Kepala kliyengan gejala apa

kepala kliyengan gejala apa

ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. Request blocked.

kepala kliyengan gejala apa

We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: 6mySjSzsDYnAXtSEnXEWmQhzbgXRy1j3wIZbmNW5g1a9g7R_s4hoVQ== Kepala kliyengan merupakan dampak buruk akibat seseorang yang tidak mempedulikan kesehatan yang berhubungan dengan jaringan kepala. Kepala kliyengan hampir setiap hari dialami oleh semua orang tetapi mudah untuk disembuhkan dengan penggunaan obat yang telah direkomendasikan dokter yang terkait.

Kliyengan adalah sebutan lain dari kata sakit kepala, puyeng atau pening dan tidak berlaku bagi penyakit vertigo karena vertigo masuk dalam kategori penyakit kepala berat yang berhubungan dengan saraf otak bagian dalam yang menyebabkan seseorang merasa dirinya berputar putar.

Ada banyak pemicu yang sering mengakibatkan kepala menjadi kliyengan : 1.Tekanan darah rendah Penyebab kepala kliyengan sering terjadi akibat seseorang yang mengalami tekanan darah rendah kronis maka akan menderita penurunan tekanan darah sistolik. Dimana pasokan darah tidak mencukupi untuk dialirkan pembuluh darah menuju jaringan kepala, Sehingga pelebaran aliran darah tak dapat dihindari.

Akibatnya anda akan menderita pusing. 2.Tekanan darah tinggi Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyumbat aliran darah dan menyebabkan tekanan pada dinding pembuluh darah menuju kepala.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang terserang pusing pusing atau kliyengan. Penyebab kepala kliyengan akaibata adarah tinggi paling banyak dialami oleh pria dan wanita yang berusia lebih dari 40 tahun. 3.Depresi berat Seseorang yang sedang mengalami depresi berat maka kepala kliyengan gejala apa darah serta saraf saraf bagian kepalanya menjadi mengerut karena terus menerus mendapat tekanan dalam berfikir yang tidak kepala kliyengan gejala apa.

Kondisi tersebut dapat menghambat kelancaran aliran darah dan menyebabkan sakit kepal atau kliyengan. Penyebab kliyengan karena depresi berat dapat segera disembuhkan dengan menggunakan bantuan dari pskiater segera. 4. Benturan Kepala kliyengan bisa juga disebabkan karena seseorang yang kepalanya pernah terkena benturan akibat terjatuh dengan keras biasanya akan merasa kliyengan sesaat setelah terbangun dari benturan yang dialaminya.

Benturan dapat menyebabkan saraf saraf bagian kepal cedera dan mengalami pendarahan didalam. Periksalah segera setelah mengalami benturan keras di kepala. Agar terhindar dari pendarahan yang lebih parah. 5. Olahraga berat Seseorang yang melakukan aktivitas olahraga ayang berlebihan dan dipaksakan dapat mencederai saraf kepala karena stres.

Olahraga yang berlebihan cenderung membuat semua organ internal tubuh menjadi terus menerus bekerja keras untuk mengatur aliran darah, oksigen dan melindungi tubuh dari racun, Termasuk saraf saraf kepala.

Penyebab kepala kliyengan adalah Jika saraf kepala dalam keadaan stres dan tertekan, Akibat tekanan terus menerus maka tubuh akan kelelahan, Maka yang akan timbul adalah pusing pusing. 6. Kurang tidur Seseorang yang gemar begadang akan mudah terserang sakit kepala atau kepala kliyengan. Seseorang yang kurang tidur seluruh saraf tubuh menjadi tidak istirahat dan kelelahan serta dehidrasi, Termasuk saraf dan pembuluh darah sekitar kepala.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang sering mengalami kepala kliyengan. Kurang tidur merupakan penyebab kepala kliyengan yang sering dialami semua orang bahkan pada anak anak. 7. Terlalu banyak tidur Tidur terlalu lama atau berlebihan dapat menyebabkan aliran darah menjadi lambat dan saraf bagian kepala menjadi tidak aktif dan cenderung menyebabkan sumbatan pada aliran darah menuju otak secara perlahan lahan.

Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang terserang kepala kliyengan atau pusing pusing.

kepala kliyengan gejala apa

Kepala kliyengan gejala apa banyak tidur merupakan penyebab kepala kliyengan yang biasanya bisa dialami oleh orang orang yang sedang menjalani masa pemulihan dari sakitnya. 8.Alkohol Banyak minum minuman beralkohol dapat menyebabkan saraf saraf halus kepala dan pembuluh darah menuju otak mengalami tekanan dan cedera.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah dan seseorang menderita sakit kepala hingga teras pada belakang leher. Minuman beralkohol merupakan penyebab kepal kliyengan yang sulit hilang dengan cepat bahkan setelah beristirahat tidur. 9. Obat obatan Penyebab kepala kliyengan yang paling banyak terjadi pada masyarakat umum adalah karena terlalu sering mengkonsumsi obat obatan pereda rasa sakit yang bebas dijual pada toko obat dan menyebabkan seseorang menderita kepal kliyengan yang timbul tenggelam dan sangat mengganggu aktivitas sehari hari.

Zat kimia yang ada pada obat dapat mengendap di aliran darah dan menyumbat sehingga pasokan darah yang berisi oksigen yang mengalir kekepala justru tersendat sendat. Zat kimia obat mampu mengiritasi dinding ginjal dan melukai liverBerhati hatilah mengkonsumsi obat tanpa resep dokter. 10. Gangguan otot jantung Otot jantung kehilangan kekuatannya untuk ikut membatu jantung memompa darah yang berisi oksigen untuk disebarkaan ke seluruh tubuh, Bahkan Penyebaran volume darah di area jantung tidak bisa merata.

Otot jantung yang mengalami keterlambatan dalam bergerak mampu mempengaruhi aliran darah menuju kepala yang tidak mendapatkan pasokan darah yang memadaiAkibatnya seseorang akan menderita kepala kliyengan yang berkesinambungan.

Gangguan otot jantung merupakan salah satu penyebab kepala kliyengan yang sering dialami oleh orang tua yang menderita gangguan jantung misalnya lemah jantung. Related Posts • Cocefin – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping • Herbatia Sari Putih – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan • Imulan – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan • 14 Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang Dekat Leher Patut Anda Waspadai • Calapol / Calapol Forte – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya?

• 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
Pada kasus parah, kliyengan bisa menjadi tanda serangan jantung atau stroke. Biasanya, gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh akan menyertai.

Namun pada lansia, kepala yang seolah terasa melayang bisa menjadi gejala serangan jantung atau stroke.21 Mei 2021 Bagaimana cara mengatasi kepala kliyengan? • Minum banyak air, terutama saat suhu udara panas atau sedang berolahraga. • Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula atau karbohidrat simpleks.

• Konsumsi makanan yang bergizi penuh dengan nutrisi. • Duduk atau berbaring sampai gejala kepala kliyengan mereda. Kepala pusing seperti melayang gejala apa? Tekanan Darah Rendah Kepala pening bisa jadi pertanda jantung kurang memompa darah ke otak.

Sebagai contoh, turunnya tekanan darah bisa menyebabkan kondisi kepala melayang atau rasa pusing dan melayang setelah kamu bangun dari duduk atau berdiri terlalu kepala kliyengan gejala apa.

Selamat malam, ASD Terima kasih atas pertanyaannya. Sakit kepala kepala kliyengan gejala apa sering sekali terjadi dan menimbulkan rasa tidak nyaman hingga dapat menganggu aktivitas. Terkadang keluhan ini bisa disertai mual, muntah, berkeringa dingin, gemetaran. Pusing kliyengan sebenarnya tidak membahayakan namun jika kepala kliyengan gejala apa pingsan maka sudah terjadi keparahan. Beberapa kondisi yang menyebabkan sakit kepala : • Dehidrasi Kuranganya air yang masuk ke dalam tubuh dapat membuat peredaran darah yang kurang lancar.

Apabila ini berlangsung lama maka peredaran darah ke otak juga terganggu sehungga menimbulkan pusing • Gula darah rendah Kurangnya asupan gula juga dapat berpengaruh pada pusing karena kurangnya energi • Anemia Kurangnya hemoglobin dalam darah berpengaruh pada oksigen yang dibawa darah ke otak sehingga dapat menyebabkan pusing.

• Tekanan darah menurun tiba-tiba Pada gerakan yang tiba-tiba seperti bangun lansung berdiri dapat memicu hipotensi ortostatik. • Infeksi virus ataupun bakteri. Seperti batuk, flu, infeksi pencernaan. • Kelelahan, stress, cemas berlebih Tips untuk mengurangi sakit kepala : • Istirahat cukup.

Hindari begadang. • Mengelola stress dan emosi, bisa dengan olahraga atau lakukan hobi. • Perbanyak minum air putih.2 liter per hari atau 6-8 gelas per hari • Mengurangi makanan yang berlemak, tinggi kolestrol, tinggi garam, kopi, minuman bersoda. • Perbanyak makanan bernutrisi seperti sayur dan buah-buahan.

• Konsumsi parasetamol 3 kali sehari jika sakit terus menerus Jika keluhan anda tidak membaik dengan perubahan pola hidup, sebaiknya periksa ke dokter penyakit dalam untuk dilihat penyebab pasti dari pusing kliyengan anda. Semoga penjelasan ini bermanfaat. Salam sehat, dr. Farah hipotensi hipoglikemia sakit kepala dehidrasi
Pernahkah tiba-tiba Anda mengalami kepala yang terasa seolah melayang atau ringan?

Perasaan melayang atau lightheadedness merupakan bagian dari kepala pusing, ada pula yang menyebutnya kliyengan. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa hampir pingsan. Sebenarnya, apa yang menyebabkan terjadinya kondisi ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini. Penyebab kepala terasa seolah melayang (kliyengan) Kepala pusing dapat digambarkan dengan berbagai gejala, salah satunya kepala Anda yang terasa seolah melayang. Orang juga menyebutnya dengan kepala yang terasa ringan.

Munculnya sensasi tidak menyenangkan pada area kepala ini ternyata ada berbagai macam penyebabnya. Berikut berbagai penyebab yang umumnya sering menyebabkan kepala terasa ringan. 1. Efek samping penggunaan obat Setiap obat memiliki efek samping setelah diminum.

Contohnya, seperti kepala terasa ringan dan melayang-layang. Obat yang menimbulkan efek samping tersebut biasanya bekerja dengan menurunkan tekanan darah atau membuat Anda lebih sering buang air kecil (diuretik).

Jika efek samping tersebut membuat Anda tidak nyaman, lakukan konsultasi ke dokter. Minta dokter untuk memberikan obat lain atau menyesuaikan kembali dosisnya.

2. Dehidrasi Efek samping penggunaan obat diuretik, ternyata tidak jauh berbeda dengan ketika Anda mengalami dehidrasi. Keduanya menandakan tubuh kekurangan cairan sehingga bisa memicu Anda merasa kliyengan. Dehidrasi dapat terjadi ketika suhu udara terlalu panas dan Anda kurang minum. Bisa juga terjadi ketika Anda demam tinggi dan tubuh terus mengeluarkan keringat.

Tanpa cairan yang mencukupi, volume darah akan menurun. Akibatnya, darah yang mengalir ke otak akan berkurang dan menyebabkan kepala terasa melayang. Untuk mengatasi kondisi ini, segelas air adalah solusi terbaik.

Selain air, cairan tubuh juga bisa berasal dari makanan, seperti buah, sayur, dan sup. Pada kondisi yang kritis, Anda mungkin memerlukan infus sampai kondisi Anda kembali stabil. 3. Tekanan darah menurun sementara Sistem saraf otonom membantu tubuh untuk mengatur perubahan tekanan darah ketika Anda berdiri. Seiring bertambahnya kepala kliyengan gejala apa, sistem ini akan memburuk sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah sementara.

Kondisi ini disebut juga dengan hipotensi ortostatik yang dapat menimbulkan kepala kliyengan. Turunnya tekanan darah sementara ini biasanya bersifat jangka panjang.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa obat dapat mengurangi gejalanya, seperti fludrocortisone atau midodrine. Konsultasikan lebih dahulu pada dokter sebelum Anda menggunakan obat ini.

4. Gula darah rendah Glukosa adalah makanan utama bagi otak.

kepala kliyengan gejala apa

Ketika asupan gula menurun, kadar gula darah akan ikut menurun. Akibatnya, tubuh termasuk otak akan menggunakan energi sesedikit mungkin. Kondisi ini dapat menyebabkan kepala Anda tiba-tiba terasa seolah melayang. Makan camilan atau minum jus bisa membantu Anda untuk menormalkan kembali gula darah. Jika menurunnya gula darah terkait dengan diabetes, Anda harus rutin mengecek gula darah. Jangan lupa, untuk minum obat diabetes dan cek kesehatan secara rutin. 5. Serangan jantung dan stroke Pada kasus parah, kliyengan bisa menjadi tanda serangan jantung atau stroke.

Biasanya, gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh akan menyertai. Namun pada lansia, kepala yang seolah terasa melayang bisa menjadi gejala serangan jantung atau stroke. Apalagi jika gejala tersebut sangat sering terjadi. Langkah yang paling tepat untuk mengatasinya adalah segera memeriksakan kesehatan Anda ke dokter.

Haruskah pergi ke dokter? Kepala kliyengan umumnya menyerang orang dewasa dan lansia. Meskipun tidak semua penyebabnya membahayakan jiwa, bukan berarti Anda boleh menyepelekannya. Seorang asisten dosen bagian Penanganan Kegawatdaruratan di Harvard Medical School, dr. Shamai Grossman, menyatakan, “Jangan abaikan kondisi, sekalipun lightheadedness bukan akibat penyebab serius. Ini bisa menyebabkan cedera serius karena terjatuh akibat keseimbangan terganggu.” Jangan tunda konsultasi ke dokter, jika kepala terasa melayang yang Anda alami dibarengi dengan kondisi berikut: • Sakit dada hingga menyebar kepala kliyengan gejala apa area lengan, leher, dan rahang.

• Mual serta sakit kepala parah. • Satu sisi tubuh terasa lemah, mati rasa, atau tidak mampu bergerak. • Detak jantung cepat atau tidak teratur. Lightheaded? Top 5 reasons you might feel woozy. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/lightheaded-top-5-reasons-you-might-feel-woozy.

Accessed on May 15th, 2019. What Causes Lightheadedness? https://www.verywellhealth.com/lightheadedness-1745408. Accessed on May 15th, 2019. What causes lightheadedness?

https://www.medicalnewstoday.com/articles/323717.php. Accessed on May 15th, 2019.
Advertisement Lightheadedness atau kepala kliyengan adalah kondisi ketika kepala seolah terasa melayang atau ringan sehingga tubuh terasa lemah, goyah, dan seolah ingin pingsan.

Lantas, apa penyebab kepala kliyengan? Penyebab kepala kliyengan yang patut diwaspadai Kepala kliyengan adalah rasa tidak nyaman yang merupakan bagian dari kepala pusing. Pada dasarnya, penyebab pusing atau kepala kliyengan bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan. Meski demikian, Anda tetap perlu waspada karena kepala kliyengan bisa menandakan kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan dari dokter. Jika tergolong parah, kepala kliyengan terasa melayang akibat kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko Anda untuk jatuh pingsan.

Adapun berbagai penyebab kepala terasa melayang ini adalah sebagai berikut: 1. Dehidrasi Kepala kliyengan umum terjadi tapi perlu diwaspadai Salah satu penyebab kepala kliyengan adalah dehidrasi atau kondisi kekurangan asupan cairan dalam tubuh. Anda mungkin bisa merasa pusing berputar bahkan ingin pingsan bila mengalami dehidrasi akibat suhu udara terlalu panas, tidak cukup minum dan makan, atau sedang sakit. Ketika cairan dalam tubuh tidak mencukupi, volume darah akan menurun. Alhasil, aliran darah yang mengalir ke otak akan berkurang sehingga menyebabkan kepala melayang atau kepala kliyengan.

Untuk mengatasi kepala kliyengan akibat dehidrasi, minum segelas air dapat menjadi solusi terbaik. Pada kondisi yang serius, Anda mungkin sampai memerlukan cairan infus agar kondisi tubuh dapat kembali stabil. 2. Tekanan darah menurun secara tiba-tiba Penyebab kepala kliyengan yang paling umum adalah kondisi tekanan darah menurun secara tiba-tiba. Tubuh memiliki sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom membantu tubuh untuk mengatur pergeseran tekanan darah saat Anda berdiri. Namun, seiring bertambahnya usia, sistem ini dapat memburuk sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah sementara.

Kondisi yang dikenal kepala kliyengan gejala apa dengan hipotensi ortostatik ini biasanya terjadi ketika Anda berdiri atau mengubah posisi tubuh dalam waktu cepat. Perubahan posisi tubuh, terutama dalam waktu cepat, dapat mengalihkan aliran darah untuk sementara dari otak ke tubuh. Akibatnya, kepala akan terasa melayang atau kepala kliyengan. Terutama, jika Anda sedang mengalami dehidrasi atau sakit. Penyebab kliyengan akibat penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ini dapat hilang jika Anda duduk atau berbaring kembali setelah berdiri.

Akan tetapi, kondisi tekanan darah menurun secara sementara juga dapat terjadi dalam jangka panjang. Untuk mengurangi gejalanya, Anda bisa mengonsumsi obat fludrocortisone atau midodrine. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan kedua obat tersebut untuk mengatasi kepala kliyengan.

3. Belum makan atau melewatkan waktu makan Belum makan atau melewatkan waktu makan juga menjadi penyebab kepala kliyengan. Tubuh membutuhkan persediaan energi yang cukup dalam bentuk makanan yang berperan sebagai bahan bakar guna mendukung segala aktivitas fisik yang Anda jalani. Ketika Anda belum makan sama sekali atau terakhir makan beberapa jam yang lalu, persediaan dan cadangan energi dalam tubuh, terutama gula, akan menurun. Kondisi tersebut tentu akan membuat kadar gula dalam darah ikut merosot.

Padahal, gula darah diandalkan sebagai sumber energi. Alhasil, kepala jadi kliyengan, tubuh terasa goyah atau lemah, hingga rasa ingin pingsan. Baca juga: Apa Penyebab Sakit Kepala Saat Lapar? 4. Kadar gula darah rendah Saat asupan gula menurun, kadar gula darah Anda akan menurun Penyebab kepala kliyengan berikutnya adalah kadar gula darah rendah. Ketika asupan gula menurun, kadar gula darah Anda akan ikut menurun.

Akibatnya, tubuh termasuk otak Anda akan menggunakan energi sesedikit mungkin. Kondisi kepala kliyengan gejala apa yang bisa menjadi penyebab kepala terasa melayang. Untuk mengatasi kepala kliyengan yang disebabkan oleh gula darah rendah, cobalah makan camilan atau minum jus buah yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula.

Tak ada salahnya untuk memeriksakan kadar gula darah. Terutama, bagi Anda yang mengalami penurunan gula darah terkait dengan diabetes. 4. Efek samping obat-obatan Kepala kliyengan gejala apa jenis obat-obatan yang Anda konsumsi bisa membuat seseorang merasa kliyengan atau kepala terasa ringan dan melayang karena efek samping yang ditimbulkan.

Misalnya, obat-obatan yang bekerja dengan menurunkan tekanan darah, obat diabetes melitus, atau obat yang membuat Anda lebih sering buang air kecil (efek diuretik). Untuk mengatasinya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter mungkin akan menyesuaikan kembali dosis obat untuk Anda atau memberikan obat-obatan jenis lain. 5. Serangan jantung dan stroke Pada kondisi yang serius, penyebab kepala kliyengan bisa menjadi tanda serangan jantung dan stroke. Umumnya, kepala kliyengan akibat serangan jantung dan stroke dialami oleh orang-orang lanjut usia.

Gejala kepala kliyengan yang berkaitan dengan serangan jantung dapat disertai dengan nyeri dada, sesak napas, mual, nyeri pada lengan, nyeri punggung, atau nyeri rahang. Sedangkan, gejala kepala kliyengan yang menunjukkan stroke adalah muncul sakit kepala tiba-tiba, mati rasa, merasa lemah, perubahan pada penglihatan, sulit berjalan, hingga bicara menjadi cadel.

Jika gejala kepala kliyengan berkaitan dengan kondisi jantung dan stroke, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. 6. Penyebab kepala kliyengan atau kepala terasa ringan dan melayang lainnya Beberapa kondisi medis lainnya juga dapat membuat seseorang merasa kliyengan atau kepala terasa ringan dan melayang.

Misalnya: • Reaksi alergi • Sakit, seperti flu atau pilek • Kecemasan • Stres • Merokok • Minum minuman beralkohol • Gangguan nafsu makan • Aritmia • Shock • Gangguan telinga bagian dalam • Adanya perdarahan di bagian dalam tubuh • Kehilangan darah • Anemia atau kekurangan darah merah • Gangguan sirkulasi darah • Diabetes • Gangguan fungsi tiroid • Berbagai gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis • Cedera di kepala kliyengan gejala apa Jika kepala kliyengan atau kepala terasa melayang disebabkan oleh salah satu kondisi medis serius di atas, biasanya ada gejala lain yang mungkin menyertainya.

kepala kliyengan gejala apa

Gejala kepala kliyengan Kepala kliyengan terasa melayang bisa disertai dengan mual hingga berkeringat Umumnya, kepala kliyengan atau kepala terasa melayang dapat terjadi secara bertahap ataupun terjadi secara terus menerus. Tingkat keparahan kepala kliyengan yang dialami, mulai dari yang ringan hingga parah. Kepala kliyengan gejala apa kepala kliyengan dapat disertai dengan beberapa gejala lain, seperti: • Muka memerah • Berkeringat • Mual • Kulit pucat • Gangguan penglihatan Pada kondisi yang lebih parah, gejala kepala kliyengan tidak hanya mual dan muntah, melainkan juga disertai dengan berkeringat, merasa kepanasan, telinga berdengung, hingga perubahan pada penglihatan (seolah-olah Anda sedang melihat terowongan panjang).

Beberapa dari Anda mungkin juga mengalami kepala kliyengan sampai seolah-olah ingin pingsan. Kondisi ini dikenal dengan istilah syncope. Cara mengatasi kepala kliyengan atau kepala terasa ringan Sebagian besar kondisi kepala kliyengan ringan dapat diatasi dengan melakukan pengobatan rumahan. Beberapa cara mengatasi kepala kliyengan ringan di rumah, yaitu: • Minum banyak air, terutama saat suhu udara panas atau sedang berolahraga • Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula atau karbohidrat simpleks • Konsumsi makanan yang bergizi penuh dengan nutrisi • Duduk atau berbaring sampai gejala kepala kliyengan mereda • Tidur yang cukup • Hindari mengonsumsi kafein, alkohol, dan merokok • Batasi konsumsi makanan yang mengandung garam Jika kondisi kepala kliyengan berkaitan dengan kondisi medis serius tertentu, Anda dapat pergi ke dokter untuk mengetahui penyebab kepala kliyengan dan penanganannya dengan tepat.

Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan, seperti obat diuretik, obat anticemas ( diazepam atau alprazolam), obat antimual, obat migrain, hingga melakukan prosedur medis tertentu sesuai dengan kondisi kepala kliyengan yang Anda alami. Kapan kepala kliyengan harus diperiksakan ke dokter? Meski kepala kliyengan tidak semuanya bersifat membahayakan, bukan berarti Anda dapat menyepelekannya begitu saja.

Sebaiknya, segera temui dokter apabila kepala kliyengan terjadi terus menerus, menunjukkan tanda-tanda serangan jantung atau stroke, atau disertai dengan tanda bahaya sebagai berikut: • Muntah • Nyeri di lengan, leher, atau rahang • Sakit kepala parah mendadak • Nyeri dada • Kejang • Detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur • Perubahan penglihatan, seperti penglihatan ganda • Pingsan • Mati rasa atau ketidakmampuan untuk menggerakkan lengan atau kaki • Bicara menjadi cadel • Wajah mati rasa • Salah satu sisi tubuh merasa lemah Dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Baca Juga • 10 Minuman Pereda Sakit Kepala Alami yang Ampuh • Menari, Aktivitas Menyenangkan untuk Bakar Kalori • Penyebab Sakit Kepala pada Lansia Ini Harus Diwaspadai Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter lewat kepala kliyengan gejala apa kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut seputar penyebab kepala kliyengan dan pengobatannya. Caranya, unduh sekarang di App Store dan Google Play.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323717#when-to-see-a-doctor Diakses pada 14 September 2020 Healthline. https://www.healthline.com/health/lightheadedness#see-a-doctor Diakses pada 14 September 2020 Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/lightheadedness-1745408 Diakses pada 14 September 2020 Health Harvard Publishing. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/lightheaded-top-5-reasons-you-might-feel-woozy Diakses pada 14 September 2020 Penyakit Penyebab Jari Tabuh atau Nail Clubbing dan Cara Mengatasinya dengan Tepat Jari tabuh atau nail clubbing tidak berbahaya jika disebabkan oleh faktor keturunan.

Namun, kondisi ini dapat menjadi pertanda masalah kesehatan kronis seperti kanker paru-paru, gagal jantung kongestif, hingga sirosis hati.Jakarta - Kepala pusing atau terasa seperti kliyengan sering dialami banyak orang yang kadang dapat mengganggu aktivitasnya. Sebenarnya apa penyebab kepala merasa kliyengan?

Kliyengan atau pusing sering digunakan untuk menjelaskan suatu perasaan seperti ingin pingsan atau merasa lemah dan goyah. Arti dari kliyengan sendiri adalah pusing, pening, sakit kepala.

Berbeda dengan pusing yang membuat seseorang berpikir bahwa lingkungannya berputar atau bergerak maka itu disebut dengan vertigo.

kepala kliyengan gejala apa

Keluhan ini menjadi alasan yang paling umum bagi seseorang untuk mengunjungi dokter karena bisa jadi merupakan gejala dari kondisi serius. Pengobatan yang diberikan tergantung pada penyebabnya. Beberapa hal bisa menyebabkan seseorang merasa klinyengan seperti dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (20/4/2011) yaitu: Merasa kliyengan seperti ingin pingsan (Presyncope) Presyncope adalah istilah medis untuk kondisi merasa pingsan dan pusing tapi tanpa kehilangan kesadaran. Kadang kondisi ini diikuti dengan mual, kulit pucat dan gejala lain yang berkaitan dengan pingsan.

Penyebabnya meliputi: • Tekanan darah yang rendah (hipotensi ortostatik), kondisi ini terjadi karena adanya penurunan drastis tekanan darah sistolik (angka atas dalam membaca tekanan darah).

Hal ini dapat terjadi jika seseorang duduk atau berdiri terlalu cepat dan juga pada orang yang diketahui memiliki penyakit tekanan darah rendah. • Kurangnya asupan darah yang keluar dari jantung, kondisi ini seperti salah satu penyakit otot jantung (cardiomyopathy), irama jantung abnormal (aritmia) atau penurunan volume darah yang membuat alirannya dari jantung tidak memadai.

Kehilangan keseimbangan (disequilibrum) Kondisi ini adalah hilangnya keseimbangan atau perasaan goyang saat berjalan. Kemungkinan penyebabnya termasuk: • Masalah pada bagian dalam telinga atau inner ear (vestibular), kelainan pada bagian dalam telinga bisa membuat seseorang merasa goyang saat berjalan terutama dalam gelap.

• Gangguan sensori, kegagalan dalam penglihatan dan kerusakan saraf di kaki bisa mengakibatkan seseorang sulit menjaga keseimbangan yang membuatnya merasa kliyengan. • Kondisi neurologis, berbagai gangguan saraf bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan Penyebab kliyengan lainnya Beberapa penyebab lainnya juga bisa membuat seseorang merasa kliyengan atau kepala pusing sambil berasa goyang. Beberapa penyebab lain adalah: • Obat-obatan, beberapa pengobatan diketahui bisa menimbulkan perasaan pening atau kliyengan dan akan hilang jika berhenti mengonsumsinya.

Obat penurun tekanan darah juga bisa menyebabkan kliyengan jika tekanan darah yang diturunkan terlalu banyak. • Gangguan kecemasan seperti serangan panik, merasa sangat grogi atau mengalami fobia tertentu bisa menyebabkan orang merasa pusing atau kliyengan. Jika kliyengan muncul secara tiba-tiba, cobalah untuk duduk atau mencari pegangan agar tidak terjatuh serta tetap tenang.

Dan jika terjadi terus menerus segeralah periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. (ver/ir) Berita Terkait • Aspirin: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping • Sibuk Kerja Sampai Lupa Napas?

Bisa Banget, Cirinya Sering Sakit Kepala • Riset Sebut 25 Persen Anak Alami Long COVID, Begini Sederet Gejalanya • Sama-sama Bikin Mager, Ini Beda Kelelahan Biasa Vs Gejala Positif Omicron • 8 Tanda Infeksi Omicron pada Orang yang Sudah Divaksin COVID-19 Dosis Lengkap • 5 Obat Sakit Kepala Alami Redakan Nyeri Gejala Omicron • Mendadak Sakit Kepala kliyengan gejala apa Usai Bercinta?

Mungkin Ini Penyebabnya • Beda dengan Pusing Flu, Riset Beberkan Ciri Khas Sakit Kepala Gegara Omicron MOST POPULAR • 1 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya • 2 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar? • 3 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • 4 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 5 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • 6 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja?

Psikolog Sarankan Ini • 7 Perlengkapan Main Sepatu Roda, Penting agar Tetap Aman Saat Meluncur • 8 5 Tips Foreplay yang Bikin Seks Makin Panas • 9 WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia • 10 Wajib Dicoba! Ini 4 Posisi yang Bikin Seks Makin Enak • SELENGKAPNYA
Pusing merupakan keluhan yang umum dialami orang dewasa. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai sakit kepala. Padahal, antara sakit kepala dengan kepala kliyengan adalah kondisi yang berbeda.

Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab pusing? Kepala kliyengan gejala apa periksa ke dokter jika kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Membedakan sakit kepala dengan pusing Meski sama-sama terjadi di area kepala, sakit kepala dengan kepala kliyengan adalah hal yang berbeda. Sakit kepala lebih mengacu pada munculnya sensasi kepala berdenyut-denyut tak karuan, baik itu sebagian (bagian samping kanan atau kiri) atau lokasi kepala lainnya. Sensasi nyerinya meliputi perasaan seperti kepala dipukul-pukul atau diikat dengan sangat kencang. Sementara pusing atau dikenal juga dengan kepala kliyengan, menimbulkan sensasi yang berbeda.

Kondisi ini menggambarkan sepaket variasi gejala yang mencakup sensasi berkunang-kunang, tubuh terasa ringan dan goyah hingga perasaan ingin pingsan. Bahkan, bisa menyebabkan seseorang merasa penglihatannya kabur, menjadi sangat terang atau terlihat lebih gelap dan lingkungan di sekitarnya bergerak.

kepala kliyengan gejala apa

Berbagai penyebab kepala pusing Meski sangat umum terjadi dan biasanya akan membaik dengan sendirinya, jangan menyepelekan sensasi kepala berputar-putar ini. “Jangan mengabaikannya.

Karena bahkan jika kepala kliyengan yang Anda alami ternyata tidak disebabkan oleh sesuatu yang serius, ini bisa mengakibatkan cedera serius ketika Anda oleng terjatuh. Dalam skenario terburuk, penyebabnya mungkin mengancam nyawa,” kata Dr. Shamai Grossman, seorang Profesor kedokteran darurat di Harvard Medical School, dikutip langsung dari laman Harvard Medical School.

Nah, apa saja penyebab kepala kliyengan yang perlu Anda ketahui? Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya. 1. Berdiri terlalu cepat Dalam dunia medis, kepala kliyengan akibat berdiri terlalu cepat disebut hipotensi ortostatik. Ini disebabkan oleh tekanan darah yang merosot tajam dalam waktu sepersekian detik.

Ketika Anda berdiri terlalu cepat, gaya gravitasi bumi juga menarik paksa aliran darah dalam jumlah besar langsung menuju kaki. Penggenangan darah kepala kliyengan gejala apa tiba-tiba, menurunkan tekanan darah dan jumlah darah yang dipompa ke otak. Pasokan darah ke otak yang minim kemudian memicu timbulnya rombongan gejala — kepala berkunang, kebingungan, mual, penglihatan kabur dan menggelap, hingga rasa ingin pingsan.

Kepala berkunang setelah berdiri mendadak biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, tapi jika ini sering terjadi atau malah bertambah parah dan bukannya membaik setelah beberapa menit berlalu, ada baiknya Anda pergi ke dokter. 2. Syok karena kaget Reaksi serupa juga bisa dipicu saat Anda dikagetkan oleh teman yang melompat dari balik pintu. Ini disebabkan oleh sistem saraf yang bekerja terlalu aktif.

Sistem saraf otonom membantu tubuh mengatur pergeseran tekanan darah saat kita berdiri. Namun, seiring bertambahnya usia, sistem ini dapat memburuk, menyebabkan penurunan tekanan darah sementara. Akibatnya, Anda merasa pucat dan pusing berputar. 3. Melewatkan jam makan Pekerjaan menumpuk dan kepalang tanggung untuk ditinggalkan sering kali menjadi alasan Anda menunda jam makan.

Apalagi jika Anda sering dikejar-kejar deadline. Alasan untuk melewatkan jam makan menjadi lebih besar. Meski pekerjaan selesai lebih cepat dan membuat Anda lebih lega, melewatkan jam makan bisa membuat lambung Anda berulah. Anda jadi kelaparan dan makanan lebih dari porsi biasanya. Selain itu, suasana hati Anda jadi merosot, membuat Anda mudah kepala kliyengan gejala apa dan stres. Bukan hanya itu, dampak negatif lainnya yang mungkin Anda rasakan adalah kepala pusing. Kok bisa?

Saat Anda melewatkan waktu makan, kadar gula darah menurun drastis sehingga tubuh mengaktifkan sinyal stres dan kelaparan. Ini menyebabkan metabolisme tubuh Anda melambat untuk menghemat energi, termasuk kerja otak. Akibatnya, gula darah rendah dapat menyebabkan tubuh menimbulkan beragam gejala buruk, yang mencakup kepala kliyengan, tubuh terasa goyah, hingga rasa ingin pingsan.

4. Dehidrasi Beberapa orang bisa merasa pusing berputar atau bahkan pingsan karena kehilangan banyak cairan tubuh saat kepanasan dan berkeringat deras. Suhu panas ekstrim memicu aktifnya sebuah jalur di sistem saraf otak yang menyebabkan penurunan tekanan darah. Tanpa dibantu dengan asupan cairan yang cukup, volume darah Anda akan terus turun sehingga tekanan darah ikut menurun secara drastis. Akibatnya, tidak ada cukup pasokan darah segar yang menuju otak.

Hal ini kemudian memicu timbulnya variasi gejala darah rendah, mulai dari kepala berkunang, kebingungan, mual, penglihatan kabur dan menggelap, hingga rasa ingin pingsan. 5. Sedang flu Kepala kliyengan bukan lagi gejala baru bagi beberapa orang yang langganan sakit flu. Saat sedang flu, Anda mungkin merasa enggan untuk makan dan minum.

Apalagi Anda mengalami demam yang membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat sehingga kadar cairan tubuh sangat rendah. Kombinasi dari demam, dehidrasi, dan gula darah rendah inilah yang menjadi penyebab di balik keluhan kepala pusing berputar yang Anda alami.

Segelas air mungkin cukup untuk membuat Anda merasa lebih baik, tapi jika flu membuat anda melewatkan makan atau minum hingga berhari-hari, air tidak akan cukup untuk menstabilkan kondisi Anda. Anda mungkin memerlukan asupan cairan lewat infus.

Dokter juga dapat menentukan apakah Anda memerlukan cairan elektrolit seperti kalium atau garam. 6. Mabuk perjalanan Tidak semua orang merasakan perjalanan yang nyaman. Entah badan pegal-pegal atau mengalami mabuk perjalanan.

Ya, orang yang rentan mengalami motion sickness ini, biasanya akan merasa pusing, mual dan muntah, dan kelelahan. Penyebabnya adalah ketidakseragaman antara mata, tubuh, dan telinga ketika mengirimkan sinyal pada otak selama di perjalanan.

7. Efek samping obat Obat-obatan tertentu, seperti obat penghilang rasa sakit, diuretik, dan beberapa pil antikecemasan, bisa menyebabkan pusing atau sakit kepala ringan. Entah karena obat itu memengaruhi otak Anda secara langsung, memperlambat denyut jantung Anda, atau menurunkan tekanan darah Anda dengan cara-cara yang dapat memicu gejala tersebut.

Bukan hanya efek samping penggunaan kepala kliyengan gejala apa, kepala kliyengan yang Anda alami mungkin juga menandakan adanya reaksi alergi terhadap obat yang Anda pakai. Meski kecil kemungkinannya, ada beberapa orang yang mengalami reaksi anafilaksis terhadap obat-obatan sehingga mereka mungkin akan merasa mudah pusing atau bahkan pingsan setelah minum obat tersebut.

Ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang sangat dramatis, yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun. 8. Detak jantung tidak normal Detak jantung yang tidak normal dapat menyebabkan Anda pingsan dengan cepat, sehingga Anda mungkin tidak menyadari gejala pusing dan kliyengan yang mendahuluinya.

kepala kliyengan gejala apa

Detak jantung yang tidak teratur (entah terlalu lambat atau terlalu cepat) disebut aritmia. Akibatnya, kondisi ini dapat memengaruhi suplai darah yang menuju otak. Pingsan tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala harus Anda waspadai, tandas Melissa S. Burroughs Peña, M.D., asisten profesor kedokteran klinis di divisi kardiologi di University of Kepala kliyengan gejala apa, dilansir dari Prevention.

Anda mungkin sedang ngobrol dengan teman sebelah dan bisa tiba-tiba pingsan dan terbangun tanpa mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ini adalah tanda-tanda detak jantung yang tidak normal. Pada banyak kasus, detak jantung tidak normal kepala kliyengan gejala apa penyebab kematian mendadak yang paling umum. 9. Serangan jantung atau stroke Pada kasus yang paling serius, kepala kliyengan bisa menjadi tanda serangan jantung atau stroke.

Terutama jika keluhan kepala pusing berputar dibarengi dengan nyeri dada, sesak napas, mual, nyeri rahang, kelemahan otot, sulit bicara atau berjalan, atau sensasi kebas maupun kesemutan. Penurunan aliran darah ke otak yang menyebabkan merasa pusing bisa disebabkan oleh pembekuan darah di otak. Kondisi ini bisa menyebabkan stroke iskemik. Yang harus dipahami, kepala kliyengan bisa menjadi satu-satunya tanda serangan jantung atau stroke pada golongan lansia, terutama jika keluhan tidak kunjung membaik.

Berapapun usia Anda, jika Anda mengalami gejala serangan jantung atau stroke, sangat penting untuk segera mendapatkan bantuan medis darurat. 10. Hipoglikemia Kadar gula darah yang rendah dikenal dengan istilah medis dengan hipoglikemia. Nah, orang dengan gangguan insulin, seperti diabetes harus rajin memeriksa kadar gula darah mereka setiap waktu. Pasalnya, kondisi umum terjadi akibat efek samping obat diabetes. Saat hipoglikemia terjadi, kepala pusing menjadi salah satu tandanya.

Selain itu, diabetesi juga akan merasakan gejala lainnya, seperti tubuh gemetar, berkeringat, penglihatan kabur, dan kebingungan. 11. Penyakit vertigo Sensasi berkunang-kunang dan merasa lingkungan di sekitar Anda bergerak atau berputar? Ini adalah gejala khas dari vertigo. Penyebabnya adalah masalah pada telinga bagian dalam yang menjaga kesimbangan tubuh. Telinga bagian dalam Anda memiliki saluran yang terisi oleh cairan. Nah, adanya masalah, kerusakan, atau trauma pada bagian ini bisa menyebabkan kesalahan pengiriman sinyal pada batang otak.

Akibatnya, otak akan menerjemahkan sinyal tersebut menjadi sebuah gangguan sehingga membuat Anda merasa kepala berputar dan perasaan ingin pingsan. 12. Penyakit Meniere Penyakit Meniere ditandai dengan periode vertigo yang intens; dapat berlangsung hingga berjam-jam.

kepala kliyengan gejala apa

Anda mungkin akan merasakan tekanan yang besar pada satu telinga sehingga telinga terasa penuh. Orang dengan penyakit ini diketahui memiliki ekstra kepala kliyengan gejala apa di bagian telinga dalam sehingga fungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh jadi terganggu. Selain vertigo, penyakit ini juga menimbulkan gejala lainnya seperti telinga berdering, pendengaran terganggu, mual, cemas, dan kelelahan setelah serangan terjadi.

Tips untuk mengatasi kepala pusing di rumah Kepala pusing pasti membuat Anda tidak nyaman. Baik untuk mengerjakan pekerjaan, maupun hanya duduk beristirahat di rumah. Untuk meringankan kepala kliyengan, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini. 1. Minum obat Sensasi berkunang-kunang yang disebabkan oleh penyakit, memang harus ditangani dengan obat. Untuk itu, jangan lupa minum obat yang telah diresepkan dokter. Selain meredakan pusing, obat tersebut juga bisa menghilangkan gejala lainnya yang cukup mengganggu.

2. Rutin cek gula darah dan makan tepat waktu Bagi para diabetesi, kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah tidak lagi normal. Untuk mencegah hipoglikemia, sebaiknya rutin cek gula darah. Ikuti aturan makan dan jam makan yang sudah kepala kliyengan gejala apa dokter supaya gejala diabetes tidak kambuh.

Sementara, bagi Anda yang sering menunda atau melewatkan jam makan, lagi-lagi harus diingatkan kembali untuk tidak melakukan kebiasaan buruk ini.

Pasang alarm waktu makan pada ponsel Anda sebagai pengingat. Jika tidak sempat, siapkan camilan darurat, seperti biskuit, pisang, atau snack untuk mencegah Anda dari kelaparan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

3. Penuhi asupan cairan tubuh Saat Anda berolahraga, beraktivitas di bawah sinar matahari, atau saat sedang demam, jangan lupa untuk menjaga asupan cairan tubuh. Caranya dengan minum air putih atau makan sayur dan buah yang mengandung banyak air. Minum air putih memang terasa hambar. Apalagi saat sedang sakit, Anda tentu jadi tidak nafsu untuk minum banyak air.

Jangan khawatir, coba akali dengan membuat infused water, teh madu dengan perasan lemon, smoothies, atau sup. 4. Istirahat Saat tubuh bermasalah, seperti pusing dan gejala penyakit mulai kambuh, cara terbaik untuk meringankannya adalah beristirahat. Perasaan ingin pingsan yang ditimbulkan oleh kepala pusing, tentu akan lebih aman bagi Anda untuk berbaring. Ini juga menghindari Anda terjatuh ke tempat yang berisiko karena kehilangan keseimbangan ketika berdiri. Carilah tempat yang sunyi dengan pencahayaan yang redup atau cenderung gelap.

Kepala kliyengan bisa menyebabkan mata Anda jadi sensitif dengan cahaya dan suara tertentu. Kemudian, tutup mata Anda dan ambil napas perlahan untuk menormalkan sirkulasi oksigen yang terganggu. Dengan begitu, rasa pusing yang Anda hadapi akan sedikit membaik. Selama masa pemulihan tubuh dari kondisi medis yang menyebabkan kepala pusing, pastikan juga Anda beristirahat dengan cukup.

Cobalah untuk tidur lebih cepat dan menghindari berbagai hal yang mengganggu Anda untuk tidur, seperti bermain ponsel atau membaca buku. Kepala terasa pusing, kapan harus ke dokter? Saat tubuh mengalami gangguan, seperti kepala pusing, Anda tidak boleh bersikap masa bodoh.

Pasalnya, bisa jadi kepala kliyengan tersebut merupakan tanda dari kondisi yang serius dan kepala kliyengan gejala apa bagi kesehatan Anda.

kepala kliyengan gejala apa

Ada beberapa peringatan mengenai kepala pusing yang perlu perawatan langsung tim medis atau dokter, antara lain: • Mengalami demam tinggi • Pernah mengalami cedera di kepala • Kepala pusing tidak juga hilang dan bertambah buruk padahal sudah minum ibat • Merasakan nyeri pada dada • Detak jantung terasa tidak teratur dan leher terasa kaku • Kelelmahan atau mati rasa pada wajah, tangan, dan kaki • Muntah-muntah • Sesak napas dan kejang • Pendengaran, penglihatan, dan kemampuan untuk berbicara berubah Lightheaded?

Top 5 reasons you mightfeel woozy. http://www.health.harvard.edu/heart-health/lightheaded-top-5-reasons-you-mightfeel-woozy. Accessed on March 25th, 2019. 9 Reasons You Feel Lightheaded—And When to Be Concerned. http://www.prevention.com/health/9-reasons-why-you-feel-lightheaded-and-when-to-be-concerned.

Accessed on March 25th, 2019. Why Am I Dizzy? https://www.webmd.com/brain/dizziness-vertigo#1. Accessed on March 25th, 2019. Ménière’s Disease. https://www.nidcd.nih.gov/health/menieres-disease. Accessed on March 25th, 2019.

Medications and remedies for dizziness. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319026.php. Accessed on March 25th, 2019.

Cara Mengatasi Kliyengan. @Salam Sehat Selalu




2022 www.videocon.com