Majas perumpamaan adalah

majas perumpamaan adalah

Di artikel kali ini blog Ruangguru akan menjelaskan tentang majas, mencakup pengertian, jenis, dan contohnya.

Simak penjelasan sampai selesai ya. -- “Dia termasuk tangan kanan Pak Budi” Nah, pernah dengar ungkapan seperti itu ngga? Apakah tangan kanan Pak Budi itu sebuah makhluk? Kok disebut dengan “dia”? Dalam studi kebahasaan, ungkapan “tangan kanan” di atas disebut dengan majas. Hayoo….kamu masih ingat ngga apa sih majas itu? Kalau ngga salah di kelas 7 dan kelas 12 pernah sedikit disinggung tuh tentang majas.

Kalau kamu lupa, yuk sama-sama kita belajar lagi tentang majas di artikel ini. Pengertian Majas Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup.

Mudahnya bisa kita pahami bahwa majas itu bisa menjadi ungkapan yang bisa menghidupkan suatu kalimat. Majas perumpamaan adalah melakukan penyimpangan dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan. Contohnya seperti di awal artikel tadi, “tangan kanan”. Tangan kanan jika dilihat dari makna sebenarnya ialah anggota tubuh manusia. Namun, dalam kalimat “Dia termasuk tangan kanan Pak Budi”, maka makna anggota tubuh pun hilang.

Makna “tangan kanan” berubah menjadi orang kepercayaan. Baca juga: Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda, Kok Bisa? Jenis-jenis Majas Jenis majas yang ada dalam Bahasa Indonesia sangat banyak sekali. Tapi, di artikel ini kita akan bahas beberapa saja ya yang sering muncul di pelajaran. Secara umum, kita akan membahas macam-macam majas. 1. Majas perbandingan Majas perbandingan ini cukup banyak muncul di pelajaran sekolah, lho. Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya.

Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, antara lain alegori, metafora, metonimia, litotes, hiperbola, pars pro toto, totem pro parte, dan eufimisme. 2. Majas sindiran Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sesuatu dengan maksud menyindir. Untuk jenis majas sindiran yang paling sering muncul di buku sekolah, seperti ironi, sarkasme, dan sinisme.

3. Majas penegasan Majas penegasan adalah majas perumpamaan adalah yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas. Nah, kalau untuk majas penegasan, di artikel ini nanti akan diberikan contoh dari pleonasme, repetisi, dan aliterasi.

Baca Juga: 9 Cara Cermat Agar Cepat Memahami Pelajaran Contoh Macam-Macam Majas Sekarang langsung kita masuk ke contoh dari macam-macam majas yang sudah disebutkan tadi di atas ya. 1. Majas Alegori Majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran. Contoh: Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah. 2. Majas Metafora Majas ini merupakan majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.

Contoh: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya. 3. Majas Metonimia Majas ini menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang). Contoh: Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda. 4. Majas Litotes Majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri. Contoh: Silakan datang ke gubukku yang kumuh. 5. Majas Hiperbola Majas yang merupakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal.

Contoh: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa. Baca juga: Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya, Lengkap! 6. Majas Pars Pro Toto Majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. Contoh: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya. 7. Majas Totem Pro Parte Majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja.

Contoh: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam. 8. Majas Eufimisme Majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan.

Contoh: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol. 9. Majas Personifikasi Majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia. Contoh: Deburan ombak memecah karang. 10. Majas Ironi Majas sindiran ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya.

Contoh: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut. 11. Majas Sarkasme Majas ini bisa dikatakan sebagai sindiran yang kasar.

Contoh: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendoki bedaknya. Baca juga: Manfaat Journaling: Benarkah Baik bagi Kesehatan Mental? 12. Majas Sinisme Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran. Contoh: Kamu sudah pintar ‘kan? Kenapa masih bertanya kepada aku? 13. Majas Pleonasme Majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan).

Contoh: Dia sudah turun ke bawah. 14. Majas Repetisi Majas ini merupakan pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya. Contoh: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu! 15. Majas Retorika Majas ini berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban.

Tujuan kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal. Contoh: Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?

16. Majas Aliterasi Majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata. Contoh: Beli baju biru bersama Budi. Baca juga: Belajar dari Fiki Naki, Sepenting Itukah Bahasa Asing? --- Nah, itu tadi penjelasan singkat tentang pengertian, jenis, dan contoh majas yang umumnya keluar pada pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Buat kamu yang merasa bingung atau sulit buat jawab soal, coba tanya ke roboguru deh. Fitur roboguru bisa bantu kamu membahas soal hanya dengan mengirimkan foto soal yang menurut kamu sulit.

Coba sekarang juga, GRATIS! Referensi: Majas. id.wikipedia.org (daring). Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Majas Zaimar, Okke.K.S. Gaya Bahasa. staff.ui.ac.id (daring). Tautan: https://staff.ui.ac.id/system/files/users/okke.ksz/publication/gayabahasa.okz.pdf MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA majas perumpamaan adalah Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi majas perumpamaan adalah Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Dengan begitu, makna dari kata kiasan lebih mudah dipahami secara umum meskipun tidak diartikan sebelumnya.

Contoh Majas Simile/Perumpamaan dan Penjelasannya Ada banyak sekali contoh majas simile dengan beragam tema yang bisa dijadikan bahan rujukan, di antaranya : • Hidupku bagaikan burung di dalam sangkar yang tidak bisa keluar bebas dan terkurung di dalam rumah.

• Meskipun kembar, kedua saudara itu bagaikan majas perumpamaan adalah dan anjing yang tidak pernah akur dan selalu bertengkar. • Janganlah menjadi seperti air di daun keladi yang tidak majas perumpamaan adalah pendirian dan selalu terombang-ambing di atas daun. • Tentara dituntut untuk memiliki tubuh dan pendirian yang kuat seperti benteng besi yang tidak mudah diterobos musuh. • Ia memiliki kecantikan yang alami bak bidadari surga yang belum pernah terjamah oleh manusia. Meskipun sudah banyak majas simile yang beredar, sebagian orang masih kebingungan memaknai arti dari majas tersebut.

Untuk memperjelas maksud dari penggunaan majas tersebut, berikut beberapa contoh majas simile serta penjelasannya yang menarik untuk diketahui. 1.

Kasih Ibu Kepada Anaknya Bagaikan Surya yang Menyinari Dunia Kasih sayang ibu yang menyinari dunia diibaratkan dengan surya atau matahari yang menyinari dunia. Ini disebabkan karena sifat dari kasih sayang ibu kepada anak ini tiada batasnya, bahkan sampai sang anak menikah dan meninggal. Ini berbeda dengan kasih sayang sepasang kekasih, adik dan kakak, ataupun seorang sahabat yang terbatas dalam waktu dan situasi tertentu saja.

Kasih sayang sepanjang masa dari ibu ini disamakan dengan surya yang selalu menyinari dunia, karena sifat matahari akan selalu bersinar sampai hari kiamat.

Apapun kondisi alamnya, matahari akan tetap bersinar saat pagi untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk bumi dan isinya. 2. Kekayaan yang Dimilikinya Sekarang Membuatnya Lupa dengan Keluarga Bagaikan Kacang yang Lupa Kulitnya.

Orang yang tadinya miskin, kemudian menjadi kaya dan lupa dengan keluarga ataupun temannya, diibaratkan dengan kacang yang lupa kulitnya. Semasa menjadi orang miskin, keluargalah yang selalu mendukung dan menemaninya. Sayangnya saat kaya, orang tersebut meninggalkan keluarganya. Kondisi ini sama dengan biji kacang tanah yang sejak ditanam selalu berlindung dan ditutupi kulitnya. Tanpa kulit, kacang tanah tidak akan berkembang besar. Tetapi setelah menjadi biji kacang yang matang, biji tersebut diolah sendiri dan kulitnya dibuang begitu saja.

3. Cinta Mereka Terhalang Oleh Perjodohan Orang Tua Seperti Kisah Siti Nurbaya dan Samsul Kisah cinta dalam majas tersebut diibaratkan dengan kisah cinta Siti Majas perumpamaan adalah dan Samsul Bahri.

Generasi zaman dulu pasti mengenal kisah Siti Nurbaya yang cintanya tidak bisa bersatu dengan Syamsul karena dirinya harus dijodohkan dengan rentenir untuk melunasi hutang ayahnya. Orang yang kisah cintanya diibaratkan dengan Siti Nurbaya berarti memiliki kisah cinta yang tidak bersatu karena perjodohan orang tua. 4. Rumah Rafi Sekarang Sangat Besar Bak Istana Istana di zaman kerajaan identik dengan bangunan yang sangat mewah, baik dari segi bangunan ataupun isi dari bangunan tersebut.

Oleh sebab itu, rumah Rafi yang sangat besar dengan perabotan mewah diibaratkan dengan istana yang identik dengan bangunan mewah pada pada zaman kerajaan. 5. Aku Enggan Keluar Rumah dengan Cuaca yang Panas Seperti di Gurun Sahara Ini Cuaca panas yang digambarkan dalam kalimat di atas diibaratkan dengan suasana di Gurun Sahara.

Ini berarti bahwa cuaca panas yang terjadi jauh lebih panas dari hari biasanya. Saking panasnya, maka cuaca di sana di samakan dengan di Gurun Sahara. Gurun Sahara yang dikelilingi pasir tentu memiliki suhu yang sangat tinggi sehingga hawanya sangat panas dibandingkan daerah lainnya.

6. Remaja yang Cantik Itu Bagaikan Kembang yang Baru Merekah Kembang yang baru merekah terlihat sangat indah karena usianya sangat muda dan belum terkena dampak buruk cuaca atau lingkungan di sekitarnya.

Remaja yang cantik diibaratkan dengan kembang yang baru merekah karena usianya yang masih remaja dan baru berkembang. Remaja ini juga belum terjamah atau tersentuh oleh lawan jenisnya sehingga masih alami seperti bunga baru berkembang yang belum terkena pengaruh cuaca tadi. Contoh Majas Simile dalam Cerpen Sebagian besar, cerpen yang berkualitas menggunakan majas simile pada beberapa kalimat di dalamnya.

Hal ini disebabkan karena majas simile mampu memperindah kata-kata dalam cerpen sehingga lebih menarik saat dibaca. Contoh cuplikan cerpen yang menggunakan majas simile adalah sebagai berikut. Sore itu aku berjalan penuh semangat menyusuri taman angsa. Aku yakin dia akan memenuhi janjinya untuk bertemu dengan ku terakhir kalinya. Namun, setelah kaki ini sampai di tepi kolam angsa, sosoknya tak juga terlihat.

Aku terus menunggunya berjam-jam. Tetapi, penantianku sia-sia bagaikan menunggu bunga sakura yang mekar saat musim salju. Dengan kekecewaan yang mendalam, aku berusaha untuk tetap tegar menahan tangis sambil melihat angsa yang mulai menepi. Langit yang mulai gelap serta suasana mendung tanpa bintang membuatku semakin kalut. Bahkan kini hatiku bagaikan langit malam yang mendung ini.

Tiada semangat, tiada harapan, serta tiada cahaya yang membuatnya kembali terang. Dalam cuplikan cerpen ini, dapat ditemukan dua contoh majas simile yaitu : 1.

Penantianku sia-sia bagaikan menunggu bunga sakura yang mekar saat musim salju. Dalam cerpen digambarkan kisah seseorang yang menanti orang yang dianggapnya berharga di Taman Angsa sesuai perjanjian. Namun, sejak sore hingga malam sosok yang dinanti tidak juga datang. Lamanya penantian yang melewati batas perjanjian ini membuat tokoh Aku dalam cerita mengibaratkannya dengan bunga sakura yang mekar saat musim salju.

Hal ini tentu saja mustahil karena bunga sakura hanya mekar saat musim semi. Sama mustahilnya dengan penantian tokoh Aku yang tidak mungkin membuahkan hasil karena majas perumpamaan adalah melewati batas waktu perjanjian.

2. Kini hatiku bagaikan langit malam yang mendung ini. Karena merasa kecewa dan sedih, hati tokoh dalam cerpen diibaratkan dengan langit malam yang mendung.

Langit yang mendung akan terlihat sangat gelap karena tidak terlihat bintang yang menerangi. Sama dengan hati yang kecewa akan terlihat gelap karena seperti tidak ada harapan untuk mewujudkan keinginan yang selama ini diharapkan. Contoh Majas Simile dalam Puisi Sama dengan cerpen, penggunaan majas simile dalam puisi justru jauh lebih banyak. Ini senada dengan fungsi utama puisi yang dinikmati unsur estetikanya.

Di bawah ini adalah contoh majas simile yang terdapat dalam cuplikan puisi berjudul Mama. Mama Ciptaan : Anonim Saat kaki ini tak mampu berdiri Saat lidah ini kelu tak mampu berucap Atas beratnya ujian hidup yang harus ku jalani Kau datang menghibur dan meringankan beban itu Meski telah lama ku tinggalkan cinta abadimu Tetap saja Kau hadir dengan senyuman itu Di saat masa sulitku Mama Kau bagaikan tetes air yang membasahi gurun yang tandus Menyejukkan hati yang kekeringan, membasahi jiwa yang kehausan Saat segala cobaan berat ini harus ku tanggung di negeri orang Majas simile yang terdapat pada puisi di atas terletak majas perumpamaan adalah baris kedua bait ke tiga yang berbunyi “Kau bagaikan tetes air hujan yang membasahi gurun yang tandus.” Kau yang dimaksud dalam puisi tersebut adalah Ibu.

Kasih sayang ibu majas perumpamaan adalah selalu datang di saat masa sulit anaknya disamakan dengan tetes air yang membasahi gurun tandus. Perhatian serta nasihat dari ibu bisa memberikan ketenangan pada hati yang sedang gelisah karena ujian. Contoh Majas Simile dalam Novel Novel merupakan satu-satunya karya sastra yang memiliki kalimat sangat panjang dan ceritanya bersambung. Tidak heran jika dalam novel penggunaan majas tidak terlalu banyak ditampakkan. contoh majas simile dalam novel adalah : Seketika hati wanita yang keras itu luluh saat melihat tangisan bayi mungil di hadapannya.

Wanita bernama Nina itu baru sadar bahwa bayi yang baru dia lahirkan bagaikan kertas putih tanpa coretan. Putih bersih tanpa dosa. Betapa berdosanya jika ia menyalahkan kelahiran bayi suci itu. Sambil mendekap bayi yang tidak diharapkan itu, Nina berusaha bangkit majas perumpamaan adalah tubuhnya yang masih lemas. Ia berusaha menguatkan tekadnya untuk memelihara anak itu sampai dewasa. Bahkan tekadnya kini seperti karang yang tidak akan hancur meski kelak di terpa banyak ombak besar.

Ada dua majas simile dalam novel tersebut yaitu : 1. Wanita bernama Nina itu baru sadar bahwa bayi yang baru dia lahirkan bagaikan kertas putih tanpa coretan. Bayi yang baru saja dilahirkan oleh wanita bernama Nina, diibaratkan dengan kertas putih yang belum terkena coretan.

Artinya, bayi itu tidak memiliki dosa apapun sehingga tidak patut untuk disalahkan, meskipun awalnya kelahirannya tidak diharapkan. 2. Bahkan tekadnya kini seperti karang yang tidak akan hancur meski kelak di terpa banyak ombak besar. Karena luluh melihat bayi yang baru dilahirkan, wanita yang bernama Nina mulai bertekad untuk memelihara anaknya.

Tekadnya sangat kuat sehingga ia tidak akan takut menjadi bahan omongan orang karena anak itu lahir tanpa ayah. Kekuatan majas perumpamaan adalah Nina diibaratkan dengan karang di lautan yang kelak akan dihantam banyak ombak besar. Tentu saja karang akan tetap tetap kokoh pada letaknya, seperti pendirian Nina yang majas perumpamaan adalah kokoh memelihara anaknya.

Contoh Majas Simile dalam Iklan Dalam iklan, beberapa jenis majas juga sering digunakan untuk menarik minat konsumen. Majas yang paling banyak dipakai adalah majas hiperbola. Namun, pada beberapa jenis produk justru sering kali menggunakan majas simile majas perumpamaan adalah daya tarik utama bagi konsumennya.

Beberapa contoh majas simile dalam iklan di antaranya : • Gunakanlah pelembab Kirana setiap pagi dan petang, dan dapatkan wajah putih bercahaya bagaikan mutiara. Ekstrak vitamin C dan bengkuang akan membantu proses pencerahan secara bertahap dalam seminggu.

• Seprei Ondo asli produk lokal dengan kualitas internasional. Rasakan nyamannya tidur di atas seprei lembut bagaikan kapas yang sejuk.

Dijamin tubuh Anda bebas alergi akibat bahan yang kasar. • Sampo Amanda, untuk Anda yang memiliki masalah dengan rambut kering dan bercabang. Gunakan sampo Amanda dan dapatkan rambut lembut seperti sutera. Contoh Majas Simile dalam Hikayat Majas simile memang sudah digunakan sejak zaman dahulu. Ini terbukti dari banyaknya karya hikayat majas perumpamaan adalah sudah menggunakan majas simile dalam kalimatnya.

Salah satu contohnya adalah pada hikayat Abu Nawas berikut ini. Suatu ketika, Abu Nawas dipanggil raja “Abu Nawas, kali ini kau ku panggil karena aku sangat membutuhkan bantuanmu”. Kata Raja Harun. “Apakah yang bisa hamba lakukan wahai Paduka Raja?” “Aku sedang gundah gulana.

Beberapa hari yang lalu aku disapa oleh seorang Raja beragama Yahudi yang merupakan sahabatku. Raja Yahudi itu memberiku salam, tapi aku membalasnya dengan ucapan wassamualaikum yang artinya kecelakaan bagi kamu.

majas perumpamaan adalah

Tentu saja sahabatku tersinggung karena merasa salam keselamatannya aku balas dengan doa kecelakaan. Lalu ia meminta alasan atau jawabanku itu agar ia tidak tersinggung. Alasan apa yang harus aku berikan wahai Abu Nawas?” “Kalau hanya itu masalah paduka, hamba bisa memberikan alasan yang dikehendaki sahabat paduka” jawab Abu Nawas meyakinkan. Mendengar pernyataan Abu Nawas, Raja terlihat sedikit lega. Wajahnya yang semula gundah gulana tiba-tiba menjadi cerah seperti matahari di pagi hari.

“Cepat katakan Abu Nawas, jangan biarkan aku menunggumu” kata Raja mulai tidak sabar. Dalam hikayat ini, terdapat majas pada kalimat “ Wajahnya yang semula gundah gulana tiba-tiba menjadi cerah seperti matahari di pagi hari.” Wajah Raja yang semula suram sangat gembira karena akan mendapat solusi dari Abu Nawas. Saking senangnya, wajah Raja diibaratkan dengan matahari pagi yang sinarnya sangat cerah karena baru terbit dari persembunyiannya. Contoh Majas Epik Simile Majas epik simile sering kali dibedakan dengan majas simile.

Padahal keduanya memiliki makna yang sama. Perbedaannya terletak pada perbandingan atau pengibaratan yang digunakan pada epik simile dijelaskan lebih panjang, berikut contohnya. Nikmatnya hidayah dari Tuhan itu bagaikan tetesan air hujan yang membasahi tanah gersang. Memberikan kesejukan, menumbuhkan berbagai tanaman yang bermanfaat bagi seluruh alam. Pada majas simile, kalimat majas hanya berhenti sampai pada kata “tanah yang gersang.” Sementara pada majas epik simile, penjelasan tersebut dilanjutkan lagi dengan kalimat kedua yang bunyinya “Memberikan kesejukan, menumbuhkan berbagai tanaman yang bermanfaat bagi seluruh alam.” Kalimat kedua masih berisi penjelasan terhadap ibarat yang dipakai.

Tujuannya untuk memperkuat objek pembanding yang majas perumpamaan adalah pada kalimat majas perumpamaan adalah. Beberapa contoh majas simile di atas bisa menjadi pedoman dasar sebelum mencoba membuat majas ini sendiri. Semakin banyak membaca contoh majas tersebut, tentu Anda akan semakin paham dan mampu membuatnya sendiri dengan makna serta penataan bahasa yang indah. Lihat Juga : • Video Bokeh Museum • Alight Motion Pro Apk • Gb WhatsApp • Kinemaster Pro • Contoh Daftar Riwayat Hidup Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Majas perumpamaan adalah, SMP Ditag 20 contoh majas simile, 3 contoh majas simile, apa yang dimaksud dengan majas simile, arti dan contoh majas simile, berikan contoh majas simile, buatlah 2 contoh majas simile, buatlah contoh majas simile, contoh dan pengertian majas simile, contoh dari majas simile, contoh kalimat dengan majas simile, contoh kalimat majas simile, contoh kalimat majas simile brainly, contoh kalimat majas simile metafora personifikasi, contoh kalimat yang mengandung majas simile, contoh lirik lagu inggris yang mengandung majas simile, contoh majas simile, contoh majas simile adalah, contoh majas simile brainly, contoh majas simile dalam bahasa inggris, contoh majas simile dalam cerpen, contoh majas simile dalam cerpen pohon keramat, contoh majas simile dalam puisi, contoh majas simile dan artinya, contoh majas simile dan asosiasi, contoh majas simile metafora dan personifikasi, contoh majas simile metafora personifikasi, contoh puisi majas simile, contoh soal majas simile, jelaskan dan berikan contoh majas simile, majas asosiasi dan simile, majas perbandingan simile, majas personifikasi metafora hiperbola simile, majas simile bahasa inggris, majas simile beserta contohnya, majas simile brainly, majas simile contoh, majas simile dalam hikayat bayan budiman, majas simile dan asosiasi, majas simile dan metafora, majas simile metafora personifikasi, majas simile pada cerpen pohon keramat, pengertian dan contoh majas simile, pengertian majas simile, perbedaan majas simile dan asosiasi, perbedaan majas simile dan metafora, sebutkan contoh majas simile, tuliskan contoh majas simile Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Majas perumpamaan adalah salah satu jenis majas dengan bahasa kias (Supriyanto, 2011).

Bahasa kias menurut Pradopo (2010), terbagi menjadi tujuh jenis,d an salah satunya adalah majas perumpamaan. Majas perumpamaan sering juga disebut dengan Simile, atau perbandingan.

Dalam simile, masing-masing menampilkan konsep dan acuan yang berbeda. Hal tersebut tergantung makna yang akan disampaikan penulis. Kata penghubung yang digunakan dalam majas perumpamaan (Munir, Haryati, & Mulyono, 2013) diantaranya seperti, bagaikan, laksana, majas perumpamaan adalah, bagai, ibarat, layaknya, dll.

Beberapa kalimat penghubung tersebut seringkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran, bagi masyarakat Indonesia yang sering menggunakannnya dengan menggabungkan seperti dalam kalimat luas. Ciri – ciri : • Membandingkan suatu keadaan satu dengan yang lainnya dikarenakan adanya persamaan sifat. • Terdapat kata penghubung ibarat, bagai, laksana, seumpama, bagaikan, bak dan lain sejenisnya.

• Sering di gunakan dalam obrolan sehari-hari atau dalam penulisan. Fungsi majas perumpamaan adalah sebagai bentuk majas perumpamaan adalah yang membawa imajinasi pembaca.

Kaitannya dengan hal tersebut, diantaranya berhubungan dengan logika. Lebih jelasnya adalah agar maksud dan tujuan penulis tersampaikan oleh pembaca. Majas perumpamaan sering kita jumpai dalam puisi, khususnya seperti dalam jenis puisi bebas. Majas ini sering majas perumpamaan adalah penulis agar pembaca mudah memahami perbedaan prosa, puisi, dan drama. Contoh Majas Berikut terdapat 40 contoh majas perumpamaan beserta artinya.

1. Perempuan itu sangat cantik, matanya seperti bintang kejora.

majas perumpamaan adalah

Seperti bintang kejora artinya, sangat cantik. 2. Wajah ibu dan anak yang duduk di seberang sana, bagai pinang di belah dua. Bagai pinang dibelah dua artinya, wajah mereka mirip satu sama lain. 3. Toni, anak kelas sebelah sudah dikenal seperti buaya darat. Buaya darat artinya playboy. 4. Rani sering disebut kembang desa di desanya. Kembang desa, artinya simbol kecantikan. 5. Secepat kilat doni berlari menuju garis finish dalam lomba itu.

Secepat kilat artinya sangat cepat. 6. Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.

Artinya kesalahan yang begitu kecil walaupun jauh tetap terlihat, tetapi kesalahan sendiri tidak terlihat. 7. Persahabatan ietu seperti air dan minyak. Artinya, persahabatan itu menggabungkan dua sifat manusia. 8. Bagai disambar petir kepalanya, ketika saya mendengar berita itu.

majas perumpamaan adalah

Artinya, saya sangat terkejut. 9. Kemauannya keras seperti batu. Artinya kemauannya sangat kuat. 10. Suara nyanyian kakak seperti kaset kusut. Artinya, suara kakak sumbang. 11. Senyuman perempuan itu manis seperti gula jawa. Artinya, senyumnya manis. 12. Nilai ujian kakak selalu bagus, tidak heran karena otaknya encer seperti air. Artinya, otak kakak pintar. 13. Penjual di depan rumah bicaranya seperti tong kosong.

Artinya, hanya omong kosong 14. Usain Bolt larinya seperti busur lepas dari panah. Artinya, larinya sangat cepat 15. Suara ayah yang sedang marah menggelegar seperti petir.

Artinya, suaranya sangat keras 16. Pengantin baru itu ke mana-mana majas perumpamaan adalah berdua seperti prangko. Artinya, selalu bersama 17. Para pemimpin itu seperti kacang lupa kulitnya. Artinya, lupa akan asal usulnya 18. Mencari jodoh yang jujur dan tulus di jaman sekarang seperti mencari jarum dalam jerami.

Artinya, susah ditemukan 19. Masalah yang menimpanya menjadikan posisinya bagai telur di ujung tanduk. Artinya, posisnya sulit dan genting. 20. Kritikan para netijen sangat pedas. Artinya, sangat menohok 21. Hidup tanpa handphone ibarat makan sayur tanpa garam. Artinya, hidupnya hambar. 22. Buku merupakan suplemen otak bagi siapapun yang membacanya. Artinya, buku sebagai sumber ilmu 23. Tubuhnya terdiam membeku ketika dia melihat saudaranya meninggal.

Artinya, sangat terkejut. 24. Komunitas membaca itu bagai lentera di gelapnya malam. Artinya, memberi harapan bagi pembaca. 25. Pikiran wanita itu rumit, lebih rumit dari soal matematika. Artinya, sangat susah dipahami 26. Mendung tak berarti hujan. Artinya, sesuatu yang belum pasti 27. Perempuan itu seperti bidadari turun dari surga. Artinya, sangat cantik 28. Tiada gading yang tak retak, begitu pula pak Ustadz. Artinya, tidak ada manusia yang sempurna 29. Pendirian anak remaja seperti air di daun talas.

Artinya, pendiriannya mudah goyah 30. Nasib manusia tidak ada yang tau, selalu berputar seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah.Artinya, hidup itu seimbang pergerakannya 31.

Guru matematika tetanggaku jarang muncul sekarang, bagaikan ditelan bumi. Artinya sudah lama tidak kelihatan atau tidak ketemu 32. Memberi hadiah pada pak direktur ibarat menabur garam di lautan. Artinya sesuatu yang sia-sia 33. Sikap rani sungguh mengecewakan, bagai pagar makan tanaman.

Artinya, berhianat 34. Menasihati adik sungguh melelahkan, seperti berbicara dengan tembok saja. Artinya, perbuatan yang sia-sia. 35. Kata-katanya sangat kasar, seperti pisau menusuk jantung ku. Artinya, kata-katanya menohok. 36. Sudah lama tak bertemu, kau sekarang seperti tiang yang majas perumpamaan adalah tinggi. Artinya, sangat tinggi 37. Sikapnya sangat dingin sedingin es batu di kutub utara. Artinya, sangat menyebalkan 38. Setiap kata yang keluar dari mulutnya sangat berbisa seperti ular.

Artinya, kata-katanya menyakitkan orang lain 39. Pak RT sangat sombong seperti raja Fir’aun. Artinya, sombong sekali 40. Persahabatan kita bagaikan rantai. Artinya kuat dan saling berkesinambungan. Demikian pengertian majas perumpaan beserta contohdan artinya.

Recommended • 7 Prospek Kerja Lulusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Beserta Penjelasannya • 8 Prospek Kerja Lulusan Sastra Korea yang Perlu diketahui • 10 Prospek Kerja Majas perumpamaan adalah Sastra Mandarin Majas perumpamaan adalah Kisaran Gajinya • 7 Majas perumpamaan adalah Kerja Lulusan Sastra Jerman Beserta Kisaran Gajinya • 8 Prospek Kerja Lulusan Teknologi Pangan Beserta Penjelasannya 60 Contoh Majas Perumpamaan Dan Artinya Lengkap - Klak Klik Bermutu Majas Perumpamaan.

Majas perumpamaan adalah bahasa kias yang menggunakan kata-kata perumpamaan secara langsung, seperti “laksana” “umpama” “bagaikan”. Penggunaan majas ini untuk mengumpamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Misalnya mengumpamakan orang yang keras kepala dengan batu.

Bisa disampaikan dalam kalimat, “Anak itu sangat keras kepala seperti batu.” Ciri-Ciri Majas Perumpamaan Di bawah ini adalah contoh dari majas perumpamaan. • Bibirnya merah merona bagaikan kelopak bunga mawar.

Artinya, bibirnya berwarna merah. • Wataknya sangat keras bagaikan batu. Artinya, pendiriannya kuat. • Senyumannya sangat indah bagaikan bunga yang berkah. Artinya senyumannya indah sekali. • Suaranya seperti kaset yang kusut. Artinya, suaranya tidak enak didengar. • Semangatnya bagaikan api yang berkobar-kobar. Artinya, semangatnya sangat tinggi. • Gadis itu sangat cantik. Matanya bagaikan bintang kejora.

Artinya, sangat cantik. • Dua anak kembar itu bak pinang dibelah dua. Artinya, sangat mirip. • Kerakusannya seperti monyet. Artinya, sangat rakus. • Hatinya selalu sedih seperti langit yang sedang majas perumpamaan adalah.

Artinya, berduka cita. • Tekadnya sangat kuat bagaikan baja. Artinya, sangat kuat. • Ia merasa kakinya sangat letih seperti berjalan ribuan kilometer. Artinya, sangat letih. • Dia tak pernah punya pendirian seperti air di daun talas. Artinya mudah terombang-ambing. • Senyumannya seperti gula jawa. Artinya senyumannya sangat manis.

• Orang yang tidak memiliki ilmu laksana tong kosong, bunyinya pasti nyaring. Artinya orang bodoh biasanya banyak bicara. • Dia berlari seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Artinya berlari sangat cepat. • Panglima perang itu memberi komando dengan suara seperti petir yang menyambar. Artinya suaranya membangkitkan semangat. • Kecantikannya seumpama bunga yang sedang mekar. Artinya di masa Puncak kecantikan.

• Kemarahan atasannya umpama kopi pahit. Artinya sangat tidak mengenakkan hati. • Dia seumpama tikus mati dilumbung padi. Artinya kesulitan di tengah kekayaan. • Ia selalu bekerja keras seumpama semut. Artinya sama tekun. • Mereka menari bagaikan anak rusa di rimba. Artinya sangat lincah dan cantik.

• Jangan pernah sombong seperti Qorun. Artinya amat sombong. • Sudah 5 tahun ini tidak ada kabar beritanya. Dia bagai ditelan oleh bumi. Artinya jarang muncul.

• Tatapan matanya laksana mata elang. Artinya tatapannya tajam. • Banyak orang menginginkan kembang desa itu. Artinya wanita yang cantik. • Tanpa agama orang ibarat berjalan di kegelapan. Artinya tidak mengetahui arah.

• Tiada gading yang tak retak. Artinya Semua orang pasti memiliki kekurangan. • Marahnya mendidih ketika melihat kejadian itu. Artinya marah sekali. • Jangan pernah putus asa. Sesungguhnya habis gelap terbitlah terang. Artinya selalu ada harapan. • Kata-katanya sangat pedas terdengar di telinga. Artinya kata-kata yang menyakitkan. • Rumah tangga seumpama bahtera yang berlayar. Artinya rumah tangga pasti banyak halangan dan rintangannya.

• Semua yang dikatakannya ibarat angin yang lalu. Artinya kata-katanya tidak bermakna. • Para pramuniaga merupakan ujung tombak perusahaan. Artinya unsur yang sangat penting. • Kasih sayang ibu bagaikan cahaya matahari. Artinya kasih sayang ibu majas perumpamaan adalah diperlukan dalam kehidupan.

• Ia bekerja banting tulang sampai sukses. Artinya bekerja keras. • Ketika di tengah-tengah lautan aku merasa seperti sebutir debu. Artinya merasa sangat kecil. • Bila berada di Puncak Gunung, kampung kampung itu terlihat seperti semut. Artinya lihat kecil. • Kamu bagaikan bidadari yang turun dari langit.

Artinya sangat cantik. • Pikirannya gelisah seperti benang kusut. Artinya sangat pusing. • Badanmu hitam sekali seperti arang. Artinya sangat hitam. • Wajahnya bagaikan orang yang baru bertemu setan. Artinya sangat pucat. • Harapannya bagaikan pungguk merindukan bulan. Artinya harapan yang sangat mustahil. • Harapannya seperti cerita di padang pasir.

Artinya sia-sia. • Hatinya terasa teriris iris oleh sembilu. Artinya amat sakit. • Aku seperti berjalan di atas bara. Artinya dalam keadaan sulit. • Kini dia seperti jago yang kehilangan taji. Artinya sudah majas perumpamaan adalah memiliki kekuatan. • Kami sudah seperti saudara kandung. Artinya persahabatan yang sangat dekat. • Kau ini sudah seperti keluarga sendiri. Artinya dekat. • Para pecinta dunia ibarat orang yang meminum air lautan. Artinya tidak pernah merasa puas.

• Wajahnya bagaikan embun di bunga mawar. Artinya teduh sekali. • Kehidupan kita laksana seorang musafir yang sedang istirahat di bawah sebuah pohon. Artinya kehidupan itu sangat singkat. • Orang yang salat lima waktu bagaikan mandi di sungai yang jernih. Artinya salat bisa membersihkan hati.

majas perumpamaan adalah

• Berhati-hatilah dengan orang yang seperti serigala berbulu domba. Artinya orang yang berpura-pura baik. • Rupanya orang itu adalah musuh dalam selimut.

Artinya teman tapi berkhianat. • Cinta itu ibarat bayang-bayang. Artinya ke mana-mana pun selalu ada. • Ia seperti kerbau yang telah dicocok hidungnya. Artinya menuruti perkataan orang. • Hatinya remuk redam karena permasalahan itu.

Artinya sedih. • Jadilah orang berilmu yang seperti pagi. Artinya semakin banyak ilmu majas perumpamaan adalah rendah hati. • Walaupun jumlahnya banyak mereka bagaikan buih. Artinya tidak memiliki kekuatan. • Bagaikan disambar petir saat mendengar berita tersebut. Artinya sangat terkejut.

Kehidupan ibarat roda Beribu zaman selalu berputar Meninggalkan tapak-tapak sejarah Menggilas mereka yang tertinggal. Marilah kita Menghidupkan kembali semangat Bagaikan api yang membakar Mengobarkan cita-cita.

Sebab hidup ini Ibarat jalan yang begitu panjang Majas perumpamaan adalah bahan bakarmu habis Adakah harapan untuk terkikis. Ibarat Embun Ibarat embun datang dalam kesunyian Turun di antara kegelapan D itengah malam yang gulita. Itulah dirimu bagiku Menghampiri kehidupan Aku yang hampir terkulai Dihantam majas perumpamaan adalah kesulitan. Terima kasih Untuk setiap kebaikan Yang aku rasakan Dan tak mungkin ku balas. Terima kasih Untuk setiap perhatian Di saat yang lain pergi menghilang.


Penggunaan kata kiasan atau majas memiliki peran penting dalam memperindah tulisan sebuah sastra.

Salah satu majas yang menarik adalah majas simile. Untuk lebih majas perumpamaan adalah majas ini, Anda harus mengetahui contoh majas simile agar bisa mengaplikasikannya dalam sebuah tulisan. Pengertian Majas Simile Majas simile adalah salah satu jenis majas perbandingan yang memperindah kata dengan membandingkannya pada objek lain. Untuk membedakannya dengan jenis majas perbandingan lainnya, majas simile dapat diartikan sebagai berikut.

Secara bahasa, simile berasal dari bahasa Inggris yang artinya kiasan, tamsil, atau perumpamaan. Dengan demikian, majas ini bisa diartikan sebagai kiasan kata yang menggunakan perumpamaan. Makna secara bahasa ini hanya mewakili makna umum dari majas simile, yakni kata kiasan yang menggunakan perumpamaan untuk memperindah sebuah kalimat. Secara istilah, simile lebih dimaknai sebagai sebuah ibarat. Jadi, majas simile bisa diartikan sebagai kata kiasan yang dibuat dengan cara mengibaratkan atau membandingkan objek dengan objek lainnya.

Namun, pada majas simile, kalimat perbandingan yang digunakan sifatnya lebih eksplisit atau terbuka. Jadi, perbandingannya dilakukan langsung pada majas perumpamaan adalah yang memiliki kesamaan sifat atau bentuk. Dengan begitu, makna dari kata kiasan lebih mudah dipahami secara umum meskipun tidak diartikan sebelumnya. Contoh Majas Simile/Perumpamaan dan Penjelasannya Ada banyak sekali contoh majas simile dengan beragam tema yang bisa dijadikan bahan rujukan, di antaranya : • Hidupku bagaikan burung di dalam sangkar yang tidak bisa keluar bebas dan terkurung di dalam rumah.

• Meskipun kembar, kedua saudara itu bagaikan kucing dan anjing yang tidak pernah akur dan selalu bertengkar. • Janganlah menjadi seperti air di daun keladi yang tidak memiliki pendirian dan selalu terombang-ambing di atas daun. • Tentara dituntut untuk memiliki tubuh dan pendirian yang kuat seperti benteng besi yang tidak mudah diterobos musuh.

• Ia memiliki kecantikan yang alami bak bidadari surga yang belum pernah terjamah oleh manusia. Meskipun sudah banyak majas simile yang beredar, sebagian orang masih kebingungan memaknai arti dari majas tersebut.

Untuk memperjelas maksud dari penggunaan majas tersebut, berikut beberapa contoh majas simile serta penjelasannya yang menarik untuk diketahui. 1. Kasih Ibu Kepada Anaknya Bagaikan Surya yang Menyinari Dunia Kasih sayang ibu yang menyinari dunia diibaratkan dengan surya atau matahari yang menyinari dunia. Ini disebabkan karena sifat dari kasih sayang ibu kepada anak ini tiada batasnya, bahkan sampai sang anak menikah dan meninggal.

Ini berbeda dengan kasih sayang sepasang kekasih, adik dan kakak, ataupun seorang sahabat yang terbatas dalam waktu dan situasi tertentu saja. Kasih sayang sepanjang masa dari ibu ini disamakan dengan surya yang selalu menyinari dunia, karena sifat matahari akan selalu bersinar sampai hari kiamat.

Apapun majas perumpamaan adalah alamnya, matahari akan tetap bersinar saat pagi untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk bumi dan isinya. 2. Kekayaan yang Dimilikinya Sekarang Membuatnya Lupa dengan Keluarga Bagaikan Kacang yang Lupa Kulitnya. Orang yang tadinya miskin, kemudian menjadi kaya dan lupa dengan keluarga ataupun temannya, diibaratkan dengan kacang yang lupa kulitnya.

Semasa menjadi orang miskin, keluargalah yang selalu mendukung dan menemaninya. Sayangnya saat kaya, orang tersebut meninggalkan keluarganya. Kondisi ini sama dengan biji kacang tanah yang sejak ditanam selalu berlindung dan ditutupi kulitnya. Tanpa kulit, kacang tanah tidak akan berkembang besar. Tetapi setelah menjadi biji kacang yang matang, biji tersebut diolah sendiri dan kulitnya dibuang begitu saja.

majas perumpamaan adalah

3. Cinta Mereka Terhalang Oleh Perjodohan Orang Tua Seperti Kisah Siti Nurbaya dan Samsul Kisah cinta dalam majas tersebut diibaratkan dengan kisah cinta Siti Nurbaya dan Samsul Bahri.

Generasi zaman dulu pasti mengenal kisah Siti Nurbaya yang cintanya tidak bisa bersatu dengan Syamsul karena dirinya harus dijodohkan dengan rentenir untuk melunasi hutang ayahnya. Orang yang kisah cintanya diibaratkan dengan Siti Nurbaya berarti memiliki kisah cinta yang tidak bersatu karena perjodohan orang tua.

4. Rumah Rafi Sekarang Sangat Besar Bak Istana Istana di zaman kerajaan identik dengan bangunan yang sangat mewah, baik dari segi bangunan ataupun isi dari bangunan tersebut. Oleh sebab itu, rumah Rafi yang sangat besar dengan perabotan mewah diibaratkan dengan istana yang identik dengan bangunan mewah pada pada zaman kerajaan. 5. Aku Enggan Keluar Rumah dengan Cuaca yang Panas Seperti di Gurun Sahara Ini Cuaca panas yang digambarkan dalam kalimat di atas diibaratkan dengan suasana di Gurun Sahara.

Ini berarti bahwa majas perumpamaan adalah panas yang terjadi jauh lebih panas dari hari biasanya. Saking panasnya, maka cuaca di sana di samakan dengan di Gurun Sahara. Gurun Sahara yang dikelilingi pasir tentu memiliki suhu yang sangat tinggi sehingga hawanya sangat panas dibandingkan daerah lainnya.

majas perumpamaan adalah

6. Remaja yang Cantik Itu Bagaikan Kembang yang Baru Merekah Kembang yang baru merekah terlihat sangat indah karena usianya sangat muda dan belum terkena dampak buruk cuaca atau lingkungan di sekitarnya. Remaja yang cantik diibaratkan dengan kembang yang baru merekah karena usianya yang masih remaja dan baru berkembang. Remaja ini juga belum terjamah atau tersentuh oleh lawan jenisnya sehingga masih alami seperti bunga baru berkembang yang belum terkena pengaruh cuaca tadi.

Contoh Majas Simile dalam Cerpen Sebagian besar, cerpen yang berkualitas menggunakan majas simile pada beberapa kalimat di dalamnya.

majas perumpamaan adalah

Hal ini disebabkan karena majas simile mampu memperindah kata-kata dalam cerpen sehingga lebih menarik saat dibaca. Contoh cuplikan cerpen yang menggunakan majas simile adalah sebagai berikut.

Sore itu aku berjalan penuh semangat menyusuri taman angsa. Aku yakin dia akan memenuhi janjinya untuk bertemu dengan ku terakhir kalinya.

Namun, setelah kaki ini sampai di tepi kolam angsa, sosoknya tak juga terlihat. Aku terus menunggunya berjam-jam. Tetapi, penantianku sia-sia bagaikan menunggu bunga sakura yang mekar saat musim salju.

Dengan kekecewaan yang mendalam, aku berusaha untuk tetap tegar menahan tangis sambil melihat angsa yang mulai menepi. Langit yang mulai gelap serta suasana mendung tanpa bintang membuatku semakin kalut. Bahkan kini hatiku bagaikan langit malam yang mendung ini.

Tiada semangat, tiada harapan, serta tiada cahaya yang membuatnya kembali terang. Dalam cuplikan cerpen ini, dapat ditemukan dua contoh majas simile yaitu : Dalam cerpen digambarkan kisah seseorang yang menanti orang yang dianggapnya berharga di Taman Angsa sesuai perjanjian. Namun, sejak sore hingga malam sosok yang dinanti tidak juga datang.

Lamanya penantian yang melewati batas perjanjian ini membuat tokoh Aku dalam cerita mengibaratkannya dengan majas perumpamaan adalah sakura yang mekar saat musim salju. Hal ini tentu saja mustahil karena bunga sakura hanya mekar saat majas perumpamaan adalah semi. Sama mustahilnya dengan penantian tokoh Aku yang tidak mungkin membuahkan hasil karena sudah melewati batas waktu perjanjian.

2. Kini hatiku bagaikan langit malam yang mendung ini. Karena merasa kecewa dan sedih, hati tokoh dalam cerpen diibaratkan dengan langit malam yang mendung. Langit yang mendung akan terlihat sangat gelap karena tidak terlihat bintang yang menerangi.

Sama dengan hati yang kecewa akan terlihat gelap karena seperti tidak ada harapan untuk mewujudkan keinginan yang selama ini diharapkan. Contoh Majas Simile dalam Puisi Sama dengan cerpen, penggunaan majas simile dalam puisi justru jauh lebih banyak.

Ini senada dengan fungsi utama puisi yang dinikmati unsur estetikanya. Di bawah ini adalah contoh majas simile yang terdapat dalam cuplikan puisi berjudul Mama. Mama Ciptaan : Anonim Saat kaki ini tak mampu berdiri Saat lidah ini kelu tak mampu berucap Atas beratnya ujian hidup yang harus ku jalani Kau datang menghibur dan meringankan majas perumpamaan adalah itu Meski telah lama majas perumpamaan adalah tinggalkan cinta abadimu Tetap saja Kau hadir dengan senyuman itu Di saat masa sulitku Mama Kau bagaikan tetes air yang membasahi gurun yang tandus Menyejukkan hati yang kekeringan, membasahi jiwa yang kehausan Saat segala cobaan berat ini harus ku tanggung di negeri orang Majas simile yang terdapat pada puisi di atas terletak pada baris kedua bait ke tiga yang berbunyi “Kau bagaikan tetes air hujan yang membasahi gurun yang tandus.” Kau yang dimaksud dalam puisi tersebut adalah Ibu.

Kasih sayang ibu yang selalu datang di saat masa sulit anaknya disamakan dengan tetes air yang membasahi gurun tandus. Perhatian serta nasihat dari ibu bisa memberikan ketenangan pada hati yang sedang gelisah karena ujian. Contoh Majas Simile dalam Novel Novel merupakan satu-satunya karya sastra yang memiliki kalimat sangat panjang dan ceritanya bersambung.

Tidak heran jika dalam novel penggunaan majas tidak terlalu banyak ditampakkan. contoh majas simile dalam novel adalah : Seketika hati wanita yang keras itu luluh saat melihat tangisan bayi mungil di hadapannya. Wanita bernama Nina itu baru sadar bahwa bayi yang baru dia lahirkan bagaikan kertas putih tanpa coretan.

Putih bersih tanpa dosa. Betapa berdosanya jika ia menyalahkan kelahiran bayi suci itu.

majas perumpamaan adalah

Sambil mendekap bayi yang tidak diharapkan itu, Nina berusaha bangkit dari tubuhnya yang masih lemas. Ia berusaha menguatkan tekadnya untuk memelihara anak itu sampai dewasa. Bahkan tekadnya kini seperti karang yang tidak akan hancur meski kelak di terpa banyak ombak besar. Ada dua majas simile dalam novel tersebut yaitu : 1. Wanita bernama Nina itu baru sadar bahwa bayi yang baru dia lahirkan bagaikan kertas putih tanpa coretan. Bayi yang baru saja dilahirkan oleh wanita bernama Nina, diibaratkan dengan kertas putih yang belum terkena coretan.

Artinya, bayi itu tidak memiliki dosa apapun sehingga tidak patut untuk disalahkan, meskipun awalnya kelahirannya tidak diharapkan. 2. Bahkan tekadnya kini seperti karang yang tidak akan hancur meski kelak di terpa banyak ombak besar. Karena luluh melihat bayi yang baru dilahirkan, wanita majas perumpamaan adalah bernama Nina mulai bertekad untuk memelihara anaknya. Tekadnya sangat kuat sehingga ia tidak akan takut menjadi bahan omongan orang karena anak itu lahir tanpa ayah.

Kekuatan tekad Nina diibaratkan dengan karang di lautan yang kelak akan dihantam majas perumpamaan adalah ombak besar. Tentu saja karang akan tetap tetap kokoh pada letaknya, seperti pendirian Nina yang tetap kokoh memelihara anaknya. Contoh Majas Simile dalam Iklan Dalam iklan, beberapa jenis majas juga sering digunakan untuk menarik minat konsumen. Majas yang paling banyak dipakai adalah majas hiperbola. Namun, pada beberapa jenis produk justru sering kali menggunakan majas simile sebagai daya tarik utama bagi konsumennya.

Beberapa contoh majas simile dalam iklan di antaranya : • Gunakanlah pelembab Kirana setiap pagi dan petang, dan dapatkan wajah putih bercahaya bagaikan mutiara. Ekstrak vitamin C dan bengkuang akan membantu proses pencerahan secara bertahap dalam seminggu. • Seprei Ondo asli produk lokal dengan kualitas internasional. Majas perumpamaan adalah nyamannya tidur di atas seprei lembut bagaikan kapas yang sejuk. Dijamin tubuh Anda bebas alergi akibat bahan yang kasar.

• Sampo Amanda, untuk Anda yang memiliki masalah dengan rambut kering dan bercabang. Gunakan sampo Amanda dan dapatkan rambut lembut seperti sutera. Contoh Majas Simile dalam Hikayat Majas simile memang sudah digunakan sejak zaman dahulu.

Ini terbukti dari banyaknya karya hikayat yang sudah menggunakan majas simile dalam kalimatnya. Salah satu contohnya adalah pada hikayat Abu Nawas berikut ini. Suatu ketika, Abu Nawas dipanggil raja “Abu Nawas, kali ini kau ku panggil karena aku sangat membutuhkan bantuanmu”.

Kata Raja Harun. “Apakah yang bisa hamba lakukan wahai Paduka Raja?” “Aku sedang gundah gulana. Beberapa hari yang lalu aku disapa oleh seorang Raja beragama Yahudi yang merupakan sahabatku.

Raja Yahudi itu memberiku salam, tapi aku membalasnya dengan ucapan wassamualaikum yang artinya kecelakaan bagi kamu. Tentu saja sahabatku tersinggung karena merasa salam keselamatannya aku balas dengan doa kecelakaan. Lalu ia meminta alasan atau jawabanku itu agar ia tidak tersinggung. Alasan apa yang harus aku berikan wahai Abu Nawas?” “Kalau hanya itu masalah paduka, hamba bisa memberikan alasan yang dikehendaki sahabat paduka” jawab Abu Nawas meyakinkan.

Mendengar pernyataan Abu Nawas, Raja terlihat sedikit lega. Wajahnya yang semula gundah gulana tiba-tiba menjadi cerah seperti matahari di pagi hari. “Cepat katakan Abu Nawas, jangan biarkan aku menunggumu” kata Raja mulai tidak sabar. Dalam hikayat ini, terdapat majas pada kalimat “ Wajahnya yang semula gundah gulana tiba-tiba menjadi cerah seperti matahari di pagi hari.” Wajah Raja yang semula suram sangat gembira karena akan mendapat solusi dari Abu Nawas.

Saking senangnya, wajah Raja diibaratkan dengan matahari pagi yang sinarnya sangat cerah karena baru terbit dari persembunyiannya. Contoh Majas Epik Simile Majas epik simile sering kali majas perumpamaan adalah dengan majas simile. Padahal keduanya memiliki makna yang sama. Perbedaannya terletak pada perbandingan atau pengibaratan yang digunakan pada epik simile dijelaskan lebih panjang, berikut contohnya.

Nikmatnya hidayah dari Tuhan itu bagaikan tetesan air hujan yang membasahi tanah gersang. Memberikan kesejukan, menumbuhkan berbagai tanaman yang bermanfaat bagi seluruh alam.

Pada majas simile, kalimat majas hanya berhenti sampai pada kata “tanah yang gersang.” Sementara pada majas epik simile, penjelasan tersebut dilanjutkan lagi dengan kalimat kedua yang bunyinya “Memberikan kesejukan, menumbuhkan berbagai tanaman yang bermanfaat bagi seluruh alam.” Kalimat kedua masih berisi penjelasan terhadap ibarat yang dipakai. Tujuannya untuk memperkuat objek pembanding yang dipakai pada kalimat tersebut.

Beberapa contoh majas simile di atas bisa menjadi pedoman dasar sebelum mencoba membuat majas ini sendiri. Semakin banyak membaca contoh majas tersebut, tentu Anda akan semakin paham dan mampu membuatnya sendiri dengan makna serta penataan bahasa yang indah. Lihat Juga :
Artikel dan Makalah tentang Majas Simile, Pengertian, Contoh, Perumpamaan atau Perbandingan Kata - Dalam simile terdapat dua kata (atau bentuk lainnya) yang masing-masing menampilkan konsep dan acuan yang berbeda.

Menurut pandangan budaya tertentu antara wilayah makna kedua kata (atau bentuk lainnya) terdapat persamaan komponen makna, sehingga keduanya bisa dibandingkan.

Perbandingan ini tidak menimbulkan masalah. Majas ini mudah dikenali, karena kedua penanda muncul bersamaan dan selalu dihubungkan oleh kata pembandingnya. Perbandingan tersebut bersifat eksplisit. Unsur bahasa yang dibandingkan adalah frasa wajah ibu dan anak (wilayah maknanya ditampil-kan oleh bulatan di sebelah kiri) dengan klausa pinang dibelah dua (wilayah maknanya ditam-pilkan dengan bulatan yang berada di sebelah kanan).

Komponen makna penyama adalah: majas perumpamaan adalah, dikemukakan dengan bagian yang diberi warna hitam. Komponen makna pembeda untuk wajah ibu dan anak adalah ‘bagian kepala manusia’, untuk pinang dibelah dua adalah ‘sejenis buah’ ‘keras bijinya’, ‘untuk makan sirih’. Dalam tulisan ini tidak majas perumpamaan adalah dikemukakan bagan segitiga semantik, karena wajah ibu dan anak merupakan frasa dan pinang dibelah dua merupakan klausa.

Selain itu, setiap unsur yang dibandingkan berdiri sendiri, tidak ada hubungannya satu sama lain. Persamaan baru tampak bila kita melihat bagan wilayah maknanya. Unsur yang dibandingkan matanya dengan bintang kejora.

Komponen makna penyama adalah: ‘indah dan bersinar-sinar’. Komponen makna pembeda: untuk matanya adalah: ‘bagian kepala’ ‘manusia’, untuk bintang kejora adalah: ‘benda alam’ ‘di langit’ ‘berkelap-kelip’ ‘malam hari’. Majas ini tidak menimbulkan kesulitan pemahaman, karena kata yang dibandingkan sama-sama muncul dalam teks, dan digunakan kata pembanding: seperti, bagaikan, umpama, dan lain-lain. Demikianlah perbandingan dalam simile, hal ini juga terdapat dalam metafora, namun proses pembentukannya berbeda.

Referensi : Zaimar, O. K. S. 2002. Majas perumpamaan adalah dan Pembentuknya. Makara. Sosial Humaniora, 6 (2) : pp. 45-57. Post a Comment Berkomentarlah secara bijak. Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus. Aturan Berkomentar : 1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini.

2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel. Terima kasih.tirto.id - Pernahkah Anda mendapati istilah majas personifikasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia? Secara umum, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI), personifikasi adalah pengumpamaan (pelambangan) benda mati sebagai orang atau manusia.

Berikut adalah penjelasan lengkapnya. Ainia priharntini dalam buku Majas, Idiom dan Peribahasa Superlengkap menuliskan, personifikasi adalah majas yang menggambarkan benda-benda mati tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat insan (seperti manusia).

Sementara itu, Ulin Nuha Masruchin dalam Buku Pintar Majas, Pantun dan Puisi (2017), majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menggambarkan sebuah benda mati dengan sifat dan karakter manusia yang hidup. Misalnya, hal itu bisa dilihat dalam contoh berikut “Daun kelapa itu melambai-lambai menanti kehadirannya.” Dari contoh tersebut kata “melambai-lambai” adalah tindakan yang sama dengan manusia.

Di sisi lain, Kiftiawati dan Endry Sulistyo majas perumpamaan adalah Buku Pintar Peribahasa Indonesia (2007) menuliskan, personifikasi adalah majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati sehingga seolah-olah memiliki sifat seperti benda hidup.

Baca juga: • Arti Majas Repetisi: Pengertian dan Contoh dalam Puisi • Majas Oksimoron: Pengertian dan Contoh dalam Bahasa Indonesia • Apa Itu Majas Ironi: Pengertian dan Contoh dalam Bahasa Indonesia Sedangkan menurut buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI dan Pembentukan Istilah oleh Tim Redaksi BIP (2020), majas personifikasi adalah majas yang memunculkan karakteristik manusia kepada benda mati, sehingga benda tersebut seolah memiliki nyawa layaknya manusia.

Agar lebih mudah dalam memahaminya, maka bisa melihat contoh majas personifikasi sebagai berikut sebagaimana dirangkum dari empat buku tersebut. Contoh majas personifikasi • Hujan kembali menari-nari di halaman rumahku. • Lagu-lagu kebangsaan selalu memanggil jiwa nasionalisme kita. • Pesawat terbang itu hilang ditelan bumi. • Kebangkrutan yang dialami perusahaan itu mencekik leher karyawan. • Pensil itu menari-nari di atas meja. • Angin berbisik lembut menyampaikan salamku padanya.

• Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk. • Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai. • Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam. • Angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untuk Ayah. • Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari di atas kertas. • Langit ikut menangis dengan beberapa bencana yang melanda Indonesia beberapa waktu ini.

• Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya Pantai Kuta.
Daftar isi • 1. Majas Personifikasi • 2. Majas Metafora • 3.

Majas Simbolik • 4. Majas Alegori • 5. Majas Simile • 6. Majas Metonimia • 7. Majas Sinekdoke Jenis – jenis majas dalam bahasa Indonesia ada banyak antara lain majas anafora, majas penegasan, majas eufemisme. Majas perumpamaan atau majas asosiasi adalah gaya bahasa yang membandingkan mengenai dua hal yang berbeda, secara umum menarik kesimpulan terhadap persamaan dari keduanya sebagai bahan perbandingan.

Majas perumpamaan juga menjelaskan suatu hal dengan mengungkapkan hal yang lain sebagai perbandingan, namun dinyatakan sebagai hal yang sama. Majas perumpamaan termasuk ke dalam kelompok majas perbandingan. Majas perbandingan dimaksudkan untuk meningkatkan kesan pada suatu kalimat dan pengaruhnya terhadap pendengar dan pembacanya.

Beberapa jenis majas perbandingan selain majas asosiasi atau perumpamaan adalah: 1. Majas Personifikasi Majas yang membandingkan benda – benda mati hingga seolah – olah memiliki sifat seperti manusia. Majas ini membuat kesan bahwa benda mati dapat melakukan hal – hal yang dapat dilakukan benda hidup. Majas perumpamaan adalah : Rumput di halaman rumah berbisik ketika tertiup angin sore hari. 2. Majas Metafora Majas yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal berbeda.

majas ini juga bisa diartikan sebagai majas yang dibuat dengan frasa yang tidak berarti secara implisit. Namun, secara eksplisit dapat mewakili maksud lain yang didasarkan pada persamaan atau perbandingan. Secara simpel, majas ini digunakan sebagai kata kiasan untuk mengungkapkan sesuatu.

Contoh : Aku mendengar raja hutan mengaum di kejauhan. 3. Majas Simbolik Majas yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu dengan menggunakan simbol dari binatang, benda atau tumbuhan. Simbol yang digunakan pada umumnya dapat dipahami oleh banyak orang. Contoh: Perselisihan antara kedua rekan bisnis itu tidak juga kunjung selesai setelah mencapai meja hijau. 4. Majas Alegori Majas yang digunakan untuk menjelaskan maksud tertentu secara tidak langsung dengan arti non harfiah namun masih berkaitan.

Majas alegori menjelaskan satu hal secara tersirat dengan perbandingan hal yang lainnya. Majas ini mirip dengan metafora, namun membandingkan secara keseluruhan atau utuh. Contoh: Perjalanan hidup manusia ibarat sungai yang mengalir menyusuri tebing dan berbatu – batu, namun tidak dapat ditebak kedalamannya. 5. Majas Simile Membandingkan secara eksplisit antara dua hal menggunakan kata penghubung layaknya, ibarat, umpama, bak, bagai, dan seterusnya.

Contoh : Hari ini wajahmu sangat cerah bak mentari yang bersinar di pagi hari. majas perumpamaan adalah. Majas Metonimia Menggunakan majas ini untuk menyebutkan satu kata dengan kata lainnya yang masih berhubungan erat. Untuk mudahnya, menggunakan merk atau nama khusus dari suatu benda sebagai pengganti benda aslinya yang lebih umum.

Contoh : Kakakku memenangkan undian berhadiah dari kapal api. 7. Majas Sinekdoke Gaya bahasa yang menyebutkan sebagian untuk menggantikan keseluruhan atau sebaliknya. Contoh : Aku belum melihat cuping hidungnya seharian ini ( totem pro parte).

Keluarga tetanggaku terpaksa angkat kaki dari rumahnya karena menunggak uang sewa selama enam bulan ( pars pro toto). Simak juga pembahasan mengenai majas antitesis, contoh majas repetisi dan paralelisme, dan majas paradoks. C ontoh Majas Perumpamaan Macam – macam majas perumpamaan dan contohnya bisa disimak pada pembahasan berikut ini. • Hatinya sudah mengeras bagai batu.

• Senyum gadis itu menawan laksana bunga yang baru mekar. • Anak itu menangis sangat lama sehingga suaranya majas perumpamaan adalah bagai kaset rusak.

• Binar matanya bak bintang di langit malam. • Anak itu otaknya encer bagai santan kelapa. • Sulitnya mencari jalan keluar dari masalah ini, seperti benang kusut saja. • Wajahnya bersinar indah bagaikan purnama.

• Wajahnya pucat bagai kapas mendengar berita itu. • Bibirnya merah merona laksana kelopak mawar yang baru mekar. • Tubuhmu bak gitar spanyol yang memesona banyak pria.

• Otakmu pandai sekali bagai Einstein. • Kakak beradik itu bak pinang dibelah dua walaupun bukan saudara kembar. • Tidak usah dengarkan, dia bicara seperti tong kosong. • Larinya sangat kencang laksana busur lepas dari panah. • Suaranya keras sekali seperti gelegar petir. • Mereka seperti perangko, kemana – mana majas perumpamaan adalah berdua.

• Senyumnya sangat manis seperti gula jawa. • Dia bagaikan mesin, tidak pernah merasa lelah. • Ototnya kuat seumpama kawat majas perumpamaan adalah. • Rambut hitam gadis itu bak mayang terurai. • Bak gayung bersambut, idenya tentang pekerjaan mendapatkan tanggapan baik dari rekan sekantor lainnya.

• Tidak ada manusia yang sempurna layaknya tak ada gading yang tak retak. • Sudah lama dia tidak muncul bagaikan ditelan bumi.

majas perumpamaan adalah

• Seperti air di daun talas, pendirian orang itu kerap berubah – ubah. • Percuma aku berbicara denganmu, seperti bicara dengan tembok. • Hidup manusia akan berjalan seumpama roda yang berputar, ada saat di atas dan ada saatnya dibawah. • Menanggapi majas perumpamaan adalah yang pernah menyakitimu sama saja bak menabur garam di lautan. • Dia jangkung sekali bak pohon pinus yang tidak pernah ditebang.

• Mengapa gugup sekali? Tubuhmu bagaikan sekaku tiang. • Para pejuang terus mempertahankan kemerdekaan dengan semangat bak api yang menyala – nyala. • Seperti ombak yang menari di lautan, rambutnya sangat ikal. • Hutangnya sangat banyak bagaikan ular yang melilit lehernya. Jika diterapkan dalam kalimat, majas perumpamaan menggunakan beberapa kata penghubung seperti bagai, seperti, seumpama, bak, dan laksana.

Majas asosiasi atau perumpamaan mirip dengan majas simile dilihat dari kata hubung yang digunakan, namun bedanya pada majas simile perumpamaan atau perbandingannya diungkapkan secara lebih langsung atau eksplisit. Sedangkan pada majas perumpamaan atau asosiasi, perbandingan diungkapkan secara implisit sehingga harus ditafsirkan sendiri oleh pembacanya. Recommended • 7 Prospek Kerja Lulusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Beserta Penjelasannya • 8 Prospek Kerja Lulusan Sastra Korea yang Majas perumpamaan adalah diketahui • 10 Prospek Kerja Lulusan Sastra Mandarin Beserta Kisaran Gajinya • 7 Prospek Kerja Lulusan Sastra Jerman Beserta Kisaran Gajinya • 8 Prospek Kerja Lulusan Teknologi Pangan Beserta Penjelasannya

Pengertian, Ciri, dan Contoh Majas Hiperbola-Baraguma.com




2022 www.videocon.com