Makna berpuasa

makna berpuasa

Puasa dalam bahasa Arab bermakna shaum (ุงู„ุตูˆู…) atau shiyam yang berarti menahan diri, sedangkan menurut Menurut syaraโ€™ puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkanya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari karena perintah Allah subhanahu wa ta'ala semata dan disertai niat dan syarat-syarat tertentu.

Melaksanakan puasa sendiri menurut para ulama memiliki banyak makna dan keutamaan, diantaranya: โ€ข Menjadi bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta'ala Berpuasa Ramadhan merupakan bukti ketaatan kita sebagai hamba kepada Allah subhanahu wa ta'ala, hal ini dijelaskan dalam firmanNya, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ Makna berpuasa โ€œHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwaโ€ (QS.

Al-Baqarah 1:183) โ€ข Sebagai Lembaga Karakter Alamiah Wahbah Al-Zuhaili makna berpuasa Al-Fiqh Al-Islamy Wa Adillatuhu, Juz II (1404 h/1984 M. 567-569) menyebutkan berpuasa khususnya berpuasa di bulan Ramadhan memiliki makna mengajarkan diri untuk mengendalikan hawa makna berpuasa. Selain itu ibadah puasa juga dapat menumbuhkan sifat simpati dan empati kepada orang-orang yang kurang mampu dan sulit untuk mendapatkan makanan di kehidupan sehari-harinya.

โ€ข Salah Satu Jalan Untuk Menghapus Dosa Masa Lalu Puasa selain bermakna sebagai bentuk ketakwaan seorang hamba dan menjadi lembaga karakter alamiah bagi yang melaksanakannya, puasa juga memiliki makna dan keutamaan sebagai salah satu jalan untuk menghapus dosa-dosa dimasa lalu, seperti yang terdapat dalam hadist yang diriwaykan dari Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berikut, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ูˆู…ู† ุตุงู… ุฑู…ุถุงู† ุฅูŠู…ุงู†ุง ูˆุงุญุชุณุงุจุง ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† makna berpuasa Artinya: โ€œBarangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu,โ€ (HR.

Bukhari). Sumber: Dr. Sigid Suseno, SH., MHum. 2014. https://www.unpad.ac.id/rubrik/puasa-ramadhan-sebagai-wujud-ketaatan-dan-peningkatan-kualitas-diri/ Diakses pada 29 Maret 2022 pukul 10:00 Abuddin Nata. https://repository.uin-suska.ac.id/7228/4/BAB III.pdf. Diakses pada 29 Maret 2022 pukul 10:00 https://www.orami.co.id/magazine/hadis-dan-ayat-alquran-tentang-puasa.

Diakses pada 29 Maret 2022 pukul 10:00 Related Posts : Rumah Zakat adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama makna berpuasa Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan).

Dana yang didonasikan melalui Rumah Zakat bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme maupun tindak kejahatan lainnya. โ€ข Berita โ€ข Zakat โ€ข Inspirasi โ€ข Download โ€ข Dari Kita โ€ข Profile Lembaga โ€ข Mitra Korporat โ€ข Laporan Keuangan โ€ข Laporan Tahunan โ€ข Login Donatur โ€ข Pengaduan Bulan Ramadhan 2020 ditunggu-tunggu oleh umat Muslim.

Para umat Muslim diberikan waktu istimewa untuk memperbanyak amalan dan ibadah kepada Allah SWT. Pada bulan Ramadhan, kita bisa merefleksikan diri dan menumbuhkan sisi spritual. Namun, kebanyakan dari kita hanya memaknai bulan Ramadhan sebagai bulan ketika kita harus berpuasa selama sebulan penuh dan melakukan beberapa kegiatan zakat atau sedekah. Sebenarnya, ada hal lain yang bisa kita dapatkan dari berpuasa.

Beberaapa Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita untuk mengontrol emosi. Maka dari itu, puasa sebenarnya lebih dari sekadar tidak makan dan minum sampai matahari terbenam.

makna berpuasa

Pengertian Puasa Secara bahasa, puasa berarti menahan. Sementara menurut istilah, puasa adalah melakukan ibadah dengan niat kepada Allah SWT, menahan diri dari makan dan minum serta dari seluruh hal yang membatalkan puasa. Puasa dilakukan sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang tertentu dengan syarat tertentu.

Makna Puasa yang Sebenarnya Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari berpuasa. Selain mengatur diri untuk tidak makan dan minum, berpuasa juga bisa melatih kita untuk sabar dan tenang. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang makna puasa yang sebenarnya.

โ€ข Ibadah Istimewa kepada Allah Puasa adalah ibadah yang dilakukan kepada Makna berpuasa SWT dengan niat. Makna berpuasa puasa untuk Allah dan berikan kejelasan mengenai jenis puasa yang ingin kamu jalankan, apakah puasa wajib, sunnah, dan lain-lain.

โ€ข Menahan Diri Selain menahan lapar dan haus, puasa juga menganjurkan kita untuk menjaga emosi. Amarah, nafsu, dan emosi yang berlebih dapat menyia-nyiakan kegiatan berpuasa. Oleh karena itu, waktu berpuasa dapat kita habiskan dengan perbanyak beribadah, membaca Al Quran, dan meminta atau memberikan maaf kepada orang lain. โ€ข Dilakukan oleh Orang-orang Tertentu Ibadah puasa makna berpuasa dilakukan oleh semua orang.

Hanya orang-orang dengan syarat tertentu yang melakukan puasa. Mereka adalah muslim, baligh, berakal, dan mampu. Sementara orang sakit, anak-anak yang belum baligh, ibu hamil dan menyusui, wanita yang sedang datang bulan, atau orang yang harus bepergian jauh tidak diharuskan untuk melakukan puasa wajib seperti puasa Ramadhan. Baca juga: Keutamaan Bulan Ramadhan Penetapan Tanggal Dimulainya Puasa Ramadhan โ€ข Memperbanyak Amalan Selain mendapatkan pahala tersendiri, ibadah puasa bisa menambah amalan-amalan lainnya.

Selama menjalankan ibadah puasa, kita bisa menghabiskan waktu dengan ibadah-ibadah lainnya seperti yang telah disebutkan di atas. Sehingga, puasa kita akan lebih bermakna dan bermanfaat.

Seperti itulah makna puasa yang perlu kamu ketahui. Dengan mengetahui makna puasa, kita bisa lebih semangat untuk menjalankan ibadah tersebut, baik puasa sunnah maupun wajib. Mari lakukan ibadah puasa dengan penuh keberkahan dan amalan.
Di zaman sekarang ini, kita melihat makna berpuasa orang yang mengenakan simbol agama, namun tidak menghidupi makna simbol tersebut.

Banyak orang berpeci dan berbaju koko, namun tidak mencerminkan akhlak Nabi yang diutus sebagai pendidik, penyempurna akhlak. orang berjilbab namun tidak mencerminkan sikap yang diteladankan para ummul mukminin. Salah satu simbol agama yang juga rawan disalah gunakan adalah puasa.

Tentang hal ini, Imam Al Ghazali memberikan beberapa penjelasan yang menuntun kita untuk mendapatkan keutamaan puasa seutuhnya. Hal yang paling awal beliau sampaikan adalah peringatan agar kita tidak membatasi puasa hanya sebatas puasa wajib di bulan Ramadan. Jika kita memiliki pemahaman yang demikian, kita akan kehilangan kesempatan untuk memperindah masa depan akhirat dengan berbagai hal sunah, termasuk puasa sunah.

Jarak kita dengan mereka yang ahli berpuasa sunah diibaratkan seperti penduduk bumi dan bintang yang berpendar indah di langit. Berpuasa tidaklah sebatas menjaga nafsu dan syahwat. Namun lebih dari itu berpuasa adalah menjaga diri agar tidak melakukan berbagai hal yang dibenci oleh Allah, baik yang bisa dilakukan oleh mata, lisan, telinga, atau bagian tubuh yang lain. Menjaga diri agar tidak berkata hal-hal yang sia-sia, juga agar tidak mendengar apa yang diharamkan oleh Allah untuk dilakukan termasuk dalam makna luas puasa.

makna berpuasa

Menjaga nafsu dan syahwat memang sudah cukup bagi ulama fiqh untuk memenuhi syarat sah puasa. Namun ulama ahli hikmah memaknai sahnya puasa lebih dari itu. Puasa yang sah adalah puasa yang diterima.

makna berpuasa

Puasa yang diterima adalah puasa yang maksudnya tercapai. Lalu apa maksud dari berpuasa? Adalah berakhlak dengan akhlak makna berpuasa, akhlak malaikat, akhlak para nabi, terutama Nabi Muhammad SAW. Sejalan dengan makna ini ada sebuah hadits dimana Rasulullah SAW bersabda โ€œLima hal ini bisa membuat puasa seseorang tidak sah: berbohong, menggunjing, mengadu domba, sumpah palsu, dan melihat dengan syahwatโ€.

Tidak satu pun dari lima hal ini menunjukkan perilaku makan, minum, atau berhubungan suami istri. Namun mengapa kelimanya bisa membuat puasa seseorang tidak sah? Ini tentu berkaitan dengan makna sah itu sendiri; terwujudnya maksud puasa, untuk berakhlak mulia, dalam diri sang saโ€™im (orang yang berpuasa).

makna berpuasa

Jika seseorang telah melakukan puasa dengan sah, maka ketika ia menghadapi orang lain yang mengajaknya bercekcok atau sekedar menghinanya, ia hanya akan mengatakan pada dirinya โ€œaku sedang berpuasaโ€. Selanjutnya, ia akan menunjukkan akhlak mulia pada orang tersebut.

Sebagaimana dikatakan dalam Al Qurโ€™an : Wa iza khatabahumul jahilu qalu salama (dan ketika seorang bodoh berbicara pada mereka, kaum beriman, mereka hanya mengatakan โ€˜damaiโ€™, menunjukkan sikap-sikap/respon-respon yang mendamaikan).

makna berpuasa

Imam Al Ghazali juga mengingatkan kita tentang hadits-hadits yang menunjukkan betapa Allah memperlakukan puasa secara spesial. Dalam beberapa versi hadits dikatakan bahwa puasa adalah tameng, dan puasa adalah milik Allah sendiri, serta Allah sendiri lah yang nanti akan secara langsung membalasnya. Nabi juga pernah bersumpah bahwa bau mulut seorang yang berpuasa beraroma jauh lebih wangi di sisi Allah dibandingkan makna berpuasa minyak misik. Satu hal menarik disampaikan oleh beliau terkait tata krama berbuka bagi orang yang berpuasa.

Beliau mengatakan bahwa wadah yang paling dibenci oleh Allah adalah perut yang diisi oleh hal-hal halal, sampai tidak muat.

makna berpuasa

Imam Al Ghazali kemudian menjelaskan beberapa waktu yang diutamakan untuk berpuasa, dari level minggu, bulan, hingga tahun. Di antara sekian hari dalam seminggu, hari Senin, Kamis, dan Jumโ€™at adalah hari yang diutamakan untuk berpuasa.

makna berpuasa

Di antara sekian hari dalam sebulan, tanggal pertama, tanggal terakhir dan ayyamul bid (hari-hari putih yaitu tanggal 13, 14, dan 15) adalah hari-hari yang diutamakan untuk berpuasa.

Di antara sekian banyak bulan dalam setahun, empat makna berpuasa mulia (Zulqaโ€™dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab) adalah bulan yang diutamakan untuk berpuasa di dalamnya. Waktu-waktu utama ini dijelaskan akan menjadi kaffarah (pembebas dosa) yang dilakukan selama seminggu, sebulan, dan setahun.

Selain itu, ada beberapa hari yang disaksikan oleh hadits sebagai waktu yang memiliki keutamaan khusus. Waktu-waktu itu adalah hari Arafah, hari Asyura, sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, sepuluh hari pertama bulan Muharram, Rajab, dan Syaโ€™ban. Tidak cukup makna berpuasa di situ. Dijelaskan pula oleh Imam Al Ghazali bahwa Allah telah menyediakan satu tempat khusus di surga, yang pintunya bertuliskan Al-Rayyan (kesegaran, kedamaian) dan hanya bisa dimasuki oleh mereka yang ahli berpuasa.

Setelah semua ahli berpuasa telah masuk, pintu itu akan tertutup, dikunci, dan tidak membiarkan selain orang yang ahli berpuasa memasukinya.

Semoga Allah membukakan pintu hidayah-Nya pada kita, sehingga kita digolongkan sebagai orang-orang yang ahli berpuasa. Muhammad Nur Hayid, Pengurus LDNU PBNU dan Pengasuh Pondok pesantren Skill Jagakarsa, Jakarta Makna, Hukum, Hikmah dan Keutamaan Puasa Ramadhan Makna Puasa Puasa (ุงู„ุตูˆู…) maknanya secara bahasa adalah makna berpuasa (ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ).

[1] Adapun maknanya secara istilah adalah, ู‡ูˆ ุงู„ุชุนุจุฏ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุจุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ุจู†ูŠุฉ: ุนู† ุงู„ุฃูƒู„ุŒ ูˆุงู„ุดุฑุจุŒ ูˆุณุงุฆุฑ ุงู„ู…ูุทุฑุงุชุŒ ู…ู† ุทู„ูˆุน ุงู„ูุฌุฑ ุงู„ุซุงู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุบุฑูˆุจ ุงู„ุดู…ุณุŒ ู…ู† ุดุฎุต ู…ุฎุตูˆุตุŒ ุจุดุฑูˆุท ู…ุฎุตูˆุตุฉ โ€œIbadah kepada Allah taโ€™ala yang disertai niat, dengan menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang yang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu.โ€ [ Ash-Shiyaamu fil Islamhal.

8] 1) Puasa adalah ibadah kepada Allah taโ€™ala yang disertai niat, yaitu niat karena Allah taโ€™ala dan niat jenis puasanya, apakah wajib, sunnah, dan lain-lain. 2) Menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, yaitu tidak melakukan pembatal-pembatal puasa tersebut, sebagaimana akan datang rinciannya insya Allah.

3) Sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yaitu sejak masuk waktu sholat Shubuh sampai masuk waktu sholat Maghrib. 4) Yang dilakukan oleh orang yang tertentu, yaitu muslim, baligh, berakal, mampu, muqim dan tidak memiliki penghalang-penghalang, sebagaimana akan datang penjelasannya lebih detail insya Allah.

5) Syarat-syarat yang tertentu, yaitu syarat-syarat puasa menurut syariโ€™at yang insya Allah akan datang pembahasannya lebih terperinci. Hukum Puasa Ramadhan Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam dan hukumnya wajib berdasarkan dalil Al-Qurโ€™an, As-Sunnah dan ijmaโ€™ (kesepakatan seluruh ulama). [2] Allah taโ€™ala berfirman, ูŠุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ * ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู‹ุง ู…ู‘ูŽุนู’ุฏููˆุฏูŽุงุชู ููŽู…ูŽู† ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูƒูู… ู…ู‘ูŽุฑููŠุถู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽููŽุฑู ููŽุนูุฏู‘ูŽุฉูŒ ู…ู‘ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูุฎูŽุฑูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุทููŠู‚ููˆู†ูŽู‡ู ููุฏู’ูŠูŽุฉูŒ ุทูŽุนูŽุงู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู ููŽู…ูŽู† ุชูŽุทูŽูˆู‘ูŽุนูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู† ุชูŽุตููˆู…ููˆุงู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ * ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ makna berpuasa ุฃูู†ุฒูู„ูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู‡ูุฏู‹ู‰ ู„ู‘ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุงุชู ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ููุฑู’ู‚ูŽุงู†ู ููŽู…ูŽู† ุดูŽู‡ูุฏูŽ ู…ูู†ูƒูู…ู ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู† ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุฑููŠุถู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽููŽุฑู ููŽุนูุฏู‘ูŽุฉูŒ ู…ู‘ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูุฎูŽุฑูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจููƒูู…ู ุงู„ู’ูŠูุณู’ุฑูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุจููƒูู…ู ุงู„ู’ุนูุณู’ุฑูŽ ูˆูŽู„ูุชููƒู’ู…ูู„ููˆุงู’ ุงู„ู’ุนูุฏู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูุชููƒูŽุจู‘ูุฑููˆุงู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุดู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ โ€œWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang telah ditentukan.

Maka siapa di antara kamu yang sakit atau dalam perjalanan jauh (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (orang tua dan orang sakit yang tidak diharapkan lagi kesembuhannya, yang tidak mampu berpuasa, jika mereka tidak berpuasa) wajib membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin (untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan).

Barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qurโ€™an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.โ€ [Al-Baqoroh: 183-185] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ุจูู†ููŠูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽู…ู’ุณูุŒ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุญูŽุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู โ€œIslam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallaah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan berhaji ke baitullah.โ€ [HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahuโ€™anhuma, dan lafaz ini milik Muslim] Adapun ijmaโ€™, maka para ulama kaum muslimin seluruhnya telah sepakat atas wajibnya puasa Ramadhan, juga sepakat atas kafirnya orang yang mengingkari atau menentang kewajibannya, kecuali orang bodoh yang baru masuk Islam, maka ketika itu hendaklah ia diajari, apabila ia terus mengingkari atau menentang maka ia kafir dan wajib dihukum mati oleh pemerintah sebagai orang yang murtad, karena ia menolak satu kewajiban yang ditetapkan dengan dalil Al-Qurโ€™an, As-Sunnah dan ijmaโ€™, yang termasuk kategori maโ€™lum min-addin bid-daruroh (sesuatu yang diketahui sebagai bagian dari agama secara pasti).

[3] Sekilas Sejarah Tahapan Diwajibkannya Puasa Puasa disyariโ€™atkan pada tahun ke-2 Hijriyah, dan Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam berpuasa sebanyak sembilan kali Ramadhan, adapun tahapan diwajibkannya: Pertama: Diwajibkan pertama kali dalam bentuk boleh memilih, apakah berpuasa atau memberi makan setiap satu hari satu orang miskin, dan disertai motivasi untuk berpuasa. Kedua: Diwajibkan berpuasa, dengan aturan bahwa apabila orang yang berpuasa tertidur sebelum berbuka maka haram atasnya berbuka sampai malam berikutnya.

Ketiga: Diwajibkan berpuasa, dimulai sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, inilah yang berlaku sampai hari kiamat. Diantara hikmah pentahapan kewajibannya yang dimulai dari kebolehan memilih apakah mau berpuasa atau memberi makan setiap satu hari satu orang miskin adalah agar syariโ€™at puasa lebih mudah diterima oleh jiwa manusia, maka pada akhirnya puasa diwajibkan, dan bagi yang tidak mampu boleh menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan setiap satu hari yang ditinggalkan kepada satu orang miskin.

[4] Insya Allah akan datang pembahasan tentang fidyah lebih detail. Hikmah Puasa Diantara hikmah dan manfaat ibadah puasa adalah: [5] 1) Puasa adalah sarana menggapai ketakwaan.

2) Puasa adalah sarana mensyukuri nikmat. 3) Puasa melatih diri untuk mengekang jiwa, melembutkan hati dan mengendalikan syahwat. 4) Puasa memfokuskan hati untuk berdzikir dan berfikir tentang keagungan dan kebesaran Allah. 5) Puasa menjadikan orang yang kaya semakin memahami besarnya nikmat Allah kepadanya 6) Puasa memunculkan sifat kasih sayang dan lemah lembut terhadap orang-orang miskin.

7) Puasa menyempitkan jalan peredaran setan dalam darah manusia. 8) Puasa melatih kesabaran dan meraih pahala kesabaran tersebut, karena dalam puasa terdapat tiga macam kesabaran sekaligus, yaitu makna berpuasa menghadapi kesulitan, sabar dalam menjalankan perintah Allah dan sabar dalam menjauhi larangan-Nya.

9) Puasa sangat makna berpuasa bagi kesehatan. 10) Hikmah puasa terbesar adalah penghambaan kepada Allah tabaraka wa taโ€™ala dan peneladanan kepada Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam. Keutamaan Puasa Diantara keutamaan ibadah puasa adalah: 1) Puasa adalah jalan meraih ketakwaan. 2) Puasa adalah sebab dosa-dosa diampuni, apabila dikerjakan berdasar iman, ikhlas serta meneladani Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam. 3) Pahala puasa melimpah ruah, apabila dilakukan sesuai dengan adab-adabnya.

4) Puasa adalah perisai dari perbuatan yang haram. 5) Puasa adalah perisai dari api neraka. 6) Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi. 7) Meraih dua kebahagiaan dengan puasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah tabaraka wa taโ€™ala.

8) Masuk surga dari pintu khusus yang bernama Ar-Royyan. 9) Berpuasa dan membaca Al-Qurโ€™an adalah dua amalan yang akan memberi syafaโ€™at bagi pemiliknya di hari kiamat. 10) Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. Dalil-dalil Keutamaan Puasa Ramadhan Allah taโ€™ala berfirman, ูŠุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ โ€œWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.โ€ [Al-Baqoroh: 183] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู makna berpuasa ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู โ€œBarangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat di malam lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.โ€ [HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ูƒูู„ูู‘ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูุถูŽุงุนูŽู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ุนูŽุดู’ุฑู ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุณูŽุจู’ุนูู…ูุงุฆูŽุฉู ุถูุนู’ูู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูู‰ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒูู‰ ุจูู‡ู ูŠูŽุฏูŽุนู ุดูŽู‡ู’ูˆูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุทูŽุนูŽุงู…ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ู„ูู‰ ู„ูู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ููŽุฑู’ุญูŽุชูŽุงู†ู ููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ููุทู’ุฑูู‡ู ูˆูŽููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู„ูู‚ูŽุงุกู ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุฎูู„ููˆูู ูููŠู‡ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑููŠุญู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู โ€œSetiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.

Allah taโ€™ala berfirman, โ€˜Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, sebab orang yang berpuasa itu telah meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Akuโ€™.

Dan bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu Rabb-Nya.

Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari aroma kasturi.โ€ [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ : ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌูู†ู‘ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠ ุจูู‡ู โ€œRabb kita โ€˜azza wa jalla berfirman: Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya.โ€ [HR.

Ahmad dari Jabir radhiyallahuโ€™anhu, Shahihul Jaamiโ€™ : 4308] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุจูŽุงุจู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุจูŽุงุกูŽุฉูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุบูŽุถูู‘ ู„ูู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ูˆูŽุฃูŽุญู’ุตูŽู†ู ู„ูู„ู’ููŽุฑู’ุฌู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ูˆูุฌูŽุงุกูŒ โ€œWahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu hendaklah ia segera menikah, karena menikah itu akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.

Barangsiapa belum mampu hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Masโ€™ud radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุจูŽุงุจู‹ุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู‘ูŽุงู†ูุŒ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ุŒ ูŠูู‚ูŽุงู„ู: ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽุŸ ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุฃูุบู’ู„ูู‚ูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ โ€œSungguh di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan, yang akan dimasuki di hari kiamat oleh orang-orang yang berpuasa, tidak ada seorang pun yang bisa makna berpuasa darinya selain mereka.

Dikatakan (pada hari kiamat): Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun bangkit (untuk masuk surga melalui pintu Ar-Royyan), tidak seorang pun yang bisa masuk darinya selain mereka, apabila mereka telah masuk pintu tersebut ditutup, maka tidak seorang pun yang bisa masuk darinya.โ€ [HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Saโ€™ad As-Saaโ€™idi radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ูŠูŽุดู’ููŽุนูŽุงู†ู ู„ูู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู: ุฃูŽูŠู’ ุฑูŽุจู‘ูุŒ ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูู‡ู ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽูˆูŽุงุชู ุจูุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูุŒ ููŽุดูŽูู‘ูุนู’ู†ููŠ ูููŠู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู: ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูุŒ ููŽุดูŽูู‘ูุนู’ู†ููŠ ูููŠู‡ูุŒ makna berpuasa ููŽูŠูุดูŽูู‘ูŽุนูŽุงู†ู โ€œAmalan puasa dan membaca Al-Qurโ€™an akan memberi syafaโ€™at bagi seorang hamba di hari kiamat.

Amalan puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaโ€™at kepadanya. Dan amalan membaca Al-Qurโ€™an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafaโ€™at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafaโ€™at.โ€ [HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr radhiyallahuโ€™anhuma, Shahihut Targhib : 1429] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ุซูŽู„ูŽุงุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู„ูŽุง ุชูุฑูŽุฏู‘ูุŒ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู โ€œAda tiga doa yang tidak akan ditolak: Makna berpuasa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir .โ€ [HR.

Al-Baihaqi dari Anas makna berpuasa Malik radhiyallahuโ€™anhu, Ash-Shahihah : 1797]
HAKIKAT PUASA โ€“ Secara garis besar, โ€œPuasa Ramadhanโ€ adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkannya.Mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan niat puasa semata-mata karena Allah.

Puasa Ramadhan juga masuk dalam rukun Islam, oleh karena itu semua orang yang mengaku Islam harus berpuasa. Tetapi, seringkali kita lihat tidak sedikit juga orang Islam tidak melakukan puasa. Salah satu yang menyebabkannya adalah pemahaman yang kurang terhadap ajaran Islam termasuk juga kurang mengetahui manfaat yang bisa didapat jika berpuasa. Masih banyak orang-orang termasuk orang muslim bertanya mengapa kita harus puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.

untuk sekedar kita ketahui,sebenarnya banyak sekali โ€œmakna dan manfaat puasa ramadhanโ€ tersebut. Dan marilah kita coba untuk melihatnya dari beberapa aspek : 1.

Ditinjau dari segi Agama atau Religi kita melakukan puasa sebagai bukti kecintaan dan ketaatan kita kepada Allah sang Maha Pencipta karena puasa itu sendiri merupakan perintah- Nya. โ€œHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa โ€ (Al-Baqarah: 183). โ€œJadi jelas puasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh orang-orang yang beriman (Islam). Tujuannya pun jelas yaitu untuk mendapatkan derajat takwa di sisi Allahโ€.

makna berpuasa. Dilihat dari aspek sosial puasa dapat menumbuhkan rasa simpati dan empati kepada orang lain yang selama ini kekurangan. Juga sebagai bukti adanya persamaan derajat di sisi Allah. Orang-orang yang berkecukupan, yang selama ini makan 3-4 kali sehari dapat merasakan penderitaan sebagian orang yang kurang mampu yang biasa hanya makan 1-2 kali sehari bahkan kadang tidak makan.Sehingga diharapkan akan timbul perasaan dan keinginan untuk menolong yang kurang mampu.

โ€œAllah juga tidak membedakan puasanya orang kaya dan orang miskin. Dihadapan Allah syarat sahnya puasa sama.โ€ 3. Ditinjau dari aspek pribadi dapat dilihat dari segi fisik dan psikologis: Dari aspek psikologis puasa merupakan latihan bagi kita untuk bisa menahan nafsu- nafsu jelek yang muncul dari dalam diri kita.Nafsu yang paling kuat yang ada dalam diri manusia dan termasuk hal yang membatalkan puasa adalah nafsu yang sumbernya perut dan kemaluan.

Nafsu tersebut juga sering menjadi biang kejahatan. Makna berpuasa latihan di bulan Ramadhan diharapkan setelah Ramadhan kita makna berpuasa menahan dan mengatur nafsu tersebut dengan baik.

Dari aspek fisik dengan makna berpuasa kita dapat hidup lebih sehat. Organ tubuh, terutama pencernaan yang selama ini terus bekerja keras, dapat beristirahat pada siang harinya. Dengan kondisi seperti ini organ tubuh yang mengalami kerusakan dapat melakukan recovery atau perbaikan selagi tidak bekerja.

Sehingga ketika bekerja kembali dapat bekerja secara maksimal dan tubuh dapat memperoleh hasil yang lebih baik. Puasa juga dapat mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit. Ketika kita berpuasa terjadi penurunan laju metabolisme dalam tubuh. Buktinya, tubuh menjadi dingin.Hal ini menunjukkan terjadinya pengurangan asupan dan konsumsi oksigen secara total oleh tubuh. Dengan adanya pengurangan konsumsi oksigen, maka produksi radikal bebas oksigen yang bersifat racun akan turun. Kelebihan radikal bebas oksigen dapat menyebabkan menurunnya aktifitas enzim dan dapat merusak sel-sel tubuh secara umum.

Sehingga bisa menyebabkan timbulnya penyakit. Dengan berpuasa, produksi radikal bebas oksigen dapat ditekan sampai 90% dan meningkatkan produksi antioksidan sampai 12%. Saat kita puasa, secara tidak langsung kita telah mengurangi masuknya makanan dan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh termasuk racun. Pada saat puasa juga, usus tidak terisi secara penuh, sehingga dapat menyebabkan absorbsi zat-zat makanan termasuk racun tidak maksimal.

makna berpuasa

Hal ini dapat mengakibatkan kecilnya resiko terkena penyakit. Kalaupun racun terabsorsi bersama makanan, maka Hati sebagai organ yang menetralkan racun dapat bekerja baik karena racunnya sedikit.

makna berpuasa

Pada kondisi tidak puasa,dengan makanan yang berlebihan, produksi racun dan racun yang terserap sangat makna berpuasa. Sehingga hati tidak bisa menetralkan makna berpuasa seluruhnya.Racun yang tidak bisa dinetralkan oleh Hati makna berpuasa terbawa oleh aliran darah ke organ-organ.

Hal inilah yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit. Dengan kondisi-kondisi seperti diatas dan manfaat yang didapat dan akan dirasakan,maka beruntunglah kita yang berpuasa. โ€œMaha Besar Allah yang menciptakan dan memerintahkan sesuatu selain dapat dirasakan manfaatnya juga untuk kebaikan mahluknya yang taatโ€.
Jika kamu adalah seorang muslim, ibadah puasa di bulan Ramadhan wajib kamu lakukan selama satu bulan penuh.

Mengingat hukumnya yang bersifat wajib, maka kamu tidak boleh melewatkannya begitu saja. Bahkan, kamu juga wajib menggantinya jika tidak bisa melaksanakan ibadah pada waktunya. Namun, tahukah kamu makna dari melaksanakan ibadah puasa? Simak penjelasan berikut ini.

Melatih untuk mengontrol diri Salah satu makna ibadah puasa adalah melatih untuk mengontrol diri dari berbagai nafsu yang kita miliki sebagai manusia. Tidak hanya menahan lapar dan haus, selama berpuasa, tiap muslim yang menjalankannya diwajibkan untuk menahan amarah dan hawa nafsu lain yang mendorong tiap individu melakukan hal yang buruk.

Maka itu, saat berpuasa jangan hanya berfokus pada kegiatan menahan rasa lapar saja. Kamu juga harus menahan diri dari nafsu amarah yang biasanya muncul saat dibuat kesal oleh orang lain atau suatu kondisi yang tidak menyenangkan.

Dengan menahan semua nafsu yang bisa menjerumuskan ini, kamu akan lebih sabar, tenang, dan berbahagia. Itu juga salah satu manfaat dari puasa yang seharusnya bisa kamu rasakan jika kamu lakukan dengan benar. Melatih untuk pasrah terhadap ketetapan Tuhan Salah satu makna ibadah puasa lainnya adalah menyerahkan diri serta pasrah kepada ketetapan Tuhan.

Tentu berpuasa selama 30 hari tidak akan mudah jika kamu tidak percaya pada Tuhan. Bayangkan, bagaimana bisa tubuhmu kuat dan masih sehat setelah tidak makan sesuai dengan waktunya selama 30 hari berturut-turut? Saat kamu meniatkan diri untuk berpuasa dan menyerahkan kepada Tuhan terhadap apa pun yang akan terjadi kepadamu selama menjalankan ibadah puasa, rasa khawatir yang kamu miliki akan hilang.

Kamu tidak akan khawatir apakah kamu bisa bertahan karena kamu percaya Tuhan ada untuk membantumu saat kamu kesulitan. Mendekatkan diri pada Tuhan Selain itu, satu dari berbagai nilai puasa yang bisa kamu terapkan adalah berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan. Saat menjalankan ibadah ini, tentu hanya kamu dan Tuhan yang tahu apakah kamu menjalankannya dengan jujur atau tidak.

Sebagai contoh, kamu bisa saja berpuasa di depan semua orang, tapi tidak ada yang tahu makna berpuasa kamu berpuasa atau tidak saat kamu sedang sendirian. Jika kamu tetap menjaga diri saat sendirian dan tetap berusaha menjaga kualitas ibadah puasa, maka kamu sedang mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pasalnya, pada saat itu kamu percaya bahwa Tuhan sedang memperhatikan gerak-gerikmu setiap waktu. Saat kamu menyadari Tuhan selalu memperhatikan kamu, tentu kamu akan lebih menjaga diri dan perbuatanmu. Dengan begitu, kamu seolah โ€˜membawaโ€™ Tuhan ke mana pun kamu pergi. Hal ini yang dianggap makna berpuasa mendekatkan diri dengan Tuhan, karena kamu menjadikan Tuhan faktor utama dari setiap pilihan, keputusan, dan setiap perilaku yang kamu pilih.

Menekankan pentingnya menyayangi sesama Di bulan suci Ramadhan, kamu tentu ingin memperbanyak bersedekah. Ya, ini adalah salah satu manfaat yang juga bisa kamu dapatkan saat berpuasa. Kamu menjadi lebih peka terhadap kondisi yang dialami oleh orang lain.

Bahkan, kamu mungkin akan lebih sibuk memberi dan menebar kebaikan dibanding mengharap untuk mendapatkan makna berpuasa. Kamu bisa saja tidak peduli jika tidak mendapatkan apapun secara materi, karena kamu sadar bahwa semua kebaikanmu kepada orang lain juga akan mendapatkan ganjaran berlipat dari Tuhan.

Puasa memang memiliki makna makna berpuasa manfaat yang bisa kamu ambil, jadi jika kamu seorang muslim, jangan melewatkan ibadah ini begitu saja, ya!ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู Pertama: Makna Puasa Puasa (ุงู„ุตูˆู…) maknanya secara bahasa adalah menahan (ุงู„ุฅู…ุณุงูƒ).

Adapun maknanya secara istilah adalah, ู‡ูˆ ุงู„ุชุนุจุฏ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุจุงู„ุฅู…ุณุงูƒ ุจู†ูŠุฉ: ุนู† ุงู„ุฃูƒู„ุŒ ูˆุงู„ุดุฑุจุŒ ูˆุณุงุฆุฑ ุงู„ู…ูุทุฑุงุชุŒ ู…ู† ุทู„ูˆุน ุงู„ูุฌุฑ ุงู„ุซุงู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุบุฑูˆุจ ุงู„ุดู…ุณุŒ ู…ู† ุดุฎุต ู…ุฎุตูˆุตุŒ ุจุดุฑูˆุท ู…ุฎุตูˆุตุฉ โ€œIbadah kepada Allah taโ€™ala yang disertai niat, dengan cara menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang yang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu.โ€ [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal.

8] Penjelasan Ringkas Makna Puasa: 1) Puasa adalah ibadah kepada Allah taโ€™ala yang disertai niat, yaitu niat karena Allah taโ€™ala dan niat jenis puasanya, apakah wajib, sunnah, dan lain-lain. 2) Menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, yaitu tidak melakukan pembatal-pembatal puasa tersebut, sebagaimana akan datang rinciannya insya Allah.

3) Sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yaitu sejak masuk waktu sholat Shubuh sampai masuk waktu sholat Maghrib.

makna berpuasa

4) Yang dilakukan oleh orang yang tertentu, yaitu muslim, baligh, berakal, mampu, muqim makna berpuasa tidak memiliki penghalang-penghalang, sebagaimana akan datang penjelasannya lebih detail insya Allah. 5) Syarat-syarat yang tertentu, yaitu syarat-syarat puasa menurut syariโ€™at yang insya Allah akan datang pembahasannya lebih terperinci.

Kedua: Hukum Puasa Ramadhan Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam dan hukumnya wajib berdasarkan dalil Al-Qurโ€™an, As-Sunnah dan ijmaโ€™ (kesepakatan seluruh ulama). Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman, ูŠุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ โ€œWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.โ€ [Al-Baqoroh: 183] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ุจูู†ููŠูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽู…ู’ุณูุŒ ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุญูŽุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู โ€œIslam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallaah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan berhaji ke baitullah.โ€ [HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahuโ€™anhuma, dan lafaz ini milik Muslim] Beberapa Permasalahan Terkait Kesepakatan Ulama: 1) Ulama sepakat (ijmaโ€™) atas wajibnya puasa Ramadhan.

2) Ulama juga sepakat atas kafirnya orang yang mengingkari atau menentang kewajibannya. 3) Kecuali orang yang baru masuk Islam, jika ia mengingkari atau menentang kewajiban puasa, hendaklah ia diajari.

4) Jika ia terus mengingkari atau menentang maka ia kafir dan wajib dihukum oleh pemerintah sebagai orang yang murtad, karena ia menolak satu kewajiban yang ditetapkan dengan dalil Al-Qurโ€™an, As-Sunnah dan ijmaโ€™, yang termasuk kategori maโ€™lum min-addin bid-daruroh (sesuatu yang diketahui sebagai bagian dari agama secara pasti).

5) Ulama juga sepakat bahwa orang yang meninggalkan puasa tanpa mengingkari, menentang, membenci atau mengolok-olok syariโ€™at puasa, maka ia pelaku dosa besar, namun tidak kafir. Sekilas Sejarah Tahapan Diwajibkannya Puasa: Puasa disyariโ€™atkan pada tahun ke-2 Hijriyah, dan Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam berpuasa sebanyak sembilan kali Ramadhan.

Adapun tahapan diwajibkannya: makna berpuasa Diwajibkan pertama kali dalam bentuk makna berpuasa memilih, apakah berpuasa atau memberi makan setiap satu hari diganti dengan memberi makan kepada satu orang miskin, dan disertai anjuran untuk berpuasa. 2) Diwajibkan berpuasa, makna berpuasa aturan bahwa apabila orang yang berpuasa tertidur sebelum berbuka maka haram atasnya berbuka sampai malam berikutnya. 3) Diwajibkan berpuasa, dimulai sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, inilah yang berlaku sampai hari kiamat.

Diantara hikmah pentahapan kewajibannya agar syariโ€™at puasa lebih mudah diterima oleh jiwa manusia. Dan bagi yang tidak mampu boleh menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan setiap satu hari yang ditinggalkan kepada satu orang miskin. Insya Allah akan datang pembahasan tentang fidyah lebih detail. Ketiga: Dalil-dalil Keutamaan Puasa Ramadhan Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman, ูŠุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุงู’ ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ โ€œWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang makna berpuasa kamu agar kamu bertakwa.โ€ [Al-Baqoroh: 183] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู โ€œBarangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat di malam lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.โ€ [HR.

Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ูƒูู„ูู‘ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูุถูŽุงุนูŽู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ุนูŽุดู’ุฑู ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุณูŽุจู’ุนูู…ูุงุฆูŽุฉู ุถูุนู’ูู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูู‰ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒูู‰ ุจูู‡ู ูŠูŽุฏูŽุนู ุดูŽู‡ู’ูˆูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุทูŽุนูŽุงู…ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ู„ูู‰ ู„ูู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ููŽุฑู’ุญูŽุชูŽุงู†ู ููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ููุทู’ุฑูู‡ู ูˆูŽููŽุฑู’ุญูŽุฉูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู„ูู‚ูŽุงุกู ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุฎูู„ููˆูู ูููŠู‡ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑููŠุญู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู โ€œSetiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.

Allah taโ€™ala berfirman, โ€˜Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, sebab orang yang berpuasa itu telah meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Akuโ€™. Dan bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu Rabb-Nya.

Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari aroma kasturi.โ€ [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง makna berpuasa ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ : ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌูู†ู‘ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠ ุจูู‡ู โ€œRabb kita โ€˜azza wa jalla berfirman: Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya.โ€ [HR.

Ahmad dari Jabir radhiyallahuโ€™anhu, Shahihul Jaamiโ€™: 4308] Rasulullah makna berpuasa wa sallam juga bersabda, ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุจูŽุงุจู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุจูŽุงุกูŽุฉูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุบูŽุถูู‘ ู„ูู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ูˆูŽุฃูŽุญู’ุตูŽู†ู ู„ูู„ู’ููŽุฑู’ุฌู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ูˆูุฌูŽุงุกูŒ โ€œWahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu hendaklah ia segera menikah, karena menikah itu akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.

Barangsiapa belum mampu hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Masโ€™ud radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุจูŽุงุจู‹ุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู‘ูŽุงู†ูุŒ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ุŒ ูŠูู‚ูŽุงู„ู: ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽุŸ ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุฃูุบู’ู„ูู‚ูŽ makna berpuasa ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ โ€œSungguh di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan, yang akan dimasuki di hari kiamat oleh orang-orang yang berpuasa, tidak ada seorang pun yang bisa masuk darinya selain mereka.

Dikatakan (di hari kiamat): Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka bangkit (untuk masuk surga melalui pintu Ar-Royyan), tidak seorang pun yang bisa masuk darinya selain mereka, apabila mereka telah masuk, pintu tersebut ditutup, maka tidak seorang pun yang bisa masuk darinya.โ€ [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Saโ€™ad As-Saaโ€™idi radhiyallahuโ€™anhu] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ูŠูŽุดู’ููŽุนูŽุงู†ู ู„ูู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู: ุฃูŽูŠู’ ุฑูŽุจู‘ูุŒ ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูู‡ู ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽูˆูŽุงุชู ุจูุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูุŒ ููŽุดูŽูู‘ูุนู’ู†ููŠ ูููŠู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู: ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ูŽ makna berpuasa ููŽุดูŽูู‘ูุนู’ู†ููŠ ูููŠู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽูŠูุดูŽูู‘ูŽุนูŽุงู†ู โ€œAmalan puasa dan membaca Al-Qurโ€™an akan memberi syafaโ€™at bagi seorang hamba di hari kiamat.

Amalan puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaโ€™at kepadanya.

Dan amalan membaca Al-Qurโ€™an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafaโ€™at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafaโ€™at.โ€ [HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr radhiyallahuโ€™anhuma, Shahihut Targhib: 1429] Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda, ุซูŽู„ูŽุงุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู„ูŽุง ุชูุฑูŽุฏู‘ูุŒ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู โ€œAda tiga doa yang tidak akan ditolak: Doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.โ€ [HR.

Al-Baihaqi dari Makna berpuasa bin Malik radhiyallahuโ€™anhu, Ash-Shahihah: 1797] Keempat: Ringkasan 10 Keutamaan Puasa Berdasarkan Dalil-dalil di Atas 1) Puasa adalah jalan meraih ketakwaan. 2) Puasa adalah sebab dosa-dosa diampuni, apabila dikerjakan berdasar iman, ikhlas serta meneladani Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam dan menjauhi serta bertaubat dari dosa-dosa besar. 3) Pahala puasa melimpah ruah, apabila dilakukan sesuai dengan adab-adabnya.

makna berpuasa Puasa adalah perisai dari perbuatan yang haram. 5) Puasa adalah perisai dari api neraka. 6) Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah taโ€™ala dari aroma kasturi. 7) Meraih dua kebahagiaan dengan puasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah tabaraka wa taโ€™ala.

8) Masuk surga dari pintu khusus yang bernama Ar-Royyan. 9) Berpuasa dan membaca Al-Qurโ€™an adalah dua amalan yang akan memberi syafaโ€™at bagi pemiliknya di hari kiamat.

10) Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. Kelima: Ringkasan 10 Hikmah dan Manfaat Puasa Diantara hikmah dan manfaat ibadah puasa adalah: 1) Puasa adalah sarana menggapai ketakwaan. 2) Puasa adalah sarana mensyukuri nikmat.

3) Puasa melatih diri untuk mengekang jiwa, melembutkan hati dan mengendalikan syahwat. 4) Puasa memfokuskan hati untuk berdzikir dan berfikir tentang keagungan dan kebesaran Allah โ€˜azza wa jalla. 5) Puasa menjadikan orang yang kaya semakin memahami besarnya nikmat Allah tabaraka wa taโ€™ala kepadanya. 6) Puasa memunculkan sifat kasih sayang dan lemah lembut terhadap orang-orang miskin.

7) Puasa menyempitkan jalan peredaran setan dalam darah manusia. 8) Puasa melatih kesabaran dan meraih pahala kesabaran tersebut, karena dalam puasa terdapat tiga macam kesabaran sekaligus, yaitu sabar menghadapi kesulitan, sabar dalam menjalankan perintah Allah taโ€™ala dan sabar dalam menjauhi larangan-Nya. 9) Puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan.

10) Hikmah puasa terbesar adalah penghambaan kepada Allah tabaraka wa taโ€™ala dan peneladanan kepada Makna berpuasa shallallahuโ€™alaihi wa sallam. ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู… โ•โ•โ• โโœฟโ โ•โ•โ• Gabung Group WA KAJIAN ISLAM Ketik: Daftar Kirim ke Salah Satu Admin: wa.me/628111833375 wa.me/628119193411 wa.me/628111377787 TELEGRAM t.me/taawundakwah t.me/sofyanruray t.me/kajian_assunnah t.me/kitab_tauhid t.me/videokitabtauhid t.me/kaidahtauhid t.me/akhlak_muslim Medsos dan Website: โ€“ youtube.com/c/kajiansofyanruray โ€“ instagram.com/sofyanruray.info โ€“ facebook.com/sofyanruray.info โ€“ instagram.com/taawundakwah โ€“ facebook.com/taawundakwah โ€“ twitter.com/sofyanruray โ€“ taawundakwah.com โ€“ sofyanruray.info #Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah.

Rasulullah shallallaahuโ€™alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู โ€œBarangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.โ€ [HR. Muslim dari Abu Masโ€™ud Al-Anshori radhiyallaahuโ€™anhu] [โ€ฆ] Adapun ijmaโ€™, maka para ulama kaum muslimin seluruhnya telah sepakat atas wajibnya puasa Ramadhan, juga sepakat atas kafirnya orang yang mengingkari atau makna berpuasa kewajibannya, kecuali orang bodoh yang baru masuk Islam, maka ketika itu hendaklah ia diajari, apabila ia terus mengingkari atau menentang maka ia kafir dan wajib dihukum mati oleh pemerintah sebagai orang yang murtad, karena ia menolak satu kewajiban yang ditetapkan dengan dalil Al-Qurโ€™an, As-Sunnah dan ijmaโ€™, yang termasuk makna berpuasa maโ€™lum min-addin bid-daruroh (sesuatu yang diketahui sebagai bagian dari agama secara pasti).[3] [โ€ฆ] 34 ยฐ Recent Comments โ€ข SESUNGGUHNYA NATAL ADALAH PELUANG BAGUS on Jika Natal Tiba, Ada Peluang Besar untuk Mendakwahi Umat Kristen โ€ข TRINITAS ADALAH AJARAN YAHUDI UNTUK MERUSAK AGAMA on TRINITAS ADALAH AJARAN YAHUDI UNTUK MERUSAK AGAMA KRISTEN โ€ข Memahami Islam Dengan Benar โ€“ ruslihinbkc on Saudara yang Hakiki dan Teman Bergaul yang Terbaik โ€ข MEMILIH GURU DENGAN MELIHAT SIAPA TEMAN BERGAULNYA - fitra.dev % on MEMILIH GURU DENGAN MELIHAT SIAPA TEMAN BERGAULNYA โ€ข Th Nursiti on Amalan yang Pertama Diadili di Hari Kiamat

makna berpuasa

Makna Berpuasa di bulan Ramadhan - Habib Luthfi bin yahya




2022 www.videocon.com