Kanker limfoma hodgkin stadium 2

kanker limfoma hodgkin stadium 2

# TK 1 TK 2 TK 3 PRB Kelas Terapi Kelas Terapi 1 Kelas Terapi 2 Kelas Terapi 3 Persepan Max Restriksi Restriksi Obat Restriksi Sediaan Kelas terapi Sub Kelas Terapi Nama Obat Sediaan Kekuatan Satuan Peresepan Maksimal Restriksi Detail 1 2 3 K.Terapi Obat Sediaan naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 10 patch/bulan patch: Untuk nyeri kronik pada pasien kanker yang tidak terkendali.

Tidak untuk nyeri akut. P Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK Initial dosis 3-4 tab/hari a. Hanya untuk pemakaian pada tindakan anestesi atau perawatan di Rumah Sakit; b. untuk mengatasi nyeri kanker yang tidak respons terhadap analgesik non narkotik; c.

untuk nyeri pada serangan jantung. R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 tab/bulan a. Hanya untuk pemakaian pada tindakan anestesi atau perawatan di Rumah Sakit;Â b. untuk mengatasi nyeri kanker yang tidak respons terhadap analgesik non narkotik;Â kanker limfoma hodgkin stadium 2. untuk nyeri pada serangan jantung. R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 tab/bulan a.

Hanya untuk pemakaian pada tindakan anestesi atau perawatan di Rumah Sakit;Â b. untuk mengatasi nyeri kanker yang tidak respons terhadap analgesik non narkotik;Â c.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

untuk nyeri pada serangan jantung. R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 tab/bulan a. Hanya untuk pemakaian pada tindakan anestesi atau perawatan di Rumah Sakit;Â b. untuk mengatasi nyeri kanker yang tidak respons terhadap analgesik non narkotik;Â c.

untuk nyeri pada serangan jantung. R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK infus per 24 jam a. Hanya untuk pemakaian pada tindakan anestesi atau perawatan di Rumah Sakit;Â b.

untuk mengatasi nyeri kanker yang tidak respons terhadap analgesik non narkotik;Â c. untuk nyeri pada serangan jantung. R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 Kaps/bulan Untuk nyeri berat yang memerlukan terapi opioid jangka panjang, around-the-clock. Tidak untuk terapi as needed (prn). Pasien tidak memiliki gangguan respirasi. Harus dimulai dengan dosis paling rendah pada pasien yang belum pernah mendapat opioid sebelumnya.

R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 Kaps/bulan Untuk nyeri berat yang memerlukan terapi opioid jangka panjang, around-the-clock. Tidak untuk terapi as needed (prn). Pasien tidak memiliki gangguan respirasi. Harus dimulai dengan dosis paling rendah pada pasien yang belum pernah mendapat opioid sebelumnya.

R Detail sizuka on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 Kaps/bulan Untuk nyeri berat yang memerlukan terapi opioid jangka panjang, around-the-clock.

Tidak untuk terapi as needed (prn). Pasien tidak memiliki gangguan respirasi. Harus dimulai dengan dosis paling rendah pada pasien yang belum pernah mendapat opioid sebelumnya. R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 tab/bulan Untuk nyeri berat yang memerlukan terapi opioid jangka panjang, around-the-clock.

Tidak untuk terapi as needed kanker limfoma hodgkin stadium 2. Pasien tidak memiliki gangguan respirasi. Harus dimulai dengan dosis paling rendah pada pasien yang belum pernah mendapat opioid sebelumnya.

R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 tab/bulan Untuk nyeri berat yang memerlukan terapi opioid jangka panjang, around-the-clock. Tidak untuk terapi as needed (prn). Pasien tidak memiliki gangguan respirasi. Harus dimulai dengan dosis paling rendah pada pasien yang belum pernah mendapat opioid sebelumnya. R Detail naruto on on 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 60 tab/bulan Untuk nyeri berat yang memerlukan terapi opioid jangka panjang, around-the-clock.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

Tidak untuk terapi as needed (prn). Pasien tidak memiliki gangguan respirasi. Harus dimulai dengan dosis paling rendah pada pasien yang belum pernah mendapat opioid sebelumnya. R Detail naruto on kanker limfoma hodgkin stadium 2 0 ANALGESIK, ANTIPIRETIK, ANTIINFLAMASI NON STEROID, ANTIPIRAI ANALGESIK NARKOTIK 2 amp/hari Hanya untuk nyeri akut.

Pasien tidak memiliki gangguan respirasi. Harus dimulai dengan dosis paling rendah pada pasien yang belum pernah mendapat opioid sebelumnya.

Hanya untuk nyeri akut. R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIBAKTERI ANTIBAKTERI LAIN LAIN - LAIN Febrile neutropenia:dosis 1-3 g/hari, sampai ANC > 500/mm3. Sepsis dan infeksi berat mengancam jiwa: • Dosis 1 - 3 g/hari sampai diperoleh hasil kultur, maks 7 hari • Setelah hasil kultur diperoleh, maka digantikan dengan antibiotika spektrum sempit yang masih efektif • Meropenem hanya dapat dilanjutkan apabila hasil kultur yang diambil dari tempat yang dicurigai sebagai sumber infeksi menunjukkan bahwa bakteri penyebab hanya sensitif terhadap meropenem.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

Diberikan atas persetujuan KFT/KPRA/Pimpinan RS untuk antibiotik lini ketiga (reserved antibiotik) pada infeksi oleh kuman penghasil ESBL. Tidak untuk profilaksis prabedah R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIBAKTERI ANTIBAKTERI LAIN LAIN - LAIN Febrile neutropenia:dosis 1-3 g/hari, sampai ANC > 500/mm3.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

Sepsis dan infeksi berat mengancam jiwa: • Dosis 1 - 3 g/hari sampai diperoleh hasil kultur, maks 7 hari • Setelah hasil kultur diperoleh, maka digantikan dengan antibiotika spektrum sempit yang masih efektif • Meropenem hanya dapat dilanjutkan apabila hasil kultur yang diambil dari tempat yang dicurigai sebagai sumber infeksi menunjukkan bahwa bakteri penyebab hanya sensitif terhadap meropenem.

Diberikan atas persetujuan KFT/KPRA/Pimpinan RS untuk antibiotik lini ketiga (reserved antibiotik) pada infeksi oleh kuman penghasil ESBL. Tidak untuk profilaksis prabedah - rifampisin tab 600 mg Detail sizuka on 0 ANTIINFEKSI ANTIINFEKSI KHUSUS Antituberkulosis minggu 1 - 2: 400 mg/hari minggu 3 - 24: 200 mg, setiap 48 jam Hanya dapat diberikan di Faskes Tk.

3, sesuai dengan SK Penetapan Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Pelaksana Layanan Tuberkulosis Resistan Obat. (Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/350/2017) Diperlukan pemeriksaan EKG sebelum memulai pengobatan (obat ini menyebabkan QTc prolongation) Jika diberikan bersama obat lain yang juga menginduksi QT prolongation, maka pemeriksaan EKG harus dilakukan setiap minggu. P Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIINFEKSI KHUSUS Antituberkulosis Digunakan pada: • Pengobatan TB tahap awal: 1 tab/15 kgBB, maks selama 3 bulan pertama.

• Pengobatan TB tahap lanjutan: 1 tab/15 kgBB, maks selama 5 bulan tahap lanjutan, diberikan bersamaan dengan Etambutol, pemberian 3x seminggu. P Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIINFEKSI KHUSUS Antituberkulosis untuk 3KDT/FDC digunakan pada pengobatan TB tahap kanker limfoma hodgkin stadium 2.

1 tab/5-8 kgBB, maks 2 bulan pertama, pemberian setiap hari. Untuk 2KDT/FDC Digunakan pada pengobatan TB tahap lanjutan. 1 tab/5-8 kgBB, maks 4 bulan tahap lanjutan, pemberian setiap hari. P Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIINFEKSI KHUSUS Antituberkulosis untuk Kombipak II Digunakan pada pengobatan TB tahap awal.

Kategori 1: Maks 448 tab (56 blister) selama 2 bulan pertama, pemberian setiap hari. Untuk Kombipak III Digunakan pada pengobatan TB tahap lanjutan. Kategori 1: Maks 144 tab selama 4 bulan (48 blister Kombipak III), pemberian 3x seminggu. Diberikan untuk pasien TB yang tidak bisa menggunakan OAT bentuk FDC/KDT. R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIINFEKSI KHUSUS Antituberkulosis untuk Kombipak A Digunakan pada pengobatan TB tahap awal.

Maks 280 tab (28 sachet Kombipak A) selama 2 bulan pertama pemberian setiap hari. Untuk Kombipak B Digunakan pada pengobatan TB tahap lanjutan. Maks 336 tab selama 4 bulan lanjutan pemberian setiap hari. Diberikan untuk pasien TB yang tidak bisa menggunakan OAT bentuk FDC/KDT. R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIINFEKSI KHUSUS Antituberkulosis • 15 mg/kgBB maks 2 bulan pertama pemberian setiap hari. • Untuk TB RO: 12-18 mg/kgBB, maks kanker limfoma hodgkin stadium 2 bulan.

• Digunakan untuk paduan OAT kategori 2, tahap awal. • Untuk kombinasi pengobatan pasien TB Kambuh BTA (+) • Digunakan untuk paduan pengobatan TB Resistan Obat. - griseofulvin tab 500 mg Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIFUNGI ANTIFUNGI SISTEMIK Hanya untuk aspergilosis, onikomikosis, deep mycosis yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan kultur. Untuk histoplasmosis, penegakkan diagnosa melalui pemeriksaan biopsi sumsum tulang, organ yang diduga terinfeksi atau kultur darah. Tidak diberikan bersama dengan obat lain yang terbukti dapat berinteraksi dengan itrakonazol.

- terbinafin tab 250 mg Detail sizuka on 0 ANTIINFEKSI ANTIFUNGI ANTIFUNGI SISTEMIK selama 4 minggu Hanya untuk akut invasif aspergilosis. Diagnosis harus dibuktikan dengan pemeriksaan kultur jaringan atau kultur aspirat paru atau serologi.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

Hanya dapat diberikan di ICU atau pasien yang memenuhi persyaratan untuk masuk ICU. R Detail sizuka on 0 ANTIINFEKSI ANTIFUNGI ANTIFUNGI SISTEMIK selama 14 hari, kemudian dilanjutkan dengan pemberian oral. Hanya untuk akut invasif aspergilosis. Diagnosis harus dibuktikan dengan pemeriksaan kultur jaringan atau kultur aspirat paru atau serologi.

Hanya dapat diberikan di ICU atau pasien yang memenuhi persyaratan untuk masuk ICU. R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk. 1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat. R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk.

1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat. R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk.

1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat. stavudin tab 30 mg Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk.

1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat.

R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk. 1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat.

R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk. 1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat. R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk.

1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat. R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI Kanker limfoma hodgkin stadium 2 Antiretroviral Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk. 1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat.

R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) +Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) Dapat diberikan oleh Faskes Tk.1 dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat.

R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI) +Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) • Terapi awal dilakukan di Faskes Tk. 2 dan 3 • Dapat diberikan oleh Faskes Tk. 1 yang memiliki kemampuan kanker limfoma hodgkin stadium 2 antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat.

R Detail sakura on on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antiretroviral Protease Inhibitor • Hanya digunakan sebagai lini kedua terapi antiretroviral. • Dapat diberikan oleh Faskes Tk. 1 yang memiliki kemampuan pengobatan antiretroviral dengan persyaratan memiliki SK Penunjukan sebagai unit pelayanan yang berhak memberikan obat ARV dari Dinas Kesehatan setempat.

R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis 30 tab/bulan, dievaluasi setiap 6 bulan. Diberikan pada: Pasien Hepatitis B kronik HBeAg negatif dengan HBV DNA rendah dan ALT tinggi. Pasien dengan riwayat gagal terapi dengan pemberian analog nukleosida. Hanya diberikan oleh KGEH atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Tidak diberikan pada: Pasien Hepatitis B kronik dengan gangguan ginjal. Pasien dalam pengobatan adefovir yang tidak menunjukkan respons pada minggu ke 10-20.

R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis 12 minggu kombinasi dengan sofosbuvir untuk pasien non sirosis 24 minggu kombinasi dengan sofosbuvir untuk pasien sirosis Hanya diberikan bersama dengan sofosbuvir untuk pasien hepatitis C, genotipe 1, 3, atau 4. Diberikan oleh KGEH atau dokter spesialis penyakit dalam. Dapat diberikan tanpa melakukan pemeriksaan genotipe, sesuai dengan SK Penetapan Rumah Sakit Layanan Hepatitis C dari Kementerian Kesehatan.

R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis 12 minggu kombinasi dengan sofosbuvir untuk pasien non sirosis 24 minggu kombinasi dengan sofosbuvir untuk pasien sirosis Hanya diberikan bersama dengan sofosbuvir dan/atau ribavirin untuk pasien hepatitis C, genotipe 1, 3, atau 4. Diberikan oleh KGEH atau dokter spesialis penyakit dalam.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

Dapat diberikan tanpa melakukan pemeriksaan genotipe, sesuai dengan SK Penetapan Rumah Sakit Layanan Hepatitis C dari Kementerian Kesehatan. R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis Hanya diberikan oleh KGEH dan spesialis anak KGEH atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan melampirkan: Hasil pemeriksaan HBeAg.

Pemeriksaan ALT meningkat 2x di atas batas atas normal dalam 3 bulan, atau Histologi/transient elastography atau AST Platelet Ratio Index (APRI) sesuai minimal dengan F2.

R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis Hanya diberikan oleh KGEH dan spesialis anak KGEH atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan melampirkan: Hasil pemeriksaan HBeAg.

Pemeriksaan ALT meningkat 2x di atas batas atas normal dalam 3 bulan, atau Histologi/transient elastography atau AST Platelet Ratio Index (APRI) sesuai minimal dengan F2. R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis Hanya kanker limfoma hodgkin stadium 2 oleh KGEH atau spesialis anak KGEH atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan melampirkan: Hasil pemeriksaan HBeAg.

Pemeriksaan ALT meningkat 2x di atas batas atas normal dalam 3 bulan, atau Histologi/transient elastography atau AST Platelet Ratio Index (APRI) sesuai minimal dengan F2. Pengobatan dihentikan apabila terjadi serokonversi HBsAg.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

Apabila HBV DNA setelah 6 bulan masih positif harus ditambahkan atau digantikan obat lain. R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis Digunakan bersama pegylated interferon alfa-2a untuk hepatitis C genotipe 1, 2 atau 3 yang compensated.

Digunakan bersama pegylated interferon alfa-2b untuk hepatitis C genotipe 1, 2 atau 3 yang compensated. Diberikan oleh KGEH atau dokter spesialis penyakit dalam R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis 12 minggu kombinasi dengan daklatasvir untuk pasien non sirosis 24 minggu kombinasi dengan daklatasvir untuk pasien sirosis Tidak digunakan sebagai monoterapi. Diberikan bersama dengan daklatasvir untuk hepatitis C genotipe 1, 3, atau 4. Diberikan oleh KGEH atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Dapat diberikan tanpa melakukan pemeriksaan genotipe, sesuai dengan SK Penetapan Rumah Sakit Layanan Hepatitis C dari Kementerian Kesehatan. R Detail naruto on on 0 ANTIINFEKSI ANTIVIRUS Antihepatitis Hanya untuk pasien Hepatitis B kronik.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan HBV-DNA. Pengobatan dihentikan apabila terjadi serokonversi HBsAg. Apabila HBV DNA setelah 6 bulan masih positif harus ditambahkan atau digantikan obat lain. Hanya diberikan oleh KGEH atau spesialis anak KGEH atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF HORMON dan ANTIHORMON 30 tab/bulan Untuk kanker prostat, diberikan 5 - 7 hari sebelum atau bersamaan dengan pemberian goserelin asetat atau leuprorelin asetat.

Diberikan sampai PSA (Prostate Spesific Antigen) membaik atau terjadi progress. Pemeriksaan PSA dilakukan setiap 3 bulan. Obat dihentikan jika terjadi progress (2 kali pemeriksaan PSA berturut-turut terjadi peningkatan > 50%). R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF HORMON dan ANTIHORMON untuk kanker payudara dengan hormonal reseptor ER dan/atau PR positif premenopause 1 vial/bulan; untuk endometriosis 1 vial/bulan; maks 3 vial/kasus.

Dapat digunakan untuk kanker payudara dengan hormonal reseptor ER dan/atau PR positif premenopause. Kanker limfoma hodgkin stadium 2 digunakan untuk endometriosis. Dapat digunakan untuk kanker prostat, boleh diberikan bersama dengan bikalutamid tab 50 mg. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF HORMON dan ANTIHORMON 1 vial /3 bulan • Dapat digunakan untuk kanker payudara dengan hormonal reseptor ER dan/atau PR positif premenopause • Dapat digunakan untuk kanker prostat, boleh diberikan bersama dengan bikalutamid tab 50 mg.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF HORMON dan ANTIHORMON 1 vial/bulan selama 3 bulan • Dapat digunakan untuk kanker payudara dengan hormonal reseptor ER dan/atau PR positif premenopause. • Dapat digunakan untuk endometriosis. • Adenomiosis atau mioma uteri. • Dapat digunakan untuk kanker prostat, boleh diberikan bersama dengan bikalutamid tab 50 mg.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

• Untuk terapi pubertas prekoks disertai dengan pemeriksaan 2 dari 3 tanda-tanda seks sekunder pubertas prekoks. • Kadar LH > 0,8 IU/L. R Detail naruto on on kanker limfoma hodgkin stadium 2 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF HORMON dan ANTIHORMON 1 vial/bulan • Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan hasil PA • Diberikan di Faskes Tk.

2 atau Faskes Tk. 3 yang dapat melakukan pemeriksaan PSA • Dapat digunakan untuk kanker prostat, boleh diberikan bersama dengan bikalutamid tab 50 mg. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF HORMON dan ANTIHORMON 1 vial/3 bulan Dapat digunakan untuk kanker payudara dengan hormonal reseptor ER dan/atau PR positif premenopause. Dapat digunakan untuk kanker prostat, boleh diberikan bersama dengan bikalutamid tab 50 mg.

R Detail naruto on on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF HORMON dan ANTIHORMON 1 vial / 3 bulan • Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan hasil PA • Diberikan di Faskes Tk. 2 atau Faskes Tk. 3 yang dapat melakukan pemeriksaan PSA • Dapat digunakan untuk kanker prostat, boleh diberikan bersama dengan bikalutamid tab 50 mg. P Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF IMUNOSUPRESAN • Untuk psoriasis berat: 8x pemberian @300 mg/siklus pengobatan • Untuk artritis psoriasis dan Ankylosing Spondylitis: 16x pemberian @150 mg/siklus pengobatan.

• Digunakan kanker limfoma hodgkin stadium 2 pasien psoriasis berat yang telah terbukti gagal dengan dua (2) terapi sistemik (metotreksat, siklosporin, atau narrowband ultraviolet B) • Digunakan untuk pasien artritis psoriasis yang gagal atau intoleran minimal dengan 1 DMARD konvensional • Digunakan untuk pasien Ankylosing Spondylitis (AS) yang tidak memberikan respons adekuat dengan NSAID. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF IMUNOSUPRESAN • Dosis Awal Transplantasi Ginjal: 0,2-0,3 mg/kg/hari • Dosis Awal Transplantasi Hati: 0,1-0,2 mg/kg/hari • Dosis rumatan disesuaiakan dengan kebutuhan pasien berdasarkan pemantauan kadar obat dalam darah Untuk pasien pascatransplantasi hati atau ginjal yang telah mendapat imunosupresan lainnya, tetapi tidak respons.

Untuk pencegahan rejeksi pada transplantasi hati atau ginjal. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF IMUNOSUPRESAN • Dosis Awal Transplantasi Ginjal: 0,2-0,3 mg/kg/hari • Dosis Awal Transplantasi Hati: 0,1-0,2 mg/kg/hari • Dosis rumatan disesuaiakan dengan kebutuhan pasien berdasarkan pemantauan kadar obat dalam darah Untuk pasien pascatransplantasi hati atau ginjal yang telah mendapat imunosupresan lainnya, tetapi tidak respons.

Untuk pencegahan rejeksi pada transplantasi hati atau ginjal.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF IMUNOSUPRESAN 8 mg/KgBB • Hanya untuk artritis reumatoid (RA) berat yang telah gagal dengan DMARDs konvensional. • Tidak digunakan sebagai lini pertama. • Telah dibuktikan bahwa pasien tidak menderita infeksi sistemik termasuk TBC • Hanya boleh diresepkan oleh dokter spesialis reumatologi dan disetujui oleh KFT dan/atau komite medik dan/atau Pimpinan RS Hanya dapat diberikan oleh dokter spesialis reumatologi.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK Obat dihentikan jika respon terhadap obat kurang dari 50%, setelah 3 siklus. • Untuk NSCLC jenis non squamous yang locally advance atau metastatik dengan EGFR exon 19 delesi atau mutasi subsitusi exon 21 (L858R dan L861Q), subtitusi exon 18 (G719X), atau subtitusi mutasi exon 20 (S7681), pada pasien yang belum pernah mendapatkan TKI sebelumnya.

• Dosis terapi adalah 40 mg, diberikan 1x1 sehari. • Tidak digunakan sebagai lini kedua. • Jika terjadi progresi pada salah satu (gefitinib, erlotinib, atau afatinib), maka tidak dapat diganti dengan obat-obat tersebut.

Dosis 20 mg bukan dosis terapeutik tetapi digunakan apabila muncul efek samping. Dosis dikembalikan ke 40 mg untuk mendapat efikasi yang diharapkan. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK Obat dihentikan jika respon terhadap obat kurang dari 50%, setelah 3 siklus.

• Untuk NSCLC jenis non squamous yang locally advance atau metastatik dengan EGFR exon 19 delesi atau mutasi subsitusi exon 21 (L858R dan L861Q), subtitusi exon 18 (G719X), atau subtitusi mutasi exon 20 (S7681), pada pasien yang belum kanker limfoma hodgkin stadium 2 mendapatkan TKI sebelumnya. • Dosis terapi adalah 40 mg, diberikan 1x1 sehari.

• Tidak digunakan sebagai lini kedua. • Jika terjadi progresi pada salah satu (gefitinib, erlotinib, atau afatinib), maka tidak dapat diganti dengan obat-obat tersebut. Dosis 30 mg bukan dosis terapeutik tetapi digunakan apabila muncul efek samping. Dosis dikembalikan ke 40 mg untuk mendapat efikasi yang diharapkan.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK • 30 tab/bulan. • Obat dihentikan jika respon terhadap obat kurang dari 50%, setelah 3 siklus. • Untuk NSCLC jenis non squamous yang locally advance atau metastatik dengan EGFR exon 19 delesi atau mutasi subsitusi exon 21 (L858R dan L861Q), subtitusi exon 18 (G719X), atau subtitusi mutasi exon 20 (S7681), pada pasien yang belum pernah mendapatkan TKI sebelumnya. • Dosis terapi adalah 40 mg, diberikan 1x1 sehari.

• Tidak digunakan sebagai lini kedua. • Jika terjadi progresi pada salah satu (gefitinib, erlotinib, atau afatinib), maka tidak dapat diganti dengan obat-obat tersebut.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK • Untuk CLL: 100 mg/m2 pada hari 1 dan 2 pada siklus 28 hari. Pemberian maksimal 6 siklus • Untuk MM: 120-150 mg/m2 pada hari 1 dan 2, dikombinasikan dengan 60 mg/m2 prednison secara intravena atau peroral pada hari 1 sampai 4, pada siklus 28 hari.

• Untuk Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) (stadium B atau C) • Untuk Multiple Myeloma (MM) (stadium II atau III) setelah gagal dengan pengobatan lini pertama sebelumnya.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK • Untuk CLL: 100 mg/m2 pada hari 1 dan 2 pada siklus 28 hari.

Pemberian maksimal 6 siklus • Untuk MM: 120-150 mg/m2 pada hari 1 dan 2, dikombinasikan dengan 60 mg/m2 prednison secara intravena atau peroral pada hari 1 sampai 4, pada siklus 28 hari. • Untuk Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) (stadium B atau C) • Untuk Multiple Myeloma (MM) (stadium II atau III) setelah gagal dengan pengobatan lini pertama sebelumnya.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 12 x pemberian Untuk squamous cell carcinoma pada daerah kepala dan leher, esofagus, serviks, ovarium, penis, testis, kulit, paru, glioma, limfoma, germ cell tumor, dibuktikan dengan hasil pemeriksaan PA.

Sebagai terapi lini pertama pada Hodgkin dan Non Hodgkin disease dibuktikan dengan hasil pemeriksaan PA. Pemeriksaan PA dapat dikecualikan untuk nefroblastoma, pleurodesis, dan tumor otak.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 12 x pemberian Untuk tumor Wilms, rabdomiosarkom pada anak, sarkoma Ewings, kanker testis non seminoma metastatik. Neoplasia trofoblastik gestasional. Untuk soft tissue sarcoma, kecuali leiomyosarcoma dan angiosarcoma R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 30 tab/bulan.

Obat dihentikan jika respon terhadap obat kurang dari 50%, setelah 3 siklus. Untuk NSCLC jenis non squamous yang locally advance atau metastatik dengan EGFR exon 19 delesi atau mutasi subsitusi exon 21 (L858R), pada pasien yang belum pernah mendapatkan TKI sebelumnya. Jika terjadi progresi pada salah satu kanker limfoma hodgkin stadium 2, erlotinib, atau afatinib), maka tidak dapat diganti dengan obat-obat tersebut. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 30 tab/bulan.

Obat kanker limfoma hodgkin stadium 2 jika respon terhadap obat kurang dari 50%, setelah 3 siklus. Untuk NSCLC jenis non squamous yang locally advance atau metastatik dengan EGFR exon 19 delesi atau mutasi subsitusi exon 21 (L858R), pada pasien yang belum pernah mendapatkan TKI sebelumnya.

Jika terjadi progresi pada salah satu (gefitinib, erlotinib, atau afatinib), maka tidak dapat diganti dengan obat-obat tersebut. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 30 tab/bulan.

Obat dihentikan jika respon terhadap obat kurang dari 50%, setelah 3 siklus. Untuk NSCLC jenis non squamous yang locally advance atau metastatik dengan EGFR exon 19 delesi atau mutasi subsitusi exon 21 (L858R), pada pasien yang belum pernah mendapatkan TKI sebelumnya. Jika terjadi progresi pada salah satu (gefitinib, erlotinib, atau afatinib), maka tidak dapat diganti dengan obat-obat tersebut.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 1.000 mg/m 2/minggu. • Untuk NSCLC yang locally advanced (stadium IIIA, IIIB) atau metastatik (stadium IV).

• Untuk adenokarsinoma pankreas yang locally advanced (non resectable stadium II atau stadium III) atau metastatik (stadium IV).

• Hanya untuk muscle invasif bladder cancer. • Kombinasi dengan paklitaksel untuk kanker payudara stadium lanjut yang telah mengalami kekambuhan setelah menjalani pengobatan sekurang-kurangnya dengan golongan antrasiklin sebelumnya • Untuk kanker ovarium yang mengalami kekambuhan setelah menggunakan terapi berbasis platinum. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 1.000 mg/m 2/minggu. • Untuk NSCLC yang locally advanced (stadium IIIA, IIIB) atau metastatik (stadium IV).

• Untuk adenokarsinoma pankreas yang locally advanced (non resectable stadium II atau stadium III) atau metastatik (stadium IV). • Hanya untuk muscle invasif bladder cancer. • Kombinasi dengan paklitaksel untuk kanker payudara stadium lanjut yang telah mengalami kekambuhan setelah menjalani pengobatan sekurang-kurangnya dengan golongan antrasiklin sebelumnya • Untuk kanker ovarium yang mengalami kekambuhan setelah menggunakan terapi berbasis platinum.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 120 tab/bulan Diindikasikan pada: LGK/CML dan LLA/ALL dengan pemeriksaan kromosom philadelphia positif atau BCR-ABL positif.

GIST yang unresectable dengan hasil pemeriksaan CD 117 positif. Pasien dewasa dengan unresectable, recurrent dan / atau metastatic. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK Untuk GIST: 60 tab/bulan. Untuk CML: 30 tab/bulan. Diindikasikan pada: LGK/CML dan LLA/ALL dengan pemeriksaan kromosom philadelphia positif atau BCR-ABL positif. GIST yang unresectable dengan hasil pemeriksaan CD 117 positif. Pasien dewasa dengan unresectable, recurrent dan / atau metastatic.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 125 mg/m2 setiap minggu diulang tiap 3 minggu atau 180 mg/m2 tiap 2 minggu. Hanya digunakan untuk kanker kolorektal. Harus diberikan bersama dengan 5-FU dan kalsium folinat (leukovorin, Ca). Untuk terapi pasien dengan Small Cell Lung Cancer (SCLC) dikombinasikan dengan sisplatin.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 125 mg/m2 setiap minggu diulang tiap 3 minggu atau 180 mg/m2 tiap 2 minggu. Hanya digunakan untuk kanker kolorektal. Harus diberikan bersama dengan 5-FU dan kalsium folinat (leukovorin, Ca). Untuk terapi pasien dengan Small Cell Lung Cancer (SCLC) dikombinasikan dengan sisplatin.

- - klorambusil tab 5 mg Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK • Untuk HER2 positif bersama dengan kapesitabin, dosis 1.250 mg/hari (5 tab/hari). • Untuk HER2 positif + hormon ER dan/atau PR positif dan post menopause pemberian bersama letrozol, dosis 1.500 mg/hari (6 tab/hari).

• Kombinasi dengan kapesitabin untuk kanker payudara metastatik dengan hasil pemeriksaan HER2 (ErbB2) positif 3. Bila HER2 positif 2 maka pemeriksaan FISH atau CISH harus positif. Semua harus telah mendapat terapi sebelumnya termasuk trastuzumab • Kombinasi dengan letrozol untuk kanker payudara metastatik pada post menopause dengan reseptor hormon positif kanker limfoma hodgkin stadium 2 positif) dan memerlukan terapi hormon. P Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK Untuk trofoblastik ganas: 12.000 mg/m 2/hari.

kanker limfoma hodgkin stadium 2

• Untuk penggunaan intratekal, hanya boleh digunakan sediaan preservative free • Jika diperlukan dapat diberikan bersama kalsium folinat (leukovorin, Ca) sebagai rescue medication. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK Untuk trofoblastik ganas: 12.000 mg/m 2/hari. • Untuk penggunaan intratekal, hanya boleh digunakan sediaan preservative free • Jika diperlukan dapat diberikan bersama kalsium folinat (leukovorin, Ca) sebagai rescue medication.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK Untuk trofoblastik ganas: 12.000 mg/m 2/hari. • Untuk penggunaan intratekal, hanya boleh digunakan sediaan preservative free • Jika diperlukan dapat diberikan bersama kalsium folinat (leukovorin, Ca) sebagai rescue medication.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK Hanya digunakan secara kombinasi dengan kemoterapi lain untuk kasus adenokarsinoma gaster atau pankreas yang gagal dengan kemoterapi lini pertama. Untuk kemoterapi lokal (instilasi vesika) pada kanker kandung kemih.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 120 kaps/bulan/kasus.

Hanya diresepkan oleh konsultan hematologi dan onkologi medik (KHOM). Untuk kasus LGK (Leukemia Granulositik Kronik)/CML dengan hasil philadelphia chromosome positif atau BCR-ABL positif.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 120 kaps/bulan/kasus.

Hanya diresepkan oleh konsultan hematologi dan onkologi medik (KHOM). Untuk kasus LGK (Leukemia Granulositik Kronik)/CML dengan hasil philadelphia kanker limfoma hodgkin stadium 2 positif atau BCR-ABL positif yang resisten atau intorelan terhadap imatinib.

P Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 500 mg/m 2, setiap 21 hari, maks 6 siklus. Untuk terapi non squamous NSCLC locally advanced atau metastatik EGFR wild type dalam kombinasi dengan sisplatin. Untuk lini kedua pada non squamous NSCLC locally advanced atau metastatik EGFR wild type yang gagal diatasi dengan kemoterapi lain.

Jika terjadi progresi setelah terapi lini pertama dengan pemetreksed, maka tidak dapat dilanjutkan dengan pemetreksed sebagai lini kedua.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK 375 mg/m2 setiap 3 minggu, maksimal 6 siklus. a) Untuk Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) dengan hasil pemeriksaaan CD20 positif b) Untuk terapi Chronic lymphocytic leukemia (CLL) dengan hasil pemeriksaan CD20 positif.

R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK • Pemberian tiap minggu: Dosis pertama 400 mg/m 2, dosis selanjutnya 250 mg/m2 tiap minggu. • Maks 6 siklus atau sampai terjadi progres atau timbul efek samping kanker limfoma hodgkin stadium 2 tidak dapat ditoleransi, mana yang terjadi lebih dulu. Sebagai terapi lini kedua kanker kepala dan leher jenis squamous dan dikombinasi dengan kemoterapi atau radiasi.

Tidak digunakan untuk kanker nasofaring. R Detail sizuka on 0 ANTINEOPLASTIK, IMUNOSUPRESAN dan OBAT untuk TERAPI PALIATIF SITOTOKSIK • Jika menggunakan fasilitas radioterapi: 75 mg/m2/hari selama pasien disinar kemudian dilanjutkan 150-200 mg/m2/hari selama 5 hari berturut-turut diulang setiap 4 minggu, maks 6 siklus.

• Jika tidak menggunakan fasilitas radioterapi: 150-200 mg/m2/hari selama 5 hari berturut-turut diulang setiap 4 minggu, maks 6 siklus. • Untuk glioblastoma. • Untuk anaplastic astrocytoma

Leven met kanker - Jules Solhier




2022 www.videocon.com