Halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Dalam Islam, ibadah salat Jumat menjadi salah satu ibadah khusus yang hanya dikerjakan pada saat dan waktu tertentu. Salat Jumat ini rupanya dihukumi wajib khususnya bagi umat Muslim laki-laki.

Namun begitu ada beberapa halangan yang membolehkan kita tidak melaksanakan salat Jumat adalah angin kencang yang membahayakan dan dalam keadaan sakit parah. Untuk mengetahui lengkapnya, mari kita simak pemaparan berikut.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Dalam buku tersebut dipaparkan bahwa salat Jumat adalah salat yang dilakukan oleh umat Muslim setiap hari Jumat, waktunya bertepatan dengan waktu salat Dzuhur. Salat Jumat hukumnya wajib bagi muslim laki-laki, dan salat Jumat tersebut sudah menggugurkan kewajiban salat Dzuhurnya. Adapun bagi wanita, salat Jumat tidak diwajibkan. Tak hanya itu, hukum salat Jumat rupanya juga dibahas dalam buku berjudul Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) Saiful Hadi El Sutha (2012: 75) yang menyebutkan bahwa hukum sholat Jumat adalah wajib atas setiap lelaki dari kaum muslimin.

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al Jumuah ayat 9 yang berbunyi: Seperti yang sudah dipaparkan dalam ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa betapa pentingnya menunaikan salat Jumat, khususnya bagi Muslim laki-laki. Namun begitu, rupanya Allah memberikan rukhsah atau kemudahan bagi umat Muslim untuk tidak mengerjakan salat Jumat di Masjid.

Salah satunya dikarenakan angin kencang dan dalam keadaan yang membahayakan. Jakarta - Islam mengenal keringanan dalam pelaksanaan ibadahnya, seperti sejumlah halangan yang membolehkan kita tidak melaksanakan salat Jumat. Keadaan ini pula yang kerap kali disebut sebagai uzur Jumat.

Menurut Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq yang ditulis oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, orang yang terkena uzur Jumat diperbolehkan untuk meninggalkan salat Jumat. Namun, kewajiban mengamalkan salat Dzuhur masih dikenakan untuknya.

"Setiap halangan-halangan yang membolehkan tidak melaksanakan salat Jumat atas mereka. Namun, tetap wajib mengerjakan salat Dzuhur," bunyi keterangan buku tersebut.

Baca juga: Khutbah Jumat Awal Bulan Rajab: Siapkan Tiga Bekal Sebelum Kematian 4 halangan yang membolehkan untuk tidak melaksanakan salat Jumat 1. Cuaca ekstrem Halangan yang membolehkan kita tidak melaksanakan salat Jumat menurut hadits adalah cuaca ekstrem.

Kondisi cuaca ini ditandai dengan hujan yang membuat pakaian yang dikenakan menjadi basah dan ia tidak mendapati tempat berteduh, seperti diungkap oleh Syaikh DR. Alauddin Za'tari dalam Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam haditsnya yang diceritakan dari Ibnu Umar RA. Beliau meminta muadzin untuk menyerukan pelaksanaan salat di rumah ketika malam itu sangat dingin dan turun hujan.

Beliau bersabda, "Ingat, salatlah kalian di rumah saja," (HR Bukhari).

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Selain itu, kondisi seperti angin yang berhembus kencang pada malam hari, udara dingin, becek, dan terik panas yang menyengat di waktu dzuhur juga termasuk dalam uzur salat Jumat. Bersumber dari Abdullah bin Harits dalam Kitab Jamaah dan Imamah karangan Bukhari, "Ibnu Abbas RA (sahabat nabi) berkhutbah di depan kami pada suatu hari yang becek. Ia menyuruh muadzin jika sesudah mengumandangkan hayya 'ala ash-shalah (mari kita shalat), untuk mengatakan: 'Orang-orang salat di rumah saja,' Lalu, mereka saling memandang satu sama lain seolah-olah mereka protes.

Melihat hal itu, Ibnu Abbas berkata, 'Sepertinya kalian memprotes hal ini. Padahal sesungguhnya hal ini pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik daripada aku, maksudnya adalah Nabi SAW. Sesungguhnya ini adalah hari Jumat dan aku tidak suka menyusahkan kalian," 2. Sakit Orang sakit sehingga membuatnya kesulitan untuk hadir ke masjid juga dibolehkan untuk tidak melaksanakan salat Jumat.

Syaikh DR. Alauddin Za'tari mengatakan, mereka ini juga termasuk bagi orang yang merasa akan meninggal atau pun penyakit yang dimiliki seseorang dapat membahayakan orang lainnya. Dari Thariq bin Syihab bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ Artinya: "Salat Jumat itu kewajiban atas tiap muslim di dalam jamaah, kecuali budak yang dimiliki (tuannya), atau perempuan, atau anak kecil, atau orang sakit," (HR Abu Dawud, Al Hakim, Al Baihaqi, At Thabarani, Ad Daruquthni).

Di samping itu, perkara ini pernah dicontohkan oleh salah seorang sahabat nabi Sa'id bin Zaid RA yang pernah menderita sakit pada hari Jumat. Diketahui saat hari beranjak makin siang dan mendekati waktu salat Jumat, ia tidak ikut serta dalam salat Jumat. Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan dishahihkan oleh Bukhari dalam Kitab Perang-perang Suci. Keringanan ini juga dikenakan pada petugas kesehatan yang merawat orang sakit.

Menurut al Mausu'ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah disebutkan, mayoritas ulama berpendapat perawat dapat dihukumi seperti orang yang sakit untuk tidak menghadiri salat Jumat berjamaah.

3. Rasa takut Selanjutnya uzur salat Jumat yang lain adalah rasa ketakutan dan kekhawatiran terhadap musuh. Terutama dapat mengancam nyawa, kehormatan, harta, khawatir terpisah dengan teman yang lain. Menurut riwayat hadits dari Ibnu Abas RA, ia bercerita mengenai bagaimana Rasulullah SAW menyikapi perkara ini. Berikut bunyi haditsnya, "'Barangsiapa yang mendengar seruan adzan namun tidak ada uzur yang menghalanginya untuk mengikuti seruan azan tersebut, niscaya salat yang telah ia lakukan tidak diterima,' Para saabat kemudian bertanya, 'Apa itu uzurnya?' Beliau bersabda, 'Yaitu rasa takut dan sakit,'" (HR Abu Dawud).

Baca juga: Sunnah Khutbah Jumat, Benarkah Khatib Harus Selalu Menghadap Jamaah?

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

4. Tunanetra tanpa penuntun Seorang tunanetra yang tidak ada yang menuntunnnya berjalan ini didasarkan pada hadits dari cerita seorang tunanetra pada masa nabi yaitu Itban bin Malik RA. Ia pernah becerita pada Rasulullah SAW mengenai kondisi dan cuaca di rumahnya. Kemudian, Itban bin Malik meminta Rasulullah SAW untuk salat di rumahnya yang disebut mushola olehnya dan beliau pun mengabulkan permintaan Itban bin Malik.

Berdasarkan hadits ini, Rasulullah SAW tidak menolak anggapan dari seorang tunanetra yang menyebut rumahnya adalah mushola miliknya.

Melalui informasi halangan yang membolehkan kita untuk meninggalkan salat Jumat halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah, semoga bisa menjawab kekhawatiran detikers, ya. Sekaligus, dapat menyiapkan diri bila keadaan di atas tiba-tiba dihadapi mendadak saat hendak salat Jumat. Simak Video " Gelar Misa Jumat Agung, Katedral Batasi Jumlah Jemaat" [Gambas:Video 20detik] (rah/lus)
Fiqih Islam - Melaksanakan sholat jumat di masjid serta mengerjkan shalat 5 waktu dengan berjamaah di masjid / musholla adalah hal yang baik dan sangat dianjurkan dalam islam.

bahkan dikatakan dalam hadist bahwa barang siapa tidak mengerjakan shalat sema tiga kali berturut turut maka ALLAH SWT akan mengunci mata hatinya. sedangkan sholat wajib lima waktu dengan berjamaah diganjar dengan pahala berlipat lipat yaitu 27 derajat.

Nah, berbicara mengenai sholat jumat dan shalat berjamaah. kali ini akan kita bahas mengenai udzur udzur atau alasan yang membolehkan kita untuk meninggalkan dan tidak melaksanakan sholat jumat dan sholat jamaah. dengan sebab sebab tersebut, maka anda diperkenankan untuk tidak menghadiri sholat jumat dan sholat wajib berjamaah di masjid. simak ulasan lengkapnya dibawah ini yang diambil dari terjemahan kitab fiqih Muqoddimah al-Hadromiyah.

. Baca juga : Siapa Yang Lebih Berhak Menjadi Imam Shalat Berjamaah ? Udzur Yang Membolehkan Tidak Melaksanakan Shalat Jumat dan Jamaah : - Udzur udzur (halangan) shalat jumat dan jamaah dimana kita diperkenankan untuk tidak menghadirinya adalah saat turun hujan dimana hujan tersebut dapat membasahi bajunya dan tidak menemukan payung atau alat lainnya untuk berteduh.

- Sakit yang memberatkannya untuk melaksanakan ibadah sholat jumat serta merawat orang sakit yang tidak ada perawatnya. - Halangan lain adalah adanya kerabat yang mendekati kematiannya, baik ia tidak terhibur atau terhibur dengan kematiannya. yang seperti kerabat adalah istri, ipar, budak, teman, guru, tuan yang membebaskannya dari perbudakan dan budak yang dibebaskan.

- Termasuk halangan juga ialah khawatir atas jiwanya atau kehormatannya atau hartanya dan takut menemui orang yang dia berhutang padanya sedang ia tidak mampu membayar, dan apabila ia mengharapkan maaf dari orang yang akan menghukumnya. - Menahan hadast (kencing/kentut/buang air besar) sedangkan waktunya lapang. - Tidak adanya pakaian yang layak - Tertidur - Angin yang bertiup kencang diwaktu malam. - Merasa sangat lapar, haus dan dingin. - Adanya lumpur dan cuaca yang sangat panas diwaktu dhuhur.

- Bepergian dalam rombongan. - Makan makanan yang berbau busuk baik dalam keadaan mentah ataupun sudah dimasak sedangkan baunya tidak dapat dihilangkan. - Menetesnya air dari atap pasar yang dilaluinya menuju sholat jumat/jama'ah. - Terjadinya gempa bumi. Sekian mengenai hal hal yang menjadi sebab dibolehkannya kita tidak mengerjakan shalat jumat dan sholat berjamaah.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

selain dari pada udhur syar'i, maka kita diwajibkan mengerjakan shalat jum'at dan sangat dianjurkan sholat lima waktu berjamaah di masjid.

wallahu a'lam. tirto.id - Ibadah salat Jumat merupakan kewajiban mingguan yang harus ditegakkan bagi muslim laki-laki, balig, berakal, dan mukim. Kendati demikian, ada beberapa kondisi khusus atau orang tertentu yang gugur dari kewajiban salat Jumat ini. Kewajiban salat Jumat tertera dalam firman Allah SWT dalam Alquran surah Al-Jumu'ah: "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui," (Q.S.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Al-Jumu'ah [62]:9). Sementara itu, bagi yang meninggalkannya diancam dengan dosa besar, sebagaimana digambarkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW: “Siapa yang meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali tanpa ada uzur, maka dicatat sebagai golongan orang munafik,” (H.R.

Thabrani). Meskipun diwajibkan bagi umat Islam, terdapat golongan tertentu yang dibolehkan untuk meninggalkan salat Jumat. Selain itu, ada juga kondisi yang tidak memungkinkan pelaksanaannya, misalnya karena wabah Covid-19 yang melanda banyak wilayah di pelbagai belahan dunia menjadikan salat Jumat dikenai ketentuan khusus, baik itu diganti dengan salat Zuhur atau jika masih memungkinkan, maka salat Jumat ditegakkan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Golongan yang Boleh Meninggalkan Shalat Jumat Baca juga: Apa Saja Keutamaan Hari Jumat Bagi Umat Islam? Golongan apa saja yang tidak dikenai kewajiban salat Jumat?

Ahli tafsir hukum Islam dari UIN Suska Riau, Dr. Erman, M.Ag menuliskan dalam " Rekonstruksi Ketentuan Shalat Jum'at" mengenai golongan tertentu yang tidak terkena kewajiban salat Jumat sebagai berikut: 1.

Perempuan Sebagaimana diketahui umum, perempuan tidak dikenai kewajiban salat Jumat berjamaah, sebagai gantinya, mereka melaksanakan salat Zuhur di kediaman masing-masing.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

2. Hamba Sahaya Hamba sahaya atau budak juga tidak dikenai kewajiban salat Jumat berjamaah. Ketentuan ini bersandar dari sabda Nabi Muhammad SAW: “Jumat adalah kewajiban bagi setiap muslim kecuali empat orang. Hamba sahaya, perempuan, anak kecil [belum balig], dan orang sakit,” (H.R. Abu Daud). 3. Anak Belum Balig Anak yang belum balig tidak dikenakan kewajiban salat Jumat.

Namun orang tua dapat mengajak anak untuk berangkat ke masjid, selagi tidak mengganggu jamaah lainnya untuk membiasakan anak melakukan ibadah. Kendati belum dikenakan kewajiban ibadah, anak yang belum balig tetap akan memperoleh pahala dari ibadah yang dikerjakannya.

Hal ini disimpulkan dari hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas RA: “Seorang ibu mengangkat anaknya. Lalu ia berkata pada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apakah ia sudah dikatakan berhaji?” Beliau bersabda, “Iya dan bagimu pahala," (H.R. Muslim). 4. Orang Sakit Masih dari hadis di atas, orang yang tidak dikenai kewajiban salat Jumat adalah orang yang menderita sakit.

Dalam hal wabah Covid-19, orang yang terkena penyakit penular ini juga tidak berkewajiban salat Jumat. Pada Maret lalu, MUI juga mengeluarkan fatwa mengenai ketentuan ibadah saat wabah Covid-19. Menurut fatwa itu, salat Jumat digantikan salat Zuhur demi mencegah penyebaran Covid-19 bagi orang-orang sehat.

5. Musafir Karena kewajiban salat Jumat jatuh pada orang mukim, maka bagi musafir, salat Jumat boleh diganti dengan salat Zuhur. Namun, syarat safar atau perjalanan yang membolehkan tiadanya salat Jumat mestilah perjalanan mubah atau dengan tujuan ibadah.

Adapun perjalanan dengan tujuan maksiat seperti merampok, berzina, menipu, tidak termasuk keringanan ( rukhsah) yang menggugurkan salat Jumat. 6. Orang dengan Gangguan Mental [Hilang Kesadaran] dan Orang Mabuk Orang yang terkena gangguan mental hingga hilang kesadaran tidak dikenai kewajiban salat Jumat.

Hal ini didasarkan pada hadis Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Diangkatlah pena [dosa] dari tiga golongan: (1) orang yang tidur hingga ia bangun; (2) anak kecil hingga dia balig; (3) dan orang gila hingga dia berakal [sembuh],” (H.R.

Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah). Selain orang dengan gangguan mental hingga hilang kesadarannya, orang mabuk juga tidak dikenakan kewajiban salat Jumat, namun tetap dengan dosa yang ia tanggung jika mabuknya disebabkan karena minuman keras.

Tiadanya kewajiban salat Jumat bagi orang mabuk tertera dalam firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,” (Q.S. An-Nisa’ [4]: 43) Selain golongan dan kondisi di atas, dilansir dari NU Onlineberdasarkan mazhab Syafi'i, kewajiban salat Jumat juga gugur ketika jumlah jamaahnya kurang dari 40 laki-laki muslim, termasuk imam di daerah bersangkutan.

Hal ini bersandar dari hadis riwayat Abdullah bin Mas'ud ia berkata: "Bahwasanya Rasulullah SAW salat Jumat di Madinah dengan jumlah jamaah sebanyak 40 orang," (H.R.

Baihaqi). Oleh karena itu, menurut pendapat ini, jika di suatu wilayah umat Islam termasuk golongan minoritas dan berjumlah kurang dari 40 laki-laki untuk mengadakan salat Jumat berjamaah, maka Jumatan boleh ditiadakan.
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Tentang rukhshah dan uzur serta kelompok yang dibolehkan tidak melaksanakan shalat Jumat dijelaskan dalam buku Shalat Jumat di Tengah Covid-19 terbitan Al-Wasat Publishing House pada April 2020.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Buku tersebut ditulis Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr Abdul Mu'ti dan Ahamd Hasan Asy'ari Ulama. Baca Juga • Mufti Palestina Serukan Sholat Tarawih Ramadhan di Rumah • Penjelasan Hadits Rasulullah Soal Keutamaan Menunggu Sholat • Situs Ziarah yang Bisa Dikunjungi di Taif (1) Dalam buku dijelaskan, Sayyid Sabiq menerangkan enam kelompok orang yang diperbolehkan tidak melaksanakan shalat Jumat dan mengganti dengan shalat Zhuhur.

Pertama, perempuan. Kedua, anak kecil. Ketiga, orang sakit yang kesulitan pergi ke masjid atau khawatir penyakitnya akan semakin parah atau memperlambat proses penyembuhan bila ke masjid. Termasuk dalam kelompok ini adalah perawat yang tugas dan tanggung jawab tidak dapat diserahkan atau digantikan oleh orang lain.

Keempat, musafir, sekalipun pada waktu masuk shalat Jumat dia sedang berhenti. Kelima, orang yang berutang dan takut akan dipenjarakan sedang dia dalam kesulitan. Keenam, orang yang sedang sembunyi karena takut kepada penguasa yang zalim. Halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah Sabiq merujuk pendapatnya kepada dua dalil.

Pertama, hadits riwayat dari Thariq bin Syihab dari Nabi Muhammad saw sabdanya: "Jumat itu wajib atas setiap Muslim dengan berjamaah, kecuali empat golongan: hamba sahaya, perempuan, anak-anak, dan orang sakit." (Menurut Imam Nawawi Isnad Hadis ini sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim). Kedua, Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Siapa yang menyimak muadzin (beradzan), dan tiada udzur pun yang menghalangi untuk mengikuti (sholat), maka shalatnya tidak diterima, para sahabat bertanya: apakah udzur itu?

Beliau menjawab: takut atau sakit." (Riwayat Abu Dawud dengan Isnad yang sahih). Selain sakit dan takut, yang termasuk uzur bagi orang mendapatkan keringanan (rukhsah) adalah hujan, lumpur, udara dingin, dan sebagainya. Hal ini dijelaskan dalam HR Bukhari. "Dari Nafi ia meriwayatkan: Ibnu Umar pernah mengumandangkan adzan di malam yang dingin di Dajnan. Lalu ia mengumandangkan: shallu fi rihalikum (shalatlah di kendaraan kalian). Ia mengabarkan kepada kami bahwa Rasulullah SAW pernah menyuruh muadzin mengundang adzan lalu di akhir adzan dibacakan: Ala shallu fir rihal (shalat lah kalian di kendaraan).

Ini terjadi pada malam yang dingin atau pada saat hujan ketika perjalanan (safar).” (HR. Bukhari). Kata rihal merujuk kepada syarah Ibn Hajar dalam Fath al-Bari menunjuk tempat berteduh saat berada di perjalanan. Ada yang menyebutnya tenda atau sejenisnya. Namun dalam riwayat lain secara tegas menyebut buyut (rumah-rumah). Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas Rasulullah SAW bersabda: "Dari Abdullah Ibnu Abbas (diriwayatkan) bahwa ia mengatakan kepada muadzinnya di suatu hari yang penuh hujan: jika engkau sudah mengumandangkan asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah) maka jangan ucapkan hayya ala al-shalah (kemarilah untuk sholat), namun ucapkanlah shallu fi buyutikum (sholatlah di rumah kalian masing-masing)." "Rawi melanjutkan pernyataannya seolah-olah orang pada waktu itu mengingkari hal tersebut.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Lalu Ibnu Abbas mengatakan: Apakah kalian merasa aneh dengan ini? Sesungguhnya hal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (Rasulullah SAW). Sesungguhnya sholat Jumat itu adalah hal yang wajib, namun aku tidak suka memberatkan kalian sehingga kalian berjalan di jalan becek dan jalan licin." (HR. Muslim). Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa karena kesulitan dan uzur maka sebagian orang mendapatkan rukhsah tidak melaksanakan sholat Jumat.

Tetapi tetap berkewajiban melaksanakan sholat Dhuhur. Prinsip syariat Islam adalah tidak memberatkan. Allah berfirman di dalam Surat Al-Hajj ayat 78: "Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang Muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Alquran) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah.

Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Muslim yang tidak sholat Jumat tetap wajib sholat zhuhur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah fuqaha sepakat hukum sholat Jumat adalah fardhu 'ain bagi yang memenuhi syarat dan tidak ada udzur yang dibenarkan syara. Ada beberapa keadaan yang menyebabkan orang yang wajib sholat Jumat, tetapi diperbolehkan tidak menghadiri Jumatan, sebagaimana dikutip dari Fiqih Kontemporer karya KH Ahmad Zahro, antara lain.

• Sedang dalam perjalanan musafir. Sebagaimana Nabi ketika menunaikan ibadah haji pada saat wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat beliau tidak melaksanakan sholat Jumat, namun melakukan sholat zhuhur (HR Muslim dari Jabir).

Beliau juga tidak pernah memerintahkan para sahabat yang sedang bepergian untuk melakukan sholat Jumat. • Sakit yang memberatkan untuk pergi ke masjid. Sebagaimana Nabi ketika sakit, beliau tidak sholat di masjid padahal rumah beliau berdampingan dengan masjid.

Justru beliau memerintahkan Abu Bakar yang menjadi imam sholat menggantikan beliau (HR Bukhari dan Muslim dari Aisyah). • Menahan keluarnya sesuatu dari dua jalan qubul dan dubur. Seperti seseorang yang menahan kencing, buang air besar atau buang angin. • Hujan yang lebat angin kencang dan banjir yang menyebabkan orang sulit keluar rumah menuju masjid. Banjir, angin kencang, dan segala sesuatu yang menyebabkan sulitnya seseorang mendatangi masjid, termasuk udzur yang diqiyaskan dengan hujan.

Hujan yang tidak begitu deras saja dapat menjadi uzur, apalagi banjir dan angin kencang. • Mengkhawatirkan keselamatan dirinya atau ketakutan yang mencekam, misalnya berlindung dari kejaran penguasa yang zalim yang akan membunuhnya bukan secara hakatau panik menyelamatkan diri karena ada bencana alam. Allah berfirman yang maknanya: "Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri pada kebinasaan" (Al Baqarah 195). • Sedang ditugasi menjaga pengoperasian alat-alat berharga milik perusahaan yang jika ditinggal untuk mendatangi masjid pada saat itu bisa menyebabkan hilang atau rusaknya barang yang diamanahkan padanya.

Begitu pula seseorang yang jam kerjanya bertepatan dengan sholat Jumat, sedangkan pekerjaan tersebut adalah pekerjaan penting yang memberikan maslahat bagi kaum Muslimin atau suatu pekerjaan tak tergantikan yang jika ditinggal saat itu bisa menimbulkan kerugian besar hilang atau rusaknya barang berharga milik perusahaan yang mempekerjakannya.

Termasuk kategori ini adalah menjaga dan merawat orang yang sakit parah dan khawatirkan bisa meninggal atau semakin parah Sakitnya jika ditinggal pergi jumatan. Nabi Muhammad bersabda: "Sungguh agama ini mudah dan tidaklah seseorang memberat beratkan dalam beragama kecuali akan terkalahkan" (HR al-Bukhari dari Abu Hurairah).

Baca Juga • Tidak Shalat Jumat Tiga Kali, Apakah Halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah Kafir? • Tiga Jenis Orang Islam yang tidak Menunaikan Sholat Jumat • Manfaat Kesehatan dari Gerakan Sholat Rasulullah SAW Namun, mereka yang ada udzur sehingga diperbolehkan tidak menghadiri Jumatan sebagaimana disebutkan di atas, tetap wajib melaksanakan sholat zhuhur karena udzur yang dimaksud adalah unsur yang membolehkan mereka tidak harus datang ke masjid untuk Jumatan.

Tetapi udzur itu bukanlah membatalkan kewajiban sholat zhuhur yang bisa dikerjakan di rumah atau di tempat kerjanya.

Sedangkan terkait pandemi corona, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa beribadah di masjid. Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menyebabkan terpapar penyakit.

Karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama ( al-Dharuriyat al-Khams). Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Ibadah Saat Situasi Wabah CoronaHalangan yang menyebabkan seseorang boleh tidak mengerjakan shalat jum'at atau boleh meninggalkan shalat jum'at antara lain adalah • Sakit sehingga membuat orang tersebut tidak mampu pergi ke mesjid tempat shalat jum'at • Seseorang dalam keadaan mushafir • Hujan yang sangat lebat • Menjaga orang yang sedang sakit karena tidak ada orang lain yang menjaga orang tersebut Pembahasan Seseorang yang yang memiliki udzhur shalat jum'at boleh tidak melaksanakan shalat jum'at.

Akan tetapi bagi orang tersebut wajib mengerjakan ibadah shalat wajib dzuhur. Sedangkan jika tidak ada udzhur syar'i maka kita baginya harus mengerjakan shalat jum'at Pelajari lebih lanjut • materi tentang dalil naqli yang menunjukkan bahwa shalat jum'at hukumnya wajib, di link brainly.co.id/tugas/2347180 • Materi tentang pelaksanaan shalat wajib dzuhur dan ashar secara qashar, di link brainly.co.id/tugas/2263357 • Materi tentang hikmah melaksanakan ibadah shalat jum'at, di link brainly.co.id/tugas/116097 • Materi tentang hikmah shalat jum'at yang dapat kita rasakan, di link brainly.co.id/tugas/116097 • Materi tentang membaca surah al fatihah termasuk dalam salah satu rukun shalat sehingga wajib dibaca ketika shalat, di link brainly.co.id/tugas/13762524 =========================== Detail jawaban Kelas : VII Mata pelajaran : Agama Islam Bab : Salat Fardu Kode soal : 7.14.7 #JadiRangkingSatu
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Semua fuqaha sepakat hukum salat Jumat adalah fardhu 'ain.

Namun beberapa keadaan yang menyebabkan orang yang wajib salat Jumat, tetapi diperbolehkan tidak menghadiri Jumatan, sebagaimana dikutip dari Fiqih Kontemporer karya KH Ahmad Zahro, antara lain. 1. Sedang dalam perjalanan musafir. Sebagaimana Nabi ketika menunaikan ibadah haji pada saat wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat beliau tidak melaksanakan sholat Jumat, namun melakukan sholat zhuhur (HR Muslim dari Jabir). Beliau juga tidak pernah memerintahkan para sahabat yang sedang bepergian untuk melakukan salat Jumat.

2. Sakit yang memberatkan untuk pergi ke masjid. Sebagaimana Nabi ketika sakit, beliau tidak sholat di masjid padahal rumah beliau berdampingan dengan masjid.

halangan yang membolehkan bagi seorang muslim tidak melaksanakan shalat jumat tersebut adalah

Justru beliau memerintahkan Abu Bakar yang menjadi imam salat menggantikan beliau (HR Bukhari dan Muslim dari Aisyah). 4. Hujan yang lebat angin kencang dan banjir yang menyebabkan orang sulit keluar rumah menuju masjid. Banjir, angin kencang, dan segala sesuatu yang menyebabkan sulitnya seseorang mendatangi masjid, termasuk udzur yang diqiyaskan dengan hujan.

Hujan yang tidak begitu deras saja dapat menjadi uzur, apalagi banjir dan angin kencang. 5. Mengkhawatirkan keselamatan dirinya atau ketakutan yang mencekam, misalnya berlindung dari kejaran penguasa yang zalim yang akan membunuhnya bukan secara hakatau panik menyelamatkan diri karena ada bencana alam. Allah berfirman yang maknanya: "Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri pada kebinasaan" (Al Baqarah 195).

AYO BACA : Wawalkot Bogor Berharap Corona Berakhir Agar Bisa Salat Idulfitri 6. Sedang ditugasi menjaga pengoperasian alat-alat berharga milik perusahaan yang jika ditinggal untuk mendatangi masjid pada saat itu bisa menyebabkan hilang atau rusaknya barang yang diamanahkan padanya. Begitu pula seseorang yang jam kerjanya bertepatan dengan salat Jumat, sedangkan pekerjaan tersebut adalah pekerjaan penting yang memberikan maslahat bagi kaum Muslimin atau suatu pekerjaan tak tergantikan yang jika ditinggal saat itu bisa menimbulkan kerugian besar hilang atau rusaknya barang berharga milik perusahaan yang mempekerjakannya.

Termasuk kategori ini adalah menjaga dan merawat orang yang sakit parah dan khawatirkan bisa meninggal atau semakin parah Sakitnya jika ditinggal pergi jumatan.

Tidak Sholat Jumat Karena Harus Bekerja - Ustadz Abdul Somad, Lc, MA




2022 www.videocon.com