Apa pekerjaan sk trimurti

apa pekerjaan sk trimurti

http://www.langitperempuan.comMelangit di langit perempuan pada 5 Oktober 2008 oleh Hajar Nur Setyowati SK Trimurti dan teman-teman. Rekan seperjuangannya biasa memanggil perempuan kelahiran Boyolali ini dengan “Zus Tri”. “Zus”, sebutan bagi pejuang perempuan, di samping “bung” bagi kaum laki-laki. Penjara bukanlah tempat yang asing, karena zus Tri telah menghuninya semenjak tahun 1936. Tiga zaman tak pernah dilewatinya tanpa mendekam dalam bui: masa kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, dan masa revolusi.

Beberapa kali bertaruh dengan nyawa, sampai-sampai ia tak lagi takut mati. Zus Tri terlanjur percaya, soal hidup mati Tuhan penentunya. SK Trimurti wafat pada tanggal 20 Mei 2008 di Jakarta, sembilan hari setelah usianya genap 96 tahun, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Nama perempuan itu aslinya Surastri, namun setelah ia memimpin majalah Suara Marhaeni ia menggunakan nama samaran Trimurti. Sebelumnya, apa pekerjaan sk trimurti pernah juga memakai nama Karma sebagai nama samaran. Semenjak itu, orang lebih mengenal nama Trimurti dibanding Surastri.

apa pekerjaan sk trimurti

Dalam majalahnya, selaku pemimpin redaksi, ia menuliskan namanya dengan Surastri Karma Trimurti yang disingkat S.K. Trimurti. Lahir pada Sabtu, 11 Mei 1912, sekitar dua tahun sebelum perang dunia pertama digelar.

Mangunsuromo adalah nama ayahnya, yang menjadi carik saat Trimurti lahir, dan meningkat hingga didaulat menjadi camat. Sewaktu Mangunsaromo, ayahnya, mengadakan turne (perjalanan) ke desa-desa yang menjadi wilayah kekuasaannya, adakalanya Trimurti ikut. Maka ia lihat sendiri kemiskinan penduduk desanya, yang kebanyakan masih bertelanjang tanpa memakai baju. Sebaliknya, pemandangan begitu kontras saat ia bersama ayahnya mengunjungi kakak lelakinya, yang bersekolah di Europese Lagere School.

apa pekerjaan sk trimurti

Trimurti menyaksikan para sinyo dan noni Belanda yang berpakaian rapi, pertanda hidupnya yang mapan. Ia sedikit gusar menemukan perbedaan yang mencolok, tetapi Trimurti tak pernah menanyakan sebabnya. Setelah tamat dari Tweede Inlandsche School (Sekolah Ongko Loro), Trimurti meneruskan ke Meisjes Normaal School (Sekolah Guru Putri), di Jebres, Solo. Karena lulus dengan angka terbaik, Trimurti diangkat menjadi guru di Sekolah Latihan, tempat murid Sekolah guru belajar praktik mengajar.

Di sana ia tak betah mengajar, dan dipindah ke Sekolah Ongko Loro Alun-Alun Kidul.

apa pekerjaan sk trimurti

Baru beberapa bulan, Trimurti apa pekerjaan sk trimurti dipindah apa pekerjaan sk trimurti Banyumas, mengajar pada Meisjesschool (sekolah khusus anak-anak perempuan). di Banyumas inilah, ia mulai masuk menjadi anggota perkumpulan Rukun Wanita, dan beberapa kali mengikuti rapat Budi Utomo cabang Banyumas. Trimurti juga membacai koran dan majalah yang mewartakan kegiatan macam-macam organisasi dan partai, serta mengenalkannya pada Soekarno, yang dikenal sebagai “jago podium”-nya Partai Nasional Indonesia (PNI).

Sehingga saat Trimurti mendengar bahwa Soekarno beserta sejumlah pemimpin Partindo akan menggelar rapat besar di Purwokerto, segera ia bersama Suprapti, yang juga seorang guru, berangkat ke Purwokerto naik dokar. Trimurti ingin melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana Soekarno melancarkan agitasi dari atas podium.

Seingatnya, apa pekerjaan sk trimurti itu Soekarno bicara tentang kolonialisme dan imperialisme yang menjadi musabab rakyat sengsara. Berkat brosur siaran dari Persatuan Bangsa Indonesia dan Partindo, keduanya nekat hijrah ke Bandung, pada 1933. Mereka ingin bergabung dalam Partindo, meski untuk keinginan ini, keduanya harus menanggalkan status sebagai guru pegawai pemerintah (setelah pemberlakuan peraturan, bahwa pegawai negeri tidak dibenarkan menjadi anggota Partindo ataupun PNI Baru).

Sengaja Trimurti pergi ke Bandung, karena juga tak tahan dikuntit seorang Politieke Inlichtingen Dienst, PID, yang giat mengawasi gerak-gerik Trimurti. Belakangan, diketahuinya, seorang PID ini, justru jatuh hati pada Trimurti dan bersedia meninggalkan pekerjaan bahkan juga bergabung dengan Partindo, bila Trimurti mau menerimanya.

Tetapi tetap saja, permintaan lelaki PID itu ditolaknya. ‘Fikiran Rakyat’ Pertama Terbitkan Pikirannya Di Bandung, baik Trimurti maupun Suprapti mengikuti kursus kader Partindo, yang dibina langsung oleh pemuka Partindo, termasuk bung Karno. Ia diminta menulis pada majalah Fikiran Rakyat, corongnya Partindo, “Tri, tulislah karangan, nanti kami muat dalam majalah Fikiran Rakjat”. Tulisannya memang benar-benar di muat, dan Itu kali pertama tulisan Trimurti dibaca khalayak.

Di Bandung, selain tinggal di asrama yang khusus disediakan bagi peserta kursus, Trimurti juga sempat tinggal di rumah bu Inggit, sebelum akhirnya ia pulang karena tak yakin bisa bertahan hidup di Bandung. Dari Klaten, rumahnya, ia menuju Solo, tempat Trimurti berjibaku mendirikan majalah berbahasa Jawa, Bedug, yang hanya terbit sekali, karena berganti nama menjadi Terompet, dan berganti bahasa, bahasa Indonesia.

Lagi-lagi Trimurti tak jenak tinggal lama di Solo, sehingga ia pulang lagi ke Klaten. Semenjak kepulangannya dari Bandung, dan terlibat dalam kegiatan politik, ia tak pernah lama menetap di satu kota, termasuk di Klaten, rumahnya sendiri. Laporan ihwal kegiatan politiknya selalu mampir ke telinga ayah lewat keluarga yang kebetulan bekerja di kalangan PID. Laporan yang membuat gelisah Mangunsaromo, ayahnya, karena kebanyakan saudara Trimutri adalah pegawai negeri terutama menjadi pamong praja.

Kata ayahnya, “Tri, sekarang begini saja. Kalau kau mau ikut ayah, kau harus menghentikan kegiatanmu itu”. Dihadapkan pada dua pilihan, Tri memilih terusir secara halus dari rumah. Tujuannya kali ini ke Yogyakarta, tempat Sri Panggihan, teman berjuang di Partindo tinggal.

Saat itu, Sri Panggihan baru saja keluar setelah 50 hari di penjara bersama teman perempuan lainnya dari organisasi Mardi Wanita, perkumpulan perempuan di bawah panji Partindo. Beberapa orang pemimpin Mardi Wanita adalah aktivis Partindo, sementara para penyokong hampir seluruhnya orang Partindo, sehingga perkumpulan ini terkena Vergadering Verbod (larangan berkumpul dan rapat). Dipenjara Sebagai Tahanan Politik Belanda Para aktivis memang tak patah arang menghadapi larangan berkumpul, macam-macam siasat digunakan.

Ada yang menggelar rapat sambil berjalan di gang-gang, dan bila hampir tertangkap basah, mereka akan pura-pura menari dan membunyikan musik lewat gamelan atau sekadar suara mulut.

Bila sudah demikian, PID tak punya bukti dan tak bisa menangkap. Tapi tak semua beruntung, berpura-pura menuai padi, Sri Panggihan beserta teman perkumpulannya, mengadakan rapat di tengah sawah. Apes nasib mereka, karena rapat tercium oleh PID sehingga mesti meringkuk dalam penjara. Untuk bertahan hidup, Sri Panggihan dan Trimurti bekerja membatik pada saudagar batik ternama: Kudonarpodo, di Nyutran, Yogyakarta.

Mereka bekerja bergantian, bila Trimurti bekerja, Sri Panggihan berkeliling membina organisasi dari rumah ke rumah, demikian sebaliknya. Mardi Wanita lalu berganti nama menjadi Persatuan Marhaeni Indonesia (PMI) yang memiliki majalah organisasi, Suara Marhaeni. Karena Trimurti dianggap berpengalaman menulis dan mengelola media, maka ia didapuk mengemudikan majalah.

apa pekerjaan sk trimurti

Pada 1936, karier organisasi Trimurti melonjak. Ia menjadi ketua pengurus besar PMI, yang berpusat di Semarang, dan membuatnya harus bertolak ke kota itu. Di kota inilah ia berkenalan dengan terali besi.

Pasalnya, ia tak tahan alias kesal pada tekanan pemerintah yang bernafsu melumpuhkan pergerakan. Beberapa temannya bahkan merasa frustasi, putus asa dan hampir berhenti menjadi pejuang. Maka bersama Sutarni, sekretarisnya di PMI, ia membuat pamflet atau selebaran, yang isinya menelanjangi ketidakadilan kolonial dan menunjukkan sikap anti kapitalisme dan imperialisme.

Pamflet ini dibuatnya malam-malam, di kuburan Cina, desa Wonodri, yang setelah selesai, dibungkusnya dalam kain putih.

Tak disangka, pagi-pagi benar dua orang PID menggeledah rumahnya dan berhasil menemukan selebaran yang tadinya sempat ia lemparkan (meski tidak tepat sasaran) untuk menghindari mata jeli PID. Trimurti dan Sutarni dibawa ke kantor polisi. Untuk menjaga gerak PMI, Trimurti mengaku bahwa ia mengerjakan sendirian, sehingga Sutarni, sekretarisnya, bebas dari tuntutan.

Sembilan bulan ia menghuni penjara khusus perempuan, di Bulu, Apa pekerjaan sk trimurti. Karena berstatus tahanan politik, Trimurti ditempatkan dekat kantor Tata Usaha Penjara. Depan kamar tahanannya, terdapat halaman selebar 1 meter. Jendelanya berterali besi, sedangkan pintu tebal dikunci dua kali, apa pekerjaan sk trimurti biasa dan gembok. Kamar tahanan Trimurti bersebelahan dengan kamar tahanan perempuan Indonesia yang kawin dengan orang Belanda, dan kewarganegaraannya sudah disamakan dengan bangsa Belanda, sehingga perlakuan pegawai penjara lebih istimewa.

Pakaian tahanan Trimurti adalah kain sarung lurik dan baju kurung biru tua, ia tidur di atas papan beralas tikar tanpa kasur. Bantalnya kecil sebesar guling bayi, berisi dami (tangkai-tangkai padi), karena itu keras sekali dan Trimurti tak pernah tidur menggunakan bantal yang justru membuat kepalanya sakit. Sedangkan fasilitas tetangga sebelahnya jauh lebih baik. Perempuan yang kawin dengan orang Belanda itu diberi sarung yang baru dan pakaian berwarna putih.

Tempat tidurnya diberi kasur dengan seprei putih, sementara jendelanya diberi gorden putih. Kesemua itu diganti tiap pekan, karena harus dicuci oleh para tahanan orang Indonesia. Bukan saja perkakas yang mesti dicuci, piespot (tempat kotoran) tahanan berwarganegara Belanda juga harus dibuang dan dicuci oleh para tahanan orang Indonesia. Dari Kejaran Belanda Ke Siksaan Jepang Trimurti keluar penjara pada 1937, setahun setelahnya ia kembali ditahan terkena persdelict.

Sayuti Melik, calon suaminya, saat itu meminta Trimurti memuat tulisannya dalam harian Sinar Selatan, surat kabar tempat Trimurti ikut membantu di dalamnya. Tulisan bernada provokatif itu dimuat apa pekerjaan sk trimurti nama pengarang. Kala artikel itu dituduh menghasut, Trimurti mengaku sebagai pengarang, dan berarti ia bersiap ditahan. Dalam pikirannya, itu lebih baik daripada Sayuti harus masuk lagi penjara setelah pernah di tahan di Digul.

Setelah ditahan sementara, ia dikenakan tahanan luar, yang justru digunakannya untuk menikah dengan Sayuti Melik (1938). Untuk kesekian kali ia harus berselisih paham dengan orang tuanya yang menyatakan keberatan dengan rencana pernikahannya, yang akhirnya tidak berlangsung di rumahnya, Klaten, tetapi di rumah Kartopandoyo (bekas digulis), di Kabangan, Solo.

Lima bulan setelah anaknya lahir, Trimurti benar-benar mendekam di penjara, di Bulu, Semarang. Tetapi getirnya penjara di Bulu tak separah perlakuan yang kemudian didapatinya saat ditahan Kenpeitai, Jepang. Saat itu, dua bulan setelah melahirkan anak keduanya, Heru Baskoro, ia dipanggil oleh Kenpeitai, bernama Nedaci, di penjara Jurnatan, Semarang.

Apa pekerjaan sk trimurti Trimurti diinterogasi oleh Nedaci, interogasi yang tidak cukup lancar, karena Nedaci kurang pandai bahasa Indonesia, begitu pula sebaliknya Trimurti.

Tetapi secara garis besar Trimurti tahu bahwa ia didakwa melawan Jepang, dan ia jawab bahwa ia tidak memusuhi Jepang atau Belanda.

Ia hanya memusuhi sikap menjajah bangsa-bangsa itu. Jika Jepang datang untuk bersaudara, tentu akan disambut baik. Tetapi kalau kedatangan mereka ke sini untuk menjajah, maka dia akan melawan. Kontan Nedaci marah, dan matanya melotot sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak ia pahami.

Lantas Nedaci berdiri mendekati tawanannya, sementara Trimurti melirik. Ia lihat Nedaci mengambil pentungan dari karet yang keras di atas meja. Lantas ia pukulkan pentungan ke arah kepala Trimurti. Mula-mula pelan, tetapi semakin lama semakin keras, sehingga terasa sakit sekali.

Tiba-tiba ia sudah tak bisa menggerakkan sekujur badan dan tidak mampu merasakan sakit, karena urat syarafnya tak bekerja akibat kerasnya pukulan. Ketika pentungan dipukulkan tepat di atas ubun-ubunnya, sekonyong-konyong kepala Trimurti terjatuh di atas meja, tetapi matanya masih terbuka. Di puncak kekejaman itulah, Sayuti Melik, suaminya, yang telah lebih dulu ditahan, dipanggil dan dipaksa menyaksikan kondisi istrinya. Trimurti semakin memendam amarah, tetapi ia tidak kuasa bergerak dan hanya mampu memelototkan mata.

Setelah enam jam dalam ruang itu, ia dipindah ke kamar lain. Teringat anak lakinya yang seharusnya ia susui per tiga jam, Trimurti nekat minta izin pulang, dan diperbolehkan dengan pengawalan dua orang resisir. Begitu sampai, segera ia susui Heru, anaknya. Rupanya, ASI Trimurti menjadi panas sebagaimana badannya. Ia tetap kembali ke penjara dan baru pulang ke rumah sore hari.

apa pekerjaan sk trimurti

Setiap pagi pada hari-hari berikutnya, ia mesti menjalani pemeriksaan. Trimurti tidak mungkin lupa pada Nedaci yang menyiksanya dengan kejam, tetapi siapa sangka bila Nedaci justru mencintai Sumakti, adik Trimurti, yang dilihatnya beberapa kali sewaktu mengunjungi rumah Trimurti. Nedaci mengatakan itu pada Trimurti di penjara Jurnata, Semarang. Jelas saja ia tolak permintaan Nedaci yang ingin menikahi sah Sumakti.

Mengiyakan berarti mengangkangi harga diri. Selesai proses pemeriksaan, tanpa menerima keputusan apa pun, Trimurti dikenakan tahanan rumah sampai bung Karno—yang saat itu sedang berada di Semarang— mendengar kabar Trimurti, dan mengusahakannya bebas untuk diperbantukan di kantor besar Putera, di Jakarta. Bung Karno tidak mungkin lupa pada Trimurti, kadernya di Partindo, yang nyaris dipenjara, karena pidatonya yang tajam dalam rapat perempuan yang diselenggarakan Partindo. Karena dianggap mengganggu ketentraman umum, Trimurti dipanggil polisi dan diinterogasi, apakah pidatonya dibuat oleh Soekarno?

“Nona masih muda, lebih baik meneruskan sekolah saja, jangan suka dihasut Soekarno!” Gabung Untuk Proklamasikan Kemerdekaan Dua hari menjelang proklamasi, ia dan suami mendatangi bung Karno di rumahnya membincangkan keadaan dan sikap yang semestinya diambil.

Ia di sana sampai malam, sehingga Trimurti menyaksikan datangnya tiga pemuda yang akan apa pekerjaan sk trimurti pesan golongan muda, dan dilanjutkan dengan datangnya pemimpin-pemimpin lain, seperti, Bung Hatta, Subarjo, Buntaran, dan Iwa K. Saat proklamasi dibacakan, Trimurti berada di tempat pembacaan, Pegangsaan Timur No. 56, bahkan sewaktu akan menaikkan bendera, ada suara yang memintanya memasang.

Tapi ia tak mau, dan terpilih Latif Hendraningrat. Menerima tanda jasa dari Soekarno. Semasa revolusi, Trimurti terpilih sebagai pengurus Partai Buruh Indonesia. Ia juga menjadi satu-satunya perempuan yang duduk dalam kabinet pimpinan perdana menteri Amir Syarifuddin, sebagai menteri perburuhan. Tetapi umur kabinet perdamaian ini hanya seumur jagung, tujuh bulan saja. Setelah Amir menyerahkan mandat, bung Karno menunjuk Hatta menjadi formatir kabinet.

Sementara Amir menggalang kekuatan lewat Front Demokrasi Rakyat (FDR), yang nantinya mencakup Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Sosialis, PBI, dan Pesindo. Kembalinya Muso dari luar negeri—yang kemudian bergabung dalam PKI—semakin membuat ramai pertarungan politik.

Tentang Muso, Trimurti pernah punya pengalaman. Saat Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) mengadakan rapatnya yang dihadiri Muso, Trimurti sempat bertanya padanya, “Pak, saya orang awam ini mau bertanya, mengapa pak Alimin pro perundingan, sedangkan pak Muso tidak? Padahal dua-duanya PKI dan dua-duanya pernah ke Moskow? Muso menjadi marah mendengar pertanyaan Trimurti. Sambil menunjuk muka Trimurti di depan rapat yang kala itu dikunjungi wakil-wakil buruh se-Jawa, Muso menjawab, “Nah inilah kalau mau tahu, inilah orang Trotskyst”.

Trimurti tersinggung dan ia katakan pada Setiajid, rekannya di PBI, bahwa bila Muso datang ke kantor PBI untuk membicarakan fusi, Trimurti tak bakal mau menemuinya. Rupanya Setiajid menyampaikannya pada Muso, sehingga paginya Muso datang meminta maaf ke rumah Trimurti sekaligus menjadi kantor PBI.

Muso memang menginginkan partai yang tergabung dalam FDR dilebur saja dan menjadi satu partai dalam PKI. Menanggapi ajakan PKI, beberapa pengurus besar PBI berniat mengadakan rapat di antara pengurus besar saja untuk mengambil keputusan. Trimurti tidak apa pekerjaan sk trimurti, dan ia menilai bahwa keputusan itu hanya dapat diperoleh melalui mekanisme kongres. September 1948, PBI menggelar kongres di Madiun, dan dimulai pukul 19.00. Belum lama dimulai, terdengar kabar bahwa telah pecah peristiwa Madiun.

Kongres terpaksa dihentikan, dan peserta kongres diminta menyelamatkan diri masing-masing, karena pemerintah sedang mengadakan pembersihan, sementara anggota FDR adalah sasarannya. Terjuni Politik, Dengan Segala Risikonya Meski tak tahu menahu ihwal peristiwa Madiun, tetapi PBI terlanjur tercatat sebagai anggota FDR, yang berarti mereka semua siap ditangkap, termasuk Trimurti.

Dari Madiun, Trimurti menempuh jalan utara, melewati Mojokerto, belok ke barat, naik kereta melalui Cepu, Pati, kemudian Purwodadi. Di Purwodadi ia turun, tetapi tak lama tentara Siliwangi telah menguasai kota itu. Buru-buru Trimurti mengungsi hingga Pati lalu apa pekerjaan sk trimurti ke Juana, ternyata di Juana inilah ia tertangkap.

Trimurti dibawa ke Markas, dan dikirim ke Pati untuk ditahan sementara di markas kepolisian Pati. Malam itu, Trimurti tidur di atas meja tulis kecil dalam ruangan. Namun ia tidak bisa tidur, karena beberapa kali prajurit bersenjata, sambil mengacungkan ujung bayonet ke mukanya, berkata, “Inilah pengkhianat. Uangnya tentu sudah banyak diterima dari Van der Plas”.

Ada pula yang tega sengaja meludah dari balik terali ditujukan pada Trimurti, tetapi Trimurti diamkan saja. Paginya, Trimurti mulai diperiksa oleh Perwira Polisi Urusan Politik. Begitu selesai dikatakannya bahwa Trimurti memang tidak terlibat.

Trimurti cuma bisa menimpali, “Nyatanya saya menjadi anggota FDR, karena saya anggota PBI. Jadi kalau FDR dipersalahkan, dengan sendirinya semua anggota ikut dipersalahkan. Sudah biasa, dalam revolusi terjadi korban-korban berjatuhan. Korban itu bisa terdiri dari orang-orang yang betul-betul salah, bisa juga terdiri dari orang-orang yang sama sekali tidak salah… Jadi kalau saya dalam hal ini menjadi korban yang konyol itu, itulah nasib saya.

Dan semua akan saya terima”. Selepas pensiun dari menteri, Soerastri pernah duduk jadi anggota Dewan Nasional RI, diutus pemerintah belajar worker’s management, diangkat jadi anggota pimpinan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia, Anggota Dewan Perancang Nasional, anggota Dewan Nasional Angkatan 45, anggota MPRS, anggota Perintis Kemerdekaan Indonesia, dan memperoleh Bintang Mahaputra V zaman Soekarno berkuasa.

Tentu saja, kiprah SK Trimurti dalam pergerakan tidak saja berhenti dengan sekadar menyebut posisi-posisi strategis sebagaimana ditulis pada paragraf sebelum ini. Anda tentu saja tidak akan mengetahui utuh keterlibatannya dalam pergerakan hanya dengan membaca buku biografi SK Trimurti bersampul coklat, yang ditulis oleh I.N.

Soebagijo, sebagaimana pernah diakui sendiri oleh Soerastri. Untuk mengenal alam pikiran SK Trimurti, perlu kiranya membaca arsip majalah ‘Gerwis’, organ milik organisasi perempuan radikal era pertengahan tahun 50-an, dan juga arsip majalah ‘Api Kartini’. Tetapi sayang sekali, kalau Anda berharap menemukan majalah ini secara lengkap di Indonesia, Anda akan kecewa.

Penulis hanya menemukan satu edisi majalah ‘Gerwis’ dan 9 edisi majalah ‘Api Kartini’ di Perpustakaan Nasional. Mungkin harus berkunjung ke Belanda untuk menemukan yang lengkap.

Sebagai pungkasan tulisan, penulis hanya ingin mengingatkan, jangan salah menyebut kepanjangan dari huruf S pada nama S.K. Trimurti, dan juga jangan pernah menyebut nama Soelastri. Andaikan almarhum dapat mendengarnya, ia akan marah. Soelastri adalah nama istri Janaka yang kesekian, dan ia sama sekali menentang perempuan dimadu. Bukan saja bisa dibuktikan dari perselisihannya dengan Soekarno sewaktu tokoh kemerdekaan yang sudah beristeri tersebut hendak menikahi Hartini, tetapi juga dalam kehidupan pribadinya sendiri SK Trimurti sadar memilih berpisah dari suaminya, Sayuti Melik, ketika poligami ditawarkan ke perkawinannya.

Terima kasih, Soerasti Karma Trimurti. Sayang, engkau pergi tepat 40 hari sebelum 1 Juli 2008, hari yang dipilih oleh segenap jajaran jurnalis perempuan Indonesia untuk menghormati perjuanganmu dan inspirasi pena nuranimu. Selamat jalan. Dilangitkan oleh Hajar Nur Setyowati, hajar.ns@gmail.com, http://hajarns.blogspot.com – 22 Mei 2008 – judul asli: In Memoriam SK Trimurti (Sumber:www.langitperempuan.com) 4 Fakta Kehibupan S.K.

Trimurti, Jurnalis Wanita Indonesia Yang Melegenda - Apakah sahabat sedang mencari informasi tentang Berita Pagi Satu ?, Nah isi dalam Artikel ini disusun agar pembaca dapat memperluas pegetahuan tentang 4 Fakta Kehibupan S.K. Trimurti, Jurnalis Wanita Indonesia Yang Melegenda, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan referensi dari semua pembahasan untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kecantikan, Artikel Kesehatan, Artikel Makanan, Artikel Mitos, Artikel Ragam, Artikel Unik, yang kami suguhkan ini dapat anda pahami.

baiklah, apa pekerjaan sk trimurti membaca. Judul : 4 Fakta Kehibupan S.K. Trimurti, Jurnalis Wanita Indonesia Yang Melegenda link : 4 Fakta Kehibupan S.K. Trimurti, Jurnalis Wanita Indonesia Yang Melegenda Masih ingat dengan Sajuti Melik yang mengetik naskah proklamasi sebelum akhirnya dibacakan oleh Sukarno dan Hatta? SK Trimurti adalah istri dari beliau yang juga sama-sama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Di masa lalu, SK Trimurti bergerak sesuai dengan nuraninya. Dia sama sekali tidak takut dengan Belanda dan terus melakukan kritik dari tulisannya yang pedas. Akibat hal ini, SK Trimurti harus rela keluar-masuk penjara beberapa kali untuk membela negeri ini. Dia adalah legenda jurnalisme Indonesia yang terus berjuang seumur hidupnya. Mari sejenak mengingat dan mengenal dari SK Trimurti yang diberi umur panjang untuk menikmati Indonesia hingga tahun 2008.

Awal Kehidupan SK Trimurti SK Trimurti lahir pada 11 Mei 1912 dari keluarga berdarah biru yang ada di Boyolali, Jawa Tengah. Beranjak dewasa dia sekolah dan ingin maju seperti halnya kaum pria dan bangsawan. Dia mengikuti perkembangan dunia perjuangan di Indonesia hingga akhirnya mendengarkan pidato dari Bung Karno dan membuatnya jadi semangat untuk berjuang di garis depan meskipun dia seorang wanita.

Setelah lulus dari Sekolah Ongkoro Loro, SK Trimurti sempat menjadi seorang guru. Namun, dia dipenjarakan oleh Belanda pada tahun 1936 lantaran menyebarkan pamflet anti penjajah. Dia menyebarkannya secara diam-diam agar masyarakat tergerak dan mau melawan Belanda yang terus menggerogoti Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu.

Menjadi Seorang Jurnalis yang Andal Setelah dipenjara oleh Belanda lantaran menyebarkan pamflet propaganda, SK Trimuti memutuskan untuk terjun sebagai jurnalis.

Dengan profesi barunya ini, dia mampu memberikan kritik yang pedas kepada Belanda di berbagai media. Dia bekerja di media massa Indonesia seperti Genderang, Pikiran Rakyat, dan Bedung. Berkat keberaniannya dalam memberikan kritik tajam, dia semakin dikenal oleh aktivis anti kolonial. Berkat aksinya mengkritik Belanda, SK Trimurti dianggap sebagai Srikandi dunia jurnalisme yang dipuja banyak orang. Melalui pikirannya yang tajam, dunia jurnalisme di Indonesia semakin bergerak maju dalam melawan ketertindasan yang diberikan oleh Belanda selama ratusan tahun.

Pejuang yang Pernah Menolak jadi Menteri Melihat sepak terjang dari SK Trimurti, Pemerintah Indonesia yang kala itu sedang berjalan tidak mau menyia-nyiakan kehebatannya. SK Trimurti akhirnya ditawari sebagai Menteri Perburuhan dengan gaji yang kecil.

Awalnya dia menolak namun jiwa cinta tanah air membuat SK Tri Murti mau menerima jabatan itu meski kehidupannya jadi serba kekurangan. Setelah menjalankan pekerjaan dari Menteri, dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah. Awalnya dia sempat ditawari menjadi menteri lagi, bahkan kali ini Bun Karno yang memintanya.

Sayangnya dia menolak karena ingin berkonsentrasi dengan karier dan menganggap pekerjaan itu tidak pantas. Mengetahui hal ini Bung Karno sempat marah, namun beliau tidak bisa melakukan apa-apa. Hidup Sederhana hingga Akhir Hayat Memasuki usia pensiun, SK Trimurti mendapatkan rumah elit di apa pekerjaan sk trimurti Menteng. Namun, dia menolak karena dengan tinggal di sana, dia tidak bisa menyatu dengan rakyat bawah. Dia akhirnya memilih hidup di rumah sederhana dan aktif dengan kegiatan-kegiatan kampung yang sangat menghormati jasa beliau di masa lalu.

Meski usianya sudah tua, SK Trimurti masih aktif dalam berjuang. Di usianya yang mencapai 82 tahun, dia masih bisa naik bis sendiri untuk melakukan diskusi-diskusi. Saat hidup, SK Trimurti merasakan masa-masa perjuangan, orde lama, orde baru, hingga reformasi. Saat usianya mencapai 96 tahun, dia meninggal dengan tenang meninggalkan semua perjuangannya untuk negeri ini. Inilah kisah dari SK Trimurti yang merupakan wartawan legendaris Indonesia. Di tangannya, perjuangan tidak pernah berakhir meski usia telah menua.

Selamat tinggal SK Trimurti, semoga semua jasamu untuk negeri terus dikenang oleh generasi muda. Sekianlah artikel 4 Fakta Kehibupan S.K. Trimurti, Jurnalis Wanita Indonesia Yang Melegenda kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan artikel ini.

• ► 2019 (9) • ► April (3) • ► Januari (6) • ► 2018 (1084) • ► Desember (9) • ► November (17) • ► Oktober (34) • ► September (11) • ► Agustus (6) • ► Juli (8) • ► Juni (22) • apa pekerjaan sk trimurti Mei (69) • ► April (115) • ► Maret (583) • ► Februari (197) • ► Januari (13) • ▼ 2017 (1423) • ► Desember (32) • ► November (65) • ► Oktober (133) apa pekerjaan sk trimurti ► September (182) • ► Agustus (82) • ► Juli (126) • ► Juni (204) • ▼ Mei (413) • Inilah Manusia yang Paling Sibuk Saat di Akhirat • 4 Ritual Dukun Pengantin Yang Masih Dilakukan di T.

• Inilah Inilah Manusia yang Paling Sibuk Saat di Ak. • Inilah Bolehkan Menunda Mandi Junub Meski Sudah Im. • Inilah Manusia yang Paling Sibuk Saat di Akhirat • Bolehkan Menunda Mandi Junub Meski Sudah Imsak? • Bolehkan Menunda Mandi Junub Meski Sudah Imsak? • 3 Roller Coaster Paling Ekstrem Di Dunia • 3 Tanda Jahitan Episiotomi Terbuka • 5 Pakaian Tradisional Dari Seluruh Dunia • Pemabuk Tobat Jadi Ulama (ToubatanNasuha) • Coba Lakukan Ini !! Taruh Telur Mentah Ke Dalam Be. • 3 Gaya Hidup Tidak Sihat • Suka Tinggalkan Shalat, Disiksa Malaikat Kubur • Balasan Yang Didapat Karena Menyakiti Ibu • Shalawat Penghapus Dosa • 5 Bahagian Badan Yang Beri Kesan Ketika Bersukan • 4 Cara Didik Anak Genius • 3 Kelebihan Jika Tinggal Di Rumah Mak Mertua • Tak Dijawabkah Doa Saya.?

• 3 Taman Tema Best Di Malaysia • 4 Cara Ajar Anak Solat • 4 Sebab Mengapa Perempuan Bela Kucing • Membayar Utang Dengan Sedekah? • Rajin Sedekah, Pedagang Kaki Lima Jadi Manajer • Tips Agar Tidak Mudah Ditipu Setan • Doa Nabi Zakaria Kepada Allah Saat Minta Keturunan apa pekerjaan sk trimurti Hebat, Ulama Ini Doanya Mampu Sembuhkan Mata Buta • Diperintah Nabi, Matahari Berhenti Beredar • Rela Berikan Unta Demi Memeluk Islam • Iktikaf Di Masjid Lolos Dari Maut • Cara Cerdik Sengketa Bayi • Mengalahkan Jin, Sampai Memindah Singgasana Sebelu.

• Petunjuk Dari Seekor Sapi • Ketika Istri Juga Ikut Menafkahi • 4 Tempat Berbulan Madu di Luar Negara Bajet • 3 Cara Menangani Anak Autisme • 3 Rutin Orang Malas Bersenam • 3 Cara Rancang Gaya Hidup Sihat • 5 Cara Apa pekerjaan sk trimurti Penyakit Kuning Pada Bayi • 5 Tempat Dating Pilihan Pasangan Kekasih • Ketabahan Verinica yang dampingi Ahok sampai ahkir • Heboh, Jenazah Lenyap Ditelan Bumi • 5 Petua Orang Tua-tua Untuk Ketahui Jantina Anak D.

• 3 Sebab Mengapa Lelaki Bujang Memilih Janda Sebaga. • 5 Tempat Berbasikal Di Kuala Lumpur • 5 Sejarah Persunggihan Yang Masih Dipercayan Banya. • 5 Tempat Rock Climbing Di Malaysia • 5 Petua Orang Tua-tua Untuk Ketahui Jantina Anak D. • 5 Apa pekerjaan sk trimurti Pelik Orang Mengandung Lelaki Patut Tahu • 3 Sebab Mengapa Lelaki Pilih Wanita Yang Berkerjay. • 5 Keajaiban Shalat malam • Rajin Shalat Malam, Wafat Usai Shalat Dhuhur • Istiqomah Berzikir Mimpi Ke Baitullah Menjadi Nyata • 3 Sebab Mengapa Perempuan Malas Bersukan • 5 Penyebab Sakit Bahagian Pelvik • 5 Tips Menyimpan Duit Untuk Kahwin • Rahasia Sehat Shalat Subuh • Khusus Dewasa !

4 Alasan Istri Tidak Merintih Keni. • Rajin Shalat Jamaah, Wafat Dengan Mudah • 4 Anak Penguasa Besar Paling Playboy di Abad 21 • Berkah Kejujuran Seorang Pemuda • Kisah Benar, Suami Maki Isteri Depan Skandal Sebab.

• Membangun Bisnis Dengan Sedekah • Rajin Sedekah, Dapat Umrah GRATIS • Nasihat Luar Biasa Rasulullah Untuk Sang Cucu • Inilah 6 Pantai Paling Indah di Madura Yang Menari. • Inilah 5 Perasaan Yang Dialami Jika Merindukan Ses. • 4 Perbuatan Cowok Yang Bikin Cewek Merasa di PHP • 5 Cerita Menyeramkan Dibalik Tokoh Anime Pocahontas • Inilah 5 Pantai Berhantu Yang Cocok Untuk Uji Nyali • Inilah 5 Hal Menarik Wanita Terkaya Liliane Betten.

• Inilah 4 Wanita Cantik Indonesia di Masa Kemerdeka. • Inilah 4 Mitos Unik Tentang Kuntilanak Yang Tidak . • Iniah 5 Aturan Paling Unik Yang Hanya Dijumpai di . • 4 Kasus Orang Tua Tega Bunuh Anaknya Sendiri • Inilah 4 Keahlian Yang Dapat Kamu Andalkan Untuk B. • Inilah 4 Peraturan Aneh di Era Romawi Kuno Yang Ta. • Apa pekerjaan sk trimurti !!! Inilah Anak Ayam Aneh Yang Berkaki. • Tahu nggak ? Inilah 4 Situs Tua di Indonesia Yang .

• Tuntunan Mengqada Puasa Ramadan • Doa Ketika Mendapatkan Kesuksesan Atau Keberhasilan • Nenek Ahli Tahajud, Mati Wajah Berseri • Hukum Istri Dapat Upah Dari Suami • Tips Mengawasi Anak Bermain • Tips Berhias Ala Islam • Cara Salat Saat Darurat • Inilah 5 Makanan Lezat Indonesia Dengan Sejarah Pa. • Dua Kilogram Rambut Ini Bersarang di Perut Gadis K.

• Inilah 5 Hewan Peliharaan Paling Mahal Bikin Kamu . • Jasad Suami Zalim Dimakan Serangga • Kisah Semut Bisa Bicara • Divonis Mandul, Hamil Berkat Lakukan Ibadah Ini • 4 Senaman Mudah Di Rumah • 5 Tempat Best Berbulan Madu di Asia • 5 Pantang Larang Semasa Berpantang • Wizzy dan Luminous Meriahkan Pekanbaru Runway 2017. • Wizzy dan Luminous Meriahkan Pekanbaru Runway 2017.

• Masih Kecil, Akhlak Nabi Dikagumi • Membunuh Hama Dengan Membakar • ► April (186)
tirto.id - “Sebagai seorang gadis (teman-temanku mengatakan aku ini lincah) ada saja jejaka-jejaka yang ingin memperistri aku. Tetapi aku tidak mau. Aku mau hidup [melajang] seperti pastor-pastor itu, meskipun agamaku Islam.

Aku ingin pengabdianku ini bulat. Pengabdian kepada perjuangan dan pengabdian kepada dunia jurnalistik yang sudah mulai kucintai.” Melalui tulisan yang dimuat dalam Wartawan Wanita Berkisah (1974: hlm. 9) itu Surastri Karma Trimurti alias S.K. Trimurti tengah mengenang babak awal karier jurnalistiknya. Ia sempat enggan menikah lantaran takut: cinta malah akan menggugurkan partisipasinya dalam pergerakan nasional yang sedang menuju klimaks pada tahun 1930-an.

Namun, Mohamad Ibnu Sayuti alias Sayuti Melik berhasil meyakinkan Trimurti untuk menyeimbangkan antara karir jurnalistik dengan pernikahan. Kebetulan keduanya merupakan jurnalis yang sangat produktif di era pergerakan.

Surat kabar Sinar Selatan yang memuat tulisan Trimurti dan Sayuti dari tahun 1937 hingga 1939 berperan besar menyatukan mereka.

Sebelum dikenal sebagai salah satu menteri perempuan pertama di Kabinet Amir Syarifuddin (1947-1948), Trimurti memang dekat dengan sejumlah tokoh penggerak pers nasional. Selain Sayuti, Sukarno menjadi tokoh kunci yang berhasil meyakinkan dirinya agar berani menggenggam pena dan turut menyuarakan nasionalisme di tengah negeri yang masih terjajah. Baca juga: Peliknya Jalan Hidup Sayuti Melik Sukarno dan Mesin Tik Dalam biografi S.K.

Trimurti Pejuang Perempuan Indonesia (2016: hlm. 20), Ipong Jazimah menyebutkan bahwa perkenalan pertama Trimurti dengan Bung Karno terjadi menjelang akhir tahun 1932. Saat itu, Trimurti yang masih melakoni profesi guru di sekolah khusus perempuan di Banyumas, berkesempatan mengikuti rapat umum Partai Indonesia (Partindo)--partai pecahan PNI pimpinan Sukarno--di Purwokerto. Sukarno ternyata bukan cuma pandai memikat perempuan lewat rayuan gombalnya, tetapi juga lewat orasi.

Trimurti yang saat itu baru menginjak usia 20 tahun, mengaku tergerak untuk bergabung dengan Partindo sesaat setelah mendengar pidato Sukarno. “Meski Bung Karno berpidato tanpa pengeras suara, kami masih bisa mendengar suaranya yang membahana. Bukan main pidato itu. […] Saat itulah saya tergugah untuk ikut bergabung dengan Partindo.

Artinya, saya harus melepas jabatan saya sebagai guru,” ungkap Trimurti seperti dikutip oleh Ipong. Kehendaknya hanya satu, yakni berguru langsung tentang seluk beluk politik kepada Sukarno. Oleh karena itu, ia memilih ikut kursus kader di Partindo cabang Bandung, tempat Sukarno bermukim bersama Inggit Garnasih setelah keluar dari penjara Sukamiskin. Di Bandung, Trimurti beserta kader perempuan lainnya di tempatkan di sebuah asrama Partindo di Jalan Astana Anyar.

“Saya sendiri yang mau masuk partai politik itu pada tahun 1933. Waktu itu saya berada di Bandung. Saya berguru pada Bung Karno, belajar politik pada beliau,” tulis Trimurti dalam Gelora Api Revolusi yang disunting oleh Colin Wild dan Peter Carey (1986: hlm. 116). Menurut catatan Ipong, ternyata bukan hanya Trimurti yang “menguntit” Sukarno ke Bandung.

Semenjak Sukarno memutuskan bergabung dengan partai tersebut, jumlah anggota Partindo cabang Bandung yang pada 1932 hanya 226 orang, melompat menjadi 3.762 orang di tahun 1933.

Menurut Soebagijo I.N. dalam Trimurti Wanita Pengabdi Bangsa (1982: hlm 15), Sukarno bukan satu-satunya lelaki yang membuat Trimurti ngotot pindah ke Bandung. Lelaki lain yang mendorong Trimurti hengkang dari Banyumas adalah seorang aparat kepolisian Hindia Belanda Politieke Inlichtingen Dienst (PID) yang mengaku jatuh cinta padanya.

Polisi itu masih muda dan berterus terang mengungkapkan perasaannya. “Jika Anda bersedia menerima cinta kasih saya ini, saya bersedia meninggalkan pekerjaan dan masuk menjadi anggota Partindo,” ucap si polisi.

Namun, Trimurti menolak lamaran polisi kasmaran itu dan memilih pindah ke Bandung. Kehadiran Sukarno di Bandung berhasil membakar semangat partai.

Partindo secara konsisten kembali menyebarkan pengaruhnya melalui terbitan surat kabar Suluh Indonesia Muda dan Fikiran Rakjat. Melalui kedua corong Partindo itu, Trimurti pertama kali bersentuhan dengan dunia tulis menulis.

Ia mulanya mengelak ketika Sukarno menyuruhnya menulis sebuah artikel di Fikiran Rakjat. Trimurti beralasan bahwa dirinya masih terlalu muda dan tidak punya pengalaman menulis. Selain itu, ia juga mengaku belum terbiasa menggunakan mesin tik. Perkenalannya dengan mesin tik memang belum lama.

Suatu ketika di tahun 1932, Trimurti sempat mengikuti perkumpulan koperasi perempuan di Banyumas. Karena masih muda dan dianggap masih bertenaga, Trimurti ditunjuk oleh para seniornya untuk membuat surat undangan rapat yang jumlahnya sekitar 125 helai. “Masyaallah! Baru sekali itu aku memegang mesin tik. […] Dan malam itu aku harus mengetik surat sebanyak itu. Harus selesai lagi! Apa boleh buat! Mengatakan tidak bisa mengetik aku malu.

Maklum ketika itu aku masih muda. Malu apa pekerjaan sk trimurti dikatakan tidak bisa menyelesaikan kewajiban,” tulis Trimurti dalam Wartawan Wanita Berkisah (hlm. 1-2). Meskipun awalnya mengelak, namun berkat dorongan Sukarno tulisan pertama Trimurti akhirnya dimuat di Fikiran Rakjat terbitan tahun 1933.

Isinya berupa gagasannya tentang semangat kemerdekaan yang dibawakan dengan latar belakang sejarah penjajahan Belanda di Apa pekerjaan sk trimurti. Babak awal karier jurnalistik Trimurti hanya berlangsung singkat. Setelah Sukarno dibuang ke Ende, Flores, pada tahun 1934, Partindo dan sejumlah medianya bagai anak ayam kehilangan induk. Setelah itu, Trimurti melanjutkan mengasah pengalaman di bidang pers dengan mengirimkan tulisan-tulisannya ke surat kabar Berdjoeang yang terbit di Surabaya.

Di tahun-tahun berikutnya, mesin tik hampir tidak pernah lepas dari genggamannya. Saking cintanya pada dunia tulis-menulis, Trimurti bahkan menerbitkan majalah. Sejak 1935, hampir setiap tahun ia terus membidani kelahiran majalah dan surat kabar. Mulai dari Bedug, Terompet, Suara Marhaeni, sampai majalah Pesat yang diterbitkan bersama Sayuti Melik pada 1938.

INFOGRAFIK TRIMURTI. TIRTO.ID//QUITA Mak Ompreng Untuk Emansipasi Nama "Trimurti" sebenarnya hanya nama pena. Menurut Reni Nuryanti dalam antologi Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia (2007: hlm. 164), nama "Karma" dan "Trimurti" digunakan sebagai nama samaran secara bergantian untuk menghindari delik pers pada masa kolonial Belanda.

Lama-kelamaan, nama ini pun menjadi bagian identitas pers Trimurti. Meskipun berulang kali berganti nama samaran, namun ia tetap kena ciduk pemerintah kolonial.

Sekitar tahun 1939, Trimurti terpaksa mengikuti proses hukum di pengadilan kolonial lantaran memuat artikel yang mengampanyekan anti-imperialisme dalam majalah Pesat.

Saat Jepang datang, majalah Pesat dibredel dan Trimurti harus berurusan dengan otoritas militer karena aktivitas persnya dinilai gemar menyudutkan Jepang. Akibatnya, ia harus mendekam di penjara Blitar sampai tahun 1943.

Berulang kali merasakan dinginnya lantai penjara tidak lantas membuat Trimurti kapok. Selain soal kemerdekaan, secara tidak langsung tulisan-tulisan Trimurti juga kerap menyinggung masalah emansipasi perempuan.

Hal ini membuat para perempuan pergerakan banyak yang mengidolakan dirinya. Di penjara Blitar misalnya, Trimurti berjumpa dengan Umi Sardjono, pejuang perempuan sekaligus pengagumnya.

Mereka bersama-sama mendirikan organisasi Barisan Buruh Wanita (BBW) dan Gerakan Wanita Sedar (Gerwis) yang kemudian dikenal sebagai Gerwani sejak tahun 1954. Meskipun kecewa dengan keputusan Gerwani yang mendekat ke PKI, namun Trimurti aktif mengampanyekan ideologi Gerwani melalui surat kabar.

Sejak tahun 1960, ia aktif menulis di Harian Rakjat (surat kabar PKI) dan di Api Kartini (jurnal milik Gerwani) dengan nama pena Mak Ompreng. Kata "ompreng" menurut KBBI memiliki arti besek kecil tempat menaruh nasi dan lauk pauk. Trimurti agaknya ingin bermain kata sambil memperjuangkan emansipasi serta hak-hak perempuan dalam pernikahan dengan cara jenaka khas rakyat kecil. Menurut Saskia Wieringa dalam Penghancuran Gerakan Perempuan (2010: hlm. 341), kolom Mak Ompreng ditulis dari perspektif ibu rumah tangga paruh baya dari kelas bawah.

Trimurti membawakan Mak Ompreng dengan gaya bahasa rakyat yang sederhana tapi sangat tajam. Ia pun tak jarang menyembur kelakuan para pejabat, bahkan mengkritik Presiden. “Kolom Mak Ompreng yang dimuat di Api Apa pekerjaan sk trimurti maupun Harian Rakjat merupakan satu-satunya tempat [bagi Gerwani] untuk apa pekerjaan sk trimurti Presiden Sukarno secara terbuka,” tulis Wieringa. Soerastri Karma Trimoerti ( 1912-05-11)11 Mei 1912 Boyolali, Indonesia Meninggal 20 Mei 2008 (2008-05-20) (umur 96) Jakarta, Indonesia Kebangsaan Indonesia Suami/istri Sayuti Melik Anak Moesafir Karma Boediman (MK Boediman) Heru Baskoro Alma mater Fakultas Apa pekerjaan sk trimurti Universitas Indonesia (selesai; 1960) Pekerjaan Wartawan, penulis Profesi Guru Surastri Karma Trimurti (ejaan lama Soerastri Karma Trimoerti, 11 Mei 1912 – 20 Mei 2008) adalah wartawan, penulis dan guru Indonesia, yang mengambil bagian dalam gerakan kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan oleh Belanda.

[1] Ia kemudian menjabat sebagai menteri tenaga kerja pertama di Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948 di bawah Perdana Menteri Indonesia Amir Sjarifuddin. [2] Daftar isi • 1 Biografi • 1.1 Awal Kehidupan • 1.2 Gerakan Kemerdekaan Indonesia • 1.3 Paska Kemerdekaan • 1.4 Kematian • 2 Kehidupan pribadi • 3 Lihat pula • 4 Referensi • 4.1 Catatan kaki • 4.2 Daftar pustaka • 5 Pranala luar Biografi [ sunting - sunting sumber ] Awal Kehidupan [ sunting - sunting sumber ] Trimurti lahir pada tanggal 11 Mei 1912 di Desa Sawahan Boyolali Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah.

Trimurti memiliki hubungan kekerabatan dengan Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah. Ia terlahir dari seorang ibu bernama R.A. Saparinten dan ayahnya adalah seorang asisten wedana bernama R.Ng. Salim Banjaransari Mangunkusumo. [3] Pada awal pendidikan, Trimurti menghadiri ke Sekolah Guru Putri.

Ia pernah menempuh pendidikan di Normaal School dan AMS di Surakarta. Kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). [1] Meskipun ia telah meraih gelar Doktoranda dari Universitas Indonesia (UI), ia tetap aktif di bidang jurnalistik Gerakan Kemerdekaan Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Trimurti menjadi aktif dalam gerakan kemerdekaan Indonesia selama tahun 1930, secara resmi bergabung dengan nasionalis Partindo (Partai Indonesia) pada tahun 1933, tak lama setelah menyelesaikan sekolahnya di Tweede Indlandsche School.

Trimurti memulai kariernya sebagai guru sekolah dasar setelah meninggalkan Tweede Indlandsche School. Ia mengajar di sekolah-sekolah dasar di Bandung, Surakarta dan Banyumas pada 1930-an. Namun, ia ditangkap oleh pemerintah Belanda apa pekerjaan sk trimurti tahun 1936 untuk mendistribusikan anti-kolonial leaflet. Trimurti dipenjara selama sembilan bulan di Penjara Bulu di Semarang. Trimurti beralih karier dari mengajar ke jurnalistik setelah dibebaskan dari penjara. Ia segera menjadi terkenal di kalangan jurnalistik dan anti-kolonial sebagai wartawan kritis.

"Trimurti" sering digunakan berbeda, biasa digunakan sebagai nama samaran, seperti "Trimurti" atau "Karma"dalam tulisan-tulisannya untuk menghindari penangkapan oleh pemerintah kolonial.

Selama karier laporannya, Trimurti bekerja di sejumlah surat kabar Indonesia termasuk Pesat, Genderang, Bedung, dan Pikiran Rakyat. Ia menerbitkan Pesat bersama suaminya. Saat pendudukan Jepang, Pesat dilarang oleh pemerintah militer Jepang.

Ia ditangkap dan disiksa. Paska Kemerdekaan [ sunting - sunting sumber ] Trimurti, yang cukup lantang dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, diangkat sebagai Menteri Tenaga Kerja pertama di Indonesia di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifuddin.

Ia menjabat tahun 1947 hingga 1948. Ia aktif sebagai eksekutif di Partai Buruh di Indonesia, dan memimpin sayap wanitanya. Ia ikut mendirikan Gerwis, sebuah organisasi perempuan Indonesia, pada tahun 1950, yang kemudian berganti nama sebagai Gerwani.

Ia meninggalkan organisasi pada tahun 1965, lalu kembali ke perguruan tinggi ketika ia berusia 41 tahun. Ia belajar ekonomi di Universitas Indonesia. Ia menolak tawaran menjadi Menteri Sosial pada tahun 1959 karena sedang menyelesaikan gelar sarjana.

Trimurti adalah anggota dan penandatangan Petisi 50 apa pekerjaan sk trimurti tahun 1980, yang memprotes Soeharto atas penyalahgunaan Pancasila terhadap lawan politiknya. Apa pekerjaan sk trimurti penanda tangan Petisi 50 termasuk pendukung kemerdekaan Indonesia terkemuka serta pemerintah dan pejabat militer, seperti Trimurti dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Kematian [ sunting - sunting sumber ] Trimurti apa pekerjaan sk trimurti dunia pada tanggal 20 Mei 2008 pukul 06.20, pada usia 96 tahun, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta setelah dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Menurut anaknya, Heru Baskoro, Trimurti meninggal karena pecahnya pembuluh darah vena.

Ia juga menderita hemoglobin rendah dan tekanan darah tinggi. Untuk menghargai jasa-jasanya sebagai " pahlawan kemerdekaan Indonesia", diadakan upacara yang digelar di Istana Apa pekerjaan sk trimurti, Jakarta Pusat.

Ia dimakamkan TMP Kalibata. Kehidupan pribadi [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 1938 ia menikah dengan Muhammad Ibnu Sayuti (Sayuti Melik) yang merupakan pengetik dari Deklarasi Kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945. Trimurti apa pekerjaan sk trimurti menghabiskan sisa hidupnya di rumah kontrakan nya di Bekasi, Jawa Barat.

Namun karena pada masa kemerdekaan keduanya memiliki perbedaan ideologi, akhirnya mereka bercerai. Mohammad Ibnu Sayuti menjadi anggota DPR dari Golkar, sedangkan Trimurti melanjutkan aktivitasnya di bidang politik dan jurnalistik. [4] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Barisan Buruh Wanita Referensi [ sunting - sunting sumber ] Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b Antologi Biografi Pengarang Sastra Jawa Modern.

• ^ Magdalene.co (2020). Her Story:Perempuan Nusantara di Tepi Sejarah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. hlm. 55. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Hanifah, Ratih Widihastuti Ayu (April 2021).

"S.K. Trimurti: Sosok Lengkap Pejuang Perempuan". Intisari: 29–52. • ^ Prabowo, Dhanu Priyo. (2010). Ensiklopedi sastra Jawa. Pradopo, Sri Widati., Rahayu, Prapti, 1959- Balai Bahasa Yogyakarta (Indonesia) (edisi ke-Cet. 1). Yogyakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa, Balai Bahasa Yogyakarta. ISBN 9789791852357. OCLC 801810329. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Suwondo, Tirto dkk. (Agusuts 2016). Antologi Biografi Pengarang Sastra Jawa Modern (edisi ke-1).

Jakarta: Adi Wacana. hlm. xvi+292. ISBN 979-99604-8-7. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Pranala luar [ sunting - sunting sumber apa pekerjaan sk trimurti • SK Trimurti dalam Tokoh Indonesia Diarsipkan 2010-05-27 di Wayback Machine.

apa pekerjaan sk trimurti

• Potret Surastri Karma Trimurti Legenda Jurnalisme Indonesia Diarsipkan 2007-03-10 di Wayback Machine. • Soerastri Karma Trimurti • Kusnan • Sutan Rasjid • Kusnan • Wilopo • Kusnan • Ma'as • Soeroso • Iskandar Tedjasukmana • Sutan Muchtar Abidin • Sabilal Rasjad • Samjono • Ahem Erningpradja • Sutomo • Awaloedin Djamin • Mursalin Daeng Mamangung • Mohammad Sadli • Subroto • Harun Zain • Sudomo • Cosmas Batubara • Abdul Latief • Theo L.

Sambuaga • Fahmi Idris • A.M. Hendropriyono (ad-interim) • Bomer Pasaribu • Al Hilal Hamdi • Jacob Nuwa Wea • Fahmi Idris • Erman Soeparno • Muhaimin Iskandar • Armida Salsiah Alisjahbana (Pelaksana Tugas) • Hanif Dhakiri • Ida Fauziyah Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pages using infobox officeholder with unknown parameters • Semua orang yang sudah meninggal • Semua artikel biografi • Artikel biografi Februari 2022 • Galat CS1: tanggal • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 16 Februari 2022, pukul 04.05.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Masih ingat dengan Sajuti Melik yang mengetik naskah proklamasi sebelum akhirnya dibacakan oleh Sukarno dan Hatta?

SK Trimurti adalah istri dari beliau yang juga sama-sama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Di masa lalu, SK Trimurti bergerak sesuai dengan nuraninya. Dia sama sekali tidak takut dengan Belanda dan terus apa pekerjaan sk trimurti kritik apa pekerjaan sk trimurti tulisannya yang pedas.

Akibat hal ini, SK Trimurti harus rela keluar-masuk penjara beberapa kali untuk membela negeri ini. Dia adalah legenda jurnalisme Indonesia yang terus berjuang seumur hidupnya.

apa pekerjaan sk trimurti

Mari sejenak mengingat dan mengenal dari SK Trimurti yang diberi umur panjang untuk menikmati Indonesia hingga tahun 2008. Awal Kehidupan SK Trimurti SK Trimurti lahir pada 11 Mei 1912 dari keluarga berdarah biru yang ada di Boyolali, Jawa Tengah. Beranjak dewasa dia sekolah dan ingin maju seperti halnya kaum pria dan bangsawan. Dia mengikuti perkembangan dunia perjuangan di Indonesia hingga akhirnya mendengarkan pidato dari Bung Karno dan membuatnya jadi semangat untuk berjuang di garis depan meskipun dia seorang wanita.

Apa pekerjaan sk trimurti Trimuri dan Sayuti Melik [image source]Setelah lulus dari Sekolah Ongkoro Loro, SK Trimurti sempat menjadi seorang guru. Namun, dia dipenjarakan oleh Belanda pada tahun 1936 lantaran menyebarkan pamflet anti penjajah. Dia menyebarkannya secara diam-diam agar masyarakat tergerak dan mau melawan Belanda yang terus menggerogoti Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Menjadi Seorang Jurnalis yang Andal Setelah dipenjara oleh Belanda lantaran menyebarkan pamflet propaganda, SK Trimuti memutuskan untuk terjun sebagai jurnalis.

Dengan profesi barunya ini, dia mampu memberikan kritik yang pedas kepada Belanda di berbagai media. Dia bekerja di media massa Indonesia seperti Genderang, Pikiran Rakyat, dan Bedung. SK Trimurti dan keluarga [image source] Berkat keberaniannya dalam memberikan kritik tajam, dia semakin dikenal oleh aktivis anti kolonial.

Berkat aksinya mengkritik Belanda, SK Trimurti dianggap sebagai Srikandi dunia jurnalisme yang dipuja banyak orang. Melalui pikirannya yang tajam, dunia jurnalisme di Indonesia semakin bergerak maju dalam melawan ketertindasan yang diberikan oleh Belanda selama ratusan tahun. Pejuang yang Pernah Apa pekerjaan sk trimurti jadi Menteri Melihat sepak terjang dari SK Trimurti, Pemerintah Indonesia yang kala itu sedang berjalan tidak mau menyia-nyiakan kehebatannya. SK Trimurti akhirnya ditawari sebagai Menteri Perburuhan dengan gaji yang kecil.

Awalnya dia menolak namun jiwa cinta tanah air membuat SK Tri Murti mau menerima jabatan itu meski kehidupannya jadi serba kekurangan. SK Trimurti dan Soekarno [image source]Setelah menjalankan pekerjaan dari Menteri, dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah. Awalnya dia sempat ditawari menjadi menteri lagi, bahkan kali ini Bun Karno yang memintanya.

Sayangnya dia menolak karena ingin berkonsentrasi dengan karier dan menganggap pekerjaan itu tidak pantas. Mengetahui hal ini Bung Karno sempat marah, namun beliau tidak bisa melakukan apa-apa. Hidup Sederhana hingga Akhir Hayat Memasuki usia pensiun, SK Trimurti mendapatkan rumah elit di kawasan Menteng.

Namun, dia menolak karena dengan tinggal di sana, dia tidak bisa menyatu dengan rakyat bawah. Dia akhirnya memilih hidup di rumah sederhana dan aktif dengan kegiatan-kegiatan kampung yang sangat menghormati jasa beliau di masa lalu.

hidup sederhana [image source]Meski usianya sudah tua, SK Trimurti masih aktif dalam berjuang. Di usianya yang mencapai 82 tahun, dia masih bisa naik bis sendiri untuk melakukan diskusi-diskusi.

Saat hidup, SK Trimurti merasakan masa-masa perjuangan, orde lama, orde baru, hingga reformasi. Saat usianya mencapai 96 tahun, dia meninggal dengan tenang meninggalkan semua perjuangannya untuk negeri ini. Inilah kisah dari SK Trimurti yang merupakan wartawan legendaris Indonesia. Di tangannya, perjuangan tidak pernah berakhir meski usia telah menua. Selamat tinggal SK Trimurti, semoga semua jasamu untuk negeri terus dikenang oleh generasi muda.
Soerastri Karma Trimurti atau S.K.

Trimurti, dialah salah satu pahlawan wanita yang telah ikut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia melawan penjajah. Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, wanita yang memakai kebaya di samping ibu Fatmawati pada foto pengibaran bendera pertama Indonesia ini bergabung menjadi pejuang setelah mendengar pidato menggelegar dari Bung Karno.

Lulus dari Tweede Indlandsche School atau sekolah Ongko Loro, Trimurti sempat mengajar dan menjadi anggota Nasionalis Partindo di tahun 1933. Ia menjadi pejuang militan, hingga akhirnya dipenjarakan Belanda 3 tahun kemudian karena menyebarkan pamflet anti penjajah. Ia kemudian beralih karir dari mengajar ke dunia jurnalisme setelah bebas dari penjara, dan dari sana karir jurnalistiknya pun dimulai. Peraih bintang Mahaputra Tingkat V dari Presiden Soekarno ini memang mengabdikan hidupnya demi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Mulai dari berjuang melawan penjajah, hingga menyuarakan hak kaum wanita dan buruh di Indonesia lewat tulisannya. Tak heran jika sepak terjang pahlawan kemerdekaan ini begitu melegenda dalam dunia jurnalisme Indonesia. Dan berikut Boombastis sajikan sederet fakta tentang legenda jurnalis yang mungkin belum kalian tahu! 1. Wartawan yang Hidup Tiga Zaman Nama S.K.

Trimurti begitu melegenda dalam dunia jurnalisme Indonesia. Ia merupakan pahlawan kemerdekaan yang telah hidup tiga zaman. Karena idealisme dan karya jurnalistiknya, Trimurti sempat menjalani bui selama zaman penjajahan Belanda (1936-1941). Ia bahkan melahirkan salah seorang putranya, di dalam lorong apa pekerjaan sk trimurti setelah ditangkap pemerintah militer Jepang pada 1943. S.K. Trimurti [image source]Ketertarikannya dalam dunia jurnalistik tak bisa lepas dari sosok sang proklamator, Bung Karno, yang saat itu memaksa Trimurti untuk pertama kalinya menulis di Majalah Pikiran Rakyat.

Padahal kehidupannya sebagai seorang pengajar di Surakarta sudah tergolong mapan kala itu. Namun panggilan hati untuk ikut bersuara membuatnya kecemplung ke dunia jurnalisme dan menjadi pejuang lewat tulisan-tulisan di surat kabar.

Sebenarnya nama Karma dan Trimurti adalah nama samaran yang dipakainya secara bergantian untuk menghindari delip pers pemerintahan kolonial Belanda kala itu. Namun, nama tersebut terlanjur melekat pada dirinya dan ia pun dikenal dengan nama S.K. Trimurti. 2. Istri dari Juru Ketik Naskah Proklamasi Kemerdekaan Nama S.K Trimurti memang menjadi satu pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia, apa pekerjaan sk trimurti namanya mungkin kalah pamor dengan sang juru ketik naskah proklamasi Kemerdekaan yaitu Sayuti Melik.

Namun tahukah kalian, jika Sayuti Melik merupakan suami dari wartawati pejuang ini. Trimurti berkenalan dengan pria pemilik nama lengkap Mohammad Ibnu Sayuti itu saat menjadi anggota Partai Indonesia Raya. Kesamaan misi dan cita-cita membuat keduanya memutuskan menikah di tanggal 19 Juli 1938. Saat menghadiri Konggres Persatuan Jurnalis Indonesia (PERDI) di Solo, tepatnya tanggal 11 April 1939, anak pertamanya lahir dan diberi nama Musafir Karma Budiman.

S.K. Trimurti menikah dengan Sayuti Melik pada tahun 1938 [image source] Bersama, mereka mendirikan majalah Pesat yang rilis di Semarang.

apa pekerjaan sk trimurti

Majalah ini menjadi lahan keduanya menuangkan tulisan kritis terhadap penjajah. “Sebagai wartawan saya berjuang melalui tulisan, mulut dan bisik-bisik. Pokoknya segala cara dipakai untuk mencapai kemerdekaan”, ungkapnya apa pekerjaan sk trimurti sebuah wawancara dengan wartawan ANTARA (2004). Dalam era pendudukan Jepang, Pesat dilarang oleh pemerintah Jepang. Trimurti ditangkap dan melalui banyak interogasi yang tak bisa diingat.

3. Menolak Jabatan Menteri Sebanyak Dua Kali Menjadi menteri adalah jabatan impian hampir semua orang, namun sayangnya tidak bagi Trimurti. Ia bahkan pernah menolak jabatan yang ditawarkan presiden Sokarno ini sebanyak dua kali. Pertama di tahun 1947, ketika Perdana Menteri Indonesia kedua Amir Syarifuddin memintanya menjadi Menteri Perburuhan pertama Indonesia. Trimurti begitu menolak karena merasa tidak punya pengalaman menjadi seorang menteri. Menolak Jabatan Menteri Sebanyak Dua Kali [image source]“Bung Karno juga belum pernah menjadi presiden”, bujuk Drs Setiajid padanya.

Pembicaraan tersebut membuahkan hasil. Trimurti akhirnya mau menerima tawaran tersebut dan menjabat sebagai Menteri Perburuhan sejak 1947 hingga 1948 di bawah Perdana Menteri Indonesia Amir Sjarifuddin. Jabatan menteri kedua yang ditolaknya adalah tawaran Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Sosial di tahun 1959.

Namun lagi-lagi Trimurti menolak. Kali ini ia mengatakan ingin fokus dengan kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Hal ini sempat membuat Soekarno marah, meski tak meluapkan kekesalannya tapi disebutkan Soekarno mendiamkan Trimurti beberapa waktu. 4. Disayang Keluarga Soekarno Bung Karno menjadi sosok yang begitu ia hormati. Trimurti bahkan mengaku memiliki hubungan yang sangat baik, karena sama-sama berjuang dalam meraih kemerdekaan 1945.

Kedekatan di masa perjuangan dengan Bung Karno telah membuat Trimurti menganggap mantan presiden Republik Indonesia pertama itu sebagai keluarga sendiri. Disayang Keluarga Soekarno [image source]Bisa dibilang Bung Karno lah yang mengajak Trimurti untuk ikut menjadi pejuang kala itu.

Kalau bukan karena pengaruhnya, mungkin jalan hidup Trimurti tak seperti sejarah yang kita tahu. Ia pun dekat dengan putra-putri Bung Karno. Hal inipun dibenarkan oleh Guruh Soekarno Putra. Bahkan demi mengenang jada kepahlawanan Trimurti, Yayasan Bung Karno menerbitkan buku berjudul ’95 Tahun SK Trimurti, Pejuang Indonesia’ yang diluncurkan di tahun 2007 lalu.

Buku ini sekaligus apa pekerjaan sk trimurti dari yayasan Bung Karno di ulang tahun ke-95 S.K. Trimurti. Namun kedekatan keduanya sempat renggang ketika Bung Karno menikahi Hartini. Selain karena prinsip anti poligami yang dianutnya, Trimurti juga kurang sreg dengan kedekatan Bung Karno dengan PKI.

Terlebih ia melihat dengan pergerakan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) yang seolah berada di bawah bayangan PKI. 5. Menjadi Pahlawan Wanita Sepak terjang Trimurti tak hanya terlihat di masa perjuangan merebut kemerdekaan. Namun usai proklamasi Indonesia pun, Trimurti makin aktif menjadi sosok berpengaruh di bidangnya. Salah satunya dengan menjadi pimpinan pusat Parta Apa pekerjaan sk trimurti Indonesia (PBI). Tak hanya itu, Trimurti tercatat menjadi menteri Perburuhan pertama republik ini.

Saat menjadi menteri, Trimurti aktif memperjuangkan UU perburuhan baru sebagai ganti UU perburuhan kolonial yang memberatkan pekerja. Menjadi Pahlawan Wanita [image source]Seusai kabinet Amir berakhir pasca G30S, Trimurti kembali ke Jakarta dan aktif mengorganisir gerakan perempuan.

Dan di tahun 1950-an, bersama sejumlah aktivis ia mendirikan Gerwis (Gerakan Wanita Sedar) yang kemudian diganti nama menjadi Gerwani. Trimurti meninggalkan organisasi di tahun 1965 karena melihat Gerwani menyimpang dan lebih condong pada PKI ketimbang misi yang dibawanya. Terinspirasi dari kisah perjuangannya, Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) akhirnya membuat penghargaan khusus yang diberi nama penghargaan S.K. Trimurti. Penghargaan yang digagas sejak tahun 2008 itu, menjadi upaya penghormatan terhadap Trimurti sekaligus sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan perempuan di masa kini.

AJI memberikan anugerah tersebut kepada mereka yang berjuang dalam hal demokrasi, HAM hingga kebebasan pers di Indonesia. S.K. Trimurti menjadi satu perempuan yang perlu dicontoh karena memiliki semangat dan nyali besar untuk menyambut perubahan yang lebih baik.

Bagaimana menurutmu?Selain itu, kebebesan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah juga terwujud berkat kerja keras parah tokoh nasional.

apa pekerjaan sk trimurti

Salah satunya adalah Surastri Karma Trimurti. Profil Surastri Karma Trimurti atau dikenal dengan SK Trimurti lahir di Kabupaten Boyolali, 11 Mei 1912 dan wafat di Jakarta, 20 Mei 2008. SK Trimurti adalah wartawan, penulis dan guru Indonesia, yang mengambil bagian dalam gerakan kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan oleh Belanda. SK Trimurti kemudian menjabat sebagai menteri tenaga kerja pertama di Indonesia apa pekerjaan sk trimurti 1947-1948 di bawah Perdana Menteri Indonesia, Amir Sjarifuddin.
Dikutip dari jurnal ilmiah karya Ipung Jazimah yang berjudul "S K Trimurti: Pejuang Perempuan Indonesia", Trimurti lahir pada 11 Mei 1912 di Desa Sawahan, Boyolali, Karesidenan Surakarta.

Ayahnya bernama R.Ng. Salim Banjaransari Mangunsuromo dan ibunya bernama R.A. Saparinten Mangunbisomo. Ayah dan ibunya abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Pesan utama pidato Soekarno yang ditangkapnya adalah bahwa bangsa Indonesia harus mulai bergegas untuk menerapkan anti imperialisme dan anti kolonialisme.

Pidato Soekarno ini amat mempengaruhi jiwa Trimurti sampai akhirnya dengan tekad bulat dilepaskannya status sebagai guru negeri dan ia memilih bergabung dengan Partindo cabang Bandung. Keputusan besar yang sangat ditentang oleh keluarganya. Setelah menikah dengan Sayuti Melik, SK Trimurti bahkan mendirikan majalah sendiri yang bernama Pesat.

Sayangnya majalah ini terpaksa ditutup ketika Jepang datang karena Jepang melarang semua surat kabar kecuali yang dikelola oleh Jepang sendiri. Setelah merdeka, SK Trimurti tak meninggalkan dunia tulis-menulis. Perjuangan Trimurti untuk Indonesia merdeka mengilhami Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengabadikan nama SK Trimurti sebagai anugerah atau penghargaan dengan nama Trimurti Award.

Anugerah ini bertujuan untuk melestarikan semangat dan prinsip perjuangan Trimurti baik kepada aktivis perempuan atau jurnalis perempuan. Nama Trimurti dipilih sebagai ikon karena kesamaan gagasan dan semangatnya dengan visi AJ. Trimurti adalah alah satu tokoh kemerdekaan yang dipandang gigih memperjuangkan kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan hak kaum tertindas terutama perempuan. Baik melalui karya-karya jurnalistik maupun lewat pengabdian sebagai aktivis perempuan dan politik.

Perjuangan Surastri Karma Trimurti.




2022 www.videocon.com