Layanan orientasi

layanan orientasi

Materi layanan orientasi terarah pada pengembangan pribadi, hubungan sosial, dan kemampuan belajar dalam dimensi karakter serta pengembangan arah, peminatan, wawasan, dan implementasi arah karir.

Setiap materi layanan orientasi pada siswa perlu ditekankan nilai-nilai spritual, emosional dan inteleginsi secara utuh. Isi layanan orientasi dapat diangkat, bidang pengembangan pribadi, bidang pengembangan hubungan sosial, bidang pengembangan kegiatan belajar, bidang pengembangan karier, bidang pengembangan kehidupan berkeluarga, bidang pengembangan kehidupan keberagaman.

Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan orientasi ialah fungsi pemahaman dan pencegahan. 1.PENGERTIAN LAYANAN ORIENTASI Menurut Drs. Tawil dalam Diktat Mata kuliah Dasar-Dasar Bimbingan Konseling; Layanan orientasi ditujukan bagi siswa baru dan pihak lain guna pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasuki. Menurut Prayitno Layanan orientasi yaitu layanan konseling yang memungkinkan klien memahami lingkungan yang baru dimasukinya untuk mempermudah dan memperlancar berperannya klien dalam lingkungan baru tersebut.

Layanan orientasi mempunyai fungsi sebagai usaha pengenalan lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang baru bagi siswa. Pengenalan-pengenalan lain yang dapat diberikan kepada siswa seperti kurikulum baru layanan orientasi diterapkan sekolah, waktu layanan orientasi belajar di sekolah.

Pelaksanaan layanan orientasi ini berdasar pada anggapan bahwa memasuki lingkungan baru dan mengadakan penyesuaian bukanlah hal yang mudah (Prayitno & Amti, 1999). layanan orientasi adalah layanan yang diberikan kepada siswa yang baru, dan jika perlu melalalui orang tua siswa guna memberikan pemahaman dan memungkinkan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasukinya. layanan orientasi LAYANAN ORIENTASI Layanan orientasi di sekolah berfungsi untuk pemahaman dan pencegahan.

Secara rinci pengertiannya menurut SK MENDIKBUD nomor 025/0/1995 jo SK Menpan nomor 84/1993 tentang Guru dan Angka Kreditnya adalah sebagai berikut: 1) Fungsi pemahaman yaitu membantu siswa untuk mengenal dan memahami diri dan lingkungannya secara total.

Dimaksudkan agar peserta didik dapat mengenal dan memahami lingkungan yang baru bagi dirinya, sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan dunia yang akan ditempuhnya. 2) Fungsi pencegahan yakni upaya agar peserta didik terhindar dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang dapat mengganggu dan menghambat proses perkembangannya.

Dimaksudkan agar peserta didik dapat terhindar dari permasalahan yang bisa timbul akibat tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga mengganggu keberhasilannya di sekolah maupun di luar.

layanan orientasi

3.TUJUAN LAYANAN ORIENTASI Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Sehingga peserta didik akan lebih mudah dalam mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah guna mencapai keberhasilan belajarnya. Tujuan program orientasi ialah untuk memberikan pengenalan kepada murid-murid tentang kegiatan dan situasi pendidikan yang akan ditempuhnya.(Djumhur I.

& Drs. Moh. Surya ; 47 ; 1975) Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan penyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain di sekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Begitu juga bagi orang tua agar memahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat mendukung keberhasilan anaknya. • Contoh artikel layanan orientasi Seorang anak bernama lisa baru saja lulus smp pada tahun ini,dan dia ingin melanjutkan study nya ke jenjang sma di sma pilihan nya,setelah melewati serangkaian tes,akhir nya dia lulus di sma negeri 2 Bandar lampung.lingkungan yang baru ia kenal membuat dia sedikit merasa canggung,tapi setelah dia mengikuti masa orientasi siswa(MOS) yang diselenggarakan pihak sekolah selama 3 hari perlahan lahan dia mulai mengenali lingkungan baru nya tersebut,mulai dari guru guru nya,kelas,kantin,dll.
Prayitno (2015: 225) menjelaskan bahwa layanan orientasi yaitu layanan konseling yang layanan orientasi klien memahami lingkungan yang baru dimasukinya untuk mempermudah layanan orientasi memperlancar berperannya klien dalam lingkungan baru tersebut.

Menurut Prayitno layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru dan atau seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Menurut Dewa Ketut Sukardi (2008: 43), layanan orientasi bermakna layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap peserta didik (terutama orang tua) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru ini.

Disisi lain, Willis (2007: 33) mengungkapkan bahwa layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dikoordinir guru pembimbing dengan bantuan semua guru dan wali kelas, dengan tujuan membantu mengorientasikan (mengarahkan, membantu, mengadaptasi) siswa (juga pihak lain yang dapat memberi pengaruh, terutama orang tuanya) dari situasi lama kepada situasi baru.

Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru terhadap lingkungan yang baru dimasukinya dan dikoordinir oleh guru pembimbing dengan bantuan semua guru dan wali kelas. Layanan orientasi adalah salah satu dari layanan yang ada dalam bimbingan dan konseling.

Layanan orientasi termasuk kedalam BK pola 17, di dalam BK pola 17 ada tujuh satuan layanan yakni (a) layanan orientasi, (b) layanan penempatan dan penyaluran, (c) layanan konseling perorangan, (d) layanan konseling kelompok, (e) layanan informasi, (f) layanan penguasaan konten, dan (g) layanan bimbingan kelompok. Layanan orientasi ini memungkinkan siswa memahami hal yang baru termasuk sekolah yang baru dimasukinya.

Layanan orientasi bimbingan dan konseling yang dimaksud dalam penelitian ini adalah salah satu jenis dari layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling untuk memperkenalkan siswa baru terhadap lingkungan yang baru dimasukinya. Tohirin (2013: 138) menyatakan bahwa secara umum, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru.

Dengan kata lain agar individu dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru tersebut.

Layanan ini juga akan mengantarkan individu untuk memasuki suasana atau lingkungan baru. Dilihat dari fungsi pemahaman, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar memiliki pemahaman tentang berbagai hal yang penting dari suasana yang baru saja dijumpainya. Hal-hal yang baru dijumpai, diolah oleh individu, dan digunakan untuk sesuatu yang menguntungkan.

Dilihat dari fungsi pencegahan, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat timbul apabila individu tidak memahami situasi atau lingkungannya yang baru. Dilihat dari fungsi pengembangan, apabila individu mampu menyesuaikan diri secara baik dan mampu memanfaatkan secara konstuktif sumber-sumber yang ada pada situasi yang baru, maka individu akan dapat mengembangkan dan memelihara potensi dirinya.

Kegiatan layanan orientasi terdapat beberapa materi yang harus disampaikan kepada siswa. Materi yang dapatdiangkat melalui layanan orientasi ada berbagai macam yaitu meliputi: 1. Orientasi umum sekolah yang baru dimasuki 2. Orientasi kelas baru dan semester baru 3. Orientasi kelas terakhir dan semester terakhir, UAN dan ijazah Dibawah ini adalah materi kegiatan layanan orientasi, diantaranya: 1.

Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah 2. Peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa 3. Organisasi dan wadah-wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan sosial siswa. 4. Kurikulum dengan seluruh layanan orientasi. 5. Peranan kegiatan bimbingan karier. 6. Peranan pelayanan bimbingan dan konseling dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa. Layanan orientasi di sekolah berfungsi untuk pemahaman dan pencegahan.

Secara rinci pengertiannya menurut SK MENDIKBUD nomor 025/0/1995 SK Menpan nomor 84/1993 tentang Guru dan Angka Kreditnya adalah sebagai berikut: 1. Fungsi Pemahaman Yaitu membantu siswa untuk mengenal dan memahami diri dan lingkungannya secara total. Dimaksudkan agar peserta didik dapat mengenal dan memahami lingkungan yang baru bagi dirinya, sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan dunia yang akan ditempuhnya. Seperti halnya ketika seorang siswa pada saat masa orientasi atau biasa disebut MOS, para siswa baru diperkenalkan tentang hal baru yang terdapat di sekolah seperti pengenalan lingkungan sekolah, gedung sekolah, dan lain-lain.

2.Fungsi Pencegahan Yaitu upaya agar peserta didik terhindar dari berbagai layanan orientasi yang mungkin timbul, yang dapat mengganggu dan menghambat proses perkembangannya. Dimaksudkan agar peserta didik dapat terhindar dari permasalahan yang bisa timbul akibat tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga mengganggu keberhasilannya di sekolah maupun di luar.

Seperti pada contoh ketika seorang siswa sulit untuk berinteraksi dengan teman barunya, maka seorang konselor dapat segera membantu siswanya agar bisa berinteraksi dengan baik sehingga hal layanan orientasi tidak berkelanjutan sampai seorang siswatersebut lulus sekolah.

3. Fungsi Perbaikan atau penyembuhan Yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir.

Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.Hal ini dapat terlihat ketika seorangsiswa tiba-tiba saja merenung di dalam kelas, dikarenakan dia mempunyai masalah pribadi, yakni kedua orang tuanya sering bertengkar didepannya sehingga dalam kesehariannya siswa layanan orientasi menjadi pendiam dansuka merenung, berkaitandengan hal ini maka tugas seorang konselor adalah membantu siswa tersebut dalam menyelesaikan masalahnya sehingga keceriaan siswa ini bisa kembali seperti dulu lagi.

4. Fungsi Penyaluran Yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Hal ini dapat dilihat pada saat kegiatan masa orientasi siswa atau MOS berlangsung biasanya pada saat hari terakhir kegiatan MOS, para siswa diperkenalkan dengan berbagai macam ekstrakurikuler yang ada di sekolah tujuannya agar para siswa dapat menentukan ekstrakurikuler apa yang sesuai dengan bakat dan minat mereka, sehingga tidak salah pilih dalam memilih ekstrakurikuler.

5. Fungsi Adaptasi Yaitu upaya membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa, pembimbing/konselor dapat membantu para guru layanan orientasi memperlakukan siswa secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa.

Layanan orientasi para guru layanan orientasi Waka Kurikulum ditugaskan untuk mengikuti pelatihan yang berkiatan dengan kurikulum yang akan digunakan di layanan orientasi ajaran baru, sehingga kurikulum yang digunakan nantinya dapat menjadikan siswa menjadi lebih aktif lagi dalam belajar dan diharapkan kurikulum yang digunakan layanan orientasi sesuai dengan kemampuan siswa.

6. Fungsi Penyesuaian Yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Layanan orientasi ini ditujukan kepada siswa baru dan untuk pihak-pihak layanan orientasi terutama orang tua/ wali siswa guna memberikan pemahaman dan penyesuaian diri terutama penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasukinya. Konselor membantu seorang siswa yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, bagaimana cara seorang konselor dalam membantu para siswa untuk menyesuaikan diri di lingkungan barunya tersebut.

Layanan orientasi dapat diselenggarakan melalui berbagai cara seperti ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang selanjutnya dilengkapi dengan peragaan, selebaran, tayangan foto, atau layanan orientasi atau peninjauan ketempat yang dimaksud misalnya ruang kelas, labolatorium, perpustakaan dan lain-lain, meskipun materi orientasi dapat diberikan oleh guru pembimbing, kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, namun seluruh kegiatan itu direncanakan oleh guru pembimbing.

Tohirin (2013: 141-142) menyatakan bahwa Proses atau tahap layanan orientasi adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: (a) Menetapkan objek orientasi yang akan dijadikan isi layanan, (b) Menetapkan peserta layanan, (c) Menetapkan jenis kegiatan, termasuk format kegiatan, (d) Menyiapkan fasilitas termasuk penyaji, nara sumber, dan media, (e) Menyiapkan kelengkapan administrasi.

2.

layanan orientasi

Pelaksanaan. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: (a) Mengorganisasikan kegiatan layanan, (b) Mengimplementasikan pendekatan tertentu termasuk implementasi format layanan dan penggunaan media.

3. Evaluasi. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: (a)Menetapkan materi evaluasi, (b) Menetapkan prosedur evaluasi, (c) Menyusun instrumen evaluasi, (d) Mengaplikasikan instrumen evaluasi, (e) Mengolah hasil aplikasi instrumen. 4. Analisis hasil layanan orientasi. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: (a) Menetapkan standar analisis, (b) Melakukan analisis, (c) Menafsirkan hasil analisis.

layanan orientasi

5. Tindak lanjut. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: (a) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut, (b) Mengomunikasikan rencana tindak lanjut kepada berbagai pihak layanan orientasi terkait, (c) Melaksanakan rencana tindak lanjut.

6. Laporan, meliputi: (a) Menyusun laporan layanan orientasi, (b) Menyampaikan laporan kepada pihak-pihak terkait (kepala sekolah atau madrasah), (c) Mendokumentasikan laporan layanan. Tohirin (2013: 136) menyatakan bahwa berikut adalah kegiatan pendukung layanan orientasi: 1.

Aplikasi Instrumentasi Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang diri peserta didik atau klien, keterangan tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan yang lebih luas. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai cara melalui instrumen baik tes maupun nontes.Yang termasuk instrumen tes yaitu, tes kecerdasan, tes bakat, tes kepribadian, dan tes prestasi. Ketika ada seorang siswa yang kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan barunya termasuk dengan teman sekelasnya, disini guru BK bisa melakukantes kecerdasan yang digunakan untuk mengetahui berapa IQ yang dimiliki siswa tersebut, karena salah satu penyebab seorang selit untuk berinteraksi yaitu memiliki IQ dibawah rata-rata.

2. Himpunan Data Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik atau klien. Himpunan data perlu dielenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.

Layanan orientasi permasalahan seorang siswa yang sulit untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, setelah melakukan tes kecerdasan guru BK bisa membantunya dengan mengumpulkan data pribadi siswa berupa kondisi siswa saat didalam kelas, teman yang dekat dengan siswa tesebut, kondisi dan status keluarga, penyebab siswa tersebut sulit berinteraksi, dan kondisi kehidupan sehari-hari siswa. 3. Konferensi Kasus Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta didik atau kliendalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terselesaikannya permasalahan tersebut.

Pertemuan ini dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Konferensi kasus dihadiri oleh kepala sekolah dan wakilnya, pembimbing, guru, wali kelas, layanan orientasi tua, tokoh masyarakat dan pihak-pihak lain yang terkait. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh guru BK dalam menangani siswa yang sulit berinteraksi yaitu dengan mengadakan konferensi kasus atau pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang bersangkutan yakni kepala sekolah layanan orientasi wakilnya, guru pembimbing, wali kelas, orang tua, dan lain-lain.

4. Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terselesaikannya permasalahan peserta didik atau klienmelalui kunjungan ke rumahnya. Kunjungan rumah dilakukan untuk mengetahui pendapat orang tua dan kondisi kehidupan keluarga.

Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari layanan orientasi tua dan anggota keluarga klien yang lainnya. Masih dengan permasalahan yang sama, yakni kesulitan seorang siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan barunya, guru BK juga perlu melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui pendapat orang tua dan anggota keluarga yang lain tentang pribadi siswa dan apa saja kegiatan yang dilakukan siswa sehari-hari dirumah.

5. Alih Tangan Kasus Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik atau kliendengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya.

Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat antara berbagi pihak yang dapat memberikan bantuan dan atas penanganan masalah tersebut terutama kerjasama dari ahli lain tempat kasus itu dialihtangankan.Apabila dalam permasalahan siswa yang sulit berinteraksi ini guru BK belum berhasil membantu menyelesaikan permasalahan siswa, maka permasalahan ini bisa dialihtangankan ke kepala sekolah untuk ditindaklanjuti.

• Ruang Lingkup Bimbingan Konseling • Landasan Filosofi, • Landasan Yuridis • Landasan Psikologis • Keterampilan dalam Bimbingan Konseling • Pendekatan dalam Bimbingan Konseling • Strategi Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling • Layanan Orientasi layanan orientasi di sini) • Layanan Penempatan dan Penyaluran • Layanan Konseling Individual • Layanan Bimbingan Kelompok • Layanan Konsultasi • Layanan Mediasi • Pengertian Kompetensi Guru Bimbingan Konseling • Jenis-Jenis Kompetensi Guru Bimbingan Konseling • Home • Curhat • Layanan BK • Layanan Informasi • Layanan Orientasi • Layanan Penempatan dan Penyaluran • Layanan Konseling Individu • Layanan Bimbingan Kelompok • Layanan Konseling Kelompok • Layanan Penguasaan Konten • Kesehatan Mental • Kecemasan • Layanan orientasi • Kesepian • Anti Sosial • Frustasi • Depresi • Perilaku Menyimpang • Gangguan Kepribadian • Phobia • Psikologi Sosial • Hubungan Ilmu Psikologi Sosial dengan Ilmu Lainnya • Dasar Dasar Perilaku Individu dalam Masyarakat atau Kelompok Sosial • Persepsi Sosial • Sikap Sosial dan Perubahannya • Interaksi Sosial • Prasangka Sosial • Pengaruh Sosial dan Kontrol Pribadi • Ketertarikan Interpersonal dan Daya Tarik Fisik • Kebutuhan Afiliasi dan Persahabatan • Asesmen Psikologi Teknik Non Tes • Inventori Tugas Perkembangan • Observasi • Alat Ungkap Masalah • Anekdot Record • Studi Layanan orientasi • Rating Scale • Angket • Wawancara • Home Visit (Kunjungan Rumah) • Sosiometri • Biografi dan Autobiografi • Media Bimbingan dan Konseling Layanan Orientasi • PENGERTIAN LAYANAN ORIENTASI Ada beberapa pengertian mengenai layanan orientasi : Menurut Prayitno (2004) orientasi berarti tatapan ke depan ke arah dan tentang sesuatu yang baru.

Berdasarkan arti ini, layanan orientasi bisa bermakna suatu layanan terhadap siswa baik di sekolah maupun di madrasah yang berkenaan dengan tatapan ke depan ke arah dan tentang sesuatu yang baru. (Tohirin, 2007: 141) Layanan orientasi ( orientation service) adalah memperkenalkan lingkungan sekolah kepada murid-murid baru, misalnya tentang program pengajaran, kegiatan ekstrakurikula, aturan sekolah dan suasana pergaulan, cara-cara belajar yang baik, (Winkel) Menurut Sukardi ( Pengantar pelaksanan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah, 2000) layanan orientasi adalah layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (terutama orang tua) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru ini.

• Menurut Slameto ( Bimbingan di sekolah, 1988) layanan orientasi adalah layanan yang diberikan kepada layanan orientasi siswa, khususnya siswa baru. • Layanan orientasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasukinya, dalam rangka mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu.

(Hallen, 2005: 76) Jadi secara umum layanan orientasi adalah layanan bimbingan yang dikoordinir guru pembimbing dengan bantuan semua guru dan wali kelas, dengan tujuan membantu mengorientasi (mengarahkan, membantu, mengadaptasi) siswa (juga pihak lain yang dapat layanan orientasi pengaruh terutama orang tuanya) dari situasi lama kepada situasi yang baru seperti siswa baru di SMA.

Pelayanan orientasi biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru yang mencakup organisasi sekolah, staf dan guru, kurikulum, program BK, Program ekstrakulikuler, fasilitas atau sarana pra sarana dan tata tertib sekolah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian layanan orientasi adalah: • a) Program orientasi yang efektif mempercepat proses adapatasi, dan memberikan kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. • b) Murid-murid yang mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil disekolah.

• c) Anak-anak dari lelas sosial ekonomi yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri, dari pada anaak-anak dari kelas sosial ekonomi yang lebih tinggi.

Ada baiknya layanan orientasi juga diberkan kepada orang tua siswa juga,hal ini dikarenakan pemahaman orang tua terhadap berbagai materi orientasi akan membantu mereka dalam memberikan kemudahan dan pelayanan kepada anak-anaknya layanan orientasi dapat mengikuti pendidikan di sekolah dengan sebain-baiknya.

• TUJUAN LAYANAN ORIENTASI Pada bidang bimbingan ini layanan orientasi layanan orientasi dalam pemberian pengenalan diantaranya: • Memberikan kemudahan penyesuaian diri siswa terhadap pola kehidupan sosial • Penyesuaian kehidupan belajar serta kegiatan lain yang mendukung keberhasilan siawa.

• Memberikan pemahaman kepada orang tua siswa mengenai kondisisituasi dan tuntutan sekolah anaknya agar dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan belajar anaknya. Secara umum, layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru. Dengan kata lain agar individu dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru tersebut.

Layanan ini juga akan mengantarkan individu untuk memasuki suasana atau lingkungan baru. Adapun kegiatannya yang dilakukan dalam layanan orientasi adalah layanan informasi, yaitu layanan orientasi keterangan tentang berbagai hal berkenaan dengan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar (KBM), guru-guru, para siswa lama, lingkungan fisik sekolah, kantin sekolah, ruang bimbingan dan konseling, kantor guru dan kepala sekolah, perpustakaan, laboratorium, mushola sekolah, dan sebagainya.

Tujuan program orientasi ialah untuk memberikan pengenalan kepada murid-murid tentang kegiatan dan situasi pendidikan yang akan ditempuhnya. Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan penyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain di sekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Begitu juga bagi orang tua agar memahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat mendukung keberhasilan anaknya. • Materi Umum Layanan Orientasi Materi yang dapat diangkat melalui layanan orientasi ada berbagai macam yaitu meliputi: • Orientasi umum sekolah yang baru dimasuki • Orientasi kelas baru dan semester baru • Orientasi kelas terakhir dan semester terakhir, UAN dan ijazah • Materi layanan Orientasi dalam Bidang-Bidang Bimbingan • Layanan orientasi dalam bimbingan pribadi meliputi : • Fasilitas penunjang ibadah keagamaan (mushola, tempat ibadah dan sejenisnya) yang ada disekolah • Acara keagamaanyang menunjang pengembangan kegiatan peribadatan (wiritremaja dan sejenisnya) • Hak dan kewajiban siswa (termasuk pakaian seragam) • Bentuk pelayanan BK dalam membantu siswa mengenal kemampuan, bakat, minat dan cita-citanya serta usaha layanan orientasi berbagai permasalahan pribadi yang ditemui (dirumah, sekolah, dan di masyarakat) • Fasilitas pelayanan kesehatan • Layanan Orientasi dalam bimbingan sosial meliputi: • Suasana kehidupan dan tata krama tentang hubungan sosial di sekolah, baik dengan sesama teman, guru, wali kelas maupun staf sekolah lainnya.

• Peraturan dan tata tertib memasuki atau menggunakan kantor, kelas, layanan orientasi, mushola, labolatorium dan fasilitas sekolah lainnya. • Linkungan sosial masyarakat sekitar sekolah dengan berbagai bentuk tuntutan pergaulan dan kebiasaan masyarakatnya.

• Wadah yang ada di sekolah, yang dapat membantu dan meningkatkan serta mengembangkan hubungan sosial siswa seperti OSIS, Pramuka, UKS, PMR, Kesenian dan sejenisnya. • Organisasi orang tua siswa dan guru. • Adanya pelayanan bimbingan sosial bagi para siswa. • Layanan orientasi dalam bimbingan belajar meliputi : • Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar jadwal pelajaran, dan guru-guru setiap mata pelajaran.

• Linkungan dan fasilitas sekolah yang menunjang kegiatan dan belajar seperti riang kela, work shop, labolatorium, perpustakaan, ruang diskusi, ruang BK layanan orientasi sebagainya.

• Kurikulum yaitu berkenaan dengan : • Tujuan pendidikan sekolah • Mata pelajaran dan program belajar • Sistem dan pendekatan proses belajar mengajar • Tugas-tugas(kegatan ekstrakulikuler) • Sistem ujian, penilaiann, kenaikan kelas, UAN, ijazah • Jenis dan sistem penetapan pilihan kegiatan ekstrakulikuler • Pelayanan Layanan orientasi sebagai bagian dari kurikulum • Suasan belajar di sekolah pada umumnya yang perlu dikembangkan.

• Kegiatan belajar yang dituntut dari siswa. • Adanya pelayanan bimbingan belajar bagi para siswa. • Layanan orientasi dalam bimbingan karir meliputi: • Peranan BK serta pelacakan karir di sekolah. • Pelaksanaan bimbingan karir untuk siswa sesuai dengan jenjang pendidikannya. • Kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir. • FUNGSI LAYANAN ORIENTASI Layanan orientasi di sekolah berfungsi untuk pemahaman dan pencegahan. Secara rinci pengertiannya menurut SK MENDIKBUD nomor 025/0/1995 jo SK Menpan nomor 84/1993 tentang Guru dan Angka Kreditnya adalah sebagai berikut: • Fungsi Pemahaman Yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).

Berdasarkan pemahaman layanan orientasi, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

layanan orientasi

• Fungsi Preventif Yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik. Layanan orientasi fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok.

Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas ( free sex). • Fungsi Pengembangan Yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa.

Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata. • Fungsi Perbaikan (Penyembuhan) Yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif.

Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching. • Fungsi Penyaluran Yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya.

Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. • Fungsi Adaptasi Yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa (siswa).

Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. • Fungsi Penyesuaian Yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

Menurut Hallen ( Bimbingan & Konseling, 2005: 76) layanan orientasi ini ditujukan kepada siswa baru dan untuk pihak-pihak lain (terutama orang tua/ wali siswa) guna memberikan pemahaman dan penyesuaian diri terutama penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan (sekolah) yang baru dimasukinya. • PRINSIP LAYANAN ORIENTASI Prinsip merupakan kaidah dasar yang perlu selalu diperhatikan dalam penyelenggaraan pelayanan konseling.

Apabila orientasi konseling yang dikemukakan di atas memberikan arah perhatian dan fokus dasar tentang ke mana layanan konseling ditujukan, prinsip konseling menekankan pentingnya kaidah-kaidah pokok yang secara langsung dan konkrit mendasari seluruh praktik pelayanan konseling.

• Prinsip integrasi pribadi, menekankan pada keutuhan pribadi subjek yang dilayani dari segenap sisi dirinya dan berbagai kontekstualnya. Dari sisi hakikat manusia misalnya, unsur-unsur berikut mendapat penekanan : • Keimanan dan ketakwaan :ditunaikan • Kesempurnaan penciptaan :diwujudkan • Ketinggian derajat :ditampilkan layanan orientasi Kekhalifahan :diselenggarakan • HAM : dipenuhi Aktualisasi unsur-unsur hakikat manusia itu seluruhnya berada dalam pengembangan pancadaya (daya takwa, cipta, rasa, karsa dan karya) serta dalam bingkai kelima dimensi kemanusiaan (dimensi kefitrahan, keindividualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagaman).

Ketiga orientasi pelayanan konseling (orientasi individual, perkembangan dan permasalahan) sepenuhnya diarahkan bagi terbentuknya pribadi yang terintegrasikan itu melalui ditegakkannya fungsi-fungsi pemahaman, pemeliharaan dan pengembangan, pencegahan, pengentasan, dan advokasi.

• Prinsip kemandirian, menekankan pengembangan pribadi mandiri subjek yang dilayani. Kelima ciri kemandirian tersebut pada bab terdahulu menjadi layanan orientasi pelayanan konseling. • Prinsip sosio-kultural, menekankan pentingnya subjek yang dilayani berintegrasi dengan lingkungan, yaitu lingkungan yang langsung terkait dengan kehidupannya sehari-hari, serta berbagai kontekstual dalam arti yang seluas-luasnya. Pelayanan konseling mengintegrasikan dan mengharmonisasikan subjek yang dilayani dengan lingkungan sosio-budayanya.

• Prinsip pembelajaran, menekankan bahwa layanan konseling adalah proses pembelajaran. Subjek yang dilayani menjalani proses pembelajaran untuk memperoleh hasil belajar tertentu yang berguna dalam rangka terkembangnya subyek. • Prinsip efektif/efisien, menekankan bahwa upaya pelayanan yang diselenggarakan layanan orientasi konselor harus menghasilkan sesuatu untuk pengembangan subjek layanan orientasi dilayani.

Pelayanan konseling terarah pada keberhasilan yang optimal. Termasuk ke dalam upaya optimalisasi pelayanan konseling adalah kerjasama dengan pihak-pihak lain sehingga berbagai sumber daya dapat dikerahkan untuk kepentingan subjek yang dilayani.

Kelima prinsip di atas terpadu menjadi satu, tidak diterapkan secara terpisah, meskipun kelimanya bisa dipilah. Kelima prinsip tersebut juga terpadu dengan ketiga orientasi konseling untuk menegakkan kelima fungsi konseli.

layanan orientasi

• METODE YANG DIGUNAKAN DALAM Layanan orientasi ORIENTASI Metode yang dapat digunakan dalam pemberian layanan orientasi kepada siswa dapat dengan ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, program home room dan kunjungan lapangan.

Layanan orientasi bisa dilaksanakan dengan teknik-teknik: • Penyajian, yaitu melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi. • Pengamatan yaitu melihat langsung objek-objek yang terkait dengan isi layanan. • Partisipasi, yaitu dengan melibatkan diri secara langsung dalam suasana segiatan,mencoba, dan mengalami sendiri.

• Studi dokumentasi, yaitu dengan membaca dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait. • Kontemplasi, yaitu dengan memikirkan dan merenungkan secara mendalam tentang berbagai hal yang menjadi isi layanan. Teknik-teknik tersebut di atas dilakukan oleh konselor, penyaji, nara sumber, dan para peserta layanan sesuai dengan peran masing-masing. • PELAKSANAAN LAYANAN ORIENTASI Proses atau tahap layanan orientasi adalah sebagai berikut • Perencanaan.

Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: 1) Menetapkan objek orientasi yang akan dijadikan isi layanan, 2) Menetapkan peserta layanan, 3) Menetapkan jenis kegiatan, termasuk format kegiatan, 4) Menyiapkan fasilitas layanan orientasi penyaji, nara sumber, dan media, 5) Menyiapkan kelengkapan administrasi.

• Pelaksanaan. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: 1) Mengorganisasikan kegiatan layanan, 2) Mengimplementasikan pendekatan tertentu termasuk implementasi format layanan dan penggunaan media.

layanan orientasi

• Evaluasi. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: 1) Menetapkan materi evaluasi, 2) Menetapkan prosedur evaluasi, 3) Menyusun instrumen evaluasi, 4) Mengaplikasikan instrumen evaluasi, 5) Mengolah hasil aplikasi instrumen.

• Analisis hasil evaluasi. Pada tahap ini, hal-hal yang dilakukan adalah: 1) Menetapkan standar analisis, 2) Melakukan analisis, 3) Menafsirkan hasil analisis. • Tindak lanjut. Pada layanan orientasi ini, hal-hal yang dilakukan adalah: 1) Menetapkan layanan orientasi dan arah tindak lanjut, 2) Mengomunikasikan rencana tindak lanjut kepada berbagai pihak yang terkait, 3) Melaksanakan rencana tindak lanjut.

• Laporan, meliputi: 1) Menyusun laporan layanan orientasi, 2) Menyampaikan laporan kepada pihak-pihak terkait (kepala sekolah atau madrasah), 3) Mendokumentasikan laporan layanan. • TEKNIK LAYANAN ORIENTASI Menurut (Tohirin, 2007: 144-145) layanan orientasi bisa dilaksanakan dengan teknik-teknik: • Penyajian, yaitu melalui ceramah, tanya jawab, layanan orientasi diskusi.

• Pengamatan, yaitu melihat langsung objek-objek yang terkait dengan isi layanan. • Partisipasi, yaitu dengan melibatkan diri secara langsung dalam suasana dan kegiatan, mencoba, dan mengalami sendiri. • Studi dokumentasi, yaitu dengan membaca dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait. • Kontemplasi, yaitu dengan memikirkan dan merenungkan secara mendalam tentang berbagai hal yang menjadi isi layanan.

Teknik-teknik tersebut di atas dilakukan oleh konselor, penyaji, nara sumber, dan para peserta layanan sesuai dengan peran masing-masing. • MATERI KEGIATAN LAYANAN ORIENTASI Menurut (Sukardi, 2000: 43- 44)materi kegiatan layanan ini menyangkut: • Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah • Peraturan dan hak- hak serta kewajiban siswa • Organisasi dan wadah- wadah yang dapat membantu dan meningkatkan hubungan social siswa • Kurikulum dengan selurus aspek- aspeknya • Peranan kegiatan bimbingan karier • Peranan pelayanan bimbingan dan konseling dalam membantu segala jenis masalah dan kesulitan siswa • KEGIATAN PENDUKUNG LAYANAN ORIENTASI Kegiatan pendukung layanan orientasi ini dapat berupa: • Aplikasi Instrumentasi Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang diri peserta didik (klien), keterangan tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan yang lebih luas.

Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai cara melalui instrumen baik tes maupun nontes. • Himpunan Data Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling layanan orientasi menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik (klien).

Himpunan data perlu dielenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.

layanan orientasi

• Konferensi Kasus Yaitu kegiatan layanan orientasi bimbingan dan konseling untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta didik (klien) dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut.

Pertemuan ini dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. • Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan pendukudng bimbingan dan konseling untuk memperoleh data, keteranang, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik (klien) melalui kunjungan ke rumahnya.

Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga klien yang lainnya. • Alih T angan K asus Yaitu kegiatan pendukudng bimbingan dan konseling untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik (klien) dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya.

Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan amntap antara berbagi pihak yang dapat memberikan bantuan dan atas penanganan masalah tersebut (terutama kerjasama dari ahli lain tempat kasus itu dialihtangankan). DAFTAR PUSTAKA Ridwan.1998. Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Jakarta:Pustaka Belajar Winkel.1981.

Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah Menengah. Jakarta:Gramedia http://bkum2011.blogspot.com/2012/04/layanan-orientasi.html.(Online).

Diakses pada 2 November 2012.
Alhamdulillah wasyukurillahmarilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt karena dengan rahmat dan karunia-Nya Kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Layanan Orientasi”.Shalawat beserta layanan orientasi senantiasa terlimpahkan pada suritauladan umat manusia, yang membawa jaman jahiliyyah ke era penuh cahaya. Tiada lain; yakni habibana, wanabiyyana, Muhammad Sallahu Alaihi Wasalam Tak lupa pada keluarganya, sahabatnya, dan para pengikut beliau.

Semoga kita dicatat sebagai umatnya yang sama-sama kita rindukan Syafa’at nya di hari kelak, Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta layanan orientasi dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat Layanan orientasi adalah suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru terutama layanan orientasi sekolah. Disadari atau tidak, sejatinya setiap manusia memiliki potensi masing-masing yang mungkin berbeda dengan orang lain.

Namun terkadang kita masih bingung, potensi apa yang kita miliki. Mana yang benar-benar bakat alami dan mana yang hanya sekedar minat. Disaat seorang anak mulai bingung menentukan bakat apa yang mereka miliki, maka di sekolah Guru BK akan memberikan pengarahan melalui layanan orientasi. Tujuan dari layanan orientasi adalah untuk memberikan pengenalan kepada murid-murid tentang kegiatan dan situasi pendidikan yang akan ditempuhnya.

Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan penyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain di sekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Begitu juga bagi orang tua agar memahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat layanan orientasi keberhasilan anaknya.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, adapun informan penelitiannya adalah, guru bimbingan konseling, waka kesiswaan, dan siswa. Dan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari proses penelitian pelaksanaan layanan orientasi dalam menyalurkan bakat dan minat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler Drumband di SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya yaitu para siswa dapat menentukan kegiatan ekstrakurikuler apa yang akan mereka pilih ditahun ajaran baru, selain itu para siswa lebih menikmati kegiatan ekstrakurikuler yang mereka pilih karena sesuai dengan bakat dan minat mereka.

Karena di Sekolah ini dalam menyalurkan bakat dan minat siswa melalui kegiatan orientasi dengan memberikan pengarahan dan mengenalkan berbagai macam kegiatan. Guna pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasuki.Menurut Prayitno Layanan orientasi yaitu layanan konseling yang memungkinkan klien memahami lingkungan yang baru dimasukinya untuk mempermudah dan memperlancarberperannya klien dalam lingkungan baru tersebut.Layanan orientasi mempunyai fungsi sebagai usaha pengenalan lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang baru bagi siswa.

Ada beberapa versi pengertian Layanan Orientasi, di antaranya:Menurut Drs. Tawil dalam Diktat Mata kuliah Dasar-Dasar Bimbingan Konseling;Layanan orientasi ditujukan bagi siswa baru dan pihak lain guna pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasuki [1] .Menurut Prayitno Layanan orientasi orientasi yaitu layanan konseling yang memungkinkan klien memahami lingkungan yang baru dimasukinya untuk mempermudah dan memperlancar berperannya klien dalam lingkungan baru tersebut.Layanan orientasi mempunyai fungsi sebagai usaha pengenalan lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang baru bagi siswa.

Pengenalan-pengenalan lain yang dapat diberikan kepada siswa seperti kurikulum baru yang diterapkan sekolah, waktu proses belajar di sekolah. Pelaksanaan layanan orientasi ini berdasar pandangan bahwa memasuki lingkungan baru dan mengadakan penyesuaian bukanlah hal yang mudah (Prayitno & Amti, 1999).Layanan orientasi adalah layanan yang diberikan kepada siswa yang baru, dan jikaperlu melalalui orang tua siswa guna memberikan pemahaman dan memungkinkan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasukinya.Dari beberapa definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa layanan orientasi adalah layanan yang diberikan kepada peserta didik baik baru maupun lama serta pihak-pihak lain untuk mengenal dan memahami keadaan dan situasi yang ada pada lingkungan sekolah secara umum agar peserta didik dapat dengan mudah menyesuaikan diri sebagaimana materi yang diberikan.

Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Sehinggapeserta didik akan lebih mudah dalam mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah gunamencapai keberhasilan belajarnya.Tujuan program orientasi ialah untuk layanan orientasi pengenalan kepada murid-muridtentang kegiatan dan situasi pendidikan yang akan ditempuhnya.(Djumhur I. & Drs.Moh. Surya ; 47 ; 1975)Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahanpenyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain disekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa.

Begitu juga bagi orang tua agarmemahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat mendukung keberhasilananaknya Layanan orientasi di sekolah berfungsi untuk pemahaman dan pencegahan. Secara rinci pengertiannya menurut SK MENDIKBUD nomor 025/0/1995 jo SK Menpan nomor 84/1993 tentang Guru dan Angka Kreditnya adalah sebagai berikut.

layanan orientasi

1)Fu ngs i pemaham an yaitu m em ban tu siswa un tu k me ng ena l da n me ma ham i di ri dan lingkungannya secara total.Dimaksudkan agar peserta didik dapat mengenal dan memahami lingkungan yang barubagi dirinya, sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan dunia yang akan ditempuhnya.

2)Fu ngs i pencega han yakni up aya ag ar p es ert a di di k te rh indar dari b erbag ai permasalahan yang mungkin timbul, yang dapat mengganggu dan menghambat proses perkembangannya. Layanan orientasi hakikatnya setiap individu mempunyai perbedaan satu sama lainnya.

layanan orientasi

Perbedaan itu dapat bersumber dari latar belakang pengalamannya, pendidikan, sifat-sifat kepribadian yang dimiliki dan sebagainya. Menurut Willerman layanan orientasi anak kembar satu telor pun mempunyai perbedaan, apalagi kalau dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda. Ini membuktikan bahwa kondisi lingkungan dapat memberikan andil terjadinya perbedaan individu. Tylor (1956) juga menyatakan bahwa kelas sosial keluarga dapat menimbulkan terjadinya perbedaan individu.

Layanan bimbingan dan konseling harus bertolak belakang dari masalah yang sedang dihadapi oleh klien. Konselor hendaknya tidak terperangkap dalam masalah-masalah lain yang tidak dikeluhkan oleh klien. Hai ini disebut dengan asas kekinian (Prayitno, 1985). Artinya pembahasan masalah difokuskan pada masalah yang saat ini (saat berkonsultasi) dirasakan oleh klien.

Kadang-kadang konselor terperangkap dalam hal-hal yang sebenarnya tidak layanan orientasi sebagai masalah oleh klien yang bersangkutan. Akibatnya, masalah yang sebenarnya justru tidak teratasi atau bahkan timbul masalah baru. Konselor dapat saja membahas hal-hal lain asal masih ada kaitannya dengan masalah yang dihadapi klien.

Layanan orientasi yaitu layanan konseling yang memungkinkan klien memahami lingkungan yang baru dimasukinya untuk mempermudah dan memperlancar berperannya klien dalam lingkungan baru tersebut.Layanan orientasi mempunyai fungsi sebagai usaha pengenalan lingkungan sekolah sebagai lingkungan yang baru bagi siswa.

Pengenalan-pengenalan lain yang dapat diberikan kepada siswa seperti kurikulum baru yang diterapkan sekolah, waktu proses belajar di sekolah. Pelaksanaan layanan orientasi ini berdasar pandangan bahwa memasuki lingkungan baru dan mengadakan penyesuaian bukanlah hal yang mudah dan perlu hal-hal penting yang perlu dilakukan ataupun dikerjakan serta adanya pelaksanaan layanan orientasi tersebut dengan layanan orientasi dan benar.
Pengertian Layanan Orientasi Pengertian layanan orientasi adalah suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru terutama lingkungan sekolah.

Pelayanan orientasi biasanyadilaksanakan pada awal program pelajaran baru yang mencakup organisasi sekolah, staf dan guru, kurikulum, program BK, Program ekstrakulikuler, fasilitas atau sarana pra sarana dan tata tertib sekolah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian layanan orientasi adalah: a) Program orientasi yang efektif mempercepat proses adapatasi, dan memberikan kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

b) Murid-murid yang mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil disekolah. c) Anak-anak dari lelas sosial ekonomi yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri, dari pada anaak-anak dari kelas sosial ekonomi yang lebih tinggi.Ada baiknya layanan orientasi juga diberkan kepada orang tua siswa juga,hal ini dikarenakan pemahaman orang tua terhadap berbagai materi orientasi akan membantu mereka dalam memberikan kemudahan dan pelayanan kepada anak-anaknya untuk dapat mengikuti pendidikan di sekolah dengan sebain-baiknya.

Tujuan Layanan Orientasi Pada bidang bimbingan ini layanan orientasi berperan dalam pemberian pengenalan diantaranya: a) Memberikan kemudahan penyesuaian diri siswa terhadap pola kehidupan sosial b) Penyesuaian kehidupan belajar serta kegiatan lain yang mendukung keberhasilan siawa. c) Memberikan pemahaman kepada orang tua siswa mengenai kondisisituasi dan tuntutan sekolah anaknya agar dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan belajar anaknya.

Funsi utama Bimbingan yang didukung oleh layanan orientasi adalah fungsi: 1) FUNGSI PEMAHAMANMelalui layanan orientasi BK, fungsi pemahaman membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap layanan orientasi (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).

Berdasarkan pemahaman ini konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

2) Layanan orientasi PENCEGAHANYaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mmencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini yang berkaitan dengan layanan orientasi konselor layanan orientasi bimbingan kepada konseli tentang tata cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya, diantaranya dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan sebanyak-banyaknya kepada konseli.Beberapa masalah yang perlu di orientasikan kepada konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan di antaranya: bahaya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out dan pergaulan bebas (free sex)Jenis-Jenis Pelayanan Bimbingan dan Konseling • Layanan Orientasi; layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester.

Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Contoh: pada tahun ajaran baru, di suatu sekolah menerima 5 kelas murid baru, tugas konselor sekolah disini ialah, memberikan pemahaman kepada mereka agar mereka bisa beradaptasi terhadap lingkungan yang baru.

Baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Misalnya harus menyesuaikan diri dengan teman-teman baru, guru baru, mata pelajaran baru, serta peraturan-peraturan yang ada di sekolah yang baru tersebut. • Layanan Informasi; layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan).

Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik layanan orientasi dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai.

Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

layanan orientasi

Contoh : Pada saat siswa-siswa SMA kelas XII akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun dunia pekerjaan, tugas konselor sekolah disini ialah memberikan layanan informasi tentang perguruan-perguruan tinggi yang hendak mereka pilih, serta lapangan-lapangan pekerjaan yang tersedia untuk siswa-siswa tersebut. Hal ini untuk memberikan pemahaman tentang rencana mereka setelah lulus SMA serta mencegah terjadinya kesalahan dalam pemilihan jurusan, perguruan tinggi, serta lapangan pekerjaan.

• Layanan Pembelajaran; layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

Contoh : seorang anak mempunyai bakat menyanyi dia berusaha mengembangkan bakatnya tersebut. dengan cara mengikuti audisi menyanyi. • Layanan Layanan orientasi dan Penyaluran; layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra layanan orientasi, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya.

Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. Contoh : siswa yang kurang mampu dalam mengikuti pelajaran, tetapi ia dalam mengikuti kegiatan ekskul sangat bersemangat dan selalu mengikuti kegiatan dengan senang hati, maka kita harus bisa membimbing dan membantunya agar ia dapat mengeksplorasi diri dan dapat memilih dan mengetahui bakatnya.

• Layanan Konseling Perorangan; layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. Contoh : seorang anak yang memiliki permasalahan dirumah dan mengganggu dalam hal prestasi yang ia miliki, dan hal itu membuat konselor sekolah tergeak untuk memanggil ia secara pribadi untuk membantu siswa tersebut mengentaskan masalahnya.

Diruangan konseling tersebut, konselor tersebut mengadakan pembicaraan 4 mata.

layanan orientasi

• Layanan Bimbingan Kelompok; layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok.

Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Layanan orientasi. Contoh : konselor sekolah memiliki data tentang anak yang memiliki permasalahan yang sama.

Karena hal ini adalah salah satu tugasnya. Dan iapun memanggil anak-anak yang memiliki permasalahan yang sama itu. Mereka membentuk satu lingkaran disuau ruangan. Dari mereka satu persatu menjabarkan inti permasalahan yang ia miliki. Dan mereka jugalah yang menemukan permasalahan mereka dan memecahkannya secara bersama-sama. Dalam hal ini permasalahan mereka, penurunan nilai pelajaran.

Dan konselor yang membantu meluruskan. • Layanan Konseling Kelompok; layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok.

Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. Contoh : dalam sekelompok siswa memiliki permasalahan yang berbeda. Dan mereka melingkar yang didampingi oleh konselor.

Mereka masing-masing layanan orientasi dan mulai mengutarakan permasalahan mereka. Setelah semua menyampaikan permasalahan masing-masing, dari mereka memberikan masukan pada teman-temannya. Dan konselor teap mendampingi. • Layanan Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

Contoh : pada saat seorang siswa mengalami kebimbangan dalam menentukan sesuatu, ia mendatangi konselor untuk berkonsultasi dan meminta bantuan agar dapat memberikan pencerahan terhadap kebimbangan yang dialaminya.

layanan orientasi

• Layanan Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. Contoh: konselor memanggil 2 siswa yang bermasalah keruangannya. Konselor mencari inti permasalahan diantara mereka.

Setelah konselor menarik kesimpulan dari permasalahannya, maka konselor memberikan masukan agar mereka berdua dapat rukun kembali. Search for: • Recent Posts • bidang BK • 5 Layanan orientasi Pendukung • Layanan orientasi BK • Meta-Kebutuhan dan Meta-Patologi Maslow • Hello world!

• Recent Comments Mr WordPress on Hello world! • Archives • May 2011 • February 2011 • Categories • bidang BK • Jenis Layanan BK • Layanan Pendukung • Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.com

Layanan orientasi




2022 www.videocon.com