Mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

Jawaban: 4. karena dengan adanya mobilitas dapat memunculkan sikap kerja keras dan pantang menyerah, yang dapat membuat seseorang dapat melakukan mobilitas sosial terutama mobilitas sosial vertikal ke atas ( social climbing ) untuk menggerakkan diri agar lebih maju. 5. 1. Menimbulkan ketakutan mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju. Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya(post power syndrome) 3.

Mengalami frustasi/depresi saat kegagalan Dampak Positif Mobilitas Sosial Memotivasi Seseorang untuk Lebih Maju Adanya peluang untuk melakukan mobilitas sosial ke atas dapat memotivasi seseorang untuk terus meningkatkan kualitas diri agar dapat mencapai status sosial yang lebih tinggi. Ketika seseorang dapat mencapai status sosial yang lebih tinggi maka akan di iringi oleh beberapa keuntungan dan kemudahan dalam masyarakat.

Sehingga hal tersebut juga dapat memotivasi seseorang untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan status sosialnya lebih tinggi lagi. Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang Lebih Baik Adanya mobilitas sosial mendorong seseorang untuk mengubah polaperilakunya. Dengan mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju perilaku tersebut akan memotivasi terjadinya perubahan sosial pada individu dalam masyarakat dalam mencapai tujuan hidupnya.

Meningkatkan Integrasi Sosial Terjadinya mobilitas sosial dapat mendorong integrasi sosial. Ketika seseorang melakukan mobilitas sosial maka seseorang tersebut akan memasuki kelompok sosial baru. Dalam kelompok sosial baru seseorang akan melakukan penyesuaian terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam kelompok sosial tersebut.

Dengan adanya penyesuaian-penyesuian tersebut maka akan meningkatkan integrasi sosial dalam masyarakat. Dampak Negatif Mobilitas Sosial Terjadinya Konflik • Konflik Antarkelas Sosial Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas sosial (stratifikasi sosial). Apabila terjadi perbedaan kepentingan antar kelas sosial maka dapat memicu terjadinya konflik antarkelas sosial.

Misalnya: konflik antara buruh dan pemimpin perusahaan yang menuntut kenaikan upah sehubungan dengan usaha mereka untuk menaikkan pendapatannya yang dapat berpengaruh pada status sosialnya. • Konflik Antarkelompok Sosial Kelompok sosial di dalam masyarakat dapat berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku dan ras. Apabila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain maka akan timbul konflik. Misalnya, konflik antara tukang ojek dengan para tukang becak dalam pembagian batas penumpang (konsumen) • Konflik Antargenerasi Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dengan nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan.

Contoh: seorang anak wanita dimarahi bapaknya karena berpakaian sexi. Konflik yang berkepanjangan akan merugikan pihak-pihak yang berkonflik. Apabila mereka menyadari hal itu maka mereka akan melakukan suatu usaha penyesuaian yang di dasarkan toleransi. Hal ini disebut dengan akomodasi. Demikian materi tentang mobilitas sosial ini semoga anda dapat lebih memahami dan mencoba mengamati dalam kehidupan di sekitar kita.

Berkurangnya Solidaritas Kelompok Mobilitas sosial menyebabkan seseorang atau kelompok mengalami perpindahan kelapisan sosial yang baru dan mengadakan penyesuaian-penyesuian terhadap niali dan norma dalam kelas sosial yang baru tersebut. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan harapan agar seseorang/kelompok diterima sebagai bagian dalam kelas sosial yang baru. Hal tersebut menyebabkan rasa solidaritas atau kesetiakawanan seseorang/kelompok berkurang terhadap kelas sosial asal atau yang lama.

Timbulnya Gangguan Psikologis Mobilitas sosial juga berdampak negatif pada kondisi psikologis seseorang antara lain sebagai berikut. • Timbulnya ketakutan, kegelisahan, atau kecemasan pada seseorang yang mengalami mobolitas menurun. • Timbulnya gangguan psikologis apabila seseorang turu dari jabatannya yang disebut dengan post power syndrome. • Timbulnya prustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang ingin naik kelapisan atas, namun tidak dapat mencapainya.
Jakarta - Mobilitas sosial adalah perpindahan status seseorang atau kelompok sosial dari kedudukan yang satu ke kedudukan yang lain.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VIII karya Mukminan, dkk, kata mobilitas berasal dari bahasa latin yaitu mobilis, yang artinya mudah dipindahkan atau bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan, kata sosial diartikan sebagai individu atau kelompok yang ada dalam lapisan sosial.

Pengertian Berikut merupakan beberapa pengertian mobilitas sosial menurut para ahli: • Horton & Hunt Mobilitas sosialadalah tindakan berpindah dari satu kelas sosial, ke kelas sosial lainnya.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

• Paul B. Horton Mobilitas sosial adalah sebuah gerak perpindahan dari satu kelas sosial, ke kelas sosial lainnya atau dari strata ke satu ke strata lainnya. • Kimball Young dan Raymond W. Mack Mobilitas sosial merupakan suatu gerak dalam struktur sosial yang mencakup sifat hubungan antar individu maupun kelompok, dengan pola-pola tertentu yang mengatur organisasi di suatu kelompok sosial.

Manusia sebagai makhluk sosial, tentu tidak dapat lepas dari adanya sebuah mobilitas sosial. Baik itu berubah menjadi lebih tinggi, maupun lebih rendah dari sebelumnya atau mungkin hanya berpindah tanpa mengalami perubahan kedudukan. Mobilitas sosial dapat terjadi akibat beberapa faktor, seperti faktor ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan. Baca juga: 7 Faktor Pendorong Integrasi Sosial dan Bentuk-bentuknya Bentuk Mobilitas Sosial • Mobilitas vertikal Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan dari suatu kedudukan ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat.

Perpindahan tersebut bisa menjadi ke tingkat yang lebih tinggi ( social climbing), maupun sebaliknya ke tingkat lebih rendah ( social sinking). a. Social Climbing Mobilitas ini terjadi ditandai dengan naiknya status seseorang ke kedudukan yang lebih tinggi lagi atau terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi, daripada lapisan sosial yang sudah ada sebelumnya. Contoh: Seorang karyawan yang memiliki kinerja yang sangat bagus, kemudian ia berhasil naik pangkat menjadi manajer di kantornya.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

b. Social Sinking Social sinking adalah proses penurunan status atau kedudukan seseorang, dari atas ke bawah. Adapun alasan dari adanya social sinking adalah masa pensiun, turun jabatan, maupun dipecat, berhalangan melaksanakan tugas, memasuki masa pensiun, turun jabatan, atau dipecat.

Contoh: Polisi yang diturunkan pangkat jabatannya, karena melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas. • Mobilitas Horisontal Mobilitas sosial horisontal merupakan perpindahan status dalam lapisan yang sama. Pada mobilitas ini, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.

Contoh: Seorang kepala sekolah yang dipindahkan bertugas ke sekolah lain karena masa kerja di sekolah lamanya sudah habis. Walaupun ia dipindahkan ke sekolah yang baru, namun jabatannya masih tetap sebagai kepala sekolah.

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Mobilitas Sosial Dampak Terjadinya Mobilitas Sosial Dampak dari adanya mobilitas sosial bisa bersifat positif dan negatif. • Dampak Positif a. Menjadi pendorong sekaligus mempercepat tingkat perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Perubahan positif ini terjadi, apabila didukung dengan umber daya manusia yang berkualitas.

Salah satu caranya adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan. b. Meningkatkan integritas sosial Perubahan sosial yang terjadi tentunya akan mendapatkan respon yang berbeda-beda. Ada yang meresponnya sebagai sebuah tantangan, ada juga yang meresponnya sebagai bentuk penerimaan. Penerimaan pengaruh yang ditimbulkan dari adanya mobilitas sosial menjadi salah satu contoh terjadinya integrasi dalam masyarakat.

• Dampak Negatif a. Timbulnya konflik-konflik sosial Mobilitas sosial bisa dikatakan sebagai salah satu perjuangan seseorang atau kelompok sosial, untuk dapat mencapai posisi sosial yang lebih tinggi. Adanya persaingan yang ada, tidak heran jika biasanya akan berujung dengan sebuah konflik. b. Beresiko terkena gangguan psikologis Tidak sedikit orang, yang mengalami kegelisahan setelah kehilangan jabatan atau kedudukannya.

Hal tersebut tentunya akan mengganggu psikologis, bahkan bisa membahayakan dirinya sendiri akibat stres berkepanjangan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit psikis, hingga fisik.

Gangguan psikologis dapat terjadi apabila individu atau kelompok sosial tidak mempunyai tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik dan tidak bisa menerima keadaan dengan ikhlas. Demikian penjelasan tentang mobilitas sosial, mulai dari pengertian menurut beberapa ahli hingga bentuk dan contohnya. Apakah kalian sudah paham?

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

Simak Video " Saluran Air di Bekasi Berubah Warna Merah Usai Tercemar Limbah" [Gambas:Video 20detik] (pal/pal) Jakarta - Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan sosial yang satu ke lapisan lainnya. Apa saja faktor pendorong mobilitas sosial? Menurut Soerjono Sokanto, mobilitas sosial adalah gerak dalam sebuah struktur sosial. Struktur sosial merupakan pola tertentu yang mengatur organisasi sebuah kelompok sosial, seperti dikutip dari Sosiologi 2: Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat oleh Tim Sosiologi Yudhistira.

Mobilitas sosial bisa berupa peningkatan atau penurunan dalam segi status sosial dan penghasilan yang dialami individu atau seluruh anggota kelompok. Mobilitas sosial berkaitan erat dengan stratifikasi sosial. Sebab, mobilitas sosial merupakan gerak perpindahan dari satu strata sosial ke strata sosial yang lain. Baca juga: Struktur Sosial: Definisi Para Ahli, Ciri-ciri, dan Unsur Pembentuknya Faktor Pendorong Mobilitas Sosial 1. Faktor Struktural Faktor struktural merupakan jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya.

Contoh faktor struktural yaitu ketidakseimbangan jumlah lapangan kerja yang tersedia dibandingkan dengan jumlah pelamar kerja. Faktor struktural terdiri atas: • Struktur Pekerjaan Dalam struktur kerja terdapat kedudukan tinggi dan yang lebih rendah.

Jika jumlah orang dengan kedudukan tinggi lebih banyak, maka orang dapat terpacu untuk menaikkan kedudukan sosial ekonominya. • Perbedaan Fertilitas Tingkat kelahiran berhubungan dengan jumlah jenis pekerjaan yang mempunyai kedudukan tinggi atau rendah.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

Hal ini berpengaruh pada proses mobilitas sosial yang akan berlangsung. • Ekonomi Ganda Sebuah negara dapat menerapkan sistem ekonomi ganda atau gabungan tradisional dan modern.

Ekonomi ganda berdampak pada jumlah pekerjaan, baik yang berstatus tinggi maupun rendah. Kesempatan mobilitas seseorang tergantung pada keberhasilan dalam melakukan pekerjaan di bidang yang diminati dalam. Sebab, dalam masyarakat modern, kenaikan status sosial sangat dipengaruhi oleh faktor prestasi yang diraih. 2. Faktor Individu Faktor individu merupakan kualitas seseorang baik dari segi pendidikan, penampilan, kecakapan, hingga keahlian.

Faktor individu terbagi atas: • Perbedaan Kemampuan Orang yang cakap atau memiliki kemampuan lebih punya kesempatan dalam menentukan mobilitas sosial atau keberhasilan hidup. Contoh, berbagai instansi terbaik membutuhkan sumber daya manusia dengan prestasi baik dari perguruan tinggi kenamaan dalam negeri dan luar negeri. • Orientasi Sikap pada Mobilitas Tiap orang punya sikap berbeda dalam mendorong prospek mobilitas sosialnya. Di antaranya yaitu melalui pendidikan, kebiasaan kerja, penundaan kesenangan, dan memperbaiki penampilan diri.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

Contoh, seorang karyawan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan rela mengikuti kursus untuk meningkatkan peluang karier dan posisinya. • Kemujuran Kemujuran berperan dalam mendorong kerja keras seseorang mencapai titik hasil dan respons yang diharapkan. 3. Status Sosial Setiap manusia lahir dalam status sosial yang dimiliki orang tuanya. Jika tidak puas dengan status pemberian tersebut, seseorang dapat mencari kedudukan sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi dengan melihat kemampuan dan jalan yang dapat ditempuh.

Makin luwes sebuah struktur sosial di masyarakat, semakin mungkin seseorang mendapat kedudukan yang dicari sendiri. 4. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi dapat mendorong seseorang menjalani mobilitas. Contoh, orang yang tidak lagi mau hidup di lingkungan dengan keadaan ekonomi berkekurangan akan berpindah ke tempat lain, baik migrasi atau urbanisasi). 5. Situasi Politik atau Keamanan Situasi politik dan keadaan negara yang tidak sesuai dengan harapan, paham, atau hati nurani dapat mempengaruhi situasi keamanan dan kenyamanan seseorang bertahan di negerinya, meskipun negara tersebut memiliki sumber daya alam yang baik.

Contohnya, warga yang mengungsi ke negara lain untuk mencari kehidupan yang lebih aman.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

6. Kondisi Kependudukan (Demografi) Faktor kependudukan mendorong masyarakat mencari kediaman dan penghidupan yang lebih baik di tempat lain. Dengan demikian, mobilitas secara geografis tersebut dapat mendorong mobilitas sosial.

7. Keinginan Melihat Daerah Lain Adanya keinginan melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografis dari satu tempat ke tempat lain.

Contohnya, berekreasi ke daerah tujuan wisata.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

Baca juga: Definisi Kemiskinan Struktural Lengkap dengan Ciri dan Faktor Penyebabnya Dampak Mobilitas Sosial Dampak mobilitas sosial secara positif adalah orang-orang akan berusaha untuk maju atau berprestasi. Mobilitas sosial juga mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik, seperti disampaikan dalam Buku Kerja Pengantar Sosiologi oleh Dra. Trisna Andayani, M.Si, Ayu Febryani, S.Pd., M.Si, dan Dedi Andiransyah, S.Pd., M.Si. Sementara itu, dampak negatif mobilitas sosial detik.com/tag/mobilitas-sosial di antaranya yaitu terjadinya konflik antar kelas, kelompok sosial, antargenerasi, suku bangsa, ras, maupun agama.

Simak Video " Sosok Desboy, Pelindung Anak Jalanan Tanah Merah" [Gambas:Video 20detik] (twu/lus)
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Mobilitas sosial merupakan perubahan status sosial atau posisi sosial individu, keluarga atau kelompok dalam hierarki masyarakat.

Posisi tersebut dapat berupa posisi yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kelompok atau individu yang berupaya melakukan mobilitas tentunya akan mengalami perubahan sosial yang kadang terjadi secara menyeluruh ataupun sebagian. Setiap masyarakat yang mengalami perubahan sosial karena munculnya perbedaan antarkelompok atau antarindividu akan menjadi fenomena sosial umum yang dapat bersifat horizontal maupun vertikal, yaitu saat muncul individu-individu yang mengalami perubahan sosial dalam hierarki sosial, yang dimaknai pula dengan terjadinya mobilitas sosial.

Mobilitas sosial terjadi karena ada faktor pendorong dan juga faktor penghambatnya. Faktor pendorong dalam mobilitas sosial antara lain yaitu status sosial, kondisi sosial, pendidikan, keadaan ekonomi, perkawinan, keinginan untuk melihat daerah lain, situasi politik, pertambahan jumlah penduduk dan lain sebagainya. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu adanya sistem masyarakat yang tertutup, diskriminasi sosial, pendidikan yang rendah serta kemiskinan.

Sebagai contoh, setiap individu pada umumnya menginginkan pendidikan yang layak dan baik. Pendidikan yang dimaksudkan ialah pendidikan formal yang berkualitas, makin tinggi pendidikan seseorang maka makin baik kehidupannya. Makin tinggi pendidikan seseorang, maka makin besar harapannya memperoleh pekerjaan dan status yang lebih baik dalam masyarakat. Melalui pendidikan seseorang dapat memperoleh ijazah yang merupakan syarat penting untuk mendapatkan suatu jabatan, walaupun ijazah itu sendiri belum menjamin kesiapan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Melalui pendidikan orang dari golongan rendah dapat meningkat ke golongan yang mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju tinggi. Hal ini sesuai dengan konsep mobilitas sosial menurut Horton dan Hunt (1999) yaitu "perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya". Melalui pendidikan pula orang tua mengharapkan agar anak-anaknya mempunyai nasib yang lebih baik daripada orang tuanya dan karena itu orang tua berusaha untuk menyekolahkan anaknya sampai memperoleh gelar dari perguruan tinggi, walaupun dengan pengorbanan yang besar.
Pernahkah mendengar mengenai mobilitas sosial sobat?

kali ini penulis akan mengulasnya secara mendalam dihubungkan dengan sisi psikologi, namun, sebelumnya simak terlebih dahulu apa itu mobilitas sosial secara lengkap.

• Menurut Soerjono Soekanto : mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu jenis sosial. • Menurut Mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju Young dan Raymond W.

Mack : mobilitas sosial adalah suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu jenis sosial. • Menurut William Kornblum : mobilitas sosial adalah perbergerakan individu-individu, keluarga-keluarga dan jenis sosialnya dan satu status ke status sosial lainnya. • Menurut H.EdwardRansford : Mobilitas sosial adalah perbergerakan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hirarki.

• Menurut Robert M.Z. Lawang : mobilitas sosial adalah perbergerakan posisi dari status yang satu ke status yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya. • Menurut Horton dan Hunt : mobilitas sosial adalah suatu gerak perbergerakan dari suatu jenis sosial ke jenis sosial lainnya.

Nah sobat, hal ini tentu berpengaruh pada psikologis individu, apa saja? berikut selengkapnya. 13 Dampak Psikologis dari Mobilitas Sosial. 1. Menimbulkan Ketakutan dan Kegelisahan pada Individu yang Mengalami Mobilitas Menurun Jika individu mengalami penurunan kualitas hidup misalnya dari kaya menjadi miskin, dari punya pekerjaan atau jabatan menjadi pengangguran, dari pejabat menjadi individu biasa, dsb tentu menimbulkan kegelisahan pada diri individu yakni mengenai pandangan dirinya sendiri dari beragam sudut pandang karena ia takut disalahkan dan dianggap tidak berguna serta kegelisahan akan masa depan.

(Baca juga mengenai terapi kognitif pada lansia). 2. Adanya Gangguan Psikologis Bila Individu Turun dari Jabatannya Jelas ya sobat, individu yang terbiasa dnegan jabatan yang mungkin terbiasa memiliki kesibukan dan peran penting dalam masyarakat lalu terjadi perubahan hingga individu tersebut kehilangan jabatan dan menjadi individu biasa tentu membuat individu tersebut merasa bersalah dan takut jika menjadi beban bagi individu terdekat atau bagi keluarganya.

(Baca juga mengenai peran remaja dalam mengatasi ancaman). 3. Mengalami Frustasi atau Putus Asa dan Malu Bagi Individu-Individu yang Ingin Naik ke Lapisan Atas, Tetapi Tidak Dapat Mencapainya Tentu setiap individu selalu ingin menjadi lebih baik ya sobat, hingga terkadang menghalalkan cara apapun, hal ini tentu akan menjadi masalah jika usaha yang mungkin dilakukannya dengan sungguh sungguh gagal karena suatu hal atau tidak tercapai seperti apa yang diinginkan, hal itu bisa membuat rasa tidak berguna dan membuat pengaruh dengan sosial sekitarnya.

(Baca juga mengenai contoh peran remaja dalam masyarakat).

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

4. Keinginan Menyesuaikan Diri Penyesuaian diri dengan aturan-aturan yang ada dalam status sosial yang baru merupakan langkah yang diambil oleh individu yang mengalami mobilitas, baik vertikal maupun horizontal.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

Hal ini dilakukan agar mereka bisa diterima dalam status sosial yang baru dan mampu menjalankan peran-perannya. (Baca juga mengenai peran remaja dalam perkembangan desa). 5. Hubungan dengan Rasa Solidaritas Keadaan itulah yang menyebabkan individu-individu yang pindah lapisan yang baru akan berkurang solidaritasnya terhadap status sosial yang lama.

Sebagai contoh, individu kaya mendadak akan bersaha menyesuaikan diri dengan lapisan atas dalam gaya hidupnya agar bisa diterima dan dianggap sebagai bagian dari status sosial yang baru sehingga menjadi berkurang rasa kesetiakawanannya dengan jenis sosial asal.

(Baca juga mengenai peran dalam perkembangan emosi remaja). 6. Mendorong Individu untuk Lebih Maju Terbukanya kesempatan baik untuk bergerak maju dari status satu ke status yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri individu untuk maju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi sehingga bekerja lebih keras lagi.

7. Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang lebih baik Dengan mobilitas, masyarakat selalu dinamis bergerak menuju pencapaian tujuan yang diinginkan dan menjadi gambaran bahwa manusia tersebut berusaha untuk mencapai yang terbaik semaksimal mungkin sebagus mungkin apa saja yang bisa ia capai untuk masa depan lebih baik.

8. Meningkatkan Integrasi Sosial Terjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi integrasi sosial.

Misalnya individu yang melakukan mobilitas sosial naik, ia kan menyesuaikan diri dengan gaya hidup, aturan-aturan dan aturan-aturan yang dianut oleh jenis jenis individu dengan status sosial yang baru sehingga tercipta pemahaman sosial lebih luas misalnya cara makan yang lebih sopan, cara bertutur kata lebih ber etika, dsb. 9. Kecemasan dalam Perubahan Tertentu Adanya kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun menyebabkan timbulnya ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat dan berdampak keretakan hubungan antar anggota jenis utama, yang semula karena individu berpindah ke status yang lebih tinggi atau ke status yang lebih rendah, hal itu mungkin terjadi sementara karena adanya ketidaksiapan ketika mengalami penurunan.

10. Timbulnya Pertengkaran Apabila pada masyarakat terjadi mobilitas yang kurang harmonis akan timbul benturan-benturan aturan dan kepentingan sehingga kemungkinan timbul pertengkaran yang terjadi karena perasaan bersaing dsb. 11. Masalah Antarjenis Dalam masyarakat terdapat status-status.

mengapa mobilitas sosial dapat memotivasi seseorang untuk maju

Jenis dalam status tersebut disebut jenis sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antarjenis sosial, maka bisa memicu terjadinya masalah antarjenis. Contohnya masalah antara majikan dan buruh dalam suatu perusahaan. 12. Masalah Antarjenis Sosial Masalah yang menyangkut antara jenis satu dengan jenis lainnya karena benturan aturan dan kepentingan.

Masalah ini dapat berupa : Masalah antara jenis sosial yang masih tradisional dengan jenis sosial yang modern. Misalnya, para kusir delman dan penarik becak yang lambat menyesuaikan diri dengan perubahan dapat menyebabkan masalah dengan sopir mobil angkutan umum.

Proses suatu jenis sosial tertentu terhadap jenis sosial lain yang memilki wewenang. Misalnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut kepada anggota dewan untuk menurunkan harga BBM. 13. Masalah Antargenerasi Masalah yang terjadi karena adanya benturan aturan dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dalam mempertahankan aturan-aturan lain dengan aturan-aturan baru yang ingin mengadakan perubahan.

Contohnya, pergaulan bebas yang banyak dilakukan anak-anak muda dewasa ini sangat bertentangan dengan aturan yang dianut oleh generasi tua. Demikian yang dapat disampaikan penulis, semoga menjadi wawasan yang bermanfaat untuk sobat semua. Jangan lupa update ilmu psikologi sobat di dosenpsikologi.com selalu agar berwawasan luas dan tidak kuper ya sobat, Terima Kasih.

Pengaruh mobilitas sosial terhadap kehidupan sosial budaya materi 2 IPS




2022 www.videocon.com