Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Jakarta, IDN Times - Bulu tangkis sudah lama menjadi olahraga populer di Indonesia, bersanding dengan sepak bola. Bahkan, para pemain bulu tangkis terbaik Indonesia tak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga disegani di tingkat dunia. Kerap kali, prestasi membanggakan dibawa pulang putra-putri terbaik bangsa ke Tanah Air, mulai dari gelar jawara turnamen bergengsi hingga medali emas Olimpiade.

Nah maka dari itu, kami rangkum daftar 11 pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang masa dengan prestasi dan kualitas main yang jempolan.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

IDN Times/Margith Juita Damanik Sosok satu ini menjadi legenda hidup tunggal putra Indonesia. Liem Swie King bermain di akhir tahun 1970-an hingga pertengahan 1980-an. Raja smash bulu tangkis ini sudah bermain bulu tangkis sejak usia belia ketika tinggal di Kudus, Jawa Tengah dengan dorongan orangtua. Di Final All England 1976, King menantang pemain legendaris Indonesia lainnya, Rudy Hartono. Setelahnya, King menjadi penerus kejayaan Rudy di bulu tangkis dunia.

King mencatatkan prestasi dengan tiga gelar juara All England (1978, 1979, 1981), medali emas Asian Games 1978, hingga piala Thomas. Atas prestasinya, pada Mei 2004, Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Liem Swie King yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu tangkis terbaik Indonesia sepanjang sejarah.

pbdjarum.org " Queen of Rubber Game", begitu Maria Kristin Yulianti dijuluki. Pemain bulu tangkis asuhan PB Djarum ini lahir di Tuban, 25 Juni 1985. Sejumlah gelar berhasil disumbangkan Maria Kristin bagi Indonesia, termasuk medali perunggu Olimpiade Beijing. Selain itu, sejumlah gelar jawara dan prestasi dari turnamen BWF juga berhasil diraih pemain yang kerap disebut punya daya pikat sendiri ini. Maria Kristin diketahui pensiun dini setelah mengalami cedera berkepanjangan di lutut kanannya, namun itu tak mengubah statusnya sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di sektor tunggal putri.

Rudy Hartono (YouTube.com/AllEnglandBadminton) Legenda yang satu ini begitu luar biasa karena ia sanggup menembus sejumlah rekor dunia.

Nama Rudy Hartono bahkan pernah masuk dalam Guiness Book of World Record atas capaiannya membawa Indonesia menjuarai 8 kali All England dan memenangkan 4 gelar Thomas Cup. Rudy bahkan tercatat sebagai pemenang termuda yang menjuarai turnamen bulu tangkis tertua dunia bernama All England. Melengkapi prestasinya, Rudy sukses membawa pulang medali emas dari Olimpade Munich 1972, sayang ajang itu dinodai tragedi yang membuat Olimpiade berhenti di tengah jalan.

Dia juga mengoleksi 23 gelar juara turnamen dunia dari tiga nomor pertandingan berbeda yakni tunggal, ganda putra, dan ganda campuran. Cara bermain Rudy dikenal cepat dan kuat. Dia bisa mengendalikan permainan dan bahkan dijuluki " Wonderboy" oleh banyak orang. Selepas gantung raket, Rudy sempat menjadi Ketua Bidang Pembinaan PBSI pada 1981-1985. Dengan prestasinya yang mengilap itu, tak salah menyebut Rudy Hartono sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang sejarah. Baca Juga: Susy Susanti Jadi Orang Indonesia Pertama yang Raih 3 Piala Bergengsi instagram.com/susysusantiofficial Sosok yang satu ini sudah tak lagi asing bagi pencinta bulu tangkis tanah air.

Susy Susati bisa terbilang menjadi satu dari segelintir tunggal putri terbaik Indoneisa yang diakui dunia, yang otomatis menegaskan statusnya sebagai bagian dari deret pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang sejarah.

Puncaknya tentu saja ketika Susy bersama tunggal putra Indonesia kala itu, Alan Budikusuma, yang kini menjadi suaminya, sukses mengawinkan medali emas tunggal putri dan tunggal putra di ajang bergengsi Olimpiade Barcelona 1992. Susy kala itu menjadi atlet Indonesia pertama yang membawa pulang medali emas Olimpiade Barcelona 1992, karena medali emas Rudy Hartono di tahun 1972 tidak masuk dalam hitungan. Sejumlah gelar bergengsi seperti juara dunia juga pernah diraih Susy. Selain itu, Susy Susanti juga sukses membawa pulang 4 gelar All England (1990, 1991, 1993, 1994).

Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu Sosok tunggal putri lainnya yang membekas di hati penikmat bulu tangkis Indonesia adalah Mia Audina Tjiptawan. Kala itu, belum genap berusia 14 tahun, Mia muda sudah bergabung dengan Pelatnas PBSI untuk masuk dalam persiapan menuju Uber Cup. Di usia masih 15 tahun, Mia sudah dipercaya ikut memperkuat tim beregu putri Indonesia di Uber Cup 1994.

Mia juga punya karier unik karena memenangkan medali Olimpiade bersama dua negara berbeda. Pada Olimpiade Atlanta 1996, Mia Audina mendapat medali perak sebagai atlet Indonesia. Lalu 8 tahun berselang, ia kembali menyumbangkan medali perak namun kali ini untuk negara keduanya, Belanda.

Meski kini jadi warga negara Belanda, Mia Audina tak diragukan lagi adalah salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang sejarah, bersanding dengan sang senior, Susy Susanti, di sektor tunggal putri. Baca Juga: Taufik Hidayat, Si Flamboyan Juara Olimpiade Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • PR Besar Timnas U-23: Mencari Pengganti Pratama Arhan • Persija Akan Bangun Training Centre di Sawangan • Menilik Performa Ducati di Sirkuit Jerez sejak Berlaga di MotoGP Sosok atlet ganda campuran satu ini bisa dibilang merupakan kesayangan pencinta bulu tangkis Indonesia hingga saat ini.

Butet, begitu Liliyana Natsir akrab disapa, menyumbang berbagai gelar dan prestasi untuk Indonesia. Butet bermain bulu tangkis sejak usianya masih 9 tahun. Butet remaja bahkan berpisah dari orangtua di Manado demi mencapai cita sebagai pebulu tangkis terbaik dunia. Dua medali Olimpiade sudah diraih Butet dengan dua pasangan berbeda.

Medali Olimpiade pertamanya diraih pada 2008 di Olimpiade Beijing bersama Nova Widianto dengan raihan perak, lalu medali Olimpiade kedua diraih pada tahun 2016 di Olimpiade Rio de Janeiro bersama Tontowi Ahmad yang berwujud medali emas.

Minggu, 27 Januari 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Liliyana Narsir resmi pamit dan gantung raket. Tagar #ThankYouButet kala itu menjadi trending di sosial media ketika publik Tanah Air dan dunia melepas salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang masa. Legenda tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat. Twitter/@AinsworthSports Bicara soal tunggal putra Indonesia, pencinta bulu tangkis dunia pasti tak akan pernah lupa dengan sosok satu ini: Taufik Hidayat.

Sosoknya bahkan masuk dalam jajaran Fantastic Four tunggal putra dunia pada masanya. Sejumlah gelar prestisius berhasil dibawa pulang Taufik ketika menjadi atlet andalan tepok bulu ini mulai dari enam gelar juara Indoneisa Open, gelar juara dunia, hingga medali emas Olimpiade Athena 2004 lalu.

Termasuk raihan fantastis sebagai peringkat satu dunia ketika usianya masih 17 tahun. Sosok ini dijuluki flamboyan di lapangan dan dikenal punya karisma sendiri. Bersama Lin Dan (Tiongkok), Lee Chong Wei (Malaysia) dan Peter Gade (Denmark), Taufik Hidayat dijuluki empat raja tunggal putra bulu tangkis dunia. Sebuah julukan yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang masa.

pbdjarum.org Bermain di sektor ganda, Vita sukses menguasai baik ganda putri mau pun ganda campuran. Sosok satu ini juga tak lepas dari sejumlah prestasi untuk Indonesia.

Sempat berpasangan dengan Nova Widianto, pasangan Vita/Nova sempat jadi ganda campuran yang cukup ditakuti pemain dunia. Sayang, Vita sempat mengalami cedera cukup parah walau akhirnya sukses bangkit dan kembali berprestasi. Vita juga pernah menggandeng Butet di sektor ganda putri. Bersama Butet, Vita berhasil memenangkan China Masters 2007 hingga tampil ciamik dalam ajang Uber Cup 2008. Vita Marissa pensiun pada 2005 lalu dan meski tak punya koleksi medali Olimpiade, sosoknya yang mampu membimbing pemain muda membuatnya termasuk salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di masanya.

Baca Juga: Putus-Nyambung Hendra Setiawan dengan Pelatnas PBSI All England 2020: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan lolos ke perempat final (IDN Times/PBSI) Kalau sosok yang satu ini kerap disebut sebagai sosok panutan, terutama di sektor ganda putra. Hendra Setiawan dengan sederet prestasi fantastisnya memang layak masuk jajaran pemain bulu tangkis terbaik Indonesia, setidaknya dalam 20 tahun terakhir.

Pertama berkarier di sektor ganda putra, Hendra Setiawan berpasangan dengan Markis Kido. Prestasi keduanya terbilang ciamik di mana sejumlah gelar sukses dibawa pulang ke Tanah Air. Bersama Markis Kido, Hendra Setiawan membawa pulang medali emas di ajang Olimpiade Beijing 2008 di mana mereka menundukkan salah satu ganda putra legendaris dunia, Cai Yun/Fu Haifeng di laga puncak.

Kini, seolah terlahir jadi maestro ganda putra, Hendra Setiawan bersama pasangannya saat ini, Muhammad Ahsan, juga lolos kualifikasi Olimpade Tokyo 2020 yang akan digelar pada musim panas 2021 mendatang.

The Daddies, begitu Hendra/Ahsan akrab disapa, juga sukses menjadi juara dunia untuk kali ketiga pada 2019 lalu. The Daddies kini menduduki peringkat dua dunia di sektor ganda putra. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di Indonesia Masters 2020 (IDN Times/Kevin Handoko) "Si tangan petir", begitu sosok atlet muda berbakat Kevin Sanjaya Sukamuljo dijuluki dunia.

Kecepatan tangannya memang menjadi kekuatan Kevin ketika bermain di sektor ganda putra bersama Marcus Fernaldi Gideon. Pemuda kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini bisa dibilang adalah pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di masa sekarang, mengingat usianya masih 25 tahun.

Atlet asuhan PB Djarum ini sukses meraih sejumlah gelar bersama Marcus. The Minions, begitu Kevin/Marcus dijuluki, sukses membawa pulang banyak gelar prestisius. Keduanya juga sukses mencatatkan diri sebagai pasangan ganda putra terbaik dunia dengan bertengger di peringkat satu versi BWF selama 149 pekan lamanya. Catatan ini menjadi rekor lantaran belum ganda ganda putra dunia selama ini yang bisa bertahan sebagai peringkat satu dunia selama The Minions.

Jika mampu menyabet medali emas Olimpiade pada tahun mendatang, paripurna sudah karier legendaris Kevin di usia yang masih relatif muda.

Alan Budikusuma saat konfrensi pers Daihatsu Astec Open 2020 di Sumut (IDN Times/Doni Hermawan) Ketika membicarakan nama legenda tunggal putra dunia, nama Alan Budikusuma kerap sedikit terlupakan di balik nama-nama ikonik misal Rudy Hartono hingga Liem Swie King.

Padahal, suami Susy Susanti ini adalah peraih medali emas Olimpiade Barcelona pada tahun 1992. Kala itu, bersama Susy yang kini jadi teman hidupnya, keduanya mengawinkan medali emas Olimpiade di sektor tunggal putra dan tunggal putri.

Alan juga juara dunia bulu tangkis pada tahun 1993, serta bagian dari skuat Indonesia saat menggondol gelar juara Thomas Cup pada tahun 1996. Bagaimana, sudah layak bukan memasukkan Alan Budikusuma ke daftar pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang masa? Memperingati HUT ke-75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, IDN Times meluncurkan kampanye #MenjagaIndonesia.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Kampanye ini didasarkan atas pengalaman unik dan bersejarah bahwa sebagai bangsa, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dalam situasi pandemik COVID-19, di saat mana kita bersama-sama harus membentengi diri dari serangan virus berbahaya. Di saat yang sama, banyak hal yang perlu kita jaga sebagai warga bangsa, agar tujuan proklamasi kemerdekaan RI, bisa dicapai. Baca Juga: Ultah ke-25, 11 Potret Kevin Sanjaya dari Kecil hingga Jadi Idola Berita Terpopuler • Hamas Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Sebut Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Hendra Setiawan dan Liliyana Natsir adalah pebulu tangkis Indonesia yang sukses menempati posisi kedua daftar perolehan gelar juara dunia.

• Christian Hadinata satu-satunya legenda bulu tangkis Tanah Air yang tercatat meraih dua gelar sekaligus pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. • Dari lima sektor, hanya ganda putri Indonesia yang belum pernah meraih gelar dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. SKOR.id - Kiprah pebulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia terbilang cukup gemilang. Secara keseluruhan, Merah Putih telah mengoleksi 23 emas.

Torehan tersebut mencatatkan Indonesia berada di urutan kedua dalam daftar peraih gelar terbanyak setelah Cina dengan 66 trofi. Dari lima sektor, ganda putra Indonesia menjadi penyumbang gelar terbanyak, yakni 10.

Sementara sisanya, tunggal putra (6 gelar), tunggal putri (2), dan ganda campuran (5). Pasangan ganda putra Tjun Tjun dan Johan Wahjudi jadi wakil Indonesia pertama yang meraih gelar dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. (Dok. Badminton Talk) Tjun Tjun/Johan Wahjudi menjadi wakil Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia. Tepatnya pada edisi perdana Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 1977 di Malmo, Swedia.

Kala itu, Tjun Tjun/Johan Wahjudi meraih titel setelah mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya, Christian Hadinata/Ade Chandra, dengan skor 15-6, 15-4. Selain emas dan perak, pada edisi pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Indonesia juga meraih perunggu melaui tunggal putra Iie Sumirat.

Pada masanya, Tjun Tjun/Johan Wahjudi bersama dengan Christian Hadinata/Ade Chandra mampu mendominasi ganda putra. Bersama dengan pemain tunggal Rudy Hartono dan Liem Swie King, tim Indonesia hampir tidak terkalahkan antara 1970-1980 dan menjuarai setiap kejuaraan Thomas Cup. Bahkan Tjun Tjun/Johan Wahjudi mampu meraih gelar juara All England empat kali secara beruntun pada 1977, 1978, 1979, 1980.

Secara keseluruhan, pasangan ini telah mengoleksi enam gelar All England, sisanya diraih masing-masing pada 1974, 1975, dan 1977. 2. Christian Hadinata Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata pernah meraih gelar Kejuaraan Dunia di dua sektor.

(Dok. PBSI) Christian Hadinata adalah legenda bulu tangkis Merah Putih satu-satunya yang tercatat meraih dua gelar sekaligus pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Prestasi ini diraihnya pada edisi kedua saat Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis bergulir di Jakarta, 1980 silam. Dua gelar Christian Hadinata diraih pada sektor ganda putra dan campuran. Di sektor ganda, ia dan Ade Chandra menebus kegagalan edisi sebelumnya dengan meraih gelar perdana usai mengalahkan sesama wakil Indonesia, Hariamanto Kartono/Rudy Heryanto, dengan skor 5-15, 15-5, 15-7.

Sementara pada sektor ganda campuran, Christian Hadinata yang berpasangan dengan Imelda Wiguna pada final mengalahkan wakil Inggris, Mike Tredgett/Nora Perry, dua gim langsung 15-12, 15-4. Christian Hadinata dianggap sebagai pebulu tangkis terbaik sepanjang masa. Ia sukses membawa Indonesia menjuarai Thomas Cup. Dari enam penampilan secara beruntun pada 1973 hingga 1986 dalam supremasi kejuaraan bulu tangkis beregu putra itu, Christian Hadinata hanya kalah dalam satu pertandingan.

Ia pun berkontribusi dalam kejayaan Indonesia membawa pulang empat trofi Thomas Cup masing-masing pada 1973, 1976, 1979, dan 1984. Atas prestasinya tersebut, pada 2001 namanya abadi di Hall Of Fame Bulu Tangkis Dunia. 3. Hendra Setiawan Hendra Setiawan (kaan) saat tampil besama Mohamad Ahsan pada laga final Indonesia Masters 2020 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 19 Januari 2020.

Jessica Margaretha/Skor.id Sudah sejak lama ganda putra menjadi andalan Indonesia di berbagai kejuaraan internasional. Salah satu pemain yang melanjutkan tongkat estafet pada sektor ini adalah Hendra Setiawan. Hendra Setiawan, yang saat ini masih aktif, tercatat sebagai ganda putra Indonesia tersukses di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dengan meraih empat gelar. Titel pertama diraih pada 2007 ketika berpasangan dengan Markis Kido. Sementara sisanya didapat bersama Mohammad Ahsan masing-masing pada 2013, 2015, dan 2019.

Gelar terakhir yang diraih pada 2019, mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor pemain tertua yang memenangi gelar juara dunia, yakni pada usia 35 tahun. Pencapaian ini juga membuat Hendra Setiawan tercatat sebagai ganda putra dengan gelar terbanyak di Kejuaraan Dunia bersama dua pebulu tangkis spesialis ganda di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu asal Cina, Cai Yun dan Fu Haifeng yang sama-sama mengantongi empat titel.

Lebih dari itu, pebulu tangkis yang saat ini berusia 36 tersebut telah mengharumkan Indonesia di berbagai ajang bergengsi. Di antaranya meraih emas pada Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido, dua emas Asian Games Guangzhou 2010 (Markis Kido) dan Incheon 2014 (Mohammad Ahsan), serta berbagai kejuaraan lainnya.

4. Liliyana Natsir Ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kanan) dan Tontowi Ahmad mendapat sambutan meriah dari masyarakat Indonesia usai meraih medali emas dalam Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016. Muhammad Ramdan/Skor.id Liliyana Natsir menjadi pebulu tangkis spesialis ganda campuran satu-satunya di dunia yang sukses meraih empat gelar di Kejuaraan Dunia. Prestasi ini diraih Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir, saat berpasangan dengan Nova Widianto pada 2005 dan 2007, kemudian dilanjutkan dengan Tontowi Ahmad pada 2013 dan 2017.

Selain itu, ia menjadi pemain ganda campuran pertama yang sukses menyumbang emas untuk Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bersama Tontowi Ahmad dan perak bersama Nova Widianto pada Olimpiade Beijing 2008. Butet yang kini berusia 35 tahun itu juga sukses meraih tiga gelar All England secara beruntun pada 2012, 2013, dan 2014 bersama Tontowi Ahmad.

Dengan deretan prestasi tersebut, Liliyana Natsir dianggap sebagai pemain ganda campuran terbesar sepanjang masa. 5. Mohammad Ahsan Mohammad Ahsan (kanan) berusaha mengembalikan kok saat bertanding melawan wakil India di semifinal BACT 2020. Dok. PBSI Mohammad Ahsan juga masuk dalam jajaran pebulu tangkis ganda putra yang meraih kesuksesan dengan mengantongi tiga gelar juara dunia ketika berpasangan dengan Hendra Setiawan masing-masing pada 2013, 2015, dan 2019.

Gelar juara perdananya diraih bersama dengan Hendra Setiawan usai mengalahkan wakil Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan skor 21-13, 23-21.

Kemudian, pada edisi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015, Mohammad Ahsan juga berhasil meraih titel usai mengalahkan wakil Cina Liu Xiaolong/Qiu Zihan dengan skor 21-17, 21-14.

Pada 2019 lalu, Mohammad Ahsan berhasil menjadi juara dunia untuk kali ketiga selepas mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang dengan skor 25–23, 9–21, 21–15. 6. Rudy Hartono Rudy Hartono, maestro bulu tangkis Indonesia dalam peluncuran raket di Tangerang, Banten pada 28 Agustus 2018. Husni Yamin/Skor.id Rudy Hartono adalah mantan bintang bulu tangkis Indonesia sektor tunggal putra pertama yang meraih gelar juara dunia pada 1980. Ketika itu, ia mengalahkan sang kompatriot, Liem Swie King, pada final dengan skor 15-9, 15-9.

Rudy Hartono dianggap sebagai atlet Indonesia paling terkenal dalam sejarah sekaligus dianggap sebagai pebulu tangkis terhebat sepanjang masa. Selain di Kejuraan Dunia, ia juga sukses meraih berbagai gelar internasional lainnya termasuk, delapan trofi beruntun All England pada 1968-1974. Pencapaiannya tersebut mencatatkan namanya dalam Guinness Book of Records. Ia juga turut andil dalam kesuksesan Indonesia menyabet empat gelar Thomas Cup secara beruntun pada 1970, 1973, 1976, dan 1979.

Selain Rudy, Indonesia juga memiliki tunggal putra yang sukses meraih gelar juara dunia. Mereka adalah Icuk Sugiarto (1983), Joko Suprianto (1993), Hariyanto Arbi (1995), Hendrawan (2001), dan terakhir Taufik Hidayat (2005).

7.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Verawaty Fadjrin Verawaty Fadjrin merupakan pebulu tangkis tunggal putri pertama Indonesia yang meraih gelar di Kejuaraan Dunia. (Dok. Indosport) Verawaty Fadjrin adalah mantan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia pertama yang sukses meraih gelar juara dunia. Tepatnya pada 1980 di Jakarta. Kala itu, ia berhasil mengalahkan sesama pemain Merah Putih, Ivana Lie, dengan skor 11-1, 11-3.

Verawaty Fadjrin dikenal sebagai pebulu tangkis serba bisa yang telah tampil di tiga sektor yakni tunggal, ganda putri, dan ganda campuran. Verawaty memimpin tim Uber Cup Indonesia saat menempati posisi kedua pada 1978, 1981, dan 1986. Untuk edisi terakhir, Verawaty menyumbang enam kemenangan dan hanya tiga kali dalam perjalanan hingga final sebelum akhirnya kalah dari Cina 2-3. Ia juga membantu Indonesia memenangi Sudirman Cup (kejuaraan beregu campuran) usai mengalahkan Korea Selatan 3-2 pada 1989, tahun terakhirnya bermain di pentas internasional.

8. Susy Susanti Susy Susanti, mantan pebulu tangkis Indonesia yang kini menjadi Kabid Binpres PBSI saat acara konferensi pers pada 2019. (Jessica Margaretha/Skor.id) Verawaty Fadjrin bukan satu-satunya tunggal putri Indonesia yang meraih gelar juara dunia. Merah Putih juga memiliki Susy Susanti yang membawa pulang trofi yang sama pada edisi 1993 di Birmingham, Inggris. Kala itu, Susy Susanti yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI mengalahkan wakil Korea Selatan, Bang Soo-Hyun, dengan skor 7-11, 11-9, 11-3.

Perawakannya yang relatif kecil, Susy Susanti menggabungkan gerakan cepat dan anggun dengan teknik tembakan yang elegan. Banyak orang menganggap Susy Susanti sebagai salah satu pemain tunggal putri terhebat sepanjang masa. Ia adalah atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia pertama dan satu-satunya yang sukses meraih emas Olimpiade Barcelona 1992.

Hingga saat ini, belum ada pebulu tangkis tunggal putri Indonesia yang mampu mengulang torehan tersebut. 9. Nova Widianto Nova Widianto pernah menjadi salah satu pebulu tangkis terbaik di sektor ganda campuran.

(Dok. Badminton Europe) Nova Widianto dianggap sebagai salah satu pemain ganda terhebat di eranya.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Ia dikenal karena pergerakannya yang luar biasa di lapangan dan pemain yang mudah beradaptasi ketika dipasangkan dengan sejumlah pemain.

Kesuksesan terbesarnya diraih bersama Liliyana Natsir dengan memenangi dua gelar juara dunia pada 2005 dengan mengalahkan Xie Zhongbo/Zhang Yawen Cina) dengan skor 13-15, 15-8, 15-2 dan pada 2007 menaklukkan Zheng Bo/Gao Ling (Cina), 21-16, 21-14. Nova Widianto juga pernah meraih perak bersama Liliyana Natsir pada Olimpiade Beijing 2008.

10. Ricky Subagja Ricky Subagja, legenda pebulu tangkis Indonesia yang juga pernah memenangi Kejuaraan Dunia. (Dok. PBSI) Ricky Subagja juga dianggap sebagai pemain spesialis ganda putra terhebat sepanjang sejarah. Pada 1993, ia meraih gelar juara dunia pertamanya bersama Rudy Gunawan. Setelah itu, ia sukses mempertahankan gelar tersebut pada edisi 1995 bersama Rexy Mainaky. Keduanya pun meraih kesuksesan besar. Lebih dari 30 gelar internasional sukses mereka kantongi.

Ricky Subagja/Rexy Mainaky juga berhasil membawa pulang emas Olimpiade Atlanta 1996. Mereka juga turut membawa Indonesia meraih empat gelar Thomas Cup secara beruntun pada 1994, 1996, 1998, dan 2000. Berikut daftar lengkap pebulu tangkis Indonesia yang pernah meraih gelar juara dunia: Tunggal putra 1980: Rudy Hartono 1983: Icuk Sugiarto 1993: Joko Suprianto 1995: Hariyanto Arbi 2001: Hendrawan 2005: Taufik Hidayat Tunggal putri 1980: Verawaty Fadjrin 1993: Susy Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu Ganda putra 1977: Tjun Tjun/Johan Wahjudi 1980: Ade Chandra/Christian Hadinata 1993: Rudy Gunawan/Ricky Subagja 1995: Rexy Mainaky/Ricky Subagja 1997: Sigit Budiarto/Candra Wijaya 2001: Tony Gunawan/Halim Haryanto 2007: Markis Kido/Hendra Setiawan 2008: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan 2015: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan 2019: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Ganda campuran 1980: Christian Hadinata/Imelda Wiguna 2005: Nova Widianto/Liliyana Natsir 2007: Nova Widianto/Liliyana Natsir 2013: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 2017: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Ikuti juga Instagram, Facebook, YouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Kiprah pebulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia terbilang cukup gemilang. Secara keseluruhan, Merah Putih telah mengoleksi 23 emas. Torehan tersebut mencatatkan Indonesia berada di urutan kedua dalam daftar peraih gelar terbanyak setelah Cina dengan 66 trofi.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Siapa pebulu tangkis favorit Skorer? #bulutangkis #badminton #badmintonlovers #badmintonindonesia #pbsi #bulutangkisindonesia A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia) on Oct 10, 2020 at 12:10am PDT Berita Bulu Tangkis Lainnya: Demi Keselamatan Atlet, PBSI Rutin Lakukan Tes Rapid dan Swab di Cipayung Liliyana Natsir, Pebulu Tangkis Putri Era 2010-an Terbaik Dunia Versi Fan
Selain turnamen Sudirman Cup 2021, perhelatan turnamen bulu tangkis beregu yang lain menanti skuad Indonesia, seperti Thomas Cup dan Uber Cup 2020.

Thomas Cup sendiri merupakan turnamen beregu putra yang akan mempertandingkan tiga nomor tunggal dan dua nomor ganda. Di atas kertas, Indonesia memang memiliki komposisi skuad yang cukup kuat. Indonesia memiliki pemain tunggal putra dan ganda putra yang memasuki jajaran peringkat 10 besar dunia. Digelar pada tanggal 9-17 Oktober 2021 di Aarhus, Denmark, PBSI telah mengumumkan skuad Indonesia pada hari Senin, (20/09/2021) kemarin.

Nah, ini dia Daftar 12 atlet skuad bulu tangkis yang siap bertanding di Thomas Cup 2020.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Anthony Sinisuka Ginting saat berlaga di Asian Games Jakarta-Palembang 2018. (bwfbadminton.com) Prestasi terakhir pria kelahiran Cimahi ini adalah raihan medali perunggu di di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu Olimpiade Tokyo 2020. Atlet yang akan berumur 25 tahun ini akan turun pada nomor tunggal putra. Kini, ia menduduki peringkat ke-5 BWF. Hal ini menunjukan bahwa ia akan menjadi tumpuan awal Indonesia dalam turnamen bergengsi ini nantinya.

Performa Anthony Sinisuka Ginting cukup menjanjikan untuk mendulang poin-poin Indonesia. Jonatan Christie di Podium tunggal putra Asian Games Jakarta-Palembang 2018. (bwfbadminton.com) Tunggal putra peringkat ke-2 yang Indonesia miliki selanjutnya adalah Jonatan Christie. Meskipun masih terbilang muda, ia sudah berhasil menduduki peringkat ke-7 BWF. Bahkan, pada tahun 2019 lalu ia berhasil menduduki peringkat ke-4 BWF.

Jojo, sapaan akrabnya, pernah menjuarai Sea Games 2017, medali emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018, dan Australia Open 2019.

Jonatan Christie, Irwansyah (Asisten Pelatih Tunggal Putra), Anthony Sinisuka Ginting, dan Shesar Hiren Rhustavito, saat menjalani sesi latihan di Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, China. (badmintonindonesia.org) Shesar Hiren Rhustavito saat ini berada di peringkat ke-19 ranking BWF. Vito kini menjadi tunggal putra peringkat ke-3 di Indonesia. Selain berprestasi, secara teknik permainan, Vito sangat menjanjikan. Ia memiliki teknik yang sangat mumpuni untuk menjadi pemain top dunia. Bahkan, Vito pernah mengalahkan sang legenda tunggal putra bulu tangkis China, yaitu Lin Dan di Thailand Open 2019.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • PR Besar Timnas U-23: Mencari Pengganti Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu Arhan • Persija Akan Bangun Training Centre di Sawangan • Menilik Performa Ducati di Sirkuit Jerez sejak Berlaga di MotoGP Saat masih junior, ia berhasil meraih medali perak untuk ajang kejuaraan dunia junior di nomor tunggal putra.

Terakhir, Chico berhasil meraih medali perak di ajang BWF World Tour Spain Master 2021. Baca Juga: Aturan Baru Thomas dan Uber Cup 2020: Satu Negara Bawa 12 Pemain Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) di podium ganda putra Japan Open 2018. (bwfbadminton.com) Marcus akan turun di nomor di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu putra bersama duet sejatinya, Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Mereka adalah ganda putra terbaik Indonesia yang mendominasi dunia. Meskipun kalah di ajang Olimpiade Tokyo 2020 cukup menganggetkan, tak bisa dipungkiri bahwa the minions masih memiliki kemampuan yang mumpuni.

Ganda putra Ahsan/Hendra dan Marcus/Kevin di podium kejuaraan China Open 2019. (badmintonindonesia.org) Meskipun boleh dibilang pasangan ini tak lagi muda, performa keduanya masih sangat bisa diandalkan sebagai tumpuan di nomor ganda putra. Terbukti bahwa mereka masih berhasil meraih gelar juara dan berhasil menapaki babak semi final Olimpiade Tokyo 2020. Ahsan/Hendra masih menjadi ganda putra nomor ke-2 di Indonesia sekaligus di peringkat BWF. Fajar Alfian di Konferensi Pers Indonesia Open 2019.

(badmintonindonesia.org) Ganda putra unggulan ke-3 Indonesia adalah Fajar Alfian yang berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto. Kini, Fajar/Rian juga menduduki peringkat ke-7 dunia. Segudang prestasi mereka sudah tidak diragukan lagi, seperti medali perak Asian Games 2018 di nomor ganda putra dan beberapa kali menjadi juara BWF World Turnamen Korea Open 2019, serta MD Swiss Open 2019.

Leo/Daniel di podium Badminton Asia Junior Championships (AJC) 2019. (badmintonindonesia.org) Daniel Marthin merupakan pemain bulu tangkis ganda putra yang berpasangan dengan Leo Rolly Cornando. Talenta Leo/Daniel pun mencuri perhatian BWF sehingga mereka dinobatkan sebagai salah satu pasangan yang memiliki prospek menjanjikan ke depannya. Leo/Daniel sering membuat kejutan di turnamen BWF, di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu di Thailand Master saat mereka berhasil mengalahkan senior mereka, Fajar/Rian.

Kini Leo/Daniel menduduki peringkat ke-38 dunia. Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu, kita lihat kejutan lain yang akan mereka tunjukan di ajang Thomas Cup edisi kali ini!

Nah, itu dia daftar dan profil singkat 12 atlet skuad bulu tangkis yang akan bertanding di Thomas Cup 2020. Badminton lovers, jangan lupa satukan doa dan dukungan untuk Indonesia, ya! Baca Juga: Tim Indonesia di Thomas dan Uber Cup Penuh Pemain Muda Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Sebut Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya isports.id – Cabang olahraga bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang populer dan bahkan seringkali mendulang prestasi bagi Indonesia di kancah internasional.

Hampir semua atlet Indonesia di semua nomor dapat berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah bulutangkis internasional. Prestasi para atlet Indonesia didapat mulai dari kejuaraan nasional, asia, world tour, hingga Olimpiade, selalu saja ada atlet Indonesia yang sanggup menuai prestasi sekaligus berhasil membuat nama Indonesia terkenal di mata dunia.

Akhir-akhir ini, dunia per-bulutangkisan Indonesia kembali bersinar baik di nomor ganda putra, ganda campuran, serta tak ketinggalan di nomor tunggal putra yang sempat “mati suri” sepeninggal seorang Taufik Hidayat.

Terakhir para atlet tunggal putra Indonesia mulai meraih prestasi membanggakan dengan memenangi gelar di berbagai kejuaraan. Yang pertama ada atlet yang sedang fenomenal saat ini lewat aksinya siapa lagi kalo bukan Jonatan Christie alias “Jojo” yang sukses meraih medali emas di ajang Asian Games 2018 Agustus lalu. Jojo yang pada awalnya tidak diunggulkan ternyata sukses menggondol medali emas dengan mengalahkan pebulutangkis unggulan asal Taiwan, Chou Tien Chen di babak final. Tak ketinggalan selain Jojo, Anthony Sinisuka Ginting juga sukses meraih prestasi dengan merebut medali perunggu di ajang Asian Games 2018.

Selain medali perunggu, Ginting juga menampilkan performa luar biasa kala sukses menjadi juara di ajang bergengsi BWF World Tour China Open 2018. Sebelum meraih gelar juara, Ginting sukses mengalahkan lawan-lawan yang notabene memiliki prestasi gemilang di kancah bulutangkis internasional seperti Lin Dan, Chen Long, Viktor Axelsen hingga Kento Momota. Di babak final, Ginting sukses menundukkan unggulan asal Jepang, Kento Momota.

Selain Jojo dan Ginting, satu lagi atlet tunggal putra Indonesia yaitu Ihsan Maulana Mustofa juga berhasil meraih prestasi dengan menjadi juara di ajang Bangka Belitung Indonesia Masters 2018. Dengan sederet prestasi dari para atlet muda Indonesia tersebut, seperti membangkitkan kembali gairah dan prestasi Indonesia di cabang olahraga bulutangkis terutama di nomor tunggal putra. Jika ditarik lagi beberap tahun ke belakang misal di era 1990’an hingga awal tahun 2000 Indonesia juga memiliki para pebulutangkis handal yang juga berulang kali meraih prestasi hingga membuat harum nama Indonesia di dunia internasional.

Siapa saja mereka? berikut ini 4 atlet bulutangkis tunggal putra terbaik Indonesia pada era 90’an. 1. Alan Budikusuma Alan Budikusuma Alan Budikusuma merupakan salah satu pebulutangkis tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Bagaimana tidak, ia telah mempersembahkan banyak gelar juara di kancah bulutangkis internasional. Prestasi tertinggi yang pernah ia capai adalah meraih medali emas di ajang Olimpiade Barcelona tahun 1992.

Selain medali emas Olimpiade 1992, pria yang lahir di Surabaya, 29 Maret 1968 ini juga sukses meraih berbagai gelar juara di ajang yang lain. Berikut adalah deretan prestasi yang pernah diraih oleh Alan Budikusuma. • Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992 • Malaysia Open 1995 • Indonesia Open 1993 • Invitasi Piala Dunia 1993 • German Open 1992 • China Open 1991 • Thailand Open 1989 dan 1991 • Dutch Open 1989 Kini usai pensiun, pria yang juga merupakan suami dari salah satu legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti ini telah memiliki brand peralatan bulutangkis terkenal yang ia beri nama Astec.

Baca Juga: Pebulutangkis Indonesia yang Memutuskan Menjadi WNA 2. Hariyanto Arbi Hariyanto Arbi Hariyanto Arbi merupakan pria kelahiran Kudus, 21 Januari 1972 yang juga merupakan atlet jebolan PB Djarum yang aktif bermain di era 1990’an. Hariyanto Arbi memiliki julukan “Smash 100 watt” dikarenakan pukulan smash nya yang begitu kencang. Julukan tersebut ia dapat ketika pertandingan final Piala Thomas 1994 setelah ia berhasil mengalahkan atlet Malaysia, Rashid Sidek.

Berikut beberapa prestasi yang berhasil diperoleh Hariyanto Arbi. • Hongkong Open 1994 dan 1995 • All England 1993 dan 1994 • Japan Open 1993 dan 1995 • Chinese Taipei Masters 1993 dan 1994 • Juara beregu dan perorangan Asian Games 1994 • Kejuaraan Dunia 1995 • Piala Thomas 1994, 1996, 1998, 2000 Setelah pensiun sama seperti Alan Budikusuma, Hariyanto Arbi juga memiliki brand bulutangkis nasional yang ia beri nama Flypower.

3. Ardy B. Wiranata Ardy B. Wiranata Ardy Bernardus Wiranata merupakan juga salah satu atlet bulutangkis tunggal putra terbaik Indonesia yang telah banyak mengukir prestasi di kancah internasional. Prestasi tertinggi nya ialah 6 gelar juara di ajang Indonesia Open dan juga ketika berhasil mencapai partai final Olimpiade Barcelona 1992 namun ia dikalahkan oleh rekan senegara-nya yaitu Alan Budikusuma dan hanya berhasil meraih medali perak.

Berikut ini adalah beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh pria kelahiran 10 Februari 1970 ini. • Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992 • Medali Perak Kejuaraan Dunia 1989 • All England 1991 • SEA Games 1991 • Final Grand Prix 1994 • Indonesia Open 1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997 • Japan Open 1991, 1992, dan 1994 • China Open 1989 • Malaysia Open 1993 • Korea Open 1994 • Singapore Open 1994 • Chinese Taipei Open 1992 • U.S Open 2000 • Piala Thomas 1994 dan 1996 4.

Taufik Hidayat Taufik Hidayat Taufik Hidayat bisa dibilang adalah salah satu atlet bulutangkis paling berprestasi dan populer di Indonesia. Siapa tidak mengenal seorang Taufik Hidayat, atlet kelahiran Bandung, 10 Agustus 1981 ini telah banyak mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia.

Prestasi tertinggi nya ialah meraih medali emas Asian Games berturut-turut di tahun 2002 dan 2006, serta medali emas Olimpiade Athena 2004. Berikut ini adalah beberapa prestasi yang berhasil diukir suami dari Ami Gumelar ini. • Brunnei Open 1998 • Indonesia Open 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006 • SEA Games 1999 dan 2007 • Malaysia Open 2000 • Singapore Open 2001 dan 2005 • Medali Emas Asian Games 2002 dan 2006 • Medali Emas Olimpiade Athena 2004 • Kejuaraan Dunia 2005 • Macau Open 2008 • U.S Open 2009 • India Open 2009 • Canada Open 2010 • French Open 2010 Usai pensiun, Taufik Hidayat kini membuka sebuah gelanggang olahraga Bulutangkis yang cukup besar di Jakarta atas namanya sendiri yang ia beri nama Taufik Hidayat Arena.

Sumber: Berbagai sumber
perhatikan faktor berikut! 1) keturunan 2) pembawaan 3) faktor luar 4) faktor lingkungan. Pertumbuhan jasmani dan kecerdasan seseorang dipengaruhi o … leh beberapa faktor atau keadaan adalah.a.

(1),(2),dan(3) c. (2), (3) dan(4) b. (1),(2) dan(4) d. (1),(2),(3) dan (4)mohon dibantu ya, dan jgn ngasal​
Richard Sambera merupakan atlet renang Indonesia kelahiran Jakarta 19 Desember 1971. Karir atlet nya dimulai dari tahun 1980an sampai tahun 2000an. Prestasi yang pernah ia capai antara lain memperoleh medali di berbagai kejuaraan Renang tingkat Asia dan Dunia. Setelah pensiun dari atlet, Richar Sambera kini menjadi pembawa acara siaran olahraga di televisi.

Selain berprestasi sebagai atlet Indonesia, Richard juga memiliki otak yang mumpuni, terbukti dengan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan dan mendapat gelar bachelor of science di Political Science and Economy Arizona State University, Amerika Serikat. Ketika kuliah di Amerika, Richard menjadi pelatih tim renang putra di Arizona State University.

Perkenalan Richard dengan media pertama kali terjadi ketika ia bergabung dengan koran Arizona Republic. Sejak tahun 2003, Richard resmi bergabung menjadi pembawa berita dalam acara Metro Sports. 9. Lim Swie King http://uniqpost.com/ Swie King merupakan atlet bulu tangkis indonesia kelahiran Kudus 28 Februari 1956. Swiek King dulu menjadi buah bibir karena kemampuannya menantang Rudy hartono di final All England tahun 1976 ketika berusia 20 tahun. Setelah itu Swie King menjadi penerus kejayaan Rudy pada kejuaraan bulu tangkis dunia paling bergengsi saat itu.

Swieking berhasil menyabet gelar juara sebanyak 3 kali dan 4 kali menjadi finalis. Bila perolehannya ditambah dengan turnamen “grand prix” lainnya, total kemenangan Swie King menjadi puluhan kali. Swie King juga menyumbang medali emas pada perlombaan Asian Games di Bangkok tahun 1978, ia juga pernah 6 kali membela Indonesia dalam kejuaraan Piala Thomas dan berhasil mengantar Indonesia menjadi juara sebanyak 3 kali. Atas dorongan dari orang tuanya, sejak kecil Swie King sudah menekuni olahraga bulu tangkis sampai akhirnya ia berhasil masuk ke dalam klub PB Djarum yang telah banyak melahirkan para atlet bulu tangkis nasional.

Pada tahun 1973 Swie King berhasil memenangkan Pekan Olahraga Nasional, saat itu usianya masih 17 tahun. Sejak itu Swie king direkrut untuk masuk pelatnas yang bertempat di Hall C Senayan.

Setelah berkarir selama 15 tahun, Swie King mengundurkan diri dari karirnya sebagai atlet bulu tangkis Indonesia pada tahun 1988. Ketika masih aktif sebagai pemain, atlet bulu tangkis ini terkenal dengan smash andalannya yang bernama jumping smash. Keahlian inilah yang membuatnya dijuluki sebagai King Smash. Sebenarnya Liem Swie King bermarga Oei. Pergantian marga ini lumrah terjadi ketika zaman Hindia Belanda dahulu, pada saat itu seorang anak di bawah umur yang ingin memasuki wilayah Hindia Belanda harus didampingi oleh orang tua.

Jika anak tersebut tidak ada orang tua yang menyertainya, maka akan dititipkan ke ‘orang tua’ yang lain, orang tua lain ini bisa bermarga sama atau berbeda dengan marga aslinya. 8. Lisa Rumbewas http://www.gilasport.com/ Dara cantik pemilik nama lengkap Raema Lisa Rumbewas lahir di Jayapura, 10 September 1980 adalah seorang atlet putri angkat besi asal Indonesia. Raema lahir dari keluarga atlet, ayahnya Levi Rumbewas pernah menjadi atlet binaraga terbaik di Indonesia.

Sedangkan sang ibu, Ida Korwa juga seorang pengangkat besi. Keluarga Rumbewas bisa dibilang perintis angkat besi pertama di Papua. Lisa, begitu panggilan akrabnya, berhasil mendapatkan medali perak pada Olimpiade Athena 2004 dalam kategori angkat besi putri untuk kelas 53 kg, Grup A.

Selain itu, atlet Indonesia ini juga berhasil meraih medali serupa pada saat SEA Games XXI. Lisa kembali tampil di nomor 53 kg pada Olimpiade Beijing tahun 2008, namun kali ini ia harus puas hanya menempati posisi keempat.

Total beban yang berhasil Lisa angkat pada Olimpiade Beijing adalah 206 kg. 7. Bambang Pamungkas http://tabloidbola.net/ Bambang Pamungkas merupakan atlet sepak bola Indonesia yang lahir di Salatiga pada tanggal 10 Juni 1980. Ia pernah mewakili Indonesia sebagai anggota timnas dan biasa perposisi sebagai penyerang. Meskipun tinggi tubuhnya hanya 171 cm, Bambang memiliki lompatan tinggi dan tandukan yang akurat. Ia juga mengagumi rekan satu timnya dalam tim nasional yaitu Kurniawan Dwi Yulianto.

Ketika ia maish bermain dalam tim remaja regional Jawa Tengah, Bambang pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketika membela skuad indonesia pada Piala Asia U-19 Grup V dengan perolehan 7 gol. Penampilan perdana Bambang bersama timnas senior adalah ketika 2 Juli 1999 silam dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania.

Bambang yang ketika itu masih berumur 18 tahun berhasil mencetak gol dalam pertandingan yang berakhir seri. Bambang berhasil mencetak 2 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang ia wakili Persija Jakarta gagal masuk ke babak akhir. Saat musim pertandingan tersebut berakhir, Bambang memutuskan untuk bergabung dengan tim divisi 3 Belanda, EHC Norad.

Namun karena ada masalah keluarga dan ketidak cocokan dalam menyesuaikan diri dengan iklim Eropa, beberapa bulan setelah itu EHC Norad mengembalikan Bambang kembali ke Persija sebelum kedua belah pihak mengakhiri atas persetujuan bersama. Untungnya kejadian itu malah menambah semangat juang Bambang, terbukti setahun kemudian ia sukses menjadi top scorer dari belakang dengan total 8 gol.

Perolehan ini sekaligus membantu Indonesia menjadi juara dua dalam Piala Tiger 2002. Penampilan terakhirnya untuk Indonesia adalah ketika kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka. Dalam pertandingan yang terjadi pada bulan September 2004 ini Bambang sukses mencetak 18 gol dalam 35 kali tampil. Namun karena kakinya cedera, prestasi Bambang menurun. Ini menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia tahun 2004.

Ketika rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang dikontrak oleh Selangor FC. Disini Bambang kembali menunjukan prestasinya, Hingga Juli 2005, atlet sepak bola asal Indonesia ini tercatat mencetak gol terbanyak untuknya timnya dengan 22 gol. Pada musim 2007, Bambang kembali ke tanah air dan kembali memperkuat klub lamanya yaitu Persija Jakarta dalam Liga Indonesia.

Pada tanggal 10 Juli 2007 ketika pertandingan Indonesia – Bahrain, ia berhasil mencetak gol dan memastikan kemenangan untuk Indonesia. Saat ini Bambang Pamungkas bermain untuk Persija Jakarta di Divisi Utama Liga Indonesia. 6. Yayuk Basuki juara.net Yayuk Basuki merupakan atlet tenis Indonesia yang lahir pada tanggal 30 November 1970 di Yogyakarta. Pemilik nama lengkap Sri Rahayu Basuki ini merupakan atlet tenis Indonesia yang paling terkenal pada era tahun 1990-an.

Yayuk Basuki memulai karir profesionalnya pada tahun 1990. Pada tahun berikutnya, ia berhasil menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen profesional. Atlet Indonesia ini berhasil mencapai babak perempat final dalam turnamen Grand Slam Wimbledon pada tahun 1997.

Ia pensiun dari karir profesionalnya sebagai Atlet tenis Indonesia pada tahun 2004. Peringkat tertinggi yang pernah ia raih adalah posisi ke-19 untuk tunggal dan ke-9 untuk ganda. Total penghasilan yang pernah ia peroleh sepanjang karirnya adalah $1.645.049. Sepanjang karirnya, Yayuk Basuki berhasil memperoleh 6 gelar tunggal tur WTA dan 9 gelar dari ganda. 5. Alan Budikusuma ytimg.com Alan Budikusuma Wiratama alias Goei Ren Fang merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang lahir pada tanggal 29 Maret 1968 di Surabaya.

Alan adalah atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil medali emas pada Olimpiade Barcelona tahun 1992 dalam nomor tunggal putra. Ia pensiun dari karirnya sebagai pebulu tangkis setelah Olimpiade Atlanta 1996.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Alan menikah dengan Susi Susanti, seorang atlet bulu tangkis Indonesia yang juga memenangkan medali emas pada Olimpiade Barcelona. 4. Rudi Hartono kompas.com Rudy Hartono Kurniawan alias Nio Hap Liang merupakan atlet bulu tangkis Indonesia yang lahir pada tanggal 18 Agustus 1949 di Surabaya. Rudy adalah seorang atlet bulu tangkis Indonesia yang pernah memenangkan kejuaraan dunia pada tahun 1980 dan kejuaraan All England selama 8 kali7 diantaranya diraih secara berurutan pada periode tahun 1960an sampai 1970an.

3. Chris John http://www.suaraglobal.com/ Yohannes Christian John merupakan atlet tinju Indonesia yang lahir pada tanggal 14 September 1979. Pria yang lebih akrab dikenal dengan nama Chris John ini tercatat sebagai petinju ketiga dari Indonesia yang berhasil menjadi juara dunia setelah Nico Thomas dan Ellyas Pical.

2. Taufik Hidayat vivanews.com Taufik Hidayat adalah atlet bulu tangkis Indonesia yang lahir pada tanggal 10 Agustus 1981 di Bandung, Jawa barat. Ia merupakan atlet bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm. Putra dari pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini berhasil meraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu dengan mengalahkan Seung Mo Shon asal Korea Selatan di babak Final.

Pada 21 Agustus 2005, Atlet Indonesia ini berhasil menjadi juara dunia setelah mengalahkan pemain peringkat 1 dunia sebelumnya, Lin Dan di babak final. Pencapaian ini membuatnya menjadi pemain tunggal putra pertama yang mendapat gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang bersamaan. Selain 2 gelar di atas, ia juga berhasil mendapat gelar juara tunggal putra pada Asian Games tahun 2002 dan 2006.

Atlet Indonesia ini juga tampil pada Olimpiade Beijing tahun 2008 namun kalah pada pertandingan pertama melawak Wong Choong Hann di babak kedua. Atlet Indonesia ini juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka pada 1999, 2000, 2002, 2003, 2004 dan 2006. Pengalaman bermainnya antara lain pada Piala Thomas tahun 200, 2002, 2004, 2006 dan 2008.

Ia juga pernah ikut serta dalam Piala Sudirman tahun 1999, 2001, 2003 dan 2005. 1. Susi Susanti juara.net Susi Susanti merupakan atlet bulu tangkis yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 11 Februari 1971.

Wanita bernama lengkap Lucia Francisca Susi Susanti ini menikah dengan Alan Budikusuma yang juga meraih medali emas bersamanya pada Olimpiade Barcelona tahun 1992. Selain itu ia juga pernah meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta tahun 1996. Atas prestasinya, International Badminton Federation memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Selain Susi Susanti, atlet bulu tangkis Indonesia lainnya yang berhasil mendapat penghargaan Hall Of Fame adalah Dick Sudirman, Rudy hartono, Liem Swie King dan Christian Hadinata.

Untuk membanggakan tanah air Indonesia, Anda tidak harus berkimprah sebagai atlet. Cukup jalani pekerjaan Anda dengan semaksimal mungkin, bukan tidak mungkin apa yang Anda kerjakan sekarang akan menjadi sesuatu yang besar nantinya.Daftar isi • 1.

Hendra Setiawan • 2. Liem Swie King • 3. Taufik Hidayat • 4. Maria Kristin • 5. Vita Marisa • 6. Marcus Fernaldi Gideon • 7. Kevin Sanjaya Bulu tangkis adalah cabang olahraga andalan Indonesia sejak dahulu kala.

Banyak sekali atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasl mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Berikut adalah beberapa pemain bulut tangkis yang berpestasi. 1. Hendra Setiawan Pria kelahiran asal Pemalang 25 Agustus 1984 ini merupakan pemain bulu tangkis Indonesia di sektor ganda putra.

Keahliannya sudah diakui seluruh dunia. Bahkan diusianya kini yang menginjak angka 36 tahun Hendra masih setia membawa pulang medali dari turnamen internasionalnya. Hendra pertama kali bergabung dengan PBSI langsung berpasangan dengan Markis Kido dan berhasil meraih medali pertamanya yaitu medali perak di BWF Championship 2005. Tahun-tahun berikutnya Hendra bersama dengan Kido terus mencetak prestasi di antaranya Kejuaraan Dunia 2007, medali emas pada Olimpiade Beijing 2008, serta berhasil berada di peringkat teratas BWF periode September 2007.

Mengalami pasang surut prestasi hingga akhirnya Kido memutuskan untuk gantung raket, Hendra kemudian dipasangkan dengan Moh. Ahsan. Seperti mengulang kembali masa kejayaannya bersama denga Kido, Hendra dan Ahsan pun berhasil membawa pulang sederet prestasi. Prestasi mereka diantaranya kejuaraan dunia pada tahun 2013, 2015, dan 2019, gelar All England pada tahun 2014 dan 2019,medali emas pada BWF tour series. Atas prestasi-prestasinya ini Hendra dan Ahsan kini menjadi pemain gandra putra terbail kedua di dunia.

2. Liem Swie King Liem Swie King adalah pemain tunggal putra kebanggaan Indonesia yang lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 28 Fenruari 1956. Liem Swie King sukses menyabet puluhan gelar dengan jumping smash nya yang ciamik hingga ia dijuluki sebagai “king smash”. Ia sudah menekuni dunia bulu tangkis sejak usia anak-anak atas dorongan kedua orang tuanya. Setelah ia bergabung dengan PB Djarum ia menjuarai berbagai ajang perlombaan tingkat nasional diantaranya dalah Juara I Yunior se Jawa Tengah, Juara Pekan Olahraga Nasional.

Pelatnas pun tertarik dengan kemampuan King dan langsung merekrutnya. King berhasil menjuarai All England tahun 1978, 1979, dan 1981, Juara II All England pada tahun 1976 dan 1977, Asian Games Bangkok tahun 1978, Piala Thomas Cup tahun 1976, 1978, 1984.

Pada tahun 1988 King memutuskan untuk gantung raket dan meneruskan bisnis mertuanya. 3. Taufik Hidayat Pemain tunggal putra terbaik Indonesia ini lahir 10 Agustus 1981.

Taufik terkenal dengan berbagai jurusnya dalam memukul kok dan juga kecepatan smash. Taufik adalah pemegang smash backhand tercepat di dunia kecepatannya mencapai 206 km/jam.

Ia meluncurkan smash tercepatnya di kejuaran dunia ke II di Madrid tahun 2006 dengan kecepatan 305 km/jam.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Selain pukulan smash yang cepat Taufik memiliki teknik dasar yang tidak dapat ditiru oleh pemain bulu tangkis lainnya sekalipu oleh pemain professional. Dengan keterampilannya Taufik berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional Sederet prestasinya antara lain Olimpiade Athena tahun 2004, Kejuaraan Dunia IBF tahun 2005, Indonesia Open sebanyak enam kali (1999, 2000, 2002, 2003, 2004 dan 2006), juara Piala Thomas (2000, 2002, 2004 dan 2006) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003 dan 2005) juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006).

Taufik mengumumkan dirinya mundur dari pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009 dan menjadi pemain professional. Taufik bekerja sama dengan Yonex dalam pengadaan alat-alat olahraga dan membangun gedung olahraga yang diberi nama Taufik Hidayat Arena (THA) di tahun 2012.

Pada tahun 2013 Taufik resmi pensiun dari dunia bulu tangkis profesionalnya. Dengan segudang prestasi dan kemampuannya yang unik ia berhasil bergabung dengan The Legend Vision bersama dengan Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Peter Gade.

4. Maria Kristin Pemain tunggal putri ini lahir di Tuban 25 Juni 1985. Atas dorongan ayahnya, Ria aktif dalam dunia bulu tangkis nasional sejak tahun 2004. Ria berhasil menjuarai Porseni di Tuban yang membuatnya dilirik oleh PBSI. Namanya mulai diperhitungkan sejak Ria menjuarai sektor tunggal putri di SEA Games tahun 2007.

Ria juga berhasil membawa regu putri menjadi juara SEA Games pada tahun yang sama. Prestasi Ria berlanjut di Piala Thomas dan Uber, Ria berhasil menjadi Runner Up setelah Indonesia bertahun-tahun gagal. Kesuksesannya berlanjut hingga di Olimpiade Beijing 2008. Ria berhasil meruntuhkan pertahanan China dan naik ke podium tertinggi.

Sepanjang perjalan turnamennya Ria kerap kali harus melewati rubber game hingga ia mendapat julukan ‘queen of rubber game”. Namun setelah Olimpiade Beijing Ria tidak dapat meneruskan prestasinya karena mengalami cidera berkepanjangan. Sekarang Ria adalah pelatih bagi calon-calon pemain bulu tangkis di klubnya dulu yaitu PB Djarum. 5. Vita Marisa Vita Marissa merupakan pebulu tangkis baik di sektor ganda putri maupun di ganda campuran. Vita lahir di Jakarta pada 4 Januari 1981 dan merupakan atlet asuhan PB Djarum.

Meski belum pernah menjajaki olimpiade namun Vita berhasil menyabet sederet prestasi di kancah internasional. Vita sempat mengalami ganti pasangan beberapa kali. Vita pernah di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu bersama dengan Nova Widianto dan berhasil membawa pulang medali emas SEA Games 2001, Asia Championship 2003, Japan Open Grand Prix 2004, dan Runner Up SCH Thailand Open 2011. Bersama dengan Flandy Limpele, Vita mendapatkan gelar, Dutch Open Grand Prix 2006, Japan Open Grand Prix 2006, SEA Games 2007, French Open 2007, Singapore Open 2007, Chainese Taipei Open Grand Prix Gold 2007, Asia Championship 2008, India Open Grand Prix Gold 2009.

Vita pernah dipasangkan dengan Muhammad Rijal dan berhasil mempersembahkan title Japan Open 2008, U.S. Open Grand Prix Gold 2014. Vita dan Tony Gunawan berhasil membawa pulang piala U.S. Open Grand Di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu Gold 2012 Bersama dengan Hendra Aprida Gunawan Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2010. Sedangkan bersama denga Praveen Jordan, Vita berhasil naik podium di Indonesia Open Grand Prix Gold 2013, New Zealand Open Grand Prix 2013, dan Malaysia Open Grand Prix Gold 2013.

Sedangkan di nomor ganda putri, Vita dipasangkan dengan Nadya Melati dan berhasil menyabet gelar Runner Up di Yonex Sunrise India Open 2009, Juara di Astec Ultra Milk Open Indonesia International Challenge 2009, Runner Up Indonesia Open Superseries Premier 2011. Kemudian Vita bersama denga Lilyana Natsir berhasil menjuarai China Master Super Series 2007 SEA Games 2007 dan Indonesia Open 2008. Bersama dengan Greysia Poli berhasil naik podium ke dua di Malyasia Open 2007. Dan bersama dengan Aprilsasi Putri Lejarsar Variella berhasil menjadi juara di Yonex Australia Badminton Open Grand Prix Gold Selain itu di sektor ganda putri vita pernah dipasangkan juga denga Mona Santoso dan Atlet asal Thailand Saralee Thoungthongkam.

6. Marcus Fernaldi Gideon Saat ini Marcus Fernaldi Gideon adalah pemain ganda putra terbaik di dunia. Bersama dengan pasangannya yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo berada di ranking 1 BWF. Namun sebelum dipasangkan dengan Kevin, Markus pernah hengkang dari Pelatnas Cipayung karena merasa kecewa dengan PBSI yang batal memberangkatkannya ke All England 2013. Setelah itu Marcus tetap mencari peluang dengan berpasangan dengan Markis Kido di luar Pelatnas dan berhasil membawa pulang piala French Open 2013 dan Indonesia Master 2014.

Melihat prestasi ini PBSI membawa kembali Markus ke pelatnas. Markus pun langsung berpasangan dengan Kevin pada awal 2015. Tanpa menunggu lama pasangan yang dijuluki “the minions” ini berhasil meraih runner up di Chinese Taipei Open 2015. Di tahun berikutnya yaitu 2016 The minions kembali mempersembahkan piala untuk Indonesia di antaranya adalah Malaysia Master, India Open, Australia Open, China Open, dan All England.

Pada tahun 2017 Marcus dan Kevin berhasil menduduki peringkat satu dunia. Di tahun ini Marcus dan Kevin kembali memborong medali diantaranya adalah All England, India OpenMalaysia Open Jepang Open, China Open, Hong Kong Open dan World Superseries Finals. Tak puas di tahun 2017 tahun berikutnya Markus bersama dengan Kevin mencetak rekor dengan memenangkan serangkan tur BWF diantaranya adalah Indonesia Open 500, India Open, Hong Kong Open, Japan Open, Denmark Open, Fuzhou China Open, All England Indonesia Open 1000 dan All England.

Prestasinya tak meredup di tahun 2019, The minion berhasil membawa pulang piala Indonesai Open, French Open, Denmark Open, Malaysia Master, Indonesia Master, Japan Open, China Open. Dari delapan final di 2019 Marcus dan Kevin hanya kalah di Asia Championship.

7. Kevin Sanjaya Kevin Sanjaya mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia ketika ia dan pasanannya Markus Gideon berhasil menaklukan rekan sesama pebulu tangkis Fajar-Rian di Asian Games 2018. Kevin lahir di Banyuwangi pada 2 Agustus 1995. Ketertarikannya dalam dunia bulu tangkis sudah ada sejak Kevin kecil. Hobinya didukung sepenuhnya oleh kedua orang tuanya. Kevin berhasil lolos dan bergabung bersama PB Djarum tahun 2007 setelah gagal ditahun sebelumnya.

Pada awal Kevin bergabung dengan pelatnas dia berada di nomor tunggal putra namun karirnya kurang cemerlang. Hingga pada akhirnya pelatih memutuskan untuk memindah Kevin ke sektor ganda (putra dan campuran) Kevin tidak setuju dengan keputusan pelatihnya tersebut. Pelatih pun member solusi jika Kevin tidak berhasil membawa piala di tim ganda maka Kevin boleh kembali ke tunggal putra. Tak disangka karir Kevin di tim ganda terbilang cemerlang baik di ganda putra maupun di ganda campuran.

Di ganda putra Kevin pernah dipasangkan dengan Lukhi Apri Nugroho. Meraka berhasil meraih tropi kemenangan atas Bankaltim Indonesia Open Grand Prix Gold 2011, BWF World Junior Championship 2011, dan runner up Singapore International Series 2011.

di bawah ini yang merupakan atlet bulu tangkis indonesia yaitu

Di ganda campuran Kevin bermain bersama Masita Mahmudah dan berhasil merebut gelar Suhadinata Cup 2013, Tangkas Specs Junior International Challenge 2013, dan 100 Plus Badminton Asia Youth U19 Indivudual Championship 2013, dan runner up BWF World Juniro Championship 2013. Tahun 2014 Kevin berada di sektor ganda yaitu putra dan campuran. Di ganda putra kala itu dia dipasangkan dengan Selvanus Geh.

Mereka berhasil membawa pulang medali Vietnam Internasional, Bulgarian Internasional. Sedangkan di ganda campuran ia berpasangan dengan Greysia Polii namun tidak berhasil memenangkan turnamen apapun. Tahun 2015 setelah Marcus kembali ke pelatnas Kevin dan Marcus pun dipasangkan. Dua pria bertubuh mungil ini sukses menyabet sederet prestasi di kancah internasional.

WAWANCARA #2




2022 www.videocon.com