Selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Jawaban: jagung Penjelasan: Jagung merupakan komoditas yang mempunyai banyak manfaat dan baik untuk kesehatan. Jagung dapat diolah menjadi berbagai produk olahan diantaranya menjadi bihun jagung. Bihun yang ada dipasaran mempunyai tekstur yang halus dan mudah hancur, karena terbuat dari tepung beras dan sedikit campuran tepung lain. Jagung yang digunakan selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman pembuatan bihun jagung adalah jenis jagung unggul (hibrida) yang hasilnya lebih mengembang dari pada bihun beras.

Proses pengolahanya harus higienis dari awal sampai akhir. Bihun jagung diproses dari pati jagung murni 100% hanya sedikit ditambahkan dengan air sehingga hasilnya lebih kenyal dari bihun beras, pembuatanya tidak menggunakan zat pengawet dan zat lilin sehingga aman untuk dikonsumsi.

Pangan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi keberlangsungan hidup manusia. Kebutuhan terhadap pangan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka diperlukan peningkatan ketersediaan pangan berkelanjutan yang mampu mencukupi kebutuhan konsumsi penduduk di masa yang akan datang. Namun persentase tingkat pertumbuhan produksi pangan yang berbasis karbohidrat sangat kecil, fluktuatif dan cenderung menurun.

Jika laju pertumbuhan penduduk tidak diturunkan sementara laju produksi pangan sangat lamban, maka dalam beberapa tahun yang akan datang Indonesia berpotensi mengalami rawan pangan, (Anonim, 2014). Salah satu penyebab kerawanan pangan adalah ketergantungan masyarakat pada salah satu pangan pokok saja, yaitu beras. Sekitar 95% penduduk Indonesia menggantungkan dirinya kepada beras sebagai makanan pokok (Nurmala, 2007).

Ganyong merupakan tanaman umbi-umbian yang berpotensi untuk menggantikan peran beras dan tepung terigu dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan pokok. Namun sampai saat ini, potensi tanaman ganyong belum dikembangkan dengan baik serta belum diusahakan secara serius dan intensif, karena kurang populer dibandingkan dengan tanaman berumbi lainnya.

Selain itu kebanyakan petani menganggap ganyong kurang memiliki nilai ekonomis sehingga sedikit petani yang mau membudidayakannya. (Rukmana, 2000). Umbi ganyong dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi. Kandungan karbohidrat ganyong cukup tinggi, setara dengan umbi-umbi yang lain, namun lebih rendah daripada singkong, tetapi karbohidrat umbi dan tepung ganyong lebih tinggi bila dibandingkan dengan kentang, begitu juga dengan kandungan mineral kalsium, phosphor dan besi. Dengan demikian ganyong sangat tepat bila digunakan untuk keragaman makanan sebagai pengganti beras.

Berikut adalah kandungan dari umbu ganyong : Setiap 100 gram umbi yang dapat dimakan, berisi kira-kira : air 75 g, protein 1 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 22,6 g, Ca 21 miligram (mg), P 70 mg, Fe 20 mg, vitamin B 0,1 mg, vitamin C 10 mg. Karbohidrat terdiri dari lebih 90% tepung dan 10% gula (glukosa dan sukrosa).

Tepung yang dihasilkan kuning cerah dengan ukuran butir yang besar (125-145 milimikron x 60 milimikron) tidak beraturan.

Tepung ini sangat larut dan mudah dicerna (E. Sukarsa, 2015). Umbi ganyong dapat dikonsumsi hanya dengan cara direbus hingga matang. Biasanya umbi tanaman ini dimakan sebagai cemilan, atau menggantikan makanan pokok karena cukup mengandung karbohidrat dan mengenyangkan. Manfaat lain dari umbi ganyong adalah untuk diambil tepung patinya, dan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kue, bihun, serta produk makanan bayi. Selain itu beberpa literature mengatakan bahwa tanaman ganyong ini juga bermanfaat sebagai tanaman obat herbal.

Deskripsi tanaman ganyong adalah merupakan tanaman berumbi, tahunan, tegak, tanaman herba yang kuat, tinggi mencapai 3,5 m, umbi bercabang horizontal, selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman panjang 60 cm dengan diameter 10 cm, dengan segmen berdaging membentuk balon, ditutupi oleh daun tipis, dan akar tebal yang berserat.

Tangkai berdaging, timbul dari umbi, biasanya tingginya 1-1,5 m, sering keungu-unguan. Daunnya teratur secara spiral dengan kuncup besar yang terbuka, kadang-kadang petiolanya pendek, daun sempit dari rata menuju elips, tulang daun nyata, bagian bawah agak keunguan.

Bunganya berwarna merah kekuningan, buah berbentuk kapsul yang solid seperti telur. Bijinya banyak, bulat, diameter 0,5 cm, licin dan keras, kehitaman sampai coklat. Teknik Budidaya yaitu dapat dibiakkan dengan cara vegetatif melalui pemotongan umbi berukuran sedang dengan mata tunas 1-2.

Pemotongan umbi lebih disukai untuk menjaga kemurnian genetik klon dibandingkan dengan menggunakan biji. Umbi yang digunakan adalah umbi yang masih mudahbukan yang bagian coklat tua.

terpisah pada jarak 50 cm, kedalaman 15 cm. Seluruh umbi dapat ditanam. Bila ditanam terlalu dekat, tanaman terlalu berdesakan, mengakibatkan penampilan jelek. Lebih baik menanam ganyol pada musim hujan, bila tidak, harus diairi. Ganyong ditanam pada bedengan yang telah diolah seluruhnya dan dicampur dengan pupuk dan kompos yang cukup. Pada tanah liat dianjurkan menggunakan jarak tanam 90 x 90 cm, dengan jarak barisan 90 cm begitu juga jarak antara barisannya.

Jika yang tersedia adalah lahan yang masih banyak ditumbuhi oleh rerumputan atau alang-alang, maka sebaiknya digunakan jarak tanam yang lebih lebar lagi yaitu 135 cm x 180 cm, sedang untuk tanah liat berat di gunakan jarak tanam 120 cm x 120 cm. Di tanah-tanah pegunungan yang biasanya tanah miring dan sudah dikerjakan menjadi teras-teras, ini sangat menguntungkan, karena selain hasil lahan akan bertambah juga dapat memperkuat teras-teras tersebut.

Jarak tanam yang digunakan dalam hal ini adalah 50 cm urut sepanjang tepi teras. Pemeliharaan tanaman ganyong yang sangat penting adalah sebagai berikut : (a) Penyiangan; Kebersihan bedengan atau areal tanaman dari gangguan gulma perlu sekali diperhatikan, terutama pada masa awal pertumbuhannya. Apabila banyak gulma yang tumbuh, tentu saja sejumlah unsur-unsur hara tersebut digunakan oleh gulma, sehingga pertumbuhan ganyong yang masih muda ini merana, (b) Pembumbunan; Pembumbunann adalah suatu usaha untuk menggemburkan tanah.

Tanah yang gembur akan membuat umbi yang terbentuk dapat berkembang dengan leluasa. Pembumbunan dapat dimulai pada saat ganyong berumur 2 - 2,5 bulan, (c).

Penyiraman; Karena pada masa ini bibit yang mulai bertunas banyak sekali memerlukan air, udara dan unsur-unsur hara serta sinar matahari yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya terutama untuk memperbanyak akar, (d). Pemupukan; Karena ganyong menyenangi tanah yang gembur, maka pupuk yang sangat diperlukan adalah pupuk kandang atau kompos.

Pupuk ini bila perlu dapat diberikan bersamaan dengan pembumbunan. (e) Penyakit dan Hama; Secara umum ganyong adalah tanaman keras dengan sedikit penyakit dan hama.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Fusarium, Puccinia, dan Rhizoctonia Sp adalah kemungkinan penyakit jamurnya. Kumbang dan belalang dapat memakan daun, dan cacing menyerang umbinya. Pemanenan umbi ganyong dapat dilakukan 4-8 bulan setelah tanam, dicabut atau digali. Ciri umbi matang adalah apabila potongan segitiga bagian terluar daun umbi berubah menjadi ungu.

Panen setelah 8 bulan dapat memberikan hasil yang lebih tinggi, karena umbi ganyol telah mengembang secara maksimum. Hasil umbi bervariasi dari 23 ton per hektar pada 4 bulan menjadi 45-50 ton per hektar pada 8 bulan, atau 85 ton per hektar setelah setahun.

Tepung yang dihasilkan adalah 4-10 ton per hektar. Penanganan Setelah Panen; Umbi segar yang baru dipanen harus ditangani secara hati-hati.

Bila akan dikonsumsi, harus dilakukan segera setelah panen. Bila dibiarkan lebih dari 10 bulan umbi ganyol akan menjadi keras, kurang dapat dikonsumsidan tepung yang dihasilkannya sangat rendah.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Umbi yang sudah bersih dapat disimpan beberapa minggu pada kondisi sejuk dan kering. Untuk produksi tepung komersial, umbi diproses segera setelah panen. Untuk memperoleh patinya, umbi diparut, ditambahkan air, dan bubur patinya disaring, dipisahkan melalui pengendapan dan selanjutnya dikeringkan (Anonim, 2016).

Mari kita lestarikan Sumber Daya Genetik (SDG) yang ada di sekitar kita demi anak cucu kita. Dikutip dari berbagai sumber Penyusun: Religius Heryanto (Penyuluh BPTP Baitbangtan Sulbar)
ISPEIDATA.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) tak hanya menggenjot produksi pangan utama, tapi juga pangan alternatif yakni ganyong sebagai pengganti beras dan tepung terigu sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani dan nasional.

Upaya ini pun menggandeng perguruan tinggi dan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Tentang hal ini, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Guru Besar Selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University, Satriyas Ilyas, menilai untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat, diperlukan upaya untuk memanfaatkan sumber pangan lain selain beras.

Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan pangan adalah mengoptimalkan potensi kekayaan pangan lokal Indonesia yang melimpah, misalnya ganyong yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Rimpang ganyong dapat menjadi salah satu alternatif dalam memenuhi bahan pangan masyarakat. Ganyong itu tepung patinya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti tepung terigu atau kentang, untuk pembuatan kue, bihun, mie ganyong, produk makanan lain, dan sebagainya,” demikian ujar Satriyas dalam webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani, yang merupakan Kerjasama Ditjen Tanaman Pangan dan ISWI, Kamis (28/4).

“Pemanfaatan ganyong sebagai tepung perlu dioptimalkan untuk meningkatkan nilai ekonominya. Dengan perbanyakan tanaman dan benih akan membuka peluang untuk crop improvement,” sambung dia.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Digantara, ITB, Indra Djodikusumo menuturkan cara pembuatan tepung/pati ganyong. Tahapannya adalah penghilangan kulit dan kotoran, pengirisan, perendaman dengan larutan bisulfit 0,3 %, penirisan, pengeringan dengan Infrared Solar Dryer, irisan ganyong kering, penggilingan, dan pengayakan. “Prinsip pengirisan (perajangan) terdiri atas dua gerakan yaitu gerak pemakanan dan gerak pemotongan.

Kemudian untuk pengeringan, bisa menggunakan solar dryer seperti pada tepung yang ukuran dryernya tergantung kebutuhan,” jelas Indra. Praktisi/Pakar Lingkungan Hidup Konsultan IT, ISWI, Nugroho Widhi Santosa mengatakan produk agribisnis berbasis ganyong dapat berupa pangan, tepung, selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman, bahan pembawa obat, kosmetik, dan sebagainya. Di pasar global, perlu adanya standarisasi produk yaitu dengan memelihara kompetensi pelaku agribisnis umbi ganyong agar tetap kompeten.

“Juga perlu membuat standarisasi tepung atau pati yang berkualitas internasional dan menjaga produk budidaya tanaman umbi ganyong yang berkualitas,” katanya. Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan Indonesia memiliki potensi bahan pangan lokal sangat besar yang bisa diolah untuk memenuhi kecukupan gizi pada anak. Kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun memprioritaskan diversifikasi pangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ekspor pangan.

“Sebagian olahan bahan pangan lokal Indonesia bahkan sudah diekspor ke berbagai negara, tetapi tidak dipasarkan di dalam negeri,” ujarnya. Lebih lanjut Suwandi mengatakan Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman.

Dengan potensi bahan pangan yang sangat besar tersebut, masyarakat Indonesia seharusnya sangat mampu untuk melakukan diversifikasi pangan, yaitu tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja, termasuk dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. “Beberapa bahan pangan lokal Indonesia yang memiliki potensi cukup tinggi antara lain ubi kayu atau singkong, ubi jalar, jagung, sorgum, talas, ganyong, gadung, gembili, garut, porang, hanjeli, dan hotong,” tandasnya.

Ganyong ( Canna edulis Kerr) merupakan tanaman herbal yang berasal dari Amerika Selatan. Di Sulawesi Barat “Mamuju dan Mamasa” diberi nama Bombang. Tanaman ini bisa ditanam di lahan darat yang kurang air, baik di dataran rendah maupun tinggi Pangan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi keberlangsungan hidup manusia. Kebutuhan terhadap pangan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka diperlukan peningkatan ketersediaan pangan berkelanjutan yang mampu mencukupi kebutuhan konsumsi penduduk di masa yang akan datang. Namun persentase tingkat pertumbuhan produksi pangan yang berbasis karbohidrat sangat kecil, fluktuatif dan cenderung menurun. Jika laju pertumbuhan penduduk tidak diturunkan sementara laju produksi pangan sangat lamban, maka dalam beberapa tahun yang akan datang Indonesia berpotensi mengalami rawan pangan, (Anonim, 2014).

Salah satu penyebab kerawanan pangan adalah ketergantungan masyarakat pada salah satu pangan pokok saja, yaitu beras. Sekitar 95% penduduk Indonesia menggantungkan dirinya kepada beras sebagai makanan pokok (Nurmala, 2007). Sulawesi Barat memiliki potensi umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat yang dapat dijadikan sebagai pengganti beras, salah satunya adalah tanaman ganyong yang sudah lama dilupakan oleh masyarakat.

Saat melakukan ekspolarasi Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) tanaman ganyong masih banyak ditemukan selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman rumah penduduk namun hanya dijadikan sebagai tanaman hias ataupun dikebun sebagai tumbuhan liar. Di Sulawesi Barat Tanaman Ganyong dikenal dua varietas ganyong, yaitu ganyong merah dan ganyong putih.

Ganyong merah ditandai dengan warna batang, daun dan pelepahnya yang berwarna merah atau ungu, sedang yang warna batang, daun dan pelepahnya hijau dan sisik umbinya kecoklatan disebut dengan ganyong putih. Ganyong merupakan tanaman umbi-umbian yang berpotensi untuk menggantikan peran beras dan tepung terigu dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan pokok. Namun sampai saat ini, potensi tanaman ganyong belum dikembangkan dengan baik serta belum diusahakan secara serius dan intensif, karena kurang populer dibandingkan dengan tanaman berumbi lainnya.

Selain itu kebanyakan petani menganggap ganyong kurang memiliki nilai ekonomis sehingga sedikit petani yang mau membudidayakannya. (Rukmana, 2000).

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Umbi ganyong dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi. Kandungan karbohidrat ganyong cukup tinggi, setara dengan umbi-umbi yang lain, namun lebih rendah daripada singkong, tetapi karbohidrat umbi dan tepung ganyong lebih tinggi bila selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman dengan kentang, begitu juga dengan kandungan mineral kalsium, phosphor dan besi. Dengan demikian ganyong sangat tepat bila digunakan untuk keragaman makanan sebagai pengganti beras.

Berikut adalah kandungan dari umbu ganyong : Setiap 100 gram umbi yang dapat dimakan, berisi kira-kira : air 75 g, protein 1 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 22,6 g, Ca 21 miligram (mg), P 70 mg, Fe 20 mg, vitamin B 0,1 mg, vitamin C 10 mg.

Karbohidrat terdiri dari lebih 90% tepung dan 10% gula (glukosa dan sukrosa). Tepung yang dihasilkan kuning cerah dengan ukuran butir yang besar (125-145 milimikron x 60 milimikron) tidak beraturan.

Tepung ini sangat larut dan mudah dicerna (E. Sukarsa, 2015). Umbi ganyong dapat dikonsumsi hanya dengan cara direbus hingga matang. Biasanya umbi tanaman ini dimakan sebagai cemilan, atau menggantikan makanan pokok karena cukup mengandung karbohidrat dan mengenyangkan. Manfaat lain dari umbi ganyong adalah untuk diambil tepung patinya, dan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kue, bihun, serta produk makanan bayi.

Selain itu beberapa literature mengatakan bahwa tanaman ganyong ini juga bermanfaat sebagai tanaman obat herbal. Deskripsi tanaman ganyong adalah merupakan tanaman berumbi, tahunan, tegak, tanaman herba yang kuat, tinggi mencapai 3,5 m, umbi bercabang horizontal, mencapai panjang 60 cm dengan diameter 10 cm, dengan segmen berdaging membentuk balon, ditutupi oleh daun tipis, dan akar tebal yang berserat.

Tangkai berdaging, timbul dari umbi, biasanya tingginya 1-1,5 m, sering keungu-unguan. Daunnya teratur secara spiral dengan kuncup besar yang terbuka, kadang-kadang petiolanya pendek, daun sempit dari rata menuju elips, tulang daun nyata, bagian bawah agak keunguan.

Bunganya berwarna merah kekuningan, buah berbentuk kapsul yang solid seperti telur.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Bijinya banyak, bulat, diameter 0,5 cm, licin dan keras, kehitaman sampai coklat. Teknik Budidaya yaitu dapat dibiakkan selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman cara vegetatif melalui pemotongan umbi berukuran sedang dengan mata tunas 1-2. Pemotongan umbi lebih disukai untuk menjaga kemurnian genetik klon dibandingkan dengan menggunakan biji. Umbi yang digunakan adalah umbi yang masih muda bukan yang bagian coklat tua. terpisah pada jarak 50 cm, kedalaman 15 cm. Seluruh umbi dapat ditanam.

Bila ditanam terlalu dekat, tanaman terlalu berdesakan, mengakibatkan penampilan jelek. Lebih baik menanam ganyong pada musim hujan, bila tidak, harus diairi.

Ganyong ditanam pada bedengan yang telah diolah seluruhnya dan dicampur dengan pupuk dan kompos yang cukup. Pada tanah liat dianjurkan menggunakan jarak tanam 90 x 90 cm, dengan jarak barisan 90 cm begitu juga jarak antara barisannya.

Jika yang tersedia adalah lahan yang masih banyak ditumbuhi oleh rerumputan atau alang-alang, maka sebaiknya digunakan jarak tanam yang lebih lebar lagi yaitu 135 cm x 180 cm, sedang untuk tanah liat berat di gunakan jarak tanam 120 cm x 120 cm.

Di tanah-tanah pegunungan yang biasanya tanah miring dan sudah dikerjakan menjadi teras-teras, ini sangat menguntungkan, karena selain hasil lahan akan bertambah juga dapat memperkuat teras-teras tersebut. Jarak tanam yang digunakan dalam hal ini adalah 50 cm urut sepanjang tepi teras. Pemeliharaan tanaman ganyong yang sangat penting adalah sebagai berikut : (a) Penyiangan; Kebersihan bedengan atau areal tanaman dari gangguan gulma perlu sekali diperhatikan, terutama pada masa awal pertumbuhannya.

Apabila banyak gulma yang tumbuh, tentu saja sejumlah unsur-unsur hara tersebut digunakan oleh gulma, sehingga pertumbuhan ganyong yang masih muda ini merana. (b) Pembumbunan; Pembumbunann adalah suatu usaha untuk menggemburkan tanah. Tanah yang gembur akan membuat umbi yang terbentuk dapat berkembang dengan leluasa. Pembumbunan dapat dimulai pada saat ganyong berumur 2 - 2,5 bulan.

(c) Penyiraman; Karena pada masa ini bibit yang mulai bertunas banyak sekali memerlukan air, udara dan unsur-unsur hara serta sinar matahari yang cukup untuk menunjang pertumbuhannya terutama untuk memperbanyak akar.

(d) Pemupukan; Karena ganyong menyenangi tanah yang gembur, maka pupuk yang sangat diperlukan adalah pupuk kandang atau kompos. Pupuk ini bila perlu dapat diberikan bersamaan dengan pembumbunan. (e) Penyakit dan Hama; Secara umum ganyong adalah tanaman keras dengan sedikit penyakit dan hama. Fusarium, Puccinia, dan Rhizoctonia Sp adalah kemungkinan penyakit jamurnya. Kumbang dan belalang dapat memakan daun, dan cacing menyerang umbinya.

Pemanenan Umbi ganyong dapat dilakukan 4-8 bulan setelah tanam, dicabut atau selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman. Ciri umbi matang adalah apabila potongan segitiga bagian terluar daun umbi berubah menjadi ungu.

Panen setelah 8 bulan dapat memberikan hasil yang lebih tinggi, karena umbi ganyong telah mengembang secara maksimum. Hasil umbi bervariasi dari 23 ton per hektar pada 4 bulan menjadi 45-50 ton per hektar pada 8 bulan, atau 85 ton per hektar setelah setahun.

Tepung yang dihasilkan adalah 4-10 ton per hektar.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Penanganan Setelah Panen; Umbi segar yang baru dipanen harus ditangani secara hati-hati. Bila akan dikonsumsi, harus dilakukan segera setelah panen. Bila dibiarkan lebih dari 10 bulan umbi ganyong akan menjadi keras, kurang dapat dikonsumsidan tepung yang dihasilkannya sangat rendah.

Umbi yang sudah bersih dapat disimpan beberapa minggu pada kondisi sejuk dan kering. Untuk produksi tepung komersial, umbi diproses segera setelah panen. Untuk memperoleh patinya, umbi diparut, ditambahkan air, dan bubur patinya disaring, dipisahkan melalui pengendapan dan selanjutnya dikeringkan (Anonim, 2016).

Mari kita lestarikan Sumber Daya Genetik (SDG) yang ada di sekitar kita demi anak cucu kita. Penulis: Religius Heryanto, S.ST • Prev • Next
• Hasil Riset • Teknologi Inovatif • Varietas • Selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman & Mesin Pertanian • Paket Teknologi • Produk • --- • Komoditas Pangan • Komoditas Hortikultura • Komoditas Perkebunan • Komoditas Peternakan • Publikasi • Info Aktual • Info Teknologi • Buku • Warta / Jurnal • Buletin • Artikel • Regulasi • --- • Statistik Balitbangtan • Suplement Sinar Tani • Info Litbangtan • Panduan Umum • Juknis • Lain-Lain • Kerja Sama • Kerja Sama Dalam Negeri • Kerja Sama Luar Selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman • Organisasi Internasional • Kerja Sama Penelitian • Panduan Kerja Sama • --- • Mitra • Daftar Kontak • Layanan • Laboratorium • Kebun Percobaan • Perpustakaan • Bengkel Alsin • Uji Mekanisasi • --- • e-Katalog • LPSE Kementan • Profil • Sejarah • Pimpinan Kami • Kebijakan Strategis • Satuan Kerja • KIP • Unit Layanan Publik • Laporan Kinerja (LAKIN) • Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) • Laporan Tahunan • Laporan Keuangan • RKA-K/L • Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) • RKT • Informasi Publik Tersedia Serta Merta • Hubungi Kami • infolitbang@pertanian.go.id • (021) 780 6202 • (021) 780 0644 “Masih belum makan kalau bukan dengan nasi”.

Opini ini masih melekat kuat di kepala sebagian besar rakyat Indonesia. Ketergantungan konsumsi beras saat ini sudah sangat tinggi, padahal terdapat berbagai jenis pangan alternatif pengganti beras yang dapat memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia. Ganyong ( Canna edulis syn Canna discolor) merupakan salah satu tanaman aneka umbi yang tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia dan memiliki banyak manfaat seperti selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman ulkus (sebagai antiulcer), panas dalam, dan radang saluran kencing.

Dari segi nutrisi selain karbohidrat, ganyong juga mengandung kalsium dan fosfor yang tinggi. Ubinya sangat baik untuk makanan bayi, terutama bagi pertumbuhan tulang dan gigi anak-anak. Protein ganyong juga bebas gluten, salah satu substansi allergen yang banyak dijumpai pada gandum, sehingga cocok sebagai alternatif pengganti terigu dalam diet penderita autis dan alergi. Ganyong memiliki struktur pati pendek sehingga sangat baik untuk penderita diabetes dan penderita maag karena mudah dicerna.

Produk olahan ganyong berupa soun mentah mengandung karbohidrat hingga 85,12%, lebih tinggi dibanding dengan kandungan karbohidrat beras setengah giling (78,3%), bihun (82%), mi kering, dan roti putih (50%). Adaptasi ganyong sangat luas, dapat tumbuh pada daerah ekstrim panas dan dingin.

Ganyong tumbuh baik pada ketinggian 1.000–2.500 m dpl, tanah gembur dan ternaungi namun pada prakteknya tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk lahan marjinal dan toleran cahaya dengan adaptasi yang luas.

Terdapat dua jenis ganyong di Indonesia, yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Hingga tahun 2014 Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) telah mengoleksi dan merejuvenasi 63 nomor aksesi ganyong. Koleksi terbanyak berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sebagian koleksi lainnya berasal dari Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku. Data menunjukkan bahwa pemanfaatan ganyong di Indonesia lebih banyak di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, sementara di daerah lain masih kurang. Agar ganyong makin dikenal, berbagai produk olahannya perlu dipromosikan kepada masyarakat luas. Sejalan dengan program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), konsep lumbung pangan keluarga di lahan pekarangan dengan memanfaatkan ganyong tidak hanya unggul secara estetika, namun juga mendukung ketahanan pangan dan nutrisi keluarga.

Informasi lebih lanjut : Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Artikel terkait: Diversifikasi Olahan Bahan Pangan Lokal Berbasis Ubi Kelapa, Ganyong dan Sukun Lampiran • Warta Plasma Nutfah No.26 th.2014 hal.5-6: Warta_Plasma_Nutfah_No26_t.pdf (359,8 KB) Info Aktual Terbaru • Program Integrasi Korporasi Pertanian disepakati Peroleh Pendanaan Bank Dunia • Hari Kartini, Balitbangtan Gelar Talkshow Dorong Peran Wanita di Pertanian • Indonesia Dorong Pemanfaatan ASEAN ARDIS Pada Pertemuan ke-16 ATWGARD • Mentan SYL ke Pegawai Balitbangtan: Jadikan Tugasmu Bagian Ibadahmu!

• Jelang Idul Fitri, Pejabat Kementan Pantau Ketersediaan 12 Bahan Pokok Utama
1. Bihun Bihun mulai sejak dari bahasa Cina yang artinya tepung beras ( bie = beras, hun = abu).

Mi yakni dagangan makanan nan tergolong basic food ataupun taruk komoditi yakni tipe produk perut sebagai target baku yang harus tergarap lebih lagi dahulu untuk menjadi kas dapur nan siap saji. Barang ini biasa disebut industrial product atau bisnis to bisnis product, artinya peminta biasanya dari para pedagang yang akan mematangkan produk ini menjadi bahan nan siap kerjakan dikonsumsi.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Bahan baku pembuatan bihun adalah beras dan tepung dengan prosentase komposisi bahan 95% : 5% (Rohmat. 2011). Meskipun bihun yang diproduksi mempunyai bermacam-spesies diversifikasi, semata-mata target baku dan proses produksinya sama, yang membedakan adalah terik bihun tiap ball dan kemasannya saja.

Terletak komoditas olahan beras tidak yang mempunyai susuk dekat sebagai halnya laksa yaitu sohun. Namun, perbedaanya ada puas bahan bawah pembuatnya. Bihun menggunakan amilosa ibarat bahan radiks dan intern pembuatanya dikukus dan direbus, sementara itu sohun terbuat berpangkal bahan dasar amilopektin dan dalam pembuatannya harus direbus (Yulianti, 2002).

1.1 Mangsa Baku Kwetiau Incaran sahih bihun terdiri atas korban baku utamanya adalah beras alias makin tepatnya tepung beras. Varietas beras yang baik untuk digunakan adalah jenis beras pra misalnya beras PB (5, 36, 42), IR (26, 36), Semeru, Asahan, beras Bima, beras Guyur, dan beras Hongkong.

Beras pra akan menghasilkan bihun nan tidak lengket bila dimasak, juga memperingan kerja mesin penggiling dan pencetak bihun, sedangkan penggunaan beras pulen akan menghasilkan mihun yang lembek dan lengket. Alamat baku tambahan nan digunakan adalah natrium disulfit, air tawas, dan air kau-sui (cak bagi membuat bihun instan) (Anonymous, 2011).

1.2 Karateristik Pati Beras Sari beras merupakan komponen utama puas beras. Pati beras terletak puas adegan endosperm, merupakan 90-93 % dari musykil tandus beras. Esensi beras bisa digunakan perumpamaan pengental pada proses produksi capak dan desserts. Disamping itu, sebagaimana pati selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman maka pati beras dapat dihidrolisa lebih lanjut menjadi sirup manis.

Karakteristik pati beras dalam mengikat air; telah dimanfaatkan untuk ingridien unggul kerjakan dagangan daging unggas. Produk konsentrat beras yang dikembangkan maka itu A&B Ingredients, Inc. New Jersey, AS (www.abinqredients.com) yang disebut RemylineAX-DR ini mampu memberikan tekstur produk daging unggas yang lebih segar (juicy) dan memberikan rendemen 10% bertambah tinggi. Keunggulan ini disebabkan karena karakteristik distingtif bibit beras. Sari beras punya ukuran granula pati yang kecil (2-8 mikron); jauh makin boncel daripada ukuran granula konsentrat jagung (15-25 mikron), tapioca (20-35 mikron), dan kentang (15-100 mikron).

Format granula yang makin kecil ini memungkinkan pati beras untuk berpenetrasi timbrung ke kerumahtanggaan pupuk-serat daging, mengikat dan membantut air; sehingga mampu mempertahankan kesegaran dan sewaktu meningkatkan rendemen.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

2. Sohun Sohun merupakan suatu produk objek makanan gersang nan dibuat berusul pati dengan tulang beragangan khas (SNI 01-3723-1995). Bervariasi macam pati sebagai mangsa resmi sohun dapat berasal dari pongkol-umbian, kacang hijau, jagung, ubi jalar (sweet potato), sagu, aren, midro ataupun jambe mekah ( canna eduliker) dan tapioka.

Di Indonesia biasanya sohun dibuat bersumber bulan-bulanan asal pati sagu atau aren dan midro andai campuran. Di negara bukan seperti di Cina alamat bakunya adalah mung bean atau sari kacang plonco ataupun di Korea dengan target selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman sweet potato. 2.1 Karateristik Ekstrak Sagu Sagu ( Metroxylon sagu Rottb) merupakan riuk satu barang pokok kayu wana yang dipergunakan sebagai perigi karbohidrat yang cukup potensial di Indonesia.

Komoditas hutan yang dari terbit olahan sari sagu adalah sohun. Pati sagu merupakan hasil ekstraksi empulur pokok kayu sagu ( Metroxylon sp) yang sudah tua (berumur 8-16) tahun. Komponen terbesar yang terkandung dalam sagu adalah ekstrak.

Bibit sagu tersusun atas dua fraksi penting yaitu amilosa yang ialah fraksi linier dan amilopektin nan adalah fraksi cagak. Kandungan amilopektin pati sagu ialah 73%± 3. Pati sagu mempunyai karakteristik yaitu mempunyai matra granula rata-rata 30, predestinasi amilosa 27%± 3, suhu gelatinisasi ekstrak 700C, entalpy gelatinisasi 15-17 J/g, dan termasuk spesies C pada pola X-ray diffraction (Widjanarko, 2008).

Waktu (menit) Suhu ( oC) Waktu (menit) Puncak 50 oC Pencong 67,50 25,00 73,50 29,00 520 480 -40 Sumber : Richana dkk (2000) dalam Widjanarko (2008) Bersendikan eksplorasi Rahim dkk (2009), ratio suspensi bibit sagu intern air erotis selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman waktu pemasakan yang menghasilkan sohun instan terbaik ditemukan pada ratio 1 : 0,75 (v/v) dan musim pemasakan 4 menit.

Aturan fisikokimia sohun instan nan dihasilkan lega kondisi terbaik adalah takdir air 10,95 %, kecepatan pemasakan 3,29 menit dan cooking loss 2,13 %. Sifat organoleptik sohun instan dengan waktu pemasakan 4 menit lebih baik dibandingkan dengan 6 dan 8 menit. 3. Mie Tepung terigu merupakan objek pangkal pembuatan mie. Tepung terigu diperoleh dari biji garai (Triticum vulgare) yang digiling.

Tepung terigu berfungsi takhlik struktur mie, sumber zat putih telur dan karbohidrat. Kandungan protein terdahulu tepung terigu yang bermain intern pembuatan mie merupakan gluten. Gluten dibentuk dari gliadin (prolamin kerumahtanggaan gandum) dan glutenin. Zat putih telur dalam duli terigu bikin pembuatan mie harus dalam jumlah nan memadai tataran supaya mie menjadi fleksibel dan resistan terhadap penarikan sewaktu proses produksinya. Secara garis besar jenis-jenis mi dapat dibedakan menjadi mi mentah ( fresh / raw noodle), mi basah ( wet noodle), mi kering ( dry noodle) dan kwetiau instan ( instant noodle).

Pengolahan ke tiga jenis pertama (laksa yunior, basah, dan kering) mudah dan dapat diproduksi n domestik skala flat tataran karena tak memerlukan peralatan yang canggih. Bihun mentah dan misoa basah banyak digunakan untuk pencampur bakso atau bikin membuat masakan misoa yang dijual di restauran.

Kedua spesies kwetiau ini mudah tembelang karena kadar airnya tinggi dan hanya dapat disimpan sekitar 1-2 perian atau sekitar 3-4 musim kalau disimpan intern kulkas. Bihun tandus diperoleh dengan cara mengguling-gulingkan mi plonco dan dapat disimpan kian lama, saja mudah patah-putus (hancur) karena sifatnya rapuh.

Oleh karena itu mi gersang harus ditangani dengan pilih-pilih, terutama dalam pengemasan dan pemasarannya. Mi instan umumnya diproduksi pabrik samudra karena memerlukan peralatan nan usil buat membentuk gelombang-gelombang listrik tali mi, pemasakan dengan uap, bajan dan pengeringan dalam masa yang singkat.

Contoh mi instant antara tidak : Indomi, Supermi, Popmi dan sebagainya. 3.1 Karateristik Pati Gandum Pati gandum ialah zat tepung yang diperoleh dari biji cante, yang digelatin pada suhu pemanasan nan kurang ketika memberntuk tapal matang yang lembut dan bertekstur halus. akhirnya akan menghasilkan gel nan kepala dingin, renik dan bercelup ceria tetek.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Penggunaan utama dari pati sorgum merupakan untuk keperluan berikut : • Digunakan dalam pengolahan kulit gorengan debu dan dim sum. • Campuran roti dan kue. • Pengental saus, kuah dan puding. • Memproduksi perekat dan lem. Mengenai kebiasaan fisikimia tepung gandum adalah sebagai berikut : · Rancangan butir elips. · Ukuran granula 2-35 µm. · Rasio amilosa 25% dan amilopektin 75%. · Kristalinitas 36%.

· Guru gelatinisasi 53-65 udara murniC DAFTAR PUSTAKA Anonymous b. 2011. Industri Sohun. Bank Indonesia. Diakses terlepas 27 Mei 2011 Anonymous c. 2011. Rajah Keberagaman-Jenis Bibit. www.chestofbooks.com. Diakses sungkap 27 Mei 2011 Iptek Net. 2011. Teknologi Pembuatan Mie Skala Industri Flat Tahapan.

Rahim, Abdul dkk. Sifat Fisikokimia dan Sensoris Sohun Instan dari Pati Sagu. J. Agroland 16 (2) : 124-129, Juni 2009.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Rohmat, Bahtiar. 2011. Perencanaan Pengadaan Target Baku Bihun bakal Meminimasi total Biaya persedian di PT. Tiga Pilar sejahtera. Yulianti, 2002. Analisi Strategi Pemasaran Produk Laksa Kering Rose Brand. Bogor : Fakultas Pertanian IPB.

Selain Beras Pembuatan Bihun Juga Memanfaatkan Tanaman Source: http://kreasiumbiku.blogspot.com/2011/08/v-behaviorurldefaultvml-o.html Terbaru • Cara Buat Pakan Ternak Dari Batang Pisang • Cara Mengetahui Orang Yang Melihat Twitter Kita Selain Tweepsect • Cara Membuat Akun Trap Di Lord Mobile • Pengembagan Wilayah Agribisnis Peternakan Ayam Potong • Taplak Meja Dari Kain Perca Tanpa Mesin Jahit • Syarat Materi Penelitian Ternak Sapi Potong • Download Video Cara Membuat Bros Dari Kain Perca • Bakteri Mempertahankan Diri Pada Lingkungan Buruk Dengan Cara • Pdf Peternakan Sapi Perah Di Indonesia Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • UncategorizedBacaan Lainnya • Cara Tanam Tomat Di Pot • Jual Bibit Cabe Siap Tanam • Siapakah Yang Menerapkan Sistem Tanam Paksa Sistem Tanam Paksa Cultuurstelsel merupakan peraturan yang dikeluarkan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 yang mengharuskan setiap desa menyisihkan 20 tanahnya untuk ditanami komoditi yang laku dipasar ekspor khususnya tebu tarum nila dan kopi.

Sebutkan penyelewengan yang terjadi terkait pelaksanaan tanam paksa. Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa Monday April 1 2019 sebutkan penyelewengan yang terjadi terkait pelaksanaan tanam paksa Edit Koleksi admin mengenai Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa.

3 Rakyat yang tidak punya tanah garapan ternyata bekerja di pabrik atau perkebunan lebih dari 66 hari atau 15 tahun. Sistem tanam paksa diberlakukan pada masa itu karena didasari sebuah upaya menghidupkan kembali gerakan ekploitasi yang sudah berlaku sebelumnya yaitu pada. Melalui rekomendasi Johannes Van de Bosch seorang ahli keuangan Belanda ditetapkanlah dan Sistem Tanam Paksa atau Cultur Stelesel tahun 1830.

Demikian pula yang terjadi di daerah-daerah lain penyakit busung lapar hongerudeem merajalela. 2 Tanah yang ditanami tanaman wajib tetap ditarik pajak. Berdasarkan buku Sejarah Indonesia Modern. Baron van Hoevell adalah mantan pendeta yang menyaksikan sendiri penderitaan rakyat akibat tanam paksa. Tanam Paksa Pengertian Tujuan Latar Belakang Van den Bosch DosenPendidikanCom Tanam Paksa Cultuurstelsel ialah suatu sistem yang selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman dan bermanfaat bagi belanda.

Menimbulkan banyak penyelewengan salah satunya daricultuur procenten. Penerimaan pendapatan melebihi anggaran belanja. Berikut adalah isi dari aturan tanam paksa. Hasil tanaman ini nantinya harus dijual kepada pemerintah belanda dengan harga yang telah ditetapkan.

Dalam bukunya Multatuli mengemukakan keadaan pemerintahan kolonial yang zalim dan korup di Jawa. Pengertian Tanam Paksa Sejarah dan Tujuannya Terlengkap Sebelum negara indonesia seperti. Petani tidak mendapatkan kelebihan hasil produksi 4. Sebuah sistem yang disebut tanam paksa ini pernah dialami oleh rakyat Indonesia pada tahun 1830. Lahan pertanian yang digunakan untuk tanam paksa 2. Sistem tanam paksa adalah sebuah aturan yang diperintahkan oleh gubernur van den bosch yang mewajibkan agar setiap desa menyisihkan tanahnya untuk ditanami tanaman ekspor.

Tuntutan kepada setiap rakyat Pribumi agar menyediakan tanah pertanian untuk cultuurstelsel tidak melebihi 20 atau seperlima bagian dari tanahnya untuk ditanami jenis tanaman perdagangan. Berkembangnya reaksi keras di Belanda terhadap pelaksanaan sistem tersebut hingga keluarnya UU Agraria Tahun 1870.

Pengertian Tanam Paksa Sejarah dan Tujuannya Terlengkap Sebelum negara indonesia seperti sekarang ini banyak kejadian pahit yang harus di alami oleh para pendahulu kita semua di zaman penjajahan yang di lakukan oleh bangsa asing.

Terjadinya penyelewengan aturan-aturan tanam paksa yang pada akhirnya sangat menyengsarakan penduduk. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyelewengan dalam pelaksanaan tanam paksa para pejabat berusaha semaksimal mungkin agar setoran kepada pemerintah kolonial Belanda semakin besar.

Tanam paksa atau cultuur stelsel adalah peraturan yang dikeluarkan oleh gubernur van den bosch yang mewajibkan setiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya 20 untuk ditanami tanaman komoditi ekspor.

Kas belanda yang semula kosong dapat dipenuhi. Tanam Paksa atau dalam bahasa Belanda dikenal dengan Cultuurstelsel secara harfiah berarti Sistem Kultivasi Cultivation System merupakan gagasan dari Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada masa penjajahan Belanda di IndonesiaKeputusan yang menimbulkan dampak tanam paksa di Indonesia pada tahun 1830 disebabkan oleh situasi keuangan yang mendesak di negara Belanda.

Pencetus sistem tanam paksa adalah Johannes Van de Bosch. Tanam paksa merupakan peraturan mempekerjakan seseorang dengan paksa yang sangat merugikan pekerja dan tampa diberi gaji dan tampa istirahat. Pembebasan tanah yang disediakan untuk cultuurstelsel dari pajak karena hasil tanamannya dianggap sebagai pembayaran pajak.

Pelaksanaan aturan tanam paksa sudah dimulai pada tahun 1830 dan mencapai puncak perkembangannya hingga tahun 1850 yaitu ditandai dengan hasil tanam paksa mampu mencapai jumlah tertinggi. Hal ini telah medorong terjadinya tindak korupsi dari para pegawai dan pejabat yang terkait dengan pelaksanaan tanam paksa. Sebutkan penyelewengan yang terjadi terkait pelaksanaan tanam paksa Pengertian Tanam Paksa Sejarah dan Tujuannya Terlengkap By admin Posted on 1 December 2019.

Buku itu menjadi senjta bagi kaum liberal untuk melancarkan protes atas pelaksanaan tanam paksa. Berikut ini penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam sistem tanam paksa. Belanda tidak mengalami kesulitan keuangan lagi dan mampu melunasi utang-utang Indonesia. Waktu kerja paksa petani melebihi ketentua 3. 2 Baron van Hoevell. Dampak tanam paksa bagi belanda. Pelaksanaan Aturan Tanam Paksa.

Petani harus mengganti sendiri kerusakan tanaman di perkebunan Pendahuluan. Timbulnya berbagai penyakit akibat kelapran yang berkelanjutan. Penyelewengan Dalam Pelaksanaan Tanam Paksa Yang Tidak Sesuai dengan Ketentuan.

Dampak Tanam Paksa bagi Rakyat Indonesia. Adapun dampak lain dari pelaksanaan tanam paksa ini baik dampak tanam paksa bagi belanda maupun Indonesia yaitu. Sebutkan penyelewengan yang terjadi terkait pelaksanaan Tanam Paksa.

Tanah petani yang ditanami komoditas ekspor selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman dari 15 atau seperlima bagian. Tanaman yang Ditanam Pada Sistem Tanam Paksa. Tanaman yang wajib ditanam khususnya kopi tebu dan indigo bahan pewarna. Jika menengok kembali pada masa penjajahan Belanda di Indonesia maka kita tidak akan asing dengan istilah tanam paksa atau cultuurstelsel.

Pelaksanaan tanam paksa tidak sesuai dengan peraturan tertulis. Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa Senin 01 April 2019 sebutkan penyelewengan yang terjadi terkait pelaksanaan tanam paksa Edit Berikut detail informasi tentang Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa. 1200-2004 2005 karya MC Ricklefs penyimpangan sistem tanam paksa yang terjadi di antaranya.

Homepage sebutkan penyelewengan yang terjadi terkait pelaksanaan tanam paksa. Mengenang Sejarah Kelam Tanam Paksa Pahamify Teman Persiapan Utbk Ulasan Lengkap Kewenangan Pemerintah Untuk Melakukan Diskresi Keuangan Kerja Rodi Dan Romusha Kerja Paksa Zaman Penjajahan Halaman All Kompas Com Mengapa Terjadi Penyimpangan Aturan Dalam Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa Di Indonesia Brainly Co Id Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa Selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman Co Id Soal Uas Sejarah Indonesia Kolonialisme Pemerintah Belanda Halaman All Kompas Com Jelaskan Penyimpangan Dari Tanam Paksa Yang Mengakibatkan Kesengsaraan Bangsa Indonesia Brainly Co Id Sebutkan 5 Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa Brainly Co Id Swastanisasi Gula Meliberalkan Jawa Tirto Id 1 Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa2 Bagaimana Kondisi Brainly Co Id Mimpi Johannes Van Den Bosch Lewat Tanam Paksa Yang Berantakan Tirto Id Tujuan Tanam Paksa Pengertian Dan Sejarah Diberlakukannya Merdeka Com Beberapa Penyelewengan Kolonial Belanda Pada Sistem Tanam Paksa Kita Punya Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa Brainly Co Id Jujur Adalah Kunci Sukses Semangat Inspirasi Juara Jadikan Kekuatan Perasaan Saling Memiliki Brainly Co Id Sebutkan Penyelewengan Yang Terjadi Terkait Pelaksanaan Tanam Paksa Sebutkan Itu 5 Penyimpangan Sistem Tanam Paksa Berpendidikan Com Arsip • Mei 2022 • April 2022 • Maret 2022 • Februari 2022 • Januari 2022 • Desember 2021 • November 2021 • Oktober 2021 • September 2021 • April 2021 • Maret 2021 • Februari 2021 • Januari 2021 • Desember 2020 • November 2020 • Oktober 2020 • September 2020 • Agustus 2020 • Juli 2020 • Juni 2020 • Mei 2020 • April 2020 • Maret 2020 • Februari 2020 • Januari 2020 • Desember 2019 • November 2019 • Oktober 2019 • September 2019 • Agustus 2019 • Juli 2019 • Juni 2019 • Mei 2019 • April 2019 • Maret 2019 • Februari 2019 • Januari 2019 • Desember 2018 • November 2018 • Oktober 2018 • September 2018 • Agustus 2018 • Juli 2018 • Juni 2018 • Mei 2018 • April 2018 • Maret 2018 • Februari 2018 • Januari 2018 • Desember 2017 • November 2017 • Oktober 2017
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • Indonesia Berdaya • Cek Viral • News Story • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • Kajian Alquran • Doa • hadist • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • PON 2021 • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Ototek • Republikopi • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • meme • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • podcast • Berita • Stokshot • Bincang • ROLExplore • Ototekno • Republikustik • info37 • iMPRESI • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Kementerian Pertanian (Kementan) tak hanya menggenjot produksi pangan utama, tapi juga pangan alternatif yakni ganyong sebagai pengganti beras dan tepung terigu sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani dan nasional.

Upaya ini pun menggandeng perguruan tinggi dan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Untuk menambah ketersediaan pangan dengan meningkatkan potensi kekayaan pangan lokal REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Pertanian (Kementan) tak hanya menggenjot produksi pangan utama, tapi juga pangan alternatif yakni ganyong sebagai pengganti beras dan tepung terigu sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani dan nasional. Upaya ini pun menggandeng perguruan tinggi dan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI).

Tentang hal ini, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University, Satriyas Ilyas, menilai untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat, diperlukan upaya untuk memanfaatkan sumber pangan lain selain beras. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan pangan adalah mengoptimalkan potensi kekayaan pangan lokal Indonesia yang melimpah, misalnya ganyong yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga • Kadin Jatim Gandeng Kementan Cetak Wirausahawan Pertanian • Telkom Kolaborasi dengan Kementan Digitalisasikan SDM Pertanian di Cianjur • Kementan-Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Pangan Murah "Rimpang ganyong dapat menjadi salah satu alternatif dalam memenuhi bahan pangan masyarakat. Ganyong itu tepung patinya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti tepung terigu atau kentang, untuk pembuatan kue, bihun, mie ganyong, produk makanan lain, dan sebagainya," demikian ujar Satriyas dalam webinar Bimbingan Teknis dan Selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman (BTS) Propaktani, yang merupakan Kerjasama Ditjen Tanaman Pangan dan ISWI, Kamis (28/4).

"Pemanfaatan ganyong sebagai tepung perlu dioptimalkan untuk meningkatkan nilai ekonominya. Dengan perbanyakan tanaman dan benih akan membuka peluang untuk crop improvement," sambung dia. Senada dengan hal tersebut, Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Digantara, ITB, Indra Djodikusumo menuturkan cara pembuatan tepung/pati ganyong. Tahapannya adalah penghilangan kulit dan kotoran, pengirisan, perendaman dengan larutan bisulfit 0,3 persen, penirisan, pengeringan dengan Infrared Solar Dryer, irisan ganyong kering, penggilingan, dan pengayakan.

“Prinsip pengirisan (perajangan) terdiri atas dua gerakan yaitu gerak pemakanan dan gerak pemotongan. Kemudian untuk pengeringan, bisa menggunakan solar dryer seperti pada tepung yang ukuran dryernya tergantung kebutuhan," jelas Indra. Praktisi/Pakar Lingkungan Hidup Konsultan IT, ISWI, Nugroho Widhi Santosa mengatakan produk agribisnis berbasis ganyong dapat berupa pangan, tepung, pati, bahan pembawa obat, kosmetik, dan sebagainya.

Di pasar global, perlu adanya standarisasi produk yaitu dengan memelihara kompetensi pelaku agribisnis umbi ganyong agar tetap kompeten.

"Juga perlu membuat standarisasi tepung atau pati yang berkualitas internasional dan menjaga produk budidaya tanaman umbi ganyong yang berkualitas," katanya.

selain beras pembuatan bihun juga memanfaatkan tanaman

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan Indonesia memiliki potensi bahan pangan lokal sangat besar yang bisa diolah untuk memenuhi kecukupan gizi pada anak. Kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun memprioritaskan diversifikasi pangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ekspor pangan."Sebagian olahan bahan pangan lokal Indonesia bahkan sudah diekspor ke berbagai negara, tetapi tidak dipasarkan di dalam negeri," ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman. Dengan potensi bahan pangan yang sangat besar tersebut, masyarakat Indonesia seharusnya sangat mampu untuk melakukan diversifikasi pangan, yaitu tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja, termasuk dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

"Beberapa bahan pangan lokal Indonesia yang memiliki potensi cukup tinggi antara lain ubi kayu atau singkong, ubi jalar, jagung, sorgum, talas, ganyong, gadung, gembili, garut, porang, hanjeli, dan hotong," katanya.

SETELAH MENEKUNI TANAMAN INI, ALLHAMDULILLAH! BISA BELI RUMAH DAN MOBIL




2022 www.videocon.com