran mimpiku dahulu. Sesungguhnya Allah telah menjadikan mimpiku itu benar. Dan sesungguhnya Ia telah melimpahkan kebaikan kepadaku ketika Ia mengeluarkan daku dari penjara; dan Ia membawa kamu ke mari dari dosa sesudah Syaitan (dengan hasutannya) merosakkan perhubungan antaraku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku lemah-lembut tadbirNya bagi apa yang dikehendakiNya; sesungguhnya Dia lah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.

Yusuf Ali: “O my Lord! Thou hast indeed bestowed on me some power, and taught me something of the interpretation of dreams and events,- O Thou Creator of the heavens and the earth! Thou art surat yusuf ayat 1-16 Protector in this world and in the Hereafter. Take Thou my soul (at death) as one submitting to Thy will (as a Muslim), and unite me with the righteous.” Muhsin Khan: “My Lord! You have indeed bestowed on me of the sovereignty, and taught me the interpretation of dreams; The (only) Creator of the heavens and the earth!

You are my Wali (Protector, Helper, Supporter, Guardian, etc.) in this world and in the Hereafter, cause me to die as a Muslim (the one submitting to Your Will), and join me with the righteous.” Dr.

Ghali: Lord! You have already brought me (my share) of kingship and You have taught me (my share) of the interpretation of discourses. O Originator (Literally: Renderer; i.e., Creator) of the heavens and the earth, You are my Ever-Patronizing Patron in the present (life) (Literally: the lowly (life), the life of this world) and the Hereafter, Take me up to You as a Muslim (One who submits to you) and join me with the righteous.” 120 Abdullah Muhammad Basmeih: “Wahai Tuhanku!

surat yusuf ayat 1-16

Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan daku sebahagian dari kekuasaan (pemerintahan) dan mengajarku sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi. Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi Engkau Penguasa dan Pelindungku di dunia dan di akhirat; sempurnakanlah ajalku (ketika mati) dalam keadaan Islam, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh”.

Abdullah Muhammad Basmeih: (Kisah nabi Yusuf) yang demikian ialah dari berita-berita yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), sedang engkau tidak ada bersama-sama mereka semasa mereka sekata mengambil keputusan (hendak membuang Yusuf ke dalam perigi) dan semasa mereka menjalankan rancangan jahat (terhadapnya untuk membinasakannya).

Muhsin Khan: Say (O Muhammad SAW): “This is my way; I invite unto Allah (i.e. to the Oneness of Allah – Islamic Monotheism) with sure knowledge, I and whosoever follows me (also must invite others to Surat yusuf ayat 1-16 i.e.

to the Oneness of Allah – Islamic Monotheism) with sure knowledge. And Glorified and Exalted be Allah (above all that they associate as partners with Him). And I am not of the Mushrikun (polytheists, pagans, idolaters and disbelievers in the Oneness of Allah; those who worship others along with Allah or set up rivals or partners to Allah).” Abdullah Muhammad Basmeih: Katakanlah (wahai Muhammad): “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang menurutku, menyeru manusia umumnya kepada ugama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas nyata.

Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.” Sahih International: And We sent not before you [as messengers] except men to whom We revealed from among the people of cities.

So have they not traveled through the earth and observed how was the end of those before them? And the home of the Hereafter is best for those who fear Allah; then will you not reason? Yusuf Ali: Nor did We send before thee (as messengers) any but men, whom we did inspire,- (men) living in human habitations. Do they not travel through the earth, and see what was the end of those before them?

But the home of the hereafter is best, for those who do right. Will ye not then understand? Abul Ala Maududi: The Messengers whom We raised before you, (O Muhammad), and to whom We sent down revelations, were only human beings, and were from among those living in earthly habitations. Have these people not travelled in the earth that they may observe the end of their predecessors?

Certainly the abode of the Hereafter is much better for those (who accepted the call of the Messengers and) acted in a God-fearing manner. Will you still not act with good sense? Muhsin Khan: And We sent not before you (as Messengers) any but men, whom We inspired from among the people of townships. Have they not travelled through the earth and seen what was the end of those who were before them?

And verily, the home of the Hereafter is the best for those who fear Allah and obey Him (by abstaining from sins and evil deeds, and by performing righteous good deeds).

Do you not then understand? Pickthall: We sent not before thee (any messengers) save men whom We inspired from among the folk of the townships – Have they not travelled in the land and seen the nature of the consequence for those who were before them? And verily the abode of the Hereafter, for those who ward off (evil), is best. Have ye then no sense? – Dr. Ghali: And in no way did We send (any Messengers) even before you, except men whom We revealed to of the population of the towns.

Have they then not traveled in the earth (and) so have looked into how was the end of (the ones) who were (there) even before them? And indeed the Residence of the Hereafter is most charitable (i.e., better) for the ones who are pious.

Do you then not consider? Abdul Haleem: All the messengers We sent before you [Muhammad] were men to whom We made revelations, men chosen from the people of their towns.

Have the [disbelievers] not surat yusuf ayat 1-16 through the land and seen the end of those who went before them? For those who are mindful of God, the Home in the Hereafter is better. Do you [people] not use your reason?

Suhel Farooq Khan: और surat yusuf ayat 1-16 रसूल) तुमसे पहले भी हम गाँव ही के रहने वाले कुछ मर्दों को (पैग़म्बर बनाकर) भेजा किए है कि हम उन पर वही नाज़िल करते थे तो क्या ये लोग रुए ज़मीन पर चले फिरे नहीं कि ग़ौर करते कि जो लोग उनसे पहले हो गुज़रे हैं उनका अन्जाम क्या हुआ और जिन लोगों ने परहेज़गारी एख्तेयार की उनके लिए आख़िरत का घर (दुनिया से) यक़ीनन कहीं ज्यादा बेहतर है क्या ये लोग नहीं समझते Abdullah Muhammad Basmeih: Dan tiadalah Kami mengutus Rasul – sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang lelaki dari penduduk bandar, yang kami wahyukan kepada mereka.

Maka mengapa orang-orang (yang tidak mahu beriman) itu tidak mengembara di muka bumi, supaya memerhatikan bagaimana akibat orang-orang kafir yang terdahulu dari mereka?

Dan (ingatlah) sesungguhnya negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Oleh itu, mengapa kamu (wahai manusia) tidak mahu memikirkannya? Abul Ala Maududi: (It also happened with the earlier Messengers that for long they preached and people paid no heed) until the Messengers despaired of their people, and the people also fancied that they had been told lies (by the Messengers), then suddenly Our help came to the Messengers.

And when such an occasion comes We rescue whom We will; as for the guilty, Our chastisement cannot be averted from them. Muhsin Khan: (They were reprieved) until, when the Messengers gave up hope and thought that they were denied (by their people), then came to them Our Help, and whomsoever We willed were delivered.

And Our Punishment cannot be warded off from the people who are Mujrimun (criminals, disobedients to Allah, sinners, disbelievers, polytheists). Abdullah Muhammad Basmeih: (Orang-orang yang mendustakan ugama Allah itu telah diberi tempoh yang lanjut sebelum ditimpakan dengan azab) hingga apabila Rasul-rasul berputus asa terhadap kaumnya yang ingkar dan menyangka bahawa mereka telah disifatkan oleh kaumnya sebagai orang-orang yang berdusta, datanglah pertolongan Kami kepada mereka, lalu diselamatkanlah sesiapa yang Kami kehendaki.

Dan (ingatlah bahawa) azab Kami tidak akan dapat ditolak oleh sesiapapun daripada menimpa kaum yang berdosa. Abul Ala Maududi: Certainly in the stories of the bygone people there is a lesson for people surat yusuf ayat 1-16 understanding. What is being narrated in the Qur’an is no fabrication; it is rather confirmation of the Books that preceded it, and a detailed exposition of everything, and a guidance and mercy for people of surat yusuf ayat 1-16.

Muhsin Khan: Indeed in their stories, there is a lesson for men of understanding. It (the Quran) is not a forged statement but a confirmation of the Allah’s existing Books [the Taurat (Torah), the Injeel (Gospel) and other Scriptures of Allah] and a detailed explanation of everything and a guide and a Mercy for the people who believe. Dr. Ghali: Indeed in their narratives is already a lesson to (the ones) endowed with intellects. In no way is it a discourse fabricated, but a (sincere) verification of what is before it, (Literally: between its two hands) and an expounding of everything, and a guidance, and a mercy to people who believe.

Suhel Farooq Khan: इसमें शक़ नहीं कि उन लोगों के किस्सों में अक़लमन्दों के वास्ते (अच्छी ख़ासी) इबरत (व नसीहत) है ये (क़ुरान) कोई ऐसी बात नहीं है जो (ख्वाहामा ख्वाह) गढ़ ली जाए बल्कि (जो आसमानी किताबें) इसके पहले से मौजूद हैं उनकी तसदीक़ है और हर चीज़ की तफसील और ईमानदारों के वास्ते (अज़सरतापा) हिदायत व रहमत है Abdullah Muhammad Basmeih: Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran.

(Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) bukanlah ia cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang surat yusuf ayat 1-16 di dalam Kitab-kitab ugama yang terdahulu daripadanya, dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.

SURAT YUSUF - Ust HANAN ATTAKI .LC teks arab,latin terjemah




2022 www.videocon.com