Perhitungan thr proporsional

perhitungan thr proporsional

28/04/2021 - 4 Min Read Begini Cara Hitung THR yang Kamu Terima Sudah Sesuai Aturan Pemerintah Hal yang ditunggu-tunggu bagi seorang pekerja atau karyawan pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri atau lebaran adalah Tunjangan Hari Raya atau THR. Para pekerja akan mendapatkan ‘gaji’ tambahan dari hasil kerja mereka selama ini. THR perhitungan thr proporsional pendapatan non-upah karyawan yang diterima pada saat hari raya keagamaan. Cara menghitung THR pun sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 tahun 2016.

Dengan cara menghitung THR yang sudah ditentukan dalam peraturan tersebut, besaran THR yang dibayarkan perusahaan kepada karyawan tentunya akan berbeda-beda, disesuaikan dengan gaji pokok masing karyawan masa kerja karyawan yang bersangkutan di perusahaan tersebut.

Selain itu, ada juga ada aturan yang mengatur tentang pembayaran THR di tahun 2021 ini. Peraturan itu ada di Surat Edaran Menaker Nomor M/6.HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan, yang perhitungan thr proporsional perusahaan wajib membayarkan THR karyawannya paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Biasanya ketentuan pembayaran THR sudah diatur di dalam Perjanjian Kerja Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dengan minimal masa kerja pegawai kurang lebih selama 1 bulan secara terus menerus.

Bagi kamu yang masih bingung bagaimana cara menghitung THR, begini cara menghitungnya sesuai dengan peraturan yang telah disebutkan tadi di atas: Rumus perhitungan THR proporsional THR = masa kerja X 1 bulan upah atau gaji / 12 bulan Contoh kasus: Risa sudah bekerja di perusahaan A selama tujuh bulan dan mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp10 juta.

Maka, cara menghitung THR yang akan diterima Risa yaitu sebesar: 7 bulan x Rp 10 juta : 12 bulan = Rp5,833 juta Cara Menghitung THR Contoh 1 Si A sudah bekerja sebagai karyawan di perusahaan X selama 4 tahun dengan gaji per bulan yang diterima beserta beberapa tunjangan lainnya total Rp 6,5 juta.

perhitungan thr proporsional

Perhitungannya, THR untuk pekerja yang sudah bekerja 12 bulan atau lebih perhitungan thr proporsional 1 x gaji/bulan dan ditambah tunjangan tetap. Jadi, total THR yang diterima si A adalah Rp 6,5 juta atau satu kali gaji beserta tunjangan tetapnya.

Contoh 2 Si B sudah bekerja sebagai karyawan kontrak di PT XYZ selama 8 bulan. Dalam satu bulan Anton memperoleh gaji beserta tunjangan tetapnya berjumlah Rp 7 juta. Jadi total THR yang didapatkan Si B adalah 8/12 dikalikan Rp 7 juta yakni, Rp 4.666.666. Rp3.000.000, tunjangan makan dan transportasi sama-sama sebesar Rp500.000 tunjangan jabatan Rp 300.000. Jadi, berapa ya total THR akan diperoleh oleh Anton? Perhitungan THR bagi pekerja yang sudah bekerja selama 3 bulan atau lebih secara terus menerus namun kurang dari 12 bulan, yaitu perhitungan masa kerja/12 x Upah 1 bulan (gaji pokok + tunjangan tetap).

Menghitung THR Pekerja Lepas atau Freelance Bagaimana perhitungan THR karyawan harian lepas yang upahnya dibayar berdasarkan jumlah hari kerja? Bagi pekerja lepas atau freelance gaji yang ia terima terkadang tidak sama jumlahnya setiap bulannya. Oleh karena itu untuk menghitung THR pekerja lepas menggunakan upah rata-rata.

Klausul ini pun sudah diatur di dalam Permenaker No 6 tahun 2016 yang telah disebutkan di atas. Contoh 1 Si X dan Si Y bekerja sebagai karyawan harian lepas di perusahaan yang sama.

Si X telah bekerja 12 bulan dan Si Y baru 6 bulan. Keduanya punya upah rata-rata per bulan yang sama, yakni Rp 2.500.000. THR yang diterima Si X adalah satu bulan upah, yakni Rp 2.500.000, sedangkan Si Y menerima 6/12 dari satu bulan upah, yakni Rp 1.250.000.

THR Tahun 2022 Dibayar Penuh Untuk pembayaran THR tahun 2022, saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sedang menggodok aturan detail mengenai pembayaran tunjangan hari raya atau THR pada tahun ini. Sebab, berbeda dengan dua tahun lalu yang membolehkan pengusaha untuk membayar THR dengan mencicil, kali ini pembayaran THR harus dilakukan secara penuh seiring dengan tren pemulihan industri domestik dari dampak pandemi dua tahun terakhir. Dikutip dari bisnis.com, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja perhitungan thr proporsional dan Jamsos) Kemenaker Indah Anggoro Putri mengatakan langkah itu diambil setelah memantau adanya pemulihan kinerja dari seluruh industri pada tahun ini.

“THR tahun ini tidak ada relaksasi, harus dibayar [penuh] karena pertumbuhan ekonomi mulai bergerak positif. Pernyataan ini juga sudah disampaikan Pak Menko Airlangga beberapa hari lalu,” kata Putri. Saat ini Kemenaker sedang menggodok aturan ihwal besaran dan petunjuk teknis dari pembayaran THR tahun ini yang berbeda dari perhitungan thr proporsional pandemi sebelumnya.

Menurut dia, aturan itu bakal dikeluarkan pekan depan lewat surat edaran Menteri Ketenagakerjaan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2021 Tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan, THR wajib dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Kembangkan Dana THR-mu Bersama ALAMI Nah, sudah tahu kan gimana cara menghitung THR kamu. Penghitungan THR di atas sudah sesuai peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Sehingga kamu enggak was-was lagi berapa besaran THR yang kamu terima, sudah sesuai atau tidak. Jika sudah mengerti cara menghitung THR, yuk saatnya sisihkan THR-mu untuk dikembangkan di ALAMI.

ALAMI mengajak kamu untuk mengembangkan uang THR-mu lebih baik lagi. Di ALAMI kamu bisa menjadi pendana atau funder bagi UKM yang sedang berkembang. Teknologi yang ALAMI miliki akan menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik.

Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan. Nikmati juga imbal hasil dari UKM yang telah kamu danai. Kini ALAMI sudah tersedia di dalam bentuk platform android yang bisa kamu download di Ayo download sekarang juga ALAMI Mobile App dan mulai hijrah finansial sekarang juga bersama ALAMI. Untuk daftar dan info lebih lanjut bisa klik di sini!

Disclaimer • Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah merupakan kesepakatan perdata antara Pendana dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak. • Risiko Pembiayaan atau gagal bayar sepenuhnya tanggungjawab oleh Pendana. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

• Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen perhitungan thr proporsional, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

• Pendana yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman terhadap layanan Pembiayaan ini, disarankan agar tidak menggunakan layanan Pembiayaan ini. • Penerima Pembiayaan wajib mempertimbangkan tingkat bagi hasil / marjin / ujrah serta biaya-biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pembiayaan. • Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui oleh masyarakat luas di media sosial.

• Pengguna perhitungan thr proporsional membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pendana atau Penerima Pembiayaan. • Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pendana maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan.

• Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pendana dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

perhitungan thr proporsional

Setelah era kemerdekaan, pemberian THR kepada pamong praja dimulai dekade 1950-an oleh pemerintahan Perdana Menteri Sukiman Wiryosanjoyo dan kemudian dilanjutkan oleh Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo. Tunjangan itu disebut “Persekot Hari Raya” untuk pegawai negeri. Bentuknya adalah pinjaman yang dapat dicairkan pegawai pada akhir bulan Ramadan dan dilunasi melalui cicilan potong gaji. Tujuan pemberian persekot adalah agar para pegawai mendukung program-program pemerintah.

perhitungan thr proporsional

Kebijakan ini menuai kecemburuan dari serikat buruh yang menilai pemerintah tidak berlaku adil. SOBSI, organisasi buruh terbesar waktu itu melakukan protes dan mogok kerja untuk menekan pemerintah agar mengatur pembayaran hari raya untuk buruh di perusahaan swasta.

Baca Juga: Peraturan tentang THR Karyawan Perusahaan Pemerintah akhirnya mengeluarkan edaran tentang “Pembayaran Istimewa Lebaran” untuk buruh swasta yang besarnya seperdua belas (1/12) upah yang diterima dalam kurun satu tahun.

Edaran ini hanya sebatas imbauan bagi perusahaan. Tahun 1961, pembayaran itu diubah namanya menjadi Tunjangan Hari Raya.

Namun, THR masih belum menjadi kewajiban perusahaan, dan hanya bersifat anjuran. Begini Perhitungan THR Proporsional yang Tepat - Gadjian Baru pada tahun 1994, pemerintah secara tegas melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 04/1994 mengatur THR sebagai hak buruh yang wajib diberikan.

perhitungan thr proporsional

Terakhir, aturan tersebut direvisi melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2016 tentang THR bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Aturan inilah yang berlaku sampai sekarang. Dalam ketentuan pengupahan, THR termasuk pendapatan non-upah, seperti halnya bonus dan insentif. Namun, yang membedakannya, bonus dan insentif perhitungan thr proporsional kebijakan perusahaan yang sifatnya opsional, sedangkan THR wajib dibayarkan.

Besaran dan waktu pembayaran THR ditetapkan oleh pemerintah, bukan oleh perusahaan. Besaran dan Waktu Pembayaran THR Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2016 mewajibkan pengusaha memberikan THR kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan atau lebih secara terus menerus, baik pekerja yang mempunyai hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) maupun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Besaran THR yang wajib dibayarkan adalah: • Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan 1 bulan upah. • Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan: THR = masa kerja/12 x 1 bulan upah Pembayaran THR dilakukan paling lambat 7 hari dari perhitungan thr proporsional raya keagamaan, sesuai agama yang dianut karyawan bersangkutan.

Ada 5 hari raya keagamaan dalam setahun yaitu Idulfitri, Natal, Nyepi, Waisak, dan Imlek. Perhitungan THR Proporsional Upah yang dijadikan dasar perhitungan THR adalah gaji pokok dan tunjangan tetap. Berikut ini contoh cara menghitung THR proporsional.

perhitungan thr proporsional

1. Karyawan dengan masa kerja 4 bulan dengan gaji pokok (tanpa tunjangan) Rp6.000.000. THR yang dibayarkan perusahaan: 4/12 x Rp6.000.000 = Rp2.000.000. 2. Karyawan dengan masa kerja 9 bulan dengan gaji pokok Rp7.500.000 dan tunjangan tetap Rp900.000.

THR yang dibayarkan perusahaan: 9/12 x Rp8.400.000 = Rp6.300.000. Baca Juga: Mengulas Peraturan Jam Kerja Saat Puasa Menghitung THR Beserta Pajaknya Untuk menghitung pajak penghasilan atas THR, maka perlu dihitung lebih dulu perhitungan thr proporsional gaji dan THR, kemudian dikurangi pajak gaji.

Contohnya seperti berikut ini: Karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun dengan gaji pokok Rp9.000.000 dan tunjangan jabatan Rp1.000.000, menerima THR sebesar 1 kali upah (gaji pokok dan tunjangan tetap), yakni Rp10.000.000.

Jika status karyawan adalah kawin dan memiliki 1 tanggungan anak (PTKP K/1), maka perhitungan PPh 21 atas THR adalah: Perhitungan THR proporsional karyawan - Gadjian Hitung dengan Kalkulator THR Perhitungan THR karyawan dan pajaknya dengan cara manual seperti di atas bisa menghabiskan waktu, apalagi jika jumlah karyawan di perusahaan cukup banyak.

Sementara itu, pembayaran THR tidak boleh terlambat atau melebihi H-7 dari hari raya apabila ingin terhindar dari denda 5%. Karena itu, kamu membutuhkan kalkulator THRyang cepat dan akurat.

Kamu bisa menggunakan software payroll Gadjian yang punya fitur hitung gaji dan THR online. Gadjian menghitung otomatis besaran THR karyawan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2016, berdasarkan data masa kerja karyawan yang tersimpan di aplikasi.

Baca Juga: 3 Alasan Perusahaan Tidak Bayar THR Karyawan Selain itu, Gadjian juga dilengkapi fitur PPh 21/26 yang dapat menghitung pajak atas semua jenis penghasilan teratur dan tidak teratur yang diterima karyawan, termasuk THR. Perhitungan thr proporsional aplikasi cloud ini, kamu punya kalkulator pajak THR yang andal untuk menggantikan rumus-rumus manual Excel.

perhitungan thr proporsional

Gadjian adalah aplikasi slip gaji yang mengalkulasi semua komponen penghasilan dan potongan, dari mulai gaji pokok, tunjangan, lembur, THR, bonus, BPJS, hingga PPh 21/26 secara otomatis. Jadi, jika ingin bebas pusing saat penggajian karyawan setiap bulan, kamu perlu beralih ke Gadjian. Search Post Search for: Categories Categories Recent Posts • Ketentuan Uang Pisah Resign dan Contoh Perhitungannya • Hitungan Lembur Tanggal Merah Hari Raya Keagamaan • Cara Membuat Payroll Gaji di Excel • Cara Hitung Gaji Prorata dengan Benar dan Simulasinya • Mengenal 9 Jenis Potongan dalam Slip Gaji Karyawan Archives Archives • Gadjian adalah aplikasi penggajian (HR & payroll software) berbasis cloud terbaik di Indonesia.

Gadjian membantu operasional perusahaan dalam mengelola karyawan serta melakukan penghitungan dan administrasi gaji, izin, sakit, cuti, BPJS, PPh 21 (termasuk multi NPWP) dan pengaturan shift. • 2022 Gadjian.com ALL RIGHTS RESERVED • • • • • •
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Banyak pertanyaan muncul, apakah karyawan baru atau karyawan harian berhak mendapat THR?

Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan, sesuai aturan pekerja dengan status outsourcing (alih daya), kontrak, ataupun pekerja tetap (PKWT dan PKWTT) berhak menerima tunjangan hari raya (THR) keagamaan.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, terdapat tiga jenis pekerja/buruh yang perhitungan thr proporsional memperoleh THR keagamaan. Pertama, pekerja/buruh berdasarkan PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) atau PKWTT (perjanjian kerja waktu tidak tertentu) yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus atau lebih.

Kedua, pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha terhitung sejak H-30 hari sebelum hari raya keagamaan.

perhitungan thr proporsional

Ketiga, pekerja/buruh perhitungan thr proporsional dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, apabila dari perusahaan lama belum mendapatkan THR. " THR wajib dibayar penuh dan tepat waktu. Dalam pembayaran THR tidak ada perbedaan status kerja. Para pekerja outsourcing maupun pekerja kontrak, asalkan telah bekerja selama 1 bulan atau lebih dan masih memiliki hubungan kerja pada saat hari keagamaan berlangsung, maka berhak mendapatkan THR juga," kata Indah dalam keterangan tertulis, Minggu 25 April 2021.

Baca juga: PERATURAN Pemerintah Tentang THR 2021, Perhitungan thr proporsional Besaran THR PNS 2021 Dari Golongan I sampai IV Dia mengatakan, ketentuan besarnya THR berdasarkan peraturan THR keagamaan adalah 1 bulan upah untuk pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, sedangkan pekerja/buruh yang masa kerjanya 1 bulan secara terus menerus sampai dengan kurang dari 12 bulan, berhak mendapat THR yang dihitung secara proporsional sesuai masa kerjanya. Penghitungan upah sebulan yakni upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean wages) atau upah pokok termasuk tunjangan tetap.

Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tidak tetap maka perhitungan THR dihitung berdasarkan upah pokok. “Dari perhitungan upah tersebut, tidak menutup kemungkinan perusahaan juga dapat memberikan THR yang nilainya lebih besar dari peraturan perundang-undangan, dimana hal tersebut terlebih dahulu ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama atau kebiasaan yang selama ini memang telah dilakukan oleh perusahaan," terang Indah.

Sedangkan pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung melalui dua ketentuan. Baca juga: SURAT Edaran Menaker Tentang THR 2021, Besok THR PNS Cair Tanpa Potongan Baca juga: Menteri Airlangga Jabarkan Besaran THR, Lapor ke Posko Pengawasan THR Jika Pembayaran Tak Sesuai Yakni memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih (rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya) dan masa kerja kurang dari 12 bulan (rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja).

Adapun, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pengusaha diwajibkan untuk memberi THR Keagamaan secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran. "THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan," lanjut Indah. Artikel ini telah tayang sebelumnya di kontan.id dengan judul Kemnaker: pekerja kontrak dan outsourcing berhak terima THR Tags Perhitungan THR Karyawan Baru perhitungan thr karyawan harian Cara Menghitung THR Proporsional PERATURAN Pemerintah Tentang THR 2021 pencairan thr pns tahun 2021 thr pns gaji pokok dan tunjangan hitungan thr karyawan baru SURAT Edaran Menaker Tentang THR 2021 pdf Hitungan THR Karyawan Harian tribun pontianak TRIBUNPONTIANAK.CO.ID Berita Terkini Tribun Pontianak Mirna Chai Talenta, Aplikasi Payroll berbasis online permudah pekerjaan HR!

Coba Gratis Sekarang! Tunjangan Hari Raya (THR) adalah salah satu tunjangan yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada karyawan ketika menjelang hari raya keagamaan datang. Tunjangan ini diberikan karena pengeluaran keluarga akan meningkat ketika hari raya tiba. Kelola payroll dan absensi karyawan lebih mudah dengan Talenta. Coba Gratis Sekarang! Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 20 tahun 2016, THR adalah tambahan non-upah bagi karyawan ketika hari raya keagamaan tiba.

THR diberikan 1 kali selama 1 tahun. Meskipun tunjangan ini diberikan bersamaan dengan hari keagamaan karyawan yang tentu saja berbeda-beda. Namun, praktik yang biasa dilakukan perusahaan adalah pemberiannya dalam waktu yang sama, yaitu ketika menjelang hari raya Idul Fitri. Tunjangan ini diberikan maksimal 7 hari sebelum hari raya idul fitri.

THR diberikan berdasarkan masa kerja, dan bukan status kerja. Masa kerja yang ditentukan adalah karyawan yang sudah bekerja minimal selama 1 bulan. Kemudian bagaimana ketentuan besarnya? Dan bagaimana contoh penghitungannya? Simak selengkapnya dalam pembahasan berikut. 2 Contoh Penghitungan THR Karyawan Ketentuan Pemberian Tunjangan Hari Raya Besaran Tunjangan Hari Raya karyawan telah diatur dalam Permenaker nomor 6 tahun 2016 pasal 3 ayat 1.

Bagi karyawan yang memiliki masa kerja 12 perhitungan thr proporsional atau 1 tahun lebih akan mendapatkan THR sebesar 1 kali upah, apapun status karyawan tersebut. Artinya, baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak, jika sudah melewati masa kerja 1 tahun akan mendapatkan THR. Kemudian bagi karyawan yang sudah bekerja minimal 1 bulan secara terus menerus namun belum mencapai 12 bulan (1 tahun) masa kerja, juga berhak mendapatkan THR dengan penghitungan secara proporsional.

Rumusnya adalah masa kerja dibagi 12 dikali upah total selama 1 bulan. Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll & HRIS terautomasi! Pelajari Fitur Talenta Selengkapnya Disini! Upah yang dimaksud terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Tunjangan tetap sendiri adalah tambahan gaji pokok yang diberikan rutin setiap bulan dengan jumlah yang sama seperti halnya memberikan gaji pokok. Sedangkan, tunjangan tidak tetap diberikan tidak rutin dan jumlahnya dapat berbeda setiap bulan.

Pada Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 1981 tentang Perlindungan Upah, perusahaan dapat memotong THR karena karyawan memiliki utang kepada perusahaan. Utang ini mungkin dimiliki oleh karyawan karena kebutuhan mendesak dan perusahaan menyediakan uang pinjaman. Meskipun begitu, perusahaan hanya diperbolehkan memotong THR tersebut maksimal 50%. Hal ini dilakukan agar karyawan tersebut tetap dapat memenuhi kebutuhan disaat hari raya keagamaan. Contoh Penghitungan THR Karyawan a.

Anjani adalah karyawan kontrak di PT KLM yang telah bekerja selama 7 bulan. Upah Anjani perhitungan thr proporsional bulannya adalah Rp5.000.000 dengan rincian = gaji pokok Rp4.000.000, tunjangan 1 anaknya Rp500.000, dan tunjangan makan siang Rp500.000. Karena tunjangan makan siang bukan tunjangan tetap maka tidak dapat masuk pada perhitungan THR. Gaji pokok = Rp4.000.000 Berhemat dengan fitur Payroll Talenta, transfer gaji ke semua rekening tanpa biaya admin.

Pelajari Fitur Talenta Selengkapnya Disini! Tunjangan tetap = Rp500.000 THR Anjani = 7 bulan÷12 X (Rp4.000.000 + Rp500.000) = Rp2.625.000 b.

Bapak Malik merupakan karyawan PT ABC yang sudah bekerja selama 3 tahun. Upah Bapak Malik setiap bulan adalah Rp7.000.000 dengan rincian = gaji pokok Rp5.500.000; tunjangan jabatan Rp500.000; tunjangan istri dan 1 anaknya Rp1.000.000. Namun, Bapak Malik meminjam uang kepada perusahaan sebesar Rp3.000.000 pada awal tahun karena anaknya mengalami kecelakaan sehingga butuh dana tambahan.

Bapak Malik sudah sepakat dalam perjanjian pinjaman tersebut bahwa pengembalian utang dapat diambilkan dari THR yang akan didapat beliau. Tunjangan Hari Raya yang bisa didapatkan oleh Perhitungan thr proporsional Malik = 7.000.000 Namun, karena Bapak Malik harus membayar utang kepada perusahaan, maka Tunjangan Hari Raya Bapak Malik dipotong 3.000.000 sesuai dengan uang yang dipinjam.

Sehingga THR Bapak Malik adalah Rp7.000.000 – Rp3.000.000 = Rp4.000.000. Jumlah tersebut tidak melanggar peraturan karena pemotongan Tunjangan Hari Raya tidak lebih dari 50% dari total upah. Sampai sini, Anda sudah paham terkait perhitungan THR bukan? Baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak, sama-sama akan mendapat Tunjangan Hari Raya setiap tahunnya. Oleh sebab itu, pengelolaan Tunjangan Hari Raya ini harus Anda perhatikan dengan teliti mulai dari penghitungannya hingga pengirimannya kepada karyawan.

Jika perusahaan memiliki ratusan karyawan, Anda bisa kewalahan karena harus menghitung THR sekaligus menghitung gaji mereka pada bulan yang sama. Untuk menghindari kerepotan seperti itu, gunakan aplikasi HR seperti Talenta yang memiliki fitur yang lengkap, sehingga perusahaan dapat terhindar dari denda akibat terlambat membayarkan THR kepada karyawan.

Tidak hanya denda, perusahaan juga bisa dikenakan pidana kurungan dan sanksi administratif. Tentu Anda tidak mau bukan? Fitur Talenta tidak hanya sekedar menghitung gaji karyawan setiap bulan.

Talenta memiliki fitur untuk menghitung THR untuk karyawan Anda secara otomatis. Baik untuk karyawan yang belum mencapai masa kerja 1 tahun maupun karyawan yang sudah memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun. Penghitungan dapat dilakukan secara proporsional per bulan, bahkan per hari. Talenta juga dapat menghitung pajak yang harus dikeluarkan dari THR tersebut.

Efektif dan efisien bukan? Yuk coba demo Talenta sekarang. Tertarik untuk mencoba Talenta? Isi formulir ini untuk jadwalkan demo Talenta dengan sales kami dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami! Anda juga bisa coba gratis software gaji Talenta sekarang dengan klik gambar dibawah ini.
Cara menghitung THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi salah satu topik yang selalu ramai perbincangan masyarakat saat menjelang hari keagamaan. Setiap karyawan, baik tetap maupun kontrak yang telah bekerja selama minimal satu bulan, berhak atas THR yang diberikan secara proporsional.

Karena itu, kali ini Lifepal ingin membahas mengenai THRmulai dari cara menghitung THR yang diterima karyawan hingga simulasi perhitungannya.

Gak usah berlama-lama lagi, mending langsung saja simak ulasannya di bawah ini. Apa itu THR? Aturan mengenai perhitungan THR sudah ditentukan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR). Dalam Peraturan Menteri ini, dijelaskan bahwa Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang selanjutnya disebut THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada Pekerja/Buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.

THR Idul Fitri diberikan untuk karyawan yang beragama muslim, sedangkan THR Natal bagi karyawan beragama Kristen. Perhitungan thr proporsional dengan agama lainnya, seperti THR Nyepi bagi karyawan yang beragama Hindu, THR Waisak bagi karyawan yang beragama Budha, dan THR Imlek bagi karyawan yang beragama Konghucu. Pemberian THR diberikan pada karyawan yang telah melewati masa kerja minimal 1 bulan atau lebih. Kemudian, THR Keagamaan juga diberikan pada karyawan yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Setiap tahunnya, pemerintah juga akan menerbitkan Surat Edaran terkait pelaksanaan THR Keagamaan. Misalnya, di tahun 2021 Kementerian Ketenagakerjaan menerbitkan Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021. Berapa besar THR yang harus diberikan kepada pekerja atau karyawan? Seperti yang sudah diatur dalam Pasal 2 dan 3 Permenaker No.6/2016, menyebutkan bahwa cara menghitung THR untuk pekerja tergantung pada masa kerja karyawan.

Berikut rinciannya: • Karyawan dengan masa kerja 12 bulan atau satu tahun, maka berhak mendapat Tunjangan Hari Raya sebesar satu bulan upah. • Karyawan yang mempunyai masa kerja minimal satu bulan tapi kurang dari 12 bulan, maka mendapatkan THR secara proporsional yaitu sesuai dengan masa kerjanya.

Cara menghitung THR perhitungan thr proporsional untuk karyawan yang masa kerjanya kurang dari satu tahun Buat kamu yang kini memiliki masa kerja kurang dari tahun dan ingin mengetahui berapa kisaran THR yang didapatkan, berikut ini rumus sekaligus cara hitung THR sebagai berikut. Rumus perhitungan THR proporsional: THR = masa kerja X 1 bulan upah atau gaji / 12 bulan. Contoh kasus: Risa sudah bekerja di perusahaan A selama tujuh bulan dan mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp10 juta.

Maka, cara menghitung THR perhitungan thr proporsional akan diterima Risa yaitu sebesar: 7 bulan x Rp 10 juta : 12 bulan = Rp5,833 juta Perhitungan THR untuk karyawan dengan masa kerja satu tahun Menurut Permenaker No.6/2016, karyawan yang sudah perhitungan thr proporsional selama 12 bulan, maka ia berhak menerima THR, dengan perhitungan: • Upah tanpa tunjangan atau upah bersih; atau • Upah pokok, yang termasuk tunjangan tetap.

Misalnya, Andri merupakan karyawan dengan gaji per bulan sebesar Rp10 juta dan sudah bekerja selama 15 bulan, maka Andri berhak mendapat THR sebesar Rp10 juta.

Kapan THR harus diberikan kepada karyawan?

perhitungan thr proporsional

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.6 Tahun 2016 Pasal 5, pembayaran THR yang harus dilakukan oleh perusahaan paling lambat adalah tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah juga mengatur waktu pembayaran THR karyawan agar mereka dapat memenuhi kebutuhannya sebelum Hari Raya tiba. Jika pemberian THR terlambat diberikan, maka pihak perusahaan akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari jumlah THR yang seharusnya dibayar. Denda tersebut ditujukan untuk kesejahteraan karyawan yang tertuang dalam Pasal 10, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR). Nah, itu dia ulasan mengenai cara menghitung THR yang wajib diberikan kepada karyawan dengan minimal masa kerja satu bulan.

Selain itu, THR yang dibayarkan juga harus dalam bentuk uang rupiah. Pasalnya, tidak jarang perusahaan yang memberikan kado lebaran kepada para pekerja, baik dalam bentuk parcel makanan atau sembako. Namun, perlu diketahui kalau pemberian hadiah tersebut tidak boleh mengurangi nilai THR yang berhak diterima karyawan.

Semoga informasi soal cara menghitung THR ini bermanfaat! Masih punya pertanyaan lain seputar karir, tips mengelola bisnis dan usaha sekaligus mendapatkan rekomendasi kepada berbagai produk asuransi yang ada di Indonesia? Yuk, konsultasikan saja di Tanya Lifepal ! Pertanyaan cara menghitung THR Copyright © 2022 Lifepal. Bekerjasama dengan © 1992 PT Anugrah Atma Adiguna adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 60-2001/APPARINDO/2019.

Semua ulasan yang tertulis termasuk rating dilakukan oleh rekan pialang kami. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.
Tunjangan Hari Raya keagamaan atau THR diberikan perusahaan sebagai pendapatan non pokok kepada karyawan.

THR diberikan setiap kali menjelang hari raya. Meskipun THR selalu diberikan setiap tahun, tapi masih banyak yang selalu mencari cara perhitungannya. Apakah kamu sudah tahu sebenarnya bagaimana cara menghitung THR?

Bagi beberapa perusahaan, mungkin ada penghitungan khusus yang berbeda. Secara umum, biasanya ada proporsi berbeda untuk karyawan yang belum genap bekerja selama satu tahun. Cara Menghitung THR Perhitungan thr proporsional dengan Masa Kerja Meski belum genap satu tahun, karyawan sudah layak untuk mendapatkan THR haknya, kok.

Kamu bisa mendapatkan hak untuk dapat THR seperti karyawan yang sudah bekerja dalam hitungan tahun. Namun, proporsi yang didapatkan tentu berbeda tergantung masa kerja dan gaji dengan rincian perhitungan sebagai berikut. • Karyawan yang telah bekerja selama 1 tahun (12 bulan) atau lebih berhak memperoleh THR sebesar satu kali gaji • Karyawan yang bekerja minimal selama 1 bulan sampai kurang dari 12 bulan dapat memperoleh THR proporsional sebagaimana masa kerja yang telah dilewati.

Berikut perhitungan perhitungan thr proporsional untuk karyawan dengan masa kerja kurang dari 12 bulan: (masa kerja x gaji bulanan) : 12 bulan Gaji bulanan didapatkan dari gaji pokok serta tunjangan tetap. Jika tunjangan harian seperti tunjangan makan tidak dapat masuk ke dalam perhitungan gaji pokok untuk THR. Contoh perhitungan besaran THR proporsional yakni: Mira bekerja di suatu perusahaan selama 4 bulan.

Setiap bulan, Mira memperoleh perhitungan thr proporsional bulanan Rp5 juta (gaji pokok Rp 4.500.000 + tunjangan tetap Rp 500.000). Maka, cara menghitungnya adalah: (4 bulan x 5 juta) : 12 = Rp1.666.000 Tips Mengatur Uang THR Supaya uang THR tidak langsung hilang dalam sekejap, kamu perlu mengetahui bagaimana cara mengatur uang THR yang tepat agar bisa tetap di tabung bahkan diinvestasikan.

Berikut sejumlah tips mengatur uang THR yang bisa kamu terapkan. • Buat perencanaan alokasi Penting untuk menetapkan alokasi dana THR untuk mencegah penghamburan uang pada hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh pengalokasian uang tersebut dapat dibagi untuk belanja keperluan lebaran, ditabung, zakat, dan untuk investasi. Gunakan fitur Lifestyle di BCA mobile untuk keperluan Belanja Harian atau Bayar Zakat. Perencanaan ini sebaiknya digunakan sebelum menerima uang THR.

Sehingga, ketika uang tersebut cair, kamu bisa langsung membagi uang tersebut sesuai dengan perencanaan. • Sisihkan untuk ditabung Menetapkan besaran uang yang perlu ditabung juga penting. Misalnya, menyisihkan 30 persen uang THR untuk ditabung sedangkan sisanya bisa digunakan untuk keperluan lainnya. • Belanja seperlunya Supaya uang THR tidak habis dan tidak menguras tabungan, pastikan untuk mengendalikan keinginan untuk berbelanja kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak.

Namun, kamu justru bisa memanfaatkan uang THR untuk mewujudkan impian yang sudah direncanakan. Misalnya, kamu bisa membeli kebutuhan Fashion dari alokasi uang THR yang sudah disisihkan dari kebutuhan belanja. Untuk belanja kebutuhan selama Ramadan, kamu bisa memanfaatkan berbagai diskon Ramadan seperti promo Ramadan dari BCA yang bisa di cek di sini. • Mengalokasikan uang THR untuk mudik Mudik membutuhkan biaya yang cukup besar, terutama jika pulang kampung dengan keluarga besar.

Tidak heran jika kamu juga menyisihkan sebagian uang THR untuk akomodasi selama mudik seperti pesan penginapan, transportasi, dan beli makanan. Untuk bayar-bayar akomodasi selama perjalanan mudik, kamu bisa menggunakan fitur QRIS di BCA mobile.

Informasi tentang fitur QRIS bisa cek di sini. • Sisihkan untuk BagiBagi Setelah dapat THR, jangan lupa untuk berbagi THR. Berbagi kebahagiaan dengan keluarga, saudara atau teman bisa dilakukan melalui fitur BagiBagi di BCA mobile. Kamu bisa atur setting jumlah nominal yang akan dibagi saat hari Raya nanti.

Info tentang BagiBagi dapat dilihat di sini. Setelah tau tipsnya, yuk pintar-pintar dalam mengatur uang THR baik untuk berbelanja dan untuk investasi. Dengan begitu, uang THR tidak lagi habis dalam sekejap dan dapat digunakan untuk tabungan di masa mendatang. • Email tidak boleh kosong • Email yang anda masukkan salah • • Email yang anda gunakan sudah terdaftar • sukses-berlangganan • {6DEFBC40-550B-476D-B8B1-55CD3A9E3154} • https://www.bca.co.id/id/informasi/Edukatips/2022/04/14/15/05/Catat-Ini-Cara-Menghitung-THR • {818BD8D3-2DFE-4F64-AAF5-9856B05BCB56} • {92D5CF2E-721B-4CCE-B39F-D0A94499EA88} • 24 Anda akan meninggalkan BCA.co.id Dengan mengklik ‘Lanjutkan’, Anda akan diarahkan menuju website di luar www.bca.co.id yang tidak terafiliasi dengam BCA dan mungkin memiliki tingkat sekuriti yang berbeda.

BCA tidak bertanggung jawab dan tidak perhitungan thr proporsional, menjamin, mengendalikan konten, mengendalikan ketersediaan dan perspektif atas produk-produk atau layanan-layanan yang ditawarkan atau dinyatakan oleh website tersebut.Jakarta, CNBC Indonesia - Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, para pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan berhak mendapatkan THR Keagamaan dari perusahaan.

Namun ini bukanlah Peraturan Menaker yang baru yang mungkin saja mempertimbangkan pandemi Covid-19. Nah, pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah. Sedangkan pekerja/buruh yang bermasa kerja minimal 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan THR secara proporsional, dengan menghitung jumlah masa kerja dibagi 12 (dua belas) bulan dikali satu bulan upah.

Foto: Salat Idulfitri di Banda Aceh, Indonesia (Antara Foto/Irwansyah Putra/ via REUTERS) Berikut Rumus perhitungan THR proporsional dari Tim Riset CNBC Indonesia : • THR yakni : masa kerja yang dikalikan 1 bulan upah atau gaji kemudian dibagi 12 bulan. Contoh : • Andre bekerja di perusahaan Maju Terus Pantang Mundur selama tujuh bulan dan mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp 10 juta. Maka, cara menghitung THR yang akan diterima Andre : 7 bulan x Rp 10 juta : 12 bulan = Rp 5,833 juta • Edo bekerja di perusahaan Terus Maju Tak Pernah Mundur selama 5 bulan dan mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp 5 juta.

Maka, cara menghitung THR yang akan diterima Edo : 5 bulan x Rp 5 juta : 12 bulan = Rp 2,08 juta Nah contoh lain : • Mekar, karyawan yang sudah bekerja selama 15 bulan dengan gaji bulanan Rp 7 juta, maka Mekar berhak mendapat THR sebesar Rp 7 juta karena sudah melampaui 1 tahun kerja.
tirto.id - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa tahun ini pemberian tunjangan hari raya atau (THR) tak lagi boleh dicicil seperti tahun lalu sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tanggal 6 April 2022 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2022 bagi pekerja/buruh di perusahaan.

SE ini disampaikan oleh Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi persnya pada 8 April lalu di Jakarta dan disambut baik oleh para pekerja. "THR itu hak pekerja dan kewajiban pengusaha. Di tahun ini, karena situasi ekonomi sudah lebih baik, kami kembalikan besaran THR kepada aturan semula, yaitu 1 bulan gaji bagi yang sudah bekerja minimal 12 bulan. Bagi yang kurang dari 12 bulan, ya dihitung secara proporsional.

Tanpa dicicil, alias kontan," kata Menaker. Menaker juga menegaskan bahwa THR bukan hanya hak dari para pekerja di instansi pemerintah dan karyawan swasta yang berstatus tetap tetapi juga bagi mereka yang berstatus pekerja atau pegawai tidak tetap.

"Pekerja kontrak, outsourcing, tenaga honorer, buruh harian lepas di kebun-kebun, supir bahkan Pekerja Rumah Tangga alias PRT berhak atas THR. Jadi jangan disempitkan cakupan penerimanya," tegasnya. Cara menghitung THR Lantas bagaimana cara menghitung THR untuk karyawan swasta yang belum 1 tahun kerja dan bagaimana dasar hukumnya?

Berdasarkan pada PP nomor 36 tahun 2021 dan Permenaker nomor 6 tahun 2016 maka pekerja atau buruh dengan masa kerja 12 bulan (1 tahun) secara terus menerus atau lebih maka berhak untuk mendapatkan THR sebesar 1 kali gaji atau upah. Sedangkan bagi karyawan swasta, pekerja maupun buruh yang belum genap 1 tahun atau memiliki masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 1 tahun maka penghutingan THR yang di dapat adalah masa kerja dibagi 12 dibagi 1 bulan upah.

Penghitungan upah sebulan adalah upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih atau upah pokok termasuk tunjangan tetap yang didapat oleh karyawan swasta, pekerja maupun buruh. Namun, menurut Kemnaker, perlu diingat, jika perusahaan memiliki ketetapan atau ketentuan THR 2022 sendiri dengan nilai lebih besar dari THR yang diatur dalam Permenaker, maka THR yang dibayarkan mengikuti ketetapan milik perusahaan.

Lantas, bagaimana penghitungan THR perhitungan thr proporsional karyawan swasta, pekerja maupun buruh yang bekerja berdasarkan penjanjian kerja harian lepas? Kemnaker menjelaskan bahwa penghitungan upah 1 bulan untuk bekerja berdasarkan penjanjian kerja harian lepas adalah, 1. Bagi karyawan swasta, pekerja maupun buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih: Perhitungan thr proporsional 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

2. Bagi karyawan swasta, pekerja maupun buruh yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan: Upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulam selama masa kerja.
Setiap karyawan memiliki hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan, salah satunya mendapatkan THR alias Tunjangan Hari Raya.

THR merupakan salah satu hal yang bisa dibilang sudah ditunggu oleh setiap karyawan saat menjelang hari raya Idul Fitri atau Hari Raya lainnya. Tetapi jangan salah, THR tak cuma diberikan kepada karyawan yang beragama Islam yang sedang merayakan Idul Fitri.

Selain Hari Raya Idul Fitri, tunjangan ini akan diberikan pada waktu Hari Raya Natal, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak, dan sebagainya tergantung dari agama yang dianut oleh karyawan dan kebijakan perusahaan. Tapi umumnya THR diberikan menjelang Lebaran karena banyak orang pun harus memberikan Perhitungan thr proporsional pada staf rumah tangga, misalnya.

Karenanya, biasanya semua karyawan dan apa pun kepercayaan yang ia miliki akan tetap mendapatkan THR oleh perusahaan. Baca Juga: Cuti Haid bagi Pekerja Perempuan: Problem Klasik yang Masih Mengusik Tunjangan hari raya tidak bisa dianggap sebagai suatu hal yang sepele, karena pemberiannya harus diperhitungkan dengan baik dan benar.

perhitungan thr proporsional

Sudah ada aturan khusus yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur pemberian tunjangan ini. Lalu, apa sih sebenarnya THR itu dan bagaimana cara menghitung prorata THR yang benar?

Pengertian THR atau Tunjangan Hari Raya Tunjangan Hari Raya Keagamaan adalah hak pendapatan karyawan berupa uang yang wajib atau harus diberikan oleh perusahaan kepada pekerja atau karyawan saat menuju Hari Raya Keagamaan. Hari Raya Keagamaan yang dimaksud adalah Hari Raya Idul Fitri untuk karyawan yang beragama Islam, Hari Raya Natal buat karyawan yang beragama Kristen Katolik serta Protestan, Hari Raya Nyepi untuk karyawan yang beragama Hindu dan Hari Raya Waisak untuk para pekerja yang beragama Buddha.

Peraturan yang Dibuat Pemerintah dalam Pemberian Tunjangan Hari Raya Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 mengenai Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 untuk setiap Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Baca Juga: Risa E. Rustam: Pemimpin Perempuan Perlu untuk Atasi Kesenjangan Gender di Tempat Kerja Surat edaran tentang THR 2021 ini ditujukan buat seluruh gubernur di Indonesia. Aturan lengkap serta Ketentuan pemberian Tunjangan Hari Raya 2021 diambil dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab). Dalam Surat Edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan mengenai pembayaran THR 2021, di antaranya: • THR Keagamaan wajib perhitungan thr proporsional paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan; • Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang sudah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih; • THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT); • Bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah; • Sementara bagi pekerja atau buruh yang telah perhitungan thr proporsional masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah; • Adapun bagi perhitungan thr proporsional atau buruh perhitungan thr proporsional bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan; • Sedangkan bagi pekerja atau buruh yang sudah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Cara Menghitung Prorata THR Umumnya, cara menghitung prorata THR didasarkan pada hari yang tertera di kalender. Apabila karyawan sudah bekerja lebih dari 1 tahun, maka karyawan tersebut akan memperoleh THR sebesar upah 1 bulan. Kalau untuk ketentuan THR untuk karyawan baru, yang misanya baru bekerja selama 1 bulan atau kurang dari 1 tahun, maka mereka akan mendapatkannya dengan perhitungan: (Masa Kerja/12) x Upah 1 bulan Contohnya, seorang karyawan baru bekerja di perusahaan pada tanggal 2 Januari, dan di saat pembagian THR, ia sudah bekerja selama 6 bulan 20 hari.

Jika kasusnya seperti ini, maka perusahaan bisa menentukan untuk melakukan pembulatan ke bawah atau ke atas. Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Kamu Katakan Terhadap Rekan Kerja di Kantor Misalnya menjadi 6 bulan atau 7 bulan. Apabila dibulatkan menjadi 6 bulan, maka THR yang diterima karyawan adalah persis dengan cara perhitungan sebelumnya, yaitu (masa kerja/12) x upah 1 bulan. Maka, cara menghitung prorata hari untuk THRnya perhitungan thr proporsional 6/12 x upah 1 bulan.

Upah atau gaji yang dimaksud di sini adalah gaji pokok serta tunjangan tetap. Waktu Pemberian THR Pada Karyawan Sudah kita bahas di atas kalau pembayaran tunjangan hari raya harus diberikan satu kali dalam setahun. Tunjangan Hari Raya ini harus diberikan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Hal ini berguna supaya karyawan punya waktu yang cukup untuk menikmati hak tersebut bersama keluarga. Banyak perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-19 dan tidak bisa memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Terkait hal ini, Menaker meminta gubernur dan bupati/wali kota supaya bisa memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan diskusi dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

Kesepakatan ini dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja atau buruh yang bersangkutan.

Kesepakatan mengenai kapan pembayaran Tunjangan Hari Raya keagamaan tersebut harus dipastikan tak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021 kepada pekerja/buruh dengan nominal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perusahaan yang mengelar kesepakatan dengan karyawan atau buruh agar mengabarkan hasil kesepakatan kepada dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan setempat. Sanksi untuk Perusahaan Terkait THR Pemerintah Indonesia akan memberikan denda dan sanksi buat perusahaan atau pengusaha yang telat membayarkan THR 2021 secara penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pembayaran Tunjangan Hari Raya paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Baca Juga: 4 Cara Hadapi ‘Mansplaining’ dan Interupsi dari Rekan Kerja “Terpaut denda, perusahaan yang terlambat membayar Tunjangan Hari Raya keagamaan kepada pekerja atau buruh akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar dari berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.” Terkait dengan denda administratif, Menaker Ida menjelaskan, buat perusahaan yang tak membayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh dalam waktu yang ditentukan paling lambat perhitungan thr proporsional hari sebelum hari keagamaan, akan dikenakan denda administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 mengenai Pengupahan Pasal 9 ayat 1 dan 2.

Sanksi administratif tersebut berbentuk, teguran tertulis, pembatasan kegiatan perhitungan thr proporsional, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha. Ida memastikan, semua sanksi administratif dan denda kepada pengusaha yang tidak membayarkan THR tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atau keterlambatan pembayaran THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Meski begitu, pemerintah tidak menutup pintu dialog. Buat perusahaan yang tidak sanggup membayarkan THR bagi para pekerjanya sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, Ida meminta bantuan para gubernur dan bupati atau wali kota supaya memberikan jalan keluar dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja atau buruh untuk memperoleh kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

Ketentuan Tunjangan Hari Raya untuk Karyawan Kontrak Sudah kita bahas di atas, THR tak cuma diberikan buat karyawan tetap saja, namun karyawan kontrak juga wajib mendapatkan Hak THR atau Tunjangan Hari Raya mereka dari perusahaan. Cara menghitung THR untuk karyawan kontrak sebenarnya tidak berbeda dari karyawan tetap.

Cuma yang harus diperhatikan adalah perbedaan tentang jangka waktu berakhirnya hubungan kerja antara karyawan tetap dan karyawan kontrak. Baca Juga: 5 Tips Jadi HRD Profesional untuk Lingkungan Kerja Setara Pemerintah perhitungan thr proporsional mengatur untuk THR pegawai kontrak.

Pada peraturan pemerintah tersebut dinyatakan kalau karyawan dengan sistem Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu atau kalau disingkat menjadi PWKTT. Apabila kontraknya sudah terputus terhitung sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka pegawai atau karyawan tersebut tetap berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

Tetapi jika hubungan kerja karyawan kontrak tersebut berakhir sudah lebih dari 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka mereka tak punya hak untuk memperoleh Tunjangan Hari Raya.

perhitungan thr proporsional

Selain itu tidak ada peraturan tentang batasan waktu 1 bulan buat pegawai dengan sistem PKWT seperti yang terjadi pada karyawan tetap.

Tagged Cara menghitung THR karyawan kontrak Peraturan perhitungan THR Perhitungan THR 2021 Perhitungan THR jika ada Kenaikan gaji Tunjangan Hari Raya Artikel Terpopuler Women Lead • 4 Fakta Kamu Budak Korpor. 7 views - by Kevin Seftian - posted on August 18, 2021 - under Artikel • 5 Ilmuwan Perempuan Musli. 4 views - by Kevin Seftian - posted on August 6, 2021 - under Artikel • Mulai dari Makna Pemberda.

3 views - by Tabayyun Pasinringi - posted on July 29, 2021 - under Artikel • Kalau Kamu Lelah Bekerja. 2 views - by Perhitungan thr proporsional Seftian - posted on March 16, 2021 - under Artikel • Bentuk Diskriminasi Gende. 2 views - by Kevin Seftian - posted on March 17, 2021 - under Artikel VIDEO WOMEN LEAD

Hitung THR Berdasarkan Hari Raya Keagamaan di eXcel




2022 www.videocon.com