Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

Siapa yang tidak pernah mendengar kata Tsunami? Tsunami merupakan salah satu macam bencana alam yang terjadi di Bumi. Dulu, tsunami terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia sebelum bencana dahsyat terjadi di ujung barat Indonesia, Aceh. Pada tanggal 24 Desember tahun 2004, Indonesia berduka cita. Bukan hanya Indonesia saja, namun seluruh dunia berduka cita atas terjadinya bencana alam maha dahsyat, yang mematikan ratusan ribu nyawa.

Gempa bumi berkekuatan sekitar 9 skala richter (baca: alat pengukur gempa bumi) menimbulkan gelombang tsunami di pantai Aceh. Gelombang tsunami yang terbentuk sangatlah tinggi hingga belasan meter dan sukses meluluh lantakkan aceh dan daerah di sekitarnya. Bahkan tidak peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah wilayah Aceh saja, namun juga beberapa negara tetangga. Sejak saat itulah masyarakat Indonesia semakin familiar dengan yang namanya tsunami.

Bahkan kata tsunami terlalu akrab hinggap di telinga sehingga menyebabkan trauma dan kesedihan mendalam. Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan lebih lanjut mengenai bencana tsunami supaya kita mengenal lebih dalam tentang tsunami. Selain mengenal mengenai tsunami, kita juga bisa mempelajari mengenai tanda- tanda terjadinya tsunami dan apa saja langkah yang bisa kita lakukan. Pengertian Tsunami Tsunami merupakan salah satu jenis bencana alam yang berkaitan dengan gelombang lautan.

Gelombang lautan yang sangat besar dan menerjang daratan (baca: ekosistem darat) ini peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah dengan tsunami. Tsunami berasal dari bahasa Jepang, Tsu yang berarti pelabuhan dan Nami yang berarti gelombang.

Secara harfiah, tsunami mempunyai arti ombak besar di pelabuhan. Lebih ilmiah lagi, yang dimaksud tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal yang berlangsung dengan tiba- tiba. mengapa nama bencana ini adalah tsunami yang diambil dari bahasa Jepang? Mungkin karena negara Jepang merupakan negara yang sangat rawan dengan adanya gempa, sehingga terjadinya gelombang besar yang merupakan akibat dari gempa biasa terjadi.

Gelombang tsunami merupakan jenis gelombang yang dapat bergerak ke segala arah hingga mencapai jarak ribuan kilometer. Daya kerusakan yang diakibatkan gelombang ini akan semakin kuat apabila berada di daratan yang dekat dengan pusat gangguan.

Apabila di lautan (baca: macam-macam laut)tinggi gelombang tsunami ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 1 meter saja. Meski demikian, kecepatan yang dimiliki oleh gelombang ini bisa mencapai 500 hingga 1000 kilometer per jam, kecepatan ini menyamai dengan kecepatan pesawat jet.

Saking cepatnya gelombang ini, kapal yang berada di lautan sampai tidak terasa akan kehadiran gelombang ini. Sebaliknya, semakin mendekati ekosistem pantai, kecepatan gelombang ini semakin menurun, hanya sekitar 35 hingga 50 kilometer per jam. Namun, tingginya gelombang akan semakin naik, hingga mencapai 20 meter. Dengan ketinggian yang sedemikian ini, maka gelombang tsunami dapat masuk ke daratan hingga jarak puluhan kilometer.

Inilah sekilas gambaran umum mengenai gelombang tsunami. Faktor- faktor Penyebab Tsunami Tsunami merupakan sebuah bencana alam yang dahsyat. Tsunami adalah gambaran ombak yang sangat besar yang menerjang hingga ke wilayah daratan. Tidak bisa dipungkiri bahwa bagian daratan (baca: angin darat) yang terkena sapuan ombak akan luluh lantak karena kekuatan yang dimiliki oleh ombak tersebut.

Terjadinya tsunami ini biasanya tidak bencana alam tunggal. Maksudnya, biasanya tsunami tidak datang sendiri dengan tiba- tiba.

Namun biasanya ada yang menghantarkan, sehingga terjadilah tsunami. Beberapa peristiwa alam menjadi penyebab terjadinya tsunami. Hal- hal yang menghantarkan terjadi tsunami antara lain adalah sebagai berikut: 1. Gempa Bumi bawah laut Gempa bumi merupakan hal yang paling umum yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami. Gempa bumi yang dimaksud tentu adalah gempa bumi bawah laut (baca: jenis gempa bumi). Gempa bumi bawah laut menimbulkan banyak getaran yang akan mendorong timbulnya gelombang tsunami.

Gempa bumi bawah laut merupakan penyebab mayoritas terjadinya tsunamu di dunia. Hampir 90 persen kejadian tsunami di dunia ini disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di bawah laut. Gempa bumi yang terjadi dibawah laut ini merupakan jenis gempa bumi tektonik yang timbul akibat adanya pertemuan atau tubrukan lempeng tektonik. Meski gempa bumi bawah laut merupakan penyebab utama terjadinya tsunami, namun tidak berarti bahwa semua gempa bumi bawah laut Sdapat menimbulkan tsunami. Gempa bumi bawah laut akan menimbulkan tsunami apabila memenuhi beberapa syarat antara lain adalah sebagai berikut: • Pusat gempa terletak di kedalaman 0 hingga 30 kilometer dibawah permukaan air laut Gempa bumi bawah laut yang berpotensi menimbulkan tsunami adalah apabila pusat gempa berada di kedalaman antara 0 hingga 30 meter dibawah permukaan air laut.

Semakin dangkal pusat gempa, maka akan semakin besar kesempatan untuk terjadi tsunami. Dengan kata lain semakin dangkal pusat gempa bumi, maka peluang terjadinya tsunami juga semakin besar.

Hal ini karena getaran yang dirasakan juga semakin besar dan semakin kuat, sehinnga peluang terjadinya tsunami pun juga semakin kuat. • Gempa yang terjadi berskala di atas 6,5 skala richter Kriterian yang selanjutnya adalah gempa bumi yang terjadi harus mempunyai kekuatan di atas 6,5 skala richter. Jadi misalnya ada gempa dangkal, namun gempanya kecil, hal itu kemungkinan tidak akan memberikan peluang terjadinya tsunami.

Gempa yang terjadi dengan kekuatan minimal 6,5 skala richter dianggap sudah mampu untuk mempengaruhi gelombang air laut, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya tsunami. Pengalaman bencana yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam, gempa yang terjadi memiliki kekuatan sekitar 9 skala richter. Untuk mengetahui besar gempa digunakan alat pengukur getaran gempa bumi. • Jenis sesar gempa adalah sesar naik turun Kriteria lainnya yang juga mendukung terjadinya gelombang tsunami adalah mengenai jenis sesar.

Persesaran gempa yang dapat menimbulkan gelombang tsunami adalah jenis persesaran naik turun. Adanya persesaran naik turun ini akan dapat menimbulkan gelombang baru yang mana jika bergerak ke daratan, maka bisa menghasilkan tsunami.

Hal ini akan diperparah apabila terjadi patahan di dasar laut, sehingga akan menyebabkan air laut turun secara mendadak dan menjadi cikal bakal terjadinya tsunami. Nah, itulah beberapa kriteria gempa yang dapat menimbulkan tsunami. Gempa bawah laut yang tidak sesuai dengan kriteria di atas maka peluang menimbulkan tsunami juga kecil. 2. Letusan gunung berapi bawah laut Penyebab terjadinya tsunami yang selanjutnya adalah terjadinya letusan gunung api yang ada di bawah laut (baca: bahaya gunung di bawah laut).

Lautan yang memenuhi dua per tiga dari permukaan bumi ini menyimpan banyak sekali rahasia. Kita tidak tau banyak mengenai rupa penampakan di bawah laut, bahwa sebenarnya tidak hanya daratan saja yang mempuyai gunung aktif, namun juga bawah laut mempunyai banyak gunung aktif. Beberapa gunung aktif yang ada di bawah laut bisa berpotensi meledak atau erupsi sewaktu- waktu (baca: ciri-ciri gunung api meletus). Akibat adanya letusan yang besar atau kuat dari gunung berapi bawah laut ini, maka menyebabkan terjadinya tsunami.

Salah satu peristiwa akbar yang menggambarkan kejadian tsunami diakibatkan oleh letusan gunung berapi adalah di Indonesia, tepatnya di sebelah barat pulau Jawa. Gunung Krakatau namanya, meletus pada tahun 1883.

Peristiwa ini menimbulkan gelombang tsunami yang dasyat sehingga menyapu bersih area di sekitar Selat Sunda.

Selain peristiwa gunung Krakatau, di Indonesia juga terjadi letusan gunung Tambora pada tahun 1815 yang berada di Nusa Tenggara Timur hingga megakibatkan terjadinya kepulauan Maluku. Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak gunung api sehingga dijuluki Ring of Fire. Hal ini membuat Indonesia harus selalu waspada karena letusan gunung berapi bisa terjadi sewaktu- waktu. 3. Terjadiya longsor bawah laut Penyebab gelombang tsunami selanjutnya adalah terjadinya longsor dibawah laut (baca: tanah longsor).

Tsunami yang disebabkan karena adanya longsor di bawah laut dinamakan Tsunamic Submarine Landslide. Ternyata longsor tidak hanya terjadi di daratan saja. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bentuk permukaan bawah lait menyerupai daratan.

apabila di daratan kita menemukan bukit dan jurang, maka di dalam lautan pun juga demikian (baca: palung laut), sehingga ada potensi terjadi longsir. Longsir bawah laut ini pada umunya disebabkan oleh adanya gempa bumi tektonik atau letusan gunung bawah laut. Getaran kuat yang ditimbulkan olehlongsir inilah yang bisa menyebabkan terjadinya tsunami. Selain gempa bumi tektonik dan letusan gunung berapi, tabrakan lempeng yang ada di bawah laut juga bisa menyebabkan terjadinya longsor.

Pada tahun 2008 dilakukan penelitian di Samudera Hindia yang menyebutkan adanya palung laut yang membentang dari pulau Siberut hingga ke pesisir Pantai Bengkulu yang mana apabila palung tersebut longsor maka akan terjadi tsunami di pantai barat Sumatera.

4. Adanya hantaman meteor Penyebab selanjutnya dari terjadinya tsunami adalah adanya hantaman meteor atau benda langit. Benda langit yang jatuh ini tentu saja benda langit yang berukuran besar. Meskipun jarang sekali terjadi, dan bahkan belum ada dokumentasi yang menyebutkan adanya tsunami akibat hantaman meteor, namun hal ini bisa saja terjadi. Seperti yang disimulasikan oleh komputer canggih, bahwa apabila ada meteor besar (karena meteor kecil biasanya akan habisa terbakar di atmosfer bumi) misalnya berdiameter lebih dari 1 kilometer saja, maka dapat menimbulkan bencana alam yang dasyat.

Mega tsunami yang ditimbulkan memiliki ketinggian hingga ratusan meter. Kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjtnya. Kelaparan akibat pertanian yang rusak dan perubahan iklim, akan membunuh manusia di bumi secara massal.

Selain karena ukuran dari meteor, hal lain yang berpengaruh adalah kecepatan atau laju meteor yang mencapai puluhan ribu kilometer per jam.utern belum ada dokumentasi yang menyebutkan adanya tsunami akibat hantaman meteor, namun hal ini bi Dampak Bencana Tsunami Bencana alam merupakan peristiwa sangat kejadiannya sungguh sangat tidak diharapkan dan tidak dirindukan. Bagaimana tidak, bencana alam hanya akan membawa dampak buruk, seperti kehilangan, kemiskinan, kelaparan, dan kesedihan.

Apapun jenis bencana alam yang di bumi, maka tidak ada satupun dari mereka yang diharapkan kedatangannya olah manusia. seperti halnya bencana tsunami ini. seperti jenis bencana alam lainnya, bencana tsunami juga menimbulkan banyak sekali dampak atau kerugian. Beberapa dampak tsunami antara lain adalah sebagai berikut: 1.

Terjadi kerusakan dimana- mana Dampak terjadinya tsunami yang pertama peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah terjadinya kerusakan dimana- mana. Kerusakan yang dimaksud adalah kerusakan fisik baik bangunan dan non bangunan.

Gelombang besar yang timbul karena tsunami ini dapat menyapu area daratan, baik daerah pantai (baca: manfaat pantai) maupun daerah- daerah di sekitarnya. Kerusakan yang terjadi ini adalah di daerah yang terkena sapuan ombak. Gelombang ombak yang berkekuatan tinggi ini dalam sekejap bisa meluluh lantakkan bangunan, menyapu pasir atau tanah, merusak perkebunan dan persawahan masyarakat, merusak tambak dan ladang perikanan, dan lain sebagainya.

Kerusakan yang terjadi ini akan menimbulkan banyak kerugian, terutama kerugian berupa material. 2. Lahan pertanian dan perikanan rusak Gelombang tsunami yang dasyat juga dapat menyebabkan lahan pertanian dan perikanan rusak. Gelombang tsunami dengan kekuatan yang besar mampu menyapu bersih apa saja yang ada di daratan. Jangankan tanaman yang ada di sawah, bahkan bangunan pun banyak sekali yang roboh. Selain itu ikan- ikan yang ditanam di kolam perikanan juga akan tersapu oleh air dari gelombang tsunami tersebut.

3. Menghambat kegiatan perekonomian Kita sepakat bahwa semua bencana alam dapat mengacaukan kegiatan perekonomian di suatu wilayah. Hal ini juga termasuk bencana tsunami. Kerusakan dan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah yang terjadi akibat gelombang tsunami akan melumpuhkan kegiatan perekonomian sampai beberapa waktu.

Tidak hanya itu saja, namun kerugian yang disebabkan oleh tsunami mungkin akan menggantikan kegiatan produksi dan perdagangan dalam waktu tertentu. 4. Kerugian material Semua bencana alam dapat menimbulkan kerugian yang bersifat materiil, termasuk juga gelombang tsunami. Kerugian material diantaranya karena robohnya bangunan, rusak lahan pertanian dan perikanan, dan kehilangan harta bendanya. 5. Kerugian spiritual Selain kerugian yang bersifat material atau yang dapat diukur dengan uang, bencana tsunami juga dapat menimbulkan kerugian spiritual.

Yang dimaksud dengan kerugian spiritual adalah kerugian yang tidak berupa harta benda, namun lebih ke jiwa. Bagaimana seorang anak kecil akan tabah setelah mengalami bencana alam yang besar, apalagi apabila ia kehilangan anggota keluarganya, maka hal itu akan menimbulkan trauma di jiwa anak kecil.

Akibatnya anak tersebut harus menjalani beberapa terapi agar terbebas dari traumanya itu. Bahkan hal seperti ini hanya dialami oleh anak kecil saja, namun juga orang dewasa dan bahkan lanjut usia.

6. Menimbulkan bibit penyakit Dampak selanjutnya dari bencana alam tsunami adalah timbulnya bibit penyakit. Ketika gelombang laut yang tinggi meluluh lantakkan daratan, maka yang akan kitemukan adalah benda- benda kotor, tanah yang berlumpur dan sebagainya. Lingkungan yang tidak bersih akan meimbulkan bayak sekali bibit penyakit. Apalagi jika ditambah dengan jasad- jasad makhluk hidup yang meninggal, maka lingkungan akan semakin tidak sehat.

Disamping itu, apabila tinggal di pengungsian maka yang akan terjadi adalah timbulnya bibit penyakit karena kurangnya saranan dan pra sarana. Nah, itulah beberapa dampak terjadinya tsunami. Dampak- dampak yang telah disebutkan di atas merupakan dampak jangka pendek.

Selain dampak jangka pendek, adalagi dampak jangka panjang yang akan kita rasakan, seperti kondisi perekonomian daerah tersebut yang tidak stabil, dan masih banyak lagi. Tanda- tanda Terjadinya Bencana Tsunami Sebelumnya telah disebutkan diatas bahwa bencana alam tsunami merupakan tipe bencana alam yang selalu dibarengi dengan tanda- tanda tertentu. maka dari itulah terjadinya tsunami ini bisa diprediksi kejadinnya. Ada beberapa tanda yang menandakan bahwa akan ada tsunami.

Maka dari itulah masyarakat harus waspada dan segera mengambil tindakan yang tepat. Beberapa tanda akan terjadinya tsunami akan kita ketahui dalam artikel ini. berikut ini merupakan beberapa tanda atau Ciri-ciri tsunami. 1. Terjadinya gempa atau getaran yang berpusat dari bawah laut Terjadinya tsunami diawali oleh adanya gempa bumi atau semacam getaran yang asalnya dari bawah atau dari dalam lautan. Gempa yang terjadi ini tentu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yakni berpusat atau memiliki kedalam kurang dari 30 kilometer dan getarannya melebihi 6,5 scala richter.

2. Air laut tiba- tiba surut Setelah adanya gempa atau getaran, selanjutnya adalah surutnya air laut (baca: ekosistem air laut) secara tiba- tiba.

surutnya air laut secara tiba- tiba ini merupakan tanda- tanda yang paling jelas ketika akan terjadi tsunami. Semakin jauh surut air laut (baca: pasang surut air laut), maka kekuatan tsunami yang akan terjadi akan semakin besar. Dengan demikian ketika surut air ini terjadi maka langkah yang paling tepat adalah segera melakukan evakuasi supaya tidak banyak korban yang jatuh.

Surutnya air laut ini sebenarnya karena disebabkan oleh permukaan laut turun secara mendadak sehingga terdapat kekosongan ruang dan menyebabkan air laut pantai tertarik. Dan ketika gelombang tsunami telah tercipta yang baru, maka air akan kembali ke pantai dengan wujud gelombang yang sangat besar.

3. Tanda- tanda alam yang tidak biasa Sebelum terjadinya tsunami, juga terdapat beberapa tanda alam yang tidak biasa. Tanda- tanda alam yang tidak biasa ini seperti gerakan angin (baca: jenis angin) yang tidak biasa, perilaku hewan yang aneh. Beberapa perilaku hewan yang aneh ini peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah adalah aktifnya kelelawar di siang hari, kemudian banyak burung- burung terbang bergerombol (padahal biasanya tidak pernah terlihat), dan juga beberapa perilaku binatang darat.

Contoh di Thailand, sebelum terjadinya tsunami, gajah- gajat Thailang saling berlarian menuju ke bukit untuk menyelamatkan diri. 4. Terdengar suara gemuruh Tanda akan etrjadinya tsunami yang selanjutnya adalah terdengarnya suara gemuruh. Ada pengalaman oleh masyarakat yang mengalami bencana tsunami tahun 2004 di Aceh, dimana beberapa saat sebelum tsunami terjadi mereka mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari dalam laut, yakni seperti suara kereta pengangkut barang.

Beberapa diantaranya juga mendengar suara ledakan dari dalam lautan. Hal ini cukup menjadi suatu pertanda yang kuat akan terjadinya bencana tsunami. Itulah beberapa tanda terjadinya tsunami yang dapat kita lihat sebelum tsunami terjadi.

Tanda- tanda di atas merupakan tanda- tanda alam. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, maka diciptakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mendetersi terjadinya tsunami. Dengan demikian kita dapat memperoleh informasi yang lebih akurat. Upaya Penyelamatan Diri dari Tsunami Ketika menghadapi suatu bencana, ada beberapa sikap yang sebaiknya kita lakukan.

Sikap tersebut haruslah tepat karena jika tidak maka akibatnya akan fatal. Terlebih apabila bencana alam yang terjadi merupakan bencana alam yang besar. Sikap yang tepat ini disebut juga dengan sikap penyelamatan diri. Setiap jenis bencana alam mempunyai sikap penyelamatan diri yang berbeda- beda. Hal ini karena resiko dan bahaya yang ditimbulkan juga berbeda- beda pula.

Demikian dengan bencana tsunami. Ketika kita sudah melihat tanda- tanda akan terjadinya tsunami, maka langkah yang hasru segera kita ambil adalah melakukan upaya penyelamatan diri. Salah satu langkah yang bisa kita lakukan adalah berlari jauh meninggalkan bibir pantai (baca: manfaat pantai) dan segera mencari tempat yang dirasa tinggi. dengan demikian kita memberikan kesempatan kepada diri kita untuk menyelamatkan diri dari gelombang tsunami.

Jakarta - Bumi merupakan planet yang terletak di posisi ketiga dari matahari. Tempat berlangsungnya kehidupan makhluk hidup ini akan mengalami peredaran harian atau disebut rotasi bumi yang mengakibatkan terjadinya pergantian waktu.

Bumi akan mengalami dua jenis peredaran dalam setiap siklusnya. Planet biru ini akan berputar pada porosnya yakni berotasi dan juga berputar mengelilingi matahari atau berevolusi. Rotasi dan revolusi bumi ini terjadi dalam kurun waktu yang berbeda.

Baca juga: Satelit: Benda Angkasa Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Planet dan Jenis-Jenisnya Pengertian dan Waktu Rotasi Bumi Rotasi bumi adalah peredaran bumi pada poros atau sumbunya. Bumi akan bergerak dari arah barat ke timur atau terlihat bertentangan dengan arah jarum jam. Meskipun bumi mengalami peredaran, namun makhluk hidup di dalamnya tidak ikut berputar. Hal ini disebabkan adanya gravitasi bumi. Rotasi bumi akan berlangsung selama 23 jam 56 menit atau 24 jam kurang 4 menit untuk sekali putaran.

Dalam peristiwa rotasi bumi ini, atmosfer yang menyelimuti bumi juga akan ikut berotasi. Akibat Rotasi Bumi Rotasi bumi dapat mengakibatkan beberapa kejadian yang berdampak pada kehidupan makhluk hidup di bumi. Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), berikut kejadian yang disebabkan oleh rotasi bumi: 1.

Terjadinya Siang dan Malam Pergantian siang dan malam merupakan akibat dari rotasi bumi. Bumi terbagi menjadi dua bagian, yakni menghadap matahari dan membelakangi matahari. Daerah di bumi akan mengalami siang hari ketika berada pada bagian yang menghadap matahari. Sementara itu, bagian yang membelakangi matahari akan mengalami waktu malam. 2. Perbedaan Waktu di Berbagai Daerah Rotasi bumi juga mengakibatkan adanya perbedaan waktu di berbagai daerah. Contohnya, waktu Jepang dua jam lebih cepat dibandingkan waktu Indonesia.

Sedangkan jika dibandingkan dengan negara-negara di wilayah Eropa, waktu Indonesia akan lebih cepat sekitar 6-7 jam. Daerah yang menghadap matahari akan selalu bergantian. Pergantian wilayah tersebut yang mengakibatkan terjadinya perbedaan waktu antara satu daerah dengan daerah lainnya.

3. Gerak Semu Harian Matahari Gerak harian bumi ini juga mengakibatkan gerak semu harian matahari. Dalam setiap harinya, kita seolah melihat matahari sedang berputar dari arah timur ke barat atau yang ditandai dengan matahari terbit dan matahari terbenam.

Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah pergerakan bumi. Artinya, matahari tidak bergerak melainkan bumi yang sedang bergerak. Gerak yang tidak sebenarnya inilah yang sering disebut dengan gerak semu harian bintang. Baca juga: 5 Akibat Revolusi Bumi, Perubahan Musim Sampai Rasi Bintang 4.

Pembelokan Arus Air Laut Terjadinya ombak di pantai dan arus laut disebabkan oleh adanya angin. Arus laut ini berbelok ke arah perputaran jarum jam di belahan bumi selatan. Sementara itu, di belahan bumi utara arus laut akan berlawanan dengan arah jarum jam. Pembelokan ini disebabkan oleh rotasi bumi karena bumi akan berputar di bawah benda yang bergerak, seperti air dan udara. 5. Perbedaan Percepatan Gravitasi Bumi Rotasi bumi mengakibatkan arah gerakan menjauhi pusat. Akibatnya, bentuk bumi menjadi tidak sempurna dan diameter kutub lebih kecil daripada wilayah khatulistiwa.

Kondisi tersebut mengakibatkan wilayah kutub mengalami gravitasi yang lebih cepat. Simak Video " Hari Bumi, Google Doodle Tampilkan Dampak Perubahan Iklim" [Gambas:Video 20detik] (kri/nwy)
Assalamualaikum, Kawan . Materi USBN SD IPA tentang Bumi (Gerakan Bumi) dan Gerhana tercantum dalam kisi-kisi USBN SD IPA 2019.

Materi ini diujikan baik sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum 2006. Materi Bumi dan Gerhana menjadi prediksi soal uraian atau essay pada naskah soal USBN IPA. Tim penyusun soal biasanya merujuk kisi-kisi soal uraian/essay yang besumber dari kisi-kisi yang telah diterbitkan Balitbang Kemendikbud.

Pada postingan kali ini, kami akan menyajikan kumpulan soal-soal USBN SD mata pelajaran IPA terutama materi tentang Gerhana. Perlu diketahui materi gerhana diprediksi menjadi soal uraian ipa (soal uraian atau essay). Adapun kisi-kisi USBN SD 2019 rujukannya adalah: Peserta didik dapat menggunakan nalar berkaitan dengan gerhana bulan dan matahari Dari beberapa contoh soal berikut ini, indikator soalnya adalah: • Siswa dapat menjelaskan akibat gerakan bumi/bulan terhadap kehidupan di bumi.

• Siswa dapat menjelaskan akibat gerakan bumi/bulan terhadap kehidupan di bumi. Baca juga : Kisi-kisi Soal Uraian/Essay/Isian USBN IPA SD 2018/2019 Baca juga: Cara membedah kisi-kisi USBN SD IPA 2019/2020 tentang Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Terbaru, saya telah membuatkan Bahan Ajar Digital untuk semua kelas di semester 2 ini.

Di sana kami juga menyajikan bahan ajar berupa powerpoin, kumpulan soal PTS, PAT, dan kumpulan video pembealjaran yang saya anggap sesuai. (Soal Try out SD 2014) • Rotasi bumi dapat mengakibatkan. . • Pergantian musim • Gerak semu tahunan matahari • Gerak semu harian matahari • Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan Jawab C Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Rotasi bumi dapat mengakibatkan peristiwa, seperti pergantian siang dan malam, gerak semu harian matahari/bintang, perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia, perbedaan percepatan gravitasi, pembelokan arah angin.

Jadi, gerak semu harian matahari merupakan akibat dari rotasi bumi. (Soal UN SD 2009) • Peristiwa yang menunjukkan akibat rotasi bumi adalah. . • Pasang surut air laut • Gerak semu tahunan matahari • Pergantian siang dan malam • Pergantian musim di bumi Jawab: Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Pasang surut air laut terjadi akibat dari adanya revolusi bulan terhadap bumi, gerak semu tahunan matahari, pergantian musim akibat dari revolusi bumi.

Jadi, pergantian siang dan malam adalah akibat yang timbul dari adanya gerakan bumi berotasi. (Soal UN SD 2010) • Terjadinya musim hujan dan musim kemarau di daerah sekitar khatulistiwa diakibatkan oleh. . • Perputaran bumi pada porosnya • Perputaran bulan mengelilingi bumi • Pergerakan planet-planet mengelilingi matahari • Pergerakan bumi mengelilingi matahari Jawab: D Pergerakan bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi.

Akibat adanya revolusi bumi adalah terjadinya musim hujan dan musim kemarau. (Soal UN SD 2013) • Rotasi bumi akan mengakibatkan terjadinya. . • Pergantian musim • Pasang surut air laut • Pergantian siang dan malam • Gerak semu tahunan matahari.

Jawab: C Pergantian musim oleh revolusi bumi, pasang surut air laut oleh revolusi bulan, pergantian siang dan malam oleh rotasi bumi, dan gerak semu tahunan matahari oleh revolusi bumi. (Soal UN SD 2011) • Cermatilah kejadian-kejadian alam di bawah ini! • Pergantian musim • Gerak semu tahunan matahari • Terjadinya siang dan malam • Perbedaan percepatan gravitasi di bumi Pernyataan yang menunjukkan akibat revolusi bumi adalah peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah.

• 1 dan 2 • 1 dan 3 • 2 dan 3 • 2 dan 4 Jawab: A • pergantian musim akibat revolusi bumi • Gerak semu tahunan matahari akibat revolusi bumi • terjadinya siang dan malam akibat rotasi bumi • Perbedaan percepatan gravitasi akibat rotasi bumi Jadi, pilihan 1 dan 2 merupakan akibat dari revolusi bumi.

(Soal UN SD 2012) • Akibat gerak bumi berputar pada porosnya terhadap kehidupan di bumi adalah. . • Nelayan berlayar pada pagi hari dan pulang sore hari • Petani membajak sawah pada pagi hari dan beristirahat pada siang hari • Nelayan menggunakan rasi bintang pari sebagai petunjuk arah • Petani menggunakan rasi bintang untuk menandai datangnya musim penghujan Jawab: Gerak bumi berputar pada porosnya disebut rotasi bumi.

Pengaruh rotasi bumi bagi kehidupan manusia adalah adanya angin laut dan darat yang dimanfaatkan oleh nelayan untuk menangkap ikan. Nelayan ini menggunakan perahu layar sehingga berlayar pada malam hari dan pulang pada pagi hari. Jadi opsi A kurang tepat. Yang tepat adalah nelayan menggunakan rasi bintang pari sebagai petunjuk arah.

• Perhatikan peristiwa-peristiwa berikut! • Terjadinya pasang surut air laut • Bagian bumi tertentu mengalami siang • Terjadinya bulan sabit dan bulan purnama • Matahari tampak terbenam di kaki langit sebelah barat Peristiwa yang disebabkan oleh rotasi bumi ditunjukkan oleh nomor.

. • i dan ii • i dan iii • ii dan iv • iii dan iv Jawab: C • Akibat ditimbulkan oleh putaran bumi pada porosnya dan putaran bumi mengelilingi matahari berturut-turut adalah. . • Terjadi bulan paruh dan terjadi perbedaan waktu • Terjadi gerak semu harian matahari dan terjadi gerak semu tahunan matahari • Terjadi pergantian tahun masehi dan terjadi fase-fase bulan • Terjadi pasang perbani dan terjadi gerhana matahari Jawab: B • Pada suatu malam, Andi melihat bulan tsabit.

Beberapa hari kemudian, Andi menyaksikan bulan itu berubah menjadi bulan purnama. Penyebab bulan seolah-olah berubah bentuk itu adalah. . • Karena terjadi siang dan malam • Gerak bumi terhadap bulan • Gerak bulan terhadap bumi • Gerak bumi terhadap matahari Jawab: C (Soal Try out SD 2014) • Rotasi bumi dapat mengakibatkan. . • Pergantian musim • Gerak semu tahunan matahari • Gerak semu harian matahari • Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan Jawab: C Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya.

Rotasi bumi dapat mengakibatkan peristiwa, seperti pergantian siang dan malam, gerak semu harian matahari/bintang, perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia, perbedaan percepatan gravitasi, pembelokan arah angin. Jadi, gerak semu harian matahari merupakan akibat dari rotasi bumi. Apabila kedudukan bulan, bumi dan matahari terlihat seperti pada gambar ini, maka terjadi peristiwa. . • Gerhana bulan sebagian • Gerhana bulan total • Gerhana matahari • Sebagian Gerhana matahari total Jawab: B Gerhana bulan tejadi jika posisi matahari, bumi, bulan dalam satu garis lurus.

Pada saat gerhana bulanposisi bumi terletak di antara bulan dan matahari. Gerhana bulan total terjadi terjadi jika bulan tepat berada pada daerah umbra (bayangan inti bumi). Jika bulan berada pada posisi nomor 2 dan 4, gerhana yang terjadi adalah.

. • Gerhana matahari total • Gerhana matahari sebagian • Gerhana bulan total • Gerhana bulan sebagian Jawab: D Gerhana bulan sebagian terjadi jika bulan terletak diantara daerah umbra dan dan daerah penumbra bumi atau seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra bumi.

Susunan gambar di atas menunjukkan terjadinya. . • Gerhana bulan total • Gerhana bulan sebagian • Gerhana matahari total • Gerhana matahari sebagian Jawab: A Gerhana bulan terjadi jika posisi matahari, bumi, bulan dalam satu garis lurus. Pada saat gerhana bulanposisi bumi terletak di antara bulan dan matahari.

Gerhana bulan total terjadi terjadi jika bulan tepat berada pada daerah umbra (bayangan inti bumi). (Soal UN SD 2010) • Apabila kedudukan bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus dan bulan tertutupi oleh bayangan umbra bumi maka peristiwa yang terjadi adalah. . • Gerhana matahari sebagian • Gerhana matahari total • Gerhana matahari sebagian • Gerhana bulan total Jawab: D Gerhana bulan total terjadi terjadi jika bulan tepat berada pada daerah umbra (bayangan inti bumi).

Jika peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah bulan berada pada nomor III, maka akan terjadi. . • Gerhana matahari total • Gerhana matahari sebagian • Gerhana bulan total • Gerhana bulan sebagian Jawab: C Gerhana bulan tejadi jika posisi matahari, bumi, bulan dalam satu garis lurus.

Pada saat gerhana bulanposisi bumi terletak di antara bulan dan matahari. Gerhana bulan total terjadi terjadi jika bulan tepat berada pada daerah umbra (bayangan inti bumi).

Jika bulan berada di posisi 3, peristiwa yang akan terjadi adalah. . • Gerhana bulan total • Gerhana bulan penumbra • Gerhana matahari cincin • Gerhana matahari total Jawab: B Posisi bulan saat gerhana bulan ada 2 jenis.

Yaitu gerhana bulan total dan gerhana bulan sebagian. Gerhana sebagian terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu gerhana bulan parsial dan gerhana penumbra. Gerhana bulan parsial adalah gerhana yang berada tepat di antara bayangan umbra dan penumbra, sedangkan gerhana penumbra, letak bulan berada pada bayangan penumbra.

Gambar di atas menunjukan terjadinya gerhana matahari. Penyebab terjadinya gerhana tersebut adalah. . • Cahaya matahari menuju ke bulan terhalang bumi • Cahaya matahari berlawanan arah dengan cahaya bulan menuju bumi • Cahaya matahari menuju ke bumi dan bulan tidak terarah • Cahaya matahari menuju ke bumi terhalang bulan Jawab: D • Gerhana bulan sebagian terjadi ketika.

. • Bulan berada di bayangan kabur bumi • Bulan berada di bayangan inti bumi • Bumi berada di bayangan kabur bulan • Bumi berada di bayangan inti bulan Jawab: A Umbra = Bayangan inti bumi Penumbra = bayangan kabur bumi Gerhana bulan sebagaian terjadi ketika cahaya bulan berada dalam posisi penumbra bumi • Gerhana bulan total terjadi jika.

. • Matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, seluruh bagian bulan berada pada umbra bumi • Matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus, sebagian permukaan bumi tertutup oleh umbra bulan • Matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus, sebagian permukaan tertutupi oleh penumbra bulan • Matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sebagian bulan berada di umbra bumi dan sebagian lagi berada di penumbra bumi Jawab: C Opsi A = gerhana bulan Opsi B = gerhana matahari total Opsi C = gerhana matahari penumbra Opsi D = gerhana matahari sebagian/parsial Itulah kumpulan soal-soal Ujian Nasional jenjang SD pelajaan IPA tentang Bumi dan Gerhana.

Semoga bermanfaat. Adsense (8) Bahasa Indonesia (9) Belajar Templat Bloger (1) Blogging (21) Catatan Guru SD (24) Cerpen (19) Css/Javascript (9) e-Lamaso (1) Ekstrakulikuler (1) Informasi (47) Informasi Pendidikan (54) Informasi Umum (19) Internet (13) IPA (13) Kisi-kisi Soal (17) Komputer (10) Matematika (12) Materi Ajar (44) Multimedia (5) Opini (42) Otak-atik Blog (11) Pedagogis (12) Pendidikan (45) Pramuka (1) Tutorial (15) Tutorial Ms.

Excel (6) Tutorial Ms. Word (4) Tutorial Print (6) • Аԥсшәа • Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Atikamekw • Авар • Kotava • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah • ᏣᎳᎩ • کوردی • Corsu • Nēhiyawēwin / ᓀᐦᐃᔭᐍᐏᐣ • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Thuɔŋjäŋ • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • ཇོང་ཁ • Eʋegbe • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Gĩkũyũ • Қазақша • Kalaallisut • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • Къарачай-малкъар • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • Madhurâ • मैथिली • Basa Banyumasan • Мокшень • Malagasy • Олык марий • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Nouormand • Sesotho sa Leboa • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Pälzisch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • Ποντιακά • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Romani čhib • Ikirundi • Română • Armãneashti • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • سرائیکی • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • Sesotho • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • Tayal • ತುಳು • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Lea faka-Tonga • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Тыва дыл • Удмурт • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Хальмг peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya.

Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian di Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah lalu. [23] Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan.

[24] Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan. Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun.

Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, [25] dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es; es padat di Antarktika dan es laut di paket es kutub. Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian mantel.

Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah dalam satu orbit, Bumi berputar pada sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari atau satu tahun sideris. [catatan 7] Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah satu tahun tropis (365,24 hari matahari).

[26] Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi. Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. [27] Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia global.

[28] Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan aksi militer. Daftar isi • 1 Nama dan etimologi • 2 Komposisi dan struktur • 2.1 Bentuk • 2.2 Komposisi kimiawi • 2.3 Struktur dalam • 2.4 Panas • 2.5 Lempeng tektonik • 2.6 Permukaan • 2.7 Hidrosfer • 2.8 Atmosfer • 2.8.1 Cuaca dan iklim • 2.8.2 Atmosfer atas • 2.9 Medan magnet • 3 Rotasi dan orbit • 3.1 Rotasi • 3.2 Orbit • 3.3 Kemiringan sumbu dan musim • 4 Kelaikhunian • 4.1 Biosfer • 4.2 Evolusi kehidupan • 4.3 Sumber daya alam dan pemanfaatan lahan • 4.4 Bencana alam dan lingkungan • 4.5 Persebaran manusia • 5 Sudut pandang sejarah dan budaya • 6 Kronologi • 6.1 Pembentukan • 6.2 Sejarah geologi • 6.3 Masa depan • 7 Bulan • 8 Asteroid dan satelit buatan • 9 Perbandingan • 10 Lihat pula • 11 Catatan • 12 Referensi • 13 Bacaan lanjutan • 14 Pranala luar Nama dan etimologi Dalam bahasa Inggris peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah, kata benda earth dikembangkan dari kata bahasa Inggris Pertengahan erthe (dicatat pada 1137), yang berasal dari kata bahasa Inggris Kuno eorthe (sebelum 725), sedangkan kata itu sendiri berasal dari kata Proto-Jermanik * erthō.

Earth memiliki kata kerabat pada semua bahasa Jermanik lainnya, termasuk aarde dalam bahasa Belanda, Erde dalam bahasa Jerman, dan jord dalam bahasa Swedia, Denmark, dan Norwegia.

[29] Earth adalah perumpamaan untuk dewi paganisme Jermanik (atau Jörð dalam mitologi Norse, ibu dari dewa Thor). [30] Dalam bahasa Indonesia, kata bumi berasal dari bahasa Sanskerta bhumi, yang berarti tanah, dan selalu ditulis dengan huruf kapital ("Bumi"), untuk merujuk pada planet Bumi, sementara "bumi" dengan huruf kecil merujuk pada permukaan dunia, atau tanah.

[31] Komposisi dan struktur Informasi lebih lanjut: Tabel karakteristik fisik Bumi Bumi tergolong planet kebumian yang umumnya terdiri dari bebatuan, bukannya raksasa gas seperti Jupiter. Bumi adalah planet terbesar dari empat planet kebumian lainnya menurut ukuran dan massa. Dari keempat planet tersebut, Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah merupakan planet dengan kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan tertinggi, medan magnet terkuat, dan rotasi tercepat, [32] dan diperkirakan juga merupakan satu-satunya planet dengan tektonik lempeng yang aktif.

[33] Bentuk Awan stratokumulus di atas Pasifik, dilihat dari orbit. Bentuk Bumi kira-kira menyerupai sferoid pepat, bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang sumbu dari kutub ke kutub sehingga terdapat tonjolan di sekitar khatulistiwa. [34] Tonjolan ini muncul akibat rotasi Bumi, yang menyebabkan diameter khatulistiwa 43 km (kilometer) lebih besar dari diameter kutub ke kutub. [35] Karena hal ini, titik terjauh permukaan Bumi dari pusat Bumi adalah gunung api Chimborazo di Ekuador, yang berjarak 6.384 kilometer dari pusat Bumi, atau sekitar 2 kilometer lebih jauh jika dibandingkan dengan Gunung Everest.

[36] Diameter rata-rata bulatan Bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira setara dengan 40.000 km / π, karena satuan meter pada awalnya dihitung sebagai 1/10.000.000 jarak dari khatulistiwa ke Kutub Utara melewati Paris, Prancis.

[37] Topografi Bumi mengalami deviasi dari bentuk sferoid ideal, meskipun dalam skala global deviasi ini tergolong kecil: Bumi memiliki tingkat toleransi sekitar 584, atau 0,17% dari sferoid sempurna, lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat toleransi pada bola biliar (0,22%).

[38] Deviasi tertinggi dan terendah pada permukaan Bumi terdapat di Gunung Everest (8.848 m di atas permukaan laut) dan Palung Mariana ( 10.911 m di bawah permukaan laut). Karena adanya tonjolan khatulistiwa, lokasi di permukaan Bumi yang berada paling jauh dari pusat Bumi adalah puncak Chimborazo di Ekuador dan Huascarán di Peru. [39] [40] [41] Komposisi kimia kerak Bumi [42] Senyawa Rumus Komposisi Daratan Lautan Silika SiO 2 60.2% 48.6% Alumina Al 2O 3 15.2% 16.5% Kapur CaO 5.5% 12.3% Magnesia MgO 3.1% 6.8% Besi(II) oksida FeO 3.8% 6.2% Sodium oksida Na 2O 3.0% 2.6% Kalium oksida K 2O 2.8% 0.4% Besi(III) oksida Fe 2O 3 2.5% 2.3% Air H 2O 1.4% 1.1% Karbon dioksida CO 2 1.2% 1.4% Titanium dioksida TiO 2 0.7% 1.4% Fosforus pentoksida P 2O 5 0.2% 0.3% Total 99.6% 99.9% Komposisi kimiawi Lihat pula: Kelimpahan unsur kimia Bumi Massa Bumi adalah sekitar 5,98 ×10 24 kg.

Komposisi Bumi sebagian besarnya terdiri dari besi (32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), belerang (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%); sisanya terdiri dari unsur-unsur lainnya (1,2%). Akibat segregasi massa, bagian inti Bumi diyakini mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), belerang (4,5%), dan kurang dari 1% unsur-unsur lainnya.

[43] Ahli geokimia F. W. Clarke menghitung lebih dari 47% kerak Bumi mengandung oksigen. Konstituen batuan yang umumnya terdapat pada kerak Bumi hampir semuanya merupakan senyawa oksida; klorin, belerang, dan fluor adalah tiga pengecualian, dan jumlah total kandungan unsur ini dalam batuan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah kurang dari 1%. Oksida utama yang terkandung dalam kerak Bumi adalah silika, alumina, besi oksida, kapur, magnesia, kalium, dan soda. Silika pada umumnya berfungsi sebagai asam, yang membentuk silikat, dan mineral paling umum yang terdapat pada batuan beku adalah senyawa ini.

Berdasarkan analisisnya terhadap 1.672 jenis batuan di kerak Bumi, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% kerak Bumi terdiri dari 11 oksida (lihat tabel di sebelah kanan).

[44] Struktur dalam Artikel utama: Struktur Bumi Interior Bumi, seperti halnya planet kebumian lainnya, dibagi menjadi sejumlah lapisan menurut kandungan fisika atau kimianya ( reologi).

Namun, tidak seperti planet kebumian lainnya, Bumi memiliki inti luar dan inti dalam yang berbeda. Lapisan luar Bumi secara kimiawi berupa kerak padat silikat yang diselimuti oleh mantel viskose padat. Kerak Bumi dipisahkan dari mantel oleh diskontinuitas Mohorovičić, dengan ketebalan kerak yang bervariasi; ketebalan rata-ratanya adalah 6 km di bawah lautan dan 30- 50 km di bawah daratan.

Kerak Bumi, serta bagian kaku dan dingin di puncak mantel atas, secara kolektif dikenal dengan litosfer, dan pada lapisan inilah tektonika lempeng terjadi.

Di bawah litosfer terdapat astenosfer, lapisan dengan tingkat viskositas yang relatif rendah dan menjadi tempat melekat bagi litosfer. Perubahan penting struktur kristal di dalam mantel terjadi pada kedalaman 410 dan 660 km di bawah permukaan Bumi, yang juga mencakup zona transisi yang memisahkan mantel atas dengan mantel bawah.

Di bawah mantel, terdapat fluida inti luar dengan viskositas yang sangat rendah di atas inti dalam. [45] Inti dalam Bumi mengalami perputaran dengan kecepatan sudut yang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan bagian planet lainnya, sekitar 0,1-0,5° per tahun. [46] Lapisan geologi Bumi [47] Penampang Bumi dari inti ke eksosfer. Kedalaman [48] km Lapisan komponen Kepadatan g/cm 3 0–60 Litosfer [catatan 8] — 0–35 Kerak [catatan 9] 2.2–2.9 35–60 Mantel atas 3.4–4.4 35–2890 Mantel 3.4–5.6 100–700 Astenosfer — 2890–5100 Inti luar 9.9–12.2 5100–6378 Inti dalam 12.8–13.1 Panas Panas dalam Bumi berasal dari perpaduan antara panas endapan dari akresi planet (sekitar 20%) dan panas yang dihasilkan oleh peluruhan radioaktif (80%).

[49] Isotop penghasil panas utama Bumi adalah kalium-40, uranium-238, uranium-235, dan torium-232. [50] Di pusat Bumi, suhu bisa mencapai 6.000 °C, [51] dan tekanannya mencapai 360 GPa. [52] Karena sebagian besar panas Bumi dihasilkan oleh peluruhan radioaktif, para ilmuwan percaya bahwa pada awal sejarah Bumi, sebelum isotop dengan usia pendek terkuras habis, produksi panas Bumi yang dihasilkan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan saat ini.

Panas yang dihasilkan pada masa itu diperkirakan dua kali lebih besar daripada saat ini, kira-kira 3 miliar tahun yang lalu, [49] dan hal tersebut akan meningkatkan gradien suhu di dalam Bumi, meningkatkan tingkat konveksi mantel dan tektonik lempeng, serta memungkinkan pembentukan batuan beku seperti komatiites, yang tidak bisa terbentuk pada masa kini. [53] Isotop utama penghasil panas Bumi saat ini [54] Isotop Pelepasan panas W kg isotop Paruh hidup tahun Konsentrasi mantel rata-rata kg isotop kg mantel Pelepasan panas W kg mantel 238U 9.46 × 10 −5 4.47 × 10 9 30.8 × 10 −9 2.91 × 10 −12 235U 5.69 × 10 −4 7.04 × 10 8 0.22 × 10 −9 1.25 × 10 −13 232Th 2.64 × 10 −5 1.40 × 10 10 124 × 10 −9 3.27 × 10 −12 40K 2.92 × 10 −5 1.25 × 10 9 36.9 × 10 −9 1.08 × 10 −12 Rata-rata pelepasan panas Bumi adalah 87 mW m −2, dan 4.42 × 10 13 W untuk panas global.

[55] Sebagian energi panas di dalam inti Bumi diangkut menuju kerak oleh bulu mantel; bentuk konveksi yang terdiri dari batuan bersuhu tinggi yang mengalir ke atas. Bulu mantel ini mampu peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah bintik panas dan basal banjir. [56] Panas Bumi yang selebihnya dilepaskan melalui lempeng tektonik oleh mantel yang terhubung dengan punggung tengah samudra.

Pelepasan panas terakhir dilakukan melalui konduksi litosfer, yang umumnya terjadi di samudra karena kerak di sana jauh lebih tipis jika dibandingkan dengan kerak benua. [57] Lempeng tektonik Lempeng utama Bumi [58] Nama lempeng Area 10 6 km 2 Artikel utama: Tektonika lempeng Lapisan luar Bumi yang berbentuk lapisan kaku, disebut dengan litosfer, terpecah menjadi potongan-potongan yang disebut dengan lempeng tektonik.

Lempeng-lempeng ini merupakan segmen kaku yang saling berhubungan dan bergerak pada salah satu dari tiga jenis batas lempeng. Ketiga batas lempeng tersebut adalah batas konvergen, tempat dua lempeng bertumbukan; batas divergen, tempat dua lempeng saling menjauh; dan batas peralihan, tempat dua lempeng saling bersilangan secara lateral.

Gempa bumi, aktivitas gunung berapi, pembentukan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah, dan pembentukan palung laut terjadi di sepanjang batas lempeng ini. [59] Lempeng tektonik berada di atas astenosfer, lapisan mantel yang bentuknya padat, tetapi tidak begitu kental yang bisa mengalir dan bergerak bersama lempeng, [60] dan pergerakan ini disertai dengan pola konveksi dalam mantel Bumi.

Karena lempeng tektonik berpindah di seluruh Bumi, lantai samudra mengalami penunjaman di bawah tepi utama lempeng pada batas konvergen. Pada saat yang bersamaan, material mantel pada batas divergen membentuk punggung tengah samudra. Perpaduan kedua proses ini secara berkelanjutan terus mendaur ulang kerak samudra kembali ke dalam mantel.

Karena proses daur ulang ini, sebagian besar lantai samudra berusia kurang dari 100 Ma. Kerak samudra tertua berlokasi di Pasifik Barat, yang usianya diperkirakan 200 Ma. [61] [62] Sebagai perbandingan, kerak benua tertua berusia 4030 Ma.

[63] Tujuh lempeng utama di Bumi adalah Lempeng Pasifik, Amerika Utara, Eurasia, Afrika, Antarktika, Lempeng Indo-Australia, dan Amerika Selatan. Lempeng terkemuka lainnya adalah Lempeng Arab, Lempeng Karibia, Lempeng Nazca di pantai barat Amerika Selatan, dan Lempeng Scotia di Samudra Atlantik selatan. Lempeng Australia menyatu dengan Lempeng India kira-kira 50 sampai 55 juta tahun yang lalu.

Lempeng dengan pergerakan tercepat adalah lempeng samudra; Lempeng Cocos bergerak dengan laju kecepatan 75 mm/tahun, [64] dan Lempeng Pasifik bergerak 52–69 mm/tahun. Sedangkan lempeng dengan pergerakan terlambat adalah Lempeng Eurasia, dengan laju pergerakan sekitar 21 mm/tahun. [65] Permukaan Busur pulau vulkanik, palung laut, gunung api dasar laut, dan perbukitan (3.7%) Permukaan Bumi bervariasi dari tempat ke tempat.

Sekitar 70,8% [13] permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan terdapat banyak landas benua di bawah permukaan laut. Luas permukaan Bumi yang ditutupi oleh air setara dengan 361,132 million km 2 (139,43 juta sq mi). [66] Permukaan Bumi yang terendam memiliki bentang pegunungan, termasuk rangkaian punggung tengah samudra dan gunung peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah bawah laut, [35] bentang lainnya adalah palung laut, lembah bawah laut, dataran tinggi samudra, dan dataran abisal.

Sisanya, 29,2% ( 148,94 million km 2 atau 57,51 juta sq mi) permukaan Bumi dilingkupi oleh daratan, yang terdiri dari pegunungan, padang gurun, dataran tinggi, pesisir, dan geomorfologi lainnya. Permukaan Bumi mengalami pembentukan kembali pada periode waktu geologi karena aktivitas tektonik dan erosi. Permukaan Bumi yang terbentuk atau mengalami deformasi akibat tektonika lempeng merupakan permukaan yang mengalami pelapukan oleh curah hujan, siklus termal, dan pengaruh kimia.

Glasiasi, erosi pantai, pembentukan terumbu karang, dan tubrukan meteorit besar [67] merupakan beberapa peristiwa yang memicu pembentukan kembali lanskap permukaan Bumi.

Altimetri dan batimetri Bumi saat ini. Data dari TerrainBase Digital Terrain Model Pusat Data Geofisika Nasional. Kerak benua terdiri dari material dengan kepadatan rendah seperti batuan beku granit dan andesit. Batuan dengan persentase kecil adalah basal, batuan vulkanik padat yang merupakan konstituen utama lantai samudra.

[68] Batuan sedimen terbentuk dari akumulasi sedimen yang terpadatkan. Hampir 75% permukaan benua ditutupi oleh batuan sedimen, meskipun batuan itu sendiri hanya membentuk 5% bagian kerak Bumi. [69] Batuan ketiga yang paling umum terdapat di permukaan Bumi adalah batuan metamorf, yang terbentuk dari transformasi batuan yang sudah ada akibat tekanan tinggi, suhu tinggi, atau keduanya. Mineral silikat yang ketersediaannya paling melimpah di permukaan Bumi adalah kuarsa, feldspar, amfibol, mika, piroksen, dan olivin.

[70] Sedangkan mineral karbonat paling umum adalah kalsit (ditemukan pada batu kapur dan dolomit). [71] Pedosfer adalah lapisan terluar Bumi yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan tanah. Lapisan ini terletak pada antarmuka litosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Total permukaan tanah saat ini adalah 13,31% dari luas total permukaan Bumi, dan dari jumlah tersebut, hanya 4,71% yang ditanami secara permanen. [14] Hampir 40% permukaan tanah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan padang rumput, dengan rincian 1,3 ×10 7 km 2 lahan pertanian dan 3,4 ×10 7 km 2 padang rumput.

[72] Ketinggian permukaan tanah Bumi bervariasi. Titik terendah berada pada ketinggian −418 m di Laut Mati, sedangkan titik tertinggi adalah 8.848 m di puncak Gunung Everest. Ketinggian rata-rata permukaan tanah dihitung dari permukaan laut adalah 840 m.

[73] Secara logis, Bumi dibagi menjadi Belahan Utara dan Selatan yang berpusat di masing-masing kutub. Namun, Bumi secara tidak resmi juga dibagi menjadi Belahan Bumi Barat dan Timur.

Permukaan Bumi secara tradisional dibagi menjadi tujuh benua dan berbagai laut. Setelah manusia menghuni dan mengelola Bumi, hampir semua permukaan dibagi menjadi negara-negara. Hingga tahun 2013, terdapat 196 negara berdaulat dengan jumlah penduduk sekitar 7 miliar yang menghuni permukaan Bumi.

[74] Hidrosfer Histogram ketinggian permukaan Bumi. Ketersediaan air yang begitu banyak di permukaan Bumi merupakan hal unik yang membedakan "Planet Biru" dengan planet lainnya di Tata Surya. Hidrosfer Bumi pada umumnya terdiri dari lautan, namun secara teknis juga mencakup semua perairan yang terdapat di permukaan Bumi, termasuk danau, sungai, laut pedalaman, dan air peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah tanah di kedalaman 2.000 m.

Perairan terdalam dari permukaan Bumi adalah Challenger Deep di Palung Mariana, Samudra Pasifik, dengan kedalaman 10.911,4 m di bawah permukaan laut. [catatan 11] [75] Massa lautan kira-kira 1,35 ×10 18 metrik ton, atau sekitar 1/4400 dari massa total Bumi. Lautan mencakup area seluas 3,618 ×10 8 km 2, dengan kedalaman rata-rata 3682 m, dan volume air sekitar 1,332 ×10 9 km 3.

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Jika daratan di permukaan Bumi tersebar merata, maka ketinggian air akan naik lebih dari 2,7 km. [catatan 12] Sekitar 97,5% perairan Bumi adalah air asin, sedangkan 2,5% sisanya adalah air tawar. Sekitar 68,7% air tawar yang terdapat di permukaan Bumi pada saat ini adalah es, sedangkan selebihnya membentuk danau, sungai, mata air, dan sebagainya.

[77] Tingkat keasinan rata-rata lautan di Bumi adalah 35 gram garam per kilogram air laut (3,5% garam). [78] Sebagian besar garam ini dihasilkan oleh aktivitas vulkanis atau hasil ekstraksi batuan beku. [79] Lautan juga menjadi reservoir bagi gas atmosfer terlarut, yang keberadaannya sangat penting bagi kelangsungan hidup sebagian besar organisme air.

[80] Air laut memiliki pengaruh besar terhadap iklim dunia; lautan berfungsi sebagai reservoir panas utama. [81] Perubahan suhu di lautan juga bisa menyebabkan perubahan cuaca di berbagai belahan dunia, misalnya El Niño–Osilasi Selatan. [82] Atmosfer Foto yang memperlihatkan bagaimana Bumi bersinar dalam cahaya ultraungu.

Rata-rata tekanan atmosfer di permukaan Bumi adalah 101,325 kPa, dengan ketingggian skala sekitar 5 km. [3] Atmosfer mengandung 78% nitrogen dan 21% oksigen, selebihnya adalah uap air, karbon dioksida, dan molekul gas lainnya.

Ketinggian troposfer beragam menurut garis lintang, berkisar antara 8 km di wilayah kutub hingga 17 km di wilayah khatulistiwa, dan beberapa variasi yang diakibatkan oleh faktor musim dan cuaca.

[83] Biosfer Bumi secara perlahan telah memermak komposisi atmosfer. Fotosintesis oksigenik berevolusi 2,7 miliar tahun yang lalu, yang membentuk atmosfer nitrogen-oksigen utama saat ini. [84] Peristiwa ini memungkinkan terjadinya proliferasi organisme aerobik, serta pembentukan lapisan ozon yang menghalangi radiasi surya ultraungu memasuki Bumi dan menjamin kelangsungan kehidupan di darat.

Fungsi atmosfer lainnya yang penting bagi kehidupan di Bumi adalah mengangkut uap air, menyediakan gas bernilai guna, membakar meteor berukuran kecil sebelum menghantam permukaan Bumi, dan memoderatori suhu. [85] Fenomena yang terakhir dikenal dengan efek rumah kaca; proses penangkapan energi panas yang dipancarkan dari permukaan Bumi pada atmosfer sehingga meningkatkan suhu rata-rata.

Uap air, karbon dioksida, metana, dan ozon merupakan gas rumah kaca utama pada atmosfer Bumi. Tanpa pemancaran panas ini, suhu rata-rata di permukaan Bumi akan mencapai −18 °C, berbeda jauh dengan suhu rata-rata saat ini (+15 °C), dan kehidupan kemungkinan besar tidak akan bisa bertahan.

[86] Cuaca dan iklim Foto satelit peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah awan di Bumi menggunakan MRIS NASA.

Atmosfer Bumi tidak memiliki batas pasti, secara perlahan menipis dan mengabur ke angkasa luar. Tiga perempat massa atmosfer berada pada ketinggian 11 kilometer dari permukaan Bumi. Lapisan terbawah ini disebut dengan troposfer. Energi dari Matahari memanaskan lapisan ini, serta permukaan di bawahnya, yang menyebabkan terjadinya pemuaian udara.

Udara pada lapisan ini kemudian bergerak naik dan digantikan oleh udara dingin dengan kelembaban yang lebih tinggi. Akibatnya, terjadi sirkulasi atmosferik yang memicu pembentukan cuaca dan iklim melalui pendistribusian kembali energi panas. [87] Dampak utama sirkulasi atmosferik adalah terjadinya angin pasat di wilayah khatulistiwa yang berada pada garis lintang 30° dan angin barat di wilayah-wilayah lintang tengah antara 30° dan 60°.

[88] Arus laut juga menjadi faktor penting dalam menentukan iklim, terutama sirkulasi termohalin yang menyebarkan energi panas dari lautan di khatulistiwa ke wilayah kutub.

[89] Uap air yang dihasilkan melalui penguapan di permukaan Bumi diangkut oleh pola sirkulasi di atmosfer. Saat atmosfer melakukan pengangkatan udara hangat dan lembap, uap air akan mengalami kondensasi dan mengendap ke permukaan Bumi melalui proses presipitasi. [87] Air yang diturunkan ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan kemudian diangkut menuju ketinggian yang lebih rendah oleh sungai dan biasanya kembali ke laut atau bermuara di danau.

Peristiwa ini disebut dengan siklus air, yang merupakan mekanisme penting untuk mendukung kelangsungan kehidupan di darat dan faktor utama yang menyebabkan erosi di permukaan Bumi pada periode geologi. Pola presipitasi atau curah hujan ini sangat beragam, berkisar dari beberapa meter air per tahun hingga kurang dari satu milimeter. Sirkulasi atmosferik, topologi, dan perbedaan suhu juga menentukan curah hujan rata-rata yang turun di setiap wilayah.

[90] Besar energi surya yang mencapai Bumi akan menurun seiring dengan meningkatnya lintang. Pada lintang yang lebih tinggi, cahaya matahari mencapai permukaan Bumi pada sudut yang lebih rendah dan harus melewati kolom atmosfer yang lebih tebal.

Akibatnya, suhu rata-rata di permukaan laut menurun sekitar 0,4 °C per derajat jarak lintang dari khatulistiwa. [91] Bumi bisa dibagi menjadi zona lintang spesifik berdasarkan perkiraan kesamaan iklim. Pembagian ini berkisar dari wilayah khatulistiwa hingga ke wilayah kutub, yakni zona iklim tropis (atau khatulistiwa), subtropis, iklim sedang, dan kutub. [92] Iklim juga bisa diklasifikasikan menurut suhu dan curah hujan, yang ditandai dengan wilayah iklim dengan massa udara yang seragam.

Yang paling umum digunakan adalah sistem klasifikasi iklim Köppen (dicetuskan oleh Wladimir Köppen). Klasifikasi ini membagi Bumi menjadi lima zona iklim (tropis lembap, kering, lintang tengah lembap, kontinental, dan kutub dingin), yang kemudian dibagi lagi menjadi subjenis yang lebih spesifik.

[88] Atmosfer atas Lihat pula: Luar angkasa Di atas troposfer, atmosfer terbagi menjadi stratosfer, mesosfer, dan termosfer. [85] Masing-masing lapisan ini memiliki tingkat lincir berbeda, yang umumnya didasarkan pada tingkat perubahan suhu dan ketinggian.

Di luar lapisan ini, terdapat lapisan eksosfer dan magnetosfer, tempat medan magnet Bumi berinteraksi dengan angin surya.

[93] Di dalam stratosfer terdapat lapisan ozon, komponen yang berperan melindungi permukaan Bumi dari sinar ultraungu dan memiliki peran penting bagi kehidupan di Bumi. Garis Kármán, yang dihitung 100 km di atas permukaan Bumi, adalah garis khayal yang membatasi atmosfer dengan luar angkasa. [94] Energi panas menyebabkan beberapa molekul di tepi luar atmosfer Bumi meningkatkan kecepatan sehingga bisa melepaskan diri dari gravitasi Bumi.

Hal ini menyebabkan terjadinya kebocoran atmosfer ke luar angkasa. Hidrogen, yang memiliki berat molekul rendah, bisa mencapai kecepatan lepas yang lebih tinggi dan lebih mudah mengalami kebocoran ke luar angkasa jika dibandingkan dengan gas lainnya.

[95] Kebocoran hidrogen ke luar angkasa mendorong keadaan Bumi dari yang awalnya mengalami reduksi menjadi oksidasi. Fotosintesis menyediakan sumber oksigen bebas bagi kehidupan di Bumi, tetapi ketiadaan agen pereduksi seperti hidrogen menyebabkan meluasnya penyebaran oksigen di atmosfer.

[96] Kemampuan hidrogen untuk melepaskan diri dari atmosfer turut memengaruhi sifat kehidupan yang berkembang di Bumi. [97] Saat ini, atmosfer yang kaya oksigen mengubah hidrogen menjadi air sebelum memiliki kesempatan untuk melepaskan diri. Sebaliknya, sebagian besar peristiwa pelepasan hidrogen terjadi akibat penghancuran metana di atmosfer atas.

[98] Medan magnet Artikel utama: Medan magnet Bumi Medan magnet Bumi diperkirakan terbentuk karena dipole magnetik, dengan kutub magnet berada pada kutub geografi Bumi. Pada khatulistiwa medan magnet, kekuatan medan magnet di permukaan Bumi mencapai 3.05 × 10 −5 T, dengan momen dipole magnet global 7.91 × 10 15 T m 3. [99] Menurut teori dinamo, medan magnet dihasilkan di dalam wilayah inti luar tempat energi panas menciptakan gerakan konveksi material konduksi dan menghasilkan arus listrik.

Proses ini pada gilirannya menciptakan medan magnet Bumi. Gerakan konveksi pada inti Bumi berlangsung dengan tidak teratur; kutub magnet melayang dan secara berkala mengubah arah gaya magnet. Hal ini memicu terjadinya pembalikan medan pada interval tak beraturan, yang berlangsung beberapa kali setiap jutaan tahun.

Pembalikan medan terakhir terjadi sekitar 700.000 tahun yang lalu. [100] [101] Medan magnet membentuk lapisan magnetosfer, yang berfungsi membiaskan partikel yang terkandung dalam angin surya. Tepi medan magnet yang mengarah ke Matahari berjarak sekitar 13 kali radius Bumi. Tabrakan antara medan magnet dan angin surya menghasilkan sabuk radiasi Van Allen, yakni area berbentuk torus konsentris dengan partikel bermuatan energi.

Saat plasma memasuki atmosfer Bumi pada kutub magnet, maka terbentuklah aurora. [102] Rotasi dan orbit Rotasi Kemiringan sumbu Bumi (atau obliquitas) dan hubungannya dengan sumbu rotasi dan bidang orbit.

Kala rotasi Bumi yang bersifat relatif terhadap Matahari – disebut hari Matahari – adalah 86.400 detik dari waktu Matahari rata-rata (86.400,0025 SI detik). [103] Karena periode hari Matahari Bumi saat ini lebih panjang dari periode ketika abad ke-19 akibat akselerasi pasang surut, setiap hari bervariasi antara 0 hingga 2 SI ms lebih panjang.

[104] [105] Kala rotasi Bumi yang relatif terhadap bintang tetap, dinamakan hari bintang oleh International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), adalah 86.164,098903691 detik dari waktu Matahari rata-rata (UT1), atau 23 h 56 m 4,098903691 s.

[2] [catatan 13] Kala rotasi Bumi yang relatif terhadap presesi atau pergerakan ekuinoks vernal, dinamakan hari sideris, adalah 86.164,09053083288 detik dari waktu Matahari rata-rata (UT1) (23 h 56 m 4.09053083288 s) hingga 1982 [update]. [2] Dengan demikian, hari sideris kira-kira lebih singkat 8,4 ms dari hari bintang. [106] Panjang hari Matahari rata-rata dalam satuan detik SI dihitung oleh IERS untuk periode 1623–2005 [107] dan 1962–2005. [108] Selain meteor pada atmosfer dan satelit berorbit rendah, gerakan utama benda langit di atas Bumi adalah ke arah barat, dengan laju 15°/jam = 15'/menit.

Untuk benda langit di dekat khatulistiwa angkasa, pergerakannya terlihat pada diameter Matahari dan Bulan setiap dua menit; dari permukaan Bumi, ukuran Matahari dan Bulan kurang lebih sama. [109] [110] Orbit Animasi yang menampilkan rotasi Bumi.

Bumi mengorbit Matahari pada jarak rata-rata sekitar 150 juta kilometer setiap 365,2564 hari Matahari rata-rata, atau satu tahun sideris. Dari Bumi, akan terlihat jelas gerakan Matahari ke arah timur dengan laju sekitar 1°/hari, yang memperjelas diameter Bulan atau Bumi setiap 12 jam. Karena pergerakan ini, Bumi membutuhkan waktu rata-rata 24 jam (atau hari Matahari) untuk menyelesaikan putaran penuh pada porosnya sehingga Matahari bisa kembali ke meridian.

Rata-rata kecepatan orbit Bumi adalah 29,8 km/s (107.000 km/h), cukup cepat untuk menempuh jarak yang sama dengan diameter planet, atau sekitar 12.742 km dalam waktu tujuh menit, dan jarak ke Bulan, 384.000 km dalam waktu 3,5 jam. [111] Bulan berputar dengan Bumi mengelilingi barisentrum setiap 27,32 hari. Saat dipadukan dengan sistem revolusi Bumi-Bulan mengelilingi Matahari, periode Bulan sinodik dari bulan baru ke bulan baru adalah 29,53 hari.

Jika dilihat dari kutub utara langit, gerakan Bumi, Bulan, dan rotasi sumbu mereka berlawanan dengan jarum jam. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang di atas kutub utara, baik Matahari dan Bumi, Bumi berputar dengan arah berlawanan mengelilingi Matahari.

Bidang orbit dan sumbu Bumi tidak teratur; sumbu Bumi miring sekitar 23,4 derajat peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah serenjang bidang orbit Bumi-Matahari ( ekliptika), dan bidang orbit Bumi-Bulan miring sekitar ±5,1 derajat dari bidang peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Bumi-Matahari.

Tanpa kemiringan ini, akan muncul gerhana setiap dua minggu, bergantian antara gerhana bulan dan gerhana matahari. [3] [112] Bukit sfer, atau lingkup pengaruh gravitasi Bumi, adalah sekitar 1,5 Gm atau 1.500.000 km di radius.

[113] [catatan 14] Ini adalah jarak maksimum saat pengaruh gravitasi Bumi lebih kuat daripada Matahari dan planet-planet jauh. Objek harus mengorbit Bumi dalam radius ini, atau mereka akan terkena dampak perturbasi gravitasi Matahari.

Bumi, bersama dengan Tata Surya, terletak di galaksi Bima Sakti dan mengorbit sekitar 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Saat ini, Bumi berada sekitar 20 tahun cahaya di atas bidang galaktik di lengan spiral Orion. [114] Kemiringan sumbu dan musim Bumi dan Bulan dari Mars, dipotret oleh Mars Reconnaissance Orbiter. Dari luar angkasa, bentuk Bumi berubah dari waktu ke waktu, mirip dengan fase bulan.

Karena kemiringan sumbu Bumi, jumlah sinar matahari yang jatuh pada titik tertentu di permukaan Bumi bervariasi sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan perubahan musim pada iklim. Musim panas di belahan utara terjadi saat Kutub Utara mengarah tepat ke Matahari, dan musim dingin berlangsung di saat sebaliknya.

Ketika musim panas, hari berlangsung lebih lama dan Matahari naik lebih tinggi di langit. Pada musim dingin, iklim pada umumnya menjadi lebih dingin dan hari berjalan dengan lebih pendek. Di atas Lingkar Arktik, peristiwa ekstrem terjadi saat tidak ada siang hari dan malam berlangsung lebih dari 24 jam sehubungan dengan fenomena malam kutub. Di belahan selatan, situasinya berkebalikan dengan Kutub Utara; orientasi Kutub Selatan berlawanan dengan arah Kutub Utara.

Secara astronomis, empat musim ditentukan oleh titik balik matahari – titik saat kemiringan sumbu maksimum orbit menuju atau menjauh dari Matahari – dan ekuinoks, saat arah kemiringan dan arah Matahari berada pada satu garis tegak lurus (serenjang).

Di belahan utara, titik balik matahari musim dingin terjadi pada tanggal 21 Desember, titik balik matahari musim panas pada 21 Juni, ekuinoks musim semi sekitar tanggal 20 Maret, dan ekuinoks musim gugur tanggal 23 September.

Di belahan selatan, situasinya terbalik; titik balik matahari musim panas dan musim dingin terjadi sebaliknya dan ekuinoks musim semi dan musim gugur dipertukarkan tanggalnya. [115] Pesawat ruang angkasa Cassini NASA memotret Bumi dan Bulan (terlihat pada kanan bawah) dari Saturnus (19 Juli 2013). Sudut kemiringan Bumi relatif stabil dalam jangka waktu yang lama.

Kemiringan ini mengalami nutasi; gerakan kecil dan tidak teratur dengan periode utama 18,6 tahun. [116] Orientasi (bukannya sudut) dari sumbu Bumi juga berubah dari waktu ke waktu, yang mengalami presesi di sekeliling lingkaran penuh setiap 25.800 tahun; presesi inilah yang menyebabkan perbedaan antara tahun sideris dan tahun tropis.

Kedua gerakan ini disebabkan oleh adanya daya tarik yang beragam dari Matahari dan Bulan terhadap tonjolan khatulistiwa Bumi. Dari sudut pandang Bumi, kutub juga berpindah beberapa meter di sepanjang permukaan.

Gerakan kutub ini memiliki beberapa komponen siklis, yang secara kolektif dikenal dengan gerakan kuasiperiodik. Selain komponen tersebut, terdapat siklus 14 bulanan yang dinamakan gerakan Chandler. Kecepatan rotasi Bumi peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah bervariasi, yang dikenal dengan fenomena variasi panjang hari. [117] Di zaman modern, perihelion Bumi terjadi sekitar tanggal 3 Januari, dan aphelion pada tanggal 4 Juli.

Tanggal ini akan berubah seiring waktu karena proses presesi dan faktor orbital lainnya, yang mengikuti pola siklus yang dikenal dengan siklus Milankovitch. Perubahan jarak antara Bumi dan Matahari menyebabkan meningkatnya energi surya yang mencapai Bumi sebesar 6,9%.

[catatan 15] Karena belahan bumi selatan miring menghadap Matahari ketika Bumi mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari, belahan selatan menerima energi surya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan belahan utara selama setahun. Dampak fenomena ini jauh lebih besar daripada perubahan energi total yang disebabkan oleh kemiringan sumbu, dan sebagian besar kelebihan energi tersebut diserap oleh air dalam jumlah banyak di belahan selatan.

[118] Kelaikhunian Kawah tubrukan meteor, saat ini dipenuhi oleh air, menandai permukaan Bumi. Sebuah planet yang bisa mendukung kehidupan disebut dengan planet laik huni, meskipun kehidupan tersebut tidak berasal dari sana. Bumi memiliki air – lingkungan tempat molekul organik kompleks merakit diri dan berinteraksi, dan memiliki energi yang cukup untuk mempertahankan metabolisme.

[119] Jarak Bumi dari Matahari, eksentrisitas orbit, laju rotasi, kemiringan sumbu, sejarah geologi, atmosfer, dan medan magnet pelindung merupakan faktor-faktor yang bersumbangsih terhadap kondisi iklim di permukaan Bumi saat ini. [120] Biosfer Terumbu karang dan pantai. Kehidupan Bumi secara keseluruhan membentuk biosfer. Biosfer Bumi diperkirakan mulai berevolusi sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. [84] Biosfer terbagi menjadi sejumlah bioma, peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah dihuni oleh hewan dan tumbuhan sejenis.

Di daratan, bioma dibagi menurut perbedaan lintang, ketinggian dari permukaan laut, dan kelembaban. Bioma kebumian membentang di Lingkar Antarktika dan Arktik, di lintang tinggi atau wilayah kering, yang umumnya memiliki tumbuhan dan hewan yang jarang; keanekaragaman spesies mencapai puncaknya di dataran rendah di lintang khatulistiwa.

[121] Evolusi kehidupan Model komputer beberapa DNA. Peristiwa kimia yang sangat energik diperkirakan telah menciptakan sebuah molekul yang mampu mereplika dirinya sendiri sekitar 4 miliar tahun yang lalu. Setengah miliar tahun kemudian, nenek moyang pertama dari semua kehidupan muncul. [122] Proses fotosintesis menyebabkan energi surya bisa dinikmati secara langsung oleh bentuk kehidupan; oksigen yang dihasilkan melalui fotosintesis terkumpul di atmosfer dan membentuk lapisan ozon (bentuk oksigen molekul [O 3]) di atmosfer bagian atas.

[84] Penggabungan sel-sel kecil di dalam sel yang lebih besar menyebabkan perkembangan sel-sel kompleks yang disebut dengan eukariota. [123] Organisme multisel terbentuk sebagai sel di dalam koloni khusus.

Dengan diserapnya radiasi ultraungu berbahaya oleh lapisan ozon, kehidupan berkembang di permukaan Bumi. [124] Bukti awal kehidupan di Bumi adalah grafit berusia 3,7 miliar tahun yang ditemukan di batuan metasedimen di Greenland Barat [125] dan fosil lapisan mikrob berusia 3,48 miliar tahun yang ditemukan di batu pasir di Australia Barat.

[126] [127] Sejak 1960-an, muncul hipotesis yang menitikberatkan peristiwa glasial yang terjadi antara 750 hingga 580 juta tahun yang lalu pada era Neoproterozoikum, ketika sebagian besar permukaan Bumi ditutupi oleh lapisan es. Hipotesis ini disebut dengan " Bumi Bola Salju", dan diperhitungkan karena terjadi sebelum ledakan Kambrium, saat bentuk kehidupan multisel mulai berkembang biak.

[128] Setelah ledakan Kambrium sekitar 535 juta tahun yang lalu, peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah lima peristiwa kepunahan massal besar. [129] Peristiwa terakhir terjadi 66 juta tahun yang lalu, saat hantaman asteroid mengakibatkan kepunahan dinosaurus dan reptil besar lainnya, tetapi beberapa hewan kecil seperti mamalia pengerat berhasil selamat.

Selama 66 juta tahun terakhir, kehidupan mamalia telah mengalami peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah, dan beberapa juta tahun sebelumnya, primata seperti kera Afrika Orrorin tugenensis mulai memiliki kemampuan untuk berdiri tegak.

[130] Hal ini mendorong berkembangnya komunikasi dan memberikan nutrisi dan stimulan yang dibutuhkan bagi otak, yang memicu terjadinya evolusi umat manusia. Berkembangnya pertanian, dan diikuti oleh peradaban, memungkinkan manusia untuk menguasai Bumi dalam waktu singkat karena tidak adanya bentuk kehidupan lain yang mendominasi Bumi. [131] Hal ini turut memengaruhi sifat dan kuantitas bentuk kehidupan lainnya. Sumber daya alam dan pemanfaatan lahan Artikel utama: Sumber daya alam dan Pemanfaatan lahan Perkiraan pemanfaatan lahan oleh manusia, 2000 [132] Pemanfaatan lahan Mha Lahan pertanian 1.510–1.611 Padang rumput 2.500–3.410 Hutan alam 3.143–3.871 Hutan ditanami 126–215 Kawasan perkotaan 66–351 Lahan produktif, tidak dimanfaatkan 356–445 Bumi menyediakan sumber daya yang digunakan oleh manusia untuk tujuan yang bermanfaat.

Beberapa di antaranya adalah sumber daya tak terbarukan, seperti bahan bakar mineral, yang sulit untuk ditambah atau diperbarui dalam waktu singkat. Sebagian besar bahan bakar fosil terkandung dalam kerak Bumi, yang terdiri dari batu bara, minyak bumi, gas alam, dan metana klarat. Sumber daya ini dimanfaatkan oleh manusia untuk memproduksi energi atau sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan-bahan kimia.

Bijih mineral juga terbentuk di dalam kerak Bumi melalui proses genesis bijih, yang disebabkan oleh aktivitas erosi dan tektonik lempeng. [133] Mineral ini menjadi sumber konsentrasi bagi banyak logam dan unsur kimia bernilaiguna lainnya. Biosfer Bumi memproduksi banyak produk-produk biologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, termasuk makanan, kayu, obat-obatan, oksigen, dan pendaurulangan limbah-limbah organik.

Ekosistem darat bergantung pada humus dan air tawar, sedangkan ekosistem laut bergantung pada nutrisi terlarut yang diluruhkan dari darat. [134] Pada tahun 1980, 5.053 Mha lahan di permukaan Bumi terdiri dari hutan dan rimba, 6.788 Mha padang rumput dan lahan peternakan, dan sisanya 1.501 Mha dibudidayakan sebagai lahan pertanian.

[135] Jumlah lahan irigasi pada tahun 1993 diperkirakan 2.481.250 km 2. [14] Manusia juga hidup di darat dengan memanfaatkan bahan bangunan untuk membangun tempat tinggal. Bencana alam dan lingkungan Gunung berapi menyemburkan awan panas ke atmosfer.

Sebagian besar wilayah di permukaan Bumi mengalami cuaca ekstrem seperti siklon tropis, badai, hurikan, atau taifun yang mengancam kehidupan di wilayah tersebut. Dari tahun 1980 sampai 2000, bencana-bencana tersebut telah peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah kematian setidaknya 11.800 jiwa per tahun. [136] Akibat aktivitas Bumi atau tindakan manusia, banyak wilayah di permukaan Bumi yang dilanda oleh gempa bumi, tanah longsor, tsunami, letusan gunung berapi, tornado, badai salju, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan bencana alam lainnya.

Akibat tindakan manusia, wilayah-wilayah tertentu di permukaan Bumi juga kerap mengalami polusi udara atau air, hujan asam dan zat beracun, musnahnya vegetasi ( deforestasi, desertifikasi), kepunahan spesies, degradasi tanah, penipisan tanah, erosi, dan pengenalan spesies invasif.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, konsensus ilmiah saat ini mengaitkan aktivitas manusia dengan pemanasan global akibat emisi karbon dioksida industri.

Fenomena ini diperkirakan akan menyebabkan perubahan seperti mencairnya gletser dan lapisan es, suhu menjadi lebih ekstrem, perubahan cuaca, dan naiknya permukaan laut. [137] Persebaran manusia Bumi di malam hari pada tahun 2000, yang menggabungkan data iluminasi dari DMSP/OLS. Terlihat lampu-lampu kota bersinar di berbagai benua. Kartografi, atau ilmu dan praktik pembuatan peta, serta cabang geografi terapan lainnya, secara historis telah menjadi disiplin ilmu yang bertujuan untuk menggambarkan Bumi.

Survei (penentuan lokasi dan jarak) dan navigasi (penentuan posisi dan arah) berkembang sejalan dengan kartografi dan geografi, yang mampu menyediakan dan mengukur kesesuaian informasi yang diperlukan mengenai Bumi. Penduduk Bumi telah mencapai angka 7 miliar pada tanggal 31 Oktober 2011.

[139] Populasi manusia global diperkirakan akan mencapai 9,2 miliar pada tahun 2050. [140] Pertumbuhan penduduk ini diperkirakan terjadi di negara berkembang. Kepadatan penduduk sangat beragam di seluruh dunia, dengan sebagian besar penduduk dunia berada di Asia. Pada tahun 2020, 60% penduduk dunia diperkirakan tinggal di kawasan perkotaan, bukannya di perdesaan. [141] Dari keseluruhan permukaan Bumi, hanya seperdelapan yang bisa dihuni oleh manusia, sedangkan tiga perempatnya diselimuti oleh lautan, dan selebihnya merupakan wilayah gurun (14%), [142] pegunungan tinggi (27%), [143] dan relief lainnya yang tidak laik huni.

Permukiman permanen paling utara di Bumi adalah Alert di Nunavut, Kanada (82°28′LU). [144] Sedangkan permukiman yang terletak paling selatan adalah Stasiun Kutub Selatan Amundsen-Scott di Antarktika (90°LS). Negara berdaulat merdeka menguasai seluruh permukaan darat Bumi, kecuali beberapa wilayah di Antarktika dan wilayah tanpa klaim Bir Tawil di perbatasan Mesir dan Sudan.

Hingga tahun 2013, terdapat 206 negara berdaulat, termasuk 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, terdapat 59 wilayah dependensi, dan sejumlah wilayah otonom, wilayah yang dipersengketakan, dan entitas lainnya. [14] Sepanjang sejarahnya, Bumi tidak pernah memiliki pemerintahan berdaulat yang memiliki kewenangan atas seluruh dunia, meskipun beberapa negara berupaya untuk mendominasi dunia dan gagal. [145] Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah sebuah organisasi antarpemerintah di seluruh dunia yang bertujuan untuk menjadi penengah dalam persengketaan antarnegara, sehingga terhindar dari konflik bersenjata.

[146] PBB terutama sekali berfungsi sebagai forum bagi diplomasi internasional dan hukum internasional. Ketika konsensus keanggotaan memperbolehkan, maka akan disepakati mekanisme untuk melakukan intervensi militer. [147] Foto pertama Bumi yang dipotret oleh astronaut dari Apollo 8. Manusia pertama yang mengorbit Bumi adalah Yuri Gagarin pada tanggal 12 April 1961. [148] Secara keseluruhan, hingga 30 Juli 2010, sekitar 487 orang telah mengunjungi luar angkasa dan mencapai orbit Bumi, dan dua belas di antaranya telah menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

[149] [150] [151] Keberadaan manusia di luar angkasa hanya terdapat di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Awak stasiun, saat ini berjumlah enam orang, akan diganti setiap enam bulan sekali. [152] Perjalanan terjauh yang dilakukan oleh manusia dari Bumi adalah sejauh 400.171 km, yang ditempuh dalam misi Apollo 13 pada tahun 1970.

[153] Sudut pandang sejarah dan budaya Simbol astronomi standar Bumi berbentuk palang yang dikelilingi oleh sebuah lingkaran.

[154] Tidak seperti planet lainnya di Tata Surya, sebelum abad ke-16, manusia tidak menganggap Bumi sebagai objek bergerak yang mengelilingi Matahari pada orbitnya.

[155] Bumi sering kali diumpamakan sebagai dewa atau dewi. Dalam banyak budaya, dewi semesta juga dilambangkan sebagai dewa kesuburan. Mitos penciptaan dalam sudut pandang berbagai agama menjelaskan bahwa Bumi diciptakan oleh Tuhan atau dewa. Sejumlah agama, terutama kaum fundamental Protestan [156] atau Islam, [157] menyatakan bahwa kisah penciptaan Bumi dan asal usul kehidupan dalam kitab suci adalah kebenaran hakiki dan harus dipertimbangkan untuk menggantikan teori ilmiah.

[158] Pernyataan tersebut ditentang oleh kalangan ilmiah [159] [160] dan oleh kelompok keagamaan lainnya. [161] [162] [163] Perdebatan yang cukup menonjol adalah kontroversi penciptaan evolusi. Pada masa lalu, terdapat anggapan yang meyakini bahwa Bumi itu datar, [164] namun anggapan ini digantikan oleh Bumi bulat, konsep yang diperkenalkan oleh Pythagoras (abad ke-6 SM). [165] Kebudayaan manusia telah mengembangkan berbagai pandangan mengenai Bumi, termasuk perumpamaan sebagai dewa planet, bentuknya yang datar, posisinya sebagai pusat alam semesta, dan Prinsip Gaia pada zaman modern, peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah menyatakan bahwa Bumi adalah organisme tunggal yang mampu mengatur dirinya sendiri.

Kronologi Pembentukan Lukisan mengenai kelahiran Tata Surya. Material paling awal yang ditemukan di Tata Surya berusia 4,5672 ±0,0006 Ga. [166] Dengan demikian, Bumi diperkirakan terbentuk akibat akresi yang terjadi pada masa itu. Sekitar 4,54 ±0,04 miliar tahun yang lalu, [23] Bumi primordial diperkirakan telah terbentuk.

Pembentukan dan evolusi Tata Surya terjadi bersamaan dengan Matahari. Secara teori, nebula surya memisahkan volume awan molekul akibat keruntuhan gravitasi, yang mulai berputar dan berpencar di peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah sirkumstelar, dan kemudian planet-planet terbentuk bersamaan dengan bintang.

Nebula mengandung gas, serat es, dan debu (termasuk nuklida primordial). Menurut teori nebula, planetesimal mulai terbentuk sebagai partikulat akibat penggumpalan kohesif dan gravitasi. Proses pembentukan Bumi primordial terus berlanjut selama 10– 20 Ma kemudian.

[167] Bulan terbentuk tak lama sesudah pembentukan Bumi, sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. [168] Pembentukan Bulan masih diperdebatkan oleh para ilmuwan. Hipotesis yang disepakati menjelaskan bahwa Bulan terbentuk akibat akresi materi yang terlepas dari Bumi setelah objek seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi. [169] Meskipun demikian, hipotesis ini dianggap tidak konsisten. Menurut hipotesis ini, massa Theia adalah 10% dari massa Bumi, [170] yang bertubrukan dengan Bumi dalam tabrakan sekilas, [171] dan sebagian massa Theia menyatu dengan Bumi.

Sekitar 3,8 dan 4,1 miliar tahun yang lalu, hantaman sejumlah besar asteroid menyebabkan perubahan besar pada lingkungan permukaan Bulan yang berlubang-lubang dan lebih besar dari permukaan Bumi. Sejarah geologi Animasi pemisahan Pangaea. Lautan dan atmosfer Bumi terbentuk akibat aktivitas vulkanis dan pelepasan gas, termasuk uap air.

Lautan terbentuk karena proses kondensasi yang dipadukan dengan penambahan es dan air yang dibawa oleh asteroid, protoplanet, dan komet. [172] Menurut hipotesis saat ini, " gas rumah kaca" atmosferik menjaga agar lautan tidak membeku saat Matahari hanya memiliki tingkat luminositas sebesar 70%. [173] 3,5 miliar tahun yang lalu, medan magnet Bumi terbentuk, yang melindungi atmosfer dari serangan angin surya.

[174] Kerak terbentuk saat lapisan luar Bumi yang cair berubah bentuk menjadi padat akibat pendinginan setelah uap air mulai terkumpul di atmosfer. Hipotesis lainnya [175] menjelaskan bahwa massa daratan telah stabil seperti saat ini, [176] atau mengalami pertumbuhan yang cepat [177] pada awal sejarah Bumi, [178] yang diikuti oleh penstabilan wilayah benua dalam jangka panjang.

[179] [180] [181] Benua terbentuk akibat tektonik lempeng, proses yang secara berkelanjutan menyebabkan berkurangnya panas pada interior Bumi. Dalam skala waktu yang berlangsung selama ratusan juta tahun, superbenua telah terbentuk dan terbelah sebanyak tiga kali.

Sekitar 750 juta tahun yang lalu, salah satu superbenua paling awal yang diketahui, Rodinia, mulai terpisah. Benua yang terpisah kemudian membentuk Pannotia (600-540 juta tahun yang lalu) dan Pangaea, yang juga terpecah pada 180 juta tahun yang lalu. [182] Periode zaman es dimulai sekitar 40 juta tahun yang lalu, dan kemudian meluas pada masa Pleistosen sekitar 3 juta tahun yang lalu.

Wilayah yang terletak pada lintang tinggi telah mengalami siklus glasiasi dan pencairan es berkali-kali, yang berulang setiap 40-100.000 tahun. Glasiasi benua terakhir terjadi 10.000 tahun yang lalu [183] Masa depan Artikel utama: Masa depan Bumi Perkiraan mengenai berapa lama lagi Bumi sanggup menopang kehidupan berkisar dari 500 juta tahun hingga 2,3 miliar tahun dari sekarang.

[184] [185] [186] Masa depan Bumi berkaitan erat dengan Matahari. Akibat penumpukan helium di inti Matahari, luminositas total Matahari akan meningkat secara perlahan. Luminositas Matahari akan meningkat sebesar 10% dalam waktu 1,1 miliar tahun ke depan dan 40% dalam waktu 3,5 miliar tahun. [187] Peningkatan radiasi yang mencapai Bumi cenderung memiliki dampak yang mengerikan, termasuk menghilangnya lautan di planet ini.

[188] Meningkatnya suhu di permukaan Bumi akan mempercepat siklus CO 2 anorganik, mengurangi konsentrasi yang akan menyebabkan kematian tanaman di Bumi (10 ppm untuk fotosintesis C4), yang diperkirakan terjadi pada 500-900 juta tahun ke depan. [184] Kurangnya vegetasi akan menyebabkan ketiadaan oksigen di atmosfer, sehingga hewan akan punah dalam beberapa juta tahun lagi.

[189] Miliaran tahun kemudian, semua air di permukaan Bumi akan habis [185] dan suhu global akan mencapai 70 °C ( 158 °F). [189] Bumi diperkirakan efektif untuk peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah dalam waktu 500 juta tahun dari sekarang, [184] namun jangka huni ini mungkin bisa diperpanjang hingga 2,3 miliar tahun jika nitrogen di atmosfer habis.

[186] Bahkan jika Matahari tetap ada dan stabil, 27% air di samudra akan turun ke mantel Bumi dalam waktu satu miliar tahun lagi akibat berkurangnya ventilasi uap di punggung tengah samudra. [190] Siklus hidup Matahari Matahari akan berevolusi menjadi raksasa merah sekitar 5 miliar tahun lagi. Radius Matahari diperkirakan akan lebih luas 250 kali dari radius sekarang, atau sekitar 1 SA (150 juta km). [187] [191] Sedangkan nasib Bumi masih belum jelas. Sebagai raksasa merah, Matahari akan kehilangan massa sekitar 30%.

Akibatnya, tidak ada efek pasang surut, dan orbit Bumi akan berpindah 1,7 SA (250 juta km) dari Matahari saat bintang raksasa tersebut mencapai radius maksimum.

Bumi diperkirakan akan melindungi dirinya dengan cara memperluas atmosfer luarnya. Meskipun demikian, kehidupan di Bumi tetap akan punah akibat meningkatnya tingkat luminositas Matahari (dengan tingkat luminositas 5.000 kali lebih besar dari sekarang).

[187] Penelitian pada tahun 2008 menunjukkan bahwa orbit Bumi akan rusak karena efek pasang surut dan daya tarik Matahari, sehingga Bumi akan memasuki atmosfer Matahari dan menguap akibat panas.

[191] Setelah peristiwa ini terjadi, inti Matahari akan luruh menjadi katai putih dan lapisan luarnya dimuntahkan ke angkasa menjadi nebula planet. Materi Bumi di dalam Matahari akan dilepaskan ke angkasa antarbintang, yang di kemudian hari mungkin akan membentuk planet generasi baru dan benda langit lainnya. Bulan Bulan purnama dilihat dari belahan bumi utara. Bulan adalah satelit mirip planet besar dengan sifat peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah, yang berdiameter sekitar seperempat dari diameter Bumi dan merupakan satelit alami terbesar dalam Tata Surya menurut ukuran relatif planet, meskipun Charon lebih besar untuk ukuran planet katai Pluto.

Satelit alami yang mengorbit planet lainnya juga dinamakan "bulan", sesuai dengan nama satelit Bumi. Daya tarik gravitasi antara Bumi dengan Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut di Bumi, sedangkan Bulan mengalami penguncian pasang surut akibat fenomena yang sama; periode rotasinya sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit Bumi.

Oleh sebab itu, Bulan selalu memperlihatkan sisi yang sama ke Bumi. Karena Bulan mengorbit Bumi, sisi Bulan yang menghadap Bumi disinari oleh Matahari, yang menyebabkan terjadinya fase bulan; sisi Bulan yang gelap tidak menerima cahaya karena terhalang oleh terminator surya. Karena interaksi pasang surut antara Bulan dan Bumi, Bulan surut dari Bumi dengan jarak sekitar 38 mm per tahun. Selama jutaan tahun terakhir, fenomena ini telah menyebabkan perubahan besar pada lama hari di Bumi.

[192] Pada era Devonian (sekitar 410 juta tahun yang lalu), satu hari berlangsung selama 21,8 jam. Selain itu, lama hari di Bumi juga meningkat kurang lebih 23 µs per tahun. [193] Bulan diperkirakan telah memengaruhi perkembangan kehidupan dengan cara memoderasi iklim di Bumi.

Bukti paleontologi dan simulasi komputer menunjukkan bahwa kemiringan sumbu Bumi distabilkan oleh interaksi pasang surut dengan Bulan. [194] Beberapa pakar meyakini bahwa tanpa penstabilan torsi yang dilakukan oleh Matahari dan planet lainnya terhadap tonjolan khatulistiwa Bumi, sumbu rotasi mungkin akan kacau dan tidak stabil selama jutaan tahun, seperti yang terjadi pada Mars.

[195] Jika dilihat dari Bumi, ukuran Bulan tampaknya tidak lebih besar dari ukuran Matahari. Diameter sudut (atau sudut padat) kedua objek ini sama karena perbedaan jarak antara Matahari dan Bulan dari Bumi; meskipun diameter Matahari 400 kali lebih besar dari diameter Bulan, jarak antara keduanya juga 400 kali lebih jauh. [110] Hal ini menyebabkan terjadinya gerhana matahari total dan cincin di Bumi. Teori mengenai asal usul Bulan yang paling diterima secara luas, yakni teori tubrukan besar, menjelaskan bahwa Bulan terbentuk akibat pelepasan materi yang terjadi setelah tubrukan antara protoplanet seukuran Mars bernama Theia dengan Bumi.

Hipotesis ini antara lain menjelaskan bahwa komposisi Bulan hampir identik dengan kerak Bumi karena terdapatnya kandungan besi dan volatil dalam jumlah kecil di Bulan. [196] Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah salah satu satelit buatan yang mengorbit Bumi. Bumi setidaknya memiliki lima asteroid orbital, termasuk 3753 Cruithne dan 2002 AA 29.

[197] [198] Sebuah asteroid troya pendamping bernama 2010 TK 7 menyeimbangkan diri di segitiga Lagrange, L4, pada orbit Bumi mengelilingi Matahari. [199] [200] Hingga tahun 2011, terdapat 931 satelit operasional buatan manusia yang mengorbit Bumi.

[201] Selain itu, terdapat banyak satelit bekas pakai tidak berfungsi dan lebih dari 300.000 kepingan sampah angkasa. Satelit buatan terbesar Bumi adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional. [200] • ^ Oleh Persatuan Astronomi Internasional, istilah terra hanya digunakan untuk menamai benda langit dengan massa luas selain Bumi.

Cf. Blue, Jennifer (2007-07-05). "Descriptor Terms (Feature Types)". Gazetteer of Planetary Nomenclature. USGS. Diakses tanggal 2007-07-05. • ^ Semua penjumlahan astronomi bervariasi, baik sekuler dan periodik. Jumlah yang dinyatakan adalah J2000.0 menurut perhitungan sekuler, yang mengabaikan semua perhitungan periodik. • ^ a b aphelion = a × (1 + e); perihelion = a × (1 – e), dengan a adalah sumbu semimayor dan e adalah eksentrisitas. Perbedaan antara perihelion dan aphelion Bumi adalah 5 kilometer (akurat untuk lima angka signifikan).

• ^ Referensi mencantumkan bujur node menaik adalah −11.26064°, yang setara dengan 348.73936°, dengan catatan setiap sudut sama, ditambah 360°. • ^ Referensi mencantumkan bujur perihelion, penjumlahan dari bujur node menaik dan argumen perihelion, yang besarnya 114.20783° + (−11.26064°) = 102.94719°. • ^ Karena fluktuasi alami, ambiguitas di sekitar lapisan es dan konvensi pemetaan untuk datum vertikal yang menghitung nilai pasti jumkah cakupan lautan dan daratan tidak berarti.

Berdasarkan data dari Peta Vektor dan Global Landcover Diarsipkan 2015-03-26 di Wayback Machine., nilai ekstrem cakupan danau dan sungai adalah 0,6% dan 1,0% dari permukaan Bumi.

Ladang es Antarktika dan Greenland dihitung sebagai daratan, meskipun sebagian besar batuan yang menopang kedua wilayah tersebut terletak di bawah permukaan laut. • ^ Hari matahari lebih pendek dari hari sideris karena pergerakan orbit Bumi mengelilingi Matahari menyebabkan bertambahnya satu putaran planet pada sumbunya. • ^ Bervariasi antara 5 dan 200 km. • ^ Bervariasi antara 5 dan 70 km.

• ^ Termasuk Lempeng Somalia, yang saat ini sedang dalam proses pembentukan dari Lempeng Afrika. Lihat: Chorowicz, Jean (October 2005). "The East African rift system". Journal of African Earth Sciences. 43 (1–3): 379–410. Bibcode: 2005JAfES.43.379C. doi: 10.1016/j.jafrearsci.2005.07.019. • ^ Ini adalah pengukuran yang dilakukan oleh kapal Kaikō pada bulan Maret 1995 dan diyakini merupakan pengukuran paling akurat hingga saat ini.

Lihat Challenger Deep untuk penjelasan yang lebih rinci. • ^ Luas total permukaan Bumi adalah 5,1 ×10 8 km 2. To first approximation, the average depth would be the ratio of the two, or 2.7 km.

• ^ Aoki, sumber utama dari angka-angka ini, menggunakan istilah "detik dari UT1", bukannya "detik dari waktu matahari rata-rata". – Seidelmann, S.; Kinoshita, H.; Guinot, B.; Kaplan, G. H.; McCarthy, D. D.; Seidelmann, P. K. (1982). "The new definition of universal time". Astronomy and Astrophysics.

105 (2): 359–361. Bibcode: 1982A&A.105.359A. • ^ Untuk Bumi, radius Bukit adalah R H = a ( m 3 M ) 1 3 {\displaystyle R_{H}=a\left({\frac {m}{3M}}\right)^{\frac {1}{3}}}dengan m adalah massa Bumi, a adalah Satuan Astronomi (AU), dan M massa Matahari. Jadi, radiusnya dalam AU adalah ( 1 3 ⋅ 332946 ) 1 3 = 0.01 {\displaystyle \left({\frac {1}{3\cdot 332,946}}\right)^{\frac {1}{3}}=0.01}.

• ^ Aphelion adalah 103,4% dari jarak ke perihelion. Karena hukum kuadrat terbalik, radiasi di perihelion adalah sekitar 106,9% energi di aphelion. Referensi • ^ a b Standish, E. Myles; Williams, James C. "Orbital Ephemerides of the Sun, Moon, and Planets" (PDF). International Astronomical Union Commission 4: (Ephemerides). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-10-14. Diakses tanggal 2010-04-03. See table 8.10.2. Calculation based upon 1 AU = 149,597,870,700(3) m.

• ^ a b c d Staff (2007-08-07). "Useful Constants". International Earth Rotation and Reference Systems Service. Diakses tanggal 2008-09-23. • ^ a b c d e f g h i j k l Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama earth_fact_sheet • ^ Allen, Clabon Walter; Cox, Arthur N. (2000). Allen's Astrophysical Quantities. Springer. hlm. 294. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2011-03-13.

• ^ US Space Command (March 1, 2001). "Reentry Assessment – US Space Command Fact Sheet". SpaceRef Interactive. Diakses tanggal 2011-05-07. • ^ Various (2000). David R. Lide, ed. Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-81st). CRC. ISBN 0-8493-0481-4. • ^ "Selected Astronomical Constants, 2011". The Astronomical Almanac. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-26.

Diakses tanggal 2011-02-25. • ^ a b World Geodetic System ( WGS-84). Available online Diarsipkan 2020-03-11 di Wayback Machine. from National Geospatial-Intelligence Agency. • ^ Cazenave, Anny (1995). "Geoid, Topography and Distribution of Landforms". Dalam Ahrens, Thomas J. Global earth physics a handbook of physical constants (PDF). Washington, DC: American Geophysical Union. ISBN 0-87590-851-9.

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2006-10-16. Diakses tanggal 2008-08-03. • ^ IERS Working Groups (2003). "General Definitions and Numerical Standards". Dalam McCarthy, Dennis D.; Petit, Gérard. IERS Technical Note No. 32. U.S. Naval Observatory and Bureau International des Poids et Mesures. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-02-01. Diakses tanggal 2008-08-03. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • ^ Humerfelt, Sigurd (October 26, peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah.

"How WGS 84 defines Earth". Diakses tanggal 2011-04-29. • ^ Keliling Bumi (hampir) tepat 40.000 km karena meter dikalibrasi berdasarkan ketepatannnya pada pengukuran ini – lebih khusus, 1/10 kesejuta dari jarak antara kutub dan khatulistiwa. • ^ a b Pidwirny, Michael (2006-02-02). "Surface area of our planet covered by oceans and continents.(Table 8o-1)".

University of British Columbia, Okanagan. Diakses tanggal 2007-11-26. • ^ a b c d Staff (2008-07-24). "World". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-01-05. Diakses tanggal 2008-08-05. • ^ "Solar System Exploration: Earth: Facts & Figures". NASA. 13 Dec 2012.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 2012-01-22. • ^ Yoder, Charles F. (1995). T. J. Ahrens, ed. Global Earth Physics: A Handbook of Physical Constants. Washington: American Geophysical Union. hlm. 12. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-21. Diakses tanggal 2007-03-17.

• ^ Allen, Clabon Walter; Cox, Arthur N. (2000). Allen's Astrophysical Quantities. Springer. hlm. 296. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2010-08-17. • ^ Arthur N. Cox, ed. (2000). Allen's Astrophysical Quantities (edisi ke-4th). New York: AIP Press. hlm. 244. ISBN 0-387-98746-0.

Diakses tanggal 2010-08-17. • ^ "World: Lowest Temperature". WMO Weather and Climate Extremes Archive. Arizona State University. Diarsipkan dari versi asli peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah 2010-06-16. Diakses tanggal 2010-08-07. • ^ Kinver, Mark (December 10, 2009). "Global average temperature may hit record level in 2010".

BBC Online .

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

Diakses tanggal 2010-04-22. • ^ "World: Highest Temperature". WMO Weather and Climate Extremes Archive. Arizona State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-04. Diakses tanggal 2010-08-07. • ^ National Oceanic & Atmospheric Administration (NOAA) – Earth System Research Laboratory (ESRL), Trends in Carbon Dioxide. • ^ a b Lihat: • Dalrymple, G.B. (1991). The Age of the Earth. California: Stanford University Press. ISBN 0-8047-1569-6. • Newman, William L. (2007-07-09). "Age of the Earth".

Publications Services, USGS. Diakses tanggal 2007-09-20. • Dalrymple, G. Brent (2001). "The age of the Earth in the twentieth century: a problem (mostly) solved".

Geological Society, London, Special Publications. 190 (1): 205–221. Bibcode: 2001GSLSP.190.205D. doi: 10.1144/GSL.SP.2001.190.01.14. Diakses tanggal 2007-09-20. • Stassen, Chris (2005-09-10). "The Age of the Earth". TalkOrigins Archive. Diakses tanggal 2008-12-30. • ^ Harrison, Roy M.; Hester, Ronald E. (2002). Causes and Environmental Implications of Increased UV-B Radiation.

Royal Society of Chemistry. ISBN 0-85404-265-2. • ^ "NOAA – Ocean". Noaa.gov. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-24. Diakses tanggal 2013-05-03. • ^ Yoder, Charles F. (1995). T. J. Ahrens, ed. Global Earth Physics: A Handbook of Physical Constants. Washington: American Geophysical Union. hlm. 8. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-21. Diakses tanggal 2007-03-17. • ^ May, Robert M. (1988). "How many species are there on earth?".

Science. 241 (4872): 1441–1449. Bibcode: 1988Sci.241.1441M. doi: 10.1126/science.241.4872.1441. PMID 17790039. • ^ United States Census Bureau (2 November 2011). "World POP Clock Projection". United States Census Bureau International Database. Diakses tanggal 2011-11-02. • ^ Barnhart, Robert K.

(1995). Originally. from a Semitic (Arabic/Hebrew) root: أرض- aarth-or, ארץ aerets (Hebrew) is the word for land, country and Earth. As per later Germanic roots, the Barnhart Concise Dictionary of Etymology, pages 228–229. HarperCollins. ISBN 0-06-270084-7 • ^ Simek, Rudolf (2007) translated by Angela Hall.

Dictionary of Northern Mythology, page 179. D.S. Brewer ISBN 0-85991-513-1 • ^ Lihat definisi kata "bumi" peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah KBBI. • ^ Stern, David P.

(2001-11-25). "Planetary Magnetism". NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-14. Diakses tanggal 2007-04-01. • ^ Tackley, Paul J. (2000-06-16). "Mantle Convection and Plate Tectonics: Toward an Integrated Physical and Chemical Theory". Science. 288 (5473): 2002–2007. Bibcode: 2000Sci.288.2002T. doi: 10.1126/science.288.5473.2002.

PMID 10856206. • ^ Milbert, D. Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Smith, D. A. "Converting GPS Height into NAVD88 Elevation with the GEOID96 Geoid Height Model". National Geodetic Survey, NOAA. Diakses tanggal 2007-03-07. • ^ a b Sandwell, D. T.; Smith, W. H. F. (2006-07-07). "Exploring the Ocean Basins with Satellite Altimeter Data". NOAA/NGDC. Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ The 'Highest' Spot on Earth? NPR.org Consultado el 25-07-2010 • ^ Mohr, P.

J.; Taylor, B. N. (October 2000). "Unit of length (meter)". NIST Reference on Constants, Units, and Uncertainty. NIST Physics Laboratory. Diakses tanggal 2007-04-23. • ^ Staff (November 2001). "WPA Tournament Table & Equipment Specifications". World Pool-Billiards Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-02-02. Diakses tanggal 2007-03-10. • ^ Senne, Joseph H.

(2000). "Did Edmund Hillary Climb the Wrong Mountain". Professional Surveyor. 20 (5): 16–21. • ^ Sharp, David (2005-03-05). "Chimborazo and the old kilogram".

The Lancet. 365 (9462): 831–832. doi: 10.1016/S0140-6736(05)71021-7.

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

PMID 15752514. • ^ "Tall Tales about Highest Peaks". Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 2008-12-29. • ^ Brown, Geoff C.; Mussett, Alan E. peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. The Inaccessible Earth (edisi ke-2nd). Taylor & Francis. hlm. 166. ISBN 0-04-550028-2. Note: After Ronov and Yaroshevsky (1969). • ^ Morgan, J. W.; Anders, E. (1980). "Chemical composition of Earth, Venus, and Mercury". Proceedings of the National Academy of Sciences.

77 (12): 6973–6977. Bibcode: 1980PNAS.77.6973M. doi: 10.1073/pnas.77.12.6973. PMC 350422. PMID 16592930. • ^ Satu atau lebih kalimat sebelum ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Petrology". Encyclopædia Britannica (edisi ke-11). Cambridge University Press. • ^ Tanimoto, Toshiro (1995). Thomas J. Ahrens, ed. Crustal Structure of the Earth (PDF).

Washington, DC: American Geophysical Union. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2006-10-16.

Diakses tanggal 2007-02-03. • ^ Kerr, Richard A. (2005-09-26). "Earth's Inner Core Is Running a Tad Faster Than the Rest of the Planet". Science. 309 (5739): 1313. doi: 10.1126/science.309.5739.1313a. PMID 16123276. • ^ Jordan, T. H. (1979). "Structural geology of the Earth's interior". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 76 (9): 4192–4200. Bibcode: 1979PNAS.76.4192J.

doi: 10.1073/pnas.76.9.4192. PMC 411539. PMID 16592703. • ^ Robertson, Eugene C. (2001-07-26). "The Interior of the Earth". USGS. Diakses tanggal 2007-03-24. • ^ a b Turcotte, D.

L.; Schubert, G. (2002). "4".

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

Geodynamics (edisi ke-2). Cambridge, England, UK: Cambridge University Press. hlm. 136–137. ISBN 978-0-521-66624-4.

• ^ Sanders, Robert (2003-12-10). "Radioactive potassium may be major heat source in Earth's core". UC Berkeley News. Diakses tanggal 2007-02-28. • ^ "When the Earth mantle finds its core". www.esrf.eu. • ^ Alfè, D.; Gillan, M. J.; Vocadlo, L.; Brodholt, J.; Price, G. D. (2002). "The ab initio simulation of the Earth's core" (PDF). Philosophical Transactions of the Royal Society. 360 (1795): 1227–1244. Bibcode: 2002RSPTA.360.1227A.

doi: 10.1098/rsta.2002.0992. Diakses tanggal 2007-02-28. • ^ Vlaar, N (1994). "Cooling of the Earth in the Archaean: Consequences of pressure-release melting in a hotter mantle" (PDF). Earth and Planetary Science Letters. 121 (1–2): 1. Bibcode: 1994E&PSL.121.1V.

doi: 10.1016/0012-821X(94)90028-0. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-03-19. Diakses tanggal 2014-04-24. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Turcotte, D. L.; Schubert, G. (2002). "4". Geodynamics (edisi ke-2). Cambridge, England, UK: Cambridge University Press. hlm. 137. ISBN 978-0-521-66624-4. • ^ Pollack, Henry N.; Hurter, Suzanne J.; Johnson, Jeffrey R. (August 1993). "Heat flow from the Earth's interior: Analysis of the global data set".

Reviews of Geophysics. 31 (3): 267–280. Bibcode: 1993RvGeo.31.267P. doi: 10.1029/93RG01249. • ^ Richards, M. A.; Duncan, R. A.; Courtillot, V.

E. (1989). "Flood Basalts and Hot-Spot Tracks: Plume Heads and Tails". Science. 246 (4926): 103–107. Bibcode: 1989Sci.246.103R. doi: 10.1126/science.246.4926.103.

PMID 17837768. • ^ Sclater, John G (1981). "Oceans and Continents: Similarities and Differences in the Mechanisms of Heat Loss". Journal of Geophysical Research. 86 peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah 11535. Bibcode: 1981JGR.8611535S.

doi: 10.1029/JB086iB12p11535. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Brown, W. K.; Wohletz, K. H. (2005). "SFT and the Earth's Tectonic Plates". Los Alamos National Laboratory. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-17. Diakses tanggal 2007-03-02. • ^ Kious, W. J.; Tilling, R. I. (1999-05-05). "Understanding plate motions".

USGS. Diakses tanggal 2007-03-02. • ^ Seligman, Courtney (2008). "The Structure of the Terrestrial Planets". Online Astronomy eText Table of Contents. cseligman.com. Diakses tanggal 2008-02-28. • ^ Duennebier, Fred (1999-08-12).

"Pacific Plate Motion". University of Hawaii. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Mueller, R. D.; et al. (2007-03-07).

"Age of the Ocean Floor Poster". NOAA. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Bowring, Samuel A.; Williams, Ian S. (1999). "Priscoan (4.00–4.03 Ga) orthogneisses from northwestern Canada". Contributions to Mineralogy and Petrology. 134 (1): 3. Bibcode: 1999CoMP.134.3B. doi: 10.1007/s004100050465. • ^ Meschede, Martin; Barckhausen, Udo (2000-11-20). "Plate Tectonic Evolution of the Cocos-Nazca Spreading Center". Proceedings of the Ocean Drilling Program. Texas A&M University.

Diakses tanggal 2007-04-02. • ^ Staff. "GPS Time Series". NASA JPL. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-22. Diakses tanggal 2007-04-02. • ^ "CIA – The World Factbook". Cia.gov. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-01-05.

Diakses tanggal 2012-11-02. • ^ Kring, David A. "Terrestrial Impact Cratering and Its Environmental Effects". Lunar and Planetary Laboratory. Diakses tanggal 2007-03-22. • ^ Staff. "Layers of the Earth". Volcano World. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-19. Diakses tanggal 2007-03-11. • ^ Jessey, David. "Weathering and Sedimentary Rocks". Cal Poly Pomona. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-03.

Diakses tanggal 2007-03-20.

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

• ^ de Pater, Imke; Lissauer, Jack J. (2010). Planetary Sciences (edisi ke-2nd). Cambridge University Press. hlm. 154. ISBN 0-521-85371-0. • ^ Wenk, Hans-Rudolf; Bulakh, Andreĭ Glebovich (2004). Minerals: their constitution and origin. Cambridge University Press. hlm. 359. ISBN 0-521-52958-1.

• ^ FAO Staff (1995). FAO Production Yearbook 1994 (edisi ke-Volume 48). Rome, Italy: Food and Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 92-5-003844-5. • ^ Sverdrup, H. U.; Fleming, Richard H. (1942-01-01). The oceans, their physics, chemistry, and general biology.

Scripps Institution of Oceanography Archives. ISBN 0-13-630350-1. Diakses peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah 2008-06-13. • ^ Number of countries • ^ "7,000 m Class Remotely Operated Vehicle KAIKO 7000".

Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC). Diakses tanggal 2008-06-07. • ^ Charette, Matthew A.; Smith, Walter H. F. (June 2010). "The Volume of Earth's Ocean" (PDF). Oceanography. 23 (2): 112–114. doi: 10.5670/oceanog.2010.51. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-11-02.

Diakses tanggal 2013-06-06. • ^ Shiklomanov, Igor A. (1999). "World Water Resources and their use Beginning of the 21st century Prepared in the Framework of IHP UNESCO". State Hydrological Institute, St. Petersburg. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-03.

Diakses tanggal 2006-08-10. • ^ Kennish, Michael J. (2001). Practical handbook of marine science. Marine science series (edisi ke-3rd). CRC Press. hlm. 35. ISBN 0-8493-2391-6. • ^ Mullen, Leslie (2002-06-11). "Salt of the Early Earth". NASA Astrobiology Magazine. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Morris, Ron M. "Oceanic Processes". NASA Astrobiology Magazine.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-15. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Scott, Michon (2006-04-24). "Earth's Big heat Bucket". NASA Earth Observatory. Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ Sample, Sharron (2005-06-21). "Sea Surface Temperature". NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-08. Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ Geerts, B.; Linacre, E.

(November 1997). "The height of the tropopause". Resources in Atmospheric Sciences. University of Wyoming. Diakses tanggal 2006-08-10. • ^ a b c Zimmer, Carl (3 October 2013). "Earth's Oxygen: A Mystery Easy to Take for Granted".

New York Times. Diakses tanggal 3 October 2013. • ^ a b Staff (2003-10-08). "Earth's Atmosphere". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Pidwirny, Michael (2006). "Fundamentals of Physical Geography (2nd Edition)". PhysicalGeography.net. Diakses tanggal peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. • ^ a b Moran, Joseph M.

(2005). "Weather". World Book Online Reference Center. NASA/World Book, Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2005-08-24. Diakses tanggal 2007-03-17. • ^ a b Berger, Wolfgang H. (2002). "The Earth's Climate System". University of California, San Diego. Diakses tanggal 2007-03-24. • ^ Rahmstorf, Stefan (2003).

"The Thermohaline Ocean Circulation". Potsdam Institute for Climate Impact Research. Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ Various (1997-07-21). "The Hydrologic Cycle". University of Illinois. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-27. Diakses tanggal 2007-03-24. • ^ Sadava, David E.; Heller, H. Craig; Orians, Gordon H. (2006). Life, the Science of Biology (edisi ke-8th).

MacMillan. hlm. 1114. ISBN 0-7167-7671-5. • ^ Staff. "Climate Zones". UK Department for Environment, Food and Rural Affairs. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-08-08. Diakses tanggal 2007-03-24. • ^ Staff (2004). "Stratosphere and Weather; Discovery of the Stratosphere". Science Week .

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

Diakses tanggal 2007-03-14. • ^ de Córdoba, S. Sanz Fernández (2004-06-21). "Presentation of the Karman separation line, used as the boundary separating Aeronautics and Astronautics". Fédération Aéronautique Internationale. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-09. Diakses tanggal 2007-04-21. • ^ Liu, S. C.; Donahue, T. M. (1974). "The Aeronomy of Hydrogen in the Atmosphere of the Earth". Journal of Atmospheric Sciences.

31 (4): 1118–1136. Bibcode: 1974JAtS.31.1118L. doi: 10.1175/1520-0469(1974)031<1118:TAOHIT>2.0.CO;2. • ^ Catling, David C.; Zahnle, Kevin J.; McKay, Christopher P. (2001). "Biogenic Methane, Hydrogen Escape, and the Irreversible Oxidation of Early Earth". Science.

293 (5531): 839–843. Bibcode: 2001Sci.293.839C. doi: 10.1126/science.1061976. PMID 11486082. • ^ Abedon, Stephen T. (1997-03-31). "History of Earth". Ohio State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-03-10. Diakses tanggal 2007-03-19. • ^ Hunten, D. M.; Donahue, T. M (1976). "Hydrogen loss from the terrestrial planets". Annual review of earth and planetary sciences. 4 (1): 265–292. Bibcode: 1976AREPS.4.265H.

doi: 10.1146/annurev.ea.04.050176.001405. • ^ Lang, Kenneth R. (2003). The Cambridge guide to the solar system. Cambridge University Press. hlm. 92. ISBN 0-521-81306-9. • ^ Fitzpatrick, Richard (2006-02-16). "MHD dynamo theory". NASA WMAP. Diakses tanggal 2007-02-27. • ^ Campbell, Wallace Hall (2003). Introduction to Geomagnetic Fields. New York: Cambridge University Press. hlm. 57. ISBN 0-521-82206-8. • ^ Stern, David P. (2005-07-08). "Exploration of the Earth's Magnetosphere". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21.

• ^ McCarthy, Dennis D.; Hackman, Christine; Nelson, Robert A. (November 2008). "The Physical Basis of the Leap Second". The Astronomical Journal. 136 (5): 1906–1908. Bibcode: 2008AJ.136.1906M. doi: 10.1088/0004-6256/136/5/1906. • ^ "Leap seconds". Time Service Department, USNO. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-27. Diakses tanggal 2008-09-23. • ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-03-14.

Diakses tanggal 2014-02-26. • ^ Seidelmann, P. Kenneth (1992). Explanatory Supplement to the Astronomical Almanac. Mill Valley, CA: University Science Books. hlm. 48. ISBN 0-935702-68-7. • ^ Staff. "IERS Excess of the duration of the day to 86400s . since 1623". International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-03. Diakses tanggal 2008-09-23. —Graph at end. • ^ Staff. "IERS Variations in the duration of the day 1962–2005".

International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-13. Diakses tanggal 2008-09-23. • ^ Zeilik, M.; Gregory, S. A. (1998). Introductory Astronomy & Astrophysics (edisi ke-4th). Saunders College Publishing.

hlm. 56. ISBN 0-03-006228-4. • ^ a b Williams, David R. (2006-02-10). "Planetary Fact Sheets". NASA. Diakses tanggal 2008-09-28. —See the apparent diameters on the Sun and Moon pages. • ^ Williams, David R. (16 Maret 2017). "Earth Fact Sheet".

NASA/Goddard Space Flight Center. Diakses tanggal 26 Juli 2018. • ^ Williams, David R. (2004-09-01). "Moon Fact Sheet". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Vázquez, M.; Rodríguez, P. Montañés; Palle, E. (2006). "The Earth as an Object of Astrophysical Interest in the Search for Extrasolar Planets" (PDF).

Instituto de Astrofísica de Canarias. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Astrophysicist team (2005-12-01). "Earth's location in the Milky Way". NASA. Diakses tanggal 2008-06-11. • ^ Bromberg, Irv (2008-05-01). "The Lengths of the Seasons (on Earth)". University of Toronto. Diakses tanggal 2008-11-08. • ^ Lin, Haosheng (2006). "Animation of precession of moon orbit". Survey of Astronomy AST110-6. University of Hawaii at Manoa.

Diakses tanggal 2010-09-10. • ^ Fisher, Rick (1996-02-05). "Earth Rotation and Equatorial Coordinates". National Radio Astronomy Observatory. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-22. Diakses tanggal 2007-03-21. • ^ Williams, Jack (2005-12-20). "Earth's tilt creates seasons". USAToday. Diakses tanggal 2007-03-17. • ^ Staff (September 2003). "Astrobiology Roadmap". NASA, Lockheed Martin. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-17.

Diakses tanggal 2007-03-10. • ^ Dole, Stephen H. (1970). Habitable Planets for Man (edisi ke-2nd). American Elsevier Publishing Co. ISBN 0-444-00092-5. Diakses tanggal 2007-03-11. • ^ Hillebrand, Helmut (2004). "On the Generality of the Latitudinal Gradient". American Naturalist. 163 (2): 192–211. doi: 10.1086/381004. PMID 14970922. • ^ Doolittle, W. Ford; Worm, Boris (February 2000). "Uprooting the tree of life" (PDF). Scientific American. 282 (6): 90–95. doi: 10.1038/scientificamerican0200-90.

PMID 10710791. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-01-31. Diakses tanggal 2014-04-24. • ^ Berkner, L. V.; Marshall, L.

C. (1965). "On the Origin and Rise of Oxygen Concentration in peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Earth's Atmosphere". Journal of Atmospheric Sciences. 22 (3): 225–261. Bibcode: 1965JAtS.22.225B. doi: 10.1175/1520-0469(1965)022<0225:OTOARO>2.0.CO;2. • ^ Burton, Kathleen (2002-11-29). "Astrobiologists Find Evidence of Early Life on Land".

NASA. Diakses tanggal 2007-03-05. • ^ Yoko Ohtomo, Takeshi Kakegawa, Akizumi Ishida, Toshiro Nagase, Minik T. Rosing (8 December 2013). "Evidence for biogenic graphite in early Archaean Isua metasedimentary rocks". Nature Geoscience. doi: 10.1038/ngeo2025. Diakses tanggal 9 Dec 2013. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penulis ( link) • ^ Borenstein, Seth (13 November 2013).

"Oldest fossil found: Meet your microbial mom". AP News. Diakses tanggal 15 November 2013. • ^ Noffke, Nora; Christian, Daniel; Wacey, David; Hazen, Robert M. (8 November 2013). "Microbially Induced Sedimentary Structures Recording an Ancient Ecosystem in the ca. 3.48 Billion-Year-Old Dresser Formation, Pilbara, Western Australia". Astrobiology (jurnal). doi: 10.1089/ast.2013.1030. Diakses tanggal 15 November 2013.

• ^ Kirschvink, J. L. (1992). Schopf, J.W.; Klein, C. and Des Maris, D, ed. Late Proterozoic low-latitude global glaciation: the Snowball Earth. The Proterozoic Biosphere: A Multidisciplinary Study.

Cambridge University Press. hlm. 51–52. ISBN 0-521-36615-1. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • ^ Raup, D. M.; Sepkoski Jr, J. J. (1982).

"Mass Extinctions in the Marine Fossil Record". Science. 215 (4539): 1501–1503. Bibcode: 1982Sci.215.1501R. doi: 10.1126/science.215.4539.1501. PMID 17788674. • ^ Gould, Stephan J. (October 1994). "The Evolution of Life on Earth". Scientific American. 271 (4): 84–91. doi: 10.1038/scientificamerican1094-84. PMID 7939569. Diakses tanggal 2007-03-05. • ^ Wilkinson, B. H.; McElroy, B.

J. (2007). "The impact of humans on continental erosion and sedimentation". Bulletin of the Geological Society of America. 119 (1–2): 140–156. Bibcode: 2007GSAB.119.140W. doi: peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. Diakses tanggal 2007-04-22. • ^ Lambina, Eric F.; Meyfroidt, Patrick (March 1, 2011). "Global land use change, economic globalization, and the looming land scarcity" (PDF).

Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. National Academy of Sciences. 108 (9): 3465–3472. Bibcode: 2011PNAS.108.3465L. doi: 10.1073/pnas.1100480108. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-09-03. Diakses tanggal 2013-04-2013. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) See Table 1. • ^ Staff (2006-11-24). "Mineral Genesis: How do minerals form?". Non-vertebrate Paleontology Laboratory, Texas Memorial Museum.

Diakses tanggal 2007-04-01. • ^ Rona, Peter A. (2003). "Resources of the Sea Floor". Science. 299 (5607): 673–674. doi: 10.1126/science.1080679.

PMID 12560541. Diakses tanggal 2007-02-04. • ^ Turner, B. L., II (1990). The Earth As Transformed by Human Action: Global And Regional Changes in the Biosphere Over the Past 300 Years. CUP Archive. hlm. 164. ISBN 0521363578. • ^ Walsh, Patrick J. (1997-05-16). Sharon L. Smith, Lora E. Fleming, ed. Oceans and human health: risks and remedies from the seas. Academic Press, 2008. hlm. 212. ISBN 0-12-372584-4. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • ^ Staff (2007-02-02).

"Evidence is now 'unequivocal' that humans are causing global warming – UN report". United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-21. Diakses tanggal 2007-03-07. • ^ World, National Geographic – Xpeditions Atlas. 2006. Washington, DC: National Geographic Society. • ^ "Various '7 billionth' babies celebrated worldwide".

Diakses tanggal 2011-10-31. • ^ Staff. "World Population Prospects: The 2006 Revision". United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-09-05. Diakses tanggal 2007-03-07. • ^ Staff (2007). "Human Population: Fundamentals of Growth: Growth". Population Reference Bureau. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-10.

Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Peel, M. C.; Finlayson, B. L.; McMahon, T. A. (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences Discussions. 4 (2): 439–473. doi: 10.5194/hessd-4-439-2007. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Staff. "Themes & Issues". Secretariat of the Convention on Biological Diversity.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-04-07. Diakses tanggal 2007-03-29. • ^ Staff (2006-08-15). "Canadian Forces Station (CFS) Alert". Information Management Group. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Kennedy, Paul (1989). The Rise and Fall of the Great Powers (edisi ke-1st).

Vintage. ISBN 0-679-72019-7. • ^ peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. Charter Index". United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-20. Diakses tanggal 2008-12-23. • ^ Staff. "International Law". United Nations. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-31. Diakses tanggal 2007-03-27.

• ^ Kuhn, Betsy (2006). The race for space: the United States and the Soviet Union compete for the new frontier. Twenty-First Century Books. hlm. 34. ISBN 0-8225-5984-6. • ^ Ellis, Lee (2004). Who's who of NASA Astronauts. Americana Group Publishing. ISBN 0-9667961-4-4. • ^ Shayler, David; Vis, Bert (2005). Russia's Cosmonauts: Inside the Yuri Gagarin Training Center.

Birkhäuser. ISBN 0-387-21894-7. • ^ Wade, Mark (2008-06-30). "Astronaut Statistics". Encyclopedia Astronautica. Diakses tanggal 2008-12-23. • ^ "Reference Guide to the International Space Station". NASA. 2007-01-16. Diakses tanggal 2008-12-23. • ^ Cramb, Auslan (2007-10-28). "Nasa's Discovery extends space station". Telegraph. Diakses tanggal 2009-03-23. • ^ Liungman, Carl G. (2004). "Group 29: Multi-axes symmetric, both soft and straight-lined, closed signs with crossing lines".

Symbols – Encyclopedia of Western Signs and Ideograms. New York: Ionfox AB. hlm. 281–282. ISBN 91-972705-0-4. • ^ Arnett, Bill (July 16, 2006). "Earth". The Nine Planets, A Multimedia Tour of the Solar System: one star, eight planets, and more.

Diakses tanggal 2010-03-09. • ^ Dutch, S. I. (2002). "Religion as belief versus religion as fact" (PDF). Journal of Geoscience Education. 50 (2): 137–144. Diakses tanggal 2008-04-28. • ^ Edis, Taner (2003). A World Designed by God: Science and Creationism in Contemporary Islam (PDF). Amherst: Prometheus. ISBN 1-59102-064-6. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-05-27. Diakses tanggal 2008-04-28. • ^ Ross, M. R. (2005). "Who Believes What? Clearing up Confusion over Intelligent Design and Young-Earth Creationism" (PDF).

Journal of Geoscience Education. 53 (3): 319. Diakses tanggal 2008-04-28. • ^ Pennock, R. T. (2003). "Creationism and intelligent design". Annual Review of Genomics Human Genetics. 4 (1): 143–63. doi: 10.1146/annurev.genom.4.070802.110400.

PMID 14527300. • ^ National Academy of Sciences, Institute of Medicine (2008). Science, Evolution, and Creationism. Washington, D.C: National Academies Press. ISBN 0-309-10586-2. Diakses tanggal 2011-03-13.

• ^ Colburn, A.; Henriques, Laura (2006). "Clergy views on evolution, creationism, science, and religion". Journal of Research in Science Teaching. 43 (4): 419–442. Bibcode: 2006JRScT.43.419C. doi: 10.1002/tea.20109. • ^ Frye, Roland Mushat (1983).

Is God a Creationist? The Religious Case Against Creation-Science. Scribner's. ISBN 0-684-17993-8. • ^ Gould, S. J. (1997). "Nonoverlapping magisteria" (PDF). Natural History. 106 (2): 16–22. Diakses tanggal 2008-04-28. • ^ Russell, Jeffrey B. "The Myth of the Flat Earth". American Scientific Affiliation. Diakses tanggal 2007-03-14. ; but see also Cosmas Indicopleustes. • ^ Jacobs, James Q. (1998-02-01). "Archaeogeodesy, a Key to Prehistory". Diakses peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah 2007-04-21.

• ^ Bowring, S.; Housh, T. (1995). "The Earth's early evolution". Science. 269 (5230): 1535–40. Bibcode: 1995Sci.269.1535B. doi: 10.1126/science.7667634. PMID 7667634. • ^ Yin, Qingzhu; Jacobsen, S. B.; Yamashita, K.; Blichert-Toft, J.; Télouk, P.; Albarède, F. (2002). "A short timescale for terrestrial planet formation from Hf-W chronometry of meteorites". Nature. 418 (6901): 949–952. Bibcode: 2002Natur.418.949Y. doi: 10.1038/nature00995. PMID 12198540. • ^ Kleine, Thorsten; Palme, Herbert; Mezger, Klaus; Halliday, Alex N.

(2005-11-24). "Hf-W Chronometry of Lunar Metals and the Age and Early Differentiation of the Moon". Science. 310 (5754): 1671–1674. Bibcode: 2005Sci.310.1671K. doi: 10.1126/science.1118842. PMID 16308422. • ^ Reilly, Michael (October 22, 2009).

"Controversial Moon Origin Theory Rewrites History". Diarsipkan dari versi asli tanggal peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. Diakses tanggal 2010-01-30. • ^ Canup, R. M.; Asphaug, E. (Fall Meeting 2001).

"An impact origin of the Earth-Moon system". Abstract #U51A-02. American Geophysical Union. Bibcode: 2001AGUFM.U51A.02C. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Canup, R.; Asphaug, E. (2001). "Origin of the Moon in a giant impact near the end of the Earth's formation". Nature. 412 (6848): 708–712. Bibcode: 2001Natur.412.708C. doi: 10.1038/35089010. PMID 11507633. • ^ Morbidelli, A.; et al. (2000). "Source regions and time scales for the delivery of water to Earth". Meteoritics & Planetary Science.

35 (6): 1309–1320. Bibcode: 2000M&PS.35.1309M. doi: 10.1111/j.1945-5100.2000.tb01518.x. • ^ Guinan, E. F.; Ribas, I. "Our Changing Sun: The Role of Solar Nuclear Evolution and Magnetic Activity on Earth's Atmosphere and Climate". Dalam Benjamin Montesinos, Alvaro Gimenez and Edward F. Guinan. ASP Conference Proceedings: The Evolving Sun and its Influence on Planetary Environments. San Francisco: Astronomical Society of the Pacific. Bibcode: 2002ASPC.269.85G. ISBN 1-58381-109-5.

• ^ Staff (March 4, 2010). "Oldest measurement of Earth's magnetic field reveals battle between Sun and Earth for our atmosphere". Physorg.news. Diakses tanggal 2010-03-27. • ^ Rogers, John James William; Santosh, M. (2004). Continents and Supercontinents. Oxford University Press US.

hlm. 48. ISBN 0-19-516589-6. • ^ Hurley, P. M.; Rand, J. R. (1969). "Pre-drift continental nuclei". Science. 164 (3885): 1229–1242. Bibcode: 1969Sci.164.1229H. doi: 10.1126/science.164.3885.1229. PMID 17772560. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ De Smet, J.; Van Den Berg, A.P.; Vlaar, N.J. (2000). "Early formation and long-term stability of continents resulting from decompression melting in a convecting mantle".

Tectonophysics. 322 (1–2): 19. Bibcode: 2000Tectp.322.19D. doi: 10.1016/S0040-1951(00)00055-X. • ^ Armstrong, R. L. (1968). "A model for the evolution of strontium and lead isotopes in a dynamic earth". Reviews of Geophysics. 6 (2): 175–199. Bibcode: 1968RvGSP.6.175A. doi: 10.1029/RG006i002p00175. • ^ Harrison, T.; et al. (December 2005). "Heterogeneous Hadean hafnium: evidence of continental crust at 4.4 to 4.5 ga".

Science. 310 (5756): 1947–50. Bibcode: 2005Sci.310.1947H. doi: 10.1126/science.1117926. PMID 16293721. • ^ Hong, D.; Zhang, Jisheng; Wang, Tao; Wang, Shiguang; Xie, Xilin (2004). "Continental crustal growth and the supercontinental cycle: evidence from the Central Asian Orogenic Belt". Journal of Asian Earth Sciences. 23 (5): 799. Bibcode: 2004JAESc.23.799H.

doi: 10.1016/S1367-9120(03)00134-2. • ^ Armstrong, R. L. (1991). "The persistent myth of crustal growth". Australian Journal of Earth Sciences. 38 (5): 613–630. Bibcode: 1991AuJES.38.613A.

doi: 10.1080/08120099108727995. • ^ Murphy, J. B.; Nance, R. D. (1965). "How do supercontinents assemble?". American Scientist. 92 (4): 324–33. doi: 10.1511/2004.4.324. Diakses tanggal 2007-03-05. • ^ Staff. peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah – The Study of Ancient Climates".

Page Paleontology Science Center. Diakses tanggal 2007-03-02. • ^ a b c Britt, Robert (2000-02-25). "Freeze, Fry or Dry: How Long Has the Earth Got?". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-06-05. Diakses tanggal 2014-02-25. • ^ a b Carrington, Damian (2000-02-21). "Date set for desert Earth". BBC News. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ a b Li, King-Fai; Pahlevan, Kaveh; Kirschvink, Joseph L.; Yung, Yuk L. (2009). "Atmospheric pressure as a natural climate regulator for a terrestrial planet with a biosphere" (PDF).

Proceedings of the National Academy of Sciences. 106 (24): 9576–9579. Bibcode: 2009PNAS.106.9576L. doi: 10.1073/pnas.0809436106.

PMC 2701016. PMID 19487662. Diakses tanggal 2009-07-19. • ^ a b c Sackmann, I.-J.; Boothroyd, A. I.; Kraemer, K. E. (1993). "Our Sun. III. Present and Future". Astrophysical Journal. 418: 457–468. Bibcode: 1993ApJ.418.457S. doi: 10.1086/173407. • ^ Kasting, J.F. (1988). "Runaway and Moist Greenhouse Atmospheres and the Evolution of Earth and Venus". Icarus. 74 (3): 472–494. Bibcode: 1988Icar.74.472K. doi: 10.1016/0019-1035(88)90116-9. PMID 11538226.

• ^ a b Ward, Peter D.; Brownlee, Donald (2002). The Life and Death of Planet Earth: How the New Science of Astrobiology Charts the Ultimate Fate of Our World.

New York: Times Books, Henry Holt and Company. ISBN 0-8050-6781-7. • ^ Bounama, Christine; Franck, S.; Von Bloh, W. (2001). "The fate of Earth's ocean" (PDF). Hydrology and Earth System Sciences. Germany: Potsdam Institute for Climate Impact Research. 5 (4): 569–575.

Bibcode: 2001HESS.5.569B. doi: 10.5194/hess-5-569-2001. Diakses tanggal 2009-07-03. • ^ a b Schröder, K.-P.; Connon Smith, Robert (2008). "Distant future of the Sun and Earth revisited". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 386 (1): 155. arXiv: 0801.4031. Bibcode: 2008MNRAS.386.155S. doi: 10.1111/j.1365-2966.2008.13022.x. See also Palmer, Jason (2008-02-22). "Hope dims that Earth will survive Sun's death". NewScientist.com news service.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-03-17. Diakses tanggal 2008-03-24. • ^ Espenak, F.; Meeus, J. (2007-02-07). "Secular acceleration of the Moon".

NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-05. Diakses tanggal 2007-04-20. • ^ Poropudas, Hannu K. J. (1991-12-16). "Using Coral as a Clock".

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

Skeptic Tank. Diakses tanggal 2007-04-20. • ^ Laskar, J.; et al. (2004). "A long-term numerical solution for the insolation quantities of the Earth". Astronomy and Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. 428 (1): 261–285. Bibcode: 2004A&A.428.261L. doi: 10.1051/0004-6361:20041335. • ^ Murray, N.; Holman, M. (2001). "The role of chaotic resonances in the solar system". Nature.

410 (6830): 773–779. arXiv: astro-ph/0111602. doi: 10.1038/35071000. PMID 11298438. • ^ Canup, R.; Asphaug, E. (2001). "Origin of the Moon in a giant impact near the end of the Earth's formation". Nature. 412 (6848): 708–712. Bibcode: 2001Natur.412.708C. doi: 10.1038/35089010. PMID 11507633. • ^ Whitehouse, David (2002-10-21).

"Earth's little brother found". BBC News. Diakses tanggal 2007-03-31. • ^ Christou, Apostolos A.; Asher, David J. (March peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah, 2011). "A long-lived horseshoe companion to the Earth". arΧiv: 1104.0036 [astro-ph.EP].

See table 2, p. 5. • ^ Connors, Martin; Wiegert, Paul; Veillet, Christian (July 27, 2011). "Earth's Trojan asteroid". Nature. 475 (7357): 481–483. Bibcode: 2011Natur.475.481C. doi: 10.1038/nature10233. PMID 21796207. Diakses tanggal 2011-07-27. • ^ a b Choi, Charles Q.

(July 27, 2011). "First Asteroid Companion of Earth Discovered at Last". Space.com. Diakses tanggal 2011-07-27. • ^ "UCS Satellite Database". Nuclear Weapons & Global Security.

Union of Concerned Scientists. January 31, 2011. Diakses tanggal 2011-05-12. Kesalahan pengutipan: Tag dengan nama "blueplanet" yang didefinisikan di tidak digunakan pada teks sebelumnya. Bacaan lanjutan • Comins, Neil F. (2001). Discovering the Essential Universe (edisi ke-2nd). W. H. Freeman. Bibcode: 2003deu.book.C.

ISBN 0-7167-5804-0. Pranala luar Cari tahu mengenai Bumi pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku • Earth – Profile Diarsipkan 2013-05-11 di Wayback Machine. – Solar System Exploration – NASA. • Earth – Temperature and Precipitation Extremes Diarsipkan 2012-05-25 di Archive.is – NCDC. • Earth – Climate Changes Cause Shape to Change – NASA.

• Earth – Geomagnetism Program – USGS. • Earth – Astronaut Photography Gateway Diarsipkan 2009-04-30 di Wayback Machine. – NASA. • Earth – Observatory – NASA. • Earth – Audio (29:28) – Cain/Gay – Astronomy Cast (2007). • Earth – Videos – International Space Station: • Video (01:02) – Earth (Time-Lapse). • Video (00:27) – Earth and Aurora (Time-Lapse). • Bumi • Bulan • Satelit Bumi lainnya • Mars • Fobos • Deimos • Jupiter • Ganimede • Kalisto • Io • Europa • 79 satelit • Saturnus • Titan • Rhea • Iapetus • Dione • Tethys • Enceladus • Mimas • Hyperion • Phoebe • 82 satelit • Uranus • Titania • Oberon • Umbriel • Ariel • Miranda • 27 satelit • Neptunus • Triton • Proteus • Nereid • 14 satelit • Pluto • Charon • Nix • Hydra • Kerberos • Styx • Eris • Dysnomia • Haumea • Hiʻiaka • Namaka • Makemake • S/2015 (136472) 1 Penjelajahan ( Garis besar) • Kolonisasi • Penemuan • astronomi • model historis • garis waktu • Misi antariksa berawak • stasiun luar angkasa • daftar • Prob antariksa • garis waktu • daftar • Merkurius • Venus • Bulan • penambangan • Mars • Ceres • Asteroid • penambangan • Komet • Jupiter • Saturnus • Uranus • Neptunus • Pluto • Antariksa dalam Objek hipotetis • Komet • Damokloid • Meteoroid • Planet minor • Nama dan arti • bulan • Planetisimal • Pelintas Merkurius • Pelintas Venus • Troya Venus • Objek dekat Bumi • Pelintas Bumi • Troya Bumi • Pelintas Mars • Troya Mars • Sabuk asteroid • Asteroid • Ceres • Pallas • Juno • Vesta • aktif • 1.000 pertama • keluarga • istimewa • Celah Kirkwood • Pelintas Jupiter • Troya Jupiter • Centaur • Pelintas Saturnus • Pelintas Uranus • Troya Uranus • Pelintas Neptunus • Troya Neptunus • Objek cis-Neptunus • Objek trans-Neptunus • Sabuk Kuiper • Cubewano • Plutino • Objek terlepaskan • Awan Hills • Awan Oort • Sednoid Pembentukan dan evolusi • Garis besar Tata Surya • Portal Tata Surya • Portal Astronomi • Portal Ilmu bumi Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta Setiap panah ( →) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".

Bumi → Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta Setiap panah ( →) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari". Terkait Kategori tersembunyi: • Templat webarchive tautan wayback • Halaman dengan kesalahan referensi • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list • Artikel Wikipedia yang memuat kutipan dari Encyclopaedia Britannica 1911 • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penulis • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting • Galat CS1: tanggal • Halaman yang menggunakan pranala magis Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Articles with redirect hatnotes needing review • Artikel dengan parameter tanggal yang tidak valid pada templat • All articles containing potentially dated statements • Templat webarchive tautan archiveis • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Artikel Wikipedia dengan penanda WorldCat-VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Artikel pilihan • Semua artikel pilihan • Halaman ini terakhir diubah pada 23 April 2022, pukul 11.53.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Soal dan jawaban bab bumi, bulan, dan matahari.

Semua orang tahu, jika kita tinggal di bumi yang merupakan salah satu planet terindah di jagad raya ini. Sebagai planet yang dapat dihuni, bumi tidak sendirian. Untuk mendukung keberlangsungan bumi ada yang namanya bulan dan matahari. Kedua komponen tersebut sangat mempengaruhi segala aktivitas kehidupan di planet bumi. Lantas apa hubungan antara bumi, bulan, dan matahari? Untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang bumi, bulan, dan matahari, kali ini kami akan membagikan latihan soal bab bumi, bulan, dan matahari.

Jika anda menginginkan materi yang lebih lengkap lagi, anda dapat mempelajari mata pelajaran IPA SD/ SMP dan IPA SMP/MTs. Beberapa materi pokok yang menjadi dasar dalam penyusunan soal ini antara lain : 1) matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya, 2) peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bulan. Soal Bab Bumi, Bulan, dan Matahari dan Kunci Jawaban Soal tentang bumi, bulan, dan matahari ini terdiri dari dua jenis soal, yaitu soal pilihan ganda (pilhan) dan soal essay.

Jumlah soal yang kami sediakan seluruhnya yaitu 40 soal, tentu saja dengan kunci jawaban. Kunci jawaban soal dan pembahasan soal bumi, bulan, dan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah dapat anda lihat pada akhir soal. Akan tetapi, walaupun sudah ada kunci jawaban dan pembahasan kami tetap mengharap pembaca tetap teliti dalam mengerjakan latihan soal ini. Tanpa panjang lebar, berikut ini latihan soal IPA bab bumi, bulan, dan matahari dan jawaban.

Soal Pilihan Ganda 1. Ketika musim semi di belahan bumi utara, maka mengalami . a. Pepohonan mulai tumbuh daun b. Daun-daun berguguran c. Panas yang sangat terik d. Turun salju 2.

Pada bulan Juni, kutub selatan bumi berjauhan dengan matahari, hal tersebut mengakibatkan di kutub selatan terjadi . a. Musim gugur b. Musim dingin c. Musim panas d. Musim semi 3. Terjadinya gerhana bulan yaitu karena . a. Cahaya bulan redup b. Cahaya matahari ke bumi terhalang bulan c. Cahaya matahari ke bulan terhalang bumi d. Cahaya matahari redup 4. Daerah gelap yang dilalui inti bayangan bumi ketika saat gerhana bulan terjadi dinamakan .

a. Tumbra b. Sumbra c. Penumbra d. Umbra 5. Peristiwa ketika cahaya matahari tertutup oleh bulan dinamakan . a. Gerhana total b. Gerhana matahari c. Gerhana planet d. Gerhana bulan 6. Bagian bumi yang paling banyak memperolah sinar matahari yaitu . a. Daerah pantai b. Daerah kutub c. Daerah katulistiwa d. Daerah pegunungan 7. Terjadinya siang dan malam dikarenakan . a. Bulan yang berputar b. Matahari yang terbit c. Matahari yang berubah tempat d.

Bumi yang berputar 8. Perputaran bumi mengelilingi matahari dinamakan . a. Revolusi bumi b. Jalan bumi c. Orbit bumi d. Rotasi bumi 9. Pada bulan Juni, kutub selatan berjauhan dengan matahari, dan kutub utara bumi berdekatan pada matahari, hal ini mengakibatkan di kutub utara terjadi . a. Musim panas b. Musim kemarau c. Musim dingin d. Musim hujan 10. Bumi berputar pada porosnya sepanjang siang dan malam yaitu selama . a. 24 jam b. 30 hari c. 12 jam d.

365 ¼ hari 11. Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di garis katulistiwa, oleh karena itu Indonesia mendapat . a. Jarang mendapat sinar matahari b. Sinar matahari satu musim saja c. Sinar matahari sepanjang tahun d. Sinar matahari di saat kemarau saja 12. Tahun hijriah dinamakan juga dengan . a. Tahun Sama’iyah b. Tahun Masehi c. Tahun Syamsiyah d. Tahun Qomariyah 13. Di bawah ini yang tidak termasuk gerakan-gerakan yang dimiliki oleh bulan yaitu .

a. Berputar mengelilingi matahari b. Berputar mengeliling bumi c. Berputar pada porosnya d. Berputar mengelilingi Mars 14. Tahun yang di dalamnya terdapat penambahan satu hari pada bulan februari menjadi 29 hari disebut tahun. a. Kabisat b. Masehi c. Hijriah d. Saka 15. Tahun yang perhitungannya menggunakan patokan lama waktu bulan mengeliling matahari yaitu . a. Tahun nasional b.

Tahun kabisat c. Tahun hijriah d. Tahun masehi 16. Di bawah ini yang tidak termasuk nama-nama bulan pada kalender masehi yaitu . a. Desember b. Maret c. Januari d. Syawal 17. Nama bulan yang pertama dalam kalender hijriah yaitu . a. Syawal b. Muharom c. Januari d. Februari 18. Pada kalender hijriah, jumlah hari adalah . a. 354 hari b. 366 hari c. 365 hari d.

356 hari 19. Waktu revolusi dan rotasi bulan yang terjadi bersamaan akan mengakibatkan . a. Permukaan bulan yang nampak dari bumi berubah-ubah b. Permukaan bulan tidak terlihat c. Permukaan bulan yang nampak di bumi selalu sama d. Permukaan bulan mengalami gerhana 20. Pergantian tahun terjadi karenan disebabkan oleh .

a. Pergantian musim b. Revolusi bumi c. Rotasi bumi d. Siang dan malam 21. Rata-rata waktu lama Bulan mengelilingi bumi yaitu . a. 366 hari b. 21 hari c. 30 hari d. 365 ¼ hari 22. Revolusi bumi akan mengakibatkan bumi bagian utara dan selatan mengalami . a. 5 musim b. 3 musim c. 2 musim d.

4 musim 23. Di bawah ini merupakan peristiwa yang disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya. . a. Terjadinya gerhana matahari b. Terjadinya siang malam c. Terjadinya angin topan d. Terjadinya musim hujan dan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah kemarau 24.

Bulan mengelilingi bumi dan juga mengelilingi . a. Mars b. Matahari c. Planet d. Bintang 25. Perhitungan tahun pada kalender masehi menggunakan . a. Lama waktu bulan berputar mengelilingi matahari b. Lama waktu bumi berputar mengeliling matahari c. Lama waktu bumi berputar pada porosnya d. Lama waktu bulan berputar pada porosnya 26. Kita melihat matahari bergerak seolah-olah dari timur ke barat. Maka dari itu, kita sering menyebut matahari terbit di timur dan tenggelam di barat.

Hal tersebut terjadi karena . a. Bumi berotasi dari barat ke timur b. Matahari mengelilingi bumi c. Matahari bergerak lebih cepat dari bumi d. Kala rotasi bumi lebih singkat 27. Alasan matahari digolongkan sebagai bintang yaitu. a. Menjadi pusat sistem tata surya b.

Menghasilan cahaya sendiri c. Ukurannya sangat besar d. Memiliki sinar yang menyilaukan 28. Di bawah ini yang bukan merupakan lapisan pada matahari yaitu . a. Lapisan fotosfer b. Lapisan radiatif c. Lapisan ionosfer d.

Lapisan kromosfer 29. Apabila waktu Jakarta (105 derajat BT) memperlihatkan pukul 24.00, maka waktu di San Fransisco (120 derajat BB) yaitu pukul . a. 17.00 b. 09.00 c. 01.00 d. 15.00 30. Jika GMT menunjukkan pukul 8, maka waktu di kota A (di 120 derajat BT) menunjukkan pukul . a. 21.00 b. 18.00 c. 16.00 d. peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Soal Essay 1.

Jelaskan 3 gerakan bulan! 2. Sebutkan macam-macam gerhana matahari! 3. Jelaskan tentang terjadinya siang dan malam! 4. Jelaskan perbedaan antara rotasi dan revolusi bumi? 5. Sebutkan akibat adanya rotasi dan revolusi bumi! peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. Sebutkan 4 musim yang terjadi di belahan bumi utara dan selatan!

7. Sebutkan 5 fase bulan! 8. Sebutkan penyebab terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan! 9. Jelaskan tentang terjadinya gerak semu harian matahari 10. Terjadinya pembelokan arah angin karena adanya rotasi bumi. Kunci Jawaban Soal Bumi, Bulan dan Matahari Jawaban Soal Pilihan Ganda 1 A 7 D 13 D 19 A 25 B 2 B 8 A 14 A 20 B 26 A 3 C 9 A 15 C 21 C 27 B 4 D 10 A 16 D 22 D 28 C 5 B 11 C 17 B 23 B 29 B 6 C 12 D 18 A 24 B 30 C Jawaban Soal Essay 1.

1) Bulan berevolusi terhadap bumi, artinya bulan beredar mengelilingi bumi. 2) Bulan berotasi, artinya bulang berputar pada porosnya. 3) Bulan bersama bumi berevolusi terhadap matahari, artinya bulan bersama bumi beredar mengelilingi matahari. 2. Macam-macam gerhana matahari : Gerhana matahari total, Gerhana matahari sebagian, Gerhana matahari cincin 3. Ketika berotasi ada bagian bumi yang menghadap matahari dan ada yang membelakangi matahari.

Bagian bumi yang menghadap matahari menjadi terang (siang), dan yang membelakangi matahari menjadi gelap (malam). 4. Perbedaan rotasi dan revolusi bumi yaitu : Rotasi bumi merupakan perputaran bumi pada titik porosnya. Revolusi bumi yaitu perputaran bumi mengelilingi matahari. 5. Beberapa hal yang diakibatkan karena adanya rotasi bumi : Terjadinya siang dan malam, Terjadinya gerak semu harian matahari, Terjadinya perubahan angin, Terjadinya perubahan waktu, Terjadinya perubahan ketebalan atsmosfer.

Sedangkan akibat adanya revolusi bumi yaitu : adanya gerak semu tahunan matahari, terjadinya pergantian tahun, adanya perbedaan waktu siang dan malam, adanya perubahan rasi bintang, perbedaan dan perubahan musim, 6.

Musim dingin, Musim semi, Musim gugur, Musim panas 7. Lima fase bulan antara lain : 1) Bulan baru, 2) Bulan sabit, 3) Bulan separuh, 4) Bulan oval, 5) Bulan Purnama 8. Gerhana bulan terjadi karena cahaya matahari ke bulan terhalang oleh posisi bumi yang terletak sejajar dengan posisi bulan dan matahari.

Sehingga bulan tidak dapat memantulkan cahaya matahari, kemudian terlihat gelap. Sedangkan gerhana matahari terjadi karena cahaya matahari ke bumi terhalang oleh posisi bulan yang terletak sejajar antara bumi dan matahari.

Sehingga cahaya matahari tertutupi oleh posisi bulan. 9. Gerak semu harian matahari merupakan gerakan matahari yang terlihat dari timur ke barat. Pada dasarnya gerakan tersebut terjadi karena rotasi bumi dari barat ke timur yang membuat kita seolah-olah melihat matahari bergerak dari timur ke barat. 10. Pada bulan Maret – September angin dari arah selatan bertiup menuju khatulistiwa berbelok ke arah barat.

Pada bulan September – Maret angin dari utara bertiup menuju khatulistiwa berbelok ke arah timur.
Tanah longsor merupakan sebutan bagi pergerakan tanah akibat dari peristiwa geologi gerakan masa tanah atau bebatuan. Bencana tanah longsor ini sudah sering terjadi di Indonesia di daerah lereng curam.

Sudah semestinya proses dan penyebab tanah longsor ini dipahami oleh semua lapisan masyarakat yang tinggal di daerah lereng. Jika masyarakat sudah memahami hal tersebut, maka angka kematian akibat longsor bisa ditekan. Selain itu, dengan memahami proses dan penyebab tanah longsor bosa dijadikan sebuah dasar dalam penanggulangan tanah longsor.

Daftar isi Artikel Pembahasan Tanah Longsor Lengkap : • Pengertian Tanah Longsor • Penyebab Tanah Longsor • Dampak Tanah Longsor • Proses Terjadinya Tanah Longsor • Faktor Yang Mempengaruhi • Macam Jenis Tanah Longsor Berikut ini adalah artikel mengenai definisi atau pengertian dari Tanah Longsor, Faktor Penyebab dan Faktor yang mempengaruhi, Jenis Jenis Tanah Longsor dan Dampak yang diakibatkan dari terjadinya bencana alam Tanah Longsor terhadap kehidupan wilayah sekitar lokasi kejadian.

A. Definisi Tanah Longsor Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang kerap terjadi di indonesia. Bencana ini biasanya sering terjadi di daerah pegunungan, bukit, lereng yang curam, maupun tebing.

Terkadang longsor juga bisa terjadi di lahan pertanian dan perkebunan yang posisi tanahnya miring. Penyebab tanah longsor bisa bermacam-macam. Lalu sebenarnya apa tanah longsor itu? Tanah longsor merupakan suatu peristiwa geologi yang ditandai dengan bergeraknya tanah atau bebatuan.

B. Penyebab Tanah Longsor Ada banyak macam tanah longsor, tergantung penyebabnya. Secara umum, ada dua faktor yang menyebabkan tanah longsor, yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.

Faktor pendorong adalah faktor yang mempengaruhi suatu material sehingga matrial tersebut terdorong untuk bergerak. Sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan material tersebut bergerak sehingga terjadilah tanah longsor. Penyebab utama tanah longsor adalah gravitasi yang “menarik” tanah ke bawah. Namun ada juga faktor-faktor lain yang menyebabkan tanah longsor, antara lain : 1.

Erosi Tanah Erosi tanah merupakan salah satu penyebab tanah longsor yang paling sering terjadi. Erosi terjadi ketika ada aliran air yang deras “menyeramg” tanah sehingga tanah bertambah curam. Aliran air tersebut bisa berupa gelombang air laut, air yang berasal dari hujan/badai, air bah, air sungai dan lain-lain. Contoh tanah longsor yang pernah terjadi karena penyebab ini adalah longsor di Kecamatan Salem, Ponorgo pada 22 Februari 2018 lalu. Tanah longsor terjadi karena hujan deras yang terjadi selama beberapa hari sehingga terjadi erosi.

2. Gempa Bumi Apakah kamu pernah melihat berita bencana gempa bumi yang diikuti tanah longsor? Nah, hal tersebut memang mungkin terjadi. Gempa bumi merupakan peristiwa dimana terdapat getaran yang sangat kuat dari dalam bumi.

Getaran ini dapat menimbulkan tekanan pada material pada tanah sehingga terjadi tanah longsor. Biasanya tanah longsor yang disebabkan gempa bumi terjadi di lereng-lereng. 3. Gunung Meletus Sama seperti gempa bumi, gunung meletus adalah bencana alam yang juga dapat memicu bencana lain yaitu tanah longsor. Gunung meletus menghasilkan getaran yang sangat dahsyat dan dapat memicu terjadinya tanah longsor.

Ditambah lagi ketika gunung meletus tersebut mengeluarkan material-material seperti debu dan lahar dingin yang menumpuk, juga dapat memicu tanah longsor karena terlalu berat dan tanah menjadi tidak kuat menopangnya. 4. Penebangan Hutan Secara Berlebihan Pohon memiliki banyak manfaat bagi manusia, diantaranya yaitu menghasilkan oksigen, menjadi sumber makanan dan menjadi rumah bagi beberapa jenis hewan.

Selain itu, pohon ternyata dapat menyimpan air hujan sehinggamencegah terjadi banjir. Akar pohon juga dapat menguatkan struktur tanah. Ketika pohon-pohon banyak ditebang dan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah menjadi gundul, maka kemungkinan terjadi nya tanah longsor menjadi besar. 5. Lahan Pertanian di Lereng Penyebab ini masih berhubungan dengan poin nomor 4.

Untuk membuka lahan pertanian tentunya harus menebang pohon yang ada terlebih dahulu baru setelah itu ditanami berbagai tanaman pertanian. Tanaman pertanian ini umumnya memiliki akar yang kecil sehingga tidak cukup kuat untuk menjaga struktur tanah agar tetap kuat. C. Dampak Tanah Longsor Tanah longsor merupakan bencana alam yang banyak membawa kerugian baik bagi manusia maupun keadaan alam sekitar terjadinya tanah longsor.

Meskipun tidak dapat dihentikan, tapi kita dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya tanah longsor, contohnya dengam tidak menebang pohon sembarangan. Berikut ini merupakan dampak negatif yang ditimbulkan tanah longsor : • Timbulnya korban jiwa maupun korban luka • Rusaknya rumah warga maupun infrastuktur lain • Memburuknya sanitasi lingkungan • Putusnya jalur transportasi • Menyebabkan trauma • Merusak/menghambat sumber mata pencaharian D.

Proses Tanah Longsor Proses terjadinya bencana tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng yang berupa bebatuan, bahan bahan rombakan, tanah dan material lain yang bergeser atau bergerak turun ke bawah akibat dari lahan atau tekanan dari atas misalnya air hujan. Tanah longsor merupakan bencana yang sangat fatal, karena ketika terjadi longsoran tanah akan cepat turun tanpa disadari, oleh karena itu ketika terjadi tanah longsor angka selamat korban cenderung sedikit dan kerusakan pada rumah warga yang tertimpa longsoran pun rusak parah.

E. Faktor Yang Mempengaruhi Tanah Longsor Berikut adalah faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah longsor yang harus Anda ketahui supaya selanjutnya bisa menanggulangi atau mencegah terjadinya tanah longsor.

1. Faktor Topografi Faktor pertama adalah faktor topografi. Faktor topografi adalah kondisi permukaan tanah yang meliputi lahan dan vegetasi beserta pengaruh peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah terhadap lingkungan itu. Tanah longsor yang disebabkan dari topografi lahan yang sangat curam, besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban dan berat bebatuan.

2. Faktor Alam Faktor Alam menjadi penyebab kedua terjadinya tanah longsor. Faktor alam ini meliputi curah hujan yang tinggi dan curah hujan ini terjadi pada kurun waktu yang cukup lama.

Curah hujan tinggi yang terjadi saat dan sebelum longsor juga turut menggerakkan tanah longsor ke pemukiman warga. Seperti yang kita tahu bahwa kebanyakan tanah longsor terjadi ketika adanya hujan deras yang sangat lama. 3. Faktor Manusia Manusia juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya tanah longsor.

Aktivitas manusia seperti pengerukan tanah pada sisi tebing, penebangan hutan tanpa pilih pohon, perusakan vegetasi di perbukitan dapat menyebabkan tanah mudah tergerus ketika terjadi hujan lebat. Ketika kondisi lereng semakin curam karena tergerus, maka resiko terjadinya tanah longsor juga semakin besar. Untuk itu perlu dilakukannya pencegahan longsor pada area perbukitan atau lereng dengan penanaman tanaman pada pinggir tebing.

F. Jenis Jenis Tanah Longsor 1. Tanah Longsor Translasi Tanah longsor translasi adalah longsor yang terjadi karena adanya sebuah pergerakan massa tanah dan batuan pada bidang gelincir bermuka rata atau menggelombang landai.

Jenis tanah longsor yang pertama ini sering terjadi di Indonesia. 2. Tanah Longsor Rotasi Jenis kedua adalah tanah longsor rotasi. Longsoran rotasi merupakan pergerakan massa tanah dan batuan pada bidang gelincir yang berbentuk cekung.

Jenis longsoran ini biasanya terjadi di area perbukitan atau pegunungan. 3. Tanah Longsor Blok (Pergerakan blok) Pergerakan blok atau longsoran blok adalah jenis longsoran yang terjadi akibat dari perpindahan batuan yang bergerak pada bidang yang memiliki bentuk rata. Jenis longsor ini juga biasanya disebut dengan longsoran translasi blok batu.

4. Longsoran batu / Runtuhan Batu Jenis ke empat adalah runtuhan batu yang sering terjadi didaerah pantai yang memiliki tebing.

Longsoran batu ini terjadi karena adanya beberapa batu dan material batu yang jatuh kebawah dengan jumlah yang cukup banyak. Sehingga batuan yang tadinya diam akan ikut bergerak ke bawah. 5. Rayapan Tanah Jenis tanah longsor rayapan tanah adalah jenis longsor yang bergerak lambat. Jika dilihat biasanya jenis ini terjadi pada jenis tanah berupa butiran kasar dan halus. Jenis longsor ini jika terjadi cukup lama, akan bisa menyebabkan tiang listrik, pohon atau rumah rumah menjadi miring ke bawah.

Tak jarang banyak juga pepohonan yang sampai ambruk. 6. Aliran Bahan Rombakan Jenis longsor ini terjadi karena massa tanah yang bergerak didorong oleh air. Biasanya terjadi pada sepanjang lembah dan bisa mencapai hingga ratusan meter. Kecepatan longsor ini dipengaruhi oleh kemiringan tanah tersebut. Nah itulah materi artikel penjelasan lengkap mengenai Tanah Longsor, macam jenis, penyebab dan juga dampak yang ditimbulkan. Dengan artikel ini sangat diharapkan masyarakat bisa teredukasi sehingga bisa mengantisipasi Tanah Longsor yang bisa terjadi ataupun menggunakan berbagai cara pencegahan sehingga bisa mengurangi kerugian yang dialami oleh wilayah sekitar.

Penulis : Bambang Setiaji dan Heru Caikel • TAGS • Artikel bencana alam tanah longsor • Artikel tanah longsor • Bencana Alam • Dampak tanah longsor • Longsor • Makalah tanah longsor • Pengertian tanah longsor dan penyebabnya • Peristiwa tanah longsor dan penyebabnya • Proses terjadinya tanah longsor • Tanah • Tanah Longsor • Tanah longsor di indonesiaPengertian Hidrosfer – Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi.

Kata hidrosfer berasal dari kata bahasa Inggris hydrosphere; hydro berarti air dan sphere berarti bulatan atau lingkup.

Jadi, hidrosfer merupakan lapisan air yang menyelimuti bumi Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara. Simak elbih lengkapnya penjelasan mengenai Hidrosfer berikut ini : Daftar Isi • Pengertian Hidrosfer • Macam-macam Permukaan Air dalam Hidrosfer • 1. Perairan Sungai • 2. Perairan Laut • a. Pesisir • b. Pantai • 3. Perairan Darat • a.

Sungai • Anda Mungkin Juga Menyukai • Unsur unsur Hidrosfer • Macam Siklus Hidrofer • 1. Siklus Hidrologi Pendek • 2. Siklus Hidrologi Sedang • 3. Siklus Hidrologi Panjang • Artikel Lainnya Terkait Pengertian dan Unsur Hidrosfer • • Kategori Ilmu Geografi • Materi Geografi Kelas 10 Pengertian Hidrosfer Hidrosfer adalah suatu lapisan air yang menyelimuti kerak bumi disebabkan karena hal demikian berbentuk cair, hidrosfer berasal dari kata hidro yang yang artinya air serta shaire yang yang artinya adalah lapisan.

Permukaan bumi yang ditutupi oleh air, Lapisan yang menutupi permukaan bumi ini disebut hidrosfer. Dengan demikian bisa atau dapat dikatakan pula bahwa hidrosfer ini lapisan air sumber kehidupan utama bagi manusia. Hidrosfer merupakan sebutan bagi air yang ada dipermukaan Bumi baik yang berupa lautan atau samudra maupun air yang ada di daratan. Hidrosfer ini mempunyai beberapa cabang dari ilmuwan adalah sebagai berikut : • Potamologi, ini adalah ilmu yang mempelajari air yang mengalir pada permukaan bumi serta sungai Limnologi, ini adalah ilmu yang mempelajari mengenai air yang menggenang di permukaan bumi serta danau.

• Geohidrologi, ini adalah ilmu yang mempelajari mengenai air yang terdapat di bawah bumi dan tanah. Kriologi, merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah salju serta es. Hidrometeorologi, ini adalah ilmu yang mempelajari mengenai faktor-faktor meteorologi.

Pelajari lebih dalam mengenai struktur lapisan bumi termasuk hidrosfer yang ada melalui buku Ensiklopedia Pintar: Bumi Kita yang juga menjelaskan berbagai informasi lainnya yang penting untuk Grameds ketahui mengenai bumi kita. Macam-macam Permukaan Air dalam Hidrosfer Adapun macam- macam permukaan air yang termasuk ke dalam hidrosfer diantaranya: 1.

Perairan Sungai Perairan sungai ini adalah air tawar yang selalu mengalir pada titik yang sumbernya menuju pada muara di laut sehingga air sungai lebih besar yang bersumber dari limpasan dari mata air tanah. Pada umumnya air sungai ini bisa atau dapat mencapai lebih banyak terdapat disebabkan karena hal ini disebut creek serta wadi, Pada saat hujan disebabkan karena banyak meresap ke dalam tanah dari permukaan air laut kembali ke atmosfer.

2. Perairan Laut Perairan air laut ini adalah air asin yang bersumber dari permukaan bumi yang berada di perairan yang asin hal ini melingkupi semua air yang berada pada laut. Merupakan wilayah permukaan bumi yang tertutup oleh adanya air asin.

Mempunyai beberapa peranan sebagai penyedia air di dunia dan juga sekaligus unsur utama di dalam proses siklus hidrologi. Contoh ialah seperti : pesisir dan pantai. a. Pesisir Pesisir merupakan permukaan bumi yang terletak antara pasang naik serta pasang surut.dan juga merupakan bagian dari daerah yang menjadi batas wilayah antara wilayah laut itu dengan daratan.

Pesisir ini bisa atau dapat diklasifikasikan yakni sebagai berikut: • Pesisir daratan (coastal plain) yaitu wilayah pesisir yang mengalami proses pengangkatan yang semula di bawah laut.

• Pesisir dataran alluvial (coastal alluvial plain)yaitu pesisir yang terbentuk oleh pengendapan alluvium yang berasal dari daratan yang dicirikan dengan bentuk lereng yang landai • Pesisir pulau penghalang (barier island coastal), yaitu pesisir dengan perairan dangkal lepas pantai yang luas dan terpisah dari lautan oleh pulau penghalang. b. Pantai Pantai Ini merupakan perbatasan daratan dengan laut yang seolah membentuk suatu garis pantai, ini terdiri dari pasir serta terdapat di wilayah pesisir laut.

Beberapa jenis pantai yang dapat ditemui : • Pantai landai, pantai yang bentuknya itu hampir rata dengan adanya permukaan laut. Pantai curam, pantai yang bentuknya itu curam disebabkan karena adanya pegunungan dengan lereng curam yang membentang sepanjang pantai menghadap serta berbatasan ke laut.

• Pantai karang, pantai yang terbentuk oleh akibat adanya erosi yang disebabkan oleh adanya arus laut • Pantai bakau, pantai yang ditutupi oleh hutan bakau, banyak terdapat pada daerah tropis serta banyak lumpur, dan juga sering tergenang air terutama pada saat pasang naik.

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

3. Perairan Darat Hidrosfer Perairan Darat ini adalah air tawar yang bersumber dari tanah yang dangkal dari permukaan bumi dan juga berbagai air yang terdapat di sungai atau danau. Merupakan seluruh tubuh perairan yang terjadi serta berada di daratan. Jenis-jenis perairan darat diantaranya : Rp 106.000 a. Sungai Sungai yang Terbentuk dari air hujan yang jatuh ke permukaan tanah adalah sebagian besar membentuk aliran permukaan.

Aliran permukaan ini mengalir ke tempat yang lebih rendah ini menuju ke parit, selokan, serta anak sungai. Sungai mengalir dengan kemiringan yang berbeda-beda. Di daerah hulu, sungai ini lebih curam, sedangkan untuk di daerah hilir sungai datar serta lebih berkelok-kelok. Danau Cekungan luas pada permukaan bumi yang terisi oleh air serta terbentuk akibat adanya proses tektonik atau juga vulkanik.

Air danau ini dapat berasal dari air sungai, air tanah, air hujan atau juga mata air yang bermuara di cekungan tersebut. Dengan berdasarkan proses terjadinya, danau ini terbagi menjadi dua yaitu danau alami serta danau buatan.

Air Tanah ini adalah air yang berada di wilayah jenuh di bawah permukaan tanah. Sebesar 97% air tawar terdiri dari air tanah. Air tanah ini bisa atau dapat ditemukan di bawah gurun yang sangat kering atau juga di bawah tanah yang tertutup oleh lapisan salju.

Rawa merupakan tanah basah yang sering digenangi air disebabkan karena letaknya yang relatif rendah. Rawa ini biasanya ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang batangnya lunak atau juga rumput-rumputan. Terdapat dua jenis rawa, yakni rawa di daerah pedalaman yang berisikan air tawar serta rawa yang disebabkan oleh pasang naik dan juga pasang turun yang berisi air asin Pelajari mengenai lapisan bumi yang ada melalui buku cerita dengan konten sains menarik yang dapat diakses melalui ponsel pintar.

Buku Seri Smart Science: Lapisan Bumi dan Fosil – Alfa & Mega Berwisata Ke Bumi bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia! Unsur unsur Hidrosfer Bumi merupakan sebuah planet yang ada di tata surya, sekaligus merupakan satu- satunya planet yang bisa dihuni oleh manusia. selain itu, Bumi juga merupakan satu- satunya planet yang mempunyai kandungan air paling banyak. Permukaan planet Bumi ditutupi oleh dua bentuk permukaan, yakni daratan dan juga perairan.

Daratan berupa pulau- pulau dan juga benua, sementara perairan berupa samudera, macam- macam lautdan juga perairan- perairan yang ada di daratan seperti danau (baca: macam-macam danau), sungai, dan lain sebagainya. Pembahasan mengenai lapisan hidrosfer, dan masih banyak lagi dapat Grameds temukan pada buku Ensiklopedia Super Seru: Halo, Bumi! karya Hemma. Adapun permukaan yang berbentuk perairan ini juga bisa berwujud es (baca: hujan es) maupun salju, hal ini tergantung pada cuaca masing- masing (baca: pembagian musim di Indonesia).

Semua permukaan Bumi yang berbentuk perairan, dinamakan sebagai hidrosfer. Sehingga kita menyebut laut, samudera, danau, sungai, waduk, dan lain sebagainya (yang merupakan perairan) sebagai hidrosfer.

Hidrosfer sangat banyak menyusun permukaan Bumi. Bahkan apabila kita bandingkan antara perairan dan daratan, Bumi lebih didominasi oleh perairan. Oleh karena itulah Bumi ini didominasi oleh warna biru daripada warna yang lainnya. Perairan yang ada di Bumi ini murni berupa samudera ataupun laut, maupun berupa perairan yang terletak di daratan. pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan mengenai hidrosfer, agar nantinya kita lebih mengenal dan juga lebih memahami mengenai apa itu hidrosfer dan hal- hal apa saja yang perlu untuk kita ketahui.Hidrosfer merupakan sebuatn bagi air yang ada di permukaan Bumi baik yang berupa lautan atau smaudera maupun air yang peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah di daratan.

Adapun Unsur-unsur yang terdapat pada hidrosfer terbagi menjadi: • Unsur Angin adalah sesuatu sumber yang menentukan sebuah kekuatan temperatur dari udara atau juga pada kondisi uap air di suatu tempat. • Unsur Awan adalah kumpulan dari beberapa sumber titik air atau es dengan jumlah yang sangat banyak ataupun juga merupakan bagian dari inti kondensasi tanah. • Unsur Air dan Tanah adalah sesuatu pergerakan air yang di dalam tanah sehingga mempunyai beberapa lapisan sumber batu pasir dengan lapisan akuifer.

• Unsur Evaporasi adalah sebuah unsur yang bersumber dari peristiwa atau kejadian dari terjadi nya perubahan air itu menjadi uap permukaan tanah Unsur Evapotranspirasi : ini adalah gabungan dari beberapa sumber penguapan air dan tanaman ke permukaan bumi kemudian meresap ke dalam tanah.

• Unsur Kondensasi adalah sebuah proses perubahan pada uap air menjadi untuk menjadikan pendingnan atmosfer. • Unsur Presipitasi adalah sesuatu bentuk cairan yang bersumber dari atmosfer ke permukaan bumi. • Unsur Run Off adalah sebuah pergerakan air yang meresap itu kedalam tanah pada tempat-tempat tertentu • Unsur Tubuh Air adalah bagian air yang dapat beberapa macam sumber, seperti sungai, rawa danau, waduk, serta lain sebagainya. Macam Siklus Hidrofer Untuk mengenali sesuatu hal, semuanya akan dimulai dari pengertian hal tersebut.

Adapun pengertian dari hidrosfer merupakan lapisan air yang ada di permukaan Bumi. Kata hidrosfer sendiri berasal dari kata “hidros” yang mempunyai arti sebagai air dan “sphere” yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan Bumi meliputi laut atau samudera, danau, sungai (baca: manfaat sungai), salju, gletser, air tanah dan bahkan uap air yang terdapat di lapisan udara. Tidak bisa dipungkiri bahwasannya peranan hidrosfer ini sangatlah penting.

Hal ini karena manusia tidak dapat hidup tanpa adanya air. Dan tahukah Anda bahwasannya air yang ada di Bumi ini sejatinya jumlahnya adalah stabil? Ya, air seperti berubah- ubah jumlahnya atau jika kita berpikir mengapa air yang digunakan dalam kehidupan sehari- hari ini tidak habis, hal ini karena air mengalami suatu siklus atau daur ulang. 1. Siklus Hidrologi Pendek Jenis daur atau siklus hidrologi yang pertama adalah siklus air pendek.

Siklus air pendek merupakan suatu proses peredaran air dengan jangka waktu yang relatif cepat. Proses siklus pendek ini biasanya terjadi di laut. Proses terjadinya siklus pendek peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah dikarenakan air laut mengalami evaporasi atau penguapan (yang disebabkan oleh sinar matahari).

Adapun proses siklus air pendek ini secara singkat diuraikan sebagai berikut: • Air laut mengalami evaporasi atau penguapan karena adanya panas dari sinar matahari.

• Uap air dari evaporasi atau penguapan ini naik ke atas sampai pada ketinggian tertentu. • Uap air yang ada di atas ini akan mengalami kondensasi sehingga terbentuklah awan (baca: proses terjadinya awan) • Awan yang terbentuk ini semakin lama akan semakin besar, maka turunlah sebagai hujan di atas air laut.

• Air yang turun ini akan kembali menjadi air laut yang akan mengalami evaporasi atau penguapan lagi. 2. Siklus Hidrologi Sedang Setelah ada daur atau siklus hidrologi pendek, selanjutnya ada daur atau siklus hidrologi sedang. Siklus atau daur hidrologi sedang ini merupakan daur yang terjadi karena air laut mengalami evaporasi atau penguapan menuju atmosfer (baca: lapisan atmosfer), dalam bentuk uap air dikarenakan oleh panas matahari.

Secara umum proses siklus atau daur ulang hidrologi dipaparkan sebagai berikut: • Air laut mengalami evaporasi atau penguapan menuju ke atmosfer dalam bentuk uap air dikarenakan adanya pemanasan dari sinar matahari.

• Angin yang bertiup akan membawa uap air ini menuju ke arah daratan. • Ketika sampai pada ketinggian tertentu, uap air yang berasal dari evaporasi atau penguapan air laut, sungai, dan danau akan berkumpul semakin banyak di udara. • Suatu ketika, uap- uap air yang berkumpul tersebut akan mengalami kejenuhan dan mengalami kondensasi, dan kemudian akan menjadi hujan.

• Air hujan yang jatuh di daratan ini kemudian akan mengalir ke parit, selokan, sungai, danau dan menuju ke laut lagi. 3. Siklus Hidrologi Panjang Kita telah mengetahui penjelasan dan juga tahapan- tahapan dari siklus atau daur pendek dan sedang. Selanjutnya ada siklus atau daur hidrologi panjang. Sama dengan siklus pendek dan juga sedang, siklus panjang ini juga dimulai karena adanya penguapan atau evaporasi dari air laut akibat panas atau penyinaran oleh matahari.

Untuk proses atau tahapan- tahapan dari siklus atau daur peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah ini akan dijelaskan sebagai berikut: • Panas matahari yang menyinari Bumi akan menyebabkan air laut dan juga permukaan- permukaan yang berbentuk air mengalami penguapan atau evaporasi yang berbentuk uap air. • Angin yang berhembus akan membawa uap air tersebut ke arah daratan dan bergabung bersama dengan uap air yang berasal dari danau, sungai, dan juga tubuh perairan lainnya, serta hasil transpirasi dari tumbuhan.

• Uap air ini akan berubah menjadi awan dan turun sebagai presipitasi peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah hujan. • Air hujan yang jatuh, sebagian akan meresap ke dalam tanah atau infiltrasi menjadi air tanah.

Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah infiltrasi ini ada kalanya tidak berbentuk hujan, namun berbentuk salju atau es. • Sebagian air hujan ini diserap oleh tumbuhan, dan sebagian lagi akan mengalir ke permukaan tanah menuju parit, selokan, sungai, danau dan selanjutnya akan bermuara ke laut.

Aliran air tanah ini dinamakan dengan perkolasi, dan akan berakhir menuju ke laut. Air tanah juga dapat muncul ke permukaan menjadi mata air. Itulah rangkaian proses atau tahapan- tahapan dari siklus atau daur hidrologi panjang ini. siklus panjang merupakan siklus yang berlangsung paling lama dan juga prosesnya paling lengkap. Anggota Hidrosfer Hidrosfer merupakan sebutan bagi air yang ada di permukaan Bumi baik yang berupa lautan atau samudera maupun air yang ada di daratan.

Adapun macam- macam permukaan air yang termasuk ke dalam hidrosfer akan dijelaskan di bawah ini diantaranya: • Perairan yang ada di daratan, meliputi: Air tanah, yakni air yang berasal dari salju, hujan ataupun bentuk curahan lainnya yang meresap ke dalam tanah dan tertampung dalam lapisan kedap air.

Air permukaan, merupakan wadah air yang terdapat di permukaan Bumi. Air permukaan ini meliputi sungai, danau dan rawa.

• Perairan laut atau samudera. Perairan laut atau samudera ini merupakan semau air yang berada di lautan atau samuderayang berupa air yang mengandung garam atau air asin.

• Gletser, es, dan salju. Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah tidak selalu berupa air, namun bisa juga berupa gletser, es maupun salju. Itulah beberapa pengertian dan unsur hidrosfer yang ada di Bumi dan berbagai macam- macamnya. Dan uraian di atas juga telah menjelaskan mengenai hidrosfer. Semoga artikel ini bermanfaat. Artikel Lainnya Terkait Pengertian dan Unsur Hidrosfer • Geografi • Apa Itu Geografi • Pengertian Geografi Menurut Para Ahli • Konsep Geografi • Penerapan Konsep Geografi • Prinsip Ilmu Geografi • Penelitian Geografi • Pengertian Peta • Keterampilan Membaca Peta • Penginderaan Jauh • Pengertian Penginderaan Jauh • Sistem Informasi Geografis • Lapisan Matahari • Teori Pembentukan Tata Surya • Teori Pembentukan Bumi & Tata Surya • Susunan Tata Surya • Urutan Planet Tata Surya • Sistem Tata Surya • Teori Permukaan Bumi • Teori Bintang Kembar • Teori Nebula • Teori Pasang Surut • Pengertian Planet • Rotasi dan Revolusi Bumi • Dampak Revolusi Bumi • Litosfer • Struktur Lapisan Bumi • Lapisan Atmosfer • Hidrosfer • Siklus Hidrologi Sumber: dari berbagai sumber Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 22 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 19 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
Pengertian Rotasi dan Revolusi Bumi – Sepertinya sudah banyak yang tahu kalau bumi menjadi satu-satunya planet yang dihuni oleh manusia serta berbagai macam kehidupan.

Hal ini dikarenakan planet bumi memiliki lingkungan yang dapat mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Jadi, bumi bisa dikatakan sebagai planet istimewa yang ada di tata surya. Komposisi yang ada di planet bumi sangat kompleks sehingga ada banyak sekali lapisan-lapisan yang dapat melindungi manusia dan makhluk hidup lainnya dari sinar matahari. Setiap lapisan tersebut membentuk permukaan sehingga manusia dan makhluk hidup dapat berjalan dan melakukan berbagai macam aktivitas.

Singkatnya, kita sebagai manusia sudah seharusnya bertempat tinggal di planet bumi. Tak bisa dibayangkan apa jadinya kalau seluruh manusia tidak tinggal di bumi.

Planet bumi letaknya berada di urutan ketiga dari dekatnya matahari atau lebih tepatnya berjarak sekitar 149,6 juta km. Planet bumi menjadi salah satu planet yang mengelilingi matahari. Planet bumi sama dengan planet-planet tata surya lainnya yang berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari. Kedua hal tersebut dinamakan dengan rotasi bumi dan revolusi bumi.

Apakah kamu sudah tahu rotasi dan revolusi bumi? Simak penjelasan rotasi dan revolusi bumi, ya Grameds. Daftar Isi • Pengertian Rotasi Bumi • Pengertian Revolusi Bumi • Anda Mungkin Juga Menyukai • Akibat Rotasi Bumi • 1) Terjadinya siang dan malam • 2) Membelokkan arah angin dan arus laut • 3) Gerak semu harian matahari • 4) Membentuk zona waktu yang berbeda • 5) Bentuk bumi menjadi tidak bulat sempurna • Akibat Revolusi Bumi • 1) Adanya gerak semu matahari • 2) Membedakan waktu siang dan malam • 3) Acuan sebagai pembuatan kalender masehi • 4) Membuat pergantian musim • Manfaat Rotasi Bumi • a) Kehidupan manusia menjadi lebih terpadu • b) Dapat menentukan waktu dengan bayangan diri • c) Alat komunikasi dapat digunakan dengan maksimal • d) Transportasi berfungsi dengan baik • Manfaat Revolusi Bumi • a) Bisa merasakan pergantian musim setiap tahunnya • b) Mempunyai sistem penanggalan kalender • c) Berbagai jenis bentuk rasi bintang bisa kita lihat • Perbedaan Rotasi dan Revolusi Bumi • Rotasi bumi • Revolusi bumi • Kesimpulan • Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Rotasi dan Revolusi Bumi • • Kategori Ilmu Geografi • Materi Geografi Kelas 10 Pengertian Rotasi Bumi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya dari arah barat ke timur selama sehari (24 jam) yang mengakibatkan terjadinya siang dan malam.

Saat melihat globe, apakah kamu pernah berpikir bagaimana caranya bumi bisa berputar pada porosnya? Perputaran bumi pada porosnya dinamakan sebagai rotasi bumi. Waktu yang dibutuhkan bumi saat berputar di porosnya sekitar 23 jam 56 menit. Supaya lebih mudah untuk diketahui oleh banyak orang, maka waktu rotasi bumi dibulatkan menjadi 24 jam. Perhitungan rotasi bumi dimulai sejak matahari terbit sampai dengan matahari selanjutnya terbit. Karena proses rotasi bumi ini, maka matahari yang kita lihat seperti sedang bergerak dari peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah ke barat.

Padahal kenyataannya matahari hanya diam saja dan yang berputar adalah planet bumi. Hal yang menarik dari terjadinya rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya memiliki kemiringan 23,5 derajat. Dengan kata lain, saat rotasi bumi tidak dalam keadaan tegak, tetapi dalam keadaan miring. Posisi miring saat berotasi disebabkan karena bumi ditabrak oleh bongkahan luar angkasa atau meteorit yang ukurannya hampir seperti ukuran planet mars.

Tabrakan ini terjadi kira-kira 4 miliar tahun yang lalu atau saat bumi masih berusia sangat muda. Pengertian Revolusi Bumi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) revolusi bumi adalah peredaran bumi dan planet-planet lain dalam mengelilingi matahari. Singkatnya, revolusi adalah peristiwa pergerakan bumi mengelilingi matahari. Rp 47.000 Planet bumi yang kita ketahui dan dijadikan sebagai tempat tinggal bukan hanya berotasi saja, tetapi bumi juga melakukan proses revolusi.

Kecepatan bumi ketika melakukan revolusi berkisar 30 km/detik, cepat sekali bukan? Sedangkan waktu yang dibutuhkan bumi untuk melakukan revolusi adalah 365 ¼ hari atau dalam kalender masehi selama satu tahun.

Saat bumi melakukan revolusi, maka akan memicu terjadinya gerak semu matahari. Maka dari itu, matahari yang kita lihat dari permukaan bumi posisinya seperti selalu bergerak. Jika pada rotasi bumi akan terjadi siang dan malam, maka revolusi bumi akan menghasilkan perubahan musim di bumi.

Oleh karena itu, revolusi bumi dijadikan sebagai acuan untuk membuat kalender masehi. Dalam perhitungan kalender masehi, waktu yang digunakan adalah satu kali putaran revolusi bumi yaitu 365 ¼ hari.

Akibat Rotasi Bumi Rotasi bumi mengakibatkan terjadinya beberapa peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. 1) Terjadinya peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah dan malam Siang dan malam yang kita rasakan dan kita lihat merupakan peristiwa yang diakibatkan karena terjadinya rotasi bumi.

Proses pergantian siang dan malam bisa dikatakan sebagai peristiwa alam yang istimewa karena kamu bisa melihat perubahan matahari menjadi bulan.

Bukan hanya itu, dengan adanya perubahan siang dan malam, maka kamu akan merasakan perbedaan suhu di pagi hari dan malam hari. Pada umumnya suhu saat yang dirasakan siang hari cukup panas. Sementara itu, suhu pada malam hari biasanya cenderung dingin.

Dengan demikian, terjadinya pergantian siang dan malam membuat bumi dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang satu mengarah ke matahari (siang hari), kemudian bagian lainnya tidak mengarah ke matahari (malam hari). 2) Membelokkan arah angin dan arus laut Dengan rotasi bumi, maka arah angin akan dibelokkan.

Pembelokkan angin sekaligus membelokkan arus laut. Angin yang berbelok dari daerah satu ke daerah lainnya akan sangat bermanfaat karena kita bisa merasakan kesejukan.

Pembelokkan angin akan mengurangi kecepatan angin sehingga tingkat kerusakan yang berasal dari angin akan ikut berkurang. Sementara itu, arus laut akan bergerak sesuai dengan pembelokkan angin. Misalnya, arus laut di belahan bumi bagian barat bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.

Sedangkan, di belahan bumi bagian utara, arus laut bergerak sesuai arah jarum jam. 3) Gerak semu harian matahari Dinamakan sebagai gerak semu matahari karena matahari seperti bergerak sepanjang hari. Pergerakan yang dimaksud, seperti saat pagi matahari akan terbit dari timur, saat siang hari matahari berada di atas kepala kita, dan saat sore hari matahari akan terbenam di barat. Meskipun matahari terlihat seperti sedang bergerak, tetapi kenyataannya matahari hanya diam saja.

Dengan kata lain, gerak semu harian matahari merupakan akibat dari rotasi bumi. 4) Membentuk zona waktu yang berbeda Dengan adanya rotasi bumi, maka akan ada zona waktu yang berbeda. Seperti halnya Indonesia yang mempunyai tiga zona waktu yang berbeda, yaitu Waktu Indonesia bagian barat (WIB), Waktu Indonesia bagian tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Ketiga zona waktu tersebut berjarak satu jam.

Misalkan waktu di WIB pukul 9 pagi, maka di WITA pukul 10 pagi, dan waktu di WIT pukul 11 pagi. Zona waktu akibat dari rotasi bumi bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di belahan dunia lainnya. Mengapa ini bisa terjadi? Karena dengan adanya rotasi bumi, maka bumi dibagi menjadi 24 zona waktu yang pusatnya ada di kota Greenwich, Inggris. 5) Bentuk bumi menjadi tidak bulat sempurna Ketika bumi berotasi, maka akan ada berbagai macam gaya yang muncul.

Setiap gaya-gaya yang muncul akan selalu bergerak menjauhi pusat bumi. Dengan adanya gaya-gaya tersebut, maka bentuk bumi menjadi tidak bulat sempurna. Dengan kata lain, di bagian kutub, bentuk bumi pepat, kemudian di bagian khatulistiwa bentuk bumi mengambang.

Akibat Revolusi Bumi 1) Adanya gerak semu matahari Revolusi akan mengakibatkan gerak semu matahari. Gerak semu matahari terjadi karena gerakan bumi yang mengelilingi matahari.

2) Membedakan waktu siang dan malam Lamanya waktu siang dan malam di setiap daerah yang ada di bumi disebabkan karena terjadinya proses revolusi bumi. Perbedaan waktu ini terbagi menjadi tiga periode, yakni 21 Maret hingga 23 Desember, 23 September hingga 21 Maret, dan 21 Maret hingga 23 September.

Jika dijelaskan, pada periode 21 Maret hingga 23 Desember, kutub utara akan mengarah atau mendekati matahari dan kutub selatan menjauhi matahari. Pada periode 23 September hingga 21 Maret, kutub selatan akan mendekati ke matahari dan kutub utara menjauhi matahari.

Periode terakhir tanggal 21 Maret hingga 23 September, jarak kutub utara dan kutub selatan dengan matahari adalah sama. 3) Acuan sebagai pembuatan kalender masehi Lamanya waktu revolusi bumi, yaitu 365 ¼ hari dijadikan sebagai acuan untuk membuat kalender masehi. Oleh karena itu, jumlah hari yang ada di kalender masehi umumnya berjumlah 365 hari. Namun, dalam tahun kabisat jumlah hari pada kalender akan bertambah satu hari.

Hal ini dikarenakan bulan Februari tahun kabisat harinya berjumlah 29 hari bukan kaya biasanya yang berjumlah 28 hari. 4) Membuat pergantian musim Mengapa musim yang ada di bumi bisa berganti-ganti? Perubahan musim terjadi karena adanya revolusi bumi. Singkatnya, perubahan musim ini tidak bisa dilepaskan dari peran matahari. Matahari yang bergerak akan menentukan musim yang akan terjadi. Misalnya, ketika matahari mengarah pada suatu daerah, maka daerah tersebut akan mengalami musim panas.

Pergantian musim sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi. Suhu di bumi akan menjadi stabil dengan adanya pergantian musim. Baca juga : Berbagai Dampak Revolusi Bumi Manfaat Rotasi Bumi Setelah membahas pengertian dan akibat dari rotasi bumi, kini pembahasan selanjutnya adalah manfaat dari rotasi bumi sendiri. Apakah kamu sudah tahu manfaat yang dapat dirasakan dari rotasi bumi? Berikut manfaat-manfaat rotasi peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah.

a) Kehidupan manusia menjadi lebih terpadu Manfaat pertama yang bisa dirasakan ketika terjadinya rotasi bumi adalah hidup kita menjadi lebih terpadu.

Hal ini dikarenakan pergantian waktu siang dan malam yang di mana pada siang hari kita harus beraktivitas dan malam hari perlu untuk mengistirahatkan tubuh dari rutinitas sehari-hari. Singkatnya, rotasi bumi melatih manusia untuk membagi waktu dengan baik.

b) Dapat menentukan waktu dengan bayangan diri Jika kita sedang berpergian, tetapi lupa membawa jam atau alat penunjuk waktu, maka untuk melihat pukul berapa saat ini dapat dilakukan dengan mengandalkan gerak semu matahari. Hanya dengan berdiri menghadap arah sinar matahari, maka di belakang diri kamu akan muncul bayangan. Bayangan itulah yang digunakan untuk melihat pukul berapa saat ini.

Secara sederhana, gerak semu matahari yang berasal dari rotasi bumi sangat bermanfaat dalam menentukan waktu. c) Alat komunikasi dapat digunakan dengan maksimal Rotasi bumi terjadinya perbedaan waktu di beberapa daerah sehingga untuk berkomunikasi akan sulit untuk dilakukan.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, alat komunikasi sudah bisa digunakan untuk menghubungi orang yang berada di beda daerah atau bahkan beda negara. Jadi, adanya rotasi bumi membuat alat komunikasi di zaman modern dapat berfungsi dengan baik. Bahkan dengan alat komunikasi ini akan muncul rasa bahagia karena bisa terhubung dengan seseorang yang jauh di sana. d) Transportasi berfungsi dengan baik Bukan hanya alat komunikasi saja yang dapat berfungsi dengan maksimal, melainkan transportasi juga berfungsi dengan maksimal.

Terutama transportasi udara atau pesawat. Penggunaan pesawat sangat bermanfaat bagi penumpang dan pengusaha penerbangan. Seperti yang kita ketahui bahwa adanya rotasi bumi akan mengakibatkan perbedaan waktu. Di sini siang hari, di daerah lain sudah malam hari. Namun, berkat adanya transportasi udara atau pesawat, maka kita bisa bepergian dengan waktu yang relatif singkat. Bahkan, ketika pergi pagi hari bisa sampai peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah hari juga (hari yang sama).

Manfaat Revolusi Bumi Siapa yang menyangka kalau proses revolusi bumi ternyata memiliki manfaat untuk kehidupan kita. Simak manfaat-manfaat revolusi bumi sebagai berikut. a) Bisa merasakan pergantian musim setiap tahunnya Pergantian musim yang diakibatkan karena revolusi bumi sangatlah bermanfaat bagi lingkungan hidup terutama dalam menjaga kestabilan suhu. Suhu yang stabil membuat tubuh kita menjadi lebih sehat. Selain itu, pergantian musim juga memberikan rasa bahagia dan mengurangi rasa jenuh.

Apakah kamu pernah membayangkan jika bumi tidak mengalami pergantian musim? Tentunya tubuh manusia perlahan-lahan akan sakit, bahkan bisa meninggal. Namun, pergantian musim yang diakibatkan oleh revolusi bumi sangat bergantung pada iklim.

Sedangkan, saat ini iklim sedang mengalami kerusakan dan bisa mengganggu revolusi bumi. Oleh karena itu, kita harus melakukan berbagai macam cara supaya revolusi bumi akan berjalan dengan baik.

b) Mempunyai sistem penanggalan kalender Revolusi bumi bermanfaat sebagai sistem atau acuan penanggalan kalender. Penanggalan kalender ini membuat kita tahu tanggal dan hari. Apa jadinya jika tidak penanggalan kalender, pastinya kita akan bingung menentukan hari, bulan, dan tahun. Revolusi bumi membutuhkan waktu sekitar 365 ¼ hari.

Waktu tersebut terjadi selama satu tahun sehingga pada penanggalan kalender masehi terdiri dari 365 hari. c) Berbagai jenis bentuk rasi bintang bisa kita lihat Dengan adanya revolusi bumi, maka kita bisa mengetahui bentuk rasi bintang. Rasi bintang yang berbeda akan memunculkan sebuah zodiak. Bagi sebagian orang zodiak dipercaya sangat berhubungan dengan karakter seseorang.

Perbedaan Rotasi dan Revolusi Bumi Rotasi bumi dan revolusi bumi memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan dari kedua hal tersebut? Supaya lebih mudah untuk memahami perbedaan-perbedaan tersebut, maka dibuatkan tabel perbedaan antara rotasi bumi dan revolusi bumi. Rotasi bumi a) Perputaran bumi pada porosnya b) Waktu yang dibutuhkan untuk berotasi 23 jam 56 menit c) Menyebabkan terjadinya siang dan malam d) Memicu terjadinya pembelokan arus laut e) Memicu terjadinya pembelokan arah angin f) Terjadi dalam sehari sekali Revolusi bumi a) Perputaran bumi pada matahari b) Waktu yang dibutuhkan untuk berevolusi 365 ¼ hari c) Menentukan lamanya waktu siang dan malam d) Menyebabkan terjadinya gerhana matahari e) Menyebabkan gerhana bulan f) Terjadi selama 1 tahun sekali Cara Kerja Rotasi dan Revolusi Bumi Rotasi bumi bekerja dengan cara berputar pada sumbu atau porosnya.

Saat berputar dalam sehari dibutuhkan waktu sekitar 23 jam 56 menit atau jika dibulatkan menjadi 24 jam. Sedangkan revolusi bumi bekerja saat bumi bergerak mengelilingi matahari, Pada proses revolusi bumi, dibutuhkan waktu selama 365 hari. Kesimpulan Dari artikel ini, maka dapat dikatakan bahwa rotasi dan revolusi bumi sudah memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Rotasi dan Revolusi bumi tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Hal ini dikarenakan, kedua hal tersebut saling ketergantungan. Singkatnya, jika tidak ada rotasi bumi, maka revolusi juga tidak ada. Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Rotasi dan Revolusi Bumi Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 22 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 19 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
• Afrikaans • العربية • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • Беларуская • Български • भोजपुरी • বাংলা • Català • کوردی • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Kriyòl gwiyannen • Galego • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Ido • Italiano • 日本語 • Patois • ქართული • Қазақша • 한국어 • Latina • Lëtzebuergesch • Latviešu • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • Plattdüütsch • Nederlands • Norsk bokmål • ߒߞߏ • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Română • Русский • संस्कृतम् • සිංහල • Simple English • Српски / srpski • Svenska • தமிழ் • Tagalog • Українська • اردو • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • 粵語 Untuk sejarah manusia modern, lihat Sejarah dunia.

Sejarah Bumi berkaitan dengan perkembangan planet Bumi sejak terbentuk sampai sekarang. [1] [2] Hampir semua cabang ilmu alam telah berkontribusi pada pemahaman peristiwa-peristiwa utama di Bumi yang sudah lampau. Usia Bumi ditaksir sepertiganya usia alam semesta. Sejumlah perubahan biologis dan geologis besar telah terjadi sepanjang rentang waktu tersebut.

Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar ( 4,54 ×10 9) tahun yang lalu melalui akresi dari nebula matahari. Pelepasan gas vulkanik diduga menciptakan atmosfer tua yang nyaris tidak ber oksigen dan beracun bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup masa kini. Sebagian besar permukaan Bumi meleleh karena vulkanisme ekstrem dan sering bertabrakan dengan benda angkasa lain. Sebuah tabrakan besar diduga menyebabkan kemiringan sumbu Bumi dan menghasilkan Bulan. Seiring waktu, Bumi mendingin dan membentuk kerak padat dan memungkinkan cairan tercipta di permukaannya.

Bentuk kehidupan pertama muncul antara 2,8 dan 2,5 miliar tahun yang lalu. Kehidupan fotosintesis muncul sekitar 2 miliar tahun yang lalu, nan memperkaya oksigen di atmosfer. Sebagian besar makhluk hidup masih berukuran kecil dan mikroskopis, sampai akhirnya makhluk hidup multiseluler kompleks mulai lahir sekitar 580 juta tahun yang lalu. Pada periode Kambrium, Bumi mengalami diversifikasi filum besar-besaran yang sangat cepat. Perubahan biologis dan geologis terus terjadi di planet ini sejak terbentuk.

Organisme terus berevolusi, berubah menjadi bentuk baru atau punah seiring perubahan Bumi. Proses tektonik lempeng memainkan peran penting dalam pembentukan lautan dan benua di Bumi, termasuk kehidupan di dalamnya. Biosfer memiliki dampak besar terhadap atmosfer dan kondisi abiotik lainnya di planet ini, seperti pembentukan lapisan ozon, proliferasi oksigen, dan penciptaan tanah.

Daftar isi • 1 Skala waktu geologi • 2 Pembentukan Tata Surya • 3 Eon Hadean dan Arkean • 3.1 Pembentukan Bulan • 3.2 Benua pertama • 3.3 Lautan dan atmosfer • 3.4 Asal mula kehidupan • 3.4.1 Replikasi pertama: Dunia RNA • 3.4.2 Metabolisme pertama: Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah besi-belerang • 3.4.3 Membran pertama: Dunia lipid • 3.4.4 Teori Tanah Liat • 3.4.5 Nenek moyang terakhir • 4 Eon Proterozoikum • 4.1 Revolusi oksigen • 4.2 Bumi Bola Salju • 4.3 Munculnya eukariota • 4.4 Benua raksasa pada Proterozoikum • 4.5 Iklim dan kehidupan Proterozoikum Akhir • 5 Eon Fanerozoikum • 5.1 Era Paleozoikum • 5.1.1 Letusan Kambrium • 5.1.2 Tektonik, paleogeografi, dan iklim Paleozoikum • 5.1.3 Kolonisasi daratan • 5.1.4 Evolusi tetrapoda • 5.2 Era Mesozoikum • 5.3 Era Kenozoikum • 5.3.1 Diversifikasi mamalia • 5.3.2 Evolusi manusia • 5.3.3 Peradaban manusia • 5.3.4 Peristiwa terkini • 6 Lihat pula • 7 Referensi • 7.1 Catatan kaki • 7.2 Referensi • 8 Daftar pustaka • 9 Pranala luar Skala waktu geologi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Skala waktu geologi Sejarah Bumi diurutkan secara kronologis dalam tabel skala waktu geologi, yang dibagi menjadi beberapa interval sesuai dengan analisis stratigrafi.

[2] [3] Skala waktu yang lengkap dapat dilihat di artikel utama. Keempat garis waktu di bawah ini menunjukkan skala waktu geologi. Garis waktu yang pertama menunjukkan keseluruhan waktu dari masa terbentuknya Bumi sampai waktu sekarang. Skala waktu ini memampatkan eon terbaru.

Skala waktu kedua menunjukkan eon terbaru dengan skala yang diperluas. Namun skala waktu kedua ini juga masih memampatkan era terbaru, yang dapat dilihat di skala ketiga. Karena Kuarter merupakan periode yang sangat singkat dengan jangka waktu yang pendek, sehingga diperluas lagi di skala waktu keempat.

Skala waktu kedua, ketiga, dan keempat merupakan subbagian dari skala waktu sebelumnya yang ditunjukkan oleh tanda bintang. Alasan lain untuk memperluas skala keempat adalah, Holosen (jangka waktu) terakhir terlalu kecil untuk dapat ditampilkan dengan jelas pada skala waktu ketiga di sebelah kanan.

Ilustrasi konsepsi tentang sebuah cakram protoplanet. Model standar tentang pembentukan Tata Surya adalah hipotesis nebula surya.

[4] Dalam model ini, Tata Surya terbentuk dari awan antarbintang—himpunan debu dan gas yang berputar—yang disebut nebula surya, terdiri dari hidrogen dan helium yang tercipta sesaat setelah peristiwa dentuman besar, 13,8 miliar tahun yang lalu serta elemen yang lebih berat yang terlontar dari supernova.

Sekitar 4,5 miliar tahun, nebula tersebut mulai berkontraksi yang mungkin telah dipicu oleh gelombang kejut dari supernova yang berdekatan. [5] Gelombang kejut juga telah membuat nebula tersebut berputar. Seiring makin cepatnya perputaran awan, maka momentum sudut, gravitasi, dan kelembaman meratakan awan tersebut menjadi bentuk cakram protoplanet yang tegak lurus terhadap sumbu rotasi. Adanya kekacauan yang disebabkan tumbukan serta pengaruh dari momentum sudut dari puing-puing besar menciptakan sarana yang memungkinkan protoplanet berukuran beberapa kilometer mulai terbentuk, yang mengorbit pusat nebula.

[6] Pusat nebula, yang tidak banyak memiliki momentum sudut akhirnya cepat runtuh; tekanan dari runtuhan tersebut memanaskannya hingga memungkinkan terjadinya proses fusi nuklir antara hidrogen dan helium. Ketika kontraksi menjadi lebih besar, terbentuklah bintang T Tauri dan berkembang menjadi Matahari.

Sementara itu, bagian luar dari gravitasi nebula menyebabkan materi mendingin di sekitar daerah yang padat gangguan serta partikel debu, dan sisa dari cakram protoplanet mulai memisah menjadi cincin. Melalui proses yang dikenal dengan akresi cepat, kepingan-kepingan debu dan puing-puing terus menerus mengumpul sehingga terbentuklah planet.

[6] Bumi terbentuk dengan cara ini sekitar 4,54 miliar tahun peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah lalu (dengan ketidakpastian 1%) [7] [8] [9] [10] dan proses ini selesai dalam 10–20 juta tahun. [11] Angin matahari dari bintang T Tauri yang baru terbentuk membersihkan sebagian besar materi di dalam cakram yang tidak tergabung dalam objek yang besar. Proses yang sama terjadi pada hampir semua bintang yang baru terbentuk di alam semesta yang menghasilkan cakram akresi, beberapa di antaranya menghasilkan planet ekstrasolar.

[12] Bumi baru terus bertumbuh sampai suhu interiornya cukup panas untuk melelehkan logam siderofil. Dengan massa jenis yang lebih tinggi dari silikat, akhirnya logam ini tenggelam. Peristiwa yang disebut katastrofe besi tersebut mengakibatkan pemisahan mantel primitif dengan inti metalik. Proses ini terjadi 10 juta tahun setelah Bumi mulai terbentuk, dan menghasilkan struktur Bumi yang berlapis-lapis dan mengakibatkan terbentuknya medan magnet.

[13] J. A. Jacobs [14] merupakan orang pertama yang menunjukkan bahwa inti dalam—bagian dalam yang padat berbeda dari inti luar yang padat—membeku dan mengembang keluar inti luar yang cair dikarenakan bagian dalam bumi yang makin mendingin (sekitar 100° C per miliar tahun [15]). Ekstrapolasi dari pengamatan ini memperkirakan bahwa inti terbentuk pada masa 2–4 miliar tahun yang lalu.

Jika ini benar maka berarti bahwa inti bumi bukanlah fitur primordial yang berasal selama pembentukan planet. Eon Hadean dan Arkean [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Hadean dan Arkean Eon pertama dalam sejarah Bumi, Hadean, dimulai saat proses pembentukan Bumi dan diikuti oleh eon Arkean pada 3,8 miliar tahun yang lalu. [2] :145 Batu tertua yang ditemukan di Bumi berumur sekitar 4 miliar tahun, dan serpihan kristal zirkon di dalam batu tertua yang ditemukan berumur sekitar 4,4 miliar tahun, [16] [17] [18] tak lama setelah pembentukan kerak Bumi dan Bumi itu sendiri.

Menurut hipotesis tubrukan besar, pembentukan Bulan terjadi tidak lama setelah terbentuknya kerak Bumi, saat Bumi muda tertabrak oleh protoplanet yang berukuran lebih kecil, sehingga melontarkan mantel dan kerak Bumi ke luar angkasa dan membentuk Bulan. [19] [20] [21] Dari jumlah kawah yang terdapat di benda langit lain, disimpulkan bahwa periode tumbukan meteorit yang intens, yang disebut dengan Pengeboman Berat Akhir dimulai sekitar 4,1–3,8 miliar tahun yang lalu pada akhir Hadean. [22] Selain itu, banyak terdapat letusan gunung berapi disebabkan oleh perpindahan panas serta gradien panas bumi.

[23] Meski demikian, kristal zirkon detrital berumur 4,4 miliar tahun menunjukkan bukti bahwa kristal tersebut telah mengalami kontak dengan air yang berada dalam kondisi cair.

Hal ini menunjukkan bahwa Bumi telah memiliki samudra atau laut pada saat itu. [16] Pada awal Arkean, suhu Bumi sudah cukup dingin. Bentuk kehidupan masa kini tidak dapat hidup di atmosfer Arkean yang miskin oksigen serta memiliki lapisan ozon yang tipis. Namun, diyakini bahwa kehidupan purba mulai berkembang peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah awal Arkean, dengan ditemukannya fosil berumur sekitar 5,3 miliar tahun. [24] Beberapa ilmuwan bahkan berspekulasi bahwa kehidupan bisa dimulai sejak masa Hadean awal, sekitar 4,4 miliar tahun yang lalu.

[25] Pembentukan Bulan [ sunting - sunting sumber ] Ilustrasi terbentuknya bulan yang disebabkan tumbukan antara protoplanet dengan Bumi. Bulan peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, berukuran relatif lebih besar terhadap ukuran planet yang diorbitnya jika dibandingkan dengan satelit lain di Tata Surya. [nb 1] Selama program Apollo, bebatuan dari permukaan Bulan dibawa ke Bumi.

Penanggalan radiometrik dari bebatuan ini telah menunjukkan bahwa Bulan berusia 4,53 ± .01 miliar tahun, [28] peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah 30 juta tahun setelah terbentuknya Tata Surya. [29] Bukti terbaru menunjukkan Bulan terbentuk pada masa yang lebih baru, sekitar 4,48 ± 0.02 miliar tahun yang lalu atau 70–110 juta tahun setelah terbentuknya Tata Surya.

[30] Teori pembentukan Bulan harus dapat menjelaskan beberapa fakta berikut. • Pertama, Bulan memiliki densitas yang rendah (3,3 kali dibanding air, sementara bumi 5,5 kali dibanding air [31]) dan inti logam yang kecil. • Kedua, Bulan hampir tidak mengandung air atau bahan yang mudah menguap lainnya.

• Ketiga, Bumi dan Bulan memiliki jejak isotopik oksigen (kelimpahan relatif dari isotop oksigen) yang sama. Dari teori-teori yang telah diajukan untuk menjelaskan fenomena ini, hanya satu yang diterima secara luas yakni hipotesis tubrukan besar yang mengatakan bahwa bulan terbentuk dari sebuah benda langit seukuran Mars menghantam bumi yang baru terbentuk. [1] :256 [32] [33] Tabrakan ini memiliki tenaga 100 juta kali lebih besar dari tabrakan yang menyebabkan kepunahan dinosaurus. Tenaga ini cukup untuk menguapkan sebagian lapisan luar bumi dan menyatukan kedua bagian yang bertabrakan.

[32] [1] :256 Sebagian dari bahan mantel terlempar ke orbit di sekitar Bumi. Hipotesis tubrukan besar menduga bahwa Bulan kehabisan materi logam; [34] hal ini menjelaskan komposisinya yang abnormal. [35] Materi yang terlempar ke dalam orbit Bumi dapat berkumpul menjadi satu bagian dalam beberapa minggu, di bawah pengaruh gravitasinya sendiri; materi tersebut semakin lama akan memiliki bentuk yang bulat.

[36] Benua pertama [ sunting - sunting sumber ] Peta geologi Amerika Utara, kode warna berdasarkan usia. Warna merah dan pink menunjukkan batuan dari eon Arkean. Mantel konveksi, proses yang mendorong lempeng tektonik saat ini, adalah hasil dari aliran panas dari dalam bumi ke permukaan bumi.

[37] :2 Termasuk juga penciptaan lempeng tektonik di pegunungan di tengah laut. Lempeng ini dihancurkan oleh subduksi ke dalam mantel di zona subduksi. Pada awal eon Arkean (sekitar 3,0 miliar tahun yang lalu) mantel itu jauh lebih panas daripada sekarang, mungkin sekitar 1600° C, [38] :82 sehingga proses konveksi dalam mantel terjadi lebih cepat.

Kerak bumi mulai terbentuk ketika permukaan bumi mulai memadat, menghilangkan bekas-bekas pergeseran lempeng tektonik Hadean serta dampak dari tumbukan yang terjadi.

Namun, diperkirakan kerak tersebut memiliki komposisi Basalt seperti Kerak samudera peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah ada sekarang. [1] :258 Potongan kerak benua besar yang pertama, muncul pada akhir masa Hadean, sekitar 4 miliar tahun yang lalu.

Bagian yang tersisa dari benua pertama yang kecil ini disebut kraton. Potongan-potongan yang terjadi pada akhir Hadean sampai awal Arkean membentuk inti lempengan yang sampai sekarang tumbuh menjadi benua. [39] Batuan tertua di Bumi ditemukan di Laurentia, Kanada, yang berupa tonalit yang berumur sekitar 4 miliar tahun. Bebatuan ini menunjukkan jejak metamorfosis oleh suhu tinggi, juga biji-bijian sedimen yang telah terkikis oleh erosi selama terbawa oleh air, yang menunjukkan adanya sungai dan laut pada masa itu.

[40] Lautan dan atmosfer [ sunting - sunting sumber ] Grafik menunjukkan perkiraan tekanan parsial oksigen atmosfer sepanjang waktu geologi. [41] Bumi biasanya diuraikan memiliki tiga atmosfer. Atmosfer pertama diperoleh dari nebula surya, terdiri dari unsur-unsur ringan ( atmofil) dari nebula surya, sebagian besar merupakan hidrogen dan helium. Kombinasi dari angin matahari dan panas bumi akhirnya menghempaskan atmosfer ini, yang mengakibatkan habisnya atmosfer ini.

[42] Setelah terjadinya tumbukan, Bumi yang berbentuk cair melepaskan gas volatil, dan gas-gas lainnya dikeluarkan oleh gunung berapi, membentuk atmosfer kedua yang kaya gas rumah kaca namun miskin oksigen. [1] :256 Akhirnya, atmosfer ketiga yang kaya oksigen muncul ketika bakteri mulai menghasilkan oksigen sekitar 2,8 miliar tahun yang lalu. [43] :83–84,116–117 Dalam model awal pembentukan atmosfer dan laut, atmosfer kedua terbentuk karena pengeluaran gas volatil dari interior Bumi.

Anggapan ini sekarang berubah, sebab volatil diperkirakan banyak dikeluarkan selama akresi dalam sebuah proses yang dikenal sebagai pengawagasan tubrukan. Anggapan ini memperkirakan lautan dan atmosfer sudah mulai terbentuk pada tahap pembetukan bumi. [44] Atmosfer yang terbentuk kemungkinan berisi uap air, karbon dioksida, nitrogen, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya. [45] Planetisimal dalam jarak 1 satuan astronomi (AU), jarak Bumi dari Matahari, kemungkinan tidak berpengaruh terhadap pengadaan air di Bumi, karena nebula surya terlalu panas untuk mendukung pembentukan es dan hidrasi bebatuan oleh uap air memerlukan waktu yang terlalu lama.

[44] [46] Air kemungkinan besar berasal dari meteorit yang ada di sabuk luar asteroid serta beberapa embrio planet besar yang jaraknya lebih dari 2,5 AU. [44] [47] Komet mungkin juga berkontribusi terhadap pengadaan air di Bumi. Meskipun sebagian besar komet saat ini mengorbit Matahari pada jarak yang jauh, namun simulasi komputer menunjukkan bahwa pada awalnya komet-komet tersebut mengorbit Matahari pada jarak yang lebih dekat.

[40] :130-132 Seiring Bumi mulai mendingin, awan-awan mulai terbentuk. Akhirnya hujan menciptakan lautan. Bukti terbaru menunjukkan lautan mungkin telah terbentuk 4,4 miliar tahun yang lalu. [16] Pada awal eon Arkean, lautan sudah menutupi Bumi. Formasi awal ini sulit dijelaskan karena ada masalah yang dikenal sebagai paradoks Matahari muda yang redup.

Bintang diketahui akan bertambah terang dengan bertambahnya usia, dan pada saat pembentukannya, Matahari hanya memancarkan 70% dari daya saat ini. Banyak model memprediksi bahwa Bumi pernah tertutup oleh es.

[48] [44] Solusi yang memungkinkan adalah, bahwa ada banyak karbon dioksida dan metana yang menghasilkan efek rumah kaca. Karbon dioksida mungkin dihasilkan oleh gunung berapi, dan metana dihasilkan oleh mikrob.

Gas rumah kaca lainnya, yaitu amonia mungkin juga dikeluarkan oleh gunung berapi, namun dihancurkan secara cepat oleh radiasi ultraviolet. [43] :83 Asal mula kehidupan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Evolusi Salah satu manfaat terbentuknya atmosfer dan lautan adalah tersedianya kondisi yang dapat menunjang adanya kehidupan.

Ada banyak model yang menggambarkan asal mula kehidupan, namun masih sedikit konsensus tentang bagaimana kehidupan muncul dari bahan kimia. Percobaan yang dibuat di laboratorium masih belum dapat mengungkap tentang hal ini. [49] [50] Tahap awal munculnya kehidupan kemungkinan dipicu dengan adanya reaksi kimia yang menghasilkan senyawa organik sederhana, termasuk nukleobasa serta asam amino yang merupakan materi penyusun kehidupan.

Sebuah percobaan yang dilakukan oleh Stanley Miller dan Harold Urey pada tahun 1953 menunjukkan bahwa molekul tersebut bisa terbentuk dalam lingkungan air, metana, amonia dan hidrogen dengan bantuan percikan bunga api, untuk meniru efek petir. [51] Meskipun komposisi atmosfer mungkin berbeda dari komposisi yang digunakan oleh Miller dan Urey, percobaan lebih lanjut dilakukan dengan komposisi yang lebih mendekati kondisi sesungguhnya, juga berhasil mensintesis molekul organik.

[52] Simulasi komputer terbaru menunjukkan bahwa molekul organik di luar bumi dapat terbentuk dalam piringan protoplanet sebelum pembentukan bumi. [53] Tahap berikutnya yang lebih kompleks bisa saja dicapai dari setidaknya tiga titik awal: [54] • Replikasi diri, kemampuan organisme untuk peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah keturunan yang sangat mirip dengan dirinya sendiri.

• Metabolisme, kemampuan untuk memberi makan dan memperbaiki diri sendiri. • Membran sel eksternal, yang memungkinkan makanan masuk dan limbah hasil pencernaan terbuang. Replikasi pertama: Dunia RNA [ sunting - sunting sumber ] Replikator pada hampir semua bentuk kehidupan yang diketahui di Bumi adalah asam deoksiribonukleat. DNA jauh lebih kompleks daripada replikator asli dan sistem replikasi yang sangat rumit.

Anggota paling sederhana dari tiga domain modern pun menggunakan DNA untuk merekam informasi genetika dan susunan RNA yang kompleks serta molekul protein untuk "membaca" petunjuk tersebut dan menggunakannya untuk pertumbuhan, pemeliharaan dan replikasi diri.

Penemuan yang menjelaskan bahwa jenis molekul RNA yang disebut ribozim dapat mengkatalisis baik replikasi sendiri maupun pembuatan protein membuka hipotesis baru yang mengatakan bahwa bentuk kehidupan awal sepenuhnya didasarkan pada RNA. [55] Mereka bisa membentuk dunia dunia RNA di mana ada individu tetapi tidak ada spesies, seperti mutasi dan transfer gen horizontal yang diartikan bahwa keturunan dalam setiap generasi cenderung memiliki genom yang berbeda dari induknya.

[56] RNA kemudian diganti oleh DNA, yang lebih stabil sehingga dapat mempertahankan genom untuk waktu yang lebih lama. [57] Ribozim tetap menjadi komponen utama ribosom, yang merupakan "pabrik protein" sel modern. [58] Meskipun, molekul RNA yang dapat mereplikasi diri telah dapat diproduksi di laboratorium, [59] namun tetap ada keraguan tentang apakah kemungkinan mensintesis RNA non-biologis.

[60] [61] [62] Ribozim awal kemungkinan terbentuk dari asam nukleat sederhana seperti PNA, TNA atau GNA, yang akan digantikan kemudian oleh. [63] [64] Replikator pra-RNA lainnya telah dikemukakan, termasuk kristal [65] :150 dan bahkan sistem kuantum.

[66] Pada tahun 2003 diusulkan bahwa presipitasi sulfida logam berpori akan membantu sintesis RNA pada suhu sekitar 100° C. Dalam hipotesis ini, membran lipid akan menjadi komponen sel besar terakhir yang muncul dan terbatas pada pori-pori sampai mereka melakukan protosel. [67] Metabolisme pertama: Dunia besi-belerang [ sunting - sunting sumber ] Hipotesis lain yang bertahan cukup lama mengatakan bahwa kehidupan awal terdiri dari molekul protein.

Asam amino, blok yang membangun protein mudah disintesis dalam kondisi prebiotik, seperti peptida kecil ( polimer asam amino) yang membuat katalis yang baik. [68] :295–297 Serangkaian percobaan dimulai pada tahun 1997 menunjukkan bahwa asam amino dan peptida bisa terbentuk dengan adanya karbon monoksida dan hidrogen sulfida, dengan besi sulfida dan nikel sulfida sebagai katalis. Sebagian besar langkah tersebut membutuhkan suhu 100° C dan tekanan yang sedang, meskipun ada satu tahap yang memerlukan suhu 250° C dan tekanan yang setara dengan tekanan bebatuan pada kedalaman 7 kilometer.

Oleh karena tempat yang memungkinkan terjadinya sintesis protein mandiri berada di dekat lubang hidrotermal. [69] Kesulitan yang dihadapi dalam membuat skenario metabolisme pertama adalah menemukan cara bagi organisme tersebut untuk berkembang.

Tanpa kemampuan untuk mereplikasi sebagai individu, agregat molekul akan memiliki "genom komposisi" (jumlah spesies molekular dalam agregat) sebagai sasaran seleksi alam. Namun, model percobaan terbaru menunjukkan bahwa sistem tersebut tidak dapat berkembang sebagai respon terhadap seleksi alam.

[70] Membran pertama: Dunia lipid [ sunting - sunting sumber ] Penampang liposom. Gelembung lipid berdinding peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah seperti yang membentuk membran sel luar dianggap sebagai langkah awal yang penting. [71] Percobaan yang mensimulasikan kondisi awal Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah diketahui telah mampu membentuk lipid, dan secara spontan membentuk liposom—gelembung berdinding ganda—yang mampu memperbanyak diri.

Meskipun tidak secara intrinsik membawa informasi seperti asam nukleat, namun liposom ini akan mengalami seleksi alam yang menentukan umur dan kemampuan reproduksi. Asam nukleat seperti RNA lebih mudah terbentuk di dalam liposom daripada di luar liposom. [72] Teori Tanah Liat [ sunting - sunting sumber ] Beberapa tanah liat, terutama montmorilonit, memiliki sifat yang menjadikannya akselerator yang memungkinkan munculnya dunia RNA: mereka tumbuh dengan mereplikasi diri pola garis kristal mereka, menjadi bagian dari seleksi alam, dan dapat mengkatalisis pembentukan molekul RNA.

[73] Meskipun ide ini belum menjadi konsensus ilmiah, namun banyak ilmuwan yang mendukung ide ini. [74] :150–158 [65] Penelitian pada tahun 2003 melaporkan bahwa montmorilonit juga bisa mempercepat konversi asam lemak ke dalam "gelembung", dan bahwa gelembung bisa membungkus RNA melekat pada tanah liat. Gelembung tersebut kemudian dapat tumbuh dengan menyerap lipid tambahan dan membelah. Pembentukan awal sel kemungkinan terjadi melalui proses yang serupa.

[75] Hipotesis serupa mengatakan replikasi diri tanah liat yang kaya zat besi sebagai nenek moyang nukleotida, lipid dan asam amino. [76] Nenek moyang terakhir [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Leluhur universal terakhir Ilmuwan meyakini bahwa dari keanekaragaman protosel ini, hanya satu garis keturunan yang berhasil selamat. Bukti filogeni saat ini menunjukkan bahwa nenek moyang terakhir (LUCA) hidup pada awal eon arkean, yang diperkirakan 3,5 miliar tahun yang lalu atau sebelumnya.

[77] [78] LUCA merupakan nenek moyang dari semua kehidupan di bumi saat ini. Diperkirakan LUCA merupakan sebuah Prokariota yang memiliki membran sel dan kemungkinan sebuah ribosom, tapi kurang memiliki inti sel atau ikatan membran organel seperti mitokondria atau kloroplas.

Seperti semua sel modern, LUCA menggunakan DNA sebagai kode genetik, RNA untuk transfer informasi dan sintesis protein, dan enzim untuk mengkatalisis reaksi. Beberapa ilmuwan percaya bahwa bukan organisme tunggal yang menjadi nenek moyang terakhir kehidupan, melainkan ada populasi organisme yang bertukar gen melalui transfer gen horizontal.

[77] Eon Proterozoikum [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Proterozoikum Eon Proterozoikum berlangsung dari 2,5 miliar hingga peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah juta tahun yang lalu. [2] :130 Dalam rentang waktu tersebut, kraton berkembang menjadi benua-benua dengan ukuran mutakhir. Perubahan atmosfer yang kaya oksigen juga merupakan perkembangan krusial.

Kehidupan berkembang dari prokariota menjadi eukariota dan bentuk multiseluler. Pada Proterozoikum terjadi dua zaman es parah yang disebut bumi bola salju. Setelah Bumi Bola Salju terakhir usai sekitar 600 juta tahun lalu, evolusi kehidupan di Bumi terjadi secara cepat. Sekitar 580 tahun lalu, biota Ediakara menjadi pendahuluan bagi Ledakan Kambrium. Revolusi oksigen [ sunting - sunting sumber ] Stromatolit yang membatu di pesisir Danau Thetis, Australia Barat.

Stromatolit arkean merupakan fosil jejak kehidupan pertama di Bumi. Sel-sel purba menyerap energi dan makanan dari lingkungan di sekitarnya.

Mereka menggunakan fermentasi (pemecahan senyawa lebih kompleks menjadi senyawa kurang kompleks dengan sedikit energi) dan menggunakan energi yang dibebaskan untuk tumbuh dan berkembang biak. Fermentasi hanya dapat terjadi dalam lingkungan anaerobik (tanpa oksigen). Evolusi fotosintesis memungkinkan sel-sel untuk membuat makanannya sendiri.

[79] :377 Sebagian besar kehidupan yang berada di permukaan Bumi bergantung secara langsung atau tak langsung pada fotosintesis. Bentuk yang paling umum, yaitu fotosintesis oksigen, mengubah karbon dioksida, air, dan cahaya matahari menjadi makanan.

Dalam proses tersebut terjadi penangkapan energi cahaya Matahari ke dalam molekul kaya energi seperti ATP, yang kemudian menyediakan energi untuk menciptakan gula. Untuk menyuplai elektron dalam prosesnya, maka hidrogen dipisahkan dari air, sehingga oksigen dibuang.

[80] Sejumlah organisme, seperti bakteri ungu dan bakteri belerang hijau, mengadakan fotosintesis tanpa oksigen yang menggunakan pengganti hidrogen dari air sebagai pendonor elektron; contohnya hidrogen sulfida, belerang, dan besi.

Organisme macam itu hidup di lingkungan ekstrem seperti mata air panas dan lubang hidrotermal. [79] :379–382 [81] Bentuk anoksigenik yang lebih sederhana muncul sekitar 3,8 miliar tahun lalu, tak lama setelah munculnya kehidupan. Masa permulaan fotosintesis oksigenik lebih kontroversial; bukti memastikan kemunculannya sekitar 2,4 miliar tahun lalu, namun sejumlah peneliti menyatakan masa yang lebih jauh lagi sekitar 3,2 miliar tahun lalu.

[80] Masa yang labih jauh "mungkin meningkatkan produktivitas global setidaknya dua atau tiga kali lipat." [82] [83] Fosil stromatolit merupakan salah satu sisa-sisa makhluk hidup penghasil oksigen tertua di dunia. [82] [83] [41] Pada awalnya, oksigen yang dilepas ke udara terikat dengan kapur, besi, dan mineral lainnya.

Besi teroksidasi tampak sebagai lapisan merah dalam lapisan geologis yang disebut formasi besi terangkai yang terbentuk dalam kelimpahan selama periode Siderium (antara 2500 juta tahun lalu dan 2300 juta tahun lalu). [2] :133 Saat sebagian besar mineral teroksidasi, akhirnya oksigen mulai terakumulasi di atmosfer. Meskipun tiap sel hanya menghasilkan oksigen dalam jumlah kecil, kombinasi metabolisme dari banyak sel dalam waktu lama mengubah atmosfer Bumi menjadi seperti saat ini.

Atmosfer tersebut merupakan atmosfer bumi ketiga. [84] :50–51 [43] :83–84,116–117 Beberapa oksigen terstimulasi oleh radiasi ultraviolet sehingga membentuk ozon, yang berkumpul di lapisan dekat bagian atas atmosfer. Lapisan ozon menyerap jumlah radiasi ultraviolet signifikan yang memasuki atmosfer Bumi.

Hal tersebut memungkinkan sel-sel untuk hidup di permukaan samudra dan kemudian di daratan: tanpa lapisan ozon, radiasi ultraviolet yang menghujani daratan dan lautan akan mengakibatkan mutasi tak terkendali pada sel-sel yang terekspos. [85] [40] :219–220 Fotosintesis juga memiliki peran besar.

Oksigen bersifat racun; sebagian besar kehidupan awal di Bumi mati karena level oksigen meningkat dalam peristiwa yang dikenal sebagai bencana oksigen. Makhluk yang resistan bertahan hidup dan berkembang, dan beberapa darinya mengembangkan kemampuan pemanfaatan oksigen untuk peningkatan metabolisme dan memperoleh lebih banyak energi dari makanan yang sama.

[85] Bumi Bola Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Bumi Bola Salju Evolusi alami menyebabkan Matahari semakin terang selama eon Arkean dan Proterozoikum; kecerahan Matahari bertambah sebanyak 6% setiap miliaran tahun. [40] :165 Akibatnya, Bumi mulai menerima kehangatan dari Matahari pada eon Proterozoikum.

Meski demikian, Bumi tidak serta-merta menghangat. Sebaliknya, rekaman geologis mengindikasikan bahwa Bumi mendingin drastis selama awal Proterozoikum. Sisa-sisa zaman es yang ditemukan di Afrika Selatan terhitung berusia 2,2 miliar tahun, yang pada masa itu—berdasarkan bukti paleomagnetis—wilayah tersebut seharusnya terletak di dekat khatulistiwa.

Maka dari itu, glasiasi tersebut—dikenal sebagai glasiasi Makganyene—pasti terjadi secara global. Sejumlah ilmuwan mendukung teori itu dan zaman es Proterozoikum berlangsung secara parah sehingga Bumi beku total dari kutub hingga khatulistiwa: hipotesis yang disebut Bumi Bola Salju.

[86] Zaman es sekitar 2,3 miliar tahun lalu dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi oksigen di atmosfer secara langsung, mengakibatkan penurunan metana (CH 4) di atmosfer. Metana merupakan gas rumah kaca yang kuat, namun dengan kehadiran oksigen maka ia akan bereaksi untuk membentuk CO 2, gas rumah kaca yang kurang efektif.

[40] :172 Saat oksigen bebas tersedia di atmosfer, konsentrasi metana juga menurun drastis, cukup memungkinkan untuk menolak peningkatan hawa panas yang diberikan Matahari. [87] Munculnya eukariota [ sunting - sunting sumber ] Kloroplas dalam sel-sel lumut. Kloroplas merupakan sel yang dapat berfungsi sebagaimana organ ( organel). Kehidupan eukariota di Bumi diawali oleh kemunculan organel semacam ini.

Taksonomi modern mengklasifikasikan kehidupan ke tiga domain. Waktu asal domain ini tidak pasti. Domain bakteri mungkin awalnya memisahkan diri dari bentuk-bentuk kehidupan lainnya (kadang-kadang disebut neomura), tapi anggapan ini masih kontroversial. Segera setelah bakteri memisahkan diri, dalam kurun waktu peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah miliar tahun, [88] neomura terpecah menjadi arkea dan eukariota.

Sel eukariota berukuran lebih besar dan lebih kompleks dibandingkan sel prokariotik (bakteri dan arkea), dan menjadi awal kehidupan kompleks yang ada sekarang. Pada kisaran waktu tersebut, protomitokondria pertama terbentuk. Sel bakteri yang berkerabat dengan rickettsia yang ada saat ini, [89] telah berevolusi untuk memetabolisme oksigen, memasuki sel prokariotik lebih besar yang tidak memiliki kemampuan itu. Kemungkinan sel yang lebih besar berusaha untuk mencerna sel yang lebih kecil tetapi gagal.

Sel yang lebih kecil mungkin telah mencoba untuk menjadi parasit bagi sel yang lebih besar. Dalam banyak kasus, sel yang lebih kecil dapat menyelamatkan diri di dalam sel yang lebih besar.

Dengan menggunakan oksigen, ia memetabolisme kotoran dari sel yang lebih besar dan mendapat lebih banyak energi. Sisa energi ini dikembalikan ke sel inangnya. Sel yang lebih kecil berbiak di dalam sel yang lebih besar. Hal ini menciptakan simbiosis antara sel yang lebih besar dan sel yang lebih kecil, dan kedua jenis sel tersebut menjadi saling tergantung satu sama lainnya. Sel yang lebih besar tidak dapat bertahan hidup tanpa energi yang dihasilkan sel yang lebih kecil, demikian juga sel yang lebih kecil tidak dapat bertahan hidup tanpa bahan baku yang disediakan oleh sel yang lebih besar.

Keseluruhan sel ini kemudian diklasifikasikan sebagai organisme tunggal, sedangkan sel yang lebih kecil diklasifikasikan sebagai organel yang disebut mitokondria. [90] Sebuah fosil Spriggina floundensi berusia 580 juta tahun, binatang dari periode Ediakarium. Bentuk kehidupan semacam itu bisa saja menjadi nenek moyang berbagai bentuk kehidupan baru yang berasal dari Letusan Kambrium.

Peristiwa serupa terjadi pada fotosintesis cyanobacteria [91] memasuki sel heterotrof besar dan menjadi kloroplas. [84] :60–61 [92] :536–539 Kemungkinan sebagai hasil dari perubahan ini, sebaris sel yang mampu melakukan fotosintesis terpisah dari eukariota yang lain pada waktu lebih dari 1 miliar tahun yang lalu.

Selain teori endosimbiotik yang sudah dikenal luas mengenai pembentukan sel mitokondria dan kloroplas, ada teori lain yang mengatakan bahwa sel-sel tersebut menimbulkan peroksisom, spiroket menimbulkan silia dan flagelum dan kemungkinan virus DNA menimbulkan inti sel, [93] [94] meskipun tidak ada dari teori-teori tersebut yang dikenal luas. [95] Arkea, bakteri, dan eukariota terus melakukan diversifikasi dan menjadi lebih kompleks serta beradaptasi lebih baik terhadap lingkungan. Setiap domain terpecah menjadi garis keturunan berulang kali, meskipun hanya sedikit yang diketahui tentang sejarah arkea dan bakteri.

Sekitar 1,1 miliar tahun yang lalu, benua raksasa Rodinia mulai terbentuk. [96] [97] Tumbuhan, hewan, dan fungi telah terpisah, meskipun mereka masih berstatus sebagai sel soliter. Beberapa tinggal dalam koloni, dan secara bertahap mulai terjadi pembagian kerja, misalnya sel-sel yang terletak di sisi sebelah luar mengambil peran yang berbeda dari sel-sel yang terletak di sebelah dalam.

Meskipun pembagian antara koloni dengan sel khusus dan organisme multiseluler tidak selalu jelas, sekitar 1 miliar tahun yang lalu [98] tanaman multiseluler muncul untuk pertama kalinya, kemungkinan seperti ganggang hijau. Diperkirakan sekitar 900 juta tahun yang lalu [92] :488 organisme multiseluler sejati juga telah berevolusi sebagai hewan. Pada awalnya mungkin mirip spons yang ada saat ini, yang memiliki sel totipotensi yang memungkinkan organisme yang terganggu untuk berkumpul kembali.

[92] :483-487 Setelah pembagian kerja selesai pada semua lini organisme multiseluler, sel-sel menjadi lebih khusus dan lebih tergantung pada satu sama lain, sel-sel yang terisolasi akan mati. Benua raksasa pada Proterozoikum [ sunting - sunting sumber ] Rekonstruksi benua raksasa Pannotia (warna kuning) pada masa 550 juta tahun yang lalu. Rekonstruksi pergerakan lempeng tektonik pada 250 juta tahun terakhir (era Kenozoikum dan mesozoikum) dapat dilakukan dengan mencocokkan benua, anomali magnetik dasar laut, dan kutub paleomagnetik.

Tidak ditemukan kerak samudera yang terbentuk sebelum waktu tersebut, sehingga rekonstruksi sebelum waktu tersebut sulit untuk dilakukan. Kutub paleomagnetik dilengkapi dengan bukti-bukti geologi seperti sabuk orogenik, yang menandai tepi lempeng kuno, dan distribusi flora dan fauna pada masa lalu. [99] :370 Sepanjang sejarah bumi, ada saat-saat ketika benua bertabrakan dan membentuk benua raksasa, yang kemudian pecah menjadi benua baru. Sekitar 1000–830 juta tahun, benua yang paling luas bersatu membentuk benua raksasa Rodinia.

[99] :370 [100] Sebelum Rodinia terbentuk, kemungkinan telah terbentuk terlebih dahulu Columbia atau Nuna pada awal sampai pertengahan Proterozoikum.

[99] :374 [101] [102] Setelah Rodinia pecah sekitar 800 juta tahun, benua-benua tersebut kemungkinan telah membentuk benua raksasa lain yang berumur pendek, Pannotia pada 550 juta tahun.

Hipotetis benua raksasa sering kali mengacu pada Pannotia atau Vendia. [103] :321–322 Bukti yang memperkuat adalah fase tabrakan benua yang dikenal sebagai orogeni Pan-Afrika, yang bergabung dengan massa benua Afrika saat ini, Amerika Selatan, Antartika dan Australia.

Keberadaan Pannotia ditentukan oleh waktu terjadinya retakan antara Gondwana (yang termasuk sebagian besar daratan di belahan bumi selatan, serta Semenanjung Arab dan anak benua India) dan Laurentia (kira-kira setara dengan Amerika Utara sekarang). [99] :374 Hal ini meyakinkan bahwa pada akhir eon Proterozoikum, sebagian besar massa benua bergabung dalam posisi di sekitar kutub selatan.

[104] Iklim dan kehidupan Proterozoikum Akhir [ sunting - sunting sumber ] Pennatulacea merupakan salah satu ordo animalia tertua di Bumi, yang sudah ada sejak Ediakarium ( k. 635 juta tahun lalu) hingga Holosen (masa kini).

Pada akhir eon Proterozoikum, Bumi setidaknya mengalami dua kali peristiwa Bumi Bola Salju yang sedemikian parah sehingga permukaan laut benar-benar membeku. Kejadian ini terjadi sekitar 716,5 dan 635 juta tahun yang lalu, pada periode Kriogenium. [105] Intensitas dan mekanisme kedua proses glasial tersebut masih dalam penyelidikan dan lebih sulit dijelaskan dibandingkan peristiwa Bumi bola salju yang terjadi pada eon Proterozoikum.

[106] Kebanyakan Paleoklimatologi berpikir peristiwa Bumi Bola Salju berhubungan dengan pembentukan benua raksasa Rodinia. [107] Karena Rodinia berada di tengah khatulistiwa, tingkat pelapukan kimia meningkat dan karbon dioksida (CO 2) diambil dari atmosfer.

Karena CO 2 merupakan gas rumah kaca yang penting, maka terjadilah pendinginan cuaca secara global. Dengan cara yang sama selama periode Bumi bola salju sebagian besar permukaan benua tertutup dengan permafrost yang kembali menurunkan pelapukan kimia, sehingga meningkatkan pembentukan es. Ada hipotesis alternatif yang peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah bahwa ada cukup banyak karbon dioksida yang keluar melalui lubang vulkanik menghasilkan efek rumah kaca yang meningkatkan suhu global.

[107] Peningkatan aktivitas vulkanik ini dihasilkan oleh pecahnya Rodinia pada kisaran waktu yang sama. Periode Kriogenium diikuti oleh periode Ediakarium yang ditandai dengan pesatnya perkembangan bentuk kehidupan multiseluler.

[108] Hubungan antara akhir jamas es dan peningkatan keanekaragaman peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah belum bisa ditentukan dengan jelas, meskipun tampaknya hal itu bukan sesuatu yang kebetulan.

Bentuk baru kehidupan, yang disebut biota Ediakarium, menjadi lebih besar dan lebih beragam dari sebelumnya. Meskipun taksonomi sebagian besar biota Ediakara tidak jelas, sebagian darinya merupakan nenek moyang kehidupan modern.

[109] Perkembangan yang penting adalah asal mula sel otot dan sel saraf. Tidak satupun fosil dari periode Ediakarium yang memiliki bagian tubuh yang keras seperti kerangka. Biota ediakarium muncul pertama kali pada perbatasan eon Proterozoikum dan Fanerozoikum atau periode Ediakarium dan Kambrium. Rekonstruksi salah satu tumbuhan berpembuluh pertama di Bumi, dari genus Cookconia, hidup pada pertengahan Silur hingga Devon Awal, sekitar 433–393 juta tahun lalu.

Sejak periode Devon, daratan dikolonisasi oleh tumbuhan darat. Fanerozoikum adalah eon yang sedang berjalan saat ini peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Bumi. Eon ini dimulai sekitar 542 juta tahun yang lalu. Eon ini dibagi menjadi tiga era— Paleozoikum, Mesozoikum dan Kenozoikum, [3]—dan merupakan masa ketika kehidupan multiseluler terdiversifikasi sangat luas ke hampir semua organisme yang dikenal saat ini. [110] Era Paleozoikum [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Paleozoikum Era Paleozoikum (yang berarti era bentuk kehidupan lampau) merupakan era pertama dan era terpanjang eon Fanerozoikum, dimulai dari 542–251 juta tahun yang lalu.

[3] Sepanjang era ini, banyak kelompok kehidupan modern muncul. Kehidupan mengkolonisasi daratan, diawali dengan tumbuhan, dan diikuti dengan binatang. Kehidupan perlahan-lahan berevolusi. Pada masa itu, terjadi radiasi adaptif yang membentuk banyak spesies baru, namun juga terjadi kepunahan massal.

Ledakan evolusi ini sering kali disebabkan oleh perubahan mendadak pada lingkungan yang terjadi akibat bencana alam seperti aktivitas gunung berapi, tumbukan meteor ataupun perubahan iklim. Benua-benua yang terbentuk akibat pecahnya Rodinia dan Pannotia pada akhir eon Proterozoikum perlahan lahan bergerak bersama-sama lagi selama era Paleozoikum.

Pergerakan ini pada akhirnya membetuk benua raksasa Pangea pada akhir era Paleozoikum. Letusan Kambrium [ sunting - sunting sumber ] Trilobit muncul pertama kali pada periode Kambrium dan merupakan organisme pada era Paleozoikum yang paling luas menyebar. Dari catatan fosil yang ditemukan, tingkat evolusi kehidupan dipercepat pada periode Kambrium ( 540–488 juta tahun yang lalu). [3] Munculnya banyak spesies, filum, serta bentuk kehidupan baru secara tiba-tiba pada periode ini disebut letusan Kambrium.

Kecepatan tingkat evolusi ini sangat berbeda dibandingkan masa sebelum dan sesudahnya. [40] :229 Pada periode Ediakarium bentuk kehidupan masih primitif dan tidak mudah untuk dimasukkan ke dalam kelompok modern, namun pada akhir periode Kambrium filum yang paling modern sudah hadir.

Perkembangan anggota tubuh yang keras seperti kerang, kerangka, atau binatang bercangkang luar seperti moluska, echinodermata, lili laut dan artropoda membuat proses terjadinya fosil lebih mudah dibandingkan nenek moyangnya dari eon Proterozoikum. Hal ini yang menyebabkan kehidupan pada periode Kambrium lebih banyak diketahui dibandingkan kehidupan pada periode sebelumnya.

Selama periode Kambrium, muncul vertebrata pertama, di antaranya ikan. [92] :357 Makhluk yang bisa jadi merupakan nenek moyang dari ikan, atau mungkin berkaitan erat dengan ikan adalah pikaia. Pikaia memiliki notokorda primitif, sebuah struktur yang bisa berkembang menjadi tulang punggung. Ikan pertama yang memiliki rahang ( Gnathostomata) muncul pada periode geologi berikutnya, Ordovisium.

Kolonisasi relung baru menyebabkan berkembangnya ukuran tubuh. Dengan cara ini ikan seperti Dunkleosteus dapat tumbuh sampai sepanjang 7 meter. Keragaman bentuk kehidupan tidak meningkat terus disebabkan oleh serangkaian kepunahan massal.

[111] Setelah masing-masing tahap kepunahan tersebut, paparan benua kembali dipenuhi oleh bentuk kehidupan yang mirip yang kemungkinan berkembang perlahan-lahan di tempat lain. [112] Pada akhir Kambrium, trilobit telah mencapai keragaman terbesar dan mendominasi hampir seluruh bentuk fosil.

[113] :34 Tektonik, paleogeografi, dan iklim Paleozoikum [ sunting - sunting sumber ] Pangea adalah benua raksasa terakhir yang ada pada masa 300–180 juta tahun yang lalu. Garis-garis besar benua modern dan daratan lainnya ditunjukkan pada peta ini.

Pada akhir eon Proterozoikum, benua raksasa Pannotia telah terpisah-pisah menjadi benua kecil Laurentia, Baltica, Siberia dan Gondwana.

[114] Selama periode saat benua-benua tersebut bergerak memisah, lebih kerak samudera terbentuk oleh aktivitas gunung berapi. Karena kerak vulkanik muda relatif lebih panas dan kurang padat dibandingkan kerak samudera tua, dasar laut akan naik selama periode tersebut.

Hal ini menyebabkan permukaan laut naik. Oleh karena itu, pada paruh pertama era Paleozoikum, sebagian besar kawasan benua berada di bawah permukaan laut. Suhu pada awal era Paleozoikum lebih hangat dari iklim saat ini, namun pada akhir periode Ordovisium mengalami zaman es yang singkat saat gletser menutupi kutub selatan, tempat benua besar Gondwana.

Pada akhir zaman es Ordovisium, terjadi beberapa kepunahan massal, ketika banyak brachiopoda, trilobit, bryozoa, dan karang lenyap dari jejak fosil. Spesies laut ini mungkin tidak bisa bertahan menghadapi penurunan suhu air laut.

[115] Setelah kepunahan tersebut, spesies baru berevolusi, lebih beragam dan lebih mampu beradaptasi. Benua Laurentia dan Baltica bertabrakan antara 450–400 juta tahun yang lalu, membentuk Laurussia (juga dikenal sebagai Euramerika). [116] Jejak dari tabrakan ini dapat ditemukan di Skandinavia, Skotlandia dan Appalachia Utara. Pada periode Devon (416–359 juta tahun yang lalu), [3] Gondwana dan Siberia mulai bergerak menuju Laurussia.

Tabrakan Siberia dengan Laurussia menyebabkan orogeni Uralia, tabrakan Gondwana dengan Laurussia disebut orogeni Varisca atau Hercynia di Eropa, atau orogeni Alleghenia di Amerika Utara. Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah kedua berlangsung selama periode Karbon (359–299 juta tahun yang lalu) [3] dan mengakibatkan pembentukan benua raksasa terakhir, Pangea.

[117] Kolonisasi daratan [ sunting - sunting sumber ] Oksigen yang terakumulasi dari proses fotosintesis membentuk lapisan ozon yang menyerap banyak radiasi sinar ultraviolet matahari. Hal ini membuat organisme uniseluler dapat bertahan hidup lebih baik, dan prokariota mulai bertambah banyak dan makin mampu beradaptasi untuk hidup di luar air. Keturunan prokariota [118] kemungkinan sudah mengkoloni daratan sejak 2,6 miliar tahun yang lalu [119] bahkan sebelum eukariota muncul.

Untuk waktu yang lama, daratan tidak di tempati oleh organisme multiseluler. Benua raksasa Pannotia terbentuk sekitar 600 juta tahun yang lalu dan kemudian pecah 50 juta tahun kemudian. [120] Ikan—vertebrata paling awal—berkembang di lautan sekitar 530 juta tahun yang lalu. [92] :354 Sebuah peristiwa kepunahan besar terjadi mendekati akhir periode Kambrium, [121] yang berakhir 488 juta tahun yang lalu.

[122] Beberapa ratus juta tahun yang lalu, tanaman (mungkin menyerupai ganggang) dan jamur mulai tumbuh di tepi air, dan kemudian mulai keluar dari air.

[123] :138–140 Fosil jamur tanah dan tanaman tertua yang pernah ditemukan berasal dari masa 480–460 juta tahun yang lalu, meskipun bukti molekuler menunjukkan jamur mungkin telah hidup di daratan 1000 juta tahun yang lalu, sedangkan tanaman 700 juta tahun yang lalu. [124] Pada awalnya mereka tetap dekat dengan tepi air. Akibat mutasi dan variasi, perlahan-lahan mereka mulai mengkoloni lingkungan baru yang makin jauh dari air.

Kapan hewan pertama meninggalkan lautan belum diketahui secara tepat; bukti tertua yang paling jelas adalah artropoda dari 450 juta tahun yang lalu. [125] Ada juga bukti lain, namun belum dikonfirmasi bahwa artropoda mungkin telah muncul di daratan 530 juta tahun yang lalu.

[126] Evolusi tetrapoda [ sunting - sunting sumber ] Ilustrasi Tiktaalik, seekor ikan purba dengan sirip menyerupai anggota badan, leluhur dari tetrapoda. Rekonstruksi dari fosil berusia sekitar 375 juta tahun. Pada akhir periode Ordovisium, 443 juta tahun yang lalu, [3] terjadi lagi kepunahan massal, mungkin disebabkan oleh zaman es.

[115] Sekitar 380–375 juta tahun yang lalu, tetrapoda pertama berevolusi dari ikan. [127] Diperkirakan bahwa sirip berevolusi menjadi anggota badan yang memungkinkan tetrapoda pertama yang mengangkat kepala mereka keluar dari air untuk menghirup udara.

Hal ini memungkinkan mereka untuk hidup di air yang miskin oksigen atau mengejar mangsa kecil di perairan dangkal. [127] Kemudian mereka berkelana di darat untuk waktu yang singkat. Beberapa dari mereka dapat beradaptasi dengan keadaan di darat dan menghabiskan hidup mereka di darat saat dewasa, meskipun mereka menetas di dalam air dan kembali untuk bertelur. Inilah asal mula amfibi. Sekitar 365 juta tahun yang lalu, periode kepunahan massal lainnya terjadi, yang kemungkinan disebabkan oleh pendinginan global.

[128] Tanaman berevolusi dengan menghasilkan biji, yang secara dramatis mempercepat penyebaran mereka di darat, pada sekitar waktu ini (kira-kira 360 juta tahun yang lalu). [129] [130] Sekitar 20 juta tahun kemudian (340 juta tahun yang lalu [92] :293–296), telur dengan cangkang keras mulai berkembang, yang dapat diletakkan di tanah, memberikan manfaat kelangsungan hidup bagi embrio tetrapoda.

Hal ini mengakibatkan perbedaan antara amniota dengan amfibi. 30 juta tahun kemudian (310 juta tahun yang lalu [92] :254–256) terlihat perbedaan antara synapsida (termasuk mamalia) dengan sauropsida (termasuk burung dan reptil). Kelompok-kelompok lain organisme terus berkembang, dan garis penyimpangan pada ikan, serangga, bakteri, dan sebagainya, meskipun secara detail tidak dikenali. Era Mesozoikum [ sunting - sunting sumber ] Dinosaurus merupakan vertebrata terestrial dominan pada sebagian besar rentang waktu Mesozoikum.

Era Mesozoikum ("kehidupan pertengahan") berlangsung dari 251 juta tahun lalu hingga 66 juta tahun lalu. [3] Era ini terbagi menjadi periode Trias, Jura, dan Kapur.

Era tersebut diawali oleh peristiwa kepunahan Perm-Trias, peristiwa kepunahan paling parah yang terekam dalam jejak fosil; 95% spesies di Bumi binasa. [131] Era tersebut diakhiri oleh peristiwa kepunahan Kapur-Tersier yang membinasakan dinosaurus dari muka Bumi. Peristiwa kepunahan Perm-Trias dapat disebabkan oleh kombinasi letusan gunung berapi di Trap Siberia, tumbukan asteroid, gasifikasi metana hidrat, fluktuasi permukaan air laut, dan peristiwa anoksik besar. Kawah Wilkes [132] di Antartika atau struktur Bedout di barat daya pesisir Australia dapat mengindikasikan hubungan antara tumbukan benda langit dengan kepunahan Perm-Trias.

Namun masih belum dapat dipastikan apakah fitur geologis tersebut dan kawah-kawah lainnya merupakan kawah tumbukan yang sebenarnya atau sezaman dengan peristiwa kepunahan Perm-Trias. Kehidupan masih bertahan, dan sekitar 230 juta tahun lalu, dinosaurus diturunkan dari nenek moyang reptil. [133] Peristiwa kepunahan Trias-Jura saat 200 juta tahun lalu menyisakan banyak dinosaurus, [3] [134] dan akhirnya mereka menjadi yang dominan di antara vertebrata. Meskipun beberapa garis keturunan mamalia mulai bercabang pada periode ini, mamalia yang ada boleh jadi berukuran kecil menyerupai tupai.

[92] :169 Pada masa 180 juta tahun lalu, Pangea pecah menjadi Laurasia dan Gondwana. Batas antara dinosaurus avian dan non-avian tidak jelas, namun Archaeopteryx dianggap sebagai salah satu burung pertama di dunia, hidup sekitar 150 juta tahun lalu. [135] Bukti keberadaan angiosperma berbunga tertua di dunia berasal dari periode Kapur, sekitar 20 juta tahun kemudian (132 juta tahun lalu). [136] 66 juta tahun lalu, sebuah asteroid berukuran 10-kilometer (6,2 mi) menumbuk Bumi, tepatnya di pesisir semenanjung Yucatán, lokasi kawah Chicxulub yang dikenal saat ini.

Tumbukan tersebut menyebabkan materi dan uap air terhempas ke udara sehingga menutupi cahaya matahari, menghambat fotosintesis. Sebagian besar hewan raksasa, termasuk dinosaurus non-avian, akhirnya binasa, [137] menandai akhir periode Kapur dan era Mesozoikum.

Era Kenozoikum [ sunting - sunting sumber ] Silsilah evolusi mamalia berdasarkan kajian genetika, kesimpulan dari studi morfologi, dan catatan fosil. Era Kenozoikum dimulai pada 66 juta tahun yang lalu, [3] dan terbagi ke dalam periode Paleogen, Neogen, dan Kuarterner. Mamalia dan burung mampu bertahan dari peristiwa kepunahan Kapur-Tersier yang membunuh dinosaurus dan banyak bentuk kehidupan lainnya, dan era ini merupakan era ketika mahluk hidup melakukan diversifikasi ke dalam bentuk kehidupan modern.

Diversifikasi mamalia [ peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah - sunting sumber ] Mamalia telah ada sejak akhir periode Trias, tapi sebelum peristiwa kepunahan Kaput-Tersier mereka berukuran kecil. Selama era Kenozoikum, mamalia cepat terdiversifikasi karena dinosaurus dan hewan besar lainnya telah punah, sedangkan yang sintas berkembang menjadi banyak ordo modern.

Dengan banyaknya reptil laut yang telah punah, beberapa mamalia mulai hidup di lautan dan menjadi cetacea. Mamalia lainnya menjadi felidae dan canidae, predator yang cepat dan tangkas. Iklim global lebih kering pada era Kenozoikum menyebabkan perluasan padang rumput dan evolusi mamalia yang memakan rumput serta berkuku seperti equidae dan bovidae.

Beberapa mamalia arboreal menjadi primata; salah satu keturunannya lalu berkembang menjadi manusia modern. Evolusi manusia [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Evolusi manusia Kera Afrika kecil yang hidup sekitar 6 juta tahun lalu merupakan animalia yang keturunannya meliputi manusia modern dan kerabat terdekat mereka, para simpanse.

[92] :100–101 Hanya dua garis keturunan dalam silsilahnya yang memiliki keturunan sintas. Tak lama setelah percabangan keturunan—oleh alasan yang masih belum pasti—para kera pada salah satu cabang mengembangkan kemampuan untuk berjalan dengan dua kaki. [92] :95–99 Ukuran otak peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah secara cepat, dan pada 2 juta tahun lalu, hewan pertama yang terklasifikasikan dalam genus Homo muncul.

[123] :300 Pada sekitar masa yang sama, garis keturunan lainnya bercabang menuju leluhur simpanse dan leluhur bonobo sebagaimana evolusi juga berlanjut serentak pada segala bentuk kehidupan.

[92] :100–101 Rekonstruksi keadaan Bumi saat glasial maksimum pada Periode Glasial Akhir, ketika umat manusia sudah ada di Bumi, sekitar 25.000–13.000 tahun yang lalu. [138] Kemampuan mengontrol api boleh jadi dimulai oleh Homo erectus (atau Homo ergaster), sekurang-kurangnya sekitar 790.000 tahun lalu [139] namun ada kemungkinan lebih jauh lagi sekitar 1,5 juta tahun lalu.

[92] :67 Penemuan dan penggunaan api bisa jadi mendahului Homo erectus. Kemungkinan besar api digunakan oleh hominid Paleolitik Hulu (Oldowan) purba seperti Homo habilis atau australopithecine seperti Paranthropus. [140] Melacak asal mula bahasa merupakan hal sulit; tidak jelas apakah Homo erectus dapat berbicara ataukah kemampuannya belum muncul sebelum keberadaan Homo sapiens. [92] :67 Seiring dengan pertambahan ukuran otak, persalinan terjadi lebih dini, sebelum kepala bayi terlalu besar untuk melewati pelvis.

Akibatnya, mereka mengalami neuroplastisitas berlebih, sehingga memiliki banyak kapasitas untuk belajar dan membutuhkan periode ketergantungan yang lebih lama. Kecakapan sosial menjadi lebih kompleks, bahasa menjadi lebih berkembang, dan peralatan kian diperbagus. Hal ini berperan dalam perkembangan hubungan sosial dan intelektual lebih lanjut. [141] :7 Manusia modern ( Homo sapiens) dipercaya mulai ada sejak 200.000 tahun lalu—atau lebih jauh lagi—di benua Afrika; fosil tertua yang ditemukan telah terukur berasal dari masa 160.000 tahun lalu.

[142] Manusia pertama yang menunjukkan tanda-tanda spiritualitas adalah manusia Neanderthal (biasanya diklasifikasikan sebagai spesies berbeda tanpa keturunan sintas); mereka mengubur rekannya yang meninggal, sering kali dengan jejak makanan atau peralatan.

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

{INSERTKEYS} [143] :17 Lain dari itu, bukti sistem kepercayaan yang lebih maju, seperti lukisan gua oleh manusia Cro-Magnon (mungkin mengungkapkan signifikansi religius atau bahkan sihir) [143] :17–19 belum ada sebelum 32.000 tahun lalu. [144] Manusia Cro-Magnon juga menciptakan artefak patung batu seperti Venus dari Willendorf, kemungkinan besar mengungkapkan kepercayaan religius. [143] :17–19 Pada masa 11.000 tahun lalu, Homo sapiens mencapai ujung selatan Amerika Selatan, benua tak berpenghuni yang terakhir (kecuali Antartika, yang belum pernah dijamah sebelum tahun 1820 Masehi).

[145] Penggunaan perkakas dan komunikasi terus berkembang, dan hubungan interpersonal semakin berseluk-beluk. Peradaban manusia [ sunting - sunting sumber ] Mural yang menggambarkan usaha pertanian, peninggalan zaman Mesir Kuno, dibuat sekitar 1400 SM. Pertanian merupakan aspek penting dalam Revolusi Neolitik. Di tempat yang menyediakan lahan pertanian, manusia telah meninggalkan gaya hidup nomadis. Selama lebih dari 90% dari masa keberadaannya di Bumi, Homo sapiens hidup dalam kelompok kecil sebagai pemburu-pengumpul makanan nomadis.

[141] :8 Ketika bahasa menjadi lebih kompleks, kemampuan mengingat dan menyebarkan informasi menghasilkan replikator baru: meme. [147] Gagasan-gagasan dapat saling ditukar secara cepat dan diturunkan dari generasi ke generasi. Evolusi kebudayaan berhasil mendahului evolusi biologis, dan catatan sejarah pun dimulai. Antara masa 8500 dan 7000 Sebelum Masehi (SM), manusia di kawasan Hilal Subur di Timur Tengah memulai budi daya tanaman dan hewan yang sistematis; suatu budaya yang kini dikenal di seluruh dunia sebagai pertanian.

[148] Hal ini menyebar ke daerah-daerah sekitarnya, serta berkembang secara mandiri di sejumlah kawasan dunia, hingga akhirnya sebagian besar Homo sapiens hidup menetap di permukiman permanen sebagai petani.

Tidak semua masyarakat dunia meninggalkan tradisi nomadis, terutama manusia yang tinggal di kawasan terisolasi yang miskin tanaman pertanian, seperti Australia. [149] Bagaimanapun, pada peradaban-peradaban yang mengembangkan pertanian, stabilitas relatif dan pertambahan produktivitas karena bercocok tanam mengakibatkan populasi bertambah. Pertanian memberi pengaruh yang kuat bagi manusia. Mereka mulai memberi dampak pada lingkungannya lebih besar daripada sebelumnya. Surplus makanan mengakibatkan kemunculan golongan rohaniwan dan bangsawan, diikuti oleh bertambahnya pembagian tenaga kerja.

Hal ini mengawali kelahiran peradaban pertama di Bumi, tepatnya di Sumeria (kawasan Timur Tengah), antara 4000 dan 3000 SM. [141] :15 Peradaban-peradaban lainnya muncul tak lama kemudian di Mesir, lembah Sungai Indus, dan Tiongkok. Penemuan aksara mengakibatkan kemunculan masyarakat yang lebih kompleks. Catatan dan perpustakaan berfungsi sebagai gudang pengetahuan dan menambah transmisi informasi kultural. Umat manusia tidak lagi menghabiskan seluruh waktunya untuk bekerja, dan pendidikan mengantarkannya pada upaya pencarian pengetahuan dan kebijaksanaan.

Periode dari 900–200 SM dinyatakan sebagai Zaman Poros bagi peradaban manusia, yaitu zaman ketika fondasi spiritualitas umat manusia terjadi serentak dan mandiri di beberapa belahan dunia. Tradisi filosofis yang berkembang pada zaman tersebut meliputi: monoteisme di Persia dan Kanaan; Platonisme di Yunani; Buddhisme, Jainisme, dan Hinduisme di India; Konfusianisme dan Taoisme di Tiongkok.

Berbagai adat dan sains (dalam bentuk primitif) bermunculan, seperti sistem teokrasi dan produksi kereta perang. Di Mediterania dan Timur Tengah, peradaban-peradaban kuno berkembang dan melakukan perdagangan, serta bertempur demi wilayah dan sumber daya.

Tak lama kemudian sistem imperium mulai berkembang. Sekitar 500 SM, ada sejumlah peradaban maju di Timur Tengah, Iran, India, Tiongkok, dan Yunani, yang sedang menuju masa kejayaannya atau menuju masa keruntuhannya. [141] :3 Beberapa peradaban bertahan hingga abad modern meskipun tidak sejaya dulu, dan beberapa di antaranya memberi pengaruh atau fondasi bagi Dunia Barat, seperti Yunani dan Romawi Kuno. Seiring perkembangan peradaban, beberapa agama didirikan, seperti Kristen (abad ke-1) dan Islam (abad ke-7).

Panorama Tokyo, kota dengan penduduk terpadat di dunia, dan salah satu kota yang berpengaruh dalam perekonomian dunia. [150] Pada abad ke-14, zaman Renaisans dimulai di Italia dengan kemajuan dalam bidang agama, seni, dan sains. [141] :317–319 Pada masa itu, Gereja Kristen sebagai entitas politik kehilangan sebagian besar kekuasaannya. Tahun 1492, Kristoforus Kolumbus mencapai benua Amerika, mengawali perubahan besar pada Dunia Baru.

Peradaban Eropa mulai berubah sejak 1500-an, mengantarkannya pada Revolusi Ilmiah dan Industri. Benua tersebut mulai menebarkan dominansi politis dan budaya pada masyarakat lain di seluruh dunia pada suatu masa yang dikenal sebagai Era Kolonial.

[141] :295–299 Pada abad ke-18, gerakan kultural yang dikenal sebagai Abad Pencerahan kemudian membentuk mentalitas bangsa Eropa dan berperan penting dalam sikap sekuler mereka. Dari tahun 1914 sampai 1918, dan dari 1939 sampai 1945, bangsa-bangsa di seluruh dunia berada dalam perang dunia. Liga Bangsa-Bangsa yang didirikan setelah Perang Dunia I merupakan usaha pertama dalam membangunan lembaga internasional untuk menyelesaikan permasalahan secara damai.

Setelah gagal mencegah Perang Dunia II—konflik paling berdarah dalam sejarah umat manusia—lembaga tersebut digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setelah perang usai, banyak negara menyatakan kemerdekannya, baik dengan usaha sendiri maupun pemberian bangsa lain dalam suatu periode dekolonisasi.

Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi negara adikuasa untuk sementara, dan terlibat dalam persaingan yang dikenal sebagai Perang Dingin sampai disolusi di kemudian hari. Seiring transportasi dan komunikasi yang semakin mutakhir, perkara politis dan ekonomi antarbangsa menjadi kian berseluk-beluk. Hal ini dikenal sebagai globalisasi yang dapat mendatangkan konflik atau kerja sama.

Pada abad ke-20, organisme yang ber- evolusi di Bumi berhasil menembus atmosfer dan menatap Bumi dari luar angkasa. Dalam foto tampak astronot Bruce McCandless II sedang melayang di luar angkasa, dalam misi STS-41-B dengan pesawat ulang-alik Challenger, tahun 1984.

Perubahan terjadi secara cepat sejak pertengahan 1940-an hingga saat ini. Perkembangan teknologi meliputi senjata nuklir, komputer, rekayasa genetika, dan nanoteknologi. Globalisasi ekonomi yang tumbuh subur dalam perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi telah memengaruhi kehidupan sehari-hari di berbagai belahan dunia. Berbagai bentuk sistem dan budaya seperti demokrasi, kapitalisme, dan environmentalisme melebarkan pengaruh mereka.

Masalah besar seperti penyakit, perang, kemiskinan, radikalisme dengan kekerasan, dan perubahan iklim akibat manusia semakin parah seiring pertambahan jumlah penduduk. Tahun 1957, Uni Soviet meluncurkan satelit buatan pertama ke orbit Bumi, dan tak lama kemudian, Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang berada di luar angkasa. Neil Armstrong, seorang warga negara Amerika Serikat, merupakan manusia pertama yang menjejakkan kaki di benda langit selain Bumi, yaitu Bulan.

Sejumlah wahana tak berawak telah dikirim ke seluruh planet di Tata Surya, sementara beberapa di antaranya (seperti Voyager) diluncurkan untuk meninggalkan Tata Surya. Uni Soviet dan Amerika Serikat merupakan perintis dalam eksplorasi luar angkasa pada abad ke-20. Lima agensi luar angkasa, mewakili lebih dari lima belas negara, [151] telah bekerja sama untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Maka dari itu aktivitas manusia di luar angkasa telah berlangsung sejak tahun 2000. [152] World Wide Web dikembangkan pada tahun 1990-an dan sejak itu telah terbukti menjadi sumber informasi yang sangat diperlukan di negara maju. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Sejarah dunia • Kronologi alam semesta • Garis waktu logaritmik rinci • Masa depan Bumi • Sejarah geologi Bumi • Risiko peradaban, manusia, dan planet Bumi • Garis waktu sejarah kehidupan evolusioner • Garis waktu sejarah alam Referensi [ sunting - sunting sumber ] Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c d e Stanley 2005 • ^ a b c d e Gradstein, Ogg & Smith 2004 • ^ a b c d e f g h i j Gradstein, Ogg & van Kranendonk 2008 • ^ Encrenaz, T.

(2004). The solar system (edisi ke-3rd). Berlin: Springer. hlm. 89. ISBN 978-3-540-00241-3. • ^ Matson, John (July 7, 2010).

"Luminary Lineage: Did an Ancient Supernova Trigger the Solar System's Birth?". Scientific American . Diakses tanggal 2012-04-13. • ^ a b P.

Goldreich, W. R. Ward (1973). "The Formation of Planetesimals". Astrophysical Journal. 183: 1051–1062. Bibcode: 1973ApJ...183.1051G. doi: 10.1086/152291. • ^ Newman, William L. (2007-07-09). "Age of the Earth". Publications Services, USGS . Diakses tanggal 2007-09-20. • ^ Stassen, Chris (2005-09-10). "The Age of the Earth". TalkOrigins Archive . Diakses tanggal 2008-12-30.

• ^ "Age of the Earth". U.S. Geological Survey. 1997 . Diakses tanggal 2006-01-10. • ^ Stassen, Chris (2005-09-10). "The Age of the Earth". The TalkOrigins Archive . Diakses tanggal 2007-09-20. • ^ Yin, Qingzhu (2002). "A short timescale for terrestrial planet formation from Hf-W chronometry of meteorites". Nature. 418 (6901): 949–952. Bibcode: 2002Natur.418..949Y. doi: 10.1038/nature00995.

PMID 12198540. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Kokubo, Eiichiro (2002).

"Formation of protoplanet systems and diversity of planetary systems". The Astrophysical Journal. 581 (1): 666–680. Bibcode: 2002ApJ...581..666K. doi: 10.1086/344105. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Frankel, Charles (1996), Volcanoes of the Solar System, Cambridge University Press, hlm. 7–8, ISBN 0-521-47770-0 • ^ J.A. Jacobs (1953). "The Earth's inner core".

Nature. 172 (4372): 297–298. Bibcode: 1953Natur.172..297J. doi: 10.1038/172297a0. • ^ van Hunen, J.; van den Berg, A.P. (2007). "Plate tectonics on the early Earth: Limitations imposed by strength and buoyancy of subducted lithosphere".

Lithos. 103 (1-2): 217–235. Bibcode: 2008Litho.103..217V. doi: 10.1016/j.lithos.2007.09.016. • ^ a b c Wilde, S. A.; Valley, J.W.; Peck, W.H. and Graham, C.M. (2001). "Evidence from detrital zircons for the existence of continental crust and oceans on the Earth 4.4 Gyr ago" (PDF). Nature. 409: 175–178. Bibcode: 2001Natur.409..175W .

Diakses tanggal 2013-05-25. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Lindsey, Rebecca (March 1, 2006). "Ancient crystals suggest earlier ocean". Earth Observatory. NASA . Diakses tanggal April 18, 2012. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Cavosie, A. J. (2005). "Magmatic δ 18O in 4400-3900 Ma detrital zircons: A record of the alteration and recycling of crust in the Early Archean".

Earth and Planetary Science Letters. 235 (3–4): 663–681. Bibcode: 2005E&PSL.235..663C. doi: 10.1016/j.epsl.2005.04.028. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Belbruno, E.

(2005). "Where Did The Moon Come From?". The Astronomical Journal. 129 (3): 1724–1745. arXiv: astro-ph/0405372 . Bibcode: 2005AJ....129.1724B. doi: 10.1086/427539. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Münker, Carsten (July 4, 2003).

"Evolution of Planetary Cores and the Earth-Moon System from Nb/Ta Systematics". Science. 301 (5629): 84–87. Bibcode: 2003Sci...301...84M.

doi: 10.1126/science.1084662. PMID 12843390 . Diakses tanggal 2012-04-13. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Nield, Ted (2009). "Moonwalk". Geoscientist. Geological Society of London. 18 (9): 8. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-02-29 .

Diakses tanggal April 18, 2012. • ^ Britt, Robert Roy (2002-07-24). "New Insight into Earth's Early Bombardment". Space.com . Diakses tanggal 2012-02-09. • ^ Green, Jack (2011). "Academic Aspects of Lunar Water Resources and Their Relevance to Lunar Protolife".

International Journal of Molecular Sciences. 12 (9): 6051–6076. doi: 10.3390/ijms12096051. PMC 3189768 . PMID 22016644. • ^ Taylor, Thomas N. (2006). Paleobotany: the biology and evolution of fossil plants. Academic Press. {/INSERTKEYS}

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

hlm. 49. ISBN 9780123739728. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Steenhuysen, Julie (May 21, 2009). "Study turns back clock on origins of life on Earth". Reuters.com. Reuters. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-08-08. Diakses tanggal May 21, 2009. • ^ "Space Topics: Pluto and Charon". The Planetary Society. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-15.

Diakses tanggal 6 April 2010. • ^ "Pluto: Overview". Solar System Exploration. National Aeronautics and Space Administration. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-18. Diakses tanggal 19 April 2012. • ^ Kleine, T.; Palme, H.; Mezger, K.; Halliday, A.N. (2005). "Hf-W Chronometry of Lunar Metals and the Age and Early Differentiation of the Moon". Science.

310 (5754): 1671–1674. Bibcode: 2005Sci.310.1671K. doi: 10.1126/science.1118842. PMID 16308422. • ^ Halliday, A.N. (2006). The Origin of the Earth; What's New?. Elements. 2. hlm. 205–210. • ^ Halliday, Alex N (November 28, 2008). "A young Moon-forming giant impact at 70–110 million years accompanied by late-stage mixing, core formation and degassing of the Earth".

Philosophical Transactions of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences. Philosophical Transactions of the Royal Society.

366 (1883): 4163–4181. Bibcode: 2008RSPTA.366.4163H. doi: 10.1098/rsta.2008.0209. PMID 18826916. • ^ Williams, David R. (2004-09-01). "Earth Fact Sheet". NASA. Diakses tanggal 2010-08-09. • ^ a b High Energy Astrophysics Science Archive Research Center (HEASARC). "StarChild Question of the Month for October 2001". NASA Goddard Space Flight Center. Diakses tanggal 20 April 2012.

• ^ Canup, R.M.; Asphaug, E. (2001). "Origin of the Moon in a giant impact near the end of the Earth's formation". Nature. 412 (6848): 708–712. Bibcode: 2001Natur.412.708C. doi: 10.1038/35089010. PMID 11507633.

• ^ Liu, Lin-Gun (1992). "Chemical composition of the Earth after the giant impact". Earth, Moon and Planets. 57 (2): 85–97. Bibcode: 1992EM&P.57.85L.

doi: 10.1007/BF00119610. • ^ Newsom, Horton E.; Taylor, Stuart Ross (1989). "Geochemical implications of the formation of the Moon by a single giant impact". Nature. 338 (6210): 29–34. Bibcode: 1989Natur.338.29N. doi: 10.1038/338029a0. • ^ Taylor, G. Jeffrey (April 26, 2004). "Origin of the Earth and Moon". NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-08-08. Diakses tanggal 2006-03-27.Taylor (2006) at the Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah website.

• ^ Davies, Geoffrey F. Mantle convection for geologists. Cambridge, UK: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-19800-4. • ^ Cattermole, Peter (1985).

The story of the earth. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-26292-7. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Bleeker, W. (May 2004). What is a craton?. Spring meeting. American Geophysical Union. T41C-01. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f Lunine 1999 • ^ a b Holland, Heinrich D.

(June 2006). "The oxygenation of the atmosphere and oceans". The Royal Society. doi: 10.1098/rstb.2006.1838+Phil.+Trans.+R.+Soc.+B+29+June+2006+vol.+361+no.+1470+903-915. Diakses tanggal 2010-02-17. • ^ Kasting, James F. (1993). "Earth's early atmosphere". Science. 259 (5097): 920–926. doi: 10.1126/science.11536547.

PMID 11536547. • ^ a b c Gale, Joseph (2009). Astrobiology of Earth : the emergence, evolution, and future of life on a planet in turmoil. Oxford: Oxford University Press.

ISBN 978-0-19-920580-6. • ^ a b c d Kasting, James F. (2003). "Evolution of a habitable planet". Annual Review peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah Astronomy and Astrophysics. 41 (1): 429–463. Bibcode: 2003ARA&A.41.429K. doi: 10.1146/annurev.astro.41.071601.170049. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Kasting, James F.

(September 7, 2006). "Atmospheric composition and climate on the early Earth" (PDF). Philosophical Transactions of the Royal Society B. 361 (361): 1733–1742. doi: 10.1098/rstb.2006.1902. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-04-19. Diakses tanggal 2022-03-15. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Selsis, Franck (2005).

"Chapter 11. The Prebiotic Atmosphere of the Earth". Astrobiology: Future perspectives. Astrophysics and space science library. 305. hlm. 267–286. doi: 10.1007/1-4020-2305-7_11. • ^ Morbidelli, A. (2000). "Source regions and timescales for the delivery of water to the Earth".

Meteoritics & Planetary Science. 35 (6): 1309–1320. Bibcode: 2000M&PS.35.1309M. doi: 10.1111/j.1945-5100.2000.tb01518.x. Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Sagan, Carl; Mullen, George (July 7, 1972).

"Earth and Mars: Evolution of Atmospheres and Surface Temperatures". Science. 177 (4043): 52–56. Bibcode: 1972Sci.177.52S. doi: 10.1126/science.177.4043.52. PMID 17756316. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Szathmáry, E. (2005). "In search of the peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah cell". Nature.

433 (7025): 469–470. Bibcode: 2005Natur.433.469S. doi: 10.1038/433469a. PMID 15690023. Diakses tanggal 2008-09-01. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Luisi, P. L., Ferri, F. and Stano, P. (2006). "Approaches to semi-synthetic minimal cells: a review". Naturwissenschaften. 93 (1): 1–13. Bibcode: 2006NW.93.1L.

doi: 10.1007/s00114-005-0056-z. PMID 16292523. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ A. Lazcano, J. L. Bada (2004). "The 1953 Stanley L. Miller Experiment: Fifty Years of Prebiotic Organic Chemistry".

Origins of Life and Evolution of Biospheres. 33 (3): 235–242. doi: 10.1023/A:1024807125069. PMID 14515862. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Dreifus, Claudia (2010-05-17). "A Conversation With Jeffrey L. Bada: A Marine Chemist Studies How Life Began".

nytimes.com. • ^ Moskowitz, Clara (29 March 2012). "Life's Building Blocks May Have Formed in Dust Around Young Sun". Space.com. Diakses tanggal 30 March 2012. • ^ Peretó, J. (2005). "Controversies on the origin of life" (PDF). Int. Microbiol. 8 (1): 23–31. PMID 15906258. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-08-24. Diakses tanggal 2007-10-07. • ^ Joyce, G.F. (2002). "The antiquity of RNA-based evolution".

Nature. 418 (6894): 214–21. Bibcode: 2002Natur.418.214J. doi: 10.1038/418214a. PMID 12110897. • ^ Hoenigsberg, H. (December 2003). "Evolution without speciation but with selection: LUCA, the Last Universal Common Ancestor in Gilbert's RNA world".

Genetic and Molecular Research. 2 (4): 366–375. PMID 15011140. Diakses tanggal 2008-08-30. (also available as PDF) • ^ Forterre, Patrick (2005). "The two ages of the RNA world, and the transition to the DNA world: a story of viruses and cells". Biochimie. 87 (9–10): 793–803. doi: 10.1016/j.biochi.2005.03.015.

PMID 16164990. • ^ Cech, T.R. (2000). "The ribosome is a ribozyme". Science. 289 (5481): 878–9. doi: 10.1126/science.289.5481.878. PMID 10960319.

Diakses tanggal 2008-09-01. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Johnston; W. K.; et al. (2001). "RNA-Catalyzed RNA Polymerization: Accurate and General RNA-Templated Primer Extension". Science. 292 (5520): 1319–1325. Bibcode: 2001Sci.292.1319J. doi: 10.1126/science.1060786.

PMID 11358999. Parameter -author-separator= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Levy, M. and Miller, S.L. (1998). "The stability of the RNA bases: Implications for the origin of life".

Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 95 (14): 7933–8. Bibcode: 1998PNAS.95.7933L. doi: 10.1073/pnas.95.14.7933. PMC 20907. PMID 9653118.

Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Larralde, R., Robertson, M.

P. and Miller, S. L. (1995). "Rates of decomposition of ribose and other sugars: implications for chemical evolution". Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 92 (18): 8158–60. Bibcode: 1995PNAS.92.8158L. doi: 10.1073/pnas.92.18.8158. PMC 41115 peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah.

PMID 7667262. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Lindahl, T.

(1993). "Instability and decay of the primary structure of DNA". Nature. 362 (6422): 709–15. Bibcode: 1993Natur.362.709L. doi: 10.1038/362709a0. PMID 8469282. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Orgel, L. (2000). "A simpler nucleic acid". Science. 290 (5495): 1306–7. doi: 10.1126/science.290.5495.1306. PMID 11185405. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Nelson, K.E., Levy, M., and Miller, S.L.

(2000). "Peptide nucleic acids rather than RNA may have been the first genetic molecule". Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 97 (8): 3868–71. Bibcode: 2000PNAS.97.3868N. doi: 10.1073/pnas.97.8.3868. PMC 18108. PMID 10760258. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b Dawkins, Richard (1996) [1986].

"Origins and miracles". The Blind Watchmaker. New York: W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-31570-3. • ^ Davies, Paul (October 6, 2005). "A quantum recipe for life". Nature. 437 (7060): 819. Bibcode: 2005Natur.437.819D. doi: 10.1038/437819a.

PMID 16208350. (subscription required). • ^ Martin, W. and Russell, M.J. (2003). "On the origins of cells: a hypothesis for the evolutionary transitions from abiotic geochemistry to chemoautotrophic prokaryotes, and from prokaryotes to nucleated cells". Philosophical Transactions of the Royal Society: Biological. 358 (1429): 59–85. doi: 10.1098/rstb.2002.1183.

PMC 1693102. PMID 12594918. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Kauffman, Stuart A. (1993). The origins of order : self-organization and selection in evolution (edisi ke-Reprint). New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-507951-7. • ^ Wächtershäuser, G. (2000). "Life as we don't know it".

Science. 289 (5483): 1307–8. doi: 10.1126/science.289.5483.1307. PMID 10979855. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Vasas, Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. (4 January 2010). "Lack of evolvability in self-sustaining autocatalytic networks constraints metabolism-first scenarios for the origin of life". Proceedings of the National Academy of Sciences. 107 (4): 1470–1475. Bibcode: 2010PNAS.107.1470V. doi: 10.1073/pnas.0912628107.

Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Trevors, J.T. and Psenner, R. (2001). "From self-assembly of life to present-day bacteria: a possible role for nanocells". FEMS Microbiol. Rev. 25 (5): 573–82. doi: 10.1111/j.1574-6976.2001.tb00592.x. PMID 11742692. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Segré, D., Ben-Eli, D., Deamer, D.

and Lancet, D. (February–April 2001). "The Lipid World" (PDF). Origins of Life and Evolution of Biospheres 2001. 31 (1–2): 119–45. doi: 10.1023/A:1006746807104. PMID 11296516. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-09-11. Diakses tanggal 2008-09-01. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Cairns-Smith, A.G. (1968). "An approach to a blueprint for a primitive organism". Dalam Waddington, C,H. Towards a Theoretical Biology.

1. Edinburgh University Press. hlm. 57–66. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • ^ Ferris, J.P. (1999). "Prebiotic Synthesis on Minerals: Bridging the Prebiotic and RNA Worlds". Biological Bulletin. Evolution: A Molecular Point of View. Biological Bulletin, Vol. 196, No. 3. 196 (3): 311–314. doi: 10.2307/1542957. JSTOR 1542957. PMID 10390828. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Hanczyc, M.M., Fujikawa, S.M.

and Szostak, Jack W. (2003). "Experimental Models of Primitive Cellular Compartments: Encapsulation, Growth, and Division". Science. 302 (5645): 618–622. Bibcode: 2003Sci.302.618H. doi: 10.1126/science.1089904. PMID 14576428. Diakses tanggal 2008-09-01. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Hartman, H.

(1998). "Photosynthesis and the Origin of Life". Origins of Life and Evolution of Biospheres. 28 (4–6): 512–521. Bibcode: 1998OLEB.28.515H.

doi: 10.1023/A:1006548904157. Diakses tanggal 2008-09-01. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) [ pranala nonaktif permanen] • ^ a b Penny, David (1999).

"The peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah of the last universal common ancestor" (PDF). Current Opinions in Genetics and Development. 9 (6): 672–677. doi: 10.1016/S0959-437X(99)00020-9. PMID 10607605. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) (PDF) • ^ "Earliest Life". University of Münster. 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-04-21.

Diakses tanggal 2006-03-28. • ^ a b Condie, Kent C. Earth as an Evolving Planetary System (edisi ke-2nd). Burlington: Elsevier Science. ISBN 978-0-12-385228-1.

• ^ a b Leslie, M. (2009). "On the Origin of Photosynthesis". Science. 323 (5919): 1286–1287. doi: 10.1126/science.323.5919.1286. PMID 19264999. • ^ Nisbet, E. G. (2001). "The habitat and nature of early life". Nature. 409 (6823): 1083–1091. doi: 10.1038/35059210. PMID 11234022. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b De Marais, David J.; D (September 8, 2000).

"Evolution: When Did Photosynthesis Emerge on Earth?". Science. 289 (5485): 1703–1705. doi: 10.1126/science.289.5485.1703. PMID 11001737. • ^ a b Olson, John M. (February 2, 2006). "Photosynthesis in the Archean Era". Photosynthesis Research. 88 (2 / May, 2006): 109–17. doi: 10.1007/s11120-006-9040-5.

PMID 16453059. Diakses tanggal 2010-02-16. [ pranala nonaktif permanen] • ^ a b Fortey, Richard (1999) [1997]. "Dust to Life". Life: A Natural History of the First Four Billion Years of Life on Earth. New York: Vintage Books. ISBN 0-375-70261-X. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Chaisson, Eric J. (2005). "Early Cells". Cosmic Evolution. Tufts University. Diakses tanggal 2006-03-29.

• ^ "Snowball Earth". snowballearth.org. 2006–2009. Diakses tanggal 2012-04-13. • ^ "What caused the snowball peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. snowballearth.org. 2006–2009. Diakses tanggal 2012-04-13. • ^ Woese, Carl (October 21, 1999). "When did eukaryotic cells evolve? What do we know about how they evolved from earlier life-forms?". Scientific American. Diakses tanggal 2012-04-13.

Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Andersson, Siv G. E. (November 12, 1998). "The genome sequence of Rickettsia prowazekii and the origin of mitochondria". Nature. 396 (6707): 133–140. Bibcode: 1998Natur.396.133A. doi: 10.1038/24094. PMID 9823893. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "From prokaryotes to eukaryotes".

Understanding evolution: your one-stop source for information on evolution. University of California Museum of Paleontology. Diakses tanggal 2012-04-16. • ^ Berglsand, Kristin J. (1991). "Evolutionary Relationships among the Eubacteria, Cyanobacteria, and Chloroplasts: Evidence from the rpoC1 Gene of Anabaena sp.

Strain PCC 7120". Journal of Bacteriology. 173 (11): 3446–3455. PMC 207958. PMID 1904436. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) (PDF) • ^ a b c d e f g h i j k l m Dawkins 2004 • ^ Takemura, Masaharu (2001). "Poxviruses and the origin of the eukaryotic nucleus".

Journal of Molecular Evolution. 52 (5): 419–425. doi: 10.1007/s002390010171. PMID 11443345. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Bell, Philip J (2001). "Viral eukaryogenesis: was the ancestor of the nucleus a complex DNA virus?". Journal of Molecular Evolution. 53 (3): 251–256. doi: 10.1007/s002390010215. PMID 11523012.

Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Gabaldón, Toni (March 23, 2006). "Origin and evolution of the peroxisomal proteome" (PDF). Biology Direct. 1 (1): 8. doi: 10.1186/1745-6150-1-8. PMC 1472686. PMID 16556314. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2006-05-13. Diakses tanggal 2013-09-10. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Hanson, Richard E.; James L.

Crowley; Samuel A. Bowring; Jahandar Ramezani; et al. (May 21, 2004). "Coeval Large-Scale Magmatism in the Kalahari and Laurentian Cratons During Rodinia Assembly". Science. 304 (5674): 1126–1129. Bibcode: 2004Sci.304.1126H.

doi: 10.1126/science.1096329. PMID 15105458. Diakses tanggal 2012-04-13. Parameter -author-separator= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Li, Z.X. (2008). "Assembly, configuration, and break-up history of Rodinia: A synthesis".

Precambrian Research. 160 (1–2): 179–210.

peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah

doi: 10.1016/j.precamres.2007.04.021. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Chaisson, Eric J. (2005).

"Ancient Fossils". Cosmic Evolution. Tufts University. Diakses tanggal 2006-03-31. • ^ a b c d Kearey, Philip (2009). Global tectonics (edisi ke-3rd). Oxford: Wiley-Blackwell. ISBN 9781405107778. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Torsvik, T. H. (30 May 2003).

"The Rodinia Jigsaw Puzzle". Science. 300 (5624): 1379–1381. doi: 10.1126/science.1083469. PMID 12775828. • ^ Zhao, Guochun (2002). "Review of global 2.1–1.8 Ga orogens: implications for a pre-Rodinia supercontinent". Earth-Science Reviews. 59 (1–4): 125–162. Bibcode: 2002ESRv.59.125Z. doi: 10.1016/S0012-8252(02)00073-9. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Zhao, Guochun (2004).

"A Paleo-Mesoproterozoic supercontinent: assembly, growth and breakup". Earth-Science Reviews. 67 (1–2): 91–123. Bibcode: 2004ESRv.67.91Z. doi: 10.1016/j.earscirev.2004.02.003. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ McElhinny, Michael W. (2000). Paleomagnetism continents and oceans (edisi ke-2nd).

San Diego: Academic Press. ISBN 9780124833555. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Dalziel, Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah.

(1995). "Earth before Pangea". Scientific American. 1: 58–63. Bibcode: 1995SciAm.272a.58D. doi: 10.1038/scientificamerican0195-58. • ^ "Snowball Earth: New Evidence Hints at Global Glaciation 716.5 Million Years Ago".

Science Daily. 4 Maret 2010. Diakses tanggal April 18, 2012. • ^ " 'Snowball Earth' Hypothesis Challenged". Diakses tanggal 29 September 2012. • ^ a b Hoffman, P.F.; Kaufman, A.J.; Halverson, G.P.; Schrag, D.P. (1998). "A Neoproterozoic Snowball Earth". Science. 281 (5381): 1342–1346. Bibcode: 1998Sci.281.1342H. doi: 10.1126/science.281.5381.1342.

PMID 9721097. • ^ "Two Explosive Evolutionary Events Shaped Early History Of Multicellular Life". Science Daily. 3 Januari 2008. Diakses tanggal 18 April 2012. • ^ Xiao, S.; Laflamme, Peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah. (2009). "On the peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah of animal radiation: phylogeny, ecology and evolution of the Ediacara biota". Trends in Ecology and Evolution. 24 (1): 31–40. doi: 10.1016/j.tree.2008.07.015. PMID 18952316. • ^ Patwardhan, A.M. (2010).

The Dyanmic Earth System. New Delhi: PHI Learning Private Limited. hlm. 146. ISBN 978-81-203-4052-7. • ^ Runkel, Anthony C.

(1 November 2010). "Tropical shoreline ice in the late Cambrian: Implications for Earth's climate between the Cambrian Explosion and the Great Ordovician Biodiversification Event". GSA Today: 4–10. doi: 10.1130/GSATG84A.1. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Palmer, Allison R. (1984). "The biomere problem: Evolution of an idea". Journal of Paleontology. 58 (3): 599–611. • ^ Hallam, A.

(1997). Mass extinctions and their aftermath (edisi ke-Repr.). Oxford [u.a.]: Oxford Univ. Press. ISBN 978-0-19-854916-1. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah bantuan) • ^ "Pannotia". UCMP Glossary. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-02-04. Diakses tanggal 2006-03-12. • ^ a b "The Mass Extinctions: The Late Ordovician Extinction".

BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-02-21. Diakses tanggal 2006-05-22. • ^ Murphy, Dennis C. (20 Mei 2006). "The paleocontinent Euramerica". Devonian Times. Diakses tanggal 18 April 2012. • ^ Condie, Kent C. (1997). Plate tectonics and crustal evolution (edisi ke-4th). Oxford: Butterworth Heinemann. ISBN 978-0-7506-3386-4. • ^ Battistuzzi, Fabia U (2004). "A Genomic Timescale of Prokaryote Evolution: Insights Into the Origin of Methanogenesis, Phototrophy, and the Colonization of Land".

BMC Evolutionary Biology. 4: 44. doi: 10.1186/1471-2148-4-44. PMC 533871. PMID 15535883. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Pisani, Davide (January 19, 2004).

"The colonization of land by animals: molecular phylogeny and divergence times among arthropods". BMC Biology. 2: 1. doi: 10.1186/1741-7007-2-1. PMC 333434. PMID 14731304. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Lieberman, Bruce S. (2003). "Taking the Pulse of the Cambrian Radiation".

Integrative and Comparative Biology. 43 (1): 229–237. doi: 10.1093/icb/43.1.229. PMID 21680426. • ^ "The Mass Extinctions: The Late Cambrian Extinction". BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2000-04-07. Diakses tanggal 2006-04-09. Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "bbc-cambrian" didefinisikan berulang dengan isi berbeda • ^ Landing, E.

(2000). "Cambrian–Ordovician boundary age and duration of the lowest Ordovician Tremadoc Series based on U–Pb zircon dates from Avalonian Wales". Geological Magazine. 137 (5): 485–494. doi: 10.1017/S0016756800004507. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) (abstract) • ^ a b Fortey, Richard (1999) [1997]. "Landwards, Humanity". Life: A Natural History of the First Four Billion Years of Life on Earth.

New York: Vintage Books. hlm. 138–140, 300. ISBN 0-375-70261-X. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Heckman, D. S. (August 10, 2001). "Molecular evidence for the early colonization of land by fungi and plants". Science. 293 (5532): 1129–1133. doi: 10.1126/science.1061457. PMID 11498589. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) (abstract) • ^ Johnson, E. W. (1 May 1994). "Non-marine arthropod traces from the subaereal Ordivician Borrowdale volcanic group, English Lake District".

Geological Magazine. 131 (3): 395–406. doi: 10.1017/S0016756800011146. Diakses tanggal 2012-04-13. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) (abstract) • ^ MacNaughton, Robert B. (2002). "First steps on land: Arthropod trackways in Cambrian-Ordovician eolian sandstone, southeastern Ontario, Canada".

Geology. 30 (5): 391–394. Bibcode: 2002Geo.30.391M. doi: 10.1130/0091-7613(2002)030<0391:FSOLAT>2.0.CO;2. ISSN 0091-7613. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) (abstract) • ^ a b Clack, Jennifer A.

(2005). "Getting a Leg Up on Land". Scientific American. 293 (6): 100. Bibcode: 2005SciAm.293f.100C. doi: 10.1038/scientificamerican1205-100. Diakses tanggal 2012-04-13. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ McGhee, Jr, George R. (1996). The Late Devonian Mass Extinction: the Frasnian/Famennian Crisis. Columbia University Press.

ISBN 0-231-07504-9. • ^ Willis, K. J. (2002). The Evolution of Plants. Oxford: Oxford University Press. hlm. 93. ISBN 0-19-850065-3. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "Plant Evolution".

Evolution for teaching. University of Waikato. October 2004. Diakses tanggal April 18, 2012. • ^ "The Day the Earth Nearly Died". Horizon. BBC. 2002. Diakses tanggal 2006-04-09. • ^ "Big crater seen beneath ice sheet". BBC News. 3 June 2006.

Diakses tanggal April 18, 2012. • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama bbc-new_blood • ^ "The Mass Extinctions: The Late Triassic Extinction". BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-08-13.

Diakses tanggal 2006-04-09. • ^ " Archaeopteryx: An Early Bird". University of California, Berkeley Museum of Paleontology. 1996. Diakses tanggal 2006-04-09. • ^ Soltis, Pam (2005). "Angiosperms". The Tree of Life Project. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-02. Diakses tanggal 2006-04-09. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Hapus pranala luar peristiwa yang disebabkan rotasi bumi adalah parameter -work= ( bantuan) • ^ Chaisson, Eric J.

(2005). "Recent Fossils". Cosmic Evolution. Tufts University. Diakses tanggal 2006-04-09. • ^ Hoffecker, J. 2002. Desolate Landscapes: Ice Age Settlement in Eastern Europe. Rutgers University Press: New Jersey. • ^ Goren-Inbar, Naama (2004-04-30).

"Evidence of Hominin Control of Fire at Gesher Benot Ya'aqov, Israel". Science. 304 (5671): 725–727. Bibcode: 2004Sci.304.725G. doi: 10.1126/science.1095443. PMID 15118160. Diakses tanggal 2012-04-13. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) (abstract) • ^ McClellan (2006).

Science and Technology in World History: An Introduction. Baltimore, Maryland: JHU Press. ISBN 0-8018-8360-1. Page 8-12 • ^ a b c d e f McNeill 1999 • ^ Gibbons, Ann (2003). "Oldest Members of Homo sapiens Discovered in Africa".

Science. 300 (5626): 1641. doi: 10.1126/science.300.5626.1641. PMID 12805512. Diakses tanggal 2012-04-13. (abstract) • ^ a b c Hopfe, Lewis M. (1987) [1976]. "Characteristics of Basic Religions". Religions of the World (edisi ke-4th). New York: MacMillan Publishing Company. hlm. 17, 17–19. ISBN 0-02-356930-1. • ^ "Chauvet Cave". Metropolitan Museum of Art. Diakses tanggal 2006-04-11. • ^ Patrick K. O’Brien, ed. (2003) [2002]. "The Human Revolution". Atlas of World History (edisi ke-concise).

New York: Oxford University Press. hlm. 16. ISBN 0-19-521921-X. • ^ Toth, Nicholas; Schick, Kathy (2007). "Handbook of Paleoanthropology". [ pranala nonaktif permanen] In Henke, H.C. Winfried; Hardt, Thorolf; Tatersall, Ian. Handbook of Paleoanthropology. Volume 3. Berlin; Heidelberg; New York: Springer-Verlag.

p. 1944. (PRINT: ISBN 978-3-540-32474-4 ONLINE: ISBN 978-3-540-33761-4) • ^ Dawkins, Richard (1989) [1976].

"Memes: the new replicators". The Selfish Gene (edisi ke-2nd). Oxford: Oxford University Press. hlm. 189–201. ISBN 0-19-286092-5. • ^ Tudge, Colin (1998). Neanderthals, Bandits and Farmers: How Agriculture Really Began. London: Weidenfeld & Nicolson. ISBN 0-297-84258-7. • ^ Diamond, Jared (1999). Guns, Germs, and Steel. W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-31755-2. • ^ Sassen, Saskia (2001). The Global City: New York, London, Tokyo (edisi ke-2nd).

Princeton University Press. ISBN 0-691-07063-6. • ^ "Human Spaceflight and Exploration – European Participating States". ESA. 2006. Diakses tanggal 2006-03-27.

• ^ "Expedition 13: Science, Assembly Prep on Tap for Crew". NASA. January 11, 2006. Diakses tanggal 2006-03-27. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Dalrymple, G. B. (1991). The Age of the Earth. California: Stanford University Press.

ISBN 0-8047-1569-6. • Dalrymple, G. Brent (2001). "The age of the Earth in the twentieth century: a problem (mostly) solved".

Geological Society, London, Special Publications. 190 (1): 205–221. Bibcode: 2001GSLSP.190.205D. doi: 10.1144/GSL.SP.2001.190.01.14. Diakses tanggal 2012-04-13. • Dawkins, Richard (2004). The Ancestor's Tale: A Pilgrimage to the Dawn of Life. Boston: Houghton Mifflin Company. ISBN 0-618-00583-8. • Gradstein, F. M.; Ogg, James George; Smith, Alan Gilbert, ed. (2004). A Geological Time Scale 2004.

Reprinted with corrections 2006. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-78673-7. • Gradstein, Felix M.; Ogg, James G.; van Kranendonk, Martin (2008).

On the Geological Time Scale 2008 (PDF) (Laporan). International Commission on Stratigraphy. Fig. 2. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-10-28. Diakses tanggal 20 April 2012. • Levin, H.

L. (1987). The Earth through time (edisi ke-3rd). Saunders College Publishing. ISBN 0-03-008912-3. • Lunine, J. I. (1999). Earth: evolution of a habitable world.

United Kingdom: Cambridge University Press. ISBN 0-521-64423-2. • McNeill, Willam H. (1999) [1967]. A World History (edisi ke-4th). New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-511615-1. • Melosh, H. J.; Vickery, A. M. & Tonks, W. B. (1993). Impacts and the early environment and evolution of the terrestrial planets, in Levy, H.J.

& Lunine, J.I. (eds.): Protostars and Planets III, University of Arizona Press, Tucson, pp. 1339–1370. • Stanley, Steven M. (2005). Earth system history (edisi ke-2nd). New York: Freeman. ISBN 978-0-7167-3907-4. • Stern, T. W.; Bleeker, W. (1998). "Age of the world's oldest rocks refined using Canada's SHRIMP: The Acasta Gneiss Complex, Northwest Territories, Canada". Geoscience Canada. 25: 27–31. • Wetherill, G. W. (1991). "Occurrence of Earth-Like Bodies in Planetary Systems".

Science. 253 (5019): 535–538. Bibcode: 1991Sci.253.535W. doi: 10.1126/science.253.5019.535. PMID 17745185. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Cosmic Evolution – a detailed look at events from the origin of the universe to the present • Valley, John W. " A Cool Early Earth?" Scientific American. 2005 October 58–65.

– discusses the timing of the formation of the oceans and other major events in Earth’s early history. • Davies, Paul. " Quantum leap of life". The Guardian. 2005 December 20. – discusses speculation on the role of quantum systems in the origin of life • Evolution timeline (uses Shockwave). Animated story of life shows everything from the big bang to the formation of the earth and the development of bacteria and other organisms to the ascent of man. Kategori tersembunyi: • Halaman dengan kesalahan referensi • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Galat CS1: pranala luar • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • AC dengan 0 elemen • Halaman ini terakhir diubah pada 15 Maret 2022, pukul 12.55.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Akibat Rotasi Bumi




2022 www.videocon.com