Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

none Budhi Prayoga Berita Mifare Classic 1K, RFID DEFINISI RFID kepanjangan dari Radio Frequency Identification merupakan salah satu sistem indentifikasi yang memanfaatkan gelombang radio melalui medan elektromagnetik. RFID disebut juga sebagai salah satu metode identifikasi pengambilan data secara otomatis atau A utomatic Identifcation and Data Capture (AIDC) [1]. Sistem RFID terdiri dari transponder, transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). • Transponder: merupakan kepanjangan dari transmitter responder atau dikenal sebagai RFID Tag yang bermakna sebuah perangkat otomatis yang menerima, memperkuat dan mengirimkan sinyal dalam frekuensi tertentu.RFID Transponder / Tag terdiri dari chip rangkaian sirkuit yang terintegrasi dan sebuah antena.

Rangkaian elektronik dari RFID tag umumnya memiliki memori. Memori ini memungkinkan RFID tag mempunyai kemampuan untuk menyimpan data. Memori pada tag dibagi menjadi sel-sel.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Beberapa sel menyimpan data Read Only, seperti ID number. Semua RFID tag mendapatkan ID number pada saat tag tersebut diproduksi. RFID Tag dapat dibaca dan ditulis (read and write).Setiap tag dapat membawa informasi yang unik, seperti ID number, tanggal lahir, alamat, jabatan, dan data lain dari objek yang akan diidentifikasi. Banyaknya informasi yang dapat disimpan oleh RFID tag tergantung pada kapasitas memori nya. Semakin banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh RFID tag maka rangkainnya akan semakin komplek dan ukurannya akan semakin besar.

RFID tag dapat berupa stiker, kertas atau plastik dengan beragam ukuran. Antena berfungsi untuk mentransmikan sinyal frekuensi radio antara RFID reader dengan RFID tag. Sedangkan dalam RFID tag dan RFID reader masing-masing memiliki antena internal sendiri karena RFID tag dan RFID reader merupakan transceiver (transmitter-receiver).

• • • • • • TransmitterReceiver Module MFRC-522 SEJARAH Pada tahun 1945, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafragma ( diaphragm) yang mengubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID.

Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an. Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris pada tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan.

Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan. Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa “…riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh.” Paten Amerika Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo pada tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan.

Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan pada tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York ( New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea. Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor pada tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).

Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos pada tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit.

Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton pada tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288). KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN RFID Teknologi nirkabel RFID telah memberikan manfaat besar bagi logistik, kontrol inventaris, dan industri ritel, tetapi itu tidak menjadikannya teknologi yang sempurna. Namun, jika dibandingkan dengan barcode dan sistem pemindaian manual lainnya, RFID memiliki beberapa keunggulan yang nyata, termasuk: • Memindai beberapa item secara bersamaan.

Sistem RFID dapat memindai semua item yang masuk sekaligus, dibandingkan dengan pemindai optik yang hanya dapat menangani satu item dalam satu waktu. • Mengurangi biaya. Biaya telah turun secara dramatis untuk memproduksi tag RFID aktif dan pasif, yang membuatnya tersedia untuk digunakan dalam produk konsumen sekali pakai.

• Kemampuan membaca dan menulis. Barcode hanya dapat ditulis dengan data satu kali, tetapi tag RFID dapat diperbarui sebanyak yang diperlukan untuk tag Kelas 2 ke atas. • Tidak ada masalah garis pandang.

Tidak seperti pemindai optik, tidak ada persyaratan garis pandang saat memindai item. Hal ini membuat RFID ideal untuk lingkungan industri dengan efisiensi tinggi. Kerugian dari RFID terbagi dalam dua kategori, masalah teknis yang terkait apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel implementasi RFID dan penggunaan keamanan/privasi.

• RFID dapat terganggu. Seseorang yang menggunakan frekuensi yang tepat pada spektrum elektromagnetik berpotensi mengganggu sistem RFID. Anda juga dapat terus membaca tag RFID bertenaga baterai hingga mati. • Masalah tabrakan pembaca. Sistem perlu diatur dengan hati-hati untuk menghindari masalah tabrakan di mana banyak sinyal tumpang tindih.

Ini telah ditingkatkan dengan protokol anti-tabrakan Gen-2 yang ditingkatkan. • Dapat dibaca pada jarak yang lebih jauh. Sebagian besar sistem RFID dirancang untuk bekerja pada jarak kecil. Namun, dengan antena gain tinggi, Anda dapat membaca tag dari jarak lebih dari seratus kaki tanpa diketahui siapa pun. • Dapat dibaca tanpa izin. Saat kami mulai menyematkan RFID di barang sehari-hari seperti pakaian dan produk konsumen, kami juga bergantung pada toko yang memindai setiap barang yang kami bawa untuk mencegah pencurian.

Apakah ini masalah privasi, atau hanya biaya kenyamanan? CARA KERJA RFID tag ditempelkan atau dilekatkan pada suatu objek, yang umumnya berupa sebuah kartu. RFID tag ini yang akan dibaca data yang tersimpan di dalamnya oleh RFID reader. RFID reader akan memancarkan dan mengirimkan sinyal frekuensi radio, untuk disesuaikan oleh RFID tag. Ketika RFID tag dan RFID reader memiliki frekuensi gelombang yang sama, maka data dan informasi pada tag akan bisa dibaca oleh reader. Transmisi gelombang radio yang dilakukan menyebabkan kedua komponen – tag dan reader– ini berkomunikasi secara wireless atau tanpa penggunaan kabel, dengan hanya mendekatkan tag kepada reader-nya.

Data yang telah dibaca tersebut akan dikirimkan ke sistem pusat identifikasi. Di luar dua komponen ini RFID juga membutuhkan sistem kontrol berupa komputer sebagai jembatan yang akan menghubungkan RFID ke sistem keseluruhan, agar bisa melakukan penyimpanan dan pemrosesan data yang terbaca ke suatu database untuk dilanjutkan dengan tugas lainnya dalam sistem tersebut, misalnya menampilkan data pada suatu LCD yang diintegrasikan dengan perangkat ini.

Untuk itu sistem identifikasi dengan RFID dalam penerapannya juga diimplementasikan dengan perangkat lain hingga membentuk suatu sistem. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa RFID terdiri dari 3 bagian: • Transponder atau tag yang mencakup semua informasi tentang suatu produk • Antena pemindai berfungsi untuk menangkap gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh Transponder / RFID Tag • Modul pembaca yang menterjemahkan dan menafsirkan data pada tag.

Ketiga bagian ini masuk ke dalam proses dimana: • Data pertama disimpan dalam tag RFID baik dalam format read-only atau read-write. Tag ini bertenaga baterai atau pasif.

• Ketika tag berada dalam jangkauan antena pemindai, energi elektromagnetik (EM) memicu tag untuk mulai mengirim data dalam bentuk gelombang radio. • Gelombang radio ini ditangkap oleh antena dan dikirim ke pembaca yang menerjemahkan gelombang tersebut sebagai informasi digital.

JENIS Jenis RFID digolongkan berdasarkan 3 bagian: • Catu Daya • Tipe Memori • Frekuensi Radio Mari kita bahas satu persatu. Berdasarkan Catu Daya, Tag RFID dibagi menjadi 2: • Tag aktif ditenagai oleh baterai dan dengan demikian dapat dibaca pada jarak yang lebih jauh dari pembaca RFID, hingga ratusan meter.

Tag ini dapat dibaca ( Read) dan ditulis ( Write). Baterai yang terdapat di dalam tag ini digunakan untuk memancarkan gelombang radio kepada reader sehingga reader dapat membaca data yang terdapat pada tag ini. Dengan adanya internal baterai, tag ini dapat mengirimkan informasi dalam jarak yang lebih jauh dan reader hanya membutuhkan daya yang kecil untuk membaca tag ini.

Kelemahan dari tipe tag ini adalah harganya yang mahal dan ukurannya yang lebih besar. Kelebihan dan Kekurangan • Dapat dibaca dari jarak jauh • Biasanya termasuk sensor tambahan • Kemampuan bandwidth yang lebih tinggi • Kemampuan jaringan otonom • Dapat melakukan self-diagnostik • Masa pakai terbatas karena baterai • Lebih mahal untuk diproduksi • Jejak yang lebih besar • Biaya perawatan yang lebih tinggi • Baterai padam dapat menyebabkan salah membaca data • Tag RFID pasif tidak memiliki sumber baterai dan mengandalkan kopling elektromagnetik antena untuk dayanya.

Ini membuat mereka memiliki jarak baca yang lebih pendek hingga 20 kaki. Namun, karena mereka memiliki lebih sedikit komponen di sirkuit mereka, mereka juga lebih murah untuk diproduksi dan sekali pakai.

Ini adalah jenis tag yang akan Anda temukan di produk tingkat konsumen. Kelebihan dan Kekurangan • Umur panjang, 20+ tahun • Lebih murah untuk diproduksi • Jejak lebih kecil • Hanya dapat dibaca pada jarak pendek • Fungsionalitas dasar, tanpa sensor tambahan • Tag tetap dapat dibaca oleh pembaca RFID mana pun Kelas tag RFID berkisar dari Kelas 0 hingga Kelas 5 dan menentukan fungsionalitas yang tersedia. Detail kelas meliputi: Kelas Kegunaan Kelas 0 UHFI read-only, tag pasif terprogram Kelas 1 UHF atau HF, bisa apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel sekali, dibaca berkali-kali (WORM) Kelas 2 Tag baca-tulis pasif yang dapat ditulis kapan saja Kelas 3 Tag baca-tulis pasif atau aktif dengan sensor tambahan untuk merekam suhu, tekanan, dan gerakan.

Kelas 4 Tag baca-tulis aktif dengan pemancar terintegrasi yang dapat berkomunikasi dengan tag dan pembaca lain. Kelas 5 Tag baca-tulis aktif yang dapat memberi daya pada tag lain dan berkomunikasi dengan perangkat eksternal selain pembaca. Berdasarkan T ipe Memori yang dimiliki dibagi 2: • Read atau Write (Baca atau Tulis) - RFID tag baca/tulis secara tidak langsung sama seperti namanya, memorinya dapat dibaca dan ditulis secara berulang-ulang.

Data yang dimilikinya bersifat dinamis. • Read only (hanya baca) - RFID tag ini memiliki memori yang hanya diprogram pada saat tag ini dibuat dan setelah itu datanya tidak bisa diubah sama sekali. Data bersifat statis. Frekuensi kerja RFID adalah frekuensi yang digunakan untuk komunikasi wireless antara RFID reader dengan tag RFID.

Pemilihan frekuensi kerja sistem RFID akan mempengaruhi jarak komunikasi, interferensi dengan frekuensi sistem radio lain, kecepatan komunikasi data, dan ukuran antena.

Untuk frekuensi yang rendah umumnya digunakan tag pasif. Tag pasif tidak dapat mentransmisikan data pada jarak relatif jauh, karena keterbatasan daya yang diperoleh dari medan yang dihasilkan akibat interaksi antara koil antena dalam tag dengan gelombang radio yang dihasilkan oleh RFID reader. Untuk frekuensi tinggi digunakan tag aktif. Pada frekuensi tinggi, jarak komunikasi antara tag aktif dengan RFID reader dapat lebih jauh, tetapi masih terbatas oleh daya yang ada.

Berdasarkan Frekuensi Radio: • Low frequency tag (125kHz – 134 kHz) • High frequency tag (13.56 MHz) • Ultra high frequency tag (868MHz – 956 MHz) • Microwave tag (2.45 GHz) KELEBIHAN RFID • Tidak dipengaruhi pandangan (line of sight) • RFID tags bisa di rewrite dan dipakai kembali • RFID tags tahan terhadap factor lingkungan (cuaca, panas, bantingan,dll) • Data di dalam RFID tag sudah ter-ecnrypted dan bisa di-lock untuk pengamanan extra • Data yang disimpan lebih banyak dibanding teknologi identifikasi lainnya • RFID Reader bisa membaca ratusan tag dalam apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel detik • RFID tag juga bisa diprint seperti barcode • Sistem RFID bisa diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada • RFID dapat lebih banyak menampung data daripada alat apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel.

• Data yang didapat akan tersimpan secara otomatis • Ukuran RFID kecil sehingga bisa ditanam diberbagai macam barang. • RFID sangat mudah digunakan karena memiliki desain yang fleksibel.

• Mudah memindai informasi karena bentuk dan bidang objek tidak akan mempengaruhi pembacaan data. • Cepat dalam memindai data. KARTU RFID • Kartu MIFARE Sejenis kartu semi konduktor yang sering digunakan untuk public transportation, parking, ID card, sistem absensi, tiket, kartu kredit, kartu toll, dan masih banyak aplikasi lainya. Frekuensi yang umum digunakan pada kartu dan alat pembacanya (card reader) adalah 13.56 MHz.

• Kartu EM EM card secara umum sering disebut juga kartu proximity akan tetapi secara umum karakteristik dasar kartu ini tidak memiliki memory untuk apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel data seperti kartu mifare.

Kartu EM banyak digunakan dalam akses control system dimana dengan karakteristik dasar kartu EM yaitu frekuensi yang unik maka sangat memungkinkan untuk digunakan dalam security system. • Kartu Proximity Kartu Proximity atau Prox Card adalah nama yang umum digunakan untuk contactless card yang digunakan untuk security acces system atau system pembayaran.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Frekuensi yang umum digunakan pada kartu dan alat pembacanya (card reader) adalah 125 kHz atau yang generasi lebih baru bekerja pada frekuensi 13.56 MHz. • Kartu Chip Kartu chip adalah smart card yang apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel karakteristik yaitu merupakan Integrated Circuit Card (ICC) atau secara kasat mata kita dapat melihat ada rangkaian circuit di lempengan metal yang biasanya berwarna keemasan atau silver.

Selain itu kartu chip juga memiliki memory yang mampu menampung data. Jenis kartu chip ini saat ini digunakan secara besar-besaran untuk kartu kredit, bahan utama kartu chip ini biasanya adalha PVC.

• Kartu Magnetik Kartu plastic PVC berwarna putih polos di sisi depan dan belakang, dan di sisi belakang ada tambahahan pita warna hitam dg ukuran (85,5 mm X 13mm). Pita warna hitam inilah yang disebut Magnetic Stripe. Magnetic stripe pada kartu pvc ini bisa dibaca dan ditulis (R/W). • Kartu Chip Kartu jenis ini berbahan PVC, kartu ini punya ciri berupa kumpulan circuit pada lempengan metal yang warnanya emas dan silver. Kartu ini mempunyai sistem memori sebagai penampung data. Kartu ini banyak diaplikasikan untuk kartu kredit.

Standar kartu ini ISO/IEC 7810. Kartu jenis ini memakai sistem pengaman cryptoprocessor, serta dapat melakukan komunikasi dengan alat pembaca serta penulis kartu.

• Kartu PVC Kartu putih polos dengan bahan PVC ini punya ukuran CR80 dengan ketebalan beragam mulai dari 10-30 mil. Kartu blank PVC dapat di cetak penuh warna pada kedua bagiannya menggunakan ID card Printer.

Kartu ini dapat dikembangkan dengan berbagai tingkat keamanan. Kartu jenis ini banyak dibuat menjadi kartu ATM, kartu kredit, kartu npwp, dan masih banyak lagi. RFID merupakan sistem identifikasi dengan frekuensi tertentu. RFID dapat dimanfaatkan untuk keperluan sebagai contoh kartu pelajar, kartu untuk parkir, kartu ATM, dan lainnya. Jenis dari kartu RFID ada beragam antara lain kartu PVC, kartu magnetic, kartu mifare, kartu chip, kartu proximity, kartu EM, dan lain sebagainya.

Setiap kartu karakteristiknya berbeda-beda. CARA kerja perpindahan data pada RFID Reader Perpindahan data terjadi ketika sebuah tag didekatkan pada sebuah reader dikenal sebagai coupling. Perbedaan frekuensi yang digunakan oleh RFID tag aktif dengan RFID tag pasif menyebabkan perbedaan metode perpindahan data yang digunakan pada kedua tag tersebut. Perpindahan data pada RFID tag pasif menggunakan metode magnetik (indu c tive coupling ). Sedangkan RFID tag aktif menggunakan metode backcatter coupling.

Indu c tive coupling terjadi pada frekuensi rendah. Ketika medan gelombang radio dari reader didekati oleh tag pasif, koil antena yang terdapat pada tag pasif ini akan membentuk suatu medan magnet.

Medan magnet ini akan menginduksi suatu tegangan listrik yang memberi tenaga pada tag pasif. Pada saat yang sama akan terjadi suatu tegangan jatuh pada beban tag.

Tegangan jatuh ini akan terbaca oleh reader. Perubahan tegangan jatuh ini berlaku sebagai amplitude modulasi untuk bit data. Ilustrasi untuk inductive coupling dapat di lihat pada gambar. Backscatter coupling terjadi pada frekuensi tinggi. Sinyal radio frekuensi dipancarkan oleh reader (P1) dan diterima oleh tag dalam porsi kecil. Sinyal radio frekuensi ini akan memicu suatu tegangan yang akan digunakan oleh tag untuk mengaktif atau menon-aktifkan beban untuk melakukan modulasi sinyal data.

Gelombang refleksi yang dipancarkan tag dimodulasi dengan gelombang data carrier (P2) Gelombang yang termodulasi ditangkap oleh reader. Ilustrasi untuk backscatter coupling. Tingkat keakurasian RFID Tingkat akurasi RFID didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan RFID reader melakukan identifikasi sebuah tag yang berada pada area kerjanya.

Keberhasilan dari proses identifikasi sangat dipengaruhi oleh beberapa batasan fisik, yaitu: • Posisi antena pada RFID reader • Karakteristik apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel material lingkungan yang mencakup sistem RFID • Batasan catu daya • Frekuensi kerja sistem RFID Alokasi pita frekuensi RFID Ada total empat pita frekuensi RFID atau frekuensi RFID yang digunakan di seluruh dunia.

Gelombang Radio atau disebut juga gelombag elektromagnetik dibuat melalui proses modulasi yang ada pada alat elektronik. Setelah di modulasi maka terjadilah sebuah radiasi elektromagnetik yang membuat arus bolakbalik (osciliate) kearah yang di tuju. Arus bolak-balik ini memiliki titik atas dan titik bawah, inilah yang kita namakan gelombang radio.

Ketika kita menelusuri lajur dari gelombang ini, dari titik atas sampai ke titik atas/ titik bawah sampai ke titik bawah berikutnya, ini kita namakan satu siklus gelombang. Lalu apa hubungannya dengan RFID ? Di artikel sebelumnya sudah di jelaskan bahwa RFID dibagi berdasarkan frekuensi yang digunakan, nah frekuensi disini adalah banyaknya siklus yang ditempuh dalam satu detik.

Satuan frekuensi di namakan Hertz. Jadi ketika melihat RFID tag memiliki tulisan 13.56 MHz artinya : Frekuensi = 13.56 Mhz Konstanta 1 Mhz = 1,000,000Hertz Maka, Frekuensi 13.56 Mhz memiliki 13,560,000 siklus dalam 1 detik Dalam Spektrum Elektromagnetik, ada tiga rentang frekuensi utama yang digunakan untuk komunikasi RFID – Frekuensi Rendah (LF), Frekuensi Tinggi (HF), dan Frekuensi Ultra Tinggi (UHF).

Low Frequency (LF) Di Low Frequency sendiri secara global jaraknya adalah dari 30kHz-300kHz, tetapi pada penggunaan nyatanya banyak perangkat elektronik lain yang juga menggunakan frekuensi ini sehingga untuk penggunaan RFID dibatasi pada 125-134kHz.

Panjang gelombang pada LF juga terbilang cukup unik (mencapai 2400 meter)sehingga dapat mempenetrasi metal dan air. Meskipun panjang gelombangnya mencapai 2400 meter bukan berarti RFID yang bekerja pada frekuensi ini memiliki jarak baca yang panjang juga, kebalikannya LF memiliki jarak baca yang paling pendek dibandingkan HF dan UHF RFID. Jarak baca pada frekuensi LF adalah <50cm pada kondisi tidak ada hambatan sama sekali, hal ini dikarenakan cara modulasi pada frekuensi ini adalah menggunakan coupling magnet.

LF RFID tag rata-rata lebih mahal dari HF dan UHF, bervariasi dari Rp.5000–Rp.170000 tergantung dari spesifikasi dan kompleksitas pengerjaan tag. LF tag juga hanya menggunakan daya dari magnet coupling, yang artinya bisa lebih than lama tergantung pemakaian. Untuk kecepatan data transfer juga terbilang rendah. • Frekuensi Rendah / Low Frequency (LF) • Rentang Frekuensi Umum: 30 – 300 kHz • Rentang Frekuensi Utama: 125 – 134 kHz • Rentang Membaca: Kira-kira.

– 10 Centimeter • Area Penerapan: Pelacakan Hewan, Kontrol Akses, Perpindahan Kendaraan, Aplikasi Cairan dan Logam Volume Tinggi • Keunggulan: Bekerja dengan baik di dekat Cairan & Logam • Kelemahan: Jangkauan Baca Sangat Pendek, Jumlah Memori Terbatas, Kecepatan Transmisi Data Rendah, Biaya Produksi Tinggi Aplikasi penggunaan Aplikasi dari LF tag sendiri didominasi oleh animal tracking karena LF RFID mempunyai karakteristik gelombang yang bisa menembus cairan.

Selain itu juga di pakai di beberapa bidang seperti asset tracking untuk tabung gas, laundry, dan lain-lain. High Frequency (HF) Frekuensi HF mempunyai range antara 3MHz-30MHz. HF memiliki Panjang gelomban hingga 22 meter, gelombang ini juga mampu untuk menembus semua material kecuali carian (liquid) dan metal yang padat atau tebal. Metal tipis seperti alumunium masih bisa di tembus oleh gelombang adri HF.

Gelombang HF memiliki jarak baca dari 10 cm hingga 1 m, cukup untuk aplikasi pada keadaan yang membutuhkan jarak lebih. Jarak baca ini ditentukan dari desain system yang ada. Nah, pada gelombang HF ini juga ada spesialnya, yaitu NFC (Near Field Communication). NFC adalah communication protocol yang telah di setujui oleh ISO atau International Organization of Standaritation (ISO 14443 & ISO 18000-3), karena NFC sudah dijadikan standar global maka rata-rata HF bekerja hanya pada 1 frekuensi yaitu 13.56MHz.

Standarisasi ini menjadikan NFC semakin mudah di adaptasikan ke dalam banyak bidang. HF dan NFC tag terbilang tidak mahal karena sudah mudah ditemui dan banyak di produksi. Tagnya biasanya berbentuk label, kartu, atau di bungkus dalam plastik.

• Frekuensi Tinggi / High Frequency (HF) • Rentang Frekuensi Utama: 13,56 MHz • Jarak Baca: Jarak Dekat – 30 Centimeter • Area Penerapan: Kios DVD, Buku Perpustakaan, Kartu Identitas Pribadi, Chip Poker / Kasino, Aplikasi NFC • Keunggulan: Protokol Global NFC, Opsi Memori Lebih Besar, Standar Global • Kelemahan: Jangkauan Baca Pendek, Tingkat Transmisi Data Rendah Aplikasi Implementasi dan aplikasi dari HF dan NFC RFID telah banyak dilakukan oleh berbagai macam perusahaan untuk menyelesaikan maslah bisnis yang mereka punya.

NFC biasanya di gunakan untuk tujuan marketing seperti poster interactive. Di Indonesia salah satu penggunaan NFC yang sering adalah pada pembayaran menggunakan kartu seperti e-toll, e-money, dan lain-lain. Selain itu HF tag juga digunakan beberapa negara untuk e-paspor. Negara Amerika, Jepang, India, Australia, Norwegia, dan negara lainnya. Pada paspor menggunakan RFID tag yang khusus sehingga tingkat keamanannya jauh lebih tinggi dibandingkan RFID tag biasa. Ultra High Frequency (UHF) UHF berada pada range 300MHz-3GHz, tetapi untuk system RFID biasanya menggunakan frekuensi 865MHz-960MHz.

Beberapa pengecualian untuk RFID penggunaan khusus mempunyai frekuensi di titik 433MHz dan 2.45GHz. Pada UHF juga sudah tidak menggunakan cara magnet coupling untuk modulasi sinyal melainkan menggunakan teknologi backscatter, sebagaimana yang telah di tuliskan dalam GS1 EPCglobal UHF Class 1 Gen 2 (ISO-18000-6C standard). • Frekuensi Ultra Tinggi / Ultra High Frequency (UHF) • Rentang Frekuensi Umum: 300 – 3000 MHz • Rentang Frekuensi Utama: 433 MHz, 860 – 960 MHz • Ada tiga jenis RFID dalam rentang Frekuensi Ultra Tinggi: RFID Aktif, RFID Semi Aktif, dan RFID Pasif.

UHF Aktif RFID UHF Aktif tidak bergantung pada backscatter melainkan pada setiap tag ada baterai. Baterai ini lah yang membuat tag aktif selalu memiliki daya dan tidak perlu menunggu sinyal dari RFID reader. Pada tag aktif, tag akan proaktif memancarkan sinyal setiap interval waktu yang sudah ditentukan, sehingga ketika ia masuk dalam jarak baca RFID reader akan langsung tertangkap.

Tag aktif mempunyai jarak baca yang sangat panjang tag aktif bisa di baca dengan jarak lebih dari 100m. Baterai yang ada di dalam tag tesebut mempunyai daya yang jauh lebih kuat sehingga sinyal yang di pancarkan juga bisa menembus metal dan air.

Beberapa tag aktif juga diperuntukan untuk penggunaan outdoor sehingga dibuat tahan panas, tahan air/basah, dan masih bisa meskipun terkubur. Tag ini memiliki jangka waktu 3-5 tahun untuk di gunakan. Aplikasi tag UHF aktif Tag aktif biasanya diaplikasikan untuk industry besar dan outdoor seperti minyak dan gas, kendaraan bermotor, kereta, kargo logistik, dan lain-lain. UHF Pasif RFID UHF pasif digunakan dalam banyak bidang seperti tooltracking, asset tracking, smart store(di Indonesia seperti smart store JD.ID), lomba lari, laundry management dan masih banyak lagi.

Pengaplikasiannya jauh lebih di senangi karena mempunyai jarak baca yang cukup panjang dan harga tagnya yang lebih murah. Reference • Automatic Identification and Data Collection (AIDC) Archived May 5, 2016, at the Wayback Machine • K.

M. Masum, F. Bhuiyan, dan M. A. K. Azad, “Impact of Radio Frequency Identification (RFID) Technology on Supply Chain Efficiency: An Extensive Study,” Global Journal of Researches in Engineering (GJRE), Vol 12, Issue 4, 2013. • N. Nambiar, “RFID Technology: A Review of its Applications,” in Proc. of the World Congress on Engineering and Computer Science (WCECS), Vol. II, 20-22 October 2009. • Admin, “Ini Dia Pengertian dan Cara Kerja RFID Tag”, Noah Arkindo, 9 April 2020.

[Online]. Tersedia: http://www.noah-arkindo.com/blog/ detail/ini-dia-pengertian-dan-cara-kerja-rfid-tag [Diakses pada 23 November 2020]. • Admin, “UHF RFID Tag (Set Of 5)”, Antratek. [Online]. Tersedia: https://www.antratek.com/uhf-rfid-tag-set-of-5 [Diakses pada 23 November 2020]. • Parkash, T. Kundu, dan P. Kaur, “The Rfid Technology and Its Applications: A Review,” International Journal of Electronics, Communication & Instrumentation Engineering Research and Development (IJECIERD), Vol.

2, Issue 3, Hal. 109-120, September 2012. • Vaniotis, “Everything you need to know about RFID technology,” Labtag, 21 Juni 2018. [Online]. Tersedia: https://blog.labtag.com/everything-you-need-to-know-about-rfid-technology/ [Diakses pada 23 November 2020]. • A. Shemshadi, dan M. Sheng, “RFID Systems and Applications,” MDPI. [Online].

Tersedia: apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel [Diakses pada 22 November 2020]. • K. Yusof, dan M. Y. Saman. “The Adoption and Implementation of RFID: A Literature Survey,” Library and Information Science Research Electronic Journal (LIBRES), Vol. 26, Issue 1, Hal. 31-52, 2016. Redaksi, “Bagaimana RFID Berhasil Tingkatkan Layanan Rumah Sakit,” Shift Navigasi pos Muswil FKHME Wilayah VII Sept 2021 FKHMEI adalah Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Elektro Indonesia Sebuah forum yang mewadahi aspirasi dan inovasi para mahasiswa teknik elektro khususnya wilayah VII dalam rangka pembinaan keprofesian dan peningkatan sumber daya mahasiswa teknik elektro di seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.Terbentuknya FKHMEI berawal dari pertemuan di Universitas Indonesia pada tahun 1987.

Kemudian pada tanggal 5… Read More Faiz Luthfi N Research Final Project A Digital Security Door Lock System with RFID: Enhancing Student Card (KTM) Capability for Door Unlock and Attendance Electrical Laboratorium based on IoT using NodeMCu 8266 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan suatu ruangan menggunakan RFID dan NodeMCu ESP8266 berbasis Internet of Thing’s sebagai media pengumpulan informasi yang dapat merekam jejak pengguna Laboratorium Teknik… Read More • Official Web UMTAS • Official Web FT UMTAS • SIAKAD • Persuratan UMTAS • SIMPEG UMTAS • CBT UMTAS • EDLINK SEVIMA • Biro Administrasi Keuangan (BAK UMTAS) • Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK UMTAS) • LPM UMTAS • LPPM UMTAS • Blog TE UMTAS • Perpustakaan • BAN Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel • Dikti • Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel • Kemendikbud • Pusat Layanan Test Indonesia (PLTI Serdos ) • FORTEI • BEM UMTAS Incoming Event
Untuk dapat mencapai kualitas produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan perusahaan harus mampu hanya menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

Untuk mewujudkan perlu suatu filosofi untuk menghilangkan pemborosan. Selain itu, usaha menghasilkan produk yang bermutu hanya dapat dicapai bila proses bermutu dapat dicapai. Perbaikan-perbaikan yang dapat dilakukan penghematan di berbagai bidang hanya dapat dilakukan dalam suatu proses yang berlangsung panjang dan terus menerus dan berkesinambungan. Metode ABC (Activity Based Costing ) merupakan system tive lain terhadap metode pembiayaan tradisional atas biaya overhead. Dalam analisis profitabilitas pelanggan ini dihitung revenue (pendapatan) yang dilakukan oleh seorang customer sepanjang dia menjadi pelanggan produk perusahaan itu (lifetime value of customer).

Kemudian estimasi revenue ini dibandingkan dengan biaya akuisisi (customer acquisition cost) dan juga biaya pemeliharaan supaya pelanggan loyal (maintenance cost). Jika potensi revenue lebih tinggi, berarti pelanggan itu menguntungkan. Namun jika lebih rendah, maka pelanggan itu tidak memberikan sumbangan profit bagi perusahaan. 1.2. Rumusan Masalah • Apa yang dimaksud dengan Peran Strategis dari Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas?

• Apa yang dimaksud dengan Peran dari Perhitungan Biaya Berdasarkan Volume? • Apa yang dimaksud dengan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas? • Bagaimana Tahap-tahap dalam Mengembangkan Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas • Bagaimana Manfaat dari Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas? • Apa yang dimaksud dengan Perbandingan Perhitungan Biaya Berdasarkan Volume dan Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas? • Bagaimana Menghitung Biaya Kapasitas pada Perhitungan Biaya Berdasarkan Aktivitas?

• Apa yang dimaksud dengan Manajemen Berdasarkan Aktivitas? • Bagaimana Penerapan Perhitungan/Manajemen Biaya Berdasarkan Aktivitas di Dunia Nyata?

• Apa yang dimaksud dengan Analisis Profitabilitas Pelanggan? Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing—ABC) merupakan metode untuk menemukan biaya yang akurat. Sementara ABC merupakan inovasi yang relatif baru dalam akuntansi biaya, ABC dapat digunakan secara cepat oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dan dalam organisasi pemerintahan dan nirlaba.

Di sini ada suatu contoh cepat tentang bagaimana ABC bekerja, dan mengapa ABC itu menjadi penting. Misalnya Anda dan dua teman (Joe dan Al) sedang keluar membeli pizza untuk makan malam. Masing-masing dari Anda memesan satu pizza ukuran individu, dan Al menyarankan agar Anda memesan seluruh makanan pembuka di meja.

Anda dan Joe merencanakan akan memesan satu atau dua makanan pembuka, sehingga Anda katakan beres. Makan malam besar, tetapi pada akhirnya Al maish lapar, sehingga dia memesan piring lain dari makanan pembuka dan seperti sebelumnya, memakan seluruhnya.

Ketika tiba waktu untuk membayar, Al menyarankan Anda bertiga untuk membagi ongkos makan secara merata. Apakah ini adil?

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Al seharusnya membayar dua piring makanan pembuka. Pizza untuk seorang merupakan biaya langsung bagi masing-masing dari Anda sehingga bagian yang sama tentunya adil, sementara makanan pembuka yang semula ditujukan untuk dibagi secara merata, ternyata dikonsumsi sebagian besar oleh Al. Ada contoh serupa dalam manufaktur. Misalnya Anda, Joe, dan Al juga merupakan manajer produk pada pabrik yang memproduksi mebel.

Ada tiga lini produk. Al bertugas pada produksi sofa, Joe bertugas pada meja dan kursi makan, serta Anda bertugas pada mebel kamar tidur.

Biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung ditelusuri langsung ke setiap lini produk. Hal itu merupakan tanggung jawab Anda untuk mengelola biaya langsung ini. Selain itu, ada biaya produksi tidak langsung (overhead) yang tidak dapat ditelusuri ke setiap produk, mencakup aktivitas-aktivitas sebagai berikut: perolehan bahan baku, penyimpanan dan penanganan bahan baku, inspeksi produk, supervisi produksi, penjadwalan pekerjaan, pemeliharaan peralatan, dan pemotongan kain.

Bagaimana jika perusahaan memutuskan untuk membebankan kepada “bagian yang adil” dari total biaya tidak langsung pada ketiga manajer produk menggunakan rasio jumlah unit yang diproduksi dalam bidang manajer kepada total unit yang diproduksi apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel seluruh manajer? Pendekatan ini dideskripsikan pada bab 4 dan seperti biasanya mengacu pada perhitungan biaya berdasarkan volume.

Perlu diingat apakah proporsi yang digunakan didasarkan pada jumlah unit produk, jumlah jam tenaga kerja langsung, atau jumlah jam mesin, masing-masing berdasarkan volume.

Tetapi apabila, seperti biasanya, pemanfaatan aktivitas-aktivitas ini tidak dibebankan secara proporsional kepada jumlah unit yang diproduksi, beberapa manajer akan dibebankan terlalu tinggi dan manajer lain dibebankan terlalu rendah menurut pendekatan berdasarkan volume.

Contohnya, jika Al bersikeras untuk lebih sering melakukan inspeksi produksinya; dia kemudian harus secara adil membebankan proporsi biaya overhead (inspeksi) yang lebih tinggi daripada berdasarkan unit itu sendiri. Selain itu, mengapa Anda harus membayar sebagian dari biaya pemotongan kain apabila mebel kamar tidur Anda tidak membutuhkan kain?

Pertimbangan lainnya adalah bahwa metode berdasarkan volume menyediakan insentif yang kecil bagi manajer untuk mengendalikan biaya tidak langsung. Sayangnya, satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jumlah unit produksi (atau berharap bahwa Joe dan/atau Al meningkatkan produksi)- tidak sebanyak insentif yang diberikan. Sebagai refleksi, pendekatan yang membebankan biaya tidak langsung ke produk berdasarkan jumlah unit yang diproduksi tidak menyediakan biaya produk yang sangat akurat bagi Anda atau Joe atau Al dan tentunya tidak menyediakan insentif yang tepat untuk mengelola biaya tidak langsung.

Solusinya adalah dengan menggunakan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas untuk membebankan biaya tidak langsung ke produk, menggunakan informasi terperinci mengenai aktivitas yang membentuk biaya tidak langsung-inspeksi, pemotongan kain, dan penanganan bahan baku.

Contoh yang bagus dari salah satu kisah sukses penggunaan ABC adalah aplikasi ABC di US Portal Service (USPS). Aplikasi ABC pada USPS berasal dari petunjuk Direktur Jenderal Pos untuk mengembangkan sistem perhitungan biaya yang akan membantu USPS agar menjadi lebih kompetitif dan melayani sebagai dasar perbandingan kinerja antara berbagai fasilitas pemrosesan surat.

USPS juga menggunakan ABC untuk menentukan perbedaan biaya pada pemrosesan pembayaran dari pelanggan yang menggunakan kas, cek, atau kartu kredit dan dari analisis tersebut ditentukan bahwa pendekatan berbiaya rendah digunakan untuk mendorong penggunaan kartu kredit.

Analisis berdasarkan ABC telah membantu USPS untuk mengimplementasilkan strategi yang efektif, yaitu strategi biaya yang kompetitif. Perhitungan biaya berdasarkan volume dapat menjadi apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel yang bagus untuk beberapa perusahaan. Pendekatan ini biasanya tepat digunakan ketika biaya langsung merupakan biaya utama dari produk atau jasa dan aktivitas yang mendukung proses produksi dari produk atau jasa yang relatif sederhana, berbiaya rendah, dan homogen melintasi berbagai lini produk.

Hal ini mungkin terjadi, contohnya, bagi produsen komoditas yang memiliki satu atau beberapa lini produk yang homogen-contohnya, suatu perusahaan yang memproduksi produk kertas atau perusahaan yang memproduksi produk pertanian tertentu. Demikian pula, perusahan jasa profesional (kantor pengacara dan kantor akuntan publik) mungkin tidak membutuhkan ABC karena biaya tenaga kerja untuk staf profesional merupakan biaya terbesar bagi perusahaan, dan tenaga kerja mudah ditelusuri ke klien (objek biaya).

Bagi perusahaan selain perusahaan jasa profesional, pendekatan ABC sering menjadi pilihan: pendekatan berdasarkan volume akan menyebabkan ketidakakuratan yang sangat signifikan dalam biaya produk-beberapa produk akan dibebankan terlalu tinggi dan produk lainnya akan dibebankan terlalu rendah karena penggunaan aktivitas tidak dalam proporsi terhadap volume output.

Untuk mengembangkan sistem perhitungan biaya, kita perlu memahami hubungan antara sumber daya, aktivitas, dan produk atau jasa. Banyak sumber daya yang digunakan pada operasi dapat ditelusuri ke masing-masing produk atau jasa dan diidentifikasi sebagai biaya bahan baku langsung dan atau biaya tenaga kerja langsung. Sebagian besar biaya overhead hanya berkaitan dengan produk atau jasa akhir secara tidak langsung.

Sistem perhitungan biaya mengidentifikasi biaya dengan aktivitas yang mengonsumsi sumber daya apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel membebankan biaya sumber daya pada objek biaya seperti produk, jasa, atau tempat penampungan biaya perantara berdasarkan aktivitas yang dilakukan pada objek biaya tersebut. Aktivitas (activity) merupakan tugas atau tindakan spesifik dari pekerjaan yang dilakukan. Aktivitas dapat berupa satu tidakan atau batch dari beberapa tindakan. Contohnya, memindahkan persediaan dari bengkel kerja A ke bengkel kerja B merupakan aktivitas yang mungkin hanya membutuhkan satu tindakan.

Persiapan produksi merupakan aktivitas yang dapat mencakup beberapa tindakan. Aktivitas yang sering kali dicatat pada apa yang disebut dengan kamus aktivitas. Suatu ilustrasi aktivitas utama dalam rantai pasokan internal perusahaan ditunjukkan oleh Supply Chain Council pada apa yang disebut dengan SCOR (Supply Chain Operations Reference) pada situs Council.

Penggerak daya (cost driver) merupakan faktor yang menyebabkan atau mengaitkan perubahan biaya dari aktivitas. Karena penggerak biaya menyebabkan atau berkaitan dengan perubahan biaya, jumlah penggerak biaya yang terukur atau terhitung merupakan dasar yang sangat baik untuk membebankan biaya sumber daya pada aktivitas dan membebankan biaya dari aktivitas ke objek biaya. Penggerak biaya dapat berupa penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya atau penggerak biaya untuk konsumsi aktivitas.

Penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya (resource consumption cost driver) merupakan ukuran jumlah sumber daya yang dikonsumsi oleh suatu aktivitas. Penggerak biaya ini adalah penggerak biaya untuk membebankan biaya sumber daya yang dikonsumsi oleh atau berkaitan dengan suatu aktivitas ke aktivitas atau tempat penampungan biaya tertentu.

Contoh penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya adalah jumlah barang yang dibeli atau dijual, perubahan desain produk, dan jumlah mesin. Penggerak biaya untuk konsumsi aktivitas (activity consumption cost driver) mengukur jumlah aktivitas yang dilakukan untuk suatu objek biaya.

Penggerak biaya tersebut digunakan untuk membebankan biaya aktivitas dari tempat penampungan biaya apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel objek biaya.

Contoh penggerak biaya untuk konsumsi aktivitas adalah jumlah jam mesin dalam proses produksi produk X, atau jumlah batch yang digunakan untuk memproduksi produk Y. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing—ABC) merupakan pendekatan perhitungan biaya yang membebankan biaya sumber daya ke objek biaya seperti produk, jasa, atau pelanggan berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel.

Anggapan dasar dari pendekatan perhitungan biaya ini adalah bahwa produk atau jasa perusahaan merupakan hasil aktivitas dan aktivitas tersebut menggunakan sumber daya yang menyebabkan timbulnya biaya. Biaya sumber daya dibebankan pada aktivitas berdasarkan aktivitas yang menggunakan atau mengonsumsi sumber daya (penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya) dan biaya aktivitas dibebankan ke objek biaya berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek biaya (penggerak biaya untuk konsumsi aktivitas).

Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas mengakui hubungan sebab akibat atau hubungan langsung antara biaya sumber daya, penggerak biaya, aktivitas, dan objek biaya dalam membebankan biaya pada aktivitas dan kemudian pada objek biaya. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas membebankan biaya overhead pabrik ke objek biaya seperti produk atau jasa dengan mengidentifikasi sumber daya dan aktivitas juga biayanya serta jumlah yang dibutuhkan untuk menghasilkan output. Dengan menggunakan penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya, perusahaan menentukan biaya sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas, menghitung biaya dari suatu unit aktivitas, dan kemudian membebankan biaya dari suatu aktivitas ke objek biaya dengan mengalikan biaya dari setiap aktivitas dengan jumlah aktivitas yang dikonsumsi oleh setiap objek biaya.

Kesimpulan, sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas berbeda dari sistem perhitungan biaya berdasarkan volume pada dua hal: Pertama, sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas mendifinisikan tempat penampungan biaya sebagai aktivitas dan juga bukan sebagai pusat biaya pabrik atau deartemen produksi.

Kedua, penggerak biaya yang digunakan sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas untuk membebankan biaya aktivitas ke objek biaya merupakan penggerak biaya berdasarkan aktivitas atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk objek biaya. Mengembangkan sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas membutuhkan tiga tahap: (1) mengidentifikasi biaya sumber daya dan aktivitas, (2) membebankan biaya sumber daya ke aktivitas, serta (3) membebankan biaya aktivitas ke objek biaya.

Tahap 1 dan 2 merupakan tahap 1 dari Tampilan 5.2, dan tahap 3 setara dengan tahap 2 dari tampilan tersebut. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas menggunakan penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya untuk membebankan biaya sumber daya ke aktivitas. Penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya biasanya mencakup jumlah (1) jam tenaga kerja untuk aktivitas tenaga kerja yang intensif; (2) karyawan untuk aktivitas yang terkait dengan penggajian; (3) persiapan untuk aktivitas yang terkait dengan batch, (4) perpindahan untuk aktivitas penanganan bahan baku; (5) jam mesin untuk aktivitas perbaikan dan pemeliharaan, serta (6) luas lantai per meter persegi untuk aktivitas perawatan secara umum dan kebersihan.

Aplikasi perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang diilustrasikan di atas menggunakan tarif konsumsi aktivitas berdasarkan biaya aktivitas yang dianggarkan dan konsumsi aktivitas yang dianggarkan. Metode ini digunakan untuk menentukan tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya. Karena anggaran merupakan tingkat pengeluaran yang direncanakan, kita dapat berkata bahwa biaya aktivitas yang dianggarkan merupakan tingkat pengeluaran yang direncanakan, dan dikonsumsi aktivitas yang dianggarkan berdasarkan pada tingkat pemakaian yang direncanakan.

Aplikasi ABM dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori: ABM operasional dan ABM strategis. ABM operasional meningkatkan efisiensi operasi dan tingkat utilitas aktiva serta menurunkan harga.

Aplikasi ABM operasional menggunakan teknik manajemen seperti analisis aktivitas, perbaikan proses bisnis, manajemen kualitas total, dan pengukuran kinerja. Aktivitas bernilai tambah tinggi (high-value-added- activity) meningkatkan nilai produk atau jasa secara signifikan bagi pelanggan. Penghapusan aktivitas bernilai tambah apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel menurunkan nilai produk atau jasa secara signifikan bagi pelanggan. Memasukkan pelapis pada suku cadang, menuangkan cairan logam ke dalam cetakan, dan menyiapkan lahan untuk penanaman apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel contoh aktivitas bernilai tambah tinggi.

Memasang piranti lunak untuk melindungi komputer dari komukasi internet yang tidak beraturan merupakan aktivitas bernilai tambah tinggi bagi pelanggan yang terganggu dengan adanya email yang tidak diinginkan.

Mendesain, memproses, serta mengirimkan produk dan jasa merupakan aktivitas bernilai tambah tinggi. Tampilan 5.10 mengilustrasikan aktivitas-aktivitas bernilai tambah tinggi dan rendah pada perusahaan penyiaran berita televisi.

Bagi perusahaan penyiaran berita televisi, aktivitas bernilai tambah tinggi merupakan aktivitas yang apabila dihapuskan akan memengaruhi keakuratan, efektifitas penyiaran berita, serta menurunkan tingkat kepuasan pemirsa. Suatu aktivitas yang mempersingkat waktu pengiriman dari tiga hari menjadi dua hari merupakan aktivitas bernilai tambah tinggi.

Aktivitas yang memverifikasi sumber berita untuk memastikan keakuratan berita merupakan apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel bernilai tambah tinggi. Aktivitas untuk merencanakan penyiaran berita sehingga pemirsa dapat mengikuti transisi dari satu berita ke berita berikutnya merupakan aktivitas bernilai tambah tinggi. Aktivitas bernilai tambah rendah ( low-value-added activity) menghabiskan waktu, sumber daya, atau ruang, tetapi menambahkan sedikit kontribusi untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.

Jika dihapuskan, nilai atau kepuasan pelanggan berkurang sedikit atau tidak berubah. Memindahkan bagian antarproses, waktu tunggu, perbaikan, dan pengerjaan ulang merupakan contoh-contoh aktivitas bernilai tambah rendah. AIRCO Ltd ( www.airco.co.za) di Johannesburg dan Cape Town, Afrika Selatan, merupakan produsen unit alat pendingin industry. Unitnya tersebar dalam ukuran dan kekuatan dari 5 hingga 20 ton.

Setiap unit mempunyai lebih dari 200 suku cadang, mencakup tangki penyimpanan, pengendali elektronik, lembaran logam, kumparan pendinginan, kabel, dan bahan baku penyekatan. Hampir sebesar 90 persen dari pekerja pabrik merupakan pkerja yang dibayar per jam, dan perusahaan beroperasi dengan dua jam kerja.

Organisasi proses produksinya konvensional, dengan departemen yang terpisah, yaitu pembelian, rekayasa, penjadwalan pekerja, penanganan bahan baku, pengiriman, akuntansi, dan sumber daya manusia. AIRCO mengembangkan system perhitungan biaya bedasarkan aktivitas untuk membantu menganalisis profitabilitas produk.

Tahap pertama adalah mengidentifikasi tempat penampungan biaya sumber daya yang meningkatkan total biaya overhead pabrik sebesar $4.458.610 di pabrik (Tampilan 5.12). Biaya sumber daya (tenaga kerja tidak langsung, komputer dan piranti lunak, dan sebagainya) dari system akuntansi perusahaan, mengumpulkan biaya sumber daya pada 11 kategori ini. Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi aktivitas produksi dan menggunakan penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya dalam membebankan biaya sumber daya ke tempat penampungan biaya aktivitas.

Tempat penampungan biaya aktivitas merupakan mesin; pemeliharaan rekam data; penanganan bahan baku; pengalihan produksi (persiapan); penjadwalan dan persiapan produksi; penerimaan dan penanganan bahan baku; pengiriman produk; serta pelayanan pelanggan (Tampilan 5.13, kolom 1).

Pembebanan sumber daya ke aktivitas biasanya menggunakan penggerak biaya sumber daya. Daripada menggunakan penggerak biaya, AIRCO menentukan estimasi kontribusi dari setiap sumber daya ke setiap aktivitas berdasarkan pengalaman manajer dan karyawan.

Contohnya, biaya sumber daya, yaitu mesin. Untuk mengilustrasikannya, biaya aktivitas mesin ditentukan dari sumber daya sebagai berikut (aktivitas lain diperoleh dengan cara yang sama).

Biaya aktivitas mesin dan biaya aktivitas lainnya ditunjukkan pada kolom 2 dan Tampilan 5. 13. Pemakaian dari estimasi persentase sebagai pengganti jenis penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya lainnya merupakan pendekatan praktis dan apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel yang sering kali digunakan dalam mengimplementasikan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas.

Tahap berikutnya dalam perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah mengidentifikasi penggerak biaya aktivitas, mengidentifikasi total jumlah penggerak biaya ini, dan kemudian menentukan tarif pembebanan berdasarkan aktivitas. Hal ini ditunjukkan pada Tampilan 5.13, kolom 3, 4, dan 5, secara berturut-turut.

Dengan demikian, biaya mesin waktu dibebankan ke setiap produk berdasarkan jam mesin yang digunakan oleh produk tersebut dikalikan tarif sebesar $5,89 per jam mesin ($5,89 = $ 435.425/73.872). Hal ini dilakukan dengan cara yang sama dengan aktivitas lainnya. Penentuan biaya berdasarkan aktivitas dan analisis profitabilitas untuk lini produk utama AIRCO merupakan tahap akhir dan ditunjukkan pada Tampilan 5.14. Perlu diingat bahwa analisis ini menunjukkan bahwa produk 5 ton, 6 ton, dan 12,5 ton tidak menguntungkan.

Analisis ABC dapat dibandingkan dengan pendekatan berdasarkan volume yang digunakan AIRCO sebelum ABC. Biaya overhead pebrik berdasarkan volume dibebankan ke produk berdasarkan tarif sebesar $12,02 per jam tenaga kerja langsung. Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel ditunjukkan pada Tampilan 5.15.

Perlu diingat bahwa metode ABC dan perhitungan biaya berdasarkan volume menunjukkan perbedaan secara signifikan yang dihasilkan bagi beberapa produk, khususnya model 6 ton dan 12,5 ton. Sementara kalkulasi terperinci dari ABC untuk produk-produk ini tidak ditampilkan, perusahaan melaporkan bahwa model 12,5 ton membutuhkan lebih banyak bahan baku yang diterima secara signifikan (penggerak biaya untuk penerimaan dan penanganan bahan baku) daripada produk lain, dan hal itu juga membutuhkan waktu Persiapan yang lebih banyak dan hubungan pelayanan pelanggan.

Dengan demikian, ABC untuk model 12,5 ton secara signifikan lebih tinggi daripada biaya berdasarkan volume. Demikian pula, produk 6 ton mempunyai biaya yang lebih tinggi berdasarkan aktivitas karena relative tingginya pemakaian waktu persiapan dan aktivitas pelayanan pelanggan. Informasi ABC menyediakan dasar yang bermanfaat bagi perusahaan untuk menjadi lebih kompetitif, contoh, dengan mempertimbangkan kembali penetapan harga produk tertentu dan mencari cara untuk meningkatkan efisiensi pemakaian aktivitasnya.

Informasi berikut ini didasarkan pada masyarakat pensiunan dan yang dibantu kehidupannya dengan 70 unit rumah aktual, yang disebut Ballhaven Homes, Inc. Ballhaven memiliki empat tingkat perawatan penduduk: hidup bebas dari perawatan, hidup dengan setengah bantuan, hidup dengan bantuan, dan perawatan jangka pendek. Masing-masing tingkat ditawarkan pada studio atau satu lantai kamar tidur yang direncanakan, kecuali hidup bebas dari perawatan, yang juga ditawarkan pada dua lantai kamar tidur yang direncanakan.

Sembilan kombinasi berbagai tingkat perawatan/lantai yang direncanakan dihargai berbeda serta dianggap sebagai objek biaya pada Ballhaven.

Saat ini ada 56 penduduk di Bellhaven, yang tersebar luas pada Sembilan objek biaya. Layanan pada Bellhaven, yang tersebar luas pada Sembilan objek biaya. Layanan pada Bellhaven mencakup perawatan bagi penduduk, pengurusan rumah tangga, pemeliharaan pekarangan dan fasilitas, pelayanan makanan, aktivitas-aktivitas penduduk, dan transportasi. Masing-masing dari keenam layanan ini adalah aktivitas yang digunakan oleh Ballhaven dalam mengembangkan model perhitungan biaya berdasarkan aktivitas untuk menentukan biaya dan profitabilitas dari masing-masing Sembilan objek biaya.

Penggerak biaya untuk setiap aktivitas adalah jumlah jam kerja karyawan dalam setiap aktivitas ini. Tarif pembebanan ABC kemudian ditentukan dari jumlah jam yang tersedia dalam setiap unit pelayanan, dan biaya ABC untuk setiap objek biaya dikalkulasikan. Tampilan 5.16 mengilustrasikan per biaya penduduk dalam masing-masing Sembilan objek biaya. Analisis perhitungan biaya berdasarkan aktivitas menyediakan informasi bermanfaat bagi Bellhaven untuk penetapan harga layanannya dan mengidentifikasi aktivitas di mana biaya dapat dikurangi dan/atau ditambahkan.

Fitur khusus dari analisis Bellhaven adalah kalkulasi biaya kapasitas yang tidak digunakan. Karena Bellhaven mempertahankan stafnya yang memadai untuk mencakup keseluruhan 70 unit dalam fasilitas, hal itu penting untuk menelusuri biaya utilitas yang terlalu rendah. Bellhaven mempunyai ruang untuk lebih dari 14 penduduk. Hal ini berarti bahwa tariff pembebanan didasarkan pada kapasitas 70 unit dan tidak dianggarkan pemakaiannya, seperti yang sering kali terjadi pada perhitungan biaya berdasarkan aktivitas.

Ketika tarif didasarkan pada kapasitas, pihak manajemen mampu untuk menentukan informasi tambahan mengenai biaya kapasitas yang tidak digunakan. ABC/M digunakan secara luas pada pemerintahan. U.S. Portal Service yang diperkenalkan pada bab ini merupakan salah satu contoh yang bagus. Contoh lainnya adalah U.S. Patent and Tredemark Office (PTO) yang menggunakan ABC untuk memahami secara lebih baik struktur biayanya. Ketika volume permintaan hak paten telah meningkat sangat besar, dan ketika PTO bukan pembayar pajak yang didukung tetapi bergantung pada biaya dari pemakai, penentuan biaya yang akurat dan pengaturan biaya yang tepat dari pemakai, penetuan biaya yang akurat dan pengaturan biaya yang tepat dari pemakai untuk berbagai layanan sangat penting.

Model ABC pada PTO digunakan di 29 aktivitas dan objek biaya mencakup hak paten utilitas, hak paten desain, hak paten pabrik, penerbitan kembali, pengujian kembali, merek dagang, dan permohonan. Salah satu hasil temuan dari implementasi perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah biaya pemrosesan merek dagang lebih tinggi daripada yang diharapkan. ABC/M dikenal paling baik aplikasinya untuk menghitung biaya produk, tetapi banyak perusahaan menemukan bahwa hal tersebut juga sangat bermanfaaat untuk menentukan biaya atas melayani pelanggan dan sebagai dasar untuk mengevaluasi profibilitas pelanggan tertentu atau kelompok pelanggan terpilih.

Mengapa pendekatan tersebut penting? Sebagian besar manajer setuju bahwa 80 persen dari laba mereka berasal dari 20 persen pelanggan terbaiknya, dan yang paling penting 20 persen dari pelanggan mereka tidak menguntungkan ! contohnya, untuk berkompetisi lebih baik dengan Wal-Mart, Best Buy bekerja keras untuk menarik pelanggan yang menguntungkan (mereka menyebutnya malaikat ) dan juga bekerja keras untuk mendorong pelanggan yang tidak menguntungkan (iblis), yaitu orang-orang yang berbelanja pada harga, mencari diskon dan promosi, serta membandingkan harga dengan Wal-Mart.

Strategi ini melibatkan peningkatan pelayanan dan penawaran diskon/promosi yang lebih sedikit. Best Buy mengkaji data demografi dan penjualan untuk setiap lokasi toko untuk mengindentfikasi malaikat dan iblis. Demikian pula, distributor makanan yang besar, CONCO, mengkaji berdasarkan pelanggannya (sebagian besar restoran) untuk mengindentifikasi pelanggan yang menguntungkan dan tidak menguntungkan.

CONCO menemukan bahwa pelanggan produk makanan tetentu dan pelanggan yang lebih cendrung menjadi pelanggan yang tidak menguntungkan. Analisis profitabilitas pelanggan (customer profitability analysis) mengidentifikasi aktivitas pelayanan pelanggan dan penggerak biaya serta menentukan profitabilitas setiap pelanggan atau kelompok pelanggan. Di sini, pelayanan pelanggan mencakup seluruh aktivitas untuk melengkapi penjualan dan memuaskan pelanggan, seperti periklanan, penjualan melalui telepon, pengiriman, penagihan, pengumpulan, pelayanan melalui telepon, penyelidikan, dan bentuk lain dari pelayanan pelanggan.

Analisis biaya pelanggan (customer cost analysis) mengidentifikasikan aktivitas dan penggerak biaya untuk melayani pelanggan sebelum dan setelah penjualan, tidak termasuk biaya produk. Secara tradisional, biaya-biaya ini tersembunyi dalam fungsi dukungan bagi pelanggan, pemasaran, dan penjualan.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

ABC/M membantu manajer untuk memahami biaya-biaya yang mereka hasilkan untuk melayani pelanggan. · Biaya pelanggan tingkat unit- sumberdaya yang dikonsumsi untuk setiap unit yang dijual kepada pelanggan. Contohnya mencakup komisi penjualan berdasarkan jumlah unit terjual atau dolar yang terjual, biaya pengriman ketika biaya pengangkutan didasarkan pada jumlah unit yang dikirimkan, dan biaya penyimpanan kembali dari setiap unit yang diretur.

· Biaya mempertahankan pelanggan – sumber daya dikonsumsi untuk melayani pelanggan tenaga memperhatikan jumlah, unit atau batch produk yang terjual.

Contohnya adalah biaya perjalanan tenaga penjualan untuk mendatangi pelanggan biaya pemprosesan laporan bulanan, dan biaya penagihan atas pembayaran yang terlambat. · Biaya saluran distribusi – sumber daya yang dikonsumsi pada setiap saluran distribusi yang digunakan oleh perusahaan untuk melayani pelanggan. Contohnya adalah biaya operasional gudang regional untuk melayani pelanggan utama dan pusat distribusi yang tersentralisasi untuk melayani toko-toko ritel kecil.

· Biaya mempertahankan penjualan – sumber daya yang dikonsumsi untuk mempertahankan aktivitas penjualan dan pelayanan yang tidak dapat ditelusuri pada setiap unit, kelompok produk, pelanggan atau saluran distribusi. Contohnya adalah pengeluaran umum perusahaan untuk aktivitas penjualan, gaji, tunjangan, dan bonus manajer penjualan umum. Tampilan 5.17 menunjukan aktivitas yang berkaitan dengan pelanggan, penggerak biaya dan masing-masing tariff, serta kategori biaya dari setiap aktivitas di Winsome Office Supply.

Aktivitas-aktivitas ini didasarkan pada hasil kajian saksama terhadap pengeluaran penjualan, administrasi, dan umum serta transaksi pelanggan selama tiga tahun terakhir. Tampilan 5.18 menunjukan aktivitas yang berkaitan dengan pelanggan yang dialami Winsome dalam penjualan kepada ketiga pelanggan utamanya, yaitu GereCo., HomeServ Inc., dan Advance Tek. Baik biaya aktivitas pelanggan, kategori biaya, maupun penggerak biayanya dilustrasikan pada tampilan 5.17 dan aktivitas yang berkaitan dengan pelanggan yang terperinci, yang dilaporkan pada tampilan 5.18, memberikan dasar untuk menganalisis biaya pelanggan.

Tampilan 5.19 menunjukkan analisis biaya pelanggan bagi ketiga pelanggan Winsome. Seperti yang diilustrasikan pada tampilan 5.18 dan 5.19, biaya untuk melayani pelanggan sering kali berbeda karena mereka tidak membutuhkan jumlah pelayanan yang sama. Jumlah pembelian ketiga pelanggan ini dari Winsome relative sama.

Namun, biaya untuk malayani pelanggan ini berkisar antara $1.555 hingga $20.395. Analisis profitabilitas pelanggan (customer profitability analysis) mengombinasikan analisis pendapatan dan biaya dari pelanggan untuk menilai profitabilitas pelanggan serta membantu mengidentifikasi tindakan untuk meningkatkan profitabilitas pelanggan. Tampilan 5.20 mengilustrasikan analisis profitabilitas pelanggan untuk Winsome.

Alasan bahwa GereCo tidak sama menguntungkannya dengan HomeServ yang berkaitan dengan aktivitas penjualan. Winsome memberikan GereCo. Jauh lebih banyak persyaratan penjualan yang lebih menguntungkan dari pada yang diberikan kepada HomeServ. GereCo juga memiliki retur dan penyisihan penjualan dalam jumlah besar; GereCo. Melakukan retur dua kali lipat dari HomeServ. Retur penjualan (sales return) adalah factor-faktor yang berkontribusi terhadap profibilitas yang rendah dari Advance Tek.

Meskipun Advance Tek. Memiliki total penjualan tertinggi, namun Advance Tek menghasilkan laba terendah diantara ketiga pelanggan. Winsome harus memerhatikan retur yang tinggi serta frekuensi permintaan dan jumlah percepatan pesanan dari Advance Tek.

Retur yang tinggi bisa jadi merupakan wujud ketidakpuasan pelanggan terhadap produk Winsome, Winsome perlu melihat penyebab retur yang tinggi sebelum kehilangan pelanggan keterlambatan pembayaran juga menambah biaya pelanggan Advance Tek. Hsl ini mungkin mengindentifikasikan ketidakpuasan Advance Tek terhadap penjualan dan pelayanan Winsome atau kelemahan dari kondisi keuangan Advance Tek. Tampilan 5.20 menunjukkan bagaimana cara menentukan profabilitas pelanggan pada suatu titik waktu tertentu.

Banyak perusahaan kini melihat pentingnya memandang nilai jangka panjang apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel pelanggan, kontribusi yang diharapkan terhadap laba selama periode sepenuhnya dimana perusahaan mempertahankan pelanggan. Kondisi ini disebut juga nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value—CLV) dan nilai tersebut dikalkulasikan sebagai nilai sekarang bersih dari seluruh estimasi laba di masa yang akan datang dari pelanggan.

Nilai sekarang digunakan karena laba dari pelanggan diharapkan berlanjut untuk beberapa tahun. Untuk menyediakan ukuran nilai pelanggan relevan yang lebih menyeluruh dan strategis, CLV memperhitungkan ekspektasi perusahaan mengenai pertumbuhan potensial laba di masa yang akan datang bagi pelangaan.

Kalkulasi CLV dapat sangat rumit, tetapi dapat diilustrasikan secara sederhana. Contohnya, asumsikan MidTown Medical Clinic membeli perlengkapan medis dari Johnson Medical Supply Company. Johnson mengalkulasikan CLV dari klinik medis dengan memproyeksikan laba dari klinik tersebut. Andaikan peramalan laba pertahun adalah sebesar $20.000 untuk tiga tahun berikutnya.

Lebih lanjut, andaikan Johnson menggunakan tingkat diskonto 6 persen (faktor diskonto relevan adalah sebesar 2,673. CLV dapat digunakan untuk mengukur nilai pelanggan atau kelompok pelanggan serta menentukan bagaimana pemasaran dan jasa pendukungnya harus dialokasikan kepada pelanggan ini untuk meningkatkan keseluruhan profitabilitas perusahaan.

Karean CLV sulit untuk meramalkan laba dimasa yang akan datang dengan tingkat keakuratan yang tinggi, dan karena pilihan dari tingkat diskonto melibatkan penilaian, CLV penting untuk membandingkan berbagai apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel dari CLV yang dibuat dengan asumsi yang berbeda –beda mengenai peramalan laba dan tingkat diskonto.

Perluasan dari CLV adalah ekuitas pelanggan (customer equity—CE) yang merupakan jumlah dari CLV untuk seluruh pelanggan perusahaan. Tujuan pemakaian CE adalah menyediakan peta bagi perusahaan untuk menggunakan CE dalam mengimplementasikan strateginya.

CE dipandang sebagai ukuran total nilai perusahaan,mirip dengan ukuran lainnya dari nilai perusahaan. Kunci untuk memahami pemicu CE yang dapat dideskripsikan pada tiga kategori umum : ekuitas nilai, ekuitas merek, dan ekuitas retensi.

Ekuitas nilai meruapakan nilai yang ditempatkan pelanggan pada produk atau jasa perusahaan karena kualitas atau fitur dibandingkan dengan harga. Ekuitas nilai lebih tinggi ketika pelanggan berfikir bahwa nilai (kualitas dan fitur) relatif tinggi dibandingkan dengan harga.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Salah satu kompenen ekuitas nilai adalah pelayanan pelanggan, yang dikaji secara luas. Contohnya, survey Bain & Company yang dilakukan terhadap 362 perusahaan pada tahun 2006 menunjukkan bahwa 80 % dari perusahaan-perusahaan tersebut merasakan bahwa mereka diberikan “ pelayanan Pelanggan “ ketika hanya 8% dari pelanggan perusahaan setuju. Secara jelas, perusahaan-perusahaan ini memiliki pekerjaan yang harus dilakukan pada ekuitas nilai mereka.

Manajemen apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel nilai adalah salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk membangun CLV setiap pelanggan dan dengan perluasan melalui ekuitas pelanggan. Ekuitas merek (brand equity) merupakan persepsi terhadap produk dan jasa perusahaan yang tidak dijelaskan oleh atribut yang obyektif.

Ekuitas merek dibentuk dengan strategi pemasaran perusahaan. Sub- penggerak utama dari ekuitas merek adalah kesadaran merek, sikap pelanggan terhadap merek, dan persepsi pelanggan terhadap etika merek. Ekuitas merek dalam konteks strategi perusahaan. Ekuitas retensi (retention equity) terdiri dari program dan aktivitas untuk membangun hubungan yang meningkatkan loyalitas pelanggan—program loyalitas yang memberikan manfaat istimewa bagi pelanggan yang sering membeli, program daya tarik yang memungkinkan pelanggan untuk memperoleh manfaat berupa harga produk yang rendah dari perusahaan lain, serta pelayanan pelanggan yang konsisten di antaranya.

Sementara ketiga penggerak ekuitas pelanggan itu penting, kajian telah menunjukkan bahwa pentingnya hubungan dari penggerak ekuitas pelanggan tersebut bervariasi dari satu industri ke industri lain. Contohnya, berbeda dengan industri penerbangan yang seringkali memangkas manfaat yang diterima oleh pilot, industri perhotelan sangat berfokus pada ekuitas retensi. Kini, hal itu jauh lebih umum untuk melihat hotel dengan program loyalitas, di mana keanggotaan pada program memicu perbaikan ruangan, kopi gratis, dan manfaat lainnya.

Hilton dan Hyatt termasuk hotel-hotel yang menjalankan program-program tersebut; hotel-hotel ini biasa disebut juga berturut-turut Hilton HHonors*, dan Hyatt Gold Passport.

CLV dan CE merupakan pendekatan yang paling tepat di mana pelanggan adalah pelanggan terakhir dari produk. Pelanggan ini disebut juga B2C (bisnis untuk menjalin hubungan dengan pelanggan- business to customer relationship), berbeda dengan hubungan B2B (bisnis kepada bisnis- business to bisiness). Dalam hubungan B2B, hubungan pelanggan dipelihara dengan berbagai cara, serta isu ekuitas merek dan retensi tidak dapat diaplikasikan.

Implementasi perhitungan /manajemen biaya berdasarkan aktivitas yang sukses membutuhkan kerja sama yang erat antara akuntan manajemen, teknisi, serta manajer produksi dan operasi. Mereka apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel bertindak sebagai satu tim dalam mengidentafikasi aktivitas, penggerak biaya, dan informasi yang dibutuhkan, baik yang bersifat keuangan maupun non-keuangan.

Perluasan dari model perhitungan biaya berdasarkan aktivitas menjadi lebih lazim untuk digunakan. Kita mendiskusikan ketika model di bawah ini ; perhitungan biaya berdasarkan aktivitas banyak tahap, akuntansi sumber daya ( resource comsumption accounting-RCA), dan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang dikendalikan oleh waktu ( time-driven activity-based costing-TDABC).

Ketigannya merespon secara langsung terhadap kompleksitas yang melekat pada pembedaan biaya sumber daya dan aktivitas pada pembebanan actual, dicatat sebagai salah satu isu implementasi di atas.

Dua model terakhir mengambil pendekatan yang berfokus pada sumber daya untuk perhitungan biaya berdasarkan aktivitas. Dalam praktik, dikarenakan oleh kompleksitas perusahaan yang disebabkan karena keragaman produk, jasa, dan proses produksi atau operasi, beberapa aktivitas merupakan objek biaya menengah untuk aktivitas lainnya ketika aktivitas lainnya dibebankan secara langsung pada objek biaya.

Untuk menangkap dan mengalkulasikan biaya secara akurat terhadap kompleksitas ini, beberapa perusahaan menggunakan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas banyak tahap daripada perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dua tahap yang dideskripsikan sebelumnya pada bab ini.

Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dengan banyak tahap (multistage ABC), biaya sumber daya dibebankan pada aktivitas tertentu yang pada gilirannya dibebankan pada aktivitas lainnya sebelum dibebankan pada objek biaya terakhir—produk, jasa, atau pelanggan perusahaan.

Aktivitas dengan banyak tahap. Setelah mengalokasikan banyak tahap, sebesar $25 dibebankan pada produk, sebesar $20 dibebankan pada aktivitas yang berkaitan dengan pelanggan, dan sebesar $25 dibebankan pada biaya yang berkaitan dengan infrastruktur (peralatan computer dan dan peranti lunak, bangunan, peralatan lainnya, dan sebagainya).

Akuntansi untuk konsumsi sumber daya (resource consumption accounting—RCA) adalah adaptasi perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang menekankan pada konsumsi sumber daya dengan sangat meningkatnya jumlah tempat penampungan biaya sumber daya, yang memungkinkan penelusuran lebih langsung terhadap biaya sumber daya pada objek biaya daripada sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dengan pusat biaya yang lebih sedikit.

RCA terutama tepat bagi organisasi besar dengan operasi yang berulang dan sistem informasi tingkat tinggi seperti yang disediakan oleh SAP, Oracle, dan SAS. Sistem informasi ini, biasanya disebut sistem perencanaan sumber daya perusahaan ( enterprise resource planning system-ERP), memungkinkan pemakain sejumlah besar pusat biaya, yang akan tidak praktis atau tidak layak dengan sistem informasi yang lebih sederhana.

Pendekatan RCA, dengan dukungan ERP, memungkinkan perincian yang jauh lebih baik pada kalkulasi biaya, dengan meningkatkan jumlah pusat biaya sehingga menigkatkan pe;uang biaya oenelusuran secara langsung pada produk dan jasa, tujuannya adalah pembebanan biaya hanya didasarkan pada sebab-akibat. Konsep penting RCA mencakup perhitungan biaya variable, hubungan timbal-balik sumber daya, informasi biaya tingkat terperinci pada tingkat sumber daya, perlakuan terhadap kapasitas menganggur atau berlebihan, serta pemakaian depresiasi biaya penggantian.kita akan mempertimbangkannya masing-masing.

Pertama, ada focus pada perhitungan biaya variable sebagai tujuan dari RCA untuk menelusuri biaya secara langsung ke objek biaya dengan pemakaian banyak pusat biaya dan dengan menghindari setiap alokasi biaya yang tidak mencerminkan pemakaian sumber daya oleh objek biaya. Kedua, seperti pada perhitungan biaya berdasarkan aktivitas banyak tahap, hubungan timbal-balik antara aktivitas dengan tempat penampungan biaya di pertimbangkan secara langsung pada RCA.

Ketiga, keunggulan penting dari RCA, disediakan sebagian oleh dukungan ERP, yang merupakan informasi biaya terperinci yang tersedia pada tingkat sumber daya sehingga informasi biaya dapat dikumpulkan atau dilacak pada banyak tingkat anatara sumber daya dan objek.

Keempat, karena informasi terperinci telah tersedia, RCA mampu menghubungkan biaya dari kapasitas menganggur atau berlebihan ke pusat biaya yang tepat. Kelima, pendekatan RCA menggunakan ukuran depresiasi berdasarkan biaya penggantian beban depresiasi di dasarkan pada estimasi biaya penggantian untuk aktiva dari pada biaya pembelian, seperti pada akuntansi konvensional.

Pendekatan yang berhubungan dengan pusat sumber daya lainnya untuk implementasi sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang besar didasarkan pada ide bahwa kompenen umum pada pemanfaatan aktivitas adalah unit waktu.

Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas menelusuri dan membebankan kembali beban sumber daya ke aktivitas yang mengonsumsinya dan kemudian lebih lanjut membebankan kembali secara proporsional ke objek biaya akhir berdasarkan jumlah setiap penggerak biaya aktivitas. Ketika jumlah besar dari biaya aktivitas perusahaan berada pada proses yang berulang (mirip pada contoh RCA diatas), pembebanan biaya dapat didasarkan pada rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas.

Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang dkendalikan oleh waktu (time driven activity based costing—TDABC) membebankan biaya sumber daya secara langsung ke objek biaya dengan menggunakan biaya per unit waktu penyediaan sumber daya, bukan dengan pertama membebankan biaya ke aktivitas dan kemudian dari aktivitas ke objek biaya. TDABC menyediakan secara langsung untuk mengukur kapasitas yang tidak digunakan. Untuk mengilustrasikannya, kita perlu memerhatikan aktivitas, memvalidasi alamat surat, pada fasilatas pemprosesan kartu kredit dan kita mengasumsikan ada 10.000 validasi per tahun.

Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas secara tradisional dikalkulasikan, kita asumsikan, sebesar $ 10,00 per validasi dan kemudian membebankan tarif ini untuk membebankan biaya aktibitas ke objek biaya diamana aktivitas dikonsumsi.

Sebaliknya, TDABC memerhatikan waktu standar untuk setiap validasi, misalnya, 17 menit untuk setiap validasi. TDABC menghitung biaya per menit sumber daya yang melakukan aktivitas pekerjaan. Pada contoh ini, kita asumsikan empat pekerja tata usaha dibayar sebesar $45.000 setiap tahun untuk bekerja pada validasi, dan kita estimasikan bahwa setengah total waktu produktif dari setiap pekerjaan tata usaha dihabiskan untuk melakukan aktivitas validasi alamat surat.

TDABC mengalkulasikan total biaya sebagai $45.000 x 4 karyawan x 50% dari waktunya = $90.000; kemudian TDABC mengalkulasikan total waktu yang tersedia untuk aktivitas seperti 180.000 menit (asumsikan 30 jam per minggu dengan cuti 2 minggu: 50% x 4 pekerja x 50 minggu x 30 jam x 60 menit per jam = 180.000 menit per tahun).

Tarif TDABC untuk aktivitas adalah sebesar $50 per menit ($90.000/180.000). Biaya aktivitas validasi tertentu adalah sebesar $0,50 x 17 menit = $8,50; jika dibutuhkan waktu untuk melakukan validasi selama 20 menit, kemudian alokasinya akan menjadi $0,5 x 20 = $10. TDABC kemudian dapat mengalkulasikan biaya kapasitas yang tidak digunakan dengan cara menetukan biaya aktivitas dan mendapatkan biaya bersih dari total beban. Pada contoh ini, biaya aktivitas TDABC di kalkulasikan sebagai $85.0000 ( yaitu, 17 menit x 10.000 validasi x $0,50 / validasi).

Hal ini berarti bahwa kapasitas yanmg tidak digunakan sebesar $5.000 ( atau 10.000 menit dengan $ 0,50 per menit ) secara potensial tersedia digunakan bagi pekerjaan lainnya.

TDABC dapat diperluas untuk mencakup kompleksitas pada aktivitas, pada apa yang disebut persamaan waktu. Contohnya, kita asumsikan waktu untuk memvalidasi alamat meningkat secara signifikan untuk alamat internasional-dibututhkan tambahan waktu 22 menit. Kemudian persamaan waktu dapat ditentukan sebagai berikut : Perbedaan antara TDABC dengan ABC adalah TDABC peka terhadap kapasitas dan menghitung biaya aktivitas standar dengan menggunakan tarif standar, yaitu tarif penggerak biaya yang tetap konstan.

Sebaliknya, ABC mungkin tidak menvakup ,kapasitas, seperti pada kasus HBT dan AIRCO Ltd yang disajikan sebelumnya ( meskipun biaya kapasitas dapat dimasukan kedalamnya, seperti pada kasus Bellhaven). ABC menghitung biaya aktivitas setiap periode sebagai biaya aktual dan biaya per unit objek biaya akhir berfluktuasi setiap periode.

TDABC membutuhkan investasi awal untuk mengukur waktu aktivitas terus memeliharanya. Perlu diingat bahwa perhitungan biaya berdasarkan aktivitas depat diadaptasi untuk jumlah waktu aktivitas, dengan maksud meningkatkan keakuratan tarif ABC.

Contohnya, ABC yang menggunakan jumlah persiapan untuk membebankan biaya persiapan malahan dapat ditingkatkan dengan menggunakan jumlah waktu persiapan yang digunakan untuk setiap persiapan. Biaya perbaikan merupakan kebutuhan untuk menentukan waktu yang yang dianggarkan untuk aktivitas dan waktu aktual untuk setiap persiapan.

Namun perlu dicatata bahwa adaptasi ABC ini berbeda dari TDABC; TDABC menggunakan waktu untuk menggerakkan biaya secara langsung dari sumber daya untuk membebankan biaya ke objek biaya-tidak ada pembebanan biaya sumber daya ke aktivitas dan kemudian dari aktivitas ke objek biaya. Contoh yang megilustrasikan adaptasi ABC yang mencakup waktu adalah sebagai berikut. Perhatikan ketiga aktivitas-persiapan mesin, inspeksi, dan pengemasan-membutuhkan rata-rata waktu secara berturut-turut 80 menit, 15 menit, dan 20 menit.

Berdasarkan ABC, penggerak biaya untuk konsumsi aktivitas pada aktivitas-aktivitas ini didasarkan pada total biaya aktivitas dibagi dengan jumlah menit yang tersdia untuk aktivitas tersebut. Contohnya, jika total biaya persiapan adalah sebesar $50.000, da nada kapasitas dengan waktu persiapan selama 1.250 menit, kemudian tarif aktivitas adalah sebesar $50.000/1.250 = $40 per menit. Pendekatan ini dapat meningkatkan aplikasi ABC ketika waktu aktual digunakan untuk membebankan biaya.

Contohnya, jika waktu persiapan untuk persamaan pelanggan khusus membutuhkan waktu tambahan selama 15 menit, biaya persiapan yang dibebankan sebesar $40 per menit akan didasarkanj pada total waktu 80 + 15 = 95 menit: 95 menit x $40 = $3.800.

Kerugian TDABC adalah ketrgantungannya pada tingkat keakuratan estimasi waktu : selain itu, upaya untuk menentukan estimasi waktu sangat menhabiskan waktu dan mahal. Beberapa apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel tidak dikendalikan oleh waktu dan tidak dimasukan ke TDABC secara menyeluruh; misalnya, pada perusahaan kimia, biaya aktivitas persiapan dan pembersihan melibatkan biaya bahan baku yang signifikan, terpisah dari biaya waktu yang dilibatkan.

Namun, biaya bahan baku dapat dimasukan ke TDABC yang dimodifikasi dimana jumlah pon bahan baku dapat digunakan, bukan jumlah menit persiapan atau pembersihan; hal ini merupakan kombinasi dari perhitungan biaya berdasarkan aktivitas yang dikendalikan oleh waktu dan jumlah pon.

Pada akhirnya, karena perbedaanya dari sumber daya dan aktivitas, ABC yang masih tradisional pada beberapa kasus dapat menyediakan kerangka yang lebih baik untuk megidentifikasi peluang penghematan biaya, sementara TDABC dapat menyediakan kerangka yang lebih baik untuk mengidentifikasi kapasitas yang tidak digunakan.

Carter Company memproduksi dua produk, yaitu Deluxe dan Regular, dan menggunakan sistem alokasi biaya dua tahap secara apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel. Tahap pertama membebankan seluruh biaya overhead pabrik pada dua departemen produksi A dan B, berdasarkan jam mesin. Tahap kedua menggunakan jam tenaga kerja langsung untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik pada masing-masing produk.

Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing—ABC) merupakan metode untuk menemukan biaya yang akurat. Sementara ABC merupakan inovasi yang relatif baru dalam akuntansi biaya, ABC dapat digunakan secara cepat oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dan dalam organisasi pemerintahan dan nirlaba. Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini tetapi kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan yang penulis miliki.

Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan untuk perbaikan ke depannya. Pasar modal adalah tempat jual-beli saham. Pengertian pasar modal ini banyak dipahami masyarakat awam. Padahal, kegiatan di capital market gak cuma jual-beli saham, lho ! Di Indonesia, capital market cuma ada satu yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Instrumen investasi atau efek yang tersedia di bursa gak cuma saham. Masih ada obligasi, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), dan derivatif.

Bagi kamu yang mau investasi di capital market, kamu harus mengetahui serba-serbinya. Dari pengertian pasar modal, fungsi, manfaat, apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel dan pihak yang terlibat, instrumen, keuntungan vs risiko, hingga perbedaannya dengan pasar uang.

Buat jadi investor handal, kamu perlu mengetahui pengertian pasar modal, fungsi, manfaat, para pelakunya, hingga instrumen yang diperdagangkan dan bisa jadi investasi. Yuk, simak ulasan lengkap berikut! Pengertian pasar modal dan sejarahnya Menurut UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pengertian pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

Pengertian pasar modal menurut undang-undang ini agak berbeda dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut BEI, pengertian pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksadana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.

Pasar ini juga bertindak sebagai sarana pendanaan dari perusahaan maupun institusi milik pemerintah, sekaligus sarana berinvestasi. Intinya, hampir seluruh negara di dunia ini memiliki capital market untuk memfasilitasi permintaan dan penawaran modal bagi masyarakat, pemerintah, dan industri.

Di Indonesia, kegiatan pasar modal telah ada sejak 1880 dalam bentuk kegiatan jual beli saham dan obligasi. Namun, bursa resmi didirikan pada masa penjajahan Belanda, tepatnya 1912 bernama Vereniging voor Effectenhandel. Seiring waktu, ada dua bursa di Indonesia yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya.

Bursa ini merger pada akhir 2007 dan resmi menyandang nama Bursa Efek Indonesia pada awal 2008. Fungsi pasar modal Meski jadi tempat jual-beli efek, fungsi capital market gak cuma kegiatan tersebut. Yuk, kenali fungsi pasar modal berikut: 1.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Sarana penambah modal usaha Bagi perusahaan, capital market bisa jadi sarana tambah modal usaha. Caranya dengan lepas saham ke publik atau menerbitkan surat utang alias obligasi. Lewat cara ini, perusahaan akan mendapatkan dana segar. Bagi perusahaan yang hendak melepas saham, caranya dengan penawaran umum saham perdana alias IPO. 2. Sarana pemerataan pendapatan Apa iya capital market bisa berdampak pada pemerataan pendapatan?

Jawabannya betul banget! Contohnya nih pembagian dividen alias keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Atau penjualan saham yang sudah dimiliki. Itu sebabnya penjualan saham dan dividen dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan dalam jangka panjang.

3. Sarana peningkatan produksi Tambahan modal yang didapat lewat penerbitan obligasi atau IPO saham tentunya bakal nambah kesehatan keuangan perusahaan. Akan digunakan untuk apalagi kalau bukan meningkatkan produksi? Makanya perusahaan-perusahaan yang IPO atau menerbitkan obligasi biasanya langsung melesat kinerja perusahaannya. 4. Sarana menciptakan lapangan kerja Keberadaan pasar modal mendorong perkembangan industri lain.

Maka, gak heran jika adanya pasar modal berdampak positif pada lapangan kerja baru. 5. Meningkatkan pendapatan negara Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham akan dikenakan pajak pemerintah. Makanya, pemasukan pajak bisa bertambah seiring kinerja emiten yang kian membaik. 6. Indikator perekonomian negara Aktivitas dan volume transaksi capital market suatu negara bisa menjadi indikator perekonomian negara.

Semakin tinggi, berarti kegiatan bisnis di negara tersebut berjalan bali. Pun sebaliknya. Manfaat pasar modal Pasar modal memiliki beberapa manfaat bagi yang bisa dirasakan oleh berbagai pihak yaitu negara, emiten, dan masyarakat. Ingin tahu apa fungsi dan manfaat yang bisa didapat oleh tiga pihak ini? 1. Bagi negara Bagi negara, pasar modal memiliki fungsi sebagai berikut: • Meningkatkan pendapatan nasional • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi • menciptakan lapangan kerja baru 2.

Bagi para emiten dan perusahaan publik Sementara itu bagi para emiten dan perusahaan publik, pasar ini bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk: • Sarana menghimpun dana dalam jumlah besar dalam waktu singkat • Meningkatkan solvabilitas dan citra perusahaan atau emiten • Mengurangi ketergantungan emiten terhadap bank 3.

Bagi masyarakat Kegunaan pasar modal bagi masyarakat antara lain adalah • Menjadi sarana berinvestasi dengan membeli produk yang nilainya mengikuti pertumbuhan ekonomi. • Memperoleh keuntungan berupa dividen dari para emiten. Pelaku pasar modal dan pihak yang terlibat Berikut ini pihak-pihak yang berada dalam struktur pasar modal Indonesia.

• Otoritas Jasa Keuangan (OJK) • Bursa efek • Lembaga kliring dan penjaminan (LKP) • Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) • Perusahaan efek • Penjamin emisi efek • Perantara pedagang (broker) • Manajer investasi • Penasihat investasi • Lembaga penunjang pasar modal 1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) OJK adalah lembaga yang melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari dari kegiatan pasar modal. Kehadiran mereka bertujuan untuk menciptakan kegiatan yang teratur, wajar, dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat.

OJK berwenang memberi izin usaha kepada bursa efek, lembaga kliring, dan penjamin, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, reksadana, perusahaan apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel, penasihat investasi, dan biro administrasi efek. Selain itu, OJK juga punya wewenang untuk memberi izin usaha perseorangan bagi wakil penjamin emisi efek, wakil perantara pedagang efek, wakil manajer investasi, dan memberi persetujuan bagi bank kustodian. 2. Bursa efek Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli efek.

Efek sendiri adalah surat berharga pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek. Bursa efek di Indonesia bernama BEI. 3. Lembaga kliring dan penjaminan (LKP) LKP adalah pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan atas penyelesaian transaksi di bursa. LKP tentunya punya izin usaha apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel OJK, dan mayoritas saham LKP dimiliki bursa efek dengan anggota pemegang sahamnya antara lain adalah perusahaan efek, biro administrasi efek, bank kustodian, dan pihak lain atas persetujuan Bapepam.

Tugas LKP adalah menetapkan peraturan mengenai kegiatan kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa.

Termasuk di antaranya adalah biaya pemakaian jasa. Di Indonesia lembaga ini bernama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). 4. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) LPP adalah pihak yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral bagi bank kustodian, perusahaan efek, dan pihak lain. LPP wajib menetapkan peraturan mengenai jasa kustodian sentral dan jasa penyelesaian transaksi efek. Di Indonesia, nama lembaga ini adalah Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Saham KSEI dipegang oleh bursa efek, perusahaan efek, biro administrasi efek, bank kustodian, atau pihak lain atas persetujuan OJK. 5. Perusahaan efek Perusahaan ini adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara perdagangan efek, dan atau manajer investasi yang telah dapat izin dari OJK. 6. Penjamin emisi efek Pihak ini adalah apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel yang membuat kontrak dengan emiten untuk melakukan penawaran umum.

Mereka pun kadang bisa saja membeli sisa efek yang tidak terjual. Intinya, tugas mereka adalah membantu emiten dalam rangka mempersiapkan pernyataan pendaftaran berikut dokumen pendukungnya, memberikan konsultasi di bidang apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel, melakukan evaluasi terhadap kondisi perusahaan antara lain keuangan, pemasaran, dan produksi berikut prospeknya dan menentukan harga saham bersama emiten.

7. Perantara pedagang ( broker ) Pihak ini melakukan kegiatan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain. Broker akan menyediakan data dan informasi bagi kepentingan pemodal, dan memberikan rekomendasi perdagangan untuk nasabah. 8. Manajer investasi Pihak ini bertugas untuk mengelola portofolio efek bagi para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank.

Manajer investasi juga harus membuat kontrak dengan bank kustodian untuk pembuatan produk reksadana.

9. Penasihat investasi Pihak ini akan memberikan nasihat pada pihak lain terkait penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbal jasa. Akan tetapi, mereka semua tentunya sudah mendapat izin usaha dari OJK. 10. Lembaga penunjang pasar modal Selain lembaga-lembaga di atas, ada juga lho pihak lain yang sifatnya menjadi lembaga penunjang.

Mau tahu siapa saja? a. Kustodian Pihak ini adalah yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek. M ereka juga akan dititipi dividen, bunga, dan hak-hak lainnya yang didapat investor. Kustodian juga bertindak mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Kustodian adalah lembaga penyimpanan, penyelesaian, perusahaan efek, atau bank umum yang mendapat izin OJK. b. Biro administrasi efek Pihak ini melaksanakan pencatatan pemilikan efek berdasarkan kontrak dengan emiten.

Perusahaan yang bertindak sebagai biro administrasi efek juga harus memiliki izin dari OJK. c. Wali amanat Pihak ini mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat utang, baik di dalam maupun luar pengadilan. Kegiatan wali amanat dapat dilakukan oleh bank umum dan pihak lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah dan terdaftar di OJK. d. Pemeringkat efek Lembaga pemeringkat efek di Indonesia adalah Pefindo. Tugas utama mereka adalah menyediakan suatu peringkat atas risiko kredit yang objektif, independen, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Pefindo juga menerbitkan dan mempublikasikan informasi kredit sehubungan dengan pasar perdagangan efek. Publikasi itu dapat berupa opini kredit atas perusahaan penerbit apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel serta sektor aset acuannya. e. Profesi penunjang Profesi penunjang dapat berupa akuntan, konsultan hukum, penilai, notaris, dan profesi lain yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah.

Namun semua profesi ini wajib terdaftar di OJK dulu, sebelum dapat melakukan kegiatannya di pasar modal. f. Emiten dan perusahaan publik Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum (menawarkan dan menjual efeknya ke masyarakat). Emiten bisa berbentuk perorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisir.

Selain efek berupa surat berharga pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek, mereka juga bisa menawarkan sukuk.

Sukuk adalah efek syariah di mana akad dan penerbitannya harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Berikan perlindungan finansial terbaik untuk dirimu dan keluarga dengan asuransi syariah. Produk pengelolaan keuangan dari asuransi syariah akan memberi jaminan pertanggungan untuk berbagai kebutuhan dan pengeluaran dengan mengikuti ketentuan sesuai syariat.

Instrumen pasar modal Bicara soal instrumen pasar modal, di poin sebelumnya kita telah lebih dulu menyinggung “efek.” Nah efek inilah yang nantinya menjadi sebuah instrumen investasi.

Secara garis besar, ada lima instrumen pasar modal. • Saham • Obligasi • Reksadana • Exchange Traded Fund (ETF) • Derivatif 1. Saham Saham adalah surat berharga yang dijadikan sebagai bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Produk pasar modal ini dinilai sangat populer di kalangan investor sektor pasar modal. Mengelola saham pribadi Salah satu cara yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mendapatkan dana adalah dengan menjual saham.

Saham tersebut dijual di bursa efek yang kemudian bisa dibeli oleh masyarakat atau instansi dalam bentuk investasi. Pada dasarnya, kamu bebas memilih saham dari perusahaan yang mana aja, namun tentu disarankan untuk mengutamakan yang terpercaya dan memberikan keterbukaan informasi yang lengkap kepada para investornya. Untuk membeli saham, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuka rekening efek terlebih dulu di perusahaan sekuritas. Keuntungan menjadi investor saham Terdapat beberapa keuntungan yang kamu bisa dapatkan dengan menjadi investor saham, antara lain: • Bisa meraih dividen atau keuntungan dari kinerja bisnis positif yang diperoleh perusahaan.

• Meraih capital gain atau selisih dari harga saham yang dibeli dengan harga saham yang dijual. Misalnya, kamu membeli saham perusahaan Retno Abadi di harga Rp500 per saham, kemudian kamu menjualnya di harga Rp1.200 per saham, maka capital gain yang didapatkan sebesar Rp700 per saham.

2. Obligasi Obligasi adalah bukti surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan maupun negara. Biasanya penerbitan obligasi dibeli masyarakat atau investor yang ingin memperoleh keuntungan karena ada selisih antara nilai pokok utang dan kupon bunga. Nilai pokok utang adalah nilai dari obligasi itu sendiri. Sementara kupon bunga adalah keuntungan atau kelebihan yang didapatkan oleh pembeli obligasi.

Adapun contoh obligasi, antara lain: • Obligasi korporasi, biasa diterbitkan perusahaan BUMN, BUMD, swasta • Obligasi syariah • Sukuk (syariah) • Surat Berharga Negara (SBN) • Surat Utang Negara (SUN) • Efek Beragun Aset (EBA). Penerbitan obligasi yang dilakukan perusahaan atau negara bertujuan meringankan masalah keuangan. Bagi sebuah perusahaan, biasanya mereka ingin melakukan ekspansi bisnis. Sedangkan bagi negara untuk membiayai defisit APBN, mengurangi jumlah utang, dan menutup kekurangan kas jangka pendek.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Pembelian obligasi harus diwakili oleh suatu perusahaan sekuritas. Pihak broker di dalam perusahaan sekuritas akan menganalisis obligasi dengan maksud mengantisipasi segala risiko kerugian yang sewaktu-waktu bisa terjadi akibat pihak penerbit obligasi gagal membayar nilai pokok utang dan kupon bunga.

Keuntungan menjadi investor di obligasi Ada beberapa keuntungan yang kamu dapatkan ketika menjadi investor di obligasi, antara lain: • Bunga kupon obligasi di atas Saving Bond Ritel (SBR009) adalah 6,30% pa. • Memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibanding investasi saham dan keuntungannya lebih tinggi dari deposito. 3. Reksadana Reksadana adalah salah satu investasi paling direkomendasikan bagi pemula.

Karena hanya dengan apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel Rp10 ribu, kamu sudah bisa membeli produk ini. Ada empat jenis reksadana yang cukup populer di Indonesia, yakni Reksadana Pasar Uang, Reksadana Tetap, Reksadana Saham, dan Reksadana Campuran. Selain itu terdapat reksadana syariah yang mana sistemnya berlandaskan prinsip dan ketentuan islami sehingga terhindar dari keuntungan atas bunga riba. Bursa efek memberikan produk reksadana khusus investor yang gak ingin mendapat risiko besar, seperti kerugian.

Terlebih, dana investasi yang dikeluarkan lebih kecil bila dibandingkan produk saham. Pada penerapannya, produk reksadana dirancang oleh manajer investasi.

Sementara itu pembeliannya bisa dilakukan di agen penjual reksadana atau lewat manajer investasinya secara langsung. Keuntungan menjadi investor di reksadana Investor akan mendapat beberapa keuntungan dari reksadana, antara lain: • Pemodal atau investor gak perlu modal besar. • Risikonya bervariatif, ada yang rendah dan ada yang tinggi • Mudah menentukan jenis reksadana yang dipilih.

• Efisiensi waktu karena dikelola oleh manajer investasi. 4. Exchange Traded Fund (ETF) ETF atau Exchange Traded Fund adalah jenis investasi yang hampir sama dengan reksadana, bedanya produk ETF yang diperdagangkan lebih banyak ke saham-saham perusahaan yang ada di bursa efek.

Pembelian produk ETF harus melewati beberapa perusahaan sekuritas. Sementara itu proses transaksinya bisa menggunakan aplikasi trading yang mereka sediakan. Sekuritas-sekuritas penyedia produk ETF antara lain adalah. • Bahana Sekuritas. • Mandiri Sekuritas. • Phillip Sekuritas Indonesia. • Sinarmas Sekuritas. • Indopremier Sekuritas.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Keuntungan menjadi investor di ETF Berikut keuntungan yang diperoleh jika menjadi investor di ETF, antara lain: • Dapat dibeli dan dijual kapan saja, asalkan masih jam perdagangan di pasar modal Indonesia. • Biaya dan risiko yang sangat rendah. • Sarana untuk belajar investasi saham • Cakupan yang sangat luas karena membeli satu ETF sama dengan memiliki puluhan saham-saham unggulan yang telah dipilih perusahaan sekuritas bersangkutan.

5. Derivatif Jenis investasi berikutnya adalah surat berharga derivatif. Derivatif merupakan produk turunan, dan bentuknya adalah sebuah kontrak perdagangan bukan aset keuangan riil. Ada tiga jenis derivatif yang perlu diketahui, yaitu opsi, kontrak berjangka, dan swap. Namun khusus di BEI, derivatif yang tersedia adalah derivatif keuangan, di mana instrumennya dapat berupa saham, obligasi, indeks saham, indeks obligasi, mata uang (currency)tingkat suku bunga dan instrumen-instrumen keuangan lainnya, dan bentuknya adalah kontrak berjangka.

Produk derivatif itu antara lain adalah: • IDX LQ45 Futures: Suatu perjanjian yang mewajibkan para pihak untuk membeli atau menjual sejumlah Underlying pada harga dan dalam waktu tertentu di masa yang akan datang.

LQ45 Futures menggunakan underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai benchmark saham-saham di Pasar Modal Indonesia. • Indonesia Government Bond Futures (IGBF): Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) atau IGBF) adalah suatu perjanjian yang mewajibkan para pihak untuk membeli atau menjual sejumlah Surat Utang Negara pada harga dan dalam waktu tertentu di masa yang akan datang.

Produk derivatif cenderung diperuntukan bagi investor senior yang sudah terlebih dulu berinvestasi di sektor saham, atau instrumen tinggi risiko lainnya. Investasi di produk ini erat kaitannya dengan spekulasi, oleh karena itu risikonya terbilang cukup tinggi.

Dari lima produk pasar modal ini, beberapa di antaranya tersaji juga di instrumen pasar modal syariahnamun dengan sistem pembagian keuntungan yang berbeda. Temukan pilihan perlindungan finansial dari Asuransi Garda Oto supaya kamu tidak perlu lagi khawatir dengan mahalnya biaya perawatan dan perbaikan kerusakan mobil di bengkel. Dengan jaminan finansial dari Asuransi Garda Oto, dana tabungan dan investasimu jadi aman. Keuntungan dan risiko investasi di capital market Berinvestasi di capital market tentunya ada keuntungan dan risikonya.

Apalagi kamu yang memilih saham sebagai investasi. Meski potensi untung gede, tapi risikonya juga tinggi. Biar kamu mendapatkan gambaran mengenai capital market, yuk simak keuntungan dan risikonya!

1. Keuntungan investasi di pasar modal Dibandingkan dengan instrumen investasi lain, menanamkan modal di bursa efek memberi 5 keuntungan utama, yaitu: • Cara pencairan yang mudah • Bisa dilakukan dengan dana kecil • Tingkat keuntungan cukup besar • Nilai investasi bisa terus berkembang • Bisa digunakan sebagai jaminan karena pengajuan pinjaman dengan agunan saham adalah sah di mata undang-undang di Indonesia. 2. Risiko berinvestasi di pasar modal Semua instrumen investasi memiliki risiko masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Di pasar modal ada dua risiko yang bisa aja terjadi, yaitu capital loss dan likuidasi perusahaan. • Capital loss adalah selisih negatif harga penjualan instrumen pasar modal (saham, obligasi, reksa dana) dengan harga beli. Singkatnya, selisih ini menjadi kerugian bukan keuntungan seperti capital gain.

• Likuidasi perusahaan adalah pembubaran badan usaha karena dinyatakan bangkrut. Pemegang obligasi mendapat haknya terlebih dahulu, sedangkan pemegang saham biasanya paling akhir mendapat hak (kalau masih ada sisa penjualan aset perusahaan).

Perbedaan capital market dan pasar uang Dalam istilah keuangan, kita juga pernah mendengar istilah pasar uang.

Lantas apa yang menjadi perbedaan antara pasar modal dengan pasar uang ? Bicara soal definisi pasar uang, pasar uang adalah pasar yang mempertemukan permintaan dan penawaran dana jangka pendek antara 1–360 hari apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel calon penanam dan pencari modal. 1. Jangka waktu Meski sama-sama dimanfaatkan investor dan pencari modal untuk menambah dana segar.

Namun jangka waktunya beda. Seperti yang telah dijelaskan di atas di definisi pasar uang dan pasar modal, pasar uang kerap dimanfaatkan untuk keperluan jangka pendek. Investor maupun pendana mengharapkan bunga dalam waktu cepat. Namun pasar modal adalah untuk jangka panjang.

Bentuk imbal hasilnya adalah apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel capital gain maupun dividen. 2. Instrumen Instrumen pasar uang antara lain adalah, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang, Sertifikat Deposito, Banker’s Acceptance, Commercial Paper, Interbank Call Money, dan Promisory Notes.

Sementara itu untuk produknya pasar modal, sudah dijelaskan di atas kan. Ada saham, obligasi, reksadana, ETF, hingga derivatif.

3. Otoritas tertinggi Otoritas tertinggi dalam pasar modal adalah OJK. Sementara itu dalam pasar uang, otoritas tertingginya bukan OJK, melainkan Bank Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel. Sekolah pasar modal Sudah tahu belum bahwa ada Sekolah Pasar Modal alias SPM.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah apa sih fungsinya sekolah ini? Sekolah ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan dengan pasar modal. Daripada nyari edukasi di tempat lain yang belum tentu terpercaya, mending di sini saja sekaligus sama pelaku-pelaku pasarnya.

SPM ini bisa dilakukan dengan metode tatap muka atau online. Setelah membaca dan memahami artikel pasar modal, mungkin kamu sudah memiliki pondasi untuk berinvestasi di pasar modal. Investor ulung di Indonesia, Lo Kheng Hong, pernah bilang bahwa, “harta karun terbesar di dunia ada di pasar modal, bukan di bawah laut, nilainya nyata dan transparan, sangat disayangkan jika seseorang tidak mengenal pasar modal.” Sekedar informasi saja, saham PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), adalah saham yang dibeli Lo pada 2005 dengan harga Rp250 per lembar.

Dia pun membeli pelan-pelan hingga akhirnya terkumpul 8,29 persen dari total saham MBAI di portofolionya. Setelah enam tahun dia menyimpan saham itu, saham MBAI pun terbang hingga jadi Rp31.500 per lembar.

Bayangin aja pak Lo untung 12.500 persen! Sementara itu dia punya 75 juta lembar saham. Itu berarti kekayaannya pada tahun 2011, dari saham ini saja adalah 75 juta lembar x Rp31.500 = Rp2,36 triliun. Syarat pencatatan saham di BEI Berikut ini syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagaimana dikutip dari gopublic.idx.co.id.

Kriteria Saham Obligasi Papan Utama Papan Pengembangan Good Corporate Governance Badan Hukum Perseroan Terbatas (PT) Perseroan Terbatas (PT) Badan Usaha Komisaris Independen Yes (Min. 30%) Yes (Min. 30%) Yes Komite Audit & Unit Audit Internal Yes Yes Yes Sekretaris Perusahaan Yes Yes Yes Akutansi & Keuangan Masa Operasional (membukukan pendapatan usaha) ⪯ ⪰ 36 bulan ⪰12 bulan ⪰3 tahun Laba Usaha >1 tahun Boleh rugi (dengan syarat berdasarkan proyeksi di akhir tahun kedua sejak listing ada laba usaha & laba bersih >1 tahun LK Audited Min.

3 tahun (2 thn WTM) Min. 12 bulan (1 tahun WTM) Min. 3 tahun, WTM Permodalan NTA*> Rp100 miliar NTA*> Rp5 miliar Ekuitas ⪰ Rp20 miliar Op. Profit ⪰ Rp1 M & MarCap ⪰ Rp100 M Revenue ⪰ Rp40 M & MarCap ⪰ Rp200 M Struktur Permodalan Jumlah saham yang ditawarkan kepada publik Min. 300 juta lembar saham dengan ketentuan: 1. Nilai ekuitas kurang dari Rp500 M, total saham sebesar 20% 2.

Nilai ekuitas antara Rp500 M – Rp2 T, total saham sebesar 15% 3. Nilai ekuitas lebih dari Rp2 T, total saham sebesar 10% Min. 150 juta lembar saham dengan ketentuan: 1. Nilai ekuitas kurang dari Rp500 M, total saham sebesar 20% 2. Nilai ekuitas antara Rp500 M – Rp2 T, total saham sebesar 15% 3. Nilai ekuitas lebih dari Rp2 T, total saham sebesar 10% n/a Pemegang Saham ⪰ 1000 pihak ⪰ 500 pihak n/a Harga Saham Perdana ⪰ Rp100 apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel Rp100 n/a Apakah saham investasi yang tepat?

Investasi yang tepat adalah investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu dan mampu mengalahkan laju inflasi. Nah biar gak salah pilih, kamu bisa mencari tahu investasi yang sesuai dengan mengisi Kuis Profil Risiko Investasi Lifepal berikut: Unit link instrumen investasi capital market atau bukan?

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Unit link adalah asuransi jiwa yang memberikan manfaat investasi. Jadi, jika kamu membeli unit link, maka kamu mendapatkan manfaat asuransi plus investasi. Bisa dikatakan bahwa asuransi unit link berkaitan erat dengan pasar modal. Apabila saat pasar modal sedang turun nilainya, ada kemungkinan juga nilai investasimu ikut turun. Begitu pula sebaliknya. Kenapa bisa demikian? Sebab komposisi portofolio investasi dalam produk unit link terdiri dari apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel pasar modal selain instrumen pasar uang.

Karena itu, sangat disarankan untuk memahami lebih dulu kalau kamu belum benar-benar memahaminya. Pengin tahu lebih lanjut tentang investasi atau kamu punya pertanyaan seputar investasi? Kunjungi laman para ahli di Tanya Lifepal ! Pertanyaan seputar capital market Pengertian pasar modal menurut UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

Pengertian pasar modal menurut BEI berbeda dengan pengertian pasar modal di atas. Pengertian pasar modal menurut BEI adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksadana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.

Berikut ini pelaku dan pihak yang berada dalam struktur pasar modal Indonesia: • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) • Bursa efek • Lembaga kliring dan penjaminan (LKP) • Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) • Perusahaan efek • Penjamin emisi efek • Perantara pedagang (broker) • Manajer investasi • Penasihat investasi • Lembaga penunjang pasar modal. Copyright © 2022 Lifepal.

Bekerjasama dengan © 1992 PT Anugrah Atma Adiguna adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 60-2001/APPARINDO/2019.

Semua apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel yang tertulis termasuk rating dilakukan oleh rekan pialang kami. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan.

Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.
Kas kecil merupakan sebuah elemen penting dalam mencatat transaksi bisnis Anda. Mengingat akan perannya yang krusial bagi perusahaan Anda, maka Anda harus cermat dalam melakukan pengelolaan dana ini. Berbicara kas kecil, maka mau tidak mau hal ini akan berkaitan erat dengan laporan keuangan bisnis Anda.

Bagaimana korelasi kas kecil dalam laporan keuangan dan apa saja fungsi dan prosedur pengelolaannya yang tepat? Berikut ulasannya. Daftar Isi • 1 Kaitan Kas Kecil dengan Laporan Keuangan • 2 Pengertian Kas • 3 Apa Itu Kas Kecil?

• 4 Karakteristik Dasar Kas Kecil • 5 Fungsi Utama Kas Kecil • 6 Prosedur Pencatatan Kas Kecil (Petty Cash) • 6.1 1. Imprest System (Sistem Saldo Tetap) • 6.2 2.

Fluctuating System (Sistem Saldo Berfluktuasi) • 7 Daftar Dokumen Penting yang Dibutuhkan Dalam Kas Kecil • 7.1 1.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Bukti Kas Keluar • 7.2 2. Cek • 7.3 3. Permintaan Pengeluaran Kas Kecil • 7.4 4. Bukti Pengeluaran Kas Kecil • 7.5 5. Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil • 8 Langkah-langkah Pengelolaan Kas Kecil • 8.1 1.

Menetapkan batas saldo kas kecil • 8.2 2. Menentukan kasir kas kecil • 8.3 3. Pengisian kembali kas kecil • 8.4 4. Penggunaan kas kecil • 9 Kesimpulan • 10 STOP! Jangan biarkan bisnis Anda terjebak dengan laporan keuangan yang nggak sehat • 10.1 Related posts: Kaitan Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel Kecil dengan Laporan Keuangan Menurut Sadeli (2015: 18), laporan keuangan adalah laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.

Sehingga harus benar-benar relevan dan wajar. Ya, setiap perusahaan baik dagang atau jasa pasti memiliki yang namanya laporan keuangan. Karena dari laporan keuangan inilah, perusahaan dapat melakukan yang namanya pengambilan keputusan, melakukan pengawasan, dan mengoperasikan perusahaan secara efisien. Selain itu, hampir seluruh aktivitas perusahaan berhubungan dengan kas. Terjadinya kekurangan atau kelebihan kas menimbulkan berbagai masalah.

Kas yang menganggur selain dapat menimbulkan risiko penggelapan atau kecurangan juga akan menimbulkan kerugian penurunan nilai intrinsik. Laporan arus kas yang menjelaskan pengelolaan berupa penerimaan dan penggunaan kas dalam perusahaan dinyatakan sebagai salah satu laporan keuangan pokok yang wajib disusun untuk pengambilan keputusan ekonomi. Laporan arus kas menyajikan aliran kas masuk ( cash flow in) dan aliran kas keluar ( cash flow out) dalam suatu perusahaan.

Tidak dipungkiri, bahwa perusahaan yang bergerak baik di bidang dagang atau jasa akan dihadapi dengan masalah pengelolaan dan pengawasan harta bendanya. Terutama dalam pengelolaan harta perusahaan yang berbentuk kas. Sebagai informasi, kalau kas merupakan komponen aktiva yang paling aktif dan sangat mempengaruhi setiap transaksi yang terjadi.

Sebelum masuk lebih jauh mengenai prosedur pengelolaan kas kecil, ada baiknya kita membahas sedikit apa itu kas dan apa itu kas kecil ( petty cash). Pengertian Kas Menurut Mardiasmo (2000: 30), kas adalah alat pembayaran yang siap untuk membiayai kegiatan umum perusahaan, yaitu: uang (uang kertas dan uang logam), valuta apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel, dan bentuk alat pembayaran lainnya yang mempunyai sifat seperti kas.

Apa Itu Kas Kecil? Dalam neraca ada yang namanya dana kas kecil atau disebut juga dengan petty cash. Kas kecil merupakan salah satu akun atau rekening yang disajikan oleh perusahaan sebagai salah satu elemen aktiva lancar. Menurut Soemarso S.R. (2009: 320), dana kas kecil adalah sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran tertentu. Baca Juga : INILAH PENYEBAB TERJADINYA FRAUD DALAM AKUNTANSI Dengan beberapa pengertian di atas, maka kas kecil atau petty cash adalah dana yang sudah dialokasikan untuk pembiayaan dalam perusahaan.

Pembiayaan ini umumnya meliputi pembiayaan operasional dan hal-hal lain yang mendukung berbagai aktivitas perusahaan. Sehingga dengan adanya kas kecil ini, perusahaan memiliki anggaran untuk membiayai beberapa aktivitas, seperti membeli kebutuhan alat tulis kantor, konsumsi saat rapat, dan entertain mitra maupun klien. Karakteristik Dasar Kas Kecil Dalam laporan keuangan, kas kecil atau petty cash merupakan akun yang khusus digunakan untuk keperluan transaksi kecil dan rutin.

Karakteristik kas kecil meliputi: • Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari nominal tertentu yang telah ditentukan oleh pihak manajemen. Setiap perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. • Digunakan untuk mendanai transaksi kecil yang rutin setiap harinya. • Disimpan dalam petty cash box. • Ditangani oleh kasir kas kecil. Kas kecil memiliki peran yang penting dalam kegiatan operasional perusahaan.

Pada umumnya, kas kecil digunakan untuk transaksi kecil yang terjadi setiap harinya mulai jam operasional hingga akhir jam operasional atau sore hari. Perusahaan harus memiliki pengelolaan kas kecil yang baik, karena jika tidak dikelola dengan baik akan mengganggu kelancaran operasional. Misalnya, jika perusahaan kehabisan kas kecil, sementara kebutuhan transportasi (pembelian bensin untuk kendaraan pengiriman barang) harus segera dipenuhi, maka mustahil jika kasir memberikan cek atau kartu debit pada sopir.

Fungsi Utama Kas Kecil Meski dana kas kecil memiliki jumlah yang kecil pula, dana ini nyatanya memiliki fungsi penting dalam menunjang kebutuhan bisnis Anda. Dalam kebutuhan kantor, bisa saja akan muncul hal tak terduga. Dengan kas kecil, Anda dapat memenuhi dan menutupi kebutuhan seperti itu. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa fungsi kas kecil, antara lain: • Memenuhi kebutuhan perlengkapan alat perkantoran, seperti alat tulis dan kertas. • Meningkatkan efisiensi dalam pembayaran alat-alat perkantoran sehingga terhindar dari pemborosan.

• Memudahkan tugas para karyawan dalam hal melayani pelanggan maupun mitra bisnis. • Mempercepat pemenuhan kebutuhan pimpinan jika ada aktivitas mendadak dan di luar rencana. Prosedur Pencatatan Kas Kecil (Petty Cash) Menurut Mulyadi (2016: 425) pengeluaran petty cash yang dilakukan secara tunai, dilaksanakan melalui dana kas kecil yang diselenggarakan dengan salah satu di antara 2 sistem, yaitu: • Imprest system • Fluctuating system 1.

Imprest System (Sistem Saldo Tetap) Merupakan sebuah metode pembukuan kas kecil yang digunakan untuk mencatat rekening kas kecil dengan jumlah tetap. Dalam metode ini, para pemegang dana kas kecil tidak perlu langsung melakukan pencatatan atas setiap pengeluaran kas pada jurnal kas kecil.

Untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri dari imprest system ini, Anda dapat memperhatikan beberapa poin berikut ini. • Adanya pengumpulan bukti-bukti penggunaan dana kas kecil oleh pihak pengelola. • Pengisian dana kas kecil menggunakan penarikan cek yang mana jumlahnya disesuaikan dengan dana kas kecil yang telah digunakan. Penyelenggaraan dana kas kecil dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: • Pembentukan Dana Kas Kecil dilakukan dengan cek dan dicatat dengan mendebit akun Dana Kas Kecil.

Saldo akun Dana Kas Kecil ini tidak boleh berubah dari yang ditetapkan sebelumnya, kecuali jika saldo yang telah ditetapkan tersebut dinaikkan atau dikurangi. • Pengeluaran Dana Kas Kecil tidak dicatat dalam jurnal (sehingga tidak mengkredit akun Dana Kas Kecil).

• Pengisian kembali Dana Kas Kecil dilakukan sejumlah rupiah yang tercantum dalam kumpulan bukti pengeluaran kas kecil. Pengisian kembali dana kas kecil ini dilakukan dengan mengkredit akun Dana Kas Kecil.

Baca Juga : Ini Konsep Balance Akuntansi Yang Mesti Anda Pahami 2. Fluctuating System (Sistem Saldo Berfluktuasi) Sistem ini dikenal juga dengan nama lain sistem saldo yang berubah-ubah. Fluctuating System merupakan sistem yang digunakan untuk pencatatan dan pengendalian kas kecil apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel jumlahnya terus berubah-ubah menyesuaikan kebutuhan.

Dengan mengikuti aturan sistem ini, maka besarnya jumlah dana kas kecil harus menyesuaikan dengan jenis kebutuhannya. Itulah kenapa nilainya akan terus berubah-ubah. Untuk mengetahui Fluctuating System ini, Anda dapat mengenalinya berdasarkan beberapa ciri berikut: • Pengisian dana kas kecil dicatat di debit pada akun kas kecil.

• Bukti pengeluaran kas kecil tercatat di buku jurnal kas kecil dengan mendebit semua akun yang berhubungan dengan pemakaian kredit akun kas kecil. • Alokasi dana kas kecil nilainya berubah-ubah mengikuti kebutuhan dari pihak-pihak pengguna dana tersebut.

Penyelenggaraan kas kecil dilakukan dengan prosedur sebagai berikut. • Pembentukan Dana Kas Kecil dicatat dengan mendebit akun Dana Kas Kecil. • Pengeluaran Dana Kas Kecil dicatat dengan mengkredit akun Dana Kas Kecil, sehingga setiap saat saldo akun ini terjadi fluktuasi. • Pengisian kembali Dana Kas Kecil dilakukan dengan jumlah sesuai dengan keperluan, dan dicatat dengan mendebit akun Dana Kas Kecil.

Dalam sistem ini, saldo akun Dana Kas Kecil terjadi fluktuasi dari waktu ke waktu. Daftar Dokumen Penting yang Dibutuhkan Dalam Kas Kecil Dalam pencatatan kas kecil terdapat beberapa dokumen penting yang gunanya sebagai penunjang saat pengisian.

Setidaknya terdapat 5 dokumen penting yang wajib ada dalam pencatatan kas kecil, yaitu: 1. Bukti Kas Keluar Dokumen ini berfungsi untuk memungkinkan pengeluaran kas dari kas besar yang tercantum dalam dokumen pembukuan.

Dalam praktiknya, dokumen ini digunakan ketika pencatatan atau pengisian kembali dana kas kecil. 2. Cek Merupakan dokumen yang digunakan untuk meminta bank melakukan sejumlah pembayaran kepada pihak tertentu yang namanya tertera pada cek tersebut.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

3. Permintaan Pengeluaran Kas Kecil Pengguna kas kecil menggunakan dokumen ini untuk meminta uang kepada pihak pemegang dana kas kecil. Sedangkan bagai pihak pemegang kas kecil, dokumen ini nantinya akan digunakan sebagai dokumen bukti pengeluaran.

4. Bukti Pengeluaran Kas Kecil Pengguna dana kas kecil membuat dokumen bukti pengeluaran sebagai bukti pertanggungjawaban atas pemakaian dana kas kecil. Dalam membuat dokumen ini wajib melampirkan dengan bukti-bukti pengeluaran kas kecil yang sudah digunakan.

Selanjutnya, ketika dokumen sudah komplet, maka akan diserahkan oleh pengguna dana kas kecil ke pemegang dana kas kecil. 5. Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil Pemegang dana kas kecil membuat dokumen ini untuk meminta kepada bagian utang agar menyediakan bukti kas keluar.

Bukti ini kemudian digunakan untuk pengisian kembali dana kas kecil. Langkah-langkah Pengelolaan Kas Kecil Berikut ini adalah langkah-langkah atau prosedur dalam pengelolaan kas kecil, yaitu: 1. Menetapkan batas saldo kas kecil Dari awal dibuatnya akun kas kecil, pihak manajemen harus sudah menetapkan saldo kas kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional usaha dalam jangka waktu tertentu.

Ada dua jenis metode pencatatan kas kecil yang bisa digunakan sebagai dasar dalam menentukan jumlah saldo petty cash, yaitu metode imprest dan fluktuatif. Baca Juga : Perlakuan Pengakuan Pendapatan dan Persediaan Dalam Perjalanan Metode imprest di mana saldo kas kecil selalu tetap sebesar jumlah saldo yang sudah ditetapkan.

Biasanya pada akhir periode kasir kas kecil akan meminta pengisian kembali kas kecil sejumlah yang sudah dikeluarkan. Dengan demikian pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali. Metode kedua adalah fluktuatif, yaitu saldo kas kecil tidak tetap, namun berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengeluaran kas kecil. 2. Menentukan kasir kas kecil Setelah batas saldo ditetapkan, maka selanjutnya harus ada personel apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel bertanggung jawab terhadap pengelolaan kas kecil atau biasa disebut dengan kasir kas kecil.

Karena kasir kas kecil ini menangani transaksi kecil yang sifatnya rutin, tidak semua personel dapat menempati posisi ini. Ada beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam menentukan posisi kasir, seperti: • Menguasai dasar-dasar akuntansi • Mampu meng-handle transaksi dalam jumlah kecil • Jujur • Konsisten • Mampu menguasai program komputer, seperti Excel.

Selain itu pihak manajemen sebaiknya juga memberikan training sebelum kasir memulai tugasnya, seperti memberi arahan prosedur pengisian kembali kas kecil hingga cara rekonsiliasi kas kecil serta prosedur pembelian. 3. Pengisian kembali kas kecil Setelah menentukan batas saldo dan metode pencatatan kas kecil, selanjutnya Financial Controller memerintahkan pengisian kepada kasir umum dengan menarik kas dari bank.

Kemudian uang diserahkan kepada kasir kas kecil. Langkah selanjutnya akan dilakukan penghitungan secara fisik dan harus ada bukti serah terima. Pada proses ini, kasir kas kecil menandatangani tanda terima atas dana yang diserahkan serta sebagai tanda serah terima tanggung jawab terhadap dana tersebut. Jika suatu saat saldo kas kecil minim, maka kasir kas kecil harus mengajukan permohonan pengisian kembali kepada Financial Controller. 4. Penggunaan kas kecil Kasir kas kecil hanya diperbolehkan melakukan pembayaran apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel kecil untuk permohonan pembayaran atas pembelian yang sudah disetujui oleh Financial Controller.

Kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran kas kecil untuk setiap pengeluaran yang ditandatangani oleh penerima dana. Kemudian transaksi dicatat dalam buku kas kecil dan bukti pengeluaran harus disimpan atau diarsip. Kasir kas kecil harus menghitung nominal kas kecil secara fisik setiap selesai melakukan transaksi.

Setelah dihitung, fisik kas kecil dicocokkan dengan pencatatan kas kecil yang sudah dibuat oleh kasir kas kecil. Dengan demikian akan mengurangi beban kerja saat rekonsiliasi penutupan kas kecil setiap harinya. Financial Controller juga harus melakukan pemeriksaan kas kecil dengan membandingkan antara fisik kas kecil dengan catatan yang sudah dibuat demi menghindari terjadinya kecurangan.

Kesimpulan Penggunaan dana dalam bisnis atau perusahaan untuk aktivitas-aktivitas yang bisa dikatakan sepele, tetaplah harus ada catatannya. Di sinilah peran kas kecil dalam membantu menunjang aktivitas kecil tersebut dan sekaligus mencatat dana apa saja yang sudah dikeluarkan atas penggunaan kas kecil.

Sehingga penggunaan dana dalam bisnis, meski terkesan sepele haruslah dipertanggungjawabkan dalam laporan keuangan. Dalam pengelolaan kas kecil juga ada prosedurnya.

apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel

Pahami prosedurnya agar laporan keuangan bisnis Anda lancar. Komentar • rifdah on Beginilah Cara Rekonsiliasi Bank Yang Benar • Ir. Hasbi Nur on 6 Tips Mengelola Perusahaan yang Mengalami Kerugian • Khairunnisa on Mengenal Jenis – Jenis Standar ISO • Vivi on Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Contohnya • Vivi on Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Contohnya
Menu • Aplikasi & Fitur • Manfaat OnlinePajak • Hemat Waktu Kelola Pajak Secara Otomatis • Perkecil Risiko Ketidakatuhan Pajak • Terima Pembayaran Lebih Cepat • Permudah Kepatuhan Pajak • Kolaborasi dengan Rekan Kerja Anda • Fitur & Aplikasi OnlinePajak • Invoice • Buat Invoice, Hitung, Setor dan Lapor PPN & PPh Final • e-Bukti Potong PPh 23/26 • Rekonsiliasi dan Rekapitulasi • Kirim Faktur & Notifikasi Email Delivery • Validasi NPWP – Alokasi NPWP – Laporan Audit • CSV Bulk Upload – FTP Access • Integrasi ERP, Software Akunting & Kustom API • Migrasi e-Faktur Desktop – Impor Data Lawan Transaksi – QR Code Scanner • Sinkronisasi Transaksi Pembelian • Payroll • Hitung, Setor & Lapor PPh 21 • Hitung Gaji & BPJS Otomatis • Integrasi, Impor CSV Data Karyawan & Kustom API • Slip Gaji • Portal Karyawan • Platform Lainnya • Bayar Pajak Online • e-Billing & PajakPay • e-Filing PPh 23/26 • e-Filing • e-Filing Prioritas • SPT Tahunan Badan • SPT Tahunan Pribadi • Lihat Fitur Selengkapnya • Mengapa OnlinePajak • Untuk Bisnis Anda • Smart Cloud & Akses Multiguna • Perlindungan dan Kerahasiaan Data Terjamin • Premium Support • Untuk Fungsi & Industri Bisnis Anda • Success Stories • Industri: e-Commerce & Marketplace • Portal Konsultan Pajak • Harga • Partner • Partner Kami • Konsultan Pajak • Aplikasi Akuntansi & ERP • Bank • Integrasi • Integrasi Xero • Integrasi Deskera • Integrasi Odoo • Sumber • Kalender Pajak 2022 • E-Books, Artikel & Events • e-Book Gratis • Blog & Artikel • Events • Tentang Kami • Support & FAQ • Tentang OnlinePajak • Karier • Informasi Lainnya • Kurs Pajak • Kantor Pajak • Peraturan Pajak • Login Pengertian PPN Dan PPnBM Pajak Pertambangan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) merupakan dua jenis pajak yang berbeda meski memiliki sejumlah unsur yang sama.

Dari pengertiannya saja, kita bisa simpulkan jika PPN apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel PPnBM merupakan dua hal yang berbeda. PPN merupakan pajak yang dikenakan terhadap pertambahan nilai yang muncul karena pemakaian faktor-faktor produksi oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menyiapkan, menghasilkan dan memperdagangkan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP).

Sementara, PPnBM merupakan pajak yang dikenakan pada barang yang masuk golongan barang mewah. Pengenaan PPnBM dibebankan pada produsen atau PKP yang menghasilkan atau mengimpor barang mewah. Dari pengertian tersebut sudah jelas bahwa PPN dan PPnBM merupakan jenis pajak yang berbeda, meski metode penerbitan faktur pajak dan pelaporan SPT-nya menggunakan mekanisme pelaporan yang sama.

7 Karakteristik PPN yang Perlu Anda Tahu PPN memiliki 7 karakteristik, antara lain: • Merupakan pajak tidak langsung. Artinya, beban pajak dialihkan kepada pihak lain, yakni pihak yang mengkonsumsi barang atau jasa yang menjadi objek pajak. Selain itu, tanggung jawab penyetoran pajaknya tidak berada di pihak yang memikul beban pajak.

• Merupakan pungutan yang sifatnya objektif. Kewajiban untuk membayar PPN ditentukan oleh objek pajak, sehingga kondisi subjek pajak tidak diperhitungkan sama sekali. Kondisi seseorang sebagai subjek pajak, terlepas dari gender, status sosial ataupun daya beli semuanya sama di mata PPN sehingga dikenakan besaran pungutan yang sama.

• Multi stage tax. Artinya, PPN dikenakan pada seluruh rantai produksi dan distribusi. Setiap barang yang menjadi objek PPN mulai dari pabrikan ke pedagang besar hingga ke pengecer atau ritel, semuanya dikenakan PPN. • Dihitung dengan metode indirect substraction. Pajak yang dipungut PKP penjual tidak langsung disetorkan ke kas negara. PPN terutang yang harus dibayarkan ke kas negara merupakan hasil perhitungan mengurangkan PPN yang dibayar kepada PKP lain yang dinamakan pajak masukan dengan PPN yang dipungut dari pembeli yang dinamakan pajak keluaran.

• Merupakan pajak atas konsumsi umum dalam negeri. PPN hanya dikenakan pada konsumsi BKP dan/atau JKP yang dilakukan di dalam negeri. Oleh karena itu, komoditas impor juga dikenai PPN dengan besaran sama dengan komoditas lokal. • Bersifat netral. Netralitas PPN dibentuk oleh dua faktor, yakni dikenakan atas konsumsi barang maupun jasa dan menganut prinsip tempat tujuan (destination principle) dalam pemungutannya. • Tidak menimbulkan pajak berganda.

Kemungkinan adanya pajak berganda dapat dihindari karena PPN hanya dipungut atas nilai tambah saja. 4 Karakteristik PPnBM PPnBM memiliki 4 karakteristik, antara lain: • Merupakan pungutan tambahan. PPnBM merupakan pungutan tambahan yang dikenakan pada barang mewah disamping PPN.

Hal ini dimaksudkan agar konsumen yang membeli barang mewah, yang notabene merupakan konsumen dengan daya beli tinggi, memikul beban tambahan lebih tinggi dibanding konsumen berdaya beli rendah.

Sebab, jika tidak dibebankan pungutan tambahan, maka tidak ada asas keadilan, karena konsumen yang daya belinya tinggi membayar persentase pajak yang sama dengan konsumen dengan daya beli rendah.

• Hanya dikenakan satu kali. PPnBM hanya dikenakan satu kali, yaitu pada saat impor/penyerahan BKP yang tergolong mewah yang dilakukan pabrikan yang menghasilan BKP yang tergolong mewah. • Tidak dapat dikreditkan. Karena sasaran PPnBM adalah konsumen, maka tujuan memberi beban pajak tambahan tidak akan tercapai apabila PPnBM dapat dikreditkan karena PPnBM yang dibayar akan masuk kembali ke kas perusahaan pedagang besar.

Oleh karena itu, PPnBM akan dibebankan sebagai biaya oleh PKP yang menyerahkan BKP pada mata rantai distribusi yang kedua, sehingga akan menjadi unsur harga jual yang diinta dari pembeli, yaitu PKP pada jalur berikutnya atau konsumen yang secara langsung membeli dari pedagang besar. • Jika diekspor, PPnBM yang dibayar pada saat perolehan dapat diminta kembali.

Meski PPnBM tidak dapat dikreditkan, tetapi apabila BKP yang tergolong mewah diekspor, maka PPnBM yang dibayar berkaitan dengan perolehan BKP yang tergolong mewah yang berhubungan langsung dengan BKP, dapat diajukan permintaan restitusi. Perbedaan PPN dan PPnBM Berdasarkan masing-masing karakteristiknya, secara garis besar terdapat tiga poin perbedaan PPN dan PPnBM, yakni: • Jenis pungutan.

Pada PPN, jenis pungutan yang dibebankan adalah pungutan atas nilai tambah barang. Sementara, PPnBM merupakan pungutan tambahan yang dikenakan selain PPN kepada barang yang sifatnya mewah. • Pengenaan Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel. PPN dikenakan di setiap mata rantai jalur produksi maupun jalur distribusi, mulai dari tingkat pabrikan, tingkat pedagang besar hingga tingkat pedagang pengecer. Sementara, PPnBM hanya dikenakan satu kali, yakni saat impor atau saat penyerahan BKP di dalam negeri oleh pabrikan yang menghasilkannya.

• Pengkreditan. PPN dapat dikreditkan melalui mekanisme pajak masukan dan pajak keluaran. Sementara, PPnBM tidak dapat dikreditkan dengan PPN atau PPnBM lainnya. Mekanisme Pelaporan PPN dan PPnBM Dalam hal pelaporan, PPN dan PPnBM menggunakan SPT Masa PPN atau bisa disebut juga SPT Masa PPN 1111, yang merupakan form yang digunakan PKP untuk melaporkan hitungan besaran pajak PPN dan PPnBM yang terutang.

PKP yang memungut PPN dan/atau PPnBM wajib menerbitkan faktur pajak sebagai bukti telah dipungutnya PPN dan/atau PPnBM. Dalam prosesnya penerbit faktur pajak harus memiliki sertifikat elektronik dan membuat e-Faktur. Sejak hadirnya e-Filing, PKP yang ingin melaporkan pajak, baik PPN maupun PPnBM tidak perlu lagi menyampaikan SPT secara manual.

Hal ini bahkan ditetapkan melalui Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2015.Suara.com - Pembayaran contactless semakin populer di Indonesia, di mana satu dari tiga konsumen menggunakan kartu contactless dan 70 persen telah menggunakannya dengan frekuensi yang lebih sering sejak awal pandemi, berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes terbaru dari Visa. Studi tahunan yang menyoroti bertumbuhnya konsumen yang melek digital di Asia Tenggara ini menunjukkan tiga dari empat konsumen Indonesia tertarik melakukan pembayaran menggunakan kartu contactless, didominasi oleh segmen affluent (80%) dari Gen Y atau milenial (78%).

Alasan utama memilih pembayaran contactless adalah karena bebas repot, mudah digunakan, inovatif, dan higienis, sejalan dengan berkurangnya konsumen membawa uang tunai. Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia mengatakan jika, pandemi telah meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya kesehatan dan keselamatan, yang mendorong mereka mencari cara baru untuk memastikan pengalaman “minim sentuhan” dalam beraktivitas di luar rumah.

"Tap to pay tidak hanya menyediakan cara membayar yang cepat, aman, nyaman, dan inovatif, tetapi juga menjadi fondasi gaya hidup contactless yang semakin digemari dan akan terus ada bahkan di pasca pandemi," ungkapnya. Baca Juga: Erick Thohir Targetkan 10 Persen Pemimpin Milenial di BUMN Pada Tahun 2023 Studi ini juga menunjukkan bagaimana penggunaan fitur contactless semakin luas dan menjadi pilihan untuk pembayaran di kategori seperti supermarket (17%), belanja ritel (16%), perjalanan ke luar negeri (15%), pembelian di toko serba ada (15%), makanan (14%), dan hiburan (14%).

Untuk meningkatkan penggunaan pembayaran contactless dalam kategori ini, Visa Kembali melakukan kampanye konsumen selama beberapa bulan ke depan, bekerja sama dengan sejumlah bank dan merchant untuk memberikan penawaran menarik saat berbelanja, termasuk di Foodmart, Hero, Hyfresh, Hypermart, Maxx Coffee, Primo, Tous Les Jours, dan banyak lainnya. Visa juga menggelar permainan “QR hunt” dengan hadiah menarik bagi pengguna kartu contactless yang berbelanja di Hypermart Lippo Mall Kemang, hingga akhir Maret 2022.

Pembayaran contactless telah menjadi metode pembayaran yang marak di banyak negara di seluruh dunia. Di lebih dari 20 negara, adopsi pembayaran contactless mencapai lebih dari 90 persen dari semua transaksi tatap muka Visa. Di luar Amerika Serikat, hampir 70 persen dari semua transaksi tatap muka Visa di seluruh apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel adalah dengan cara contactless. Di Indonesia, pembayaran menggunakan kartu kredit contactless Visa dapat dilakukan hanya dengan sekali tap, tanpa perlu memasukkan PIN untuk nominal transaksi hingga Rp1 juta.

Baca Juga: Faktanya, Belum Semua Tenant di Pusat Perbelanjaan Kaltim Gunakan Transaksi Non-Tunai, Kok Bisa? “Visa terus menggencarkan kolaborasi bersama mitra perbankan dan merchant dalam memperluas awareness, penerimaan, dan penggunaan kartu contactless di seluruh Indonesia,” tambah Riko.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Dewasa ini dalam upaya memenangkan persaingan dalam dunia bisnis, penerapan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan sebagai alat bantu agar organisasi tersebut dapat lebih maju dan berkembang. Pembangunan teknologi informasi dan komunikasi pada suatu perusahaan dilakukan secara bertahap.

Hal tersebut disesuaikan berdasarkan kekuatan dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Daftar Isi • 1 Apa Itu Teknologi Informasi? • 1.1 Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli • 1.1.1 1. Martin (1999) • 1.1.2 2. Lantip dan Rianto (2011) • 1.1.3 3. Wilkinson (2005) • 2 Perkembangan Teknologi Informasi • 2.1 1. Teknologi Era Komputerisasi • 2.2 2. Kemajuan Teknologi Informasi • 2.3 3. Teknologi Era Globalisasi Informasi • 2.4 4. Kemajuan Teknologi Perubahan Pola Pikir • 3 Pengelompokan Jenis Teknologi Informasi pada Perusahaan • 3.1 1.

Platform Aplikasi TI • 3.2 2. Aplikasi TI Bersifat Dasar • 3.3 3. Aplikasi TI Bersifat Spesifik • 4 Manfaat Teknologi Informasi dalam Bisnis • 4.1 1.

Mengurangi Biaya Produksi • 4.2 2. Mempermudah Pemantauan Kinerja Karyawan • 4.3 3. Peluang Bisnis Baru • 4.4 4. Komunikasi Cepat • 4.5 5. Penyebaran informasi dan akses yang mudah • 5 Peran Teknologi Informasi dalam Perusahaan • 5.1 1. Mengurangi Risiko (Minimize Risk) • 5.2 2. Mengurangi Biaya-biaya (Reduce Costs) • 6 Contoh Penerapan Teknologi Informasi dalam Bisnis • 6.1 1.

Sistem otomatisasi • 6.2 2. Efisiensi • 6.3 3. Pengambilan keputusan akan menjadi lebih cepat • 6.4 4. Penghematan biaya promosi • 7 Tujuan Penerapan Teknologi Informasi Pada Perusahaan • 8 Dampak Positif dan Negatif Teknologi Informasi pada Bisnis • 8.1 Dampak Positif Pemanfaatan Teknologi Informasi • 8.1.1 1. Mempermudah Pemasaran Produk • 8.1.2 2. Mempermudah Mendapatkan Sumber Produk • 8.1.3 3. Memudahkan Operasional Perusahaan • 8.1.4 4. Peluang Bisnis • 8.2 Dampak Negatif Pemanfaatan Teknologi Informasi • 9 Kesimpulan • 10 STOP!

Jangan biarkan bisnis Anda terjebak dengan laporan keuangan yang nggak sehat • 10.1 Related posts: Apa Itu Teknologi Informasi? Teknologi Informasi disingkat TI merupakan teknologi yang dipakai oleh manusia untuk mengolah data. Pengolahan data oleh TI mencakup prosesnya, cara mendapatkannya, bagaimana menyusunnya, sampai menyimpan data hingga akhirnya menyuguhkan informasi akurat yang dapat membantu pekerjaan manusia.

Data yang diolah menggunakan TI bisa digunakan mempermudah manusia dalam urusan bisnis, urusan pribadi, bahkan urusan negara.

Dalam bentuknya, TI terwujud melalui software dan hardware komputer. Selanjutnya, teknologi informasi salah satunya dimanfaatkan dalam bentuk Enterprice Resource Planning (ERP). Selain itu, masih ada contoh satu lagi produk yang memanfaatkan TI dan setiap ornag bisa jadi memilikinya di komputernya, yaitu Microsoft Access. Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli Definisi teknologi informasi akan terus berkembang seiring zaman. Para ahli di era sekarang dan di era dulu, bisa saja memiliki pandangan berbeda dalam mengartikan TI.

Seperti apa pengertian teknologi informasi menurut para ahli? Berikut penjelasannya. 1. Martin (1999) Teknologi informasi merupakan teknologi yang tidak terbatas pada komputer tapi juga bisa menjadi media untuk mengamankan dan menyimpan informasi yang kemudian didistribusikan.

2. Lantip dan Rianto (2011) Teknologi informasi merupakan ilmu pengetahuan di bidang informasi berbasis komputer, ciri khas dalam ilmu ini adalah berkembang dengan pesat. 3. Wilkinson (2005) Teknologi informasi adalah kombinasi dari perangkat komputer baik keras maupun lunak yang bisa mengolah dan menyimpan informasi. Teknologi informasi ini jadi media untuk menyalurkan informasi yang dimiliki oleh pribadi atau kelompok.

Perkembangan Teknologi Informasi Ada empat era perkembangan teknologi informasi yang di awali oleh adanya penemuan komputer. 1. Teknologi Era Komputerisasi Berlangsung pada 1960-an, di era ini mini komputer mulai diperkenalkan ke dunia industri. Komputer menjadi alat hitung cepat yang bisa membantu perusahaan melakukan pengolahan data.

Saat itu, komputer digunakan di divisi administrasi back office yakni di bidang keuangan dan akuntansi. Baca Juga : Sukses Berbisnis E-Commerce 2. Kemajuan Teknologi Informasi Personal Computer (PC) mulai dikenal luas pada 1970-an. Komputer menjadi ala pendukung bagi karyawan untuk bekerja. Komputer dapat membantu mengolah database, spreadsheet, dan data processing. Di era ini, komputer juga sudah bebas dimiliki oleh orang-orang. Masuk ke tahun 1980-an, komputer marak digunakan oleh bisnis di bidang jasa dan pelayanan.

Hingga awal tahun 1990-an perusahaan mulai melakukan: • BPR (Business Process Reengineering) • Re-strukturisasi • Implementasi ISO-9000 • Implementasi TQM • Instalasi dan pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN) 3. Teknologi Era Globalisasi Informasi Praktisi teknologi informasi mulai memperkenalkan internet ke dunia industri.

Di era ini, perkembangan TI mulai pesat dan tak bisa ditahan. Informasi bisa diakses secara global dalam waktu yang sama. Internet sendiri dipasang menggunakan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Intermet, dan Ekstranet.

Era ini menjadi titik awal bagi banyak perusahaan membangun kembali bisnis mereka sesuai dengan kemajuan teknologi. Beberapa banting setir memilih bisnis di bidang digital lantaran tak mau tergerus zaman. Produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, dan Distributed Object mulai diciptakan di era ini.

4. Kemajuan Teknologi Perubahan Pola Pikir Industri dan bisnis kini dibuat ketergantungan dengan teknologi informasi. Keuntungan dari pesatnya kemajuan TI dimanfaatkan oleh banyak pebisnis untuk menjadikan diri mereka sebagai produsen bagi negara sendiri bahkan negara lain. Pengelompokan Jenis Teknologi Informasi pada Perusahaan Berbicara tentang arsitektur pada teknologi informasi perusahaan, dalam penerapannya TI dikategorikan menjadi beberapa jenis, antara lain: 1.

Platform Aplikasi TI Merupakan aplikasi TI pada perusahaan atau organisasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi yang ada pada perusahaan atau organisasi tersebut, di antaranya yaitu: • Network management • Basis data • Sistem operasi dan lain sebagainya 2.

Aplikasi TI Bersifat Dasar Aplikasi yang bersifat dasar merupakan aplikasi TI yang akan di pakai dalam apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel urusan dasar dari sumber daya perusahaan atau organisasi. Misalnya sistem atau aplikasi akuntansi dan keuangan, sistem penggajian, serta yang lain sebagainya yang berkaitan pada sumber daya perusahaan.

3. Aplikasi TI Bersifat Spesifik Suatu aplikasi TI yang cocok dengan kebutuhan yang spesifik pada perusahaan atau organisasi, khususnya yang berhubungan pada proses penciptaan produk atau jasa yang akan ditawarkan, seperti aplikasi: • Property • Akuntansi • Forwarding • Pergudangan Manfaat Teknologi Informasi dalam Bisnis Pesatnya kemajuan teknologi memberikan banyak peluang baru dan kemudahan manusia dalam bekerja.

Tentu, ada banyak manfaat dari teknologi informasi, di antaranya: 1. Mengurangi Biaya Produksi Perusahaan dapat menekan biaya produksi lantaran biaya operasional otomatis berkurang ketika teknologi informasi dimanfaatkan. Walau biaya produksi dikurangi, perusahaan justru akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

2. Mempermudah Pemantauan Kinerja Karyawan Komunikasi dan pemantauan kinerja karyawan dapat dilakukan dalam satu layar. Saat ini laporan dan absensi kehadiran bisa dikirimkan secara online.

Begitu pula saat membutuhkan media untuk rapat, teknologi ini bisa sangat membantu karena biayanya sangat murah. Penghematan tersebut jelas terasa jika dibanding menyewa suatu hotel apalagi ketika telekonferensi dilakukan antara orang-orang dari berbagai daerah berbeda.

3. Peluang Bisnis Baru TI menciptakan banyak media baru yang bisa mempermudah hidup manusia. Salah satunya adalah kehadiran e-business yang membantu pengusaha menciptakan peluang bisnis tanpa modal yang besar.

Kemajuan teknologi yang saat ini menjadi sorotan adalah kesuksesan Google sebagai mesin pencari. Baca Juga : 5 Komponen Yang Harus Dimiliki Manajemen Bisnis 4. Komunikasi Cepat Hambatan dalam berkomunikasi menjadi masalah fatal dalam bisnis, beruntungnya dengan teknologi informasi yang dikembangkan kini manusia dipermudah dengan berbagai fitur dan aplikasi yang ada.

5. Penyebaran informasi dan akses yang mudah Informasi dari jarak jauh bisa didapatkan dalam hitungan detik.

Media transfer informasi ini pun beragam, bisa dipilih sesuai kebutuhan perusahaan. Peran Teknologi Informasi dalam Perusahaan Secara umum, sistem informasi memiliki beberapa peran pada perusahaan, antara lain: 1. Mengurangi Risiko (Minimize Risk) Tentu setiap bisnis mempunyai resiko terutama pada faktor keuangan. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia dalam upaya mengurangi resiko yang sering kali dihadapi pada bisnis seperti forecasting, financial advisory, planning expert dan sebagainya.

Dengan adanya TI saat ini, maka hal yang seperti disebutkan di atas akan dapat ditanggulangi. Karena TI mampu membantu perusahaan atau organisasi Anda dalam mengurangi resiko yang akan terjadi. Selain itu juga dapat menjadi sarana dalam membantu manajemen pada pengelolaan resiko yang sedang dihadapi. 2. Mengurangi Biaya-biaya (Reduce Costs) Sebagai katalisator pada perusahaan, IT juga dapat digunakan sebagai pengurangan biaya operasional perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada profitabilitas perusahaan Anda.

Berkaitan dengan hal ini, terdapat empat cara yang akan ditawarkan TI dalam mengurangi biaya kegiatan operasional, yaitu: • Reduce Costs • Eleminasi Proses ( Simplifikasi Proses, Integrasi Proses, Otomatisasi proses) • Add Value • Create New Realities Contoh Penerapan Teknologi Informasi dalam Bisnis Kebutuhan efisiensi waktu serta biaya yang mengakibatkan tiap pelaku usaha merasa memerlukan penerapan teknologi informasi pada lingkungan kerjanya.

Salah satu penyebab kebiasaan kerja yaitu akibat dari penerapan TI dan komunikasi, contohnya penerapan Enterprice Resource Planning ( ERP). ERP merupakan salah satu aplikasi perangkat lunak (software) yang di dalamnya termasuk sistem manajemen di dalam perusahaan.

Adapun beberapa keuntungan dari penerapan TI dan komunikasi pada suatu perusahaan atau organisasi, di antaranya: 1. Sistem otomatisasi Semua sistem yang tadinya bersifat manual pada perusahaan atau organisasi tersebut berubah menjadi otomatis sehingga dapat mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya dan lain-lain.

2. Efisiensi Waktu pengerjaan dapat lebih cepat setelah menerapkan TI, karena dengan penerapan TI dapat mempersingkat rantai birokrasi. Misalnya yang awalnya selesai dalam satu minggu namun dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dapat diselesaikan hanya dengan satu hari.

Apabila waktu tersebut kita konversikan ke dalam bentuk biaya maka akan menghasilkan penghematan sekian rupiah. 3. Pengambilan keputusan akan menjadi lebih cepat Hal ini disebabkan dengan adanya TI dan komunikasi maka data yang diperlukan akan cepat diperoleh.

Sehingga tentu akan menjadikan perusahaan atau organisasi menjadi lebih kompetitif Karena dampaknya akan besar apabila pengambilan keputusan agak lambat misalnya dapat kehilangan banyak order. 4. Penghematan biaya promosi Penghematan biaya promosi dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Sebab aktivitas promosi dapat dilakukan melalui online. Selain itu para konsumen juga akan dapat melihat profile perusahaan atau organisasi Anda dari mana saja di seluruh dunia.

Dengan memanfaatkan TI dan komunikasi maka akan lebih mudah terintegrasi di seluruh kantor atau cabang perusahaan Anda tanpa harus mengunjungi cabang secara satu per satu. Tujuan Penerapan Teknologi Informasi Pada Perusahaan Di dalam penerapannya, rencana strategis dari suatu teknologi informasi senantiasa disesuaikan dengan rencana dari perusahaan atau organisasi yang bersangkutan. Tujuannya agar penerapan dari TI tersebut dapat menghasilkan nilai yang baik bagi perusahaan atau organisasi tersebut.

Dengan penggunaan TI yang tepat untuk perusahaan, maka diharapkan perusahaan tersebut dapat berkembang lebih efisien. Baca Juga : Mengenal Teknologi Informasi dan Prospek Pekerjaannya Selain itu, dengan apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel TI, Perusahaan dapat mengelola data atau informasi segala apa yang dibutuhkan dengan lebih cepat.

Meski penerapan TI memberikan banyak manfaat untuk perusahaan, faktanya tidak semua perusahaan berani melakukan investasi besar ke penggunaan TI tersebut. Bahkan, lembaga TI terkadang sering dipandang sebelah mata karena dianggap salah satu departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang.

Hal seperti itulah yang sering kali menjadi problematika tersendiri bagi lembaga TI pada perusahaan atau organisasi. Dampak Positif dan Negatif Teknologi Informasi pada Bisnis Seorang pakar, Rani Nurrohmah, dalam hasil penelitiannya “Dampak Teknologi Informasi Terhadap Lingkungan Bisnis Perusahaan” mengemukakan dampak positif dan dampak negatif dari TI, di antaranya: Dampak Positif Pemanfaatan Teknologi Informasi Berikut beberapa dampak positif dari penggunaan teknologi informasi pada perusahaan, yaitu: 1.

Mempermudah Pemasaran Produk TI memungkinkan produk yang dibuat oleh perusahaan Anda bisa dipasarkan secara luas bahkan hingga ke luar negeri. Ada banyak media yang bisa digunakan untuk melakukan pemasaran global atau skala nusantara seperti menggunakan Facebook, Instagram, dan TikTok. 2. Mempermudah Mendapatkan Sumber Produk Perkembangan TI memungkinkan pedagang mendapatkan produk dengan harga dropship dan harga grosir yang tentu lebih murah daripada harga eceran.

Sistem ini bahkan dianggap lebih menguntungkan lantaran Anda tidak perlu menyetok barang. Tugas Anda sebatas memasarkan dan menjual produk, sementara pengiriman barang diserahkan pada penjual pihak pertama. 3. Memudahkan Operasional Perusahaan Teknologi informasi mempermudah pencatatan data karyawan dan tugas operasional lainnya, seperti: • Absensi karyawan • Penggajian karyawan • Penghitungan keuangan perusahaan • Apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel barang Selain hal di atas masih banyak lagi manfaat lainnya, terutama pada tugas-tugas yang dapat dikelola oleh mesin.

Dan tentunya hal ini akan mempermudah pekerjaan manusia. Performa dan penggunaan mesin-mesin ini juga dapat menekan biaya SDM. 4. Peluang Bisnis Tak dipungkiri di tengah pesatnya kemajuan teknologi, ada banyak inovasi baru dalam berbisnis. Apalagi start-up mulai marak bermunculan di mana mereka menawarkan banyak jasa maupun barang yang bisa diakses melalui satu aplikasi saja.

Dampak Negatif Pemanfaatan Teknologi Informasi Teknologi informasi tak hanya menawarkan sisi positif saja. Akan tetapi, di balik segala keistimewaannya, TI memiliki sis i negatif.

Dan berikut dampak dari penggunaan TI pada perusahaan, yaitu: • Rawan modus lantaran pembayaran online tidak lebih aman dari pembayaran tunai • Ketergantungan pada listrik dan jaringan internet, sehingga dalam waktu-waktu tertentu yang mungkin tidak bisa diprediksi akan ada hambatan • Informasi pribadi seperti data diri yang sangat private bisa saja bocor • Menjadi ladang modus baru bagi penjahat dan penipu, tak terhitung kasus penipuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Kesimpulan Dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi di dalam suatu perusahaan atau organisasi akan mampu menghemat biaya dalam semua aspek seperti tenaga kerja, proses, pemasaran bahkan manajemen. Selain itu keuntungan lain yang diberikan adalah dapat mempercepat perkembangan perusahaan dengan meningkatnya margin pada perusahaan Anda. Lantas sudah siapkah bisnis Anda menerapkan TI?

Sebaiknya pahami dulu dampak positif dan apa manfaat pemakaian sistem informasi ritel dari penggunaan TI tersebut. Dengan mengetahui sisi positif dan negatifnya, perusahaan akan lebih siap dalam implementasinya.

Komentar • rifdah on Beginilah Cara Rekonsiliasi Bank Yang Benar • Ir. Hasbi Nur on 6 Tips Mengelola Perusahaan yang Mengalami Kerugian • Khairunnisa on Mengenal Jenis – Jenis Standar ISO • Vivi on Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Contohnya • Vivi on Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Contohnya

BAB 4 Sistem Informasi Manajemen Ritel




2022 www.videocon.com