Kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan (About Me) Pentingnya pembelajaran kalimat efektif dilakukan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengungkapkan gagasan yang dapat langsung dipahami oleh pembaca/pendengar tanpa menimbulkan penafsiran ganda.

Mahasiswa yang setiap waktu di hadapkan tugas-tugas kuliah yang dituntut untuk membuat tulisan baik berupa makalah, essai, artikel ilmiah yang membutuhkan pengetahuan tentang kalimat efektif.

Pemilihan kalimat efektif membuat komunikasi dalam bentuk tulisan menjadi sangat komunikatif dan tidak bertele-tele. Dalam menyampaikan gagasan menggunakan kalimat efektif ini mahasiswa diharapkan mampu memahami pemakaian kalimat efektif dalam kalimat dan paragraf.

Namun, pada kenyataanya masih banyak mahasiswa yang belum memahami pemakaian kalaimat efektif dalam kalimat seperti dalam penyusunan laporan praktikum yang selalu memaparkan tinjauan teoritis yang cukup panjang namun tidak memiliki inti kalimat serta ketidaksesuaian penempatan kalimat efektifnya.

Faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kemampuan mahasiswa dalam memyusun kalimat efektif yaitu: kurang memahami materi ini karena kurang tertarik dan budaya membaca yang sudah mulai luntur, kebiasaan mahasiswa dalam pengerjaan tugas ingin instan sehingga kebudayaan copy-paste sudah menjadi tradisi.

Sehingga untuk meningkatkan kamampuan mahasiswa dalam menulis kalimat efektif dirasa perlu untuk kembali diangkat menjadi satu topik pembelajaran bahasa indonesia ditingkat universitas. Pada bab ini akan dibahas (1). Penegertian kalimat efektif, (2).

Ciri-ciri kalimat efektif, (3). Syarat yang mendasari kalimat efektif, (4). Struktur kalimat efektif. Pengertian Kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan Efektif 6.1. Sebarkan ini: Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula.

Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.

Pengertian Kalimat Efektif Menurut Para Ahli Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa : • Menurut (Rahayu: 2007) Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. • (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001) Mengatakan Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca.

• Menurut (Arif HP: 2013) Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di mengerti serta di artikan. Unsur-Unsur Kalimat Efektif Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku-buku tata bahasa Indonesia lama lazim disebut jabatan kata dan kini disebut peran kata dalam kalimat, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket).

Kalimat bahasa Indonesia baku sekurang-kurangnya terdiri atas dua unsur, yakni subjek dan predikat. Unsur yang lain (objek, pelengkap, dan keterangan) dalam suatu kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir, atau wajib tidak hadir. • Subjek (S) Subjek (S) adalah bagian kalimat menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek biasanya diisi oleh jenis kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh sebagai berikut ini: • Ibuku sedang melukis. • Kursi direktur besar. • Yang berpakaian batik dosen saya.

• Berjalan kaki itu membuat sehat badan. • Membangun jalan layang sangat mahal. Kata-kata yang dicetak tebal pada kalimat di atas adalah S. Contoh S yang diisi oleh kata dan frasa benda terdapat pada kalimat (a) dan (b), contoh S yang diisi oleh klausa terdapat pada kalimat (c), dan contoh S yang diisi oleh frasa verbal terdapat pada kalimat (d) dan (e).

Dalam bahasa Indonesia, setiap kata, frasa, klausa pembentuk S selalu merujuk pada benda (konkret atau abstrak). Pada contoh di atas, kendatipun jenis kata yang mengisi S pada kalimat (c), (d) dan (e) bukan kata benda, namun hakikat fisiknya tetap merujuk pada benda. Bila kita menunjuk pelaku pada kalimat (c) dan (d), yang berpakaian batik dan berjalan kaki tentulah orang (benda).

Demikian juga membangun jalan layang yang menjadi S pada kalimat (e), secara implisit juga merujuk pada “hasil membangun” yang tidak lain adalah benda juga. Di samping itu, kalau diselami lebih dalam, sebenarnya ada nomina yang lesap, pada awal kalimat (c) sampai (e), yaitu orang pada awal kalimat (c) dan kegiatan pada awal kalimat (d) dan (e).

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

Selain ciri di atas, S dapat juga dikenali dengan cara bertanya dengan memakai kata tanya siapa (yang)… atau apa (yang)… kepada P. Kalau ada jawaban yang logis atas pertanyaan yang diajukan, itulah S.

Jika ternyata jawabannya tidak ada dan atau tidak logis berarti kalimat itu tidak mempunyai S. Inilah contoh “kalimat” yang tidak mempunyai S karena kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan ada/tidak jelas pelaku atau bendanya. • Bagi siswa sekolah dilarang masuk. • Di sini melayani obat generic. • Memandikan adik di pagi hari. Contoh (a) sampai (c) belum memenuhi syarat sebagai kalimat karena tidak mempunyai S.

Kalau ditanya kepada P, siapa yang dilarang masuk pada contoh (a) siapa yang melayani resep pada contoh (b) dan siapa yang memandikan adik pada contoh (c), tidak ada jawabannya. Kalaupun ada, jawaban itu terasa tidak logis. • Predikat (P) Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana subjek (pelaku/tokoh atau benda di dalam suatu kalimat).

Selain memberitahu tindakan atau perbuatan subjek (S), P dapat pula menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jatidiri S. termasuk juga sebagai P dalam kalimat adalah pernyataan tentang jumlah sesuatu yang dimiliki oleh S. predikat dapat juga berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, tetapi dapat juga numeralia, nomina, atau frasa nominal. Perhatikan contoh berikut: • Anjing • Ibu sedang tidur siang.

• Putrinya cantik jelita. • Kota Jakarta dalam keadaan aman. • Kucingku belang tiga. • Robby mahasiswa baru. • Rumah Pak Hartawan Kata-kata yang dicetak tebal dalam kalimat di atas adalah P. kata mengendus pada kalimat (a) memberitahukan perbuatan anjing.

Kelompok kata sedang tidur siang pada kalimat (b) memberitahukan melakukan apa ibu, cantik jelita pada kalimat (c) memberitahukan bagaimana putrinya, dalam keadaan aman pada kalimat (d) memberitahukan situasi kota Jakarta, belang tiga pada kalimat (e) memberitahukan ciri kucingku, mahasiswa baru pada kalimat (f) memberitahukan status Robby, dan lima pada kalimat (g) memberitahukan jumlah rumah Pak Hartawan.

Berikut ini contoh kalimat yang tidak memiliki P karena tidak ada kata-kata menunjuk pada perbuatan, sifat, keadaan, ciri, atau status pelaku atau bendanya. • Adik saya yang gendut lagi lucu itu. • Kantor kami yang terletak di Jln. Gatot Subroto. • Bandung yang terkenal kota kembang.

Walaupun contoh (a), (b), (c) ditulis persis seperti lazimnya kalimat normal, yaitu diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, namun di dalamnya tidak ada satu kata pun yang berfungsi sebagai P. Tidak ada jawaban atas pertanyaan melakukan apa adik yang gendut lagi lucu (pelaku) pada contoh (a), tidak ada jawaban atas pertanyaan kenapa atau ada apa dengan kantor di Jalan Gatot Subroto dan Bandung terkenal sebagai kota kembang itu pada contoh (b) dan (c).

karena tidak ada informasi tentang tindakan, sifat, atau hal lain yang dituntut oleh P, maka contoh (a), (b), (c) tidak mengandung P. Karena itu, rangkaian kata-kata yang cukup panjang pada contoh (a), (b), (c) itu belum merupakan kalimat, melainkan baru merupakan kelompok kata atau frasa.

• Objek (O) Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P. objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O, seperi pada contoh di bawah ini.

• Nurul menimang … • Arsitek merancang … • Juru masak menggoreng … Verba transitif menimang, merancang, dan menggoreng pada contoh tersebut adalah P yang menuntut untuk dilengkapi.

Unsur yang akan melengkapi P pada ketiga kalimat itulah yang dinamakan objek. Jika P diisi oleh verba intransitif, O tidak diperlukan. Itulah sebabnya sifat O dalam kalimat dikatakan tidak wajib hadir. Verba intransitive mandi, rusak, pulang yang menjadi P dalam contoh berikut tidak menuntut untuk dilengkapi. • Nenek mandi. • Komputerku rusak.

• Tamunya pulang. Objek dalam kalimat aktif dapat berubah menjadi S jika kalimatnya dipasifkan. Perhatikan contoh kalimat berikut yang letak O-nya di belakang dan ubahan posisinya bila kalimatnya dipasifkan. • Martina Hingis mengalahkan Yayuk Basuki (O) • Yayuk Basuki (S) dikalahkan oleh Martina Hingis. • Orang itu menipu adik saya (O) • Adik saya (S) ditipu oleh oran itu.

• Pelengkap (pel) Pelengkap (P) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi Pel dan O juga sama, yaitu dapat berupa nomina, frasa nominal, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan.

Perhatikan contoh di bawah ini: • Ketua MPR membacakan Pancasila. S P O • Banyak orpospol berlandaskan Pancasila. S P Pel Kedua kalimat aktif (a) dan (b) yang Pel dan O-nya sama-sama diisi oleh nomina Pancasila, jika hendak dipasifkan ternyata yang bisa hanya kalimat (a) yang menempatkan Pancasila sebagai O. Ubahan kalimat (a) menjadi kalimat pasif adalah sebagai berikut: Pancasila dibacakan oleh ketua MPR.

S P O Posisi Pancasila sebagai Pel pada kalimat (b) tidak bisa dipindah ke depan menjadi S dalam kalimat pasif. Contoh berikut adalah kalimat yang tidak gramatikal. Pancasila dilandasi oleh banyak orsospol. Hal lain yang membedakan Pel dan O adalah jenis pengisinya. Selain diisi oleh nomina dan frasa nominal, Pelengkap dapat juga diisi oleh frasa adjectival dan frasa preposisional. Di samping itu, letak Pelengkap tidak selalu persis di belakang P. Apabila dalam kalimatnya terdapat O, letak pel adalah di belakang O sehingga urutan penulisan bagian kalimat menjadi S-P-O-Pel.

Berikut adalah beberapa contoh pelengkap dalam kalimat. • Sutardji membacakan pengagumnya puisi kontemporer. • Mayang mendongengkan Rayhan Cerita si Kancil. • Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum. • Annisa mengirimi kakeknya kopiah bludru. • Pamanku membelikan anaknya rumah mungil. • Keterangan (ket) Keterangan (Ket) adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya.

Unsur Ket dapat berfungsi menerangkan S, P, O, dan Pel. Posisinya bersifat bebas, dapat di awal, di tengah, atau di akhir kalimat. Pengisi Ket adalah frasa nominal, frasa preporsisional, adverbia, atau klausa. Berdasarkan maknanya, terdapat bermacam-macam Ket dalam kalimat. Para ahli membagi keterangan atas Sembilan macam (Hasan Alwi dkk, 1998:366) yaitu seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.

JENIS KETERANGAN DAN CONTOH PEMAKAIANNYA No Jenis keterangan Posisi/penghubung Contoh pemakaian 1 Tempat Di Ke Dari Pada Di kamar, di kota Ke Surabaya, ke rumahnya Dari Manado, dari sawah Pada permukaan 2 Waktu Pada Dalam Se- Sebelum Sesudah Selama sepanjang Sekarang, kemarin Pada pukul 5 hari ini Dalam 2 hari ini Sepulang kantor Sebelum mandi Sesudah makan Selama bekerja Sepanjang perjalanan 3 Alat Dengan Dengan pisau, dengan mobil 4 Tujuan Supaya/agar Untuk Bagi Demi Supaya/agar kamu faham Untuk kemerdekaan Bagi masa depan Demi orang tuamu 5 Cara Secara Dengan cara Dengan jalan Secara hati-hati Dengan cara damai Dengan jalan berunding 6 Kesalingan 7 Similatif Seperti Bagaikan Laksana Seperti angin Bagaikan seorang dewi Laksana bintang di langit 8 Penyebab Karena Sebab Karena perempuan itu Sebab kegagalannya 9 Penyerta Dengan Bersama Beserta Dengan adiknya Bersama orang tuanya Beserta saudaranya CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF dan Contoh Kalimat juga Strukturnya Kalimat dinyatakan dapat memberikan informasi kepada pembaca secara tepat dan akurat seperti yang diharapkan penulis (efektif), apabila memiliki ciri-ciri yaitu : kesatuan gagasan, kesepadanan, keparalelan, kehematan, kelogisan, kecermatan, kebervariasian, ketegasan, ketepatan, kebenaran struktur, dan keringkasan.

• Kesatuan gagasan Kalimat efektif hanya mengandung satu gagasan. Perhatikan kalimat berikut yang mempunyai lebih dari satu gagasan. Contoh: Melihat perkembangan penduduk RW 06 Kampung Sidodadi yang semakin padat namun tidak didukung dengan perekonomian yang cukup dan tanpa kita sadari bahwa peningkatan tersebut memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Kalimat tersebut mempunyai tiga gagasan: • Perkembangan penduduk RW 06 Kampung Sidodadi yang semakin padat.

• Perkembangan itu tidak didukung dengan perekonomian yang cukup. • Kita tidak menyadari bahwa peningkatan tersebut memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Saran perbaikan kalimat tersebut: Perkembangan penduduk RW 06 Kampung Sidodadi semakin padat, tetapi tidak didukung oleh perekonomian yang cukup dan sarana dan prasarana yang memadai.

• Kesepadanan Kesepadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat. Kesepadanan dalam kalimat ini diperlihatkan dengan adanya kesatuan gagasan dan kesatuan pikiran. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, yaitu: • Memiliki subjek dan predikat yang jelas Contoh: • Tidak diharapkan oleh bangsa mana pun, tetapi kenyataannya kita harus dapat menerimanya dengan tabah.

(Tidak efektif) (Apa atau siapa yang tidak diharapkan oleh bangsa mana pun?) • Krisis ekonomi tidak diharapkan oleh bangsa mana pun, tetapi kenyataannya kita harus dapat menerimanya dengan tabah. (Efektif) ( Krisis ekonomi memperjelas apa yang tidak diharapkan oleh bangsa mana pun) • Kata depan tidak berada di depan subjek Contoh: • Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour.

(Tidak efektif) (Bagi di depan subjek) • Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegaiatan study tour.(Efektif) • Konjungsi intrakalimat tidak dipakai di dalam kalimat tunggal. Contoh: • Saksi tidak hadir. Sehingga persidangan ditunda minggu depan.

( Sehingga di awal kalimat) • Saksi tidak hadir sehingga perseidangan ditunda minggu depan. ( sehingga di tengah kalimat) • Predikat tidak didahului konjungsi yang. Contoh: • Supporter timnas Indonesia yang mengenakan baju merah putih. ( yang di depan predikat) • Supporter timnas Indonesia mengenakan baju merah putih. • Subjek tidak ganda. Contoh: • Pembangunan jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa.

(Apa subjeknya: pembangunan jalan itu atau kami?) • Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa. (Subjek: saya) • Keparalelan (Kesejajaran) Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata atau makna yang digunakan di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan kesamaan bentuk kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata selanjutnya berbentuk verba.

Namun, jika kata pertama berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina. Contoh: • Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian definisi kalimat efektif.

(Tidak paralel) • Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif. (Paralel) • Ami menulisi surat. (Tidak paralel makna) • Ami menulis surat. (Paralel) • Kehematan Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan.

Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah: • Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk Contoh: • Saya tidak suka buah apel dan saya tidak suka duren. (Tidak hemat) • Saya tidak suka buah apel dan duren.

(Hemat) • Menghindari kesinoniman dalam kalimat Contoh: • Saya hanya memiliki 3 buah buku saja. (Tidak hemat) • Saya hanya memiliki 3 buah buku. (Hemat) • Menghindari penjamakan kata pada kata jamak Contoh: • Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.

(Tidak hemat) • Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. (Hemat) • Kelogisan Ide kalimat dalam kaliamat efektif dapat diterima atau dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah EYD.

Contoh: • Waktu dan tempat kami persilahkan! (Tidak logis) • Bapak kepala sekolah, kami persilahkan maju ke mimbar! (Logis) • Kecermatan Kalimat efektif ditulis secara cermat, tepat dalam diksi sehingga tidak menimbulkan tafsir ganda dan kerancuan dalam kalimat.

Contoh: • Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi Putri Indonesia tahun ini. (Tidak cermat) • Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi yang terkenal itu menjadi Putri Indonesia tahun ini. (Cermat) • Bayi yang mendapat ASI lebih sedikit mengandung virus dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu botol.

(Tidak cermat) • Bayi yang mendapat ASI akan lebih sedikit mengandung virus dibandingkan dengan bayi yang mendapat susu botol. (Cermat) Kecermatan juga diperlihatkan dengan tidak mengulang kata-kata yang sama yang bukan bertujuan penekanan seperti contoh berikut. Contoh: • Pengumuman itu akan diumumkan kepada umum 2 minggu lagi.

(Kurang cermat) • Pengumuman itu akan diumumkan kepada publik 2 minggu lagi. (Cermat) • Diharapkan proposal beserta keseluruhan kelengkapannya dapat melengkapi persyaratan administrasi proyek.

(Kurang cermat) • Diharapkan proposal beserta seluruh kelengkapannya dapat memenuhi persyaratan administrasi proyek. (Cermat) • Kebervariasian Kalimat yang efektif menunjukkan penggunaan kalimat yang tidak monoton.

Kalimat yang digunakan sebaiknya bervariasi dengan memanfaatkan jenis-jenis kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia. Selain itu, variasi dalam panjang-pendek kalimat dan penggantian unsur di awal kalimat juga menandakan kefektifan kalimat. Contoh: • Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang tua. • Dibutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua kepada anaknya. • Perhatian dan kasih sayang orang tua dibutuhkan anak.

• Ketegasan Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokoknya sehingga ide pokoknya menonjol di dalam kalimat tersebut. Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif.

• Meletakan kata yang ditonjolkan di awal kalimat Contoh: • Sudah saya baca buku itu. (penekanan pada baca buku) • Buku itu sudah saya baca. (penekanan pada Buku itu) • Mengurutkan kata secara bertahap. Contoh: • Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden. (Tidak efektif) • Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan gubernur. (Efektif) • Mempertentangkan ide yang ditonjolkan Contoh: • Perusahaan itu tidak bangkrut, tetapi berkembang dengan pesat.

• Surti kurus, tetapi jago makan. • Menggunakan partikel penekanan Contoh: • Buang lah semua sampah itu! • Jangankan emas uang pun aku tak punya. • Mengulang kata Contoh: • Suroto ayah yang baik, ayah yang rela berkorban demi anak-anaknya. • Sudah merupakan kewajiban bagi mahasiswa untuk belajar, belajar, dan belajar. • Ketepatan Setiap kata yang digunakan perlu dipilih secara tepat dan cermat sehingga dapat mewakili tujuan, maksud, atau pesan penulis.

Contoh: • Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian berada dalam satu ruangan. (Tidak tepat) • Ketujuh korban, saat ditemukan warga dan aparat kepolisian, berada dalam satu ruangan. (Tepat) • Posisi ketujuh korban saat ditemukan warga dan aparat kepolisian di dalam satu ruangan (Tepat) • Kebenaran struktur Kalimat efektif mengandung kebenaran struktur bahasa Indonesia, artinya unsur-unsur yang digunakan dalam kalimat tidak memakai unsur-unsur asing, atau daerah.

Sebagai contoh, pemakaian unsur bahasa Inggris which, where tidak benar jika disepadankan dengan konjungsi dimana, di mana, atau yang mana dalam bahasa Indonesia. Penggunaan kata tersebut perlu dihindari. Begitu pula unsur bahasa daerah sebaiknya tidak dipakai dalam tulisan. Contoh: • Kota dimana dia lahir kini hancur karena gempa. (Tidak benar) • Kota tempat dia lajir kini hancur karena gempa.

(Benar) • Pemerintah akan membangun sebuah sekolah yang mana sekolah itu adalah satu-satunya sekolah yang ada di Desa Sipiongot. (Tidak benar) • Pemerintah akan membangun sebuah sekolah yang merupakan satu-satunya sekolah yang ada di Desa Sipiongot. (Benar) • Dengan kita punya kemampuan menggunakan teknologi baru, segala pekerjaan akan lancar. (Tidak benar) • Dengan kemampuan kita menggunakan teknologi baru, segala pekerjaan akan lancar.

(Benar) • Keringkasan Dalam menulis ditemukan pemakaian kata dan kelompok kata yang sebenarnya memiliki makna yang sama.

Dalam hal ini kelompok kata merupakan bentuk panjang, sedangkan kata merupakan bentuk ringkas atau pendek. Contoh: • Kami mengadakan penelitian anak jalanan di Jakarta. (Bentuk panjang) • Kami meneliti anak jalanan di Jakarta. (Bentuk ringkas) • Pak Sanusi selalu memberi nasihat kepada anak-anaknya. (Bentuk panjang) • Pak Sanusi selalu menasihati anak-anaknya. (Bentuk ringkas) • Mahasiswa mengadakan diskusi mengerjakan tugas dari dosen. (Bentuk panjang) • Mahasiswa berdiskusi mengerjakan tugas dari dosen.

(Bentuk ringkas) Ciri CIri Kalimat Efektif Secara Umum : • Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur SP. • Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku. • Menggunakan diksi yang tepat. • Menggunakan kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis. • Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai. • Melakukan penekanan ide pokok.

• Mengacu pada kehematan penggunaan kata. • Menggunakan variasi struktur kalimat. Syarat-Syarat Kalimat Efektif Syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut: • Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.

• Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. • Mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya. • Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis. • Menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pendengarnya dengan tepat. • Sistematis dan tidak bertele-tele. Struktur Kalimat Efektif Struktur kalimat efektif haruslah benar.

Kalimat itu harus memiliki kesatuan bentuk, sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan adanya kesatuan arti. Kalimat yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk dan sekaligus kesatuan arti.

Sebaliknya kalimat yang strukturnya rusak atau kacau, tidak menggambarkan kesatuan apa-apa dan merupakan suatu pernyataan yang salah. Jadi, kalimat efektif selalu memiliki struktur atau bentuk yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya (yang pada umumnya terdiri dari kata) harus menempati posisi yang jelas dalam hubungan satu sama lain. Kata-kata itu harus diurutkan berdasarkan aturan-aturan yang sudah dibiasakan.

Tidak boleh menyimpang, aalagi bertentangan. Setiap penyimpangan biasanya akan menimbulkan kelainan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat pemakai bahasa itu. Misalnya, Anda akan menyatakan Saya menulis surat buat papa. Efek yang ditimbulkannya akan sangat lain, bila dikatakan: • Buat Papa menulis surat saya.

• Surat saya menulis buat Papa. • Menuis saya surat buat Papa. • Papa saya buat menulis surat. • Saya Papa buat menulis surat. • Buat Papa surat saya menulis. Walaupun kata yang digunakan dalam kalimat itu sama, namun terdapat kesalahan. Kesalahan itu terjadi karena kata-kata tersebut (sebagai unsur kalimat) tidak jelas fungsinya. Hubungan kata yang satu dengan yang lain tidak jelas.

Kata-kata itu juga tidak diurutkan berdasarkan apa yang sudah ditentukan oleh pemakai bahasa. Demikinlah biasanya yang terjadi akibat penyimpangan terhadap kebiasaan struktural pemakaian bahasa pada umumnya.

Akibat selanjutnya adalah kekacauan pengertian. Agar hal ini tidak terjadi, maka si pemakai bahasa selalu berusaha mentaati hukum yang sudah dibiasakan. dan menaati penyusunan kalimat efektif sebagai berikut: Penggunaan Kata yang Mengalami Perubahan Makna : Penggunaan kata yang mengalami perubahan makna dalam perkembangan penggunaannya sering mengalami perubahan makna. Perubahan tersebut sering terjadi karena pergeseran konotasi,rentang masa penggunaan,jarak dan lain-lain.

Namun yang jelas, perubahan-perubahan tersebut ada bermacam-macam yaitu: menyempit, meluas, ameliorative, peyoratif, dan asosiasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan dibawah ini: Macam-macam perubahan makna: • Menyempit/spesialisasi Kata yang tergolong kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya biasa dipakai untuk berbagai hal umum,tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.

Contoh: Kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalam arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”). • Meluas/generalisasi Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.

Contoh: Petani dulu dipakai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas.

Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya. • Ameliorasi (Peninggian Makna) Peninggian makna adalah perubahan makna yang mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tingg/ hormat/ halus/ baik nilainya, kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan makna lama.

Contoh: Kata Makna lama Makna Baru Bung Panggilan kepada orang laki-laki Panggilan kepada pemimpin Petani Orang yang bekerja disawah Orang yang bekerja di bidang agribisnis Putra Anak laki-laki Lebih tinggi daripada anak Gadis Perawan Perempuan muda masa kini • Peyorasi (Penurunan Makna) Penurunan makna adalah perubahan makna yang mengakibatkan makna baru dirasakan lebih rendah/ kurang baik/ kurang menyenangkan nilainya, daripada makna lama.

Contoh: Kata Makna lama Makna Baru Bini Perempuan yang sudah dinikahi Lebih rendah daripada istri/ nyonya Bunting Mengandung Lebih rendah dari kata hamil Janda Istri yang ditinggal karena suami meninggal dunia Istri yang ditinggalkan karena perceraian • Asosiasi Yang tergolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat.

Sering kita mendengar kalimat “ Hati-hati dengan tukang catut itu”. Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif, begitu pula dengan kata kacamata dalam: “ Menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar”. • Sinestesia Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.

Contoh: Gadis itu berwajah manis (kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pegecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan.

Demikian juga kata panas, kasar, sejuk,dan sebagainya). Daftar Pustaka Ali, Lukman dkk. 1991. Petunjuk Praktis Berbahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Badudu, J.S. 1983. Membina Bahasa Indonesia baku. Bandung: Pustaka Prima. Finoza, Lamuddin. 2002. Komposisi Bahasa Indonesia.

Jakarta: Insan Mulia. Razak, Abdul. 1985. Kalimat Efektif. Jakarta: Gramedia. Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, S1, SMP Ditag 5 contoh kalimat efektif menggunakan kosakata baku, apa yang kamu ketahui tentang kalimat efektif, berikan contoh kata-kata tidak baku, berikut ini yang merupakan contoh kalimat efektif adalah, buatlah contoh kalimat efektif, ciri ciri efektif dan efisien, ciri ciri kalimat efektif brainly, ciri-ciri kosakata baku, contoh kalimat efektif brainly, contoh kalimat efektif dalam paragraf, contoh kalimat efektif dan efisien, contoh kalimat efektif kesatuan, kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan kalimat efektif menggunakan kosakata baku, contoh kalimat efektif spok, contoh kalimat efektif yang benar, contoh kalimat tidak efektif dan pembenarannya, contoh kalimat tidak efektif di koran kompas, contoh kalimat tidak terdapat subjek ganda, contoh soal kalimat efektif, fungsi kalimat efektif, jelaskan pengertian kosakata baku, jelaskan tujuan kalimat efektif, jenis kalimat efektif, kalimat efektif harus sesuai dengan, kalimat efektif menurut para ahli, kalimat efektif tentang pahlawan, kata yang tidak sesuai eyd disebut, makalah kalimat efektif, nama lain dari kepaduan adalah, pengeditan kalimat yang tidak efektif, pertanyaan tentang kalimat efektif, prinsip kalimat efektif, salah satu ciri kalimat efektif adalah, sebutkan 3 kalimat efektif tentang penemuan, sebutkan ciri-ciri khusus kelelawar, struktur kalimat efektif, syarat kalimat efektif, tuliskan 5 contoh kalimat efektif menggunakan kosakata baku, tuliskan lima contoh kata baku, unsur kalimat efektif, unsur unsur kalimat efektif Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan Beserta Penjelasannya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.

Kalimat efektif juga merupakan kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.

Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis.

Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. Berikut ini 13 Sebab Ketidakefektifan Kalimat : 1.

Kalimat Berstruktur Kompak. Setiap kalimat minimal terdiri atas unsur pokok dan sebutan (yang menerangkan pokok) atau unsur subjek dan predikat. Kalimat yang baik adalah kalimat yang menggunakan subjek dan predikat secara benar dan kompak. Kekurangkompakan dan ketidakjelasan kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan dapat terjadi jika digunakan kata depan di depan subjek.

Misalnya penggunaan dalam, untuk, bagi, di, pada, sebagai, tentang, dan, karena sebelum subjek kalimat tersebut. Contoh kalimat tidak efektif: Bagi semua siswa harus memahami uraian berikut ini. Dalam pembahasan ini menyajikan contoh nyata. Sebagai contoh dari uraian di atas adalah perkalian di bawah ini.

Kalimat di atas menjadi tidak efektif karena unsurnya tidak lengkap. 2. Kalimat Paralel. Kalimat yang efektif adalah kalimat yang tersusun secara paralel. Keparalelan itu tampak pada jenis kata yang digunakan sebagai suatu yang paralel dengan memiliki unsur atau jenis kata yang sama.

Kesalahan dalam menggunakan paralelis kata akan menjadikan kalimat tersebut menjadi tidak efektif. Contoh kalimat tidak efektif: Kegiatan akhir dari percobaan itu adalah menyusun laporan, kelengkapan materi yang harus dilampirkan, penggambaran tahap-tahap kegiatan, dan simpulan hasil pengujian.

Ketidakefektifan kalimat tersebut, karena memfaralelkan jenis kata menyusun, dengan kelengkapan, penggambaran, dan simpulan. Kalimat tersebut memfaralelkan “kegiatan” sebagai verba, maka kata lainnya seharusnya menggunakan verba. Misalnya, kata menyusun seharusnya berfaralel dengan melampirkan (materi secara lengkap), menggambarkan (tahap-tahap kegiatan), dan menyimpulkan (hasil pengujian).

Bandingkanlah dengan kalimat di bawah ini! Kegiatan akhir dari percobaan itu adalah menyusun laporan, melampirkan materi secara lengkap, menggambarkan tahap-tahap kegiatan, dan menyimpulkan hasil pengujian. 3. Kalimat Hemat. Kalimat yang efektif harus hemat. Kalimat hemat memiliki ciri kalimat yang menghindari pengulangan subjek, pleonasme, hiponimi, dan penjamakan kata yang sudah bermakna jamak.

Contoh kalimat tidak efektif: Para menteri serentak berdiri, setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang ke acara itu. Waktu tempuh yang digunakan hanya selama 45 menit saja untuk sampai ke daerah itu.

Air raksa ini harus dicampur dengan kain warna merah. Banyak orang-orang yang tidak hadir pada pertemuan yang menghadirkan beberapa tokoh-tokoh terkemuka. Kalimat pertama kurang efektif karena menggunakan subjek (kata para menteri) dengan subjek kedua (kata mereka). Kalimat kedua menggunakan kata bermakna sama, yaitu kata hanya dan saja. Kalimat ketiga kurang efektif karena menggunakan kata bermakna hiponimi, yaitu kata warna dan merah (merah merupakan salah satu warna, sehingga tidak perlu menggunakan kata warna).

Kalimat keempat, menggunakan kata bermakna jamak secara berulang, yaitu kata banyak dan beberapa dengan pengulangan kata yang mengikutinya. 4. Kalimat Berpadu. Kalimat yang berpadu adalah kalimat yang berisi kepaduan pernyataan. Kalimat yang tidak berpadu biasanya terjadi karena salah dalam menggunakan verba (kata kerja) atau preposisi (kata depan) secara tidak tepat. Contoh kalimat tidak efektif: Segala usulan yang disampaikan itu kami akan pertimbangkan.

Uraian pada bagian ini akan menyajikan tentang perkembangbiakan pohon aren. Materi yang sudah diungkapkan daripada pembicara awal akan dibahas kembali pada pertemuan yang akan datang. Penggunaan kata akan yang menyelip di antara subjek dengan predikat pada kalimat pertama menjadikan kalimat tersebut kurang padu. Demikian pula penggunaan kata tentang dan daripada setelah verba menjadikan kalimat tersebut kurang padu 5.

Kalimat Logis. Kalimat yang logis adalah kalimat yang dapat diterima oleh akal atau pikiran sehat. Biasanya ketidaklogisan kalimat terjadi karena pemilihan kata atau ejaan yang salah. Contoh kalimat tidak efektif: Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara ini.

Untuk mempersingkat waktu, marilah kita bersama-sama mulai mengerjakan tugas tersebut. Mayat wanita yang ditemukan di sungai itu sebelumnya sering mondar- mandir di daerah tersebut. Pada kalimat pertama terkadung makna bahwa yang berbahagia adalah kesempatan, kecuali verbanya diganti dengan membahagiakan. Kalimat kedua memiliki makna yang tidak mungkin waktu dipersingkat, kecuali acara yang dipersingkat atau waktu yang dihemat. Kalimat ketiga menggunakan konstruksi kalimat yang kurang benar sehingga memunculkan makna yang kurang logis dan menakutkan.

6. Kontaminasi ==> merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah Contoh : * diperlebar, dilebarkan diperlebarkan (salah) * memperkuat, menguatkan memperkuatkan (salah) * sangat baik, baik sekali kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan baik sekali (salah) * saling memukul, pukul-memukul saling pukul-memukul (salah) * Di sekolah diadakan pentas seni.

Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah) 7. Pleonasme ==> berlebihan, tumpang tindih Contoh : * para hadirin (hadirin sudah jamak, tidak perlu para) * para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak) * banyak siswa-siswa (banyak siswa) * saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna ‘saling’) * agar supaya (agar bersinonim dengan supaya) * disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena) 8.

Tidak Memiliki Subjek. Contoh : * Buah mangga mengandung vitamin C.(SPO) (benar) * Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. (KPS) (benar) ?? * Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. (KPO) (salah) 9.

Adanya kata depan tidak perlu. Contoh : * Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. * Kepada siswa kelas I berkumpul di aula. * Selain daripada bekerja, ia juga kuliah. 10. Salah Nalar. Contoh : * waktu dan tempat dipersilahkan. (Siapa yang dipersilahkan) * Mobil Pak Dapit mau dijual. (Apakah bisa menolak?) * Silakan maju ke depan.

(maju selalu ke depan) * Adik mengajak temannya naik ke atas. (naik selalu ke atas) * Pak, saya minta izin ke belakang. (toilet tidak selalu berada di belakang) * Saya absen dulu anak-anak. (absen: tidak masuk, seharusnya presensi) * Bola gagal masuk gawang. (Ia gagal meraih prestasi) (kata gagal lebih untuk subjek bernyawa) 11. Kesalahan Pembentukan kata. Contoh : * mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan * menyetop seharusnya menstop * mensoal seharusnya menyoal * ilmiawan seharusnya ilmuwan * sejarawan seharusnya ahli sejarah 12.

Pengaruh bahasa asing. Contoh : * Rumah di mana ia tinggal … (the house where he lives …) (seharusnya tempat) * Sebab-sebab daripada perselisihan … (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) * Saya telah katakan … (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan) 13. Pengaruh bahasa daerah. Contoh : * … sudah pada hadir.

(Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) * … oleh saya. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona)
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.

Kalimat efektif juga merupakan kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis.

Hei friend, karena kita ini mahasiswa gundar, tolong ya blognya di kasih link UG, seperti www.gunadarma.ac.id, Studentsite studentsite.gunadarma.ac.id dan lain lain karna link link tersebut mempengaruhi kriteria penilaian mata kuliah soft skill Selain itu, Yuk ikut lomba 10 kategori lomba khusus bagi mahasiswa Universitas Gunadarma.

Edisi Desember 2012 ini diperuntukan bagi mahasiswa S1 dan D3. Tersedia 100 pemenang, atau 10 pemenang untuk setiap kategori. link http://studentsite.gunadarma.ac.id/news/news.php?stateid=shownews&idn=755 Oh iya, kalian nggak mau ketinggalan kan untuk update terhadap berita studentsite dan BAAK, maka dari itu, yuk pasang RSS di Studentsite kalian.untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSS, silahkan kunjungi link inihttp://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5 makasi :) @deliverdee Posting Komentar • ► 2013 (3) • ► Juni (3) • ▼ 2011 (25) • ▼ Desember (11) • LAYANAN JARINGAN • PASAR MONOPOLI • INKASO DALAM NEGERI • SURAT BERHARGA • AKTIVA TETAP • PAJAK PENHASILAN PASAL 22 • PENYUSUTAN DAN AMORTISASI • PEMERIKSAAN • SURAT KETETAPAN PAJAK • PAJAK NEGARA DAN PAJAK DAERAH • Kalimat efektif • ► November (2) • ► Oktober (12) MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Kalimat Efektif • 1.

JS Badudu • 2. Arif HP (2013) • 3. Rahayu (2007) • 4. Arifin (1989) • 5. Nasucha, Rohmadi dan Wahyudi (2009) • Syarat Kalimat Efektif • 1. Sesuai EYD • 2. Sistematis • 3.

Tidak ambigu • 4. Tidak bertele-tele • Ciri-ciri Kalimat Efektif • 1. Struktur yang sepadan • 2. Pemilihan kata • 3. Makna kalimat tegas • 4. Kesejajaran bentuk • 5. Kalimat logis • Unsur-unsur Kalimat Efektif • 1. Subjek (S) • 2. Predikat (P) • 3. Obyek (O) • 4. Keterangan (K) • 5. Pelengkap (Pel) • Struktur Kalimat Efektif • 1. Struktur kalimat efektif umum • 2.

Struktur kalimat efektif paralel • 3. Struktur kalimat efektif periodik • Contoh Kalimat Efektif Syarat Kalimat Efektif. Sebagian besar orang pasti pernah belajar mengenai penulisan kalimat efektif ketika duduk di bangku sekolah, termasuk syarat kalimat efektif.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

Seorang penulis harus memahami betul syarat kalimat efektif sebelum membuat tulisan, supaya karyanya lebih mudah dipahami dan pesannya pun tersampaikan kepada pembaca. Karena, penulisan kalimat tidak efektif tidak sembarangan.

Ada beberapa unsur, ciri-ciri dan berbagai macam struktur penulisannya untuk memenuhi syarat kalimat efektif. Penulisan kalimat yang tidak efektif akan terkesan bertele-tele, ambigu dan tidak jelas pesannya. Bahkan, pembaca mungkin cepat bosan atau justru tidak tertarik untuk membacanya sejak awal. Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Adapun kaidah-kaidah yang berlaku tersebut, meliputi unsur-unsur penting bahasa Indonesia yang harus ada dalam setiap kalimat, memperhatikan ejaan yang disempurnakan (EYD) dan pemilihan diksi sebagai syarat kalimat efektif.

Kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah penulisan itu pastinya akan mudah dipahami oleh pembaca. Dalam arti kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pembaca cepat untuk memahaminya. Para ahli pun memiliki definisi yang berbeda-beda mengenai syarat kalimat efektif.

Berikut ini, beberapa pandangan ahli. 1. JS Badudu Menurut JS Badudu, kalimat efektif adalah kalimat baik karena apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh si penulis dalam bahasa tulis bisa diterima dan dipahami oleh pembaca dalam bahasa tulis. 2. Arif HP (2013) Arif berpendapat kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang bisa membantu menjelaskan suatu persoalan secara lebih singkat, padat, jelas dan mudah dipahami serta diartikan oleh pembacanya.

3. Rahayu (2007) Kalimat efektif adalah kalimat yang tak hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, sintaksis dan gramatikal, tetapi juga kalimat ini harus hidup, segar, mudah dipahami dan bisa menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. 4. Arifin (1989) Arifin mengatakan kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas dan enak dibaca.

5. Nasucha, Rohmadi dan Wahyudi (2009) Menurut Nasucha, Rohmadi dan Wahyudi, kalimat efektif adalah kalimat yang bisa menyampaikan informasi-informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca.

Baca Juga: Kalimat Efektif: Pengertian, Prinsip, Karakteristik dan Contoh Lengkapnya Syarat Kalimat Efektif Menulis kalimat efektif juga tidak sembarangan, karena ada beberapa hal yang harus kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan. Berikut ini, beberapa syarat kalimat efektif yang harus dipahami penulis. 1. Sesuai EYD Syarat kalimat efektif harus menggunakan tanda baca maupun ejaan yang disempurnakan (EYD).

Karena, EYD adalah kaidah utama dalam penulisan kalimat bahasa Indonesia sehingga harus menggunakan kata-kata dengan ejaan yang benar. Kalimat efektif juga harus menggunakan tanda baca yang tepat dan benar, supaya maknanya jelas. Perhatikan fungsi penggunaan tanda seru, tanda tanya, koma hingga titik dalam sebuah kalimat. Penerapan EYD dan tanda baca yang benar ini termasuk ketentuan dasar yang wajib dipahami dan diterapkan dalam penulisan kalimat efektif.

2. Sistematis Susunan kalimat yang tepat atau sistematis termasuk syarat kalimat efektif. Kalimat yang efektif memiliki susunan utama subjek dan predikat, lalu diikuti objek, pelengkap dan keterangan. Susunan yang sistematis ini perlu diperhatikan, karena penggunaan kata-kata baku sesuai EYD dengan susunan yang berantakan belum bisa disebut sebagai kalimat efektif. Susunan kata dan kalimat yang sistematis ini akan memudahkan pembaca memahami isi dan tujuan penulis.

Oleh karena kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan, penulis sangat perlu mengoreksi tulisannya untuk memastikan hasilnya sudah sesuai syarat kalimat efektif atau belum.

3. Tidak ambigu Syarat kalimat efektif yang ketiga adalah sebuah kalimat juga tidak boleh bermakna ganda atau bersifat multitafsir. Jadi, Anda tak cukup memperhatikan penggunaan kata bermakna ganda, tetapi juga jangan membuat kalimat menjadi multitafsir ketika dibaca. Kalimat yang multitafsir ini disebabkan oleh pemilihan kata atau susunan kata yang kurang tepat, sehingga bisa dipastikan itu bukan kalimat efektif.

Akibatnya, pembaca akan kesulitan dan ragu-ragu memahami maksud penulis. 4. Tidak bertele-tele Penggunaan kata yang ringkas dan jelas juga syarat kalimat efektif. Maksudnya, penulis tidak perlu membuat kalimat yang bertele-tele dengan menghindari penggunaan kata, frasa atau bentuk lain yang tak perlu. Penggunaan kata yang ringkas atau hemat dalam kalimat efektif juga termasuk, menghindari pengulangan subjek, menghindari sinonim kata dalam satu kalimat dan perhatikan kata jamak.

Jadi, penulis tidak perlu menyebutkan subjek lebih dari 1 kali dalam satu kalimat, jangan gunakan kata dan sinonimnya dalam satu kalimat, jangan menambahkan kata lain yang bermakna jamak bila sudah ada. Sebab, penggunaan kata yang bertele-tele bisa membuat maknanya lebih sulit dipahami atau bias. Jadi, perhatikan penggunaan kata Anda dalam suatu kalimat efektif. Baca Juga: Teknik Menulis: Menggunakan Rangkaian Kalimat Efektif Ciri-ciri Kalimat Efektif Syarat kalimat efektif bukan satu-satunya yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah karya.

Penulis juga harus memahami ciri-ciri kalimat efektif sebelum menulis. Berikut ini, beberapa ciri-ciri kalimat efektif yang perlu dipahami. 1. Struktur yang sepadan Ciri-ciri pertama kalimat efektif adalah kesepadanan struktur yang juga termasuk dalam syarat kalimat efektif.

Maksudnya, penulis harus mempertimbangkan gagasan dan struktur yang dipakai harus seimbang. Caranya, pastikan kalimat memiliki subjek dan predikat yang jelas dengan menghindari penggunaan kata depan sebelum subjek, kalimat tidak memiliki subjek ganda sehingga tidak fokus dan sulit dipahami, serta predikat dalam kalimat juga tidak didahului oleh kata “yang”.

Karena, penggunaan kata “yang” justru menghilangkan unsur predikat dalam suatu kalimat. Struktur yang sepadan salah satu ciri-ciri kalimat efektif untuk membantu pembaca lebih mudah memahami gagasan penulis. 2. Pemilihan kata Syarat kalimat efektif adalah ringkas, jelas dan tidak bertele-tele. Karena itu pemilihan kata yang efisien dan hemat menjadi salah satu ciri-ciri kalimat efektif.

Pastikan Anda tidak menggunakan kata bermakna sama dalam satu kalimat.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

Dua hal yang menyebabkan kalimat tidak efektif terkait dengan pemilihan kata, yakni penggunaan kata jamak dan kata bersinonim dalam satu kalimat. Jadi, penulis cukup menggunakan kata yang dinilai perlu dan wajib dalam satu kalimat efektif. Kemudian Anda bisa menggunakan tanda baca. Penggunaan kata yang tidak perlu akan membuat kalimat terkesan bertele-tele, bias dan lebih sulit dipahami.

3. Makna kalimat tegas Penulisan dengan panduan EYD memang salah satu syarat kalimat efektif, tetapi bukan berarti susunan kalimatnya harus didahului subjek dan diikuti predikat. Anda bisa menuliskan predikat lebih dulu sebelum subjek untuk memberikan penegasan.

Sedangkan, keterangan yang berada di bagian depan berfungsi untuk mempertegas kalimat tersebut. Kalimat efektif cenderung memiliki susunan yang jelas dan tegas, supaya pembaca lebih mudah memahami gagasan penulis. 4. Kesejajaran bentuk Kesejajaran bentuk juga salah satu ciri-ciri kalimat efektif. Kesejajaran bentuk ini berkaitan dengan penggunaan kata imbuhan dalam suatu kalimat. Kalimat efektif harus memiliki imbuhan paralel dan konsisten.

Bila penulis menggunakan kata imbuhan (me-), maka kalimat tersebut juga memakai keterangan dengan imbuhan (me-) lagi. 5. Kalimat logis Kalimat efektif harus bersifat logis sebagai salah satu ciri-cirinya. Maksudnya, kalimat efektif memiliki makna yang tidak ambigu agar mudah dipahami.

Makna yang tidak multitafsir ini juga termasuk syarat kalimat efektif. Jadi, pastikan Anda memilih kata yang tidak bermakna ganda, bukan sinonim dan tidak janggal untuk membentuk kalimat efektif.

Baca Juga: Contoh Teks Biografi yang Bisa Kamu Jadikan Referensi Unsur-unsur Kalimat Efektif Unsur-unsur dalam penulisan sebuah kalimat salah satu hal yang harus diperhatikan dalam syarat kalimat efektif. Karena, kalimat yang efektif pastinya memenuhi unsur-unsur berikut ini.

1. Subjek (S) Subjek adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku atau tokoh, yang bisa berupa orang, benda, tempat atau suatu masalah yang menjadi pokok pembicaraan. Subjek termasuk syarat kalimat efektif, yang biasanya berupa jenis kata benda (nominal), klausa atau frasa verbal. Dalam Bahasa Indonesia, setiap kata, frasa atau klausa pembentuk subjek selalu merujuk pada benda, baik benda konkret atau abstrak. Selain itu, subjek juga bisa berupa kata tanya, seperti siapa atau apa untuk menanyakan predikat.

2. Predikat (P) Predikat adalah bagian kalimat yang berfungsi memberi tahu kondisi atau tindakan yang dilakukan subjek. Selain memberi tahu kondisi atau tindakan subjek, predikat juga bisa menyatakan sifat, situasi, status, ciri atau jatidiri subjek. Bahkan, predikat sebagai syarat kalimat efektif juga bisa menyatakan jumlah benda atau sesuatu yang dimiliki oleh subjek.

Predikat bisa berupa kata atau frasa, yang sebagian besar berupa verba atau adjektiva. Tetapi, predikat juga bisa berupa numeralia, nomina atau frasa nominal.

3. Obyek (O) Obyek adalah bagian kalimat yang menunjukkan benda atau sesuatu hal menjadi sasaran untuk melengkapi predikat. Objek sebagai syarat kalimat efektif biasanya berupa nomina, frasa nominal atau klausa. Umumnya, posisi objek berada di belakang predikat yang berupa verba transitif, yakni verba yang menuntut adanya objek dari kalimat lebih jelas.

Objek dalam sebuah kalimat bisa berubah menjadi subjek bila kalimatnya dipasifkan. 4. Keterangan (K) Keterangan adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai kata lainnya.

Unsur keterangan dalam syarat kalimat efektif berfungsi menjelaskan subjek, predikat, objek dan pelengkap. Posisinya bisa berada di awal, di tengah atau di akhir kalimat. Keterangan dalam sebuah kalimat bisa berupa waktu, tempat, tujuan dan sebab-akibat. Keterangan biasanya ditandai dengan penggunaan konjungsi atau kata hubung.

5. Pelengkap (Pel) Pelengkap adalah bagian dalam kalimat yang melengkapi predikat. Umumnya, pelengkap berada di belakang predikat yang juga bisa menjadi posisi objek dan berupa verba.

Kata yang mengisi pelengkap dan objek pun sama, yakni bisa berupa nomina, frasa, nominal dan klausa. Perbedaannya, kata pelengkap tidak bisa dipindahkan ke depan sebagai subjek dalam kalimat pasif.

Sedangkan, kata objek bisa dipindahkan sebagai subjek dalam kalimat pasif. Struktur Kalimat Efektif Syarat kalimat efektif tidak harus mencakup semua unsur kalimat, yakni subjek, predikat, objek, keterangan dan pelengkap (SPOK + Pel).

Karena, struktur kalimat efektif terbagi menjadi 3 macam dan tak semuanya harus tersusun membentuk SPOK untuk memenuhi syarat kalimat efektif. Berikut ini, penjelasan mengenai 3 macam struktur kalimat efektif. 1. Struktur kalimat efektif umum Struktur kalimat efektif umum biasanya terdapat unsur-unsur yang terbagi menjadi dua, yakni unsur wajib dan unsur tidak wajib.

Unsur wajib sebagai syarat kalimat efektif adalah subjek dan predikat. Sedangkan, unsur tidak wajib adalah unsur yang boleh disertakan dan tidak disertakan, termasuk kata kerja bantu, keterangan dan pelengkap. Contoh struktur kalimat efektif umum: • Ibu sedang memasak. (S-P) • Ibu sedang memasak sayur di dapur.

(S-P-O-K) 2. Struktur kalimat efektif paralel Struktur kalimat efektif paralel adalah struktur kalimat yang menggunakan bentuk bahasa sama dalam satu susunan serial untuk memenuhi syarat kalimat efektif.

Struktur kalimat efektif paralel ini terbagi menjadi dua, yakni kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Jika, sebuah kalimat dinyatakan dengan kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan, maka ide yang sama harus dinyatakan dengan frase. Jika sebuah ide dalam suatu kalimat dinyatakan dengan kata benda, maka ide lain yang sama harus dinyatakan sebagai kata benda.

Demikian pula, sebuah ide dalam kalimat yang dinyatakan dengan kata kerja, maka ide lainnya juga dijelaskan menggunakan kata kerja. Contoh struktur kalimat efektif paralel: • Demensia adalah penyakit orang lansia yang paling berbahaya sebab cara pencegahan dan pengobatannya belum diketahui. 3. Struktur kalimat efektif periodik Struktur kalimat efektif periodik adalah struktur kalimat yang lebih mengemukakan unsur-unsur tambahan baru untuk menuju unsur intinya.

Struktur ini dilakukan agar bisa menarik perhatian pembaca sebagai syarat kalimat efektif. Contoh struktur kalimat efektif periodik: • Oleh mahasiswa kemarin jenazah yang busuk itu dikuburkan.

(O-K-S-P) • Oleh awan panas yang tersembur dari kepundan, dengan bantuan angin yang berkecepatan tinggi, hutan lindung di lereng bukit itu terbakar habis. (O-K-S-P) • Kemarin rombongan mahasiswa PKL dari UNESA disambut oleh mahasiswa jurusan PBSID UNDIKSHA.

(K-S-P-O) Baca Juga: Resensi: Pengertian, Tujuan, Unsur dan Jenis-jenisnya Contoh Kalimat Efektif Berikut ini contoh-contoh kalimat yang sesuai dengan syarat kalimat efektif: 1. Kalimat efektif: Sehubungan dengan itu, dikemukakannya juga minat baca kaum remaja menurun. Kalimat tidak efektif: Berhubungan itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin menurun.

2. Kalimat efektif: Pembangunan jelas menuju zaman keemasan yang baru. Oleh karena itu, pembangunan menghendaki pengembangan bakat-bakat kebudayaan bangsa di segala lapangan, mulai dari hal-hal yang terlihat kecil sampai masalah-masalah besar. Kalimat tidak efektif: Pembangunan jelas menuju zaman keemasan yang baru, menghendaki pengembangkan bakat-bakat pendukung kebudayaan bangsa di segala lapangan mulai dari hal-hal yang terlihat kecil, seperti mengatur rumah tangga, cara bergaul dan cara memperoleh hiburan sampai meningkatkan ke masalah-masalah besar, seperti pembangunan kota, memproduksi pangan, menciptakan berbagai bentuk kesenian baru, pendeknya segala soal yang membina kebudayaan baru.

3. Kalimat efektif: Kalimat tersebut harus disusun sebaik-baiknya agar tidak membingungkan pembaca. Kalimat tidak efektif: Kalimat tersebut harus disusun sedemikian rupa agar tidak membingungkan pembaca.

4. Kalimat efektif: Karena keluarga dan kawan-kawan menasihati kami untuk kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan menginap di hotel besar itu, kami berkeputusan untuk menginap di rumah penginapan penduduk. Kalimat tidak efektif: Kami berkeputusan, karena keluarga kami dan kawan-kawan menasihati kami untuk tidak menginap di hotel besar itu untuk menginap di rumah penginapan penduduk.

5. Kalimat efektif: Penyusunan buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan agar mendapatkan kesempatan belajar dan menulis.

Kalimat tidak efektif: Penyusunan buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada di pedesaan agar mereka mendapat kesempatan belajar membaca dan menulis.
tirto.id - Agar dapat membuat contoh kalimat efektif yang benar perlu untuk memahami pengertian dan syaratnya terlebih dahulu. Kalimat efektif adalah kalimat yang jelas dan baik sehingga maknanya mudah dipahami oleh orang lain.

Kalimat efektif harus memiliki informasi yang tepat sekaligus dapat mewakili pikiran dan keinginan si penulis. Berdasarkan jurnal Kalimat Efektif dalam Berkomunikasi, kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan gagasan sesuai harapan penulis atau pembaca. Artinya, penulis/pembicara harus memilih kata serta kalimat yang tepat agar informasi yang disampaikan bisa lebih mudah dipahami. Kalimat efektif juga merupakan kalimat yang jelas, lugas, tidak bertele-tele, dan biasanya tidak bermakna ganda.

Oleh karena itu, kalimat efektif mampu menciptakan kesepahaman antara penulis dan pembaca. Syarat-Syarat Kalimat Efektif Kalimat efektif memang tidak bertele-tele, tapi bukan berarti susunannya harus dibuat sesingkat dan sependek mungkin.

Setidaknya ada lima syarat yang harus dimiliki oleh sebuah kalimat efektif. Dikutip dari buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia – Kalimat, berikut adalah syarat atau ciri kalimat efektif: 1. Kelugasan Kalimat efektif harus memenuhi syarat kelugasan. Artinya, informasinya disampaikan secara sederhana, tidak berbelit-belit, dan hanya berupa intinya saja.

Contoh: • Kalimat tidak efektif: Terus meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk plastik, mau tidak mau memaksa industri plastik untuk menambah produksinya dan lebih meningkatkan mutu plastik itu sendiri. • Kalimat efektif: Permintaan terhadap produk plastik yang terus meningkat memaksa industri plastik menambah produksi dan meningkatkan mutunya.

2. Ketepatan Kalimat efektif harus mengandung informasi yang benar, mengena, atau tepat sasaran.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

Dengan demikian, kalimat efektif tidak menimbulkan ambiguitas atau kesalahpahaman. Contoh: • Kalimat tidak efektif: Anak bu guru yang cantik itu mahir bermain piano. Kalimat di atas memiliki makna ganda, yaitu “anaknya yang cantik” atau “bu gurunya yang cantik”. • Kalimat efektif: a. Anak dari bu guru cantik itu mahir bermain piano. b. Bu guru memiliki anak cantik yang mahir bermain piano.

3. Kejelasan Kalimat efektif harus memiliki struktur yang jelas dengan unsur yang lengkap. Artinya, kalimat tersebut memiliki struktur subjek, predikat, objek, dan keterangan yang jelas. Contoh: • Kalimat tidak efektif: Berdasarkan analisis kapasitas produksi, dapat diketahui bahwa dalammenjalankan promosi memiliki pengaruh terhadap aspek penjualan. • Kalimat efektif: Berdasarkan analisis kapasitas produksi, dapat diketahui bahwa promosi memiliki pengaruh terhadap aspek penjualan.

4. Kehematan Kalimat efektif harus disampaikan secara cermat dan tidak boros dalam penggunaan kata-katanya. Oleh karena itu, kalimat efektif kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan tidak pernah menggunakan dua kata yang sama atau memiliki makna serupa (sinonim). Contoh: • Kalimat tidak efektif: Pemberian penghargaan dapat diberikan dalam bentuk uang, piagam, atau kenaikan pangkat. • Kalimat efektif: Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk uang, piagam, atau kenaikan pangkat.

5. Kesejajaran Kesejajaran artinya bentuk dan struktur dalam kalimat efektif harus sama atau sederajat. Hal ini berkaitan dengan penggunaan imbuhan serta klausa-klausa dalam kalimat majemuk. Contoh: • Kalimat tidak efektif: Novel itu ditulis oleh Ani dan Gramedia yang menerbitkannya. • Kalimat efektif: a. Novel itu ditulis oleh Ani dan diterbitkan oleh Gramedia. b. Ani yang menulis novel itu dan Gramedia yang menerbitkannya.
Artikel ini membahas tentang kalimat efektif secara lengkap, mulai dari pengertian, syarat, hingga contohnya.

-- “Eh, aku mau latihan ngasih sambutan, nih! Coba dengerin, ya,” ujar Jenandra. Jelita yang tengah sibuk mengerjakan tugas, langsung menghentikan sementara kegiatannya untuk mendengarkan Jenandra.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

“Boleh, boleh. Coba, gih.” ujar Jelita. Jenandra berdeham, kemudian berkata dengan lantang, “Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para hadirin sekalian yang sudah hadir di acara yang amat sangat meriah ini.

Saya merasa sungguh-sungguh senang sekali bisa berdiri di hadapan para hadirin sebagai perwakilan sis—” “Wey, bentar, bentar. Ini kamu mau ngasih sambutan, apa mau minta disambit sih, Je?” Jelita memotong ucapan Jenandra yang belum selesai dengan wajah jengkel. “Hah… Emangnya kenapa, Ta?” tanya Jenandra dengan polosnya. Hayoo, coba tebak, apa kesalahan Jenandra yang membuat Jelita jengkel?

Nih, aku kasih tahu, ya! Kalimat sambutan Jenandra itu nggak menggunakan kalimat efektif alias bertele-tele, makanya Jelita jadi jengkel sendiri, deh. Baca juga: Cara Menemukan Ide Pokok dalam Paragraf Eh, tapi ngomong-ngomong, kamu sudah tahu belum, apa itu kalimat efektif? Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang mudah dipahami oleh orang lain dengan tepat.

Kalimat yang dimaksud bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan. Pada cerita di atas, bentuk kalimat yang dipakai adalah lisan.

Jelita sebagai pendengar tidak mampu memahami dengan tepat apa yang diucapkan oleh pembicara yaitu Jenandra. Berarti kalimat yang diucapkan Jenandra tidak efektif. Begitu pula untuk kalimat berbentuk tulisan. Jika pembaca tidak mengerti makna dari kalimat yang ditulis oleh orang lain (penulis) dengan tepat, berarti kalimat yang ditulis tersebut tidak efektif.

Baca juga: Mengenal Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya Syarat Kalimat Efektif Terdapat beberapa syarat agar suatu kalimat bisa disebut sebagai kalimat efektif. Apa saja syaratnya? Kesepadanan Struktur Kalimat efektif harus memiliki kesepadanan struktur, yaitu keseimbangan antara gagasan dengan struktur yang dipakai. Nah, untuk memiliki kesepadanan struktur yang baik, ada poin-poin yang harus dipenuhi, nih!

Memiliki subjek dan predikat yang jelas Cara agar suatu kalimat dapat memiliki subjek dan predikat yang jelas adalah dengan menghindari penggunaan kata depan sebelum penyebutan subjek. Tidak terdapat subjek ganda Subjek ganda dapat membuat kalimat menjadi tidak terfokus sehingga maknanya menjadi sulit dipahami. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata ‘yang’ Pemunculan kata ‘yang’ dapat menghilangkan predikat dalam sebuah kalimat.

Kamu bisa melihat contohnya pada infografik berikut. Dengan memiliki kesepadanan struktur yang baik, maka gagasan dapat dengan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Jadi, nggak akan ada kesalahpahaman lagi deh, di antara kita.

Eh salah, maksudnya di antara pembicara-pendengar atau pembaca-penulis, hehe. Keparalelan Bentuk Kalimat efektif harus memiliki bentuk yang paralel. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan kata benda, maka bentuk selanjutnya juga harus menggunakan kata benda. Kalau bentuk pertama menggunakan kata kerja, maka bentuk selanjutnya juga harus menggunakan kata kerja. Baca juga: Pengertian Frasa, Klausa, dan Kalimat Beserta Contohnya Contoh: Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.

Kalimat di atas tidak paralel karena kata yang menduduki predikat tidak memiliki bentuk yang sama. Supaya efektif, predikatnya harus diubah menjadi kata benda semua, menjadi seperti berikut: Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.

Kehematan Kata Kalimat efektif harus hemat dalam penggunaan kata. Jangan menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak perlu. Hilangkan pengulangan subjek Subjek hanya perlu disebutkan sebanyak satu kali dalam satu kalimat.

Hindari kesinoniman dalam satu kalimat Jika terdapat dua kata dalam satu kalimat yang maknanya sama (sinonim), gunakan salah satunya saja.

Perhatikan kata jamak Jika terdapat kata yang sudah bermakna jamak, maka tidak perlu menambahkan kata lain yang juga bermakna jamak. Kamu bisa melihat contohnya pada infografik berikut. Baca juga: Membahas Paragraf: Jenis, Unsur, dan Syarat Penggunaan kata yang berlebihan dapat menyebabkan suatu kalimat menjadi bertele-tele atau terlalu panjang.

Makna yang ingin disampaikan pun menjadi sulit dipahami oleh pendengar atau pembaca. Oleh karena itu, gunakan kata-kata yang memang diperlukan saja ya, biar jadi kalimat efektif! Kecermatan Penalaran Dalam kalimat efektif terdapat kecermatan penalaran, artinya harus memperhatikan pemilihan kata-kata supaya tidak menimbulkan makna ganda. Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Kalimat ini dapat menimbulkan tafsiran ganda. Coba kamu baca, deh. Pasti kamu jadi bingung, di sini maksudnya siapa yang terkenal?

Mahasiswanya atau perguruan tingginya? Nah, supaya efektif, kita bisa mengubahnya menjadi salah satu dari dua bentuk berikut: • Mahasiswa terkenal itu menerima hadiah. Gunakan bentuk ini jika yang terkenal adalah mahasiswanya. Kata ‘perguruan tinggi’ dihilangkan karena mahasiswa sudah pasti berkuliah di perguruan tinggi sehingga tidak perlu disebutkan lagi. • Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah. Gunakan bentuk ini jika yang terkenal adalah perguruan tingginya.

Kelogisan Bahasa Kalimat efektif harus memiliki kelogisan bahasa. Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh: • Waktu dan tempat kami persilakan. • Jenazah wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di sekitar pasar. Kedua kalimat di atas tidak logis. Coba kamu perhatikan, deh. Pada contoh pertama, masa yang dipersilakan waktu dan tempat, sih?

Emangnya waktu dan tempat mau dipersilakan ke mana? Terus pada contoh kedua, masa jenazahnya mondar-mandir di pasar? Kan serem? Biar nggak emosi sendiri, yuk kita coba perbaiki! • Kepada Bapak Lurah, kami persilakan. • Sebelum meninggal, wanita yang ditemukan jenazahnya itu sering mondar-mandir di sekitar pasar. Pada contoh pertama, ganti kata ‘waktu dan tempat’ menjadi subjek (berupa orang) yang akan diberi waktu dan tempat untuk berbicara, yaitu Bapak Lurah.

Sedangkan pada contoh kedua, ubah subjeknya menjadi ‘wanita’, bukan ‘jenazah wanita’. Setelah itu, tambahkan kata ‘sebelum meninggal’ untuk memperjelas kapan wanita tersebut mondar-mandir di pasar. Baca juga: Pengertian Teks Editorial, Ciri, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan Nah, setelah belajar tentang kalimat efektif, kamu sudah tahu kan, kenapa Jelita jengkel sama Jenandra? Sekarang, yuk coba bantu Jenandra membenahi kalimat sambutannya supaya efektif!

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para hadirin sekalian yang sudah hadir di acara yang amat sangat meriah ini. Saya merasa sungguh-sungguh senang sekali bisa berdiri di hadapan para hadirin sebagai perwakilan siswa.

Tulis jawaban kamu di kolom komentar, ya! Demikian pembahasan kita tentang kalimat efektif, mulai dari pengertian, syarat, hingga contohnya. Kalau kamu masih belum bisa membantu Jenandra membenahi kalimat sambutannya, coba tanya ke Roboguru, yuk!

Pasti Roboguru bisa membantu kamu! Referensi: Kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan, E. Z. dkk. (2010). Bahasa Indonesia Akademik: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Tangerang: Pustaka Mandiri.

Hoerudin, C. W. dkk. (2017). Mata Kuliah Umum Pengembangan Karakter: Bahasa Indonesia. Bandung: Semiotika.MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan ide dan gagasan penulis yang di sampaikan kepada pendengar atau pembaca agar pembaca dan pendengar dapat menerima ide dan gagasan penulis atau pembicara dengan jelas.

kalimat berisi tentang ide dan gagasan penulis atau pembicara. konsep kalimat efektif di sampaikan melalui tulisan (bahasa tulisan) serta dengan gaya bahasa lisan. 9.1. Sebarkan ini: Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula.

Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pndengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh penulis atau pembicaranya.

Pengertian Kalimat Efektif Menurut Para Ahli • Badudu (1989:36) Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan sempurna karena memenuhi syarat syarat pembentuk kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan efektif tersebut.

• Ide, Gagasan, dan Konsep yang di sammpaikan secara : • Lisan (bahasa Lisan) • Tulisan (bahasa Tulisan) • Bahasa tulisan : • Berdiri sendiri; • Aturan lebih ketat; • Di gunakanya kalimat efektif sebagai satuan bahasa; • Kalimat efektif : • Kesalahan tafsir dapat di kurangi; • Memeiliki cirri-ciri tertentu (kalimat lain, seperti bahasa sastra, lisan). Baca Juga : “Kalimat Imperatif” Pengertian & ( Fungsi – Ciri – Macam – Contoh ) • Contoh: Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif) Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif) • Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).

• Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif). Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif). • Kehematan Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu: • Menghilangkan pengulangan subjek. • Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. • Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.

• Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. • Contoh: Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif) Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif) Dia sudah menunggumu sejak dari pagi.

(tidak efektif) Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif) • Kelogisan Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

• Contoh: Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif) Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif) Baca Juga : “Kalimat Tunggal” Pengertian & ( Ciri – Jenis – Contoh ) • Kesatuan atau Kepaduan Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu: • Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. • Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. • Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contoh: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjurmeninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif) Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif) Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif) Makalah ini membahas teknologi fiber optik. (efektif) • Keparalelan atau Kesajajaran Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me- maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga. • Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif) Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif) Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif) Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes.

(efektif) • Ketegasan Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu: Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat) • Contoh: Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan) Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan) Membuat urutan kata yang bertahap • Contoh: Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.

(salah) Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar) Melakukan pengulangan kata (repetisi) • Contoh: Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.

Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

Contoh: • Anak itu bodoh, tetapi pintar. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah. • Contoh: Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku? Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini Kesalahan dalam Menyusun Kalimat Efektif dan Solusinya • Pleonastis Pleonastis atau pleonasme adalah pemakaian kata yang mubazir (berlebihan), yang sebenarnya tidak perlu.

Contoh-contoh kalimat yang mengandung kesalahan pleonastis antara lain: Banyak tombol-tombol yang dapat Anda gunakan. Kalimat ini seharusnya : Banyak tombol yang dapat Anda gunakan. Kita harus saling tolong-menolong. Kalimat ini seharusnya : Kita harus saling menolong, atau Kita seharusnya tolong-menolong. • Kontaminasi Contoh kalimat yang mengandung kesalahan kontaminasi dapat kita lihat pada kalimat berikut ini: Fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.

Kalimat tersebut akan menjadi lebih efektif apabila akhiran –nya dihilangkan. Sehingga menjadi : Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik dan bervariasi.

• Salah pemilihan kata Contoh kalimat yang mengandung kesalahan pemilihan kata dapat kita lihat pada kalimat berikut ini: Saya mengetahui kalau ia kecewa. Seharusnya: Saya mengetahui bahwa ia kecewa. • Salah Nalar Contoh kalimat yang mengandung kesalahan nalar dapat kita lihat pada kalimat berikut ini: Bola gagal masuk gawang. Seharusnya: Bola tidak masuk gawang. • Pengaruh bahasa asing atau daerah (interferensi) Bahasa Asing Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa asing terlihat pada kalimat berikut: Saya tinggal di Semarang di mana ibu saya bekerja.

Kalimat ini bisa jadi mendapatkan pengaruh bahasa Inggris, lihat terjemahan kalimat berikut: I live in Semarang where my mother work Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut menjadi: Saya tinggal di Semarang tempat ibu saya bekerja. Bahasa daerah Contoh kalimat yang mengandung kesalahan karena terpengaruh bahasa daerah dapat kita lihat pada kalimat berikut: Anak-anak sudah pada datang. Dalam bahasa Indonesia sebaiknya kalimat tersebut menjadi: Anak-anak sudah datang.

Contoh lain pengaruh bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, juga dapat kita lihat pada kalimat berikut. Penulis menemukan contoh ini dari sebuah rubrik di tabloid anak-anak Yunior. Masuknya keluar mana? (Jawa: Mlebune metu endi?) Kita sebaiknya mengganti kalimat tersebut dengan: Masuknya lewat mana?

• Kata depan yang tidak perlu Sering kali kita membuat kalimat yang mengandung kata depan yang tidak perlu seperti pada kalimat berikut: • Contoh : Di program ini menyediakan berbagai fitur terbaru. Agar menjadi efektif, sebaiknya kita menghilangkan kata depan di, sehingga kalimatnya menjadi: Program ini menyediakan berbagai fitur terbaru. Hal yang Mengakibatkan Suatu Tuturan Menjadi Kurang Efektif Ada beberapa hal yang mengakibatkan suatu tuturan menjadi kurang efektif, antara lain Kurang padunya kesatuan gagasan.

Setiap tuturan terdiri atas beberapa satuan gramatikal. Agar tuturan itu memiliki kesatuan gagasan, satuan-satuan gramatikalnya harus lengkap dan mendukung satu ide pokoknya. Kita bisa melihat pada contoh berikut: Program aplikasi MS Word dapat Anda gunakan sebagai pengolah kata. Dengan program ini Anda dapat melakukan berbagai aktivitas perkantoran seperti mengetik surat atau dokumen.

MS Word adalah produk peranti lunak keluaran Microsoft. Kalimat-kalimat pada contoh tersebut tidak mempunyai kesatuan gagasan. Seharusnya setelah diungkapkan gagasan tentang “fungsi MS Word” pada kalimat pertama, diungkapkan gagasan lain yang saling bertautan. Kurang ekonomis pemakaian kata.

Ekonomis dalam berbahasa berarti penghematan pemakaian kata dalam tuturan. Sebaiknya kita kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan kata yang tidak diperlukan benar dari sudut maknanya, misalnya: membicarakan tentang transmigrasi Seharusnya: membicarakan transmigrasi sudah pada tempatnya apabila Seharusnya: sudah selayaknya apabila Depresi ekonomi bukan hanya dirasakan kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan kaum pribumi lapisan bawah, tetapi juga dirasakan oleh kelompok elite pribumi.

Seharusnya: Depresi ekonomi dirasakan oleh kaum pribumi lapisan bawah dan kelompok elite. Atau: Depresi ekonomi dirasakan kaum pribumi di semua lapisan. Kurang logis susunan gagasannya Tulisan dengan susunan gagasan yang kurang logis dapat kita lihat pada contoh berikut: Karena zat putih telurnya itulah maka telur dan dagingnya ayam itu sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Semua makhluk dalam hidupnya memerlukan zat putih telur, manusia untuk melanjutkan hidupnya perlu akan zat putih telur.

Kita dapat membuat tulisan itu menjadi efektif seperti berikut: Semua makhluk hidup memerlukan zat putih telur yang berasal dari telur dan daging ayam. Manusia adalah makhluk hidup. Jadi, manusia memerlukan zat putih telur yang berasal dari telur dan daging ayam untuk melanjutkan hidupnya.

Dapat dikatakan bahwa telur dan daging ayam sangat bermanfaat bagi tubuh. Pemakaian kata-kata yang kurang sesuai ragam bahasanya Pemakaian bahasa tidak baku hendaknya dihindari dalam ragam bahasa keilmuan.

Penulis menghaturkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Gatot A.S atas bimbingannya dalam menyelesaikan buku ini. Sehubungan dengan hal itu Takdir Alisyahbana bilang bahwa hal bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional. Pemakaian kata menghaturkan dan bilang tidak tepat untuk ragam bahsa keilmuan, sehingga kata-kata tersebut sebaiknya diganti dengan mengucapkan dan mengatakan. Konstruksi yang bermakna ganda Suatu kalimat dipandang dari sudut tata bahasanya mungkin tidak salah, namun kadang-kadang mengandung tafsiran ganda (ambigu) sehingga tergolong kalimat yang kurang efektif.

Kalimat yang memiliki makna ganda dapat kita lihat pada kalimat-kalimat: Istri kopral yang nakal itu membeli sepatu. Unsur yang nakal itu menerangkan istri atau kopral ? Jika yang dimaksud nakal adalah istri, maka kalimat itu seharusnya menjadi: Istri yang nakal kopral itu membeli sepatu. Penyuluh menerangkan cara beternak ayam baru kepada para petani. Kata baru pada kalimat itu menerangkan kata ayam atau cara beternak?

Jika kata baru menerangkan cara beternak, kalimat itu menjadi lebih baik seperti kalimat berikut: Penyuluh menerangkan cara baru beternak ayam kepada para petani. Penyusunan kalimat yang kurang cermat. Penyusunan yang kurang cermat dapat mengakibatkan nalar yang terkandung di dalam kalimat tidak runtut sehingga kalimat menjadi kurang efektif.

Tugas kemanusiaan dalam suatu jabatan ialah untuk mengelola sejumlah manusia memerlukan keprihatinan serta dedikasi yang tangguh. Kalimat tersebut dapat diperbaiki seperti berikut: Tugas kemanusiaan dalam suatu jabatan, yakni pengelolaan sejumlah manusia, memerlukan keprihatinan serta dedikasi yang tangguh. Tugas kemanusiaan dalam suatu jabatan ialah pengelolaan sejumlah manusia. Hal ini memerlukan keprihatinan dan dedikasi yang tangguh. Bentuk kata dalam perincian yang tidak sejajar.

Dalam kalimat yang berisi perincian, satuan-satuan dalam perincian itu akan lebih efektif jika diungkapkan dalam bentuk sejajar. Jika dalam suatu kalimat perincian satu diungkapkan dalam bentuk kerja, benda, frasa, maupun kalimat, perincian lainnya juga diungkapkan dalam bentuk kerja, benda, frasa, maupun kalimat juga (sejajar).

Baca Juga : “Kalimat Baku & Tidak Baku” Definisi & ( Ciri – Syarat – Contoh ) Contoh kalimat yang perinciannya tidak sejajar : Kegiatan penelitian meliputi pengumpulan data, mengklasifikasikan data, dan menganalisis data. Seharusnya: Kegiatan penelitian meliputi pengumpulan data, pengklasifikasian data, dan penganalisisan data.

Dengan penghayatan yang sunguh-sungguh terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita akan dapat hidup bermasyarakat dengan selaras, serasi, dan seimbang. Seharusnya: Dengan menghayati secara sunguh-sungguh terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita akan dapat hidup bermasyarakat dengan selaras, serasi, dan seimbang.

Atau: Dengan penghayatan yang sungguh-sungguh terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita akan dapat hidup bermasyarakat dengan selaras, serasi, dan seimbang. Syarat Syarat Kalimat Efcklif Syarat syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut : • Secara tepat mewakili ungkapan gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.

• Dapat memperlihatkan gagasan yang sama dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang inginkan oleh panbicara atau penulis. Syarat syarat lainnya yaitu : Kesatuan Gagasan Kalimat yang baik adalah yang mengandung satu ide dan gagasan pokok. Dalam kalimat tidak boleh terdapat pemhahan satu kesatuan gagasan kepada kesatuan gagasan lain yang tidak berhubungan. Sebuah kesatuan gagasan diwakili oleh fungsi subjek.

predikat, dan objek. Bentuknya dapat berupa : Kesatuan Tunggal Contoh : semua siswa mendapatkan pengertian mengenai rencana sekolah tahun ajaran baru. Kesatuan Gabungan Contoh : Gunadi menyiapkan rangkuman proposal laporan keuangan seharian dan akan disampaikan pada seminar hari ini di depan direktur.

Kesatuan Pilihan Contoh : Anda boleh terus melanjutkan bekerja di perusahaan, atau bekerja diperusahaan lain itu. Kesatuan yang Mengandung Pertentangan Contoh : Sapril kuliah di darmajaya jurusan Sistem Informasi, tetapi ia ingin mendapatkan gelar S.sos. Baca Juga : “Kalimat Berita Positif & Negatif” Pengertian & ( Contoh – Perbedaan ) Penekanan Pada Kalimat Efektif Penekanan adalah upaya untuk memberikan tekanan terhadap gagasan pokok atau gagasan utama didalam kalimat.

Penekanan dalam bahasa lisan dcngan menggunakan intonasi atau gerak-gerik (dapat digunakan dengan gerakan tangan,kepala, dan gerakan badan). sedangkan dalam bahasa tulisan dilakukan dengan cara : Mengubah Letak Kalimat yang Ditekankan Sebuah kalimat dapat diubah struktumya dengan menempatkan kata yang dipentingkan pada awal, tengah atau akhir kalimat.

Contoh : • Kami berharap pada kcsempatan lain kita dapat membicarakn lagi soalini. • Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan pada kesempatan lain. • Soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain, demikin harapan kami. • Wujud ide dan penjelasan kalimat efektif itu meliputi : • Subjek; • Predikat; • Objek; • Keterangan; Contoh kalimat efektif : • Kepada mahasiswa di harap mendaftarkan diri di skretariat. • Dalam rapat itu memutuskan sanksi akademi terhadap para mahasiswa yang ikut berdemonstrasi.

• Sebenarnya rizki bias terpilih sebagai salah satu mahasiswa teladan, apabila ia mempertahankan kedisiplinannya dalam belajar. • Perbaikan kalimat menjadi lebih efektif • Mahasiswa di harap mendaftarkan diri di secretariat. • Rapat itu memutuskan sanksi akademik terhadap mahasiswa yang ikut berdemonstrasi. • Rizki dapat terpilih sebagai salah satu mahassiswa teladan, apabila ia mempertahankan kedisiplinannya dalam belajar.

• Kalimat Efektif Dan Kesepadanan Serta Kesatuan : • Kalimat yang lengkap dapat terdiri atas unsure-unsur kalimat yang meliputi subjek, predikat, objek, keterangan dan pelengkap. • Kesepadanan ialah hubungan timbal balik antara subjek dan predikat, antara predikat dan objek, serta dengan keterangan atau pelengkap.

• Kesatuan ialah bahwa setiap kalimat harus memenuhi satu ide pokok atau kesatua pikiran Contoh : Banyak orang pro dan kontra terhadap RUU Sisdiknas • Kalimat Efektif Dan Kesejajaran Bentuk a. Yang dimaksud kesejajaran ( Plaralelisme) di dalam penyusunan kalimat efektif ialah pengunaan bentuk-bentuk bahasa yang sama atau konstruksi bahasa yang sama dan di pakai dalam susunan serial.

Contoh Kalimat : Penyakit Alzheimerdan pikunsuatu penyakit di usia tua dan yang paling mengerikan dan membahayakan, sebab pencegahan dan pengobatanya belum ada yang tahu.

b. Frasa (kelompok kata)di sejajarkan dengan frasa, demikian juga kata benda, kata kerja, dan kata sifat. di sejajarkan dengan kata benda, kata kerja, dan kata sifat.

Contoh : Penghapusan pankalan asing dan penarikan kembali tentara imperalis dari bumi Asia – Afrika akan mempercepat perwujudan cita-cita segenap bangsa.

• Kalimat Efektif Dan Penghematan Kata Penghematan tersebut meliputi hal pemakaian kata, frasa, atau bentuk lainya yang di anggap tidak di perlukan. • Pengulangan Unsur-unsur Kalimat Contoh : • Hadirin serentak berdiri begitu mereka mengetahui mempelai memasuki ruangan.

(tdak efektif). • Hadirin serentak berdiri begitu mengetahui mempelai memasuki ruangan. (efektif). • Penggunaan Hiponim Di dalamnya terkandung makna dasar kelompok makna yang besangkutan misalnya, kata merah sudah mengandung makna warna desembar sudah mengandung makna bulan, agar kalimat yang kita buat menjadi efektif “tidak harus di ungkapkan / dinyatakan”. Contoh : • Laju inflasi bulan januaari tahun lalu sebesar 0,7 % sedangkan bulan april tahun ini 1,5 % (salah). • Laju inflasi januaari tahun lalu sebesar 0,7 % sedangkan april tahun ini 1,5 % (benar).

Ciri-Ciri Kalimat Efektif Beberapa ciri kalimat efektif yang kami kumpulkan, diantaranya: • Memakai diksi yang tepat. • Mempunyai unsur pokok atau penting, minimal Subjek Predikat (SP).

• Taat kepada tata aturan ejaan yang disempurnakan kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan yang berlaku. • Melakukan penekanan ide pokok. • Mengacu kepada penghematan penggunaan kata.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

• Memakai kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai. • Memakai variasi struktur kalimat. • Memakai kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.

• Mewujudkan koherensi yang baik dan kompak. • Memperhatikan pararelisme.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

• Merupakan komunikasi yang berharkat. • Diwarnai kehematan. • Didasarkan pada pilihan kata yang baik. Contoh Kalimat Efektif dalam Paragraf • Contoh kalimat tidak efektif dalam paragraf: Saya ini adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada, kebetulan saya kontrak rumah di daerah Stasiun Tugu.Jadi untuk pergi kuliah saya harus menggunakan transportasi umum yaitu, Trans Jogja.Selain saya, Banyak para mahasiswa Gajah Mada yang tinggal di daerah Stasiun Tugu yang menggunakan fasilitas Trans Jogja sebagai sarana transportasi.

• Contoh kalimat yang sudah dibenarkan sehingga menjadi kalimat efektif: Saya adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada.Saya kontrak rumah di daerah Stasiun Tugu.Untuk pergi kuliah, saya menggunakan transportasi umum yaitu, Trans Jogja.Selain saya, banyak mahasiswa Gajah Mada yang tinggal di Stasiun Tugu menggunakan fasilitas Trans Jogja sebagai sarana transportasi. Jika kamu rasa materi tentang kalimat efektif diatas masih belum lengkap alias masih kurang, silahkan sampaikan lewat kolom komentar.Semoga membantu.

Unsur-Unsur Kalimat Efektif Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku-buku tata bahasa Indonesia lama lazim disebut jabatan kata dan kini disebut peran kata dalam kalimat, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Kalimat bahasa Indonesia baku sekurang-kurangnya terdiri atas dua unsur, yakni subjek dan predikat. Unsur yang lain (objek, pelengkap, dan keterangan) dalam suatu kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir, atau wajib tidak hadir.

Subjek (S) Subjek (S) adalah bagian kalimat menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.Subjek biasanya diisi oleh jenis kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh sebagai berikut ini: • Ayahku sedang melukis.

• Meja direktur • Yang berbaju batik dosen saya. • Berjalan kaki menyehatkan badan. • Membangun jalan layang sangat mahal. Kata-kata yang dicetak tebal pada kalimat di atas adalah S. Contoh S yang diisi oleh kata dan frasa benda terdapat pada kalimat (a) dan (b), contoh S yang diisi oleh klausa terdapat pada kalimat (c), dan contoh S yang diisi oleh frasa verbal terdapat pada kalimat (d) dan (e).

Dalam bahasa Indonesia, setiap kata, frasa, klausa pembentuk S selalu merujuk pada benda (konkret atau abstrak).

Pada contoh di atas, kendatipun jenis kata yang mengisi S pada kalimat (c), (d) dan (e) bukan kata benda, namun hakikat fisiknya tetap merujuk pada benda.Bila kita menunjuk pelaku pada kalimat (c) dan (d), yang berbaju batik dan berjalan kaki tentulah orang (benda). Demikian juga membangun jalan layang yang menjadi S pada kalimat (e), secara implisit juga merujuk pada “hasil membangun” yang tidak lain adalah benda juga.

Di samping itu, kalau diselami lebih dalam, sebenarnya ada nomina yang lesap, pada awal kalimat (c) sampai (e), yaitu orang pada awal kalimat (c) dan kegiatan pada awal kalimat (d) dan (e). Selain ciri di atas, S dapat juga dikenali dengan cara bertanya dengan memakai kata tanya siapa (yang)… atau apa (yang)… kepada P. Kalau ada jawaban yang logis atas pertanyaan yang diajukan, itulah S. Jika ternyata jawabannya tidak ada dan atau tidak logis berarti kalimat itu tidak mempunyai S. Inilah contoh “kalimat” yang tidak mempunyai S karena tidak ada/tidak jelas pelaku atau bendanya.

• Bagi siswa sekolah dilarang masuk. • Di sini melayani obat generic. • Memandikan adik di pagi hari. Contoh (a) sampai (c) belum memenuhi syarat sebagai kalimat karena tidak mempunyai S.

Kalau ditanya kepada P, siapa yang dilarang masuk pada contoh (a) siapa yang melayani resep pada contoh kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan dan siapa yang memandikan adik pada kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan (c), tidak ada jawabannya. Kalaupun ada, jawaban itu terasa tidak logis. Predikat (P) Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana subjek (pelaku/tokoh atau benda di dalam suatu kalimat).

Selain memberitahu tindakan atau perbuatan subjek (S), P dapat pula menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jatidiri S. Termasuk juga sebagai P dalam kalimat adalah pernyataan tentang jumlah sesuatu yang dimiliki oleh S. predikat dapat juga berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, tetapi dapat juga numeralia, nomina, atau frasa nominal. Perhatikan contoh berikut: • Kuda • Ibu sedang tidur siang. • Putrinya cantik jelita. • Kota Jakarta dalam keadaan aman.

• Kucingku belang tiga. • Robby mahasiswa baru. • Rumah Pak Hartawan Kata-kata yang dicetak tebal dalam kalimat di atas adalah P. kata meringkik pada kalimat (a) memberitahukan perbuatan kuda. Kelompok kata sedang tidur siang pada kalimat (b) memberitahukan melakukan apa ibu, cantik jelita pada kalimat (c) memberitahukan bagaimana putrinya, dalam keadaan aman pada kalimat (d) memberitahukan situasi kota Jakarta, belang tiga pada kalimat (e) memberitahukan ciri kucingku, mahasiswa baru pada kalimat (f) memberitahukan status Robby, dan lima pada kalimat (g) memberitahukan jumlah rumah Pak Hartawan.

Berikut ini contoh kalimat yang tidak memiliki P kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan tidak ada kata-kata menunjuk pada perbuatan, sifat, keadaan, ciri, atau status pelaku atau bendanya. • Adik saya yang gendut lagi lucu itu. • Kantor kami yang terletak di Jln. Gatot Subroto. • Bandung yang terkenal kota kembang. Walaupun contoh (a), (b), (c) ditulis persis seperti lazimnya kalimat normal, yaitu diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, namun di dalamnya kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan ada satu kata pun yang berfungsi sebagai P.

Tidak ada jawaban atas pertanyaan melakukan kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan adik yang gendut lagi lucu (pelaku) pada contoh (a), tidak ada jawaban atas pertanyaan kenapa atau ada apa dengan kantor di Jalan Gatot Subroto dan Bandung terkenal sebagai kota kembang itu pada contoh (b) dan (c).

Karena tidak ada informasi tentang tindakan, sifat, atau hal lain yang dituntut oleh P, maka contoh (a), (b), (c) tidak mengandung P. Karena itu, rangkaian kata-kata yang cukup panjang pada contoh (a), (b), (c) itu belum merupakan kalimat, melainkan baru merupakan kelompok kata atau frasa. Objek (O) Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P.

objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa.Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan yang menuntut wajib hadirnya O, seperi pad contoh di bawah ini. • Nurul menimang … • Arsitek merancang … • Juru masak menggoreng … Verba transitif menimang, merancang, dan menggoreng pada contoh tersebut adalah P yang menuntut untuk dilengkapi.

Unsur yang akan melengkapi P pada ketiga kalimat itulah yang dinamakan objek. Jika P diisi oleh verba intransitif, O tidak diperlukan.Itulah sebabnya sifat O dalam kalimat dikatakan tidak wajib hadir.Verba intransitive mandi, rusak, pulang yang menjadi P dalam contoh berikut tidak menuntut untuk dilengkapi.

• Nenek mandi. • Komputerku rusak. • Tamunya pulang. Objek dalam kalimat aktif dapat berubah menjadi S jika kalimatnya dipasifkan.Perhatikan contoh kalimat berikut yang letak O-nya di belakang dan ubahan posisinya bila kalimatnya dipasifkan. • Martina Hingis mengalahkan Yayuk Basuki (O) • Yayuk Basuki (S) dikalahkan oleh Martina Hingis. • Orang itu menipu adik saya (O) • Adik saya (S) ditipu oleh oran itu. Pelengkap (pel) Pelengkap (P) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P.

letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi Pel dan O juga sama, yaitu dapat berupa nomina, frasa nominal, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan. Perhatikan cnntoh di bawah ini: Kedua kalimat aktif (a) dan (b) yang Pel dan O-nya sama-sama diisi oleh nomina Pancasila, jika hendak dipasifkan ternyata yang bisa hanya kalimat (a) yang menempatkan Pancasila sebagai O.

Ubahan kalimat (a) menjadi kalimat pasif adalah sebagai berikut: Posisi Pancasila sebagai Pel pada kalimat (b) tidak bisa dipindah ke depan menjadi S dalam kalimat pasif. Contoh berikut adalah kalimat yang tidak gramatikal.

Pancasila dilandasi oleh banyak orsospol. Hal lain yang membedakan Pel dan O adalah jenis pengisinya. Selain diisi oleh nomina dan frasa nominal, Pelengkap dapat juga diisi oleh frasa adjectival dan frasa preposisional. Di samping itu, letak Pelengkap tidak selalu persis di belakang P.

Apabila dalam kalimatnya terdapat O, letak pel adalah di belakang O sehingga kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan penulisan bagian kalimat menjadi S-P-O-Pel. Berikut adalah beberapa contoh pelengkap dalam kalimat. • Sutardji membacakan pengagumnya puisi kontemporer. • Mayang mendongengkan Rayhan Cerita si Kancil. • Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum. • Annisa mengirimi kakeknya kopiah bludru. • Pamanku membelikan anaknya rumah mungil. Keterangan (ket) Keterangan (Ket) adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya.Unsur Ket dapat berfungsi menerangkan S, P, O, dan Pel.Posisinya bersifat bebas, dapat di awal, di tengah, atau di akhir kalimat.Pengisi Ket adalah frasa nominal, frasa preporsisional, adverbia, atau klausa.

Berdasarkan maknanya, terdapat bermacam-macam Ket dalam kalimat.Para ahli membagi keterangan atas Sembilan macam (Hasan Alwi dkk, 1998:366) yaitu seperti yang tertera pada tabel di bawah ini. Struktur Kalimat Efektif Struktur kalimat efektif haruslah benar. Kalimat itu harus memiliki kesatuan bentuk, sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan adanya kesatuan arti.Kalimat yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk dan sekaligus kesatuan arti.Sebaliknya kalimat yang strukturnya rusak atau kacau, tidak menggambarkan kesatuan apa-apa dan merupakan suatu pernyataan yang salah.

Jadi, kalimat efektif selalu memiliki struktur atau bentuk yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya (yang pada umumnya terdiri dari kata) harus menempati posisi yang jelas dalam hubungan satu sama lain. Kata-kata itu harus diurutkan berdasarkan aturan-aturan yang sudah dibiasakan.Tidak boleh menyimpang, aalagi bertentangan.

Setiap penyimpangan biasanya akan menimbulkan kelainan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat pemakai bahasa itu. Misalnya, Anda akan menyatakan Saya menulis surat buat papa. Efek yang ditimbulkannya akan sangat lain, bila dikatakan: • Buat Papa menulis surat saya.

• Surat saya menulis buat Papa. • Menuis saya surat buat Papa. • Papa saya buat menulis surat. • Saya Papa buat menulis surat. • Buat Papa surat saya menulis. Walaupun kata yang digunakan dalam kalimat itu sama, namun terdapat kesalahan. Kesalahan itu terjadi karena kata-kata tersebut (sebagai unsur kalimat) tidak jelas fungsinya.

Hubungan kata yang satu dengan yang lain tidak jelas. Kata-kata itu juga tidak diurutkan berdasarkan apa yang sudah ditentukan oleh pemakai bahasa. Demikinlah biasanya yang terjadi akibat penyimpangan terhadap kebiasaan struktural pemakaian bahasa pada umumnya.Akibat selanjutnya adalah kekacauan pengertian.

Agar hal ini tidak terjadi, maka si pemakai bahasa selalu berusaha mentaati hokum yag sudah dibiasakan. Demikian Pembahasan Tentang Kalimat Efektif – Pengertian, Syarat, Ciri, Unsur & Contohnya Semoga bermanfaat buat para sahabat Dosenpendidikan.Com 😀 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia Ditag 10 contoh kalimat efektif, 5 contoh kalimat efektif menggunakan kosakata baku, 7 ciri ciri kalimat efektif, apa yang kamu ketahui tentang kalimat efektif, berikan contoh kata-kata tidak baku, berikut ini yang merupakan contoh kalimat efektif adalah, buatlah contoh kalimat efektif, buku sejarah baru kalimat efektif, ciri ciri efektif dan efisien, ciri ciri kalimat efektif brainly, ciri-ciri kosakata baku, contoh kalimat baku, contoh kalimat efektif brainly, contoh kalimat efektif dalam paragraf, contoh kalimat efektif dan efisien, contoh kalimat efektif kelogisan, contoh kalimat efektif kesatuan, contoh kalimat efektif menggunakan kosakata baku, contoh kalimat efektif spok, contoh kalimat efektif yang benar, contoh kalimat kecermatan, contoh kalimat keparalelan, contoh kalimat tidak efektif dan pembenarannya, contoh kalimat tidak efektif di koran kompas, contoh kalimat tidak terdapat subjek ganda, contoh paragraf tidak efektif, contoh soal kalimat efektif, fungsi kalimat efektif, jelaskan pengertian kosakata baku, jelaskan tujuan kalimat efektif, jenis kalimat efektif, Kalimat Efektif, kalimat efektif adalah brainly, kalimat efektif harus sesuai dengan, kalimat efektif menurut para ahli, kalimat efektif pdf, kalimat efektif tentang pahlawan, kalimat padu dan tidak padu, kapan kita harus menggunakan kata baku, kata yang tidak sesuai eyd disebut, kecermatan dalam kalimat efektif, kriteria kalimat efektif, makalah kalimat efektif, nama lain dari kepaduan adalah, pengeditan kalimat yang tidak efektif, pengembangan kalimat efektif, pengertian kalimat efektif brainly, pengertian kalimat efektif menurut para ahli, penggunaan kalimat efektif, penulisan kalimat efektif beserta contohnya, pertanyaan kalimat efektif, pertanyaan tentang ciri ciri kalimat efektif, pertanyaan tentang kalimat efektif, prinsip kalimat efektif, rasional kalimat efektif, salah satu ciri kalimat efektif adalah, sebutkan 3 kalimat efektif tentang penemuan, sebutkan ciri-ciri khusus kelelawar, struktur kalimat efektif, syarat kalimat efektif, tuliskan 5 contoh kalimat efektif menggunakan kosakata baku, tuliskan lima contoh kata baku, unsur kalimat efektif, unsur unsur kalimat efektif Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Bercerita adalah • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
EFEKTIF BERBAHASA Penuturan gagasan seseorang kepada orang lain memerlukan penggunaan bahasa secara efektif dan benar.

Kaidah logika dan prisip bahasa merupakan rangkaian sistematika verbalistik tatkala manusia mengemukakan hasil penalarannya kepada manusia lain. Semuanya perlu kita latih dan bina sebab tidak semua kebiasaan berbahasa yang selama ini kita pakai adalah benar.

Biasakanlah berbahasa dengan baik dan benar! Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.

Kalimat efektif juga merupakan kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat. Jelas berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Singkat maksudnya hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Tepat maksudnya adalah sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis.

Selain itu, kalimat disebut tidak efektif apabila kalimat tersebut tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. Menurut Mustakin (1994, 44:52) ketidakefektifan kalimat dikelompokkan menjadi (1) ketidaklengkapan unsur kalimat, (2) kalimat dipengaruhi bahasa Inggris, (3) kalimat mengandung makna ganda, (4) kalimat bermakna tidak logis, (5) kalimat mengandung gejala pleonasme, dan (6) kalimat dengan struktur rancu.

1) Ketidaklengkapan Unsur Kalimat Kalimat efektif harus memiliki unsur-unsur yang lengkap dan eksplisit. Untuk itu, kalimat efektif sekurang-kurangnya harus mengandung unsur subjek dan predikat. Jika salah satu unsur atau kedua unsur itu tidak terdapat dalam kalimat, tentu saja kalimat ini tidak lengkap.

Adakalanya suatu kalimat membutuhkan objek dan keterangan, tetapi karena kelalaian penulis, salah satu atau kedua unsur ini terlupakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut. (1) Dalam penelitian yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian ini menggunakan metode deskriptif. (2) Untuk membuat sebuah penelitian yang valid harus menguasai metode dan teknik pengolahan data.

(3) Dalam rapat pengurus bulan lalu yang dihadiri juga oleh Ketua sudah memutuskan bahwa iuran anggota dinaikkan menjadi Rp 10.000,00 per orang. (4) Sehingga masalah itu dapat diatasi dengan baik apabila semua pihak yang terlibat harus bersedia bertanggung jawab.

Kalimat-kalimat di atas tidak memiliki subjek. Agar kalimat-kalimat di atas menjadi lengkap, kita harus menghilangkan bagian-bagian yang berlebih dan menambah bagian-bagian yang kurang sebagaimana terlihat pada contoh berikut. (1) Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian ini menggunakan metode deskriptif. (2) Untuk membuat sebuah penelitian yang valid peneliti harus menguasai metode dan teknik pengolahan data.

(3) Rapat pengurus bulan lalu yang dihadiri juga oleh Ketua sudah memutuskan bahwa iuran anggota dinaikkan menjadi Rp 10.000,00 per orang. (4) Masalah itu dapat diatasi dengan baik apabila semua pihak yang terlibat harus bersedia bertanggung jawab. 2) Kalimat Dipengaruhi Bahasa Inggris Dalam karangan ilmiah sering dijumpai pemakaian bentuk-bentuk di mana, dalam mana, di dalam mana, dari mana, dan yang mana sebagai penghubung.

Menurut Ramlan (1994:35-37) penggunaan bentuk-bentuk tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Bentuk di mana sejajar dengan penggunaan where, dalam mana dan di dalam mana sejajar dengan pemakaian in which, dan yang mana sejajar dengan which.

Dikatakan dipengaruhi oleh bahasa Inggris karena dalam bahasa Inggris bentuk-bentuk itu lazim digunakan sebagai penghubung sebagaimana terlihat pada contoh berikut. (5) The house where he live very large. (6) Karmila opened the album in which he had kept her new photogragraph.

(7) If I have no class, I stay at the small building from where the sound of gamelan can be heard smoothly (8) The tourism sector which is the economical back bone of country must always be intensified.

Dalam penggunaan bahasa Indonesia bentuk-bentuk di mana, dalam mana, di dalam mana, dari mana, dan yang mana sering ditemui dalam tulisan seperti yang terlihat pada data berikut. (9) Kantor di mana dia bekerja tidak jauh dari rumahnya.

(10) Kita akan teringat peristiwa 56 tahun yang lalu di mana waktu itu bangsa Indonesia telah berikrar. (11) Rumah yang di depan mana terdapat kios kecil kemarin terbakar. (12) Sektor pariwisata yang mana merupakan tulang punggung perekonomian negara harus senantiasa ditingkatkan. (13) Mereka tinggal jauh dari kota dari mana lingkungannya masih asri.

Bentuk-bentuk di mana, di depan mana, dari mana, yang mana, dan dari mana dalam bahasa Indonesia dipakai untuk menandai kalimat tanya. Bentuk di mana dan dari mana dipakai untuk menyatakan ‘tempat’, yaitu ‘tempat berada’ dan ‘tempat asal’, sedangkan yang mana untuk menyatakan pilihan. Jadi, kalimat (9-13) di atas seharusnya diubah menjadi: (9a) Kantor tempat dia bekerja tidak jauh dari rumahnya. (10a) Kita akan teringat peristiwa 56 tahun yang lalu yang waktu itu bangsa Indonesia telah berikrar.

(11a) Rumah yang di depan kios kecil kemarin terbakar. (12a) Sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung perekonomian negara harus senantiasa ditingkatkan.

(13a) Mereka tinggal jauh dari kota yang lingkungannya masih asri. 3) Kalimat Mengandung Makna Ganda Agar kalimat tidak menimbulkan tafsir ganda, kalimat itu harus dibuat selengkap mungkin atau memanfaatkan tanda baca tertentu. Untuk lebih jelasnya perhatikan data berikut! (14) Dari keterangan masyarakat daerah itu belum pernah diteliti.

(15) Lukisan Raden Saleh sangat terkenal. Pada kalimat (16) di atas terdapat dua kemungkinan hal yang belum pernah diteliti yaitu masyarakat di daerah itu atau daerahnya. Agar konsep yang diungkapkan kalimat itu jelas, tanda koma harus digunakan sesuai dengan konsep yang dimaksudkan. Kalimat(14) tersebut dapat ditulis sebagai berikut. (14a) Dari keterangan (yang diperoleh), masyarakat daerah itu belum pernah diteliti. (14b) Dari keterangan masyarakat, daerah itu belum pernah diteliti.

Pada kalimat (15) terdapat tiga kemungkinan ide yang dikemukakan, yaitu yang sangat terkenal adalah lukisan karya Raden Saleh atau lukisan diri Raden Saleh atau lukisan milik Raden Saleh seperti yang terlihat data data (15a), (15b), dan (15c) berikut.

(15a) Lukisan karya Raden Saleh sangat terkenal. (15b) Lukisan diri Raden Saleh sangat terkenal. (15c) Lukisan milik Raden Saleh sangat terkenal. Pemakaian tanda hubung juga dapat digunakan untuk memperjelas ide-ide kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan diungkapkan pada frase pemilikan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan berikut.

(16) Mitayani baru saja membeli buku sejarah baru. Kalimat (16) di atas mengandung ketaksaan yaitu yang baru itu buku sejarahnyakah atau sejarahnya yang baru. Untuk menghindari ketaksaan makna, digunakan tanda hubung agar konsep yang diungkapkan jelas sesuai dengan yang dimaksudkan.

Kalimat (16a) yang baru adalah buku sejarahnya, sedangkan kalimat (16b) yang baru adalah sejarahnya. (16a) Mitayani baru saja membeli buku-sejarah baru. (16b) Mitayani baru saja membeli buku sejarah-baru. Coba mari tafsirkan makna apa saja yang mungkin timbul dari deret kata berikut!

(17) Menurut cerita adik ibu tante Anita Rachman Subagio Sastrowardoyo di rumah sakit. 4) Kalimat Bermakna Tidak Logis Kalimat efektif harus dapat diterima oleh akal sehat atau bersifat logis. Kalimat berikut (18) tergolong kalimat yang tidak logis. (18) Dengan mengucapkan Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa maka alhamdulillah selesailah makalah ini. Kalau kita perhatikan secara sepintas kalimat (18) di atas tampaknya tidak salah. Akan tetapi, apabila diperhatikan lebih seksama ternyata tidak masuk akal.

Seseorang untuk menyelesaikan sebuah makalah harus bekerja dulu dan tidak mungkin makalah itu akan dapat selesai hanya dengan membaca alhamdulillah. Jadi, supaya kalimat itu dapat diterima, kalimat itu dapat diubah menjadi: (18a) Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Mahakuasa karena dengan rahmat-Nya-lah makalah ini dapat diselesaikan.

5) Kalimat Mengandung Pleonasme Kalimat pleonasme adalah kalimat yang tidak ekonomis karena menggunakan kata-kata yang mubazir. Ada kata-kata yang sebetulnya tidak perlu digunakan. Menurut Badudu (1983:29) timbulnya gejala pleonasme disebabkan oleh (1) dua kata atau lebih yang sama maknanya dipakai sekaligus dalam suatu ungkapan, (2) dalam suatu ungkapan yang terdiri atas dua patah kata, kata kedua sebenarnya tidak diperlukan lagi sebab maknanya sudah terkandung dalam kata yang pertama, dan (3) bentuk kata yang dipakai mengandung makna yang sama dengan kata kata lain yang dipakai bersama-sama dalam ungkapan itu.

Contoh-contoh pemakaian bentuk mubazir dapat dilihat berikut ini. (19) Widjajono meneliti tentang sumber energi vulkanik di kawasan Nusa Tenggara Barat. (20) Banyak pemain-pemain Sriwiaya FC yang hengkang dalam putaran Liga Super Indonesia musim lalu. (21) Pengembangan usaha daripada pabrik ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah agar tidak sisa-sia dana yang digunakan. (22) Jalan layang ini dibangun demi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di kota kita.

(23) Jika pelayanan pendidikan terus ditingkatkan, maka gejala pengangguran akan dapat diatasi. Pada kalimat (19) kata tentang (preposisi lainnya) yang terletak antara predikat dan objek tidak boleh digunakan karena objek harus berada langsung di belakang predikat. Pada kalimat (20) kata pemikiran tidak perlu diulang karena bentuk jamak sudah dinyatakan dengan menggunakan kata banyak. Atau dengan kata lain, kata banyak dapat juga dihilangkan. Pada kalimat (21) kata daripada tidak kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan digunakan karena antara unsur-unsur frase pemilikan tidak diperlukan preposisi.

Pada kalimat (22) terdapat pengulangan keterangan ‘ yang digunakan’. Pengulangan ini tidak perlu. Pada kalimat (23 terdapat dua buah konjungsi yaitu jika dan maka.Dengan adanya dua konjungsi ini, tidakdiketahui unsur mana sebagai induk kalimat dan unsur mana sebagai anak kalimat.

6) Kalimat dengan Struktur Rancu Kalimat rancu adalah kalimat yang kacau susunannya. Menurut Badudu (1983:21) timbulnya kalimat rancu disebabkan oleh (1) pemakai bahasa tidak mengusai benar struktur bahasa Indonesia yang baku, yang baik dan benar, (2) Pemakai bahasa tidak memiliki cita rasa bahasa yang baik sehingga tidak dapat merasakan kesalahan bahasa yang dibuatnya, (3) dapat juga kesalahan itu terjadi tidak dengan sengaja.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut. (24) Dalam kalangan pelajar Bandung mengetahui kelompok geng motor. (25) Siswa dilarang tidak boleh memakai baju tidak dimasukkan.

kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan

Kalimat (24) di atas disebut kalimat rancu karena kalimat tersebut tidak mempunyai subjek. (25). Sementara itu, kalimat (26) terjadi kerancuan karena pemakaian kata dilarang dan tidak boleh disatukan pemakaiannya.

Kedua kata tersebut sama maknanya. Di samping itu, juga terdapat bentukan kalimat yang tidak tersusun secara sejajar. Hal ini erat kaitannya dengan paralelisme unsur pembentuk yang menduduki fungsi struktur sama.

(26) Program kerja ini sudah lama diusulkan, tetapi pimpinan belum menyetujui. Ketidaksejajaran bentuk pada kalimat di atas disebabkan oleh penggunaan bentuk kata kerja pasif diusulkan yang dikontraskan dengan bentuk aktif menyetujui. Agar menjadi sejajar, bentuk pertama menggunakan bentuk pasif, hendaknya bagian kedua pun menggunakan bentuk pasif.

Sebaliknya, jika yang pertama aktif, bagian kedua pun aktif. Dengan demikian, kalimat tersebut akan memiliki kesejajaran jika bentuk kata kerja diseragamkan menjadi seperti di bawah ini. (26a) Program kerja ini sudah lama diusulkan, tetapi belum disetujui pimpinan. (26b) Kami sudah lama mengusulkan program ini, tetapi pimpinan belum menyetujuinya.

Kalimat efektif merupakan cara penyampaian gagasan secara tertulis, nalar-logis, tepat sesuai dengan tujuan dan isi pembicaraan, hemat pemakaian kata-kata, memenuhi standar kebahasaan sehingga mudah dimengerti oleh penerima gagasan. Secara struktural kalimat efektif merupakan pola kalimat yang hemat kata, tepat guna, dan benar nalar. Oleh sebab itu, pilihan kata senantiasa tepat sesuai dengan tujuan dan isi yang dimaksud.

Berdasarkan data-data di atas dapat disimpulkan bahwa keefektifan kalimat dilihat dari segi: · Kesepadanan · a. memiliki S-P yang jelas Maksudnya struktur kalimat minimal S dan P. Pelengkap dan objek sangat ditentukan oleh karakter predikat yang digunakan. kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan b. di depan S tidak boleh ada kata depan Keberadan preposisi di depan nomina (yang kemudian menduduki jabatan subjek kalimat) dapat mengubahnya menjadi frasa preposisional.

Akibatnya akan mengubah struktur frasa tersebut menjadi K (keterangan), bukan S (subjek) Dipoyono mengatakan bahwa kenaikan harga pasar amat ditentukan juga oleh fluktuasi barang. S P (konj.) O Menurut Diyono => frasa preposisional => K · c. di depan P tidak boleh ada kata penghubung yang Keberadaan yang akan mengubah status P menjadi S. Anak-anak membeli mainan itu S P O Bila diberi yang di depan P (membeli) berubah menjadi: Anak-anak yang membeli mainan itu.

P S · d. tidak menggunakan Kalimat efektif dikatakan singkat artinya tepat dalam pemilihan ganda yang sama dalam kalimat majemuk. Contoh salah: Bila Pastor Theodorus Borst sekali lagi ditolak, ia akan berhenti (konj.) S P S P mengajukan permohonan pindah. Pel. · e. tidak menggunakan kata yang searti terpadu sama fungsi Misalnya: bertujuan untuk, bermaksud agar, agar supaya · f.

konjungsi subordinatif tidak boleh digunakan dalam kalimat tunggal, apalagi di awal kalimat. Secara struktural hal tersebut tidak mungkin dimunculkan sebab konjungsi subordinatif hanya dipakai dalam kalimat majemuk bertingkat.

Contoh salah Masa-masa setelah kemerdekaan, dana misi serba terbatas, apalagi bangunan sekolah Xaverius dan milik misi yang pernah dibangun sudah rusak karena perang. Sehingga tentu dibutuhkan dana besar untuk memperbaiki. Contoh benar Masa-masa setelah kemerdekaan, dana misi serba terbatas, apalagi bangunan sekolah Xaverius dan milik misi yang pernah dibangun sudah rusak karena perang sehingga tentu dibutuhkan dana besar untuk memperbaiki.

· Keparalelan Hal ini biasanya muncul dalam tipe kalimat mejamuk, baik kalimat majemuk koordinatif maupun kalimat majemuk subordinatif. Dalam jabatan struktur yang sama, misalnya P, O, atau pelengkap digunakan klasifikasi jenis kata yang sama sehingga tidak terjadi kerancuan bentuk.

Contoh salah: Tanggung jawab kami kakak beradik pada hari Minggu nanti adalah mengecat dinding luar, pemasangan lampu gerbang, memberesi pagar belakang, dan pembersihan kamar mandi. Contoh benar: Tanggung jawab kami kakak beradik pada hari Minggu nanti adalah mengecat dinding luar, memasang lampu gerbang, membereskan pagar belakang, dan membersihkan kamar mandi. · Kehematan dalam pemakaian kata atau frasa: · a) menghindarkan pemakaian bentuk jamak berlebihan sehingga rancu maknanya Contoh salah: Beberapa orang-orang di sekitarku lari ketakutan melihat aksi masa yang demikian mengacaukan dinamika kehidupan masyarakat sekitarnya.

Contoh benar: Beberapa orang di sekitarku lari ketakutan melihat aksi masa yang demikian mengacaukan dinamika kehidupan masyarakat sekitarnya. · b) menghindarkan pemakaian d ari dan daripada atau preposisi yang tidak tepat Contoh salah: Tugas daripada Menteri Pendidikan Nasional adalah mencerdsakan kehidupan bangsa dengan langkah-langkah operasional yang setapak demi setapak dapat meningkatkan tingkat kualitas sumber daya manusia. Contoh benar: Tugas Menteri Pendidikan Nasional adalah mencerdsakan kehidupan bangsa dengan langkah-langkah operasional yang setapak demi setapak dapat meningkatkan tingkat kualitas sumber daya manusia.

· c) penghilangan penggunaan kata-kata yang berlebihan Contoh salah: Disiplin diri adalah merupakan gambaran personal tentang manajemen pribadinya. Contoh benar: Disiplin diri merupakan gambaran personal tentang manajemen pribadinya. · Keterpaduan gagasan tegas dan lugas · a) Hindarkan kalimat bertele-tele! Contoh salah: Prestasi beliau amatlah sangat membanggakan sekali bagi kami generasi muda berikutnya. Contoh benar: Prestasi beliau amatlah membanggakan bagi kami generasi muda berikutnya.

· b) Hindarkan pasangan konjungsi yang tidak tepat! Contoh salah: Walaupun hujan deras, tetapi api kebakaran itu terus menyala. Contoh benar: Walaupun hujan deras, api kebakaran itu terus menyala · c) Hindarkan penggunaan konjungsi yang tidak tepat! Contoh salah: Orang itu bukan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, tetapi terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor. Contoh benar: Orang itu bukan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, melainkan terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor.

· d) Gunakan pola aspek yang tepat! Contoh salah: Perkembangan kompetensi siswa itu sangat cepat sekali, hingga mampu mengikuti program akselerasi kelas. Contoh benar: Perkembangan kompetensi siswa itu sangat cepat hingga mampu mengikuti program akselerasi kelas · Kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata Contoh salah: Pencuri kendaran bermotor itu berhasil ditangkap polisi setelah melalui pergulatan seru di tengah gang kampung.

Contoh benar: Polisi polisi berhasil menangkap pencuri kendaran bermotor itu setelah melalui pergulatan seru di tengah gang kampung. · Koherensi yang baik dan kompak Contoh salah: Masalah yang penulis ingin jelaskan adalah persoalan rakyat punya hak atas tanah. Contoh benar: Masalah yang ingin penulis jelaskan adalah hak rakya atas tanah. · Cermat dalam tata tulis Contoh salah: Pemerintah dan pihak P.T Kaltim Prima Coal masih menunggu penetapan pengadilan negeri Jakarta Selatan mengenai pencabutan sita jaminan sekaligus pencabutan gugatan pemerintah Propinsi Kalimantan Timur atas KPC.

Contoh benar: Pemerintah dan pihak PT Kaltim Prima Coal masih menunggu penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengenai pencabutan sita jaminan sekaligus pencabutan gugatan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas KPC. · Kepenalaran atau logika yang sahih dan benar Contoh salah: Setelah dipastikan dijatuhi hukuman 7 tahun kurungan penjara, petugas sipir segera membawa terdakwa ke dalam sel. Contoh benar: Setelah dijatuhi hukuman 7 tahun kurungan penjara, terdakwa segera di bawa ke dalam sel oleh petugas sipir.

Palembang, Agustus 2021

KALIMAT EFEKTIF




2022 www.videocon.com