Kupp atma jaya

kupp atma jaya

Program Magister • Magister Manajemen • Magister Akuntansi • Magister Ekonomi Terapan • Magister Administrasi Bisnis • Magister Bioteknologi • Magister Psikologi Profesi • Magister Psikologi • Magister Ilmu Hukum • Magister Teknik Mesin • Magister Teknik Elektro • Magister Biomedik • Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris Pusat • PKPM (Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat) • PUSLITKES (Pusat Penelitian Kesehatan) • PKBB (Pusat Kajian Bahasa dan Budaya) • PPH (Pusat Penelitian HIV/AIDS) • PPM (Pusat Pemberdayaan Masyarakat) • Sentra HKI (Hak Kekayaan Intelektual UAJ) • PPE (Pusat Pengembangan Etika) • IPP (Institute of Public Policy) Jakarta, 13 Agustus 2018 – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melaksanakan rangkaian kedua dari kegiatan pengenalan kampus.

Bertempat di Kampus 1 Semanggi, kegiatan ini diawali dengan sesi yang memperkenalkan nilai Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli (KUPP). Nilai KUPP adalah nilai inti yang dimiliki oleh Unika Atma Jaya. Mahasiswa sedang berdiskusi untuk menentukan subnilai yang akan diletakkan dalam nilai-nilai KUPP Sesi pengantar KUPP ini kupp atma jaya dengan permainan yang meminta mahasiswa baru untuk menempelkan subnilai yang ada ke dalam nilai-nilai KUPP.

Kegiatan ini dibuat berkelompok dan mereka diminta berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan tempat subnilai yang tepat sesuai dengan nilai KUPP. Setelah semua kelompok selesai menempelkan subnilai, mereka diminta untuk menempelnya di depan kelas.

Kemudian hasil kerja mereka dianalisis bersama untuk menemukan letak kesalahan penempatan subnilai yang telah mereka kerjakan.

kupp atma jaya

Setelah itu, mereka diberikan kunci jawaban yang benar dan diminta untuk memperbaiki subnilai yang salah tempat. Salah satu fasilitator sedang membawakan materi mengenai KUPP Setelah permainan, sesi materi KUPP kemudian dilanjutkan.

Di dalam sesi yang berlangsung terlihat bahwa para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan keaktifan dalam mengungkapkan pendapatnya. Suasana kelas juga terasa lebih cair sehingga saat pemberian materi, semua anak dapat memerhatikannya dengan baik.

Mahasiswa sedang bermain permainan benang kusut yang mengandung nilai Kristiani dari KUPP Sesi materi ini ditutup dengan permainan benang kusut yang mengandung nilai Kristiani. Dalam permainan ini para mahasiswa diminta untuk menguraikan benang kusut.

kupp atma jaya

Dalam menguraikannya, pasti dibutuhkan kerja sama. Kerja sama ini mereka diajarkan persaudaraan sejati karena saat mereka harus bekerja sama, mereka tidak akan melihat perbedaan yang terletak antara dirinya dengan teman-temannya. Setelah bermain benang kusut, para mahasiswa kemudian makan siang.

Tetapi, makan siang ini dibuat menjadi spesial. Para mahasiswa dibagi menjadi berbagai macam disabilitas. Ada yang menjadi tuna netra, tuna daksa satu (salah satu tangan yang cacat), tuna daksa dua (kedua tangan cacat), tuna rungu, dan tuna wicara.

kupp atma jaya

Lalu, kemudian mereka dibiarkan makan sesuai dengan kondisi disabilitas yang mereka dapatkan. Kegiatan makan ini termasuk ke dalam sesi materi yang mengandung nilai peduli. Dari sesi ini dapat dilihat mana saja mahasiswa yang memiliki tingkat kepekaan dan kepedulian yang tinggi untuk membantu teman-temannya yang kesulitan untuk makan.

Mahasiswa tuna daksa menyuapi makanan kepada temannya yang menyandang tuna netra Usai sesi makan dan salat, kegiatan dilanjutkan dengan bermain permainan di luar ruangan. Bertempat di Gedung Yustinus dan Sport Hall, para mahasiswa diminta untuk membangun sebuah candi dari kartu dan gelas yang disusun. Tetapi untuk yang menyusun kartu, tangan mereka diikat ke kaki dan tangan yang terikat tidak boleh digunakan dalam permainan.

Dan yang menyusun gelas, kupp atma jaya boleh menggunakan tangan untuk menyusun gelasnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama mereka dan cara berpikir kritis, yang mana hal tersebut adalah bagian dari nilai unggul. Rafael Bagaskoro Abimanyu, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, menuturkan bahwa permainan-permainan yang telah ia lakukan bersama teman-teman kelompoknya sangat mengandung nilai-nilai KUPP yang telah ia pahami.

kupp atma jaya

“Misalnya seperti tadi saat diminta untuk membangun candi dari kartu dan gelas. Yang saya tangkap dari permainan ini adalah bagaimana kita sebagai kupp atma jaya kelompok bisa mengembangkan potensi dan kreatif kita terhadap tugas yang kita hadapi. Saya menyadari bahwa permainan ini mengandung nilai unggul yang ingin diajarkan kepada kita,” tutur Rafael.

Setelah bermain permainan menyusun gelas dan kartu, para mahasiswa kembali ke kelas untuk melanjutkan sesi. Sesi kali ini diisi dengan permainan X dan Y. Dari permainan ini mahasiswa diajarkan bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan serta mengedepankan kejujuran meskipun ada potensi untuk berbuat curang sehingga dari permainan ini mereka diajarkan nilai profesional.

Para mahasiswa bermain permainan X dan Y yang mengandung nilai profesional Nilai KUPP ini penting diperkenalkan kepada para mahasiswa baru karena merupakan sebuah pondasi bagi mereka. Menurut Sugia Oki, alumni psikologi 2007 yang bertugas sebagai tim program pengenalan kampus 2018, nilai KUPP ini adalah nilai pembeda dari universitas lainnya. “Nilai ini jadi pembeda Atma Jaya dengan universitas lain. Kalau orang bergaul dengan orang-orang Atma Jaya akan terasa valuenya beda, apa yang dianut beda, multikultularisme juga terasa beda, dan kalau tanpa nilai-nilai ini, akan sulit untuk survive di Atma Jaya,” ujar Sugia Oki.

Sugia Oki juga berpesan kepada para mahasiswa baru untuk selalu menghidupkan nilai-nilai KUPP ini kedepannya. “Nilai KUPP yang ditanamkan selama pengenalan kampus baik secara formal atau informal, baik interaksi lewat petugas kelas atau fasilitator, itu bukan kupp atma jaya di hafal atau sekedar tahu.

Tapi juga harus dihidupkan. Realisasinya juga bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain,” pesan Sugia Oki. (ARF) Foto bersama para mahasiswa baru dengan petugas kelas dan fasilitator none
Jakarta, 13 Agustus 2018 – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melaksanakan rangkaian kedua dari kegiatan pengenalan kampus.

Bertempat di Kampus 1 Semanggi, kegiatan ini diawali dengan sesi yang memperkenalkan nilai Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli (KUPP). Nilai KUPP adalah nilai inti yang dimiliki oleh Unika Atma Jaya.

kupp atma jaya

Mahasiswa sedang berdiskusi untuk menentukan subnilai yang akan diletakkan dalam nilai-nilai KUPP Sesi pengantar KUPP ini dimulai dengan permainan yang meminta mahasiswa baru untuk menempelkan subnilai yang ada ke dalam nilai-nilai KUPP. Kegiatan ini dibuat berkelompok dan mereka diminta berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan tempat subnilai yang tepat sesuai dengan nilai KUPP. Setelah semua kelompok selesai menempelkan subnilai, mereka diminta untuk menempelnya di depan kelas.

Kemudian hasil kerja mereka dianalisis bersama untuk menemukan letak kesalahan penempatan subnilai yang telah mereka kerjakan. Setelah itu, mereka diberikan kunci jawaban yang benar dan diminta untuk memperbaiki subnilai yang salah tempat. Salah satu fasilitator sedang membawakan materi mengenai KUPP Setelah permainan, sesi materi KUPP kemudian dilanjutkan. Di dalam sesi yang berlangsung terlihat bahwa para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini kupp atma jaya keaktifan dalam mengungkapkan pendapatnya.

Suasana kelas juga terasa lebih cair sehingga saat pemberian materi, semua anak dapat memerhatikannya dengan baik.

kupp atma jaya

Mahasiswa sedang bermain permainan benang kusut yang mengandung nilai Kristiani dari KUPP Sesi materi ini ditutup dengan permainan benang kusut yang mengandung nilai Kristiani. Dalam permainan ini para mahasiswa diminta untuk menguraikan benang kusut.

Dalam menguraikannya, pasti dibutuhkan kerja sama. Kerja sama ini mereka diajarkan persaudaraan sejati karena saat mereka harus bekerja sama, mereka tidak akan melihat perbedaan yang terletak antara dirinya dengan teman-temannya. Setelah bermain benang kusut, para mahasiswa kemudian makan siang. Tetapi, makan siang ini dibuat menjadi spesial.

kupp atma jaya

Para mahasiswa dibagi menjadi berbagai macam disabilitas. Ada yang menjadi tuna netra, tuna daksa satu (salah satu tangan yang cacat), tuna daksa dua (kedua tangan cacat), tuna rungu, dan tuna wicara. Lalu, kemudian mereka dibiarkan makan sesuai dengan kondisi disabilitas yang mereka dapatkan. Kegiatan makan ini termasuk ke dalam sesi materi yang mengandung nilai peduli. Dari sesi ini dapat dilihat mana saja mahasiswa yang memiliki tingkat kepekaan dan kepedulian yang tinggi untuk membantu teman-temannya yang kesulitan untuk makan.

Mahasiswa tuna daksa menyuapi makanan kepada temannya yang menyandang tuna netra Usai sesi makan dan salat, kegiatan dilanjutkan dengan bermain permainan di luar ruangan. Bertempat di Gedung Yustinus dan Sport Hall, para mahasiswa diminta untuk membangun sebuah candi dari kartu dan gelas yang disusun.

Tetapi untuk yang menyusun kartu, tangan mereka diikat ke kaki dan tangan yang terikat tidak boleh digunakan dalam permainan. Dan yang menyusun gelas, tidak boleh menggunakan tangan untuk menyusun gelasnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama mereka dan cara berpikir kritis, yang mana hal tersebut adalah bagian dari nilai unggul.

Rafael Bagaskoro Abimanyu, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, menuturkan bahwa permainan-permainan yang telah ia lakukan bersama teman-teman kelompoknya sangat mengandung nilai-nilai KUPP yang telah ia pahami.

“Misalnya seperti tadi saat diminta untuk membangun candi dari kartu dan gelas. Yang saya tangkap dari permainan ini adalah bagaimana kita sebagai satu kelompok bisa mengembangkan potensi dan kreatif kita terhadap tugas yang kita hadapi. Saya menyadari bahwa permainan ini mengandung nilai unggul yang ingin diajarkan kepada kita,” tutur Rafael.

Setelah bermain permainan menyusun gelas dan kartu, para mahasiswa kembali ke kelas untuk melanjutkan sesi. Sesi kali kupp atma jaya diisi dengan permainan X dan Y. Dari permainan ini mahasiswa diajarkan bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan serta mengedepankan kejujuran meskipun ada potensi untuk berbuat curang sehingga dari permainan ini mereka diajarkan nilai profesional. Para mahasiswa bermain permainan X dan Y yang mengandung nilai profesional Nilai KUPP ini penting diperkenalkan kepada para mahasiswa baru karena merupakan sebuah pondasi bagi mereka.

Menurut Sugia Oki, alumni psikologi 2007 yang bertugas sebagai tim program pengenalan kampus 2018, nilai KUPP ini adalah nilai pembeda dari universitas lainnya. “Nilai ini jadi pembeda Atma Jaya dengan universitas lain. Kalau orang bergaul dengan orang-orang Atma Jaya akan terasa valuenya beda, apa yang dianut beda, multikultularisme juga terasa beda, dan kalau tanpa nilai-nilai ini, akan sulit untuk survive di Atma Jaya,” ujar Sugia Oki. Sugia Oki juga berpesan kepada para mahasiswa baru untuk selalu menghidupkan nilai-nilai KUPP ini kedepannya.

“Nilai KUPP yang ditanamkan selama pengenalan kampus baik secara formal atau informal, baik interaksi lewat petugas kelas atau fasilitator, itu bukan kupp atma jaya di hafal atau sekedar tahu.

Tapi juga harus dihidupkan.

kupp atma jaya

Realisasinya juga bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain,” pesan Sugia Oki. (ARF) Foto bersama para mahasiswa baru dengan petugas kelas dan fasilitator Jakarta, 1 Agustus 2017 - Hari baru, semangat baru. Selasa (1/8), merupakan hari kedua pengenalan kampus Unika Atma Jaya.

kupp atma jaya

Pengenalan kampus hari kedua ini diwarnai keceriaan dan semangat Sahabat Atma yang mulai berkumpul di kampus 1 Semanggi sejak pukul enam pagi. Hari kedua diisi dengan memperkenalkan nilai-nilai inti yang dianut Unika Atma Jaya, yaitu Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli, atau yang dikenal dengan KUPP kepada Sahabat Atma.

Pengenalan KUPP dibagi menjadi empat sesi. Sebelumnya, Sahabat Atma dibagi ke dalam empat kelompok dan diajak untuk memasangkan nilai inti dengan sub-sub nilai KUPP. Selain itu, masing-masing kelompok juga menuliskan bentuk nyata nilai KUPP tersebut dalam kehidupan kampus.

Pertama adalah sesi Mendalami Nilai Kristiani. Sahabat Atma diajak untuk bersama-sama memainkan games tali, dimana mereka harus mengurai tali yang tersangkut, tetapi tali tersebut tidak boleh putus. Dalam games ini, Sahabat Atma belajar mengenai persaudaraan sejati yang merupakan sub nilai dari nilai inti Kristiani, juga belajar untuk saling bekerjasama di dalam kelompok, rela berkorban dan saling tolong menolong.

Para mahasiswa baru bermain games tali untuk mendalami nilai Kristiani Jam makan siang di hari kedua ini agak berbeda dengan hari sebelumnya. Di hari kedua ini, sebelum makan siang dimulai, Sahabat Atma diharuskan mengambil undian yang berisi empat kategori disabilitas, yaitu disabilitas netra, disabilitas daksa 1 dan 2, juga disabilitas tuli dan bisu.

Disini kita bisa melihat kepedulian Sahabat Atma kepada temannya yang memiliki disabilitas tertentu. Mereka tidak ditinggalkan, tapi ikut dirangkul dan dibantu. Sesi ini termasuk dalam sesi Mendalami Nilai Peduli. Para mahasiswa baru saling membantu satu sama lain yang kesulitan sekaligus mendalami nilai Peduli Setelah jam makan siang, Sahabat Atma melakukan kegiatan outdoor sekaligus mengenal nilai inti yang ketiga, yaitu Mendalami Nilai Unggul. Disini, Sahabat Atma melakukan aktivitas yaitu membangun candi dengan gelas plastik yang disusun dengan menggunakan kaki.

Sesi Mendalami Nilai Unggul ini mengajarkan Sahabat Atma untuk dapat bertindak lebih kritis, berwatak, dan belajar seumur hidup. Aktivitas membangun candi dengan gelas plastik dengan kaki untuk memahami nilai unggul Masuk ke sesi terakhir, yaitu Mendalami Nilai Profesional. Pada sesi ini, Sahabat Atma kembali melakukan aktivitas dimana Sahabat Atma yang telah dibagi menjadi lima kelompok harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

Aktivitas ini mengajarkan Sahabat Atma untuk saling membantu kelompok yang kekurangan nilai agar nilai yang didapat bisa seimbang antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, juga untuk saling bertanggung jawab atas temannya masing-masing, seperti membantu teman yang kesulitan dan berlaku adil. Kegiatan pengenalan kampus hari kedua ini berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

Semoga nilai Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli yang didapat di hari kedua ini dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (RFS)
none
Program Magister • Magister Manajemen • Magister Akuntansi • Magister Ekonomi Terapan • Magister Administrasi Bisnis • Magister Bioteknologi • Magister Psikologi Profesi • Magister Psikologi • Magister Ilmu Kupp atma jaya • Magister Teknik Mesin • Magister Teknik Elektro • Magister Biomedik • Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris Pusat • PKPM (Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat) • PUSLITKES (Pusat Penelitian Kesehatan) • PKBB (Pusat Kajian Bahasa dan Budaya) • PPH (Pusat Penelitian HIV/AIDS) • PPM (Pusat Pemberdayaan Masyarakat) kupp atma jaya Sentra HKI (Hak Kekayaan Intelektual UAJ) • PPE (Pusat Pengembangan Etika) • IPP (Institute of Public Policy) Jakarta, 1 Agustus 2017 - Hari baru, semangat baru.

Selasa (1/8), merupakan hari kedua pengenalan kampus Unika Atma Jaya. Pengenalan kampus hari kedua ini diwarnai keceriaan dan semangat Sahabat Atma yang mulai berkumpul di kampus 1 Semanggi sejak pukul enam pagi.

Hari kedua diisi dengan memperkenalkan nilai-nilai inti yang dianut Unika Atma Jaya, yaitu Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli, atau yang dikenal dengan KUPP kepada Sahabat Atma.

Pengenalan KUPP dibagi menjadi empat sesi. Sebelumnya, Sahabat Atma dibagi ke dalam empat kelompok dan diajak untuk memasangkan nilai inti dengan sub-sub nilai KUPP. Selain itu, masing-masing kelompok juga menuliskan bentuk nyata nilai KUPP tersebut dalam kehidupan kampus. Pertama adalah sesi Mendalami Nilai Kristiani. Sahabat Atma diajak untuk bersama-sama memainkan games tali, dimana mereka harus mengurai tali yang tersangkut, tetapi tali tersebut tidak boleh putus.

Dalam games ini, Sahabat Atma belajar mengenai persaudaraan sejati yang merupakan sub nilai dari nilai inti Kristiani, juga belajar untuk saling bekerjasama kupp atma jaya dalam kelompok, rela berkorban dan saling tolong menolong. Para mahasiswa baru bermain games tali untuk mendalami nilai Kristiani Jam makan siang di hari kedua ini agak berbeda dengan hari sebelumnya. Di hari kedua ini, sebelum makan siang dimulai, Sahabat Atma diharuskan mengambil undian yang berisi empat kategori disabilitas, yaitu disabilitas netra, disabilitas daksa 1 dan 2, juga disabilitas tuli dan bisu.

Disini kita bisa melihat kepedulian Sahabat Atma kepada temannya yang memiliki disabilitas tertentu. Mereka tidak ditinggalkan, tapi ikut dirangkul dan dibantu. Sesi ini termasuk dalam sesi Mendalami Nilai Peduli. Para mahasiswa baru saling membantu satu sama lain yang kesulitan sekaligus mendalami nilai Peduli Setelah jam makan siang, Sahabat Atma melakukan kegiatan outdoor sekaligus mengenal nilai inti yang ketiga, yaitu Mendalami Nilai Unggul.

Disini, Sahabat Atma melakukan aktivitas yaitu membangun candi dengan gelas plastik yang disusun dengan menggunakan kaki. Sesi Mendalami Nilai Unggul ini mengajarkan Sahabat Atma untuk dapat bertindak lebih kritis, berwatak, dan belajar seumur hidup.

Aktivitas membangun candi dengan gelas plastik dengan kaki untuk memahami nilai unggul Masuk ke sesi terakhir, yaitu Mendalami Nilai Profesional. Pada sesi ini, Sahabat Atma kembali melakukan kupp atma jaya dimana Sahabat Atma yang telah dibagi menjadi lima kelompok harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

Aktivitas ini mengajarkan Sahabat Atma untuk saling membantu kelompok yang kekurangan nilai agar nilai yang didapat bisa seimbang antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, juga untuk saling bertanggung jawab atas temannya masing-masing, seperti membantu teman yang kesulitan dan berlaku adil. Kegiatan pengenalan kampus hari kedua ini berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Semoga nilai Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli yang didapat di hari kedua ini dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(RFS)NILAI INTI UNIKA ATMA JAYA Nilai inti Atma Jaya merupakan pedoman yang diyakini sebagai jiwa yang harus selalu dihayati dan diamalkan oleh pemangku kepentingan organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam organisasi menjadi semangat bagi pemangku kepentingan dalam berkarya dan berkarsa.

Nilai inti yang dikembangkan oleh Atma Jaya adalah Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli (KUPP). VISI FAKULTAS PSIKOLOGI Menjadi Fakultas rujukan nasional dalam bidang Psikologi yang memiliki kepedulian dan mengedepankan kode etik dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam budaya dan terus berubah, serta memperoleh rekognisi internasional pada tahun 2027“.

MISI FAKULTAS PSIKOLOGI • Mengembangkan pendidikan keilmuan dan profesi Psikologi dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam budaya dan terus berubah dengan dijiwai nilai Kristiani, Unggul, Peduli, dan Profesional; • Melakukan penelitian dasar dan terapan untuk membangun Ilmu Psikologi dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk dan terus berubah dengan dijiwai nilai Kristiani, Unggul, Peduli, dan Profesional; • Mendarmabaktikan keterampilan dalam bidang Psikologi untuk perkembangan masyarakat Indonesia yang majemuk dan terus berubah dengan dijiwai nilai Kristiani, Unggul, Peduli, dan Profesional; • Mengelola Fakultas Psikologi secara akuntabel berlandaskan nilai-nilai Kristiani, Unggul, Peduli, dan Profesional; • Mengembangkan jejaring internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat secara sistematis dan berkesinambungan.

TUJUAN PENDIDIKAN FAKULTAS PSIKOLOGI • Menghasilkan lulusan yang menguasai bidang psikologi dan memiliki sikap adil dan peduli khususnya kepada mereka yang tidak berdaya, serta mampu bekerja cerdas dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada; • Menghasilkan karya ilmiah dan penelitian yang dipublikasikan di bidang ilmu perilaku manusia khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam budaya serta menjunjung tinggi etika, semangat kolegialitas dan hak kekayaan intelektual; • Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang psikologi berdasarkan nilai kepedulian dan keadilan dengan semangat pelayanan terhadap klien, baik individual, kelompok maupun organisasi/lembaga, dalam konteks masyarakat urban maupun marjinal; • Mengembangkan organisasi yang sehat dengan tata kelola yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil; • Mengembangkan SDM yang unggul, mampu beradaptasi dan profesional serta memiliki identitas Atma Jaya yang kuat.

VISI FAKULTAS PROGRAM STUDI SARJANA (S1) PSIKOLOGI Menjadi Program studi rujukan dalam pendidikan dasar psikologi yang mengedepankan kepedulian dan etika dalam interaksi antar mansia dengan memperhatikan keragaman budaya pada masyarakat Indonesia yang terus berubah, serta unggul di tingkat nasional dan memperoleh rekognisi internasional pada tahun 2027.

• Mengembangkan pendidikan dasar di bidang Psikologi dengan pendekatan kontekstual untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial dalam keberagaman masyarakat. • Melakukan penelitian untuk mengembangkan Ilmu Psikologi yang berkontribusi pada masyarakat Indonesia yang majemuk dan terus berubah.

• Mendarmabaktikan keterampilan dalam bidang Psikologi sesuai kebutuhan masyarakat dengan dijiwai nilai Kristiani, Unggul, Peduli, dan Profesional.

• Mengelola program studi S-1 Psikologi kupp atma jaya akuntabel dan efektif dalam suasana akademik yang beretika dan bermartabat. • Mengembangkan kupp atma jaya internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat secara sistematis dan berkesinambungan.

KUPP Atma Jaya (PKS 5-3)




2022 www.videocon.com