Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

• العربية • الدارجة • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • Башҡортса • Basa Bali • Беларуская • Български • বাংলা • Català • Čeština • Cymraeg • Deutsch • डोटेली • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Bahasa Hulontalo • ગુજરાતી • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • मैथिली • Basa Banyumasan • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • नेपाली • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • Português • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Svenska • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Türkçe • Українська • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • 粵語 Candi Prambanan (Indonesia) Tampilkan peta Indonesia Nama lain Candi Roro Jonggrang Informasi umum Gaya arsitektur Candi Kota Kabupaten Sleman, DIY Kabupaten Klaten, Jateng Negara Indonesia Mulai dibangun sekitar 850 Masehi Klien Wangsa Sanjaya Prambanan Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya • 1 Juni 1998 • 13 Oktober 2014 Pemilik Pemerintah Indonesia cq PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) [1] Pengelola BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta, BPCB Provinsi Jawa Tengah PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Koordinat 7°45′07″S 110°29′29″E  /  7.752020°S 110.491465°E  / -7.752020; 110.491465 Lokasi Candi Prambanan di perbatasan Sleman, DI Yogyakarta & Klaten, Jawa Tengah Prambanan Situs Warisan Dunia UNESCO Tipe Budaya Kriteria i, iv Nomor identifikasi 642 Kawasan UNESCO Asia Pasifik Tahun pengukuhan 1991 (sesi ke-15) Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang ( bahasa Jawa: ꦕꦤ꧀ꦝꦶ​ꦥꦿꦩ꧀ꦧꦤꦤ꧀, translit.

Candhi Prambanan) adalah kompleks candi Hindu ( Syaiwa) terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu dewa Brahma sebagai dewa pencipta, dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan dewa Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha ( bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter, dikarenakan aliran Syaiwa yang mengutamakan pemujaan dewa Siwa di candi ini.

Kompleks percandian Candi Prambanan secara keseluruhan berada di wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, namun pintu administrasinya berada di Jawa Tengah, hal ini yang membuat Candi Prambanan terletak di 2 tempat yakni di kelurahan Bokoharjo, kapanéwon Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, [2] [3] dan di desa Tlogo, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah, atau kurang lebih 17 kilometer timur laut dari kota Jogja, 50 kilometer barat daya dari kota Surakarta dan 120 kilometer selatan dari kota Semarang, persis di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

[4] Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.

[5] Sebagai salah satu candi termegah cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia. [6] Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram.

Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Sejarah • 2.1 Pembangunan • 2.2 Ditelantarkan • 2.3 Penemuan kembali • 2.4 Pemugaran • 2.5 Peristiwa kontemporer • 3 Kompleks candi • 3.1 Candi Siwa • 3.2 Candi Brahma dan Candi Wishnu • 3.3 Candi Wahana • cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Candi Apit, Candi Kelir, dan Candi Patok • 3.5 Candi Perwara • 4 Arsitektur • 5 Relief • 5.1 Ramayana dan Krishnayana • 5.2 Lokapala, Brahmana, dan Dewata • 5.3 Panil Prambanan: Singa dan Kalpataru • 6 Museum Prambanan Jawa Tengah • 7 Candi lain di sekitar Prambanan • 8 Lihat pula • 9 Galeri • 10 Referensi • 11 Lihat pula • 12 Pranala luar Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.

Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.

Nama lain dari Prambanan dapat berarti 5 (lima) gunung yang dalam bahasa Khmer/Kamboja 5 (lima) adalah Pram dan banam adalah gunung (ប្រាំភ្នំ). Hal ini menggambarkan 5 puncak gunung dari Himalaya di India. Mengingat pada saat yang sama dalam kronik Khmer bahwa Bangsa Jawa pernah menjajah Khmer selama 200 tahun dan Jayawarman ke 2 yang pernah di Jawa merupakan pahlawan yang membebaskan Khmer dari dominasi Jawa.

Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sanskerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu.

Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini. J. Gronemen (1887) berpendapat bahwa nama Prambanan berasal dari kata ramban: “ mengumpulkan dedaunan (untuk keperluan rumah tangga atau obat-obatan), [ pra-ramban-an] masih menjadi tempat, lazimnya di hutan, di mana dedaunan itu diramu.

Penjelasan seperti ini mengenai nama puning-puning reruntuhan itu, yang niscaya pada satu kesempatan ditemukan di hutan seperti itu, juga termuat dalam kamus yang disusun Roorda; [sebuah penjelasan] yang begitu sederhana dan alamiah sehingga kita tidak perlu mencari penjelasan yang lain." (Groneman 1887:1427 dalam Jordaan, 1996) [7] ” Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Pembangunan [ sunting - sunting sumber ] Candi Prambanan di antara kabut pagi.

Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Sri Maharaja Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing; yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha.

Pastinya, dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Saiwa kembali mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaannya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.

Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Sri Maharaja Dyah Balitung Maha Sambu.

Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sanskerta adalah Siwagrha (Sanskerta: Shiva-grha yang berarti: 'Rumah Siwa') atau Siwalaya (Sanskerta: Shiva-laya yang berarti: 'Ranah Siwa' atau 'Alam Siwa').

[8] Dalam prasasti ini disebutkan bahwa saat pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan.

Sejarawan menduga bahwa aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah timur, dan dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai dapat membahayakan konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan sungai baru yang memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan sepanjang dinding barat di luar kompleks candi.

Bekas aliran sungai asli kemudian ditimbun untuk memberikan lahan yang lebih luas bagi pembangunan deretan candi perwara (candi pengawal atau candi pendamping). Beberapa arkeolog berpendapat bahwa arca Siwa di garbhagriha (ruang utama) dalam candi Siwa sebagai candi utama merupakan arca perwujudan raja Balitung, sebagai arca pedharmaan anumerta dia.

[9] Kompleks bangunan ini secara berkala terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti raja Sri Maharaja Dyah Daksa dan Sri Maharaja Dyah Tulodong, dan diperluas dengan membangun ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama. Karena kemegahan candi ini, candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung Kerajaan Mataram, tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan.

Pada masa puncak kejayaannya, sejarawan menduga bahwa ratusan pendeta brahmana dan murid-muridnya berkumpul dan menghuni pelataran luar candi ini untuk mempelajari kitab Weda dan melaksanakan berbagai ritual dan upacara Hindu.

Sementara pusat kerajaan atau keraton kerajaan Mataram diduga terletak di suatu tempat di dekat Prambanan di Dataran Kewu. Ditelantarkan [ sunting - sunting sumber ] Sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Sri Maharaja Mpu Sindok, yang mendirikan Wangsa Dinasti Isyana. Penyebab kepindahan pusat kekuasaan ini tidak diketahui secara pasti.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara candi Prambanan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah peperangan dan perebutan kekuasaan. Setelah perpindahan ibu kota, candi Prambanan mulai telantar dan tidak terawat, sehingga pelan-pelan candi ini mulai rusak dan runtuh.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Bangunan candi ini diduga benar-benar runtuh akibat gempa bumi hebat pada abad ke-16. Meskipun tidak lagi menjadi pusat keagamaan dan ibadah umat Hindu, candi ini masih dikenali dan diketahui keberadaannya oleh warga Jawa yang menghuni desa sekitar. Candi-candi serta arca Durga dalam bangunan utama candi ini mengilhami dongeng rakyat Jawa yaitu legenda Rara Jonggrang. Setelah perpecahan Kesultanan Mataram pada tahun 1755, reruntuhan candi dan sungai Opak di dekatnya menjadi tanda pembatas antara wilayah Kesultanan Yogyakarta (Jogja) dan Kasunanan Surakarta (Solo).

Penemuan kembali [ sunting - sunting sumber ] Reruntuhan candi Siwa di Kompleks Candi Prambanan segera setelah ditemukan. Masyarakat sekitar candi sudah mengetahui keberadaan candi ini. Akan tetapi mereka tidak tahu latar belakang sejarah sesungguhnya, siapakah raja dan kerajaan apa yang telah membangun monumen ini. Sebagai hasil imajinasi, rakyat setempat menciptakan dongeng lokal atau dongeng rakyat untuk menjelaskan asal-mula keberadaan candi-candi ini; diwarnai dengan kisah fantastis mengenai raja raksasa, ribuan candi yang dibangun oleh makhluk halus jin dan dedemit hanya dalam tempo satu malam, serta putri cantik yang dikutuk menjadi arca.

Legenda mengenai candi Prambanan dikenal sebagai kisah Rara Jonggrang. Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda. Candi ini menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Ketika itu Colin Mackenzie, seorang surveyor bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini. Meskipun Sir Thomas kemudian memerintahkan penyelidikan lebih lanjut, reruntuhan candi ini tetap telantar hingga berpuluh-puluh tahun. Penggalian tak serius dilakukan sepanjang 1880-an yang sayangnya malah menyuburkan praktik penjarahan ukiran dan batu candi.

Kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. Beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Arca-arca dan relief candi diambil oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman, sementara warga pribumi menggunakan batu candi untuk bahan bangunan dan fondasi rumah.

Pemugaran [ sunting - sunting sumber ] Pemugaran dimulai pada tahun 1918, akan tetapi upaya serius yang sesungguhnya dimulai pada tahun 1930-an. Pada tahun 1902- 1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh.

Pada tahun 1918- 1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala ( Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. Sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu secara sembarangan tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.

Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993. [10] Upaya restorasi terus menerus dilakukan bahkan hingga kini. Pemugaran candi Siwa yaitu candi utama kompleks ini dirampungkan pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno. ada bagian candi yang direstorasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain.

Sebuah candi hanya akan direstorasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Kini, candi ini termasuk dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO, status cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh diberikan UNESCO pada tahun 1991. Kini, beberapa bagian candi Prambanan tengah direstorasi untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa Yogyakarta 2006.

Gempa ini telah merusak sejumlah bangunan dan patung. Peristiwa kontemporer [ sunting - sunting sumber ] Dokumentasi pemeran utama Sendratari Ramayana, Rama (Tunjung Sulaksono) dan Sinta (Sumaryaning) bersama Charlie Chaplin dan GPH Suryohamijoyo di PanggungTerbuka Roro Jonggrang (1961).

Pada awal tahun 1990-an pemerintah memindahkan pasar dan kampung yang merebak secara liar di sekitar candi, menggusur kawasan perkampungan dan sawah di sekitar candi, dan memugarnya menjadi taman purbakala. Taman purbakala ini meliputi wilayah yang luas di tepi jalan raya Surakarta-Jogja di sisi selatannya, meliputi seluruh kompleks candi Prambanan, termasuk Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu di sebelah utaranya. Pada tahun 1992 Pemerintah Indonesia membentuk badan usaha milik negara, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Badan usaha ini bertugas mengelola taman wisata purbakala di Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, serta kawasan sekitarnya. Prambanan adalah salah satu daya tarik wisata terkenal di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri ataupun wisatwan mancanegara.

Tepat di seberang sungai Opak dibangun kompleks panggung dan gedung pertunjukan Trimurti yang secara rutin menggelar pertunjukan Sendratari Ramayana. Panggung terbuka Trimurti tepat terletak di seberang candi di tepi Barat sungai Opak dengan latar belakang Candi Prambanan yang disoroti cahaya lampu. Panggung terbuka ini hanya digunakan pada musim kemarau, sedangkan pada musim penghujan, pertunjukan dipindahkan di panggung tertutup.

Tari Jawa Wayang orang Ramayana ini adalah tradisi adiluhung keraton Jawa yang telah berusia ratusan tahun, biasanya dipertunjukkan di keraton dan mulai dipertunjukkan di Prambanan pada saat bulan purnama sejak tahun 1960-an. Sejak saat itu Prambanan telah menjadi daya tarik wisata budaya dan purbakala utama di Indonesia. Setelah pemugaran besar-besaran tahun 1990-an, Prambanan juga kembali menjadi pusat ibadah agama Hindu di Jawa.

Kebangkitan kembali nilai keagamaan Prambanan adalah karena terdapat cukup banyak masyarakat penganut Hindu, baik pendatang dari Bali atau warga Jawa yang kembali menganut Hindu yang bermukim di Yogyakarta, Klaten dan sekitarnya. Tiap tahun warga Hindu dari provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta berkumpul di candi Prambanan untuk menggelar upacara pada hari suci Galungan, Tawur Kesanga, dan Nyepi. [11] [12] Pada 27 Mei 2006 gempa bumi dengan kekuatan 5,9 pada skala Richter (sementara United States Geological Survey melaporkan kekuatan gempa 6,2 pada skala Richter) menghantam daerah Bantul dan sekitarnya.

Gempa ini menyebabkan kerusakan hebat terhadap banyak bangunan dan kematian pada penduduk sekitar. Gempa ini berpusat pada patahan tektonik Opak yang patahannya sesuai arah lembah sungai Opak dekat Prambanan.

Salah satu bangunan yang rusak parah adalah kompleks Candi Prambanan, khususnya Candi Brahma. Foto awal menunjukkan bahwa meskipun kompleks bangunan tetap utuh, kerusakan cukup signifikan. Pecahan batu besar, termasuk panil-panil ukiran, dan kemuncak wajra berjatuhan dan berserakan di atas tanah. Candi-candi ini sempat ditutup dari kunjungan wisatawan hingga kerusakan dan bahaya keruntuhan dapat diperhitungkan.

Balai arkeologi Yogyakarta menyatakan bahwa diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang diakibatkan gempa ini. [13] [14] Beberapa minggu kemudian, pada tahun 2006 situs ini kembali dibuka untuk kunjungan wisata.

Pada tahun 2008, tercatat sejumlah 856.029 wisatawan Indonesia dan 114.951 wisatawan mancanegara mengunjungi Prambanan. Pada 6 Januari 2009 pemugaran candi Nandi selesai. [15] Pada tahun 2009, ruang dalam candi utama tertutup dari kunjungan wisatawan atas alasan keamanan. Kompleks candi [ sunting - sunting sumber ] Model arsitektur rekonstruksi kompleks candi Prambanan, aslinya terdapat 240 candi berdiri di kompleks ini.

Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di keempat arah penjuru mata angin, akan tetapi arah hadap bangunan ini adalah ke arah timur, maka pintu masuk utama candi ini adalah gerbang timur.

Kompleks candi Prambanan terdiri dari: • 3 Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma • 3 Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa • 2 Candi Apit: terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan • 4 Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti • 4 Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti • 224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68 Maka terdapat total 240 candi di kompleks Prambanan.

Aslinya terdapat 240 candi besar dan kecil di kompleks Candi Prambanan. [16] Tetapi kini hanya tersisa 18 candi; yaitu 8 candi utama dan 8 candi kecil di zona inti serta 2 candi perwara. Banyak candi perwara yang belum dipugar, dari 224 candi perwara hanya 2 yang sudah dipugar, yang tersisa hanya tumpukan batu yang berserakan.

Kompleks candi Prambanan terdiri atas tiga zona; pertama adalah zona luar, kedua adalah zona tengah yang terdiri atas ratusan candi, ketiga adalah zona dalam yang merupakan zona tersuci tempat delapan candi utama dan delapan kuil kecil. Penampang denah kompleks candi Prambanan adalah berdasarkan lahan bujur sangkar yan terdiri atas tiga bagian atau zona, masing-masing halaman zona ini dibatasi tembok batu andesit.

Zona terluar ditandai dengan pagar bujur sangkar yang masing-masing sisinya sepanjang 390 meter, dengan orientasi Timur Laut - Barat Daya.

Kecuali gerbang selatan yang masih tersisa, bagian gerbang lain dan dinding candi ini sudah banyak yang hilang.

Fungsi dari halaman luar ini secara pasti belum diketahui; kemungkinan adalah lahan taman suci, atau kompleks asrama Brahmana cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh murid-muridnya.

Mungkin dulu bangunan yang berdiri di halaman terluar ini terbuat dari bahan kayu, sehingga sudah lapuk dan musnah tak tersisa.

Candi Prambanan adalah salah satu candi Hindu terbesar di Asia Tenggara selain Angkor Wat. Tiga candi utama disebut Trimurti dan dipersembahkan kepadantiga dewa utama Trimurti: Siwa sang Penghancur, Wisnu sang Pemelihara dan Brahma sang Pencipta. Di kompleks candi ini Siwa lebih diutamakan dan lebih dimuliakan dari dua dewa Trimurti lainnya. Candi Siwa sebagai bangunan utama sekaligus yang terbesar dan tertinggi, menjulang setinggi 47 meter.

Candi Siwa [ sunting - sunting sumber ] Arca Durga Mahisasuramardini di ruang utara candi Siwa. Halaman dalam adalah zona paling suci dari ketiga zona kompleks candi. Pelataran ini ditinggikan permukaannya dan berdenah bujur sangkar dikurung pagar batu dengan empat gerbang di empat penjuru mata angin. Dalam halaman berpermukaan pasir ini terdapat delapan candi utama; yaitu tiga candi utama yang disebut candi Trimurti ("tiga wujud"), dipersembahkan untuk tiga dewa Hindu tertinggi: Dewa Brahma Sang Pencipta, Wishnu Sang Pemelihara, dan Siwa Sang Pemusnah.

Candi Siwa sebagai candi utama adalah bangunan terbesar sekaligus tetinggi di kompleks candi Rara Jonggrang, berukuran tinggi 47 meter dan lebar 34 meter. Puncak mastaka atau kemuncak candi ini dimahkotai modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Bentuk wajra ini merupakan versi Hindu sandingan dari stupa yang ditemukan pada kemuncak candi Buddha.

Candi Siwa dikelilingi lorong galeri yang dihiasi relief yang menceritakan kisah Ramayana; terukir di dinding dalam pada pagar langkan. Di atas pagar langkan ini dipagari jajaran kemuncak yang juga berbentuk wajra. Untuk mengikuti kisah sesuai urutannya, pengunjung harus masuk dari sisi timur, lalu melakukan pradakshina yakni berputar mengelilingi candi sesuai arah jarum jam.

Kisah Ramayana ini dilanjutkan ke Candi Brahma. Candi Siwa di tengah-tengah, memuat lima ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin dan satu garbagriha, yaitu ruangan utama dan terbesar yang terletak di tengah candi. Ruangan timur terhubung dengan ruangan utama tempat bersemayam sebuah arca Siwa Mahadewa (Perwujudan Siwa sebagai Dewa Tertinggi) setinggi tiga meter.

Arca ini memiliki Lakçana (atribut atau simbol) Siwa, yaitu chandrakapala (tengkorak di atas bulan sabit), jatamakuta (mahkota keagungan), dan trinetra (mata ketiga) di dahinya. Arca ini memiliki empat lengan yang memegang atribut Siwa, seperti aksamala (tasbih), camara (rambut ekor kuda pengusir lalat), dan trisula.

Arca ini mengenakan upawita (tali kasta) berbentuk ular naga (kobra). Siwa digambarkan mengenakan cawat dari kulit harimau, digambarkan dengan ukiran kepala, cakar, dan ekor harimau di pahanya.

Sebagian sejarawan beranggapa bahwa arca Siwa ini merupakan perwujudan raja Balitung sebagai dewa Siwa, sebagai arca pedharmaan anumerta dia. Sehingga ketika raja ini wafat, arwahnya dianggap bersatu kembali dengan dewa penitisnya yaitu Siwa. [17] Arca Siwa Mahadewa ini berdiri di atas lapik bunga padma di atas landasan persegi berbentuk yoni yang pada sisi utaranya terukir ular Nāga (kobra). Tiga ruang yang lebih kecil lainnya menyimpan arca-arca yang ukuran lebih kecil yang berkaitan dengan Siwa.

Di dalam ruang selatan terdapat Resi Agastya, Ganesha putra Siwa di ruang barat, dan di ruang utara terdapat arca sakti atau istri Siwa, Durga Mahisasuramardini, menggambarkan Durga sebagai pembasmi Mahisasura, raksasa Lembu yang menyerang swargaloka.

Arca Durga ini juga disebut sebagai Rara Jonggrang ( dara langsing) oleh penduduk setempat. Arca ini dikaitkan dengan tokoh putri legendaris Rara Jonggrang. Di dalam buku terkenal Thomas Raffles, The History of Java (1817) terdapat gambar Candi Induk Prambanan dengan keterangan "candi induk di Jongrangan". Dalam nama jongrangan ini dikenal nama lokal lainnya yang populer untuk kompleks percandian ini, yaitu Loro Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh, yang berarti "Gadis Semampai".

Loro Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh adalah tokoh utama dalam sebuah cerita rakyat Jawa. Candi Brahma dan Candi Wishnu [ sunting - sunting sumber ] Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Dewa Wisnu, yang terletak di sisi utara dan satunya dipersembahkan kepada Brahma, yang terletak di sisi selatan. Kedua candi ini menghadap ke timur dan hanya terdapat satu ruang, yang dipersembahkan untuk dewa-dewa ini. Candi Brahma menyimpan arca Brahma dan Candi Wishnu menyimpan arca Wishnu yang berukuran tinggi hampir 3 meter.

Ukuran candi Brahma dan Wishnu adalah sama, yakni lebar 20 meter dan tinggi 33 meter. Candi Wahana [ sunting - sunting sumber ] Candi Garuda, salah satu candi wahana Tepat di depan candi Trimurti terdapat tiga candi yang lebih kecil daripada candi Brahma dan Wishnu yang dipersembahkan kepada kendaraan atau wahana dewa-dewa ini; sang lembu Nandi wahana Siwa, sang Angsa wahana Brahma, dan sang Garuda wahana Wisnu.

Candi-candi wahana ini terletak tepat di depan dewa penunggangnya. Di depan candi Siwa terdapat candi Nandi, di dalamnya terdapat arca lembu Nandi. Pada dinding di belakang arca Nandi ini di kiri dan kanannya mengapit arca Chandra dewa bulan dan Surya dewa matahari.

Chandra digambarkan berdiri di atas kereta yang ditarik 10 kuda, sedangkan Surya berdiri di atas kereta yang ditarik 7 kuda. [18] Tepat di depan candi Brahma terdapat candi Angsa. Candi ini kosong dan tidak ada arca Angsa di dalamnya. Mungkin dulu pernah bersemayam arca Angsa sebagai kendaraan Brahma di dalamnya.

Di depan candi Wishnu terdapat candi yang dipersembahkan untuk Garuda, akan tetapi sama seperti candi Angsa, di dalam candi ini tidak ditemukan arca Garuda. Mungkin dulu arca Garuda pernah ada di dalam candi ini. Hingga kini Garuda menjadi lambang penting di Indonesia, yaitu sebagai lambang negara Garuda Pancasila.

Candi Apit, Candi Kelir, dan Candi Patok [ sunting - sunting sumber ] Di antara baris keenam candi-candi utama ini terdapat Candi Apit. Ukuran Candi Apit hampir sama dengan ukuran candi perwara, yaitu tinggi 14 meter dengan tapak denah 6 x 6 meter. Disamping 8 candi utama ini terdapat candi kecil berupa kuil kecil yang mungkin fungsinya menyerupai pelinggihan dalam Pura Hindu Bali tempat meletakan canang atau sesaji, sekaligus sebagai aling-aling di depan pintu masuk.

Candi-candi kecil ini yaitu; 4 Candi Kelir pada empat penjuru mata angin di muka pintu masuk, dan 4 Candi Patok di setiap sudutnya. Candi Kelir dan Candi Patok berbentuk miniatur candi tanpa tangga dengan tinggi sekitar 2 meter. Candi Perwara [ sunting - sunting sumber ] Candi Perwara Dua dinding berdenah bujur sangkar yang mengurung dua halaman dalam, tersusun dengan orientasi sesuai empat penjuru mata angin.

Dinding kedua berukuran panjang 225 meter di tiap sisinya. Di antara dua dinding ini adalah halaman kedua atau zona kedua.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Zona kedua terdiri atas 224 Candi Perwara yang disusun dalam empat baris konsentris. Candi-candi ini dibangun di atas empat undakan teras-teras yang makin ke tengah sedikit makin tinggi.

Empat baris candi-candi ini berukuran lebih kecil daripada candi utama. Candi-candi ini disebut "Candi Perwara" yaitu Candi Pengawal atau Candi Pelengkap. Candi-Candi Perwara disusun dalam empat baris konsentris baris terdalam terdiri atas 44 candi, baris kedua 52 candi, baris ketiga 60 candi, dan baris keempat sekaligus baris terluar terdiri atas 68 candi.

Masing-masing Candi Perwara ini berukuran tinggi 14 meter dengan tapak denah 6 x 6 meter, dan jumlah keseluruhan Candi Perwara di halaman ini adalah 224 candi. Kesemua Candi Perwara ini memiliki satu tangga dan pintu masuk sesuai arah hadap utamanya, kecuali 16 candi di sudut yang memiliki dua tangga dan pintu masuk menghadap ke dua arah luar.

[19] Jika kebanyakan atap candi di halaman dalam zona inti berbentuk wajra, maka atap candi perwara berbentuk ratna yang melambangkan permata. Aslinya ada banyak candi yang ada di halaman ini, akan tetapi hanya sedikit yang telah dipugar. Bentuk candi perwara ini dirancang seragam.

Sejarawan menduga bahwa candi-candi ini dibiayai dan dibangun oleh penguasa daerah sebagai tanda bakti dan persembahan bagi raja.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Sementara ada pendapat yang mengaitkan empat baris Candi Perwara melambangkan empat kasta, dan hanya orang-orang anggota kasta itu yang boleh memasuki dan beribadah di dalamnya; baris paling dalam hanya oleh dimasuki kasta brahmana, berikutnya hingga baris terluar adalah barisan candi untuk ksatriya, waisya, dan sudra. Sementara pihak lain menganggap tidak ada kaitannya antara Candi Perwara dan empat kasta. Barisan candi perwara kemungkinan dipakai untuk beribadah, atau tempat bertapa (meditasi) bagi pendeta dan umatnya.

Arsitektur [ sunting - sunting sumber ] Penampang candi Siwa Arsitektur candi Prambanan berpedoman kepada tradisi arsitektur Hindu yang berdasarkan kitab Wastu Sastra/Kitab Silpastra. Denah candi megikuti pola mandala, sementara bentuk candi yang tinggi menjulang merupakan ciri khas candi Hindu.

Prambanan memiliki nama asli Siwagrha dan dirancang menyerupai rumah Siwa, yaitu mengikuti bentuk gunung suci Mahameru, tempat para dewa bersemayam. Seluruh bagian kompleks candi mengikuti model alam semesta menurut konsep kosmologi Hindu, yakni terbagi atas beberapa lapisan ranah, alam atau Loka. Seperti Borobudur, Prambanan juga memiliki tingkatan zona candi, mulai dari yang kurang suci hingga ke zona yang paling suci.

Meskipun berbeda nama, tiap konsep Hindu ini memiliki sandingannya dalam konsep Buddha yang pada hakikatnya hampir sama. Baik lahan denah secara horisontal maupun vertikal terbagi atas tiga zona: [20] • Bhurloka (dalam Buddhisme: Kamadhatu), adalah ranah terendah makhluk yang fana; manusia, hewan, juga makhluk halus Hantu dan iblis.

Di ranah ini manusia masih terikat dengn hawa nafsu, hasrat, dan cara hidup yang tidak suci. Halaman terlar dan kaki candi melambangkan ranah bhurloka.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

• Bwahloka (dalam Buddhisme: Rupadhatu), adalah alam tegah, tempat orang suci, resi, pertapa, dan dewata rendahan. Di alam ini manusia mulai melihat cahaya kebenaran. Halaman tengah dan tubuh candi melambangkan ranah bwahloka. • Swahloka (dalam Buddhisme: Arupadhatu), adalah ranah trtinggi sekaligus tersuci tempat para dewa Hapsara Hapsari Bidadari bersemayam, juga disebut swargaloka.

Halaman dalam dan atap candi melambangkan ranah swahloka. Atap candi-candi di kompleks Prambanan dihiasi dengan kemuncak mastaka berupa ratna ( Sanskerta: permata), bentuk ratna Prambanan merupakan modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar.

Dalam arsitektur Hindu Jawa kuno, ratna adalah sandingan Hindu untuk stupa Buddha, yang berfungsi sebagai kemuncak atau mastaka candi. Pada saat pemugaran, tepat di bawah arca Siwa di bawah ruang utama candi Siwa terdapat sumur yang didasarnya terdapat pripih (kotak batu). Sumur ini sedalam 5,75 meter dan peti batu pripih ini ditemukan di atas timbunan arang kayu, tanah, dan tulang belulang hewan korban.

Di dalam pripih ini terdapat benda-benda suci seperti lembaran emas dengan aksara bertuliskan Baruna (dewa laut) dan Parwata (dewa gunung). Dalam peti batu ini terdapat lembaran tembaga bercampur arang, abu, dan tanah, 20 keping uang kuno, beberapa butir permata, kaca, potongan emas, dan lembaran perak, cangkang kerang, dan 12 lembaran emas (5 diantaranya berbentuk kura-kura, ular naga (kobra), padma, altar, dan telur).

[21] Relief [ sunting - sunting sumber ] Panil khas Prambanan, singa di dalam relung cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh dua pohon kalpataru yang masing-masing diapit oleh sapasang kinnara- kinnari atau sepasang margasatwa. Ramayana dan Krishnayana [ sunting - sunting sumber ] Candi ini dihiasi relief naratif yang menceritakan epos Hindu; Ramayana dan Krishnayana.

Relif berkisah ini diukirkan pada dinding sebelah dalam pagar langkan sepanjang lorong galeri yang mengelilingi tiga candi utama. Relief ini dibaca dari kanan ke kiri dengan gerakan searah jarum jam mengitari candi.

Hal ini sesuai dengan ritual pradaksina, yaitu ritual mengelilingi bangunan suci searah jarum jam oleh peziarah. Kisah Ramayana bermula di sisi timur candi Siwa dan dilanjutkan ke candi Brahma temple. Pada pagar langkan candi Wisnu terdapat relief naratif Krishnayana yang menceritakan kehidupan Krishna sebagai salah satu awatara Wishnu.

Relief Ramayana menggambarkan bagaimana Shinta, istri Rama, diculik oleh Rahwana. Panglima bangsa wanara (kera), Hanuman, datang ke Alengka untuk membantu Rama mencari Shinta. Kisah ini juga ditampilkan dalam Sendratari Ramayana, yaitu pagelaran wayang orang Jawa yang dipentaskan secara rutin di panggung terbuka Trimurti setiap malam bulan purnama. Latar belakang panggung Trimurti adalah pemandangan megah tiga candi utama yang disinari cahaya lampu. Lokapala, Brahmana, dan Dewata [ sunting - sunting sumber ] Di seberang panel naratif relief, di atas tembok tubuh candi di sepanjang galeri dihiasi arca-arca dan relief yang menggambarkan para dewata dan resi brahmana.

Arca dewa-dewa lokapala, dewa surgawi penjaga penjuru mata angin dapat ditemukan di candi Siwa. Sementara arca para brahmana penyusun kitab Weda terdapat di candi Brahma. Di candi Wishnu terdapat arca dewata yang diapit oleh dua apsara atau bidadari kahyangan.

Panil Prambanan: Singa dan Kalpataru [ sunting - sunting sumber ] Di dinding luar sebelah bawah candi dihiasi oleh barisan relung (ceruk) yang menyimpan arca singa diapit oleh dua panil yang menggambarkan pohon hayat kalpataru. Pohon suci ini dalam mitologi Hindu-Buddha dianggap pohon yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan manusia. Di kaki pohon Kalpataru ini diapit oleh pasangan kinnara- kinnari (hewan ajaib bertubuh burung berkepala manusia), atau pasangan hewan lainnya, seperti burung, kijang, domba, monyet, kuda, gajah, dan lain-lain.

Pola singa diapit kalpataru adalah pola khas yang hanya ditemukan di Prambanan, karena itulah disebut "Panel Prambanan" Museum Prambanan Jawa Tengah [ sunting - sunting sumber ] Di dalam kompleks taman purbakala candi Prambanan terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai temuan benda bersejarah purbakala.

Museum ini terletak di sisi utara Candi Prambanan, antara candi Prambanan dan candi Lumbung. Museum ini dibangun dalam arsitektur tradisional Jawa, berupa rumah joglo. Koleksi yang tersimpan di museum ini adalah berbagai batu-batu candi dan berbagai arca yang ditemukan di sekitar lokasi candi Prambanan; misalnya arca lembu Nandi, resi Agastya, Siwa, Wishnu, Garuda, dan arca Durga Mahisasuramardini, termasuk pula batu Lingga Siwa, sebagai lambang kesuburan.

Replika harta karun emas temuan Wonoboyo yang terkenal itu, berupa mangkuk berukir Ramayana, gayung, tas, uang, dan perhiasan emas, juga dipamekan di museum ini. Temuan Wonoboyo yang asli kini disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Replika model arsitektur beberapa candi seperti Prambanan, Borobudur, dan Plaosan juga cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh di museum ini.

Museum ini dapat dimasuki secara gratis oleh pengunjung taman purbakala Prambanan karena tiket masuk taman wisata sudah termasuk museum ini.

Pertunjukan audio visual mengenai candi Prambanan juga ditampilkan disini. Candi lain di sekitar Prambanan [ sunting - sunting sumber ] Candi Sewu, candi Buddha yang masuk dalam lingkungan Taman Purbalaka Prambanan, dikaitkan dengan legenda Rara Jonggrang Dataran Kewu atau dataran Prambanan adalah dataran subur yang membentang antara lereng selatan kaki gunung Merapi di utara dan jajaran pegunungan kapur Sewu di selatan, dekat perbatasan Sleman dan Klaten.

Selain candi Prambanan, lembah dan dataran di sekitar Prambanan kaya akan peninggalan arkeologi candi-candi Buddha paling awal dalam sejarah Indonesia, serta candi-candi Hindu. Candi Prambanan dikelilingi candi-candi Buddha.

Masih di dalam kompleks taman wisata purbakala, tak jauh di sebelah utara candi Prambanan terdapat reruntuhan candi Lumbung dan candi Bubrah. Lebih ke utara lagi terdapat candi Sewu, candi Buddha terbesar kedua setelah Borobudur. Lebih jauh ke timur terdapat candi Plaosan. Di arah barat Prambanan terdapat candi Kalasan dan candi Sari. Sementara di arah selatan terdapat candi Sojiwan, Situs Ratu Baka yang terletak di atas perbukitan, serta candi Banyunibo, candi Barong, dan candi Ijo.

Dengan ditemukannya begitu banyak peninggalan bersejarah berupa candi-candi yang hanya berjarak beberapa ratus meter satu sama lain, menunjukkan bahwa kawasan di sekitar Prambanan pada zaman dahulu kala adalah kawasan penting. Kawasan yang memiliki nilai penting baik dalam hal keagamaan, politik, cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh, dan kebudayaan.

Letak candi-candi Hindu dan Buddha yang berdampingan satu sama lain dalam jarak yang cukup dekat ini menunjukkan bahwa toleransi beragama sejak zaman dulu sudah ada dan hal ini menjadi simbol bagi kehidupan beragama yang damai dan harmonis di Indonesia.

[22] Diduga kuat bahwa pusat kerajaan Medang Mataram terletak disuatu tempat di dataran ini. Kekayaan situs arkeologi, serta kecanggihan dan keindahan candi-candinya menjadikan Dataran Prambanan tak kalah dengan kawasan bersejarah terkenal lainnya di Asia Tenggara, seperti situs arkeologi kota purbakala Angkor, Bagan, dan Ayutthaya. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Borobudur • Situs Ratu Baka • Rara Jonggrang • Arsitektur Indonesia • Candi Galeri [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Prambanan.

• • ^ Anwar, Muhammad Choirul (5 Oktober 2021). "Mengenal PT Aviasi Pariwisata Indonesia, Induk Holding BUMN Pariwisata". Kompas.com. KG Media. Diakses tanggal 11 Februari 2022. • ^ "Kompleks Candi Prambanan". Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia .

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Diakses tanggal 2021-04-13. • ^ "Peta 1944, Kunci Penegasan Batas DIY dan Jawa Tengah di Candi Prambanan". Kundha Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 2021-04-17. • ^ Prambanan Temple Compounds – UNESCO World Heritage Centre • ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-06. Diakses tanggal 2012-01-30. • ^ Prambanan Temple • ^ Jordaan, Roy [Ed]. (1996).

Memuji Prambanan. Jakarta, Indonesia: Yayasan Obor. • ^ Prasasti Siwagrha, Museum Nasional Indonesia • ^ Soetarno, Drs. R. second edition (2002). "Aneka Candi Kuno di Indonesia" (Ancient Temples in Indonesia), pp.

16. Dahara Prize. Semarang. ISBN 979-501-098-0. • ^ Mengenal Candi Siwa dan Parambanan Dari Dekat, Penerbit Kanisius • ^ http://fotokita.net/browse/photo/521224606164_4362834/tag/8/perayaan [ pranala nonaktif permanen] Nyepi di Prambanan • ^ http://berita.liputan6.com/sosbud/200103/10186/class='vidico' Nyepi di Candi Prambanan • ^ IOL (2006).

"World famous temple complex damaged in quake". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-25. Diakses tanggal 2006-05-28. • ^ Di sản thế giới tại Indonesia bị động đất huỷ hoại (Vietnam) • ^ "Yogyakarta Online Candi Nandi Selesai Dipugar". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 2012-01-30. • ^ Ariswara; English translation by Lenah Matius. third edition (1993). "Prambanan", pp. 8. Intermasa. Jakarta. ISBN 979-8114-57-4. • ^ Ariswara; English translation by Lenah Matius.

third edition (1993). "Prambanan", pp. 11–12. Intermasa. Jakarta. ISBN 979-8114-57-4. • ^ Ariswara; English translation by Lenah Matius. third edition (1993). "Prambanan", pp. 26. Intermasa. Jakarta. ISBN 979-8114-57-4. • ^ "Prambanan: A Brief Architectural Summary" (dalam bahasa English). Borobudur TV. Diakses tanggal 2011-10-31. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Konservasi Borobudur (in Indonesian) • ^ "Arsitektur Candi Roro Jonggrang".

• ^ UNESCO Cultural Heritages and Symbol of Indonesian Peace and Religious Harmony, Hary Gunarto, International Journal of Current Multidisiplinary Studies. May 2019, pp. 993-997. Pranala luar Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Kompleks Candi Prambanan Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Panduan Pariwisata Yogyakarta dan sekitarnya [ pranala nonaktif permanen] • (Indonesia) Paduan wisata Prambanan • (Inggris) Prambanan Temple Compounds di situs web UNESCO World Heritage Centre • (Inggris) Candi Prambanan di website resmi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) • (Indonesia) Paket wisata jogja [ pranala nonaktif permanen] • Arca Bhairawa • Arca Buddha Dipangkara • Arca Prajnyaparamita • Bendera Pusaka • Biola WR Supratman • Bokor emas cerita Ramayana • Arca Harihara • Mahkota Sultan Siak • Kakawin Nagarakretagama • Naskah Proklamasi • Lukisan penangkapan Diponegoro • Prasasti Ciaruteun • Prasasti Cidanghiang • Prasasti Jambu • Prasasti Kebonkopi I • Prasasti Muara Cianten • Prasasti Pasir Awi • Prasasti Yupa • Teks Proklamasi Bangunan • Benteng Belgica • Benteng Duurstede • Benteng Marlborough • Benteng Van der Wijck • Benteng Vastenburg • Gedung Dwi Warna • Gedung Merdeka • Gedung Perundingan Linggarjati • GPIB Immanuel Jakarta • GPIB Sion Jakarta • Hotel Majapahit • Hotel Savoy Homann • Candi Jabung • Kantor Pos Besar Bandung • Lawang Sewu • Masjid Agung Surakarta • Monumen Pers Nasional • Museum Asi Mbojo • Museum Geologi Bandung • Gedung Kebangkitan Nasional • Museum Nasional • Museum Sumpah Pemuda • Observatorium Bosscha • Pesanggrahan Ngeksiganda • Rumah Pengasingan Bung Hatta • Rumah Pengasingan Bung Karno • Rumah Rasuna Said • Eks Rumah Raden saleh • RSUP dr.

Kariadi • Rumah Tjong A Fie • Rumah W. R. Soepratman • Stasiun Yogyakarta Struktur • Benteng Oranje • Benteng Victoria • Candi Ceto • Candi Jawi • Candi Penataran • Fort Rotterdam • Gereja Katedral Jakarta • GPIB Immanuel Semarang • Istana Bung Hatta • Leang Timpuseng • Liang Bua • Makam Kyai Mojo • Masjid Agung Demak • Masjid Istiqlal • Masjid Raya Al-Ma’shun • Museum Kirti Griya • Stasiun Radio Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh • Gunung Padang • Pugung Raharjo • Museum KA Ambarawa • Gua Sunyaragi Kawasan • Monumen Jogja Kembali • Monumen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia • Monumen Perjuangan TNI AU • Museum Benteng Vredeburg • Museum Biologi • Museum Anak Kolong Tangga • Museum Gunung Merapi • Museum Padepokan Sumber Karahayon • Museum Perjuangan • Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman • Museum Sejarah Purbakala Pleret • Museum Sonobudoyo Transportasi • Air Terjun Sri Gethuk • Curug Pulosari • Gua Cerme • Gua Pindul • Gua Selarong • Gunung Merapi • Kaliurang • Kaliadem • Gunung Nglanggeran • Pantai Baron • Pantai Indrayanti • Pantai Kesirat • Pantai Krakal • Pantai Kukup • Pantai Glagah • Pantai Wohkudu • Pegunungan Menoreh • Puncak Suroloyo • Parangtritis Tempat ibadah • Hartono Lifestyle Mall Yogyakarta • Jalan Malioboro • Jogja City Mall • Kampung Ketandan • Kebun Binatang Gembira Loka • Kasongan • Malioboro Mall • Pasar Beringharjo • Pasar Ngasem • Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta • Plaza Ambarrukmo • Purawisata • Ramai Mall • Kampung Internasional Sosrowijayan Wetan • Taman Budaya Yogyakarta • Taman Pelangi • Taman Pintar Yogyakarta • Wisata Gudeg Wijilan Pendidikan • Alen-alen • Ampyang • Awug-awug • Bakmi Jawa • Bakpia Pathuk • Bir Jawa • Brongkos • Carang Gesing • Cemplon • Cenil • Cethil • Gaplek • Gathot • Geblek • Geplak • Gudeg Manggar • Gudeg Nangka • Grontol • Growol • Gudangan • Jadah • Jadah Manten • Jenang Gempol • Jenang Sungsum • Kipo • Kopi Jos • Lempeng Legendar • Lempeng Tela • Lotek • Mangut Lele • Mata Kebo • Miedes • Mie Lethek • Mie Pentil • Mendut • Nasi Kucing • Onde-onde • Ongol-ongol • Peyek Kacang • Peyek Jingking • Peyek Tumpuk • Sagon Kotagede • Sate Klathak • Sega Abang • Tempe Benguk • Tempe Garit • Tempe Gembus • Tempe Kara • Timus • Thiwul • Tumpeng • Ungrung • Wajik • Walang Goreng • Wedang Ronde • Wedang Secang • Wedang Uwuh • Yangko Festival dan pesta rakyat Candi Abang · Candi Asu · Situs Adan-Adan · Candi Banjarsari · Candi Barong · Candi Bojongmenje · Candi Cangkuang · Candi Ceto · Candi Dawangsari · Kompleks Candi Dieng ( Candi Arjuna · Candi Bima) · Candi Gambar Wetan · Candi Gatotkaca · Candi Gebang · Candi Gedong Songo · Candi Gemekan/Candi Masahar · Candi Gunungsari · Candi Gunung Gangsir · Candi Gunung Wukir · Candi Ijo · Candi Jawi · Candi Kadisoka · Candi Keblak · Candi Kedaton · Candi Kedulan · Candi Kethek · Candi Kidal · Candi Kimpulan · Kompleks Kepurbakalaan Liyangan · Candi Losari · Situs Mantup · Situs Menggung · Candi Merak · Candi Morangan · Candi Miri · Candi Mirigambar · Candi Ngempon · Candi Ngetos · Candi Pandegong · Candi Penataran · Cagar Budaya Gunung Penanggungan ( Petirtaan Belahan · Petirtaan Jalatunda · Gapura Jedong · Candi Kendalisodo · Candi Selokelir) · Candi Plumbangan · Candi Prambanan · Candi Pringapus · Candi Rimbi · Candi Sambisari · Candi Sawentar · Candi Simping · Candi Singasari · Candi Sirih · Candi Srigading · Petirtaan Sumberbeji · Candi Surawana · Candi Sukuh · Trowulan · Candi Watu Gudhig Pulau Bali Taman Nasional Betung Kerihun · Taman Nasional Bunaken · Kepulauan Raja Ampat · Taman Nasional Taka Bonerate · Taman Nasional Wakatobi · Kepulauan Derawan · Permukiman Tradisional Tana Toraja · Situs Bawomataluo · Candi Muara Takus · Candi Muarajambi · Trowulan - Bekas Ibukota Kerajaan Majapahit · Situs Gua Prasejarah di Maros-Pangkep · Situs Gua Karst Prasejarah Sangkulirang Mangkalihat · Kota Tua Jakarta · Kota Lama Semarang · Pemukiman Tradisional Nagari Sijunjung · Landskap Alam dan Sejarah Kepulauan Banda · Pusat Kota Bersejarah Yogyakarta cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Kebun Raya Bogor Koordinat: 7°45′08″S 110°29′30″E  /  7.75222°S 110.49167°E  / -7.75222; 110.49167 Kategori tersembunyi: • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Artikel mengandung bahasa Jawa • Pranala kategori Commons ada di Wikidata • Koordinat di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman ini terakhir diubah pada 23 April 2022, pukul 06.45.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Daftar Isi • Sejarah Candi Prambanan • Sejarah Prambanan dan letak keberadaannya cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Sejarah pembangunan candi Prambanan • Lokasi Candi Prambanan • Asal-usul nama candi Prambanan • Deskripsi Bangunan candi Prambanan • Candi – candi di Prambanan Sejarah Candi Prambanan Candi Prambanan atau disebut juga dengan Candi Roro Jonggrang merupakan sebuah kompleks candi agama Hindu terbesar yang ada di Indonesia, dimana candi Prambanan tersebut dibangun pada abad ke 9 Masehi.

Sejarah Prambanan ini konon ceritannya dibangun untuk dipersembahkan kepada Trimurti, yakni tiga dewa utama agama Hindu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu dewa pemelihara dan juga dewa Siwa sebagai pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagra nama asli dari kompleks candi Prambanan adalah Siwaghra yang merupakan bahasa Sanskerta yang artinya Rumah Siwa, dan terbukti di ruang utama atau garbagriha candi Prambanan ini bersemayam arca dewa Siwa Mahadewa yang memiliki tinggi tiga meter, dimana keberadaan arca tersebut membuktikan bahwa dewa Siwalah yang diutamakan.

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan tercantik di Asia Tenggara, yang terletak di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kurang lebih berjarak 17-20 kilometer di sebelah timur Yogyakarta.Candi induk pada kompleks candi Prambanan mengarah ke timur, dengan tinggi candi mencapai 47 meter.

Candi Prambanan sering juga disebut dengan nama candi Roro Jonggrang. Berdasarkan Prasasti Siwagrha, sejarah candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh raja-raja dari Dinasti Sanjaya tepatnya oleh Rakai Pikatan yang kemudian diperluas oleh Balitung Maha Sambu pada masa kerajaan Medang Mataram. Pembangunannya ditujukan untuk memberi pernghormatan pada Tri-Murti yakni tiga dewa utama dalam agama Hindu.Agama Hindu mengenal Tri-Murti, yang terdiri dari Dewa Brahmana sebagai Dewa Pencipta, Siwa sebagai Dewa Pemusnah dan Wishnu sebagai Dewa Pemelihara.

Dalam Prasasti Siwagrha terdapat uraian mengenai peristiwa sejarah peperangan antara Balaputeradewa dari Dinasti Sailendra melawan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya.Balaputeradewa yang kalah melarikan diri ke Sumatera.Konsolidasi Dinasti Sanjaya inilah yang menjadi permulaan dari masa pemerintahan baru yang diresmikan dengan pembangunan gugusan candi Prambanan.

Terjadinya beberapa kali bencana alam seperti gempa bumi dan meletusnya gunung Merapi serta adanya perpindahan pusat pemerintahan Dinasti Sanjaya ke Jawa Timur telah menghancurkan kompleks candi Prambanan.Candi Prambanan dikenal kembali saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi pulau Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar.

Candi Prambanan adalah kelompok percandian Hindu yang dibangun oleh raja – raja Dinasti Sanjaya pada abad XI. Ditemukanya tulisan nama Pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung.

Berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M Prasasti Singawargha sebagai manifest politik untuk menenguhkan kedudukannya sebagai Raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan mataram ke Jawa timur, berakibat tidak terawatnya candi – candi di daerah ini ditambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali meletusnya gunung merapi menjadikan candi Prambanan runtuh tinggal puing – puing batu yang berserakan.Sungguh menyedihkan itulah keadaan pada saat penemuan kembali candi Prambanan.

Usaha pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda berjalan sangat lamban dan akhirnya pekerjaan yang sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia.Pada tanggal 20 desember 1953 pemugaran candi induk Roro Jonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Dr.

Ir. Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia pertama. Sampai sekarang pekerjaan pemugaran dilanjutkan, yaitu pemugaran candi Brahma dan candi Wisnu. Candi Brahma dipugar mulai tahun 1977 dan selesai pada tanggal 23 Maret 1987 .Sedangkan candi Wisnu mulai dipugar pada tahun 1982 dan diresmikan oleh bapak Presiden Soeharto pada tanggal 27 April 1991.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Atlantis Dan Misteri Yang Masih Tersembunyi Sejarah Prambanan dan letak keberadaannya Kompleks candi Prambanan ini berada di Kecamatan Prambanan, Sleman dan juga Kecamatan Prambanan Klaten, kurang lebih sekitar 17 km timur laut dari Yogyakarta, 50 km barat daya dari Surakarta dan 120 km selatan Semarang, letaknya persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan dengan daerah istimewa Yogyakarta. Letaknya ini sangat unik karena berada di wilayah administrasi Desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, Sleman sedangkan untuk pintu masuk kompleks candi tersebut berada di wilayah administrasi Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Candi Prambanan ini sudah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO, dimana candi tersebut merupakan candi hindu yang terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi candi yang terindah di Asia Tenggara.

Arsitektur bangunan candi Prambanan ini menjulang tinggi dan juga ramping sesuai dengan arsitektur pada umumnya candi Hindu dengan candi dewa Siwa yang menjadi candi utamannya. Yakni memiliki tinggi sekitar 47 meter yang menjulang dan berada di tengah kompleks gugusan beberapa candi-candi kecil. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penasaran Dengan Sejarah Gajah Mada Beserta Asal-Usulnya? Yuk Simak Informasi Berikut Ini Sejarah pembangunan candi Prambanan Candi Prambanan merupakan sebuah candi Hindu yang terbesar dan juga termegah yang sudah dibangun di tanah Jawa kuno, adapun pembangunan candi Hindu ini dibangun sebagai tandingan candi Budha Borobudur dan candi Sewu yang berada tidak jauh dari candi Prambanann, yakni mulai dibangun oleh Rakai Pikatan.

Beberapa sejarawan lama memperkirakan bahwa pembangunan sebuah candi Prambanan yang merupakan candi Agama Hindu ini sebagai sebuah tanda akan kembalinya kekuasaan dari keluarga Sanjawa atau Jawa, hal ini berhubungan dengan teori wangsa kembar yang berbeda keyakinan dan saling bersaing, yakni Wangsa Syailendra yang merupakan penganut Budha dan juga Wangsa Sanjaya yang merupakan penganut agama Hindu.

Pastinya bahwa sejarah Prambanan dan dibangunnya candi ini terlihat jelas dengan Hinduisme yang merupakan aliran Saiwa kembali mendapatkan dukungan dari para keluarga kerjaan, setelah sebelumnya Wangsa Syailendra sendiri lebih cenderung mendukung Budha yang beraliran Mahayana.

Hal tersebut menandakan bahwa kerajaan Medang akhrinya beralih fokus untuk dukungan keagamaannya, yakni dari agama Budha Mahayana beralih ke pemujaan terhadap dewa Siwa. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ini Dia Sejarah 7 Manusia Harimau Yang Perlu Anda Ketahui Lokasi Candi Prambanan Candi Roro Jonggrang atau yang sering disebut Candi Prambanan terletak persis di perbatasan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan propinsi Jawa tengah, ± 17 km ke arah timur dari kota Yogyakarta atau ± 53 km sebelah barat Solo.

Komplek percandian Prambanan ini masuk ke dalam dua wilayah yakni komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian timur masuk wilayah propinsi Jawa tengah.Percandian Prambanan berdiri di sebelah timur sungai opak ± 200 meter sebelah utara jalan raya Yogya – Solo.

Asal-usul nama candi Prambanan Gugusan candi ini dinamakan Prambanan karena terletak di daerah Prambanan.Nama Roro Jonggrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung putri Prabu Boko.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Asal Usul Dan Sejarah Borobudur Yang Perlu Anda Tahu Deskripsi Bangunan candi Prambanan Komplek percandian Prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang makin ke dalam makin tinggi letaknya. Berturut – turut luasnya 390 meter persegi, panjang 222 meter persegi dan tinggi 110 meter persegi.Didalam latar tengah terdapat reruntuhan candi – candi Perwara.Apabila seluruhnya telah selesai dipugar, maka akan ada 224 buah candi yang ukuranya semua sama yaitu luas dasar 6 meter persegi dan tingginya 14 meter.

Latar pusat adalah latar terpenting di atasnya berdiri 16 buah candi besar dan kecil. Candi – candi utama berdiri atas dua deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Bhama. Deret kedua yaitu candi Nandi, Candi Angsa dan Candi Garuda.

Pada ujung – ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi tersebut terdapat candi Apit.Delapan candi lainya lebih kecil.Empat diantaranya Candi Kelir dan empat candi lainya disebut Candi Sudut.Secara keseluruhan percandian ini terdiri dari 240 buah candi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Anda Yang Tinggal Di Jakarta, Yuk Simak Sejarah Jakarta Dan Perkembangannya Candi – candi di Prambanan • Candi Siwa Candi dengan luas dasar 34 meter persegi dan tinggi 47 meter persegi adalah candi terbesar dan tertinggi.Dinamakan candi Siwa karena didalamanya terdapat arca Siwa Mahadewa yang merupakan arca terbesar.Bangunan ini terbagi atas tiga bagian secara vertical kaki, tubuh dan kepala atau atap.

Kaki candi menggambarkan “dunia bawah” tempat manusia yang masih diliputi oleh hawa nafsu, tubuh candi menggambarkan “dunia tengah” tempat manusia yang telah meninggalkan keduniaan dan di atas melukiskan “dunia atas” tempat para dewa. Gambar kosmos nampak pula dengan adanya arca dewa – dewa dan mahluk surgawi yang menggambarkan Gunung Mahameru ( Mount Everest di India ) tempat para dewa. Pintu utama menghadap ke timur dengan tangga masuknya yang terbesar.Di tangan kirinya berdiri dua arca raksasa penjaga, dengan membawa gada yang merupakan manifestasi dari Siwa.Di dalam candi terdapat empat ruangan yang menghadap ke arah mata angin dan mengelilingi ruangan terbesar yang ada di tengah – tengah.

Kamar terdepan kosong, sedangkan ketiga kamar lainnya masing – masing berisi arca : Siwa Maha Guru, Ganesha dan Durga. Dasar kaki candi dikelilingi oleh selasar yang dibatasi oleh pagar langkan.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Pada dinding langkan terdapat relief cerita Ramayana yang dapat diikuti dengan cara Pradaksina ( berjalan searah jarum jam) mulai dari pintu utama. Hiasan – hiasan pada dinding sebelah luar berupa “kinari – kinari” ( kepala raksasa yang lidahnnya berwujud sepasang mitologi) dan mahluk surgawi lainnya.Atap candi bertingkat – tingkat dengan susunan yang amat komplek masing –masing dihiasi sejumlah ratna dan puncaknya terdapat ratna terbesar.

• Candi Brahma Luas dasarnya 20 m2 dan tingginya 37 meter.Di dalam satu- satunya ruangan yang ada berdirilah arca Brahma berkepala empat dan berlengan empat.Arca ini sebenarnya sangat indah tetapi sudah rusak.Salah satu tangannya memegang tasbih yang menggambarkan waktu dan yang satu memegang kamandalu tempat air.Keempat wajahnya menggambarkan keempat kitab suci Weda masing – masing menghadap keempat arah mata angin.Keempat lengannya menggambarkan keempat arah mata angin.

Sebagai pencipta, ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air. Dasar kaki candi juga dikelilingi oleh selasar yang dibatasi oleh pagar langkan dimana pada dinding langkan sebelah dalam terpahat relief lanjutan cerita ramayana dan relief serupa pada candi Siwa hingga tamat. • Candi Wisnu Bentuk dan ukuran relief serta hiasan dinding luarnya sama dengan Candi Brahma.

Di dalam satu – satunya ruangan yang ada berdirilah arca Wisnu bertangan empat yang memegang gada, cakra, tiram.Pada dinding langkan sebelah dalam terpahat relief cerita kresna sebagai avatara atau penjelmaan Wisnu dan Balarama (Baladewa) kakaknya.

• Candi Nandi Luas dasarnya 15 meter persegi dan tingginya 25 meter.Di dalam satu – satunya ruangan yang ada, terbaring arca seekor lembu jantan dalam sikap merdeka dengan panjang ± 2 meter.Di sudut belakangnya terdapat arca Dewa Candra.Candra yang bermata tiga berdiri di atas kereta yang ditarik oleh 7 ekor kuda.Candi ini sudah runtuh.

• Candi Angsa Candi ini berisi satu ruangan yang tak berisi apapun.Luas dasarnya 13 meter persegi dan tingginya 22 meter.Mungkin ruangan ini hanya digunakan untuk kandang angsa atau hewan yang biasa dikendarai oleh Brahma. • Candi Garuda Bentuk dan ukuran serta hiasan dindingnya sama dengan Candi Angsa. Di dalam satu – satunya ruangan yang ada terdapat arca kecil yang berwujud seekor garuda di atas seekor naga. • Candi Apit Luas dasarnya 6 m2 dengan tinggi 16 meter, ruanganya kosong, mungkin candi ini digunakan untuk bersemedi untuk memasuki candi induk.

Karena keindahanya mungkin digunakan untuk menanamkan estetika dalam komplek percandian Prambanan. • Candi Kelir dan Candi Sudut Luas dasarnya 1,55 m2 dengan tinggi 4,10 meter. Candi ini tidak mempunyai tangga masuk fungsinya sebagai penolak bala. Posting pada Bahasa Indonesia, Biologi, Geografi, Sejarah, Tips Belajar, Umum Ditag alamat candi borobudur, apa tujuan dibangun candi prambanan, asal usul candi prambanan bahasa jawa, asal usul candi prambanan dalam bahasa jawa, asal usul candi prambanan lengkap, asal usul candi prambanan menurut islam, asal usul candi prambanan secara singkat, bagaimana kisah legenda candi prambanan, bangunan candi utama terdiri dari apa saja, berapa tinggi bangunan utama candi prambanan, borobudur atau prambanan, buku sejarah candi prambanan, candi borobudur, candi borobudur dibangun pada tahun, candi pembakaran ratu boko, candi prambanan hd, candi prambanan terdiri dari berapa kuil, candi prambanan terletak di, candi prambanan vector, caption candi ratu boko, cerita singkat asal usul candi prambanan, ciri ciri candi prambanan, deskripsi candi prambanan, fungsi candi prambanan, gambar candi mendut, gambar candi prambanan kartun, gambar pemandangan candi borobudur, jam buka candi prambanan, jurnal sejarah candi prambanan, keajaiban candi prambanan, keunikan candi prambanan, kisah candi borobudur, kitab suci weda terbagi menjadi, kondisi candi prambanan saat ini, latar belakang candi prambanan lengkap, legenda candi mendut, legenda candi prambanan, legenda candi prambanan (roro jonggrang), luas candi prambanan, makalah sejarah candi prambanan, makalah tentang candi prambanan lengkap, menurut raffles borobudur adalah, mitos candi prambanan, pak lebai malang berasal dari, patung roro jonggrang, pdf candi ratu boko, pelestarian candi prambanan, pembangun candi borobudur, penyebab runtuhnya candi prambanan, peristiwa yang berkaitan dengan tebing breksi, ppt sejarah candi prambanan, relief candi prambanan, reservasi tiket borobudur, ringkasan cerita candi prambanan, runtuhnya candi prambanan, sejarah candi prambanan brainly, sejarah candi prambanan dalam bahasa inggris, sejarah candi prambanan pdf, sejarah candi prambanan singkat, sejarah candi sewu, sejarah ratu boko, sejarah singkat candi prambanan brainly, sketsa candi prambanan, sumur candi ratu boko, tiket terusan candi prambanan ratu boko, video asal usul candi prambanan, wisata candi prambanan Pos-pos Terbaru • Contoh Bilangan Cacah Lengkap • Tips Belajar Bahasa Inggris Dengan Mudah [WAJIB BACA] • 3 Manfaat Mempelajari Biologi di Bidang Pertanian Lengkap • Pengertian dan Analisis Kelayakan Pembiayaan Bank Syariah • Kumpulan Rumus Matematika Lengkap Dengan Keterangannya • Pengertian, Tujuan dan Jenis Algoritma Kriptografi Lengkap • Reorientasi UUD 1945 Sebagai Pandangan Tokoh Bangsa • Pengertian dan Sejarah Nuzulul Qur’an • Sejarah dan Biografi Singkat Abu Bakar As-Siddiq • Pengertian dan Ciri Pantun Teka-Teki beserta Contohnya • Pengertian dan Ciri-ciri Puisi • Pengertian dan Unsur Seni Rupa • Pengertian Perekonomian Syariah Beserta Tujuan dan Manfaatnya • 3 Macam Seni di Indonesia Dengan Contohnya • Menghitung Jasa Perantara, Harga Pokok, Jual dan Hasil Usaha • [SEJARAH] Isi Tindak Lanjut Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Lengkap • 60 Soal Essay Biologi Tentang Tumbuhan Dengan Jawaban • 25 Istilah Dalam Internet Yang Perlu Diketahui • Pengertian dan Bentuk Negara Dari Teori Negara Modern • Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara Beserta Contohnya
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pada kesempatan ini GuruPendidikan.com akan membahas mengenai sejarah legenda candi prambananadanya legenda di balik pembangunan Candi Prambanan ini .Legenda Candi Prambanan adalah cerita yang berasal dari rakyat, Menurut dari Cerita-cerita rakyat tersebut konon ada seorang raja yang bernama Raja Boko, Raja Boko ini adalah raksasa yang tinggal pada sebuah desa, desa itu bernamakan ialah “desa prambanan”, Raja Boko ini memiliki seorang putri yang cantik yakni putri Roro Jongrang, Lalu datanglah seorang kesatri dari kerajaan Pengging yang bernama “Bandung Bondowoso”, Bandung Bondowoso ini kemudian mengalahkan Raja Boko, didalam kemenangan Bandung Bondowoso ini, Bondowoso langsung melamar Putri cantik Raja Boko yakni Roro Jonggrang, Lamaran Bandung bondowoso pada roro jongrang ini diterima namun tetapi memiliki syarat yang harus dapat dipenuhi oleh Bandung Bondowososyarat yang diberikan oleh Roro Jongrang terhadap Bandung Bondowoso ini adalah untuk membangun Seribu candi Dalam waktu yang sangat singkat yaitu satu malam .Kemudian Bandung Bondowoso pun Menerima syarat Roro Jonggrang dengan membangun 1000 candi.

Didalam pembangunan 1000 candi Bandung Bondowoso tersebut kemudian memakai bantuan makhluk halus bisa mewujudkan keinginan Roro Jonggrang. Namun tetapi, pada saat candi tersebut hampir mendekati angka Seribu candi (1000 buah candi ), Roro Jonggrang kemudian membunyikan lesung dengan bantuan rakyat yang mendukungnya, Didalam membunyikan lesung tersebut, bertujuan ialah untuk menipu ayam untuk dapat berkokok.

Supaya Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Bondowoso agar mengira hari telah pagi serta Bondowoso pun akan terpaksa berhenti dalam membuat 1000 candi, padahal sudah 999 buah candi yang tercipta, tinggal 1 buah candi lagi untuk dapat menggenapkannya untuk menjadi seribu candi. Namun tetapi, Bandung Bondowoso tersebut tahu tahu jika Sang Putri Roro Jongrang sudah berbuat licik pada dirinya, kemudian Bandung Bondowoso pun langsung marah serta memberikan suatu kutukan kepada Roro Jongrang, kutukan tersebut ialah “berubah menjadi batung untuk dapat menggenapkan candi yang dibuat oleh bandung bondowoso menjadi 1000 Buah Candi”.

Dalam sekejap saja Roro Jonggrang itu kemudian berubah menjadi patung. Didalam Cerita ini sesungguhnya tidaklah terjadi, melainkan Cerita tersebut hanya berupa legenda untuk rakyat yang berada disekitar Prambanan. Dan SesungguhnyaCandi Prambanan tersebut tidak berjumlah 1000 buah seperti cerita diatas melainkan hanya berjumlah 250 buah Candi.

Patung Batari Durga Mahisa Suramardhani didalam Candi Siwa, oleh masyarakat yang berada disekitar dipercaya ialah sebagai penjelmaan Roro Jonggrang. Kalasan yang ditulis didalam bentuk puisi berbahasa Sansekerta serta juga huruf Pranagari, disebutkan ialah bahwa para rahib Buddha tersebut meminta izin kepada Raja Panangkaran untuk dapat mendirikan tempat suci ialah untuk Dewi Tara.

Raja tersebut mengabulkannya serta juga menghadiahkan Desa Kalasan kepada para rahib.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Dewi Tara sendiri ialah dewi kasih-sayang serta juga pelindung bagi umat Buddha. Alkisah pada zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan yang sangat besar yang bernama Prambanan. Rakyat Prambanan sangat damai dan makmur di bawah kepemimpinan raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah sekitar Prambanan juga sangat tunduk dan menghormati kepemimpinan Prabu Baka.

Sementara itu di lain tempat, ada satu kerajaan yang tak kalah besarnya dengan kerajaan Prambanan, yakni kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut terkenal sangat arogan dan ingin selalu memperluas wilayah kekuasaanya. Kerajaan Pengging mempunyai seorang ksatria sakti yang bernama Bondowoso. Dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung, sehingga Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso.

Selain mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga mempunyai bala tentara berupa Jin. Bala tentara tersebut yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membantunya untuk menyerang kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya. Hingga Suatu ketika, Raja Pengging yang arogan memanggil Bandung Bondowoso. Raja Pengging itu kemudian memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan.

Keesokan harinya Bandung Bondowoso memanggil balatentaranya yang berupa Jin untuk berkumpul, dan langsung berangkat ke Kerajaan Prambanan. Setibanya di Prambanan, mereka langsung menyerbu masuk ke dalam istana Prambanan. Prabu Baka dan pasukannya kalang kabut, karena mereka kurang persiapan. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan, dan Prabu Baka tewas karena cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh senjata Bandung Bondowoso.

Kemenangan Bandung Bondowoso dan pasukannya disambut gembira oleh Raja Pengging. Kemudian Raja Pengging pun mengamanatkan Bandung Bondowoso untuk menempati Istana Prambanan dan mengurus segala isinya,termasuk keluarga Prabu Baka. Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuh hati.

Dengan tanpa berpikir panjang lagi, Bandung Bondowoso langsung memanggil dan melamar Roro Jonggrang. “Wahai Roro Jonggrang, bersediakah seandainya dikau menjadi permaisuriku?”, Tanya Bandung Bondowoso pada Roro Jonggrang. Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso tersebut, Roro Jonggrang hanya terdiam dan kelihatan bingung. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung Bondowoso, karena telah membunuh ayahnya yang sangat dicintainya.

Tetapi di sisi lain, Roro Jonggrang merasa takut menolak lamaran Bandung Bondowoso. Akhirnya setelah berfikir sejenak, Roro Jonggrang pun menemukan satu cara supaya Bandung Bondowoso tidak jadi menikahinya. “Baiklah,aku menerima lamaranmu. Tetapi setelah kamu memenuhi satu syarat dariku”,jawab Roro Jonggrang.

“Apakah syaratmu itu Roro Jonggrang?”, Tanya Bandung Bandawasa. “Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”, Jawab Roro Jonggrang.

Mendengar syarat yang diajukan Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso pun langsung menyetujuinya. Dia merasa bahwa itu adalah syarat yang sangat mudah baginya, karena Bandung Bondowoso mempunyai balatentara Jin yang sangat banyak.

Pada malam harinya, Bandung Bandawasa mulai mengumpulkan balatentaranya. Dalam waktu sekejap, balatentara yang berupa Jin tersebut datang. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, para balatentara itu langsung membangun candi dan sumur dengan sangat cepat. Roro Jonggrang yang menyaksikan pembangunan candi mulai gelisah dan ketakutan, karena dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi dan sebuah sumur saja yang belum mereka selesaikan.

Roro Jonggrang kemudian berpikir keras, mencari cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya. Setelah berpikir keras, Roro Jonggrang akhirnya menemukan jalan keluar. Dia akan membuat suasana menjadi seperti pagi,sehingga para Jin tersebut menghentikan pembuatan candi.

Roro Jonggrang segera memanggil semua dayang-dayang yang ada di istana. Dayang-dayang tersebut diberi tugas Roro Jonggrang untuk membakar jerami, membunyikan lesung, serta menaburkan bunga yang berbau semerbak mewangi. Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang segera membakar jerami. Tak lama kemudian langit tampak kemerah merahan, dan lesung pun mulai dibunyikan. Bau harum bunga yang disebar mulai tercium, dan ayam pun mulai berkokok. Melihat langit memerah, bunyi lesung, dan bau harumnya bunga tersebut, maka balatentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya.

Mereka pikir hari sudah mulai pagi, dan mereka pun harus pergi. Melihat Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso berteriak: “Hai balatentaraku, hari belum pagi.

Kembalilah untuk menyelesaikan pembangunan candi ini !!!” Para Jin tersebut tetap pergi, dan tidak menghiraukan teriakan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun merasa sangat kesal, dan akhirnya menyelesaikan pembangunan candi yang tersisa. Namun sungguh sial, belum selesai pembangunan candi tersebut, pagi sudah datang.

Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang. Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang lalu menghampiri Bandung Bondowoso. “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso”, kata Roro Jonggrang. Mendengar kata Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso sangat marah. Dengan nada sangat keras, Bandung Bondowoso berkata: “Kau curang Roro Jonggrang.

Sebenarnya engkaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karena itu, Engkau aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu !” Berkat kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang berubah menjadi arca/patung. Wujud arca tersebut hingga kini dapat disaksikan di dalam kompleks candi Prambanan, dan nama candi tersebut dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang.

Sementara candi-candi yang berada di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu atau Candi Seribu. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Sejarah, SMP Ditag apa makna simbol pohon kalpataru, asal usul candi borobudur lengkap, asal usul candi prambanan bahasa jawa, asal usul candi prambanan lengkap, asal usul candi prambanan menurut islam, asal usul candi prambanan singkat, asal usul candi sewu, bagaimana kisah legenda candi prambanan, bagaimana kisah legenda candi prambanan brainly, buku sejarah candi prambanan, cerita candi prambanan singkat, cerita candi ratu boko, cerita mistis candi plaosan, cerita mitos candi prambanan, cerita pendek legenda candi prambanan, cerita rakyat singkat legenda roro jonggrang, cerita roro jonggrang beserta gambarnya, cerita roro jonggrang singkat, cerita singkat roro jonggrang, cerpen candi prambanan, cinta roro jonggrang, dongeng asal usul candi borobudur, dongeng roro jonggrang bahasa sunda, download sejarah candi prambanan, drama roro jonggrang, gambar candi prambanan, gambar cerita roro jonggrang, gambar roro jonggrang, jurnal sejarah candi prambanan, keturunan bandung bondowoso, kisah prambanan temple, kondisi candi prambanan saat ini, legenda candi borobudur, legenda candi mendut, legenda candi prambanan, legenda candi prambanan (roro jonggrang), legenda candi prambanan bahasa jawa, legenda candi prambanan berasal dari, legenda candi prambanan dalam bahasa inggris, legenda candi prambanan pdf, legenda candi ratu boko, legenda candi sewu, luas candi prambanan, misteri pembuatan candi prambanan, mitos candi prambanan, mitos candi prambanan yogyakarta, mitos legenda roro jonggrang, novel sejarah candi prambanan dan strukturnya, peristiwa dan legenda candi prambanan, relief candi prambanan, ruangan roro jonggrang, runtuhnya candi prambanan, sejarah candi prambanan brainly, sejarah candi prambanan pdf, sejarah candi prambanan singkat, sejarah candi sewu, sejarah dan legenda candi prambanan, Sejarah Legenda Candi Prambanan, sejarah ratu boko, sejarah roro jonggrang, sejarah singkat candi cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh brainly, sejarah terjadinya candi prambanan, struktur teks cerita sejarah roro jonggrang, teks cerita sejarah candi mendut, teks deskripsi candi prambanan, unsur kebahasaan cerita roro jonggrang, wajah asli roro jonggrang Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Archives • April 2022 • March 2022 • December 2021 • August 2021 • July 2021 • June 2021 • April 2021 • March 2021 • February 2021 • January 2021 • December 2020 • November 2020 • October 2020 • September 2020 • August 2020 • July 2020 • June 2020 • May 2020 • April 2020 • March 2020 • February 2020 • August 2019 • July 2019 • May 2019 • April 2019 • March 2019 • February 2019 • January 2019 • December 2018 • November 2018 Sejarah Candi Prambanan – Candi Prambanan merupakan salah satu situs bersejarah peninggalan zaman kerajaan yang dimiliki Indonesia.

Candi Prambanan terletak di Jawa Tengah dan dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi Prambanan sangat kental dan erat dengan legenda Roro Jongrang.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Ceritanya banyak dituturkan pada cerita-cerita anak. Terlepas dari legenda tersebut, Candi Prambanan memiliki sejarah dan asal-usulnya sendiri. Daftar Isi • Asal-usul Candi Prambanan • Penemuan dan Pemugaran Candi Prambanan • Kompleks Candi Prambanan • Relief Candi Prambanan • Candi Lain di Sekitar Prambanan • Legenda Candi Prambanan • Mitos Candi Prambanan Asal-usul Candi Prambanan Sejarah Candi Prambanan Candi Prambanan merupakan salah satu candi yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa.

Candi yang terletak di Jl. Raya Solo – Yogyakarta Nomor 16, Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu merupakan candi yang terkenal dengan legendanya. Candi Prambanan sendiri dibangun pada abad ke-9 masehi. Pembuatan Candi Prambanan diketahui sebagai persembahan pada tiga dewa utama Hindu atau Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wishnu dan Siwa.

Menurut prasasti Siwagrha, Candi Prambanan mulai dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan. Pembangunan candi itu lantas dikembangkan serta diperluas oleh Balitung Maha Sambu pada masa kerajaan Medang Mataram.

Pada saat pembangunan Candi Prambanan, petugas pekerjaan umum juga melakukan perubahan tata air. Ada proyek pemindahan aliran sungai di dekat candi agar tidak membahayakan konstruksi candi dan menyebabkan erosi. Pembangunan awal itu terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh berikutnya seperti raja Daksa dan Tulodong.

Pembangunan itu terus diperluas hingga ada ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama. Pada masa kejayaannya, Candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung dimana berbagai upacara penting digelar. Selain itu, ratusan pendeta dan muridnya berkumpul di Candi Prambanan dalam rangka mempelajari kitab Weda dan melaksanakan ritual.

Penemuan dan Pemugaran Candi Prambanan Sejarah Candi Prambanan Candi Prambanan yang dibangun sedemikian megah dan besar tersebut ternyata pernah ditelantarkan. Sekitar tahun 930 Masehi, raja Medang Mataram, Mpu Sindok memerintahkan pemindahan ibu kota ke daerah Jawa Timur.

Perintah itu membuat Candi Prambanan terlupakan. Pasalnya, dengan pindahnya ibu kota Kerajaan saat itu Candi Prambanan menjadi tidak terawat. Alhasil candi pun rusak dan runtuh secara perlahan karena ditinggalkan dan tidak ada yang mengurus candi lagi.

Selain rusak karena ditinggalkan dan tidak dirawat, bencana alam seperti gempa bumi juga berperan dalam kerusakan Candi Prambanan. pada abad ke 16 diketahui sebuah gempa bumi dahsyat membuat bangunan Candi Prambanan benar-benar runtuh. Meski begitu warga sekitar masih mengetahui keberadaan Candi Prambanan. Namun, karena tak ada warga lokal yang mengetahui pasti asal-muasal candi tersebut, muncullah kisah perihal keberadaan candi tersebut.

Candi Prambanan sendiri kembali ditemukan oleh seorang warga Belanda bernama CA. Lons pada tahun 1733. Candi Prambanan menarik perhatian dunia saat Jawa tengah berada di bawah pemerintahan Britania Raya. Salah satu bawahan Gubernur-Letnan, Sir Thomas Stamford Raflles yang bernama Colin Mackenzie, menemukan Prambanan. Mengetahui anak buahnya menemukan Candi Prambanan, Thomas yang tertarik pada sejarah dan budaya Jawa pun memerintahkan penyelidikan lebih lanjut.

Meski telah ada perintah penyelidikan, reruntuhan candi tetap terlantar. Penggalian tidak serius pada era 1880-an tercatat dilakukan. Tapi, praktek penggalian itu membuat banyak penjarahan terjadi.

Prambanan pun menjadi korban para pencuri artefak layaknya yang terjadi di Borobudur. Beberapa tokoh saat itu pun mulai melakukan tindakan pembersihan dan pembongkaran besar-besaran. Namun, pembongkaran itu membuat batu-batu candi tertumpuk di sepanjang Sungai Opak. Penumpukan itu membuat warga secara sembarangan mengambilnya. Warga Belanda kala itu menjadikannya hiasan taman. Sementara warga pribumi menggunakan bangunan candi sebagai salah satu bahan bangunan dan fondasi rumah mereka.Sempat menjalani banyak praktek pencurian dan pembongkaran, Candi Hindu terbesar di Indonesia itu akhirnya dipugar pada tahun 1918.

Namun baru benar-benar serius cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh pada 1930-an. Upaya restorasi pun akhirnya dilakukan terus menerus, hingga pada tahun 1953 pemugaran candi Siwa dirampungkan dan diresmikan oleh Presiden Sukarno saat itu.

Candi Prambanan kehilangan banyak batu asli sehingga banyak bagian yang harus diganti dengan batu baru. Selain itu, beberapa candi kecil tak dibangun ulang karena alasan bangunan yang tersisa tak sampai 75 persen.

Kini, Candi Prambanan yang sempat rusak akibat gempa Yogyakarta pada 2006 itu masuk dalam salah satu situs warisan dunia. Itu berarti Candi Prambanan merupakan salah satu situs bersejarah yang dilindungi UNESCO. Candi Prambanan juga menjadi tempat wisata dan tempat berlangsungnya event-event besar. Kompleks Candi Prambanan Sejarah Candi Prambanan Kompleks Candi Prambanan memiliki keunikan tersendiri dari bangunan bersejarah lainnya.

Kompleks Candi Prambanan tak cuma berisi satu candi saja melainkan banyak candi yang memiliki ukuran berbeda. Kompleks Candi Prambanan memiliki 3 Candi Trimurti yang dipersembahkan untuk tiga dewa utama yakni Siwa, Wisnu dan Brahma. Lalu ada 3 Candi Wahana yang terdiri atas Candi Nandi, Garuda dan Angsa. Kemudian, ada dua Candi Apit yang terletak di barisan Candi Trimurti dan Wahana.

Lalu empat Candi Kelir yang terletak di empat penjuru mata angin. Empat Candi Patok di empat sudut halaman dalam dan 224 Candi perwara yang berada dalam susunan empat barisan konsentris.Sehingga total, Candi Prambanan memiliki 240 candi dalam kompleksnya.

1. Candi Siwa Candi Siwa adalah candi utama yang memiliki bangunan terbesar sekaligus tertinggi.Pada Candi Siwa terdapat relief yang menceritakan kisah Ramayana. kisah relief tersebut terukir di dinding dalam pada pagar Langkan. 2. Candi Brahma dan Candi Wishnu Dua candi berikutnya adalah candi yang dipersembahkan kepada Dewa Wishnu dan Dewa Brhama. Dalam candi tersebut terdapat Arca Dewa Brahma dan Dewa Wishnu yang diperkirakan memiliki ketinggian hampir tiga meter.

3. Candi Wahana Di depan Candi Trimurti atau candi tiga dewa ada tiga Candi Wahana. Candi Wahana merupakan candi yang dibangun dengan berisikan para wahana tiga dewa. Seperti angsa milik Brahma, Garuda milik Wisnu dan lembu Nandi milik Siwa.

4. Candi Apit, Candi Kelir dan Candi Patok. Diantara barisan candi-candi utama, terdapat candi apit yang berukuran sama dengan Candi Perwara. Selain Candi Apit ada 8 candi kecil berupa kuil kecil untuk menaruh sesajen. 8 kuil kecil itu terdiri atas empat Candi Kelir dan empat Candi Patok 5. Candi Perwara Candi Perwara merupakan barisan candi pengawal atau pelengkap yang mengurung dua halaman dalam.

Candi Perwara tersusun sesuai empat penjuru mata angin. Candi Perwara terdiri atas 224 candi yang berada dalam empat baris konsentris. Bentuk Candi Perwara dirancang sama dan kecil-kecil mengelilingi candi utama dengan ukuran sekitar 6×6 meter dengan tinggi 14 meter.

Terkait jumlahnya yang di posisikan dalam empat baris, banyak yang menghubungkannya dengan sistem empat kasta dalam agama Hindu yakni kasta brahmana ksatria dan sudra. Relief Candi Prambanan Sejarah Candi Prambanan Perihal relief, Candi Prambanan memiliki relief naratif yang kental dengan karya sastra Hindu, Ramayana dan Krishnayana. Untuk dapat membaca relief ini sebaiknya dari kiri ke kanan searah jarum jam mengitari candi.

Aturan itu sesuai dengan ritual pradaksina atau ritual mengelilingi bangunan bagi para peziarah. Relief Ramyanan dan Krishyana ini menceritakan bagaimana kisah Shinta istri dari Rama yang diculik oleh Rahwana. Kemudian diteruskan dengan bagaimana Hanuman datang ke Alengka membantu Rama hingga akhirnya bisa membawa kembali Shinta pulang. Selain relief Ramayana dan Krsihnayanan ada pula relief Lokapala, Brahmana dan Dewata.

Relief ini terpasang di atas tembok tubuh candi. Relief ini menggambarkan para dewata, resi brahamana dan arca dewa-dewa lokalapa. Dewa lokalapa adalah dewa surgawi penjaga penjuru mata angin yang bisa anda lihat di Candi Siwa. Sedangkan arca para brahmana ada di Candi Brahma dan arca dewata yang diapit dua bidadari kayangan bisa dengan mudah ditemui di Candi Wishnu.

Sementara itu, di dinding luar candi dihiasi oleh barisan ceruk yang menyimpan arca singa yang diapit oleh dua panil yang menggambarkan kalpataru atau pohon hayat. Pohon kalpataru adalah pohon yang dianggap dapat memenuhi harapan dan kebutuhan manusia dalam kepercayaan Hindu-Buddha. Candi Lain di Sekitar Prambanan Sejarah Candi Prambanan Kawasan wisata Candi Prambanan cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh hanya memiliki satu candi.

Ada banyak candi di sekitar Prambanan yang masuk dalam kawasannya yang luas. Untuk bisa menuju candi-candi tersebut, pengunjung biasanya menaiki sepeda, kereta kelinci hingga berjalan kaki.

Pasalnya jarak satu candi dengan candi lainnya tak begitu jauh.Selain candi yang satu kawasan, di sekitar Prambanan, di luar kawasannya juga ada candi dan situs bersejarah lainnya Berikut beberapa candi yang ada di sekitar wisata Candi Prambanan. 1. Candi Sewu Candi Sewu terletak di dalam kompleks wisata Candi Prambanan. Letak Candi Sewu ini berada di belakang agak jauh dari Candi Prambanan sendiri. Biasanya wisatawan memakai sepeda juga kereta kelinci mengunjungi candi ini. Namun, bagi wisatawan yang berjalan kaki di dalam kompleks wisata Candi Prambanan terkadang melewatkan candi sewu yang indah ini.

Karena letaknya yang agak jauh dan dekat dengan pintu belakang. 2. Candi Lumbung Candi Lumbung merupakan kompleks percandian Buddha yang uniknya berada satu kawasan dengan Wisata Candi Prambanan.

cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh

Dengan masuk wisata Candi Prambanan, kamu bisa melihat Candi Lumbung yang berada agak jauh di belakangnya. 3. Candi Bubrah Selain Candi Lumbung, Candi Bubrah juga ada di dalam kompleks Candi Prambanan. Candi itu dinamakan Bubrah karena kondisinya yang sudah rusak. Candi Bubrah diperkirakan di bangun pada abad ke-9 Masehi tak beda jauh dari Candi Prambanan. 4. Situs Ratu Boko atau Candi Boko Jika anda mengunjungi Candi Prambanan, di loket akan ada penawaran untuk berwisata sekaligus ke Situs Ratu Baka.

Jarak Situs Ratu Baka dan Prambanan memang cukup dekat. Situs Ratu Boko ini diperkirakan digunakan pada masa Kerajaan Medang atau Mataram Hindu sekitar abad ke-8. Candi Ratu Boko ini paling indah dilihat saat matahari akan terbenam. Legenda Candi Prambanan Sejarah Candi Prambanan Candi Prambanan dikenal sangat kental dengan legenda kisah cinta Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Legenda tersebut menceritakan kisah cinta tak sampai akibat kegagalan memenuhi syarat yang mustahil.

Semua berawal saat dahulu kala ada sebuah kerajaan bernama Prambanan yang rakyatnya hidup tentram, Namun, suatu hari kerajaan Prambanan diserang oleh negeri Pengging.

Ketentramannya pun terganggu. Kerajaan Pengging ternyata memiliki seorang pangeran yang sakti mandraguna bernama Bandung Bondowoso. Saking saktinya Bandung Bondowoso bahkan memiliki pasukan dari jenis jin menyerang Prambanan. Prambanan yang tak punya persiapan apapun akhirnya kalang kabut dan cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh berhasil menyelamatkan wilayahnya.

Raja Baka yang turun berperang secara langsung memimpin pasukan Prambanan pun tewas dalam perang tersebut. Usai perang berakhir, Bandung Bondowoso menempati istana Prambanan. Singkat cerita, Bandung Bondowoso kemudian jatuh cinta pada putri negeri Prambanan, Roro Jonggrang karena kecantikannya. Bandung Bondowoso pun meminang Roro Jonggrang sebagai istrinya. Namun, pernyataan Bandung Bondowoso itu justru membuat Roro Jonggrang bimbang karena dipinang oleh orang yang membunuh sang ayah saat peperangan.

Roro Jonggrang pun mendapatkan ide agar Bandung Bondowoso gagal menikahinya. Roro Jonggrang akhirnya mengajukan sebuah syarat berat pada Bandung Bondowoso. Ia meminta dibangunkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam. Bandung Bondowoso yang mendengar syarat itu pun menyanggupinya. Ia merasa percaya diri karena memiliki bala tentara jin. Pada malam hari, Bandung Bondowoso pun mengumpulkan bala tentaranya dan memerintahkan mereka untuk membuat permintaan Roro Jonggrang.

Bala tentara itu melakukan pekerjaan dengan sangat cepat. Mengetahui hal itu, Roro Jonggrang pun panik dan mencari ide lain untuk menggagalkan Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang akhirnya membuat tipuan curang dengan membuat seolah-olah suasana telah pagi cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh. Ia mengumpulkan para dayang agar membakar jerami dan membunyikan lesung dan menaburkan bunga agar berbau wangi.

Bau wangi dari bunga itulah yang kemudian membuat ayam berkokok dan semakin meyakinkan suasana telah pagi. Langit yang terlihat kemerahan akibat bakaran jerami bunyi lesung dan ayam berkokok pun membuat bala tentara Bandung Bondowoso pergi karena menyangka telah pagi.

Melihat kepergian bala tentaranya Bandung Bondowoso pun marah. Namun, Bandung Bondowoso tak lagi didengar dan bala tentaranya tetap pergi. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat Roro Jonggrang. Melihat hal tersebut, Roro Jonggrang pun bahagia dan mengatakan jika Bandung Bondowoso gagal memenuhi syaratnya. Mendengar ucapan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso semakin marah karena merasa dicurangi.

Ia pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca yang ke seribu dan menyempurnakan candi seribu. Dengan kesaktiannya kutukan Bandung Bondowoso itu pun terjadi. Mitos Candi Prambanan Sejarah Candi Prambanan Sama seperti situs bersejarah lainnya Candi Prambanan juga menyimpan berbagai mitos yang kental. Uniknya, mitos di Candi Prambanan salah satunya berkaitan dengan kepercayaan perihal asmara pengunjung yang datang berkunjung. Sudah jadi rahasia umum, jika Candi Prambanan terkenal dengan mitos hubungan cinta Bandung Bondowoso yang kandas.

Maka dari itu, ada mitos barang siapapun pasangan kekasih yang bersama-sama memasuki ruangan Roro Jonggrang di Candi Prambanan dipercaya akan putus dalam kurun waktu beberapa hari. Selain mitos perihal putusnya pasangan kekasih, Candi Prambanan juga menyimpan mitos cahaya arca Dewi Durga.

Kabarnya jika da cahaya misterius yang muncul dari arca Dewi Durga akan mendekatkan jodoh bagi mereka yang masih single dan terkena pancaran cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh tersebut. Tak cuma mitos perihal hubungan asmara, para pengunjung disarankan bersikap sopan di Candi Prambanan. Konon jika tak bersikap tak sopan seperti membuang sampah sembarangan, maka akan ada kejadian aneh yang cukup menyeramkan seperti kesurupan. Dengan mengetahui sejarah Candi Prambanan, anda akan bisa menambah pengetahuan perihal situs-situs bersejarah di Indonesia.

Selain itu, jika ingin berlibur ke Candi Prambanan, anda sudah tahu dari mana anda harus mulai mengeksplorasi kompleks Candi Prambanan. Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih Sejarah Candi Prambanan
Read Download More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips.

Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more. Book Description: Title: - Cerita Asal Usul Terjadinya Candi Prambanan Merupakan Salah Satu Contoh Full Version File Type: PDF EPUB MOBI.

MD5 Hash Code: 547140fbbae96bfc302ea3f9c9fb76de • Add to Favorites • Add to Reading List More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips. Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more.

Book Description: Title: - Cerita Asal Usul Terjadinya Candi Prambanan Merupakan Salah Satu Contoh Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 547140fbbae96bfc302ea3f9c9fb76de
Read Download More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips. Get the best Books, Magazines & Comics cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more.

Book Description: Title: - Cerita Asal Usul Terjadinya Candi Prambanan Merupakan Salah Satu Contoh Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 547140fbbae96bfc302ea3f9c9fb76de • Add to Favorites • Add to Reading List More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips.

Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more.

Book Description: Title: - Cerita Asal Usul Terjadinya Candi Prambanan Merupakan Salah Satu Contoh Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 547140fbbae96bfc302ea3f9c9fb76deRead Download More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips.

Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more. Book Description: Title: - Cerita Asal Usul Terjadinya Candi Prambanan Merupakan Salah Satu Contoh Full Version File Type: PDF EPUB MOBI.

MD5 Hash Code: 547140fbbae96bfc302ea3f9c9fb76de • Add to Favorites • Add to Reading List More than 10 million titles spanning every genre imaginable, at your fingertips. Get the best Books, Magazines & Comics in every genre including Action, Adventure, Anime, Manga, Children & Family, Classics, Comedies, Reference, Manuals, Drama, Foreign, Horror, Music, Romance, Sci-Fi, Fantasy, Sports and many more.

Book Description: Title: - Cerita Asal Usul Terjadinya Candi Prambanan Merupakan Salah Satu Contoh Full Version File Type: PDF EPUB MOBI. MD5 Hash Code: 547140fbbae96bfc302ea3f9c9fb76de
Zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Pengging.

sang raja mempunyai seorang putera bernama Joko Bandung. Joko bandung adalah seorang pemuda perkasa, seperti halnya sang ayah, ia juga mempunyai berbagai ilmu kesaktian yang tinggi. bahkan konon kesaktiannya lebih tinggi dari ayahnya karena Joko bandung suka berguru kepada para pertapa sakti. Mendengar kekalahan pasukan ayahnya maka Joko Bandung bertekad menyusul pasukan ayahnya. dalam perjalanan, di tengah hutan, Joko Bandung bertemu dan berkelahi dengan seorang raksasa bernama Bandawasa.

Menjelang ajal Bandawasa yang juga berilmu tinggi ini ternyata menyusup ke dalam roh Joko Bandung dan minta namanya digabung dengan pemuda itu sehingga putera Raja Pengging ini bernama Joko Bandung Bandawasa. Menurut anggapan Roro Jonggrang pasti Joko Bandung tidak mungkin dapat memenuhi permintaan tersebut. Diluar dugaan Joko Bandung menyanggupinya. Joko Bandung Bandawasa yang sakti itu minta bantuan makhluk halus. Mereka bekerja keras setelah matahari terbenam, dan satu persatu candi yang diminta oleh Roro Jonggrang mendekati penyelesaian.

Melihat kejadian tersebut, Roro Jonggrang heran karena bangunan candi yang begitu banyak sudah hampir selesai. Pada tengah malam sewaktu makhluk halus melanjutkan tugas menyelesaikan bangunan candi yang tinggal sebuah, Roro Jonggrang membangunkan gadis-gadis desa Prambanan agar menumbuk padi sambil memukul-mukulkan alu pada lesungsehingga kedengaran suara yang riuh.

Ayam jantanpun berkokok bersahut-sahutan. Mendengar suara-suara tersebut, para makhluk halus segera menghentikan pekerjaannya. Disangkanya hari telah pagi dan matahari hampir terbit. Seketika Roro Jonggrang berubah menjadi arca batu besar. Demikian pula para dara yang tinggal di desa Prambanan mendapat kutukan dari Bandung Bandawasa, tidak laku kawin sebelum mencapai usia tua. Candi yang dibuat makhluk halus meskipun jumlahnya belum mencapai seribu disebut candi sewu yang berdekatan dengan candi Roro Jonggrang.

Maka candi Prambanan disebut juga candi Roro Jonggrang. • ► 2012 (2) • ► Mei (1) • ► Januari (1) • ▼ 2011 (14) • ► November (2) • ► Oktober (1) • ▼ September (6) • Harimau dan Jerami • Sepatu Baru Laura • Johann Gutenberg (1400-1468) • Pengorbanan Ibu (Maluku) • Asal Mula Candi Prambanan (Yogyakarta) • Menggadaikan Kerajaan (Riau) • ► Agustus (4) • ► Juli (1)
Daftar isi • Etimologi Candi Prambanan • Asal Usul berdirinya Candi Prambanan • Fungsi Candi Prambanan • Bangunan Yang Ada di Candi Prambanan • Runtuhnya Candi Prambanan • Penemuan Kembali Candi Prambanan • Pemugaran Candi Prambanan Di Indonesia tak hanya pantai, gunung atau taman bermain saja yang menjadi tujuan wisata.

Tempat-tempat ibadah pun menjadi tujuan wisata seperti contohnya Candi Prambanan. Candi Prambanan merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia yang masih ramai dikunjungi hingga saat ini. Etimologi Candi Prambanan Candi Prambanan terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Dari nama kecamatan inilah kemungkinan nama Candi Prambanan diambil. Karena asalnya yang memang sebuah candi beraliran agama hindu, banyak orang berpendapat bahwa nama Prambanan masih berkaitan dengan dewa-dewa dalam mitologi Hindu. Diambil dari kata “Para Brahman”, yang kemungkinan diubah ke dialek Jawa menjadi Prambanan, kata “Brahman” ini sarat makna. Brahman dalam teologi Hindu merupakan sesuatu yang amat tinggi dan agung serta abadi.

Biasanya disangkut pautkan dengan kata Brahma, yang hampir sama dengan sang Pencipta dalam agama Hindu. Ada teori lain mengatakan bahwa kemungkinan kata Prambanan memiliki dasar kata berupa “mban” atau “mengemban”.

Hal ini merujuk pada dewa-dewa dalam agama Hindu yang memang mengemban tugas untuk menyetabilkan alam semesta. Namun ada juga teori lain yang mengatakan bahwa kata Prambanan kemungkinan diambil dari bahasa Kamboja. Teori ini dipertegas dari arti kata Pram yang berarti 5 dan banam yang berarti gunung. Serta adanya pengaruh raja Kamboja di Jawa ketika masa-masa kerajaan hindu budha dahulu.

Asal Usul berdirinya Candi Prambanan Candi Prambanan atau disebut juga Candi Roro Jonggrang bukanlah candi yang dibuat sehari semalam seperti legenda yng sering kita dengarkan. Candi ini memang sebenarnya dibuat oleh banyak orang ketika masa kepemimpinan Rakai Pikatan.

Rakai Pikatan merupakan raja ke-6 Kerajaan Mataram Kuno yang memimpin pada tahun 840 hingga 856 Masehi. Hal ini tertulis pada Prasasti Siwagrha tahun 856 Masehi dimana ketika itu dibangunlah candi utama yang disebut Candi Siwa. Candi Siwa ini berada di dalam kompleks bangunan Candi Prambanan. Yang mana candi-candi kecil di sekitar candi utama diteruskan oleh raja-raja setelah masa kepemimpinan Rakai Pikatan.

Candi Prambanan dibangun untuk menandai berdirinya dinasti Sanjaya sebagai penganut aliran Hindu. Ketika itu pada masa kerajaan Mataram Kuno, ada 2 dinasti yang berdiri yakni Sanjaya dan Syailendra yang beraliran Budha.

Karena persaingan antara Sanjaya dan Syailendra, dibangunlah Candi Prambanan. Candi ini sebagai tandingan Candi Borobudur yang termasuk dalam candi Budha terbesar di Indonesia. Candi Prambanan ini akhirnya menjadi salah satu peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang dibangun sejak 850 Masehi dengan gaya Hindu. Fungsi Candi Prambanan Candi Prambanan pada masa pemerintahan Rakai Pikatan memang sengaja dibangun untuk menandingi kemegahan Candi borobudur.

Namun di sisi lain, candi ini dibangun sebagai tempat peribadatan bagi masyarakat Mataram Kuno yang beragama Hindu. Karena itulah ada beberapa patung dewa dan dewi di dalamnya seperti Wisnu, Brahma, Durga, Surya, dll. Meski pada dasarnya candi utama ini dibuat sebagai pemujaan masyarakat Hindu yang beraliran Dewa Siwa. Di masa sekarang, candi tersebut sudah tidak lagi dijadikan sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai tujuan wisata keagamaan baik lokal maupun asing.

Tak hanya itu, beberapa upacara adat agama Hindu juga diadakan di Candi Prambanan seperti Upacara Melasti, Upacara Tawur Agung, dll. Sehingga saat ini meski fungsi Candi Prambanan bukanlah sebagai tempat ibadah, namun masih tetap berguna sebagai tempat wisata dan tempat diadakannya upacara adat agama Hindu. Bangunan Yang Ada di Candi Prambanan Berikut adalah beberapa candi yang ada di kompleks Prambanan: 1. Candi Trimurti Candi Trimurti merupakan bangunan di dalam kompleks Candi Prambanan yang terdiri dari 3 dewa utama Hindu diantaranya: • Candi Brahma Candi Brahma merupakan candi yang berada di selatan Candi Siwa.

Di dalam bangunan ini terdapat relief yang berisi penggalan cerita Ramayana ketika Rama berperang melawan Rahwana. • Candi Wisnu Candi Wisnu merupakan candi yang berada di utara Candi Siwa. Candi ini memiliki 1 ruangan menghadap timur dengan Arca Wisnu di dalamnya. • Candi Siwa Candi Siwa merupakan candi pertama dan utama yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk mengawali berdirinya Candi Prambanan. Tinggi candi ini mencapai 47 meter dan memiliki 4 ruangan dengan 1 ruangan sebagai ruang Dewa Siwa.

2. Candi Wahana Candi Wahana juga terdiri dari 3 bagian candi diantaranya: • Candi Nandi Candi Nandi adalah candi yang di dalamnya terdapat sebuah Arca Nandi. Nandi adalah seekor lembu suci yang biasanya ditunggangi oleh Dewa Siwa. Di dalam candi ini pula adalah sebuah tangga yang menghubungkan langsung ke Candi Siwa. Selain Arca Nandi, ada pula Arca Surya yakni dewa matahari dan Arca Candra yakni dewa bulan. • Candi Garuda Candi Garuda terletak di utara Candi Nandi yang mana berhadapan dengan Candi Wisnu.

Di dalam candi ini terdapat Arca Siwa yang cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh lebih kecil. • Candi Angsa Candi Angsa terletak di selatan Candi Nandi yang mana berhadapan dengan Candi Brahma. Sayangnya di dalam bangunan ini tidak terdapat Arca atau bahkan relief ukiran dinding.

3. Candi Apit Candi Apit adalah candi yang berjumlah 2 buah dan berada di tengah-tengah Candi Wisnu dan Candi Garuda. Karena letaknya yang terapit inilah, candi ini diberi nama Candi Apit. Bentunya sama seperti Candi Trimurti namun ukurannya lebih kecil yaitu 6x1x16 meter.

4. Candi Kelir Candi Kelir merupakan 4 candi yang terletak di bagian depan setiap pintu penghubung halaman Prambanan. Panjang candi ini 1,55 meter dengan lebar 1,55 meter dan tinggi 4,1 meter. 5. Candi Patok Candi Patok merupakan candi-candi yang berjumlah 4 buah dan letaknya berada di tiap sudut halaman.

Ukurannya sama seperti Candi Kelir dan disebut juga sebagai Candi Sudut karena letaknya yang berada di setiap sudut Prambanan. 6. Candi Perwara Candi Perwara adalah candi-candi kecil berukuran 6x6x14 meter yang ada di Prambanan dengan jumlahnya mencapai 224 candi. Candi Perwara tersusun dalam 4 barisan yakni barisan pertama berjumlah 44 candi, barisan kedua berjumlah 52 candi, barisan ketiga berjumlah 60 candi dan barisan keempat berjumlah 68 candi. Runtuhnya Candi Prambanan Runtuhnya Candi Prambanan ditengarai karena adanya bencana alam gunung Merapi yang meletus dengan sangat dahsyat di tahun 1006 Masehi.

Ketika itu, Mataram Kuno di bawah penguasaan Mpu Sindok. Adanya bencana letusan gunung Merapi ini, menyebabkan kerajaan Mataram pindah ke wilayah Jawa Timur. Tentu saja hal ini meninggalkan berbagai bangunan terutama Candi Prambanan yang harus hancur terkena letusan Gunung Merapi. Terlantarnya Candi Prambanan semakin membuatnya tak terurus dan puncaknya adalah ketika adanya gempa dahsyat di abad ke -16.

Saat itu juga Candi Prambanan semakin tertutup oleh tanah dan puing bangunan serta semak-semak. Candi megah yang berjumlah seribu itu akhirnya tersisa hanya ratusan saja. Penemuan Kembali Candi Prambanan Penemuan kembali Candi Prambanan ketika itu oleh warga yang berada di sekitar candi.

Mereka masih belum mengetahui asal mula adanya Candi Prambanan tersebut. Sehingga muncullah legenda rakyat yang masih sering terdengar hingga saat ini. Legenda rakyat itu terjadi karena ditemukannya patung Dewi Durga yang dianggap sebagai Roro Jonggrang.

Karena itulah nama lain dari Candi Prambanan adalah Candi Roro Jonggrang. Di tahun 1733 ketika masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia, ada seorang pegawai VOC yang bernama C.A. Lons. Beliau menemukan Candi Prambanan tersebut tertutup oleh tanah dan semak-semak.

Namun meski sudah dilaporkan, tidak ada tindakan dari pemerintah Hindia belanda. Hingga pada tahun 1864, ada seorang pria bernama N.W. Hoepermans akan menggunakan batu-batu di kompleks Prambanan untuk dijadikan pembangunan pabrik gula. Beliau melaporkan hal ini dan barulah seorang arkeolog bernama J.W. Ijzerman melirik bebatuan ini untuk diteliti dan dilakukan pemugaran Pemugaran Candi Prambanan Setelah ditemukannya Candi Prambanan yang masih tertumpuk semak, tanah dan puing-puing akibat gempa bumi dahsyat, pemugaran baru dilakukan dengan cara sederhana.

Pemugaran dilakukan dengan cara membersihkan timbunan tanah dan semak serta menggali dan mengumpulkan bebatuan candi. Batu-batuan ini dikumpulkan dan dikelompokkan tanpa adanya dokumentasi di sepanjang Sungai Opak. Arca dan relief candi digunakan Belanda sebagai hiasan taman. Sementara pribumi menjadikannya sebagai pondasi bangunan mereka.

Pemugaran secara sederhana ini berakhir di tahun 1918 karena pemugaran oleh Oudheidkundig Dienst sudah mulai melakukan cara metodologi. Pemugaran yang dilakukan berlanjut hingga 1953 karena ketika itu perang baru saja selesai. Daerah tersebut bukan lagi Hindia Belanda melainkan Indonesia dengan presidennya saat itu adalah Soekarno. Presiden Soekarno melanjutkan pemugaran kembali pada masing-masing candi yang berada di kompleks Prambanan. Seperti contohnya tahun 1978 pemugaran Candi Brahma, tahun 1982 pemugaran Candi Wisnu hingga tahun 2004 pemugaran kembali Candi Siwa.

Recommended • 9 Prospek Kerja Lulusan Teknik Geologi Beserta Kisaran Gajinya • 10 Prospek Kerja Lulusan Kedokteran Hewan Beserta Cerita asal-usul terjadinya candi prambanan merupakan salah satu contoh Gajinya • Brand Identity: Pengertian – Elemen dan Contoh Penerapannya • 7 Negara Berkembang di Amerika Beserta Penjelasannya • 6 Negara Berkembang di Asia Tenggara yang Perlu diketahui

SEJARAH ASAL USUL CANDI PRAMBANAN




2022 www.videocon.com