Percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

Dalam materi pelajaran bahasa Indonesia, pasti akan ditemui beberapa istilah dalam teks darama, diantaranya yaitu Prolog, Dialog, Monolog, dan Epilog. Dalam baba tersebut atau bab darama akan ditemui istilah yang cukup asing ditelinga, salah satu diantaranya adalah istilah tersebut. Oleh karena itulah siswa banyak yang ingin mengetahui arti dari beberapa istilah tersebut, dan sampailah kalian di blog ini.

Tidak cuman dalam karya sastra drama, akan tetapi istilah prolog, monolog, epilog, dialog juga banyak ditemui pada karya sastra tulisan lainnya seperti prosa, novel dan lain sebagainya. Nah, berikut akan kita bahasa mengenai satu-satu apa yang dimaksud dengan prolog, monolog, epilog, dan dialog.

Daftar Isi • Pengertian Prolog, Dialog, Monolog, dan Epilog • 1. Prolog • 2. Dialog • 3. Monolog • 4. Epilog Pengertian Prolog, Dialog, Monolog, dan Epilog Berikut ini adalah pengertian prolog, dialog, monolog, dan epilog dalam darama beserta fungsinya.

1. Prolog Dalam drama, Prolog adalah pembukaan dalam pertunjukan sandiwara, atau bagian naskah yang ditulis oleh pengarang di awal cerita. Pada dasarnya Prolog merupakan pengantar naskah yang bisa berisi satu atau lebih keterangan dan juga pendapat pengarang tentang cerita atau teks drama yang disajikan. Prolog disini juga bisa diartikan sebagai pendahuluan atau peristiwa pendahuluan. Fungsi dari prolog adalah untuk menerangkan atau memberi gambaran mengenai situasi cerita atau drama.

Prolog dibuat dengan tujuan utama agar pembaca berminat terhadap isi dalam sebuah teks novel atau miat penonton terhadap isi sebuah pertunjukan drama atau teater). Olah karena itu, biasanya prolog berisi sinopsi dari tokoh, biografi percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut mengenai para tokoh, dan tulisan sebagai gambaran dari konflik yang terjadi dalam cerita atau drama tersebut.

2. Dialog Dalam drama, Dialog adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dialog menjadi hal yang cukup penting dalam teks dalam. Sedangkan dalam karya sastra lain seperti sastra tulisan atau menulis fiksi, Dialog memiliki beberapa fungsi. Diantaranya adalah sebagai gambaran percakapan tokoh-tokohnya. Dialog juga memiliki fungsi untuk memunculkan karakter masing-masing tokoh. Selain itu Dialog juga bisa memunculkan beberapa perbedaan dari masing-masing tokoh, contohnya adalah perbedaan budaya.

Misalnya percakapan antara dua orang atau lebih dengan dialek atau logat yang berbeda. 3. Monolog Dalam drama, Monolog adalah Percakapan antara satu orang atau percakapan seorang pemain drama dengan dirinya sendiri.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

Biasanya ucapan tersebut dilakukan oleh satu pemain drama di dalam hati dengan berkata dengan diri sendiri untuk ditujukan kepada orang lain. Isinya mungkin bisa ungkapan rasa senang, rencana percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut akan dilaksanakan dengan orang lain, atau sikap terhadap suatu musibah atau kejadian, ungkapan rasa sedih dan lain sebagainya.

Fungsi dari Monolog sendiri biasanya menegaskan keinginan atau harapan dari tokoh tunggal tersebut terhadap suatu hal, biasanya ke orang lain dengan bentuk penyesalan, emosional, dan tokoh yang berandai-andai. 4. Epilog Dalam drama, Epilog adalah bagian penutup pada karya sastra atau sebuah cerita.

Epilog pada umumnya berisi mengenai amanat atau kesimpulan yang bisa diambil pelajarannya baik pada cerita atau drama. Epilog merupakan bagian penutup dari pada karya sastra yang sifatnya cukup penting, dengan tujuan sebagai bekal untuk pembaca ataupun penonton agar dapat mengambil hikmah dari konflik-konflik yang terjadi pada cerita atau drama.

Dan biasanya pada bagian epilog akan muncul kata bijak untuk pembaca maupun penonton. Selain sebagai amanat fungsi dari epilog adalah untuk menyampaikan intisari cerita atau menafsirkan maksud dari karya sastra tersebut kepada pembaca atau penonton. Baca juga: Arti Klimaks dalam Drama Nah, itulah pengertian mengenai Prolog, Dialog, Monolog, dan Epilog beserta fungsinya pada karya sastra. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai materi baba drama, dan semoga bermanfaat.

Aku adalah sebuah hari dimana cinta dipertemukan. Selasa pagiku terasa hampa, seperti goresan tinta putih diatas kertas putih, tidak terlihat namun ad … a. Sosok pangeran yang selama ini aku tunggu, pangeran kegelapan telah memakai sihir hitam hingga wajahnya berubah menjadi ular, "He is back" Semua berkata demikian, hingga kulitku meremang dan aku bertemu langsung dengannya, tahukah kamu siapa dia? Pasti tau jika tidak maka carilah, dia berkata padaku akan kembali setelah sepuluh ribu hari kemudian, kapankah aku akan bertemu dengannya?

Pada hari apa aku bertemu lagi dengannya.​ 1. 1. Langkah pertama, mengukur kardus dengan memakai penggaris, yang ukurannya dapat disesuaikan dengan ukuran foto yang akan dipajang. 2. Kemudian, … kaca diukur seperti halnya kardus.

3. Berikutnya, potong dua lembar kardus yang dapat disesuaikan dengan ukuran potongan kardus yang pertama. 4. Lalu, Anda perlu membuat sekat pada bagian tengah kardus untuk memakai potongan dari kardus kecil yang lain.

:5. Selanjutnya, rekatkan dengan memakai lem. 6. Langkah berikutnya, ambil kardus lain yang belum dipakai, lalu bentuk sesuai dengan keinginan. Kardus ini nantinya akan digunakan sebagai penopang bingkai agar tidak jatuh. 7. Kemudian, pasang kaca pada bagian dalam kardus tersebut. 8. Lalu yang terakhir gunakan kertas kado atau kertas koran tadi. Tempelkan kertas pada bagian luar kardus sehingga bisa dijadikan hiasan agar telihat lebih cantik. an al. Berdasarkan jenisnya, teks prosedur tersebut adalah.

A. cara menggunakan B. cara memainkan C. cara melakukan D cara membuat 2. Perhatikan ilustrasi berikut! Kini, komputer telah menjadi salah satu barang yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Untuk menghidupkanya sangat mudah yaitu dengan menyiapkan kabel-kabel yang terhubung harus dipastikan sudah terpasang dengan tepat dan benar.

Kemudian hidupkan stabilizer voltage (jika anda memilikinya) dan hidupkan monitor dengan menekan tombol power yang terdapat pada monitor. Setelah itu, hidupkan CPU dengan cara menekan tombol power yang ada pada CPU Tunggu hingga proses booting OS selesai.

Setelah muncul layar desktop, komputer telah siap untuk dipakai. Langkah-langkah yang tepat membuat teks prosedur sesuai ilustrasi tersebut adalah. A. (1) Kabel-kabel yang terhubung harus dipastikan sudah terpasang dengan tepat dan benar. (2) Hidupkan monitor (jika anda memilikinya). (3) Hidupkan stabilizer dengan menekan tombol power yang terdapat pada monitor (4) Setelah itu, hidupkan CPU dengan cara menekan percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut power yang ada pada CPU.

(5) Tunggu hingga proses booting OS selesai. (6) Setelah muncul layar desktop, komputer telah siap untuk dipakai​
Pengertian Drama – Grameds, apa Kamu pernah menyaksikan pementasan drama atau teater di salah satu televisi favoritmu? Atau, apa Kamu pernah menonton secara langsung pementasan drama atau teater? Namun, dalam pementasan drama atau teater tersebut, peran teks drama sangat penting untuk melancarkan acara.

Percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut, artikel ini akan menjelaskan tentang seluk beluk drama secara mendalam, mulai dari pengertian, ciri, unsur, struktur, kaidah kebahasaan, jenis, dan tentunya contoh naskah drama. Materi tentang drama sebenarnya sudah pernah dibahas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 11. Yuk, simak artikel berikut ini untuk memahami lebih dalam tentang pengertian drama, dan lainnya. Daftar Isi • A. Pengertian Teks Drama • B.

Ciri-Ciri Teks Drama • Anda Mungkin Juga Menyukai • C. Unsur-Unsur Teks Drama • 1. Unsur Intrinsik • a. Tokoh dan Penokohan • b. Latar (Setting) • c. Alur • d. Tema • e. Amanat • 2. Unsur Ekstrinsik • C. Struktur Teks Drama • 1.

Prolog • 2. Dialog • 3. Epilog • E. Kaidah Kebahasaan Drama • F. Jenis-Jenis Teks Drama • 1. Berdasarkan Ada Tidaknya Naskah • 2. Berdasarkan Bentuk Sastra Percakapannya • 3. Berdasarkan Sajian Isinya • 4. Berdasarkan Kuantitas Percakapannya • 5.

Berdasarkan Besarnya Pengaruh Unsur Seni Lainnya • 6. Berdasarkan Bentuk-Bentuk Lainnya • 7. Berdasarkan Sarana Penyajiannya • G. Contoh Naskah Drama • Rekomendasi Buku & Artikel • • Kategori Ilmu Bahasa Indonesia • Materi Terkait A. Pengertian Teks Drama Menurut etimologi, istilah drama berangkat dari bahasa Yunani yaitu “draomai”, yang mana memiliki arti sebagai yang berbuat, berlaku, bertindak, dan beraksi.

Berdasarkan sejarah kata tersebut, teks drama dapat dipahami sebagai suatu perbuatan atau tindakan yang ditulis dan selanjutnya digunakan dalam pementasan di sebuah panggung. Seiring perkembangan zaman, drama tidak hanya terbatas dipentaskan antar panggung. Sekarang ini, drama dapat didefinisikan sebagai suatu cerita yang dipentaskan di atas panggung atau tidak dipentaskan di atas panggung, misalnya seperti film, televisi, drama radio, dan lain sebagainya.

Dalam arti yang luas, teks drama pada dasarnya merupakan bagian dari bentuk karya sastra berisi cerita tentang kehidupan yang dipamerkan atau ditunjukkan dalam bentuk tindakan atau perbuatan.

Sementara itu, drama sendiri biasanya diperankan oleh seseorang yang disebut aktor atau aktris. Dalam melakukan pementasan drama, aktor dan aktris ini akan membuat gerakan dan dialog sesuai dengan teks drama untuk dipertontonkan kepada banyak orang. B. Ciri-Ciri Teks Drama Setelah mengetahui pengertian tentang teks, selanjutnya akan dijelaskan mengenai ciri-ciri teks drama. Ciri-ciri pada teks drama dapat digunakan untuk menandai atau membedakan teks ini dengan teks lainnya. Selain itu, ciri-ciri drama juga menjadi tanda khusu pembeda dengan karya sastra lainnya.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari teks drama yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu: 1. Teks drama memiliki cerita yang berbentuk dialog, baik yang dituturkan oleh narator maupun tokoh. Rp 210.000 4. Teks drama terletak di atas dialog atau di samping kiri dialog. 5. Teks drama memuat banyak konflik dan aksi. 6. Teks drama harus dilakonkan atau dipentaskan. 7. Teks drama biasanya dapat dipentaskan dengan durasi kurang dari tiga jam.

8. Teks drama tidak dapat diulang dalam satu masa tertentu. C. Unsur-Unsur Teks Drama Setelah mengetahui pengertian dan ciri dari teks drama, selanjutnya akan dijelaskan tentang unsur-unsur dari teks drama.

Unsur dalam teks drama hampir sama dengan genre sastra yang lain. Dalam teks drama, ada dua jenis unsur yaitu, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. 1. Unsur Intrinsik Unsur intrinsik, berarti unsur yang berada di dalam sebuah teks drama. Unsur-unsur intrinsik ini adalah sebagai berikut: a. Tokoh dan Penokohan Tokoh dalam teks drama memiliki arti sebagai karakter rekaan yang ada dalam sebuah cerita drama.

Sementara itu, penokohan atau karakterisasi dalam teks drama merupakan sebuah gambaran yang menceritakan karakter tokoh tersebut. b. Latar (Setting) Latar atau setting dalam teks drama yaitu sebuah aspek ruang atau tempat, waktu, hingga suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah teks drama. c. Alur Alur dalam teks drama adalah sebuah rangkaian peristiwa yang terjalin pada sebuah teks sastra, dengan berlandaskan hukum sebab dan akibat.

Alur sendiri dapat dipahami sebagai pola dan keterkaitan peristiwa untuk menggerakkan cerita ke arah pertikaian dan penyelesaian cerita tersebut. d. Tema Tema dalam teks drama adalah suatu gagasan pokok yang didukung oleh jalinan unsur lainnya, misalnya seperti tokoh, alur, dan latar cerita dengan wujud sebuah dialog.

e. Amanat Amanat dalam teks drama yaitu suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca teks drama atau penonton pementasan drama. 2. Unsur Ekstrinsik Selanjutnya, unsur ekstrinsik teks drama dapat diartikan semua unsur yang berada di luar teks drama, tetapi memiliki peran dalam keberadaan teks drama tersebut.

Unsur-unsur ekstrinsik ini adalah sebagai berikut: a. Biografi atau riwayat hidup pengarang teks drama b. Falsafah hidup pengarang teks drama c. Unsur sosial budaya masyarakat yang menjadi inspirasi dalam pembuatan naskah atau teks drama C. Struktur Teks Drama Setelah mengetahui pengertian, ciri, dan unsur dari teks drama, selanjutnya akan dipaparkan penjelasan tentang struktur teks drama. Sebagai bagian yang menjadi kerangka dari sebuah teks, struktur teks drama terdiri dari tiga bagian, meliputi prolog, dialog, dan epilog.

Berikut ini adalah penjelasannya: 1. Prolog Bagian pertama dari struktur teks drama adalah prolog. Prolog dapat dipahami sebagai kata pendahuluan atau kata-kata pembuka yang memiliki peran sebagai pengantar. Prolog sendiri biasanya berisi penjelasan gambaran umum tentang tokoh, konflik, latar belakang cerita, atau berbagai hal yang terjadi dalam drama. Dalam pementasan drama, prolog sering kali disampaikan oleh narator atau bisa disebut juga dengan dalang, terkadang juga prolog secara khusus disampaikan oleh tokoh tertentu dalam drama.

2. Dialog Bagian kedua dari struktur teks drama yaitu dialog. Dialog dapat didefinisikan sebagai sebuah percakapan atau pembicaraan antara dua orang atau lebih.

Dalam struktur teks drama, dialog menjadi unsur yang memiliki peran yang sangat penting. Hal itu dikarenakan sebuah pementasan drama dibangun dengan menggunakan setiap dialog antar tokohnya. Dalam teks drama, dialog juga dapat menyampaikan gambaran tentang perasaan dari para tokoh. Hal ini yang menjadikan pementasan drama perlu diperankan oleh aktor atau aktris yang dapat menjiwai karakter dan perasaan dari tokoh yang diperankan.

Selain itu, aktor dan aktris juga harus mampu mengucapkan dialog dari tokoh yang diperankan, misalnya dengan menggunakan suara yang sesuai dengan perasaan dan watak dari karakternya. 3. Epilog Bagian ketiga dari struktur teks drama yaitu epilog.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

Epilog pada dasarnya adalah kata penutup dalam sebuah teks drama, yang mana fungsi dari epilog untuk mengakhiri sebuah pementasan drama. Dalam pementasan drama, epilog biasanya memuat simpulan atau amanat atau isi pokok dari teks drama. Sama seperti prolog, epilog umumnya disampaikan oleh narator atau dalang. Namun, bisa jadi karena kebutuhan pementasan epilog disampaikan oleh tokoh dalam drama tersebut. Selain penjelasan tentang bagian di atas, pada bagian dialog dari struktur teks drama sendiri memiliki tiga bagian, meliputi orientasi, komplikasi, dan resolusi (denouement).

Tiga bagian dialog tersebut kemudian dibagi lagi dalam beberapa babak dan adegan tertentu. Satu babak dalam sebuah teks drama biasanya mengandung cerita tentang sebuah peristiwa besar dalam dialog. Hal itu dapat dilihat dengan munculnya beberapa perubahan atau perkembangan dari peristiwa yang dialami oleh tokoh utama. Sedangkan, adegan dalam sebuah teks drama hanya mencakup satu pilihan-pilihan dialog dari setiap tokoh.

E. Kaidah Kebahasaan Drama 1. Teks drama berisi dialog. 2. Banyak menggunakan tanda petik pada dialog 3. Pada bagian prolog dan epilog, teks drama banyak menggunakan kata ganti orang ketiga, yaitu seperti dia, beliau, ia, -nya, dan lain sebagainya.

4. Pada bagian dialog, teks drama banyak menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua, misalnya yaitu aku, saya, kami, kita, dan kamu. 5. Teks drama banyak memakai konjungsi temporal atau keterangan waktu, misalnya yaitu sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian, dan lain sebagainya. 6. Teks drama banyak memakai kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa, misalnya seperti menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat, dan lain sebagainya.

7.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

Teks drama banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, misalnya seperti merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami, dan lain sebagainya. 8. Teks drama banyak menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana, misalnya yaitu ramai, bersih, baik, gagah, kuat, dan lain sebagainya.

F. Jenis-Jenis Teks Drama Nah, setelah Kamu mengetahui pengertian, ciri, unsur, struktur, hingga kaidah kebahasaan, berikut ini adalah penjelasan tentang berbagai jenis teks drama. Jenis teks drama sendiri dibagi menjadi tujuh, diantaranya yaitu: 1. Berdasarkan Ada Tidaknya Naskah a. Drama tradisional, adalah jenis drama yang sering kali tidak memakai teks atau naskah drama.

b. Drama modern, adalah jenis drama yang banyak memakai teks atau naskah drama. 2. Berdasarkan Bentuk Sastra Percakapannya a. Drama puisi, adalah jenis drama yang percakapannya dibuat berupa puisi atau mengandung banyak unsur dari puisi. b. Drama prosa, adalah jenis drama yang percakapannya dibuat berupa prosa.

3. Berdasarkan Sajian Isinya a. Drama tragedi, adalah jenis drama yang menyajikan tokohnya dalam keadaan sedih atau muram. Drama ini biasanya terjadi karena tokoh tersebut sedang berada suatu situasi yang gawat. Dalam situasi yang merugikan tersebut, bisa jadi dapat mengantarkan tokoh ke dalam keputusasaan dan kehancuran. Drama tragedi sering juga disebut dengan drama serius.

Drama serius biasa dipahami sebagai drama yang menggambarkan pertikaian antar tokoh dan kekuatan yang luar biasa. Akhir dari drama serius umumnya akan terjadi malapetaka atau kesedihan yang ditimpa tokoh utama. b. Drama komedi, adalah jenis drama ringan yang menghibur. Meskipun penuh dengan lelucon atau humor, drama ini sering kali memuat tentang sindiran. Berbeda dengan drama tragedi, drama komedi biasanya memiliki akhir yang bahagia.

c. Drama tragedi komedi, adalah jenis drama yang menggunakan alur sedih atau duka cita, akan tetapi akhir dari drama ini memberikan kebahagiaan kepada tokoh utamanya.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

4. Berdasarkan Kuantitas Percakapannya a. Drama pantomim, adalah jenis drama yang dipentaskan dengan tidak banyak memakai kata-kata. Drama ini lebih memaksimal penggunaan gerakan tubuh dari para tokohnya. b. Drama mini kata, adalah jenis drama yang dipentaskan hanya dengan menggunakan sedikit kata-kata. Drama ini biasanya memaksimal penggunaan gerakan tubuh dari para tokoh dan banyak bunyi dari mulut para tokoh, tetapi bunyi yang dihasilkan tidak berupa kata-kata.

c. Drama monolog, adalah jenis drama yang menampilkan drama dengan hanya satu tokoh utama yang bermonolog atau berbincang sendiri sepanjang pementasan. d. Drama dialog, adalah jenis drama yang mementaskan para tokohnya untuk berdialog dengan menggunakan kata-kata. 5. Berdasarkan Besarnya Pengaruh Unsur Seni Lainnya a.

Drama opera, adalah jenis pementasan drama yang mengutamakan seni suara dan musik. b. Drama sendratari, adalah jenis pementasan drama yang mengutamakan seni tari. c. Drama tablo, adalah jenis pementasan drama yang tidak banyak tindakan atau dialog. 6. Berdasarkan Bentuk-Bentuk Lainnya a. Drama absurd, adalah jenis pementasan drama yang secara sadar mengabaikan atau melanggar konvensi alur, penokohan, dan tematik.

b. Drama baca, adalah jenis teks drama yang hanya cocok untuk dibaca dan tidak cocok untuk dipentaskan. c. Drama borjuis, adalah jenis pementasan drama yang memiliki tema tentang kehidupan kaum bangsawan. d.

Drama domestik, adalah jenis pementasan drama yang memiliki tema tentang kehidupan rakyat biasa. e. Drama liturgis, adalah jenis teks drama yang dipentaskan bersamaan dengan upacara kebaktian gereja.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

f. Drama satu babak, adalah jenis pementasan drama yang hanya memiliki satu babak dan satu tema dengan jumlah aktor atau aktris yang sedikit, dan memiliki alur yang ringkas. g. Drama rakyat, adalah jenis pementasan drama yang muncul dan berkembang dalam festival rakyat. Drama ini biasanya banyak dipentaskan di wilayah pedesaan.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

7. Berdasarkan Sarana Penyajiannya a. Drama panggung, adalah jenis drama yang diperankan oleh aktor dan aktris di atas panggung. b. Drama radio, adalah jenis drama yang disiarkan di radio. Drama ini hanya bisa didengarkan oleh para pendengarnya. c. Drama televisi, adalah jenis drama yang hampir sama dengan drama panggung. Namun, drama ini ditampilkan melalui media televisi.

d. Drama film, adalah jenis drama yang ditampilkan pada sebuah layar lebar seperti bioskop. e. Drama wayang, adalah jenis drama yang diiringi pagelaran wayang. f. Drama boneka, adalah jenis drama yang memakai boneka dalam pementasannya. G. Contoh Naskah Drama Mengejar Cita-Cita Ada dua anak yang bersahabat sejak kecil yang bernama Adi dan Anjas.

Mereka selalu bersama, tetapi semenjak ayah Adi harus pindah kerja mereka berdua pun berpisah. Pada suatu ketika tanpa disengaja mereka bertemu kembali tanpa disadari. Ketika mereka bertemu, mereka berdua berbincang-bincang. Karena mereka berdua telah kelas 12, mereka pun membicarakan akan kuliah kemanakah mereka setelah lulus SMA nanti. Anjas : ngomong-ngomong, kamu mau kuliah dimana? Adi : aku mau kuliah di PIP. Anjas : emangnya kamu ngambil jurusan apa ?

Adi : pelayaran. Mau jadi Kapten Kapal dong hehehe. hmmm tapi… Anjas : tapi kamu kenapa? Adi : tapi aku lemah di pelajaran fisika. Anjas : duh jangan sedih dong udah enggak apa-apa. Kalau kamu belajar lebih giat lagi pasti kamu bisa. Teruslah berusaha, Jangan menyerah. Kejar cita-cita kamu. Eits tapi jangan lupa kalau sudah usaha, kita juga harus tetep berdoa.

Adi : iya, makasih ya atas masukannya pasti aku bakal belajar lebih giat lagi. Anjas : nah gitu dong. Adi : kalau kamu ? mau kuliah dimana ? Anjas : aku belum tau nih. Kira-kira menurut kamu di mana ya? Terus jurusan apa? Adi : kalau menurut aku sih lebih baik kamu ikutin kata hati kamu aja. Pastinya yang sesuai sama bakat dan minat kamu juga. Anjas : iya sih. Tapi masalahnya aku belum tau nih bakat aku di mana.

Adi : ya kalau menurut aku sih bakat kamu sebaiknya minta pendapat ke orang lain tentang bakat kamu. Misalnya ke teman, ke guru, ke orang tua juga pasti. Terus kalau kamu masih bingung juga, aku saranin kamu untuk minta petunjuk pada Yang Maha Esa. Ya dengan berdoa lah. Anjas : wah makasih juga ya, atas pendapat dan saran kamu. Aku akan coba ikutin saran kamu.

Oh iya udah sore nih. Aku pulang ya. Makasih Adi. Adi : oh iya udah. Sama-sama. Makasih ya Anjas. Dan setelah perbincangan tadi, mereka berdua menjadi lebih giat belajar lagi. Dan akhirnya Anjas telah mengetahui bakat dan minatnya untuk melanjutkan sekolahnya.

Waktu terus berlalu. Tidak terasa mereka berdua telah lulus ujian dan mereka pun ingin melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi yang mereka inginkan. Karena mereka rajin belajar dan berdoa, mereka pun akhirnya diterima di perguruan tinggi yang mereka idam-idamkan. Rekomendasi Buku & Artikel Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 22 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 19 • Matematika 20 • Music percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1 Preview soal lainnya: Prakarya - SMP Kelas 7 Dibawah ini urutan pengolahan bahan serat alam adalah……….

A. Pemintalan Benang, Pemberian Warna, Penggulungan Benang, Penenunan Benang menjadi kain. B. Pemintalan Benang, Penggulungan Benang, Penenunan Benang menjadi kain, Pemberian Warna. C. Pemintalan Benang, Penggulungan Benang, Pencelupan Warna, Penenunan Benang menjadi kain. D. Pemintalan Benang, Penenunan Benang menjadi kain, Penceupan Warna, Penggulungan Benang. Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Materi Latihan Soal Lainnya: • Penilaian Akhir Semester 2 Genap Bahasa indonesia SMP Kelas 7 • Tangga Nada - Seni Budaya SD Kelas 5 • PPKn Bab 4 SMA Kelas 11 • Shalat Tarawih dan Tadarus Al-Quran - PAI Pelajaran 9 SD Kelas 5 • Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Kelas 12 • PAS Bahasa Indonesia Semester 1 Ganjil SMP kelas 9 • Ulangan Harian Tema 2 SD Kelas 6 • PTS Matematika Semester 2 Genap SMA Kelas 12 IPS • Manajemen dan Koperasi - Ekonomi SMA Kelas 10 • PTS PAI SD Kelas 1 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / Percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
Preview soal berikutnya: Unsur berikut yang termasuk yang termasuk struktur drama adalah.

. .

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

A. setting B. plot C. tema D. epilog Materi Latihan Soal Lainnya: • Bahasa Indonesia Tema 3 SD MI Kelas 5 • Penilaian Tengah Semester Prakarya SMP Kelas 7 • Tanaman Obat - Tema 3 Subtema 3 SD Kelas 4 • PAS 1 Bahasa Jawa SD Kelas 5 • Sumpah Pemuda - PPKn SMP Kelas 8 • Bahasa Mandarin SD • UTS TIK SMP Kelas 9 • Lompat Jauh - Penjaskes PJOK SMA Kelas 11 • PTS Semester 1 Ganjil Bahasa Sunda SD Kelas 3 • Al-Quran Hadits Bab 6 dan 7 MI Kelas 1 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.
noneEits, sebelumnya, kamu sudah tahu belum apa itu drama? Drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan.

Drama biasa disebut juga dengan istilah lain seperti sandiwara, lakon, tonil, sendratari, atau tablo. Pementasan drama (Sumber: jepara.go.id) Dalam sebuah drama, terdapat yang disebut dengan naskah drama atau teks drama. Naskah drama adalah sebuah teks yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan. Bisa dibilang, naskah drama merupakan blueprint dari sebuah drama karena drama akan dieksekusi sesuai dengan naskah drama yang sudah dibuat. Baca juga: Teks Persuasi, Pengertian, Syarat & Contoh Nah, dalam drama, terdapat banyak hal yang perlu kamu perhatikan, nih!

Mulai dari unsur-unsur drama, struktur teks drama, ciri-ciri drama, hingga kaidah kebahasaan yang digunakan dalam drama. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar drama bisa dibuat dan dieksekusi dengan baik.

Biar nggak makin penasaran, kita bahas satu per satu, yuk! Unsur-Unsur Drama Unsur-unsur drama terdiri atas empat hal, yaitu alur, penokohan, dialog, dan latar. 1. Alur Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita. Alur drama mencakup bagian-bagian pengenalan cerita, konflik awal, perkembangan konflik, hingga penyelesaian.

Dalam drama, terdapat tiga jenis alur, yakni: a. Alur Maju Alur maju adalah alur yang menggambarkan cerita berjalan berurutan ke depan atau kronologis. b. Alur Mundur Alur mundur adalah alur yang menggambarkan cerita berupa peristiwa mundur ke belakang atau sorot balik ( flashback).

c. Alur Campuran Alur campuran adalah perpaduan dari alur maju dan mundur atau disebut juga compound. 2. Penokohan Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan karakter tokoh.

Dalam sebuah pementasan drama, tokohlah yang menggambarkan atau memerankan secara langsung cerita yang ada dalam naskah drama. Tokoh terbagi dua berdasarkan perannya, yaitu: a. Tokoh Utama Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi sentral cerita dalam pementasan drama. b. Tokoh Pembantu Tokoh pembantu adalah tokoh yang dilibatkan atau dimunculkan untuk mendukung jalan cerita. 3. Dialog Dialog adalah karya percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

Dalam dialog terdapat dua unsur, yakni: a. Wawancang Wawancang adalah kata-kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh tokoh dalam drama. b. Kramagung Kramagung adalah petunjuk perilaku, tindakan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh.

iv. Latar Latar adalah keterangan mengenai ruang dan waktu yang ada dalam drama. Latar dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: a. Latar Tempat Latar tempat menggambarkan lokasi terjadinya setiap scene dalam drama. Latar tempat dapat digambarkan dengan bantuan properti yang mendukung. Misalnya, drama yang dipentaskan adalah drama fabel yang berlatar tempat di hutan belantara, maka bisa ditambahkan properti seperti pohon-pohon buatan, rerumputan buatan, bunga-bunga buatan, serta kostum hewan yang dikenakan oleh para tokoh.

b. Latar Waktu Latar waktu menggambarkan waktu terjadinya setiap scene dalam drama, bisa berupa hari, jam, tanggal, bulan, maupun tahun. Sama halnya dengan latar tempat, latar waktu juga dapat digambarkan dengan bantuan properti yang mendukung. Misalnya, suatu scene dalam drama berlatar waktu siang hari yang terik, maka bisa ditambahkan properti seperti lampu sorot berwarna terang yang menandakan bahwa scene tersebut terjadi di siang hari.

c. Latar Suasana Latar suasana menggambarkan suasana terjadinya setiap scene dalam drama. Latar suasana dapat digambarkan dengan bantuan propertimusikmaupun akting yang dilakukan tokoh. Misalnya, suatu scene dalam drama berlatar suasana yang mencekam, maka bisa ditambahkan properti seperti lampu yang remang-remang, musik yang menegangkan, dan akting tokoh yang seolah merinding dan ketakutan. By the way guys, sudah pernah cobain fitur Roboguru belum? Kamu bisa tanya berbagai macam soal maupun materi sulit yang belum kamu pahami, lho!

Yuk, cobain! Struktur Teks Drama Struktur teks drama terdiri atas tiga bagian, yaitu prolog, dialog, dan epilog. 1. Prolog Prolog adalah bagian berupa kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang yang umumnya disampaikan percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut dalang, narator, atau tokoh tertentu.

ii. Dialog Dialog adalah percakapan antartokoh dalam drama. Dialog terdiri atas tiga bagian, yaitu: • Orientasi → bagian awal cerita • Komplikasi → bagian pengembangan cerita • Resolusi → bagian akhir cerita 3. Epilog Epilog adalah kata-kata penutup yang berupa simpulan maupun amanat tentang keseluruhan isi dialog.

Baca juga: Membahas Teks Eksplanasi & Contohnya, Lengkap! Ciri-Ciri Drama Drama memiliki beberapa ciri khas yang perlu kamu ketahui, di antaranya yaitu: • Disampaikan dalam bentuk dialog • Memiliki tokoh atau karakter yang diperankan • Terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama • Dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi dengan peralatan dan properti untuk menghidupkan suasana • Dilakukan di hadapan penonton karena drama merupakan sarana hiburan Kaidah Kebahasaan Drama Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam drama antara lain sebagai berikut: • Berupa dialog • Menggunakan tanda petik pada dialog • Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilog ( dia, beliau, ia, -nya ) • Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua pada bagian dialog ( aku, saya, kami, kita, kamu ) • Banyak menggunakan konjungsi temporal ( sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian ) • Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa ( menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat ) • Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami ) • Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana ( ramai, bersih, baik, gagah, kuat ) — Nah, itu dia pembahasan tentang drama, khususnya mengenai unsur-unsur drama, struktur teks drama, ciri-ciri drama, serta kaidah kebahasaan yang digunakan dalam drama.

Southward etelah membaca pembahasan tadi, tentunya kamu jadi makin paham, kan? Biar pemahamanmu makin mantap lagi, tonton video pembahasannya di ruangbelajaryuk! Sumber Gambar: Gambar ‘Pementasan Drama’ [Daring]. Tautan: https://jepara.go.id/2019/11/25/srawung-teater-hadirkan-sebuah-pilihan/ (Diakses: 20 April 2022) Artikel ini pertama kali ditulis oleh Shabrina Alfari dan telah diperbarui oleh Kenya Swawikanti pada 20 April 2022.

percakapan antara dua orang atau lebih dalam sebuah drama disebut

Kenya Swawikanti A full-time true cat person who likes spicy food a flake more than Oreo cheesecake and chocolate water ice cream. You lot can call me Kenya or Kay. Nice to meet you! Karya Sastra Yang Memiliki Dialog Antara Tokoh Di Dalamnya Disebut Source: https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-drama Terbaru • Nabi Musa Menggembala Ternak Nabi Syuaib • Cara Membuat Gantungan Kunci Dari Sabut Kelapa • Cara Membedakan Body Spa Hanasui Asli Dan Palsu • Aplikasi Perkembangan Embrio Di Bidang Peternakan • Cara Mengganti Foto Profil Fb Tanpa Like • Penanganan Limbah Produksi Pakan Ternak Unggas Pdf • Cara Memasang Lampu Tumblr Di Dinding Kamar Tanpa Paku • Menurunkan Tegangan 24 Volt Ke 12 Volt Dengan Resistor • Contoh Gambar Klipping Budi Daya Ternak Hias Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized

DRAMA




2022 www.videocon.com