Anteu vera

anteu vera

Anteu Vera 6.1M views Discover short videos related to Anteu Vera on TikTok. Watch popular content from the following creators: ig: @mynameisveraa(@anteuvera_), ig: @mynameisveraa(@anteuvera_), ig: @mynameisveraa(@anteuvera_), ig: @mynameisveraa(@anteuvera_), ig: @mynameisveraa(@anteuvera_).

Explore the latest videos from hashtags: #atuvera, #athuvera. Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot Foto Bugil – Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot Suatu pagi saat aku masih tidur, telpon HP ku berbunyi dan aku yang masih anteu vera mata tertutup mengangkat HP ku, ternyata adalah Om Yudi yang menelponku.

“Ris, kamu beberapa hari ini sibuk gak??” tanya om Yudi. “Kayaknya Enggak om, emang kenapa om??” tanyaku balik. “Om mau minta tolong niiih, bisa gak???” tanya om Yudi. “Eeeemmm….Minta tolong apa om?? Kalau aku bisa pasti aku bantu om” jawabku. “Om minta kamu menginap dirumah om karena om mau keluar anteu vera selama beberapa hari, kamu temenin Tante Vera dan Tia dan Lia ya Ris, bisa gak??” taya om Yudi. “Eeeemmm….Bisa deeh om, aku kerumah om kapan, nanti apa sekarang om??” tanyaku.

“Sekarang aja Ris, karena om sebentar lagi mau berangkat dan om juga sudah anteu vera sama tantemu kok, kalau kamu yang akan menemaninya” jawab om Yudi.

“Okkee…Deeeh om, aku mandi dulu, nanti aku terus kerumah om” jawabku. “Makasih ya Ris, kamu memang keponakanku yang paling baik, nanti jika om sudah berangkat kamu tinggal masuk aja ya Ris” ucap om Yudi.

anteu vera

“Iyha om” jawabku singkat. Cerita Sex Terbaru Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot Setelah menutup telpon dengan mata yang masih berat, aku pun bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Didalam kamar mandi aku sempat membayangkan yang tidak-tidak, aku membayangkan tubuh bahenol tante Vera, kubayangkan pantatnya yang semok aku remas-remas, kujilati memek tante Vera sampai tante Vera ngecrot, penisku dikulum tante Vera, membuat penisku menegang dan Aaarrgghhh akhirnya aku membasahi tubuhku dengan air, hingga bayanganku tentang tante Vera hilang dengan seketika.

Tak lama aku selesai mandi, dan aku pun bergegas ganti baju dan langsung menuju rumah om Yudi. Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah om Yudi.

Dan ternyata om yudi sudah berangkat lalu aku disambut oleh tante Vera. Pemandangan indah seketika pun aku dapatkan, baju ketat dan super seksi menghiasi tubuh anteu vera Vera sehingga bentuk lekuk-lekuk tubuh tante Vera menjadi terlihat, dan bahkan garis-garis CD tante Vera kelihatan karena roknya yang sangat ketat.

Sejenak aku menelan ludah sebelum akhirnya tante Vera membuyarkan pemandanganku itu. Cerita Mesum Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot “Ris tante minta tolong kamu antar Tia dan Lia kesekolah yaaa” pinta tante Vera.

“Okkee deeh tante” jawabku singkat. Lalu aku mengajak kedua anteu vera tante Vera yang masih kecil kemobil, dan aku pun mengantarkannya kesekolah. Diperjalanan aku mengantar Tia dan Lia, kembali aku teringat kemolekan tubuh tante yang tadi aku lihat. Aku tak kuasa menahan nafsuku hingga dalam perjalanan batang Penisku menengang sehingga kelihatan dari luar celanaku karena penisku yang lumayan besar.

Untungnya aku mengantarkan anaknya tante Vera, jika yang kuantarkan adalah tante Vera bisa-bisa aku langsung menubruknya “pikiran kotor itu yang terus mengganguku selama dalam perjalanan”. Cerita Ngentot Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Vera. Setelah parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya.

Tante Vera masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, setelah lebih kurang lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku hentikan makanku. Setelah menaruh piring di dapur. Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya.

Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Vera tanpa ada sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yang mengenai air di kulitnya. Cerita Sex ABG Ternyata tante Vera sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan. Terdengar suara desahan lirih, “hmhmhmhmmmm, ohh, arhh”.

Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya tante Vera ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya.

Aku langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Vera, membuatku tergila-gila. Aku anteu vera membayangkan tante Vera berhubungan badan denganku. “Lho Ris, kamu anteu vera apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa?

Nanti aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Vera mengagetkan aku. Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot “Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Vera sambil masuk kamar.

Aku agak kaget juga dia ngomong seperti itu. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan. Setelah tante Vera berangkat kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini. Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante dan langsung tidur.

“hmhmhmhmmmm. geli ah” Aku terbangun dan terkejut, karena tante Vera sudah berbaring disebelahku sambil tangannya memegang Penis dari luar sarung. “Waduh, maafin tante ya.

Tante bikin kamu anteu vera Kata tante sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yang telah membuat Penis menegang 90%. “Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok”, dengan alasan sakit. Cerita Sex Tante Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot Setelah ambil anteu vera dari apotik, tante pulang.

Begitu alasan tante ketika aku tanya kenapa dia tidak masuk kerja. “Waktu tante masuk kamar, tante lihat kamu lagi tidur di kasur tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga CD kamu terlihat. Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kamu. Hmm, gedhe juga ya Penis mu” Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskan kelakuannya. “Sudahlah tante, gak pa pa kok. Lagian Aris tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di kamar mandi” celetukku sekenanya.

anteu vera

“Lho, jadi kamu.” Tante kaget dengan mimik setengah marah. “Iya, tadi Aris ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah kan?” agak anteu vera juga aku kalau dia marah.

Tante diam saja dan suasana jadi hening selama lebih kurang sepuluh menit. Cerita Sex DaunMuda Sepertinya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit dan membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dia melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis putih, sehingga sekarang terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku. Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Penis di sarungku.

anteu vera

Bra warna hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku. Aku jadi salah tingkah. “Aku tahu kamu sudah lama pingin menyentuh ini.” dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua bukit kembarnya.

“Emm., nggak kok tante. Maafin Aris ya.” aku semakin salah tingkah. “Lho kok jadi munafik gitu, sejak kapan?” tanya tanteku dengan mimik keheranan.

“Maksud Aris, nggak salahkan kalau Aris pingin pegang ini.!” Sambil aku tarik bahu tante ke tempat tidur, sehingga tante terjatuh di atas tubuhku. Cerita Sex Selingkuh Langsung aku kecup payudaranya bergantian anteu vera dan kanan. “Eh, nakal juga kamu ya. ihh anteu vera Ris.” tante Vera merengek perlahan. “hmhmhmhmmmm.shh” tante semakin keras mendesah ketika tanganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke selangkangannya. Rok yang menjadi penghalang, dengan cepatnya aku buka dan sekarang tinggal CD yang menutupi gundukan lembab.

Sekarang posisi kami berbalik, aku berada di atas tubuh tante Vera. Tangan kiriku semakin berani meraba gundukan yang aku rasakan semakin lembab. Ciuman tetap kami lakukan dibarengi dengan rabaan di setiap cm bagian tubuh.

Sampai akhirnya tangan tante masuk ke sela-sela celana dan berhenti di tonjolan yang keras. “hmhmhmhmmmm, boleh juga nih.

anteu vera

Cerita Sex HOT Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Anteu vera Hot Sepertinya lebih besar dari punyanya om kamu deh.” tante mengagumi Penis yang belum pernah dilihatnya. “Ya sudah dibuka saja tante.” pintaku. Lalu tante melepas celanaku, dan ketika tinggal CD yang menempel, tante terbelalak dan tersenyum. “Wah, rupanya tante punya Penis lain yang lebih gedhe.” Gila tante Vera ini, padahal Penisku belum besar maksimal karena terhalang CD.

Aksi meremas dan menjilat terus kami lakukan sampai akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku. Dan aktifitas tante terhenti. Rupanya dia sudah berhasil melepas CD ku, dan sekarang sedang terperangah melihat Penis yang berdiri dengan bebas dan menunjukkan ukuran sebenarnya.

“Tante. ngapain berhenti?” aku beranikan diri bertanya ke tante, dan rupanya anteu vera mengagetkannya. “Eh. anu. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya.?” agak anteu vera juga tante merespon pertanyaanku.

“Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia ngoceh lagi. Tante masih terkesima dengan Penisku yang mempunyai panjang 17cm dengan diameter 6cm.

“Emangnya punya om gak segini? ya sudah tante boleh ngelakuin apa aja sama Penisku.” Aku ingin agar tante memulai ini secepatnya. “hmhmhmhmmmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Penis Ada sensasi enak dan nikmat ketika lidah tante mulai beraksi naik turun dari ujung sampai pangkal Penis “Ahh. enak tante, terusin hh.” aku mulai meracau.

Lalu aku tarik kepala tante Vera sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi dengan ganasnya. Lebih ganas dari ciuman yang pertama tadi. Tanganku beraksi lagi, kali ini berusaha untuk melepas CD tante Vera. Akhirnya sambil menggigit-gigit kecil puting susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya itu.

CERITA SEX NIKMATNYA MEMEK TANTE VERA Tiba-tiba, tante merubah anteu vera dengan duduk di atas dadaku. Sehingga terpampang jelas vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang dipotong rapi berbentuk segitiga.

“Ayo Ris, gantian kamu boleh melakukan apa saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap vaginanya. “OK tante” aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih.

“Shh. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku. “Hh. mm. enak Ris, anteu vera Ris. yaa. shh” tante mulai berbicara tidak teratur. Semakin dalam lidahku menelusuri liang vagina tante. Semakain kacau pula omongan tante Vera. “Ahh.Ris.shh.Risr aku mau keluar.” tante mengerang dengan keras.

“Ahh.” erangan tante keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang. Rupanya tante sudah mencapai puncak. Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, dan tante masih berkutat dengan perasaan enaknya. “hmhmhmhmmmm.kamu pintar Ris. Gak rugi tante punya keponakan seperti kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau om kamu lagi luar kota.

anteu vera

Mau kan?” dengan manja tante memeRis tubuhku. “Ehh, gimana ya tante.” aku ngomgong sambil melirik ke Penis ku sendiri. “Oh iya, tante sampai lupa.

Maaf ya” tante sadar kalau Penisku masih berdiri tegak dan belum puas. Dipegangnya Penis ku sambil bibirnya mengecup dada dan perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok Penis. Setelah lebih kurang 15 anteu vera tante berhenti mengocok. Ris, kok kamu belum keluar juga. Wah selain besar ternyata kuat juga ya.” tante heran karena belum ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Penisku. Tante bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai.

Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Vera, lalu turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua sisi dalam pahanya yang putih mulus. Bergantian kiri-kanan, anteu vera akhirnya dipangkal paha.

Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa nikmat yang aku berikan.

anteu vera

Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya. Aku berdiri sambil memegang kedua pahanya. Aku gesek-gesekkan ujung Penis ke vaginanya dari atas ke bawah dengan pelan. Perlakuanku ini membuat tante semakin bergerak dan meracau tidak karuan. “Tante siap ya, aku mau masukin Penis” aku memberi peringatan ke tante. “Cepetan Ris, ayo. tante sudah gak tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Penis.

Dengan pelan aku dorong Penis ke anteu vera dalam vagina tante Vera, ujung kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya. Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Penis sekarang sudah tertancap di vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment yang sangat enak. Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya.

Pasti Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru. Ris, kok rasanya nikmat banget. kamu pintar ahh. shh” tante berbicara sambil merasa keenakan.

“Ahh. shh mm, tante ini cara Aris agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante. Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua sisa Penis ke dalam vagina tante. “Ahh.” kami berdua melenguh. Kubiarkan sebentar tanpa ada gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang dia menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga mengimbanginya dengan sodokan ke depan. Vagina tante Vera ini masih kencang, pada saat aku menarik Penis bibir vaginanya ikut tertarik.

“Plok. plok. plokk” suara benturan pahaku dengan paha tante Vera semakin menambah rangsangan. CERITA SEX BINALNYA BIRAHI SEX TANTE 13 menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante anteu vera keras “Ahh.

Ris tante nyampai lagi” Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku. Aku kecup kedua payudaranya. dengan Penis masih menancap dan dijepit Vagina yang berkedut dengan keras. Dengan posisi memangku tante Vera, kami melanjutkan aksi. Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di Penis.

“Tante, aku mau keluar anteu vera, di mana?” aku bertanya ke tante. “Di dalam anteu vera Ris, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun. Urutan vaginanya yang rapat dan ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.

“Arghh. tante aku nyampai”. “Aku juga Ris. ahh” tante juga meracau. Aku terus semprotkan cairan hangat ke vagina tante. Setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di kasur.

Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra. Ris, kamu hebat.” puji tante Vera. “Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya. Ris, kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante. “Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.

“Gak apa-apa Ris, tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus dadaku.

anteu vera

Akhirnya kami berpagutan sekali lagi dan berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan kami raih. Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali lagi di kamar mandi. Itulah pengalamanku dengan tante Vera. Ternyata enak juga bermain dengan wanita yang berumur empat puluhan-an. Semenjak itu aku sering dapat telepon ajakan untuk berkencan dengan tante-tante. Rupanya tante Vera menceritakan hal kehebatanku kepada teman-temannyakarena teman tante Vera pada anteu vera dengan diriku seringkali aku di kejar kejar dengan cara yang berbeda beda.

anteu vera

Kumpulan cerita sex serta link foto bugil video bokep terbaru sepanjang masa +kumpulan Video Bokep Cari untuk: Tulisan Terakhir • Cerita Dewasa Ayah dan Ketiga Anaknya • Cerita Deawasa Ibu Kost Yang Haus Birahi Ngentot • Sexnya Ibu Guru Yang Hot • Cerita Dewasa Kenikmatan Mahasiswi Sesaat • Cerita Sex Perawan oh Perawan Nikmat • Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot • Cerita Sex Arisan Seks Bikin Aku Ketagihan Memek • Istriku Tukang Selingkuh • Cewek Berjilbab - Kumpulan Foto Bugil cewek Berjilbab • Video Ngocok Memek Agar Puas Video Bokep Cerita Sex • Cerita Dewasa Ayah dan Ketiga Anaknya • Cerita Deawasa Ibu Kost Yang Haus Birahi Ngentot • Sexnya Ibu Guru Yang Hot • Cerita Dewasa Kenikmatan Mahasiswi Sesaat • Cerita Sex Perawan oh Perawan Nikmat • Cerita Sex Tante Vera Yang Hobi Ngentot Hot • Cerita Sex Arisan Seks Bikin Aku Ketagihan Memek • Istriku Tukang Selingkuh • Cewek Berjilbab - Kumpulan Foto Bugil cewek Berjilbab • Video Ngocok Memek Agar Puas Kategori • cerita (10)
If you choose to “Accept all,” we will also use cookies and anteu vera to • Develop and improve new services • Deliver and measure the effectiveness of ads • Show personalized content, depending on your settings • Show personalized ads, depending on your settings If you choose to “Reject all,” we will not use cookies for these additional purposes.

Non-personalized content and ads are influenced by things like the content you’re currently viewing and your location (ad serving is based on general location). Personalized content and ads can also include things like video recommendations, a customized YouTube homepage, and tailored ads based on past activity, like the videos you watch and the things you search for on YouTube.

We also use cookies and data to tailor the experience to be age-appropriate, if relevant. Select “More options” to see additional information, including details about managing your privacy settings. You can also visit g.co/privacytools at any time. • English United States • • Deutsch • English • Español • Français • Italiano • Nederlands • All languages • Afrikaans • azərbaycan • bosanski • català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • eesti • English United Kingdom • Español España • Español Latinoamérica • euskara • Filipino • Français Canada • Français France • Gaeilge anteu vera galego • Hrvatski • Indonesia • isiZulu • íslenska • Italiano • Kiswahili • latviešu • lietuvių • magyar • Melayu • Nederlands • norsk • o‘zbek • polski • Português Brasil • Português Portugal • română • shqip • Slovenčina • slovenščina • srpski (latinica) • Suomi • Svenska • Tiếng Việt • Türkçe • Anteu vera • беларуская • български • кыргызча • қазақ тілі • македонски • монгол • Русский • српски • Українська • ქართული • հայերեն • עברית • اردو • العربية • فارسی • አማርኛ • नेपाली • मराठी • हिन्दी • অসমীয়া • বাংলা • ਪੰਜਾਬੀ • ગુજરાતી • ଓଡ଼ିଆ • தமிழ் • తెలుగు • ಕನ್ನಡ • മലയാളം • සිංහල • ไทย • ລາວ • မြန်မာ • ខ្មែរ • 한국어 • 日本語 • 简体中文 • 繁體中文 • 繁體中文 香港 • English United States • • Deutsch • English • Español • Français • Italiano • Nederlands • All languages • Afrikaans • azərbaycan • bosanski • català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • anteu vera • English United Kingdom • Español España • Español Latinoamérica • euskara • Filipino • Français Canada • Français France • Gaeilge • galego • Hrvatski • Indonesia • isiZulu • íslenska • Italiano • Kiswahili • latviešu • lietuvių • magyar • Melayu • Nederlands • norsk • o‘zbek • polski • Português Brasil • Português Portugal • română • shqip • Slovenčina • slovenščina • srpski (latinica) • Suomi • Svenska • Tiếng Việt • Türkçe • Ελληνικά • беларуская • български • кыргызча • қазақ тілі • македонски • монгол • Русский • српски • Українська • ქართული • հայերեն • עברית • اردو • العربية • فارسی • አማርኛ • नेपाली • मराठी • हिन्दी • অসমীয়া • বাংলা • ਪੰਜਾਬੀ anteu vera ગુજરાતી • ଓଡ଼ିଆ • தமிழ் • తెలుగు • ಕನ್ನಡ • മലയാളം • සිංහල • ไทย • ລາວ • မြန်မာ • ខ្មែរ • 한국어 • 日本語 • 简体中文 • 繁體中文 • 繁體中文 香港 none
• Who We Are • About us • Goldberger House • Vera and Donald Blinken • Policies • Annual Reports • Our Staff • Research Room • Use of materials • Citation guidelines • Reproduction • Digitization on Demand • Temporary relocation • Press room • 2021 • 2020 • 2019 • 2018 • 2017 • 2016 • 2015 • 2014 • 2013 • 2012 • Publications • Publications • Publications by OSA staff • What We Have • Catalog • Archives • Library • Documents of the Wiener Library • Audio-visual Collections • Digital Repository • Avant-garde experimental films from Hungary • Curated Collections • Digitális Állambiztonsági Archívum • Poland 1968 Digital Collection • What We Do • Research • Research Data Management • Projects • OSA seminars • Academic Events • Archival Lab • Galeria Centralis • Exhibitions • Virtual Exhibitions • Teaching • Teacher Training • Blogs/Podcasts anteu vera Blog • What We Read • Podcast • Get Involved • Work with Us • Fellowship anteu vera Deposit • Hoover Archives Research Assistance Scholarship • Aaron Swartz Fellowship • Anteu vera Scholarship at OSA • Partner Projects • Verzio Film Festival • Fortepan Amateur Photos • Police Photo Archive • Virtual Filmstrip Museum • Parallel Archive • Voices of the 20th Century • Newsletter • #OSAisCEU The Open Society Archives at Central European University (CEU) is named after Vera and Donald Blinken in recognition of their tireless public service and unwavering devotion to higher education, art and the democratization process in the United States and in Hungary.

Vera Blinken was born in Hungary, and – in part, thanks to her anteu vera parents – miraculously survived the Holocaust and World War II. After the death of her father, in the early 1950s, she, together with her mother, managed anteu vera flee in an adventurous way anteu vera Communist Hungary and found a welcoming home in New York.

Vera Blinken - Photo: Daniel Vegel She studied at Vassar College, and worked as a successful interior designer. But as she wrote in one of her memoires, “Like every other refugee, I carry my past with me.

The guilt of the survivor - for having survived the war when tens of thousands didn’t, for having escaped when millions couldn’t and even for being alive when so many were now [in 1956] dying for their beliefs. I resolved to give back for the freedom and opportunities this great country has granted me.” This is why Vera Blinken committed herself to the cause of the International Rescue Committee (IRC) that played a crucial role in helping Anteu vera refugees who sought protection after the defeat of the 1956 Revolution.

She became a Board Member and then Secretary of the IRC, which provided invaluable help to refugees during the Balkan wars in the 1990s. The Vera and Donald Blinken Open Society Anteu vera is one of the largest repositories of the documents of those wars, which includes the archive of the United Nations Commission of Experts on Investigating War Crimes in the former Yugoslavia.

Vera Blinken was Special Assistant for the Arts and Cultural Affairs to the legendary Senator Daniel Patrick Moynihan and Vice Chairman of the Foundation for Art and Preservation in Embassies. While anteu vera in Hungary with her husband, Ambassador Donald Blinken, in 1996 she founded PRIMAVERA, the first mobile breast cancer screening program in Central and Eastern Europe.

For her services to the Hungarian people, she was awarded the Middle Cross of the Order of Merit of the Republic of Hungary. Donald Blinken was sworn in as the United States Ambassador to the Republic of Hungary in March 1994. He concluded his service in November 1997. Ambassador Blinken graduated Magna Cum Laude in Economics from Harvard in 1948 after serving in the U.S.

Army Air Corps during World War II. His career has blended leadership in investment banking, education, arts patronage and devoted public service. He co-founded the investment banking/venture capital firm of E.M. Warburg, Pincus & Co. He continued to be associated with Warburg Pincus as a Managing Director until taking up government service.

Donald Blinken - Photo: Daniel Vegel In 1976, he was appointed to the Board of the State University of New York and subsequently he was named Chairman of the Board of one of the largest public institutions of higher education in the world.

The State University of New York serves 400,000 students on 64 campuses throughout New York. Ambassador Blinken served as Chairman of the Board until 1990. The University awarded Ambassador Blinken an honorary degree in 1993. He is the author of a book on American Trade Policy and numerous articles on education and international affairs. Donald Blinken served as Ambassador at a crucial time, during the process of Hungary’s becoming member of NATO, at the time of the referendum on NATO membership.

He played a defining role in setting up the Taszár Air Base that served as the logistical base for the IFOR and later on for SFOR peace keeping operations in the Balkans. For his accomplishments and services as the U.S. Ambassador in Hungary, he was awarded the Republic of Hungary’s highest civilian honor and the U.S.

Department of Defense Award for Distinguished Public Service. He was appointed a member of the Special Presidential Nomination Panel for the U.S. Court of Appeals by President Carter and served as Secretary-General of The World Federation of United Nations Associations from 2000 to 2004. He is a member of the Council on Foreign Relations, the Advisory Board of the National Committee on American Foreign Policy, and the Executive Board of the Project on Ethnic Relations.

anteu vera

Ambassador Blinken has many accomplishments in the world of art and culture as well. As one of the earliest collectors of Mark Rothko’s works, he was named President of the Mark Rothko Foundation in 1976.

As a genuine public service gesture, the foundation distributed its legacy of paintings to 34 museums anteu vera the United States and abroad, including a major gift to the National Gallery of Art in Washington, D.C. Ambassador Blinken also served as President of the Brooklyn Academy anteu vera Music from 1970 to 1976, was a member of the Executive Committee of the New York Public Library, anteu vera Board member and former Chairman of the Contemporary Publication Committee, and overseer of the Nelson A.

Rockefeller Institute of Government, and a member of the Trustees’ Council of the National Gallery of Art. He is an Honorary Trustee of the New York Philharmonic Society. With his prior experience as Chairman of the Board of the State University of New York, during his tenure as Ambassador in Hungary, Donald Blinken provided crucial help and support to the Central European University in the early years of its existence. In 1998, he was named Chancellor of the International Council of Anteu vera European University and subsequently became a member of its Board of Trustees.

He serves as one of the Emeritus Trustees of CEU. When the Hungarian government started its attack against academic freedom, freedom of thought and research, against the autonomy of higher education, when the government majority of the Hungarian Parliament passed the “Lex CEU” that forced the university to move its teaching programs to Vienna, Ambassador Blinken publicly stood up against these authoritarian measures in support of CEU.

Vera and Donald Blinken have a several decades-long relationships with the Open Society Archives. They provided crucial support for setting up the 1956 Digital Archive and as part of that large archive, the Donald and Vera Blinken Collection of Hungarian Refugee Interviews 1957-1958, that contains more than 30,000 pages of in-depth interview, together with 3,000 pages of subject files, originally stored at Columbia University Libraries in New York City.

In 2015, at the height of the international refugee crisis, Vera and Donald Blinken helped create the 1956 Hungarian Refugees in the United States special digital collection. Vera and Donald Blinken’s personal archive consisting of over 600 items is deposited at the Archives and includes text documents anteu vera photographs, as well as their jointly authored book, Vera and the Ambassador: Escape and Return, which was published in 2009.

Strengthening this special relationship, in 2015 Vera and Donald Blinken announced a major bequest to the Open Society Archives that would guarantee the long-term future of the Archives’ highly visible public engagement and programs. At the ceremony, when this generous announcement was made, the Archives was dedicated to Vera and Donald Blinken.

Bernard Kouchner, the co-founder of Médecins Sans Frontiéres and former French Minister of Foreign and European Affairs, gave the keynote address at the dedication ceremony. István Rév (l), Director of Blinken OSA with Vera and Donald Blinken and John Shattuck (r), Rector and President of CEU at the dedication ceremony on November 3, 2015 - Photo: Daniel Vegel While part of the degree programs of CEU was forced to leave the home country of the University, the Vera and Donald Blinken Open Society Archives, one of the largest Cold War archives, and probably the largest archive of documents related to grave violations of human rights world-wide, stays in Budapest, providing factual historical information to the public, fighting against historical revisionism, the misrepresentation of events of the past under authoritarian rule.

We are proud that the Archives carries the name of good human beings and exemplary public figures.

C4ra c3pat Memperb3sar si Ot0n9




2022 www.videocon.com