Khutbah idul adha singkat

khutbah idul adha singkat

Artikel Terbaru • Bolehkah Puasa Syawal, Tetapi Masih Memiliki Utang Puasa Ramadhan Karena Haidh? • Buku Gratis: Fikih Bulan Syawal • Cara Puasa Syawal Menurut Ulama Syafi’iyah • Benarkah Banyak Bergaul dan Bermedsos, Makin Banyak Dosa?

khutbah idul adha singkat

• Naskah Khutbah Idul Fitri 2022 Terfavorit: Realisasi Syukur Bakda Ramadhan • Faedah Sirah Nabi: Pensyariatan Jihad dan Pelajaran di Dalamnya • Khutbah Jumat: Kiat Istiqamah Bakda Ramadhan • Tingkatan Menghidupkan Lailatul Qadar • Faedah Surat An-Nuur #48: Adab Terhadap Rasulullah, Tidak Boleh Menyelisihi Perintahnya • Faedah Sirah Nabi: Sejarah Pensyariatan Zakat dan Pelajaran di Dalamnya 5. Naskah Khutbah Idul Adha – 5 Pelajaran dari Qurban Nabi Ibrahim Khutbah Pertama Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil hamd. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.

Ayyuhan naas, ittaqullaha haqqa tuqootih. Innaa a’thainaakal-kautsar, fashollii li khutbah idul adha singkat wanhar, innaa syaaniaka huwal abtar. Jama’ah rahimani wa rahimakumullah, jama’ah yang senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah … Hari Jumat ini bertepatan dengan dua Id. Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqam, “ Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi khutbah idul adha singkat sallam bertemu dengan dua Id (hari Id bertemu dengan hari Jumat) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid.

Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat Id dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jumat”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jumat, maka silakan.” (HR. Abu Daud, no. 1070; An-Nasa’i, no. 1592; Ibnu Majah, no. 1310. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Dalil di atas menjadi dalil boleh memilih antara shalat Jumat dan shalat Id.

Akan tetapi, mengerjakan kedua shalat tersebut lebih baik. Bagi yang memilih tidak shalat Jumat karena di pagi harinya telah shalat Id, maka hendaklah mengganti dengan shalat Zhuhur.

Terkait dengan qurban, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa ibadah ini berasal dari kisah Nabi Ibrahim saat ingin menyembelih putranya Ismail.

khutbah idul adha singkat

Kisah ini bisa ditelaah lebih jauh dalam surah As-Saffat ayat 99 – 111. Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail ‘alaihis salam sebagaimana disebutkan dalam ayat, فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ “ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.

Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah khutbah idul adha singkat yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku khutbah idul adha singkat orang-orang yang sabar.” (QS.

As-Saffat: 102) Ketika Isma’il berada dalam usia gulam dan ia telah sampai pada usia sa’ya, yaitu usia di mana anak tersebut sudah mampu bekerja. Pada usia tersebut, Ibrahim sangat mencintainya dan Nabi Ibrahim merasa putranya benar-benar sudah bisa mendatangkan banyak manfaat. Saat anaknya seperti itulah, Ibrahim mendapatkan ujian berat. Lihatlah ketika mendengar mimpi ayahnya untuk menyembelihnya, Ismail sangatlah patuh.

Ia pun menyatakan dirinya bisa bersabar dan mendorong ayahnya untuk bersabar pula. Inilah yang seharusnya jadi teladan kita, yaitu patuh, sabar, dan tawakal kepada Allah. Mudah-mudahan kita mendapatkan istri dan anak yang patuh pada Allah, sabar dan benar-benar bertawakal kepada-Nya, begitu pula kita menjadi orang yang demikian.

Lalu dalam lanjutan ayat disebutkan, فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ “ Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya).” (QS. As-Saffat: 103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ “ Dan Kami memanggilnya, “Hai Ibrahim.” (QS. As-Saffat: 104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ “ Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.

As-Saffat: 105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ “ Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS. As-Saffat: 106) Dengan sikapnya ini, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dipuji, كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ “ Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.

As-Saffat: 110). Ibrahim termasuk orang yang berbuat baik (berbuat ihsan) dalam ibadah, bermuamalah baik dengan sesama, ia mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang ia hadapi, dan ia mendapatkan balasan yang baik.

Lalu disebutkan, إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ “ Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. As-Saffat: 111). Baca Juga: Nabi Ibrahim Saja Khawatir Terhadap Syirik Pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim berqurban • Ibrahim adalah orang yang taat pada perintah Allah. • Nabi Ibrahim tidak membantah wahyu, ia sangat patuh pada wahyu. • Kecintaan pada Allah lebih didahulukan oleh Nabi Ibrahim dari kecintaan pada anak. • Sifat anak yang saleh adalah patuh pada orang tua seperti patuhnya Ismail pada ayahnya Ibrahim.

• Bersabar di balik kesulitan pasti akan datangkan kemudahan. Termasuk saat ini kita bersabar tanpa batas di masa pandemi. Semoga jadi pelajaran penuh manfaat. Aquulu qoouli hadza, wastaghfirullaha lii, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Khutbah kedua Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillahil hamd. Alhamdulillahi Robbil ‘aalamiin. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad. Wal ‘ashr, Innal insaana lafii khusr, illalladziina aamanuu wa ‘amilush sholihaati wa tawaa-show bil haqqi wa ta-waashow bish shobr.

Ayyuhan naas, ittaqullaha haqqa tuqootih. Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mu’miniina wal mu’minaat, al-ahyaa’ minhum wal amwaat.

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirooti hasanah wa qinaa ‘adzaban naar. Bi rohmatika yaa arhamar roohimiin. Taqobbalallahu minna wa minkum. Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Referensi Khutbah: Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, Tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di.

khutbah idul adha singkat

Penerbit Muassasah Ar-Risalah. Penjelasan Shalat Idul Adha • Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat. • Shalat Idul Adha dimulai dengan niat (niatan shalat Id, cukup dalam hati) dan takbiratul ihram (ucapan “Allahu Akbar” di awal). • Cara melakukan shalat Idul Adha sama dengan melakukan shalat lainnya.

• Setelah takbiratul ihram membaca doa iftitah (istiftah) sebagaimana shalat lainnya. • Setelah membaca doa iftitah, melakukan takbir tambahan (zawaid) sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama (selain takbir untuk takbiratul ihram dan takbir turun rukuk). Sedangkan pada rakaat kedua, melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali (selain takbir bangkit dari sujud dan takbir turun rukuk).

Jika takbir tambahan (zawaid) ini hanya sunnah, sehingga kalau luput tidak mesti diulangi. Jika ada makmum yang masbuk saat takbir zawaid, cukup mengikuti sisa takbir yang ada tanpa qadha’. • Setiap kali takbir zawaid disunnahkan mengangkat tangan. Setelah itu disunnahkan di antara dua takbir tambahan meletakkan tangan kanan di depan tangan kiri di bawah dada sebagaimana bersedekap setelah takbiratul ihram.

• Di antara takbir zawaid (tambahan), disunnahkan berhenti sejenak sekadar membaca satu ayat pertengahan. Saat itu bisa membaca takbir atau mengagungkan Allah. Yang paling bagus di antara takbir zawaid adalah membaca: SUBHANALLAH WAL HAMDU LILLAH WA LAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR. Setelah takbir ketujuh pada rakaat pertama dan takbir kelima pada rakaat kedua tidak ada bacaan takbir dan dzikir. • Setelah takbir zawaid, membaca surah Al-Fatihah.

Setelah surah Al-Fatihah dianjurkan membaca surah Qaf pada rakaat pertama dan surah Al-Qamar pada rakaat kedua, atau membaca surah Al-A’laa pada rakaat pertama dan surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. • Bacaan surah saat shalat Idul Adha dikeraskan (jahr), begitu pula dengan bacaan takbir, sedangkan dzikir-dzikir lainnya dibaca lirih (sirr).

[Diringkas dari Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily dalam Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii] Aturan Khutbah Idul Adha • Khutbah Idul Adha adalah sunnah setelah shalat Id. • Khutbah Idul Adha ada dua kali khutbah, rukun dan sunnahnya sama dengan khutbah Jumat. • Disunnahkan khutbah dengan mimbar, boleh juga berkhutbah dengan duduk. • Khutbah pertama diawali dengan sembilan kali takbir.

Khutbah kedua diawali dengan tujuh kali takbir. • Rukun khutbah: (a) memuji Allah, (b) shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, (c) wasiat takwa kepada Allah, (d) membaca satu ayat, (e) berdoa. • Jamaah disunnahkan mendengarkan khutbah. Akan tetapi, mendengarkan khutbah Idul Adha bukanlah syarat sahnya shalat Id. [Diringkas dari penjelasan Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily dalam Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii] Baca Juga: • Khutbah Idul Adha: 11 Kekeliruan dalam Ibadah Qurban • Khutbah Idul Adha: Belajar khutbah idul adha singkat Ibadah Qurban dan Haji — Disusun di Darush Sholihin, 9 Dzulhijjah 1441 H (30 Juli 2020) Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumasyho.Com Naskah Khutbah Idul Adha – 5 Pelajaran dari Qurban Nabi Ibrahim Download اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا khutbah idul adha singkat للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانِ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلِ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ.

اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari Raya Kurban yang kita peringati setiap tahun tak bisa terlepas dari kisah Nabi Ibrahim sebagaimana terekam dalam Surat ash-Shaffat ayat 99-111.

Walaupun, praktek kurban sebenarnya sudah dilaksanakan putra Nabi Adam yakni Qabil dan Habil. Diceritakan bahwa kurban yang diterima adalah kurban Habil bukan Qabil. Itu pun bukan daging atau darah yang Allah terima namun ketulusan hati dan ketakwaan dari si pemberi kurban.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. (QS. Al-Hajj: 37) Meski sejarah kurban sudah berlangsung sejak generasi pertama umat manusia, namun syariat ibadah kurban dimulai dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anak kesayangannya, Nabi Ismail (‘alaihimassalâm).

Khutbah idul adha singkat anak yang ia idam-idamkan bertahun-tahun karena istrinya sekian lama mandul. Dalam Surat ash-Shaffat dijelaskan bahwa semula Nabi Ibrahim berdoa: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” Allah subhanahu wa ta'ala kemudian memberi kabar gembira dengan anugerah kelahiran seorang anak yang amat cerdas dan sabar (ghulâm halîm).

Hanya saja, saat anak itu menginjak dewasa, Nabi Ibrahim diuji dengan sebuah mimpi. Ia berkata, "Wahai anakku, dalam tidur aku bermimpi berupa wahyu dari Allah yang meminta aku untuk menyembelihmu.

Bagaimana pendapat kamu?" Anak saleh yang diberi nama Ismail itu menjawab, "Wahai bapakku, laksanakanlah perintah Tuhanmu. Insya Allah kamu akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar." Tatkala sang bapak dan anak pasrah kepada ketentuan Allah, Ibrâhîm pun membawa anaknya ke suatu tumpukan pasir. Lalu Ibrâhîm membaringkan Ismail dengan posisi pelipis di atas tanah dan siap disembelih.

Jamaah Idul Adha rahimakumullah, Atas kehendak Allah, drama penyembelihan anak manusia itu batal dilaksanakan. Allah berfirman dalam ayat berikutnya: إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim’. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” Hadirin Idul Adha yang dirahmati Allah, Ibadah kurban yang senantiasa dilaksanakan kaum muslimin setiap tahunnya adalah bentuk i’tibar atau pengambilan pelajaran dari kisah tersebut. Setidaknya ada tiga pesan yang bisa kita tarik dari kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail serta ritual penyembelihan hewan kurban secara umum. Pelajaran pertama, adalah tentang totalitas sami'na wa atho'na (kepatuhan) kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Nabi Ibrahim yang mendapat julukan “khalilullah” (kekasih Allah) mendapat ujian berat pada saat rasa bahagianya meluap-luap dengan kehadiran sang buah hati yang telah lama diidam-idamkannya. Lewat perintah menyembelih Ismail, Allah seolah hendak mengingatkan kepada Nabi Ibrahim bahwa anak hanyalah titipan.

Anak—betapapun mahalnya kita menilai—tak boleh melengahkan kita bahwa hanya Allahlah tujuan akhir dari rasa cinta dan ketaatan. Nabi Ibrahim lulus dari ujian ini. Ia sanggup membuktikan bahwa dirinya mampu mengalahkan egonya untuk tujuan melaksanakan perintah Ilahi.

Dengan penuh ketulusan, Nabi Ibrahim menapaki jalan pendekatan diri kepada Allah sebagaimana makna kurban yang berasal dari bahasa Arab bermakna pendekatan diri. Sementara Nabi Ismail, meski usianya masih belia, mampu membuktikan diri sebagai anak shaleh yang berbakti dan patuh kepada perintah Allah sekaligus perintah bapaknya. Yang menarik, ayahnya menyampaikan perintah tersebut dengan memohon pendapatnya terlebih dahulu, dengan nada bicara yang halus, tanpa adanya unsur paksaan.

Atas dasar keshalehan dan kesabaran yang ia miliki, ia pun memenuhi panggilan Tuhannya. Jamaah shalat Idul Adha yang khutbah idul adha singkat Allah, Pelajaran kedua adalah tentang kemuliaan manusia. Dalam kisah itu di satu sisi kita diingatkan untuk jangan khutbah idul adha singkat mahal sesuatu bila itu untuk mempertahankan nilai-nilai ilahiyah, namun di sisi lain kita juga diimbau untuk tidak meremehkan nyawa dan darah manusia.

Penggantian Nabi Ismail dengan domba besar merupakan pesan nyata bahwa pengorbanan dalam bentuk tubuh manusia—sebagaimana yang berlangsung dalam tradisi sejumlah kelompok pada zaman dulu—adalah hal yang diharamkan. Manusia dengan manusia lain sesungguhnya adalah saudara.

Mereka dilahirkan dari satu bapak, yakni Nabi Adam ‘alaihissalam. Seluruh manusia ibarat satu tubuh yang diciptakan Allah dalam kemuliaan. Oleh karenanya, membunuh atau menyakiti manusia lainnya ibarat membunuh manusia atau menyakiti manusia secara keseluruhan. Larangan mengorbankan manusia sebetulnya penegasan kembali tentang luhurnya arti kemanusiaan di mata Islam dan karenanya mesti dijamin hak-haknya. Pelajaran ketiga yang bisa kita ambil adalah tentang hakikat pengorbanan.

Sedekah daging hewan kurban hanyalah simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya.

Pengorbanan merupakan manifestasi dari kesadaran kita sebagai makhluk sosial. Bayangkan, bila masing-masing manusia sekadar memenuhi ego dan kebutuhan sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain, alangkah kacaunya kehidupan ini. Orang mesti mengorbankan sedikit waktunya, misalnya, untuk mengantre dalam sebuah loket pejuatan tiket, bersedia menghentikan sejenak kendaraannya saat lampu merah lalu lintas menyala, khutbah idul adha singkat lain-lain.

Sebab, keserakahan hanya layak dimiliki para binatang. Di sinilah perlunya kita “menyembelih” ego kebinatangan kita, untuk menggapai kedekatan (qurb) kepada Allah, karena esensi kurban adalah solidaritas sesama dan ketulusan murni demi mengharap keridhoan Allah. Wallahu a’lam. Khutbah Idul Adha II اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Demikian Contoh Khutbah Idul Adha Singkat Padat Tapi Berisi, Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.
Daftar Isi • Khutbah Pertama – Khutbah Idul Adha Singkat Padat: Memperbanyak Takbir di Hari-Hari Terbaik • Khutbah Kedua – Khutbah Idul Adha Singkat Padat: Memperbanyak Takbir di Hari-Hari Terbaik • Download MP3 Khutbah Idul Adha Singkat Padat: Memperbanyak Takbir di Hari-Hari Terbaik Khutbah Pertama – Khutbah Idul Adha Singkat Padat: Memperbanyak Takbir di Hari-Hari Terbaik إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله khutbah idul adha singkat لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ وقال تعالى، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ Mendidik Anak Adalah Ladang Kebaikan Ummatal Islam, Di hari ini kita berada di hari Idul Adha yang merupakan hari terbaik di dunia.

Sebagaimana dikeluarkan Imam Ath-Thobroni dan dihasankan oleh Syaikh Albani Rahimahullah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: افضل ايام الدنيا يوم النحر ويوم القر “Hari-hari dunia yang paling utama yaitu hari menyembelih (hari ini tanggal 10 bulan Dzulhijjah) dan hari setelahnya (tanggal 11)” Berarti ini menunjukkan bahwa hari ini adalah hari yang paling paling utama di dunia ini dan kemudian hari setelahnya. Maka 10 hari awal bulan Dzulhijjah yang paling utama adalah di hari ini.

Dan kita disyariatkan untuk memperbanyak takbir, membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dimana takbir akan terus disyariatkan sampai tanggal 13 bulan Dzulhijjah. Dimana takbir -kata para ulama- dengan ijma’ mereka ada dua macam.

Yang pertama disebut dengan takbir mutlak. Yaitu kita bertakbir kapan saja dan dimana saja. Kemudian yang kedua yaitu takbir muqayyad. Yaitu yang terikat setelah selesai shalat. Adapun takbir mutlak, maka dianjurkan dari tanggal 1 sampai tanggal 13 bulan Dzulhijjah. Adapun takbir muqayyad, maka dianjurkan dari tanggal khutbah idul adha singkat (yaitu hari Arafah) setelah shalat subuh sampai tanggal 13 bulan Dzulhijjah setelah shalat ashar.

Kita memperbanyak takbir di hari-hari ini, sebagaimana dahulu para sahabat memperbanyak takbir. Bahkan ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun di haji wada’ pun, di hari-hari Mina, mereka memperbanyak takbir. Sehingga Mina bergemuruh dengan takbir. Maka kita pun senantiasa bertakbir membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berbicara Kepada Manusia Sesuai Dengan Tingkat Pemahaman dan Kedudukan Manusia Bagian 2 - Kitab Al-Ishbah Namun tentunya, saudaraku.

Hakikat takbir adalah mengagungkan Allah, membesarkan Allah, bukan hanya sebatas di lisan-lisan kita. Tapi membesarkan Allah dengan hati kita, merasakan akan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengagungkannya seagung-agungnya. Ketika kita merasakan kebesaran Allah di hati kita, itulah yang akan menimbulkan rasa takut kepada Allah, rasa tunduk kepada Allah, rasa tadharru’ kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengagungkan Allah, dia tidak akan berani berbuat maksiat di hadapanNya walaupun dia ketika sendirian.

Karena ia tahu bahwasanya Rabbnya senantiasa mengawasinya dimanapun ia berada. Ummatal Islam. Mengagungkan Allah adalah merupakan aqidah yang menimbulkan amalan-amalan shalih. Mengagungkan Allah adalah merupakan asal dari iman seorang hamba.

Ketika seorang hamba mengagungkan Allah, maka ia pun menjadi hamba yang tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika hamba mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia akan mengagungkan syariatNya, ia akan mengagungkan perintah-perintah dan laranganNya. Ia pun akan mengagungkan batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

khutbah idul adha singkat

Maka dari itulah, saudaraku. Orang yang tidak mengagungkan Allah, dia tidak akan mengagungkan syariatNya, dia akan meremehkan syariatNya, ia akan meremehkan perintah dan laranganNya.

Karena hatinya tidak mengagungkan Allah Jalla wa Ala. Dia akan menganggap remeh shalat, menganggap remeh ibadah-ibadah yang lainnya. Bahkan hatinya dikarenakan penuh dengan kemaksiatan kepada Allah, hatinya tak lagi mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak lagi bergetar ketika hatinya itu disebutkan nama Allah, tidak lagi imannya bertambah ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah.

Sedangkan Allah menyebutkan tentang orang-orang yang beriman: Ancaman Bagi Orang Yang Kufur dan Membunuh Para Nabi إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّـهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu siapa?

Yaitu orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah, hatinya menjadi takut dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah keimanan mereka.” (QS. Al-Anfa[8]: 2) Mengapa hatinya menjadi takut ketika disebutkan nama Allah? Karena hatinya membesarkan Allah, hatinya mengagungkan Allah. Sedangkan orang yang hatinya tidak mengagungkan Allah, akibat maksiat maksiat yang ada di hatinya tersebut, dia tidak akan bergetar ketika mendengarkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bahkan imannya pun tidak akan bertambah dengan dibacakan ayat-ayat Allah. Yang ada, ketika dibacakan ayat Allah malah bertambah penyakitnya. Sebagaimana Allah menyebutkan tentang orang-orang munafik, Allah berfirman: وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـٰذِهِ إِيمَانًا “ Dan apabila diturunkan surat dari Al Quran, di antara orang-orang munafik itu ada yang berkata, ‘Siapa yang bertambah imannya dengan diturunkannya surat Al-Qur’an?‘” Maka Allah mengatakan: فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ ﴿١٢٤﴾ وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ ﴿١٢٥﴾ “ Adapun orang yang beriman dengan diturunkannya Al-Qur’an bertambahlah keimanan mereka dan mereka bergembira.

Adapun orang-orang yang ada di hatinya penyakit, bertambahlah penyakit yang ada di hatinya tersebut disamping dengan penyakit yang khutbah idul adha singkat dalam hatinya.” (QS.

khutbah idul adha singkat

At-Taubah[9]: 125) Keutamaan Seorang Menunggu Datangnya Waktu Shalat Itu akibat dari pada hatinya penuh maksiat, saudaraku.

Ia tidak lagi bertambah keimanannya ketika dibacakan ayat Allah. Karena ia tidak membesarkan Allah, ia tidak mengagungkan Allah, bahkan ia menganggap dunia itu yang besar di hatinya, dia menganggap dunia itu segala-galanya dalam hatinya. Sehingga orang seperti ini tidak mungkin hatinya merasakan kebesaran Allah walaupun lisannya berucap Allahu akbar, Allahu akbar. Walaupun lisannya berkata Allahu akbar (Allah maha besar), tapi hatinya tidak mengagungkan Allah. Karena hatinya penuh dengan khutbah idul adha singkat atau dengan kemaksiatan.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم Khutbah Kedua – Khutbah idul adha singkat Idul Adha Singkat Padat: Memperbanyak Takbir di Hari-Hari Terbaik الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ Ummatal Islam, Orang-orang yang membesarkan Allah, akan terlihat dari matanya ia tak ingin melihat sesuatu yang diharamkan oleh Allah.

Orang-orang yang membesarkan Allah terlihat dari ibadahnya, ia berusaha menjaga shalatnya dan sabar diatas shalat tersebut. Orang-orang yang membesarkan Allah, ketika dikumandangkan adzan hatinya selalu rindu ingin pergi ke masjid untuk bermunajat denganNya. Orang yang membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ketika disebut Al-Qur’anul Karim hatinya pun rindu ingin membacanya, hatinya pun berusaha ingin memahaminya.

Karena sesungguhnya ia tahu di sanalah kebaikan hati dan dirinya. Hukum Menikah dengan Saudara Sepersusuan Orang-orang yang membesarkan Allah, saudaraku. Ia khutbah idul adha singkat menghormati batasan-batasanNya, ia takut untuk melanggarnya, ia takut untuk melaksanakan larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sehingga ketika saya jatuh kepada maksiat sekecil apapun, ia merasa sangat takut seakan-akan gunung akan menimpa dirinya. Maka dari itulah, saudaraku. Itu tanda dia membesarkan Allah, dia mengagungkan Allah, dia menjadikan Allah segala-galanya di hatinya. Sehingga orang seperti di pastilah akan mengharapkan Allah dan kehidupan akhirat. Namun ketika hati seorang hamba dipenuhi maksiat, dunia lebih besar di hatinya.

Ia menganggap dunia segala-galanya. Orang seperti ini tidak akan pernah bisa khusyu’ dalam shalatnya, saudaraku. Maka dari itulah, saudaraku. Kenapa ketika kita shalat kita disyariatkan untuk banyak mengucapkan takbir? Diawal shalat kita ucapkan “Allahu akbar”, ketika kita mau ruku’, kita ucapkan “Allahu akbar”, ketika kita mau sujud kita mengucapkan “Allahu akbar”, ketika kita bergerak untuk duduk, maka kita ucapkan “Allahu akbar” Kenapa? Apa rahasia mengapa Allah mensyariatkan takbir di dalam shalat-shalat kita?

Karena itulah kunci kekhusyu’an. Karena ketika seorang hamba hatinya membesarkan Allah, dia pasti khusyu’ dihadapan Allah, hatinya akan tunduk. Tapi kalau hatinya tidak membesarkan Allah, jangan harap ia bisa khusyu’ walaupun ia ikut kursus kekhusyu’an. Sulit sekali, saudaraku. Kecuali bagi mereka yang betul-betul membesarkan Allah dengan hatinya.

إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Kiat Islam Agar Kesucian dan Kehormatan Wanita Terjaga اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وصلى الله على نبينا محمد واله وصحبه وسلم Download MP3 Khutbah Idul Adha Singkat Padat: Memperbanyak Takbir di Hari-Hari Terbaik https://mp3.radiorodja.com/Khutbah%20Idul%20Adha/20170901%20Ustadz%20Badrussalam%20-%20Khutbah%20Idul%20Adha%201438%20-%20Takbir%20Mengaggungkan%20Nama%20Allah.mp3 Podcast: Play in new window - Download Subscribe: RSS Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+.

Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain. Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui : Telegram: t.me/rodjaofficial Facebook: facebook.com/radiorodja Twitter: twitter.com/radiorodja Instagram: instagram.com/radiorodja Website: www.radiorodja.com Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui : Facebook: facebook.com/rodjatvofficial Twitter: twitter.com/rodjatv Instagram: instagram.com/rodjatv Website: www.rodja.tv Pencarian: teks khutbah idul adha, khutbah idul adha terbaik, khutbah idul adha tentang qurban, materi khutbah idul adha, contoh khutbah idul adha singkat, khutbah idul adha singkat, khutbah idul adha singkat padat TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Membacakan khutbah Salat Idul Adha adalah rangkaian ibadah yang disunahkan dalam perayaan Idul Adha 1442 H.

Imam Salat Idul Adha membacakan khutbah Salat Idul Adha di hadapan jemaah. Namun, bila Anda Salat Idul Adha seorang diri, maka tidak dianjurkan untuk membaca Khutbah Salat Idul Adha.

Pada perayaan Idul Adha 1442 H pada Selasa 20 Juli 2021, tidak akan sama seperti perayaan di hari normal, tanpa wabah Covid-19. Karena suasana perayaan Idul Adha juga masih di tengah PPKM Darurat, masyarakat dianjurkan melaksanakan salat Idul Adha di rumah bersama keluarga. Jika besok Anda hendak menjadi imam salat Idul Adha, berikut adalah contoh khutbah Salat Idul Adha singkat yang dikutip dari situs Kemenag.go.id.

khutbah idul adha singkat

Baca juga: MUI Indramayu Ajak Umat Muslim Salat Idul Adha di Rumah, Ini Caranya, Khutbah Tak Perlu Panjang Khutbah Salat Idul Adha ini terdiri dari dua bagian, khutbah pertama dan kedua. Di dalam khutbah pertama, penceramah membacakan 9 kali takbir. Sedangkan di khutbah bagian kedua membacakan 7 kali takbir. Khutbah singkat ini berjudul: Hakekat Pengorbanan di Masa Pandemi
Konten Spesial LIVE STREAMING GRATIS Arsenal vs Leeds United: Nonton EPL 2022, Akses Link Bola Tv Online DISINI LINK NONTON STREAMING Man City Vs Newcastle United Gratis: Line Up dan Live SCTV EPL 2022 LINK LIVE STREAMING Arsenal vs Leeds United Gratis: Susunan Pemain dan Nonton Bola Inggris Malam ini LIVE STREAMING GRATIS Real Betis vs Barcelona: Hasil dan Link Nonton Liga Spanyol Bukan SCTV LIVE STREAMING GRATIS Liverpool vs Tottenham Hotspur: Ada Luiz Diaz, Klik Link Nonton EPL SEKARANG Bacaan Lainnya • LIVE STREAMING GRATIS Arsenal vs Leeds United: Nonton EPL 2022, Akses Link Bola Tv Online DISINI • LINK NONTON STREAMING Man City Vs Newcastle United Gratis: Line Up dan Live SCTV EPL 2022 • LINK LIVE STREAMING Arsenal vs Leeds United Gratis: Susunan Pemain dan Nonton Bola Inggris Malam ini Sampaikanlah khutbah singkat ini perkataan-perkataan indah, karena dengan satu cara tersebut akan membuat ibadah sholat Idul Adha hari ini terasa sangat Sempurna.

khutbah ini juga memiliki dalil yang jelas yang di ambil dari Alquran dan Hadist Dalam pelaksanaan sholat Idul ied, di anjurkan ada khotib yang memberikan wasiat kepada seluruh jamaah Sholat Idul Adha diatas mimbar.

Berikut Naskhah Khutbah singkat disertai dengan DOA Idul Adha 2021 yang akan disampaikan Khotib setelah pelaksanaan sholat Idul Adha pada hari selasa. Bagi anda yang menjadi khotib dalam pelaksanaan sholat Idul Adha hari ini dimasjid berikut contoh khutbah singkat yang dapat Menggetarkan jiwa.

Baca juga CONTOH Khutbah Jumat Juli 2021 Tema Sabar Menghadapi Ujian Contoh khutbah ibadah Haji dan Kurban di masa pandemi dikutip https://mui.or.id/ Khutbah I الله أكبر (×9) الله ُأَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ, لاَإِلهَ إِلاَّالله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ, لَاإِلهَ إِلاَّالله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ khutbah idul adha singkat.

الحمدُ لله ربِّ العالمين، الحمدُ لله الذي بنعمته تتمُّ الصالحات، وبعَفوِه تُغفَر الذُّنوب والسيِّئات، وبكرَمِه تُقبَل العَطايا والقُربَات، وبلُطفِه تُستَر العُيُوب والزَّلاَّت، الحمدُ لله الذي أماتَ وأحيا، ومنَع وأعطَى، وأرشَدَ وهدى، وأضحَكَ وأبكى؛ ﴿ وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا).

فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا الله َحَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ فَضِيْلٌ وَعِيْدٌ شَرِيْفٌ جَلِيْلٌ. قَالَ اللهُ تَعَالى khutbah idul adha singkat كِتَابِهِ الكَرِيْمِ.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الَّرجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الَّرحمن الرحيم. إِنّا أَعْطَيْنَاكَ الكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَالأَبْتَرُ. Jamaah sholat Idul Adha Rahimakumullah…. Tanggal 10 Dzulhijjah merupakan Hari Raya Idul Adha, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaa kita kepada Allah SWT. Dihari ini khutbah idul adha singkat, ada Salah satu kejadian besar yang terjadi dalam satu moment, yakni penyembelihan binatang kurban.

Baca juga Khutbah Idul Adha 2021 Lengkap Dengan Wasiat Khotib Di Mimbar Kejadian pada tanggal 10 Dzulhijjah ini merupakan satu dari dua peristiwa penting bagi umat islam yang tidak bisa lepas dari Hari Raya Idul Adha yakni ibadah Haji dan Kurban. مَا عَمِلَ اِبْنُ اَدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا اَحَبَّ اِلَى اللهِ مِنْ اِرَافَةِ دَمٍ وَاِنَّهُ لَيَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وَاظْفَارِهَا وَاَشْعَارِهَا “Seseorang tidak beramal pada hari raya Idul Adha dengan amal yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah hewan kurban.

Sesungguhnya pada hari kiamat ia akan membawa tanduk, kuku, dan bulu hewan yang ia sembelih.” (HR Ibnu Majah). DiSaat kondisi yang seperti ini, kedua ibadah harus dilaksanakan di tengah maraknya wabah virus Covid-19 yang sampai saat ini tak kunjung selesai. Tentunya musibah ini atas kehendak Allah khutbah idul adha singkat wata’ala dan selakayaknya kita meningkatkan semangat dan spiritual kita sebagai umat Islam. Kita sebagai umat islam harus meyakini bahwa dari kejadian ini selalu ada hikmah besar yang terkandung dari setiap ketetapan yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Akibat musibah COVID-19 yang mewabah di berbagai penjuru dunia akhirnya pemerintah memutuskan untuk Jamaah Haji Indonesia tahun 2020 tidak diberangkatkan ke Tanah Suci.

khutbah idul adha singkat

Jamaah sholat Idul Adha Rahimakumullah…. Khutbah kali ini khatib berusaha menguraikan sedikit tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi seperti ini. Baca juga LENGKAP! Khutbah dan DOA Idul Adha 2021 Cocok Untuk Dipakai Khotib Solat Idul Adha 1442 Hijriyah Tentunya ini akan terasa sangat tidak adil bagi para calon jemaah haji, betapa sekian lama mereka menunggu antrian kuota haji dengan berbagai macam usaha untuk melunasi ongkos naik haji khutbah idul adha singkat, namun apalah daya, tiba saat berangkat, malah harus mengalami penundaan.

Namun dibalik semua itu pasti ada hikmah besar yang bisa diambil dari keputusan ini di antaranya adalah kesabaran dan kepasrahan Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Qur’an Surat Al-Anfal ayat 46: وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. Insyaallah kesabaran dalam menerima penundaan ini nantinya akan menjadi wasilah kemabruran haji kelak. Hikmah kedua adalah kepasrahan atau tawakal kepada Allah subhanahu wata’ala.

Hal ini termaktub dalam QS Ali Imran ayat 159: فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ khutbah idul adha singkat الْمُتَوَكِّلِينَ “Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” الله أكبر (×3) لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد Jamaah sholat Idul Adha Rahimakumullah….

Di tengah wabah ini, ibadah kurban akan lebih bermakna dan terasa bagi masyarakat ekonomi lemah. Baca juga Khutbah Singkat Idul Adha 2021 Lengkap Dengan Doa Khutbah Hampir 2 tahun kita mengalami pandemi, berbagai sektor tak terkecuali sektor ekonomi ikut terkena imbas.

Kurban menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat mampu terhadap yang lemah. Kurban semakin memberikan kesadaran kepada kita, bahwa harta yang kita miliki bukanlah mutlak milik kita. Sadari lah bawah Seluruh yang dimiliki di dunia ini semata-mata hanyalah titipan dari Allah subhanahu wata’ala yang di dalamnya terdapat hak orang lain.

Marilah terus berdoa kepada Allah SWT semoga perjalanan hidup kita senantiasa terhindar dari segala keburukan yang menjerumuskan umat Islam. Baca juga Naskah Khutbah Idul Adha 1442 Hijriyah Lengkap dengan DOA dan Hadist Nabi Semoga umat islam diseluruh dunia diberikan kesehatan okeh allah SWT, tidak hanya itu, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita dalam kebenaran agama-Nya dan memberi kekuatan untuk memtaati perintahnya dan menjauhi larangan-Nya.

Amin Ya Rabbal ‘Alamain جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ السُّعَدَآءِ المَقْبُوْلِيْنَ وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِباَدِهِ المُتَّقِيْنَ. قَالَ تَعَالى فِي القُرآنِ العَظِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

قُلْ إِنَّمَا أَنَاْ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوْحَى إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلهُكُمْ إِلهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْلِقَآءَ رَبَّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَيُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ.

وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. Khutbah II الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر 2 X – الله أكبر كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ.

الحَمْدُ لِلّهِ حَمْداً كَثِيْرًا كَماَ أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ.

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.

وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله َأَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى فِيْ كِتاَبِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ باِلله ِمِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَحِيْمِ. إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

فَأَجِيْبُوْآالله َاِلَى مَادَعَاكُمْ وَصَلُّوْآ وَسَلِّمُوْأ عَلَى مَنْ بِهِ هَدَاكُمْ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ.

يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيْنَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الكَفَرَةَ وَالمُبْتَدِعَةِ وَالرَّافِضَةَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّناَ آتِناَ فِيْ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العاَلمَيْنَ Sekian Khutbah yang bisa Saya sampaikan….

Terima kasih telah membaca artikel ini. KHUTBAH IDUL ADHA Singkat Yang Biasa Dipakai Khotib di Mimbar
• • Home • Khutbah Hari Raya • Khutbah Idul Fitri • Khutbah Idul Adha • Khutbah Jum’at • Pilihan Editor khutbah idul adha singkat Tema Umum • Berdasar Bulan • Bulan Muharram • Bulan Safar • Bulan Rabiul Awal • Bulan Rabiul Akhir • Bulan Jumadil Awal • Bulan Jumadil Akhir • Bulan Rajab • Bulan Sya’ban • Bulan Ramadhan • Bulan Syawal • Bulan Dzulqadah • Bulan Dzulhijjah • Bahasa • Khutbah Bahasa Indonesia • Khutbah Bahasa Jawa • Khutbah Bahasa Madura • Khutbah Bahasa Sunda • Other • Khutbah Gerhana • Khutbah Nikah • Kultum • Cara Download PDF • Panduan Khutbah • Tentang Kami • Kontak • Indeks • Khutbah Pilihan Daftar Khutbah Jumat PDF Lengkap Selama Bulan Ramadhan 2022, Mulai Minggu Pertama Hingga Keempat 4 Khutbah Jumat Bulan Rajab Bahasa Jawa PDF Terbaik Lengkap dengan Mukaddimah dan Khutbah Kedua 5 Khutbah Jumat Tentang Isra’ Mi’raj Terbaik, Singkat dan Padat Format PDF NU 3 Khutbah Jumat Tentang Sedekah Paling Bagus Tahun Ini Khutbah Jumat Terbaru 2022 Singkat Padat PDF Bahasa Indonesia الله اكبر كبيرا والْحَمْدُ ِلله ِكَثِيرْاً وَّسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً ، لآ اِلهَ الاَّ الله وَالله ُاَكْبَر، اللهُ اَكْبَر وَلِله الْحَمْد اَلْحَمْدُ ِللهِ khutbah idul adha singkat اصْطَفَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلاَم خَلِيْلاً، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا، إنَّهُ كَانَ صِدِّيْقاً نَبِيًّا.

أشْهَدُ اَنْ لآ اِله الاّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، الّذِى لَمْ يَتَّخِذ صَاحِبَهُ وَلاَ وَلداً، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه الْمَبْعُوْثُ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَصَلّى الله على سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِه بُكْرَةً وَاَصِيْلاً, وَسَلّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا امّا بَعْدُ : فَيَآ أيُّهَا النّاسُ رَحِمَكُمُ الله.

إتَّقُوااللهَ َواَطِيْعُوهُ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن، وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ اْلعِيدِ اْلاَكْبَر. قَدْ رَفَعَ اللهُ قَدْرَهُ وَاَظْهَره وَسَمَّاهُ يَوْمَ الْحَجِّ اْلاَكْبَر، فَإِنَّ الله َابْتَلَى خَلِيْلَهُ اِبْرِهِيْمَ فِيْهِ, حَيْثُ اَمَرَهُ بِذَبْحِ وَلَدِهَ, فَاَمْتَثَلَ اَمْرَهُ فِيهِ، وَلِذَا سُمِّيَ يَوْمُ النَّحْرِ Allahu Akbar 3X walillahil hamd Jamaah sholat idul Adha Rokhimakumullah Bulan ini adalah bulan Dzulhijjah, dimana didalamnya ada beberapa kejadian besar dalam sejarah Islam.

Salah satu yang tidak mungkin dilupakan oleh umat Islam, adalah sejarah ketaatan seorang Kholilullah Nabiyullah Ibrahim AS dan keluarganya yang kita peringati pada hari ini. Jamaah sholat idul Adha Rokhimakumullah Ibadah kurban setiap Hari Raya Idul Adha seperti pagi ini. Berawal dari kisah kerelaan Nabi Ibrahim AS mengurbankan anak yang sangat ia cintai.

Bertahun-tahun Nabi Ibrahim ingin memiliki seorang anak. Setiap malam, Ibrahim berdoa agar diberikan anak yang sholeh. Pada akhirnya, Allah mengabulkan do’a Nabi Ibrahim dan memiliki seorang anak bernama Ismail AS. Tetapi, disaat keluarga Ibrahim bergembira. Nabi Ibrahim AS mimpi diperintah oleh Allah SWT untuk menyembelih anak satu-satunya yang ketika itu sudah menginjak remaja. Karena itu adalah perintah Allah SWT, maka tidak ada pilihan lain kecuali melaksanakannya.

Al-Quran kemudian merekam mimpi itu dalam surat Ash-Shaffat ayat 102 : يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ Artinya: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “ Jama’ah Sholat Idul Adha Rahimakumullah Kita bisa bayangkan, betapa Nabi Ibrahim AS tengah diuji Allah SWT. Anak satu-satunya yang telah lama beliau nantikan kehadirannya itu.

Justru harus dikurbankan atas perintah Allah dengan cara disembelihnya sendiri. Lantas, bagaimanakah sikap Nabi Ibrahim menghadapi perintah Allah?! Beliau mentaati perintah itu dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Hadirin Jama’ah Sholat Idul Adha Rahimakumullah Baca Juga: Khutbah Idul Adha 2021: Mengurai Makna Ibadah Haji dan Kurban Berkaitan dengan kesabaran, Imam al-Ghazali dalam kitab Mukâsyafatul Qulûb menyebutkan, ada beberapa macam kesabaran: وَالصَّبْرُ عَلَى أَوْجُهٍ: صَبْرٌ عَلَى طَاعَةِ اللهِ، وَصَبْرٌ عَلَى مَحَارِمِهِ، وَصَبْرٌ عَلَى اْلمُصِيْبَةِ Artinya: “ Sabar itu terdiri dari beberapa bagian, yaitu ( 1 ) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, ( 2 ) sabar dalam menjahui larangan-larangan Allah, ( 3 ) sabar dalam menerima musibah.

” (Al-Ghazali, Mukâsyafatul Qulûb, [Beirut, Dâr al-Qalam], halaman 16). Jama’ah Sholat Idul Adha Rahimakumullah Jika kita renungkan lebih dalam, Nabi Ibrahim AS telah melaksanakan ketiga kesabaran itu sekaligus, yakni sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT, sabar dalam meninggalkan larangan-Nya, dan sabar dalam menerima musibah berupa ujian khutbah idul adha singkat. Kesabaran Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT bisa kita lihat dari sikapnya, yang segera melaksanakan perintah.

Walau sebenarnya ada perasaan sedih di hatinya. Karena beliau tetaplah manusia sebagaimana umumnya yang memiliki perasaan. Namun, perasaan sedih itu berkembang menjadi keikhlasan, setelah jawaban langsung dari Nabi Ismail AS, yaitu : يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ, سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ Artinya: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

(QS Ash-Shaffât:102). Mendengar pengakuan Nabi Ismail AS bahwa, ia sabar menerima apa yang akan dilakukan sang ayah terhadap dirinya. Nabi Ibrahim AS semakin teguh untuk melaksanakan perintah Allah, yakni menyembelih putra satu-satunya itu. Allahu Akbar 3X walillahil hamd. Hadirin Jama’ah Sholat Idul Adha Rahimakumullah Kisah kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS di atas, patut kita teladani dalam menghadapi situasi saat ini.

Dimana saat ini kita sedang dilanda musibah. Berupa wabah virus Covid. Yaitu mahluk Allah yang tak kasat mata dan bisa menyebabkan kematian. Bagi kita yang tidak percaya dengan keberadaan virus ini. Namun faktanya, hampir setiap hari kita mendapat kabar orang meninggal.

Tidak cukup satu atau dua kali. Bahkan kematian bisa menghampiri 3-5 orang di tempat dan hari yang sama. Entah meninggal karena virus Covid, karena penyakit bawaan ataupun karena hal yang lain.

Namun sebaliknya, bagi kita yang percaya virus Covid adalah virus yang mematikan. Sehingga membuat kita ketakuan. Namun faktanya, masih banyak orang yang hidup daripada yang meninggal. Khutbah idul adha singkat, mereka yang positif terinfeksi Covid bisa sembuh dengan total.

khutbah idul adha singkat

Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah sikap kita sebagai orang beriman dalam menghadapi situasi seperti ini. Jama’ah Sholat Idul Adha Rahimakumullah Sebagai orang beriman, yang bisa kita lakukan adalah bersabar, dan mengembalikan semua ini kepada Allah SWT.

Yakin tidak yakin, mau tidak mau, Allah bisa sewaktu-waktu mengambil nyawa seseorang. Kematian tidak menunggu sakit, tidak pula menunggu usia tua. Allah bisa mengambil nyawa seseorang kapanpun dan dimanapun. Bisa jadi, salah satu diantara kita ditakdirkan mati sepulang dari sholat Id ini. Bisa jadi, saat kita makan malaikat izroil datang menjemput nyawa kita. Mungkin juga, saat kita tidur, namun tidak bisa bangun untuk selamanya. Baca Juga: Khutbah Idul Adha Terbaru PDF: Meningkatkan Iman dan Taqwa Melalui Kisah Nabi Ibrahim Allahu Akbar 3X walillahil hamd.

Hadirin khutbah idul adha singkat Rahimakumullah. Bagi kita yang sedang kesulitan ekonomi karena terdampak pandemi. Mari kita bersabar dan pasrah kepada Allah SWT. Yakinlah. Bahwa Allah sedang memberi musibah sebagai bentuk ujian bagi orang-orang beriman.

Orang-orang yang bersabar saat mendapat ujian musibah, maka orang tersebut akan mendapatkan derajat yang tinggi dihadapan Allah SWT, sebagaimana derajat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS yang telah bersabar mendapat ujian. Bagi saudara-saudara kita yang saat ini sedang berjuang melawan sakit. Mudah2an segera diberikan kesembuhan. Segera diangkat penyakitnya, sehingga dapat beribadah dengan maksimal.

Namun, apabila ajal telah tiba mudah-mudahan dalam keadaan khusnul khotimah. Akhirnya, mari kita perbanyak amal ibadah sebagai bekal, untuk menghadap allah SWT. Mudah-mudahan, kita semua tergolong orang-orang yang bersabar dan bertaqwa sebagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS.

Amiin. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA اَللهُ أَكْبَرْ (3×) اَللهُ أَكْبَرْ (4×) اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا وَاْلحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً، لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ، اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ اَلْحَمْدُ لِلهِ عَلىَ khutbah idul adha singkat وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لآ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ. اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياآ اَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى.

khutbah idul adha singkat

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ، يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ. وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. وَعَلَى أَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ.

وَارْضَ اللهم عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ khutbah idul adha singkat الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهم اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.

اَللهم أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اَللهم ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ khutbah idul adha singkat تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ, وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Download Khutbah Idul Adha Singkat 2021: Antara Kisah Nabi Ibrahim dan Pandemi Covid-19 DISINIKhutbah Idul Adha – Sebentar lagi perayaaan hari raya Idul Adha 2021 yang jatuh pada pada tanggal 20 Juli 2021 akan berlangsung.

Untuk kalender Islam tentunya diperingati setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Sebelum memasuki hari raya idul adha, kita disunahkan untuk puasa dengan niat puasa arafah dan tarwiyah pada tanggal 9 dan 8 Dzulhijjah atau 2 hari sebelum hari raya. Pada hari idul adha tersebut, umat muslim akan berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah shalat Idul Adha di tempat yang sudah ditentukan.

Proses pelaksanaannya dimulai dengan menjalankan sholat Idul Adha khutbah idul adha singkat dilanjut dengan khutbah khutbah idul adha singkat Adha singkat. Setelah khutbah idul adha selesai, dilakukanlah penyembelihan hewan kurban yang waktu pelaksanaannya boleh selama hari raya Idul Adha hingga hari tasyrik selesai.

Khusus pembacaan khutbah idul adha terbaru harusnya cukup singkat. Karena saat ini kita masih dalam keadaan pandemi yang sudah berjalan dalam kurun satu tahun. Berbeda ketika khutbah idul adha 2019 yang bisa dibuat lebih panjang. Dalam pelaksanaannya pun tetap dengan menjalankan protokol kesehatan, sama seperti ketika melakukan shalat dan khutbah idul adha 2020 tahun lalu.

Meskipun dengan waktu yang singkat, khutbah idul adha yang menggetarkan jiwa haruslah tetap diusahakan. Syarat dan rukun khutbah Idul Adha juga harus dipenuhi. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، اللهُ أَكْبَرُ ما تحرك متحرك و ارتج، وَلَـبَّـى مُحرِمٌ وحَجٌّ ، وَقَصَدَ الحَرَمَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ, وأُقِيْمَتْ للهِ فِيْ هَذِهِ الْأَيَّامِ مَنَاسِكُ الْحَجِّ ، اللهُ أَكْبَرُ مَا نُحَرِّتْ بِمِنَى النَّحَائِرِ، وعُظِّمَتْ للهِ الشَّعَائِرُ، وَسَارَ إِلَى الْجَمَارَاتِ سَائِرٌ، وَطَافَ بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ زَائِرٌ اللهُ أَكْبَرُ إذَا سَارُوْا لِزِيَارَةِ الْكَعْبَةِ مُكَبِّرِيْن، وَلِلسَّعْيِ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ مُهَروِلِيْن، وَلِلْحَجَرِ الْأَسْوَدِ مُسْتَلِمِينَ وَمُقْبِلِيْن، َومِنْ مَاءِ زَمْزَمَ شَارِبِيْنَ ومُتَطَهِّرِيْن.

اللهُ أَكْبَرُ سُبْحَانَ ذِي الْمُلْكِ وَ الْمَلَكُوْتِ، سُبْحَانَ ذِي الْعِزَّةِ وَ الْجَبَرُوْتِ، سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Jamaah shalat Idul Adha yang berbahagia!

Marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Kita selalu diberikan kenikmatan iman, Islam kesehatan dan juga kesempatan untuk melaksanakan berbagai macam ibadah kepada Allah SWT. Termasuk kenikmatan juga karena pada pagi ini kita dapat melaksanakan shalat Idul Adha 1442 hijriyah.

Semoga momen hari raya Idul Adha ini semakin menambah dan memperkuat keimanan dan juga ketakwaan kita kepada Allah SWT. Tak lupa juga shalawat dan juga salam selalu kita haturkan ke pangkuan baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Seorang manusia mulia dan juga nabi terakhir yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi teladan (uswah) bagi seluruh umat manusia sepanjang masa dan juga selalu kita tunggu syafaatnya hingga hari kiamat nanti.

Hadirin, jamaah shalat Idul Adha yang berbahagia! Di dalam bulan Dzulhijjah terutama ketika hari raya Idul Adha, kita tidak akan pernah bisa terlepas dengan dua peristiwa besar, yakni ibadah haji dan qurban. Walaupun kita sedang menghadapi pandemi Covid 19 yang sudah terjadi selama satu tahun kebelakang, marilah kita tetap menjalankan segala segala ibadah dan juga aktivitas sehari-hari dengan tanpa mengabaikan aturan dan anjuran pemerintah.

Ketentuan Allah yang sudah terjadi berupa pandemi ini tidak boleh sampai menurunkan semangat beribadah kita kepada Allah SWT. Kita harus yakin dan tidak patah semangat jika akan selalu ada hikmah yang terkandung dibalik semua ketetapan Allah SWT.

Sama seperti ibadah haji dan qurban. Kedua ibadah ini terkandung nilai yang besar di dalamnya. Terdapat keteguhan dan keimanan serta menjadi sebuah bukti jika pengorbanan harus didasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Hadirin, jamaah shalat Idul Adha yang berbahagia! Di dalam ibadah Qurban terdapat peristiwa sejarah yang sangat luar biasa hikmahnya.

Peristiwa tersebut adalah peristiwa sejarah di mana ketika itu Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk mengorbankan putranya, Ismail, dengan cara disembelih.

Berbekal rasa kesabaran, keteguhan hati dan keimanan yang tinggi, Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah yang disampaikan Allah untuk menyembelih putranya Ismail melalui sebuah mimpi. Akan tetapi tepat sebelum Nabi Ibrahim menyembelih puteranya, Ismail, malaikat membawa seekor kambing dari surga sebagai ganti Ismail untuk disembelih.

Peristiwa inipun diabadikan dalam Al-Qur’an surah As-shoffat: 102: فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelih mu.

Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia (Ismail) menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapati ku termasuk orang-orang yang sabar.” Dari peristiwa sejarah inilah kemudian umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan Qurban. Hal ini karena pada hakikatnya adalah sebagai sebuah ibadah agar mengingatkan kita kembali kepada tujuan hidup yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Jika melihat lebih jauh peristiwa Nabi Ibrahim tersebut maka kita akan dapat mengambil hikmah yang besar di dalamnya.

Hikmah yang bisa kita ambil adalah keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Hal ini karena salah satu kunci untuk memperoleh ridha Allah adalah dengan keikhlasan dalam menjalankan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Jika di dalam beribadah tidak dilandasi dengan keikhlasan maka niscaya apa yang kita lakukan hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka.

إِنَّ اللَّهَ لا يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ Artinya: Allah tidak menerima amal, kecuali amal (ibadah) yang dilandasi keikhlasan dan karena mencari keridhaan Allah SWT (HR.

Nasa’i) Di dalam berkurban kita harus siap dan ikhlas mengorbankan sebagian harta kita untuk orang lain. Karena pada hakikatnya semua itu adalah milik Allah SWT.

Untuk itulah sudah sepantasnya di dalam berkurban kita harus memberikan hewan qurban terbaik yang kita punya. Prinsip ini harus kita pegang dan kita perhatikan karena pada dasarnya merupakan bagian dari ketaatan dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Selain hikmah keikhlasan, di dalam ibadah qurban juga terdapat hikmah lain. Hikmah tersebut bisa dilihat dalam makna qurban itu sendiri. Secara bahasa qurban artinya dekat. karena itulah qurban dapat diartikan dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya melalui wasilah hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih. Jamaah Idul Adha rahimakumullah Ibadah lain di dalam hari raya idul Adha selain qurban adalah ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke 5. Artinya ibadah haji merupakan kewajiban bagi kita umat Islam yang memiliki kemampuan. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 97: وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ Artinya: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.“ Sanggup di sini memiliki arti mampu dan juga siap untuk mengorbankan harta yang dimiliki sebagai wujud syukur atas nikmat harta dan kesehatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ibadah haji selain merupakan ibadah kepada Allah dan menjadi tamu Allah di Baitullah juga memberikan pelajaran lain kepada kita.

Sebuah pelajaran untuk menjauhi sifat kikir dan cinta terhadap kekayaan materi. Pengorbanan yang kita lakukan untuk dapat beribadah haji juga memberikan pelajaran kepada kita untuk tidak membangga-banggakan kekayaan ataupun kelebihan yang kita miliki. Semua kekayaan yang ada pada hakikatnya adalah karunia dan anugerah dari Allah SWT.

Maka dari itu sudah sewajarnya jika kita bersyukur dan menjadikannya sebagai modal untuk tekun beribadah kepada Allah SWT. Kita bisa mengambil hikmah di dalam ibadah haji bahwa kita diajarkan dan diperintahkan untuk saling membantu dan saling bekerja sama dengan orang lain.

Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui jika perjalanan ibadah haji ditempuh dengan bersama-sama atau berduyun-duyun. Di dalam ibadah haji bukan semata soal menjalankan ibadah, tetapi juga terdapat perjalanan yang penuh dengan tantangan kesulitan dan pengorbanan.

Butuh semangat juang yang tinggi tanpa putus asa disertai dengan kedisiplinan dan kesabaran untuk mencapai sebuah tujuan. Di dalam menjalankan ibadah haji, kita juga harus mengedepankan akhlakul karimah dan juga menumbuhkan kesadaran bahwa niat ke baitullah adalah untuk beribadah. Bukan yang lain. Jika kita kita meniatkan ibadah haji dengan niat yang benar, maka kita perlu untuk membangkitkan semangat dan kesadaran diri untuk saling mengingatkan dalam kebenaran.

Selain itu juga dengan ibadah haji kita juga perlu saling menasihati dalam kesabaran dan menyebarkan kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah SWT. Kaum Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, DI dalam melakukan ibadah haji berarti kita harus taat dan tunduk dengan segala perintah Allah SWT. Ibadah haji merupakan ibadah yang sudah ditentukan waktu dan tempatnya. Ibadah haji selain sebagai sebuah upaya untuk membersihkan diri dari dosa juga sebagai sebuah upaya mengharapkan ampunan, rahmat, dan khutbah idul adha singkat Allah SWT.

Selain sebagai sebuah ibadah, di dalam menjalankan ibadah haji juga memiliki hikmah untuk melatih kesabaran dan kedisiplinan dengan cara menjalankan rangkaian ibadah yang begitu padatnya. Selain itu juga di dalam ibadah haji kita juga akan melatih hati kita untuk selalu mengingat Allah SWT dan juga melupakan urusan dunia.

Kemudian pakaian yang digunakan ketika haji merupakan kain ihram yang berwarna putih merupakan sebuah simbol kain kafan. Kain ini sebagai pengingat kepada setiap orang bahwa kematian pasti akan datang bagi setiap yang bernyawa. Semua makhluk hidup berasal dari Allah SWT dan hanya kepada-Nya lah kita akan kembali nantinya. Semua orang pasti akan berpisah dengan orang-orang tercinta dan semuanya akan kembali kepada pemilik yang sesungguhnya yakni Allah SWT.

Kemudian di dalam pelaksanaan ibadah haji terdapat ibadah thawaf, yakni mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Lalu ada ibadah sa’i yakni berlari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah. Selama pelaksanaan haji pun para jamaah senantiasa berdoa agar mendapatkan pertolongan Allah SWT serta mengharapkan perlindungan dari dosa yang timbul dari hawa nafsu dan godaan Setan. Perlu kita ketahui bersama jika di dalam thawaf dan sa’i terdapat pesan yang mendalam. Pesan tersebut berupa semangat juang tanpa henti dan juga semangat untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui sa’i kita mendapat pesan untuk selalu berusaha meraih kemuliaan dengan berserah diri kepada Allah. Kita harus selalu berusaha dan tidak putus asa untuk membersihkan hati dari sifat yang tercela.

Kita pun harus selalu menanamkan tekad yang kuat untuk dapat mencapai puncak kesucian. Hadirin, jamaah Idul Adha rahimakumullah, Di dalam ibadah haji, seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT bahwa tiada balasan atau pahala bagi orang yang melaksanakan ibadah haji yang mabrur kecuali syurga baginya. الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ Artinya: Haji yang mabrur tiada balasan baginya kecuali surga (HR. Nasa’i). Lalu apa maksud dari haji mabrur? Haji mabrur merupakan ibadah haji yang tidak dicampuri dengan kemaksiatan.

Sesuai dengan arti atau makna al-mabrur sendiri yang berasal khutbah idul adha singkat kata al-birr yang berarti ketaatan. Dengan kata lain ibadah haji yang dijalankan dengan penuh ketaatan sehingga tidak tercampur dengan dosa disebut sebagai haji mabrur.

Ibadah haji yang mabrur merupakan ibadah yang diterima oleh Allah SWT dan orang yang menjalankannya akan dibalas dengan al-birr (kebaikan) yaitu pahala. Adapun tanda-tanda dari haji mabrur adalah seseorang tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi perbuatan maksiat dan dosa yang ia lakukan. Hadirin jamaah Idul Adha rahimakumullah, Di hari raya idul adha ini, marilah kita merenungkan kembali hikmah ibadah haji dan qurban. Kita sebagai umat manusia berkewajiban untuk terus menjalani setiap kehidupan dan selalu meyakini bahwa Allah memiliki tujuan dalam memberikan setiap perintah kepada manusia.

Pun demikian dengan segala rintangan dan cobaan yang ada, kita harus selalu yakin akan hikmah yang disampaikan oleh Allah kepada kita. Allah yang memberikan kita hidup maka kita pun juga harus dan berusaha untuk memberikan yang terbaik dan berbuat baik dengan mematuhi perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Dengan keyakinan dan keikhlasan untuk mematuhi perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya akan membawa kebaikan kepada kita. Hadirin jamaah Idul Adha rahimakumullah, Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah SWT agar dapat selalu dalam perlindungan-Nya.

Semoga kita selalu dapat menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. ٍSemoga pandemi yang sedang terjadi ini dapat segera berlalu sehingga kita dapat beraktifitas seperti biasa, beribadah dengan lebih giat lagi. Selain it juga semoga kita semua dapat diperkenankan untuk sampai ke Mekkah, Madinah, dan Arafah untuk menjadi tamu-Mu menjalankan ibadah haji.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ.

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ Teks Khutbah Idul Adha II اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَر اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ.اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهْ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ.

وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ, اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ, وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ, وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ, وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ, وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ, وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ, مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ, عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً, وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Teks Khutbah Idul Adha Khutbah idul adha singkat Contoh Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa Contoh Khutbah Idul Adha I الله أكبر (X3) الله أكبر (X3) الله أكبر (X3) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ.

اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْ وَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ khutbah idul adha singkat وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اَمَّا بَعْدُ.

فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena pada hari raya Idul Adha ini kita semua masih diberikan kesehatan untuk menjalankan shalat Idul Adha tanpa adanya halangan suatu apapun.

Walaupun di tengah pandemi Covid 19 yang sedang terjadi akan tetapi kita semua masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah bersama-sama. Momen hari raya ini Idul Adha merupakan salah satu momentum indikator ketakwaan kita kepada Allah.

Sebuah momentum untuk kita sebagai bekal dalam meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat khutbah idul adha singkat. Semoga kita semua dapat selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sehingga kita semua dapat menjadi orang bertaqwa dan termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.

Amin ya rabbal alamin. Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah Baru saja kita selesai menjalankan shalat kita dengan menyebarkan salam sejahtera kepada semua makhluk yang ada di sekitar kita.

khutbah idul adha singkat

Semenjak semalam hingga pagi tadi, kita terus mengumandangkan takbir hingga menggema memenuhi langit sejak tadi malam sampai pagi ini. Kita memenuhi langit dengan suara takbir kita. “Allahu akbar allahu akbar allahu akbar la ilahaillallahu allahu akbar. Allahu akbar walillahil hamdu“. Sementara itu di belahan bumi lainnya, yakni Makkah al-Mukarromah pada masa tahun ini hanya sebagian kecil dari jutaan umat Islam di seluruh dunia yang berkumpul untuk melakukan ibadah haji.

Gemuruh serta gema dari para jemaah haji yang sedang melaksanakan ibadah haji menyambut panggilan ilahi dengan mengucapkan talbiyah. “Labbaik Allahumma labbaik. Khutbah idul adha singkat la syarika laka labbaik. Innal khutbah idul adha singkat wanni’mata la wal mulk laa syarika laka”. Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah DI dalam hari raya Idul Adha atau Idul Qurban merupakan hari raya yang khas dengan ibadah kurban.

Ibadah Kurban ini merupakan bentuk rasa syukur kita pada Allah. Allah SWT telah memberikan dan melimpahkan melimpahkan berbagai macam anugerah dan segala kenikmatan pada kita semua. Kita semua telah diberi banyak hal oleh Allah SWT mulai dari anggota tubuh kita dengan berbagai macam fungsi dan kegunaannya. Semua itu adalah sebuah kenikmatan yang tidak akan terbeli harganya.

Kita tidak akan bisa menghitung banyaknya nikmat Allh SWT yang telah diberikan kepada kita. Bukan hanya jutaan, milyaran bahkan hingga nominal yang tidak akan bisa kita sebutkan.

Udara yang kita hirup setiap saat, makanan yang kita makan, kendaraan dan lainnya semua adalah karena nikmat dan karunia Allah SWT. Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada setiap Makhluknya. وَاللهُ خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيْعًا ( Wallahu khalaqa lakum ma fil ardli jami’a).

Allah SWT telah menciptakan semua yang ada di dunia. Semua ciptaan Allah jika dihitung dengan nominal angka manusia, pasti tiada terhingga jumlahnya. Untuk itu kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT. وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Artinya: “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat).

Kemudian apabila telah roboh (mati), khutbah idul adha singkat makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur” (QS.

al-Hajj : 36). Banyak dibaca: Nama Bayi Laki laki Islami Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah Momen Hari Raya Idul Adha yang selalu kita rayakan setiap tahunnya selalu menjadi rekonstruksi sejarah masa lampau.

rekonstruksi sejarah tersebut merupakan sejarah kehidupan figur agung para kekasih Allah SWT, yaitu figur Nabiyullah Ibrahim A.S. seorang Ayah, Nabi dan kekasih Allah. Kemudian ada figur sang anak hebat Nabi Ismail A.S. dan juga sosok atau figur sang ibu luar biasa Siti Hajar.

Mereka semua menjalankan perintah Allah dengan penuh keteguhan, kesabaran dan keikhlasan yang tiada terhingga. Sebuah perintah untuk menyembelih putra semata wayangnya Ismail yang kemudian diganti oleh Allah dengan kambing. Sebuah peristiwa yang luar biasa dan sarat akan hikmah yang terkandung di dalamnya. Ibadah Kurban selain sebagai bentuk kepatuhan pada titah Allah SWT, juga merupakan bentuk solidaritas atas sesama yang tercecer dari mobilitas sosial.

Sebuah solidaritas untuk mereka: Orang-orang fakir dan orang miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya ini. Apalagi di tengah pandemi yang sedang menghantui ini yang membuat kondisi perekonomian di dunia, terkhusus di Negara Indonesia menjadi lesu.

Dengan kondisi kehidupan yang semakin sulit, maka kita berkewajiban untuk untuk membantu mereka sesuai dengan kemampuan kita. Nabi Muhammad SAW sangat mengecam keras orang yang sudah mampu untuk berkurban tetapi enggan berkurban. Berkurban di dalam agama Islam bukan semata sebagai ritus persembahan untuk meningkatkan spritualitas seseorang.

Bukan juga sebagai sebuah tontonan kesalehan orang-orang kaya semata. Akan tetapi berkurban di dalam agama Islam selain bernilai ibadah juga merupakan sarana untuk memperkuat kepekaan sosial, menyantuni fakir miskin dan membuat gembira orang yang sengsara. Ibadah kurban memberikan cerminan bahwa untuk dapat dekat atau taqarrub kepada Allah SWT, maka orang tersebut harus sudah dekat dengan saudara-saudaranya yang kekurangan.

Selain itu dibangun juga jembatan, pemanfaatan jalur lautan dan juga udara.

khutbah idul adha singkat

Kemudian untuk mengurangi kemacetan di daratan, manusia juga juga mengkapling-kapling lautan dan udara. Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah Selama proses perjalanan dan pengembaraan manusia secara fisik untuk mengetahui luasnya dunia, pada akhirnya akan selalu terhambat secara teknis.

Misalnya kemacetan yang terjadi di daratan, lautan maupun udara. Kemudian manusia menciptakan internet dan teknologi fotografi khutbah idul adha singkat televisi. Sehingga pada masa sekarang, manusia hanya dengan duduk di komputer atau televisi, mereka sudah dapat menjangkau dunia yang lebih luas dan berwarna.

Meskipun memang yang dilihat hanya berupa potongan gambar, rekaman video atau foto. Seperti yang sudah diperlihatkan Nabi Ibrahim AS, Islam mentrandensikan jalan menuju Tuhan sebagai jalan kebahagiaan dan jalan menuju akhirat.

Islam memberikan dimensi moral spiritual agar aktivitas manusia memiliki tujuan yang lebih bermakna. Bukan hanya sekedar sekedar mobilitas fisik tanpa tujuan yang bersifat ilahi. Pertanyaan sederhana Allah SWT kepada Nabi Ibrahim Khutbah idul adha singkat merupakan pertanyaan moral yang sarat akan makna.

Hendak dibawa kemana harta, mobil, jabatan pangkat atau apapun yang kita miliki? Sebuah pertanyaan sederhana yang memerlukan kesadaran tinggi untuk menjawabnya.

Manusia di tengah hiruk pikuk dengan berbagai aktivitasnya, perlu mengingat kembali apa yang menjadi pertanyaan Ibrahim AS. Bisa jadi karena yang primer bagi manusia secara faktual dewasa ini adalah menghindari apapun yang menyakitkan dan mengejar apapun yang dirasakan menyenangkan. Sehingga kemudian yang muncul hanyalah kehidupan materi duniawi belaka.

Padahal salah satu dimensi dan misi manusia sebagai moral being adalah menegakkan nilai-nilai moral dalam kehidupannya di manapun berada. Nilai-nilai moral ini harus diwujudkan dalam ruang-ruang kantor, di kamar rumah, di masjid, di restoran, di warung kopi dan lain sebagainya.

Lagi-lagi tujuan hidup kita perlu meniru Nabi Ibrahim yakni semua kehidupan harus tertuju pada Allah. Tuhan semesta alam. Inna shalati wa nusuki wamahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin. Sesungguhnya shalatku, matiku, hidupku adalah untuk Allah. Kalimat ini sudah seringkali kita ikrarkan dalam lisan kita ketika kita sedang menjalankan shalat. Maka kita perlu untuk mewujudkannya di dalam segala keseharian dan kehidupan kita. Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah Selain pelajaran berharga di atas, masih ada pelajaran berharga lain yang kita bisa teladani dari Nabi Ibrahim AS.

pelajaran tersebut adalah seperti di dalam doa Nabi Ibrahim yakni Rabbi habli minasshalihin. Artinya Ya Allah berilah kami anak-anak yang soleh.

Di dalam doa ini terdapat tujuan tertinggi manusia adalah untuk memiliki anak yang shaleh. Kita seringkali lupa akan hal ini. Kita lebih mementingkan untuk memiliki anak yang pintar, anak yang kaya raya, anak yang punya jabatan luar biasa tanpa memperhatikan keshalihannya. Apalah arti semua itu jika tidak diimbangi dengan keshalihan. Karena yang terpenting adalah “anak soleh”. Akan tetapi untuk mewujudkan semua itu bukanlah perkara yang mudah. Perlu peran banyak hal untuk mewujudkan anak yang shalih.

Peran yang pertama dan utama dalam mewujudkan anak soleh adalah keluarga. Kita tidak boleh meremehkan peran keluarga. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar, mereka berdua memberikan pendidikan keluarga sejak dini agar anaknya bisa menjadi anak yang soleh. Mereka berdua berjibaku dan berjuang keras dalam membentuk karakter Ismail hingga menjadi sedemikian rupa. Mereka berdua pun juga selalu memberikan pendidikan agama pada Ismail sejak dini.

terkait dengan pendidikan anak, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Didiklah anak-anakmu pada tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai ahlu baitnya dan membaca al-Qur’an”. (HR. Tabrani). Selain itu Nabi pun juga bersabda: عَلِمُوْا أَوْلَادَكُمْ فَإِنَّهُمْ مَخْلُوْقُوْنَ فِيْ زَمَانِ غَيْرِ زَمَانِكُمْ “Didiklah anak-anakmu karena mereka hidup di zaman yang tidak sama dengan zamanmu”. Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah Peranan yang kedua adalah selalu memberikan khutbah idul adha singkat (uswah) pada anak-anak kita.

Bagaimanapun juga, salah satu dakwah yang sangat manjur dalam mengarahkan anak-anak kita adalah dengan memberikan suri tauladan yang baik kepada mereka. Dengan memberikan contoh dan suri keteladanan yang dilakukan sehari-hari maka akan turut mempengaruhi anak-anak kita. Jika lingkungan keluarga mempertontonkan kejujuran dan kedermawanan, maka perilaku tersebut akan berpengaruh bagi anaknya. Sebaliknya, jika lingkungan keluarga mempertontonkan kedustaan dan kebakhilan, maka perilaku buruk tersebut juga akan berpengaruh dan ditiru anaknya.

Peran selanjutnya adalah mengumpulkan anak-anak kita dengan teman-teman yang baik atau teman yang soleh atau solehah. Lingkungan dimana kita tinggal akan sangat berpengaruh pada manusia, pada anak-anak dan juga pada adik-adik kita. Karena itulah kita perlu memberikan pendidikan kepada anak dengan pendidikan yang mementingkan akhlakul karimahnya.

Jangan sampai kita menjerumuskan anak-anak kita pada lingkungan yang kurang baik sehingga akan mempengaruhi anak-anak kita kedepannya. Ma’asyiral Muslimin wa Zumrotal Mukminina Rahimakumullah Demikianlah khutbah yang saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّه هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Contoh Khutbah Idul Adha II اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر اَلْحَمْدُ لله أَفَاضَ نعمه علينا وأعظم. وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لَا تُحْصُوْهَا, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. رسول اصطفاه على جميع البريات. ملكهاوإنسها وجنّها اَللَّهُمَ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْكَمَالِ فِى بَقَاعِ الْأَرْضِ بدوها وقراها, بلدانها وهدنها.

اللَّهُمَ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْم وَعَلَى أَلِ إِبْرَاهِيْم, وَبَارِكْْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمّدٍ, كَمَابَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْم وَعَلَى أَلِ إِبْرَاهِيْم فِى الْعَالَمِيْن إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد اللهم اغفر khutbah idul adha singkat والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضى الحاجات. اللهم وفقنا لعمل صالح يبقى نفعه على ممر الدهور. وجنبنا من النواهى khutbah idul adha singkat هى تبور اللهم أصلح ولاة أمورنا.

وبارك لنا فى علومنا وأعمالنا. اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا. اللهم اجعلنا نعظم شكرك. ونتبع ذكرك ووصيتك. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار.سبحانك رب العزة عما يصفون. و سلام علي المرسلين. والحمد لله رب العالمين عباد الله ! إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر. يعذكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله يذكركم واشكروا على نعمه يزدكم .ولذكر الله أكبر Nah itulah naskah khutbah idul Adha 2021 yang bisa di sampaikan khutbah idul adha singkat menjalankan shalat Idul Adha.

Semoga shalat dan khutbah idul adha yang membuat menangis dan segala amal ibadah yang kita lakukan selalu diridlai Allah SWT. Jika teman-teman mencari khutbah idul adha nu dengan naskah khutbah idul adha bahasa jawa, silahkan dibaca contoh teks dibawah ini ya. Untuk khutbah idul adha pdf diatas bisa download file di sini ya. Sekali lagi mengingatkan, alangkah baiknya 2 hari sebelum hari raya teman-teman niat puasa tarwiyah dan arofah karena memiliki keutamaan puasa sunnah yang luar biasa.

Jika ada yang kurang faham dari khutbah idul adha di atas, bisa teman-teman sampaikan melalui kolom komentar ya. Oh iya, untuk materi pengertian qurban dan hukumnya, bisa disimak penjelasannya pada link tersebut ya.

Kita bahas lengkap dengan dalilnya ya. Semoga bermanfaat, silahkan di share juga.
Teks Khutbah Idul Adha 2022 1443 H Singkat Terbaru Tentang Qurban - Rangkuman dari tata cara sholat sunnah idul adha secara ringkas pada dasarnya tidak jauh begitu berbeda yaitu di awali oleh niat dan di tutup salam. Tetapi jika di lihat dari segi keseluruhan pelaksanaan sholat hari raya ini berbeda bahkan dengan jum'at sekalipun yaitu pada sholat ied khutbah berada di akhir sedangkan pada jum'at berada di awal, baik itu khutbah pertama atau kedua, bahkan termasuk juga dalam bacaan-bacaan di dalamnya.

Sedangkan dari segi rukun antara khutbah idul adha ini tidak jauh berbeda dengan jum'at yaitu ada lima seperti menyampaikan pesan atau wasiat, mengucap hamdalah, membaca ayat Al-Quran dan berdoa mohon ampunan untuk umat Islam, bershalawat kepada nabi Muhammad SAW. serta rukun rukun tersebut harus benar-benar terpenuhi secara bena, karena apabil salah satunya tertinggal di pastikan khutbah nya tidak sah. Ada pun dari segi tema atau judul yang harus di ambil oleh khatib atau orang yang khutbah alangkah baiknya jika membahas hal-hal yang berkaitan dengan keadaan misalnya qurban, ibadah haji atau bisa juga berhubungan dengan niat puas idul adha dan keutamaannya.

Tujuan agar terdengar tertib dan bisa mudah di tangkap oleh para jamaah yang mendengarnya. Untuk itu bagi anda yang sedang mencari contoh teks khutbah idul adha bisa langsung simak di bawah ini, karena kami sengaja menulis agar bis memudahkan pelaksanaannya sehingga tidak perlu mencari sumber lain.

khutbah idul adha singkat

Silahkan ambil dan manfaatkan sebaik mungkin, mohon maaf apabila kurang begitu detail pembahasannya. Khutbah Pertama Idul Adha اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ Merupakan suatu hal yang patut syukuri, sebab di pagi hari yang cerah ini alhamdulillah kita semua masih di beri kesempatan untuk bisa merasakan dan berkumpul di hari yang agung ini untuk melaksanakan shalat ied idul adha, Baru saja kita melaksanakan ruku, sujud serta bacaan-bacaan takbir dan tahmid, semga saja semua itu menjadi bukti dari ketaqwaan kita kepadaallah swt, serta Takbir yang kita ucapkan barusan bukanlah hanya sekedar gerak bibir semata tetapi merupakan pengakuan dalam hati akan keagungan dan kebesaran allah swt.

اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ Hadirin yang di muliakan allah Perlu kita ketahui bahwasanya ibadah haji merupakan kesatuan dengan qurban dan shalat idul adha yang mana pengerjaan dari ketiganya tersebut merupaka dari kesatuan ibadah kepada allah swt serta menjadi bukti dari syiar, kekuatan dan dakwah umat islam. sebagai mana allah swt telah berfirman dalam salah satu ayatnya : إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ Artinya : “Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah.

Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, Maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqarah 158). Yang di maksud dengan syiar allah di sini yaitu ciri-ciri atau tempat-tempat untuk melaksanakan ibadah kepada allah swt atau semua unrusan yang berhubungan dengan agama misalnya sja thawaf (berjalan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali), sa’i (berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafwa dengan bukit Khutbah idul adha singkat, adzan (panggilan untuk shalat jamaah), dan lain-lain.

Sedangkan syiar-syiar allah yang berhubungan dengan ibadah haji yaitu seluruh proses dalam pelaksanaan ibadah haji seperti misalnya dimulai dengan mengenakan pakaian ihram dan berjalan dari miqat, bermalam di Mina pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), wukuf di padang Arafah (9 Dzulhijjah), bermalam di Muzdalifah (malam 10 Dzul Hijjah), lalu melempar Jumrah sebagai simbolisasi melempar syetan di Mina (10, 11, 12 Dzulhijjah), melaksanakan tahalul (dengan memotong/mencukur rambut), serta thawaf wada’ sebagai perpisahan.

Termasuk di antara syiar haji adalah menyebut-nyebut asma Allah SWT dalam menyembelih korban serta memakannya dan membaginya kepada fakir miskin sebagaimana firman Allah Swt: لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا khutbah idul adha singkat وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.

Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) khutbah idul adha singkat untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir (QS.

Al Hajj 28). اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ Hadirin yang di muliakan allah Ibadah Haji merupakan prosesi ibadah yang telah menyatukan sikap dan kalimat setiap jamaah yang datang dari latar belakang beragam. mulai dari bangsanya, bahasa, warna kulit, jabatan, dan status sosial hingga kedudukannya, dengan pakaian ihram yang sama, serentak mereka mendeklarasikan sikap dan tindakan mereka memenuhi panggilan Allah SWT.: Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika laka…(Kupenuhi panggilan-Mu ya Allah, Kupenuhi panggilan-Mu, kupenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kupenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu)… Khutbah idul adha singkat tersebut secara serentak dan bersamaan terus di kumandangkan tiada henti, Sungguh sangat dahsyat dan mampu membuat merinding orang yang mendengarnya, kalimat yang sama di di bacakan secara bersamaan oleh jutaan orang dari berbagai penjuru dunia, maka dari itu ibadah haji menjadi sebuah momentum bersatnya kekuatan islam terbesar seelah jihad fi sabilillah.

sebagai mana dalam firmannya : اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ Hadirin yang di muliakan allah Adapun qurban ini yaitu suatu peribadahan yang begitu diunggulkan pada hari raya Idul Adha. Idul Adha sendiri maknanya adalah, kembali berkurban, yakni menyembelih kambing, sapi, atau unta, dengan syarat-syarat tertentu setelah sholat Iedul Adha. Diriwayatkan dari 'Aisyah Ra. ia berkata, bahwa Nabi Saw bersabda: "Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan qurban.

Sesungguhnya hewan kurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan pahala qurban itu." (HR.

Tirmidzi, no: 1413) Oleh karena itu, setiap muslim yang mampu sangat dianjurkan berkurban. Kepada yang enggan berkurban padahal mampu, Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berqurban, tapi ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia dekat-dekat di musholla (tempat shalat) kami." (HR. Ahmad). Di zaman Nabi Saw musholla adalah lapangan yang khusus hanya untuk sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha. Begitu perhatian Nabi saw. kepada syiar dan dakwah Islam hingga beliau Saw.

memerintahkan seluruh kaum muslimin, tua muda, pria dan wanita agar hadir mengikuti sholat atau bahkan sekedar mendengarkan khutbah.Bahkan wanita yang sedang haid pun diperintahkan untuk hadir di lapangan. Yang tidak punya jilbab agar dipinjami untuk bisa hadir.

Beliau Saw memerintahkan agar umat Islam mengambil jalan berbeda antara datang ke tempat sholat dengan pulangnya seraya mengumandangkan takbir. Bahkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid itu diminta terus dikumandangkan selama empat hari sampai akhir hari tasyriq tanggal 13 Dzulhijjah. Demikian juga menyembelih kurban dengan mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar!” dan memakan dagingnya bersama keluarga dan sahabat serta membagikan kepada fakir miskin pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah adalah syi’ar dan khutbah idul adha singkat untuk mengagungkan asma Allah yang sangat bernilai bagi persatuan dan kesatuan umat serta da’wah Islam.

اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ Hadirin yang di muliakan allah Dan di akhir khutbah idul adha singkat marilah kita memohon kepada Allah Swt agar ibadah para jamaah haji diterima, sebagai haji mabrur. Semoga sepulang mereka ke tanah air masing-masing menjadi pelopor kebenaran dan kebajikan. Semoga kita yang ada di tanah air, diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, dengan tetap berpegang teguh kepada tali agama Allah (QS. Ali Imran 103), membesarkan syi’ar-Nya, memperkuat da’wah kepada-Nya, memberdayakan ilmunya para ulama, hartanya para aghniya, dan doanya para dhuafa, agar mampu berjuang khutbah idul adha singkat syariat Allah Swt di bumi Indonesia tercinta ini.

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ khutbah idul adha singkat لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتَكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ Silahkan jadikan panduan contoh khutbah idul adha singkat padat terbaik terbaru 2022 1443 H tentang ibadah haji dan hikmah berqurban pendidikan persatuan dan kepemimpinan dan nabi ibrahim.

semoga saja bermanfaat serta bisa menjadi sebuah motivasi yang sangat baik untuk para pembaca semuanya, sekian dan terima kasih.
KH Ucu Saeful Aziz LDNU Kabupaten Pangandaran Khutbah Kesatu السَّلَامُ khutbah idul adha singkat وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ. Allah SWT berfirman: " Sesungguhnya Kami telah memberi nikmat yang banyak untukmu (Muhammad). Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.

Sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang yang terputus (dari rahmat Allah). Hadirin jamaaah shalat Id yang mulia, Tujuan utama kurban adalah agar lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Dalam keadaan apa pun, baik ketika senang atau susah, ketika dalam kelapangan atau kesempitan, kita tetap wajib berusaha taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Walaupun dalam kondisi PPKM yang sedang berlangsung dua minggu ini, kita harus terus meningkatkan kesabaran dan ketakwaan. Kesabaran dan ketakwaan merupakan modal utama bagi kita dalam menghadapi cobaan ini serta bertaqwa, yaitu istiqamah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Allah telah berjanji bahwa siapa pun yang benar-benar bertakwa akan diberi solusi atau jalan keluar dari segala kesusahan dan problematika kehidupan termasuk dari wabah virus corona ini.

Kesabaran perlu ditingkatkan sebab ujian akan berbuah kemuliaan jika disertai dengan kesabaran. Hadirin jamaah shalat Id yang mulia, Zaid bin Arqom meriwayatkan sebuah Hadits: قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ. (رواه ابن ماجه و الحاكم) Para sahabat bertanya kepada Rosulullah SAW.

"Wahai Rasulullah, apakah yang dinamakan kurban?" Rasulullag menjawab: "Kurban adalah melaksanakan sunat Nabi Ibrahim". Sahabat bertanya lagi: "bagi kami semua kebaikan apa yang akan diperoleh jika melaksanakan sunat Nabi Ibrahim tersebut?" Nabi menjawab: "Setiap lembar bulu hewan yang dikurbankan itu mengandung kebaikan".

Sahabat bertanya lagi: "bagaimana dalam shuf (bulu domba yang tebal) wahai Rasulullah?". Nabi menjawab: "Setiap bulu dari shuf juga mengandung kebaikan". (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim). Semoga segala ibadah kita diterima di Sisi Allah SWT, terutama yang pada tahun ini dapat melaksanakan qurban semoga lebih bisa taqarrub ilallah dan lebih peka terhadap sesama.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ .أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَ لَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالمؤمناتِ. إن اللهَ غفورُ رٌَحيمُ. Khutbah Kedua اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ(4×) اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ khutbah idul adha singkat اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ. وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتنَ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

CONTOH KHUTBAH IDUL ADHA PALING SINGKAT SEDUNIA




2022 www.videocon.com