Khutbah jumat paling bagus

khutbah jumat paling bagus

Artikel Terbaru • Bolehkah Puasa Syawal, Tetapi Masih Memiliki Utang Puasa Ramadhan Karena Haidh? • Buku Gratis: Fikih Bulan Syawal • Cara Puasa Syawal Menurut Ulama Syafi’iyah • Benarkah Banyak Bergaul dan Bermedsos, Makin Banyak Dosa? • Naskah Khutbah Idul Fitri 2022 Terfavorit: Realisasi Syukur Bakda Ramadhan • Faedah Sirah Nabi: Pensyariatan Jihad dan Pelajaran di Dalamnya • Khutbah Jumat: Kiat Istiqamah Bakda Ramadhan • Tingkatan Menghidupkan Lailatul Qadar • Faedah Surat An-Nuur #48: Adab Terhadap Rasulullah, Tidak Boleh Menyelisihi Perintahnya • Faedah Sirah Nabi: Sejarah Pensyariatan Zakat dan Pelajaran di Dalamnya Download Kita yang selalu lalai.

Iya benar kita, bukan yang lain. Khutbah Pertama الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du: Para jama’ah shalat Jum’at rahimani wa rahimakumullah … Tak bosan-bosannya kita memanjatkan puji syukur kepada Allah atas limpahan rahmat dan karunia sehingga terus berada dalam keadaan sehat wal afiat dan diberi umur panjang.

Lebih dari itu semua, Allah masih memberikan kepada kita nikmat iman dan Islam yang patut kita syukuri dengan meningkatkan ketakwaan kita pada Allah, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS.

Ali Imran: 102). Allah Ta’ala juga memerintahkan kepada kita untuk muhasabah diri dengan memperbaiki ketakwaan kita, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.

Al-Hasyr: 18) Maksud ayat ini kata Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَانْظُرُوا مَاذَا ادْخَرْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ لِيَوْمِ مَعَادِكُمْ وَعَرَضَكُمْ عَلَى رَبِّكُمْ “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.

Lihatlah apa yang telah kalian siapkan untuk khutbah jumat paling bagus kalian berupa amal shalih untuk hari di mana kalian akan kembali dan setiap amal kalian akan dihadapkan kepada Allah.” Ibnul Jauzi dalam Zaad Al-Masiir berkata, لِيَنْظُرَ أَحَدُكُمْ أَيَّ شَيْءٍ قَدَّمَ؟ أَعَمَلًا صَالِحًا يُنْجِيْهِ؟ أَمْ سَيِّئاً يُوبِقُهُ؟ “Supaya salah seorang di antara kalian melihat apa saja amalan yang telah ia siapkan.

Apakah yang ia siapkan adalah amalan shalih yang dapat menyelamatkan dirinya ataukah amalan kejelekan yang dapat membinasakannya?” Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi akhir zaman, yang telah mendapatkan mukjizat paling besar dan menjadi pembuka pintu surga, yaitu nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga, sahabat dan setiap orang yang mengikuti salaf tersebut dengan baik hingga akhir zaman.

Para jama’ah shalat Jum’at rahimani wa rahimakumullah … Tak dipungkuri, kita termasuk orang-orang yang lalai dari ketaatan dan berdzikir pada Allah, lebih-lebih lagi dalam mengingat akhirat. Apa buktinya? Lihat saja diri kita? Kita kurang memperhatikan ibadah wajib. Kalau pun memperhatikan ibadah wajib, pasti ada kekurangan dalam yang sunnah atau kita merasa “sudah lah cukup dengan wajib saja”.

Kebiasaan kita juga menganggap maksiat bahkan dosa besar sebagai hal yang biasa. Lebih-lebih ada yang tidak beriman pada Allah, maka kelalaiannya sampai pada taraf yang sempurna, tidak mengingat akhirat sama sekali, hidupnya layaknya binatang ternak, hanya paham makan, minum, tidur, bersenang-senang dan istirahat. Inilah yang Allah sebutkan, وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ “ Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang.

Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad: 12) Jangan-jangan kita yang mengaku sebagai muslim, keadaannya malah seperti binatang ternak di atas. Na’udzu billah min dzalik. Apa sebab yang membuat kita bisa berada dalam ghaflah (kelalaian)?

Pertama: Ingin terus rehat atau beristirahat. Padahal rehat yang hakiki nanti di akhirat sedangkan dunia adalah masa kita untuk beramal. Kedua: Semangat dalam mencari kelezatan dunia. Akibatnya nanti adalah melalaikan kewajiban dan menerjang yang haram demi dunia. Ketiga: Karena sudah mati rasa terhadap dosa. Bahkan ada yang merasa bahwa dosa yang diterjang adalah suatu kebaikan. Keempat: Mengikuti hawa nafsu. Kelima: Sibuk dengan kerja dan mencari nafkah. Mukmin yang terpuji adalah jika bisnis dan pekerjaan dunia yang ia jalani tidak melalaikannya dari mengingat Allah sebagaimana disebut dalam ayat, فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ (36) رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ (37) “ Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan khutbah jumat paling bagus (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat.

Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS. An-Nuur: 36-37) Keenam: Waktu dihabiskan dengan permainan dan games. Ketujuh: Banyak bersenang-senang dengan pakaian, makanan dan kelezatan dunia. Kedelapan: Cinta dunia dan merasa hidup lama.

Kesembilan: Berteman dengan orang-orang yang lalai ( ghaflah). Disebutkan dalam ayat, وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ “ Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri.

Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 19) Kesepuluh: Banyak sibuk dengan hal mubah. Contoh banyak “ngobrol” setelah Isya sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR.

Bukhari, no. 568) Karena sebab di atas bisa membuat kita lalai dalam berbagai bentuk kelalaian berikut ini. • Enggan duduk dalam majelis ilmu untuk mempelajari agama. • Enggan mempelajari Al-Qur’an dengan membaca, memahami dan menghafalkannya serta mendalami ilmu di dalamnya. • Enggan berdzikir kepada Allah. • Enggan membaca dan menghafalkan dzikir yang bisa digunakan untuk melindungi diri. • Lalai dalam memperhatikan niat. • Beramal namun tidak memperhatikan manakah amalan yang lebih prioritas dari yang lainnya.

Demikian khutbah pertama ini. Moga Allah memberi taufik dan hidayah. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ khutbah jumat paling bagus المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ Jamaah Shalat Jumat yang moga senantiasa diberkahi oleh Allah Ta’ala … Cara untuk menghilangkan ghaflah (kelalaian) • Berada dalam majelis ilmu.

• Rajin berdzikir. • Rajin berdoa.

khutbah jumat paling bagus

• Shalat malam. • Ziarah kubur. • Tadabbur keadaan sekitar kita seperti merenungkan kematian yang ada di sekeliling kita. • Mengingat surga dan neraka. Moga kita terhindar dari khutbah jumat paling bagus dan terus istiqamah taat dalam beribadah. Di hari Jumat yang penuh berkah ini, kami ingatkan untuk memperbanyak shalawat pada Nabi kita Muhammad. Siapa yang bershalawat pada Nabi sekali, maka Khutbah jumat paling bagus akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.

Juga tak lupa nantinya kita berdoa pada Allah di hari penuh berkah ini, moga doa-doa kita diperkenankan oleh Allah Ta’ala. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِى دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Referensi utama: Mufsidaat Al-Qulub. Cetakan pertama, Tahun 1438 H. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid. Penerbit Al-‘Ubaikan. Hlm. 89-120. — Disusun saat hujan mengguyur Darush Sholihin, saat Jumat siang, Jumat Pon, 6 Rabi’ul Awwal 1439 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time.

khutbah jumat paling bagus

There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: VtkM47ROPbYt58YtfFQ6rBf3d6P5ZxZ5SojrZ2TxMaXRy7r3wDaW5Q==
Materi khutbah Jumat kali ini khutbah jumat paling bagus manusia tentang posisi dirinya sebagai ciptaan yang lebih baik dibanding makhluk-makhluk lainnya.

Para mustami’ (penyimak khutbah Jumat) diharapkan menyadari keunggulan ini untuk berusaha menjaga kualitasnya sebagai sang khalifah di muka bumi. Apa yang penting diperhatikan selama ikhtiar itu? Tak lain melaksanakan apa yang menjadi tujuan utama manusia diciptakan: menyembah atau mengabdi kepada Allah.

Momentum khutbah Jumat adalah saat tepat menggugah kembali asal muasal dan tujuan hidup ini. Terkait relasinya dengan makhluk lain, manusia terbaik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi lainnya. Berikut contoh teks khutbah Jumat tentang "Menjadi Manusia Terbaik". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop).

Semoga bermanfaat! ( Redaksi) Khutbah I أّلْحَمْدُ للهِ خَلَقَ أَدَمَ بِيَدِهِ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ وَأَحْظَاهُ بِجَوَارِهِ وَأَسْجَدَ لَهُ مَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبِيْنَ الْأَطْهَارِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِ الْغِزَارِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مُتَرَادِفِ فَضْلِهِ الْمِدْرَارِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ khutbah jumat paling bagus اللهُ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى Hadirin jamaah shalat Jumat as’adakumullah, Ketundukan alam semesta terhadap manusia diceritakan langsung oleh sang pemilik alam, Allah subhanahu wata’ala dalam al-Qur’an: اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖۗ وَيُمْسِكُ السَّمَاۤءَ اَنْ تَقَعَ عَلَى الْاَرْضِ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ (٦٥) “Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya.

Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.” (QS Al-Hajj [22]: 65). Satu kata yang menjadi fokus bahasan dalam ayat ini adalah kata “tunduk”. Dalam KBBI, kata tunduk berarti menghadapkan wajah ke bawah, condong ke depan dan ke bawah (tentang kepala); melengkung ke bawah (tentang malai padi); takluk; menyerah kalah.

" Sakhkhara" pada ayat tersebut artinya menundukkan.

khutbah jumat paling bagus

Muhamma Yunus mengartika سَخَّرَ dengan memaksa kerja tanpa upah. Dari beberapa pengertian tersebut setidaknya mengandung satu pemahaman bahwa Allah menciptakan manusia dengan potensi melebihi potensi yang dimiliki makhluk lainnya. Dengan dengan demikian mereka takluk, kalah, menyerah, dan hormat kepada manusia. Mahasuci Allah yang telah menciptakan khutbah jumat paling bagus di atas yang lain.

Hal ini juga disebutkan dalam surah at-Tin ayat 4: لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (٤) “Sesungguhnya Kami telah khutbah jumat paling bagus manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS At-Tin[95]: 4). Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Banyak yang berpendapat bahwa kelebihan manusia di atas makhluk lainnya adalah karena potensi akal dan berpikir, bahkan Allah sendiri telah menobatkan manusia menjadi khalifah fi al-ardh (pemimpin bumi).

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً (٣٠) “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi” (QS Al-Baqarah [2]: 30). Berbeda dengan pendapat para sufi, mereka berpendapat yang menjadi titik unggul manusia dibanding lainnya adalah: Pertama, menurut Ibnu Arabi adanya kesempurnaan manusia sebagai lokus penampakan nama-nama (asma’) khutbah jumat paling bagus sifat-sifat Tuhan.

Manusia disebutkan sebagai ciptaan terbaik sebagaimana ditegaskan dalam surah Shad ayat 75 قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (٧٥) Allah berfirman: "Hai Iblis, Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.

Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" (QS Shaad [38]: 75). Kalimat “Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku” dalam ayat tersebut menunjukkan betapa istimewanya manusia.

Dalam diri manusia terdapat pantulan semua asama Allah sedangkan makhluk lainnya hanya sebagian saja. Kedua, Sayyed Hossein Nasr menyebutkan manusia sebagai satu-satunya makhluk teomorfis atau makhluk eksistensialis yang dapat naik turun martabatnya di hadapan Tuhan. Senada dengan pendapat tersebut al-Jilli melihat manusia sebagai makhluk paripurna atau insan al-kamil. Manusia paripurna inilah disebut dengan khalifah yang sesungguhnya.

Bahkan menurut Ibnu Arabi manusia yang tidak sampai pada derajat kesempurnaan adalah binatang yang menyerupai manusia, dan tidak layak menyandang predikat khalifah. (Nasaruddin Umar, Tasawuf Modern, Jakarta: Republika, hal. 94). Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Penjelasan tersebut menjadi motivasi penting bagi manusia agar senantiasa menyadari akan kesempurnaan dirinya, mengembangkan dan memelihara agar kelak kembali kepada berada dalam kondisi sebagaimana awal penciptaannya.

Teringat satu pertanyaan jamaah dalam sebuah acara kepada Prof. Khutbah jumat paling bagus Shibab, tentang manusia terbaik. Beliau menjawab bahwa manusia terbaik adalah manusia yang dapat menjalankan apa-apa yang menjadi tujuan ia diciptakan. وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (٥٦) Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

(QS Adz-Dzariyat[51]: 56). Konsep manusia terbaik dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam adalah orang yang bermanfaat bagi lainnya: عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ ، وَلَا خَيْرَ فِيْمَنْ لَا يَأْلَفُ ، وَلَا يُؤْلَفُ، وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ » ـ Dari Jabir, ia berkata,”Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah.

Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Maka di akhir khutbah pada kesempatan kali ini, khatib mengajak kepada jamaah, marilah kita selalu berusaha untuk menjadikan diri ini khutbah jumat paling bagus istimewa sebagaimana awal penciptaan dan menjadikannya bermanfaat untuk diri dan orang lain serta seluruh makhluk Allah di muka bumi ini.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى khutbah jumat paling bagus رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Jaenuri, Dosen Fakultas Agama Islam UNU Surakarta Baca naskah Khutbah Jumat lainnya: • Khutbah Jumat: 7 Adab Menjaga Lisan Menurut Sayyid Abdullah al-Haddad • Khutbah Jumat: 4 Hal yang Dipertanggungjawabkan di Hari Kiamat • Khutbah Jumat: Anjuran dan Larangan Menerima Pemberian Orang Lain Headline Pria Ini Digerebek Warga Gegara Main ke Rumah Janda Kembang Hingga Larut Malam Daftar Nama 16 Korban Seluncuran KenPark Surabaya Wahana Seluncuran KenPark Surabaya Patah, 16 Orang Alami Luka Khutbah Jumat Bulan Syawal 2022 Bahasa Jawa PDF Menyentuh Hati Tentang Persaudaraan Khutbah Jumat Bulan Syawal 2022 PDF Menyentuh Hati Membuat Jamaah Menangis Naskah khutbah jumat 2021 berikut ini membahas tentang nikmat kesehatan.

Banyak orang orang yang lalai atau lupa bahwa kesehatan adalah harga paling berharga sebagaimana sabda Rasulallah SAW dalam sebuah hadist. Oleh sebab itu, semua orang wajib mensyukuri nikmat sehat. Teks khutbah jumat singkat PDF penuh makna berikut ini berdurasi sekitar 5 sampai 10 menit dan telah publish di Nu Online Jatim dengan sedikit modifikasi. Anda bisa download materi khutbah jumat berikut pada link yang sudah disediakan.

Semoga bermanfaat… Bacaan Lainnya • Download Khutbah Jumat PDF Bulan Rajab Terbaru Bahasa Indonesia: Keistimewaan Membaca Tasbih di Bulan Rajab • Teks Khutbah Jumat NU Singkat Bulan Rajab Bahasa Jawa PDF: Peristiwa Penting di Bulan Rajab • Download Teks Khutbah Jumat Bulan Rajab Singkat Bahasa Indonesia PDF: Peristiwa Penting di Bulan Rajab Silahkan bergabung di grup Telegram untuk mendapatkan Materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com dengan cara klik “Berlangganan” BERLANGGANAN atau https://t.me/khutbahjumatsingkat MUKADIMAH KHUTBAH JUMAT اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَخْرَجَ نَتَائِجَ أَفْكَارِنَا لِإبْرِازِ أَيَاتِهِ وَأَفْضَلَنَا بِرُسُوْلِيَّةِ شَرَفِ الْأَنَامِ.

أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلى جَمِيْعِ الْعَالَمِ. اَللّهُمَّ صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ هُوَ الْمُنْعِمُ الْمُتَفَضِّلُ، وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا.

إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ. وَاللهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْئًا لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ ولَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah Khutbah jumat paling bagus adalah hari terbaik, karenanya menjadi saat yang tepat untuk terus mengingatkan takwallah.

Hal itu selalu disampaikan khatib agar senantiasa meningkatkan takwa dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini memberikan pesan bahwa betapa penting dan berharganya menjaga takwallah. Sadar bahwa diri senantiasa dalam pantauan Allah di segala keadaan dan suasana. Karenanya, saya berpesan kepada diri sendiri dan jamaah yang berbahagia untuk terus menjaga dan memupuk takwallah tersebut dalam kesehatan. Hadirin yang Berbahagia Kenikmatan hidup paling nikmat di dunia ini adalah sehat, karena apa pun yang kita miliki di dunia tak akan bisa dinikmati jika sakit.

Di masa pandemi sekarang ini nikmat sehat menjadi hal yang mahal harganya. Karenanya, kita perlu mensyukuri nikmat sehat dengan sebaik-baiknya. وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللهِ لَا تُحْصُوها، إِنَّ الْإِنْسانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ Artinya: Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia sangat zalim dan banyak mengingkari nikmat.

(QS al-Nahl: 18) Nikmat sehat bukan suatu kemewahan seperti emas dan perak. Tetapi menjadi mahal ketika kesehatan telah berubah menjadi sakit. Nikmat sehat merupakan mahkota tubuh, saat terbaring sakit, kita baru sadar bahwa kesehatan sangat berharga. Orang yang mengabaikan kesehatan dirinya adalah orang yang menabung masalah untuk masa depannya. Bahkan John Locke seorang filosof Inggris mengatakan: Jika dengan memperoleh pengetahuan malah merusak kesehatan kita, maka kita bekerja untuk hal yang tidak berguna.

Pantas saja, dalam suatu hadits diriwayatkan: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ، اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: Nabi saw bersabda: Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu (lalai) padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang. (HR al-Bukhari). Hadirin Rahimakumullah. Baca halaman berikutnya…
Navigasi Catatan: • Khutbah Jumat Paling Bagus Pertama Tentang Terkabulnya Doa • Khutbah Kedua – Khutbah Jumat Paling Bagus Tentang Terkabulnya Doa • Video Khutbah Jumat Paling Bagus Tentang Terkabulnya Doa Khutbah Jumat Paling Bagus Pertama Tentang Terkabulnya Doa إِنَّ الْحَمْدَ لله.

نَحْمَدُهُ khutbah jumat paling bagus وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ اِلَيْه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ و أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ معاشر المسلمين.

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُون Pada tahun kedua Hijriyah terjadi sautu waktu perang yang sangat besar yang dinamakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan Yaumul Furqon (hari pembeda), yaitu perang khutbah jumat paling bagus. Dimana kaum muslimin dengan jumlah yang sangat sedikit (300 belasan) pasukan dengan persenjataan yang sangat terbatas harus melawan 1.000 pasukan kaum musyrikin dengan persenjataan yang sangat kuat.

Hal ini dikarenakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta 315 atau 317 sahabat keluar dalam rangka untuk menghadang kafilah dagang Abu Sufyan.

Karena para sahabat yang terusir dari kota Mekah dan orang-orang musyrikin telah merampas harta mereka. Maka saatnya Nabi dan para sahabat merampas balik harta orang-orang kafir Quraisy. Namun Abu Sufyan lolos kemudian meminta pertolongan dari Abu Jahal dan kawan-kawannya kemudian datanglah pasukan kaum Quraisy dengan jumlah 1000 orang dengan persenjataan yang sangat kuat.

Maka tatkala itu kondisi sangat genting, jumlah yang tidak sebanding (1 banding 3) dan persenjataan juga yang tidak sebanding. Oleh karenanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tatkala itu berdoa dengan beristighatsah yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an: إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ ﴿٩﴾ “Tatkala kalian beristighatsah kepada Rabb kalian maka Aku akan menolong kalian dengan Malaikat yang datang berbondong-bondong.” Ketika itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallah bersama Abu Bakar menyendiri berdua sementara seluruh sahabat yang lain maju dalam medan pertempuran.

Tugas mereka berdua berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum maju dalam medan pertempuran. Maka Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu berdoa dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa. Abu Bakar telah selesai berdoa dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam belum selesai berdoa. Beliau menengadahkan kedua tangan beliau, diangkat ke atas sampai selendang beliau terjatuh dan beliau tetap berdoa. Abu Bakar yang sudah selesai berdoa datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Wahai Rasulullah, sudah cukup doamu.

Sesungguhnya Allah akan mengabulkan doamu.” Tapi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak peduli. Beliau terus berdoa mengangkat kedua tangan beliau kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Beliau berdoa: اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ ، لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ “Ya Allah jika kami sekelompok kecil ini binasa, maka Engku tidak akan disembah.” Nabi terus berdoa, Nabi terus berdoa sampai Allah khutbah jumat paling bagus firmanNya bahwasannya Allah akan berikan pertolongan kepada kaum Muslimin sehingga akhirnya mereka menang dalam perang badar tersebut. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّـهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّـهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿١٢٣﴾ “ Sungguh Allah telah menolong kalian dalam perang badar padahal kalian sangat sedikit jumlahnya.

Kalian sangat sedikit, kalian tidak memiliki kemampuan, Allah yang menolong kalian, maka bertakwalah kepada Allah agar kalian bersyukur.” (QS. Ali-Imran[3]: 123) Tatkala seseorang berdoa kepada Allah dengan menghinakan dirinya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka itu salah satu sebab utama agar doa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lihatlah Nabi Musa ‘Alaihis Salam tatkala beliau dikejar oleh pasukan Firaun. Maka beliau pergi meninggalkan kota Mesir menuju negeri Madyan. Tiba-tiba, tanpa persiapan. Berjalanlah beliau bersafar dalam jarak yang jauh, menempuh padang pasir tanpa membawa bekal makanan sama sekali. Sampai akhirnya tibalah beliau di negeri Madyan. Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ ﴿٢٣﴾ Maka tibalah negeri Madyan, dia melihat sekelompok orang-orang berkumpul di suatu sumur yang sedang mengambil air.

Sementara ada dua wanita yang menjauh, mereka tidak mengambil air, maka Nabi Musa datang ingin menolong mereka. Nabi Musa berkata, “Ada apa gerangan kalian berdua?” Kata kedua wanita ini, “Kami tidak bisa mengambil air karena ayah kami sudah tua tidak bisa mengambil air.” Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala: فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ Kemudian Nabi Musa dengan sisa tenaganya membantu kedua wanita tersebut, setelah itu dia bingung hendak kemana, tidak ada yang menolongnya, dia dalam kondisi sangat lapar, datang bertemu dengan banyak orang, tidak ada yang menjamunya, tidak ada yang mengajak dia makan, entah kemana dia minta.

Kepada siapa dia minta dijamu. ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ “Maka dia pun berbaring di bawah sebuah pohon.” Kemudian dia berkata: فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ “ Ya Rabbku, sungguh aku ini sangat faqir, sangat butuh dengan karunia yang Engkau berikan kepadaku.” (QS. Al-Qashash[28]: 24) Maka Allah kabulkan doanya: فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ Ternyata wanita tadi salah satunya yang ditolong datang kemudian mengajak Nabi Musa untuk pergi ke rumah ayah mereka untuk dijamu oleh sang ayah.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Lihatlah Nabi Musa ‘Alaihis Salam tatkala menghinakan dirinya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, entah dari mana pertolongan datang. Beliau lapar, tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui keperluan Nabi Musa, maka Allah menolong Nabi Musa ‘Alaihis Salam. Lihatlah Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam. Tatkala ditimpa dengan penyakit bertahun-tahun. Sebagian ahli tafsir mengatakan dia ditimpa penyakit tujuh tahun sampai semua orang menjauh darinya.

Maka beliau berkata sebagaimana sebutkan: وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ﴿٨٣﴾ “ Ingatlah tatkala Nabi Ayyub berkata kepada Rabbnya: ‘Ya Rabbku sesungguhnya aku ditimpa dengan penderitaan, aku ditimpa dengan kemudzaratan, dan Engkau adalah Dzat yang Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS.

Al-Anbiya[21]: 83) Khutbah jumat paling bagus Allah pun mengabulkan permohonan Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam. Lihatlah Nabi Yunus ‘Alaihis Salam tatkala ditelan oleh ikan paus. وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ “ Lihatlah bagaimana Nabi Yunus ‘Alaihis Salam tatkala beliau pergi meninggalkan kaumnya dalam kondisi marah dan dia menyangka Kami tidak akan menyempitkan urusannya.” (QS.

Al-Anbiya[21]: 87) Kemudian tiba-tiba Allah mengirim ikan paus kemudian menelannya. Kata Allah: فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ “ Maka dia pun dari dalam perut ikan paus, dalam kegelapan malam, dalam kegelapan perut ikan paus, dalam kegelapan lautan, maka dia mengatakan, ‘Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau Ya Robbku, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat kesalahan.” (QS.

Al-Anbiya[21]: 87) Maka Allah pun menolong Nabi Yunus ‘Alaihis Salam. Para hadirin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantara sebab utama agar doa kita dikabulkan adalah merendahkan diri dihadapan Allah, merasa perlu, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa hina dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan Allah telah berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّـهِ ۖ وَاللَّـهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ ﴿١٥﴾ “ Wahai manusia sekalian, sesungguhnya kalian fakir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah yang Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (QS. Fatir[35]: 15) Lihatlah jika seseorang ingin dikabulkan doanya, maka hinakanlah dirinya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?

أقربُ مَا يَكونُ العبْدُ مِن ربِّهِ وَهَو khutbah jumat paling bagus “Kondisi orang paling dekat dengan Allah tatkala dia sedang sujud.” Tatkala dia sedang meletakkan bagian tubuhnya yang paling terhormat (kepalanya), dia letakkan di tanah untuk menghinakan dirinya sambil dia memuji Allah dengan berkata: سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ “Maha Suci Allah yang Maha Tinggi dan aku maha hina” Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: وأمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا في الدُّعاء فَقَمِنُّ أنْ يُسْتَجَاب لَكُمْ “Adapun sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena sungguh mudah Allah mengabulkan doa orang yang dalam sujud.” (HR.

Muslim) Kenapa? karena dia sedang menghinakan dirinya tatkala sujud. Demikian juga diantara sebab dikabulkannya doa tatkala seorang melepaskan kesombongannya. Oleh karenanya para ulama menyebutkan diantara sebab mudah dikabulkan doa adalah tatkala seorang sedang bersafar. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut tentang seorang yang dia telah melakukan sebab-sebab dikabulkannya doa.

Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang seorang musafir: أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ “Seorang sedang safar, jauh dari keluarganya, jauh dari kampungnya, jauh dari makanan yang biasa dia bahkan, jauh dari tempat tidur yang biasa dia tiduri, kemudian rambutnya semrawut penuh dengan debu, jauh dari kerapian, kemudian ia mengangkat kedua tangannya.” Maka ini sangat mudah dikabulkan doa seorang hamba.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyebutkan dalam hadits qudsi tentang orang-orang yang ada di padang arafah. Kata Allah kepada para Malaikat: انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي هَؤُلَاءِ جَاءُونِي شُعْثًا غُبْرًا، أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ “Lihatlah wahai para MalaikatKu kepada hamba hambaKu yang mereka datang dari Padang Arafah dengan rambut penuh debu, dengan semrawut, saksikanlah Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.” Karenanya jika seseorang ingin dikabulkan doanya, maka dia harus merasa perlu kepada Allah, merasa hina dihadapan Allah Khutbah jumat paling bagus wa Ta’ala.

Sungguh contoh yang menakjubkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tatkala di Padang Arafah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah menjamak shalat jamak taqdim (shalat dzuhur dan shalat ashar) kemudian Nabi naik di atas untanya di bawah Jabal Rahmah kamudian Nabi mengangkat kedua tangannya berdoa setelah dzuhur sampai matahari tenggelam. Berjam-jam beliau berdoa mengangkat kedua tangannya. Bahkan sampai tatkala untanya bergerak, Nabi memegang tali kekang untanya dengan tangan kiri dan tangan kanannya tetap menengadah ke langit meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

khutbah jumat paling bagus

Sementara sebagian jamaah haji baru baru 15 menit, setengah jam, sudah habis permintaan mereka. Mereka tidak tahu apa yang mereka butuhkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sementara Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang pintu surga tidak terbuka kecuali yang mengetuknya adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa dengan luar biasa dari dzuhur sampai magrib.

Demikianlah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena dia yang paling tahu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia yang paling merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب وخطيئه فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم Khutbah Kedua – Khutbah Jumat Paling Bagus Tentang Terkabulnya Doa الحمد لله على احسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، واشهد khutbah jumat paling bagus لا اله الا الله وحده لا شريك له تعظيما لشانه، واشهد ان محمدا عبده ورسوله دائره لو انه، اللهم صلي عليه وعلى اله واصحابه واخوانه Ma’asyiral Muslimin. Untuk bisa menghadirkan dalam diri kita merasa perlu, merasa butuh, merasa hina dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ada dua hal yang mungkin perlu kita lakukan; yang pertama adalah mempelajari tentang keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semakin seseorang mempelajar nama-nama, sifat-sifat dan keagungan Allah, maka dia semakin merasa hebatnya Allah khutbah jumat paling bagus dia semakin merasa hina dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling merasa hina dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau pernah berkata: أَنَا أَعْلَمُكُمْ بِاللَّهِ‏ “Aku adalah orang yang paling tahu tentang Allah daripada kalian.” Oleh karenanya kita perlu belajar apa makna dari Al-Ghofur, Ar-Rahman, At-Tawwab, Al-Halim, Al-Khabir, Al-Qawwiy, Al-‘Aziz, Al-Hakim, ini semua makna-makna yang indah, yang menjelaskan sifat-sifat keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan mengenal nama-nama tersebut kita akan semakin merasa hina dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang kedua yaitu seorang tahu bahwa dirinya adalah hamba yang sangat lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

khutbah jumat paling bagus

Makanya di antara doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ “Dengan rahmatMu aku mohon pertolonganMu, jangan Kau serahkan diriku kepada diriku meskipun hanya sekejap mata.” Kenapa? Karena diri kita lemah. Lihatlah ketika kita dalam janin perut ibu kita.

Siapa yang memberi kita rezeki?

khutbah jumat paling bagus

Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ibu kita tidak bisa berbuat apa-apa, ibu kita tidak bisa mengatur apa-apa sementara kita khutbah jumat paling bagus perutnya. Yang mengatur kehidupan kita, memberi rezeki kepada kita sementara kita dalam janin perut ibu kita adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian kita tumbuh berkembang, sekarang kita sudah kuat, sudah dewasa, kita sangat yakin bahwasanya semua diatur oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita lihat betapa banyak orang yang badannya sehat bahkan mungkin badannya kuat, tiba-tiba Allah cabut kesehatan darinya, tiba-tiba dia pun sakit. Kalau Allah berkehendak, sangat mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lihatlah betapa banyak organ tubuh dalam tubuh kita.

Ada organ pernapasan, ada organ jantung, ada organ yang lainnya begitu banyak yang semuanya dijalankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau Allah berkehendak untuk mencabut satu kenikmatan dari kita, maka kita akan selesai. Oleh karenanya kita harus senantiasa sadar bahwasannya kita selalu membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Betapa banyak kita lihat orang-orang yang sombong dan angkuh.

Sombong dengan teknologinya, sombong dengan ekonominya, kalau Allah ingin menghancurkan, sangat mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka semua yang menjalankan adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tatkala kita sadar bahwasannya semua kemaslahatan kita ditangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka kita akan merasa sangat perlu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita akan berkata: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ “Tidak ada daya, tidak ada upaya, tidak ada perpindahan dari satu kondisi kepada polisi yang lain kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Yang terakhir saya ingatkan. Merasa rendah, merasa hina khutbah jumat paling bagus Allah adalah ibadah yang mulia.

Kenapa doa merupakan ibadah yang agung? Sampai Nabi berkata: الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ “Doa adalah intisari dari ibadah.” Karena dalam doa seorang merendahkan dirinya dihadapan Rabbul ‘Alamin.

Dia mengakui kekurangannya, maka dia menangis, menengadahkan kedua tangannya minta kepada Allah dengan kondisi menghinakan dirinya. Ini kondisi yang Allah sangat suka. Seseorang mengakui dirinya sebagai hamba dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya jika seseorang memberikan kondisi ini kepada selain Allah (kepada makhluk) maka dia telah melakukan kesyirikan yang sangat besar.

Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُو مِن دُونِ اللَّـهِ “ Dan siapakah yang lebih sesat dari orang-orang yang berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala?” (QS. Al-Ahqaf[46]: 5) Sungguh tersesat, tidak ada syirik yang lebih parah daripada syirik berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang kemudian menengadahkan kedua tangannya, mengendapkan hatinya, merendahkan dirinya, fokus kemudian meminta kepada Nabi, minta kepada Nabi Isa, meminta kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, minta kepada Jin, minta kepada wali-wali, minta kepada sunan-sunan, maka ini adalah kesyirikan yang sangat parah yang seharusnya kerendahan itu hanya ia serahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagian orang minta-minta di kuburan. Menangis-nangis, menghinakan dirinya, sementara ketika di masjid dia tidak bisa melakukan demikian. Siapa yang disembah? Rabbul ‘Alamin atau makhluk atau mayat yang telah mati? Sebagian orang datang ke masjid Nabawi kemudian nangis-nangis minta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka mengatakan, “Yaa Khutbah jumat paling bagus, Yaa Rasulullah.” Ketahuilah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallm ketika perang badar, beliau sendiri istighatsah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi setelah meninggal dunia.

Maka jadilah orang yang waras. Jangan sampai seorang kemudian menghinakan dirinya, merendahkan dirinya dihadapan makhluk sehingga dia terjerumus dalam kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sungguh sifat menghinakan diri kepada Allah adalah ibadah yang sangat Allah cintai. إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللهم اغفر للمسلمين والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ياقاضي الحاجات اللهم ات نفوسنا تقواها وزكها انت خير من زكاها انت وليها ومولاها رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ واقم الصلاه Video Khutbah Jumat Paling Bagus Tentang Terkabulnya Doa
Naskah Khutbah Jumat Paling Bagus Berikut ini adalah naskah khutbah Jumat paling bagus menurut redaksi IBTimes.ID yang dapat dipakai untuk memberikan khutbah Jumat di masjid-masjid manapun secara umum.

Tema saling menghargai dan menghormati sangat penting disampaikan terutama dalam khutbah Jumat. Naskah khutbah Jumat paling bagus ini memuat khutbah pertama dan khutbah kedua.

Pembaca juga dapat menuju tautan Teks Khutbah Jumat singkat jika menginginkan contoh teks khutbah Jumat lainnya. Naskah Khutbah Jumat Perintah Saling Menghargai dan Menghormati Naskah Khutbah Jumat Paling Bagus: Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ الْفَلَاحِ.

khutbah jumat paling bagus

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ: فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلّ، قَالَ تَعَالَى: فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ Sidang Jumat yang Khutbah jumat paling bagus Allah SWT Salah satu alasan diciptakannya manusia dalam keadaan yang berbeda-beda, bisa jadi karena Allah ingin menguji setiap hamba-Nya.

Apakah manusia tersebut bersikap acuh terhadap sesamanya ataukah sebaliknya. Allah berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 10: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara.

sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT Al-Maraghi dalam tafsirnya mengatakan bahwa sesungguhnya orang mukmin itu bernasab kepada satu pokok yaitu iman yang menyebabkan diperolehnya kebahagian abadi. Menurut sebuah Hadis, orang Islam yang satu adalah saudara orang Islam yang lain. Dia tidak boleh khutbah jumat paling bagus atau menghina atau merendahkannya atau saling mengungguli dengannya dengan membuat gedung-gedung, sehingga ia menutupi angin terhadapnya kecuali dengan izinya.

Baca Juga Khutbah Jumat Terbaru 2021: Kebebasan Beragama dalam Al-Quran Atau menyakiti hatinya dengan tak sudi memberikan isi pancinya kecuali menciduk untuknya satu cidukan, dangan jangan membeli buah-buahan untuk anak-anaknya lalu mereka keluar membawa buah-buahan tersebut menuju anak-anak tetangganya sedang anak-anak itu tidak berbagi memakan buah-buahan tersebut dengan kawan-kawannya.

Kemudian sabdanya pula, “Peliharalah oleh kalian, namun hanya sedikit saja di antara kalian yang mau memelihara.” Sedangkan menurut hadis sahih yang lain juga dikatakan, “Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya di luar pengetahuan, maka berdoa malaikat,” Semoga doamu dikabulkan dan kamupun semoga mendapatkan yang seperti itu.

Karena persaudaraan itu, menyebabkan terjadinya hubungan yang baik dan mau tidak mau harus dilakukan.

khutbah jumat paling bagus

Maka dari itu kita harus selalu memperbaiki hubungan di antara dua orang saudara kita dalam khutbah jumat paling bagus, sebagaimana kita memperbaiki hubungan di antara dua orang saudara kita dalam nasab. Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT Dengan bertakwanya kita kepada Allah dalam segala hal yang kita lakukan maupun yang kita tinggalkan. Yang di antaranya adalah memperbaiki hubungan di antara sesama kita yang kita diperintahkan untuk melaksanakannya.

Mudah-mudahan Allah selalu memberi rahmat kepada kita dan memaafkan dosa-dosa kita yang telah lalu apabila kita mematuhiNya dan mengikuti perintah dan larangan-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ Naskah Khutbah Jumat Paling Bagus: Khutbah Kedua اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ, وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT Dari khutbah pertama tadi, kita bisa menyimpulkan bahwasannya orang-orang yang dianggap saudara kita bukanlah karena seagama saja (saudara seagama), melainkan persaudaraan bisa juga terjadi antara pemeluk agama yang berbeda.

Baca Juga Khutbah Khutbah jumat paling bagus Taat Kepada Pemerintah, Tidak Menuntut Kesempurnaan Allah memperjelaskan bahwa QS. Al-Hujurat ayat 10 ditujukan kepada semua manusia.

Muslim maupun non-muslim, esensinya mereka adalah bersaudara. Justru yang sekarang ini mereka menganggap bahwa mempunyai ikatan saudara itu di mana mereka memiliki harta atau jabatan. Mereka melihat dari sisih material saja padahal seharusnya tidak seperti itu karena saudara tetap saudara walaupun itu saudara kandung atau bukan saudara kandung.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menyayangi saudara kita, baik yang seagama dengan kita ataupun yang berbeda agama dengan kita. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعَالَى إِنََّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ! إِنََّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ khutbah jumat paling bagus الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكم, وَلَذِكرُ اللهِ أَكْبَرُ, وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

• In-Depth • News • Report • Dialogue • Insight • Perspektif • Feature • Review • Parenting • Inspiring • Risalah • Akidah • Ibadah • Akhlak • Doa • Khutbah • Fatwa • Kajian • Filsafat • Tafsir • Kalam • Tasawuf • Tarikh • Fikih • Moderasi • Riset • Tajdida • Humaniora • Semesta • Video • Kirim Tulisan • Useful Link• • Home • Khutbah Hari Raya • Khutbah Idul Fitri • Khutbah Idul Adha • Khutbah Jum’at • Pilihan Editor • Tema Umum • Berdasar Bulan • Bulan Muharram • Bulan Safar • Bulan Rabiul Awal • Bulan Rabiul Akhir • Bulan Jumadil Awal • Bulan Jumadil Akhir • Bulan Rajab • Bulan Sya’ban • Bulan Ramadhan • Bulan Syawal • Bulan Dzulqadah • Bulan Dzulhijjah • Bahasa • Khutbah Bahasa Indonesia • Khutbah Bahasa Jawa • Khutbah Bahasa Madura • Khutbah Bahasa Sunda • Other • Khutbah Gerhana • Khutbah Nikah • Kultum • Cara Download PDF • Panduan Khutbah • Tentang Kami • Khutbah jumat paling bagus • Indeks • Khutbah Pilihan Daftar Khutbah Jumat PDF Lengkap Selama Bulan Ramadhan 2022, Mulai Minggu Pertama Hingga Keempat 4 Khutbah Jumat Bulan Rajab Bahasa Jawa PDF Terbaik Lengkap dengan Mukaddimah dan Khutbah Kedua 5 Khutbah Jumat Tentang Isra’ Mi’raj Terbaik, Singkat dan Padat Format PDF NU 3 Khutbah Jumat Tentang Sedekah Paling Bagus Tahun Ini Khutbah Jumat Terbaru 2022 Singkat Padat PDF Bahasa Indonesia Pada suatu kesempatan Rasulullah bertanya kepada para sahabat apakah mereka tahu yang disebut orang bangkrut.

Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anh sebagai berikut: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ Artinya: Sesungguhnya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bertanya: Tahukah kalian siapakah yang dinamakan orang bangkrut?

قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ Artinya: Mereka (para sahabat) menjawab: Orang bangkrut menurut pendapat kami ialah mereka yang tidak mempunyai uang dan tidak pula mempunyai harta benda. Jawaban seperti itu ternyata bukan sebagaimana yang dimaksudkan Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tidak bertanya tentang ekonomi. Beliau ingin mengajak para sahabat mengetahui bahwa kebangkrutan bisa terjadi tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam bidang agama.

Jadi di dalam agama juga ada perhitungan matematis terkait pahala dan dosa, seperti penambahan dan pengurangan di antara sesama manusia. Hal ini terjadi pada saat semua manusia berada di Padang Makhsyar untuk menjalani hisab yang akan menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau neraka.

Baca Juga: Khutbah Jumat 1 Oktober 2021 Singkat Padat: 4 Golongan yang Beruntung di Dunia dan Akhirat Jamaah Jumát Hafidhakumullâh Dengan perhitungan seperti itu, dapat diketahui apakah seseorang akan termasuk orang beruntung atau justru orang bangkrut di akhirat kelak.

Adapun yang dimaksud bangkrut dalam agama adalah sebagaimana penjelasan Rasulullah dalam lanjutan hadits berikut: فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا.

فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنٰ حَسَنَاتِهِ.

khutbah jumat paling bagus

فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ Artinya: Nabi menjelaskan: Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku ialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal kebaikan dari shalat, puasa, dan zakat.

Tetapi mereka dahulu pernah mencaci maki orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain. Maka kepada orang yang mereka salahi itu diberikan pahala amal baik mereka; dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baik mereka. Apabila amal baik mereka telah habis sebelum hutangnya lunas, maka diambillah khutbah jumat paling bagus orang yang disalahi itu dan diberikan kepada mereka; Sesudah itu, mereka akan dilemparkan ke dalam neraka.

Baca Juga: Khutbah Jumat Bahasa Indonesia PDF Terbaru: Pahala Orang Mukmin Akan Diberikan di Akhirat Jadi, setiap orang dari umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan pahala dari ibadah-ibadah yang mereka lakukan semasa hidupnya seperti shalat, puasa, dan zakat dan seterusnya.

khutbah jumat paling bagus

Namun pahala-pahala yang didapat dari ibadah-ibadah itu akan dikonfrontir dengan dosa-dosa sosialnya akibat berbuat dzalim kepada sesama manusia seperti mencaci maki, menuduh, memfitnah, memakan harta orang lain seperti mencuri atau korupsi, membunuh secara tidak sah, melukai atau menyakiti orang lain baik secara fisik maupun non-fisik, dan sebagainya.

BACA HALAMAN BERIKUTNYA.
• • Home • Khutbah Hari Raya • Khutbah Idul Fitri • Khutbah Idul Adha • Khutbah Jum’at • Pilihan Editor • Tema Umum • Berdasar Bulan • Bulan Muharram • Bulan Safar • Bulan Rabiul Awal • Bulan Rabiul Akhir • Bulan Jumadil Awal • Bulan Jumadil Akhir • Bulan Rajab • Bulan Sya’ban • Bulan Ramadhan • Bulan Syawal • Bulan Dzulqadah • Bulan Dzulhijjah • Bahasa • Khutbah Bahasa Indonesia • Khutbah Bahasa Jawa • Khutbah Bahasa Madura • Khutbah Bahasa Sunda • Other • Khutbah Gerhana • Khutbah Nikah • Kultum • Cara Download PDF • Panduan Khutbah • Tentang Kami • Kontak • Indeks • Khutbah Pilihan Daftar Khutbah Jumat PDF Lengkap Selama Bulan Ramadhan 2022, Mulai Minggu Pertama Hingga Keempat 4 Khutbah Jumat Bulan Rajab Bahasa Jawa PDF Terbaik Lengkap dengan Mukaddimah dan Khutbah Kedua 5 Khutbah Jumat Tentang Isra’ Mi’raj Terbaik, Singkat dan Padat Khutbah jumat paling bagus PDF NU 3 Khutbah Jumat Tentang Sedekah Paling Bagus Tahun Ini Khutbah Jumat Terbaru 2022 Singkat Padat PDF Bahasa Indonesia Baca Juga: Khutbah Jumat 1 Oktober 2021 Singkat Padat: 4 Golongan yang Beruntung di Dunia dan Akhirat Berikut ini khutbah jumat paling bagus sebagaimana dilansir dari laman NU Online Jatim.

Semoga bermanfaat. Silahkan bergabung dengan kami untuk mendapatkan khutbah jumat paling bagus Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Grup Telegram JOIN NOW atau Grup WhatsApp JOIN NOW KHUTBAH JUMAT 1 اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ khutbah jumat paling bagus سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ Baca Juga: Khutbah Jumat Bahasa Indonesia Penuh Makna PDF Tentang Keadaan Saat Yaumul Hisab Hadirin yang Berbahagia Jumat ini demikian istimewa karena beragam nikmat telah kita rasakan. Nikmat sehat dan Islam merupakan di antara kurnia Allah yang harus selalu disyukuri. Dengan nikmat tersebut kita bisa menjalankan perintah agama, termasuk hadir di masjid ini. Karenanya, mari kita tingkatkan takwallah dengan menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang.

khutbah jumat paling bagus

Dengan demikian kita termasuk hamba yang beruntung. Jamaah Rahimakumullah BACA HALAMAN BERIKUTNYA.
none

TERBARU !!! - KHUTBAH JUM'AT LUAR BIASA "MAHALNYA HARGA IMAN" PROF.DR ABDUL SOMAD Lc.MA




2022 www.videocon.com