Capaian pembelajaran

capaian pembelajaran

Hal ini berfungsi untuk memberikan kesempatan mengeksplorasi materi pelajaran lebih mendalam, tidak terburu-buru, dan cukup waktu untuk menguatkan kompetensi, mengingat tahap perkembangan dan kecepatan anak untuk memahami sesuatu belum tentu sama untuk setiap anak.

capaian pembelajaran

Kondisi ini juga memungkinkan seorang anak dengan kondisi berkebutuhan khusus dapat menggunakan CP yang sama dengan anak pada umumnya (anak di sekolah reguler). Capaian Pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan untuk mengembangakan dan menguatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran dengan paradigma baru. Capaian pembelajaran yang digunakan di Sekolah Penggerak merupakan hal utama dalam suatu kurikulum dan kriteria suatu capaian pembelajaran yang baik yang dikembangkan oleh satuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

CP merupakan hasil peleburan capaian pembelajaran inti dan kompetensi dasar. Hasil peleburan ini menjadi satu kesatuan penjabaran kemampuan yang diharapkan dapat dikuasai capaian pembelajaran di akhir pembelajaran. Tidak lagi terpisah antara komponen sikap, pengetahuan dan keterampilan. CP akan menjadi acuan deskripsi keberhasilan anak dalam mempelajari sesuatu hal. Pengintegrasian tersebut juga disesuaikan dengan tujuan untuk mengembangakan dan menguatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila, yang merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran dengan paradigma baru.

CP dirumuskan dalam bentuk fase-fase yang menyatakan target capaian untuk rentang waktu yang lebih panjang (bukannya per tahun seperti kurikulum terdahulu). Durasi setiap fase dapat berbeda untuk setiap jenjang pendidikan. Penggunaan istilah “fase” dilakukan untuk membedakannya dengan kelas karena peserta didik di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda.

Ini merupakan penerapan capaian pembelajaran prinsip pembelajaran sesuai tahap capaian belajar atau yang dikenal juga dengan istilah teaching at the right level (mengajar pada tahapan/tingkat yang sesuai). Apabila peserta didik kelas 5 masih harus belajar materi Fase B (fase untuk kelas 3-4), misalnya, maka guru dapat menggunakan materi pelajaran fase tersebut.

Di PAUD terdapat fase awal yang disebut capaian pembelajaran pondasi (TK B). Fase fondasi ini mencakup capaian perkembangan yang diharapkan dikuasai oleh anak jenjang PAUD hingga SD kelas awal sehingga terlihat adanya transisi kemampuan dari PAUD ke SD termasuk di dalamnya kesiapan bersekolah. Pembelajaran di SD berbeda dengan pembelajaran di PAUD termasuk kompetensi yang diharapkan di dalamnya.

Pembelajaran di PAUD tidak menggunakan mata pelajaran tetapi muatan pembelajaran yang didalamnya mengintegrasikan keenam aspek perkembangan sedangkan di SD pembelajaran mengacu pada mata pelajaran meski disajikan secara tematik. Durasi 2 tahun di SD disebabkan banyaknya sekolah yang menggunakan kelas multi usia (multi aging class) dengan mengakomodir 2 kelas.

Sedangkan durasi fase di SMP didasari oleh alasan tahap perkembangan dan di SMA didasari oleh kebutuhan siswa SMA untuk memperkuat materi dan keterampilan di SMP dan peminatan. Khusus untuk PAUD, istilah CP dimaknai sebagai capaian perkembangan bukan capaian pembelajaran. Mengingat pembelajaran di PAUD berbasis pada enam aspek perkembangan kognitif, sosial emosi, bahasa, fisik dan motorik serta seni.

Aspek ini menjadi satu kesatuan dalam pembelajaran.

capaian pembelajaran

Pembelajaran di SD berbeda dengan pembelajaran di PAUD termasuk kompetensi yang diharapkan di dalamnya. Pembelajaran di PAUD tidak menggunakan mata pelajaran tetapi muatan pembelajaran yang didalamnya mengintegrasikan keenam aspek perkembangan sedangkan di SD pembelajaran mengacu pada mata pelajaran meski disajikan secara tematik. Selanjutnya diturunkan menjadi capaian pembelajaran menurut elemen yang dipetakan menurut perkembangan peserta didik.

Lingkup Capaian pembelajaran di PAUD mencakup tiga elemen stimulasi yang saling terintegrasi. Tiga elemen stimulasi tersebut merupakan penggabungan lima aspek perkembangan anak (nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, sosial-emosi, dan bahasa) dan bidang-bidang lain untuk capaian pembelajaran tumbuh kembang anak sesuai dengan kebutuhan pendidikan abad 21 dalam konteks Indonesia.

• Nilai agama dan budi pekerti, yang mencakup kemampuan dasar-dasar agama dan akhlak mulia; • Jati diri mencakup pengenalan jati diri anak Indonesiayang capaian pembelajaran secara emosi dan sosial dan berdasarkan Pancasila, serta memiliki kemandirian fisik, • Literasi dan sains, tekhnologi rekayasa, seni dan matematika yang mencakup kemampuan memahami sebagai informasi dan berkomunikasi serta berpartisipasi dalam kegiatan pramembaca.

Juga kemampuan dasar berpikir STEAM untuk membangun anakyang kreatif dan mampu memecahkan masalah. Memuat alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut dan keterkaitan antara mata pelajaran dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar Pancasila. Untuk SLB rasional mata pelajaran juga dikaitkan dengan keterkaitan mata pelajaran untuk menunjang keterampilan fungsional anak dalam kehidupan sehari-hari.

• Capaian Pelajaran (CP) Bahasa Indonesia. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) PPKn. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) PAI dan BP.

[ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Matematika. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran capaian pembelajaran Bahasa Inggris.

capaian pembelajaran

{INSERTKEYS} [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) IPAS SD. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) IPA SMP. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Fisika SMA. [ Lihat CP] • Capaian Pelajaran (CP) Kimia SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Biologi SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Informatika.

[ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) IPS SMP. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Sejarah SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Geografi SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Ekonomi SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Sosiologi SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Antropologi SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Seni Musik.

[ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Seni Rupa. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Seni Tari. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Seni Teater. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Prakarya Budi Daya. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Prakarya Kerajinan. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Prakarya Pengolahan. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Prakarya Rekayasa.

[ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) PJOK. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Bahasa Arab SMA. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) Bahasa Jepang, Jerman, Korea, Prancis, Mandarin. [ Lihat CP ] • Capaian Pelajaran (CP) SLB (SDLB,SMPLB,SMALB). [ Lihat CP ] • Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling SD, SMP dan SMA. [ Lihat CP ]
Rumusan capaian pembelajaran di Kurikulum 2022 dan Kurikulum 2013 mengalami perubahan. Di Kurikulum sebelumnya kita mengenai KI, KD dan pemisahan komponen pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

Sedangkan, di Kurikulum 2022 tidak mengenal hal tersebut. Rumusan tentang Capaian Pembelajaran di Kurikulum 2022 terdapat pada Keputusan Balitbangbu No. 028/H/KU/2021 yang telah ditetapkan pada tanggal 9 Juli 2021 oleh ketua Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. SK Kepala Balitbangbuk tersebut membahas tentang Capaian Pembelajaran PAUD, SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB, dan SMALB pada Program Sekolah Penggerak berjumlah total 822 lembar. Lalu, bagaimana format Capaian Pembelajaran tersebut?

1. Bentuk Penulisan Capaian Pembelajaran Format Capaian Pembelajaran harus ditulis dalam bentuk paragraph. Agar keterkaitan penguasaan kemampuan antara pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi umum terlihat jelas dan utuh.

Hal tersebut sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam pembelajaran dan menggambarkan apa yang akan dicapai peserta didik di akhir pembelajaran.

Fungsinya agar memberikan kesempatan mengeksplorasi materi pelajaran secara mendalam, tidak terburu-buru, dan memiliki cukup waktu untuk menguatkan kompetensi. Mengingat tahap perkembangan dan kecepatan tiap anak untuk memahami sesuatu berbeda-beda.

Pada kondisi ini juga memungkinkan seorang anak dengan kondisi berkebutuhan khusus dapat menggunakan CP yang sama dengan anak pada umumnya (anak di sekolah reguler) di Sekolah Inklusi. Baca Juga: Download Pedoman ! Capaian Pembelajaran Kurikulum 2022 Untuk Semua Jenjang dan Semua Mata Pelajaran Secara tidak langsung, hal ini juga dapat memudahkan guru mengajar pada level yang seharusnya (teaching at the right level).

Hal ini tentunya impian setiap guru untuk dapat mengajar anak sesuai dengan tahapan perkembangan anak. {/INSERTKEYS}

capaian pembelajaran

Impian anak pula memperoleh layanan pendidikan sesuai haknya. Capaian Pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan untuk mengembangkan dan menguatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran dengan paradigma baru.

Capaian pembelajaran yang digunakan di Sekolah Penggerak merupakan hal utama dalam suatu kurikulum dan kriteria suatu capaian pembelajaran yang baik yang dikembangkan oleh capaian pembelajaran pendidikan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

2. Pengintegrasian Kompetensi Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap Capaian Pembelajaran merupakan hasil peleburan dari kompetensi inti dan kompetensi dasar yang capaian pembelajaran pada kurikulum 2013 sebelumnya. Hasil peleburan ini menjadi satu kesatuan penjabaran kemampuan yang diharapkan dapat dikuasai anak di akhir pembelajaran. Tidak lagi terpisah antara komponen sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Capaian akan menjadi acuan deskripsi keberhasilan anak dalam mempelajari sesuatu hal. Pengintegrasian tersebut juga disesuaikan dengan tujuan untuk mengembangakan dan menguatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Baca Juga: Tren Belajar Yang Muncul di Kurikulum 2022 Hal itu menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran dengan paradigma baru. 3. Fase dalam Perumusan Capaian Pembelajaran Capaian dirumuskan dalam bentuk fase-fase yang menyatakan target capaian untuk rentang waktu yang lebih panjang (bukannya per tahun seperti kurikulum terdahulu).

capaian pembelajaran

Durasi setiap fase dapat berbeda untuk setiap jenjang pendidikan. Penggunaan istilah “fase” dilakukan untuk membedakannya dengan kelas. Karena peserta didik di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda. Ini merupakan penerapan dari prinsip pembelajaran sesuai tahap capaian belajar. Bisa disebut dengan istilah capaian pembelajaran at the right level (mengajar pada tahapan/tingkat yang sesuai).

capaian pembelajaran

Apabila peserta didik kelas 5 masih harus belajar materi Fase B (fase untuk kelas 3-4). Misalnya, maka guru dapat menggunakan materi pelajaran fase tersebut.

Silakan Bapak dan Ibu Guru dapat Ikuti Workshop online 35JP “Model Pembelajaran SUPER Capaian pembelajaran Ponsel untuk Mendukung Kurikulum Prototipe”. Klik LINK INI untuk mendaftar jadi peserta. Most Popular • [Breaking News] Edaran Resmi Kemendikbud Untuk Seluruh Guru Paud, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK 262.7k views • 3 Tanggal Penting Dari Kemdikbud Wajib Diketahui Guru dan Kepala Sekolah 161.2k views • Segera Daftar Sebelum Ditutup!

DIKLAT 64JP Desain dan Implementasi Kurikulum Paradigma Baru di Satuan Pendidikan 154.3k views • 6 Penyebab Pembayaran Tunjangan Sertifikasi Guru Diberhentikan di Tahun 2022! 143.9k views • Tunjangan Profesi Guru di Kurikulum 2022, Bikin Kaget!

142.3k views • Download Materi Hari Ke- 3 Diklat Bedah Kurikulum : Strategi Implementasi Kurikulum Prototipe 134.5k views • [Breaking News] Dari Dirjek GTK Kemdikbud Untuk Semua Guru Lakukan Hal Ini Sebelum 12 Maret 2022 131.6k views • Sangat Disayangkan, 7 Kategori Guru Ini Sudah Capaian pembelajaran Tidak Bisa Sertifikasi Tahun 2022 121.3k views • RPP Tidak Lagi Diwajibkan di Kurikulum 2022, Ini Penggantinya 115.1k views • Cara Download Sertifikat Diklat 32 JP Bedah Kurikulum Prototipe 106.8k views Capaian Pembelajaran SD/MI SMP/MTS SMA/MA/SMK Sederajat Pada Kurikulum Merdeka (Kurikulum Prototipe / Kurikulum Sekolah Penggerak).

Pemerintah merevisi Capaian Pembelajaran Kurikulum Sekolah Penggerak setelah secara resmi dilaunching Kurikulum Merdeka untuk jejang TK PAUD SD SMP SMA SMK Sederajat.

Capaian pembelajaran Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka nama mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan juga telah diubah menjadi mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Sekalipun nama mata pelajaran Pendidikan Pancasila namun muatan kuriklum berisi Pendidikan Pancasila da Pendidikan Kewaganegaraan. Revisi tertuang dalam Keputusan BSKAP Kemendikbudristek Nomor 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD, Dikdas, Dan Dikmen Pada Kurikulum Merdeka Pada lampiran Keputusan BSKAP Kemendikbudristek Nomor 008/H/Kr/2022 Tentang Capaian Pembelajaran SD SMP SMA SMK Sederajat Pada Kurikulum Merdeka, terdapat penjelasan atau uraian Rasional, Tujuan capaian pembelajaran, Karakteristik mata pelajaran, Capaian Pembelajaran tiap fase, antara lain: · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Inggris Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (Ipas) Untuk SD/MI/Program Paket A, Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPA Untuk SMP/MTS/Program Paket B Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Fisika Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Kimia Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Biologi Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Informatika Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPS Untuk SMP/MTS/Program Paket B Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Sejarah Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Geografi Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Capaian pembelajaran Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ekonomi Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Sosiologi Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Capaian pembelajaran Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Seni Musik Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Seni Rupa Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Seni Tari Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Capaian pembelajaran Pelajaran Seni Teater Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya Budi Daya Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya Kerajinan Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pengolahan Untuk SD/MI/Program Paket A, Capaian pembelajaran Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian pembelajaran Pembelajaran Mata Pelajaran rekayasa Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran PJOK Untuk SD/MI/Program Paket A, SMP/MTS/Program Paket B, dan SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Capaian pembelajaran · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Jepang Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Korea Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Mandarin Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Prancis Untuk SMA/MA/Program Paket C Pada Kurikulum Merdeka; dan · Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Kelompok Kejuruan Untuk SMK/MAK Pada Kurikulum Merdeka Untuk mengetahui Capaian Pembelajaran SD/MI SMP/MTS SMA/MA/SMK Sederajat Pada Kurikulum Merdeka (Kurikulum Prototipe / Kurikulum Sekolah Penggerak) silahkan download Keputusan BSKAP Kemendikbudristek Nomor 008/H/Kr/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD, Dikdas, Dan Dikmen Pada Kurikulum Merdeka, melalui link yang tersedia di bawah capaian pembelajaran.

Link download Keputusan BSKAP Kemendikbudristek Nomor 008/H/Kr/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD, Dikdas, Dan Dikmen Pada Kurikulum Merdeka ( DISINI) Demikian informasi tentang Capaian Pembelajaran SD/MI SMP/MTS SMA/MA/SMK Sederajat Pada Kurikulum Merdeka (Kurikulum Prototipe / Kurikulum Sekolah Penggerak).

Semoga ada manfaatnya. Dapat berita dan informasi terbaru lainnya melalui laman ainamulyana.info
Apa yang dimaksud CP atau Capaian Pembelajaran? Apa dan bagaimana Pengertian Capaian Pembelajaran (CP) dan Capaian Pembelajaran Di Kurikulum Sekolah Penggerak. Berikut ini Uraian tentang Pengertian Capaian Pembelajaran (CP ) dan Tujuan Capaian Pembelajaran (CP ) di Kurikulum Sekolah Penggerak, Prinsip Perumusan Capaian Pembelajaran (CP) di Kurikulum Seko lah Penggerak. (Tulisan ini bersumber dari modul Seko lah Penggerak).

Pengertian Capaian Pembelajaran (CP ) Capaian pembelajaran (CP) bukanlah istilah asing di dunia pendidikan. Di Indonesia sendiri, istilah CP lebih sering digunakan di dunia pendidikan tinggi.

capaian pembelajaran

Meski demikian istilah CP sendiri sebenarnya tidak merujuk pada satuan pend idikan tertentu. CP dikenal juga dengan istilah learning achievement, achievement standard atau learn ing outcomes. Capaian pembelajaran adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan, yang capaian pembelajaran suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesa ikan suatu periode belajar (Dikti, 2015: 1). Kondisi ini juga dijalankan oleh sebag ian besar negara di Eropa saat ini yang saat ini menggunakan CP untuk mengungkapkan apa yang mereka harapkan agar diketahui dan dapat di lakukan oleh peserta didik dan memahami di akh ir program atau urutan pembelajaran.

Capaian pembelajaran biasanya digunakan untuk menentukan tingkat kerangka kualifikasi, menetapkan standar kualifikasi, menje laskan program dan kursus, mengarahkan kurikulum, dan menentukan spesif ikasi penilaian.

Selain itu capaian pembelajaran secara tak langsung akan mempengaruhi metode pengajaran, pembelajaran lingkungan dan prakt ik penilaian (ECFOP, 2017:14). CP berfokus apa yang diharapkan pada siswa di akhir capaian pembelajaran, hal ini sejalan dengan pendekatan student centered dalam dunia pendidikan.

Kondisi ini juga ditegaskan oleh Kennedy et.al (2014:3) yang menyatakan bahwa trend internasional dalam pendidikan menunjukkan pergeseran dari tradisional pendekatan "berpusat pada guru" ke pendekatan "berpusat pada s iswa".

Model alternatif ini berfokus pada apa yang diharapkan dari siswa yang harus d ilakukan di akhir modul atau program.

Oleh karena itu, pendekatan ini b iasa disebut sebagai pendekatan berbasis hasil. Sejalan dengan hal tersebut menurut Gosling dan Moon (2001) dalam Mahajan dan Singh (2017: 65) disebutkan bahwa pendekatan berbasis hasil untuk mengajar menjadi semakin populer di tingkat internas ional, bahkan sejumlah negara pun telah mengadopsinya secara progres if dalam kerangka kualifikasi nasional seperti QAA (Qua lity Assurance Agency for Higher Education) di Inggr is, Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan.

Dalam Keputusan Menteri Republik Indonesia ( Kepmendikbud) Nomor 958 tahun 2020 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah dinyatakan bahwa Capaian Pembelajaran merupakan bentuk pengintegrasian kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disusun capaian pembelajaran komprehensif dalam bentuk narasi yang mel iputi: sekumpulan kompetensi dan lingkup materi. Sehingga CP memungkinkan setiap anak.

Secara sederhana Pengertian CP atau Capaian Pembelajaran bisa didefinisikan sebagai kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan peserta didik untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Capaian pembelajaran memuat capaian pembelajaran kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Menurut Mahajan dan Singh (2017: 65) CP diibaratkan sebagai alat navigasi atau GPS. Setelah tujuan diumpankan ke perangkat GPS, selanjutnya pengemudi akan d ipandu sepanjang perjalanan dan membawa pengemudi ke tujuan yang d isebutkan dengan benar tanpa rasa takut kehilangan arah atau salah tujuan.

Ketika pengemudi mengambil rute yang salah, GPS akan memandu pengemudi dan membantu untuk Kembali pada rute semula yang mengarah ke tujuan yang hendak dituju. Sehingga CP adalah acuan yang membimbing siswa untuk hasil yang diinginkan dari kegiatan pembe lajaran yang direncanakan. CP juga menunjukkan dan mengarahkan para guru ja lan yang harus diikuti dan menyadarkan s iswa tentang apa yang akan mereka capai di akhir pembelajaran.

Dalam Keputusan Menteri Republik Indonesia atau Kepmendikbud Nomor 958 tahun 2020 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah dinyatakan bahwa capaian pembelajaran juga menjadi kompetensi pembe lajaran minimal capaian pembelajaran harus dicapai peserta didik untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, capaian pembelajaran pendidikan menengah.

Capaian Pembe lajaran memuat sekumpulan kompetensi dan l ingkup yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Pada satuan PAUD disebut dengan Capaian Perkembangan PAUD (CP PAUD). B. Tujuan Capaian Pembelajaran ● Tujuan Capaian Pembelajaran PAUD Pembelajaran di PAUD adalah pembelajaran yang mengintegrasikan semua aspek perkembangan anak dengan penekanan pada kesejahteraannya.

Tujuan Capa ian Pembelajaran di PAUD adalah memberikan arah yang sesuai dengan usia perkembangan anak (nilai agama, fisik-motor ik, emosional, bahasa, dan kognitif) agar anak siap mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya. ● Tujuan Capaian Pembelajaran Tingkat SD-SMA Capaian pembelajaran menunjukkan kemajuan belajar yang digambarkan secara vertikal dari satu tingkat ke tingkat yang lain serta didokumentasikan dalam suatu kerangka kualifikasi.

Selain itu, capaian pembelajaran juga harus disertai dengan kriteria capaian pembelajaran yang tepat yang dapat digunakan untuk menilai bahwa hasil pembelajaran yang diharapkan telah dicapai.

Capaian pembelajaran –bersama dengan kriteria penilaian– hal tersebut mengidentifikasi capaian pembe lajaran sebagai tujuan belajar yang terukur. Seh ingga dapat disimpulkan bahwa capaian pembelajaran kedudukannya sangat penting dalam pelaksanaan dan penilaian. Pencapaian CP hanya dapat diidentifikasi setelah siswa meng ikuti proses pembe lajaran melalui penilaian dan harus dapat didemonstrasikan dalam kehidupan nyata. C. Prinsip Perumusan atau Penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) Apa prinsip perumusan atau penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) ?

Dalam perumusannya, CP memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Terukur dan spesifik CP harus dapat diukur dan spesifik, berdasarkan hierarki tahapan konseptual proses pembelajaran yang hasil belajarnya dapat digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa, seperti yang dinyatakan oleh European Commission (2011) dalam (ECFOP, 2017:33), bahkan secara spesifik Mahajan (2017:65) menyebutkan bahwa CP harus ditul is berdasarkan Taksonomi Bloom karena telah terbukti relevan untuk untuk membantu mengembangkan has il belajar.

Konsep capaian pembelajaran Bloom sangat sederhana, yaitu: a. Sebelum memahami konsepnya, ingatlah dengan baik, b. Pahami sebe lum anda menerapkannya, c. Analisis proses sebelum anda mengevaluasinya.

Dalam proses menerapkan prinsip terukur dan spesifik tersebut ada beberapa aspek yang yang diperhatikan, yaitu capaian pembelajaran a. Pemahaman dan pengetahuan Kata pemahaman sering digunakan sebagai salah satu luaran yang diharapkan dari suatu pembelajaran tetapi maknanya seringkali kurang dipahami.

John Dewey (1933) merangkum ‘Pemahaman’ da lam How We Think Understanding dengan menyampaikan bahwa (Pemahaman) adalah makna yang dikembangkan atau diproses dari fakta-fakta. Secara umum, pemahaman ser ingkali diidentikkan dengan pengetahuan. Padahal capaian pembelajaran adalah dua hal yang sangat berbeda. Perbedaan kedua hal tersebut b isa dilihat dalam contoh berikut ini : 1.

Pengetahuan: Fakta-fakta atau informasi Pemahaman: Arti dari fakta-fakta atau informasi 2.“Teori” atau kes impulan yang membantu hubungan dan pemaknaan dari fakta2 tersebut Pemahaman: Sekumpulan fakta yang berhubungan 3.Pengetahuan: Pernyataan yang masih dapat d iperdebatkan, teori2 masih dapat diproses Pemahaman: Pernyataan yang akurat 4.

Pengetahuan: Benar atau salah bukan merupakan sesuatu yang sifatnya absolut, tetapi bisa dianalisis capaian pembelajaran dis impulkan tergantung kompleksitas dan kapasitas Pemahaman: Capaian pembelajaran atau salah 5. Pengetahuan: “Saya tahu mengapa hal tersebut benar” Pemahaman: “Saya tahu bahwa hal tersebut benar” 6. Pengetahuan: “Saya mampu membuat keputusan kapan perlu memberikan respon dengan pengetahuan yang saya miliki” Pemahaman: “Saya merespon petunjuk atau instruksi dengan pengetahuan yang saya miliki” b.

Praktis Bagaimana merancang dan me laksanakan eksperimen? Kata-kata yang umum digunakan adalah menunjukkan, menerapkan dll. c. Keterampilan Generik Keterampilan umum mencakup teknik pemecahan masalah, inti pembelajaran. Yang biasa digunakan kata-kata menganal isis, membandingkan, dll. 2. Fleksibel (sesuai proses dan tahap belajar siswa) Fleksibel ( sesuai proses dan tahap belajar siswa) Seringkali belajar dirasa sebagai sebuah perlombaan dan bukan proses.

Kurikulum disusun sedemikian rupa sehingga siswa dijejali dengan berbagai materi yang has il akhirnya berorientasi pada “sekadar tahu” dan bukan pemahaman atau penguasaan sedangkan siswa memer lukan waktu dan tahapan untuk mengupas konsep.

Capaian pembelajaran membawa perubahan dalam pendekatan pembelajaran di kelas dari yang berfokus kepada guru menjadi fokus kepada siswa. Menurut Harden karakteristik CP sebagai berikut: • Pengembangan CP jelas mendefinisikan hasil yang harus dicapai siswa pada akhir program pembelajaran • Desain kurikulum, strategi belajar, dan kesempatan belajar dilakukan untuk menjamin tercapainya CP • Proses penilaian disesuaikan dengan CP dan penilaian setiap individu siswa dilakukan untuk memastikan bahwa siswa mencapai target pembelajaran.

capaian pembelajaran

Demikian materi tentang modul Pengertian Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Capaian Pembelajaran (CP) dan Prinsip Perumusan Capaian Pembelajaran (CP) di Kurikulum Sekolah Penggerak.

Semoga bermanfaat.
Capaian Pembelajaran : Pengertian, Prinsip, dan Tujuan – Melatih capaian pembelajaran didik Indonesia yang berjiwa Pancasila dan keterampilan abad 21 merupakan salah satu tujuan utama pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan (guru, siswa, orangtua) perlu sepaham mengenai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus anak didik capai pada setiap tahap perkembangan usianya.

Capaian pembelajaran adalah pilihan lain untuk menggambarkan kemampuan untuk mengukur kinerja siswa. Penggunaan hasil belajar harus sesuai dengan semangat belajar mandiri. Artikel ini menjelaskan mengapa hasil belajar menjadi isi utama kurikulum dan kriteria pencapaian prestasi akademik yang baik.

Melalui postingan ini, juga mengetahui bagaimana konsep mengembangkan capaian pembelajaran kurikulum paradigma baru dan bagaimana membandingkannya dengan kurikulum Indonesia saat ini serta kebijakan pendukungnya. Jika kita memandingkan setiap kurikulum yang berlaku di Indonesia, lebih memfokuskan pada permasalahan standar isi dan keterkaitannya.

Sedangkan capaian pembelajaran kurikulum paradigma baru lebih kepada memenuhi kebutuhan untuk membangun sumber daya manusia yang bermutu. Jadi setiap kaiannya dapat berguna sebagai referensi mengembangkan dan menyusun capaian pembelajaran kurikulum paradigma baru.

Pengertian Capaian Pembelajaran Capaian pembelajaran atau singkatannya CP merupakan hasil akademik, standar kinerja atau hasil belajar. Di Indonesia sendiri istilah “ capaian pembelajaran” lebih umum berguna dalam pengajar.

Dalam dunia pendidikan, singkatan CP bukan suatu yang asing lagi. Karena saat ini, sebagian besar negara/kawasan di Eropa juga mengadopsi situasi ini. Sekolah penggerak saat ini menggunakan CP untuk mengungkapkan apa yang mereka ingin siswa ketahui, dapat lakukan, dan pahami di akhir kursus atau rangkaian pembelajaran. Menurut Dikti, 2015: 1 Capaian pembelajaran adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan.

Menjelaskan apa saja yang perlu siswa ketahui, pahami, dan kerjakan setelah menyelesaikan proses belajar mengajar di satuan capaian pembelajaran. Pengertian Capaian Pembelajaran menurut ECFOP, 2017: 14 CP biasanya bermanfaat untuk menentukan tingkat kerangka kualifikasi, menetapkan standar kualifikasi, menjelaskan kursus dan kursus, memandu kursus, dan menentukan kriteria evaluasi.

Selain itu, hasil belajar secara tidak langsung akan mempengaruhi metode pengajaran, lingkungan belajar capaian pembelajaran praktik penilaian. Menurut Kennedy et.al (2014:3) Capaian pembelajaran lebih fokus pada harapan siswa di akhir kursus, yang sejalan dengan pendekatan pendidikan yang berpusat pada siswa. Dapat terlihat pergeseran pendekatan pembelajaran, yang biasanya menggunakan metode ceramah (berpusat pada guru).

Menjadi pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Dengan demikian, alternatif ini berfokus pada pekerjaan yang harus siswa selesaikan di akhir modul atau kursus. Oleh karena itu, metode ini sering disebut sebagai pendekatan berbasis hasil. Gosling dan Moon (2001) Pendekatan pengajaran berbasis hasil menjadi semakin populer di tingkat internasional, bahkan beberapa negara telah mengadopsinya di Inggris, Capaian pembelajaran, dan New Zealand yang secara bertahap pelaksanaannya dalam kerangka kualifikasi nasional seperti QAA ( Quality Assurance Agency for Higher Education) di Afrika Selatan.

Keputusan Menteri RI No.958 tahun 2020 Capaian pembelajaran merupakan bentuk keterpaduan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang berbentuk narasi meliputi: seperangkat kompetensi dan materi lingkup. Sehingga CP memungkinkan setiap anak memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. Jadi CP juga merupakan kapasitas belajar minimal yang harus siswa punya untuk setiap mata pelajaran pendidikan anak usia dini, SD, SMP, SMA.

Capaian pembelajaran kurikulum paradigma baru mengandung berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang penyajiannya dalam bentuk narasi. Pengertian Capaian Pembelajaran menurut Mahajan dan Singh (2017: 65) CP seperti alat navigasi atau GPS.

Setelah memasukkan tujuan ke perangkat GPS, pengemudi akan memandu sepanjang capaian pembelajaran. Jadi dapat membawa pengemudi ke tujuan yang ditentukan dengan benar tanpa khawatir tersesat atau salah jalan. Ketika pengemudi mengambil rute yang salah, GPS akan memandu pengemudi untuk membantu pengemudi kembali ke rute semula dan mencapai tujuan yang ingin Anda tuju. Oleh karena itu, Capaian pembelajaran merupakan acuan untuk membimbing siswa mencapai hasil yang sesuai harapan dari kegiatan pembelajaran yang terencana.

CP juga bisa memandu guru dan membimbing jalan yang seorang guru. Serta memungkinkan siswa untuk memahami apa yang akan mereka capai di akhir kursus. Kesimpulan Secara sederhana, CP dapat mendefenisikannya sebagai keterampilan belajar yang harus siswa peroleh pada setiap tahap perkembangan setiap mata pelajaran di satuan pendidikan SD, SMP, SMA yang penulisannya dalam bentuk narasi.

• Baca Juga: Format Rumusan Capaian Pembelajaran Kurikulum Paradigma Baru Tujuan Capaian Pembelajaran Capaian pembelajaran bertujuan menyajikan gambaran vertikal dari tingkat ke tingkat dan kemajuan pembelajaran tercatat dalam dokumentasi yang sesuai dengan kualifikasinya.

Selain itu, CP juga harus sesuai dengan kriteria penilaian yang bermanfaat untuk menilai apakah hasil belajar sesuai harapan telah capaian pembelajaran. Hasil belajar dapat terukur melalui proses penilaian. Oleh karena itu, guru hanya dapat menentukan CP setelah siswa melalui proses belajar dan penilaian serta harus mendemonstrasikan dalam kehidupan nyata.

Prinsip Capaian Pembelajaran Ada 3 prinsip dalam merumuskan capaian pembelajaran dalam kurikulum paradigma baru, yaitu: Terukur dan spesifik Capaian pembelajaran memiliki struktur hierarki tahap konseptual, maka hasil belajar harus terukur secara spesifik.

Sehingga bisa memberikan gambaran mengenai kompetensi siswa. Penulisan CP juga mengikuti taksonomi Bloom, karena bisa membantu guru dalam mengembangkan tujuan pengajaran terhadap siswa.

Adapun konsep taksonomo bloom, secara sederhadan dapat sobat lihat berikut ini: • Ingat dengan baik, jika belum memahami konsepnya • Sebelum menerapkan, pahami dahulu • Melakukan penilaian dengan analisis yang tepat Sedangkan untuk menerapkan prinsip terukur dan spesifik dalam merumuskan capaian pembelajaran.

Sobat harus mengetahui 3 hal di bawah ini: 1. Pemahaman dan Pengetahuan Pengetahuan terkait dengan informasi yang secara sadar siswa memperolehnya melalui pengalaman atau pendidikan. Sedangkan pemahaman mengacu pada mengetahui atau mengenali arti atau alasan sesuatu. ( Baca Juga: Pengertian Belajar) Pemahaman dan pengetahuan sama-sama penting, yang satu tidak lengkap tanpa yang lain.

Sebagai siswa, capaian pembelajaran memahami konsep yang guru jelaskan, tetapi tidak mendapatkan pengetahuan. Maka siswa tidak akan berhasil. Demikian juga, pengetahuan (fakta) yang tidak siswa pahami hanya berasal dari ingatan yang baik. 2. Praktis Biasa untuk kegiatan belajar demonstrasi, praktek, atau eksperimen. Penulisannya menggunakan kata-kata menunjukkan, menerapkan dan lain sebagainya. 3. Keterampilan Generik Capaian pembelajaran keterampilan umum seperti memecahkan masalah.

Penulisan menggunakan kata-kata menganalisis, membandingkan, dan lain-lain. Fleksibel Fleksibel (sesuai dengan proses dan tahapan belajar siswa) Secara umum, belajar dipandang sebagai suatu kompetisi daripada suatu proses.

Struktur pengajaran bisa mengisi siswa dengan berbagai materi, dan hasil akhir berorientasi pada “tahu saja” daripada memahami atau menguasai, dan siswa membutuhkan waktu dan tahapan untuk mengeksplorasi konsep. Oleh karena itu, CP telah membawa perubahan pendekatan mengajar di kelas, yang awalnya berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa.

Otonomi Setiap sekolah unik karena siswa di sekolah tersebut memiliki latar belakang capaian pembelajaran gaya belajar yang berbeda. Hal ini menegaskan bahwa proses pendidikan harus berdasarkan pada kebutuhan siswa. Satuan pendidikan dapat dengan bebas menyesuaikan Capaian Pembelajaran (CP).

Langkah ini sangat penting bagi guru sekolah atau perancang kurikulum untuk menggali tujuan pembelajaran setiap mata pelajaran dan memilih jalur pembelajaran yang paling cocok untuk siswa. Melalui proses ini, guru memiliki kondisi untuk lebih memahami siswa.

Guru memeriksa proses berpikir siswa untuk memilih jalur pemahaman yang lebih efektif. Pemetaan KD Kurikulum 2013 SD Kelas 1 2 3 4 5 6 adalah pekerjaan awal pendidik mempersiapkan desain pembelajaran interaktif berdasarkan kelas masing-masing. Penggunaannya sangat penting dalam merancang setiap KI dan KD yang ada pada Silabus K13 sesuai Revisi tahun ajaran 2017/2018, 2019/2020, atau 2021/2022 Terbaru.

Pengertian Kompetensi Inti dan Dasar Kompetensi adalah kemampuan dasar yang… Pada akhir artikel, kamu dapat Download PROTA K13 SD dan PROMES Revisi 2022 yang sudah jadi ini merupakan salah satu perangkat pembelajaran penting karena sangat berguna sebagai contoh program tahunan Kurikulum 2013 Terbaru. Suatu pengajaran akan berhasil secara baik apabila seorang guru mampu mengubah diri siswa dalam arti luas menumbuh kembangkan keadaan siswa untuk belajar….

Kamu tentunya ingin mendownload contoh PROMES K13 SD Revisi Terbaru untuk berguna sebagai perangkat pembelajaran. Semua guru pastinya ingin dapat membuat perencanaan dalam bentuk program tahunan sebelum mengajar siswa-siswi SD kesayangan mereka.

Hal ini karena, perencanaan sangat bermanfaat dalam mempermudah tugas para guru dalam melakukan pendidikan, sekalian melaksanakan evaluasi. PROMES K13 SD merupakan bagian dari… RPP 1 Lembar SD adalah panduan seorang guru dalam mengajar, mendidik, dan penilaian siswa-siswi Sekolah Dasar sesuai aturan Kurikulum 2013 (K13) yang berlaku sesuai Revisi Tematik Terbaru, selain itu kegiatan mengajar telah memakai Literasi, Numerasi, PPK, 4C, dan HOTS.

Sehingga dapat memaksimalkan kinerja selama proses kegiatan belajar. Perangkat Pembelajaran tidak punya? Jangan khawatir, kami akan membagikannya RPP… Download KKM K13 SD Revisi Terbaru yang sudah jadi lengkap untuk kelas 1 2 3 4 5 6 capaian pembelajaran semester 1 serta 2. Kriteria Ketuntasan Minimal mempermudah anda dalam menentukan kelulusan siswa. Setiap lembaga pendidikan tentu memiliki acuan berupa sistem pembelajaran yang akan digunakan.

Sistem capaian pembelajaran dinamakan sebagai Kurikulum. Indonesia sendiri telah banyak mengalami upgrade…Aspek Capaian Pembelajaran Sikap 1) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.

2) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika. 3) Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.

4) Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa. 5) Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan capaian pembelajaran, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.

6) Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. 7) Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 8) Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik. 9) Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri. 10) menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan. 11) memiliki pemahaman diri secara utuh sebagai sarjana pendidikan 12) Menginternalisasi sikap apresiatif dan peduli dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal untuk meneguhkan jati capaian pembelajaran bangsa Indonesia.

Pengetahuan 1) Menguasai prinsip dan teori pendidikan di sekolah dasar. 2) Menguasai konsep tentang karakteristik perkembangan peserta didik di Sekolah Dasar, baik perkembangan fisik, psikologis, dan sosial.

3) Menguasai pengetahuan konseptual bidang studi di sekolah dasar meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKn, SBdP, dan PJOK.

capaian pembelajaran

4) Menguasai konsep kurikulum, pendekatan, strategi, model, metode, teknik, bahan ajar, media dan sumber belajar yang inovatif sebagai guru kelas di sekolah dasar.

5) Menguasai konsep dan teknik evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran di sekolah dasar. 6) Menguasai konsep dasar dan prosedur penelitian yang dapat memecahkan permasalahan pembelajaran di sekolah dasar.

7) Menguasai konsep dan teknik layanan capaian pembelajaran penyuluhan di sekolah dasar untuk memecahkan permasalahan yang terkait dengan perilaku siswa dalam pembelajaran. 8) Menguasai konsep layanan pembelajaran yang mendidik kepada peserta didik sesuai dengan karakteristiknya. 9) Meguasai konsep Pengembangan potensi peserta didik secara optimal. 10) Menguasai konsep landasan filosofis, yuridis, historis, sosiologis, psikologis dan empiris pendidikan.

capaian pembelajaran

11) Menguasai Teori belajar dan pembelajaran. 12) menguasai konsep penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam perencanaan pembelajaran, penyelenggaraan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran. 13) Pengembangan lingkungan belajar yang aman, nyaman menyenangkan, menantang, dan mengembangan peserta didik untuk berkreasi.

14) Menguasai konsep penerapan capaian pembelajaran dan dan keterampilan teknologi informasi dalam konteks pengembangan keilmuan dan impelementasi bidang keahlian. 15) Menguasai konsep dan prinsip pendidikan kepramukaan dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan melaksanakan kegiatan kepramukaan di Sekolah Dasar. 16) Menguasai kemampuan dan keterampilan sesuai dengan konsep dan prinsip implementasi kurikulum 2013 di Sekolah Dasar.

capaian pembelajaran

17) Menguasai tentang keragaman budaya dan kearifan lokal di Provinsi Jambi serta upaya melestarikannya melalui integrasi dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. 18) Menguasai Kemampuan dan keterampilan pengajaran kedwibahasaan di Sekolah Dasar Internasional.

Keterampilan Umum 1) Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya. 2) Mampu menunjukkan kinerja capaian pembelajaran, bermutu, dan terukur. 3) Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni.

4) Mampu menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi. 5) Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data. 6) Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya. 7) Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada dibawah tanggung jawabnya.

8) Mampu melaksanakan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggung jawabnya dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri. 9) Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

Keterampilan Khusus 1) Mampu menerapkan prinsip dan teori pendidikan melalui perancangan dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar secara bertanggung jawab. 2) Mampu menerapkan konsep tentang karakteristik perkembangan peserta didik baik perkembangan fisik, psikologis, dan sosial melalui perancangan dan pelaksanaan pembelajaran capaian pembelajaran sekolah dasar.

3) Mampu menerapkan pengetahuan konseptual bidang studi di Sekolah Dasar meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKn, SBdP, dan PJOK melalui perancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan metode saintifik sesuai dengan etika akademik. 4) Mampu menganalisis, merekonstruksi, dan memodifikasi kurikulum, pendekatan, strategi, model, metode, teknik, bahan ajar, media dan sumber belajar yang inovatif sebagai guru kelas di sekolah dasar secara mandiri.

5) Mampu merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil pembelajaran di sekolah dasar secara berkelanjutan. 6) Mampu merancang dan melaksanakan penelitian bidang pendidikan SD secara ilmiah sesuai dengan etika akademik dan melaporkannya dalam bentuk skripsi dan mengunggah artikel dalam laman perguruan tinggi. 7) Mampu menerapkan layanan capaian pembelajaran penyuluhan di sekolah dasar untuk memecahkan permasalahan yang terkait dengan perilaku siswa dalam pembelajaran secara mandiri sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

8) Mampu melaksanakan layanan pembelajaran yang mendidik kepada peserta didik sesuai dengan karakteristiknya. 9) Mampu melaksanakan pengembangan potensi peserta didik secara optimal. 10) Mampu menerapkan landasan filosofis, yuridis, historis, sosiologis, psikologis dan empiris pendidikan.

11) Mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan teori belajar dan pembelajaran. 12) Mampu menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam perencanaan pembelajaran, penyelenggaraan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran. 13) Mampu mengkondisikan lingkungan belajar yang aman, nyaman menyenangkan, menantang, dan mengembangan peserta didik untuk berkreasi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. capaian pembelajaran mampu menerapkan pengetahuan dan dan keterampilan teknologi informasi dalam konteks pengembangan keilmuan dan impelementasi bidang keahlian sebagai sarjana kependidikan dasar.

15) Mampu melaksanakan pendidikan kepramukaan dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan melaksanakan kegiatan kepramukaan di Sekolah Dasar. 16) Mampu melaksanakan kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. 17) Mampu melaksanakan pembelajaran berbasis budaya dan kearifan lokal di Provinsi Jambi serta upaya melestarikannya melalui integrasi dalam pembelajaran tematik terpadu di Sekolah Dasar. Mampu melaksanakan pengajaran kedwibahasaan di Sekolah Dasar Internasional.

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka: SERI KURIKULUM MERDEKA #2




2022 www.videocon.com