Imodium obat apa

imodium obat apa

Pilihan obat sakit perut sesuai penyebab Sakit perut biasanya menjadi pertanda Anda harus segera buang air besar (BAB). Kemudian, sakit perut akan hilang dengan sendirinya. Meski begitu, pada beberapa kasus sakit perut dapat bertahan lama. Terutama jika ini merupakan gejala dari masalah medis dan Anda belum menemukan obat yang tepat. Berikut ada berbagai obat sakit perut yang paling sering digunakan untuk menghilangkan rasa mulas, perih, melilit pada perut sesuai dengan penyebabnya.

1. Obat perut mulas karena haid Menstruasi kerap menyebabkan gejala tidak menyenangkan, yaitu perut mulas dan kram. Kondisi ini terjadi karena tubuh menghasilkan hormon prostaglandin yang bisa merangsang dinding otot rahim berkontraksi. Tujuannya untuk meluruhkan sel telur yang menempel di rahim untuk dikeluarkan oleh tubuh. Sayangnya, proses ini dapat menimbulkan rasa sakit di perut yang sangat mengganggu.

Meski tidak dapat dihilangkan, rasa sakit di imodium obat apa pada hari pertama dan kedua haid ini bisa dikurangi. Caranya dengan menempelkan kompres hangat di sekitar perut. Anda juga bisa minum obat pereda nyeri, cobalah minum paracetamol lebih dulu. Bila tidak ada perubahan, maka coba ibuprofen atau aspirin.

Masih tidak ampuh juga? Sebaiknya konsultasikan ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri yang lebih kuat, seperti naproxen. 2. Obat perut mulas karena sembelit Sembelit merupakan salah satu penyakit pencernaan yang umum terjadi. Biasanya, penyakit ini rentan menyerang orang-orang yang tidak suka atau jarang makan buah dan sayur.

Karena kekurangan serat, feses jadi keras dan sulit dikeluarkan. Alhasil, perut terasa keram, penuh, dan ingin buang air besar tapi feses tak kunjung keluar. Untuk mengatasinya, Anda perlu minum obat pencahar. Obat ini dapat melunakkan feses dengan dengan menjaga cairan yang ada di feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Obat pencahar yang umumnya diresepkan biasanya ispaghula, metilselulosa, dan sterculia. Ada juga obat pencahar tipe lainnya yang bekerja dengan meningkatkan jumlah cairan tubuh dalam perut. Nantinya, obat ini akan melembutkan feses agar lebih mudah dikeluarkan. Beberapa yang termasuk imodium obat apa jenis obat pencahar osmotik yaitu laktulosa dan macrogol. 3.

Obat perut melilit karena asam lambung naik Tahukah Anda jika lambung Anda menghasilkan asam? Ya, imodium obat apa klorida ini sebenarnya membantu memecah makanan dan melindungi organ dalam tubuh dari patogen, seperti bakteri yang biasanya ada di makanan atau minuman.

imodium obat apa

Meski melindungi bagian dalam tubuh Anda, asam lambung juga bisa berbahaya ketika jumlahnya terlalu banyak diproduksi. Akibatnya, masalah pencernaan pun akan terjadi. Makanan jadi terdorong ke kerongkongan dan mengakibatkan asam lambung naik.

Anda mungkin akan merasakan sensasi dada terbakar ( heartburn), perut kembung, perih, dan melilit. Beberapa obat sakit perut yang bisa Anda gunakan ketika asam lambung naik, antara lain: • Obat untuk mengatasi perut kembung.

Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gas, contohnya simetikon. • Obat untuk mengurangi produksi asam. Obat ini dapat menekan produksi asam, yaitu H-2-receptor blockers, obat ini dijual bebas seperti cimetidinefamotidine, nizatidine, dan ranitidine.

Ada pula obat jenis p roton pump inhibitor, seperti lansoprazole dan omeprazole. 4. Obat sakit perut karena otot cincin lambung lemah Produksi asam lambung berlebihan bisa disebabkan oleh banyak imodium obat apa. Misalnya, waktu makan yang tidak teratur, pilihan makanan yang memicu asam lambung naik, atau karena kelebihan berat badan. Namun, ada juga yang disebabkan oleh lemahnya otot cincin lambung (sfingter).

Otot ini menggerakan katup di tenggorokan untuk mencegah asam lambung. Sayangnya, karena otot ini sangat lemah, kerap kali menyebabkan gejala refluks asam lambung ( GERD). Salah satu obatnya yaitu jenis a gen prokinetic seperti metoclopramide. Obat tersebut bisa mengurangi sakit perut dengan membantu mencerna makanan lebih cepat.

Ini memungkinkan asam lambung naik imodium obat apa arah tenggorokan.

imodium obat apa

5. Obat stimulan otot sehingga BAB lebih lancar Sulit buang air besar bukan hanya disebabkan oleh sembelit. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat lemahnya otot kontraksi. Meski feses tidak keras, otot di sekitar anus harus dapat berkontraksi dengan baik supaya feses dapat keluar dengan lancar. Jika otot tersebut lemah, maka Anda perlu usaha keras untuk mengeluarkan feses.

imodium obat apa

Biasanya ini akan menimbulkan perut penuh dan mulas. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa menggunakan obat pencahar. Namun, jangan sembarang pilih. Memiliki beberapa jenis, Anda harus pilih obat pencahar yang merangsang otot pada saluran pencernaan dan sekitar anus Anda. Dengan begitu, produk limbah yang ada di sepanjang usus besar akan terdorong ke arah anus untuk segera dibuang. Pencahar stimulan yang paling sering diresepkan adalah senna, bisacodyl dan natrium picosulphate.

Pencahar ini biasanya hanya digunakan dalam jangka pendek dan mulai bekerja dalam waktu 6 – 12 jam. 6. Obat nyeri perut akibat infeksi bakteri H. pylori Sakit maag atau tukak lambung sering disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Jika obat tanpa resep tidak imodium obat apa pada kondisi ini, jangan tunda untuk pergi ke dokter. Ini memudahkan pengobatan sekaligus mencegah infeksi bertambah buruk. Adanya infeksi menyebabkan lambung memproduksi asam lambung meningkat. Untuk mengurangi asam lambung terkait infeksi ini, beberapa obat yang biasanya digunakan, meliputi: • antasida, bekerja untuk menetralkan asam lambung dan meredakan gejala, • histamin (H-2) blockers, untuk mengurangi asam lambung dengan menghalangi reseptor histamin di perut, • proton pump inhibitor (PPP), untuk menghambat produksi asam, dan • agen sitoprotektif, untuk melindungi perut dan usus kecil.

Ketika dokter Anda mengkonfirmasi bahwa ulkus lambung Anda disebabkan oleh infeksi H. pylori, Anda mungkin perlu minum antibiotik selain obat yang disebutkan di atas. Durasi pengobatan biasanya berkisar 2 – 4 minggu. Anda mungkin perlu untuk mengulangi pengobatan jika bakteri masih terdeteksi. Biasanya antibiotik yang sering digunakan, meliputi amoxicilin, clarithromycin, metronidazole, tinidazole, tetracycline, dan levofloxacin.

7. Obat sakit perut akibat diare Masalah pencernaan yang umum terjadi dan menyebabkan sakit perut yaitu penyakit diare. Banyak hal yang menyebabkan diare, tapi yang paling sering terjadi yaitu infeksi bakteri dari makanan. Beda dengan buang air besar yang menjadi rutinitas, diare bisa membuat Anda BAB lebih banyak dari biasanya dalam sehari. Pada kasus ringan, diare tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya.

Namun, ada beberapa obat diare tanpa resep yang bisa membantu Anda merasa lebih baik, di antaranya: • loperamide (Imodium), obat ini memperlambat pergerakan makanan melalui usus Anda sehingga memungkinkan tubuh Anda menyerap lebih banyak cairan, dan • bismuth subsalisilat, obat ini dapat menyeimbangkan cairan sehingga dapat bergerak melalui saluran pencernaan dengan imodium obat apa.

Jika Anda masih merasakan sakit perut parah, feses berdarah, demam tinggi, dan tidak membaik dalam waktu 2 hari setelah minum obat tersebut, sebaiknya segera pergi ke dokter. 8. Obat nyeri pada perut karena stres Banyak orang yang tidak menyadari jika stres imodium obat apa memicu sakit perut. Begitu pula dengan sakit perut akan semakin parah gejalanya jika Anda sedang stres.

Bagaimana bisa terjadi?

imodium obat apa

Emosi yang Anda rasakan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh, termasuk sistem pencernaan. Saat Anda stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang ternyata dapat meningkatkan produksi asam lambung. Itulah sebabnya kenapa stres bisa jadi pemicu sakit perut sekaligus memperparah kondisinya. Selain stres, perasaan cemas dan takut juga memiliki dampak yang sama. Beda dengan penanganan sakit perut yang sudah dibahas sebelumnya, kondisi ini perlu diatasi dengan mengetahui penyebab stres dan kecemasan yang Anda rasakan.

Jika obat diare atau penyebab sakit perut lainya mudah ditemukan di apotek dan dapat digunakan tanpa resep dokter, imodium obat apa untuk mengatasi masalah kejiwaan ini tidak bisa dipakai secara bebas. Anda sangat memerlukan instruksi dari dokter untuk menggunakan obat seperti antidepresan trisiklik atau serotonin-nonepinepherin reuptake inhibitors.

Hal lainnya yang harus diperhatikan Selain minum obat, terapkan kebiasaan makan yang sehat seperti makan dengan tenang dan perlahan, kunyah makanan sampai halus. Hindari kebiasaan “makan-minum-makan-minum” agar perut tidak terasa kembung. Minumlah sedikit sebelum makan, kemudian minum berikutnya dilakukan setelah makan.

imodium obat apa

Jangan membiasakan menunda atau melewatkan jadwal makan. Konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Kurangi konsumsi makanan yang tak ramah di lambung seperti makanan pedas, asam, berminyak dan tinggi garam.

Usahakan juga untuk membeli makan di tempat yang bersih. Bila Anda berencana membuat makanan sendiri, Anda harus lebih berhati-hati saat mengolah bahan makanan. Cucilah bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan dengan air bersih mengalir.

imodium obat apa

Masak makanan hingga matang supaya bakteri mati. Dengan melakukan kebiasaan-kebiasan ini, niscaya Anda akan dijauhkan dari risiko sakit perut.

Functional Dyspepsia. (2021). Mayo Clinic.

imodium obat apa

Retrieved 26 January 2021, from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stomach-pain/basics/treatment/con-20027306 Peptic Ulcer. (2020). Mayo Clinic.

Retrieved 26 January 2021, from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/basics/treatment/con-20028643 Period Pain. (2019). National Health Service. Retrieved 26 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/period-pain/ Abdominal Pain in Adults. (n.d.). Better Health. Retrieved 26 January 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/abdominal-pain-in-adults Treatment for Diarrhea.

(2016). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved 26 January 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/treatment Constipation – Diagnosis and Treatment. (2019).

imodium obat apa

Mayo Clinic. Retrieved 26 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation/diagnosis-treatment/drc-20354259 Loperamide adalah obat untuk meredakan diare. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi jumlah feses pada pasien yang terpasang ileostomi, yaitu lubang pada dinding perut sebagai pengganti anus.

imodium obat apa

Loperamide bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus dan membuat feses menjadi lebih padat. Dengan mengonsumsi obat ini, frekuensi imodium obat apa air besar dapat berkurang. Perlu diingat bahwa loperamide tidak bisa menyembuhkan penyebab yang mendasari terjadinya diare. Merek dagang loperamide: Antidia, Diadium, Imodiar, Imodium, Licodium, Lodia, Loperamide, Normotil, Normudal, Renamid, Rhomuz. Apa Itu Loperamide Golongan Antidiare Kategori Obat resep Manfaat Mengobati diare Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia ≥ 2 tahun Loperamide untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

imodium obat apa

Loperamide dapat terserap ke dalam ASI, obat ini tidak boleh imodium obat apa selama menyusui. Bentuk obat Tablet, kapsul Peringatan Sebelum Mengonsumsi Loperamide Loperamide tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, antara lain: • Jangan menggunakan loperamide bila Anda alergi terhadap obat ini. • Jangan memberikan loperamide pada anak-anak usia di bawah 2 tahun karena dapat menyebabkan efek samping serius. • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan loperamide. • Jangan berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi loperamide, karena obat ini dapat menimbulkan pusing.

• Beri tahu dokter jika Anda mengalami diare dengan BAB berdarah atau berlendir, terlebih jika disertai dengan demam. Loperamide tidak ditujukan untuk mengatasi diare akibat disentri, infeksi bakteri, atau diare akibat penggunaan antibiotik.

• Beri tahu dokter tentang riwayat penyakit yang Anda miliki, termasuk HIV/AIDS, penyakit hati, ketidakseimbangan elektrolit, glaukoma, aritmia, atau konstipasi. • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

imodium obat apa

• Beri tahu dokter bila Anda sedang hamil, menyusui, atau imodium obat apa merencanakan kehamilan. • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah mengonsumsi loperamide. Dosis dan Aturan Pakai Loperamide Dosis loperamide akan diberikan oleh dokter sesuai dengan kondisi dan usia pasien. Secara umum, berikut adalah dosis loperamide untuk meredakan diare: • Dewasa: dosis awal 4 mg diberikan setelah BAB, dilanjutkan dengan 2 mg setiap kali selesai BAB.

Dosis maksimal 16 mg per hari. • Anak-anak usia 6–8 tahun: dosis awal 2 mg diberikan setelah BAB, dilanjutkan dengan 1 mg setiap kali selesai BAB. Dosis maksimal 4 mg per hari. • Anak-anak usia 9–11 tahun: dosis awal 2 mg diberikan setelah BAB, dilanjutkan dengan 1 mg setiap kali selesai BAB.

Dosis maksimal 6 mg per hari. Cara Mengonsumsi Loperamide dengan Benar Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mengonsumsi loperamide. Jika Anda dianjurkan untuk mengonsumsi loperamide dalam bentuk tablet, telan obat secara utuh imodium obat apa segelas air. Jangan membelah atau mengunyah apalagi menghancurkan tablet. Imodium obat apa banyak air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat Anda mengalami diare.

Konsultasikan pada dokter jika muncul gejala dehidrasi. Bila Anda lupa mengonsumsi loperamide, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Hentikan penggunaan loperamide dan temui dokter jika diare tidak membaik dalam 2 hari, BAB berdarah, berlendir, atau muncul tanda dan gejala dehidrasi. Simpan loperamide di ruangan dengan suhu kamar. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau terkena paparan sinar matahari secara langsung.

Interaksi Loperamide dengan Obat Lain Berikut ini sejumlah interaksi yang mungkin terjadi jika mengonsumsi loperamide bersama dengan obat lainnya: • Peningkatan kadar loperamide dalam darah jika dikonsumsi bersama ritonavir, abiraterone, amiodarone, cimetidine, atau ketoconazole • Penurunan efektivitas loperamide jika dikonsumsi bersama cholestyramine • Peningkatan risiko terjadinya gangguan jantung dan efek samping yang fatal jika dikonsumsi bersama azithromycin, clarithromycin, clopidogrel, atau ciclosporin Efek Samping Loperamide Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi loperamide adalah: • Pusing • Sembelit • Kelelahan • Mual Periksakan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau justru semakin memburuk.

Segera temui dokter bila setelah mengonsumsi loperamide, terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: • Sembelit parah • Diare terus berlanjut atau BAB berdarah • Sakit perut yang berat atau perut kembung • Pusing parah sampai terasa ingin pingsan • Jantung berdebar ( palpitasi) atau denyut jantung cepat

imodium obat apa

Temuan Obat Diare dari Lalat




2022 www.videocon.com