Dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

Allah berfirman: “ Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka).

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. (Q.S al-Maidah: 2) Dan bunyi ayat tersebut menunjukan atas perintah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan tidak saling tolong menolong dalam kejahatan baik kepada orang kafir sekalipun.

Imam Qurtubi berpendapat: Firman Allah ta’ala: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa”, akhfast berpendapat: firman ini terputus dari firman yang pertama, dan ini merupakan perintah kepada seluruh makhluk untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, yaitu: agar menolong sebagian diantara kalian, saling menganjurkan untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan, tatatilah perintahnya dan jauhilah apa yang Allah larang, dan hindarilah larangannya.

(tafsir ahkam al-Qur’an: 6/36). Ibnu Asyur berpendapat: “ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa” alasan untuk larangan yang pada Firman-Nya “ Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum”… yaitu: bahwa kewajibanmu adalah saling tolong menolong diantara kalian untuk berbuat kebaikan dan takwa, dan jika ini merupakan kewajiban mereka diantara kalangan mereka, maka seharusnya mereka membantu untuk berbuat baik dan ketakwaan, karena saling tolong menolong atas perbuatan tersebut meninimbulkan rasa kasih sayang yang dihasilkannnya, kemudian hasilnya menjadi rasa keinginan bagi mereka (untuk masuk islam), tidak ada salahnya untuk menolong perbuatan tersebut bagi siapapun yang menempuh kepada perbuatan tersebut walaupun itu musuh, perbuatan haji adalah sesuatu yang baik maka tolonglah dalam kebaikan dan takwa, dan mereka walaupun orang kafir, mereka saling tolong menolong atas prilaku kebaikan, karena kebaikan menunjukan kepada takwa, kemungkinan juga jika perbuatan tersebut terulang-ulang akan mendekatkan mereka kepada agama islam.

(tafsir tahrir wa tanwir: 6/87). Nabi bersabda tentang kesepakatan fudhul yang orang-orang Quraisy sepakati ketika masa jahiliah untuk menolong orang-orang yang terdzolimi: “sungguh dulu aku menghadiri rumah ibnu Jad’an suatu kesepakatan yang lebih aku cintai dari pada kenikmatan yang melimpah, kalau seandainya aku diundang kepadanya pada masa keislaman, maka aku akan mendatanginya” (H.R Humaid dan Tohawi).

Dan beliau berkata ketika perjanjian Hudaibiah: “jika orang Quraisy mengundangku dalam suatu garis yang mengagung-agungkan apa yang diharamkan Allah, maka aku akan mendatanginya (untuk melarang mereka melakukan perbuatan terlarang tersebut)”. (H.R Bukhori). • ► 2016 (1) • ► Agustus (1) • ▼ 2015 (254) • ► Juli (8) • ► Juni (5) • ► April (77) • ► Maret (100) • ▼ Februari (62) • 3 Hal Ini Saja Bisa Sebabkan Wanita ke Neraka • Longsoran Salju Timbun Rumah Penduduk Afghanistan.

• Karena Abaikan Orang Pingsan, Wanita Rusia Ini Dit. • Pemasang Bom Depan Universitas Gaza Berhasil Ditan. • John Lennon, The Beatles, dan Cita-cita Theosofi • Tawarkan Diri untuk Pria Lain, Pria Ini Ditangkap .

• Inilah Manfaat Sholat Tahajud Dari Segi Kesehatan • Feminisme, dari New York hingga Kota Gudeg (2) • Merawat Kebaikan Diri • Feminisme, dari New York hingga Kota Gudeg (1) • Pasukan Israel Serang Petani Gaza dengan Senjata Api • Ternyata, Pernikahan Bisa Menyehatkan Mental • Ilmu, Pintu Keberkahan dan Kesengsaraan • Remaja Instan, Remaja Rentan • Pentingnya, Etika Bisnis dalam Islam • Hadapi Dugaan Serangan, Pemukim Israel Segera Bent.

• Apa Sih Manfaat Puasa ? • Mengapa Makan dan Minum Harus dengan Duduk ? • Jumlah anak-anak Muslim yang bersekolah di Inggri. • Saksi Mata: Penyerang Ibadah dengan Batu Turba dan. • Bersikaplah Memaafkan • Tidur Miring Kanan Itu Sunnah dan Miliki 9 Manfaat. • Masjid di Belanda ini Dinodai Kelompok Ekstrimis • Pria Ini Ditolak Lamarannya, Karna Tidak Bisa Menj. • Begini Perlakuan Komunis China, Para Imam di Xinji.

• Bahaya Meniup Makanan Minuman Panas – Sunah Rosul • Nasib Bocah Keturunan HIV/AIDS, Sendiri Hadapi Dunia • Sejak Miras ‘Liqour’ Dilarang, Tingkat Kriminalita. • Ayo, kita Tiru Aklak Rasulullah • Bahagia Rayakan Valentine, Siap Masuki Lubang Keha. • Larang Jilbab di Sekolah, Ulama Rusia Kirim Surat .

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

• Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah • Madu Adalah Obat Sunnah Segala Penyakit • Israel Publikasikan Tender Hotel di Atas Tanah Pal. • Ikuti yang Pasti, Jangan Rayakan Valentine • Santri Tahfidz Bakar Buku Ajarkan Zina • Manfaat Mematikan Lampu Saat Tidur • Berjilbab? Kenapa Tidak? • Makassar Dikepung Imigran Gelap • Sejak Serangan ke Charlie Hebdo, Buku Islam Laris .

• Apakah Sah Shalat dalam Keadaan Isbal? • Hiidayah itu harus dicari • 20 Manfaat Minyak Zaitun • Di Norwegia, Menolong Pengemis Bisa Dipenjara • Syi’ah; Sejarah dan Perkembangannya • Ini Alasan Ilmiah Pacaran Dilarang dalam Islam • Akibat Dan Dampak Dari Zina • Video "Share Your Smile" Created By Cahaya Islam • Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan Tubuh Manusia • Harus Paham Sejarah Valentine Day • Hari Valentine : Hari Zina Internasional • Agara tahu bagaimana caranya bersyukur ;) • Beredar Buku Ajak ABG Pacaran dan ML • Manfaat Gerakan Sholat bagi Kesehatan • About Us • SALING MENOLONG DALAM KEBAIKAN • BAHAYA LIDAH DAN KEUTAMAAN DIAM • Video " Say No to Pacaran" created by Cahaya Islam • Kita lemah tapi jangan bersikap lemah!

• Islam, Awalnya Asing dan Akan Kembali Asing • NIKMAT YANG TERLUPAKAN • Muamalah Allah Terhadapmu Sesuai Dengan Muamalahmu. • ► Januari (2) • ► 2014 (44) • ► September (44) Permusuhan saja dilarang dalam ajaran islam, apalagi kalau tolong menolong dalam hal-hal buruk. Walaupun kata “menolong” diartikan positif, tapi tergantung konsep menolongnya. Kalau menolong dalam keburukan, sudah pasti bukan dapat pahala tapi hanya menambah dosa. Seperti pada surat Al-Maidah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya.“ Jadi siapapun yang meminta tolong untuk hal negatif, sebaiknya ditolak dan lebih baik orang yang mengajak tersebut dinasehati. 🙂
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa.” (Qs. Almaa’idah: 2) “Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Qs. Al-‘Ashr: 1-3) Dari Abu Abdirrahman Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu’anhu, ia berkata Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mempersiapkan diri untuk berperang dijalan Allah, maka ia akan berperang.

Dan barangsiapa yang menggantikannya dalam keluarganya karena perang, maka ia telah perang.” (HR. Bukhari no.2843 dan Muslim no. 1895) Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mengutus pasukan tentara ke Bani Lihyan dari Kabilah Hudzail, beliau bersabda, “Hendaknya tiap dua orang dalam satu keluarga, yang satu keluar yang satu menjaga keluarganya, niscaya pahalanya dibagi antar keduanya.” (HR. Muslim no. 1896) Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam “Barangsiapa yang mempersiapkan diri untuk berperang dijalan Allah, maka ia akan berperang.

Dan barangsiapa yang menggantikannya dalam keluarganya karena perang, maka ia telah perang.” Ini adalah bentuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Ketika seseorang mempersiapkan diri untuk berperang yaitu mempersiapkan kendaraannnya, peralatannya dan senjatanya, maka ia telah berperang, yakni dituliskan baginya pahala berperang, karena ia telah mempersiapkan kebaikan.

Demikian juga orang yang menggantikan sesuatu yang baik bagi keluarganya, berarti ia sudah dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam, karena jika seseorang ingin berperang, tetapi dia mendapatkan masalah dalam hal pemenuhan kebutuhan bagi keluarganya, kemudian dia mengutus salah seorang Muslim dan berkata “Saya akan dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam anda dalam keluargamu dengan kebaikan.” Maka orang yang menanggung keluarganya ini pahalanya seperti orang yang berperang karena membantunya.

Karenanya, membantu orang yang berperang itu ada dua: Pertama: Membantunya mempersiapkan kendaraan, perlengkapan dan persenjataannya. Kedua: Membantunya untuk menanggung keluarga yang ditinggalkannya, karena ini termasuk pertolongan yang sangat besar.

Banyak orang merasa berat apabila ada orang yang memenuhi hajat mereka, jika orang itu sudah bisa menanggung kebutuhan keluarganya, dan dia menjadi penggantinya bagi keluarganya dengan baik, maka berarti ia telah berjuang.

Diantaranya yaitu yang pernah terjadi pada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menggantikannya perang tabuk, Rasulullah memerintahkannya agar ia bersama keluarga, Ali berkata, “Wahai Rasulullah kenapa engkau tinggalkan aku bersama para wanita dan anak-anak?” Lalu Beliau berkata kepadanya, “Apakah kamu tidak ridha menjadi sebagian dari diriku, seperti kedudukan Harun dari Musa dimana tidak ada Nabi lagi setelahku?”[1] Yakni aku tinggalkan engkau bersama keluargaku, sebagaimana Musa meninggalkan Harun pada kaumnya ketika beliau pergi menuju Miqat (tempat perjumpaan) Tuhannya.

Dari Hadits diatas dapat dipahami bahwa setiap orang yang membantu oranglain untuk melakukan ketaatan kepada Allah, maka baginya pahala seperti pahala orang itu. Jika anda membantu seorang penuntut ilmu dengan membelikannya buku, mengontrakkannya rumah atau menafkahinya dan sebagainya, maka bagi anda pahalanya, yakni seperti pahala orang tersebut tanpa dikurangi sedikitpun.

Begitu juga jika anda membantu orang yang hendak shalat dengan memudahkan urusannya dalam shalat, baik itu tempat, pakaian, dalam wudhunya, maka sesungguhnya dituliskan bagi anda pahala seperti orang yang shalat. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bertemu dengan satu kafilah di Ar-Rauha’ lalu Beliau bertanya, “Siapakah Anda? Beliau menjawab, “Rasulullah”. Kemudian seorang perempuan mengangkat bayi kepada Beliau dan berkata, “Apakah baginya haji?” Beliau menjawab, “Ya, dan bagimu pahala.” (HR.

Muslim no. 1336) Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Bendahara muslim yang amanat adalah yang melaksanakan apa yang diperintahkan, kemudian memberikan secara sempurna, lapang dan senang hati, baik kepada orang yang diperintahkan untuk diberi, maka dia termasuk salah seorang yang mendapat pahala sedekah tersebut.” (HR.

Bukhari no.1438 dan Muslim no.1023) Diriwayat lain, “Yang memberikan apa yang diperintahkan kepadanya.” Jika ia melaksanakan dan memberikan apa yang diperintahkan kepadanya maka ia melaksanakannya dengan lapang dada yakni tidak mengharapkan sesuatu dari orang yang diberi tersebut, atau ingin menampakan kemuliaannya, tetapi ia memberikannya dengan ikhlas hati, dialah yang termasuk salah seorang yang bersedekah walaupun ia tidak memberikan sepeser pun dari hartanya.

Dalam hadits ini terdapat dalil tentang keutamaan amanat dan keutamaan melaksanakan apa yang diwakilkan kepadanya tanpa berlebih-lebihan, serta dalil yang menunjukkan bahwa tolong menolong dalam kebaikan dan takwa akan dituliskan pahala bagi yang melakukannya, seperti pahala orang yang melakukannya.

Ini adalah keutamaan Allah yang diberikan pada orang yang di kehendaki-Nya. • Adab (16) • Akhlaq dan Nasehat (159) • Akidah (157) • Al-Quran (18) • Amalan (41) • Amalan Hati (15) • Bantahan (28) • Bid'ah (33) • Birrul Walidain (8) • Cinta (17) • Dakwah (22) • Doa (12) • Dosa (19) • Dukun - Jimat - Tathayyur (17) • Dzikir (14) • Faedah (38) • Firqah (48) • Hadits (36) • Halaman Download (6) • Hukum Islam (83) • Ibadah (126) • Ilmu (13) • Keluarga (60) • Keutamaan - Fadhillah (56) • Kisah Islam (54) • Kitab-Buku (6) • Konsultasi Syari'ah (59) • Lain-Lain (33) • Manhaj (87) • Mazhab (13) • Muamalah (5) • Mukjizat (14) • Musibah - Harta - Duniawi (11) • Muslimah (47) • Mutiara Hikmah dan Sya'ir (36) • Nazar (2) • Non Muslim (14) • Penguasa-Ulil Amri (15) • Penyejuk Hati (30) • Puasa (64) • Quburiyyun (16) • Rasulullah (14) • Salafi (11) • Shalat (65) • Shalawat (10) • Sufi (16) • Sujud (5) • Surga-Neraka (23) • Syafa'at (5) • Syiah (20) • Tafsir (18) • Thaharah (16) • Wahabi (22) • Zakat (15) • Zina (14) • ▼ 2012 (601) • ► Oktober (1) • ► September (2) • ▼ Agustus (129) • Bolehkah Membatalkan Puasa Qadha?

• Ngalap Berkah yang Syirik dan Bid'ah • Cara Mudah Meraih Berkah • Ngalap Berkah ala Jahiliyyah • Sembelihanku Hanya untuk Allah • Kenapa Orang Islam Tidak Perlu Syahadat? • Membangun Kubur adalah Larangan Nabi, Bukan Larang. • Kematian adalah Kepastian, Apa Yang Sudah Engkau S. • Bahagia Dengan Husnul Khatimah Sengsara Dengan Su'. • Tuduhan Keji Syi'ah terhadap Al Qur'an Kaum Muslimin • Syirik Menurut Ulama Syafi’iyyah • Perbedaan Taubat dan Istighfar • Salah Dalam Memahami Syirik • Orang-Orang Yang Mati Syahid • Jalan Menuju Surga • Pandangan Syaikhul Islam dalam Masalah Uluhiyah • Musibah itu Membuatku Tersenyum.

• Amalan-Amalan Dengan Keutamaan Mendapat Syafa’at • Hukum Jimat Dalam Islam • Cinta Terlarang, Sebab, Akibat dan Terapinya • Salah Satu Ritual Ibadah yang Dibenci Imam Syafi’i • Prinsip-Prinsip Imam Asy-Syafi’i Dalam Beragama • Dengan Niat, Amal Dunia Jadi Ladang Akhirat • Keutamaan Pedagang yang Jujur dan Amanah • 7 Keajaiban Dunia Yang Lebih Ajaib • Renungan Kejujuran • Bid'ah Hasanah? Itulah Bid'ah yang Sesat • Berlaku Jujurlah • Pendapat Imam Syafi’i Mengenai Orang yang Meningga.

• Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu Lebih Besar da. • Keutamaan Tolong Menolong Dalam Kebaikan dan Takwa • Terbisu Saat Sholat • Kumpulan Sya'ir - 1 • Hukum Seputar Shaf dalam Shalat Berjama'ah • Kesalahan-Kesalahan Setelah Shalat • Omset Kuburan Syiah (Gambar) & Tarif Nikah Mut'ah .

• Kedudukan Sunnah Dalam Menyikapi Penguasa Negeri • Amalan-amalan Dengan Keutamaan Dibangunkan Rumah d. • Siapapun Anda, Bekerjalah Untuk Agama Allah • Kumpulan Nasehat - 2 • Selamat Jalan Ramadhan • 10 Faedah Seputar Thaharah • Misteri Rumah Masa Depan • 10 Faedah Tentang Haji • 10 Faedah Semangat Ulama Dalam Menuntut Ilmu • 10 Faedah Seputar Akhbar Ulama • 9 Faedah Tentang Tafsir • 6 Faedah Seputar Pengobatan dan Penyakit • 10 Faedah Tentang Kitab • 10 Faedah Tentang Ilmu Hadits • 10 Faedah Tentang Ikhtilaf • 9 Faedah Seputar Sholat • 5 Faedah Seputar Anjing • 8 Faedah Tentang Hadits • 10 Faedah Tentang Jual Beli • Membongkar Kedok Dukun Berlabel Ustadz atau Kyiai • 10 Faedah Tentang Ilmu • 5 Faedah Menawan Seputar Hujan • 10 Faedah Tentang Nikah • Sebab-Sebab Kebinasaan Umat Terdahulu • Keutamaan Menyebarkan Ilmu Agama • Keutamaan Mendatangi dan Berjalan Kaki ke Masjid • 9 Mutiara Tentang al-Quran • 21 Manfaat dan Hikmah Pensyariatan Zakat • Zakat Dalam Islam Kedudukan Dan Tujuan-Tujuan Syar.

• Seputar ‘Idul Fithri • Si Gubernur Miskin • Bid'ah-Bid'ah di Kuburan • Kaidah • 6 Kelompok Manusia Dibulan Ramadhan • Kenangan Indah Ibadah Puasa • Bid'ah Hari Raya Ketupat (Hari Raya Al Abrar) • Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal • 5 Faedah Puasa Syawal • 6 Faedah Tentang Waktu • 11 Puasa Bid'ah Ala Kejawen • 7 Faedah Tentang Wara' • 35 Akhlak Ahlul Quran • Kehidupan Sehari-hari yang Islami • 14 Keutamaan Puasa • 10 Kisah Seputar al-Quran • Renungan Di Bulan Ramadhan • Keutamaan Bagi Mereka Yang Masuk Islam • Kaidah dan Landasan Para Juru Dakwah • Salah Dalam Mengartikan Idul Fithri, "Kembali Kepa.

• Mewaspadai Penyeru Kebinasaan • Jangan Mengambil Ilmu dari Ahli Bid'ah ! • Panutan Penyesat Umat • Mendadak Jadi Ustadz - Pelawak atau Penda'wah ?

• Akan Muncul Da'i-Da'i Yang Menyeru Ke Neraka Jahannam • Awas Banyak Ustadz "Gadungan" di Televisi (Komersial) • 7 Keistimewaan Lailatul Qadar • Panduan Shalat Idul Fithri dan Idul Adha • Panduan Zakat Fithri • Saling Berkunjung di Hari Raya • Tentang Ucapan Selamat Hari Raya, Apa Arti “Minal dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam.

• Teladan Rasulullah dalam Iedul Fithri • 8 Kemungkaran di Hari Raya • Bimbingan Iedul Fithri • Bingkisan Istimewa Menjelang Iedul Fithri • ► Juli (119) • ► Juni (84) • ► Mei (27) • ► April (66) • ► Maret (14) • ► Februari (61) • ► Januari (98) • ► 2011 (243) • ► Desember (190) • ► November (44) • ► Oktober (9) • Adab (16) • Akhlaq dan Nasehat (159) • Akidah (157) • Al-Quran (18) • Amalan (41) • Amalan Hati (15) • Bantahan (28) • Bid'ah (33) • Birrul Walidain (8) • Cinta (17) • Dakwah (22) • Doa (12) • Dosa (19) • Dukun - Jimat - Tathayyur (17) • Dzikir (14) • Faedah (38) • Firqah (48) • Hadits (36) • Halaman Download (6) • Hukum Islam (83) • Ibadah (126) • Ilmu (13) • Keluarga (60) • Keutamaan - Fadhillah (56) • Kisah Islam (54) • Kitab-Buku (6) • Konsultasi Syari'ah (59) • Lain-Lain (33) • Manhaj (87) • Mazhab (13) • Muamalah (5) • Mukjizat (14) • Musibah - Harta - Duniawi (11) • Muslimah (47) • Mutiara Hikmah dan Sya'ir (36) • Nazar (2) • Non Muslim (14) • Penguasa-Ulil Amri (15) • Penyejuk Hati (30) • Puasa (64) • Quburiyyun (16) • Rasulullah (14) • Salafi (11) • Shalat (65) • Shalawat (10) • Sufi (16) • Sujud (5) • Surga-Neraka (23) • Syafa'at (5) • Syiah (20) • Tafsir (18) • Thaharah (16) • Wahabi (22) • Zakat (15) • Zina (14) DALAM istilah agama tolong menolong disebut ta’awun adalah upaya untuk saling membantu, dan saling bersinergi antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Maka kemungkinannya bisa jadi positif dan juga bisa negatif. Dapat dikatakan positif jika saling tolong menolong dalam hal kebaikan, dan negative jika tolong menolong dalam hal kemaksiatan. Dalam ajaran islam, perintah tolong menolong diarahkan dalam konteks positif, yaitu dalam urusan ketakwaan dan kebaikan.

Sikap saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan adalah suatu hal yang sangat mulia. Sejumlah ayat dalam alquran juga telah menyebutkan secara tegas tentang perintah ini. Dikutip dari halaman Mutiaraislam, berikut ayat-ayat Al-Quran tentang tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Ayat-ayat Al-Quran tentang tolong menolong: Q.S Al-Maidah: 2 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhannya.

Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencianmu terhadap suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (terhadap mereka). Dan saling tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan saling tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” Ayat-ayat Al-Quran tentang tolong menolong: Q.S Al-Kahfi: 95-96 Ilustrasi.

foto: unsplash قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا * آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhanku kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka.

(95) Berilah aku potongan-potongan besi,” Hingga ketika potongan besi itu telah terpasang sama rata dengan kedua puncak gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Hingga ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atasnya (besi panas itu).” BACA JUGA: Berikut Ayat-ayat Al-Quran dan Hadist tentang Jujur Ayat-ayat Al-Quran tentang tolong menolong: Q.S Al-Qashas: 33-35 قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ * وَأَخِي هَارُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُصَدِّقُنِي إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ * قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَانًا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا بِآيَاتِنَا أَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَالِبُونَ Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh salah seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku.

(33) Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantu untuk membenarkan (perkataan)ku. Sesungguhnya, aku takut mereka akan mendustakanku.” (34) Dia (Allah) berfirman, “Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepada kamu berdua kekuasaan yang besar, sehingga mereka tidak akan dapat mencapaimu.

(Berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan meraih kemenangan.” (35) Ayat-ayat Al-Quran tentang tolong menolong: Q.S Al-Fath: 29 Ilustrasi. foto: unsplash مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا “Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka.

Kamu melihat mereka senantiasa rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam kitab Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu tumbuh semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka.” BACA JUGA: Berikut 8 Motivasi Ayat Al-Quran Ayat-ayat Al-Quran tentang tolong menolong: Q.S Al-Hujurat: 10 Dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”[] SUMBER: MUTIARAISLAM - ARROHMAHTAHFIZH
Tolong Menolong Dalam Kebaikan • Umat Muhammadiyah Kita harus tolong menolong dalam berbuat kebajikan, saling membahu dalam menjalankan dakwah, saling menguatkan dalam memelihara agama islam.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bisa istiqomah berlomba-lomba dalam kebaikan, aamiin. . #muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah #kebaikan #tolongmenolong #kuotemuhammadiyah #kuoteislami
“…….

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” [al-Mâidah/5:2] Allah menganugerahkan manusia sifat dasar untuk cenderung tolong menolong antarsesama. Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang tak bisa menyelenggarakan kehidupannya sendiri.

Manusia yang satu tentu akan sangat membutuhkan pertolongan manusia lainnya. Atas anugerah yang Allah berikan kepada manusia inilah, Allah memberikan batasan kepada manusia bagaimana tolong menolong yang baik dan membuahkan pahala.

Allah telah menjelaskan perkara tersebut dalam surah Al-Maidah ayat 2. Sebagai umat di dalam hatinya ada iman Islam, kita wajib hanya tolong menolong dalam kebaikan dan dalam ketaqwaan terhadap Allah saja.

Kita tidak diperbolehkan untuk tolong menolong dalam rangka menyebarkan keburukan yang membuahkan dosa dan murka Allah. Tentu hal ini sejalan dengan kebutuhan dasar hidup manusia yang menginginkan kehidupan yang tenang dan damai jauh dari huru hara. Mengapa umat Islam harus saling menolong dalam ketaqwaan kepada Allah? Setiap segala perbuatan kita pasti didasari oleh sebuah landasan dan niat yang kuat.

Misal, ketika kita hendak berangkat bekerja, apa alasan kita bekerja? Salah satunya tentu untuk mendapatkan nafkah bagi keluarga bukan? Nah demikian juga halnya dengan saling menolong yang harus kita sandarkan kepada taqwanya kita terhadap Allah. Ketaqwaan akan menjaga langkah kita agar selalu terhindar dari keburukan.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

Bagaimana tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan yang Islam inginkan? Rasulullah telah mencontohkan perkara ini dengan peristiwa kaum Anshar yang menolong kaum Muhajirin. Pada saat kaum Muhajirin berhijrah ke Madinah, mereka meninggalkan semua harta benda di Mekkah. Keadaan geografis Madinah yang tanahnya subur tentu membuat perbedaan cara mencari nafkah dengan keadaan tanah Mekkah yang gersang.

Di Madinah, penduduknya mencari nafkah dengan bertani karena tanahnya subur. Lain halnya dengan kaum Muhajirin yang mencari nafkah dengan berniaga.

Tentu hal ini menjadi kendala bagi kaum Muhajirin untuk menetap dan mencari nafkah di Madinah. Untuk menyelesaikan problematika ini, Rasulullah memberikan jalan keluar dengan mempersaudarakan antara penduduk Madinah yaitu kaum Anshar dengan kaum Muhajirin. Konsekuensi dari persaudaraan yang Rasulullah lakukan terhadap kedua kaum ini menuntut kaum Anshar untuk sangat memperhatikan kebutuhan dasar hidup saudara barunya.

Kaum Anshar sangat menyambut dan mengurusi semua keperluan saudaranya dari kaum Muhajirin. Mulai dari makan, minum, tempat tinggal, pakaian, mata pencaharian dan segala macam yang kaum Anshar butuhkan untuk bertahan hidup mereka bagi dan cukupkan pula untuk kaum Muhajirin. Antusiasme kaum Anshar dalam membantu membangun kehidupan kaum Muhajirin di Madinah Allah abadikan dalam surah Al-Hasyr ayat 9 yang artinya, “ Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshâr) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.

Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).” Ada sebuah kisah yang melatarbelakangi turunnya ayat tersebut.

Kisah tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi, “Ada seseorang yang mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam keadaan lapar), lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusan ke para istri beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

Para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kami tidak memiliki apapun kecuali air”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapakah di antara kalian yang ingin menjamu orang ini?” Salah seorang kaum Anshâr berseru: “Saya,” lalu orang Anshar ini membawa lelaki tadi ke rumah istrinya, (dan) ia berkata: “Muliakanlah tamu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam !” Istrinya menjawab: “Kami tidak memiliki apapun kecuali jatah makanan untuk anak-anak”.

Orang Anshâr itu berkata: “Siapkanlah makananmu itu! Nyalakanlah lampu, dan tidurkanlah anak-anak kalau mereka minta makan malam!” Kemudian, wanita itu pun menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya. Dia lalu bangkit, seakan hendak memperbaiki lampu dan memadamkannya. Kedua suami-istri ini memperlihatkan seakan mereka sedang makan.

Setelah itu mereka tidur dalam keadaan lapar. Keesokan harinya, sang suami datang menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamBeliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Malam ini Allah tertawa atau ta’ajjub dengan perilaku kalian berdua. Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat-Nya, (yang artinya): dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).

Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Sistem mempersaudarakan antara kaum Anshar dengan kaum Muhajirin terbukti jalan keluar yang tepat di tengah krisis yang tengah dialami oleh kaum Muhajirin yang baru saja berhijrah ke tempat yang sama sekali berbeda dengan kampung halaman mereka dan tanpa membawa bekal ataupun harta sedikitpun. Perlahan dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam dan perekonomian kaum Muhajirin di tanah kaum Anshar berangsur membaik dan dapat hidup mandiri tanpa memutus tali persaudaraan yang dieratkan oleh Rasulullah.

Pembaca yang Budiman, apa yang Rasulullah lakukan dalam implementasi dari surah Al-Hujurat ayat 10 yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”. Setiap orang yang beriman kepada Allah akan menjadi saudara bagi orang lain yang juga di dalam hatinya ada Iman kepada Allah.

Implikasi dari bentuk persaudaraan seiman sama seperti saudara karena pertalian darah atau ikatan pernikahan.

Sebagai umat Rasulullah, kita wajib meringankan beban, menolong saat mereka membutuhkan bantuan, bekerja sama dalam hal kebaikan dengan mereka, saudara seiman kita. Hati kita harusnya perih dan pedih ikut merasakan penderitaan jika ada saudara seiman yang hidupnya terlunta-lunta. Namun, empati saja tak cukup untuk membuat kita termasuk saudara yang baik bagi mereka. Kita memerlukan tindakan nyata untuk membuktikan kepada Allah bahwa kita hambaNya yang bertaqwa.

Manfaat Tolong Menolong dalam Kebaikan Manfaat memberikan pertolongan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang memperoleh pertolongan.

Pertolongan yang diberikan selalu kembali kepada si pemberi pertolongan. Menolong sesama sama artinya dengan membangun dan meningkatkan kualitas hidup sebuah peradaban.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

Suatu kelompok tidak dapat dikatakan maju ketika ada satu saja dari anggotanya yang belum seberhasil lainnya. Yang perlu dilakukan agar semuanya berhasil dan maju adalah uluran tangan dan kemauan untuk membantu. Lebih jauh lagi, segala jenis pertolongan akan selalu membuahkan hasil manis bagi penolong. Bukankah Allah sendiri yang telah menjamin hambaNya yang mau menolong dan meringankan beban orang lain maka Allah akan menggantinya dengan kemudahan-kemudahan terhadap segala urusan si penolong?

Dalam hadis lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menolong orang yang sangat membutuhkan, maka Allah mencatatnya sebanyak 73 ampunan. Satu ampunan terdapat kebaikan semua masalahnya, yang 72 (menaikkan) derajatnya pada Hari Kiamat. ” (HR. Bukhari dan Baihaqi).

Tolong menolong dalam kebaikan terhadap sesama dalam rangka meningkatkan ketaqwaan kepada Allah merupakan sebuah amalan utama yang banyak manfaatnya. Kiranya akan banyak masalah di negeri ini yang selesai bila kita menerapkan sistem tolong menolong.

Tak perlu kita berpikir panjang dan mencari siapa yang dapat kita tolong. Coba kita rehat sebentar dari rutinitas dan perhatikan di sekeliling kita. Adakah rekan kerja yang satu ruangan dengan kita yang terlihat membutuhkan bantuan? Coba kita dekati dan tawarkan bantuan kepadanya seraya berkata, “Hei, apa yang perlu saya bantu?” Penulis, (DHQ)Pekan ini memasuki pekan ke 6 matrikulasi nak ID. Dan saya menghighlight salah satu poin dari materi ust NAK tentang kehidupan bermasyarakat, dengan memperjuangkan pemikiran Islam.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Ayat tersebut adalah golden rule untuk hal kerja sama dalam islam.

Kata wata’awanu biasanya diterjemahkan dengan arti tolong menolong. Tetapi berdasarkan akar katanya, berarti tolong menolong untuk hal yang sangat serius. Hal ini berarti bahwa kita harus tolong menolong dalam hal kebaikan secara serius, secara sungguh sungguh. Kebaikan diikuti dengan kata takwa. Sedangkan takwa terletak di hati masing masing manusia.

Allah menyebutkan hal yang umum terlebih dahuku, baru diikuti hal yang private. Bisa berarti bahwa ketika kita sibuk untuk umat, sibuk terlibat dalam project islam, kita tetap tidak boleh meninggalkan kewajiban untuk diri kita sendiri.

Kita tetap harus mengambil waktu untuk sholat, zikirbaca Qur’an. dilanjutan ayat tersebut, Allah melarang keras untuk tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Allah menyebutkan ranah private baru ranah umum. Dalam artian, ketika kita sedang bersama sama, ketika ada satu orang yang mengajak melakukan hal yang salah, maka akan mudah untuk orang lain mengikuti.

Level dosanya seakan akan menjadi lebih turun, karena ditanggung bersama. Hal ini dilarang oleh Allah. Ketika kita berdakwah, masing masing dari kita akan memilih hal yang kita suka, yang kita kuasai. Hal ini mungkin berbeda dengan kekhususan dari dakwah yang dipilih oleh orang lain, atau komunitas lain.

misal komunitas A berfokus pada pendidikan keluarga, komunitas B berpkus pada konselingdan sebagainya.

Tetapi hal tersebut dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam bukan menjadi hal perbedaan yang pada akhirnya membuat permusuhan. Masing masing dari komunitas,bertujuan sama menyebarkan Islam atau menunjukkan nilai Islam yang sesungguhnya.

Jadi kita harus hargai dan hormati.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

Dan seperti pada saat membangun rumah, masing masing program ibarat satu batu bata yang menjadi bagian dari rumah itu. Kita saja yang mungkin belum bisa melihat secara utuh saat ini.

Jadi kita harus melupakan label dari organisasi kita, dan hanya perlu mengingat bahwa kita sama sama bekerja untuk Allah. video dapat dilihat di sini : https://www.youtube.com/watch?v=nmF8X1cDqIA Next Next post: Perpecahan Umat Twitter • Just stay still. Stay silent.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

It won’t harm anyone but your self … 13 hours ago • Cahaya hidupku Penerang jalanku Kaulah itama dalam laguku 13 hours ago • RT @ abnerpastoll: Absolutely incredible https://t.co/ZprAxIRhyu 1 day ago • RT @ ReceinAja: Healing https://t.co/1BupQzr64e 1 day ago • Min @ CommuterLinekalau kartu multitrip dan kartu prabayar keluaran bank (e money)tidak tap out di stasiun tuj… twitter.com/i/web/status/1… 3 days ago Instagram No Instagram images were found.

Archives • Dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam 2020 • January 2020 • January 2018 • August 2017 • February 2016 • August 2015 • July 2015 • June 2015 • April 2015 • March 2015 • February 2015 • August 2014 • June 2014 • May 2014 • April 2014 • June 2013 • November 2012 • April 2012 • September 2011 • April 2011 • December 2010 • November 2010 • October 2010 • September 2010 • August 2010 • July 2010 • June 2010 • May 2010 • April 2010 • March 2010 • January 2010 • December 2009 • November 2009 • October 2009 • September 2009 • August 2009 • July 2009 • June 2009 • May 2009 • April 2009
Sebagai makhluk sosial manusia tidak mampu hidup sendiri dan akan selalu membutuhkan bantuan orang lain.

Sudah menjadi kodratnya bahwa manusia diciptakan untuk bisa saling tolong menolong dan membantu satu sama lain yang sedang mengalami kesulitan. Islam sebagai rahmatan lil allamin,tidak dapat dipisahkan dari ajaran untuk saling tolong menolong. Islam juga mewajibkan seluruh umatnya untuk saling tolong menolong. Sebagaimana firman Allah SWT dibawah ini : “Dan tolong-menolong engkau semua atas kebaikan dan ketaqwaan.” (QS. Al-Maidah: 2) Meskipun islam mewajiban tolong menolong antar umat muslim.

Namun, islam juga memberikan batasan sebagaimana yang dikemukakan hadist diatas. Bahwa islam juga memberikan batasan terhadap apa yang menjadi ajarannya tersebut. Karenanya umat islam harus mengerti betul bagaimana ajaran tolong menolong yang dianjurkan dalam islam. Bahwa setiap umat islam.m diwajibkan hanya melakukan tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa dan larangan tolong menolong dalam hal dosa besar dalam islam. Aturan pakai yang untuk melaksanakan ajaran saling tolong-menolong yang terdapat di dalam Al Quran di antaranya adalah sebagai berikut: “Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS.

Al-‘Ashr: 1-3) Hukum Tolong Menolong Dalam Islam Tolong menolong dalam ajaran islam terutama dalam hal kebaikan dan taqwa memilki hukum yang sangat di anjurkan, dan bahkan mendekati kewajiban. Karena tujuan dari penciptaan manusia sendiri ialah untuk dapat saling tolong menolong sehingga dalam hukum tolong menolong dalam islam beserta anjurannya secara garis besar adalah sebagai berikut : • Kewajiban Tolong Menolong Dalam Kebaikan bagi masyarakat muslim Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam Tafsir Al-Qur’anil Azhim (II/7) menafsirkan dalam [al-Ma’idah/5: 2] : “ Allah Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin agar saling berta’awun di dalam aktivitas kebaikan yang mana hal ini merupakan al-Birr (kebajikan) dan agar meninggalkan kemungkaran yang mana hal ini merupakan at-Taqwa.

Allah melarang mereka dari saling bahu membahu di dalam kebatilan dan tolong menolong di dalam perbuatan dosa dan keharaman.” Dalam hal ini, aktivitas tolong menolong yang dilandasi oleh kebaikan dan taqwa tentu akan samgat membawa kebaikan.

Tidak hanya bagi individu atau kelompok yang bersangkutan, tetapi juga bagi semua umat muslim. Kondisi ini kemudian akan menyebar kepada individu atau kelompok lain untuk kemudian saling berlomba-lomba melakukan kebaikan melalui jalan tolong menolong antar sesama umat muslim.

• Konsekuensi Dari Loyalitas Menjadi Muslim Anjuran tolong menolong dalam hal kebajikan merupakan salah satu bentuk loyalitas kita kepada agama dan sesama muslim. Sebagaimana Allah SWT berfirman : “ Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar” [at-Taubah/9 : 71] Artinya bahwa, bagi mereka yang mampu menolong saudaranya dari upaya perbuatan yang dzolim dan sebagai upaya saling menguatkan dalam menghadapi musibah dalam islammaka sesungguhnya hal ini merupakan bentuk pertolongan yang wajib di lakukan kepada sesama muslim.

Dan barangsiapa yang membiarkan saudaranya terjerumus kedalam api dan perbuatan dosa tanpa melakukan kewajiban memberinya nasihat dan malah menelantarkannya. Maka sesungguhnya ia merupakan seorang penipu dan bukan pembela bagi mereka.

• Pahalanya Setara Dengan Shadaqah Anjuran untuk saling tolong menolong dalam hal kebaikan telah jelas difirmankan oleh Allah SWT. Bahkan dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Abi Addunia dan Asysyihaab: “Pertolonganmu terhadap orang lemah adalah sodaqoh yang paling afdol.” Dalam hal ini hukum tolong menolong yang dilakukan dengan ikhlas untuk menolong saudara kita yang lemah.

Merupakan sebuah sedekah dalam islam atau shodaqoh. Artinya bahwa Allah SWT memberikan pahala yang meyamai dengan pahala shodaqoh yang paling afdol terhadap upaya kita dalam menolong saudara kita yang mengalami kesusahan.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

• Pertolongan Allah Bagi Mereka Yang Suka Menolong Dalam Hal Kebaikan Hadits riwayat Ahmad : “Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu menolong saudaranya (semuslim).” Dalam hadist tersebut disebutkan secara jelas, bahwa Allah SWT menjanjikan pertolongan bagi mereka yang menolong saudaranya sebagaimana keutamaan bersedekah.

Dalam hal ini tentu semakin menekankan bahwa ajaran tolong menolong bagi sesama umat muslim merupakan sebuah anjuran dan kewajiban yang melekat. Serta merupakan upaya dalam menghilangkan sifat sombong dalam islam yang merasa dirinya paling tinggi tanpa dapat melihat pemderitaan saudara yang lainnya.

• Bantuan Allah SWT Kepada Mereka Yang Menolong Saudaranya Kewajiban tolong menolong dalam hal kebaikan dan taqwa memang telah menjadi ajaran islam yang melekat. Karena itulah maka, Allah SWT menjanjikan beberapa keutamaan bagi mereka yang menolong saudara-saudaranya. Sebagaimana Hadits riwayat Muslim berikut : “Barangsiapa yang berusaha melapangkan suatu kesusahan kepada seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari suatu kesusahan di hari kiamat dan barang siapa yang berusaha memberi kemudahan bagi orang yang kesusahan, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat.

Barang siapa yang berusaha menutupi kejelekan orang Islam, Allah akan menutupi kejelekannya di dunia dan akhirat. Allah selalu membantu hamba-Nya selama hamba itu menolong sesama saudaranya.” • Sebagai Bentuk Taqwa Kepada Allah Allah Azza wa Jalla telah menghimpun ragam kebaikan, kebajikan dalam ayat berikut: “ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orangorang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.

Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” [al-Baqarah/2:177] Dalam firmaNya tersebut dijelaskan secara jelas bahwa mereka yang bertaqwa ialah mereka yang mampu meringankan penderitaan saudaranya. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan mempermudah segala urusannya dan memberikan bantuan bagi mereka yang kesusahan. Sesungguhnya hal yang demikian tentu hanya ada dalam diri mereka yang bertaqwa kepada Allah SWT.

• Dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam Tolong Menolong Dalam Mencegah Perbuatan Dzolim Sebagai contoh sikap saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman.

Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.” [HR. al-Bukhâri] Dengan demikian bahwa, sebagaunsesama muslim kita dapat berperan secara aktif dalam membantu dan menolong saudara kita yang hendak atau baru akan terjebak pada perbuatan yang dzolim. Sesungguhnya tiada bentuk pertolongan yang paling mulia selain denga membawa mereka kembali kejalan kebaikan. Teruslah berupaya menjalankan hukum tolong menolong dalam islam beserta anjurannya tersebut, karena bukan hanya mereka, tapi anda juga akan menfapatkan kemudahan dan keutamaan kelak.

Sebagaimana Dalam hadits lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Orang yang menunjukkan (sesama) kepada kebaikan, ia bagaikan mengerjakannya.” [HR. Muslim] Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Sahabat hijrah, kita sebagai makhluk sosial membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita, Ya, kita memang diciptakan untuk saling membutuhkan satu sama lain, sehingga seorang manusia bisa membantu yang lain, atau ditolong oleh orang lain.

setiap manusia membutuhkan yang lainnya untuk menolong dan ditolong. Mustahil seseorang bisa hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain, bahkan semenjak kita lahir pun hingga kita masuk ke liang lahat, kita membutuhkan tangan orang lain. kita memang sudah seharusnya saling membutuhkan dan tolong menolong diantara kita.

Akan tetapi sahabat, tolong menolong atau ta’awun antar sesama manusia hanya ada dalam kebaikan, bukan tolong menolong dalam keburukan. hal ini sebagaimana yang Allah firmankan di dalam quran surat al-Maidah ayat 2. وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Nah, sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita membahas dulu, apa sih definisi atau pengertian dari al-Birru atau kebaikan?. Sahabat hijrah, menurut Syaikh as-Sa’di mengatakan bahwa al-birru adalah sebuah nama yang mencakup segala yang Allah cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang zhâhir maupun batin, yang berhubungan dengan hak Allah atau hak sesama manusia. jadi intinya, semua yang Allah cintai dari tindakan kita.

Kebaikan itu luas cakupannya, mulai dari keimanan, penegakan syariat seperti mendirikan shalat, membayar zakat dan infak kepada orang yang membutuhkan, dan amalan hati seperti bersabar dan menepati janji. Nah lalu apa yang dimaksud dengan ketakwaan?. Adapun hakikat ketakwaan yaitu melakukan ketaatan kepada Allah dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, baik yang berupa perintah ataupun larangan.

Kemudian perintah itu dilaksanakan atas dasar keimanan dengan perintah, dan keyakinan akan janji-Nya. dan larangan ditinggalkan berlandaskan keimanan terhadap larangan tersebut, dan dan takut akan ancaman-Nya. Sementara itu,Imam Ibnul Qayyim memberi pengertian yang sangat indah berkaitan dengan takwa.

Menurut beliau, takwa adalah berkaitan awal dan akhir dari amal tersebut. awalnya adalah berangkat dari keimanan dan akhirnya adalah karena mengharap pahala dan ridho Allah. jadi ketika awalnya bukan karena Allah, bukan berangkat dari keimanan, misalnya ingin dipuji, ingin mendapatkan sanjungan dari orang-orang, maka akhirnya pun bukan karena ingin mendapat pahala Allah, tapi ingin mendapatkan keuntungan dunia. Sahabat hijrah, hubungan seseorang dengan sesama dapat terlukis pada jalinan pergaulan, saling menolong dan persahabatan.

Hubungan itu wajib terjalin dalam rangka mengharap ridha Allah dan menjalankan ketaatan kepada-Nya. Itulah puncak kebahagiaan seorang hamba. Tidak ada kebahagiaan kecuali dengan mewujudkan hal tersebut, dan itulah kebaikan serta ketakwaan yang merupakan inti dari agama islam.

Allah mengajak untuk tolong-menolong dalam kebaikan dengan beriringan dengan ketakwaan kepada-Nya, Sebab dalam ketakwaan, terkandung ridha Allah. Sementara saat berbuat baik, terkandung ridho dan rasa cinta dari manusia. Oleh karena itu, ketika kita memadukan antara ridha Allah dan ridha manusia, maka kebahagiaanlah yang akan kita dapatkan. Sebagai contoh sikap saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan adalah sebagaimana yang Rasulullah sabdakan.

انْصُر أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظلُو مًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنصُرًُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالََ dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam فَوْقَ يَدَيْهِ Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang terdzalimi.

Ada yang bertanya. “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?.” Beliau menjawab.“ yaitu Dengan menghalanginya dari melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya. hadits riwayat Bukhori. Nah sahabat, bentuk-bentuk pertolongan yang bisa kita berikan kepada saudara kita banyak sekali jenisnya.

Orang berilmu membantu orang lain dengan ilmunya. Orang kaya membantu dengan kekayaannya. Dan hendaknya kaum Muslimin menjadi satu tangan dalam membantu orang yang membutuhkan. Jadi, seorang Mukmin setelah mengerjakan suatu amal shalih, maka ia berkewajiban membantu orang lain dengan ucapan atau tindakan yang memacu semangat orang lain untuk beramal. Kewajiban untuk tolong menolong kepada sesama manusia tercapai dengan saling memberi, baik itu memberi nasihat, bantuan harta, kepedulian, senyuman atau bahkan mendengarkan keluh kesahnya.

sementara kewajiban seorang hamba dengan Allah terwujud dengan menjalankan ibadah dengan ikhlas, dengan penuh cinta dan pengabdian. Nah sahabat hijrah, kebalikan dari pemaparan barusan, kita juga harus menolak atau mencegah dari kemungkaran. Ketika kita tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, maka kita juga harus saling memperingatkan dan harus saling mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar. Sahabat hijrah, tolong menolong dalam kebaikan juga termasuk dari salah satu bentuk tanda cinta kita kepada saudara seiman.

sebagaimana disebutkan di dalam quran surat al-Hujurot ayat 10, bahwa orang-orang beriman itu bersaudara, maka sudah seharusnya kita menolong saudara kita. Allah berfirman. إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” Nah, Ketika kita menolong saudara kita, maka Allah akan selalu menolong kita. Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Rasulullah yang artinya.

“Barangsiapa yang melepaskan dari seorang mu’min suatu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya kesusahan dari kesusahan-kesusahan dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam kiamat. Dan barangsiapa yang meringankan atas seorang yang kesulitan maka Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat.

Dan Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya. Hadits riwayat Muslim. Sahabat hijrah, semoga Allah memudahkan kita dalam saling tolong menolong dalam kebaikan, semoga Allah menguatkan rasa cinta di hati-hati kita sehingga kita menjadi umat yang kokoh di muka bumi ini.

Wallahu a’lam. Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh. • Bangladesh Tangkap 450 Warga Rohingya Yang Merayakan Idul Fitri Di Pantai Mei 9, 2022 • Ribuan Umat Islam Sholat Idul Fitri di Masjid Hagia Sophia Istanbul Mei 9, 2022 • 200 Ribu Umat Islam Sholat Idul Fitri di Masjidil Aqsha Mei 9, 2022 • Saudi Umumkan Penutupan Umrah Pada 30 Syawal Mei 9, 2022 • Ketua MUI Minta Rektor ITK Dipecat, Tak Cukup Dicopot dari Reviewer LPDP Mei 9, 2022
Menu • Home • Tentang Amanah Githa • Profil Perusahaan • Direksi • Penghargaan Perusahaan • Laporan Keuangan • Tahunan • Triwulanan • Karir • Galery • Testimonial • Video • Photo • Produk • INDIVIDU • Amar Invest Link • Amar Link Maksima • Amar Cendikia • Amar Mikro Safar • Amar Link Sejahtera Plus Wakaf • Amar Mikro Maslahat • Amar Mikro Salamah • Amar Sejahtera Individu • KUMPULAN • Amar Kebajikan • Amar Perlindungan Diri • Amar Pembiayaan • Amar Sejahtera • Amar Haji & Umrah • Asuransi Pengunjung Wisata • ILUSTRASI • Ilustrasi Amar Link Maksima • Ilustrasi Amar Cendikia • Ilustrasi Amar Link Sejahtera Plus Wakaf • Permintaan Nomor SPAJ Online Amar Link Sejahtera Plus Wakaf • Fund Factsheet Amar Link Maksima • Blog • Berita • Artikel • Keuangan • Kesehatan • wisata • Layanan • Formulir • FAQ • Cara Bayar Kontribusi Amanah Githa • Free Download • Kontak Amanah Githa Sikap saling peduli dan tolong menolong menjadi salah satu ciri khas dalam budaya Islam.

Hal ini lantaran Allah secara langsung mengamanatkannya dalam dalil Alquran kepada seluruh umat manusia.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. (Al-Maidah: 2) Salah satu prinsip dalam asuransi syariah adalah Ta`awun.

Ta’awun berasal dari bahasa arab yang artinya tolong menolong. Menurut istilah dalam ilmu aqidah dan akhlak, pengertian ta’awun adalah sifat tolong menolong di antara sesama manusia dalam hal kebaikan dan takwa. Dalam ajaran islam, sifat ta’awun ini sangat diperhatikan, hanya dalam kebaikan dan takwa, dan tidak ada tolong menolong dalam hal dosa dan pelanggaran atau keburukan. Oleh karen itu sifat ta’awun atau tolong menolong merupakan akhlak terpuji dalam agama islam.

Implementasi dari prinsip ta’awun (tolong menolong) dalam asuransi syariah (takaful) pada dasarnya ada di antara para peserta yang dari awal sudah memiliki niat untuk menolong peserta lain yang mengalami kerugian. Baca Juga Tips Menabung Seminggu Sekali, Agar Konsisten Umar bin al-Khatthab yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu dengan niat dan sesungguhnya masing-masing orang mendapatkan apa yang dia niatkan.” Oleh karena itu niatkan ketika Anda bergabung dengan asuransi syariah adalah untuk menolong orang lain, sehingga kita akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

Dengan memasuki asurasi syariah, dana yang disertakan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ta`awun (kerjasama dalam kebaikan) merupakan prinsip utama asuransi syariah yang membedakannya dengan asuransi konvensional. Oleh karena itu sudah saatnya umat Islam beralih dari asuransi konvensional yang ribawi ke asuransi syariah. Asuransi syariah dalam pengelolaan kontribusi berdasarkan prinsip syariah, guna saling tolong menolong dan melindungi dengan cara: • Memberikan penggantian kepada peserta atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita peserta atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti, atau • Pemberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya peserta atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya peserta dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Prinsip tolong menolong merupakan prinsip penting dalam asuransi syriah yang juga merupakan ajaran penting dalam Islam. Baca Juga Bersyukur Menjadi Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah Terbaik Jalan untuk menolong orang lain itu sangat banyak.

dalam islam tolong menolong dalam kebaikan dan takwa tergolong ke dalam

Memiliki polis asuransi syariah pun juga merupakan salah satu jalan untuk dapat menolong orang lain yang ditakdirkan meninggal ketika dalam masa asuransi. Bukankah untung berlipat? Selain diri kita terlindungi dengan asuransi, kita juga dapat mengamalkan prinsip tolong menolong.

Riyadhush Shalihin - Tolong-menolong dalam Kebaikan dan Taqwa




2022 www.videocon.com