Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Sikap Kerja? Mungkin anda pernah mendengar kata Sikap Kerja? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, faktor, macam, sikap dan aspek. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Sikap kerja sebagai tindakan yang akan diambil karyawan dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan.

Sikap kerja dapat dijadikan indikator dalam sebuah pekerjaan dapat berjalan lancar atau tidak, masalah antar karyawan ataupun atasan dapat mengakibatkan terabaikannya sikap kerja. Sikap kerja sebagai kecenderungan pikiran dan perasaan puas atau tidak puas terhadap pekerjaannya. Indikator karyawan yang merasa puas pada pekerjaannya akan bekerja keras, jujur, tidak malas dan ikut memajukan perusahaan.

Sebaliknya karyawan yang tidak puas pada pekerjaannya akan bekerja seenaknya, mau bekerja kalau ada pengawasan, tidak jujur, yang akhirnya dapat merugikan perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa sikap kerja merupakan pikiran dan perasaan puas atau tidak puas, suka atau tidak suka terhadap pekerjaannya dengan kecenderungan respon positif atau negatif untuk memperoleh hal yang diinginkannya dalam pekerjaannya. Sikap kerja ini menunjukan respon-respon setiap orang berupa emosional terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan, tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan, dan rasa percaya diri ketika bekerja.

Tingkah laku tersebut yang mencerminkan sikap kerja yang dimiliki seseorang ketika bekerja. Sikap kerja yang berupa afektif berasal dari cerminan diri sendiri untuk menanggapi hal yang dialaminya, apabila seseorang merasa terpancing emosionalnya ketika bekerja dia akan merespon pekerjaan tersebut dengan positif atau negatif. Sebagai contoh, seseorang dengan sikap kerja positif tidak akan mempermasalahkan fasilitas tempat kerja ketika orang tersebut sudah nyaman dengan pekerjaan yang ia kerjakan.

Sebaliknya, apabila soseorang memiliki sikap kerja negatif tidak akan nyaman walaupun dengan fasilitas tempat kerja yang terjamin. Faktor yang Mempengaruhi Sikap Kerja Blum and Nylon (2008) menyatakan beberapa faktor yang mempengaruhi sikap kerja antara lain: • Kondisi kerja, meliputi lingkungan fisik maupun sosial berpengaruh terhadap kenyamanan dalam bekerja. • Pengawasan atasan, pengawasan dan perhatian yang baik dari atasan dapat mempengaruhi sikap dan semangat kerja.

• Kerja sama dari teman sekerja, adanya kerja sama dari teman sekerja juga berpengaruh dengan kualitas dan prestasi dalam menyelesaikan pekerjaan. • Kesempatan untuk maju, jaminan terhadap karir dan hari tua dapat dijadikan salah satu motivasi dalam sikap kerja.

• Keamanan, rasa aman dan lingkungan yang terjaga akan menjamin dan menambah ketenangan dalam bekerja. • Fasilitas kerja, fasilitas kerja yang memadai berpengaruh terhadap terciptanya sikap kerja yang positif. • Imbalan, rasa senang terhadap imbalan yang diberikan baik berupa gaji pokok maupun tunjangan mempengaruhi sikap dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Sikap kerja seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor ekstrnal dari orang yang bersangkutan. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri, meliputi emosional, psikologis terhadap pekerjaan, kedekatan dengan rekan kerja, dan kenyamanan yang tercipta dari diri sendiri.

Faktor eksternal merupakan faktor dari luar atau faktor yang berasal dari lingkungan. Faktor eksternal juga sangat berperan dalam pembentukan sikap seseorang. Faktor ini meliputi kondisi pekerjaan, hubungan kerja, rasa aman, lingkungan kerja, dan fasilitas dalam bekerja.

Semakin tinggi tingkat kenyamanan seseorang ketika bekerja maka sikap kerja positif yang dihasilkan akan semakin tinggi. Baca Lainnya : Pengertian Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah Share Sebagai contoh orang yang selalu bekerja dengan semangat, hasil pekerjaan selalu memuasakan, tidak pernah mengeluh dan putus asa ketika mendapatkan kesulitan maka sikap kerja yang terlihat dari orang tersebut merupakan sikap kerja positif.

Sebaliknya, apabila orang mendapat pekerjaan mengeluh, tidak bersemangat, sering mengumpat saat bekerja, putus asa saat mendapatkan kesulitan dalam bekerja, selalu ingin segera menyelesaikan pekerjaan tanpa melihat hasilnya maka sikap kerja yang tampak dari orang tersebut merupakan sikap kerja negatif. Kedua contoh dari sikap kerja orang atau karyawan dapat memperlihatkan indikator dari sikap kerja positif dan sikap kerja negatif.

Ciri-ciri dalam sikap kerja tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui sikap kerja seseorang dengan hanya memperhatikan dalam waktu yang singkat, sehingga dapat diketahui sikap kerja yang terbentuk dari orang tersebut. Macam-Macam Sikap Kerja Di bawah ini adalah beberapa macam-macam sikap kerja antara lain sebagai berikut: • Sikap kerja yang efektif adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dengan kata lain, efektif adalah sampai tingkat apakah tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas. • Sikap kerja yang efisien adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output, antara daya usaha dan hasil usaha, atau antara pengeluaran dan pendapatan. Dengan kata lain, efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat siselesaikan dengan tepat, cepat, hemat, dan selamat.

• Cepat artinya tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu. Pekerjaannya selesai dengan tepat sebelum waktu yang ditetapkan. • Hemat artinya dengan biaya yang sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan dalam bidang pekerjaan apa pun.

• Tepat artinya kena sasaran sesuai dengan yang diinginkannya atau semua yang dicita-citakan tercapai. • Selamat artinya segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud, tanpa mengalami hambatan-hambatan, kelemahan-kelemahan, atau kemacetan-kemacetan. Orang-orang yang berhasil dalam bisnis adalah yang mau bekerja keras, tahan menderita, dan mau berjuang untuk memperbaiki nasibnya. Adapun perencanaan perilaku bekerja efektif dan efisien yaitu sebagai berikut: • Masainkubasi.

• Analisis sumber perencanaan. • Sasaran jelas, realistis, dan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah. • Sikap kerja prestatif adalah bersikap atau berperilaku kerja prestatif merupakan salah satu modal dasar untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha.

Prestatif dalam hal ini mempunyai arti bahwa seorang yang berwirausaha mempunyai sikap yang selalu berambisi ingin maju dalam segala bidang. Mengapa perilaku kerja prestatif perlu dilakukan? Berikut ini adalah 3 alasan utama yang mengharuskan untuk berperilaku kerja prestatif.

• Persaingan bebas • Perubahan yang semakin cepat • Derasnya situs informasi yang semakin luas Pada poin pertama ada hakekat dari persaingan bebas adalah persaingan yang bebas (tetap sehat) dalam segala bidang yang terdapat tiga kemungkinan yaitu menang, bertahan atau kalah. Point yang kedua adalah perubahan yang semakin cepat di dalam segala bidang terutama dalam perkembangan IPTEK, ini juga akan membuat segala informasi dapat diperoleh masyarakat luas dengan sangat cepat.

Ciri-Ciri Sikap Kerja Dibawah ini adalah Ciri-ciri sikap kerja yang baik yaitu sebagai berikut: • Kompentensi Sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang anda miliki harus memberikan dukungan pada anda untuk melakukan pekerjaan anda dengan baik. • Kehandalan Orang-orang dapat bergantung pada anda untuk datang tepat waktu, menyerahkan pekerjaan anda disaat yang seharusnya siap. Baca Lainnya : Pengertian Penetapan Harga • Kejujuran Anda harus mengatakan hal yang sebenarnya, baik didepan atasan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah bawahan.

• Integritas Anda harus dikenal karena prinsip anda yang konsisten. • Menghormati Sesama Memperlakukan semua orang sehingga mereka merasa berarti harus merupakan bagian dari pendekatan anda. • Mengembangkan diri Teruslah mengembangkan ketrampilan atau pengetahuan anda mengikuti perkembangan teknologi secara uptudate. • Berfikirlah positif Tidak seorang pun menyukai sikap pesimis. Memiliki sikap optimis dan berusaha untuk menjadi pemecah masalah bisa membuat perbedaan yang besar.

• Saling memberi dukungan Anda bisa berbagi masalah dengan rekan-rekan, berikan kesempatan pada mereka untuk menunjukan bagaimana melakukan sesuatu dengan benar, dan sekali meminjamkan telingga bila diperlukan. • Tetaplah fokus pada pekerjaan Jangan biarkan kehidupan pribadi anda berdampak pada pekerjaan anda, dan jangan habiskan waktu anda untuk memberi perhatian pada masalah-masalah pribadi.

• Dengarkanlah dengan hati-hati Orang-orang ingin didengar, sehingga anda memberi meraka kesempatan untuk menjelaskan ide-ide mereka dengan benar. Aspek-Aspek Sikap Kerja Di bawah ini adalah uraian singkat yang menggambarkan aspek-aspek dalam psikogram.

Adapun penjelasan yang lebih rinci dan utuh, dapat dicermati dalam deskripsi berikut ini: 1. Ketekunan TS Mampu mengerjakan tugas-tugas monoton dalam rentang waktu panjang, dengan kualitas yang baik. T Mampu mengerjakan tugas-tugas monoton dalam rentang waktu yang relatif panjang.

C+ Mampu mengerjakan tugas-tugas yang bersifat monoton dalam tekanan pekerjaan. C Mampu mengerjakan tugas-tugas yang bersifat monoton. C- Mampu mengerjakan tugas-tugas yang bersifat monoton selama tidak berada dalam tekanan pekerjaan. R Mampu mengerjakan tugas-tugas monoton, dalam rentang waktu yang relatif pendek.

RS Manya mampu mengerjakan tugas-tugas monoton, dalam rentang waktu pendek, dan seringkali melakukan kesalahan. 2. Kegigihan TS Mampu mengerahkan daya upaya secara efektif, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan. T Tidak mudah menyerah menghadapi permasalahan. C+ Mampu mengerahkan daya upaya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam situasi apapun. C Mampu mengerahkan daya upaya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

C- Mampu mengerahkan daya upaya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi, namun seringkali masih memerlukan dukungan lingkungan. R Mempunyai keinginan untuk maju, tetapi mudah menyerah apabila menghadapi permasalahan. RS Mudah menerima keadaan, serta kurang mempunyai keinginan untuk maju. 3. Ketelitian TS Hampir tidak pernah melakukan kesalahan dalam bekerja. T Cermat dalam bekerja, namun sesekali masih melakukan kesalahan. C+ Cukup cermat dalam bekerja, masih melakukan kesalahan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah jumlah yang wajar, tetapi tidak mudah terpengaruh tekanan pekerjaan.

C Cukup cermat dalam bekerja, namun masih melakukan kesalahan dalam jumlah yang wajar. C- Ukup cermat dalam bekerja, masih melakukan kesalahan dalam jumlah yang wajar, tetapi mudah terpengaruh tekanan pekerjaan. R Kurang cermat dalam bekerja, banyak melakukan kesalahan.

RS Ceroboh dalam bekerja, jumlah kesalahan melebihi toleransi. 4. Kecepatan Kerja TS Tempo kerja sangat menonjol, mampu menyelesaikan banyak tugas dalam waktu relatif singkat. T Mampu menyelesaikan tugas lebih cepat daripada kebanyakan orang. C+ Mampu bekerja dengan cepat pada setiap situasi. C Mampu bekerja dengan cepat. C- Mampu bekerja dengan cepat selama tidak mendapatkan tekanan dalam pekerjaan. R Mampu menyelesaikan tugas, namun memerlukan waktu yang lebih panjang. RS Lamban, kurang produktif dalam hal kuantitas kerja.

5. Motivasi Berprestasi TS Tidak puas dengan capaian saat ini, selalu berusaha untuk meningkatkan standar kinerja secara mandiri. T Merespon sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah terhadap fasilitasi perusahaan untuk meningkatkan standar kinerja.

C+ Mempunyai keinginan untuk meningkatkan standar kinerja, meskipun perusahaan telah menyatakan puas dengan kinerjanya. C Mempunyai keinginan untuk meningkatkan standar kinerja.

C- Mempunyai keinginan untuk meningkatkan standar kinerja, namun cenderung mudah puas dengan kinerjanya. R Cukup puas dengan standar kinerja yang telah dicapai. RS Kurang tergerak untuk meningkatkan standar kinerja. Baca Lainnya : Rumus Fungsi Excel 6. Sistematika Kerja TS Sangat runtut dan teratur sehingga terkesan sangat hati-hati dalam bekerja.

T Mampu bekerja secara runtut dan teratur, meskipun mengerjakan tugas yang kompleks. C+ Mampu bekerja dengan runtut dan teratur, sehingga pekerjaan menjadi lebih sederhana dan terorganisir. C Mampu bekerja dengan runtut dan teratur. C- Mampu bekerja dengan runtut dan teratur, namun seringkali masih kurang konsisten dengan cara kerja tersebut.

R Kurang runtut dan teratur dalam bekerja, namun masih dapat menyelesaikan tugas-tugas sederhana. RS Bekerja secara serampangan. 7. Daya Tahan TS Menyukai tantangan, serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang berat dan dinamis.

T Mampu menyelesaikan tugas-tugasnya, meskipun memperoleh beban kerja yang relatif berat. C+ Mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh perusahaan, terkesan cukup telaten dan gigih. C Mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh perusahaan.

C- Mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh perusahaan, namun terkesan kurang telaten dan gigih. R Mampu menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat rutinitas, tetapi kurang pruduktif dalam tugas-tugas yang lebih kompleks.

RS Mudah tertekan oleh beban pekerjaan, sehingga menjadi tidak produktif. 8. Inisiatif TS Ada kemauan yang kuat untuk mengambil peran yang berarti, sehingga bersedia untuk mengerjakan tugas-tugas yang sebenarnya belum diatur secara khusus oleh perusahaan.

T Tanggap terhadap tugas-tugas yang mendukung pekerjaan, diluar tugas-tugas pokok. C+ Mampu merespon tuntutan pekerjaan secara mandiri, serta mempunyai minat atas kegiatan-kegiatan lain yang mendukung tugas pokoknya. C Mampu merespon tuntutan pekerjaan secara mandiri. C- Mampu merespon tuntutan pekerjaan secara mandiri, namun terlihat agak pasif dan cukup puas bila telah menyelesaikan tugas pokok.

R Mempunyai kemauan untuk bekerja, namun memerlukan pengarahan yang bersifat kongkrit. RS Kurang antusias dalam bekerja, memerlukan umpan balik yang intensif. 9. Kedisiplinan TS Mampu bekerja sesuai prosedur, sekaligus merencanakan suatu sistem yang berkenaan dengan penegakkan disiplin. T Mampu bekerja sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah prosedur, sekaligus menjalankan penegakkan disiplin ketika terjadi pelanggaran disiplin.

C+ Mampu dan terlihat menyukai cara kerja prosedural. C Mampu bekerja sesuai prosedur. C- Mampu bekerja sesuai prosedur, tetapi sebenarnya lebih nyaman bekerja dengan prosedur yang tidak terlalu mengikat. R Sesekali bekerja tidak sesuai dengan prosedur. RS Kurang memperhatikan prosedur, seringkali bekerja dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan prosedur. 10. Responsifitas TS Dapat segera mengambil tindakan yang efektif untuk merespon suatu permasalahan. T Dapat segera memberikan respon pada saat yang dibutuhkan.

C+ Tanggap terhadap permasalahan, terkesan cukup cekatan. C Tanggap terhadap permasalahan. C- Tanggap terhadap permasalahan, namun terkesan agak lamban. R Dapat memberikan respon, tetapi kurang mampu mengambil tindakan yang tepat. RS Lamban dan kurang memahami permasalahan. Contoh Sikap Kerja Berikut ini terdapat beberapa contoh sikap kerja, yakni sebagai berikut: • Mampu untuk melakukan introspeksi diri Hal ini dikarenakan introspeksi diri merupakan sebuah langkah awal dari sikap untuk melakukan kegiatan kerja keras, pantang menyerah, dan ulet.

Terlebih apabila hal ini mempelajari tentang kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri anda. • Mampu untuk melakukan motivasi terhadap dirinya sendiri Hal ini dikarenakan dengan cara mampu untuk melakukan motivasi diri maka kita akan dapat tetap mampu untuk bekerja keras, pantang menyerah dan juga ulet.

• Memiliki sebuah keyakinan yang dimana bersifat positif Hal ini dikarenakan dengan memiliki sikap mental positif akan mampu untuk dapat melakukan perwujudan terhadap hal apa yang dimana akan dapat kita lakukan. • Memiliki sebuah bentuk akan fokus terhadap diri yang ada pada sebuah tujuan • Memiliki sikap untuk berani terhadap segala macam bentuk resiko yang ada Demikian Penjelasan Materi Tentang Sikap Kerja: Pengertian, Ciri, Faktor, Macam dan Aspek Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.

Sebarkan ini: • Facebook • Twit • WhatsApp Posting pada S1, S2, S3 Ditag 3 teori sikap, aspek sikap kerja, attitude di tempat kerja, bab 3 sikap dan kepuasan kerja, contoh komponen kognitif, contoh perilaku penyayang terhadap hewan, contoh setia kawan adalah, contoh sikap kerja, contoh sikap kerja yang baik, contoh sikap kerja yang tidak baik, contoh sikap kreatif, contoh sikap saling menghormati, jurnal sikap dan kepuasan kerja, jurnal sikap kerja pdf, komponen sikap, komponen sikap kerja, macam macam sikap kerja, makalah sikap kerja, makalah tentang sikap kerja, nilai nilai apa yang anda terapkan ketika bekerja dengan lembaga tempat bekerja, pengertian sikap profesional, penyebab dan dimensi kepuasan kerja, perilaku dan kepuasan kerja, perilaku pada waktu bekerja, sebutkan 5 contoh kerja keras, sebutkan alasan manusia bekerja, sejak kapan kita perlu bekerja keras, sikap dan kepuasan kerja perilaku organisasi, sikap karyawan terhadap organisasi, sikap karyawan yang baik, sikap kerja dalam psikologi industri dan organisasi, sikap kerja dasar adalah, sikap kerja dasar mayora, sikap kerja pdf, sikap kerja yang utama, sikap kerja yg utama, sikap penunjang pekerjaan, sikap positif dalam bekerja Pos-pos Terbaru • Kulit adalah • Ras adalah • Pemasaran Jasa • Tujuan Pengembangan Komunikasi • Pengertian Berkarya Seni Rupa • Indikator adalah • Vakuola adalah • Insektivora adalah • Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah Omnivora • Emosi adalah • Mitokondria adalah • Nilai Perusahaan • Paragraf Induktif • Cerita Fantasi • Teks Iklan adalah • Afrikaans • Alemannisch • Aragonés • العربية • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Føroyskt • Français • Frysk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Taqbaylit • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Limburgs • Ladin • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Papiamentu • Polski • Piemontèis • پنجابی • Português • Română • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • Саха тыла • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Bab perlu dibagi menjadi sub-sub bagian ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia.

Tidak ada alasan yang diberikan. Silakan kembangkan perlu dibagi menjadi sub-sub bagian ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini.

( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat.

Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tata cara peperangan, seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak, serta sering kali merupakan warga sipil. bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.

Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam.

Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism: "Makna sebenarnya dari jihad, mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang".

Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama. Selain oleh pelaku individual, terorisme bisa dilakukan oleh negara atau dikenal dengan terorisme negara ( state terorism). Misalnya seperti dikemukakan oleh Noam Chomsky yang menyebut Amerika Serikat ke dalam kategori itu. Persoalan standar ganda selalu mewarnai berbagai penyebutan yang awalnya bermula dari Barat.

Seperti ketika Amerika Serikat banyak menyebut teroris terhadap berbagai kelompok di dunia, di sisi lain liputan media menunjukkan fakta bahwa Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme yang mengerikan hingga melanggar konvensi yang telah disepakati. Terorisme di dunia [ sunting - sunting sumber ] Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi aktual terutama sejak terjadinya peristiwa World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, dikenal sebagai “September Kelabu”, yang memakan 3000 korban.

Serangan dilakukan oleh kelompok militan Al-Qaeda melalui udara, tidak menggunakan pesawat tempur, melainkan menggunakan pesawat komersial milik perusahaan Amerika sendiri, sehingga tidak tertangkap oleh radar Amerika Serikat.

Tiga pesawat komersial milik Amerika Serikat dibajak, dua di antaranya ditabrakkan ke menara kembar Twin Towers World Trade Centre dan gedung Pentagon. Berita jurnalistik seolah menampilkan gedung World Trade Center dan Pentagon sebagai korban utama penyerangan ini. Padahal, lebih dari itu, yang menjadi korban utama dalam waktu dua jam itu mengorbankan kurang lebih 3.000 orang pria, wanita dan anak-anak yang terteror, terbunuh, terbakar, meninggal, dan tertimbun berton-ton reruntuhan puing akibat sebuah pembunuhan massal yang terencana.

Akibat serangan teroris itu, menurut Dana Yatim-Piatu Twin Towers, diperkirakan 1.500 anak kehilangan orang tua. Di Pentagon, Washington, 189 orang tewas, termasuk para penumpang pesawat, 45 orang tewas dalam pesawat keempat yang jatuh di daerah pedalaman Pennsylvania.

Para teroris mengira bahwa penyerangan yang dilakukan ke World Trade Center merupakan penyerangan terhadap "Simbol Amerika". Namun, gedung yang mereka serang tak lain merupakan institusi internasional yang melambangkan kemakmuran ekonomi dunia. Di sana terdapat perwakilan dari berbagai negara, yaitu terdapat 430 perusahaan dari 28 negara.

Jadi, sebetulnya mereka tidak saja menyerang Amerika Serikat tetapi juga dunia. [1] Amerika Serikat menduga Osama bin Laden sebagai tersangka utama pelaku penyerangan tersebut. Kejadian ini merupakan isu global yang memengaruhi kebijakan politik seluruh negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional.

Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional. [2] Terlebih lagi dengan diikuti terjadinya Tragedi Bali, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia, [3] yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Perang terhadap Terorisme yang dipimpin oleh Amerika, mula-mula mendapat sambutan dari sekutunya di Eropa. Pemerintahan Tony Blair termasuk yang pertama mengeluarkan Anti Terrorism, Crime and Security Act, December 2001, diikuti tindakan-tindakan dari negara-negara lain yang pada intinya adalah melakukan perang atas tindak Terorisme di dunia, seperti Fildefinisikan Terorisme, satu di antaranya adalah pengertian yang tercantum dalam pasal 14 ayat 1 The Prevention of Terrorism (Temporary Provisions) act, 1984, sebagai berikut: “Terrorism means the use of violence for political ends and includes any use of violence for the purpose putting the public or any section of the public in fear [4].” Kegiatan Terorisme mempunyai tujuan untuk membuat orang lain merasa ketakutan sehingga dengan demikian dapat menarik perhatian orang, kelompok atau suatu bangsa.

Biasanya perbuatan teror digunakan apabila tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk melaksanakan kehendaknya. Terorisme digunakan sebagai senjata psikologis untuk menciptakan suasana panik, tidak menentu serta menciptakan ketidak percayaan masyarakat sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah kemampuan pemerintah dan memaksa masyarakat atau kelompok tertentu untuk mentaati kehendak pelaku teror.

[5] Terorisme tidak ditujukan langsung kepada lawan, akan tetapi perbuatan teror justru dilakukan di mana saja dan terhadap siapa saja. Dan yang lebih utama, maksud yang ingin disampaikan oleh pelaku teror adalah agar perbuatan teror tersebut mendapat perhatian yang khusus atau dapat dikatakan lebih sebagai psy-war. Sejauh ini belum ada batasan yang baku untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan Terorisme. Menurut Prof. M. Cherif Bassiouni, ahli Hukum Pidana Internasional, bahwa tidak mudah untuk mengadakan suatu pengertian identik yang dapat diterima secara universal sehingga sulit mengadakan pengawasan atas sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah Terorisme tersebut.

Sedangkan menurut Prof. Brian Jenkins, Phd., Terorisme merupakan pandangan yang subjektif, [6] hal mana didasarkan atas siapa yang memberi batasan pada saat dan kondisi tertentu.

Belum tercapainya kesepakatan mengenai apa pengertian terorisme tersebut, tidak menjadikan terorisme dibiarkan lepas dari jangkauan hukum. Usaha memberantas Terorisme tersebut telah dilakukan sejak menjelang pertengahan abad ke-20. Pada tahun 1937, lahir Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Terorisme (Convention for The Prevention and Suppression of Terrorism), di mana Konvensi ini mengartikan terorisme sebagai Crimes against State.

Melalui European Convention on The Supression of Terrorism (ECST) tahun 1977 di Eropa, makna Terorisme mengalami suatu pergeseran dan perluasan paradigma, yaitu sebagai suatu perbuatan yang semula dikategorikan sebagai Crimes against State (termasuk pembunuhan dan percobaan pembunuhan Kepala Negara atau anggota keluarganya), menjadi Crimes against Humanity, di mana yang menjadi korban adalah masyarakat sipil.

[7] Crimes against Humanity masuk kategori Gross Violation of Human Rights (Pelanggaran HAM Berat) yang dilakukan sebagai bagian yang meluas/sistematik yang diketahui bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, lebih diarahkan pada jiwa-jiwa orang tidak bersalah (Public by innocent), sebagaimana terjadi di Bali.

[8] Terorisme kian jelas menjadi momok bagi peradaban modern. Sifat tindakan, pelaku, tujuan strategis, motivasi, hasil yang diharapkan serta dicapai, target-target serta metode Terorisme kini semakin luas dan bervariasi. Sehingga semakin jelas bahwa teror bukan merupakan bentuk kejahatan kekerasan destruktif biasa, melainkan sudah merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia (crimes against peace and security of mankind).

[9] Menurut Muladi, Tindak Pidana Terorisme dapat dikategorikan sebagai mala per se atau mala in se, [10] tergolong kejahatan terhadap hati nurani (Crimes against conscience), menjadi sesuatu yang jahat bukan karena diatur atau dilarang oleh Undang-Undang, melainkan karena pada dasarnya tergolong sebagai natural wrong atau acts wrong in themselves bukan mala prohibita yang tergolong kejahatan karena diatur demikian oleh Undang-Undang.

[11] Dalam rangka mencegah dan memerangi Terorisme tersebut, sejak jauh sebelum maraknya kejadian-kejadian yang digolongkan sebagai bentuk Terorisme terjadi di dunia, masyarakat internasional maupun regional serta pelbagai negara telah berusaha melakukan kebijakan kriminal (criminal policy) disertai kriminalisasi secara sistematik dan komprehensif terhadap perbuatan yang dikategorikan sebagai Terorisme.

[12] Pemberantasan Terorisme di Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Menyadari sedemikian besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh suatu tindak Terorisme, serta dampak yang dirasakan secara langsung oleh Indonesia sebagai akibat dari Tragedi Bali, merupakan kewajiban pemerintah untuk secepatnya mengusut tuntas Tindak Pidana Terorisme itu dengan memidana pelaku dan aktor intelektual dibalik peristiwa tersebut.

Hal ini menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Untuk melakukan pengusutan, diperlukan perangkat hukum yang mengatur tentang Tindak Pidana Terorisme. Menyadari hal ini dan lebih didasarkan pada peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme, [13] Pemerintah Indonesia merasa perlu untuk membentuk Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu dengan menyusun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Keberadaan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di samping KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), merupakan Hukum Pidana Khusus. Hal ini memang dimungkinkan, mengingat bahwa ketentuan Hukum Pidana yang bersifat khusus, dapat tercipta karena: [14] • Adanya proses kriminalisasi atas suatu perbuatan tertentu di dalam masyarakat. Karena pengaruh perkembangan zaman, terjadi perubahan pandangan dalam masyarakat. Sesuatu yang mulanya dianggap bukan sebagai Tindak Pidana, karena perubahan pandangan dan norma di masyarakat, menjadi termasuk Tindak Pidana dan diatur dalam suatu perundang-undangan Hukum Pidana.

• Undang-Undang yang ada dianggap tidak memadai lagi terhadap perubahan norma dan perkembangan teknologi dalam suatu masyarakat, sedangkan untuk perubahan undang-undang yang telah ada dianggap memakan banyak waktu. • Suatu keadaan yang mendesak sehingga dianggap perlu diciptakan suatu peraturan khusus untuk segera menanganinya. • Adanya suatu perbuatan yang khusus di mana apabila dipergunakan proses yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang telah ada akan mengalami kesulitan dalam pembuktian.

Sebagai Undang-Undang khusus, berarti Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 mengatur secara materiil dan formil sekaligus, sehingga terdapat pengecualian dari asas yang secara umum diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)/Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ''(lex specialis derogat lex generalis)''. Keberlakuan lex specialis derogat lex generalis, harus memenuhi kriteria: [15] • bahwa pengecualian terhadap Undang-Undang yang bersifat umum, dilakukan oleh peraturan yang setingkat dengan dirinya, yaitu Undang-Undang.

• bahwa pengecualian termaksud dinyatakan dalam Undang-Undang khusus tersebut, sehingga pengecualiannya hanya berlaku sebatas pengecualian yang dinyatakan dan bagian yang tidak dikecualikan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan pelaksanaan Undang-Undang khusus tersebut. Sedangkan kriminalisasi Tindak Pidana Terorisme sebagai bagian dari perkembangan hukum pidana dapat dilakukan melalui banyak cara, seperti: [16] • Melalui sistem evolusi berupa amendemen terhadap pasal-pasal KUHP.

• Melalui sistem global melalui pengaturan yang lengkap di luar KUHP termasuk kekhususan hukum acaranya. • Sistem kompromi dalam bentuk memasukkan bab baru dalam KUHP tentang kejahatan terorisme. Akan tetapi tidak berarti bahwa dengan adanya hal yang khusus dalam kejahatan terhadap keamanan negara berarti penegak hukum mempunyai wewenang yang lebih atau tanpa batas semata-mata untuk memudahkan pembuktian bahwa seseorang telah melakukan suatu kejahatan terhadap keamanan negara, akan tetapi penyimpangan tersebut adalah sehubungan dengan kepentingan yang lebih besar lagi yaitu keamanan negara yang harus dilindungi.

Demikian pula susunan bab-bab yang ada dalam peraturan khusus tersebut harus merupakan suatu tatanan yang utuh. Selain ketentuan tersebut, pasal 103 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) menyebutkan bahwa semua aturan termasuk asas yang terdapat dalam buku I Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) berlaku pula bagi peraturan pidana di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) selama peraturan di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tersebut tidak mengatur lain.

[17] Hukum Pidana khusus, bukan hanya mengatur hukum pidana materielnya saja, akan tetapi juga hukum acaranya, oleh karena itu harus diperhatikan bahwa aturan-aturan tersebut seyogianya tetap memperhatikan asas-asas umum yang terdapat baik dalam ketentuan umum yang terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bagi hukum pidana materielnya sedangkan untuk hukum pidana formilnya harus tunduk terhadap ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP).

[18] Sebagaimana pengertian tersebut di atas, maka pengaturan pasal 25 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, bahwa untuk menyelesaikan kasus-kasus Tindak Pidana Terorisme, hukum acara yang berlaku adalah sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP).

Artinya pelaksanaan Undang-Undang khusus ini tidak boleh bertentangan dengan asas umum Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana yang telah ada. Namun, pada kenyataannya, terdapat isi ketentuan beberapa pasal dalam Undang-Undang tersebut yang merupakan penyimpangan asas umum Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana.

Penyimpangan tersebut mengurangi Hak Asasi Manusia, apabila dibandingkan asas-asas yang terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Apabila memang diperlukan suatu penyimpangan, harus dicari apa dasar penyimpangan tersebut, karena setiap perubahan akan selalu berkaitan erat dengan Hak Asasi Manusia. [19] Atau mungkin karena sifatnya sebagai Undang-Undang yang khusus, maka bukan penyimpangan asas yang terjadi di sini, melainkan pengkhususan asas yang sebenarnya menggunakan dasar asas umum, namun dikhususkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang khusus sifatnya yang diatur oleh Undang-Undang Khusus tersebut.

Sesuai pengaturan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana ( Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP), penyelesaian suatu perkara Tindak Pidana sebelum masuk dalam tahap beracara di pengadilan, dimulai dari Penyelidikan dan Penyidikan, diikuti dengan penyerahan berkas penuntutan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Pasal 17 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana/KUHAP) menyebutkan bahwa perintah Penangkapan hanya dapat dilakukan terhadap seseorang yang diduga keras telah melakukan Tindak Pidana berdasarkan Bukti Permulaan yang cukup. Mengenai batasan dari pengertian Bukti Permulaan itu sendiri, hingga kini belum ada ketentuan yang secara jelas mendefinisikannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang menjadi dasar pelaksanaan Hukum Pidana. Masih terdapat perbedaan pendapat di antara para penegak hukum.

Sedangkan mengenai Bukti Permulaan dalam pengaturannya pada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, pasal 26 berbunyi: [20] • Untuk memperoleh Bukti Permulaan yang cukup, penyidik dapat menggunakan setiap Laporan Intelijen.

• Penetapan bahwa sudah dapat atau diperoleh Bukti Permulaan yang cukup sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dilakukan proses pemeriksaan oleh Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri. • Proses pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilaksanakan secara tertutup dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari.

• Jika dalam pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan adanya Bukti Permulaan yang cukup, maka Ketua Pengadilan Negeri segera memerintahkan dilaksanakan Penyidikan.

Permasalahannya adalah masih terdapat kesimpang siuran tentang pengertian Bukti Permulaan itu sendiri, sehingga sulit menentukan apakah yang dapat dikategorikan sebagai Bukti Permulaan, termasuk pula Laporan Intelijen, apakah dapat dijadikan Bukti Permulaan.

Selanjutnya, menurut pasal 26 ayat 2, 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, penetapan suatu Laporan Intelijen sebagai Bukti Permulaan dilakukan oleh Ketua/Wakil Ketua Pengadilan Negeri melalui suatu proses/mekanisme pemeriksaan ( Hearing) secara tertutup. Hal itu mengakibatkan pihak intelijen mempunyai dasar hukum yang kuat untuk melakukan penangkapan terhadap seseorang yang dianggap melakukan suatu Tindak Pidana Terorisme, tanpa adanya pengawasan masyarakat atau pihak lain mana pun.

Padahal kontrol sosial sangat dibutuhkan terutama dalam hal-hal yang sangat sensitif seperti perlindungan terhadap hak-hak setiap orang sebagai manusia yang sifatnya asasi, tidak dapat diganggu gugat.

Oleh karena itu, untuk mencegah kesewenang-wenangan dan ketidakpastian hukum, diperlukan adanya ketentuan yang pasti mengenai pengertian Bukti Permulaan dan batasan mengenai Laporan Intelijen, apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam kategori Laporan Intelijen, serta bagaimana sebenarnya hakikat Laporan Intelijen, sehingga dapat digunakan sebagai Bukti Permulaan. Terutama karena ketentuan pasal 26 ayat (1) tersebut memberikan wewenang yang begitu luas kepada penyidik untuk melakukan perampasan kemerdekaan yaitu penangkapan, terhadap orang yang dicurigai telah melakukan Tindak Pidana Terorisme, maka kejelasan mengenai hal tersebut sangatlah diperlukan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia dengan dilakukannya penangkapan secara sewenang-wenang oleh aparat, dalam hal ini penyidik.

Demikian pula perlu dirumuskan tentang pengaturan, cara mengajukan tuntutan terhadap petugas yang telah salah dalam melakukan tugasnya, oleh orang-orang yang menderita akibat kesalahan itu dan hak asasinya telah terlanggar, karena banyak Pemerintah suatu negara dalam melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap perbuatan teror melalui suatu pengaturan khusus yang bersifat darurat, di mana aturan darurat itu dianggap telah jauh melanggar bukan saja hak seseorang terdakwa, akan tetapi juga terhadap Hak Asasi Manusia.

Aturan darurat sedemikian itu telah memberikan wewenang yang berlebih kepada penguasa di dalam melakukan penindakan terhadap perbuatan teror. [21] Telah banyak negara-negara didunia yang mengorbankan Hak Asasi Manusia demi pemberlakuan Undang-Undang Antiterorisme, termasuk hak-hak yang digolongkan kedalam non-derogable rights, yakni hak-hak yang tidak boleh dikurangi pemenuhannya dalam keadaan apapun.

[22] Undang-Undang Antiterorisme kini diberlakukan di banyak negara untuk mensahkan kesewenang-wenangan (arbitrary detention) pengingkaran terhadap prinsip free and fair trial.

Laporan terbaru dari Amnesty Internasional menyatakan bahwa penggunaan siksaan dalam proses interogasi terhadap orang yang disangka teroris cenderung meningkat. [23] Hal seperti inilah yang harus dihindari, karena Tindak Pidana Terorisme harus diberantas karena alasan Hak Asasi Manusia, sehingga pemberantasannya pun harus dilaksanakan dengan mengindahkan Hak Asasi Manusia.

Demikian menurut Munir, bahwa memang secara nasional harus ada Undang-Undang yang mengatur soal Terorisme, tetapi dengan definisi yang jelas, tidak boleh justru melawan Hak Asasi Manusia.

Melawan Terorisme harus ditujukan bagi perlindungan Hak Asasi Manusia, bukan sebaliknya membatasi dan melawan Hak Asasi Manusia. Dan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah penting juga bagaimana ia tidak memberi ruang bagi legitimasi penyalahgunaan kekuasaan. [24] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Kriminal • Teroris • Organisasi kriminal, kegiatan kriminal yang terorganisasi. • Organisasi teroris, organisasi yang melakukan serangan-serangan terkoordinasi dan bertujuan membangkitkan perasaan teror.

• Keamanan nasional • Badan Keamanan Nasional Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ Koalisi Internasional”, < http://www.usembassyjakarta.org/terrornet/keberanian.html> • ^ Collin L Powell, “Sebuah Perjuangan Keras yang Panjang”, < http://jakarta.usembassy.gov/press_rel/Pwl_newsi.htm Diarsipkan 2008-02-10 di Wayback Machine.> • ^ Indriyanto Seno Adji, Bali, “Terorisme dan HAM” dalam Terorisme: Tragedi Umat Manusia, (Jakarta: O.C.

Kaligis & Associates, 2001), hal.51. sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah ^ Loebby Loqman, Analisis Hukum dan Perundang-Undangan Kejahatan terhadap Keamanan Negara di Indonesia, (Jakarta: Universitas Indonesia, 1990), hal. 98. • ^ Loebby Loqman, Ibid. • ^ Indriyanto Seno Adji, “Terorisme, Perpu No.1 tahun 2002 dalam Perspektif Hukum Pidana” dalam Terorisme: Tragedi Umat Manusia (Jakarta: O.C. Kaligis & Associates, 2001), sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah.

35. • ^ Indriyanto Seno Adji, “Terorisme, Perpu No.1 tahun 2002 dalam Perspektif Hukum Pidana” dalam Terorisme: Tragedi Umat Manusia (Jakarta: O.C. Kaligis & Associates, 2001), hal. 50. • ^ Indriyanto Seno Adji, Bali, Terorisme dan HAM, Op.

cit., hal. 52. • ^ Mulyana W. Kusumah, Terorisme dalam Perspektif Politik dan Hukum, Jurnal Kriminologi Indonesia FISIP UI, vol 2 no III (Desember 2002): 22. • ^ Mala in se are the offences that are forbidden by the laws that are immutable: mala prohibita, such as are prohibited by laws that are not immutable.

Jeremy Bentham, “Of the Influence of Time and Place in Matters of Legislation” Chapter 5 Influence of Time. < http://www.la.utexas.edu/research/poltheory/bentham/timeplace/timeplace.c05.s02.html> • ^ Mompang L.

Panggabean, “Mengkaji Kembali Perpu Antiterorisme” dalam Mengenang Perppu Anti Terorisme, (Jakarta: Suara Muhamadiyah, Agustus 2003) cet.I, hal 77. • ^ Muladi, Hakikat Terorisme dan Beberapa Prinsip Pengaturan dalam Kriminalisasi, Jurnal Kriminologi Indonesia FISIP UI, vol 2 no III (Desember 2002): 1. • ^ Indonesia, Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, UU No.15 tahun 2003, LN. No.45 tahun 2003, TLN. No.4284, Konsiderans. • ^ Loebby Loqman, Op. cit., hal. 17. • ^ Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum, Suatu Pengantar, (Yogyakarta:Liberty, 1996).

• ^ Muladi, Op. cit., hal 6. • ^ Loebby Loqman, Op. cit., hal. 26. • ^ Loebby Loqman, Ibid., hal. 149. • ^ Loebby Loqman, Ibid., hal. 13 • ^ Indonesia, Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Op. cit., Penjelasan pasal 26. • ^ Loebby Loqman, Op. cit., hal. 11. • ^ Todung Mulya Lubis, “Masyarakat Sipil dan Kebijakan Negara Kasus Perppu/RUU Tindak Pidana Terorisme” dalam Mengenang Perppu Antiterorisme, (Jakarta: Suara Muhammadiyah, Agustus 2003), hal 91.

• ^ Todung Mulya Lubis, Ibid., hal 92. • ^ Bari Muchtar, “Undang-Undang AntiTerorisme Sangat Mengkhawatirkan”.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

< http://www.rnw.nl Diarsipkan 2010-04-29 di Wayback Machine.>. 28 Januari 2002. • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 14.47. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Israel sebagai suatu peringatan 10:1 Aku mau, supaya kamu mengetahui 1, s saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan t dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

u 10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan v dan dalam laut. 10:3 Mereka semua makan makanan w rohani yang sama 10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang x rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun 2.

y 10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh 3 z bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, 10:7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, a sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

b" 10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas c dua puluh tiga ribu orang. 10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, d seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.

e 10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang f dari mereka, sehingga mereka dibinasakan g oleh malaikat maut. h 10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh i dan dituliskan untuk menjadi peringatan 4 bagi kita j yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. k 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, l hati-hatilah supaya ia jangan jatuh 5! 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Sebab Allah setia 6 m dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. n Pada waktu kamu dicobai Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 10:14 Karena itu, saudara-saudaraku o yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! p 10:15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana.

Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! 10:16 Bukankah cawan pengucapan syukur 7, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan q adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? r 10:17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, s karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. 10:18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan t mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?

10:19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? u Atau bahwa berhala adalah sesuatu?

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

10:20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat 8, v bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.

10:21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat 9. w Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.

10:22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu x Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia? y 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. z "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 10:24 Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

a 10:25 Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. b 10:26 Karena: "bumi serta segala isinya c adalah milik Tuhan." 10:27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, d tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. 10:28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.

e 10:29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu.

Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku f harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?

10:30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur? g" 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah 10. h 10:32 Janganlah kamu menimbulkan syak i dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.

j 10:33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, k bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, l supaya mereka beroleh selamat.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah [10:1] 1 Full Life : AKU MAU, SUPAYA KAMU MENGETAHUI. Nas : 1Kor 10:1 Kenyataan bahwa seorang dapat ditebus, ambil bagian dalam kasih karunia ilahi, namun akhirnya ditolak oleh Allah karena tingkah lakunya yang jahat (lihat cat. --> 1Kor 9:27) [atau ref. 1Kor 9:27] kini dijelaskan dengan contoh-contoh dari pengalaman Israel (ayat 1Kor 10:1-12).

[10:5] 2 Full Life : MEREKA DITEWASKAN DI PADANG GURUN.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Nas : 1Kor 10:5 Orang Israel telah mengalami kasih karunia Allah dalam peristiwa keluaran. Mereka telah dibebaskan dari perbudakan (ayat 1Kor 10:1), dibaptis (ayat 1Kor 10:2) dan dipelihara oleh Allah di padang gurun, mengalami persekutuan yang erat dengan Kristus (ayat 1Kor 10:3-4). Kendatipun berkat-berkat rohani ini, mereka gagal untuk menyenangkan Allah, sehingga mereka dibinasakan oleh-Nya di padang gurun. Mereka kehilangan hak sebagai umat pilihan, dan tidak dapat memasuki tanah perjanjian (bd.

Bil 14:30; lihat art. PERJANJIAN ALLAH DENGAN BANGSA ISRAEL). Maksud Paulus inilah: sama seperti Allah tidak membiarkan penyembahan berhala, dosa, dan kebejatan Israel, demikianlah Ia tidak akan membiarkan dosa orang percaya yang hidup di bawah perjanjian yang baru.

[10:6] 3 Full Life : SEMUANYA INI TELAH TERJADI SEBAGAI CONTOH. Nas : 1Kor 10:6 Hukuman Allah yang dahsyat atas orang Israel yang tidak taat menjadi contoh dan peringatan bagi mereka yang berada di bawah perjanjian yang baru agar jangan menginginkan hal-hal yang jahat.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Paulus memperingatkan jemaat Korintus bahwa jika mereka mengulangi ketidaksetiaan Israel (ayat 1Kor 10:7-10), mereka juga akan menerima hukuman Allah dan tidak akan masuk tempat sorgawi yang dijanjikan.

[10:11] 4 Full Life : DITULISKAN UNTUK MENJADI PERINGATAN. Nas : 1Kor 10:11 Sejarah hukuman Allah atas umat-Nya telah dituliskan dalam Alkitab untuk memberi mereka yang hidup dalam zaman PB peringatan cukup terhadap berbuat dosa dan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah dari kasih karunia (ayat 1Kor 10:12; lihat cat. --> Bil 14:29). [atau ref. Bil 14:29] [10:12] 5 Full Life : HATI-HATILAH SUPAYA IA JANGAN JATUH!

Nas : 1Kor 10:12 Orang Israel, sebagai umat pilihan Allah, menyangka bahwa tak apa-apa jika mereka bermain-main dengan dosa, penyembahan berhala, dan kebejatan; namun mereka menerima hukuman. Demikian pula orang Korintus yang percaya bahwa mereka dapat dengan aman hidup dalam kesenangan duniawi, harus menyadari bahwa hukuman menunggu mereka juga.

[10:13] 6 Full Life : ALLAH SETIA. Nas : 1Kor 10:13 Orang yang mengaku dirinya sebagai orang percaya tidak boleh memaafkan dosa dengan alasan bahwa mereka hanyalah manusia biasa yang pasti tidak sempurna, atau bahwa dalam hidup ini semua orang percaya yang telah lahir baru terus menerus melakukan dosa dalam perkataan, pikiran, dan perbuatan (bd. Rom 6:1). Pada saat yang sama, Paulus meyakinkan jemaat Korintus bahwa orang yang sungguh-sungguh percaya tidak perlu jatuh dari kasih karunia Allah.

• 1) Dengan tegas Roh Kudus menyatakan bahwa Allah menyediakan bagi anak-anak-Nya kasih karunia yang memadai untuk mengatasi setiap pencobaan dan dengan demikian melawan dosa (bd.

Wahy 2:7,17,26). Kesetiaan Allah terungkap dalam dua cara: • (a) Dia tidak akan mengizinkan kita dicobai melampaui kekuatan kita, dan • (b) bersama dengan setiap pencobaan Dia akan menyediakan suatu jalan bagi kita agar dapat bertahan dalam pencobaan dan mengalahkan dosa (bd. 2Tes 3:3). • 2) Kasih karunia Allah ( Ef 2:8-10; Tit 2:11-14), darah Yesus Kristus ( Ef 2:13; 1Pet 2:24), Firman Allah ( Ef 6:17; 2Tim 3:16-17); kuasa Roh yang di dalam kita ( Tit 3:5-6; 1Pet 1:5) dan doa syafaat Kristus di sorga memberikan kuasa yang cukup untuk peperangan orang percaya melawan dosa dan kuasa roh yang jahat ( Ef 6:10-18; Ibr 7:25).

• 3) Jikalau orang Kristen menyerah kepada dosa, itu bukan karena persediaan kasih karunia Kristus tidak memadai, tetapi karena orang percaya gagal melawan keinginan berdosa mereka dengan kuasa Roh ( Rom 8:13-14; Gal 5:16,24; Yak 1:13-15). "Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh" ( 2Pet 1:3), dan melalui keselamatan yang disediakan oleh Kristus kita dapat "hidup layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan .

memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik . dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar" ( Kol 1:10-11; lihat cat. --> Mat 4:1 [atau ref. Mat 4:1] tentang cara mengatasi pencobaan). Kita dapat menanggung segala pencobaan dan menemukan jalan keluar jika kita benar-benar menginginkannya dan bergantung kepada kuasa dan kesetiaan Allah.

[10:16] 7 Full Life : CAWAN PENGUCAPAN SYUKUR. Nas : 1Kor 10:16 Cawan yang kita terima pada saat Perjamuan Kudus melambangkan kematian Kristus dan derita pengorbanan-Nya bagi pria dan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah yang penuh dengan dosa. "Persekutuan dengan darah Kristus" menunjuk kepada orang percaya yang ikut serta dalam keselamatan yang disediakan oleh kematian Kristus (bd. 1Kor 11:25). Alkitab tidak mengajarkan bahwa roti dan sari buah anggur itu betul-betul menjadi tubuh dan darah Kristus (lihat cat.

--> 1Kor 11:24-25 [atau ref. 1Kor 11:24-25] tentang Perjamuan Tuhan). [10:20] 8 Full Life : PERSEMBAHAN KEPADA ROH-ROH JAHAT. Nas : 1Kor 10:20 Penyembahan berhala melibatkan penyembahan terhadap roh-roh jahat (bd. Ul 32:17; Mazm 106:35-38; lihat art. SIFAT PENYEMBAHAN BERHALA) dan berkaitan dengan ketamakan dan keserakahan (lihat cat. --> Kol 3:5). [atau ref. Kol 3:5] Karena itu, kuasa roh-roh jahat berada di balik sikap cinta akan harta milik, kehormatan, dan kedudukan duniawi. [10:21] 9 Full Life : DARI CAWAN TUHAN DAN JUGA DARI CAWAN ROH-ROH JAHAT.

Nas : 1Kor 10:21 Sebagaimana hal ikut serta dalam Perjamuan Tuhan merupakan keikutsertaan dalam penebusan Kristus, demikian pula ikut serta dalam pesta penyembahan berhala merupakan keikutsertaan dengan roh-roh jahat (ayat 1Kor 10:20). Kesalahan beberapa anggota jemaat Korintus adalah kegagalan untuk membedakan antara kebenaran dan ketidakbenaran, antara hal-hal yang kudus dan hal-hal yang cemar, antara yang dari Kristus dan yang dari si jahat.

Mereka tidak mengerti kecemburuan Allah yang kudus (ayat 1Kor 10:22; bd. Kel 20:5; Ul 4:24; Yos 24:19) dan bahayanya berkompromi dengan dunia. Kristus sendiri mengatakan tentang kesalahan yang fatal ini, "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan" ( Mat 6:24).

[10:31] 10 Full Life : LAKUKANLAH SEMUANYA ITU UNTUK KEMULIAAN ALLAH. Nas : 1Kor 10:31 Sasaran utama dari kehidupan orang percaya ialah menyenangkan hati Allah dan menjunjung tinggi kemuliaan-Nya (lihat art. KEMULIAAN ALLAH). Jadi, apa yang tidak dapat dilakukan untuk kemuliaan Allah (yaitu, sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah menghormati dan mengucap syukur kepada-Nya sebagai Tuhan, Pencipta, dan Penebus kita) hendaknya jangan dilakukan sama sekali.

Kita menghormati Dia dengan ketaatan, ucapan syukur, ketergantungan, doa, iman dan kesetiaan. Ketetapan ini ("lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah") harus menjadi petunjuk utama kehidupan kita, tuntunan bagi perilaku kita dan ujian bagi tindakan kita. Kali ini kita akan membahas bagaimana komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif ini merupakan jenis komunikasi yang memiliki tujuan untuk memberikan perngaruh kepada komunikan dari komunikator terhadap kepercayaan, sikap, hingga perilaku komunikan.

Di mana komunikasi ini akan memberikan dampak yang membuat komunikan ini bertindak sesuai dengan apa yang diminta oleh sang komunikator. Baca juga: Pengantar Ilmu Komunikasi Di dalam sebuah komunikasi pasti melibatkan dua atau lebih individu dalam berinteraksi informasi. Sehingga, akan ada sikap-sikap individu yang berbeda-beda dengan berbagai komponen. Ketiga komponen itu di antaranya: • Kognitif- Individu mencapai tingkat “tahu” pada objek yang diperkenalkan.

• Afektif- Individu mempunyai kecenderungan untuk suka atau tidak suka pada objek. • Konatif- Perilaku ini sudah sampai tahap hingga individu melakukan sesuatu tindakan terhadap objek. Baca juga: Teori Komunikasi Komunikasi Persuasif Secara Umum Terkadang kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang dipercayainya dapat memberikan dampak sikap pada diri mereka. Sehingga dapat mempengaruhi perilaku atau tindakan mereka terhadap sesuatu. Dengan kata lain, mengubah pengetahuan seseorang tentang sesuatu yang dipercayainya dapat mengubah perilaku mereka.

Walaupun ada kaitan antara kognitif, afektif, dan konatif yang memiliki keterkaitan yang tidak selalu berlaku lurus atau langsung. Contohnya seperti kalimat di bawah ini. “Didi tahu ( kognitif) kalau motor Ninja R itu motor yang mahal. Ia juga suka ( afektif) melihat bentuk motor tersebut ketika berjalan. Namun, Didi tidak akan membeli motor tersebut ( konatif), karena ia belum punya uang.” Baca juga: Komunikasi Antar Budaya Komunikasi Persuasif menurut Para Ahli Komunikasi persuasif ini juga telah didefinisikan oleh beberapa para ahli di antaranya : • Kenneth E.

Anderson (1972:218), menyatakan bahwa komunikasi persuasif merupakan proses komunikasi antar individu. Komunikasi tersebut terjadi di mana komunikator mengunakan simbol-simbol untuk mempengaruhi pikiran si penerima sebagai dengan sendirinya, komunikator dapat merubah tingkah laku dan perbuatan audiens. Baca juga: Komunikasi Politik • Erwin P. Betinghaus dalam bukunya yang berjudul “Persuasif Communication” tahun 1973, halaman 10.

Di sana dijelaskan bahwa komunikasi persuasif ini dapat mempengaruhi pemikiran dan perbuatan seseorang, hubungan aktivitas antara pembicara dan pendengar dimana pembicara berusaha mempengaruhi tingkah laku pendengar melalui perantara sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah dan penglihatan. Baca juga: Komunikasi Antar Pribadi • Lain halnya dalam buku yang ‘Komunikasi Antarmanusia’ yang dijelaskan oleh De Vito.

De Vito menyatakan bahwa komunikasi persuasif merupakan komunikasi bertujuan untuk menengahkan pembicaraan yang sifatnya memperkuat. Kemudian, memberikan ilustrasi dan menyodorkan informasi kepada khalayak.

Akan tetapi, tujuan pokoknya adalah menguatkan atau mengubah sikap dan perilaku, sehingga penggunaan fakta, pendapat dan himbauan motivasional harus bersifat memperkuat tujuan persuasifnya. Dari penjelasan tersebut, De Vito mengemukakan terdapat dua macam tujuan atau tindakan yang ingin dicapai dalam melakukan komunikasi persuasif.

Tujuan tersebut dapat berupa untuk mengubah sikap atau perilaku receiver atau untuk memotivasi perilaku receiver. Baca juga: Komunikasi Organisasi Unsur-Unsur Komunikasi Persuasif Komunikasi persuasif akan dapat terbentuk dengan baik, jika terdapat unsur-unsur seperti yang akan dipaparkan di sini.

Aristoteles pernah berpendapat bahwa komunikasi itu dibangun oleh tiga unsur yang fundamental (persuader/komunikator). Tiga unsur tersebut bersifat sebagai sumber komunikasi, materi pembicaraan yang dihasilkannya (pesan), dan orang yang mendengarkannya (komunikan).

Persuader merupakan orang atau individu yang menyampaikan pesan di mana pesan tersebut memberikan pengaruh sikap, pendapat, hingga perilaku orang lain sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah verbal maupun non verbal. Baca juga: Komunikasi Massa Di dalam komunikasi persuasif, peran seorang komunikator sangatlah penting dan berpengaruh. Sehingga, ia harus memiliki nilai performa yang tinggi. Seorang komunikator yang memiliki nilai performa yang tinggi dapat dicirikan dari kesiapan, kesungguhan, ketulusan, kepercayaan, ketenangan, keramahan hingga kesederhanaannya dalam menyampaikan pesan.

Baca juga: Prinsip – prinsip komunikasi Komunikan merupakan individu yang menjadi tujuan pesan itu disampaikan oleh komunikator baik secara verbal maupun non verbal. Kepribadian pada seorang komunikan juga mampu memberikan pengaruh terhadap penerimaan pesan, bahkan persepsi dan pengalaman juga mampu mempengaruhi.

Ruang Lingkup Komunikasi Persuasif Di dalam komunikasi persuasif, terdapat beberapa ruang lingkup yang di antaranya sebagai berikut: • Komunikator/Sumber pesan atau informasi. • Content of the communication/pesan yang disampaikan. Pesan yang disampikan ini bisa berupa: • Motivating Appeals (pesan yang mendorong, membangun, dan memotivasi). • Organization of persuasive arguments (pesan yang mengandung argumen atau opini).

• Audience Predispositions/komunikan atau individu yang menerima pesan. • Group conformity motives/penerima pesan bisa berupa grup atau organisasi. • Individual personality factors/penerima pesan sebagai individu. • Media sebagai perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan. • Responses, yang merupakan tangapan dari seorang komunikan terhadap pesan yang disampaikan. • Konteks situasional. Ruang lingkup inilah yang merupakan suasana atu situasi yang ad ketika pesan disampaikan.

Baca juga: Komunikasi Bisnis Bentuk-Bentuk Komunikasi Persuasif Terdapat beberapa bentuk komunikasi persuasif, diantaranya: • Iklan, Di dalam iklan, komunikasi persuasfi sering kali komunikasi jenis ini dimanfaatkan sebagai bentuk kegiatan pemasran.

Karena, iklan sendiri merupakan bagian dari jenis promosi. Sehingga, iklan merupakan bagian kecil dari aktivitas promosi yang lebih luas. Iklan inilah yang menggunakan komunikasi persuasif sebagai bahasa mengajak para calon pelanggan untuk menggunakan produknya.

• Dakwah, Dakwah merupakan aktivitas yang bersifat menyerukan seperti layaknya orasi namun sifatnya mengajak orang-orang untuk berjalan ke jalan yang benar. Sehingga, aktivitas ini memerlukan bahasa persuasif yang dapat membuat orang yang mendengar pesan tersebut menjadi ikut pengaruh dalam bahasa dan kata-kata yang disampaikan. Aktivtas inilah yang kerap kali dilupakan kalau menggunakan persuasif tapi bukan dogmatis.

Baca juga: Teori Public Relations • Pamflet, Pamflet merupakan bentuk komunikasi persuasif secara verbal yang berbentuk tulisan. Bentuk ini sebenarnya masuk ke dalam kategori iklan. Namun, pada umumnya di jaman sekarang menjadi paradigma dalam bentuk audio visual. Di dalam pamflet pastinya berunsur iklan yang bersifat mengajak, sehingga pamflet merupakan salah satu bentuk komunikasi persuasif. Baca juga: Sosiologi Komunikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Persuasif Segala sesuatu pasti ada sebab-musababnya.

Sama halnya komunikasi persuasif yang memiliki penyebabnya. Penyebabnya ini yang dinamakan sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi.

Komunikasi persuasif yang berhasil diterapkan, pasti memiliki beberapa faktor. Dan faktor-faktor itu di antaranya : • Seorang komunikator yang mempunyai kredibilitas tinggi merupakan seorang komunikator yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang disampaikannya. Sehingga pesan akan tersampaikan secara jelas dan teratur.

• Pesan haruslah masuk akal agar dapat diterima oleh seorang komunikan yang sebenarnya belum dipahami sama sekali olehnya. Baca juga: Teori Komunikasi Antar Budaya • Pengaruh lingkungan pun juga dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya kegiatan komunikasi persuasfi ini. Karena, pengaruh lingkungan akan memberikan atmosfir yang mana atmosfir tersebut dapat mempengaruhi pola pikir seseorang, yaitu seorang komunikan.

Baca juga: Komunikasi yang Efektif • Pengertian dan kesinambungan suatu pesan.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Itu sebabnya, pesan harus masuk di akal atau logika yang benar. Tujuan Komunikasi Persuasif Segala sesuatu, pasti ada maksud dan tujuan tertentu. Tujuan inilah nantinya yang digunakan sebagai target suatu kegiatan. Sehingga terbentuklah perencanaan untuk menuju tujuan tersebut. Sebenarnya, komunikasi persuasif ini merupakan bentuk teknik dalam berkomunikasi. Sehingga, tujuan adanya komunikasi persuasif ini di antaranya : • Perubahan sikap ( attitude change), komunikasi persuasif ini diharapkan dapat mengubah pola pikir yang mana pola pikir ini membuat komunikan mengubah sikapnya terhadap pesan apa yang diterimanya.

• Perubahan pendapat ( opinion change), seorang komunikan pastinya memiliki pendapat atau anggapan yang berbeda dari seorang komunikator. Sehingga, perlu adanya komunikasi persuasif ini sebagai alat mengubahnya pola pikir komunikan yang membuat komunikan ini mengikuti pendapat atau anggapan yang disampaikan oleh seorang komunikator. Baca juga: Etika Komunikasi • Perubahan perilaku ( behavior change), perubahan sikap ini sebenarnya masuk ke dalam kategori perubahan sikap. Namun, perilaku ini merupakan suatu dampak dari sikap.

Ketika sikap berubah, maka perilaku pada seseorang atau komunikan pun juga ikut berubah mengikuti pola pikir dari pesan yang ia terima. • Perubahan sosial ( sosial change). Perubahan sosial inilah yang merupakan salah satu dampak dari adanya bahasa yang persuasif. Komunikator yang berbahasa persuasif akan membawa perubahan dalam lingkungan masyarakat, pola pikir, hingga perilaku masayarakat.

Hal ini dapat ditemukan pada seorang Lurah yang menyampaikan informasi persuasif agar masyarakat desa mengikuti program pemerintah. Dengan adanya bahasa yang persuasif yang bersifat mengajak ini, dapat mampu mengubah pola pikir masyarakat desa untuk mengikuti program pemerintah yang disampaikan seorang Lurah sebagai komunikator. Baca juga: Psikologi Komunikasi Manfaat Mempelajari Komunikasi Persuasif Dengan kita mempelajari komunikasi persuasif ini, membuat kita mampu memberikan pengaruh pola pikir individu yang sedang berbicara dengan kita.

Maka dari itu, seorang komunikan yang sedang berbicara dengan seorang komunikator yang menggunakan teknik komunikasi persuasif ini akan lebih cenderung mengikuti pola pemikiran apa yang disampaikan oleh komunikator ini. Sehingga, seorang komunikator ini mampu dan berhasil mengajak seorang komunikan untuk mengikuti apa yang ia sampaikan atau apa yang ia harapkan sebelumnya. Baca juga: Gender dan Komunikasi Komunikasi persuasif ini sangatlah menguntungkan jika seorang komunikator memiliki teknik ini.

Karena, teknik ini merupakan teknik yang dapat mempengaruhi psikis seseorang ketika mendengar pesan dari komunikator yang menggunakan teknik komunikasi persuasif. Teknik ini pada umumnya digunakan oleh para marketing, sales, bahkan promotor atau public relation untuk mengajak klien atau konsumen menggunakan produk sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah jasa yang ia tawarkan.

Sehingga, komunikasi persuasif ini sangatlah penting bagi mereka yang tugasnya menjual atau menawarkan sesuatu.
• العربية • ܐܪܡܝܐ • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Dansk • Deutsch • Zazaki • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Na Vosa Vakaviti • Français • Frysk • Galego • ગુજરાતી • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Հայերեն • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • Taqbaylit • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Latina • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • مازِرونی • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Português • Runa Simi • Română • Русский • Саха тыла • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Setswana • Türkçe • Українська • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • ייִדיש • Yorùbá • 中文 • 粵語 Organisasi Kemahasiswaan di Lithuania Organisasi ( bahasa Yunani: ὄργανον, organon - alat) merupakan wadah atau tempat berkumpulnya orang dengan 3 sistematis, terpimpin, terkendali, terencana, rasional dalam memanfaatkan segala sumber daya baik dengan metode, material, lingkungan dan uang serta sarana dan prasarana, dan lain sebagainya dengan efisien dan efektif untuk bisa mencapai tujuan organisasi.

[1] Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. [2] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi, perilaku organisasi, atau analisis organisasi.

[2] Daftar isi • 1 Definisi • 2 Partisipasi • 2.1 Unsur-unsur • 2.2 Jenis-jenis organisasi • 2.3 Syarat-syarat • 3 Bentuk-bentuk organisasi • 4 Lihat juga • 5 Referensi Definisi [ sunting - sunting sumber ] Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.

[2] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya ( uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

[2] Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut. • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. [3] • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

[4] • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. [5] • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan ( entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

[6] Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. [2] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [2] Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.

[2] Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. [2] Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur. [2] Partisipasi [ sunting - sunting sumber ] Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.

[7] Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. [2] Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.

[2] Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan. [2] Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. [2] Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

[2] Unsur-unsur [ sunting - sunting sumber ] Menurut Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi: [2] • Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah. • Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok.

Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok. • Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”. Jenis-jenis organisasi [ sunting - sunting sumber ] • Formal • Informal • Non formal Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut: [2] • Pikiran ( psychological participation) • Tenaga ( physical participation) • Pikiran dan tenaga • Keahlian • Barang • Uang Syarat-syarat [ sunting - sunting sumber ] Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu.

• Waktu. Untuk dapat berpartisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan di sini adalah untuk memahami pesan yang disampaikan oleh pemimpin.

Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta. [2] • Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.

[2] • Subjek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi di mana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya. [2] • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalaupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.

[2] • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil. [2] • Para pihak yang bersangkutan bebas di dalam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. [2] • Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan.

Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif. [2] Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

[2] Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah organisasi [ sunting - sunting sumber ] • Organisasi politik • Organisasi sosial • Organisasi mahasiswa • Organisasi olahraga • Organisasi sekolah • Organisasi negara • Organisasi pemuda • Organisasi agama • Organisasi terlarang Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Sosiologi organisasi • Kongres Pemuda Indonesia • Pemuda Pancasila • Komite Nasional Pemuda Indonesia Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Ambarwati, Arie (April 2018).

Perilaku dan Teori Organisasi (PDF). Malang: Media Nusa Creative. hlm. 3. ISBN 978-602-462-052-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19 • ^ Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi.

1976. Understanding Practice and Analysis. New York: Random House.Hlm. 132 • ^ D, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Jakarta: Penerbit Erlangga.Hlm. 56 • ^ Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89 • ^ Stephen P.Robbins.

Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4 • ^ WS, Winkel. 1997. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.Hlm.75 • Halaman ini terakhir diubah pada 14 Februari 2022, pukul 12.06. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
1 Dia menasihati mereka tentang pelanggaran kemurahan hati; 4 menunjukkan bahwa Kristus adalah dasar yang di atasnya mereka dibangun.

11 He beseeches them also to abstain from fleshly lusts; Dia memohon agar mereka menghilangkan keinginan daging; 13 untuk taat kepada pemerintah; 18 dan mengajarkan kepada para hamba untuk mematuhi tuan mereka; 20 dengan sabar menderita untuk pekerjaan baik, mengikuti teladan Kristus.

Yesus Kristus batu penjuru 2:1 Karena itu buanglah u segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. v 2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni w dan yang rohani 1, supaya olehnya kamu bertumbuh x dan beroleh keselamatan, 2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan y Tuhan. 2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu z yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

a 2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah hidup untuk pembangunan b suatu rumah rohani, c bagi suatu imamat kudus 2, d untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus e berkenan kepada Allah. 2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru f yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.

g" 2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: h "Batu yang telah dibuang i oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, j juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan. k" 2:8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. l 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, m imamat n yang sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah, bangsa o yang kudus 3, umat kepunyaan Allah p sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya q yang ajaib: 2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, r yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Peringatan untuk hidup sebagai hamba Allah 2:11 Saudara-saudaraku s yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau 4, t kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging u yang berjuang melawan jiwa. v 2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu w yang baik dan memuliakan Allah x pada hari Ia melawat mereka.

2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia 5, y baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 2:14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat z dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. a 2:15 Sebab inilah kehendak b Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. c 2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka d dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan e mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

f 2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, g takutlah akan Allah, hormatilah raja! h Penderitaan Kristus sebagai teladan 2:18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan i kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, j tetapi juga kepada yang bengis. 2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah k menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?

Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

l 2:21 Sebab untuk itulah m kamu dipanggil, n karena Kristuspun telah menderita untuk kamu o dan telah meninggalkan teladan p bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya 6. 2:22 Ia tidak berbuat dosa, q dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. r 2:23 Ketika Ia dicaci maki, s Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, t tetapi Ia menyerahkannya u kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. v 2:24 Ia sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah telah memikul dosa kita 7 w di dalam tubuh-Nya di kayu salib, x supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, y hidup untuk kebenaran.

Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. z 2:25 Sebab dahulu kamu sesat a seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala b dan pemelihara jiwamu. c [2:2] 1 Full Life : INGIN AKAN AIR SUSU YANG MURNI DAN YANG ROHANI. Nas : 1Pet 2:2 Sebagai anak Allah yang dilahirkan kembali ( 1Kor 6:19; Gal 4:6), kita seharusnya selalu ingin susu murni Firman Allah ( 1Pet 1:23-25). Suatu tanda yang pasti dari pertumbuhan rohani kita ialah suatu kerinduan yang mendalam untuk makan dari Firman Allah yang hidup dan kekal.

Maka, kita patut berwaspada supaya kelaparan dan kehausan akan Firman Allah itu tidak lenyap. Kerinduan ini dapat dipadamkan oleh berbagai sikap yang salah (ayat 1Pet 2:1) dan melalui "terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup" ( Luk 8:14; lihat cat. --> Mat 5:6; lihat cat. --> 1Kor 15:2). [atau ref. Mat 5:6; 1Kor 15:2] [2:5] 2 Full Life : IMAMAT KUDUS. Nas : 1Pet 2:5 Dalam PL keimaman terbatas pada suatu golongan minoritas tertentu.

Kegiatan mereka yang khusus ialah mempersembahkan kurban kepada Allah, mewakili umat-Nya dan berbicara langsung dengan Allah ( Kel 28:1; 2Taw 29:11). Kini melalui Yesus Kristus, setiap orang Kristen sudah menjadi imam di hadapan Allah ( Wahy 1:6; 5:10; 20:6).

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Keimaman semua orang percaya berarti sebagai berikut: • 1) Semua orang percaya boleh langsung menghadap Allah melalui Kristus ( 1Pet 3:18; Yoh 14:6; Ef 2:18). • 2) Semua orang percaya berkewajiban untuk hidup kudus (ayat 1Pet 2:5,9; 1:14-17).

• 3) Semua orang percaya harus mempersembahkan "persembahan rohani:" kepada Allah, termasuk: • (a) hidup dalam ketaatan kepada Allah dan jangan menjadi serupa dengan dunia ( Rom 12:1-2); • (b) berdoa kepada Allah dan memuji Dia ( Mazm 50:14; Ibr 13:15; lihat art. PUJIAN); • (c) melayani dengan sepenuh hati dan pikiran ( 1Taw 28:9; Ef 5:1-2; Fili 2:17); • (d) melakukan perbuatan baik ( Ibr 13:16); • (e) memberi dari harta milik ( Rom 12:13; Fili 4:18); dan • (f) mempersembahkan tubuh kita kepada Allah sebagai senjata kebenaran ( Rom 6:13,19).

• 4) Semua orang percaya harus bersyafaat dan saling mendoakan serta berdoa untuk semua orang ( Kol 4:12; 1Tim 2:1; Wahy 8:3; bd. lihat art. DOA SYAFAAT). • 5) Semua orang percaya harus memberitakan Firman Allah dan mendoakan keberhasilannya (ayat 1Pet 2:9; 3:15; Kis 4:31; 1Kor 14:26; 2Tes 3:1).

• 6) Semua orang percaya dapat memimpin baptisan air dan Perjamuan Kudus ( Mat 28:19; Luk 22:19). [2:9] 3 Full Life : BANGSA YANG KUDUS. Nas : 1Pet 2:9 Orang percaya dipisahkan dari dunia supaya menjadi milik Allah sepenuhnya (bd. Kis 20:28; Tit 2:14) dan memberitakan Injil keselamatan demi kemuliaan dan kebesaran-Nya (lihat cat. --> Kel 19:6; lihat cat. --> Yes 42:1). [atau ref.

Kel 19:6; Yes 42:1] [2:11] 4 Full Life : PENDATANG DAN PERANTAU. Nas : 1Pet 2:11 Posisi kita yang baru sebagai milik Allah sendiri mengasingkan kita dari orang-orang di dunia ini sehingga kita menjadi orang asing.

Kita kini hidup dalam negeri yang bukan menjadi milik kita, dan kewarganegaraan kita adalah bersama Kristus di sorga (bd. Fili 3:20; Ibr 11:9-16). Karena kita adalah orang asing di bumi ini, kita harus menjauhkan diri dari kesenangan dunia yang berusaha membinasakan jiwa kita (lihat art.

PERBUATAN-PERBUATAN DOSA DAN BUAH ROH). [2:13] 5 Full Life : TUNDUKLAH . KEPADA SEMUA LEMBAGA MANUSIA. Nas : 1Pet 2:13 Lihat cat. --> Rom 13:1. [atau ref. Rom 13:1] [2:21] 6 Full Life : KRISTUSPUN TELAH MENDERITA . MENGIKUTI JEJAK-NYA. Nas : 1Pet 2:21 Kemuliaan dan kehormatan tertinggi yang dapat dialami seorang percaya ialah menderita bagi Kristus dan Injil (lihat cat.

--> Mat 5:10). [atau ref. Mat 5:10] Dalam penderitaan, orang percaya mengikuti teladan Kristus dan para rasul ( Yes 53:1-12; Mat 16:21; 20:28; Ibr 5:8; lihat cat. --> Kis 9:16). [atau ref. Kis 9:16] • 1) Orang Kristen harus bersedia untuk menderita ( 1Pet 4:1; 2Kor 11:23-29), yaitu turut dalam penderitaan Kristus ( 1Pet 4:13; 2Kor 1:5; Fili 3:10) dan menantikan penderitaan sebagai bagian dari pelayanannya ( 2Kor 4:10-12; bd. 1Kor 11:1). • 2) Menderita bagi Kristus disebut sebagai menderita "karena kehendak Allah" ( 1Pet 4:19), "karena nama-Ku" ( Kis 9:16), "menderita bagi Injil-Nya" ( 2Tim 1:8), "menderita karena kebenaran" ( 1Pet 3:14) dan "menderita karena Kerajaan itu" ( 2Tes 1:5).

• 3) Menderita bagi Kristus adalah suatu cara untuk mencapai kedewasaan rohani ( Ibr 2:10), memperoleh berkat Allah ( 1Pet 4:14), dan membagikan hidup kepada orang lain ( 2Kor 4:10-12). Turut menderita bersama Kristus adalah prasyarat untuk dapat dimuliakan bersama Kristus ( Rom 8:17) dan memperoleh kemuliaan abadi ( Rom 8:18). Dalam pengertian ini penderitaan dianggap sebagai karunia Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah yang indah (ayat 1Pet 2:19; Fili 1:29).

• 4) Dalam hal hidup untuk Kristus dan Injil, penderitaan jangan dicari, tetapi orang percaya harus bersedia mengalaminya sebagai akibat dari pengabdian kepada Kristus.

[2:24] 7 Full Life : MEMIKUL DOSA KITA. Nas : 1Pet 2:24 Kristus memikul dosa kita di kayu salib (bd. Yes 53:4,11-12), menjadi pengganti kita dengan menanggung hukuman bagi dosa kita ( Yoh 1:29; Ibr 9:28; 10:10; lihat art. HARI PENDAMAIAN). Tujuan dari kematian yang menggantikan ini adalah agar kita dapat dipisahkan sama sekali dari kesalahan, kuasa, dan pengaruh dosa.

Melalui kematian-Nya Kristus melenyapkan kesalahan kita dan hukuman bagi dosa kita, membuka jalan hingga kita pantas untuk kembali kepada Allah ( Rom 3:24-26) dan menerima kasih karunia untuk hidup benar di hadapan-Nya ( Rom 6:2-3; 2Kor 5:15; Gal 2:20). Petrus menggunakan kata "sembuh" dalam hubungan dengan keselamatan dengan segala berkatnya (bd.

Yes 53:5; Mat 8:16-17).PERUMPAMAAN ANAK YANG HILANG: LUKAS 15:11-32 - TEOLOGIA REFORMED PERUMPAMAAN ANAK YANG HILANG: Lukas 15:11-32.

Lukas 15:11-32 - “(Lukas 15:11) Yesus berkata lagi: ‘Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. (12) Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. (13) Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. (14) Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

(15) Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. (16) Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

(17) Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. (18) Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, (19) aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. (20) Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.

Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

(21) Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. (22) Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. (23) Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

(24) Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. (25) Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. (26) Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. (27) Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.

(28) Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. (29) Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. (30) Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

(31) Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. (Lukas 15:32) Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.’”. I) Anak bungsu. Jadi, dalam kasus ini, karena bapa itu mempunyai dua anak, maka anak sulung mendapat 2/3 bagian, sedang anak bungsu mendapat 1/3 bagian. Jadi, ia memang seharusnya mempunyai bagian warisan, tetapi hal yang kurang ajar dari anak bungsu itu adalah bahwa ia memintanya selagi ayahnya masih hidup.

Seakan-akan ia berkata: ‘Kalau kamu mati, itu toh menjadi milikkku, jadi berikan sekarang saja, seakan-akan kamu sudah mati!’. Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah tidak merampok, menyakiti, atau membunuh bapanya; ia hanya menjauhinya dan tidak mempedulikannya! Sebetulnya dari semula inilah tujuannya. Inti dari keinginannya adalah bahwa ia tidak mau hidup dikuasai / diatur ayahnya. Ia ingin bebas, sehingga bisa berfoya-foya dan mencari kesenangan sesuka hatinya.

Jangan anggap enteng kondisi mati rohani dan terhilang ini, karena kalau saudara biarkan, ini membawa saudara ke neraka! Bandingkan juga dengan Yesaya 53:6a yang berbunyi: “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,”. 2) Akibat dosa anak bungsu (Lukas 15:14-16). Lukas 15:14-16: “(14) Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. (15) Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.

Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. (16) Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.”.

Tetapi bapa dalam perumpamaan ini tidaklah demikian. Bahkan mungkin sekali sejak kepergian anak bungsunya itu, bapa ini sering melihat ke arah jalanan, sambil mengharap kembalinya anak bungsunya ini. Karena itu pada waktu anak bungsu itu masih jauh, bapa itu telah melihatnya, dan lalu lari mendapatkannya. Penerapan: Apakah saudara adalah orang berdosa yang belum pernah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, atau apakah saudara adalah orang kristen sejati yang telah menjauhkan diri dari Tuhan, ingatlah bahwa Bapa yang mencintai saudara itu menunggu-nunggu kedatangan / pertobatan saudara!

Ia ingin saudara datang / kembali kepada Dia. Apakah saudara ingin mengecewakan Dia, atau menyenangkan Dia dengan datang / kembali kepada Dia? 2) Bapa ini tergerak oleh belas kasihan ( Lukas 15:20a). Ia melihat keadaan anaknya, yang mungkin sekali kurus, kotor, berpakaian compang camping, dan hatinya tergerak oleh belas kasihan. Puji Tuhan bahwa Allah itu mempunyai belas kasihan kepada manusia berdosa. Ini menyebabkan Ia memberikan kasih karunia, yaitu hal baik yang sama sekali tidak layak kita dapatkan, kepada kita yang adalah manusia berdosa.

Andaikata Allah selalu menemui orang berdosa dengan keadilan, celakalah kita! Tetapi Dia tidak demikian! Karena itu janganlah takut untuk bertobat dan datang / kembali kepada Dia. Catatan: Kata-kata yang saya garisbawahi itu ( Lukas 15:10) akan menunjukkan bahwa Allah tidak adil, ANDAIKATA YESUS TIDAK PERNAH MENDERITA DAN MATI UNTUK MENEBUS DOSA KITA!

Tetapi dengan adanya penebusan Kristus terhadap dosa-dosa kita, Allah bisa melakukan hal itu dan tetap adil! Allah bisa mengampuni / tidak menghukum orang berdosa karena Yesus sudah membayar hutang dosa itu!

3) Bapa itu lari mendapatkan anaknya, merangkul dan mencium dia (Lukas 15:20b). b. Tidak memberikan persyaratan-persyaratan lebih dahulu sebelum menerima kembali anaknya.

Gereja Roma Katolik, yang kalau pastornya memberikan pengampunan dosa, selalu memberikan ‘semacam hukuman’ (acts of penance) yang harus dilakukan lebih dulu oleh orang yang minta ampun dosa. Tetapi persyaratan seperti itu tidak ada di sini! Lukas 15:21-22: “(21) Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. (22) Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.”.

Dalam Lukas 15: 21 anak bungsu itu mengakui dosa, tetapi jawaban bapa dalam Lukas 15:22 sama sekali tidak menyinggung-nyinggung dosa anak bungsu itu. Di sinilah terletak keindahan kasih Allah! Kalau kita manusia mengampuni seseorang, kita masih mengingat kesalahan orang itu. Tetapi kalau Bapa mengampuni kesalahan kita, Ia tidak mengingat-ingatnya lagi! a) Dalam Lukas 15:18b-19 anak itu merencanakan untuk berkata: “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.”, tetapi dalam Lukas 15:21 ia baru mengucapkan “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.”.

Sebelum ia mengucapkan kata-kata “jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.”, bapanya sudah memotong kata-katanya! Bapanya tidak mau mendengarkan kata-kata yang berhubungan dengan ketidak-layakan anak itu menjadi anak! Mengapa? Jelas karena ia mau menerimanya sebagai anak! Ester 6:8-9 - “(8) hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, (9) dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!’”.

Lukas 15:29-30: “(29) Tetapi ia menjawab sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

(30) Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.”. Anak sulung berkata: untuk anak bungsu bapanya menyembelih anak lembu tambun, sedangkan untuknya bapanya tidak pernah menyembelih seekor anak kambing sekalipun. Saya berpendapat bahwa kata-kata anak sulung ini belum tentu benar. Adalah biasa orang merasa dirinya tidak diberkati (dan membesar-besarkan hal itu) pada waktu iri hati melihat orang lain diberkati!

3) Ia meninggikan dirinya sendiri dan menjelek-jelekkan adiknya (Lukas 15:29-30). Tindakan seperti ini memang ciri khas orang Farisi (bdk. Lukas 18:11-12). Sesuatu yang menarik di sini adalah bahwa kata ‘melayani’ dalam bahasa Yunaninya tidak menggunakan kata Yunani DIAKONEO, yang artinya adalah ‘I serve’ [= Aku melayani], tetapi menggunakan kata Yunani DOULEUO, yang artinya adalah ‘I serve as a slave’ [= Aku melayani sebagai hamba / aku menghambakan diri].

Bandingkan kata DOULEUO ini dengan kata DOULOS yang berarti hamba / budak. Kalau saudara adalah orang dalam sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah yang seperti anak sulung, sadarilah bahwa sebetulnya saudara lebih terhilang dari anak bungsu itu! Sekalipun anak bungsu itu berdosa, tetapi setidaknya ia sadar akan dosanya dan kembali kepada bapanya. Tetapi saudara tidak pernah sadar akan dosa apalagi bertobat, dan sekalipun terhadap Bapa saudara itu dekat di mata, tetapi sebetulnya jauh di hati!

Sadarilah bahwa saudara juga adalah orang berdosa dan datanglah sungguh-sungguh kepada Bapa melalui Yesus Kristus sebagai Penebus / Juruselamat saudara, karena kalau tidak kata-kata Yesus di bawah ini akan menjadi kenyataan dalam diri saudara.

Matius 21:28-32 - “(28) ‘Tetapi apa pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. (29) Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. (30) Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal dan pergi juga. (31) Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?’ Jawab mereka: ‘Yang terakhir’.

Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

(32) Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, tetapi kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.’”. -->
Manusia adalah makhluk sempurna ciptaan Tuhan dibanding makhluk ciptaan yang lain.

Sejatinya, kodrat manusia adalah sebagai makhluk monodualis. Lalu, di samping sebagai makhluk individu (pribadi), manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Kemudian, sebagai individu, manusia diberikan kemampuan berupa akal, pikiran dan perasaan. Sehingga memiliki tanggung jawab akan dirinya yang berguna untuk mengembangkan kemampuannya, dan juga memenuhi berbagai kebutuhan hidup. (Baca juga: Pola Komunikasi Organisasi) Sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, manusia sudah memiliki dorongan akan kebutuhan berinteraksi.

Dengan bantuan orang lain, manusia mulai belajar dan beradaptasi di lingkungannya. Mulai dari merangkak, belajar berdiri, berjalan, menggunakan alat gerak, hingga bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Bahkan, bisa mengembangkan potensi dalam diri serta hal lain yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Dalam interaksinya dengan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah, manusia akan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi. Komunikasi yang berlangsung antara individu dengan individu dianggap sebagai komunikasi secara tatap muka (face to face).

Lalu, dalam ilmu komunikasi dikenal dengan istilah komunikasi antar pribadi. Baca juga : prinsip-prinsip komunikasi Pengertian Komunikasi antar pribadi dinilai sangat efektif untuk merubah perilaku orang lain, bila terdapat persamaan mengenai makna yang dibincangkan.

Tanda khusus yang ada di komunikasi antar pribadi ini terletak pada arus balik langsung. Arus balik tersebut memiliki daya tangkap yang mudah untuk komunikator baik ecara verbal dalam bentuk kata maupun non verbal dalam bentuk bahasa tubuh seperti anggukan, senyuman, mengernyitkan dahi dan lain sebagainya. Selama proses komunikasi antar pribadi berlangsung sangat penting terjadinya interaksi berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau individu dengan antar individu supaya terjadi umpan balik dan tidak menimbulkan kesalah pahaman dalam berkomunikasi.

(Baca juga: Komunikasi Visual) Pengertian Menurut Para Ahli Menurut Joseph A.Devito dalam buku The Interpersonal Communication Book (Devito, 1989:4), komunikasi antar pribadi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua individu atau antar individu dalam kelompok dengan beberapa efek dan umpan balik seketika.

Sedangkan menurut Evert M Rogers dalam Depari, komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut ke mulut, dengan interaksi tatap muka antara beberapa orang pribadi.(Baca juga: Hambatan-Hambatan Komunikasi) Lain halnya dengan Dean Barnulus (Liliweri, 1991:12) yang mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi, dihubungkan dengan pertemuan antara dua individu, tiga individu ataupun lebih yang terjadi secara spontan dan tidak berstruktur.

Begitu pula Onong U.Effendy (Effendy,1993:61), mengutarakan komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara dua orang dimana kontak langsung terjadi dalam bentuk percakapan, bisa langsung berhadapan muka (face to face) atau bisa melalui media seperti telepon. Ciri khas komunikasi antar pribadi yakni dua arah atau timbal balik. (Baca juga: Sistem Komunikasi Indonesia) Berdasarkan pendapat para teoritikus, bisa dikemukakan bahwa komunikasi antar pribadi adalah dimana orang – orang yang terlibat dalam komunikasi menganggap orang lain sebagai pribadi bukan sebagai objek.

Baca juga: Komunikasi Lintas Budaya Teori Komunikasi Antar Pribadi Adapun teori – teori yang termasuk dalam teori komunikasi antar pribadi, yaitu : A. Aprehensi Komunikasi Aprehensi komunikasi adalah salah satu kondisi kognitif. Kondisi dimana seseorang mengetahui dengan sadar bahwa dirinya memiliki rasa khawatir dan ketakutan selama terjadinya komunikasi.

Sehingga menjadikan ia orang yang mati rasa karena tidak memiliki pikiran dan perasan apapun. Bahkan hingga tidak memahami sebab akibat sosial.

(Baca juga: Manajemen Komunikasi) Pendapat lain mengatakan, aprehensi komunikasi dapat terjadi apabila individu menganggap bahwa pengalaman komunikasi miliknya sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan. Sehingga ia merasa takut untuk berkomunikasi kembali. Penyebab aprehensi komunikasi dikemlompokkan dalam 3 kategori : • Aktifitas yang berlebihan – Secara psikologis menunjukkan sikap kita sudah terlalu aktif bahkan sebelum kegiatan dilakukan • Proses kognitif tidak tepat – Ditunjukkan dengan rasa tidak nyaman dalam menghadapi komunikasi • Keterampilan dalam komunikasi tidak memadai – Ini menunjukkan jika kita tidak tahu cara sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah secara efektif.

(Baca juga: Filsafat Komunikasi) Kemudian ada beberapa teori lain terkait dengan komunikasi antar pribadi, antara lain: B. Self-Disclosure Self disclosure adalah bagian dari kajian komunikasi perspektif internasional.

Fokus utama dalam tindak komunikasi adalah aspek interaksi yang melibatkan indikator sebagai individu sosial. Ini digunakan juga untuk mengembangkan potensi kemanusiaan melalui interaksi sosial (Fister, 1986:243). Kemudian, pada self-disclosure, komunikasi yang terjadi ketika individu berani membuka diri dan menyatakan informasi tentang dirinya.

Informasi yang diungkapkan adalah informasi mendalam (rahasia). Baca juga : Teori Public Relations C. Penilaian Sosial Orang biasa melakukan dua hal dalam menerima pesan, yakni mengkontraskan dan mengasimilasikan.

Kontras adalah distorsi perseptual yang mengantarkan pada polarisasi ide. Sebagai contoh, mengontraskan pandangan kopi itu bermanfaat bagi kesehatan juga kopi itu merugikan kesehatan.

Sedangkan, asimilasi menunjukan kekeliruan dalam melakukan penilaian yang bertentangan. Selain itu terdapat tiga hal dalam Teori Penilaian Sosial yang berpengaruh pada komunikasi antar pribadi, antara lain : • Pembicaraan yang memiliki kredibilitas tinggi.

Hal ini mampu melancarkan penyampaian pesan secara jelas tanpa menimbulkan kesalah pahaman pada lawan bicara. • Ambiguitas seringkali dinilai lebih baik dibanding dengan kejelasan.

Contohnya saat pesan yang akan disampaikan di dalam dunia periklanan. • Adanya Individu yang bersifat dogmatis dalam menghadapi permasalahan. (Baca juga: Komunikasi Sosial) D. Penetrasi Sosial Teori yang menyatakan kedekatan antar pribadi itu berlangsung secara bertahap (gradual). Kemudian dilakukan berurutan dimulai dari tahap biasa hingga tahap intim. Ini merupakan fungsi dari dampak saat ini dan masa depan. Baca Juga : • teori komunikasi • Teori Media Baru • Etika Komunikasi • Komunikasi yang Efektif E.

Pengurangan Ketidak Pastian Teori ini menjelaskan bagaimana manusia menggali pengetahuan tentang lawan bicaranya. Ini bertujuan sebagai cara untuk mengurangi ketidak pastian dalam komunikasi.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Sehingga mampu menimbulkan perasaan tenang dan nyaman selama berkomunikasi. Namun, jika tidak mengetahui latar belakang lawan bicaranya seperti orang asing, tentu menimbulkan perasaan tidak tenang, takut salah bicara dan tidak nyaman dalam berkomunikasi. (Baca juga: Internet sebagai Media Informasi) F. Dialetika Relasional Teori ini menganggap bila orang – orang yang menjalin relasi dan komunikasi antar pribadi, didalam batin mereka terjadi tarikan konflik.

Kemudian, tarikan konflik tersebut menyebabkan relasi selalu berada dalam kondisi cair. Lalu situasi tersebut dikenal sebagai ketegangan dialektis, dimana kita serasa terayun antara harmonis dan konflik. [Adsense-A] Karakteristik Komunikasi Antar Pribadi Judy C. Pearson(1983) menyebutkan enam karakteristik komunikasi antarpribadi adalah sebagai berikut : 1.Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi ( self) Dalam berkomunikasi, terdapat berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman.

Semua hal tersebut dihasilkan dari dalam diri individu. Oleh karena itu, artinya komunikasi antar pribadi dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita. (Baca juga: Komunikasi Pemerintahan) 2. Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi komunikasi antarpribadi dimaksudkan tidak hanya berkaitan dengan isi pesanyang menjadi media tukar, tetapi juga melibatkan siapa yang menjadi komunikan serta bagaimana hubungan kita dengan komunikan tersebut.

Baca juga : Bahasa sebagai Alat Komunikasi 3.Komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi Kedekatan saat berkomunikasi diperlukan baik untuk sang komunikator, maupun juga komunikan. Oleh karena itu, jarak menjadi sangat penting untuk menilai keberhasilan suatu komunikai agar mencapai komunikasi yang efektif. 4.Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional Transaksional yang menjadi sifat komunikasi antar pribadi mengacu pada tindakan dari pihak-pihak yang berkomunikasi.

Sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah secara serempak menyampaikan dan menerima pesan. 5.Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya.

Dalam sebuah komunikasi antar pribadi, perlu adanya timbal balik yang berkaitan mengenai topik yang dibicarakan. Apalagi topik berbeda, akan terjadi kesenjangan dalam berkomunikasi dan menimbulkan keheningan serta salah pemahaman antara komunikator dan komunikan. Oleh karena itu, peran pesan menjadi sangat penting. 6.Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang. Proses penyampaian pesan yang terjadi saat komunikasi antar pribadi berlangsung tidak dapat diubah atau diulang kembali.

Apa yang telah disampaikan dan dipahami oleh kedua belah pihak akan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah stimulasi berbeda – beda. Sehingga, perlu diperhatikan saat penyampaian pesan agar tercipta komunikasi yang kondusif. Baca juga : Komunikasi Gender Ciri – Ciri Komunikasi Antar Pribadi Menurut beberapa ahli dalam bidang studi ilmu komunikasiciri-ciri komunikasi antar pribadi yaitu: [accordion] [toggle title=”Kumar (Wiryanto, 2005: 36) dan De vito (Sugiyo, 2005: 4)”] • Keterbukaan (openness), sikap menanggapi informasi dengan hati yang gembira saat berinteraksi dalam hubungan antar pribadi.

• Empati (empathy), Situasi dimana komunikan turut merasakan apa yang dirasa oleh orang lain. • Dukungan (supportiveness), situasi terbuka untuk mendukung komunikasi yang efektif. • Rasa positif (positivenes), perasaan positif dalam diri turut mendorong orang lain untuk aktif berpartisipasi dan menciptakan suasana komunikasi yang kondusif.

• Kesetaraan (equality), pengakuan tersembunyi dalam diri kedua belah pihak untuk saling menghargai.(Baca juga: Komunikasi Islam) [/toggle] [toggle title=”Rogers”] ciri komunikasi antar pribadi, yakni : • Pesan yang disampaikan memiliki arus dua arah. • Konteks memiliki tujuan dua arah. • Tingkat umpan balik berkomunikasi tinggi. • Kemampuan individu dalam mengatasi selektivitas tinggi.

• Kecepatan dalam menjangkau masyarakat sedikit lambat. • Efek yang ditimbulkan yaitu timbulnya perubahan sikap. Baca juga: Komunikasi Pertanian [/toggle] [toggle title=”Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Sugiyo, 2005:4)”] Menurut Departemen Pendidikan Kebudayaan dalam Sugiyo, 2005:4komunikasi antar pribadi memilki ciri : • Adanya partisipasi dalam arus komunikasi.

• Terjadinya dialog antar individu bukan monolog. • Adanya interaksi selama terjadinya komunikasi. • Adanya ikatan psikologis yang melibatkan kedua belah pihak. [/toggle] [/accordion] Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa komunikasi antar pribadi mempunyai ciri keterbukaan yang ditandai dengan ketersediaan kedua belah pihak untuk membuka diri.Kemudian saling memberikan reaksi, dan ikut terlibat merasakan pikiran dan perasaan orang lain selama komunikasi berlangsung.

Baca juga: Etika Komunikasi di Internet Jenis-jenis Hubungan Komunikasi Antar Pribadi Maslow, berpendapat bahwa salah satu dari empat kebutuhan utama manusia yaitu adanya kebutuhan sosial untuk memperoleh rasa aman dan nyaman. Emosi tersebut terjadi akibat hubungan komunikasi antar pribadi. Kemudian, hubungan yang hangat dan ramah mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi lebih baik. Sebab komunikasi yang terjalin setiap hari berfungsi untuk memupuk dan memelihara hubungan kita dengan lingkungan.

Jenis – jenis hubungan komunikasi antar pribadi, diantaranya : 1.Perkenalan Tahap ini adalah tahap dimana awal mula terjadinya komunikasi. Ini berupa “fase kontak permulaan” atau adanya usaha dari masing – masing individu untuk mengetahui secepatnya identitas, dan sikap dari lawan bicara.

Informasi tahap perkenalan dibagi dalam 7 kategori : [table] [tr][td]Informasi yang demografis[/td][/tr] [tr][td]Sikap serta pendapat tentang orang atau objek[/td][/tr] [tr][td]Perilaku lawan bicara pada masa lalu[/td][/tr] [tr][td]Rencana yang akan dilakukan mendatang[/td][/tr] [tr][td]Bercerita tentang hobi dan minat[/td][/tr] [tr][td]Kepribadian lawan bicara[/td][/tr] [tr][td]Bercerita tentang orang lain[/td][/tr] [/table] 2.Persahabatan Beberapa alasan umum, seseorang memutuskan menjalin persahabatan adalah untuk mengurangi rasa kesepian.

Selain itu, juga untuk menguatkan dorongan karena manusia membutuhkan dorongan semangat kala sedih, terpuruk ataupun berusaha bangkit. Kemudian, hubungan persahabatan sangat penting dimulai sejak dini. Ini dinilai membantu melewati masa transisi dari kanak – kanak hingga dewasa.

Bahkan membantu memperoleh pengalaman hidup untuk proses pengembangan identitas diri, serta peningkatan kemampuan bersosialisasi dan keterampilan komunikasi dalam mengatasi konflik. 3.Keakraban Keakraban sangat identik dengan sahabat karib atau close friend. Setiap orang saling menggantungkan diri satu sama lain dan terikat dalam tanggung jawab. Bentuk tanggung jawab tersebut bertujuan untuk saling percaya, mendukung satu sama lain, memberikan dorongan semangat yang positif. 4.Suami Istri Hubungan suami istri dianggap sebagai hubungan yang unik.

Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakteristik antara suami dan istri membentuk hubungan interpersonal lainnya seperti : • Prediksi yang dilakukan tiap pasangan menjadi kebiasaan rutin. • Dalam berinteraksi, komunikasi yang terjalin antara suami istri adalah komunikasi berdasarkan kejelasan pengetahuan. Misalnya, bila suatu pagi suami tidak bangun pagi dan berangkat ke kantor, dengan segera istri dapat menjelaskan alasannya karena sedang tidak enak badan. • Suami istri menetapkan peraturan pribadi dalam interaksinya setiap hari Dengan adanya komunikasi yang terbuka antara suami dan istri, sikap saling pengertian pun akan terbina, rumah tangga menjadi lebih harmonis dan minim akan pertengkaran rumah tangga karena kesalah pahaman komunikasi.

Terakhir aspek penting dalam hubungan suami istri adalah komunikasi waktu. Kebutuhan untuk bersikap dewasa dan pengertian dari masing – masing pasangan dinilai penting guna terwujudnya komunikasi ini.

5.Orang tua dan Anak Komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak terikat dalam hubungan keluarga. Hubungan yang terjalin ini bersifat dua arah, dimana orang tua bertanggung jawab dalam mendidik anak kemudian anak bertanggung jawab dalam mematuhi nasehat orang tua. Kemudian, hubungan interpersonal antara orang tua dan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah muncul melalui transformasi nilai – nilai dalam bentuk sosialisasi yang ditanamkan sejak dini hingga dewasa.

Pada proses sosialisasi, orang tua menanamkan nilai budi perkerti luhur yang dianutnya guna mendidik kepribadian sang anak melalui komunikasi. Menurut Mc Leod dan Chaffee, komunikasi dalam keluarga dibagi menjadi : • Komunikasi dengan pola laissez faire : Ditandai dengan rendahnya komunikasi yang berorientasi konsep.

Dimana anak tidak diarahkan untuk mengembangkan diri secara mandiri, dan rendah dalam bersosial. • Komunikasi pola protektif: Komunikasi ini ditandai dengan rendahnya tingkat komunikasi terkait dengan orientasi konsep. Lalu juga tingginya komunikasi dalam orientasi sosial. Kepatuhan pada orang tua sangat dijunjung tinggi, dimana anak tidak diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat.

• Komunikasi pola pluralistik: Bentuk komunikasi keluarga yang mengedepankan komunikasi terbuka. Komunikasi terbuka dilakukan dalam membahas ide dengan semua anggota keluarga, menghormati minat anggota keluarga lainnya dan saling mendukung. • Komunikasi pola konsensual: Bentuk komunikasi ini menekankan pada komunikasi berorientasi sosial dan konsep. Pola ini memberikan kebebasan kepada tiap anggota keluarga untuk mengemukakan pendapat dari berbagai sudut pandang tanpa mengganggu struktur kekuatan keluarga.

• Persaudaraan: Hubungan ini ditandai dengan keharmonisan, perasaan cinta kasih dan kedekatan hubungan antara kakak dan adik, anak – anak dari ayah dan ibu yang sama. Emosi yang sama menandai cinta dalam hubungan yang harmonis ini. [AdSense-C] Sifat Komunikasi Antar Pribadi Ditinjau berdasar sifatnya, komunikasi antar pribadi dibagi dalam : [accordion] [toggle title=”Komunikasi verbal (verbal communication)” state=”opened”] Merupakan bentuk komunikasi yang disampaikan secara tertulis (written) atau lisan (oral).

Komunikasi verbal lebih mudah disampaikan karena pesan yang disampaikan lebih mudah dimengerti. Ini disebabkan karena komunikasi ini dapat dilakukan dengan bantuan media telepon, surat, gambar, lukisan dll. [/toggle] [toggle title=”Komunikasi non verbal (non verbal communication)”] Dimana komunikasi yang disampaikan tidak menggunakan kata – kata melainkan gerak isyarat bahasa tubuh, ekspesi wajah dan kontak mata, juga penggunaan objek seperti baju, potongan rambut dsb, serta cara bicara seperti intonasi nada yang tinggi, gaya bicara, dan kualitas emosi.

Contoh dalam komunikasi non verbal ini terlihat pada komunikasi gambar seperti televise, iklan baliho dll. [/toggle] [/accordion] Tujuan Komunikasi Antar Pribadi Komunikasi Antar Pribadi yang terjadi antar individu memiliki beberapa tujuan, antara lain : • Menyampaikan Informasi – Tujuan utama berkomunikasi ialah menyampaikan informasi. Lalu di dalam komunikasi antar pribadi ditekankan kembali mengenai penyampaian informasi yang memiliki sifat intim dan mendekati komunikasi yang efektif.

• Menumbuhkan Simpati – Dalam berbagi informasi, ada kalanya terselip beberapa pesan yang merupakan pengalaman pribadi. Baik dalam bentuknya pengalaman menyenangkan atau menyedihkan. Dari sana timbul rasa simpati yang dirasakan oleh kedua belah pihak.

• Menumbuhkan Motivasi – Tidak jarang pula dari informasi yang dibagikan menimbulkan motivasi tersendiri. Apabila pesan tersebut berisi kisah – kisah inspiratif yang mampu menggugah kepribadian diri Manfaat Mempelajari Komunikasi Antar Pribadi • Komunikasi antar pribadi menjadikan kita lebih mengenal diri sendiri dan terbuka pada orang lain, serta mengetahui cara menanggapi dan memprediksi sikap dan tindakan orang lain pada kita.

• Membuat kita menjadi lebih mengetahui dan mengenal lingkungan, kejadian sekitar juga orang lain • Mengajarkan kita untuk lebih menghargai dan memelihara hubungan yang baik dengan orang lain guna meningkatkan rasa positif dalam diri dan meniadakan rasa kesepian, ketegangan dan stress.

• Banyak waktu dapat dimanfaatkan untuk merubah pandangan orang tentang kita melalui komunikasi antar pribadi • Ilmu komunikasi antar pribadi dapat dimanfaatkan untuk membantu orang lain dalam mmberikan nasihat dan saran seperti pada pekerjaan psikiater, psikolog dan ahli terapi. Demi menunjang kehidupan sosial, kita juga memelihara hubungan dengan orang lain, sahabat, orang tua, pasangan juga saudara.

Oleh karena itu, komunikasi antar pribadi sebaiknya mulai diterapkan dalam diri kita sendiri, agar memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain dengan memiliki pikiran terbuka untuk menghindari kesalah pahaman. Bahkan dalam berkomunikasi, setiap pendapat yang mengganjal dalam hati dapat tersampaikan dan menjadikan diri kita sebagai pribadi yang mampu berkomunikasi secara efektif
Pengertian Tanggung Jawab & Contoh Sikap Tanggung Jawab – Tanggung jawab adalah sebuah sikap yang wajib kamu miliki dan dibentuk dari kecil.

Karena pada saat itulah kamu akan diajarkan tentang tanggung jawab dan memiliki rasa tanggung jawab. Agar kamu dapat membawa sikap tersebut sampai dewasa. Terdapat beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan apabila kamu mempunyai rasa tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga maupun negara. Table of Contents • Pengertian Tanggung Jawab • Pengertian Tanggung Jawab berdasarkan KBBI • Pengertian Tanggung Jawab secara Harfiah • Anda Mungkin Juga Menyukai • Pengertian Tanggung Jawab Menurut Para Ahli • 1.

Friedrich August von Hayek • 2. George Bernard Shaw • Pengertian Tanggung Jawab secara Umum • Ciri-Ciri Tanggung Jawab • Jenis-Jenis Tanggung Jawab beserta Contohnya • 1. Tanggung Jawab pada Diri Sendiri • 2. Tanggung Jawab pada Keluarga • 3. Tanggung Jawab kepada Masyarakat • 4. Tanggung Jawab kepada Tuhan • 5. Tanggung Jawab kepada Bangsa dan Negara • Langkah Guna Membangun Rasa Tanggung Jawab • 1. Menghentikan Kebiasaan Mengeluh • 2. Tidak Perlu Banyak Alasan • 3. Jangan Menunda-Nunda Pekerjaan • 4.

Menjadi Seorang Konsisten • 5. Belajar Mengatur Keuangan secara Sendiri • Akibat Jika Tidak Melakukan Sikap Tanggung Jawab • Manfaat Sikap Tanggung Jawab • 1. Lebih Dihargai Orang Lain • 2. Mempunyai Ketelitian Tinggi • 3. Akan Lebih Dipercaya Orang Lain • 4. Mendorong Kesuksesan • Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi • Artikel Psikologi Pengertian Tanggung Jawab Sebelum kamu mengetahui lebih lengkap mengenai tanggung jawab, berikut kesimpulan mengenai pengertian tanggung jawab dari berbagai sudut pandang yang berbeda dan wajib untuk kamu ketahuinya.

Pengertian Tanggung Jawab berdasarkan KBBI Berdasarkan KBBI atau yang biasa disebut dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah suatu kondisi dimana setiap individu memiliki suatu kewajiban untuk menanggung segala sesuatunya sendirian. Pengertian Tanggung Jawab Menurut Para Ahli Agar kamu dapat tahu mengenai apa itu tanggung jawab, kamu juga bisa mengacu pada beberapa gagasan dari para ahli tentang tanggung jawab.

Berikut pengertian tanggung jawab berdasarkan para ahli yang perlu kamu ketahui. 1. Friedrich August von Hayek Menurut Friedrich August von Hayek, dirinya mengemukakan gagasannya bahwa istilah tanggung jawab umumnya dipakai untuk menutupi tanggung jawab itu sendiri. Sedangkan tanggung jawab dan kebebasan ialah kedua hal yang tidak bisa untuk dipisahkannya.

Sebab seseorang yang dapat bertanggung jawab atas tindakannya dan bisa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya tersebut hanyalah seorang yang dapat mengambil sebuah keputusan dan sanggup untuk bertindak secara bebas atau tanpa adanya suatu tekanan dari berbagai pihak. 2. George Bernard Shaw Sementara gagasan yang dikemukakan oleh George Bernard Shaw mengenai tanggung jawab yaitu setiap orang yang sanggup mempraktekkan semua pengetahuan dan tenaganya dalam sebuah tindakan yang efektif, dan berguna jika seseorang wajib menanggung segala akibat yang dilakukannya.

Baik dapat memberikan keuntungan bagi dirinya maupun malah merugikan dirinya. Pengertian Tanggung Jawab secara Umum Pada umumnya, pengertian mengenai tanggung jawab adalah kesadaran seseorang terhadap perbuatan maupun perilaku yang secara sengaja itu meskipun tidak sengaja memperlakukannya. Tanggung jawab bisa kamu lakukan pada kondisi dimana seseorang dalam keadaan sadar.

Apabila seseorang tersebut memiliki suatu sifat tanggung jawab, maka dirinya tergolong menjadi pribadi yang memiliki kejujuran serta kepedulian yang tinggi. Namun, apabila seseorang itu kehilangan suatu sifat tanggung jawab, akan terdapat pihak yang lain untuk memaksakan tanggung jawab tersebut.

Dengan ini, tanggung jawab dapat dilihat dari kedua sisinya yakni sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah pihak yang telah diperbuat atau dibentuknya beserta sisi kepentingan bagi pihak yang lain.

Book of Leadership Buku ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang. Kalian perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi kepemimpinan di dalam diri. Dengan kata lain, buku ini dapat membuka sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah kalian bahwa siapa pun mampu menjadi pemimpin.

Apabila kalian ingin menjadi pemimpin, buku ini memberikan sejumlah cara yang dapat kalian praktikkan. kalian juga dapat menganalisis lalu mengatasi berbagai kendala kepemimpinan sehingga kalian segera mewujudkan keinginan untuk memimpin. Selamat membaca dan selamat berlatih! Ciri-Ciri Tanggung Jawab Terdapat beberapa ciri-ciri dari seseorang yang bertanggung jawab.

Apa sajakah sikapnya, Berikut dibawah ini adalah ciri-ciri dari seseorang yang bertanggung jawab. • Menentukan jalan yang benar • Selalu tetap memotivasi diri sendiri • Tetap menjaga menghormati diri sendiri • Tetap waspada • Mempunyai komitmen dalam sebuah tugas • Menjalankan tugas sesuai standar yang baik • Menepati segala janjinya • Memiliki keberanian guna menanggung segala resiko yang diperbuatnya. Jenis-Jenis Tanggung Jawab beserta Contohnya Tanggung jawab mempunyai berbagai pemahaman mengenai tanggung beserta contohnya dari beberapa mengenai salah satu sifat yakni tanggung jawab beserta contohnya : 1.

Tanggung Jawab pada Diri Sendiri Tanggung jawab terdiri dari tanggung jawab kepada diri sendiri, hanyalah diri sendiri yang memahami tentang makna serta capaian yang perlu anda lakukannya. Guna menyelesaikan tanggung jawab yang kamu punyai pada diri sendiri. Salah satu contoh tanggung jawab kepada diri sendiri yakni apabila kamu menginginkan agar bisa lulus kuliah secara tepat waktu dan memiliki ipk sesuai yang didambakannya.

Maka kamu wajib untuk belajar secara giat dengan tanggung jawab terhadap waktu yang kamu miliki. Kamu wajib mengetahui kapan waktu untuk bermain dan belajar. Hal itu perlu kamu ketahuinya agar kamu dapat mencapai keinginan dan dapat bertanggung jawab terhadap waktu yang kamu miliki. Maka diwajibkannya bertanggung jawab kepada diri sendiri sebab dengan kamu tidak memiliki semangat belajar. Hal yang terjadi yaitu nilai ipk untuk kuliah kamu akan tidak bisa maksimal atau kurang memuaskannya.

2. Tanggung Jawab pada Keluarga Tanggung jawab tersebut juga merupakan suatu tanggung jawab yang wajib dipenuhi sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah seseorang untuk keluarganya. Tanggung jawab itu tidak hanya sekedar sebagai tulang punggung, akan tetapi juga dapat seperti tanggung jawab sebagai seorang anak guna menuntaskannya pendidikan dan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah membanggakannya orang tua. Salah satu contoh tanggung jawab terhadap keluarga adalah sebagai seorang anak wajib menghormati orang tua sebab hal itu bagian dari kewajiban dari dirinya.

Sehingga seorang anak wajib dapat bertanggung jawab kepada orang tua dengan cara menyayanginya serta menghormatinya.

3. Tanggung Jawab kepada Masyarakat Sebagai seorang manusia yang membutuhkan bantuan orang lain tentunya kamu mempunyai tanggung jawab yang wajib dipenuhi kepada masyarakat di lingkungan yang anda tinggali saat ini. Salah satu contoh dari tanggung jawab kepada masyarakat yaitu jika terdapat seseorang yang tak mau untuk melakukan kerja bakti sebab malas. Maka dirinya akan mendapatkan teguran dari kepala desa ataupun warga setempat, sebab kerja bakti adalah tanggung jawab terhadap semua anggota masyarakat.

4. Tanggung Jawab kepada Tuhan Berdasarkan pancasila pada sila ke satu yakni ketuhanan yang maha esa, maka anda adalah seorang makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dengan mempunyai tanggung jawab kepada tuhan kamu. Salah satu contoh tanggung jawab kepada Tuhan adalah setiap individu yang beragama wajib mematuhi kewajibannya masing-masing sesuai yang telah diatur oleh agamanya.

Tak hanya beribadah saja, namun seseorang juga perlu bersikap baik serta mempunyai sikap toleransi kepada semua orang.

5. Tanggung Jawab kepada Bangsa dan Negara Selain menjadi seorang warga negara yang menghuni di sebuah negara bersama para pemimpin dengan aturan yang telah ditetapkan negara.

Maka kamu mempunyai tanggung jawab kepada bangsa dan negara sebagai seorang warga negara yang baik. Salah satu contoh tanggung jawab kepada bangsa dan negara yaitu dengan cara menjaga suatu kesatuan dan persatuan serta mencintai tanah air atau negara sendiri.

Tanggung jawab tersebut dapat anda wujudkan dengan cara mempersembahkan sebuah prestasi yang dapat membanggakan negara.

Selain itu juga bisa kamu lakukan dengan cara melestarikan serta mencintainya warisan dari tanah air tersebut tergolong sebagai tanggung jawab menjadi warga negara yang baik. Si Bolang: Tiga Cerita Seru tentang Tanggung Jawab Di buku ini, Bolang mempunyai dua teman baik, bernama Popo dan Uci.

Mereka punya hewan peliharaan baru, namanya Tupi. Dia lucu sekali, tapi ternyata memelihara hewan itu susah, ya. Ada juga cerita tentang Uci yang marah karena mereka membuat berantakan markas rahasia. Selain itu, saat Bolang sakit, Uci dan Popo baik sekali karena mau merawat Bolang.

Kalian pasti penasaran ‘kan? Baca buku ini untuk tahu cerita lengkapnya! Langkah Guna Membangun Rasa Tanggung Jawab Dengan bertambahnya usia maka akan bertambah juga tanggung jawabmu. Dulunya belum sempat memikirkan untuk menyisihkan uang guna membeli pulsa ataupun lainnya, kini wajib pandai dalam mengatur uang agar kamu tetap dapat membelinya. Agar kami dapat mewujudkan masa depan kamu yang cerah.

Berikut ini terdapat beberapa cara guna membentuk rasa tanggung jawab. 1. Menghentikan Kebiasaan Mengeluh Menghentikan kebiasaan untuk mengeluh dan mengkomplain pada sesuatu hal. Kebiasaan tersebut dapat berdampak terhadap munculnya suatu hal negatif pada pikiran. Oleh sebab itu kamu harus dapat menerapkan komunikasi yang efektif seperti halnya yang dibahas dalam buku Effective Leadership Communication. Dengan terdapatnya pikiran yang negatif, maka kamu akan melihat segala sesuatunya lewat sudut pandang yang negatif.

Karena itulah pentingnya kamu untuk biasa mengeluh serta mengkomplain dari saat ini. Apabila kamu menjalankan suatu hal dengan cara salah, maka kamu tak hanya mengkomplain saja, akan tetapi juga memperlihatkan sebaiknya yang benar untuk dilakukannya seperti apa.

2. Tidak Perlu Banyak Alasan Selain menghentikan kebiasaan mengeluh, kamu juga perlu membuang kebiasan untuk membuat alasan. Saat kamu melakukan sebuah kesalahan, maka saat itulah kamu perlu untuk mengakuinya dan belajar pada kesalahan yang telah kamu perbuat. Kesalahan adalah suatu hal wajar, sebab tentunya semua masyarakat pernah melakukannya, dan ketika saat tertentu pun kesalahan tersebut juga wajib terjadi guna membentuk kamu agar bisa memahami bagaimana yang seharusnya benar untuk dilakukannya.

Dengan membuat alasan ataupun menyalahkan seseorang akan membuat anda menjadi seorang pengecut dan tak memiliki tanggung jawab. Sehingga jangan menjanjikan segala sesuatu kepada orang lain apabila kamu tidak sanggup untuk melakukannya dengan benar dan maksimal.

3. Jangan Menunda-Nunda Pekerjaan Waktu luang yang kamu pakai untuk bermain hp ataupun melakukan suatu hal yang tidak jelas, sebenarnya dapat kamu lakukan untuk melakukan segala hal positif. Kamu dapat membaca suatu berita, menuntaskan sebuah tugas walaupun waktu deadline masih lebih lama ataupun berolahraga. Waktu senggang tersebut juga dapat kamu pakai untuk merapikan sebuah kamar kamu yang berantakan, agar kamu dapat mempunyai suasana baru yang tentunya dapat menjernihkan atau menenangkan pikiran.

Menunda-nunda suatu pekerjaan maka juga berarti akan menunda kesuksesan anda. Sehingga apabila kamu mempunyai waktu senggang, sebaiknya pakailah untuk suatu hal yang memiliki manfaat. 4. Menjadi Seorang Konsisten Lakukanlah segala aktivitas harianmu secara konsisten. Apabila kamu pada hari kerja pukul 6 pagi biasanya bangun pagi, maka bangunlah pagi juga pada hari libur. Janganlah untuk bermalasan sampai siang hari berada di kamar dengan alasan bahwa kamu telah bekerja selama seminggu, dan hari libur pantas untuk dibuat bermalasan.

Kamu dapat mengisi hari libur dengan beristirahat dari kepenatan di kantor maupun sekolah melalui berolahraga. Tak hanya dapat menghilangkan rasa bosan, akan tetapi juga dapat menyehatkan tubuh anda. Hal mudah bermanfaat yang dapat kamu lakukan sebagai anak rantau ketika hari libur yakni dengan menghubungi teman ataupun keluarga.

Guna membantu kamu menjadi seorang yang konsisten, maka kamu dapat membuat jadwal. Dengan memilikinya jadwal tersebut, kamu akan selalu ingat apa yang seharusnya perlu anda lakukan saat hari itu. 5. Belajar Mengatur Keuangan secara Sendiri Uang adalah suatu hal penting yang ada di dalam hidup. Dengan uanglah kamu bisa menentukan apa yang bisa anda lakukan serta kemana anda pergi. Belajar untuk mengatur keuangan merupakan hal yang wajib anda lakukan guna menjadi seorang yang memiliki tanggung jawab.

Kamu akan memiliki sebuah penghasilan secara mingguan maupun bulanan. Sisihkanlah sebagian dari uang tersebut serta melakukannya secara berulang. Janganlah kamu mudah terbujuk oleh suatu hal yang sia-sia atau tidak memiliki kegunaan, hal itu justru dapat menyebabkan kamu akan mengganggu keberlangsungan hidup kamu pada akhir bulan. Sehingga belajarlah untuk menabung agar kamu dapat terhindar dari kebiasaan meminjam uang atau berhutang.

Akibat Jika Tidak Melakukan Sikap Tanggung Jawab Bagi anda yang tidak dapat bertanggung jawab atas suatu hal yang telah dibebankan kepada kamu, maka dapat memberikan dampak negatif antara lain : • Dikucilkan oleh warga setempat maupun orang terdekat anda • Tidak akan dihargai orang atas apa saja yang telah anda lakukan • Tidak akan dianggap menjadi bagian dari warga pada lingkungan tempat tinggal anda • Menjadi perbincangan oleh warga di lingkungan tempat tinggal anda • Memperoleh banyak teguran ataupun hingga cacian dari masyarakat Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban yang harus kamu lakukan pada apa yang sudah dibebankan kepada kamu.

Sikap tanggung jawab tersebut dapat melatih kamu untuk dapat menjadi seorang yang memiliki disiplin dan bisa menghargai sebuah waktu yang ada. Gentle Discipline Konsep pendisiplinan yang selama ini dilakukan banyak orang, adalah anak-anak perlu dihukum dan dimotivasi, seperti penggunaan sistem time out.

Hal itu mungkin lebih cepat membuahkan hasil, tetapi kenyataannya masalah yang jauh lebih buruk bisa terjadi. Kita tidak harus menjadi orang tua yang sempurna.

Namun, Sarah Ockwell akan untuk membantu kita dalam memahami mengapa anak-anak berperilaku buruk, serta bagaimana cara kita merespon mereka dengan lembut dan efektif. Sebab, kunci membentuk perilaku yang baik adalah dengan bekerja sama dengan anak-anak, bukan melawan mereka. Buku ini akan memberikan rahasia mendisiplinkan anak tanpa ancaman dan hukuman, lima langkah menuju disiplin yang lembut dan efektif, tips membentuk anak dengan pola pikir berkembang, dan piramida kebutuhan anak yang orang tua perlu tahu.

Manfaat Sikap Tanggung Jawab Sikap tanggung jawab pastinya memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan. Sebab, sikap yang satu ini perlu dimiliki oleh semua orang. Bagaimana bisa kita hidup tanpa adanya rasa tanggung jawab. Padahal hidup itu sendiri merupakan tanggung jawab masing-masing orang. Dimana kita diharuskan untuk bertanggung jawab atas hidup kita sendiri, berbuat baik dengan orang lain, dan bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jika kamu masih ragu, apa sih sebenarnya manfaat dari tanggung jawab itu?

Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat sikap tanggung jawab yang akan kamu dapatkan jika kamu memiliki sikap tersebut. 1. Lebih Dihargai Orang Lain Dengan memilikinya tanggung jawab maka seseorang akan dapat dihargai oleh masyarakat. Sebab dengan mempunyai sikap tanggung jawab kamu akan bertanggung jawab terhadap tugas yang telah dibebankannya dan tidak melalaikannya. Sehingga kamu tidak akan melakukan sebuah kesalahan pada tugas yang telah dibebankan kepada kamu.

Karena itulah seseorang menghargai kamu. 2. Mempunyai Ketelitian Tinggi Pada umumnya seseorang memiliki sifat tersebut maka akan memiliki sifat teliti yang tinggi. Sebab ia melakukan segala sesuatunya dengan hati-hati. Orang yang memiliki sikap tanggung jawab akan cenderung memikirkan risiko dan manfaat atas apa yang mereka lakukan.

Sehingga mereka akan lebih hati-hati dan memperhitungkan segala sesuatunya. 3. Akan Lebih Dipercaya Orang Lain Sifat tanggung jawab adalah sifat baik, sehingga seseorang yang mempunyai sikap itu akan mudah dipercaya oleh orang lain. Baik dari organisasi ataupun tempat lainnya. Kepercayaan tersebut merupakan sebuah usaha mengenai apa yang telah kamu lakukan sebelumnya. Misalnya jika kamu ingin mengajak kerjasama orang lain, tentu kamu akan memilih orang-orang yang memiliki sikap tanggung jawab.

Sebab, semua hal yang mereka kerjakan pasti akan sesuai dengan apa yang kamu harapan. Iya kan? 4. Mendorong Kesuksesan Tanggung jawab pastinya akan memperoleh hasil kepuasan bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebab sejatinya seorang yang memiliki sikap tanggung jawab tak akan secara asal-asalan dalam melakukan sesuatu. Serta dia tak akan pernah untuk lari dari masalah hingga dirinya menuntaskan masalahnya. Itulah beberapa ulasan mengenai sikap tanggung jawab dan bagaimana cara membentuk sikap tanggung jawab di dalam diri.

Sikap ini sangat penting untuk diajarkan dan ditanamkan dalam diri sendiri sejak dini. Selain bermanfaat untuk diri sendiri, sikap tanggung jawab juga bisa bermanfaat bagi masa depan kita. Sebab, dengan memiliki sikap ini, kita akan lebih mudah dipercaya oleh orang lain. Bagi kamu yang ingin menanamkan sikap tanggung jawab kepada anak-anak kecil.

Mungkin kamu bisa menggunakan buku ini untuk referensi pengajaran. Kamu bisa membaca buku rekomendasi di bawah ini dan menceritakannya kepada anak-anak.

Terkadang belajar melalui sebuah cerita akan lebih mudah dipahami dan dicontoh. Aku Bisa Bertanggung Jawab & Jujur: A Series Of Kids Manner Buku ini mencerita dua sahabat, bernama Bian dan Lian. Mereka menemukan seekor kucing lucu dan aktif yang akhirnya mereka beri nama kucing tersebut, Kymo. Kymo dibawa ke rumah Bian dan mereka berdua berjanji untuk merawatnya. Suatu ketika, Kymo sakit hingga akhirnya Bian memberikan Kymo kepada Lian.

Bian tidak mau lagi merawat Kymo dan Lian pun kecewa. Akankah Bian dan Lian mau bermain bersama lagi? Apakah Bian mau bertanggung jawab dan menepati janjinya lagi? temukan cerita selengkapnya di buku ini. Recent Post • Cara Mengirim Artikel Ke Koran Tribun yang Perlu Kamu Tahu Mei 6, 2022 • Cara Membuat Contoh Proposal Bisnis Plan yang Baik dan Benar Mei 6, 2022 • 8 Rekomendasi Spidol Kain Terbaik untuk Melukis Mei 6, 2022 • Tips Membangkitkan Semangat Kerja & Penyebab Semangat Kerja Menurun Mei 6, 2022 • 70 Ucapan Selamat Idul Fitri Lengkap Mei 6, 2022 • Menu Sahur Enak, Mudah, dan Praktis Mei 6, 2022 • 5 Contoh Surat Pengunduran Diri Mei 6, 2022 • 11 Cara Menghilangkan Ngantuk Secara Efektif Mei 6, 2022 • Menghilangkan Bau Ketiak Secara Efektif Mei 6, 2022 • Rekomendasi Buku Hijrah Muslimah Mei 6, 2022
Etika merupakan suatu istilah yang banyak didengar.

Tidak hanya di kalangan akademisi, namun juga di masyarakat secara umum. Etika menentukan baik buruknya seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia tidak hanya sebatas teori belaka, namun juga sangat berkaitan dengan praktik kehidupan. Etika memiliki pengertian yang cukup luas. Istilah ini juga masih dibagi menjadi beberapa macam jenis. Oleh karena itu, berikut ini adalah ulasan mengenai etika, mulai dari pengertian, macam hingga contoh dari etika itu sendiri.

Pengertian Etika Secara Umum Secara bahasa, kata etika asalnya adalah dari bahasa Yunani Kuno, Ethikos. Arti dari kata ini adalah sesuatu yang timbul dari adanya kebiasaan. Sehingga, etika memiliki sudut pandang yang normatif dengan objek berupa manusia serta perbuatan manusia itu sendiri. Secara umum, etika adalah suatu aturan atau norma yang digunakan sebagai pedoman seseorang dalam bertingkah laku.

Penggunaan norma ini sangat berkaitan dengan sifat baik dan sifat buruk yang terdapat di masyarakat. Ada juga yang mengartikan etika sebagai sebuah ilmu mengenai kesusilaan dan juga perilaku manusia. Ini sangat berhubungan dengan pergaulan manusia sehari-hari dengan sesamanya. Selain itu, juga berhubungan dengan aturan serta prinsip mengenai perbuatan yang benar.

Akhirnya, etika bisa dimaknai sebagai suatu tanggung jawab dan kewajiban moral seseorang dalam berbuat sesuatu. Etika dicirikan dengan beberapa hal. Misalnya etika akan senantiasa berlaku sekalipun tidak ada orang yang melihat.

Etika juga memiliki sifat yang sangat mutlak dan memiliki cara pandang dari segi batiniah manusia itu sendiri. Selain itu, etika juga sangat berhubungan dengan perilaku kehidupan keseharian manusia.

sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah

Pengertian Etika Menurut Para Ahli Para ahli memiliki pendapat yang cukup beragam mengenai pengertian etika. Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli dalam memaknai etika tersebut. 1. Prof Robert Salemon Etika merupakan suatu karakter individu serta suatu hukum yang di dalamnya mengatur, mendalikan serta mengulas tentang perilaku manusia. 2. Kattsoff Etika sesungguhnya lebih berhubungan dengan prinsip dasar dari pembenaran atas pola tingkah laku manusia.

3. James J. Splillane SJ Etika merupakan pertimbangan atau perhatian atas tingkah laku dari manusia dalam mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan nilai moral. Etika di sini lebih mengarah kepada pemanfaatan akal budi dengan objektivitas tertentu untuk menentukan benar tidaknya perbuatan manusia atas manusia yang lain. 4. Burhanudin Salam Etika adalah suatu cabang dari filsafat yang membahas tentang nilai dan norma moral yang nantinya akan menentukan perilaku kehidupan manusia.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika merupakan suatu ilmu yang mempelajari baik dan buruk serta hak dan kewajiban secara moral. Ia juga dimaknai dengan sekumpulan nilai atau asas yang berhubungan dengan akhlak seseorang mencakup benar dan salahnya. 6. Sumaryono Etika adalah pembelajaran mengenai kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kepada kodrat dari manusia yang diwujudkan melalui keinginan manusia dalam bertingkah laku.

7. Frans Magnis Suseno Etika merupakan suatu ilmu yang mencoba menemukan orientasi atau ilmu yang memberikan suatu arah dan juga pijakan dalam tingkah laku manusia. 8. Sidi Gajabala Etika yaitu suatu teori tentang tingkah laku manusia dilihat dari aspek baik dan buruknya berdasarkan akal manusia itu sendiri. Macam-Macam Etika Etika terbagi menjadi beberapa macam. Berikut ini adalah macam-macam etika yang wajib diketahui.

1. Etika Deskriptif Etika Deskriptif merupakan jenis etika yang berupaya melihat sikap dan perilaku manusia serta apa yang ia kejar dalam kehidupan ini sebagai hal yang memiliki nilai. Upaya melihat sikap dan perilaku tersebut dilakukan dengan kritis dan rasional. Etika jenis ini menjadikan fakta sebagai suatu dasar untuk pengambilan keputusan mengenai sikap dan perilaku yang hendak diambil.

2. Etika Normatif Etika Normatif adalah jenis etika yang berupaya menetapkan beragam sikap dan perilaku ideal yang semestinya dimiliki oleh setiap orang dalam kehidupan ini. Etika jenis ini memberikan penilaian dan juga memberikan norma sebagai kerangka dan dasar perilaku manusia yang hendak diputuskan. Selain pembagian etika di atas, secara umum etika juga masih dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu etika umum dan etika khusus.

Berikut penjelasannya. 1. Etika Umum Etika jenis ini berhubungan dengan keadaan dasar tentang tindakan manusia secara etis. Selain itu, juga berkaitan dengan bagaimana manusia mengambil suatu keputusan etis tersebut dan juga teori-teori dalam etika serta prinsip moral dasar yang dijadikan pegangan oleh manusia dalam berbuat. Sehingga, adanya etika di sini menjadi tolak ukur atas baik buruknya suatu tindakan.

2. Etika Khusus Sedangkan untuk etika khusus di sini merupakan suatu penerapan dari prinsip moral di dalam kehidupan manusia secara khusus. Misalnya, bagaimana seseorang mengambil suatu keputusan dan bertindak dalam kehidupannya. Selain itu juga menentukan kegiatan khusus yang mesti dilakukan dengan prinsip moral dasar yang ada.

Etika khusus di atas kemudian masih dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu etika individual dan etika sosial. Berikut penjelasannya. • Etika Individual merupakan etika yang berkaitan dengan kewajiban dan sikap dari manusia terhadap diri mereka sendiri. • Etika Sosial merupakan etika yang berhubungan dengan kewajiban, sikap dan juga perilaku manusia sebagai umat manusia.

Contoh Etika Di dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak contoh etika yang bisa dijadikan pembelajaran. Contoh-contoh tersebut adalah hal yang sangat umum dan menjadi kebiasaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Berikut beberapa di antaranya. 1. Mengucap salam saat bertamu ke rumah orang lain Contoh etika yang pertama adalah mengucapkan salam saat bertamu. Etika ini sudah diajarkan sejak dahulu hingga sekarang. Sehingga, seseorang yang tidak mengucap salam saat bertamu akan dianggap tidak memiliki etika.

2. Mencium tangan kedua orang tua ketika akan beraktivitas Selain mengucapkan salam saat bertamu, ada juga contoh etika lain yaitu mencium tangan kedua orang tua ketika hendak melakukan kegiatan. Tidak hanya dipraktikkan oleh seorang anak yang masih sekolah, namun juga oleh seseorang yang akan berangkat bekerja.

3. Membuang sampah di tempat sampah Contoh selanjutnya adalah membuang sampah pada tempatnya. Etika ini sudah diajarkan sejak dahulu hingga sekarang. Namun hingga hari ini masih banyak anak yang melanggar etika dengan membuang sampah sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah.

4. Memohon maaf ketika melakukan kesalahan Ada juga contoh etika yang lain, yaitu meminta maaf ketika melakukan suatu kesalahan. Etika ini sangat penting terlebih dalam rangka meningkatkan perdamaian. Namun, harus diakui juga bahwa masih ada orang yang enggan meminta maaf saat melakukan kesalahan. Hal itu disebabkan karena ego seseorang yang lebih tinggi. Dengan semua keterangan yang sudah dijelaskan secara lengkap di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan. Etika merupakan sesuatu hal yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari manusia.

Etika membantu menstabilkan sikap kita terhadap orang yang melakukan kesalahan adalah tingkah laku manusia di masyarakat. Dengan pengalaman etika yang tepat, maka masyarakat akan semakin tentram dan sejahtera.

MELIHAT KEMAKSIATAN , BAGAIMANA SIKAP KITA ?? HABIB NOVEL ALAYDRUS




2022 www.videocon.com