Seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Jawaban: Seorang sejarawan melakukan penafsiran terhadap sejumlah data dalam penelitian sejarah termasuk dalam tahapan Interpretasi Penjelasan: Interpretasi Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa. Interpretasi yang dimaksud dalam sejarah adalah penafsiran terhadap suatu peristiwa, fakta sejarah, dan merangkai suatu fakta dalam kesatuan yang masuk akal.

Penafsiran fakta harus bersifat logis terhadap keseluruhan konteks peristiwa sehingga berbagai fakta yang lepas satu sama lainnya dapat disusun dan dihubungkan menjadi satu kesatuan yang masuk akal. Bagi kalangan akademis, agar dapat menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena karena biasanya cenderung bersifat subjektif.

Selain itu, interpretasi harus bersifat deskriptif sehingga para akademisi juga dituntut untuk mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan. Proses interpretasi juga harus bersifat selektif sebab tidak mungkin semua fakta dimasukkan ke dalam cerita sejarah, sehingga harus dipilih yang relevan dengan topik yang ada dan mendukung kebenaran sejarah.

Jawaban: [jawaban] Mata Pelajaran: Sejarah • Jawaban pendek: Seorang sejarawan melakukan penafsiran terhadap sejumlah data dalam penelitian sejarah termasuk dalam tahapan Interpretasi • Penjelasan: Interpretasi Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa.

Interpretasi yang dimaksud dalam sejarah adalah penafsiran terhadap suatu peristiwa, fakta sejarah, dan merangkai suatu fakta dalam kesatuan yang masuk akal. Penafsiran fakta harus bersifat logis terhadap keseluruhan konteks peristiwa sehingga berbagai fakta yang lepas satu sama lainnya dapat disusun dan dihubungkan menjadi satu kesatuan yang masuk akal.

Bagi kalangan akademis, agar dapat menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena karena biasanya cenderung bersifat subjektif.

Selain itu, interpretasi harus bersifat deskriptif sehingga para akademisi juga dituntut untuk mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan. Proses interpretasi juga harus bersifat selektif sebab tidak mungkin semua fakta dimasukkan ke dalam cerita sejarah, sehingga harus dipilih yang relevan dengan topik yang ada dan mendukung kebenaran sejarah.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Penjelasan: Semoga Membantu ya Jangan Lupa Jadikan Saya Jawaban Terbaik Kuntowijoyo membagi tahap-tahap atau langka-langkah penelitian sejarah menjadi lima. Tahapan tersebut secara berurutan terdiri dari: (1) Pemilihan topik, (2) Heuristik, (3) Veirifikasi, (4) Interpretasi, dan (5) Historiografi.

Tahap verifikasi atau kritik sumber terbagi menjadi 2, yakni kritik intern dan kritik ekstern. Kritik intern merupakan kritik terhadap isi (kredibilitas) suatu peninggalan sejarah, seperti dokumen, prasasti, kitab kuno, dan lain-lain. Sedangkan kritik ekstern merupakan ditujukan untuk menguji hal-hal yang bersifat fisik (otensitas) dari sumber sejarah, seperti jenis tinta, jenis kertas, gaya bahasa, pola tanda tangan, dan cap atau stempel.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah A.
Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN i Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH (HEURISTIK, KRITIK/VERIFIKASI, INTERPRETASI/ EKSPLANASI, DAN PENULISAN SEJARAH/HISTORIOGRAFI) SEJARAH KELAS X PENYUSUN ii Yuliani, S.Pd, M.Si SMA NEGERI 2 UNGGUL SEKAYU @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 DAFTAR ISI PENYUSUN.

ii DAFTAR ISI.iii GLOSARIUM .iv PETA KONSEP . v PENDAHULUAN. 1 A. Identitas Modul . 1 B. Kompetensi Dasar . 1 C. Deskripsi Singkat Materi . 1 D. Petunjuk Penggunaan Modul . 2 E. Materi Pembelajaran . 3 KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. 4 A. Tujuan Pembelajaran . 4 B. Uraian Materi . 4 C. Rangkuman . 11 D. Penugasan Mandiri. 11 E. Latihan Soal . 12 F. Penilaian Diri . 15 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2. 16 A. Tujuan Pembelajaran .

16 B. Uraian Materi . 16 C. Rangkuman . 21 D. Penugasan Mandiri. 22 E. Latihan Soal . 23 F. Penilaian Diri . 26 EVALUASI. 27 DAFTAR PUSTAKA . 30 @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN iii Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 GLOSARIUM Artefak : Artefak (Inggris: artifact) merupakan benda arkeologi Referensi atau peningalan benda-benda bersejarah, yaitu semua Rekonstrukturisasi benda yang dibuat atau dimodifikasi oleh manusia yang Relevan dapat dipindahkan.

Tema : Tulisan tentang sejumlah informasi terhadap sebuah Topik buku yang ditinjau dan juga telah dinilai tentang sumber penulisannya. Referensi bisa diartikan sebagai bahan informasi atau bahan rujukan yang mutakhir dan digunakan sebagai acuan untuk lebih maju.

: Penataan kembali (supaya struktur atau tatanannya baik). Restrukturisasi memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga restrukturisasi dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

: Kait-mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung. Contoh: ceramahnya tidak relevan dengan : Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Pada setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah pondasinya.

: Topik (bahasa Yunani:topoi) adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum,sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN iv Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 PETA KONSEP Heuristik Langkah-Langkah Verifikasi Penelitian Sejarah Interpretasi Historiografi @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN v Modul Sejarah Kelas X Seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap 3.7 dan 4.7 PENDAHULUAN A. Identitas Modul Mata Pelajaran : Sejarah Kelas :X Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (2 Pertemuan) Judul Modul : Langkah-Langkah Penelitian Sejarah B.

Kompetensi Dasar 3. 1 Memahami langkah-langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/ekspalanasi, dan penulisan sejarah 4.1 Menerapkan langkah-langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik.verifikasi, inerpretasi/ekspalanasi, dan penulisan sejarah) dalam mempelajari sumber sejarah yang ada di sekitarnya C.

Deskripsi Singkat Materi Hai anak-anak, apa kabar kalian?.semoga semuanya dalam keadaan yang sehat dan berbahagia…aamiin. Anak-anak, cobalah kalian ambil kertas dan penamu lalu cobalah untuk menulis tentang pengalaman yang paling berkesan yang pernah kamu alami bersama teman-temanmu di sekolah.

Pada saat kalian menulis, sumber-sumber apa saja yang kalian perlukan untuk mendukung kebenaran cerita kalian itu? langkah-langkah apa saja yang kalian lakukan dalam penulisan kisah atau cerita kalian itu? @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 1 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 Langkah-langkah dalam penulisan cerita pada umumnya hampir sama dengan penulisan dalam sebuah penelitian sejarah.

Dalam sebuah penelitian sejarah kita menggunakan langkah-langkah ilmiah sehingga cerita sejarah yang kita tuliskan menjadi objektif dan dapat dibuktikan. Sebagai ilmu, penelitian sejarah dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti mengumpulkan data (heuristic), kritik sumber (verifikasi), interpretasi, dan penulisan sejarah (historiografi). Langkah-langkah penelitian sejarah itulah yang akan kita pelajari di dalam modul ini. D. Petunjuk Penggunaan Modul Bacalah petunjuk modul dengan baik!

Bacalah dan fahami Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran yang akan kalian capai melalui modul ini Bacalah Deskripsi singkat dan materi pembelajaran dengan teliti Jawablah Latihan Soal dan Evaluasi dengan jawaban yang dianggap paling benar Jawablah terlebih dahulu soal-soal yang disediakan, kemudian cocokkan dan bahaslah dengan menggunakan kunci jawaban Jawablah lembar Penilaian diri dengan jujur, mandiri, teliti, percaya diri dan bertanggung jawab @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 2 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 E.

Materi Pembelajaran Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi. Pertama : Langkah-langkah penelitian sejarah; heuristik, kritik/verifikasi, Kedua : langkah-langkah penelitian sejarah; interpretasi/ekspalanasi, dan penulisan sejarah/historiografi Modul ini sangat bermanfaat bagi kalian. Kalian dapat lebih mandiri, teliti, dan dan percaya diri dalam mempelajari, menggali, dan menganalisis materi-materi yang tersedia sehingga pembelajaran ini dapat lebih bermakna bagi kalian.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 3 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH ; HEURISTIK DAN KRITIK/VERIFIKASI A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat memahami langkah langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi), Menerapkan langkah-langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi,) dalam mempelajari sumber sejarah yang ada di sekitarnya, serta mampu menumbuhkembangkan sikap mandiri, teliti, percaya diri, dan bertanggung jawab.

B. Uraian Materi Gambar1.Peneltian di laboratorium Gambar 2. Peneliti ahli purbakala (Sumber;https://www.unisifm.com/perkuat- (Sumber;https://nasional.tempo.co/read/285292 daya-saing-uii-dorong-peningkatan-kualitas- /sangiran-jadipusat-kajian-manusia-purbaasia ) laboratorium-yogya ) Anak-anak, amatilah gambar di atas kemudian bandingkanlah objek dari kedua penelitian tersebut. Kesimpulan apa yang kalian perolah dari gambar di atas? Seperti ilmu yang lain, sejarah juga mempunyai objek penelitian.

Objek penelitan sejarah adalah peristiwa- peristiwa penting yang terjadi pada masa lampau. Sedangkan cara yang dilakukan dalam peneltian sejarah disebut metode sejarah.

Untuk dapat menulis kembali peristiwa masa lalu menjadi suatu tulisan yang mudah difahami dan menarik, diperlukan suatu metode. Metode penelitian sejarah biasa disebut metode sejarah. Metode adalah cara, jalan, atau petunjuk pelaksaan teknis. Adapun yang dimaksud dengan penelitian adalah penyelidikan yang seksama dan teliti terhadap suatu masalah, baik untuk mendukung atau menolak suatu teori atau untuk mendapatkan kebenaran. Oleh karena itu dalam konteks ilmu sejarah, metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis sumber sejarah dan peninggalan masa lampau dalam rangka menghasilkan gambaran yang benar tentang peristiwa itu.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 4 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 Menurut Gilbert J.Geraghan metode penelitian sejarah adalah seperangkat aturan atau prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilai secara kritis dan mengajukan sintetis dari hal-hal yang dicapai dalam bentuk tertulis. Senada dengan Gilbert, Louis Gottschhalk mengatakan, metode sejarah adalah suatu kegiatan mengumpulkan, menguji, dan menganalisa data yang diperoleh dari peninggalan-peninggalan masa lalu, kemudian direkonstruksi berdasarkan data yang diperoleh sehingga menghasilkan kisah sejarah.

Dengan menggunakan metode sejarah secara cepat, pertanyaan-pertanyaan dasar penelitian berikut ini dapat dijawab tuntas sehingga pada gilirannya mendukung sebuah historiografi yang layak.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud adalah : • Apa (peristiwa apa) yang terjadi (what)? • Kapan terjadinya peristiwa itu (when)? • Dimana terjadinya peristiwa itu (where)? • Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu dan apa hubungaan antar pelaku (who)? • Mengapa peristiwa itu terjadi (why)? Apa latarbelakannya? Apa saja factor-faktor pemicunya? • Bagaimana proses terjadinya peristiwa itu (how)?

• Apa dampaknya terhadap kehidupan manusia waktu itu? Untuk lebih memahami bagaimana seorang peneliti sejarah melakukan kerja ilmiah dalam mengungkap kebenaran masa lalu, kita akan membahas langkah-langkah peneltian sejarah secara berurutan; mengumpulkan data (heuristik), melakukan verifikasi (kritik sumber), menginterpretasi data, dan menulis hasil penelitian. Proses tersebut lazim disebut dengan proses metodologis dalam penelitian, yaitu langkah-langkah atau proses yang digunakan di dalam mencari dan menemukan jalan menuju kebenaran sejarah.

Sedangkan kemampuan menjalankan proses tersebut secara baik disebut kemampuan metodologis. Kemampuan metodologis sangat menentukan apakah seorang peneliti dapat dipercaya atau tidak (faktor kredibilitas). Krediilitas yang tinggi artinya bahwa dalam pandanan komunitas sejarawan dan masyarakat, peneliti tersebut mengikuti prosedur- prosedur ilmiah atau metode ilmiah yang ketat serta bersikap serius dalam meneliti subjeknya.

Kemampuan metodologis harus juga disertai dengan kemampuan lain, yaitu kemampuan teknis. Kemampuan ini menyangkut apakah peneliti mahir menjalankan tiap-tiap tahap penelitian dengan sarana penelitian yang tersedia. Dalam proses metodologis dan proses teknis inilah sejarawan terlibat dalam apa yang sering kita sebut proses rekonstrukturisasi masa lalu, yang hasilnya diharapkan memberikan gambaran yang benar tentang suatu peristiwa masa lalu yang diteliti itu.

Kendati demikian, agar proses ilmiah di atas berjalan lancar dan bermutu, sebelum melakukan tahapan penelitan (proses metodologi, teknis), sejarawan perlu memiliki keamampuan standar, yaitu kemampuan teoritis.

Kemampuan teoritis terkait erat dengan kapasitas keilmuan peneliti, yang dalam konteks penelitian akan sangat berpengaruh pada sejauh mana ia dapat menerapkan teori atau prinsip yang menjadi landasan penelitian. Kapasitas keilmuan yang tinggi umumnya menyangkut pertanyaan apakah peneliti sejarah itu berasal dari latar belakang keilmuan yang terkait dan menguasai dengan baik bidang yang ditelitinya.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 5 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 1. Heuristik Langkah pertama di dalam penelitan sejarah adalah heuristic, namun demikian sebelum melangkah ke tindakan heuristik itu peneliti harus terlebih dahulu sudah mengetahui topik atau tema apa yang akan menjadi objek penelitiannya. Topik dipilih berdasarkan dua pertimbangan, yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. Kedekatan emosional adalah hubungan pribadi antara peneliti dengan objek yang ditelitinya.

Misalnya, seorang peneliti yang lahir dan tinggal di Jakarta akan lebih bagus menulis sejarah kota Jakarta daripada peneliti yang tinggal di luar kota. Kemampuan intelektual adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh seorang peneliti terhadap objek yang ditelitinya.

Misalnya, seorang ahli sejarah tentang sosial-ekonomi tidak akan mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang perkembangbiakan tanaman. Jadi, sebuah penelitian harus dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya. (sumber.https://hasanaguero.wordpress.com/2012/05/14/berpikir-induktif-dan-deduktif) Setelah mengetahui topik atau tema penelitian, maka peneliti dapat menggunakan langkah-langkah-langkah atau proses metodologis penelitian sejarah.

Langkah pertama adalah Heuristik. Heuristik berasal dari bahasa Yunani, heurikein yang berarti menemukan. Dalam kegiatan penelitian sejarah, heuristic berarti kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, dan menghimpun jejak- jejak masa lalu berupa sumber-sumber sejarah. (Sumber : https://www.senjaandbooks.com/2017/05 /bagaimana-cara-memberantas-tumpukan- tbr.html @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 6 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 Berdasarkan cara memperolehnya sumber-sumber sejarah itu dapat berupa sumber primer dan sumber sekunder, yaitu : • Data primer, yaitu sumber yang datang langsung dari sumber pertama.

Sumber primer dapat berupa keterangan langsung dari pelaku dan saksi sejarah, dokumen asli, laporan atau catatan, foto, benda peninggalan, film, dan artefak. 1 3 2 54 Berbagai data primer mengenai peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945. (1) Tulisan tangan Naskah teks proklamasi; (2) Naskah Teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik; (3) Ir.

Soekarno tengah membaca teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia, pada hari Jumat sekitar jam 10 pagi di Jl Pegangsaan Timur 56 Jakarta; (4) Pengibaran bendera Merah Putih; (5). Coretan-coretan di dinding-dinding tembok bertema proklamasi kemerdekaan yang dilakukan oleh para pemuda pejuang 1945.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 7 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 • Sumber sekunder, yaitu informasi yang diperoleh dari pihak kedua seperti buku teks, Koran, majalah, ensiklopedi, tinjauan penelitian, dan referensi-referensi lain. 12 4 3 Sumber data sekunder tentang proklamasi kemerdekaan berupa Koran Merdeka (1), dan buku-buku karya sejarawan tentang peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 (gambar 2,3, dan 4) Berdasarkan bentuknya, sumber sejarah terdiri dari : • Sumber tulisan, yaitu sumber berbentuk tulisan yang mengandung informi tentang suatu peristiwa sejarah.

Contoh, prasasti, naskah, buku, dokumen tertulis, arsip, Koran, dan internet. • Sumber benda, yaitu sumber sejarah berbentuk artefak atau hasil-hasil budaya yang ditinggalkan langsung dari zamannya. Contoh, peralatan penunjang kegiatan manusia sehari-hari, senjata, fosil, pakaian, serta bangunan-bangunan bersejarah. • Sumber lisan, yaitu keterangan-keterangan yang diperoleh dari pelaku dan saksi sejarah. Contoh, rekaman pidato, video, hasil wawancara. Untuk melacak sumber-sumber tersebut, sejarawan harus dapat mencari di berbagai seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap seperti di perpustakaan dan kantor arsip atau mengunjungi situs-situs sejarah di internet.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Beberapa masalah yang kerap muncul terkait sumber sejarah yang sudah didapatkan adalah : • Sumber sudah sangat tua • Sumber tidak boleh sembarangan dibaca (pada daerah tertentu yang boleh membacanya hanya orang-orang tertentu) • Kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan • Lebih banyak menggunakan tulisan angan (sumber tua) • Sumber masih tertutup (batas dibukanya sumber sekitar 25 tahun) @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 8 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 2.

Verifikasi Setelah data terkumpul dan terorganisasi dengan baik, proses berikutnya adalah menguji keaslian dan keabsahan data. Proses ini lazim disebut verifikasi atau kritik sumber. Setiap sumber harus diuji keaslian dan keabsahannya karena seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap sumber dapat saja dipengaruhi oleh prasangka, kondisi ekonomi, dan iklim politik saat penelitian berlangsung. Pengujian dilakukan dengan membandingkan, memilah, menghubung- hubungkan antar data, demi mendapatkan data yang relevan dan paling mendekati kebenaran. Dalam tahapan kritik sumber atau verifikasi ini, terdapat dua cara melakukan kritik sumber, yaitu: 1) Kritik eksternal, yaitu kritik terhadap keaslian informasi atau dokumen seperti bahannya (dokumen dengan tulisannya) dan orangnya (pelaku dan saksi).

Keaslian dokumen diverifikasi tidak hanya terbatas pada sumber tertulis saja, tetapi juga terhadap sumber benda (seperti artefak), penjelasan pelaku atau saksi sejarah yang sering disebut sebagai sejarah lisan, dan lain-lain. Kritik eksternal dilakukan menyangkut pertanyaan-pertanyaan: • Apakah gaya bahasa dan penulisan sesuai dengan periode waktu waktu terjadinya peritiwa sejaah.

Apakah gaya yang sama juga terlihat pada tulisan-tulisan lain dari penulis yang sama. • Apakah ada bukti bahwa penulis memperlihatkan ketidaktahuan terhadap hal atau peristiwa yang seharusnya sudah diketahui • Apakah penulis melaporkan hal, peristiwa, atau tempat yang seharusnya belumdapat diketahui selama periode perbuatan tulisan tersebut Kritik eksternal dalam hal keaslian data terkait dengan pertanyaan-pertanyaan berikut : • Apakah data awal telah diubah, baik secara sengaja maupun tidak sengaja dengan menyalinnya?

• Apakah dokumen itu asli atau salinan? • Jika tanggal dan penulis data tidak diketahui, apakah ada petunjuk internal yang menunjukkan asal mulanya ? @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 9 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 2) Kritik internal Kritik internal adalah kritik atau verifikasi terhadap kredibilitas atau keterpercayaan data; jadi menyangkut isi informasi, apakah dapat dipercaya atau tidak.

Dalam hal ini seorang pernulis harus bersifat objektif dan netral dalam menggunakan data yang telah diperoleh sehingga peristiwa sejarah itu terjamin kebenarannya.

Kritik internal umumnya terkait erat dengan keabsahan (validitas) dan makna data. Dalam hal keabsahan data, kritik internal menggunakna pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: • Apa yang dimaksudkan penulis dengan setiap kata atau pertanyaan dalam data • Seberapa jauh penulis dapat dipercaya • Bagaimana menafsirkan (interpretasi) kata-kata yang digunakan penulis Data sejarah atau bukti-bukti sejarah yang telah melewati verifikasi kemudian menjadi fakta sejarah.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Ditinjau dari sifatnya, fakta sejarah dapat dikategorikan dalam dua jenis: 1) Fakta keras (hard fact), yaitu fakta yang telah diterima kebenarannya atau fakta yang sudah pasti dan tidak perlu untuk diperdebatkan lagi. Contoh, pada 17 Agustus 1945 Soekarno - Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia 2) Fakta lunak (soft fact), yaitu fakta yang masih memerlukan bukti lebih kuat lagi untuk diyakini kebenarannya.

Contoh, loksi pusat kerajaan Sriwijaya yang sampai saat ini masih belum dapat dipastikan dengan benar dan diskusi tentanf hal ini masih terus berlangsung.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Ditinjau dari wujudnya, fakta dapat dibedakan menjadi : 1) Fakta mental, yaitu fakta yang bersifat abstrak seperti perasaan, pandangan, keyakinan, dan kepercayaan. Contoh, gambaran atau pandangan para bangsawan terhadap nilai-nilai tradisi seperti memberi sesaji, mencuci pusaka keraton pada saat- saat tertentu, dan melakukna ritual pemujaan terhadap penguasa Laut Selatan. 2) Fakta sosial, yaitu konteks hubungan antar manusia dan situasi masyarakat pada saat peristiwa terjadi.

Contohnya, bagaimana kondisi sosial masyarakat Majapahit ketika Prabu Hayam Wuruk menjadi raja. Lembaga-lembaga apasaja yang berfungsi sebagai pengatur masyarakat.

Bagaiman araja mengatur kehidupan beragama warganya. Gambar 3. Gambar di atas merupakan dua versi Surat Perintah 11 10 Maret (Supersemar). Sekilas kedu adata ini terlihat mirip, namun terdapat perbedaan yang mendasar. Temukan perbedaannya. Gunakan kritik internal dan eksternal seperti yang sudah kalian faham. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 C. Rangkuman 1.

Untuk melakukan penelitian sejarah, seorang penulis hendaknya yakin dengan tema/topik yang akan dia teliti 2. Dalam melakukan penelitian, seorang sejarawan menggunakan langkah-langkah penelitian sejarah yang benar sesuai dengan metode keilmuan dalam hal ini metode sejarah agar hasil penelitiannya objektif, factual, dan benar.

3. Langkah pertama yang harus dilakukan peneliti adalah heuristikyaitu tahapan mengumpulkan, memilah dan memilih seluruh sumber data yang dapat mendukung penelitian. Sumber data tersebut dapat diperoleh dari data primer, sekundr, kebendaan, tertulis, maupun sumber lisan. Dalam tahapan 4. Tahap selanjutnya dalam penellitian sejarah adalah tahap verifikasi atau melakukan pengujian keaslian dan keabsahan data.

Pengujian/kritik sumber data ini dapat dilakukan dengan cara kritik eksternal (bahan, jenis tulisan, pelaku sejarah, saksi sejarah).

Pengujian /kritik sumber berikutnya adalah kritik internal, yaitu pengujian terhadap isi informasi. D. Penugasan Mandiri Setelah kalian membaca materi pembelajaran di atas, maka buatlah tabel rencana penelitian sejarah dengan topik tentang ‘Dampak Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II terhadap Kemerdekaan Indonesia’, seperti contoh tabel di bawah ini No Sumber Data Kritik Sumber / Verifikasi Kritik Eksternal Kritik Internal @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 11 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 E.

Latihan Soal Isilah soal di bawah ini dengan jawaban yang anda anggap paling benar. 1. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian tentang kerjaan Majapahit adalah A. Hikayat Raja-Raja Majapahit B. Sutanussalatin C. Negarakertagama D. Panjikenanga E.

Mahabaratha 2. Perhatikan data berikut. 1) Dokumen naskah teks Proklamasi 2) Foto pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno-Hatta 3) Wawancara dengan B.M. Diah tentang peranannya dalam peristiwa proklamasi 4) Koran Merdeka yang memberitakan tentang peristiwa proklamasi 17 Agusstus 1945 5) Buku sejarah karangan Marwati Djoened Poesponegoro jilid VI Dari data di atas, yang termasuk sumber sejarah primer adalah … A.

1), 2), dan 3) B. 1), 3), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 2), 4), dan 5 E. 3), 4), dan 5) 3. Perhatikan tabel berikut. Jenis Sumber Data Contoh Sumber sekunder Ensiklopedia, tinjauan penelitian Sumber benda X Sumber lisan Rekaman pidato, hasil wawancara, tutur Contoh jenis sumber data yang sesuai untuk mengisi tanda X adalah … A.

Kesaksian Sukarni tentang peristiwa penculikan Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok B. Isi slide pada PPT yang dijelaskan oleh dosen kepada mahasiswanya C. Tayangan film tentang kehidupan manusia purba di Musium Sangiran D.

Peralatan penunjang kegiatan manusia sehari-hari seperti senjata, fosil, dan rumah Limas E. Cerita tentang ‘Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat’ dari Sumatera Selatan @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 12 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 4.

Gambar di bawah ini adalah Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dalam dua versi. Silahkan amati. Jika kita akan melakukan suatu kritik eksternal, maka yang harusnya dianalisa adalah … A. Letjen Soeharto diamanatkan oleh Presiden RI untuk mengambil tindakan pengamanan pasca G.30.S/PKI B. Bahan dan jenis ketikannya sebagai bagian dari keaslian informasi atau dokumen C. Isi naskah sebagai bagian dari kredibilitas atau kepercayaan data sebagai suatu informasi D.

Keterkaitan antara kedua versi Supersemar sebagai sebuah peristiwa sejarah E. Antara kedua versi Supersemar itu terdapat perbedaan pada jumlah poin di bagian memutuskan/Memerintahkan 5. Tujuan seorang peneliti sejarah melakukan sebuah verifikasi atau kritik sumber adalah … A.

Agar penulisan sejarah berada pada realnya tanpa pengaruh kepentingan yang tidak berkaitan dengan keilmuan B. Memberi penafsiran pada suatu data sejarah sehingga menjadi satu rangkaian cerita sejarah yang objektif C. Untuk memilah dan memilik mana data yang mendukung dan mana data yang tidak diperlukan D. Untuk mendapatkan sumber-sumber penelitian yang relevan E. Menguji keaslian dan keabsahan data sebuah sumber sejarah agar mendapatkan data yang mendekati kebenaran Kriteria Penilaian: ➢ 1 soal bernilai 1 ➢ Nilai = Jumlah Benar X 100 Jumlah soal Catatan : ➢ Jika nilai anda kurang dari 75, maka ulangilah lagi mepelajari materi di dalam modul ini dan referensi lain KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN 13 @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 1.

Jawaban C Pembahasan: Sumber sejarah kerajaan Majapahit adalah kitab Negarakertagama 2. Jawaban A Pembahaan: Data primer, yaitu sumber yang datang langsung dari sumber pertama. Sumber primer dapat berupa keterangan langsung dari pelaku dan saksi sejarah, dokumen asli, laporan atau catatan, foto, relikui/benda peninggalan, film, dan artefak. 3. Seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap D Pembahaan: Sumber benda, yaitu sumber sejarah berbentuk artefak atau hasil-hasil budaya yang ditinggalkan langsung dari zamannya.

Contoh, peralatan penunjang kegiatan manusia sehari-hari, senjata, fosil, pakaian, serta bangunan-bangunan bersejarah 4. Jawaban B Pembahasan: Kritik eksternal, yaitu kritik terhadap keaslian informasi atau dokumen seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap bahannya (dokumen dengan tulisannya) dan orangnya (pelaku dan saksi). Keaslian dokumen diverifikasi tidak hanya terbatas pada sumber tertulis saja, tetapi juga terhadap sumber benda (seperti artefak), penjelasan pelaku atau saksi sejarah yang sering disebut sebagai sejarah lisan, dan lain-lain.

Kritik eksternal dilakukan menyangkut pertanyaan-pertanyaan: • Apakah gaya bahasa dan penulisan sesuai dengan periode waktu waktu terjadinya peritiwa sejaah. Apakah gaya yang sama juga terlihat pada tulisan-tulisan lain dari penulis yang sama. • Apakah ada bukti bahwa penulis memperlihatkan ketidaktahuan terhadap hal atau peristiwa yang seharusnya sudah diketahui • Apakah penulis melaporkan hal, peristiwa, atau tempat yang seharusnya belumdapat diketahui selama periode perbuatan tulisan tersebut Kritik eksternal dalam hal keaslian data terkait dengan pertanyaan-pertanyaan berikut : • Apakah data awal telah diubah, baik secara sengaja maupun tidak sengaja dengan menyalinnya?

• Apakah dokumen itu asli atau salinan? • Jika tanggal dan penulis data tidak diketahui, apakah ada petunjuk internal yang menunjukkan asal mulanya ? 5. Jawaban E Pembahasan: Untuk menguji keaslian dan keabsahan data agar mendapatkan data yang relevan dan mendekati kebenaran @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 14 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 F. Penilaian Diri Jawablah pertanyaan berikut dengan mandiri, jujur, dan bertanggung jawab.

Hasil jawaban Anda dapat menjadi bagian dari refleksi diri. No Pernyataan Jawaban Ya Tidak 1 Saya dapat memahami langkah langkah penelitian sejarah heuristik, 2 Saya dapat memahami langkah langkah penelitian sejarah kritik/verifikasi 3 Apakah kamu mengalami kesulitan untuk memahami materi 4 Saya dapat mengerjakan tugas mandiri dengan baik 5 Saya dapat menerjakan soal-soal latihan dengan baik 6 Saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan sola- soal latihan 7 Apakah modul ini telah banyak membantu kamu dalam memahami materi 8 Apakah modul ini telah banyak membantu kamu melatih kemandirian belajar 9 Apakah modul ini telah banyak membantu kamu dalam melatih ketelitian memahami dan memaknai isi materi 10 Apakah belajar dengan menggunakan modul ini membuatmu lebih percaya terhadap kemampuan dirimu sendiri 11 Apakah belajar dengan menggunakan modul ini membuatmu lebih bertanggung jawab terhadap capaian pembelajaranmu @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 15 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH ; INTERPRETASI/EKSPALANASI DAN PENULISAN SEJARAH/HISTORIGRAFI A.

Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat langkah-langkah penelitian sejarah; interpretasi/ekspalanasi, dan penulisan sejarah, Menerapkan langkah-langkah penelitian sejarah (interpretasi/eksplanasi dan historiofrafi,) dalam mempelajari sumber sejarah yang ada di sekitarnya, serta mampu menumbuhkembangkan sikap mandiri, teliti, percaya diri, dan bertanggung jawab.

B. Uraian Materi 1. Interpretasi (Analitis dan Sintetis) https://gramho.com/explore- hashtag/koinpitis Adik-adik, cobalah kalian amati gambar koinpitis yang digunakan pada masa kerajaan- kerajaan Islam Nusantara di atas. Jika anda melihat koinpitis atau uang logam di atas, apa yang bisa kalian jelaskan ? @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 16 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 Untuk dapat menjelaskan tentang koin di atas kalian membutuhkan pengalaman dan pengetahuan tentang uang logam serta sejarah perekonomian Indonesia.

Dengan ilmu pengetahuan yang kita punya, kita dapat membaca, menfsirkan, menterjemahkan banyak sumber data sehingga mampu menyingkap misteri menjadi jelas dan terang benderang. Tindakan menafsikan atau menterjemahkan di atas, di dalam metode penelitian sejarah disebut dengan interpretasi.

Interpretasi adalah penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa sejarah berdasarkan fakta yang ada. Fakta-fakta sejarah itu kemudian disusun sehingga menjadi rangkaian yang berhubungan selaras dan masuk akal. Ada dua macam interpretasi, yaitu : a. Interpretasi analitis, yaitu menguraikan semua sumber yang ada. Menganalisis beberapa kemungkinan yang terkandung dalam suatu sumber sejarah.

Misalnya, dalam dokumen yang berisi daftar anggota wajib militer suatu negara. Dalam daftar tersebut terdapat sejumlah nama yang menunjukkan kekhasan daerah tertentu. Berdasarkan daftar tersebut dapat dianalisis bahwa anggota wajib militer itu berasal dari berbagai daerah di negara tersebut.

b. Interpretasi sintetis, yaitu menyatukan semua sumber yang ada. Beberapa yang ada dikelompokkan menjadi satu dengan generalisasi konseptual. Misalnya, data tentang pertempuran, rapat-rapat, mobilisasi masa, penggantian pejabat, serta penurunan dan pengibaran bendera.

Interpretasi sintetis dari data-data tersebut menghasilkan fakta bahwa telah terjadi revolusi. Proses interpretasi dan penyusunan fakta bersifat selektif karena tidak mungkin semua fakta dimasukkan ke dalam cerita. Fakta yang dipilih adalah fakta yang relevan dengan topik penelitian. Interpretasi terhadap fakta sering menyebabkan perbedaan dalam penulisan sejarah, sebab pada tahap ini muncul subjektvitas.

Perbedaan interpretasi sering disebabkan oleh : a. Adanya pandangan yang berbeda di kalangan sejarawan b. Wawasan atau pengetahuan yang terbatas c. Ketertarikan yang berbeda d. Perbedaan idiologi e. Perbedaan kepentingan kelompok f. Latarbelakang sosial yang berbeda g. Perbedaan tujuan penulisan Tahap interpretasi adalah tahap yang paling rawan bagi timbulnya biasa dalam cerita sejarah.

Disinilah integritas seorang sejarawan dipertaruhkan. Guna menghasilkan interpretasi yang baik, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang peneliti, antara lain keterampilan dalam membaca sumber. Keterampilan ini mencakup kemampuan dalam menafsirkan makna bahasa yang digunakan pada sumber, khususnya sumber tertulis.

Misalnya, dokumen yang digunakan berbahasa Jawa Kuno atau berbahasa @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 17 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 Belanda. Untuk dapat menginterpretasi isi dokumen itu, seorang peneliti harus mengetahui struktur bahasa Jawa Kuno dan struktur bahasa Belanda karena struktur bahasa pada masing-masing bahasa mempunyai karakter tersendiri.

2. Historiografi Historiografi berasal dari bahasa latin historiographia : historia berarti seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap, narasi ; dan graphia berarti penulisan. Pada tahap historiograpi, fakta-fakta yang telah dikumpulkan dikritik dan diinterpretasi kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis, dan bermakna. Menulis cerita sejarah bukan sekedar menyusun dan merangkai fakta-fakta hasil penelitian tetapi juga menyampaikan ide, gagasan, serta emosi kita melalui interpretasi sejarah.

Oleh karena itu dibutuhkan kecakapan dan kemahiran dalam menulis. Dewasa ini, ada tuntutan baru agar historiograpi lebih dari sekedar narasi peristiwa, kendati narasi peristiwa tetap dianggap sebagai tuntutan minimal asalkan lengkap dan komprehensif.

Menurut sifatnya, terdapat dua model penulisan historiografi, yaitu : a. Historigrafi diskriptif-naratif, yaitu penulisan sejarah hanya berisi barasi kronologisfakta peristiwa yang telah diinterpretasikan tanpa ada suatu analisis yang lebih mendalam terhadap peristiwa tersebut. Jadi model ini bersifat informatif. Menurut R.Moh.Ali, dalam model penulisan diskriptif-naratif ini, rangkaian kejadian dan peristiwa dibuat berjajar dan berderet-deret (kronologis) tanpa menjelaskan latar belakangnya, kesalingterkaitan peristiwa, serta hubungan sebab akibat di antaranya.

b. Historiografi deskriptif-eksplanatif atau deskritif-argumentatif, yaitu narasi peristiwa diberi bobot tambahan, yaitu analisis peristiwa. Analisis itu terutama berfokus pada hubungan sebab akibat (kausalias) serta dampak peristiwa bagi generasi pada peristiwa itu terjadi serta bagi generasi setelahnya.

Untuk menambah ketajaman dan bobot analisis sejarah, dewasa ini pendekatan interdisipliner yang melibatkan ilmu-ilmu sosial sangat diperlukan. Pendekatan ini terutama untuk penelitan serta model penulisan sejarah diskriptif-eksplanasi.

Ilmu-ilmu sosial itu diantaranya sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, geografi, dan demografi. Penggunaan ilmu-ilmu sosial ini hanya sebagai ilmu bantu dalam rangka mempertajam analisis bukan untuk dijadikan sejarah sebagia ilmu sosial.

Sebab tidak seperti ilmu-ilmu sosial,peristiwa sejarah itu bersifat diakronis (memanjang dalam waktu atau bekesinambungan dan dalam ruang yang terbatas atau sempit) dan idiografis (unik). Bedasarkan cakupan temanya, para sejarawan membagi historigrafi menjadi : @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 18 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 a. Historiografi sejarah dunia, yaitu suatu peristiwa yang terjadi dapat mempengaruhi perkembangan dunia internasional. Misalnya, karya yang berjudul From World to Cold War.;Churchill, Roosevelt, and the Internastional History of the 1940’s, karya David Reynolds b.

Historiografi Sejarah regional, yaitu suatu peristiwa yang dapat dirasakan oleh kawasan tertentu, atau suatu peristiwa yang terjadi dapat mempengaruhi perkembangan di wilayah tertentu.contoh, historiografi yang berjudul Asia Tenggara dalam Kurun Waktu 1450-1680, oleh ASnthoni Reid.

c. Historiografi sejarah nasional, yaitu sejarah yang dapat dirasakan oleh suatu negara atau dapat mempengaruhi tatanan kehidupan bangsa dan negara. Contoh, historiografi karya M.C. Ricklefs yang berjudual Sejarah Nasional Indonesia Modern1200-2008 d. Historiografi Sejarah local, yaitu peristiwa yang terjadi hanya berpengaruh pada suatu daerah tertentu saja dan tidak menyebar ke daerah lainnya.

Conoth, historiografi karya Robert B. Cribb yang berjudul Gejolak Revolusi di Jakarta 1945-1949. Selanjutnya, seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap historiografi di Indonesia dibagai menjadi: a. Historiografi tradisional, Historiografi tradisonal adalah tradisi penulisan sejarah setelah masyarakat Indonesia mengenal tulisan,baik pada zaman Hindu dan Budha maupun Islam. Hasil tulisan sejarah pada masa itu disebut naskah. Contoh historiografi tradisional adalah Babad Tanah Jawi, Babad Kraton, Babad Diponegoro, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Silsilah Raja Perak, Hikayat Tanah Hitu, dan Kronik Banjarmasin.

Adapun sifat-sifat penulisan historiografi tradisional adalah : • Istana sentris, yaitu penulisan sejarah untuk kepentingan seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap (raja dan keluarganya) yang dominan ditampilkan atau dituliskan. Kehidupan yang digambarkan seolah-olah hanya untuk kalangan istana dan sekitarnya. Kebanyakan historiografi tradisional kuat dalam silsilah tetapi lemah dalam hal kronologis dan detail-detail biografi.

• Feodalisme sentris, yaitu penulisan yang menggambarkan kehidupan para bangsawan feodal, tidak membicarakan peran masyarakat, segi-segi sosial, dan ekonomi dari rakyatnya • Religi magis, yaitu penulisan sejarah yang dihubungkan dengan kepercayaan dan hal-hal yang gaib • Tidak membedakan hal-hal yang khayal dan hal-hal yang nyata • Sumber datanya sulit ditelusuri kembali bahkan terkadang mustahil untuk dibuktikan • Besifat region sentris (kedaerahan)yaitu penulisan sejarah banyak dipengaruhi oleh factor kedaerahan.

Misal tentang cerita gaib dan magic yang terjadi di daerah itu • Raja atau pemimpin dianggap mempunyai kekuatan gaib dan 19olonial yang tinggi, bertuah dan sakti Tujuan penulisan sejarah tradisional adalah untuk menghormati dan meninggikan kedudukan raja.

b. Historiografi Kolonial Historiografi colonial merupakan penulisan sejarah warisan para penjajah. Penulisan peristiwa dilakukan untuk kepentingan colonial. Penulisan, lebih menjolkan peran bangsa Belanda serta memberi tekanan pada aspek politik dan ekonomi. Kata-kata yang mereka gunakan sangat merugikan bangsa Indonesia, misal untuk menyebut perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dengan kata pemberontak. Berikut ciri-ciri historiografi colonial: • Bersifat mitologis @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 19 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 • Mengangung-agungkan peran orang-orang Belanda, semua peristiwa dilihat dari sudut pandang bangsa colonial.

• Mengabaikan sumber local • Bersifat diksriminatif • Bersifat Eropasentris, yaitu menceritakan aktivitas bangsa-bangsa Eropa-Belanda di Hindia-Belanda. • Meninggikan kehebatan bangsa k20olonial dengan tujuan melemahkan semangat perjuangan rakyat Indonesia Contoh historiografi colonial; Beknopt Leerboek Gerschiedenis van Nederlandsch Oos Indie Karya A.J.Eijkman dan F.W.

Stapel, Schets eener Economische Geschiedenis van Bederlands-Indie karya G.Gonggrijp, Geschiedenis ban den Indischen Archipel karya B.H.M. Vlekke, Geschiedenis van Indonesie karya H.J. de Graaf, dan History of Java (1817) karya Thomas S. Raffles. c. Historiografi Modern Historiografi modern muncul akibat tuntutan ketepatan teknik untuk mendapatkan fakta- fakta sejarah.

Fakta sejarah didapat melalui penetapan metode penelitian, memakai ilmu- ilmu bantu, adanya teknik pengarsipan, dan rekonstruksi melalui sejarah lisan. Masa ini dimulai dengan munculnya studi sejarah kritis, yang menggunakan prinsip-prinsip metode penelitian sejarah. Contoh historiografi modern adalah Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo dan Revolusi Pemuda karya Benedict Anderson.

Historiografi modern tentunya berkembang sesuai dengan zaman. Historiografi masa kini sudah semakin objektif dan kritis terhadap satu peristiwa sejarah. Adapun ciri-cirinya adalah: a. Bersifat metodologis: sejarawan diwajibkan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.

b. Bersifat kritis historis: artinya dalam penelitian sejarah menggunakan pendekatan multidimensional. c. Sebagai kritik terhadap historiografi nasional: lahir sebagai kritik terhadap historiografi nasional yang dianggap memiliki kecenderungan menghilangkan unsur asing dalam proses pembentukan keindonesiaan.

d. Munculnya peran-peran rakyat kecil Meskipun demikian, historiografi modern tidak lepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan, seperti: Kelebihan Kekurangan Mengubah pandangan religiomagis dan Belum mampu menjelaskan sejarah kosmologis menjadi pandangan yang secara optimal bersifat empiris- ilmiah Menggunakan penulisan sejarah kritis Cenderung kurang fleksibel sebab terlalu terpaku pada metode ilmiah Pandangan etnosentrisme diganti Belum tentu bertujuan untuk dengan pandangan Indonesia sentris meningkatkan rasa nasionalisme, terkadang hanya terfokus pada tujuan akademis Menggunakan dinamika masyarakat Indonesia dari berbagai aspek kehidupan Menggunakan pendekatan multidimensional @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 20 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 C.

Rangkuman 1. Langkah ketiga setelah heuristic dan verifikasi adalah interpretasi. Dalam tahapan ini, peneliti melakukan penafsiran atau menterjemahkan fakta-fakta sejarah yang ada. Dalam tahapan interpretasi ini benar-benar integritas, keterampilan dan kamampuan sejarawan dipertaruhkan. 2. Ada dua macam interpretasi; pertama interpretasi analitis yaitu menguraikan semua sumber yang ada. Menganalisis beberapa kemungkinan yang terkandung dalam suatu sumber sejarah. Misalnya, dalam dokumen yang berisi daftar anggota wajib militer suatu negara.

Dalam daftar tersebut terdapat sejumlah nama yang menunjukkan kekhasan daerah tertentu. Berdasarkan daftar tersebut dapat dianalisis bahwa anggota wajib militer itu berasal dari berbagai daerah di negara tersebut. Kedua, interpretasi sintetis, yaitu menyatukan semua sumber yang ada. Beberapa yang ada dikelompokkan menjadi satu dengan generalisasi konseptual.

Misalnya, data tentang pertempuran, rapat-rapat, mobilisasi masa, penggantian pejabat, serta penurunan dan pengibaran bendera. Interpretasi sintetis dari data- data tersebut menghasilkan fakta bahwa telah terjadi revolusi. 3. Masing-masing penafsiran para penulis sejarah bisa saja berbeda-beda, hal ini terjadi karena adanya pandangan, wawasan pengetahuan, ketertarikan, idiologi, kepentingan kelompok, latar belakang dan tujuan yang berbeda.

4. Tahap terakhir dari penelitian sejarah adalah historiografi (penulisan sejarah). Pada tahap historiograpi, fakta-fakta yang telah dikumpulkan dikritik dan diinterpretasi kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis, dan bermakna. 5. Untuk menambah ketajaman dan bobot analisis sejarah, dewasa ini pendekatan interdisipliner yang melibatkan ilmu-ilmu sosial sangat diperlukan.

Pendekatan ini terutama untuk penelitan serta model penulisan sejarah diskriptif-eksplanasi. 6. Menurut sifatnya historiografi terbagi dua yaitu deskriptif-naratif dan deskriptif- eksplanatif atau deskritif-argumentatif. Historigrafi diskriptif-naratif, yaitu penulisan sejarah hanya berisi barasi kronologisfakta peristiwa yang telah diinterpretasikan tanpa ada suatu analisis yang lebih mendalam terhadap peristiwa tersebut.

Historiografi deskriptif-eksplanatif atau deskritif- argumentatif, yaitu narasi peristiwa diberi bobot tambahan, yaitu analisis peristiwa. Analisis itu terutama berfokus pada hubungan sebab akibat (kausalias) serta dampak peristiwa bagi generasi pada peristiwa itu terjadi serta bagi generasi setelahnya 7.

Bedasarkan cakupan temanya, para sejarawan membagi historigrafi menjadi historiografi dunia, regional, nasional, dan lokal. 8. Perkembangan historiografi di Indonesia dibagai menjadi historiografi tradisional, colonial, dan modern. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 21 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 D. Penugasan Mandiri Setelah membaca dan memahami langkah-langkah penelitian sejarah ; interpretasi dan historiografi, maka buatlah tugas seperti petunjuk berikut.

1. Kalian akan melakukan interpretasi dan historiografi sejarah atas sumber data yang ada, yaitu kepingan kemudi kapal zaman Kerajaan Sriwijaya.

Berikut contoh kemudi kapal Sriwijaya yang berbahan kayu unglen, panjang 7,7 meter dengan berat sekitar 1 ton. Gambar 4. Kemudi Kapak yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya. (Sumber;https://www.google.com/search?q=papan+ka yu+peninggalan+kerajaan+sriwijaya+di+museum+neger i+sumatera+selatan )) 2. Untuk membantu proses interpretasi, maka buatlah kembali tabel seperti tabel di bawah ini kemudian lengkapilah isi tabel No Aspek yang diamati Hal yang dapat diamati dari sumber data 1 Sarana transportasi air Kapal/perahu.

Dengan bobot hamper 1 ton(sungai) panjang kemudi 7,7 meter. Ini dapat diartikan bahwa bentuk kapal sangat besar. Bentuk kapal yang sangat besar ini tidak mungkin mengarungi sungai -sungai kecil. Artinya ketika itu sungai musi meupakan sungai yang sangat besar dan lebar. Dengan ditemukannya kepingan kapal ini menunjukkan bahwa sarana trasnportasi masyarakat Sriwijaya ketika itu adalah perahu-perahu atau kapal-kapal. 2 ketetagakerjaan ? 3 desainer ? 4 Kekayaan hutan ?

5 Fungsi ? 6 kepemilikan ? 7 Maritim ? @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 22 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 E. Latihan Soal Jawablah soal-soal di bawah ini dengan pilihan yang paling anda anggap benar 1. Seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. Hal ini dilakukan pada tahap… A. Pemilihan topik B. Heuristik C. Verifikasi D. Interpretasi E. Historiografi 2.

Seorang sejarawan menguji kesesuaian tanggal pembuatan dokumen dengan isi dokumen. Hal ini dilakukan untuk melihat …. A. Kredibilitas sumber B.

Kesalahan heuristik C. Kesalahan interpretasi D. Otentisitas sumber E. Kesalahan narasi 3. Menguraikan semua sumber yang ada dan Menganalisis beberapa kemungkinan yang terkandung dalam suatu sumber sejarah. Misalnya, dalam dokumen yang berisi daftar anggota wajib militer suatu negara. Dalam daftar tersebut terdapat sejumlah nama yang menunjukkan kekhasan daerah tertentu.

Berdasarkan daftar tersebut dapat dianalisis bahwa anggota wajib militer itu berasal dari berbagai daerah di negara tersebut. Pernyataan ini merupakan pengertian dari …. A. Interpretasi analitis B. Interpretasi sintetis C. Interpretasi struktural D.

Deskriptif interdisipliner E. Deskriptif historia 4. Perhatikan informasi berikut. 1) Menggunakan metode ilmiah 2) Mengangung-agungkan peran orang-orang Belanda 3) Istana sentris 4) Feodal sentris 5) Religi magic Dari data di atas, yang murupakan ciri historiografi tradisional adalah … A. 1), 2), dan 3) B. 1), 2), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 2), 3), dan 5) E. 3), 4), dan 5) 5. Pada tahap historiografi, maka yang dilakukan peneliti sejarah adalah … A. Setiap sumber harus diuji keaslian dan keabsahannya karena setiap sumber dapat saja dipengaruhi oleh prasangka, kondisi ekonomi, dan iklim politik saat penelitian berlangsung., B.

Fakta-fakta yang telah dikumpulkan dikritik dan diinterpretasi kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis, dan bermakna C.

menemukan. Dalam kegiatan penelitian sejarah, heuristic berarti kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, dan menghimpun jejak-jejak masa lalu berupa sumber- sumber sejarah @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 23 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 D.

seperangkat aturan atau prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilai secara kritis dan mengajukan sintetis dari hal-hal yang dicapai dalam bentuk tertulis. E. Kemampuan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang peneliti terhadap objek yang ditelitinya.

Kriteria Penilaian: ➢ 1 soal bernilai 1 ➢ Nilai = Jumlah Benar X 100 Jumlah soal Catatan : ➢ Jika nilai anda kurang dari 75, maka ulangilah lagi mepelajari materi di dalam modul ini dan referensi lain @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 24 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN 1. Jawaban : C Pembahasan Interpretasi adalah penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa sejarah berdasarkan fakta yang ada.

Fakta-fakta sejarah itu kemudian disusun sehingga menjadi rangkaian yang berhubungan selaras dan masuk akal. 2. Jawaban : D Pembahasan: Seorang sejarawan menguji kesesuaian tanggal pembuatan dokumen dengan isi dokumen.

Hal ini dilakukan untuk melihat otentisitas data 3. Jawaban : A pembahasan Interpretasi analitis, yaitu menguraikan semua sumber yang ada. Menganalisis beberapa kemungkinan yang terkandung dalam suatu sumber sejarah.

Misalnya, dalam dokumen yang berisi daftar anggota wajib militer suatu negara. Dalam daftar tersebut terdapat sejumlah nama yang menunjukkan kekhasan daerah tertentu. Berdasarkan daftar tersebut dapat dianalisis bahwa anggota wajib militer itu berasal dari berbagai daerah di negara tersebut.

4. Jawaban : E pembahasan Adapun sifat-sifat penulisan historiografi tradisional adalah : • Istana sentris, yaitu penulisan sejarah untuk kepentingan kerajaan (raja dan keluarganya) yang dominan ditampilkan atau dituliskan. Kehidupan yang digambarkan seolah-olah hanya untuk kalangan istana dan sekitarnya. Kebanyakan historiografi tradisional kuat dalam silsilah tetapi lemah dalam hal kronologis dan detail-detail biografi.

• Feodalisme sentris, yaitu penulisan yang menggambarkan kehidupan para bangsawan feodal, tidak membicarakan peran masyarakat, segi-segi sosial, dan ekonomi dari rakyatnya • Religi magis, yaitu penulisan sejarah yang dihubungkan denga kepercayaan dan hal-hal yang gaib • Tidak membedakan hal-hal yang khayal dan hal-hal yang nyata • Sumber datanya sulit ditelusuri kembali bahkan terkadang mustahil untuk dibuktikan • Besifat region sentris (kedaerahan)yaitu penulisan sejarah banyak dipengaruhi oleh factor kedaerahan.

Misal tentang cerita gaib dan magic yang terjadi di daerah itu • Raja atau pemimpin dianggap mempunyai kekuatan gaib dan 25olonial yang tinggi, bertuah dan sakti 5. Jawaban : B Pembahasan Seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap tahap historiograpi, fakta-fakta yang telah dikumpulkan dikritik dan diinterpretasi kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis, dan bermakna.

Menulis cerita sejarah bukan sekedar menyusun dan merangkai fakta- fakta hasil penelitian tetapi juga menyampaikan ide, gagasan, serta emosi kita melalui interpretasi sejarah.

Oleh karena itu dibutuhkan kecakapan dan kemahiran dalam menulis @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 25 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 F. Penilaian Diri Jawablah pertanyaan berikut dengan mandiri, jujur, dan bertanggung jawab.

Hasil jawaban Anda dapat menjadi bagian dari refleksi diri. No Pernyataan Jawaban Ya Tidak 1 Saya dapat memahami langkah langkah penelitian sejarah interpretasi 2 Saya dapat memahami langkah langkah penelitian sejarah historiografi 3 Apakah kamu mengalami kesulitan untuk memahami materi 4 Saya dapat mengerjakan tugas mandiri dengan baik 5 Saya dapat menerjakan soal-soal latihan dengan baik 6 Saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan sola- soal latihan 7 Apakah modul ini telah banyak membantu kamu dalam memahami materi 8 Apakah modul ini telah banyak membantu kamu melatih kemandirian belajar 9 Apakah modul ini telah banyak membantu kamu dalam melatih ketelitian memahami dan memaknai isi materi 10 Apakah belajar dengan menggunakan modul ini membuatmu lebih percaya terhadap kemampuan dirimu sendiri 11 Apakah belajar dengan menggunakan modul ini membuatmu lebih bertanggung jawab terhadap capaian pembelajaranmu @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 26 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 EVALUASI Jawablah soal-soal di bawah ini dengan pilihan yang paling anda anggap benar.

1. Pengertian metode sejarah adalah … A. Suatu penelitian yang menggunakan teknik-teknik penelitian secara sistematis dan empiris mengikuti kaidah-kaidah keilmuan umum B. Suatu rangkaian berurutan atas tindakan penelitian yang terdiri dari verifikasi, heuristic, pemilihan topik, dan historigrafi C. Rangkaian tindakan untuk mengumpulkan sumber-sumber data yang relevan dengan topik penelitian D. Suatu kegiatan mengumpulkan, menguji, dan menganalisa data yang diperoleh dari peninggalan-peninggalan masa lalu, kemudian direkonstruksi berdasarkan data yang diperoleh sehingga menghasilkan kisah sejarah.

E. Kemampuan teoritis yang dimiliki peneliti terkait erat dengan kapasitas keilmuan, yang dalam konteks penelitian akan sangat berpengaruh pada sejauh mana ia dapat menerapkan teori atau prinsip yang menjadi landasan penelitian. 2. Perhatikan jenis sumber sejarah berikut. 1) Tertulis 2) Benda 3) Lisan 4) Primer 5) Sekunder Berdasarkan jenis sumber sejarah di atas, yang merupakan sumber sejarah berdasarkan bentuknya adalah ….

A. 1), 2), dan 3) B. 1), 2), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 2), 4), dan 5) E. 3), 4), dan 5) 3. Perhatikan informasi berikut. 1) Harganya yang sangat mahal 2) Sumber sudah sangat tua 3) Kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan 4) Sumber masih tertutup (batas dibukanya sumber sekitar 25 tahun) 5) Sulit dihubungkan dengan topik penelitian Dari data di atas, yang merupakan beberapa masalah yang sering muncul terkait sumber sejarah pendukung suatu penelitian adalah … A.

1), 2), dan 3) B. 1), 2), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 2), 4), dan 5) E. 3), 4), dan 5) 4. Perhatikan tabel verifikasi berikut. 27 @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 NO X Y 1 Kritik internal Kritik terhadap bahan, 2 Kritik eksternal pelaku, dan saksi sejarah 3 Kritik internal Kritik terhadap keaslian informasi Sumber data yang telah diterima kebenarannya dan tidak perlu diperdebatkan.

Dari tabel di atas, pernyataan yang benar adalah … A. X1 dan Y1 B. X1 dan Y2 C. X2 dan Y2 D. X2 dan Y3 E. X3 dan Y3 5. Perhatikan tabel berikut. NO X 1 Mengubah pandangan religiomagis dan kosmologis menjadi pandangan yang bersifat empiris- ilmiah 2 Belum mampu menjelaskan sejarah secara optimal 3 Cenderung kurang fleksibel sebab terlalu terpaku pada metode ilmiah Y 1 Menggunakan penulisan sejarah kritis 2 Pandangan etnosentrisme diganti dengan pandangan Indonesia sentris 3 Belum tentu bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme, terkadang hanya terfokus seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap tujuan akademis Dalam historiografi modern masih ditemukan beberapa kekurangan, yaitu : A.

X1, X2, dan Y1 B. XI, X3, dan Y2 C. XI. X2, dan Y3 D. X2, X3, dan Y2 E. X2, X3, dan Y3 Kriteria Penilaian: ➢ 1 soal bernilai 1 ➢ Nilai seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap Jumlah Benar X 100 Jumlah soal Catatan : ➢ Jika nilai anda kurang dari 75, maka ulangilah lagi mepelajari materi di dalam modul ini dan referensi lain KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN EVALUASI 1. Jawaban D Pembahasan @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 28 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 Metode sejarah adalah suatu kegiatan mengumpulkan, menguji, dan menganalisa data yang diperoleh dari peninggalan-peninggalan masa lalu, kemudian direkonstruksi berdasarkan data yang diperoleh sehingga menghasilkan kisah sejarah.

2. Jawaban A Pembahasan Berdasarkan bentuknya, sumber sejarah terdiri dari : • Sumber tulisan, yaitu sumber berbentuk tulisan yang mengandung informi tentang suatu peristiwa sejarah. Contoh, prasasti, naskah, buku, dokumen tertulis, arsip, Koran, dan internet. • Sumber benda, yaitu sumber sejarah berbentuk artefak atau hasil-hasil budaya yang ditinggalkan langsung dari zamannya.

Contoh, peralatan penunjang kegiatan manusia sehari-hari, senjata, fosil, pakaian, serta bangunan-bangunan bersejarah. • Sumber lisan, yaitu keterangan-keterangan yang diperoleh dari pelaku dan saksi sejarah.

Contoh, rekaman pidato, video, hasil wawancara. 3. Jawaban C Pembahasan: Beberapa masalah yang kerap muncul terkait sumber sejarah yang sudah didapatkan adalah : • Sumber sudah sangat tua • Sumber tidak boleh sembarangan dibaca (pada daerah tertentu yang boleh membacanya hanya orang-orang tertentu) • Kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan • Lebih banyak menggunakan tulisan angan (sumber tua) • Sumber masih tertutup (batas dibukanya sumber sekitar 25 tahun) 4.

Jawaban B Pembahasan Kritik eksternal, yaitu kritik terhadap keaslian informasi atau dokumen seperti bahannya (dokumen dengan tulisannya) dan orangnya (pelaku dan saksi). Keaslian dokumen diverifikasi tidak hanya terbatas pada sumber tertulis saja, tetapi juga terhadap sumber benda (seperti artefak), penjelasan pelaku atau saksi sejarah yang sering disebut sebagai sejarah lisan, dan lain-lain.

Kritik eksternal dilakukan menyangkut pertanyaan-pertanyaan: • Apakah gaya bahasa dan penulisan sesuai dengan periode waktu waktu terjadinya peritiwa sejaah. Apakah gaya yang sama juga terlihat pada tulisan-tulisan lain dari penulis yang sama. • Apakah ada bukti bahwa penulis memperlihatkan ketidaktahuan terhadap hal atau peristiwa yang seharusnya sudah diketahui • Apakah penulis melaporkan hal, peristiwa, atau tempat yang seharusnya belumdapat diketahui selama periode perbuatan tulisan tersebut Kritik internal Kritik internal adalah kritik atau verifikasi terhadap kredibilitas atau keterpercayaan data; jadi menyangkut isi informasi, apakah dapat dipercaya atau tidak.

Dalam hal ini seorang pernulis harus bersifat objektif dan netral dalam menggunakan data yang telah diperoleh sehingga peristiwa sejarah itu terjamin kebenarannya. Kritik internal umumnya terkait erat dengan keabsahan (validitas) dan makna data.

Dalam hal keabsahan data, kritik internal menggunakna pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: • Apa yang dimaksudkan penulis dengan setiap kata atau pertanyaan dalam data @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 29 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 • Seberapa jauh penulis dapat dipercaya • Bagaimana menafsirkan (interpretasi) kata-kata yang digunakan penulis 5.

Jawaban E Pembahasan Kekurangan dan kelebihan historiografi modern Kelebihan Kekurangan Mengubah pandangan religiomagis Belum mampu menjelaskan sejarah dan kosmologis menjadi pandangan secara optimal yang bersifat empiris- ilmiah Menggunakan penulisan sejarah kritis Cenderung kurang fleksibel sebab terlalu terpaku pada metode ilmiah Pandangan etnosentrisme diganti Belum tentu bertujuan untuk dengan pandangan Indonesia sentris meningkatkan rasa nasionalisme, terkadang hanya terfokus pada tujuan Menggunakan dinamika masyarakat akademis Indonesia dari berbagai aspek kehidupan - Menggunakan pendekatan multidimensional - DAFTAR PUSTAKA Hapsari Ratna.

2014. Buku Sejarah I Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Erlangga. Jakarta @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 30 Modul Sejarah Kelas X KD 3.7 dan 4.7 Matroji. 2016.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Catatan Peristiwa Sejarah SMA/MA Kelas X Kelompok Pemintan IPS. Bailmu. Jakarta Alfian Magdalena. 2007. Sejarah untuk SMA dan MA Kelas X.

Esis. Jakarta @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 31 • 5 tahapan dan langkah dalam metode penelitian sejarah adalah: • Pemilihan topik atau rencana penelitian • Heuristik. • Verifikasi. • Interpretasi atau penafsiran sejarah. • Historiografi. • Sumber sejarah • Pengertian metode sejarah Pengertian verifikasi dalam tahap penelitian sejarah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memeriksa, menguji dan melakukan penilaian terhadap keabsahan sumber-sumber sejarah dan kebenaran laporan suatu peristiwa sejarah.

Cara penilaian dan pengujian keabsahan sumber sejarah adalah dengan melakukan kritik eksternal terhadap keaslian sumber serta kritik internal terhadap kredibilitas sumber. 5 tahapan dan langkah dalam metode penelitian sejarah adalah: • Interpretasi atau penafsiran sejarah • Historiografi • Pemilihan topik atau rencana penelitian • Heuristik • Verifikasi Pemilihan topik atau rencana penelitian Pemilihan dan penetapan topik yang layak untuk dijadikan penelitian dan juga menyusun rencana penelitian agar kita lebih terarah dan fokus pada permasalahan.

Heuristik. Tindakan pada langkah ini berupa kegiatan mencari dan mengumpulkan sumber, baik sumber primer maupun sekunder. Perlu diketahui bahwa sumber primer adalah sumber yang disampaikan secara langsung oleh saksi mata dalam bentuk wawancara, atau dapat juga berupa dokumen catatan pertemuan seperti sidang dan rapat, arsip resmi, dan daftar anggota organisasi. Sumber sekunder berasal dari informasi tak langsung yang diperoleh dari buku, majalah, dan surat kabar.

Heuristik adalah suatu cara untuk mencari dan mengumpulkan sumber. Nah, dalam hal ini seorang sejarawan yang sedang melakukan penelitian akan berusaha mengumpulkan sumber-sumber sejarah yang berupa jejak-jejak peristiwa sejarah. Sebelum mengumpulkan jejak-jejak sejarah seorang peneliti diharuskan telah menentukan dan memahami atau menguasai topik penelitiannya. Dengan kata lain, seorang peneliti harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang informasi peristiwa yang tengah diselidiki.

Hal ini dikarenakan jejak-jejak sejarah sangatlah beragam. Kita ingat bahwa sejarah terdiri dari begitu banyak periode yang terbagi-bagi atas begitu banyak bidang seperti politik, sosial, ekonomi, militer, budaya dan sebagainya. Nah, untuk mempermudah dalam penelitian, maka dilakukan upaya penggolongan atau klasifikasi terhadap sumber sejarah yang dikumpulkan.

Verifikasi. Verifikasi disebut juga sebagai kritik sumber. Kegiatan ini dilakukan dengan menguji keabsahan sumber, yang dilihat dari dua jenis kritik. • Kritik Eksternal, menguji tingkat keaslian sumber (authenticity of source atau otentisitas sumber) khususnya keakuratan dokumen sejarah tersebut, seperti waktu pembuatan dan materi dokumen • Kritik Internal, Menguji tingkat kesahihan sumber (credibility of source atau kredibilitas sumber) yaitu bukti-bukti yang terkandung dalam sumber sejarah dengan memeriksa dan menganalisis tingkat kekeliruan terhadap kesaksian dalam sejarah yang merupakan faktor paling menentukan sahih tidaknya bukti atau fakta sejarah itu sendiri Interpretasi atau penafsiran sejarah.

Menganalisis dan mencari hubungan antara fakta yang satu dengan yang lainnya. Historiografi. Membuat laporan penulisan hasil penelitian sejarah serta merumuskan kesimpulan. Historiografi adalah sesuatu yang merujuk kepada puncak dari sebuah penelitian sejarah dimana pada bagian akhir dari ini, seorang peneliti atau sejahrawan akan menyusun suatu kisah sejarah sesuai kaedah keilmuan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni kecermatan dalam penyusunan kronologis, penafsiran sejarah harus seobjektif mungkin (walaupun sulit untuk dihindari), penulisan sejarah harus mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah bahasa, peristiwa sejarah mana sajakah yang dianggap patut untuk dicatat, menghubungkan peristiwa- peristiwa tersebut satu sama lain dan penggunaan sumber-sumber.

Sumber sejarah • Sumber benda, biasanya didapat dari artefak yang ditemukan. Perhiasan, candi, gerabah, patung, dan bangunan bisa melengkapi peristiwa dari sejarah.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap Sumber tulisan, berasal dari berbagai tulisan hasil peninggalan orang-orang di masa lalu. Contohnya, surat kabar, dokumen, dan rekaman. • Sumber lisan, keterangan sejarah yang didapat dari pelaku sebuah peristiwa atau pemilik catatan sehingga mampu memberikan kesaksian secara langsung.

Metode Sejarah Pengertian metode sejarah Metode sejarah adalah terdiri dari teknik dan pedoman yang digunakan sejarawan terhadap sumber primer dan bukti lainnya, termasuk bukti arkeologi, untuk meneliti dan kemudian menuliskan sejarah dalam bentuk seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap lalu. permasalaha mengenai asal mula, dan bahkan kemungkinan, suatu metode sejarah yang baik telah dikembangkandalam filsafat sejarah sebagai permasalahan epistemologi.

Kajian metode sejarah dan berbagai cara dalam penulisan sejarah dikenal sebagai historiografi. Metode sejarah berasal dari dua kata yaitu metode dan sejarah.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Kata “metode” memiliki arti cara atau prosedur yang sifatnya sistematis, metode juga dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjelaskan objek yang dikajinya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah “cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan guna mencapai apa yang telah ditentukan”.

Dengan kata lain metode adalah suatu cara yang sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, sejarah adalah semua peristiwa yang terjadi pada masa lampau.

Menurut Sartono Kartodirdjo sejarah dapat didefinisikan sebagai berbagai bentuk penggambaran pengalaman kolektif di masa lampau. Setiap pengungkapannya dapat dipandang sebagai suatu aktualisasi atau pementasan pengalaman masa lampau. Menceritakan suatu kejadian ialah cara membuat hadir kembali (dalam kesadaran) peristiwa tersebut dengan pengungkapan verbal.

Metode sejarah dapat disimpulkan sebagai cara atau prosedur yang sistematis untuk menjelaskan objek kajiannya dalam merekonstruksi masa lampau. Kuntowijoyo mengartikan metode sejarah sebagai petunjuk pelaksaaan dan teknis tentang bahan, kritik dan interpretasi sejarah serta penyajian dalam bentuk tulisan.

Metode Sejarah bertujuan memastikan dan mengatakan kembali masa lampau. Metode sejarah digunakan sebagai metode penelitian, pada prinsipnya bertujuan untuk menjawab enam pertanyaan (5W dan 1H) yang merupakan elemen dasar penulisan sejarah, yaitu what (apa), when (kapan), where (dimana), who (siapa), why (mengapa), dan how (bagaimana). Berdasarkan definisi metode sejarah yang dijelaskan, metode sejarah merupakan cara atau teknik dalam merekonsturksi peristiwa pada masa lampau melalui empat tahapan kerja, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber (eksternal/bahan dan internal/isi), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan kisah sejarah).
Hai Rahmat S.

Kakak bantu jawab ya Jawaban yang tepat adalah D Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut ini Langkah-langkah dalam penelitian sejarah terdiri dari empat tahap yaitu: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.

Dalam pertanyaan diatas, ketika peneliti melakukan penelitian atas data sejarah berarti peneliti tersebut sedang melakukan tahap verifikasi. Verifikasi adalah tahap yang memiliki tujuan untuk menyeleksi sumber-sumber yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya. Dalam tahap ini harus dipastikan bahwa setiap sumber yang telah terkumpul sifatnya valid dan sesuai dengan subjek yang dikaji. Semoga bermanfaat 1. pada 1971 Roy Tomlinson dan rekannya berhasil menciptakan situs penyedia surat elektronik atau email hasil temuan Roy Tomlinson tersebut bermanfaat bagi manusia karena A.

mempercepat pertukaran informasi B. mengakomodasi kepentingan pribadi C. memudahkan interaksi dengan banyak orang D. memperlancar komunikasi antar orang banyak E.

memudahkan masyarakat menjalankan aktivitas Masa Reformasi dimulai dengan mengembalikan hak-hak rakyat, baik dalam tataran elite maupun rakyat pada umumnya. SEBAB Reformasi melakukan beberapa koreksi terhadap penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan Orde Baru. A. Jika kedua pernyataan benar dan keduanya mempunyai hubungan sebab akibat.

B. Jika kedua pernyataan benar, tetapi tidak mempunyai hubungan sebab akibat. C. Jika pernyataan pertama benar sedangkan pernyataan kedua salah. D. Jika pernyataan pertama salah, tetapi pernyataan kedua benar. E. Jika kedua pernyataan salah.
Daftar Isi • Pengertian Penelitian Sejarah • Penelitian Sejarah Menurut Para Ahli • Metode dalam Penelitian Sejarah • Heuristik • Verifikasi • Interpretasi • Historiografi • Unsur-unsur Penelitian Sejarah • Proses Penelitian Sejarah • Jenis dan Macam Penelitian Sejarah • Penelitian sejarah komparatif • Penelitian Yuridis atau Legal • Penelitian Biografis • Penelitian Bibliografis • Tujuan Penelitian Sejarah • Keuntungan dan Kelemahan Penelitian Sejarah • Keuntungan Penelitian Sejarah • Kerugian penelitian sejarah • Contoh Penelitian Sejarah Pengertian Penelitian Sejarah Penelitian sejarah adalah salah satu metodeyang meneliti tentang apa yang terjadi di masa lalu atau masa lampau.

Dalam meneliti sebuah sejarah tidaklah mudah, ada banyak langkah dan tahapan yang harus dilakukan oleh seorang sejarawan. Penelitian sejarah adalah seperangkat aturan atau prinsip-prinsip yang sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber secara efektif, menilainya secara kritis, dan mengujikan sintesis dari hasil-hasil yang dicapai dalam bentuk tulisan, Alfian (dalam santoso, 2006:17).

Berdasarkan pandangan yang disampaikan oleh beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian sejarah adalah upaya mensistematiskan fakta dan data masa lalu melalui pembuktian, penafsiran, generalisasi dan juga penjelasan data melalui kritik eksternal maupun internal.

Di mana kritik eksternal dapat menguji hasil penelitian sejarah dari sisi keautentikan atau keaslian data yang digunakan. Sedangkan dengan kritik internal diharapkan hasil penelitian sejarah teruji kebenaran, keakuratan dan kerelevanan isi data tersebut untuk ditafsirkan dan dijelaskan.

Penelitian Sejarah Menurut Para Ahli • Menurut E.H Carr penelitian sejarah sebagai proses sistematis dalam mencari data agar dapat menjawab pertanyaan tentang fenomena dari masa lalu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari suatu institusi, praktik, tren, keyakinan, dan isu-isu dalam pendidikan. • Menurut Jack. R. Fraenkel & Norman E. Wallen penelitian sejarah adalah penelitian yang secara eksklusif menfokuskan kepada masa lalu. Penelitian mencoba merekontruksi apa yang terjadi pada masa lalu selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

• Yatim rianto (1996) Penelitian sejarah berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian sejarah merupakan txpost facto research yang dinaungi oleh penelitian kualitatif. Dalam penelitian sejarah tidak terdapat manipulasi atau control terhadap suatu variable. Sebagaimana dalam penelitian experiment. • JhonW. Best (1997) Penelitian sejarah merupakan rekaman prestasi manusia.

Bukan semata-mata daftar rentetan peristiwa secara kronologis, melainkan gambaran melalui berbagai hubungan yang benar-benar maunggal antara manusia, peristiwa, waktu, dan tempat. Objek observasi tidak dapat dipandang secara terpisah atau sepotong-sepotong. Tidak ada orang yang dapat dijadikan subjek penelitian sejarah tanpa diperhitungkan juga interasksinya dengan gagasan, gerakan, atau intuisi yang hidup di zamannya.

• Donald Ary dkk. (1980) Penelitian sejarah adalah usaha untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang teah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan obejektif oleh ahli sejarah dalam meneari, mengavaluasi, dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelari masalah baru tersebut.

Metode dalam Penelitian Sejarah Heuristik Heuristik berasal dari kata Yunani, heuriskein, artinya adalah menemukan. Heuristik, maksudnya ialah tahap untuk mencari, menemukan, dan juga mengumpulkan sumber-sumber berbagai data agar bisa mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian sejarah masa lampau yang relevan dengan topik atau judul penelitian. Untuk melacak sumber tersebut, sejarawan harus bisa mencari di berbagai dokumen baik melalui metode kepustakaan ataupun arsip nasional.

Sejarawan dapat juga mengunjungi situs sejarah atau melakukan wawancara guna melengkaapi data sehingga diperoleh data yang baik dan lengkap, serta dapat menunjang terwujudnya sejarah yang mendekati kebenaran.

Masa lampau yang begitu banyak periiode dan banyak bagian-bagiannya (seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya) memiliki sumber data yang juga beraneka ragam sehingga perlu adanya klasifikasi data daari banyaknya suumber tersebut. Verifikasi Verifikasi merupakan penilaian terhadap sumber-sumber sejarah.

Verifikasi dalam sejarah memiliki arti pemeriksaan terhadap kebeenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah. Penilaian terhadap sumber-sumber sejaraah menyangkut aspek ekstern dan intern. Aspek ekstern mempersoalkan apakah sumber itu asli atau palsu sehingga sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan dokumen sejarah tersebut, misalnya adalah, seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap pembuatan dokumen, bahan atau materi dokumen. Aspek intern mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber itu bisa memberikan informasi yang diperlukan. Dalam hal ini, aspek intern berupa prosses analisis terhadap suaatu dokumen.

Aspek ekstern harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. • Apakah sumber itu merupakan sumber yaang dikehendaki (autentitas)? • Apakah sumber itu asli atau turunan (orisinalitas)? • Apakah sumber itu masih utuh atau sudah diubah (soal integritas)? Setelah ada kepastian bahwa sumber itu ialah sumber yang benar diperlukan dalam bentuk asli dan masih utuh, maka dilakukan kriitik intern. Kritik intern dilakukan untuk membuktikan bahwa informasi yang terkandung di seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap sumber itu bisa dipercaya, dengan penilaian intrinsik terhadap sumber dan juga dengan membandingkan kesaksian-kesaksian berbagai sumber.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Interpretasi Interpretasi ialah menafsirkan fakta sejarah dan juga merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan maasuk akal. Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa. Sejarah sebagai suatu peristiwa bisa diungkap kembali oleh para sejarawan melalui berbagai sumber, dokumen perpustakaan, baik berbentuk data, buku, berkunjung ke situs-situs sejarah atau wawancara, sehingga bisa terkumpul dan mendukung dalam proses interpretasi.

Dengan demikian, seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap kritik selesai maka langkah berikutnya adalah melakukan interpretasi / penafsiran dan analisis terhadap data yang diperoleh dari berbaagai sumber. Historiografi Historiografi merupakan penulisan sejarah. Historiografi adalah tahap terakhir dari kegiatan penelitiian untuk penulisan sejarah. Menulis kisah sejarah bukanlah sekadar menyusun dan meraangkai fakta-fakta hasil penelitian, melainkan juga menyampaikan suatu pikiran melalui interpretasi sejaarah berdasarkan fakta hasil penelitian.

Untuk itu, menulis sejarah memerlukan kecakapan dan kemahiran. Historiografi merupakan rekaman tentang segala sesuatu yang dicatat sebagai bahan pelajaran tentang periilaku yang baik.

Sesudah menentukan judul, mengumpulkan bahan-bahan atau sumber serta melakukan kritik dan seleksi, maka mulailah menuliskan kisah sejarah. Ada tiga bentuk penulisan sejarah berdaasarkan ruang dan waktu. Unsur-unsur Penelitian Sejarah Unsur yang terdapat pada penelitian sejarah • Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap lalu (berorientasi pada masa lalu) • Usaha dilakukan secara sistematis • Mcrupakan serentetan masa lalu yang integratif anatara manusia, peristiwa, ruang dan waktu. • Dilakukan sreara intcraktif dengan gagasan, gerakan, dan intuisi yang hidup pada zamannya (tidak bias dilakukan secara parsial) Proses Penelitian Sejarah Proses penelitian harus dilandasi oleh wawasan mengenai permasalahan penelitian, baik permasalahan umum maupun permasalahan khusus.

Perencanaan dalam bidang ilmiah harus mengikuti logika, karena pada dasarnya suatu perencanaan merupakan serentetan petunjuk yang disusun secara logis dan sistematis. Petunjuk dimaksud tercakup dalam prosedur penelitian yang harus dipenuhi. Hal-hal tersebut penting dipahami dalam membuat rencana penelitian. Perlu dikemukakan bahwa kelemahan penelitian pada prinsipnya akibat kurang dukungan metode penelitian.

Penelitian tidak akan berhasil dengan baik, apabila peneliti tidak menguasai metode penelitian dalam arti mampu mengaplikasikan metode itu. Bila metode penelitian tidak diterapkan dengan baik, akan terjadi kelemahan dalam heuristik (pencarian dan penemuan sumber), kelemahan dalam mengolah sumber dan data, sehingga fakta yang diperoleh tidak memadai.

Bila hal itu terjadi, dalam penulisan akan mengalami kelemahan, bahkan kesalahan, antara lain kelemahan atau kesalahan interpretasi dan verifikasi (pembuktian). Penelitian sejarah mempunyai 5 tahap, yaitu: 1) Pemilihan topik; 2) Pengumpulan sumber; 3) Verifikasi; 4) Intrepretasi; dan 5) Penulisan. a. Pemilihan Topik Penelitian Suatu penelitian ilmiah tentu berawal dari pemilihan topik yang akan diteliti.

Dalam bidang sejarah, topik penelitian harus memenuhi beberapa persyaratan. • Topik itu harus menarik (interesting topic), dalam arti menarik sebagai obyek penelitian. Dalam hal ini termasuk adanya keunikan (uniqueness topic).

• Substansi masalah dalam topik harus memiliki arti penting (significant topic), baik bagi ilmu pengetahuan maupun bagi kegunaan tertentu. • Masalah yang tercakup dalam topik memungkinkan untuk diteliti (manageable topic). Persyaratan ini berkaitan dengan sumber, yaitu sumber-sumbernya dapat diperoleh. Meskipun topik sangat menarik dan memiliki arti penting, namun bila sumber-sumbernya, khususnya sumber utama tidak diperoleh, masalah dalam topik tidak akan dapat diteliti.

Oleh karena itu calon peneliti harus memiliki wawasan luas mengenai sumber, khususnya sumber tertulis. b. Heuristik (Pengumpulan Sumber) Heuristik adalah kegiatan mencari dan menemukan sumber yang diperlukan. Berhasil-tidaknya pencarian sumber, pada dasarnya tergantung dari wawasan peneliti mengenai sumber yang diperlukan dan keterampilan teknis penelusuran sumber. Berdasarkan bentuk penyajiannya, sumber-sumber sejarah terdiri atas arsip, dokumen, buku, majalah/jurnal, surat kabar, dan lain-lain.

Berdasarkan sifatnya, sumber sejarah terdiri atas sumber primer dan sumber sekunder. • Sumber primer adalah tempat atau gudang penyimpan yang orisinil dari data sejarah. Data primer merupakan sumber-sumber dasar yang merupakan bukti atau saksi utama dari kejadian yang lalu. Contoh dari data atau sumber primer adalah catatan resmi yang dibuat pada suatu acara atau upacara, keputusan-keputusan rapat, foto-foto dan sebagainya.

• Sumber sekunder adalah catatan tentang adanya suatu peristiwa, atau catatan-catatan yang “jaraknya” telah jauh dari sumber orisinil. Misalnya keputusan rapat suatu perkumpulan bukan didasarkan dari keputusan dari rapat itu sendiri, tetapi dari sumber berita di surat kabar.

Sumber menurut bahannya dapat dibagi lagi menjadi 2 yaitu sumber tertulis dan sumber lisan. • Sumber tertulis yaitu bisa berupa surat, notulen, kontrak kerja, bon-bon dan sebagainya. Dokumen tersebut bisa kita cari di perpustakaan ataupun arsip nasional. Dokumen-dokumen yang berhasil di himpun merupakan data yang sangat berharga, dokumen bisa menjadi dasar untuk menelusuri peristiwa-peristiwa sejarah yang telah menjadi masa lampau.

• Sumber lisan yaitu dalam pemilihan sumber didasarkan pada pelaku atau saksi mata pada peristiwa. Narasumber yang hanya mendengar atau tidak hidup sezaman dengan peristiwa tidak bisa dijadikan narasumber lisan. c. Verifikasi Verifikasi adalah penilaian terhadap sumber-sumber sejarah.

Verifikasi dalam sejarah berarti pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah. Penilaian terhadap suatu sumber sejarah mempunyai 2 aspek yaitu: • Aspek Ekstern Aspek estern mempersoalkan tentang apakah sumber sejarah itu asli atau palsu sehingga sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan dokumen tersebut. misalnya kita harus teliti: kertasnya, tintanya, gaya penulisanya, bahasanya, kalimatnya, ungkapanya, kata-katanya, hurufnya, dan penampilan luarnya guna mengetahui autentisitasnya.

Selain pada dokumen tertulisjuga pada artifact, sumer lisan, dan sumber kuantitatif, kita harus membuktikan keaslianya. • Aspek intern Aspek intern mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber itu dapat memberikan informasi yang diperlukan. Dalam hal ini aspek intern berupa proses analisa terhadap suatu dokumen. Kritik intern dilakukan untuk membuktikan bahwa informasi yang terkandung di dalam sumber itu dapat dipercaya. Pada tahap verifikasi di perlukan pengujian ketuaan.

Untuk menguji ketuaan terhadap suatu peninggalan sejarah dilakukan melalui beberapa cara: • Tipologi: Penentuan ketuaan berdasarkan bentuk (tipe) dari benda peninggalan sejarah.

• Stratifikasi: Penentuan umur relatif berdasarkan lapisan tanah di mana benda peninggalan itu di temukan. • Kimiawi: Penentuan berdasarkan unsur kimia yang terkandung dalam benda tersebut. Sumber-sumber yang diakui kebenarannya lewat verifikasi atau kritik, baik intern maupun ekstern, menjadi fakta.

Fakta adalah keterangan tentang sumber yang dianggap benar oleh sejarawan atau peneliti sejarah. Fakta bisa saja diartikan sebagai keterangan tentang sumber yang dianggap benar oleh sejarawan/peneliti sejarah (sumber-sumber yang terpilih).

d. Interpretasi (Penafsiran) Interpretasi berarti penafsiran atau menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiransuatu peristiwa, fakta sejarah dan merangkai suatu fakta dalam kesatuan yang masuk akal.

Penafsiran fakta harus bersifat logis terhadap keseluruhan konteks peristiwa sehingga berbagai fakta yang lepas satu sama lainya dapat disusun dan dihubungkan menjadi satu kesatuan yang masuk akal. Dalam melakukan penafsiran, peneliti sejarah melakukan analisa sesuai dengan fokus penelitianya.

Dengan menganalisis kita temukan data, dengan data tersebut kita menemukan fakta. Langkah berikutnya adalah interpretasi atau penafsiran. Agar dapat menginterpretasikan fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena karena biasanya cendrung bersifat subjektif, selain itu interpretasiharus bersifat deskriptif sehingga akademisi juga dituntut untuk mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan.

Selain itu, interpretasi harus bersifat deskriptif sehingga para peneliti dituntut untuk mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan. Proses interpretasi juga harus bersifat selektif sebab tidak mungkin semua fakta dimasukkan ke dalam cerita sejarah, sehingga harus dipilih yang relevan dengan topik yang ada dan mendukung kebenaran sejarah.

Interpretasi memiliki sifat subyektif dan dapat dilakukan dengan cara 1) Menyatukan bermacam-macam data sehingga menghasilkan fakta; dan 2) Mencari fakta dengan menguraikan data Analisis e. Penulisan (Historiografi) Kegiatan terakhir dari penelitian sejarah (metode sejarah) adalah merangkaikan fakta berikut maknanya secara kronologis/diakronis dan sistematis, menjadi tulisan sejarah sebagai kisah. Kedua sifat uraian itu harus benar-benar tampak, karena kedua hal itu merupakan bagian dari ciri karya sejarah ilmiah, sekaligus ciri sejarah sebagai ilmu.

Selain kedua hal tersebut, penulisan sejarah, khususnya sejarah yang bersifat ilmiah, juga harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah umumnya. • Bahasa yang digunakan harus bahasa yang baik dan benar menurut kaidah bahasa yang bersangkutan. Kaya ilmiah dituntut untuk menggunakan kalimat efektif. • Merperhatikan konsistensi, antara lain dalam penempatan tanda baca, penggunaan istilah, dan penujukan sumber.

• Istilah dan kata-kata tertentu harus digunakan sesuai dengan konteks permasalahannya. • Format penulisan harus sesuai dengan kaidah atau pedoman yang berlaku, termasuk format penulisan bibliografi/daftar pustaka/daftar sumber. Kaidah-kaidah tersebut harus benar-benar dipahami dan diterapkan, karena kualitas karya ilmiah bukan hanya terletak pada masalah yang dibahas, tetapi ditunjukkan pula oleh format penyajiannya.

Tiga bentuk penulisan sejarah yaitu: • Penulisan sejarah tradisional: Kuat dalam genealogi (kajian tentang keluarga, dan penelusuran jalur keturunan serta sejarah) seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap tidak kuat dalam hal kronologi dan detail biografis. • Penulisan sejarah kolonial: Tekanannya pada aspek politik dan ekonomi serta bersifat institusional • Penulisan sejarah nasional : Menggunakan metode ilmiah secara terampil dan bertujuan untuk kepentingan nasionalisme Penyajian penelitian dalam bentuk tulisan mempunyai tiga bagian yaitu: 1) Pengantar; 2) Hasil Penelitian; 3) Kesimpulan.

• Pengantar Dalam pengantar harus dikemukakan permasalahan, latar belakang (lintasan sejarah), historigrafi dan pendapat kita tentang tulisan orang lain, pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian, teori dan konsep yang akan dipakai, dan sumber-sumber sejarah.

• Hasil penelitian Dalam bab-bab inilah ditunukan kebolehan penulis dalam melakukan penelitian daan penyajian. Profesionalisme penulis tampak dalam pertanggungjawaban. Tanggungjawab itu tampak pada catatan dan lampiran. Setiap fakta yang ditulis harus disertai data yang mendukung. • Simpulan Pada simpulan kita mengemukakan gneralization dari yang telah diuraikan dalam bab-bab sebelumnya dan social significance penelitian kita.

Dalam generalisasi itu akan tampak apakah kita melanjutkan, menerima, memberi catatan atau menolak generalisasi yang sudah ada. Jenis dan Macam Penelitian Sejarah • Penelitian sejarah komparatif Penelitian sejarah dikerjakan untuk membandingkan faktor-faktor dari fenomena-fenomena sejenis pada suatu periode masa lampau. Misalnya, ingin diperbandingkan sistem pengajaran di Cina dan Jawa, dan pada masa kerajaan Majapahit. Dalam hal ini, si peneliti ingin memperlihatkan unsur-unsur perbedaan dan persamaan dari fenomena-fenomena sejenis, misalnya seorang peneliti ingin membandingkan usaha tani serta faktor sosial yang mempengaruhi usaha tani dari beberapa negara dan membandingkannya dengan usaha tani Indonesia dalam tahap-tahap trend waktu zaman pertengahan.

• Penelitian Yuridis atau Legal Penelitian sejarah dikerjakan untuk menyelidiki hal-hal yang menyangkut dangan hukum, baik hukum formal ataupun hukum nonformal dalam masa lalu. maka penelitian sejarah tersebut digolongkan dalam penelitian yuridis.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Misalnya peneliti ingin mengetahui dan menganalisa tentang keputusan-keputusan pengadilan akibat-akibat hukum adat serta pengaruhnya terhadap suatu masyarakat pada masa lampau, serta ingin membuat generalisasi tentang pengaruh-pengaruh hukum tersebut atas masyarakat, maka penelitian sejarah tersebut termasuk dalam penelitian yuridis.

• Penelitian Seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap Penelitian sejarah dilakukan untuk meneliti kehidupan seseorang dan hubungannya dengan masyarakat. dalam penelitian ini diteliti sifat-sifat, watak, dan pengaruh lingkungan maupun pengaruh pemikiran dan ide dari subjek penelitian dalam masa hidupnya, serta membentuk watak figur yang diterima selama hayatnya.

Sumber-sumber data sejarah untuk penelitian biografis antara lain: surat-surat pribadi, buku harian, hasil karya seseorang, karangan-karangan seseorang tentang figur yang diselidiki ataupun catatan-catatan teman dari orang yang diteliti tersebut. • Penelitian Bibliografis Penelitian sejarah dilakukan untuk mencari, menganalisis, dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau suatu organisasi dikelompokan dalam penelitian bibliografis. Penelitian ini mencakup hasil pemikiran dan ide yang telah ditulis oleh pemikir-pemikir ahli.

Kerja penelitian ini termasuk menghimpun karya-karya tertentu dari seorang penulis atau seorang filosof dan menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik yang dianggap hilang dan tersembunyi seraya memberikan interpretasi serta generalisasi yang tepat terhadap karya-karya tersebut.

Tujuan Penelitian Sejarah Tujuan penelitian sejarah menurut Jhon W. Best adalah untuk memahami masa lalu, dan mencoba memahami masa kini atas dasar peristiwa atau perkembangan dimasa lalu. Menurut Donald Ary tujuan penelitian sejarah adalah untuk memperkaya pengetahuan peneliti tentang bagaimana dan mengapa suatu kejadian masa lalu dapat terjadi serta proses dalam masa lalu itu menjadi masa kini, pada akhirnya, diharapkan meningkatnya pemahaman tentang kejadian masa kini dan memperoleh dasar yang lebih rasional untuk melakukan pilihan-pilihan dimasa kini.

Sedangkan Menurut Jack R. Frankel dan Norman E. Wellen tujuan penelitian sejarah adalah sebagai berikut: • Membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau. • Mempelajari bagaimana sesuatu telah dilakukan pada masa lalu, untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan masalahnya pada masa sekarang.

• Membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang. • Membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecenderungan.

Keuntungan dan Kelemahan Penelitian Sejarah • Keuntungan Penelitian Sejarah • Penelitian ini mengijinkan penyelidikan tentang topik-topik dan pernyataan- pernyataan yang tidak dapat dikaji oleh penelitian lain • Penelitian sejarah merupakan satu-satunya penelitian yang dapat mengkaji bukti-bukti dari masa lampau dalam hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan pada saat ini • Penelitian sejarah menggunakan bermacam bukti yang berbeda dibandingkan metode penelitian lainnya • Penelitian sejarah menyediakan suatu alternatife dan mungkin sumber informasi yang lebih kaya tentang topik-topik nyata yang juga dapat di kaji melalui metodologi lainnya • Kerugian penelitian sejarah • Tidak adanya kontrol yang mengendalikan gangguan terhadap validitas internal • Pembahasan dilakukan oleh sampel dokumen dan proses instrumentasi (analisis dokumen) barang kali begitu ketat • Peneliti tidak dapat menjamin keterwakilan sampel ataupun apakah mereka dapat memeriksa realibilitas dan validitas terhadap penafsiran yang dibuat dari data yang tersedia Contoh Penelitian Sejarah • Judul Penelurusan komunisme di Indonesia Tahun 1945 hingga tahun 1965.

• Perumusan masalah Apakah komunisme yang ada di masyarakat Indonesia merupakan warisan penjajah atau kebudayaan asli ? • Heuristik (Pengumpulan Data) Langkah awal dalam penelitian ini berburu dan mengumpulkan berbagi sumber data yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti, misalnya dengan melacak sumber sejarah komunis di Indonesia dengan meneliti berbagai dokumen, mengunjungi situs sejarah, mewawancarai para saksi sejarah.

• Verifikasi (kritik) Kemampuan menilai sumber-sumber sejarah mengenai komunis di Indonesia yang telah dicari (ditemukan). Kritik sumber sejarah meliputi kritik ekstern dan kritik intern.

• Interpretasi (Penafsiran) Menafsirkan fakta mengenai komunis di Indonesia dan merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit.

• Historiografi (Penulisan Sejarah) Proses penyusunan fakta-fakta sejarah komunis di Indonesia dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah komunis di Indonesia.

Perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisannya, serta harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan. • Kesimpulan: Misalnya, tidak benar bahwa komunisme merupakan budaya warisan penjajah yang menular pada bangsa kita. Daftar Pustaka • Alian. 2012. Metodologi Sejarah dan Implementasi dalam Penelitian. Jurnal. Universitas Sriwijaya. • Susanto. 2006. Dasar-dasar Penelitian Sejarah. Depdiknas: Pusat Pengembangan Penantaran Guru Ips Dan PMP Malang • http://pearljka.blogspot.co.id/2016/12/penelitian-sejarah.html • http://usmanellodany.blogspot.co.id/2013/12/penelitian-historis-sejarah.html • http://www.perpusku.com/2016/06/pengertian-penelitian-historis-ciri-contoh.html • https://fadlibae.wordpress.com/2012/01/30/penelitian-sejarah-historical-rsearch/ Posting pada IPS, Sejarah, Umum Ditag 4 metode penelitian sejarah, apa kelebihan dan kekurangan sumber sejarah, apa perbedaan antara metode dan metodologi, apa yang dimaksud dengan historiografi modern, bab iii metode penelitian sejarah, bagaimana historiografi di indonesia, berikut ini yang merupakan urutan tahapan penelitian sejarah adalah, buku metodologi sejarah, cara berpikir sejarah, ciri ciri metode sejarah, ciri ciri penelitian sejarah, ciri-ciri heuristik, ciri-ciri sejarah sebagai ilmu, contoh artikel penelitian sejarah, contoh heuristik sejarah, contoh judul penelitian historis, contoh laporan penelitian sejarah, contoh metode penelitian sejarah, contoh metode penelitian sejarah pdf, contoh penelitian sejarah, contoh penelitian sejarah singkat, contoh tujuan penelitian sejarah, dasar penelitian sejarah, desain penelitian sejarah, eksplanasi sejarah, fakta yang berbentuk benda konkret berupa, fungsi periodisasi dalam sejarah, generalisasi sejarah diperoleh pada tahap, hakikat penelitian sejarah, heuristik sejarah jurnal, historiografi, historiografi adalah, jelaskan sifat penelitian sejarah, jelaskan unsur-unsur pokok penelitian sejarah, jelaskan yang dimaksud religio sentris, jurnal penelitian kualitatif metode historis, kelemahan dalam penelitian sejarah terdapat dalam, kritik intern, kritik intern dilakukan untuk menilai, langkah langkah penelitian sejarah, langkah langkah penulisan sejarah, langkah-langkah metodologi sejarah, makalah metode penelitian sejarah, makalah penelitian historis, makalah penelitian sejarah, manfaat penelitian sejarah, materi penelitian sejarah, mengapa diperlukan verifikasi terhadap sumber sumber sejarah, mengapa historiografi dianggap langkah paling berat dalam penelitian sejarah, metode dan ilmu sejarah, metode penelitian historis pdf, metode penelitian sejarah brainly, metode penelitian sejarah heuristik, metode penelitian sejarah menurut seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah.

hal ini dilakukan pada tahap, metode penelitian sejarah menurut para ahli, metode penelitian sejarah pdf, metode penelitian sejarah pemilihan topik, metode penelitian sejarah ppt, metode sejarah, metodologi penulisan sejarah, metodologi penulisan sejarah pdf, model penelitian sejarah, penelitian dan penulisan sejarah, penelitian sejarah brainly, penelitian sejarah yuridis, pengertian langkah langkah penelitian sejarah, pengertian penelitian sejarah, peranan metode penelitian sejarah, peta konsep metode penelitian sejarah, ruang dan waktu ilmu sejarah, saksi sejarah dalam penelitian adalah, sebutkan jenis jenis penelitian sejarah, sebutkan pentingnya periodisasi sejarah, sebutkan prinsip dasar penelitian sejarah, sebutkan proses penelitian sejarah, sebutkan tahap-tahap penulisan sejarah, sebutkan tiga pokok dalam pengumpulan sumber, sejarah naratif pdf, silabus teori dan metodologi sejarah, skripsi metode historis, sumber sejarah, sumber sejarah konvensional, sumber sejarah pdf, tahap heuristik dalam penelitian sejarah, tahapan penelitian sejarah, teori dan metodologi sejarah, topik penelitian sejarah, tradisi sejarah masyarakat indonesia sebelum mengenal tulisan, tradisi sejarah masyarakat indonesia sebelum mengenal tulisan dapat dipelajari melalui, tujuan interpretasi dalam penelitian sejarah, tujuan penelitian sejarah, tuliskan ciri-ciri metode penelitian sejarah, tuliskan deskripsi penelitian, tuliskan kelemahan historiografi kolonial, tuliskan satu prinsip utama dalam langkah heuristik untuk mencari sumber sejarah primer, unsur kajian sejarah ruang, urutan metodologi sejarah, verifikasi dalam penelitian sejarah artinya Pos-pos Terbaru • 5 Teori Fisika Yang Belum Terpecahkan [WAJIB BACA] • Contoh Bilangan Cacah Lengkap • Tips Belajar Bahasa Inggris Dengan Mudah [WAJIB BACA] • 3 Manfaat Mempelajari Biologi di Bidang Pertanian Lengkap • Pengertian dan Analisis Kelayakan Pembiayaan Bank Syariah • Kumpulan Rumus Matematika Lengkap Dengan Keterangannya • Pengertian, Tujuan dan Jenis Algoritma Kriptografi Lengkap • Reorientasi UUD 1945 Sebagai Pandangan Tokoh Bangsa • Pengertian dan Sejarah Nuzulul Qur’an • Sejarah dan Biografi Singkat Abu Bakar As-Siddiq • Pengertian dan Ciri Pantun Teka-Teki beserta Contohnya • Pengertian dan Ciri-ciri Puisi • Pengertian dan Unsur Seni Rupa • Pengertian Perekonomian Syariah Beserta Tujuan dan Manfaatnya • 3 Macam Seni di Indonesia Dengan Contohnya • Menghitung Jasa Perantara, Harga Pokok, Jual dan Hasil Usaha • [SEJARAH] Isi Tindak Lanjut Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Lengkap • 60 Soal Essay Biologi Tentang Tumbuhan Dengan Jawaban • 25 Istilah Dalam Internet Yang Perlu Diketahui • Pengertian dan Bentuk Negara Dari Teori Negara Modern2.

Perhatikan data berikut. 1) Dokumen naskah teks Proklamasi 2) Foto pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno-Hatta 3) Wawancara dengan B.M. Diah tentang peranannya dalam peristiwa proklamasi 4) Koran Merdeka yang memberitakan tentang peristiwa proklamasi 17 Agusstus 1945 5) Buku sejarah karangan Marwati Djoened Poesponegoro jilid VI Jenis Sumber Data Contoh Sumber sekunder Ensiklopedia, tinjauan penelitian Sumber benda X Sumber lisan Rekaman pidato, hasil wawancara, tutur Contoh jenis sumber data yang sesuai untuk mengisi tanda X adalah … A.

Kesaksian Sukarni tentang peristiwa penculikan Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok B. Isi slide pada PPT yang dijelaskan oleh dosen kepada mahasiswanya C. Tayangan film tentang kehidupan manusia purba di Musium Sangiran D. Peralatan penunjang kegiatan manusia sehari-hari seperti senjata, fosil, dan rumah Limas E.

Cerita tentang ‘Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat’ dari Sumatera Selatan 4. Gambar di bawah ini adalah Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dalam dua versi. Silahkan amati. Jika kita akan melakukan suatu kritik eksternal, maka yang harusnya dianalisa adalah … A. Letjen Soeharto diamanatkan oleh Presiden RI untuk mengambil tindakan pengamanan pasca G.30.S/PKI B.

Bahan dan jenis ketikannya sebagai bagian dari keaslian informasi atau dokumen C. Isi naskah sebagai bagian dari kredibilitas atau kepercayaan data sebagai suatu informasi D. Keterkaitan antara kedua versi Supersemar sebagai sebuah peristiwa sejarah E. Antara kedua versi Supersemar itu terdapat perbedaan pada jumlah poin di bagian memutuskan/Memerintahkan 5.

Tujuan seorang peneliti sejarah melakukan sebuah verifikasi atau kritik sumber adalah … A. Agar penulisan sejarah berada pada realnya tanpa pengaruh kepentingan yang tidak berkaitan dengan keilmuan B.

Memberi penafsiran pada suatu data sejarah sehingga menjadi satu rangkaian cerita sejarah yang objektif C. Untuk memilah dan memilik mana data yang mendukung dan mana data yang tidak diperlukan D. Untuk mendapatkan sumber-sumber penelitian yang relevan E. Menguji keaslian dan keabsahan data sebuah sumber sejarah agar mendapatkan data yang mendekati kebenaran 8. Menguraikan semua sumber yang ada dan Menganalisis beberapa kemungkinan yang terkandung dalam suatu sumber sejarah.

Misalnya, dalam dokumen yang berisi daftar anggota wajib militer suatu negara. Dalam daftar tersebut terdapat sejumlah nama yang menunjukkan kekhasan daerah tertentu. Berdasarkan daftar tersebut dapat dianalisis bahwa anggota seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap militer itu berasal dari berbagai daerah di negara tersebut.

Pernyataan ini merupakan pengertian dari …. a. Interpretasi analitis b. Interpretasi sintetis c. Interpretasi struktural d.

seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap

Deskriptif interdisipliner e. Deskriptif historia 10. Pada tahap historiografi, maka yang dilakukan peneliti sejarah adalah … a. Setiap sumber harus diuji keaslian dan keabsahannya karena setiap sumber dapat saja dipengaruhi oleh prasangka, kondisi ekonomi, dan iklim politik saat penelitian berlangsung., b.

Fakta-fakta yang telah dikumpulkan dikritik dan diinterpretasi kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis, dan bermakna c. menemukan. Dalam kegiatan penelitian sejarah, heuristic berarti kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, dan menghimpun jejak-jejak masa lalu berupa sumber- sumber sejarah d.

seperangkat aturan atau prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilai secara kritis dan mengajukan sintetis dari hal-hal yang dicapai dalam bentuk tertulis. e. Kemampuan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang peneliti terhadap objek yang ditelitinya. 11. Pengertian metode sejarah adalah … a. Suatu penelitian yang menggunakan teknik-teknik penelitian secara sistematis dan empiris mengikuti kaidah-kaidah keilmuan umum b.

Suatu rangkaian berurutan atas tindakan penelitian yang terdiri dari verifikasi, heuristic, pemilihan topik, dan historigrafi c. Rangkaian tindakan untuk mengumpulkan sumber-sumber data yang relevan dengan topik penelitian d. Suatu kegiatan mengumpulkan, menguji, dan menganalisa data yang diperoleh dari peninggalan-peninggalan masa lalu, kemudian direkonstruksi berdasarkan data yang diperoleh sehingga menghasilkan kisah sejarah.

e. Kemampuan teoritis yang dimiliki peneliti terkait erat dengan kapasitas keilmuan, yang dalam konteks penelitian akan sangat berpengaruh pada sejauh mana ia dapat menerapkan teori atau prinsip yang menjadi landasan penelitian.

Dari data di atas, yang merupakan beberapa masalah yang sering muncul terkait sumber sejarah pendukung suatu penelitian adalah … A.

1), 2), dan 3) B. 1), 2), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 2), 4), dan 5) E. 3), 4), dan 5) 14. Perhatikan tabel verifikasi berikut. NO X Y 1 Kritik internal Kritik terhadap bahan, pelaku, dan saksi sejarah 2 Kritik eksternal Kritik terhadap keaslian informasi 3 Kritik internal Sumber data yang telah diterima kebenarannya dan tidak perlu diperdebatkan.

NO X 1 Mengubah pandangan religiomagis dan kosmologis menjadi pandangan yang bersifat empiris- ilmiah 2 Belum mampu menjelaskan sejarah secara optimal 3 Cenderung kurang fleksibel sebab terlalu terpaku pada metode ilmiah Y 1 Menggunakan penulisan sejarah kritis 2 Pandangan etnosentrisme diganti dengan pandangan Indonesia sentris 3 Belum tentu bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme, terkadang hanya terfokus pada tujuan akademis 4.

Jawaban B Pembahasan: Kritik eksternal, yaitu kritik terhadap keaslian informasi atau dokumen seperti bahannya (dokumen dengan tulisannya) dan orangnya (pelaku dan saksi).

Keaslian dokumen diverifikasi tidak hanya terbatas pada sumber tertulis saja, tetapi juga terhadap sumber benda (seperti artefak), penjelasan pelaku atau saksi sejarah yang sering disebut sebagai sejarah lisan, dan lain-lain.

Kritik eksternal dilakukan menyangkut pertanyaan-pertanyaan: • Apakah gaya bahasa dan penulisan sesuai dengan periode waktu waktu terjadinya peritiwa sejaah.

Apakah gaya yang sama juga terlihat pada tulisan-tulisan lain dari penulis yang sama. • Apakah ada bukti bahwa penulis memperlihatkan ketidaktahuan terhadap hal atau peristiwa yang seharusnya sudah diketahui • Apakah penulis melaporkan hal, peristiwa, atau tempat yang seharusnya belumdapat diketahui selama periode perbuatan tulisan tersebut • Kritik eksternal dalam hal keaslian data terkait dengan pertanyaan-pertanyaan berikut : • Apakah data awal telah diubah, baik secara sengaja maupun tidak sengaja dengan menyalinnya?

• Apakah dokumen itu asli atau salinan? • Jika tanggal dan penulis data tidak diketahui, apakah ada petunjuk internal yang menunjukkan asal mulanya ? Pembahasan Interpretasi analitis, yaitu menguraikan semua sumber yang ada. Menganalisis beberapa kemungkinan yang terkandung dalam suatu sumber sejarah. Misalnya, dalam dokumen yang berisi daftar anggota wajib militer suatu negara. Dalam daftar tersebut terdapat sejumlah nama yang menunjukkan kekhasan daerah tertentu.

Berdasarkan daftar tersebut dapat dianalisis bahwa anggota wajib militer itu berasal dari berbagai daerah di negara tersebut. Pembahasan Adapun sifat-sifat penulisan historiografi tradisional adalah : • Istana sentris, yaitu penulisan sejarah untuk seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap kerajaan (raja dan keluarganya) yang dominan ditampilkan atau dituliskan. Kehidupan yang digambarkan seolah-olah hanya untuk kalangan istana dan sekitarnya.

Kebanyakan historiografi tradisional kuat dalam silsilah tetapi lemah dalam hal kronologis dan detail-detail biografi. • Feodalisme sentris, yaitu penulisan yang menggambarkan kehidupan para bangsawan feodal, tidak membicarakan peran masyarakat, segi-segi sosial, dan ekonomi dari rakyatnya • Religi magis, yaitu penulisan sejarah yang dihubungkan denga kepercayaan dan hal-hal yang gaib • Tidak membedakan hal-hal yang khayal dan hal-hal yang nyata • Sumber datanya sulit ditelusuri kembali bahkan terkadang mustahil untuk dibuktikan • Besifat region sentris (kedaerahan)yaitu penulisan sejarah banyak dipengaruhi oleh factor kedaerahan.

Misal tentang cerita gaib dan magic yang terjadi di daerah itu • Raja atau pemimpin dianggap mempunyai kekuatan gaib dan 25olonial yang tinggi, bertuah dan sakti Pembahasan Pada tahap historiograpi, fakta-fakta yang telah dikumpulkan dikritik dan diinterpretasi kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis, dan bermakna. Menulis cerita sejarah bukan sekedar menyusun dan merangkai fakta- fakta hasil penelitian tetapi juga menyampaikan ide, gagasan, serta emosi kita melalui interpretasi sejarah.

Oleh karena itu dibutuhkan kecakapan dan kemahiran dalam menulis 12. Jawaban A Pembahasan Berdasarkan bentuknya, sumber sejarah terdiri dari : • Sumber tulisan, yaitu sumber berbentuk tulisan yang mengandung informi tentang suatu peristiwa sejarah. Contoh, prasasti, naskah, buku, dokumen tertulis, arsip, Koran, dan internet.

• Sumber benda, yaitu sumber sejarah berbentuk artefak atau hasil-hasil budaya yang ditinggalkan langsung dari zamannya. Contoh, peralatan penunjang kegiatan manusia sehari-hari, senjata, fosil, pakaian, serta bangunan-bangunan bersejarah. • Sumber lisan, yaitu keterangan-keterangan yang diperoleh dari pelaku dan saksi sejarah. Contoh, rekaman pidato, video, hasil wawancara. 13. Jawaban C Pembahasan: Beberapa masalah yang kerap muncul terkait sumber sejarah yang sudah didapatkan adalah : • Sumber sudah sangat tua • Sumber tidak boleh sembarangan dibaca (pada daerah tertentu yang boleh membacanya hanya orang-orang tertentu) • Kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan • Lebih banyak menggunakan tulisan angan (sumber tua) • Sumber masih tertutup (batas dibukanya sumber sekitar 25 tahun) 14.

Jawaban B Pembahasan Kritik eksternal, yaitu kritik terhadap keaslian informasi atau dokumen seperti bahannya (dokumen dengan tulisannya) dan orangnya (pelaku dan saksi). Keaslian dokumen diverifikasi tidak hanya terbatas pada sumber tertulis saja, tetapi juga terhadap sumber benda (seperti artefak), penjelasan pelaku atau saksi sejarah yang sering disebut sebagai sejarah lisan, dan lain-lain.

Kritik eksternal dilakukan menyangkut pertanyaan-pertanyaan: • Apakah gaya bahasa dan penulisan sesuai dengan periode waktu waktu terjadinya peritiwa sejaah. Apakah gaya yang sama juga seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. hal ini dilakukan pada tahap pada tulisan-tulisan lain dari penulis yang sama. • Apakah ada bukti bahwa penulis memperlihatkan ketidaktahuan terhadap hal atau peristiwa yang seharusnya sudah diketahui • Apakah penulis melaporkan hal, peristiwa, atau tempat yang seharusnya belumdapat diketahui selama periode perbuatan tulisan tersebut Kritik internal Kritik internal adalah kritik atau verifikasi terhadap kredibilitas atau keterpercayaan data; jadi menyangkut isi informasi, apakah dapat dipercaya atau tidak.

Dalam hal ini seorang pernulis harus bersifat objektif dan netral dalam menggunakan data yang telah diperoleh sehingga peristiwa sejarah itu terjamin kebenarannya. Kritik internal umumnya terkait erat dengan keabsahan (validitas) dan makna data.

Dalam hal keabsahan data, kritik internal menggunakna pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: • Apa yang dimaksudkan penulis dengan setiap kata atau pertanyaan dalam data • Seberapa jauh penulis dapat dipercaya • Bagaimana menafsirkan (interpretasi) kata-kata yang digunakan penulis Kelebihan Kekurangan Mengubah pandangan religiomagis dan kosmologis menjadi pandangan yang bersifat empiris- ilmiah Belum mampu menjelaskan sejarah secara optimal Menggunakan penulisan sejarah kritis Cenderung kurang fleksibel sebab terlalu terpaku pada metode ilmiah Pandangan etnosentrisme diganti dengan pandangan Indonesia sentris Belum tentu bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme, terkadang hanya terfokus pada tujuan akademis Menggunakan dinamika masyarakat Indonesia dari berbagai aspek kehidupan - Menggunakan pendekatan multidimensional - • Juli 2021 21 • Juni 2021 30 • Mei 2021 29 • April 2021 32 • Maret 2021 8 • Februari 2021 1 • Januari 2021 193 • Desember 2020 614 • November 2020 616 • Oktober 2020 213 • Agustus 2020 14 • Juli 2020 1 • Juni 2020 145 • Mei 2020 73 • April 2020 3 • Maret 2020 192 • Februari 2020 64 • Januari 2020 45 • Desember 2019 8 • November 2019 23 • Oktober 2019 70 • September 2019 58 • Agustus 2019 18 • Juli 2019 29 • Juni 2019 16 • Mei 2019 6 Tampilkan selengkapnya Tampilkan lebih sedikit

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN SEJARAH, TERDIRI APA SAJA? - Sejarah Peminatan Kelas 10




2022 www.videocon.com